P. 1
Materi Pokok 1 Kondisi Ketahanan Nasional

Materi Pokok 1 Kondisi Ketahanan Nasional

|Views: 3,872|Likes:

More info:

Published by: Rozi Keevanza Nasution on Oct 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

KONDISI KETAHANAN NASIONAL

PENDAHULUAN 1. Umum. a. Ketahanan Nasional (TANNAS) merupakan salah satu Doktrin Nasional yang secara terus menerus dibina dan dikembangkan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS). Mengingat pentingnya fungsi Ketahanan Nasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, materi ini merupakan salah satu materi ajaran pokok yang diberikan kepada peserta seluruh kursus yang diselenggarakan oleh Lemhannas. dapat menguasai materi Sehubungan dengan itu setiap alumni Ketahanan Nasional dan mampu Lemhannas sebagai kader pemimpin nasional dimasa mendatang diharapkan mengimplementasikannya dalam kegiatan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. b. Guna lebih memudahkan pemahaman materi Ketahanan Nasional,

Lemhannas telah menyusun MODUL Konsepsi

Ketahanan Nasional yang Bagi pembaca

merupakan inti sari atau pokok-pokok materi ketahanan Nasional.

atau calon peserta kursus Lemhannas yang ingin lebih mendalami materi tersebut kiranya dapat membaca berbagai referensi terkait dengan Ketahanan Nasional sesuai dengan yang dicantumkan dalam MODUL.

2.

Maksud dan Tujuan Modul Konsepsi Ketahanan Nasional dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman

materi TANNAS bagi para pembaca dan/ atau calon peserta kursus Lemhannas sehingga memiliki pengetahuan awal tentang TANNAS yang selanjutnya akan dikembangkan pada saat mengikuti kursus, seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh Lemhannas.

1

3.

Ruang Lingkup dan Tata Urut Modul. Konsepsi Ketahanan Nasional meliputi Ketahanan Nasional dan Konsepsi

Ketahanan Nasional serta beberapa penugasan dan referensi yang digunakan yang dibagi dalam tiga bagian yaitu : a. b. c. Filosofi Ketahanan Nasional Indonesia. Konsep Dasar Ketahanan Nasional Konsepsi Gatra

2

KETAHANAN NASIONAL
FILOSOFI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Kegiatan Belajar 1

PENDAHULUAN Proklamasi 17 Agustus 1945 telah mengantarkan Indonesia ke alam dan suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang merdeka dan berdaulat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Untuk itu, bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem kehidupan nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi nasional dan dasar negara, serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka pengamalan Pancasila. Dalam mengatur dan meyelenggarakan kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksi dengan lingkungannya, baik dalam lingkup nasional, regional maupun global. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya, bangsa Indonesia memiliki cara pandang, cara tinjau, cara tanggap inderawi, yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman, tuntunan, dan panduan, agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan cita-cita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. Suatu tujuan yang telah merupakan ikrar atau 3

kesepakatan bersama seluruh rakyat Indonesia, untuk membentuk suatu pemerintahan negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaiana abadi, dan keadilan sosial. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu, diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional. Ketahanan nasional perlu ditingkatkan dan dipupuk atau dibina terus menerus berdasarkan Wawasan Nusantara melalui upaya pembangunan nasional di segenap aspek dan dimensi kehidupan. Saling keterkaitan antara Wawasan Nusantara, ketahanan nasional, dan pembangunan nasional, menempatkan Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, tuntunan dan sebagai rambu-rambu pemandu bagi perwujudan ketahanan nasional. Keterkaitan ketahanan nasional terhadap pembangunan nasional, tercermin pada konsepsi ketahanan nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui pembangunan nasional. Makin meningkatnya intensitas pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional, sebaliknya kokohnya ketahanan nasional akan mendorong lajunya pembangunan nasional. Secara implisit ketahanan nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berdasarkan nilai Pancasila, norma UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.

4

potensi sumber kekayaan alam serta besarnya jumlah dan kemampuan penduduk yang dimilikinya. Kesadaran bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh konstelasi geografi dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan sebagaimana dikemukakan di atas. bersatu.POKOK BAHASAN 1. bangsa dan negara Indonesia selain telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya terhadap ancaman dari luar antara lain agresi militer Belanda. Hal tersebut. Sehingga dapat mempengaruhi bahkan membahayakan kelangsungan hidup dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar Negara besar dan adikuasa. Latar Belakang Dari pengalaman sejarahnya. Sungguhpun demikian. Kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. tidak luput dari berbagai gejolak dan ancaman di dalam negeri ataupun luar negeri.bangsa dalam tatanan internasional. bangsa Indonesia makin menyadari hakikat jati diri dan lingkungannya yang serba Nusantara berikut kekuatan. serta terselenggaranya ketertiban dan keadilan dalam membina hubungan antar. DI/TII bahkan mampu merebut kembali Irian Jaya ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia masih tetap tegak berdiri sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka. 5 . Ditinjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis. peluang dan kendala yang dihadapinya. kelemahan. memberikan motivasi. yang hampir-hampir membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. dan dorongan bagi terciptanya suasana damai dan tenteram dalam kehidupan nasional. dan berdaulat. baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan. pemberontakan PKI. juga telah mampu menegakkan wibawa pemerintah terhadap gerakan separatis.

serta merupakan norma sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan. 2. bangsa Indonesia harus tetap memiliki keuletan dan ketangguhan yang perlu dibina secara konsisten dan berkelanjutan.Hal tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. berdaulat. Pancasila merupakan penuntun dan pengikat moral. Oleh karena itu. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. tertib. Dalam rangka menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa kini dan di masa yang akan datang. bersatu. Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya. 6 . Pancasila yang bulat dan utuh merupakan sumber kejiwaan masyarakat yang memberikan pedoman bahwa kondrat manusia ialah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. tenteram. dan landasan konseptual Wawasan Nusantara. ancaman. berbangsa. tertib. landasan konstitusional UUD 1945. hambatan. dan gangguan dari mana pun datangnya. antara manusia dengan manusia dan antara manusia dan lingkungannnya. dan damai. bersahabat. dan bernegara. Kondisi kehidupan nasional yang merupakan pencerminan ketahanan nasional didasari oleh landasan idiil Pancasila. dan berkedaulatan perikehidupan bangsa yang rakyat dalam suasana aman. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. Landasan Idil Pancasila Peranan Pancasila sebagai pandangan hidup adalah menyadarkan rakyat Indonesia bahwa hakikat hidup. pada dasarnya adalah menganut alam pikiran yang mengungkapkan keterkaitan antara manusia dengan Tuhannya.

Dalam semangat konstitusi tersebut kekuasaan pemerintah tidak bersifat absolut atau tidak tak terbatas. ialah keseimbangan.Peranan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana tersurat dalam Pembukaan UUD 1945. Sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. keserasian dan keselarasan. pada hakikatnya mencerminkan nilai-nilai dasar Pancasila. Republik Indonesia bukanlah atas negara dasar kekuasaan. Kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilakukan melalui DPR dan DPD serta presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. kekuasaan dalam arti bahwa Sehingga penyelenggaraannya didasarkan semata-mata. Dengan demikian. seluruh kehidupan bangsa dan negara pada dasarnya tercakup dalam lingkup pengaturan yang tertuang melalui pranata-pranata yang disusun dalam bentuk peraturan perundang-undangan berdasarkan norma-norma konstitusional tersebut. 3. yang 7 . Republik Indonesia adalah negara yang memilik UUD 1945 sebagai konstitusinya. Dengan demikian. sedangkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan dituangkan lebih lanjut ke dalam kelembagaan tinggi negara dan tata kelembagaan negara. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. Landasan Konstitusional UUD 1945 Bertitik tolak dari Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum serta mengandung cita-cita hukum. UUD 1945 merupakan keputusan politik nasional yang dituangkan ke dalam norma-norma konstitusional dalam rangka menentukan sistem negara dan pemerintahan negara dengan bentuk-bentuknya secara spesifik. persatuan dan kesatuan. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa. adalah negara hukum. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. sistem negara bersifat demokrasi. membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. Perpaduan nilainilai dasar tersebut telah mampu mewadahi kebinekaan aspirasi bangsa Indonesia seluruhnya.

dan menyeluruh. dan bernegara diaktualisasikan dengan mempertimbangkan wujud konstelasi dan posisi geografi dan segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional. Landasan Konseptual Wawasan Nusantara Pengejawantahan Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Untuk mewujudkan cita-cita nasional dan mencapai tujuan nasional. 8 . dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. Setelah menegara. Hal tersebut menimbulkan rangsangan dan dorongan kepada bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan potensi dari segala aspek kehidupan nasionalnya secara dinamis. integritas dan kelangsungan hidup serta pertumbuhannya dalam perjuangan mewujudkan cita-cita nasional. 4. utuh. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. Agar mampu mempertahankan identitas. serta sejarah perjuangan bangsa. bangsa Indonesia selain memerlukan cara pandang yang dinamakan Wawasan Nusantara. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara.tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang bersumber dan mengacu kepada kepentingan serta aspirasi rakyat. juga perlu membina keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang dinamakan ketahanan nasional.

Carilah contoh beberapa negara lain yang mempunyai ”Ketahanan Nasional”. 2. 3. 3. apa dan mengapa negara tersebut berhasil menerapkan ketahanan nasionalnya. Dari analisis tersebut pilihlah satu negara yang Saudara anggap paling berhasil dalam menerapkan model ketahanan nasionalnya. Petunjuk jawaban latihan: 1. dan bernegara berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. bangsa Indonesia mengatur dan menyelenggarakan kehidupannya dalam suatu sistem Kehidupan Nasional yang mencerminkan tatanan kehidupan bermasyarakat. sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945. Untuk itu. Suatu cita-cita yang mengingatkan adanya kehidupan yang bebas. Perhatikan apa yang menjadi variabel/indikator pokok ketahanan nasional dari negara tersebut. 4. Variabel/indikator apa saja yang menurut Saudara yang cukup lemah/rawan sehingga perlu ditingkatkan. adil. ideologi nasional dan dasar negara. berdaulat. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bertekad mewujudkan cita-citanya dan pencapaian tujuan nasionalnya. Bandingkan ketahanan nasional negara tersebut dengan ketahanan nasional Indonesia. Kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan: Coba ditelaah kembali: 1. Latar belakang Landasan Idiil Pancasila Landasan Konstitusional UUD 1945 Landasan Konseptual Wawasan Nusantara.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi ”Pilosofi Ketahanan Nasional Indonesia”. dan makmur. serta UUD 1945 yang merupakan sumber dan norma dasar dalam rangka 9 . kemudian lakukan analisis. berbangsa. bersatu. 2. RANGKUMAN a.

Peranan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan panggilan hidup dan ikrar segenap bangsa Indonesia dalam upaya untuk mewujudkan cita-citanya.pengamalan Pancasila. berdaulat. tuntunan dan panduan. dan damai. Dalam upaya mencapai tujuan nasionalnya. Wawasan Nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan citacita mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional c. Wawasan Nusantara yang berfungsi sebagai pedoman. dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. tertib. Dalam menyelenggarakan kehidupan nasionalnya. ancaman. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Untuk itu. Untuk mengembangkan kehidupannya dan merealisasikan berbagai kepentingan nasionalnya. bangsa Indonesia didorong oleh motivasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. d. bangsa Indonesia memiliki cara pandang. yang dinamakan Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional. dihadapkan kepada lingkungan yang serba berubah merasa perlu memiliki cara pandang atau wawasan nasional yang dinamakan Wawasan Nusantara. dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. bangsa Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai bentuk tantangan. hambatan. tenteram. 10 . bersahabat. melainkan adalah negara hukum. Wawasan Nusantara pada hakikatnya merupakan pancaran dari falsafah Pancasila yang diterapkan dalam kondisi nyata Indonesia. bersatu. yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka. baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan integritas. dan gangguan. dalam arti bahwa penyelenggaraannya didasarkan atas dasar kekuasaan semata-mata sehingga membawa sistem dan pola kehidupan politik yang totaliter. Republik Indonesia bukanlah negara kekuasaan. identitas. di mana kekuasaan dibenarkan dan diatur penyelenggaraannnya menurut hukum yang berlaku. cara tinjau. agar segenap upaya bangsa tetap mengarah pada perwujudan citacita nasional dan pencapaian tujuan nasionalnya. yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh masyarakat. tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan sebesar-besarnya. tertib. Adapun hukum sebagai pranata sosisal disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan. cara tanggap inderawi. diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional b.

LEMHANNAS RI 2005 GEO POLITIK DAN GEO STRATEGI INDONESIA (PROF. DR. 3. 2.PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR 1 1. REFERENSI 1. Apa yang dijadikan pedoman-pedoman dasar dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. 4. Setelah memahami filosofi Ketahanan Nasional Indonesia secara umum. Msi) 11 . berikut ini pembaca membuat suatu analisa tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang apa yang digunakan dalam merumuskan Ketahanan Nasional Indonesia. PANCASILA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 KETAHANAN NASIONAL INDONESIA. MH. Apa hubungan timbal balik antara pedoman-pedoman dasar (landasan) tersebut dengan Ketahanan Nasional Indonesia. ERMAYA SURADINATA. 2.

12 . Rumusan Ketahanan Nasional sebagai suatu pengertian baku. serta ditelusuri pula sejarah bangsa guna dapat memperbaiki pengalaman yang kurang menguntungkan dan memanfaatkan pengalaman yang baik dalam mempersatukan cara pandang bangsa yang mengutamakan persatuan dan kesatuan sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah.KETAHANAN NASIONAL KONSEP DASAR KETAHANAN NASIONAL Kegiatan Belajar 2 PENDAHULUAN Untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. diperlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. dipelajari lagi budaya bangsa untuk dapat memahami niali-nilai luhur. Dalam hubungan itu dikaji kembali tentang posisi geografi yang dikaitkan dengan tinjauan politik. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. pola sikap. sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa untuk dipakai sebagai dasar atau titik tolak dalam penjabarannya. Agar pembangunan nasional yang direncanakan tidak menyimpang dari landasannya. baik dari luar maupun dari dalam sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. dilaksanakan pembangunan nasional. ancaman. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. hambatan dan gangguan dari mana pun datangnya. dan pola tindak yang sama demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional.

c. Kedudukan dan fungsi. asas Kekeluargaan. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (A). 4. konsepsi ketahanan nasional. 2. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -2 Setelah memahami secara umum masalah Konsep Dasar Ketahanan Nasional. asas komprehensif integral. 3. b. Sifat ketahanan nasional. c. Hakikat Ketahanan Nasional. dijelaskan : Agar 13 . Sifat Ketahanan Nasional dan Fungsi Ketahanan Nasional. asas kesejahteraan dan keamanan. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (D) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a. ada beberapa pemahaman mendasar yang perlu diketahui antara lain Ketahanan Nasional sebagai kondisi Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi. hubungan antar gatra dalam astagatra. (D) Dasar Setelah Anda mempelajari Kegiatan Belajar ini diharapkan Anda mampu menjelaskan konsep dasar ketahanan nasional meliputi. (B) Asas-asas. d. b. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (B) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan asas-asas ketahanan nasional yang meliputi a. Konsepsi. Rincian dan Hubungan Antar gatra dalam Astagatra. dasar pemikiran astagatra. b. (A) Pengertian. (C) Sifat. asas mawas ke dalam dan ke luar. diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan. Kedudukan dan Fungsi. c. Hakikat. b. pokok-pokok pikiran. rincian Astagatra. a. pengertian ketahanan nasional. Asas Ketahanan Nasional. 1. hakikat ketahanan nasional. d.Substansi materi yang termuat dalam Kegiatan Belajar 2 ini adalah Pemikiran. Setelah Anda mempelajari Pokok Bahasan Kegiatan Belajar 2 (C) diharapkan Anda mampu menjelaskan yang terkait dengan : a.

Mengapa sifat Ketahanan Nasional harus mandiri. Hubungan timbal balik Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Nasional. wibawa dan konsultasi dan kerjasama. kelemahan masing-masing asas dalam Menurut saudara apa mengimplementasikan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional sehingga kondisi kehidupan nasional sulit meningkat (ditinjau khusus dalam era reformasi). Mengapa asas Ketahanan Nasional perlu mendapat perhatian dalam membina kehidupan nasional melalui Pembangunan Nasional. 5. 4. 14 . Apa hubungan Trigatra dengan Pancagatra. 3. Apa peranan Konsepsi Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional.1. Kondisi dengan 2. dinamis.

dan nasional bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. mulai dari pribadi. integritas. hambatan. serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.KETAHANAN NASIONAL PENGERTIAN. keluarga. Dengan kata lain. Konsepsi Ketahanan Nasional. baik yang datang dari luar maupun dari dalam. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila. ancaman. ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. serasi. KONSEPSI DAN HAKEKAT TANNAS Kegiatan Belajar 3 1. dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dalam pengertian tersebut. Konsepsi tersebut dinamakan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia. kelangsungan hidup bangsa dan negara. dan gangguan. untuk menjamin identitas. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik. daerah. Pengertian Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. lingkungan. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Konsepsi pengembangan Ketahanan kekuatan Nasional nasional (Tannas) Indonesia dan adalah konsepsi melalui pengaturan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 15 . Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. 2.

Coba pula Saudara amati nilai-nilai dalam konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang. Hakikat konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. serasi. dan terpadu. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi modul 2 (A). untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional. Sementara itu. menyeluruh. 16 . 3.Kesejahteraan menumbuhkan dan dapat digambarkan sebagai kemampuan demi bangsa dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. 2. Hakikat Tannas dan Konsepsi Tannas a. rohaniah dan jasmaniah. 1. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional. b. dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh. serasi. kerjakan latihan berikut ini ! Untuk didiskusikan dalam kelompok. keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar Hakikat ketahanan nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata. dan dari dalam. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap aspek kehidupan nasional yang harus diwujudkan.

RANGKUMAN a. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya. hambatan. demi terwujudnya cita-cita nasional melalui pencapaian tujuan nasional. 17 . pola sikap. dan pola tindak yang sama. sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Pembangunan nasional memerlukan pedoman dasar yang dapat mempersatukan pola pikir. sehingga diperlukan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional. sehingga bangsa Indonesia dapat mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya di tengah-tengah bangsa lainnya di dunia yang selalu berubah. ada beberapa hal yang perlu diketahui khususnya yang berkaitan dengan Ketahanan masing-masing Gatra dan permasalahannya serta arah pembinaannya. b. PENUGASAN KEGIATAN BELAJAR -3 Setelah memahami Konsep Gatra dalam Ketahanan Nasional. 3. ancaman. Agar ditelaah kembali kondisi masing-masing gatra. dan gangguan dari mana pun datangnya. selanjutnya inventarisir permasalahannya yang cukup menonjol. baik dari luar maupun dari dalam. dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata rohaniah dan jasmaniah. suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai tantangan. 1. Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Bagaimana arah pembinaan masing-masing Gatra dikaitkan dengan permasalahan yang ada. 2. Buatkan suatu analisa tentang implementasi permasalahan tiap Gatra terhadap Gatra lain.

dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. Tanpa kesejahteraan dan keamanan. adalah sebagai berikut. b. Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan. Dalam kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur ketahanan nasional.KETAHANAN NASIONAL AZAZ TANNAS Kegiatan Belajar 4 Asas-asas Ketahanan Nasional Azas-azas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta esensial. berbangsa. dan bernegara. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan. menyeluruh. berbangsa. Dengan demikian. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. a. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang. Dengan demikian. serasi. Sebaiknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. tetapi tidak berarti mengabaikan keamanan. dan terpadu (komprehensif integral) 18 . Baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada berdampingan pada kondisi apappun. dan bernegara. ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh. baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung sehingga dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasional itu sendiri.

kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. berbangsa dan bernegara. kesamaan. 2) Mawas ke luar Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. kearifan. dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Asas Kekeluargaan Asas kekeluargaan mengandung keadilan. d. gotong royong. Namun demikian. Untuk itu. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit. Di samping itu. 1) Mawas ke dalam Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat. sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya.c. Dalam azas ini diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam 19 . Untuk menjamin kepentingan nasional. diperlukan sikap mawas ke dalam maupun ke luar. kebersamaan. sifat. tenggang rasa. interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak. Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar Sistem kehidupan nasional merupakan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. baik yang bersifat positif maupun negatif.

Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. sifat dan kondisi kehidupan nasional dan dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri kekeluarga. asas konprehensif integral. tetapi perbedaan tersebut harus dapat dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan. yaitu adanya pengakuan akan perbedaan-perbedaan. asas mawas ke dalam dan ke luar serta asas kekeluargaan. yaitu untuk menumbuhkan hakikat. d. RANGKUMAN Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Konprehensif integral. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada asas kesejahteraan dan keamanan. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. menyeluruh. b. serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan mawas kedalam dan keluar. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang.hubungan kemitraan serta dijaga tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan. 20 . yakni melihat sesuatu secara utuh. 2. yang terdiri dari asas : a. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4. Kesejahteraan dan keamanan. c. yakni adanya keseimbangan antara keduanya.

Oleh karena itu. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent). Mandiri Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas. dan kepribadian bangsa. upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorentasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik. integritas. b. melainkan dapat meningkat ataupun menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. c.KETAHANAN NASIONAL SIFAT. Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. 21 . serta kondisi lingkungan startegisnya. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI Kegiatan Belajar 5 1. SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya yaitu : a. Dinamis Ketahanan nasional tidaklah tetap.

dan sarana yang dapat 22 . 1) Konsepsi Ketahanan Nasional dalam fungsinya. serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa. yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional di dalam paradigma kehidupan nasional b. Konsultasi dan Kerja Sama Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis. Tanpa adanya doktrin dasar nasional dapat terjadi cara berpikir yang terkotak-kotak (sektoral). tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata. inter sektoral dan multi disiplin. 2. pola tindak. KEDUDUKAN DAN FUNGSI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL a. Fungsi Konsepsi Ketahanan Nasional berdasarkan tuntutan penggunaannya berfungsi sebagai doktrin dasar nasional. pola sikap. tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerja sama. kesimpangsiuran dalam arah dan tindakan serta tidak konsisten dengan falsafah yang telah disepakati sehingga mengakibatkan pemborosan waktu. Kedudukan Konsepsi ketahanan Nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu diimplementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan. dan sebagai pola dasar pembangunan nasional. tenaga. Metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia. Wasantara dan Tannas berkedudukan sebagai landasan konseptual. sebagai doktrin dasar nasional perlu di fahami guna menjamin terjalinnya suatu pola pikir. dan pola kerja untuk menyatu padukan upaya bersama bangsa yang bersifat interregional (wilayah).d.

politik. yang dilakukan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). dan keamanan. pertahanan. 23 . serta konsultasi dan kerjasama. 3) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai metode integral. ideologi. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam kedudukan dan fungsi yang melandasi ketahanan nasional.memicu terjadinya hambatan bahkan penyimpangan dari tujuan nasional dan cita-cita nasional. kekayaan alam. Dalam merumuskan kebijaksanaan nasional pembinaan kehidupan nasional pada hakikatnya merupakan suatu metode komprehensif merupakan metoda umum berdasarkan Astagatra yang meliputi unsurunsur geografi. 2) Konsepsi ketahanan nasional dalam fungsinya sebagai pola dasar pembangunan nasional pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang meliputi segenap bidang dan sektor pembangunan secara terpadu. sosial budaya. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas mandiri. ekonomi. 2. LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 5 kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. dinamis. kependudukan. wibawa.

Wibawa. yaitu sebagai ajaran yang kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia. yaitu makin tinggi tingkat ketahanan nasional maka makin tinggi wibawa bangsa Indonesia. Dinamis. c. yaitu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi internal dan eksternal. b. b. Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya. Fungsi. 2. Mandiri. Kedudukan. yaitu percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan sebagai prasyarat untuk menjalin kerja sama. begitu pula sebaliknya Konsultasi dan kerja sama. diharapkan dapat diyakini Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional. tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik. yaitu tidak mengutamakan sikap konfrontatif & antagonistis. yaitu sebagai landasan konsepsional strategis dan sebagai metode pembinaan kehidupan nasional Indonesia 24 . d.RANGKUMAN 1. yaitu: a. a.

manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu hubungan antara manusia dan Tuhannya. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Suatu ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. dan hubungan antara manusia dan lingkungannya. dan sangat tergantung pada kondisi geografi merupakan ketiga unsur/aspek alamiah yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan saling mengait. Dalam memanfaatkan isi dan potensi sumber kekayaan alam (SKA). Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. Dengan kata lain bahwa manusia sebagai objek yang terus menginginkan terpenuhinya kebutuhan yang digali dari SKA. DASAR PEMIKIRAN ASTAGATRA a. 25 . baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. Dalam dinamika kehidupan hubungan ini akan menumbuhkan berbagai hubungan yang dibina secara harmonis. yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). b. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa dalam kehidupannya. harkat. dan negara Indonesia dalam pergaulan antarbangsa. manusia memerlukan ruang hidup.KETAHANAN NASIONAL DASAR. antara manusia dan manusia/masyarakat. sangat diperlukan adanya kualitas manusia Indonesia. sedangkan bumi/alam yang menyediakan segala kebutuhan manusia dapat dikatakan relatif tetap atau tidak bertambah. RINCIAN DAN HUBUNGAN GATRA Kegiatan Belajar 6 1. martabat bangsa. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. Terlebih menghadapi penduduk yang terus bertambah. maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat.

mewujudkan budaya. menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) e. sesungguhnya Tannas merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) 26 . 4) 5) kehidupan ekonomi. d. integritas. pertahanan dan keamanan. berbangsa. karsa. 6) 7) 8) Hubungan manusia dengan rasa. dengan mengadakan manusia 1) 2) 3) hubungan-hubungan yang meliputi Hubungan dengan menurunkan/menimbulkan agama. Hubungan manusia dengan rasa aman. bangsa Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar. SKA yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara dan kondisi geografi yang cukup strategis. (masyarakat) dengan segenap perangkatnya. Hubungan manusia dengan cita-cita. Telah menjadi kesepakatan seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam menjamin identitas. menimbulkan Hubungan manusia dengan manusia. dan bernegara. termasuk norma/hukum yang harus dipatuhi. dan karya. kelangsungan hidup bangsa dan negara. Hubungan manusia dengan kekuasaan. terutama aspek-aspek kehidupan sosial yang bersifat dinamis.c. Indonesia menyelenggarakan manusia kehidupannya Tuhan. cipta. Berdasarkan rumusan pengertian Tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia. menimbulkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemenuhan kebutuhan. terus berusaha menciptakan suatu kondisi seluruh aspek kehidupan nasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat. menciptakan ideologi. mewujudkan kehidupan Hubungan manusia dengan pemanfaatan dan penguasaan alam. mewujudkan kehidupan sosial politik.

melalui suatu kesepakatan dari hasil analis mendalam yang dilandasi teori hubungan antara manusia dan Tuhan. manusia dan manusia/masyarakat. Sebagai kondisi yang tergantung pada waktu. Namun. Walaupun agama tidak dimunculkan sebagai gatra. gatra Berdasarkan pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam geografi. nilai-nilai agama harus melandasi semua gatra dari Pancagatra. f. tetapi tetap dapat mempersentasikan ciri-ciri utama dari fenomena dan permasalahan. selanjutnya hukum juga diperlukan sebagai dasar dalam 27 . gatra politik. serta antara manusia dan lingkungan. Demikian pula hukum. tetapi perlu diwaspadai bahwa jumlah gatra yang terlalu banyak akan mengakibatkan gambaran kehidupan yang kompleks sehingga tujuan penyederhananaan tidak berhasil. gatra pertahanan dan keamanan. ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang amat sulit dipantau. gatra sosial-budaya.kehidupan nasional pada saat tertentu. yaitu berdasarkan pemahaman tata hubungan manusia dalam kehidupan sosialnya diperoleh kesepakatan bahwa dalam konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia seluruh aspek kehidupan nasional dipetakan dalam 5 gatra sosial (Pancagatra) yang bersifat dinamis dan dianggap dominan yaitu gatra idiologi. Tiap-tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional relatif berubah menurut waktu. sedangkan sekitarnya diperoleh pemetaan pada 3 gatra (Trigatra) yang relatif statis. gatra ekonomi. Sesungguhnya jumlah gatra yang digunakan di dalam satu model dapat berapa saja. Di dalam proses penyederhanaan itu jumlah aspek kehidupan nasional diredusir sampai jumlahnya sesedikit mungkin. ruang dan lingkungan maka Tannas bersifat dinamis. karena sangat kompleks. yang timbul dari interaksi/hubungan antara manusia dan manusia masuk dalam gatra sosial budaya.yang disebut gatra. sumber kekayaan dalam dan kependudukan. Dalam rangka pemahaman dan pembinaan tata kehidupan nasional tersebut diperlukan penyederhanaan tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional dalam bentuk model yang merupakan hasil pemetaan dari keadaan nyata.

Gatra politik serta gatra pertahanan dan keamanan. Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. ekonomi. RINCIAN ASTAGATRA a. politik. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. Ketiga gatra alamiah tersebut mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap atau statis. berbangsa.penyelenggaraan kehidupan ideologi. 2. aturan-aturan. Ke-8 gatra (Astagatra) tersebut satu sama lainnya secara utuh menyeluruh dan terpadu membentuk tata laku masyarakat bangsa dan negara. pertahanan dan keamanan. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah meliputi aspek-aspek suatu negara yang memang sudah melekat pada negara itu. sedangkan pemanfaatan iptek merupakan unsur dari gatra ekonomi dan sebagai komoditi. Demikian pula pengembangan iptek dimasukkan dalam gatra sosial budaya sebagai hasil dari rasa. karsa. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. sebagai unsur pendukung dalam sistem alat peralatan yang digunakan. dan karya manusia. politik. Ke 3 gatra alamiah (Trigatra) bila digabungkan dengan 5 gatra sosial (Pancagatra) akan menjadi 8 gatra (Astagatra) yang merupakan model pemetaan menyeluruh dari sistem kehidupan nasional bangsa Indonesia. kekayaan alam. sosial budaya. 28 . b. ekonomi. cipta. pertahanan serta Keamanan. dan kependudukan. dan norma-norma tertentu.

Kualitas Pancagatra dalam kehidupan nasional Indonesia tersebut secara terintegrasi serta dalam interaksinya dengan Trigatra mencerminkan tingkat Ketahanan Nasional Indonesia. sosial budaya. penanggulangannya adalah dengan upaya meningkatkan ketahanan dalam gatra ideologi. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra Antara Trigatra dan Pancagatra serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. dalam arti bahwa 1) Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (Trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (Pancagatra). 3) Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. hambatan dan gangguan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu ditujukan pada kelima gatra sosial tersebut. Oleh karena itu. politik. yaitu suatu antar gatra di dalam keseluruhan kehidupan nasional tatanan yang utuh. HUBUNGAN ANTARGATRA DALAM ASTAGATRA Hubungan kait mengait antargatra adalah sebagai berikut a. menyeluruh dan terpadu serta terdapat saling hubungan (Astagatra). 3.Tantangan. ancaman. 2) Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik. ekonomi. 29 . serta pertahanan dan keamanan secara utuh menyeluruh dan terpadu.

ekonomi. kualitas. jenis. Demikian pula sebaliknya. kuantitas dan persebaran kekayaan alam dipengaruhi oleh faktor-faktor kependudukan khususnya kekayaan alam yang dapat diperbaharuhi. c. politik. kualitas. kualitas dan persebaran kekayaan alam dan sebaliknya kekayaan alam dapat mempengaruhi karakter geografi. 30 . kuantitas dan persebaran kekayaan alam. Hubungan AntarGatra dalam Trigatra 1) Antara Gatra Geografi dan Gatra Kekayaan Alam Karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. Kekayaan alam mempunyai manfaat nyata jika telah diolah penduduk yang memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. b. 3) Antara gatra kependudukan dan gatra kekayaan alam Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi oleh jenis. melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi. 2) Antara gatra geografi dan gatra kependudukan Bentuk-bentuk kehidupan dan penghidupan serta persebaran penduduk sangat erat kaitannya dengan karakter geografi dan sebaliknya karakter geografi mempengaruhi kehidupan dari penduduknya.4) Ketahanan Nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya. sosial budaya serta pertahanan dan keamanan. Hubungan Antargatra dalam Pancagatra Setiap gatra dalam Pancagatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain dan sebaliknya setiap gatra menerima kontribusi dari gatra-gatra lain secara terintegrasi.

politik. dinamis. kehidupan ekonomi yang tetap mementingkan kebersamaan. berbudaya. dan merata menunjang stabilitas dan peningkatan ketahanan aspek lain. pertahanan dan keamanan. Keadaan sosial yang terintegrasi secara serasi. stabil. keakraban sosial. sosial budaya. dan rasa keamanannya. ekonomi. sosial budaya. Kehidupan politik bangsa dipengaruhi oleh bermacam hal yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. politik. dan berkepribadian 31 . 4) Hubungan antara gatra sosial budaya dengan gatra ideologi. tingkat kemakmuran ekonomi. serta pertahanan dan keamanan. maju. ekonomi. ketaatan beragama. ekonomi. dan berkepribadian akan meyakinkan kebenaran ideologi yang berbudaya. serta pertahanan dan keamanan. Ia dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan dan kesadaran politik. serta kehidupan pertahanan dan keamanan yang menghormati hak-hak individu. berbudaya. dinamis. Keadaan ekonomi yang stabil. sosial budaya. Keadaan politik di segala bidang dan memberikan rasa aman.1) Hubungan antara gatra ideologi dengan gatra politik. mendinamisasi kehidupan politik dan perkembangan sosial budaya serta mendukung pengembangan pertahanan dan keamanan. dalam arti kehidupan sosial budaya yang serasi. sosial budaya. stabil. akan meyakinkan kebenaran ideologi yang dianut. serta pertahanan dan keamanan. serta pertahanan dan keamanan berarti kehidupan ekonomi yang tumbuh mantap dan merata. dalam arti ideologi sebagai falsafah bangsa dan landasan idiil negara merupakan nilai penentu bagi kehidupan nasional yang meliputi seluruh gatra dalam pancagatra dalam memelihara kelangsungan hidup dan pencapaian tujuan nasional. 2) Hubungan antara gatra politik dengan gatra ideologi. 3) Hubungan antara gatra ekonomi dan gatra ideologi. berarti kehidupan politik yang mantap dan dinamis menjalankan kebenaran ideologi memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan ekonomi.

5) Hubungan antara gatra pertahanan dan keamanan dengan gatra ideologi. Keadaan pertahanan dan keamanan yang stabil. Keadaan sosial yang timpang dengan kontradiksi di berbagai bidang kehidupan memungkinkan timbulnya ketegangan sosial yang dapat berkembang menjadi gejolak sosial. politik. dan sosial budaya mempunyai peranan sama Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih kesejahteraan maupun keamanan. dan sosial budaya. ekonomi dan sosial budaya. dan berkembang di seluruh aspek kehidupan akan memperkokoh dan menunjang kehidupan ideologi. ekonomi. dalam arti kondisi kehidupan pertahanan dan keamanan yang stabil dan dinamis akan meyakinkan kebenaran ideologi. dan sosial budaya. besar untuk kesejahteraan dan keamanan kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan besar untuk keamanan dari pada peranan untuk kesejahteraan. politik. 32 . Astagatra dalam Pendekatan Kesejahteraan dan Keamanan Peranan tiap-tiap gatra untuk kesejahteraan dan keamanan tergantung dari sifat setiap gatra. memberikan iklim yang kondusif untuk pengembangan kehidupan politik. ekonomi. Kebesaran dan keseluruhan nilai sosial budaya bangsa mencerminkan tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional baik fisik materiil maupun mental spiritual. politik. yakni : 1) 2) 3) 4) Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk Gatra ideologi. dinamis.hanya dapat berkembang di dalam suasana aman dan damai. d. maju.

dengan manusia lainnya. hubungan antara manusia dengan Tuhannya. manusia memerlukan ruang hidup dengan berbagai dukungan yang menyertainya. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. martabat bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan antar bangsa. antara manusia dengan manusia/masyarakat. Dasar pemikiran Astagatra yaitu: a. Bangsa Indonesia mensyukuri akan segala anugerah Tuhan. baik dalam wujud konstelasi dan posisi geografi. harkat. c. dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. dalam bermasyarakat dan dengan rasa aman. kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. digali dari nilai-nilai luhur bangsa. b. Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. Coba pula Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam hubungan antargatra dalam Astagatra. manusia Indonesia menyelenggarakan kehidupannya dengan mengadakan hubunganhubungan. 2. RANGKUMAN 1. dengan kepentingan dan kekuasaan. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung dalam dasar pemikiran Astagatra dan Rincian Astagatra. dengan pemenuhan kebutuhan. baik untuk kepentingan lahiriah (materiil) maupun batiniah (sprituil). maupun segala isi dan potensi yang dimiliki wilayah Nusantara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 6. 33 . dengan cita-cita. manusia dengan Tuhan. memberikan keyakinan kepada rakyat Indonesia bahwa manusia adalah sebagai makhluk pribadi sekaligus sebagai mahluk sosial serta memiliki tiga segi hubungan utama yang tak dapat dipisahkan yaitu. berbangsa. dan bernegara. Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat.

Pancagatra atau gatra sosial meliputi gatra ideologi. Rincian Astagatra a. b. b. kualitas. Kehidupan dan penghidupan penduduk dipengaruhi pula oleh persebaran SKA. Hubungan antargatra a. Unsur dari setiap aspek tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap negara. 34 . dan pesebaran SKA. Pancagatra (Gatra Sosial) Pancagatra atau gatra sosial adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat. kekayaan alam. Persebaran penduduk dipengaruhi pula oleh karakter goegrafi. sosial budaya. ekonomi. dan bernegara dengan ikatan-ikatan. c. yaitu karakter geografi sangat mempengaruhi jenis. Hubungan antara Trigatra dan Pancagatra terdapat hubungan yang timbal balik yang erat yang dinamakan korelasi dan interdependensi. 3. yaitu bahwa setiap gatra dalam panca gatra memberikan kontribusi tertentu pada gatra-gatra lain. pertahanan dan keamanan. politik. dan kependudukan. Hubungan antargatra dalam trigatra. Trigatra atau gatra alamiah meliputi gatra geografi. aturan-aturan dan normanorma tertentu. Kelima gatra sosial tersebut mengandung unsur-unsur yang bersifat dinamis. berbangsa. Hubungan antargatra dalam Pancagatra. sebaliknya setiap gatra memberikan kontribusi menerima kontribusi dari gatra lain secara terintegrasi. Trigatra (Gatra Alamiah) Trigatra atau gatra alamiah memang sudah melekat pada negara itu.2.

dan bentuk ke luar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan.508 buah pulau. Kondisi dan Unsur Dominan Dari geografi dapat diketahui tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luarnya. serta hubungan timbal balik antara negara dan lingkungannya. 35 . GATRA GEOGRAFI a. Kedudukan yang secara geografis berada pada posisi silang memberikan kepada Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif. dengan wilayah daratan sekitar 1. terdiri dari lebih kurang 17.KETAHANAN NASIONAL KONSEPSI GATRA Kegiatan Belajar 7 KONSEPSI GATRA 1. dan tata susunan. 1) Topografi Wilayah Negara Republik Indonesia berbentuk kepulauan. Luas seluruh wilayah kedaulatan lebih kurang 7.919.17 km serta dengan memperhitungkan ZEE maka luas wilayah daratan dan wilayah lautan adalah satu berbanding empat (1 : 4).3 juta km. Beberapa kondisi umum gatra geografis adalah sebagai berikut. Bentuk ke dalam menempatkan corak. Negara Indonesia sebagai wadah bangsa Indonesia dengan batas-batas nasionalnya memberikan ciri yang membedakannya dengan negara lain dan memberikan kemungkinan untuk melangsungkan serta mengembangkan perikehidupan nasionalnya. wujud.

Malaysia. di sebelah utara berbatasan dengan wilayah India (Andaman.Bagian Barat wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar. sebelah barat dan selatan dengan Samudera Hindia. sosial. Di sebelah timur wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Pasifik. sedangkan semakin ke timur hutan semakin jarang. Iklim tersebut berpengaruh terhadap aspek dan perikehidupan ekonomi. iklim Indonesia secara umum panas dan lembab serta banyak gunung berapi. kecuali di Irian Jaya. Tumbuh-tumbuhan subur. hutan terdapat di pulau-pulau sebelah barat. Pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada umumnya lebih curam dan terjal. wilayah Papua Nugini dan Australia. Sumbawa. dan Vietnam. budaya dan juga terhadap pertahanan dan keamanan. Wilayah Indonesia merupakan wilayah khatulistiwa terpanjang di dunia. politik.S. Karena letaknya di daerah tropik. Di pulau-pulau Sumba. Filipina. dan sekitarnya terdapat padang-padang rumput yang luas. Analisis 1) Wilayah Negara Republik Indonesia adalah wilayah negara kepualauan dengan luas laut 4 x luas daratan dan terdiri dari ribuan pulau 36 . bila dibandingkan dengan pantai-pantai landai yang berbatasan dengan laut pedalaman Indonesia. Singapura.O (Geo Stationary Orbiter) yang terletak di atas khatulistiwa merupakan ruang wilayah yang sangat strategis sebagai tempat kedudukan satelit. b. 2) Posisi Astronomis Indonesia terletak di antara 95 dan 141 Bujur Timur serta antara 6 Lintang Utara dan 11 Lintang Selatan dan Indonesia berada di daerah tropik G. sedangkan bagian timur merupakan kumpulan pulau-pulau kecil kecuali Irian Jaya. Nikobar).

S. sedangkan negara tetangga di sebelah selatan. 3) Pemanfaatan wilayah didasarkan atas konsepsi tata ruang dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.sehingga masalah komunikasi dan transportasi menjadi sangat vital. Dengan demikian. daerahdaerah Indonesia yang relatif “kosong” berserta kekayaan alamnya yang potensial dan melimpah dapat dijadikan sasaran bagi pencarian lebenstraum oleh kekuatan-kekuatan dari luar. Arah Pembinaan 1) Wilayah kedaulatan dan yurisdiksi Republik Indonesia harus jelas dan diketahui oleh seluruh bangsa di dunia. Lalu lintas internasional banyak melintasi laut dan udara wilayah Indonesia. 2) Wilayah sebagai ruang hidup belum dimanfaatkan secara proporsional. baik melalui laut maupun udara sesuai dengan ketentuan.O secara maksimal. Persebaran penduduk Indonesia masih kurang proporsional. Perbatasan wilayah kedaulatan dan yurisdiksi ditetapkan melalui perjanjian dengan negara tetangga yang berbatasan langsung. Udara di sepanjang wilayah khatulistiwa mempunyai arti penting bagi pemanfaatan G. mempertahankan adanya 37 . Hal ini memberi kemungkinan kepada Indonesia untuk memainkan peranan sebagai “pengawas” dan “pengatur” lalu lintas tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia. RRC dan India. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau sebelah utara sangat tipis. c. dibandingkan dengan penduduk negara tetangga yang besar seperti Jepang. Pada bagian wilayah yang tidak berbatasan dengan negara lain (di Samudera Hindia dan Pasifik) ditetapkan sesuai dengan ketentuan internasional. penduduknya lebih tipis. 2) Indonesia menjamin kepentingan bangsa-bangsa di dunia bagi kepentingan lintas damai. yaitu Australia. Pulau Jawa sangat vital dan strategis sehingga sangat memerlukan perhatian.

prasarana komunikasi dan transportasi yang menjamin mobilitas informasi. 2. Nabati (flora). tempat berpijak. GATRA KEKAYAAN ALAM a. air artetis. Energi alami (gas alam. dan yang . karbondioksida). Potensi ruang angkasa. 6) Menanamkan kesadaran masyarakat sedini mungkin. oksigen. geotermis). 38 Tanah (tempat tinggal. Air dan lautan. serta pelaksanaan pembangunan nasional secara utuh menyeluruh. d) e) f) g) h) 2) tetap. Kondisi dan Unsur Dominan 1) Kekayaan alam menurut jenisnya dibedakan dalam 8 golongan sebagai berikut : a) b) c) lain).pelestarian alam dan lingkungan hidup yang layak dalam wilayah ruang hidup bangsa Indonesia dan dengan memperhatikan ciri khas potensi wilayah. biji besi. yaitu yang dapat diperbaharui. baik kerawanan maupun potensinya. panas alam. barang dan jasa. uranium. tentang konstelasi geografis Indonesia. tanam). yang tidak dapat diperbaharui. 5) Untuk mewujudkan kesatuan wilayah perlu penyediaan sarana. Mineral (minyak bumi. tempat bercocok Udara (sinar matahari. batu bara dan lain- Kekayaan alam menurut sifatnya dibedakan dalam tiga golongan. orang. 4) Membangun seluruh wilayah Indonesia secara seimbang dan merata guna menekan kesenjangan spasial (antarwilayah/daerah). Hewan (fauna).

b. 39 . Tujuan pengelolaan kekayaan alam adalah untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari segenap potensi sumber alam yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bangsa dan rakyat Indonesia secara berlanjut berlandaskan Wawasan Nusantara. dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yurisdiksi nasional Negara Republik Indonesia. dan kekayaan wilayah Indonesia. Sumber-sumber kekayaan alam sebagai karunia Tuhan adalah untuk memberi kehidupan kepada makhluknya. Hanya cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat orang banyak. Khusus untuk kekayaan alam yang tidak terbarukan. menerus akan mengakibatkan kekayaan alam tersebut menjadi komoditas langka sehingga nilainya menjadi strategis dan dapat mengandung kekuatan dari luar untuk menguasainya. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.3) Kekayaan alam Indonesia adalah segala sumber dan potensi alam di permukaan serta di dalam bumi. tidak diizinkan diusahakan perseorangan. 2) Seiring dengan meningkatnya intensitas pembangunan nasional. eksploitasi yang terus akan meningkatkan pula eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. air. Konsep penguasaan oleh negara tersebut berarti bahwa warga negara Republik Indonesia boleh mengusahakan serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Analisis 1) Lokasi dan konsentrasi sumber kekayaan alam tidak merata di seluruh wilayah Indonesia tidak sesuai dengan persebaran dan kemampuan penduduk Indonesia sehingga dapat menimbulkan kesenjangan spasial. laut. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan bahwa bumi. baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari.

Sumber energi yang transportabel (mudah diangkat) dimanfaatkan untuk ekspor. dan bijaksana serta lebih mementingkan manfaat untuk rakyat banyak dengan meningkatkan kemampuan teknologi tepat guna dan meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola. 4) Melindungi serta mengelola kekayaan alam dengan cara tepat. serta kondisi pasar di dalam dan luar negeri. Dalam keadaan kemampuan nasional masih terbatas. c. tenaga air.3) Pemanfaatan kekayaan alam secara optimal memerlukan modal. 2) Dalam hal pemanfaatan kekayaan alam komoditas yang mempunyai nilai ekonomis harus didasarkan pada prinsip peningkatan kesempatan kerja bagi penduduk setempat dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sehingga mengurangi kesenjangan spasial dan pembangunan daerah. tenaga panas bumi. tenaga nuklir serta energi nonkonvensional seperti biogas. dengan syarat yang paling menguntungkan bagi kepentingan nasional. dengan cara-cara memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang. dan menggantikannya dengan sumber nonminyak seperti batu bara. 4) Pelestarian daya dukung kekayaan alam dipengaruhi oleh kesadaran dan tanggung jawab semua pihak. Arah Pembinaan 1) yang Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia pada tidak merusak tata lingkungan hidup manusia dan dengan dasarnya dilakukan oleh dan untuk bangsa Indonesia. pengetahuan dan teknologi serta tenaga yang trampil. terarah. 3) Pemanfaatan kekayaan alam sebagai sumber energi harus diarahkan peningkatan pada upaya menghemat pemakaian sumber minyak dan gas bumi. 40 . tenaga angin dan tenaga surya. biomas. dapat dilakukan kerja sama dengan perusahaan asing.

Kependudukan adalah hal ikhwal yang berkaitan dengan jumlah. suku bangsa. kelamin. pertumbuhan. mutu jenis dan persebaran kekayaan alam untuk mengetahui potensi riil yang dapat dimanfaatkan. kualitas dan kesejahteraan penduduk serta kondisi lingkungannya. Jadi jumlah penduduk berubah akibat proses mortalitas.5) Melakukan inventarisasi tentang jumlah. kelahiran. ciri-ciri. Kualitas penduduk 41 . 6) Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan dan pelestarian kekayaan alam serta penggarapan secara tersinkronisasi dan terintegrasi oleh berbagai pihak guna pencapaian hasil yang optimal serta pengamanan yang maksimal sehingga tetap terjaga kondisi kelestarian dan keharmonisan lingkungan. agama. GATRA KEPENDUDUKAN a. susunan. dengan unsurunsur dominannya meliputi 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk adalah susunan penduduk berdasarkan suatu pendekatan tertentu misalnya menurut umur. dan tingkat pendidikan 3) dapat 4) Persebaran penduduk yang ideal adalah persebaran yang sekaligus memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu persebaran dan mobilitas yang proporsional. pendatang baru dan orang yang meninggalkan wilayah. persebaran. 3. fertilitas dan migrasi. Kondisi dan unsur Dominan Penduduk adalah sejumlah orang yang mendiami suatu tempat atau wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu.

terutama di daerah yang sudah digarap atau telah dipersiapkan sebelumnya. Sebaliknya fertilitas sangat besar pengaruhnya terutama terhadap komposisi umur dan jenis kelamin penduduk golongan muda. 3) Persebaran penduduk Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bertempat tinggal di daerah yang aman serta memungkinkan jaminan kehidupan ekonomis semaksimal mungkin. Analisis 1) Jumlah penduduk Jumlah penduduk yang sangat besar. Faktor non fisik ialah mentalitas dan intelektualitas. yaitu di daerah yang ekonomis strategis. perluasan lapangan kerja dan sebagainya. fertilitas dan migrasi. 42 . apabila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal yang besar dan sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. maka akan timbul kegoncangan sosial. Faktor fisik terdiri dari kesehatan. begitu juga dengan faktor migrasi karena tidak dilaksanakan secara besar-besaran dan diperlukan dukungan biaya yang tidak sedikit. dan problem sosial dapat melemahkan ketahanan nasional.Faktor yang mempengaruhi kualitas penduduk ialah faktor fisik dan non fisik. Bertambahnya penduduk golongan muda menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan. mortalitas relatif kecil karena terhadap pria dan wanita relatif sama. baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Bila persoalan tersebut tidak diatasi. Jika tidak demikian maka akan timbul pengangguran. 2) Komposisi penduduk Komposisi penduduk dipengaruhi oleh mortalitas. b. gizi dan kebugaran.

dengan memperhatikan komposisi penduduk yang ada. kebijakan pemerintah yang mengatur. serta keserasian kesejahteraan dan keamanan dalam rangka pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan. dan penduduk melalui berbagai cara seperti pusatpusat pertumbuhan. antara mental pengembangan sosial ekonomi. atau menciptakan iklim yang dengan jumlah.Konsekuensinya ialah bahwa di daerah tertentu terlampau padat. Arah Pembinaan Pembangunan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan harus didukung dengan pengaturan pertumbuhan. sedangkan di daerah lainnya menjadi jarang. persebaran penduduk secara serasi peningkatan kualitas penduduk yang memadai. keterampilan jumlah transmigrasi. persebaran. c. 43 . dan sikap di samping serta tingkat meningkatkan keseimbangan pengetahuan. keluarga berencana. Dalam hal ini. 2) Pengaturan penyebaran penduduk dapat dilakukan dengan jalan peningkatan usaha transmigrasi yang terpadu dengan pembangunan pusatpusat pertumbuhan ekonomi di daerah. 1) Pengaturan laju pertumbuhan penduduk dirumuskan dalam kebijaksanaan gerakan keluarga berencana nasional dan program di luar keluarga (beyond family planning program) yang mendukungnya secara terpadu. Semua itu dengan tujuan untuk mencapai kenaikan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk yang proporsional. perlu didorong timbulnya transmigrasi swakarsa. 4) Kualitas penduduk Untuk mengatasi masalah penduduk. mengendalikan. bahkan tidak berpengaruh sama sekali. komposisi.

baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat.3) Pengaturan kualitas penduduk dilakukan dengan cara peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta derajat dan manfaat yang dapat disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia secara fisik antara lain meningkatkan derajat kesehatan. hambatan serta gangguan yang dari luar ataupun dari dalam. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Konsepsi tentang Ketahanan Ideologi Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. ancaman. perbaikan mutu dan kebugaran fisik dengan peningkatan keahlian. yang langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia. 4) Memberi kesempatan dan pemberdayaan penduduk khususnya wanita dan generasi muda Pelaksanaan kebijaksanaan tersebut di atas harus didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. GATRA IDEOLOGI a. 4. keterampilan daya manusia secara terarah dan berlanjut. Dalam rangka mewujudkan ketahanan ideologi tersebut diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila 44 . Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. peningkatan keimanan dan ketaqwaan.

Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental spiritual dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya. serta pandangan hidup bangsa Indonesia. sumber hukum. atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai sikap adil.sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. Untuk mencapai ketahanan ideologi 45 . Nilai ini menempatkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. dasar negara. yang menjamin dan kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata. Dengan demikian. Sila Persatuan Indonesia dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik mengandung nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor pengikat dan menjamin keutuhan nasional atas dasar Bhineka Tunggal Ika. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengandung nilai spiritual. Nilai ini mengutamakan kepentingan negara bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. Pancasila merupakan ideologi nasional. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. sebaliknya kepentingan pribadi dan golongan diserasikan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara.

di pihak lain hal ini dapat merupakan titik-titik rawan yang menimbulkan primodialisme sempit yang mengarah kepada perpecahan bangsa. anggota masyarakat dan warga negara. dan fleksibilitas realitas sehingga terbuka terhadap perkembangan yang terjadi sesuai kehidupan. realistik. Akan tetapi. Perbedaan ini dapat memperkaya dan memperkuat kepribadian dan kebudayaan bangsa. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ideologi antara lain adalah sebagai berikut. Masing-masing mempunyai norma kehidupan yang berbeda. Pancasila mengandung sifat idealistik. Pelaksanaan subyektif adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dilaksanakan oleh pribadi masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.diperlukan penghayatan dan pengalaman Pancasila secara murni dan konsekuen. 1) Kemajemukan masyarakat Indonesia Secara sosiologi bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat istiadat. serta segala kegiatan penyelenggaraan negara. yaitu tekad dan semangat untuk secara bersama-sama mewujudkan cita- 46 . tetapi sesuai dengan idealisme yang perkembangan terkandung di dalamnya. pandangan hidup serta agama dan kepercayaan yang berbedabeda. bahasa. baik objektif maupun subjektif. b. sebagai pribadi. Pelaksanaan objektif adalah bagaimana pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersurat atau paling tidak tersirat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan segala peraturan perundangundangan di bawahnya. Dalam masyarakat yang majemuk ini perlu selalu ditumbuhkembangkan cita bersama. faktor-faktor perekat persatuan bangsa.

Proses globalisasi ini tercermin dalam globalisasi informasi dan globalisasi ekonomi. yang membawa sistem nilai baik yang bersifat positif yang mendorong kearah kemajuan dan modernisasi maupun yang bersifat negatif yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa serta sendi-sendi kehidupan di seluruh aspek kehidupan nasional bahkan juga menjungkir balikkan nilai-nilai dasar yang telah berakar dan telah mapan dalam NKRI. Dengan demikian pembangunan nasional dilandasi oleh moral dan etika yang sesuai dengan sistem nilai yang telah disepakati bersama berdasarkan Pancasila. bangsa Indonesia harus berpegang teguh kepada identitas dan integritas nasional tidak terpengaruh pada nilai global yang bertentangan dengan Pancasila. dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila menduduki tempat yang sangat strategis dan menentukan dalam masyarakat Indonesia. Pengamalan nilai-nilai ini untuk masyarakat Indonesia ditentukan oleh suri teladan para pemimpin yang menjadi panutan masyarakat. Penonjolan sikap dan tingkah laku seorang pemimpin dan kerabat keluarganya yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila akan memberi pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat lingkungannya. transparan dan tanpa batas yang semakin mengglobal. 4) Pembangunan Nasional Pembangunan nasional pada hakikatnya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan spiritual dalam rangka pencapaian tujuan nasional. baik formal maupun informal. 47 . Dalam perkembangan dunia seperti ini.2) Perkembangan Dunia Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi/informasi dan transportasi menyebabkan dunia terasa semakin sempit. 3) Kepemimpinan Peranan kepemimpinan.

selaras dengan peradaban dunia yang berubah dengan cepat. 2) Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam masyarakat. 1) Pengamalan Pancasila secara objektif dan subjektif terus dikembangkan. berbangsa dan bernegara. 4) Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia. Di samping itu. Kegagalan pembangunan nasional akan membuka kemungkinan bangsa Indonesia berpaling dari Pancasila dan mencoba membangun masa depannya didasari oleh ideologi lain seperti liberalisme atau komunisme. tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Dengan Pancasila. Pembinaan ketahanan Ideologi Untuk memperkuat Ketahanan Ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut. c.Pembangunan yang berhasil akan lebih memantapkan Pancasila sebagai ideologi nasional dan dasar negara. 3) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan Konsep Wawasan Nusantara yang bersumber dari Pancasila harus tetap dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan bangsa dan negara. khususnya oleh setiap penyelenggaraan negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan 48 . perlu dituntut sikap yang wajar dari anggota masyarakat dan pemerintah memberikan penghormatan dan penghargaan yang wajar terhadap kebhinekaan. gerak dan laju pembangunan Indonesia harus dapat memberikan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan bersama.

hambatan serta gangguan yang datang dari luar dan dari dalam yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Konsepsi tentang Ketahanan Politik Politik adalah satu aspek kehidupan nasional yang di satu pihak berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan di lain pihak berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai wujud dari kedaulatan di tangan rakyat. 5. Pendidikan Moral Pancasila juga perlu diberikan kepada masyarakat luas secara nonformal.serta setiap warga negara Indonesia. 5) Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan tumbuhnya materialisme dan sekuralisme. ancaman. seperti Pendidikan Budi Pekerti. 6) Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikannya dalam mata pelajaran lain. Ketahanan politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan. 49 . GATRA POLITIK a. strategi pembangunan harus adil dan merata di seluruh wilayah untuk memupuk rasa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Bahasa Indonesia dan Kepramukaan. dalam hal ini suri teladan para pemimpin merupakan hal yang sangat perlu. Dengan keseimbangan fisik material dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari memperhatikan kondisi geografi Indonesia. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa.

budaya politik. Dalam konteks ketahanan nasional ini. Stabilitas politik yang sehat dan dinamis diwujudkan oleh adanya keseimbangan. a) Struktur politik merupakan wadah penyaluran aspirasi berupa masyarakat dan sekaligus wadah dalam kepentingan menjaring/pengkaderan pimpinan nasional. Hubungan ini tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan. 1) Politik Dalam Negeri Politik dalam negeri adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem. komunikasi politik. proses politik. dan partisipasi politik. yang puncaknya 50 . yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. b) Proses politik merupakan suatu rangkaian pengambilan tentang berbagai kepentingan masyarakat. keserasian dan keselarasan hubungan antara penyelenggaraan pemerintahan negara dan masyarakat. masalah politik meliputi dua bagian utama ialah politik dalam negeri dan politik luar negeri. dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan. baik kepentingan umum yang bersifat nasional keputusan kepentingan politik terselenggara pemilu.Dalam rangka mewujudkan ketahanan politik. yang unsurunsurnya terdiri dari struktur politik. sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara tersebut haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

Dijiwai oleh falsafah negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika. politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara 51 .c) Budaya politik merupakan pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. secara jujur dan terbuka. baik melalui pendidikan politik maupun kegiatan-kegiatan politik yang sesuai dengan disiplin nasional. d) Komunikasi politik berupa suatu hubungan timbal balik antara semua pihak yang terlibat dalam proses politik. Dengan demikian. a) Sebagai bagian integral dari strategi nasional Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antar bangsa. perdamaian abadi dan keadilan sosial. serta antipenjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. e) Partisipasi politik adalah wujud kedaulatan rakyat dalam berbagai kehidupan bermasyarakat. Politik luar negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional terutama untuk pembangunan nasional. berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara sadar dan rasional. berbangsa dan bernegara. yang memungkinkan terselenggaranya sosialisasi politik dengan baik. baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sebagai sumber pimpinanpimpinan nasional 2) Politik Luar Negeri Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa.

Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatankekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional. dalam arti bersikap moderat dalam hal kurang prinsipil. diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan-perkembangan itu. yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi percaturan internasional. permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar memerlukan Perkembangan dan kemungkinan gejolak dunia. Situasi internasional negeri yang selalu berkembang penanganan dapat dan menimbulkan penyesuaian. tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. dengan dinamika perubahanperubahan hubungan antar bangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia. Republik Indonesia berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan berlandaskan falsafah Pancasila. harus diikuti secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi stabilitas 52 . UUD 1945 dan Rencana Pembangunan yang Jangka Menengah (RPJM). maka politik luar negeri harus bersifat kenyal. Aktif dalam pengertian tidak pasif. baik politik maupun ekonomi. Lincah. b) Garis Politik Luar Negeri Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Dalam menjalankan politik luar negeri. maupun tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. Karena heteroginitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia.

Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politik serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada negara lain dalam hal modal. Sebaliknya. Dengan demikian tantangan yang dihadapi adalah bagaimana dapat negeri. Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global.nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan. dan pasar. kepribadian. Dengan demikian dapat diambil dan langkah-langkah yang tepat dalam untuk rangka mengamankan memanfaatkan peluang percepatan pelaksanaan pembangunan nasional c) Permasalahan dominan yang dihadapi (1) Adanya kecenderungan dan dominasi dari negara adidaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik luar negeri. teknologi. tata dunia baru diperlukan optimalisasi persabatan dan kerjasama antar bangsa-bangsa dengan 53 mengatasi dampak negatif proteksionisme serta kemampuan memanfaatkan peluang hubungan ekonomi luar . (3) Dalam rangka pencapaian tujuan nasional serta perwujudan penataan. globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan. Dalam pembangunan hubungan luar negeri merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengatasi ancaman (2) bentuk baru dalam rangka mempertahankan kedaulatan. dan kemandirian bangsa.

dapat menjaga dinamika kehidupan politik dalam kondisi paradigma nasional (Pancasila. UUD1945. diperlukan pula kemampuan berperan dalam upaya restrukturisasi. Dengan kepemimpinan nasional yang demikian. ulet. tetapi juga tidak mengarah pada sistem politik yang liberal yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. sehat lahir dan bathin. bersih dan berwibawa. Berdasarkan berbagai faktor dinamika kehidupan politik serta konsepsi dan permasalahannya. Kepemimpinan nasional yang kuat tidak hanya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. b. Di samping itu. sistem pemerintahan tidak menjurus pada pemusatan kekuasaan yang cenderung otoriter. yang sangat dominan adalah faktor kepemimpinan nasional. 54 . Analisis Permasalahan 1) Analisis Politik Dalam Negeri. tangguh . jujur. memiliki visi ke masa depan.memanfaatkan forum dan organisasi internasional. revitalisasi demokratisasi PBB serta meningkatkan citra politik Indonesia di forum internasional. Dalam kaitan ini permasalahan yang dihadapi adalah pada kemampuan SDM dalam berdiplomasi dan aspek-aspek kelembagaan serta sarana penunjang lainnya. tetapi juga memiliki seni kepemimpinan yang mampu menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang. serasi dan selaras. serta mampu mengambil kebijaksanaan yang serasi antara kebijaksanaan pemerintah dan aspirasi masyarakat. a) pelaksanaan politik dipengaruhi berbagai faktor. baik dalam maupun luar negeri sebagai berikut Kepemimpinan Nasional Dalam sistem pemerintahan. pandai. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional). .

masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden perlu dibatasi. dan rahasia. Pemilu dituntut dilaksanakan secara langsung. Untuk menghindarkan terjadinya deviasi ke arah penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang merugikan rakyat banyak. umum bebas. Di samping hal tersebut di atas. etika. pelaksanaan Pemilu akan memuaskan semua pihak sehingga masyarakat secara sadar termotivasi dan bergairah berpatisipasi dalam pemilu. dapat mengakibatkan pemilihan pembantu-pembantu dengan pertimbangan subjektif Presiden.Kepemimpinan nasional yang terpilih secara demokrasi akan mendapat dukungan kuat dari rakyat sehingga rakyat akan rela dan bersedia untuk turut melaksanakan kebijaksanaan yang diputuskan oleh pemerintah. c) Pemilu Pelaksanaan sistem pemilu yang dipergunakan hendaknya dapat menghasilkan wakil-wakil rakyat yang berkualitas dan menghayati aspirasi rakyat yang diwakilinya serta mampu menyalurkan dan memperjuangkannya. Presiden mempunyai hak prerogratif untuk memilih pembantu-pembantunya. serta dihormatinya supremasi hukum dan kontrol nasional. b) Pemilihan Pembantu-Pembantu Pressiden Dalam sistem Kabinet Presidensil. Dengan demikian. Sebaliknya pemilu yang diwarnai oleh 55 . Kemutlakan hak prerogratif ini. semangat dan dedikasi para pengelola negara. serta jujur dan adil. Seyogyanya Presiden mendengar dan memperhatikan saran dari DPR/DPD serta sedapat mungkin mengikutsertakan berbagai kekuatan sosial politik yang ada sehingga kekuatan-kekuatan tersebut merasa ikut memiliki dan merasa turut bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan ini. pelaksanaan sistem pemerintahan juga sangat ditentukan oleh moral.

mulai dari tingkat desa sampai di tingkat pusat. akan sulit dicari konsensus dalam pengambilan keputusan. perlu terus digalang adanya visi dan persepsi yang harmonis antarfraksi-fraksi dan lembaga perwakilan agar konsensus yang rasional dapat diciptakan dan terselenggaranya fungsi kontrol dengan sebaik-baiknya f) Disiplin Nasional dan Sistem Hukum Nasional Disiplin nasional merupakan faktor dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian. berbangsa dan bernegara ini. dan melalui kelembagaan lain.kecurangan. Tersumbatnya wadah penyalur aspirasi ini akan mengakibatkan komunikasi politik antara masyarakat dan pemerintah tidak berjalan dengan lancar dan tidak transparan sehingga kedua belah pihak tidak memahami inisiatif dan aspirasi masing-masing. rekayasa serta manipulasi kehidupan politiknya dapat berkembang ke arah apatisme. e) Kesamaan Visi dan Persepsi Apabila belum terbentuk kesamaan visi dan persepsi antarfraksi-fraksi dalam lembaga perwakilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. atau ke arah ketidakpuasan. Oleh karena itu. berakumulasi pada keresahan dan gejolak sosial. kebijaksanaan Pemerintah dapat tidak serasi dengan tuntutan masyarakat. d) Wadah Penyalur Aspirasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam politik dapat tumbuh apabila aspirasinya dapat disalurkan melalui kelembagaan penyalur pendapat masyarakat. Tanpa disiplin yang kuat dinamika kehidupan bisa menyimpang ke arah yang tidak menentu bahkan dapat membahayakan perikehidupan bangsa dan 56 . Hal ini dapat menyebabkan terjadinya keserasian yang menjurus pada gejolak sosial. serta melalui media massa.

Dengan demikian. Yang terutama adanya kesadaran ikut memiliki (sense of belonging). Dengan pemantapan sistem hukum yang kesadaran hukum masyarakat. Untuk mewujudkan pembauran ini. warga negara indonesia pada umumnya. berbangsa. Budaya asing yang dibawanya dapat diselaraskan dengan budaya daerah tempat ia hidup sehingga dapat memberikan peran serta yang positif terhadap perkembangan budaya nasional. hidup dan mencari kehidupan di bumi Indonesia. tetapi hidup dalam kebersamaan. kehidupan dalam meliputi materi hukum. Sangat erat kaitan antara disiplin dengan sistem hukum nasional terutama yang berkaitan atau serta dengan penegakan hukum law enforcement. hidup dengan keteraturan. meningkatnya kesadaran politik rakyat akan hak dan kewajibannya serta terlepas dari rasa ketakutan dan kekhwatiran akan perlakuan yang tidak adil. bermasyarakat. aparat hukum. terangkat harkat dan martabat bangsanya. tertib politik maupun tertib sosial. g) Pembauran Bangsa Pembinaan pembauran bangsa menyangkut tiga pihak yaitu pemerintah. pemerintah harus berpegang pada prisip kebersamaan yang rasialistis. Dengan disiplin dapat diwujudkan ketertiban hukum. sarana dan prasarana hukum. WNI keturunan etnis asing hendaknya menyadari bahwa ia adalah warga negara Indonesia. baik tertib administrasi. akan tumbuh kesadaran untuk berpatisipasi dan saling menjaga (sense of partipation and sense of security) sehingga tidak hidup secara eksklusif. dan bernegara berjalan dalam landasan hukum yang mantap serta masyarakat merasa terayomi.negara. serta WNI keturunan etnis lain/asing. Dengan demikian. lembaga peradilan dapat menjadi benteng terakhir untuk mencari keadilan. Dengan demikian pembauran dapat terwujud dan 57 .

sehingga berpatisipasi terjadinya kesenjangan antara tuntutan dan kenyataan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan kemampuan diplomasi pro 58 . sedang membangun antara lain disebabkan kesenjangan di berbagai bidang kesempatan pekerjaan. mengeluarkan bidang politik. terutama keresahan di kalangan generasi muda dan mahasiswa. 2) Analisis Politik Luar Negeri Politik luar negeri dalam memperjuangkan serta mengamankan kepentingan nasional dan turut serta dalam upaya mewujudkan tatanan dunia baru didasarkan prinsip kepada politik luar negeri bebas dan aktif. h) Pemerataan Hasil Pembangunan Pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. i) Keresahan Masyarakat Dari analisis sebelumnya keresahan masyarakat. antara pihak-pihak yang terkait. apabila tidak diakomodasi Keresahan kehidupan. Penerapan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dititikberatkan pada daerah kabupaten/kota dan dapat merupakan sarana pemerataan partisipasi politik rakyat untuk melaksanakan pembangunan di daerah itu sendiri. Untuk mengatasinya diperlukan komunikasi dan dialog secara terbuka. memperoleh kesempatan dan yang diatasi mudah dapat timbul menimbulkan dalam negara gejolak yang sosial.terhindar masalah SARA serta primordialisme yang sempit yang merawankan persatuan bangsa. kesempatan pendapat. dalam memperoleh kesempatan di pendidikan.

59 . Pembinaan Ketahanan Politik 1) Ketahanan Politik Dalam Negeri a) Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum. adanya dominasi negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negatif bagi kepentingan negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan. sehingga tidak antagonistis yang dapat menjurus kepada konflik/bentrokan fisik.aktif guna memperjuangkan kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional. serta meningkatkan kerja sama antarnegara ASEAN. revatilasi dan demokratisasi PBB. kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan menurut UUD 1945. b) Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. keteguhan sikap. meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan di luar negeri. antara lain. c. tetapi perbedaan pendapat tersebut tidak menyangkut nilai dasar. Di samping itu. meningkatkan peranan Indonesia dalam upaya restrukturisasi. dan kemantapan ideologi dalam memelihara Tannas. Di samping itu. meningkatkan investasi. harus dicegah timbulnya diktator mayoritas dan tirani minoritas. hubungan luar negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri. Gerakan Non Blok. tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat absolut. Dalam menghadapi tantangan pada tingakat global. Kerja sama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional. Asia Pasifik. OKI dan kerja sama antarkawasan.

pertukaran pemuda. Kerja sama negara anggota ASEAN. Iptek dan sosbud terus dilanjutkan dan dikembangkan. Peran aktif Indonesia dalam Gerakan Non Blok dan OKI serta mengembangkan hubungan demi kerja sama antarnegara di kawasan Asia Pasifik perlu terus ditingkatkan. pelajar dan mahasiswa. peningkatan diplomasi dan lobi internasional. memantapkan persatuan kesatuan bangsa dan keutuhan NKRI. dengan tetap dalam lingkup Pancasila. baik pemerintah maupun masyarakat terutama di bidang ekonomi. dan antarkelompok/golongan dalam masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional dan kepentingan nasional. UUD 1945. b) dalam Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas rangka meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan antara negara berkembang dengan negara maju sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. c) Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas antara lain melalui promosi. meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri. 60 . 2) Ketahanan Politik Luar Negeri a) Hubungan luar negeri ditujukan untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional di berbagai bidang atas dasar saling menguntungkan. Peranan Indonesia dalam membina dan mempererat persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang saling menguntungkan perlu terus diperluas dan ditingkatkan. serta kegiatan olah raga.c) Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. d) Terjalin komunikasi politik timbal balik antara Pemerintah dengan masyarakat. dan Wawasan Nusantara.

perlu ditingkatkan aspek-aspek kelembagaan dan sarana penunjang lainnya. h) Perjuangan bangsa Indonesia di dunia yang menyangkut kepentingan nasional seperti melindungi kepentingan Indonesia dari 61 . dan demokratis. Selain itu. Upaya restrukturisasi PBB terutama Dewan Keamanan terus dilaksanakan agar efektif. pelatihan dan penyuluh calon diplomat agar dapat menjawab tantangan tugas yang dihadapi. efisien. perubahan. g) Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem dengan pendidikan.d) Perkembangan. Peran aktif Indonesia dalam pelucutan senjata. perdamaian abadi dan keadilan sosial melalui penggalangan dan pemupukan solidaritas dan kesamaan sikap serta kerja sama internasional dengan memanfaatkan berbagai forum regional dan global. dan dalam pengiriman serta pelibatan pasukan perdamaian dan peran serta di dalam penyelesaikan konflik antar bangsa perlu terus ditingkatkan. f) Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan saksama agar secara dini dapat diperkirakan terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional serta yang menghambat kelancaran pembangunan dan pencapaian tujuan nasional. e) maju Langkah bersama negara berkembang untuk memperkecil perlu ditingkatkan dengan melaksanakan perjanjian ketimpangan dan mengurangi ketidak-adilan dengan negara industri perdagangan internasional serta kerja sama dengan lembagalembaga keuangan internasional.

serta konsumsi barang dan jasa. 6. Konsepsi tentang Ketahanan Ekonomi Ekonomi adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi produksi. ancaman. distribusi. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. baik secara individu maupun kelompok. pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak warga negara Republik Indonesia di luar negeri perlu di tingkatkan. kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. GATRA EKONOMI a. serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global. 62 . hambatan dan gangguan. terpeliharanya fungsi lingkungan hidup. Dengan demikian. Wujud perekonomian ketahanan bangsa ekonomi tercermin dalam kondisi yang kehidupan mengandung yang berdasarkan Pancasila. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang atau tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup perekonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. tersedianya barang dan jasa. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan.

Sistem ekonomi Indonesia terbuka terhadap perkembangan sistem ekonomi dunia yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam sistem yang berdasarkan Pancasila. sistem ekonomi sosialis dengan sifat perencanaan serta pengendalian penuh oleh pemerintah. Jenis manajemen mana pun yang dipakai. Tidak kalah pentingnya adalah perlunya diciptakan iklim usaha yang sehat dan dinamis sehingga menggairahkan kalangan dunia usaha. Sistem ekonomi liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Pada dasarnya sistem ekonomi suatu negara tak dapat dipisahkan dari ideologi yang dianut. berarti bahwa sistem ini tetap stabil serta mampu tidak menciptakan perekonomian yang lancar dan maju. 2) Manajemen Kegiatan ekonomi memerlukan penerapan manajemen yang tepat dan memadai untuk meningkatkan produktivitas dan mutu produksi barang dan jasa. perlu ada dukungan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki motivasi. Di lain pihak. Sistem liberal yang terdapat di dunia kapitalis sudah menyerap beberapa unsur dari sosialisme. disiplin. dan etos kerja. Namun. kurang peka terhadap pengaruh dari luar. Kini tidak ada lagi sistem ekonomi liberal murni atau sistem ekonomi sosialis murni. Analisis Permasalahan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut 1) Sifat Keterbukaan Sistem Perekonomian Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak atau warna terhadap kehidupan ekonomi dari negara tersebut. sedangkan negara-negara komunis sudah mulai memasukkan beberapa aspek kapitalisme meskipun dengan modifikasi tertentu.b. 63 .

tetapi tidak dapat menciptakan lapangan kerja langsung secara luas.3) Hubungan ekonomi luar negeri Perkembangan perekonomian tiap negara tidak dapat terlepas dari saling ketergantungan dari negara lain. Menjual hasil produksi di pasar dalam negeri ataupun di pasar luar negeri akan menghadapi persaingan yang tidak ringan karena timbulnya kejenuhan pasar. dan pelayanan. Penggunaan teknologi mutakhir dapat lebih mendayagunakan sumber daya alam. Oleh karena itu. Faktor-faktor penyebabnya terutama terletak pada perbedaan dalam hal kekayaan. 5) Teknologi Dalam kehidupan ekonomi. kualitas. Di lain pihak. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatan kemampuan perekonomian negara. dan kesempatan. kemampuan. persaingan harga. perlu senantiasa dicarikan pemasaran baru bagi produk yang dihasilkan. masalah itu antara lain menjadi terkenal masalah Utara-Selatan atau Selatan-Selatan. artinya diversifikasi pemasaran merupakan satu keharusan agar produksi terus bisa diperluas hingga ekspor dapat meningkat dan perolehan devisa akan meningkat pula. Karena perbedaan itulah timbul negara kaya dan negara miskin. teknologi dapat juga menimbulkan 64 . terutama dalam era globalisasi. Dalam lingkup internasional. teknologi merupakan faktor penting bagi upaya peningkatan berbagai kegiatan ekonomi. 4) Diversifikasi pemasaran Peningkatan produksi perlu diikuti dengan perkembangan pasar. baik yang pontensial maupun yang nyata. baik di pasar domestik maupun di pasar luar negeri. Namun demikian hubungan ekonomi dan perdagangan baik secara bilateral maupun multilateral tidak saling menguntungkan pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana yang diharapkan.

65 . selain dapat memberikan nilai tambah dapat pula memberikan kesempatan kerja. Di negara-negara berkembang perekonomian didominasi oleh sektor non-industri. Karena tuntutan kebutuhan. Untuk itu. distribusi. struktur ekonomi yang belum seimbang antara pertanian dan perindustrian mengandung berbagai kerawanan. diperlukan juga sektor pertanian yang tangguh. sektor industri merupakan kontribusi yang cukup besar pada PDB yang menentukan stabilitas serta kondisi perekonomiannya. terutama sektor pertanian dengan nilai tukar perdagangan terms of trade yang hanya menguntungkan negara industri. 7) Infrastuktur (Sarana dan Prasarana) Kegiatan ekonomi berupa produksi. Oleh karena itu. perdagangan dan jasa akan terhambat. Di negara berkembang di samping diperlukan sektor industri guna peningkatan nilai tambah. diperlukan pemilihan teknologi yang tepat guna. Negara berkembang pada umumnya menghadapi masalah pengangguran. dan udara yang dikelola secara terpadu dan didukung oleh jaringan komunikasi yang luas serta lembaga-lembaga keuangan yang mumpuni merupakan syarat mutlak bagi perkembangan ekonomi melalui produksi barang dan jasa yang ditunjang oleh distribusi dan perdagangan yang lancar. bahkan dapat macet tanpa adanya prasarana dan sarana yang memungkinkan kelancaran arus bahan. perlu pemanfaatan teknologi mutakhir dalam rangka memperoleh nilai tambah 6) Struktur Ekonomi Di negara-negara industri maju. barang dan jasa. laut.kerawanan karena ketergantungan yang besar terhadap pihak luar serta kurangnya kemampuan penguasaan teknologi serta pemanfaatannya. Angkutan melalui darat.

8) Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas serta berjiwa kewirausahaan mempunyai arti positif bagi peningkatan ketahanan ekonomi. SDM Indonesia yang jumlahnya cukup besar dengan kualitas relatif masih rendah. 66 . merupakan beban dan sumber kerawanan sosial ekonomi. dengan persebaran yang tidak merata. Dana dari luar yang terlalu besar dengan penggunaan yang tidak produktif serta menimbulkan ketergantungan negara akan mengakibatkan kerawanan sehingga dapat menghambat pembangunan ekonomi. perlu dilakukan peningkatan mobilitas dana dalam negeri melalui sistem perpajakan di samping dana tabungan masyarakat sebagai salah satu sumber pembangunan ekonomi yang didukung oleh kebijaksanaan moneter yang mantap. 9) Potensi dan Pengelolaan Sumber Dana Dana yang berasal. Oleh karena itu. 2) Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan hal-hal sebagai berikut a) Sistem free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kuat dan tidak memungkinkan ekonomi kerakyatan berkembang. baik dari dalam maupun dari luar negeri sangat penting bagi upaya meningkatkan pembangunan dan pengembangan ekonomi. dan struktur yang tidak menguntungkan. Pembinaan Ketahanan Ekonomi 1) Sistem ekonomi harus dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui ekonomi kerakyatan untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu diperlukan pembinaan yang serasi terhadap manusia Indonesia sebagai objek dan sekaligus subjek pembangunan ekonomi. c.

6) Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat memanfaatkan dan dinamis dalam mempertahankan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional dengan sumber daya nasional secara optimal dengan sarana iptek tepat guna dalam menghadapi setiap permasalahan serta dengan tetap memperhatikan kesempatan kerja .b) Sistem etatisme dalam arti bahwa negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. Dengan demikian ketahanan ekonomi yang demikian adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa berlandaskan Pancasila yang mengandung 67 . 4) Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan di bawah pengawasan anggota masyarakat. 5) Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil – hasilnya dan keserasian senantiasa dilaksanakan melalui keseimbangan pembangunan antar wilayah dan antarsektor. serta memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif. badan usaha swasta dan sektor informal untuk mewujudkan pertumbuhan pemerataan dan stabilitas ekonomi. 3) Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keselarasan dan keterpaduan antarsektor pertanian dengan perindustrian dan jasa. Harus diusahakan keterkaitan dan kemitraan antara para pelaku dalam wadah kegiatan ekonomi yaitu pemerintah. koperasi. badan usaha milik negara. c) Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.

baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Adapun hakikat budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. dan segi budaya yang merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tingkah dan hasil tingkah laku yang terlembagakan. GATRA SOSIAL BUDAYA a. 68 . Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila.nilai dan norma kebersamaan. di dalam ancaman. Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik sosial budaya bangsa dan Indonesia mengatasi yang berisi keuletan dan ketangguhan nasional yang mengandung kemampuan menghadapi mengembangkan kekuatan segala tantangan. memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing 7. hambatan serta gangguan. pengertian sosial pada hakekatnya pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai . yaitu segi sosial di mana manusia demi kelangsungan hidupnya harus mengadakan kerja sama dengan sesama manusia. yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Konsepsi tentang Ketahanan Sosial Budaya Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia.kemampuan yang tinggi. Dengan demikian. Rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. serta dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. rasa.

yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. maju. perilaku dan gaya hidup. Analisis Permasalahan 1) Kebudayaan Daerah Bangsa suku-suku Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan subKarena tertentu. bersatu. Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila yang akan diwujudkan sebagai ukuran tuntutan sikap dan tingkah laku bagi bangsa dan negara Indonesia akan memberikan landasan semangat dan jiwa secara khas merupakan ciri pada elemen-elemen sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. b. cinta tanah air. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai-nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing. rukun. kebudayaan daerah sebagai suatu sistem nilai yang menuntun sikap. yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. berkualitas. atau sering disebut sebagai local genius yang mempunyai kemampuan beradaptasi dengan budaya asing segala tanpa kehilangan identitasnya. merupakan identitas dan menjadi kebanggaan dari suatu bangsa yang bersangkutan. kebudayaannya sering disebut sebagai kebudayaan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari. Local genius inilah pangkal kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. 69 . serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. bangsa tersebut mendiami daerah-daerah etnis. Esensi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia adalah pengembangan kondisi sosial budaya ketika setiap warga masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.

Mengingat bangsa Indonesia dibentuk dari persatuan suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara. Dengan 2) demikian. dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. tidak ada unsur pemaksaan dan dominasi budaya satu daerah tertentu terhadap budaya daerah lainnya. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Mengingat bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai falsafah hidupnya. yang kemudian juga diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Kebudayaan Nasional. gambaran identitas bangsa Indonesia berdasarkan tuntutan Pancasila. perkembangan kehidupan sosial budaya bangsa tidak akan terlepas dari perkembangan sosial budaya daerah.Kebudayaan Dalam kehidupan suku-suku bernegara yang mendiami saat ini. adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-siaft dasar sebagai berikut : 70 . Hal yang penting adalah bahwa interaksi budaya tersebut harus berjalan secara wajar dan alamiah. kebudayaan nasional akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan berkembangnya budaya daerah. maka kebudayaan bangsa Indonesia (kebudayaan nasional) merupakan hasil (resultante ) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (budaya daerah) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Secara umum. Dengan demikian. Kebudayaan nasional juga dapat merupakan hasil interaksi dari nilai-nilai budaya yang telah ada dengan budaya luar (asing). perilaku dan gaya hidup bangsa Indonesia. wilayah Nusantara ini telah lama saling berkomunikasi dari berinteraksi dalam kesetaraan. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan menjadi tuntutan dasar dari segenap sikap.

Interaksi dengan budaya baru diperoleh melalui pendidikan 71 . Di masa depan. Bersifat kekeluargaan. 4) Kehidupan Beragama Sila pertama dari Pancasila menuntun setiap warga bangsa Indonesia untuk menjalani kehidupannya berdasarkan keyakinan terhadap agama tertentu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Aspirasi ini terwujud secara hukum dan diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pengamalan dari ajaran agama secara benar akan menumbuhkan suasana kehidupan masyarakat yang sangat baik. Bersifat hidup serba selaras. 5) Pendidikan Pendidikan adalah upaya secara sadar dan tertib untuk merubah dan mengembangkan sikap. perilaku. dan gaya hidup warga bangsa. Pada tahun 1928 telah mampu menghasilkan aspirasi bersama untuk hidup bersama sebagai satu bangsa di satu tanah air.a) b) c) d) 3) Bersifat religius. upaya untuk melestarikan keberadaan faktor perekat persatuan bangsa. Bersifat kerakyatan. perilaku dan nilai sosial budaya ke arah yang dikehendaki. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa keanekaragaman budaya justru merupakan hikmah bagi bangsa Indonesia dan di masa lalu telah mampu memunculkan faktor-faktor perekat persatuan dan integrasi bangsa. akan menjadi tugas seluruh warga bangsa. Keyakinan tersebut harus diamalkan dalam setiap sikap. Integrasi Nasional Komunikasi dan integrasi sosial yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang mendiami bumi Nusantara ini. yaitu keinginan dan semangat untuk hidup bersama dan meraih cita-cita bersama.

2) Toleransi Kehidupan Beragama Pembinaan penghayatan dan kehidupan pengamalan beragama ajaran tidak agama hanya untuk diri mencakup manusia pemeluknya sendiri. justru menuntut agar pengembangan sosial budaya daerah mendapatkan prioritas. sesuai dengan identitas bangsa. 8. GATRA PERTAHANAN DAN KEAMANAN a. Sesuai dengan kekhasan budaya bangsa yang terdiri dari unsur-unsur budaya daerah yang beraneka ragam. Konsepsi tentang Ketahanan Pertahanan dan Keamanan Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan 72 bangsa Indonesia seharusnya mampu melahirkan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru ataupunteknologi yang .ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem pendidikan yang mantap serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membentuk budaya bangsa sangat tangguh. tetapii harus disertai pemahaman dan penghormatan terhadap keberadaan agama lain beserta masyarakat pemeluknya. Pembinaan Ketahanan Sosial Budaya 1) Pengembangan Sosial Budaya Pengembangan sosial budaya bangsa Indonesia berjalan bersama dengan pengembangan sosial budaya daerah. 3) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai perwujudan budaya bangsa. Kebhinekaan budaya daerah yang merupakan kekayaan bangsa. Dengan berkembangnya sosial budaya daerah maka sosial budaya bangsa yang merupakan resultante sosial budaya daerah akan berkembang pula. c.

ekonomi. mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. untuk menjamin penyelenggaraan 73 . pada saat seluruh potensi dan kekuatan idiologi. dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun. Ketahanan dan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi. suatu perjuangan rakyat semesta. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. yang langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas. dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. integritas. politik. sosial budaya. guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. di dalam menghadapi dan mengatasi segala TAHG yang datang dari luar ataupun dari dalam.negara. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.

terpeliharanya keamanan nasional dan tercapainya tujuan nasional. Upaya pertahanan dan keamanan negara yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional tersebut dirumuskan ke 74 . tanpa mengenal menyerah.sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UDD 1945 yang ditandai berikut : 1) Pandangan Bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai. Bangsa Indonesia cinta damai dan ingin bersahabat dengan semua bangsa negara di dunia serta tidak dikendaki terjadinya sengketa bersenjata ataupun perang. 3) Pertahanan dan keamanan negara merupakan upaya nasional terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. 2) Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan negara Kesatuan Republik Indonesia dilandasi oleh landasan idiil Pancasila. kerelaan berjuang dan berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu. bangsa Indonesia berhasrat dalam setiap penyelesaian pertikaian. yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia serta keutuhan bangsa. landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional Wawasan Nusantara. Pertahanan dan Keamanan Negara merupakan hak dan kewajiban bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Walaupun cinta damai. tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya. baik nasional maupun internasional selalu mengutamakan cara-cara damai. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir yang terpaksa harus ditempuh untuk mempertahankan ideologi dan dasar negara Pancasila. keutuhan dan wilayah.

kerakyatan dan kewilayahan.dalam doktrin yang selama ini disebut Doktrin Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia. pertahanan Pendayagunaan dan keamanan terkoordinasikan untuk mewujudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara dalam keseimbangan dan keserasian antara kepentingan kesejahteraan dan keamanan. 4) Pertahanan dan keamanan potensi negara negara nasional dilakukan Republik dalam secara Indonesia pengelolaan optimal dan diselenggarakan sishankamrata yang bersifat total. mahir dalam melaksanakan operasi-operasi gabungan. tentara pejuang dan tentara nasional. Pembangunan angkatan perang Republik Indonesia (APRI) dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat. Analisis dan permasalahan Faktor-faktor penting yang mempengaruhi upaya peningkatan Ketahanan Pertahanan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan antara lain adalah sebagai berikut. 1) Geografi Untuk dapat mempertahankan negara sesuai dengan sifat geografi Indonesia yang berupa Kepulauan Nusantara. memiliki kemampuan startegis yang memadai sebagai faktor penangkal dengan kemampuannya untuk 75 . 5) Segenap kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta diorganisasikan kedalam satu wadah tungggal yang dinamakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). b. diperlukan kekuatan pertahanan dan keamanan Indonesia yang bermutu. perannya tetap diabdikan bagi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Oleh karena itu. diharapkan ketidakpastian dapat ditekan serendah-rendahnya dengan perjuangan. Kualitas penduduk yang mampu berperan positif dalam keamanan nasional sangat menentukan karena ketahanan pertahanan dan keamanan merupakan usaha integral rakyat. dan kesiagaan untuk menghadapi setiap kemungkinan. Dengan demikian.menguasai dan melindungi setiap titik. 2) Demografi Pemerataan. dan kepadatan penduduk kurang proporsional sehingga banyak terdapat daerah-daerah strategis yang relatif terlalu jarang dan terlalu padat penduduknya. 4) Kondisi Internasional Kenyataan yang ada menunjukkan internasional menunjukkan bahwa pada hakikatnya dari merupakan tidak refleksi pertentangan-pertentangan Kondisi internasional kepentingan-kepentingan nasional setiap negara. upaya hankamneg harus senantiasa diarahkan untuk memperhitungkan apa yang bakal terjadi di masa depan. adanya polarisasi perimbangan kekuatan yang tidak lagi didasarkan atas sistem bipolar. harus selalu dirumuskan jalan dan tindakan apa yang perlu dipilih untuk menghadapi setiap perubahan. setiap jengkal tanah dan wilayah perairan di setiap penjuru tanah air serta wilayah udara di atasnya. perhitungan. perlu adanya penyesuian antara kebutuhan dengan sumber daya alam yang ada. Selanjutnya. sedangkan kebutuhan manusia terus meningkat. seolah-olah tidak ada batasnya. persebaran. 3) Sumber Kekayaan Alam Sumber kekayaan alam pada umumnya makin lama semakin langka. Karena tidak adanya kepastian masa depan. Akan tetapi. hal ini lebih merupakan perimbangan kekuatan yang bersifat polisentris dengan kepentingan-kepentingan nasional bangsa-bangsa yang 76 .

Perlu diambil langkah yang konkret untuk mengurangi lebarnya jurang ketinggalan tersebut. Dalam upaya di bidang hankamneg perlu diusahakan peningkatan kemampuan nasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. perlu ditingkatkan. Anggaran pertahanan dan keamanan sangat terbatas akan lebih memerlukan tingkat efisiensi manajemen yang tinggi. bersih.bersangkutan berupa regionalisme dan koeksistensi yang sangat menonjol. berwibawa dan dinamis serta mendapat kepercayaan rakyat. 5) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat di negara-negara maju mengakibatkan ketinggalan dan ketergantungan Indonesia dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembinaan Ketahanan Pertahanan dan Keamanan 1) Pertahanan serta dan keamanan melalui harus yang dapat mewujudkan sishankamrata kesiapsiagaan kemampuan upaya bela negara. dan kekuatan penyelenggaraan 77 . pada semua eselon. c. kearifan dalam memperjuangkan anggaran yang lebih memadai. penelitian dan pengembangan khususnya dalam mendukung sistem senjata teknologi (sistek) 6) Kepemimpinan dan Manajemen Berhasil atau gagalnya bangsa Indonesia di bidang hankamneg akan sangat dipengaruhi oleh adanya kepemimpinan yang kuat. Kemampuan manajemen sesuai dengan kepribadian Indonesia. Adanya tekanan-tekanan internasional yang dalam kelanjutannya dapat terwujud dan berakibat timbulnya konflik-konflik bersenjata. terutama pada masa-masa kritis ketika kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjamin kelangsungan bangsa dan negara. berisi ketangguhan.

Oleh karena itu haruslah diselenggarakan dengan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan yang untuk kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. arif bijaksana. 4) Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat bangsa Indonesia. menghormati hak Asasi manusia (HAM) dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan 78 . Oleh karena itu. 5) Perlengkapan dan dan peralatan untuk mendukung dan pembangunan sedapat kekuatan kemampuan pertahanan keamanan mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri. 3) Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan martabat bangsa dan negara. 6) Pembangunan dan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan manusia- pertahanan keamanan haruslah diselenggarakan oleh manusia yang berbudi luhur. harus ditingkatkan kemampuannya. 2) dan Bangsa Indonesia cinta damai. kedaulatannya.untuk menjamin keseimbangan hidup bangsa dan pembangunan negara berdasarkan nasional Pancasila dan dan kelangsungan UUD 1945. Mempertahankan tetapi lebih cinta kemerdekaan kemerdekaan bangsa dan menggamankan kedaulatan negara yang mencakup wilayah tanah air beserta segenap isinya merupakan suatu kehormatan demi mengandalkan pada kekuatan dan kemampuan sendiri. pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dan industri dalam negeri masih terbatas kemampuannya.

79 . TNI dikembangkan dengan kekuatan kecil.damai. Polri berpedoman kepada Tribrata dan Caturprasetiya dan dikembangkan sebagai kekuatan yang mampu melaksanakan penegakan hukum. 8) Sebagai kekuatan inti Kamtibmas. Sebagai kekuatan pertahanan. serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menyangkal segala bentuk ancaman. 9) Masyarakat secara terus menerus perlu ditingkatkan kesadaran dan ketaatannya kepada hukum. dan memerlukan dukungan manusia-manusia yang bermutu tinggi. mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya. dan mewujudkan keamanan ketertiban masyarakat. tentara pejuang dan tentara nasional. dalam keadaan damai. tanggap tangguh bertanggung berjuang berkorban demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan dan pribadi. 7) TNI Sebagai tentara rakyat. profesional. berpedoman pada Saptamarga yang merupakan penjabaran Pancasila. efektif. Dengan demikian ketahanan pertahanan dan keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. efesien dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan bersenjata dalam wadah tunggal TNI. kerelaan hidup bangsa. dan Kelangsungan serta hidup dan perkembangan jawab. disusun dalam sishankamrata dengan srategi penangkalan. memelihara.

kerjakan latihan berikut ini! Untuk didiskusikan dalam kelompok 1. Gatra Geografi Geografi menggambarkan di mana tempat NKRI di atas bumi tentang bentuk ke dalam dan ke luarnya. sumber bahan baku industri. Gatra Kependudukan Jumlah penduduk yang sangat besar. memberikan Indonesia peranan yang sangat penting dalam persoalan global yang dapat berdampak positif dan negatif 2. tetapi penduduk yang besar akan menjadi masalah apabila tidak mampu dibina sehingga menimbulkan masalah sosial. Gatra Kekayaan Alam Kekayaan alam menurut jenisnya dapat dibedakan dalam 8 golongan yang merupakan sumber dan potensi alam dipermukaan serta di dalam bumi. Coba Saudara amati nilai-nilai yang terkandung pada setiap gatra. 80 . 2. Coba pula Saudara amati analisis permasalahan masing-masing gatra. laut dan dirgantara yang berada di wilayah kekuasaan dan yuridiksi nasional NKRI. sumber hubungan luar negeri tetapi juga sebagai sumber sengketa. sumber energi. bila dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan menjadi modal yang sangat besar dan menguntungkan. RANGKUMAN 1. sumber pendapatan nasional. sumber parawisata. Analisis pula pola pembinaan masing-masing gatra.LATIHAN Untuk menambah pemahaman Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 7. 3. Kekayaan alam berfungsi sebagai sumber kehidupan. 3. Kedudukan Indonesia secara geografis berada pada posisi silang.

Gatra Sosial Budaya Sosial dapat diartikan pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai dan norma kebersamaan. 6. sedangkan budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan pencipta. meliputi produksi. baik sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. 5. Gatra Politik Politik merupakan satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dalam penyelenggaraan pemerintahan. distribusi serta konsumsi barang dan jasa serta usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. politik juga berkaitan dengan penyaluran aspirasi rakyat sebagai perwujudan dari kedaulatan berada di tangan rakyat. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan tertib sosial dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata. 7. rasa. Keampuhan suatu ideologi sangat dipengaruhi kepada nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta jaminan segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Gatra Ideologi Ideologi merupakan suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi serta terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan. yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan 81 . Gatra Ekonomi Ekonomi merupakan salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat.4. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berdasarkan Pancasila. dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan yang menghasilkan karya. Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila. Untuk mewujudkan ketahanan politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis. yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. 8. Gatra Hankam Daya dan upaya seluruh rakyat Indonesia merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara Republik Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Analog dengan pengertian ketahanan nasional maka ketahanan pertahanan dan keamanan pada hakikatnya adalah keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela negara, suatu perjuangan rakyat semesta, ketika seluruh potensi dan kekuatan idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer dan kepolisian disusun dan dikerahkan secara terpimpin terintegrasi dan terkoordinasi, untuk menjamin penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA) menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

82

KETAHANAN NASIONAL

IMPLEMENTASI KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 8
1. Sebagai sutau pedoman, Konsepsi Ketahanan Nasional pada dasarnya dapat dalam seluruh penyelenggaraan Pembangunan kehidupan dan bermasyarakat, Pembangunan Konsepsi Nasional digunakan sebagai Nasional

diimplementasikan pedoman dalam

berbangsa dan bernegara. Secara lebih konkrit, penyelenggaraan

Daerah/Wilayah, mulai tahap perencanan sampai dengan tahap pelaksanaan serta tahap evaluasinya. Untuk implementasinya, Konsepsi Ketahanan Nasional perlu dijabarkan dalam kerangka pemikiran yang lebih tennis operasional, namun tetap mengacu pada kaedah yang terkandung dalam konsepsi termaksud. 2. Keterkaitan Ketahanan Nasional terhadap Pembangunan Nasional, tercermin pada Makin meningkatnya intensitas Secara implisit

Konsepsi Ketahanan Nasional untuk menumbuhkan kondisi kehidupan nasional yang diinginkan melalui Pembangunan Nasional. Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional, sebaliknya kokohnya Ketahanan Nasional akan mendorong lajunya Pembangunan Nasional. Ketahanan Nasional mengandung konsepsi tentang pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam segala aspek dan dimensi kehidupan nasional berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. 3. Kriteria Implementasi. Kriteria dimaksud adalah nilai-nilai praktis yang

merupakan cerminan dari kaedah-kaedah konsepsional yang terkandung dalam konsepsi Ketahanan Nasional. Nilai-nilai tersebut harus secara subtantif terlihat dalam Kriteria atau nilai tersebut adalah : pelaksanaan Pembangunan Nasional/Daerah. a.

Keseluruhan (Comprehensive). Maksud dari ”keseluruhan” adalah masalah yang berskala nasional, 83

bahwa semua aspek yang terkait dengan pokok masalah harus diperhatikan dan dipertimbangkan keterkaitannya. Untuk

pengertian ”keseluruhan” mencakup kelima gatra dinamis, yaitu gatra Ideolgi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam. Untuk masalah dengan skala yang lebih sempit, pengertian ”keseluruhan” dapat dibatasi dengan aspek-aspek yang terkait saja. Gambaran rangkaian keterkaitan dari seluruh aspek. b. Keuletan dan Ketangguhan. Pengembangan faktor keuletan dan yang utuh tentang

ketangguhan merupakan inti dari penyelenggaraan pembangunan nasional dan pembangunan daerah. c. Keseimbangan Antara Kepentingan Kesejahteraan dengan

Keamanan.

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat

dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar serta ensensial, baik bagi perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan yang serasi mencerminkan keuletan dan ketangguhan Ketahanan Nasional. d. Dinamis, mempertimbangkan kecenderungan perubahan lingkungan luar Lingkungan luar berasal dari luar sistim pembangunan

maupun dalam.

nasional, sedangkan lingkungan dalam adalah kondisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pembangunan tersebut ( feed back). e. Kemandirian. Percaya pada kemanpuan dan kekuatan sendiri dengan

keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (indenpendent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling mrnguntungkan dalam perkembangan global (indenpendent). f. Partisipatif. Ketahanan Nasional merupakan resultante dari kinerja

segenap komponen bangsa, baik pada supra, infra maupun substruktur.

84

Kerjasama yang sinergik antar pemerintah pusat dengan pemerintah daerah otonom beserta seluruh masyarakat Indonesia.

4.

Implementasi Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Kehidupan Nasional. a. Implementasi Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Wasantara dan Tannas telah diajarkan dan dimasyarakatkan melalui jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah, namun karena besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah Indonesia , serta maraknya berbagai pengaruh yang kurang menguntungkan, maka pemahanan dan penghayatan Wasantara dan Tannas dalam kehidupan bermasyarakat dirasakan belum mantap. Kehidupan bermasyarakat masih mengandung kerawanan laten/masalah Sara (suku, agama, ras dan antar golongan), primordialisme, dan potensi yang mengancam persatuan dan kekuatan bangsa. Sampai saat ini masih dirasakan kecenderungan yang dapat memicu terjadinya kerusuhan massal yang bersumber pada masalah sara ditambah dengan masalah ketidak adilan dan kesenjangan sosial ekonomi. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa kerukunan hidup bermasyarakat, kerukunan hidup intra dan antar umuat beragama dan solidaritas sosial sebagai penopang persatuan dan kesatuan masih belum mantap. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab turut bermain dengan memanfaatkan kerawanan tersebut, untuk kepentingannya atau kepentingan sponsornya. Primordialisme, masalah sara, masalah ketidakadilan, maslah KKN, dan kesenjangan sosial ekonomi, secara bertahap akan dapat diatasi, bila seluruh warga masyarajat warga Indonesia memahami menghayati dan mengamalkan Wasantara dan Tannas sebagai daya tangkal terhadap TAHG. Pemahaman penghayatan, dan pengamalan Wasantara dan Tannas ini hendaknya dimulai dari setiap pribadi, meningkat kekeluarga, kelompok dan

85

golongan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan. demokratis. serta perbedaan kepentingan kekuatan sosial politik. Aceh merdeka. juga memiliki sisi negatif bila tidak ada ”law and order” yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional. agama. dengan berpikir. Kecenderungan terjadinya konflik dan Perpecahan dalam kehidupan berbangsa samapi saat ini bersumber pada perbedaan Cita Negara (contoh DI/TII. NII. kebangsaan Indoensia tidak didasarkan pada kesaman suku. yaitu : negara Indonesia. tidak memaksakan 86 . adil dan makmur. Republik Maluku Selatan). yang merdeka. b. ekonomi dan hukum. budaya atau adat istiadat. disamping memiliki sisi positif yaitu menuntut berbagai pembenahan khususnya dibidang politik. turut memelihara kelestarian lingkungan hidup dan tidak bertindak ”counter productive” terhadap Tannas (tindakan yang justru melemahkan Tannas). Sumber-sumber perpecahan tersebut diatas akan secara bertahap dapat diatasi. Kekuatan Sospol hendaknya menyerap aspirasi masyarakat dan mengartikulasikan kedalam kepentingan golongan/parpol untuk selanjutnya disalurkan kepada supra struktur dan diperjuangkan dengan didasari budaya politik Pancasila (musyawarah untuk mufakat. tetapi didasarkan pada kesamaan cita-cita yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. bila seluruh komponen bangsa terutama para penyelenggara negara. keinginan untuk merubah bentuk menjadi negara federal. Sejak proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Implementasi Dalam Kehidupan Berbangsa. etnis. bahkan ada yang ingin memisahkan diri atau separatisme (Contoh : Papua Merdeka. Gerakan reformasi. bersatu berdaulat. elit politik dan generasi muda bangsa menghayati cita-cita dan tujuan Nasional serta konsepsi nasional Wasantara dan Tannas. khususnya pada saat menjelang dan masa kampenye Pemilu. bersikap dan bertindak sealu mengutamakan persatuan dan kesatuan. PRRI).

daerah. golongan/parpol. ekonomi kerakyatan dan masalah-masalah baru yang penyesuaian dan pembuatan peraturan perundang-undangannya.kehendak dan tidak adu kekuasaan/kekuatan). Banyak peraturan perundang-undangan yang berlaku sampai saat ini. mengacu kepada landasan idiil : Pancasila. menjadi keputusan yang dituangkan dalam peratutan perundang-undangan dan program-program pembangunan. Implementasi Dalam Kehidupan Bernegara. c. dan dengan sendirinya tidak sesuai dengan Pancasila. kepentingan golongan. dan parpol ditampung dan diolah oleh supra struktur dengan sungguhsungguh. dan landasan visional : Wasantara serta landasan konseptual : Tannas. Wasantara dan Tannas. Dalam kehidupan bernegara. NKRI sebagai salah satu negara berkembang yang merebut kemerdekaan dengan revolusi fisik . aspirasi masyarakat. banyak mengahadapi permasalahan tentang peraturan perundang-undangan yang hingga saat ini masih dalam proses regulasi dan deregulasi. adalah warisan jaman penjajahan Belanda yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. memerluakan Peraturan perundang-undangan yang dibuat pada masa RI belum seluruhnya dengan tegas mengacu kepada Wasantara dan 87 . Disamping itu terdapat aspirasi dan tuntutan baru seperti pemberdayaan daerah. mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan pribadi. Tannas. landasan konstitusional : UUD 1945. UUD 1945.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->