KONDISI KETAHANAN NASIONAL

PENDAHULUAN 1. Umum. a. Ketahanan Nasional (TANNAS) merupakan salah satu Doktrin Nasional yang secara terus menerus dibina dan dikembangkan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS). Mengingat pentingnya fungsi Ketahanan Nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, materi ini merupakan salah satu materi ajaran pokok yang diberikan kepada peserta seluruh kursus yang diselenggarakan oleh Lemhannas. dapat menguasai materi Sehubungan dengan itu setiap alumni Ketahanan Nasional dan mampu Lemhannas sebagai kader pemimpin nasional dimasa mendatang diharapkan mengimplementasikannya dalam kegiatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. b. Guna lebih memudahkan pemahaman materi Ketahanan Nasional,

Lemhannas telah menyusun MODUL Konsepsi

Ketahanan Nasional yang Bagi pembaca

merupakan inti sari atau pokok-pokok materi ketahanan Nasional.

atau calon peserta kursus Lemhannas yang ingin lebih mendalami materi tersebut kiranya dapat membaca berbagai referensi terkait dengan Ketahanan Nasional sesuai dengan yang dicantumkan dalam MODUL.

2.

Maksud dan Tujuan Modul Konsepsi Ketahanan Nasional dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman

materi TANNAS bagi para pembaca dan/ atau calon peserta kursus Lemhannas sehingga memiliki pengetahuan awal tentang TANNAS yang selanjutnya akan dikembangkan pada saat mengikuti kursus, seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh Lemhannas.

1

3.

Ruang Lingkup dan Tata Urut Modul. Konsepsi Ketahanan Nasional meliputi Ketahanan Nasional dan Konsepsi

Ketahanan Nasional serta beberapa penugasan dan referensi yang digunakan yang dibagi dalam tiga bagian yaitu : a. b. c. Filosofi Ketahanan Nasional Indonesia. Konsep Dasar Ketahanan Nasional Konsepsi Gatra

2

KETAHANAN NASIONAL
FILOSOFI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Kegiatan Belajar 1

PENDAHULUAN Proklamasi 17 Agustus 1945 telah mengantarkan Indonesia ke alam dan suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang merdeka dan berdaulat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Untuk itu, bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem kehidupan nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi nasional dan dasar negara, serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka pengamalan Pancasila. Dalam mengatur dan meyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dengan lingkungannya, baik dalam lingkup nasional, regional maupun global. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya, bangsa Indonesia memiliki cara pandang, cara tinjau, cara tanggap inderawi, yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman, tuntunan, dan panduan, agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan cita-cita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. Suatu tujuan yang telah merupakan ikrar atau 3

kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, untuk membentuk suatu pemerintahan negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiana abadi, dan keadilan sosial. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu, diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional. Ketahanan nasional perlu ditingkatkan dan dipupuk atau dibina terus menerus berdasarkan Wawasan Nusantara melalui upaya pembangunan nasional di segenap aspek dan dimensi kehidupan. Saling keterkaitan antara Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, dan pembangunan nasional, menempatkan Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, tuntunan dan sebagai rambu-rambu pemandu bagi perwujudan ketahanan nasional. Keterkaitan ketahanan nasional terhadap pembangunan nasional, tercermin pada konsepsi ketahanan nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui pembangunan nasional. Makin meningkatnya intensitas pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional, sebaliknya kokohnya ketahanan nasional akan mendorong lajunya pembangunan nasional. Secara implisit ketahanan nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berdasarkan nilai Pancasila, norma UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.

4

potensi sumber kekayaan alam serta besarnya jumlah dan kemampuan penduduk yang dimilikinya. Latar Belakang Dari pengalaman sejarahnya. pemberontakan PKI. tidak luput dari berbagai gejolak dan ancaman di dalam negeri ataupun luar negeri. bersatu. memberikan motivasi. kelemahan. Sungguhpun demikian. Ditinjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis.bangsa dalam tatanan internasional. telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar Negara besar dan adikuasa. bangsa Indonesia makin menyadari hakikat jati diri dan lingkungannya yang serba Nusantara berikut kekuatan. yang hampir-hampir membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. DI/TII bahkan mampu merebut kembali Irian Jaya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. bangsa dan negara Indonesia selain telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap ancaman dari luar antara lain agresi militer Belanda. baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan. dan berdaulat.POKOK BAHASAN 1. juga telah mampu menegakkan wibawa pemerintah terhadap gerakan separatis. Sehingga dapat mempengaruhi bahkan membahayakan kelangsungan hidup dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5 . Hal tersebut. Kesadaran bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh konstelasi geografi dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah. Negara Kesatuan Republik Indonesia masih tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka. peluang dan kendala yang dihadapinya. dan dorongan bagi terciptanya suasana damai dan tenteram dalam kehidupan nasional. serta terselenggaranya ketertiban dan keadilan dalam membina hubungan antar. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sebagaimana dikemukakan di atas. Kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

ancaman. bersatu. bersahabat. Dalam rangka menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa kini dan di masa yang akan datang. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. tertib. antara manusia dengan manusia dan antara manusia dan lingkungannnya. bangsa Indonesia harus tetap memiliki keuletan dan ketangguhan yang perlu dibina secara konsisten dan berkelanjutan. landasan konstitusional UUD 1945. berdaulat. 6 . yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. 2. Landasan Idil Pancasila Peranan Pancasila sebagai pandangan hidup adalah menyadarkan rakyat Indonesia bahwa hakikat hidup. hambatan. dan bernegara.Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. tenteram. Kondisi kehidupan nasional yang merupakan pencerminan ketahanan nasional didasari oleh landasan idiil Pancasila. dan damai. serta merupakan norma sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. dan gangguan dari mana pun datangnya. Oleh karena itu. tertib. pada dasarnya adalah menganut alam pikiran yang mengungkapkan keterkaitan antara manusia dengan Tuhannya. Pancasila yang bulat dan utuh merupakan sumber kejiwaan masyarakat yang memberikan pedoman bahwa kondrat manusia ialah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. dan berkedaulatan perikehidupan bangsa yang rakyat dalam suasana aman. Pancasila merupakan penuntun dan pengikat moral. berbangsa. dan landasan konseptual Wawasan Nusantara.

Perpaduan nilainilai dasar tersebut telah mampu mewadahi kebinekaan aspirasi bangsa Indonesia seluruhnya. keserasian dan keselarasan. sistem negara bersifat demokrasi. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa. Landasan Konstitusional UUD 1945 Bertitik tolak dari Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum serta mengandung cita-cita hukum. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. Dalam semangat konstitusi tersebut kekuasaan pemerintah tidak bersifat absolut atau tidak tak terbatas. yang 7 . sedangkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan dituangkan lebih lanjut ke dalam kelembagaan tinggi negara dan tata kelembagaan negara. Sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. 3. adalah negara hukum. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku.Peranan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana tersurat dalam Pembukaan UUD 1945. UUD 1945 merupakan keputusan politik nasional yang dituangkan ke dalam norma-norma konstitusional dalam rangka menentukan sistem negara dan pemerintahan negara dengan bentuk-bentuknya secara spesifik. Republik Indonesia adalah negara yang memilik UUD 1945 sebagai konstitusinya. kekuasaan dalam arti bahwa Sehingga penyelenggaraannya didasarkan semata-mata. persatuan dan kesatuan. Republik Indonesia bukanlah atas negara dasar kekuasaan. Kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilakukan melalui DPR dan DPD serta presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. ialah keseimbangan. Dengan demikian. Dengan demikian. pada hakikatnya mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila. seluruh kehidupan bangsa dan negara pada dasarnya tercakup dalam lingkup pengaturan yang tertuang melalui pranata-pranata yang disusun dalam bentuk peraturan perundang-undangan berdasarkan norma-norma konstitusional tersebut.

Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. 8 . dan bernegara diaktualisasikan dengan mempertimbangkan wujud konstelasi dan posisi geografi dan segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara. Untuk mewujudkan cita-cita nasional dan mencapai tujuan nasional. serta sejarah perjuangan bangsa.tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang bersumber dan mengacu kepada kepentingan serta aspirasi rakyat. berbangsa. utuh. dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. integritas dan kelangsungan hidup serta pertumbuhannya dalam perjuangan mewujudkan cita-cita nasional. bangsa Indonesia selain memerlukan cara pandang yang dinamakan Wawasan Nusantara. dan menyeluruh. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional. Agar mampu mempertahankan identitas. Hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan potensi dari segala aspek kehidupan nasionalnya secara dinamis. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. juga perlu membina keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang dinamakan ketahanan nasional. Setelah menegara. 4. Landasan Konseptual Wawasan Nusantara Pengejawantahan Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat.

dan makmur. Perhatikan apa yang menjadi variabel/indikator pokok ketahanan nasional dari negara tersebut. 2. 3. ideologi nasional dan dasar negara. bersatu. Carilah contoh beberapa negara lain yang mempunyai ”Ketahanan Nasional”. RANGKUMAN a.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi ”Pilosofi Ketahanan Nasional Indonesia”. Petunjuk jawaban latihan: 1. sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka 9 . Untuk itu. 3. bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem Kehidupan Nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas. apa dan mengapa negara tersebut berhasil menerapkan ketahanan nasionalnya. 2. kemudian lakukan analisis. Variabel/indikator apa saja yang menurut Saudara yang cukup lemah/rawan sehingga perlu ditingkatkan. berdaulat. 4. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya. adil. Kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan: Coba ditelaah kembali: 1. berbangsa. Bandingkan ketahanan nasional negara tersebut dengan ketahanan nasional Indonesia. Dari analisis tersebut pilihlah satu negara yang Saudara anggap paling berhasil dalam menerapkan model ketahanan nasionalnya. Latar belakang Landasan Idiil Pancasila Landasan Konstitusional UUD 1945 Landasan Konseptual Wawasan Nusantara.

di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan citacita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. kelangsungan hidup bangsa dan negara. dalam arti bahwa penyelenggaraannya didasarkan atas dasar kekuasaan semata-mata sehingga membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. hambatan. Untuk itu. tertib. Dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. identitas. yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. dan gangguan. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. dan damai. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. melainkan adalah negara hukum. berdaulat. tertib. 10 . bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan. cara tinjau. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya. diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional b. tuntunan dan panduan. cara tanggap inderawi. bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bersahabat. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan citacita mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional c. d. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. ancaman.pengamalan Pancasila. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman. baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas. tenteram. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. bersatu. Republik Indonesia bukanlah negara kekuasaan. bangsa Indonesia memiliki cara pandang.

MH. LEMHANNAS RI 2005 GEO POLITIK DAN GEO STRATEGI INDONESIA (PROF. 4. Apa yang dijadikan pedoman-pedoman dasar dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. DR. 3. 2. 2. Apa hubungan timbal balik antara pedoman-pedoman dasar (landasan) tersebut dengan Ketahanan Nasional Indonesia. PANCASILA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 KETAHANAN NASIONAL INDONESIA. ERMAYA SURADINATA. Setelah memahami filosofi Ketahanan Nasional Indonesia secara umum. Msi) 11 . REFERENSI 1.PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR 1 1. berikut ini pembaca membuat suatu analisa tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang apa yang digunakan dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia.

Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. ancaman. baik dari luar maupun dari dalam sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. dan pola tindak yang sama demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional.KETAHANAN NASIONAL KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL Kegiatan Belajar 2 PENDAHULUAN Untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. pola sikap. 12 . diperlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. dipelajari lagi budaya bangsa untuk dapat memahami niali-nilai luhur. Dalam hubungan itu dikaji kembali tentang posisi geografi yang dikaitkan dengan tinjauan politik. hambatan dan gangguan dari mana pun datangnya. serta ditelusuri pula sejarah bangsa guna dapat memperbaiki pengalaman yang kurang menguntungkan dan memanfaatkan pengalaman yang baik dalam mempersatukan cara pandang bangsa yang mengutamakan persatuan dan kesatuan sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. Agar pembangunan nasional yang direncanakan tidak menyimpang dari landasannya. dilaksanakan pembangunan nasional. Rumusan Ketahanan Nasional sebagai suatu pengertian baku. sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa untuk dipakai sebagai dasar atau titik tolak dalam penjabarannya.

(C) Sifat. konsepsi ketahanan nasional. (B) Asas-asas. b. diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan. Kedudukan dan Fungsi. 3. (D) Dasar Setelah Anda mempelajari Kegiatan Belajar ini diharapkan Anda mampu menjelaskan konsep dasar ketahanan nasional meliputi. rincian Astagatra. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -2 Setelah memahami secara umum masalah Konsep Dasar Ketahanan Nasional. Hakikat. asas komprehensif integral. asas mawas ke dalam dan ke luar. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (C) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. Kedudukan dan fungsi. c. hubungan antar gatra dalam astagatra. pokok-pokok pikiran. dasar pemikiran astagatra.Substansi materi yang termuat dalam Kegiatan Belajar 2 ini adalah Pemikiran. b. asas Kekeluargaan. c. a. Sifat Ketahanan Nasional dan Fungsi Ketahanan Nasional. b. asas kesejahteraan dan keamanan. hakikat ketahanan nasional. d. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (A). d. c. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (B) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan asas-asas ketahanan nasional yang meliputi a. 1. Rincian dan Hubungan Antar gatra dalam Astagatra. Asas Ketahanan Nasional. ada beberapa pemahaman mendasar yang perlu diketahui antara lain Ketahanan Nasional sebagai kondisi Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi. Sifat ketahanan nasional. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (D) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. Konsepsi. pengertian ketahanan nasional. dijelaskan : Agar 13 . b. 2. 4. Hakikat Ketahanan Nasional. (A) Pengertian.

kelemahan masing-masing asas dalam Menurut saudara apa mengimplementasikan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional sehingga kondisi kehidupan nasional sulit meningkat (ditinjau khusus dalam era reformasi).1. dinamis. Hubungan timbal balik Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Nasional. Apa peranan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional. Apa hubungan Trigatra dengan Pancagatra. Mengapa sifat Ketahanan Nasional harus mandiri. Mengapa asas Ketahanan Nasional perlu mendapat perhatian dalam membina kehidupan nasional melalui Pembangunan Nasional. 3. 14 . 5. 4. Kondisi dengan 2. wibawa dan konsultasi dan kerjasama.

dan nasional bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. untuk menjamin identitas. 15 . dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. Dalam pengertian tersebut. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. hambatan. lingkungan. Dengan kata lain. Konsepsi Ketahanan Nasional. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Konsepsi pengembangan Ketahanan kekuatan Nasional nasional (Tannas) Indonesia dan adalah konsepsi melalui pengaturan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. daerah. 2. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. serasi. keluarga. Konsepsi tersebut dinamakan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia.KETAHANAN NASIONAL PENGERTIAN. mulai dari pribadi. dan gangguan. integritas. ancaman. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. KONSEPSI DAN HAKEKAT TANNAS Kegiatan Belajar 3 1. baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

dan terpadu. Sementara itu. 3. menyeluruh. untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi modul 2 (A). 1. Coba pula Saudara amati nilai-nilai dalam konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. rohaniah dan jasmaniah.Kesejahteraan menumbuhkan dan dapat digambarkan sebagai kemampuan demi bangsa dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. 16 . dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap aspek kehidupan nasional yang harus diwujudkan. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. 2. b. serasi. Hakikat Tannas dan Konsepsi Tannas a. sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. dan dari dalam. kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan dalam kelompok. serasi.

dan gangguan dari mana pun datangnya. 1. hambatan. b. sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam. 3. 17 . PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -3 Setelah memahami Konsep Gatra dalam Ketahanan Nasional. ada beberapa hal yang perlu diketahui khususnya yang berkaitan dengan Ketahanan masing-masing Gatra dan permasalahannya serta arah pembinaannya. 2. Pembangunan nasional memerlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. Bagaimana arah pembinaan masing-masing Gatra dikaitkan dengan permasalahan yang ada. sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. selanjutnya inventarisir permasalahannya yang cukup menonjol. baik dari luar maupun dari dalam. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. ancaman.RANGKUMAN a. dan pola tindak yang sama. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Agar ditelaah kembali kondisi masing-masing gatra. Buatkan suatu analisa tentang implementasi permasalahan tiap Gatra terhadap Gatra lain. pola sikap. sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata rohaniah dan jasmaniah. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

Tanpa kesejahteraan dan keamanan. dan bernegara. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. Dengan demikian. dan bernegara. sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan. Dengan demikian. serasi. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. berbangsa. berbangsa. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. b. ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada berdampingan pada kondisi apappun. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. Sebaiknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. adalah sebagai berikut. tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. a. dan terpadu (komprehensif integral) 18 . Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. menyeluruh.KETAHANAN NASIONAL AZAZ TANNAS Kegiatan Belajar 4 Asas-asas Ketahanan Nasional Azas-azas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang.

2) Mawas ke luar Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. kebersamaan. sifat. kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. berbangsa dan bernegara. 1) Mawas ke dalam Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat. baik yang bersifat positif maupun negatif. interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Asas Kekeluargaan Asas kekeluargaan mengandung keadilan. gotong royong. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam azas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam 19 . Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit. Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar Sistem kehidupan nasional merupakan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu. kesamaan. kearifan. Namun demikian. d. sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. tenggang rasa. Untuk menjamin kepentingan nasional. Untuk itu.c. dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak. diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke luar.

yang terdiri dari asas : a. menyeluruh. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 20 . Kesejahteraan dan keamanan. asas konprehensif integral. 2. sifat dan kondisi kehidupan nasional dan dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri kekeluarga.hubungan kemitraan serta dijaga tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. yakni melihat sesuatu secara utuh. Konprehensif integral. yaitu untuk menumbuhkan hakikat. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. yaitu adanya pengakuan akan perbedaan-perbedaan. asas mawas ke dalam dan ke luar serta asas kekeluargaan. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada asas kesejahteraan dan keamanan. terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. RANGKUMAN Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. tetapi perbedaan tersebut harus dapat dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. c. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan mawas kedalam dan keluar. b. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. d. yakni adanya keseimbangan antara keduanya.

Dinamis Ketahanan nasional tidaklah tetap. serta kondisi lingkungan startegisnya. b. 21 . KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI Kegiatan Belajar 5 1. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya yaitu : a. upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorentasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik. Mandiri Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas. dan kepribadian bangsa.KETAHANAN NASIONAL SIFAT. c. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. melainkan dapat meningkat ataupun menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent). makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. integritas. Oleh karena itu.

Tanpa adanya doktrin dasar nasional dapat terjadi cara berpikir yang terkotak-kotak (sektoral). serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa. Konsultasi dan Kerja Sama Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. inter sektoral dan multi disiplin. Metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia. pola sikap. Fungsi Konsepsi Ketahanan Nasional berdasarkan tuntutan penggunaannya berfungsi sebagai doktrin dasar nasional. dan sarana yang dapat 22 . pola tindak. Wasantara dan Tannas berkedudukan sebagai landasan konseptual. 1) Konsepsi Ketahanan Nasional dalam fungsinya. Kedudukan Konsepsi ketahanan Nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu diimplementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan. dan sebagai pola dasar pembangunan nasional. 2. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL a. tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerja sama. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata.d. tenaga. kesimpangsiuran dalam arah dan tindakan serta tidak konsisten dengan falsafah yang telah disepakati sehingga mengakibatkan pemborosan waktu. yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional di dalam paradigma kehidupan nasional b. dan pola kerja untuk menyatu padukan upaya bersama bangsa yang bersifat interregional (wilayah). sebagai doktrin dasar nasional perlu di fahami guna menjamin terjalinnya suatu pola pikir.

ekonomi. kekayaan alam. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam kedudukan dan fungsi yang melandasi ketahanan nasional. ideologi. 2. 3) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai metode integral. Dalam merumuskan kebijaksanaan nasional pembinaan kehidupan nasional pada hakikatnya merupakan suatu metode komprehensif merupakan metoda umum berdasarkan Astagatra yang meliputi unsurunsur geografi. yang dilakukan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). dinamis. 2) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai pola dasar pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang meliputi segenap bidang dan sektor pembangunan secara terpadu. dan keamanan. kependudukan. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 5 kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. serta konsultasi dan kerjasama.memicu terjadinya hambatan bahkan penyimpangan dari tujuan nasional dan cita-cita nasional. politik. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas mandiri. sosial budaya. pertahanan. wibawa. 23 .

RANGKUMAN 1. Fungsi. yaitu sebagai ajaran yang kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik. 2. b. d. Wibawa. yaitu sebagai landasan konsepsional strategis dan sebagai metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia 24 . Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya. a. b. yaitu: a. yaitu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal dan eksternal. yaitu makin tinggi tingkat ketahanan nasional maka makin tinggi wibawa bangsa Indonesia. diharapkan dapat diyakini Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional. Dinamis. yaitu tidak mengutamakan sikap konfrontatif & antagonistis. begitu pula sebaliknya Konsultasi dan kerja sama. Mandiri. c. yaitu percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan sebagai prasyarat untuk menjalin kerja sama. Kedudukan.

Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. dan sangat tergantung pada kondisi geografi merupakan ketiga unsur/aspek alamiah yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan saling mengait. Suatu ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. 25 . Dengan kata lain bahwa manusia sebagai objek yang terus menginginkan terpenuhinya kebutuhan yang digali dari SKA. RINCIAN DAN HUBUNGAN GATRA Kegiatan Belajar 6 1. Terlebih menghadapi penduduk yang terus bertambah. yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa. b. harkat. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. martabat bangsa. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. antara manusia dan manusia/masyarakat. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu hubungan antara manusia dan Tuhannya. DASAR PEMIKIRAN ASTAGATRA a. sedangkan bumi/alam yang menyediakan segala kebutuhan manusia dapat dikatakan relatif tetap atau tidak bertambah. dan hubungan antara manusia dan lingkungannya. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa dalam kehidupannya. Dalam dinamika kehidupan hubungan ini akan menumbuhkan berbagai hubungan yang dibina secara harmonis. manusia memerlukan ruang hidup. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam memanfaatkan isi dan potensi sumber kekayaan alam (SKA). dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. sangat diperlukan adanya kualitas manusia Indonesia. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil).KETAHANAN NASIONAL DASAR.

Hubungan manusia dengan rasa aman. Hubungan manusia dengan cita-cita. terutama aspek-aspek kehidupan sosial yang bersifat dinamis. 6) 7) 8) Hubungan manusia dengan rasa. dengan mengadakan manusia 1) 2) 3) hubungan-hubungan yang meliputi Hubungan dengan menurunkan/menimbulkan agama. menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) e. (masyarakat) dengan segenap perangkatnya. Telah menjadi kesepakatan seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam menjamin identitas. terus berusaha menciptakan suatu kondisi seluruh aspek kehidupan nasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. sesungguhnya Tannas merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) 26 . menimbulkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemenuhan kebutuhan. Berdasarkan rumusan pengertian Tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia. 4) 5) kehidupan ekonomi. pertahanan dan keamanan. karsa. dan bernegara.c. Hubungan manusia dengan kekuasaan. bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar. berbangsa. mewujudkan budaya. SKA yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan kondisi geografi yang cukup strategis. menimbulkan Hubungan manusia dengan manusia. d. cipta. menciptakan ideologi. termasuk norma/hukum yang harus dipatuhi. dan karya. kelangsungan hidup bangsa dan negara. mewujudkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemanfaatan dan penguasaan alam. mewujudkan kehidupan sosial politik. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. integritas. Indonesia menyelenggarakan manusia kehidupannya Tuhan.

Demikian pula hukum. gatra pertahanan dan keamanan. sedangkan sekitarnya diperoleh pemetaan pada 3 gatra (Trigatra) yang relatif statis. gatra politik. Walaupun agama tidak dimunculkan sebagai gatra. sumber kekayaan dalam dan kependudukan. tetapi perlu diwaspadai bahwa jumlah gatra yang terlalu banyak akan mengakibatkan gambaran kehidupan yang kompleks sehingga tujuan penyederhananaan tidak berhasil. melalui suatu kesepakatan dari hasil analis mendalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dan Tuhan. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata. Di dalam proses penyederhanaan itu jumlah aspek kehidupan nasional diredusir sampai jumlahnya sesedikit mungkin. nilai-nilai agama harus melandasi semua gatra dari Pancagatra. serta antara manusia dan lingkungan. gatra Berdasarkan pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam geografi. yaitu berdasarkan pemahaman tata hubungan manusia dalam kehidupan sosialnya diperoleh kesepakatan bahwa dalam konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia seluruh aspek kehidupan nasional dipetakan dalam 5 gatra sosial (Pancagatra) yang bersifat dinamis dan dianggap dominan yaitu gatra idiologi.kehidupan nasional pada saat tertentu. gatra ekonomi. selanjutnya hukum juga diperlukan sebagai dasar dalam 27 . Sebagai kondisi yang tergantung pada waktu. Namun. tetapi tetap dapat mempersentasikan ciri-ciri utama dari fenomena dan permasalahan. Tiap-tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu.yang disebut gatra. yang timbul dari interaksi/hubungan antara manusia dan manusia masuk dalam gatra sosial budaya. gatra sosial-budaya. manusia dan manusia/masyarakat. karena sangat kompleks. f. Sesungguhnya jumlah gatra yang digunakan di dalam satu model dapat berapa saja. ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau. ruang dan lingkungan maka Tannas bersifat dinamis.

pertahanan serta Keamanan. politik. politik. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. kekayaan alam. Ke 3 gatra alamiah (Trigatra) bila digabungkan dengan 5 gatra sosial (Pancagatra) akan menjadi 8 gatra (Astagatra) yang merupakan model pemetaan menyeluruh dari sistem kehidupan nasional bangsa Indonesia. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. Ke-8 gatra (Astagatra) tersebut satu sama lainnya secara utuh menyeluruh dan terpadu membentuk tata laku masyarakat bangsa dan negara. pertahanan dan keamanan. sedangkan pemanfaatan iptek merupakan unsur dari gatra ekonomi dan sebagai komoditi. dan kependudukan. sosial budaya. cipta. b. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah meliputi aspek-aspek suatu negara yang memang sudah melekat pada negara itu. ekonomi. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. Ketiga gatra alamiah tersebut mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap atau statis. karsa. dan norma-norma tertentu. Demikian pula pengembangan iptek dimasukkan dalam gatra sosial budaya sebagai hasil dari rasa. RINCIAN ASTAGATRA a. 28 . ekonomi. sebagai unsur pendukung dalam sistem alat peralatan yang digunakan. 2. Gatra politik serta gatra pertahanan dan keamanan. berbangsa. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. dan karya manusia. aturan-aturan.penyelenggaraan kehidupan ideologi.

menyeluruh dan terpadu serta terdapat saling hubungan (Astagatra). 2) Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik.Tantangan. 3. Kualitas Pancagatra dalam kehidupan nasional Indonesia tersebut secara terintegrasi serta dalam interaksinya dengan Trigatra mencerminkan tingkat Ketahanan Nasional Indonesia. 3) Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. hambatan dan gangguan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu ditujukan pada kelima gatra sosial tersebut. ancaman. sosial budaya. ekonomi. dalam arti bahwa 1) Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (Trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (Pancagatra). Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra Antara Trigatra dan Pancagatra serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. HUBUNGAN ANTARGATRA DALAM ASTAGATRA Hubungan kait mengait antargatra adalah sebagai berikut a. politik. yaitu suatu antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional tatanan yang utuh. serta pertahanan dan keamanan secara utuh menyeluruh dan terpadu. 29 . Oleh karena itu. penanggulangannya adalah dengan upaya meningkatkan ketahanan dalam gatra ideologi.

jenis. 3) Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi oleh jenis.4) Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. b. sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharuhi. Hubungan AntarGatra dalam Trigatra 1) Antara Gatra Geografi dan Gatra Kekayaan Alam Karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. kualitas. politik. Demikian pula sebaliknya. melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi. kualitas dan persebaran kekayaan alam dan sebaliknya kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter geografi. kuantitas dan persebaran kekayaan alam. Hubungan Antargatra dalam Pancagatra Setiap gatra dalam Pancagatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi. c. 30 . ekonomi. 2) Antara gatra geografi dan gatra kependudukan Bentuk-bentuk kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk sangat erat kaitannya dengan karakter geografi dan sebaliknya karakter geografi mempengaruhi kehidupan dari penduduknya. kualitas.

berarti kehidupan politik yang mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi. ketaatan beragama. sosial budaya. pertahanan dan keamanan. serta pertahanan dan keamanan berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata. dan merata menunjang stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain. berbudaya. serta pertahanan dan keamanan. Keadaan ekonomi yang stabil. sosial budaya. Keadaan sosial yang terintegrasi secara serasi. 3) Hubungan antara gatra ekonomi dan gatra ideologi. kehidupan ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan. serta pertahanan dan keamanan. dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi. politik. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik. berbudaya. dalam arti ideologi sebagai falsafah bangsa dan landasan idiil negara merupakan nilai penentu bagi kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra dalam pancagatra dalam memelihara kelangsungan hidup dan pencapaian tujuan nasional. dinamis. maju. Kehidupan politik bangsa dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. dinamis. dan berkepribadian 31 . ekonomi. ekonomi.1) Hubungan antara gatra ideologi dengan gatra politik. serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu. politik. dan rasa keamanannya. ekonomi. 4) Hubungan antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi. stabil. sosial budaya. Keadaan politik di segala bidang dan memberikan rasa aman. stabil. keakraban sosial. dan berkepribadian akan meyakinkan kebenaran ideologi yang berbudaya. tingkat kemakmuran ekonomi. sosial budaya. serta pertahanan dan keamanan. mendinamisasi kehidupan politik dan perkembangan sosial budaya serta mendukung pengembangan pertahanan dan keamanan. akan meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut. 2) Hubungan antara gatra politik dengan gatra ideologi.

d. Astagatra dalam Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan Peranan tiap-tiap gatra untuk kesejahteraan dan keamanan tergantung dari sifat setiap gatra.hanya dapat berkembang di dalam suasana aman dan damai. dinamis. ekonomi dan sosial budaya. dan sosial budaya mempunyai peranan sama Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih kesejahteraan maupun keamanan. Keadaan sosial yang timpang dengan kontradiksi di berbagai bidang kehidupan memungkinkan timbulnya ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi gejolak sosial. memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan kehidupan politik. ekonomi. maju. dan sosial budaya. 32 . ekonomi. Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial budaya bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional baik fisik materiil maupun mental spiritual. 5) Hubungan antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi. Keadaan pertahanan dan keamanan yang stabil. dan sosial budaya. yakni : 1) 2) 3) 4) Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk Gatra ideologi. dan berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan menunjang kehidupan ideologi. politik. besar untuk kesejahteraan dan keamanan kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan besar untuk keamanan dari pada peranan untuk kesejahteraan. politik. dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran ideologi. politik.

2. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. hubungan antara manusia dengan Tuhannya. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 6. manusia memerlukan ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. b. dan bernegara. antara manusia dengan manusia/masyarakat. dalam bermasyarakat dan dengan rasa aman. dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. Dasar pemikiran Astagatra yaitu: a. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). c. RANGKUMAN 1. digali dari nilai-nilai luhur bangsa. 33 . memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu. harkat. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam dasar pemikiran Astagatra dan Rincian Astagatra. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam hubungan antargatra dalam Astagatra. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. martabat bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan antar bangsa. dengan pemenuhan kebutuhan. berbangsa. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. manusia Indonesia menyelenggarakan kehidupannya dengan mengadakan hubunganhubungan. dengan manusia lainnya. manusia dengan Tuhan. dengan kepentingan dan kekuasaan. dengan cita-cita. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. b.2. berbangsa. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. ekonomi. c. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah memang sudah melekat pada negara itu. dan pesebaran SKA. 3. Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi pula oleh persebaran SKA. Hubungan antargatra a. kekayaan alam. Rincian Astagatra a. dan kependudukan. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra terdapat hubungan yang timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. b. kualitas. politik. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. Hubungan antargatra dalam trigatra. Persebaran penduduk dipengaruhi pula oleh karakter goegrafi. Hubungan antargatra dalam Pancagatra. sosial budaya. 34 . aturan-aturan dan normanorma tertentu. yaitu karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. yaitu bahwa setiap gatra dalam panca gatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain. sebaliknya setiap gatra memberikan kontribusi menerima kontribusi dari gatra lain secara terintegrasi. pertahanan dan keamanan.

Kedudukan yang secara geografis berada pada posisi silang memberikan kepada Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif. Kondisi dan Unsur Dominan Dari geografi dapat diketahui tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luarnya. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya memberikan ciri yang membedakannya dengan negara lain dan memberikan kemungkinan untuk melangsungkan serta mengembangkan perikehidupan nasionalnya. 35 . dan bentuk ke luar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan. dengan wilayah daratan sekitar 1. serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya.508 buah pulau.3 juta km. 1) Topografi Wilayah Negara Republik Indonesia berbentuk kepulauan.KETAHANAN NASIONAL KONSEPSI GATRA Kegiatan Belajar 7 KONSEPSI GATRA 1. terdiri dari lebih kurang 17. GATRA GEOGRAFI a. wujud. Luas seluruh wilayah kedaulatan lebih kurang 7. dan tata susunan. Bentuk ke dalam menempatkan corak.17 km serta dengan memperhitungkan ZEE maka luas wilayah daratan dan wilayah lautan adalah satu berbanding empat (1 : 4).919. Beberapa kondisi umum gatra geografis adalah sebagai berikut.

di sebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Andaman. Di pulau-pulau Sumba. Wilayah Indonesia merupakan wilayah khatulistiwa terpanjang di dunia. Filipina. Singapura.S. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan. politik. Tumbuh-tumbuhan subur. Sumbawa. kecuali di Irian Jaya. Di sebelah timur wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Pasifik.O (Geo Stationary Orbiter) yang terletak di atas khatulistiwa merupakan ruang wilayah yang sangat strategis sebagai tempat kedudukan satelit. dan Vietnam. b. 2) Posisi Astronomis Indonesia terletak di antara 95 dan 141 Bujur Timur serta antara 6 Lintang Utara dan 11 Lintang Selatan dan Indonesia berada di daerah tropik G. hutan terdapat di pulau-pulau sebelah barat. iklim Indonesia secara umum panas dan lembab serta banyak gunung berapi. sosial. sedangkan semakin ke timur hutan semakin jarang.Bagian Barat wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar. Nikobar). Iklim tersebut berpengaruh terhadap aspek dan perikehidupan ekonomi. sebelah barat dan selatan dengan Samudera Hindia. sedangkan bagian timur merupakan kumpulan pulau-pulau kecil kecuali Irian Jaya. wilayah Papua Nugini dan Australia. Analisis 1) Wilayah Negara Republik Indonesia adalah wilayah negara kepualauan dengan luas laut 4 x luas daratan dan terdiri dari ribuan pulau 36 . Malaysia. dan sekitarnya terdapat padang-padang rumput yang luas. bila dibandingkan dengan pantai-pantai landai yang berbatasan dengan laut pedalaman Indonesia. Pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada umumnya lebih curam dan terjal. Karena letaknya di daerah tropik.

sehingga masalah komunikasi dan transportasi menjadi sangat vital. daerahdaerah Indonesia yang relatif “kosong” berserta kekayaan alamnya yang potensial dan melimpah dapat dijadikan sasaran bagi pencarian lebenstraum oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Persebaran penduduk Indonesia masih kurang proporsional. Udara di sepanjang wilayah khatulistiwa mempunyai arti penting bagi pemanfaatan G. mempertahankan adanya 37 . Arah Pembinaan 1) Wilayah kedaulatan dan yurisdiksi Republik Indonesia harus jelas dan diketahui oleh seluruh bangsa di dunia. dibandingkan dengan penduduk negara tetangga yang besar seperti Jepang. 2) Indonesia menjamin kepentingan bangsa-bangsa di dunia bagi kepentingan lintas damai. Perbatasan wilayah kedaulatan dan yurisdiksi ditetapkan melalui perjanjian dengan negara tetangga yang berbatasan langsung. Pulau Jawa sangat vital dan strategis sehingga sangat memerlukan perhatian.S. 2) Wilayah sebagai ruang hidup belum dimanfaatkan secara proporsional. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau sebelah utara sangat tipis. sedangkan negara tetangga di sebelah selatan. Lalu lintas internasional banyak melintasi laut dan udara wilayah Indonesia. baik melalui laut maupun udara sesuai dengan ketentuan. Pada bagian wilayah yang tidak berbatasan dengan negara lain (di Samudera Hindia dan Pasifik) ditetapkan sesuai dengan ketentuan internasional. 3) Pemanfaatan wilayah didasarkan atas konsepsi tata ruang dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. penduduknya lebih tipis.O secara maksimal. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai “pengawas” dan “pengatur” lalu lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia. Dengan demikian. RRC dan India. c. yaitu Australia.

batu bara dan lain- Kekayaan alam menurut sifatnya dibedakan dalam tiga golongan. tanam). Nabati (flora). yang tidak dapat diperbaharui. orang. dan yang . yaitu yang dapat diperbaharui.pelestarian alam dan lingkungan hidup yang layak dalam wilayah ruang hidup bangsa Indonesia dan dengan memperhatikan ciri khas potensi wilayah. Hewan (fauna). tentang konstelasi geografis Indonesia. tempat bercocok Udara (sinar matahari. Potensi ruang angkasa. 2. tempat berpijak. karbondioksida). panas alam. Mineral (minyak bumi. d) e) f) g) h) 2) tetap. prasarana komunikasi dan transportasi yang menjamin mobilitas informasi. GATRA KEKAYAAN ALAM a. barang dan jasa. baik kerawanan maupun potensinya. serta pelaksanaan pembangunan nasional secara utuh menyeluruh. 4) Membangun seluruh wilayah Indonesia secara seimbang dan merata guna menekan kesenjangan spasial (antarwilayah/daerah). 5) Untuk mewujudkan kesatuan wilayah perlu penyediaan sarana. Energi alami (gas alam. geotermis). Kondisi dan Unsur Dominan 1) Kekayaan alam menurut jenisnya dibedakan dalam 8 golongan sebagai berikut : a) b) c) lain). oksigen. 6) Menanamkan kesadaran masyarakat sedini mungkin. Air dan lautan. biji besi. uranium. air artetis. 38 Tanah (tempat tinggal.

Khusus untuk kekayaan alam yang tidak terbarukan. Analisis 1) Lokasi dan konsentrasi sumber kekayaan alam tidak merata di seluruh wilayah Indonesia tidak sesuai dengan persebaran dan kemampuan penduduk Indonesia sehingga dapat menimbulkan kesenjangan spasial.3) Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam di permukaan serta di dalam bumi. eksploitasi yang terus akan meningkatkan pula eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. laut. baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. menerus akan mengakibatkan kekayaan alam tersebut menjadi komoditas langka sehingga nilainya menjadi strategis dan dapat mengandung kekuatan dari luar untuk menguasainya. air. dan kekayaan wilayah Indonesia. tidak diizinkan diusahakan perseorangan. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bangsa dan rakyat Indonesia secara berlanjut berlandaskan Wawasan Nusantara. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hanya cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat orang banyak. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa bumi. 2) Seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan nasional. dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yurisdiksi nasional Negara Republik Indonesia. 39 . Konsep penguasaan oleh negara tersebut berarti bahwa warga negara Republik Indonesia boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada makhluknya. b.

serta kondisi pasar di dalam dan luar negeri. c. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang trampil. 4) Pelestarian daya dukung kekayaan alam dipengaruhi oleh kesadaran dan tanggung jawab semua pihak. 3) Pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber energi harus diarahkan peningkatan pada upaya menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. dengan cara-cara memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan asing. 4) Melindungi serta mengelola kekayaan alam dengan cara tepat. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas. biomas. 40 . tenaga panas bumi. dan menggantikannya dengan sumber nonminyak seperti batu bara. terarah. 2) Dalam hal pemanfaatan kekayaan alam komoditas yang mempunyai nilai ekonomis harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja bagi penduduk setempat dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sehingga mengurangi kesenjangan spasial dan pembangunan daerah. Arah Pembinaan 1) yang Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia pada tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dan dengan dasarnya dilakukan oleh dan untuk bangsa Indonesia. Sumber energi yang transportabel (mudah diangkat) dimanfaatkan untuk ekspor. tenaga air. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. dan bijaksana serta lebih mementingkan manfaat untuk rakyat banyak dengan meningkatkan kemampuan teknologi tepat guna dan meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola. tenaga angin dan tenaga surya.3) Pemanfaatan kekayaan alam secara optimal memerlukan modal. tenaga nuklir serta energi nonkonvensional seperti biogas.

agama. suku bangsa. pertumbuhan. susunan. 6) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan dan pelestarian kekayaan alam serta penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang optimal serta pengamanan yang maksimal sehingga tetap terjaga kondisi kelestarian dan keharmonisan lingkungan. persebaran. fertilitas dan migrasi.5) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. kelahiran. Kependudukan adalah hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah. mutu jenis dan persebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. dengan unsurunsur dominannya meliputi 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian. Kualitas penduduk 41 . kualitas dan kesejahteraan penduduk serta kondisi lingkungannya. ciri-ciri. GATRA KEPENDUDUKAN a. Kondisi dan unsur Dominan Penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami suatu tempat atau wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu. Jadi jumlah penduduk berubah akibat proses mortalitas. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk adalah susunan penduduk berdasarkan suatu pendekatan tertentu misalnya menurut umur. kelamin. dan tingkat pendidikan 3) dapat 4) Persebaran penduduk yang ideal adalah persebaran yang sekaligus memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu persebaran dan mobilitas yang proporsional. 3. pendatang baru dan orang yang meninggalkan wilayah.

2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. mortalitas relatif kecil karena terhadap pria dan wanita relatif sama. fertilitas dan migrasi. 42 . 3) Persebaran penduduk Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bertempat tinggal di daerah yang aman serta memungkinkan jaminan kehidupan ekonomis semaksimal mungkin. Bila persoalan tersebut tidak diatasi. Faktor fisik terdiri dari kesehatan. terutama di daerah yang sudah digarap atau telah dipersiapkan sebelumnya. b. Jika tidak demikian maka akan timbul pengangguran. baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Bertambahnya penduduk golongan muda menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan.Faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk ialah faktor fisik dan non fisik. Faktor non fisik ialah mentalitas dan intelektualitas. Analisis 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk yang sangat besar. Sebaliknya fertilitas sangat besar pengaruhnya terutama terhadap komposisi umur dan jenis kelamin penduduk golongan muda. perluasan lapangan kerja dan sebagainya. apabila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal yang besar dan sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. gizi dan kebugaran. begitu juga dengan faktor migrasi karena tidak dilaksanakan secara besar-besaran dan diperlukan dukungan biaya yang tidak sedikit. dan problem sosial dapat melemahkan ketahanan nasional. maka akan timbul kegoncangan sosial. yaitu di daerah yang ekonomis strategis.

4) Kualitas penduduk Untuk mengatasi masalah penduduk. persebaran. dengan memperhatikan komposisi penduduk yang ada. persebaran penduduk secara serasi peningkatan kualitas penduduk yang memadai.Konsekuensinya ialah bahwa di daerah tertentu terlampau padat. sedangkan di daerah lainnya menjadi jarang. dan sikap di samping serta tingkat meningkatkan keseimbangan pengetahuan. keterampilan jumlah transmigrasi. 2) Pengaturan penyebaran penduduk dapat dilakukan dengan jalan peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan pembangunan pusatpusat pertumbuhan ekonomi di daerah. komposisi. perlu didorong timbulnya transmigrasi swakarsa. c. Dalam hal ini. Arah Pembinaan Pembangunan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan harus didukung dengan pengaturan pertumbuhan. keluarga berencana. 43 . Semua itu dengan tujuan untuk mencapai kenaikan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk yang proporsional. mengendalikan. kebijakan pemerintah yang mengatur. atau menciptakan iklim yang dengan jumlah. dan penduduk melalui berbagai cara seperti pusatpusat pertumbuhan. serta keserasian kesejahteraan dan keamanan dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan. 1) Pengaturan laju pertumbuhan penduduk dirumuskan dalam kebijaksanaan gerakan keluarga berencana nasional dan program di luar keluarga (beyond family planning program) yang mendukungnya secara terpadu. bahkan tidak berpengaruh sama sekali. antara mental pengembangan sosial ekonomi.

Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. 4. GATRA IDEOLOGI a. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. perbaikan mutu dan kebugaran fisik dengan peningkatan keahlian. Dalam rangka mewujudkan ketahanan ideologi tersebut diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila 44 . 4) Memberi kesempatan dan pemberdayaan penduduk khususnya wanita dan generasi muda Pelaksanaan kebijaksanaan tersebut di atas harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. hambatan serta gangguan yang dari luar ataupun dari dalam. ancaman. yang langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. keterampilan daya manusia secara terarah dan berlanjut.3) Pengaturan kualitas penduduk dilakukan dengan cara peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta derajat dan manfaat yang dapat disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia secara fisik antara lain meningkatkan derajat kesehatan. peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.

menghormati hak orang dan sikap gotong royong. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. serta pandangan hidup bangsa Indonesia. atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. yang menjamin dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. dasar negara. Dengan demikian. Pancasila merupakan ideologi nasional. Nilai ini mengutamakan kepentingan negara bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. sebaliknya kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara. sumber hukum. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai sikap adil. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung nilai spiritual. Nilai ini menempatkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. Untuk mencapai ketahanan ideologi 45 .

diperlukan penghayatan dan pengalaman Pancasila secara murni dan konsekuen. bahasa. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbedabeda. sebagai pribadi. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ideologi antara lain adalah sebagai berikut. Masing-masing mempunyai norma kehidupan yang berbeda. yaitu tekad dan semangat untuk secara bersama-sama mewujudkan cita- 46 . di pihak lain hal ini dapat merupakan titik-titik rawan yang menimbulkan primodialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa. dan fleksibilitas realitas sehingga terbuka terhadap perkembangan yang terjadi sesuai kehidupan. faktor-faktor perekat persatuan bangsa. Pancasila mengandung sifat idealistik. serta segala kegiatan penyelenggaraan negara. Pelaksanaan objektif adalah bagaimana pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersurat atau paling tidak tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan segala peraturan perundangundangan di bawahnya. realistik. 1) Kemajemukan masyarakat Indonesia Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. Akan tetapi. anggota masyarakat dan warga negara. Pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat yang majemuk ini perlu selalu ditumbuhkembangkan cita bersama. b. Perbedaan ini dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. baik objektif maupun subjektif. tetapi sesuai dengan idealisme yang perkembangan terkandung di dalamnya.

47 . baik formal maupun informal. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya.2) Perkembangan Dunia Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi/informasi dan transportasi menyebabkan dunia terasa semakin sempit. 4) Pembangunan Nasional Pembangunan nasional pada hakikatnya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual dalam rangka pencapaian tujuan nasional. 3) Kepemimpinan Peranan kepemimpinan. Proses globalisasi ini tercermin dalam globalisasi informasi dan globalisasi ekonomi. Dalam perkembangan dunia seperti ini. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. Dengan demikian pembangunan nasional dilandasi oleh moral dan etika yang sesuai dengan sistem nilai yang telah disepakati bersama berdasarkan Pancasila. transparan dan tanpa batas yang semakin mengglobal. yang membawa sistem nilai baik yang bersifat positif yang mendorong kearah kemajuan dan modernisasi maupun yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa serta sendi-sendi kehidupan di seluruh aspek kehidupan nasional bahkan juga menjungkir balikkan nilai-nilai dasar yang telah berakar dan telah mapan dalam NKRI. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri teladan para pemimpin yang menjadi panutan masyarakat. bangsa Indonesia harus berpegang teguh kepada identitas dan integritas nasional tidak terpengaruh pada nilai global yang bertentangan dengan Pancasila.

khususnya oleh setiap penyelenggaraan negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan 48 . Di samping itu. 4) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia. 3) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila harus tetap dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan negara. selaras dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat.Pembangunan yang berhasil akan lebih memantapkan Pancasila sebagai ideologi nasional dan dasar negara. c. berbangsa dan bernegara. perlu dituntut sikap yang wajar dari anggota masyarakat dan pemerintah memberikan penghormatan dan penghargaan yang wajar terhadap kebhinekaan. tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan Pancasila. 2) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam masyarakat. Kegagalan pembangunan nasional akan membuka kemungkinan bangsa Indonesia berpaling dari Pancasila dan mencoba membangun masa depannya didasari oleh ideologi lain seperti liberalisme atau komunisme. 1) Pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif terus dikembangkan. Pembinaan ketahanan Ideologi Untuk memperkuat Ketahanan Ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut. gerak dan laju pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama.

5) Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan tumbuhnya materialisme dan sekuralisme. ancaman. seperti Pendidikan Budi Pekerti. Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara nonformal. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. 49 . Dengan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari memperhatikan kondisi geografi Indonesia. Bahasa Indonesia dan Kepramukaan. hambatan serta gangguan yang datang dari luar dan dari dalam yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dalam hal ini suri teladan para pemimpin merupakan hal yang sangat perlu. Ketahanan politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan. 5. Konsepsi tentang Ketahanan Politik Politik adalah satu aspek kehidupan nasional yang di satu pihak berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan di lain pihak berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai wujud dari kedaulatan di tangan rakyat. GATRA POLITIK a. strategi pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.serta setiap warga negara Indonesia. 6) Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya dalam mata pelajaran lain.

budaya politik. yang puncaknya 50 . yang unsurunsurnya terdiri dari struktur politik.Dalam rangka mewujudkan ketahanan politik. Dalam konteks ketahanan nasional ini. proses politik. a) Struktur politik merupakan wadah penyaluran aspirasi berupa masyarakat dan sekaligus wadah dalam kepentingan menjaring/pengkaderan pimpinan nasional. b) Proses politik merupakan suatu rangkaian pengambilan tentang berbagai kepentingan masyarakat. Stabilitas politik yang sehat dan dinamis diwujudkan oleh adanya keseimbangan. diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara tersebut haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat. Hubungan ini tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan. keserasian dan keselarasan hubungan antara penyelenggaraan pemerintahan negara dan masyarakat. 1) Politik Dalam Negeri Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan. baik kepentingan umum yang bersifat nasional keputusan kepentingan politik terselenggara pemilu. dan partisipasi politik. komunikasi politik. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. masalah politik meliputi dua bagian utama ialah politik dalam negeri dan politik luar negeri.

politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara 51 . politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. d) Komunikasi politik berupa suatu hubungan timbal balik antara semua pihak yang terlibat dalam proses politik. baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sebagai sumber pimpinanpimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. yang memungkinkan terselenggaranya sosialisasi politik dengan baik. secara jujur dan terbuka. baik melalui pendidikan politik maupun kegiatan-kegiatan politik yang sesuai dengan disiplin nasional. berbangsa dan bernegara. Politik luar negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.c) Budaya politik merupakan pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. perdamaian abadi dan keadilan sosial. berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara sadar dan rasional. e) Partisipasi politik adalah wujud kedaulatan rakyat dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian. serta antipenjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika. a) Sebagai bagian integral dari strategi nasional Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antar bangsa.

b) Garis Politik Luar Negeri Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan-perkembangan itu. yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi percaturan internasional. Karena heteroginitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia. Republik Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan berlandaskan falsafah Pancasila. maka politik luar negeri harus bersifat kenyal. Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. maupun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. Dalam menjalankan politik luar negeri.keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional. permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar memerlukan Perkembangan dan kemungkinan gejolak dunia. Aktif dalam pengertian tidak pasif. UUD 1945 dan Rencana Pembangunan yang Jangka Menengah (RPJM). harus diikuti secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi stabilitas 52 . dengan dinamika perubahanperubahan hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia. baik politik maupun ekonomi. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. dalam arti bersikap moderat dalam hal kurang prinsipil. Situasi internasional negeri yang selalu berkembang penanganan dapat dan menimbulkan penyesuaian. Lincah.

Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global. teknologi. (3) Dalam rangka pencapaian tujuan nasional serta perwujudan penataan.nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan. dan pasar. globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana dapat negeri. kepribadian. Dalam pembangunan hubungan luar negeri merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengatasi ancaman (2) bentuk baru dalam rangka mempertahankan kedaulatan. tata dunia baru diperlukan optimalisasi persabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa dengan 53 mengatasi dampak negatif proteksionisme serta kemampuan memanfaatkan peluang hubungan ekonomi luar . Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politik serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada negara lain dalam hal modal. dan kemandirian bangsa. Dengan demikian dapat diambil dan langkah-langkah yang tepat dalam untuk rangka mengamankan memanfaatkan peluang percepatan pelaksanaan pembangunan nasional c) Permasalahan dominan yang dihadapi (1) Adanya kecenderungan dan dominasi dari negara adidaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. Sebaliknya.

tetapi juga memiliki seni kepemimpinan yang mampu menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. tangguh . dapat menjaga dinamika kehidupan politik dalam kondisi paradigma nasional (Pancasila. a) pelaksanaan politik dipengaruhi berbagai faktor. Analisis Permasalahan 1) Analisis Politik Dalam Negeri. diperlukan pula kemampuan berperan dalam upaya restrukturisasi. sistem pemerintahan tidak menjurus pada pemusatan kekuasaan yang cenderung otoriter. ulet. b. Dengan kepemimpinan nasional yang demikian. Dalam kaitan ini permasalahan yang dihadapi adalah pada kemampuan SDM dalam berdiplomasi dan aspek-aspek kelembagaan serta sarana penunjang lainnya. jujur. baik dalam maupun luar negeri sebagai berikut Kepemimpinan Nasional Dalam sistem pemerintahan. serasi dan selaras. serta mampu mengambil kebijaksanaan yang serasi antara kebijaksanaan pemerintah dan aspirasi masyarakat. memiliki visi ke masa depan. bersih dan berwibawa. pandai. Berdasarkan berbagai faktor dinamika kehidupan politik serta konsepsi dan permasalahannya. 54 . . revitalisasi demokratisasi PBB serta meningkatkan citra politik Indonesia di forum internasional. Di samping itu. yang sangat dominan adalah faktor kepemimpinan nasional. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional). sehat lahir dan bathin.memanfaatkan forum dan organisasi internasional. tetapi juga tidak mengarah pada sistem politik yang liberal yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. UUD1945. Kepemimpinan nasional yang kuat tidak hanya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

dan rahasia. Di samping hal tersebut di atas. serta dihormatinya supremasi hukum dan kontrol nasional.Kepemimpinan nasional yang terpilih secara demokrasi akan mendapat dukungan kuat dari rakyat sehingga rakyat akan rela dan bersedia untuk turut melaksanakan kebijaksanaan yang diputuskan oleh pemerintah. masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden perlu dibatasi. b) Pemilihan Pembantu-Pembantu Pressiden Dalam sistem Kabinet Presidensil. serta jujur dan adil. Sebaliknya pemilu yang diwarnai oleh 55 . Untuk menghindarkan terjadinya deviasi ke arah penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang merugikan rakyat banyak. semangat dan dedikasi para pengelola negara. Pemilu dituntut dilaksanakan secara langsung. umum bebas. Kemutlakan hak prerogratif ini. Presiden mempunyai hak prerogratif untuk memilih pembantu-pembantunya. Seyogyanya Presiden mendengar dan memperhatikan saran dari DPR/DPD serta sedapat mungkin mengikutsertakan berbagai kekuatan sosial politik yang ada sehingga kekuatan-kekuatan tersebut merasa ikut memiliki dan merasa turut bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan ini. pelaksanaan Pemilu akan memuaskan semua pihak sehingga masyarakat secara sadar termotivasi dan bergairah berpatisipasi dalam pemilu. etika. pelaksanaan sistem pemerintahan juga sangat ditentukan oleh moral. Dengan demikian. c) Pemilu Pelaksanaan sistem pemilu yang dipergunakan hendaknya dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas dan menghayati aspirasi rakyat yang diwakilinya serta mampu menyalurkan dan memperjuangkannya. dapat mengakibatkan pemilihan pembantu-pembantu dengan pertimbangan subjektif Presiden.

akan sulit dicari konsensus dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian. d) Wadah Penyalur Aspirasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam politik dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan penyalur pendapat masyarakat. rekayasa serta manipulasi kehidupan politiknya dapat berkembang ke arah apatisme. berakumulasi pada keresahan dan gejolak sosial. dan melalui kelembagaan lain. kebijaksanaan Pemerintah dapat tidak serasi dengan tuntutan masyarakat.kecurangan. Oleh karena itu. e) Kesamaan Visi dan Persepsi Apabila belum terbentuk kesamaan visi dan persepsi antarfraksi-fraksi dalam lembaga perwakilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. serta melalui media massa. Tanpa disiplin yang kuat dinamika kehidupan bisa menyimpang ke arah yang tidak menentu bahkan dapat membahayakan perikehidupan bangsa dan 56 . Tersumbatnya wadah penyalur aspirasi ini akan mengakibatkan komunikasi politik antara masyarakat dan pemerintah tidak berjalan dengan lancar dan tidak transparan sehingga kedua belah pihak tidak memahami inisiatif dan aspirasi masing-masing. perlu terus digalang adanya visi dan persepsi yang harmonis antarfraksi-fraksi dan lembaga perwakilan agar konsensus yang rasional dapat diciptakan dan terselenggaranya fungsi kontrol dengan sebaik-baiknya f) Disiplin Nasional dan Sistem Hukum Nasional Disiplin nasional merupakan faktor dominan dalam kehidupan bermasyarakat. atau ke arah ketidakpuasan. mulai dari tingkat desa sampai di tingkat pusat. berbangsa dan bernegara ini. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya keserasian yang menjurus pada gejolak sosial.

meningkatnya kesadaran politik rakyat akan hak dan kewajibannya serta terlepas dari rasa ketakutan dan kekhwatiran akan perlakuan yang tidak adil. kehidupan dalam meliputi materi hukum. lembaga peradilan dapat menjadi benteng terakhir untuk mencari keadilan. Untuk mewujudkan pembauran ini. tertib politik maupun tertib sosial. Dengan disiplin dapat diwujudkan ketertiban hukum. Dengan demikian. g) Pembauran Bangsa Pembinaan pembauran bangsa menyangkut tiga pihak yaitu pemerintah. hidup dengan keteraturan. hidup dan mencari kehidupan di bumi Indonesia. Yang terutama adanya kesadaran ikut memiliki (sense of belonging). Sangat erat kaitan antara disiplin dengan sistem hukum nasional terutama yang berkaitan atau serta dengan penegakan hukum law enforcement. tetapi hidup dalam kebersamaan. bermasyarakat. baik tertib administrasi.negara. Dengan demikian. dan bernegara berjalan dalam landasan hukum yang mantap serta masyarakat merasa terayomi. akan tumbuh kesadaran untuk berpatisipasi dan saling menjaga (sense of partipation and sense of security) sehingga tidak hidup secara eksklusif. aparat hukum. warga negara indonesia pada umumnya. terangkat harkat dan martabat bangsanya. sarana dan prasarana hukum. WNI keturunan etnis asing hendaknya menyadari bahwa ia adalah warga negara Indonesia. Dengan pemantapan sistem hukum yang kesadaran hukum masyarakat. pemerintah harus berpegang pada prisip kebersamaan yang rasialistis. serta WNI keturunan etnis lain/asing. berbangsa. Budaya asing yang dibawanya dapat diselaraskan dengan budaya daerah tempat ia hidup sehingga dapat memberikan peran serta yang positif terhadap perkembangan budaya nasional. Dengan demikian pembauran dapat terwujud dan 57 .

terhindar masalah SARA serta primordialisme yang sempit yang merawankan persatuan bangsa. i) Keresahan Masyarakat Dari analisis sebelumnya keresahan masyarakat. memperoleh kesempatan dan yang diatasi mudah dapat timbul menimbulkan dalam negara gejolak yang sosial. dalam memperoleh kesempatan di pendidikan. Untuk mengatasinya diperlukan komunikasi dan dialog secara terbuka. kesempatan pendapat. antara pihak-pihak yang terkait. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan kemampuan diplomasi pro 58 . sehingga berpatisipasi terjadinya kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan. apabila tidak diakomodasi Keresahan kehidupan. sedang membangun antara lain disebabkan kesenjangan di berbagai bidang kesempatan pekerjaan. mengeluarkan bidang politik. h) Pemerataan Hasil Pembangunan Pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2) Analisis Politik Luar Negeri Politik luar negeri dalam memperjuangkan serta mengamankan kepentingan nasional dan turut serta dalam upaya mewujudkan tatanan dunia baru didasarkan prinsip kepada politik luar negeri bebas dan aktif. terutama keresahan di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Penerapan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dititikberatkan pada daerah kabupaten/kota dan dapat merupakan sarana pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan di daerah itu sendiri.

Dalam menghadapi tantangan pada tingakat global. Kerja sama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional. serta meningkatkan kerja sama antarnegara ASEAN. tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat absolut. kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD 1945. meningkatkan investasi. Di samping itu. meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan di luar negeri. keteguhan sikap. sehingga tidak antagonistis yang dapat menjurus kepada konflik/bentrokan fisik. revatilasi dan demokratisasi PBB. Asia Pasifik. dan kemantapan ideologi dalam memelihara Tannas. OKI dan kerja sama antarkawasan. b) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. adanya dominasi negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negatif bagi kepentingan negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan. tetapi perbedaan pendapat tersebut tidak menyangkut nilai dasar. 59 . harus dicegah timbulnya diktator mayoritas dan tirani minoritas. Pembinaan Ketahanan Politik 1) Ketahanan Politik Dalam Negeri a) Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum. Gerakan Non Blok.aktif guna memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional. Di samping itu. antara lain. c. hubungan luar negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri. meningkatkan peranan Indonesia dalam upaya restrukturisasi.

Kerja sama negara anggota ASEAN. serta kegiatan olah raga. 2) Ketahanan Politik Luar Negeri a) Hubungan luar negeri ditujukan untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan. pelajar dan mahasiswa. Peran aktif Indonesia dalam Gerakan Non Blok dan OKI serta mengembangkan hubungan demi kerja sama antarnegara di kawasan Asia Pasifik perlu terus ditingkatkan. b) dalam Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas rangka meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan antara negara berkembang dengan negara maju sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. baik pemerintah maupun masyarakat terutama di bidang ekonomi. UUD 1945. peningkatan diplomasi dan lobi internasional. 60 . d) Terjalin komunikasi politik timbal balik antara Pemerintah dengan masyarakat. memantapkan persatuan kesatuan bangsa dan keutuhan NKRI. pertukaran pemuda. Peranan Indonesia dalam membina dan mempererat persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang saling menguntungkan perlu terus diperluas dan ditingkatkan.c) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. dengan tetap dalam lingkup Pancasila. Iptek dan sosbud terus dilanjutkan dan dikembangkan. dan Wawasan Nusantara. meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri. c) Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain melalui promosi. dan antarkelompok/golongan dalam masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional.

d) Perkembangan. Upaya restrukturisasi PBB terutama Dewan Keamanan terus dilaksanakan agar efektif. perdamaian abadi dan keadilan sosial melalui penggalangan dan pemupukan solidaritas dan kesamaan sikap serta kerja sama internasional dengan memanfaatkan berbagai forum regional dan global. f) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan saksama agar secara dini dapat diperkirakan terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional serta yang menghambat kelancaran pembangunan dan pencapaian tujuan nasional. dan demokratis. Peran aktif Indonesia dalam pelucutan senjata. dan dalam pengiriman serta pelibatan pasukan perdamaian dan peran serta di dalam penyelesaikan konflik antar bangsa perlu terus ditingkatkan. g) Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem dengan pendidikan. e) maju Langkah bersama negara berkembang untuk memperkecil perlu ditingkatkan dengan melaksanakan perjanjian ketimpangan dan mengurangi ketidak-adilan dengan negara industri perdagangan internasional serta kerja sama dengan lembagalembaga keuangan internasional. Selain itu. perlu ditingkatkan aspek-aspek kelembagaan dan sarana penunjang lainnya. efisien. perubahan. h) Perjuangan bangsa Indonesia di dunia yang menyangkut kepentingan nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari 61 . pelatihan dan penyuluh calon diplomat agar dapat menjawab tantangan tugas yang dihadapi.

Konsepsi tentang Ketahanan Ekonomi Ekonomi adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi produksi. serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Dengan demikian. serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global. pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. 62 . baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang atau tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. serta konsumsi barang dan jasa. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri perlu di tingkatkan. ancaman. hambatan dan gangguan. tersedianya barang dan jasa. GATRA EKONOMI a. terpeliharanya fungsi lingkungan hidup. Wujud perekonomian ketahanan bangsa ekonomi tercermin dalam kondisi yang kehidupan mengandung yang berdasarkan Pancasila. kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. 6. baik secara individu maupun kelompok. distribusi.

2) Manajemen Kegiatan ekonomi memerlukan penerapan manajemen yang tepat dan memadai untuk meningkatkan produktivitas dan mutu produksi barang dan jasa. perlu ada dukungan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki motivasi. Sistem liberal yang terdapat di dunia kapitalis sudah menyerap beberapa unsur dari sosialisme. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut 1) Sifat Keterbukaan Sistem Perekonomian Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak atau warna terhadap kehidupan ekonomi dari negara tersebut. kurang peka terhadap pengaruh dari luar. dan etos kerja.b. Namun. 63 . disiplin. berarti bahwa sistem ini tetap stabil serta mampu tidak menciptakan perekonomian yang lancar dan maju. Sistem ekonomi liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Jenis manajemen mana pun yang dipakai. Kini tidak ada lagi sistem ekonomi liberal murni atau sistem ekonomi sosialis murni. sedangkan negara-negara komunis sudah mulai memasukkan beberapa aspek kapitalisme meskipun dengan modifikasi tertentu. sistem ekonomi sosialis dengan sifat perencanaan serta pengendalian penuh oleh pemerintah. Di lain pihak. Pada dasarnya sistem ekonomi suatu negara tak dapat dipisahkan dari ideologi yang dianut. Sistem ekonomi Indonesia terbuka terhadap perkembangan sistem ekonomi dunia yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam sistem yang berdasarkan Pancasila. Tidak kalah pentingnya adalah perlunya diciptakan iklim usaha yang sehat dan dinamis sehingga menggairahkan kalangan dunia usaha.

Menjual hasil produksi di pasar dalam negeri ataupun di pasar luar negeri akan menghadapi persaingan yang tidak ringan karena timbulnya kejenuhan pasar. kemampuan. baik di pasar domestik maupun di pasar luar negeri. persaingan harga. perlu senantiasa dicarikan pemasaran baru bagi produk yang dihasilkan. teknologi merupakan faktor penting bagi upaya peningkatan berbagai kegiatan ekonomi. 4) Diversifikasi pemasaran Peningkatan produksi perlu diikuti dengan perkembangan pasar. Penggunaan teknologi mutakhir dapat lebih mendayagunakan sumber daya alam. Namun demikian hubungan ekonomi dan perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral tidak saling menguntungkan pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana yang diharapkan.3) Hubungan ekonomi luar negeri Perkembangan perekonomian tiap negara tidak dapat terlepas dari saling ketergantungan dari negara lain. tetapi tidak dapat menciptakan lapangan kerja langsung secara luas. baik yang pontensial maupun yang nyata. dan pelayanan. dan kesempatan. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatan kemampuan perekonomian negara. Faktor-faktor penyebabnya terutama terletak pada perbedaan dalam hal kekayaan. Karena perbedaan itulah timbul negara kaya dan negara miskin. kualitas. 5) Teknologi Dalam kehidupan ekonomi. Di lain pihak. terutama dalam era globalisasi. teknologi dapat juga menimbulkan 64 . Dalam lingkup internasional. Oleh karena itu. masalah itu antara lain menjadi terkenal masalah Utara-Selatan atau Selatan-Selatan. artinya diversifikasi pemasaran merupakan satu keharusan agar produksi terus bisa diperluas hingga ekspor dapat meningkat dan perolehan devisa akan meningkat pula.

Untuk itu. selain dapat memberikan nilai tambah dapat pula memberikan kesempatan kerja. Angkutan melalui darat. distribusi. dan udara yang dikelola secara terpadu dan didukung oleh jaringan komunikasi yang luas serta lembaga-lembaga keuangan yang mumpuni merupakan syarat mutlak bagi perkembangan ekonomi melalui produksi barang dan jasa yang ditunjang oleh distribusi dan perdagangan yang lancar. diperlukan juga sektor pertanian yang tangguh. 7) Infrastuktur (Sarana dan Prasarana) Kegiatan ekonomi berupa produksi. struktur ekonomi yang belum seimbang antara pertanian dan perindustrian mengandung berbagai kerawanan. bahkan dapat macet tanpa adanya prasarana dan sarana yang memungkinkan kelancaran arus bahan. Negara berkembang pada umumnya menghadapi masalah pengangguran. terutama sektor pertanian dengan nilai tukar perdagangan terms of trade yang hanya menguntungkan negara industri.kerawanan karena ketergantungan yang besar terhadap pihak luar serta kurangnya kemampuan penguasaan teknologi serta pemanfaatannya. barang dan jasa. perlu pemanfaatan teknologi mutakhir dalam rangka memperoleh nilai tambah 6) Struktur Ekonomi Di negara-negara industri maju. Karena tuntutan kebutuhan. diperlukan pemilihan teknologi yang tepat guna. Di negara-negara berkembang perekonomian didominasi oleh sektor non-industri. laut. sektor industri merupakan kontribusi yang cukup besar pada PDB yang menentukan stabilitas serta kondisi perekonomiannya. Di negara berkembang di samping diperlukan sektor industri guna peningkatan nilai tambah. 65 . perdagangan dan jasa akan terhambat. Oleh karena itu.

Untuk itu diperlukan pembinaan yang serasi terhadap manusia Indonesia sebagai objek dan sekaligus subjek pembangunan ekonomi. dengan persebaran yang tidak merata. merupakan beban dan sumber kerawanan sosial ekonomi. 2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan hal-hal sebagai berikut a) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang. SDM Indonesia yang jumlahnya cukup besar dengan kualitas relatif masih rendah. dan struktur yang tidak menguntungkan. 66 . Dana dari luar yang terlalu besar dengan penggunaan yang tidak produktif serta menimbulkan ketergantungan negara akan mengakibatkan kerawanan sehingga dapat menghambat pembangunan ekonomi. c. Oleh karena itu.8) Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas serta berjiwa kewirausahaan mempunyai arti positif bagi peningkatan ketahanan ekonomi. baik dari dalam maupun dari luar negeri sangat penting bagi upaya meningkatkan pembangunan dan pengembangan ekonomi. 9) Potensi dan Pengelolaan Sumber Dana Dana yang berasal. Pembinaan Ketahanan Ekonomi 1) Sistem ekonomi harus dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. perlu dilakukan peningkatan mobilitas dana dalam negeri melalui sistem perpajakan di samping dana tabungan masyarakat sebagai salah satu sumber pembangunan ekonomi yang didukung oleh kebijaksanaan moneter yang mantap.

Dengan demikian ketahanan ekonomi yang demikian adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa berlandaskan Pancasila yang mengandung 67 . Harus diusahakan keterkaitan dan kemitraan antara para pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi yaitu pemerintah. 5) Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil – hasilnya dan keserasian senantiasa dilaksanakan melalui keseimbangan pembangunan antar wilayah dan antarsektor. badan usaha milik negara. 6) Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat memanfaatkan dan dinamis dalam mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional dengan sumber daya nasional secara optimal dengan sarana iptek tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan serta dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja . c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial. 3) Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antarsektor pertanian dengan perindustrian dan jasa. koperasi. serta memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif. badan usaha swasta dan sektor informal untuk mewujudkan pertumbuhan pemerataan dan stabilitas ekonomi. 4) Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat.b) Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

kemampuan yang tinggi. pengertian sosial pada hakekatnya pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai . di dalam ancaman. GATRA SOSIAL BUDAYA a. rasa. Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik sosial budaya bangsa dan Indonesia mengatasi yang berisi keuletan dan ketangguhan nasional yang mengandung kemampuan menghadapi mengembangkan kekuatan segala tantangan. hambatan serta gangguan. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. dan segi budaya yang merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tingkah dan hasil tingkah laku yang terlembagakan. memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing 7. Rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. Konsepsi tentang Ketahanan Sosial Budaya Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia. Adapun hakikat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. yaitu segi sosial di mana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia. serta dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. Dengan demikian.nilai dan norma kebersamaan. 68 .

dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suatu bangsa yang bersangkutan. cinta tanah air. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia adalah pengembangan kondisi sosial budaya ketika setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. kebudayaannya sering disebut sebagai kebudayaan daerah. Analisis Permasalahan 1) Kebudayaan Daerah Bangsa suku-suku Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subKarena tertentu. rukun. bangsa tersebut mendiami daerah-daerah etnis. berkualitas. 69 .yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan semangat dan jiwa secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing. serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. Dalam kehidupan sehari-hari. b. maju. Local genius inilah pangkal kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. kebudayaan daerah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap. perilaku dan gaya hidup. yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. atau sering disebut sebagai local genius yang mempunyai kemampuan beradaptasi dengan budaya asing segala tanpa kehilangan identitasnya. bersatu.

adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-siaft dasar sebagai berikut : 70 . nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan menjadi tuntutan dasar dari segenap sikap. yang kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. kebudayaan nasional akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya daerah. dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Kebudayaan nasional juga dapat merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing). Kebudayaan Nasional. Mengingat bangsa Indonesia dibentuk dari persatuan suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara. Hal yang penting adalah bahwa interaksi budaya tersebut harus berjalan secara wajar dan alamiah. Dengan demikian. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. perkembangan kehidupan sosial budaya bangsa tidak akan terlepas dari perkembangan sosial budaya daerah. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Secara umum. Mengingat bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah hidupnya. maka kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan nasional) merupakan hasil (resultante ) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntutan Pancasila. wilayah Nusantara ini telah lama saling berkomunikasi dari berinteraksi dalam kesetaraan.Kebudayaan Dalam kehidupan suku-suku bernegara yang mendiami saat ini. Dengan 2) demikian. tidak ada unsur pemaksaan dan dominasi budaya satu daerah tertentu terhadap budaya daerah lainnya.

Di masa depan. Integrasi Nasional Komunikasi dan integrasi sosial yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini. Bersifat hidup serba selaras. Aspirasi ini terwujud secara hukum dan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. perilaku dan nilai sosial budaya ke arah yang dikehendaki.a) b) c) d) 3) Bersifat religius. Pengamalan dari ajaran agama secara benar akan menumbuhkan suasana kehidupan masyarakat yang sangat baik. Bersifat kerakyatan. perilaku. yaitu keinginan dan semangat untuk hidup bersama dan meraih cita-cita bersama. 4) Kehidupan Beragama Sila pertama dari Pancasila menuntun setiap warga bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupannya berdasarkan keyakinan terhadap agama tertentu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Interaksi dengan budaya baru diperoleh melalui pendidikan 71 . Bersifat kekeluargaan. Pada tahun 1928 telah mampu menghasilkan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai satu bangsa di satu tanah air. Keyakinan tersebut harus diamalkan dalam setiap sikap. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya justru merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia dan di masa lalu telah mampu memunculkan faktor-faktor perekat persatuan dan integrasi bangsa. 5) Pendidikan Pendidikan adalah upaya secara sadar dan tertib untuk merubah dan mengembangkan sikap. akan menjadi tugas seluruh warga bangsa. upaya untuk melestarikan keberadaan faktor perekat persatuan bangsa. dan gaya hidup warga bangsa.

sesuai dengan identitas bangsa. c. GATRA PERTAHANAN DAN KEAMANAN a. Sesuai dengan kekhasan budaya bangsa yang terdiri dari unsur-unsur budaya daerah yang beraneka ragam. 2) Toleransi Kehidupan Beragama Pembinaan penghayatan dan kehidupan pengamalan beragama ajaran tidak agama hanya untuk diri mencakup manusia pemeluknya sendiri. Pembinaan Ketahanan Sosial Budaya 1) Pengembangan Sosial Budaya Pengembangan sosial budaya bangsa Indonesia berjalan bersama dengan pengembangan sosial budaya daerah. Kebhinekaan budaya daerah yang merupakan kekayaan bangsa. Sistem pendidikan yang mantap serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membentuk budaya bangsa sangat tangguh. Dengan berkembangnya sosial budaya daerah maka sosial budaya bangsa yang merupakan resultante sosial budaya daerah akan berkembang pula.ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapii harus disertai pemahaman dan penghormatan terhadap keberadaan agama lain beserta masyarakat pemeluknya. justru menuntut agar pengembangan sosial budaya daerah mendapatkan prioritas. 3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai perwujudan budaya bangsa. Konsepsi tentang Ketahanan Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan 72 bangsa Indonesia seharusnya mampu melahirkan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru ataupunteknologi yang . 8.

negara. mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi. untuk menjamin penyelenggaraan 73 . politik. ekonomi. pada saat seluruh potensi dan kekuatan idiologi. dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. suatu perjuangan rakyat semesta. integritas. guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Ketahanan dan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. di dalam menghadapi dan mengatasi segala TAHG yang datang dari luar ataupun dari dalam. dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun. sosial budaya. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya.

Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa negara di dunia serta tidak dikendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. bangsa Indonesia berhasrat dalam setiap penyelesaian pertikaian. terpeliharanya keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional. Oleh karena itu. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila. Walaupun cinta damai. kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. keutuhan dan wilayah. 2) Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara Kesatuan Republik Indonesia dilandasi oleh landasan idiil Pancasila. tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya. Upaya pertahanan dan keamanan negara yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuskan ke 74 .sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UDD 1945 yang ditandai berikut : 1) Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan hak dan kewajiban bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. 3) Pertahanan dan keamanan negara merupakan upaya nasional terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional Wawasan Nusantara. baik nasional maupun internasional selalu mengutamakan cara-cara damai. yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. tanpa mengenal menyerah. kerelaan berjuang dan berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Analisis dan permasalahan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Pertahanan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan antara lain adalah sebagai berikut. Pembangunan angkatan perang Republik Indonesia (APRI) dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. memiliki kemampuan startegis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk 75 . 1) Geografi Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Kepulauan Nusantara. perannya tetap diabdikan bagi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pertahanan Pendayagunaan dan keamanan terkoordinasikan untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara dalam keseimbangan dan keserasian antara kepentingan kesejahteraan dan keamanan. kerakyatan dan kewilayahan. 4) Pertahanan dan keamanan potensi negara negara nasional dilakukan Republik dalam secara Indonesia pengelolaan optimal dan diselenggarakan sishankamrata yang bersifat total. b. tentara pejuang dan tentara nasional.dalam doktrin yang selama ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia. diperlukan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia yang bermutu. 5) Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan kedalam satu wadah tungggal yang dinamakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

adanya polarisasi perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar. dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. Akan tetapi. persebaran. Kualitas penduduk yang mampu berperan positif dalam keamanan nasional sangat menentukan karena ketahanan pertahanan dan keamanan merupakan usaha integral rakyat. 2) Demografi Pemerataan. perlu adanya penyesuian antara kebutuhan dengan sumber daya alam yang ada. seolah-olah tidak ada batasnya. Karena tidak adanya kepastian masa depan. harus selalu dirumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. dan kepadatan penduduk kurang proporsional sehingga banyak terdapat daerah-daerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. 4) Kondisi Internasional Kenyataan yang ada menunjukkan internasional menunjukkan bahwa pada hakikatnya dari merupakan tidak refleksi pertentangan-pertentangan Kondisi internasional kepentingan-kepentingan nasional setiap negara. Selanjutnya. perhitungan.menguasai dan melindungi setiap titik. Dengan demikian. Oleh karena itu. hal ini lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang 76 . upaya hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. 3) Sumber Kekayaan Alam Sumber kekayaan alam pada umumnya makin lama semakin langka. diharapkan ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air serta wilayah udara di atasnya. sedangkan kebutuhan manusia terus meningkat.

c. kearifan dalam memperjuangkan anggaran yang lebih memadai. dan kekuatan penyelenggaraan 77 . pada semua eselon. Pembinaan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan 1) Pertahanan serta dan keamanan melalui harus yang dapat mewujudkan sishankamrata kesiapsiagaan kemampuan upaya bela negara. 5) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Perlu diambil langkah yang konkret untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut.bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. berwibawa dan dinamis serta mendapat kepercayaan rakyat. Dalam upaya di bidang hankamneg perlu diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Anggaran pertahanan dan keamanan sangat terbatas akan lebih memerlukan tingkat efisiensi manajemen yang tinggi. terutama pada masa-masa kritis ketika kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan bangsa dan negara. berisi ketangguhan. Kemampuan manajemen sesuai dengan kepribadian Indonesia. penelitian dan pengembangan khususnya dalam mendukung sistem senjata teknologi (sistek) 6) Kepemimpinan dan Manajemen Berhasil atau gagalnya bangsa Indonesia di bidang hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. bersih. Adanya tekanan-tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat terwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu haruslah diselenggarakan dengan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan yang untuk kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. arif bijaksana. harus ditingkatkan kemampuannya. kedaulatannya. menghormati hak Asasi manusia (HAM) dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan 78 . 5) Perlengkapan dan dan peralatan untuk mendukung dan pembangunan sedapat kekuatan kemampuan pertahanan keamanan mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri. 2) dan Bangsa Indonesia cinta damai.untuk menjamin keseimbangan hidup bangsa dan pembangunan negara berdasarkan nasional Pancasila dan dan kelangsungan UUD 1945. 4) Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia. Oleh karena itu. Mempertahankan tetapi lebih cinta kemerdekaan kemerdekaan bangsa dan menggamankan kedaulatan negara yang mencakup wilayah tanah air beserta segenap isinya merupakan suatu kehormatan demi mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri. 6) Pembangunan dan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan manusia- pertahanan keamanan haruslah diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur. 3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan martabat bangsa dan negara. pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dan industri dalam negeri masih terbatas kemampuannya.

tanggap tangguh bertanggung berjuang berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi. Polri berpedoman kepada Tribrata dan Caturprasetiya dan dikembangkan sebagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum. efesien dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah tunggal TNI. 8) Sebagai kekuatan inti Kamtibmas. 7) TNI Sebagai tentara rakyat. kerelaan hidup bangsa. efektif. berpedoman pada Saptamarga yang merupakan penjabaran Pancasila. memelihara.damai. dan Kelangsungan serta hidup dan perkembangan jawab. disusun dalam sishankamrata dengan srategi penangkalan. 9) Masyarakat secara terus menerus perlu ditingkatkan kesadaran dan ketaatannya kepada hukum. TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil. profesional. dan mewujudkan keamanan ketertiban masyarakat. dalam keadaan damai. 79 . Sebagai kekuatan pertahanan. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menyangkal segala bentuk ancaman. dan memerlukan dukungan manusia-manusia yang bermutu tinggi. tentara pejuang dan tentara nasional. Dengan demikian ketahanan pertahanan dan keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya.

LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 7. Kedudukan Indonesia secara geografis berada pada posisi silang. memberikan Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif 2. sumber bahan baku industri. sumber hubungan luar negeri tetapi juga sebagai sumber sengketa. Gatra Kekayaan Alam Kekayaan alam menurut jenisnya dapat dibedakan dalam 8 golongan yang merupakan sumber dan potensi alam dipermukaan serta di dalam bumi. 2. RANGKUMAN 1. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. Gatra Geografi Geografi menggambarkan di mana tempat NKRI di atas bumi tentang bentuk ke dalam dan ke luarnya. bila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan menjadi modal yang sangat besar dan menguntungkan. Analisis pula pola pembinaan masing-masing gatra. tetapi penduduk yang besar akan menjadi masalah apabila tidak mampu dibina sehingga menimbulkan masalah sosial. laut dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yuridiksi nasional NKRI. Kekayaan alam berfungsi sebagai sumber kehidupan. 3. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap gatra. Gatra Kependudukan Jumlah penduduk yang sangat besar. sumber energi. sumber pendapatan nasional. Coba pula Saudara amati analisis permasalahan masing-masing gatra. 80 . 3. sumber parawisata.

4. Gatra Ekonomi Ekonomi merupakan salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berdasarkan Pancasila. Gatra Sosial Budaya Sosial dapat diartikan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai dan norma kebersamaan. 6. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. 5. meliputi produksi. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Gatra Politik Politik merupakan satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan. rasa. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan 81 . Gatra Ideologi Ideologi merupakan suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi serta terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan. distribusi serta konsumsi barang dan jasa serta usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. sedangkan budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. politik juga berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai perwujudan dari kedaulatan berada di tangan rakyat. Keampuhan suatu ideologi sangat dipengaruhi kepada nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta jaminan segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. 7. Untuk mewujudkan ketahanan politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya.

sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. 8. Gatra Hankam Daya dan upaya seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela negara, suatu perjuangan rakyat semesta, ketika seluruh potensi dan kekuatan idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

82

KETAHANAN NASIONAL

IMPLEMENTASI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 8
1. Sebagai sutau pedoman, Konsepsi Ketahanan Nasional pada dasarnya dapat dalam seluruh penyelenggaraan Pembangunan kehidupan dan bermasyarakat, Pembangunan Konsepsi Nasional digunakan sebagai Nasional

diimplementasikan pedoman dalam

berbangsa dan bernegara. Secara lebih konkrit, penyelenggaraan

Daerah/Wilayah, mulai tahap perencanan sampai dengan tahap pelaksanaan serta tahap evaluasinya. Untuk implementasinya, Konsepsi Ketahanan Nasional perlu dijabarkan dalam kerangka pemikiran yang lebih tennis operasional, namun tetap mengacu pada kaedah yang terkandung dalam konsepsi termaksud. 2. Keterkaitan Ketahanan Nasional terhadap Pembangunan Nasional, tercermin pada Makin meningkatnya intensitas Secara implisit

Konsepsi Ketahanan Nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui Pembangunan Nasional. Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional, sebaliknya kokohnya Ketahanan Nasional akan mendorong lajunya Pembangunan Nasional. Ketahanan Nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 3. Kriteria Implementasi. Kriteria dimaksud adalah nilai-nilai praktis yang

merupakan cerminan dari kaedah-kaedah konsepsional yang terkandung dalam konsepsi Ketahanan Nasional. Nilai-nilai tersebut harus secara subtantif terlihat dalam Kriteria atau nilai tersebut adalah : pelaksanaan Pembangunan Nasional/Daerah. a.

Keseluruhan (Comprehensive). Maksud dari ”keseluruhan” adalah masalah yang berskala nasional, 83

bahwa semua aspek yang terkait dengan pokok masalah harus diperhatikan dan dipertimbangkan keterkaitannya. Untuk

pengertian ”keseluruhan” mencakup kelima gatra dinamis, yaitu gatra Ideolgi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam. Untuk masalah dengan skala yang lebih sempit, pengertian ”keseluruhan” dapat dibatasi dengan aspek-aspek yang terkait saja. Gambaran rangkaian keterkaitan dari seluruh aspek. b. Keuletan dan Ketangguhan. Pengembangan faktor keuletan dan yang utuh tentang

ketangguhan merupakan inti dari penyelenggaraan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. c. Keseimbangan Antara Kepentingan Kesejahteraan dengan

Keamanan.

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat

dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta ensensial, baik bagi perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan yang serasi mencerminkan keuletan dan ketangguhan Ketahanan Nasional. d. Dinamis, mempertimbangkan kecenderungan perubahan lingkungan luar Lingkungan luar berasal dari luar sistim pembangunan

maupun dalam.

nasional, sedangkan lingkungan dalam adalah kondisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pembangunan tersebut ( feed back). e. Kemandirian. Percaya pada kemanpuan dan kekuatan sendiri dengan

keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (indenpendent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling mrnguntungkan dalam perkembangan global (indenpendent). f. Partisipatif. Ketahanan Nasional merupakan resultante dari kinerja

segenap komponen bangsa, baik pada supra, infra maupun substruktur.

84

Kerjasama yang sinergik antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah otonom beserta seluruh masyarakat Indonesia.

4.

Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Nasional. a. Implementasi Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Wasantara dan Tannas telah diajarkan dan dimasyarakatkan melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah, namun karena besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah Indonesia , serta maraknya berbagai pengaruh yang kurang menguntungkan, maka pemahanan dan penghayatan Wasantara dan Tannas dalam kehidupan bermasyarakat dirasakan belum mantap. Kehidupan bermasyarakat masih mengandung kerawanan laten/masalah Sara (suku, agama, ras dan antar golongan), primordialisme, dan potensi yang mengancam persatuan dan kekuatan bangsa. Sampai saat ini masih dirasakan kecenderungan yang dapat memicu terjadinya kerusuhan massal yang bersumber pada masalah sara ditambah dengan masalah ketidak adilan dan kesenjangan sosial ekonomi. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa kerukunan hidup bermasyarakat, kerukunan hidup intra dan antar umuat beragama dan solidaritas sosial sebagai penopang persatuan dan kesatuan masih belum mantap. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab turut bermain dengan memanfaatkan kerawanan tersebut, untuk kepentingannya atau kepentingan sponsornya. Primordialisme, masalah sara, masalah ketidakadilan, maslah KKN, dan kesenjangan sosial ekonomi, secara bertahap akan dapat diatasi, bila seluruh warga masyarajat warga Indonesia memahami menghayati dan mengamalkan Wasantara dan Tannas sebagai daya tangkal terhadap TAHG. Pemahaman penghayatan, dan pengamalan Wasantara dan Tannas ini hendaknya dimulai dari setiap pribadi, meningkat kekeluarga, kelompok dan

85

Republik Maluku Selatan). ekonomi dan hukum. Aceh merdeka. demokratis. b. etnis. Implementasi Dalam Kehidupan Berbangsa. yang merdeka.golongan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan. tetapi didasarkan pada kesamaan cita-cita yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. yaitu : negara Indonesia. Sumber-sumber perpecahan tersebut diatas akan secara bertahap dapat diatasi. Kekuatan Sospol hendaknya menyerap aspirasi masyarakat dan mengartikulasikan kedalam kepentingan golongan/parpol untuk selanjutnya disalurkan kepada supra struktur dan diperjuangkan dengan didasari budaya politik Pancasila (musyawarah untuk mufakat. elit politik dan generasi muda bangsa menghayati cita-cita dan tujuan Nasional serta konsepsi nasional Wasantara dan Tannas. keinginan untuk merubah bentuk menjadi negara federal. Gerakan reformasi. tidak memaksakan 86 . serta perbedaan kepentingan kekuatan sosial politik. budaya atau adat istiadat. bahkan ada yang ingin memisahkan diri atau separatisme (Contoh : Papua Merdeka. khususnya pada saat menjelang dan masa kampenye Pemilu. Sejak proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. juga memiliki sisi negatif bila tidak ada ”law and order” yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. agama. Kecenderungan terjadinya konflik dan Perpecahan dalam kehidupan berbangsa samapi saat ini bersumber pada perbedaan Cita Negara (contoh DI/TII. adil dan makmur. dengan berpikir. PRRI). kebangsaan Indoensia tidak didasarkan pada kesaman suku. bersatu berdaulat. bersikap dan bertindak sealu mengutamakan persatuan dan kesatuan. turut memelihara kelestarian lingkungan hidup dan tidak bertindak ”counter productive” terhadap Tannas (tindakan yang justru melemahkan Tannas). NII. disamping memiliki sisi positif yaitu menuntut berbagai pembenahan khususnya dibidang politik. bila seluruh komponen bangsa terutama para penyelenggara negara.

aspirasi masyarakat. c. NKRI sebagai salah satu negara berkembang yang merebut kemerdekaan dengan revolusi fisik . Wasantara dan Tannas. mengacu kepada landasan idiil : Pancasila. adalah warisan jaman penjajahan Belanda yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. banyak mengahadapi permasalahan tentang peraturan perundang-undangan yang hingga saat ini masih dalam proses regulasi dan deregulasi. memerluakan Peraturan perundang-undangan yang dibuat pada masa RI belum seluruhnya dengan tegas mengacu kepada Wasantara dan 87 . dan landasan visional : Wasantara serta landasan konseptual : Tannas. kepentingan golongan. mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan pribadi.kehendak dan tidak adu kekuasaan/kekuatan). UUD 1945. dan dengan sendirinya tidak sesuai dengan Pancasila. Tannas. menjadi keputusan yang dituangkan dalam peratutan perundang-undangan dan program-program pembangunan. Disamping itu terdapat aspirasi dan tuntutan baru seperti pemberdayaan daerah. Implementasi Dalam Kehidupan Bernegara. daerah. ekonomi kerakyatan dan masalah-masalah baru yang penyesuaian dan pembuatan peraturan perundang-undangannya. landasan konstitusional : UUD 1945. golongan/parpol. Dalam kehidupan bernegara. dan parpol ditampung dan diolah oleh supra struktur dengan sungguhsungguh. Banyak peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai saat ini.