PEMENUHAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PENGEMBANGAN PATI TERMODIFIKASI DAN BERKONSENTRAT PROTEIN SECARA ENZIMATIK BERBASIS UMBI-UMBIAN

LOKAL
(Pekan Ilmiah Mahasiswa : International Scientific Paper Competition )

DI SUSUN OLEH : 1. SYLVIA OCTAVIANTI 2. MAR’ATTUS SOLIKHAH K 3306011 K 3307007

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Penulisan : Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi Umbian Lokal 2. Penulis : Nama : 1. Sylvia Octavianti 2. Mar’attus Solikhah Universitas Bidang Penulisan Dosen Pembimbing : Universitas Sebelas Maret : PKM GT : Sri Yamtinah, S.Pd., M.Pd K3306011 K3307007

3. Tulisan ini telah disahkan pada : Hari Tanggal : : Surakarta, Dosen Pembimbing Ketua Kelompok Penulis

Sri Yamtinah, S.Pd., M.Pd NIP. 132 308 871

Sylvia Octavianti K3306011

Pembantu Rektor III UNS

Pembantu Dekan III

Drs. Dwi Tiyanto, SU NIP : 130 814 593

Drs. Amir Fuady, M.Hum NIP. 130890437

......................DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ......... 3.......................................................................... 1 KATA PENGANTAR ....................Teknik Pengumpulan Data ................Sistematika Penulisan ...... 3 1.........................................................................8 CURRICULUM VITAE ............11 ................................................. 5..... Tujuan Penulisan ............................................................................................ Ubi Jalar.......................II KAJIAN PUSTAKA ............................1 BAB...................................................................... 4.........................................................................................Teknik Penarikan Kesimpulan ........................................... Latar Belakang ........................................................1 B..................1 C......Teknik Pengolahan Data......IV PEMBAHASAN ...................................................................... Garut ....................................................................................................................................................................................................................2 C...........................................................................................................................................1 A.........................................................................I PENDAHULUAN ......................... Pati Termodifikasi ......................................................................... C........................ Kimpul .................................................. 2............................................ 1 DAFTAR ISI ........................................................................................V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................Teknik analisis dan sintesis ................3 BAB...............................................................2 B................. Gayong..6 BAB....................................2 B................................................................................................... 2 A....2 BAB................................................III METODE PENULISAN ............................................................................................................................................................................................ Ketahanan Pangan .......................................................................................................6 DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................Rancangan Penulisan................................................................................................... 6........................................................................3 D......................................................................3 BAB....................................... 7...............................................Jenis Data................................................................ Keluaran ...........................................................................................................................

disamping sumber daya alam dan modal.KATA PENGANTAR Salah satu cita-cita Nasional yang harus terus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia ialah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Nasional. Gizi buruk dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan karya di waktu yang akan datang. Walaupun penulis menyadari masih kurang dan terbatasnya wawasan dan kemampuan yang penulis miliki. Yang mana hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pembangunan Nasional. mudah dalam me ndapatkan dan mengelolahnya dan mengandung konsentrat protein yang tinggi. Oleh karena itu penulis mencoba mengemukak an alternatif bahan pangan yang murah. Masa depan dan keunggulan bangsa kita ditentukan oleh keunggulan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. 5 Mei 2009 Penulis . Surakarta. dengan sedikit karya ini mudah -mudahan dapat menjadi masukan bagi semua pihak yang merasa berkepentingan dengan masalah yang sedang dikaji. Penulis berharap. keadaan dimana SDM yang ada jauh dari kata berkualitas tinggi. Gizi buruk dapat menyebabkan loss generation. Secara garis besar penyebab anak kekurangan gizi disebabkan karena asupan makanan yang kurang bergizi. SDM yang berkualitas tinggi diharapkan secara signifikan dapat menjadi subyek pembangunan untuk lebih berhasil mengelola sumber daya (resources) bagi kepentingan kesejahteraan masyarakat. Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Berita merebaknya temuan gizi buruk. sangat mengejutkan di negara tercinta yang terkenal subur makmur ini.

2008.htm . [tanggal 28 Margono. Jakarta : Gramedia . Jurnal penelitian : No. “Tepung Ubi Jalar” Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat : Dewan Ilmu Pengetahuan. Teknologi dan Industri Sumatera Barat Almatsier. 9 : 264 -268 Hasbullah.com/~pagihp/artikel5. Tepung Garut Alternatif Pengganti Tepung Terigu. 2007. Widya Mudyantini . April 2009] "Lebensmittel- http://members. 2000. http://anekaplanta. Karakter Fisiologi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L. Sunita.wordpress. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. 4/Vol. 2008. Gizi Buruk. 916 / Th. Pembuatan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik.ppi- jepang. 2000 : Abstrak Hesflora.DAFTAR PUSTAKA Purnomo.tripod.php?id=113 [tanggal 28 April 2009] Plantus. “Tepung Ganyong “ Buku Panduan Teknologi Pangan : Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII -LIPI bekerjasama dengan Swiss Develo pment Cooperation Anggarwulan Endang. Tri dan Detty Suryati. 1993.org/cetak.2001. http://io. dan Solichatun. Eko Hari . Ancaman Generasi yang Hilang.com/2007/12/22/tepung -garut-alternatifpengganti-tepung-terigu/ [tanggal 28 April 2009] Denfer . Bahan Makanan Tambahan (Food Additive) zusatzstoffe" .) Schott) pada Variasi Naungan dan Ketersediaan Air . Sri Hartinah. Jurnal Penelitian : No. 2001. Ahmad v.

Nama Lengkap 2. 05 Oktober 1988 : Universitas Sebelas Maret Surakarta : a. Kordinator LSP BEM FKIP UNS Tahun 2008 -2009 . Riwayat Organisasi : Sylvia Octavianti : K 3306011 : Muara Enim. Pembuatan Nata de Soya dari Limbah Tahu (di tulis tahun 2008). Pembelajaran Problem Solving Dan Learning Cycle Sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Metakognisi Siswa 7. Tanggal Lahir 4. Ketua Pelaksanaan Penelitian yang diadakan oleh Riset BEM UNS tahun 2008 dengan judul : ” Relokasi PKL (Pedagang Kaki Lima) di Wilayah Kampus UNS ”. Asal Perguruan Tinggi 5. 26 Agustus 1989 : Universitas Sebelas Maret Surakarta : a. Asal Perguruan Tinggi 5. Nama Lengkap 2. B. Kepala Deputi Riset BEM UNS tahun 2008 -2009 6. Riwayat Organisasi : Mar’attus Solikhah : K 3307007 : Cilacap. Sistem Pendidikan Multi Dimensi Menuju Indonesia Yang Bermartabat. NIM 3. b. Pengalaman Penelitian : a. NIM 3. Penulis 2 1. Karya Tulis Yang Pernah di Buat : a. Tanggal Lahir 4. c. Tempat. Penulis 1 1.CURICULUM VITAE A. Berilmu Dan Berahlak Mulia Dalam Rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Untuk Mendukung Pembangunan Nasional (Ditulis tahun 2009). Penanggung Jawab Pelaksanaan penelitian yang diadakan oleh Riset BEM UNS tahun 2009 dengan judul : ” Penelitian Pem ilu dan Caleg Terpuji tahun 2009”. Staff Departemen Luar Negeri BEM FKIP UNS Tahun 2006 -2007 b. b. Kepala Divisi Informasi dan Pen erbitan BEM FKIP UNS Tahun 2007 -2008 c. Tempat. Staff Departemen Luar Negeri BEM FKIP UNS Tahun 2007 -2008 b.

Telepon/Faksimili b.. PDM) Kesiapan guru-guru IPA SMP dan MTs Menghadapi Masuknya Mater i 3. Kimia dalam Mata Pelajaran IPA di SMP dan MTs se -Kota Surakarta dalam Penerapan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (anggota. anggota peneliti) Persepsi Mahasiswa P. (Penelitian kelompok didanai DIPA. Pembuatan Nugget dari bahan ampas tahu c. Alamat Rumah a. 376 / 0271648939 : jengtina_sp@yahoo.Pd : Surakarta. Pembimbing 1. Judul Riset Peningkatan Kualitas Proses Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Koloid Melalui Pembelajaran Kooperatif Metode STAD Disertai Media VCD ( Ketua. Diberikan oleh Dosen.MIPA. Pengalaman Riset: No. 2. Karya Tulis Yang Pernah di Buat : a. 3. Telepon/Faksimili 9. 1. Agar-agar sebagai Fase Amobil (penelitian Dosen Muda. Alamat kantor a. 4 Desember 1969 : Perempuan : KIP/P.6. ketua peneliti) 2008 2008 2007 2007 . S. DIPA PNBP UNS) Tahun 2008 Penerapan Metode Cooperative Learning Model STAD disertai 2.MIPA FKIP UNS terhadap Penilaian yang 5.com : Ngronggah RT 03 RW 12 Sanggrahan Grogol Sukoharjo : 081-329 214 728 6. 5. Pembelajaran Problem Solving Dan Learning Cycle Sebagai Upaya Meningkatkan Ketrampilan Metakognisi Siswa C. Nama Lengkap dan Gelar Akademik Tempat dan Tgl Lahir Jenis Kelamin Fakultas/Jurusan/Program Studi Pangkat/Golongan/NIP Bidang keahlian : Sri Yamtinah. E-mail 8. Ir. Sutami 36 A Surakarta 57126 : 0271-646994 Psw. M. 4. 1.Kimia : Penata Muda / III-a / 132 308 871 : a. Pendidikan Kimia b. Tahun gelar Akademik Terakh ir 7. PDM) Studi Pembuatan Minyak Kelapa secara Fermentasi Menggunakan 4. Collective Responsibility Untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa ( Ketua.Pd. Penelitian dan Evaluasi Pendidikan : 1999 : Jl. Pemanfatan Biji Buah Trembesi Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Tempe di Desa Eromoko Kabupaten Wonogiri (2009) b.

Inovasi Pembelajaran Kimia dengan Visualisasi Komputer Berbasis Konstruktivisme untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep – konsep Abstrak pada Pokok Bahasan Ikatan Kimia di SMU ( Penelitian Tindakan Kelas didanai oleh Ditjen Dikti. 3. sebagai Peneliti Mitra ) 8. ketua peneliti) 7. 5.Pandangan dan Sikap Santriwati terhadap Belajar Sains (Studi Kasus di 6. 1. 2. 10. 9. 1993 10. 2007 2007 2007 2006 2005 . 1999 10. Nama Kegiatan Seminar Nasional : Profesionalisme Guru Pasca Sertifikasi dalam dalam Rangka Dies Natalis UNS ke 33 (pemakalah) Seminar Nasional : Kimia dan Pendidikan Kimia FKIP UN S (pemakalah ) Seminar Nasional : Pendidikan dalam Rangka Dies Natalis UNS ke 32 (pemakalah) Seminar Nasional : Kimia dan Pendidikan Kimia di UNY Yogyakarta ( pemakalah ) Seminar Nasional: Eksplorasi dan Diseminasi Karya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidik dan Pendidikan di Pendidikan dasar dan Menengah (pemakalah) Lokakarya Nasional : Substitusi Issu -issu Gender ke Dalam Mata Kuliah Seminar Nasional : Pendidikan Berperspektif Gender Kongres Nasional : Sekolah Unggul V Seminar : Peran LPTK sebagai Tiang Penyangga Pendidikan Nasional Seminar : Asesmen Aspek Afektif dan Psikomotor Tahun 2009 2009 2008 2008 2007 6.Pelatihan / Seminar: No. 7. Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta) ( Studi Kajian Wanita didanai DP3M Dirjen Dikti. 4. sebagai Peneliti Mitra ) Evaluasi Program Pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Pesantren Al Muayyad Surakarta ( Tesis S -2) Identifikasi Miskonsepsi serta Alternatif Pemecahannya pada pokok bahasan Stoikiometri ( Skripsi S-1) 2007 2005 2003 9. 8. Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Group Investigation Berbantuan Komputer untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Kimia Inti di SMA ( Penelitian Tindakan Kelas didanai oleh Ditjen Dikti.

Pd.Pd . 6. Pengabdian Pada Masyarakat : No. 6 April 2009 Sri Yamtinah. 2007 2007 2006 2006 Surakarta. 14. Pelatihan Penyusunan Asesmen Berbasis Kompetensi. 1. Nama Kegiatan Pelatihan Model-model pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Meningkatkan Kemampuan guru Mengelola Pembelajaran Pelatihan Menyusun Perangkat Asesmen untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Classroom Assessment bagi Guru-guru SMA Swasta di Surakarta Pelatihan Mengelola Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru Pelatihan Analisis Data Penelitian untuk Pembimbingan Karya Ilmiah Siswa bagi Guru-guru SMA Al Muayyad Surakarta Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Siswa -siswa SMA Al Muayyad Surakarta Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi Ibu-ibu PKK Desa Ngronggah RT 03 / RW 12 Sanggrahan . 5. diselenggarakan oleh P2TK & KPT Dirjen Dikti Seminar Nasional : Hasil Penelitian tentang Evaluasi Hasil Belajar serta Pengelolaannya Pelatihan Pembuatan Media Ajar dengan Aplikasi Multimedia The 3rd National Congress of Outstanding School 2005 Seminar dan Lokakarya Nasional : Pelatihan Pengelolaan d an Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Nasional” 2005 2005 2005 2005 2005 13. S.11. 13. 12. 4.. 2007 3. Sukoharjo Tahun 2008 2. M. 15. Grogol.

sedang (10 -19%). PENDAHLUAN A. Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.2%) dalam tingkat gizi ku rang. Disisi lain. Selain itu juga perlu upaya peningkatan produks i pangan dengan cara mengembangkan dan memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 1 .5 juta anak gizi buruk (8. kemunduran perekonomian Indonesia berdampak pada semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan konsumsi protein yang berdampak lebih lanjut pada loss generation.3%). tinggi (2029%).BAB I. Garut (maranta arundinacea). Diantaranya adalah um bi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat. LATAR BELAKANG Pola konsumsi makanan pokok masyarakat Indonesia pada saat ini didominasi kelompok padi -padian (padi. dan 1. Ubi Ganyong (Canna Edulis ) dan Ubi Jalar (Ipomea Batatas L. Menurut Departemen Kesehatan (2004).5% (5 juta balita kurang gizi). Loss generation akibat gizi buruk ini adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun.5 juta anak (19.Sin). terigu ) yang ketergantungannya pada negara lain masih cukup besar. Umbi-umbian yang layak untuk dikembangkan sebagai bahan pangan adalah kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.)Schott). 3. diperlukan adanya diversifikasi makanan pokok dengan asupan makanan tambahan yang bisa berupa pati termodifikasi/ tepung. sangat tinggi (=>30%). WHO (1999) mengelompokkan wilayah berdasarkan prevalensi gizi kurang ke dalam 4 kelompok yaitu: rendah (di bawah 10%). Untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain dan mencegah terjadinya gizi buruk yang dapat menyebabkan loss generation. Jagung. memiliki banyak tanaman pangan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih optimal. pada tahun 2003 terdapat sekitar 27.

Prinsip pembuatan pati termodifikasi dan berkonsentrat protein secara enzimatik adalah pemecahan sebagiaan pati oleh enzim menjadi komponen yang lebih sederhana (mono. dalam bentuk tepung akan mempermudah pengguna mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan siap saji dan menyesuaikannya dengan selera yang disukai. Permasalahan ini dapat dijawab dengan dikembangkannya teknologi pembuatan tepung/pati termodifikasi berkonsentrat protein terutama dengan menggunakan bahan baku lokal. menanam umbi kayu secara intensif membutuhkan biaya hanya sepertiga dari biaya budidaya padi.dan di. Bahan baku lokal tersebut berupa umbi -umbian seperti umbi jalar.Dibandingkan dengan padi. Disisi lain. kemunduran perekonomian Indonesia berdampak pada semakin banyak nya masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan konsumsi protein yang berdampak lebih lanjut pada loss generation. garut ataupun kimpul. dan enzim dapat digunakan berulang. bahkan hingga tahunan. produk yang dihasilkan merupakan produk alami (natural product). KELUARAN Industri pangan di Indonesia saat i ni mengalami permasalahan dengan tingginya komponen ingredient pangan import. Selanjutnya komponen sederhana Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 2 . membudidayakan umbi -umbian itu jauh lebih mudah dan murah. yang kurang dimanfaatkan dan dikembangkan kegunaannya di Indonesia. umbi ganyong. Modifikasi pati secara enzimatik merupakan salah satu tek nik modifikasi pati yang memberikan keuntungan diantaranya: kondisi prosesnya tidak ekstrim (mild). B. Sebagai contoh. Di sisi lain. umbi -umbian dapat difortifikasi dengan berbagai zat gizi yang diinginkan. Salah satu ingredient pangan yang masih harus di import dalam jumlah besar adalah pati termodifikasi. ramah lingkungan. Selain itu. Dalam bentuk tepung. kandungan karbohidrat umbi -umbian juga setara dengan beras.sakarida serta oligosakarida). Umbi-umbian itu kemudian dapat diproses menjadi tepung / pati termodifikasi. Bentuk tepung juga mempermudah dan memperlama penyimpanan hingga dapat tahan berbulan-bulan.

untuk mengkaji penerapan pati termodifikasi berkonsentrat protein secara enzimatis berbasis umbi-umbian lokal sebagai upaya alternative bahan pangan.yang larut air dicuci sehingga konsentrasi protein dala m pati termodifikasi akan meningkat. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 3 . untuk mengetahui pentingnya kebermanfaatan u mbi-umbian lokal terhadap pembuatan pati termodifikasi yang berkonsentrat protein secara enzimatis dan (c). C. TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan ini adalah (a). untuk mengetahui alternatif bahan pangan yang dapat di gunakan masyarakat secara murah dan berkonsentrat protein (b).

distribusi.02 juta dan 5. Sedangkan subsistem konsumsi berfungsi mengarahka n agar pola pemanfaatan pangan secara nasional memenuhi kaidah mutu. (b) anak -anak balita kurang gizi masih cukup besar. KETAHANAN PANGAN Pengertian ketahanan pangan berdasarkan UU 7/1996 tentang Pangan adalah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. dan konsumsi.48 juta jiwa untuk tahun 2002.BAB II. aman. Subsistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk. kualitas. keragaman. Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau. Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang ter diri dari subsistem ketersediaan. 2006). kemananan dan kehalalannya. merata dan terjangkau. yaitu 5.12 juta jiwa untuk tahun 2002 dan 2003. baik jumlah maupun mutunya.85 juta dan 15. Hal ini ditunjukkan antara lain oleh: (a) jumlah penduduk rawan pangan (tingkat konsumsi < 90% dari rekomendasi 2. yaitu masing -masing 36. baik dari segi kuantitas. Pengertian ini berbeda dari pengertian ketahanan pangan yang dianut selama 30 tahun masa Orde Baru yang membatasi pengertian ketahanan pangan sebagai pencapaian swasembada beras (DKP. PATI TERMODIFIKASI Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 4 . TINJAUAN PUSTAKA A. kandungan gizi.000 kkal/kap/hari) dan sangat rawan pangan (tingkat konsumsi <70 % dari rekomendasi) masih cukup besar. keragaman dan keamanannya. Situasi ketahanan pangan di negara kita masih lemah. B.

berumbi banyak. Selanjutnya komponen sederhana yang larut air dicuci sehingga konsentrasi protein dalam pati termodifikasi akan meningkat. Daun ungu hingga hijau kecoklatan. berwarna hijau gelap di bagian atasnya dengan tepian ungu.dan di. asam. Prinsip pembuatan pati termodifikasi dan berkonsentrat protein secara enzimatik adalah pemecahan sebagiaan pati oleh enzim menjadi komponen yang lebih sederhana (mono . C. sedikit hijau pucat dengan ungu di bagian bawah. alkali. helaian daun menganak panah -membundar telur. merah.sakarida serta oligosakarida). umbi agak halus. tabung seludang Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 5 . merah jambu. eterifikasi atau oksidasi atau dengan mengganggu struktur awalnya. Perlakuan ini dapat mencakup penggunaan panas. dengan tunas (mata) merah keunguan.Fleche (1985) mendefinisikan pati termodifikasi adalah pati dimana gugus hidroksilnya telah diubah lewat suatu reaksi kimia seperti esterifikasi. daging umbi ungu. produk yang dihasilkan merupakan produk alami (natural product). kuning atau putih. dilago gogomo ( Halmahera Utara) Deskripsi : Tumbuhan dengan rimpang pendek. KIMPUL Spesies : Xanthosoma nigrum Schott Nama Inggris : Cocoyam Nama Indonesia : talas belitung Nama Lokal : kimpul (Jawa). zat pengoksidasi atau bahan kimia lainnya yang akan menghasilkan gugus kimia baru atau perubahan bentuk. ungu keabuan. Glicksman (1969) mengemukakan pati termodifikasi adalah pati yang diberi perlakuan tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan sifat yang lebih baik untuk memperbaiki sifat sebelumnya atau merubah beberapa sifar l ainnya. ramah lingkungan. kimpul (Sunda). urat daun hijau hingga ungu gelap. Perbungaan seperti tongkol. ukuran serta struktur molekul. Berkonsentrat protein secara enzimatik Modifikasi pati secara enzimatik merupakan salah satu teknik modifikasi pati yang memberikan keuntungan diantaranya: kondisi prosesnya tidak ekstrim (mild). dan enzim dapat digunakan be rulang.

Di bawah naung an penuh. Penanaman yang baik akan memberi hasil yang baik dan semakin besar umbi semakin baik pertumbuhannya.5 -6. bagian steril berwarna ungu -merah jambu menuju kelabu.6-1. Kultur jarin gan berpeluang untuk dilakukan guna memperoleh benih/ bibit yang bebas virus. Xanthosoma tidak tahan terhadap kelebihan air. dibanding Xanthosoma sagittifolium.ungu atau hijau pucat di bagian luar. Tumbuhan ini tahan terhadap naungan dan lahan yang bersifat garam.5. tetapi lebih disukai 2000 mm. Pada masa perdagangan budak Xanthosoma dibawa ke Afrika dan di abad 19 dan awal Abad 20 Xanthosoma tersebar diseluruh Oceania dan ke Asia. berakhir pada ekor pendek menumpul. Buah dan biji tidak diketahui. Jarak penanaman bervariasi dari 0. Perbanyakan : Perbanyakan Xanthosoma secara vegetatif dengan ujung umbi atau umbi utuh. Xanthosoma tumbuh dengan baik pada lahan yang subur dengan drainasi baik.8 m. Distribusi/Penyebaran : Asal dan persebaran Xanthosoma berawal d ari Amerika tropis. pada pH 5. Xanthosoma merupakan tanaman daerah dataran rendah tetapi adakalanya tumbuh pada ketinggian 20 00 m. Jenis ini lebih umum ditanam di Asia Tenggara. lebih menyukai suhu antara 25-29°C. Tidak seperti pada Colocasia. Rata-rata curah hujan tahunan sekitar 1400 mm. tumbuhan ini sering hanya dengan umbi. bagian jantan berwarna kuning pucat. krem didalam. tunas atau dengan kultur jaringan.2 m. potongan umbi. Kedalaman penanaman 5 -7 cm dan sering juga 2-3 propagules ditanam di Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 6 .8 m < x> 0. Xanthosoma nigrum biasa ditanami di daerah Amerika tropis dan di daerah tropis lainnya. dan kelembaban tanah cukup.6-1. membutuhkan rata -rata temperatur harian di atas 21°C. paling umum 0. ton gkol berwarna hijaukekuningan.9 m < x> 1. Kultivar-kultivar dengan umbi akar atau daun dapat dimakan telah ditanami di daerah yang sama sejak zaman lampau dan beberapa kultivar kemudian tersebar di seluruh kawasan tropis. Waktu penanaman terbaik adalah permulaan musim hujan. Persiapan lahan beragam dari pembukaan hutan hingga bergeser penanaman dengan sistem pemanenan yang permanen. merata di sepanjang tahun. Habitat : Xanthosoma merupakan suatu tumbuhan daerah hutan -hujan tropis. yang akan mulai tumbuh hanya ketika cahaya tersedia. dengan hasil lebih rendah.

Kadang-Kadang berfungsi sebagai tanaman peneduh untuk tananam cokelat atau kopi muda. Di Indonesia. kelapa sawit atau pisang karena tanaman ini memerlukan naungan sekitar 25 -50% . umbi dapat diolah dengan berbagai cara. di Filipina. direbus dan dibuat salad. merupakan tanaman perdu dengan tinggi antara 40 - Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 7 . arus atau jelarut. adalah maranta arundinacea. kelapa. Di dalam pengobatan tradisional di Malaysia. Umbi yang dicuci kemudian dik upas sebelum diolah lebih lanjut. lancip. GARUT Garut. irut. Schott. Xanthosoma nigrum lebih disukai. Sumber Prosea : 9: Plants yielding non-seed carbohydrates p. daun -daun yang besar dari Xanthosoma nigrum juga digunakan sebagai selimut untuk pasien yang demam karena ras anya dingin dan memberikan kenyamanan yang temporer. di Amerika tropik juga ditanam pada skala perkebunan.159-164 (author(s): Flach. M. F. getah dari perbungaan digunakan untuk menyembuhkan luka dan sebagai penawar racun untuk gigitan dan sengatan serangga. Xanthosoma nigrum tidak sepopuler umbi Colocasia esculenta L. dapat direbus.lubang yang sama. Pasien juga berendam dengan air rebusan tanaman tersebut. Di Asia Tenggara. dibuat bubur atau digoreng dan digunakan dalam sup. kopi. Manfaat tumbuhan : Pada umumnya jenis Xanthosoma menghasilkan umbi akar yang dapat dimakan dan juga daun mudanya. Jenis ini memiliki potensi sebagai tanaman hias. Setelah dikupas. karet. Di Filipina (Palawan). daun daun dimasak setelah tulang daun terbesarnya dibuang. sup kental. beberapa umbi sangat keras sehingga perlu dimasak dahulu sebelum dikupas. besar kemungkinan berasal dari kata arrowroot karena umbi atau rimpang tanaman ini sepert i anak panah. & Rumawas. Dapat juga dibuat tepung atau makanan untuk kue kering atau dibuat puding.) Kategori : Umbi-umbian D. Daun muda dari keba nyakan kultivar digunakan sebagai sayuran. dikukus. Xanthosoma sering ditanam sebagai tumpangsari dengan tanaman perkebunan seperti cokelat. Xanthosoma merupakan tanaman kebun yang ditanam di halama n rumah. dibakar.

Tasik. Bahkan. dari produksi yang akan dicapai. talas. kue -kue. tetapi belum menjadi tanaman budi daya seperti layaknya singkong.. obat karena tusukan anak panah.000 ton umbi garut yang Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 8 .60 cm. Bahkan. sengon bahkan jengkol. tanaman garut ditanamkan sebagai tanaman tumpangsari (berada bersama dengan tanaman lain) atau sebagai tanaman semiliar di batas tanah-tanah miring. bahan baku tepungnya harus terbuat dari tepung garut. ubi -jalar. misalnya bedak Saripohaci yang sangat populer di kawasan Priangan masih menjadi ”primadona” kosmetika tradisi. dan petai. Kemudian ada yang dijadikan tepung untuk membuat bubur. dan Ciamis mulai dikembangkan. tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian mulai dari 0 sampai 900 meter dpl serta yang paling baik pada ketinggian antara 60 -90 m. saat bedak tradisi yang terbuat dari ramuan beberapa umbi ataupun rimpang. Di Indonesia sendiri khususnya di sepanjang k awasan Pulau Jawa. dsb. hancuran akar garut kemudian dijadikan bahan baku untuk pembuatan minuman beralkohol. sudut pekarangan rumah. diharapkan akan terkumpul sekira 3. asal tanaman garut. ubi jalar. dengan keadaan tanah lembab dan lingkungan terlindung di bawah pohon tinggi. misalnya kelapa. seperti layaknya tuah dan brem di Indonesia atau sake di Jepang. dan bahkan obat luka karena gigitan serangga dan ular. sekarang keripik asal umbi garut mulai menjadi komoditas andalam perajin makanan ringan sekitar Garut. dsb. orang Indian selalu menggunakan perasan akarnya sebagai obat luka. Sampai saat ini. Sejak lama masyarakat mengenal garut sebagai tanaman penghasil atau rimpang yang dapat dijadikan panganan seperti halnya singkong.5 -30 ton. Sehingga. Sedangkan di Filipina dan India. Di kawasan Amerika sendiri. umbi garut banyak digunakan untuk makanan nyamian bersama bajigur atau bandrek (minuman tradisi masyarakat Sunda) atau dibuat keripik. bahkan candil ataupun goyobod. petani tanaman garut di Malang yang juga Dirut PT Uaurduri Mitrasarana yang sudah membudidayakan tanaman garut seluas 150 ha. Menurut Samsudin. atau rata-rata 20 ton. produksi per ha antara 12.

cukup untuk menjadi bibit pada lahan budi daya seluas 2. (4) hasil penggilingan ditambah air hingga membentuk ”bubur” umbi garut. Tepung umbi garut akan menjadi pengganti tepung terigu yang memiliki potensi tinggi. (2) umbi terpilih kemudian dirajang/dikecilkan untuk mempermudah penggilingan. dan Tasik). khususnya untuk sapi.000 ha. 1 Komposisi Ganyong (per 100 gram bahan) KOMPONEN KADAR (mg) Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 9 . sebagai pemasok tepung umbi garut terbesar dunia maka 95% dari perdagangan tepung tersebut berasal dari negara ini dengan harga jual rata-rata sekira 200 dolar AS/ton atau hampir sama dengan harga tepung terigu. GANYONG Ganyong adalah sejenis umbi-umbian yang dapat dimakan setelah direbus. Yang dimaksud dengan tepung ganyong adalah tepung yang dibuat langsung dari umbinya yang sudah tua dan baik (tidak ada tanda-tanda kebusukan). Yaitu seperti yang dilakukan oleh para petani di Filipina. (5) larutan hasil saringan kemudian diendapkan. Dari hasil uji coba pembuatan tepung garut secara sederhana di beberapa daerah sekitar Priangan Timur (Garut. E. (3) Penggilingan dengan menggunakan ”batu giling” seperti halnya untuk menggiling rendaman kedelai bahan baku pembuatan tahu. hasil endapan dikeringkan hingga akhirnya menghasilkan tepung garut. walau baru memenuhi luas lahan 1/9-nya dari program pemerintah selu as 18. Apabila dijadikan tepung atau pati dapat dipakai sebagai campuran berbagai makanan yang enak seperti kue.000 ha. Dengan cara ini karena hasil tepungyang didapatkan antara 15 -22%. sedangkan kalau melalui pemarutan antara 10 -15% saja. kemudian diperas dan disaring hingga menghasilkan larutan yang berisi ”tepung” dan ampas. kambing ataupun sejenisnya. urutan pembuatan tepung tersebut sesuai bagian terlampir ada (1) umbi hasil panen dipilih yang sehat dan utuh kemudian dibersihkan. Ciamis. Ampas umbi garut ternyata sangat baik sebagai campuran pembuatan pakan ternak. telah dibuktikan oleh perdagangan tepung tersebut yang dihasilkan oleh Filipina. Tabel 1.

masa tanam umbi jalar juga lebih singkat dibandingkan dengan padi.000 22. Hasil rendemen menunjukkan bahwa ganyong sangat prospektif dikembangkan untuk produk tepung pati. Selain itu.00 2.6% dan 19. jika kita bandingkan dengan produktivitas padi (+/ -4. Umbi jalar dengan masa panen 4 bulan dapat menghasilkan produk lebih dari 30 ton/Ha. tetapi jumlah ini masih lebih besar. Sifat fisikokimia ganyong mempunyai amilosa rendah (18.11 0. sifat tanah dan pemeliharaannya. Tepung umbi jalar tersebut dapat dibuat secara langsung dari umbi jalar yang dihancurkan dan kemudian dikeringkan.5 dan 10 ?m).2%) dan viskositas puncak tinggi (900 -1080 BU dan 780-700 BU). 2 Komposisi Kimia Tepung Umbi jalar Komponen dan Sifat Fisik Air (%) Protein (%) Lemak (%) Tepung Umbi jalar 7. Walaupun saat ini rata -rata produktivitas umbi jalar nasional baru mencapai 12 ton/Ha. Tepung umbi jalar merupakan hancuran umbi jalar yang dihilangkan sebagian kadar airnya.10 Ganyong mempunyai ukuran granula pati lebih besar (22.5 ton/Ha). F.600 100 70 21 20 0. 2003). Tabel 1. UBI JALAR Produktivitas umbi jalar cukup tinggi dibandingkan dengan padi.Kalori Protein Karbohidrat Lemak Phosphor Kalsium Besi Vitamin B1 95 kal 1. tetapi dapat pula dibuat dari gaplek umbi jalar yang dihaluskan (digiling) dengan tingkat kehalusan ± 80 mesh (Suprapti.53 Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 10 . tergantung dari bibit.

Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E mecegah terj adinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah. Kandungan karotenoid (betakaroten) pada umbi jalar. seperti beras dan jagung.Sebagian besar serat umbi ja lar merah merupakan serat larut. Mengonsumsi umbi jalar tidak secara drastis menaikkan gula darah. dapat berfungsi sebagai antioksidan. berbeda halnya dengan sifat karbohidrat dengan Glycemix index tinggi. Kombinasi betakaroten dan vitamin E dalam umbi jalar bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. 54). yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 11 .74 Karbohidrat yang dikandung umbi jalar masuk dalam klasifikasi Low Glycemix Index (LGI. sehingga dapat mencegah munculnya serangan jantung. sehingga kadar lemak/kolesterol dalam darah tetap aman terkendali.Karbohidrat (%) 84. artinya komoditi ini sangat cocok untuk penderita diabetes. Antioksidan yang tersimpan dalam umbi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas.

diolah. fakta atau informasi primer yang berasal dari jurnal ilmiah. disusun. yang sesuai dengan topik tulisan dipisahkan dari yang tidak sesuai. Jenis Data Jenis data. buku. Hasil analisis dan síntesis ini berupa gagasan baru untuk memecahkan permasalahan yang ditemukan dalam lit eratur. Data diseleksi. Rancangan Penulisan Agar tulisan yang dibuat efisien dan efektif. Data yang sesuai dengan topik tulisan dipisahkan berdasarkan kesesuaiannya dengan sub-sub judul dalam kerangka tulisan. sedangkan sebagian besar artikel ilmiah diperoleh dari internet. majalah. Hasil tafsiran kemudian dianalisis dan disintesis yang kemudian dihasilkan simpulan. majalah atau lainnya digunakan apabila sumber primer tidak diperoleh. yaitu melal ui Google. Teknik Pengolahan Data Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 12 . komunikasi pribadi dan sumber -sumber lain yang relevan dengan topik yang dibahas. B.BAB III. Data sekunder yang berupa buku. disarikan. Berdasarkan kerangka tulisan itulah kemudian data dikumpulkan. fakta atau informasi yang dikumpulkan terutama berupa data. Pada tahap ini data. METODE PENULISAN A. C. Beberapa artikel ilmiah ditelusur dengan menggunakan jasa penelusuran. fakta dan informa si dicari dan diidentifikasi. artikel ilmiah di internet. dan ditafsirkan. disusunlah kerangka tulisan berdasarkan topik tulisan yang diangkat. D. Tekknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dari sumber -sumber bacaan berupa jurnal. komikasi pribadi dan focus group discussion (FGD).

kelemahan-kelemahan. Saran atau rekomendasi dibuat berdasarkan hasil si mpulan. c) kata pengantar. Permasalahan yang ditemukan itu kemudian dicari alternatif pemecahannya. fakta atau informasi. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut. kelebihan-kelebihan atau manfaat- manfaatnya. dibandingkan pula antara data yang tersedia dengan teori -teori yang relevan. Data yang telah diolah kemudian ditafsirkan dengan menggunakan metode analisis isi. Teknik Analisis dan Síntesis Analisis dilakukan dengan cara membandingkan intisari-intisari sumber bacaan sebagai hasil pengolahan dan penafsiran data. e) kajian pustaka. penulis juga mengemukakan argumentasi untuk mendukung alternatif pemecahan masal ah yang penulis kemukakan. maka diungkap permasalahanpermasalahan.Data. fakta atau informasi yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dalam bentuk teks. Pada tahapan ini. E. d) pendahuluan. F. Teknik Penarikan Kesimpulan Simpulan dibuat dengan menggunakan pola pikir induktif. h) kesimpulan dan saran. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut: a) halaman judul. G. g) pembahasan. i) daftar pustaka. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 13 . b) halaman pengesahan. Pemecahan masalah dilakukan dengan cara membandingkan kelemahan dan kelebihan dar i cara-cara yang telah ada. f) metode penulisan. yaitu menarik simpulan dari proposisi-proposisi yang khusus yang kemudian digeneralisasikan. Berdasarkan hasil perbandingan itu kemudian diangkat pemecahan masalah yang merupakan kombinasi dari cara pemecahan masalah yang telah ada. Disini.

garut. kimpul dan ubi jalar masih jarang di manfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara optimal. garut. Melihat kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia yang tergolong rendah maka sangat dibutuhkan adanya alternative bahan pangan ya ng tidak bergantung pada terigu dan berbasis pada bahan lokal yang ada di Indonesia. Tetapi selama ini ganyong. ganyong. Hal ini dapat dilihat dari tingginya konsumsi akan tepung terigu yang terus meningkat walaupu n harganya mahal. garut. Dengan kata lain ketergantungan Indonesia terhadap negara lain sangat tinggi dalam pemenuhan terigu. kimpul dan ubi jalar. Dimana dalam proses ini lingkungan (suhu. kimpul dan ubi jalar meningkat. Hal ini sangat merugikan negara Indonesia karena sampai saat ini tingkat impor terigu sangat tinggi. ubi goreng atau dengan kata lain masih di olah dengan cara monoton. Dan untuk menambah konsentrat protein dari ganyong. spaghetti dan lain – lain. konsentrasi substrat dan konsentrasi enzim) diatur sedemikian rupa. Dengan banyaknya kelebihan tersebut ganyong. garut. PEMBAHASAN Di Indonesia kebutuhan akan pati termodifikasi berbahan das ar terigu atau biasa dikenal dengan tepung terigu sangatlah tinggi. donut. garut. agar enzim dapat bekerja secara maksimal sehingga konsentrasi protein di dalam ganyong. Proses enzimatik adalah proses penambahan protein dengan bantuan enzim. Masa tanamnya juga sangat pendek dan mudah dalam perawatannya di bandingkan dengan gandum. Contoh bahan lokal yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pati termodifikasi atau tepung adalah ganyong. protein. vitamin dan mineral. Ubi ubi ini kaya akan karbohidrat. Fenomena ini patut dimaklumi karena kebanyakan makanan Indonesia terbuat dari tepung terigu. kimpul dan ubi jalar dapat dilakukan dengan proses enzimatik. apalagi dengan adanya trend makanan baru yang berasal dari luar seperti pizza. kimpul dan ubi jalar sangat tepat jika dijadikan bahan dasar pati termodifikasi / tepung daripada terigu. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 14 .BAB IV. garut. kimpul dan ubi jalar hanyalah sebagai tanaaman tumpang sari yang ditanam untuk bahan dasar makanan cemilan seperti ubi rebus.

kimpul dan ubi jalar memiliki kualitas rasa yang sama dengan tepung terigu dan dengan adanya proses enzimatik pati termodifikasi / tepung yang terbuat dari ganyong. garut. konsentrasi substrat dan konsentrasi enzim. derajat putih. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 15 . 4. derajat hidrolisis. kimpul dan ubi jalar memiliki konsentrat protein yang lebih tinggi dan bisa di pastikan harga nya lebih murah dari tepung terigu. Tahap -tahap pembuatannya yaitu : 1.). dan analisis proksimat. kimpul dan ubi jalar menjadi pati termodifikasi berkonsentrat protein sangatlah mudah tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan masyarakat.Pengolahan ganyong. sifat mikroskopik. 3. Tahap selanjutnya adalah optimasi parameter proses m odifikasi pati umbi secara enzimatik yaitu: suhu. Pemilihan jenis umbi yang merupakan jenis umbi unggulan. Optimasi proses diukur dengan parameter sifat fisik (viskositas. Langkah terakhir adalah penambahan enzim (x-amilase) sebaiknya dilakukan sebelum pati tepung umbi tergelatinisasi karena enzim yang digunakan mempunyai ketahanan terhadap panas sampai suhu 105 °C. garut. Pati termodifikasi / tepung yang terbuat dari ganyong. 2. densitas kamba. garut. Tahap berikutnya optimasi perlakuan pendahuluan terhadap kondisi substrat agar substrat mencapai kondisi optimum bagi kerja enzim.

Selain itu dengan penghapusan bea masuk impor. dengan perencanaan yang matang dan bertahap. untuk bisa menggantikan tepung terigu sebagai produk impor dengan tepung lokal. Walaupun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yaitu pembebasan bea masuk dan pencabutan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tepung terigu (kebijakan yang kedua akan direvisi lagi. Perlu dibuat kebijakan yang mendasar. serta kesiapan produk penggantinya. karena harga tepung/ pati termodifikasi yang terus melambung. UKM menuntut penghapusan pajak penghasilan (PPN) untuk industri tepung terigu lokal yang mencapai sepuluh persen. karena dengan pencabutan PPN ini. Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 16 . bukan UKM atau konsumen langsung. maka para investor tidak akan tertarik untuk membangun industri tepung di Indonesia. tetapi terbukti menimbulkan masalah baru yang tid ak kalah pelik. yang ketergantungan dengan negara pengekspornya cukup besar. lebih baik menjadi importir saja. Jangka pendek. menengah dan jangka panjang. SNI akan diberlakukan lagi mulai April 2008 dengan beberapa revisi). karena berhubungan dengan daya terima pengguna tepung terigu selama ini. UKM sebagai konsumen tepung terigu lokal akan sangat diringankan. Oleh karena itu pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek. Saat ini industri yang berbahan baku tepung/ pati termodifikasi. KESIMPULAN DAN SARAN Memilih tepung/ pati termodifikasi menjadi alternatif pangan pokok. Hal ini disebabkan karena selama ini tepung/ pati termodifikasi tersebut terbuat dari terigu yang merupakan produk impor.BAB V. Tetapi mengganti secara serentak tepung terigu t entu juga sangat tidak mungkin. ternyata bukan pilihan yang dapat menyelesaikan masalah. pemerintah harus bisa menekan kenaikan harga tepung terigu. Pembebasan bea masuk tepung terigu hingga nol persen hanya akan dinikmati para importir dan industri besar. baik industri besar maupun industri kecil. serta konsumen rumah tangga yang sudah tergantung tepung/ pati termodifikasi makin menjerit.

Pemenuhan Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Pati Termodifikasi Dan Berkonsentrat Protein Secara Enzimatik Berbasis Umbi-Umbian Lokal Halaman : 17 . pembatasan impor terigu. dari mulai 5% sampai 25%. dengan persentase penggunaan bertahap. subtitusi tepung t erigu dengan tepung lokal. Jangka panjang. Diharapkan indu stri yang berbahan baku tepung terigu sudah beralih ke tepung lokal. distribusi dan konsums i tepung lokal sudah berjalan dengan baik. Saatnya tepung lokal betul -betul menjadi pilihan. penggunaan tepung lokal. begitu juga dengan UMKM dan konsumen pengguna langsung. Penggunaan tepung lokal untuk produk -produk yang berbahan baku tepung terigu.Jangka menengah. baik kuantitas maupun kualitasnya. bukan subtitusi lagi. Produk akhir yang dihasilkan dari tepung lokal sudah bisa diterima dengan baik oleh konsumen. tergantung karakteristik produk yang dibuat. Jadi produksi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi impor terigu. Produksi tepung lokal sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful