P. 1
Teknologi Pengolahan Sampah

Teknologi Pengolahan Sampah

|Views: 196|Likes:
Published by irpanirawan

More info:

Published by: irpanirawan on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2015

pdf

text

original

Teknologi Pengolahan Sampah

by Michael Hutagalung on 30/12/07 at 11:59 pm | 88 Comments | |

Pernah mendengan PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan.

Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. Pada kedua proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.

Proses Konversi Thermal

Proses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Insinerasi pada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik. Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen. Apabila berlangsung secara sempurna, kandungan bahan organik (H dan C) dalam sampah akan dikonversi menjadi gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Unsur-unsur penyusun sampah lainnya seperti belerang (S) dan nitrogen (N) akan dioksidasi menjadi oksida-oksida dalam fasa gas (SOx, NOx) yang terbawa di gas produk. Beberapa contoh insinerator ialah open burning, single chamber, open pit, multiple chamber, starved air unit, rotary kiln, dan fluidized bed incinerator.

Incinerator Incinerator. Sebuah ilustrasi bagian-bagian dalam sebuah incinerator.

Pirolisa merupakan proses konversi bahan organik padat melalui pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Dengan adanya proses pemanasan dengan temperatur tinggi, molekul-molekul organik yang berukuran besar akan terurai menjadi molekul organik yang kecil dan lebih sederhana. Hasil pirolisa dapat berupa tar, larutan asam asetat, methanol, padatan char, dan produk gas.

Gasifikasi merupakan proses konversi termokimia padatan organik menjadi gas. Gasifikasi melibatkan proses perengkahan dan pembakaran tidak sempurna pada temperatur yang relatif tinggi (sekitar 900-1100 C). Seperti halnya pirolisa, proses gasifikasi menghasilkan gas yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 4000

kJ/Nm3. Proses Konversi Biologis

Proses konversi biologis dapat dicapai dengan cara digestion secara anaerobik (biogas) atau tanah urug (landfill). Biogas adalah teknologi konversi biomassa (sampah) menjadi gas dengan bantuan mikroba anaerob. Proses biogas menghasilkan gas yang kaya akan methane dan slurry. Gas methane dapat digunakan untuk berbagai sistem pembangkitan energi sedangkan slurry dapat digunakan sebagai kompos. Produk dari digester tersebut berupa gas methane yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 6500 kJ/Nm3.

Modern Landfill Modern Landfill. Konsep landfill seperti di atas ialah sebuah konsep landfill modern yang di dalamnya terdapat suatu sistem pengolahan produk buangan yang baik.

Landfill ialah pengelolaan sampah dengan cara menimbunnya di dalam tanah. Di dalam lahan landfill, limbah organik akan didekomposisi oleh mikroba dalam tanah menjadi senyawa-senyawa gas dan cair. Senyawa-senyawa ini berinteraksi dengan air yang dikandung oleh limbah dan air hujan yang masuk ke dalam tanah dan membentuk bahan cair yang disebut lindi (leachate). Jika landfill tidak didesain dengan baik, leachate akan mencemari tanah dan masuk ke dalam badan-badan air di dalam tanah. Karena itu, tanah di landfill harus mempunya permeabilitas yang rendah. Aktifias mikroba dalam landfill menghasilkan gas CH4 dan CO2 (pada tahap awal – proses aerobik) dan menghasilkan gas methane (pada proses anaerobiknya). Gas landfill tersebut mempunyai nilai kalor sekitar 450-540 Btu/scf. Sistem pengambilan gas hasil biasanya terdiri dari sejumlah sumur-sumur dalam pipa-pipa yang dipasang lateral dan dihubungkan dengan pompa vakum sentral. Selain itu terdapat juga sistem pengambilan gas dengan pompa desentralisasi.

Pemilihan Teknologi Tujuan suatu sitem pemanfaatan sampah ialah dengan mengkonversi sampah tersebut menjadi bahan yang berguna secara efisien dan ekonomis dengan dampak lingkungan yang minimal. Untuk melakukan pemilihan alur konversi sampah diperlukan adanya informasi tentang karakter sampah, karakter teknis teknologi konversi yang ada, karakter pasar dari produk pengolahan, implikasi lingkungan dan sistem, persyaratan lingkungan, dan yang pasti: keekonomian. Kembali ke Bandung. Kira-kira teknologi mana yang tepat sebagai solusi pengolahan sampah menjadi bahan berguna? Apakah PLTSa sudah merupakan teknologi yang tepat?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri – Prof. Tjandra Setia Peduli Sampah Kelola Sampah Anda September 18th, 2010 by Bonex Leave a reply »

http://2.bp.blogspot.com/_jTJDZq564ew/TDL5fLOJs_I/AAAAAAAAAgU/d u_ScN_Dyx0/s1600/sampah.jpg

Setiap

pemilik

rumah

yang

memiliki

pembuangan

sampah

harus

menggantinya pada suatu waktu. Ketika tiba saatnya untuk mengganti pembuangan sampah Anda, Anda dapat melakukannya sendiri atau menyewa seseorang untuk menggantikannya untuk Anda. Dalam kebanyakan kasus, seseorang menyewa untuk mengganti pembuangan sampah pasti harganya mahal. Anda akan menemukan menggantikan pembuangan sampah mudah dan hanya membutuhkan alat-alat umum. Ini adalah kesempatan bagi Anda melakukan sendiri untuk lebih mengerti dan menghemat uang dalam proses itu. Berikut adalah beberapa tips yang akan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Sebelum membuang sampah

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa jenis sampah dari pembuangan sampah yang ada. Ini akan berguna saat Anda pergi untuk mendapatkan pembuangan baru. Jika Anda dapat menemukan jenis sampah kering atau basah dengan mudah. Jika unit tidak tersedia lagi, daerah rumah dealer perbaikan dapat menyarankan pengganti atau Anda bisa pergi online dan mendapatkan informasi ini juga. Ambil Gambar Pembuangan Sampah Kedua, menghapus segala sesuatu dari bawah wastafel untuk memungkinkan Anda ruang untuk bekerja. Ini akan memungkinkan Anda untuk melihat bagaimana pipa saluran air dikonfigurasi. Karena kebanyakan orang tidak memiliki memori fotografi, saya akan menyarankan Anda mengambil gambar bagaimana hooked up. Ini akan menjadi berharga jika Anda lupa apa yang terjadi di mana. Anda telah mendengar ungkapan sebuah gambar bernilai ribuan kata, jika Anda memiliki gambar, Anda benar-benar akan mengerti frase itu. Tanyakan ke ahli pengurus rumah untuk Bantuan Ketiga, mengambil informasi yang Anda miliki dengan gambar ke dealer perbaikan rumah Anda. Jika dealer dapat melihat apa konfigurasi Anda, dealer mungkin dapat membantu Anda dan memberikan tips tentang instalasi, serta apa yang akan Anda butuhkan. Buat Sistem pembuangan Baru Keempat, sekali Anda telah membeli pembuangan pengganti Anda, Anda akan menemukan pelepasan yang akan datang dengan instruksi. Jika kunci khusus diperlukan untuk menginstal pelepasan tersebut, umumnya akan berada dalam kemasan. Anda akan menemukan dalam kebanyakan kasus, kunci yang akan dimasukkan yang akan memungkinkan Anda untuk mengubah secara manual jika pembuangan menjadi macet. Jangan membuang kunci ini pergi karena Anda mungkin perlu di masa depan untuk memperbaiki pelepasan. Sekarang bahwa Anda memiliki pembuangan baru, petunjuk tentang cara menginstalnya, sisanya akan mudah. Untuk membuat segala sesuatu lebih mudah,

mengingat aturan dasar perbaikan rumah. Rencana pekerjaan Anda, ajukan pertanyaan, ikuti petunjuk dan rencana kerja Anda. Good luck dan menikmat 1. Kebijakan Pemerintah Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan hukum untuk menangani masalah sampah,tidak hanya untuk kota-kota besar melainkan juga untuk seluruh wilayah di Indonesia. Jika ketertiban hanya berlaku di kota sementara di pedesaan tidak, maka ketertiban di kota tidak akan tercapai karena penduduk yang mengadakan perjalanan atau adanya urbanisasi ke kota belum memahaminya. Saat ini beberapa kota besar telah ada peringatan yang cukup memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan ketertiban dalam membuang sampah. Akan tetapi karena pelaksanaan hukum tersebut masih jarang dilaksanakan maka orang-orang yang melanggarnya masih tetap banyak. Untuk menguranginya diperlukan upaya penegakan hukum yakni memberikan sanksi secara nyata dan konsekuen kepada mereka yang melanggarnya. Kebijakan lain yang perlu dikembangkan adalah diadakannya lomba kebersihan lingkungan pada bulan tertentu. Disamping itu pemerintah perlu memperbanyak tempat pembuangan sampah dijalan-jalan, di pasar, tempat-tempat keramaian, di depan pertokoan, agar masyarakat yang sedang berjalan dengan mudah dapat membuang sampahnya. Pemerintah juga telah menempatkan tempat pembuangan akhir yang dikenal sebagai (TPA) ditempatkan diseluruh wilayah yang akan diratakan (jadi sampah tempat urugan), yang jauh dari pemukiman.

2. Untuk Kompos Sampah dapat didaur ulang untuk dijadikan kompos. Proses pembentukan kompos dilakukan oleh mikroorganisme. Sampah yang dapat dijadikan kompos

adalah sampah-sampah organik. Sebelum pengomposan, sampah organik dipisahkan terlebih dahulu dari sampah anorganik. Di Negara Belanda industri pengolahan kompos merupakan industri yang menguntungkan serta merupakan upaya penyelamatan lingkungan. Di Indonesia pembuatan kompos dalam sekala besar masih jarang dilakukan. Umumnya pembuatan kompos dilakukan dalam skala kecil dan tidak dikomersialkan. Padahal proses pembuatannya sederhana, namun menghasilkan kompos yang murah, dapat menyuburkan mengemburkan tanah. Sementara itu pupuk buatan dapat menyababkan tanah menjadi asam, keras dan mencemari lingkungan. 3. Untuk bahan Bakar Di Negara maju sampah diolah menjadi bahan bakar, terutama untuk industri pemanfaatan sampah yang demikian dapat menggantikan sebanyak 20% dari kebutuhan batubara industri tersebut. 4. Untuk bahan Makanan Ternak Sampah organik yang berasal dari kegiatan pertanian begitu sering kali dibuang begitu saja, padahal sampah demikian dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sampah yang demikian misalnya jerami, biji-bijian, tangkai sayuran, ampas tebu, buah-buahan, dan dedaunan dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, setelah pemprosesan dan ditambah dengan bahan bergizi. Sampah tersebut merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

5. Pendaurulangan Sampah

Pendaurulangan sampah (recycle) merupakan upaya untuk mengurangi sampah dan menghemat sumber daya alam. Sampah logam yang berasal dari rongsokan alat-alat dapat diolah lagi menjadi produk metal lainnya. Botol-botol dari kaca, dapat diolah kembali menjadi produk kaca yang lain. Beberapa industri rumah tangga memanfaatkan bahan bekas dari kaca tersebut. Untuk perhiasan,hiasan dan sebagainya. Sampah plastik dapat diolah menjadi produk plastik lain misalnya dijadikan pigura, penggaris, kantong plastik, tas, pot dsb. Sampah kertas dapat didaur ulang menjadi kertas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan ulang (reuse) sampah dapat dilakukan terhadap sampah anorganik, bahan kertas dan metal. Misalnya kaleng bekas kue diubah fungsinya menjadi tempat gula, wadah plastik digunakan untuk pot, kotak karton untuk tempat pensil, dan seterusnya. 2. Industri Selain menghasilkan output berupa produk yang berguna, industri juga menghasilkan sampah sebagai hasil samping dari produknya, baik berupa padat, cair maupun gas. Dengan demikian sudah selayaknya jika industri tidak hanya memfokuskan perhatian pada produk saja, yang jelas memberikan keuntungan, tetapi juga bertanggung jawab untuk menangani kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh industri, antara lain : - Penghematan sumber daya alam - Lebih mengutamakan pengguna sumber daya alam terbaru - Mengutamakan pembuatan produk yang tahan lama/awet - Menggunakan kemasan yang dapat dipakai/didaur ulang sampah yang dihasilkan sebagai hasil samping produk

- Mengupayakan teknologi subsitusi, teknologi bersih

3. Perdagangan Di kota-kota besar para pemilik toko atau swalayan berlomba mendisain tas plastik pembungkus seindah mungkin walaupu harus mengeluarkan biaya lebih. Kemudian tas ini menjadi tanggung jawab konsumen dalam pembuangan maupun pemakaian selanjutnya pemakaian semacam ini harus berangsur diubah karena menyebabkan sampah plastik yang beredar di masyarakat semakin besar. Sampah perdagangan seperti halnya plastik pembungkus ini adalah tanggung jawab pemilik toko atau swalayan. Para pedagang ini dapat membentuk mitra kerja dalam mengumpulkan sampah untuk digunakan lagi atau didaur ulang. Jika hal ini dapat dilakukan ada beberapa hal yang bisa dinikmati, yaitu : - Biaya baku plastik kurang, yang berarti juga penghematan sumber daya alam - Terciptanya lapangan kerja bagi pemulung - Terciptanya suasana lingkungan yang bersih - Konsumen akan lebih menghargai dan lebih suka membeli barang-barang dari perusahaan yang berorientasi lingkungan. 4. Biogas Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Salah satu cara meningkatkan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil dirumah. Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembungkusan sampah organik secara anaerobik. Bahan baku dapat diambil dari kotoran hewan atau bahan sisa-sisa tanaman atau campuran dari keduanya. Secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan mencampur sampah organik dengan air kemudian dimasukkan kedalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya dibiarkan selama kurang 2 minggu.

Dengan adanya pembuatan biogas dari sampah maka mempunyai kelebihan antara lain :

- Mengurangi jumlah sampah - Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan - Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan akan tetap bersih. - Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk ladang. 5. Sanitary Landfill Ini merupakan salah satu metoda pengolahan sampah terkontrol dengan system sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya di tutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat tersebut dilengkapi system saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkngan. Di Sanitary Landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktifitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu : - Semua landfill adalah warisan bagi generasi mendatang. - Memerlukan lahan yang luas - Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan. - Aspek sosial harus mendapat perhatian. - Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan asap. - Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)

- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.

Pencemaran dan Sampah Pengertian Pencemaran Proses ekologi yang sifatnya berputar/berdaur ulang mengharuskan semua sisa atau buangan (output) dari sistem yang satu, segera diproses lebih lanjut oleh sistem lain, kemudian menjadi daya pertumbuhan baru (input) bagi sistem tersebut . Dengan pertumbuhan seperti ini, kestabilan biosfir secara integral dapat bertahan dan lingkungan tersebut menjadi lestari. Jadi ada semacam mekanisme pengatur diri yang mengatur ; input-output dan seterusnya. Perubahan-perubahan dalam batas tertentu masih ditolelir, akan tetapi apabila ini dilampaui, maka ekosistem yang seharusnya memproses buangan atau sisa sistem yang lainnya menjadi tidak berdaya bahkan menghalangi pertumbuhan. Contoh : Sampah organik dalam jumlah terbatas bila dibuang ke atas tanah akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan tanaman, akan tetapi bila jumlahnya terlalu banyak, maka hasil pembusukan menjadi bahan yang menurunkan kualitas tanah sehingga tanaman tidak dapat hidup. Kerusakan proses semacam ini dalam istilah ekologi disebut pencemaran lingkungan. Ledakan penduduk serta pesatnya pertumbuhan industri adalah faktor utama yang mendukung tumbuhnya pencemaran lingkungan. Ledakan penduduk yang berkaitan dengan problema sosial akan membawa tradisi yang merugikan bagi terbinanya lingkungan hidup yang sehat. Perkembangan teknologi yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan industri, membawa pula kerusakan sumber-sumber alam yang berguna bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Air, udara, tanah menjadi tercemar, mengandung bakteri dan beracun ataupun tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Pada akhirnya kualitas lingkungan menjadi rusak dan manusialah yang rugi. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka pengaturan (diri) dalam alam biosfer menjadi berantakan. Patut diingat pula bahwa gangguan yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tidak hanya nyata saja, akan tetapi dapat secara perlahan-lahan akhirnya menjadi maut dikemudian hari.

Pengertian Sampah Sampah adalah salah satu masalah penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun-daun, plastik, kain bekas, karet, tanah dan lain-lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja akan menimbulkan bau dan mengeluarkan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara, apalagi bila yang terbakar itu bahan-bahan sintesis seperti karet dan benda sintesis lainnya, yang jenisnya telah banyak muncul akibat perkembangan peradaban. Selain itu tradisi membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir, juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyatannya sampah telah mencemari tanah, badan-badan air dan udara dalam kota. Sampah industri yang kebanyakan mengandung zat-zat beracun akan lebih mengganggu kesehatan masyarakat bila dibuang sembarangan. Jadi harus dibuang di secara khusus dengan tempat yang khusus pula. Sampah rumah tangga pembuangan seyogyanya dilakukan secara tertib dengan menyediakan tempat sampah. Selain itu untuk sampah organik bisa terlebih dahulu dicincang, disimpan dalam tanah kemudian dipergunakan untuk pupuk tanaman halaman. Sedangkan sampah lain seperti, kertas, plastik, kaleng. dll, sebaiknya tidak dibakar, disimpan dalam bak sampah secara padat dan rapi agar memudahkan petugas mengumpulkan sampah dan mengambilnya. Di tempat umum pun harus dibiasakan tertib membuang sampah termasuk puntung rokok. Kota bersih dan sehat tergantung dari ketertiban/sikap warganya.

Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai :

1. 2.

Sampah organik Sampah anorganik

3. Sampah khusus Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dengan proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit dan daun. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan almunium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik dan kaleng. Kertas Koran dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas Koran termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas Koran dan karton dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan plastik), dimasukkan ke dalam kelompok anorganik. Sampah khusus adalah sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Misalnya sampah rumah sakit merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan, peralatan (misalnya pisau bedah yang dibuang), botol infus dan sejenisnya, serta obat-obatan (pil, obat bius, vitamin). Semua ini mungkin terkontaminasi oleh bakteri, virus dan sebagian beracun sehingga sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya.

Baterai umumnya berasal dari sampah rumah tangga, biasanya mengandung logam berat seperti raksa dan kadmium. Logam berat sangat berbahaya bagi kesehatan. Akumulator dengan asam sulfat atau senyawa timbul berpotensi

menimbulkan bahaya bagi manusia. Baterai harus diperlakukan sebagai sampah khusus. Jenis sampah khusus lainnya adalah bola lampu, pelarut dan cat, zat-zat kimia pembasmi hama dan penyakit tanaman seperti pestisida, sampah dari kegiatan pertambangan dan eksplorasi minyak serta sampah dari zat-zat yang mudah meledak dalam suhu tinggi. Sumber Sampah Sampah dihasilkan oleh lima sumber utama, yaitu : 1. Rumah Tangga Sampah domestik yang dihasilkan umumnya berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak terpakai, bahan pembungkus, kertas, plastik, dan sebagainya. 2. Tempat perdagangan Seperti pasar, supermarket, pusat pertokoan, warung atau pasar malam. Sampah komersial yang dihasilkan misalnya, bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dan sebagainya. 3. Industri Sampah industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri seringkali membuang sampahnya disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya. 4. Perkebunan Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk pupuk. Untuk sampah bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan perlu perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Sampah pertanian lainnya adalah lembaran plastik penutup tempat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan penghambat pertumbuhan gulma, namun plastik ini dapat di daur ulang.

5. Sisa bangunan dan konstruksi gedung Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung ini bisa berupa bahan organik maupun anorganik, misalnya : kayu, bambu, triplek. Sampah anorganik misalnya : semen, pasir, spesi batu bata, ubin, besi dan baja, kaca dan kaleng.

Sampah di Alam dan Industri

1. Sampah di Alam

Secara alami tumbuh-tumbuhan mengatur sendiri keseburan tanah di bawah tempat tumbuhnya. Dedaunan tua yang jatuh ketanah lama kelamaan akan membusuk dan terurai. Setelah mineralnya bebas dan bercampur tanah, mineral ini akan diserap kembali oleh akar tumbuhan. Dengan cara serupa, senyawa karbon dari zat organik akan lepas ke udara dalam bentuk CO2. selanjutnya daun tumbuhan akan menyerap kembali untuk proses fotosintesis. Siklus alami ini adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus. Sampah atau limbah hasil metabolisme dari hewan dan tumbuhan juga akan mengalami siklus yang serupa. 2. Sampah di industri Di alam semua zat organik dapat di daur ulang, dimana beberapa spesies tertentu mengkonsumsi sampah yang dihasilkan oleh organisme lain. Contohnya Hyena memakan bangkai binatang, jamur menguraikan dedaunan, dan lain-lain. Sebaliknya proses di industri sangat tidak efektif. Orang membuat produk yang secara tidak langsung dapat menghasilkan sejumlah sampah pada setiap tahapan proses di samping produk itu sendiri. Beberapa contoh mengenai produk atau proses sampah yang dihasilkan ;

a. Membuat besi dari biji besi menghasilkan kerak besi sebagai sampah produksi. b. Kaca dipotong untuk jendela dengan ukuran tertentu menghasilkan sampah potongan kaca. c. Membuat bingkai jendela dari pelat almunium menghasilkan sampah potongan almunium. d. Kertas cetak dipotong sesuai ukuran tertentu menghasilkan sampah kertas. 3. Peredaran Produk dari Industri ke Konsumen Produk pabrik telah melalui beberapa tahap produksi, dari proses awal hingga pengerjaan akhir, meliputi kontrol mutu dan pengemasan, yang selanjutnya diangkat untuk diperdagangkan, dan terakhir sampah ke konsumen. Pada setiap tahap yang dilalui oleh produk ini bisa timbul sampah. Proses industri ini juga memberikan dampak lain terhadap lingkungan, baik itu mengenai energi, air maupun udara. Oleh karena alasan ekonomi dan ekologi, industri harus terus menerus mencari jalan untuk meningkatkan efesiensi dan mengurangi sampah yang dihasilkan di pabriknya. Jika mungkin, sampah produksi didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali dalam proses produksi (misalnya di pabrik botol dari gelas, pecahan gelas dicairkan lagi), bahan kimia digunakan lagi di dalam suatu proses tertutup. Hal ini di kenal sebagai teknologi bersih. 4. Bentuk Pengemasan Kemasaan menduduki posisi dominan dalam menentukan nilai jual suatu produk. Walaupun fungsi utama dalam kemasan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan, tetapi transportasi secara modern dan penyimpanan barang membuat kemasan menjadi lebih penting. Ditambah lagi dengan sikap konsumen yang lebih suka dengan kemasan yang menarik dan berwarna-warni.

Kemasan untuk alasan perlindungan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan dengan bahan misalnya dari karton, kayu, plastik, kertas dan kaleng, disatu

sisi merupakan sumber sampah yang besar. Bentuk pengemasan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu : a. Pengemasan tradisional Pada masa lampau pembungkus atau kemasan terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat didaur ulang oleh alam, contohnya 1. Daun pisang dipakai untuk membungkus nasi atau jenis makan lainnya. 2. Daun pohon jati digunakan untuk membungkus ikan atau daging. 3. Daun pandan digunakan untuk membungkus makanan tradisional yang terbuat dari gandum ataupun beras, dimana selain mudah dikupas juga wangi baunya. 4. Bambu dan jenis kayu lainnya dapat digunakan untuk mengemas barangbarang yang akan dibawa kepasar atau ke kota. Kelebihan dari pengemasan tradisional adalah 1. Bahan berasal dari suber daya alam terurai, sehingga mudah tersedia. 2. Kalau dibuang ke alam dapat diuraikan oleh mikroorganisme, bahkan menjadi pupuk mahluk hidup lainnya. 3. Ekonomis dan terjangkau oleh lapisan masyarakat. Kekurangan dari pengemasan tradisional adalah tidak sempurnanya

perlindungan pada produk sehingga tidak terjamin kualitasnya untuk jangka waktu lama maupun keamanan produk selama pengangkutan jarak jauh.

b. Pengemasan modern Dengan kemajuan teknologi yang serba canggih, kemasan tradisional mulai

ditingkatkan. Daun-daun sudah diganti dengan kaleng yang dilapisi dengan timah, kaleng alumunium, plastik, kertas, stirofoam atau kombinasi dari berbagai bahan sintesis. Disamping mempunyai kelebihan, kemasan modern juga mempunyai kekurangan. Kelebihan pengemasan modern ; 1. Perlindungan sempurna terhadap produk dari sinar matahari, panas, debu atau kotoran, dan lain-lain sehingga sangat hiegienis dan terjaga kualitasnya untuk jangka waktu lama. 2. Dapat dituliskan berbagai informasi mengenai produk, produsen, kode produksi, dan tanggal kadarluarsa. 3. Memudahkan pengangkutan dan penyimpanan. Kekurangan pengemasan modern : 1. Bahan baku kebanyakan barasal dari sumber daya alam tidak terurai. 2. Untuk memproduksinya memerlukan banyak energi. 3. Biaya mahal, baik selama proses maupun setelah menjadi barang. 4. Digunakan sesaat, kemudian dibuang menjadi sampah. 5. Tidak dapat atau sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pengurai. 6. Beberapa diantaranya mengandung zat berbahaya dan beracun.

Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang yang baik, maka ia akan difahamkan dalam urusan agama.” [HR. Bukhari] Islam mewajibkan kaum muslimin dan muslimat untuk menuntut ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat, sebab orang yang berilmu di masyarakat menduduki derajat yang tinggi, sedangkan yang tidak berilmu menduduki derajat yang rendah. Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik, apabila orang-orang Islam sendiri tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan pikiran yang sehat. Oleh karena itu, pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. Berdasarkan pernyaaan di atas, maka saya akan kemukakan nasehat yang utama bagi kita semua. Yakni tentang perlunya semangat dalam menuntut ilmu dan tafaqquh fid-din, akan tetapi pada kenyataannya banyak dari kita yang tidak sungguh-sungguh dalam belajar, bahkan meninggalkannya (berpaling darinya). Telah menjadi keprihatinan tersendiri dalam benak saya. Oleh karena itu, insya Allah akan dijelaskan dan diuraikan urgensi tholibul ilmi dari dalil-dalil Al_Qur’an, disertai ta’liq sederhana. Ikhwan wa akhwat fillah yang dirahmati_Nya, Allah subhanahu wa ta’ala telah banyak memaparkan pentingnya menuntut ilmu dalam deretan firman_Nya yang mengagumkan. Artinya : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. Ali Imran (3): 18] Berkata Imam Al_Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya : “Ayat ini adalah dalil tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan ulama. Seandainya ada orang yang lebih mulia dari ulama, sungguh Allah akan menyertakan nama_Nya dan nama malaikat_Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman juga kepada Nabi_Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kemuliaan ilmu.” Artinya : “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” [QS. Thaha (20): 114] Maka seandainya ada sesuatu yang lebih mulia daripada ilmu, sungguh Allah subhanahu wa ta’ala akan memerintahkan Nabi_Nya untuk meminta tambahan akan sesuatu itu, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan Nabi_Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan ilmu. [Lihat Tafsir Al_Qurthubi hal. 1283] Artinya : “Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui” [QS. Az_Zumar (39): 9] Imam Al_Qurtubi rahimahullah berkata: “Menurut Az_Zujaj radhiyallahu ‘anhu, maksud ayat tersebut yaitu orang yang tahu berbeda dengan orang yang tidak tahu, demikian juga orang taat tidaklah sama dengan orang bermaksiat. Orang yang mengetahui adalah orang yang dapat mengambil manfaat dari ilmu serta mengamalkannya. Dan orang yang tidak mengambil manfaat dari ilmu serta tidak mengamalkannya, maka ia berada dalam barisan orang yang tidak mengetahui” [Lihat Tafsir Al_Qurthubi hal. 5684] Artinya : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” [QS. Al_Mujaadilah (58): 11] Imam Al_Qurtubi rahimahullah berkata, “Maksud ayat di atas yaitu, dalam hal pahala di akhirat dan kemuliaan di dunia, Allah subhanahu wa ta’ala akan meninggikan orang beriman dan berilmu di atas orang yang tidak

berilmu. Kata Ibnu Mas`ud, dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memuji para ulama. Dan makna bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan meninggikan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, adalah derajat dalam hal agama, apabila mereka melakukan perintahperintah Allah” [Lihat Tafsir Al_Qurtubi hal. 5070] Artinya : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya, hanyalah ulama.” [QS. Al_Fathir (35): 28] Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksud ayat di atas adalah, orang yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan benar hanyalah ulama yang mengenal_Nya, karena semakin mengenal Allah Yang Maha Agung, Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Mengetahui, Yang memiliki sifat kesempurnaan dan kebaikan, maka pengenalan, pengetahuan, dan ketakutan terhadap_Nya akan semakin sempurna” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 3/163] Artinya : “Sesungguhnya Al_Quran adalah ayat-ayat yang nyata dalam dada orang-orang yang diberi. Dan tidak mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dholim.” [QS. Al_Ankabut (29): 49] Ibnul Qoyyim Al_Jauziyah rahimahullah berkata tentang ayat di atas. “Allah subhanahu wa ta’ala menyanjung ahli ilmu, memuji dan memuliakan mereka dengan menjadikan kitab_Nya sebagai ayat-ayat yang nyata/jelas dalam dada mereka. Ini merupakan kekhususan dan kebaikan bagi mereka dan tidak bagi yang lainnya.” [Lihat Miftah Daari As_Sa’adah hal. 1/50] Dan kata Imam Al_Qurthubi rahimahullah. “Maksud ayat tersebut adalah, Alquran bukanlah sihir atau syair, seperti yang dikatakan oleh orang-orang batil. Akan tetapi Alquran adalah tanda dan dalil Allah. Dalam Alquran agama dan segala hukum_Nya dapat diketahui. Seperti itulah Alquran di dalam dada-dada orang yang diberi ilmu. Mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang beriman kepada. Mereka berilmu, mampu memahami dan membedakan antara kalamullah, perkataan manusia dan ucapan-ucapan setan.” [Lihat Tafsir Al_Qurtubi hal. 5070] Artinya : “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu`min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” [QS. At-Taubah (9): 122] Imam Al_Qurthubi rahimahullah berkata. “Ayat ini merupakan pokok tentang wajibnya menuntut ilmu. Karena tidak seharusnya orang mukmin itu pergi ke medan perang semua, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak, sehingga mereka meninggalkan beliau sendiri. Mereka membatalkan keinginan mereka, setelah mengetahui tidak dibolehkannya pergi secara keseluruhan. Beberapa orang dari tiap-tiap golongan, agar tetap tinggal bersama Nabi untuk mempelajari agama. Sehingga apabila orang- orang yang berperang itu telah kembali, mereka bisa mengabarkan dan meyebarkan pengetahuan ilmu mereka. Dalam ayat ini juga terdapat kewajiban untuk memahami Al_Kitab dan As_Sunnah. Dan kewajiban tersebut adalah kewajiban kifayah bukan wajib ‘ain” [Lihat Tafsir Al_Qurtubi hal.3132] Artinya : “Dan katakanlah:”Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. [QS. Thaha (20): 114] Berkata Ibnu ‘Uyainah rahimahullah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa bertambah ilmunya sampai Allah subhanahu wa ta’ala mewafatkan beliau”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/167] Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah. “Dengan hal ini cukuplah merupakan kemuliaan bagi ilmu, yaitu bahwa Allah memerintahkan Nabi_Nya untuk meminta tambahan berupa ilmu” [Lihat Miftah Daari As-Sa’adah]

Artinya : “Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. [QS. Al_An`am (6): 83] Imam Al Qurtubi rahimahullah berkata. “Firman Allah, Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat yaitu dengan ilmu, kepahaman dan imamah (kepemimpinan) serta kekuasaan”. [Lihat Tafsir Al_Qurtubi hal. 2466]

Artinya : “Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat_Nya kepadamu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” [QS. An_Nisaa` (4): 113]
Berkata Ibnul Qoyyim Al_Jauziyah rahimahullah tentang ayat di atas, “Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan kenikmatan-kenikmatan dan karunia_Nya kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kenikmatan dan karunia_Nya yang paling agung adalah memberinya Al_Kitab dan hikmah serta mengajarkan kepadanya apa yang belum diketahuinya.” [Lihat Miftah Daari As-Sa’adah 1/52] Demikianlah ikhwan wa akhwat fillah. Semoga pemaparan kami ini bermanfaat bagi kita semuanya. Harapan kami semoga kita masih mendapat kesempatan untuk meniti ilmu_Nya yang maha luas. Amin…!!! Kemudian semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan petunjuk dan pahala kepada penulis dan kepada kedua orang tua saya, kepada pembacanya yang beriman, serta semoga menjadi simpanan amal kebaikan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala oleh siapa pun dari kaum muslimin yang sudi menyebarkannya. Akhirnya hanya kepada_Mu ya Allah segala puji, dan hanya kepada_Mu ya Allah kami mohon petunjuk.

Writed by: Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I Mandi-Mandi Sunnah (Bagian 2) Tulisan kali ini adalah lanjutan dari bagian mandi_mandi sunnah dan tulisan terakhir pada pembahasan tentang mandi wajib. adapun lanjutan dari mandi_mandi sunnah adalah sebagai berikut: g. Mandi setiap hendak shalat bagi wanita yang istihadhah Wanita yang mengalami istihadhah disunnahkan mandi wajib setiap hendak shalat atau ketika hendak menjama’ shalat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha bahwa dulu ketika Nabi shallallahu ’alahi wa sallam masih hidup, Ummu Habibah radhiyallahu ’anha pernah mengalami istihadhah. Waktu itu Nabi memerintahkannya untuk mandi setiap hendak shalat. [Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud hadits no. 292 dan lainnya. Hadits ini dinilai shahih oleh Al_Albani dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud (I/58)]

Wanita yang mengalami istihadhah wajib mandi ketika telah habis masa-masa haidhnya. Setelah itu, karena darah yang keluar adalah bukan darah haidh lagi, maka mandi wajib baginya hanya sunnah saja, tetapi dia tetap wajib berwudhu setiap hendak mengerjakan shalat. [Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Shahih Abi Dawud (I/54)] h. Mandi setelah siuman dari pingsan Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Ketika mengalami sakit parah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada sahabat, ‘Apakah orang-orang sudah shalat?’ Para sahabat menjawab, ‘Belum. Mereka menunggu-nunggu beliau’ Lalu beliau berkata, ‘Ambilkan aku air satu bejana!’ Aisyah berkata, ‘Kami pun melaksanakan apa yang beliau perintahkan, dan setelah itu beliau mandi. Ketika beliau hendak bangun setelah selesai mandi, beliau pingsan lagi. Setelah siuman beliau bertanya’‘Apakah orang-orang sudah shalat?’ Para sahabat menjawab, ‘Belum. Mereka menunggu-nunggu engkau, wahai Rasulullah’ Lalu beliau berkata, ‘Ambilkan aku air satu bejana!’” Kemudian beliau pun mandi sambil duduk…” [HR. Bukhari dan Muslim] i. Mandi setelah berbekam Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi karena empat hal, yaitu karena junub, ketika hendak shalat Jum’at, sehabis berbekam, dan sehabis memandikan jenazah.” [Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud hadits no. 3160. Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani dalam kitab Bulughul Maram berkata bahwa hadits ini dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah] j. Mandi ketika masuk Islam Orang yang baru masuk Islam disunnahkan mandi wajib. Hal ini bagi mereka yang berpendapat sunnah, karena ada ulama lain yang berpendapat hukumnya wajib. Orang kafir yang baru masuk Islam disunnahkan mandi wajib berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Qais bin Ashim rahiyallahu ‘anhu, dia berkata; “Saya pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak masuk Islam. Beliau lalu menyuruhku mandi dengan air dan bidara.” [Hadits ini diriwayatkan oleh empat ahli hadits kecuali Ibnu Majah. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz memilih pendapat yang mengatakan bahwa mandi wajib bagi orang yang baru masuk Islam hukumnya sunnah. k. Mandi ketika hendak shalat hari raya Para ulama mengatakan bahwa hadits yang berkenaan dengan mandi wajib ketika hendak shalat hari raya tidak ada yang shahih. Akan tetapi, Al_Albani mengatakan bahwa sebaik-baik dalil yang dijadikan dasar yang berkenaan dengan mandi wajib ketika hendak shalat hari raya adalah atsar yang diriwayatkan oleh Al_Baihaqi melalui jalan Asy_Syafei

dari Zadzan, dia berkata; ”Pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Ali tentang mandi. Ali menjawab, ’Mandilah setiap hari jika engkau mau.’ Laki-laki itu berkata, ’Bukan mandi sembarangan mandi yang saya maksud.’ Kemudian Ali menjawab, ’Mandi pada hari Jum’at, mandi pada hari Arafah (ketika hendak wukuf), mandi pada hari nahar (Idhul Adha), dan mandi pada hari raya Idhul Fitri.’” Diriwayatkan dari Sa’ad bin Al_Musayyab, dia berkata, ”Amalan sunnah pada hari raya Idhil Fitri ada tiga, yaitu berjalan kaki menuju tempat shalat (tanah Lapang), makan sebelum berangkat, dan mandi sebelum berangkat.” [Lihat Muhammad Nashiruddin Al_Albani, Irwa’ Al_Ghalil. Hadits ini diriwayatkan oleh Al_Firyabi dengan sanad yang shahih] l. Mandi pada hari Arafah Para jama’ah haji yang hendak wukuf di Padang Arafah disunnahkan mandi wajib terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan atsar yang diriwayatkan oleh Al_Baihaqi melalui jalan Asy_Syafei dari Zadzan, dia berkata; ”Pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Ali tentang mandi. Ali menjawab, ’Mandilah setiap hari jika engkau mau.’ Laki-laki itu berkata, ’Bukan mandi sembarangan mandi yang saya maksud.’ Kemudian Ali menjawab, ’Mandi pada hari Jum’at, mandi pada hari Arafah (ketika hendak wukuf), mandi pada hari nahar (Idhul Adha), dan mandi pada hari raya Idhul Fitri.’” Demikianlah pembahasan tentang mandi wajib ini. Saya memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan nama-nama_Nya yang agung dan sifat-sifat_Nya yang mulia agar menjadikan amalan saya yang sedikit ini menjadi amalan yang berkah dan ikhlash semata-mata karena mengharapkan wajah_Nya yang mulia, serta menjadikan sarana pendekat kepada surga_Nya bagi penulis, penerbit, pembaca, dan orang-orang yang berpartisipasi dalam menyebarkan tulisan ini. Saya juga memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar tulisan ini bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membutuhkannya. Sesungguhnya Allah-lah sebaik_baik tempat memohon dan semulia_mulia tempat berharap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->