P. 1
Bab2-Konsep Limit Dan Kontinuitas

Bab2-Konsep Limit Dan Kontinuitas

|Views: 4,304|Likes:
Published by ulliey

More info:

Published by: ulliey on Oct 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Matematika Ekonomi

71

I Konsep Limit dan Kontinuitas

Setelah mempelajari bahan ini Anda diharapkan memahami prinsip dari konsep limit dan kontinuitas (kesinambungan) sebagai landasan bagi pemahaman kalkulus.

KEGIATAN

1. Pelajarilah dengan seksama bahan tentang Konsep Limit dan Kontinuitas yang disajikan di bawah ini :

KONSEP LIMIT DAN KONTINUITAS. 1.1. PENDAHULUAN

Kalkulus menyangkut analisis matematik tentang gerak dan perubahan. Oleh karena segala sesuatu di dunia ini selalu berubah, maka kalkulus dapat diterapkan hampir di semua bidang ilmu pengetahuan. Dalam kebidupan ekonomi dan bisnis pun kita selalu berhadapan dengan gerak dan perubahan.

Kalkulus dikembangkan secara terpisah oleh Sir Isaac Newton dan Gottfried Leibnitz dalam abad ke-17. Newton mengkaitkannya denga penelitiannya dalam bidang fisika dan astronomi, sedang Leibnitz tertarik pada kalkulus untuk memecahkan soal-soal dalam . geometri: mencari tangens terhadap suatu kurva, menentukan panjang bahagian tertentu dari ~uatu kurva, menentukan luas bidang yang dibatasi oleh sebuah kurva atau lebih, menghitung

": is! suatu benda padat.

' .. ,,'

Aplikasinya dalam bidang ekonomi dan bisnis dapat kita jumpai pada analisis marginal,

analisis maksima dan minima, programasi matematik. Programasi garis merupakan pula penerapan daripada kalkulus diferensial.

Kalkulus melibatkan perubahan-perubahan infmitisimal (tidak terbatas kecilnya)dalam variabel bebas dan variabel gayut. Secara matematik perubahan-perubahan sedemikian itu

dapat diterangkan melalui konsep limit dan kontinuitas. .

1.2. LIMIT

Konstanta K dikatakan sebagai limit dari fungsi f(x), apabila f(x) - K menjadi lebih kecil

72

dari sembarang bilangan positif x yang dapat dibayangkan, sewaktu x mendekati a, tetapi tanpa menjadi sarna dengan a. Dalam bahasa matematik dirumuskan :

f(x) fi K untuk x a, atau lebih singkat limit f(x) = K.

x=>a

Contoh

Jika f(x) = 2x + 5, maka limit f(x) = 5, sebab :

f(1) = 7 f(-I) = 3

f(1/2) = 6 feh) = 4

f(1/4) = 5112 fe/4) = 4112

f(lltOO) = 51150 f(_lltoo) = 449150

f(lltOO) = 511500 f(_l/lOoo) = 44991500

Suatu fungsi dikatakan mendekati nilai A, apabila f(x) - A menjadi lebih keeil dari sembarang bilangan positif yang dapat dibayangkan, sewaktu x menjadi infinit (tak terhingga besarnya) positif, yaitu naik tanpa batas. Notasi matematik dari rumusan ini ialah sebagai berikut:

limit f(x) = A

x=>c

Contoh

Jika f(x) = 1 - lIx, maka limit f(x) = 1, sebab : f(1) = 0

f(5) = 4/5

f(20) = 19/20

f(100) = 99ltoo

f(1000) = 999ltooo

f(l000) = 9999ltoooo

dst.

Kadang-kadang suatu fungsi mendekati dua macam limit yang berlainan, yang tergantung pada keadaan, apakah variabel itu mendekati limitnya melalui nilai-nilai yang lebih besar ataukah yang lebih kecil daripada limititu; dalarnhal demikian, maka limit itu tak dapat ditentukan; yang ada ialah limit sisi kanan dan limit sisi kiri. Rumusan ini dinyatakan dengan notasi:

limit f(x) = A+ dan limit f(x) = A-

x=> a+ x=> a-

Contoh

Jika f(t) = lit, maka limit f (t) = 00 dan limit f(t) = - 00

x=> a+ x=> a-

73

F (t)

(Lihat gambar sebelah). Jika t mendekati 0 dari atas, maka f(t) menjadi infinit positif, danjika t mendekati 0 dari bawah, maka f(t) menjadi infinit negatif.

Jadi :

- 00

Limit f(t) t~O

talc dapat ditentukan

Garnbar 1 Fungsi f(t) = lIe

Mungkin juga fungsi itu talc mempunyai baik limit sisi kanan maupun limit sisi kiri, seperti misalnya fungsi-fungsi sinus dan kosinus yang bergelombang wujudnya.

Kaidah-kaidah limit berikut ini berguna sekali untuk menentukan limit suatu fungsi. (1) Limit K = k, di mana K adalah kostanta.

x~a

Limit sesuatu kostanta adalah konstanta itu sendiri. (2) Limit [f(x) ± g(x)] = limit f(x) ± limit g(x)

x~a x ee a x~a

Limit dari jumlah atau selisih dan fungsi sarna dengan jumlah atau selisih limitnya

masing-masing.

(2a) Kaidah ini berlaku pula bag! jumlah atau selisih beberapa fungsi :

n n

Limit [r,fi (x)] = I limit fi(x)

x.a izl

(3) Limit [f(x). g(x)] = [limit f(x)] [limit g(x)]

x~a x~a x~a

Limit dari hasil kali dua fungsi sama dengan hasil kali limitnya masing-masing.

(3a) Kaidah ini berlaku pula bagi hasilkali beruntun dari beberapa fungsi :

• D

Limit [ll f; (x)] = n limit f; (x)

x~. i.1 i-I x:::;:ta

limitf(x) x~a (4) Limit

Limit dari hasil bagi suatu fungsi sarna dengan hasilbagi limit fungsi yang dibagi dengan limit fungsi pembagi dengan syarat bahwa limit fungsi pembagi bukan nol.

(5) Limit [f(X)]D = [limit f(X)]D

x~a x~a

Limit dari suatu fungsi berpangkat-nsama dengan pangkat-n dari limit fungsi ito.

(6) Limit [nv f(x)] = nv limit f(x)

x~a x~a

74

Contoh -

Limit (x3 - 3x + 5) x~2

= limit x3 - limit 3x limit 5 (kaidah 2)

x~2 x~2 x~2

= (limit X)3 - 3 (limit x) + 5 (kaidah-kaidah 1,3,5)'

= 23 - 3(2) + 5

=7.

limit x2 -vlimit (x + 2)

= x ~2 x ~2 (kaidah-kaidah 1,2,3,4,5,6)

limit (x2 + 1)

x~2

Limit x2 -VX + 2 x ~ 2 x2 + 1

22 -v4 = 3

=-=1-

4 + 1 5

L .. [ 2 ) =0 (kaidah-kaidah 1,2,4,5)
mut 2 1
x~oox+
Limih[1 +~) = DO (kaidah-kaidah 1,2,4,5)
x~ x
L.. x2 + 1 ) =2 (kaidah-kaidah 1,2,4,5)
Imlt1[ 2 1
x=>- x +x+
Limit (4--+-} =4 (kaidah-kaidah 1,2,4)
x =>00 x + Sewaktu menerapkan kaidah 4 berkenaan dengan limit suatu hasil bagi, mungkin hasil bagi itu berbentuk 0/0, yang tidak mempunyai arti. Akan tetapi kadang-kadang harnbatan ini dapat dihindari jika fungsiyang dibagi dan fungsi pembagi dapat dibagi dengan suatu bentuk aljbar yang berlimit DOl.

Contoh

Jika f(x) = x2 - 42, maka limit f(x) berbentuk 0/0 yang tak dapat ditentukan. Akan tetapi

x- x=>2

jika x -:1= 2 maka pembilang dan penyebut dapat dibagi (x _ 2) => (x +( 2) ~ -2) = x + 2.

x - )

Diperingatkan bahwa penentu limit f(x) tidak sarna dengan nilai f (x) untuk x = 2, melainkan menentukan nilai-nilai f(x) bagi x yang mendekati 2.

x2 - 4

Jadi limit = limit (x + 2) = 4

x=>2 x~2

75

(2 + h)2 - 4 0

Jika F(h) = ---- , maka limit F(h) akan berbentuk -. Akan tetapi bagi h;t 0,

h=>O 0

h

ak ~ (h 4 + 4h + hl + h2 - 4 4h + h2 4 h hi I·· F(h) 4

m a l' ) = = + ,se mgga imit =.

h h h=>O

Jenis lain yang limitnya tak tertentu timbul ketika penerapankaidah 4 didapatkan 00/00.

Akan tetapi kadang-kadang kesulitan ini dapat diatasi bila pembagi dan penyebut di bagi dengan variabel berpangkat tertinggi dalarn penyebut :

Contob

2x3 + x2 - 3 00

Jika f(x) = , maka limit f(x) berbentuk - yang .

x3+x+2 x =>00 00

tak tertentu. Akan tetapi jika pembilang dan penyebut dibagi dengan x3, maka akan kita peroleh

1 3 2+---

x x3

1 2 1+-+x2 x3

Jadi limit f(x) = 2, sebab x =>00, maka _!_ => 0, ~ = 0, ~p 0 dan 4 => 0

x =>00, x x x x

2x3 + x2 - 3 f(x)=---- =

x3 +x + 2

1 x+-

Jika f(x) = --x~l ,maka limit f(x) berlrentuk~. Akan tetapi jika pembilang dan penye-

x =>00 00

2x--

x

but dibagi dengan x, maka

Jadi limit f(x) = .!._, sebab jika x s maka ~ 0

x =>00 x

1.3. KONTINUITAS ATAU KESINAMBUNGAN

Dalam definisi limit f(x) nilai f (x) bagi x = a tidak diperhatikan; maksudnya, limit ini x =>00

hanya tergantung pada nilai-nilai f(x) di sekitar (atau dekat pada) x = a, tetapi tidak pada x = a. Jadi limit f(x) mungkin sarna dengan f(a), mungkin tidak. Sekarang tiba saatnya untuk x =>00

membahas kasus di mana limit f(x) ada, nilai f(a) ada dan sarna dengan limit f(x).

x=>oo x =>00

76

Kalau salah satu atau lebih dari syarat-syarat itu tak terpenuhi maka f(x) tidakkontinu atau diskontinu pada titik itu.

Pada titik x = 2 (y = 5) dari fungsi f(x) = (2x + 1) (x - 2)

(x - 2) seperti yang terlukis pada gambar 2, f(2) tidak ada (atau tak terdefinisikan) sehingga fungsi itu diskontinu pada titik tersebut. Kasus ini dinamkan diskontinuitastitiklowong (missing point discontinuity).

Pada titik x = 0 dari fungsi f(x) = ~ seperti yang terlukis I xl

pada gambar 3, maka f(O) tidak ada dan juga limitnya -~ .... ------ .. X untuk x ~ Otidak ada Makafungsi ini diskontinu pada titik itu. Sebab jika x ~ 0- maka limit f(x) = -1, sedang jika x ~ O· maka limit f(x) = 1. Kasus ini dinamakan diskontinuitas berhingga (finite discontinuity).

1

Fungsi f(x) = - tak terdefinisi untuk x = 2. Jikax ~ 2-,

x-2

makaf(x)~-oo danjika x ee Zt.rnakaftxj ee ee .Oleh karena itu fungsi f(x) tidak mempunyai limit untuk x ~ 2. Kasus demikian ini dinamakan diskontinuitas tak berhingga (infinite discontinuity).

Jenis diskotinuitas yang keempat adalah diskontinuitas fungsi diskrit, yaitu fungsi yang hanya terdefmisikan untuk sejumlah interval danlatau titik tertentu saja. Gambar 5 di samping ini melukiskan fungsi bilangan bulatterbesar f(x) = [x] di mana x dalam tandakurung mencerminkan bilangan bulat n terbesar sebesar x, yaitu : [4,21] = 4; [0,99] = 0; [-2,7] = -3. Gambar grafiknya berbentuk sebagai tangga.

Dalam dunia ekonomi dan bisnis banyak kita jumpai fungsi bertangga diskrit yang diskontinu berhingga.

f(x)

0123456 Gbr.2

. RX2 _ 3x - 2

Fungsi X- 2

f(x)

---1-1 Gbr. 3

F . X ungsll X 1

f(x)

-.

~..,.__,.~-- ... X

\0 :(2,0)

\ i Gbr.4

Fungsi f(x) =_X_ X-2

Gbr.5

Suatu fungsi f (x) dikatakan kontinu pada x = a, apabila:

(1) f(a) ada atau terdefinisikan (2) limit f(x) ada

x~oo

(3) Limit f(x) = f(a)

x~oo

77

I r r I ti lilt

r __ l'tIT'

Contoh

Seorang pedagang besar menawarkan daging dalam kaleng dengan harga-harga sebagai berikut:

Rp. 500,- tiap kaleng untuk pembelian 20 kaleng atau kurang

Rp. 400.- tiap kaleng untuk pesanana lebih dari 20 kaleng, tetapi tidak lebih dad 50 kaleng Rp. 350,- tiap kaleng untuk pesanan lebih dari 50 kaleng, tetapi tidak Iebih dari 100 kaleng Rp.300.- tiap kaleng untuk pesanaan lebih dari 100 kaleng.

Jika y menyatakan jumlah harga dan x menyatakan jumlah kaleng, maka fungsi harga dapat dirumuskan sebagai berikut :

500 x 400 x y= 350x 300 x

O<xS20 2O<xS50 50<xS 100 x> 100

Gambar grafIknya terlukis berikut ini :

y

~

-

~ 3S ~

01

120 'i

E! 10

~ -- .. ~~~~~------ .. x

20 so 100

kuantitas (dalam kaJeng)

2. Setelah selesai mempehYari pokok bahasan di muka Anela diminta untuk menyeJesaikan soaI-soaI berikut ini :

2.1. Tentukan limit-limit berikut ini :

(a) L' . x - y
x~h x +y
(c) Limit (e11l+ 5)
t~oo
(e) Limit 1
x ~ 00 I + 2"1 (b) Limit x! x~-'1.

(d) Limit.x" x~Z

(f) Limib x + ex2 + 3 + x2

x ~ e3+ x

(h) Limit X4 - 6x - 4

x~z x s- t

(g) Limit (1 + 311x)

x~oo

78

h4 + 5hs (j) Limit ellx
(i) ki~~ 3h+2h6
x=> 00
(k) L' . x v h (1) L' . 2· eX
lIrut-- Irrllt--
x=>2 x+h x=>o elf. Jawaban

(a) ~i~b x ~ ~=y""""""""""""""""""""""""" ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

(b) ~i~!t3 = .

(c) Limit (ellt + 5) = .

t=>oo

(d) ~i~~x-4 = .

(e) ~i~!.o 11 + 2Iji ·· · .. · · · · .. · ·· · · .. ····· ·· .

. . x+ex2+3+x2

(f) ~l~b e3 + x = ..

(g) Limit (1 + 311x) = .

x=>oo

. . X4. 6x· 4

(h) rl~l~ 2x + 1 = ..

(i) ~i~~ ~~: ~~tF ..

G) Limit el/x = .,

x=>oo

(k) ~i~!.o = ~ ~ = .

(h) Limit 2· eX = ..

x=>()+ ellx

2.2. Tentnkan nilai-nilai x bagi fungsi-fungsi yang diskontinu di bawah ini :

(a) f( ) 3x + 5 (b) f(x) = (x· 1)2

~ = x2 + 4x + 4 (x • 1 )(X2 • 4x + 5)

(c) f(x) = log (2x • 5) 1

(e) f(x) = 4x2. 16

(g) f(x) =

eX + 2X2 2e3x·2

(x - 3)3

(i) f(x) = -(-x -. 3"'-)-(X-=-2-. ~2x-+-6=)

2X2 + 3x (h) f(x) = x3. 9x

x2+ 5x + 6 G) f(x)=--~ x-2

79

x2 + 3x - 10

(k) f(x) = untuk x -j:. 2.

x-2

Berapakah nilai f(2) agar supaya f(x) kontinu pada x - 2 ?

Jawaban:

(a) x = ..

(b) x = ..

(c) x "" ..

(d) x = .

(e) x = ..

(f) x = ..

(g) x= .

(h) x = ..

(1')

x= ..

(j)

x = ..

(k) f(2) = .

3. Kerjakanlab togas-togas berikut :

3.1. Sebuah percetakan menjual kartu TahunBarn seharga Rp.l00,- selembar, atau Rp.l 000,tiap dos berisi 12 lembar kartu Tahun Barn. Jika y menyatakan jumlah harga dan x menyatakan jumlah kartu yang terjual, maka :

(a) Rumuskanlah fungsi harga terhadap jumlah kartu yang terjual.

(b) Lukislah gambar grafik dari fungsi tersebut pada (a).

(c) Jelaslah sifat-sifat khusus dari fungsi ini.

3.2. Sebuah pabrik memproduksi aspal dari residu dengan 5 unit yang masing-masing dapat menghasilkan 5 ton aspal sehari. Harga bahan baku per ton aspal Rp. 5.000,- dan biaya variabel per unit per hari Rp.1.000,- (untuk operator, pemeliharaan, dll.).

(a) Rumuskan biaya total y sebagai fungsi jumlah produk x.

(b) Lukiskan fungsi tersebut pada gambar grafik.

(c) Sebutkan sifat-sifat khas fungsi ini.

80

2.1. (a)-l (e) 112 (i) 0

(b) -8 (f) 1 0)1

(c) 6 (g) 2

(k) x-2/

x+2

(d) 1116 (h) 0 (1)0

KUNCI JAWABAN KEGIATAN 2

2.2. (a) x = -2 (b) x = 1; f(l) = 0 (c) x = 2112

(d) x = ± 0; f(O) = -2 (e) x = ± 2

(f) x = ± 3 (g) x = 0

(i) x = 3 ; f(3) = 0

(k) f(2) = 7

(h) x = ± 3 ; x = 0 ; f(O) = _1/3 G) x = -2 ; f( -2) = 1·

81

rm

/I Pengertian Turunan atau Oerivatif

Setelah mempelajari bah ini Anda diharapkan memahami prinsip daripada konsep Turunan atau Derivatif.

KEGIATAN

1. Pelajarilah dengan seksama pokok bahasan tentang Pengertian Turunan atau Derivatif yang disajikan berikut ini :

PENGERTIAN TURUNAN AT AU DERIVATIF

1.1. HASILBAGI DIFERENSI (DIFFERENCE QUOTIENT)

Dalarn pembahasan mengenai garis lurus, curam m dari suatu garis lurus didefinisikan sebagai tangens dari sudut yang terbentuk oleh gbaris itu dengan sumbu horisontal; dapatjug adikatkana, sebagai rasio (perbandingan) antara perubahan vertikal dan perubahan horisontal, ketika sebuah titik bergerak melalui garis ito (lihat gambar 7).

Y2-Y' &y m=tg.n=-- =-

x2-x' &x

y

- - - - - - - - - - - - - : (Xl' Y2)

,

:~y

Gbr.7

82

01 h k - ~() ak &y - f(x + &x) - f(x) dan

e arena y - l' X ,m a - - _"---_-'--___;___;__

&x &x

dan disebut Hasilbagi diferensi atau kosien diferensi. &x menyatakan kenaikan dalam variabel bebas, sedang &y menyatakan kenaikan dalam variabel gayut yang berpadanan

dengan kenaikan variabel bebas ito. Rasio ti..y menunjuk-

&x

kan perubahan rata-rata variabel y terhadap variabel x.

Sebagaimana telah kita ketahui curam suatu garis lurus itu tetap sarna sepanjang garis itu. Dengan lain perkataan, hasilbagi diferensi antara dua titik mana pun pada garis

sarna besarnya. Berbeda sekali apa yang dapat kita amati pada garis non-liniear, seperti yang tampak pada gambar 8 berikut ini.

Jika titik (x l, yl) tetap lokasinya, sedang titik (x2,y2) bergeser melalui kurva y = f(x) menuju ke titik (x I ,y 1), rnaka tangensnya, jadi juga hasil bagi diferensinya, berubah-ubah.

1.2. KONSEP TURUNAN ATAU DERIV ATIF

Jika titik (xz,y} pada gambar 8 itu makin mendekati titik pertama, maka curam garishubung kedua titik akan rnencapai limitnya, yaitu akan rnenyinggung kurva pada titik (XI ,y I)' Maka

l'i~ib : = curam garis singgung kurva pada titik (XI ,y I) dan disebtglurunan (derivatif) pertama dari kurva itu pada titik yang bersangkutan, dengan notasi : -.

dx

Jadi :

dy li . lly limi f(x + Ax) - f(x)

dx=,t~llx=i&b Ax

Kecuali :~ untuk notasi turunan pertama itu dipakai pula: d

f'(x) ; y' ; - (y) ; Dxy ; Dx(y).

dx

Langkah-langkah untuk mencari turunan pertarna ialah : (1) Tentukan kenaikan x dan y untuk rnemperoleh

y + lly = f(x + llx)

(2) Kurangkan y = f(x) dari hasil pada butir (1) itu untuk rnemperoleh !J.y = f(x + Ax) - f(x)

(3) Bagi rumusan butir (2) dengan Ax untuk memperoleh hasilbagi diferensi

!J.y f(x + Ax) - f(x)

-=--'-----

llx Ax

(4) Tentukan limit dari hasilbagi diferensi itu ketika Ax 0, sehingga diperoleh turunan pertama:

dy .. f(x + Ax) - f(x)

-= hIDIt

dx Ax ~ 0 llx

83

Contoh 1

Tentukan turunan pertama dari y = 4x + 1

Penyelesaian :
y + fly = f(x + Ilx) = 4 (x + Ilx) + 1
=4x+41lx+ 1
Y =f(x) =4x +
fly =41lx
fly 41lx
Ilx =-=4
flx
dy = &mit fly =Mxmit4=4
dx ::::)Ollx ::::)0 Perhatikan bahwa y = 4x + 1 adalah fungsi linier, sehingga turunan pertarnanya tetap sama sepanjang fungsi itu, yaitu sebesar 4.

Contoh 2

Tentukan turunan pertama dari y = x2 - 12x + 13

Penyelesaian :

y + fly = f(x.+ Ilx)

fly fly Ilx

dy = limit (2x + Ilx - 12) dx

= 2x. Ilx. Ilx + (1lx)2 = 2x + Ilx - 12

- 121lx

y = f(x)

= (x + 1lx)2 - 12 (x + Ilx) + 13

= x2 + 2x.1lx + (1lx)2 -12x - 121lx + 13 = x2 -12x + 13

= 2x -12

Perhatikan bahwa y = x2 - 2 x + 13 merupakan fungsi kuadrat, dan turunan pertamanya adalah juga suatu fungsi dari x, sehingga nilai turunan pertamanya berubah-ubah bergantung pada nilai x.

Cara mencari turunan pertama dari suatu fungsi seperti di muka itu merupakan suatu pekerjaan yang cukup memakan waktu. Untuk mempermudah pekerjaan dipergunakanlah rumus-rumus seperti yang akan dijabarkan di bawah ini.

RumusL'Derivatif dari suatu konstanta adalah nol :

. dy

Jika y = k, maka dx = 0

84

Ay = Ay Ax=

n (n -1)

nx=' (Ax) + XD-2 (Ax)2 + ...

2

n (n -1)

nx=' (Ax) + xn-2 (Ax)2 + ...

2

Rumus 2. Derivatif dari suatu bilangan berpangkat adalah hasilkali eksponennya dengan bilangan itu yang pangkatnya turon satu :

Jika y = xn, maka : = n.x='

n n (n -1)

Penjelasan: y + AY = (x + Ax)D = xn + - xn-I (Ax) + xn-2 (Ax)2 + ...

1 1.2

Y = XD

dy = limit Ay = nxD-I + 0 + 0 + ...

Ax L,\-x=> 0 Ax

Rumus 3. Derivatif dari jumlah (selisih) fungsi-fungsi sarna dengan jumlah (selisih) derivatifnya masing-masing :

Jika y = f(x) ± g(x), maka dy = df ± dg dx dx dx

Rumus ini berlaku pula bagi derivatif dari jumlah lebih daripada dua fungsi :

n dYn dfl

Jika y = :r. fi (x), maka -:r.-

;=1 dx i=1 dx

Rumus 4. Derivatif dari hasilkali dua fungsi sarna dengan jumlah hasilkali derivatif fungsi pertama dengan fungsi kedua, dan derivatif fungsi kedua dengan fungsi kedua :

. dy df dg

Jika Y = f(x) . g(x), maka dY = df g. (x) + dg . f(x)

Penyelesaian :

Misalkan y = uv, di mana u = u(x) dan v = v(x).

y + Ay = (u + AU) (v + AV) = uv + (AU)V + (AV)U + (AU) (AV)

y =uv

Ay Ay Ax

=

(AU)V + (AV)u + (AU) (AV) AU AV (AU) (AV)

axov+ axou+ Ax

=

85

It

,b(

dy . r . fly :(11' . flu) ,fIli' . flv) (limi ~ I' lit (A )

dx = L\~~O flx =llX~ llx v + &~ llx u + ~~b-R- ~v

Diingatkan bahwa limit (flv) = 0, sehingga suku ketiga dalam rumusan terakhir itu

bemilai O. &x~

dy du dv

Maka=-=-.v+-.u

dx dx dx

Rumus tersebut dapat diperluas hingga hasilkali beberapa fungsi :

D dy ndfin

Jika y = n f;(x), maka - = L - n fj (x)

i=1 dx ;=1 df. pol

1

joel

Rumus 5. Derivatif dari hasilbagi dua fungsi sarna dengan selisih hasilkali derivatif pembilang dengan menyebut, dan derivatif fungsi menyebut dengan fungsi pembilang, dibagi dengan kuadrat dari fungsi menyebut :

Jika y = ~ , di mana u = u(x) dan v = vex), maka : v

uv + v u - uv - u flv v(v + - v)

du dy dx ' v

-=----

dv

dx . u

dx v2

Penjelasan :

(flu) v - (flv) u y = flv (v + flv)

fly (flulllx) v - (flv/llx)u

llx = v (v + flv)

(L' . flu.. (li flv)

dy .. fly 2li~ijflx) v - ~~ llx u

dx = k~~~ llx = Limit (v + flv) v flx=>O

Kami ingkatkan, bahwa fl v=>O jika llx => 0, sehingga limit (v + II v) = v llx=>O

86

Derivatif dari fungsi komposit «bersusun)

Contoh 4 atas itu dapat pula dipecahkan mellui fungsi komposit. Jik (x2 - 4x - 1) = u dan (x - 6) m= v, maka

du dv

dy dx ' v dx ' u

dx =

=

(2x - 4) (x - 6) - 1(x2 - 4x + 1) (x - 6)2

du dv

d dx·v dx·u

Jadi: J.. _ ----

dx v2

Contoh 3

Jika y = 84 + x3 - 3x + 3, maka

dy/dx = S.4x3 + 3x2 - 2 +0 = 32x3 + 3x2 - 2

Contoh 4

Jika X2 - 4x + 1 ak

1 y= 6 ,m a

x-

(2x - 4)(4 - 6) - 1 (x2 - 4x + 1)

=

(x - 6)2

2x2-16x+24-x2+4x-1

=

(x - 6)2

x2 - 12x + 23

= ---:-(x-_-6=)2;:;--

dy dx

=

x2 - 12x + 23 (x - 6)2

Contoh S

Jika y = (2x2 - 3x - 5)-112, maka tentukan :~ Misalkan 2x2 - 3x - 5 = u, maka y = u·l12

du = 4x _ 3 dan dy = _ _!_ u·l12

dx du 2

Jadi:

dy = dy. du =_!_uJl12(4x-3

dx dudx 2

= 1/2 (2x2 - 3x - 5) _1112 (4x - 3)

87

1.3. DERIV ATIF DARI FUNGSI LOGARITMlK

1

Limit dari suatu pangkat sukudua yang berbentuk (1 + _)0 sewaktu 0 => 00 adalah :

1

r : . (1 ~)n _ 1 (~) 0 (0 - 1) ('!_\2 0 (0 - 1)(0 - 2) (..!..)3

Ltmit + - + 0 + 2' + 2 3 + ...

0=>00 0 0 0 • 0

= 2,71828 = e, yang disebut bilangan asli.

Sebagaimana bilangan 10 banyak dipakai sebagai bilangan pokok logaritma Briggs untuk keperluan perhitungan-perhinmgan, demikian pula bilangan asli e banyak dipakai sebagai bilangan pokok logaritma natural, yang disingkat In.

Rumus 6. Derivatif dari fungsi logaritma natural dari x sarna dengan resiprokal (kebalikan) dari x:

Jika y = In.x, maka = dy = _!.. dx x

Ily

x -Ilx Ilx

= In. (x + Ilx) -In.x = In = = 10. (1 --)

x x

PeDjelasan :

dy = Iimit, Ily = limit (_1 ) (xlllx) In. (1 _ ~

dx &=>0 Ilx ~=>O Ilx x

= limit (..!..)(~) In. (1 _ Ilx)

M=>O x 11 x x

= limit (..!..) In. (1 _ 1lx)"41 M=>O x

Misalkan ~ = 0, maka ~ = _!.. . Jika x 0, maka~. Demikian juga 0

x x n x

Jadi :

ddxY = (..!._) limiblo. (1 + ~)xIx

X x=> x

= (_!_) limit 10. (1 + _I_)R

x n n

= (..!._) 10. limit (1 + _1_)0; tetapi limit (I + ..!..)O = e, jadi ddy = (_!_) In.e ; ingat bahwa

x 0 0 0 x x

In.e = 1, sebab e 1 = e, sehingga 3 = .!_ dx x

88

Kaidah di muka itu dapat dirumuskan secara lebih umum sebagai berikut :

Derivatif dari Iogaritma asli dari sesuatu fungsi sarna dengan derivatif fungsi itu dibagi

dengan fungsi itu sendiri. •

Jika y = f(x) = In. u, di mana u = g(x), maka

dy dy du 1 , u'

-=--=-=-.u =-.

dxdxdxu u

Contoh 6

Jika Y = In. (3 - 3x2), maka tentukan : .

Penyelesaian :

u = 3 - 3x2 du = u' = -6x 'dx

dy u' 6x

-=-=---

dx u 3 - 3x2

1.4. DERIV ATIF DARI FUNGSI EKSPONENSIAL

Sekali diingatkan di sini, bahwa fungsi eksponensial berbeda dari fungsi berpangkat.

Pada fungsi eksponensial variabel x terdapat sebagai unsur eksponen, sedang pada fungsi berpangkat tidak.

Rumus 7. Derivatif dari fungsi y = eX adalah e".

Penjelasan : y =eX

In. y= x

y' =1
Y
y' =y=ex Apabila dirumuskan secara umum : y = aX

In.y = x In. a

y'

= In.a y'

y' = y In. a = aX In.a

89

T T

Hili JIIlJ

r flf III

II

Contoh 7

Jika y = b2x-1, maka tentukan dy. dx

Penyelesaian :

Misalkan 2x - 1 = u, sehingga : = 2 dan y = f(u) = b" . dy dydu

Jadi : dx = du ' dx = bU.2 = blx·'.2 = 2b2x-'

ln.u di fi( )

Y = ln.b ' 1 mana y = u

dy 1 1

du = u ln.b = -(~4""'x2:;--""'3:=7)--;:I-o.--;:-b

dy dy du 1

Maka dx = du . dx = (4x2 - 3) In. b

Contoh 8

dy Jika Y = 10gb( 4x2 - 3), maka tentukan - . dx

Penyelesaian :

Misalkan (4X2 - 3) = 4. sehingga : = 8x dan y = f(u) = log bU. Dari Y = lo~u diperoleh :

bY = u atau yIn. b ='10. u

Contoh 9

Jika Y = In. (x + "x2 + 4). maka tentukan :

Penyelesaian :

Misalkan (x + "x2 + 4) = u , maka : = I + ~ (x2 + 4) -In (2x), dan fungsi semula menjadi y = feu) = In.u

dy 1 1

-=-=----

du u X + "x2 + 4

90

dy dy du 1 + liz (x2 + 4)-112 (2x)

Sehingga - = -. - = -------

dx du dx X + ...J X2 + 4

1+ X
...Jx2+4
=
X+...J x2+4
X+...J x2+4
..fi2+4
=
X+...J x2+4
1
=
...Jx2+4 Contoh 10

Jika Y = 10"2.", maka tentukan dy dx

Penyelesaian :

du

Misalkan (x2 - x) = u, maka - = 2x - 1, dan fungsi semula menjadi dx

y=f(u)= IOU

In. y =uln.1O

y' y

= In. 10

y'

= yIn. 10

dy du

= IOU In. 10 = lOx2." In. 10

. dy dy du

Jadl - = -. - = (2x - 1). lOx2·"ln. 10

dx du dx

91

Contoh 11

. eX dy

Jika Y = x' maka tentukan dx

Penyelesaian :

x.es - eX

--~

eX (x-I) =--xr-

= 2x ln.x + x

= x (2 ln.x + 1)

Contoh 12

Jika y = ~x2, maka tentukan dy dx

Penyelesaian :

In. y = x2 In. x

1 Y

dy = 2x In. x + x2 (_!_)

dx x

dy

= y. x (2 In. x + 1) dx

= xx2.x ( 2 ln.x + 1) = xx2+1 (2ln.x + 1)

1.5. DERIVATIF FUNGSI TRIGONOMETRIK

Oleh karena derivatiffungsi Trigonometrik lebih jarang pemakaiannya di dalam analisis ekonomi dan bisnis, maka berikut ini hanya diberikan ringkasan dari kaidah-kaidahnya saja.

Jik . ak d (sin.x)

1 a y = sm. x ,m a dx = kos.x

Jika k ak d (kos.x) .

1 Y = os. x ,m a dx = sm.x

92

mak d (tg.x) _ 1 k 2

Jika Y = tg. X , a dx - -k 2 se . x

. os x

Jik ak d (kotg.x) - l k k 2

a y = tg. x ,m a dx - sinlx ose . x

Jika Y = sek. x ,maka d (s:_.X) = (sek.x) (tg.x)

. d (kosek.x)

Jika y = kosek. x • maka dx = (kosek.x) (kotg.x)

Contoh 13

Jika y = sin2 3x, maka tentukan :

Penyelesaian :

Misalkan sin.3x = U, maka : = 3 kos.3x, sedang fungsi semula menjadi :

y = f(u) u2 ; sehingga

dy

du = 2u = 2 sin. 3x

Jadi : : = :~. :: = (2 sin.3x) (3 koso 3x)

= 6 sin. 3x. koso 3x

Contoh 14

Jika Y = (1 + kotg.x)', maka

: = 2(1 + kotg. x) (-kosek2. x)

= -2 kosek'x (1 + kotg. x) Atan: ~dxy = _ 2( 1 + kotg.x)

sin'x

93

1.6. DERIV ATIF FUNGSI BALIKAN (lNVERS).

Apabila y = f(x) dapat diselesaikan bagi x dan menghasilkan x = g(y), maka f(x) dan g(y) disebut fungsi-fungsi balikan atau fungsi-fungsi invers.

Kaidah :

Derivatif dari suatu fungsi balikan sama dengan balikan atau resiprokal dari derivatif fungsi pertama :

dy 1

-=--

dx dxIdy

Contob 15

Jib x = Y + ! y3 + ~ yS, maka tentukan :

Berikut ini disajikan ringkasan derivatif fungsi balikan trigonometrik.

d (sin. -IX) 1

,maka =--

dx ...J"f:X2

d (koS:IX) 1

.rnaka =--

dx ...[f:X2

PenyeIesaIaD :

dx=1+r+u4

dy 1

dy 1 1

<Ix = dxIdy = 1 + y2 + 'f

Jib Y = sin:lx

Jib Y = kOS:IX

Jib Y = tg:IX

Jib Y = kotg:lx

Jib Y = sek.-Ix

Jib Y = kosek.vx

94

d (tg:lx) 1

, maka <Ix = 1 + x2

maka d (kotg:lx)= _1....".-

, dx 1 + x2

d (sekr'x) 1

,malta =--

dx x-Ji2:1

d (kosek.tx) 1

,maka =--

dx x ...rxr::-l

(c) y = (2x1 +4x - 5)6

1

(b) Y = ---,-..".-..,,-"'=' (Xl _ 9)1/2

1

(d) Y = (x _ 1)1/2

Contoh 16

Jika Y = kotg" (1/x3). maka tentukan :

Penyelesaian :

2. Setelah Anela selesai mempelajari pokok bahasan di muka, maka Anela diminta untuk menyelesaikan seal-seal berikut ini :

2.1. Tentukanlah derivatif pertama terhadap x bagi fungsi-fungsi y = f (x) berilrut ini :

Jawaban

(a) a •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

(b) ..

(c) .

(d) ..

(e) ..

(t) ..

2.2. Carilah derivatif pertama dari fungsi-fungsi berikut ini :

(a) y = e-ln. x (b) y = 16x2

95

(d) y = 2 In. (x3 + 4X2)1/4 (f) Y = III e3ln.x

(c) y = log. (x - 3x)l12 (e) y = xeX+I

Jawaban

(a) .

(b) .

(c) ..

(d) .

(e) .

(f) .

....................................................................................................... ~ ~ .

2.3. Carilah turunan pertama dari fungsi-fungsi berikut ini :

(a) y = x2 kotg.x (b) y = sin.3x.tg.3x

(c) Y = kos! 2x (d) s= sin.x
x
(e) y = tg. 3x (d) y= 1
1 + kotg. x Jawaban

(a), .

(b) .

(c) .

• (d)

(e) .

96

.......................................................................................................... \ ..

(0 ..

2.4. Tentukan dy/dx bagi fungsi-fungsi berikut ini masing-masing:

(a) x = 1l-2y (b) x = y...Ja2 + y2

(c) X = In. (ay2 + b) (d) x = yZe-7

(e) x = In. C..Jkos.2y) (0 x = (sin.sy)'?

Jawaban

(a) .

(b) ..

(c) ..

(d) ..

(e) ..i ..

(0 ..

2.5. Jika y = X4 + 5 dan x = log.z, maka carilah :

Jawaban:

2.6. Jika u = In. (y + 4) dan Y = X2, maka carilah :

Jawaban:

2.7. Jika Y = e' + 6, dan t = In. (x2 + 6x), maka tentukan ~

97

Jawaban:

KUNCI JAWABAN KEGIATAN 3
2.1. (a) 6x2+ 8x - 5 (b)- 1
(X2 - 9) ...J x2 - 9
(b) 24 (x + 1)(2x2 + 4x - 5)S (c) - 1
2(x+l)..J(x+l)
(e) 2 (2x - 1) (f)- IIhx2 + 12x - 1'12
x2 (x - 1)3 (x+ 1)2...JX+T
2.2 (a) "', (1 + ln.x) (b) 24x2+31n.2
(c) (3x2 - 3) log. e (d) 3x+8
4 (x3 - 3x) 2(x2+4)
(e) xe2 . eHI (I + xln. x) (f) x2
2.3. (a) 2x kotg.x - x2 kosek'x (b) 3 sin.3x (I + sek23x) 3. Kerjakanlah tagas-fugas berikut.

3.1. Tentukan turunan pertarna dari fungsi-fungsi berikut ini : (a) y = In. (x + ...J 1 + x2)

(b) y = eOX sin. bx

(c) y = In. (tg, xI)

(d) y = 1/3 tg.3 a. - tg. a + a (e) y = Xm (a + bx)"

(f) Y = (kos.x)'

98

(e) 3 sek23x

1

(f) (sin. x + kos.x)2

a2 + y2

(b)

a2 + 2y2

eY

(d) y (2 _ Y)

(f) (kos. 2y)112

(c) - 4 sin. 2x. koso 3x

x koso x - sin. x

(d) --~-

x2

2.4. (a) - (1 - 2y)112

ay2 + b

(c) 2 ay

(e) - kotg. 2y 2.5. 4 (log.Z)3 log.e Z

2x 2.6. 2 4 x +

2.7. 2x + 6

99

III Hitung Diferensial

Setelah mempelajari bab ini Anda diharapkan :

(1) menguasai prinsip-prinsip dari Hitung Diferensial;

(2) mampu menerapkan Hitung Diferensial, khususnya dalam menentukan titik-titik maksimum dan minimum, maupun titik-balik kurva.

KEGIATAN

1. Pelajarilah dengan cermat pokok bahasan tentang Hitung Diferensial, yang disajikan berikut ini :

HITUNG DIFERENSIAL

1.1. PENGERTIAN DIFERENSIAL

Di dalam pembahasan terdahulu darivatif atau turunan dy tidak dianggap sebagai suatu dx

hasilbagi atau pecahan dengan dy sebagai pembilang dan dx sebagai penyebut, rnelainkan

sebagai larnbang yang menyetakan limit dari !l.y, sewaktu !l.x mendekati nilai nol sebagai

!l.x

limit. Akan tetapi untuk dapatmemaharni masalah-rnasalah tertentukadang-kadang bennanfaat

juga untuk menafsirkan dx dan dy secara terpisah. Dalam hubungan ini dx rr.enyatakan diferensial x dan dy diferensial y. Pengertian diferensial berguna sekali, mis.ilnya dalam aplikasinya pada kalkulus integral dan pad a pendekatan perubahan dalam ' .r+abe! gayut yang berkaitan dengan perubahan-perubahan kecil dalam variabel bebas.

Jika f(x) merupakan derivatif dari fungsi f(x) untuk nilai x tertentu dan !l.x merupakan kenaikan dalam nilai x, maka diferensial dari f(x), yang dalarn hal ini ci tulis f(x), terdefinsikan oleh persamaan.

df (x) = f(x) . dy!l.x dx

100

Jika f(x) = x, maka roo = 1, dan dx = Lll.. Jadi jika x merupakan variabel bebas, maka diferensial dx dari x sarna dengan Lll..

Jika y = f(x), maka

dy

dy = f(x) dx = - dx dx

Jadi diferensial suatu fungsi atau variabel gayut sarna dengan hasilkali turunannya dengan dirensial variabel bebas.

Seeara geometrikal perhatikanlah kurva y = f(x) (lihat garnbar 9 di bawah ini), dan misalkan turunannya pada titik P = f (x). Maka dx = PQ dan dy = f'(x) = (tg,u) (PQ) =

PT

PQ.PQ=QT.

y

f (x)

Oleh karena itu dy atau df (x) adalah kenaikan ordinat dari tangens yang berpadanan dengan dx. Argumentasi geometrikal ini membawa kita kepada penafsiran derivatif sebagai suatu hasilbagi atau peeahan. Jika sembarang kenaikan dari variabel bebas x pada suatu titik P (x,y) pada kurva y = f(x) dinyatakan dengan dx, maka dalarn rumusan turunannya.

: = f (x) = tg. a

dy menyatakan kenaikan yang berpadanan dari ordinat tangens pada P.

Perhatikan, bahwa diferensial dy dan kenaikan Ily dari fungsi yang berpadan dengan nilai dx = Lll. yang sarna, pada umumnya tidaklah sarna. Dalarn garnbar 9 di atas dy = QT, sedang Ily = QP'.

Dari garnbar itu dapat dilihat denganjelas, bahwa Ily = QP', dan dy = QT kurang-Iebih sarna, jika Lll. = PQ sangantlah keeil. Pada hakekatnya jika variabel bebas keeil sekali perubahannya, maka diferensial fungsi itu harnpir sarna dengan kenaikan fungsi. Jadi diferensial fungsi dapat dipakai untuk mendekati perubahannya, apabila perubahan variabel bebas keeil sekali.

Contoh 1.

Jika diketahui : y = X4 - 2x3 + 9x + 7, maka dekatilah nilai y dengan memakai diferensial, sewaktu x = 1,997.

Penyelesaian :

Anggaplah 1,997 sebagai hasil kenaikan Lix = dx = -,003 dari nilai asa1 x = 2. Maka dy = (4x3 - 6x2 I- q) dx

101

= (3x - 24 + 9) (- 0,(03) = - 0,051

Oleh karena y = 25 jika x = 2, dan -0,051 merupakan pendekatan perubahan y sewaktu x berubah dati 2 menjadi 1,997 maka

y + dy = 25 - 0,051 = 24,949

dan y kira-kira sarna dengan 24,949 jika x = 1,997.

Kecennatan pendekatan ini dapat kita tentukan dengan menghitung besarnya kesalahan fly - dy sebagai berikut :

y = f(x + flx) - f(x)

f(x) + llx) = (x + llx)4 - 2(x + llx)3 + 9 (x + llx) + 7

= X4 + 4x1 llx + 6x2 (llx)2 + 4x (/lx)l + (llx)4 - 2{x3 + 3x2 llx + 6x2 (llx)2 + (llx)3) l' 9 llx + 7

= X4 - 2x3 + 9x + 7 + 4x3 llx + 6x2 (llx)2 + 4x(llx)3 + (llx)4 - 6x2 llx - 6x (llx)2 - 2(llx)3 + 9 llx

Jadi fly = 4x3 llx + 6x3 (llx)2 + 4x (llx)3 + (llx)4 - 6x2 llx - 6x (llx)2 - 2 (llx)3 + 9 llx

Oleh karena dy = (4x3 - 6x2 + 9) (llx), maka

dy - fly = 6x2 (llx)2 + 4x(llx)3 + (llx)4 - 6x (llx)2 - 2(llx)3 Dan untuk x dan 2 :

dy - fly = (24 - 12) (-0,003)2 + (8 -2«-0,003)3 + - 0,003)4 = 0,000107838081

Jadi y + fly = Y + dy + (fly - dy) = 24,949107838081 dan pendekatan y = 24,949 adalah cennat hingga tiga desimal.

Contoh 2

Misalkan C = 5 + 0,6y + 0,2y, di mana C melukiskan konsumsi total (dalarn jrilyun rupiah) dan y menyatakan pendapatan total yang tersedia untuk konsumsi (dalarn trilyun rupiah). Jika y = 25 dengan kesalahan maksimum 0,3, maka tentukanlah kesalahan maksimum dalarn konsumsi.

Penyelesaian :

0,1 y dC =0,6+-dy Y

= (0,6 + ~51) (0,3)

102

= (0,6 + ~' 1) (0,3) = 0,186

Pendekatan kesalahan relatif maksimum adalah

de = 0,186100% = 0 744%

C 25 '

Contoh 3

Diketahui fungsi permintaan : q = ~, di mana q menyatakan jumlah permintaan dan

p4

P harga satuannya. Diasumsikan pula p = 200 dengan kesalahan maksimum 10. Tentukanlah pendekatan kesalahan relatif maksimum dalam q.

Penyelesaian :

ln.q = In. 16 + 4ln.p

dq dp

- =-4-

dq dp

dan untui p = 200 dan dy = 10, maka kesalahan relatif dalam q adalah

dq 10 1

q =-4.200 =5

Jadi persedlase kesalahan relatif dalam q adalah lIs x 100% = 20%.

1.2. DERIV ATIF TINGKAT TINGGI

Darivatif dari y = f(x) terhadap x, pada umurnnya merupakan pula suatu fungsi dari x, sehingga dapat didiferensiasikan lagi terhadap x. Turunannya dari derivatif pertama adalah derivatif kedua; turunan dari dericatif kedua adalah derivatif ketiga, demikian seterusnya.

Pada umumnya derivatif ke-n dari fungsi y = f(x) diperoleh dengan jalan mendiferensiasikannya n-kali. Hasil diferensiasi ini, yaitu derivatifke-n, dilambangkan:

CoDtoh 4

Jika Y = x3 - 3x2 + 2,

dy = 3x2 _ 6x

dx

103

d2y -=6x-6 dX2

d3y

-=6

dx!

d4y =0 dx"

Jika X = ..Jt2 + I, dx

= t(t2 + n-J/2 (2t) dt

= t(t2 + 1) -1/2

= (t2 + 1)-3/2 [t2 + 1 _ t2] = (t2 + 1)-312

dlx

- = _3/ (t2 + 1)-5/22 (2t)

dt3 2

= - 3t (t2 + 1)-5/2 ct4x

dt4 = -3t (t2 + 1)-5/2 - 5/2 (-3t) (t2 + 1)-7/2 (2t)

= (t2 + 1)-7/2 (-3f - 3 + 15t2)

= 3(4t2 - 1) (t2 + 1)-7/2

Seperti halnya dengan derivatif pertama dari fungsi y = f(x) menunjukkan tingkat perubahan y sewaktu X berubah, maka dericatifkedua dari y y = f(x) terhadap X menyatakan tingkat perubahan dalam derivatif pertama y' = f'(x) sewaktu X berubah.

Pada umumnya derivatifke-n terhadap X dari suatu fungsi y = f(x) menunjukkan tingkat perubahan dalam derivatif ke n-I) dari fungsi y = f(x) sewaktu X berubah.

Derivatiftingkat tinggi penting sekali dalam persoalan-persoalan teori matematika dan statistik'tertentu; akan tetapi dalam aplikasinya yang praktis derivatif bertingkat lebih dari dua jarang dihadapi.

Derivatif kedua berguna sekali dalam penyajian fungsi dalam grafik, dan bermanfaat pula apabila tingkat perubahan kuantitas, yang dinyatakan dalam dericatif pertama, menjadi pusat perhatian. Misalnya tingkat perubahan biaya marginal menunjukkan apakah biaya marginal itu naik, menurun ataukah konstan dalam pelbagai kondisi produksi.

104

Contoh 5

Fungsi biaya total adalah (lihat gambar 10) : y = 50 + 60 X 12x2 + x3

y

y = 50 + 60 X I2x2 + Xl

di mana y adalah biaya total dan x adalahjumlah produk. Biaya rata-rata adalah 1_ = 50 12x + x2 dan biaya

x x d

marginal yang bersangkutan adalah ~ = 60 - 24x + 3x2

~~----------~X Kuantitas

Gbr.1O

(lihat gambar 11)

dy dx'Y

=Obilax=4 < 0 bila x < 4 > 0 bila x > 4

Jika biaya marginal turon jika t 4, naik bila x 4, dan tetap konstan jika x = 4.

~ - 50 6C

'-y=-+

d x

(4,I2)~ ..1. = 60 - 24x + 3x2 Contoh 6

dx

Kuantitas Gbr. II

Biaya total (lihat gambar 12) dinyatakan sebagai :

y = 200 + l000x - 24X2 + 4x3 + X4

y

di mana y adalah biaya total dan x jumlah produk. Biaya rata-rata adalah L = 200 + 1000- 24x + 4x2 + Xl X x

dan biaya marginal: ~~ =1000 - 48x + 12x2 + 4xJ

.. 2 3 4

\y=200+ IOO())(·24x +4x +x

(lihat gambar 13)

(0,200)

--+-----~--~ __ -- __ --~x Kuantitas

Gbr. 12

dy _ -,y

dx

105

x

= - 48 + 24x + 12x2

= 0 jika x2 + 2x - 4 = 0

-2 ±...J4 + 16

=---=---

2

-2 ±...J2ij

=---,,--

2

Nilai sepadan x = -1 + ...J5 (kira-kira x = 1.236).

~ =Ojikax=-I+...J5 < 0 jika x < - 1 + ...J5 > 0 jika x > -1 +...J5

Jadi biayarnarginal turunjikax < -1 + 5, naikjikax > -1 +5, dan tetapkonstanjikax = -1 + 5.

1.3. DIFERENSIASI IMPLISIT

Pada fungsi yang dirumuskan sebagai y = f(x) maka variabel y dinyatakan secara eksplisit dalam x dan dapat didiferensiasikan menurut rumus-rumus yang telah disajikan di muka. Akan tetapi fungsi yang dirumuskan sebagai f (x.y) = 0, variabel y tidak dinyatakan secara eksplisit dalam x, pun kadang-kadang tak dapat diubah bentuknya menjadi fungsi eksplisit.

Sekalipun demikian dapat pula ditentukan derivatif dari fungsi demikian itu melalui metode diferensial implisit. Dalam metode ini yang diperlukan sebagai fungsi x yang terdiferensiasikan tetapi belum diketahui. Pada umumnya dengan metode ini derivatifnya akan dinyatakan dalam x dan dalam y.

Derivatif tingkat lebih tinggi dapat pula ditentukan melalui diferensiasi implisit. Metode diferensiasi implisit dilaksanakan dengan mendiferensiasikan f (x,y) = 0 suku demi suku, dengan memandang y sebagai fungsi x, kemudian dari persamaan itu ditentukan '1 . dy

Dl 8J. dx"

Contoh 7

xy2 - x2 + Y = 0 Diferensikan terhadap x :

106

dx

2x- y2

=-~-

2xy+ 1

dy dy

2xy dx + y2 - 2x + dx = 0

(2xy + 1) ~~ dy

= 2x _ y2

Catatan: ~x (y2) = 2y ~~karena y adalah fungsi x.

Perhatikan bentuk -umum :

dy = nu=' du dx dx

x3 + y3 _ 3axy = O. Diferensiakan terhadap x:

3x2 + 3y2 dy 3ax dy 3ay = 0

dx dx

(y2 _ ax) dy = ay _x2 dx

dy ay - x2 dx = y2_ax

x5 + 4xy3 _ 3y5 = 2. Diferensiasikan terhadap x :

SX4 + 4(3xy2 dy + y3) _ 1St dy = 0

dx dx

(12xyl - ISy4) ~~ = - (Sx4 + 4y3) dy _ SX4 + 4y3

dx _ 1St - 12xy2

x2 _ yl = 1. Diferensiasikan terhadap x :

dy =0
2x - 2y-
dx
dy x
_-
dx Y 107

Diferensiasikan lebih lanjut : terhadap x : dy y-x-

dx

Atau, karena y2 - X2 = -1, maka

d2y 1

dx2 = - y3

Contoh 8

x2 + xy + y2 = 1. Diferensiasikan terhadap x :

2X+X: +y+2y: = 0

dx

(x + 2y) dx = 2x - Y

dy 2x +y dx =-x+2y

Diferensiasikan : terhadap x :

(2 + :~ (x + 2y) - (2x + y)(1 + 2 :~)

= - ------:---::~-----

(x + 2y)2

dy (2x + + 4y - 2x -y) (x + 2y - 4x - 2y) dx

= - -----:---::~;------

(x + 2y)2

3y _ 3x dy dx - """(l""'--=2"""'y)'-:-2

_ 3&+x(~l

- - l (X + 2y)2 j

= _ Jxy + 2y2 + 2X2 + x~l l (X + 2y)3 J

Atau, karena x2 + xy + i = I, maka

d2y -6

dx2 (x - 2y)3

108

14. APLIKASI DARIPADA DERIVATIF.

Derivatif pertama dapat dipakai untuk menentukan di wilayah mana sesuatu fungsi itu menanjak, di wilayah mana menurun dan untuk melokalisasi titik-titik stasioner (jika ada).

Perhatikanlah titik x = a pada fungsi y = f(x). Dericatifpertama dari y terhadap x, yaitu y' = f (a), adalah curam kurva pada titik x = a. Jika f'(a) positif, maka y = f(x) menanjak sejak x melewati titik x = a. Jika f'(a) negatif, maka y = f(x) menurun sejak x melewati titik x =a.

Contoh 9

f(x) = ~X2 + 10 f'(x) =4x

Oleh karena f(x) > 0 bagi x > 0 dan f'(x) < 0 bagi x < 0, maka f(x) adalah fungsi menanjak untuk nilai x yang positif dan menurun untuk nilai x yang negatif.

Contoh 10 f(x) = 3x3 f(x) = 9x2

Oleh karena f(x) tak mungkin negatif, maka f(x) merupakan fungsi menanjak untuk semua nilai x.

Contoh 11

f(x) = x' + 6x2 + 15

f(x) = 3x2 + 12x = 3x (x + 4)

Oleh karenaf(x) >Ountukx > 0 atau x < - 4 dan f(x) < 0 untuk -4 <x <0, makaf(x) merupakan fungsi menurun untuk nilai-nilai x dalam intemal-4 < x < 0, dan menanjak untuk nilai-nilai x < - < -4, dan x > O.

Dalam contoh-contoh di atas itu keadaan fungsi ketika f (x) = 0 tidak disinggung. Suatu fungsi y = f(x) mempunyai suatu maksimum relatif atau maksimum lokal pada titik x = a, jika f(a) lebih besar dari sembarang nilai f(x) bagi nilai x di sekitar a. Fungsi itu mempunyai minimum relatif atau minimum lokal pada titik x = a, jika f(a) lebih kecil dari sembarang nilai f(x) bagi x di sekitar a.

Jika suatu fungsi mempunyai maksimum atau minimum relatif pada titik x = a di mana derivatif pertamanya kontinu, maka f'(a) = O. Jadi untuk menentukan nilai-nilai maksimum dan minimum relatif, selesaikan persamaan f'(x) = 0 untuk menemukan akar-akamya. Untuk tiap akar a selidiki apakah f'(x) berubah tandanya sewaktu x melewati a :

Jika f'(x) berubah dari + menjadi - selewatnya x = a, maka terdapat maksimum relatif pada titik x = a.

Jika f(x) berubah dari - menjadi + selewatnya x = a, maka terdapat minimum relatif pada titik x = a.

109

I I PI

y

Gbr. 14

Jika f'(x) tidak berubah tandanya selewatnya x = a, maka tiada maksimum maupun minimum relatif selewatnya x = a.

Contoh 12

Tentukan maksimum dan minimum relatif (jika ada) untuk : y = 2x3 - 3x2 - 12x + 13 (lihat gambar 15)

y

(-1.20)

Gambar 15

dy = 6x2 _ 6x - 12
dx
= 0 if x2 - X - 2 = 0

(x - 2)(x + 1) =0
x =2, -1
Jika -1 < x < 2, :~ < 0 I Minimum
x Jika x > 2, :> 0 pada titik
x=2
Jika x c-I, :>0 I Minimum
Jika -1 < x < 2. : < 0 pada titik
x=-1 Contoh 13

Tentukan maksimum dan minimum relatif (kalau ada) dari: y = 3x4 - 4x3 (lihat gambar 16).

110

Contoh 14

Kurva biaya total suatu barang adalah y = 2x - 2X2 + x3, di mana y menyatakan biaya total dan x menyatakan kuantitas barang itu. Dimisalkan bahwa situasi pasar menunjukkan bahwa produksi harus di antara 3 dan 10 satuan (yaitu : 3 x 10). Untuk kuantitas produksi berapakah biaya rata-rata itu mencapai minimum dalam interval ini ? (lihat gambar 17).

I

y

(1, -1)

Gbr.16

Gambar 16

Gbr.17

dy dx

=0

if x3 - x2 = 0 x2 (x - 1) = 0 x =0,1

Jika x x O ~<O JikaOx< 1, :~ <0

)

Tiada maksimum maupun minimum pada titik = 0

Minimum pada titik x = 1

Biaya rata-rata:

L.=y=2-2x+x2 X

dy -=-2+2x dx

= Ojika x = 1

< 0 jika x < 1 Maka minimum pada x = 1 > Ojika x > 1

Akan tetapi x = 1 berada di luar interval 3 S x S 10.

Jika x = 3, maka y = 5 Jika x = 10, maka y = 82

Jadi dalam interval 3 S x ~ 10 nilai y terendah tejadi pada x = 3 dan nilai tertinggi pada x = 10. Jadi antara 3 dan 10 satuan produk biaya rata-rata terendah dicapai pada 3 satuan produk.

Adapun derivatif kedua dapat dipergunakan untuk menentukan di wilayah mana suatu fungsi itu melengkung ke atas, di wilayah mana melengkung ke bawah dan untuk melokalisasi

111

titik-balik atau titik infleksinya (kalau ada). Dengan demikian dericatif kedua itu dapat pula dipakai untuk membedakan an tara titik maksimum dan titik minimum.

Perhatikan titik x = a dari fungsi y = f(x). Derivatif kedua dari y terhadap x, yaitu y" = f''(x), adalah curam kurva yang mencerminkan derivatif pertama y' = f9x) dari fungsi f(x), pada titik x = a; pada khususnya f" (a) adalah curam kurva y' = f (x) pada titik x = a.

Jika f" (a) positif, maka y' = f(x) merupakan fungsi yang menaojak pada titik x = a, dan kurva yang bersangkutan akan melengkung ke atas. Jika f" (a) negatif, maka y' = f'(x) adalah fungsi yang menurun pada titik x = a. dan kurva yang bersangkutan akan melengkung ke bawah (lihat gambar 18).

(1,2 J) _'-Y=JX _2X2+3x+1

=0

if x' - 4x + 3 (2 - 3)(x - 1)

=0 =0

y y

Derivatif kedua merupakan alat-uji yang sangat mudah, walaupun tak selalu berlaku, untuk membedakan antara maksimum dan minimum.

f(x) & f'(x) kontinu di x = a

Jib dan

f'(a) = 0

f" (a) > 0 minimum relatif di x = a

maka f" (a) < 0 maksimum relatif di x = a

f" (a) 0 tes tak berlaku

Contoh 15

Tentukan maksimum dan minimum relatif (kalau ada) dati fungsi :

y = 1/3X3 - 2X2 + 3x + 1 (lihat gambar 19)

dy = x2 _ 4x + 3

dx

y

(3, I)

x = 3,1

Gbr.19

=2x -4

112

d2y

Jika x = 1 dx2 < 0, maks. di x = 1

Jika x = 3 Z > 0, min. di x = 3

Contoh 16

Tentukan maksimum dan minimum relatif (jika ada) dari fungsi :

d2y

Jika x = 0, - = 0, mungkin ada maksimum atau minimum pada x = 0, mungkin tidak ada

dx2

y

Gbr.20

Jika x < 0 ~~ < 0 I Jika x > 0 :~ > 0

y=x4

(lihat gambar 20) dy

-=4x3

dx

= Ojika x = 0

d2y

-= 12x2 dx2

,min. di x =0

y

Gor.21

Contoh 17

Tentukan maksimum dan minimum (kalau ada) bagi fungsi y = x3 (lihat gambar 21).

dy = 3x2

dx

=0 if x =0

113

d2

Jika x = O. ~ = O. mungkin ada, mungkin tiada maks.latau min. pada x = 0

Jib x < O. : > 0 }

Tiada maksJmin. pada x = 0 Jika x > O. dy > 0 .

dx

Dalam contoh-contoh di muka temyata bahwajika f" (a) = 0, yaitujika drivatifkedua tiada berlaku .bagi pengujian maksimum dan minimum, maka derivatif pertama diselidiki untuk melihat perubahan tandanya selewat x = a. Akan tetapi ada cara lain yang bagi keadaan tertentu lebih sederhana, yaitu dengan melibatkan derivatif tingkat tinggi.

Fungsi y = f(x) mempunyai titik-balik atau titik infleksi, jika pada titik itu lengkung kurva berubah. Dalam geometrika pada titik-balilc garis tangens memotong kurva. Oleh karena tanda derivatifkedua menunjukkan sifat-lengkung kurva, maka suatu perubahan dalam tanda derivatif kedua berarti perubahan lengkung pada kurva.

Jika fungsi f(x) mempunyai titik-balik pada x = a, di mana derivatif keduanya kontinu, maka f" (a) = O.

r (a) = f" (a) = .... = t--I) (a) = 0

Jika dan

maka

f(n) (a) < 0 fi maks. relatif pada x = a. f(n) (a) > 0 fi min. relatif pada x = a

n gasal, f(a) bukan maksimum maupun minimum.

Contoh 18

Tentukan maksimum dan minimum relatif dan titik-balik (jika ada) dari fungsi y = 1/6 (x) - 6x2 + 9x + 6) (lihat gambar 22)

dy 1 3 2

-=-( x -12x+9)

dx 6

= 1/2 (x2 ~ 4 x + 3)

-

fa) (a)-#O

114

= '/2 (X - l)(x - 3) = 0 jika X = 1.3.

dZy = 1/2 (2x - 4)

dx2

. d2y

Jika X = 1, dx2 < 0, maks. pada x = 1

Berikut ini disajikan kaidah-kaidah lengkap bagi penentuan maksimum, minimum dan titik-balik.

(1) Jika ddY> 0 dan dd:Y> 0, maka pada titik x = a fungsi yang bersangkutan naik dengan laju

Y Y I

yang meningkat dan gambar grafIknya melengkung ke atas atau konfeks dari bawah, seperti yang jelas tampak pada gambar 23. Sebaliknya jika kurva yang mencerminkan suatu fungsi melengkung ke atas untuk seperangkat nilai-nilai x yang diinginkan, man fungsi yang bersangkutan naik dengan laju yang meningkat untuk nilai-nilai x tersebut, Perhatikan pada gambar itu bahwa nilai tangens naik sewaktu x bertambah.

y

I 3 2

(1't) /Y="6(X -6X +9X+6)

(3,1)

Gbr.22

Jika X = 3. ~ > 0, maks. pada X = 3 dZy = 0 jika X = 2

dx2

: = 1, maka ada titik-balik pada x = 2.

y

Gbr.23

y

Gbr.24

(2) Jika dy> 0 dan d2y < 0, maka fungsi pada titik X = a naik dengan laju yang menurun dan

dx dx?

gambar grafiknva melengkung ke bawah atau konkaf dari bawah (konfeks dari atas), seperti yang te lukis pada ga,- 'bar 24. Sebaliknya jika gambar grafik suatu kurva

115

melengkung ke bawah atau konkaf dari bawah (konfeks dari atas), maka fungsi yang bersangkutan naik dengan laju yang makin berkurang untuk nilai-nilai x yang diinginkan. Nilai tangensnya menurun sewaktu x bertambah. Contoh yang acapkali kita jumpai dalam ilmu ekonomi ialah beroperasinya hukum hasil-Iebih marginal yang menurun (law of the marginal dimishing returns) dalam produksi sejumlah produk tertentu, di mana produk marignalnya berangsur-angsur menurun sewaktu masukan (input) yang dipakai bertambah, sampai akhimya mencapai suatu titik di mana produk marginal menjadi nol.

(3) Jika :> 0 dan ~:? 0, maka pada titik x = a fungsi itu naik dengan laju yang tetap konstan selagi x bertmabah dan gambar grafiknya merupakan sebuah garis lurus yang naik, seperti yang terlihat padagambar 25. Sebaliknyagaris lurus yang menanjakmencenninkan suatu fungsi yang naik dengan laju yang tetap.

Gbr.27

Gbr.28

y

y

~"-'""'!a~--~X Gbr.25

Gbr.26

(4) Jika :~ < 0 dan ::;= 0, maka pada titik x = a fungsi itu menurun dengan laju yang tetap.

Sebaliknya sebuah garis lurns menurun menunjukkan suatu fungsi yang menuron dengan laju yang tetap.

(5) Jika: < 0 dan :~ 0, maka pada titik x = a fungsi itu turon dengan laju yang makin meningkat sejalan dengan bertambahnya x, dan kurvanya konfeks dari bawah atau melengkung ke atas seperti yang terlihat pada gambar 27. Sebaliknya suatu kurva yang turon dengan lengkung ke atas atau konfeks dari bawah, mencerminkan suatu fungsi yang turon dengan laju yang makin meningkat. Dari gambar itu jelas tampak bahwa nilai tangensnya makin besar.

y

y

116

(6 ik dy 0 d d2y 0 ak da ti ik funzsi . d 1 . aki

) Ji a - < an - < , mapa a uti x = a ngsi itu turun engan aJu yang m n

dx dx?

berkurang, dan gambar kurvanya menurun dengan lengkung ke bawah atau konkaf dari bawah seperti pada gambar 28. Sebaliknya suatu kurva yang turun dengan lengkung ke bawah atau konkaf dari bawah, mencerminkan suatu fungsi yang turun dengan laju yang makin berkurang.

(7) Jika f (a) = 0 dan f'(a) > 0, maka pada titik x = a fungsi itu mencapai suatu minimum seperti pada gambar 29 di bawah.

(8) Jika f'(a) = 0 dan f" (a) < 0, maka fungsi itu mencapai suatu maksimum pada titik x = a, seperti yang terlukis pada gambar 30 di atas.

(9) Jika f (a) = 0 dan f' (a) = 0, serta f" (a) *" 0, maka fungsi itu mempunyai sebuah titik-balik pada titik x = a seperti yang terlukis pada gambar 31 berikut i~i.

y

Gbr.29

y

"""""!"~a~---·X Gbr.31

y

Gbr.30

y

~

. .

Gbr.32

(lO)Jikaf (ajo-Odan f" (a) =>Odanf'(a) =0, maka fungsi itumempunyai sebuah titik-balik pada x = a (lihat gambar 32). Dalam hal ini f" (x) < 0 untuk x < a dan f''(x) > 0 untuk x > 0, yang menunjukkan bahwa fungsi itu naik dengan laju yang makin berkurang sebelum titik-balik dan dengan laju yang makin meningkat sesudah titik-balik itu. Tentu saja,jika f'(x) > Ountuk x < 0 dan f''(x) < Ountuk x > 0, maka fungsi itu akan naikdengan laju yang makin meningkat sebelum titik-balik dan dengan laju yang kian berkurang sesudah melewati titik itu. (lihat gambar 33).

(ll)Jika f (a) < 0 dan f" (a) = 0, maka fungsi itu mempunyai sebuah titik-balik pada x = a.

Dalam hal ini f" (x) < 0 untuk x < a, f" (a) > 0 untuk x > a: Sebelum titik-balik fungsi itu

117

turun dengan laju yang Makin berkurang sesudah itu dengan laju yang kian meningkat.

Perhatikan!

Untuk menentukan maksimum dan minimum derivatif pertama f'(x) = 0 merupakan syarat yang mutlak perIu (necessary condition), sedang deri vatifkedua f" (x) hanyalah syarat peJengkap (sufficient condition)

2. Setelah mempelajari pokok bahasan eli muka, selesaikanlah seal-seal berikut 1Di:

.................................................................................................................................

2.1. Tentukan dy dan &y dari : x2

(a) y = X4_ z-untuk x = 2 dan x = 0,1

(b) y = 12,8 untuk x = 10 dan x = 0,24 x

(c) y = (x + 1)3 untuk x =-3 dan x = -0,003

Jawaban :

(a) dy = .

y=
(b) dy=
y=
(c) dy=
y= 2.2. Tentukan turunan pertama, kedua dan ketiga dari ;

(a) y = e'x (b) y = loge')

(c) y = x2 e2 (d) Y = e1n(x3-3)

Jawaban :

(a) Turunan pertama : .

Turunan kedua : .

.................................................................................................................................

118

Turunan ketiga: , .

.................................................................................................................................

(b) Turunan pertama : ..

Turunan kedua: ..

Turunan ketiga: .

...................................................................................................................................

(c) Turunan pertama : ..

Turunan kedua: .

Turunan ketiga: ..

(d) Turunan pertama : ..

Turunan kedua : ..

Turunan ketiga: .

2.3. Tentukan: dan :; dari fungsi-fungsi berikut ini dengan metode diferensiasi implisit:

(a) y2 = x3 (c) x3y2 = a

(b) x + y - xy = 2

(d) (x + y)2 + (x + y)3 = a3

Jawaban : dy

(a)

dx

dy

(b)

dx

119

T
d2y
dx2
dy
(c)
dx
d2y
dx2
dy
(d)
dx
d2y
dX2 (a) y = 12 - 12x + Xl

X
(b) y=
..J x2+7
3x2
(d) y=
..J x2+3 ... : .

2.4. Tentukan maksimum, minimum dan titik-balik bagi fungsi-fungsi berikut ini :

Jawaban :

(a) Maksimum: .

Minimum: .

Titik-balik : .

(b) Maksimum: ..

...................................................................................................................................

120

Minimum : .

Titik-balik: .

(c) Maksimum: ..

Minimum : ..

Titik-balik : .

(d) Maksimum: ..

Minimum: .

Titik-balik : ..

3. Kerjakan tugas-tugas berikut ini :

3.1. Sebuah bis dapat memuat 60 orang. Kalau ongkos penumpang p rupiah per orang per hari bergantung pada jumlah penumpang x menurut rumus

maka tuliskanlah penerimaan total per hari perusahaan bis itu. Tentukan pula jumlah penumpang yang membuat penerimaan marginal nol dan tentukan ongkos penumpang p tersebut.

3.2. Sebuah pabrik dalam sehari dapat membuat x satuan barang x dan y satuan barang y. sedang

40 - lOx

y=--- 5-x

Laba tiap satuan barang X duaklai lipat laba tiap satuan barang Y. Berapakah seharusnya produksi barang x dan produksi barang Y agar supaya diperoleh laba maksimum?

121

3.3. Tunjukkanlah bahwa suatu kurva kubik yang mencerminkan fungsi : y = ax3 + bx2 + ex + d a, b, d ~ 0

hanya niempunyai sebuah titik-balik,

KUNCI JAWABAN KEGIATAN 2

2.2. (a) y' = 3e3• ; y" = ge3x ; y" • = 27e3•

(b) y; = _ log.e y" = log.e; y' " = _ 21og.e

x x2 x3

dy 3x2 d2y 3x

2.3. (a) dx = 2y ; dx2 = 4y

(b) dy _ y - 1 . d2y _ 2 (y - 1)

dx - 1 - x 'dx2 .... (l - x)2

dly 15y

; dx2 = 4x2

2.1. (a) dy = 3

(b) dy = -0,03 (c) dy = -0,036

(c) dy = ~

dx 2x

dy

(d) -= -1

dx

2.4. (a) maksimum minimum titik-balik

(b) maksimum

minimum titik-balik (c) maksimum minimum titik-balik (d) maksimum

minimum titik-balik

122

; y =3,0431

; Y = - 0,03072

; y = -0,06054027

: (-2,28) : (2,-4)

: (0,12)

: tidakada : tidakada : (0,0)

: (0,2)

: (2, -2) : (1,0)

: tidak ada : (0,0)

: (rJ6, 6)

IV Aplikasi derivatif da/am Bisnis dan Ekonomi

Setelah mempelajari bahan ini Anda diharapkan dapat menguasai penerapan derivatif bagi analisis ekonomi dan bisnis.

KEGIATAN

1. Pelajarilah dengan cermat pokok bahasan tentang Aplikasi Derivatif dalam bisnis dan ekonomi berikut ini.

APLIKASI DERIV ATIFDALAM BISNIS DAN EKONOMI

1.1. BIAYA TOTAL,BIAYA MARGINAL DAN BIAYA RATA-RATA

Biaya totaly = TC untuk memproduksi x satuan barang ialah pengeluaran total untuk menghasilkan x satuan barang itu. Biaya total terdiri dari biaya tetap FC, yang besarnya tetap dan tak terpengaruh oleh volume produksi, dan biaya variabel VC, yangjumlahnya tergantung pada volume produksi :

TC = FC + VC = f(x) atau y = f(x)

Fungsi biaya total mungkin berwujud sebagai :

a. fungsi garis-Iurus (liniear)

b. fungsi parabola (kuadrat)

c. fungsi kubik (pangkat-tiga)

d. fungsi polinom berpangkat tinggi

e. fungsi eksponensial

f. fungsilogaritmik

y e ax-s b

y =ax2+ bx +e

y = ax3 - bx2 + ex +d y=axn+b

y = ae=

y = In.x

Fungsi biaya totalliniear yang telah disebutkan di atas itu berbentuk y = ax + b, di mana a harus positif karena fungsi itu harus menanjak, dan b-pun harus positif pula karena menunjukkan besarnya biaya tetap.

123

Biaya rata-rata adalah y =.!_ = a +~, yang berwujud sebagai suatu hiperbola siku-siku

x x

dengan y = a sebagai simtot horisontal (lihat gambar 35).

Biaya marginal adalah dy = a, sedang biaya rata-rata marginal adalah : dy

Qy b

-=-

- ... __ -~- ... x Kuantitas

Gbr.35

Fungsi biaya total kuadrat dirumuskan sebagai : y = ax2 + bx + c, di mana a > 0, b ~ 0 dan C ~ o.

Biaya rata-rata

_ y C

y= - =ax+b+-

x x

Biaya marginal

dy =2ax+b dx

dy c

-=a--

dx x2

Biaya rata-rata marginal

Fungsi biaya total terlukis di kuadran pertama sebagai bagian dari suatu parabola, biaya rata-rata terlukis sebagai cabang hiperbola di kuadran pertarna, dan biaya marginal diwakili oleh sebuah garis lurus (lihat gambar 36)

dy 0 iika 2

-= Jl ax =c

dx

x = ± ..Jc7a tetapi hanya x = ...[cJa yang penting

124

y

_ dy y. dx

,

,

,

, , ,

_____ '~~~------------~~x

..... -'"

(_!L, C _b2)

2a 4a

Kuantitas

Gbr.36

Gbr. 36 (Lanjutan)

d~ -2ex 2e 0 tuk 0 iadi .. da rz:

_ = - - = - > un x > ,J I mmimum pa x = 'I c/

~ ~ ~ a

Ingat, bahwa biaya rata-rata dan biaya marginal sarna jika x = F!

a

sebab:

y

=a-{q +b+e...JIT

a C

= 2..JaC +b dan

: =2a~+b =2R+b

a

Fungsi biaya kubik dinyatakan sebagai berikut :

Biaya total: y =ax3 + bx2 + ex + d, di mana a > 0, b ~ 0, c ~ 0 d~Odanb2~3ae

Biaya rata-rata: y = L = ax2 + bx + e + ~

x x

Biaya marginal: ~ = 3 ax2 + 2 bx + e Biaya rata-rata marginal : ddY = 2 ax + b - d 2

X X

125

Biaya total tereennin sebagai bagian dari kurva kubik di kuadran pertama, Biaya ratarata terlukis sebagai cabang hiperbola di kuadran pertama, dan biaya marginal terwakili oleh bagian dari parabola yang berada di kuadran pertama (lihat gambar 37).

y

• 3

• ~y=(c- b2)x • .Jz:...+d

: 3a 27a2

· ,

· ,

· ,

· ·

____ ~---- __ ~------------~~x

X=-3a Gbr.37

Kuaotitas

Fungsi biaya kubik seringkali cukup memadai bila Jengkungnya berubah dalam interval tertentu; akan tetapi fungsi demikian ini tidak boleh mempunyai maksimum atau minimum relatif di kuadran ke-I:

:: = 3ax1 + 2bc + e

= ° jika 3 ax2 + 2 bx + e = °

-2b ±"" 4 b2 - 12ac -b ± "" ....... &.-----=3ac-

x= =----~--

6a 3a

Jika »2 - 3ac < 0, y = ax3 + bx2 + ex + d talc punya maksimum atau minimum.

Jika »2 - 3ac = 0, x = - ~a dan

-bl »2 b

y = a ( 27l3+ ( 9a~ + ( 3;/ + d

2b3 be

= 27a2-"3il+d

b(2»2 - 9ac) d

= 27a2 +

2b2 - 9 ae < 0, sebab »2 - 3ae < 0, jadi karena a > 0 dan b < 0,

b(2»2 - 9ac» & (-b b(2»2 - 9ac) d) berada di kuadr I

27a2 - 3a' 27a2 + an .

126

b

b

y,dy dx

,

1 , ,

Obr. 37 (Lanjutan)

Maka tiada maks. atau minimum relatif pada x = - -, tetapi titik-balik pada x = -.

3a 3a

Jika lr - 3ac ~ 0, => y = ax3 + lr + ex + d tidak punya maksimum atau minimum relatif di kuadran I, tetapi ada titik-balik pada

x = _ ~ y = b(2lr - 9ac) + d

3a 27a2

Catatan:

b2 - 3ae ~ 0 adalab syarat meneukupi, bukan syarat perlu mutlak bagi fungsi: y = ax! + bx2 + ex + d untuk meneapai maksimum atau minimum relatif di kuadran pertama. Apabila:

dy 0 iika - b ± vb2 - 3ae

-= J X=

dx 3a

- b ± Vlr -3ac

x = 3a > 0, sebab a > 0, b < 0 dan Ib2 - 3ae I < I b I

(Ingat babwa lr - 3ae > 0 => b :I' 0).

- b ± ...Jlr -3ac - b ± ...Jlr -3ae - b ± ...Jb2 -3ae

y = a ( )3 + ( )2 + ( )

3a 3a 3a

- b ±...Jlr -3ae

Karena a > 0, b < 0, e ~ d ~ 0 & > 0, maka suku pertama dalam rumusan untuk

3a

y adalab positif, suku kedua negatif, dan suku ketiga serta ke-empat positif atau nol. Jadi y mungkin positif mungkin negatif, tergantung pada nilai relatif dari koefisien-koefisien a, b, ~ dan d, serta (x, y) mungkin terletak di kuadran pertama atau di kuadran kedua, sebab

127

dly I .

= 2 (-b ± ..J& - 3ac + b) = ± 2 -.lb2 - 3ac

dx2lt.(-b:l:~

dly

b2 - 3ae > 0, - * ° dan y = axl + bx2 + ex + d mempunyai maksimum atau

dx2

It = (.b:l: ""2 • 3ac)l3a. dy

minimum relatif pada titik di mana dx = 0. Jadi jika b2 - 3ae > 0, y = ax' + bx2 ex + d akan

mempunyai suatu maksimum atau minimum relatif di kuadran pertama banya untuk nilainilai koefisien tertentu saja. Untuk mudahnya, banya persamaan di mana b2 - 3ac ::;; 0 yang di bahas.

Aeapkali tangens pada titik infleksi memberikan suatu pendekatan linier yang eukup bagi bagi suatu fungsi biaya kubik untuk wilayah terbatas. Tangens pada titik infleksi

x = -b/Ja mempunyai euram

:. = 3ax2 + 2bx + e dy b2 2b2

= ---+e

dxx=bI3a 3a 3a

b2

= c - 3i yang ~ 0, sebab b2::;; 3ae

Jikax =-~

3a'

bl b2 b

y = a ( - 27a1) + b ( 9a2) + e ( 3a) + d

2bl be

=---+d

27a2 3a

b ~ be b2

Garis yang melalui titik (- 3d 27a2 3a + d) dan yang mempunyai euram e - 3a

adalah: y - Yt = ml (x - x l)

2bl be b2 b

y - ( 27a2 3a + d) = (e - 3a) -x + 3J

b2 be b1 2b3 be

y = (e - 3a) x + 3a - 9a2 + 27a2 3a + d

b2 bl

y =(e--)x+-

3a 27a2

128

Elastisitas titik (point elasticity) dari fungsi y = f(x) pada titik x adalah ratio (perbandingan) antara perubahan proporsional dalam y dan perubahan proporsional dalam x pada titik yang bersangkutan :

dy d

E - d -d (ln.y)

.y y x y x

E.x = ~ = y' dx = ~:x-(-ln-.x-)

Elastisitas titik tidak menimbulkan tafsiran-ganda dan mudah ditentukan bila fungsinya diketahui. Akan tetapi seringkali ahli ekonomi atau usahawan tidak menaruh perhatian pada elastisitas di suatu titik, melainkan elastisitas di antara dua titik, yaitu pada busur kurva, yang disebut elastisitas busur (arc elasticity). Sayang sekali elastisitas busur itu memberi peluang bagi tafsiran-ganda, tergantung pada rumus yang dipergunakan, yaitu :

E. y _ XI J1y E.x - y;-' J1x

E.y=~ ~ E.x Y2' J1x

E. Y = XI + x2 ~y E.x y I + Y 2 • J1x

Konsep elastisitas-silang (cross elasticity) bermanfaat untuk mengukur hubungan antara permintaan terhadap dua macam barang atau lebih. Elastisitas-silang mengukur kepekaan permintaan terhadap suatu barang sehubungan dengan perubahan harga sesuatu barang lainnya. Elastisitas permintaan terhadap barang qA sehubungan dengan perubahan harga PB dari barang lain didefinsiikan sebagai berikut :

dqA

~ qA =RB dqA E. PB dPB qA' dPB

PB

sedang elastisitas-silang busur (arc cross elasticity) ketika harga barang B berubah dari PI menjadi P2 danjumlah permintaan terhadap barang A berubah dari ql menjadi q2' didefinisikan sebagai berikut :

-=---

---=---

di mana qA adalah jumlah permintaan terhadap barang A, PB adalah harga barang B, sedang harga barang A dianggap tetap tak berubah.

129

Jika barang-barang itu merupakan barang-barang pengganti (substitusi), maka elastisitassilangnya positif. Jikamisalnyaharga mentega naik, makakonsumsi margarin akan bertambah, dengan anggapan bahwa harga mentega dan faktor-faktof lainnya tetap tak berubah.

Jika barang-barang tersebut merupakan barang-barang komplcmenter maka elastisitassilangnya negatif. Jika misalnya harga bensin naik, maka jumlah konsumsi kendaraan bermotor mewah akan berkurang, dengan anggapan bahwa faktor- faktor Jainnya yang relevan tetap tidak berubah.

CODtoh 19

Jumlah pennintaan akan margarin (q) bergantung pada harga mentega (p) berdasarkan persamaan berikut ini :

di mana q adalah jumlah jumlah permintaan akan margarin (dalam ratusan kg). dan p adalah harga mentega (dalam ribuan rupaih tiap kg). Tentukanlah elastisitas-silang permintaan terhadap margarin sehubungan dengan harga mentega. Berapakah jumlah permintaan akan margarin jika harga mentega Rp.81 0.- tiap kg? Berapakah jumlah permintaan akan margarin jika harga mentega Rp.l.000.- tiap kg? Berpakah elastisitas permintaan terhadap margarin sewaktu harga mentega naik dari Rp.810.- menjadi Rp.l.000,- tiap kg?

PeDyelesaian :

E.q p dg P 1

-=-,-= .-

E.p q dp 5 + 2..Jp ..Jp

..Jp

= 5 +2"1p

Jika p = 0,81, maka q = 5 + 2 81 = 680 kg. Jika P = 1,00, maka q = 5 + 2 1,00 = 700 kg.

q

E:q E:p

Eql

-Ep ="2- ---------------

Gbr.38

130

untuk p = 1,00 E.q

E.p p=I.OO

=

1 1

5 + 2 =7=0,14

Elastisitas-silang adalah : untuk p = 0,81

E.q

E.p p..o.81

Jika fungsi pennintaan tercennin sebagai hiperbola siku-siku :

a

x

=-

ym

dx

= -amy='

dy

E.x y dx e.y =-x= dy

= y (I') (_ amy-mol) a

=-m

Dengan lain perkataan, elastisitas permintaan itu tetap -m. Dalam kerangka pendekatan perubahan dalam harga dan kuantitas yang diminta, maka kenaikan 1 % dalam harga akan mengakibatkan penurunan m% dalam permintaan, pada setiap tingkat harga maupun kuantitas. Hanya hiperbola siku-siku yang menghasilkan elastisitas konstan untuk seluruh wilayah.

Contoh 20

Fungsi permintaan diketahui :

x = 25 untuk 1 SIS 5

y4

'") Tentukan elastisitas permintaan. Perhatikan titik y = 2, x = 25/16;jika harganya naik 5% dekatilah elastisitasnya pada titik y = 2, x = 25/16 dan pada titik yang menunjukkan harga dan jumlah yang telah berubah.

Penyelesaian

dx -IOOy3

dy =-----ys-

131

-100

=7

Ex y dx Ey =x· dy

Y -100 = 25(7)

y4

=-4

x

YI = 2 Y2 = 2 + (0.05)(2) = 2.1 L\y = 0.1

25 x2 = (2.1)4 = 1.29

L\x = -0.27

'_

~----~~~~~y

-----"""'.. Harga

.

.

.

.

,

,

,

Gbr.39

Ex Ey

~Ex=_4 Ey

--------._--------.y

Gbr.40

Bagi titik YI = 2, xl = 1,56, pendekatan elastisitas permintaan ialah :

Ex -lL L\x Ey - XI • L\y

132

2 ( -0,27)

= 1,56 0,1

= -3,46

Bagi titik Y 2 = 2.1 x2 = 1.29 pendekatan elastisitas permintaan adalah Ex -lL dx

Ey _ Xz . dy

_ 2,1 (-0,27) _ 1,29 ""OT

= -4,40

1.2. PENDAPATAN TOTAL, PENDAPATAN MARGINAL, ELASTISITAS PERMINTAAN

Untuk fungsi permintaan : 0 = f(q) tertentu, pendapatan total R = F(q) merupakan hasilkali q, jumlah produk yang diminta, dengan p, harga satuannya :

R = F(q) = qp = q.f(q)

Elasitisitas permintaan terhadap harga adalah : e.q p dq

E.p =q. dp

dq 1

dan karena dp = dp' maka

dq

E.q ~ 1]

E.p = q l:

dp P

dan -=--

dq (E.q)

q Ep

Jadi:

dR =l+p

dq E.q

E.p

1 =pl+ - E.q

E.p

Atau secara lain:

dR dp

-=q-+p

dq dq

133

q dp =p(-.-+ 1) P eq

= P (1 + E.p)

E.q

1 =p(+ -

E.q

E.q

Jadi pendapatan marginal merupakan hasilkali harga satuan dan satu ditambah resiprokal (balikan) dari elastisitas permintaan.

Oleh karena baik q maupun positif atau nol, maka pendapatan total R = qp juga positif atau nol; tetapi pendapatan marginal mungkin saja negatif.

Catatan :

Wajarnya, R dapat saja dipandang sebagai fungsi dari harga:

R = F(q) = qp = p.g(P) = G(p)

dan pendapatan marginal terhadap harga didefinisikan sebagai :

dR dq

-=p-q

dp dp

Rumusan ini mungkin lebih sederhana bagi fungsi permintaan yang berbentuk q = g(p) dan tak mudah untuk menentukan nilai p dari q. Akan tetapi untuk mempertahankan konsistensi penyajian geometrik (yaitu dengan memandang q sebagai variabel bebas), maka sebaiknya

dR d2R

dipakai diferensiasi implisit dan kaidah berangkai untuk memperoleh - dan -, bila

dw dq2

fungsi permintaan berbentuk q = g(P).

Contoh 21

Fungsi permintaan terhadap suatu barang tertentu adalah :

y = 15 e'x/3 untuk 0 s x s 8

di mana x adalah kuantitas yang diminta dan y harga satuannya.

134

Tentukan harga dan kuantitas sehingga pendapatan total mencapai maksimum. Tunjukkan bagi fungsi pennintaan ini, bahwa hubungan antara pendapatan marginal dan elasitistas pennintaan adalah seperti yang telah diuraikan dalam halaman sebelumnya.

Penyelesaian :

Permintaan : y = 15 e'x13 Pendapatan : R = xy = 15xe-x13

dR = -5xe'x13 + 15e-x13 dx

= 5e-x13 (3 - x)

= 0 if x = 3, R = 45 e

d2R = _ 2 e-x13 (3 _ x) _ 5e-x13 dx2 3

= 5e-x13 (I/3x - 2)

<jika x = 3, maksimum di x = 3, R = 45 == 16,7 e

=Ojikax=6

R

, ,

,

00:

II: ><:

(3,45)

c

--~~----------~~~~~x

:: : Jumlah

, , pennintaan

dR Y,Qi'

--~~--~~~ __ ~~ ~x

: Jumlah

, permintaan

Gbr.41

135

dlR 1 5 5

dxl = - 3 e:lII3 (3 x -2) + 3" e·lII3

= 5e-xl3 (1 - ! x) > 0 jika x = 6, maka titik-balik pada x = 6, R = :?.., 23.4.

Ex_y dx Ey -x·dy

=1.. 1 x dy

dx

15e-lII3 1

= x ( -5e-xl3 )

y = g (x)

3

=--

x

dR -=y dx

1 1+Ex

Ey

x = 15e-xl3 (1 - 3)

= 5e-lII3 (x - x) (seperti di muka)

Jika pemerintah memungut pajak atas suatu barang tertentu, maka diasumsikan bahwa harga yang dikenakan pada konsumen akan naik dan dengan sendirinya pula jumlah pennintaan juga akan berkurang. Bahasan berikut ini didasarkan atas syarat kondisi sebagai berikut:

(1) persaingan murni, di mana pennintaan konsumen hanya bergantung pada harga; fungsi pennintaan tidak berubah;

(2) para produsen penyesuaikan kurva penawaranny.a pada harga baru, yang melibatkan pajak di dalamnya, dan

(3) pajak dipungut sebanyak t satuan uang untuk tiap satuan produk yang dihasilkan.

Fungsi penawaran dapat dinyatakan sebagai

di mana x adalah jumlah satuan barang yang ditawarkan dan y adalah harga satuannya. Jika dipungut pajak sebesar t untuk tiap satuan yang dihasilkan, maka fungsi penawaran setelah pemungutan pajak menjadi

136

Jika fungsi permintaan : y = f(x)

maka titik keseimbangan sebelum pemungutan pajak, E (x,y), diperoleh setelah menyelesaikan

persamaan-persamaan:

Permintaan : Y = f(x) Penawaran : Y = g(x)

dan titikkeseimbangan setelah pemungutan pajak, E(xt, yt), diperoleh setelah menyelesaikan pasangan persamaan :

Permintaan : Y = f(x) Penawaran : Y, = g(x) + t

Penawaran setelah pajak

Penawaran sebelum pajak

Obr.42

Contoh 22

Fungsi permintaan dan penawaran terhadap suatu barang adalah :

Permintaan : 2y + X = 14 Penawaran : y = 3/4 + II) X

Tentukan pendapatan pajak maksimum yang dapat diperoleh dari pemungutan pajak sebesar t tiap satuan barang.

Penyelesaian :

Fungsi penawaran setelah pemungutan pajak adalah : y = 3/4 + 1/3X + t. Jadi setelah

pemungutan pajak keseimbnagan tercapai pada :

X 3 X

=7--=-+-+t 143

y

137

25 5 ="4-6"x

T = tx = 2; x _ ~ x2

dT 25 5

dx =4- TX

O'ika 15

= J x=4

t

y

d2T 5 , 15 dx2 = - '3 < 0, maka maksunum pada x = '4

15 6 =2"-5t

T 15 62

=yt-st

dT 15 12

dt =2-5t

x

- 0 iika 25

= Jl t=-

8

138

d2'f1 12 . 25 -=--<0 maksimam pada t e=-g. dtl 5 • 8

T =( 15)(~)_~(~)2= 375

JDU. 2 8 5 8 32

1.3. LABA MONOPOLI

Persaingan talc sempurna dalam bentuknya yang umum, diasumsikan bahwa fungsi pennintaan y = f(x) diketahui, dan bahwa harga yang harus dibayar konsumen hanya bergantung pada jumlah barang yang dimintanya.

Dalam situasi monopolistik si monopolis dapat mengendalikan harga barangnya dengan mengatur jumlah penawaran barang;jika penawarannya terbatas maka harganya akan tinggi, dan jika penawarannya bertambah maka harganya akan turon.

Jika y c meropakan biaya produksi rata-rata tiap satuan (sebagai fungsi dari kuantitas yang diproduksi), maka biaya total y e untuk memproduksi x satuan barang adalah :

yc = xYc

Jumlah pendapatan yang diterima monopolis adalah :

R=xy

di mana y = f(x); laba total P adalah selisih antara pendapatan total R dan biaya total Yc:

P = R - Yc = xy - xy, P akan mencapai maksimum hanya jika

dP dR dy

-=Oatau-=~

dx dx dx

dan

dlp d2R d2u dx2 < 0 atau dx2 < dx2

Agar supaya maksimum lni mempunyai arti praktis, maka harus dicapai dalam interval di mana fungsi-fungsi biaya dan permintaan mempunyai arti ekonomis.

Contoh 23

Fungsi permintaan terhadap suatu barang tertentu adalah :

y = 28 - 5x

dan biaya total bagi monopolis yang menghasilkan dan memasarkan barang itu adalah :

Y, = x2 + 4x

139

Tentukan laba maksimum yang dapat dicapai monopolis itu. Penyelesaian :

Pendapatan : R = 28x - 5x2 Biaya total: Yc = x2 + 4x

Laba :

P = 28x - 5x2 - 4x = 24 x - 6x2

dP

=24-12x dx

dP

dx = 0 jika 2 - x = 0

x=2

:~ = -12 < 0, maksimum di x = 2 P =24

max

Cara lain:

dR

- =28 - lOx dx

dYe = 2x+4 dx

dR = dYe jika 28 - lOx = 2x + 4

dx dx x=2

d2R

-=-10

dx2

d2y ~=2 dx2

P =24

max

Cara lain lagi :

1

x =- (28 - y) 5

I 4

Yc = 25 (28 - y)2 + 5" (28 - y)

140

1

= 25(28 - y) (48 - y)

dR 28 2

dy =5"-TY

dy 2 76 dye = 25Y- 25

dR dy.. 28 2 2 76 dy := dy jika 5" - 5" y = 25 Y - 25

Y = 18

d2R 2

dy2 =--5}

d2y 2 d2R < d2yc rnaksirnum di y = 18

# = 25 dy2 dy"

Pmax = r - yc = 36 - 12 = 24

Dua buah penyajian geometrik mengenai laba dalarn situasi monopoli berikut ini menggambarkan hubungan ekonomi yang terlibat dan memberikan juga suatu metode untuk mendekati laba rnaksirnum dalarn keadaan di mana pemecahan secara aljbar sulit atau tak mungkin.

(1) Jika kurva-kurva pendapatan dan biaya total dilukiskan pada diagram yang sarna, rnaka jarak vertikal antara kedua kurva itu menentukan besarnya laba pada kuantitas tertentu. J arak vertikal maksirnurn sesuai dengan laba rnaksirnurn, dan ini tercapai pacta nilai x, di mana curarn kedua kurva itu sarna: dR/dx:= dye/dx (lihat gambar 44).

______ +- ~x

Kuantitas

Gbr.44

141

Kuantitas

Gbr.4S

(2) Jika kurva-kurva pendapatan marginal dan biaya marginal digambarkan pada diagram yang sama, maka kedua kurva itu akan berpotongan pada suatu titik, di mana nilai x sesuai dengan laba maksimum. Jika kurva permintaan y = f(x) dan kurva biaya rata-rata Y c = f(x) dilukiskan pada diagram yang sama, maka jarak vertikal antasa kedua kurva itu adalah y - Yc' Untuk setiap nilai x, maka luas segi-empat dengan tinggi (y - Ye) dan lebar x menggambarkan besamya laba, Luas daerah ini terbesar bagi nilai x di mana kurva pendapatan marginal dan kurva biaya marginal berpotongan (lihat gambar 45).

Pemungutan pajak sebesar t untuk tiap satuan barang yang diproduksi seorang monopoli

akan menaikkan biaya rata-ratanya dengan t biaya totalnya dengan tx. Harga dan kuantitas keseimbangan di mana monoplis itu mencapai laba maksimum setelah pemungutan pajak dapat diperoleh dengan memaksimumkan laba dan mempergunakan fungsi biaya setelah pemungutan pajak :

yc=yc+ tx

Laba setelah pemungutan pajak

P = R - Yc = R - Ye - tx P akan mencapai maksimum relatif hanya jika :

dP 0 . dR dy

dx = - yaitu dx = it"

142

iZl d!IIIJI!I!llIl II _1!!I1i!Ii I I

dan

d2p 0 . d2R d2yc

dx2 < - yaitu dx2 < dx

Oleh karena kurva biaya marginal setelah pemungutan pajak merupakan kurva biaya marginal sebelum pemungutan pajak, yang menggeser keatas sejarak t, maka sejumlah yang dihasilkan untuk mencapai laba maksimum akan berkurang dan harga akan naik setelah pemungutan pajak.

~.~,dR dx dx dx

Biaya marginal stl ¥pajak ~Ct

Biaya marginal sblpajak ~ dx

} Perubahan harga ,)f---- karena pajak

Gbr.46

Kuantitas

1.4. MODEL PENGELOLAAN PERSEDIAAN (INVENTORY MODELS)

Tujuan dari pengelolaan persediaan adalah untuk meminimkan biaya pengelolaan persediaan total. Pimpinan perusahaan dapat mengambil dua pilihan kebijakan dalam mengeolah persediaan, yaitu :

(1) menekan persediaan serendah mungkin, sehingga dapat menghemat biaya gudang, tetapi dengan konsekuensi harus lebih sering menempatkan pesanan yang kecil-kecil, yang akan mengakibatkan biaya pemesanan menjadi tinggi;

(2) memperkecil frekuensi pemesanan, tetapi tiap-tiap pesanan betjumlah besar, sehingga biaya pemesananadapat ditekan, tetapi dengan kosekuensi ia harus memelihara persediaan yang besar yang mengakikbatkan meningkatnya biaya gudang.

Jika dilukiskan dalam bentuk grafik besar pesanaan yang ekonomis akan dicapai pad titik-silang antara kurva biaya pemesanan dan kurva biaya gudang. Pada gambar 47 di bawah ini titik-silang tersebut bertepatan dengan titik minimum dati kurva biaya total.

143

F~kuensipesanan

Gbr.47

Model A : Penentuan Besar Pesanan Optimum (BPO) D = jumlah permintaan/kebutuhan dalam satu periode

p = harga satuan

q = besar pesanan optimum, yaitu jumlah satuan barang optimum yang terkandung dalam tiap pesanan

s = biaya gudang dinyatakan dalam persen dari nilai persediaan rata-rata c = biaya pemesanan untuk tiap pesanan

Frekuensi (banyaknya) pesanan dalam satu periode = DI qp' sehingga biaya pemesanan berjumlah cOl •

qp

Nilai persediaan rata-rata adalah qp/2' sehingga biaya gudang adalah QPS/2' Maka biaya total adalah :

cD qps C=-+-=O q2p 2

Biaya total ini akan mencapai minimum. jika ~~ = O. Jadi

dC cD ps

dq =-q2p +"2 =0

ps cD

2 =qlp

q2pls =2 cD 2cD q2

- pls

144

q =~-v 2cD p s

Model B : Penentuaa Jumlah Pesanan Optimum (JPO) D = jumlah permintaanlkebutuhan dalam satu periode

p = harga satuan

s = biaya gudang dinyatakan dalam persen dari nilai persediaan rata-rata

c = biaya pemesanan untuk tiap pesanan

n = banyaknya pesanan dalam satu periode

Banyaknya pesanan dalam satu peri ode adalah n, jadi biaya pemesanan adalah nc. Nilai persediaan rata-rata adalah PO/2n' sehingga biaya gudang berjumlah spO/2n• Maka biaya total berjumlah

B =nc+ spD

2n

. tal ak . .. iik dB 0 J di

Biaya to an mencapai mmimum Jl a dn = . a

dB spD

=c- -=0

dn 2n2

c spD
= 2n2
n2 spD
=-
2c
n =~
2c Contoh 24

Seorang industriawan tiap tahun membutuhkan bahan sebanyak 6.000 kg dengan harga rata-rata Rp.15,- tiap kg. Biaya pesanaan berjumlah Rp.225,- tiap kali memesan, sedang biaya gudang 121/2% dari nilai persediaan rata-rata. Tentukanlah berapa kg tiap kali memesan, agar supaya biaya total pengelolaan persediaan serendah-rendahnya.

Penyelesaian : d=6.000kg

p = Rp.l5,-

c = Rp.225,-

s = 121/ %

2

145

=~ 2eD =!_J2(225)(6000)(15)

p s 15 0,125

= 1200

Jadi besar tiap pesanaan 1.200 kg.

q

2. Setelah Anda mcmpelajari pokok bahasan di muka, jawablah seal-seal berikut ini.

2.1. (a) Jika hukum permintaan terhadap suatu barang dinyatakan sebagai :

p = 12 - 5x

dan fungsi biaya barang itu dinyatakan oleh persamaan :

C= x3 +3x2

maka tentukanlah perubahan harga yang diakibatkan oleh subsidi sebesar 1 satuan uang tiap satuan produk.

(b) Hitung pula jumlah subsidi maksimal yang diberikan oleh pemerintah.

Jawaban :

(a) Harga keseimbangan setelah pemberian subsidi :

(b) Jumlah subsidi maksimal yang diberikan oleh pemerintah :

2.2. Jika fungsi pennintaan dinyatakan : p=20- x2

dan fungsi biaya setelah pemungutan pajak dinyatakan oleh :

Ct = (t + t)x.

maka tentukanlah laba maksimum. Tentukanlah pula nilai t yang memaksimumkan pendapatan pemerintah dari pajak itu.

Jawaban:

Laba maksimum :

146

a

Nilai t yang memaksimumkan pendapatan pemerintah dari pajak itu:

2.3. Fungsi permintaan terhadapsuatu barang adalah:

Tentukanlah pendapatan marginal sebagai fungsi p dan sebagai fungsi x. Jawaban :

Pendapatan marginal sebagai fungsi dari p :

Pendapatan marginal sebagai fungsi dari x :

2.4. Fungsi permintaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan mebel adalah : p = 24 - 3x

(a) Berapakah pendapatan maksimum yang dapat diharapkan perusahaanitu? (b) Tentukan persamaan pendapatan rata-rata perusahaan itu.

(c) Tentukan persamaan pendapatan marginal perusahaan itu.

(d) Gambarkan ketiga fungsi itu pada sebuah gambar grafik.

Jawaban :

(a) Pendapatan maksimum:

(b) Persamaan pendapatan rata-rata:

(c) Persamaan pendapatan marginal :

(d) Gambar grafik kurva Pendapatan maksimum, Pendapatan rata-rata dan Pendapatan rata-rata dan Pendapatan marginal.

147

111111 at

. I

2.5. Ketika pendapatan Tn. S Rp.90.000,- ia tiap bulan membeli susu 20 liter. Ketika pendapatannya naik menjadi Rp.105.000,- ia tiap bulan membeli susu 24 liter. Jika diasumsikan bahwa harga susu tidak mengalami perubahan, demikian juga faktor-faktor lainnya yang relevan, maka hitunglah elastisitas permintaan akan susu sehubungan dengan pendapatan bagi Tn. S.

Jawaban :

Elastisitas permintaan sehubungan dengan pendapatan :

2.6. P.T. Elektronika tiap bulan membutuhkan 25 buah transistor untuk merakit pesawat Televisi. Biaya gudang tiap bulan untuk tiap transistor Rp.l.400,- dan biaya pemesanaan Rp.2.800,- tiap sekali memesan.

Jika pesanaan itu dapat langsung dipenuhi dan PT tak menghendaki kekurangan persediaan, maka berapa banyak pesanaan harus ditempatkannya tiap bulan, dan berapa besar tiap pesanan itu?

Jawaban:

Banyaknya pesanan tiap bulan :

Besamya tiap pesanan :

PERIKSALAH JAWABAN ANDA DENGAN MENGGUNAKAN KUNCI JAWABAN

148

3. Kerjakanlah tugas-tugas berikut ini :

3.1. henderson dan quandt dalam bukunya Electroconomic Theory menyatakan sebagai berikut*) :

"A monopolist is free to select any price-quantity combination which lies on his negatively sloped demand curve. Since an expansion of his output results in a reduction of his price, his MR (marginal revenue) is less than his price. His first order condition for profit maximization requires the equality ofMR and MC (marginal cost). His secondorder condition requires that MC be increasing more rapidly than MR."

(Catatan: intreasing wore rapidly logisnya ekuivalen dengan decreasing less rapidly)

Manakah (jika ada) di antara ketiga diagram berikut ini memenuhi kedua syarat itu ?

y y

y

3.2. Fungsi permintaan untuk suatu barang adalah ; y = --J (12 - x) untuk 0 S x S 12

di mana x adal~ kuantitas yang diminta dan y harga satuan. Tentukan harga dan kuantitas yang membawa pendapatan maksimum.

Tunjukkan bahwa bagi fungsi pennintaan ini hubungan antara pendapatan marginal dan elastisitas permintaan berlaku.

3.3. Buktikan bahwa agar biaya rata-rata y mencapai minimum, maka biaya rata-rata itu harus sarna dengan biaya marginal. dy/dx.

3.4. Buktikan, bahwa seorang monopolis hanya akan memperoleh laba maksimum bila pendapatan marginalnya sarna dengan biaya marginalnya.

*) J.M. Herderson and R.E. Quandt, Mictroeconomic Theory, a Mathematical Approach, McGraw-Hili, New

York, 1958, hal. 198.

149

KUNCI JAWABAN KEGIATAN 2.

2.1. (a) Harga keseimbangan setelah pemberian subsidi 8,418 Kuantitas keseimbangan setelah pemberian subsidi 0,716 Perubahan harga : harga turun 8,667 - 8,418 = 0,25 (b) Jumlah subsidi maksimal : 0,716

2.2. Laba maksimum : (2 ;3) (15 - t ) V(15 - t) (25 - t)

Jumlah pajak: t -3-

Pajak tiap satuan : 10

Jumlah pendapatan pajak maksimum: 12,9

2.3. :: = (b ~ 1 ) ~ ;

dR a (1- b)

dx = xb

2.4. (a) Pendapatan maksimum : 48

(b) Persamaan pendapatan rata-rata-rata: AR = 24 - 3x (c) Persamaan pendapatim marginal: MR = 24 - 6x

2.5. Elastisitas pennintaan sehubungan dengan pendapatan :

E.q = YI + Y2. q2 -.ql:: 1 ~

E.y ql + q2 Y2 - YI 1

2.6. Banyaknya pesanaan tiap bulan 21/2 Besamya tiap pesanan : 10

150

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->