PENDAHULUAN Sejak dulu di Negara Indonesia, hukum islam memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan hokum

di Indonesia selain hokum belanda yang berlaku saat ini. Setelah Indonesia berusia 60 tahun dan telah mengalami 6 kali pergantian presiden, hokum islam tetap di pakai dibeberapa bidang hukumdisamping hokum belanda tentunya. Seperti yang kita ketahui tentunya, gelombang reformasi yang menyapu seluruh kawasan Indonesia sejak kejatuhan suharto banyak memunculkan kembali lembaran sejarah masa lalu Indonesia. Salah satunya yang hingga hari ini menjadi sorotan adalah tuntutan untuk kembali kepada syari’at islam, atau hokum islam yang kemudian mrngundang beragam kontroversi di Indonesia. Kalau kita lihat lembarab sejarah Indonesia, salah satu factor pemicunya adalah tuntutan untuk mengembalikan tujuh kata bersejarah yang tadinya terdapat dalam pembukaan atau mukadimmah konstitusi Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia. Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keaneragaman perilaku dan adapt istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku seharihari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat. Mempelajari dan mendalami nilai moral agama dan kerukunan antar umat beragama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama baik laki-laki maupun perempuan, agar dalam kehidupan dapat melaksanakan perannya sebagai manusia. Oleh karena itu, manusia manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME. Ibadah dalam arti pengabdian yang bertujuan mencari ridho Allah SWT akan dapat dilaksanakan secara baik dan benar apabila didasari dengan pengetahuan agama, agar tercipta juga kerukunan antar umat beragama di Negara Indonesia.

Demikian pula mencaci maki tuhan atau peribadatan agama lain. maka akibatnya pemeluk agama lain pun akan mecaci maki tuhan kita. Artinya jika seseorang mencacimaki orang tua saudaranya. Hal ini berbeda dengan kerukunan antar umat beragama atau umat manusia pada umumnya.jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh anggota tuybuh merasakan sakit. Kerukunan antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan social dimana satu sama lain saling membutuhkan agar kebutuhan-kebutuhan hidup dapat ter penuhi. Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi. Kerukunan dapat diklasifikan menjadi dua yaitu kerukunan antar umat islam dan kerukunan antar umat baragama atau antar umat manusia pada umumnya. Kerukunan antar umat manusia pada umumnya baik seagama maupun luar agama dapat diwujudkan apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai. dimana umat islam satu sama lain saling menguatkan dan juga digambarkan seperti satu tubuh.KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. . maka orang tuanya pun akan dibalas oleh saudaranya untuk dicaci maki. Dalam ajaran islam seorang muslim tidak dibolehkan mencacimaki orang tuanya sendiri. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Kerukunan antar umat islam didasarkan pada akidah islamnya dan pemenuhan kebutuhan social yang digambar kan bagaikan satu bangunan. Sejalan dengan agama ini agar pemeluk agama lain pun menghargai dan menghormati agama islam.

PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. . Provinsi. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. pengaturan dan pemberdayaan. bahkan menerbitkan rumah ibadah. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. di bidang pelayanan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. 1. saling percaya diantara umat beragama. toleransi antar umat beragama 2. saling menghargai. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat. saling pengertian. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. dan 4. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara. saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. Saling tenggang rasa. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. saling menghormati. saling menghormati. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah.

“Janganlah bermusuh. sedekah. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. kesatuan. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. (QS. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. Ali Imran 105).PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT ISLAM Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. Kata persatuan. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. sahabat. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. . Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. Ali Imran: 103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. teman. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. persahabatan. dan kemanusiaan. maka Allah menjinakan antara hatimu. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Negara. dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual.musuhan. Bagi umat Islam. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. apabila sakit salah satu anggota badan itu. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. Ibadah seperti zakat. dan dapat pula berarti pergaulan. juga untuk kemajuan agama.

Kristen." katanya. Hindu. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang." katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta. tidak boleh berhenti. Buddha. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara. Rabu. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan. Menurut dia. "Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. terus-menerus. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. .MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa. baik secara ilmu maupun karakter. Katolik. hingga kini masih sering muncul. Dalam hal ini. Maftuh menjelaskan. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan." katanya. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa.

supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti "sepi" dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain." katanya.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. "Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain." katanya. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Supaya bisa menjadi pemersatu." katanya." katanya." demikian Budi S Tanuwibowo. "Dalam hal kebangsaan. "Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar. sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan.M. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif."Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. Menurut dia.umat beragama. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. Ia menambahkan. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalahmasalah kemanusiaan.D Situmorang. . etika dan nilai spiritual. Senada dengan Ma'ruf. "Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka. Ia juga menambahkan. OFM.

KESIMPULAN Kerukunan antar umat beragama dibedakan menjadi dua yaitu: 1. Sedangkan. saling menghargai dan kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan umat beragama antar sesama manusia. 2. Kerukunan antar umat beragama menurut islam yaitu Ukhuwah Islamiyah yang berarti gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai salah satu ikatan persaudaraan. saling menghormati. Kerukunan umat agama menurut islam. Kerukunan umat beragama antar sesame manusia yaitu Hubungan sesame umat beragama dilandasi dengan toleransi. . saling pengertian. berbangsa dan bernegara. dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan akan berada dalam satu ikatan.

sebagai berikut: 1. wewenang. Merugikan dan bahkan menimbulkan dlarar (bahaya) bagi orang lain e.KKN menurut hukum islam Pada saat sekarang ini. c. maka lebih berhak masuk ke dalam neraka. disadari atau tidak. Korupsi adalah perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan dana. Di antaranya adalah: a. suka tawuran. Dalam prakteknya. susah dididik menjadi anak yang shaleh. Menurut Robert Klitgaard dalam bukunya Controlling Corruption. b. bangsa Indonesia tengah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi berkepanjangan yang salah satunya disebabkan oleh praktek Korupsi. waktu. Sebagai balas jasa yang diberikan oleh pejabat. serta termasuk salah satu bentuk dari sikap khianat yang diharamkan oleh Allah SWT karena korupsi berdampak negatif dan sangat merugikan masyarakat luas. Menyebabkan siksa neraka. bahwa korupsi dalam perspektif ajaran Islam adalah identik dengan risywah. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT f. dan sebagainya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. dan at-tajawuz fi isti'mal al-haqq. menentang orang tua. Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah karena lemahnya iman dan penghayatan para pejabat negara terhadap ajaran-ajaran agama. serta ketidak-mengertian mereka tentang hukum Korupsi. kerabat atau kroni". ghulul. "Tingkah laku menyimpang dari tugas resmi sebuah jabatan demi keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi. Untuk menghentikan praktek KKN di kalangan pejabat pemerintah dan masyarakat luas. korupsi didefinisikan sebagai berikut: a. Korupsi adalah suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Hal ini tidak lain karena mereka dibesarkan dari . MUI Propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum korupsi. buruk. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan. yang mau beribadah kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua. Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sejak dari tingkat desa hingga tingkat nasional. Anak-anak yang diberi makan dan minum dari hasil korupsi. maka korupsi digolongkan sebagai tindak pidana. Kolusi dan Nepotisme (KKN). mempraktekkan kehidupan free sex. Merusak akhlak dan moral bangsa b. korupsi berasal dari bahasa Inggris corruption yang berasal dari akar kata corrupt yang berarti jahat. Sedangkan menurut istilah. dan rusak. adalah berupa kelonggaran aturan yang semestinya diterapkan secara ketat. Ditinjau dari segi etimologi. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW : ‫كل جس ٍ نبت من سحت فالنار أولى به )رواه البيهقي‬ ِ ِ َْ َ ُ ّ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ‫ُ ّ َ َد‬ Artinya: Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu (makanan & minuman) yang haram. mengkonsumsi obat-obatan terlarang. d. korupsi adalah. cenderung mengabaikan ajaran agama. kolusi dan nepotisme (KKN) serta cara memberantasnya. Anak-anak seperti itu. dan melakukan berbagai kejahatan yang lain. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan maraknya praktek Korupsi. g. Mengacaukan sistem perekonomian dan hukum c. Menggerogoti kesejahteraan rakyat dan menghambat pelaksanaan pembangunan. Karena akibatnya yang merugikan itu. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan atau administrasinya.

5). Manipulasi harga pembelian atau kontrak 3). 4). Pengeluaran fiktif 2). 3. Sedangkan karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.makanan dan minuman yang dibeli dengan uang hasil korupsi yang secara tegas dilarang oleh Allah. 4: 29. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menjelaskan praktek favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan Gereja Katolik Romawi (Paus dan para Kardinal) pada abad pertengahan. Penggelapan dana atau pencurian langsung darikas. Penyelewengan dana. Jenis dan kategori korupsi adalah sebagai berikut: a. yang memberikan jabatan-jabatan kepada sanak. dan komisi. hal itu termasuk perbuatan yang tidak baik karena melanggar disiplin dan mengurangi produktivitas kerja sehingga merugikan pihak lain. famili. yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak. kualitas. yaitu: 1). masyarakat. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber praktek korupsi. 2.Nepotisme berasal dari bahasa Perancis nepote yang berarti keponakan. dalam istilah yang populer tidak termasuk dalam kategori korupsi karena tidak berupa penyalah-gunaan wewenang atau penyelewengan dana. 3). Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. manusia mempunyai ikatan jiwa yang lebih kuat dengan keluarga dan . Pemberian izin usaha. dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. maka Nepotisme dapat didefinisikan sebagai berikut: “Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam mem-berikan jabatan dan yang lain. Penyalah-gunaan wewenang b. Karena hal itu termasuk manipulasi harga pembelian atau kontrak.Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. Sungguh pun demikian. keponakan atau orang-orang yang mereka sukai. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang. Sebagaimana telah difirmankan dalam surat an-Nisa' ayat 29: ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إل أن تكون تجارة عن تراض)92(النساء‬ ٍ َ َ َ ً َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُُ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Artinya: Hai orang-orang yang beriman. baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. Berdasarkan penjelasan di atas. Pada umumnya.Hal ini menyangkut harga. Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain. An-Nisa'. Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. 2). Berdasarkan pengertian bahasa di atas. maka pemberian imbalan di luar kontrak yang telah disepakati karena kita menyetujui pembelian atau pengadaan barang (kantor) dengan harga di atas harga yang wajar adalah termasuk korupsi yang diharamkan oleh Allah SWT. Kolusi. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: 1). Perpajakan. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris collusion yang berarti persekongkolan atau kongkalikong. 4. bangsa atau negara. 5.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan. Pada umumnya. Pada umumnya keluarga lebih mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan secara efektif dibandingkan dengan orang lain. bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yang disenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. maka akan mendorong semangat kerja orang lain.sanak famili dibanding dengan orang lain. atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya? Menurut ajaran Islam. . d. f. seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan -apalagi jabatan yang sangat strategis-kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. b. Permasalahannya adalah. maka hal itu tidak dilarang. keluarga lebih mudah fit in dibanding non keluarga. padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. Adapun nepotisme yang disertai dengan pertimbangan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. Hal ini sesuai dengan teori 'ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. maka ia telah berkhianat kepadaAllah. 6. c. Pada umumnya keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. lebih senang memberikan jabatanjabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan. padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut. bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari sahabat Abdullah ibn Abbas. sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik. kerabat memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Pada umumnya. Pada umumnya keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. sebagai berikut: ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ ً ُ َ َ َ ْ َ ْ ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ِ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ َن‬ ‫عن ابن عباس رضي ال عنهما قال قال رسول ال صلى ال عليه وسلم م ِ استعمل رجل من عصابة وفي تلك العصابة‬ ‫من هو أرضى ل منه فقد خان ال وخان رسوله وخان المؤمنين )رواه الحاكم‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ُ ْ َ "Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga. Rasulullah dan orang-orang yang beriman". e.

atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M. dan kesahihannya. yakni al-hadis. dan Turmuziy ). adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua.). Abu Dawud. (awal akhir abad ke II H. tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam. dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya. Dengan kata lain bahwa. terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah. ‫ا‬ ‫وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا ل ا ن ا ل شـد يد ا لعقا ب‬ “ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Ahmad. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya. Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum. alqur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama.[6] Berdasarkan latar belakang masalah tersebut.KKN MENURUT HADIS Penelitian Metodologis Hadis Masalah Korupsi. Dalam hal ini Nabi saw.[5] Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum . hasan maupun da’if. mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian. di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an. (HR. ada yang di anggap sahih. jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam. sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya alTurmuziy. pemalsuan. Kolusi. sedangkan hadis Nabi saw. dan bertakwalah kepada Allah. sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”.[4] Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ‫) ا ل و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ) رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى‬ “ Wahai Umatku.[2] [3] Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam alQur’an surat al-Hasyr : 7 . maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum. tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi. di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw. sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. Nepotisme dan Individualistis Studi Kasus Atas Hadis Abu Humaidy Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Dalam Melaksanakan Tugas Oleh : Sholeh Ahmad PENDAHULUAN Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. keotentikan. dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut.

Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat.) dan J. Sunan al-Darimiy. Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya . dan al-Tawjih (pengarahan). ا ستعمل عا مل – ا هدي . hasan ataupun da’if. yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30. Mensing. hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw.[9] Untuk penggunaan metode yang pertama. maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian. tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. bab III. yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w. masing-masing terdapat pada : • • Sahih al-Bukhariy. adalah terdapat dua macam metode.tersebut berkualitas sahih. yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al. Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa. yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan. maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : ‫استعمل عا مل ) على‬ 10] ‫ . alTadrib ( latihan ). di temukan di dalamnya beberapa kata kunci. memuat dua riwayat.1939 M. hasan atau da’if. PEMBAHASAN SANAD DAN MATAN HADIS MENERIMA HADIAH BAGI PARA PEJABAT TENTANG LARANGAN Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat Takhrij al. Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman : ‫حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قـال اخـبر نـى عـروة عـن ابـى حميـد السـا عـدى انـه اخـبره ا ن رسـول الـ‬ ‫صلىال عليه وسلم استعمل عامل فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول ال هذا لكم وهذا اهدى لى فقـال لـه افل‬ ‫قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام ل ثم قام رسول ال صلى ال عليه وسلم عشية بعد الصلة فتشهد واثنــى‬ .hadis bi alfaz). ]الصدقة ( – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو‬dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. Kemudian guna kepentingan penelitian.[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis. dan dalam kitab “al-Sair” bab 52.[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’). dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah. yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”. Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis. Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih. yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan.Hadis Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya). sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya.غـــــــل‬sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik .P. penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam alMufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy. yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis. seperti : ‫ .

mengangkat kedua‬‬ ‫. Syu’aib. dari al‬‬‫‪Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada‬‬ ‫‪Rasulullah Saw.]11‬ ‫:‪Terjemahnya‬‬ ‫‪Abu al-Yaman menceritakan kepada kami. Maka Rasulullah Saw. mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya. Berkata pula Abu Humaid‬‬ ‫. jika berupa onta akan bersuara.فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهل قعد فى بيــت ا بيــه‬ ‫وا مه فينظر ا يهدى له ام ل والذى نفس محمد بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ال جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقــه ا‬ ‫ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد‬ ‫ثم رفع ا لنبى صلىا ل عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى مــن رســول ا‬ ‫]ل صلىا ل عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-]21‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair‬‬ ‫اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا ل نصا رى ثم ا لسا‬ ‫عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا ل عليه وسلم ا ستعمل عا مل على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ مــن عملــه فقــا ل‬ ‫يا رسول ا ل هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا ل عليه وسلم فهل قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهــد‬ ‫ى لك ا م ل ثم قا م ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصل ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا ل بما هو اهله ثم قا ل ا‬ ‫ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهل قعد فى بيت ا بيــه وا مــه فينظــر هــل‬ ‫يهد ى له ام ل – وا لذ ى نفسى بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ا ل جاء به يوم ا لقيا مــة يحملــه علــى عنقــه ا ن كــا ن بعيــرا‬ ‫جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول‬ ‫ا ل صلىا ل عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنــبى صــلى ا ل ـ‬ ‫]عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – ]31‬ ‫‪Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat‬‬ ‫‪Berdasarkan Penelitian Sanad‬‬ ‫‪Dalam bab ini. hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya.‪atasnya seperti : Abu al-Yaman.‫على ال بماهو اهله ثم قال اما بعد. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda‬‬ ‫‪Amma ba’du.فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افل قعد فــى بيــت‬ ‫ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام ل فوالذى نفسى محمد بيده ل يغل احد كم منها شياء ال جاء به يوم القيمــا مــة يحملــه علــى‬ ‫عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جــاء بهــا تيعــر فقــد بلغــت فقــال ابــو‬ ‫حميد ثم رفع رسول ال صلى ال عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيــد بــن‬ ‫]ثا بت من النبى صلى ال عليه وسلم فسلوه. dia telah‬‬ ‫‪memberitakannya. ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah. dan jika berupa kambing akan mengembik. Kemudian sesudah‬‬ ‫:‪shalat Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di‬‬ ‫‪rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak.‪tangannya. Maka sungguh aku telah‬‬ ‫‪menyampaikan . Syu’aib memberitakan kepada kami. ‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy‬‬ . penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat‬‬ ‫‪terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di‬‬ ‫. melainkan ia akan menghadap‬‬ ‫‪di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya. dari Abi Humaid al-Saidiy.‪sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw‬‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat‬‬ ‫اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لســا عــدى انــه اخــبره ان النــبى‬ ‫صلى ال عليه وسلم استعمل عا مل على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ‬ ‫من عمله فقا ل يارسول ال هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم فهل قعـدت فى بيت ابيك وا مــك‬ ‫فنظرت ا يهد ى لك ا م ل ثم قال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصلة علىا لمنبر فتشــهد فحمــدا لـ وا ثنــى عليــه‬ ‫بما هو اهله ثم قال ا ما بعد. jika berupa‬‬ ‫‪lembu akan menguak. mengapa ia tidak‬‬ ‫‪duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau‬‬ ‫‪tidak. Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw. al-Zuhriy. sesungguhnya Rasulullah Saw. kemudian‬‬ ‫‪ia datang lalu berkata. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk‬‬ ‫‪menertima sedekah/zakat. Tiada seorang yang‬‬ ‫‪menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi). dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang‬‬ ‫‪kepadaku.

[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy. Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri.463 H. Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja.[18] . dan anna. dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman . sidq. berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy : Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) . al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw. akhbaraniy. yakni Abu Humaid al Saidiy.). Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat. (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w. (2) Ahmad bin Sayyar (w. Dan dia itu termasuk orang yang siqat. yakni Abu Humaid alSaidiy. dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy. Pada tingkat kedua. dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir. Dalam riwayat hidupnya. keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat. dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. seperti lafal: Haddasaniy. kecuali pada tingkat sahabat. Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”. 268 H. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah : 15] ‫]ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند‬ “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. ‘an. Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama. akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir. Oleh karena itu. bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi. hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih . sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. haddasana (sana).[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’. wara’ dan zuhud. bukan terletak pada matan hadis. al – Darimiy. hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad. mengumpulkan dan menghafalkannya. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy. Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”. Abu al-Yaman.[16] Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H. sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain.).Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad. Berdasarkan Kritik Sanad Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy. adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain .). seperti : (1) Ahmad bin Hambal. akhbarana (ana). di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya. bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam. tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat. ketiga. bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas.

saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab. Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis. Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah.162 H. Dengan demikian bahwa. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis. Ya’qub bin Syaybah. ilmuwan. Ibn Ma’in.Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w.). Ahmad menilai bahwa. Al-Zuhriy. maka dapat di simpulkan bahwa.dan ia mendengarkan. dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy. Abu al-Yaman adalah orang yang siqat. maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya. Ia menerima hadis dari ‘Urwah. baik melalui lesan maupun tulisan.[20] Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut. Abu al-Yaman menilai. sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb. Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy. ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah. Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi. dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit). yang berarti pula bahwa.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb.[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah. Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa. Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara alQira’ah. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad.221/222 H. yakni al-Zuhriy. (3) Al-Lays menyatakan bahwa. menilai Syu’ayb bersifat siqat. al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah. al-Zuhriy adalah orang . Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya.[24] Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib alQuraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H. salih alhadis. Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat. Syu’ayb. Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy. al-‘Ijliy. Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa.[22] Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w. Abu Hatim dan al-Nasa’iy. Syu’ayb itu sabt. Dia menerima hadis dari al-Zuhriy. (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa. seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya. Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya. periwayat yang faqih dan jami’.).). bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya. Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’. dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman. (2) Abu al-Zinad. Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik. lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”.

Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya.). al-Bukhariy.). dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya. (2) al-Ijliy mengatakan bahwa. mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah. Menurut penilaian ahli kritik hadis.[26] Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut.[27] Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al. sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung. Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit. menempatkannya sebagai al-tabaqat alsaniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah.yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi. Hisyam (putranya) dan lain-lain. Berdasarkan Penelitian Matan . adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa. juga kepada Abu Humaid al-Saidiy.‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy. ‘Urwah. faqih. tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ). Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H. dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat.ma’mun.[28] Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi. di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri. Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas . yaitu : al-Qasim bin Muhammad. juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. faqih. ‘Urwah adalah seorang yang siqat. ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad.198 H. dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman. salah seorang yang di percaya Nabi Saw. dan ibn Hibban. Sedang murid-muridnya adalah alZuhriy. Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad. (3) Sufyan bin Uyaynah (w. Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan. Abu Humaid. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syaratsyarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”. karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil). Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw. Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya. menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat. ‘Urwah bin al-Zubayr.[29] Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. seperti :Zainab bint Umm Salamah. ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat. adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji. ‘alim dan sabt. Muslim. saleh dan tidak pernah terkena fitnah. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya). Imam alNasa’iy. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat.[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun.

Untuk mengetahui bahwa. (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir. tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi). tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah. Pemahaman Secara Kontekstual Secara kontekstual. Jadi apabila seseorang menerima . Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur.). tetapi matannya sahih. mempunyai maksud-maksud tertentu. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya. mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis. tetapi di curigai oleh Nabi Saw. suatu matan hadis itu berkualitas sahih. Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual Pemahaman Secara Tekstual Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian. apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ‫ . sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak.غــــــل‬terangkatnya seorang pegawai. dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak.اهــــدي . dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi.pejabat. di antaranya : ‫ ( اســــتعمل عــــا مل . Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih.فهل‬yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur). tetapi lebih bersifat umum. sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil. tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja. dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi. di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan alQur’an. yakni sanadnya da’if. Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah. atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti. kemudian menmerima hadiah. b. ا فل . suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul).Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting .[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya. maka dapat di simpulkan bahwa.[34] Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteriakriteria tersebut di atas. Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”. sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya. pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. (3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama. adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya. maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih. apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih. maka Nabi Saw. hubungan tertentu atau latar belakang tertentu. matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. nepotisme dan individualistis. ketika selesai turun dari mimbar shalat. (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak.[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya.[33] Musthafa alSiba’iy menambahkan bahwa. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw.

/1984 M. Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. Salah al-Din bin Ahmad. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah. IV.th.hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu . Manhaj Nadq al-Matn. Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam. Juz IV. dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut : • • • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. Al-‘Asqalaniy. Al-Baghdadiy. Beirut: Dar al-Fikr. dan VII. Al-Darimiy. Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan. Sunan Abu Dawud. dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt. VI. Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam. untuk memuliakan satu dengan yang lainnya. Metode Takhrij Hadis. nepotisme dan individualistis di dalamnya. Tahzib al-Tahzib. KESIMPULAN Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi. 1401 H.th. ‘Abd al-Hadi. t. di terjemahkan oleh H.th. Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Al-Sijistaniy.S. 1404 H. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw. 1403 H. yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya. nepotisme dan individualistis. berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa alNasyr wa al-Tawziy. al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy.t. Agil Husain Munawwar dan H. Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as. 1994. Al-Bukhariy. mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima . kolusi. V. Beirut: Dar al-Fikr. al-Juz VII. t. keotentikan dan kesahihannya./1981 M. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy./1983 M. Semarang: Dina Utama. apabila di lihat dari kualitas sanad. hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap. Secara tekstual maupun secara kontekstual. Jilid III. . Juz X. bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw. Sunan al-Darimiy. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-Adlabiy. tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. Sahih alBukhariy. kolusi. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah. Beirut: Dar al-Fikr. maupun matannya adalah berkualitas sahih. Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah.Ahmad Rifqi Muchtar. isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy . Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir.

Surabaya: Pen./1990 M.Al-Suyutiy. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Juz I. 1972. As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy.th.Ahmad. 1988. Departemen Agama RI. Cet. 1987. Amin. Jakarta: Bulan Bintang.Syuhudi. Mahkota./1983 M.t. 1980.ke-VII. 1403 H. Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. t. T. Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman. Musthafa. Cet. Halb : Matba’at al-Arabiyyah. Edisi Refisi. 1398 H. 1398 H. Cet.ke-1 . Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Ke-7. Tabaqat al-Huffaz. . Al-Tahhan. Islam Dari Masa Ke Masa. Beirut: Dar alKutb al-‘Ilmiyah. Hanafi. Ibn Taymiyah. A. Jakarta: Widjaya. Al-Darul Qaumiyyah. Ismail. Ushul Fiqh. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah. ‘Ulum al-Hadis. Al-Zahabiy./1979. Beirut: Mu’assasat al-Risalah. Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah. Bandung: CV Rasyda. Ibn Al-Salah.Siyar A’lam al-Nubala’. As-Siba’iy. 1410 H. M.Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah. Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). 1989.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful