Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  ISBN : 978‐979‐98010‐6‐7   

PEMBUATAN ALAT EKSPERIMEN SEDERHANA UNTUK PENENTUAN MOMEN INERSIA BENDA TEGAR Yati Susanah1,5), Ius Rusnati2,5), Kokom Komariah3,5), Wulan Fitriyani4,5) 1) MAN 3 Jakarta Pusat, ysusanah@yahoo.co.id 2) MAN 1 Bandung, iusrusnati@yahoo.com 3) MAN 2 Bandung, kkomariah24@yahoo.com 4) MA NU 04 Al Ma’arif Boja Kendal, dephit58@yahoo.co.id 5) Program Studi Magister Pengajaran Fisika-FMIPA ITB Bandung, Abstrak Telah dibuat alat eksperimen sederhana untuk menentukan momen inersia benda tegar dengan bentuk sembarang menggunakan konsep kekekalan energi mekanik. Momen inersia alat telah diukur dan diperoleh nilai 0,0021 ± 3,3 % kg.m2. Eksperimen pengukuran momen inersia telah dilakukan untuk benda tegar dengan bentuk teratur di antaranya balok, batang panjang, silinder pejal, silinder berongga, bola pejal kuningan dan bola berongga. Beberapa benda tegar dengan bentuk sembarang yaitu batu, kunci leter T, celengan juga telah diukur momen inersianya. Kata kunci: momen inersia, kekekalan energi mekanik, benda tegar I. PENDAHULUAN Praktikum momen inersia benda tegar di sekolah biasanya terbatas hanya pada benda tegar dengan bentuk beraturan. Sementara untuk benda tegar yang tidak teratur tidak dilakukan di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan untuk momen inersia benda tegar dengan bentuk beraturan dapat ditentukan dengan mengukur massa dan dimensi fisiknya,

sedangkan untuk benda tegar yang bentuknya tak beraturan, pengukuran momen inersia sulit dilakukan secara langsung melalui pengukuran dimensi fisik benda. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengukuran dinamik. Oleh karena itu guru sebaiknya bisa melakukan riset mengenai alat eksperimen sederhana untuk mengatasi kesulitankesulitan yang terdapat dalam pembelajaran secara eksperimen. Pada makalah ini diuraikan tentang pembuatan alat eksperimen sederhana untuk penentuan momen inersia benda tegar. Alat yang dibuat, kemudian diujicobakan untuk penentuan momen inersia benda tegar dengan bentuk teratur maupun bentuk tak teratur. Rancangan alat eksperimen sederhana ini bekerja ketika alat berotasi yang dipengaruhi oleh gerak translasi (GLBB) beban gantung dengan percepatan dianggap konstan dapat menentukan momen inersia sistem. Momen inersia sistem adalah gabungan dari momen inersia alat dan momen inersia benda ( I s = I a + I b ) . Berdasarkan hubungan tersebut maka momen inersia alat dapat diketahui dan secara tidak langsung pengujian
459 

2]: K = Iω 2 (1) dimana K adalah energi kinetik benda tegar yang berotasi (joule) dan ω adalah laju anguler (rad/s) yang menggambarkan seberapa cepat benda berputar. II. LANDASAN TEORI Momen inersia merupakan kuantitas yang menyatakan sulit tidaknya suatu benda bergerak rotasi terhadap sumbu putar tertentu. Setiap benda yang berotasi pada suatu sumbu mempunyai energi kinetik rotasi.460  Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  validitas dan reliabilitas alat eksperimen juga dapat dilakukan. Sebagai pembanding momen inersia alat dapat diperoleh dari perhitungan matematis bahan yang digunakan. dengan energi kinetik rotasi dapat dinyatakan dengan persamaan[1. Dengan momen inersia alat yang telah diketahui tersebut maka besar momen inersia benda tegar dapat ditentukan. Tinjau suatu sistem yang terdiri dari benda tegar yang berotasi pada permukaan horizontal yang dihubungkan dengan benda lain yang dapat bergerak vertikal sebagaimana ditunjukkan oleh gambar 1. Skema alat momen inersia Dengan menggunakan konsep kekekalan energi mekanik dan dengan menganggap tali ideal maka diperoleh hubungan seperti di bawah ini[3]: 1 2 1 1 1 2 1 1 2 2 2 2 mv A + mghA + I sω A + I k ω A = mvB + mghB + I sω B + I k ω B 2 2 2 2 2 2 (2) . Hubungan antara momen inersia I. Gambar 1.

 dkk. ωB adalah kecepatan rotasi benda B (rad/s).m2). h adalah ketinggian yang telah ditentukan (m). g adalah percepatan grafitasi besarnya 9. ⎧ ⎛I +I t 2 = ⎨2 + 2⎜ s 2 k ⎝ mR ⎩ ⎛ Is + Ik ⎞ 2 ⎟ ⎝ mR ⎠ [3] ⎞⎫ h ⎟⎬ ⎠⎭ g (6) dari persamaan 6 gradiennya adalah β = 2⎜ (7) Jika sistem diberi tambahan beban maka perumusan untuk momen inersia benda adalah I sistem dikurangi I alat ( I b = I s − I a ) .  Yati Susanah. Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana Untuk Penentuan  461  di mana m adalah massa beban B (kg). 461    . Is adalah Momen inersia sistem (kg.3 dan 4 diperoleh hubungan ⎛ gt 2 ⎞ I s = mR 2 ⎜ ⎟ ⎜ 2 h − 1⎟ − I k ⎠ ⎝ (5) dengan t adalah waktu yang diperlukan untuk ketinggian tertentu (s). Dengan memasukkan syarat awal benda B diam dan menggunakan hubungan persamaan: 2 vt2 = v0 + 2 ⋅ a ⋅ h (3) dan dengan asumsi bahwa gerakan tali pada alat A tidak mengalami slip. hB adalah ketinggian benda B terhadap acuan (m). Bila dibuat grafik linier t2 terhadap h/g maka nilai I dapat diperoleh dari gradien garis tersebut.. hA adalah ketinggian benda A terhadap acuan (m). benda A dan benda B terhubung oleh tali yang sama serta jari-jari alat A dan katrol sama maka diperoleh hubungan ω= V R (4) di mana R adalah jari-jari katrol / alat A dengan mensubstitusikan persamaan 2. vB adalah kecepatan translasi benda B (m/s). vA adalah kecepatan translasi benda A (m/s).8 m/s2 .m2).m2). ωA adalah kecepatan rotasi benda A (rad/s). R adalah jari-jari katrol dan jari-jari meja putar (m).m2) dan Ik adalah momen inersia sistem (kg. Is adalah momen inersia sistem (kg. m adalah massa beban yang digantung (kg). Ik adalah momen inersia katrol (kg.

Gambar 2. Skema rancangan alat . Untuk mendapatkan perumusan momen inersia tidak rumit. tali yang digunakan bermassa relatif sangat kecil/ringan dan untuk mengurangi gesekan alat digunakan poros besi pada bagian B dengan dudukan pada bagian G. maka jari-jari katrol dibuat sama dengan jari-jari alat putar pada bagian B. Asumsi massa tali diabaikan. gesekan katrol. RANCANGAN ALAT Pembuatan alat eksperimen sederhana ini bertitik berat pada konsep yang percepatannya konstan. gesekan alat diabaikan serta tali yang berotasi tidak slip. Rancangan alat mengacu pada asumsi awal yaitu massa tali.462  Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  III.

B adalah silinder berongga berbahan plastic. Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana Untuk Penentuan  463  Gambar 3. Agar bisa diamati untuk variasi ketinggian maka digunakan statif yang panjang untuk katrol dan kursi-kursi atau alat lainnya untuk menyimpan alat agar posisi alat sejajar dengan katrol. dkk. Bagian A digunakan bahan kayu yang dilapisi Styrofoam. C adalah katrol berbahan dasar plastic..  Yati Susanah. D adalah benang jahit bermassa 0. Pemberian Styrofoam dimaksudkan agar benda tidak tergelincir dan benda bisa berputar tepat di pusat. Bagan rincian rancangan alat dengan keterangan gambar A adalah silinder pejal berbahan dasar kayu yang dilapisi Styrofoam. F adalah besi penahan bagian dalam. G adalah body alat berbahan dasar kayu dan I adalah meja. Untuk benda yang masih belum stabil diberi tambahan menggunakan selotip sampai benda bisa stabil dan kedudukannya tidak mengganggu gerak rotasi alat seperti ditunjukkan pada gambar 4a. Katrol yang digunakan adalah katrol yang dapat berputar dengan bebas seperti ditunjukkan pada gambar 4b. kemudian alat putar dan beban B dihubungkan oleh 463    . E adalah beban gantung.00015 kg.

Untuk menentukan momen inersia alat menggunakan benda tambahan dengan bentuk beraturan dapat dilakukan seperti langkah sebelumnya.m2. EKSPERIMEN DAN ANALISA A.  percobaan  alat  tanpa  benda  tambahan  dan  menggunakan  benda  tambahan  dengan  bentuk  beraturan. .002076304 kgm2. silinder pejal. Benda beraturan yang digunakan adalah balok.  Secara  perhitungan  statik  diperoleh besar momen inersia 0. Hal ini  bertujuan memperoleh waktu tempuh yang cukup signifikan. batang panjang dan bola berongga seperti ditunjukkan gambar 5. Menentukan momen inersia alat Validitas  hasil  pengukuran  momen  inersia  benda  tegar  yang  diperoleh  sangat  tergantung pada kevalidan alat yang digunakan. Ketika beban E bergerak turun benda A dan B berputar . Dengan menggunakan persamaan:  I = ΣMR 2 (8) eksperimen tanpa menggunakan beban tambahan diperoleh momen inersia 0. bola pejal kuningan. Maka alat yang telah disusun ditunjukkan a b c Gambar 4.464  Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  tali yang sama melalui katrol seperti ditunjukkan pada gambar 4c. hanya saja perlu meletakkan benda beraturan di atas bagian A (gambar 2). saat inilah dilakukan pencatatan waktu tempuh terhadap ketinggian yang diinginkan (gambar 2).  Dalam menentukan besar momen inersia alat dapat dilakukan dengan beberapa cara  diantaranya  yaitu  perhitungan  statik.002137641 kg. (a) bola pejal kuningan (b) katrol dan (c) alat yang telah disusun IV. Nilai ini diperoleh dengan memberi beban E sehingga bergerak turun. Oleh karena itu perlu dilakukan eksperimen  untuk  mengkalibrasi  dan  menguji  kevalidan  alat  yang  digunakan.  Eksperimen  tersebut  dilakukan dengan cara meletakkan salah satu benda tegar beraturan pada alat putar seperti  gambar  4a  kemudian  mengatur  beban  gantung  sehingga  gerak  translasinya  tidak  terlalu  cepat.

002221 0.10-6 2.10-4 3.4 Momen inersia alat Ialat (kg.m2 465    . (b) silinder pejal.30584.002021 1 Balok 2 Silinder Pejal 3 Bola pejal kuningan 4 Batang panjang 5 Bola Berongga Rata-rata Ialat = 0. Ialat bisa diperoleh dengan cara Isistem dikurangi Ibenda yang telah diukur sebelumnya. Bentuk benda beraturan Momen inersia benda beraturan Ibenda (kg. beraturan Gambar 7. Tabel 1.002138 0.m2) 0.89519. Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana Untuk Penentuan  465  (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 5.10-3 2.10. (a) balok. Momen inersia alat dengan benda tegar No.  Yati Susanah.94845.m2) 3. Kemiringan grafik tersebut merupakan nilai gradien sistem sehingga momen inersianya dapat diperoleh.10-5 1.42960. (d) batang panjang.002362 0. (e) bola berongga Data yang diperoleh tersebut kemudian diplot ke dalam grafik t2 (waktu tempuh kuadrat) terhadap h/g (ketinggian per percepatan gravitasi) sebagaimana ditunjukkan pada gambar 7.002007 0. (c) bola pejal kuningan..35716. dkk.002149 kg. Grafik t2 terhadap h/g dengan penambahan beban bola pejal kuningan Dengan mengulangi langkah di atas untuk benda tegar beraturan lainnya diperoleh momen inersia alat sebagai berikut: Grafik t2 terhadap h/g untuk benda beraturan lainnya disajikan pada gambar 8.

m2 diperoleh momen inersia benda tegar beraturan adalah sebagai berikut : Tabel 2. Melalui analisis grafik hubungan antara t2 terhadap h/g atau gradien dari grafik tersebut diperoleh regresi yang hampir mendekati satu (0.0021 kg.466  Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  Rata-rata Ialat dengan menggunakan benda tegar beraturan dan tanpa menggunakan beban besarnya hampir sama dengan Ialat secara manual. Berdasarkan hasil diatas jelaslah ada kesesuaian antara teori untuk menentukan momen inersia benda yang beraturan dengan hasil praktikum yang dilakukan dengan perhitungan secara manual. Dengan demikian momen inersia alat (Ialat) dari hasil percobaan relatif terhadap besar momen inersia hasil pengukuran langsung adalah 0.00038106 3. B.22864 kg Tinggi = 0.99).m2 3.10-6 Silinder Pejal .0144 m Lebar 2 = 0. faktor kalibrasi dan faktor paralaks.89519.0456 m 0. Menentukan momen inersia benda tegar beraturan Momen inersia benda tegar bisa diukur melalui eksperimen dengan menggunakan alat yang sudah dikalibrasi pada bagian eksperimen A.3% .10-4 Panjang = 0. Terjadinya sedikit perbedaan dimungkinkan karena kurangnya tingkat ketelitian praktikan dalam mensinkronkan antara yang menggerakan alat dengan dimulainya penentuan waktu.0036 m 3. diantaranya gesekan alat. Momen inersia benda tegar beraturan No Benda Momen Inersia Hasil Eksperimen Sistem Alat Benda Perhitungan statik 1 Balok Massa = 0.0021 kg.0021 0.42960.002481 0. dengan mensustitusi momen inersia alat sebesar 0. Hasil ini kemudian dijadikan sebagai acuan besar I alat untuk menentukan momen inersia (I) benda-benda yang tidak beraturan dengan menggunakan alat tersebut. Hal lain yang menyebabkan adanya perbedaan nilai adanya koreksi alat diakibatkan ada beberapa hal yang diabaikan. gesekan katrol dan massa tali diabaikan. Tahapan eksperimen sama seperti pada eksperimen A sampai diperoleh Isistem.

4 C.99).08632 kg Jejari 3 = 0. dengan mensubstitusi momen inersia alat sebesar 0.239 kg Kunci T. 1 2 3 Jenis benda tidak beraturan Batu.0021 0. Melalui analisis grafik hubungan antara t2 terhadap atau gradien dari grafik pada gambar 8 diperoleh regresi yang hampir mendekati satu (0.94845.002245 0. Tahapan eksperimen sama seperti pada eksperimen B sampai diperoleh Isistem. Data momen inersia benda tak beraturan No.11595 kg Jejari = 0.0021 kg.0004 467    .1471 kg Celengan.0021 0.003313 0.m2) 0..00014511 2.0767 kg Panjang = 0.00026612 Bola pejal kuningan Massa = 0.06176 m 0. m = 0. m = 0.002366 0.00021623 2.0021 0.30584.10-5 4 Batang panjang Massa = 0. Hanya beban yang ditambahkan pada I sistem diganti dengan benda tak beraturan yang ingin dicari besar momen inersianya.0007 0.002316 0.16526 kg Momen inersia (I) (kg.m2 diperoleh momen inersia benda tegar beraturan adalah sebagai berikut : Tabel 3.10.017375 m 1.  Yati Susanah.00121334 5 Bola Berongga Massa = 0.0021 0. Menentukan momen inersia benda tegar tak beraturan Momen inersia benda tegar tak beraturan bisa diukur pula melalui eksperimen dengan menggunaan alat yang sudah dikalibrasi pada bagian eksperimen A.0095 m 0.35716. dkk.10-3 0. Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana Untuk Penentuan  467  Massa = 0.1952 kg Jejari = 0. m = 0.0003 0.452 m 0.

IkunciT = 0.0007 kg.m2. Dengan mengggunakan nilai Ialat = 0.m2 dan Icelengan = 0.468  Prosiding Seminar Nasional Fisika 2010  Gambar 8. dan eksperimen tanpa beban dibandingkan dengan pengukuran secara langsung (manual) diperoleh Ialat sebesar 0. Khairul Basar sebagai Pembimbing. bimbingan dan nasihat selama penelitian berlangsung dan selama penulisan makalah ini.0004 kg. Terima kasih disampaikan kepada Departemen Agama atas bantuan Beasiswa Pascasarjana yang diterima selama pendidikan program magister ini. Kalibrasi momen inersia alat dengan menggunakan grafik t2 terhadap h/g. Grafik t2 terhadap h/g benda tidak beraturan V.0003 kg.m2.3 %.0021 kg.3 % diperoleh nilai momen inersia benda tegar beraturan sesuai dengan perhitungan secara langsung dan untuk benda tegar tak beraturan diperoleh : Ibatu= 0. atas segala saran.m2 ± 3. . VI. KESIMPULAN Telah berhasil dibuat alat eksperimen sederhana untuk penentuan momen inersia benda tegar dengan bentuk beraturan dan tak beraturan dengan menggunakan konsep kekekalan energi mekanik tranlasi dan rotasi serta hubungan gerak GLBB.m2 ± 3.0021 kg. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr.

.. Inc. Erlangga. dkk. Sears & Zemansky.(2002). diakses tanggal 29 April 2010. Fishbane. Prentice-Hall International. Paul M. 2. Physics for Scintists and Engineers. 3. (1993).. Physics Lab X. Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana Untuk Penentuan  469  DAFTAR PUSTAKA 1. 469    .  Yati Susanah. Moment of Inertia and Rotational Energi. Fisika Universitas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful