P. 1
FISIOLOGI KEHAMILAN

FISIOLOGI KEHAMILAN

|Views: 830|Likes:

More info:

Published by: Inoey Kahadza Seikō Suru on Oct 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

FISIOLOGI KEHAMILAN

(Ferry Gunawan 2008-061-173)
EFEK UMUM KEHAMILAN PADA IBU Total Cairan Tubuh Meningkat sampai rata- rata 8,5 Liter dan terdiri: - cairan fetus - cairan amnion - jaringan plasenta - jaringan maternal - edema - Hidrasi yang meningkat dari substansi dasar jaringan konektif  edema dan keluarnya cairan dari jaringan konektif  perubahan pada sendisendi terutama pada trimester III. - Edema generalisata  edema kornea, perubahan tekanan intra okular, edema gingival, peningkatan vaskular dari sinus- sinus kranial, edema trakeal. Kebutuhan Energi Kebutuhan energi meningkat secara bertahap mulai minggu ke- 10 sampai minggu 36 sebanyak 50-100 kkal/ hari. Pada 4 minggu terakhir kebutuhan meningkat menjadi 300 kkal/hari. Metabolisme Modifikasi metabolik dimulai segera setelah konsepsi dan paling nyata terlihat pada pertengahan ke-2 kehamilan saat pertumbuhan fetus. Uterus dan plasenta membutuhkan karbohidrat, lemak, dan asam amino. *Karbohidrat Glukosa dapat melalui plasenta secara permeabel, yang memberikan suplai bagi fetus20 minggu pertama Sensitivitas insulin meningkat pada pertengahan pertama kehamilan. •glukosa darah puasa rendah

•keadaan ini menimbulkan sintesa dan penyimpanan glikogen, penyimpanan lemak dan transport asam amino ke dalam sel- sel. Setelah 20 minggu Resistensi insulin bertambah dan kadar insulin plasma meningkat. •Suatu beban karbohidrat menghasilkan peningkatan insulin plasma 3- 4 kali lebih besar dari keadaan tidak hamil, tetapi kadar glukosa plasma juga tinggi. •Keadaan ini mengurangi penggunaan glukosa maternal dan mendorong terjadinya glikogenolisis, glukoneogenesis, dan penggunaan lemak maternal sebagai sumber energi. •Disamping kadar postprandial glukosa plasma yang tinggi dan berkepanjangan, kadar glukosa puasa pada kehamilan lanjut lebih rendah dari yang tidak hamil. *Asam amino •Konsentrasi asam amino plasma menurun selama kehamilan akibat hemodilusi. •Sintesa urea menurun. *Lipid •Semua kadar lemak meningkat dengan peningkatan terbesar pada komponen Trigliserida. •Lipid dapat melewati plasenta. •Hiperlipidemia pada kehamilan bukan aterogenik tetapi dapat menyamarkan adanya hiperlipidemia patologik. *Lemak ( Fat) •Pada permulaan kehamilan lemak akan disimpan. •Pada pertengahan kehamilan, lemak merupakan sumber energi maternal yang utama. •Pada postpartum kadar lipid kembali kenormal. •Mungkin memerlukan waktu 6 bulan. *Kolesterol

Antibiotik dibersihkan lebih cepat oleh ginjal.obatan / Substansi lainnya . Dehidrasi.15% /menit.Venous pooling di ekstremitas inferior pusing / perasaan melayang terutama pada perubahan posisi.Kadar fenitoin dalam plasma menurun selama kehamilan. Selama Persalinan Sistem Saraf Sentral Sinkop dapat terjadi karena banyak sebab: 1. 3. .200 ml. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara antara lain: .Posisi jantung pada anterolateral akibat peninggian diafragam perubahan EKG dan mengakibatkan perubahan yang menyerupai iskemi. Hipoglikemi. Sistem Respirasi pCO2 fetus harus lebih besar dari pCO2 ibu. . . tetapi dapat dikurangi dengan pengelolaan diet setelah persalinan. kembali. . -euforia sebagai akibat dari kortikosteroid endogen. dan HDL meningkat selama kehamilan. Kelelahan pada exercise.CO meningkat sebanyak 40% pada minggu ke10 akibat peningkatan 10% pada stoke volume dan peningkatan frekuensi sebanyak 10.Pada akhir trimester pertama. Gejala. . -progesteron  kelelahan.jaringan dan peningkatan suplai untuk produksi steroid. Karenanya pusat pernapasan ibu harus diatur . Hal ini akan menyebabkan hiperventilasi pada kehamilan.TV meningkat sampai 200 ml. 4. progesteron menurunkan ambang batas CO2 yang akan merangsang pusat napas dan meningkatkan sensitivitas pusat napas. Pemeriksaan Fisik . Shunting post prandial dari aliran darah ke lambung. LDL.•Terjadi peningkatan perubahan lipoprotein menjadi kolesterol yang mengakibatkan peningkatan suplai untuk jaringan. 90% wanita hamil menunjukkan adanya bunyi jantung ke-3 atau gallop S3. Sistem Vena .Waktu paruh kafein menjadi dua kali lipat. Sistem Kardiovaskular Cardiac Output . •Kolesterol total meningkat pada postpartum pada semua ibu. VLDL. .Pembesaran menyeluruh dari jantung dan pembesaran ventrikel kiri.CO meningkat sebanyak 30% pada setiap kontraksi dengan peningkatan stroke volume tetapi tidak terdapat peningkatan pada frekuensi denyut jantung. kedua komponen dari S1 bertambah keras dengan splitting yang lebih jelas. •Trigliserida. *Obat. .VC meningkat sampai 100. dispnea. 5.Murmur ejeksi sistolik di sepanjang batas kiri sternal terdapat pada 96% kehamilan (akibat peningkatan aliran darah yang melalui katup aorta dan pulmo).Selama kehamilan. depresi. 2. .Murmur diastolik tidak pernah normal dan memerlukan evaluasi kardiolog. .Setelah pertengahan kehamilan.gejala emosional dan psikis merupakan akibat dari: -perubahan hormonal pada kehamilan.

Sistem urogenital . •Konsentrasi plasma globulin dan fibrinogen meningkat. tetapi kapasitas vesika urinaria meningkat secara progresif selama kehamilan. . *Ureter Ureter mengalami dilatasi yang progresif dan kinking > 90% pada wanita hamil di atas ≥ 6 minggu. dan puncaknya pada minggu ke 28. •Nocturia . . •Tingkat sintetis albumin meningkat  total albumin meningkat hingga 19%. •Progesterone menyebabkan relaksasi relatif dari spingter esofagus.Selama minggu terakhir kehamilan akibat penurunan kepala janin ke rongga pelvis. . . *Vesika Urinaria Tonus vesika urinaria menurun. . •Serum alkaline phospatase akan meningkat terutama akibat produksi dari plasenta. •Stress Incontinence .Dilatasi vena merupakan akibat dari: .Tekanan dari uterus yang membesar pada vena cava inferior dan vena.Selama 3 bulan pertama kehamilan karena tekanan pada vesika urinaria oleh uterus yang membesar. •Pengosongan lebih lambat.Gerakan janin dan insomnia juga dapat menyebabkan nokturia.Normalnya uretra memanjang selama hamil tetapi tidak pada stress incontinence.Dilatasi lebih besar pada sebelah kanan karena dextrorotasi dari uterus dan tidak sampai ke bawah rongga pelvis. •Mungkin juga terdapat refluks cairan empedu ke lambung karena inkompetensi pilorus.Buang air kecil 4 kali setiap malam masih normal. •Peningkatan frekuensi berkemih Sistem Gastrointestinal *Refluks Esofagitis (nyeri lambung / epigrastrium) •Pembesaran uterus mendorong lambung ke atas spingter esofagus dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam lambung.Relaksasi otot polos vaskuler.Karena relaksasi dari otot-otot vesika urinaria.Disertai penurunan aliran urin. .Sering terjadi selama kehamilan normal. •Statis urin disebabkan karena penurunan peristatik ureter dan penekanan oleh uterus pada tepi pelvis sesuai dengan kemajuan kehamilan.vena iliaka. •Konstipasi dapat terjadi akibat progesterone yang menyebabkan relaksasi otot polos intestinal dan melambatkan persitaltik *Kandung Empedu •Ukurannya membesar. . . •Kecepatan aliran darah pada vena hepatis akan menurun. -Dilatasi terjadi karena dari obstruksi oleh uterus dan efek dari hormon-hormon kehamilan. *Hepar •Fungsi hepar meningkat.Fisiologis setelah trimester pertama. •Kolestasis mungkin disebabkan oleh efek hormonal karena dapat ditemukan juga pada penggunaan kontrasepsi oral dan terapi pengganti hormon. •Bakteriuria asimtomatik terjadi pada 5 hingga 8% wanita hamil. .

Aktivitas metabolik neutrofil dan fungsi fagositosis meningkat. *Sel Darah Merah •Sel darah merah meningkat secara progresif selama kehamilan .Lebih meningkat pada kehamilan multipel daripada kehamilan tunggal.Aliran plasma pada ginjal meningkat dari trimester pertama dan pada minggu ke 20 mencapai 30 hingga 50% diatas normal dan aliran tetap meningkat sampai minggu ke 30 kemudian menurun perlahan ke nilai semula. . .Lebih meningkat pada multigravida daripada primigravida. *Perubahan Tubulus Ginjal •Tubulus kehilangan daya reabsorbsi asam amino.18% pada wanita tanpa pemberian suplement Fe . Hal ini mengakibatkan terjadinya hemodilusi. • Limfosit Jumlahnya tidak berubah. platelet turun di bawah 150 . *Sel darah putih Neutrofil Nilai neutrofil meningkat pada trimester pertama dan terus naik sampai usia kehamilan 30 mg. *Hemoglobin *Fungsi renal . •Mean Corpusular Volume (MCV) meningkat. Kandungan Na+ meningkat 500 hingga 900 mmol (karena peningkatan reabsorpsi oleh tubulus ginjal). karena peningkatan sel darah merah dan plasma. . • Peningkatan kehilangan protein sampai 300 mg/24 jam Retensi Na+ menyebabkan retensi air oleh ginjal. asam urat dan glukosa sehingga tidak dapat diserap dengan sempurna pada wanita hamil.Peningkatan volume plasma lebih sedikit pada pasien dengan aborsi berulang. tetapi plasma lebih banyak.Manfaat dari peningkatan sirkulasi volume •Membantu kompensasi peningkatan aliran darah ke uterus dan ginjal.Laju filtrasi glomerulus (GFR) meningkat segera setelah konsepsi. *Laju Endap Darah •Meningkat pada awal kehamilan karena peningkatan fibrinogen dan perubahan fisiologis lainnya.Berhubungan dengan berat badan lahir. •Mengurangi viscositas darah dan meningkatkan aliran darah kapiler. tetapi fungsinya berkurang.Volume plasma meningkat 50% selama kehamilan.30% pada wanita dengan pemberian suplement Fe •Retikulosit meningkat ≥ 2%. •Konsentrasi HbF meningkat 1 hingga 2% selama kehamilan. -Pada 8 hingga 10% kehamilan normal. . Hematologi *Volume Plasma . Pada minggu ke 16 mencapai 60% di atas normal dan tetap meningkat sepanjang sisa kehamilan. . . * Platelet -Aktifitas platelet meningkat pada trimester kedua dan trimester ketiga dan kembali normal pada 12 minggu postpartum.000 tanpa efek negatif pada fetus.-Dilatasi ureter terjadi sampai kaliks  meningkatkan ukuran glomerulus dan meningkatkan cairan interstitial pembesaran ginjal (panjangnya meningkat hingga 1 cm dan berat naik hingga 20%). •Laju endap darah = 100 mm/jam biasa pada kehamilan. .

.Sistem Endokrin Secara umum. *Kelenjar Pituitari Sensitivitas dan berat meningkat. terutama pada kehamilan 20 minggu akibat penurunan albumin serum. •Menunjukkan penurunan respon yang progresif  tidak ada respon pada 3 minggu setelah ovulasi.Total tiroksin dan thyroxine binding globulin meningkat sehingga kadar tiroksin bebas tetap normal dan ibu tetap eutiroid. Prolactin •Dalam plasma meningkat beberapa hari post konsepsi.Jumlah sel beta meningkat selama kehamilan. Penurunan ini mengurangi tekanan osmotik koloid plasma  edema pada kehamilan. *Protein Plasma Konsentrasi protein serum ibu menurun. . . . sistim endokrin dimodifikasi selama kehamilan akibat pembentukan plasenta. kadarnya 10 – 20 x lebih tinggi dari normal. Insulin *Kelenjar Adrenal •Kortisol plasma dan kortikosteroid lain meningkat progresif sejak kehamilan 12 minggu hingga aterm dan mencapai 3 hingga 5 kali diatas normal.hCG (luteotropic) : mengatur dan menstimulasi adrenal dan pembentukan steroid oleh plasenta.Ukurannya meningkat selama kehamilan.Pada aterm. Luteinizing Hormon •Respon terhadap GnRH menurun dan akhirnya menghilang.Ukuran pulau-pulau langerhans meningkat selama kehamilan. *Pankreas . Memiliki aktivitas tirotropik. .hPL disebut juga human Chorionic Somatomammotropin (hCS) : efeknya sebagai antiinsulin dan menyerupai hormon pertumbuhan menyebabkan gangguan pelepasan glukosa dan asam lemak bebas pada ibu. Merangsang sekresi testosteron oleh testis fetus. *Kelenjar Paratiroid .Kadar insulin serum meningkat selama pertengahan kedua kehamilan namun resistensi insulin juga meningkat. . tapi kalsitonin lebih tinggi pada fetus. Follicel Stimulating Hormone •Memberi efek umpan balik pada pelepasan hormon goradotropin (GnRH). . kadar hormon paratiroid serum lebih tinggi pada ibu. *Kelenjar Tiroid Perubahan berikut diduga karena peningkatan estrogen selama kehamilan. •Pada yang aterm. •Waktu paruh kortisol plasma meningkat sementara clearence menurun. . Plasenta menghasilkan Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dan Human Placental Lactogen (hPL) disamping hormon-hormon lainnya.Jumlah sel reseptor insulin meningkat selama kehamilan. Keadaan ini mengakibatkan terbentuknya deposit pada tulang janin.Kadar hormon paratiroid meningkat pada kehamilan yang akan meningkatkan absorpsi kalsium pada ibu. . untuk menghambat kehilangan kalsium yang melewati plasenta.

. .Warna coklat akibat terbakar sinar matahari lebih lama menghilang daripada biasanya. * Uterus •Hipertrofi dan hiperplasi otot polos miometrium sebagai akibat dari: -Hormon steroid -Distensi uteri dan penipisan dinding uterus akibat dari pertumbuhan fetus. . *Efek kortikosteroid : . Sistem Integumen / kulit Perubahan fisiologis pada kulit dapat terjadi selama kehamilan. Serviks uteri .Kloasma pada wajah / melasma : hiperpigmentasi coklat terang/gelap pada daerah wajah yang terpapar. dll. . . . kontraksi dari ligamen akan menarik uterus ke depan supaya kekuatan dapat diarahkan sebanyak mungkin ke pelvis. arteri uterus merupakan sumber darah yang terpenting.Berkurangnya kolagen dan meningkatnya air pada jaringan konektif. sebagai akibat peningkatan kortikosteroid dalam sirkulasi. ADAPTASI NORMAL PADA KEHAMILAN * Vagina . *Efek Estrogen : . namun tidak setinggi kadar insulin. dada. arteri ovarium memberikan 20 hingga 30% suplai darah pada 70% wanita. amnion.Linea nigra : Garis hitam / perbedaan warna abdomen dari umblikus hingga pubis. dapat terlihat selama akhir gestasi.Jumlah kolagen di dalam cervix berkurang hingga sepertiganya.Kuku Jari tumbuh lebih cepat selama kehamilan. Peningkatan MSH menyebabkan: .Hiperpigmentasi Nipple dan areola. •Berat uterus pada aterm 1. -Arteri uterus berdilatasi hingga 1. namun rambut dapat rontok akibat stress emosional pada ibu. Vaskularisasi uterus -Selama kehamilanl. Lebih sering pada orang terkulit coklat atau hitam. Beberapa dipercaya akibat perubahan keadaan hormonal kehamilan.Striae pada abdomen.100 gr dengan peningkatan massa 20 x lipat (pada wanita tidak hamil berat uterus 70 gr). *Efek MSH (Melanosit Stimulating Hormon).Rambut rontok berkurang.Eritema palmaris. plolaktin dan hormon kehamilan lainnya yang memiliki efek anti insulin. -Selama kehamilan.Spider nevi (tampak cabang-cabang karena dilatasi kapiks pada kulit) . plasenta. .5 kali. Ligamentum Rotundum -Panjang komponen otot dan diameternya meningkat -Selama kehamilan ligamentum mungkin berkontraksi secara spontan atau sebagai respon dari gerakan uterus.Vagina menjadi lebih asam (pH = 4 hingga 5)  menyamarkan adanya pertumbuhan dari bakteri patogen dan jamur. yang tinggal di daerah bermatahari dan yang mengkonsumsi kortikosteroid. .Resistensi insulin mungkin disebabkan oleh adanya hPL. cairan.Kadarnya meningkat ringan pada kehamilan. Glucagon . -Pada persalinan.Hipertrofi epitel vagina dan jumlah sel glikogen meningkat pada vagina .

. .Inti sperma dan isi sel yang lainnya masuk ke dalam sitoplasma telur.Sperma penetrasi ke dalam zona pelucida dan memfusikan membran plasmanya dengan membran plasma ovum. *Plasentasi . Akumulasi glycosaminoglycans dan peningkatan kandungan air dan pembuluh darah pada serviks uterus dan menyebabkan perlunakan dan sianosis = karakteristik serviks pada wanita hamil : .Dimulai pada 12 minggu kehamilan. *Pembuahan Pembuahan biasanya terjadi dalam 24 jam setelah ovulasi pada 1/3 tuba falopi yang melekat pada ovarium (ampula): . *Post Implantasi KONSEPSI *Ovulasi Ovulasi diperlukan untuk terjadinya pembuahan yang normal: . endometrium berproliferasi disekitar blastosit. isthmus memanjang dan dikenal sebagai segmen bawah rahim.Telur yang sudah dibuahi membagi menjadi bentuk blastomer yang multisel . . . hiperplasia kelenjar endoserviks.Trofoblast yang paling dekat dengan miometrium membentuk cakram plasenta. blastosit menempel pada endometrium dengan bantuan molekul adhesi yang terdapat pada permukaan endometrium. trofloblast yang lain membentuk membran korionik. . (lihat tabel ) * Implantasi .Lamanya persalinan spontan berbanding terbalik dengan konsentrasi kolagen serviks pada awal dilatasi. .sel dibagian luar massa sel berdiferensiasi menjadi trofoblast.Selama minggu ke-2 .Oosit ini telah menyelesaikan pembelahan meiosis yang pertama dan menghasilkan badan polar I.. Isthmus Uteri .Lapisan trofoblastik membentuk batas awal antara embrio dan endometrium.Mengakibatkan peningkatan compliance peregangan. .Proses ini disebut “cervical ripening” dan berlangsung secara bertahap sampai beberapa minggu terakhir kehamilan.Selama persalinan. .Bila terjadi meiosis II dan menghasilkan badan polar tambahan. isthmus membesar dan menipis akibat pengaruh hormonal pada kehamilan dan adanya distensi uterus.Embrio berkembang menjadi blastosit yang mengapung secara bebas dalam cavum endometrium 90.Blastomer melewati tuba falopi masuk ke rongga uterus.Ovum yang tidak dibuahi dikelilingi oleh zona pelucida . dan proliferasi epitel endoserviks.Setelah perlengketan.Pada awal trimester pertama terdapat hiperaktif epitel skuamosa ektoserviks.pembuahan ovum akan segera menyelesaikan *Preimplantasi . sel. . .150 jam setelah konsepsi.Isthmus uteri merupakan daerah kecil diantara korpus uterus dan serviks uterus. .Sekresi dari kanalis endoserviks akan membentuk mukous plug di serviks yang bersifat anti bakteri. .Ovum harus keluar dari ovarium dan masuk ke tuba falopi .Pada hari ke 5 sampai 6 perkembangan . .Telur yang sudah dibuahi tetap di ampula selama 80 jam setelah ruptur folikel dan melewati ismus tuba falopi selama 10 jam.

dapat dideteksi awal pada umur kehamilan 7 minggu. pembentukan steroid oleh plasenta dan pada proses persalinan. Suplai Darah :Aliran pada arteri arkuata dan radial selama kehamilan normal tinggi dengan resistensi rendah (resistensi menurun setelah 20 minggu).Mempertahankan Korpus Luteum. *Estradiol . . traktus gastrointestinal fetus dan hepar fetus.Merangsang Adrenal dan Plasenta sebagai penghasil hormon steroid STEROID KEHAMILAN *Estrogen *ACTH (AdrenoCorticoTropic Hormone) Sumber : Trofoblas Fungsi : merangsang peningkatan kortisol bebas dalam sirkulasi maternal. 1 amnion.Pembelahan embrio setelah pembentukan amnion ( antara hari ke 8 dan 13 ) 1 plasenta. 2 amnion . lipolisis dan proteolisis *CRH (hormone pelepas corticotropin) Sumber : jaringan plasenta dan deciduas Fungsi : merangsang plasenta melepaskan ACTH dan berperan pada pembentukan glukokortikoid fetus yang berhubungan dengan maturasi fetus pada akhir trimester 3.. *Alfa Fetoprotein (AFP) Sumber : Yolk sac.puncak MSAFP berada antara umur kehamilan10-13 minggu. Kehamilan Multipel . PROTEIN PADA KEHAMILAN *HCG (Human Chorionic Gonadotropin) Sumber: plasenta Fungsi . *HPL (Human Placental Lactogen) Sumber : Trofoblas Fungsi : antagonis insulin => intoleransi glukosa maternal. setelah itu akan menurun.Endometrium/pinggir uterus selama kehamilan disebut desidua. 1 korion.Pembelahan embrio setelah diferensiasi trofoblas dan sebelum pembentukan amnion ( antara hari ke-3 dan 8) 1 plasenta. *Prolactin Sumber : endometrium desidualis Fungsi : mengatur cairan dan elektrolit yang melalui membran fetus. 1 korion.Sel darah merah ibu tampak dalam lakuna trofoblastik pada minggu kedua post konsepsi *Plasenta Diatas trimester kedua dan trimester ketiga plasenta selanjutnya menyesuaikan diri. Fungsi : estrogen mempengaruhi vaskularisasi uterus. .mengatur volume intravaskular fetus (osmoregulator) . .Pembelahan Embrio sebelum diferensiasi trofoblast (antara hari kedua dan ketiga) 2 korion. setelah kehamilan tujuh minggu. Plasenta merupakan penghasil hormon steroid primer. Fungsi : . 2 amnion .

Sumber : ovarium ibu selama umur kehamilan 16 minggu. Selanjutnya plasenta menghasilkan progesterone dari LDL kolesteral sirkulasi ibu Fungsi : . adrenal dan konversi perifer pada kehamilan 4-6 minggu pertama. *Progesterone Sumber : corpus luteum sebelum umur kehamilan 6 minggu.Sebagai precursor utama dari pembentukan progesteron oleh corpus luteum. blastomer berubah menjadi blastokist dengan bertambahnya kavitas sentral yang membesar. . Kelainan Dermatologis yang Khas pada Kehamilan *Estrone Sumber : ovarium ibu. obat anti pruitus (Hydroxyzine. . vaskularisasi uterus dan proses persalinan. Berat: steroid sistemik *Estriol Sumber : Plasenta. -Papul pruritik dan plak pada kehamilan th/ topikal steroid.mempengaruhi motilitas tuba. endometrium. plasenta merupakan sumber utama dari estradiol dalam sirkulasi. Blastosit: pada stadium pembelahan yang terdiri atas 8-16 sel. Setelah trimester 1. Hormon antidiuretik (argininevasopressin): bertindak untuk menahan air dengan meningkatkan permeabilitas duktus koletivus ginjal.sekunder -Herpes Gestational Ringan: topikal CS. Daftar Istilah Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi NA+ diduktus kolektivus ginjal. produksi tetap berlangsung selama fetus hidup. Dyphenhydramne) -Erupsi papular (prurigo karena kehamilan dan papul dermatitis) th/ sistemik dan topikal CS/ anti pruritus -Pruritis gravidarum th/ antipruritus cholestyramine -Impetigo herpetiformis th/sistemik CS dan AB untuk inf.menghambat penolakan jaringan yang dimediator oleh T limfosit. antihistamin. Selanjutnya dihasilkan oleh plasenta dan jumlahnya semakin meningkat. oosit yang telah dibuahi mengalami serangkaian *Kortisol Sumber : jaringan desidua Fungsi : menekan respon penolakan imun maternal terhadap implantasi konseptus. Blastomer/morula: 2. Sel-sel yang berada di lapangan luar berdiferensiasi menjadi trofoblast Periode Blastogenik: 4 minggu pertama dari perkembangan manusia. *Kolesterol LDL Sumber : Kelenjar adrenal fetus Fungsi : . Aneuploidies: Jumlah kromosom abnormal yang dapat terjadi sebagai akibat pembelahan miosis kromosom yang abnormal pada waktu pembentukan gamet. Selanjutnya akan dihasilkan oleh plasenta dari hasil perubahan DHEA-S maternal dan fetus dalam sirkulasi. .4 hari setelah fertilisasi.Penggunaan lipoprotein utama pada pembentukan steroid oleh adrenal fetus.

8 setelah konsepsi. Pregenesis: Periode antara pembentukkan sel. BMI: suatu perhitungan mengenai hubungan antara tinggi badan dan berat badan pasien: Obese > 30 18. Fetus: istilah untuk konsepsi setelah delapan minggu kehidupan. Oosit: Ovum primitif sebelum berkembang secara penuh. Residual Volume: Volume gas dalam paru setelah ekspirasi maksimal. tebal dan padat dari ovum (membran vitelline. Primer: Oosit pada akhir periode pertumbuhan oogonium dan sebelum pembelahan pematangan (maturasi) pertama terjadi.29. . Tidal volume: volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan biasa. CRL (Crown Rump Length)=30 mm dan usia gestasi 10 minggu. Sekunder: Dua oosit yang lebih besar sebagai hasil dari pembentukan maturasi pertama.24. Zona pellucida: Selaput membran dalam.pembelahan sel dan menjadi blastomer atau morula. Periode Preembrionik: 2 minggu pertama setelah fertilisasi. Tidak memperhitungkan jumlah massa tubuh atau persentasi lemak tubuh.9 Over weight 25. Desidua: nama untuk endometrium atau bagian sebelah dalam uterus sebelum kehamilan dan jaringan sekitar ovum yang telah dibuahi. Puerperium: Periode sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran. dimana ukuran uterus akan makin mengecil sampai keukuran normalnya.9 Normal Badan Polar: sel kecil yang dihasilkan dari oogenesis akibat pembelahan oosit primer dan sekunder. Usia gestasi: waktu pada periode haid terakhir dan perkembangan yang bertahan sampai usia diatas 2 minggu. Oogonium: Sel primodial yang merupakan asal oosit. Organogenesis: Terjadi antara minggu 4.5. Periode embrionik: mulai dengan melipatnya diskus embrionik (yang dibentuk dari massa sel dalam) pada minggu kedua perkembangan.sel germinativum dan penyatuan sperma dan telur. Oogenesis: Pembentukan dan perkembangan ovum. Periode fetal berlanjut sampai kelahiran. zona radiata). Konsepsi: Fertilisasi sebuah ovum oleh sperma. Suatu antikoagulan ditambahkan kedalam tabung berisi darah dan jarak jatuhnya sel darah merah dalam waktu satu jam merupakan nilainya. Laju Endap Darah: suatu indikator laboratorium yang tidak spesifik pada keadaan penyakit infeksi dan peradangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->