KONDISI KETAHANAN NASIONAL

PENDAHULUAN 1. Umum. a. Ketahanan Nasional (TANNAS) merupakan salah satu Doktrin Nasional yang secara terus menerus dibina dan dikembangkan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS). Mengingat pentingnya fungsi Ketahanan Nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, materi ini merupakan salah satu materi ajaran pokok yang diberikan kepada peserta seluruh kursus yang diselenggarakan oleh Lemhannas. dapat menguasai materi Sehubungan dengan itu setiap alumni Ketahanan Nasional dan mampu Lemhannas sebagai kader pemimpin nasional dimasa mendatang diharapkan mengimplementasikannya dalam kegiatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. b. Guna lebih memudahkan pemahaman materi Ketahanan Nasional,

Lemhannas telah menyusun MODUL Konsepsi

Ketahanan Nasional yang Bagi pembaca

merupakan inti sari atau pokok-pokok materi ketahanan Nasional.

atau calon peserta kursus Lemhannas yang ingin lebih mendalami materi tersebut kiranya dapat membaca berbagai referensi terkait dengan Ketahanan Nasional sesuai dengan yang dicantumkan dalam MODUL.

2.

Maksud dan Tujuan Modul Konsepsi Ketahanan Nasional dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman

materi TANNAS bagi para pembaca dan/ atau calon peserta kursus Lemhannas sehingga memiliki pengetahuan awal tentang TANNAS yang selanjutnya akan dikembangkan pada saat mengikuti kursus, seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh Lemhannas.

1

3.

Ruang Lingkup dan Tata Urut Modul. Konsepsi Ketahanan Nasional meliputi Ketahanan Nasional dan Konsepsi

Ketahanan Nasional serta beberapa penugasan dan referensi yang digunakan yang dibagi dalam tiga bagian yaitu : a. b. c. Filosofi Ketahanan Nasional Indonesia. Konsep Dasar Ketahanan Nasional Konsepsi Gatra

2

KETAHANAN NASIONAL
FILOSOFI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Kegiatan Belajar 1

PENDAHULUAN Proklamasi 17 Agustus 1945 telah mengantarkan Indonesia ke alam dan suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang merdeka dan berdaulat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Untuk itu, bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem kehidupan nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi nasional dan dasar negara, serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka pengamalan Pancasila. Dalam mengatur dan meyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dengan lingkungannya, baik dalam lingkup nasional, regional maupun global. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya, bangsa Indonesia memiliki cara pandang, cara tinjau, cara tanggap inderawi, yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman, tuntunan, dan panduan, agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan cita-cita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. Suatu tujuan yang telah merupakan ikrar atau 3

kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, untuk membentuk suatu pemerintahan negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiana abadi, dan keadilan sosial. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu, diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional. Ketahanan nasional perlu ditingkatkan dan dipupuk atau dibina terus menerus berdasarkan Wawasan Nusantara melalui upaya pembangunan nasional di segenap aspek dan dimensi kehidupan. Saling keterkaitan antara Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, dan pembangunan nasional, menempatkan Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, tuntunan dan sebagai rambu-rambu pemandu bagi perwujudan ketahanan nasional. Keterkaitan ketahanan nasional terhadap pembangunan nasional, tercermin pada konsepsi ketahanan nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui pembangunan nasional. Makin meningkatnya intensitas pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional, sebaliknya kokohnya ketahanan nasional akan mendorong lajunya pembangunan nasional. Secara implisit ketahanan nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berdasarkan nilai Pancasila, norma UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.

4

peluang dan kendala yang dihadapinya. baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan. bangsa dan negara Indonesia selain telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap ancaman dari luar antara lain agresi militer Belanda. Negara Kesatuan Republik Indonesia masih tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka.POKOK BAHASAN 1. kelemahan. yang hampir-hampir membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. dan berdaulat. juga telah mampu menegakkan wibawa pemerintah terhadap gerakan separatis. telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar Negara besar dan adikuasa. memberikan motivasi. Ditinjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis. bersatu. bangsa Indonesia makin menyadari hakikat jati diri dan lingkungannya yang serba Nusantara berikut kekuatan. 5 . serta terselenggaranya ketertiban dan keadilan dalam membina hubungan antar. pemberontakan PKI. dan dorongan bagi terciptanya suasana damai dan tenteram dalam kehidupan nasional. DI/TII bahkan mampu merebut kembali Irian Jaya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. tidak luput dari berbagai gejolak dan ancaman di dalam negeri ataupun luar negeri. Sehingga dapat mempengaruhi bahkan membahayakan kelangsungan hidup dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Latar Belakang Dari pengalaman sejarahnya. Hal tersebut. Sungguhpun demikian. Kesadaran bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh konstelasi geografi dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah.bangsa dalam tatanan internasional. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sebagaimana dikemukakan di atas. potensi sumber kekayaan alam serta besarnya jumlah dan kemampuan penduduk yang dimilikinya. Kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Dalam rangka menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa kini dan di masa yang akan datang. berdaulat. tertib. dan berkedaulatan perikehidupan bangsa yang rakyat dalam suasana aman. tertib. hambatan. Pancasila merupakan penuntun dan pengikat moral. Landasan Idil Pancasila Peranan Pancasila sebagai pandangan hidup adalah menyadarkan rakyat Indonesia bahwa hakikat hidup. serta merupakan norma sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat.Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. bersatu. pada dasarnya adalah menganut alam pikiran yang mengungkapkan keterkaitan antara manusia dengan Tuhannya. Pancasila yang bulat dan utuh merupakan sumber kejiwaan masyarakat yang memberikan pedoman bahwa kondrat manusia ialah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. ancaman. 6 . tenteram. berbangsa. bersahabat. dan damai. dan landasan konseptual Wawasan Nusantara. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. dan gangguan dari mana pun datangnya. bangsa Indonesia harus tetap memiliki keuletan dan ketangguhan yang perlu dibina secara konsisten dan berkelanjutan. antara manusia dengan manusia dan antara manusia dan lingkungannnya. landasan konstitusional UUD 1945. Kondisi kehidupan nasional yang merupakan pencerminan ketahanan nasional didasari oleh landasan idiil Pancasila. Oleh karena itu. dan bernegara. 2.

pada hakikatnya mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila. keserasian dan keselarasan. 3. adalah negara hukum. Perpaduan nilainilai dasar tersebut telah mampu mewadahi kebinekaan aspirasi bangsa Indonesia seluruhnya. UUD 1945 merupakan keputusan politik nasional yang dituangkan ke dalam norma-norma konstitusional dalam rangka menentukan sistem negara dan pemerintahan negara dengan bentuk-bentuknya secara spesifik. Republik Indonesia bukanlah atas negara dasar kekuasaan. kekuasaan dalam arti bahwa Sehingga penyelenggaraannya didasarkan semata-mata. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa. Republik Indonesia adalah negara yang memilik UUD 1945 sebagai konstitusinya. Dengan demikian. Kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilakukan melalui DPR dan DPD serta presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. persatuan dan kesatuan. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. yang 7 . Sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. Dengan demikian. Dalam semangat konstitusi tersebut kekuasaan pemerintah tidak bersifat absolut atau tidak tak terbatas. ialah keseimbangan. Landasan Konstitusional UUD 1945 Bertitik tolak dari Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum serta mengandung cita-cita hukum.Peranan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana tersurat dalam Pembukaan UUD 1945. sedangkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan dituangkan lebih lanjut ke dalam kelembagaan tinggi negara dan tata kelembagaan negara. seluruh kehidupan bangsa dan negara pada dasarnya tercakup dalam lingkup pengaturan yang tertuang melalui pranata-pranata yang disusun dalam bentuk peraturan perundang-undangan berdasarkan norma-norma konstitusional tersebut. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. sistem negara bersifat demokrasi.

Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita nasional dan mencapai tujuan nasional. berbangsa. 8 .tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang bersumber dan mengacu kepada kepentingan serta aspirasi rakyat. Agar mampu mempertahankan identitas. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional. Landasan Konseptual Wawasan Nusantara Pengejawantahan Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat. utuh. dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. Hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan potensi dari segala aspek kehidupan nasionalnya secara dinamis. Setelah menegara. juga perlu membina keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang dinamakan ketahanan nasional. 4. integritas dan kelangsungan hidup serta pertumbuhannya dalam perjuangan mewujudkan cita-cita nasional. serta sejarah perjuangan bangsa. bangsa Indonesia selain memerlukan cara pandang yang dinamakan Wawasan Nusantara. dan menyeluruh. dan bernegara diaktualisasikan dengan mempertimbangkan wujud konstelasi dan posisi geografi dan segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara.

Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya. bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem Kehidupan Nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat. Petunjuk jawaban latihan: 1. dan makmur. Carilah contoh beberapa negara lain yang mempunyai ”Ketahanan Nasional”. serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka 9 . sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan: Coba ditelaah kembali: 1. Latar belakang Landasan Idiil Pancasila Landasan Konstitusional UUD 1945 Landasan Konseptual Wawasan Nusantara. apa dan mengapa negara tersebut berhasil menerapkan ketahanan nasionalnya. dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. bersatu. Perhatikan apa yang menjadi variabel/indikator pokok ketahanan nasional dari negara tersebut. RANGKUMAN a. berdaulat. 3. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas. Variabel/indikator apa saja yang menurut Saudara yang cukup lemah/rawan sehingga perlu ditingkatkan. berbangsa. 2.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi ”Pilosofi Ketahanan Nasional Indonesia”. adil. Dari analisis tersebut pilihlah satu negara yang Saudara anggap paling berhasil dalam menerapkan model ketahanan nasionalnya. 2. Bandingkan ketahanan nasional negara tersebut dengan ketahanan nasional Indonesia. 4. 3. ideologi nasional dan dasar negara. Untuk itu. kemudian lakukan analisis.

Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan citacita mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional c. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. 10 . tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. dalam arti bahwa penyelenggaraannya didasarkan atas dasar kekuasaan semata-mata sehingga membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. Republik Indonesia bukanlah negara kekuasaan. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya. bangsa Indonesia memiliki cara pandang. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. tertib.pengamalan Pancasila. bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. bersahabat. tenteram. dan damai. bersatu. dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. berdaulat. hambatan. dan gangguan. melainkan adalah negara hukum. diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional b. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya. identitas. baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas. Untuk itu. d. Dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. cara tinjau. tuntunan dan panduan. agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan citacita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman. ancaman. cara tanggap inderawi. tertib.

MH.PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR 1 1. 3. berikut ini pembaca membuat suatu analisa tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang apa yang digunakan dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. ERMAYA SURADINATA. LEMHANNAS RI 2005 GEO POLITIK DAN GEO STRATEGI INDONESIA (PROF. Setelah memahami filosofi Ketahanan Nasional Indonesia secara umum. 4. PANCASILA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 KETAHANAN NASIONAL INDONESIA. Msi) 11 . 2. DR. Apa yang dijadikan pedoman-pedoman dasar dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. Apa hubungan timbal balik antara pedoman-pedoman dasar (landasan) tersebut dengan Ketahanan Nasional Indonesia. 2. REFERENSI 1.

sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa untuk dipakai sebagai dasar atau titik tolak dalam penjabarannya. ancaman. baik dari luar maupun dari dalam sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. serta ditelusuri pula sejarah bangsa guna dapat memperbaiki pengalaman yang kurang menguntungkan dan memanfaatkan pengalaman yang baik dalam mempersatukan cara pandang bangsa yang mengutamakan persatuan dan kesatuan sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. pola sikap. dilaksanakan pembangunan nasional. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. dipelajari lagi budaya bangsa untuk dapat memahami niali-nilai luhur. dan pola tindak yang sama demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional.KETAHANAN NASIONAL KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL Kegiatan Belajar 2 PENDAHULUAN Untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Agar pembangunan nasional yang direncanakan tidak menyimpang dari landasannya. Dalam hubungan itu dikaji kembali tentang posisi geografi yang dikaitkan dengan tinjauan politik. diperlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. hambatan dan gangguan dari mana pun datangnya. Rumusan Ketahanan Nasional sebagai suatu pengertian baku. 12 .

Kedudukan dan Fungsi. Sifat Ketahanan Nasional dan Fungsi Ketahanan Nasional. pengertian ketahanan nasional. asas mawas ke dalam dan ke luar. Rincian dan Hubungan Antar gatra dalam Astagatra. Konsepsi. 2. ada beberapa pemahaman mendasar yang perlu diketahui antara lain Ketahanan Nasional sebagai kondisi Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi. (C) Sifat. (D) Dasar Setelah Anda mempelajari Kegiatan Belajar ini diharapkan Anda mampu menjelaskan konsep dasar ketahanan nasional meliputi. d. hubungan antar gatra dalam astagatra. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (C) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. Asas Ketahanan Nasional. asas Kekeluargaan. Hakikat. dasar pemikiran astagatra. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -2 Setelah memahami secara umum masalah Konsep Dasar Ketahanan Nasional. b. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (B) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan asas-asas ketahanan nasional yang meliputi a. c. asas komprehensif integral. dijelaskan : Agar 13 .Substansi materi yang termuat dalam Kegiatan Belajar 2 ini adalah Pemikiran. hakikat ketahanan nasional. pokok-pokok pikiran. diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan. d. Hakikat Ketahanan Nasional. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (D) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. (A) Pengertian. konsepsi ketahanan nasional. c. b. rincian Astagatra. c. (B) Asas-asas. a. b. 1. Kedudukan dan fungsi. asas kesejahteraan dan keamanan. b. 4. Sifat ketahanan nasional. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (A). 3.

Apa hubungan Trigatra dengan Pancagatra. 14 . Apa peranan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional. Hubungan timbal balik Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Nasional. Mengapa sifat Ketahanan Nasional harus mandiri. Kondisi dengan 2. Mengapa asas Ketahanan Nasional perlu mendapat perhatian dalam membina kehidupan nasional melalui Pembangunan Nasional. 3. kelemahan masing-masing asas dalam Menurut saudara apa mengimplementasikan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional sehingga kondisi kehidupan nasional sulit meningkat (ditinjau khusus dalam era reformasi).1. wibawa dan konsultasi dan kerjasama. dinamis. 5. 4.

UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. keluarga. integritas. dan nasional bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. daerah. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. 15 . dan gangguan. hambatan. KONSEPSI DAN HAKEKAT TANNAS Kegiatan Belajar 3 1. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. untuk menjamin identitas. ancaman. Dalam pengertian tersebut. Konsepsi tersebut dinamakan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia. serasi. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Konsepsi pengembangan Ketahanan kekuatan Nasional nasional (Tannas) Indonesia dan adalah konsepsi melalui pengaturan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.KETAHANAN NASIONAL PENGERTIAN. Konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Dengan kata lain. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. lingkungan. mulai dari pribadi. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional.

LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi modul 2 (A). Hakikat Tannas dan Konsepsi Tannas a. Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. menyeluruh. keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap aspek kehidupan nasional yang harus diwujudkan. dan dari dalam. dan terpadu. serasi. 3. serasi.Kesejahteraan menumbuhkan dan dapat digambarkan sebagai kemampuan demi bangsa dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. 16 . untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan dalam kelompok. 1. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. Sementara itu. 2. b. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. rohaniah dan jasmaniah. Coba pula Saudara amati nilai-nilai dalam konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang.

hambatan. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. Agar ditelaah kembali kondisi masing-masing gatra. pola sikap. b. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. ancaman. dan gangguan dari mana pun datangnya. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. 3. Bagaimana arah pembinaan masing-masing Gatra dikaitkan dengan permasalahan yang ada. 1. sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -3 Setelah memahami Konsep Gatra dalam Ketahanan Nasional. 17 . baik dari luar maupun dari dalam. Buatkan suatu analisa tentang implementasi permasalahan tiap Gatra terhadap Gatra lain. 2. Pembangunan nasional memerlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata rohaniah dan jasmaniah. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional. selanjutnya inventarisir permasalahannya yang cukup menonjol.RANGKUMAN a. ada beberapa hal yang perlu diketahui khususnya yang berkaitan dengan Ketahanan masing-masing Gatra dan permasalahannya serta arah pembinaannya. dan pola tindak yang sama.

Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada berdampingan pada kondisi apappun. Tanpa kesejahteraan dan keamanan. Dengan demikian. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. adalah sebagai berikut. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. b. berbangsa. Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan. berbangsa. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. Sebaiknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. menyeluruh. dan terpadu (komprehensif integral) 18 . dan bernegara. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh. tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. a. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. serasi. Dengan demikian. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional.KETAHANAN NASIONAL AZAZ TANNAS Kegiatan Belajar 4 Asas-asas Ketahanan Nasional Azas-azas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. dan bernegara.

Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak. Dalam azas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam 19 . gotong royong. Di samping itu. d. 1) Mawas ke dalam Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat. diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke luar. berbangsa dan bernegara. dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar Sistem kehidupan nasional merupakan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. sifat. sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar.c. interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. kesamaan. Asas Kekeluargaan Asas kekeluargaan mengandung keadilan. Untuk menjamin kepentingan nasional. kearifan. baik yang bersifat positif maupun negatif. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit. Namun demikian. kebersamaan. tenggang rasa. 2) Mawas ke luar Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk itu.

Konprehensif integral. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada asas kesejahteraan dan keamanan. yakni adanya keseimbangan antara keduanya. yakni melihat sesuatu secara utuh. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. asas konprehensif integral. RANGKUMAN Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila.hubungan kemitraan serta dijaga tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. asas mawas ke dalam dan ke luar serta asas kekeluargaan. sifat dan kondisi kehidupan nasional dan dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri kekeluarga. yaitu adanya pengakuan akan perbedaan-perbedaan. b. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan mawas kedalam dan keluar. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. c. yaitu untuk menumbuhkan hakikat. Kesejahteraan dan keamanan. yang terdiri dari asas : a. 2. tetapi perbedaan tersebut harus dapat dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. 20 . d. menyeluruh.

KETAHANAN NASIONAL SIFAT. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Oleh karena itu. 21 . Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. melainkan dapat meningkat ataupun menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Mandiri Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas. serta kondisi lingkungan startegisnya. Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI Kegiatan Belajar 5 1. upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorentasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik. c. integritas. b. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent). Dinamis Ketahanan nasional tidaklah tetap. dan kepribadian bangsa. makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya yaitu : a.

2. Kedudukan Konsepsi ketahanan Nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu diimplementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan. Wasantara dan Tannas berkedudukan sebagai landasan konseptual. pola tindak. pola sikap. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata. tenaga. sebagai doktrin dasar nasional perlu di fahami guna menjamin terjalinnya suatu pola pikir.d. dan pola kerja untuk menyatu padukan upaya bersama bangsa yang bersifat interregional (wilayah). inter sektoral dan multi disiplin. serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa. Metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL a. tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerja sama. yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional di dalam paradigma kehidupan nasional b. Tanpa adanya doktrin dasar nasional dapat terjadi cara berpikir yang terkotak-kotak (sektoral). kesimpangsiuran dalam arah dan tindakan serta tidak konsisten dengan falsafah yang telah disepakati sehingga mengakibatkan pemborosan waktu. dan sebagai pola dasar pembangunan nasional. Konsultasi dan Kerja Sama Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. Fungsi Konsepsi Ketahanan Nasional berdasarkan tuntutan penggunaannya berfungsi sebagai doktrin dasar nasional. 1) Konsepsi Ketahanan Nasional dalam fungsinya. dan sarana yang dapat 22 .

Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam kedudukan dan fungsi yang melandasi ketahanan nasional. 3) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai metode integral. 2. serta konsultasi dan kerjasama. dan keamanan. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 5 kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. 2) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai pola dasar pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang meliputi segenap bidang dan sektor pembangunan secara terpadu. kekayaan alam. Dalam merumuskan kebijaksanaan nasional pembinaan kehidupan nasional pada hakikatnya merupakan suatu metode komprehensif merupakan metoda umum berdasarkan Astagatra yang meliputi unsurunsur geografi. kependudukan. dinamis. 23 . politik. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas mandiri. yang dilakukan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). wibawa. sosial budaya. ekonomi.memicu terjadinya hambatan bahkan penyimpangan dari tujuan nasional dan cita-cita nasional. pertahanan. ideologi.

d. yaitu percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan sebagai prasyarat untuk menjalin kerja sama. Mandiri. yaitu sebagai ajaran yang kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia. begitu pula sebaliknya Konsultasi dan kerja sama. yaitu sebagai landasan konsepsional strategis dan sebagai metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia 24 . Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya. a. yaitu tidak mengutamakan sikap konfrontatif & antagonistis. Wibawa. diharapkan dapat diyakini Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional. b. yaitu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal dan eksternal. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik. c. Dinamis. yaitu makin tinggi tingkat ketahanan nasional maka makin tinggi wibawa bangsa Indonesia. 2. Fungsi.RANGKUMAN 1. b. yaitu: a. Kedudukan.

Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa. Dalam memanfaatkan isi dan potensi sumber kekayaan alam (SKA). dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. harkat. dan hubungan antara manusia dan lingkungannya. antara manusia dan manusia/masyarakat. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. 25 . martabat bangsa. Dengan kata lain bahwa manusia sebagai objek yang terus menginginkan terpenuhinya kebutuhan yang digali dari SKA. dan sangat tergantung pada kondisi geografi merupakan ketiga unsur/aspek alamiah yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan saling mengait. Suatu ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu hubungan antara manusia dan Tuhannya. RINCIAN DAN HUBUNGAN GATRA Kegiatan Belajar 6 1. b. Dalam dinamika kehidupan hubungan ini akan menumbuhkan berbagai hubungan yang dibina secara harmonis. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa dalam kehidupannya.KETAHANAN NASIONAL DASAR. DASAR PEMIKIRAN ASTAGATRA a. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. Terlebih menghadapi penduduk yang terus bertambah. sangat diperlukan adanya kualitas manusia Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. sedangkan bumi/alam yang menyediakan segala kebutuhan manusia dapat dikatakan relatif tetap atau tidak bertambah. manusia memerlukan ruang hidup.

Hubungan manusia dengan rasa aman. mewujudkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemanfaatan dan penguasaan alam. mewujudkan kehidupan sosial politik. menimbulkan Hubungan manusia dengan manusia. termasuk norma/hukum yang harus dipatuhi. integritas. sesungguhnya Tannas merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) 26 . karsa. 6) 7) 8) Hubungan manusia dengan rasa. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. terus berusaha menciptakan suatu kondisi seluruh aspek kehidupan nasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. berbangsa. dengan mengadakan manusia 1) 2) 3) hubungan-hubungan yang meliputi Hubungan dengan menurunkan/menimbulkan agama. Indonesia menyelenggarakan manusia kehidupannya Tuhan.c. dan karya. menciptakan ideologi. (masyarakat) dengan segenap perangkatnya. cipta. Hubungan manusia dengan cita-cita. Berdasarkan rumusan pengertian Tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia. dan bernegara. Telah menjadi kesepakatan seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam menjamin identitas. Hubungan manusia dengan kekuasaan. terutama aspek-aspek kehidupan sosial yang bersifat dinamis. pertahanan dan keamanan. menimbulkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemenuhan kebutuhan. mewujudkan budaya. menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) e. bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar. kelangsungan hidup bangsa dan negara. SKA yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan kondisi geografi yang cukup strategis. 4) 5) kehidupan ekonomi. d.

yaitu berdasarkan pemahaman tata hubungan manusia dalam kehidupan sosialnya diperoleh kesepakatan bahwa dalam konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia seluruh aspek kehidupan nasional dipetakan dalam 5 gatra sosial (Pancagatra) yang bersifat dinamis dan dianggap dominan yaitu gatra idiologi. Walaupun agama tidak dimunculkan sebagai gatra. tetapi tetap dapat mempersentasikan ciri-ciri utama dari fenomena dan permasalahan. tetapi perlu diwaspadai bahwa jumlah gatra yang terlalu banyak akan mengakibatkan gambaran kehidupan yang kompleks sehingga tujuan penyederhananaan tidak berhasil.yang disebut gatra. sedangkan sekitarnya diperoleh pemetaan pada 3 gatra (Trigatra) yang relatif statis.kehidupan nasional pada saat tertentu. yang timbul dari interaksi/hubungan antara manusia dan manusia masuk dalam gatra sosial budaya. Sesungguhnya jumlah gatra yang digunakan di dalam satu model dapat berapa saja. Tiap-tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu. gatra ekonomi. Di dalam proses penyederhanaan itu jumlah aspek kehidupan nasional diredusir sampai jumlahnya sesedikit mungkin. karena sangat kompleks. sumber kekayaan dalam dan kependudukan. Demikian pula hukum. melalui suatu kesepakatan dari hasil analis mendalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dan Tuhan. ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau. manusia dan manusia/masyarakat. serta antara manusia dan lingkungan. selanjutnya hukum juga diperlukan sebagai dasar dalam 27 . f. ruang dan lingkungan maka Tannas bersifat dinamis. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata. nilai-nilai agama harus melandasi semua gatra dari Pancagatra. Namun. gatra pertahanan dan keamanan. gatra Berdasarkan pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam geografi. Sebagai kondisi yang tergantung pada waktu. gatra sosial-budaya. gatra politik.

Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah meliputi aspek-aspek suatu negara yang memang sudah melekat pada negara itu. dan norma-norma tertentu. pertahanan dan keamanan. sedangkan pemanfaatan iptek merupakan unsur dari gatra ekonomi dan sebagai komoditi. karsa. dan kependudukan. sebagai unsur pendukung dalam sistem alat peralatan yang digunakan. RINCIAN ASTAGATRA a. Ke-8 gatra (Astagatra) tersebut satu sama lainnya secara utuh menyeluruh dan terpadu membentuk tata laku masyarakat bangsa dan negara. cipta. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. Ketiga gatra alamiah tersebut mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap atau statis. Gatra politik serta gatra pertahanan dan keamanan. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. b. kekayaan alam. 2. pertahanan serta Keamanan. 28 . Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. aturan-aturan. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. berbangsa. dan karya manusia. ekonomi. politik. ekonomi. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. Ke 3 gatra alamiah (Trigatra) bila digabungkan dengan 5 gatra sosial (Pancagatra) akan menjadi 8 gatra (Astagatra) yang merupakan model pemetaan menyeluruh dari sistem kehidupan nasional bangsa Indonesia. politik. Demikian pula pengembangan iptek dimasukkan dalam gatra sosial budaya sebagai hasil dari rasa. sosial budaya.penyelenggaraan kehidupan ideologi.

politik. ancaman. menyeluruh dan terpadu serta terdapat saling hubungan (Astagatra). 3) Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. 2) Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik. sosial budaya. ekonomi. hambatan dan gangguan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu ditujukan pada kelima gatra sosial tersebut. Kualitas Pancagatra dalam kehidupan nasional Indonesia tersebut secara terintegrasi serta dalam interaksinya dengan Trigatra mencerminkan tingkat Ketahanan Nasional Indonesia. dalam arti bahwa 1) Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (Trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (Pancagatra). 3. HUBUNGAN ANTARGATRA DALAM ASTAGATRA Hubungan kait mengait antargatra adalah sebagai berikut a.Tantangan. yaitu suatu antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional tatanan yang utuh. serta pertahanan dan keamanan secara utuh menyeluruh dan terpadu. penanggulangannya adalah dengan upaya meningkatkan ketahanan dalam gatra ideologi. Oleh karena itu. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra Antara Trigatra dan Pancagatra serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. 29 .

kualitas. jenis. Demikian pula sebaliknya. Hubungan AntarGatra dalam Trigatra 1) Antara Gatra Geografi dan Gatra Kekayaan Alam Karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. kuantitas dan persebaran kekayaan alam. Hubungan Antargatra dalam Pancagatra Setiap gatra dalam Pancagatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi. c. 2) Antara gatra geografi dan gatra kependudukan Bentuk-bentuk kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk sangat erat kaitannya dengan karakter geografi dan sebaliknya karakter geografi mempengaruhi kehidupan dari penduduknya. kualitas dan persebaran kekayaan alam dan sebaliknya kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter geografi. kualitas. melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi. politik. Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi oleh jenis. ekonomi. 30 .4) Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharuhi. b. sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.

serta pertahanan dan keamanan. dan berkepribadian 31 . mendinamisasi kehidupan politik dan perkembangan sosial budaya serta mendukung pengembangan pertahanan dan keamanan. serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu. politik. serta pertahanan dan keamanan berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata. serta pertahanan dan keamanan. berbudaya. dinamis. stabil. dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi. akan meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut. dinamis.1) Hubungan antara gatra ideologi dengan gatra politik. tingkat kemakmuran ekonomi. sosial budaya. sosial budaya. Kehidupan politik bangsa dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. dan merata menunjang stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain. Keadaan ekonomi yang stabil. kehidupan ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan. serta pertahanan dan keamanan. 2) Hubungan antara gatra politik dengan gatra ideologi. dan rasa keamanannya. Keadaan sosial yang terintegrasi secara serasi. dalam arti ideologi sebagai falsafah bangsa dan landasan idiil negara merupakan nilai penentu bagi kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra dalam pancagatra dalam memelihara kelangsungan hidup dan pencapaian tujuan nasional. keakraban sosial. Keadaan politik di segala bidang dan memberikan rasa aman. berarti kehidupan politik yang mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi. 3) Hubungan antara gatra ekonomi dan gatra ideologi. 4) Hubungan antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik. ketaatan beragama. sosial budaya. dan berkepribadian akan meyakinkan kebenaran ideologi yang berbudaya. pertahanan dan keamanan. berbudaya. maju. ekonomi. stabil. sosial budaya. politik. ekonomi. ekonomi.

Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial budaya bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional baik fisik materiil maupun mental spiritual. dan sosial budaya. Keadaan sosial yang timpang dengan kontradiksi di berbagai bidang kehidupan memungkinkan timbulnya ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi gejolak sosial. dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran ideologi. maju. dan sosial budaya. Keadaan pertahanan dan keamanan yang stabil. memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan kehidupan politik. d. politik. ekonomi. dinamis. 32 . politik. 5) Hubungan antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi. Astagatra dalam Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan Peranan tiap-tiap gatra untuk kesejahteraan dan keamanan tergantung dari sifat setiap gatra. ekonomi dan sosial budaya. yakni : 1) 2) 3) 4) Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk Gatra ideologi. dan sosial budaya mempunyai peranan sama Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih kesejahteraan maupun keamanan. besar untuk kesejahteraan dan keamanan kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan besar untuk keamanan dari pada peranan untuk kesejahteraan. dan berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan menunjang kehidupan ideologi. politik. ekonomi.hanya dapat berkembang di dalam suasana aman dan damai.

manusia memerlukan ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. hubungan antara manusia dengan Tuhannya. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. RANGKUMAN 1. manusia Indonesia menyelenggarakan kehidupannya dengan mengadakan hubunganhubungan. dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Dasar pemikiran Astagatra yaitu: a. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. 2. harkat. dengan cita-cita. 33 . dengan pemenuhan kebutuhan. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). dengan manusia lainnya. dengan kepentingan dan kekuasaan. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. c. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam hubungan antargatra dalam Astagatra. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. b. martabat bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan antar bangsa. dan bernegara. antara manusia dengan manusia/masyarakat. manusia dengan Tuhan.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 6. digali dari nilai-nilai luhur bangsa. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam dasar pemikiran Astagatra dan Rincian Astagatra. dalam bermasyarakat dan dengan rasa aman. berbangsa.

dan bernegara dengan ikatan-ikatan. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. politik. kekayaan alam. Hubungan antargatra dalam Pancagatra. yaitu bahwa setiap gatra dalam panca gatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain. c. pertahanan dan keamanan. 34 . aturan-aturan dan normanorma tertentu. Hubungan antargatra dalam trigatra. dan kependudukan. b. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra terdapat hubungan yang timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah memang sudah melekat pada negara itu. kualitas. Rincian Astagatra a.2. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. 3. Persebaran penduduk dipengaruhi pula oleh karakter goegrafi. sosial budaya. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. sebaliknya setiap gatra memberikan kontribusi menerima kontribusi dari gatra lain secara terintegrasi. yaitu karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. dan pesebaran SKA. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. Hubungan antargatra a. b. Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi pula oleh persebaran SKA. berbangsa. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. ekonomi.

919. dan bentuk ke luar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan. terdiri dari lebih kurang 17. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya memberikan ciri yang membedakannya dengan negara lain dan memberikan kemungkinan untuk melangsungkan serta mengembangkan perikehidupan nasionalnya. wujud.17 km serta dengan memperhitungkan ZEE maka luas wilayah daratan dan wilayah lautan adalah satu berbanding empat (1 : 4). Kedudukan yang secara geografis berada pada posisi silang memberikan kepada Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif.3 juta km. 35 . Kondisi dan Unsur Dominan Dari geografi dapat diketahui tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luarnya. 1) Topografi Wilayah Negara Republik Indonesia berbentuk kepulauan.KETAHANAN NASIONAL KONSEPSI GATRA Kegiatan Belajar 7 KONSEPSI GATRA 1. Bentuk ke dalam menempatkan corak. serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya.508 buah pulau. Beberapa kondisi umum gatra geografis adalah sebagai berikut. dan tata susunan. dengan wilayah daratan sekitar 1. GATRA GEOGRAFI a. Luas seluruh wilayah kedaulatan lebih kurang 7.

dan Vietnam. Di pulau-pulau Sumba. Sumbawa. Iklim tersebut berpengaruh terhadap aspek dan perikehidupan ekonomi. Filipina. Tumbuh-tumbuhan subur. kecuali di Irian Jaya.O (Geo Stationary Orbiter) yang terletak di atas khatulistiwa merupakan ruang wilayah yang sangat strategis sebagai tempat kedudukan satelit. wilayah Papua Nugini dan Australia. Karena letaknya di daerah tropik. sosial. dan sekitarnya terdapat padang-padang rumput yang luas. sedangkan bagian timur merupakan kumpulan pulau-pulau kecil kecuali Irian Jaya. bila dibandingkan dengan pantai-pantai landai yang berbatasan dengan laut pedalaman Indonesia.S. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan.Bagian Barat wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar. iklim Indonesia secara umum panas dan lembab serta banyak gunung berapi. Wilayah Indonesia merupakan wilayah khatulistiwa terpanjang di dunia. hutan terdapat di pulau-pulau sebelah barat. sedangkan semakin ke timur hutan semakin jarang. di sebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Andaman. Pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada umumnya lebih curam dan terjal. Malaysia. sebelah barat dan selatan dengan Samudera Hindia. Analisis 1) Wilayah Negara Republik Indonesia adalah wilayah negara kepualauan dengan luas laut 4 x luas daratan dan terdiri dari ribuan pulau 36 . b. 2) Posisi Astronomis Indonesia terletak di antara 95 dan 141 Bujur Timur serta antara 6 Lintang Utara dan 11 Lintang Selatan dan Indonesia berada di daerah tropik G. Nikobar). Di sebelah timur wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Pasifik. politik. Singapura.

Lalu lintas internasional banyak melintasi laut dan udara wilayah Indonesia. daerahdaerah Indonesia yang relatif “kosong” berserta kekayaan alamnya yang potensial dan melimpah dapat dijadikan sasaran bagi pencarian lebenstraum oleh kekuatan-kekuatan dari luar. yaitu Australia. baik melalui laut maupun udara sesuai dengan ketentuan. Arah Pembinaan 1) Wilayah kedaulatan dan yurisdiksi Republik Indonesia harus jelas dan diketahui oleh seluruh bangsa di dunia. sedangkan negara tetangga di sebelah selatan. Udara di sepanjang wilayah khatulistiwa mempunyai arti penting bagi pemanfaatan G. penduduknya lebih tipis. RRC dan India.S. Dengan demikian. dibandingkan dengan penduduk negara tetangga yang besar seperti Jepang. mempertahankan adanya 37 . Persebaran penduduk Indonesia masih kurang proporsional. Perbatasan wilayah kedaulatan dan yurisdiksi ditetapkan melalui perjanjian dengan negara tetangga yang berbatasan langsung. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau sebelah utara sangat tipis. Pulau Jawa sangat vital dan strategis sehingga sangat memerlukan perhatian. Pada bagian wilayah yang tidak berbatasan dengan negara lain (di Samudera Hindia dan Pasifik) ditetapkan sesuai dengan ketentuan internasional. c. 3) Pemanfaatan wilayah didasarkan atas konsepsi tata ruang dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai “pengawas” dan “pengatur” lalu lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia. 2) Wilayah sebagai ruang hidup belum dimanfaatkan secara proporsional.O secara maksimal.sehingga masalah komunikasi dan transportasi menjadi sangat vital. 2) Indonesia menjamin kepentingan bangsa-bangsa di dunia bagi kepentingan lintas damai.

Nabati (flora). yaitu yang dapat diperbaharui. 2.pelestarian alam dan lingkungan hidup yang layak dalam wilayah ruang hidup bangsa Indonesia dan dengan memperhatikan ciri khas potensi wilayah. geotermis). batu bara dan lain- Kekayaan alam menurut sifatnya dibedakan dalam tiga golongan. Energi alami (gas alam. tentang konstelasi geografis Indonesia. tempat bercocok Udara (sinar matahari. biji besi. oksigen. prasarana komunikasi dan transportasi yang menjamin mobilitas informasi. karbondioksida). panas alam. d) e) f) g) h) 2) tetap. dan yang . uranium. serta pelaksanaan pembangunan nasional secara utuh menyeluruh. barang dan jasa. 38 Tanah (tempat tinggal. yang tidak dapat diperbaharui. Kondisi dan Unsur Dominan 1) Kekayaan alam menurut jenisnya dibedakan dalam 8 golongan sebagai berikut : a) b) c) lain). Air dan lautan. orang. tempat berpijak. GATRA KEKAYAAN ALAM a. baik kerawanan maupun potensinya. Mineral (minyak bumi. 5) Untuk mewujudkan kesatuan wilayah perlu penyediaan sarana. 4) Membangun seluruh wilayah Indonesia secara seimbang dan merata guna menekan kesenjangan spasial (antarwilayah/daerah). tanam). 6) Menanamkan kesadaran masyarakat sedini mungkin. Hewan (fauna). Potensi ruang angkasa. air artetis.

tidak diizinkan diusahakan perseorangan. dan kekayaan wilayah Indonesia.3) Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam di permukaan serta di dalam bumi. Konsep penguasaan oleh negara tersebut berarti bahwa warga negara Republik Indonesia boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. 2) Seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan nasional. 39 . b. dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yurisdiksi nasional Negara Republik Indonesia. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada makhluknya. menerus akan mengakibatkan kekayaan alam tersebut menjadi komoditas langka sehingga nilainya menjadi strategis dan dapat mengandung kekuatan dari luar untuk menguasainya. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bangsa dan rakyat Indonesia secara berlanjut berlandaskan Wawasan Nusantara. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa bumi. eksploitasi yang terus akan meningkatkan pula eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. laut. Khusus untuk kekayaan alam yang tidak terbarukan. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Analisis 1) Lokasi dan konsentrasi sumber kekayaan alam tidak merata di seluruh wilayah Indonesia tidak sesuai dengan persebaran dan kemampuan penduduk Indonesia sehingga dapat menimbulkan kesenjangan spasial. air. Hanya cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat orang banyak.

Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas. dan bijaksana serta lebih mementingkan manfaat untuk rakyat banyak dengan meningkatkan kemampuan teknologi tepat guna dan meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola. tenaga angin dan tenaga surya.3) Pemanfaatan kekayaan alam secara optimal memerlukan modal. Sumber energi yang transportabel (mudah diangkat) dimanfaatkan untuk ekspor. tenaga air. serta kondisi pasar di dalam dan luar negeri. 3) Pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber energi harus diarahkan peningkatan pada upaya menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. dan menggantikannya dengan sumber nonminyak seperti batu bara. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang trampil. terarah. dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan asing. 2) Dalam hal pemanfaatan kekayaan alam komoditas yang mempunyai nilai ekonomis harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja bagi penduduk setempat dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sehingga mengurangi kesenjangan spasial dan pembangunan daerah. 4) Melindungi serta mengelola kekayaan alam dengan cara tepat. dengan cara-cara memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. c. Arah Pembinaan 1) yang Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia pada tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dan dengan dasarnya dilakukan oleh dan untuk bangsa Indonesia. 40 . dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. tenaga nuklir serta energi nonkonvensional seperti biogas. tenaga panas bumi. biomas. 4) Pelestarian daya dukung kekayaan alam dipengaruhi oleh kesadaran dan tanggung jawab semua pihak.

3. dan tingkat pendidikan 3) dapat 4) Persebaran penduduk yang ideal adalah persebaran yang sekaligus memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu persebaran dan mobilitas yang proporsional. suku bangsa. persebaran.5) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. GATRA KEPENDUDUKAN a. kualitas dan kesejahteraan penduduk serta kondisi lingkungannya. kelamin. mutu jenis dan persebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. kelahiran. susunan. Kondisi dan unsur Dominan Penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami suatu tempat atau wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu. ciri-ciri. fertilitas dan migrasi. Kualitas penduduk 41 . Kependudukan adalah hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah. pertumbuhan. dengan unsurunsur dominannya meliputi 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk adalah susunan penduduk berdasarkan suatu pendekatan tertentu misalnya menurut umur. agama. 6) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan dan pelestarian kekayaan alam serta penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang optimal serta pengamanan yang maksimal sehingga tetap terjaga kondisi kelestarian dan keharmonisan lingkungan. pendatang baru dan orang yang meninggalkan wilayah. Jadi jumlah penduduk berubah akibat proses mortalitas.

dan problem sosial dapat melemahkan ketahanan nasional. perluasan lapangan kerja dan sebagainya. Bertambahnya penduduk golongan muda menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan. mortalitas relatif kecil karena terhadap pria dan wanita relatif sama. Faktor non fisik ialah mentalitas dan intelektualitas. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 3) Persebaran penduduk Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bertempat tinggal di daerah yang aman serta memungkinkan jaminan kehidupan ekonomis semaksimal mungkin. Bila persoalan tersebut tidak diatasi. Faktor fisik terdiri dari kesehatan. Sebaliknya fertilitas sangat besar pengaruhnya terutama terhadap komposisi umur dan jenis kelamin penduduk golongan muda. fertilitas dan migrasi. apabila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal yang besar dan sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. Analisis 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk yang sangat besar. Jika tidak demikian maka akan timbul pengangguran.Faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk ialah faktor fisik dan non fisik. 42 . begitu juga dengan faktor migrasi karena tidak dilaksanakan secara besar-besaran dan diperlukan dukungan biaya yang tidak sedikit. b. maka akan timbul kegoncangan sosial. gizi dan kebugaran. terutama di daerah yang sudah digarap atau telah dipersiapkan sebelumnya. yaitu di daerah yang ekonomis strategis.

Dalam hal ini. bahkan tidak berpengaruh sama sekali. kebijakan pemerintah yang mengatur. sedangkan di daerah lainnya menjadi jarang. komposisi. 43 . antara mental pengembangan sosial ekonomi. dan sikap di samping serta tingkat meningkatkan keseimbangan pengetahuan. persebaran. keluarga berencana. Semua itu dengan tujuan untuk mencapai kenaikan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk yang proporsional. 1) Pengaturan laju pertumbuhan penduduk dirumuskan dalam kebijaksanaan gerakan keluarga berencana nasional dan program di luar keluarga (beyond family planning program) yang mendukungnya secara terpadu. c. serta keserasian kesejahteraan dan keamanan dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan. keterampilan jumlah transmigrasi. perlu didorong timbulnya transmigrasi swakarsa. 4) Kualitas penduduk Untuk mengatasi masalah penduduk. mengendalikan. 2) Pengaturan penyebaran penduduk dapat dilakukan dengan jalan peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan pembangunan pusatpusat pertumbuhan ekonomi di daerah. atau menciptakan iklim yang dengan jumlah. Arah Pembinaan Pembangunan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan harus didukung dengan pengaturan pertumbuhan. dan penduduk melalui berbagai cara seperti pusatpusat pertumbuhan. persebaran penduduk secara serasi peningkatan kualitas penduduk yang memadai. dengan memperhatikan komposisi penduduk yang ada.Konsekuensinya ialah bahwa di daerah tertentu terlampau padat.

baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. yang langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Dalam rangka mewujudkan ketahanan ideologi tersebut diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila 44 . 4) Memberi kesempatan dan pemberdayaan penduduk khususnya wanita dan generasi muda Pelaksanaan kebijaksanaan tersebut di atas harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. perbaikan mutu dan kebugaran fisik dengan peningkatan keahlian. hambatan serta gangguan yang dari luar ataupun dari dalam.3) Pengaturan kualitas penduduk dilakukan dengan cara peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta derajat dan manfaat yang dapat disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia secara fisik antara lain meningkatkan derajat kesehatan. ancaman. GATRA IDEOLOGI a. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. 4. keterampilan daya manusia secara terarah dan berlanjut. peningkatan keimanan dan ketaqwaan.

dasar negara. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai sikap adil. atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. sumber hukum. Nilai ini mengutamakan kepentingan negara bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. Nilai ini menempatkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan demikian. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. serta pandangan hidup bangsa Indonesia. yang menjamin dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata.sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. sebaliknya kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung nilai spiritual. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Pancasila merupakan ideologi nasional. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. Untuk mencapai ketahanan ideologi 45 .

anggota masyarakat dan warga negara. sebagai pribadi. Masing-masing mempunyai norma kehidupan yang berbeda. yaitu tekad dan semangat untuk secara bersama-sama mewujudkan cita- 46 . Akan tetapi. Pelaksanaan objektif adalah bagaimana pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersurat atau paling tidak tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan segala peraturan perundangundangan di bawahnya. realistik. Pancasila mengandung sifat idealistik. di pihak lain hal ini dapat merupakan titik-titik rawan yang menimbulkan primodialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa. dan fleksibilitas realitas sehingga terbuka terhadap perkembangan yang terjadi sesuai kehidupan. faktor-faktor perekat persatuan bangsa. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ideologi antara lain adalah sebagai berikut. bahasa. Perbedaan ini dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa.diperlukan penghayatan dan pengalaman Pancasila secara murni dan konsekuen. b. serta segala kegiatan penyelenggaraan negara. Pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. tetapi sesuai dengan idealisme yang perkembangan terkandung di dalamnya. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbedabeda. 1) Kemajemukan masyarakat Indonesia Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. baik objektif maupun subjektif. Dalam masyarakat yang majemuk ini perlu selalu ditumbuhkembangkan cita bersama.

yang membawa sistem nilai baik yang bersifat positif yang mendorong kearah kemajuan dan modernisasi maupun yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa serta sendi-sendi kehidupan di seluruh aspek kehidupan nasional bahkan juga menjungkir balikkan nilai-nilai dasar yang telah berakar dan telah mapan dalam NKRI.2) Perkembangan Dunia Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi/informasi dan transportasi menyebabkan dunia terasa semakin sempit. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. bangsa Indonesia harus berpegang teguh kepada identitas dan integritas nasional tidak terpengaruh pada nilai global yang bertentangan dengan Pancasila. Dalam perkembangan dunia seperti ini. 4) Pembangunan Nasional Pembangunan nasional pada hakikatnya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual dalam rangka pencapaian tujuan nasional. 47 . Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. transparan dan tanpa batas yang semakin mengglobal. baik formal maupun informal. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri teladan para pemimpin yang menjadi panutan masyarakat. 3) Kepemimpinan Peranan kepemimpinan. Proses globalisasi ini tercermin dalam globalisasi informasi dan globalisasi ekonomi. Dengan demikian pembangunan nasional dilandasi oleh moral dan etika yang sesuai dengan sistem nilai yang telah disepakati bersama berdasarkan Pancasila.

Pembangunan yang berhasil akan lebih memantapkan Pancasila sebagai ideologi nasional dan dasar negara. selaras dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat. tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Pembinaan ketahanan Ideologi Untuk memperkuat Ketahanan Ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut. gerak dan laju pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. 3) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila harus tetap dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan negara. 4) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia. khususnya oleh setiap penyelenggaraan negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan 48 . c. perlu dituntut sikap yang wajar dari anggota masyarakat dan pemerintah memberikan penghormatan dan penghargaan yang wajar terhadap kebhinekaan. 1) Pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif terus dikembangkan. Kegagalan pembangunan nasional akan membuka kemungkinan bangsa Indonesia berpaling dari Pancasila dan mencoba membangun masa depannya didasari oleh ideologi lain seperti liberalisme atau komunisme. Dengan Pancasila. berbangsa dan bernegara. Di samping itu. 2) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam masyarakat.

5. ancaman. hambatan serta gangguan yang datang dari luar dan dari dalam yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dalam hal ini suri teladan para pemimpin merupakan hal yang sangat perlu. 49 . 5) Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan tumbuhnya materialisme dan sekuralisme. Konsepsi tentang Ketahanan Politik Politik adalah satu aspek kehidupan nasional yang di satu pihak berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan di lain pihak berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai wujud dari kedaulatan di tangan rakyat.serta setiap warga negara Indonesia. Dengan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari memperhatikan kondisi geografi Indonesia. Ketahanan politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan. GATRA POLITIK a. seperti Pendidikan Budi Pekerti. Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara nonformal. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. 6) Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya dalam mata pelajaran lain. strategi pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Bahasa Indonesia dan Kepramukaan.

b) Proses politik merupakan suatu rangkaian pengambilan tentang berbagai kepentingan masyarakat. 1) Politik Dalam Negeri Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. a) Struktur politik merupakan wadah penyaluran aspirasi berupa masyarakat dan sekaligus wadah dalam kepentingan menjaring/pengkaderan pimpinan nasional. baik kepentingan umum yang bersifat nasional keputusan kepentingan politik terselenggara pemilu. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. budaya politik. Stabilitas politik yang sehat dan dinamis diwujudkan oleh adanya keseimbangan. masalah politik meliputi dua bagian utama ialah politik dalam negeri dan politik luar negeri. sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara tersebut haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat. proses politik. yang puncaknya 50 . komunikasi politik. Dalam konteks ketahanan nasional ini. dan partisipasi politik. keserasian dan keselarasan hubungan antara penyelenggaraan pemerintahan negara dan masyarakat. Hubungan ini tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan. dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan.Dalam rangka mewujudkan ketahanan politik. yang unsurunsurnya terdiri dari struktur politik. diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis.

politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. a) Sebagai bagian integral dari strategi nasional Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antar bangsa. politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara 51 . Politik luar negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sebagai sumber pimpinanpimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika. secara jujur dan terbuka. Dengan demikian. d) Komunikasi politik berupa suatu hubungan timbal balik antara semua pihak yang terlibat dalam proses politik. serta antipenjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. baik melalui pendidikan politik maupun kegiatan-kegiatan politik yang sesuai dengan disiplin nasional. yang memungkinkan terselenggaranya sosialisasi politik dengan baik. perdamaian abadi dan keadilan sosial.c) Budaya politik merupakan pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. e) Partisipasi politik adalah wujud kedaulatan rakyat dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara sadar dan rasional. berbangsa dan bernegara.

tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Aktif dalam pengertian tidak pasif. Dalam menjalankan politik luar negeri. yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi percaturan internasional. Lincah. diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan-perkembangan itu. Republik Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan berlandaskan falsafah Pancasila. maka politik luar negeri harus bersifat kenyal. dengan dinamika perubahanperubahan hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia.keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional. permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar memerlukan Perkembangan dan kemungkinan gejolak dunia. UUD 1945 dan Rencana Pembangunan yang Jangka Menengah (RPJM). Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. harus diikuti secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi stabilitas 52 . Situasi internasional negeri yang selalu berkembang penanganan dapat dan menimbulkan penyesuaian. baik politik maupun ekonomi. dalam arti bersikap moderat dalam hal kurang prinsipil. b) Garis Politik Luar Negeri Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. maupun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. Karena heteroginitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia.

Dalam pembangunan hubungan luar negeri merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengatasi ancaman (2) bentuk baru dalam rangka mempertahankan kedaulatan. dan pasar. tata dunia baru diperlukan optimalisasi persabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa dengan 53 mengatasi dampak negatif proteksionisme serta kemampuan memanfaatkan peluang hubungan ekonomi luar . (3) Dalam rangka pencapaian tujuan nasional serta perwujudan penataan. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana dapat negeri. Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global. kepribadian. teknologi. dan kemandirian bangsa. Dengan demikian dapat diambil dan langkah-langkah yang tepat dalam untuk rangka mengamankan memanfaatkan peluang percepatan pelaksanaan pembangunan nasional c) Permasalahan dominan yang dihadapi (1) Adanya kecenderungan dan dominasi dari negara adidaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politik serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada negara lain dalam hal modal. Sebaliknya. globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan.nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan.

sehat lahir dan bathin. tetapi juga memiliki seni kepemimpinan yang mampu menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. ulet.memanfaatkan forum dan organisasi internasional. memiliki visi ke masa depan. sistem pemerintahan tidak menjurus pada pemusatan kekuasaan yang cenderung otoriter. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional). Analisis Permasalahan 1) Analisis Politik Dalam Negeri. tetapi juga tidak mengarah pada sistem politik yang liberal yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. yang sangat dominan adalah faktor kepemimpinan nasional. bersih dan berwibawa. dapat menjaga dinamika kehidupan politik dalam kondisi paradigma nasional (Pancasila. a) pelaksanaan politik dipengaruhi berbagai faktor. Dengan kepemimpinan nasional yang demikian. Berdasarkan berbagai faktor dinamika kehidupan politik serta konsepsi dan permasalahannya. diperlukan pula kemampuan berperan dalam upaya restrukturisasi. Di samping itu. pandai. baik dalam maupun luar negeri sebagai berikut Kepemimpinan Nasional Dalam sistem pemerintahan. Kepemimpinan nasional yang kuat tidak hanya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. tangguh . b. UUD1945. serasi dan selaras. . Dalam kaitan ini permasalahan yang dihadapi adalah pada kemampuan SDM dalam berdiplomasi dan aspek-aspek kelembagaan serta sarana penunjang lainnya. jujur. serta mampu mengambil kebijaksanaan yang serasi antara kebijaksanaan pemerintah dan aspirasi masyarakat. 54 . revitalisasi demokratisasi PBB serta meningkatkan citra politik Indonesia di forum internasional.

pelaksanaan sistem pemerintahan juga sangat ditentukan oleh moral. Kemutlakan hak prerogratif ini. b) Pemilihan Pembantu-Pembantu Pressiden Dalam sistem Kabinet Presidensil. Sebaliknya pemilu yang diwarnai oleh 55 . semangat dan dedikasi para pengelola negara. Pemilu dituntut dilaksanakan secara langsung. dapat mengakibatkan pemilihan pembantu-pembantu dengan pertimbangan subjektif Presiden. Presiden mempunyai hak prerogratif untuk memilih pembantu-pembantunya. dan rahasia. serta jujur dan adil. Dengan demikian. etika. Di samping hal tersebut di atas. Untuk menghindarkan terjadinya deviasi ke arah penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang merugikan rakyat banyak. masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden perlu dibatasi. umum bebas. Seyogyanya Presiden mendengar dan memperhatikan saran dari DPR/DPD serta sedapat mungkin mengikutsertakan berbagai kekuatan sosial politik yang ada sehingga kekuatan-kekuatan tersebut merasa ikut memiliki dan merasa turut bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan ini. c) Pemilu Pelaksanaan sistem pemilu yang dipergunakan hendaknya dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas dan menghayati aspirasi rakyat yang diwakilinya serta mampu menyalurkan dan memperjuangkannya. serta dihormatinya supremasi hukum dan kontrol nasional.Kepemimpinan nasional yang terpilih secara demokrasi akan mendapat dukungan kuat dari rakyat sehingga rakyat akan rela dan bersedia untuk turut melaksanakan kebijaksanaan yang diputuskan oleh pemerintah. pelaksanaan Pemilu akan memuaskan semua pihak sehingga masyarakat secara sadar termotivasi dan bergairah berpatisipasi dalam pemilu.

Hal ini dapat menyebabkan terjadinya keserasian yang menjurus pada gejolak sosial. d) Wadah Penyalur Aspirasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam politik dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan penyalur pendapat masyarakat. serta melalui media massa. e) Kesamaan Visi dan Persepsi Apabila belum terbentuk kesamaan visi dan persepsi antarfraksi-fraksi dalam lembaga perwakilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.kecurangan. rekayasa serta manipulasi kehidupan politiknya dapat berkembang ke arah apatisme. Oleh karena itu. Tanpa disiplin yang kuat dinamika kehidupan bisa menyimpang ke arah yang tidak menentu bahkan dapat membahayakan perikehidupan bangsa dan 56 . kebijaksanaan Pemerintah dapat tidak serasi dengan tuntutan masyarakat. akan sulit dicari konsensus dalam pengambilan keputusan. mulai dari tingkat desa sampai di tingkat pusat. berakumulasi pada keresahan dan gejolak sosial. dan melalui kelembagaan lain. perlu terus digalang adanya visi dan persepsi yang harmonis antarfraksi-fraksi dan lembaga perwakilan agar konsensus yang rasional dapat diciptakan dan terselenggaranya fungsi kontrol dengan sebaik-baiknya f) Disiplin Nasional dan Sistem Hukum Nasional Disiplin nasional merupakan faktor dominan dalam kehidupan bermasyarakat. atau ke arah ketidakpuasan. berbangsa dan bernegara ini. Tersumbatnya wadah penyalur aspirasi ini akan mengakibatkan komunikasi politik antara masyarakat dan pemerintah tidak berjalan dengan lancar dan tidak transparan sehingga kedua belah pihak tidak memahami inisiatif dan aspirasi masing-masing. Dengan demikian.

WNI keturunan etnis asing hendaknya menyadari bahwa ia adalah warga negara Indonesia. meningkatnya kesadaran politik rakyat akan hak dan kewajibannya serta terlepas dari rasa ketakutan dan kekhwatiran akan perlakuan yang tidak adil. aparat hukum. Sangat erat kaitan antara disiplin dengan sistem hukum nasional terutama yang berkaitan atau serta dengan penegakan hukum law enforcement. Dengan demikian.negara. kehidupan dalam meliputi materi hukum. Untuk mewujudkan pembauran ini. tertib politik maupun tertib sosial. Dengan demikian. serta WNI keturunan etnis lain/asing. Budaya asing yang dibawanya dapat diselaraskan dengan budaya daerah tempat ia hidup sehingga dapat memberikan peran serta yang positif terhadap perkembangan budaya nasional. sarana dan prasarana hukum. tetapi hidup dalam kebersamaan. warga negara indonesia pada umumnya. bermasyarakat. baik tertib administrasi. akan tumbuh kesadaran untuk berpatisipasi dan saling menjaga (sense of partipation and sense of security) sehingga tidak hidup secara eksklusif. Yang terutama adanya kesadaran ikut memiliki (sense of belonging). berbangsa. Dengan pemantapan sistem hukum yang kesadaran hukum masyarakat. pemerintah harus berpegang pada prisip kebersamaan yang rasialistis. hidup dan mencari kehidupan di bumi Indonesia. Dengan demikian pembauran dapat terwujud dan 57 . lembaga peradilan dapat menjadi benteng terakhir untuk mencari keadilan. Dengan disiplin dapat diwujudkan ketertiban hukum. hidup dengan keteraturan. terangkat harkat dan martabat bangsanya. dan bernegara berjalan dalam landasan hukum yang mantap serta masyarakat merasa terayomi. g) Pembauran Bangsa Pembinaan pembauran bangsa menyangkut tiga pihak yaitu pemerintah.

sehingga berpatisipasi terjadinya kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan. Untuk mengatasinya diperlukan komunikasi dan dialog secara terbuka. antara pihak-pihak yang terkait. Penerapan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dititikberatkan pada daerah kabupaten/kota dan dapat merupakan sarana pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan di daerah itu sendiri. mengeluarkan bidang politik. h) Pemerataan Hasil Pembangunan Pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. apabila tidak diakomodasi Keresahan kehidupan. dalam memperoleh kesempatan di pendidikan. terutama keresahan di kalangan generasi muda dan mahasiswa. memperoleh kesempatan dan yang diatasi mudah dapat timbul menimbulkan dalam negara gejolak yang sosial. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan kemampuan diplomasi pro 58 . sedang membangun antara lain disebabkan kesenjangan di berbagai bidang kesempatan pekerjaan. i) Keresahan Masyarakat Dari analisis sebelumnya keresahan masyarakat. 2) Analisis Politik Luar Negeri Politik luar negeri dalam memperjuangkan serta mengamankan kepentingan nasional dan turut serta dalam upaya mewujudkan tatanan dunia baru didasarkan prinsip kepada politik luar negeri bebas dan aktif. kesempatan pendapat.terhindar masalah SARA serta primordialisme yang sempit yang merawankan persatuan bangsa.

meningkatkan peranan Indonesia dalam upaya restrukturisasi. c. adanya dominasi negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negatif bagi kepentingan negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan. b) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. dan kemantapan ideologi dalam memelihara Tannas. meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan di luar negeri. Dalam menghadapi tantangan pada tingakat global. Di samping itu. Gerakan Non Blok. tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat absolut. harus dicegah timbulnya diktator mayoritas dan tirani minoritas. revatilasi dan demokratisasi PBB. Asia Pasifik. sehingga tidak antagonistis yang dapat menjurus kepada konflik/bentrokan fisik. kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD 1945. tetapi perbedaan pendapat tersebut tidak menyangkut nilai dasar. antara lain. Di samping itu. serta meningkatkan kerja sama antarnegara ASEAN. Pembinaan Ketahanan Politik 1) Ketahanan Politik Dalam Negeri a) Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum. Kerja sama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional. OKI dan kerja sama antarkawasan. hubungan luar negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri. keteguhan sikap. 59 .aktif guna memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional. meningkatkan investasi.

Iptek dan sosbud terus dilanjutkan dan dikembangkan. dan Wawasan Nusantara. pelajar dan mahasiswa. baik pemerintah maupun masyarakat terutama di bidang ekonomi. b) dalam Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas rangka meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan antara negara berkembang dengan negara maju sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. pertukaran pemuda. UUD 1945. d) Terjalin komunikasi politik timbal balik antara Pemerintah dengan masyarakat.c) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. memantapkan persatuan kesatuan bangsa dan keutuhan NKRI. c) Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain melalui promosi. meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri. serta kegiatan olah raga. Kerja sama negara anggota ASEAN. Peranan Indonesia dalam membina dan mempererat persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang saling menguntungkan perlu terus diperluas dan ditingkatkan. 60 . dan antarkelompok/golongan dalam masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional. Peran aktif Indonesia dalam Gerakan Non Blok dan OKI serta mengembangkan hubungan demi kerja sama antarnegara di kawasan Asia Pasifik perlu terus ditingkatkan. peningkatan diplomasi dan lobi internasional. dengan tetap dalam lingkup Pancasila. 2) Ketahanan Politik Luar Negeri a) Hubungan luar negeri ditujukan untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan.

perdamaian abadi dan keadilan sosial melalui penggalangan dan pemupukan solidaritas dan kesamaan sikap serta kerja sama internasional dengan memanfaatkan berbagai forum regional dan global. perubahan. Selain itu. dan demokratis. pelatihan dan penyuluh calon diplomat agar dapat menjawab tantangan tugas yang dihadapi. g) Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem dengan pendidikan. e) maju Langkah bersama negara berkembang untuk memperkecil perlu ditingkatkan dengan melaksanakan perjanjian ketimpangan dan mengurangi ketidak-adilan dengan negara industri perdagangan internasional serta kerja sama dengan lembagalembaga keuangan internasional. efisien. dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan saksama agar secara dini dapat diperkirakan terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional serta yang menghambat kelancaran pembangunan dan pencapaian tujuan nasional. Peran aktif Indonesia dalam pelucutan senjata. h) Perjuangan bangsa Indonesia di dunia yang menyangkut kepentingan nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari 61 . dan dalam pengiriman serta pelibatan pasukan perdamaian dan peran serta di dalam penyelesaikan konflik antar bangsa perlu terus ditingkatkan. Upaya restrukturisasi PBB terutama Dewan Keamanan terus dilaksanakan agar efektif. f) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perlu ditingkatkan aspek-aspek kelembagaan dan sarana penunjang lainnya.d) Perkembangan.

serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. serta konsumsi barang dan jasa. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang atau tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. baik secara individu maupun kelompok. pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. tersedianya barang dan jasa. hambatan dan gangguan. 6. terpeliharanya fungsi lingkungan hidup. distribusi. Wujud perekonomian ketahanan bangsa ekonomi tercermin dalam kondisi yang kehidupan mengandung yang berdasarkan Pancasila. Konsepsi tentang Ketahanan Ekonomi Ekonomi adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi produksi. 62 . Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. GATRA EKONOMI a. Dengan demikian.kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri perlu di tingkatkan. ancaman.

Tidak kalah pentingnya adalah perlunya diciptakan iklim usaha yang sehat dan dinamis sehingga menggairahkan kalangan dunia usaha. sedangkan negara-negara komunis sudah mulai memasukkan beberapa aspek kapitalisme meskipun dengan modifikasi tertentu. disiplin. dan etos kerja. Sistem ekonomi liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. 63 .b. Namun. 2) Manajemen Kegiatan ekonomi memerlukan penerapan manajemen yang tepat dan memadai untuk meningkatkan produktivitas dan mutu produksi barang dan jasa. Di lain pihak. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut 1) Sifat Keterbukaan Sistem Perekonomian Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak atau warna terhadap kehidupan ekonomi dari negara tersebut. Kini tidak ada lagi sistem ekonomi liberal murni atau sistem ekonomi sosialis murni. Pada dasarnya sistem ekonomi suatu negara tak dapat dipisahkan dari ideologi yang dianut. Jenis manajemen mana pun yang dipakai. Sistem liberal yang terdapat di dunia kapitalis sudah menyerap beberapa unsur dari sosialisme. perlu ada dukungan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki motivasi. kurang peka terhadap pengaruh dari luar. sistem ekonomi sosialis dengan sifat perencanaan serta pengendalian penuh oleh pemerintah. Sistem ekonomi Indonesia terbuka terhadap perkembangan sistem ekonomi dunia yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam sistem yang berdasarkan Pancasila. berarti bahwa sistem ini tetap stabil serta mampu tidak menciptakan perekonomian yang lancar dan maju.

4) Diversifikasi pemasaran Peningkatan produksi perlu diikuti dengan perkembangan pasar. Oleh karena itu. baik di pasar domestik maupun di pasar luar negeri. tetapi tidak dapat menciptakan lapangan kerja langsung secara luas. kemampuan. baik yang pontensial maupun yang nyata. teknologi merupakan faktor penting bagi upaya peningkatan berbagai kegiatan ekonomi. dan pelayanan. terutama dalam era globalisasi. perlu senantiasa dicarikan pemasaran baru bagi produk yang dihasilkan.3) Hubungan ekonomi luar negeri Perkembangan perekonomian tiap negara tidak dapat terlepas dari saling ketergantungan dari negara lain. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatan kemampuan perekonomian negara. dan kesempatan. kualitas. Menjual hasil produksi di pasar dalam negeri ataupun di pasar luar negeri akan menghadapi persaingan yang tidak ringan karena timbulnya kejenuhan pasar. Faktor-faktor penyebabnya terutama terletak pada perbedaan dalam hal kekayaan. masalah itu antara lain menjadi terkenal masalah Utara-Selatan atau Selatan-Selatan. Dalam lingkup internasional. Karena perbedaan itulah timbul negara kaya dan negara miskin. Namun demikian hubungan ekonomi dan perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral tidak saling menguntungkan pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana yang diharapkan. 5) Teknologi Dalam kehidupan ekonomi. teknologi dapat juga menimbulkan 64 . Di lain pihak. Penggunaan teknologi mutakhir dapat lebih mendayagunakan sumber daya alam. persaingan harga. artinya diversifikasi pemasaran merupakan satu keharusan agar produksi terus bisa diperluas hingga ekspor dapat meningkat dan perolehan devisa akan meningkat pula.

barang dan jasa. perlu pemanfaatan teknologi mutakhir dalam rangka memperoleh nilai tambah 6) Struktur Ekonomi Di negara-negara industri maju. Oleh karena itu. sektor industri merupakan kontribusi yang cukup besar pada PDB yang menentukan stabilitas serta kondisi perekonomiannya. dan udara yang dikelola secara terpadu dan didukung oleh jaringan komunikasi yang luas serta lembaga-lembaga keuangan yang mumpuni merupakan syarat mutlak bagi perkembangan ekonomi melalui produksi barang dan jasa yang ditunjang oleh distribusi dan perdagangan yang lancar. selain dapat memberikan nilai tambah dapat pula memberikan kesempatan kerja. Di negara-negara berkembang perekonomian didominasi oleh sektor non-industri. Untuk itu. Karena tuntutan kebutuhan. bahkan dapat macet tanpa adanya prasarana dan sarana yang memungkinkan kelancaran arus bahan. terutama sektor pertanian dengan nilai tukar perdagangan terms of trade yang hanya menguntungkan negara industri. diperlukan juga sektor pertanian yang tangguh. diperlukan pemilihan teknologi yang tepat guna. Di negara berkembang di samping diperlukan sektor industri guna peningkatan nilai tambah. distribusi. struktur ekonomi yang belum seimbang antara pertanian dan perindustrian mengandung berbagai kerawanan. perdagangan dan jasa akan terhambat.kerawanan karena ketergantungan yang besar terhadap pihak luar serta kurangnya kemampuan penguasaan teknologi serta pemanfaatannya. 65 . laut. 7) Infrastuktur (Sarana dan Prasarana) Kegiatan ekonomi berupa produksi. Angkutan melalui darat. Negara berkembang pada umumnya menghadapi masalah pengangguran.

2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan hal-hal sebagai berikut a) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang. Untuk itu diperlukan pembinaan yang serasi terhadap manusia Indonesia sebagai objek dan sekaligus subjek pembangunan ekonomi. SDM Indonesia yang jumlahnya cukup besar dengan kualitas relatif masih rendah. c. merupakan beban dan sumber kerawanan sosial ekonomi. dan struktur yang tidak menguntungkan. perlu dilakukan peningkatan mobilitas dana dalam negeri melalui sistem perpajakan di samping dana tabungan masyarakat sebagai salah satu sumber pembangunan ekonomi yang didukung oleh kebijaksanaan moneter yang mantap. 9) Potensi dan Pengelolaan Sumber Dana Dana yang berasal. 66 . Pembinaan Ketahanan Ekonomi 1) Sistem ekonomi harus dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu. Dana dari luar yang terlalu besar dengan penggunaan yang tidak produktif serta menimbulkan ketergantungan negara akan mengakibatkan kerawanan sehingga dapat menghambat pembangunan ekonomi. baik dari dalam maupun dari luar negeri sangat penting bagi upaya meningkatkan pembangunan dan pengembangan ekonomi. dengan persebaran yang tidak merata.8) Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas serta berjiwa kewirausahaan mempunyai arti positif bagi peningkatan ketahanan ekonomi.

4) Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat.b) Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. badan usaha swasta dan sektor informal untuk mewujudkan pertumbuhan pemerataan dan stabilitas ekonomi. 5) Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil – hasilnya dan keserasian senantiasa dilaksanakan melalui keseimbangan pembangunan antar wilayah dan antarsektor. c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial. Harus diusahakan keterkaitan dan kemitraan antara para pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi yaitu pemerintah. badan usaha milik negara. 3) Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antarsektor pertanian dengan perindustrian dan jasa. Dengan demikian ketahanan ekonomi yang demikian adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa berlandaskan Pancasila yang mengandung 67 . 6) Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat memanfaatkan dan dinamis dalam mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional dengan sumber daya nasional secara optimal dengan sarana iptek tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan serta dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja . koperasi. serta memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.

serta dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. Rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. yaitu segi sosial di mana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia. Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik sosial budaya bangsa dan Indonesia mengatasi yang berisi keuletan dan ketangguhan nasional yang mengandung kemampuan menghadapi mengembangkan kekuatan segala tantangan. Dengan demikian. 68 . hambatan serta gangguan. memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing 7.nilai dan norma kebersamaan. Konsepsi tentang Ketahanan Sosial Budaya Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia. rasa. di dalam ancaman. Adapun hakikat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. GATRA SOSIAL BUDAYA a. dan segi budaya yang merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tingkah dan hasil tingkah laku yang terlembagakan.kemampuan yang tinggi. pengertian sosial pada hakekatnya pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai .

berkualitas. perilaku dan gaya hidup. Analisis Permasalahan 1) Kebudayaan Daerah Bangsa suku-suku Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subKarena tertentu. Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan semangat dan jiwa secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing. Local genius inilah pangkal kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. 69 .yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suatu bangsa yang bersangkutan. serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. bangsa tersebut mendiami daerah-daerah etnis. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. kebudayaannya sering disebut sebagai kebudayaan daerah. b. yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. rukun. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia adalah pengembangan kondisi sosial budaya ketika setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. cinta tanah air. atau sering disebut sebagai local genius yang mempunyai kemampuan beradaptasi dengan budaya asing segala tanpa kehilangan identitasnya. maju. kebudayaan daerah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap. bersatu. Dalam kehidupan sehari-hari.

perkembangan kehidupan sosial budaya bangsa tidak akan terlepas dari perkembangan sosial budaya daerah. maka kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan nasional) merupakan hasil (resultante ) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Mengingat bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah hidupnya. Dengan 2) demikian. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian. dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. tidak ada unsur pemaksaan dan dominasi budaya satu daerah tertentu terhadap budaya daerah lainnya. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Mengingat bangsa Indonesia dibentuk dari persatuan suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara. Kebudayaan Nasional.Kebudayaan Dalam kehidupan suku-suku bernegara yang mendiami saat ini. wilayah Nusantara ini telah lama saling berkomunikasi dari berinteraksi dalam kesetaraan. adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-siaft dasar sebagai berikut : 70 . kebudayaan nasional akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya daerah. Hal yang penting adalah bahwa interaksi budaya tersebut harus berjalan secara wajar dan alamiah. gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntutan Pancasila. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan menjadi tuntutan dasar dari segenap sikap. Secara umum. yang kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Kebudayaan nasional juga dapat merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing).

Pada tahun 1928 telah mampu menghasilkan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai satu bangsa di satu tanah air. Aspirasi ini terwujud secara hukum dan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Bersifat kekeluargaan. Interaksi dengan budaya baru diperoleh melalui pendidikan 71 . Di masa depan.a) b) c) d) 3) Bersifat religius. akan menjadi tugas seluruh warga bangsa. Keyakinan tersebut harus diamalkan dalam setiap sikap. yaitu keinginan dan semangat untuk hidup bersama dan meraih cita-cita bersama. 4) Kehidupan Beragama Sila pertama dari Pancasila menuntun setiap warga bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupannya berdasarkan keyakinan terhadap agama tertentu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Bersifat kerakyatan. Bersifat hidup serba selaras. dan gaya hidup warga bangsa. Pengamalan dari ajaran agama secara benar akan menumbuhkan suasana kehidupan masyarakat yang sangat baik. perilaku dan nilai sosial budaya ke arah yang dikehendaki. Integrasi Nasional Komunikasi dan integrasi sosial yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini. 5) Pendidikan Pendidikan adalah upaya secara sadar dan tertib untuk merubah dan mengembangkan sikap. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya justru merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia dan di masa lalu telah mampu memunculkan faktor-faktor perekat persatuan dan integrasi bangsa. upaya untuk melestarikan keberadaan faktor perekat persatuan bangsa. perilaku.

Konsepsi tentang Ketahanan Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan 72 bangsa Indonesia seharusnya mampu melahirkan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru ataupunteknologi yang . 3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai perwujudan budaya bangsa.ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Toleransi Kehidupan Beragama Pembinaan penghayatan dan kehidupan pengamalan beragama ajaran tidak agama hanya untuk diri mencakup manusia pemeluknya sendiri. Kebhinekaan budaya daerah yang merupakan kekayaan bangsa. Sesuai dengan kekhasan budaya bangsa yang terdiri dari unsur-unsur budaya daerah yang beraneka ragam. GATRA PERTAHANAN DAN KEAMANAN a. sesuai dengan identitas bangsa. 8. Sistem pendidikan yang mantap serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membentuk budaya bangsa sangat tangguh. Dengan berkembangnya sosial budaya daerah maka sosial budaya bangsa yang merupakan resultante sosial budaya daerah akan berkembang pula. c. justru menuntut agar pengembangan sosial budaya daerah mendapatkan prioritas. Pembinaan Ketahanan Sosial Budaya 1) Pengembangan Sosial Budaya Pengembangan sosial budaya bangsa Indonesia berjalan bersama dengan pengembangan sosial budaya daerah. tetapii harus disertai pemahaman dan penghormatan terhadap keberadaan agama lain beserta masyarakat pemeluknya.

negara. ekonomi. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. untuk menjamin penyelenggaraan 73 . dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. pada saat seluruh potensi dan kekuatan idiologi. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. sosial budaya. di dalam menghadapi dan mengatasi segala TAHG yang datang dari luar ataupun dari dalam. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara. mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. politik. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya. militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi. integritas. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas. dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. suatu perjuangan rakyat semesta. Ketahanan dan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional.

tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. kerelaan berjuang dan berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Upaya pertahanan dan keamanan negara yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuskan ke 74 . bangsa Indonesia berhasrat dalam setiap penyelesaian pertikaian. keutuhan dan wilayah. landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional Wawasan Nusantara. kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa negara di dunia serta tidak dikendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. Oleh karena itu. baik nasional maupun internasional selalu mengutamakan cara-cara damai. 2) Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara Kesatuan Republik Indonesia dilandasi oleh landasan idiil Pancasila. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila. Walaupun cinta damai. 3) Pertahanan dan keamanan negara merupakan upaya nasional terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan hak dan kewajiban bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. tanpa mengenal menyerah.sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UDD 1945 yang ditandai berikut : 1) Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. terpeliharanya keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional.

pertahanan Pendayagunaan dan keamanan terkoordinasikan untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara dalam keseimbangan dan keserasian antara kepentingan kesejahteraan dan keamanan. diperlukan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia yang bermutu. b. memiliki kemampuan startegis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk 75 .dalam doktrin yang selama ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia. 5) Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan kedalam satu wadah tungggal yang dinamakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 4) Pertahanan dan keamanan potensi negara negara nasional dilakukan Republik dalam secara Indonesia pengelolaan optimal dan diselenggarakan sishankamrata yang bersifat total. kerakyatan dan kewilayahan. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. Analisis dan permasalahan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Pertahanan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan antara lain adalah sebagai berikut. tentara pejuang dan tentara nasional. perannya tetap diabdikan bagi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan angkatan perang Republik Indonesia (APRI) dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat. 1) Geografi Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Kepulauan Nusantara.

Oleh karena itu. 3) Sumber Kekayaan Alam Sumber kekayaan alam pada umumnya makin lama semakin langka. persebaran. Dengan demikian. harus selalu dirumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. upaya hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. Selanjutnya. perhitungan. dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. perlu adanya penyesuian antara kebutuhan dengan sumber daya alam yang ada.menguasai dan melindungi setiap titik. adanya polarisasi perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar. 4) Kondisi Internasional Kenyataan yang ada menunjukkan internasional menunjukkan bahwa pada hakikatnya dari merupakan tidak refleksi pertentangan-pertentangan Kondisi internasional kepentingan-kepentingan nasional setiap negara. hal ini lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang 76 . Kualitas penduduk yang mampu berperan positif dalam keamanan nasional sangat menentukan karena ketahanan pertahanan dan keamanan merupakan usaha integral rakyat. 2) Demografi Pemerataan. sedangkan kebutuhan manusia terus meningkat. Karena tidak adanya kepastian masa depan. seolah-olah tidak ada batasnya. Akan tetapi. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air serta wilayah udara di atasnya. dan kepadatan penduduk kurang proporsional sehingga banyak terdapat daerah-daerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. diharapkan ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan.

terutama pada masa-masa kritis ketika kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan bangsa dan negara. Kemampuan manajemen sesuai dengan kepribadian Indonesia. kearifan dalam memperjuangkan anggaran yang lebih memadai. berisi ketangguhan. Pembinaan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan 1) Pertahanan serta dan keamanan melalui harus yang dapat mewujudkan sishankamrata kesiapsiagaan kemampuan upaya bela negara. penelitian dan pengembangan khususnya dalam mendukung sistem senjata teknologi (sistek) 6) Kepemimpinan dan Manajemen Berhasil atau gagalnya bangsa Indonesia di bidang hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. Anggaran pertahanan dan keamanan sangat terbatas akan lebih memerlukan tingkat efisiensi manajemen yang tinggi. bersih.bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. dan kekuatan penyelenggaraan 77 . berwibawa dan dinamis serta mendapat kepercayaan rakyat. Dalam upaya di bidang hankamneg perlu diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. perlu ditingkatkan. c. pada semua eselon. 5) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya tekanan-tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat terwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. Perlu diambil langkah yang konkret untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut.

pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dan industri dalam negeri masih terbatas kemampuannya. menghormati hak Asasi manusia (HAM) dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan 78 . 4) Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia. 2) dan Bangsa Indonesia cinta damai. arif bijaksana. 5) Perlengkapan dan dan peralatan untuk mendukung dan pembangunan sedapat kekuatan kemampuan pertahanan keamanan mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri. harus ditingkatkan kemampuannya.untuk menjamin keseimbangan hidup bangsa dan pembangunan negara berdasarkan nasional Pancasila dan dan kelangsungan UUD 1945. Mempertahankan tetapi lebih cinta kemerdekaan kemerdekaan bangsa dan menggamankan kedaulatan negara yang mencakup wilayah tanah air beserta segenap isinya merupakan suatu kehormatan demi mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri. 3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan martabat bangsa dan negara. Oleh karena itu haruslah diselenggarakan dengan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan yang untuk kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. kedaulatannya. 6) Pembangunan dan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan manusia- pertahanan keamanan haruslah diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur. Oleh karena itu.

79 . dan memerlukan dukungan manusia-manusia yang bermutu tinggi. dan Kelangsungan serta hidup dan perkembangan jawab. berpedoman pada Saptamarga yang merupakan penjabaran Pancasila. 9) Masyarakat secara terus menerus perlu ditingkatkan kesadaran dan ketaatannya kepada hukum. dan mewujudkan keamanan ketertiban masyarakat. profesional. Sebagai kekuatan pertahanan. dalam keadaan damai. 7) TNI Sebagai tentara rakyat. memelihara. disusun dalam sishankamrata dengan srategi penangkalan. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. tentara pejuang dan tentara nasional. TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil.damai. efesien dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah tunggal TNI. Polri berpedoman kepada Tribrata dan Caturprasetiya dan dikembangkan sebagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menyangkal segala bentuk ancaman. Dengan demikian ketahanan pertahanan dan keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. 8) Sebagai kekuatan inti Kamtibmas. kerelaan hidup bangsa. efektif. tanggap tangguh bertanggung berjuang berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi.

kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. RANGKUMAN 1. bila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan menjadi modal yang sangat besar dan menguntungkan. sumber hubungan luar negeri tetapi juga sebagai sumber sengketa. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap gatra. 3. laut dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yuridiksi nasional NKRI. memberikan Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif 2. sumber energi. Gatra Kependudukan Jumlah penduduk yang sangat besar. Analisis pula pola pembinaan masing-masing gatra. sumber parawisata. sumber pendapatan nasional. Gatra Kekayaan Alam Kekayaan alam menurut jenisnya dapat dibedakan dalam 8 golongan yang merupakan sumber dan potensi alam dipermukaan serta di dalam bumi. Kedudukan Indonesia secara geografis berada pada posisi silang.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 7. 2. Kekayaan alam berfungsi sebagai sumber kehidupan. tetapi penduduk yang besar akan menjadi masalah apabila tidak mampu dibina sehingga menimbulkan masalah sosial. sumber bahan baku industri. 80 . Coba pula Saudara amati analisis permasalahan masing-masing gatra. 3. Gatra Geografi Geografi menggambarkan di mana tempat NKRI di atas bumi tentang bentuk ke dalam dan ke luarnya.

Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berdasarkan Pancasila. rasa. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Untuk mewujudkan ketahanan politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. 7. meliputi produksi. 5. Gatra Ekonomi Ekonomi merupakan salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat. Gatra Sosial Budaya Sosial dapat diartikan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai dan norma kebersamaan. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. politik juga berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai perwujudan dari kedaulatan berada di tangan rakyat. yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan 81 . distribusi serta konsumsi barang dan jasa serta usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. sedangkan budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. 6. Gatra Ideologi Ideologi merupakan suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi serta terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan. Keampuhan suatu ideologi sangat dipengaruhi kepada nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta jaminan segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia.4. Gatra Politik Politik merupakan satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. 8. Gatra Hankam Daya dan upaya seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela negara, suatu perjuangan rakyat semesta, ketika seluruh potensi dan kekuatan idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

82

KETAHANAN NASIONAL

IMPLEMENTASI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 8
1. Sebagai sutau pedoman, Konsepsi Ketahanan Nasional pada dasarnya dapat dalam seluruh penyelenggaraan Pembangunan kehidupan dan bermasyarakat, Pembangunan Konsepsi Nasional digunakan sebagai Nasional

diimplementasikan pedoman dalam

berbangsa dan bernegara. Secara lebih konkrit, penyelenggaraan

Daerah/Wilayah, mulai tahap perencanan sampai dengan tahap pelaksanaan serta tahap evaluasinya. Untuk implementasinya, Konsepsi Ketahanan Nasional perlu dijabarkan dalam kerangka pemikiran yang lebih tennis operasional, namun tetap mengacu pada kaedah yang terkandung dalam konsepsi termaksud. 2. Keterkaitan Ketahanan Nasional terhadap Pembangunan Nasional, tercermin pada Makin meningkatnya intensitas Secara implisit

Konsepsi Ketahanan Nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui Pembangunan Nasional. Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional, sebaliknya kokohnya Ketahanan Nasional akan mendorong lajunya Pembangunan Nasional. Ketahanan Nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 3. Kriteria Implementasi. Kriteria dimaksud adalah nilai-nilai praktis yang

merupakan cerminan dari kaedah-kaedah konsepsional yang terkandung dalam konsepsi Ketahanan Nasional. Nilai-nilai tersebut harus secara subtantif terlihat dalam Kriteria atau nilai tersebut adalah : pelaksanaan Pembangunan Nasional/Daerah. a.

Keseluruhan (Comprehensive). Maksud dari ”keseluruhan” adalah masalah yang berskala nasional, 83

bahwa semua aspek yang terkait dengan pokok masalah harus diperhatikan dan dipertimbangkan keterkaitannya. Untuk

pengertian ”keseluruhan” mencakup kelima gatra dinamis, yaitu gatra Ideolgi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam. Untuk masalah dengan skala yang lebih sempit, pengertian ”keseluruhan” dapat dibatasi dengan aspek-aspek yang terkait saja. Gambaran rangkaian keterkaitan dari seluruh aspek. b. Keuletan dan Ketangguhan. Pengembangan faktor keuletan dan yang utuh tentang

ketangguhan merupakan inti dari penyelenggaraan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. c. Keseimbangan Antara Kepentingan Kesejahteraan dengan

Keamanan.

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat

dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta ensensial, baik bagi perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan yang serasi mencerminkan keuletan dan ketangguhan Ketahanan Nasional. d. Dinamis, mempertimbangkan kecenderungan perubahan lingkungan luar Lingkungan luar berasal dari luar sistim pembangunan

maupun dalam.

nasional, sedangkan lingkungan dalam adalah kondisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pembangunan tersebut ( feed back). e. Kemandirian. Percaya pada kemanpuan dan kekuatan sendiri dengan

keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (indenpendent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling mrnguntungkan dalam perkembangan global (indenpendent). f. Partisipatif. Ketahanan Nasional merupakan resultante dari kinerja

segenap komponen bangsa, baik pada supra, infra maupun substruktur.

84

Kerjasama yang sinergik antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah otonom beserta seluruh masyarakat Indonesia.

4.

Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Nasional. a. Implementasi Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Wasantara dan Tannas telah diajarkan dan dimasyarakatkan melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah, namun karena besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah Indonesia , serta maraknya berbagai pengaruh yang kurang menguntungkan, maka pemahanan dan penghayatan Wasantara dan Tannas dalam kehidupan bermasyarakat dirasakan belum mantap. Kehidupan bermasyarakat masih mengandung kerawanan laten/masalah Sara (suku, agama, ras dan antar golongan), primordialisme, dan potensi yang mengancam persatuan dan kekuatan bangsa. Sampai saat ini masih dirasakan kecenderungan yang dapat memicu terjadinya kerusuhan massal yang bersumber pada masalah sara ditambah dengan masalah ketidak adilan dan kesenjangan sosial ekonomi. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa kerukunan hidup bermasyarakat, kerukunan hidup intra dan antar umuat beragama dan solidaritas sosial sebagai penopang persatuan dan kesatuan masih belum mantap. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab turut bermain dengan memanfaatkan kerawanan tersebut, untuk kepentingannya atau kepentingan sponsornya. Primordialisme, masalah sara, masalah ketidakadilan, maslah KKN, dan kesenjangan sosial ekonomi, secara bertahap akan dapat diatasi, bila seluruh warga masyarajat warga Indonesia memahami menghayati dan mengamalkan Wasantara dan Tannas sebagai daya tangkal terhadap TAHG. Pemahaman penghayatan, dan pengamalan Wasantara dan Tannas ini hendaknya dimulai dari setiap pribadi, meningkat kekeluarga, kelompok dan

85

Kecenderungan terjadinya konflik dan Perpecahan dalam kehidupan berbangsa samapi saat ini bersumber pada perbedaan Cita Negara (contoh DI/TII. Aceh merdeka. Gerakan reformasi. Sumber-sumber perpecahan tersebut diatas akan secara bertahap dapat diatasi. PRRI).golongan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan. etnis. budaya atau adat istiadat. bila seluruh komponen bangsa terutama para penyelenggara negara. dengan berpikir. adil dan makmur. agama. serta perbedaan kepentingan kekuatan sosial politik. Republik Maluku Selatan). turut memelihara kelestarian lingkungan hidup dan tidak bertindak ”counter productive” terhadap Tannas (tindakan yang justru melemahkan Tannas). kebangsaan Indoensia tidak didasarkan pada kesaman suku. demokratis. yang merdeka. khususnya pada saat menjelang dan masa kampenye Pemilu. elit politik dan generasi muda bangsa menghayati cita-cita dan tujuan Nasional serta konsepsi nasional Wasantara dan Tannas. tidak memaksakan 86 . disamping memiliki sisi positif yaitu menuntut berbagai pembenahan khususnya dibidang politik. bersikap dan bertindak sealu mengutamakan persatuan dan kesatuan. Sejak proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Implementasi Dalam Kehidupan Berbangsa. bahkan ada yang ingin memisahkan diri atau separatisme (Contoh : Papua Merdeka. ekonomi dan hukum. tetapi didasarkan pada kesamaan cita-cita yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. bersatu berdaulat. NII. Kekuatan Sospol hendaknya menyerap aspirasi masyarakat dan mengartikulasikan kedalam kepentingan golongan/parpol untuk selanjutnya disalurkan kepada supra struktur dan diperjuangkan dengan didasari budaya politik Pancasila (musyawarah untuk mufakat. yaitu : negara Indonesia. b. juga memiliki sisi negatif bila tidak ada ”law and order” yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. keinginan untuk merubah bentuk menjadi negara federal.

ekonomi kerakyatan dan masalah-masalah baru yang penyesuaian dan pembuatan peraturan perundang-undangannya. landasan konstitusional : UUD 1945. menjadi keputusan yang dituangkan dalam peratutan perundang-undangan dan program-program pembangunan. dan parpol ditampung dan diolah oleh supra struktur dengan sungguhsungguh. Wasantara dan Tannas. Implementasi Dalam Kehidupan Bernegara.kehendak dan tidak adu kekuasaan/kekuatan). memerluakan Peraturan perundang-undangan yang dibuat pada masa RI belum seluruhnya dengan tegas mengacu kepada Wasantara dan 87 . Tannas. Dalam kehidupan bernegara. dan dengan sendirinya tidak sesuai dengan Pancasila. Disamping itu terdapat aspirasi dan tuntutan baru seperti pemberdayaan daerah. banyak mengahadapi permasalahan tentang peraturan perundang-undangan yang hingga saat ini masih dalam proses regulasi dan deregulasi. adalah warisan jaman penjajahan Belanda yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. kepentingan golongan. daerah. NKRI sebagai salah satu negara berkembang yang merebut kemerdekaan dengan revolusi fisik . mengacu kepada landasan idiil : Pancasila. mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan pribadi. Banyak peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai saat ini. dan landasan visional : Wasantara serta landasan konseptual : Tannas. aspirasi masyarakat. UUD 1945. golongan/parpol. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful