P. 1
makalah

makalah

|Views: 633|Likes:
Published by Irfan Teguh Dwi

More info:

Published by: Irfan Teguh Dwi on Oct 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN Sejak dulu di Negara Indonesia, hukum islam memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan hokum

di Indonesia selain hokum belanda yang berlaku saat ini. Setelah Indonesia berusia 60 tahun dan telah mengalami 6 kali pergantian presiden, hokum islam tetap di pakai dibeberapa bidang hukumdisamping hokum belanda tentunya. Seperti yang kita ketahui tentunya, gelombang reformasi yang menyapu seluruh kawasan Indonesia sejak kejatuhan suharto banyak memunculkan kembali lembaran sejarah masa lalu Indonesia. Salah satunya yang hingga hari ini menjadi sorotan adalah tuntutan untuk kembali kepada syari’at islam, atau hokum islam yang kemudian mrngundang beragam kontroversi di Indonesia. Kalau kita lihat lembarab sejarah Indonesia, salah satu factor pemicunya adalah tuntutan untuk mengembalikan tujuh kata bersejarah yang tadinya terdapat dalam pembukaan atau mukadimmah konstitusi Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia. Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keaneragaman perilaku dan adapt istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku seharihari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat. Mempelajari dan mendalami nilai moral agama dan kerukunan antar umat beragama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama baik laki-laki maupun perempuan, agar dalam kehidupan dapat melaksanakan perannya sebagai manusia. Oleh karena itu, manusia manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME. Ibadah dalam arti pengabdian yang bertujuan mencari ridho Allah SWT akan dapat dilaksanakan secara baik dan benar apabila didasari dengan pengetahuan agama, agar tercipta juga kerukunan antar umat beragama di Negara Indonesia.

Kerukunan antar umat islam didasarkan pada akidah islamnya dan pemenuhan kebutuhan social yang digambar kan bagaikan satu bangunan. Artinya jika seseorang mencacimaki orang tua saudaranya. Kerukunan antar umat manusia pada umumnya baik seagama maupun luar agama dapat diwujudkan apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai.jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh anggota tuybuh merasakan sakit. dimana umat islam satu sama lain saling menguatkan dan juga digambarkan seperti satu tubuh. Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi.KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Dalam ajaran islam seorang muslim tidak dibolehkan mencacimaki orang tuanya sendiri. Demikian pula mencaci maki tuhan atau peribadatan agama lain. Sejalan dengan agama ini agar pemeluk agama lain pun menghargai dan menghormati agama islam. maka akibatnya pemeluk agama lain pun akan mecaci maki tuhan kita. Kerukunan antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan social dimana satu sama lain saling membutuhkan agar kebutuhan-kebutuhan hidup dapat ter penuhi. maka orang tuanya pun akan dibalas oleh saudaranya untuk dicaci maki. Kerukunan dapat diklasifikan menjadi dua yaitu kerukunan antar umat islam dan kerukunan antar umat baragama atau antar umat manusia pada umumnya. . Hal ini berbeda dengan kerukunan antar umat beragama atau umat manusia pada umumnya.

saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah. saling percaya diantara umat beragama. toleransi antar umat beragama 2. bahkan menerbitkan rumah ibadah. saling pengertian. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. di bidang pelayanan. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. saling menghormati. . Provinsi. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. Saling tenggang rasa. 1. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. pengaturan dan pemberdayaan. menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. saling menghormati. saling menghargai. dan 4.

sedekah. Ali Imran: 103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Ibadah seperti zakat. sahabat. Negara. kesatuan. . dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. maka Allah menjinakan antara hatimu. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. apabila sakit salah satu anggota badan itu. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT ISLAM Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. juga untuk kemajuan agama. Bagi umat Islam. (QS. “Janganlah bermusuh. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. dan dapat pula berarti pergaulan. Ali Imran 105). teman. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. persahabatan. Kata persatuan.musuhan. dan kemanusiaan. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs.

terus-menerus. baik secara ilmu maupun karakter. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa. Dalam hal ini. Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. Rabu. Menurut dia. hingga kini masih sering muncul. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. "Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur.MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. tidak boleh berhenti. ." katanya." katanya." katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang. Maftuh menjelaskan. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan. Kristen. Hindu. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam. Katolik. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. Buddha. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama.

supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti "sepi" dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain. "Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka." katanya." katanya. Ia juga menambahkan. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar." demikian Budi S Tanuwibowo. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalahmasalah kemanusiaan.M. .D Situmorang."Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan.umat beragama." katanya. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo." katanya. OFM. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis. "Dalam hal kebangsaan. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. "Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori. Menurut dia. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan. Ia menambahkan. sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar. Supaya bisa menjadi pemersatu. etika dan nilai spiritual. Senada dengan Ma'ruf. "Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif.

saling menghargai dan kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. saling menghormati. 2. saling pengertian. berbangsa dan bernegara. Kerukunan antar umat beragama menurut islam yaitu Ukhuwah Islamiyah yang berarti gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai salah satu ikatan persaudaraan. Kerukunan umat agama menurut islam. Kerukunan umat beragama antar sesama manusia.KESIMPULAN Kerukunan antar umat beragama dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Sedangkan. . dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan akan berada dalam satu ikatan. Kerukunan umat beragama antar sesame manusia yaitu Hubungan sesame umat beragama dilandasi dengan toleransi.

Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sejak dari tingkat desa hingga tingkat nasional. yang mau beribadah kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW : ‫كل جس ٍ نبت من سحت فالنار أولى به )رواه البيهقي‬ ِ ِ َْ َ ُ ّ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ‫ُ ّ َ َد‬ Artinya: Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu (makanan & minuman) yang haram. cenderung mengabaikan ajaran agama. dan at-tajawuz fi isti'mal al-haqq. Anak-anak seperti itu. Merusak akhlak dan moral bangsa b. Menyebabkan siksa neraka. ghulul. Anak-anak yang diberi makan dan minum dari hasil korupsi. kolusi dan nepotisme (KKN) serta cara memberantasnya. sebagai berikut: 1. Merugikan dan bahkan menimbulkan dlarar (bahaya) bagi orang lain e. mempraktekkan kehidupan free sex. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT f. Di antaranya adalah: a. Korupsi adalah perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan dana. Kolusi dan Nepotisme (KKN). korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan atau administrasinya. wewenang. Ditinjau dari segi etimologi. b. waktu. suka tawuran. serta termasuk salah satu bentuk dari sikap khianat yang diharamkan oleh Allah SWT karena korupsi berdampak negatif dan sangat merugikan masyarakat luas. serta ketidak-mengertian mereka tentang hukum Korupsi. adalah berupa kelonggaran aturan yang semestinya diterapkan secara ketat. dan sebagainya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. Sebagai balas jasa yang diberikan oleh pejabat. d. c. korupsi adalah. Menggerogoti kesejahteraan rakyat dan menghambat pelaksanaan pembangunan. maka lebih berhak masuk ke dalam neraka. Karena akibatnya yang merugikan itu. Menurut Robert Klitgaard dalam bukunya Controlling Corruption. g. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan maraknya praktek Korupsi. "Tingkah laku menyimpang dari tugas resmi sebuah jabatan demi keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi. menentang orang tua. Sedangkan menurut istilah. dan rusak. bangsa Indonesia tengah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi berkepanjangan yang salah satunya disebabkan oleh praktek Korupsi. dan melakukan berbagai kejahatan yang lain. Dalam prakteknya. Korupsi adalah suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. korupsi berasal dari bahasa Inggris corruption yang berasal dari akar kata corrupt yang berarti jahat.KKN menurut hukum islam Pada saat sekarang ini. kerabat atau kroni". korupsi didefinisikan sebagai berikut: a. Untuk menghentikan praktek KKN di kalangan pejabat pemerintah dan masyarakat luas. disadari atau tidak. Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah karena lemahnya iman dan penghayatan para pejabat negara terhadap ajaran-ajaran agama. maka korupsi digolongkan sebagai tindak pidana. MUI Propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum korupsi. Mengacaukan sistem perekonomian dan hukum c. Hal ini tidak lain karena mereka dibesarkan dari . mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan. bahwa korupsi dalam perspektif ajaran Islam adalah identik dengan risywah. buruk. susah dididik menjadi anak yang shaleh.

Berdasarkan penjelasan di atas. 4. Perpajakan. ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris collusion yang berarti persekongkolan atau kongkalikong. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. maka pemberian imbalan di luar kontrak yang telah disepakati karena kita menyetujui pembelian atau pengadaan barang (kantor) dengan harga di atas harga yang wajar adalah termasuk korupsi yang diharamkan oleh Allah SWT. bangsa atau negara. manusia mempunyai ikatan jiwa yang lebih kuat dengan keluarga dan . yang memberikan jabatan-jabatan kepada sanak. Pemberian izin usaha. Sedangkan karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. dan komisi. yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak. Penyelewengan dana. Pengeluaran fiktif 2). Pada umumnya. masyarakat. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menjelaskan praktek favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan Gereja Katolik Romawi (Paus dan para Kardinal) pada abad pertengahan. Jenis dan kategori korupsi adalah sebagai berikut: a. 3. Kolusi. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang. kualitas. baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. 2. Berdasarkan pengertian bahasa di atas. 4: 29. Sungguh pun demikian.makanan dan minuman yang dibeli dengan uang hasil korupsi yang secara tegas dilarang oleh Allah. 4). Karena hal itu termasuk manipulasi harga pembelian atau kontrak. Sebagaimana telah difirmankan dalam surat an-Nisa' ayat 29: ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إل أن تكون تجارة عن تراض)92(النساء‬ ٍ َ َ َ ً َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُُ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Artinya: Hai orang-orang yang beriman. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. famili.Nepotisme berasal dari bahasa Perancis nepote yang berarti keponakan.Hal ini menyangkut harga. 5. Penyalah-gunaan wewenang b. dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. 3). Manipulasi harga pembelian atau kontrak 3). hal itu termasuk perbuatan yang tidak baik karena melanggar disiplin dan mengurangi produktivitas kerja sehingga merugikan pihak lain. Penggelapan dana atau pencurian langsung darikas. An-Nisa'. 5). 2). Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. maka Nepotisme dapat didefinisikan sebagai berikut: “Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam mem-berikan jabatan dan yang lain.Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber praktek korupsi. dalam istilah yang populer tidak termasuk dalam kategori korupsi karena tidak berupa penyalah-gunaan wewenang atau penyelewengan dana. keponakan atau orang-orang yang mereka sukai. Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain. yaitu: 1). seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: 1).

b. f. padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya? Menurut ajaran Islam. lebih senang memberikan jabatanjabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yang disenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. sebagai berikut: ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ ً ُ َ َ َ ْ َ ْ ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ِ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ َن‬ ‫عن ابن عباس رضي ال عنهما قال قال رسول ال صلى ال عليه وسلم م ِ استعمل رجل من عصابة وفي تلك العصابة‬ ‫من هو أرضى ل منه فقد خان ال وخان رسوله وخان المؤمنين )رواه الحاكم‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ُ ْ َ "Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga. seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan -apalagi jabatan yang sangat strategis-kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Oleh karena itu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan. Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. maka hal itu tidak dilarang. Pada umumnya keluarga lebih mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan secara efektif dibandingkan dengan orang lain. Pada umumnya. d. Pada umumnya keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Rasulullah dan orang-orang yang beriman". Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut. bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. maka akan mendorong semangat kerja orang lain. maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan. kerabat memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Pada umumnya keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. c. maka ia telah berkhianat kepadaAllah. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari sahabat Abdullah ibn Abbas. . 6. atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. Adapun nepotisme yang disertai dengan pertimbangan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. e.sanak famili dibanding dengan orang lain. keluarga lebih mudah fit in dibanding non keluarga. Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. Permasalahannya adalah. sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain. Pada umumnya. Hal ini sesuai dengan teori 'ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun.

keotentikan. sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa. di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an. terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. hasan maupun da’if. Abu Dawud. dan Turmuziy ). sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. Ahmad. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum . dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya. maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum. Dalam hal ini Nabi saw.KKN MENURUT HADIS Penelitian Metodologis Hadis Masalah Korupsi. adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua. ‫ا‬ ‫وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا ل ا ن ا ل شـد يد ا لعقا ب‬ “ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia. atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M. Kolusi.[4] Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya. dan bertakwalah kepada Allah.[6] Berdasarkan latar belakang masalah tersebut.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam alQur’an surat al-Hasyr : 7 . Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum. tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya alTurmuziy. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting.). Dengan kata lain bahwa. ada yang di anggap sahih. sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”. (HR. dan kesahihannya. jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam. yakni al-hadis. (awal akhir abad ke II H. mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian. dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah.[2] [3] Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas. pemalsuan. sedangkan hadis Nabi saw. tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi. Nepotisme dan Individualistis Studi Kasus Atas Hadis Abu Humaidy Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Dalam Melaksanakan Tugas Oleh : Sholeh Ahmad PENDAHULUAN Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an.[5] Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw. alqur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama. dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ‫) ا ل و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ) رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى‬ “ Wahai Umatku.

Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat. di temukan di dalamnya beberapa kata kunci. yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan. sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya. ا ستعمل عا مل – ا هدي . maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian. Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya . penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam alMufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy. masing-masing terdapat pada : • • Sahih al-Bukhariy.Hadis Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya).[9] Untuk penggunaan metode yang pertama. Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis.) dan J.غـــــــل‬sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik . yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w.hadis bi alfaz). dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah.[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis. Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat. hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw. yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30. seperti : ‫ . maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : ‫استعمل عا مل ) على‬ 10] ‫ . Mensing. Sunan al-Darimiy. memuat dua riwayat. yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis.tersebut berkualitas sahih.P. Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih. yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”. Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman : ‫حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قـال اخـبر نـى عـروة عـن ابـى حميـد السـا عـدى انـه اخـبره ا ن رسـول الـ‬ ‫صلىال عليه وسلم استعمل عامل فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول ال هذا لكم وهذا اهدى لى فقـال لـه افل‬ ‫قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام ل ثم قام رسول ال صلى ال عليه وسلم عشية بعد الصلة فتشهد واثنــى‬ . tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. dan al-Tawjih (pengarahan).1939 M. alTadrib ( latihan ). hasan atau da’if. adalah terdapat dua macam metode.[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’). yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al. bab III. Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa. ]الصدقة ( – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو‬dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. hasan ataupun da’if. Kemudian guna kepentingan penelitian. dan dalam kitab “al-Sair” bab 52. yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan. PEMBAHASAN SANAD DAN MATAN HADIS MENERIMA HADIAH BAGI PARA PEJABAT TENTANG LARANGAN Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat Takhrij al.

‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy‬‬ . melainkan ia akan menghadap‬‬ ‫‪di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya. mengapa ia tidak‬‬ ‫‪duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau‬‬ ‫‪tidak.‪sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw‬‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat‬‬ ‫اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لســا عــدى انــه اخــبره ان النــبى‬ ‫صلى ال عليه وسلم استعمل عا مل على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ‬ ‫من عمله فقا ل يارسول ال هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم فهل قعـدت فى بيت ابيك وا مــك‬ ‫فنظرت ا يهد ى لك ا م ل ثم قال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصلة علىا لمنبر فتشــهد فحمــدا لـ وا ثنــى عليــه‬ ‫بما هو اهله ثم قال ا ما بعد. Kemudian sesudah‬‬ ‫:‪shalat Rasulullah Saw. al-Zuhriy. Maka sungguh aku telah‬‬ ‫‪menyampaikan . mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya. kemudian‬‬ ‫‪ia datang lalu berkata. dari Abi Humaid al-Saidiy. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda‬‬ ‫‪Amma ba’du. dan jika berupa kambing akan mengembik. hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya.‪tangannya. Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. jika berupa‬‬ ‫‪lembu akan menguak. ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk‬‬ ‫‪menertima sedekah/zakat. dari al‬‬‫‪Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di‬‬ ‫‪rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada‬‬ ‫‪Rasulullah Saw. mengangkat kedua‬‬ ‫. dia telah‬‬ ‫‪memberitakannya. dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang‬‬ ‫‪kepadaku.‫على ال بماهو اهله ثم قال اما بعد. sesungguhnya Rasulullah Saw. Berkata pula Abu Humaid‬‬ ‫. Syu’aib memberitakan kepada kami. Maka Rasulullah Saw. jika berupa onta akan bersuara. penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat‬‬ ‫‪terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di‬‬ ‫.]11‬ ‫:‪Terjemahnya‬‬ ‫‪Abu al-Yaman menceritakan kepada kami.‪atasnya seperti : Abu al-Yaman. Tiada seorang yang‬‬ ‫‪menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi).فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهل قعد فى بيــت ا بيــه‬ ‫وا مه فينظر ا يهدى له ام ل والذى نفس محمد بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ال جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقــه ا‬ ‫ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد‬ ‫ثم رفع ا لنبى صلىا ل عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى مــن رســول ا‬ ‫]ل صلىا ل عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-]21‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair‬‬ ‫اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا ل نصا رى ثم ا لسا‬ ‫عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا ل عليه وسلم ا ستعمل عا مل على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ مــن عملــه فقــا ل‬ ‫يا رسول ا ل هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا ل عليه وسلم فهل قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهــد‬ ‫ى لك ا م ل ثم قا م ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصل ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا ل بما هو اهله ثم قا ل ا‬ ‫ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهل قعد فى بيت ا بيــه وا مــه فينظــر هــل‬ ‫يهد ى له ام ل – وا لذ ى نفسى بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ا ل جاء به يوم ا لقيا مــة يحملــه علــى عنقــه ا ن كــا ن بعيــرا‬ ‫جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول‬ ‫ا ل صلىا ل عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنــبى صــلى ا ل ـ‬ ‫]عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – ]31‬ ‫‪Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat‬‬ ‫‪Berdasarkan Penelitian Sanad‬‬ ‫‪Dalam bab ini. Syu’aib.فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افل قعد فــى بيــت‬ ‫ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام ل فوالذى نفسى محمد بيده ل يغل احد كم منها شياء ال جاء به يوم القيمــا مــة يحملــه علــى‬ ‫عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جــاء بهــا تيعــر فقــد بلغــت فقــال ابــو‬ ‫حميد ثم رفع رسول ال صلى ال عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيــد بــن‬ ‫]ثا بت من النبى صلى ال عليه وسلم فسلوه.

sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain. Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri. hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih . seperti lafal: Haddasaniy. bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas. (2) Ahmad bin Sayyar (w. al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. mengumpulkan dan menghafalkannya.[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw.Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad. bukan terletak pada matan hadis. keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat. yakni Abu Humaid al Saidiy. (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w. akhbarana (ana). kecuali pada tingkat sahabat.[16] Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H.). Oleh karena itu. 268 H. hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah : 15] ‫]ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند‬ “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. Dan dia itu termasuk orang yang siqat. bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi. ‘an. seperti : (1) Ahmad bin Hambal. Pada tingkat kedua. sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir. ketiga. yakni Abu Humaid alSaidiy. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy. tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat. sidq. Dalam riwayat hidupnya.). Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah.463 H. Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja. Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”. di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman. wara’ dan zuhud. al – Darimiy. dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy. akhbaraniy. adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain . haddasana (sana). yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’.[18] . bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam. Berdasarkan Kritik Sanad Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy. dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman . akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir.).[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy. Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama. berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy : Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) . dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. Abu al-Yaman. dan anna. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya. Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat.

yakni al-Zuhriy. Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis. Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa. periwayat yang faqih dan jami’. maka dapat di simpulkan bahwa. Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis. Syu’ayb. yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’. Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya. saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab. Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy. Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi. maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa. Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung. al-Zuhriy adalah orang .). Ia menerima hadis dari ‘Urwah.Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w. baik melalui lesan maupun tulisan. (3) Al-Lays menyatakan bahwa. dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit).[22] Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w. Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa. Abu al-Yaman menilai. yang berarti pula bahwa.). Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara alQira’ah. Abu al-Yaman adalah orang yang siqat. Dia menerima hadis dari al-Zuhriy. al-‘Ijliy. salih alhadis.). ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya. Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya. Ahmad menilai bahwa. Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik. Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah. Abu Hatim dan al-Nasa’iy. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya.[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb.[24] Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib alQuraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H.162 H. (2) Abu al-Zinad. Syu’ayb itu sabt.[20] Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut. Al-Zuhriy. Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad. ilmuwan. dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy. sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat. dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman. lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”.dan ia mendengarkan. Ya’qub bin Syaybah. menilai Syu’ayb bersifat siqat. al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah. seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya. Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. Dengan demikian bahwa. Ibn Ma’in.221/222 H.

Hisyam (putranya) dan lain-lain.[28] Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi. Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan.‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya). ‘Urwah adalah seorang yang siqat. saleh dan tidak pernah terkena fitnah.198 H. Abu Humaid. Menurut penilaian ahli kritik hadis.[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat.). Muslim. menempatkannya sebagai al-tabaqat alsaniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah. tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ). ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr. karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil). al-Bukhariy. sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung. Sedang murid-muridnya adalah alZuhriy. Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit. adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji. mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah. ‘Urwah bin al-Zubayr. Imam alNasa’iy. Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw. juga kepada Abu Humaid al-Saidiy. bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat. Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya. dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya. ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat. Berdasarkan Penelitian Matan . ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. faqih. seperti :Zainab bint Umm Salamah.[27] Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al. (3) Sufyan bin Uyaynah (w. salah seorang yang di percaya Nabi Saw. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad. Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis. dan ibn Hibban. faqih.). Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syaratsyarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”.yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi. juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman. adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat. di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri. (2) al-Ijliy mengatakan bahwa. Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun. ‘Urwah.[26] Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut.ma’mun. yaitu : al-Qasim bin Muhammad.[29] Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw. menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H. ‘alim dan sabt. Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas .

maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih. adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya. tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi). b.pejabat. tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah. tetapi matannya sahih. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ‫ . sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya. Untuk mengetahui bahwa. di antaranya : ‫ ( اســــتعمل عــــا مل . Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah.غــــــل‬terangkatnya seorang pegawai. Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”.فهل‬yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur). (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya. pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas. dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil. hubungan tertentu atau latar belakang tertentu. nepotisme dan individualistis. yakni sanadnya da’if. kemudian menmerima hadiah. suatu matan hadis itu berkualitas sahih. dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi.). ketika selesai turun dari mimbar shalat. apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. mempunyai maksud-maksud tertentu. sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela. (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir.[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya.اهــــدي . Jadi apabila seseorang menerima . tetapi di curigai oleh Nabi Saw. tetapi lebih bersifat umum. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya. (3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama. matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. maka Nabi Saw.Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting . Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur. maka dapat di simpulkan bahwa. di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan alQur’an. atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti. suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul). Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih.[34] Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteriakriteria tersebut di atas. mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis. Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual Pemahaman Secara Tekstual Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian.[33] Musthafa alSiba’iy menambahkan bahwa. dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak. Pemahaman Secara Kontekstual Secara kontekstual. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw. apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak.[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya. ا فل . sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak.

maupun matannya adalah berkualitas sahih. berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu. dan VII./1984 M. Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima . Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam. Semarang: Dina Utama. untuk memuliakan satu dengan yang lainnya. Agil Husain Munawwar dan H. Al-Sijistaniy. Beirut: Dar al-Fikr.S. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa alNasyr wa al-Tawziy./1983 M.th. Juz IV. 1404 H. Beirut: Dar al-Fikr. t. yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya. . apabila di lihat dari kualitas sanad. di terjemahkan oleh H. kolusi. Tahzib al-Tahzib.th. tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. Al-‘Asqalaniy. Al-Bukhariy. Sahih alBukhariy. Sunan Abu Dawud. nepotisme dan individualistis.t. Al-Darimiy. al-Juz VII. Manhaj Nadq al-Matn. ‘Abd al-Hadi. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-Adlabiy. 1994. kolusi. KESIMPULAN Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw. Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah. mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian. Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir. Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw. Beirut: Dar al-Fikr. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy. al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy. Jilid III. Sunan al-Darimiy. Secara tekstual maupun secara kontekstual. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah. VI. dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt./1981 M. walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. 1401 H. Salah al-Din bin Ahmad. Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Metode Takhrij Hadis. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela. Al-Baghdadiy. dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut : • • • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. nepotisme dan individualistis di dalamnya.th. Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam. 1403 H. hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap.Ahmad Rifqi Muchtar. V.hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu . Juz X. IV. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah. t. isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy . Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan. keotentikan dan kesahihannya.

Cet. Ushul Fiqh. A. Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Departemen Agama RI.ke-1 . Amin. Al-Tahhan. Surabaya: Pen. t. M. 1398 H. Ibn Taymiyah. 1989.th. Juz I. 1403 H.t./1979. ‘Ulum al-Hadis. T. Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman. Halb : Matba’at al-Arabiyyah. .Siyar A’lam al-Nubala’. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). 1987. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah. Hanafi. Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. As-Siba’iy. Cet. Ibn Al-Salah.Ahmad.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah. Beirut: Mu’assasat al-Risalah. As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Mahkota. Ismail.Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. 1410 H. Beirut: Dar alKutb al-‘Ilmiyah. Cet. 1988. 1398 H./1983 M. 1980. 1972. Jakarta: Bulan Bintang./1990 M.ke-VII. Tabaqat al-Huffaz.Al-Suyutiy. Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah. Musthafa. Ke-7. Bandung: CV Rasyda. Islam Dari Masa Ke Masa.Syuhudi. Jakarta: Widjaya. Al-Darul Qaumiyyah. Al-Zahabiy. Edisi Refisi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->