PENDAHULUAN Sejak dulu di Negara Indonesia, hukum islam memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan hokum

di Indonesia selain hokum belanda yang berlaku saat ini. Setelah Indonesia berusia 60 tahun dan telah mengalami 6 kali pergantian presiden, hokum islam tetap di pakai dibeberapa bidang hukumdisamping hokum belanda tentunya. Seperti yang kita ketahui tentunya, gelombang reformasi yang menyapu seluruh kawasan Indonesia sejak kejatuhan suharto banyak memunculkan kembali lembaran sejarah masa lalu Indonesia. Salah satunya yang hingga hari ini menjadi sorotan adalah tuntutan untuk kembali kepada syari’at islam, atau hokum islam yang kemudian mrngundang beragam kontroversi di Indonesia. Kalau kita lihat lembarab sejarah Indonesia, salah satu factor pemicunya adalah tuntutan untuk mengembalikan tujuh kata bersejarah yang tadinya terdapat dalam pembukaan atau mukadimmah konstitusi Indonesia yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia. Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keaneragaman perilaku dan adapt istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku seharihari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat. Mempelajari dan mendalami nilai moral agama dan kerukunan antar umat beragama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama baik laki-laki maupun perempuan, agar dalam kehidupan dapat melaksanakan perannya sebagai manusia. Oleh karena itu, manusia manusia dalam hidupnya harus selalu berusaha untuk menjadikan seluruh hidupnya sebagai wujud ibadah kepada Tuhan YME. Ibadah dalam arti pengabdian yang bertujuan mencari ridho Allah SWT akan dapat dilaksanakan secara baik dan benar apabila didasari dengan pengetahuan agama, agar tercipta juga kerukunan antar umat beragama di Negara Indonesia.

Demikian pula mencaci maki tuhan atau peribadatan agama lain. maka akibatnya pemeluk agama lain pun akan mecaci maki tuhan kita. Sejalan dengan agama ini agar pemeluk agama lain pun menghargai dan menghormati agama islam. Kerukunan antar umat manusia pada umumnya baik seagama maupun luar agama dapat diwujudkan apabila satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai. Kerukunan antar umat beragama didasarkan pada kebutuhan social dimana satu sama lain saling membutuhkan agar kebutuhan-kebutuhan hidup dapat ter penuhi. Dalam ajaran islam seorang muslim tidak dibolehkan mencacimaki orang tuanya sendiri. Manusia sebagai mahkluk social membutuhkan keberadaan orang lain dan hal ini akan dapat terpenuhi jika nilai-nilai kerukunan tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. dimana umat islam satu sama lain saling menguatkan dan juga digambarkan seperti satu tubuh. Artinya jika seseorang mencacimaki orang tua saudaranya. .KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan dalam kehidupan akan dapat melahirkan karya – karya besar yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya konflik pertikaian dapat menimbulkan kerusakan di bumi.jika ada bagian tubuh yang sakit maka seluruh anggota tuybuh merasakan sakit. maka orang tuanya pun akan dibalas oleh saudaranya untuk dicaci maki. Kerukunan antar umat islam didasarkan pada akidah islamnya dan pemenuhan kebutuhan social yang digambar kan bagaikan satu bangunan. Hal ini berbeda dengan kerukunan antar umat beragama atau umat manusia pada umumnya. Kerukunan dapat diklasifikan menjadi dua yaitu kerukunan antar umat islam dan kerukunan antar umat baragama atau antar umat manusia pada umumnya.

saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama. menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan. bahkan menerbitkan rumah ibadah. saling percaya diantara umat beragama. menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat. 1. ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat beragama yang dilandasi dengan toleransi. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama. toleransi antar umat beragama 2. maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. saling menghargai. di bidang pelayanan. dan 4. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu 3. saling menghormati. mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical. . Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah. Provinsi. pengaturan dan pemberdayaan. Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama. Saling tenggang rasa. saling menghormati. menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian. saling pengertian. Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah.

dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah.musuhan. Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. kesatuan.PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT ISLAM Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. Ibadah seperti zakat. maka Allah menjinakan antara hatimu. “Janganlah bermusuh. sahabat. teman. Bagi umat Islam. persahabatan. juga untuk kemajuan agama. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah. sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam. Ali Imran 105). . dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. sedekah. dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara. Ali Imran: 103) Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan. lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah. dan kemanusiaan. Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual. Kata persatuan. Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan. bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh. Negara. (QS. apabila sakit salah satu anggota badan itu. Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs. dan dapat pula berarti pergaulan.

. Katolik. Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa. Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. hingga kini masih sering muncul. baik secara ilmu maupun karakter. kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang. Rabu. berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan. tidak boleh berhenti. baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama. Maftuh menjelaskan. "Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini. kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan.MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa." katanya. Hindu. terus-menerus. "Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama. "Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif. tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur. Buddha." katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta. Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam." katanya. Kristen. Menurut dia. dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan.

D Situmorang. kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar." katanya. supaya efektif dialog antar-umat beragama mesti "sepi" dari latar belakang agama yang eksklusif dan kehendak untuk mendominasi pihak lain.M. OFM." katanya. tema dialog antar-umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah theologis." katanya.umat beragama. untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masingmasing kelompok masyarakat. Menurut dia." katanya." demikian Budi S Tanuwibowo. Yang harus dibangun adalah persaudaraan yang saling menghargai tanpa kehendak untuk mendominasi dan eksklusif. Ia menambahkan. Senada dengan Ma'ruf. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. agenda agama-agama ke depan sebaiknya difokuskan untuk menjawab tiga persoalan besar yang selama ini menjadi pangkal masalah internal dan eksternal umat beragama yakni rasa saling percaya.prasangka yang mengarah pada terbentuknya penilaian negatif. ."Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. "Karena mungkin masalah yang selama ini terjadi di antara pemeluk agama terjadi karena tidak sampainya informasi yang benar dari satu pihak ke pihak lain. Supaya bisa menjadi pemersatu. "Dalam hal kebangsaan. kesejahteraan bersama dan penciptaan rasa aman bagi masyarakat. ketakutan dan penilaian yang dimutlakkan. ritus dan cara peribadatan setiap agama melainkan lebih ke masalahmasalah kemanusiaan. Menurut Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Budi S Tanuwibowo. "Energi dan militansi agama seyogyanya diarahkan untuk mewujudkan tiga hal mulia itu. Cap mengatakan dialog berkejujuran antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk membangun persaudaraan antar. sebaiknya dialog difokuskan ke moralitas. etika dan nilai spiritual. Ia juga menambahkan. Terputusnya jalinan informasi antar pemeluk agama dapat menimbulkan prasangka. "Sebab untuk itu butuh relasi harmonis tanpa apriori.

saling menghormati. Kerukunan umat beragama antar sesama manusia. Sedangkan. dimana antara yang satu dengan yang lainnya seakan akan berada dalam satu ikatan. saling pengertian. Kerukunan umat agama menurut islam. Kerukunan umat beragama antar sesame manusia yaitu Hubungan sesame umat beragama dilandasi dengan toleransi. berbangsa dan bernegara. saling menghargai dan kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan antar umat beragama menurut islam yaitu Ukhuwah Islamiyah yang berarti gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai salah satu ikatan persaudaraan. .KESIMPULAN Kerukunan antar umat beragama dibedakan menjadi dua yaitu: 1. 2.

Korupsi adalah suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. ghulul. "Tingkah laku menyimpang dari tugas resmi sebuah jabatan demi keuntungan status atau uang yang menyangkut pribadi. bangsa Indonesia tengah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi berkepanjangan yang salah satunya disebabkan oleh praktek Korupsi. dan melakukan berbagai kejahatan yang lain. serta termasuk salah satu bentuk dari sikap khianat yang diharamkan oleh Allah SWT karena korupsi berdampak negatif dan sangat merugikan masyarakat luas. dan rusak. dan at-tajawuz fi isti'mal al-haqq. dan sebagainya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. Untuk menghentikan praktek KKN di kalangan pejabat pemerintah dan masyarakat luas. Merugikan dan bahkan menimbulkan dlarar (bahaya) bagi orang lain e. kerabat atau kroni". Karena akibatnya yang merugikan itu. susah dididik menjadi anak yang shaleh. Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah karena lemahnya iman dan penghayatan para pejabat negara terhadap ajaran-ajaran agama. korupsi didefinisikan sebagai berikut: a. mempraktekkan kehidupan free sex. yang mau beribadah kepada Allah SWT serta berbakti kepada kedua orang tua. maka lebih berhak masuk ke dalam neraka. waktu. b.KKN menurut hukum islam Pada saat sekarang ini. Di antara faktor-faktor yang menyebabkan maraknya praktek Korupsi. Mengacaukan sistem perekonomian dan hukum c. Sedangkan menurut istilah. mengkonsumsi obat-obatan terlarang. korupsi berasal dari bahasa Inggris corruption yang berasal dari akar kata corrupt yang berarti jahat. Sebagai balas jasa yang diberikan oleh pejabat. Merusak akhlak dan moral bangsa b. maka korupsi digolongkan sebagai tindak pidana. c. wewenang. kolusi dan nepotisme (KKN) serta cara memberantasnya. Hal ini tidak lain karena mereka dibesarkan dari . Korupsi adalah perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan dana. sebagai berikut: 1. Menyebabkan siksa neraka. Menurut Robert Klitgaard dalam bukunya Controlling Corruption. korupsi adalah. Ditinjau dari segi etimologi. serta ketidak-mengertian mereka tentang hukum Korupsi. Di antaranya adalah: a. Kolusi dan Nepotisme (KKN). disadari atau tidak. MUI Propinsi DKI Jakarta memfatwakan tentang hukum korupsi. suka tawuran. menentang orang tua. Menggerogoti kesejahteraan rakyat dan menghambat pelaksanaan pembangunan. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungannya dengan jabatan tanpa ada catatan atau administrasinya. Dalam prakteknya. Sebagaimana telah disabdakan Rasulullah SAW : ‫كل جس ٍ نبت من سحت فالنار أولى به )رواه البيهقي‬ ِ ِ َْ َ ُ ّ َ ٍ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ‫ُ ّ َ َد‬ Artinya: Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu (makanan & minuman) yang haram. Anak-anak yang diberi makan dan minum dari hasil korupsi. d. adalah berupa kelonggaran aturan yang semestinya diterapkan secara ketat. buruk. cenderung mengabaikan ajaran agama. Anak-anak seperti itu. Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah sejak dari tingkat desa hingga tingkat nasional. g. Menyebabkan hilangnya berkah dari Allah SWT f. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan. bahwa korupsi dalam perspektif ajaran Islam adalah identik dengan risywah.

Jenis dan kategori korupsi adalah sebagai berikut: a. Penyalah-gunaan wewenang b. seperti dalam bentuk-bentuk sebagai berikut: 1). Pemberian izin usaha. 2. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Bea dan cukai yang menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. bangsa atau negara. Penyelewengan dana. kualitas. baik dalam birokrasi pemerintahan maupun dalam manajemen perusahaan swasta. 3. 4: 29. Perpajakan. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber praktek korupsi. keponakan atau orang-orang yang mereka sukai. dan komisi. Pemberian fasilitas kredit perbankan dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar.Sedangkan menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. An-Nisa'. hal itu termasuk perbuatan yang tidak baik karena melanggar disiplin dan mengurangi produktivitas kerja sehingga merugikan pihak lain. famili. 2). Sebagaimana telah difirmankan dalam surat an-Nisa' ayat 29: ‫يا أيها الذين آمنوا ل تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إل أن تكون تجارة عن تراض)92(النساء‬ ٍ َ َ َ ً َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ِ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُُ ْ َ َ ْ ُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Artinya: Hai orang-orang yang beriman. 4).makanan dan minuman yang dibeli dengan uang hasil korupsi yang secara tegas dilarang oleh Allah. ditinjau dari segi etimologi berasal dari bahasa Inggris collusion yang berarti persekongkolan atau kongkalikong. Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain. Istilah ini pada mulanya digunakan untuk menjelaskan praktek favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan Gereja Katolik Romawi (Paus dan para Kardinal) pada abad pertengahan. yang menyangkut proses penentuan besarnya pajak dan pemeriksaan pajak. 4. Pengeluaran fiktif 2). 3). masyarakat. Penggelapan dana atau pencurian langsung darikas. Berdasarkan pengertian bahasa di atas. Pada umumnya. Manipulasi harga pembelian atau kontrak 3). yaitu: 1). Sedangkan karyawan yang datang terlambat atau pulang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan penjelasan di atas. dalam istilah yang populer tidak termasuk dalam kategori korupsi karena tidak berupa penyalah-gunaan wewenang atau penyelewengan dana. maka Nepotisme dapat didefinisikan sebagai berikut: “Nepotisme adalah suatu sikap atau tindakan seorang pemimpin yang lebih mendahulukan keluarga dan sanak famili dalam mem-berikan jabatan dan yang lain. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang. yang memberikan jabatan-jabatan kepada sanak. 5). Sungguh pun demikian. 5. maka pemberian imbalan di luar kontrak yang telah disepakati karena kita menyetujui pembelian atau pengadaan barang (kantor) dengan harga di atas harga yang wajar adalah termasuk korupsi yang diharamkan oleh Allah SWT. dalam bentuk penyelewengan komisi dan jasa serta pungutan liar. Kolusi. Karena hal itu termasuk manipulasi harga pembelian atau kontrak.Hal ini menyangkut harga. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. manusia mempunyai ikatan jiwa yang lebih kuat dengan keluarga dan .Nepotisme berasal dari bahasa Perancis nepote yang berarti keponakan.

Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. Permasalahannya adalah. Pada umumnya keluarga lebih mampu melaksanakan kebijakan-kebijakan secara efektif dibandingkan dengan orang lain.sanak famili dibanding dengan orang lain. padahal yang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. sangat wajar jika seorang pemimpin pemerintahan atau perusahaan swasta atau yang lain. padahal di antara mereka ada orang yang lebih berhak daripada orang tersebut. Sepanjang keluarga atau orang yang disenanginya mempunyai kemampuan dan profesionalisme serta bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. sebagai berikut: ِ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ ٍ َ َ ِ ْ ِ ً ُ َ َ َ ْ َ ْ ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ِ َّ ُ ََ ْ ِ َ َّ َ َن‬ ‫عن ابن عباس رضي ال عنهما قال قال رسول ال صلى ال عليه وسلم م ِ استعمل رجل من عصابة وفي تلك العصابة‬ ‫من هو أرضى ل منه فقد خان ال وخان رسوله وخان المؤمنين )رواه الحاكم‬ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ َ ُ َْ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ِ َ ْ َ َ ُ ْ َ "Barangsiapa memberikan jabatan kepada seseorang semata-mata karena didasarkan atas pertimbangan keluarga. Pada umumnya. maka ia telah berkhianat kepadaAllah. bagaimana jika keluarga atau famili atau orang lain yang disenanginya itu tidak mempunyai kemampuan dan profesionalisme. maka tidak ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Jika keluarga yang diberi jabatan tertentu mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya? Menurut ajaran Islam. bahwa nepotisme yang dilarang oleh ajaran Islam adalah nepotisme yang semata-mata didasarkan pada pertimbangan keluarga atau sanak famili dengan tanpa memperhatikan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. keluarga lebih mudah fit in dibanding non keluarga. e. Rasulullah dan orang-orang yang beriman". 6. Oleh karena itu. Pada umumnya. Pada umumnya keluarga menaruh perhatian dan minat yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. kerabat memiliki rasa tanggungjawab yang lebih besar terhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Hal ini sesuai dengan teori 'ashobiyah yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. d. c. atau ada orang lain yang lebih berhak dari padanya. atau tidak bersifat amanah dalam memegang jabatan yang diberikan kepadanya. lebih senang memberikan jabatanjabatan strategis kepada keluarga atau orang yang disenanginya serta lebih mementingkan dan mengutamakan mereka dalam segala hal dibanding dengan orang lain yang tidak mempunyai ikatan apa-apa. f. maka hal itu tidak dilarang. b. maka akan mendorong semangat kerja orang lain. Pada umumnya keluarga memiliki loyalitas dan kehandalan (dependability) yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan. seorang pemimpin tidak boleh memberikan jabatan -apalagi jabatan yang sangat strategis-kepada seseorang semata-mata atas dasar pertimbangan hubungan kekerabatan atau kekeluargaan. Adapun nepotisme yang disertai dengan pertimbangan kemampuan dan profesionalisme serta sifat amanah seseorang yang akan diberi jabatan. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits shahih riwayat Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dari sahabat Abdullah ibn Abbas. .

dan bertakwalah kepada Allah. sendiri telah menginformasikan kepada umatnya bahwa. (awal akhir abad ke II H. dan penyimpangan terhadap matan hadis dan lain sebagainya.[2] [3] Berdasarkan petunjuk ayat tersebut di atas. tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pernyataan kualitas hadis yang berbagai macam. Perlu di jelaskan di sini bahwa terjadinya kualitas hadis hasan adalah merupakan pecahan dari kualitas hadis da’if yang di pergunakan sebelum masanya alTurmuziy. Apakah hadis –hadis yang di jadikan sebagai landasan hukum . Dengan kata lain bahwa.[1] Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam alQur’an surat al-Hasyr : 7 . sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”. ‫ا‬ ‫وماا تا كم ا لر سـو ل فخـد و ه و ما نها كم عـنه فا نتهـو ا و ا تقـو ا ل ا ن ا ل شـد يد ا لعقا ب‬ “ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia. dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah. Mengingat peran hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. Nepotisme dan Individualistis Studi Kasus Atas Hadis Abu Humaidy Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Dalam Melaksanakan Tugas Oleh : Sholeh Ahmad PENDAHULUAN Mayoritas umat Islam sepakat bahwa hadis adalah merupakan sumber hukum yang sangat penting sebagai pedoman utama ajaran Islam setelah al-Qur’an. terutama yang berhubungan dengan masalah : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya.[5] Dengan melihat jauhnya jarak antara masa kehidupan Nabi saw. keotentikan. Sehingga menyebabkan kualitas hadis menjadi berbagai macam bentuknya. alqur’an merupakan sumber ajaran Islam yang pertama. maka adanya usaha penelitian penelusuran terhadap hadis-hadis yang di pergunakan untuk menetapkan hukum. pemalsuan. yakni al-hadis. hasan maupun da’if. jelaslah bahwa untuk mengetahui petunjuk hukum yang benar dalam ajaran Islam.[6] Berdasarkan latar belakang masalah tersebut. Sehingga secara legal hadis-hadis yang telah terseleksi keotentikannya dapat di pertanggung jawabkan sebagai hujjah dalam menetapkan suatu hukum. Abu Dawud.KKN MENURUT HADIS Penelitian Metodologis Hadis Masalah Korupsi. ada yang di anggap sahih. di samping harus berpegang teguh pada al-Qur’an juga harus berpegang teguh pada hadis Nabi Saw. Ahmad.). atas perintah Khalifah Umar Ibn ‘Abd al-Azis yang memerintah sekitar tahun 717-720 M. mengingat bahwa latar belakang sejarah penghimpunan hadis baru terjadi pada akhir tahun 100 H. sungguh aku telah di beri al-Qur’an dan yang menyamainya”. mengharuskan adanya penelitian yang mendalam sebagai upaya menjaga kualitas kemurnian.[4] Jadi tidak di ragukan lagi bahwa yang di maksud dengan “menyamai” atau semisal al-Qur’an dalam matan hadis di atas adalah hadis Nabi saw. di samping al-Qur’an masih terdapat satu pedoman yang sejenis dengan al-Qur’an. adalah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua. (HR. Kolusi. dan Turmuziy ). tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai manipulasi. sedangkan hadis Nabi saw. Sebagaimana sabdanya mengatakan: ‫) ا ل و ا نى اء تيت ا لقـر اء ن و مـثـلـه ) رواه ا بو دا ود واحمد والتر مدى‬ “ Wahai Umatku. Dalam hal ini Nabi saw. dan kesahihannya. Langkah penelitian terhadap kualitas hadis menjadi sangat penting. dengan masa perhimpunan hadis-hadis tersebut.

yaitu adanya upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis dengan cara menulusuri matan hadis yang bersangkutan. Kemudian guna kepentingan penelitian. yakni memuat satu riwayat yang terdapat dalam “kitab al-aiman”. Adapun kitab hadis di maksud berikut jumlah periwayatnya . maka berbagai riwayat hadis yang di cari di temukan pada topik : ‫استعمل عا مل ) على‬ 10] ‫ . dan dalam kitab “al-Sair” bab 52.[7] ialah penelusuran atau pencarian hadis pada berbagai kitab hadis sebagai sumber asli dari hadis. yang keduanya di susun oleh Arnold John Wensinck (w.[9] Untuk penggunaan metode yang pertama. masing-masing terdapat pada : • • Sahih al-Bukhariy. yakni upaya pencarian hadis pada kitab-kitab hadis berdasarkan topik masalah yang di bahas dalam sejumlah matan hadis. seperti : ‫ . dan al-Tawjih (pengarahan). sehingga secara otentik bisa menjadi hujjah bagi penetapan hukum dalam Islam sekaligus dapat di pertanggung jawabkan kevaliditasannya. ا ستعمل عا مل – ا هدي . memuat dua riwayat.) dan J.Hadis Kata takhrij yang sering di artikan sebagai : al-Istimbat ( mengeluarkan dari sumbernya). yakni : (1) Metode takhrij melalui lafal-lafal yang terdapat dalam hadis (takhrij al. Susunan Sanad dan Matan Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Pejabat Hadis Riwayat al-Bukhariy Pada Kitab al-Aiman : ‫حد ثنا ابو اليما ن اخبرنا شعيب عن الزهرى قـال اخـبر نـى عـروة عـن ابـى حميـد السـا عـدى انـه اخـبره ا ن رسـول الـ‬ ‫صلىال عليه وسلم استعمل عامل فجاءه العامل حين فرغ من عمله فقال يا رسول ال هذا لكم وهذا اهدى لى فقـال لـه افل‬ ‫قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهدى لك ام ل ثم قام رسول ال صلى ال عليه وسلم عشية بعد الصلة فتشهد واثنــى‬ . bab III.P.[8] (2) Dengan metode takhrij melalui tema hadis (tematik) (takhrij al-hadis bi al-mawdu’). yang di dalamnya di kemukakan secara lengkap matan dan sanad hadis yang bersangkutan. dan untuk metode yang ke dua penulis merujuk kepada kitab : Miftah Kunuz al-Sunnah. hadis-hadis di maksud benar-benar berasal dari Nabi saw. Jika di tempuh melalui metode lafal dari berbagai riwayat yang terkait dengan matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat.1939 M. tidak bisa tidak kecuali harus melakukan verifikasi melalui penelitian baik terhadap sanad maupun terhadap matan hadis. hasan atau da’if. yaitu terdapat dalam kitab “al-Zakat” bab 30. ]الصدقة ( – با ب فى العامل اذا اصا ب فى عمله شيــــــــــا – با ب يهدى لعما ل الصد قة لمن هو‬dan setelah di telusuri ternyata data yang di peroleh menunjukkan bahwa hadis –hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat di muat dalam beberapa kitab hadis. hasan ataupun da’if.hadis bi alfaz). Dengan demikian hadis-hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang berhasil di kumpulkan sesuai petunjuk kedua kamus hadis (al-Mu’jam dan Miftah) tersebut di atas hanya di temukan sekitar 3 riwayat dalam 2 kitab hadis. di temukan di dalamnya beberapa kata kunci. penulis merujuk pada kamus hadis al-Mu’jam alMufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawiy. Sunan al-Darimiy. alTadrib ( latihan ). Oleh karena itu untuk menggunakan kapasitas sebuah hadis dalam kualifikasi sahih. maka akan di jelaskan hingga kualitas hadis yang di jadikan obyek penelitian. Adapun metode takhrij al-Hadis yang akan di pergunakan dalam menelusuri hadis-hadis tentang : Larangan menerima hadiah bagi para pejabat.غـــــــل‬sedangkan jika di tempuh dengan metode tematik . Dimana proses ini merupakan upaya untuk memastikan paling tidak menduga secara kuat bahwa. Mensing.tersebut berkualitas sahih. adalah terdapat dua macam metode. PEMBAHASAN SANAD DAN MATAN HADIS MENERIMA HADIAH BAGI PARA PEJABAT TENTANG LARANGAN Klasifikasi Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat Takhrij al.

dan berkata: Ini untukmu dan yang ini hadiah yang di berikan orang‬‬ ‫‪kepadaku.]11‬ ‫:‪Terjemahnya‬‬ ‫‪Abu al-Yaman menceritakan kepada kami. jika berupa onta akan bersuara.‪atasnya seperti : Abu al-Yaman. kemudian‬‬ ‫‪ia datang lalu berkata. mengangkat kedua‬‬ ‫. penelitian sanad di lakukan terhadap hadis yang berasal dari periwayat‬‬ ‫‪terakhir (Mukharrij al-Hadis) dari jalur Imam al-Darimiy bersama periwayat-periwayat di‬‬ ‫. mengangkat seorang amil (pegawai) untuk‬‬ ‫‪menertima sedekah/zakat. dia telah‬‬ ‫‪memberitakannya.فما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدي لى فهل قعد فى بيــت ا بيــه‬ ‫وا مه فينظر ا يهدى له ام ل والذى نفس محمد بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ال جاء به يوم ا لقيا مة يحمله على عنقــه ا‬ ‫ن كان بعيرا جاء به له رغاء وا ن كانت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد‬ ‫ثم رفع ا لنبى صلىا ل عليه وسلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ابطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذا لك معى مــن رســول ا‬ ‫]ل صلىا ل عليه وسلم ز يد بن ثا بت فسلوه-]21‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Pada Kitab al-Sair‬‬ ‫اخبرنا ا بوا ليما ن ا لحكم بن نا فع ثنا شعيب عن ا لزهري حد ثنى عروة ا بن ا لزبير عن ا بى حميد ا ل نصا رى ثم ا لسا‬ ‫عدى ا نه اخبره ا ن ا لنبى صلىا ل عليه وسلم ا ستعمل عا مل على ا لصد قة فجاء ه ا لعا مل حين فرغ مــن عملــه فقــا ل‬ ‫يا رسول ا ل هذ ا ا لذى لكم و اهدي لى فقا ل ا لنبى صلى ا ل عليه وسلم فهل قعد ت فى بيت ا بيك وا مك فنظرت ا يهــد‬ ‫ى لك ا م ل ثم قا م ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصل ة عل ا لمنبر فتشهد و ا ثنى علىا ل بما هو اهله ثم قا ل ا‬ ‫ما بعد ما با ل ا لعا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذ ا من عملكم وهذ ا اهد ي لى فهل قعد فى بيت ا بيــه وا مــه فينظــر هــل‬ ‫يهد ى له ام ل – وا لذ ى نفسى بيده ل يغل ا حد كم منها شياء ا ل جاء به يوم ا لقيا مــة يحملــه علــى عنقــه ا ن كــا ن بعيــرا‬ ‫جاء به له رغاء وا ن كا نت بقرة جاء بها لها خوا ر وا ن كا نت شا ة جاء بها تيعر فقد بلغت قا ل ا بو حميد ثم رفع رسول‬ ‫ا ل صلىا ل عليه و سلم يد يه حتى ا نا لننظر ا لى عفرة ا بطيه قا ل ا بو حميد وقد سمع ذ ك معى من ا لنــبى صــلى ا ل ـ‬ ‫]عليه وسلم زيد بن ثا بت فسلو ه – ]31‬ ‫‪Kualitas Hadis – Hadis Tentang Larangan Menerima Hadiah Bagi Para Pejabat‬‬ ‫‪Berdasarkan Penelitian Sanad‬‬ ‫‪Dalam bab ini. hingga aku dapat melihat putih kedua ketiaknya. dari Abi Humaid al-Saidiy. berdiri setelah tasyahud dan memuji Allah selayaknya lalu bersabda‬‬ ‫‪Amma ba’du.‪sungguh hal itu telah mendengar bersamaku Zaid ibn Sabit dari Nabi Saw‬‬ ‫: ‪Hadis Riwayat Imam al-Darimiy Dalam Kitab al-Zakat‬‬ ‫اخبرنا االحكم بن نافع ا ناا شعيب عن الزهرى اخبرنى عروة ابن الز بير عن ا بى حميد ا لســا عــدى انــه اخــبره ان النــبى‬ ‫صلى ال عليه وسلم استعمل عا مل على الصد قة فجاء ه العا مل حين فرغ‬ ‫من عمله فقا ل يارسول ال هذ ا ا لذى لكم وهذا اهدي لى فقال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم فهل قعـدت فى بيت ابيك وا مــك‬ ‫فنظرت ا يهد ى لك ا م ل ثم قال ا لنبى صلىا ل عليه وسلم عشية بعد ا لصلة علىا لمنبر فتشــهد فحمــدا لـ وا ثنــى عليــه‬ ‫بما هو اهله ثم قال ا ما بعد. Syu’aib. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. jika berupa‬‬ ‫‪lembu akan menguak. Maka Rasulullah Saw. Maka sungguh aku telah‬‬ ‫‪menyampaikan . Tiada seorang yang‬‬ ‫‪menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya (korupsi). mengapa ia tidak‬‬ ‫‪duduk-duduk saja di rumah bapak atau ibunya untuk mengetahui apakah di beri hadiah atau‬‬ ‫‪tidak. sesungguhnya Rasulullah Saw. Kemudian sesudah‬‬ ‫:‪shalat Rasulullah Saw. mengapakah seorang ‘amil yang di serahi mengurus pekerjaannya. Kemudian setelah selesai dari pekerjaannya dia datang kepada‬‬ ‫‪Rasulullah Saw.‪tangannya. melainkan ia akan menghadap‬‬ ‫‪di hari kiamat nanti memikul di atas lehernya.‫على ال بماهو اهله ثم قال اما بعد. Syu’aib memberitakan kepada kami. Abu Humaid berkata: Kemudian Rasulullah Saw. ‘Urwah dan Abu Humaid al-Saidiy‬‬ . dari al‬‬‫‪Zuhriy dia berkata : ‘Urwah memberitakan kepadaku. bersabda kepadanya: Mengapakah anda tidak duduk saja di‬‬ ‫‪rumah bapak atau ibumu untuk melihat apakah di beri hadiah atau tidak.فما بال العا مل نستعمله فياء تينا فيقول هذا من عملكم وهذا اهدى لى افل قعد فــى بيــت‬ ‫ابيه وا مه فنظر هل يهدى له ام ل فوالذى نفسى محمد بيده ل يغل احد كم منها شياء ال جاء به يوم القيمــا مــة يحملــه علــى‬ ‫عنقه ان كا ن بعيرا جاء به له رغاء وان كانت بقرة جاء بها لها خوار وان كا نت شا ة جــاء بهــا تيعــر فقــد بلغــت فقــال ابــو‬ ‫حميد ثم رفع رسول ال صلى ال عليه وسلم يده حتى ا نا لننظر الى عفرة ابطيه قال ابو حميد وقد سمع ذلك معى زيــد بــن‬ ‫]ثا بت من النبى صلى ال عليه وسلم فسلوه. ini hasil untuk kamu dan ini aku di beri hadiyah. al-Zuhriy. Berkata pula Abu Humaid‬‬ ‫. dan jika berupa kambing akan mengembik.

haddasana (sana). dan anna. akhbaraniy. Al-Darimiy adalah termasuk periwayat hadis yang berkualitas siqat. Jadi kegariban tersebut sesungguhnya hanya terletak pada sanad (rawiy) saja. keempat dan pada tingkat ke lima masing-masing terdapat satu orang periwayat.[14] Adapun sanad hadis yang sedang di jadikan obyek penelitian ini adalah termasuk dalam katagori hadis ahad yang garib. al – Darimiy. Dan yang di maksudkan dengan penyendirian (ifrad) rawiy disini ialah karena tidak adanya orang lain yang meriwayatkan selain rawiy itu sendiri. akan tetapi belum cukup syarat padanya untuk di masukkan sebagai yang mutawwatir.). seperti lafal: Haddasaniy. hadis yang diriwayatkan oleh orang seorang atau dua orang atau lebih . adalah merupakan tanda penghubung antara periwayat yang satu dengan periwayat yang lain .[18] . Yang berarti pula bahwa antara al-Darimiy dengan abu al-Yaman terjadi persambungan sanad. Dan dia itu termasuk orang yang siqat. ketiga. kecuali pada tingkat sahabat. hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat adalah termasuk klasifikasi hadis ahad. Oleh karena itu. yakni Abu Humaid al Saidiy. Abu al-Yaman. Hal ini di dukung oleh lambang periwayatan yang digunakan adalah dengan lafal “akhbarana”. Itu berarti apabila di lihat dari segi banyak dan sedikitnya sanad atau rawiy. Hal ini dapat di pahami dari beberapa pernyataan ahli kritik hadis tentang dirinya. dia pernah berguru kepada ‘Abd al-Yaman . dengan karya besarnya telah menyusun kitab al-Musnad dan al-Tafsir. mengumpulkan dan menghafalkannya. Pada tingkat kedua. bahwa al-Darimiy adalah orang yang senang mengembara mencari hadis Nabi. bahwa al-Darimiy adalah orang yang berpengetahuan luas. (3) al-Khatib al-Bagdadiy (w.). bukan terletak pada matan hadis. Menurut istilah Fatchur Rahman yang di maksud dengan hadis garib ialah : 15] ‫]ما ا نفرد بروا يته شخص فى ا ي موضع و قع تـــفرد به من ا لسند‬ “Hadis yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan. seperti : (1) Ahmad bin Hambal. al-Qira’ah atau dengan al-Ijazah. di yakini bahwa al-Darimiy adalah benar-benar menerima hadis dari abu al-Yaman.Untuk mempermudah proses kegiatan peninjauan terhadap sanad-sanad hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. kemuan keatas hingga tabaqat pertama pada seorang sahabat Nabi Saw. dimana penyendirian itu dapat terjadi pada tingkat tabi’iy.[17] Tidak ada seorangpun yang mencela pribadi al-Darimiy. Yang di maksud hadis ahad menurut istilah adalah. Dalam riwayat hidupnya. dan salah seorang muridnya yang terkenal adalah al-Bukhariy. dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi”. bahwa al-Darimiy ialah seorang Imam. tabi’it tabi’iy atau dapat juga terjadi pada seluruh rawiy rawiy pada tiap-tiap tabaqat. 268 H.). yang dimungkinkan dengan metode al-Sama’. Dalam skema juga kelihatan adanya seorang sahabat yang berfungsi sebagai periwayat tingkat pertama. (2) Ahmad bin Sayyar (w. berikut ini akan di buatkan skema untuk keseluruhan sanad yang terkait baik dari jalur periwayat al-Bukhariy maupun sanad hadis yang berasal dari jalur al-Darimiy : Pada skema gambar di atas tercantum seluruh sanad (nama periwayat) dan lafal-lafal penerima riwayat ( sigat al-Tahammul) . sidq. yakni Abu Humaid alSaidiy. wara’ dan zuhud. sebab tidak di temukan adanya lafal yang sulit atau tidak populer atau tidak di muat dalam sanad-sanad yang lain. sebaliknya pujian yang di berikan kepadanya adalah pujian yang berperingkat tinggi dan tertinggi. Berdasarkan Kritik Sanad Sanad yang di pilih untuk di teliti langsung sebagaimana yang tertera pada skema sanad di atas adalah dari jalur periwayatan Imam al-Darimiy. akhbarana (ana). ‘an.[16] Nama lengkapnya adalah ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadl bin Bahram bin ‘Abd al-Samad al-Darimiy al-Tamimiy Abu Muhammad al-Samarkandiy (181-255 H.463 H.

maka diyakini bahwa Syu’ayb benar-benar telah menerima hadis dari gurunya.[22] Nama lengkapnya adalah Syu’ayb bin Abi Hamzah Dinar al-Amawiy Mawlahum Abu Bisyr al-Himsiy (w. Dia menerima hadis dari al-Zuhriy. saya tidak pernah melihat orang yang pintar melebihi al-Syihab. Dan Abu Dawud juga menjelaskan bahwa.). Dengan melihat hubungan pribadinya dengan al-Zuhriy yang begitu akrab dengan menggunakan lambang periwayatan “akhbarana”. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang paling berilmu di masanya. sanad hadis yang ada di antara keduanya adalah bersambung dan dapat di percaya. dan murid yang meriwayatkan hadisnya adalah al-Bukhariy dan al-Darimiy. (3) Al-Lays menyatakan bahwa. Dan mayoritas ‘Ulama membolehkan cara al-ijazah ini bahkan menilainya cukup terpercaya untuk periwayatan hadis. dan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Abu al-Yaman.[19] Yang dimaksud dengan al-qira’ah ialah periwayat menghadapkan riwayat hadis kepada guru hadis dengan cara periwayat itu sendiri yang membacanya atau orang lain yang membacakannya. Abu al-Yaman adalah periwayat hadis yang memiliki kualitas pribadi yang baik. salih alhadis. yang berarti pula bahwa. lebih-lebih lambang periwayatan yang di gunakan adalah lafal “akhbarana”. sedangkan muridnya yang meriwayatkan hadisnya adalah Syu’ayb.dan ia mendengarkan. Ya’qub bin Syaybah. (2) Abu al-Zinad. ia dapat menulis apa yang pernah di dengarnya dan menjadi hujjah.221/222 H. al-qira’ah atau dengan cara al-ijazah. Dan pujian yang di berikan kepadanya adalah berperingkat tinggi. seorang guru hadis memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadis yang ada padanya. Ia lebih populer dengan nama Ibn Syihab atau al-Zuhriy. Syu’ayb. dia penulis dengan penuh kecermatan (dabit). Ibn Ma’in. ilmuwan.[24] Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muslim bin ‘Ubayd Allah bin ‘Abd Allah bin Syihab bin ‘Abd Allah bin al-Haris bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Galib alQuraisiy al-Zuhriy Abu Bakr al-Madaniy (50-124 H. Syu’ayb itu sangat ketat dalam hadis. baik melalui lesan maupun tulisan. bahwa al-Zuhriy adalah orang yang siqat. Ia menerima hadis dari ‘Urwah.). Abu Hatim dan al-Nasa’iy. (2) Abu Hatim dan Muhammad bin ‘Abd Allah bin ‘Ammar al-Musiliy mengatakan bahwa. Al-Zuhriy adalah periwayat hadis yang di andalkan kejujuran dan kedabitannya. Dengan demikian bahwa. maka dapat di simpulkan bahwa. menilai Syu’ayb bersifat siqat. Abu al-Yaman adalah orang yang siqat. al-‘Ijliy. Ahmad menilai bahwa. yang di mungkinkan ia menerima hadis tersebut dengan al-sama’.[25] (4) Ibn Manjuwiyah juga menyatakan bahwa. Dia menerima hadis dari Syu’aib bin Abi Hamzah.). Lebih lanjut Ibn Ma’in menjelaskan bahwa dia termasuk orang yang asbat pada al-Zuhriy dan menjadi sekretarisnya. Syu’ayb itu sabt. Hal itu diakui para ahli kritikus hadis seperti : (1) Ibn Sa’ad.[21] Maksud dari pada al-ijazah ialah. Syu’ayb adalah asakh hadisan min al-Zuhriy.[20] Berdasarkan pernyataan para ahli kritikus hadis tersebut. Yang berarti pula bahwa sanad diantara keduanya adalah bersambung. yakni al-Zuhriy. periwayat yang faqih dan jami’. Cara ini biasa di sebut “al-‘ard” (penyodoran). Abu al-Yaman menilai.[23] Kecuali itu tak seorangpun dari ahli kritik hadis yang mencela pribadi Syu’ayb. al-Zuhriy adalah orang . Al-Zuhriy. Abu al-Yaman adalah seorang yang benar-benar telah menerima hadis dari gurunya.Nama lengkapnya adalah al-Hakam bin Nafi’ al-Bahraniy abu al-yaman al-Himsiy (w. Para kritikus hadis memberi penilaian terhadap diri Abu al-Yaman dengan pernyataan sebagai berikut : (1) Ahmad ibn Hambal bertanya : Bagaimana caranya kamu mendengar ( menerima) hadis dari Syu’aib ? Abu al-Yaman menjawab : Sebagian dengan cara alQira’ah.162 H.

[27] Dia adalah ‘Urwah bin al-Zubayr bin al. dapatlah di nyatakan bahwa hadis yang sanadnya di teliti saat ini adalah terjadi persambungan antara periwayat (Abu Humaid) dengan Nabi Saw. yaitu : al-Qasim bin Muhammad. adalah memiliki integritas pribadi yang terpuji. adalah tidak di ragukan lagi kebenarannya bahwa. Dan dengan melihat hubungannya yang sering bersama-sama Nabi dan para sahabat Nabi lainnya. Abu Humaid adalah seorang sahabat Nabi yang sering bersama-sama sahabat Zaid ibn Sabit. Sedang murid-muridnya adalah alZuhriy. Sebagai seorang tabi’in besar yang teruji kualitasnya. dan ‘Amrah bint ‘Abd al-Rahman. Hisyam (putranya) dan lain-lain.‘Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin ‘Abd al-‘Uzza al-Qurasyiy al-Asadiy. ‘Urwah.). juga sebagai periwayat hadis yang memiliki keadilan dan kekuatan hafalan yang dapat di andalkan. ma’mun dan ‘alim yang menerima riwayatnya adalah ‘Urwah bin al-Zubayr. Dia adalah penduduk Madinah yang sangat utama dan cendekiawan. Muslim. menempatkannya sebagai al-tabaqat alsaniyah (tingkat kedua) dari penduduk Madinah. sebagai sekretarisnya sejak berumur 11 tahun. menunjukkan bahwa al-Zuhriy adalah seorang tabi’in kecil yang berkualitas siqat. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang terpuji. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hadis riwayat al-Darimiy yang tengah di teliti saat iniadalah telah memenuhi syaratsyarat sebagai sanad hadis yang memiliki kualitas ”Sahih”. di samping berguru kepada Asma bint Abi Bakr (ibunya) sendiri. Apabila di cermati secara seksama keseluruhan sanad sebagaimana yang tertera pada gambar skema sanad tersebut di atas . (2) al-Ijliy mengatakan bahwa. ‘Urwah adalah tabi’in yang siqat. ‘Urwah bin al-Zubayr.[28] Sebagai seorang tabi’in besar yang pada umumnya langsung menerima hadis dari para sahabat Nabi.yang pernah bertemu dengan sepuluh sahabat Nabi. dan ibn Hibban. Menurut penilaian ahli kritik hadis. faqih. bahwa Abu Humaid adalah seorang sahabat yang siqat. [30] Salah satu murid Abu Humaid yang sangat siqat. salah seorang yang di percaya Nabi Saw. ‘Urwah adalah seorang yang siqat.[26] Berdasarkan penilaian para kritikus hadis tersebut. faqih.[31] Tidak ada seorang ahli rijal al-hadis yang mencela pribadinya. tidak mengandung syaz dan ‘illat ( mengandung kejanggalan dan kecacatan ). Dia menerima hadis dari ‘Urwah (seorang tabi’in besar) dengan lambang periwayatan “’an” yang dipercaya dan di yakini bahwa antara keduanya terjadi persambungan sanad.ma’mun. Abu Humaid di samping sebagai sahabat nabi Saw. (4) Sedang ibn Hibban memasukkan ‘Urwah kedalam orang yang siqat.). seperti :Zainab bint Umm Salamah. karena seluruh periwayatnya dapat di andalkan kejujuran dan kekuatan hafalannya ( siqat ) kemudian sanad satu dengan yang lain pun bersambungan (muttasil). Abu ‘Abd Allah al-Madaniy (22-92 H. Hal ini dapat di fahami dari beberapa pernyataan dari ‘ulama rijal al-hadis. ‘Urwah termasuk periwayat hadis yang banyak menerima hadis dari ‘Aisyah (bibinya). Imam alNasa’iy.[29] Dia adalah Humaid bin Nafi’ al-Ansariy Abu Aflah al-Madaniy Maula Safwan bin Aus. (3) Sufyan bin Uyaynah (w. Berdasarkan Penelitian Matan . juga kepada Abu Humaid al-Saidiy. ‘alim dan sabt. saleh dan tidak pernah terkena fitnah. al-Bukhariy. sanad antara ‘Urwah dengan sahabat Abu Humaid al-Saidiy adalah benar-benar bersambung. dan dia adalah yang paling hafiz pada masanya.198 H. Abu Humaid. mengatakan: hanya ada tiga orang yang paling mengetahui hadis ‘Aisyah. Hal itu sebagaimana di kemukakan oleh : (1) Ibn Sa’ad.

tetapi lebih bersifat umum. apabila sanad dan matan hadis tersebut sama-sama berkualitas sahih.Penelitian terhadap matan di pandang sangat penting . (3) Tidak bertentangan dengan ijma’ ‘Ulama. suatu matan hadis itu berkualitas sahih. Dengan demikian secara tekstual hukum bagi seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah menurut hadis al-Darimiy adalah tidak boleh atau “haram hukumnya”. (5) Bersesuaian dengan pendapat orang yang meriwayatkannya. dengan istilah populer hadiah yang di terimanya itu terindikasi berbau kolusi. mengingat kedudukan matan hadis bisa mempengaruhi kualitas kesahihan hadis.pejabat.[33] Musthafa alSiba’iy menambahkan bahwa. maka dapat di simpulkan bahwa. Berdasarkan Pemahaman Secara Tekstual dan Secara Kontekstual Pemahaman Secara Tekstual Secara tekstual terdapat beberapa kata kunci dalam matan hadis yang dijadikan obyek penelitian. tetapi matannya sahih. Sesungguhnya dasar hukum yang melarang seorang menerima hadiah. (7) Mengandung berita tentang pemberian pahala yang besar untuk perbuatan yang kecil. dengan nada ketidak puasan nabi kepada seorang pegawai yang telah melapor kepada-nya di hadapan orang banyak. sedang orang tersebut terkenal sangat fanatik terhadap mazhabnya.اهــــدي . hubungan tertentu atau latar belakang tertentu. (6) Mengandung suatu perkara yang seharusnya di beritakan oleh orang banyak. Dan dapat di nyatakan sebagai matan hadis yang berkualitas sahih (benar-benar berasal dari Nabi Saw. tidak mengkhusus kepada hukum seorang pegawai atau pejabat yang menerima hadiah. tetapi berkesan menyembunyikan sesuatu untuk di ambil hasilnya atau berkhianat dalam arti populer terindikasi melakukan korupsi). (2) Tidak bertentangan dengan hadis mutawwatir.فهل‬yang menurut ahli Ushul mempunyai arti “ al-Nahyi” atau larangan yang bersifat “taubikh” (menegur).غــــــل‬terangkatnya seorang pegawai. Untuk mengetahui bahwa. mempunyai maksud-maksud tertentu. apabila matan hadis tersebut : (1) Memiliki susunan gramatika sangat jelek. b. yakni sanadnya da’if.). Dimana suatu hadis barulah dapat dinyatakan berkualitas sahih. dengan tegas hingga di nyatakan dua kali dengan menggunakan kata “isim istifham” (kata untuk bertanya) seperti kata-kata : ‫ .[34] Berdasarkan kriteria kesahihan matan yang di jadikan tolok ukur sebagaimana kriteriakriteria tersebut di atas. sesungguhnya makna hadis dari al-Darimiy adalah di tunjukkan kepada orang banyak. maka Nabi Saw. nepotisme dan individualistis. Pemahaman Secara Kontekstual Secara kontekstual. suatu matan hadis dapat dinilai berkualitas palsu (tidak berasal dari rasul). kemudian menmerima hadiah. Hal itu terbukti dari asbab al-nuzul hadis tersebut pernah di sampaikan Nabi Saw. pekerja atau orang yang di serahi tanggung jawab untuk melaksanakan tugas. (2) Maknanya sangat bertentangan dengan pendapat akal. dan (4) Tidak bertentangan dengan logika yang sejahtera. tetapi ternyata hanya di riwayatkan oleh seorang saja. di antaranya : ‫ ( اســــتعمل عــــا مل . Jadi apabila seseorang menerima . minimal matan tersebut harus memenuhi empat macam tolok ukur.[35] Larangan tersebut terlihat pada sikap ketidak relaan Nabi ketika menerima laporan dari seorang pegawai yang menerima hadiah ketika ia sedang menjalankan tugasnya. tetapi di curigai oleh Nabi Saw. matan hadis tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat yang di riwayatkan oleh imam al-Darimiy adalah matan hadis yang tidak bertentangan sama sekali dengan tolok ukur kesahihan matan hadis. adalah lebih di sandarkan atau di qiyaskan kepada kasus seorang pegawai yang karena jabatan atau pekerjaannya. atau ancaman siksa yang berat terhadap suatu perbuatan yang tidak berarti. di antaranya: (1) Tidak bertentangan dengan alQur’an. (4) Menyalahi kebenaran sejarah yang telah terkenal di zaman Nabi. (3) Menyalahi al-Qur’an yang tegas maksudnya. sehingga seorang datang memberikan hadiah kepadanya bukan karena dasar sukarela.[32] Jadi hadis yang sanadnya sahih tetapi matannya tidak sahih (da’if) atau sebaliknya. maka hadis yang demikian tidak dapat di nyatakan sebagai hadis sahih. ا فل . ketika selesai turun dari mimbar shalat.

Semarang: Dina Utama. Metode Takhrij Hadis.hadiah dari orang yang memberi hadiah kepadanya bukan karena niat atau maksud-maksud tertentu ./1984 M. walaupun masuk dalam katagori hadis ahad. 1401 H. 1404 H. V. di terjemahkan oleh H. untuk memuliakan satu dengan yang lainnya. Al-Sijistaniy. Sunan al-Darimiy. Sesungguhnya hadis riwayat al-Darimiy yang di jadikan sebagai landasan hukum tentang larangan menerima hadiah bagi para pejabat. bahkan sangat di anjurkan oleh Nabi Saw. 1403 H. apabila di lihat dari kualitas sanad. Manhaj Nadq al-Matn.th. Beirut: Dar al-Fikr. DAFTAR KEPUSTAKAAN Al-Adlabiy. t. 1994. kolusi. Al-‘Asqalaniy.th. al-Juz VII. keotentikan dan kesahihannya. t. Sahih alBukhariy./1983 M. Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Juz X. isi kandungan hadis yang di riwayatkan oleh Imam al-Darimiy .Ahmad Rifqi Muchtar. dan untuk menjalin perdamaian diantara sesama yang di lakukan semata-mata mengharap rida Allah Swt.t. Turuq Takhrij Hadis Rasulullah Saw./1981 M.th. Agil Husain Munawwar dan H. KESIMPULAN Dengan selesainya pembahasan tentang penelitian metodologis hadis masalah korupsi. tetapi atas dasar sukarela dan bertujuan untuk memuliakan serta hanya mengharap rida Allah Swt. Abu Bakar Ahmad bin ‘Ali al-Khatib. Tarikh Bagdad aw Madinah al-Salam. Al-Darimiy. Juz IV. Dar al-Fikr: al-Tab’ah wa alNasyr wa al-Tawziy. mengharuskan adanya langkah penelitian yang mendalam sebagai upaya untuk menjaga kualitas kemurnian. maupun matannya adalah berkualitas sahih. Abu Muhammad ‘Abd al-Muhdi bin ‘Abd al-Qadir. Beirut: Dar al-Fikr. IV. Maka pemberian hadiah atau penerimaan hadiah seperti ini adalah tidak termasuk katagori yang di larang sebagaimana hukum yang terkandung dalam hadis riwayat Imam al-Darimiy. Beirut: Dar al-Fikr. nepotisme dan individualistis di dalamnya. kolusi. nepotisme dan individualistis. Beirut:Dar al-Afaq al-Jadidah. al-Imam al-Kabir ‘Abd Allah bin ‘Abd al-Rahman bin al-Fadil bin Bahram ibn ‘Abd al-Samad al-Tamimiy al-Samarqandiy. Salah al-Din bin Ahmad. Sehingga dengan demikian keabsahannya sebagai landasan hukum Islam dapat di terima . Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah. dan VII. al-Madinah al-Munawwarah: al-Maktabah al-salafiyyah. Sunan Abu Dawud. VI. berintikan adanya larangan memberi atau menerima suatu hadiah yang di latar belakangi oleh adanya maksud atau niat tertentu. . yakni studi kasus atas hadis Abu al-Humaidiy tentang larangan menerima hadiah bagi pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga dapat di pertanggung jawabkan sebagai dasar penetapan hukum dalam Islam. ‘Abd al-Hadi. Jilid III. Al-Baghdadiy. Sedang pemberian atau penerimaan hadiah yang di sebabkan oleh adanya latar belakang dasar suka rela. Secara tekstual maupun secara kontekstual. Tahzib al-Tahzib. dapat di simpulkan beberapa hal penting sebagai berikut : • • • Mengingat peran al-Hadis yang begitu penting sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an. Maka pemberian atau penerimaan hadiah semacam ini tidak termasuk dalam larangan. Al-Bukhariy. hubungan tertentu yang dalam istilah populer sekarang terkenal dengan adanya indikasi suap. Abu Dawud Sulayman ibn al-Asy’as.S.

Kaidah Kesahihan Sanad Hadis (Telaah Kritis dan Tinjauan Dengan Pendekatan Ilmu Sejarah). Islam Dari Masa Ke Masa. Surabaya: Pen. Beirut: Dar alKutb al-‘Ilmiyah. 1972. Juz I. ‘Ulum al-Hadis.Taqiy al-Din Ahmad ibn ‘Abd al-Halim. T. 1980. 1398 H. Usul al-Takhrij wa Dirasat al-Asanid. t. Amin. Beirut: Mu’assasat al-Risalah./1979. Jakarta: Widjaya. Majmu’ Fatawa li Ibn Taymiyah. As-Siba’iy. Tabaqat al-Huffaz. Cet. Halb : Matba’at al-Arabiyyah. Edisi Refisi. M.th.Al-Suyutiy. Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin ‘Usman. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Ke-7. Ibn Taymiyah.Siyar A’lam al-Nubala’. Al-Zahabiy. Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman bin Abi Bakr. Ushul Fiqh.ke-1 . Ismail. 1398 H. Cet. Departemen Agama RI. Hanafi. Musthafa. 1988. Jakarta: Bulan Bintang.Syuhudi./1983 M. Al-Madinat al-Munawwarah: al-Maktabah al-Ilmiyyah. 1987. Bandung: CV Rasyda. Ibn Al-Salah. . 1989. 1410 H. 1403 H. Al-Darul Qaumiyyah.t. Cet./1990 M. Al-Tahhan. A.Ahmad. As-Sunnah wa Makanatuha Fit-Tasyri’il Islamiy. Mahkota.ke-VII.: Matabi’ Dar al-Arabiyyah.