P. 1
buku_BIUS2009

buku_BIUS2009

|Views: 335|Likes:
Published by Nur Chamidah

More info:

Published by: Nur Chamidah on Sep 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

Beasiswa

ITB
Untuk
Semua
Tim Penyelenggara
Beasiswa ITB Untuk Semua
Laporan Tahunan 2009
1
0 2 9
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
www. i t bunt uksemua. com
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
www. i t bunt uksemua. com
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
Program ITB Untuk Semua bermula dari kesadaran bahwa perguruan tinggi, terutama
sejak era Badan Usaha Milik Negara menuntut universitas lebih mandiri dalam pen-
danaan, semakin tak terjangkau oleh kalangan kurang mampu. Karenanya, fungsinya
sebagai sarana pergerakan vertikal (sosial dan ekonomi) tak berjalan baik. Akses
anak-anak terpandai dan berjiwa pemimpin dari kalangan ekonomi lemah untuk men-
dapat pendidikan universitas terhambat biaya, baik itu ongkos kuliah maupun uang
pendaftaran ujian. Bermula dari hambatan tersebut, banyak anak-anak berlatar be-
lakang ekonomi lemah kemudian memupus harapan untuk dapat kuliah.

Memberi kesempatan kepada anak-anak pandai dari keluarga tak mampu untuk ber-
sekolah hingga perguruan tinggi bukan masalah sederhana, berbagai tantangan mesti
diatasi. Kebanyakan anak-anak ini tak lagi berpikir untuk masuk universitas. Latar
belakang sosial telah memaksa mereka sadar diri untuk tidak bercita-cita muluk. Lalu,
kalaupun mereka terinspirasi masuk universitas, modal pendidikan sekolah menengah
umum yang dimiliki tak mencukupi untuk lulus ujian penerimaan. Selain belajar di se-
kolah, anak-anak dari keluarga mampu ditempa bimbingan belajar dengan fokus
memberi tips menaklukkan ujian masuk. Anak-anak pandai dari keluarga miskin hanya
bermodal pelajaran sekolah sulit bersaing.

Seandainya ”keajaiban” bisa membuat si anak miskin diterima di perguruan tinggi,
ia masih menghadapi masalah biaya. Meski tersedia banyak beasiswa, anak tersebut
tetap harus memiliki dana tambahan guna menopang hidup sehari-hari, membeli buku
dan sebagainya. Di luar masalah dana, anak ini menghadapi masalah penyesuaian
diri dengan lingkungan kampus dan kota metropolitan. Ia bisa jadi menghadapi ken-
dala untuk hidup sebagai minoritas di tengah pergaulan sosial dengan teman-teman
kuliah yang berasal dari keluarga berada.
Program ITB Untuk Semua diharapkan menjadi salah satu solusi terhadap persoalan ini.
Beasiswa ini bertujuan benar-benar memberi kesempatan kepada anak-anak pandai
dari keluarga berpenghasilan di sekitar Upah Minimum Regional untuk kuliah di per-
guruan tinggi terbaik di negerinya.
Berbeda dengan beasiswa yang telah ada sebelumnya, beasiswa ini tidak sekedar
membiayai mereka yang sudah diterima di ITB, melainkan juga mencakup upaya pen-
carian dan penjaringan calon mahasiswa tidak mampu dari berbagai daerah di seluruh
Indonesia. Program beasiswa ini juga tidak hanya menjamin biaya pendidikan selama
Pengantar
Ketua Tim Penyelenggara
Beasiswa ITB untuk Semua
iii
www. i t bunt uksemua. com
empat tahun, melainkan juga biaya hidup dan program-program guna mengasah soft
skill. Penerima Beasiswa ITB untuk Semua (BIUS) mendapat pelajaran pengembangan
diri dan wawasan. Juga, suntikan motivasi melalui berbagai ceramah inspirasional se-
cara berkala. Selain itu, mereka mendapat kesempatan memperluas wawasan dengan
kunjungan ke lokasi implementasi teknologi, melakukan kuliah kerja, dan sebagainya.
Diharapkan setelah lulus, para peserta program Beasiswa ITB untuk Semua dapat men-
jadi agen perubahan di daerah asalnya.
Di tahun 2009, yang merupakan tahun pertama program BIUS, kami menerima 3170
pendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Berdasarkan pada penilaian
terhadap prestasi akademis dan potensi kepemimpinan, 200 kandidat terbaik terpilih
untuk mengikuti ujian saringan masuk di Bandung. 40 mahasiswa diterima di ITB dan
lulus verifkasi keadaan ekonomi keluarga.
Dana beasiswa sejumlah Rp. 4.330.000.000 berhasil terkumpul, sebuah jumlah yang
cukup untuk membiayai 4 tahun program BIUS untuk 40 mahasiswa angkatan pertama.
Ungkapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan pada semua donatur pe-
rusahaan, perorangan dan kelompok yang telah berkenan memberikan donasi. Tanpa
dukungan para donatur, program ini tidak akan bisa terlaksana.
90 orang relawan terlibat mulai dari perencanaan program, penjaringan calon ma-
hasiswa, penggalangan donasi, pelaksanaan program bridging dan pendampingan.
Tanpa kerja keras para relawan, program ini tidak mungkin terlaksana dengan baik.
Untuk itu kami sampaikan penghargaan dan terima kasih sepenuh hati. Kerja sama
yang sangat baik ini telah membuat kerja bakti ini sangat berarti.
Semoga para penerima Beasiswa ITB untuk Semua berhasil menyelesaikan pendidikan-
nya dengan baik dan kelak bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi keluarga,
lingkungan sosialnya dan negara. Semoga pula program ini bisa berjalan setiap tahun,
dan semakin lama jumlah penerima nya semakin banyak.
Salam hangat penuh semangat.
Betti Alisjahbana
iv
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
www. i t bunt uksemua. com
Sambutan
Rektor
Institut Teknologi Bandung
Buku ini merupakan laporan pertangunggjawaban dari program “ITB Untuk Semua”,
yang sebagaimana ditunjukkan namanya, bertujuan memberi penegasan bahwa Ins-
titut Teknologi Bandung terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Secara khusus,
program ini menekankan bahwa meskipun pendidikan di perguruan tinggi teknik ter-
baik di Indonesia ini, dalam perjuangan untuk lebih mandiri dari semua segi termasuk
secara anggaran sesuai dengan penerapan statusnya Badan Hukum Milik Negara,
tetap berkomitmen menerima mahasiswa pandai dan berbakat pemimpin dari kelu-
arga kurang mampu secara ekonomi.
“Beasiswa ITB Untuk Semua” merupakan salah satu jawaban kreatif terhadap ang-
gapan bahwa pendidikan yang mahal menutup akses kepada sebagian besar anak
muda Indonesia. Melalui pemberian beasiswa penuh ini, ITB hendak meyakinkan semua
pihak bahwa, dengan keadaan awal tanpa dana, tetapi dengan kepandaian dan
kerja keras, anak muda Indonesia dapat meraih cita-cita pendidikan tinggi.
Program ini tak mungkin terlaksana tanpa kedermawanan para donatur, baik yang
menyumbang dalam nilai besar maupun kecil. ITB menghaturkan terimakasih yang tak
terhingga kepada perorangan, kelompok dan perusahaan yang telah mendonasikan
dana untuk keberhasilan program ini.
Ucapan terimkasih juga saya haturkan kepada para alumni ITB dan penyumbang lain-
nya yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk menjadi relawan yang melan-
carkan seluruh kegiatan ini, mulai dari proses rekrutmen, ujian hingga program bridg-
ing yang dilakukan di ITB. Kiprah para relawan menunjukkan bahwa solidaritas dan
kesediaan untuk terlibat masih tinggi di tengah masyarakat Indonesia. Keadaan ini
merupakan modal yang baik bagi pengembangan demokrasi di negara kita.
Akhir kata, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Penyelenggara Beasiswa
ITB Untuk Semua atas kerja yang sangat baik di tahun pertama ini.
Prof.Dr.Ir. Djoko Santoso, M.Sc.
vi
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
vii
Daftar Isi
Pengantar
Ketua Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua iii
Sambutan
Rektor Institut Teknologi Bandung vi
Daftar Isi vii
Institut Teknologi Bandung 01
ITB Untuk Semua 06
BIUS 2009 09
Penerima Beasiswa 13
Donatur 27
Relawan 35
BIUS dalam Kata-Kata Mereka Sendiri 39
Tim Penyelenggara 78
www. i t bunt uksemua. com
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
www. i t bunt uksemua. com
1
Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia—kare-
nanya memiliki sejarah panjang. Kampus di Jalan Ganesha, Bandung, itu berdiri pada
1920 sebagai Technische Hooge School (THS). Di kampus itulah presiden Indonesia
pertama, Soekarno, menyelesaikan studi dan meraih gelar insinyur dalam bidang tek-
nik sipil.
Pada masa penjajahan Jepang, THS berubah nama menjadi “Bandung Kogyo Daigaku
(BKD)”. Kemudian, pada masa kemerdekaan Indonesia, ia berubah nama lagi menjadi
“Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung”. Pada 1946, di masa perang kemerdekaan, STT
Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal Fakultas Teknik Univer-
sitas Gajah Mada.
Sementara STT Bandung pindah, di kampus Ganesha didirikan Faculteit van Technische
Wetenschap yang merupakan bagian dari Universiteit Van Indonesie. Ketika Belanda
mengakui kedaulatan Indonesia, pada 1949, fakultas tersebut berubah nama menjadi
Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dan merupakan bagian dari Uni-
versitas Indonesia. Pada 2 Maret 1959, ia secara resmi memisahkan diri dan menjadi
Institut Teknologi Bandung (ITB).
Prestasi
Didukung sejarah panjang, tradisi keilmuan yang kuat, tenaga pengajar berpendidikan
universitas terbaik di dunia, jejaring alumni yang berpengaruh, dan pasokan maha-
siswa terpandai; ITB merupakan salah satu universitas terbaik, di Indonesia maupun
Asia. Dalam survey Times Higher Education Suplement - Quacquarelli Symonds (THES-
QS), pada 2009, ITB menduduki peringkat 351 dari 5.000 perguruan tinggi di seluruh
dunia. Untuk tingkat Asia, ia berada di peringkat 80.
Di antara sesama sekolah engineering dan teknologi informasi, ITB berada di peringkat
80 besar dunia. Di bidang ilmu pengetahuan alam, ia berada di posisi 153, dan di
bidang ilmu hayati dan biomedecine, di peringkat 264.
Institut Teknologi Bandung
2
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
Dalam ujian nasional penerimaan mahasiswa baru,
ITB senantiasa selalu mendapat mahasiswa dengan
rata-rata nilai ujian terbaik. Pada 2009, nilai rata-
rata mahasiswa yang diterima di kampus Gane-
sha adalah 92,54. Posisi teratas ITB ini tak pernah
goyah sejak pertama kali dilakukan perbanding-
an, pada 1989.
Selain memiliki pencapaian akademis yang tinggi,
para mahasiswa ITB juga menonjol dalam berba-
gai perlombaan ilmiah. Prestasi terbaru adalah
keberhasilan memborong hampir semua gelar
juara dalam Olimpiade Sains Nasional Perguruan
Tinggi Indonesia (OSN FTI) Pertamina 2009. Juara
bidang fsika diraih Andhika Putra (peringkat per-
tama), Firmansyah Khasim (kedua) dan Radius Na-
gassa SSD (ketiga). Sedangkan di bidang mate-
matika, R Akbar WK menjadi peringkat pertama
dan Hendra HC di peringkat kedua. Untuk bidang
kimia, para pemenang adalah Boanerges Thendi
Surya (juara pertama), Citra Deliana (kedua), dan
Aulia Sukma (ketiga). Praktis, 8 dari 9 gelar diraih
mahasiswa ITB.
Selain itu, tim ITB menjadi juara pertama Micro-
soft Imagine Cup 2009 yang diadakan di Kairo,
Mesir, pada 3-7 Juli 2009. Tim ITB; yang berang-
gotakan David Samuel, Doddy Dharma, Dominukus
Damas dan Samuel Simon; mengalahkan lebih dari
300.000 mahasiswa dari 100 negara yang ikut
serta dalam kompetisi tersebut.
Sebelumnya, Astarina Maulida , mahasiswi Sekolah
Bisnis dan Manajemen (SBM), yang tergabung
dalam READY Team Indonesia, berhasil meme-
nangkan kompetisi P&G ASEAN Business Chal-
lenge 2009. Kompetisi yang dilaksanakan pada
31 Maret - 3 April 2009 itu merupakan program
rutin P&G yang bertujuan mencari mahasiswa ber-
prestasi.
Sistem Pendidikan
Pendidikan di ITB diarahkan kepada Learner Cen-
tered Education (LCE). Berbagai inovasi pembe-
lajaran dilaksanakan untuk mengubah paradigma
pendidikan yang berpusat pada dosen menjadi
LCE.
Sistem pendidikan di ITB terdiri dari tiga tahap
atau strata, yaitu:
• Sarjana atau Strata-1 (S1) yang dirancang se-
lesai dalam 4 tahun dengan gelar Sarjana Tek-
nik, Sarjana Sains dan Sarjana Seni
• Magister atau Strata-2 (S2) yang dirancang
selesai dalam 2 tahun dengan gelar Magister
Teknik, Magister Manajemen, Magister Sain dan
Magister Seni
• Doktor atau Strata-3 (S3) yang dirancang sele-
sai dalam 3 tahun dengan gelar Doktor
Guna menyelsaikan pendidikan Program Sarja-
na, mahasiswa diharuskan menyelesaikan beban
akademik akademik sekurang-kurangnya 144 SKS
—dan sebanyak-banyaknya 160 SKS—yang ter-
bagi dalam:
• Tahap Persiapan Bersama dengan beban mini-
mal 36 SKS
• Tahap Sarjana Muda dengan beban minimal 72
SKS
• Tahap Sarjana dengan beban minimal 36 SKS
Proses pendidikan tahap Sarjana, tahap Magister,
dan tahap Doktor dilaksanakan di 12 Fakultas/Se-
kolah yang membawahi 38 prodi (program studi)
S1, 46 prodi S2, dan 27 prodi S3. Fakultas/Se-
kolah membawahi pula kelompok keahliah yang
keseluruhannya berjumlah 90. Kelompok keahlian
merupakan organisasi sumber tempat dosen ber-
naung. 12 Fakultas/Sekolah tersebut adalah se-
bagai berikut:
• Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengem-
bangan Kebijakan (SAPPK)
• Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
• Sekolah Farmasi (SF)
• Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
• Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
• Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
• Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
• Fakultas Teknologi Industri (FTI)
• Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA)
• Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
(FTTM)
• Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
• Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
www. i t bunt uksemua. com
3
Saat ini, ITB memiliki sekitar 13.500 mahasiswa S1, lebih dari 3.500 mahasiswa S2 dan
sekitar 450 mahasiswa S3. Jumlah total pengajar mencapai lebih dari 1.000 dosen,
sehingga rasio tenaga akademik per mahasiswa adalah 1:17. ITB memiliki kelas inter-
national yang pada tahun 2008 memiliki kapasitas masukan mahasiwa asing sejumlah
370.
Pada tahun ajaran 2008, ITB telah menyalurkan 6.280 beasiswa berbagai jenis serta
menerima 55 mahasiswa kemiteraan dari dalam negeri dan 22 dari luar negeri.

Riset dan Pengabdian Masyarakat
Riset bagi ITB yang bervisi menjadi pusat pengembangan sains, teknologi dan seni
yang unggul, handal dan bermartabat merupakan satu kegiatan yang sentral. Riset
bertujuan untuk mencapai kemajuan dalam sains fundamental dan berkontribusi pada
pengembangan dan aplikasi komersial pengetahuan tersebut. Salah satu ukuran kiner-
ja riset di tingkat international adalah besarnya Indeks Sitasi (Citation Index). Angka
capaian berturut-turut selama 5 tahun terakhir ini terus menunjukkan kenaikan. Tahun
2005 rata-rata indeks sitasi ITB per dosen adalah 4,42; tahun 2006 naik menjadi
6,35; tahun 2007 naik tajam ke angka 11,83; dan pada tahun 2008 terus naik ke
angka 13,90.
Pada 2008, ITB menelurkan 518 penelitian dan pengabdian masyarakat; terdiri dari
110 kerjasama, 350 penelitian murni, 16 pelatihan, 42 program pendidikan.
Informasi lebih detil tentang ITB bisa diperoleh di www.itb.ac.id
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
4
Penerima BIUS 2009
di depan ged. Balai Pertemuan Ilmiah - Institut Teknologi Bandung
www. i t bunt uksemua. com
5
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
6
Program ITB Untuk Semua bermula dari kesadaran bahwa perguruan tinggi—teruta-
ma sejak era Badan Usaha Milik Negara menuntut universitas lebih mandiri dalam pen-
danaan—semakin tak terjangkau oleh kalangan kurang mampu. Karenanya, fungsinya
sebagai sarana pergerakan vertikal (sosial dan ekonomi) tak berjalan. Akses anak-
anak terpandai dan berjiwa pemimpin dari kalangan ini untuk mendapat pendidikan
universitas terhambat biaya tinggi, baik itu ongkos kuliah yang mahal maupun uang
pendaftaran ujian yang juga tak terjangkau. Bermula dari hambatan tersebut, ke-
banyakan anak-anak tersebut kemudian memupus harapan sama sekali untuk dapat
kuliah.
Karenanya, program ITB Untuk Semua menyadari bahwa memberi kesempatan ke-
pada anak-anak pandai dari keluarga tak mampu untuk bersekolah hingga perguruan
tinggi adalah upaya yang kompleks. Berlapis hambatan mesti diatasi.
Sebagaimana telah disebutkan, kebanyakan anak-anak tersebut tak lagi berpikir un-
tuk masuk universitas. Latar belakang sosial telah memaksa mereka sadar diri untuk
tidak bercita-cita muluk. Lalu, kalaupun mereka terinspirasi masuk universitas, modal
pendidikan sekolah menengah umum yang dimiliki tak mencukupi untuk lulus ujian pene-
rimaan. Selain belajar di sekolah, anak-anak dari keluarga mampu ditempa bimbi-
ngan belajar yang fokus memberi tips menaklukkan ujian masuk. Anak-anak pandai
dari keluarga miskin—hanya bermodal pelajaran sekolah—sulit bersaing.
Seandainya ”keajaiban” bisa membuat si anak miskin diterima di perguruan tinggi,
ia menghadapi masalah biaya. Meski tersedia banyak beasiswa, anak tersebut tetap
harus memiliki dana tambahan guna menopang hidup sehari-hari, membeli buku dan
sebagainya. Di luar masalah dana, anak ini menghadapi masalah penyesuaian diri
dengan lingkungan kampus dan kota metropolitan. Ia bisa jadi menghadapi kendala
untuk hidup sebagai minoritas di tengah pergaulan sosial dengan teman-teman kuliah
yang berasal dari keluarga berada.
Sebuah Tantangan
Pendidikan merupakan sarana pergerakan vertikal paling efektif. Pendidikan univer-
sitas tak sekedar berdampak pada masa depan anak kurang mampu tersebut. Pen-
didikan—dan pekerjaan layak yang diperolehnya kelak—akan membantu ekonomi
keluarga. Lebih jauh, lulusan perguruan tinggi tersebut akan menjadi agen perubahan
bagi lingkungan sosial asalnya.
Masyarakat bertugas menemukan solusi atas tantangan ini. Kita, bersama-sama, ha-
rus memungkinkan—atau paling tidak menginspirasi—bahwa semua anak Indonesia
memiliki kesempatan sama untuk maju dan menyumbangkan kerja serta karya kepada
masyarakat sekitarnya.
ITB Untuk Semua
www. i t bunt uksemua. com
7
Kerugian besar bagi suatu bangsa yang tak mampu mendorong anak-anak paling ber-
bakat dan terpandainya untuk mendapat pendidikan terbaik sehingga dapat sepe-
nuhnya menjadi pemimpin kreatif yang ikut memajukan masyarakat dan bangsanya.
Program BIUS
Undang Undang Badan Hukum Pendidikan sebetulnya mensyaratkan perguruan tinggi
menyediakan 20% dari seluruh bangku kuliahnya untuk mahasiswa tak mampu. Mes-
ki begitu, mengimplementasikan peraturan ini tidak mudah. Bagaimana menjalankan
amanah tersebut tanpa membebani keuangan universitas? Program ITB Untuk Semua
diharapkan menjadi salah satu solusi.
Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) bertujuan benar-benar memberi kesempatan kepada
anak-anak pandai dari keluarga berpenghasilan di sekitar Upah Minimum Regional
untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik di negerinya. Secara tidak langsung, ia hendak
ikut serta memotong lingkar kemiskinan.
Dari segi jumlah, untuk tahap awal, beasiswa ini berambisi secara bertahap mengi-
si 10% dari mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (sekitar 300 orang) dengan
anak-anak pandai dan berbakat pemimpin dari keluarga kurang mampu. Beasiswa
ini membiayai uang kuliah dan hidup (tempat tinggal, makan, buku dsb) selama maha-
siswa menempuh studi.
Selain menyediakan dana yang cukup, skema beasiswa ini memiliki beberapa program
guna mengasah soft skill anak-anak tersebut. Mereka menerima pelajaran pengem-
bangan diri dan wawasan. Juga, mereka mendapat suntikan motivasi melalui berba-
gai ceramah inspirasional secara berkala. Selain itu, mereka mendapat kesempatan
memperluas wawasan dengan kunjungan ke lokasi implementasi teknologi, melakukan
kuliah kerja, dan sebagainya.
Dana yang dibutuhkan seorang mahasiswa angkatan 2009 selama menempuh studi
empat tahun kuliah di ITB adalah Rp100 juta. (Untuk angkatan 2010 ke atas, kebu-
tuhan akan meningkat menjadi Rp110 juta.) Anggaran tersebut termasuk memenuhi
biaya kuliah sehingga program ini tak terlalu membebani keuangan ITB. Dana bea-
siswa diperoleh dari donatur.
Dari pihak ITB, para siswa dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan
mengikuti ujian masuk secara gratis. Apabila lulus ujian—tetap, syarat utama peneri-
ma beasiswa adalah pandai!—mereka dibebaskan dari membayar sumbangan awal
kepada universitas sebagaimana lazimnya dikenakan kepada mahasiswa lain. Jumlah
lulusan sekolah menengah yang diterima program ini disesuaikan dengan total donasi
yang berhasil dikumpulkan tim penyelenggara beasiswa.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
8
www. i t bunt uksemua. com
9
Seleksi mahasiswa penerima Beasiswa ITB Untuk Semua angkatan 2009, yang kemu-
dian lebih dikenal sebagai BIUS 2009, melalui proses cukup panjang. Setelah kegiatan
sosialisasi, panitia disibukan berbagai tahapan seleksi dan juga program bridging.
Berikut gambaran proses yang telah dilakukan:
Sosialisasi
Tahun 2009 adalah pertama kali program ITB Untuk Semua diselenggarakan. Kare-
na merupakan pengalaman pertama, tentunya banyak dilakukan coba-coba dan
penyesuaian di sana-sini, termasuk di antaranya pelibatan sekitar 90 relawan yang
semula tidak direncanakan.
Setelah panitia dibentuk pada Awal 2009, langkah pertama, selain mempersiapkan
konsep dan program, adalah melakukan sosialisasi kepada para siswa sekolah menen-
gah atas. Kampanye juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan program ini kepada
donatur dan khalayak. Sosialisai awal dilakukan pada Februari-Maret 2009.
Penyebaran berita tentang BIUS 2009 terutama dilakukan melalui media internet: mail-
ing list dan jejaring maya Facebook. Hasil dari kampanye selama dua bulan tersebut,
bila kita men-googling kata “ITB Untuk Semua”, akan muncul sekitar 28.000 halaman
situs yang memuatnya. (Saat ini, per Desember 2009, hasil googling kata “ITB Untuk
Semua” akan memunculkan 197.000 situs yang memuatnya).
Informasi disebarkan pula melalui jejaring Facebook. Grup “Besiswa ITB Untuk Semua”
memiliki 4.898 anggota sementara account “ITB Untuk Semua” memiliki 5.090 teman.
Melalui jaringan tersebut, berita tentang BIUS 2009 disebarluaskan.
Selain itu, panitia membuat 5.000 leafet yang disebar ke sekolah-sekolah oleh ITB.
Penyebaran leafet dibantu pula Ikatan Alumni ITB di daerah-daerah dan para maha-
siswa dalam koordinasi Keluarga Mahasiswa (KM) ITB.
Penilaian Berkas
Untuk tahun pertama ini, ujian penerimaan dilakukan secara terpusat di kampus ITB di
Bandung. Karena itu, dilakukan seleksi awal terhadap berkas permohonan beasiswa
yang masuk kepada panitia. Sekitar 3.170 lamaran beasiswa telah diterima ITB. Dari
jumlah itu, 2.387 pemalar dinyatakan lengkap berkasnya dan sesuai persyaratan.
Sebanyak 28 orang relawan dikerahkan membaca satu per satu karangan pelamar
yang memenuhi syarat untuk menemukan mereka-mereka yang memiliki semangat
juang dan aktif berorganisasi atau bekerja paruh waktu. Dari membaca karangan ini,
didapat 400 yang dianggap memiliki optimisme tinggi.
BIUS 2009
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
10
Keempat ratus anak potensial ini kemudian diurut berdasar nilai rapor. Dari situ, di-
dapat 200 dengan nilai terbaik. Mereka inilah yang dipanggil ujian ke ITB, dengan
seluruh biaya ujian dan transportasi ditanggung ITB dan panitia BIUS. Mereka yang
dipanggil berasal dari seluruh pelosok Nusantara, dari Aceh sampai Papua.
Ujian
Operasi besar ternyata perlu dilakukan untuk mendatangkan 200 anak yang lolos se-
leksi awal agar bisa ujian PMBP-ITB di Bandung. Upaya ini dilakukan 24 relawan yang
bertugas membimbing langsung para peserta (masing-masing memegang 5-10 siswa)
dan sekitar belasan yang merancang dan mengatur perjalanan serta akomodasi di
Bandung.
Tugas pertama relawan adalah menemukan para siswa yang lolos seleksi awal untuk
mengecek bahwa mereka telah mengetahui dipanggil ujian oleh ITB. Kesulitan muncul
karena tak semua siswa mencantumkan alamat e-mail dan nomor telepon yang bisa
dihubungi. Sementara itu, alamat sekolah di tempat-tempat terpencil sulit ditemukan.
Namun demikian, upaya para relawan berhasil mendatangkan 196 siswa (dari 200
yang lolos) untuk ujian di ITB.
Perjalanan ke Bandung, pada 28-29 Mei 2009, ikut didukung Citilink Garuda Indo-
nesia yang menyediakan 49 tiket pesawat pulang-pergi. Selain itu, PT Kereta Api
memberikan 200 tiket perjalanan. Selebihnya, peserta menggunakan pesawat dari
maskapai lain, bis atau moda transportasi lainnya. Biaya transportasi ditanggung
sepenuhnya panitia, meski untuk sebagian peserta digunakan sistem reimburse.
www. i t bunt uksemua. com
11
Selama ujian, peserta tinggal di barak tentara Pusat Pendidikan In-
fanteri. Di sana, mereka didampingi relawan dan juga mahasiswa
ITB dari Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Ujian dilaksanakan pada
Sabtu-Minggu 30-31 Mei 2009 di kampus ITB. Peserta pulang pada
31 Mei sore atau 1 Juni 2009.
Ujian SNMPTN
Ujian PMBP-ITB ternyata hanya meluluskan 27 peserta BIUS 2009.
Karena dana beasiswa tersisa, peserta BIUS 2009 yang belum lulus
ITB diberi ke-sempatan kedua dengan cara mengikuti dan lulus ujian
nasional SNMPTN. Ujian tersebut dilakukan pada 1-2 Juli 2009. Dari
ujian nasional ini, peserta BIUS yang diterima di ITB berjumlah 13
orang. Dengan demikian, secara total, 40 mahasiswa baru ITB resmi
mendapat Beasiswa ITB Untuk Semua.
Bridging
Duapuluh tujuh penerima BIUS gelombang pertama mengikuti pro-
gram bridging pada 30 Juni-31 Juli 2009. Program dilakukan setiap
hari, Senin sampai dengan Jum’at. Pada masa bridging ini, para
mahasiswa telah tinggal di asrama ITB.
Secara umum, program bridging terdiri dari: 1) Pengasahan soft skill,
2) Belajar matekatika, fsika dan kimia, 3) Pengenalan kehidupan di
kampus dan Bandung, 4) Keakraban dan acara akhir.
Soft skill yang diberikan berupa materi pelajaran sukses kuliah dan
berkarir (memiliki attitude yang benar), entrepreneurship, mengenal
diri sendiri, perluasan wawasan dari alumni dan pelajaran komuni-
kasi. Sementara itu, pelajaran dasar-dasar matematika, fsika dan
kimia diberikan untuk lebih mempersiapkan mahasiswa menghadapi
kuliah Tahap Pertama Bersama.
Pengenalan kampus dan kota Bandung, juga acara akhir dan keakra-
ban, dilakukan dengan cara jalan-jalan di sekitar Kota Kembang.
Acara akhir, berupa permainan Mencari Jejak, dilakukan hingga ke
daerah wisata Kawah Putih, Ciwidey, Bandung Selatan.
Untuk 13 mahasiswa yang diterima di ITB melalui jalur ujian SNMPTN,
jadwal bridging dimampatkan agar tak menggangu kuliah. Kegiatan
ini juga tidak dilengkapi pelajaran matematika, fsika dan kimia ser-
ta pengenalan Bandung dan acara akhir. Para mahasiswa memulai
kuliah di ITB pada 18 Agustus 2009.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
12
www. i t bunt uksemua. com
13
Penerima Beasiswa
Susanto
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Lampung Timur, Lampung
Asal Sekolah : SMAN 1 Way Jepara
Prestasi & kegiatan : Juara I Olimpiade Sains Matematika Tingkat Kabupaten Lampung Timur
Juara Kaligraf se-Lampung
Juara Mading se-Lampung
Juara Komik Matematika se-Lampung
Ketua Mading
Seksi Seni OSIS
Anggota KIR
Penerima Beasiswa Prestasi
Empatpuluh siswa lulusan 2009 mendapatkan beasiswa ITB Untuk Semua. Mereka
merupakan penerima beasiswa angkatan pertama atau disebut sebagai “BIUS 2009”.
Duapuluh tujuh di antaranya lulus ujian yang diselenggarakan ITB, yakni Program Pene-
lusuran Minat, Bakat, dan Potensi Terpusat (PMBP-ITB). Sementara itu, 13 sisanya lulus
ujian yang dilakukan pemerintah, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Ne-
geri (SNMPTN).
Dari seleksi yang dilakukan, penerima BIUS ternyata adalah siswa-siswi berprestasi
sejak di tingkat sekolah menengah, bahkan sebagian sejak sekolah dasar. Mereka ak-
tif di organisasi dan sebagian pernah menerima beasiswa sebelumnya. Di antaranya,
ada yang merupakan juara tingkat sekolah, peserta kelas percepatan (lompat kelas)
dan juara olimpiade sains.
Dari sisi latar belakang keluarga, mereka berasal dari keluarga petani, wirausaha
kecil (UKM), pegawai kecil, tukang becak, penjaga sekolah, buruh, penjual bakso dan
lainnya. Sebagian besar menjadi orang pertama di keluarganya yang bisa bersekolah
hingga universitas.
Berikut daftar mereka yang berhak menyandang sebutan “BIUSer 2009”:
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
14
Listia Ningsih
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF)
Asal : Cirebon, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 2 Cirebon
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Anggota tim volley ball
Fatimah Kusumaningrum
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Asal : Tuban, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Tuban
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Semifnalis Olimpiade Fisika, Matematika dan Farmasi
Ketua Ekskul Pancak Silat
Penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM)

Imron Saepudin
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Garut, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 1 Tarogong Kidul
Prestasi & kegiatan : Tim Olimpiade Kimia dan Asah Terampil Kimia sekolah
Anggota KIR
Wakil Ketua DKM

Mahdi Karim
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Asal : Cibinong, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 1 Cibinong
Prestasi & kegiatan : Juara 1 Lomba Cepat Tepat Matematika
Juara I Basket se-Kota Bogor
Juara III Basket se-Jabodetabek
Second Runner-up speech contest
Siswa berprestasi Kabupaten Bogor
Juara III Lomba Pidato
Ketua KIR
Ketua Unit Basket
Seksi Bidang Pendidikan & Da’wah OSIS
Seksi Bidang Materi & Acara English Club
Penerima beasiswa Olimpiade Sains
www. i t bunt uksemua. com
15

Nur Chamidah
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF)
Asal : Nganjuk, Jawa Timur
Asal Sekolah : MAN 3 Kota Kediri
Prestasi & kegiatan : Juara II Olimpiade Kimia se-Jawa Timur
Juara I Olimpiade Biologi se-Jawa Timur
Juara Harapan I Olimpiade Biologi se Jawa-Bali
Juara Harapan I LKTI Pelajar se-Jawa Timur
Ketua Asrama Putri
Sekretaris KIR
Penerima Beasiswa Bintang Pelajar MAN 3 Kota Kediri
Beasiswa BRI

Azward Achmad Badawi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Asal : Sidoarjo, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Sidoarjo
Prestasi & kegiatan : Lulusan terbaik program IPA SMAN 1 Sidoarjo
Ketua Dewan Syuro’ Rohis SMAN 1 Sidoarjo
Penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo

Bibit Musnaini
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Trenggalek, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Boyolangu
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Wakil Ketua KIR
Wakil Ketua Ta’mir Masjid
Koordinator Seksi Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur OSIS
Penerima beasiswa Sampoerna Foundation

Antika Anggraeni
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Banyumas, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Seksi Kesekretariatan Palang Merah Remaja
Penerima beasiswa BRI
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
16

Eka Sri Waningsih
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF)
Asal : Semarang, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 3 Semarang
Prestasi & kegiatan : Juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Pramuka se-Jawa Tengah
Juara 1 Lintas Medan Ubaloka se-Jawa Tengah
Juara kelas
Anggota Pramuka
Karang Taruna
Saka Bakti Husada dan Ubaloka
Penerima beasiswa Pemerintah Kota Semarang dan
XL Siswa Jempolan

Azka Muji Burohman
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Banyumas, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN Jatilawang
Prestasi & kegiatan : Juara I Olimpiade Matematika di Unsoed
Bendahara Pramuka
Anggota Rohis
Penerima beasiswa Sampoerna Foundation

Setyo Wardoyo
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Asal : Cilacap, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMA Taruna Nusantara
Prestasi & kegiatan : Medali Perunggu OSN Matematika
Juara II Lomba Karya Tulis Matematika
Takmir Masjid
Subsie Amal dan Sosial OSIS
Penerima beasiswa PLN

Umi Yuniati
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Asal : Semarang, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 3 Semarang
Prestasi & kegiatan : Juara Kelas Pararel
Wakil Ketua KIR
Penerima beasiswa AA Gym, SMAN 3 Semarang, Orbit dan BRI
www. i t bunt uksemua. com
17

Winda Iriani
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Asal : Bondowoso, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Tenggarang Bondowoso
Prestasi & kegiatan : Juara Kelas Pararel (selama 3 tahun)
Juara 3 Olimpiade Kimia
Juara 2 Cerdas Cermat PMR
Bendahara PMR
Sekretaris Remaja Muslim
Ketua Mading
Penerima Beasiswa Prestasi, BKM dan LBB Primagama

Nirmala Twinta Vidyarani
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Asal : Nganjuk, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMA Taruna Nusantara
Prestasi & kegiatan : Juara Kelas
Olimpiade Matematika Kabupaten Magelang
Juara II Lomba Paduan Suara se-Jawa Tengah
Seksi Paduan Suara OSIS, Tim Paduan Suara
Penerima beasiswa dari PLN

Agnes Novita Sabatina
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Asal : Banyumas, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN Banyumas
Prestasi & kegiatan : Juara I Debat Kelompok Bahasa Inggris
Sekretaris IRMAS
Anggota Pramuka, penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM)

Teguh Wibowo
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Asal : Purwokerto, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto
Prestasi & kegiatan : Juara II LCC UUD’45 Tingkat Jawa Tengah
Juara kelas
Koordinator Majelis Rohis
Anggota Pramuka
Penerima Beasiswa Alumni SMAN 1 Purwokerto
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
18

Achmad Arbi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
Asal : Jakarta, DKI Jakarta
Asal Sekolah : SMAN 78 Jakarta
Prestasi & kegiatan : Olimpiade Fisika Tingkat DKI Jakarta
Juara I 10 Mata Pelajaran Tingkat Kota
Wakil Ketua I OSIS
Divisi Kaderisasi Rohis
Pengembangan Sumberdaya Manusia KIR
Penerima Beasiswa Ikatan Alumni SMAN 78 Angkatan 89

Ahmad Haris Muhtar
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Kediri, Jawa Timur
Asal Sekolah : MAN Purwoasri
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Semifnalis Olimpiade Matematika Tingkat Jawa Timur
Wakil Ketua KIR
Anggota PMR
Wakil Ketua OSIS
Anggota Pramuka
Penerima Beasiswa Biaya Pendidikan

Irwan Nirwansyah
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Asal : Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Asal Sekolah : SMAN 68 Jakarta
Prestasi & kegiatan : Juara I Kejuaraan Futsal antar SMA se-Jakarta
Juara III Science Competition FT Metalurgi & Material UI
Bendahara Umum Rohani Islam
Sekretaris I Ekskul Sepakbola
Penerima beasiswa BRI

Annisa Rizki Aulia Ilahi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Asal : Bogor, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 1 Bogor
Prestasi & kegiatan : Anggota English Assosiation For SMANSA Youth
Unit tari serta karawitan
www. i t bunt uksemua. com
19

Pomto Jaya
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Asal : Kota Jambi, Jambi
Asal Sekolah : SMAN 3 Kota Jambi
Prestasi & kegiatan : Olimpiade Fisika Propinsi Jambi
Pengajar Sekolah Minggu
Penerima Beasiswa Olimpiade Fisika

Sunarya
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Karawang, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 1 Telagasari
Prestasi & kegiatan : Juara Umum SMA
Juara I Olimpiade Matematika Kabupaten Karawang
Juara 1 Nasyid Accapela Kabupaten Karawang
Juara 3 Puisi dan Teater Bahasa Sunda
Ketua KIR
Wakil ketua PMR
Seksi Organisasi Politik dan Kepemimpinan OSIS
Penerima Beasiswa Prestasi

Yeni Fatmawati
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF)
Asal : Lumajang, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 2 Lumajang
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Anggota Remaja Mushola
Penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM)

Surya Dewi Wahyuningrum
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Mojokerto, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Sooko Mojokerto
Prestasi & kegiatan : Juara I OSN Astronomi Kabupaten Mojokerto
Juara III OSN Kimia Kabupaten Mojokerto
Anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto
Koordinator Seksi OSIS
Penerima beasiswa Bantuan Kurang Mampu (BKM)
OSN Kimia, dan OSN Astronomi
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
20

Nurul Setia Pertiwi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - PT Pertamina (Persero)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Asal : Balikpapan, Kalimantan Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Balikpapan
Prestasi & kegiatan : Juara III Olimpiade Astronomi Kota Balikpapan
Kelas Percepatan
Ketua Mading
Sekretaris Teater
Penerima Beasiswa Pemerintah Kota Balikpapan
Penerima Beasiswa Olimpiade Propinsi Kalimantan Timur

Leonard Hendrawan
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Medco
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
Asal : Bandung, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMA Taruna Bakti
Prestasi & kegiatan : Juara Umum Siswa Terbaik Program IPA
Ketua Rohani Kristen OSIS
Ketua Logistik IHTB
Penerima Beasiswa Yayasan Taruna Bakti

Karissa Mayangsunda Philomela
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Asal : Tasikmalaya, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN Karangnunggal
Prestasi & kegiatan : Finalis LKTI Peternakan Tingkat Nasional
Ketua Bidang Pendidikan & Penelitian OSIS
Bendahara Koperasi Siswa
Judat-Ambalan Dayangsumbi Pramuka
Penerima beasiswa BKM, LKTI Kedokteran dan Olimpiade

Topan Eko Raharjo
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Yogyakarta, DI Yogyakarta
Asal Sekolah : SMAN 3 Yogyakarta
Prestasi & kegiatan : Tim Kreatif Majelis Perwakilan Kelas
Redaktur Majalah Progresif
Penerima Beasiswa Prestasi, Yayasan Padmanaba dan Block Grant
www. i t bunt uksemua. com
21

Susi Setiyowati
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua - Benny Subianto
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Bandung, Jawa Barat
Asal Sekolah : SMAN 6 Bandung
Prestasi & kegiatan : Juara Umum SMA
Olimpiade Matematika-Biologi-Kimia
Anggota KIR dan DRI
Penerima beasiswa dari Ikatan Alumni SMAN 6 Bandung

Piska Nizaria
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Asal : Bandar Lampung, Lampung
Asal Sekolah : SMAN 2 Bandar Lampung
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Kel. Jurnalistik Sekolah (bag. bahan dan artikel, koordinator majalah)
*) Donatur: PT Adaro Indonesia

Luki Subandi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Asal : Banyumas, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto
Prestasi & kegiatan : Juara I Fisika dan II Matematika OSN Tingkat Kabupaten
Rohis
Anggota Karangtaruna
Penerima Beasiswa Olimpiade
*) Donatur: PT Adaro Indonesia

Ardian Rizaldi
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Asal : Banyuwangi, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Glagah
Prestasi & kegiatan : Juara I Bintang Pelajar se-Jawa Timur
Juara Kelas Pararel
Ketua PK PII
Sie Agama Islam OSIS
Tutor ISC
Penerima beasiswa Sampoerna Foundation
*) Donatur: PT Adaro Indonesia
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
22

Edi Parlindungan Hutasoit
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Lampung Tengah, Lampung
Asal Sekolah : SMAN 1 Metro
Prestasi & kegiatan : Juara II Olimpiade Fisika Tingkat Kota/Kabupaten
Anggota Kelompok Ilmiah Remaja
*) Donatur: PT Adaro Indonesia

Widi Arfanto
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
Asal : Pemalang, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 2 Pemalang
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Penerima Beasiswa Prestasi Diknas Kabupaten Pemalang
*) Donatur: PT Adaro Indonesia

Reycal Darson Mahmud
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Kabupaten Gorontalo, Gorontalo
Asal Sekolah : SMA Dwiwarna Bogor
Prestasi & kegiatan : Kelas percepatan
Anggota Peduli Sosial Remaja (PSR)
Penerima beasiswa dari Pemda Gorontalo
*) Donatur: PT Newmont Pasifc Nusantara

Verry Anggara Musriana
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur USM
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Asal Sekolah : SMAN 1 Makale
Prestasi & kegiatan : Juara umum sekolah (kelas 1 sampai 3)
OSN Astronomi 2006-2007
Ketua OSIS
Ketua Remaja Masjid Baiturrahman
Penerima beasiswa dari Pemda Tana Toraja
Penerima beasiswa dari Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia
*) Donatur: PT Newmont Pasifc Nusantara
www. i t bunt uksemua. com
23

Lutf Baiti
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Asal : Pemalang, Jawa Timur
Asal Sekolah : SMAN 1 Pemalang
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Anggota Pramuka dan unit Karawitan SMU
Penerima beasiswa BKM
*) Donatur: Bapak Mohammad Basyah Ph.D.

Ikrar Eka Praya Gumilar
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur PMBP-ITB
Fakultas/Sekolah : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Asal : Yogyakarta, DI Yogyakarta
Asal Sekolah : SMAN 9 Yogyakarta
Prestasi & kegiatan : Juara pararel dan lulusan terbaik 2009 SMAN 9 Yogyakarta
Siswa pertukaran pelajar 2007 (Yogyakarta-Samarinda)
Koordinator Sie Agama Islam
Koordinator Science Club
Penerima beasiswa dari BKM, BOS, Bank BRI, dan Komite Sekolah
*) Donatur: Bapak Iman Taufk

Wulandari Purwaningrum
Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*)
Diterima melalui jalur SNMPTN
Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
Asal : Surakarta, Jawa Tengah
Asal Sekolah : SMAN 1 Surakarta
Prestasi & kegiatan : Juara kelas
Anggota PMR
Rohis Divisi Jurnalis
Penerima beasiswa dari Solo Peduli
*) Donatur: Ibu Shanti L. Pusposoetjipto
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
24
www. i t bunt uksemua. com
25
Penerima BIUS 2009 bersama Gubernur Jawa Barat,
Rektor ITB dan Anggota MWA ITB
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
26
Penerima BIUS 2009 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla,
Gubernur Jawa Barat dan Rektor ITB
www. i t bunt uksemua. com
27
DONATUR
Beasiswa ITB Untuk Semua telah mendapatkan donasi sebesar
Rp4,33 miliar. Donasi tersebut didapat dari donasi jumlah besar
(100 juta atau lebih) yang diberikan oleh 10 (sepuluh) organisasi
dan peorangan, dan donasi retail yang diperoleh dari 5 (lima)
grup dan 25 (dua puluh lima) donatur perorangan. Dari jumlah
tersebut, seratus juta digunakan untuk membiayai kedatangan dan
akomodasi 200 kandidat terpilih untuk mengikuti tes di Bandung,
Rp4 miliar telah dialokasikan untuk 40 mahasiswa penerima BIUS
2009. Sisanya akan disalurkan untuk para penerima BIUS 2010.
Pengalokasian beasiswa dilakukan berdasarkan urutan masuk sum-
bangan.
DONATUR BESAR (Rp.100jt atau lebih)
Di tahun pertamanya, Beasiswa ITB Untuk Semua telah menda-
patkan sepuluh donatur yang memberikan donasi seratus juta ru-
piah atau lebih. Total donasi dari kelompok ini adalah Rp4,2 miliar.
Mereka adalah :
Benny Subianto
Bapak Benny Subianto adalah Alumni Mesin ITB angkatan 61. Be-
liau memulai karirnya di PT Astra International Tbk, dimana beliau
berperan besar didalam mendirikan PT Astra Argo Lestari dan
PT United Tractors. Setelah itu Bapak Benny berpindah jalur dan
menjadi entrepreneur dengan mendirikan dan memimpin PT Per-
sada Capital Investama, perusahaan investasi yang terutama men-
fokuskan diri dalam bidang sumberdaya alam; khususnya di sek-
tor batu bara, kelapa sawit, karet dan playwood. Didirikan pada
2003, PCI merupakan perusahaan induk dari PT Tri Nur Cakarwala
dan PT Pandu Alam Persada.
Aktivitas flantropi telah menjadi bagian dari kehidupan Bapak
Benny. Diantaranya beliau mendirikan Yayasan Harapan Keluarga
dan Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat yang berupaya me-
ningkatkan kesejahteraan dengan memberikan kredit mikro untuk
modal usaha.
Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua, Bapak Benny memberi-
kan sumbangan sebesar Rp1 miliar, untuk sepuluh mahasiwa, se-
hingga berhak untuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk Se-
mua-Benny Subianto” untuk kesepuluh beasiwa yang dibiayainya.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
28
Medco Foundation
Medco Foundation yang berdiri pada tahun 2007 adalah pengem-
bangan dari Yayasan Pendidikan Medco yang sebelumnya sudah
ada sejak tahun 2003.
Medco Foundation memang dapat dipandang sebagai partner stra-
tegis dan efektif untuk mewujudkan tujuan dan peran dari Corpo-
rate Social Responsibility (CSR) Medco Group. Lewat perencanaan
dan pelaksanaan program Community Development yang meliputi
bidang pendidikan dan kebudayaan, sosial dan ekonomi, kesehat-
an dan lingkungan, dapat membantu kehidupan masyarakat dari
berbagai dimensi penting. Di tengah luasnya wilayah di Indonesia
yang membutuhkan perhatian dari semua pihak terkait, harapan-
nya, setidaknya kebutuhan yang nyata dari para penduduk di sekitar
anak perusahaan Medco Group dapat tercukupi, sehingga dapat
mendorong dan mendukung mereka untuk menjadi masyarakat yang
lebih maju dan sejahtera.
Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua, Medco Foundation mem-
berikan sumbangan sebesar Rp1 miliar, untuk sepuluh mahasiwa, se-
hingga berhak untuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk Semua-
Medco” untuk kesepuluh beasiswa yang di biayainya.
http://www.medcofoundation.org/
PT Pertamina (Persero)
Selama lebih dari setengah abad, Pertamina telah melayani ke-
butuhan energi dalam negeri dengan mengelola kegiatan operasi
yang terintegrasi di sektor minyak, gas dan panas bumi. Sebagai-
mana tekad para pemangku kepentingan, perusahaan ini berupaya
mempertahankan sekaligus mengembangkan diri sebagai sebuah
economy powerhouse. Dalam kegiatannya, Pertamina bertujuan men-
ciptakan dan memelihara hubungan yang harmonis dengan lingku-
ngan di sekitar daerah operasi serta bekerja sama dengan pemerin-
tah untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Pertamina memiliki komitmen untuk melaksanakan tanggung jawab
perusahaan di bidang sosial serta lingkungan sesuai dengan prinsip
pengembangan lingkungan yang berkelanjutan. Di Pertamina, se-
mua kegiatan dilaksanakan secara bertanggung jawab baik secara
ekonomi, sosial maupun lingkungan.
Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua, Pertamina telah me-
nyumbang Rp1 miliar, untuk sepuluh mahasiwa, sehingga berhak un-
tuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk Semua-Pertamina” untuk
kesepuluh beasiswa yang dibiayainya.
http://www.pertamina.com
www. i t bunt uksemua. com
29
PT Adaro Indonesia
PT Adaro Indonesia pertama kali melakukan kegiatan pertamba-
ngan pada 1992, yakni dengan menambang batu bara di daerah
Tanjung, Kalimantan Selatan. Kini, ia telah menjelma sebagai salah
satu perusahaan pertambangan terbesar di Tanah Air. Kegiatan
utamanya adalah pertambangan batu bara di Tutupan, Kalimantan
Selatan.
Sejak pertama kali beroperasi, Adaro telah memiliki komitmen untuk
mengintegrasikan diri dengan masyarakat sekitar dan menciptakan
program pengembangan komunitas yang berkelanjutan. Praktek
tersebut menjadi pedoman bagi operasi-operasi Adaro selanjutnya.
Program di bidang pengembangan bisnis, pendidikan, keagamaan
serta kesejahteraan sosial terus dipertajam dengan tujuan akhir men-
jadi self-sustaining.
Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua, Adaro telah menyumbang
Rp500 juta yang dapat membiayai lima mahasiwa hingga lulus.
http://www.adaro.com
PT Newmont Pacifc Nusantara
PT Newmont Pacifc Nusantara (PTNPN) adalah perusahaan jasa
pertambangan yang mengurus kepentingan Newmont di Indonesia.
PTNPN dimiliki 100% oleh Newmont. Bidang yang ditangani oleh
PTNPN antara lain adalah kegiatan eksplorasi, hubungan pemerin-
tah, perpajakan dan pelayanan lainnya. Selain PT Newmont Pacifc
Nusantara, Newmont hadir di Indonesia dalam PT Newmont Nusa
Tenggara (PTNNT) merupakan perusahaan patungan Indonesia yang
dimiliki Nusa Tenggara Partnership dan PT Pukuafu Indah dan PT
Newmont Minahasa Raya.
PTNewmont Pacifc Nusantara telah menyumbang Rp200 juta yang
dapat membiayai dua mahasiwa hingga lulus.
http://www.newmont.co.id
Iman Taufk
Bapak Iman Taufk adalah lulusan ITB tahun 1967. Beliau adalah
pendiri PT Tripatra Engineering, pada 1972. Kemudian, menyusul
pendirian PT Gunanusa Utama Fabricators yang bergerak di industri
anjungan minyak lepas pantai. Dengan modal Rp4 miliar, perusahaan
tersebut menyerap sekitar 600 tenaga kerja. Bapak Iman mengawali
karir sebagai mechanical engineer perusahaan minyak Caltex. Bapak
Iman Taufk memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
30
Shanti L. Pusposoetjipto
Ibu Shanti Poesposoetjipto lulus dari Munich University of Technolo-
gy, Jerman, pada 1974. Ia memulai karir di Soedarpo Corpora-
tion yang didirikan ayahnya, Soedarpo Sastrosatomo, pada 1952.
Dalam kapasitasnya sebagai Executive Vice President beliau berhasil
membawa Soedarpo Corporation masuk bursa di tahun 1990. Saat
ini, Ibu Shanti adalah Komisaris PT. Samudera Indonesia,Tbk., dan PT
Asuransi Bintang Tbk. Beliau juga sangat aktif di berbagai kegiatan
sosial, diantaranya di Nature Conservancy dan Child Welfare Foun-
dation, serta ikut mendirikan SEJATI Foundation. Ibu Shanti memberi-
kan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.
Betti Alisjahbana
Betti Alisjahbana lulus dari ITB tahun 1984. Ia adalah Presiden Direk-
tur PT IBM Indonesia tahun 2000-2007. Sejak tahun 2008 Betti ber-
alih jalur dan menjadi pengusaha dengan mendirikan dan memimpin
PT Quantum Business International. Tanggung jawab lain yang kini
diembannya diantaranya adalah Wakil Ketua Dewan Riset Nasional,
Ketua Asosiasi Open Source Indonesia dan Ketua Yayasan ITB 79.
Betti membiayai transportasi dan akomodasi kedatangan 200 calon
penerima beasiswa untuk mengikuti tes di Bandung sejumlah Rp100
juta rupiah.
Mohammad Basyah Ph.D.
Bapak Mohammad Basyah adalah pimpinan PT. Citra Van Titipan
Kilat (TIKI). Beliau dikenal ringan berbagi ilmu, dengan menjadi
pengajar tamu di Universitas Padjadjaran Bandung. Bapak Basyah
menyelesaikan program doktor ekonomi di Oklahoma City University,
Amerika Serikat. Salah satu buku ekonomi yang ditulisnya, bersama
James C. Hartigan, adalah “Analysts’ earnings forecast revisions and
errors in antidumping (AD) petition investigations”. Mohammad Basyah
memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.
Haminanto Adinugraha
Bapak Haminanto Adinugraha adalah Ketua Komite Investasi, Direk-
tur Utama dan pendiri PT. Insight Investments Management. Menyele-
saikan kuliah di ITB pada 1995, Bapak Haminanto memulai karirnya
di PT. Bank Indonesia Raya dan pernah menjadi anggota Indonesia
Bond Index Committee di PT. Bursa Efek Surabaya. Sebelum mendiri-
kan PT. Insight Investments Management, beliau menjabat Vice Presi-
dent for Fixed Income di PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas.
Haminanto memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.
www. i t bunt uksemua. com
31
DONATUR KELOMPOK
Selain sumbangan Perusahaan dan Perorangan,
Beasiswa ITB Untuk Semua juga menerima sumban-
gan yang dikumpulkan dari berbagai kelompok.
Sejauh ini, baru kelompok-kelompok dalam ling-
kungan kealumnian ITB yang memberikan sumba-
ngan. Namun begitu, Sumbangan Kelompok tak
terbatas untuk grup-grup alumni ITB saja.
IA ITB Perth
IA ITB Perth adalah kumpulan alumni ITB yang kini
bermukim di Perth, Australia. Mereka bekerja, ber-
bisnis ataupun melanjutkan kuliah di kota di utara
Benua Australia tersebut. Sumbangan dari IA ITB
Perth adalah sebesar Rp 63.317.500.
SC Barat
SC Barat adalah kumpulan alumni ITB berbagai
jurusan, dari angkatan 1990 s/d 1999. Kelompok
ini beraktivitas bersama di kampus ITB pada era
Reformasi 1998 dan kemudian membentuk unit
kegiatan Lembaga Kajian dan Praksis Demokrasi
VERITAS. Sumbangan SC Barat adalah sebesar
Rp33.330.000.
Teknik Lingkungan ITB ‘95
Teknik Lingkungan ITB ‘95 adalah alumni jurusan
Teknik Lingkungan ITB angkatan 1995. Sumba-
ngan dari Teknik Lingkungan ITB ‘95 adalah sebe-
sar Rp6.623.300.
Kuya 2000
Kuya 2000 adalah alumni jurusan Teknik Si-
pil ITB angkatan 2000. Sumbangan dari Kuya
2000adalah sebesar Rp2.300.000.
Planologi ITB ‘96
Planologi ITB ’96 adalah alumni jurusan Planologi
ITB angkatan 1996. Sumbangan dari Planologi ITB
’96 adalah sebesar Rp1.800.000.
DONATUR RETAIL
Program donasi Beasiswa ITB Untuk Semua telah
pula menginisiasi gerakan pengumpulan dana dari
individu dengan nominal sumbangan kecil. Pro-
gram ini dimasukan dalam kategori Donatur Retail.
Tim Penyelenggara meyakini bahwa kepedulian
masyarakat akan pentingnya membuka akses pen-
didikan tinggi kepada anak-anak dari keluarga
tak mampu dapat disalurkan dalam bentuk sum-
bangan-sumbangan kecil tersebut. Bila gerakan ini
telah membesar, total sumbangan dari skema ini
tentunya akan cukup untuk membiayai satu atau
lebih mahasiswa penerima BIUS.
No. Nama Jumlah
1. Leo Susy Villianny Rp. 1.000.000
2. Budi Winarno Rp. 200.000
3. Zakia Lutfyani Rp. 100.000
4. Lily Suliandari Rp. 100.000
5. Nuzulia Latifah Rp. 100.000
6. Dwi Trisno Susanto Rp. 200.000
7. Dilla Handini Rp. 150.000
8. Elizabeth L. Hutahaean Rp. 500.000
9. Agung Widodo Listyatama Rp. 2.190.016
10. Anton Akhiar Rp. 3.000.000
11. Handayani Kariko Rp. 1.000.000
12. Rahmaniah Hasdiani Rp. 1.000.000
13. Fethma M. Nor Rp. 500.000
14. Sanggan P. Parlian Rp. 1.000.000
15. Karina Kusumawardani Rp. 150.000
16. Agus Salim Widodo Rp. 100.000
17. Supardi Zainal Rp. 2.500.000
18. Indra Rp. 500.000
20. Ichwan F. Agus Rp. 500.000
22. Muhammad Iman Suroto Rp. 500.000
21. Arie Indra Rp. 3.000.000
22. Rusdi HA Rp. 1.100.000
23. Fauzana Rp. 1.000.000
24. Andri Djanaik Rp. 500.000
25. Aldrin Aviananda Rp. 1.000.000

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
32
www. i t bunt uksemua. com
33
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
34
www. i t bunt uksemua. com
35
RELAWAN
Untuk tahun 2009, karena merupakan pengalaman pertama, pro-
gram Beasiswa ITB Untuk Semua belum dapat sepenuhnya diinte-
grasikan dalam kegiatan ITB maupun Keluarga Mahasiswa ITB. Dalam
beberapa tahap program, tim penyelenggara melibatkan relawan
yang membantu secara sukarela. Secara total, untuk program tahun
2009, ini telah melibatkan sekitar 90 relawan. Keterlibatan para
mereka meliputi:
TIM KAMPANYE
Tim ini bertugas menyebarluaskan informasi Beasiswa ITB Untuk Se-
mua, khususnya dalam rangka rekrutmen calon penerima beasiswa.
Produk dari kelompok ini adalah logo, situs, leafet, proposal, kam-
panye internet (melalui Facebook dan mailing list) dsb. Hasil dari
kampanye yang terutama virtual ini, per Desember 2009, googling
kata “ITB Untuk Semua” menghasilkan 197.000 hasil telusur. Semen-
tara itu, di jejaring sosial maya Facebook, halaman “Beasiswa ITB
Untuk Semua” memiliki 5.090 “teman” sementara Grup “Beasiswa
ITB Untuk Semua” mendapatkan 4.898 anggota.
Alamat situs:
http://www.itbuntuksemua.com
Alamat halaman Faceebook:
http://www.facebook.com/group.php?gid=57786293705
Alamat Group Facebook:
http://www.facebook.com/group.php?gid=57786293705
PENILAI KARANGAN
Selain berdasar nilai raport selama di sekolah menengah atas, se-
leksi awal penerima beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) juga ditentu-
kan dari karangan yang ditulis para pelamar. Karangan-karangan
tersebut, sebanyak 2.387 buah, dibaca dan dinilai oleh 28 orang
relawan.
PENELEPON dan PEMBIMBING
Relawan pemandu 200 peserta PMBP-ITB dinamakan Relawan
“Kring-Kring”. Jumlahnya 24 orang dan masing-masing memandu
5-10 siswa. Para relawan menjadi jalur komunikasi antara panitia
dan peserta. Karena tak semua peserta memberikan nomor kontak
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
36
dan alamat e-mail, tugas pertama relawan adalah
menemukan para peserta. Setelah itu, mereka
memberitahukan kesempatan ujian gratis yang te-
lah diberikan.
Para relawan juga membimbing para peserta
mempersiapkan seluruh persyaratan ujian. Selain
itu, mereka membantu para calon mahasiswa mem-
persiapkan perjalanan ke Bandung. Setelah ujian,
tugas relawan adalah membantu 27 peserta yang
lulus PMBP-ITB mempersiapkan persyaratan daftar
ulang di ITB.
Selain itu, karena jumlah yang lulus PMBP-ITB di
bawah target, para Relawan Kring-Kring juga
memantau peserta yang tak lulus PMBP-ITB tetapi
mengikuti SNMPTN. Peserta yang lulus SNMPTN,
13 orang, juga mendapat Beasiswa ITB Untuk Se-
mua. Para reawan kembali membimbing ketigabe-
las anak ini mempersiapkan persyaratan daftar
ulang di ITB.
PENDAMPING UJIAN
Sebuah tim lainnya bertugas mempersiapkan per-
jalanan para peserta ke Bandung dan akomodasi
serta kegiatan mereka selama di Kota Kembang.
Perjalanan menggunakan moda transportasi pesa-
wat terbang, kereta api, bis kota dan angkutan
umum.
Untuk pesawat terbang, panitia mendapat spon-
sorship penerbangan gratis Citilink Garuda Indo-
nesia. Maskapai tersebut menyediakan 49 tiket
pulang-pergi gratis untuk peserta ujian. Dari PT
Kereta Api, panitia memperoleh sponsorship 200
tiket kereta api gratis. Tiket tersebut dipergunakan
oleh peserta dari Jakarta, Jawa Tengah dan se-
bagian Jawa Timur.
Selama di Bandung, tim relawan yang lain lagi
bertugas mendampingi dan menjaga para peser-
ta, baik saat mendaftar ulang dan ujian di kampus
ITB, maupun ketika dikarantina di barak tentara
Pusat Pendidikan Infanteri.
PENDAMPING BRIDGING
Untuk 27 mahasiswa yang lulus PMBP-ITB diberikan
program bridging antara 30 Juni-31 Juli 2009.
Program ini kembali dilaksanakan oleh sebuah
tim relawan, yang terdiri dari alumni ITB maupun
mahasiswa ITB (tim dari Keluarga Mahasiswa ITB).
Sementara itu, bridging untuk 13 mahasiswa yang
lulus SNMPTN dikelola oleh tim relawan dari Ke-
luarga Mahasiswa ITB.
www. i t bunt uksemua. com
37
DAFTAR RELAWAN
Panitia penyelenggara memberi penghargaan yang tinggi dan me-
nyampaikan ucapan terimkasih atas partisipasi serta kesungguhan
para relawan yang telah mensukseskan program Beasiswa ITB Untuk
Semua 2009. Para relawan (bukan mahasiwa ITB) adalah sebagai
berikut:
Achmad Wahyono, Ade Kuswoyo, Adhi Rachdian, Adi Prase-
tya, Agung Dwiyoga, Agung Wicaksono, Agung Yudi Prasetya,
Amelia Setiarini Lukiyowati, Andi Nur Izzatul Mukminah, Ari
Retmono,AstriAgustien,BenWirawan,BetriEryoPratama,Budi
Afriyan, Chairul Novin, Charly Novitrianto, Dadan Hermawan,
DeasySartika,DeniIskandar,DewiRestuti,DewiRina,Dhadhang
WahyuKurniawan,DiahKusuma,DidikSupriyanto,DidingSakri,
Dwi Karsa Agung R, Dwi Larso (dan Tim SBM ITB), Eko Ferry,
Enda Nasution, Endah Sri Praptiani, Esti Utaminingsih, Fani Ap-
rina, Fani Hermiani, Fatma Dewi Vidiasih Wulansari, Febi Fau-
zan, Fenida Sukarya, Feny Suharyono, Gilang Rahadian, Gitan-
dra Wiradini, Goris Mustaqim, Gustya Indriani, Hanaf Salman, Ira
Hartanto,IrendraRadjawali,JennierPurba,KridiaAgusBurhani,
LaksonoWidyoIsworo,LuqmanHadi,MarthaMaulidia,Moham-
madFarid,MuhammadYahya,NatasaHirany,NeniAdiningsih,
Nita Yuanita, Nizar Angga Kusuma, Nugroho Widiyanto, Nunik
Astriani,OctaviaRamayanti,PatriciaMulita,PerryTristianto,Pitra
N. Moeis, Putri Octarina, Rezi Sabata, Rini Soekarnen, Rizal Ar-
ryadi, Santi Dewi, Shafq Pontoh, Shinta A. Larso, Sidik Permana,
SitiYulitaSiregar,SriPujiyanti,SriWachyuni,Sukirno(alm),Tri-
madonaB.Wiratrisna,Verania,WahyudiSutopo,WenniSetyorini,
WillyDerbyanto,YuanitaChristayanie,danYudoAnggoro.
Sementara itu, 10 mahasiswa ITB yang menjadi relawan adalah:
Adutya Rifa’i, Agung Wijaya Mitra Alam, Ahmad Setiawan
Mardana, Alief Sadlie Kasman, Devi Ulumit Tyas, Herwin Irian-
syah,IsanNajmi,MaharsiCaturAnindito,NurulAufadanSelvin
M.Z.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
38
www. i t bunt uksemua. com
39
BIUS
Dalam Kata-kata Mereka Sendiri
Berikut kisah pengalaman para penerima BIUS, dalam bahasa mereka sendiri. Rangkaian cerita
di bawah ini, juga kisah-kisah lain seputar Beasiswa ITB Untuk Semua, dapat ditemukan di Blog
Bersama BIUS-er 2009: http://bius2009.blogspot.com.
01
“Assalaamu’alaikum. BIUS, mematahkan saraf putus asa
dikala biaya menjadi halangan untuk bersekolah di
ITB.”
“Sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Saya untuk
melanjutkan sekolah di ITB. Bukan hanya karena lokasi-
nya yang cukup jauh dari kota asal Saya, Semarang,
tetapi juga biaya pendidikan di ITB dan biaya hidup di
Bandung yang terkenal cukup mahal. Itulah beberapa
sebab mengapa Saya tidak pernah terpikir ingin kuliah
di ITB, mengingat juga Saya berasal dari keluarga yang
kurang mampu fnansial. Namun pada suatu hari, guru
BK Saya memberikan brosur Beasiswa ITB Untuk Semua
(BIUS) kepada Saya. Dari brosur tersebut Saya tahu
ada kesempatan untuk dapat bersekolah di ITB gratis.
Tentunya Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,
dengan persetujuan orang tua, langsung saja Saya me-
ngurus surat-surat dan berkas-berkas yang disyaratkan
untuk beasiswa ini. Selang dua minggu setelah mengirim
berkas tersebut, ternyata pengumuman di web BIUS
menyatakan bahwa Saya termasuk 200 besar calon
penerima BIUS 2009. Kemudian pada akhir Mei 2009
Saya mengikuti USM ITB Terpusat di Bandung.
Dua minggu pula setelah USM Terpusat, pengumuman
diterimanya mahasiswa baru ITB sudah diumumkan. Al-
hamdulillah dari 3 fakultas yang Saya pilih, Saya di-
terima di Sekolah Farmasi. Setelah diverifkasi oleh
panitiaBIUS,Sayadinyatakanlayakuntukmenerima
beasiswa ini. Benar-benar tak pernah terbayangkan
jikaSayaakankuliahdiITBtanpabiayadariorang
tuaSaya. Akhir bulan Juni kami semua penerima BIUS
berkumpul kembali di Bandung untuk mengikuti Bridging
Program, semacam program untuk menyesuaikan diri.
Beberapa kegiatan di program itu antara lain tutorial
kalkulus, materi kewirausahaan, komunikasi, presentasi,
psikologi diri, temu relawan (alumni), serta program ja-
lan-jalan untuk mengenal kota Bandung.
Semua program itu sangat bermanfaat bagi Saya, juga
untuk saling mengakrabkan diri dengan teman-teman
BIUS lainnya. Saat ini Saya telah mengalami masa-masa
kuliah di ITB kurang lebih 4 bulan lamanya. Banyak ce-
rita tentang perkuliahan mulai dari susah dan senang
(atau mungkin banyak susahnya ya hehe). Kalau kuliah
itu banyak waktu yang tidak menentu, tiba-tiba ada aja
kegiatan yang datang. Tentang mata kuliahnya, ya gitu
lah, hehe. Banyak mata terbelalak melihat hasil UTS 1,
sekarang berjuang lagi untuk UTS 2.”
-EkaSriWaningsih-
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
40
02
“Assalaamu’alaikum. Satu kata untuk BIUS, ‘Terima kasih
telah menjadikan aku, satu di antara anak-anak bangsa
yang mendapatkan jalan menuju tujuan.’“
”Notes ini kudapat dari seseorang…. Beginilah bunyi-
nya, “Today I’ll delete from my diary two days: yesterday
and tomorrow. Yesterday was to learn and tomorrow will
be the consequence of what I can do today. Today I’ll face
life with the conviction that this day will not ever return.
Today is the last opportunity I have to live intensely, as
none can assure me that I will see tomorrow’s sunrise. To-
day I’ll be brave enough, not to let any opportunity pass
me by, my only alternative is to succeed. Today I’ll invest
my most valuabe resource: my time, in the most transcen-
dental work: my life; I will spend each minute passionately
to make of today a different and unique day in my life.
Today I’ll defy every obstacle that appears on my way
trusting I will succeed. Today I’ll resist pessimism and will
conquer the world with a smile, with the positive attitude
of expecting always the best. Today I’ll have my feet on
the ground understanding reality and the stras gaze to
invent my future. Today I’ll take the time to be happy and
will leave my footprints and my presence in the hearts of
others. Today I invite you to begin a new season where we
can dream that everything we undertake is possible and
we fulfll it with joy and dignity.
“So…. have a good day and a better one tomorrow, my
friends!”
-AgnesNovitaSabatina-
03
“Assalaamu’alaikum. Beasiswa ITB Untuk Semua…. Yang
buat aku di ITB sekarang. Kuliah tanpa biaya sepeser-
pun sehingga aku bisa meringankan beban orang tua-
ku…. Terima kasih BIUS, terima kasih buat relawan dan
donatur…. Semua yang kalian lakukan sangat berarti
buatku…. Mungkin ucapan terima kasih tak cukup, aku
akan lanjutkan semangat kalian….”
”Saya adalah Anak Pemalang, kota yang tidak diketa-
hui oleh orang banyak. Akan tetapi Saya bangga men-
jadi menjadi bagian dari kota tersebut. Sekitar 4 bulan
yang lalu, Saya masih berjuang di kota itu, berjuang
untuk meraih apa yang Saya impikan. Sewaktu masih di
bangku SMA, Saya selalu berucap pada teman-teman
dan orang yang dekat dengan Saya bahwa Saya pasti
nanti akan melanjutkan menuntut ilmu di perguruan ting-
gi. Ada dari beberapa di antara mereka meremehkan
impian Saya itu. Bagi mereka mungkin itu tidak mungkin
untuk Saya. Mungkin mereka melihat kondisi keluarga
Saya yang hidup dalam keadaan pas-pasan.
Saya tidak peduli dengan mereka yang meremehkan
Saya karena Saya punya pengetahuan, pengetahuan
itu lebih bernilai harganya dari apapun, dan Saya juga
masih punya orang-orang yang mendukung Saya. ITB,
perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Siapa yang tak
ingin kuliah di institut terbaik di Indonesia, Saya pun
termasuk orang yang memimpikannya. Akan tetapi,
Saya tidak begitu tertarik untuk kuliah di sana. Pasti
kalian tahu mengapa Saya tidak tertarik. Ya, karena
MAHAL. Haha. Jika dipikir-pikir Saya terlalu bodoh
berpikir seperi itu. Kenapa tidak sesuai dengan prinsip
Ada dari beberapa di
antara mereka mere-
mehkan impian Saya itu.
Bagi mereka mungkin
itu tidak mungkin untuk
Saya. Mungkin mereka
melihat kondisi keluarga
Saya yang hidup dalam
keadaan pas-pasan.
www. i t bunt uksemua. com
41
Saya bahwa pengetahuan lebih bernilai harganya dari
apapun. Informasi yang Saya ketahui tentang ITB ter-
lalu sedikit terutama tentang beasiswa di sana. Mung-
kin karena tidak terlalu tertarik dengan ITB jadi Saya
kurang agresif mencari informasi itu.
Untungnya ada kakak kelas Saya dari Pemalang yang
kuliah di ITB juga memberi informasi tentang adanya
Beasiswa ITB untuk Semua. Waw.... apa itu Beasiswa
ITB untuk Semua? Ternyata itu adalah beasiswa yang
diberikan oleh ITB untuk Anak-anak Indonesia yang
cerdas tetapi kurang mampu fnansial. Beasiswa yang
diberikan adalah beasiswa pendidikan dan biaya hidup
selama di Bandung sampai kita lulus.
Sayatahudanyakinbahwayangmendaftarbeasiswa
inisangatbanyak,terbuktitahun2009pendaftarnya
mencapai3.170orangkalautidaksalah.Sayatidak
kecutuntukhalitukarenaSayatidakakantahuhasil-
nyasebelumSayamencoba,semuayangSayajalani
itu sudah ada Yang Mengaturnya dan Saya bukan
pecundangyangkalahsebelumperang. Saya optimis
bisa mendapatkan beasiswa ini. Sampai akhirnya Saya
lolos tahap 200 besar dan bisa ikut tes USM ITB Terpu-
sat di Bandung. Betapa senang hati Saya sampai tidak
bisa tidur. Hehe. Saat itu Saya merasa seperti diberi
kunci, oleh Allah, kunci untuk membuka gerbang mimpi-
mimpi Saya. Saya masih harus mengalahkan 200 orang
dan ribuan pendaftar USM lainnya.
Saat di Bandung itu adalah pengalaman yang menge-
sankan. Saya ke sana tanpa uang sepeserpun mung-
kin bisa hidup karena semua biaya selama tes USM di
Bandung ditangggung oleh ITB. Baik banget tidak sih
ITB! hehe. Di sana kita juga bisa mengenal banyak te-
man baru dari daerah lain. Walaupun akhirnya ternya-
ta Saya tidak lolos USM Terpusat ITB. Ya…. tak apalah,
tetapi Saya cukup bahagia setidaknya ada anak Pe-
malang yang lolos, Widi Arfanto. Kesedihan yang Saya
rasakan karena tidak lolos hanya berlangsung sekejap
saja karena Saya harus melanjutkan perjuangan Saya.
Iya…. Sayamasihpunyaharapan.Sayamasihbisa
melanjutkanpendidikanSaya.Sayatidakinginsep-
ertianggotakeluargasaya,hampirsemuanyatidak
pernah merasakan bangku kuliah. Semangat Saya
tak pernah kendor, Saya tetap ingin mencoba SNMPTN.
Untuk mengikuti SNMPTN Saya terganjal oleh kendala
dana. Saya harus mencari uang lebih untuk mengikuti
SNMPTN. Oleh karena itu, Saya bekerja di tempat sau-
dara Saya dari pagi sampai sore terkadang sampai
malam. Memang itu sangat melelahkan dan waktu be-
lajar Saya jadi berkurang karena biasanya kalau su-
dah pulang kerja Saya langsung tidur. Gaji yang Saya
dapatkan pun tidak seberapa, hanya Rp5.000,00 per
hari, tapi lumayan lah untuk tambah-tambah.
Singkat cerita saja, sekarang akhirnya Saya di sini,
kuliah di ITB, dengan membawa sejuta mimpi dan hara-
pan. Bangku kuliah yang bukan angan lagi, Saya bisa
kuliah tanpa biaya di sini, tanpa membebani orang tua
karena biaya hidup dan tempat tinggal sudah ditang-
gung semua. Saya pun diberi pembinaan dan perhatian
lebih di sini dan mempunyai banyak teman dengan ber-
bagai macam mimpinya. Saya pun bisa membuktikan
pada orang-orang yang meremehkan Saya bahwa
Saya telah membuktikan ucapan Saya.
“Ucapan adalah doa” begitulah kata orang, entah
siapa,yangseringSayadengar. Teman-teman jangan
pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah mera-
sa putus asa karena yakinlah Allah pasti akan Mengirim
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
42
mimpi-mimpimu dalam bentuk di dalam kenyataannya,
memang tidak selamanya mulus seperti yang kita ba-
yangkan, akan tetapi lebih indah dan terbaik untuk kita.
Beasiswa ITB Untuk Semua itu ada untuk kalian yang
cerdas dan punya semangat yang tak ada habisnya.
Kami hanya ingin melihat kalian tersenyum. Senyum In-
donesia, SEMANGAT!”
-Lutf Baiti-
04
”ITB.... Aku terbiasa bermimpi dan mencitakan hal-hal
yang begitu besar dalam hati.... Salah satunya adalah
kuliah di ITB. Dari sisi biaya kayaknya gak mungkin anak
sepertiku dari keluarga sederhana bisa kuliah di ITB,
mustahil.... Tapi ada satu kata sob, yang terpatri di ha-
tiku....
“Tiada yang mustahil bagi Allah dan Allah Menga-
bulkan doa hamba-Nya”.... sehingga ku tak pernah
menyerah,ITBtetapjaditargetutamaku.... Hal ini ku
pertahankan sejak aku duduk di kelas 1 SMA. Hara-
panku mulai menumbuh, ketika secarik kertas pengumu-
man dari sekolah tentang Beasiswa ITB Untuk Semua....
Tanpa pikir panjang, aku pun langsung bersiap untuk
mendaftar. Tak lupa kuajak teman-teman lain. Lem-
baran-lembaran persyaratan kuterbangkan melalui
sayap-sayap pos membawa segenap harapanku menu-
ju Bandung, hari berganti hari dan bulan pun datang
menggenapi hari, UAN kulalui, hingga aku pergi berli-
bur ke Surabaya.... HP-ku berdering, suara lembut ter-
dengar saat HP kuangkat.... Betapa senangya hatiku,
bukan lantaran suara cewek yang lembut itu, melainkan
isi kata-katanya Men.... hehe..... Katanya, aku lulus se-
leksi tahap pertama Beasiswa ITB Untuk Semua.... Al-
hamdulillah....
Aku pun pulang ke Banyuwangi dan lalu mempersiap-
kan keberangkatan ke Bandung untuk mengikuti USM....
Pemberangkatan ke Bandung FREE, naik pesawat lagi....
My frst fight experience.... hehe…. Yang kubawa ha-
nyalah segemerincing uang, 3 potong baju (seragam),
dan doa dari kedua ortu…. Aku sempat minder.... Aku
gak bawa buku, sementara peserta lain, buku yang
dibawa nyampe sekoper.... Alhamdulillah aku lancar
ngerjain USM. Sepuluh hari setelah itu, kubuka peng-
umuman di internet.... Alhamdulillah, aku lulus USM, aku
berhasil masuk ITB.... Mimpiku terwujud, ribuan doaku
pada Ilahi terkabul, bahkan aku dan keluargaku gak
ngeluarin uang sepeser pun....
Sebulan setelah peristiwa pengumuman, aku pergi ke
Bandung.... daftar ulang dan sekaligus Bridging.... Pro-
gram yang mendongkrak softskills-ku.... Acara yang
seru dan banyak manfaat.... Dan kini aku melalui hari
sebagai mahasiswa ITB.... Menjadi mahasiswa terbaik
bangsa.... Harapan bangsa.... Masa depan bangsa....
Daripengalamankuini,akumemperolehbanyakhik-
mah,antaralain:(1)Jangantakutbermimpi,karena
semuanya berawal dari mimpi, dari satu hal yang
sederhanayangbernamamimpi,bisamenghasilkan
sesuatu yang luar biasa, (2) Percayalah, gak ada
sesuatu pun yang mustahil di dunia ini.... Mintalah
padaYangMemilikiDuniaini,ibadahlahdenganis-
tiqamahdanteruslahberusaha....Niscayaapayang
kauingin,akantercapai....(3)SiapabilangORANG
MISKIN DILARANG SEKOLAH, malah ORANG MIS-
KIN HARUS SEKOLAH supaya dapat mengubah ke-
hidupannya....(4)Kalauadainformasibagi-bagike
temen.”
-ArdianRizaldi-
05
“BIUS, sesuatu yang tak terduga sebelumnya oleh Saya.
Anugerah besar yang membuat harapan Saya yang
sempat hancur kembali menggebu. Terima kasih Tuhan
atas kesempatan yang Kau Berikan.”
”Membangun Kembali Harapan yg Sempat Hancur, BIUS,
bagi Saya merupakan suatu Anugerah yg luar biasa
dari Tuhan. Suatu program yg dibuat bagi putra-putri
yg memiliki potensi, kemauan, cita-cita yg terbentur oleh
hal yg “katanya” sangat berpengaruh di dunia, UANG.
Tapi,BIUSmembuktikanbahwatakselamanyauang
ituberpengaruh.“Pendidikantinggikinibukanhanya
milikorangygberduit”.
Saya, Edi Parlindungan H., anak kelima dari enam ber-
saudara telah membuktikannya. Ayah Saya mempunyai
usaha panglong kayu (tempat penampungan kayu utk
diolah lebih lanjut menjadi balok-balok berbagai uku-
ran). Tapi karena krisis moneter, usaha Ayah Saya meng-
alami masa sulit hingga akhirnya collapse. Walaupun
kini sudah tidak memiliki sumber penghasilan yg tetap,
Ayah dan Ibu Saya tetap memperhatikan pendidikan
Membangun kembali harapan yang sempat
hancur, BIUS bagi Saya merupakan suatu
Anugerah yang luar biasa dari Tuhan. Suatu
program yang dibuat bagi putra-putri yang
memiliki potensi, kemauan, cita-cita yang
terbentur oleh hal yang “katanya” sangat
berpengaruh di dunia, UANG.
www. i t bunt uksemua. com
43
anak2nya. Sifat Ayah dan Ibu memang diturunkan, tapi
tdk dgn nasib.
Ayah dan Ibu Saya berusaha sekeras mungkin agar se-
mua anaknya dapat mengenyam pendidikan setidak-
nya lebih tinggi dari mereka. Hal tersebut Saya apre-
siasikan dgn selalu memberikan yg terbaik utk mereka.
Suatu saat-ketika Saya duduk di bangku kelas XII SMA,
Saya melihat papan pengumuman. Seperti hari-hari se-
belumnya, papan pengumuman dipenuhi dengan pos-
ter-poster tentang perguruan tinggi beserta jalur-jalur
masuk yg ditawarkan. Tapi mata Saya tertarik pada
suatu pengumuman yg berisi tentang beasiswa. Saya
pun membacanya dgn seksama. Itu adalah tawaran
beasiswa dari Universitas Paramadina.
Hari-haripun berganti hingga suatu saat teman Saya
datang ke kosan Saya dan memberikan informasi. Ia
mengatakan bahwa ada beasiswa dari ITB. Saya sa-
ngat terkejut sekaligus bersyukur karena ada dua
kesempatanbagusygdapatSayacoba.Duakesem-
patan emas yg dapat mewujudkan mimpi-mimpi
Saya. Dari dua, ternyata Saya dipercayakan pada satu
kesempatan. Saya mendapat kesempatan utk mengikuti
Ujian Saringan Masuk ITB. Dan jika Saya lulus ujian sa-
ringan ini, secara otomatis beasiswa akan Saya dapat-
kan. Ternyata takdir berkata lain. Saya tdk lulus Ujian
Saringan Masuk ITB. Harapan Saya sempat hancur.
Tapi, Saya tdk langsung berputus asa. Dan kerja keras
Saya pun berbuah. Saya masih mempunyai satu kesem-
patan lagi untuk mendapatkan beasiswa itu, yakni le-
wat jalur SNMPTN. Saya dan beberapa teman Saya
yg bernasib sama dgn Saya mendapat keajaiban, kami
lulus SNMPTN dan mendapat Beasiswa ITB untuk Semua.
Saya sangat bersyukur. Tuhan masih Memberikan Karu-
nia-Nya kepada Saya. Kini Saya telah bergabung dgn
teman-teman BIUS yg lulus USM. Kami telah mengikuti
kegiatan perkuliahan selama 3 bulan. Suka duka dile-
wati. Kesan yg begitu berharga. Semoga BIUS angka-
tan 2009 dapat menjadi teladan bagi keluarga baru,
keluarga baru yg sangat kami nantikan. BIUS 2010....”
-EdiParlindunganHutasoit-
06
“Assalaamu’alaikum. Saya sangat bersyukur bisa lolos
sebagai salah satu dari 40 siswa yang mendapatkan
Beasiswa ITB Untuk Semua. Saya mendapat banyak hal
berharga dari BIUS, mulai dari teman, pelajaran, peng-
alaman, dan berbagai kenangan yang penuh makna.
Bagi Saya, BIUS adalah sebuah gerbang menuju keber-
hasilan. Oleh karena itu, Saya akan terus berusaha dan
berdoa demi meraih cita2.”
”BIUS, aku merasa sangat beruntung menjadi salah satu
dari 40 siswa (sekarang mahasiswa) yang mendapat-
kan Beasiswa ITB Untuk Semua. Dari 3170 siswa yang
mendaftar, hanya 200 yang lolos seleksi tahap perta-
ma. Dari 200 yang lolos, hanya 40 yang lolos lagi, dan
aku termasuk di dalamnya. Sungguh Karunia Allah yang
sangat besar bagiku. Awalnya aku sama sekali tak me-
nyangka bisa lolos dari sekian tahap seleksi penerimaan
BIUS. Yang aku lakukan saat itu hanyalah berusaha dan
terus berdoa. Aku meyakinkan diri bahwa Allah pasti
akan memberikan yang terbaik bagiku. Keyakinan itu-
lah yang membuatku bertahan meski berbagai hala-
ngan menghadang.
Allah memang Maha Penyayang. Yang kuinginkan
hanyalahuntukbisamelanjutkanpendidikandiITB,
namunAlahmemberikuyanglebihdariitu. Dia Beri-
kan aku beasiswa terbaik ini, Dia Berikan aku teman-te-
man yang setia, Dia Berikan aku pengalaman yang ber-
harga, Dia Berikan aku pelajaran yang bermakna, dan
semua itu aku dapatkan dari BIUS. Sejak mendapatkan
BIUS, aku merasa semakin tertantang untuk terus ber-
prestasi. Telah banyak pihak yang berjasa hingga ku
dapat melangkah sejauh ini. Satu-satunya balasan yang
bisa kuberikan saat ini hanyalah prestasi. Untukituaku
akanterusberusahadanmemohonpadaYangKua-
saagarkelakakubisamenjadiseorangyangsukses
dandapatmembalaskebaikanorang-orangyangte-
lahberjasakepadakudenganmelanjutkankebaikan
merekakepadaorang-orangyangmembutuhkan.”
-TopanE.R-
07
“Assalaamu’alaikum. BIUS, ‘the agent of change’, itulah
kalimat yang senantiasa kami (BIUS) dengar dari para
relawan. BIUS tak sekadar memberi bantuan, melainkan
pendidikan. Pendidikan tentang indahnya kehidupan.
BIUS, berasa ikut Undian Seratus Juta. ^_^ Bahagiakan-
lah Indonesia untuk Selamanya.”
”Perkenalan dengan Beasiswa ITB Untuk Semua, hari itu
aku berencana pulang ke rumah lebih cepat dari biasa-
Lewat sebuah pesan singkat dari kakak
alumni, cakrawala pikiranku terbuka.
Kesempatan besar ada di depan mata,
kesempatan untuk memperoleh hak yang
sama dalam pendidikan. Sejak saat itu, aku
memulai berikrar. “Aku harus dan pasti bisa
masuk ITB”.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
44
nya. Aku tarik nafas panjang mengumpukan sisa-sisa
tenagaku selepas lelah berpikir seharian mengerjakan
UTS Matematika, di SMA-ku, SMA tercinta, SMAN 1
Purwokerto. Bersiap kubungkukkan badanku, tanganku
sigap memegang kendali, dan kakiku menginjak pedal
kemudian kukayuh sepedaku pelan-pelan. “Teguh....!
Tunggu sebentar”. Sayup kudengar suara seorang Ibu
Guru BK memanggil. Bu Aan namanya. “Iya Ibu, ada
apa Bu?”, “Kamu lihat ini.” Bu Aan menyodorkan sebuah
HP. Pemberitahuan ITB membuka kesempatan bagi siswa
tidak mampu dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan
Beasiswa ITB Untuk Semua. ”Keterangan lengkap lihat
di website ITB usm.itb.ac.id.”
Sejak perkenalan dengan BIUS, kumulai hari-hariku
dengan semangat. Seperti ketika kutulis esai tentang
Motivasi Hidup. Kutulis harapan-harapan jika aku
berhasil kuliah di ITB, kugantungkan cita-citaku un-
tukIndonesia,kusemangatidirikusendiri. Semangat
yang membuatku selalu punya harap untuk terus be-
lajar walaupun dengan berbagai kekurangan keluar-
gaku. Optimisme selalu menjadi pedomanku saat itu,
dan yang terpenting, aku punya Allah yang tak pernah
muak mendengar doa-doaku. Ya, mungkin kisah di atas
hanyalah pengalaman bagaimana pertama kali aku
tahu ada beasiswa di kampus ITB.
Lewat sebuah pesan singkat dari kakak alumni,
cakrawalapikirankuterbuka.Kesempatanbesarada
di depan mata, kesempatan untuk memperoleh hak
yang sama dalam pendidikan. Sejak saat itu, aku
mulaiberikrar.“AkuharusdanpastibisamasukITB”.
Sekiranya kisah di atas menjadi sebuah motivasi untuk
para calon penerima besiswa ITB 2010. Kalian yang
sudah tahu lebih banyak tentang beasiswa ini melalui
berbagai media. Harusnya lebih punya semangat tinggi
untuk mencapai impian dan harapan kalian. Dua ratus
besar BIUS 2009, kuterima sebuah surat berlogo Gane-
sha ITB, ragu sebenarnya ketika memperolehnya. Ham-
pir tak percaya. Benarkah surat itu untukku? Aku lihat
nama dalam surat itu memang benar untukku, “Kepada:
TEGUH WIBOWO”. Akh, siapa tahu bukan namaku.
Kan di dunia ini beribu orang bernama sama. Aku coba
yakinkan lagi. Pelan kubuka mata sembari berharap
alamat dalam surat itu benar-benar alamat rumahku.
Ternyata.... “Jalan Sunan Kali Jaga” Yah, itu alamat
tempatku hidup dan dihidupi, tempatku mulai belajar
berjalan, bersua hingga sampai aku seperti sekarang
ini. Itu benar-benar alamat rumahku. Bel istirahat kedua
berdentang. Jam merujuk pukul 11.45 WIB. Tengah hari
yang terik begitu terasa saat itu. Namun, kucuran air
wudhu yang mengalir membasahi wajah dan ubun-ubun
terasa menyejukkan. Lantai mushala terasa dingin saat
kuinjak. Lalu, kuletakkan kepala dan kaki ini tanpa tim-
pang. Matakuberkunang,akularutdalamsujudpan-
jang.Suratitumenceritakankelolosanku sebagai “dua
ratus besar calon penerima Beasiswa ITB Untuk Semua”.
Artinya, tiga minggu setelah surat itu kuterima, aku akan
pergi ke Bandung dan diperkenankan mengikuti Ujian
Saringan Masuk Terpusat ITB.
Bersama seratus sembilan puluh sembilan kawan lain-
nya kami bersama berjuang memperebutkan 50 kursi
penerima BIUS 2009. Detik-detik menentukan, saat itu
jam dinding menunjuk pukul tujuh malam. Di sebuah
ruang ber-AC dengan kepulan asap rokok menyembul
menimbulkan sesak dada aku duduk menghadap kom-
puter. Perlahan jemari tanganku meraba keyboard dan
kuketik usm.itb.ac.id. Berharap segera kudapat jawaban
atas kebimbanganku, malam ini merupakan malam me-
nentukan bagi semua peserta USM Terpusat ITB. Rasa
cemas dan was-was menghinggapi diri setiap peserta
USM.
Bukan kelegaan yang kudapat, koneksi internet ke server
di ITB kacau. Yang kutemui hanyalah tulisan “Web page
error”. Hatiku semakin bimbang. Berkali-kali kucoba,
tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya sebuah momen me-
nentukan itu terjadi. Komputerku berhasil masuk website
ITB. Tanpa pikir jauh nomor ujian dan nomor peserta aku
ketik pada rubrik login. Komputerku mulai loading 10
persen, 25 persen, 40 persen, 70 persen, 80 persen, 90
persen, 99 persen, Kemudian 100 persen. Akhirnya....
Penantianku terjawab sudah. No Ujian xxxxxxxxxx
Anda diterima di Fakultas/Sekolah SITH. Dengan mata
nanar kucoba yakinkan kembali, jelas terlihat. No.
ujianku benar-benar tercantum sebagai calon Maha-
siswa ITB.
Bridging BIUS 2009, hari berganti hari, tak kusadari
dua minggu beselang. Aku harus mempersiapkan men-
tal untuk memulai kehidupanku di Bandung. Sebulan
sebelum hari pertama masuk ITB, kami keduapuluhtujuh
penerima BIUS harus menghadapi bridging program.
Awalnya aku berpikir tak ada gunanya program bridg-
ing itu. Hanya membuang-buang waktu dan tenaga.
Namun, proses bridging membentuk paradigma baru
dalam pemikiranku. Kekompakan dan kebersamaan
kami penerima BIUS ditempa di sini. Sangat terasa
aliranpersahabatandankekeluargaan.Taksekadar
itu,pelajarantentangsoftskillstaksedikitkamiterima.
Kataorang,softskillsmenjadibekalkomunikasidalam
kehidupan. Kisah-kisah hidup orang sukses kami dengar
sebagai inspirator menuju cita dan asa kami. Network-
ing sebagai syarat mutlak seorang entrepreneur juga
kami dapatkan di program bridging ini.
www. i t bunt uksemua. com
45
Semua cerita di atas hanyalah sedikit kisah dari kami
para penerima BIUS 2009. Tak banyak bermaksud,
hanya ingin berbagi pengalaman seputar suka duka
perjuangan menerima beasiswa di ITB, Beasiswa ITB Un-
tuk Semua khususnya. Pesan untuk kalian calon penerima
Beasiswa ITB 2010, bahwa tak ada kebahagiaan tanpa
perjuangan. Where there is a will, there is a way. Banyak
orang besar terlahir dari kekurangan. Dan ingatlah, di
atas langit masih ada langit. Semua upaya yang kita
lakukan tak ada artinya tanpa doa. Tetap semangat
dan tetap tersenyum. “Ketika kehidupan memberi-
museribualasanuntukmenangis,tunjukkanbahwa
engkau punya sejuta alasan untuk tertawa”. Salam
hangat penuh semangat.”
-TeguhWibowo-
08
“Assalaamu’alaikum. BIUS 2009, sangat bermanfaat.
Teman dan pengalaman banyak Saya dapatkan di ITB.
Berkat Izin Allah, dengan adanya BIUS 2009, Saya
bisa mendapatkan semua ini. Bagi panitia, donatur,
dan kakak2 relawan, terima kasih atas semua yang
diberikan di BIUS 2009, semoga bisa diteruskan untuk
generasi BIUS 2010 dan selanjutnya. BIUS’09 SEMAN-
GAT!”
”BEASISWA ITB UNTUK SEMUA (BIUS) for Agent of
Change, this is not only A DREAMS, but reality and good
opportunity…. Saya Ahmad Haris Muhtar, Ringkul’s Boy,
kelahiran Kediri (asli Kediri rek….), tanggal…. (lihat di
FB), anak ke-3 dari 4 bersaudara. Sekarang kuliah di
ITB di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(FMIPA) [fakultas ke-2 terfavorit tahun 2009, he….
karena jumlah mahasiswanya ke-2 terbanyak setelah
FTI (Fakultas Teknologi Industri)]. Asal SLTA adalah Ma-
drasah Aliyah Negeri (MAN) Purwoasri.
Alhamdulillah, Saya sangat bersyukur bisa menda-
patkan satu-satunya beasiswa yang pernah ada di In-
donesia, bahkan mungkin di dunia, Beasiswa ITB Untuk
Semua (BIUS). Sebelumnya tak pernah terpikir, bagai-
mana kelanjutan studi Saya. Cita-cita tinggi tapi biaya
tak mencukupi, bingung juga. Dulunya, saat masih di se-
kolah madrasah, Saya belum memikirkan akan kuliah
di mana nanti. Karena keterbatasan biaya, Saya tidak
berpikir untuk kuliah dengan biaya sendiri. Saat itu,
Tante Saya yang bertempat di Palu, Sulawesi Tengah,
menawarkan pada Saya untuk ikut dengan Beliau sete-
lah lulus MAN. Di sana akan diberi pekerjaan dan akan
dikuliahkan. Nah, harapan lebih terang saat itu, meski
agak berat bila diterima, karena jauh dari sanak fa-
mili.
Sebelum Ujian Nasional, Kakak Ipar Saya memberitahu
tentang beasiswa di ITB, namanyaBeasiswaITBUntuk
Semua(BIUS).Terlintasdipikiransaya,“Ah….,coba
dululah,mungkinbisaditerima”.Sayaberusahaun-
tuk memenuhi syarat-syaratnya dan segala sesuatu
yang berhubungan tentang beasiswa itu. Saya ber-
pikir, mungkin hanya itu kesempatan Saya untuk
melanjutkanstudi, selain ikut Tante Saya. Berkas-Ber-
kas pun Saya kirim, dengan sebelas teman Saya dan
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
46
beberapa hari setelah UN berita pun datang. Akhirnya
yang diterima untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk
(USM) ITB hanya Saya dan dua orang teman saya, Ali
Ma’ruf (Kudu Lor’s Boy) direkomendasikan BIUS bersa-
ma Saya dan Ira Risnawati (Blawe’s Girl) direkomen-
dasikan Beasiswa Penuh.
Perjalanan ke Bandung dimulai. Kami mendapat pe-
ngarahan dari seorang relawan dari Panitia BIUS, Kak
Neni, mengenai pelaksanaan USM dan segala persia-
pan sebelum dan selama USM. Sampai di Bandung, hari
pertama adalah pendaftaran ulang dengan penyera-
han berkas-berkas lanjutan dilanjutkan melihat tempat
ujian. Wah.... saat itu baru pertama kali Saya melihat
dan memasuki langsung kampus teknik terbaik di Indo-
nesia, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian, kami
yang direkomendasikan bisa mengikuti USM diberi pe-
ngarahan oleh para relawan dari panitia BIUS. Jumlah
yang direkomendasikan saat itu ada 200 anak.
Kami kembali ke penginapan untuk persiapan ujian
esoknya. USM, hal yang harus dihadapi oleh anak-anak
penuh harapan untuk menjadi Putra-Putri Terbaik Bang-
sa, dimulai. Dilaksanakan selama 2 hari, dengan jumlah
peserta lebih dari 1.000 orang. Selanjutnya, setelah
USM selesai, kami pulang ke rumah masing-masing dan
menunggu pengumuman hasil USM. Singkat cerita, Saya
akhirnya diterima di Fakultas MIPA, namun sayang, ke-
dua teman Saya belum diterima.
Mulailah kehidupan di ’Kota Priangan’ dengan 26 teman
yang juga dinyatakan diterima. Sebelum kuliah, diberi-
kan dalam suatu program yang diadakan oleh Panitia
BIUS yaitu Program Bridging. Program ini dilaksanakan
1,5 bulan dan sangat menyenangkan. Kegiatannya san-
gat berkesan bagi saya, uh.... pokoknya asyik banget,
bisa saling debat dalam diskusi, bertemu orang-orang
sukses, kayak Pak M. Jusuf Kalla, Bapak Blog Indonesia
dan banyak lagi.
Masa bridging itulah, waktu untuk beradaptasi dengan
kehidupan di Bandung. Dalam masa itu, Saya pernah
ditipu orang. Waktu akan berangkat bridging, eh tahu-
tahu ada orang lewat nyamperin, dia minta uang untuk
biaya pulang. Sialnya Saya percaya juga orang itu,
yah singkat cerita Saya akhirnya menguras uang empat
puluh ribu.... Ah, bener-bener lucu kalau mengingatnya.
Dari program bridging pula, diberikan materi-materi
mengenai beberapa mata kuliah, MaFiKi terutama,
yang sebagian diajarkan oleh Imam Santoso, salah se-
orang relawan BIUS juga dan merupakan mahasiswa
lulusan terbaik dengan IPK 4,00 dan masa kuliah 3,5
tahun.
Saya juga lebih tahu bagaimana dan seperti apa diri
Saya melalui materi psikologi yang disampaikan Ibu Sri
Wachyuni, satu-satunya Psikolog di ITB. Itu materi yang
paling Saya sukai. Saya jadi tahu langkah-langkah apa
yang mesti diambil untuk memperbaiki diri dan menca-
pai target yang Saya tentukan. Materi terkadang diisi
langsung oleh Panitia BIUS, yaitu Ibu Betti Alisjahbana
dan Kak Andrianto Soekarnen. Juga tak kalah mena-
riknya, waktu Tour Arround Bandung-nya bersama para
relawan BIUS, Kak Nci (Sri Pujianti), Kak Charlie, Kak
Agung ’Erbe’, dan lain-lain. Waktu itu Saya dengan te-
man Saya Bibit Musnaini (Boyolangu’s Boy) pernah mau
nyasar, soalnya sudah ditinggal saat akan berkunjung
ke Kampung Baso. Karena salah naik angkot, hampir
saja mau ke Cicaheum, aduh.... Kayaknya lebih banyak
yang konyol-konyol.
Selesai USM, SNMPTN pun datang, kesempatan ke-
dua bagi para calon Putra-Putri Terbaik Bangsa. Dari
SNMPTN ini, kami, (BIUS-ers 27 anak), mendapat 13
teman BIUS baru. Jadi anak BIUS menjadi 40 orang,
hore.... teman baru dan lebih banyak. Sekarang, sudah
masa kuliah semester satu. Nah, mungkin baru terasa
bedanya kuliah dengan SMA. Kuis dan tugas sudah
hampir terbiasa, sekarang adalah masa ujian. Ujian
www. i t bunt uksemua. com
47
Tengah Semester (UTS) 1 sudah berakhir, dan nilai Saya
kurang memuaskan. Yah, katanya sih biasa…. tahun
pertama, he he. Minggu depan masa UTS 2 dan dilan-
jutkan Ujian Akhir Semester (UAS) 1. Harus berjuang....!
Banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang
Saya dapat di sini.
For BIUS-ers (Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua)
yang akan datang (2010 dan seterusnya), berjuanglah
dan jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah agent
of change di daerahmu.... SEMANGAT! Teman-teman
BIUS-ers 2009 juga, tetep SEMANGAT.... saling mem-
bantu dan mendoakan ya! Sekian....”
-AhmadHarisMuhtar-
09
“Beasiswa yang sangat luar biasa. Beasiswa ITB Untuk
Semua. The agent of change will be born from here. Keep
struggling and praying.”
“Berjuang dan berdoalah, tak pernah kubayangkan se-
belumnya dapat berkuliah di ITB dengan mendapatkan
beasiswa selama 4 tahun. Suatu Anugerah Tuhan yang
luar biasa dalam hidupku. Setahun yang lalu, tepatnya
bulan November 2008, aku sudah mulai mencari bea-
siswa untuk berkuliah. Sejak awal aku sudah berniat un-
tuk menyelesaikan masa kuliahku di ITB, aku mulai men-
cari beasiswa yang disediakan ITB melalui itb.ac.id.
Aku mulai menyiapkan semua persyaratan yang wajib
dipenuhi untuk beasiswa yang akan kuajukan. Beasiswa
ekonomi lemah, itulah beasiswa pertama yang sangat
aku harapkan untuk dapat berkuliah di ITB. Semua per-
syaratan telah kulengkapi, tetapi ternyata pembukaan
pendaftaran untuk beasiswa ini baru dimulai bulan
April bersamaan dengan pendaftaran PMBP Terpu-
sat. Akhirnya, aku harus menunggu dengan hati yang
khawatir karena beasiswa ini terbatas hanya untuk 30
orang pertama yang mendaftar.
Pada tanggal 10 April 2009, 10 hari sebelum Ujian
Nasional aku kembali membuka itb.ac.id aku melihat
jalur beasiswa dan ternyata ada sebuah beasiswa
yangbelumpernahkudengarsebelumnya.Beasiswa
ITB untuk Semua (BIUS), itulah namanya. Sebuah
beasiswa yang luar biasa menurutku. Beasiswa ini
memberikan kesempatan kepada seluruh orang yang
kurang mampu namun memiliki prestasi akademik yang
baik untuk dapat berkuliah di ITB. Seluruh biaya di-
tanggung oleh beasiswa ini, dari mulai biaya formulir
pendaftaran, transportasi untuk mengikuti ujian di Ban-
dung, biaya kuliah selama empat tahun, biaya asrama,
dan biaya untuk kehidupan selama menempuh kuliah di
Bandung. Aku mulai melengkapi persyaratan secepat-
nya karena hari terakhir pengiriman adalah tanggal 20
April, bertepatan dengan UN.
Awalnya aku juga ingin mendaftar untuk beasiswa
ekonomi lemah karena aku merasa ragu mendaftar
BIUS, ternyata tidak bisa karena harus memilih salah
satu. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih BIUS.
Setelah mengirim seluruh dokumen persyaratan, aku se-
lalu memeriksa pengumuman calon penerima beasiswa
melalui internet.Akutidakhanyamenunggudanber-
harap, tetapi aku terus berjuang, belajar, bersyukur,
dan berdoa kepada Tuhan supaya dapat diberikan
kesempatanuntukberkuliahdiITB.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
48
Pada suatu hari di awal bulan Mei, aku memeriksa kem-
bali pengumuman calon penerima beasiswa, dan ter-
nyata sudah ada. Saat ku melihat pengumuman itu, aku
tidak berkata apa-apa, aku terdiam, dan merasakan
suatu kesenangan luar biasa. Aku bersyukur kepada
Tuhan karena sudah diberikan kesempatan mengikuti
Ujian Saringan Masuk ITB dan aku berjanji tidak akan
pernah menyia-nyiakan kesempatan itu. Setelah hari itu,
aku terus belajar dan tidak lupa berdoa.
Kira-kira pertengahan bulan Mei, aku ditelepon oleh
salah seorang relawan dan memberitahukan bahwa
aku termasuk salah satu dari 200 orang yang menda-
pat kesempatan mengikuti ujian PMBP Terpusat untuk
mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua. Pada tanggal
27 dan 28 Mei 2009, seluruh peserta calon penerima
BIUS ini diberangkatkan dari daerahnya masing-masing
untuk pendaftaran di Bandung. Seluruh peserta ditem-
patkan di sebuah asrama di PPI. Tanggal 29 Mei 2009,
seluruh peserta membawa seluruh dokumen persyara-
tan pendaftaran dan pada hari itu seluruh peserta res-
mi terdaftar sebagai peserta PMBP Terpusat. Keesokan
harinya, kami dihadapkan dengan ujian pertama, ujian
psikotes. Ujian ini dapat terlewati dengan lancar, me-
skipun ada sedikit keraguan untuk tes potensi akademik.
Setelah selesai menempuh ujian pertama, kami lang-
sung pulang ke asrama dan mempersiapkan diri untuk
ujian mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia,
Matematika, dan IPA terpadu besok. Setelah selesai
menempuh seluruh ujian kami dipulangkan ke daerah
masing-masing.
Ujian sudah berakhir, tetapi ketegangan belum ber-
akhir. Setiap hari selalu terpikir olehku ujian yang telah
kutempuh. Akusangatmerasaragudapatlulusujian
itu karena aku merasa tidak dapat mengerjakannya
dengan lancar. Aku sudah pasrah dan berserah ke-
pada Tuhan, aku hanya berdoa, “Ya Tuhan, jika ini
sudah menjadi kehendak-Mu, jadilah yang terbaik.
Aku sudah melakukan bagianku, sekarang aku se-
rahkan semuanya ke dalam tangan-Mu,”. Aku juga
selalu berbicara kepada orang tuaku, “Aku takut”,
dan orang tuaku menjawab, “Tenanglah, kamu sudah
berusaha, tidak perlu terlalu dipikirkan, berdoa saja”.
Akhirnya aku tidak merasa terbebani lagi, aku tidak
hanya pasrah begitu saja, tetapi aku mempersiapkan
diri untuk SNMPTN.
Kira-kira awal Juni 2009, pengumuman PMBP Terpusat
telah keluar. Hatiku sangat berdebar-debar. Aku tidak
tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak lulus PMBP
Terpusat ini. Aku pergi ke warnet bersama temanku,
kemudian membuka itb.ac.id dan memasukan nomor
peserta ujianku, dan ternyata hasilnya aku diterima di
pilihan kedua, yaitu Fakultas Teknik Pertambangan dan
Perminyakan.
Aku sangat senang dan bangga. Aku sangat bersyukur
kepada Tuhan. Sebuah hasil yang luar biasa dari kerja
kerasku. Dari hasil ujian PMBP terpusat ini, 27 orang
berhasil lulus dan akan diverifkasi. Setelah pengumu-
man itu, relawan BIUS melakukan verisikasi kepada
seluruh calon penerima BIUS yang lulus ujian. Verifkasi
dilakukan dengan dua cara, yang pertama datang
ke rumahku dan yang kedua melalui telepon. Sejum-
lah pertanyaan diberikan dan dicatat. Setelah melalui
proses yang panjang dan perjuangan yang melelahkan,
akhirnya aku secara resmi dinyatakan sebagai peneri-
ma BIUS yang akan mendapatkan beasiswa selama 4
tahun.
Pada awal bulan Juli, seluruh penerima BIUS yang
berjumlah 27 orang didatangkan ke Bandung untuk
mengikuti Bridging Program BIUS. Bridging Program
ini berisi pelatihan untuk dapat menyesuaikan diri dan
menghadapi semua masalah selama berkuliah di Ban-
dung. Selain itu, diisi juga dengan kegiatan-kegiatan
yang sangat menyenangkan. Kami dapat bertemu den-
gan Bu Betti Alisjahbana dan dengan relawan-relawan
baik hati yang rela meluangkan waktunya untuk kami.
Seluruh rangkaian pelatihan dan kegiatan ini berlang-
sung selama satu bulan dan menurutku program ini sa-
ngat membantu. Satu bulan telah berlalu, kuliah sudah
semakin dekat. Kami kedatangan 13 teman baru yang
belum lulus dalam ujian PMBP Terpusat, tetapi akhirnya
lulus SNMPTN. BIUS 2009 sekarang ini berjumlah 40
orang, 22 laki-laki dan 18 perempuan. Kami berasal
dari daerah yang berbeda-beda, tetapi kami tinggal
bersama di sini seperti sebuah keluarga.
Sekarang kami menjalani kuliah sebagaimana ma-
hasiswa yang lain. Bagiku, dapat berkuliah di tempat
yang kuinginkan dengan beasiswa selama 4 tahun
Verifkasi dilakukan dengan dua cara,
yang pertama datang ke rumahku
dan yang kedua melalui telepon.
Sejumlah pertanyaan diberikan dan
dicatat. Setelah melalui proses yang
panjang dan perjuangan yang
melelahkan, akhirnya aku secara resmi
dinyatakan sebagai penerima BIUS
yang akan mendapatkan beasiswa
selama 4 tahun.
www. i t bunt uksemua. com
49
adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Aku bukan-
lah orang yang hebat, yang dapat melakukan apapun.
Akujugabukanorangyangpintar,tetapiakuadalah
orang yang beruntung. Beruntung karena aku telah
menyadaribahwayangdiperlukanuntukmeraihse-
buahimpianadalahkerjakerasdanperjuangan. Aku
juga sudah sangat menyadari bahwa masalah ekonomi
bukanlah lagi halangan untuk kita menjadi sukses.
Di ITB ini banyak sekali beasiswa yang menanti
orang-orang yang sangat membutuhkan. Bekerja
keraslah dan berusahalah untuk meraih cita-cita dan
impian yang ingin kalian capai. Gantungkanlah cita-
citamu setinggi langit, jangan biarkan apapun meng-
halangi kalian dan yakinlah bahwa kalian dapat me-
raih impian itu. Masih banyak hal-hal yang luar biasa
lagi yang tidak dapat kuceritakan semua. Kalian (calon
penerima BIUS 2010) akan merasakan sendiri pengala-
man-pengalaman yang tidak akan bisa kalian lupakan.
Ingatlah,teruslahbelajar,berpikir,berjuang,bersyu-
kur,danselaluberdoakepadaTuhan. Salam hangat
penuh semangat!”
-LeonardHendrawan-

10
“Assalaamu’alaikum. Testimoni: BIUS memberi jalan mem-
peroleh pendidikan saat biaya jadi halangan….”
“Saya mengetahui informasi tentang BIUS waktu itu dari
teman Saya. Lalu Saya dan beberapa teman satu se-
kolah itu sama-sama mengumpulkan persyaratan-per-
syaratan yang diberikan. Persyaratan tersebut salah
satunya adalah membuat karangan tentang diri sendiri,
keluarga, dan motivasi mengikuti program BIUS ini. Be-
berapa teman dekat Saya pun membantu memberi-
kaninspirasiuntukmembuatkarangan-karanganitu.
Saya sendiri tidak terlalu pintar, Saya berasal dari
keluargayangsederhana.
Ayah Saya meninggal saat Saya masih kelas 3 SMP. Se-
menjak saat itu Saya hanya tinggal dengan Ibu dan se-
orang adik perempuan Saya yang sekarang masih kelas
5 SD. Merekalah orang-orang yang sangat ingin Saya
banggakan. Saya sangat berharap bisa masuk PTN ter-
baik untuk membuka jalan terbaik menuju hal yang Saya
inginkan, yaitu kesuksesan. Dan berharap agar semua
itu bisa Saya wujudkan tanpa banyak merepotkan Ibu
Saya (dalam hal fnansial). Untuk itu Saya pun menaruh
harapan yang besar agar bisa mendapatkan beasiswa
ini. “There’s a will, there’s a way” Saya percaya itu.
Saat pengumuman bahwa Saya terpilih menjadi 200
calon penerima BIUS yang dibiayai mengikuti USM Ter-
pusat Saya sangat senang dan makin berharap kalau
Saya bisa mendapatkan beasiswa ini. Saya juga saat
itu optimis bahwa saat itu Saya bisa mengerjakan soal
USM dengan baik, tetapi saat pengumuman ternyata
Saya tidak diterima. Saat itu Saya menangis, merasa
bahwa Saya telah mengecewakan Ibu sekali lagi sete-
lah kegagalan Saya di SIMAK UI dan UM UGM.
Dan teman-teman Sayalah yang waktu itu mengemba-
likan semangat Saya. Masih ada SNMPTN! walaupun
Saya tidak berhasil mendapat beasiswa tapi kesempa-
tan kuliah murah lewat SNMPTN masih ada, pikir Saya
waktu itu. Akhirnya setelah Saya mengikuti SNMPTN,
Saya dikabari oleh Antika, salah satu teman yang lulus
USM dan mendapatkan BIUS, bahwa masih ada kuota
penerima beasiswa. Dan alhamdulillah Saya bisa lulus
SNMPTN, Farmasi ITB, dan Saya pun bisa mendapatkan
Beasiswa ITB Untuk Semua yang benar-benar seper-
ti mimpi yang menjadi kenyataan. Dan setelah Saya
kuliah selama kurang lebih 3 bulan di ITB banyak sekali
bantuan yang Saya dapatkan, entah itu mentoring, tuto-
rial, banyak teman, banyaklah pokoknya. Terima kasih
semuanya.... Senang mengenal kalian semua....”
-ListiaNingsih-
11
“Assalaamu’alaikum. BIUS itu menurut Saya beda dari
beasiswa yang lain (tinggal ngasih duit, abis itu selesai
urusan), BIUS sendiri ada keterkaitan antara penerima,
relawan, dan donatur.”
“Kesan Saya mendapatkan BIUS pastinya senang, bisa
kuliah di ITB tanpa harus mikirin administrasi dan biaya
hidup, ga perlu merepotkan orang tua, cukup belajar
dan mencari network, dll.... Untuk besar beasiswanya
sendiriSayatidakbegitukagetkarenaSayajugaper-
nah mendapatkan beasiswa yang sedikit lebih be-
sar dari BIUS saat duduk di bangku SMA (beasiswa
penuh), tapi tetap ITB-nya itu yang membuat Saya
wah!
Selama menempuh perkuliahan Saya merasa sangat
terbantu karena administrasinya sudah ada yang meng-
atur, Ibu Saya tidak perlu memberi Saya jajan, uang
transpor, SPP, seperti saat Saya masih duduk di bangku
TK-SMP dulu. Saya juga sangat terkesan dengan pro-
gram bridging-nya, banyak memberi wawasan kepada
Saya....“
-ReychalDarsonMahmud-
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
50
12
“Assalaamu’alaikum. Inilah pertolongan dari Allah, Tu-
han yang Mahaadil. Beasiswa ITB Untuk Semua telah
menyelamatkan Saya dari keputusasaan akan-Nya. Ini
juga yang telah membantu Saya meraih asa dunia ba-
hagia dan Insya Allah akhirat juga. Sungguh luar biasa
tanpa kira, Saya di Bumi Ganesha dengan keluarga
yang cukup menggantikan, BIUS 2009.”
“Setahun telah berlalu. Memikirkan akan melanjutkan
karier pendidikan telah usai. Sekitar setahun yang lalu
bahkan lebih itulah yang dilakukan setiap hari. “Akan
masuk mana ya gue ntar kuliah? “Selalu terngiang di
benak Saya. Setelah itu, ”ntar kalo masuk PTN bayar-
nya pake apa ya?“ Pertanyaan yang ‘horor’ bila dipikir-
kan. Namun, itu cerita setahun yang lalu dan Saya akan
coba membagi cerita selama setahun belakangan ini
tentang bagaimana Saya meraih karier pendidikan di
Bumi Ganesha ini. Ikut bimbel Saya pikir menjadi keha-
rusan bila ingin masuk PTN favorit. Pikiran itu dikare-
nakan paradigma bahwa soal-soal ujian masuk PTN
berbeda dengan ujian nasional.
Awalnya target Saya adalah masuk UI. Fakultas Teknik
Metalurgi dan Material adalah tujuan awal Saya. Na-
mun, Saya kemudian berpikir bahwa biaya kuliah itu
mahal. Apalagi biaya kuliah di UI Saya dengar men-
capai tujuh juta per semester. Biaya masuknya saja bisa
sampai Rp25 juta. Lalu, Saya kemudian mencari jalan
keluar. Beasiswa. Itulah selanjutnya yang Saya cari.
Kesempatan pertama datang dari beasiswa CIMB Ni-
aga, tapi jurusan yang didanai hanya Jurusan Ekonomi.
Saya tetap ikut tesnya, walaupun akhirnya gagal. Ke-
gagalan tes beasiswa CIMB Niaga membuat Saya se-
makin sering ’googling’ untuk mencari informasi tentang
beasiswa lainnya. Kesempatan kedua adalah Beasiswa
Petronas. Namun, untuk mengikuti tes itu kita harus su-
dah pernah ikut TPA (Tes Potensi Akademik). Untuk bisa
ikut TPA pun harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu,
akhirnya Saya tidak jadi mengirimkan CV Saya untuk
mengajukan diri mengikuti tes beasiswa tersebut. Awal
Maret Saya mengikuti SIMAK UI. Sebelumnya, Saya
mencoba mendaftar Beasiswa Seribu Anak Bangsa. Na-
mun, keduanya gagal kembali.
Sehari setelah pengumuman SIMAK UI, Saya me-
nguatkan diri untuk berselancar lagi di dunia maya
untuk mencari informasi beasiswa lainnya. Sebenarnya,
waktu itu Saya inginnya beasiswa ke luar negeri. Na-
mun, yang Saya temukan halaman web tentang bea-
siswa ITB Untuk Semua. Jujur,Sayasamasekalitidak
tertarikuntukkuliahdiITB.Tidaktahualasannyaapa.
Namun,setelahSayabacainformasiini,Sayamen-
jaditertarik.Inibeasiswayangterbesaryangpernah
Saya lihat. Biaya kuliah, biaya hidup, dan tempat
tinggalsemuadisediakan. Langsung saja Saya cetak
halaman ini dan Saya berbagi formulir pendaftaran ke-
pada teman Saya. Segala persyaratan Saya coba pe-
nuhi. Deadline tanggal pendaftaran nyaris saja ditutup.
www. i t bunt uksemua. com
51
Tinggal 2 hari, Saya berpikir bagaimana berkas-ber-
kas dapat sampai Bandung sebelum tanggal 20 April
2009. Saya putuskan pengiriman ekspres.
Setelah lama tak ada kabar berita mengenai bea-
siswa ini, Saya akhirnya mendapatkan kabar dari te-
man Saya bahwa Saya lolos untuk ikut tes Ujian Sa-
ringan Masuk ITB Terpusat di Bandung. Kabar gembira
ini sangat mengejutkan Saya. Saya berpikir Saya tidak
lolos karena pengumuman itu di luar jadwal yang se-
harusnya. Senang yang luar biasa tak karuan. Saya
dihubungi pihak BIUS (Beasiswa ITB Untuk Semua) ten-
tang prosedur bagaimana Saya nantinya akan tes di
Bandung. Saya dihubungi oleh Mas Adi Prasetya (yang
sampai sekarang Saya belum pernah bertemu dengan
Beliau). Beliau adalah salah satu relawan BIUS. Beliau
memberi berbagai arahan pada Saya. Salah satu orang
paling berjasa dalam upaya Saya mendapatkan bea-
siswa ini. Perjalanan menuju Bandung, Saya masih ingat
itu terjadi pada tanggal 28 Mei 2009. Banyaksekali
teman-temanyangnasibnyasamadenganSaya.Mu-
lanya menciutkan juga nyali Saya. Saya harus ber-
saingdenganmerekayangSayapikirbahwamereka
adalah orang-orang yang pintar. Sedangkan Saya
hanyalahgolonganorang-orangyangberuntung.
Jumat, 29 Mei 2009, pagi-pagi buta sudah harus ba-
ngun dan menikmati dinginnya siraman air Bandung di
tubuh. Hari itu kami akan mendaftar sebagai peserta
USM ITB Terpusat. Pendaftaran hari ini begitu mele-
lahkan. Mulai dari tes buta warna dadakan, antri sana-
sini, dan akhirnya kartu tanda ujian di tangan. Malam-
nya kami mempersiapkan untuk ujian esok harinya. Ada
yang belajar, berdoa, dan aktivitas lainnya yang da-
pat menenangkan jiwa. Sabtu pagi kami ujian psikologi
hingga siang hari. Minggunya baru tes mata pelajaran.
Minggu sore setelah ujian, rombongan dari Jakarta ter-
paksa meninggalkan Bandung terlebih dahulu. Perasaan
di kereta menuju Jakarta sangat beragam. Dari senang,
khawatir, gugup, dan lainnya yang tak bisa digambar-
kan dengan kata-kata. Kami pulang ke rumah masing-
masing dan sebelumnya kami saling mendoakan agar
pada tanggal 19 Juni 2009 kami bisa lulus tes semua.
Pengalaman tiga hari di Bandung tersebut sangatlah
mengesankan. Saya dapat mengenal banyak teman-te-
man baru yang berasal dari pelosok-pelosok desa yang
sebelumnya Saya tak tahu tempatnya di mana.
Harapan tinggal harapan, tanggal 19 Juni 2009 jadi
momok bagi Saya. Untuk kesekian kalinya Saya tidak
lulus Ujian Masuk PTN dan Jakarta hanya mengirim-
kan satu wakilnya di BIUS 2009. Itu menjadi pukulan
telak bagi Saya. Namun, Saya senang karena Jakarta
masih punya wakil. Salah satu sahabat saya, Achmad
Arbi. Kegagalan demi kegagalan membuat Saya me-
ngoreksi diri Saya sedalam-dalamnya. Saya pupuk se-
mangat yang hilang. Saya akan tetap bertekad masuk
ITB walaupun tidak ada jaminan beasiswa. Saya pikir
uang bisa dicari nantinya, tapi kesempatan masuk ITB
itu sangatlah langka.
Tiga hari di Bandung yang lalu membuat Saya jatuh cin-
ta pada Kampus Ganesha itu. Lebih dari kecintaan Saya
pada Metalurgi UI. SNMPTN adalah jalan terakhir un-
tuk masuk PTN. Pilihan pertama FTTM ITB (Fakultas Tek-
nik Pertambangan dan Perminyakan) dan Pilihan kedua
Metalurgi Material UI. Saya sudah tak berpikir lagi
masalahbiaya,yangterpentingSayamasukduludi
PTNdanSayajugamendengarbahwatakakanada
PTNyangmengeluarkanAndahanyakarenabiaya.
Ujian SNMPTN pun Saya lalui. Tanggal 1 dan 2 Juli
2009 itu sangatlah menentukan nasib Saya. Saya ke-
rahkan seluruh kemampuan Saya pada tes itu. Berdoa
pun siang malam Saya memanjatkannya. Saya kebetu-
lan juga mendaftar ujian masuk STAN. Sehari sebelum
ujian masuk STAN, Saya ditelepon oleh Kak Adi, rela-
wan BIUS. Saya ditanya apakah Saya memilih ITB pada
SNMPTN dan beliau memberi tahu Saya bahwa bila
Saya lulus SNMPTN dan masuk ITB, Saya berkesempatan
kembali untuk mendapatkan BIUS. Kabar itu sangatlah
membuat Saya gembira tak berhenti. Kebetulan hari itu
bertepatan seminggu sebelum pengumuman SNMPTN.
Saat ujian STAN Saya tidak terlalu fokus karena
masih bereuforia mendapat kabar tersebut. Saya pun
mengerjakan soal sebisa Saya. Tanggal 31 Juli 2009
begitu mendebarkan. Nasib Saya akan ditentukan hari
ini. Namun, Saya mencoba tenang dan membuat kepu-
tusan melihat pengumuman SNMPTN di surat kabar
esok harinya. HP Saya tak Saya lepaskan dari tangan
Saya hanya sekadar melihat status teman-teman di ’fa-
cebook’. Sore hari Saya buka kembali jejaring sosial itu
dari ponsel Saya. Beberapa teman mulai menanyakan
hasil SNMPTN Saya. Inbox HP Saya pun demikian. Na-
mun, Saya hanya dapat menjawab belum lihat. Bebe-
rapa teman Saya lulus SNMPTN, itulah status mereka.
Saya mengucapkan selamat sambil berdoa agar nasib
Saya sama dengan mereka.
Malam hari ketika sedang makan malam diiringi den-
gan menonton Film ”I am Legend” yang disiarkan salah
satu televisi swasta, ada ’notifcation’ di ’facebook’
Saya. Ada seseorang yang posting di wall Saya. Pe-
sannya kurang lebih seperti ini, ”Selamat bergabung
dengan BIUS”. Postingan itu berasal dari seorang yang
bernama Nurul Setia Pertiwi. Saya bingung maksudnya
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
52
apa, lalu Saya bertanya pada dia. Ternyata Saya lulus
tes SNMPTN dan mendapatkan BIUS. Saya tak langsung
percaya. Saya langsung bergegas menuju warnet ter-
dekat. Saya ingin memastikan perihal tersebut.
Akhirnya Saya mendapatkan kepastian tersebut. Luar
biasasenangnyajiwaini.Ragainispontanbersujud
di ruangan warnet yang berukuran tak lebih dari 1
x 1 m itu. Syukur, tangis, haru, dan segala macam
perasaan lainnya. Seakan kemenangan besar yang
dinanti-nanti oleh Saya, keluarga, sahabat, dan te-
man-teman datang juga. Bayaran yang lebih untuk
perjuanganSaya. Ketika hampir rata-rata teman Saya
sudah mendapatkan PTN, Saya masih harus bergelut
dengan soal-soal, pulang pergi tempat les tak kenal
waktu, dan waktu bertapa untuk belajar. Semua itu
terbayar lebih oleh Allah SWT. Bandung, I’m coming.
Berkas-berkas yang dibutuhkan telah beres. Tes buta
warna yang kedua kalinya juga Saya sudah lakukan.
Perjalanan meninggalkan Ibukota pun dimulai. Tempat
tinggal Saya selama 18 tahun mesti Saya tinggalkan.
Namun, itulah yang membuat Saya bahagia. Saya be-
bas dari bisingnya kota Jakarta.
Pendaftaran ulang berlangsung melelahkan, tetapi hati
ini tetaplah bahagia. Saya ditempatkan untuk tinggal
di Asrama Kidang Pananjung di Kamar D16. Di sana
bersama teman-teman yang akan jadi saudara perse-
kamaran Saya selama 4 tahun ke depan. Nasib mereka
sama dengan nasib Saya. Mereka adalah Edi Parlin-
dungan H., Imron Saepudin, dan Sunarya.
Di akhir cerita ini Saya mengucapkan kembali rasa syu-
kur Saya sedalam-dalamnya untuk Allah. Terima kasih
untuk Bunda tercinta, keluarga, sahabat, teman, kawan,
seluruh elemen yang telah mendukung saya, dan ten-
tunya para panitia beserta segenap relawan BIUS yang
telah menjadi solusi untuk Saya. Impian yang tak pernah
Saya impikan ini akhirnya menjadi kenyataan. Takdir Tu-
han memang takkan ada yang dapat menebaknya.
Akhir kata, SALAM HANGAT PENUH SEMANGAT UN-
TUK GANESHA DAN IBU PERTIWI. Pesan dari Bumi
Ganesha: Jadilah manusia yang tak sekadar pintar,
akantetapijadilahsosokmanusiayangcerdas.Dan
tak ada alasan untuk tidak menjadi itu, karena ala-
san adalah ’sampah’. Kesan: Gila, seru banget da-
pet BIUS. Biaya Anda semua ditanggung. Dari kuliah
sampai makan. Tidak ada tuntutan dari panitia, tetapi
tuntutan itu akan muncul dari diri Anda sendiri. Dapet
keluarga baru yang sangat menggantikan. Kuliah bisa
serius karena gak mesti mikirin biaya.”
-IrwanNirwansyah-
13
“Assalaamu’alaikum. ‘Institut Terbaik Bangsa’ bukanlah
tempat yang tidak bisa kalian gapai. Uang hanyalah
syarat kesekian, yang terpenting adalah potensi dan
harapan. BIUS memberikan Saya jalan untuk meng-
gapai impian itu. BIUS mengubah hidup Saya dan te-
man2 yang lain, membuat semangat kami berkobar
untuk menggapai masa depan cerah, dan mengubah
Indonesia menjadi lebih baik. Untuk Tuhan, bangsa, dan
almamater.”
“Beberapa bulan lalu bagi Saya kuliah sepertinya men-
jadi mimpi yang terlalu berat untuk diraih, sebab biaya
kuliah yang sudah sangat mahal dan keluarga Saya
tidak mampu untuk menanggung. Sepertinya kuliah di
universitas yang berkualitas hanya milik orang yang
memiliki uang banyak. Dan itu bukan Saya. Sebenarnya
Sayasudahmengetahuibeberapaprogram-program
beasiswadariberbagaiinstansi,namunkebanyakan
dari beasiswa tersebut menurut Saya belum bisa
memenuhi kebutuhan Saya sepenuhnya bila kuliah,
sebab ada yang hanya berlaku untuk jangka waktu
tertentu (tidak membiayai sampai wisuda), mengikat
secara kontrak, atau hanya menanggung biaya–biaya
tertentu, entah biaya pendaftaran saja, biaya SKS saja,
biaya hidup saja, dll.
Beruntung kemudian Saya diberitahu oleh teman Saya
tentang Beasiswa ITB Untuk Semua, sebuah program
beasiswa yang membiayai biaya kuliah dan biaya
hidup mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut,
Saya sangat tertarik dan antusias mengikuti beasiswa
tersebut, 5 hari sebelum deadline Saya mengirimkan
berkas Saya lewat pos, lalu penantian pun dimulai. Lalu
beberapa bulan kemudian Saya diberitahu lagi oleh te-
man Saya bahwa Saya lolos beasiswa BIUS, dan Saya
akan mengikuti USM Terpusat di Bandung dengan ako-
modasi ditanggung oleh panitia beasiswa BIUS, sung-
guh suatu kejutan yang luar biasa. hari pengumuman itu
menjadi salah satu hari terpenting dalam hidup Saya.
Perjalanan Saya ke Bandung untuk mengikuti USM
merupakan kali pertama Saya menginjakan kaki di
Bandung, perjalanan panjang dari Makassar–Sura-
baya, Surabaya-Jakarta, dan Jakarta-Bandung serasa
begitu melelahkan, namun perasaan lelah tersebut hi-
lang saat tiba di Bandung, sungguh kota yang sangat
menarik menurutku. Setelah tiba di Wisma Pusat Pelati-
han Infantri (PPI), Saya disambut oleh berbagai peserta
BIUS lainnya yang berasal dari berbagai daerah, Saya
bertemu dengan berbagai teman yang punya berbagai
kisah menarik mengenai latar belakang dan kisah hidup
mereka, sungguh memberikan inspirasi, namun banyak
juga yang punya kisah yang begitu menyedihkan me-
www. i t bunt uksemua. com
53
ngenai hidup mereka, Sayamerasakekuranganyang
Sayaalamitidakadaapa-apanyadibandingmereka.
Namun walaupun hidup dengan berbagai kekura-
ngandanketerbatasanbanyakjugadiantaramere-
ka yang memiliki prestasi yang sangat luar biasa
sewaktusekolah.
Singkat cerita pertarungan melawan soal-soal USM pun
usai, Saya merasa kurang percaya diri dengan hasil
ujian Saya, Saya berusaha mengikhlaskan semuanya,
Saya berpikir kalaupun Saya tidak lolos beasiswa ini
Saya tidak akan menjadi putus asa, karena Saya me-
mang merasa banyak di antara rekan-rekan Saya di
antara calon BIUS tersebut yang menurut Saya lebih
pantas dan lebih membutuhkan beasiswa tersebut.
Sebulan setelah USM pengumuman siswa yang lolos
USM pun sudah dipublikasikan melalui website ITB,
Saya sendiri waktu itu tidak berani melihat pengumum-
an tersebut, benar-benar deg-degan rasanya. Setelah
dipaksa oleh orang tua dan beberapa teman Saya
akhirnya Saya memberanikan diri melihat pengumuman
tersebut, namun, pada saat itu situs pengumuman USM
sangat sulit sekali untuk diakses, tapi kemudian salah
seorang relawan beasiswa BIUS, Rizal Aryadi mena-
warkan kepada Saya untuk dibantu mengakses pengu-
muman USM tersebut, dan ternyata, Saya diterima di
FMIPA ITB, walaupun itu hanya pilihan ketiga Saya, tapi
Saya tetap sangat merasa senang dan bangga karena
Saya bisa kuliah tanpa memberatkan orang tua. Hari itu
Ibu Saya sampai menangis terharu dan memeluk Saya.
Kemudian pada awal Juli Saya berangkat ke Ban-
dung, waktu itu orang tua Saya sangat mengkhawa-
tirkan Saya, mungkin karena ini adalah kali pertama
Saya pergi jauh dari rumah dalam jangka waktu lama.
Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu khawatir pergi
sendiri ke Bandung waktu itu, karena Saya merasa
Saya sudah dewasa dan yakin bisa mandiri, apalagi
Saya juga dibimbing oleh Kak Ical (panggilan akrab
Kak Rizal Aryadi) selama di perjalanan, pokoknya se-
mua sudah diatur oleh relawan, mulai dari pemesanan
tiket, penjemputan di bandara dan halte bus, dll. Jadi
Saya yakin tidak akan terjadi hal-hal yang ditakutkan,
seperti nyasar, ketinggalan bus, dll.
Perjalanan ke Bandung lancar-lancar saja, Saya pun
tiba dengan selamat dan sesuai jadwal. Selama 1 bu-
lan awal di Bandung, Saya mengikuti Bridging Program
yang bertujuan untuk membantu kita beradaptasi de-
ngan kehidupan di Bandung dan di kampus. Berbagai
program menarik dirancang oleh para relawan sehing-
ga Bridging Program yang berlangsung sebulan penuh
tersebut terasa begitu menyenangkan, sebab di Bridg-
ing Program tersebut kita diajari mengenai leadership
dan entrepreneurship, diajak keliling-keliling Bandung,
outbound di Ciwidey, temu alumni, dan masih banyak
lagi acara lainnya.
BIUS membuat Saya bertemu dengan banyak orang-
orang hebat, yang punya visi dan pemikiran hebat yang
membuat mata Saya terbuka tentang bagaimana harus-
nya Saya membuat hidup berarti dan bisa bermanfaat
dan menginspirasi orang lain. Setelah Bridging Program
selesaipun kami masih sering diajak oleh para relawan
mengikuti kegiatan/event yang mungkin bakal berguna
buat kami nanti. Sebulan kebersamaan membuat sua-
sana kekeluargaan mulai terjalin antara para relawan
dan para penerima beasiswa.
Saya mendapatkan
inspirasi tentang
bagaimana seharusnya
kita berbuat untuk
negara kita tercinta,
tentang bagaimana
susahnya jutaan Anak
Indonesia mendapatkan
pendidikan
dan bagaimana cara
menjadi agent of change.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
54
BIUS membuat Saya merasa berada di rumah, karena
di sini Saya mendapatkan saudara, dan orang tua yang
senantiasa membimbing Saya dan membantu semua ke-
sulitan Saya. Kita semua merupakan satu keluarga be-
sar, keluarga BIUS. Pokoknya BIUS Bukan Beasiswa Biasa
(BBBB) deh. Di sini Saya tidak hanya saja mendapatkan
bantuan pembayaran kuliah dan biaya hidup. Tapi juga
Saya mendapatkan inspirasi tentang bagaimana
seharusnya kita berbuat untuk negara kita tercinta,
tentangbagaimanasusahnyajutaanAnakIndonesia
mendapatkanpendidikan,danbagaimanacaramen-
jadiagent of change. AgarkelakIndonesiabisaberu-
bah,agartidakadalagianakIndonesiayangputus
sekolahkarenakekuranganbiaya. Karena masih ba-
nyak agen-agen perubahan baru di luar sana yang
perlu uluran tangan untuk menggapai mimpi mereka.
Mungkin kalian salah satunya.”
-VerryAnggaraMusriana-
14
“Dengan BIUS, telah terbuka jalan bagi anak-anak
tidak mampu fnansial untuk dapat belajar di ITB ‘Insti-
tut Terbaik Bangsa’. Tidak hanya pendidikan akademik
yang didapatkan oleh BIUS-ers. Masih banyak hal ber-
harga lainnya yang menunggu untuk kita temukan….
BIUS 2010, we are counting of you!”
“Berikut sedikit cerita pengalaman dari Saya (yang
mungkin agak menyimpang dari konteks awal), mulai
dari pendaftaran BIUS 2009 sampai dengan sekarang
(^_^). Awalnya, sebelum tahu bahwa ada program Bea-
siswa ITB Untuk Semua, tidak pernah terpikirkan bagi
Saya untuk kuliah gratis di ITB.Sayahanyaberencana
untuk coba-coba memasukkan ITB sebagai pilihan
dalamSNMPTN,walaupunsebenarnyapilihanyang
tersedia bagi Saya hanya kuliah dengan beasiswa
atau langsung jadi ’Presdir Schlumberger’ langsung
bekerja alias tidak kuliah. Singkatnya, Saya coba
mendaftar BIUS 2009 dan setelah beberapa lama,
sampai-sampai Saya udah lupa, Saya terpilih sebagai
salah satu dari 200 besar kandidat BIUS 2009.
Saya merasa sangat terkejut sekaligus senang sekali!
begitu pula kedua orang tua Saya. Dalam surat yang
dikirim oleh panitia BIUS pada tanggal sekitar 27 Mei
2009 Saya akan pergi ke Bandung untuk mengikuti tes
USM Terpusat pada tanggal 30 Mei 2009, Gratis! Baik
biaya transportasi maupun makan selama di Bandung
udah ditanggung sama BIUS.... That’s amazing!
Setelah sampai di Bandung, 200 kandidat BIUS 2009
dikumpulkan di PPI Bandung. Kami semua akan ting-
gal di PPI selama di Bandung. Di sana, Saya bertemu
dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indone-
sia, dari Sabang sampai Merauke. Setelah melakukan
penelitian dengan beberapa anak dari 200 kandidat
sebagai sampel, dapat disimpulkan bahwa ternyata
mereka semua berprestasi! Maka alhasil Saya jadi ke-
der >,< ....
Ditambah lagi ada salah satu kandidat BIUS 2009
memperlihatkan soal-yang-katanya-mirip-USM-Terpu-
sat-yang-bakal-kami-hadapi (bundel soal bimbel) ke
Saya.... dan ternyata soalnya merusak saraf otak, sadis
juga. Hanya untuk satu soal saja, Saya butuh lebih dari
10 menit untuk solve, belum lagi ditambah soal-yang-
Dulu, tak pernah sekalipun
aku berpikir untuk belajar
di ITB, yang aku tahu ITB
adalah universitas yang
sangat mahal.
Kondisi ekonomi
keluargaku tak mungkin
bisa mendukungku untuk
berkuliah.
www. i t bunt uksemua. com
55
tidak-berperikemanusiaan yang tidak bisa Saya temu-
kan solusinya. Saya hanya bisa pasrah dan menggan-
tungkan harapan setinggi langit nasibnya pada Tuhan
YME., dan kemampuan-kemampuan yang tersisa pada
dirinya.
Akhirnya USM Terpusat terlewati dan Saya mulai me-
lupakan USM Terpusat, sampai akhirnya Saya teringat
lagi mengenai USM pada suatu malam tanggal 8 Juni
2009. Saya langsung cabut ke warnet untuk mengecek
hasil USM. Entah karena warnet tempat Saya browsing
yang lelet atau site ITB yang bandwidth-nya kecil, Saya
tidak bisa mengakses www.itb.ac.id. Dengan sabar Saya
me-reload webpage, berharap agar tulisan “Internet Ex-
plorer cannot display the webpage” dapat menghilang.
Namun hal itu tidak terjadi.
Di tengah perasaan penasaran, HP pun berdering, ter-
nyata ada SMS dari Kak Enci yang menawarkan ban-
tuan untuk melihat hasil USM. Saya segera mengirimkan
nomor ujian dan nomor peserta. Beberapa menit berlalu
dan akhirnya HP pun bergetar dengan nada yang ber-
beda dari sebelumnya. Ya, itu nada panggilan! Saya
pun langsung memencet tombol hijau dan terdengar
suara dari Kak Enci yang memberitahukan bahwa Saya
diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Permi-
nyakan.
Wow! Sang penjaga warnet yang dengan setia mengikuti
perjalanan mulai dari saat Saya menerima e-mail calon
BIUS 2009 (saat itu Saya buka e-mail-nya di warnet
yang sama) pun ikut senang, dan biaya ngenet pun di-
gratiskan ditambah voucher ngenet 1 minggu full. Saya
memberitahu ke orang tua Saya, mereka pun senang,
sekaligus juga khawatir karena anaknya yang lucu ini
akan kuliah di tempat yang jauh, di Pulau Jawa.
Saya akan ke Bandung ± 1 bulan lagi. Satu bulan ber-
lalu dan Saya pun sampai ke Bandung. Mengikuti kegia-
tan Bridging selama satu bulan. Kegiatan Bridging yang
benar-benar menyenangkan! Bukan hanya belajar pela-
jaran akademik saja, tetapi juga softskills. Saya dan
teman-temandiajakbertemudenganalumni-alumni
ITByangsukses,yangmembuatSayasemakinterins-
pirasiuntukmenjadientrepreneur^_^.
Dengan mengikuti Bridging ini pikiran Saya semakin ter-
buka mengenai apa yang akan Saya lakukan ke de-
pannya. Setelah pengumuman SNMPTN 2009 jumlah
kami bertambah dari 27 menjadi 40. Ada 13 teman
dari BIUS 2009 yang masuk lewat jalur SNMPTN. Wah,
personel BIUS 2009 bertambah! Karena teman-teman
yang lewat jalur SNMPTN tidak sempat mengikuti Bridg-
ing, diadakanlah Bridging pada hari Sabtu dan Ming-
gu (karena saat itu perkuliahan sudah dimulai) untuk
mereka. Hari-hari perkuliahan pun berlalu. Walaupun
kami (BIUS 2009) sudah ‘diserahkan’ ke Kabinet KM ITB,
kami tetap menjalin komunikasi dengan para relawan.
Terkadang kami diajak mengikuti seminar-seminar, juga
ada acara buka bareng, resepsi pernikahan salah satu
relawan BIUS 2009, dan segala hal yang berhubungan
dengan makanan masih banyak hal lainnya. Sekian pe-
ngalaman dari Saya, BIUS-ers 2010 kami tunggu! Ke-
san: BIUS is the best!Benar-benarbeasiswayangpa-
lingkeren!Bukansekadarbeasiswabiasa!”
-PomtoJaya-
15
“Assalaamu’alaikum. Suatu anugerah yang tak ternilai,
aku adalah bagian dari BIUS. Tanpa BIUS mungkin aku
tak akan pernah bisa jadi seperti yang kuinginkan. Tan-
pa BIUS mungkin aku tak akan pernah bisa menggapai
cita2ku…. BIUS yang mengubah segalanya. Kini aku
mampu berlari mengejar mimpi-mimpiku…. Dan akan
terus berlari hingga kelelahan lelah mengejarku….
BIUS…. Bukan hanya sebuah kata…. Tetapi semangat
dalam hidupku…..”
“BIUS adalah kata yang paling bermakna dalam hidup-
ku. Tak bisa kubayangkan jika aku tak pernah tahu ten-
tang BIUS, mungkin aku tak akan pernah berada di kota
Bandung yang indah ini.
Tanpa BIUS, mungkin aku tak akan pernah merasakan
indahnya mengenyam pendidikan di ITB. Aku begitu ber-
syukur, karena Allah SWT. telah Memberi jalan kepada
hamba-Nya yang kebingungan karena tak punya biaya
untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dulu, tak per-
nahsekalipunakuberpikiruntukbelajardiITB,yang
akutahuITBadalahuniversitasyangsangatmahal.
Kondisiekonomikeluargakutakmungkinbisamen-
dukungku untuk berkuliah. Bahkan, aku membiayai
SMA-ku dengan uang hasil dari hadiah lomba dan
daripenghargaanatasprestasikusaatSMA.
Satu-satunya jalan aku harus mencari sendiri biaya un-
tuk melanjutkan pendidikanku. Aku mencoba mencari
info beasiswa ke manapun, namun aku belum menemu-
kan beasiswa yang cocok bagiku. Aku hampir putus asa,
tapi aku tetap berusaha. Sampai suatu hari temanku
membawa sebuah informasi bahwa ada beasiswa yang
memberikan biaya hidup dan biaya kehidupan. De-
ngan penuh harapan aku mencoba mengirim berkas,
dan berharap untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
Suatu kebahagiaan bagiku, aku lolos tahap pertama
Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Aku persiapkan se-
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
56
muanya, aku belajar untuk menjalani Tes USM Terpu-
sat. Satu hal yang selalu ada dalam pikiranku saat itu,
aku harus bisa mendapatkan beasiswa itu. Karena ini
adalah satu-satunya jalan bagiku untuk bisa berkuliah
di perguruan tinggi terbaik bangsa.
Kebesaran Allah sungguh nyata, aku diterima sebagai
salah satu penerima Beasiswa ITB Untuk Semua. Aku dan
keluargaku sungguh bersyukur akhirnya aku bisa melan-
jutkan ke perguruan tinggi, terlebih di ITB, sungguh suatu
kebanggaan bagiku dan keluargaku. Program BIUS
memang begitu indah, selain memberikan biaya pen-
didikan serta biaya hidup, BIUS juga membentuk individu
yang mampu mengembangkan daerah masing-masing
dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat
indonesia. Salah satu bentuk perwujudannya dengan
memberikan program “bridging” di mana di dalamnya
kami diberikan wawasan mengenai wirausaha dan cara
beradaptasi di Bandung serta perkuliahan.
Kini aku telah tiga bulan berada di Bandung dan telah
menjadi seorang mahasiswa ITB. Begitu banyak manfaat
yang kudapatkan, dari mulai pendidikan yang berkua-
litas, kaderisasi, sampai organisasi yang memberikan
banyak pengalaman. Sekarang aku harus belajar
sungguh-sungguh untuk menjadi manusia yang nantinya
bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa.
Karena begitu besar beban yang ada di pundakku, aku
adalah salah satu penerima BIUS yang diberi amanah
untuk belajar di ITB dan nantinya mampu bermanfaat
bagi bangsa. Aku harus jadi yang terbaik dan belajar
dengan sungguh-sungguh. Sungguh besar rasa syukurku
kepada Allah SWT. atas semua karunia yang diberi-
kan padaku. Dan penghargaanku yang termahal bagi
para panitia, relawan, dan para donatur BIUS. Tanpa
kebaikan hati mereka mungkin aku tak akan jadi seperti
sekarang ini. Mereka adalah pahlawan bagiku. Dan kini
adalah giliran bagi BIUS 2010 untuk meraih cita-cita....
Semangat....! Semangat....! Semangat....! Raih mimpi ka-
lian....”
-Susanto-
16
“Assalaamu’alaikum. BIUS telah membantu mewujudkan
pemenuhan hak seluruh warga negara Indonesia untuk
mendapatkan pendidikan. Selain itu, BIUS merupakan
solusi riil untuk bangsa ini dengan melahirkan generasi
muda yang siap berjuang ‘tuk memajukan bangsa. Maju
terus BIUS!”
“Sebelumnya, tak pernah terpikir olehku untuk
meneruskan kuliah di ITB. Bahkan saat duduk di kelas 3
SMA, aku masih bingung untuk memilih perguruan tinggi.
Hal ini dikarenakan biaya untuk masuk perguruan ting-
gi sangatlah tinggi, dan keadaan ekonomi keluargaku
hampir tidak memungkinkanku untuk kuliah. Akhirnya
kucoba untuk mencari beasiswa, baik dari internet dan
berkonsultasi dengan guruku. Namun belum ada hasil
yang signifkan, aku belum mendapatkan perguruan
tinggi yang mau memberikan beasiswa. Sampai akhir-
nya ada seorang guruku yang memberikan informasi
bahwa ITB mengadakan program Beasiswa ITB Untuk
Semua (BIUS).
Ketika itu juga, aku mencoba untuk mencari informasi
tambahan dari internet dan mencoba mengumpulkan
semua persyaratan meski saat itu waktu yang tersisa
tinggal beberapa hari lagi. Tidak disangka aku lolos
seleksi tahap pertama dan dapat mengikuti tes seleksi
masuk ITB di Bandung. Sungguh senang hatiku bisa ber-
temu dengan teman-teman yang sangat hebat dari ber-
bagai daerah di Indonesia. Meskipun baru diadakan
pertamakali,pendaftarBIUSmencapai3170orang.
Halinimemperlihatkanpadakubetapabelummera-
tanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun,
kami semua pantang menyerah dan terus berjuang
agar dapat meneruskan pendidikan di perguruan
tinggiyangterbaik.
Alhamdulillah dari sekian banyak pendaftar, aku ter-
masuk peserta beruntung yang dapat lolos seleksi.
Betapa bahagianya kedua orang tuaku saat itu. Ter-
lebih lagi, keluarga kami baru saja mendapatkan ujian
dari Allah dengan kecelakaan yang menimpa kakakku.
Tak bisa kubayangkan bagaimana jika aku tidak di-
terima di ITB, mungkin aku harus menunggu setahun lagi
untuk berkuliah. Lebih jauh lagi, program beasiswa ini
mencoba untuk memberikan solusi real untuk memper-
baiki keadaan bangsa ini.
Selaindenganmemberikankesempatanmengenyam
pendidikanbagimasyarakatyangkurangberuntung
dalam ekonomi, program ini juga mencoba mem-
bentuk para individu yang mampu mengembang-
kandaerahmasing-masingdanmembukalapangan
pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Salah satu
bentuk perwujudannya dengan memberikan program
“bridging” di mana di dalamnya kami diberikan wa-
wasan mengenai wirausaha dan cara beradaptasi di
Bandung serta perkuliahan. Kini setelah 3 bulan di ITB,
banyak manfaat dan ilmu yang aku dapatkan. Selain
meningkatkan intelektualitas, aku semakin paham beta-
pa pentingnya peran mahasiswa bagi bangsa ini.
Ternyata banyak yang bisa kita lakukan sebagai ma-
hasiswa, oleh karenanya proses pendidikan di ITB tdk
www. i t bunt uksemua. com
57
hanya mencetak manusia dgn intelektualitas tinggi na-
mun yg terpenting membangun individu dengan ka-
rakter yg baik sehingga dapat berguna bagi agama,
bangsa, dan almamater. Oleh karena itu, aku sangat
bersyukur kepada Allah atas segala karunianya. Ten-
tunya tak lupa pula aku sangat berterima kasih kepada
kakak panitia, penyelenggara, serta donatur yg telah
berkontribusi utk membuat sebuah program beasiswa
yg sangat luar biasa. Yaitu, BIUS. Kini giliran teman2
semua utk berjuang meraih mimpi. Kami semua di sini,
tengah bersiap utk menyambut teman2 calon penerima
BIUS 2010. Mari kita berikan semangat terbaik kita
untukberkontribusimenujuperadabanyglebihbaik.
Terima kasih, salam hangat penuh semangat! Wel -
come BIUS 2010.”
-MahdiKarim-
17
“Assalaamu’alaikum. BIUS adalah salah satu cara Al-
lah untuk Mewujudkan cita-cita kita. Selain itu, banyak
yang Saya dapat dari program BIUS ini. Kesempatan
kuliah, ilmu, keluarga baru, dll…. Ku berharap program
ini bisa berlanjut hingga semua anak Indonesia memiliki
kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan.”
“Saya Widi Arfanto lahir dan besar di Pemalang
(Jateng). SMA Saya di SMA Negeri 2 Pemalang. Saya
anak 1 dari 2 bersaudara. Pada umur 9 tahun Ayah
Saya meninggal karena penyakit stroke. Satu tahun ke-
mudian Ibu Saya menikah dengan seorang duda yang
memiliki anak 3 orang. Kalau sekarang Saya jadi anak
ke-4 dari 5 saudara. Beliau bekerja sebagai penjaga
SD namun sekarang sudah pensiun. Angan dan mimpi,
sewaktu masa SMA kelas 3 Saya pernah memiliki cita2
pingin melanjutkan ke perguruan tingi. Ya, walaupun ju-
rusannya masih lom pasti yang penting teknik.
Kenyataan, cita2 Saya untuk kuliah di jurusan teknik
mengalami halangan, biaya yang mahal untuk kuliah
di fakultas teknik membuat Saya beralih mencoba
mendaftar ke jurusan pendidikan matematika di UNNES
Semarang. Dan alhamdulillaah Saya bisa lulus ujian ter-
tulis. Namun biaya menjadi tembok kokoh yang belum
bisa Saya lewati. Pada akhirnya Saya melepas jurusan
itu. Dan orang tua menyarankan mendaftar ke sekolah
pemerintahan.
Jujur Saya pada awalnya tidak terlalu yakin dapat lo-
los 200 orang calon program ITB Untuk Semua untuk
bisa ikut USM di Bandung. Pada waktu di Bandung untuk
USM, jujur Saya agak merasa rendah diri dengan 199
orang lainnya, maklum Saya dari kota kecil di Jawa Ten-
gah, yang dari sejarahnya sangat jarang sekali orang
dari kota Saya kuliah di ITB. DariSMASayasajabaru
satu orang yang kuliah di ITB pada tahun 2004. Itu
membuat Saya terpacu untuk bisa lolos USM. Ada
suatu kejadian yang membuat Saya terkejut, sepulang-
nya dari Bandung Saya tiba di rumah, Ibu Saya ber-
kata, ”Ibu kok punya frasat kamu di terima”.
Saat penantian pengumuman, pada saat penantian
pengumuman, atas saran keluarga Saya mengikuti se-
leksi calon praja IPDN. Kakak2 Saya lebih setuju Saya
sekolah di IPDN atau sekolah ikatan dinas. Pengumum-
an, “Ga ada yang ga mungkin di dunia ini asalkan kita
mau dan yakin. Allah akan meridhainya” kata2 ini te-
bersit pada tanggal 12 Juni 2009 jam 21.00 setelah
satu jam menunggu hasil pengumuman di internet.
Akhirnya frasat Ibu Saya menjadi kenyataan. Saya
dinyatakan diterima di FTMD dengan 26 anak lain. Dan
tanggal 1 Juli Saya harus ke Bandung mengikuti pro-
gram Bridging. Dan sebelum berangkat, Saya dapat
informa-si Saya lolos seleksi tahap 1 IPDN dan selek-
si tahap 2 pada tanggal 1 Juli bertepatan mulainya
Bridging. Pada akhirnya Saya memilih pergi ke Bandung
memilih ITB daripada IPDN. Relawan dan teman, di Ban-
dung kita banyak diberi pengarahan oleh para relawan
BIUS. Selama 1 bulan kami diberi ilmu-ilmu yang sa-
ngat bermanfaat. Selain itu melalui program Bridging
ini mempererat rasa persaudaraan antara 27 anak.
Dan semoga akan jadi teman abadi amin..... Kuliah di
ITB menjadi suatu kebanggaan tersendiri dan menjadi
suatu sejarah dalam hidup Saya. Kalaukitayakin,tak
adayangtidakmungkin!So,janganpernahmengiku-
tikeadaan,biarkankeadaanyangmengikutikita.”
-Widi Arfanto-
18
“Assalaamu’alaikum. Kini aku dapat belajar dengan
GRATIS di perguruan tinggi terbaik, terima kasih BIUS.”
”Sur, cepat ke sekolah. Dipanggil ke Ruang BK. Ada
panggilan dari ITB”, begitu SMS yang aku terima dari
temanku ketika selesai ujian praktik renang. Siang itu,
14 Mei 2009, dengan kecepatan hampir 80 km/jam
aku melaju dengan sepeda motorku menuju sekolah.
Lalu? Oh, tidak! Aku masih memakai pakaian bebas dan
sandal jepit. Tapi tidak memungkinkan juga untuk pu-
lang dulu ke rumah karena sekolah pasti sudah bubar.
Akhirnya aku memberanikan diri minta izin ke Pak Sat-
pam agar diperbolehkan masuk dan Pak Satpam yang
baik pun membolehkan.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
58
Selamat! Guru-guruku menyalami aku. Aku sendiri masih
ternganga hampir tidak percaya apakah surat itu ditu-
jukan untuk aku. Kubaca surat berkop Institut Teknologi
Bandung itu berkali-kali. Dan sekali lagi guru-guruku
memberi selamat dan sekarang aku yakin bahwa itu
benar aku. Sepanjang perjalanan pulang aku terus ber-
syukur atas semua itu. Itu adalah kado terindah ulang
tahunku bulan ini. Tiba di rumah, Ibu dan adikku juga
ikut terharu. Dua minggu lagi aku akan pergi ke Ban-
dung untuk melanjutkan langkah karena hanya tinggal
selangkah lagi agar aku masuk perguruan tinggi. Tak
lama kemudian, semuanya heboh. Aku dan Ibuku meng-
abari famili dan teman-teman. How happy they are! And
they hope I will accept there.
Hari itu datang. Aku dan Ibuku bergegas berangkat
menuju Bandara Juanda. Hari itu masih pukul 2 pagi.
Aku sudah tak sabar ingin merasakan bagaimana ra-
sanya naik pesawat. It’s my frst time! Ibuku terus meng-
godaku dengan nyanyian masa kecil bocah pinter….
bocah pinter…. besuk dadi dokter…. numpak opo….
numpak opo…. numpak motor mabur. Rasanya aku ingin
menangis saat itu. (............) Tanggal 1 Juni 2009 kurang
lebih pukul 11.30 WIB pesawat Citilink mendarat lagi di
Juanda. Itu artinya masa penantian telah dimulai. Peng-
umuman nanti tanggal 12 Juni 2009 pukul 7 malam.
Sepertiorangfrustasidirumah,mungkinbanyakte-
man-temandiluarsanajugasepertiaku.Belummen-
dapatkan tempat di perguruan tinggi, ditolak lewat
PMDK, ditolak ujian masuk yang lain, tidak punya
sertifkat freepass ke perguruan tinggi, tidak punya
kemitraanperusahaanataupemdadantidakpunya
uang untuk jalur mandiri. Hanya tinggal SNMPTN,
tapiituyangpalingakuhindarisebagaiseorangyang
tidaksiapdantidakmenyiapkandiriuntukujianitu.
Harapanku hanya satu, semoga USM ITB-ku lulus. Aku
terus terbayang-bayang kata-kata Ibuku, jika aku tidak
lulus maka Ibu mengharapkan untuk kuliah tahun depan
saja, membantu Ibu dulu untuk mengumpulkan biaya
kuliah. Tidak! Aku bisa apa? Aku belum ingin apa-apa
selain belajar lagi. Overload, hingga malam itu aku
susah tidur. Aku belum bisa melihat pengumuman kelu-
lusan USM ITB. Hingga esok malamnya, alhamdulillaah,
aku hampir berteriak di warnet melihat namaku sendiri
terpampang pada monitor di depanku. Aku lulus.
Itu berarti 2 minggu lagi aku akan berangkat lagi ke
Bandung untuk program Bridging BIUS. Err, benar-be-
nar jauh dari rumah sampai sempat homesick di asrama.
Saat Bridging, aku dan teman-teman seperjuangan ber-
27 dikenalkan dengan Bandung, kampus ITB, materi Ma-
FiKi dasar, dan orang-orang baik yang dipertemukan
dengan kami melalui BIUS. Sungguh, pengalaman yang
tak terkira manfaatnya. Tiga bulan sudah aku menja-
di BIUS-ers. Di sini, aku mendapatkan keluarga baru.
Keluarga baru untuk berpetualang, berbagi pengala-
man dan berjuang bersama di kampus yang menyam-
but kami dengan “SelamatDatangPutra-PutriTerbaik
Aku terus terbayang-bayang
kata-kata Ibuku,
jika aku tidak lulus maka Ibu
mengharapkan untuk kuliah
tahun depan saja,
membantu Ibu dulu untuk
mengumpulkan biaya kuliah.
www. i t bunt uksemua. com
59
Bangsa”. Itu seperti mata uang dengan 2 sisi bagi
kami, satu adalah kebanggaan dan satunya adalah
tanggungjawabuntukthe agent of change.
Kini sedang menyiapkan kedatangan BIUS-ers baru,
BIUS 2010. Semoga lebih banyak yang bergabung de-
ngan kami. Join us and get the challenge! Salam hangat
penuh SEMANGAT.”
-SuryaDewiWahyuningrum-
19
“My Story.
Cepat, cepat, itulah kataku dalam hati memburu waktu
untuk segera mengirim berkas-berkas keperluan untuk
mendaftar Program Beasiswa ITB Untuk Semua, hari ini
tanggal 18 April 2009, hari Sabtu, sedangkan batas
waktu pengumpulan adalah tanggal 20 April 2009,
dan bertepatan pula dengan hari pertama pelak-
sanaan UAN SMA. Wah, segera aku mengirimkan ber-
kas2 itu dan menanti pengumuman siapa saja yang
lolos. Yah, hari pengumuman itu akhirnya datang juga,
aku masih sangat ingat waktu itu aku sedang berada
di Bandung berlibur bersama temanku dan Saya iseng-
iseng pergi ke warnet dan membuka website ITB, begitu
melihat tulisan tertera pada web ITB Untuk Semua ber-
bunyi “Daftar Nama Calon Penerima Beasiswa ITB Untuk
Semua”. Segera kubuka, dan waa, betapa girangnya
ketika namaku tercantum sebagai daftar calon peneri-
ma Beasiswa ITB Untuk Semua, spontan aku langsung
bersorak gembira. Dan segera aku pulang ke rumah,
untuk mempersiapkan diri menghadapi USM Terpusat
ITB 2009.
Hari itu tanggal 25 Mei 2009, badan Saya terasa
tidak enak, malamnya Saya terkena demam tinggi, Ibu
Saya sudah panik padahal 2 hari kemudian Saya ha-
rus berangkat menuju Bandung untuk mengikuti tes USM
Terpusat, hari itu Saya benar-benar istirahat total, dan
untunglah tanggal 27 pagi kondisi kesehatan Saya te-
lah membaik. Malam harinya Saya langsung berangkat
menuju Bandung dan wah, senangnya bertemu teman-
teman baru di sana dengan para calon BIUS 200 orang
yang berasal dari berbagai daerah.
Tanggal 28 Mei sore, Saya demam lagi dan mulai
batuk-batuk, Saya menelepon Ibu Saya untuk meminta
saran obat, dan Ibu Saya begitu panik, karena Saya
harus ikut tes sedangkan Saya sakit, suara Saya hilang
total, parah sama sekali tidak bisa bersuara. Akhirnya
Saya meminum obat dan istirahat, agar demam Saya
cepat reda. Untung saja, pada saat hari tes dilaksana-
kan kondisi Saya sudah lumayan baik. Tanggal 29 Mei
2009 kami melakukan daftar ulang dan tanggal 30-31
Mei 2009 kami melaksanakan tes. Masihbenar-benar
teringat hari pertama tes, sebagian besar 200 calon
BeasiswaITBUntukSemuaharusberlari-larimenge-
jar waktu karena saat kami berangkat tes, jalanan
begitu macet dan kami harus turun dari bus yang
kamipakai,danberlarimeneroboslautankendaraan
untuk mencapai Sabuga tempat tes kami berada.
Berbagai tes telah kami lalui dan Saya hanya bisa
tawakkalmenyerahkanhasilnyakepadaYangMaha
Kuasa.
Dan akhirnya, hari yang dinanti-nanti datang juga, 12
Juni 2009, hari pengumuman hasil tes USM ITB Terpu-
sat, ketika itu Saya sedang berada di sekolah Saya di
Magelang. Dari pagi Saya telah membuka web ITB na-
mun belum ada, ternyata sekitar pukul 18.30 hari itu,
pengumuman baru keluar. Dan saat itu web pengumum-
an hasil USM begitu sulit dibuka, dan akhirnya Saya
berhasil membuka baru pukul 23.30, dan alhamdulillaah
Saya diterima di ITB dengan fakultas pilihan pertama
Saya, wah, senang sekali saat itu.
Seluruh pendaftar melalui Program ITB untuk Semua
yang berhasil lolos melalui USM Terpusat ada 27 orang
dan kami harus telah ada di Bandung pada tanggal
1 Juli untuk melaksanakan daftar ulang dan Bridging
BIUS untuk belajar banyak hal. Pada program Bridging
banyak yang kami lakukan mulai dari belajar materi
kuliah, belajar entrepreneurship, hingga belajar hidup
dan keliling kota Bandung. Walaupun program Bridging
ini mengambil waktu liburan kami, namun ini menyenang-
kan dan memberi banyak manfaat bagi kami, penerima
Beasiswa ITB Untuk semua 2009. Pada tanggal 1 Agus-
tus 2009, pengumuman SNMPTN keluar dan akhirnya
anggota BIUS bertambah 13 menjadi 40 orang total
seluruhnya. Wah, seru sekali. Setelah itu hari-hari kami
dipenuhi dengan kuliah, mulai dari PROKM hingga be-
lajar di kelas.”
-NirmalaTwintaVidyarani-
Dengan BIUS, cita-cita yang
awalnya terpendam bisa
berkobar lagi. Semangat
tumbuh membara mengingat
cita-cita yang harus dikejar.
Karena BIUS, seorang anak
kampung bisa bermimpi besar
untuk negeri ini.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
60
20
”Assalaamu’alaikum. Melalui BIUS.... sadar atau tidak
sadar.... Saya belajar mengenai persahabatan, per-
juangan, kebersamaan, dan nikmatnya memberi.... BIUS
adalah batu loncatan Saya dalam meraih cita-cita. BIUS
adalah pembawa keadilan di bidang pendidikan....
BIUS seperti kawah candradimuka untuk para putra-pu-
tri bangsa dalam membentuk karakter diri untuk men-
jadi generasi terbaik.”
”BIUS adalah jembatan bagi Saya dalam meraih cita-
cita Saya (Insya Allah).... BIUS adalah amanah.... BIUS
adalah keluarga.... BIUS adalah anugerah.... dari pro-
gram ini, Saya belajar untuk tetap berjuang dalam
berusaha mewujudkan mimpi.... dari program ini pula
Saya belajar untuk tidak pernah mengeluh akan apa
yang Saya hadapi dalam hidup.... KetikaSayasudah
merasa sangat lelah dan jenuh dengan segala ak-
tivitasdikampus....BIUSmengingatkanSayabahwa
masih ada banyak sekali orang yang ada di luar
sanayangmenjalanirutinitasyangjauhlebihtidak
menyenangkandaripadaSaya.Masihbanyakorang
yang ingin sekali bertukar tempat dengan Saya....
dari BIUS....
Saya mendapat teman-teman terbaik dari seluruh nege-
ri.... teman-teman yang mengajarkan Saya arti dari ber-
juang sesungguhnya.... teman-teman yang mengajarkan
Saya arti teman sesungguhnya.... di BIUS Saya menda-
patkan apa yang Saya mau dan Saya butuhkan dalam
usaha pencarian jati diri dan pendewasaan (Insya Al-
lah). Saya pertama kali tahu tentang program beasiswa
ini dari sepupu Saya yang kebetulan adalah alumni ITB.
Beliau ngasih tahu bahwa sekarang sudah dibuka jalur
beasiswa penuh selama 4 tahun untuk semua lulusan
SMA tahun terkait yang berdomisili di Indonesia dengan
penghasilan total keluarga di bawah UMR.
Ketika pertama tahu, Saya pikir ini program yang
“agak” impossible.... Saya kira sepupu Saya sedang
bercanda…. Hehe.... tapi ternyata ini benar…. (hore!)
hehe.... lalu, Saya langsung ngurus berkas-berkas ke-
lengkapan untuk pendaftaran saat itu juga.... tadinya
nggak mikir bakal dapat panggilan.... yah coba-coba
ajah.... (walaupun ngarep banget). Yang ada di pikiran
Saya waktu itu cuma Saya harus ngeluarin semua usaha
Saya semaksimal mungkin untuk sekolah tinggi tanpa
nyusahin keluarga, khususnya orang tua. Setelah kurang
lebih 2 minggu nunggu.... akhirnya.... surat panggilan
yang dinanti-nanti datang juga.... dan itu Saya terima
tepat saat Saya berulang tahun yang ke-18 (so sweet
banget kan?) hehe.
Akhir bulan Juni Saya ikut USM-ITB.... setelah nunggu se-
lama kurang lebih 10 hari.... pas buka pengumuman….
ternyata hasilnya Saya belum berhasil…. hehe.... sebe-
nernya pada saat itu, Saya nge-down banget.... tapi
Ibu selalu ngasih support pada Saya…. Beliau selalu
www. i t bunt uksemua. com
61
ngeyakinin Saya untuk tetap istiqomah dan nggak ber-
henti berusaha untuk bisa sekolah yang tinggi.... lalu,
Saya pun nyoba ikut SNMPTN…. (dan keukeuh banget
milih ITB… hehe) dan ternyata.... dengan sangat tak di-
sangka tak dinyana tak diduga…. (lebay parah), Saya
dinyatakan diterima…. pokoknya perasaan Saya waktu
itu campur aduk.... terharu banget, seneng.... speech-
less…. hehe saat itu timbul rasa haru yang amat sangat
karena Ibu sempet nangis pas tahu hasil pengumuman-
nya.... hehe Ibu bilang gini: “Subhaanallaah, semua indah
pada waktunya, Dek.
“ T.T Setelah daftar ulang sebagai mahasiswa baru....
Saya mulai proses perkuliahan di ITB tanggal 18 Agus-
tus 2009.... kuliah di sini pokoknya menyenangkan....
dengan segala aktivitas dan tugas yang mengalir tiada
henti, semua terasa indah..... hehe.... makasih ya BIUS....
makasih.... “Jangan nunggu termotivasi, lalu kamu
bergerak....tapi….bergeraklahkawan....makakamu
akantermotivasi....SEMANGAT!”
-AnnisaRizkiAuliaIlahi-
21
“Assalaamu’alaikum. BIUS ini adalah jalan kita untuk me-
raih kesempatan bagi muda-mudi se-NKRI untuk mem-
peroleh pendidikan yang berkualitas. BIUS sebagai
sarana pencetak generasi muda agent of change tak
hanya untuk mereka sendiri tetapi untuk Bangsa Indo-
nesia ini, mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sema-
ngat ya adik2 2010. BRAVO BIUS.”
”Saya masih ingat waktu Saya mengirim esai untuk BIUS
(April 2009). Judul esai itu yaitu “Setitik Embun di Pa-
dang Gersang”. Esai itu menggambarkan bahwa BIUS
adalah “embun” yang menyejukkan hati Saya karena
BIUS memberi harapan bagi Saya untuk tetap melan-
jutkan studi ke jenjang lebih tinggi (kuliah). Alhamdulil-
lah Saya mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua ini
sekarang.
Kesan Saya kepada BIUS ini Saya menemukan pan-
dangan hidup yang luas bahwa jangan takut untuk
bermimpi besar dan BIUS juga membuka jalan bagi
Saya untuk meraih mimpi dan cita-cita Saya selama ini.
Selain itu, di BIUS Saya menemukan “Keluarga” baru
yang begitu kompak, penuh kekeluargaan. Teman-te-
man dari berbagai pelosok Indonesia yang penuh se-
mangat meraih cita-citanya. Tidak hanya itu, semangat
dari para relawan BIUS yang dengan ikhlas dan sabar
membimbing adik-adiknya untuk meraih sukses membuat
Saya ingin juga mengajak adik-adik SMA angkatan
2010 di seluruh penjuru negeri ikut program BIUS ini.
Banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan di BIUS ini.
Jangan takut untuk meraih cita-cita kalian. Kesempatan
terbuka lebar bagi kalian yang tak kenal menyerah
BIUS benar-benar
menakjubkan. Kegigihan
para kakak relawan patut
diacungi 2 jempol.
Saya sangat kagum
dengan semangat mereka.
Apalagi setelah saya
mengikuti bridging. Wah,
setiap acaranya begitu
menyenangkan
dan berkesan.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
62
untuk meraih cita-cita. Karena, pendidikan adalah
hak semua insan tak terkecuali untuk teman-teman
yang tak seberuntung anak-anak dari keluarga be-
rada (anak dari keluarga kurang mampu fnansial).
Untuk itu, tetaplah semangat kalian dan mari kita wu-
judkan Indonesia menjadi negara yang maju.”
-YeniFatmawati-
22
“Assalaamu’alaikum. Menurut Saya, BIUS itu bagaikan
tangga yang menghubungkan seorang anak dhuafa
yang ingin menggapai cita2 di langit. Dengan BIUS,
cita2 yang awalnya terpendam, bisa berkobar lagi. Se-
mangat tumbuh membara mengingat cita2 yang harus
dikejar. Karena BIUS, seorang anak kampung bisa ber-
mimpi besar untuk negeri ini. Terima kasih BIUS….”
”Dulu saat Saya masih kelas 3 SMA, Saya hanya bisa
belajar rajin agar lulus SMA. Tanpa berpikir akan kuliah
di mana. Apakah ada jalan untuk seorang dhuafa
seperti Saya? ITB.... Itu hanya angan-angan Saya...
Institut Teknologi Bandung. Saya selalu menulisnya
di biograf novel Saya bahwa Saya ingin sekali mas-
uk Teknik Kimia ITB. Yah.... dulu itu adalah mimpi. Untuk
masalah kuliah, Saya direkomendasikan untuk ikut pro-
gram beasiswa di Universitas Malang, ITS, dan beastudi
etos. Tapi ternyata PMDK ITS dan Beasiswa dari UM
ga dapat. Yah.... pupus sudah keinginan untuk kuliah.
Tabungan di bank masih 600 ribu.
OrangtuajugatakpunyatabungankarenaAyahdan
Ibu bekerja untuk makan hari itu juga. Penghasilan
Saya berdagang waktu itu juga sangat pas-pasan.
Tapi suatu ketika saat Saya ngenet untuk liat pengumu-
man UM, Saya iseng-iseng buka website ITB. Kali-kali
aja ada sesuatu di situ. Eh.... ternyata teks pertama
yang Saya baca adalah tentang “Beasiswa ITB Untuk
Semua”. Dengan lancangnya Saya buka itu. Setelah di-
baca.... bulu kuduk berdiri, hati deg-degan. Saya masih
belum percaya ada beasiswa seperti itu. Benar-benar
NOL RUPIAH. Yah.... langsung saja Saya print formulir
pendaftarannya.
Sampai di rumah, Saya sampaikan informasi tentang
BIUS. Ayah langsung saja menolak mentah-mentah ke-
inginan Saya untuk mengikuti program itu. Terlalu jauh
katanya. Bandung-Bondowoso.Ya,itumemangbukan
jarak yang dekat untuk seukuran gadis tunggal se-
pertiSayauntukberpisahdenganorangtua. Tapi Ibu
mendukung keputusan Saya untuk mengikuti BIUS. Meski
tanpa restu dari Ayah, Saya tetap ikut BIUS. Karena
yang Saya pegang adalah restu Ibu. Lalu esoknya Saya
beritakan BIUS ke guru BP dan teman-teman yang lain.
Ternyata teman2 Saya juga tidak tertarik dengan BIUS
meski udah gratisan gitu. Alasannya tetap sama, jauh
dari orang tua. Tapi ya sudahlah. Saya tak bisa me-
maksa mereka.
Akhirnya Saya jadi juga ikut program BIUS meski sendiri.
Untuk prosesnya, meski ada banyak kendala dalam ma-
salah biaya, tapi tak Saya hiraukan. Karena Saya yakin
itu hanyalah batu ujian untuk orang2 yang berusaha dan
yang akan mendekati sukses. Ngetik naskah di ruang
TU. Pengiriman naskah dibiayai guru karena waktu
ituSayamemangbenar2takpunyauang.
Singkat cerita. Alhamdulillah masuk 200 besar calon sa-
ringan utama. Tak lama setelah itu, dapat surat resmi
dari ITB. Dari situlah Ayah baru menyetujui Saya untuk
ikut BIUS. Malah Ayah yang bersemangat untuk me-
ngantarkan Saya ke Bandara Juanda saat pemberang-
katan ke Bandung. Guru2 juga semakin mendukung
Saya.
Karena BIUS lah, Saya bisa juga naik pesawat, melihat
Monas dengan mata kepala sendiri. Sesuatu yang be-
lum pernah Saya pikirkan sebelumnya. Singkat cerita,
Saya gagal USM Terpusat. Semua kecewa. Tapi Saya
meyakinkan orang tua, guru2, dan teman2 Saya, bahwa
ada kesempatan kedua untuk dapat BIUS yaitu dengan
SNMPTN.
Singkat cerita lagi, Saya lolos SNMPTN. Alhamdulil-
lah.... biarlah meski jauh, lautan akan kusebrangi.... gu-
nung ’kan kudaki.... demi cita2.... pengabdian kepada
masyarakat.... dan pastinya pengabdian pada-Nya.
Ya jadi deh masuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
ITB. Padahal dulu Saya bermimpi di Teknik Kimianya lho.
He.... tapi Saya akan lebih cinta lingkungan deh dari-
pada merusak.
Selama kuliah di sini.... agak shock juga sih soalnya be-
lum tahu kehidupan kampus tuh kayak apa. Saya juga
kaget menerima kenyataan bahwa anak2 ITB tuh smart2.
Tapi ya sudahlah. Apa kata nanti. Sekarang Saya akan
menjalani amanah ini. Amanah dari Allah berupa BIUS!
untuk masalah biaya kuliah, Saya tak perlu repot2 lagi
memikirkannya. Akhirnya salah satu cita2 Saya terca-
pai juga. Kuliah tanpa uang sepeserpun dari orang tua.
Setidaknya Saya tak merepotkan orang tua lagi. Uang
SMA saja Saya masih nunggak sampai sekarang. BIUS....
thanks for all.... you make my dreams come true....”
-WindaIriani-
www. i t bunt uksemua. com
63
23
“Assalaamu’alaikum. BIUS…, kami siap mengabdi….
bukan hanya memperkaya diri.”
”BIUS said that, hidup ini berarti kalau kita berguna
untuk orang lain. So, tujuan kita bukan mencari uang
(kerja). Tetapi menciptakan lapangan kerja. Dan menu-
rut Saya yang musti diperhatikan lagi adalah niatnya.
Niatnya adalah bukan untuk memperkaya diri. Tetapi
mengabdi untuk bangsa ini. Kesan Saya ketika berada
di tengah keluarga BIUS adalah beruntung sekali Saya
berada di sini. Meskipun ternyata mereka aneh-aneh,
tetapi dilihat dari yang mereka buktikan mereka mem-
punyai potensi yang luar biasa. Jadi, buat Adik-adik
calon BIUS-ers 2010. Walaupunkalianmerasabukan
apa2 di kelas misalnya, jangan ragu ’tuk terus me-
langkah. Tapi percayalah, kalian punya potensi un-
tuk menjadi agent of change seperti yang dicita2kan
BIUS. Salam Hangat Penuh Semangat. Dan pesan buat
temen BIUS 2009. Ingat tujuan dari rumah. Jaga kese-
hatan yah.”
-AzkaMujiBurohman-
24
“Assalaamu’alaikum. BIUS adalah karunia terbesar yang
Diberikan Allah padaku. Disaat harapan kuliah itu akan
putus, muncul harapan dan semangat baru. BIUS mem-
beriku semangat untuk saling berbagi, BIUS memberiku
semangat untuk NKRI, BIUS memberiku semangat untuk
pendidikan putra/i bangsa, BIUS memberiku semangat
untuk terus berjuang tak pernah putus asa. Terima kasih
pada-Mu ya Allah, kepada Ayah, dan Bundaku dan se-
mua Relawan BIUS.”
”Tentang diriku dan keluargaku, secara singkat semua
orang memanggilku Badawi. Padahal namaku se-
sungguhnya adalah Azward Achmad Badawi (ngeselin
banget kan?). Umurku 18 tahun sejak 100 hari yang lalu.
Aku lahir dan dibesarkan di Sidoarjo, Jawa Timur. Masa
SMA yang indah dan seru kuhabiskan di SMA Negeri 1
Sidoarjo.
Aku adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara yang lahir
dari rahim Ibu Saya, Lailil Fikriyah, seorang penga-
jar TPQ yang juga seorang guru privat mengaji bagi
orang2 yang membutuhkan bimbingan spiritual. Ayah
Saya telah meninggal sejak 5 tahun yang lalu karena
penyakit lever dan kurang lebih 1 tahun yng lalu Ibuku
menikah lagi dengan seorang duda beranak satu. Beliau
adalah seorang guru SMA swasta di Mojokerto, Jawa
Timur. Tentang saudaraku, hm.... aku mulai dari kakakku,
Arif Kamaluddin Al Jawwad (19), jebolan pesantren di
Mojokerto. Sekarang dia sedang mencari pekerjaan di
Gresik, Jawa Timur. Mas Kamal (begitu aku memang-
gilnya) tidak mau meneruskan kuliah karena terhambat
masalah biaya. JumlahtotalgajiIbudanAyahyang
kira-kirakurangdari600ribuperbulanhanyacukup
untukbiayahidupsehari-hari. Untungnya Mas Kamal,
aku, Aff (15), dan Lia (9) dapat bantuan beasiswa di
sekolah. Beasiswa ini sangat membantu meringankan
beban Ayah dan Ibu.
Sejak SMA aku tidak tinggal di rumah. Tetapi aku ting-
gal di pesantren yang tidak jauh dari sekolah. Aku tidak
mau pilih kasih antara ilmu agama dan ilmu di sekolah.
Aku harus bisa mendapatkan keduanya. Di pesantren
inilah Saya menimba ilmu agama dan ilmu sosial. Di
sekolah Saya aktif di organisasi Sie. Kerohanian Islam
SMA Negeri 1 Sidoarjo atau biasa disingkat SKI SMAN-
ISDA. Tahun pertama Saya aktif sebagai anggota, tahun
kedua diberi amanah oleh sang ketua sebagai Ketua
Departemen Syiar yang pergerakan dakwahnya lebih
terfokus di bidang kesenian dan sosial (hadrah, nasyid,
tilawatil Quran, bakti sosial, dll.). Tahun ketiga aku men-
dapat amanah sebagai Ketua Dewan Syura. Begitulah
aku membagi waktu di SMA. Belajar, berorganisasi di
sekolah dan mengaji di pesantren.
Kegagalan: Di SMA aku bukanlah seorang yang cerdas
meski selalu masuk tiga besar peringkat kelas dan men-
dapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik SMA
Negeri 1 Sidoarjo tahun 2009 (ciye.... sombong banget
aku?). Bukan maksudku untuk menyombongkan diri.
Tapi aku merasa mendapatkan peringkat itu (prestasi)
karena keberuntungan. Bukan karena aku cerdas. Masih
banyak teman-teman sekelasku yang jauh lebih cerdas
daripada aku. Apa buktinya? Oke, mari kita bahas.
Pertama, semua teman yang menurut Saya dan orang
lain cerdas telah mendapatkan PTN favorit melalui jalur
USM atau PMDK. UNAIR, UGM, ITS, UI, IT TELKOM, dll.
Kedua, banyak teman-temanku tersebut yang berkon-
tribusi dalam OSN dan lomba karya tulis ilmiah Inte-
nasional. Sedangkan aku? Ah.. payah.. Apa buktinya?
Pertama, aku tidak lolos soleksi OSN tingkat sekolah.
Kedua, aku tidak diterima di PTN manapun sampai
UN selesai. Semua sistem penerimaan mahasiswa
baru telah aku ikuti. Syaratnya hanya satu. Yang
penting sistem penerimaan tersebut adalah sistem
yang menyediakan beasiswa. Kenapa? Karena ken-
dala biaya kuliah yang tidak akan mampu dipikul oleh
Ayah dan Ibuku. Jadi aku harus mendapatkan beasiswa
jika ingin kuliah. Semua seleksi beasiswa telah aku ikuti,
pertama IT TELKOM, ITS, STIE Perbanas Surabaya, dan
terakhir UGM. Semuanya gagal, aku tidak diterima di
PTN manapun.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
64
Namun dengan semua keterbatasanku, aku mempunyai
semangat, berikhtiar, berdoa, tetap tegar dan terse-
nyum segar (meski sempat putus asa setelah ditolak
UGM, hiks, sakit hati banget, hiks). Semua ini adalah
karunia Allah agar aku menjadi pemuda Muslim
yang tangguh. Tidak ada lagi kata menyerah. Aku
tidakpedulilagidenganbiaya.Pokoknyaakuharus
bisakuliahdengancaraapapun! (semangat membara
nih.... beneran....). Peluangku tinggal USM STAN, STIS,
dan SNMPTN. Aku mulai mengumpukan uang untuk pen-
daftaran/membeli formulir SNMPTN dan STAN/STIS.
Formulir BIUS dan pendaftarannya: Di tengah harapan
yang besar dan hati yang sedang menyusun sedikit
demi sedikit semangat yang telah runtuh akibat ditolak
oleh UGM, tiba-tiba Saya bertemu dengan Pak Wit,
guru bimbingan konseling sebagai pusat penerima se-
mua informasi tentang pendaftaran masuk perguruan
tinggi. Beliau menunjukkan satu amplop surat yang ber-
isi lembar formulir dan informasi tentang Beasiswa ITB
Untuk Semua. Perasaan Saya tidak segembira biasa-
nya ketika mendengar kata informasi atau tulisan yang
terdapat huruf terangkai B-E-A-S-I-S-W-A. Aku sudah
merasa putus asa. Bayangkan saja, ITS dan UGM saja
tidak menerima aku yang pas-pasan ini. Apalagi ITB?
Yang grade nilainya sangat tinggi?
Tapi aku sadar, aku tidak boleh berhenti untuk berharap
dan berikhtiar. Aku penuhi semua berkas persyaratan
untuk mendaftar beasiswa tersebut. Fotokopi raport, su-
rat-surat keterangan, dan dua lembar esai tentang mo-
tivasi, keadaan keluarga, dan kegiatan di dalam dan
luar sekolah. Aku menulis esai ini dengan sepenuh hati
selama tiga malam (ahh.... lebay.... tapi beneran koq). Aku
memilih urutan fakultas sesuai prioritas sebagai berikut:
(1) Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (karena aku
ingin masuk Teknik Sipil, aku terobsesi dengan berbagai
bentuk dan konstruksi bangunan), (2) Sekolah Arsitektur,
Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (karena
aku ingin masuk Arsitektur, aku tertarik pada beberapa
gaya bangunan yang unik), (3) Fakultas Seni Rupa dan
Desain (karena aku ingin masuk Desain Produk). Kemu-
dian semua berkas persyaratan itu aku kirim lewat pos
kilat. Tak lupa ku berdoa terlebih dahulu....
200 besar calon: Hari demi hari berlalu.... tak terasa
ujian sekolah dan UN telah berakhir. Tiba-tiba pagi itu
temanku memberitahukan padaku bahwa aku diterima
di 200 besar calon penerima Beasiswa ITB Untuk Se-
mua! Aku akan berangkat berperang dengan soal
ke Bandung! Masya Allah.... aku serasa disambar pe-
tir, kaget bukan main. Aku bahkan lupa kalau pernah
mendaftar beasiswa ITB (parah banget kan?), aku sera-
sa ingin nangis. Allah Memberiku karunia besar berupa
kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Segala puji
bagi-Mu ya Allah, Tuhan semesta alam. Kesempatan
ini tidak akan mungkin aku sia-siakan lagi. Aku belajar
keras, mempersiapkan diriku untuk USM di Bandung 1,5
bulan ke depan.
USM ITB Terpusat di Bandung: Hari yang dinanti pun
datang. Aku berangkat ke Bandung diiringi doa dari
Ayah, Ibu, Mas, Adik, keluaga besar, bahkan malam ha-
rinya aku minta doa ke semua tetangga satu RT (aku be-
rangkat naik pesawat lo.... hehe.... baru pertama kali....).
Setiba di Bandung, 200 calon penerima BIUS tinggal di
asrama TNI yang tidak begitu jauh dari kampus ITB. Di
dalam asrama ini kami saling berkenalan satu dengan
yang lain. Kami semua berkenalan dengan para rela-
wan BIUS yang memberikan kami bimbingan, motivasi,
dan segala yang kami butuhkan selama USM keesokan
harinya.
Di dalam asrama ini kami 200 orang calon penerima
BIUS saling memupuk kebersamaan juga bersama para
relawan. Pagi-pagi kami sudah bersiap untuk berang-
kat ke kampus untuk USM. Karena jika telat, pengawas
ruangan tidak akan mengizinkan kami untuk memasuki
ruangan. Dengan kata lain, gagal masuk ITB. Sebenar-
nya aku merasa minder karena aku lihat kebanyakan
dari 200 orang tersebut adalah anak-anak OSN, dan
siswa berprestasi. Sedangkan aku? karena alasan inilah
aku tidak begitu yakin bisa lolos masuk ITB. Setelah hari
ke-2 USM, kami semua dipulangkan ke daerah masing-
masing.
Hasil pengumuman: Hari pengumuman pun tiba. Malam
itu aku pun penuh harap. Meski terasa mustahil bisa
masukITB.Sebelumberangkatkewarnetakushalat
Isya’ terlebih dahulu. Berdoa kepada Allah semoga
akudiberihasilyangterbaik.Semogaakudiberikan
kekuatanuntuktetapbersemangatjikaakutidakber-
hasillagikaliini.Semogaakudiberikankerendahan
hati jika masuk ITB. Setelah selesai berdoa kukayuh
sepedaku menuju warnet yang berjarak 200 meter dari
rumah. Kubuka website www.itb.ac.id. Namun, tidak da-
pat kuakses halaman hasil pengumuman USM karena
malam ini pun seluruh peserta USM ITB sedang men-
gakses hasil pengumuman tersebut. Namun terus kucoba
untuk mengakses. 90 menit kemudian aku berhasil men-
gakses pengumuman. Badanku serasa lemah, gemetar,
ingin pingsan. Aku diterima di ITB! dengan beasiswa!
yang kira-kira isinya seperti ini: (Nama: Azward Achmad
Badawi, No. Registrasi: (lupa), Diterima sebagai maha-
siswa baru ITB tahun 2009 di Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan.... bla bla bla.... dst. Allahu Akbar.... Masya
Allah.... aku serasa tidak percaya. Aku reload halaman
itu berkali-kali. Tapi namaku tetap muncul. Akhirnya aku
www. i t bunt uksemua. com
65
sadar. Aku telah diterima di ITB. Maha Suci Allah, sega-
la Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Aku pulang dengan tubuh gemetar. Aku sampaikan
kabar genbira ini kepada Ibuku. Mata Beliau berkaca-
kaca menahan tangis, namun tetap tampak olehku. Ibu
dan Ayah benar-benar bahagia luar biasa atas karu-
nia Allah ini. Begitu juga dengan diriku. Ke Bandung,
Bridging Program: Akhirnya hari ini aku berangkat ke
Bandung untuk mengikuti Bridging Program dari para
relawan sebelum kami masuk kuliah. Bridging Program
adalah sebuah program matrikulasi yang bertujuan
memberikan bimbingan penyesuaian/adaptasi terha-
dap sistem pendidikan di ITB khususnya dan kehidupan
di Bandung pada umumnya. Dalam Bridging Program
ini kita mendapat kesempatan mengikuti seminar, dis-
kusi-diskusi inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi
penerapan teknologi tepat guna seperti ke kampung
baso dan lain sebagainya.
Para mahasiswa penerima BIUS mendapatkan se-
juta pengalaman dan bimbingan entrepreneurship dari
para alumnus ITB yang telah sukses dan dari banyak
pengusaha sukses seperti Sandiaga Uno dan M. Jusuf
Kalla. Bridging Program memberikan banyak manfaat
bagi calon mahasiswa. Kami dapat belajar beradaptasi
dengan lingkungan kampus ITB maupun lingkungan tem-
pat tinggal. Teman-teman BIUS dan relawan: Dalam
Bridging Program ini aku berkenalan dengan anggota
keluarga baruku, yakni BIUS. Aku berkenalan dengan
26 orang penerima BIUS lainnya. Kami tinggal dalam
satu asrama. Dipisah antara asrama putra dan asrama
putri. Asrama putra di Jalan Kidang Pananjung dan
asrama putri di jalan Kanayakan. Aku juga mencoba
mengakrabkan diri dengan para Relawan BIUS yang
pernah ketemu waktu USM dulu.
Masa awal kuliah: Tidak begitu menarik.... tapi seru
juga.... Pengen tahu? Masuk ITB dong.... Masa UTS:
Argh.... parah.... kenapa mudah banget? (tapi bohong....)
pokoknya gitu deh.... Now: Tetap semangat! Jangan
pernah menyerah! Pesan dan kesan: Segala Puji bagi
Allah, Tuhan semesta alam. Terima kasihku untuk Ayah
dan Ibu yang tak pernah lelah menegakkan hati dan
pundakku. Terima kasihku untuk teman-teman dan ke-
luarga besar. Terima kasihku yang tak terkira kepada
semua orang yang berperan dalam BIUS ini. Semoga
Allah menjadikannya sebagai amal jariyah yang akan
terus mengalir. Allahumma amin. Untuk semuanya,
peganglah tiga hal dalam berusaha: (1) Berikhtiar
dengansebaik-baiknya,(2)Berdoadengankhusyu’,
dan(3)Janganpernahmenyerah.”
-AzwardAchmadBadawi-
25
“Assalaamu’alaikum. BIUS, harapan baru untuk maju dan
lebih semangat untuk meraih masa depan…. Semangat
kawan! Langkahkan kakimu, bergeraklah! Kesempatan
tidak bisa terulang!”
”Awal kelas XII, Saya begitu pusing ketika memikirkan
tentang perguruan tinggi yang akan Saya tuju. Begitu
banyak pilihan, terlalu banyak bahkan membuat Saya
semakin pusing. Sebenarnya yang jadi pikiran dalam
diri Saya bukan jurusan atau perguruan tinggi yang
akan Saya pilih. Namun, biaya untuk itu semua.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
66
Sejak SD Saya sudah terbiasa untuk mendapatkan bea-
siswa untuk sekolah Saya. Ketika akan melanjutkan se-
kolah sampai perguruan tinggi Saya bingung di mana
akan Saya dapatkan semua itu. Sedangkan awal masuk
saja harus membayar berjuta-juta uang pembangunan
atau apalah sebutannya. Tiap kali ditanya, “Antika mau
masuk mana? “, Saya hanya bisa tersenyum dan menga-
takan, “Belum tahu“, begitu setiap hari. Sampai akhirnya
di malam yang gelap dan penuh bintang (halah, lebay)
Saya bersama orang tua Saya sedang berbincang-bin-
cang dengan Abah pimpinan Pondok Pesantren, Saya
bercerita bahwa Saya ingin ikut tes STAN tetapi Abah
sangat tidak setuju. Dan Beliau memberikan Saya for-
mulir Beasiswa ITB Untuk Semua.
SingkatceritaSayasudahlolos200besarcalon.Sung-
guh tidak diduga karena dari SMA Saya saja, Saya
bersaing dengan anak Olimpiade Sekolah, namun
AllahmemberiSayajalan.OrangtuaSayasungguh
mengharapSayabisaditerimadiITB. Saya mengikuti
USM terpusat bersama 199 anak yang lain di Bandung.
Dan akhirnya Saya adalah 1 dari 40 anak beruntung
lain yang mendapatkan beasiswa ini. Sungguh senang
bisa masuk menjadi salah satu anak beruntung dari se-
luruh anak negeri.
Beasiswa ITB Untuk Semua bagi Saya bukan hanya seke-
dar beasiswa, di sini Saya menemukan keluarga baru.
Dengan cepat kami bisa akrab satu sama lain. Sungguh
jarang didapat. Program Bridging yang dilaksanakan
sebulan sebelum masa kuliah banyak membantu Saya
untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus
dan Bandung itu sendiri. Menyenangkan dan semakin
membuat kami menjadi kompak. Kakak-kakak relawan
yang sungguh baik hati dan selalu memperhatikan kami
layaknya adik kandung sendiri. Pertemuan-pertemuan
dengan para donatur, semuanya menjadi kenangan
indah tersendiri. Jadi kangen masa-masa Bridging….
(hiks). Sekarang kuliah sudah hampir 1 semester, Saya
merasa senang bisa mendapatkan kesempatan untuk
mendapatkan beasiswa ini. Pesan Saya untuk calon
BIUS 2010: jangan sia-siakan kesempatan, karena
kesempataninimungkintidakbisaterulang.Sampai
jumpadiBandungadek-adek!Semangat!^_^”
-AntikaAnggraeni-
26
“Assalamu’alaikum warahmatullaah.... BIUS, awalnya
Saya dapat info ini dari teman 7 hari sebelum Ujian Na-
sional. Saya berpikir setelah melewatkan kesempatan
UI, UGM, haruskah kesempatan ITB ini dilewatkan? De-
ngan penuh perjuangan Saya penuhi semua persyaratan
dalam waktu 5 hari, Singkat cerita Saya masuk dalam
200 BIUS-ers....
Setelah USM di Bandung dan akhirnya ternyata Saya
belum lolos. Awalnya ada rasa kecewa karena ternyata
dari hasil analisis jika Saya tetap memilih FMIPA Saya
bisa lolos USM. Saya iseng lihat facebook dan ternyata
yang dapat BIUS baru 27 orang. Maka, Saya e-mail
tanya ke Mbak Tasha, relawan BIUS yang menelpon
Saya dari Bandung. Saya minta kepastian tentang tar-
get BIUS yang 50 orang, kan baru 27 orang lalu si-
sanya 23 orang bagaimana? Mbak Tasha tidak menjan-
jikan apapun tapi Beliau tetap dan selalu men-support
Saya untuk ikut SNMPTN dengan pilihan pertama ITB.
Sebelum akhirnya memilih ITB, Saya melepas kesempa-
tan Beasiswa Kedokteran UNS karena tidak bisa kalau
meletakkan ITB pada pilihan 2 dan Kedokteran UNS
pada pilihan pertama SNMPTN (masalah regionalisasi
daerah SNMPTN).
Sejak SD Saya sudah terbia-
sa mendapatkan beasiswa
untuk sekolah Saya.
Ketika akan melanjutkan
sekolah sampai perguruan
tinggi Saya bingung di mana
akan Saya dapatkan semua
itu.
www. i t bunt uksemua. com
67
Pengumuman SNMPTN pun keluar, sebelum akhirnya ke
ITB Saya terikat kontrak bidan dengan Yayasan Solo
Peduli (YSP) yang telah membiayai SPP Saya dari kelas
3 SMP sampai lulus SMA (dengan pertimbangan balas
budi, sungkan untuk menolak selain itu karena deadline
transfer biaya kuliah bidan 30 Juli 2009. Padahal be-
lum ada kepastian dari Mbak Tasha). Malam hari tang-
gal 31 Juli Saya ditelpon Mbak Tasha bahwa Saya
dapat BIUS, Saya menangis karena Saya sudah terikat
kontrak bermaterai.... Mbak Tasha minta kepastian apa
BIUS tetap diambil?
Akhirnya pagi hari tgl 1 Agustus Saya mencoba
meyakinkan Direktur YSP, Pak Supomo, tentang pemba-
talan kontrak Beasiswa Bidan ikatan kerja, Saya pasrah
kalau direlakan ya Saya akan ke ITB tapi kalau tidak
ya Saya sudah disekolahkan dari SMP. Ternyata Pak
Pomo mengizinkan Saya asal uang pembayaran yang
sudah ditransfer ke Poltekkes diganti (Mbak Tasha ber-
sedia menanggungnya). Pesan Pak Pomo agar Saya ha-
rus bisa jaga diri, cari lingkungan yang baik dan tetap
ngaji.
Alhamdulillah Saya akhirnya ke ITB juga. Setelah di Ban-
dung Saya sangat bersyukur kenapa bisa kuliah di ITB
lewat SNMPTN. Tanggal 12 Juli 2009 adik Saya yang
ketiga lahir, Saya beri nama Fachri Adlisan Handoko
(Adlisan adalah sumbangan nama dari Mbak Tasha he
he.... yang awalnya menyumbang nama Guntur Langit
Biru) intinya dari kegagalan USM Saya menjadi lebih
dekat dengan Mbak Tasha dan pernah mengundurkan
diri dari Beasiswa Kedokteran dan beasiswa ikatan
kontrak kerja kebidanan. Semua itu mungkin tidak akan
Saya alami jika Saya lulusnya lewat USM. Mendengar
ceritadariteman2dilainuniversitasSayabersyukur
akhirnyadiITBdengansuasanayangkondusifuntuk
belajarbaikkuliahmaupunmemperdalamilmuaga-
ma.AllahMahaMengetahuipilihanyangterbaikdan
waktuyangpalingtepatuntukmemberikankarunia-
Nya.Saatsemuausahamaksimal,doadantawakkal
telahdilakukan,AllahyangPalingBerhakatashasil
akhirnya....”
-WulandariPurwaningrum-
27
“Assalaamu’alaikum. Berjuta cita-cita ada di depan
mata, namun tak mudah ‘tuk menjadi nyata, terima kasih
pada semua yang telah menolong kita, memberi hara-
pan disaat semua hampir gelap gulita, hingga kini kita
menemukan sebuah pelita, untuk membangun bangsa
dan negara tercinta.”
”Saya akan menceritakan sedikit perjalanan Saya sam-
pai akhirnya Saya bisa diterima di ITB melalui jalur
Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Sejak awal Saya
memang berencana untuk kuliah di ITB, tetapi melihat
biaya kuliah yang semakin mahal, menjadikan diri Saya
untuk berpikir dua kali. Awalnya Saya tidak tahu ada-
nya program BIUS karena baru tahun 2009 ini dibuka.
Pertama, Saya mencoba mengikuti Ujian Saringan Ma-
suk (USM) di Daerah. Saya mendaftar sebagai peserta
jalur Beasiswa Olimpiade, sehingga jika Saya diterima
Saya tidak perlu membayar biaya SDPA, tetapi masih
harus membayar biaya kuliah dan biaya hidup.
Saya berencana mencari beasiswa dari perusahaan
atau setelah Saya kuliah nanti. Tapi nasib berkata
lain, Saya belum diterima lewat jalur ini. Pada saat
itu Saya sempat down untuk beberapa saat. Tetapi
keinginan Saya untuk kuliah di ITB tidak menyu-
rutkan semangat Saya untuk terus berjuang. Hingga
akhirnya Saya menemukan satu titik terang yang bisa
mewujudkan impian Saya tersebut. Saya mendapat in-
formasi bahwa ITB membuka jalur penerimaan maha-
siswa baru yang bernama BIUS ini. Singkat cerita, Saya
mengikuti program ini dan diterima di pilihan pertama.
Di BIUS ini banyak manfaat yang bisa Saya dapatkan.
Saya merasa seolah mendapatkan keluarga baru di
sini.PesanSayajanganpernahberputusasajikame-
ngalamikegagalan,karenakeberhasilanyanglebih
baikadadidepanmata. Semoga tulisan yang sedikit
ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.”
-SetyoWardoyo-
28
“Assalaamu’alaikum. Jawaban-Mu ternyata BIUS. BIUS
adalah beasiswa yang memberikan harapan bagi ter-
ciptanya pemerataan pendidikan di Indonesia…. Saya
sangat terbantu dengan adanya BIUS. BIUS adalah
jembatan Saya menuju matematikawan sejati. BIUS ber-
beda dengan beasiswa lainnya…. Yang membedakan-
nya adalah penerimanya diberikan seminar motivasi
agar bisa berkarya di masyarakat sebagai agent of
change…. Saya berterima kasih untuk BIUS. SALAM HE-
BAT UNTUK KITA YANG HEBAT.”
”Selebaran itu BIUS. Sunarya, itulah nama Saya.... nama
yang penuh arti.... SUka berkata beNAR dan terper-
caYA. Nama panggilan AYA, Arti Yang Abadi.... Dalam
bahasa Sunda bisa disebut AYA-AYA WAE.... yang arti-
nya ada-ada aja.... karena memang orangnya ada-ada
aja. BIUS, Beasiswa ITB Untuk Semua, merupakan pro-
gram yang sangat super.... Saya rasa beasiswa ini bisa
merangkul semua putra-putri potensial dan bercita-cita
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
68
tinggi di seluruh Indonesia. Saya menulis catatan ini un-
tuk menceritakan sekilas cerita yang Saya alami before
and after Saya mengikuti program ini....
Beberapa bulan yang lalu ketika ITB hanya masih
berupa institut impian, hanya berupa asa yang berki-
lauan terpendam di kalbu dan Saya pun hanya siswa
dari SMA terpencil, SMAN 1 Telagasari, Sayamencari
banyak informasi seluruh beasiswa universitas....
SalahsatunyauniversitasterkemukadiIndonesia....
Tetapi tidak lolos.... Saya tidak merasa putus asa
karena kuatnya resultan gaya tarik semangat untuk
meraih cita-cita.... Hingga beberapa waktu Saya pun
mulai kelelahan mencari informasi-informasi tersebut....
Di samping sudah merasa lelah, Saya merasa dunia
tidak adil dikala teman-teman Saya bisa masuk univer-
sitas dengan mulusnya tanpa tes bakat (baca: cukup tes
fnansial saja). Akan tetapi, Saya berusaha untuk mem-
buang jauh-jauh pikiran itu. Hingga akhirnya Allah men-
jawab doa Saya dan orang tua Saya.
Ketika Saya berjalan menyusuri jalanan panas bersama
teman Saya, Rayyan Ashfahan Nawa, setelah menun-
tut ilmu di sekolah, Sayamenemukanselebaran.Lalu
SayamemungutnyakarenakebiasaanSayayangse-
lalu memungut bacaan yang Saya pikir berguna....
dalam catatan selebaran tersebut tertulis besar dan
tebal BIUS... Ternyata eh ternyata selebaran yang
Saya temukan adalah awal Saya mengenal BIUS.... ya
benar BIUS. Pandangan pertama awal kita berjumpa
(kayak lagu Arafk neh).... Ya, ya BIUS, Beasiswa yang
didambakan banyak putra-putri potensial untuk dapat
berkuliah di ITB.... Penemuan selebaran tersebut, bagi
Saya, melebihi penemuan James Watt atas mesin uap
yang dapat memunculkan Revolusi Industri di Inggris,
penemuan Max Planck atas teori kuantumnya yang men-
transisi fsika menuju Fisika Modern, penemuan Einstein
atas Efek Fotolistik yang menambah perbendaharaan
fsika, penemuan KPK atas rekaman pembicaran bos PT.
Massaro, Anggoro Widjoyo, yang memunculkan teori
persaingan-baru antarlembaga negara di Indonesia
yang kita kenal dengan Teori Cicak-Buaya dan bahkan
mengalahkan penemuan Mamah Laurent atas takhayul
kiamat 12 Desember 2012 yang memunculkan perde-
batan antarparanormal Indonesia dan juga memuncul-
kan Sidang Paripurna Majelis Paranormal Roksi (MPR).
Setelah penemuan selebaran tersebut, Muncullah Men-
tari di Cawandatu yang menghangatkan asa untuk
menggapai cita.... Hari itu juga, Saya bersama teman
Saya, Rayyan, langsung mencari informasi BIUS ini....
Dengan semangat Saya dan Rayyan, singkat cerita,
kami menyiapkan dokumen kelengkapan persyaratan
BIUS. Setelah kelengkapan selesai, Saya mengirimkan
langsung ke Bandung karena memang sudah hampir
deadline. Kalau dikirim via pos dikhawatirkan terlambat.
Kami pergi jam 7 malam dari Karawang, kota lumbung
padi dan lumbung keterbatasan, salah satu kota yang
dijadikan tempat penempatan orang-orang Jawa untuk
proyek penanaman padi pada zaman Hindia Belanda.
Kami tak mengetahui bahwa pukul 19.00 WIB sudah
kehabisan bus ke Bandung.... Kami pun naik bus ke kota
lain yang kebetulan melewati Bandung tapi tidak transit
di terminal.... setelah sampai di Bandung, dengan ge-
gap gempita, kami turun di tanah Parahyangan tempat
Putri Dyah Pitaloka dilahirkan, secara ilegal di jalan tol
sekitar Cimahi. Ketika turun, kami bertemu polisi dan
kami berbicara cukup lama karena kesalahan kami
naik bus ilegal. Tapi akhirnya, Pak Polisi yang baik hati
dapat mengerti keadaan kami yang hampir deadline
mendaftar ke ITB. Inget brurr ITB, semua tidak berani
menghalau calon mahasiswa terbaik bangsa.... eh maaf
maaf! sombongnya kambuh neh....
Kami terus berjalan, lagi-lagi kami sial, ternyata angkot
arah Dago sudah tidak ada karena memang jam su-
dah menunjukkan arah pukul 00.00 WIB. Terpaksa kami
merogoh kocek lebih dalam untuk membayar ojek, alat
transportasi khas Indonesia yang muncul akibat desakan
ekonomi sehingga memanfaatkan motor pribadi untuk
dijadikan mode transportasi. Singkat cerita, kami tiba
di kampus Ganesha pukul 00.45 WIB. Kebetulan masih
ada penjual ayam bakar dan pecel lele yang masih
tersisa.... kami pun mencoba jaga gengsi sebagai calon
mahasiswa ITB dengan memesan bebek goreng. Ternya-
ta kami tak tahu harganya mahal banget.... Apa yang
terjadi? abrakadabra.... uang kami makin tak cukup un-
tuk esok hari. Setelah makan, kami mencari Masjid Sal-
man ITB tapi tak ditemukan (ya iyalah bentuknya sangat
beda dengan masjid umumnya, red.). Akhirnya kami
tidur di bangku besi pinggir jalan tepatnya depan la-
pangan parkir TL..
Keesokan harinya kami terpaksa mendatangi direktorat
tanpa sarapan karena uang yang sudah sangat minim.
Setelah mendaftar dengan berbagai ujian mental ter-
masuk antri, kami pun pulang dengan menggunakan
kereta api. Membelah gunung-gunung Bandung, menyu-
suri hutan hijau.... dan tibalah di Kabupaten Karawang
untuk menunggu harapan, harapan pengumuman BIUS.
Menghitung hari detik demi detik. Jam berlalu silih ber-
gantian, hari berlalu dengan senyum mentari, minggu
berlalu dengan penantian terpaku.... haripun berlalu....
suatu hari.... datanglah pengumuman penerima BIUS.
Sunarya, anak hitam manis, berperawakan kecil mungil
dengan senyum gigi putihnya dan aroma wangi tubuh-
nya, siswa tampan dari SMAN 1 Telagasari merupakan
www. i t bunt uksemua. com
69
salah satu nama yang berderet di antara 200 orang
lainnya dari seluruh pelosok Nusantara.... Hatiku gem-
bira riang tak terkira mendengar berita kabar yang
bahagia.... (kaya lagu Boneka Cantik karya Mahmud
Syam yang dinyanyikan Almarhumah Elia Kadam ya?)....
Namun sayang 1000 kali sayang kegembiraan tersebut
sedikit terpatah karena Rayyan tak diterima....
Kini dia bekerja untuk mengikuti SNMPTN tahun de-
pan.... cayo Rayyan. Bebekgorengyangmahalitudan
kampusimpianmuitu,jugakursibesiitu,menunggu-
mu....ITB....Dengan bimbingan relawan BIUS, Kak Pu-
tri, melalui SMS, Saya pergi ke Bandung dengan sejuta
harapan yang ada. On the way, tebersit rasa sombong
sehingga tersentuh orang pun tak mau.... Maklum, calon
mahasiswa ITB.... eh maaf lagi ya! sombongnya kambuh
lagi nih…. Setibanya di Bandung Saya bertemu de-
ngan teman lain dari seluruh pelosok Nusantara. Seakan
kami disatukan oleh cita-cita Gajah Mada yang ingin
menyatukan Nusantara, kami semua semangat mengha-
dapi ujian yang akan dihadapi. 200 orang itu tinggal
di barak.... semua bercerita, semua gembira dipandu
relawan yang setia dan Bu Betty yang keren abis ya!
Ujian berlalu…. hanya 27 orang yang lolos lewat USM
Terpusat…. Saya tak putus asa, Saya nekat untuk ikut
SNMPTN.... Pilihan pertama USM adalah FMIPA ITB dan
pilihan kedua adalah universitas lain.... Ketika SNMPTN
Saya pergi ke Bandung dan apa-apa serba sendiri....
akhirnya, selesailah sudah.... Saya menunggu hasil
SNMPTN.... KetikamalamSayatahajud,Sayaberdoa
“ Ya Allah jika Engkau Meridhai hamba-Mu kuliah
di ITB maka perkenankanlah ya Allah.... Namun
apabila tidak, hamba yakin yang Engkau Putuskan
adalah yang hamba butuhkan ya Allah.... Hamba
akan mencobanya lagi pada SNMPTN tahun depan
yaAllah”.... Akhirnya doa seseorang tersebut dikabul-
kan dengan datangnya SMS Kak Putri, “Sunarya, kamu
ikut SNMPTN kan? selamat ya! berdasarkan berita
yang ada kamu masuk FMIPA. Tapi kalau ga percaya
ntar Saya tanyakan Bu Betty lagi ya!”
Singkat cerita, Saya daftar ulang ke direktorat untuk
yang kelima kalinya.... yang pertama ketika daftar BIUS,
yang kedua ketika jalan2, ketiga ketika mau pulang
dari daftar BIUS, keempat ketika daftar USM bersama
200 orang calon penerima BIUS.... Saya daftar ulang
SNMPTN tidak pulang lagi hingga sekitar 2 minggu
karena langsung ada PROKM ITB.... Daftar ulang ber-
lalu, PROKM yang menjadi ajang perkenalan berlalu,
Saya pun resmi menjadi mahasiswa ITB dengan predikat
penyandang penerima BIUS....
Kuliah pertama pun dimulai, rasanya mimpi bisa menun-
tut ilmu di kampus tempat menelurkan tokoh-tokoh hebat.
Soekarno, Sang Insinyur dengan orasi ulungnya teruta-
ma ketika menggemparkan dunia dengan pidatonya di
depan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan judul Mem-
bangun Dunia Baru Kembali, Sahrir, seorang pejuang
muda sejati, Habibie, cendikiawan yang membawa In-
donesia menjadi negara pemroduksi pesawat menga-
lahkan Jepang yang pada saat itu belum memiliki tek-
nologi sehebat Indonesia dalam hal kedirgantaraan....
Rasanya Saya masih menganggap bermimpi karena
baru saja Saya bermimpi kemarin dan saekarang sudah
nyata. Ketika menginjakkan kaki sebagai mahasiswa ITB
yang terlintas hanyalah kebanggaan yang tak terkira.
Kebanggaan menjadi adik kelas Soekarno, kebang-
gaan menjadi penghuni Kampus Ganesha. Sebagai
mahasiswa ITB, Saya berjanji menjalankan Tri Dharma
Perguruan Tinggi.... Saya berjanji.
Penerima BIUS jalur SNMPTN berjumlah 13 orang men-
jalani Bridging susulan yang dipandu Kak Ahmad, un-
tuk mengatur jalannya Bridging dari minggu ke minggu.
Dari Bridging banyak hal yang dipelajari tentang bekal
awal yang harus dimiliki mahasiswa.... ke-13 orang
menyatu dengan 27 penerima BIUS lainnya membentuk
Saya dan teman-teman diajak bertemu
dengan alumni-alumni ITB yang sukses,
yang membuat Saya semakin terinspirasi
untuk menjadi enterpreneur ^_^.
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
70
kesatuan yang abadi. Keempatpuluh BIUS-ers ini meny-
atu bersama. Banyak cerita yang telah diukir, banyak
acara yang dilalui, banyak pula keakraban yang ter-
jadi di antara anak-anak penuh harap ini....
3 bulan berlalu, BIUS-ers berjalan dengan ciri khasnya
masing-masing. Badawi dengan bab cintanya, Verry
dengan logat lucunya, Bibit dengan kedewasaannya,
Ardian dengan dakwahnya, Irwan dengan kegiatan
aktivisnya, Nurul dengan bahasa puitisnya, Setyo den-
gan kalkulusnya, Azka dengan semangat pencarian
makan gratisnya, Ummi dengan jiwa manajemennya,
Arai dengan cerita-cerita yang menghebohkannya, Ka-
rim dengan perencanaan planonya, Widi dengan sifat
ndeso-nya, Luki dengan ceplas-ceplosnya, Imron dengan
bahasa khas F menjadi P-nya, Icha dengan bahasa
kealimannya, Pomto dengan sifat lucunya, Lutf dengan
kacamatanya, Ical dengan misteri diamnya, Arbi de-
ngan jiwa Betawi-nya, Haris dengan gaya kokonya, Edi
dengan capsa-nya, Nirmala dengan rambut keriting
dan jalan cepatnya, Reychal dengan sifat pelupanya,
Teguh dengan bahasa kepemimpinannya, Listia dengan
diam emasnya, Nurcha dengan jilbabnya, Surya dengan
Sooko-nya, Fafa dengan kejantanannya, Susi dengan ku-
lit putihnya, Topan dengan cambang dan ketampanan-
nya, Antika dengan rok putihnya, Leo dengan sakitnya,
Susanto dengan Way Jepara-nya, Winda dengan wajah
manisnya, Eka dengan program arisannya, Yeni dengan
senyum kewanitaannya, Neni dengan senyum maut dan
rahasia dibalik dirinya, Piska dengan ketomboian dan
rambut Charlie ST12-nya, Wulan dengan pendapat
yang menusuknya.... dan hal lain yang tercipta....
Kini 3 bulan sudah berlalu.... Kini, BIUS 2009 bersatu
untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah di-
dapat.... Kini, ke-40 BIUS-ers, panggilan penerima BIUS,
siap berusaha menjadi yang terbaik. BIUS-ers siap men-
jadi agent of change untuk Indonesia....
Pesan: kita BIUS adalah penerima beasiswa, jangan
sampai kita terlena.... apa yang kita terima harus kita
pertanggungjawabkan pada Tuhan, keluarga, dan pem-
beri beasiswa ini.... dengan semangat kita harus jadikan
BIUS seperti logonya yang penuh warna-warni dalam
satu ikatan.... bagi sahabat BIUS-ers. Kita songsong
Generasi Kedua dari BIUS.... Kita songsong Reinkarnasi
BIUS 2010.... Kita kalahkan reinkarnasi Kera Sakti. Kita
tunjukkan kita bisa merangkul Adik-adik kita.... Kita buk-
tikan bahwa kita akan mengikuti jejak Relawan BIUS.
Kita ikuti jejak Pahlawan BIUS.... Kita sukseskan BIUS
2010.... Gemparkan Nusantara dengan informasi BIUS
ini ke seluruh Indonesia.... Sukseskan “Satu BIUS Untuk Se-
mua”. Amin.... BagiAdik-adikpendaftarBIUS,buktikan
mimpi kalian. Buktikan kalian bisa. Buktikan Laskar
Pelangiterjadidalamdirikalian.Marikitabersatu....
kamikakakmu....siapmerangkulkalian....Semangat
Adikku.... “SALAM HEBAT UNTUK KITA YANG HE-
BAT”. Kesan: Semua cerita ini akan kita kenang hingga
kita menjadi orang sukses semua.... Sahabat BIUS-ku....
kamu temanku.... relawanku.... kamu pahlawanku.... Saya
bangga dengan perjuangan kalian....”
-Sunarya-
29
“Assalaamu’alaikum. BIUS, sebuah asa meraih cita untuk
pendidikan yang lebih baik, dengan doa, kerja keras,
dan keyakinan, “hal yang tidak mungkin dapat menjadi
kenyataan”. Cita yang tinggi menjadikan semangat un-
tuk sukses lebih tinggi.”
”Keyakinan dan Doa. Salam hangat buat adik-adikku,
Saya hanya ingin menyampaikan sebuah cerita yang
bisa menjadikan inspirasi bagi adik-adik semua. Cerita
ini bermula ketika mendekati kelulusan SMA 2009, saat
itu keinginan untuk belajar dan keadaan berbanding
terbalik. Saatituhasratmenimbailmutidakdisertai
olehadanyakeuanganyangmemadai,sehinggater-
paksauntuktidakberencanameneruskanpendidikan
atau meneruskan di bidang yang kurang disenangi.
Suatu keyakinan untuk mendapatkan pendidikan yang
lebih baik pun datang, asa itu pun mendapatkan res-
tu dari semua keluarga. Saat itu Saya terus mencari
adanya info beasiswa sampai akhirnya mendapatkan
info Beasiswa ITB Untuk Semua, tapi saat itu deadline
pengiriman hanya tinggal 3 hari lagi dan pada saat itu
mendekati Ujian Nasional.
Saat itu Saya mendapatkan kebimbangan untuk mengiku-
ti program beasiswa ini karena harus mempersiapkan
diri untuk menghadapi Ujian Nasional yang bertepa-
tan dengan deadline pengiriman berkas program ini.
Beruntung Saya memiliki keluarga dan teman yang terus
memberi semangat dan memberikan keyakinan bahwa
Saya bisa menyelesaikan persyaratan formulir program
ini dan dapat mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua
dan dapat lulus di Ujian Nasional 2009. Dengan mem-
bawa keyakinan dan doa dari semua orang akhirnya
Berbeda dengan orang-orang yang
mendaftar reguler, Saya mengikuti ujian
masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeser-
pun. Segala kebutuhan mulai dari transpor-
tasi, akomodasi, konsumsi, bahkan perleng-
kapan untuk ujian disediakan oleh panitia.
www. i t bunt uksemua. com
71
Saya memutuskan untuk mengikuti program beasiswa ini
dan lulus seleksi formulir. Tetapi Saya tidak lulus ketika
mengikuti USM ITB terpusat.
Keadaan ini tidak membuat Saya menyerah, justru
menjadi pemicu semangat untuk lebih baik lagi, se-
hingga Saya bersikeras untuk mengikuti SNMPTN dan
akhirnya Saya diterima di ITB. PesanyanginginSaya
sampaikanadalahdengankeyakinandankekuatan
doadariorang-orangsekitarkita,halyangdianggap
mustahiluntukdidapatkanbisamenjadikenyataan.
Itulahyangmenjadidasarbahwadengankerjakeras,
keyakinan dan doa, semua hal di dunia ini adalah
mungkinuntukdidapatkanwalaupunpadaawalnya
ituterlihattidakmungkin.”
-ImronSaepudin-
30
”Assalaamu’alaikum. Kita, Anak-anak Indonesia, harus
cerdas! Jangan takut untuk bermimpi besar. Masalah f-
nansial tidak akan menghalangi cita-cita kita. Buktikan
sendiri, kuliah di ITB bisa Rp0,00. Semua bisa kamu da-
pat dari BIUS.”
”Teruntuk teman-temanku, calon BIUS 2010. Halo te-
man-teman 2010, tidak terasa sebentar lagi teman-
teman akan meninggalkan bangku SMA. Sudahkah
teman2 memutuskan akan ke mana selanjutnya? Mau
lanjut kuliah, kerja, atau mau langsung nikah? Pilihan
yang terakhir itu sama sekali tidak Saya sarankan.
Atau mungkin teman-teman sebenarnya mau kuliah, tapi
terhalang sama masalah biaya? Berikut ini Saya akan
menceritakan pengalaman Saya. Tulisan ini Saya buat
untuk teman-teman yang memiliki cita-cita, semangat,
dan ketekunan, serta memiliki keyakinan, bahwa setiap
manusia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan
pendidikan. Kembali ke masa-masa SMA, kira-kira satu
tahun yang lalu. Saat itu Saya masih duduk kelas XII di
salah satu SMA favorit di Jakarta Barat, SMAN 78.
Sebuah pilihan yang sulit saat Saya memutuskan untuk
kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) yang “katanya”
mahal, mengingat Saya bukan berasal dari keluarga
yang mampu secara fnansial. Namun dengan segala
keberanian, Saya bulatkan tekad untuk kuliah di sana,
agar Saya bisa menjadi seorang engineer, cita-cita
yang sudah tertanam sejak Saya kecil dan agar Saya
bisa belajar bersama siswa-siswa tercerdas dari seluruh
Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Saya putuskan
untuk masuk STEI ITB (Sekolah Teknik Elektro dan Infor-
matika).
Orang tua tidak sepenuhnya mendukung karena kha-
watir akan masalah biaya kuliah dan juga biaya hidup,
karena Saya tidak punya saudara ataupun kerabat di
Bandung. Di tengah kebimbangan, Saya terus berdoa
kepada Allah SWT. dan beberapa minggu kemudian
seberkas cahaya mulai terlihat. Dari iseng-iseng goo-
gling di internet, Saya mendapatkan info tentang BIUS
(Beasiswa ITB Untuk Semua). Beasiswa yang luar biasa,
biaya kuliah, tempat tinggal, buku kuliah, kesehatan,
bahkan uang saku selama 4 tahun ditanggung penuh.
Ditambah lagi program-program pendidikan dan pem-
binaannya sangat bagus. Segera Saya lengkapi pe-
syaratannya dan Saya kirim lewat pos. Alhamdulillah
Saya lolos 200 besar dan diundang ke Bandung untuk
mengikuti ujian masuk.
Berbeda dengan orang-orang yang mendaftar reguler,
Saya mengikuti ujian masuk tanpa mengeluarkan biaya
sepeserpun. Segala kebutuhan mulai dari transportasi,
akomodasi, konsumsi, bahkan perlengkapan untuk ujian
disediakan oleh panitia. Saya tidak menyia-nyiakan
kesempatan yang sangat langka ini. Disisa waktu men-
jelang ujian Saya belajar dengan tekun diiringi dengan
doa kepada Allah SWT. agar selalu diberikan yang ter-
baik, apapun itu.
Hari yang dinantikan tiba. Di Bandung, Saya dikumpul-
kan bersama 199 peserta lainnya. Saya sangat senang
dan bangga bisa bertemu dan berkenalan dengan te-
man-teman dari seluruh Indonesia yang prestasinya luar
biasa. Saya jadi merasa kerdil di hadapan mereka,
tetapi rasa itu tidak Saya pedulikan, Saya tetap op-
timis. Saat ujian, Saya kerjakan soal demi soal dengan
baik dan juga semaksimal mungkin. Beberapa minggu
kemudian, nama Saya ada di pengumuman kelulusan
ujian masuk ITB.
Alhamdulillah Saya diterima di STEI ITB dan mendapat
bantuan dari BIUS. Maka sebulan sebelum kuliah dimulai,
Saya berangkat ke Bandung, meninggalkan orang tua,
saudara, dan teman-teman tercinta demi cita-cita. Satu
bulan itu menjadi masa-masa yang paling menyenang-
kan bagi Saya. Saya mengikuti program Bridging dari
BIUS. Hari demi hari Saya isi dengan kegiatan2 positif,
mulai dari belajar, mengembangkan softskills dan po-
tensi diri, jalan-jalan keliling Bandung, dan mendengar-
kan ceramah inspirasional dari orang-orang hebat di
negeri ini, bahkan Saya dan teman-teman lainnya juga
mendapat kesempatan untuk makan siang bersama Pak
M. Jusuf Kalla.
Selesai Bridging, Saya benar-benar siap untuk mulai
kuliah. Dari BIUS, Saya dan teman-teman lainnya bisa
mendapatkan banyak yang sama sekali belum pernah
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
72
kami dapatkan sebelumnya. Kalau ada orang lain yang
mengatakan bahwa kuliah di ITB itu mahal atau ITB itu
cuma untuk anak-anak dari kalangan keluarga elit, Saya
dengan tegas mengatakan TIDAK. Buktinya Saya tetap
bisa survive sampai saat ini tanpa harus mengeluarkan
uang sepeserpun dari kantong Saya, juga tidak perlu
membebani orang tua. Di ITB ada banyak sekali pro-
gram beasiswa, BIUS salah satunya. Jadi, jangan takut
kuliah cuma karena masalah uang. Saat ini, di meja be-
lajar yang sederhana dan nyaman, Saya buat tulisan ini
dengan segenap harapan.
Saya ingin teman-teman 2010 juga memiliki kebera-
nian untuk bermimpi besar, jangan khawatir dan merasa
takut. Sebab ketika kita berpikir bahwa kita mampu,
maka pintu menuju cita-cita kita terbuka lebar, tugas
kitalah untuk terus berusaha dan tekun menelusurinya
jalannya. Sadarlah teman-teman, nasib dan masa de-
pan manusia bukan ditentukan dari rahim siapa ia di-
lahirkan. Tidak peduli ia anak seorang petani, nelayan,
buruh, kuli, supir, ataupun tukang becak sekalipun. Se-
mua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pen-
didikan yang (sangat) layak.”
-AchmadArbi-
31
“Assalaamu’alaikum. Two thumb up buat BIUS dan semua
yang terlibat di dalamnya, yang telah mewujudkan asa
dan mencerahkan masa depan putra-putri bangsa, de-
ngan kuliah gratis di ITB….”
”Sebelum dinyatakan diterima di ITB, aku dan teman2
lainnya ikut USM Terpusat. Bersama 200 calon BIUS-ers,
kami menginap di Asrama PPI Bandung. Dan kini aku te-
lah berada di tengah2 putra-putri bangsa yang terpilih
untuk menjadi BIUS-ers. Selama 3 bulan ku berada di
Bandung, tidak sedikit hal2 baru yang aku dapatkan.
Jadi, ketika aku hidup di Bandung ini, sudah tidak ada
rasa takut. Memang, walaupun ku udah terbiasa hidup
jauh dari orang tua, awalnya orang tua tetap khawatir,
karena emang jauh banget Bandung-Nganjuk. Dan ku
juga awalnya bingung, kalau ada apa2 mau tanya ke
siapa? Karena belum ada kakak kelas yang di ITB. Tapi
untungnya, ada kakak2 yang siap dan rela membantu
kami kapanpun.
Sebelum mahasiswa baru yang lain masuk kuliah, kami
sudah masuk lebih dulu untuk mengikuti bridging BIUS.
Mulai dari softskills sampe pelajaran kuliah kudapatkan
di sini. Dan rasa kekeluargaan di antara BIUS-ers telah
kami dapatkan di sini. Selama 3 bulan kulalui bersama
teman2 BIUS, ku merasa walaupun jauh dari keluarga,
namun mereka semua bisa menggantikan peran keluar-
ga buatku. Kapanpun ada yang butuh bantuan, kita se-
mua bersiap untuk saling membantu. Apalagi kita hidup
bareng di satu asrama (putri). Intinya, BIUS dan BIUS-ers
sangat berharga buatku, buatmu, buat kita semua. Tan-
pa itu semua, mungkin ku tidak akan bisa bertahan di
kota Bandung ini. Terima kasih untuk relawan2, kakak2,
teman2, dan semuanya yang tidak bisa disebut satu2.
Terima kasih untuk motivasi dan inspirasinya. BIUS NEV-
ER END!”
-NurChamidah-
32
“Assalaamua`alaikum barudak…. kumaha damang?
moga kita semua berada dalam lindungan Allah SWT.
(kaya yang mau pidato ajah) iia sudah tarik mang!
Melalui rangkaian
kegiatan mulai dari
bridging, games, temu
alumni dan donatur,
seminar dan pelatihan-
pelatihan, banyak pela-
jaran dan pengalaman
yang bisa kuperolah.
www. i t bunt uksemua. com
73
Wagh sama Kak Ahmad disuruh bikin tugas nech.... dead-
line paling lambat tanggal 14 Nov. ’09 jam 09.30....
sekarang tepatnya jam 07.45 WIB tanggal 14 Nov.
’09 di warnet apa iia ini namanya?.... A: “Tante, jangan
banyak bergosip, di luar banyak yang ngantri”. Ber-
hubung sudah banyak yang bacecot langsung ajah iia....
kesan dulu agh.... kesan pertama begitu menggoda
(hwak2) wagh subject di email yang aku kirim tuch.... live
story and than perjuangan sang sHu`sHe untuk mena-
paki masa depan dan duduk di kelas 02 FMIPA dengan
Dosen Kalkulus Bu Mulyani (perfectionist), Dosen Kidas
Pak Nyoman (dosen termaknyus), Dosen Fidas Pak Rijal
(dosen tergaul).... bersama Surya Dewi Wahyuningrum
asal Mojokerto SMA Sooko (oalagh baru denger iia),
saudara Imron Saepudin, Sunarya, dan Verry Angga-
ra Musriana (jangan bilang mirip mong riong iia ‘sassy
girl’)....
Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa
depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, sia-
papun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah
apa yang dilakukannya sekarang. Masa lalu, sekarang,
dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana
sikap kita sehari-hari. Percaya atau tidak, sikap kita
adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di
masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa de-
pan kita. Maksudnya apa? Ya, bahwa kondisi masa lalu,
sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari
bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal,
sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun
juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan:
positif ataukah negatif. W.W. Ziege pernah berkata,
”Takakanadayangdapatmenghentikanorang
yangbermentalpositifuntukmencapaitujuannya.
Sebaliknya,takadasesuatupundiduniainiyang
dapatmembantuseseorangyangsudahbermental
negatif. Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita
pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih
ba-nyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita
lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-
tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan
hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam ke-
hidupan kita sehari-hari. Kehidupan dan kebahagiaan
seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar
kesarjanaan, kedudukan, maupun latar belakang ke-
luarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir
orang itu.
Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh
cara kita berpikir. Ingat perkataan Robert J. Hasting,
“Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan.
Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin
bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputu-
san, maka kebahagiaan itu akan datang”. Dengan ber-
sikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya
suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, seti-
dak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keber-
hasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan
oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang
kita lalui tersebut. Itu semua kata2 yang Saya kutip dari
tips menuju sukses....
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
74
Nah, sekarang kita memasuki zona bubblegum yaitu
kehidupan Saya.... sejak kecil Saya dididik dan dibe-
sarkan dari keluarga yang kurang mampu.... Ayah
Saya seorang supir yang banting tulang buat menye-
kolahkan Saya.... Saya bertekad walaupun Saya belum
bisa memberi materi kepada Beliau tetapi Saya akan
terus memberi kebahagiaan lewat prestasi Saya seting-
gi-tingginya.... makanya setiap kali Saya malas buat
belajar atau bergerak (wagh mati dounk Tante!) bukan
gitu juga dek.... Saya selalu ingat akan keringat orang
tua yang menetes.... Saya harus bisa menjadi sukses dan
mengangkat harkat, martabat, dan derajat orang tua
di mata orang2 yang telah melecehkannya.... meng-
harumkan namanya atas jasa2 yang Beliau berikan....
Semasa SMP Saya berhasil menjadi the best student iia
lumayan lagh bisa ngurangin beban ortu buat tiga tahun
setelahnya buat beli buku, SPP per bulan (aku sekolah
di SMP Negeri 40 Bandung, SD Mathla`ul Khoeriyah)....
syukur gag henti-hentinya.... pas masuk SMA baru ada
rejeki pas kelas 3 dan waktu kelas 2 SMA bener-bener
senam otak kerja keras banting tulang buat belajar
ampe akhirnya ikut Olimpiade Biologi, Kimia, Matema-
tika tapi sayang yang lulus cuma Biologi iia sudah ber-
syukurlah Tante.... diangkat jadi anak asuh ama alumni
SMA Negeri 6 Bandung wagh gag nyangka.... itu doa
shalat tahajud supaya ada orang yang berbaik hati un-
tuk bisa kuliahin Saya....
Alhamdulillah akhirnya bisa kuliah dan masuk ITB.... ada
cerita lucu semasa kecil.... berhubung rumahku dari kecil
gag pindah2 di situ aja nambru.... Jl. Pulosari cari aja di
sana yang namanya sHu`sHe pasti tau preman Pulosari
yang paling cuantik hee.... dulu waktu muda (A: “wagh
sekarang udah tua iia Tante”) bukan gitu juga dek....
waktu kecil aku punya genk namanya Teh GeJe (gag
jelas) waktu umur aku tuch 4-7 tahun iia lagh aku sering
main ke ITB dan Ganesha.... kalian tahu kolam intel gag?
kolam bunda yang jadi centernya ITB itu loch.... itu dulu
ku jadiin tempat buat nyari ikan mujair soalnya waktu
dulu masih ada ikan.... pas lagi nyemplung ehh.... ada
satpam yang rese nyuruh kita naik.... alhasil gag da-
pet ikan mujair kitakita di tiang2 tembok gede sebelah
kolam.... karena kita waktu itu main ke ITB selesai kuliah
Shubuh di masjid (A: “Tante2 jadi dari dulu ampe seka-
rang Tante kuliah dan gag lulus2?) pikasebeuleun ieu
budak.... bukan, kuliah Shubuh waktu bulan Ramadhan
(A: “oooo”), kita jadi bawa mukena dan akhirnya kita
buka celana dan memakai mukena.... Jaman heubeul
lagi megang-megangnya Meteor Garden jadi kita ti-
dur2an sambil ngeliat meteor jatuh dari langit (A: “Tante
mati dounk ketiban meteor”) whatever.... banyak maha-
siswa yang lalu lalang ngelewatin kita tapi kita menge-
luarkan jurus ampuh “kandel kulit beungeut” bodo amat
yang penting kita happy.... to be continue....
www. i t bunt uksemua. com
75
Oalagh cape juga cerita pake ngetik2 kaya gini sega-
la.... pokoknya masih banyak cerita seru yang Saya da-
petin semasa kecil dan semasa mahasiswa di ITB.... kalo
pengen tau cerita selanjutnya makanya masuk ITB dan
carilah Saya di FMIPA.... akhir2 ini banyak orang yang
nanyain (A: “ Tante-Tante gimana rasanya jadi maha-
siswa?) Tante menjawab: suka-duka.... sukanya network
jadi luas, banyak teman, banyak kecengan he2.... duka-
nya: kalkulus, fdas, kidas, tugas juga tapi iia konsekuensi
tetap SEMANGAT untuk menjalaninya.... bedanya ama
kuliah ama SMA tuch: tanggung jawab kita jadi lebih
besar, kecepatan dosen ngajar lebih tinggi, tugas tidak
selalu diperiksa, jumlah ujian lebih sedikit, nilai lebih te-
gas.... pokoknya rasanya jadi mahasiswa ITB TPB kaya
SMA kelas XIII (tiga belas).... kayanya dah terlalu pan-
jang nech berkoar2....
Tak ada gading yang tak retak.... kesempurnaan
hanya milik Allah SWT. and kekurangan hanyalah mi-
lik makhluk-Nya.... jangan diikutin cara nulisnya ntar
ama dosen TTKI langsung dikasih E, kalian tetap harus
mengikuti EYD otreh? terima kasih buat Allah SWT. yang
telah memberikan rejeki yang tidak terkira, buat Kak
Ahmad yang telah memberi kami tugas ini, sehingga
dengan usaha kami cerita yang tidak jelas ini bisa sele-
sai dengan baik, buat Mama yang tadi dah nyuruh buat
nyucibuat AA warnet yang tetap tidak memberikan jasa
warnetnya secara gratis, buat teman-teman facebookku
yang telah menemani saat pembuatan cerita yang ti-
dak jelas ini, dan untuk semua orang yang tidak sengaja
tersebut di atas, dan buat A yang telah mengomentari
Tante sepanjang cerita....” bikin sensasi jemur celana
basah piring (selesai Bu!),
-SusiSetiyowati-
33
”Assalaamu’alaikum. BIUS adalah aplikasi tangan Tuhan
yang Bekerja melalui malaikat2 tanpa sayapnya. BIUS
sangat membantu menciptakan manusia potensial yang
tadinya merasa kurang beruntung.”
Semula Saya tiada berpikir untuk melanjutkan kuliah
setelah lulus SMA kerena untuk kuliah butuh uang yang
banyak, apalagi untuk ITB. Andai mau lanjut mungkin ha-
rus mencari beasiswa, itupun biasanya hanya beasiswa
pendidikan, sedangkan biaya hidupnya bagaimana?
Saya sudah sempat menutup harapan untuk kuliah kare-
na hal itu.... tapi suatu hari sahabat Saya membawakan
formulir pendaftaran BEASISWA ITB UNTUK SEMUA,
begitu rapinya ia menjelaskan apa itu BIUS! intinya yang
Saya tangkap BIUS adalah beasiswa superkomplit yang
pernah Saya dengar, semuanya gratis, biaya hidup pun
dikasih, ongkos ke Bandung untuk tes pun dikasih, waa....
Saya langsung daftar.... dan betapa bahagianya Saya
dan keluarga saat pengumuman SNMPTN Saya di-
terima di ITB.... sampai saat ini Saya sangat mengingat
peristiwa bahagia itu.... Semoga akan lebih banyak
lagianak2sepertiSayayangbegitutertolongkarena
BIUS....terimakasih….”
-PiskaNizaria-
34
Assalaamu’alaikum. Beasiswa ITB Untuk Semua bukan
hanya sekedar beasiswa yang hanya memberikan dana
untuk biaya kuliahku, tetapi beasiswa ini juga mengu-
bahku menjadi lebih baik. Melalui rangkaian kegiatan
mulai dari bridging, games, temu alumni dan donatur,
seminar, dan pelatihan-pelatihan, banyak pelajaran
dan pengalaman yang bisa kuperoleh. Tips beradaptasi
di daerah baru, strategi sukses di kampus, presentation
and communication skill, entrepreneurship, dll.”
Bisa masuk ITB adalah sebuah anugerah yang tak terkira
bagiku. Dulu mungkin hanya angan2 bagi seorang anak
dari keluarga pas-pasan yang tinggal di sebuah dae-
rah kecil di Jawa Timur seperti aku untuk bisa kuliah di
‘Institut Terbaik Bangsa’ yang kita tahu butuh biaya san-
gat besar untuk bisa kuliah di sana. Tapi alhamdulillah
Allah telah memberikan jalan untukku lewat beasiswa
“ITB Untuk Semua” ini. Adalah sebuah kebanggaan
besar bagi orang tuaku yang hanya sebagai seorang
petani dengan pendidikan terakhir SD, anaknya bisa
kuliah di ITB, bahkan mungkin bukan hanya orang tuaku
yang bahagia, tapi semua orang di kampungku, sau-
daraku, teman2ku, dan tentu saja guru2ku.
Bagiku beasiswa ini bukan hanya sekedar beasiswa
yang hanya memberikan dana untuk biaya kuliahku,
tapi lebih dari itu beasiswa ini juga mengubahku men-
jadi lebih baik. Melalui serangkaian kegiatan yang di-
adakan, mulai dari bridging, games, temu alumni dan
donatur, seminar serta pelatihan2, banyak pelajaran
dan pengalaman yang bisa kuperoleh untuk bekalku ke
depannya. Saat bridging kami banyak diberi tips untuk
bisa beradaptasi di daerah baru seperti kota Bandung
ini serta strategi sukses di kampus. Pelajaran tentang
presentation and comunication skill juga diajarkan di sini,
bahkan langsung dari orang yang sudah profesional.
Hal yang tak kalah penting yakni leadershipgame2 seru
dan menantang yang menuntut kami memiliki semangat
pantang menyerah dan kekompakan tim yang apik.
Acara temu alumni dan donatur memberi kami ba-
nyak motivasi melalui cerita2 sukses mereka, membuat
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
76
kami tergugah untuk menyusul kesuksesan mereka. Tak
hanya sukses di akademik, kami juga diajarkan utk
sukses dalam pengabdian terhadap masyarakat. Di
sinilah pelajaran tentang entrepreneurship yg kami da-
pat melalui seminar & pelatihan2 diperlukan. Seorang
mahasiswa seharusnya tdk hanya berorientasi utk men-
cari pekerjaan setelah lulus nanti, karena semestin-
yalah mahasiswa sebagai kaum intelektual memberikan
sumbangsihnya dalam mengentaskan bangsa ini dari
kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan,
bukan justru menambah daftar jumlah pencari kerja &
daftar jumlah pengangguran ditanamkan pada kami
melalui Semuanya mungkin jika kita mau berusaha.
Dengan ikhtiar, ketekunan, keuletan, dan semangat
pantang menyerah yang diiringi doa, yakinlah dunia
bisa kita taklukkan & bintang bisa kita raih.”
-BibitMusnaini-
35
“Dulu kuliah di ITB hanyalah sebuah mimpi indah
yang telah mulai berhasil kulupakan. Namun, da-
tangnya BIUS memberikan kesempatan untuk mimpiku
ini. Sekarang di sinilah aku, di ITB, bersama 39 teman
BIUS’09 yang lain. Banyak hal yang kami dapatkan
di sini. Bukan hanya tentang biaya kuliah dan biaya
hidup, di sini kami dapatkan berbagai pelajaran mena-
rik. Di sini motivasiku dibangun, softskill-ku diasah, dan
mimpiku akan kuraih bukan hanya untukku tapi juga un-
tuk bangsaku. Dari BIUS juga, aku bertemu orang-orang
hebat, mulai dari panitia, relawan, teman-teman BIUS,
dan orang-orang hebat lainnya. BIUS adalah salah satu
anugerah terindah yang pernah kumiliki. Jadi tunggu
apa lagi, wujudkan mimpimu di sini bersama kami.”
-FatimahKusumaningrum-
36
Panca Hasil Bridging BIUS (Pa Ha Bi Bi) For Me, For Us...
Dalam setiap doa dan renungan
ku teringat kala harapan masih di awan
Tapi… aku tak punya sayap untuk terbang…
Begitu banyak cerita, begitu banyak makna, begitu in-
dah waktu yang kami lalui selama mengikuti program
bridging Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Secara pri-
badi, saya sangat bersyukur dan bangga, nama saya
ada dalam daftar penerima BIUS 2009. Selama ini, tak
pernah terpikir saya akan kuliah di ITB, mendapat bea-
siswa pula. Bagi saya, hal itu hanya impian yang sulit
dibawa ke dunia nyata.
Namun, Allah Maha Besar dan Bijaksana. There’s a will,
there’s a way. Saya menemukan BIUS sebagai jalan me-
nuju harapan hidup saya (atau BIUS yang menemukan
saya?). Bisa dikatakan, pertemuan saya dengan BIUS,
benar–benar suatu kebesaran Tuhan.
BIUS benar–benar menakjubkan. Kegigihan para
kakak relawan patut diacungi 2 jempol. Saya sangat
kagum dengan semangat mereka. Apalagi setelah
saya mengikuti bridging. Wah, setiap acaranya begitu
menyenangkan dan berkesan. Banyak pelajaran yang
kami, para BIUS-ers dapatkan dari alumni, relawan,
dan narasumber yang berpengalaman.
Manfaat bridging selama satu bulan telah saya rasa-
kan. Materi dan kejadian selama bridging telah mem-
pengaruhi pola pikir saya. Atau lebih tepatnya BIUS,
telah mengubah hidup dan paradigma saya tentang
kehidupan.
Pertama, mengenai tujuan hidup. Sebelum saya mene-
mukan BIUS, saya berpikir, hidup saya adalah urusan
Tuhan. Saya hanya berani memendam mimpi saya
dalam–dalam tanpa berani melawan keadaan. Tidak
ada tujuan. Mimpi itu ada, tapi untuk memikirkanya,
saya terlalu takut untuk kecewa. Saya merasa, harus
terus melanjutkan pendidikan. Sedangkan setelah itu?
Entahlah. Saya sendiri terkadang malu saat mengingat
kelemahan saya itu. Tapi, setelah mendapat materi
dari narasumber favorit saya, Pak Dwi Larso mengenai
entrepreneurship, saya mengerti. Setelah diskusi dan
sharing dengan beliau, saya telah menetapkan tujuan
hidup saya. Saya belajar mengenai orientasi kehidupan
melalui beliau. Keseimbangan antara process oriented
dengan result oriented.
Kedua, saya menemukan motivasi. Para relawan me-
megang kendali besar dalam pengaruh ini. Semangat
mereka memukau saya. Selama ini, yang ada dalam
pikiran saya adalah motivasi = obsesi, obsesi = ber-
lebihan. Namun tidak begitu kenyataan yang saya lihat
pada perjuangan para relawan. Motivasi = obsesi,
obsesi = tujuan, tujuan = hasil. Intinya, untuk mencapai
tujuan, kita harus memiliki motivasi. Motivasi yang men-
dorong kita untuk berjuang meraih tujuan. Meski sulit,
motivasi membuat segalanya mungkin terjadi.
Ketiga, saya menemukan kehidupan. Kehidupan yang
indah. Selama ini, hidup saya hanya berkutat antara
rumah dan sekolah. Kehidupan terasa datar. Dalam
pandangan saya, tak ada yang special dalam hidup.
Sampai akhirnya keindahan itu hadir melaui kejadian–
kejadian saat bridging. Bertemu dengan banyak orang
yang sukses dengan beribu cerita yang menginspirasi,
www. i t bunt uksemua. com
77
hidup di asrama dengan mandiri (hal yang sebenarnya
bisa saya lakukan, tapi jarang saya kerjakan), dan be-
rada diantara teman-teman yang memiliki banyak per-
bedaan. Ya, perbedaan. Sesuatu yang telah membuat
hidup lebih berwarna.
Keempat, menghargai orang lain. Ternyata, banyak
juga orang yang sensitif di dunia ini. Saya pikir hanya
ada di sinetron. Melalui pertemanan di BIUS, saya jadi
lebih tahu mengenai sifat orang lain dan cara menyika-
pinya.
Kelima, dan yang paling utama adalah pertemanan,
perkawanan, dan persahabatan. Tiga hal yang sangat
berarti. Melalui BIUS, saya telah menemukan ketiganya.
Padahal, dulu saya pikir hanya ada teman dan sahabat.
Ternyata selama ini kata “kawan” telah saya lupakan.
Apa bedanya? Banyak. Tapi perbedaan utamanya
adalah seorang teman berkomunikasi dengan per-
cakapan, seorang kawan berkomunikasi dengan per-
tolongan, dan seorang sahabat berkomunikasi dengan
perasaan. Semuanya saya dapatkan di hari terakhir
bridging. Disaat saya sakit dan benar–benar membu-
tuhkan orang lain, mereka peduli. Kawan–kawan BIUS
memang the best…!
5 hal utama tersebut, terangkum dalam Panca Hasil
Bridging BIUS (Pa Ha Bi Bi):
1. Tujuan hidup yang paling utama
2. Motivasi bagi seluruh BIUS-ers untuk meraih butir per-
tama
3. Penemuan kehidupan dalam proses menjalankan butir
pertama
4. Menghargai orang lain dan menjaga perkataan demi
kelancaran terlaksananya butir pertama
5. Menjunjung tinggi pertemanan, perkawanan, dan
persahabatan sebagai pondasi kokoh dalam mem-
bangun butir utama.
Yah, bridging BIUS 2009 memang telah berakhir. Na-
mun kenangan itu, takkan pernah saya biarkan berak-
hir. Seluruh kenangan itu akan tetap hidup dalam hati
para BIUS-ers, termasuk saya. Tetap semangat untuk
membuat Indonesia Terseyum. ITB Memang Untuk Se-
mua… Ganbatte!
Ternyata, harapan masih di awan…
Meski tak ada sayap untuk terbang
aku masih punya kawan,
untuk menemani melanjutkan pendakian…
-NurulSetiaPertiwi-
Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua terdiri dari:
Ketua:
BettiAlisjahbana(MajelisWaliAmanatITB)
Anggota:
Dr.Ciptati,MS.,M.Sc.
Dr.NanangT.Puspito
Dr.Ing.Ir.AryoP.Wibowo,M.Eng.
Ir.TutukaAriadji,M.Sc.,Ph.D.
Drs.DjadjiS.Satira,M.Si.
Drs.Sumiyardi
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru ITB:
Dr. Ir. Mindriany Syafla MS
Eksekutif Director SKD ITB:
YoesAvianto
Koordinator Penggalangan Dana & Promosi:
AndriantoSoekarnen
TIM PENYELENGGARA
BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009
Jl. Buncit Persada No.1 Jakarta Selatan
T +62 21 7972204
F +62 21 7945013
http://www.itbuntuksemua.com

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 .

www.com .itbuntuksemua.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 .

itbuntuksemua.com .www.

semakin tak terjangkau oleh kalangan kurang mampu. anak ini menghadapi masalah penyesuaian diri dengan lingkungan kampus dan kota metropolitan. Beasiswa ini bertujuan benar-benar memberi kesempatan kepada anak-anak pandai dari keluarga berpenghasilan di sekitar Upah Minimum Regional untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik di negerinya. modal pendidikan sekolah menengah umum yang dimiliki tak mencukupi untuk lulus ujian penerimaan. Akses anak-anak terpandai dan berjiwa pemimpin dari kalangan ekonomi lemah untuk mendapat pendidikan universitas terhambat biaya. Selain belajar di sekolah. membeli buku dan sebagainya. berbagai tantangan mesti diatasi. Program ITB Untuk Semua diharapkan menjadi salah satu solusi terhadap persoalan ini. fungsinya sebagai sarana pergerakan vertikal (sosial dan ekonomi) tak berjalan baik. terutama sejak era Badan Usaha Milik Negara menuntut universitas lebih mandiri dalam pendanaan. anak-anak dari keluarga mampu ditempa bimbingan belajar dengan fokus memberi tips menaklukkan ujian masuk. anak tersebut tetap harus memiliki dana tambahan guna menopang hidup sehari-hari. Anak-anak pandai dari keluarga miskin hanya bermodal pelajaran sekolah sulit bersaing. Memberi kesempatan kepada anak-anak pandai dari keluarga tak mampu untuk bersekolah hingga perguruan tinggi bukan masalah sederhana. Lalu. Latar belakang sosial telah memaksa mereka sadar diri untuk tidak bercita-cita muluk. Meski tersedia banyak beasiswa. Kebanyakan anak-anak ini tak lagi berpikir untuk masuk universitas. kalaupun mereka terinspirasi masuk universitas. banyak anak-anak berlatar belakang ekonomi lemah kemudian memupus harapan untuk dapat kuliah. Bermula dari hambatan tersebut.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Pengantar Ketua Tim Penyelenggara Beasiswa ITB untuk Semua Program ITB Untuk Semua bermula dari kesadaran bahwa perguruan tinggi. melainkan juga mencakup upaya pencarian dan penjaringan calon mahasiswa tidak mampu dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Karenanya. Berbeda dengan beasiswa yang telah ada sebelumnya. beasiswa ini tidak sekedar membiayai mereka yang sudah diterima di ITB. baik itu ongkos kuliah maupun uang pendaftaran ujian. Ia bisa jadi menghadapi kendala untuk hidup sebagai minoritas di tengah pergaulan sosial dengan teman-teman kuliah yang berasal dari keluarga berada. Program beasiswa ini juga tidak hanya menjamin biaya pendidikan selama iii . Seandainya ”keajaiban” bisa membuat si anak miskin diterima di perguruan tinggi. Di luar masalah dana. ia masih menghadapi masalah biaya.

Untuk itu kami sampaikan penghargaan dan terima kasih sepenuh hati.000. pelaksanaan program bridging dan pendampingan.itbuntuksemua. Tanpa kerja keras para relawan. kami menerima 3170 pendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Juga.330. Kerja sama yang sangat baik ini telah membuat kerja bakti ini sangat berarti. Salam hangat penuh semangat. program ini tidak mungkin terlaksana dengan baik. Semoga para penerima Beasiswa ITB untuk Semua berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan kelak bisa memberikan kontribusi yang maksimal bagi keluarga. suntikan motivasi melalui berbagai ceramah inspirasional secara berkala. penggalangan donasi. Penerima Beasiswa ITB untuk Semua (BIUS) mendapat pelajaran pengembangan diri dan wawasan. 90 orang relawan terlibat mulai dari perencanaan program. 4. Selain itu. penjaringan calon mahasiswa.000 berhasil terkumpul. dan sebagainya.www. melainkan juga biaya hidup dan program-program guna mengasah soft skill. dan semakin lama jumlah penerima nya semakin banyak. Betti Alisjahbana iv . Semoga pula program ini bisa berjalan setiap tahun. Ungkapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan pada semua donatur perusahaan. sebuah jumlah yang cukup untuk membiayai 4 tahun program BIUS untuk 40 mahasiswa angkatan pertama.com empat tahun. yang merupakan tahun pertama program BIUS. 40 mahasiswa diterima di ITB dan lulus verifikasi keadaan ekonomi keluarga. program ini tidak akan bisa terlaksana. Tanpa dukungan para donatur. Berdasarkan pada penilaian terhadap prestasi akademis dan potensi kepemimpinan. melakukan kuliah kerja. para peserta program Beasiswa ITB untuk Semua dapat menjadi agen perubahan di daerah asalnya. Dana beasiswa sejumlah Rp. perorangan dan kelompok yang telah berkenan memberikan donasi. 200 kandidat terbaik terpilih untuk mengikuti ujian saringan masuk di Bandung. lingkungan sosialnya dan negara. mereka mendapat kesempatan memperluas wawasan dengan kunjungan ke lokasi implementasi teknologi. Diharapkan setelah lulus. Di tahun 2009.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 .

tetap berkomitmen menerima mahasiswa pandai dan berbakat pemimpin dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.Ir. Secara khusus. M. ujian hingga program bridging yang dilakukan di ITB. yang sebagaimana ditunjukkan namanya. Melalui pemberian beasiswa penuh ini. baik yang menyumbang dalam nilai besar maupun kecil.itbuntuksemua. kelompok dan perusahaan yang telah mendonasikan dana untuk keberhasilan program ini. bertujuan memberi penegasan bahwa Institut Teknologi Bandung terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keadaan ini merupakan modal yang baik bagi pengembangan demokrasi di negara kita.www. ITB menghaturkan terimakasih yang tak terhingga kepada perorangan. program ini menekankan bahwa meskipun pendidikan di perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia ini. “Beasiswa ITB Untuk Semua” merupakan salah satu jawaban kreatif terhadap anggapan bahwa pendidikan yang mahal menutup akses kepada sebagian besar anak muda Indonesia. tetapi dengan kepandaian dan kerja keras. anak muda Indonesia dapat meraih cita-cita pendidikan tinggi. Prof. dalam perjuangan untuk lebih mandiri dari semua segi termasuk secara anggaran sesuai dengan penerapan statusnya Badan Hukum Milik Negara. ITB hendak meyakinkan semua pihak bahwa.com Sambutan Rektor Institut Teknologi Bandung Buku ini merupakan laporan pertangunggjawaban dari program “ITB Untuk Semua”.Dr. Program ini tak mungkin terlaksana tanpa kedermawanan para donatur. Kiprah para relawan menunjukkan bahwa solidaritas dan kesediaan untuk terlibat masih tinggi di tengah masyarakat Indonesia. Djoko Santoso. Ucapan terimkasih juga saya haturkan kepada para alumni ITB dan penyumbang lainnya yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk menjadi relawan yang melancarkan seluruh kegiatan ini. mulai dari proses rekrutmen. Akhir kata.Sc. saya juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua atas kerja yang sangat baik di tahun pertama ini. dengan keadaan awal tanpa dana. vi .

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Daftar Isi Pengantar Ketua Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua Sambutan Rektor Institut Teknologi Bandung Daftar Isi Institut Teknologi Bandung ITB Untuk Semua BIUS 2009 Penerima Beasiswa Donatur Relawan BIUS dalam Kata-Kata Mereka Sendiri Tim Penyelenggara iii vi vii 01 06 09 13 27 35 39 78 vii .

com .itbuntuksemua.www.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 .

ia secara resmi memisahkan diri dan menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). ia berada di posisi 153. menyelesaikan studi dan meraih gelar insinyur dalam bidang teknik sipil. Kampus di Jalan Ganesha. pada masa kemerdekaan Indonesia. Untuk tingkat Asia. jejaring alumni yang berpengaruh. di kampus Ganesha didirikan Faculteit van Technische Wetenschap yang merupakan bagian dari Universiteit Van Indonesie. ia berubah nama lagi menjadi “Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung”. Soekarno. Di bidang ilmu pengetahuan alam. tenaga pengajar berpendidikan universitas terbaik di dunia. STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada. pada 1949. THS berubah nama menjadi “Bandung Kogyo Daigaku (BKD)”. pada 2009. dan di bidang ilmu hayati dan biomedecine. Kemudian.com Institut Teknologi Bandung Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia—karenanya memiliki sejarah panjang. Ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.www. dan pasokan mahasiswa terpandai. ia berada di peringkat 80. Di antara sesama sekolah engineering dan teknologi informasi.  . Bandung. Di kampus itulah presiden Indonesia pertama. fakultas tersebut berubah nama menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dan merupakan bagian dari Universitas Indonesia. Pada 2 Maret 1959. Dalam survey Times Higher Education Suplement . ITB menduduki peringkat 351 dari 5. di masa perang kemerdekaan. Pada masa penjajahan Jepang.000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Prestasi Didukung sejarah panjang. Sementara STT Bandung pindah. di Indonesia maupun Asia.itbuntuksemua. Pada 1946. di peringkat 264. ITB berada di peringkat 80 besar dunia. tradisi keilmuan yang kuat.Quacquarelli Symonds (THESQS). itu berdiri pada 1920 sebagai Technische Hooge School (THS). ITB merupakan salah satu universitas terbaik.

Selain itu. Sebelumnya. Fakultas/Sekolah membawahi pula kelompok keahliah yang keseluruhannya berjumlah 90. berhasil memenangkan kompetisi P&G ASEAN Business Challenge 2009. 46 prodi S2. yaitu: • Sarjana atau Strata-1 (S1) yang dirancang selesai dalam 4 tahun dengan gelar Sarjana Teknik. Prestasi terbaru adalah keberhasilan memborong hampir semua gelar juara dalam Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia (OSN FTI) Pertamina 2009. 12 Fakultas/Sekolah tersebut adalah sebagai berikut: • Sekolah Arsitektur.3 April 2009 itu merupakan program rutin P&G yang bertujuan mencari mahasiswa berprestasi. Kelompok keahlian merupakan organisasi sumber tempat dosen bernaung. Dominukus Damas dan Samuel Simon. R Akbar WK menjadi peringkat pertama dan Hendra HC di peringkat kedua. Citra Deliana (kedua).BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Dalam ujian nasional penerimaan mahasiswa baru. tahap Magister. Sarjana Sains dan Sarjana Seni • Magister atau Strata-2 (S2) yang dirancang selesai dalam 2 tahun dengan gelar Magister Teknik. Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) • Sekolah Farmasi (SF) • Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) • Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) • Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) • Fakultas Teknologi Industri (FTI) • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Sistem Pendidikan Pendidikan di ITB diarahkan kepada Learner Centered Education (LCE). Kompetisi yang dilaksanakan pada 31 Maret . nilai ratarata mahasiswa yang diterima di kampus Ganesha adalah 92. Berbagai inovasi pembelajaran dilaksanakan untuk mengubah paradigma pendidikan yang berpusat pada dosen menjadi LCE. Posisi teratas ITB ini tak pernah goyah sejak pertama kali dilakukan perbandingan. yang tergabung dalam READY Team Indonesia. Sistem pendidikan di ITB terdiri dari tiga tahap atau strata.000 mahasiswa dari 100 negara yang ikut serta dalam kompetisi tersebut. ITB senantiasa selalu mendapat mahasiswa dengan rata-rata nilai ujian terbaik. Mesir. Pada 2009. Firmansyah Khasim (kedua) dan Radius Nagassa SSD (ketiga). Tim ITB. mahasiswi Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM). pada 1989. tim ITB menjadi juara pertama Microsoft Imagine Cup 2009 yang diadakan di Kairo. Praktis. mengalahkan lebih dari 300. mahasiswa diharuskan menyelesaikan beban akademik akademik sekurang-kurangnya 144 SKS —dan sebanyak-banyaknya 160 SKS—yang terbagi dalam: • Tahap Persiapan Bersama dengan beban minimal 36 SKS • Tahap Sarjana Muda dengan beban minimal 72 SKS • Tahap Sarjana dengan beban minimal 36 SKS Proses pendidikan tahap Sarjana. Sedangkan di bidang matematika. para mahasiswa ITB juga menonjol dalam berbagai perlombaan ilmiah. Magister Sain dan Magister Seni • Doktor atau Strata-3 (S3) yang dirancang selesai dalam 3 tahun dengan gelar Doktor Guna menyelsaikan pendidikan Program Sarjana. Juara bidang fisika diraih Andhika Putra (peringkat pertama). 8 dari 9 gelar diraih mahasiswa ITB. yang beranggotakan David Samuel. dan tahap Doktor dilaksanakan di 12 Fakultas/Sekolah yang membawahi 38 prodi (program studi) S1. Astarina Maulida . para pemenang adalah Boanerges Thendi Surya (juara pertama).54. dan 27 prodi S3. Selain memiliki pencapaian akademis yang tinggi. Doddy Dharma. Untuk bidang kimia. Magister Manajemen. dan Aulia Sukma (ketiga). pada 3-7 Juli 2009.  .

000 dosen. Pada tahun ajaran 2008. lebih dari 3.com Saat ini. Riset bertujuan untuk mencapai kemajuan dalam sains fundamental dan berkontribusi pada pengembangan dan aplikasi komersial pengetahuan tersebut. sehingga rasio tenaga akademik per mahasiswa adalah 1:17. handal dan bermartabat merupakan satu kegiatan yang sentral.id  . 16 pelatihan. tahun 2006 naik menjadi 6.itb. Angka capaian berturut-turut selama 5 tahun terakhir ini terus menunjukkan kenaikan. Salah satu ukuran kinerja riset di tingkat international adalah besarnya Indeks Sitasi (Citation Index). terdiri dari 110 kerjasama. teknologi dan seni yang unggul. ITB memiliki kelas international yang pada tahun 2008 memiliki kapasitas masukan mahasiwa asing sejumlah 370. ITB memiliki sekitar 13.83. ITB telah menyalurkan 6. Jumlah total pengajar mencapai lebih dari 1.500 mahasiswa S2 dan sekitar 450 mahasiswa S3. dan pada tahun 2008 terus naik ke angka 13.500 mahasiswa S1.35. Riset dan Pengabdian Masyarakat Riset bagi ITB yang bervisi menjadi pusat pengembangan sains. Informasi lebih detil tentang ITB bisa diperoleh di www.www. 42 program pendidikan.ac.itbuntuksemua. tahun 2007 naik tajam ke angka 11. Tahun 2005 rata-rata indeks sitasi ITB per dosen adalah 4. Pada 2008.90.42. ITB menelurkan 518 penelitian dan pengabdian masyarakat. 350 penelitian murni.280 beasiswa berbagai jenis serta menerima 55 mahasiswa kemiteraan dari dalam negeri dan 22 dari luar negeri.

Balai Pertemuan Ilmiah .Institut Teknologi Bandung  .BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Penerima BIUS 2009 di depan ged.

www.itbuntuksemua.com  .

 . Latar belakang sosial telah memaksa mereka sadar diri untuk tidak bercita-cita muluk. Lalu. Lebih jauh. Selain belajar di sekolah. Sebagaimana telah disebutkan. Kita. Anak-anak pandai dari keluarga miskin—hanya bermodal pelajaran sekolah—sulit bersaing. ia menghadapi masalah biaya. program ITB Untuk Semua menyadari bahwa memberi kesempatan kepada anak-anak pandai dari keluarga tak mampu untuk bersekolah hingga perguruan tinggi adalah upaya yang kompleks. fungsinya sebagai sarana pergerakan vertikal (sosial dan ekonomi) tak berjalan. anak ini menghadapi masalah penyesuaian diri dengan lingkungan kampus dan kota metropolitan. baik itu ongkos kuliah yang mahal maupun uang pendaftaran ujian yang juga tak terjangkau. Bermula dari hambatan tersebut. harus memungkinkan—atau paling tidak menginspirasi—bahwa semua anak Indonesia memiliki kesempatan sama untuk maju dan menyumbangkan kerja serta karya kepada masyarakat sekitarnya. anak tersebut tetap harus memiliki dana tambahan guna menopang hidup sehari-hari. Karenanya. Masyarakat bertugas menemukan solusi atas tantangan ini. Sebuah Tantangan Pendidikan merupakan sarana pergerakan vertikal paling efektif. kalaupun mereka terinspirasi masuk universitas. Pendidikan—dan pekerjaan layak yang diperolehnya kelak—akan membantu ekonomi keluarga. Berlapis hambatan mesti diatasi.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 ITB Untuk Semua Program ITB Untuk Semua bermula dari kesadaran bahwa perguruan tinggi—terutama sejak era Badan Usaha Milik Negara menuntut universitas lebih mandiri dalam pendanaan—semakin tak terjangkau oleh kalangan kurang mampu. bersama-sama. Seandainya ”keajaiban” bisa membuat si anak miskin diterima di perguruan tinggi. Pendidikan universitas tak sekedar berdampak pada masa depan anak kurang mampu tersebut. membeli buku dan sebagainya. modal pendidikan sekolah menengah umum yang dimiliki tak mencukupi untuk lulus ujian penerimaan. kebanyakan anak-anak tersebut kemudian memupus harapan sama sekali untuk dapat kuliah. kebanyakan anak-anak tersebut tak lagi berpikir untuk masuk universitas. Ia bisa jadi menghadapi kendala untuk hidup sebagai minoritas di tengah pergaulan sosial dengan teman-teman kuliah yang berasal dari keluarga berada. Meski tersedia banyak beasiswa. Akses anakanak terpandai dan berjiwa pemimpin dari kalangan ini untuk mendapat pendidikan universitas terhambat biaya tinggi. Di luar masalah dana. Karenanya. anak-anak dari keluarga mampu ditempa bimbingan belajar yang fokus memberi tips menaklukkan ujian masuk. lulusan perguruan tinggi tersebut akan menjadi agen perubahan bagi lingkungan sosial asalnya.

mereka mendapat suntikan motivasi melalui berbagai ceramah inspirasional secara berkala. mengimplementasikan peraturan ini tidak mudah.) Anggaran tersebut termasuk memenuhi biaya kuliah sehingga program ini tak terlalu membebani keuangan ITB. Meski begitu. Juga. Dana beasiswa diperoleh dari donatur. Apabila lulus ujian—tetap. Selain menyediakan dana yang cukup. Mereka menerima pelajaran pengembangan diri dan wawasan.itbuntuksemua. Beasiswa ini membiayai uang kuliah dan hidup (tempat tinggal.com Kerugian besar bagi suatu bangsa yang tak mampu mendorong anak-anak paling berbakat dan terpandainya untuk mendapat pendidikan terbaik sehingga dapat sepenuhnya menjadi pemimpin kreatif yang ikut memajukan masyarakat dan bangsanya.  . Jumlah lulusan sekolah menengah yang diterima program ini disesuaikan dengan total donasi yang berhasil dikumpulkan tim penyelenggara beasiswa. melakukan kuliah kerja. mereka mendapat kesempatan memperluas wawasan dengan kunjungan ke lokasi implementasi teknologi. skema beasiswa ini memiliki beberapa program guna mengasah soft skill anak-anak tersebut. Secara tidak langsung. kebutuhan akan meningkat menjadi Rp110 juta. Bagaimana menjalankan amanah tersebut tanpa membebani keuangan universitas? Program ITB Untuk Semua diharapkan menjadi salah satu solusi. beasiswa ini berambisi secara bertahap mengisi 10% dari mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (sekitar 300 orang) dengan anak-anak pandai dan berbakat pemimpin dari keluarga kurang mampu. untuk tahap awal. Program BIUS Undang Undang Badan Hukum Pendidikan sebetulnya mensyaratkan perguruan tinggi menyediakan 20% dari seluruh bangku kuliahnya untuk mahasiswa tak mampu. Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) bertujuan benar-benar memberi kesempatan kepada anak-anak pandai dari keluarga berpenghasilan di sekitar Upah Minimum Regional untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik di negerinya. Dana yang dibutuhkan seorang mahasiswa angkatan 2009 selama menempuh studi empat tahun kuliah di ITB adalah Rp100 juta. Dari segi jumlah. ia hendak ikut serta memotong lingkar kemiskinan. syarat utama penerima beasiswa adalah pandai!—mereka dibebaskan dari membayar sumbangan awal kepada universitas sebagaimana lazimnya dikenakan kepada mahasiswa lain. Selain itu. dan sebagainya.www. para siswa dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan mengikuti ujian masuk secara gratis. Dari pihak ITB. (Untuk angkatan 2010 ke atas. buku dsb) selama mahasiswa menempuh studi. makan.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

Penyebaran berita tentang BIUS 2009 terutama dilakukan melalui media internet: mailing list dan jejaring maya Facebook. Penilaian Berkas Untuk tahun pertama ini. Setelah panitia dibentuk pada Awal 2009. (Saat ini. didapat 400 yang dianggap memiliki optimisme tinggi. selain mempersiapkan konsep dan program. termasuk di antaranya pelibatan sekitar 90 relawan yang semula tidak direncanakan. Selain itu. Berikut gambaran proses yang telah dilakukan: Sosialisasi Tahun 2009 adalah pertama kali program ITB Untuk Semua diselenggarakan. ujian penerimaan dilakukan secara terpusat di kampus ITB di Bandung.000 situs yang memuatnya). Kampanye juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan program ini kepada donatur dan khalayak. Penyebaran leaflet dibantu pula Ikatan Alumni ITB di daerah-daerah dan para mahasiswa dalam koordinasi Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Karena merupakan pengalaman pertama.com BIUS 2009 Seleksi mahasiswa penerima Beasiswa ITB Untuk Semua angkatan 2009. hasil googling kata “ITB Untuk Semua” akan memunculkan 197. 2. bila kita men-googling kata “ITB Untuk Semua”. berita tentang BIUS 2009 disebarluaskan.000 halaman situs yang memuatnya. Sebanyak 28 orang relawan dikerahkan membaca satu per satu karangan pelamar yang memenuhi syarat untuk menemukan mereka-mereka yang memiliki semangat juang dan aktif berorganisasi atau bekerja paruh waktu.000 leaflet yang disebar ke sekolah-sekolah oleh ITB.  . Dari jumlah itu. per Desember 2009.090 teman. panitia membuat 5. Hasil dari kampanye selama dua bulan tersebut.170 lamaran beasiswa telah diterima ITB. dilakukan seleksi awal terhadap berkas permohonan beasiswa yang masuk kepada panitia. yang kemudian lebih dikenal sebagai BIUS 2009. Sekitar 3. Karena itu. Dari membaca karangan ini. tentunya banyak dilakukan coba-coba dan penyesuaian di sana-sini. adalah melakukan sosialisasi kepada para siswa sekolah menengah atas. Sosialisai awal dilakukan pada Februari-Maret 2009. akan muncul sekitar 28. Grup “Besiswa ITB Untuk Semua” memiliki 4. Setelah kegiatan sosialisasi. melalui proses cukup panjang.898 anggota sementara account “ITB Untuk Semua” memiliki 5.387 pemalar dinyatakan lengkap berkasnya dan sesuai persyaratan.www. Melalui jaringan tersebut. panitia disibukan berbagai tahapan seleksi dan juga program bridging.itbuntuksemua. langkah pertama. Informasi disebarkan pula melalui jejaring Facebook.

0 . meski untuk sebagian peserta digunakan sistem reimburse. didapat 200 dengan nilai terbaik. Mereka yang dipanggil berasal dari seluruh pelosok Nusantara. Mereka inilah yang dipanggil ujian ke ITB. dengan seluruh biaya ujian dan transportasi ditanggung ITB dan panitia BIUS. ikut didukung Citilink Garuda Indonesia yang menyediakan 49 tiket pesawat pulang-pergi. peserta menggunakan pesawat dari maskapai lain. upaya para relawan berhasil mendatangkan 196 siswa (dari 200 yang lolos) untuk ujian di ITB. Namun demikian. Biaya transportasi ditanggung sepenuhnya panitia. Upaya ini dilakukan 24 relawan yang bertugas membimbing langsung para peserta (masing-masing memegang 5-10 siswa) dan sekitar belasan yang merancang dan mengatur perjalanan serta akomodasi di Bandung. Tugas pertama relawan adalah menemukan para siswa yang lolos seleksi awal untuk mengecek bahwa mereka telah mengetahui dipanggil ujian oleh ITB. Selebihnya. Selain itu. dari Aceh sampai Papua. alamat sekolah di tempat-tempat terpencil sulit ditemukan. Ujian Operasi besar ternyata perlu dilakukan untuk mendatangkan 200 anak yang lolos seleksi awal agar bisa ujian PMBP-ITB di Bandung. Sementara itu. Perjalanan ke Bandung. Dari situ. Kesulitan muncul karena tak semua siswa mencantumkan alamat e-mail dan nomor telepon yang bisa dihubungi. PT Kereta Api memberikan 200 tiket perjalanan.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Keempat ratus anak potensial ini kemudian diurut berdasar nilai rapor. bis atau moda transportasi lainnya. pada 28-29 Mei 2009.

Program dilakukan setiap hari. Ujian SNMPTN Ujian PMBP-ITB ternyata hanya meluluskan 27 peserta BIUS 2009. Kegiatan ini juga tidak dilengkapi pelajaran matematika. fisika dan kimia. Para mahasiswa memulai kuliah di ITB pada 18 Agustus 2009. perluasan wawasan dari alumni dan pelajaran komunikasi. fisika dan kimia diberikan untuk lebih mempersiapkan mahasiswa menghadapi kuliah Tahap Pertama Bersama. Di sana. dilakukan hingga ke daerah wisata Kawah Putih. Karena dana beasiswa tersisa. Dengan demikian. entrepreneurship. mereka didampingi relawan dan juga mahasiswa ITB dari Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Senin sampai dengan Jum’at. Pada masa bridging ini. Secara umum. jadwal bridging dimampatkan agar tak menggangu kuliah. Bandung Selatan. Bridging Duapuluh tujuh penerima BIUS gelombang pertama mengikuti program bridging pada 30 Juni-31 Juli 2009. peserta BIUS 2009 yang belum lulus ITB diberi ke-sempatan kedua dengan cara mengikuti dan lulus ujian nasional SNMPTN.com Selama ujian. 4) Keakraban dan acara akhir. para mahasiswa telah tinggal di asrama ITB. Pengenalan kampus dan kota Bandung. Acara akhir.www. dilakukan dengan cara jalan-jalan di sekitar Kota Kembang. berupa permainan Mencari Jejak. Ujian tersebut dilakukan pada 1-2 Juli 2009. fisika dan kimia serta pengenalan Bandung dan acara akhir. Dari ujian nasional ini. juga acara akhir dan keakraban. Soft skill yang diberikan berupa materi pelajaran sukses kuliah dan berkarir (memiliki attitude yang benar). 2) Belajar matekatika. 3) Pengenalan kehidupan di kampus dan Bandung. program bridging terdiri dari: 1) Pengasahan soft skill. peserta tinggal di barak tentara Pusat Pendidikan Infanteri. peserta BIUS yang diterima di ITB berjumlah 13 orang. Sementara itu. Untuk 13 mahasiswa yang diterima di ITB melalui jalur ujian SNMPTN. 40 mahasiswa baru ITB resmi mendapat Beasiswa ITB Untuk Semua. Peserta pulang pada 31 Mei sore atau 1 Juni 2009. secara total.  . mengenal diri sendiri. Ciwidey. pelajaran dasar-dasar matematika. Ujian dilaksanakan pada Sabtu-Minggu 30-31 Mei 2009 di kampus ITB.itbuntuksemua.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

13 sisanya lulus ujian yang dilakukan pemerintah. bahkan sebagian sejak sekolah dasar. mereka berasal dari keluarga petani.www. penerima BIUS ternyata adalah siswa-siswi berprestasi sejak di tingkat sekolah menengah.itbuntuksemua. penjual bakso dan lainnya. Lampung Asal Sekolah : SMAN 1 Way Jepara Prestasi & kegiatan : Juara I Olimpiade Sains Matematika Tingkat Kabupaten Lampung Timur Juara Kaligrafi se-Lampung Juara Mading se-Lampung Juara Komik Matematika se-Lampung Ketua Mading Seksi Seni OSIS Anggota KIR Penerima Beasiswa Prestasi  .Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Lampung Timur. penjaga sekolah. peserta kelas percepatan (lompat kelas) dan juara olimpiade sains. yakni Program Penelusuran Minat. ada yang merupakan juara tingkat sekolah. Mereka merupakan penerima beasiswa angkatan pertama atau disebut sebagai “BIUS 2009”. Duapuluh tujuh di antaranya lulus ujian yang diselenggarakan ITB. Dari sisi latar belakang keluarga. yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Di antaranya. pegawai kecil. Bakat. buruh. Dari seleksi yang dilakukan. Sementara itu. dan Potensi Terpusat (PMBP-ITB). Berikut daftar mereka yang berhak menyandang sebutan “BIUSer 2009”: Susanto Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Sebagian besar menjadi orang pertama di keluarganya yang bisa bersekolah hingga universitas. wirausaha kecil (UKM). Mereka aktif di organisasi dan sebagian pernah menerima beasiswa sebelumnya. tukang becak.com Penerima Beasiswa Empatpuluh siswa lulusan 2009 mendapatkan beasiswa ITB Untuk Semua.

Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Asal : Cibinong.PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF) Asal : Cirebon.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Listia Ningsih Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Arsitektur. Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 2 Cirebon Prestasi & kegiatan : Juara kelas Anggota tim volley ball Fatimah Kusumaningrum Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Garut. Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 1 Cibinong Prestasi & kegiatan : Juara 1 Lomba Cepat Tepat Matematika Juara I Basket se-Kota Bogor Juara III Basket se-Jabodetabek Second Runner-up speech contest Siswa berprestasi Kabupaten Bogor Juara III Lomba Pidato Ketua KIR Ketua Unit Basket Seksi Bidang Pendidikan & Da’wah OSIS Seksi Bidang Materi & Acara English Club Penerima beasiswa Olimpiade Sains  . Matematika dan Farmasi Ketua Ekskul Pancak Silat Penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM) Imron Saepudin Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Tuban Prestasi & kegiatan : Juara kelas Semifinalis Olimpiade Fisika. Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 1 Tarogong Kidul Prestasi & kegiatan : Tim Olimpiade Kimia dan Asah Terampil Kimia sekolah Anggota KIR Wakil Ketua DKM Mahdi Karim Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Asal : Tuban.

Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Boyolangu Prestasi & kegiatan : Juara kelas Wakil Ketua KIR Wakil Ketua Ta’mir Masjid Koordinator Seksi Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur OSIS Penerima beasiswa Sampoerna Foundation Antika Anggraeni Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Trenggalek.com Nur Chamidah Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF) Asal : Nganjuk.PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Asal : Sidoarjo.itbuntuksemua.www. Jawa Timur Asal Sekolah : MAN 3 Kota Kediri Prestasi & kegiatan : Juara II Olimpiade Kimia se-Jawa Timur Juara I Olimpiade Biologi se-Jawa Timur Juara Harapan I Olimpiade Biologi se Jawa-Bali Juara Harapan I LKTI Pelajar se-Jawa Timur Ketua Asrama Putri Sekretaris KIR Penerima Beasiswa Bintang Pelajar MAN 3 Kota Kediri Beasiswa BRI Azward Achmad Badawi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Sidoarjo Prestasi & kegiatan : Lulusan terbaik program IPA SMAN 1 Sidoarjo Ketua Dewan Syuro’ Rohis SMAN 1 Sidoarjo Penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Bibit Musnaini Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Banyumas. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto Prestasi & kegiatan : Juara kelas Seksi Kesekretariatan Palang Merah Remaja Penerima beasiswa BRI  .

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Eka Sri Waningsih Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 3 Semarang Prestasi & kegiatan : Juara Kelas Pararel Wakil Ketua KIR Penerima beasiswa AA Gym.Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF) Asal : Semarang. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 3 Semarang Prestasi & kegiatan : Juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Pramuka se-Jawa Tengah Juara 1 Lintas Medan Ubaloka se-Jawa Tengah Juara kelas Anggota Pramuka Karang Taruna Saka Bakti Husada dan Ubaloka Penerima beasiswa Pemerintah Kota Semarang dan XL Siswa Jempolan Azka Muji Burohman Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Tengah Asal Sekolah : SMA Taruna Nusantara Prestasi & kegiatan : Medali Perunggu OSN Matematika Juara II Lomba Karya Tulis Matematika Takmir Masjid Subsie Amal dan Sosial OSIS Penerima beasiswa PLN Umi Yuniati Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Orbit dan BRI  . SMAN 3 Semarang. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN Jatilawang Prestasi & kegiatan : Juara I Olimpiade Matematika di Unsoed Bendahara Pramuka Anggota Rohis Penerima beasiswa Sampoerna Foundation Setyo Wardoyo Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Asal : Cilacap.Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Asal : Semarang.Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Banyumas.

itbuntuksemua. penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM) Teguh Wibowo Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Tenggarang Bondowoso Prestasi & kegiatan : Juara Kelas Pararel (selama 3 tahun) Juara 3 Olimpiade Kimia Juara 2 Cerdas Cermat PMR Bendahara PMR Sekretaris Remaja Muslim Ketua Mading Penerima Beasiswa Prestasi. Jawa Timur Asal Sekolah : SMA Taruna Nusantara Prestasi & kegiatan : Juara Kelas Olimpiade Matematika Kabupaten Magelang Juara II Lomba Paduan Suara se-Jawa Tengah Seksi Paduan Suara OSIS.Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Asal : Purwokerto.www.PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Asal : Bondowoso. Tim Paduan Suara Penerima beasiswa dari PLN Agnes Novita Sabatina Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .com Winda Iriani Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . BKM dan LBB Primagama Nirmala Twinta Vidyarani Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Asal : Nganjuk. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto Prestasi & kegiatan : Juara II LCC UUD’45 Tingkat Jawa Tengah Juara kelas Koordinator Majelis Rohis Anggota Pramuka Penerima Beasiswa Alumni SMAN 1 Purwokerto  .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Asal : Banyumas. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN Banyumas Prestasi & kegiatan : Juara I Debat Kelompok Bahasa Inggris Sekretaris IRMAS Anggota Pramuka.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Achmad Arbi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . DKI Jakarta Asal Sekolah : SMAN 68 Jakarta Prestasi & kegiatan : Juara I Kejuaraan Futsal antar SMA se-Jakarta Juara III Science Competition FT Metalurgi & Material UI Bendahara Umum Rohani Islam Sekretaris I Ekskul Sepakbola Penerima beasiswa BRI Annisa Rizki Aulia Ilahi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Asal : Jakarta Pusat. DKI Jakarta Asal Sekolah : SMAN 78 Jakarta Prestasi & kegiatan : Olimpiade Fisika Tingkat DKI Jakarta Juara I 10 Mata Pelajaran Tingkat Kota Wakil Ketua I OSIS Divisi Kaderisasi Rohis Pengembangan Sumberdaya Manusia KIR Penerima Beasiswa Ikatan Alumni SMAN 78 Angkatan 89 Ahmad Haris Muhtar Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 1 Bogor Prestasi & kegiatan : Anggota English Assosiation For SMANSA Youth Unit tari serta karawitan  .Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Asal : Jakarta.PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Kediri.Benny Subianto Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Asal : Bogor. Jawa Timur Asal Sekolah : MAN Purwoasri Prestasi & kegiatan : Juara kelas Semifinalis Olimpiade Matematika Tingkat Jawa Timur Wakil Ketua KIR Anggota PMR Wakil Ketua OSIS Anggota Pramuka Penerima Beasiswa Biaya Pendidikan Irwan Nirwansyah Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .

www. Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Sooko Mojokerto Prestasi & kegiatan : Juara I OSN Astronomi Kabupaten Mojokerto Juara III OSN Kimia Kabupaten Mojokerto Anggota Paskibraka Kabupaten Mojokerto Koordinator Seksi OSIS Penerima beasiswa Bantuan Kurang Mampu (BKM) OSN Kimia. Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 2 Lumajang Prestasi & kegiatan : Juara kelas Anggota Remaja Mushola Penerima Beasiswa Kurang Mampu (BKM) Surya Dewi Wahyuningrum Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Farmasi (SF) Asal : Lumajang. dan OSN Astronomi  .Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Mojokerto.itbuntuksemua. Jambi Asal Sekolah : SMAN 3 Kota Jambi Prestasi & kegiatan : Olimpiade Fisika Propinsi Jambi Pengajar Sekolah Minggu Penerima Beasiswa Olimpiade Fisika Sunarya Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Asal : Kota Jambi.Benny Subianto Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Karawang. Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 1 Telagasari Prestasi & kegiatan : Juara Umum SMA Juara I Olimpiade Matematika Kabupaten Karawang Juara 1 Nasyid Accapela Kabupaten Karawang Juara 3 Puisi dan Teater Bahasa Sunda Ketua KIR Wakil ketua PMR Seksi Organisasi Politik dan Kepemimpinan OSIS Penerima Beasiswa Prestasi Yeni Fatmawati Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .com Pomto Jaya Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .

Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN Karangnunggal Prestasi & kegiatan : Finalis LKTI Peternakan Tingkat Nasional Ketua Bidang Pendidikan & Penelitian OSIS Bendahara Koperasi Siswa Judat-Ambalan Dayangsumbi Pramuka Penerima beasiswa BKM. Yayasan Padmanaba dan Block Grant 0 . LKTI Kedokteran dan Olimpiade Topan Eko Raharjo Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .Benny Subianto Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Asal : Tasikmalaya.Benny Subianto Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Yogyakarta. Kalimantan Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Balikpapan Prestasi & kegiatan : Juara III Olimpiade Astronomi Kota Balikpapan Kelas Percepatan Ketua Mading Sekretaris Teater Penerima Beasiswa Pemerintah Kota Balikpapan Penerima Beasiswa Olimpiade Propinsi Kalimantan Timur Leonard Hendrawan Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Nurul Setia Pertiwi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .PT Pertamina (Persero) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Asal : Balikpapan.Medco Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Asal : Bandung. DI Yogyakarta Asal Sekolah : SMAN 3 Yogyakarta Prestasi & kegiatan : Tim Kreatif Majelis Perwakilan Kelas Redaktur Majalah Progresif Penerima Beasiswa Prestasi. Jawa Barat Asal Sekolah : SMA Taruna Bakti Prestasi & kegiatan : Juara Umum Siswa Terbaik Program IPA Ketua Rohani Kristen OSIS Ketua Logistik IHTB Penerima Beasiswa Yayasan Taruna Bakti Karissa Mayangsunda Philomela Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua .

bahan dan artikel.www. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 1 Purwokerto Prestasi & kegiatan : Juara I Fisika dan II Matematika OSN Tingkat Kabupaten Rohis Anggota Karangtaruna Penerima Beasiswa Olimpiade *) Donatur: PT Adaro Indonesia Ardian Rizaldi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Asal : Banyuwangi. koordinator majalah) *) Donatur: PT Adaro Indonesia Luki Subandi Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Asal : Banyumas.com Susi Setiyowati Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua . Jurnalistik Sekolah (bag.Benny Subianto Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Bandung.itbuntuksemua. Lampung Asal Sekolah : SMAN 2 Bandar Lampung Prestasi & kegiatan : Juara kelas Kel. Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Glagah Prestasi & kegiatan : Juara I Bintang Pelajar se-Jawa Timur Juara Kelas Pararel Ketua PK PII Sie Agama Islam OSIS Tutor ISC Penerima beasiswa Sampoerna Foundation *) Donatur: PT Adaro Indonesia  . Jawa Barat Asal Sekolah : SMAN 6 Bandung Prestasi & kegiatan : Juara Umum SMA Olimpiade Matematika-Biologi-Kimia Anggota KIR dan DRI Penerima beasiswa dari Ikatan Alumni SMAN 6 Bandung Piska Nizaria Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Asal : Bandar Lampung.

Sulawesi Selatan Asal Sekolah : SMAN 1 Makale Prestasi & kegiatan : Juara umum sekolah (kelas 1 sampai 3) OSN Astronomi 2006-2007 Ketua OSIS Ketua Remaja Masjid Baiturrahman Penerima beasiswa dari Pemda Tana Toraja Penerima beasiswa dari Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia *) Donatur: PT Newmont Pasific Nusantara  . Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 2 Pemalang Prestasi & kegiatan : Juara kelas Penerima Beasiswa Prestasi Diknas Kabupaten Pemalang *) Donatur: PT Adaro Indonesia Reycal Darson Mahmud Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Kabupaten Gorontalo. Lampung Asal Sekolah : SMAN 1 Metro Prestasi & kegiatan : Juara II Olimpiade Fisika Tingkat Kota/Kabupaten Anggota Kelompok Ilmiah Remaja *) Donatur: PT Adaro Indonesia Widi Arfianto Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Asal : Pemalang. Gorontalo Asal Sekolah : SMA Dwiwarna Bogor Prestasi & kegiatan : Kelas percepatan Anggota Peduli Sosial Remaja (PSR) Penerima beasiswa dari Pemda Gorontalo *) Donatur: PT Newmont Pasific Nusantara Verry Anggara Musriana Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur USM Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Tana Toraja.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Edi Parlindungan Hutasoit Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Lampung Tengah.

Bank BRI. BOS. Ikrar Eka Praya Gumilar Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur PMBP-ITB Fakultas/Sekolah : Sekolah Arsitektur. Jawa Tengah Asal Sekolah : SMAN 1 Surakarta Prestasi & kegiatan : Juara kelas Anggota PMR Rohis Divisi Jurnalis Penerima beasiswa dari Solo Peduli *) Donatur: Ibu Shanti L. dan Komite Sekolah *) Donatur: Bapak Iman Taufik Wulandari Purwaningrum Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Asal : Surakarta. Pusposoetjipto  .com Lutfi Baiti Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua*) Diterima melalui jalur SNMPTN Fakultas/Sekolah : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Asal : Pemalang.itbuntuksemua.www.D. Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Asal : Yogyakarta. Jawa Timur Asal Sekolah : SMAN 1 Pemalang Prestasi & kegiatan : Juara kelas Anggota Pramuka dan unit Karawitan SMU Penerima beasiswa BKM *) Donatur: Bapak Mohammad Basyah Ph. DI Yogyakarta Asal Sekolah : SMAN 9 Yogyakarta Prestasi & kegiatan : Juara pararel dan lulusan terbaik 2009 SMAN 9 Yogyakarta Siswa pertukaran pelajar 2007 (Yogyakarta-Samarinda) Koordinator Sie Agama Islam Koordinator Science Club Penerima beasiswa dari BKM.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

itbuntuksemua.www. Rektor ITB dan Anggota MWA ITB  .com Penerima BIUS 2009 bersama Gubernur Jawa Barat.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Penerima BIUS 2009 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gubernur Jawa Barat dan Rektor ITB  .

itbuntuksemua.  . dimana beliau berperan besar didalam mendirikan PT Astra Argo Lestari dan PT United Tractors. Beliau memulai karirnya di PT Astra International Tbk. Sisanya akan disalurkan untuk para penerima BIUS 2010. DONATUR BESAR (Rp. Setelah itu Bapak Benny berpindah jalur dan menjadi entrepreneur dengan mendirikan dan memimpin PT Persada Capital Investama. Aktivitas filantropi telah menjadi bagian dari kehidupan Bapak Benny. Didirikan pada 2003. Diantaranya beliau mendirikan Yayasan Harapan Keluarga dan Yayasan Dharma Bhakti Parasahabat yang berupaya meningkatkan kesejahteraan dengan memberikan kredit mikro untuk modal usaha. Bapak Benny memberikan sumbangan sebesar Rp1 miliar. seratus juta digunakan untuk membiayai kedatangan dan akomodasi 200 kandidat terpilih untuk mengikuti tes di Bandung. untuk sepuluh mahasiwa. perusahaan investasi yang terutama menfokuskan diri dalam bidang sumberdaya alam. Rp4 miliar telah dialokasikan untuk 40 mahasiswa penerima BIUS 2009.33 miliar. sehingga berhak untuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk Semua-Benny Subianto” untuk kesepuluh beasiwa yang dibiayainya. Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua. Mereka adalah : Benny Subianto Bapak Benny Subianto adalah Alumni Mesin ITB angkatan 61. Pengalokasian beasiswa dilakukan berdasarkan urutan masuk sumbangan. Donasi tersebut didapat dari donasi jumlah besar (100 juta atau lebih) yang diberikan oleh 10 (sepuluh) organisasi dan peorangan.100jt atau lebih) Di tahun pertamanya. PCI merupakan perusahaan induk dari PT Tri Nur Cakarwala dan PT Pandu Alam Persada. Total donasi dari kelompok ini adalah Rp4. khususnya di sektor batu bara.2 miliar. karet dan playwood. dan donasi retail yang diperoleh dari 5 (lima) grup dan 25 (dua puluh lima) donatur perorangan.com DONATUR Beasiswa ITB Untuk Semua telah mendapatkan donasi sebesar Rp4. Dari jumlah tersebut. Beasiswa ITB Untuk Semua telah mendapatkan sepuluh donatur yang memberikan donasi seratus juta rupiah atau lebih.www. kelapa sawit.

untuk sepuluh mahasiwa. Di tengah luasnya wilayah di Indonesia yang membutuhkan perhatian dari semua pihak terkait. gas dan panas bumi.medcofoundation. Di Pertamina. Sebagaimana tekad para pemangku kepentingan. http://www. setidaknya kebutuhan yang nyata dari para penduduk di sekitar anak perusahaan Medco Group dapat tercukupi.com  . untuk sepuluh mahasiwa. perusahaan ini berupaya mempertahankan sekaligus mengembangkan diri sebagai sebuah economy powerhouse. sosial dan ekonomi. harapannya.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Medco Foundation Medco Foundation yang berdiri pada tahun 2007 adalah pengembangan dari Yayasan Pendidikan Medco yang sebelumnya sudah ada sejak tahun 2003. http://www. Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua. Lewat perencanaan dan pelaksanaan program Community Development yang meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan. Pertamina bertujuan menciptakan dan memelihara hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitar daerah operasi serta bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. dapat membantu kehidupan masyarakat dari berbagai dimensi penting.pertamina. Medco Foundation memberikan sumbangan sebesar Rp1 miliar. sehingga berhak untuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk Semua-Pertamina” untuk kesepuluh beasiswa yang dibiayainya. semua kegiatan dilaksanakan secara bertanggung jawab baik secara ekonomi.org/ PT Pertamina (Persero) Selama lebih dari setengah abad. Pertamina memiliki komitmen untuk melaksanakan tanggung jawab perusahaan di bidang sosial serta lingkungan sesuai dengan prinsip pengembangan lingkungan yang berkelanjutan. sosial maupun lingkungan. sehingga dapat mendorong dan mendukung mereka untuk menjadi masyarakat yang lebih maju dan sejahtera. Pertamina telah menyumbang Rp1 miliar. Medco Foundation memang dapat dipandang sebagai partner strategis dan efektif untuk mewujudkan tujuan dan peran dari Corporate Social Responsibility (CSR) Medco Group. Pertamina telah melayani kebutuhan energi dalam negeri dengan mengelola kegiatan operasi yang terintegrasi di sektor minyak. sehingga berhak untuk memberikan nama “Beasiswa ITB Untuk SemuaMedco” untuk kesepuluh beasiswa yang di biayainya. kesehatan dan lingkungan. Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua. Dalam kegiatannya.

Beliau adalah pendiri PT Tripatra Engineering. ia telah menjelma sebagai salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Tanah Air. Kalimantan Selatan. perpajakan dan pelayanan lainnya. Bapak Iman Taufik memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.itbuntuksemua.id Iman Taufik Bapak Iman Taufik adalah lulusan ITB tahun 1967. Dengan modal Rp4 miliar. Kalimantan Selatan.com PT Newmont Pacific Nusantara PT Newmont Pacific Nusantara (PTNPN) adalah perusahaan jasa pertambangan yang mengurus kepentingan Newmont di Indonesia. menyusul pendirian PT Gunanusa Utama Fabricators yang bergerak di industri anjungan minyak lepas pantai. http://www.adaro. pendidikan. keagamaan serta kesejahteraan sosial terus dipertajam dengan tujuan akhir menjadi self-sustaining. Kini. Newmont hadir di Indonesia dalam PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) merupakan perusahaan patungan Indonesia yang dimiliki Nusa Tenggara Partnership dan PT Pukuafu Indah dan PT Newmont Minahasa Raya. Program di bidang pengembangan bisnis.co. Sejak pertama kali beroperasi. perusahaan tersebut menyerap sekitar 600 tenaga kerja. Kemudian. http://www. hubungan pemerintah.www. PTNewmont Pacific Nusantara telah menyumbang Rp200 juta yang dapat membiayai dua mahasiwa hingga lulus. Selain PT Newmont Pacific Nusantara. Untuk program Beasiswa ITB Untuk Semua. Adaro telah menyumbang Rp500 juta yang dapat membiayai lima mahasiwa hingga lulus. Kegiatan utamanya adalah pertambangan batu bara di Tutupan. Bidang yang ditangani oleh PTNPN antara lain adalah kegiatan eksplorasi. PTNPN dimiliki 100% oleh Newmont. yakni dengan menambang batu bara di daerah Tanjung.newmont. Bapak Iman mengawali karir sebagai mechanical engineer perusahaan minyak Caltex. Adaro telah memiliki komitmen untuk mengintegrasikan diri dengan masyarakat sekitar dan menciptakan program pengembangan komunitas yang berkelanjutan.com PT Adaro Indonesia PT Adaro Indonesia pertama kali melakukan kegiatan pertambangan pada 1992.  . pada 1972. Praktek tersebut menjadi pedoman bagi operasi-operasi Adaro selanjutnya.

Saat ini. beliau menjabat Vice President for Fixed Income di PT. Beliau juga sangat aktif di berbagai kegiatan sosial. Jerman. Citra Van Titipan Kilat (TIKI). Dalam kapasitasnya sebagai Executive Vice President beliau berhasil membawa Soedarpo Corporation masuk bursa di tahun 1990. Ibu Shanti adalah Komisaris PT. Betti Alisjahbana Betti Alisjahbana lulus dari ITB tahun 1984. Ketua Asosiasi Open Source Indonesia dan Ketua Yayasan ITB 79. Sebelum mendirikan PT. Sejak tahun 2008 Betti beralih jalur dan menjadi pengusaha dengan mendirikan dan memimpin PT Quantum Business International. Bank Indonesia Raya dan pernah menjadi anggota Indonesia Bond Index Committee di PT. Pusposoetjipto Ibu Shanti Poesposoetjipto lulus dari Munich University of Technology. dengan menjadi pengajar tamu di Universitas Padjadjaran Bandung. Bapak Haminanto memulai karirnya di PT. Mohammad Basyah Ph. Soedarpo Sastrosatomo. Bursa Efek Surabaya. Ibu Shanti memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah. Tanggung jawab lain yang kini diembannya diantaranya adalah Wakil Ketua Dewan Riset Nasional. adalah “Analysts’ earnings forecast revisions and errors in antidumping (AD) petition investigations”. Salah satu buku ekonomi yang ditulisnya. Amerika Serikat. Insight Investments Management.. Mohammad Basyah memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah. pada 1952. dan PT Asuransi Bintang Tbk. Bapak Basyah menyelesaikan program doktor ekonomi di Oklahoma City University. Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Hartigan. Bapak Mohammad Basyah adalah pimpinan PT. pada 1974. Beliau dikenal ringan berbagi ilmu. Haminanto memberikan donasi sejumlah Rp100 Juta rupiah.Tbk. bersama James C. Ia memulai karir di Soedarpo Corporation yang didirikan ayahnya. Haminanto Adinugraha Bapak Haminanto Adinugraha adalah Ketua Komite Investasi. Ia adalah Presiden Direktur PT IBM Indonesia tahun 2000-2007. serta ikut mendirikan SEJATI Foundation. Samudera Indonesia. Direktur Utama dan pendiri PT. diantaranya di Nature Conservancy dan Child Welfare Foundation. Insight Investments Management.D. Betti membiayai transportasi dan akomodasi kedatangan 200 calon penerima beasiswa untuk mengikuti tes di Bandung sejumlah Rp100 juta rupiah. 0 . Menyelesaikan kuliah di ITB pada 1995.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Shanti L.

000 3. Rp. Agus Muhammad Iman Suroto Arie Indra Rusdi HA Fauzana Andri Djanaik Aldrin Aviananda Rp. 22. 9.300. Sumbangan dari Planologi ITB ’96 adalah sebesar Rp1. Nama Leo Susy Villianny Budi Winarno Zakia Lutfiyani Lily Suliandari Nuzulia Latifah Dwi Trisno Susanto Dilla Handini Elizabeth L.itbuntuksemua. Hutahaean Agung Widodo Listyatama Anton Akhiar Handayani Kariko Rahmaniah Hasdiani Fethma M. 15. Rp. No. 11.000 100.000 500.300. Parlian Karina Kusumawardani Agus Salim Widodo Supardi Zainal Indra Ichwan F.000 2.000. Rp. Kelompok ini beraktivitas bersama di kampus ITB pada era Reformasi 1998 dan kemudian membentuk unit kegiatan Lembaga Kajian dan Praksis Demokrasi VERITAS. 6.000 100.000  . 16. 4.000 1. Sumbangan Kelompok tak terbatas untuk grup-grup alumni ITB saja.190. Australia. Rp. Program ini dimasukan dalam kategori Donatur Retail. 2. Rp. Namun begitu.000 150. Rp. Sumbangan dari IA ITB Perth adalah sebesar Rp 63.000. Rp. 3. 24. 13. Rp.000. SC Barat SC Barat adalah kumpulan alumni ITB berbagai jurusan.000 100. Sumbangan dari Kuya 2000adalah sebesar Rp2.000 150. Jumlah 1.000.000 500. Rp.000.623. 12. 1. 23.000 100. 18. Rp. Rp. 20.000 500.500. Rp.000 1.000 500.000. DONATUR RETAIL Program donasi Beasiswa ITB Untuk Semua telah pula menginisiasi gerakan pengumpulan dana dari individu dengan nominal sumbangan kecil.000 1. 14.000. Rp. Sumbangan SC Barat adalah sebesar Rp33. Kuya 2000 Kuya 2000 adalah alumni jurusan Teknik Sipil ITB angkatan 2000.000 200. Rp.800. Teknik Lingkungan ITB ‘95 Teknik Lingkungan ITB ‘95 adalah alumni jurusan Teknik Lingkungan ITB angkatan 1995. 5. Sumbangan dari Teknik Lingkungan ITB ‘95 adalah sebesar Rp6. Tim Penyelenggara meyakini bahwa kepedulian masyarakat akan pentingnya membuka akses pendidikan tinggi kepada anak-anak dari keluarga tak mampu dapat disalurkan dalam bentuk sumbangan-sumbangan kecil tersebut. berbisnis ataupun melanjutkan kuliah di kota di utara Benua Australia tersebut.com DONATUR KELOMPOK Selain sumbangan Perusahaan dan Perorangan. Rp.000 1.000. Rp.317.000 500. IA ITB Perth IA ITB Perth adalah kumpulan alumni ITB yang kini bermukim di Perth. Bila gerakan ini telah membesar. Rp. Rp.100.www. dari angkatan 1990 s/d 1999. total sumbangan dari skema ini tentunya akan cukup untuk membiayai satu atau lebih mahasiswa penerima BIUS. 17. Planologi ITB ‘96 Planologi ITB ’96 adalah alumni jurusan Planologi ITB angkatan 1996.000 1.000 1.000 200. Nor Sanggan P. baru kelompok-kelompok dalam lingkungan kealumnian ITB yang memberikan sumbangan. 10.000.000 2. Rp. 8. 21. Sejauh ini. Rp. Mereka bekerja.330. 22. Rp. Rp.000 500. 25.500.016 3. Rp. Rp.000.000. Beasiswa ITB Untuk Semua juga menerima sumbangan yang dikumpulkan dari berbagai kelompok. 7.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

www.itbuntuksemua.com  .

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

karena merupakan pengalaman pertama. Hasil dari kampanye yang terutama virtual ini.com/group.facebook. ini telah melibatkan sekitar 90 relawan. situs. Secara total.php?gid=57786293705 Alamat Group Facebook: http://www.facebook. Karena tak semua peserta memberikan nomor kontak  .itbuntuksemua. Keterlibatan para mereka meliputi: TIM KAMPANYE Tim ini bertugas menyebarluaskan informasi Beasiswa ITB Untuk Semua. di jejaring sosial maya Facebook.387 buah.com/group. halaman “Beasiswa ITB Untuk Semua” memiliki 5. dibaca dan dinilai oleh 28 orang relawan.898 anggota. googling kata “ITB Untuk Semua” menghasilkan 197.php?gid=57786293705 PENILAI KARANGAN Selain berdasar nilai raport selama di sekolah menengah atas.www. proposal. Sementara itu. leaflet. Alamat situs: http://www.com Alamat halaman Faceebook: http://www.itbuntuksemua.090 “teman” sementara Grup “Beasiswa ITB Untuk Semua” mendapatkan 4. Jumlahnya 24 orang dan masing-masing memandu 5-10 siswa. tim penyelenggara melibatkan relawan yang membantu secara sukarela. per Desember 2009. PENELEPON dan PEMBIMBING Relawan pemandu 200 peserta PMBP-ITB dinamakan Relawan “Kring-Kring”. Karangan-karangan tersebut.000 hasil telusur. khususnya dalam rangka rekrutmen calon penerima beasiswa. untuk program tahun 2009. program Beasiswa ITB Untuk Semua belum dapat sepenuhnya diintegrasikan dalam kegiatan ITB maupun Keluarga Mahasiswa ITB.com RELAWAN Untuk tahun 2009. seleksi awal penerima beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) juga ditentukan dari karangan yang ditulis para pelamar. sebanyak 2. Dalam beberapa tahap program. Produk dari kelompok ini adalah logo. Para relawan menjadi jalur komunikasi antara panitia dan peserta. kampanye internet (melalui Facebook dan mailing list) dsb.

tim relawan yang lain lagi bertugas mendampingi dan menjaga para peserta. mereka membantu para calon mahasiswa mempersiapkan perjalanan ke Bandung. bridging untuk 13 mahasiswa yang lulus SNMPTN dikelola oleh tim relawan dari Keluarga Mahasiswa ITB. Para relawan juga membimbing para peserta mempersiapkan seluruh persyaratan ujian. 13 orang. maupun ketika dikarantina di barak tentara Pusat Pendidikan Infanteri. karena jumlah yang lulus PMBP-ITB di bawah target. kereta api.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 dan alamat e-mail. baik saat mendaftar ulang dan ujian di kampus ITB. Untuk pesawat terbang. PENDAMPING BRIDGING Untuk 27 mahasiswa yang lulus PMBP-ITB diberikan program bridging antara 30 Juni-31 Juli 2009. panitia mendapat sponsorship penerbangan gratis Citilink Garuda Indonesia. PENDAMPING UJIAN Sebuah tim lainnya bertugas mempersiapkan perjalanan para peserta ke Bandung dan akomodasi serta kegiatan mereka selama di Kota Kembang. Tiket tersebut dipergunakan oleh peserta dari Jakarta. Selain itu. bis kota dan angkutan umum. para Relawan Kring-Kring juga memantau peserta yang tak lulus PMBP-ITB tetapi mengikuti SNMPTN. Maskapai tersebut menyediakan 49 tiket pulang-pergi gratis untuk peserta ujian. Para reawan kembali membimbing ketigabelas anak ini mempersiapkan persyaratan daftar ulang di ITB.  . Peserta yang lulus SNMPTN. Perjalanan menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Sementara itu. mereka memberitahukan kesempatan ujian gratis yang telah diberikan. yang terdiri dari alumni ITB maupun mahasiswa ITB (tim dari Keluarga Mahasiswa ITB). juga mendapat Beasiswa ITB Untuk Semua. Setelah itu. Selain itu. Dari PT Kereta Api. Setelah ujian. tugas relawan adalah membantu 27 peserta yang lulus PMBP-ITB mempersiapkan persyaratan daftar ulang di ITB. tugas pertama relawan adalah menemukan para peserta. Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Program ini kembali dilaksanakan oleh sebuah tim relawan. panitia memperoleh sponsorship 200 tiket kereta api gratis. Selama di Bandung.

Eko Ferry. Verania. Dwi Karsa Agung R. Pitra N.com DAFTAR RELAWAN Panitia penyelenggara memberi penghargaan yang tinggi dan menyampaikan ucapan terimkasih atas partisipasi serta kesungguhan para relawan yang telah mensukseskan program Beasiswa ITB Untuk Semua 2009. 10 mahasiswa ITB yang menjadi relawan adalah: Adutya Rifa’i. Larso. Gustya Indriani. dan Yudo Anggoro. Ade Kuswoyo. Sri Wachyuni. Maharsi Catur Anindito. Jennier Purba. Esti Utaminingsih. Sementara itu. Willy Derbyanto. Gilang Rahadian. Agung Wicaksono. Didik Supriyanto. Nita Yuanita. Martha Maulidia. Dhadhang Wahyu Kurniawan. Fenida Sukarya. Wiratrisna. Diding Sakri. Ira Hartanto. Mohammad Farid. Isan Najmi. Ahmad Setiawan Mardana. Nurul Aufa dan Selvin M. Rezi Sabata. Neni Adiningsih. Wenni Setyorini. Ari Retmono. Goris Mustaqim. Rini Soekarnen. Astri Agustien. Febi Fauzan. Perry Tristianto. Sri Pujiyanti. Agung Wijaya Mitra Alam. Patricia Mulita. Natasa Hirany. Octavia Ramayanti. Para relawan (bukan mahasiwa ITB) adalah sebagai berikut: Achmad Wahyono. Santi Dewi. Deni Iskandar. Nizar Angga Kusuma. Agung Yudi Prasetya. Sukirno (alm). Fani Hermiani. Gitandra Wiradini. Adi Prasetya. Amelia Setiarini Lukiyowati. Agung Dwiyoga. Budi Afriyan. Yuanita Christayanie. Dewi Rina. Betri Eryo Pratama. Deasy Sartika. Alief Sadlie Kasman. Nugroho Widiyanto. Adhi Rachdian. Hanafi Salman. Andi Nur Izzatul Mukminah. Enda Nasution. Kridia Agus Burhani.Z.itbuntuksemua. Dwi Larso (dan Tim SBM ITB). Laksono Widyo Isworo. Shafiq Pontoh. Fatma Dewi Vidiasih Wulansari. Trimadona B. Nunik Astriani. Sidik Permana. Muhammad Yahya. Dadan Hermawan.www. Ben Wirawan. Luqman Hadi. Irendra Radjawali. Dewi Restuti. Chairul Novin. Endah Sri Praptiani. Fani Aprina. Devi Ulumit Tyas. Moeis.  . Putri Octarina. Feny Suharyono. Rizal Arryadi. Wahyudi Sutopo. Diah Kusuma. Siti Yulita Siregar. Herwin Iriansyah. Charly Novitrianto. Shinta A.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009  .

Saya diterima di Sekolah Farmasi. Namun pada suatu hari. tetapi juga biaya pendidikan di ITB dan biaya hidup di Bandung yang terkenal cukup mahal. Al- hamdulillah dari 3 fakultas yang Saya pilih. Benar-benar tak pernah terbayangkan jika Saya akan kuliah di ITB tanpa biaya dari orang tua Saya. mematahkan saraf putus asa dikala biaya menjadi halangan untuk bersekolah di ITB. Akhir bulan Juni kami semua penerima BIUS berkumpul kembali di Bandung untuk mengikuti Bridging Program. sekarang berjuang lagi untuk UTS 2. psikologi diri. ternyata pengumuman di web BIUS menyatakan bahwa Saya termasuk 200 besar calon penerima BIUS 2009.” -Eka Sri Waningsih-  . Banyak cerita tentang perkuliahan mulai dari susah dan senang (atau mungkin banyak susahnya ya hehe). Kemudian pada akhir Mei 2009 Saya mengikuti USM ITB Terpusat di Bandung.com. juga untuk saling mengakrabkan diri dengan teman-teman BIUS lainnya. Itulah beberapa sebab mengapa Saya tidak pernah terpikir ingin kuliah di ITB. Setelah diverifikasi oleh panitia BIUS. hehe.blogspot. dapat ditemukan di Blog Bersama BIUS-er 2009: http://bius2009.www. pengumuman diterimanya mahasiswa baru ITB sudah diumumkan. Saya dinyatakan layak untuk menerima beasiswa ini. “Assalaamu’alaikum. Kalau kuliah itu banyak waktu yang tidak menentu. komunikasi. Saat ini Saya telah mengalami masa-masa kuliah di ITB kurang lebih 4 bulan lamanya. Dari brosur tersebut Saya tahu ada kesempatan untuk dapat bersekolah di ITB gratis. Bukan hanya karena lokasinya yang cukup jauh dari kota asal Saya.” 01 “Sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Saya untuk melanjutkan sekolah di ITB. temu relawan (alumni).com BIUS Dalam Kata-kata Mereka Sendiri Berikut kisah pengalaman para penerima BIUS. BIUS. semacam program untuk menyesuaikan diri. Dua minggu pula setelah USM Terpusat. Tentang mata kuliahnya. Rangkaian cerita di bawah ini. dengan persetujuan orang tua.itbuntuksemua. Semarang. ya gitu lah. presentasi. Beberapa kegiatan di program itu antara lain tutorial kalkulus. guru BK Saya memberikan brosur Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) kepada Saya. materi kewirausahaan. Tentunya Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. serta program jalan-jalan untuk mengenal kota Bandung. dalam bahasa mereka sendiri. mengingat juga Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu finansial. langsung saja Saya mengurus surat-surat dan berkas-berkas yang disyaratkan untuk beasiswa ini. juga kisah-kisah lain seputar Beasiswa ITB Untuk Semua. tiba-tiba ada aja kegiatan yang datang. Semua program itu sangat bermanfaat bagi Saya. Banyak mata terbelalak melihat hasil UTS 1. Selang dua minggu setelah mengirim berkas tersebut.

Today is the last opportunity I have to live intensely. Today I’ll invest my most valuabe resource: my time. ‘Terima kasih telah menjadikan aku. satu di antara anak-anak bangsa yang mendapatkan jalan menuju tujuan. Haha. Kuliah tanpa biaya sepeserpun sehingga aku bisa meringankan beban orang tuaku…. terima kasih buat relawan dan donatur…. Beginilah bunyinya. Mungkin mereka melihat kondisi keluarga Saya yang hidup dalam keadaan pas-pasan. Yang buat aku di ITB sekarang. perguruan tinggi terbaik di Indonesia. 0 . Today I invite you to begin a new season where we can dream that everything we undertake is possible and we fulfill it with joy and dignity. Saya selalu berucap pada teman-teman dan orang yang dekat dengan Saya bahwa Saya pasti nanti akan melanjutkan menuntut ilmu di perguruan tinggi. “So…. Yesterday was to learn and tomorrow will be the consequence of what I can do today. not to let any opportunity pass me by. Today I’ll have my feet on the ground understanding reality and the stras gaze to invent my future. Today I’ll be brave enough. berjuang untuk meraih apa yang Saya impikan. Saya tidak peduli dengan mereka yang meremehkan Saya karena Saya punya pengetahuan. Mungkin mereka melihat kondisi keluarga Saya yang hidup dalam keadaan pas-pasan. Satu kata untuk BIUS. Today I’ll face life with the conviction that this day will not ever return. Semua yang kalian lakukan sangat berarti buatku…. as none can assure me that I will see tomorrow’s sunrise. Mungkin ucapan terima kasih tak cukup. Beasiswa ITB Untuk Semua…. I will spend each minute passionately to make of today a different and unique day in my life. karena MAHAL. Today I’ll take the time to be happy and will leave my footprints and my presence in the hearts of others. Sekitar 4 bulan yang lalu. with the positive attitude of expecting always the best. Pasti kalian tahu mengapa Saya tidak tertarik. Ya. Akan tetapi Saya bangga menjadi menjadi bagian dari kota tersebut. my only alternative is to succeed. pengetahuan itu lebih bernilai harganya dari apapun. dan Saya juga masih punya orang-orang yang mendukung Saya. Kenapa tidak sesuai dengan prinsip 03 Ada dari beberapa di antara mereka meremehkan impian Saya itu.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 “Assalaamu’alaikum. Jika dipikir-pikir Saya terlalu bodoh berpikir seperi itu. Bagi mereka mungkin itu tidak mungkin untuk Saya. in the most transcendental work: my life. Siapa yang tak ingin kuliah di institut terbaik di Indonesia. Saya masih berjuang di kota itu.” ”Saya adalah Anak Pemalang. “Today I’ll delete from my diary two days: yesterday and tomorrow. Ada dari beberapa di antara mereka meremehkan impian Saya itu. my friends!” -Agnes Novita Sabatina- 02 “Assalaamu’alaikum. Saya tidak begitu tertarik untuk kuliah di sana. Saya pun termasuk orang yang memimpikannya. aku akan lanjutkan semangat kalian…. Akan tetapi. Sewaktu masih di bangku SMA. ITB. have a good day and a better one tomorrow. Today I’ll resist pessimism and will conquer the world with a smile.’“ ”Notes ini kudapat dari seseorang…. Bagi mereka mungkin itu tidak mungkin untuk Saya. kota yang tidak diketahui oleh orang banyak. Terima kasih BIUS. Today I’ll defy every obstacle that appears on my way trusting I will succeed.

hampir semuanya tidak pernah merasakan bangku kuliah. apa itu Beasiswa ITB untuk Semua? Ternyata itu adalah beasiswa yang diberikan oleh ITB untuk Anak-anak Indonesia yang cerdas tetapi kurang mampu finansial. Informasi yang Saya ketahui tentang ITB terlalu sedikit terutama tentang beasiswa di sana. Untungnya ada kakak kelas Saya dari Pemalang yang kuliah di ITB juga memberi informasi tentang adanya Beasiswa ITB untuk Semua. Saya optimis bisa mendapatkan beasiswa ini. Beasiswa yang diberikan adalah beasiswa pendidikan dan biaya hidup selama di Bandung sampai kita lulus. Betapa senang hati Saya sampai tidak bisa tidur. Mungkin karena tidak terlalu tertarik dengan ITB jadi Saya kurang agresif mencari informasi itu. Gaji yang Saya dapatkan pun tidak seberapa. Teman-teman jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah merasa putus asa karena yakinlah Allah pasti akan Mengirim  . Saya masih punya harapan. Saya tahu dan yakin bahwa yang mendaftar beasiswa ini sangat banyak. tak apalah. Saat di Bandung itu adalah pengalaman yang mengesankan. Saya masih harus mengalahkan 200 orang dan ribuan pendaftar USM lainnya. kuliah di ITB.. Ya…. terbukti tahun 2009 pendaftarnya mencapai 3. semua yang Saya jalani itu sudah ada Yang Mengaturnya dan Saya bukan pecundang yang kalah sebelum perang. Iya…. Waw. Memang itu sangat melelahkan dan waktu belajar Saya jadi berkurang karena biasanya kalau sudah pulang kerja Saya langsung tidur. Saya bekerja di tempat saudara Saya dari pagi sampai sore terkadang sampai malam.www. Saya ke sana tanpa uang sepeserpun mungkin bisa hidup karena semua biaya selama tes USM di Bandung ditangggung oleh ITB. Di sana kita juga bisa mengenal banyak teman baru dari daerah lain. dengan membawa sejuta mimpi dan harapan.170 orang kalau tidak salah. Baik banget tidak sih ITB! hehe. Saya masih bisa melanjutkan pendidikan Saya. entah siapa. Saya harus mencari uang lebih untuk mengikuti SNMPTN. Kesedihan yang Saya rasakan karena tidak lolos hanya berlangsung sekejap saja karena Saya harus melanjutkan perjuangan Saya. “Ucapan adalah doa” begitulah kata orang.00 per hari. Saya bisa kuliah tanpa biaya di sini. yang sering Saya dengar. Untuk mengikuti SNMPTN Saya terganjal oleh kendala dana. oleh Allah..com Saya bahwa pengetahuan lebih bernilai harganya dari apapun. tanpa membebani orang tua karena biaya hidup dan tempat tinggal sudah ditanggung semua. sekarang akhirnya Saya di sini. kunci untuk membuka gerbang mimpimimpi Saya. Saya pun bisa membuktikan pada orang-orang yang meremehkan Saya bahwa Saya telah membuktikan ucapan Saya. Saat itu Saya merasa seperti diberi kunci. Sampai akhirnya Saya lolos tahap 200 besar dan bisa ikut tes USM ITB Terpusat di Bandung. Saya tidak kecut untuk hal itu karena Saya tidak akan tahu hasilnya sebelum Saya mencoba. Bangku kuliah yang bukan angan lagi. Saya tetap ingin mencoba SNMPTN. Singkat cerita saja. Semangat Saya tak pernah kendor.. Widi Arfianto.itbuntuksemua. Hehe. hanya Rp5. Walaupun akhirnya ternya- ta Saya tidak lolos USM Terpusat ITB. tapi lumayan lah untuk tambah-tambah. Oleh karena itu. Saya pun diberi pembinaan dan perhatian lebih di sini dan mempunyai banyak teman dengan berbagai macam mimpinya.000. tetapi Saya cukup bahagia setidaknya ada anak Pemalang yang lolos. Saya tidak ingin seperti anggota keluarga saya.

..... Program yang mendongkrak softskills-ku. Betapa senangya hatiku.. aku berhasil masuk ITB.. Alhamdulillah.. hari berganti hari dan bulan pun datang menggenapi hari.. kubuka pengumuman di internet..... sementara peserta lain.... cita-cita yg terbentur oleh hal yg “katanya” sangat berpengaruh di dunia. sesuatu yang tak terduga sebelumnya oleh Saya.. BIUS bagi Saya merupakan suatu Anugerah yang luar biasa dari Tuhan.. kemauan. “Tiada yang mustahil bagi Allah dan Allah Mengabulkan doa hamba-Nya”. Dan kini aku melalui hari sebagai mahasiswa ITB... daftar ulang dan sekaligus Bridging. UANG. melainkan isi kata-katanya Men... karena semuanya berawal dari mimpi.. Mimpiku terwujud... Alhamdulillah aku lancar ngerjain USM.. sehingga ku tak pernah menyerah. Salah satunya adalah kuliah di ITB.. hehe…... kemauan... bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. BIUS membuktikan bahwa tak selamanya uang itu berpengaruh. Harapanku mulai menumbuh. Aku  “BIUS. bukan lantaran suara cewek yang lembut itu..... antara lain: (1) Jangan takut bermimpi. Suatu program yg dibuat bagi putra-putri yg memiliki potensi. Yang kubawa hanyalah segemerincing uang. Hal ini ku pertahankan sejak aku duduk di kelas 1 SMA.. ketika secarik kertas pengumuman dari sekolah tentang Beasiswa ITB Untuk Semua. hingga aku pergi berlibur ke Surabaya.. dan doa dari kedua ortu….. 04 Membangun kembali harapan yang sempat hancur.. Masa depan bangsa. mustahil. Walaupun kini sudah tidak memiliki sumber penghasilan yg tetap. UAN kulalui..... Tapi ada satu kata sob..” ”Membangun Kembali Harapan yg Sempat Hancur. (3) Siapa bilang ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH... Katanya... Niscaya apa yang kau ingin.. hehe. Edi Parlindungan H. Pemberangkatan ke Bandung FREE... bahkan aku dan keluargaku gak ngeluarin uang sepeser pun.... 3 potong baju (seragam).. Suatu program yang dibuat bagi putra-putri yang memiliki potensi. aku lulus seleksi tahap pertama Beasiswa ITB Untuk Semua. Aku sempat minder.. cita-cita yang terbentur oleh hal yang “katanya” sangat berpengaruh di dunia.... (4) Kalau ada informasi bagi-bagi ke temen. UANG. akan tercapai. Acara yang seru dan banyak manfaat... ibadahlah dengan istiqamah dan teruslah berusaha... Aku terbiasa bermimpi dan mencitakan hal-hal yang begitu besar dalam hati. dari satu hal yang sederhana yang bernama mimpi. akan tetapi lebih indah dan terbaik untuk kita.... Sepuluh hari setelah itu.” -Ardian Rizaldi- ”ITB.. Kami hanya ingin melihat kalian tersenyum.. SEMANGAT!” -Lutfi Baiti- gak bawa buku.. Mintalah pada Yang Memiliki Dunia ini.. usaha Ayah Saya mengalami masa sulit hingga akhirnya collapse. Ayah Saya mempunyai usaha panglong kayu (tempat penampungan kayu utk diolah lebih lanjut menjadi balok-balok berbagai ukuran).. Senyum Indonesia. aku pun langsung bersiap untuk mendaftar..BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 mimpi-mimpimu dalam bentuk di dalam kenyataannya. Dari sisi biaya kayaknya gak mungkin anak sepertiku dari keluarga sederhana bisa kuliah di ITB. malah ORANG MISKIN HARUS SEKOLAH supaya dapat mengubah kehidupannya.. aku pergi ke Bandung.. Aku pun pulang ke Banyuwangi dan lalu mempersiapkan keberangkatan ke Bandung untuk mengikuti USM.. Saya.. naik pesawat lagi. HP-ku berdering. Terima kasih Tuhan atas kesempatan yang Kau Berikan. “Pendidikan tinggi kini bukan hanya milik orang yg berduit”... Alhamdulillah. Dari pengalamanku ini....... Harapan bangsa. My first flight experience. Beasiswa ITB Untuk Semua itu ada untuk kalian yang cerdas dan punya semangat yang tak ada habisnya.... anak kelima dari enam bersaudara telah membuktikannya. memang tidak selamanya mulus seperti yang kita bayangkan. gak ada sesuatu pun yang mustahil di dunia ini.. (2) Percayalah. buku yang dibawa nyampe sekoper.. suara lembut terdengar saat HP kuangkat. bagi Saya merupakan suatu Anugerah yg luar biasa dari Tuhan. ITB tetap jadi target utamaku... Menjadi mahasiswa terbaik bangsa. Tapi karena krisis moneter... Sebulan setelah peristiwa pengumuman.. aku memperoleh banyak hikmah. ribuan doaku pada Ilahi terkabul. yang terpatri di hatiku. Anugerah besar yang membuat harapan Saya yang sempat hancur kembali menggebu... Ayah dan Ibu Saya tetap memperhatikan pendidikan 05 ... aku lulus USM. Tapi.. BIUS. Tak lupa kuajak teman-teman lain.. Tanpa pikir panjang.. Lembaran-lembaran persyaratan kuterbangkan melalui sayap-sayap pos membawa segenap harapanku menuju Bandung.

keluarga baru yg sangat kami nantikan. ringan ini. Dia Berikan. Yang aku lakukan saat itu hanyalah berusaha dan mengatakan bahwa ada beasiswa dari ITB.prestasi. Sungguh Karunia Allah yang sangat besar bagiku. ^_^ Bahagiakanlah Indonesia untuk Selamanya. tapi tdk dgn nasib.itbuntuksemua.sa agar kelak aku bisa menjadi seorang yang sukses nia-Nya kepada Saya.. secara otomatis beasiswa akan Saya dapat. Kesempatan besar ada di depan mata. Aku meyakinkan diri bahwa Allah pasti ngat terkejut sekaligus bersyukur karena ada dua akan memberikan yang terbaik bagiku. ‘the agent of change’. Bagi Saya. BIUS. Saya melihat papan pengumuman. berasa ikut Undian Seratus Juta. itulah kalimat yang senantiasa kami (BIUS) dengar dari para relawan.” ”Perkenalan dengan Beasiswa ITB Untuk Semua. yakni le. akan terus berusaha dan memohon pada Yang KuaSaya sangat bersyukur. “Aku harus dan pasti bisa masuk ITB”. Saya sangat bersyukur bisa lolos sebagai salah satu dari 40 siswa yang mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua. Saya tdk lulus Ujian kan aku beasiswa terbaik ini. aku merasa semakin tertantang untuk terus berpatan lagi untuk mendapatkan beasiswa itu. Suatu saat-ketika Saya duduk di bangku kelas XII SMA. papan pengumuman dipenuhi dengan poster-poster tentang perguruan tinggi beserta jalur-jalur masuk yg ditawarkan. Dan kerja keras semua itu aku dapatkan dari BIUS. Dari 200 yang lolos. Kini Saya telah bergabung dgn dan dapat membalas kebaikan orang-orang yang teteman-teman BIUS yg lulus USM. Telah banyak pihak yang berjasa hingga ku wat jalur SNMPTN. Saya tdk langsung berputus asa. Kami telah mengikuti lah berjasa kepadaku dengan melanjutkan kebaikan kegiatan perkuliahan selama 3 bulan. mulai dari teman.hanyalah untuk bisa melanjutkan pendidikan di ITB. Suka duka dile. harga. melainkan pendidikan. Pendidikan tentang indahnya kehidupan. aku merasa sangat beruntung menjadi salah satu dari 40 siswa (sekarang mahasiswa) yang mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua.” -Edi Parlindungan Hutasoit- Lewat sebuah pesan singkat dari kakak alumni. Dari 3170 siswa yang mendaftar. BIUS 2010.namun Alah memberiku yang lebih dari itu..Rtan 2009 dapat menjadi teladan bagi keluarga baru.www. Ia BIUS. dan berbagai kenangan yang penuh makna. Keyakinan itukesempatan bagus yg dapat Saya coba. hari itu aku berencana pulang ke rumah lebih cepat dari biasa- 07  . Kesan yg begitu berharga. hanya 40 yang lolos lagi. Dari dua. pelajaran. Saya masih mempunyai satu kesem. “Assalaamu’alaikum. kami bisa kuberikan saat ini hanyalah prestasi. pengalaman. Tuhan masih Memberikan Karu. BIUS adalah sebuah gerbang menuju keberhasilan.-Topan E. Dia Berikan aku pengalaman yang berSaringan Masuk ITB. hanya 200 yang lolos seleksi tahap pertama. Ayah dan Ibu Saya berusaha sekeras mungkin agar semua anaknya dapat mengenyam pendidikan setidaknya lebih tinggi dari mereka. BIUS. “Assalaamu’alaikum..lah yang membuatku bertahan meski berbagai halapatan emas yg dapat mewujudkan mimpi-mimpi ngan menghadang. Sejak saat itu. Dua kesem. Saya mendapat kesempatan utk mengikuti Allah memang Maha Penyayang. Yang kuinginkan Ujian Saringan Masuk ITB.” 06 ”BIUS. dan Tapi.BIUS. Saya dan beberapa teman Saya dapat melangkah sejauh ini. Dia Berikan aku teman-teman yang setia. cakrawala pikiranku terbuka. Satu-satunya balasan yang yg bernasib sama dgn Saya mendapat keajaiban. Saya. Itu adalah tawaran beasiswa dari Universitas Paramadina. Awalnya aku sama sekali tak meHari-haripun berganti hingga suatu saat teman Saya nyangka bisa lolos dari sekian tahap seleksi penerimaan datang ke kosan Saya dan memberikan informasi. dan aku termasuk di dalamnya.” wati.terus berdoa. aku memulai berikrar.com anak2nya. Untuk itu aku lulus SNMPTN dan mendapat Beasiswa ITB untuk Semua. Semoga BIUS angka. Dan jika Saya lulus ujian sa. Hal tersebut Saya apresiasikan dgn selalu memberikan yg terbaik utk mereka. Saya akan terus berusaha dan berdoa demi meraih cita2. Harapan Saya sempat hancur. Sifat Ayah dan Ibu memang diturunkan. ternyata Saya dipercayakan pada satu kesempatan. kesempatan untuk memperoleh hak yang sama dalam pendidikan. Dia Berikan aku pelajaran yang bermakna. Saya pun membacanya dgn seksama. Sejak mendapatkan Saya pun berbuah. Saya mendapat banyak hal berharga dari BIUS. Oleh karena itu. Ternyata takdir berkata lain. Tapi mata Saya tertarik pada suatu pengumuman yg berisi tentang beasiswa. BIUS tak sekadar memberi bantuan.mereka kepada orang-orang yang membutuhkan. Seperti hari-hari sebelumnya. Saya sa.

Sejak saat itu. “Kepada: Awalnya aku berpikir tak ada gunanya program bridgTEGUH WIBOWO”. .cemas dan was-was menghinggapi diri setiap peserta tuk Indonesia. Hanya membuang-buang waktu dan tenaga. itu alamat aliran persahabatan dan kekeluargaan. koneksi internet ke server gaku. 80 persen. aku larut dalam sujud panjang.itb. jelas terlihat. di depan mata.” Bu Aan menyodorkan sebuah HP. Sekiranya kisah di atas menjadi sebuah motivasi untuk ujianku benar-benar tercantum sebagai calon Mahapara calon penerima besiswa ITB 2010. pelajaran tentang softskills tak sedikit kami terima. kugantungkan cita-citaku un.” pang. Pemberitahuan ITB membuka kesempatan bagi siswa tidak mampu dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua. ”Keterangan lengkap lihat di website ITB usm. Harusnya lebih punya semangat tinggi Bridging BIUS 2009. Tanpa pikir jauh nomor ujian dan nomor peserta aku ketik pada rubrik login. Sangat terasa Ternyata. Perlahan jemari tanganku meraba keyboard dan Sejak perkenalan dengan BIUS.. Itu benar-benar alamat rumahku. persen. di SMA-ku. nanar kucoba yakinkan kembali. Dua ratus dua minggu beselang. Di sebuah ruang ber-AC dengan kepulan asap rokok menyembul menimbulkan sesak dada aku duduk menghadap komputer. Jam merujuk pukul 11. Aku coba Namun. Bersiap kubungkukkan badanku. kesempatan untuk memperoleh hak Penantianku terjawab sudah.. sudah tahu lebih banyak tentang beasiswa ini melalui berbagai media. Artinya.. kucuran air ing sebagai syarat mutlak seorang entrepreneur juga wudhu yang mengalir membasahi wajah dan ubun-ubun kami dapatkan di program bridging ini. “Aku harus dan pasti bisa masuk ITB”. Seperti ketika kutulis esai tentang atas kebimbanganku. dan kakiku menginjak pedal kemudian kukayuh sepedaku pelan-pelan. Sayup kudengar suara seorang Ibu Guru BK memanggil. Akhirnya. ITB. Hatiku semakin bimbang. proses bridging membentuk paradigma baru yakinkan lagi. Kalian yang siswa ITB. Pelan kubuka mata sembari berharap dalam pemikiranku. di ITB kacau.. Kemudian 100 persen. kuterima sebuah surat berlogo Gane. 70 persen. 25 persen. Yang kutemui hanyalah tulisan “Web page dan yang terpenting. berjalan. aku punya Allah yang tak pernah error”. tak kusadari untuk mencapai impian dan harapan kalian. hari berganti hari. Ham.45 WIB.ac. “Teguh. Kekompakan dan kebersamaan alamat dalam surat itu benar-benar alamat rumahku. Berkali-kali kucoba. yang membuatku selalu punya harap untuk terus belajar walaupun dengan berbagai kekurangan keluar. muak mendengar doa-doaku. Benarkah surat itu untukku? Aku lihat penerima BIUS harus menghadapi bridging program. Tak sekadar tempatku hidup dan dihidupi. 90 cakrawala pikiranku terbuka. Aku tarik nafas panjang mengumpukan sisa-sisa tenagaku selepas lelah berpikir seharian mengerjakan UTS Matematika. kumulai hari-hariku kuketik usm. Surat itu menceritakan kelolosanku sebagai “dua ratus besar calon penerima Beasiswa ITB Untuk Semua”.. Sampai akhirnya sebuah momen mehanyalah pengalaman bagaimana pertama kali aku nentukan itu terjadi. Lantai mushala terasa dingin saat kuinjak. Berharap segera kudapat jawaban dengan semangat. nama dalam surat itu memang benar untukku. kuletakkan kepala dan kaki ini tanpa tim nya. ing itu. No Ujian xxxxxxxxxx yang sama dalam pendidikan. SMAN 1 Purwokerto. aku Anda diterima di Fakultas/Sekolah SITH. bersua hingga sampai aku seperti sekarang Kata orang. Bu Aan namanya.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Bersama seratus sembilan puluh sembilan kawan lainnya kami bersama berjuang memperebutkan 50 kursi penerima BIUS 2009. kami penerima BIUS ditempa di sini. Mataku berkunang. No.Bukan kelegaan yang kudapat.. Akh. Rasa berhasil kuliah di ITB. Kutulis harapan-harapan jika aku nentukan bagi semua peserta USM Terpusat ITB. “Kamu lihat ini. ada apa Bu?”. 99 persen. kami keduapuluhtujuh pir tak percaya. Sebulan sha ITB. Kisah-kisah hidup orang sukses kami dengar berdentang. Kesempatan besar ada persen. Tengah hari sebagai inspirator menuju cita dan asa kami.id. Detik-detik menentukan. ragu sebenarnya ketika memperolehnya. Networkyang terik begitu terasa saat itu. Lalu. Kan di dunia ini beribu orang bernama sama.tal untuk memulai kehidupanku di Bandung. siapa tahu bukan namaku.. “Iya Ibu. SMA tercinta. Komputerku berhasil masuk website tahu ada beasiswa di kampus ITB. Namun. Dengan mata mulai berikrar. Semangat USM. Ya. 40 persen. aku akan pergi ke Bandung dan diperkenankan mengikuti Ujian Saringan Masuk Terpusat ITB. malam ini merupakan malam meMotivasi Hidup. tanganku sigap memegang kendali. terasa menyejukkan. tiga minggu setelah surat itu kuterima.. Bel istirahat kedua kehidupan.id.sebelum hari pertama masuk ITB. softskills menjadi bekal komunikasi dalam ini.. mungkin kisah di atas tapi hasilnya nihil. Komputerku mulai loading 10 Lewat sebuah pesan singkat dari kakak alumni. saat itu jam dinding menunjuk pukul tujuh malam.ac. tempatku mulai belajar itu. “Jalan Sunan Kali Jaga” Yah.itb. Aku harus mempersiapkan menbesar BIUS 2009.! Tunggu sebentar”. Optimisme selalu menjadi pedomanku saat itu. kusemangati diriku sendiri.

Sebelumnya tak pernah terpikir. Saya Ahmad Haris Muhtar. Di sana akan diberi pekerjaan dan akan dikuliahkan. Asal SLTA adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwoasri. Kakak Ipar Saya memberitahu tentang beasiswa di ITB. Saat itu.itbuntuksemua. BIUS’09 SEMANGAT!” ”BEASISWA ITB UNTUK SEMUA (BIUS) for Agent of Change. Dulunya. Pesan untuk kalian calon penerima Beasiswa ITB 2010. Karena keterbatasan biaya. semoga bisa diteruskan untuk generasi BIUS 2010 dan selanjutnya. Tante Saya yang bertempat di Palu. Semua upaya yang kita lakukan tak ada artinya tanpa doa. Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Berkas-Berkas pun Saya kirim. mungkin bisa diterima”. Where there is a will. selain ikut Tante Saya. menawarkan pada Saya untuk ikut dengan Beliau setelah lulus MAN. Saya tidak berpikir untuk kuliah dengan biaya sendiri. Salam hangat penuh semangat.com Semua cerita di atas hanyalah sedikit kisah dari kami para penerima BIUS 2009. karena jauh dari sanak famili. harapan lebih terang saat itu. di atas langit masih ada langit. saat masih di sekolah madrasah. namanya Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). bingung juga. Terlintas di pikiran saya. Tak banyak bermaksud. but reality and good opportunity…. he…. this is not only A DREAMS. Beasiswa ITB Untuk Semua khususnya. karena jumlah mahasiswanya ke-2 terbanyak setelah FTI (Fakultas Teknologi Industri)]. “Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menangis. Dan ingatlah.). BIUS 2009. “Ah…. Nah. coba dululah. dengan adanya BIUS 2009. there is a way. hanya ingin berbagi pengalaman seputar suka duka perjuangan menerima beasiswa di ITB. Saya berpikir. kelahiran Kediri (asli Kediri rek…. dengan sebelas teman Saya dan “Assalaamu’alaikum. bahkan mungkin di dunia. tunjukkan bahwa engkau punya sejuta alasan untuk tertawa”. Saya bisa mendapatkan semua ini. Banyak orang besar terlahir dari kekurangan. dan kakak2 relawan. meski agak berat bila diterima. donatur. Sekarang kuliah di ITB di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) [fakultas ke-2 terfavorit tahun 2009. Teman dan pengalaman banyak Saya dapatkan di ITB. Sebelum Ujian Nasional. sangat bermanfaat. Tetap semangat dan tetap tersenyum. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan satu-satunya beasiswa yang pernah ada di Indonesia. anak ke-3 dari 4 bersaudara. Ringkul’s Boy. bahwa tak ada kebahagiaan tanpa perjuangan.www. Saya berusaha untuk memenuhi syarat-syaratnya dan segala sesuatu yang berhubungan tentang beasiswa itu.. Bagi panitia. Berkat Izin Allah. Alhamdulillah. Saya belum memikirkan akan kuliah di mana nanti. bagaimana kelanjutan studi Saya. Sulawesi Tengah. Cita-cita tinggi tapi biaya tak mencukupi. mungkin hanya itu kesempatan Saya untuk melanjutkan studi.” -Teguh Wibowo- FB). tanggal…. (lihat di 08  . terima kasih atas semua yang diberikan di BIUS 2009.

. bisa saling debat dalam diskusi. SNMPTN pun datang. Kuis dan tugas sudah hampir terbiasa. salah seorang relawan BIUS juga dan merupakan mahasiswa lulusan terbaik dengan IPK 4. dia minta uang untuk biaya pulang.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 beberapa hari setelah UN berita pun datang. kami pulang ke rumah masing-masing dan menunggu pengumuman hasil USM... sudah masa kuliah semester satu. waktu Tour Arround Bandung-nya bersama para relawan BIUS. aduh. Selanjutnya. teman baru dan lebih banyak...00 dan masa kuliah 3. sekarang adalah masa ujian. Jusuf Kalla. Kak Nci (Sri Pujianti). uh. Jadi anak BIUS menjadi 40 orang. Sebelum kuliah. Saya jadi tahu langkah-langkah apa yang mesti diambil untuk memperbaiki diri dan mencapai target yang Saya tentukan. dan lain-lain. Kegiatannya sangat berkesan bagi saya. Dalam masa itu.5 bulan dan sangat menyenangkan. USM.. yaitu Ibu Betti Alisjahbana dan Kak Andrianto Soekarnen.. diberikan dalam suatu program yang diadakan oleh Panitia BIUS yaitu Program Bridging. Kami mendapat pengarahan dari seorang relawan dari Panitia BIUS. Program ini dilaksanakan 1. Dari SNMPTN ini. Selesai USM. Juga tak kalah menariknya. diberikan materi-materi mengenai beberapa mata kuliah. Kemudian. Karena salah naik angkot. hari pertama adalah pendaftaran ulang dengan penyerahan berkas-berkas lanjutan dilanjutkan melihat tempat ujian. Jumlah yang direkomendasikan saat itu ada 200 anak. (BIUS-ers 27 anak). kami yang direkomendasikan bisa mengikuti USM diberi pengarahan oleh para relawan dari panitia BIUS. Waktu akan berangkat bridging.. Kami kembali ke penginapan untuk persiapan ujian esoknya. kami. dimulai. Institut Teknologi Bandung (ITB). Bapak Blog Indonesia dan banyak lagi. namun sayang. Kayaknya lebih banyak yang konyol-konyol. kayak Pak M. kedua teman Saya belum diterima. pokoknya asyik banget. Mulailah kehidupan di ’Kota Priangan’ dengan 26 teman yang juga dinyatakan diterima. waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan di Bandung. hore. Sekarang. hampir saja mau ke Cicaheum. Dilaksanakan selama 2 hari. Kak Charlie. Ah. hal yang harus dihadapi oleh anak-anak penuh harapan untuk menjadi Putra-Putri Terbaik Bangsa. Saya akhirnya diterima di Fakultas MIPA. bertemu orang-orang sukses.. Saya pernah ditipu orang. mengenai pelaksanaan USM dan segala persiapan sebelum dan selama USM. setelah USM selesai.  Masa bridging itulah..5 tahun... Kak Neni. Nah. MaFiKi terutama. Ujian . Ali Ma’ruf (Kudu Lor’s Boy) direkomendasikan BIUS bersama Saya dan Ira Risnawati (Blawe’s Girl) direkomendasikan Beasiswa Penuh. Dari program bridging pula.. yah singkat cerita Saya akhirnya menguras uang empat puluh ribu. Sampai di Bandung. yang sebagian diajarkan oleh Imam Santoso. Itu materi yang paling Saya sukai. saat itu baru pertama kali Saya melihat dan memasuki langsung kampus teknik terbaik di Indonesia. Perjalanan ke Bandung dimulai. mendapat 13 teman BIUS baru. Materi terkadang diisi langsung oleh Panitia BIUS. mungkin baru terasa bedanya kuliah dengan SMA. soalnya sudah ditinggal saat akan berkunjung ke Kampung Baso.000 orang. dengan jumlah peserta lebih dari 1. Sialnya Saya percaya juga orang itu. bener-bener lucu kalau mengingatnya. eh tahutahu ada orang lewat nyamperin.. Singkat cerita. satu-satunya Psikolog di ITB.. Wah. Waktu itu Saya dengan teman Saya Bibit Musnaini (Boyolangu’s Boy) pernah mau nyasar. Kak Agung ’Erbe’. kesempatan kedua bagi para calon Putra-Putri Terbaik Bangsa. Akhirnya yang diterima untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) ITB hanya Saya dan dua orang teman saya. Saya juga lebih tahu bagaimana dan seperti apa diri Saya melalui materi psikologi yang disampaikan Ibu Sri Wachyuni.

itbuntuksemua. katanya sih biasa…. Aku mulai menyiapkan semua persyaratan yang wajib dipenuhi untuk beasiswa yang akan kuajukan. tak pernah kubayangkan sebelumnya dapat berkuliah di ITB dengan mendapatkan beasiswa selama 4 tahun. itulah beasiswa pertama yang sangat aku harapkan untuk dapat berkuliah di ITB. Beasiswa ekonomi lemah. aku harus menunggu dengan hati yang khawatir karena beasiswa ini terbatas hanya untuk 30 orang pertama yang mendaftar. Akhirnya.. itulah namanya. Harus berjuang.” -Ahmad Haris Muhtar- syaratan telah kulengkapi. aku selalu memeriksa pengumuman calon penerima beasiswa melalui internet. Aku mulai melengkapi persyaratan secepatnya karena hari terakhir pengiriman adalah tanggal 20 April. Suatu Anugerah Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. ternyata tidak bisa karena harus memilih salah satu. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih BIUS. Semua per-  . transportasi untuk mengikuti ujian di Bandung. dari mulai biaya formulir pendaftaran.. Minggu depan masa UTS 2 dan dilanjutkan Ujian Akhir Semester (UAS) 1. tetapi ternyata pembukaan pendaftaran untuk beasiswa ini baru dimulai bulan April bersamaan dengan pendaftaran PMBP Terpusat.. Seluruh biaya ditanggung oleh beasiswa ini. berjuanglah dan jangan sia-siakan kesempatan ini. The agent of change will be born from here. tepatnya bulan November 2008. bertepatan dengan UN. biaya kuliah selama empat tahun... Beasiswa ITB untuk Semua (BIUS).com Tengah Semester (UTS) 1 sudah berakhir. Yah. belajar. Awalnya aku juga ingin mendaftar untuk beasiswa ekonomi lemah karena aku merasa ragu mendaftar BIUS. Keep struggling and praying. bersyukur. For BIUS-ers (Penerima Beasiswa ITB Untuk Semua) yang akan datang (2010 dan seterusnya). Pada tanggal 10 April 2009. Aku tidak hanya menunggu dan berharap..! Banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang Saya dapat di sini. he he. Beasiswa ITB Untuk Semua. Setelah mengirim seluruh dokumen persyaratan.ac. tetep SEMANGAT.. 10 hari sebelum Ujian Nasional aku kembali membuka itb. biaya asrama.www.. Setahun yang lalu. tahun pertama. aku sudah mulai mencari beasiswa untuk berkuliah.” 09 “Berjuang dan berdoalah.ac. “Beasiswa yang sangat luar biasa. aku mulai mencari beasiswa yang disediakan ITB melalui itb. SEMANGAT! Teman-teman BIUS-ers 2009 juga. dan biaya untuk kehidupan selama menempuh kuliah di Bandung. Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada seluruh orang yang kurang mampu namun memiliki prestasi akademik yang baik untuk dapat berkuliah di ITB... dan nilai Saya kurang memuaskan. Sejak awal aku sudah berniat untuk menyelesaikan masa kuliahku di ITB.id. Jadilah agent of change di daerahmu. tetapi aku terus berjuang. Sebuah beasiswa yang luar biasa menurutku.id aku melihat jalur beasiswa dan ternyata ada sebuah beasiswa yang belum pernah kudengar sebelumnya. dan berdoa kepada Tuhan supaya dapat diberikan kesempatan untuk berkuliah di ITB... saling membantu dan mendoakan ya! Sekian.

akhirnya aku secara resmi dinyatakan sebagai penerima BIUS yang akan mendapatkan beasiswa selama 4 tahun. Sekarang kami menjalani kuliah sebagaimana mahasiswa yang lain. dan merasakan suatu kesenangan luar biasa. Selain itu. Aku juga selalu berbicara kepada orang tuaku.id dan memasukan nomor peserta ujianku. Setelah hari itu. aku ditelepon oleh salah seorang relawan dan memberitahukan bahwa aku termasuk salah satu dari 200 orang yang mendapat kesempatan mengikuti ujian PMBP Terpusat untuk mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua. Setelah selesai menempuh seluruh ujian kami dipulangkan ke daerah masing-masing. dan ternyata hasilnya aku diterima di  pilihan kedua. kami dihadapkan dengan ujian pertama. Dari hasil ujian PMBP terpusat ini. Satu bulan telah berlalu. tidak perlu terlalu dipikirkan. Aku bersyukur kepada Tuhan karena sudah diberikan kesempatan mengikuti Ujian Saringan Masuk ITB dan aku berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan itu. Hatiku sangat berdebar-debar. Kira-kira pertengahan bulan Mei. Pada tanggal 27 dan 28 Mei 2009. yaitu Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. aku tidak hanya pasrah begitu saja. Verifikasi dilakukan dengan dua cara. yang pertama datang ke rumahku dan yang kedua melalui telepon. Aku sangat senang dan bangga. ujian psikotes. Aku pergi ke warnet bersama temanku. dapat berkuliah di tempat yang kuinginkan dengan beasiswa selama 4 tahun . “Tenanglah. jadilah yang terbaik. Ujian ini dapat terlewati dengan lancar. Setelah melalui proses yang panjang dan perjuangan yang melelahkan. kemudian membuka itb. yang pertama datang ke rumahku dan yang kedua melalui telepon. Bahasa Indonesia. Keesokan harinya. aku memeriksa kembali pengumuman calon penerima beasiswa. Saat ku melihat pengumuman itu. pengumuman PMBP Terpusat telah keluar. Sejumlah pertanyaan diberikan dan dicatat. Kami kedatangan 13 teman baru yang belum lulus dalam ujian PMBP Terpusat. seluruh peserta membawa seluruh dokumen persyaratan pendaftaran dan pada hari itu seluruh peserta resmi terdaftar sebagai peserta PMBP Terpusat. Kami berasal dari daerah yang berbeda-beda. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak lulus PMBP Terpusat ini. Matematika. Setelah pengumuman itu. 22 laki-laki dan 18 perempuan. meskipun ada sedikit keraguan untuk tes potensi akademik. kuliah sudah semakin dekat. Seluruh rangkaian pelatihan dan kegiatan ini berlangsung selama satu bulan dan menurutku program ini sangat membantu.”. tetapi aku mempersiapkan diri untuk SNMPTN. BIUS 2009 sekarang ini berjumlah 40 orang. seluruh peserta calon penerima BIUS ini diberangkatkan dari daerahnya masing-masing untuk pendaftaran di Bandung. Aku sangat merasa ragu dapat lulus ujian itu karena aku merasa tidak dapat mengerjakannya dengan lancar. diisi juga dengan kegiatan-kegiatan yang sangat menyenangkan. tetapi ketegangan belum berakhir. aku tidak berkata apa-apa. sekarang aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. jika ini sudah menjadi kehendak-Mu. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan. dan IPA terpadu besok. Sebuah hasil yang luar biasa dari kerja kerasku. Pada awal bulan Juli. Aku sudah pasrah dan berserah kepada Tuhan. aku hanya berdoa. Kira-kira awal Juni 2009. Tanggal 29 Mei 2009. tetapi kami tinggal bersama di sini seperti sebuah keluarga.ac. kamu sudah berusaha. aku terus belajar dan tidak lupa berdoa. Verifikasi dilakukan dengan dua cara. tetapi akhirnya lulus SNMPTN. aku terdiam. Aku sudah melakukan bagianku. Bridging Program ini berisi pelatihan untuk dapat menyesuaikan diri dan menghadapi semua masalah selama berkuliah di Bandung. Setiap hari selalu terpikir olehku ujian yang telah kutempuh. Setelah selesai menempuh ujian pertama. Setelah melalui proses yang panjang dan perjuangan yang melelahkan. seluruh penerima BIUS yang berjumlah 27 orang didatangkan ke Bandung untuk mengikuti Bridging Program BIUS. dan ternyata sudah ada. Seluruh peserta ditempatkan di sebuah asrama di PPI. Kami dapat bertemu dengan Bu Betti Alisjahbana dan dengan relawan-relawan baik hati yang rela meluangkan waktunya untuk kami. Akhirnya aku tidak merasa terbebani lagi.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Pada suatu hari di awal bulan Mei. akhirnya aku secara resmi dinyatakan sebagai penerima BIUS yang akan mendapatkan beasiswa selama 4 tahun. Bagiku. Ujian sudah berakhir. 27 orang berhasil lulus dan akan diverifikasi. berdoa saja”. Sejumlah pertanyaan diberikan dan dicatat. dan orang tuaku menjawab. “Ya Tuhan. relawan BIUS melakukan verisikasi kepada seluruh calon penerima BIUS yang lulus ujian. “Aku takut”. kami langsung pulang ke asrama dan mempersiapkan diri untuk ujian mata pelajaran Bahasa Inggris.

www.itbuntuksemua.com

adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Aku bukanlah orang yang hebat, yang dapat melakukan apapun. Aku juga bukan orang yang pintar, tetapi aku adalah orang yang beruntung. Beruntung karena aku telah menyadari bahwa yang diperlukan untuk meraih sebuah impian adalah kerja keras dan perjuangan. Aku juga sudah sangat menyadari bahwa masalah ekonomi bukanlah lagi halangan untuk kita menjadi sukses. Di ITB ini banyak sekali beasiswa yang menanti orang-orang yang sangat membutuhkan. Bekerja keraslah dan berusahalah untuk meraih cita-cita dan impian yang ingin kalian capai. Gantungkanlah citacitamu setinggi langit, jangan biarkan apapun menghalangi kalian dan yakinlah bahwa kalian dapat meraih impian itu. Masih banyak hal-hal yang luar biasa lagi yang tidak dapat kuceritakan semua. Kalian (calon penerima BIUS 2010) akan merasakan sendiri pengalaman-pengalaman yang tidak akan bisa kalian lupakan. Ingatlah, teruslah belajar, berpikir, berjuang, bersyukur, dan selalu berdoa kepada Tuhan. Salam hangat penuh semangat!” -Leonard Hendrawan-

Saat pengumuman bahwa Saya terpilih menjadi 200 calon penerima BIUS yang dibiayai mengikuti USM Terpusat Saya sangat senang dan makin berharap kalau Saya bisa mendapatkan beasiswa ini. Saya juga saat itu optimis bahwa saat itu Saya bisa mengerjakan soal USM dengan baik, tetapi saat pengumuman ternyata Saya tidak diterima. Saat itu Saya menangis, merasa bahwa Saya telah mengecewakan Ibu sekali lagi setelah kegagalan Saya di SIMAK UI dan UM UGM. Dan teman-teman Sayalah yang waktu itu mengembalikan semangat Saya. Masih ada SNMPTN! walaupun Saya tidak berhasil mendapat beasiswa tapi kesempatan kuliah murah lewat SNMPTN masih ada, pikir Saya waktu itu. Akhirnya setelah Saya mengikuti SNMPTN, Saya dikabari oleh Antika, salah satu teman yang lulus USM dan mendapatkan BIUS, bahwa masih ada kuota penerima beasiswa. Dan alhamdulillah Saya bisa lulus SNMPTN, Farmasi ITB, dan Saya pun bisa mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua yang benar-benar seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dan setelah Saya kuliah selama kurang lebih 3 bulan di ITB banyak sekali bantuan yang Saya dapatkan, entah itu mentoring, tutorial, banyak teman, banyaklah pokoknya. Terima kasih semuanya.... Senang mengenal kalian semua....” -Listia Ningsih-

“Assalaamu’alaikum. Testimoni: BIUS memberi jalan memperoleh pendidikan saat biaya jadi halangan….”

10

“Saya mengetahui informasi tentang BIUS waktu itu dari teman Saya. Lalu Saya dan beberapa teman satu sekolah itu sama-sama mengumpulkan persyaratan-persyaratan yang diberikan. Persyaratan tersebut salah satunya adalah membuat karangan tentang diri sendiri, keluarga, dan motivasi mengikuti program BIUS ini. Beberapa teman dekat Saya pun membantu memberikan inspirasi untuk membuat karangan-karangan itu. Saya sendiri tidak terlalu pintar, Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah Saya meninggal saat Saya masih kelas 3 SMP. Semenjak saat itu Saya hanya tinggal dengan Ibu dan seorang adik perempuan Saya yang sekarang masih kelas 5 SD. Merekalah orang-orang yang sangat ingin Saya banggakan. Saya sangat berharap bisa masuk PTN terbaik untuk membuka jalan terbaik menuju hal yang Saya inginkan, yaitu kesuksesan. Dan berharap agar semua itu bisa Saya wujudkan tanpa banyak merepotkan Ibu Saya (dalam hal finansial). Untuk itu Saya pun menaruh harapan yang besar agar bisa mendapatkan beasiswa ini. “There’s a will, there’s a way” Saya percaya itu.

“Assalaamu’alaikum. BIUS itu menurut Saya beda dari beasiswa yang lain (tinggal ngasih duit, abis itu selesai urusan), BIUS sendiri ada keterkaitan antara penerima, relawan, dan donatur.” “Kesan Saya mendapatkan BIUS pastinya senang, bisa kuliah di ITB tanpa harus mikirin administrasi dan biaya hidup, ga perlu merepotkan orang tua, cukup belajar dan mencari network, dll.... Untuk besar beasiswanya sendiri Saya tidak begitu kaget karena Saya juga pernah mendapatkan beasiswa yang sedikit lebih besar dari BIUS saat duduk di bangku SMA (beasiswa penuh), tapi tetap ITB-nya itu yang membuat Saya wah! Selama menempuh perkuliahan Saya merasa sangat terbantu karena administrasinya sudah ada yang mengatur, Ibu Saya tidak perlu memberi Saya jajan, uang transpor, SPP, seperti saat Saya masih duduk di bangku TK-SMP dulu. Saya juga sangat terkesan dengan program bridging-nya, banyak memberi wawasan kepada Saya....“ -Reychal Darson Mahmud-

11 

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009

“Assalaamu’alaikum. Inilah pertolongan dari Allah, Tuhan yang Mahaadil. Beasiswa ITB Untuk Semua telah menyelamatkan Saya dari keputusasaan akan-Nya. Ini juga yang telah membantu Saya meraih asa dunia bahagia dan Insya Allah akhirat juga. Sungguh luar biasa tanpa kira, Saya di Bumi Ganesha dengan keluarga yang cukup menggantikan, BIUS 2009.”

12

“Setahun telah berlalu. Memikirkan akan melanjutkan karier pendidikan telah usai. Sekitar setahun yang lalu bahkan lebih itulah yang dilakukan setiap hari. “Akan masuk mana ya gue ntar kuliah? “Selalu terngiang di benak Saya. Setelah itu, ”ntar kalo masuk PTN bayarnya pake apa ya?“ Pertanyaan yang ‘horor’ bila dipikirkan. Namun, itu cerita setahun yang lalu dan Saya akan coba membagi cerita selama setahun belakangan ini tentang bagaimana Saya meraih karier pendidikan di Bumi Ganesha ini. Ikut bimbel Saya pikir menjadi keharusan bila ingin masuk PTN favorit. Pikiran itu dikarenakan paradigma bahwa soal-soal ujian masuk PTN berbeda dengan ujian nasional. Awalnya target Saya adalah masuk UI. Fakultas Teknik Metalurgi dan Material adalah tujuan awal Saya. Namun, Saya kemudian berpikir bahwa biaya kuliah itu mahal. Apalagi biaya kuliah di UI Saya dengar mencapai tujuh juta per semester. Biaya masuknya saja bisa sampai Rp25 juta. Lalu, Saya kemudian mencari jalan keluar. Beasiswa. Itulah selanjutnya yang Saya cari. 
0

Kesempatan pertama datang dari beasiswa CIMB Niaga, tapi jurusan yang didanai hanya Jurusan Ekonomi. Saya tetap ikut tesnya, walaupun akhirnya gagal. Kegagalan tes beasiswa CIMB Niaga membuat Saya semakin sering ’googling’ untuk mencari informasi tentang beasiswa lainnya. Kesempatan kedua adalah Beasiswa Petronas. Namun, untuk mengikuti tes itu kita harus sudah pernah ikut TPA (Tes Potensi Akademik). Untuk bisa ikut TPA pun harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu, akhirnya Saya tidak jadi mengirimkan CV Saya untuk mengajukan diri mengikuti tes beasiswa tersebut. Awal Maret Saya mengikuti SIMAK UI. Sebelumnya, Saya mencoba mendaftar Beasiswa Seribu Anak Bangsa. Namun, keduanya gagal kembali. Sehari setelah pengumuman SIMAK UI, Saya menguatkan diri untuk berselancar lagi di dunia maya untuk mencari informasi beasiswa lainnya. Sebenarnya, waktu itu Saya inginnya beasiswa ke luar negeri. Namun, yang Saya temukan halaman web tentang beasiswa ITB Untuk Semua. Jujur, Saya sama sekali tidak tertarik untuk kuliah di ITB. Tidak tahu alasannya apa. Namun, setelah Saya baca informasi ini, Saya menjadi tertarik. Ini beasiswa yang terbesar yang pernah Saya lihat. Biaya kuliah, biaya hidup, dan tempat tinggal semua disediakan. Langsung saja Saya cetak halaman ini dan Saya berbagi formulir pendaftaran kepada teman Saya. Segala persyaratan Saya coba penuhi. Deadline tanggal pendaftaran nyaris saja ditutup.

www.itbuntuksemua.com

Tinggal 2 hari, Saya berpikir bagaimana berkas-berkas dapat sampai Bandung sebelum tanggal 20 April 2009. Saya putuskan pengiriman ekspres. Setelah lama tak ada kabar berita mengenai beasiswa ini, Saya akhirnya mendapatkan kabar dari teman Saya bahwa Saya lolos untuk ikut tes Ujian Saringan Masuk ITB Terpusat di Bandung. Kabar gembira ini sangat mengejutkan Saya. Saya berpikir Saya tidak lolos karena pengumuman itu di luar jadwal yang seharusnya. Senang yang luar biasa tak karuan. Saya dihubungi pihak BIUS (Beasiswa ITB Untuk Semua) tentang prosedur bagaimana Saya nantinya akan tes di Bandung. Saya dihubungi oleh Mas Adi Prasetya (yang sampai sekarang Saya belum pernah bertemu dengan Beliau). Beliau adalah salah satu relawan BIUS. Beliau memberi berbagai arahan pada Saya. Salah satu orang paling berjasa dalam upaya Saya mendapatkan beasiswa ini. Perjalanan menuju Bandung, Saya masih ingat itu terjadi pada tanggal 28 Mei 2009. Banyak sekali teman-teman yang nasibnya sama dengan Saya. Mulanya menciutkan juga nyali Saya. Saya harus bersaing dengan mereka yang Saya pikir bahwa mereka adalah orang-orang yang pintar. Sedangkan Saya hanyalah golongan orang-orang yang beruntung. Jumat, 29 Mei 2009, pagi-pagi buta sudah harus bangun dan menikmati dinginnya siraman air Bandung di tubuh. Hari itu kami akan mendaftar sebagai peserta USM ITB Terpusat. Pendaftaran hari ini begitu melelahkan. Mulai dari tes buta warna dadakan, antri sanasini, dan akhirnya kartu tanda ujian di tangan. Malamnya kami mempersiapkan untuk ujian esok harinya. Ada yang belajar, berdoa, dan aktivitas lainnya yang dapat menenangkan jiwa. Sabtu pagi kami ujian psikologi hingga siang hari. Minggunya baru tes mata pelajaran. Minggu sore setelah ujian, rombongan dari Jakarta terpaksa meninggalkan Bandung terlebih dahulu. Perasaan di kereta menuju Jakarta sangat beragam. Dari senang, khawatir, gugup, dan lainnya yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kami pulang ke rumah masingmasing dan sebelumnya kami saling mendoakan agar pada tanggal 19 Juni 2009 kami bisa lulus tes semua. Pengalaman tiga hari di Bandung tersebut sangatlah mengesankan. Saya dapat mengenal banyak teman-teman baru yang berasal dari pelosok-pelosok desa yang sebelumnya Saya tak tahu tempatnya di mana. Harapan tinggal harapan, tanggal 19 Juni 2009 jadi momok bagi Saya. Untuk kesekian kalinya Saya tidak lulus Ujian Masuk PTN dan Jakarta hanya mengirimkan satu wakilnya di BIUS 2009. Itu menjadi pukulan telak bagi Saya. Namun, Saya senang karena Jakarta

masih punya wakil. Salah satu sahabat saya, Achmad Arbi. Kegagalan demi kegagalan membuat Saya mengoreksi diri Saya sedalam-dalamnya. Saya pupuk semangat yang hilang. Saya akan tetap bertekad masuk ITB walaupun tidak ada jaminan beasiswa. Saya pikir uang bisa dicari nantinya, tapi kesempatan masuk ITB itu sangatlah langka. Tiga hari di Bandung yang lalu membuat Saya jatuh cinta pada Kampus Ganesha itu. Lebih dari kecintaan Saya pada Metalurgi UI. SNMPTN adalah jalan terakhir untuk masuk PTN. Pilihan pertama FTTM ITB (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) dan Pilihan kedua Metalurgi Material UI. Saya sudah tak berpikir lagi masalah biaya, yang terpenting Saya masuk dulu di PTN dan Saya juga mendengar bahwa tak akan ada PTN yang mengeluarkan Anda hanya karena biaya. Ujian SNMPTN pun Saya lalui. Tanggal 1 dan 2 Juli 2009 itu sangatlah menentukan nasib Saya. Saya kerahkan seluruh kemampuan Saya pada tes itu. Berdoa pun siang malam Saya memanjatkannya. Saya kebetulan juga mendaftar ujian masuk STAN. Sehari sebelum ujian masuk STAN, Saya ditelepon oleh Kak Adi, relawan BIUS. Saya ditanya apakah Saya memilih ITB pada SNMPTN dan beliau memberi tahu Saya bahwa bila Saya lulus SNMPTN dan masuk ITB, Saya berkesempatan kembali untuk mendapatkan BIUS. Kabar itu sangatlah membuat Saya gembira tak berhenti. Kebetulan hari itu bertepatan seminggu sebelum pengumuman SNMPTN. Saat ujian STAN Saya tidak terlalu fokus karena masih bereuforia mendapat kabar tersebut. Saya pun mengerjakan soal sebisa Saya. Tanggal 31 Juli 2009 begitu mendebarkan. Nasib Saya akan ditentukan hari ini. Namun, Saya mencoba tenang dan membuat keputusan melihat pengumuman SNMPTN di surat kabar esok harinya. HP Saya tak Saya lepaskan dari tangan Saya hanya sekadar melihat status teman-teman di ’facebook’. Sore hari Saya buka kembali jejaring sosial itu dari ponsel Saya. Beberapa teman mulai menanyakan hasil SNMPTN Saya. Inbox HP Saya pun demikian. Namun, Saya hanya dapat menjawab belum lihat. Beberapa teman Saya lulus SNMPTN, itulah status mereka. Saya mengucapkan selamat sambil berdoa agar nasib Saya sama dengan mereka. Malam hari ketika sedang makan malam diiringi dengan menonton Film ”I am Legend” yang disiarkan salah satu televisi swasta, ada ’notification’ di ’facebook’ Saya. Ada seseorang yang posting di wall Saya. Pesannya kurang lebih seperti ini, ”Selamat bergabung dengan BIUS”. Postingan itu berasal dari seorang yang bernama Nurul Setia Pertiwi. Saya bingung maksudnya 

Ketika hampir rata-rata teman Saya sudah mendapatkan PTN. hari pengumuman itu menjadi salah satu hari terpenting dalam hidup Saya. tetapi tuntutan itu akan muncul dari diri Anda sendiri. Ternyata Saya lulus tes SNMPTN dan mendapatkan BIUS. seru banget dapet BIUS. Biaya Anda semua ditanggung. Takdir Tuhan memang takkan ada yang dapat menebaknya. Kesan: Gila. atau hanya menanggung biaya–biaya tertentu. mengikat secara kontrak. sungguh suatu kejutan yang luar biasa. Tempat tinggal Saya selama 18 tahun mesti Saya tinggalkan. Untuk Tuhan. Seakan kemenangan besar yang dinanti-nanti oleh Saya. Terima kasih untuk Bunda tercinta. Saya sangat tertarik dan antusias mengikuti beasiswa tersebut. keluarga. dll. perjalanan panjang dari Makassar–Surabaya. I’m coming. membuat semangat kami berkobar untuk menggapai masa depan cerah. teman. SALAM HANGAT PENUH SEMANGAT UNTUK GANESHA DAN IBU PERTIWI. 5 hari sebelum deadline Saya mengirimkan berkas Saya lewat pos. Syukur. namun perasaan lelah tersebut hilang saat tiba di Bandung. Sepertinya kuliah di universitas yang berkualitas hanya milik orang yang memiliki uang banyak. Raga ini spontan bersujud di ruangan warnet yang berukuran tak lebih dari 1 x 1 m itu.. pulang pergi tempat les tak kenal waktu. Kuliah bisa serius karena gak mesti mikirin biaya. namun banyak juga yang punya kisah yang begitu menyedihkan me- 13 . Nasib mereka sama dengan nasib Saya. Impian yang tak pernah Saya impikan ini akhirnya menjadi kenyataan. sebuah program beasiswa yang membiayai biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut. Mereka adalah Edi Parlindungan H. Lalu beberapa bulan kemudian Saya diberitahu lagi oleh teman Saya bahwa Saya lolos beasiswa BIUS. biaya hidup saja. dan tentunya para panitia beserta segenap relawan BIUS yang telah menjadi solusi untuk Saya. Di akhir cerita ini Saya mengucapkan kembali rasa syukur Saya sedalam-dalamnya untuk Allah. Saya bebas dari bisingnya kota Jakarta. dan teman-teman datang juga. BIUS memberikan Saya jalan untuk menggapai impian itu. Setelah tiba di Wisma Pusat Pelatihan Infantri (PPI). lalu penantian pun dimulai. Saya langsung bergegas menuju warnet terdekat. Dari kuliah sampai makan. tetapi hati ini tetaplah bahagia. dan almamater. bangsa. Surabaya-Jakarta. biaya SKS saja. itulah yang membuat Saya bahagia. dan mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Uang hanyalah syarat kesekian. yang terpenting adalah potensi dan harapan. Dan itu bukan Saya. tangis. sungguh kota yang sangat menarik menurutku. Pesan dari Bumi Ganesha: Jadilah manusia yang tak sekadar pintar. dan Sunarya.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 apa. Perjalanan Saya ke Bandung untuk mengikuti USM merupakan kali pertama Saya menginjakan kaki di Bandung. Saya ingin memastikan perihal tersebut. sebab biaya kuliah yang sudah sangat mahal dan keluarga Saya tidak mampu untuk menanggung. ‘Institut Terbaik Bangsa’ bukanlah tempat yang tidak bisa kalian gapai. kawan. Saya bertemu dengan berbagai teman yang punya berbagai kisah menarik mengenai latar belakang dan kisah hidup mereka. sungguh memberikan inspirasi. Saya disambut oleh berbagai peserta BIUS lainnya yang berasal dari berbagai daerah. Berkas-berkas yang dibutuhkan telah beres. karena alasan adalah ’sampah’. Akhirnya Saya mendapatkan kepastian tersebut. Dapet keluarga baru yang sangat menggantikan. dan Saya akan mengikuti USM Terpusat di Bandung dengan akomodasi ditanggung oleh panitia beasiswa BIUS. Bandung. Tidak ada tuntutan dari panitia. Luar biasa senangnya jiwa ini. Pendaftaran ulang berlangsung melelahkan. entah biaya pendaftaran saja. lalu Saya bertanya pada dia. sahabat. Dan tak ada alasan untuk tidak menjadi itu. Semua itu terbayar lebih oleh Allah SWT. Saya tak langsung percaya.” -Irwan Nirwansyah “Assalaamu’alaikum. Beruntung kemudian Saya diberitahu oleh teman Saya tentang Beasiswa ITB Untuk Semua. dan Jakarta-Bandung serasa begitu melelahkan. Akhir kata. akan tetapi jadilah sosok manusia yang cerdas. seluruh elemen yang telah mendukung saya. BIUS mengubah hidup Saya dan teman2 yang lain. Imron Saepudin. Perjalanan meninggalkan Ibukota pun dimulai. sebab ada yang hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu (tidak membiayai sampai wisuda). Saya masih harus bergelut dengan soal-soal. Bayaran yang lebih untuk perjuangan Saya. haru. Saya ditempatkan untuk tinggal di Asrama Kidang Pananjung di Kamar D16. Namun. dan waktu bertapa untuk belajar.” “Beberapa bulan lalu bagi Saya kuliah sepertinya menjadi mimpi yang terlalu berat untuk diraih. sahabat. keluarga. Tes buta warna yang kedua kalinya juga Saya sudah lakukan. namun kebanyakan dari beasiswa tersebut menurut Saya belum bisa memenuhi kebutuhan Saya sepenuhnya bila kuliah. Di sana bersama teman-teman yang akan jadi saudara persekamaran Saya selama 4 tahun ke depan. dan segala macam perasaan lainnya. Sebenarnya Saya sudah mengetahui beberapa program-program beasiswa dari berbagai instansi.

 . BIUS membuat Saya bertemu dengan banyak orangorang hebat. Hari itu Ibu Saya sampai menangis terharu dan memeluk Saya. sebab di Bridging Program tersebut kita diajari mengenai leadership dan entrepreneurship. dll. Saya merasa kurang percaya diri dengan hasil ujian Saya. karena Saya merasa Saya sudah dewasa dan yakin bisa mandiri. Kemudian pada awal Juli Saya berangkat ke Bandung. seperti nyasar. Berbagai program menarik dirancang oleh para relawan sehingga Bridging Program yang berlangsung sebulan penuh tersebut terasa begitu menyenangkan. Saya berpikir kalaupun Saya tidak lolos beasiswa ini Saya tidak akan menjadi putus asa. Selama 1 bulan awal di Bandung. apalagi Saya juga dibimbing oleh Kak Ical (panggilan akrab Kak Rizal Aryadi) selama di perjalanan. walaupun itu hanya pilihan ketiga Saya. Jadi Saya yakin tidak akan terjadi hal-hal yang ditakutkan. yang punya visi dan pemikiran hebat yang membuat mata Saya terbuka tentang bagaimana harusnya Saya membuat hidup berarti dan bisa bermanfaat dan menginspirasi orang lain. Setelah dipaksa oleh orang tua dan beberapa teman Saya akhirnya Saya memberanikan diri melihat pengumuman tersebut. Singkat cerita pertarungan melawan soal-soal USM pun usai. penjemputan di bandara dan halte bus. outbound di Ciwidey. benar-benar deg-degan rasanya. dll. dan ternyata.itbuntuksemua. Saya pun tiba dengan selamat dan sesuai jadwal. pada saat itu situs pengumuman USM sangat sulit sekali untuk diakses. Namun walaupun hidup dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan banyak juga di antara mereka yang memiliki prestasi yang sangat luar biasa sewaktu sekolah. mulai dari pemesanan tiket. Saya berusaha mengikhlaskan semuanya. karena Saya memang merasa banyak di antara rekan-rekan Saya di antara calon BIUS tersebut yang menurut Saya lebih pantas dan lebih membutuhkan beasiswa tersebut. Rizal Aryadi menawarkan kepada Saya untuk dibantu mengakses pengumuman USM tersebut. namun. Saya diterima di FMIPA ITB. Sebulan setelah USM pengumuman siswa yang lolos USM pun sudah dipublikasikan melalui website ITB. mungkin karena ini adalah kali pertama Saya pergi jauh dari rumah dalam jangka waktu lama.www. Saya mengikuti Bridging Program yang bertujuan untuk membantu kita beradaptasi dengan kehidupan di Bandung dan di kampus. ketinggalan bus. dan masih banyak lagi acara lainnya.com Saya mendapatkan inspirasi tentang bagaimana seharusnya kita berbuat untuk negara kita tercinta. Saya merasa kekurangan yang Saya alami tidak ada apa-apanya dibanding mereka. diajak keliling-keliling Bandung. waktu itu orang tua Saya sangat mengkhawatirkan Saya. Setelah Bridging Program selesaipun kami masih sering diajak oleh para relawan mengikuti kegiatan/event yang mungkin bakal berguna buat kami nanti. ngenai hidup mereka. tentang bagaimana susahnya jutaan Anak Indonesia mendapatkan pendidikan dan bagaimana cara menjadi agent of change. temu alumni. Saya sendiri waktu itu tidak berani melihat pengumuman tersebut. Perjalanan ke Bandung lancar-lancar saja. tapi kemudian salah seorang relawan beasiswa BIUS. pokoknya semua sudah diatur oleh relawan. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu khawatir pergi sendiri ke Bandung waktu itu. Sebulan kebersamaan membuat suasana kekeluargaan mulai terjalin antara para relawan dan para penerima beasiswa. tapi Saya tetap sangat merasa senang dan bangga karena Saya bisa kuliah tanpa memberatkan orang tua.

. Setelah melakukan penelitian dengan beberapa anak dari 200 kandidat sebagai sampel. Mungkin kalian salah satunya. Masih banyak hal berharga lainnya yang menunggu untuk kita temukan…. sadis juga. Saya butuh lebih dari 10 menit untuk solve. Saya coba mendaftar BIUS 2009 dan setelah beberapa lama. Kondisi ekonomi keluargaku tak mungkin bisa mendukungku untuk berkuliah.. Di sana. dapat disimpulkan bahwa ternyata mereka semua berprestasi! Maka alhasil Saya jadi keder >. Karena masih banyak agen-agen perubahan baru di luar sana yang perlu uluran tangan untuk menggapai mimpi mereka. Tapi juga Saya mendapatkan inspirasi tentang bagaimana seharusnya kita berbuat untuk negara kita tercinta. Saya terpilih sebagai salah satu dari 200 besar kandidat BIUS 2009. karena di sini Saya mendapatkan saudara. Hanya untuk satu soal saja. dan orang tua yang senantiasa membimbing Saya dan membantu semua kesulitan Saya. walaupun sebenarnya pilihan yang tersedia bagi Saya hanya kuliah dengan beasiswa atau langsung jadi ’Presdir Schlumberger’ langsung bekerja alias tidak kuliah. tidak pernah terpikirkan bagi Dulu. belum lagi ditambah soal-yang- “Dengan BIUS. Dalam surat yang dikirim oleh panitia BIUS pada tanggal sekitar 27 Mei 2009 Saya akan pergi ke Bandung untuk mengikuti tes USM Terpusat pada tanggal 30 Mei 2009. Saya bertemu dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. tak pernah sekalipun aku berpikir untuk belajar di ITB.” -Verry Anggara Musriana- Saya untuk kuliah gratis di ITB. Saya merasa sangat terkejut sekaligus senang sekali! begitu pula kedua orang tua Saya. yang aku tahu ITB adalah universitas yang sangat mahal.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 BIUS membuat Saya merasa berada di rumah. dari Sabang sampai Merauke.. BIUS 2010.< . mulai dari pendaftaran BIUS 2009 sampai dengan sekarang (^_^). telah terbuka jalan bagi anak-anak tidak mampu finansial untuk dapat belajar di ITB ‘Institut Terbaik Bangsa’. Kami semua akan tinggal di PPI selama di Bandung. 200 kandidat BIUS 2009 dikumpulkan di PPI Bandung. sebelum tahu bahwa ada program Beasiswa ITB Untuk Semua. we are counting of you!” 14 “Berikut sedikit cerita pengalaman dari Saya (yang mungkin agak menyimpang dari konteks awal). That’s amazing! Setelah sampai di Bandung.  . Kita semua merupakan satu keluarga besar.... Tidak hanya pendidikan akademik yang didapatkan oleh BIUS-ers. Pokoknya BIUS Bukan Beasiswa Biasa (BBBB) deh.. Agar kelak Indonesia bisa berubah. Gratis! Baik biaya transportasi maupun makan selama di Bandung udah ditanggung sama BIUS. dan bagaimana cara menjadi agent of change.. dan ternyata soalnya merusak saraf otak. agar tidak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena kekurangan biaya. tentang bagaimana susahnya jutaan Anak Indonesia mendapatkan pendidikan. sampai-sampai Saya udah lupa. Saya hanya berencana untuk coba-coba memasukkan ITB sebagai pilihan dalam SNMPTN. keluarga BIUS. Ditambah lagi ada salah satu kandidat BIUS 2009 memperlihatkan soal-yang-katanya-mirip-USM-Terpusat-yang-bakal-kami-hadapi (bundel soal bimbel) ke Saya.. Di sini Saya tidak hanya saja mendapatkan bantuan pembayaran kuliah dan biaya hidup. Singkatnya. Awalnya.

Kondisi ekonomi keluargaku tak mungkin bisa mentan Bridging selama satu bulan. lalu dan Saya pun sampai ke Bandung.Suatu kebahagiaan bagiku. yang lewat jalur SNMPTN tidak sempat mengikuti Bridg.com tidak-berperikemanusiaan yang tidak bisa Saya temukan solusinya. aku lolos tahap pertama ing. Saya memberitahu ke orang tua Saya. dan segala hal yang berhubungan dengan makanan masih banyak hal lainnya.itb. buka mengenai apa yang akan Saya lakukan ke de. Entah karena warnet tempat Saya browsing yang lelet atau site ITB yang bandwidth-nya kecil. Bahkan. Saya segera mengirimkan nomor ujian dan nomor peserta.itbuntuksemua. Dulu. Tanpa BIUS mungkin aku tak akan pernah bisa menggapai cita2ku…. Saya hanya bisa pasrah dan menggantungkan harapan setinggi langit nasibnya pada Tuhan YME. Namun hal itu tidak terjadi. Tetapi semangat dalam hidupku…. Setelah pengumuman SNMPTN 2009 jumlah membawa sebuah informasi bahwa ada beasiswa yang kami bertambah dari 27 menjadi 40. sekaligus juga khawatir karena anaknya yang lucu ini akan kuliah di tempat yang jauh. yang membuat Saya semakin terins. Sampai suatu hari temanku pannya. mereka pun senang. berharap agar tulisan “Internet Explorer cannot display the webpage” dapat menghilang. Ya. karena Allah SWT.” “BIUS adalah kata yang paling bermakna dalam hidupku. gu (karena saat itu perkuliahan sudah dimulai) untuk mereka. di Pulau Jawa. Suatu anugerah yang tak ternilai. HP pun berdering. tetapi juga softskills. BIUS…. telah Memberi jalan kepada hamba-Nya yang kebingungan karena tak punya biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Terkadang kami diajak mengikuti seminar-seminar.Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). yang Saya akan ke Bandung ± 1 bulan lagi. juga ada acara buka bareng. info beasiswa ke manapun. dan kemampuan-kemampuan yang tersisa pada dirinya. tak pernah sekalipun aku berpikir untuk belajar di ITB.aku tahu ITB adalah universitas yang sangat mahal. Aku hampir putus asa. ternyata ada SMS dari Kak Enci yang menawarkan bantuan untuk melihat hasil USM. BIUS yang mengubah segalanya. Ada 13 teman memberikan biaya hidup dan biaya kehidupan.tapi aku tetap berusaha.id. Kini aku mampu berlari mengejar mimpi-mimpiku…. Bukan hanya sebuah kata…. Di tengah perasaan penasaran. Tak bisa kubayangkan jika aku tak pernah tahu tentang BIUS. itu nada panggilan! Saya pun langsung memencet tombol hijau dan terdengar suara dari Kak Enci yang memberitahukan bahwa Saya diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. mungkin aku tak akan pernah berada di kota Bandung yang indah ini. Wah. namun aku belum menemuDengan mengikuti Bridging ini pikiran Saya semakin ter.SMA-ku dengan uang hasil dari hadiah lomba dan jaran akademik saja. Akhirnya USM Terpusat terlewati dan Saya mulai melupakan USM Terpusat.. Wow! Sang penjaga warnet yang dengan setia mengikuti perjalanan mulai dari saat Saya menerima e-mail calon BIUS 2009 (saat itu Saya buka e-mail-nya di warnet yang sama) pun ikut senang. Aku persiapkan se . Saya tidak bisa mengakses www. Dedari BIUS 2009 yang masuk lewat jalur SNMPTN. kami tetap menjalin komunikasi dengan para relawan. Beberapa menit berlalu dan akhirnya HP pun bergetar dengan nada yang berbeda dari sebelumnya. Saya dan dari penghargaan atas prestasiku saat SMA. personel BIUS 2009 bertambah! Karena teman-teman dan berharap untuk mendapatkan beasiswa tersebut. resepsi pernikahan salah satu relawan BIUS 2009. diadakanlah Bridging pada hari Sabtu dan Ming. Dengan sabar Saya me-reload webpage. aku membiayai benar-benar menyenangkan! Bukan hanya belajar pela. Dan akan terus berlari hingga kelelahan lelah mengejarku…. dan biaya ngenet pun digratiskan ditambah voucher ngenet 1 minggu full. Tanpa BIUS mungkin aku tak akan pernah bisa jadi seperti yang kuinginkan. Saya langsung cabut ke warnet untuk mengecek hasil USM. Mengikuti kegia. BIUS-ers 2010 kami tunggu! Kesan: BIUS is the best! Benar-benar beasiswa yang paling keren! Bukan sekadar beasiswa biasa!” -Pomto Jaya- “Assalaamu’alaikum.. ngan penuh harapan aku mencoba mengirim berkas. mungkin aku tak akan pernah merasakan indahnya mengenyam pendidikan di ITB. Kegiatan Bridging yang dukungku untuk berkuliah. Aku begitu bersyukur.kan beasiswa yang cocok bagiku. Satu bulan ber.Satu-satunya jalan aku harus mencari sendiri biaya untuk melanjutkan pendidikanku. 15 Tanpa BIUS. Walaupun kami (BIUS 2009) sudah ‘diserahkan’ ke Kabinet KM ITB. aku adalah bagian dari BIUS. sampai akhirnya Saya teringat lagi mengenai USM pada suatu malam tanggal 8 Juni 2009.www. Hari-hari perkuliahan pun berlalu.ac. teman-teman diajak bertemu dengan alumni-alumni ITB yang sukses. Sekian pengalaman dari Saya. Aku mencoba mencari pirasi untuk menjadi entrepreneur ^_^ .

Aku dan keluargaku sungguh bersyukur akhirnya aku bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku harus jadi yang terbaik dan belajar dengan sungguh-sungguh. atas semua karunia yang diberikan padaku. Tanpa kebaikan hati mereka mungkin aku tak akan jadi seperti sekarang ini. Tak bisa kubayangkan bagaimana jika aku tidak diterima di ITB.! Semangat.. Betapa bahagianya kedua orang tuaku saat itu. dan para donatur BIUS.! Raih mimpi kalian. sungguh suatu kebanggaan bagiku dan keluargaku.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 muanya. sampai organisasi yang memberikan banyak pengalaman. keluarga.. aku belajar untuk menjalani Tes USM Terpusat. aku mencoba untuk mencari informasi tambahan dari internet dan mencoba mengumpulkan semua persyaratan meski saat itu waktu yang tersisa tinggal beberapa hari lagi. Begitu banyak manfaat yang kudapatkan. pendaftar BIUS mencapai 3170 orang. Salah satu bentuk perwujudannya dengan memberikan program “bridging” di mana di dalamnya kami diberikan wawasan mengenai wirausaha dan cara beradaptasi di Bandung serta perkuliahan. Kini aku telah tiga bulan berada di Bandung dan telah menjadi seorang mahasiswa ITB. aku diterima sebagai salah satu penerima Beasiswa ITB Untuk Semua. Mereka adalah pahlawan bagiku.. selain memberikan biaya pendidikan serta biaya hidup. Sungguh besar rasa syukurku kepada Allah SWT. program beasiswa ini mencoba untuk memberikan solusi real untuk memperbaiki keadaan bangsa ini. Ketika itu juga. BIUS merupakan solusi riil untuk bangsa ini dengan melahirkan generasi muda yang siap berjuang ‘tuk memajukan bangsa.. aku termasuk peserta beruntung yang dapat lolos seleksi. Selain dengan memberikan kesempatan mengenyam pendidikan bagi masyarakat yang kurang beruntung dalam ekonomi.. mungkin aku harus menunggu setahun lagi untuk berkuliah. Kebesaran Allah sungguh nyata... kaderisasi. Dan kini adalah giliran bagi BIUS 2010 untuk meraih cita-cita. Selain meningkatkan intelektualitas. banyak manfaat dan ilmu yang aku dapatkan.. BIUS juga membentuk individu yang mampu mengembangkan daerah masing-masing dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat indonesia. relawan. Bahkan saat duduk di kelas 3  16 . Terlebih lagi. dan bangsa. Selain itu. terlebih di ITB. dari mulai pendidikan yang berkualitas. keluarga kami baru saja mendapatkan ujian dari Allah dengan kecelakaan yang menimpa kakakku. Sekarang aku harus belajar sungguh-sungguh untuk menjadi manusia yang nantinya bermanfaat untuk diri sendiri. Kini setelah 3 bulan di ITB.. baik dari internet dan berkonsultasi dengan guruku. Namun belum ada hasil yang signifikan. Salah satu bentuk perwujudannya dengan memberikan program “bridging” di mana di dalamnya kami diberikan wawasan mengenai wirausaha dan cara beradaptasi di Bandung serta perkuliahan. aku belum mendapatkan perguruan tinggi yang mau memberikan beasiswa. Semangat. Akhirnya kucoba untuk mencari beasiswa. Ternyata banyak yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa.. aku harus bisa mendapatkan beasiswa itu.. tak pernah terpikir olehku untuk meneruskan kuliah di ITB.. Hal ini dikarenakan biaya untuk masuk perguruan tinggi sangatlah tinggi. program ini juga mencoba membentuk para individu yang mampu mengembangkan daerah masing-masing dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia. Alhamdulillah dari sekian banyak pendaftar.” -Susanto- SMA. Maju terus BIUS!” “Sebelumnya. Karena ini adalah satu-satunya jalan bagiku untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi terbaik bangsa. Sungguh senang hatiku bisa bertemu dengan teman-teman yang sangat hebat dari berbagai daerah di Indonesia. aku adalah salah satu penerima BIUS yang diberi amanah untuk belajar di ITB dan nantinya mampu bermanfaat bagi bangsa. oleh karenanya proses pendidikan di ITB tdk “Assalaamu’alaikum. Program BIUS memang begitu indah. Hal ini memperlihatkan padaku betapa belum meratanya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun. Dan penghargaanku yang termahal bagi para panitia. dan keadaan ekonomi keluargaku hampir tidak memungkinkanku untuk kuliah. kami semua pantang menyerah dan terus berjuang agar dapat meneruskan pendidikan di perguruan tinggi yang terbaik. BIUS telah membantu mewujudkan pemenuhan hak seluruh warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.. Tidak disangka aku lolos seleksi tahap pertama dan dapat mengikuti tes seleksi masuk ITB di Bandung..! Semangat. aku masih bingung untuk memilih perguruan tinggi. Lebih jauh lagi. Karena begitu besar beban yang ada di pundakku. Sampai akhirnya ada seorang guruku yang memberikan informasi bahwa ITB mengadakan program Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Meskipun baru diadakan pertama kali. aku semakin paham betapa pentingnya peran mahasiswa bagi bangsa ini.. Satu hal yang selalu ada dalam pikiranku saat itu.

tengah bersiap utk menyambut teman2 calon penerima BIUS 2010. Yaitu. Selain itu. Tapi tidak memungkinkan juga untuk pulang dulu ke rumah karena sekolah pasti sudah bubar. Ada panggilan dari ITB”. begitu SMS yang aku terima dari temanku ketika selesai ujian praktik renang. Selama 1 bulan kami diberi ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat. Itu membuat Saya terpacu untuk bisa lolos USM.00 setelah satu jam menunggu hasil pengumuman di internet. keluarga baru. Dari SMA Saya saja baru satu orang yang kuliah di ITB pada tahun 2004. jangan pernah mengikuti keadaan. Akhirnya firasat Ibu Saya menjadi kenyataan. Saya dinyatakan diterima di FTMD dengan 26 anak lain. biarkan keadaan yang mengikuti kita. Kami semua di sini. tidak! Aku masih memakai pakaian bebas dan sandal jepit. BIUS. biaya yang mahal untuk kuliah di fakultas teknik membuat Saya beralih mencoba mendaftar ke jurusan pendidikan matematika di UNNES Semarang. Jujur Saya pada awalnya tidak terlalu yakin dapat lolos 200 orang calon program ITB Untuk Semua untuk bisa ikut USM di Bandung. Kini aku dapat belajar dengan GRATIS di perguruan tinggi terbaik. bangsa.” 18 ”Sur. serta donatur yg telah berkontribusi utk membuat sebuah program beasiswa yg sangat luar biasa. Dan tanggal 1 Juli Saya harus ke Bandung mengikuti program Bridging. 14 Mei 2009. atas saran keluarga Saya mengikuti seleksi calon praja IPDN. Namun biaya menjadi tembok kokoh yang belum bisa Saya lewati. penyelenggara. Kini giliran teman2 semua utk berjuang meraih mimpi. Saya dapat informa-si Saya lolos seleksi tahap 1 IPDN dan seleksi tahap 2 pada tanggal 1 Juli bertepatan mulainya Bridging. cepat ke sekolah. dll…. Saat penantian pengumuman... yang dari sejarahnya sangat jarang sekali orang dari kota Saya kuliah di ITB. Dipanggil ke Ruang BK. Kuliah di ITB menjadi suatu kebanggaan tersendiri dan menjadi suatu sejarah dalam hidup Saya. Pada umur 9 tahun Ayah Saya meninggal karena penyakit stroke. ”Ibu kok punya firasat kamu di terima”. di Bandung kita banyak diberi pengarahan oleh para relawan BIUS. Kakak2 Saya lebih setuju Saya sekolah di IPDN atau sekolah ikatan dinas. aku sangat bersyukur kepada Allah atas segala karunianya. ilmu. Kalau sekarang Saya jadi anak ke-4 dari 5 saudara. Relawan dan teman. Dan sebelum berangkat. Lalu? Oh.. maklum Saya dari kota kecil di Jawa Ten- 17 “Assalaamu’alaikum. terima kasih BIUS. Selain itu melalui program Bridging ini mempererat rasa persaudaraan antara 27 anak. Oleh karena itu. Tentunya tak lupa pula aku sangat berterima kasih kepada kakak panitia. jujur Saya agak merasa rendah diri dengan 199 orang lainnya. Siang itu. pada saat penantian pengumuman.itbuntuksemua. Kalau kita yakin..” “Saya Widi Arfianto lahir dan besar di Pemalang (Jateng). Dan alhamdulillaah Saya bisa lulus ujian tertulis. BIUS adalah salah satu cara Allah untuk Mewujudkan cita-cita kita. Allah akan meridhainya” kata2 ini tebersit pada tanggal 12 Juni 2009 jam 21. Ya. Ibu Saya berkata. Saya anak 1 dari 2 bersaudara. Beliau bekerja sebagai penjaga SD namun sekarang sudah pensiun. Satu tahun kemudian Ibu Saya menikah dengan seorang duda yang memiliki anak 3 orang.com hanya mencetak manusia dgn intelektualitas tinggi namun yg terpenting membangun individu dengan karakter yg baik sehingga dapat berguna bagi agama. “Ga ada yang ga mungkin di dunia ini asalkan kita mau dan yakin. tak ada yang tidak mungkin! So. dan almamater.” -Widi Arfianto- “Assalaamu’alaikum.www. salam hangat penuh semangat! Welcome BIUS 2010. Dan orang tua menyarankan mendaftar ke sekolah pemerintahan. sepulangnya dari Bandung Saya tiba di rumah. Pada akhirnya Saya memilih pergi ke Bandung memilih ITB daripada IPDN.” -Mahdi Karim- gah. Terima kasih. dengan kecepatan hampir 80 km/jam aku melaju dengan sepeda motorku menuju sekolah. Pada akhirnya Saya melepas jurusan itu. Akhirnya aku memberanikan diri minta izin ke Pak Satpam agar diperbolehkan masuk dan Pak Satpam yang baik pun membolehkan. Angan dan mimpi. sewaktu masa SMA kelas 3 Saya pernah memiliki cita2 pingin melanjutkan ke perguruan tingi. Kesempatan kuliah. Pada waktu di Bandung untuk USM. Dan semoga akan jadi teman abadi amin. SMA Saya di SMA Negeri 2 Pemalang.  . Pengumuman. walaupun jurusannya masih lom pasti yang penting teknik. Ada suatu kejadian yang membuat Saya terkejut. Kenyataan. banyak yang Saya dapat dari program BIUS ini. Ku berharap program ini bisa berlanjut hingga semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan. Mari kita berikan semangat terbaik kita untuk berkontribusi menuju peradaban yg lebih baik. cita2 Saya untuk kuliah di jurusan teknik mengalami halangan.

Itu adalah kado terindah ulang tahunku bulan ini. Aku dan Ibuku mengabari famili dan teman-teman. semuanya heboh. How happy they are! And they hope I will accept there. aku mendapatkan keluarga baru. bocah pinter…. Keluarga baru untuk berpetualang.. Hanya tinggal SNMPTN. Harapanku hanya satu. besuk dadi dokter….. numpak opo…. Seperti orang frustasi di rumah. Saat Bridging. Rasanya aku ingin menangis saat itu.. numpak motor mabur. Aku belum bisa melihat pengumuman kelulusan USM ITB. benar-benar jauh dari rumah sampai sempat homesick di asrama.30 WIB pesawat Citilink mendarat lagi di  Juanda. membantu Ibu dulu untuk mengumpulkan biaya kuliah. aku hampir berteriak di warnet melihat namaku sendiri terpampang pada monitor di depanku. tidak punya kemitraan perusahaan atau pemda dan tidak punya uang untuk jalur mandiri. Err. materi MaFiKi dasar. Itu artinya masa penantian telah dimulai. dan orang-orang baik yang dipertemukan dengan kami melalui BIUS. It’s my first time! Ibuku terus menggodaku dengan nyanyian masa kecil bocah pinter…. pengalaman yang tak terkira manfaatnya. hingga malam itu aku susah tidur. Tiba di rumah. numpak opo…. Tidak! Aku bisa apa? Aku belum ingin apa-apa selain belajar lagi. ditolak lewat PMDK. Sepanjang perjalanan pulang aku terus bersyukur atas semua itu. (. Aku lulus. mungkin banyak teman-teman di luar sana juga seperti aku. jika aku tidak lulus maka Ibu mengharapkan untuk kuliah tahun depan saja.. kampus ITB.. Tak lama kemudian. jika aku tidak lulus maka Ibu mengharapkan untuk kuliah tahun depan saja. Dua minggu lagi aku akan pergi ke Bandung untuk melanjutkan langkah karena hanya tinggal selangkah lagi agar aku masuk perguruan tinggi.. Aku sendiri masih ternganga hampir tidak percaya apakah surat itu ditujukan untuk aku. berbagi pengalaman dan berjuang bersama di kampus yang menyambut kami dengan “Selamat Datang Putra-Putri Terbaik . Overload. Hingga esok malamnya. Aku dan Ibuku bergegas berangkat menuju Bandara Juanda. membantu Ibu dulu untuk mengumpulkan biaya kuliah. Hari itu masih pukul 2 pagi. Aku sudah tak sabar ingin merasakan bagaimana rasanya naik pesawat. Belum mendapatkan tempat di perguruan tinggi. Hari itu datang. tidak punya sertifikat freepass ke perguruan tinggi. Dan sekali lagi guru-guruku memberi selamat dan sekarang aku yakin bahwa itu benar aku.. ditolak ujian masuk yang lain. Di sini. Itu berarti 2 minggu lagi aku akan berangkat lagi ke Bandung untuk program Bridging BIUS.. aku dan teman-teman seperjuangan ber27 dikenalkan dengan Bandung.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Aku terus terbayang-bayang kata-kata Ibuku. Kubaca surat berkop Institut Teknologi Bandung itu berkali-kali. Aku terus terbayang-bayang kata-kata Ibuku.. semoga USM ITB-ku lulus. Selamat! Guru-guruku menyalami aku.) Tanggal 1 Juni 2009 kurang lebih pukul 11. alhamdulillaah. tapi itu yang paling aku hindari sebagai seorang yang tidak siap dan tidak menyiapkan diri untuk ujian itu. Sungguh.. Tiga bulan sudah aku menjadi BIUS-ers. Ibu dan adikku juga ikut terharu. Pengumuman nanti tanggal 12 Juni 2009 pukul 7 malam..

Itu seperti mata uang dengan 2 sisi bagi kan kondisi Saya sudah lumayan baik. sedangkan batas an hasil USM begitu sulit dibuka.lajar di kelas. Dan segera aku pulang ke rumah. Berbagai tes telah kami lalui dan Saya hanya bisa tawakkal menyerahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa. Join us and get the challenge! Salam hangat begitu macet dan kami harus turun dari bus yang penuh SEMANGAT. hari pengumuman hasil tes USM ITB Terpusat. tus 2009.www. Pada tanggal 1 AgusITB 2009. belajar entrepreneurship. Tanggal 29 Mei kami. Yah. dan akhirnya Saya waktu pengumpulan adalah tanggal 20 April 2009. hingga belajar hidup ketika namaku tercantum sebagai daftar calon peneri. itulah kataku dalam hati memburu waktu Magelang. mulai dari PROKM hingga beSaya sudah panik padahal 2 hari kemudian Saya ha. 12 “My Story. Dan saat itu web pengumumtanggal 18 April 2009. hari Sabtu.Saya diterima di ITB dengan fakultas pilihan pertama sanaan UAN SMA. hari pengumuman itu akhirnya datang juga. spontan aku langsung ini mengambil waktu liburan kami. seorang anak kampung bisa bermimpi besar untuk negeri ini. pengumuman SNMPTN keluar dan akhirnya anggota BIUS bertambah 13 menjadi 40 orang total Hari itu tanggal 25 Mei 2009. seru sekali. malamnya Saya terkena demam tinggi. satu adalah kebanggaan dan satunya adalah 2009 kami melakukan daftar ulang dan tanggal 30-31 tanggung jawab untuk the agent of change. badan Saya terasa seluruhnya. Wah. senang sekali saat itu. sebagian besar 200 calon Kini sedang menyiapkan kedatangan BIUS-ers baru. parah sama sekali tidak bisa bersuara. begitu 1 Juli untuk melaksanakan daftar ulang dan Bridging melihat tulisan tertera pada web ITB Untuk Semua ber. Semoga lebih banyak yang bergabung de. Semangat yang berasal dari berbagai daerah. betapa girangnya kuliah.” rus berangkat menuju Bandung untuk mengikuti tes USM -Nirmala Twinta VidyaraniTerpusat. hari ini pengumuman baru keluar.dan keliling kota Bandung. namun ini menyenangbersorak gembira. Seluruh pendaftar melalui Program ITB untuk Semua aku masih sangat ingat waktu itu aku sedang berada yang berhasil lolos melalui USM Terpusat ada 27 orang di Bandung berlibur bersama temanku dan Saya iseng. karena Saya harus ikut tes sedangkan Saya sakit. Setelah itu hari-hari kami tidak enak. 19 Tanggal 28 Mei sore. Ibu dipenuhi dengan kuliah. senangnya bertemu temanteman baru di sana dengan para calon BIUS 200 orang awalnya terpendam bisa berkobar lagi. wah. Dan akhirnya. segera aku mengirimkan ber. Walaupun program Bridging ma Beasiswa ITB Untuk Semua. Akhirnya Saya meminum obat dan istirahat. Segera kubuka.dan kami harus telah ada di Bandung pada tanggal iseng pergi ke warnet dan membuka website ITB. Saya demam lagi dan mulai batuk-batuk. hari yang dinanti-nanti datang juga.BIUS untuk belajar banyak hal. ternyata sekitar pukul 18. dan waa. Karena BIUS.  . ketika itu Saya sedang berada di sekolah Saya di Cepat. Mei 2009 kami melaksanakan tes. pada saat hari tes dilaksana- tumbuh membara mengingat cita-cita yang harus dikejar. dan untunglah tanggal 27 pagi kondisi kesehatan Saya telah membaik. Masih benar-benar teringat hari pertama tes. dan alhamdulillaah dan bertepatan pula dengan hari pertama pelak. Saya menelepon Ibu Saya untuk meminta saran obat. hari itu Saya benar-benar istirahat total. Beasiswa ITB Untuk Semua harus berlari-lari mengeBIUS 2010. agar demam Saya cepat reda. Malam harinya Saya langsung berangkat Dengan BIUS. Wah. Pada program Bridging bunyi “Daftar Nama Calon Penerima Beasiswa ITB Untuk banyak yang kami lakukan mulai dari belajar materi Semua”. berhasil membuka baru pukul 23. dan berlari menerobos lautan kendaraan -Surya Dewi Wahyuningrumuntuk mencapai Sabuga tempat tes kami berada.Saya.jar waktu karena saat kami berangkat tes. Juni 2009. jalanan ngan kami. kas2 itu dan menanti pengumuman siapa saja yang lolos. penerima untuk mempersiapkan diri menghadapi USM Terpusat Beasiswa ITB Untuk semua 2009. dan Ibu Saya begitu panik. cepat.itbuntuksemua. cita-cita yang menuju Bandung dan wah.30. Untung saja.” kami pakai. Dari pagi Saya telah membuka web ITB nauntuk segera mengirim berkas-berkas keperluan untuk mun belum ada.30 hari itu. suara Saya hilang total.com Bangsa”. mendaftar Program Beasiswa ITB Untuk Semua. kan dan memberi banyak manfaat bagi kami.

.... BIUS adalah amanah. perjuangan... ”BIUS adalah jembatan bagi Saya dalam meraih citacita Saya (Insya Allah).... Akhir bulan Juni Saya ikut USM-ITB.. (walaupun ngarep banget)..... Saya belajar untuk tetap berjuang dalam berusaha mewujudkan mimpi... Saya kira sepupu Saya sedang bercanda….. tapi ternyata ini benar…...... yah coba-coba ajah. Ketika pertama tahu..nernya pada saat itu....... di BIUS Saya menda- 0 .. sadar atau tidak sadar. Hehe.. Setelah kurang lebih 2 minggu nunggu....... lalu... tadinya nggak mikir bakal dapat panggilan. teman-teman yang mengajarkan Saya arti dari ber.ternyata hasilnya Saya belum berhasil…..BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 ”Assalaamu’alaikum... hehe... dan itu Saya terima tepat saat Saya berulang tahun yang ke-18 (so sweet banget kan?) hehe...... teman-teman yang mengajarkan Ibu selalu ngasih support pada Saya….. Saya mendapat teman-teman terbaik dari seluruh nege... kebersamaan.. Beliau selalu Saya arti teman sesungguhnya. pas buka pengumuman…. seberi.... setelah nunggu selama kurang lebih 10 hari..... Saya pertama kali tahu tentang program beasiswa ini dari sepupu Saya yang kebetulan adalah alumni ITB. BIUS adalah anugerah...” 20 patkan apa yang Saya mau dan Saya butuhkan dalam usaha pencarian jati diri dan pendewasaan (Insya Allah). (hore!) hehe.... dari program ini pula Saya belajar untuk tidak pernah mengeluh akan apa yang Saya hadapi dalam hidup.... BIUS mengingatkan Saya bahwa masih ada banyak sekali orang yang ada di luar sana yang menjalani rutinitas yang jauh lebih tidak menyenangkan daripada Saya.. BIUS seperti kawah candradimuka untuk para putra-putri bangsa dalam membentuk karakter diri untuk menjadi generasi terbaik. dan nikmatnya memberi. Masih banyak orang yang ingin sekali bertukar tempat dengan Saya... Ketika Saya sudah merasa sangat lelah dan jenuh dengan segala aktivitas di kampus... Saya pikir ini program yang “agak” impossible. Melalui BIUS. surat panggilan yang dinanti-nanti datang juga... tapi juang sesungguhnya. dari BIUS. Yang ada di pikiran Saya waktu itu cuma Saya harus ngeluarin semua usaha Saya semaksimal mungkin untuk sekolah tinggi tanpa nyusahin keluarga..... BIUS adalah keluarga. khususnya orang tua... dari program ini.. BIUS adalah batu loncatan Saya dalam meraih cita-cita. akhirnya.. BIUS adalah pembawa keadilan di bidang pendidikan. Saya belajar mengenai persahabatan... Saya nge-down banget. Beliau ngasih tahu bahwa sekarang sudah dibuka jalur beasiswa penuh selama 4 tahun untuk semua lulusan SMA tahun terkait yang berdomisili di Indonesia dengan penghasilan total keluarga di bawah UMR.. Saya langsung ngurus berkas-berkas kelengkapan untuk pendaftaran saat itu juga..

maka kamu akan termotivasi.... BIUS ini adalah jalan kita untuk meraih kesempatan bagi muda-mudi se-NKRI untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas... mewujudkan Indonesia yang lebih baik. hehe..... Dek. makasih.. penuh kekeluargaan.. Saya mulai proses perkuliahan di ITB tanggal 18 Agustus 2009. seneng.. Esai itu menggambarkan bahwa BIUS adalah “embun” yang menyejukkan hati Saya karena BIUS memberi harapan bagi Saya untuk tetap melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi (kuliah).. makasih ya BIUS.. Saya dinyatakan diterima….. semua terasa indah. Banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan di BIUS ini. Jangan takut untuk meraih cita-cita kalian. Kesan Saya kepada BIUS ini Saya menemukan pandangan hidup yang luas bahwa jangan takut untuk bermimpi besar dan BIUS juga membuka jalan bagi Saya untuk meraih mimpi dan cita-cita Saya selama ini.. semua indah pada waktunya. dengan segala aktivitas dan tugas yang mengalir tiada henti. Apalagi setelah saya mengikuti bridging... Kegigihan para kakak relawan patut diacungi 2 jempol. “Jangan nunggu termotivasi. Tidak hanya itu.. terharu banget.. di BIUS Saya menemukan “Keluarga” baru yang begitu kompak.com BIUS benar-benar menakjubkan.. Saya pun nyoba ikut SNMPTN…. BIUS sebagai sarana pencetak generasi muda agent of change tak 21 .T Setelah daftar ulang sebagai mahasiswa baru. dengan sangat tak disangka tak dinyana tak diduga….itbuntuksemua... “ T.. tapi….. Selain itu.. lalu kamu bergerak. pokoknya perasaan Saya waktu itu campur aduk.... kuliah di sini pokoknya menyenangkan... hehe Ibu bilang gini: “Subhaanallaah.. setiap acaranya begitu menyenangkan dan berkesan.. Semangat ya adik2 2010.. Wah.... SEMANGAT!” -Annisa Rizki Aulia Ilahi- hanya untuk mereka sendiri tetapi untuk Bangsa Indonesia ini.. (lebay parah). lalu. semangat dari para relawan BIUS yang dengan ikhlas dan sabar membimbing adik-adiknya untuk meraih sukses membuat Saya ingin juga mengajak adik-adik SMA angkatan 2010 di seluruh penjuru negeri ikut program BIUS ini. ngeyakinin Saya untuk tetap istiqomah dan nggak berhenti berusaha untuk bisa sekolah yang tinggi.. hehe saat itu timbul rasa haru yang amat sangat karena Ibu sempet nangis pas tahu hasil pengumumannya. Alhamdulillah Saya mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua ini sekarang.” ”Saya masih ingat waktu Saya mengirim esai untuk BIUS (April 2009). bergeraklah kawan. Kesempatan terbuka lebar bagi kalian yang tak kenal menyerah  “Assalaamu’alaikum.. Judul esai itu yaitu “Setitik Embun di Padang Gersang”.. Saya sangat kagum dengan semangat mereka... (dan keukeuh banget milih ITB… hehe) dan ternyata. speechless…..www.. BRAVO BIUS. Teman-teman dari berbagai pelosok Indonesia yang penuh semangat meraih cita-citanya..

menjalani amanah ini. Benar-benar kaget menerima kenyataan bahwa anak2 ITB tuh smart2. Yah. Malah Ayah yang bersemangat untuk mengantarkan Saya ke Bandara Juanda saat pemberangkatan ke Bandung. Dari situlah Ayah baru menyetujui Saya untuk ikut BIUS.” -Yeni Fatmawati- beritakan BIUS ke guru BP dan teman-teman yang lain. langsung saja Saya print formulir Tapi ya sudahlah. tapi Saya akan lebih cinta lingkungan deh dariaja ada sesuatu di situ. Saya gagal USM Terpusat. bisa berkobar lagi. Uang katanya.. Saya tetap ikut BIUS.pai juga. man UM..” perti Saya untuk berpisah dengan orang tua. pupus sudah keinginan untuk kuliah.. bahwa ada kesempatan kedua untuk dapat BIUS yaitu dengan SNMPTN. Saya iseng-iseng buka website ITB. Tapi ternyata PMDK ITS dan Beasiswa dari UM ga dapat. Akhirnya salah satu cita2 Saya tercaBIUS. Saya masih lum tahu kehidupan kampus tuh kayak apa. Saya selalu menulisnya di biografi novel Saya bahwa Saya ingin sekali masuk Teknik Kimia ITB.. Saya berdagang waktu itu juga sangat pas-pasan. Yah.Selama kuliah di sini. Kali-kali He. Singkat cerita... BIUS. tetaplah semangat kalian dan mari kita wujudkan Indonesia menjadi negara yang maju. Alhamdulillah. jarak yang dekat untuk seukuran gadis tunggal se. Saya juga belum percaya ada beasiswa seperti itu. Saya tak perlu repot2 lagi Sampai di rumah. Alasannya tetap sama. Karena BIUS lah.. Itu hanya angan-angan Saya. Semua kecewa. Penghasilan masyarakat. Saya hanya bisa belajar rajin agar lulus SMA. Menurut Saya. itu memang bukan SMA saja Saya masih nunggak sampai sekarang.... Terima kasih BIUS…. “Assalaamu’alaikum.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 untuk meraih cita-cita.. Dengan lancangnya Saya buka itu... Ya. Institut Teknologi Bandung. Ternyata teman2 Saya juga tidak tertarik dengan BIUS meski udah gratisan gitu.” ”Dulu saat Saya masih kelas 3 SMA. Guru2 juga semakin mendukung Saya... Setelah di.. Karena BIUS. Semangat tumbuh membara mengingat cita2 yang harus dikejar... NOL RUPIAH. Tanpa berpikir akan kuliah di mana. BIUS itu bagaikan tangga yang menghubungkan seorang anak dhuafa yang ingin menggapai cita2 di langit. Saya bisa juga naik pesawat. ITS. dapat surat resmi dari ITB. biarlah meski jauh.ITB. dan beastudi etos. meski ada banyak kendala dalam masalah biaya. Ayah langsung saja menolak mentah-mentah ke.. agak shock juga sih soalnya bebaca. Lalu esoknya Saya  . Padahal dulu Saya bermimpi di Teknik Kimianya lho. cita2 yang awalnya terpendam. Dengan BIUS.thanks for all.... guOrang tua juga tak punya tabungan karena Ayah dan nung ’kan kudaki.. Untuk prosesnya. Tapi Saya meyakinkan orang tua. dulu itu adalah mimpi... Tabungan di bank masih 600 ribu... Ya jadi deh masuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Tapi suatu ketika saat Saya ngenet untuk liat pengumu... Amanah dari Allah berupa BIUS! untuk masalah biaya kuliah. demi cita2. Terlalu jauh Setidaknya Saya tak merepotkan orang tua lagi. Yah. 22 Singkat cerita lagi. melihat Monas dengan mata kepala sendiri.. Saya lolos SNMPTN. Karena. Bandung-Bondowoso. Tapi ya sudahlah.. Kuliah tanpa uang sepeserpun dari orang tua. Tapi Ibu -Winda Irianimendukung keputusan Saya untuk mengikuti BIUS. hati deg-degan. Saya sampaikan informasi tentang memikirkannya.. guru2. dan teman2 Saya. inginan Saya untuk mengikuti program itu.. pengabdian kepada Ibu bekerja untuk makan hari itu juga. Untuk masalah kuliah.. seorang anak kampung bisa bermimpi besar untuk negeri ini.. jauh dari orang tua. Saya tak bisa memaksa mereka.. pendidikan adalah hak semua insan tak terkecuali untuk teman-teman yang tak seberuntung anak-anak dari keluarga berada (anak dari keluarga kurang mampu finansial). Tak lama setelah itu. Sekarang Saya akan pendaftarannya... bulu kuduk berdiri. dan pastinya pengabdian pada-Nya. Ngetik naskah di ruang TU.. Eh... Sesuatu yang belum pernah Saya pikirkan sebelumnya. you make my dreams come true. Karena yang Saya pegang adalah restu Ibu. Saya direkomendasikan untuk ikut program beasiswa di Universitas Malang. Pengiriman naskah dibiayai guru karena waktu itu Saya memang benar2 tak punya uang. tapi tak Saya hiraukan..... Apa kata nanti. Karena Saya yakin itu hanyalah batu ujian untuk orang2 yang berusaha dan yang akan mendekati sukses. Meski tanpa restu dari Ayah. Akhirnya Saya jadi juga ikut program BIUS meski sendiri.. lautan akan kusebrangi. Alhamdulillah masuk 200 besar calon saringan utama.... Apakah ada jalan untuk seorang dhuafa seperti Saya? ITB.. ternyata teks pertama pada merusak. Untuk itu. Singkat cerita. yang Saya baca adalah tentang “Beasiswa ITB Untuk Semua”.

aku mulai dari kakakku. secara singkat semua orang memanggilku Badawi. dan terakhir UGM.. muncul harapan dan semangat baru. Beasiswa ini sangat membantu meringankan beban Ayah dan Ibu. tilawatil Quran. Yang penting sistem penerimaan tersebut adalah sistem yang menyediakan beasiswa. Terima kasih pada-Mu ya Allah. Padahal namaku sesungguhnya adalah Azward Achmad Badawi (ngeselin banget kan?). semua teman yang menurut Saya dan orang lain cerdas telah mendapatkan PTN favorit melalui jalur USM atau PMDK. Lailil Fikriyah. Masa SMA yang indah dan seru kuhabiskan di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Jadi. Masih banyak teman-teman sekelasku yang jauh lebih cerdas daripada aku. Tapi percayalah. Sekarang dia sedang mencari pekerjaan di 24  . aku tidak lolos soleksi OSN tingkat sekolah. Beliau adalah seorang guru SMA swasta di Mojokerto. UNAIR. Aku tidak mau pilih kasih antara ilmu agama dan ilmu di sekolah. aku tidak diterima di PTN manapun. Pertama. Sedangkan aku? Ah. STIE Perbanas Surabaya. Ayah Saya telah meninggal sejak 5 tahun yang lalu karena penyakit lever dan kurang lebih 1 tahun yng lalu Ibuku menikah lagi dengan seorang duda beranak satu.. buat Adik-adik calon BIUS-ers 2010. Semuanya gagal. Dan menurut Saya yang musti diperhatikan lagi adalah niatnya. Apa buktinya? Pertama. Tentang saudaraku. pertama IT TELKOM. Jawa Timur. Arif Kamaluddin Al Jawwad (19). Tetapi menciptakan lapangan kerja.. Kedua. seorang pengajar TPQ yang juga seorang guru privat mengaji bagi orang2 yang membutuhkan bimbingan spiritual. mari kita bahas. BIUS memberiku semangat untuk pendidikan putra/i bangsa. Tapi aku merasa mendapatkan peringkat itu (prestasi) karena keberuntungan. BIUS memberiku semangat untuk saling berbagi. BIUS memberiku semangat untuk NKRI. Tahun ketiga aku mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Syura. Jadi aku harus mendapatkan beasiswa jika ingin kuliah. UI.com “Assalaamu’alaikum. sombong banget aku?).” 23 ”BIUS said that. kepada Ayah. Aku harus bisa mendapatkan keduanya. Tetapi aku tinggal di pesantren yang tidak jauh dari sekolah. tahun kedua diberi amanah oleh sang ketua sebagai Ketua Departemen Syiar yang pergerakan dakwahnya lebih terfokus di bidang kesenian dan sosial (hadrah. BIUS adalah karunia terbesar yang Diberikan Allah padaku. dan Lia (9) dapat bantuan beasiswa di sekolah. Disaat harapan kuliah itu akan putus. Kegagalan: Di SMA aku bukanlah seorang yang cerdas meski selalu masuk tiga besar peringkat kelas dan mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik SMA Negeri 1 Sidoarjo tahun 2009 (ciye. Jaga kesehatan yah. tujuan kita bukan mencari uang (kerja). kalian punya potensi untuk menjadi agent of change seperti yang dicita2kan BIUS. aku tidak diterima di PTN manapun sampai UN selesai. Aku adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara yang lahir dari rahim Ibu Saya. “Assalaamu’alaikum. Begitulah aku membagi waktu di SMA. jangan ragu ’tuk terus melangkah. bukan hanya memperkaya diri.. Untungnya Mas Kamal. banyak teman-temanku tersebut yang berkontribusi dalam OSN dan lomba karya tulis ilmiah Intenasional.. Umurku 18 tahun sejak 100 hari yang lalu. Tahun pertama Saya aktif sebagai anggota. Kedua. Belajar. ITS. berorganisasi di sekolah dan mengaji di pesantren. Salam Hangat Penuh Semangat.” -Azka Muji Burohman- Gresik. BIUS memberiku semangat untuk terus berjuang tak pernah putus asa. dll. Apa buktinya? Oke. aku. bakti sosial. hm. nasyid. tetapi dilihat dari yang mereka buktikan mereka mempunyai potensi yang luar biasa. Semua seleksi beasiswa telah aku ikuti. Mas Kamal (begitu aku memanggilnya) tidak mau meneruskan kuliah karena terhambat masalah biaya. Di sekolah Saya aktif di organisasi Sie. kami siap mengabdi…. hidup ini berarti kalau kita berguna untuk orang lain. Niatnya adalah bukan untuk memperkaya diri.” ”Tentang diriku dan keluargaku. Kenapa? Karena kendala biaya kuliah yang tidak akan mampu dipikul oleh Ayah dan Ibuku. Syaratnya hanya satu. Sejak SMA aku tidak tinggal di rumah. UGM.). Bukan karena aku cerdas. Aku lahir dan dibesarkan di Sidoarjo. Jumlah total gaji Ibu dan Ayah yang kira-kira kurang dari 600 ribu per bulan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari.. BIUS…... jebolan pesantren di Mojokerto. Di pesantren inilah Saya menimba ilmu agama dan ilmu sosial. dll. Tetapi mengabdi untuk bangsa ini.itbuntuksemua. dan Bundaku dan semua Relawan BIUS. Kesan Saya ketika berada di tengah keluarga BIUS adalah beruntung sekali Saya berada di sini. So. Kerohanian Islam SMA Negeri 1 Sidoarjo atau biasa disingkat SKI SMANISDA. Jawa Timur. Semua sistem penerimaan mahasiswa baru telah aku ikuti.www. Dan pesan buat temen BIUS 2009. ITS. IT TELKOM. Afif (15). Bukan maksudku untuk menyombongkan diri. Walaupun kalian merasa bukan apa2 di kelas misalnya. Ingat tujuan dari rumah. Jawa Timur. Meskipun ternyata mereka aneh-aneh. payah.

.. Namun terus kucoba untuk mengakses. dan dua lembar esai tentang motivasi. kaget bukan main. Aku reload halaman itu berkali-kali. 200 besar calon: Hari demi hari berlalu. lebay. aku tidak boleh berhenti untuk berharap dan berikhtiar. keadaan keluarga. berikhtiar. Dengan kata lain. (3) Fakultas Seni Rupa dan Desain (karena aku ingin masuk Desain Produk). Kami semua berkenalan dengan para relawan BIUS yang memberikan kami bimbingan. gemetar.. dan kegiatan di dalam dan luar sekolah. Aku penuhi semua berkas persyaratan untuk mendaftar beasiswa tersebut.. dan segala yang kami butuhkan selama USM keesokan harinya.. hehe. Setelah selesai berdoa kukayuh sepedaku menuju warnet yang berjarak 200 meter dari rumah. Sedangkan aku? karena alasan inilah aku tidak begitu yakin bisa lolos masuk ITB.. Aku tidak peduli lagi dengan biaya. Badanku serasa lemah... Hasil pengumuman: Hari pengumuman pun tiba. Semoga aku diberikan kekuatan untuk tetap bersemangat jika aku tidak berhasil lagi kali ini. Beliau menunjukkan satu amplop surat yang berisi lembar formulir dan informasi tentang Beasiswa ITB Untuk Semua. tetap tegar dan tersenyum segar (meski sempat putus asa setelah ditolak UGM. Malam itu aku pun penuh harap. bahkan malam harinya aku minta doa ke semua tetangga satu RT (aku berangkat naik pesawat lo.. aku terobsesi dengan berbagai bentuk dan konstruksi bangunan)... Karena jika telat. Formulir BIUS dan pendaftarannya: Di tengah harapan yang besar dan hati yang sedang menyusun sedikit demi sedikit semangat yang telah runtuh akibat ditolak oleh UGM. motivasi. ingin pingsan. sakit hati banget.. Tak lupa ku berdoa terlebih dahulu. Berdoa kepada Allah semoga aku diberi hasil yang terbaik..ac.. Namun. Perasaan Saya tidak segembira biasanya ketika mendengar kata informasi atau tulisan yang terdapat huruf terangkai B-E-A-S-I-S-W-A. Di dalam asrama ini kami saling berkenalan satu dengan yang lain... Akhirnya aku ... Semoga aku diberikan kerendahan hati jika masuk ITB.. STIS. bla bla bla. mempersiapkan diriku untuk USM di Bandung 1... dan SNMPTN. Aku belajar keras.. berdoa. Aku diterima di ITB! dengan beasiswa! yang kira-kira isinya seperti ini: (Nama: Azward Achmad Badawi... Bayangkan saja. No..itb. Aku memilih urutan fakultas sesuai prioritas sebagai berikut: (1) Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (karena aku ingin masuk Teknik Sipil. Diterima sebagai mahasiswa baru ITB tahun 2009 di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.. Kesempatan ini tidak akan mungkin aku sia-siakan lagi. Segala puji bagi-Mu ya Allah. tak terasa ujian sekolah dan UN telah berakhir.. tiba-tiba Saya bertemu dengan Pak Wit. keluaga besar. aku serasa tidak percaya. aku serasa ingin nangis. Aku menulis esai ini dengan sepenuh hati selama tiga malam (ahh. Di dalam asrama ini kami 200 orang calon penerima BIUS saling memupuk kebersamaan juga bersama para relawan. aku tertarik pada beberapa gaya bangunan yang unik). tidak dapat kuakses halaman hasil pengumuman USM karena malam ini pun seluruh peserta USM ITB sedang mengakses hasil pengumuman tersebut.5 bulan ke depan. Tuhan semesta alam. Allah Memberiku karunia besar berupa  kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Allahu Akbar. kami semua dipulangkan ke daerah masingmasing. Tapi namaku tetap muncul..BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 Namun dengan semua keterbatasanku. surat-surat keterangan..id. guru bimbingan konseling sebagai pusat penerima semua informasi tentang pendaftaran masuk perguruan tinggi. Aku bahkan lupa kalau pernah mendaftar beasiswa ITB (parah banget kan?). dst. 200 calon penerima BIUS tinggal di asrama TNI yang tidak begitu jauh dari kampus ITB. Aku mulai mengumpukan uang untuk pendaftaran/membeli formulir SNMPTN dan STAN/STIS.. ITS dan UGM saja tidak menerima aku yang pas-pasan ini.. Aku sudah merasa putus asa. Kubuka website www.. Setelah hari ke-2 USM. Sebenarnya aku merasa minder karena aku lihat kebanyakan dari 200 orang tersebut adalah anak-anak OSN. Setiba di Bandung. Fotokopi raport... dan siswa berprestasi. Meski terasa mustahil bisa masuk ITB. hiks. Peluangku tinggal USM STAN. Ibu. aku mempunyai semangat. beneran. Masya Allah.. USM ITB Terpusat di Bandung: Hari yang dinanti pun datang. Pokoknya aku harus bisa kuliah dengan cara apapun! (semangat membara nih. Mas. hiks).).. Pagi-pagi kami sudah bersiap untuk berangkat ke kampus untuk USM. Aku berangkat ke Bandung diiringi doa dari Ayah. Registrasi: (lupa). Sebelum berangkat ke warnet aku shalat Isya’ terlebih dahulu. 90 menit kemudian aku berhasil mengakses pengumuman. Tiba-tiba pagi itu temanku memberitahukan padaku bahwa aku diterima di 200 besar calon penerima Beasiswa ITB Untuk Semua! Aku akan berangkat berperang dengan soal ke Bandung! Masya Allah. Kemudian semua berkas persyaratan itu aku kirim lewat pos kilat.. pengawas ruangan tidak akan mengizinkan kami untuk memasuki ruangan. (2) Sekolah Arsitektur.. baru pertama kali.). aku serasa disambar petir... gagal masuk ITB. Adik. Apalagi ITB? Yang grade nilainya sangat tinggi? Tapi aku sadar. Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (karena aku ingin masuk Arsitektur. Semua ini adalah karunia Allah agar aku menjadi pemuda Muslim yang tangguh.. tapi beneran koq).. Tidak ada lagi kata menyerah.

com sadar.. Dipisah antara asrama putra dan asrama putri. Aku berkenalan dengan 26 orang penerima BIUS lainnya.. Semoga Allah menjadikannya sebagai amal jariyah yang akan terus mengalir.. Terima kasihku yang tak terkira kepada semua orang yang berperan dalam BIUS ini. Tuhan semesta alam. Saya begitu pusing ketika memikirkan tentang perguruan tinggi yang akan Saya tuju. Mata Beliau berkacakaca menahan tangis.www. Dalam Bridging Program ini kita mendapat kesempatan mengikuti seminar.. Aku juga mencoba mengakrabkan diri dengan para Relawan BIUS yang pernah ketemu waktu USM dulu. Begitu juga dengan diriku. namun tetap tampak olehku. segala Puji bagi Allah. Terima kasihku untuk Ayah dan Ibu yang tak pernah lelah menegakkan hati dan pundakku.  25 . Bridging Program: Akhirnya hari ini aku berangkat ke Bandung untuk mengikuti Bridging Program dari para relawan sebelum kami masuk kuliah. dan (3) Jangan pernah menyerah. Pengen tahu? Masuk ITB dong.. peganglah tiga hal dalam berusaha: (1) Berikhtiar dengan sebaik-baiknya.” -Azward Achmad Badawi- “Assalaamu’alaikum. Ke Bandung. Aku sampaikan kabar genbira ini kepada Ibuku.. harapan baru untuk maju dan lebih semangat untuk meraih masa depan…. Aku pulang dengan tubuh gemetar. diskusi-diskusi inspirasional. bergeraklah! Kesempatan tidak bisa terulang!” ”Awal kelas XII. parah... yakni BIUS.. Sebenarnya yang jadi pikiran dalam diri Saya bukan jurusan atau perguruan tinggi yang akan Saya pilih. Jusuf Kalla. Begitu banyak pilihan. BIUS. Now: Tetap semangat! Jangan pernah menyerah! Pesan dan kesan: Segala Puji bagi Allah. Para mahasiswa penerima BIUS mendapatkan sejuta pengalaman dan bimbingan entrepreneurship dari para alumnus ITB yang telah sukses dan dari banyak pengusaha sukses seperti Sandiaga Uno dan M... Semangat kawan! Langkahkan kakimu. Teman-teman BIUS dan relawan: Dalam Bridging Program ini aku berkenalan dengan anggota keluarga baruku. biaya untuk itu semua. studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna seperti ke kampung baso dan lain sebagainya. Tuhan semesta alam. tapi seru juga. Asrama putra di Jalan Kidang Pananjung dan asrama putri di jalan Kanayakan. Bridging Program memberikan banyak manfaat bagi calon mahasiswa. terlalu banyak bahkan membuat Saya semakin pusing. Masa awal kuliah: Tidak begitu menarik. Kami tinggal dalam satu asrama.) pokoknya gitu deh. Ibu dan Ayah benar-benar bahagia luar biasa atas karunia Allah ini... Maha Suci Allah. Terima kasihku untuk teman-teman dan keluarga besar. Allahumma amin. Masa UTS: Argh... Aku telah diterima di ITB. Bridging Program adalah sebuah program matrikulasi yang bertujuan memberikan bimbingan penyesuaian/adaptasi terhadap sistem pendidikan di ITB khususnya dan kehidupan di Bandung pada umumnya.. Namun.. Kami dapat belajar beradaptasi dengan lingkungan kampus ITB maupun lingkungan tempat tinggal. kenapa mudah banget? (tapi bohong...itbuntuksemua.. Untuk semuanya. (2) Berdoa dengan khusyu’..

semuanya menjadi kenangan Sejak SD Saya sudah terbiasa untuk mendapatkan beasiswa untuk sekolah Saya. di sini Saya menemukan keluarga baru. dengan para donatur.. indah tersendiri.bisa lolos USM. Ketika akan melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi Saya bingung di mana akan Saya dapatkan semua itu.. Pertemuan-pertemuan daerah SNMPTN). untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus Sebelum akhirnya memilih ITB. Sedangkan awal masuk saja harus membayar berjuta-juta uang pembangunan atau apalah sebutannya. “Belum tahu“. Saya mengikuti USM terpusat bersama 199 anak yang lain di Bandung. Saya ngan penuh perjuangan Saya penuhi semua persyaratan bersaing dengan anak Olimpiade Sekolah. Dan Beliau memberikan Saya formulir Beasiswa ITB Untuk Semua. Sampai akhirnya di malam yang gelap dan penuh bintang (halah. Sungguh sanya 23 orang bagaimana? Mbak Tasha tidak menjanjarang didapat. Saya hanya bisa tersenyum dan mengatakan. Orang tua Saya sungguh 200 BIUS-ers. Saya melepas kesempadan Bandung itu sendiri. Pesan Saya untuk calon BIUS 2010: jangan sia-siakan kesempatan. Sungguh senang dari hasil analisis jika Saya tetap memilih FMIPA Saya bisa masuk menjadi salah satu anak beruntung dari se. Singkat cerita Saya masuk dalam Allah memberi Saya jalan. namun dalam waktu 5 hari. “Antika mau masuk mana? “. mengharap Saya bisa diterima di ITB. Sampai jumpa di Bandung adek-adek! Semangat!^_^” -Antika Anggraeni- 26 Sejak SD Saya sudah terbiasa mendapatkan beasiswa untuk sekolah Saya. Setelah USM di Bandung dan akhirnya ternyata Saya Dan akhirnya Saya adalah 1 dari 40 anak beruntung belum lolos.  . haruskah kesempatan ITB ini dilewatkan? Deguh tidak diduga karena dari SMA Saya saja.. Saya minta kepastian tentang tardar beasiswa.Saya dari Bandung. Saya bercerita bahwa Saya ingin ikut tes STAN tetapi Abah sangat tidak setuju. Saya e-mail luruh anak negeri.. tanya ke Mbak Tasha. Awalnya ada rasa kecewa karena ternyata lain yang mendapatkan beasiswa ini. UGM. Ketika akan melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi Saya bingung di mana akan Saya dapatkan semua itu. Kakak-kakak relawan meletakkan ITB pada pilihan 2 dan Kedokteran UNS yang sungguh baik hati dan selalu memperhatikan kami pada pilihan pertama SNMPTN (masalah regionalisasi layaknya adik kandung sendiri. lebay) Saya bersama orang tua Saya sedang berbincang-bincang dengan Abah pimpinan Pondok Pesantren. get BIUS yang 50 orang. BIUS. relawan BIUS yang menelpon Beasiswa ITB Untuk Semua bagi Saya bukan hanya seke. kan baru 27 orang lalu siDengan cepat kami bisa akrab satu sama lain. Menyenangkan dan semakin tan Beasiswa Kedokteran UNS karena tidak bisa kalau membuat kami menjadi kompak. Sekarang kuliah sudah hampir 1 semester.UI. Jadi kangen masa-masa Bridging…. Saya berpikir setelah melewatkan kesempatan Singkat cerita Saya sudah lolos 200 besar calon.. awalnya Saya dapat info ini dari teman 7 hari sebelum Ujian Nasional. karena kesempatan ini mungkin tidak bisa terulang..BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 “Assalamu’alaikum warahmatullaah. Saya merasa senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini. Sung. (hiks). Saya iseng lihat facebook dan ternyata yang dapat BIUS baru 27 orang. Maka. Program Bridging yang dilaksanakan jikan apapun tapi Beliau tetap dan selalu men-support sebulan sebelum masa kuliah banyak membantu Saya Saya untuk ikut SNMPTN dengan pilihan pertama ITB. Tiap kali ditanya. begitu setiap hari.

Jawaban-Mu ternyata BIUS. namun tak mudah ‘tuk menjadi nyata.. Saya rasa beasiswa ini bisa merangkul semua putra-putri potensial dan bercita-cita  ... Dalam bahasa Sunda bisa disebut AYA-AYA WAE... karena memang orangnya ada-ada aja. karena keberhasilan yang lebih baik ada di depan mata. untuk membangun bangsa dan negara tercinta. Pertama. Saya mendaftar sebagai peserta jalur Beasiswa Olimpiade. Mendengar cerita dari teman2 di lain universitas Saya bersyukur akhirnya di ITB dengan suasana yang kondusif untuk belajar baik kuliah maupun memperdalam ilmu agama... Tapi nasib berkata lain.www.” -Setyo Wardoyo- “Assalaamu’alaikum. Ternyata Pak Pomo mengizinkan Saya asal uang pembayaran yang sudah ditransfer ke Poltekkes diganti (Mbak Tasha bersedia menanggungnya).. sebelum akhirnya ke ITB Saya terikat kontrak bidan dengan Yayasan Solo Peduli (YSP) yang telah membiayai SPP Saya dari kelas 3 SMP sampai lulus SMA (dengan pertimbangan balas budi. Yang membedakannya adalah penerimanya diberikan seminar motivasi agar bisa berkarya di masyarakat sebagai agent of change…. BIUS berbeda dengan beasiswa lainnya…. BIUS adalah jembatan Saya menuju matematikawan sejati. yang awalnya menyumbang nama Guntur Langit Biru) intinya dari kegagalan USM Saya menjadi lebih dekat dengan Mbak Tasha dan pernah mengundurkan diri dari Beasiswa Kedokteran dan beasiswa ikatan kontrak kerja kebidanan. memberi harapan disaat semua hampir gelap gulita. Semua itu mungkin tidak akan Saya alami jika Saya lulusnya lewat USM. tetapi masih harus membayar biaya kuliah dan biaya hidup. sehingga jika Saya diterima Saya tidak perlu membayar biaya SDPA. BIUS adalah beasiswa yang memberikan harapan bagi terciptanya pemerataan pendidikan di Indonesia…. Pada saat itu Saya sempat down untuk beberapa saat. Saya menangis karena Saya sudah terikat kontrak bermaterai...itbuntuksemua.. Arti Yang Abadi. cari lingkungan yang baik dan tetap ngaji. Saya berencana mencari beasiswa dari perusahaan atau setelah Saya kuliah nanti. Awalnya Saya tidak tahu adanya program BIUS karena baru tahun 2009 ini dibuka. terima kasih pada semua yang telah menolong kita.” 28 “Assalaamu’alaikum. BIUS. Singkat cerita. tetapi melihat biaya kuliah yang semakin mahal.. Saya merasa seolah mendapatkan keluarga baru di sini. Beasiswa ITB Untuk Semua.. nama yang penuh arti. Nama panggilan AYA.. Allah Maha Mengetahui pilihan yang terbaik dan waktu yang paling tepat untuk memberikan karuniaNya. Tanggal 12 Juli 2009 adik Saya yang ketiga lahir. Saya berterima kasih untuk BIUS. Saya mendapat informasi bahwa ITB membuka jalur penerimaan mahasiswa baru yang bernama BIUS ini. hingga kini kita menemukan sebuah pelita.. Berjuta cita-cita ada di depan mata. Pesan Pak Pomo agar Saya harus bisa jaga diri. Hingga akhirnya Saya menemukan satu titik terang yang bisa mewujudkan impian Saya tersebut. Saat semua usaha maksimal. Saya beri nama Fachri Adlisan Handoko (Adlisan adalah sumbangan nama dari Mbak Tasha he he. Saya mengikuti program ini dan diterima di pilihan pertama. Setelah di Bandung Saya sangat bersyukur kenapa bisa kuliah di ITB lewat SNMPTN. Saya belum diterima lewat jalur ini. Saya mencoba mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) di Daerah.. Saya sangat terbantu dengan adanya BIUS. tentang pembatalan kontrak Beasiswa Bidan ikatan kerja. SALAM HEBAT UNTUK KITA YANG HEBAT. Malam hari tanggal 31 Juli Saya ditelpon Mbak Tasha bahwa Saya dapat BIUS.. menjadikan diri Saya untuk berpikir dua kali.” -Wulandari Purwaningrum- ”Saya akan menceritakan sedikit perjalanan Saya sampai akhirnya Saya bisa diterima di ITB melalui jalur Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). Sejak awal Saya memang berencana untuk kuliah di ITB... Semoga tulisan yang sedikit ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Pesan Saya jangan pernah berputus asa jika mengalami kegagalan. Sunarya.. merupakan program yang sangat super... Di BIUS ini banyak manfaat yang bisa Saya dapatkan. Tetapi keinginan Saya untuk kuliah di ITB tidak menyurutkan semangat Saya untuk terus berjuang. Pak Supomo. doa dan tawakkal telah dilakukan. Alhamdulillah Saya akhirnya ke ITB juga.com Pengumuman SNMPTN pun keluar. Mbak Tasha minta kepastian apa BIUS tetap diambil? Akhirnya pagi hari tgl 1 Agustus Saya mencoba meyakinkan Direktur YSP. SUka berkata beNAR dan terpercaYA. Allah yang Paling Berhak atas hasil akhirnya... sungkan untuk menolak selain itu karena deadline transfer biaya kuliah bidan 30 Juli 2009. itulah nama Saya. yang artinya ada-ada aja.. Saya pasrah kalau direlakan ya Saya akan ke ITB tapi kalau tidak ya Saya sudah disekolahkan dari SMP... Padahal belum ada kepastian dari Mbak Tasha).” 27 ”Selebaran itu BIUS.

... Terpaksa kami merogoh kocek lebih dalam untuk membayar ojek. Beasiswa yang didambakan banyak putra-putri potensial untuk dapat berkuliah di ITB.. salah satu kota yang dijadikan tempat penempatan orang-orang Jawa untuk proyek penanaman padi pada zaman Hindia Belanda. Ketika Saya berjalan menyusuri jalanan panas bersama teman Saya..... Kami pun naik bus ke kota lain yang kebetulan melewati Bandung tapi tidak transit di terminal. kami mencari Masjid Salman ITB tapi tak ditemukan (ya iyalah bentuknya sangat beda dengan masjid umumnya. bagi Saya... yang memunculkan teori persaingan-baru antarlembaga negara di Indonesia yang kita kenal dengan Teori Cicak-Buaya dan bahkan mengalahkan penemuan Mamah Laurent atas takhayul kiamat 12 Desember 2012 yang memunculkan perdebatan antarparanormal Indonesia dan juga memunculkan Sidang Paripurna Majelis Paranormal Roksi (MPR). Setelah kelengkapan selesai.. Saya mencari banyak informasi seluruh beasiswa universitas.. Hingga beberapa waktu Saya pun mulai kelelahan mencari informasi-informasi tersebut.. alat transportasi khas Indonesia yang muncul akibat desakan ekonomi sehingga memanfaatkan motor pribadi untuk dijadikan mode transportasi.... Saya berusaha untuk membuang jauh-jauh pikiran itu.. datanglah pengumuman penerima BIUS. penemuan Einstein atas Efek Fotolistik yang menambah perbendaharaan fisika.. dalam catatan selebaran tersebut tertulis besar dan tebal BIUS. Kalau dikirim via pos dikhawatirkan terlambat. kota lumbung padi dan lumbung keterbatasan.. Kami terus berjalan.45 WIB. Singkat cerita.. Setelah penemuan selebaran tersebut.. Akan tetapi. anak hitam manis. red... Ya. Lalu Saya memungutnya karena kebiasaan Saya yang selalu memungut bacaan yang Saya pikir berguna. Membelah gunung-gunung Bandung. Pandangan pertama awal kita berjumpa (kayak lagu Arafik neh). Kebetulan masih ada penjual ayam bakar dan pecel lele yang masih tersisa. kami tiba di kampus Ganesha pukul 00.... Kami pergi jam 7 malam dari Karawang. Pak Polisi yang baik hati dapat mengerti keadaan kami yang hampir deadline mendaftar ke ITB. minggu berlalu dengan penantian terpaku. Jam berlalu silih bergantian. Hingga akhirnya Allah menjawab doa Saya dan orang tua Saya.. harapan pengumuman BIUS. siswa tampan dari SMAN 1 Telagasari merupakan .. hanya berupa asa yang berkilauan terpendam di kalbu dan Saya pun hanya siswa dari SMA terpencil.. Inget brurr ITB..00 WIB sudah kehabisan bus ke Bandung..... Tetapi tidak lolos. berperawakan kecil mungil dengan senyum gigi putihnya dan aroma wangi tubuhnya.. Rayyan. ternyata angkot arah Dago sudah tidak ada karena memang jam sudah menunjukkan arah pukul 00. Saya tidak merasa putus asa karena kuatnya resultan gaya tarik semangat untuk meraih cita-cita. kami pun pulang dengan menggunakan kereta api. SMAN 1 Telagasari.... haripun berlalu. Dengan semangat Saya dan Rayyan. Apa yang terjadi? abrakadabra. Akhirnya kami tidur di bangku besi pinggir jalan tepatnya depan lapangan parkir TL..... dan tibalah di Kabupaten Karawang untuk menunggu harapan... hari berlalu dengan senyum mentari... ya BIUS. melebihi penemuan James Watt atas mesin uap yang dapat memunculkan Revolusi Industri di Inggris. ya benar BIUS. Saya merasa dunia tidak adil dikala teman-teman Saya bisa masuk universitas dengan mulusnya tanpa tes bakat (baca: cukup tes finansial saja). Saya bersama teman Saya.. Anggoro Widjoyo. suatu hari. Muncullah Mentari di Cawandatu yang menghangatkan asa untuk menggapai cita. Hari itu juga. kami menyiapkan dokumen kelengkapan persyaratan BIUS.. lagi-lagi kami sial.. Kami tak mengetahui bahwa pukul 19. Saya menulis catatan ini untuk menceritakan sekilas cerita yang Saya alami before and after Saya mengikuti program ini.. kami turun di tanah Parahyangan tempat Putri Dyah Pitaloka dilahirkan. singkat cerita. eh maaf maaf! sombongnya kambuh neh. Setelah makan... Beberapa bulan yang lalu ketika ITB hanya masih berupa institut impian.. menyusuri hutan hijau. setelah menuntut ilmu di sekolah... Tapi akhirnya...BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 tinggi di seluruh Indonesia. Ternyata eh ternyata selebaran yang Saya temukan adalah awal Saya mengenal BIUS.. kami pun mencoba jaga gengsi sebagai calon mahasiswa ITB dengan memesan bebek goreng. Setelah mendaftar dengan berbagai ujian mental termasuk antri.... uang kami makin tak cukup untuk esok hari. Massaro. setelah sampai di Bandung... Di samping sudah merasa lelah. langsung mencari informasi BIUS ini..). Menghitung hari detik demi detik. Keesokan harinya kami terpaksa mendatangi direktorat tanpa sarapan karena uang yang sudah sangat minim. kami bertemu polisi dan kami berbicara cukup lama karena kesalahan kami naik bus ilegal.. semua tidak berani menghalau calon mahasiswa terbaik bangsa. Salah satunya universitas terkemuka di Indonesia. dengan gegap gempita. Rayyan Ashfahan Nawa... Penemuan selebaran tersebut. Ketika turun.00 WIB... secara ilegal di jalan tol sekitar Cimahi. Saya mengirimkan  langsung ke Bandung karena memang sudah hampir deadline. Saya menemukan selebaran.. penemuan Max Planck atas teori kuantumnya yang mentransisi fisika menuju Fisika Modern. Sunarya. Ternyata kami tak tahu harganya mahal banget... penemuan KPK atas rekaman pembicaran bos PT.

seorang pejuang dapi ujian yang akan dihadapi. eh maaf lagi ya! sombongnya kambuh tut ilmu di kampus tempat menelurkan tokoh-tokoh hebat. (kaya lagu Boneka Cantik karya Mahmud Syam yang dinyanyikan Almarhumah Elia Kadam ya?)... lagi nih….... selesailah sudah. Tapi kalau ga percaya ntar Saya tanyakan Bu Betty lagi ya!” Singkat cerita.. Saya tak putus asa. Maklum..Saya pun resmi menjadi mahasiswa ITB dengan predikat tri. yang membuat Saya semakin terinspirasi untuk menjadi enterpreneur ^_^. rasanya mimpi bisa menunmahasiswa ITB. yang kedua ketika jalan2. semua bercerita. Habibie. semua gembira dipandu donesia menjadi negara pemroduksi pesawat mengalahkan Jepang yang pada saat itu belum memiliki tekrelawan yang setia dan Bu Betty yang keren abis ya! nologi sehebat Indonesia dalam hal kedirgantaraan. tebersit rasa sombong sehingga tersentuh orang pun tak mau..... ITB... Saya berjanji.SNMPTN tidak pulang lagi hingga sekitar 2 minggu pan. keempat ketika daftar USM bersama 200 orang calon penerima BIUS. Saya daftar ulang Kini dia bekerja untuk mengikuti SNMPTN tahun de. mu. Namun apabila tidak... Ketika malam Saya tahajud. di ITB maka perkenankanlah ya Allah. “Sunarya. Akhirnya doa seseorang tersebut dikabul. Sebagai SNMPTN. PROKM yang menjadi ajang perkenalan berlalu. ke-13 orang ikut SNMPTN kan? selamat ya! berdasarkan berita menyatu dengan 27 penerima BIUS lainnya membentuk  . Saya daftar ulang ke direktorat untuk yang kelima kalinya... Seakan ma ketika menggemparkan dunia dengan pidatonya di kami disatukan oleh cita-cita Gajah Mada yang ingin depan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan judul Memmenyatukan Nusantara.. Saya pergi ke Bandung dan apa-apa serba sendiri.... melalui SMS. 200 orang itu tinggal muda sejati.... hamba yakin yang Engkau Putuskan Penerima BIUS jalur SNMPTN berjumlah 13 orang menadalah yang hamba butuhkan ya Allah.. unakan mencobanya lagi pada SNMPTN tahun depan tuk mengatur jalannya Bridging dari minggu ke minggu. Hamba jalani Bridging susulan yang dipandu Kak Ahmad. Hatiku gembira riang tak terkira mendengar berita kabar yang bahagia... Pilihan pertama USM adalah FMIPA ITB dan nyata. On the way.. Saya pergi ke Bandung dengan sejuta penyandang penerima BIUS.. Setibanya di Bandung Saya bertemu de.. Kak Pu. Namun sayang 1000 kali sayang kegembiraan tersebut sedikit terpatah karena Rayyan tak diterima.... Ketika SNMPTN yang terlintas hanyalah kebanggaan yang tak terkira. Saya menunggu hasil gaan menjadi penghuni Kampus Ganesha. Sang Insinyur dengan orasi ulungnya terutangan teman lain dari seluruh pelosok Nusantara. calon Kuliah pertama pun dimulai.... hanya 27 orang yang lolos lewat USM Rasanya Saya masih menganggap bermimpi karena Terpusat….. Kebanggaan menjadi adik kelas Soekarno. Daftar ulang berkampus impianmu itu...itbuntuksemua. Bebek goreng yang mahal itu dan karena langsung ada PROKM ITB.Dari Bridging banyak hal yang dipelajari tentang bekal kan dengan datangnya SMS Kak Putri. cendikiawan yang membawa Indi barak... yang ada kamu masuk FMIPA...lalu. salah satu nama yang berderet di antara 200 orang lainnya dari seluruh pelosok Nusantara. ketiga ketika mau pulang dari daftar BIUS.... Saya nekat untuk ikut baru saja Saya bermimpi kemarin dan saekarang sudah SNMPTN...... Dengan bimbingan relawan BIUS...bangun Dunia Baru Kembali.. Ketika menginjakkan kaki sebagai mahasiswa ITB pilihan kedua adalah universitas lain. Saya berjanji menjalankan Tri Dharma “ Ya Allah jika Engkau Meridhai hamba-Mu kuliah Perguruan Tinggi.......Soekarno.. cayo Rayyan. kamu awal yang harus dimiliki mahasiswa..com Saya dan teman-teman diajak bertemu dengan alumni-alumni ITB yang sukses...www. ya Allah”.... kebangakhirnya. Sahrir. menunggu.. yang pertama ketika daftar BIUS... Saya berdoa mahasiswa ITB.... kami semua semangat mengha. juga kursi besi itu... Ujian berlalu…. harapan yang ada.

Nurul dengan bahasa puitisnya.. siap merangkul kalian. Gemparkan Nusantara dengan informasi BIUS ini ke seluruh Indonesia.. banyak acara yang dilalui. banyak pula keakraban yang terjadi di antara anak-anak penuh harap ini. Sahabat BIUS-ku. Semangat Adikku.. Sukseskan “Satu BIUS Untuk Semua”.. apa yang kita terima harus kita tasi.. saat itu keinginan untuk belajar dan keadaan berbanding terbalik.. sehingga terpaksa untuk tidak berencana meneruskan pendidikan atau meneruskan di bidang yang kurang disenangi. Pomto dengan sifat lucunya. Irwan dengan kegiatan aktivisnya. Kita songsong Generasi Kedua dari BIUS. Kita songsong Reinkarnasi BIUS 2010. Antika dengan rok putihnya. dan hal lain yang tercipta. Cerita ini bermula ketika mendekati kelulusan SMA 2009.. Susanto dengan Way Jepara-nya. Kita kalahkan reinkarnasi Kera Sakti. akomodasi.... Keempatpuluh BIUS-ers ini menyatu bersama. Yeni dengan senyum kewanitaannya. tapi saat itu deadline pengiriman hanya tinggal 3 hari lagi dan pada saat itu mendekati Ujian Nasional.. BIUS-ers siap menjadi agent of change untuk Indonesia.. Mari kita bersatu. Saya hanya ingin menyampaikan sebuah cerita yang bisa menjadikan inspirasi bagi adik-adik semua. Salam hangat buat adik-adikku. Kita buktikan bahwa kita akan mengikuti jejak Relawan BIUS. Luki dengan ceplas-ceplosnya.. Haris dengan gaya kokonya.. siap berusaha menjadi yang terbaik... BIUS-ers berjalan dengan ciri khasnya masing-masing.. Nirmala dengan rambut keriting dan jalan cepatnya.... Verry dengan logat lucunya. Lutfi dengan kacamatanya.. BIUS..kapan untuk ujian disediakan oleh panitia.. Edi dengan capsa-nya. kami kakakmu. Saya mengikuti ujian masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeserPesan: kita BIUS adalah penerima beasiswa. dan keyakinan... Ardian dengan dakwahnya. Saat itu Saya mendapatkan kebimbangan untuk mengikuti program beasiswa ini karena harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional yang bertepatan dengan deadline pengiriman berkas program ini. Surya dengan Sooko-nya..... Ummi dengan jiwa manajemennya..... Nurcha dengan jilbabnya. Kita ikuti jejak Pahlawan BIUS. Fafa dengan kejantanannya. dan pem. dengan doa.. Wulan dengan pendapat yang menusuknya.. asa itu pun mendapatkan restu dari semua keluarga.. jangan pun. Leo dengan sakitnya. Bibit dengan kedewasaannya. Reychal dengan sifat pelupanya. kerja keras. panggilan penerima BIUS.... beri beasiswa ini. Beruntung Saya memiliki keluarga dan teman yang terus memberi semangat dan memberikan keyakinan bahwa Saya bisa menyelesaikan persyaratan formulir program ini dan dapat mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua dan dapat lulus di Ujian Nasional 2009. Arai dengan cerita-cerita yang menghebohkannya..... Suatu keyakinan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik pun datang. Dengan membawa keyakinan dan doa dari semua orang akhirnya .. Susi dengan kulit putihnya.. Topan dengan cambang dan ketampanannya. “SALAM HEBAT UNTUK KITA YANG HEBAT”. Icha dengan bahasa kealimannya... Kini 3 bulan sudah berlalu. Eka dengan program arisannya... Kita tunjukkan kita bisa merangkul Adik-adik kita. Saat itu Saya terus mencari adanya info beasiswa sampai akhirnya mendapatkan info Beasiswa ITB Untuk Semua. Kini. Kesan: Semua cerita ini akan kita kenang hingga kita menjadi orang sukses semua.. Setyo dengan kalkulusnya. Buktikan kalian bisa...... Amin.. Imron dengan bahasa khas F menjadi P-nya. keluarga.. Pelangi terjadi dalam diri kalian. Banyak cerita yang telah diukir.” -Sunarya- “Assalaamu’alaikum.. Segala kebutuhan mulai dari transporsampai kita terlena. Badawi dengan bab cintanya..” 29 ”Keyakinan dan Doa. Piska dengan ketomboian dan rambut Charlie ST12-nya... Kini..... Cita yang tinggi menjadikan semangat untuk sukses lebih tinggi. bagi sahabat BIUS-ers... Winda dengan wajah manisnya. buktikan mimpi kalian...BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 kesatuan yang abadi. kamu pahlawanku.. Listia dengan diam emasnya... Kita sukseskan BIUS 2010. “hal yang tidak mungkin dapat menjadi kenyataan”. Arbi dengan jiwa Betawi-nya... sebuah asa meraih cita untuk pendidikan yang lebih baik.. Ical dengan misteri diamnya. 3 bulan berlalu.. Widi dengan sifat ndeso-nya. ke-40 BIUS-ers. konsumsi. BIUS 2009 bersatu untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah didapat.. Azka dengan semangat pencarian makan gratisnya. bahkan perlengpertanggungjawabkan pada Tuhan. kamu temanku. Saya bangga dengan perjuangan kalian.. Saat itu hasrat menimba ilmu tidak disertai oleh adanya keuangan yang memadai. Karim dengan perencanaan planonya. dengan semangat kita harus jadikan BIUS seperti logonya yang penuh warna-warni dalam satu ikatan. Buktikan Laskar 0 Berbeda dengan orang-orang yang mendaftar reguler. Teguh dengan bahasa kepemimpinannya. Neni dengan senyum maut dan rahasia dibalik dirinya. Bagi Adik-adik pendaftar BIUS. relawanku.

Saya jadi merasa kerdil di hadapan mereka. agar selalu diberikan yang terbaik. Kita. karena Saya tidak punya saudara ataupun kerabat di Bandung. Jusuf Kalla. Selesai Bridging. Halo teman-teman 2010. sehingga Saya bersikeras untuk mengikuti SNMPTN dan akhirnya Saya diterima di ITB. serta memiliki keyakinan. keyakinan dan doa. kira-kira satu tahun yang lalu. bahkan uang saku selama 4 tahun ditanggung penuh. akomodasi. Saat ujian. Dari iseng-iseng googling di internet. Buktikan sendiri. dan beberapa minggu kemudian seberkas cahaya mulai terlihat. Sebuah pilihan yang sulit saat Saya memutuskan untuk kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) yang “katanya” mahal. mengingat Saya bukan berasal dari keluarga yang mampu secara finansial. Saya putuskan untuk masuk STEI ITB (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika). Beasiswa yang luar biasa. tempat tinggal. meninggalkan orang tua. nama Saya ada di pengumuman kelulusan ujian masuk ITB. Saat itu Saya masih duduk kelas XII di salah satu SMA favorit di Jakarta Barat. Alhamdulillah Saya lolos 200 besar dan diundang ke Bandung untuk mengikuti ujian masuk. Saya terus berdoa kepada Allah SWT. Berbeda dengan orang-orang yang mendaftar reguler. konsumsi. saudara. semua hal di dunia ini adalah mungkin untuk didapatkan walaupun pada awalnya itu terlihat tidak mungkin. Tidak tanggung-tanggung. Masalah finansial tidak akan menghalangi cita-cita kita. agar Saya bisa menjadi seorang engineer. tetapi rasa itu tidak Saya pedulikan. kuliah di ITB bisa Rp0. bahkan Saya dan teman-teman lainnya juga mendapat kesempatan untuk makan siang bersama Pak M. apapun itu. tidak terasa sebentar lagi temanteman akan meninggalkan bangku SMA. jalan-jalan keliling Bandung. mulai dari belajar.com Saya memutuskan untuk mengikuti program beasiswa ini dan lulus seleksi formulir. Saya berangkat ke Bandung. Beberapa minggu kemudian. Hari yang dinantikan tiba. Di tengah kebimbangan. hal yang dianggap mustahil untuk didapatkan bisa menjadi kenyataan. Ditambah lagi program-program pendidikan dan pembinaannya sangat bagus. Pesan yang ingin Saya sampaikan adalah dengan keyakinan dan kekuatan doa dari orang-orang sekitar kita. tapi terhalang sama masalah biaya? Berikut ini Saya akan menceritakan pengalaman Saya. harus cerdas! Jangan takut untuk bermimpi besar. Kembali ke masa-masa SMA.” 30 ”Teruntuk teman-temanku. Saya mengikuti ujian masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. . Segala kebutuhan mulai dari transportasi. Saya bulatkan tekad untuk kuliah di sana. Tetapi Saya tidak lulus ketika mengikuti USM ITB terpusat. Satu bulan itu menjadi masa-masa yang paling menyenangkan bagi Saya.” -Imron Saepudin- Orang tua tidak sepenuhnya mendukung karena khawatir akan masalah biaya kuliah dan juga biaya hidup. Saya sangat senang dan bangga bisa bertemu dan berkenalan dengan teman-teman dari seluruh Indonesia yang prestasinya luar biasa. Maka sebulan sebelum kuliah dimulai. Itulah yang menjadi dasar bahwa dengan kerja keras. dan teman-teman tercinta demi cita-cita. atau mau langsung nikah? Pilihan yang terakhir itu sama sekali tidak Saya sarankan. Saya dan teman-teman lainnya bisa mendapatkan banyak yang sama sekali belum pernah  ”Assalaamu’alaikum. Atau mungkin teman-teman sebenarnya mau kuliah. Hari demi hari Saya isi dengan kegiatan2 positif. biaya kuliah. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini.00. justru menjadi pemicu semangat untuk lebih baik lagi. dan ketekunan. calon BIUS 2010. buku kuliah. Saya mendapatkan info tentang BIUS (Beasiswa ITB Untuk Semua). Saya dikumpulkan bersama 199 peserta lainnya.itbuntuksemua. Dari BIUS. bahkan perlengkapan untuk ujian disediakan oleh panitia. SMAN 78. Sudahkah teman2 memutuskan akan ke mana selanjutnya? Mau lanjut kuliah. Semua bisa kamu dapat dari BIUS. dan mendengarkan ceramah inspirasional dari orang-orang hebat di negeri ini. kerja. kesehatan. cita-cita yang sudah tertanam sejak Saya kecil dan agar Saya bisa belajar bersama siswa-siswa tercerdas dari seluruh Indonesia. bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Disisa waktu menjelang ujian Saya belajar dengan tekun diiringi dengan doa kepada Allah SWT. mengembangkan softskills dan potensi diri. Segera Saya lengkapi pesyaratannya dan Saya kirim lewat pos. Anak-anak Indonesia. Saya tetap optimis. Saya mengikuti program Bridging dari BIUS. Saya benar-benar siap untuk mulai kuliah. Di Bandung. Namun dengan segala keberanian. Saya kerjakan soal demi soal dengan baik dan juga semaksimal mungkin. Alhamdulillah Saya diterima di STEI ITB dan mendapat bantuan dari BIUS. Tulisan ini Saya buat untuk teman-teman yang memiliki cita-cita. Keadaan ini tidak membuat Saya menyerah.www. semangat.

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009

kami dapatkan sebelumnya. Kalau ada orang lain yang mengatakan bahwa kuliah di ITB itu mahal atau ITB itu cuma untuk anak-anak dari kalangan keluarga elit, Saya dengan tegas mengatakan TIDAK. Buktinya Saya tetap bisa survive sampai saat ini tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun dari kantong Saya, juga tidak perlu membebani orang tua. Di ITB ada banyak sekali program beasiswa, BIUS salah satunya. Jadi, jangan takut kuliah cuma karena masalah uang. Saat ini, di meja belajar yang sederhana dan nyaman, Saya buat tulisan ini dengan segenap harapan. Saya ingin teman-teman 2010 juga memiliki keberanian untuk bermimpi besar, jangan khawatir dan merasa takut. Sebab ketika kita berpikir bahwa kita mampu, maka pintu menuju cita-cita kita terbuka lebar, tugas kitalah untuk terus berusaha dan tekun menelusurinya jalannya. Sadarlah teman-teman, nasib dan masa depan manusia bukan ditentukan dari rahim siapa ia dilahirkan. Tidak peduli ia anak seorang petani, nelayan, buruh, kuli, supir, ataupun tukang becak sekalipun. Semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang (sangat) layak.” -Achmad Arbi-

lah berada di tengah2 putra-putri bangsa yang terpilih untuk menjadi BIUS-ers. Selama 3 bulan ku berada di Bandung, tidak sedikit hal2 baru yang aku dapatkan. Jadi, ketika aku hidup di Bandung ini, sudah tidak ada rasa takut. Memang, walaupun ku udah terbiasa hidup jauh dari orang tua, awalnya orang tua tetap khawatir, karena emang jauh banget Bandung-Nganjuk. Dan ku juga awalnya bingung, kalau ada apa2 mau tanya ke siapa? Karena belum ada kakak kelas yang di ITB. Tapi untungnya, ada kakak2 yang siap dan rela membantu kami kapanpun. Sebelum mahasiswa baru yang lain masuk kuliah, kami sudah masuk lebih dulu untuk mengikuti bridging BIUS. Mulai dari softskills sampe pelajaran kuliah kudapatkan di sini. Dan rasa kekeluargaan di antara BIUS-ers telah kami dapatkan di sini. Selama 3 bulan kulalui bersama teman2 BIUS, ku merasa walaupun jauh dari keluarga, namun mereka semua bisa menggantikan peran keluarga buatku. Kapanpun ada yang butuh bantuan, kita semua bersiap untuk saling membantu. Apalagi kita hidup bareng di satu asrama (putri). Intinya, BIUS dan BIUS-ers sangat berharga buatku, buatmu, buat kita semua. Tanpa itu semua, mungkin ku tidak akan bisa bertahan di kota Bandung ini. Terima kasih untuk relawan2, kakak2, teman2, dan semuanya yang tidak bisa disebut satu2. Terima kasih untuk motivasi dan inspirasinya. BIUS NEVER END!” -Nur Chamidah-

“Assalaamu’alaikum. Two thumb up buat BIUS dan semua yang terlibat di dalamnya, yang telah mewujudkan asa dan mencerahkan masa depan putra-putri bangsa, dengan kuliah gratis di ITB….” ”Sebelum dinyatakan diterima di ITB, aku dan teman2 lainnya ikut USM Terpusat. Bersama 200 calon BIUS-ers, kami menginap di Asrama PPI Bandung. Dan kini aku te-

31

“Assalaamua`alaikum barudak…. kumaha damang? moga kita semua berada dalam lindungan Allah SWT. (kaya yang mau pidato ajah) iia sudah tarik mang!

32

Melalui rangkaian kegiatan mulai dari bridging, games, temu alumni dan donatur, seminar dan pelatihanpelatihan, banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kuperolah. 

www.itbuntuksemua.com

Wagh sama Kak Ahmad disuruh bikin tugas nech.... deadline paling lambat tanggal 14 Nov. ’09 jam 09.30.... sekarang tepatnya jam 07.45 WIB tanggal 14 Nov. ’09 di warnet apa iia ini namanya?.... A: “Tante, jangan banyak bergosip, di luar banyak yang ngantri”. Berhubung sudah banyak yang bacecot langsung ajah iia.... kesan dulu agh.... kesan pertama begitu menggoda (hwak2) wagh subject di email yang aku kirim tuch.... live story and than perjuangan sang sHu`sHe untuk menapaki masa depan dan duduk di kelas 02 FMIPA dengan Dosen Kalkulus Bu Mulyani (perfectionist), Dosen Kidas Pak Nyoman (dosen termaknyus), Dosen Fidas Pak Rijal (dosen tergaul).... bersama Surya Dewi Wahyuningrum asal Mojokerto SMA Sooko (oalagh baru denger iia), saudara Imron Saepudin, Sunarya, dan Verry Anggara Musriana (jangan bilang mirip mong riong iia ‘sassy girl’).... Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Masa lalu, sekarang, dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.

Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan: positif ataukah negatif. W.W. Ziege pernah berkata, ”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif. Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih ba-nyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuantujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan, maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir. Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”. Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut. Itu semua kata2 yang Saya kutip dari tips menuju sukses.... 

BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009

Nah, sekarang kita memasuki zona bubblegum yaitu kehidupan Saya.... sejak kecil Saya dididik dan dibesarkan dari keluarga yang kurang mampu.... Ayah Saya seorang supir yang banting tulang buat menyekolahkan Saya.... Saya bertekad walaupun Saya belum bisa memberi materi kepada Beliau tetapi Saya akan terus memberi kebahagiaan lewat prestasi Saya setinggi-tingginya.... makanya setiap kali Saya malas buat belajar atau bergerak (wagh mati dounk Tante!) bukan gitu juga dek.... Saya selalu ingat akan keringat orang tua yang menetes.... Saya harus bisa menjadi sukses dan mengangkat harkat, martabat, dan derajat orang tua di mata orang2 yang telah melecehkannya.... mengharumkan namanya atas jasa2 yang Beliau berikan.... Semasa SMP Saya berhasil menjadi the best student iia lumayan lagh bisa ngurangin beban ortu buat tiga tahun setelahnya buat beli buku, SPP per bulan (aku sekolah di SMP Negeri 40 Bandung, SD Mathla`ul Khoeriyah).... syukur gag henti-hentinya.... pas masuk SMA baru ada rejeki pas kelas 3 dan waktu kelas 2 SMA bener-bener senam otak kerja keras banting tulang buat belajar ampe akhirnya ikut Olimpiade Biologi, Kimia, Matematika tapi sayang yang lulus cuma Biologi iia sudah bersyukurlah Tante.... diangkat jadi anak asuh ama alumni SMA Negeri 6 Bandung wagh gag nyangka.... itu doa shalat tahajud supaya ada orang yang berbaik hati untuk bisa kuliahin Saya.... 

Alhamdulillah akhirnya bisa kuliah dan masuk ITB.... ada cerita lucu semasa kecil.... berhubung rumahku dari kecil gag pindah2 di situ aja nambru.... Jl. Pulosari cari aja di sana yang namanya sHu`sHe pasti tau preman Pulosari yang paling cuantik hee.... dulu waktu muda (A: “wagh sekarang udah tua iia Tante”) bukan gitu juga dek.... waktu kecil aku punya genk namanya Teh GeJe (gag jelas) waktu umur aku tuch 4-7 tahun iia lagh aku sering main ke ITB dan Ganesha.... kalian tahu kolam intel gag? kolam bunda yang jadi centernya ITB itu loch.... itu dulu ku jadiin tempat buat nyari ikan mujair soalnya waktu dulu masih ada ikan.... pas lagi nyemplung ehh.... ada satpam yang rese nyuruh kita naik.... alhasil gag dapet ikan mujair kitakita di tiang2 tembok gede sebelah kolam.... karena kita waktu itu main ke ITB selesai kuliah Shubuh di masjid (A: “Tante2 jadi dari dulu ampe sekarang Tante kuliah dan gag lulus2?) pikasebeuleun ieu budak.... bukan, kuliah Shubuh waktu bulan Ramadhan (A: “oooo”), kita jadi bawa mukena dan akhirnya kita buka celana dan memakai mukena.... Jaman heubeul lagi megang-megangnya Meteor Garden jadi kita tidur2an sambil ngeliat meteor jatuh dari langit (A: “Tante mati dounk ketiban meteor”) whatever.... banyak mahasiswa yang lalu lalang ngelewatin kita tapi kita mengeluarkan jurus ampuh “kandel kulit beungeut” bodo amat yang penting kita happy.... to be continue....

. yang telah memberikan rejeki yang tidak terkira.. Adalah sebuah kebanggaan besar bagi orang tuaku yang hanya sebagai seorang petani dengan pendidikan terakhir SD. akhir2 ini banyak orang yang nanyain (A: “ Tante-Tante gimana rasanya jadi mahasiswa?) Tante menjawab: suka-duka.. teman2ku. strategi sukses di kampus. BIUS sangat membantu menciptakan manusia potensial yang tadinya merasa kurang beruntung... Semoga akan lebih banyak lagi anak2 seperti Saya yang begitu tertolong karena BIUS.. Pelajaran tentang presentation and comunication skill juga diajarkan di sini. games. itupun biasanya hanya beasiswa pendidikan....www. dll. games.. anaknya bisa kuliah di ITB.... pokoknya masih banyak cerita seru yang Saya dapetin semasa kecil dan semasa mahasiswa di ITB.. and kekurangan hanyalah milik makhluk-Nya. tapi semua orang di kampungku.” bikin sensasi jemur celana basah piring (selesai Bu!).. sehingga dengan usaha kami cerita yang tidak jelas ini bisa selesai dengan baik. dan tentu saja guru2ku. Tapi alhamdulillah Allah telah memberikan jalan untukku lewat beasiswa “ITB Untuk Semua” ini. waa. BIUS adalah aplikasi tangan Tuhan yang Bekerja melalui malaikat2 tanpa sayapnya. temu alumni dan donatur. buat Kak Ahmad yang telah memberi kami tugas ini. Hal yang tak kalah penting yakni leadershipgame2 seru dan menantang yang menuntut kami memiliki semangat pantang menyerah dan kekompakan tim yang apik. jumlah ujian lebih sedikit.... Bagiku beasiswa ini bukan hanya sekedar beasiswa yang hanya memberikan dana untuk biaya kuliahku. Melalui rangkaian kegiatan mulai dari bridging. Acara temu alumni dan donatur memberi kami banyak motivasi melalui cerita2 sukses mereka.. nilai lebih tegas. begitu rapinya ia menjelaskan apa itu BIUS! intinya yang Saya tangkap BIUS adalah beasiswa superkomplit yang pernah Saya dengar. Tips beradaptasi di daerah baru.itbuntuksemua.. bedanya ama kuliah ama SMA tuch: tanggung jawab kita jadi lebih besar. dan buat A yang telah mengomentari Tante sepanjang cerita. mulai dari bridging. sampai saat ini Saya sangat mengingat peristiwa bahagia itu. apalagi untuk ITB. banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kuperoleh. tetapi beasiswa ini juga mengubahku menjadi lebih baik. kidas. banyak teman. seminar. semuanya gratis. seminar serta pelatihan2.. kecepatan dosen ngajar lebih tinggi. bahkan mungkin bukan hanya orang tuaku yang bahagia..” -Piska Nizaria- Assalaamu’alaikum. terima kasih…... Saat bridging kami banyak diberi tips untuk bisa beradaptasi di daerah baru seperti kota Bandung ini serta strategi sukses di kampus... dan betapa bahagianya Saya dan keluarga saat pengumuman SNMPTN Saya diterima di ITB..... kalian tetap harus mengikuti EYD otreh? terima kasih buat Allah SWT. bahkan langsung dari orang yang sudah profesional.. Tak ada gading yang tak retak.. Andai mau lanjut mungkin harus mencari beasiswa..... kesempurnaan hanya milik Allah SWT. tapi suatu hari sahabat Saya membawakan formulir pendaftaran BEASISWA ITB UNTUK SEMUA. pokoknya rasanya jadi mahasiswa ITB TPB kaya SMA kelas XIII (tiga belas)..com Oalagh cape juga cerita pake ngetik2 kaya gini segala.. fidas.... dukanya: kalkulus. Beasiswa ITB Untuk Semua bukan hanya sekedar beasiswa yang hanya memberikan dana untuk biaya kuliahku. tugas tidak selalu diperiksa. dan pelatihan-pelatihan.... tugas juga tapi iia konsekuensi tetap SEMANGAT untuk menjalaninya. Dulu mungkin hanya angan2 bagi seorang anak dari keluarga pas-pasan yang tinggal di sebuah daerah kecil di Jawa Timur seperti aku untuk bisa kuliah di ‘Institut Terbaik Bangsa’ yang kita tahu butuh biaya sangat besar untuk bisa kuliah di sana.. jangan diikutin cara nulisnya ntar ama dosen TTKI langsung dikasih E. banyak kecengan he2. saudaraku. sedangkan biaya hidupnya bagaimana? Saya sudah sempat menutup harapan untuk kuliah karena hal itu. biaya hidup pun 33 . presentation and communication skill. entrepreneurship. buat teman-teman facebookku yang telah menemani saat pembuatan cerita yang tidak jelas ini.. kayanya dah terlalu panjang nech berkoar2. dan untuk semua orang yang tidak sengaja tersebut di atas.” Bisa masuk ITB adalah sebuah anugerah yang tak terkira bagiku.... sukanya network jadi luas. temu alumni dan donatur. -Susi Setiyowati- dikasih. Melalui serangkaian kegiatan yang diadakan...” Semula Saya tiada berpikir untuk melanjutkan kuliah setelah lulus SMA kerena untuk kuliah butuh uang yang banyak. ongkos ke Bandung untuk tes pun dikasih. tapi lebih dari itu beasiswa ini juga mengubahku menjadi lebih baik.. kalo pengen tau cerita selanjutnya makanya masuk ITB dan carilah Saya di FMIPA. buat Mama yang tadi dah nyuruh buat nyucibuat AA warnet yang tetap tidak memberikan jasa warnetnya secara gratis.. Saya langsung daftar. banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa kuperoleh untuk bekalku ke depannya. membuat  34 ”Assalaamu’alaikum..

Selama ini. kita harus memiliki motivasi. Selama ini. Intinya. setiap acaranya begitu menyenangkan dan berkesan. Kehidupan terasa datar. Di sini motivasiku dibangun. tapi untuk memikirkanya. Namun. telah mengubah hidup dan paradigma saya tentang kehidupan. dan semangat pantang menyerah yang diiringi doa. benar–benar suatu kebesaran Tuhan. Pertama. Sampai akhirnya keindahan itu hadir melaui kejadian– kejadian saat bridging. There’s a will. motivasi membuat segalanya mungkin terjadi. Bertemu dengan banyak orang yang sukses dengan beribu cerita yang menginspirasi. saya telah menetapkan tujuan hidup saya. Bisa dikatakan.” -Fatimah Kusumaningrum- 35 Panca Hasil Bridging BIUS (Pa Ha Bi Bi) For Me. obsesi = tujuan. Materi dan kejadian selama bridging telah mempengaruhi pola pikir saya. Selama ini. dan narasumber yang berpengalaman. Saya hanya berani memendam mimpi saya dalam–dalam tanpa berani melawan keadaan. saya mengerti. Motivasi yang mendorong kita untuk berjuang meraih tujuan. tujuan = hasil. Motivasi = obsesi.. Mimpi itu ada. Pak Dwi Larso mengenai entrepreneurship. ketekunan. “Dulu kuliah di ITB hanyalah sebuah mimpi indah yang telah mulai berhasil kulupakan. para BIUS-ers dapatkan dari alumni. nama saya ada dalam daftar penerima BIUS 2009. For Us. Namun tidak begitu kenyataan yang saya lihat pada perjuangan para relawan. bersama 39 teman BIUS’09 yang lain. datangnya BIUS memberikan kesempatan untuk mimpiku ini. mendapat beasiswa pula. relawan. Banyak pelajaran yang kami. hidup saya hanya berkutat antara rumah dan sekolah. softskill-ku diasah. Tak hanya sukses di akademik. Saya belajar mengenai orientasi kehidupan melalui beliau. Wah. Atau lebih tepatnya BIUS. di ITB. Di sinilah pelajaran tentang entrepreneurship yg kami dapat melalui seminar & pelatihan2 diperlukan. Para relawan memegang kendali besar dalam pengaruh ini.” -Bibit Musnaini- Namun. Jadi tunggu apa lagi. Allah Maha Besar dan Bijaksana. Kehidupan yang indah. Bukan hanya tentang biaya kuliah dan biaya hidup. dan orang-orang hebat lainnya. Sekarang di sinilah aku. Keseimbangan antara process oriented dengan result oriented. mulai dari panitia. Kedua. Kegigihan para kakak relawan patut diacungi 2 jempol. hal itu hanya impian yang sulit dibawa ke dunia nyata. obsesi = berlebihan. Meski sulit. Dari BIUS juga. mengenai tujuan hidup. di sini kami dapatkan berbagai pelajaran menarik. harus terus melanjutkan pendidikan. Saya sendiri terkadang malu saat mengingat kelemahan saya itu. Setelah diskusi dan sharing dengan beliau. saya menemukan motivasi. karena semestinyalah mahasiswa sebagai kaum intelektual memberikan sumbangsihnya dalam mengentaskan bangsa ini dari kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan. hidup saya adalah urusan Tuhan. Banyak hal yang kami dapatkan di sini.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 kami tergugah untuk menyusul kesuksesan mereka. Saya merasa. keuletan. saya terlalu takut untuk kecewa. pertemuan saya dengan BIUS. dan mimpiku akan kuraih bukan hanya untukku tapi juga untuk bangsaku. aku bertemu orang-orang hebat. Dengan ikhtiar. Secara pribadi. Sebelum saya menemukan BIUS. Tidak ada tujuan. Dalam pandangan saya.. Semangat mereka memukau saya. bukan justru menambah daftar jumlah pencari kerja & daftar jumlah pengangguran ditanamkan pada kami melalui Semuanya mungkin jika kita mau berusaha. tak pernah terpikir saya akan kuliah di ITB. saya sangat bersyukur dan bangga. Saya menemukan BIUS sebagai jalan menuju harapan hidup saya (atau BIUS yang menemukan saya?). Sedangkan setelah itu? Entahlah. BIUS adalah salah satu anugerah terindah yang pernah kumiliki. Seorang mahasiswa seharusnya tdk hanya berorientasi utk mencari pekerjaan setelah lulus nanti. begitu banyak makna. yang ada dalam pikiran saya adalah motivasi = obsesi. Ketiga. begitu indah waktu yang kami lalui selama mengikuti program bridging Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS). tak ada yang special dalam hidup. BIUS benar–benar menakjubkan.  . Tapi. kami juga diajarkan utk sukses dalam pengabdian terhadap masyarakat. setelah mendapat materi dari narasumber favorit saya. untuk mencapai tujuan. teman-teman BIUS. Saya sangat kagum dengan semangat mereka. there’s a way. Bagi saya. Manfaat bridging selama satu bulan telah saya rasakan. wujudkan mimpimu di sini bersama kami. relawan. Dalam setiap doa dan renungan ku teringat kala harapan masih di awan Tapi… aku tak punya sayap untuk terbang… 36 Begitu banyak cerita. saya menemukan kehidupan. yakinlah dunia bisa kita taklukkan & bintang bisa kita raih. Apalagi setelah saya mengikuti bridging. saya berpikir.

seorang kawan berkomunikasi dengan pertolongan. perbedaan.itbuntuksemua. Namun kenangan itu. Melalui pertemanan di BIUS. terangkum dalam Panca Hasil Bridging BIUS (Pa Ha Bi Bi): 1. Kelima. Sesuatu yang telah membuat hidup lebih berwarna. dan berada diantara teman-teman yang memiliki banyak perbedaan. Semuanya saya dapatkan di hari terakhir bridging. bridging BIUS 2009 memang telah berakhir. Seluruh kenangan itu akan tetap hidup dalam hati para BIUS-ers. Disaat saya sakit dan benar–benar membutuhkan orang lain. banyak juga orang yang sensitif di dunia ini. Tetap semangat untuk membuat Indonesia Terseyum. untuk menemani melanjutkan pendakian… -Nurul Setia Pertiwi-  . Ternyata. saya jadi lebih tahu mengenai sifat orang lain dan cara menyikapinya. perkawanan. dan yang paling utama adalah pertemanan. Padahal. Motivasi bagi seluruh BIUS-ers untuk meraih butir pertama 3. menghargai orang lain. dan persahabatan. Kawan–kawan BIUS memang the best…! 5 hal utama tersebut.com hidup di asrama dengan mandiri (hal yang sebenarnya bisa saya lakukan. Keempat. Ya. perkawanan. Tujuan hidup yang paling utama 2. tapi jarang saya kerjakan). dulu saya pikir hanya ada teman dan sahabat. Apa bedanya? Banyak. Menghargai orang lain dan menjaga perkataan demi kelancaran terlaksananya butir pertama 5. harapan masih di awan… Meski tak ada sayap untuk terbang aku masih punya kawan. Saya pikir hanya ada di sinetron. Melalui BIUS. dan persahabatan sebagai pondasi kokoh dalam membangun butir utama. Menjunjung tinggi pertemanan. takkan pernah saya biarkan berakhir. Yah. termasuk saya. saya telah menemukan ketiganya. Tiga hal yang sangat berarti. ITB Memang Untuk Semua… Ganbatte! Ternyata. Penemuan kehidupan dalam proses menjalankan butir pertama 4. mereka peduli. dan seorang sahabat berkomunikasi dengan perasaan. Tapi perbedaan utamanya adalah seorang teman berkomunikasi dengan percakapan.www. Ternyata selama ini kata “kawan” telah saya lupakan.

M. Nanang T. Sumiyardi Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru ITB: Dr. Mindriany Syafila MS Eksekutif Director SKD ITB: Yoes Avianto Koordinator Penggalangan Dana & Promosi: Andrianto Soekarnen . Drs. M. Ir. Ing. MS.Si. Tutuka Ariadji.D. Djadji S. Ciptati. Ir. M. Ph. Aryo P. Satira. Dr.BEASISWA ITB UNTUK SEMUA 2009 TIM PENYELENGGARA Tim Penyelenggara Beasiswa ITB Untuk Semua terdiri dari: Ketua: Betti Alisjahbana (Majelis Wali Amanat ITB) Anggota: Dr. Ir..Sc. Puspito Dr.Eng. M. Drs.Sc.. Wibowo.

itbuntuksemua. Buncit Persada No.Jl.1 Jakarta Selatan T +62 21 7972204 F +62 21 7945013 http://www.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->