MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN

BAB. I

Pendahuluan

E

valuasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik,maka dari itu Jadi secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Fungsi Evaluasi Pendidikan . Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk :
Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan

1

1) Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2) Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3) Menilai kurikulum. 4) Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5) Memonitor dana yang telah diberikan . 6) Memperbaiki materi dan program pendidikan

Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. membentuk SDM yang berkualitas. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan, karena kebijakan pendidikan seperti kata pakar pendidikan dari Universitas Nasional Jakarta yaitu HAR Tilaar kebijakan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pameo ganti menteri ganti kebijakan. Mengingat terlalu luasnya cakupan dalam evaluasi pendidikan maka penulis akan membatasi hanya pada evaluasi hasil belajar siswa dikarenakan masalah ini sangat sesuai dengan tugas penulis sebagai guru.

Bab. MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan

II

2

ANALISIS KESENJANGAN DALAM EVALUASI PENDIDIKAN A. Keadaan Ideal Seperti yang telah dikemukakan oleh Dr. Muchtar Buchori tujuan dan fungsi evaluasi adalah : 1. untuk mengetahui kemajuan peserta didik setelah ia mengalami pendidikan selama jangka waktu tertentu 2. untuk mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidikan yang dipergunakan pendidik selam jangka waktu tertentu tadi. Maka untuk memperoleh hasil evaluasi yang sebaik-baiknya, para evaluator dalam hal ini para guru dituntut untuk memiliki hal hal sebagai berikut : 1. Mampu melaksanakan, persyaratan pertama yang harus dipenuhi oleh evaluator adalah bahwa mereka harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan evaluasi yang didukung oleh teori dan keterampilan praktik. 2. Cermat, dapat melihat celah-celah dan detail dari program serta bagian program yang akan dievaluasi. 3. Objektif, tidak mudah dipengaruhi oleh keinginan pribadi, atau juga keinginan/tekanan dari pihak lain agar dapat mengumpulkan data sesuai dengan keadaannya, selanjutnya dapat mengambil kesimpulan sebagaimana diatur oleh ketentuan yang harus diikuti. 4. Sabar dan tekun, agar di dalam melaksanakan tugas dimulai dari membuat rancangan kegiatan dalam bentuk menyusun proposal,
Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan

3

guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik. guru hendaknya terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. B. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum. yaitu melakukan pekerjaan evaluasi dengan penuh pertimbangan. berani menanggung resiko atas segala kesalahannya. Hati-hati dan bertanggung jawab. selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai. guru dapat mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau sebaliknya. namun apabila masih ada kekeliruan yang diperbuat. Demikian pula dalam satu kali proses pembelajaran. Keadaan Nyata Setiap jenis atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. Artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. tidak gegabah dan tergesa-gesa. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian. 5. karena dengan evaluasi guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah ia melaksanakan proses belajar. Dalam fungsinya sebagai penilai hasil belajar siswa. mengumpulkan data dan menyusun laporan. Jadi jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan evaluasi.menyusun instrumen. dan apakah materi pelajaran yang diajarkan sudah tepat. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini merupakan umpan balik (feed back) terhadap proses Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 4 . selalu mengadakan evaluasi. Dengan menelaah pencapaian tujuan pengajaran.

PELUANG/OPPORTUNI TY ANCAMAN/THRE AT Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 5 . Hal ini tentu ada faktor penyebabnya dan apakah cara untuk mengatasinya. karena keterbatasan waktu. bisa juga dengan tes lisan atau tanya jawab. mau ia laksanakan evaluasi di akhir pelajaran atau tidak itu urusannya. mengajar. yang jelas setiap guru yang paham dengan tujuan dan manfaat dari evaluasi atau penialaian tersebut. Tetapi kebanyakan guru merasa enggan melaksanakan evaluasi di akhir pelajaran. Kegiatan dirasakan lebih praktis bagi guru. dan pada pertemuan berikutnya di awal pelajaran siswa diberi tugas atau soal-soal yang berhubungan dengan materi tersebut. Contoh lain ada juga guru yang berpendapat. dan juga mungkin belum mengetahui teknik-teknik evaluasi yang baik Mereka beranggapan lebih baik menjelaskan semua materi pelajaran sampai tuntas untuk satu kali pertemuan. Dengan demikian proses belajar mengajar akan terus dapat ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal. yang penting ia masuk kelas. peluang dan tantangan dalam melaksanakan evaluasi belajar seperti yang digambarkan dalam analisis SWOT berikut ini. Yang jelas pada akhir semester ia telah mencapai target kurikulum. kelemahan.belajar mengajar. Akhir-akhir ini kalau kita teliti di lapangan. bahwa penilaian tidak mutlak dengan tes tertulis. Untuk itu kalau kita analisis maka akan kita temukan kekuatan. Cara mana yang akan digunakan oleh guru untuk evaluasi tidak usah dipermasalahkan. Karena ada juga guru yang tidak menghiraukan tentang kegiatan ini. karena guru tidak usah bersusah payah mengoreksi hasil evaluasi anak. Umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya. banyak guru yang mengalami kegagalan dalam melaksanakan evaluasi.

Peningkatan prestasi sekolah 2. Meminta bantuan pemerintah untuk memberi dana lebih besar Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 6 . Kepercayaan publik yang besar terhadap sekolah 3. Mengoptimalkan keterlibatan orang tua siswa dalam mendukung prestasi belajar siswa. 3. Mengoptimalkan kerjasama dengan orang tua siswa dan pihak lain 3. Dukungan orang tua siswa kurang memadai 3. Para guru meningkatkan kemampuan evaluasi. Mengadakan KEKUATAN/STRENGT H 1. Bantuan dana semakin kurang STRATEGI ST 1. 2. Banyak guru lulusan S.1 2. STRATEGI WT 1. 3. Sulit mengadakan kerjasama dengan pihak lain 3. 2. Mengadakan pelatihan mengenai teknik-teknik evaluasi 2. Kurang menguasai teknik evaluasi yang benar 2. Dana kurang mencukupi STRATEGI WO 1. Optimalisasi sarana/media evalusasi. Memanfaatkan jumlah siswa untuk mengadakan kerjasama dengan pihak lain. Jumlah siswa yang banyak 3. 3.1. Meningkatkan hasil belajar agar dana bantuan bisa masuk lebih banyak KELEMAHAN/WEAKN ESS 1. Bantuan dana yang melimpah 1. Sarana/media belajar memadai STRATEGI SO 1. Memotivasi para guru untuk selalu meningkatkan prestasi belajar siswa. Akuntabilitas sekolah rendah 2. Semua guru mengikuti pelatihan 2.

III TINJAUAN KEBIJAKAN EVALUASI PENDIDIKAN 1.Evaluasi Pendidikan di Tingkat Makro Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 7 .kerjasama dengan pihak lain yang dapat member bantuan dana MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN Bab.

Padahal kalau kita perhatikanDalam UU No 20/2003 terdapat dua ketentuan relevan: Pasal 58 Ayat (1) mengatakan : "evaluasi belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik". Ujian Nasional ini digulirkan dengan maksud untuk mengevaluasi hasil akhir belajar siswa dalam satu jenjang pendidikan tertentu dan sekaligus Ujian Nasional ini menjadi faktor evaluasi pendidikan yang menentukan apakah siswa lulus atau tidak lulus. termasuk ujian nasional (UN) dalam konteks perundangan yang berlaku dan dalam konteks substantif evaluasi pendidikan dalam berbagai makna serta implikasi dan kelayakannya. Dalam tulisan ini penulis mencoba menyoroti evaluasi pendidikan. Seluruh hasil belajar siswa harus ditentukan kelulusannya hanya dengan ujian selama 4 hari dan empat pelajaran. Konteks perundangan Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 8 . dan Pasal 61 Ayat (2) yang mengatakan bahwa "ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi". Dengan menempatkannya dalam perspektif yang lebih komprehensif dan substantif mudah-mudahan kita bisa melihat permasalahannya secara lebih jernih. Kedua ayat tersebut mengandung makna bahwa evaluasi yang berimplikasi kelulusan sertifikasi adalah kewenangan pendidik dalam satuan pendidikan yang terakreditasi.Salah satu kebijakan evaluasi pendidikan yang bersifat makro adalah dengan digulirkannya Ujian Nasional (UN). Hal inilah yang menjadi biang perdebatan di masyarakat dan juga para ahli pendidikan di negara kita karena UN ini dianggap membawa kontoversi dan ketidakadilan bagi para siswa.

dan • Pasal 61 Ayat (2) yang mengatakan bahwa "ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi". satuan. Kedua ayat tersebut mengandung makna bahwa evaluasi yang berimplikasi kelulusan (sertifikasi) adalah kewenangan pendidik dalam satuan pendidikan yang terakreditasi. Evaluasi dalam pengertian examination bermaksud mengukur pemahaman dan prestasi peserta didik dan bernuansa seleksi serta menentukan lulus atau tidak lulus.Pasal 57 Ayat (1) Evaluasi pendidikan dinyatakan sebagai kegiatan yang "ditujukan untuk pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihakpihak yang berkepentingan". Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 9 . sedangkan evaluasi dalam pengertian assessment bermaksud mengukur kinerja sistem atau bagian dari sistem pendidikan dan berimplikasi perbaikan penyelenggaraan dan sistem/komponennya. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. Dalam UU No 20/2003 terdapat dua ketentuan relevan: • Pasal 58 Ayat (1) yang mengatakan bahwa "evaluasi belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik". dan jenis pendidikan Ayat tersebut mencampuradukkan "evaluasi terhadap peserta didik" yang lebih bermakna examination dengan "evaluasi terhadap lembaga dan program pendidikan" yang lebih bermakna assessment. Pasal 57 ayat 2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. lembaga.

misalnya. 45 tahun 2006 yang menyebutkan bahwa hasil UN akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan peserta didik dari sebuah jenjang pendidikan dan pada saat yang sama digunakan sebagai pertimbangan untuk seleksi masuk jenjang berikutnya. Di tanah air. Belum lagi resiko psikologis lainnya berupa malu. Semua kondisi di atas semakin menguatkan bahwa UN dianggap hal yang menakutkan bagi berbagai pihak dan memiliki efek yang sangat besar terhadap masa depan para siswa). Seorang kepala sekolah. pertanyaannya kemudian siapa yang berwenang melakukan evaluasi untuk masing-masing makna tersebut? Implikasi Penyelenggaraan Ujian Nasional Merujuk ke dalam pasal 4 Permendiknas No. maka sangat jelas bahwa UN ini memiliki konsekwensi sangat serius terhadap masa depan siswa. tidak hanya oleh siswa secara personal tapi juga oleh pihak sekolah dan semua jajarannya ketika seorang anak (atau banyak anak) tidak lulus UN. dan kehilangan muka yang harus ditanggung oleh banyak pihak. Tidak bisa mencapai skor minimal UN (tahun ini ditetapkan menjadi 5. keadaan ini diperparah oleh sistem reward pendidikan kita yang masih sangat bergantung pada angka-angka di atas kertas. dan tentu juga tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. akan dianggap gagal memimpin sekolahnya (dan mungkin juga terancam untuk dimutasi) apabila persentase ketidaklulusan siswa sangat tinggi di sekolah yang dia Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 10 . Semua konsekwensi itu sangat mungkin ‘menghantui’ banyak pihak yang berkepentingan dengan kelulusan siswa dalam UN ini. dan kemungkinan akan terus bertambah dari tahun ke tahun) berarti tidak bisa tamat sekolah.25.Melihat kedua makna evaluasi. tertekan. tidak bisa mencari pekerjaan.

pimpin. Sebaliknya sekolah yang mampu meluluskan semua siswanya dan memperoleh angka tinggi dalam UN. Tapi. bisa saja. Tentu bagus kalau perasaan khawatir dengan tingginya resiko tidak lulus UN ini diimplementasikan secara positif. Kita berkeyakinan semua ketakutan dengan resiko inilah yang menyebabkan sebagian insan pendidikan kita berusaha dengan segala cara agar dianggap berhasil dalam Ujian Nasional ini. akan dianggap sebagai sebuah sekolah yang berhasil. sama sekali tak ada korelasi positif antara keberhasilan seoarang anak setelah tamat SMP dengan angka-angka di atas kertas yang dia peroleh. Kita juga menyadari bahwa UN itu sendiri layak dipertanyakan tingkat keadilannya mengingat bobot dan muatan soal UN sama untuk semua siswa. perbedaan kualitas antar sekolah ini tidak bisa dijadikan alasan untuk melegitimasi kecurangan dalam pelaksanaan UN. Bahkan antar sekolah dalam sebuah daerah yang sama. padahal adalah kenyataan yang tak bisa dibantah tentang adanya perbedaan kualitas sekolah yang sangat besar antar satu daerah dengan daerah lain di tanah air. karena memang itulah hasil yang diperoleh dan harus menjadi faktor pemicu untuk bekerja lebih keras lagi daripada bergembira melihat angka kelulusan seratus persen Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 11 . misalnya dengan membentuk ‘tim sukses’ agar siswa mereka bisa lulus UN. Pelajaran tambahan dan tryout UN tentu merupakan kegiatan yang sangat positif sebagai program ‘tim sukses’ ini. Menurut kami akan lebih terhormat bila sebuah sekolah setelah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan anak didiknya dapat menerima kenyataan bahwa anak didiknya lulus atau tidak lulus ujian dengan lapang dada. atau dengan memperbaiki jawaban siswa tentu sudah lain permasalahannya. tentu saja. Sekalipun. Namun kalau ‘tim sukses’ ini juga bekerja saat hari H ujian dengan ikut membahas soal dan kemudian membocorkannya kepada anak-anak.

dan psikomotornya. afektif. Dalam penentuan kelulusan di Indonesi seharusnya kita tidak boleh lupa melihat beberapa aspek yaitu aspek kognitif.padahal merupakan hasil licik dari para guru yang tentu saja dalam hal ini dilakukan dengan terpaksa dengan berbagai macam alasan. Evaluasi pembelajaran yang ada kaitannya dengan penentuan kelulusan memang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang dapat diperoleh siswa selama melakukan pembelajaran. Menurut kami evaluasi pembelajaran yang ideal adalah bukan hanya saja mementingkan hasil semata tapi juga harus memperhatikan proses yang dilakukan. memang apabila dikaitkan dengan tujuannya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas hal tersebut tentu bertujuan untuk arah kebaikan. Salah satu contohnya adalah dengan diselenggarakannya ulangan umum bersama di mana pihak dinas pendidikan/MKKS menyediakan soal-soal ulangan umum dan disebarkan ke seluruh sekolah penyelenggara yang ada di wilayah Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 12 . 2. apakah memperoleh hasil yang diinginkan atau tidak. Dalam hal ini juga tidak hanya mementingkan hasil.Evaluasi Pendidikan di Tingkat Meso Untuk tingkat meso evaluasi pendidikan biasanya diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. proses juga diukur untuk kelulusan siswa itu tadi. Standar kelulusan di Indonesia sekarang ini terlalu rumit. Untuk menentukan kelulusan kita juga harus memperhatikan terlebih daluhu bagaimana penerapkan proses belajar yang baik agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

atau entahlah apa. ataukan usaha pencarian dana kesejahteraan bagi MKKS. Adakah ini hanyalah usaha untuk meminimalkan pembiayaan ulangan umum sekolah. maka dapat dipastikan maka hasil yang akan diharapkapan ya tidak ada keseriusan tersebut. Tapi yang jelas. Belum lagi kalau melihat proses pembuatan soal yang dilakukan oleh MGMP mata pelajaran terkait. dan Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 13 . Seperti contoh paket soal yang akan digunakan dalam ulangan umum bersama ini. dan hal ini berujung pada keengganan guru dalam melaksanakan kegiatan koreksi. Yang kemudian terjadi pada pemikiran adalah. apa gunanya penyelenggaraan ulangan umum bersama ini. jika profesionalisme guru tetap tidak diakui baik secara nasional maupun oleh kepala sekolah lewat MKKS-nya. jika ditanggung oleh banyak sekolah tentunya akan lebih murah dibanding diselenggarakan secara mandiri. kesan yang paling tepat dimunculkan adalah tidak ada keseriusan. Dan jika proses yang terjadi pada awalnya adalah sedemikian.tersebut dengan tujuan untuk mengukur keberhasilan hasil belajar siswa. Pihak dinas pendidikan menyerahkan pembuatan soal-soal ulangan umum ini kepada MGMP. Jika memang pengkodisian yang terjadi adalah sedemikian. Dengan model soal tunggal dan kelas yang dianggap homogen tentunya proses evaluasi belajar mungkin akan cukup sulit dilakukan apabila mengacu pada KTSP masing-masing sekolah. karena materi pelajaran yang diberikan mungkin akan adan perbedaan dengan yang diberikan pada sekolah masing-masing. yang memang logikanya. adakah motifmotif lain dari dinas pendidikan/MKKS dalam penyelenggaraan ulangan umum bersama ini. maka tidak ada artinya pencanangan guru sebagai pekerjaan profesional. Kalau kita tinjau dari pelaksanaan ulangan umum bersama ini maka akan kita temukan beberapa hal yang sepertinya bertentangan dengan prinsip MBS dan juga dengan pelaksanaan KTSP.

Proses pelaksanaan evaluasi di tingkat sekolah biasanya berupa : 1. Ujian sekolah Ujian sekolah merupakan mata rantai dari ujian akhir siswa yang berbarengan dengan pelaksanaan ujian nasional yang berfungsi juga sebagai penentu kelulusan siswa. melainkan menyangkut juga aspek Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 14 . Evaluasi harian 2. bukan berujung pada profesionalisme. Hal ini dikarenakan evaluasi dilaksanakan oleh sekolah/guru dari siswa tersebut sesuai dengan materi pelajaran yang mereka peroleh dan disesuaikan dengan keadaan siswa. Ujian sekolah ini terkadang hanya dianggap sebagai pelengkap ujian nasional saja. Evaluasi akhir semester Pada pelaksanaannya jenis-jenis evaluasi tidak hanya yang menyangkut aspek kognitif saja. Evaluasi tengah semester 3.Evaluasi Pendidikan di Tingkat Mikro Mungkin pada tingkat inilah merupakan evaluasi yang paling sesuai dan paling adil. Ulangan umum bersama 2. 3. Pada pelaksanaannya evaluasi yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan berupa : 1. Hal ini dikarenakan pemberian nilai ujian diberikan oleh pihak sekolah/guru yang dianggap dapat dikompromikan agar siswa memiliki nilai yang memadai sebagai syarat kelulusan.sertifikasi hanyalah usaha untuk menambah kesejahteraan guru saja. Pihak guru/sekolahlah yang paling tahu tentang apa yang harus dilaksanakan pada evaluasi ini dan merekalah yang paling tahu akan keadaan yang sesungguhnya pada siswa-siswinya.

Namun demikian. MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN BAB. Menurut jenisnya terdapat program pemerintah. IV PEMBAHASAN MASALAH 1. walaupun tentu saja tidak semua evaluator/guru mempunyai komitmen yang sama untuk melaksanakan ketiga jenis evaluasi ini. program lembaga masyarakat. seringkali diistilahkan dengan penilaian program tingkat makro. serta program peserta didik. Karena itu membicarakan evaluasi pendidikan akan berkaitan dengan program pendidikan yang ada di berbagai jenis dan tingkat pendidikan. sehingga sedikit banyak evaluasi ini akan bersifat lebih komprehensif. Pengertian Evaluasi Seperti kita ketahui bahwa program pendidikan terdiri dari berbagai jenis dan tingkat. oleh karena itu.psikomotorik dan afektif. biasanya disebut peniiaian iingkat mikro. Evaluasi program pendidikan di tingkat puasat sampai tingkat sekolah lebih banyak berkenaan dengan mekanisme pengelolaan dan biasanya tidak berkenaan dengan kegiatan interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik. program orang tua. Sedangkan penilaian terhadap program di tingkat kelas yang pendidiknya langsung berinteraksi dengan peserta didik. Dari segi tingkatannya. pembagian ini Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 15 . program pemerintah bertingkat mulai dari pusat sampai ke ruang kelas.

keputusan untuk tujuan penyempurnaan dapat dilakukan bagi program yang masih berjalan maupun bagi siklus program berikutnya.keputusan yang diambil biasanya berkenaan dengan strategi dan pengelolaan pendidikan.hanya untuk memudahkan analisis dan tidaklah salah jika ada yang ingin mengkategorikan penilaian di tingkat kelas sebagai tingkat makro. Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 16 . Baik pada tingkat makro. Selain itu. dalam bentuk laporan kemajuan hasil belajar. meso maupun mikro. yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi program. pelaksana di ruang kelas bertanggung jawab kepada penanggung jawab program di tingkat sekolah. Dalam hal ini. dst. Begitu pula halnya dengan pengambilan keputusan. Misalnya. perlu diketahui bahwa khusus dalam dunia pendidikan. yang selanjutnya dapat dipergunakan baik untuk tujuan pertanggungjawaban maupun untuk pengambilan berbagai keputusan khususnya di bidang perencanaan. maka pertanggungjawaban dalam berbagai -manifestasinya biasanya juga diberikan kepada murid dan orang tua mereka. pada tingkat makro. Pertanggungjawaban perlu diberikan secara periodik terhadap pihak atasan dan atau sponsor dari program. yang dilakukan dalam rangka pengendalian program lebih besar yang masih berjalan merupakan fungsi penilaian formatif. sampai akhirnya berupa pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. Tujuan penilaian di tingkat makro maupun mikro tetap. pemimpin sekolah bertanggung jawab kepada yang lebih atas lagi. penilaian terhadap satuan-satuan program yang lebih kecil. sedangkan pada tingkat meso dan mikro adalah keputusan yang berkenaan dengan penyempurnaan proses belajar-mengajar. karena pelaksana tingkat kelas dan sekolah berinteraksi langsung dengan peserta didik dan orang tua mereka.

3.al 1971 mengatakan bahwa evaluasi adalah proses menggambarkan. Evaluasi adalah proses. Evaluasi adalah seni. Stufflebeam et. 8. Evaluator tidak berwennag untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluasi sendiri memiliki beberapa prinsip dasar yaitu . Evaluator hanya membantu memberikan alternatif. Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat. Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya. memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan. 5. meski dilakukan dengan metode yang berbeda. 2. Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 17 . Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan. 4.all 1971). Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. 6. Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi. jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi. 1. tidak ada evaluasi yang sempurna. 7. Evaluasi akan mntap apabila dilkukan dengan instrumen dan teknik yang aplicable. (dikutip dari Bloom et.Sedangkan evaluasi yang dilakukan setelah keseluruhan program selesai merupakan fungsi penilaian sumatif.

Tujuan Evaluasi Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengukur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat diantara faktor yang mempengaruhi objek tersebut. 2. Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran. media dan bahan beljar. evaluasi sumatif dan evaluasi program. bukan terpaku pada angka soalan tes.9. input. guru. Evaluasi pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu . Fungsi keberhasilan Maksud dari dilakukannya evaluasi adalah . Fungsi selektif 2. metode pengajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu. 1. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Fungsi penempatan 4. sarana penunjang dan sistem administrasi. transformasi dan output. 10. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu . 1. Perbaikan sistem Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 18 . Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat. Fungsi diagnostik 3.

3. 5. Pedagogis 8. 7. Prinsip-Prinsip Evaluasi Dalam penyelenggaraan evaluasi maka kita harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : 1. 9. karena keterlibatan peserta didik dalam evaluasi bukan alternatif. Keterlibatan peserta didik 4. Keterpaduan 2. sekolah. dan lainnya. materi pembelajaran dan metode pengjaran. Evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah dipelajari dan sesuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur. Prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak. Hasil evaluasi haruslah menjadi aalat akuntabilitas atau bahan pertnggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan seeprti orangtua siswa.2. Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat 3. Evaluasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan intrusional pengajaran. Penentuan tindak lanjut pengembangan 3. Perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi diri siswa. Akuntabel 10. Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 19 . tapi kebutuhan mutlak. Koherensi 6.

a. kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. skala bertingkat.4. pengamatan. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Teknik non tes meliputi . kuesioner. Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk angka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi.daftar cocok. Sedangkan kuesiioner tidak langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab seperti contoh. tetangga atau anggota keluarganya. riwayat hidup. wawancara. Teknik Evaluasi Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap angka yang lain. Dari segi yang memberikan jawaban. 1. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner terbagi menjadi kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 20 . apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak. b.

Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan kolom pilihan jawaban. e. yaitu pertama. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada jawaban yang ia anggap sesuai. wawancara dibagi dalam 2 kategori. Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 21 . Pengamatan atau observasi. Sedangkan kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendapat nya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui.penjawab hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap sesuai. suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. Wawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada informsiinformasi yang diperlukan saja. Pengamatan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu : (1) observasi partisipan yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. c. d. wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. adalah suatu teknik yang dilakuakn dengan mengamati dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya.

Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik. Riwayat hidup. evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 22 . Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung. Pengamat telah membuat list faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap sistem yang terdapat dalam obejek pengamatan. formatif b.(2) Observasi sistematik. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. sumatif c. agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Teknik Tes Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu : a. diagnostik a. for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. 2. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages. f. pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati.

yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya. b.tersebut. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial. dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. dan dimaksudkan untuk mengetahui Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 23 . Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan.

Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahanbahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik. selama proses. sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi. maupun akhir pembelajaran. guru telah mengikuti Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 24 .sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. dan Tes Sumatif Ditinjau dari Tes Diagnostik Tes Formatif Tes Sumatif Fungsinya mengelompokkan siswa berdasarkan Umpan balik Memberi tanda bagi siswa. c. yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester. baik pada tahap awal. Perbandingan Tes Diagnostik. Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahankelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. Tes Formatif. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu.

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input. mental dan perasaan menggunakan standar menggunakan mutlak dan relatif standar mutlak kemampuannya maupun program untuk menilai menentukan kesulitan pelaksanaan belajar yang dialami suatu unit program Skoring (cara menyekor) menggunakan standar relatif 5. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 25 . proses dan out put. Prosedur Pelaksanaan Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur.suatu program. dan menentukan posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan anggota kelompoknya cara memilih tiap-tiap Mengukur semua Mengukur tujuan memilih keterampilan prasarat tujuan instruksional tujuan instruksional umum memilih tujuan setiap khusus yang dievaluasi program pembelajaran secara berimbang memilih yang berhubungan dengan tingkah laku fisik.

Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 26 . Penyusunan Kisi-Kisi Kisi-kisi tes merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi dari apa yang akan diujikan. Pemanfaatan hasil tes 1. Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum adalah sebagai berikut : 1. Tujuan tes harus jelas agar dapat memberikan arah dan lingkup pengembangan tes selanjutnya. 2. Penentuan tujuan tes 2. Dalam hal ini evaluasi bertujuan untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam salah satu materi pembelajaran tertentu setelah diajarkan. Tes ini juga dapat bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa (tes diagnostik). baik berupa tujuan khusus. Penentuan Tujuan Tes Dalam melakukan evaluasi. serta memberikan perincian mengenai soal-soal yang diperlukan oleh tes tersebut. Pelaporan hasil tes 10. Penulisan tes 4. termasuk analisisnya 6. Skoring 9. Perakitan soal menjadi perangkat tes 7. Penyajian tes 8. yaitu untuk melihat tingkat pencapaian suatu program. Penyusunan kisi-kisi tes 3. Penelaahan soal (review dan revisi soal) 5. Uji-coba soal.hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran. seorang guru tentu mempunyai tujuan tertentu.

5. tingkat daya pembeda soal. 4. karena seringkali kekurangan yang terdapat pada suatu soal tidak terlihat oleh penulis soal. Dengan demikian setiap pertanyaan atau butir soal perlu dibuat sedemikian rupa sehingga jelas apa )'ang ditanyakan dan jelas pula jawaban apa yang dituntut. Penulisan Soal Penulisan soal Penulisan soal merupakan salah satu langkah penting untuk dapat menghasilkan alat ukur atau tes yang baik. Mutu setiap butir soal akan menentukan mutu tes secara keseluruhan. dan bahasa. Perakitan Soal Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 27 . Informasi empirik tersebut pada umumnya menyangkut segala hal yang dapat mempengaruhi validitas soal seperti aspek-aspek "keterbacaan" soal.3. dan sebagainya. tingkat kesukaran soal. Telaah dan Perbaikan (Review dan revisi) Soal Langkah ini merupakan hal penting untuk diperhatikan. pengukuran. 6. Ujicoba Soal Ujicoba soal pada prinsipnya adalah upaya untuk mendapatkan informasi empirik mengenai sejauh mana sebuah soal dapat mengukur apa yang hendak diukur. Penulisan soal adalah penjabaran indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak diukur menjadi pertanyaanpertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi. Review dan revisi soal ini idealnya dilakukan oleh orang lain (bukan si penulis soal) dan terdiri dari suatu tim penelaah yang terdiri dari ahli-ahli bidang studi. pola jawaban. pengaruh budaya.

ruangan dan tempat duduk peserta didik.hal yang dapat mempengaruhi validitas skor tes seperti urutan nomor soal. hasil pengetesan tersebut perlu dilaporankan. yang sama tingkat kompetensinya. Pelaporan Hasil Tes Setelah tes dilaksanakan dan dilakukan skoring. hal-hal yang menyangkut segi administratif penyajian tes harus diperhatikan sehingga pengetesan dapat terselenggara dengan lancar dan baik. Pada prinsipnya. Pada prinsipnya. Skoring atau pemeriksaan terhadap jawaban peserta didik dan pemberian angka merupakan langkah untuk mendapatkan informasi kuantitatif dari masing-masing siswa. 7. kalau dalam satu perangkat tes terdapat lebih dari satu bentuk soal. 8. Laporan tersebut dapat Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 28 . apabila skoring dilakukan oleh dua orang atau lebih. petunjuk yang jelas mengenai cara menjawab atau mengerjakan tes. Artinya. Hal. Atau jika orang yang sama mengulangi proses penskoran. akan dihasilkan skor yang sama. diperlukan banyak butir soal. tata "layout" soal. dalam penyajiannya butir-butir soal perlu dirakit menjadi suatu alat ukur yang terpadu. Penyajian Tes Setelah tes tersusun. pengelompokan bentuk-bentuk soal. dan sebagainya haruslah diperhatikan dalam perakitan soal menjadi sebuah tes.Agar skor tes yang diperoleh dapat dipercaya. akan menghasilkan skor atau angka yang sama. Sebab itu. naskah (tes) siap diberikan atau disajikan kepada peserta didik' Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian tes ini adalah waktu penyajian. 9. skoring ini harus diusahakan agar dapat dilakukan secara obyektif.

memperbaiki metode mengajar. Informasi atau data hasil pengukuran dapat dimanfaatkan untuk perbaikan atau penyempurnaan sistem.diberikan kepada peserta didik yang bersangkutan. maupun sebagai data untuk mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. V Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 29 . Pemanfaatan Hasil Tes Hasil pengukuran yang diperoleh melalui pengetesan sangat berguna sesuai dengan tujuan pengetesan. Laporan kepada masing-masing yang berkepentingan dengan hasil tes ini sangat penting karena dapat memberikan informasi yang sangat berguna dalam rangka penentuan kebijakan atau kebijaksanaan selanjutnya. kepada Kepala Sekolah. 10. MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN BAB. proses atau kegiatan belajar mengajar. hasil tes formatif (yang bertujuan untuk memantau/memperbaiki kegiatan belajar mengajar) dapat digunakan untuk mengulangi pelajaran. kepada orang tua peserta didik. Contoh. atau melanjutkan pelajaran. dsb. Hal-hal seperti di atas itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang evaluator agar dapat menciptakan evaluasi pendidikan yang komprehensif dan akuntabel.

Evaluasi. perbaikan program. karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur tingkat keberhasilannya. secara umum evaluasi (evaluation) merupakan alat (tool) dalam mengukur sejauhmana tujuan yang kita inginkan sudah tercapai. menambah pengetahuan. evaluasi merupakan hal mutlak dalam melihat kinerja (performance) pelaku pendidikan. seleksi. implementasi. Sistem evaluasi yang dikembangkan sangat mempengaruhi arah dan tujuan pendidikan itu sendiri. motivasi. kebutuhan suatu program. pertanggung jawaban. Dan sebuah hasil evaluasi diharapkan dapat membantu pengembangan. utamanya siswa didik. Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 30 . khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang. Dalam dunia pendidikan. kurikulum yang kurang tepat.KESIMPULAN Evaluasi menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan. serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam program tersebut. serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak terfokus. Evaluasi memegang peranan penting karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai. Evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa.

• • • • • • Membuat kebijaksanaan dan keputusan Menilai hasil yang dicapai para pelajar Menilai kurikulum Memberi kepercayaan kepada sekolah Memonitor dana yang telah diberikan Memperbaiki materi dan program pendidikan MANAJEMEN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN DAFTAR PUSTAKA Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 31 .

blogspot.Penelitian dan Penilaian Pendidikan. 3. 2000. Ibrahim. Sinar Baru Algesindo.com. Nana Sudjana. 2. http//www. Penilaian dan Pengujian Untuk Guru.evaluasipendidikan. 2007. Departemen Pendidikan Nasional.1. Tugas Mata Kuliah Manajemen Kebijakan Pendidikan 32 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful