PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) DI SMP

Oleh: Didi Teguh Chandra 1 A. DASAR PEMIKIRAN Sistem pendidikan tidak terpisahkan dari keseluruhan sistem tatanan kehidupan manusia. Artinya, sistem pendidikan merupakan bagian integral dalam keseluruhan sistem kehidupan, dan berperan penting serta strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam konteks nasional, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia tengah memasuki babakan baru, yakni reformasi atau pembaharuan tatanan yang ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa agar dapat sejajar dan mampu bersaing dalam percaturan kehidupan dengan bangsa lain. Dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas tinggi; atau pelbagai kompetensi yang berdaya dan berhasilguna demi membangun diri dan bangsa. Di samping memasuki tatanan reformasi, bangsa Indonesia juga tidak dapat mengelak dari derasnya arus globalisasi yang berdampak terhadap pelbagai dimensi kehidupan. Dalam masyarakat global, manusia hidup di antara manusia lain yang bertekad kuat untuk berdaya-saing tinggi. Bangsa Indonesia dalam masyarakat global harus berkompetisi dalam standar dan pasar internasional, bukan hanya dalam produk materi, melainkan dalam pikiran dan gagasan. Kata kunci reformasi maupun globalisasi adalah perubahan dalam pelbagai dimensi kehidupan manusia, pada masa ini menuntut agar suatu bangsa dapat berperan serta aktif dan tidak menjadi obyek bangsa lain adalah bangsa yang memiliki kulitas sumber daya manusia yang baik yang dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan masyarakat suatu bangsa menurut Alfin Tofler (1980) dapat dikelompokkan menjadi 3 gelombang perubahan, yaitu:

Gelombang Pertama: Masyarakat Pertanian.

Teknologi mebantu transisi dari masyarakat berpindah menjadi masyarakat pertanian. Salah satu teknologi yang dibutuhkan adalah ”Bajak”

Gelombang Kedua: Masyarakat Industri

1

Dosen FPMIPA UPI, Konsultan Dit. PSMP

Industri-industri dikembangkan dalam skala besar dan mesin-mesin dipergunakan dalam proses industri. Mesin membebaskan orang dari kerja berat. Produksi barang menjadi lebih menonjol dibandingkan produksi makanan

Gelombang Ketiga: Masyarakat Informasi

Merebaknya media masa seperti televisi dan surat kabar telah merubah masyarakat secara dramatis. Masyarakat dunia saat ini sedang berubah menjadi masyarakat informasi di mana pemrosesan informasi merupakan aktifitas yang paling penting. Informasi yang paling muktahir dapat diperoleh setiap saat di seluruh dunia. Kemungkinankemungkinan komunikasi telah menciptakan suatu desa global Kenyataan lain, dewasa ini dan masa yang akan datang, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin meningkat peranannya dalam kehidupan manusia serta memiliki peran dan kontribusi yang besar dalam mengubah pola dan tatanan kehidupan modern. Seiring dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tersebut, budaya masyarakat juga turut berubah dengan cepat. Pada era ini masyarakat berhadapan dengan ragam perubahan jenis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut: Meningkatnya jaringan kerja/sistem (Contoh: sistem informasi, Sistem Transfortasi, Sistem Bangunan Air). Perubahan produk dari yang berukuran besar menjadi berukuran kecil (Contoh: Komputer, telepon, Alat-alat AudioVisual). Perkembangan dari alat-alat tangan manual /secaramekanis ke alat-alat otomatis (Contoh: Alat-alat RumahTangga,ProsesprosesProduksi). Perkembangan dari produk dengan materi yang berat ke pengunaan materi yang ringang (Contoh: Konstruksi/ Kendaraan berat ke ringan). Parlemen negera-negara Eropa sejak tahun 1972 menyadari bahwa pada saat ini dan masa yang akan datang anak tumbuh dan berkembang dalam dunia yang penuh dengan teknologi. derajat keterlibatan anak dengan teknologi akan menentukan perkembangan pengetahuan dan minat mereka terhadap teknologi. sementara itu pengetahuan tentang teknologi telah menjadi gejala sosial budaya yang tidak mudah untuk dibendung. perkembangan teknologi yang sangat cepat menyebabkan bidang dan karakteristik pekerjaan masa mendatang tidak mudah diprediksi. untuk itulah diperlukan pendidikan teknologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan mendatang. Untuk menjawab tantangan perubahan tersebut tiada lain adalah pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas yang memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara

sistematis, terstruktur, dan rasional melalui jenjang pendidikan formal yang prospektif, yakni pendidikan yang terfokus kepada pencapaian suatu masyarakat yang berkualitas yang mempu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu belajar sepanjang hayat se dini mungkin. Dalam fokus pendidikan yang seperti itu terkandung implikasi, bahwa upaya pendidikan bukan hanya menyiapkan manusia untuk menguasai pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja pada saat kini; melainkan manusia yang mampu, sanggup, dan mau belajar sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, belajar bukan sekadar aktivitas formal yang dibatasi oleh dinding kelas; tetapi belajar sebagai visi, misi dan strategi atau ruh aktivitas kehidupan manusia sehari-hari yang berhadapan dengan lingkungan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang selalu berubah. Satuan pendidikan SMP dasar yang menghasilkan memberikan sumbangan manusia berkulitas yang pembelajaran di SMP teknologi. merupakan bagian dari jenjang pendidikan jumlah lulusan paling banyak. Lulusan SMP terhadap masalah penyiapan sumber daya melek teknologi. Oleh karena itu program perlu menerapkan pembelajaran tentang

UU RI No . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 37 ayat (1) huruf (i), Kurikulum Pendidikan Dasar dan menengah wajib memuat keterampilan / kejuruan. Selain itu juga PP RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 7 ayat (4), menyatakan bahwa kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/ MTs/SMPLB/Paket B, atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi serta muatan lokal yang relevan. Istilah kejuruan telah memberikan ruang bahwa di jenjang SMP, bahkan di jenjang SD dan SMA dapat diberikan pendidikan kejuruan. Dengan pertimbangan bahwa lulusan SMP diorientasikan untuk melanjutkan pendidikan, maka penddikan kejuruan yang diberikan di jenjang SMP harus berbasis luas (broad based) agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan dasarnya dalam bidang teknologi. Berdasarkan pemahaman di atas, mata pelajaran yang tepat untuk memenuhi tujuan tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). B. PERSPEKTIF PENGEMBANGAN MUTU SUMBERDAYA MANUSIA Kenyataan tentang pranata pendidikan yang berfungsi sebagai pengembang sumberdaya manusia (human resources) bermutu yang

kreatif. disebabkan sumberdaya manusianya tidak berdayasaing tinggi dalam percaturan kehidupan. pada tingkat pemerintahan harus ada kemauan politik yang memihak pendidikan. Sebaliknya. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UURI No. tertuang secara ideal dalam fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang berbunyi: mengembangkan 1. Tujuan tersebut memberikan acuan bahwa seluruh jenjang dan jalur pendidikan di Indonesia seyogianya berupaya untuk mencapai manusia yang cerdas dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan. serta kalangan praktisi di lapangan yang profesional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang ditunjang oleh gagasan konseptual yang komprehensif dan manajemen praksis pendidikan yang terintegrasi dan mutakhir. mandiri.memiliki kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sudah merupakan suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk (Bhinneka) seperti Indonesia. Banyak bukti empirik yang menunjukkan bahwa suatu negara yang lebih memprioritaskan pembangunan pendidikan daripada pranata lainnya. Perbedaan yang esensial antara satu negara dengan negara lainnya terletak pada formulasi konsep pribadi yang bermutu itu serta praksis pendidikan sebagai upaya pencapaiannya. Makna Manusia Bermutu kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. ternyata sanggup menghasilkan sumberdaya manusia yang lebih unggul. baik pada . berilmu. Pribadi yang utuh sebagai hasil pendidikan. yang ditunjang oleh para pakar dan cendekiawan yang kompeten dalam melahirkan gagasan kreatif dan inovatif. melainkan berimplikasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta upaya pengembangan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. inovatif dalam percaturan kehidupan global. Pendidikan sebagai hajat hidup bangsa di negara manapun selalu diorientasikan kepada pengembangan individu (manusia) agar mencapai pribadi yang lebih bermutu. Dalam menempuh pembangunan pranata pendidikan yang berfungsi seperti itu diperlukan kebijakan yang bervisi prospektif. Hakikat individu yang lebih bermutu dalam dunia pendidikan di Indonesia mengacu pada individu sebagai pribadi yang utuh. cakap. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. berakhlak mulia. sehat. produktif. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas). suatu negara atau bangsa yang mengecilkan pembangunan pranata pendidikan lebih cepat mengalami keterpurukan. Tujuan yang ideal itu hendaknya ditransformasikan secara lebih operasional. Dengan kata lain. Kondisi seperti itu berdampak tidak hanya terhadap pengayaan wawasan konseptual.

yang mencakup individu-individu yang bermutu sebagaimana diharapkan oleh tujuan pendidikan. Apa masa depan itu? Masa depan itu adalah sekarang. Asumsi yang melandasinya adalah. maupun pada tataran instruksional hingga lebih memungkinkan untuk dicapai. Secara operasional persoalannya dapat diungkapkan ke dalam pertanyaan sebagai berikut: (1) Adakah rumusan kriteria standar pencapaian tujuan untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan?. maka masa depan terbentuk dari beberapa alternatif masa depan yang dituju oleh masyarakat Indonesia. Skenario masyarakat masa depan merupakan gambaran masyarakat hari ini dan sesudahnya. bahwa proses pendidikan yang diselenggarakan hari ini pada hakikatnya diarahkan kepada pengisi kehidupan masa depan. dan (4) Implikasi strategis seperti apa yang dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pengembangan individu seperti itu? Pertanyaan pertama lebih mengacu kepada perlunya dilakukan penelitian yang komprehensif tentang karakteristik manusia cerdas. yang inklusif dengan individu-individu sebagai pribadi yang bermutu sebagaimana menjadi orientasi pendidikan. yang menghasilkan standar-standar minimal pencapaian tujuan pendidikan untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan. Dikarenakan dipandang dari saat ini. Persoalan selanjutnya terletak pada rumusan tujuan pendidikan pada tataran empirik dan proses pendidikan. dan dia mencakup seluruh masa sesudahnya (Ziauddin Sardar. 1979). detik ini. (2) Apakah rumusan tujuan tersebut sesuai dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat Indonesia di masa depan?. Tidak ada proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan pengisi masa lampau yang telah lewat. Pertanyaan ketiga merupakan arahan implikatif bagi praksis pendidikan yang berorientasi pengembangan pribadi berdasarkan skenario masyarakat yang diprediksikan.tataran institusi pendidikan. Dengan kata lain. tujuan pendidikan yang diformulasikan ke dalam pernyataan yang akan dicapai berkaitan erat dengan masyarakat masa depan yang diproyeksikan. serta keterkaitan pencapaian hasil pendidikan dengan pemenuhan kebutuhan manusia pengisi masa depan negara Indonesia. pertanyaan kedua mengarah kepada jawaban tentang skenario masyarakat Indonesia masa depan. 2. Kemudian pertanyaan keempat lebih menegaskan strategi mikro pendidikan. Skenario Masyarakat Masa Depan . saat ini. Dengan kata lain. kurikulum atau program. (3) Konsep strategi makro pendidikan seperti apa yang seyogianya dijadikan acuan?. Pertanyaan kedua merujuk pada pemikiran rasional yang menjelaskan dan memprediksi tentang perkembangan masyarakat Indonesia masa depan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bangsa lain di dunia ini.

Keputusan dan pilihan kebijaksanaan dapat dibuat dan dapat menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan besar dalam jangka waktu ini. Dalam jangka waktu ini hanya mungkin untuk membuat spekulasi. tidaklah mustahil untuk melihat/merebut kesempatan/krisis di muka. objek sasaran. bahkan mungkin tidak berpengaruh sama sekali. (4) Masa depan multigenerasi/jangka panjang. dan (5) Masa depan yang jauh berkisar dari lima puluh tahun dan seterusnya. maupun tujuan dan nilai perencanaan. serta memungkinkan untuk dilakukan. yakni masa depan yang berkisar dari lima sampai dua puluh tahun.Selanjutnya alternatif masa depan itu dapat dianggap sebagai horizon rencana yang dapat dipilih dan akan mendatangkan hasil. keputusan dan kebijaksanaan yang diambil sekarang dapat mempengaruhi masa depan generasi berikutnya. tapi tidak benar-benar menyuguhkan perubahan yang sifatnya revolusioner dalam jangka waktu yang sesingkat itu. Masyarakat masa depan seperti apa yang dapat dijadikan orientasi dan intervensi pendidikan? Dalam pertanyaan lain. Sardar (1979) membagi horizon rencana itu ke dalam lima periode dasar. Dalam kerangka ini. Dengan demikian. Meskipun pada umumnya merupakan masa depan yang tak dapat dikendalikan (dari sekarang). bahwa di masa depan itu akan terwujud suatu masyarakat: (1) modern yang berbeda dengan masyarakat tradisional. (3) Masa depan satu generasi. yakni jangka waktu yang mencakup beberapa generasi. karakteristik manusia macam mana yang seyogianya dikembangkan oleh pendidikan sekarang dan sesuai dengan kebutuhan kehidupan di masa depan? Para ahli memprediksikan. hampir semua rencana dapat dijadikan kenyataan dalam jangka waktu ini. dimulai dari tahun ini sampai lima tahun mendatang dan merupakan jangka waktu yang banyak dipilih untuk rencana-rencana perkembangan dari hampir semua negara berkembang. dan (2) global yang berhadapan dengan masyarakat dalam adegan lokal/nasional. yang didasarkan atas pengalaman kritis masa lampau dan analisis terhadap fenomena-fenomena faktual masa kini. berkisar dari lima puluh sampai enam puluh tahun. Sebagai suatu horizon rencana. di dalam skenario masyarakat masa depan terlingkup baik subjek pelaksana. melainkan suatu gambaran pelbagai alternatif yang dapat timbul sebagai akibat dari keputusan dan tindakan yang diambil pada masa sekarang. sebab masih bergantung kepada masa lampau. yaitu sebagai berikut: (1) Masa depan terdekat. masa depan ini mengetengahkan pilihan yang agak terbatas. . Dengan wawasan ke muka dan diciptakannya keadaan yang sesuai. (2) Masa depan yang dekat. Skenario masyarakat masa depan bukanlah ramalan masa depan masyarakat itu sendiri. yang merupakan waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan dan mematangkan satu generasi. Keputusan atau tindakan yang diambil saat ini hanya memberi pengaruh kecil. dimulai sejak saat ini sampai tahun depan.

Ciri-ciri lingkungan hidup yang dapat dialami oleh manusia modern di atas bagi Inkeles bukanlah merupakan kemodernan. Di sini orang tidak saja akan hidup berjejal-jejal. dan lebih banyak dibujuk oleh paham-paham politik yang bersaing untuk mendapat dukungannya. lebih bergerak dalam arus kehidupan kota. maka anak-anaknyalah yang akan membawa pengaruh itu di rumahnya. Karakteristik Masyarakat dan Manusia Modern . atau berhubungan dengan orang secara formal dan kurang akrab (Inkeles. Ciri lain dari manusia kontemporer ialah. Besar kemungkinan bahwa manusia modern berhubungan dengan politik terutama pada tingkat nasional. Inkeles melukiskan manusia modern itu berdasarkan serangkaian sikap dan nilai yang diuji pada suatu penelitian. alat-alat komunikasi massa dapat saja menyebarkan ide-ide kearifan dari desa. Pengalaman orang akan ide-ide baru akan bertambah lagi dengan pengaruh sekolah. Salah satu dari rangsangan itu adalah alat komunikasi massa. melainkan lebih tertarik ke dalam suatu lingkungan yang lebih impersonal dan birokratis. mereka tidak lagi hidup di tengah-tengah suatu jaringan keluarga terdekat atau ikatan penduduk desa. Pelbagai kegiatan perekonomian yang timbul karena pemusatan industri di tempat-tempat tertentu dan tuntutan-tuntutan dari pemusatan itu menyebabkan manusia modern cenderung untuk hidup dalam kota-kota atau dalam bentuk pengelompokkan sejenis kota. sementara manusia modern lebih banyak dipekerjakan dalam suatu perusahaan besar dan produktif berdasarkan pemakaian sumber tenaga secara besar-besaran dan teknologi yang telah maju. karena ia lebih terbuka bagi komunikasi massa. pabrik-pabrik dapat saja berjalan berdasarkan prinsip-prinsip yang tidak jauh dari persawahan dan perladangan. yang mencakup sembilan karakteristik sebagai berikut: (1) Sedia untuk menerima pengalaman- a. sebab kota-kota yang terpadat pun mungkin mempunyai jaringan manusiawi yang paling tradisional. pendidikan. yang banyak bekerja di ladang sebagai petani. Istilah-istilah tersebut menunjukkan perbedaan antara manusia modern dengan nenek moyangnya yang hidup dalam masyarakat tradisional.Perubahan lingkungan alam yang dialami manusia modern dapat diringkaskan dengan mempergunakan beberapa istilah pokok berikut: urbanisasi. dan politik dapat saja dijalankan seolah-olah suatu dewan desa yang diperluas. baik berbentuk cetak maupun elektronik. politikisasi. 1983). dan industrialisasi. bila tidak langsung pada dirinya sendiri. komunikasi massa. tetapi juga terbuka bagi segala macam hal dan dorongan-dorongan yang merupakan ciri khas dari kehidupan kota.

Masyarakat abad ini adalah masyarakat global. (6) Berkeyakinan bahwa keadaan dapat diperhitungkan. bukan ke masa lampau. keberkaitan dan penciptaan jaringan-jaringan kerja (networking). (3) Pandangan tentang persoalan waktu ditujukan pada masa kini dan masa depan. sosial-budaya. Kehidupan global telah meningkatkan ekspektasi manusia akan status dan kualitas kehidupan yang lebih baik. menempatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan berkomunikasi sebagai piranti utama untuk mewujudkan ekspektasi itu. (2) Berkesanggupan untuk membentuk atau mempunyai pendapat mengenai sejumlah persoalan. baik yang timbul di sekitarnya maupun di luar. (4) Beranggapan wajar apabila dalam hidupnya berkeinginan dan terlibat dalam perencanaan dan organisasi. ekonomi. menyebabkan jutaan byte informasi datang setiap detik. Masyarakat Global dan Tantangannya . yang ditandai dengan kesaling-bergantungan. (5) Berkemampuan untuk meyakini kemampuan manusia dapat belajar. dan (9) Mempercayai keadilan yang distributif. sehingga manusia dapat mengalami oversupply informasi yang penuh dengan ketidakpastian dan bahkan kesemrawutan. tetapi memperhalus dan lebih memfokuskan pada upaya peningkatan atas karakteristik manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan masa depan yang modern. Satu hal yang amat menakjubkan dalam masyarakat global adalah jaringan informasi yang sangat luas. menghargai ketepatan waktu dan keteraturan. politik. mudah diakses oleh siapapun. (7) Menyadari akan harga diri orang-orang lain dan bersedia untuk menghargainya. bukan menyerahkan diri sepenuhnya kepada nasib atau keadaan. Pergeseran informasi dari untuk didengar kepada informasi untuk dilihat. Tanggapan terhadap dunia opini tersebut lebih bersifat demokratis. kapanpun dan di manapun. dan teknologi. Pengembangan mentalitas yang dimaksud bukan berarti penghilangan. (8) Mempercayai ilmu dan teknologi sekalipun dalam bentuk yang paling primitif.pengalaman yang baru dan terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. Dengan memperhatikan karakteristik manusia modern tersebut tampaknya konsepsi sumberdaya manusia yang bermutu ke depan perlu mengalami perubahan. Kebijakan-kebijakan untuk mencapainya lebih banyak bersifat kebijakan sosial-budaya (terlingkup pendidikan) daripada kebijakan ekonomi dalam arti khusus. cepat. Informasi menjadi hal yang amat penting bagi manusia dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas b. Koentjaraningrat (1993) menyatakan bahwa perubahan itu diperlukan dari orientasi nilai budaya (mentalitas) agraris ke mentalitas berkebudayaan industri. bukan dikuasai seluruhnya oleh alam. Tanda-tanda tersebut terjadi dalam pelbagai aspek kehidupan. dalam batas-batas tertentu menguasai alam.

merekonstruksi. kompleksitas. (5) dari desa ke metropolitan. (9) dari utara ke selatan. dan memaknai informasi untuk kepentingan pemilihan alternatif dan pengambilan keputusan. Untuk melihat tantangan adanya globalisasi. yang sebelumnya tidak terduga dan tidak akan dapat dihadapi dengan pola-pola perilaku yang telah dikuasai selama ini. paradoks yang dapat menimbulkan kebingungan. Orientasi kerja adalah orientasi layanan yang tidak terlalu terikat lagi oleh hari kerja. Naisbitt (1995) menyebutkan ada 8 kecenderungan besar di Asia yang ikut mempengaruhi dunia. tetapi lebih bergantung kepada kebutuhan layanan itu untuk diberikan. 2000). kecemasan dan frustrasi manusia pada hakikatnya adalah wahana belajar sepanjang hayat bagi manusia untuk menampilkan eksistensi dirinya di dalam dunia global ini. (2) dari teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi. Kultur kehidupan telah semakin cenderung bergeser ke arah lebih banyak mencurahkan waktu untuk kepentingan kerja dan upaya mencapai hasil kerja sebaik-baiknya (excellencies). Dengan kata lain. yitu : (1) dari negara bangsa ke jaringan. (4) dari perencanaan jangka pendek ke perencanaan jangka panjang. (3) dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia. (6) dari padat karya ke teknologi canggih. yaitu : (1) dari masyarakat industri ke masyarakat informasi. (6) dari bantuan institusional ke bantuan diri. Khusus di lingkungan Asia. Kecenderungan ini merupakan dampak positif dari proses globalisasi yang mendorong manusia untuk terus berpikir dan meningkatkan kualitas kemampuan. pola dan gaya hidup masyarakat baik di daerah . menimbang. (3) dari pengaruh Barat ke cara Asia. 1995). (Naisbitt. Naisbit (1995) menyebutkan ada 10 kecenderungan besar yang akan terjadi pada pendidikan di abad 21. (8) dari Barat ke Timur. Kondisi atau situasi global menuntut manusia untuk mampu memilih. mengarifi.kehidupannya. ketakpastian. (7) dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatoris. Kedelapan kecenderungan itu akan mempengaruhi tata nilai dalam berbagai aspek. (4) dari kontol pemerintah ke tuntutan pasar. dan (10) dari atau/atau ke pilihan majemuk. Masa depan yang global yang tengah dihadapi mengandung situasisituasi baru. (7) dari dominasi kaum pria ke munculnya kaum wanita. sebagian dari situasi-situasi yang selama ini dan sampai sekarang ini seolah-olah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. dan tidak puas terhadap apa yang telah dicapainya pada saat ini (Sunaryo Kartadinata. akan hilang digantikan oleh situasi-situasi baru yang sampai saat ini belum pernah muncul dalam sejarah kehidupan umat manusia. (5) dari sentralisasi ke desentralisasi. (2) dari tuntutan eksport ke tuntutan konsumen. Artinya. (8) dari hierarkihierarki ke penjaringan.

materi teknologi dihilangkan. lemah dalam proses penemuan. teknologi sangat menyenangkan untuk anak-anak. Sejumlah studi tentang Pendidikan Teknologi di beberapa negara menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan Teknologi mampu meningkatkan keterampilan berpikir siswa (Dlamini. tetapi juga memiliki kemampuan khusus agar dapat hidup mandiri di masa depannya (Hendley & Lyle. Dengan demikian dalam GBPP mata pelajaran Fisika dan Biologi SMP Kurikulum 1994 terdapat 10%-15% materi teknologi dalam bentuk aplikasi dari konsep IPA yang relevan. tetapi diputuskan bahwa materi teknologi terintegrasi dalam kurikulum IPA SMP. Anak-anak akan sangat antusias dan lupa waktu kalau bermain dengan teknologi. yaitu dalam persiapan pengembangan kurikulum tahun 1994. C. PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) di SMP 1. Mengapa kelebihan ini tidak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan Indonesia untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri? Sejak tahun 1997 Pendidikan Teknologi diperkenalkan di Indonesia mulai pada jenjang SMP sebagai pendidikan umum dengan nama Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). dan (4) Griffits & Health (1996) dalam . (3) Pelajaran Fisika di beberapa negara berkembang di Asia tidak dilengkapi dengan pengetahuan dan kemampuan yang membuat mereka mampu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari untuk memperbaiki kualitas kehidupannya meskipun tentang teknologi sudah dibelajarkan ketika mereka memasuki sekolah menengah dan ternyata siswa juga tidak mampu memecahkan masalah. Kenyataannya. Latar Belakang Upaya memperkenalkan teknologi secara dini kepada para siswa telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. serta tidak dapat mentransfer teknologi (Ferrer. pada waktu itu dipertimbangkan apakah materi teknologi itu berdiri sendiri atau terintegrasi kedalam mata pelajaran lain.pedesaan maupun di daerah perkotaan. 1996). sehingga dalam Suplemen Kurikulum 1994 yang dikeluarkan pada tahun 1999. Selanjutnya. Dalam implementasinya di lapangan materi tersebut tidak tercapai. teknologi adalah dewasa ini adalah sesuatu yang sangat dengan kehidupan manusia khususnya anak-anak. Dalam hubungan dengan ini pendidikan ditantang untuk mampu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan kecenderungan itu tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsa Indonesia. (2) Pendidikan Teknologi bukan hanya mempersiapkan siswa memiliki pengetahuan. ke delapan kecenderungan itu akan mempengaruhi pola pendidikan yang lebih disukai dengan tuntutan kecenderungan tersebut. 1996). 1996). siswa tidak dapat pengembangkan inovasi.

menunjukkan bahwa PTD tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa jika yang diukur adalah aspek kognitif. Berdasarkan kenyataan tersebut. sehingga pembelajaran seharusnya medorong dan mengembangkan cara berpikir logis dan kemampuan untuk membangkitkan penjelasan ilmiah untuk alasan yang bersifat hakiki dan praktis.2000) adalah studi untuk mengetahui motif dibalik prestasi dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran Fisika di SLTP menunjukkan bahwa Pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) dapat memberikan motif berprestasi dan persepsi yang baik terhadap pelajaran fisika di SLTP. (d) studi yang dilakukan oleh Cahyaningsih (2000) mengenai pengaruh PTD terhadap hasil belajar fisika. Beberapa studi tentang Pendidikan Teknologi atau pendekatan teknologi yang dilakukan di Indonesia. Dalam hal ini siswa diharapkan menggunakan berbagai tipe berpikir untuk memahami dunia mereka dan dengan lebih banyak menggunakan model berpikir kreatif akan sangat menolong mereka dalam memberikan alasan yang menunjukkan sikap ilmiah. menunjukkan: (a) adanya apresiasi yang lebih positif terhadap mata kuliah termodinamika yang disampaikan guru kepada siswa dengan menggunakan pendekatan teknologi (Budikase. Hal ini dilandasi oleh . 1998) transfer belajar bukan hanya terletak pada aplikasi prinsip dan konsep saja. (b) studi lain dilakukan Mudiany (2000) menunjukkan bahwa Pendidikan Teknologi Dasar dapat menumbuhkan sikap-sikap ilmiah siswa. tetapi juga pada kemampuan untuk menciptakan hubungan antara apa yang telah diketahui dan apa yang dibutuhkan untuk mengetahui sesuatu hal. making. Stever & Small (1992). 2000). Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh McCunie (1992). sedangkan proses teknologi adalah disigning. tetapi siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan sikap ingin tahu dan berbagai penjelasan logis. dan inventing dan tujuan pembelajaran Fisika adalah menemukan sesuatu. Menurut Cullingford (Rohandi. karena akan mendorong siswa dalam mengekspresikan kreativitasnya. maka pengembangan model pembelajaran Fisika melalui Pendidikan Teknologi Dasar diarahkan untuk dapat meningkatkan kreativitas siswa dimana kemudian dapat dilihat para prestasi belajar mereka. (c) Studi yang pernah dilakukan (Nurfitrianiek. sedangkan tujuan teknologi adalah membuat kehidupan menjadi lebih mudah dan membuat barang lebih cepat dan lebih baik. dan Mulyati (1997). Oleh karena itu pembelajaran fisika tidak hanya sekedar hapalan dan pemahaman konsep.studinya menunjukkan bahwa proses Fisika adalah discovering dan uncovering. Secara umum upaya rekayasa pembelajaran di sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

(4) hakikat dan peranan Kreativitas dalam pendidikan adalah sebagai dimensi yang memberi ciri keunggulan bagi pertumbuhan diri yang sehat. Definisi teknologi. Dalam Standards for technological Literacy (ITEA.1990) bahwa Sistim Pendidikan Indonesia belum memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan kemampuan kreatif. bahwa teknologi adalah proses yang dilakukan manusia untuk membuat hidupnya lebih nyaman. 1996). Konsep teknologi selalu berhubungan dengan teknologi modern dan teknologi tradisional serta berhubungan dengan perubahan sosial dan budaya masyarakat. efektif. mengemukakan. Tetapi kenyataannya hal ini belum sepenuhnya teraktualisasi dalam berbagai lingkup. Basic Technology Education. Teknologi merupakan konsep yang sangat luas. khususnya berpikir kreatif siswa. pengembangan. menerapkan pengetahuan. satuan dan kegiatan pendidikan. hal ini didukung: (a) Hasil penelitian Ruindungan.argumentasi sebagai berikut : (1) adanya upaya pemerintah untuk memberi perlakuan khusus pada siswa cerdas dengan memberikan kurikulum khusus yang disebut dengan kurikulum berdiferensiasi yang menekankankan pada peningkatan kreativitas siswa. (2) kreativitas merupakan kekuatan sumber daya manusia yang handal untuk menggerakkan pembangunan nasional melalui perannya dalam penelusuran. kompleks. 2000). (c) studi yang dilakukan oleh Munandar (1977) mengenai upaya pengembangan kreativitas di sekolah menunjukkan bahwa perhatian sekolah terhadap potensi belajar siswa masih terbatas pada aspek berpikir konvergen dan masih kurang memperhatikan proses berpikir kreatif dalam proses belajar mengajar. (3) menurut Jellen dan Urban (Supriadi. 2. mengembangkan peralatan serta menghasilkan suatu karya teknologi. dan penemuan IPTEK (Ruindungan. kurang peduli terhadap gagasan-gagasan yang tidak biasa yang diajukan siswa. 1994) kreativitas siswa Indonesia cenderung rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain yang diteliti. . (b) pengamatan B. Webber (1997) menyatakan bahwa teknologi adalah suatu hal yang berkaitan dengan perancangan. 1996). 2000) dinyatakan bahwa teknologi berhubungan dengan bagaimana manusia memodifikasi alam sesuai dengan kebutuhan dan maksudnya. Hutchinson & Kartnitzigh (dalam Annette Thijs.J. dkk (1990) bahwa 70 % guru fisika di Menado cenderung evaluatif. dan produktif (Ruindungan. dimana dalam proses tersebut keinginan manusia dipenuhi dengan cara memecahkan masalah. Habibie (Sukmadinata. dan komprehensif. pembuatan/ konstruksi dan penggunaan suatu peralatan benda kerja sebagai pemecahannya.

Tujuan 2). memperkuat. Sumber 5). Tetapi bila dicermati lebih teliti teknologi dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang berbeda. SDM dan pengetahuan. pancaindera dan otak manusia. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. Pada saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dua belahan mata uang yang tidak terpisahkan. Terdapat kecenderungan dalam masyarakat yang menyamakan atau menyatukan teknologi dengan ilmu pengetahuan. 3. 1997). intisari perbedaan antara teknologi dengan ilmu pengetahuan ditunjukkan dalam tabel 2-1 berikut ini: Perbedaan Ilmu Penetahuan dengan Teknologi Menurut kerangka sistem 1. Hasil 3). Definisi teknologi secara komprehensif disimpulkan oleh Iskandar Alisyahbana (Sukmadinata. Tujuan Mencari pengetahuan 2. 3. Pembuatan sampai Memperoleh pengertian Karya tulis ilmiah Kebudayan umumnya khususnya teknologi Pengetahuan yang ada Penelitian Sumber Aktivitas . Proses control Secara lebih rinci. Hasil Lingkungan No Segi Ilmu Pengetahuan Teknologi Menciptakan barang Mengusahakan perubahan Produk teknologis Kebudayaan umumnya khususnya ilmu pengetahuan Sumber alam. 4.Sedangkan Ploegmakers (dalam Doornekamp. Pengertian Dasar Teknologi dan Teknologi Dasar. Lingkungan 4). 1995) menyatakan bahwa teknologi adalah suatu bidang aktivitas manusia (di dalamnya terdapat produk dan proses) yang didasarkan pada akumulasi pengetahuan dan ketrampilan. teknologi sebagai suatu sistem ketrampilan praktis sedangkan ilmu pengetahuan sebagai suatu sistem pengetahuan rasional. sehingga muncul istilah “ilmu pengetahuan saat ini teknologi esok harinya” atau sebaliknya. yaitu: cara melalukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan-akan memperpanjang. Ilmu pengetahuan dengan teknologi dapat dibedakan berdasarkan: 1). Komponen aktivitas 6). 5.

sedang teknologi bertujuan menciptakan produk-produk baru dengan jalan membuat sarana untuk meningkatkan efektivitas. perbedaan itu karena corak kemajuan masing-masing memang berbeda. Technology literacy adalah kegiatan untuk menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan teknologi. Teknologi pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Bagaimanapun. Kontrol Pokok perbedaan diluar kerangka sistem 1 Motivasi Keingintahuan 2.6. 4. Gagasan ini telah dianggap sebagai titik awal perkembangan pendidikan teknologi secara internasional sebagai suatu mata pelajaran baru di dalam pendidikan umum bagi seluruh siswa. 4. Technologycal Literacy Sebagai Kebutuhan Masyarakat. dan pada tahun-tahun mendatang intensitas keterlibatan teknologi dalam kehidupan manusia akan semakin tinggi. Tabel tersebut menunjukkan bahwa sifat dasar teknologi berbeda dengan sifat dasar ilmu pengetahuan. 6. 5. yang merupakan efek sampingan tidak lagi efektif. 1996. Pada tahun 1968 The European Council (Dewan Eropa) telah menyimpulkan bahwa suatu pendidikan umum yang baik harus mencakup orientasi kearah teknologi mutakhir. proses teknologi dan sistem teknologi telah menjadi sedemikan rumit sehingga pendekatan untuk memperkenalkan teknologi melalui kejadian yang tidak disengaja. 3. Fokus Pemahaman Penggunaan Pengetahuan Efektivitas tindakan Ideal Kebenaran Efisiensi Ciri keluasan Supranasional Terikat keadaan setempat Status Penyebaran secara Pendaftaran sebagai hak terbuka paten Komunikasi Publikasi karya tulis Pemberitahuan iklan Sumber : The Liang Gie. Ilmu pengetahuan bertujuan memperluas pengetahuan dengan jalan menyusun teoriteori yang semakin baik. Ada tiga alasan mengapa orientasi teknologi mutakhir dimasukkan ke dalam kurikulum inti. . produksi Berdasarkan umpan balik Berdasarkan umpan balik peralatan keilmuan pengetahuan ilmiah Pengembangan ilmu Pemanfaatan Pengembangan produk baru. Technological Literacy. yaitu : a.

dan pengalaman dalam problem solving. 3) Memiliki system-oriented yang kuat. Technology literacy dalam standar Technology for All Americans (1996) adalah anatara lain sebagai berikut: 1) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai karakteristik dan lingkup teknologi. 8) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai perlengkapan perancangan 9) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai teknik perancangan 10) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai peran pemecahan masalah. 4) Dapat menggunakan konsep berdasarkan IPA. investasi dan inovasi. 2) Mengerti dampak dari teknologi dan konsekwensinya. sosial. 11) Siswa mengembangkan kemampuan untuk mengimplementasikan proses perancangan 12) Siswa mengembangkan kemampuan untuk menggunakan dan memelihara produk teknologi . 5) Menghargai hubungan diantara teknologi dan individu. 3) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai relasi sekitar teknologi dan hubungan antara teknologi dan bidang pendidikan lainnya 4) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai budaya. kreatif. 2) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai inti dari konsep teknologi. penelitian dan pengembangan. dan pendekatan produktif untuk memikirkan dan menyelesaikan permasalahan tentang teknologi. masyarakat dan lingkungan. antara lain sebagai berikut: 1) Menjadi problem solver yang dapat melihat permasalahan teknologi dari segala sudut pandang yang berbeda dan menghuungkanya kepada beragam situasi yang terjadi. seni berbahasa dan lainnya sebagai alat untuk memahami dan mengelola sistem teknologi. 5) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai dampak teknologi pada lingkungan 6) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai peran masyarakat dalam pengembangan dan penggunaan teknologi 7) Siswa mengembangkan pemahaman mengenai sejarah pengaruh teknologi. dan dampak politik dari teknologi. matematik.Siswa yang memiliki technology literacy memiliki kesadaran teknologi. ilmu sosial. eknomi.

Orientasi yang berkenaan dengan pendidikan dan profesi di masa depan Para siswa harus mengembangkan kemampuan teknologi sebagai bagian dari persiapan umum untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi serta dapat melakukan aktivitas produktif dimasa depan. Persiapan menyongsung masyarakat masa depan. Pendidikan teknologi akan memberdayakan siswa dalam berpartisipasi dalam pengambilan keputusan ini sesuai dengan cara teknologi tersebut dikembangkan dan diterapkan. teknologi telah memberikan hasil yang positif. Karena sebagian aktivitas produktif di abad ke-21 ini akan selalu melibatkan teknologi. Akhirnya pendidikan teknologi dasar dapat merangsang siswa untuk berpikir secara kritis tentang teknologi (Eggleson. yakni suatu aspek penting dalam masyarakat kita dimasa yang akan datang. Pendidikan teknologi memungkinkan para siswa memperoleh ketrampilan untuk menangani peralatan teknnologi. untuk itu para siswa harus dibekali ketrampilan umum untuk memecahkan masalah serta . Disatu pihak. c. Dalam masyarakat informasi dimana teknologi informasi berkembang sangat pesat. Setiap orang perlu mengetahui teknologi agar dapat memahami masyarakat modern dan akan lebih baik lagi jika mereka dapat berperan aktif dalam masyarakat modern tersebut. 1994). Teknologi ikut menentukan standar hidup seseorang dan telah mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia atau lingkungan yang ada disekitar mereka. mereka harus diberi pemahaman tentang teknologi. namun di pihak lain teknologi juga mempunyai dampak negatif terhadap masyarakat. dimana teknologinya itu sendiri terus berkembang dengan pesat.13) Siswa mengembangkan kemampuan untuk menilai pengaruh dari produk teknologi dan sistem b. Untuk mempersiapkan para siswa agar dapat berperan di masyarakat di masa yang akan datang. Selain itu orang juga harus mampu menangani berbagai macam peralatan teknologi yang mereka pergunakan dalam kehidupan sehari-harinya. serta memecahkan persoalan teknologi dan memungkinkan mereka mengembangkan kemampuan teknologinya. merancang. Oleh karena itu para siswa memerlukan ketrampilan umum yang dapat diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan dan situasi di masa yang akan datang dimana pada saat ini perkembangan teknologi dimasa depan belum diketahui.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan kerangka pikir dalam pengembangan kurikulum dan bahan belajar PTD. Sebagai kesimpulannya. Tujuan-tujuan pendidikan secara umum Dimasukkannya pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum mempunyai manfaat bagi pendidikan secara umum. d. Terlebih lagi pelajaran tersebut dapat memberi sumbangan bagi pendidikan secara umum dengan cara memberikan kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan yang sangat diperlukan yang berpusat pada situasi kehidupan yang nyata. Dengan memusatkan pada pemecahan masalah-masalah yang nyata. 5. Selain itu pengembangan kurikulum PTD mendatang yang . Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) telah dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum inti pada pendidikan umum di banyak negara barat. Pendidikan teknologi secara alamiah mengembangkan kemampuan para siswa untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan nyata. Pendidikan teknologi dasar memberikan kesempatan yang amat baik untuk mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk dapat melakukan aktivitas produktif dimasa depan di dalam masyarakat teknologi yang berkembang dengan pesat dan dinamis. Pendidikan teknologi memberikan jalan untuk belajar dan mengembangkan ketrampilan yang secara umum. pendidikan teknologi dasar memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan suatu pandangan yang menyeluruh serta memadukan pengetahuan yang diperoleh dari berbagai disiplin dengan mengabaikan batasan-batasan yang bersifat artifisial. antara lain: sistem dan tujuan pendidikan dan kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia serta arah pembangunan masyarakat global. menumbuhkan pemikiran yang reflektif.kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan persyaratanpersyaratan yang berubah-ubah serta kemampuan untuk bekerja dalam tim. serta memelihara keterlibatan aktif para siswa dalam proses belajar mengajar. karena mereka merasa sangat memerlukan mata pelajaran tersebut untuk para siswa mereka sebagai persiapan yang memadai agar di masa depan dapat berperan di masyarakat serta sebagai orientasi pendidikan dan pekerjaan dimasa yang akan datang. Ruang lingkup PTD.

Bagan di atas menunjukan keterkaitan ketiga komponen dengan kurikulum berbasis kompetensi PTD. a. Dari domain teknologi akan menghasilkan kemampuan (kompetensi) dan sub kemampuan (sub kompetensi). pilar teknologi adalah apa yang diproses dan apa yang digunakan untuk memproses area teknologi. yaitu : 1) Teknologi konstruksi 2) Teknologi industri 3) Teknologi komunikasi dan informasi . Pilar teknologi akan menggambarkan hasil belajar dari setiap kemampuan atau sub kemampuan. sedangkan area teknologi akan meghasilkan tema-tema teknologi sebagai bahan kajian teknologi yang akan menurunkan bahan Belajar PTD. Area teknologi yang dipelajari di dalam PTD dapat digolongkan dalam 6 macam. yaitu area teknologi adalah apa yang akan dipelajari. Area Teknologi Area teknologi menyangkut berbagai teknologi sesuai dengan kebutuhan manusia.berbasis kompetensi (KBK) perlu diantisipasi. Keterkaitan Komponen-komponen PTD Komponen lain yang paling penting ada tiga. (perhatikan diagram berikut ini) PILAR/ UNSUR TEKNOLOGI DOMAIN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR AREA TEKNOLOGI Komp KOMPETENSI DSR HASIL BELAJAR INDIKATOR HASIL BELAJAR Silabus TOPIK KEGIATAN BELAJAR KOMPETENSI DSR HASIL BELAJAR INDIKATOR HASIL BELAJAR BAHAN BELAJAR/ MODUL Diagram-1. Domain PTD adalah apa yang menjadi dasar pengembangan kemampuan siswa.

Yang dimaksud dengan ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut: 1) Materi. tetapi selain memberi keuntungan yang sangat besar dalam dunia teknologi. maka materi atau bahan ini menjadi salah satu pilar dari pengembangan teknologi 2) Energi. artinya tanpa ada energi produk . Pilar Pendidikan Teknologi Dasar Pilar teknologi yang berkaitan dengan apa yang diolah dan diproses di dalam area teknologi mencakup 3 komponen. plastik juga kalau tidak dikelola dengan baik meninggalkan limbah yang berbahaya bagi manusia Oleh karena itu meteri adalah salah satu pilar dalam program Pendidikan Teknologi Dasar. Materi atau bahan yang pada saat ini digunakan langsung dalam proses belajara mengajar PTD adalah bahan logam. Materi atau bahan selain menjadi komponen dasar kajian juga menjadi kebutuhan untuk pembuatan produk teknologi sederhana dalam proses belajar mengajar PTD. dan kertas. pada saat ini hal itu sudah terjadi. yaitu : Materi.4) Teknologi transportasi 5) Teknologi enerji 6) Teknologi bio (termasuk di dalamnya teknologi pertanian dan lingkungan) b. kayu. apapun itu bentuk dan fungsinya maka produk teknologi itu memerlukan bahan. lebih ergonomis. Misalnya penggunaan plastik dan rekayasanya saat ini sangat mendominasi berbagai jenis produk teknologi. lebih ringan. Demikian pentingnya materi atau bahan di dalam membuat suatu produk teknologi. Materi atau bahan dalam suatu produk teknologi memegang peran yang penting serta merupakan wilayah yang dapat dijadikan inovasi dari produk teknologi tersebut. energi dan informasi. plastik. lebih efisien. dan sebagainya. Pemilihan penggunaan bahan dalam suatu produk teknologi dapat membuat produk teknologi tersebut mungkin menjadi lebih murah. Suatu produk teknologi. hal-hal yang tadinya tidak dapat kita percaya dapat digantikan dengan plastik. secanggih apapun produk teknologi tersebut tidak akan berfungsi tanpa ada energi yang memfungsikannya. Materi adalah bahan-bahan yang digunakan dalam suatu produk teknologi karena untuk membuat suatu produk teknologi.

pembuatan. maka informasi ini menjadi salah satu pilar dalam pengembangan teknologi. Misalnya suplai energi dalam suatu produk teknologi diupayakan sekecil mungkin. bahkan kalau memungkinkan cara merawatnya.teknologi itu menjadi tidak berguna dan hanya menjadi suatu benda yang tidak bermakna. selain berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi. kemampaun dan cara menggunakan atau mengoperasikan produk teknologi tersebut. 3) Informasi. buku yang berisi informasi itu disebut juga Buku Manual. sedemikian pentingnya energi dalam suatu produk teknologi maka energi dijadikan salah satu pilar pengembangan teknologi. lebih ergonomis. Domain Pendidikan Teknologi Dasar Ada tiga domain yang menjadi acuan dalam pengembangan kemampuan/ kompetensi yang harus dimiliki siswa setelah mempelajari PTD. fungsinya lebih baik. dan sebagainya. tetapi kinerja dan fungsi alat tersebut tidak berubah bahkan kalau bisa semakin baik. Sehingga dalam program Pendidikan Teknologi Dasar energi dan perubahannya menjadi bahan kajian dan sokoguru dari setiap topik program ini. Informasi itu harus menggambarkan keadaan. Artinya tanpa informasi. c. Energi baik dilihat dari kebutuhan produk teknologi tersebut akan suplai energinya maupun sumber energinya merupakan sesuatu yang dapat menjadi inovasi sehingga produk teknologi itu menjadi lebih murah. lebih murah. dan lebih efisien Oleh karena itu. yaitu : . produk teknologi itu juga membutuhkan informasi. baik pada saat perencanaan. Dengan demikian energi menjadi salah satu bagian yang sangat penting di dalam suatu produk teknologi. Sedemikian pentingnya informasi ini dalam suatu produk teknologi sehingga produk teknologi tersebut dapat difungsikan secara optimal. lebih ringan. alat tersebut menjadi lebih ringan. Pada saat ini rasanya tidak ada suatu produk teknologi mutakhir yang tidak memiliki buku yang isinya ber bagai informasi tentang produk teknologi tersebut termasuk bagaimana cara menggunakannya. maupun penggunaan produk tersebut. Selain materi dan energi. lebih ergonomis. produk teknologi itu fungsinya menjadi tidak optimal atau bahkan malah menjadi rusak.

lebih efektif. bekerja tematis. . Pada bagian ini para siswa belajar melalui pemecahan masalah tentang teknologi dalam hubungannya dengan masyarakat. dengan teknologi manusia dapat mengerjakan pekerjaannya lebih cepat. Para siswa diharapkan dapat menyadari bahwa teknologi sebagai suatu proses kegiatan yang dapat membuat sesuatu benda kerja yang dapat berfungsi dan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Domain C : Perancangan dan Pembuatan produk Teknologi. oleh karena itu terdapat hubungan yang erat antara teknologi dengan ilmu pengetahuan lain di masyarakat. Domain A : Teknologi dan Masyarakat.disamping menambah pengetahuan baru serta mengembangkan “sikap positif terhadap hasil teknologi". Pada bagian ini para siswa belajar tentang teknologi dengan praktek dan praktikum dengan metoda pemecahan masalah dan pendekatan sistim. dan melakukan kunjungan industri. dengan demikian terknologi dikembangkan pada prinsipnya adalah untuk mempermudah hidup manusia. Domain B : Penanganan Produk Teknologi. Dalam bagian ini para siswa belajar begaimana membuat produk teknologi berupa benda kerja yang dapat berfungsi dengan cara terlibat langsung dalam proses pembuatannya melalui proses PGBU (berPikir. alur produksi. Domain C : Perancangan dan Pembuatan Produk Teknologi Muara dari ketiga domain tersebut adalah peningkatan dan penajaman “Keterampilan berfikir” khususnya dalam bidang teknologi. yaitu manusia. dan mengUji) Mengacu pada acuan dan tujuan pengembangan teknologi. Para siswa dapat menggunakan produk teknologi dengan baik dan benar sesuai dengan fungsinya. baik berupa alat untuk memproduksi. sebagai kemampuan dasar untuk dapat hidup mandiri dan sukses di masa depan. lebih efisien. dan lebih bertenaga. maupun alat-alat ukur (instrumen) sehingga memberi kesempatan kepada para siswa untuk memahami kemampuan dan minatnya dalam bidang teknologi.Domain A : Teknologi dan Masyarakat. Teknologi sebagai suatu alat untuk memecahkan permasalahan manusia. Domain B : Penanganan produk teknologi. memBuat. mengGambar.

siswa mempunyai kesempatan untuk mengenal dunia teknologi dan memperoleh pengetahuan teknologi dan ketrampilan. Pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) di SMP Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) merupakan suatu studi atau kajian yang mengacu pada sains dan teknologi dimana siswa mempunyai kesempatan untuk mendiskusikan isu-isu tentang teknologi dan masyarakat. Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) lebih mengembangkan ketrampilan berpikir daripada ketrampilan vocational.Berikut ini adalah bangunan model pengembangan Pendidikan Teknologi Dasar di SMP. PROGRAM PTD DOMAIN PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR Teknologi dan Masyarakat Penggunaan produk Teknologi Pembuatan Produk Teknologi 6. Sesuai definisi yang dikemukakan oleh International Technology Education Association (2001). Disamping itu siswa juga belajar memahami dan menangani alat-alat teknologi dan menghasilkan atau membuat peralatan teknologi sederhana melalui aktivitas mendisain dan membuat. Dalam aktivitas pembelajaran PTD. PTD dapat meningkatkan sikap positif para siswa terhadap teknologi dan mempersiapkan mereka untuk menuju masyarakat teknologi. Pendidikan teknologi adalah : Suatu studi tentang teknologi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tentang proses dan pengetahuan yang berhubungan dengan teknologi yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan memperluas kemampuan manusia. Landasan pengembangan teknologi adalah manusia dan lingkungan manusia dimana didalamnya ada teknologi yang dapat dikelompokkan menjadi area-area teknologi. Dengan menggunakan tiga pilar yang ada serta domain 3. Ketrampilan . maka Pendidikan Teknologi Dasar itu dikembangkan.

Oleh karena itu kemampuan yang dikembangkan harus dapat menciptakan motivasi untuk belajar teknologi secara berkelanjutan. kreatif maupun inovatif dari pada ketrampilan kejuruan. agar siswa dapat terus meningkatkan kemandirian dan tanggungjawabnya sebagai pribadi dan anggota masyarakat. 1) Tujuan Umum Tujuan umum Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) pada SMP adalah menanamkan kesadaran dan kemampuan siswa tentang teknologi. walaupun tidak mengabaikan hasil produk. Tujuan Pendidikan Teknologi Dasar. hal ini semata-mata agar siswa dapat mengaplikasikan gagasannya. baik berpikir kritis. yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari dan masa depan peserta didik. mengembangkan sikap positif terhadap alat-alat teknologi sebagaimana kompetensi dasar untuk hidup dan berhasil di masa yang akan datang merupakan kunci dari PTD. dan menjadi dasar tumbuhnya kesadaran siswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hidupnya. a. kemampuan menilai karya teknologi dan hasil kerja mereka sendiri. Selain itu siswa pun memperoleh metode belajar secara mandiri dan terbiasa untuk mencari ilmu pengetahuan sendiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri. kemampuan merancang dan membuat produk teknologi dan sistem. memecahkan masalah teknik melalui pencarian berbagai macam solusi alternatif. mengaplikasikan pengetahuan. kemampuan mengambil keputusan. Ketrampilan berpikir teknologi dasar adalah kemampuan untuk mengakui suatu permasalahan. Jika dalam pelaksanaannya PTD menyangkut keterampilan kejuruan. Oleh karena itu PTD lebih berorientasi pada proses daripada produk. pengetahuan kontemporer. membuat keputusan. Kemampuan teknologi yang dikembangkan dalam PTD merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. . memecahkan masalah melalui pencarian berbagai macam alternatif jawaban. mengaplikasikan pengetahuan ke dalam situasi praktis. Dengan kata lain Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) lebih berorientasi pada proses. menguji dan mengevaluasi hasil kerja. Dengan demikian PTD lebih menekankan pada ketrampilan berpikir. Kompetensi-kompetensi dalam PTD diantaranya kemampuan untuk merasakan adanya masalah. mengkomunikasikan temuan/faktafakta baru. serta kemampuan bekerja secara tim. menemukan dan mengkomunikasikan fakta-fakta baru.berpikir.

1994). yang mencakup kemampuan memahami teknologi dan kemampuan untuk secara aktif terlibat dalam merancang teknologi (Kimbel dkk. yaitu : Tujuan khusus pertama Pendidikan Teknologi Dasar sebagai bagian dari pendidikan umum adalah untuk memberikan orientasi mengenai teknologi masa kini kepada siswa. PTD sebagai proses penyiapan warga negara.Beberapa batasan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) yang berbeda berdasarkan fungsinya adalah: (1). Juga memahami pengembangan teknologi lanjut. PTD sebagai penyaiapan tenaga kerja. Perhatian diberikan pada pengembangan kemampuan teknik. PTD sebagai proses pembentukan pribadi. (3). Jadi fokus PTD adalah pada mempelajari teknologi dan merancang teknologi. para siswa mengembangkan pemahaman tentang proses dan kerja produk teknologi yang lebih dalam dan luas. (2). PTD memungkinkan mereka memperoleh wawasan tentang . 2) Tujuan Khusus Tujuan khusus PTD sebagai bagian dari pendidikan umum adalah memberikan pandangan tentang teknologi bagi semua siswa dan bagaimana siswa memperlakukan produk-produk teknologi. Dengan mempelajari prinsip-prinsip konstruksi dan pengembangan teknologi. Tujuantujuan yang lebih khusus dari kedua fokus PTD diuraikan di bawah ini a) Mempelajari teknologi: berorientasi terhadap teknologi masa kini Tujuan khusus yang berorientasi terhadap teknologi masa kini terdiri atas tiga hal. Dalam PTD para siswa dilatih untuk memahami aspek-aspek teknologi yang penting agar dapat memahami budaya kita dengan benar. (4). PTD ditujukan untuk mempertajam pemahaman siswa terhadap proses teknologi dan membuat mereka mampu menangani berbagai produk teknologi yang ada diseputar mereka sehari-hari. PTD sebagai proses transportasi budaya. 1996). Dengan merancang teknologi siswa memperoleh wawasan tentang tahapan yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan teknologi dan menggunakan bahan dan alat dalam pembuatannya. yang diperlukan juga untuk pekerjaannya dimasa yang akan datang di dalam masyarakat (Ploegmakers dkk. Para siswa harus memperoleh pengetahuan dan mengembangkan pemahaman tentang produk-produk dan proses teknologi yang ada di dalamnya.

fenomena fisik dan pola-pola dalam sistem dan produk teknologi. Mereka harus ditantang unjtuk menjelaskan kebenaran pilihan-pilihan mereka dan menyampaikan pendapat pribadi mereka mengenai hasilhasil yang berhubungan dengan teknologi (Conway dan Riggs. 1996). Para siswa harus belajar bagaimana berhubungan dengan sistem-sistem dan produk-produk teknik secara aman dan bersifat teknologis. Tujuan khusus kedua PTD adalah para siswa harus mengetahui hubungan yang dekat antara teknologi dan masyarakat (Ploegmakers dkk. Dalam hal ini pemahaman dan kesadaran terhadap dampak dan proses teknologi tidaklah cukup. 1994). 1994). Tujuan khusus ketiga. Keterlibatan secara aktif ini membolehkan siswa mengembangkan wawasannya dalam . Para siswa harus memperoleh wawsan mengenai implikasi sosial dan arti pengembangan teknologi serta mengembangkan pemahaman tentang pikiran pengembangan yang berkelanjutan. memberi perhatian. kesehatan dan ergonomi (lingkungan kerja yang baik). Para siswa harus mampu mempertanyakan rasional dan esensi utama dibalik suatu teknologi Mereka harus diberi kesempatan untuk menilai. 1994. komitmen dan kepercayaan yang mendasari suatu perbedaan nilai dan pendapat. 1996). b) Merancang Teknologi Tujuan PTD sebagai bagian dari pendidikan umum adalah untuk memungkinkan para siswa dapat mengatasi makin bertumbuhnya masyarakat teknologi kita. 1994. Kimbell dkk. dimana konflik faktor-faktor dan nilai-nilai harus dipertimbangkan. Ploegmakers dkk. 1994. Kimbel dkk. Teknologi melibatkan banyak sekali pembuatan keputusan. 1996). Para siswa sebaiknya juga memperoleh wawasan tentang langkah-langkah yang harus diikuti di dalam memecehkan masalah teknologi dan secara aktif terlbat dalam aplikasi teknologi dan proses perancangan teknologi (Eggleston. serta memahami bagaimana bagaimana teknologi dapat memenuhi semua persyaratan lingkungan.. Siswa harus mampu menggunakan peralatan yang ada secara efektif dan meningkatkan serta memperpanjang masa penggunaan produk-produk yang ada dalam kehidupan mereka sehari-hari (Kombel dkk. para siswa harus didorong untuk mengembangkan sikap kritis terhadap teknologi (Conway and Riggs.

sistem penyediaan air. dan informasi. sistem pendingin.penggunaan bahan dan alat. Berorientasi pada teknologi masa kini Pertama-tama Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) sebagai bagian dari kurikulum pendidikan umum. Suatu sistem teknik. Menggunakan pendekatan sistem merupakan pilihan yang baik untuk mengembangkan wawasan ini. Para siswa menjumpai banyak teknologi. sebaiknya memberikan gambaran yang baik tentang teknologi masa kini. Penekanannya adalah pada pembentukan pemahaman tentang bagaimana sistem-sistem tersebut berfungsi. Di dalam sistem-sistem tersebut input-input diproses menjadi output tertentu. Pendekatan sistem dapat membantu cara berpikir siswa terhadap proses teknologi yang termasuk ke dalam sistem keteknikan. ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan. dan sebagainya. energi panas sampai pesawat terbang (Hutchinson & Karsnitz. Mengembangkan wawasan siswa tentang fungsi-fungsi suatu sistem yang mereka jumpai di dalam kehidupan mereka sehari-hari merupakan salah satu tujuan utama pendidikan teknologi. Kegiatankegiatan merancang teknologi merupakan suatu alat untuk mendukung pemahaman siswa tentang teknologi dan bagaimana menghadapi produk-produk teknologi. serta menggunakan peralatan teknologi di dalam kehidupan mereka sehari-hari. 7. Energi. sistem alarm. misalnya sistem pemanas sentral. 1994). harus mempunyai kurikulum yang dinamis . Di dalam menentukan pilihan muatan yang relevan untuk pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum. sedangkan outputnya berkisar antara lain produk-produk nyata seperti pensil . Para siswa sering tidak menyadari akan keterlibatan proses teknologi di dalam setiap sendi kehidupannya. Teknologi merupakan suatu bidang ilmu dan konsep yang luas dan mendalam. (3) Harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali kemampuan dan minat masing-masing individu. Berbagai input di dalam suatu sistem meliputi : materi. yaitu : (1) harus berorientasi pada kenyataan teknologi masa kini. a. demikian pula pemahaman yang mendalam tentang proses teknologinya. Banyak masalah dan produk teknologi yang dapat diuji di dalam pendidikan teknologi dasar. Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) sebagai bagian dari pendidikan umum. Memilih materi Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). menggunakan banyak sistem teknologi. (2) harus disesuaikan dengan lingkungan dan pengalaman siswa.

tetapi sekarang banyak orang tidak dapat bekerja tanpa telepon genggam tersebut. sehingga dapat mendorong motivasi mereka untuk belajar. Dari teori psikologi pendidikan hal ini diketahui bahwa para siswa lebih termotivasi untuk belajar jika mereka diberi tugas-tugas perseorangan yang bermanfaat bagi dirinya. Lingkungan dan keadaan siswa dapat juga berbeda dalam satu negara. Para siswa juga dapat mengalami dan memandang lingkungan mereka dengan cara pandang yang berbeda-beda. Mengijinkan para siswa menggali minat mereka sendiri berarti kurikulum teknologi harus menarik bagi siswa baik putra maupun . c. sedangkan sekolah lainnya terletak di bagian kota metropolitan dengan daerah industrinya yang luas. dan dengan demikian dapat merangsang mereka untuk mengembangkan suatu sikap positif terhadap teknologi. telepon genggam. Misalnya. b. Satu sekolah dapat terletak di daerah pedesaan.yang harus terus menerus disesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini. Disesuaikan dengan pengalaman dan lingkungan siswa. karena minat siswa dapat berubah dan berkembang bersamaan dengan berlalunya waktu. kalaupun ada mahal sekali. karena perkembangan teknologi ini berubah dengan cepat. merupakan hal penting memiliki wawasan tentang minat siswa tentang teknologi. pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan teknologi harus bersifat luwes dan dinamis yang siap berubah seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kesempatan untuk menelusuri minat dan kemampuan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) memberi siswa kemungkinan untuk mewujudkan minatnya. Oleh karena itu. Kurikulum teknologi seharusnya dibuat sefleksibel mungkin mengikuti perkembangan yang akan datang dan alatalat yang dapat dibicarakan. Fokus dari materi pendidikan teknologi harus pada produkproduk teknologi yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari siswa dan pada konteks yang akrab dengan siswa. hal ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar teknologi. Pendidikan teknologi dapat membuat siswa pada lingkungan yang berbeda dengan mempertimbangkan akan perkembangan pengalaman utama dan persepsi mereka terhadap teknologi. beberapa tahun yang lalu belum ada. Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) sebagai bagian dari pendidikan umum sebaiknya disesuaikan dengan pengalaman dan lingkungan para siswa.

mereka juga sedikit kurang percaya diri dan sedikit kurang minat terhadap teknologi. dan pengalaman para siswa secara individual. pendidikan teknologi dasar sebagai bagian dari pendidikan umum harus diselaraskan dengan perkembangan teknologi mutakhir dan disesuaikan dengan minat. dalam arti pembelajaran program PTD berjalan sesuai dengan yang diprogramkan. SMP Hang Tuah Makasar. Program PTD dapat berjalan dengan baik di sekolah ujicoba. yaitu: SMP Al-Kautsar Bandar Lampung. dan SMP Santa Theresia Ambon. Pada tahap awal pengembangannya dilakukan di Direktorat Sekolah Swasta bekerja sama dengan Pemerintah Belanda. lingkungan. D. Guru-guru PTD yang telah dilatih memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menerapkan pembelajaran program PTD d. Program PTD dapat diterima dengan baik di sekolahsekolah ujicoba.putri. Sebagai ujicoba dipilih 4 sekolah Swasta. memang terdapat perbedaan dalam cara siswa putra dan putri di dalam mengalami pendidikan teknologi. SMP Taruna Bakti Bandung. Kajian yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum Belanda (SLO) terhadap pelaksanaan program PTD di Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan indikator antara lain sebagai berikut: a. Oleh karena itu pengembangan kurikulum pendidikan teknologi dasar merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan dinamis. c. Umumnya siswa putri memiliki sedikit kurang pengalaman terhadap teknologi. b. . Pada tahap ini program Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) mulai dikembangkan di Indonesia. Hal ini berarti kurikulumnya harus bersifat luwes dan selalu mengacu pada perkembangan teknologi mutakhir. Seluruh stake holders di sekolah ujicoba program PTD dapat menerima dan mengembangkan PTD. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. yaitu: Tahap Pertama. Pengembangan program PTD di SMP Program Pendidikan Teknologi Dasar di SMP di Indonesia dikembangkan sejak tahun 1997 dan sampai dengan tahun 2008 terdiri dari lima tahap pengembangan. Kesimpulannya.

c. c. Hasil kajian terhadap 29 SMP ujicoba PTD dihasilkan informasi sebagai berikut: a. dan sekolah ujicoba tahap kedua sangat antusias mengembangkan program PTD. Sekolah dan seluruh stake holders merasakan manfaat dari program ini. Orang tua siswa. Manajemen sekolah. Kemampuan guru-guru PTD dalam mengelola pembelajaran cukup baik. Program PTD di sekolah ujicoba tahap pertama masih berjalan dengan baik. anatar lain: a. Yayasan. Tahap Ketiga Tahap ketiga merupakan tahap selanjutnya pengembangan program PTD di sekolah-sekolah swasta. pada tahap pengembangan program PTD tahap ketiga ini dilakukan pada 15 sekolah yang lain yang tersebar di beberapa provinsi. Beberapa sekolah. e. Kajian umum yang dilakukan terhadap ke 29 SMP ujicoba PTD pada awal tahun 2003 menujukkan hasil sebagai berikut: a. khususnya belajar PTD cukup tinggi.Tahap Kedua Berdasarkan hasil kajian tersebut. maka pada tahun 2000 program PTD dikembangkan pada 10 sekolah yang lain yang tersebar di beberapa provinsi. Pada pengembangan program PTD tahap kedua ini dilakukan dengan dana rupiah murni (APBN). Motivasi anak untuk belajar. d. Guru PTD memiliki kebanggaan sebagai guru PTD. Kajian yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap sekolah ujicoba tahap pertama dan tahap kedua mmenujukkan hasil yang memuaskan. khususnya sekolah ujicoba PTD tahap-1 dan tahap-2 sudah tidak memperoleh bantuan dari . d. bahkan sangat mendukung pelaksanaan program ini di sekolahnya masing-masing. b. b. Atmosfer akademik sekolah meningkat secara signifikan. Tahap ke empat. dan siswa 100 % mendukung pelaksanaan program PTD. Seluruh sekolah (100%) masih menyelenggarakan program PTD dengan baik. Tahap ketiga dikembangan pada tahun 2001. hal ini dilakukan berdasarkan hasil kajian dan analisis dua tahap sebelumnya. Seluruh bantuan kepada sekolah ujicoba dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan program PTD. Dari tiga tahap pengembangan program PTD maka terdapat 29 sekolah ujicoba program PTD.

Siswa sebagai pusat pembelajaran sangat senang belajar PTD Berdasarkan hasil kajian tersebut makan Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama (Dit. tetapi pada sekolah-sekolah tersebut 98 % masih menyelenggarakan program PTD dengan baik sesuai dengan program tujuan awal pengembangan program PTD. Peralatan pendukung program PTD masih utuh. Kajian teoritis pentingnya diperkenalkan pendidikan teknologi sedini mungkin untuk mempersiapkan SDM Bangsa Indonesia yang unggul dalam rangka menyongsong era globalisasi. e. 2. teknologi merupakan salah satu ciri keinternasionalan suatu sekolah maka pendidikan teknologi diintegrasikan dalam kurikulum 2006 plus kedalam mata pelajaran TIK. c. b. antara lain sebagai berikut: a. d. PLP) pada tahun 2003 mengembangkan program PTD pada 10 SMP Negeri di beberapa provinsi. Kajian empiris pada beberapa kurikulum pendidikan dasar di beberapa negara menujukkan bahwa memperkenalkan teknologi secara dini kepada anak-anak merupakan bagian dari kurikulum inti mereka. Kemajuan teknologi di segala bidang yang sangat pesat dewasa ini. Kajian-kajian yang telah dilakukan pada 39 sekolah ujicoba program PTD menujukkan hasil yang positif. layak digunakan untuk pembelajaran. bahkan beberapa sekolah menambah peralatan tersebut dengan swadaya. Intersitas keterlibatan teknologi terhadap manusia Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. d. Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut makan sejak tahun 2007. b. Pada beberapa sekolah metodologi pembelajaran program PTD di sekolah ujicoba berimbas pada mata pelajaran lain.Pemerintah Pusat. ini merupakan pertama kali program PTD di kembangkan di SMP negeri Tahap ke Lima Pengembangan program PTD tahap kelima dilakukan pada tahun 2006 dan implementasinya ke sekolah dilakukan pada tahun 2007 didasarkan atas beberapa alasan. c. Dokumen Pengembangan dan Implementasi program PTD SMP .

Mekanisme pelatihan guru l. . Standar Kompetensi Mata Pelajaran.. Dengan demikian untuk SBI dan RSBI. PUSKUR. UM. Pedoman Penyusunan RPP. UI. tetapi struktur kurikulum SMP yang ada tidak memungkinkan pengembangan mata pelajaran baru dan menghilangkan mata pelajaran yang ada maka Pendidikan Teknologi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada yaitu TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Pada awalnya pengembangannya. k. Hasil dari telaahan para pakar tersebut digunakan untuk memperbaiki dan melengkapi dokumen-dokumen yang ada sehingga menjadi lebih lengkap dan lebih baik Sesuai dengan pengembangan sekolah bertaraf internasional dimana program Pendidikan menjadi salah satu ciri keinternasionalan. antara lain Perguruan Tinggi antara lain: ITB. UPI. ITS. b. buku guru dan buku teori) terdiri dari 17 modul. g. h. Dinas Pendidikan Provinsi mengembangkan dan mengimplementasikan program Pendidikan Teknologi Dasar. Pemerintah telah menghasilkan berbagai dokumen sebagai beriku: a. Panduan Penyelenggaran program PTD. P3G Teknologi Bandung. Bahan ajar PTD (Modul yang terdiri dari buku kerja siswa. dokumen kurikulum dan perangkatnya untuk mata pelajaran TIK di kaji ulang dimana Pendidikan Teknologi masuk di dalam nya. P3G IPA. UNESA. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Model Kurikulum PTD. pada tahun 2006 Direktorat Pembinaan SMP mengkaji ulang dokumen-dokumen tersebut dan menyesuaikannya dengan kurikulum 2006. P3G Pertanian Cianjur. dan UNIBRAW. Panduan Pengembangan program PTD j. d. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar c. GAMA. e. f. dokumen-dokumen tersebut mengacu pada kurikulum tahun 1994. Standar Sarana dan prasarana pembelajaran PTD.Selama pengembangan dan implementasi program Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) mulai dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2008. Buku Konsep PTD. Kurikulum dan materi pelatihan guru Dokumen-dokumen ini dikembangkan untuk membantu sekolah-sekolah. i. dan BPPT. Pedoman Penyusunan Silabus. Selain itu dekomen-dokumen tersebut telah dikkaji dan ditelaah oleh para ahli dari berbagai instituasi.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. PTD telah mulai dikembangkan dan diimplementasikan di Sekolah Dasar (SD) oleh Direktorat Pembinaan TKSD.E. Pembelajaran yang berpusat pada konteks nyata (kontekstual). latar belakang psikologis. Hal ini dapat membuat pendidikan menengah lebih menarik serta lebih menggugah minat para siswa. siap tidak siap. masyarakat. . bahkan intensitas keterlibatan teknologi dalam kehidupan manusia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Suka tidak suka. Dengan demikian PTD dapat meningkatkan relevansi pendidikan terhadap tuntutan dunia kerja. Pada sisi lain teknologi sangat akrab dengan anak-anak serta sangat disukai oleh mereka. lebih bermanfaat. b. karena mereka dapat langsung dan lebih mudah menerapkan apa yang telah mereka ketahui dalam kehidupan sehari-hari. mau tidak mau. Bahkan sejak tahun 2002. Kesimpulan. lebih responsif terhadap kebutuhan di dunia kerja. PTD di dalam dapat membuat pendidikan menjadi lebih sesuai. Program PTD dapat di replikasi dan dikembangkan pada sekolah-sekolah lain. Hal ini sesuai dengan cara teknologi dikembangkan dan diterapkan serta akan memungkinkan para siswa menjadi warga negara yang memiliki pendapat dan gagasan tentang teknologi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Teknologi pada saat ini dan saat yang akan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. c. Penguasaan substansi teknologi sangat diperlukan oleh setiap manusia. Pendidikan Teknologi Dasar dapat memberdayakan para siswa untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. bahkan suatu bangsa untuk dapat berperan aktif dalam era globalisasi. serta latar belakang empirik yang telah dikemukakan diatas menunjukkan bahwa program Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) di SMP memiliki cukup fakta bahwa: a. teknologi akan hadir dalam setiap saat kehidupan manusia. anak bisa berlama-lama memainkan teknologi bahkan mungkin sampai lupa waktu Latar belakang teoritis. Dengan kata lain Pendidikan Teknologi Dasar layak dikembangkan dan dimasukkan dalam kurikulum inti pendidikan menengah pertama.

dan kemampuan dasarnya dalam bidang teknologi. Pasal 37 ayat (1) huruf (i). 11 Pendidikan Teknologi Dasar. Memperhatikan alasan-alasan utama tersebut di atas. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 7 ayat (4). kedudukan PTD di dalam kurikulum Pendidikan Menengah Pertama adalah beridiri sendiri sebagai mata pelajaran No. . PTD sejajar dengan mata pelajaran Keterampilan/TIK. c. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi serta muatan lokal yang relevan. Dengan pertimbangan bahwa lulusan SMP disiapkan untuk melanjutkan pendidikan. menyebutkan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah wajib memuat keterampilan/kejuruan. Kegiatan pembelajaran PTD dilaksanakan antara 2-4 jam pelajaran yang terjadwal secara reguler setiap minggunya. Selain itu juga PP RI No. atau bentuk lain yang sederajat dilaksanakan melalui muatan dan/ atau kegiatan bahasa. matematika. Sebagai kurikulum inti pilihan. bakat. b. ilmu pengetahuan sosial. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Setidak-tidaknya. yaitu mata pelajaran yang dikembangkan sekolah dengan mengambil kelebihan alokasi waktu 2-4 jam pelajaran. keterampilan/kejuruan. mata pelajaran yang tepat untuk memenuhi tujuan tersebut adalah mata pelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). maka pendidikan kejuruan yang diberikan di jenjang SMP harus berbasis luas (broad-based) agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan minat. Rekomendasi Rekomendasi yang dapat dikemukakan berdasarkan paparan diatas adalah sebagai berikut: a. sehingga struktur kurikulum SMP diusulkan menjadi: 10. Idealnya PTD sebagai mata pelajaran ke sepuluh yang di dalamnya telah mencakup Keterampilan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. PTD sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum inti pilihan pada pendidikan menengah pertama di Indonesia. Berdasarkan pandangan di atas. ilmu pengetahuan alam. menyatakan bahwa kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB/ Paket B.2. Keterampilan/TIK/Pendidikan Teknologi Dasar.

Educaplan. sehingga gurunya pun adalah guru mata pelajaran. 2. Seorang guru mata pelajaran PTD seharusnya berlatar belakang pendidikan D4/ S1 PTD. D F. keberlanjutan akan tetap terjaga apabila kegiatan monitoring dan evaluasi serta sosialisasi oleh pemerintah pusat dan daerah terhadap implementasi dan pengembangan PTD dilakukan secara teratur. Agar penyediaan guru dapat dilaksanakan dengan lebih baik.5. Weber. Selanjutnya didukung dengan kebijakan nasional yang tegas mengenai rintisan PTD hingga ke tingkat kota/kabupaten. Sebagai sebuah mata pelajaran baru dengan guru bidang studi baru. Gifted Education a Comprehensive View. penyelenggaraan PTD akan lebih mantap. . M K & Kirby. The Netherlands.PTD diberikan kepada seluruh siswa mulai dari kelas satu hingga kelas tiga. d. Perluasan implementasi PTD di tingkat kota/kabupaten perlu didukung dengan kebijakan partisipatif pemerintah daerah antara lain melalui alokasi dana APBD. e. Pelatihan guru PTD dapat dirancang secara dinamis dengan memperhatikan aspek efektivitas dan efisiensi. Akan tetapi karena belum ada satu LPTK pun yang membuka program studi PTD. Selain itu. Pelatihan dapat dibuat lebih efisien dengan desain pelatihan yang padat yang dilaksanakan di beberapa pusat pelatihan. 1997. Pelatihan guru PTD yang selama ini dilaksanakan 3 kali dengan lama masing-masing 2. Enschede. maka pengadaan guru PTD dilakukan melalui pelatihan. Basic Technology Education (BTE) Curriculum Indonesia. Little Brown & Co. 1986. PTD adalah sebuah mata pelajaran. DAFTAR PUSTAKA 1. maka kedalaman dan keluasan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PTD akan sangat mempengaruhi lama waktu pelatihan. dan 1 bulan. Kitano. Kennisspecialisten. perguruan tinggi perlu menyelenggarakan pendidikan guru PTD pada jenjang D4/S1. 1. Canada. Keberlanjutan (sustainability) program PTD sangat mungkin diwujudkan apabila kedudukan PTD di dalam struktur kurikulum SMP minimal seperti yang kami usulkan. Ruud.

Jakarta 1997 5. Semiawan. 18. Jack R & Wallen Norman E. …………. John. 1991. Second Edition. Ibrahim. Lokakarya Nasional Pembelajaran IPA.3. 1989. 12. 1993. 1977. Pendidikan Teknologi Dasar. 6. Ditjen Dikti. E D. 1982. Dahar. Bandung. New York. Bandung. 4. Pembelajaran IPA SLTP Sebagai Wahana Pendidikan Umum. Multiple Regression in Behavioral Research. M Djamil. 10. Mc Graw-Hill. Fraenkel. Soepangkat. 9. Colledge Division. SSEP. 1994. Ltd. Puskur. New York. 17. Little Brown. London. Implementasi Pelaksanaan Kurikulum 1994. Soekamto. Jakarta. Charles Griffin and Company. Slimming. 15. David. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 14. New York. Achmad A. Boston. William E. Evans. 1998 7. Jakarta. GBPP SLTP. Psychology for Teacher and Student. Makalah. Dimensi Kemampaun yang Dituntut dari Tenaga Kependidikan Berkenaan Dengan Perkembangan IPTEK dan UUSPN No. Penerbit Erlangga. The Cognitive Psychology of School Learning. J A & Quenouwille M H. 8. Creative Thinking. Ekaperimen : Disain and Analysis 2nd ed. Teori-Teori Belajar. Rinehart and Winston. Depdikbud. 1985. Hinduan. James R.2. Gagne. 1998. 1991. How to Design and Evaluate Research in Education. . 1998. GBPP SLTP. 1996. Toeti & Winataputra. 1981. Inc. 16. …………. Ratna Willis. South-Western Publishing Co. Hariadi P. Lokakarya Nasional Pembelajaran IPA. Cincinnati. Draft 07 Depdikbud. 1999. Pedhazur Elazar J. Worell. Udin S. Depdikbud.. 13. Kurikulum Berdiferensiasi. Mc Graww-Hill Book Co. Kurikulum 1994 IPA Pendidikan Dasar dan Menengah : Peluang dan Kendala. Judith & Stiwell. Conny R. Teori Belajar dan Modelmodel Pembelajaran. Holt. 1993. Jakarta.

(1997). Penerbit Kanisius. Association for Supervision and Curriculum Development. 1998.19. Vol. Prof. 28. Prof. at all. Arthur L. 22. Dikbud. A Bell & Howell Company. 27. Dedi (1994). USA. Rohandi. Bandung. Meeker. Vol. Journal Research in Science & Technological Education. I. 14. Dlamini Betty. 20. 2. Supriadi. 30. Sumaji. Merrill Publishing Company. 2. Models of Teaching. Dave & Lyle Sue. 1994. Columbus.Ir. Dimensi Pendidikan IPA dan Pengembangannya Sebagai Ilmu. Mary Nacol (1969). 26. Handley. Yogyakarta. Charles E. dalam Analisis Permasalahan Kurikulum 1994 dan Elaborasi Kemampuan dasar Peserta Didik.Dr. Made. Universitas Sanata Dharma. (1996). The Structure of Intellect. 1999. 1996. Kreativitas. 20 (3). 1996. Journal of Research in Science Teaching. Teori dan Praktek. Model Bimbingan Peningkatan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Umum. Pusbangkurandik. Robert E. Bruce & Weil. No. Profil Pembelajaran MIPA di Sekolah. F (1997). Virginia. Defining Science Education As A Dicipline (Editorial). Winarno F. Boston. PPS IKIP Bandung. R dan Sinaradi. Max G. Journal Research in Science & Technological Education. Developing Mind : Resource Book for Teaching Thinking. 23. 25. Remaja Rosdakarya. 1986. Allyn and Bacon. Dr. Yager. 29. Kebudayaan & Perkembangan Iptek. Ruindungan. . JICA-IMSTEP. Disertasi. Joyce. IKIP Bandung. 31. Ohio. Bandung. Penerbit Alfabeta. Pendidikan Sains yang Humanistis. Ditjen Dikti. Liked and Disliked Learning Activities : Respon of Swazi Student to Science Material With a Technological Approach. Costa. Its Interpretation and Uses. Marsha (1992). Sukmadinata. No. 24. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. Pengembangan Kurikulum. Padri.G. Penerbit PT. 14. 21. Balitbang. Pupils Perceptions of Design and Technology : a Case-study of Pupils in South Wales. Nana Syaodih. March 1983.

(1983). 1999. J. Z. (1977). Rahmani Astuti (1993).U. 37. Brata): Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. . 35. Munandar. Dissertation. 33. Creativity and Education. A.b. Bandung: Mizan. Undang-undang RI No. Megatrend Asia: Delapan Megatrend Asia yang Mengubah Dunia. Hlm. Inkeles. Dinamika Pertumbuhan. Jakarta. Naisbitt. S. (Alih bahasa oleh Danan Triyatmoko dan Wandi S. Bandung: Fokusmedia. London: Croom Helm. Educational Technology Nopember-Desember 1999. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional ) 2003Beserta Penjelasannya. 36. dalam Myron Weiner (Ed). The Future of Muslim Civilization. Tidak diterbitkan.C. Preparing the 21st Century Worker: The Link Between Computer-Based Technology and Future Skill Sets. J. Fakultas Psikologi. Galbreath. 34. Rekayasa Masa Depan Peradaban Muslim. UI. 14-22. 1995. “Modernisasi Manusia”. Sardar. Modernisasi. A.32. (1979).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful