KONDISI KETAHANAN NASIONAL

PENDAHULUAN 1. Umum. a. Ketahanan Nasional (TANNAS) merupakan salah satu Doktrin Nasional yang secara terus menerus dibina dan dikembangkan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS). Mengingat pentingnya fungsi Ketahanan Nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, materi ini merupakan salah satu materi ajaran pokok yang diberikan kepada peserta seluruh kursus yang diselenggarakan oleh Lemhannas. dapat menguasai materi Sehubungan dengan itu setiap alumni Ketahanan Nasional dan mampu Lemhannas sebagai kader pemimpin nasional dimasa mendatang diharapkan mengimplementasikannya dalam kegiatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. b. Guna lebih memudahkan pemahaman materi Ketahanan Nasional,

Lemhannas telah menyusun MODUL Konsepsi

Ketahanan Nasional yang Bagi pembaca

merupakan inti sari atau pokok-pokok materi ketahanan Nasional.

atau calon peserta kursus Lemhannas yang ingin lebih mendalami materi tersebut kiranya dapat membaca berbagai referensi terkait dengan Ketahanan Nasional sesuai dengan yang dicantumkan dalam MODUL.

2.

Maksud dan Tujuan Modul Konsepsi Ketahanan Nasional dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman

materi TANNAS bagi para pembaca dan/ atau calon peserta kursus Lemhannas sehingga memiliki pengetahuan awal tentang TANNAS yang selanjutnya akan dikembangkan pada saat mengikuti kursus, seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh Lemhannas.

1

3.

Ruang Lingkup dan Tata Urut Modul. Konsepsi Ketahanan Nasional meliputi Ketahanan Nasional dan Konsepsi

Ketahanan Nasional serta beberapa penugasan dan referensi yang digunakan yang dibagi dalam tiga bagian yaitu : a. b. c. Filosofi Ketahanan Nasional Indonesia. Konsep Dasar Ketahanan Nasional Konsepsi Gatra

2

KETAHANAN NASIONAL
FILOSOFI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Kegiatan Belajar 1

PENDAHULUAN Proklamasi 17 Agustus 1945 telah mengantarkan Indonesia ke alam dan suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang merdeka dan berdaulat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Untuk itu, bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem kehidupan nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi nasional dan dasar negara, serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka pengamalan Pancasila. Dalam mengatur dan meyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dengan lingkungannya, baik dalam lingkup nasional, regional maupun global. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya, bangsa Indonesia memiliki cara pandang, cara tinjau, cara tanggap inderawi, yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman, tuntunan, dan panduan, agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan cita-cita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. Suatu tujuan yang telah merupakan ikrar atau 3

kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, untuk membentuk suatu pemerintahan negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiana abadi, dan keadilan sosial. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu, diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional. Ketahanan nasional perlu ditingkatkan dan dipupuk atau dibina terus menerus berdasarkan Wawasan Nusantara melalui upaya pembangunan nasional di segenap aspek dan dimensi kehidupan. Saling keterkaitan antara Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, dan pembangunan nasional, menempatkan Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, tuntunan dan sebagai rambu-rambu pemandu bagi perwujudan ketahanan nasional. Keterkaitan ketahanan nasional terhadap pembangunan nasional, tercermin pada konsepsi ketahanan nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui pembangunan nasional. Makin meningkatnya intensitas pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional, sebaliknya kokohnya ketahanan nasional akan mendorong lajunya pembangunan nasional. Secara implisit ketahanan nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berdasarkan nilai Pancasila, norma UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.

4

DI/TII bahkan mampu merebut kembali Irian Jaya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. kelemahan. dan dorongan bagi terciptanya suasana damai dan tenteram dalam kehidupan nasional.bangsa dalam tatanan internasional. Negara Kesatuan Republik Indonesia masih tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka. Kesadaran bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh konstelasi geografi dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah. peluang dan kendala yang dihadapinya. tidak luput dari berbagai gejolak dan ancaman di dalam negeri ataupun luar negeri. bangsa Indonesia makin menyadari hakikat jati diri dan lingkungannya yang serba Nusantara berikut kekuatan. baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan. Latar Belakang Dari pengalaman sejarahnya. yang hampir-hampir membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sehingga dapat mempengaruhi bahkan membahayakan kelangsungan hidup dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 5 . bangsa dan negara Indonesia selain telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap ancaman dari luar antara lain agresi militer Belanda.POKOK BAHASAN 1. Ditinjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis. Sungguhpun demikian. dan berdaulat. Hal tersebut. bersatu. potensi sumber kekayaan alam serta besarnya jumlah dan kemampuan penduduk yang dimilikinya. telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar Negara besar dan adikuasa. pemberontakan PKI. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sebagaimana dikemukakan di atas. juga telah mampu menegakkan wibawa pemerintah terhadap gerakan separatis. Kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. memberikan motivasi. serta terselenggaranya ketertiban dan keadilan dalam membina hubungan antar.

Sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan. berdaulat. ancaman. berbangsa. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. tertib. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. tertib. Oleh karena itu. dan landasan konseptual Wawasan Nusantara. antara manusia dengan manusia dan antara manusia dan lingkungannnya. dan gangguan dari mana pun datangnya. bersahabat. Dalam rangka menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa kini dan di masa yang akan datang. bersatu. pada dasarnya adalah menganut alam pikiran yang mengungkapkan keterkaitan antara manusia dengan Tuhannya. Pancasila merupakan penuntun dan pengikat moral. bangsa Indonesia harus tetap memiliki keuletan dan ketangguhan yang perlu dibina secara konsisten dan berkelanjutan.Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. 6 . landasan konstitusional UUD 1945. Landasan Idil Pancasila Peranan Pancasila sebagai pandangan hidup adalah menyadarkan rakyat Indonesia bahwa hakikat hidup. tenteram. dan bernegara. hambatan. serta merupakan norma sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. 2. dan berkedaulatan perikehidupan bangsa yang rakyat dalam suasana aman. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Kondisi kehidupan nasional yang merupakan pencerminan ketahanan nasional didasari oleh landasan idiil Pancasila. Pancasila yang bulat dan utuh merupakan sumber kejiwaan masyarakat yang memberikan pedoman bahwa kondrat manusia ialah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan damai.

kekuasaan dalam arti bahwa Sehingga penyelenggaraannya didasarkan semata-mata. sedangkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan dituangkan lebih lanjut ke dalam kelembagaan tinggi negara dan tata kelembagaan negara. Sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. 3. keserasian dan keselarasan. Republik Indonesia adalah negara yang memilik UUD 1945 sebagai konstitusinya. Dengan demikian. ialah keseimbangan. yang 7 . pada hakikatnya mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila. seluruh kehidupan bangsa dan negara pada dasarnya tercakup dalam lingkup pengaturan yang tertuang melalui pranata-pranata yang disusun dalam bentuk peraturan perundang-undangan berdasarkan norma-norma konstitusional tersebut. Republik Indonesia bukanlah atas negara dasar kekuasaan. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. Dalam semangat konstitusi tersebut kekuasaan pemerintah tidak bersifat absolut atau tidak tak terbatas.Peranan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana tersurat dalam Pembukaan UUD 1945. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. persatuan dan kesatuan. sistem negara bersifat demokrasi. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. Perpaduan nilainilai dasar tersebut telah mampu mewadahi kebinekaan aspirasi bangsa Indonesia seluruhnya. Landasan Konstitusional UUD 1945 Bertitik tolak dari Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum serta mengandung cita-cita hukum. UUD 1945 merupakan keputusan politik nasional yang dituangkan ke dalam norma-norma konstitusional dalam rangka menentukan sistem negara dan pemerintahan negara dengan bentuk-bentuknya secara spesifik. Kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilakukan melalui DPR dan DPD serta presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa. Dengan demikian. adalah negara hukum. membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter.

dan bernegara diaktualisasikan dengan mempertimbangkan wujud konstelasi dan posisi geografi dan segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. integritas dan kelangsungan hidup serta pertumbuhannya dalam perjuangan mewujudkan cita-cita nasional.tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang bersumber dan mengacu kepada kepentingan serta aspirasi rakyat. utuh. 8 . Setelah menegara. berbangsa. Landasan Konseptual Wawasan Nusantara Pengejawantahan Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita nasional dan mencapai tujuan nasional. juga perlu membina keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang dinamakan ketahanan nasional. dan menyeluruh. Hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan potensi dari segala aspek kehidupan nasionalnya secara dinamis. serta sejarah perjuangan bangsa. bangsa Indonesia selain memerlukan cara pandang yang dinamakan Wawasan Nusantara. dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. 4. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional. Agar mampu mempertahankan identitas.

Petunjuk jawaban latihan: 1. bersatu. Latar belakang Landasan Idiil Pancasila Landasan Konstitusional UUD 1945 Landasan Konseptual Wawasan Nusantara. Untuk itu. apa dan mengapa negara tersebut berhasil menerapkan ketahanan nasionalnya. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas. adil. 4. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya. 2. 3. Carilah contoh beberapa negara lain yang mempunyai ”Ketahanan Nasional”. Dari analisis tersebut pilihlah satu negara yang Saudara anggap paling berhasil dalam menerapkan model ketahanan nasionalnya. dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. kemudian lakukan analisis.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi ”Pilosofi Ketahanan Nasional Indonesia”. Variabel/indikator apa saja yang menurut Saudara yang cukup lemah/rawan sehingga perlu ditingkatkan. sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. RANGKUMAN a. dan makmur. 3. serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka 9 . Perhatikan apa yang menjadi variabel/indikator pokok ketahanan nasional dari negara tersebut. berdaulat. berbangsa. Bandingkan ketahanan nasional negara tersebut dengan ketahanan nasional Indonesia. 2. ideologi nasional dan dasar negara. bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem Kehidupan Nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat. Kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan: Coba ditelaah kembali: 1.

dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya. dan gangguan. ancaman. yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. cara tanggap inderawi. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. cara tinjau. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Republik Indonesia bukanlah negara kekuasaan. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. bangsa Indonesia memiliki cara pandang. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan citacita mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional c. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional b. bersatu. identitas.pengamalan Pancasila. tenteram. Untuk itu. baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas. bersahabat. tuntunan dan panduan. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman. hambatan. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan citacita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan. melainkan adalah negara hukum. 10 . tertib. dan damai. Dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. dalam arti bahwa penyelenggaraannya didasarkan atas dasar kekuasaan semata-mata sehingga membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. berdaulat. bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. tertib. d. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya.

Apa hubungan timbal balik antara pedoman-pedoman dasar (landasan) tersebut dengan Ketahanan Nasional Indonesia. berikut ini pembaca membuat suatu analisa tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang apa yang digunakan dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. LEMHANNAS RI 2005 GEO POLITIK DAN GEO STRATEGI INDONESIA (PROF. PANCASILA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 KETAHANAN NASIONAL INDONESIA. 3. MH. 2. Apa yang dijadikan pedoman-pedoman dasar dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. 2. 4.PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR 1 1. Setelah memahami filosofi Ketahanan Nasional Indonesia secara umum. Msi) 11 . REFERENSI 1. DR. ERMAYA SURADINATA.

diperlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. 12 . serta ditelusuri pula sejarah bangsa guna dapat memperbaiki pengalaman yang kurang menguntungkan dan memanfaatkan pengalaman yang baik dalam mempersatukan cara pandang bangsa yang mengutamakan persatuan dan kesatuan sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. Agar pembangunan nasional yang direncanakan tidak menyimpang dari landasannya. dipelajari lagi budaya bangsa untuk dapat memahami niali-nilai luhur. Rumusan Ketahanan Nasional sebagai suatu pengertian baku. baik dari luar maupun dari dalam sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. dan pola tindak yang sama demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional. dilaksanakan pembangunan nasional. sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa untuk dipakai sebagai dasar atau titik tolak dalam penjabarannya. hambatan dan gangguan dari mana pun datangnya.KETAHANAN NASIONAL KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL Kegiatan Belajar 2 PENDAHULUAN Untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Dalam hubungan itu dikaji kembali tentang posisi geografi yang dikaitkan dengan tinjauan politik. ancaman. pola sikap.

asas kesejahteraan dan keamanan. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (B) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan asas-asas ketahanan nasional yang meliputi a. b. (B) Asas-asas. 3. diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan. b. Kedudukan dan fungsi. c. (A) Pengertian. Konsepsi. d. a. 4. Hakikat Ketahanan Nasional. c. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (A). hubungan antar gatra dalam astagatra. 1. dijelaskan : Agar 13 . pokok-pokok pikiran. pengertian ketahanan nasional. Kedudukan dan Fungsi. dasar pemikiran astagatra. Asas Ketahanan Nasional. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (D) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. ada beberapa pemahaman mendasar yang perlu diketahui antara lain Ketahanan Nasional sebagai kondisi Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi. Sifat ketahanan nasional. konsepsi ketahanan nasional. rincian Astagatra. (D) Dasar Setelah Anda mempelajari Kegiatan Belajar ini diharapkan Anda mampu menjelaskan konsep dasar ketahanan nasional meliputi. asas Kekeluargaan.Substansi materi yang termuat dalam Kegiatan Belajar 2 ini adalah Pemikiran. Rincian dan Hubungan Antar gatra dalam Astagatra. b. (C) Sifat. 2. Sifat Ketahanan Nasional dan Fungsi Ketahanan Nasional. asas komprehensif integral. b. Hakikat. asas mawas ke dalam dan ke luar. d. c. hakikat ketahanan nasional. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (C) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -2 Setelah memahami secara umum masalah Konsep Dasar Ketahanan Nasional.

kelemahan masing-masing asas dalam Menurut saudara apa mengimplementasikan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional sehingga kondisi kehidupan nasional sulit meningkat (ditinjau khusus dalam era reformasi). Hubungan timbal balik Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Nasional. 4. wibawa dan konsultasi dan kerjasama. 3. Mengapa asas Ketahanan Nasional perlu mendapat perhatian dalam membina kehidupan nasional melalui Pembangunan Nasional. Mengapa sifat Ketahanan Nasional harus mandiri. 5.1. Apa hubungan Trigatra dengan Pancagatra. Apa peranan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional. 14 . dinamis. Kondisi dengan 2.

daerah. Konsepsi tersebut dinamakan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dengan kata lain. lingkungan. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. KONSEPSI DAN HAKEKAT TANNAS Kegiatan Belajar 3 1. untuk menjamin identitas. dan gangguan. Konsepsi pengembangan Ketahanan kekuatan Nasional nasional (Tannas) Indonesia dan adalah konsepsi melalui pengaturan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. hambatan. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. dan nasional bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. baik yang datang dari luar maupun dari dalam.KETAHANAN NASIONAL PENGERTIAN. serasi. Dalam pengertian tersebut. keluarga. 15 . ancaman. 2. mulai dari pribadi. integritas. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Konsepsi Ketahanan Nasional.

16 . Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. serasi. Hakikat Tannas dan Konsepsi Tannas a. b. 1. 3. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. dan dari dalam. menyeluruh. Sementara itu.Kesejahteraan menumbuhkan dan dapat digambarkan sebagai kemampuan demi bangsa dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. Coba pula Saudara amati nilai-nilai dalam konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. 2. sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. dan terpadu. rohaniah dan jasmaniah. keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. serasi. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi modul 2 (A). untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap aspek kehidupan nasional yang harus diwujudkan. kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan dalam kelompok.

Pembangunan nasional memerlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. hambatan. selanjutnya inventarisir permasalahannya yang cukup menonjol. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -3 Setelah memahami Konsep Gatra dalam Ketahanan Nasional. sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. Bagaimana arah pembinaan masing-masing Gatra dikaitkan dengan permasalahan yang ada. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata rohaniah dan jasmaniah. Agar ditelaah kembali kondisi masing-masing gatra. baik dari luar maupun dari dalam. ancaman. 3. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. 17 . b. dan pola tindak yang sama. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah.RANGKUMAN a. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional. sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam. 1. ada beberapa hal yang perlu diketahui khususnya yang berkaitan dengan Ketahanan masing-masing Gatra dan permasalahannya serta arah pembinaannya. 2. Buatkan suatu analisa tentang implementasi permasalahan tiap Gatra terhadap Gatra lain. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. dan gangguan dari mana pun datangnya. pola sikap.

Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan. dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri. kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. Dengan demikian. berbangsa. Dengan demikian. menyeluruh.KETAHANAN NASIONAL AZAZ TANNAS Kegiatan Belajar 4 Asas-asas Ketahanan Nasional Azas-azas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. dan bernegara. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Sebaiknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada berdampingan pada kondisi apappun. dan terpadu (komprehensif integral) 18 . adalah sebagai berikut. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh. serasi. Tanpa kesejahteraan dan keamanan. b. a. berbangsa. dan bernegara. tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

d. sifat. kesamaan. Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar Sistem kehidupan nasional merupakan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak. kebersamaan. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit. kearifan. Di samping itu. Untuk itu. kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam azas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam 19 . tenggang rasa. dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. 2) Mawas ke luar Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Asas Kekeluargaan Asas kekeluargaan mengandung keadilan. berbangsa dan bernegara.c. Namun demikian. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk menjamin kepentingan nasional. 1) Mawas ke dalam Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat. diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke luar. gotong royong.

hubungan kemitraan serta dijaga tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada asas kesejahteraan dan keamanan. asas mawas ke dalam dan ke luar serta asas kekeluargaan. yaitu adanya pengakuan akan perbedaan-perbedaan. d. tetapi perbedaan tersebut harus dapat dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. asas konprehensif integral. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan mawas kedalam dan keluar. b. yaitu untuk menumbuhkan hakikat. 20 . UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Kesejahteraan dan keamanan. yakni melihat sesuatu secara utuh. c. Konprehensif integral. terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. menyeluruh. 2. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. yang terdiri dari asas : a. yakni adanya keseimbangan antara keduanya. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. RANGKUMAN Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. sifat dan kondisi kehidupan nasional dan dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri kekeluarga. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.

c. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent). Dinamis Ketahanan nasional tidaklah tetap. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI Kegiatan Belajar 5 1. serta kondisi lingkungan startegisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. integritas. upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorentasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.KETAHANAN NASIONAL SIFAT. dan kepribadian bangsa. 21 . Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. b. Oleh karena itu. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya yaitu : a. makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. melainkan dapat meningkat ataupun menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Mandiri Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas.

Metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia. dan sarana yang dapat 22 . tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerja sama. serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa. kesimpangsiuran dalam arah dan tindakan serta tidak konsisten dengan falsafah yang telah disepakati sehingga mengakibatkan pemborosan waktu. sebagai doktrin dasar nasional perlu di fahami guna menjamin terjalinnya suatu pola pikir. Fungsi Konsepsi Ketahanan Nasional berdasarkan tuntutan penggunaannya berfungsi sebagai doktrin dasar nasional. Wasantara dan Tannas berkedudukan sebagai landasan konseptual. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata. inter sektoral dan multi disiplin. pola sikap. pola tindak. dan pola kerja untuk menyatu padukan upaya bersama bangsa yang bersifat interregional (wilayah). 2. 1) Konsepsi Ketahanan Nasional dalam fungsinya. Tanpa adanya doktrin dasar nasional dapat terjadi cara berpikir yang terkotak-kotak (sektoral). yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional di dalam paradigma kehidupan nasional b. tenaga. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL a. Kedudukan Konsepsi ketahanan Nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu diimplementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan. Konsultasi dan Kerja Sama Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. dan sebagai pola dasar pembangunan nasional.d.

dan keamanan. kependudukan. serta konsultasi dan kerjasama. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas mandiri. yang dilakukan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). 2. 2) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai pola dasar pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang meliputi segenap bidang dan sektor pembangunan secara terpadu. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam kedudukan dan fungsi yang melandasi ketahanan nasional. politik. wibawa. 23 . kekayaan alam. 3) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai metode integral.memicu terjadinya hambatan bahkan penyimpangan dari tujuan nasional dan cita-cita nasional. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 5 kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. dinamis. sosial budaya. pertahanan. ekonomi. ideologi. Dalam merumuskan kebijaksanaan nasional pembinaan kehidupan nasional pada hakikatnya merupakan suatu metode komprehensif merupakan metoda umum berdasarkan Astagatra yang meliputi unsurunsur geografi.

yaitu: a. Fungsi. c. yaitu makin tinggi tingkat ketahanan nasional maka makin tinggi wibawa bangsa Indonesia. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik. begitu pula sebaliknya Konsultasi dan kerja sama. Wibawa. yaitu tidak mengutamakan sikap konfrontatif & antagonistis. 2. Kedudukan. yaitu sebagai ajaran yang kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia. Dinamis. b. b. yaitu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal dan eksternal. d. a. Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya. Mandiri. yaitu percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan sebagai prasyarat untuk menjalin kerja sama.RANGKUMAN 1. diharapkan dapat diyakini Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional. yaitu sebagai landasan konsepsional strategis dan sebagai metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia 24 .

dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. Terlebih menghadapi penduduk yang terus bertambah. dan sangat tergantung pada kondisi geografi merupakan ketiga unsur/aspek alamiah yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan saling mengait. Suatu ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. 25 . sangat diperlukan adanya kualitas manusia Indonesia. RINCIAN DAN HUBUNGAN GATRA Kegiatan Belajar 6 1. yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa. Dalam memanfaatkan isi dan potensi sumber kekayaan alam (SKA). baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). harkat. sedangkan bumi/alam yang menyediakan segala kebutuhan manusia dapat dikatakan relatif tetap atau tidak bertambah. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. Dalam dinamika kehidupan hubungan ini akan menumbuhkan berbagai hubungan yang dibina secara harmonis. Dengan kata lain bahwa manusia sebagai objek yang terus menginginkan terpenuhinya kebutuhan yang digali dari SKA. manusia memerlukan ruang hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. b. DASAR PEMIKIRAN ASTAGATRA a. manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu hubungan antara manusia dan Tuhannya. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. antara manusia dan manusia/masyarakat. martabat bangsa. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa dalam kehidupannya.KETAHANAN NASIONAL DASAR. dan hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Hubungan manusia dengan cita-cita. Berdasarkan rumusan pengertian Tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia. Telah menjadi kesepakatan seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam menjamin identitas. mewujudkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemanfaatan dan penguasaan alam. terutama aspek-aspek kehidupan sosial yang bersifat dinamis. kelangsungan hidup bangsa dan negara. (masyarakat) dengan segenap perangkatnya. karsa. Hubungan manusia dengan kekuasaan. Hubungan manusia dengan rasa aman. berbangsa. dengan mengadakan manusia 1) 2) 3) hubungan-hubungan yang meliputi Hubungan dengan menurunkan/menimbulkan agama. dan karya.c. integritas. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. menciptakan ideologi. terus berusaha menciptakan suatu kondisi seluruh aspek kehidupan nasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. d. sesungguhnya Tannas merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) 26 . pertahanan dan keamanan. SKA yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan kondisi geografi yang cukup strategis. 4) 5) kehidupan ekonomi. mewujudkan kehidupan sosial politik. termasuk norma/hukum yang harus dipatuhi. menimbulkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemenuhan kebutuhan. menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) e. menimbulkan Hubungan manusia dengan manusia. Indonesia menyelenggarakan manusia kehidupannya Tuhan. dan bernegara. mewujudkan budaya. bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar. cipta. 6) 7) 8) Hubungan manusia dengan rasa.

