PENDAHULUAN Sejak dulu di Negara Indonesia, hukum islam memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan hokum

di Indonesia selain hokum belanda yang berlaku saat ini. Setelah Indonesia berusia 60 tahun dan telah mengalami 6 kali pergantian presiden, hokum islam tetap di pakai dibeberapa bidang hukumdisamping hokum belanda tentunya. Seperti yang kita ketahui tentunya, gelombang reformasi yang menyapu seluruh kawasan Indonesia sejak kejatuhan suharto banyak memunculkan kembali lembaran sejarah masa lalu Indonesia. Salah satunya yang hingga hari ini menjadi sorotan adalah tuntutan untuk kembali kepada syari’at islam, atau hokum islam yang kemudian mrngundang beragam kontroversi di Indonesia. Kalau kita lihat lembarab sejarah Indonesia, salah satu factor pemicunya adalah tuntutan untuk mengembalikan tujuh kata bersejarah yang tadinya terdapat dalam pembukaan atau mukadimmah konstitusi Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia. Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keaneragaman perilaku dan adapt istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku seharihari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat. Mempelajari dan mendalami nilai moral agama dan kerukunan antar umat beragama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama baik laki-laki maupun perempuan, agar dalam kehidupan dapat melaksanakan perannya sebagai manusia. Oleh karena itu, manusia manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME. Ibadah dalam arti pengabdian yang bertujuan mencari ridho Allah SWT akan dapat dilaksanakan secara baik dan benar apabila didasari dengan pengetahuan agama, agar tercipta juga kerukunan antar umat beragama di Negara Indonesia.

Kerukunan antar umat islam didasarkan pada akidah islamnya dan pemenuhan kebutuhan social yang digambar kan bagaikan satu bangunan. Hal ini berbeda dengan kerukunan antar umat beragama atau umat manusia pada umumnya. Demikian pula mencaci maki tuhan atau peribadatan agama lain.KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kerukunan dapat diklasifikan menjadi dua yaitu kerukunan antar umat islam dan kerukunan antar umat baragama atau antar umat manusia pada umumnya. Dalam ajaran islam seorang muslim tidak dibolehkan mencacimaki orang tuanya sendiri. maka orang tuanya pun akan dibalas oleh saudaranya untuk dicaci maki. Kerukunan antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan social dimana satu sama lain saling membutuhkan agar kebutuhan-kebutuhan hidup dapat ter penuhi. . Kerukunan antar umat manusia pada umumnya baik seagama maupun luar agama dapat diwujudkan apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai. Sejalan dengan agama ini agar pemeluk agama lain pun menghargai dan menghormati agama islam. Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi. maka akibatnya pemeluk agama lain pun akan mecaci maki tuhan kita.jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh anggota tuybuh merasakan sakit. dimana umat islam satu sama lain saling menguatkan dan juga digambarkan seperti satu tubuh. Artinya jika seseorang mencacimaki orang tua saudaranya. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Provinsi. saling menghormati. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. . 1. toleransi antar umat beragama 2. saling menghormati.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. saling pengertian. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. bahkan menerbitkan rumah ibadah. pengaturan dan pemberdayaan. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat. di bidang pelayanan. Saling tenggang rasa. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. saling menghargai. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. dan 4. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. saling percaya diantara umat beragama. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat.

Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. dan dapat pula berarti pergaulan. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. (QS. maka Allah menjinakan antara hatimu. Ibadah seperti zakat. dan kemanusiaan. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. teman.musuhan. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. sahabat. persahabatan. Bagi umat Islam. Kata persatuan. juga untuk kemajuan agama. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. sedekah. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT ISLAM Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. “Janganlah bermusuh. . lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. apabila sakit salah satu anggota badan itu. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. Ali Imran: 103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Negara. Ali Imran 105). Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. kesatuan.

Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. Kristen. terus-menerus. "Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. Rabu. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. tidak boleh berhenti. baik secara ilmu maupun karakter. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur. Hindu." katanya. Maftuh menjelaskan. hingga kini masih sering muncul. . Menurut dia. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang." katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta. Buddha. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan. Katolik. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara.MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa." katanya. Dalam hal ini. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan.

sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalahmasalah kemanusiaan. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan. "Dalam hal kebangsaan. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka." katanya.umat beragama. "Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu." demikian Budi S Tanuwibowo. Supaya bisa menjadi pemersatu. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. "Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain.D Situmorang. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti "sepi" dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain. "Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. Ia juga menambahkan.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif." katanya." katanya. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif. Ia menambahkan. Menurut dia. etika dan nilai spiritual. . Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar." katanya. Senada dengan Ma'ruf. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. OFM. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar.M."Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan.

KESIMPULAN Kerukunan antar umat beragama dibedakan menjadi dua yaitu: 1. saling menghormati. Kerukunan umat agama menurut islam. . berbangsa dan bernegara. 2. Kerukunan antar umat beragama menurut islam yaitu Ukhuwah Islamiyah yang berarti gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai salah satu ikatan persaudaraan. dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan akan berada dalam satu ikatan. Kerukunan umat beragama antar sesama manusia. saling pengertian. Kerukunan umat beragama antar sesame manusia yaitu Hubungan sesame umat beragama dilandasi dengan toleransi. saling menghargai dan kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan.

Mengacaukan sistem perekonomian dan hukum c. Anak-anak yang diberi makan dan minum dari hasil korupsi. Karena akibatnya yang merugikan itu. dan at-tajawuz fi isti'mal al-haqq. Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sejak dari tingkat desa hingga tingkat nasional. Ditinjau dari segi etimologi. serta ketidak-mengertian mereka tentang hukum Korupsi.KKN menurut hukum islam Pada saat sekarang ini. Korupsi adalah perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan dana. b. Anak-anak seperti itu. serta termasuk salah satu bentuk dari sikap khianat yang diharamkan oleh Allah SWT karena korupsi berdampak negatif dan sangat merugikan masyarakat luas. dan rusak. menentang orang tua. adalah berupa kelonggaran aturan yang semestinya diterapkan secara ketat. korupsi adalah. dan sebagainya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. Merusak akhlak dan moral bangsa b. cenderung mengabaikan ajaran agama. waktu. Sedangkan menurut istilah. kerabat atau kroni". dan melakukan berbagai kejahatan yang lain. Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah karena lemahnya iman dan penghayatan para pejabat negara terhadap ajaran-ajaran agama. Sebagai balas jasa yang diberikan oleh pejabat. buruk. susah dididik menjadi anak yang shaleh. kolusi dan nepotisme (KKN) serta cara memberantasnya. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW : ‫كل جس ٍ نبت من سحت فالنار أولى به )رواه البيهقي‬ ِ ِ َْ َ ُ ّ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ‫ُ ّ َ َد‬ Artinya: Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu (makanan & minuman) yang haram. Di antaranya adalah: a. yang mau beribadah kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua. Menggerogoti kesejahteraan rakyat dan menghambat pelaksanaan pembangunan. maka korupsi digolongkan sebagai tindak pidana. bahwa korupsi dalam perspektif ajaran Islam adalah identik dengan risywah. d. wewenang. bangsa Indonesia tengah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi berkepanjangan yang salah satunya disebabkan oleh praktek Korupsi. c. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan atau administrasinya. Menyebabkan siksa neraka. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan maraknya praktek Korupsi. mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Untuk menghentikan praktek KKN di kalangan pejabat pemerintah dan masyarakat luas. korupsi didefinisikan sebagai berikut: a. Dalam prakteknya. Hal ini tidak lain karena mereka dibesarkan dari . Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan. Korupsi adalah suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Kolusi dan Nepotisme (KKN). g. mempraktekkan kehidupan free sex. korupsi berasal dari bahasa Inggris corruption yang berasal dari akar kata corrupt yang berarti jahat. ghulul. Merugikan dan bahkan menimbulkan dlarar (bahaya) bagi orang lain e. disadari atau tidak. MUI Propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum korupsi. maka lebih berhak masuk ke dalam neraka. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT f. suka tawuran. Menurut Robert Klitgaard dalam bukunya Controlling Corruption. sebagai berikut: 1. "Tingkah laku menyimpang dari tugas resmi sebuah jabatan demi keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi.

4). dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: 1). ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris collusion yang berarti persekongkolan atau kongkalikong. Penyalah-gunaan wewenang b. Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak. bangsa atau negara. manusia mempunyai ikatan jiwa yang lebih kuat dengan keluarga dan .Nepotisme berasal dari bahasa Perancis nepote yang berarti keponakan.Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. famili. 2. masyarakat. kualitas. yang memberikan jabatan-jabatan kepada sanak. Berdasarkan pengertian bahasa di atas. 4. Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain. An-Nisa'. 3). Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menjelaskan praktek favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan Gereja Katolik Romawi (Paus dan para Kardinal) pada abad pertengahan. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. Pengeluaran fiktif 2). Pemberian izin usaha. dalam istilah yang populer tidak termasuk dalam kategori korupsi karena tidak berupa penyalah-gunaan wewenang atau penyelewengan dana. Sebagaimana telah difirmankan dalam surat an-Nisa' ayat 29: ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إل أن تكون تجارة عن تراض)92(النساء‬ ٍ َ َ َ ً َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُُ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Artinya: Hai orang-orang yang beriman.Hal ini menyangkut harga. keponakan atau orang-orang yang mereka sukai. baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. Karena hal itu termasuk manipulasi harga pembelian atau kontrak. Kolusi. maka Nepotisme dapat didefinisikan sebagai berikut: “Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam mem-berikan jabatan dan yang lain. Pada umumnya. 5). 5. Sedangkan karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. dan komisi. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. 2). yaitu: 1).makanan dan minuman yang dibeli dengan uang hasil korupsi yang secara tegas dilarang oleh Allah. 4: 29. Manipulasi harga pembelian atau kontrak 3). Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber praktek korupsi. Jenis dan kategori korupsi adalah sebagai berikut: a. Perpajakan. 3. Penyelewengan dana. Sungguh pun demikian. maka pemberian imbalan di luar kontrak yang telah disepakati karena kita menyetujui pembelian atau pengadaan barang (kantor) dengan harga di atas harga yang wajar adalah termasuk korupsi yang diharamkan oleh Allah SWT. Berdasarkan penjelasan di atas. hal itu termasuk perbuatan yang tidak baik karena melanggar disiplin dan mengurangi produktivitas kerja sehingga merugikan pihak lain. Penggelapan dana atau pencurian langsung darikas.

Pada umumnya. c. d. Oleh karena itu. padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut. bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. Pada umumnya keluarga lebih mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan secara efektif dibandingkan dengan orang lain. Rasulullah dan orang-orang yang beriman". Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari sahabat Abdullah ibn Abbas. kerabat memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan. bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yang disenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. maka hal itu tidak dilarang. Permasalahannya adalah. keluarga lebih mudah fit in dibanding non keluarga. atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. Pada umumnya. maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan. . 6.sanak famili dibanding dengan orang lain. b. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya? Menurut ajaran Islam. Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. lebih senang memberikan jabatanjabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. maka akan mendorong semangat kerja orang lain. sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain. Pada umumnya keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. sebagai berikut: ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ ً ُ َ َ َ ْ َ ْ ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ِ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ َن‬ ‫عن ابن عباس رضي ال عنهما قال قال رسول ال صلى ال عليه وسلم م ِ استعمل رجل من عصابة وفي تلك العصابة‬ ‫من هو أرضى ل منه فقد خان ال وخان رسوله وخان المؤمنين )رواه الحاكم‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ُ ْ َ "Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga. e. Pada umumnya keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. maka ia telah berkhianat kepadaAllah. padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik. seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan -apalagi jabatan yang sangat strategis-kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Hal ini sesuai dengan teori 'ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. f. Adapun nepotisme yang disertai dengan pertimbangan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan.

Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya.). Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum. ada yang di anggap sahih. Nepotisme dan Individualistis Studi Kasus Atas Hadis Abu Humaidy Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Dalam Melaksanakan Tugas Oleh : Sholeh Ahmad PENDAHULUAN Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya alTurmuziy. dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. yakni al-hadis. dan Turmuziy ). sedangkan hadis Nabi saw. ‫ا‬ ‫وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا ل ا ن ا ل شـد يد ا لعقا ب‬ “ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Kolusi. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum . dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya. keotentikan.[4] Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi. atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M. hasan maupun da’if. maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum. dan kesahihannya. terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Dengan kata lain bahwa. sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam alQur’an surat al-Hasyr : 7 . mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. Ahmad.[2] [3] Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas. Abu Dawud. dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah. sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam.KKN MENURUT HADIS Penelitian Metodologis Hadis Masalah Korupsi. dan bertakwalah kepada Allah. sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa. di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an. pemalsuan. jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ‫) ا ل و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ) رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى‬ “ Wahai Umatku.[6] Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw. alqur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama.[5] Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. (HR. (awal akhir abad ke II H. Dalam hal ini Nabi saw. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting. adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua.

[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’). hasan ataupun da’if. dan al-Tawjih (pengarahan).[9] Untuk penggunaan metode yang pertama.غـــــــل‬sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik . adalah terdapat dua macam metode. maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : ‫استعمل عا مل ) على‬ 10] ‫ . Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat. yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”.Hadis Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya). Mensing. Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat. seperti : ‫ . Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya .P.[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis. ]الصدقة ( – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو‬dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w. hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw. dan dalam kitab “al-Sair” bab 52. Kemudian guna kepentingan penelitian. maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian. memuat dua riwayat. Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis. Sunan al-Darimiy. di temukan di dalamnya beberapa kata kunci. tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. PEMBAHASAN SANAD DAN MATAN HADIS MENERIMA HADIAH BAGI PARA PEJABAT TENTANG LARANGAN Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat Takhrij al. penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam alMufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy. sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya. Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa. Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih. hasan atau da’if.tersebut berkualitas sahih.1939 M. Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman : ‫حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قـال اخـبر نـى عـروة عـن ابـى حميـد السـا عـدى انـه اخـبره ا ن رسـول الـ‬ ‫صلىال عليه وسلم استعمل عامل فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول ال هذا لكم وهذا اهدى لى فقـال لـه افل‬ ‫قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام ل ثم قام رسول ال صلى ال عليه وسلم عشية بعد الصلة فتشهد واثنــى‬ . yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan. bab III. ا ستعمل عا مل – ا هدي . dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah. yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis. masing-masing terdapat pada : • • Sahih al-Bukhariy. yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan. yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al. alTadrib ( latihan ). yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30.) dan J.hadis bi alfaz).

Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada‬‬ ‫‪Rasulullah Saw. jika berupa onta akan bersuara. al-Zuhriy. sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di‬‬ ‫‪rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk‬‬ ‫‪menertima sedekah/zakat. mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya. dari al‬‬‫‪Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku.‪sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw‬‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat‬‬ ‫اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لســا عــدى انــه اخــبره ان النــبى‬ ‫صلى ال عليه وسلم استعمل عا مل على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ‬ ‫من عمله فقا ل يارسول ال هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم فهل قعـدت فى بيت ابيك وا مــك‬ ‫فنظرت ا يهد ى لك ا م ل ثم قال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصلة علىا لمنبر فتشــهد فحمــدا لـ وا ثنــى عليــه‬ ‫بما هو اهله ثم قال ا ما بعد. melainkan ia akan menghadap‬‬ ‫‪di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya. Tiada seorang yang‬‬ ‫‪menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi). mengapa ia tidak‬‬ ‫‪duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau‬‬ ‫‪tidak. ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah.فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهل قعد فى بيــت ا بيــه‬ ‫وا مه فينظر ا يهدى له ام ل والذى نفس محمد بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ال جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقــه ا‬ ‫ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد‬ ‫ثم رفع ا لنبى صلىا ل عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى مــن رســول ا‬ ‫]ل صلىا ل عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-]21‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair‬‬ ‫اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا ل نصا رى ثم ا لسا‬ ‫عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا ل عليه وسلم ا ستعمل عا مل على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ مــن عملــه فقــا ل‬ ‫يا رسول ا ل هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا ل عليه وسلم فهل قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهــد‬ ‫ى لك ا م ل ثم قا م ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصل ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا ل بما هو اهله ثم قا ل ا‬ ‫ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهل قعد فى بيت ا بيــه وا مــه فينظــر هــل‬ ‫يهد ى له ام ل – وا لذ ى نفسى بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ا ل جاء به يوم ا لقيا مــة يحملــه علــى عنقــه ا ن كــا ن بعيــرا‬ ‫جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول‬ ‫ا ل صلىا ل عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنــبى صــلى ا ل ـ‬ ‫]عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – ]31‬ ‫‪Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat‬‬ ‫‪Berdasarkan Penelitian Sanad‬‬ ‫‪Dalam bab ini. Kemudian sesudah‬‬ ‫:‪shalat Rasulullah Saw. hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya.‫على ال بماهو اهله ثم قال اما بعد. mengangkat kedua‬‬ ‫. Maka sungguh aku telah‬‬ ‫‪menyampaikan . dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang‬‬ ‫‪kepadaku. Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw.‪atasnya seperti : Abu al-Yaman.]11‬ ‫:‪Terjemahnya‬‬ ‫‪Abu al-Yaman menceritakan kepada kami. ‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy‬‬ . Maka Rasulullah Saw. Syu’aib memberitakan kepada kami. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda‬‬ ‫‪Amma ba’du. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. dari Abi Humaid al-Saidiy. penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat‬‬ ‫‪terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di‬‬ ‫. dan jika berupa kambing akan mengembik. jika berupa‬‬ ‫‪lembu akan menguak. kemudian‬‬ ‫‪ia datang lalu berkata. dia telah‬‬ ‫‪memberitakannya.فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افل قعد فــى بيــت‬ ‫ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام ل فوالذى نفسى محمد بيده ل يغل احد كم منها شياء ال جاء به يوم القيمــا مــة يحملــه علــى‬ ‫عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جــاء بهــا تيعــر فقــد بلغــت فقــال ابــو‬ ‫حميد ثم رفع رسول ال صلى ال عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيــد بــن‬ ‫]ثا بت من النبى صلى ال عليه وسلم فسلوه.‪tangannya. Berkata pula Abu Humaid‬‬ ‫. Syu’aib.

sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain. wara’ dan zuhud. Dan dia itu termasuk orang yang siqat. (2) Ahmad bin Sayyar (w. ketiga. adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain . al – Darimiy. Dalam riwayat hidupnya. Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy. yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’. al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. Berdasarkan Kritik Sanad Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy. akhbaraniy. Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat. akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir. bukan terletak pada matan hadis. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah : 15] ‫]ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند‬ “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan.[16] Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H.). dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy. sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. seperti : (1) Ahmad bin Hambal.[18] .[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy. akhbarana (ana). Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”. kecuali pada tingkat sahabat.). Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya. bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas. dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir.Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi. hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad. Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja.[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”. yakni Abu Humaid alSaidiy. Oleh karena itu.463 H. dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. dan anna. tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat. yakni Abu Humaid al Saidiy. dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman . (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w. haddasana (sana). ‘an. mengumpulkan dan menghafalkannya. sidq. Abu al-Yaman. berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy : Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) . Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah. seperti lafal: Haddasaniy. kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw. Pada tingkat kedua. 268 H. keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat. hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih . bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam.). di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman. Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad.

Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa. Al-Zuhriy. Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”. Syu’ayb.[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah. Abu Hatim dan al-Nasa’iy. Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara alQira’ah.Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w. sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb.221/222 H. al-Zuhriy adalah orang . Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi. dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman. (3) Al-Lays menyatakan bahwa. Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya. Abu al-Yaman adalah orang yang siqat. Ahmad menilai bahwa. Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya. Dia menerima hadis dari al-Zuhriy. ilmuwan. (2) Abu al-Zinad.162 H. Syu’ayb itu sabt. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad. Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis.dan ia mendengarkan. Ia menerima hadis dari ‘Urwah. Abu al-Yaman menilai. Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis.). dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit). Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa. (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). periwayat yang faqih dan jami’. sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya. al-‘Ijliy. dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy.). Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung. Ibn Ma’in. Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. Dengan demikian bahwa.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya. maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya.[20] Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat. lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”. baik melalui lesan maupun tulisan. Ya’qub bin Syaybah. Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy. maka dapat di simpulkan bahwa. yakni al-Zuhriy. saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab. yang berarti pula bahwa. Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy. seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya.). salih alhadis.[24] Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib alQuraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H. menilai Syu’ayb bersifat siqat.[22] Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w. yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’. al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah. Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik.

‘Urwah. Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya. (2) al-Ijliy mengatakan bahwa.ma’mun. faqih. faqih. juga kepada Abu Humaid al-Saidiy. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis. dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya. karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil).[27] Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al. adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa.‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy. Sedang murid-muridnya adalah alZuhriy.198 H. bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya). Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan. Menurut penilaian ahli kritik hadis. mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah. ‘Urwah bin al-Zubayr. al-Bukhariy. yaitu : al-Qasim bin Muhammad. Imam alNasa’iy. adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji.yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi.[29] Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syaratsyarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”. dan ibn Hibban.[26] Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut. menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. (3) Sufyan bin Uyaynah (w. di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat. Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H.). dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw. sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung. Muslim. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat. ‘alim dan sabt. seperti :Zainab bint Umm Salamah. Hisyam (putranya) dan lain-lain. ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat. Berdasarkan Penelitian Matan . Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas . saleh dan tidak pernah terkena fitnah.[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad. salah seorang yang di percaya Nabi Saw. tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ). menempatkannya sebagai al-tabaqat alsaniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah. ‘Urwah adalah seorang yang siqat.). Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit. Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun. ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr. dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman. Abu Humaid. Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad.[28] Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi. Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw.

(3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ‫ .[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak. Untuk mengetahui bahwa. di antaranya : ‫ ( اســــتعمل عــــا مل . maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih. Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah. atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti. yakni sanadnya da’if. matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. maka Nabi Saw. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil. suatu matan hadis itu berkualitas sahih.Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting . minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur. Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih. tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi). tetapi lebih bersifat umum. adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya. di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan alQur’an. tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja. apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. tetapi di curigai oleh Nabi Saw.[33] Musthafa alSiba’iy menambahkan bahwa. dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak. mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis. tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah. sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak.[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya. suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul). sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya. ketika selesai turun dari mimbar shalat. Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. kemudian menmerima hadiah. Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual Pemahaman Secara Tekstual Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian. Pemahaman Secara Kontekstual Secara kontekstual. (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir. dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi. hubungan tertentu atau latar belakang tertentu. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw. sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela. ا فل . pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas. dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera. mempunyai maksud-maksud tertentu. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi.فهل‬yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur). maka dapat di simpulkan bahwa. nepotisme dan individualistis. Jadi apabila seseorang menerima .). tetapi matannya sahih. b. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih.غــــــل‬terangkatnya seorang pegawai. (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya.اهــــدي . Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”.pejabat. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya.[34] Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteriakriteria tersebut di atas.

Metode Takhrij Hadis.Ahmad Rifqi Muchtar. IV. Beirut: Dar al-Fikr. Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam. Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Beirut: Dar al-Fikr.S.th. al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy. Al-Darimiy. kolusi. Tahzib al-Tahzib. VI. 1994. Manhaj Nadq al-Matn. Beirut: Dar al-Fikr. Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir. keotentikan dan kesahihannya. yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Agil Husain Munawwar dan H. kolusi. Al-Baghdadiy. di terjemahkan oleh H. 1404 H. Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan. isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy ./1981 M. berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-Adlabiy. dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut : • • • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. maupun matannya adalah berkualitas sahih. Jilid III. Sunan al-Darimiy. Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah. Salah al-Din bin Ahmad. Semarang: Dina Utama. apabila di lihat dari kualitas sanad. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa alNasyr wa al-Tawziy. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah. tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. Juz X. walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah. 1403 H. Al-Sijistaniy. nepotisme dan individualistis. Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela. V. dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt. bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw. ‘Abd al-Hadi. Juz IV.t. hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap.hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu . Al-‘Asqalaniy. Secara tekstual maupun secara kontekstual. untuk memuliakan satu dengan yang lainnya. dan VII. nepotisme dan individualistis di dalamnya. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima . Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam. Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. t. Al-Bukhariy.th. KESIMPULAN Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi. Sunan Abu Dawud. Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as. al-Juz VII. mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian.th./1983 M. t. 1401 H. . Sahih alBukhariy./1984 M.

1398 H. Beirut: Mu’assasat al-Risalah. T. Amin. . Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. ‘Ulum al-Hadis. Beirut: Dar alKutb al-‘Ilmiyah./1983 M. A. Edisi Refisi.ke-1 . Ismail.th.t.Siyar A’lam al-Nubala’. Cet. Halb : Matba’at al-Arabiyyah. Cet. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Ke-7. Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman. Islam Dari Masa Ke Masa. M. As-Siba’iy./1990 M. Surabaya: Pen. 1988. Departemen Agama RI.Al-Suyutiy. Ibn Taymiyah. Juz I. 1403 H. Cet. 1980.Syuhudi. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). 1987. 1398 H. 1972. 1410 H. Jakarta: Bulan Bintang. Al-Zahabiy. Tabaqat al-Huffaz. As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah.Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim.Ahmad. Musthafa. Mahkota. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah. 1989. Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Bandung: CV Rasyda. Ushul Fiqh. Al-Darul Qaumiyyah. Jakarta: Widjaya./1979. Ibn Al-Salah.ke-VII. Al-Tahhan. t. Hanafi. Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful