ANALISIS KRITIS TERHADAP PERMENDIKNAS NO. 23/2006 & NO.

22/2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA

Oleh: Prof. Dr. Muhaimin, MA. (Direktur Lembaga Konsultasi & Pengembangan Pendidikan Islam UIN Malang)

DISAMPAIKAN PADA WORKSHOP PENILAIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH DEPARTEMEN AGAMA BOGOR, 2007

ANALISIS KRITIS TERHADAP PERMENDIKNAS NOMOR 23/2006 & NOMOR 22/2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD/MI, SMP/MTs & SMA/MA Oleh: Prof. Dr. Muhaimin, MA. (Direktur Lembaga Konsultasi & Pengembangan Pendidikan Islam UIN Malang) LATAR BELAKANG Sejak tahun 2001, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, telah diberlakukan otonomi daerah bidang pendidikan dan kebudayaan. Visi pokok dari otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan bermuara pada upaya pemberdayaan (empowering) terhadap masyarakat setempat untuk menentukan sendiri jenis dan muatan kurikulum, proses pembelajaran dan sistem penilaian hasil belajar, guru dan kepala sekolah, fasilitas dan sarana belajar untuk putra-putri mereka. Peran pemerintah baik diwakili oleh Departemen Teknis maupun oleh pemerintah daerah (Pemda) di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi adalah memberikan dukungan baik berupa dana, fasilitas, dan ekspertis agar dapat terselengggaranya pelayanan pendidikan yang bermanfaat bagi pembangunan kehidupan riil di masyarakat dan dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan mengacu pada standar mutu akademik secara nasional maupun internasional. Dilihat dari visi tersebut, maka kata kunci dari otonomi daerah adalah “kewenangan” dan “pemberdayaan”. Otonomi daerah di bidang pendidikan berusaha memberikan kembali pendidikan kepada masyarakat pemiliknya (daerah) agar hidup dari, oleh dan untuk masyarakat di daerah tersebut, atau berusaha memandirikan suatu lembaga atau suatu daerah untuk mengurus dirinya sendiri melalui pemberdayaan SDM yang ada di daerahnya. Sebagai konsekuensinya, maka sebagian besar sumber pembiayaan nasional dilimpahkan lebih banyak ke daerah sesuai dengan potensi dan kemampuan perekonomian daerah yang berbeda-beda. Otonomi penyelenggaraan pendidikan tersebut pada gilirannya berimplikasi kepada perubahan sistem manajemen pendidikan dari pola sentralisasi ke desentralisasi dalam pengelolaan pendidikan. Sebagai implikasi selanjutnya ialah dikembangkannya pendidikan yang demokratis dan non-monopolistik dalam menentukan jenis dan muatan kurikulum, proses pembelajaran dan sistem penilaian hasil belajar, fasilitas dan sarana belajar dan lain-lain. Bersamaan dengan otonomi penyelenggaraan pendidikan tersebut, maka manajemen yang dikembangkan lebih mengarah pada manajemen berbasis sekolah/madrasah (school based management) atau school based quality improvement management (manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah/madrasah), yakni model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah/madrasah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga Sekolah/madrasah (guru, peserta didik, kepala sekolah, karyawan, orangtua peserta didik, dan masyarakat) atau stakeholders untuk meningkatkan mutu sekolah/madrasah. Di antara otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah/madrasah adalah menyangkut pengembangan kurikulum, yang kemudian disebut dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), yakni kurikulum operasional yang disusun oleh
1

dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (sekolah/ madrasah). Sedangkan pemerintah pusat hanya memberi rambu-rambu yang perlu dirujuk dalam pengembangan kurikulum, yaitu: (1) Undang-Undang No. 20/3003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; (2) Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; (4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; (5) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan dari kedua Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tersebut; dan (6) panduan dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).1 Rambu-rambu tersebut sudah barang tentu akan dijadikan acuan oleh para pengelola satuan pendidikan dan para guru atau tenaga kependidikan lainnya dalam pengembangan kurikulumnya. Jika rambu-rambu itu masih belum memiliki validitas yang tinggi baik internal maupun eksternal, maka diduga akan menimbulkan kebingungan bagi mereka untuk mengembangkan dan menjabarkannya ke dalam tataran yang lebih operasional di lapangan. Dari pengalaman pengkaji sebagai nara sumber dalam kegiatan-kegiatan seminar & workshop, pelatihan, sosialisasi Permendiknas dan pengembangan KTSP di beberapa daerah, ternyata di dalam rambu-rambu itu, terutama pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyangkut mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, terdapat beberapa hal yang mendapat kritik dari para guru agama Islam (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) baik ditinjau dari aspek sinkronisasi maupun muatan standar isi dan dasar pemikirannya. Atas dasar beberapa masukan dari mereka yang meskipun bersifat parsial tetapi cukup berarti bagi pengkaji untuk dijadikan sebagai bahan dasar dalam melakukan kajian lebih lanjut secara lebih cermat, mendalam dan menyeluruh. TUJUAN DAN MANFAAT KAJIAN 1. Tujuan a. Untuk memperoleh informasi tentang kelemahan-kelemahan Permendiknas No. 23 dan 22 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan mata pelajaran PAI dan standar isi (SK & KD) PAI untuk pendidikan dasar dan menengah. b. Untuk memberikan solusi alternatif dalam rangka memperbaiki SKL dan standar isi mata pelajaran PAI tersebut. 2. Manfaat a. Sebagai masukan bagi BSNP dan Dirjen Pendidikan Islam cq. Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, untuk melakukan peninjauan kembali terhadap Permendiknas No. 23 dan 22 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan mata pelajaran PAI dan standar isi (SK & KD) PAI untuk pendidikan dasar dan menengah. b. Sebagai bahan dasar bagi Dirjen Pendidikan Islam cq. Direktur Pendidikan Madrasah untuk mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam pada
Muhaimin, Sutiah, Sugeng LP, Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.
1

2

Madrasah, yang secara khusus diberi tugas untuk mengembangkan dan meningkatkan ke standar yang lebih tinggi sesuai dengan ciri khas Madrasah. METODE ANALISIS KRITIS Analisis kritis terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan standar isi (SK & KD) mata pelajaran PAI sebagaimana tertuang dalam Permendiknas Nomor 23/2006 dan Nomor 22/2006 dilakukan dengan cara sebagai berikut:2 1. Obyek kajiannya adalah gagasan atau ide manusia yang terkandung dalam naskah Permendiknas Nomor 23/2006 tentang SKL mata pelajaran PAI dan Nomor 22/2006 tentang standar isi mata pelajaran PAI. 2. Tujuannya: mengkaji gagasan-gagasan mengenai suatu ruang lingkup permasalahan yang terkandung dalam Permendiknas tersebut. 3. Fokusnya adalah: mendeskripsikan, membahas dan mengkritik gagasan yang ada dalam Permendiknas tersebut kemudian dikonfrontasikan dengan gagasan-gagasan yang lain dalam upaya melakukan studi yang berupa perbandingan, hubungan, dan pengembangan model. Langkah-langkah metode analisis kritis adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan gagasan yang menjadi obyek kajian/penelitian kita sebagaimana yang terkandung dalam naskah Permendiknas Nomor 23/2006 tentang SKL mata pelajaran PAI dan Nomor 22/2006 tentang standar isi mata pelajaran PAI. 2. Membahas gagasan tersebut yang pada hakekatnya peneliti memberikan penafsiran terhadap gagasan yang telah dideskripsikan dari sudut pandang atau konteks tertentu serta faktor-faktor lain yang diperhitungkan seperti kesejarahan, sosiologis atau kultural. 3. Melakukan kritik terhadap gagasan yang telah ditafsirkan tersebut dengan asumsi bahwa semua gagasan manusia tidak sempurna, dan dalam ketidaksempurnaan terkandung kelebihan dan kekurangan. 4. Melakukan studi analitik, yakni studi terhadap serangkaian gagasan dalam bentuk perbandingan, hubungan (pengaruh), pengembangan model (serangkaian gagasan yang kait mengait dan membentuk kesatuan yang utuh berupa sistem). 5. Menyimpulkan hasil kajian/penelitian. Metode analisis kritis terhadap Permendiknas tersebut juga dapat dilakukan melalui uji sinkronisasi, yaitu mengusahakan agar seluruh kegiatan kurikuler seirama, searah dan setujuan. Jangan sampai terjadi, suatu kegiatan kurikuler menghambat, berlawanan atau mematikan kegiatan-kegiatan kurikuler yang lain. Uji sinkronisasi tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek: 1. Tujuan Makro Pendidikan Islam: Tujuan makro pendidikan Islam dapat dipadatkan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu: a. untuk menyelamatkan dan melindungi fithrah manusia; b. untuk mengembangkan potensi-potensi fithrah manusia; dan

Dimodifikasi dari Jujun S. Suriasumantri, Penelitian Ilmiah, Kefilsafatan, dan Keagamaan: Mencari Paradigma Kebersamaan. Dalam Harun Nasution, et.al., Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antar Disiplin Ilmu. Jakarta: Penerbit Nuansa, 1998.

2

3

c. yang berupa naluri. e. Dalam Jalaluddin Rakhmat & Muhtar Gandaatmaja (Ed. maka tujuan pendidikan agama Islam di sekolah/Madrasah dan standar kompetensinya perlu disinkronkan dengan tujuan makro pendidikan Islam tersebut. guru dan temanteman sepermainan. Usia 6 – 9 tahun: masa social imitation. potensi jismiyah. untuk menyelaraskan langkah perjalanan fithrah mukhallaqah (fithrah yang diciptakan oleh Allah pada manusia.c. perlu bimbingan dan internalisasi (penanaman) nilai-nilai islami dan moralitas yang luhur. diperlukan figur yang dapat memberi contoh dan teladan yang baik dari orang-orang sekitarnya: keluarga. Aspek hierarki tujuan dan standar kompetensi PAI. mulai masuk proses pematangan. nafsiyah. Bandung: Remaja Rosdakarya. muncul sikap humanistik. kesehatan lingkungan. 2006 4 Subiono Hadisubroto.4 3.).) atau ingin diperlakukan seperti raja. Usia 15 – 18 tahun: mulai dewasa. b. sehingga manusia dapat lestari hidup di atas jalur kehidupan yang benar. searah dan setujuan) dengan rumusan standar Muhammad Tholhah Hasan. ingin mendapat perhatian. aqliyah dan qalbiyah) dengan rambu-rambu fithrah munazzalah (fithrah yang diturunkan oleh Allah sebagai acuan hidup. yaitu agama) dalam semua aspek kehidupannya. bersikap kemeratu-ratu (jw. Usia 0 – 3 tahun: periode perkembangan fisik. imunisasi. Perkembangan Keagamaan Anak Ditinjau Dari Sudut Psikologi Agama dan Psikologi Perkembangan. f. Jakarta: Lantabora Press. dan mulai menunjukkan sikap memberontak. 1993. mulai menyadari adanya lawan jenis. d.3 Dilihat dari aspek tersebut. Dilihat dari aspek hierarki tersebut. Keluarga Muslim Dalam Masyarakat Modern. serta perlu perhatian dan kasih sayang. menginginkan otonomi. yaitu perlu gizi. butuh perhatian. Standar isi atau standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran PAI per kelas/semester. Usia 9 – 12 tahun: disebut sebagai star of individualization. tidak suka selalu diatur dan dikendalikan. atau di atas jalur “ash-shirath al-mustaqim”. 2. Standar kompetensi lulusan mata pelajaran pendidikan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar dan menengah c. Tujuan pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah b. 3 4 . Dinamika Pemikiran Tentang Pendidikan Islam. Aspek Perkembangan Psikologis peserta didik: Perkembangan anak ditinjau dari sudut psikologi perkembangan adalah sebagai berikut: a. Usia 3 – 6 tahun: masa perkembangan bahasa. Usia 12 – 15 tahun: masa social adjustment. maka rumusan standar kompetensi yang di bawah harus sinkron (seirama. masa peka untuk mengajari bahasa yang baik. Periode 1 dan 2 tersebut memerlukan perhatian orang tua karena waktu anak di rumah lebih banyak. mereka sudah ingin terlibat dalam realitas kehidupan. santun dan benar. yang terdiri atas: a.

sehingga dapat dihindari adanya overlapping (tumpang tindih). sikap. Jakarta: RajaGrafindo Persada. (2) menghindari keterulangan. yaitu pengetahuan. menekankan pada kemampuan cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang benar dan baik e. sikap. meneladani tokoh-tokoh berprestasi. menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam). Tarikh & kebudayaan Islam. memahami makna secara tekstual dan kontekstual. dan diusahakan untuk menghindari keterulangan. sehingga rumusan standar kompetensi perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Aspek fungsi kurikulum: a. Karakteristik dari masing-masing aspek mata pelajaran PAI adalah sebagai berikut: a. menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar. Dengan demikian. Al-Qur’an-Hadits. Madrasah dan Perguruan Tinggi. Fiqh. Sedangkan peserta didik yang hendak mempelajari standar kompetensi tersebut memiliki karakteristik tersendiri. menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari d. 2007. Ini menggarisbawahi bahwa rumusan standar kompetensi mata pelajaran harus sinkron dengan karakteristiknya. Aqidah. keterampilan dan nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 4. Aspek karakteristik mata pelajaran. standar kompetensi yang ada di atasnya merupakan kesinambungan dari yang ada di bawahnya. maka standar kompetensi yang telah disusun perlu ditelaah dari sudut pandang cakupan atau lingkup kompetensinya. memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang berbeda-beda antara satu aspek mata pelajaran dengan aspek lainnya dalam satu rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam. Akhlak. Dilihat dari aspek ini. Masyarakat adalah sebagai users (pengguna lulusan). dan Tarikh atau Sejarah Kebudayaan. Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan peserta didik. keterampilan dan nilai pada masing-masing standar kompetensi yang telah dirumuskan. Aspek pengertian kompetensi itu sendiri. rumusan standar kompetensi harus sinkron dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik perkembangan peserta didik tersebut. baik dari aspek perkembangan kognitif. 5. kecuali jika dimaksudkan untuk pendalaman dan pengayaan sesuai dengan perkembangan keagamaan anak. serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari b. Aqidah. menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai alasma’ al-husna c. II.5 6. Dengan demikian. dan (3) menjaga kesinambungan. Cet. yaitu tampilnya dimensi pengetahuan.kompetensi yang ada di atasnya dan tujuan pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah. Akhlak. Fungsi kurikulum bagi jenjang Madrasah atau tingkat di atasnya adalah: (1) melakukan penyesuaian. afektif maupun psikomotor. Mata pelajaran PAI yang terdiri atas aspek-aspek: Al-Qur’an-Hadits. Fiqih. dan Muhaimin. b. 5 5 .

b. etis. Dengan demikian. B. Pendekatan prosedural dipakai bila standar kompetensi yang diajarkan berupa serangkaian langkah-langkah secara urut dalam mengerjakan suatu tugas pembelajaran. yakni berapa jam pelajaran yang diperlukan untuk dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut pada setiap kelas dan semester. adil. 6 . DESKRIPSI A. penghayatan. Menyebutkan. pembiasaan. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. c.mengaitkannya dengan fenomena sosial. mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq 2. Pendekatan webbed (terjala) dipakai bila standar kompetensi yang dipelajari bersifat terpadu atau tematis. berdisiplin. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 6 I b i d. Pendekatan hierarkis dipakai bila menunjukkan hubungan yang bersifat subordinatif atau berjenjang antara beberapa standar kompetensi yang ingin dicapai. serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. ekonomi. yaitu: a. bertoleransi (tasamuh). pemupukan. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan dalam menelaah rumusan-rumusan kompetensi dasar-kompetensi dasar untuk disinkronkan dengan standar kompetensinya. Aspek pendekatan dalam analisis dan urutan standar kompetensi menjadi sub-sub kompetensi atau kompetensi dasar. pengamalan. politik. 2. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian. rajin beribadah. SMP/MTs & SMA/MA: Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk: 1.6 7. ipteks dan lainlain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. Aspek alokasi waktu. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. TUJUAN PAI SD/MI. 8. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN (SKL-MP) PAI SD/MI: 1. cerdas. dan pengembangan pengetahuan. menghafal. budaya. produktif. ada yang mendahului dan ada yang kemudian. yang ditinjau dari beberapa sudut pandang. jujur. dalam arti standar kompetensi yang mendahului merupakan prasyarat bagi standar kompetensi berikutnya.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA/MA/SMK/MAK 1. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh dan menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi C. hasad. Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna 3. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonsia dan di dunia Adapun deskripsi SKL dan standar isi (SK & KD) dari masing-masing aspek mata pelajaran PAI dapat dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut: 7 . Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam 5. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara D. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP/MTs 1.5. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. tabzir dan fitnah 4.Syamsiyah dan “Al”. ghadab dan namimah 4. Menerapkan tata cara membaca Al-qur’an menurut tajwid. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat 5.Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf 2. mulai dari cara membaca “Al”.

8 .

AzZariyat. 12-14. a.30. Menerapkan Hukum bacaan ”Al” Syamsiyah dan ”Al”Qomariyah a. AlMukminun. Membedakan hukum bacaan bacaan ”Al” Syamsiyah dan ”Al”Qomariyah c. Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam QS AlBaqarah. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. SD/MI I/1 SMP/ MTs VII/1 SMA/MA X/1 SD/MI Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1.Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf. Az-Zariyat. Al-Mukminun. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang keikhlasan dalam beribadah. 2. AlMukminun. 9 . Menjelaskan hukum bacaan bacaan ”Al” Syamsiyah dan ”Al”Qomariyah SMA/MA Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. mulai dari cara membaca “Al”.ASPEK AL-QUR’AN DAN HADITS Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) PAI Aspek Al-Qur’an dan Hadits: SD/MI: Menyebutkan. Menyebutkan arti QS Al-Baqarah. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. SMP/MTs: Menerapkan tata cara membaca Al-qur’an menurut tajwid. 12-14. Menghafal QS Al-Fatihah dengan lancar b. menghafal. Az-Zariyat. c. Melafalkan QS Al-Fatihah dengan lancar SMP/MTs Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1.Syamsiyah dan “Al”. Menghafal Al Qur’an surat pendek pilihan a. 12-14. 56 dan An Nahl : 78 b. 30. SMA/MA: Memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq. Kelas/ Smt. Menerapkan bacaan bacaan ”Al” Syamsiyah dan ”Al”Qomariyah dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar b. 56 dan An Nahl : 78. 30. 56 dan An Nahl : 78. Membaca QS Al-Baqarah.

Menampilkan perilaku ikhlas dalam beribadah seperti terkandung dalam QS Al An’am. 5. b.4 terkandung dalam QS. 38. Menampilkan perilaku hidup demokrasi seperti terkandung dalam QS Ali Imran 159. Membaca QS Al An’am. Menghafal Al Qur’an a. dan QS Asy Syura. b. Menyebutkan arti QS Al An’am. Menghafal QS An-Nashr dengan lancar c. Menghafal QS Al-‘Ashr dengan lancar b. Menjelaskan arti QS. Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra a. Menjelaskan hukum bacaan Qalqalah dan Ra 1. al Baqarah : 148 dan QS. Membedakan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati c. Memahami ayat-ayat Al. c. SD/MI II/1 SMP/ MTs VIII/1 SMA/MA XI/1 3. b. Mengenal huruf Hijaiyah b. al Fatir : 32 b.162-163 dan Al-Bayyinah. al Baqarah : 148 dan QS.a. Menjelaskan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati 1. 38 dalam kehidupan sehari-hari. Membaca QS Ali Imran. al Fatir : 32 10 . al Fatir : 32 c.Qur’an tentang kompetisi dalam kebaikan a. Menyebutkan arti QS Ali Imran 159 dan QS Asy Syura. SD/MI I/2 SMP/ MTs VII/2 SMA/MA X/2 1. Mengenal tanda baca (harakat) 1.162-163 dan Al-Bayyinah. Menghafal Al Qur’an surat-surat pendek 1. al Baqarah : 148 dan QS. c. Menghafal QS Al-Kautsar dengan lancar a. 159 dan QS Asy Syura. 5. Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra dalam bacaan surat-surat AlQur’an dengan benar. b. 38. Menampilkan perilaku berkompetisi dalam kebaikan seperti 4. 5. Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati pilihan a. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi a. Membaca QS. 162-163 dan AlBayyinah. Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar.

al Kahfi : 29 c. Membaca QS. al Baqarah : 177 c. Menulis huruf hijaiyah bersambung d. QS Al-A’raf: 56-58. Menampilkan perilaku menyantuni kaum Dhu’afa seperti terkandung dalam QS. Menunjukkan contoh hukum bacaan mad dan waqaf dalam bacaan suratsurat Al-Qur’an e. Menjelaskan hukum bacaan mad dan waqaf 1. Membiasakan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam QS. al Isra : 26-27 dan QS. al Rum: 41-42. Menyebutkan arti QS At-Tin c. al Kafirun. Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf c. Membaca Qs. QS. QS. al Baqarah : 177 b. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang perintah menyantuni kaum Dhu’afa a. Membaca kalimat dalam Al Qur’an b. al Baqarah : 177 SD/MI II/2 SMP/ MTs VIII/2 SMA/MA XI/2 3. al Fatir : 32 2. Membaca QS At-Tin dengan tartil b. Membaca huruf hijaiyah bersambung 1.d. dan QS Ash Shad: 27 c. QS Al-A’raf: 56-58. al Kahfi : 29 b. al Isra : 26-27 dan QS. Menjelaskan arti QS. Yunus : 4041. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup. Menulis kalimat dalam Al Qur’an 1. dan Shad: 27 SD/MI III/1 SMP/ MTs IX/1 SMA/MA XII/1 4. Membiasakan perilaku bertoleransi seperti 11 . Menjelaskan makna QS At-Tin 2. al Rum: 41-42. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang anjuran bertoleransi a. dan QS. a. Menjelaskan arti QS. Mengenal kalimat dalam Al Qur’an a. dan QS Ash Shad: 27 b. al Rum: 41-42. Menjelaskan arti QS. Membaca Al Qur’an surat pendek pilihan a. Memahami Ajaran Al Qur’an surat At-Tin a. Memahami Ajaran Al – Hadits tentang menuntut ilmu 1. al Baqarah : 148 dan QS. Mempraktikkan bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an b. al Kafirun. QS AlA’raf: 56-58. Membaca QS. al Isra : 26-27 dan QS. dan QS. Menjelaskan arti QS. Yunus : 40-41.

Yunus : 101 dan QS. Menyebutkan arti Hadits tentang menuntut ilmu c. Membaca QS. Al Jumuah : 9-10 b. Menampilkan bacaan QS Al-Insyirah dengan tartil dan benar b. Menjelaskan arti QS.a. Al Jumuah : 9-10 c. Memahami Ajaran kebersihan Al-Hadits tentang 1. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang pengembangan IPTEK a. al Baqarah : 164 b. Membaca hadits tentang kebersihan b. Memahami Al-Qur’an surat Al-Insyirah a. Membaca surat-surat Al Qur’an 12 . al Kahfi : 29 2. Menulis huruf Al Qur’an 1. Menjelaskan makna menuntut ilmu seperti dalam Al-Hadits terkandung dalam QS al Kafiiruun. al Baqarah : 164 a. Yunus : 40-41. Al Mujadalah : 11 dan QS. Al Mujadalah : 11 dan QS. Menampilkan perilaku bersih seperti dalam hadits SD/MI 1. QS. Membiasakan perilaku beretos kerja seperti terkandung dalam Al Mujadalah : 11 dan QS. Membaca huruf Al Qur’an b. Mengenal ayat-ayat Al Qur’an a. Menyebutkan arti QS Al-Insyirah c. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang etos kerja a. Mempraktikkan perilaku dalam bekerja selalu berserah diri kepada Allah seperti dalam QS Al-Insyirah 2. Menjelaskan arti QS Yunus : 101 dan QS. Al Jumuah : 9-10 SD/MI III/2 SMP/ MTs IX/2 SMA/MA XII/2 1. Membaca hadits tentang menuntut ilmu b. Melakukan pengembangan IPTEK seperti terkandung dalam QS Yunus : 101 dan QS. dan QS. Menyebutkan arti hadits tentang kebersihan c. Membaca QS. al Baqarah : 164 c.

Membaca QS Al-Fatihah dengan lancar b.IV/1 a. Mengartikan QS Al-Qadr dan QS 13 . Membaca QS An-Nashr dengan lancar c. Mengartikan QS Al-Maun dan AlFiil SD/MI VI/1 1. Membaca QS Al-Lahab dan AlKafirun b. Membaca surat-surat Al Qur’an a. Membaca QS Al-Qadr dan QS Al‘Alaq ayat 1-5 b. Mengartikan QS Al-Lahab dan AlKafirun SD/MI V/2 1. Mengartikan Al Quran Surat pendek pilihan a. Mengartikan Al Qur’an surat pendek pilihan a. Membaca QS Al-Ikhlas dengan lancar SD/MI IV/2 1. Mengartikan Al Qur’an Surat pendek pilihan a. SD/MI V/1 Membaca QS Al-‘Ashr dengan lancar 1. Membaca QS Al-Maun dan Al-Fiil b. Membaca QS Al-Kautsar dengan lancar b.

MengartikanAl Quran Ayat-ayat pilihan a. Mengartikan QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13 14 .Al-‘Alaq ayat 1-5 SD/MI VI/2 1. Membaca QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13 b.

4. al-Qadr. al-Kautsar. Rumusan KD masih menggunakan kata “menyebutkan”. Sedangkan di SD/MI dan SMA/MA sama sekali tidak menyinggung pelajaran hadits. furqan (pembeda antara yang haq dan bathil. Rumusan SKL mata pelajaran PAI pada aspek al-Qur’an-Hadits lebih menonjolkan aspek al-Qur’an dan mengabaikan hadits.S. al-Maidah ayat 3 dan al-Hujurat ayat 13 yang sama sekali tidak terumuskan dalam SKL mata pelajaran. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi antara SKL dengan SK dan KD. Dilihat dari aspek psikologi agama. 3. at-Takatsur. al-Ashar. al-Fiil.S. sehingga sulit dirinci indikator-indiktornya. sehingga dapat menambah kekhusyu’an dalam beribadah dan mampu membangun kesadaran beragama (religious conciousness) anak. karena kata tersebut termasuk pada tataran kognitif yang paling rendah. membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. sehingga mereka akan terkena kewajiban untuk menjalankan ibadah shalat (mukallaf). 6.an dengan demikian benar-benar menjadi hudan (petunjuk dalam kehidupan). al-Ikhlas. al-Lahab. al-Humazah. al-Qari’ah. ekonomi dan lainlainnya). sosial. SK & KD al-Qur’an-Hadits lebih menonjolkan aspek tajwid. yaitu: Q. al-Zalzalah. al-‘Adiyat. Rumusan SKL mata pelajaran PAI pada aspek al-Qur’an-Hadits terutama pada jenjang SD/MI adalah “menyebutkan. yaitu: Q. al-Ma’un. Belajar membaca dan menulis serta menghafal al-Qur’an tersebut tidak bisa dilakukan secara terputus-putus. Dilihat dari aspek pengalaman religius. dan antara yang baik dan buruk). padahal di dalam SK dan KD terdapat pelajaran hadits terutama pada kelas IX semester 1 dan 2 di SMP/MTs. belajar membaca dengan benar dan baik. al-Lahab. akan lebih melekat dan bertahan lama jika dilakukan pada usia SD/MI (6 – 12 tahun). 15 . Tetapi di dalam KD hanya terdiri atas 11 surat pendek.Analisis Kritis: 1. al-Falaq. sehingga pembelajaran al-Qur’an terkesan kurang memperhatikan fungsinya sebagai hudan dan furqan. bahwa siswa SMP/MTs memasuki usia 13-15 tahun. 2. budaya. Pada jenjang SMP/MTs. serta menghafal ayat-ayat al-Qur’an. Dalam arti. menghafal. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi antara SKL dengan SK dan KD. al-Kafirun. al-Ikhlas. terutama mulai kelas VII sampai kelas VIII semester 1 & 2. 5. al-‘Alaq. Kata “menyebutkan” tidak layak untuk dijadikan kompetensi dasar pada jenjang SMP/MTs dn SMA/MA. ia perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan dari waktu ke waktu atau hari ke hari berikutnya. Al-Qur. kemudian loncat ke Q. Pada periode ini mereka membutuhkan pemahaman al-Qur’an baik dari segi arti lafdziyah (tekstual) maupun menangkap kandungan makna dan mengaitkannya dengan fenomena (alam. al-Qadr. an-Nashr. Quraisy. al-Bayyinah. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al‘Alaq”.S. al-‘Alaq. antara yang benar dan salah. al-Kafirun. politik. An-nas. syifa’ ma fi ash-shudur (obat kejiwaan manusia). alFatihah. alMa’un. al-Fatihah. Jika mengikuti mushaf al-Qur’an terdiri atas 20 surat pendek. an-Nashr. al-Kautsar. al-Ashar. terutama surat-surat pendek dalam al-Qur’an. al-Fil.

dan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan. maka ia bisa menyerahkannya kepada masyarakat tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. 8. tetapi justeru benar-benar menjadi 16 . maka ia terpaksa diserahkan pada guru privat atau les. Berbeda halnya dengan pendidikan agama Islam. 2. Perlunya melengkapi surat-surat pendek dalam al-Qur’an yang belum termuat dalam KD dan menambah hadits yang terkait dengan akhlak terpuji untuk tingkat SD/MI sesuai dengan SKL mata pelajaran PAI aspek al-Qur’an-hadits. Tetapi jika orang tua dalam keluarga atau saudaranya tidak mampu atau tidak sempat mengajari matematika pada anak tersebut. bahwa pembelajaran PAI merupakan tanggungjawab bersama antara sekolah. kursus atau lainnya. pendidikan agama Islam di sekolah/madrasah tidak harus bersikap “serakah”. bahkan mereka bisa mengikuti pengajian rutin secara gratis di masjid/mushalla atau setidak-tidaknya mereka bisa memperolehnya melalui mendengarkan khutbah-khutbah jum’at. Dengan demikian. sedangkan di SMP/MTs ditekankan pada pendalaman ayat-ayat al-Qur’an (surat-surat pendek) yang telah dihafal di SD/MI melalui upaya memahami artinya. Bahasa Inggris dan lain-lainnya. dalam hal ini tajwid. tidak harus diajarkan di sekolah/madrasah terutama SMP/MTs. maka kecil kemungkinannya untuk dapat melekat dan tahan lama dalam ingatannya. adalah bahwa belajar matematika merupakan tanggungjawab guru. keluarga dan masyarakat. Siapa sebenarnya yang bertanggungjawab untuk mendidik agama Islam? Sebagai ilustrasi. maka hendaknya diserahkan kepada mereka sebagai wujud dari pembagian tugas dan tanggungjawab melalui kerjasama yang baik dan harmonis di antara mereka. karena PAI hanya 2 jam pelajaran) kemudian disusul pada hari senen berikutnya dan seterusnya sampai beberapa semester. Karena itu. yang akhirnya bagi keluarga ekonomi lemah harus menyerahkan belajar matematika tersebut pada guru matematika di sekolah/madrasah saja. pembelajaran al-Qur’an. terutama jika tidak didukung oleh pendidikan agama dalam keluarga dan masyarakat (seperti pendidikan agama pada TPQ/TPA/TKA). 7. Pelajaran tajwid dituntaskan pada tingkat SD/MI dan sebagiannya diserahkan kepada keluarga dan masyarakat. sehingga al-Qur’an bukan sekedar merupakan bacaan yang bersifat verbalistik. menangkap kandungan isinya. dan untuk ini diperlukan biaya yang mahal. Di masyarakat telah berkembang pembelajaran pendidikan agama Islam baik pada TPQ/TPA/TKA yang tidak begitu mahal. Rekomendasi: 1. tetapi bisa dituntaskan di SD/MI dan/atau diserahkan kepada keluarga dan masyarakat.Jika dilakukan pada hari tertentu (hari senen jam pertama dan kedua misalnya. tergantung pada kemauan dari masing-masing individu dan dorongan dari keluarga. keluarga dan masyarakat adalah benar-benar dapat diwujudkan dan dilaksanakan dengan mudah dan murah. meskipun orang tua tidak mampu mengajari pendidikan agama Islam pada anaknya. Uraian pada point 7 tersebut mengandung makna. Demikian pula pada mata pelajaran IPA. dalam arti apa yang bisa diserahkan kepada keluarga atau masyarakat. untuk menjawab masalah ini.

sehingga hanya berisi 13 surat pendek. dan mengaitkannya dengan fenomena kehidupan. 5. membaca dan mengartikan hadits-hadits yang terkait dengan akhlak terpuji. sehingga al-Qur’an benar-benar menjadi hudan. Jika standar kompetensi pada tingkat SD/MI dianggap terlalu berat. tanggungjawab manusia di muka bumi. b. 3.d III.d III SD/MI. rahmah dan syifa’ ma fi ash-shudur. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek al-Qur’an-Hadits untuk SD/MI sebagai berikut: a. Perlunya menambah pelajaran hadits pada tingkat SMA/MA. Memperdalam ayat-ayat al-Qur’an (surat-surat pendek) yang telah dihafal di SD/MI melalui upaya memahami artinya. maka suratsurat pendek tersebut dapat dikurangi hanya sampai pada Q. demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghafal. Khusus untuk kelas I s. furqan. 4. furqan. menangkap kandungan isinya. 2. rahmah dan syifa’ ma fi ash-shudur. apa itu alam dan pemanfaatannya. membaca (menerapkan tata cara membaca al-Qur’an menurut tajwid) dan menulis serta mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. serta dapat menambah kekhusyu’an dalam beribadah (shalat).S at-Takatsur ditambah surat al-fatihah. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek al-Qur’an-Hadits untuk SMP/MTs sebagai berikut: a. Menghafal dan mengartikan hadits-hadits yang terkait dengan akhlak terpuji sesuai dengan tingkat perkembangan anak di MTs.hudan. 17 . maka disarankan agar: 1. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek al-Qur’an-Hadits untuk SMA/MA sebagai berikut: a. 3. Implikasi Bertolak dari rekomendasi tersebut. mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq b. sehingga pelajaran al-Qur’an-hadits perlu menyesuaikan dengan tema-tema yang dikembangkan pada kelas I s. Demikian pula pada tingkat SMP/MTs. pengembangan kurikulum menggunakan pendekatan tematis. Menghafal. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang berkaitan dengan siapa manusia. pelajaran al-Qur’an-hadits perlu ikut serta membahas sebagian tema-tema yang dikembangkan dalam mata pelajaran IPS Terpadu atau IPA Terpadu.

Mengenal Rukun Iman a. 18 . b. Menyebutkan enam Rukun Iman c. Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT 2. Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT d. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifatNya dalam Asmaul Husna a. Menjelaskan arti 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna. Menyebutkan 10 sifat Allah dalam Asmaul Husna. Menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui ciptaan-Nya Menghafal enam Rukun Iman SMP/MTs Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. c. SD/MI I/1 SMP/ MTs VII/1 SMA/MA X/1 SD/MI Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. b. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah b. Memahami Asmaul Husna a. Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT melalui pemahaman sifat-sifatNya a. Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an SMA/MA Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1.ASPEK AQIDAH Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) PAI Aspek Aqidah: SD/MI: Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar SMP/MTs: Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna SMA/MA: Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna Kelas/ Smt. Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT c.

Menjelaskan pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah b. Mengenal dua kalimat syahadat a. Melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul Mengartikan dua kalimat syahadat 3. Menyebutkan nama dan sifat-sifat Rasul Allah c. Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasulrasul Allah b. Menerapkan hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah 19 . Menyebutkan lima dari Asmaul Husna 4. Menjelaskan tugas-tugas Malaikat b. Mengartikan lima dari Asmaul Husna b. Mengartikan lima dari Asmaul Husna b. c. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat a. Menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul Allah c. Menyebutkan nama Kitab-kitab Allah SWT yang di turunkan kepada para Rasul c. Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW 4. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah a. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Kitab-kitab Allah b. b. Menyebutkan lima dari Asmaul Husna 5. 3. Meningkatkan keimanan kepada Malaikat. Menampilkan perilaku sebagai cerminan beriman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari. Menjelaskan pengertian beriman kepada Rasul Allah b. b. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Rasul-rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari SD/MI II/2 SMP/ MTs VIII/2 SMA/MA XI/2 4. a. Menghafal dua kalimat syahadat c.yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna b. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah a. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah a. Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada malaikat. Meningkatkan keimanan kepada Rasul rasul Allah a. Menampilkan sikap mencintai AlQur’an sebagai Kitab Allah 3. Mengenal Asmaul Husna a. Menampilkan contoh-contoh perilaku beriman kepada malaikat. Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna SD/MI I/2 SMP/ MTs VII/2 SMA/MA X/2 SD/MI II/1 SMP/ MTs VIII/1 SMA/MA XI/1 2. Mengenal Asmaul Husna a. Menjelaskan arti beriman kepada Malaikat 2.

Menyebutkan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan hari Akhir c. Mengartikan sifat jaiz Allah SWT SD/MI IV/2 8. Menerapkan hikmah Qadha’ dan Qadhar d. Mengenal sifat wajib Allah a. Mengenal sifat mustahil Allah a. Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir b. Mengartikan sifat mustahil Allah SWT b. c. Mengenal Malaikat dan tugasnya a. Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir c. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir a. Menjelaskan hubungan antara qadha dan qadhar c. Meningkatkan keimanan kepada Qadha dan Qadhar a. Menyebutkan sifat mustahil Allah SWT 7.SD/MI III/1 SMP/ MTs IX/1 SMA/MA XII/1 SD/MI III/2 SMP/ MTs IX/2 SMA/MA XII/2 5. Menjelaskan pengertian beriman kepada Hari Akhir 5. SD/MI IV/1 7. Menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan qadha dan qadhar. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir a. Menyebutkan contoh-contoh qadha dan qadhar dalam kehidupan sehari-hari b. Menjelaskan tanda-tanda keimanan kepada Qadha’ dan Qadar beriman kepada b. Mengenal sifat jaiz Allah SWT a. Membiasakan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari 6. Menyebutkan nama-nama Malaikat 9. Meningkatkan keimanan kepada Qadha’ dan Qadhar a. Mengenal kitab-kitab Allah SWT 20 . Menyebutkan lima sifat wajib Allah b. SD/MI Menjelaskan pengertian Malaikat Menyebutkan tugas-tugas Malaikat b. Menceritakan proses kejadian kiamat sughro dan kubro seperti terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits b. Mengartikan lima sifat wajib Allah 5. Menyebutkan sifat jaiz Allah SWT b. Menyebutkan ciri-ciri beriman kepada qadha dan qadhar 6.

Menyebutkan nama-nama Hari Akhir b. Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT b. Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir SD/MI VI/2 12. Membedakan Nabi dan Rasul SD/MI VI/1 11. Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT b. Mengenal Rasul. Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT c. Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul c. Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar b.V/1 a.Rasul Allah SWT a. Meyakini adanya Hari Akhir a. Menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir SD/MI V/2 10. Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar 21 . Meyakini adanya Qadha dan Qadar a.

terutama pada tingkat SD/MI dan SMP/MTs sama sekali tidak menyinggung masalah asmaul husna. karena itu kita tidak perlu putus asa. padahal di dalam isi SK dan KD menampilkan persoalan asmaul husna. yaitu Al-Qur’an-Hadits. yakni anjuran agar kita tidak memperlakukan kewajiban-kewajiban Tuhan secara seenaknya. Kata “menyebutkan” tidak layak untuk dijadikan sebagai rumusan kompetensi dasar pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. karena kata tersebut termasuk pada tataran kognitif yang paling rendah. menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar. Karena itu. jadi kita harus optimis terhadap Tuhan. 3. seperti Tuhan itu Jabbar (Maha Keras) dan Dzun Tiqam (Pendendam). ditinjau dari segi keagamaan (religiusitas) sifat dua puluh kurang mempunyai arti. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi antara SKL dengan SK dan KD. Sedangkan Aqidah menekankan pada kemampuan memahami. tetapi sebenarnya masih sangat rasionalistik. Rumusan SKL aspek aqidah. sehingga menyulitkan bagi guru untuk menetapkannya. Tuhan itu Rahman. serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. tetapi pada dasarnya aqidah itu lebih banyak menyentuh dimensi hati (qalbu). 2. Masih terdapat overlapping antara aspek aqidah dan al-Qur’an. walau sudah berbuat dosa kita bisa minta ampun kepadaNya. Sifat-sifat Tuhan yang terkandung dalam al-asma’ al-husna itulah yang justeru bisa memberikan dampak kejiwaan dan implikasi-implikasi lainnya. memahami makna secara tekstual dan kontekstual. apalagi di daerah-daerah masih diadakan ujian bersama pada tingkat Kabupaten/Kota dan/atau bahkan tingkat Provinsi. 6. agama dan budaya. Isi SK dan KD tingkat SMA/MA sama sekali tidak menyinggung persoalan peningkatan kualitas keimanan yang inklusif dalam konteks pluralitas iman. karena itu tidak bakal Dia menerlantarkan kita. Karena itu. Demikian pula dengan sifat Tuhan yang tidak halus-halus. Rumusan KD masih menggunakan kata “menyebutkan”. sehingga sulit dirinci indikator-indiktornya. 7.Analisis Kritis: 1. sehingga bisa jadi mereka akan terjebak pada sikap truth claim atau 22 . Bandingkan dengan sifat Tuhan yang di dalam al-Qur’an disebut sebagai al-asma’ al-husna. kita perlu memperkaya mata pelajaran aqidah dengan pengembangan al-asma’ al-husna. jangan hanya dipakai untuk mencari kesaktian. belajar sifat 20 – wujud. SMP/MTs dan SMA/MA. sehingga bisa jadi mereka akan merasa kesulitan untuk melakukan penyesuaian diri dengan kajian ilmu tauhid/kalam jika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi agama Islam. 4. Belum ditetapkan secara tegas. Dalam konteks aqidah. Belum tampak isi SK dan KD tingkat SMA/MA yang mengarah pada pemberian landasan-landasan siswa untuk mempelajari dan memperdalam aqidah (ilmu kalam) lebih lanjut. mana di antara asma’ul husna yang diberikan pada tingkat SD/MI. baqa’ dan seterusnya – meskipun merupakan rumusan yang bagus sekali. qidam. 5. Tuhan itu Ghafur. Hal ini memang perlu. Padahal masingmasing memiliki karakteristik tersendiri. membela dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-asma’ al-husna. Tuhan itu Wadud (santun).

agama atau budaya. tauhid ash-shifat wa al-af’al. dan wawasan mengenai macam-macam tauhid seperti tauhid uluhiyah. tauhid mulkiyah serta implikasinya dalam kehidupan. menghayati dan mengamalkan al-asma’ al-husna (sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik)”. dan menepikan adanya keselamatan yang dimiliki oleh orang lain di luar diri atau di luar kelompoknya. Perlunya mengubah rumusan KD yang masih menggunakan kata “menyebutkan”. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek Aqidah untuk SD/MI sebagai berikut: “Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar. sehingga mereka dapat melakukan penyesuaian diri dengan kajian-kajian ilmu tauhid/kalam jika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi agama Islam. Perlunya mengubah rumusan SKL aspek aqidah. 3. Perlunya memberikan landasan-landasan siswa SMA/MA untuk mempelajari dan memperdalam aqidah (ilmu kalam) lebih lanjut. tauhid rahmaniyah. 4. Implikasi Bertolak dari rekomendasi tersebut. agar guru tidak merasa kesulitan untuk mengembangkan indikator-indiktornya. maka disarankan agar: 1. SMP/MTs. 3. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek Aqidah untuk SMP/MTs sebagai berikut: “Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta memahami. Misalnya: nama-nama lain dari ilmu tauhid dan alasannya.beriman yang eksklusif dan absolutis yang kurang menghargai terhadap keanekaragaman iman. Dengan demikian. pelajaran aqidah lebih menekankan dimensi keselamatan pribadi dan kelompok. tauhid rububiyah. Rekomendasi: 1. serta memahami. 2. agama dan budaya”. tujuan mempelajarinya dan sistematika pembahasannya. Perlunya mengubah rumusan KD aspek aqidah. terutama pada tingkat SD/MI dan SMP/MTs dengan memasukkan masalah asmaul husna. menghayati dan mengamalkan al-Asmaul Husna (sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik)”. obyek kajiannya. serta wawasan iman inklusif dan implikasinya dalam kehidupan sehri-hari. 5. dan SMA/MA sesuai dengan tingkat perkembangan moral dan religius siswa. 2. terutama pada tingkat SMP/MTs kelas VII untuk menghindari overlapping antara aspek aqidah dan al-Qur’an. Perlunya mempertegas mana di antara al-asma’ al-husna yang perlu diberikan pada tingkat SD/MI. Mengubah rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek Aqidah untuk SMA/MA sebagai berikut: “Meningkatkan kualitas keimanan yang inklusif dalam konteks pluralitas iman. 23 .

Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian. ghadab dan namimah SMA/MA: Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan. Menampilkan adab makan dan minum e. tekun. Menampilkan perilaku tolong-menolong SMP/MTs Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. Membiasakan perilaku terpuji a. Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian. Membiasakan perilaku jujur b. Membiasakan perilaku tawadhu. ulet dan teliti 2. Menyebutkan contoh-contoh perilaku husnuzhan terhadap Allah. c. qana’ah dan sabar c.ASPEK AKHLAK Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) PAI Aspek Akhlak: SD/MI: Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela SMP/MTs: Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasamuh dan menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah. berhias. 2. Membiasakan perilaku kerja keras. b. b. dan atau menerima tamu. tabzir dan fitnah Kelas/ Smt. perjalanan. dan teliti c. diri sendiri dan sesama manusia. Membiasakan perilaku terpuji a. hasad. ulet. bertamu atau menerima tamu. c. perjalanan. Menampilkan contoh perilaku kerja keras. b. ta’at. ta’at. ta’at. SD/MI I/1 SMP/ MTs VII/1 SMA/MA X/1 SD/MI I/2 SMP/ MTs VII/2 SMA/MA X/2 SD/MI Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. Menyebutkan pengertian perilaku husnuzhan. taubat dan raja dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof. tekun. qana’ah dan sabar b. Membiasakan perilaku hidup bersih d. Membiasakan perilaku husnuzhan dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan perilaku terpuji a. Membiasakan perilaku bertanggung jawab c. 24 . Menjelaskan pengertian tawadhu. Menampilkan perilaku rajin Menampilkan perilaku hormat terhadap orang tua Menampilkan adab belajar b. qana’ah dan sabar SMA/MA Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. Membiasakan perilaku terpuji. berhias. tekun dan teliti d. ulet. Membiasakan perilaku terpuji a. bertamu. a. Membiasakan perilaku disiplin 2. Menampilkan contoh-contoh perilaku tawadhu. Menjelaskan arti kerja keras. Membiasakan perilaku terpuji a.

contoh perilaku ananiah. ghibah dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menampilkan contoh-contoh perilaku taubat dan raja’ c. ghadab. Menjelaskan pengertian hasad. Membiasakan perilaku terpuji a. ghibah dan namimah c. b. ghibah dan namimah 4. Membiasakan perilaku terpuji a. riya. aniaya dan diskriminasi c. Membiasakan perilaku terpuji a. riya. Menjelaskan adab makan dan minum 25 . ghadab. Menyebutkan contoh perilaku hasad. riya.c. Menghindari perilaku tercela a. Mempraktikkan adab dalam berpakaian. aniaya dan diskriminasi dalam kehidupan seharihari Menjelaskan pengertian taubat dan raja’ SD/MI II/1 SMP/ MTs VIII/1 SMA/MA XI/1 3. Menjelaskan pengertian dan maksud SD/MI II/2 4. Menampilkan contoh perilaku zuhud dan tawakkal c. Menampilkan perilaku rendah hati Menampilkan adab buang air besar dan kecil b. b. Menghindari Perilaku Tercela a. hasad. Menyebutkan contoh . Menghindari hasad. Membiasakan perilaku terpuji a. perjalanan. Menjelaskan pengertian ananiah. aniaya dan diskriminasi 3. c. hasad. Membiasakan berperilaku terpuji a. Membiasakan perilaku zuhud dan tawakkal dalam kehidupan sehari-hari. bertamu dan atau menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari. b. Mencontoh perilaku terpuji a. Mencontohkan perilaku hormat dan 5. berhias. Menampilkan perilaku hidup sederhana 3. Menghindari perilaku ananiah. ghadab. Membiasakan perilaku bertaubat dan raja’ dalam kehidupan sehari-hari 4. hasad. Menjelaskan pengertian zuhud dan tawakkal b.

Membiasakan perilaku terpuji a. Membiasakan perilaku terpuji a. c. Menghindari perilaku takabbur dalam kehidupan sehari-hari 8. Menghindari perilaku tercela 26 . Membiasakan perilaku adil. SD/MI III/1 SMP/ MTs IX/1 SMA/MA XII/1 SD/MI III/2 SMP/ MTs IX/2 SMA/MA XII/2 5. Memperaktekkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari 6. Menyebutkan pengertian takabbur b. Menampilkan perilaku setia kawan Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan b. Membiasakan perilaku terpuji a. Menampilkan contoh adab makan dan minum c. ridha dan amal shaleh b. Menampilkan contoh perilaku qana’ah dan tasamuh c. Membiasakan perilaku qana’ah dan tasamuh dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan perilaku terpuji a. b. Menampilkan perilaku percaya diri Menampilkan perilaku hemat b. ridha dan amal shaleh c. Menampilkan perilaku sopan dan santun kepada tetangga b. Menjelaskan pengertian qana’ah dan tasamuh b. Menghindari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan pengertian adil. c. Menyebutkan contoh-contoh perilaku takabbur c. Menampilkan contoh perilaku persatuan dan kerukunan c. Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan 9. b. Menghindari Perilaku tercela a. Membiasakan perilaku menghargai karya orang lain dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan pengertian dosa besar 6. b. Menghindari perilaku tercela a.SMP/ MTs VIII/2 SMA/MA XI/2 santun kepada guru b. Menyebutkan contoh perbuatan dosa besar c. Menghindari perilaku tercela a. Menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik c. Membiasakan perilaku terpuji a. Menampilkan perilaku kerja keras 8. Menampilkan perilaku tekun 7. 7. ridha dan amal shaleh dalam kehidupan seharihari Menjelaskan pengertian dan maksud persatuan dan kerukunan 6. Membiasakan perilaku persatuan dan kerukunan d. Menjelaskan pengertian perilaku dendam dan munafik Menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari menghargai karya orang lain b. Menampilkan contoh perilaku adil. Menampilkan contoh perilaku menghargai karya orang lain c.

Meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS b. Membiasakan perilaku terpuji a. Membiasakan perilaku terpuj a. Membiasakan perilaku terpuji a. Meneladani perilaku Nabi Musa AS 10. Meneladani perilaku taubatnya Nabi Adam AS b. Ghibah dan Fitnah b. Tabzir. Membiasakan perilaku terpuji a. Meneladani perilaku Khalifah Abubakar RA b. Meneladani perilaku Umar bin Khattab RA SD/MI 11. Ghibah dan Fitnah c. Tabzir. Tabzir. Menghindari perilaku tercela 27 .a. Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW SD/MI IV/2 8. Ghibah dan Fitnah dalam kehidupan sehari-hari SD/MI IV/1 7. Menjelaskan pengertian Isyrof. Menghindari perilaku Isyrof. SD/MI V/2 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS Meneladani perilaku Nabi Isa AS b. Menjelaskan contoh perilaku Isyrof. c. Meneladani Nabi Ismail AS SD/MI V/1 9.

Menghindari perilaku dengki seperti Abu Lahab dan Abu Jahal b. Membiasakan perilaku terpuji a. Meneladani perilaku tolong-menolong kaum Anshar dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik 28 . Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik b.VI/1 a. Menghindari perilaku bohong seperti Musailamah Al Kadzab SD/MI VI/2 12.

karena kata tersebut termasuk pada tataran kognitif yang paling rendah. Rumusan SK dan KD mata pelajaran PAI aspek Akhlak sudah sesuai dengan karakteristiknya. Pada era informasi global ternyata sumber kejahatan moral tidak lagi bersumber dari individu-individu. atau lemahnya motivasi berprestasi dari individu-individu. Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan lain-lain. 2. tetapi disebabkan antara lain karena sistem sosial yang menindas dan karena kekayaan negara dikuasai oleh segelintir orang. bukan lagi disebabkan karena lemahnya etos kerja. serta KKN yang merajalela hampir di semua sektor kehidupan. Bertolak dari ciri-ciri ini maka pelajaran PAI pada aspek akhlak untuk SMA/MA perlu memasuki diskursus yang terkait dengan akhlak atau moralitas publik untuk membentuk kesalehan sosial. Untuk membentuk pembiasaan tersebut diperlukan waktu yang relatif lama.Analisis Kritis: 1. menginginkan otonomi. 29 . Karena itu. 4. melainkan telah berpindah ke jaringan struktur yang sangat kompleks. jaringan narkoba. ekonomi. lebih baik standar kompetensi dan kompetensi dasar dipersempit. Terdapat overlapping antara KD SMP/MTs dan SMA/MA. 7. ipteks dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. Kata “menyebutkan” tidak layak untuk dijadikan sebagai rumusan kompetensi dasar pada jenjang SMP/MTs dn SMA/MA. 5. 6. Mengingat karakteristik akhlak yang menekankan pada pembiasaan untuk berperilaku terpuji. tidak suka selalu diatur dan dikendalikan. Di antara ciri-ciri anak usia 15 – 18 tahun adalah mulai dewasa.d VI SD/MI tersebut di atas terdapat overlapping antara aspek akhlak dengan aspek tarikh. Aspek ini (Tarikh) menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwaperistiwa bersejarah (Islam). Termasuk dalam diskursus moralitas publik adalah masalah konflik budaya dan agama. meneladani nabi dan/atau tokoh-tokoh berprestasi. Rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek akhlak masih belum mencakup akhlak terpuji dan akhlak tercela sebagaimana yang terkandung dalam isi SK dan KD. politik. prostitusi. tetapi diperdalam penghayatan dan internalisasinya yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus untuk membentuk kebiasaan. Dari rumusan KD kelas IV s. Masalah pengangguran dan kemiskinan misalnya. etos belajar. terutama tentang dua macam akhlak tercela. sehingga sulit dirinci indikator-indiktornya. dan mengaitkannya dengan fenomena sosial. disiplin kerja. budaya. 3. yang sama-sama dipelajari di kedua tingkat satuan pendidikan tersebut. yaitu menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi atau menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. maka jangkauannya bukan hanya terbatas pada kompeten. mereka sudah ingin terlibat dalam realitas kehidupan. Rumusan KD masih menggunakan kata “menyebutkan”. yang berbeda dengan aspek Tarikh & kebudayaan Islam. yaitu ghibah dan hasad. Para siswa perlu mengenal berbagai persoalan moralitas publik tersebut dan sekaligus dapat mencari jalan keluar yang tepat sesuai dengan ajaran akhlak yang mulia. melainkan sampai terbentuknya will (kemauan) dan habit (kebiasaan) untuk melakukan akhlak terpuji dan menjauhi atau menghindari akhlak tercela. Padahal aspek akhlak memiliki karakteristik tersendiri.

Az-Zuhd: dermawan. al-‘ujub (membanggakan diri). wara’ dll. Perlunya menghilangkan dua akhlak tercela “ghibah dan hasad” yang terdapat pada KD aspek akhlak untuk SMA/MA kelas X semester 2 dan kelas XII semester 2. hubb ad-dunya (cinta kepada dunia). al-mizah (senda gurau). Memadatkan rumusan SKL dan standar isi (SK dan KD) aspek akhlak ke arah induk akhlak yang baik (ummahat al-akhlaq al-hasanah) dan induk akhlak yang jelek (ummahat al-akhlaq as-sayyiah). 2. al-kibr (sombong). hubb al-jah (cinta kepada kedudukan atau kehormatan). yaitu: Attaubah (taubat). ash-shabr (sabar). ar-ridla bi al-qadla’ wa alqadar (rela menerima qada’ dan qadar). Perlunya mengubah rumusan SKL aspek akhlak. Sedangkan induk akhlak yang jelek (ummahat al-akhlaq as-sayyiah) adalah: syarhu ath-tha’am (serakah makan). sumpah palsu. al-fitnah. Akibat at-taubah: zikir. Contoh akibat syarhu al-kalam adalah al-kidzb. Khauf: menjaga harga diri. syarhu al-kalam (serakah berbicara). Masing-masing induk tersebut akan melahirkan anak-anak atau cabang-cabangnya baik pada induk akhlak yang baik (ummahat al-akhlaq al-hasanah) maupun induk akhlak yang jelek (ummahat al-akhlaq as-sayyiah). Hasad (dengki). 30 . al-madh (memuji). dan ar-riya’ (pamer). Perlunya mengubah rumusan KD yang masih menggunakan kata “menyebutkan”. 5. attawakkal (tawakkal). al-ikhlash (ikhlas). al-ghibah. al-mahabbah (rasa cinta kepada Allah). sehingga tercakup di dalamnya standar isi (SK dan KD) yang ada. albuhlu wa hubb al-mal (kikir dan cinta harta).Rekomendasi 1. 3. suka membaca al-Qur’an. Induk akhlak yang baik (ummahat al-akhlaq al-hasanah) ada 10 macam. al-khauf (rasa takut kepada Allah). 6. berdoa. asy-syukr (syukur). 4. agar guru tidak merasa kesulitan untuk mengembangkan indikator-indiktornya. al-mumarah (membanggakan prestasi yang telah dicapai). karena sudah dipelajari di SMP/MTs. wirid. Zikru al-maut (ingat mati). az-Zuhd (zuhud/tidak mementingkan dunia). an-namimah. Ghadlab (pemarah).

Menirukan ucapan Rukun Islam b. Menjelaskan pengertian shalat jama’ah 31 . SD/MI I/1 SMP/ MTs VII/1 SMA/MA X/1 SD/MI Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. Menyebutkan pengertian kedudukan dan fungsi Al-Qur’an. Menjelaskan ketentuan –ketentuan mandi wajib SMA/MA Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. Memahami tatacara shalat a. Mengenal tatacara bersuci (thaharah) a. Menjelaskan pengertian. d. Memahami sumber hukum Islam. kedudukan dan fungsi hukum taklifi dalam hukum Islam c.ASPEK FIQH Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) PAI Aspek Fiqh: SD/MI: Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji SMP/MTs: Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat SMA/MA: Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam Kelas/ Smt. dan hikmah ibadah. Memahami ketentuan – ketentuan thaharah (bersuci) a. Menjelaskan ketentuan –ketentuan shalat wajib Memahami tatacara shalat jamaah dan munfarid (sendiri) b. Menerapkan hukum taklifi dalam kehidupan sehari-hari. dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam b. Memperaktikkan shalat wajib c. b. Menyebutkan pengertian bersuci b. Mengenal Rukun Islam a. Menghafal Rukun Islam SMP/MTs Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 7. Mencontoh tatacara bersuci 2. a. Al-Hadits. hukum taklifi. Menjelaskan perbedaan hadas dan najis 8.

Membaca do’a setelah berwudlu 5. Membiasakan bersuci (thaharah) a. Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam c. Menghafal bacaan shalat a. c. Memahami tatacara shalat jama’ dan qashar a. sujud sahwi. Menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari b. b. Menghafal bacaan shalat 5. Menjelaskan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat. Memahami macam-macam sujud a. Menjelaskan pengertian sujud syukur. Membiasakan wudhu dengan tertib b. Mempraktekkan shalat jum’at 4. Melafalkan bacaan shalat b. 3. b. Memahami tatacara shalat Jum’at a. Menjelaskan azas-azas transaksi ekonomi dalam Islam b. Mengenal tatacara wudhu a. Memperaktikkan sujud syukur. Mengenal tatacara shalat sunnat a. haji dan wakaf. dan sujud tilawah 3. Menjelaskan tatacara sujud syukur. haji dan wakaf. Memperaktekkan puasa wajib 32 . a. Menyebutkan contoh-contoh pengelolaan zakat. dan sujud tilawah c. Menjelaskan shalat jama’ dan qashar b. SD/MI II/1 SMP/ MTs VIII/1 SMA/MA XI/1 4. Memahami tatacara puasa a. Mempraktekkan shalat jama’ dan qashar b. dan sujud tilawah Menjelaskan ketentuan puasa wajib 7. Memahami hukum Islam tentang zakat. Menyebutkan tata cara berwudlu b. haji dan waqaf. Mempraktekkan tata cara berwudlu Memperaktikkan shalat jama’ah dan shalat munfarid Menjelaskan ketentuan – ketentuan shalat jum’at 2.dan munfarid e. Menjelaskan ketentuan shalat sunnat rawatib b. Memahami hukum Islam tentang Mu’amalah a. Memperaktikkan shalat sunnat rawatib 6. sujud sahwi. haji dan wakaf. sujud sahwi. SD/MI I/2 SMP/ MTs VII/2 SMA/MA X/2 3. Menerapkan ketentuan perundangundangan tentang pengelolaan zakat.

Memahami zakat a. Menjelaskan pengertian zakat fitrah dan zakat mal b. Membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal c. Menjelaskan ketentuan puasa sunnah Senin – Kamis. Memperaktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan zakat mal SD/MI II/2 SMP/ MTs VIII/2 SMA/MA XI/2 6. Memahami Hukum Islam tentang Hukum Keluarga 33 . Memahami hukum Islam tentang penyembelihan hewan Memperagakan khutbah. tabligh dan dakwah c. b. Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan. Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai sumber bahan makanan a. tabliqh dan dakwah 6. Memperagakan tatacara pengurusan jenazah 5. Menghafal bacaan shalat 10. Melaksanakan shalat dengan tertib a. Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat fitrah dan zakat mal d. Memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan jenazah a. Menjelaskan pengertian khutbah. Menjelaskan tatacara pengurusan jenazah b. tabligh dan dakwah a. dan Arafah d.c. Memperaktikkan puasa sunnah Senin – Kamis. SD/MI III/1 7. Mempraktekkan shalat secara tertib 9. Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram dimakan 4. dan Arafah 8. Menjelaskan tatacara khutbah. tabligh dan dakwah b. Syawal. Mencontoh gerakan shalat b. Membiasakan shalat secara tertib a. Syawal. Memahami khutbah.

Menjelaskan tatacara penyembelihan hewan a. Memahami hukum Islam tentang Haji dan Umrah a. 7. Menjelaskan ketentuan hukum Waris b. Melakukan shalat fardhu a. Menyebutkan sunnat shalat d. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia b. c. Menyebutkan rukun shalat Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat b. Menyebutkan shalat fardhu b. Menyebutkan pengertian dan ketentuan sholat sunnat berjamaah dan munfarid Menyebutkan contoh shalat sunnat berjamaah dan munfarid Mempraktikkan shalat sunnat berjamaah dan munfarid dalam kehidupan seharihari. c. Memahami tatacara berbagai shalat sunnah a. Menyebutkan hal-hal yang 34 .SMP/ MTs IX/1 SMA/MA XII/1 b. b. Menjelaskan ketentuan aqiqah dan qurban c. Memperagakan pelaksanaan ibadah haji dan umrah SD/MI III/2 SMP/ MTs IX/2 SMA/MA XII/2 8. Memperagakan cara penyembelihan hewan aqiqah dan hewan qurban b. Menampilkan keserasian gerakan dan bacaan shalat a. Memahami Hukum Islam tentang Waris a. Menjelaskan hikmah perkawinan c. Mengenal ketentuan-ketentuan shalat a. Menjelaskan contoh pelaksanaan hukum Waris SD/MI IV/1 9. Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umrah b. 11. Mempraktikkan shalat fardhu 12.

Menyebutkan ketentuan zakat fitrah 35 . Melaksanakan tadarrus Al-Qur’an SD/MI VI/2 14. Mengumandangkan adzan dan iqamah a. Melakukan dzikir setelah shalat b. Melafalkan lafal adzan dan iqamah b. Mengumandangkan adzan dan iqamah SD/MI V/2 12.membatalkan shalat SD/MI IV/2 10. Membaca do’a setelah shalat SD/MI V/1 11. Menyebutkan macam-macam zakat b. Mengetahui kewajiban zakat a. Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan b. Melaksanakan dzikir dan do’a a. Menyebutkan hikmah puasa SD/MI VI/1 13. Mengenal puasa wajib a. Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadhan b. Mengenal ibadah pada bulan Ramadhan a.

Analisis Kritis 1. haji dan umrah. Rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek fiqh pada SD/MI adalah “Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji”. zakat. Padahal di dalam SK dan KD-nya juga memuat ajaran puasa. yakni menekankan pada kemampuan cara melaksanakan (praktik) ibadah dan muamalah yang benar dan baik. Rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek fiqh pada SMP/MTs sebaiknya diubah sesuai dengan apa yang tercakup dalam SK dan KD-nya. 36 . Masalah haji memang belum waktunya diberikan pada tingkat SD/MI. 2. serta penyembelihan hewan. Rumusan SK dan KD aspek fiqh telah sesuai dengan karakteristiknya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi antara SKL dengan SK dan KD. karena setelah lulus para siswa masih belum terkena kewajiban untuk menalankan ibadah haji. 3. Padahal di dalam SK dan KDnya masih belum memasukkan haji. Jika demikian. Rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek fiqh pada SMP/MTs adalah “Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat”. 2. Rekomendasi 1. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sinkronisasi antara SKL dengan SK dan KD. sebaiknya rumusan SKL mata pelajaran PAI aspek fiqh pada SD/MI diubah tanpa mencantumkan haji.

37 . b. Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW a. Menceritakan sejarah dakwah Rasullah SAW periode Makkah. Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Madinah. Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah Rasullullah SAW periode Makkah 2. Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak. a. SMA/MA: Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia Kelas/ Smt. membangun manusia mulia dan bermanfaat SD/MI Standar Komptensi & Kompetensi Dasar SMP/MTs Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1. dan b. Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW a. Menjelaskan sejarah Nabi Muhammad SAW SMA/MA Standar Komptensi & Kompetensi Dasar 1.ASPEK TARIKH Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran (SKL-MP) PAI Aspek Tarikh: SD/MI: Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi SMP/MTs: Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara. pembawa kedamaian. SD/MI I/1 SMP/ MTs VII/1 SMA/MA X/1 SD/MI I/2 SMP/ MTs VII/2 SMA/MA X/2 2. b. kesejahteraan. Menceritakan sejarah dakwah Rasullah SAW periode Madinah. Memahami keteladanan Rasulullah dalam membina umat periode Makkah. Menjelaskan misi nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa b. a. Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta. Mendeskripsikan strategi dakwah Rasullullah SAW periode Madinah.

Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan. Menceritakan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam 6. Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan (1250 – 1800) a. Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di Indonesia Menjelaskan perkembangan Islam di dunia b. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah Menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan 3. Menyebutkan contoh peristiwa perkembangan Islam pada abad pertengahan 4. Menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia b. Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dan perannya sampai masa daulah Abbasiyah. Menampilkan contoh perkembangan Islam 38 . 5. Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah b. dan pengajaran b. Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa. Menjelaskan perkembangan Islam pada abad pertengahan b. b. Memahami Sejarah Nabi a. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat di Madinah 4. b. Memahami perkembangan Islam pada masa modern (1800-sekarang) a. Memahami perkembangan Islam di dunia a. Memahami sejarah dakwah Islam a.kemajuan masyarakat c. Menyebutkan contoh peristiwa perkembangan Islam pada masa modern 5. Memahami perkembangan Islam di Indonesia a. Memahami sejarah tradisi Islam Nusantara a. Memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara a. Sumatera dan Sulawesi 6. Menampilkan contoh perkembangan Islam di Indonesia c. sosial. Menjelaskan perkembangan Islam pada masa modern SD/MI II/1 SMP/ MTs VIII/1 SMA/MA XI/1 SD/MI II/2 SMP/ MTs VIII/2 SMA/MA XI/2 SD/MI III/1 SMP/ MTs IX/1 SMA/MA XII/1 SD/MI III/2 SMP/ 3.

Menceritakan kisah Nabi Adam AS b. Menceritakan kisah Abu Lahab. Menceritakan kisah Nabi a. Menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS b. Menceritakan kisah Nabi Musa AS SD/MI V/2 4. Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS Menceritakan kisah Nabi Isa AS b. Menceritakan kisah Sahabat Nabi a. Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di dunia b. Menceritakan kisah Nabi Ismail AS SD/MI V/1 3. c. Menceritakan kisah Umar bin Khattab RA SD/MI 5. Menceritakan kisah Khalifah Abubakar RA b. Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW b. Menceritakan kisah Nabi a.MTs IX/2 SMA/MA XII/2 SD/MI IV/1 1. Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara. Abu 39 . Menceritakan perilaku masa kanakkanak Nabi Muhammad SAW SD/MI IV/2 2. di dunia c. Menceritakan kisah Nabi a.

Menceritakan perilaku Musailamah Al Kadzab SD/MI VI/2 6.VI/1 Jahal. Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal b. Menceritakan perjuangan kaum Anshar 40 . Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin b. Menceritakan kisah kaum Muhajirin dan kaum Anshar a. dan Musailamah Al Kadzab a.

tetapi lebih berorientasi pada Learner Centered Design dan Problem Centered Design.d VI terdapat rumusan KD yang terkait langsung dengan tarikh. sehingga terkesan overlapping antara aspek akhlak dengan aspek tarikh. 41 . 2. Pengembangan SKL serta SK dan KD aspek tarikh bukan menekankan pada Subject Centered Design. Padahal aspek akhlak memiliki karakteristik tersendiri. pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isu-isu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rumusan SKL PAI aspek tarikh untuk tingkat SMP/MTs belum mencantumkan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan peran tokoh ilmuwan muslim sampai masa Abbasiyah. dan mengaitkannya dengan fenomena sosial. pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara individual dan menenkankan prosedur pemecahan masalah. Rumusan SK dan KD kelas I s. Perlunya menambah rumusan SKL PAI aspek tarikh untuk tingkat SMP/MTs tentang pertumbuhan ilmu pengetahuan dan peran tokoh ilmuwan muslim sampai masa Abbasiyah. 3. Sedangkan pada Problem Centered Design.d III SD/MI aspek tarikh masih kosong tanpa alasan yang jelas. ekonomi. politik.d VI tingkat SD/MI ke dalam SK dan KD aspek Tarikh. Rekomendasi 1. tetapi pada SK dan KD aspek akhlak kelas IV s. Perlunya memindahkan SK dan KD aspek akhlak kelas IV s.Analisis Kritis 1. 2. ipteks dan lainlain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. meneladani nabi dan/atau tokoh-tokoh berprestasi. budaya. Aspek Akhlak menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan SKL dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) tarikh atau urutan-urutan pembahasan yang terdapat dalam tarikh. Pada Learner Centered Design. padahal di dalam rumusan SK dan KD terutama pada kelas VIII semester dua telah mencantumkan masalah tersebut. yang berbeda dengan aspek Tarikh & kebudayaan Islam. Pada Subject Centered Design. Sedangkan aspek Tarikh menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam).

Dr. Mulai tahun 2007. (12) Wacana Pengembangan Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. II. (2) Konsep Pendidikan Islam (Sebuah Telaah Komponen Dasar Kurikulum) (Solo : Ramadhani. IAIN dan PTAIS di wilayah Jawa Timur. Ia aktif menulis buku. Muhaimin. 1991). S2 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1989). dan S3 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (11) Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya./Faks. 2003. 1992). dosen tetap sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama di UIN Malang. dilahirkan di Lumajang. 0341-583968) dan sekaligus sebagai Direktur lembaga tersebut. Cet. 1989). M. (6) Bekal Para Juru Dakwah Masa Kini (Bandung: Trigenda Karya.). ia mendirikan Lembaga Konsultasi & Pengembangan Pendidikan Islam (Sekretariat Jl. dan menjadi Guru Besar pada UIN Malang (2003 s. (7) DimensiDimensi Studi Islam (Surabaya: Karya Abditama. 2001 dan Cet. Cet. 1995). PGAN 6 Tahun Lumajang (1975). 1996). 11 Desember 1956. (9) Dasar-Dasar Kependidikan Islam (Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan Islam) (Surabaya: Karya Abditama. 2003). melakukan berbagai penelitian. dengan judul disertasi ”Filsafat Pendidikan Islam Indonesia Suatu Kajian Tipologis”. 2006). (13) Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam. (16) Kawasan dan Wawasan Studi Islam (Jakarta: Prenada. (8) Strategi Belajar-Mengajar (Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) (Surabaya: Citra Media. Ia telah meniti karirnya sejak dari bawah. 2002). (18) Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2005).Prof. Pengembangan Kurikulum hingga Islamisasi Pengetahuan (Bandung: Nuansa Cendekia. Chotimah (alm. serta kegiatan pelatihan. Pemberdayaan. 1994). Sarjana Muda Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Malang (1979) dan Sarjana Lengkap pada IAIN Sunan Ampel Fakultas Tarbiyah Malang (1982). (3) Belajar Sebagai Sarana Pengembangan Fitrah Manusia (Jakarta : Kalam Mulia. 2005). I. 2004).d sekarang). (17) Manajemen Penjaminan Mutu di UIN Malang (Malang: UIN. dan menulis artikel di beberapa majalah dan surat kabar. H. (19) Pedoman dan Implementasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) (Surabaya: Kanwil Depag Jatim.A. (4) Pengenalan Kurikulum Madrasah (Solo : Ramadhani. STAIN. dan Cet II. Soelchan (alm. Kasi Pengajaran pada Fakultas yang sama (1985-1987). (5) Pemikiran Pendidikan Islam (Kajian Filosofik Dan Kerangka Dasar Operasionalnya) (Bandung: Trigenda Karya.. kemudian diangkat menjadi dosen tetap pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Malang/STAIN Malang (sejak 1985). 2005).) dan Hj. Berturut-turut ia menempuh pendidikan di MI Lumajang (1969). ini adalah putera pasangan H. 1996). (15) Pengembangan Kurikulum di PTAI (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. I. (20) Pedoman dan Implementasi Pengembangan 42 . Joyo Raharjo 150 Malang 65144. narasumber di berbagai seminar dan workshop. (10) Tema-Tema Pokok Dakwah Islam Di Tengah Transformasi Sosial (Surabaya: Karya Abditama. 1993). PGAN 4 Tahun (1973). 2007). ia diminta bantuannya untuk mengajar di beberapa Program Pascasarjana (S2 dan S3) terutama pada UIN Malang. yaitu mulai menjadi Pegawai Harian Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel di Malang (1982-1984). 2005). Dengan keahliannya di bidang Ilmu Pendidikan Agama. Madrasah dan Perguruan Tinggi (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Buku-bukunya yang sudah diterbitkan adalah: (1) Problematika Agama Dalam Kehidupan Manusia (Jakarta: Kalam Mulia. 1991). (14) Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 1998). Telp.

(12) Lima Belas Isu Penting Dalam Pengembangan Pendidikan Islam. (5) Pergumulan Umat Islam Di Pentas Sejarah : Seri Kuliah Sejarah Kebudayaan Islam. MA) dan Madrasah Diniyah. 2007). serta Tim Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2006 s. 0816559662 dan 081555725155. 2007). ia juga menulis buku-buku diktat kuliah yang dipublikasikan di kalangan mahasiswa. (21) Pedoman dan Implementasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk Madrasah Aliyah (MA) (Surabaya: Kanwil Depag Jatim. ini pernah mengkuti: School Management Training di Kanada (Oktober s. Pelatih Pengawas PAI dan Kepala Madrasah Kanwil Depag di Jatim. Di samping itu. (7) Modul Ulum al-Hadits. Qatar dan Mesir (Januari-Februari 2004). Instruktur dan Pelatih pada Diklat Kanwil Depag Jawa Timur. (9) Bekal Pendidik Agama Islam Luar Sekolah. (10) Pengembangan Pendidikan Islam: Menggagas Format Pendidikan Islam Masa Depan. (2) Dirosah Islamiyah : Aspek Teologi. 2007. (8) Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) (Surabaya: Kanwil Depag Jatim. Mekkah dan Riyardh (7 – 15 Mei 2005). (13) Esei-Esei Pemikiran Pengembangan Pendidikan Islam. Sandwich Program di Malaysia (November-Desember 2004 dan November 2005). Short Course di Iran (September 2003). Madrasah (MI. (3) Dirosah Islamiyah : Aspek Filsafat. MTs. Konsultan dan Pelatih Pengembangan Kurikulum Pendidikan TK/RA. (4) Manusia Dan Pendidikan : Kajian Tentang Belajar Menurut Konsep Islam. Konsultan Penulisan Buku Paket PAI SMP pada MGMP PAI Kotamadya Malang.d Desember 2000). Ia juga pernah menjadi: Anggota Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam di Jawa Timur. yaitu: (1) Kuliah Pengantar Ilmu Agama Islam. Kunjungan Kerja ke Sudan.d sekarang. Penulis produktif yang beralamat di Jalan Joyo Raharjo 150 Malang 65144. HP. dan pernah menjadi Nara Sumber pada seminar pendidikan Islam di Riyardh Saudi Arabiyah serta mengadakan penyuluhan pendidikan pada sekolah-sekolah Indonesia di Jeddah. (11) Problematika Pendidikan Islam. Telp/faks (0341) 583968. Anggota Tim Pakar Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi PAI Madrasah Ditmapendais Depag Pusat. (6) Pemikiran Teologi Islam Pada Periode Klasik. (22) Pengembangan Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan Madrasah. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Tim Pengembang Kurikulum PTAI Ditpertais Depag RI. 43 . Pelatih Pengembangan Madrasah di Kanwil Depag Propinsi Bali. PAI di sekolah umum pada Pendidikan Dasar dan Menengah di Kanwil Depag Jatim.