gatra politik. gatra ekonomi. tetapi perlu diwaspadai bahwa jumlah gatra yang terlalu banyak akan mengakibatkan gambaran kehidupan yang kompleks sehingga tujuan penyederhananaan tidak berhasil. gatra pertahanan dan keamanan. Sesungguhnya jumlah gatra yang digunakan di dalam satu model dapat berapa saja. f. Di dalam proses penyederhanaan itu jumlah aspek kehidupan nasional diredusir sampai jumlahnya sesedikit mungkin. sedangkan sekitarnya diperoleh pemetaan pada 3 gatra (Trigatra) yang relatif statis. Tiap-tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu.kehidupan nasional pada saat tertentu. nilai-nilai agama harus melandasi semua gatra dari Pancagatra. ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau. karena sangat kompleks. Sebagai kondisi yang tergantung pada waktu. ruang dan lingkungan maka Tannas bersifat dinamis. gatra Berdasarkan pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam geografi. yaitu berdasarkan pemahaman tata hubungan manusia dalam kehidupan sosialnya diperoleh kesepakatan bahwa dalam konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia seluruh aspek kehidupan nasional dipetakan dalam 5 gatra sosial (Pancagatra) yang bersifat dinamis dan dianggap dominan yaitu gatra idiologi. tetapi tetap dapat mempersentasikan ciri-ciri utama dari fenomena dan permasalahan. Demikian pula hukum. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata. yang timbul dari interaksi/hubungan antara manusia dan manusia masuk dalam gatra sosial budaya.yang disebut gatra. sumber kekayaan dalam dan kependudukan. gatra sosial-budaya. Walaupun agama tidak dimunculkan sebagai gatra. manusia dan manusia/masyarakat. melalui suatu kesepakatan dari hasil analis mendalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dan Tuhan. Namun. selanjutnya hukum juga diperlukan sebagai dasar dalam 27 . serta antara manusia dan lingkungan.

Demikian pula pengembangan iptek dimasukkan dalam gatra sosial budaya sebagai hasil dari rasa. sedangkan pemanfaatan iptek merupakan unsur dari gatra ekonomi dan sebagai komoditi. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. Gatra politik serta gatra pertahanan dan keamanan. kekayaan alam. politik. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. sebagai unsur pendukung dalam sistem alat peralatan yang digunakan. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. dan karya manusia. ekonomi. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah meliputi aspek-aspek suatu negara yang memang sudah melekat pada negara itu. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. sosial budaya. ekonomi. pertahanan dan keamanan. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. aturan-aturan. dan kependudukan. karsa. 2. pertahanan serta Keamanan. cipta. b. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. 28 .penyelenggaraan kehidupan ideologi. Ke 3 gatra alamiah (Trigatra) bila digabungkan dengan 5 gatra sosial (Pancagatra) akan menjadi 8 gatra (Astagatra) yang merupakan model pemetaan menyeluruh dari sistem kehidupan nasional bangsa Indonesia. berbangsa. dan norma-norma tertentu. politik. Ke-8 gatra (Astagatra) tersebut satu sama lainnya secara utuh menyeluruh dan terpadu membentuk tata laku masyarakat bangsa dan negara. Ketiga gatra alamiah tersebut mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap atau statis. RINCIAN ASTAGATRA a.

serta pertahanan dan keamanan secara utuh menyeluruh dan terpadu. HUBUNGAN ANTARGATRA DALAM ASTAGATRA Hubungan kait mengait antargatra adalah sebagai berikut a. 2) Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik. 3. ekonomi.Tantangan. menyeluruh dan terpadu serta terdapat saling hubungan (Astagatra). 3) Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. politik. Oleh karena itu. dalam arti bahwa 1) Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (Trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (Pancagatra). yaitu suatu antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional tatanan yang utuh. 29 . sosial budaya. hambatan dan gangguan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu ditujukan pada kelima gatra sosial tersebut. Kualitas Pancagatra dalam kehidupan nasional Indonesia tersebut secara terintegrasi serta dalam interaksinya dengan Trigatra mencerminkan tingkat Ketahanan Nasional Indonesia. penanggulangannya adalah dengan upaya meningkatkan ketahanan dalam gatra ideologi. ancaman. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra Antara Trigatra dan Pancagatra serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi.

Hubungan Antargatra dalam Pancagatra Setiap gatra dalam Pancagatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi. 2) Antara gatra geografi dan gatra kependudukan Bentuk-bentuk kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk sangat erat kaitannya dengan karakter geografi dan sebaliknya karakter geografi mempengaruhi kehidupan dari penduduknya. c. sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. ekonomi. Hubungan AntarGatra dalam Trigatra 1) Antara Gatra Geografi dan Gatra Kekayaan Alam Karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. politik. kuantitas dan persebaran kekayaan alam. 3) Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi oleh jenis. jenis. Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. kualitas. melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi. b. 30 . Demikian pula sebaliknya. kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharuhi. kualitas. kualitas dan persebaran kekayaan alam dan sebaliknya kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter geografi.4) Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya.

1) Hubungan antara gatra ideologi dengan gatra politik. berbudaya. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik. politik. 3) Hubungan antara gatra ekonomi dan gatra ideologi. tingkat kemakmuran ekonomi. dalam arti ideologi sebagai falsafah bangsa dan landasan idiil negara merupakan nilai penentu bagi kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra dalam pancagatra dalam memelihara kelangsungan hidup dan pencapaian tujuan nasional. ekonomi. stabil. dan merata menunjang stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain. Keadaan politik di segala bidang dan memberikan rasa aman. dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi. Kehidupan politik bangsa dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. keakraban sosial. ekonomi. pertahanan dan keamanan. sosial budaya. serta pertahanan dan keamanan. dan berkepribadian 31 . dinamis. serta pertahanan dan keamanan. sosial budaya. dinamis. kehidupan ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan. mendinamisasi kehidupan politik dan perkembangan sosial budaya serta mendukung pengembangan pertahanan dan keamanan. politik. 4) Hubungan antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi. serta pertahanan dan keamanan. dan rasa keamanannya. stabil. Keadaan sosial yang terintegrasi secara serasi. akan meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut. ketaatan beragama. ekonomi. dan berkepribadian akan meyakinkan kebenaran ideologi yang berbudaya. sosial budaya. sosial budaya. 2) Hubungan antara gatra politik dengan gatra ideologi. berarti kehidupan politik yang mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi. berbudaya. maju. serta pertahanan dan keamanan berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata. Keadaan ekonomi yang stabil. serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu.

politik. ekonomi. maju. politik. Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial budaya bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional baik fisik materiil maupun mental spiritual. Keadaan pertahanan dan keamanan yang stabil. dan sosial budaya mempunyai peranan sama Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih kesejahteraan maupun keamanan.hanya dapat berkembang di dalam suasana aman dan damai. memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan kehidupan politik. Keadaan sosial yang timpang dengan kontradiksi di berbagai bidang kehidupan memungkinkan timbulnya ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi gejolak sosial. dan sosial budaya. dan berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan menunjang kehidupan ideologi. ekonomi dan sosial budaya. besar untuk kesejahteraan dan keamanan kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan besar untuk keamanan dari pada peranan untuk kesejahteraan. d. dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran ideologi. dinamis. ekonomi. 5) Hubungan antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi. politik. dan sosial budaya. 32 . yakni : 1) 2) 3) 4) Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk Gatra ideologi. Astagatra dalam Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan Peranan tiap-tiap gatra untuk kesejahteraan dan keamanan tergantung dari sifat setiap gatra.

manusia memerlukan ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. digali dari nilai-nilai luhur bangsa. martabat bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan antar bangsa. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam hubungan antargatra dalam Astagatra. hubungan antara manusia dengan Tuhannya. manusia dengan Tuhan. RANGKUMAN 1. antara manusia dengan manusia/masyarakat. harkat. Dasar pemikiran Astagatra yaitu: a. manusia Indonesia menyelenggarakan kehidupannya dengan mengadakan hubunganhubungan. dengan pemenuhan kebutuhan. dengan manusia lainnya. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. dan bernegara.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 6. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam dasar pemikiran Astagatra dan Rincian Astagatra. b. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu. dalam bermasyarakat dan dengan rasa aman. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. 2. c. dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. dengan kepentingan dan kekuasaan. berbangsa. 33 . dengan cita-cita.

pertahanan dan keamanan. 3. b. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. sosial budaya. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah memang sudah melekat pada negara itu. c. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. aturan-aturan dan normanorma tertentu. kekayaan alam. 34 . sebaliknya setiap gatra memberikan kontribusi menerima kontribusi dari gatra lain secara terintegrasi.2. kualitas. b. Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi pula oleh persebaran SKA. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra terdapat hubungan yang timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. yaitu bahwa setiap gatra dalam panca gatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain. berbangsa. Hubungan antargatra dalam Pancagatra. ekonomi. yaitu karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. politik. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. dan kependudukan. Persebaran penduduk dipengaruhi pula oleh karakter goegrafi. Rincian Astagatra a. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. Hubungan antargatra dalam trigatra. Hubungan antargatra a. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. dan pesebaran SKA.

508 buah pulau. Bentuk ke dalam menempatkan corak. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya memberikan ciri yang membedakannya dengan negara lain dan memberikan kemungkinan untuk melangsungkan serta mengembangkan perikehidupan nasionalnya. serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. dan tata susunan. Kondisi dan Unsur Dominan Dari geografi dapat diketahui tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luarnya. GATRA GEOGRAFI a. 35 . terdiri dari lebih kurang 17.3 juta km. dan bentuk ke luar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan.17 km serta dengan memperhitungkan ZEE maka luas wilayah daratan dan wilayah lautan adalah satu berbanding empat (1 : 4). dengan wilayah daratan sekitar 1.KETAHANAN NASIONAL KONSEPSI GATRA Kegiatan Belajar 7 KONSEPSI GATRA 1.919. Luas seluruh wilayah kedaulatan lebih kurang 7. Beberapa kondisi umum gatra geografis adalah sebagai berikut. 1) Topografi Wilayah Negara Republik Indonesia berbentuk kepulauan. Kedudukan yang secara geografis berada pada posisi silang memberikan kepada Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif. wujud.

Di sebelah timur wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Pasifik. di sebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Andaman. Pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada umumnya lebih curam dan terjal. dan sekitarnya terdapat padang-padang rumput yang luas. Wilayah Indonesia merupakan wilayah khatulistiwa terpanjang di dunia. Analisis 1) Wilayah Negara Republik Indonesia adalah wilayah negara kepualauan dengan luas laut 4 x luas daratan dan terdiri dari ribuan pulau 36 . kecuali di Irian Jaya. Nikobar). sosial. wilayah Papua Nugini dan Australia. Sumbawa. sebelah barat dan selatan dengan Samudera Hindia. Iklim tersebut berpengaruh terhadap aspek dan perikehidupan ekonomi. iklim Indonesia secara umum panas dan lembab serta banyak gunung berapi. Tumbuh-tumbuhan subur. hutan terdapat di pulau-pulau sebelah barat. politik. Karena letaknya di daerah tropik.Bagian Barat wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar.S. Malaysia. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan. 2) Posisi Astronomis Indonesia terletak di antara 95 dan 141 Bujur Timur serta antara 6 Lintang Utara dan 11 Lintang Selatan dan Indonesia berada di daerah tropik G. sedangkan bagian timur merupakan kumpulan pulau-pulau kecil kecuali Irian Jaya. b. Singapura. bila dibandingkan dengan pantai-pantai landai yang berbatasan dengan laut pedalaman Indonesia. dan Vietnam.O (Geo Stationary Orbiter) yang terletak di atas khatulistiwa merupakan ruang wilayah yang sangat strategis sebagai tempat kedudukan satelit. Filipina. Di pulau-pulau Sumba. sedangkan semakin ke timur hutan semakin jarang.

Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai “pengawas” dan “pengatur” lalu lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia.O secara maksimal. Arah Pembinaan 1) Wilayah kedaulatan dan yurisdiksi Republik Indonesia harus jelas dan diketahui oleh seluruh bangsa di dunia.S. daerahdaerah Indonesia yang relatif “kosong” berserta kekayaan alamnya yang potensial dan melimpah dapat dijadikan sasaran bagi pencarian lebenstraum oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Persebaran penduduk Indonesia masih kurang proporsional. dibandingkan dengan penduduk negara tetangga yang besar seperti Jepang. RRC dan India. baik melalui laut maupun udara sesuai dengan ketentuan. c. Perbatasan wilayah kedaulatan dan yurisdiksi ditetapkan melalui perjanjian dengan negara tetangga yang berbatasan langsung. 3) Pemanfaatan wilayah didasarkan atas konsepsi tata ruang dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Udara di sepanjang wilayah khatulistiwa mempunyai arti penting bagi pemanfaatan G. yaitu Australia. 2) Indonesia menjamin kepentingan bangsa-bangsa di dunia bagi kepentingan lintas damai. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau sebelah utara sangat tipis. mempertahankan adanya 37 .sehingga masalah komunikasi dan transportasi menjadi sangat vital. Pulau Jawa sangat vital dan strategis sehingga sangat memerlukan perhatian. Dengan demikian. 2) Wilayah sebagai ruang hidup belum dimanfaatkan secara proporsional. penduduknya lebih tipis. Lalu lintas internasional banyak melintasi laut dan udara wilayah Indonesia. Pada bagian wilayah yang tidak berbatasan dengan negara lain (di Samudera Hindia dan Pasifik) ditetapkan sesuai dengan ketentuan internasional. sedangkan negara tetangga di sebelah selatan.

serta pelaksanaan pembangunan nasional secara utuh menyeluruh. 5) Untuk mewujudkan kesatuan wilayah perlu penyediaan sarana. 6) Menanamkan kesadaran masyarakat sedini mungkin. tempat bercocok Udara (sinar matahari. dan yang . Air dan lautan. air artetis. Kondisi dan Unsur Dominan 1) Kekayaan alam menurut jenisnya dibedakan dalam 8 golongan sebagai berikut : a) b) c) lain). GATRA KEKAYAAN ALAM a. Nabati (flora). yang tidak dapat diperbaharui. orang. baik kerawanan maupun potensinya. 38 Tanah (tempat tinggal. Potensi ruang angkasa. prasarana komunikasi dan transportasi yang menjamin mobilitas informasi. Energi alami (gas alam. Hewan (fauna). biji besi.pelestarian alam dan lingkungan hidup yang layak dalam wilayah ruang hidup bangsa Indonesia dan dengan memperhatikan ciri khas potensi wilayah. batu bara dan lain- Kekayaan alam menurut sifatnya dibedakan dalam tiga golongan. geotermis). barang dan jasa. panas alam. yaitu yang dapat diperbaharui. oksigen. d) e) f) g) h) 2) tetap. tempat berpijak. 4) Membangun seluruh wilayah Indonesia secara seimbang dan merata guna menekan kesenjangan spasial (antarwilayah/daerah). 2. uranium. karbondioksida). Mineral (minyak bumi. tanam). tentang konstelasi geografis Indonesia.

39 . eksploitasi yang terus akan meningkatkan pula eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. air. menerus akan mengakibatkan kekayaan alam tersebut menjadi komoditas langka sehingga nilainya menjadi strategis dan dapat mengandung kekuatan dari luar untuk menguasainya. Hanya cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat orang banyak.3) Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam di permukaan serta di dalam bumi. laut. dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yurisdiksi nasional Negara Republik Indonesia. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa bumi. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 2) Seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan nasional. tidak diizinkan diusahakan perseorangan. Konsep penguasaan oleh negara tersebut berarti bahwa warga negara Republik Indonesia boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Analisis 1) Lokasi dan konsentrasi sumber kekayaan alam tidak merata di seluruh wilayah Indonesia tidak sesuai dengan persebaran dan kemampuan penduduk Indonesia sehingga dapat menimbulkan kesenjangan spasial. Khusus untuk kekayaan alam yang tidak terbarukan. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada makhluknya. b. Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bangsa dan rakyat Indonesia secara berlanjut berlandaskan Wawasan Nusantara. dan kekayaan wilayah Indonesia. baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

2) Dalam hal pemanfaatan kekayaan alam komoditas yang mempunyai nilai ekonomis harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja bagi penduduk setempat dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sehingga mengurangi kesenjangan spasial dan pembangunan daerah. dengan cara-cara memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. terarah. 40 . tenaga nuklir serta energi nonkonvensional seperti biogas.3) Pemanfaatan kekayaan alam secara optimal memerlukan modal. 4) Pelestarian daya dukung kekayaan alam dipengaruhi oleh kesadaran dan tanggung jawab semua pihak. tenaga air. dan menggantikannya dengan sumber nonminyak seperti batu bara. tenaga panas bumi. Arah Pembinaan 1) yang Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia pada tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dan dengan dasarnya dilakukan oleh dan untuk bangsa Indonesia. 3) Pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber energi harus diarahkan peningkatan pada upaya menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. c. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang trampil. Sumber energi yang transportabel (mudah diangkat) dimanfaatkan untuk ekspor. dan bijaksana serta lebih mementingkan manfaat untuk rakyat banyak dengan meningkatkan kemampuan teknologi tepat guna dan meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola. serta kondisi pasar di dalam dan luar negeri. 4) Melindungi serta mengelola kekayaan alam dengan cara tepat. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. biomas. tenaga angin dan tenaga surya. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas. dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan asing.

suku bangsa. GATRA KEPENDUDUKAN a. fertilitas dan migrasi. kualitas dan kesejahteraan penduduk serta kondisi lingkungannya. kelamin. Kualitas penduduk 41 . pertumbuhan. Kependudukan adalah hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah.5) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. agama. 6) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan dan pelestarian kekayaan alam serta penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang optimal serta pengamanan yang maksimal sehingga tetap terjaga kondisi kelestarian dan keharmonisan lingkungan. persebaran. pendatang baru dan orang yang meninggalkan wilayah. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk adalah susunan penduduk berdasarkan suatu pendekatan tertentu misalnya menurut umur. mutu jenis dan persebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. ciri-ciri. kelahiran. susunan. dan tingkat pendidikan 3) dapat 4) Persebaran penduduk yang ideal adalah persebaran yang sekaligus memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu persebaran dan mobilitas yang proporsional. Kondisi dan unsur Dominan Penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami suatu tempat atau wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu. dengan unsurunsur dominannya meliputi 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian. Jadi jumlah penduduk berubah akibat proses mortalitas. 3.

begitu juga dengan faktor migrasi karena tidak dilaksanakan secara besar-besaran dan diperlukan dukungan biaya yang tidak sedikit. gizi dan kebugaran. 3) Persebaran penduduk Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bertempat tinggal di daerah yang aman serta memungkinkan jaminan kehidupan ekonomis semaksimal mungkin. 42 . apabila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal yang besar dan sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. terutama di daerah yang sudah digarap atau telah dipersiapkan sebelumnya. fertilitas dan migrasi. Bila persoalan tersebut tidak diatasi. mortalitas relatif kecil karena terhadap pria dan wanita relatif sama. Jika tidak demikian maka akan timbul pengangguran. baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. dan problem sosial dapat melemahkan ketahanan nasional. Bertambahnya penduduk golongan muda menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan. Analisis 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk yang sangat besar. Faktor non fisik ialah mentalitas dan intelektualitas. perluasan lapangan kerja dan sebagainya. yaitu di daerah yang ekonomis strategis. Sebaliknya fertilitas sangat besar pengaruhnya terutama terhadap komposisi umur dan jenis kelamin penduduk golongan muda. b. Faktor fisik terdiri dari kesehatan. maka akan timbul kegoncangan sosial.Faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk ialah faktor fisik dan non fisik.

Arah Pembinaan Pembangunan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan harus didukung dengan pengaturan pertumbuhan.Konsekuensinya ialah bahwa di daerah tertentu terlampau padat. bahkan tidak berpengaruh sama sekali. 1) Pengaturan laju pertumbuhan penduduk dirumuskan dalam kebijaksanaan gerakan keluarga berencana nasional dan program di luar keluarga (beyond family planning program) yang mendukungnya secara terpadu. dan penduduk melalui berbagai cara seperti pusatpusat pertumbuhan. dan sikap di samping serta tingkat meningkatkan keseimbangan pengetahuan. 43 . Dalam hal ini. persebaran. sedangkan di daerah lainnya menjadi jarang. komposisi. perlu didorong timbulnya transmigrasi swakarsa. antara mental pengembangan sosial ekonomi. persebaran penduduk secara serasi peningkatan kualitas penduduk yang memadai. c. 2) Pengaturan penyebaran penduduk dapat dilakukan dengan jalan peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan pembangunan pusatpusat pertumbuhan ekonomi di daerah. Semua itu dengan tujuan untuk mencapai kenaikan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk yang proporsional. serta keserasian kesejahteraan dan keamanan dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan. keterampilan jumlah transmigrasi. atau menciptakan iklim yang dengan jumlah. kebijakan pemerintah yang mengatur. keluarga berencana. dengan memperhatikan komposisi penduduk yang ada. mengendalikan. 4) Kualitas penduduk Untuk mengatasi masalah penduduk.

keterampilan daya manusia secara terarah dan berlanjut. GATRA IDEOLOGI a. Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. yang langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Dalam rangka mewujudkan ketahanan ideologi tersebut diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila 44 . Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. perbaikan mutu dan kebugaran fisik dengan peningkatan keahlian. hambatan serta gangguan yang dari luar ataupun dari dalam. 4.3) Pengaturan kualitas penduduk dilakukan dengan cara peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta derajat dan manfaat yang dapat disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia secara fisik antara lain meningkatkan derajat kesehatan. 4) Memberi kesempatan dan pemberdayaan penduduk khususnya wanita dan generasi muda Pelaksanaan kebijaksanaan tersebut di atas harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. ancaman. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.

menghormati hak orang dan sikap gotong royong. sebaliknya kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara. Pancasila merupakan ideologi nasional. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. yang menjamin dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Dengan demikian. atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. serta pandangan hidup bangsa Indonesia. Untuk mencapai ketahanan ideologi 45 . musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. sumber hukum. Nilai ini mengutamakan kepentingan negara bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Nilai ini menempatkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung nilai spiritual. Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai sikap adil. dasar negara.sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia.

bahasa. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ideologi antara lain adalah sebagai berikut. Pelaksanaan objektif adalah bagaimana pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersurat atau paling tidak tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan segala peraturan perundangundangan di bawahnya. Akan tetapi. sebagai pribadi.diperlukan penghayatan dan pengalaman Pancasila secara murni dan konsekuen. 1) Kemajemukan masyarakat Indonesia Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. serta segala kegiatan penyelenggaraan negara. Dalam masyarakat yang majemuk ini perlu selalu ditumbuhkembangkan cita bersama. Perbedaan ini dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. faktor-faktor perekat persatuan bangsa. yaitu tekad dan semangat untuk secara bersama-sama mewujudkan cita- 46 . Pancasila mengandung sifat idealistik. b. anggota masyarakat dan warga negara. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbedabeda. Pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. di pihak lain hal ini dapat merupakan titik-titik rawan yang menimbulkan primodialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa. tetapi sesuai dengan idealisme yang perkembangan terkandung di dalamnya. dan fleksibilitas realitas sehingga terbuka terhadap perkembangan yang terjadi sesuai kehidupan. realistik. Masing-masing mempunyai norma kehidupan yang berbeda. baik objektif maupun subjektif.

2) Perkembangan Dunia Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi/informasi dan transportasi menyebabkan dunia terasa semakin sempit. Dengan demikian pembangunan nasional dilandasi oleh moral dan etika yang sesuai dengan sistem nilai yang telah disepakati bersama berdasarkan Pancasila. yang membawa sistem nilai baik yang bersifat positif yang mendorong kearah kemajuan dan modernisasi maupun yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa serta sendi-sendi kehidupan di seluruh aspek kehidupan nasional bahkan juga menjungkir balikkan nilai-nilai dasar yang telah berakar dan telah mapan dalam NKRI. Dalam perkembangan dunia seperti ini. baik formal maupun informal. 47 . bangsa Indonesia harus berpegang teguh kepada identitas dan integritas nasional tidak terpengaruh pada nilai global yang bertentangan dengan Pancasila. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. 3) Kepemimpinan Peranan kepemimpinan. Proses globalisasi ini tercermin dalam globalisasi informasi dan globalisasi ekonomi. transparan dan tanpa batas yang semakin mengglobal. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri teladan para pemimpin yang menjadi panutan masyarakat. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. 4) Pembangunan Nasional Pembangunan nasional pada hakikatnya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual dalam rangka pencapaian tujuan nasional.

Pembangunan yang berhasil akan lebih memantapkan Pancasila sebagai ideologi nasional dan dasar negara. Kegagalan pembangunan nasional akan membuka kemungkinan bangsa Indonesia berpaling dari Pancasila dan mencoba membangun masa depannya didasari oleh ideologi lain seperti liberalisme atau komunisme. 3) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila harus tetap dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan negara. Di samping itu. 1) Pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif terus dikembangkan. 4) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia. tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. gerak dan laju pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama. selaras dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat. Dengan Pancasila. khususnya oleh setiap penyelenggaraan negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan 48 . perlu dituntut sikap yang wajar dari anggota masyarakat dan pemerintah memberikan penghormatan dan penghargaan yang wajar terhadap kebhinekaan. Pembinaan ketahanan Ideologi Untuk memperkuat Ketahanan Ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut. berbangsa dan bernegara. 2) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam masyarakat. c.

5. Konsepsi tentang Ketahanan Politik Politik adalah satu aspek kehidupan nasional yang di satu pihak berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan di lain pihak berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai wujud dari kedaulatan di tangan rakyat. dalam hal ini suri teladan para pemimpin merupakan hal yang sangat perlu. Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara nonformal. GATRA POLITIK a. 5) Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan tumbuhnya materialisme dan sekuralisme. 6) Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya dalam mata pelajaran lain. Bahasa Indonesia dan Kepramukaan. Dengan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari memperhatikan kondisi geografi Indonesia.serta setiap warga negara Indonesia. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. strategi pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Ketahanan politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan. ancaman. hambatan serta gangguan yang datang dari luar dan dari dalam yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. seperti Pendidikan Budi Pekerti. 49 .

dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan. proses politik. budaya politik. b) Proses politik merupakan suatu rangkaian pengambilan tentang berbagai kepentingan masyarakat. masalah politik meliputi dua bagian utama ialah politik dalam negeri dan politik luar negeri. baik kepentingan umum yang bersifat nasional keputusan kepentingan politik terselenggara pemilu. yang puncaknya 50 . 1) Politik Dalam Negeri Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. Stabilitas politik yang sehat dan dinamis diwujudkan oleh adanya keseimbangan. diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis.Dalam rangka mewujudkan ketahanan politik. Hubungan ini tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan. dan partisipasi politik. yang unsurunsurnya terdiri dari struktur politik. Dalam konteks ketahanan nasional ini. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. komunikasi politik. a) Struktur politik merupakan wadah penyaluran aspirasi berupa masyarakat dan sekaligus wadah dalam kepentingan menjaring/pengkaderan pimpinan nasional. keserasian dan keselarasan hubungan antara penyelenggaraan pemerintahan negara dan masyarakat. sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara tersebut haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

e) Partisipasi politik adalah wujud kedaulatan rakyat dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. perdamaian abadi dan keadilan sosial. politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara 51 . berbangsa dan bernegara. d) Komunikasi politik berupa suatu hubungan timbal balik antara semua pihak yang terlibat dalam proses politik. baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sebagai sumber pimpinanpimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. a) Sebagai bagian integral dari strategi nasional Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antar bangsa.c) Budaya politik merupakan pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. baik melalui pendidikan politik maupun kegiatan-kegiatan politik yang sesuai dengan disiplin nasional. politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. Dengan demikian. Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika. berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara sadar dan rasional. yang memungkinkan terselenggaranya sosialisasi politik dengan baik. secara jujur dan terbuka. Politik luar negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. serta antipenjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan.

dengan dinamika perubahanperubahan hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Republik Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan berlandaskan falsafah Pancasila. Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif dalam pengertian tidak pasif. Situasi internasional negeri yang selalu berkembang penanganan dapat dan menimbulkan penyesuaian. permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar memerlukan Perkembangan dan kemungkinan gejolak dunia. Dalam menjalankan politik luar negeri. UUD 1945 dan Rencana Pembangunan yang Jangka Menengah (RPJM). Lincah. diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan-perkembangan itu. b) Garis Politik Luar Negeri Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi percaturan internasional. maupun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. maka politik luar negeri harus bersifat kenyal. baik politik maupun ekonomi. dalam arti bersikap moderat dalam hal kurang prinsipil. harus diikuti secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi stabilitas 52 .keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional. Karena heteroginitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia.

Dengan demikian dapat diambil dan langkah-langkah yang tepat dalam untuk rangka mengamankan memanfaatkan peluang percepatan pelaksanaan pembangunan nasional c) Permasalahan dominan yang dihadapi (1) Adanya kecenderungan dan dominasi dari negara adidaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan. Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global. dan pasar. teknologi. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana dapat negeri. (3) Dalam rangka pencapaian tujuan nasional serta perwujudan penataan. Dalam pembangunan hubungan luar negeri merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengatasi ancaman (2) bentuk baru dalam rangka mempertahankan kedaulatan.nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan. kepribadian. Sebaliknya. tata dunia baru diperlukan optimalisasi persabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa dengan 53 mengatasi dampak negatif proteksionisme serta kemampuan memanfaatkan peluang hubungan ekonomi luar . Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politik serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada negara lain dalam hal modal. dan kemandirian bangsa.

a) pelaksanaan politik dipengaruhi berbagai faktor. Kepemimpinan nasional yang kuat tidak hanya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. serta mampu mengambil kebijaksanaan yang serasi antara kebijaksanaan pemerintah dan aspirasi masyarakat. jujur. Dalam kaitan ini permasalahan yang dihadapi adalah pada kemampuan SDM dalam berdiplomasi dan aspek-aspek kelembagaan serta sarana penunjang lainnya. memiliki visi ke masa depan.memanfaatkan forum dan organisasi internasional. b. . revitalisasi demokratisasi PBB serta meningkatkan citra politik Indonesia di forum internasional. sistem pemerintahan tidak menjurus pada pemusatan kekuasaan yang cenderung otoriter. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional). serasi dan selaras. tetapi juga tidak mengarah pada sistem politik yang liberal yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. 54 . tangguh . Di samping itu. Berdasarkan berbagai faktor dinamika kehidupan politik serta konsepsi dan permasalahannya. diperlukan pula kemampuan berperan dalam upaya restrukturisasi. bersih dan berwibawa. sehat lahir dan bathin. dapat menjaga dinamika kehidupan politik dalam kondisi paradigma nasional (Pancasila. ulet. Dengan kepemimpinan nasional yang demikian. tetapi juga memiliki seni kepemimpinan yang mampu menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. UUD1945. Analisis Permasalahan 1) Analisis Politik Dalam Negeri. pandai. yang sangat dominan adalah faktor kepemimpinan nasional. baik dalam maupun luar negeri sebagai berikut Kepemimpinan Nasional Dalam sistem pemerintahan.

masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden perlu dibatasi. umum bebas. Pemilu dituntut dilaksanakan secara langsung. dan rahasia. pelaksanaan sistem pemerintahan juga sangat ditentukan oleh moral. Dengan demikian. Untuk menghindarkan terjadinya deviasi ke arah penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang merugikan rakyat banyak. serta jujur dan adil. Di samping hal tersebut di atas. pelaksanaan Pemilu akan memuaskan semua pihak sehingga masyarakat secara sadar termotivasi dan bergairah berpatisipasi dalam pemilu. Seyogyanya Presiden mendengar dan memperhatikan saran dari DPR/DPD serta sedapat mungkin mengikutsertakan berbagai kekuatan sosial politik yang ada sehingga kekuatan-kekuatan tersebut merasa ikut memiliki dan merasa turut bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan ini. Kemutlakan hak prerogratif ini. etika. dapat mengakibatkan pemilihan pembantu-pembantu dengan pertimbangan subjektif Presiden. serta dihormatinya supremasi hukum dan kontrol nasional. Presiden mempunyai hak prerogratif untuk memilih pembantu-pembantunya. b) Pemilihan Pembantu-Pembantu Pressiden Dalam sistem Kabinet Presidensil. c) Pemilu Pelaksanaan sistem pemilu yang dipergunakan hendaknya dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas dan menghayati aspirasi rakyat yang diwakilinya serta mampu menyalurkan dan memperjuangkannya. semangat dan dedikasi para pengelola negara. Sebaliknya pemilu yang diwarnai oleh 55 .Kepemimpinan nasional yang terpilih secara demokrasi akan mendapat dukungan kuat dari rakyat sehingga rakyat akan rela dan bersedia untuk turut melaksanakan kebijaksanaan yang diputuskan oleh pemerintah.

berakumulasi pada keresahan dan gejolak sosial. atau ke arah ketidakpuasan. akan sulit dicari konsensus dalam pengambilan keputusan. kebijaksanaan Pemerintah dapat tidak serasi dengan tuntutan masyarakat. e) Kesamaan Visi dan Persepsi Apabila belum terbentuk kesamaan visi dan persepsi antarfraksi-fraksi dalam lembaga perwakilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu. mulai dari tingkat desa sampai di tingkat pusat. dan melalui kelembagaan lain. berbangsa dan bernegara ini. Tanpa disiplin yang kuat dinamika kehidupan bisa menyimpang ke arah yang tidak menentu bahkan dapat membahayakan perikehidupan bangsa dan 56 . Dengan demikian.kecurangan. d) Wadah Penyalur Aspirasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam politik dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan penyalur pendapat masyarakat. perlu terus digalang adanya visi dan persepsi yang harmonis antarfraksi-fraksi dan lembaga perwakilan agar konsensus yang rasional dapat diciptakan dan terselenggaranya fungsi kontrol dengan sebaik-baiknya f) Disiplin Nasional dan Sistem Hukum Nasional Disiplin nasional merupakan faktor dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya keserasian yang menjurus pada gejolak sosial. serta melalui media massa. Tersumbatnya wadah penyalur aspirasi ini akan mengakibatkan komunikasi politik antara masyarakat dan pemerintah tidak berjalan dengan lancar dan tidak transparan sehingga kedua belah pihak tidak memahami inisiatif dan aspirasi masing-masing. rekayasa serta manipulasi kehidupan politiknya dapat berkembang ke arah apatisme.

berbangsa. dan bernegara berjalan dalam landasan hukum yang mantap serta masyarakat merasa terayomi. bermasyarakat. warga negara indonesia pada umumnya. Untuk mewujudkan pembauran ini. hidup dan mencari kehidupan di bumi Indonesia. Dengan pemantapan sistem hukum yang kesadaran hukum masyarakat. serta WNI keturunan etnis lain/asing. sarana dan prasarana hukum. WNI keturunan etnis asing hendaknya menyadari bahwa ia adalah warga negara Indonesia. kehidupan dalam meliputi materi hukum. terangkat harkat dan martabat bangsanya.negara. Dengan demikian. Sangat erat kaitan antara disiplin dengan sistem hukum nasional terutama yang berkaitan atau serta dengan penegakan hukum law enforcement. aparat hukum. g) Pembauran Bangsa Pembinaan pembauran bangsa menyangkut tiga pihak yaitu pemerintah. Dengan disiplin dapat diwujudkan ketertiban hukum. hidup dengan keteraturan. meningkatnya kesadaran politik rakyat akan hak dan kewajibannya serta terlepas dari rasa ketakutan dan kekhwatiran akan perlakuan yang tidak adil. pemerintah harus berpegang pada prisip kebersamaan yang rasialistis. tertib politik maupun tertib sosial. Dengan demikian pembauran dapat terwujud dan 57 . lembaga peradilan dapat menjadi benteng terakhir untuk mencari keadilan. Budaya asing yang dibawanya dapat diselaraskan dengan budaya daerah tempat ia hidup sehingga dapat memberikan peran serta yang positif terhadap perkembangan budaya nasional. tetapi hidup dalam kebersamaan. Yang terutama adanya kesadaran ikut memiliki (sense of belonging). akan tumbuh kesadaran untuk berpatisipasi dan saling menjaga (sense of partipation and sense of security) sehingga tidak hidup secara eksklusif. baik tertib administrasi. Dengan demikian.

2) Analisis Politik Luar Negeri Politik luar negeri dalam memperjuangkan serta mengamankan kepentingan nasional dan turut serta dalam upaya mewujudkan tatanan dunia baru didasarkan prinsip kepada politik luar negeri bebas dan aktif. Penerapan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dititikberatkan pada daerah kabupaten/kota dan dapat merupakan sarana pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan di daerah itu sendiri. antara pihak-pihak yang terkait. apabila tidak diakomodasi Keresahan kehidupan. dalam memperoleh kesempatan di pendidikan. Untuk mengatasinya diperlukan komunikasi dan dialog secara terbuka. terutama keresahan di kalangan generasi muda dan mahasiswa. h) Pemerataan Hasil Pembangunan Pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. kesempatan pendapat. sehingga berpatisipasi terjadinya kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan. memperoleh kesempatan dan yang diatasi mudah dapat timbul menimbulkan dalam negara gejolak yang sosial.terhindar masalah SARA serta primordialisme yang sempit yang merawankan persatuan bangsa. i) Keresahan Masyarakat Dari analisis sebelumnya keresahan masyarakat. mengeluarkan bidang politik. sedang membangun antara lain disebabkan kesenjangan di berbagai bidang kesempatan pekerjaan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan kemampuan diplomasi pro 58 .

sehingga tidak antagonistis yang dapat menjurus kepada konflik/bentrokan fisik. Di samping itu. serta meningkatkan kerja sama antarnegara ASEAN. revatilasi dan demokratisasi PBB. c. Pembinaan Ketahanan Politik 1) Ketahanan Politik Dalam Negeri a) Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum. Di samping itu. meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan di luar negeri. adanya dominasi negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negatif bagi kepentingan negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan. 59 . antara lain. Gerakan Non Blok. OKI dan kerja sama antarkawasan. hubungan luar negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri. meningkatkan peranan Indonesia dalam upaya restrukturisasi. tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat absolut. dan kemantapan ideologi dalam memelihara Tannas. keteguhan sikap. meningkatkan investasi. tetapi perbedaan pendapat tersebut tidak menyangkut nilai dasar. kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD 1945. Kerja sama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional. Dalam menghadapi tantangan pada tingakat global. Asia Pasifik.aktif guna memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional. b) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. harus dicegah timbulnya diktator mayoritas dan tirani minoritas.

60 . Peranan Indonesia dalam membina dan mempererat persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang saling menguntungkan perlu terus diperluas dan ditingkatkan. dengan tetap dalam lingkup Pancasila. dan antarkelompok/golongan dalam masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional. Peran aktif Indonesia dalam Gerakan Non Blok dan OKI serta mengembangkan hubungan demi kerja sama antarnegara di kawasan Asia Pasifik perlu terus ditingkatkan. UUD 1945. 2) Ketahanan Politik Luar Negeri a) Hubungan luar negeri ditujukan untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan. memantapkan persatuan kesatuan bangsa dan keutuhan NKRI.c) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. pelajar dan mahasiswa. d) Terjalin komunikasi politik timbal balik antara Pemerintah dengan masyarakat. meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri. peningkatan diplomasi dan lobi internasional. serta kegiatan olah raga. Iptek dan sosbud terus dilanjutkan dan dikembangkan. baik pemerintah maupun masyarakat terutama di bidang ekonomi. dan Wawasan Nusantara. b) dalam Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas rangka meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan antara negara berkembang dengan negara maju sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. c) Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain melalui promosi. pertukaran pemuda. Kerja sama negara anggota ASEAN.

perlu ditingkatkan aspek-aspek kelembagaan dan sarana penunjang lainnya. perdamaian abadi dan keadilan sosial melalui penggalangan dan pemupukan solidaritas dan kesamaan sikap serta kerja sama internasional dengan memanfaatkan berbagai forum regional dan global.d) Perkembangan. e) maju Langkah bersama negara berkembang untuk memperkecil perlu ditingkatkan dengan melaksanakan perjanjian ketimpangan dan mengurangi ketidak-adilan dengan negara industri perdagangan internasional serta kerja sama dengan lembagalembaga keuangan internasional. g) Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem dengan pendidikan. dan demokratis. f) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. pelatihan dan penyuluh calon diplomat agar dapat menjawab tantangan tugas yang dihadapi. Peran aktif Indonesia dalam pelucutan senjata. dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan saksama agar secara dini dapat diperkirakan terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional serta yang menghambat kelancaran pembangunan dan pencapaian tujuan nasional. Upaya restrukturisasi PBB terutama Dewan Keamanan terus dilaksanakan agar efektif. dan dalam pengiriman serta pelibatan pasukan perdamaian dan peran serta di dalam penyelesaikan konflik antar bangsa perlu terus ditingkatkan. Selain itu. efisien. perubahan. h) Perjuangan bangsa Indonesia di dunia yang menyangkut kepentingan nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari 61 .

baik secara individu maupun kelompok. hambatan dan gangguan. Dengan demikian. terpeliharanya fungsi lingkungan hidup. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global. serta konsumsi barang dan jasa. ancaman. Konsepsi tentang Ketahanan Ekonomi Ekonomi adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi produksi. 6. pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri perlu di tingkatkan. serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Wujud perekonomian ketahanan bangsa ekonomi tercermin dalam kondisi yang kehidupan mengandung yang berdasarkan Pancasila. kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang atau tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. tersedianya barang dan jasa. GATRA EKONOMI a. 62 . distribusi.

Jenis manajemen mana pun yang dipakai. Tidak kalah pentingnya adalah perlunya diciptakan iklim usaha yang sehat dan dinamis sehingga menggairahkan kalangan dunia usaha. berarti bahwa sistem ini tetap stabil serta mampu tidak menciptakan perekonomian yang lancar dan maju. 63 . Sistem liberal yang terdapat di dunia kapitalis sudah menyerap beberapa unsur dari sosialisme.b. Kini tidak ada lagi sistem ekonomi liberal murni atau sistem ekonomi sosialis murni. sedangkan negara-negara komunis sudah mulai memasukkan beberapa aspek kapitalisme meskipun dengan modifikasi tertentu. Sistem ekonomi liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Sistem ekonomi Indonesia terbuka terhadap perkembangan sistem ekonomi dunia yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam sistem yang berdasarkan Pancasila. disiplin. perlu ada dukungan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki motivasi. Di lain pihak. dan etos kerja. sistem ekonomi sosialis dengan sifat perencanaan serta pengendalian penuh oleh pemerintah. Pada dasarnya sistem ekonomi suatu negara tak dapat dipisahkan dari ideologi yang dianut. Namun. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut 1) Sifat Keterbukaan Sistem Perekonomian Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak atau warna terhadap kehidupan ekonomi dari negara tersebut. 2) Manajemen Kegiatan ekonomi memerlukan penerapan manajemen yang tepat dan memadai untuk meningkatkan produktivitas dan mutu produksi barang dan jasa. kurang peka terhadap pengaruh dari luar.

masalah itu antara lain menjadi terkenal masalah Utara-Selatan atau Selatan-Selatan. teknologi dapat juga menimbulkan 64 . Karena perbedaan itulah timbul negara kaya dan negara miskin. kemampuan. terutama dalam era globalisasi. Di lain pihak. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatan kemampuan perekonomian negara. dan kesempatan. Namun demikian hubungan ekonomi dan perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral tidak saling menguntungkan pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana yang diharapkan. Dalam lingkup internasional. 5) Teknologi Dalam kehidupan ekonomi. baik yang pontensial maupun yang nyata. teknologi merupakan faktor penting bagi upaya peningkatan berbagai kegiatan ekonomi.3) Hubungan ekonomi luar negeri Perkembangan perekonomian tiap negara tidak dapat terlepas dari saling ketergantungan dari negara lain. persaingan harga. tetapi tidak dapat menciptakan lapangan kerja langsung secara luas. 4) Diversifikasi pemasaran Peningkatan produksi perlu diikuti dengan perkembangan pasar. dan pelayanan. perlu senantiasa dicarikan pemasaran baru bagi produk yang dihasilkan. Menjual hasil produksi di pasar dalam negeri ataupun di pasar luar negeri akan menghadapi persaingan yang tidak ringan karena timbulnya kejenuhan pasar. artinya diversifikasi pemasaran merupakan satu keharusan agar produksi terus bisa diperluas hingga ekspor dapat meningkat dan perolehan devisa akan meningkat pula. Oleh karena itu. baik di pasar domestik maupun di pasar luar negeri. kualitas. Penggunaan teknologi mutakhir dapat lebih mendayagunakan sumber daya alam. Faktor-faktor penyebabnya terutama terletak pada perbedaan dalam hal kekayaan.

struktur ekonomi yang belum seimbang antara pertanian dan perindustrian mengandung berbagai kerawanan. Di negara-negara berkembang perekonomian didominasi oleh sektor non-industri. 65 . bahkan dapat macet tanpa adanya prasarana dan sarana yang memungkinkan kelancaran arus bahan. sektor industri merupakan kontribusi yang cukup besar pada PDB yang menentukan stabilitas serta kondisi perekonomiannya. dan udara yang dikelola secara terpadu dan didukung oleh jaringan komunikasi yang luas serta lembaga-lembaga keuangan yang mumpuni merupakan syarat mutlak bagi perkembangan ekonomi melalui produksi barang dan jasa yang ditunjang oleh distribusi dan perdagangan yang lancar. Untuk itu. diperlukan pemilihan teknologi yang tepat guna. terutama sektor pertanian dengan nilai tukar perdagangan terms of trade yang hanya menguntungkan negara industri. Di negara berkembang di samping diperlukan sektor industri guna peningkatan nilai tambah.kerawanan karena ketergantungan yang besar terhadap pihak luar serta kurangnya kemampuan penguasaan teknologi serta pemanfaatannya. perlu pemanfaatan teknologi mutakhir dalam rangka memperoleh nilai tambah 6) Struktur Ekonomi Di negara-negara industri maju. laut. Negara berkembang pada umumnya menghadapi masalah pengangguran. barang dan jasa. Angkutan melalui darat. selain dapat memberikan nilai tambah dapat pula memberikan kesempatan kerja. perdagangan dan jasa akan terhambat. diperlukan juga sektor pertanian yang tangguh. 7) Infrastuktur (Sarana dan Prasarana) Kegiatan ekonomi berupa produksi. Oleh karena itu. distribusi. Karena tuntutan kebutuhan.

merupakan beban dan sumber kerawanan sosial ekonomi. Untuk itu diperlukan pembinaan yang serasi terhadap manusia Indonesia sebagai objek dan sekaligus subjek pembangunan ekonomi. Dana dari luar yang terlalu besar dengan penggunaan yang tidak produktif serta menimbulkan ketergantungan negara akan mengakibatkan kerawanan sehingga dapat menghambat pembangunan ekonomi.8) Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas serta berjiwa kewirausahaan mempunyai arti positif bagi peningkatan ketahanan ekonomi. 2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan hal-hal sebagai berikut a) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang. 9) Potensi dan Pengelolaan Sumber Dana Dana yang berasal. Oleh karena itu. baik dari dalam maupun dari luar negeri sangat penting bagi upaya meningkatkan pembangunan dan pengembangan ekonomi. perlu dilakukan peningkatan mobilitas dana dalam negeri melalui sistem perpajakan di samping dana tabungan masyarakat sebagai salah satu sumber pembangunan ekonomi yang didukung oleh kebijaksanaan moneter yang mantap. dengan persebaran yang tidak merata. Pembinaan Ketahanan Ekonomi 1) Sistem ekonomi harus dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. c. dan struktur yang tidak menguntungkan. 66 . SDM Indonesia yang jumlahnya cukup besar dengan kualitas relatif masih rendah.

Dengan demikian ketahanan ekonomi yang demikian adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa berlandaskan Pancasila yang mengandung 67 . badan usaha milik negara.b) Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. 4) Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat. serta memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif. koperasi. badan usaha swasta dan sektor informal untuk mewujudkan pertumbuhan pemerataan dan stabilitas ekonomi. 5) Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil – hasilnya dan keserasian senantiasa dilaksanakan melalui keseimbangan pembangunan antar wilayah dan antarsektor. 3) Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antarsektor pertanian dengan perindustrian dan jasa. c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial. 6) Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat memanfaatkan dan dinamis dalam mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional dengan sumber daya nasional secara optimal dengan sarana iptek tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan serta dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja . Harus diusahakan keterkaitan dan kemitraan antara para pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi yaitu pemerintah.

kemampuan yang tinggi. pengertian sosial pada hakekatnya pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai . baik yang datang dari luar maupun dari dalam. hambatan serta gangguan. yaitu segi sosial di mana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia. Rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.nilai dan norma kebersamaan. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik sosial budaya bangsa dan Indonesia mengatasi yang berisi keuletan dan ketangguhan nasional yang mengandung kemampuan menghadapi mengembangkan kekuatan segala tantangan. 68 . Adapun hakikat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. GATRA SOSIAL BUDAYA a. Konsepsi tentang Ketahanan Sosial Budaya Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia. di dalam ancaman. memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing 7. serta dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. rasa. Dengan demikian. dan segi budaya yang merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tingkah dan hasil tingkah laku yang terlembagakan.

bangsa tersebut mendiami daerah-daerah etnis. Local genius inilah pangkal kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. 69 . b. Analisis Permasalahan 1) Kebudayaan Daerah Bangsa suku-suku Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subKarena tertentu. cinta tanah air.yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. kebudayaan daerah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap. rukun. maju. atau sering disebut sebagai local genius yang mempunyai kemampuan beradaptasi dengan budaya asing segala tanpa kehilangan identitasnya. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan semangat dan jiwa secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing. Dalam kehidupan sehari-hari. bersatu. berkualitas. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia adalah pengembangan kondisi sosial budaya ketika setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suatu bangsa yang bersangkutan. serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. perilaku dan gaya hidup. kebudayaannya sering disebut sebagai kebudayaan daerah.

yang kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. wilayah Nusantara ini telah lama saling berkomunikasi dari berinteraksi dalam kesetaraan. maka kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan nasional) merupakan hasil (resultante ) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan menjadi tuntutan dasar dari segenap sikap. Kebudayaan Nasional. gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntutan Pancasila. Kebudayaan nasional juga dapat merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing). Hal yang penting adalah bahwa interaksi budaya tersebut harus berjalan secara wajar dan alamiah.Kebudayaan Dalam kehidupan suku-suku bernegara yang mendiami saat ini. Dengan demikian. tidak ada unsur pemaksaan dan dominasi budaya satu daerah tertentu terhadap budaya daerah lainnya. perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Mengingat bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah hidupnya. kebudayaan nasional akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya daerah. dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Secara umum. adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-siaft dasar sebagai berikut : 70 . Mengingat bangsa Indonesia dibentuk dari persatuan suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara. perkembangan kehidupan sosial budaya bangsa tidak akan terlepas dari perkembangan sosial budaya daerah. Dengan 2) demikian.

Bersifat hidup serba selaras. Pengamalan dari ajaran agama secara benar akan menumbuhkan suasana kehidupan masyarakat yang sangat baik. Bersifat kerakyatan. Bersifat kekeluargaan. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya justru merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia dan di masa lalu telah mampu memunculkan faktor-faktor perekat persatuan dan integrasi bangsa. 5) Pendidikan Pendidikan adalah upaya secara sadar dan tertib untuk merubah dan mengembangkan sikap. perilaku dan nilai sosial budaya ke arah yang dikehendaki. Pada tahun 1928 telah mampu menghasilkan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai satu bangsa di satu tanah air. dan gaya hidup warga bangsa. akan menjadi tugas seluruh warga bangsa. Interaksi dengan budaya baru diperoleh melalui pendidikan 71 . upaya untuk melestarikan keberadaan faktor perekat persatuan bangsa. Keyakinan tersebut harus diamalkan dalam setiap sikap. Aspirasi ini terwujud secara hukum dan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. perilaku. Di masa depan.a) b) c) d) 3) Bersifat religius. yaitu keinginan dan semangat untuk hidup bersama dan meraih cita-cita bersama. Integrasi Nasional Komunikasi dan integrasi sosial yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini. 4) Kehidupan Beragama Sila pertama dari Pancasila menuntun setiap warga bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupannya berdasarkan keyakinan terhadap agama tertentu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

ilmu pengetahuan dan teknologi. Sesuai dengan kekhasan budaya bangsa yang terdiri dari unsur-unsur budaya daerah yang beraneka ragam. Sistem pendidikan yang mantap serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membentuk budaya bangsa sangat tangguh. justru menuntut agar pengembangan sosial budaya daerah mendapatkan prioritas. Kebhinekaan budaya daerah yang merupakan kekayaan bangsa. sesuai dengan identitas bangsa. 8. 3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai perwujudan budaya bangsa. Konsepsi tentang Ketahanan Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan 72 bangsa Indonesia seharusnya mampu melahirkan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru ataupunteknologi yang . c. Dengan berkembangnya sosial budaya daerah maka sosial budaya bangsa yang merupakan resultante sosial budaya daerah akan berkembang pula. tetapii harus disertai pemahaman dan penghormatan terhadap keberadaan agama lain beserta masyarakat pemeluknya. GATRA PERTAHANAN DAN KEAMANAN a. Pembinaan Ketahanan Sosial Budaya 1) Pengembangan Sosial Budaya Pengembangan sosial budaya bangsa Indonesia berjalan bersama dengan pengembangan sosial budaya daerah. 2) Toleransi Kehidupan Beragama Pembinaan penghayatan dan kehidupan pengamalan beragama ajaran tidak agama hanya untuk diri mencakup manusia pemeluknya sendiri.

Ketahanan dan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. politik. dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. sosial budaya. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas. untuk menjamin penyelenggaraan 73 . Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun. pada saat seluruh potensi dan kekuatan idiologi. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. di dalam menghadapi dan mengatasi segala TAHG yang datang dari luar ataupun dari dalam. suatu perjuangan rakyat semesta. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara. ekonomi. guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. integritas. militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi.negara.

yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. terpeliharanya keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional. 3) Pertahanan dan keamanan negara merupakan upaya nasional terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan hak dan kewajiban bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Upaya pertahanan dan keamanan negara yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuskan ke 74 . Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa negara di dunia serta tidak dikendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. keutuhan dan wilayah.sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UDD 1945 yang ditandai berikut : 1) Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. 2) Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara Kesatuan Republik Indonesia dilandasi oleh landasan idiil Pancasila. bangsa Indonesia berhasrat dalam setiap penyelesaian pertikaian. landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional Wawasan Nusantara. kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. tanpa mengenal menyerah. baik nasional maupun internasional selalu mengutamakan cara-cara damai. Oleh karena itu. Walaupun cinta damai. kerelaan berjuang dan berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila.

perannya tetap diabdikan bagi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. b. diperlukan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia yang bermutu. memiliki kemampuan startegis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk 75 . 4) Pertahanan dan keamanan potensi negara negara nasional dilakukan Republik dalam secara Indonesia pengelolaan optimal dan diselenggarakan sishankamrata yang bersifat total. pertahanan Pendayagunaan dan keamanan terkoordinasikan untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara dalam keseimbangan dan keserasian antara kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Pembangunan angkatan perang Republik Indonesia (APRI) dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat. tentara pejuang dan tentara nasional. kerakyatan dan kewilayahan. 5) Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan kedalam satu wadah tungggal yang dinamakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 1) Geografi Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Kepulauan Nusantara. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan.dalam doktrin yang selama ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia. Analisis dan permasalahan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Pertahanan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan antara lain adalah sebagai berikut.

seolah-olah tidak ada batasnya. upaya hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. Selanjutnya. 4) Kondisi Internasional Kenyataan yang ada menunjukkan internasional menunjukkan bahwa pada hakikatnya dari merupakan tidak refleksi pertentangan-pertentangan Kondisi internasional kepentingan-kepentingan nasional setiap negara. 3) Sumber Kekayaan Alam Sumber kekayaan alam pada umumnya makin lama semakin langka. Akan tetapi. perhitungan. dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. dan kepadatan penduduk kurang proporsional sehingga banyak terdapat daerah-daerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. Oleh karena itu. diharapkan ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan.menguasai dan melindungi setiap titik. Kualitas penduduk yang mampu berperan positif dalam keamanan nasional sangat menentukan karena ketahanan pertahanan dan keamanan merupakan usaha integral rakyat. adanya polarisasi perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar. persebaran. hal ini lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang 76 . 2) Demografi Pemerataan. Dengan demikian. Karena tidak adanya kepastian masa depan. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air serta wilayah udara di atasnya. harus selalu dirumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. perlu adanya penyesuian antara kebutuhan dengan sumber daya alam yang ada. sedangkan kebutuhan manusia terus meningkat.

Dalam upaya di bidang hankamneg perlu diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. kearifan dalam memperjuangkan anggaran yang lebih memadai. berwibawa dan dinamis serta mendapat kepercayaan rakyat.bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. perlu ditingkatkan. 5) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. bersih. Kemampuan manajemen sesuai dengan kepribadian Indonesia. Adanya tekanan-tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat terwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. Pembinaan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan 1) Pertahanan serta dan keamanan melalui harus yang dapat mewujudkan sishankamrata kesiapsiagaan kemampuan upaya bela negara. c. Perlu diambil langkah yang konkret untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. penelitian dan pengembangan khususnya dalam mendukung sistem senjata teknologi (sistek) 6) Kepemimpinan dan Manajemen Berhasil atau gagalnya bangsa Indonesia di bidang hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. dan kekuatan penyelenggaraan 77 . Anggaran pertahanan dan keamanan sangat terbatas akan lebih memerlukan tingkat efisiensi manajemen yang tinggi. pada semua eselon. terutama pada masa-masa kritis ketika kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan bangsa dan negara. berisi ketangguhan.

3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan martabat bangsa dan negara. arif bijaksana. 6) Pembangunan dan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan manusia- pertahanan keamanan haruslah diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur. 2) dan Bangsa Indonesia cinta damai. kedaulatannya. Mempertahankan tetapi lebih cinta kemerdekaan kemerdekaan bangsa dan menggamankan kedaulatan negara yang mencakup wilayah tanah air beserta segenap isinya merupakan suatu kehormatan demi mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri.untuk menjamin keseimbangan hidup bangsa dan pembangunan negara berdasarkan nasional Pancasila dan dan kelangsungan UUD 1945. menghormati hak Asasi manusia (HAM) dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan 78 . 5) Perlengkapan dan dan peralatan untuk mendukung dan pembangunan sedapat kekuatan kemampuan pertahanan keamanan mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri. 4) Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia. pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dan industri dalam negeri masih terbatas kemampuannya. Oleh karena itu. harus ditingkatkan kemampuannya. Oleh karena itu haruslah diselenggarakan dengan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan yang untuk kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

kerelaan hidup bangsa. dan Kelangsungan serta hidup dan perkembangan jawab. memelihara. efektif. Polri berpedoman kepada Tribrata dan Caturprasetiya dan dikembangkan sebagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum. profesional. dalam keadaan damai. tanggap tangguh bertanggung berjuang berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil. 9) Masyarakat secara terus menerus perlu ditingkatkan kesadaran dan ketaatannya kepada hukum. disusun dalam sishankamrata dengan srategi penangkalan. efesien dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah tunggal TNI. 7) TNI Sebagai tentara rakyat. Dengan demikian ketahanan pertahanan dan keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. dan mewujudkan keamanan ketertiban masyarakat. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menyangkal segala bentuk ancaman. Sebagai kekuatan pertahanan. 8) Sebagai kekuatan inti Kamtibmas. berpedoman pada Saptamarga yang merupakan penjabaran Pancasila. 79 . dan memerlukan dukungan manusia-manusia yang bermutu tinggi.damai. tentara pejuang dan tentara nasional.

sumber parawisata. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. Kekayaan alam berfungsi sebagai sumber kehidupan. RANGKUMAN 1. Gatra Geografi Geografi menggambarkan di mana tempat NKRI di atas bumi tentang bentuk ke dalam dan ke luarnya. Kedudukan Indonesia secara geografis berada pada posisi silang. 3. sumber pendapatan nasional. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap gatra. 80 . Analisis pula pola pembinaan masing-masing gatra. Coba pula Saudara amati analisis permasalahan masing-masing gatra. 2. sumber energi. sumber hubungan luar negeri tetapi juga sebagai sumber sengketa.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 7. memberikan Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif 2. 3. sumber bahan baku industri. laut dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yuridiksi nasional NKRI. bila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan menjadi modal yang sangat besar dan menguntungkan. tetapi penduduk yang besar akan menjadi masalah apabila tidak mampu dibina sehingga menimbulkan masalah sosial. Gatra Kependudukan Jumlah penduduk yang sangat besar. Gatra Kekayaan Alam Kekayaan alam menurut jenisnya dapat dibedakan dalam 8 golongan yang merupakan sumber dan potensi alam dipermukaan serta di dalam bumi.

Gatra Sosial Budaya Sosial dapat diartikan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai dan norma kebersamaan. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berdasarkan Pancasila. rasa. yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan 81 . Adanya rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. sedangkan budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. distribusi serta konsumsi barang dan jasa serta usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Gatra Ekonomi Ekonomi merupakan salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat. dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mewujudkan ketahanan politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. 5. politik juga berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai perwujudan dari kedaulatan berada di tangan rakyat. Gatra Ideologi Ideologi merupakan suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi serta terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan. 7. 6. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Gatra Politik Politik merupakan satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Keampuhan suatu ideologi sangat dipengaruhi kepada nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta jaminan segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. meliputi produksi.4.

sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. 8. Gatra Hankam Daya dan upaya seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela negara, suatu perjuangan rakyat semesta, ketika seluruh potensi dan kekuatan idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

82

KETAHANAN NASIONAL

IMPLEMENTASI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 8
1. Sebagai sutau pedoman, Konsepsi Ketahanan Nasional pada dasarnya dapat dalam seluruh penyelenggaraan Pembangunan kehidupan dan bermasyarakat, Pembangunan Konsepsi Nasional digunakan sebagai Nasional

diimplementasikan pedoman dalam

berbangsa dan bernegara. Secara lebih konkrit, penyelenggaraan

Daerah/Wilayah, mulai tahap perencanan sampai dengan tahap pelaksanaan serta tahap evaluasinya. Untuk implementasinya, Konsepsi Ketahanan Nasional perlu dijabarkan dalam kerangka pemikiran yang lebih tennis operasional, namun tetap mengacu pada kaedah yang terkandung dalam konsepsi termaksud. 2. Keterkaitan Ketahanan Nasional terhadap Pembangunan Nasional, tercermin pada Makin meningkatnya intensitas Secara implisit

Konsepsi Ketahanan Nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui Pembangunan Nasional. Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional, sebaliknya kokohnya Ketahanan Nasional akan mendorong lajunya Pembangunan Nasional. Ketahanan Nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 3. Kriteria Implementasi. Kriteria dimaksud adalah nilai-nilai praktis yang

merupakan cerminan dari kaedah-kaedah konsepsional yang terkandung dalam konsepsi Ketahanan Nasional. Nilai-nilai tersebut harus secara subtantif terlihat dalam Kriteria atau nilai tersebut adalah : pelaksanaan Pembangunan Nasional/Daerah. a.

Keseluruhan (Comprehensive). Maksud dari ”keseluruhan” adalah masalah yang berskala nasional, 83

bahwa semua aspek yang terkait dengan pokok masalah harus diperhatikan dan dipertimbangkan keterkaitannya. Untuk

pengertian ”keseluruhan” mencakup kelima gatra dinamis, yaitu gatra Ideolgi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam. Untuk masalah dengan skala yang lebih sempit, pengertian ”keseluruhan” dapat dibatasi dengan aspek-aspek yang terkait saja. Gambaran rangkaian keterkaitan dari seluruh aspek. b. Keuletan dan Ketangguhan. Pengembangan faktor keuletan dan yang utuh tentang

ketangguhan merupakan inti dari penyelenggaraan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. c. Keseimbangan Antara Kepentingan Kesejahteraan dengan

Keamanan.

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat

dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta ensensial, baik bagi perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan yang serasi mencerminkan keuletan dan ketangguhan Ketahanan Nasional. d. Dinamis, mempertimbangkan kecenderungan perubahan lingkungan luar Lingkungan luar berasal dari luar sistim pembangunan

maupun dalam.

nasional, sedangkan lingkungan dalam adalah kondisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pembangunan tersebut ( feed back). e. Kemandirian. Percaya pada kemanpuan dan kekuatan sendiri dengan

keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (indenpendent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling mrnguntungkan dalam perkembangan global (indenpendent). f. Partisipatif. Ketahanan Nasional merupakan resultante dari kinerja

segenap komponen bangsa, baik pada supra, infra maupun substruktur.

84

Kerjasama yang sinergik antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah otonom beserta seluruh masyarakat Indonesia.

4.

Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Nasional. a. Implementasi Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Wasantara dan Tannas telah diajarkan dan dimasyarakatkan melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah, namun karena besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah Indonesia , serta maraknya berbagai pengaruh yang kurang menguntungkan, maka pemahanan dan penghayatan Wasantara dan Tannas dalam kehidupan bermasyarakat dirasakan belum mantap. Kehidupan bermasyarakat masih mengandung kerawanan laten/masalah Sara (suku, agama, ras dan antar golongan), primordialisme, dan potensi yang mengancam persatuan dan kekuatan bangsa. Sampai saat ini masih dirasakan kecenderungan yang dapat memicu terjadinya kerusuhan massal yang bersumber pada masalah sara ditambah dengan masalah ketidak adilan dan kesenjangan sosial ekonomi. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa kerukunan hidup bermasyarakat, kerukunan hidup intra dan antar umuat beragama dan solidaritas sosial sebagai penopang persatuan dan kesatuan masih belum mantap. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab turut bermain dengan memanfaatkan kerawanan tersebut, untuk kepentingannya atau kepentingan sponsornya. Primordialisme, masalah sara, masalah ketidakadilan, maslah KKN, dan kesenjangan sosial ekonomi, secara bertahap akan dapat diatasi, bila seluruh warga masyarajat warga Indonesia memahami menghayati dan mengamalkan Wasantara dan Tannas sebagai daya tangkal terhadap TAHG. Pemahaman penghayatan, dan pengamalan Wasantara dan Tannas ini hendaknya dimulai dari setiap pribadi, meningkat kekeluarga, kelompok dan

85

turut memelihara kelestarian lingkungan hidup dan tidak bertindak ”counter productive” terhadap Tannas (tindakan yang justru melemahkan Tannas). Gerakan reformasi. Sumber-sumber perpecahan tersebut diatas akan secara bertahap dapat diatasi. tidak memaksakan 86 . juga memiliki sisi negatif bila tidak ada ”law and order” yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. demokratis. PRRI). NII. b. Sejak proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. disamping memiliki sisi positif yaitu menuntut berbagai pembenahan khususnya dibidang politik. Republik Maluku Selatan). bersikap dan bertindak sealu mengutamakan persatuan dan kesatuan. keinginan untuk merubah bentuk menjadi negara federal. budaya atau adat istiadat. bersatu berdaulat. Kekuatan Sospol hendaknya menyerap aspirasi masyarakat dan mengartikulasikan kedalam kepentingan golongan/parpol untuk selanjutnya disalurkan kepada supra struktur dan diperjuangkan dengan didasari budaya politik Pancasila (musyawarah untuk mufakat. Aceh merdeka. elit politik dan generasi muda bangsa menghayati cita-cita dan tujuan Nasional serta konsepsi nasional Wasantara dan Tannas. Implementasi Dalam Kehidupan Berbangsa. yang merdeka. dengan berpikir. yaitu : negara Indonesia. bahkan ada yang ingin memisahkan diri atau separatisme (Contoh : Papua Merdeka. khususnya pada saat menjelang dan masa kampenye Pemilu. serta perbedaan kepentingan kekuatan sosial politik. tetapi didasarkan pada kesamaan cita-cita yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. agama. bila seluruh komponen bangsa terutama para penyelenggara negara.golongan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan. Kecenderungan terjadinya konflik dan Perpecahan dalam kehidupan berbangsa samapi saat ini bersumber pada perbedaan Cita Negara (contoh DI/TII. ekonomi dan hukum. etnis. kebangsaan Indoensia tidak didasarkan pada kesaman suku. adil dan makmur.

daerah. Banyak peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai saat ini. Wasantara dan Tannas. NKRI sebagai salah satu negara berkembang yang merebut kemerdekaan dengan revolusi fisik . Tannas. Implementasi Dalam Kehidupan Bernegara. Dalam kehidupan bernegara. menjadi keputusan yang dituangkan dalam peratutan perundang-undangan dan program-program pembangunan.kehendak dan tidak adu kekuasaan/kekuatan). UUD 1945. dan parpol ditampung dan diolah oleh supra struktur dengan sungguhsungguh. ekonomi kerakyatan dan masalah-masalah baru yang penyesuaian dan pembuatan peraturan perundang-undangannya. memerluakan Peraturan perundang-undangan yang dibuat pada masa RI belum seluruhnya dengan tegas mengacu kepada Wasantara dan 87 . Disamping itu terdapat aspirasi dan tuntutan baru seperti pemberdayaan daerah. c. kepentingan golongan. aspirasi masyarakat. adalah warisan jaman penjajahan Belanda yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. landasan konstitusional : UUD 1945. dan landasan visional : Wasantara serta landasan konseptual : Tannas. dan dengan sendirinya tidak sesuai dengan Pancasila. mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan pribadi. mengacu kepada landasan idiil : Pancasila. banyak mengahadapi permasalahan tentang peraturan perundang-undangan yang hingga saat ini masih dalam proses regulasi dan deregulasi. golongan/parpol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful