PENDAHULUAN Sejak dulu di Negara Indonesia, hukum islam memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan hokum

di Indonesia selain hokum belanda yang berlaku saat ini. Setelah Indonesia berusia 60 tahun dan telah mengalami 6 kali pergantian presiden, hokum islam tetap di pakai dibeberapa bidang hukumdisamping hokum belanda tentunya. Seperti yang kita ketahui tentunya, gelombang reformasi yang menyapu seluruh kawasan Indonesia sejak kejatuhan suharto banyak memunculkan kembali lembaran sejarah masa lalu Indonesia. Salah satunya yang hingga hari ini menjadi sorotan adalah tuntutan untuk kembali kepada syari’at islam, atau hokum islam yang kemudian mrngundang beragam kontroversi di Indonesia. Kalau kita lihat lembarab sejarah Indonesia, salah satu factor pemicunya adalah tuntutan untuk mengembalikan tujuh kata bersejarah yang tadinya terdapat dalam pembukaan atau mukadimmah konstitusi Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia. Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keaneragaman perilaku dan adapt istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku seharihari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat. Mempelajari dan mendalami nilai moral agama dan kerukunan antar umat beragama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama baik laki-laki maupun perempuan, agar dalam kehidupan dapat melaksanakan perannya sebagai manusia. Oleh karena itu, manusia manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME. Ibadah dalam arti pengabdian yang bertujuan mencari ridho Allah SWT akan dapat dilaksanakan secara baik dan benar apabila didasari dengan pengetahuan agama, agar tercipta juga kerukunan antar umat beragama di Negara Indonesia.

Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi. Kerukunan antar umat manusia pada umumnya baik seagama maupun luar agama dapat diwujudkan apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai. Sejalan dengan agama ini agar pemeluk agama lain pun menghargai dan menghormati agama islam. Kerukunan antar umat islam didasarkan pada akidah islamnya dan pemenuhan kebutuhan social yang digambar kan bagaikan satu bangunan.KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. maka akibatnya pemeluk agama lain pun akan mecaci maki tuhan kita. maka orang tuanya pun akan dibalas oleh saudaranya untuk dicaci maki.jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh anggota tuybuh merasakan sakit. Artinya jika seseorang mencacimaki orang tua saudaranya. Demikian pula mencaci maki tuhan atau peribadatan agama lain. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Kerukunan antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan social dimana satu sama lain saling membutuhkan agar kebutuhan-kebutuhan hidup dapat ter penuhi. dimana umat islam satu sama lain saling menguatkan dan juga digambarkan seperti satu tubuh. Hal ini berbeda dengan kerukunan antar umat beragama atau umat manusia pada umumnya. Dalam ajaran islam seorang muslim tidak dibolehkan mencacimaki orang tuanya sendiri. Kerukunan dapat diklasifikan menjadi dua yaitu kerukunan antar umat islam dan kerukunan antar umat baragama atau antar umat manusia pada umumnya. .

Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. saling menghormati. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. pengaturan dan pemberdayaan. saling percaya diantara umat beragama. . dan 4. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. saling menghormati. bahkan menerbitkan rumah ibadah.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. saling pengertian. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. saling menghargai. di bidang pelayanan. 1. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Provinsi. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. toleransi antar umat beragama 2. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. Saling tenggang rasa. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. . apabila sakit salah satu anggota badan itu. Ali Imran: 103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Negara. dan kemanusiaan. “Janganlah bermusuh. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. Ibadah seperti zakat. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. dan dapat pula berarti pergaulan. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. sahabat. Bagi umat Islam. dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. Ali Imran 105). maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. persahabatan. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. (QS.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT ISLAM Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. kesatuan. juga untuk kemajuan agama.musuhan. maka Allah menjinakan antara hatimu. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. sedekah. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. Kata persatuan. teman. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah.

tidak boleh berhenti. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan." katanya. "Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. Dalam hal ini.MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. . berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. Menurut dia. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. Maftuh menjelaskan. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. Rabu. Kristen. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa. baik secara ilmu maupun karakter. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam." katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta." katanya. hingga kini masih sering muncul. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara. terus-menerus. Hindu. Buddha. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. Katolik.

prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar. sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas." katanya. Senada dengan Ma'ruf. "Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu. OFM. "Dalam hal kebangsaan." katanya. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Supaya bisa menjadi pemersatu."Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif. "Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis.M. etika dan nilai spiritual. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar." katanya.D Situmorang. "Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori.umat beragama. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka." katanya. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalahmasalah kemanusiaan." demikian Budi S Tanuwibowo. . Menurut dia. supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti "sepi" dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain. Ia menambahkan. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga menambahkan. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan.

saling menghormati.KESIMPULAN Kerukunan antar umat beragama dibedakan menjadi dua yaitu: 1. 2. dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan akan berada dalam satu ikatan. . saling pengertian. Kerukunan umat beragama antar sesama manusia. Sedangkan. saling menghargai dan kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan umat beragama antar sesame manusia yaitu Hubungan sesame umat beragama dilandasi dengan toleransi. Kerukunan antar umat beragama menurut islam yaitu Ukhuwah Islamiyah yang berarti gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai salah satu ikatan persaudaraan. berbangsa dan bernegara. Kerukunan umat agama menurut islam.

Anak-anak yang diberi makan dan minum dari hasil korupsi. maka korupsi digolongkan sebagai tindak pidana. sebagai berikut: 1. MUI Propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum korupsi. adalah berupa kelonggaran aturan yang semestinya diterapkan secara ketat. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan atau administrasinya. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW : ‫كل جس ٍ نبت من سحت فالنار أولى به )رواه البيهقي‬ ِ ِ َْ َ ُ ّ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ‫ُ ّ َ َد‬ Artinya: Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu (makanan & minuman) yang haram. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan maraknya praktek Korupsi. waktu. g. Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sejak dari tingkat desa hingga tingkat nasional. Menurut Robert Klitgaard dalam bukunya Controlling Corruption. serta ketidak-mengertian mereka tentang hukum Korupsi. dan melakukan berbagai kejahatan yang lain. dan sebagainya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. serta termasuk salah satu bentuk dari sikap khianat yang diharamkan oleh Allah SWT karena korupsi berdampak negatif dan sangat merugikan masyarakat luas. susah dididik menjadi anak yang shaleh. wewenang. dan at-tajawuz fi isti'mal al-haqq. Sebagai balas jasa yang diberikan oleh pejabat. korupsi didefinisikan sebagai berikut: a. Korupsi adalah suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Di antaranya adalah: a. disadari atau tidak. Merusak akhlak dan moral bangsa b. Ditinjau dari segi etimologi. Anak-anak seperti itu. Karena akibatnya yang merugikan itu. korupsi adalah. kerabat atau kroni". Menggerogoti kesejahteraan rakyat dan menghambat pelaksanaan pembangunan. Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah karena lemahnya iman dan penghayatan para pejabat negara terhadap ajaran-ajaran agama. suka tawuran. mengkonsumsi obat-obatan terlarang. b. cenderung mengabaikan ajaran agama. buruk. Menyebabkan siksa neraka. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan. mempraktekkan kehidupan free sex. dan rusak. menentang orang tua. maka lebih berhak masuk ke dalam neraka. c. ghulul.KKN menurut hukum islam Pada saat sekarang ini. "Tingkah laku menyimpang dari tugas resmi sebuah jabatan demi keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi. yang mau beribadah kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT f. Mengacaukan sistem perekonomian dan hukum c. Untuk menghentikan praktek KKN di kalangan pejabat pemerintah dan masyarakat luas. d. bangsa Indonesia tengah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi berkepanjangan yang salah satunya disebabkan oleh praktek Korupsi. Merugikan dan bahkan menimbulkan dlarar (bahaya) bagi orang lain e. Dalam prakteknya. Korupsi adalah perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan dana. bahwa korupsi dalam perspektif ajaran Islam adalah identik dengan risywah. kolusi dan nepotisme (KKN) serta cara memberantasnya. Sedangkan menurut istilah. Kolusi dan Nepotisme (KKN). korupsi berasal dari bahasa Inggris corruption yang berasal dari akar kata corrupt yang berarti jahat. Hal ini tidak lain karena mereka dibesarkan dari .

Karena hal itu termasuk manipulasi harga pembelian atau kontrak. dan komisi. yaitu: 1). bangsa atau negara. 5). Sebagaimana telah difirmankan dalam surat an-Nisa' ayat 29: ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إل أن تكون تجارة عن تراض)92(النساء‬ ٍ َ َ َ ً َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُُ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Artinya: Hai orang-orang yang beriman. 3. Manipulasi harga pembelian atau kontrak 3). masyarakat. Sedangkan karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. hal itu termasuk perbuatan yang tidak baik karena melanggar disiplin dan mengurangi produktivitas kerja sehingga merugikan pihak lain. 2). Penyelewengan dana.Nepotisme berasal dari bahasa Perancis nepote yang berarti keponakan. keponakan atau orang-orang yang mereka sukai. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang. manusia mempunyai ikatan jiwa yang lebih kuat dengan keluarga dan . 3). Berdasarkan penjelasan di atas. ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris collusion yang berarti persekongkolan atau kongkalikong. Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. 5. Perpajakan.makanan dan minuman yang dibeli dengan uang hasil korupsi yang secara tegas dilarang oleh Allah. An-Nisa'. Berdasarkan pengertian bahasa di atas. Kolusi. yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak. 2. Penggelapan dana atau pencurian langsung darikas. Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. dalam istilah yang populer tidak termasuk dalam kategori korupsi karena tidak berupa penyalah-gunaan wewenang atau penyelewengan dana. yang memberikan jabatan-jabatan kepada sanak. 4. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. famili. Penyalah-gunaan wewenang b. Pada umumnya. 4).Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menjelaskan praktek favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan Gereja Katolik Romawi (Paus dan para Kardinal) pada abad pertengahan. dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. maka pemberian imbalan di luar kontrak yang telah disepakati karena kita menyetujui pembelian atau pengadaan barang (kantor) dengan harga di atas harga yang wajar adalah termasuk korupsi yang diharamkan oleh Allah SWT. kualitas. Pengeluaran fiktif 2). 4: 29. maka Nepotisme dapat didefinisikan sebagai berikut: “Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam mem-berikan jabatan dan yang lain. Pemberian izin usaha.Hal ini menyangkut harga. Jenis dan kategori korupsi adalah sebagai berikut: a. Sungguh pun demikian. baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber praktek korupsi. seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: 1). Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain.

Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik.sanak famili dibanding dengan orang lain. Pada umumnya. padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut. . e. atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan -apalagi jabatan yang sangat strategis-kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan. kerabat memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. 6. sebagai berikut: ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ ً ُ َ َ َ ْ َ ْ ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ِ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ َن‬ ‫عن ابن عباس رضي ال عنهما قال قال رسول ال صلى ال عليه وسلم م ِ استعمل رجل من عصابة وفي تلك العصابة‬ ‫من هو أرضى ل منه فقد خان ال وخان رسوله وخان المؤمنين )رواه الحاكم‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ُ ْ َ "Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga. maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan. b. Hal ini sesuai dengan teori 'ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain. keluarga lebih mudah fit in dibanding non keluarga. Oleh karena itu. maka ia telah berkhianat kepadaAllah. Pada umumnya keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. Adapun nepotisme yang disertai dengan pertimbangan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. lebih senang memberikan jabatanjabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. Pada umumnya keluarga lebih mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan secara efektif dibandingkan dengan orang lain. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya? Menurut ajaran Islam. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari sahabat Abdullah ibn Abbas. Pada umumnya keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. Permasalahannya adalah. maka hal itu tidak dilarang. Rasulullah dan orang-orang yang beriman". Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. maka akan mendorong semangat kerja orang lain. bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yang disenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. d. f. c. Pada umumnya. padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme.

sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa. sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya alTurmuziy.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam alQur’an surat al-Hasyr : 7 . dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut. dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya. pemalsuan. terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. (awal akhir abad ke II H. mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian. maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum. yakni al-hadis. dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah.KKN MENURUT HADIS Penelitian Metodologis Hadis Masalah Korupsi. Dengan kata lain bahwa. keotentikan. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ‫) ا ل و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ) رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى‬ “ Wahai Umatku. di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an. Abu Dawud. Dalam hal ini Nabi saw. tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi. alqur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama. tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam. Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum.[2] [3] Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas. hasan maupun da’if. adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua.[5] Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. Ahmad. ‫ا‬ ‫وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا ل ا ن ا ل شـد يد ا لعقا ب‬ “ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia. sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”. Kolusi. jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam. sedangkan hadis Nabi saw. Nepotisme dan Individualistis Studi Kasus Atas Hadis Abu Humaidy Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Dalam Melaksanakan Tugas Oleh : Sholeh Ahmad PENDAHULUAN Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. dan kesahihannya. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. (HR. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum .[4] Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw.).[6] Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. dan bertakwalah kepada Allah. Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya. atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M. dan Turmuziy ). mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. ada yang di anggap sahih.

[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis. di temukan di dalamnya beberapa kata kunci. dan dalam kitab “al-Sair” bab 52. ]الصدقة ( – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو‬dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian. Kemudian guna kepentingan penelitian. alTadrib ( latihan ). dan al-Tawjih (pengarahan). yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis.1939 M.hadis bi alfaz). yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w. Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa.[9] Untuk penggunaan metode yang pertama. Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih. yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al. tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman : ‫حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قـال اخـبر نـى عـروة عـن ابـى حميـد السـا عـدى انـه اخـبره ا ن رسـول الـ‬ ‫صلىال عليه وسلم استعمل عامل فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول ال هذا لكم وهذا اهدى لى فقـال لـه افل‬ ‫قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام ل ثم قام رسول ال صلى ال عليه وسلم عشية بعد الصلة فتشهد واثنــى‬ . Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat.Hadis Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya). dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah. hasan atau da’if. seperti : ‫ . hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw. bab III.[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’).P.غـــــــل‬sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik .tersebut berkualitas sahih. adalah terdapat dua macam metode. yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30.) dan J. PEMBAHASAN SANAD DAN MATAN HADIS MENERIMA HADIAH BAGI PARA PEJABAT TENTANG LARANGAN Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat Takhrij al. maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : ‫استعمل عا مل ) على‬ 10] ‫ . yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan. Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya . sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya. yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”. ا ستعمل عا مل – ا هدي . Sunan al-Darimiy. Mensing. memuat dua riwayat. hasan ataupun da’if. masing-masing terdapat pada : • • Sahih al-Bukhariy. penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam alMufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy. Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis. yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan.

dari al‬‬‫‪Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku. dia telah‬‬ ‫‪memberitakannya. al-Zuhriy. Kemudian sesudah‬‬ ‫:‪shalat Rasulullah Saw.‫على ال بماهو اهله ثم قال اما بعد. melainkan ia akan menghadap‬‬ ‫‪di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya. ‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy‬‬ .‪atasnya seperti : Abu al-Yaman. Maka sungguh aku telah‬‬ ‫‪menyampaikan . Maka Rasulullah Saw. mengangkat kedua‬‬ ‫. jika berupa‬‬ ‫‪lembu akan menguak.]11‬ ‫:‪Terjemahnya‬‬ ‫‪Abu al-Yaman menceritakan kepada kami. sesungguhnya Rasulullah Saw. kemudian‬‬ ‫‪ia datang lalu berkata. Berkata pula Abu Humaid‬‬ ‫.‪sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw‬‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat‬‬ ‫اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لســا عــدى انــه اخــبره ان النــبى‬ ‫صلى ال عليه وسلم استعمل عا مل على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ‬ ‫من عمله فقا ل يارسول ال هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم فهل قعـدت فى بيت ابيك وا مــك‬ ‫فنظرت ا يهد ى لك ا م ل ثم قال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصلة علىا لمنبر فتشــهد فحمــدا لـ وا ثنــى عليــه‬ ‫بما هو اهله ثم قال ا ما بعد. jika berupa onta akan bersuara. Syu’aib. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda‬‬ ‫‪Amma ba’du. mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya. hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya. Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw.فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افل قعد فــى بيــت‬ ‫ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام ل فوالذى نفسى محمد بيده ل يغل احد كم منها شياء ال جاء به يوم القيمــا مــة يحملــه علــى‬ ‫عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جــاء بهــا تيعــر فقــد بلغــت فقــال ابــو‬ ‫حميد ثم رفع رسول ال صلى ال عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيــد بــن‬ ‫]ثا بت من النبى صلى ال عليه وسلم فسلوه. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada‬‬ ‫‪Rasulullah Saw.فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهل قعد فى بيــت ا بيــه‬ ‫وا مه فينظر ا يهدى له ام ل والذى نفس محمد بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ال جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقــه ا‬ ‫ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد‬ ‫ثم رفع ا لنبى صلىا ل عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى مــن رســول ا‬ ‫]ل صلىا ل عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-]21‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair‬‬ ‫اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا ل نصا رى ثم ا لسا‬ ‫عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا ل عليه وسلم ا ستعمل عا مل على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ مــن عملــه فقــا ل‬ ‫يا رسول ا ل هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا ل عليه وسلم فهل قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهــد‬ ‫ى لك ا م ل ثم قا م ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصل ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا ل بما هو اهله ثم قا ل ا‬ ‫ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهل قعد فى بيت ا بيــه وا مــه فينظــر هــل‬ ‫يهد ى له ام ل – وا لذ ى نفسى بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ا ل جاء به يوم ا لقيا مــة يحملــه علــى عنقــه ا ن كــا ن بعيــرا‬ ‫جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول‬ ‫ا ل صلىا ل عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنــبى صــلى ا ل ـ‬ ‫]عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – ]31‬ ‫‪Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat‬‬ ‫‪Berdasarkan Penelitian Sanad‬‬ ‫‪Dalam bab ini. dan jika berupa kambing akan mengembik. Syu’aib memberitakan kepada kami. Tiada seorang yang‬‬ ‫‪menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi). bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di‬‬ ‫‪rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak.‪tangannya. mengapa ia tidak‬‬ ‫‪duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau‬‬ ‫‪tidak. dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang‬‬ ‫‪kepadaku. ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah. penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat‬‬ ‫‪terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di‬‬ ‫. dari Abi Humaid al-Saidiy. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk‬‬ ‫‪menertima sedekah/zakat.

sidq. tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat. yakni Abu Humaid al Saidiy. (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w. wara’ dan zuhud. di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman.[16] Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H. Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri. Dan dia itu termasuk orang yang siqat. al – Darimiy. dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. akhbarana (ana). ‘an.Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”. akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir. Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat. Oleh karena itu. dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy. dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman . keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat.). Abu al-Yaman. yakni Abu Humaid alSaidiy. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah : 15] ‫]ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند‬ “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw. mengumpulkan dan menghafalkannya. haddasana (sana). sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain. bukan terletak pada matan hadis. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”. 268 H. hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya. Berdasarkan Kritik Sanad Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy. bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi. adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain . bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas. Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad.[18] . dan anna. ketiga. (2) Ahmad bin Sayyar (w.). Pada tingkat kedua. yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’. al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir. Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja. akhbaraniy. Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama.). seperti : (1) Ahmad bin Hambal. bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam.[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih . kecuali pada tingkat sahabat.[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy. Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah. berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy : Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) . Dalam riwayat hidupnya.463 H. seperti lafal: Haddasaniy.

). al-Zuhriy adalah orang . bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat. Ahmad menilai bahwa. (3) Al-Lays menyatakan bahwa. ilmuwan.). Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya. dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb. Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah. Abu al-Yaman menilai. al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa. periwayat yang faqih dan jami’. Dengan demikian bahwa. dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit). ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah. yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’. Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya. lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”. Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara alQira’ah.dan ia mendengarkan.162 H.[20] Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut.).[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah. Abu al-Yaman adalah orang yang siqat. Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”. dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman. maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. menilai Syu’ayb bersifat siqat. seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya. Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa. Ibn Ma’in. (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa. Syu’ayb. Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. Dia menerima hadis dari al-Zuhriy. Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya. salih alhadis. Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy. maka dapat di simpulkan bahwa. yakni al-Zuhriy. (2) Abu al-Zinad. sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya. Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik. yang berarti pula bahwa.221/222 H. Al-Zuhriy.Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w. al-‘Ijliy. Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung. Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy.[22] Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w. Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis. saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab. baik melalui lesan maupun tulisan. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad. Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis.[24] Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib alQuraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H. Abu Hatim dan al-Nasa’iy. Ia menerima hadis dari ‘Urwah. Ya’qub bin Syaybah. Syu’ayb itu sabt.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb.

[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. Hisyam (putranya) dan lain-lain. dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw. ‘Urwah adalah seorang yang siqat.). Sedang murid-muridnya adalah alZuhriy. Menurut penilaian ahli kritik hadis. sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung. karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil). Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya. Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H. menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya). ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat. Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad.[28] Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi. seperti :Zainab bint Umm Salamah. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat. faqih. Abu Humaid. al-Bukhariy. Imam alNasa’iy. dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman.ma’mun.[29] Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan. di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri. ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat. (3) Sufyan bin Uyaynah (w. salah seorang yang di percaya Nabi Saw. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syaratsyarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis. (2) al-Ijliy mengatakan bahwa. ‘Urwah bin al-Zubayr.‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy. menempatkannya sebagai al-tabaqat alsaniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah. adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa.). ‘alim dan sabt. juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. dan ibn Hibban.[26] Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut. yaitu : al-Qasim bin Muhammad. dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya. Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya. Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw. Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas . bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat. adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun. saleh dan tidak pernah terkena fitnah. Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit. Berdasarkan Penelitian Matan .[27] Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al.198 H. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ). ‘Urwah. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad.yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi. Muslim. juga kepada Abu Humaid al-Saidiy. mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah. faqih.

tetapi matannya sahih. Jadi apabila seseorang menerima . Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual Pemahaman Secara Tekstual Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian. Untuk mengetahui bahwa. adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya. suatu matan hadis itu berkualitas sahih.[33] Musthafa alSiba’iy menambahkan bahwa.غــــــل‬terangkatnya seorang pegawai. hubungan tertentu atau latar belakang tertentu. yakni sanadnya da’if. Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih. maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih. tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi). sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak. kemudian menmerima hadiah.Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting .فهل‬yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur). tetapi lebih bersifat umum.pejabat. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil. minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur. matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi. apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi. (3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya. Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah. Pemahaman Secara Kontekstual Secara kontekstual.[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak. ketika selesai turun dari mimbar shalat. mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis. Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. tetapi di curigai oleh Nabi Saw. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya. dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak. pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ‫ . atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti. b. maka dapat di simpulkan bahwa. nepotisme dan individualistis. (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir. mempunyai maksud-maksud tertentu. sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela. apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih. suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul). (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya. tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja.).[34] Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteriakriteria tersebut di atas. maka Nabi Saw.اهــــدي . ا فل . Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”. di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan alQur’an.[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya. dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw. tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah. di antaranya : ‫ ( اســــتعمل عــــا مل .

t. Al-Bukhariy. 1401 H. isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy . Semarang: Dina Utama. Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Salah al-Din bin Ahmad. Agil Husain Munawwar dan H. Juz IV. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa alNasyr wa al-Tawziy. tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. kolusi. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima . Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. Beirut: Dar al-Fikr. apabila di lihat dari kualitas sanad. nepotisme dan individualistis di dalamnya. Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Sunan Abu Dawud. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah.th. t. Secara tekstual maupun secara kontekstual. Sahih alBukhariy. Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah. untuk memuliakan satu dengan yang lainnya. .hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu . 1994. Manhaj Nadq al-Matn. IV. dan VII. Al-Darimiy. dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt. bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw. 1403 H. Sunan al-Darimiy. Metode Takhrij Hadis./1981 M. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw.t. ‘Abd al-Hadi. al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy.th. mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian. KESIMPULAN Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi. Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir. Al-‘Asqalaniy. al-Juz VII. walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. nepotisme dan individualistis. V. kolusi. VI. Beirut: Dar al-Fikr. maupun matannya adalah berkualitas sahih. Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam.Ahmad Rifqi Muchtar. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah. berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu. Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-Adlabiy./1983 M. Juz X. Al-Baghdadiy. Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam. Tahzib al-Tahzib. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela. dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut : • • • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an./1984 M.S. di terjemahkan oleh H. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy. 1404 H.th. hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap. yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya. keotentikan dan kesahihannya. Al-Sijistaniy. Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as.

As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah.ke-1 . Departemen Agama RI. Cet. Ismail. Amin.ke-VII. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Juz I.Siyar A’lam al-Nubala’./1990 M. Surabaya: Pen. . Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah. Al-Darul Qaumiyyah. Ibn Al-Salah. Cet. 1989. 1403 H. Beirut: Dar alKutb al-‘Ilmiyah. Beirut: Mu’assasat al-Risalah. 1987. Edisi Refisi. As-Siba’iy. ‘Ulum al-Hadis. Hanafi. Musthafa./1983 M.th.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah. T. Islam Dari Masa Ke Masa. 1988.Al-Suyutiy. Al-Zahabiy. Jakarta: Widjaya. Bandung: CV Rasyda. Al-Tahhan.Ahmad. Jakarta: Bulan Bintang. 1980. Mahkota. Tabaqat al-Huffaz. 1398 H./1979. t.Syuhudi.t. Ushul Fiqh. 1410 H. A.Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. Ke-7. Halb : Matba’at al-Arabiyyah. Ibn Taymiyah. 1972. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. M. Cet. 1398 H. Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful