P. 1
Laporan KKN

Laporan KKN

|Views: 782|Likes:
Published by Mulyana Tur

More info:

Published by: Mulyana Tur on Oct 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

LAPORAN KKN – PAR 2008

Begaganli mo, 29 Juli – 28 Agustus 2008

1

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Sejarah membuktikan bahwa mahasiswa adalah agent of change; pembawa misi perubahan. Berbekal keilmuan yang didapatkan di

almamaternya, peranan mahasiswa terhadap perubahan minus ke plus, negatif ke positif, bawah ke atas, cukup signifikan dibanding peranan pihak-pihak yang tidak bermodal keilmuan (baca: berstrata pendidikan tinggi). Hal ini dapat dimaklumi karena sudah merupakan kewajaran jika jenis perubahan sebagaimana tersebut di muka, akan lebih mudah terealisasi oleh gerakan ―tangan-tangan yang berpengetahuan‖. Maka mahasiswa—setidaknya— adalah bagian besar dari ―tangan-tangan yang berpengetahuan‖ tersebut. Asumsi bahwa mahasiswa adalah ―yang berpengetahuan‖ sehingga menjadi pihak yang turut bertanggung jawab terhadap perubahan, diperkuat oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari: Pendidikan-Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat. Terkhusus untuk mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, keberadaan Tri Dharma Perguruan Tinggi http://my.opera.com/begaganlimo bertambah dengan adanya tujuh misi IAIN Sunan Ampel Surabaya yaitu: meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan keislaman dan ilmu-ilmu yang terkait berdasar standar nasional dan global; mengupayakan integrasi paradigma dan epistemologi ilmu umum-ilmu keislaman; mendidik mahasiswa menjadi warga masyarakat yang agamis; mengupayakan konseptualisasi ajaran dan pemikiran Islam agar dapat diaktualisasikan dalam kehidupan; mengembangkan penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk pengembangan ilmu pengetahuan; meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pola pengabdian kepada masyarakat; dan mempertahankan nilai-nilai lama yang positif dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih positif. Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan-Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat menuntut mahasiswa untuk

LAPORAN KKN – PAR 2008
Begaganli mo, 29 Juli – 28 Agustus 2008

2

menguasai ketiga aspek tersebut. Ketiga aspek tersebut telah terjabarkan oleh tujuh misi IAIN Sunan Ampel Surabaya sehingga tercapainya misi-misi tersebut, menjadi tugas mahasiswa untuk mewujudkannya. Beragam teori terkait dengan misi-misi tersebut di muka, telah didapatkan oleh mahasiswa sepanjang masa-masa kuliahnya. Sehingga menjadi tugas mahasiswa untuk mempraktekkannya (mengaplikasikannya). Artinya, mahasiswa sebagai ―orang dalamnya‖ perguruan tinggi berkewajiban untuk menjadi motor perubahan di berbagai bidang: ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, agama, dan sebagainya. Dengan menjadi motor perubahan, maka tertunaikanlah Tri Dharma yang ketiga yaitu Pengabdian kepada masyarakat. Maka sebagai media awal untuk memenuhi tanggung jawab mahasiswa dan untuk menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, perguruan tinggi IAIN Sunan Ampel Surabaya mencanangkan sebuah program yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang notebene juga merupakan penjabaran dari tujuh misi IAIN sebagaimana tersebut di muka. Dalam program KKN yang merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan/atau penjabaran dari tujuh misi IAIN tersebut, selain sebagai sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa juga belajar bersama dengan masyarakat agar mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan (baca: teori) yang telah didapatkan. Program KKN juga bisa dijadikan semacam bentuk ujicoba keabsahan teori karena tidak bisa tidak, seiring dengan perjalanan waktu, terjadi pergeseran situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. Benturan antara teori dengan realitas—banyak atau pun sedikit—pasti terjadi.sehingga perubahan yang diharapkan sulit bahkan tidak terwujudkan. Fakta ini membuat format KKN yang telah berjalan sebelumnya (KKN Konvensional) layak untuk dikritisi karena dirasa belum mampu memberikan kontribusi yang maksimal (masyarakat hanya menjadi objek/bersifat pasif) serta belum mampu menjadikan mahasiswa memiliki kompetensi untuk melakukan proses pengabdian kepada masyarakat secara lebih progresif. Sehingga dimunculkan sebuah alternatif yaitu KKN Transformatif yang http://my.opera.com/begaganlimo

LAPORAN KKN – PAR 2008
Begaganli mo, 29 Juli – 28 Agustus 2008

3

merupakan upaya memasukkan ide-ide Participatory Action Research (PAR). Sedangkan PAR sendiri merupakan sebuah pendekatan yang terumuskan atas dasar konsep Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be, dan Learning to Live Together. Berdasar konsep tersebut, Participatory Action Research (PAR) secara berurutan tercirikan dengan tiga buah variabel utama yaitu: research (riset), action (aksi), dan participatory (partisipasi). Dengan ketiga ciri tersebut, dapat dipahami bahwa KKN Transformatif dengan pendekatan PAR diawali oleh kegiatan riset (research), yaitu kegiatan yang dirupakan dengan melakukan penelitian yang diikuti dengan pemahaman yang detail dan mendalam terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat. Setelah kegiatan riset mendapatkan hasil yang detail dan pemahaman yang mendalam, kegiatan selanjutnya adalah aksi (action), yaitu kegiatan yang dirupakan dengan melakukan pencarian solusi-solusi sekaligus poin-poin bentuk programnya. Meski demikian, berdasarkan konsep yang melandasi PAR, kedua kegiatan yang merupakan ciri PAR tersebut di muka harus dilaksanakan secara partisipatif (participatory). Artinya, dalam melakukan riset beserta pemahamannya maupun dalam berupaya

mendapatkan solusi beserta bentuk-bentuk pelaksanaannya, harus melibatkan komponen utama yaitu masyarakat. Uraian di depan menunjukkan bahwa KKN Transformatif dengan pendekatan PAR memiliki peran yang signifikan: masyarakat tidak hanya dijadikan sebagai obyek, tetapi juga menjadi subyek. Artinya, masyarakat dan mahasiswa bekerjasama dan bersama-sama menjadi subyek perubahan dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator, katalisator, animator, dan enabler dari transformasi tersebut. http://my.opera.com/begaganlimo

B. TUJUAN KKN TRANSFORMATIF (KKN-PAR) Selain berpegangan pada Tri Darma Perguruan Tinggi, program KKN Transformatif juga memiliki tujuan, umum dan khusus. Tujuan umumnya adalah untuk meningkatkan kualitas peran IAIN Sunan Ampel dalam rangka memberdayakan dan mengembangkan masyarakat melalui pendampingan

berkeadilan.opera. 10. Meningkatkan kesadaran terhadap tanggung jawab sosial mahasiswa dan civitas akademika terhadap kehidupan masyarakat. dan reformatif yang mampu mengadakan perubahan sosial melalui beragam improvisasi dan inovasi terhadap pola-pola pemecahan problem sosial. 6. Sedangkan tujuan khusus KKN Transformatif IAIN Sunan Ampel Surabaya meliputi: 1. dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap beragam masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 29 Juli – 28 Agustus 2008 4 untuk mewujudkan masyarakat transformatif menuju kehiduan masyarakat kritis yang agamis. 9. konstruktif. 8. Mensinergikan potensi keilmuan yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam rangka pemecahan problem sosial. Membekali mahasiswa dengan ragam metode dan teknik sebagai sarana untuk menggali dan menggerakkan potensi yang ada di masyarakat. Melatih kepekaan.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. 2. http://my. mandiri. simpati. 5. SASARAN DAN TARGET KKN KKN Transformatif dengan pendekatan PAR yang merupakan bentuk KKN alternatif yang diterapkan oleh IAIN Sunan Ampel Surabaya ini . 7. Memperkuat integrasi mahasiswa dengan masyarakat melalui partisipasi aktif bersama masyarakat dalam mengurai dan memecahkan masalahmasalah bersama masyarakat. Membentuk mahasiswa yang dinamis. 4. Menjadikan mahasiswa memilki sikap tanggap aksi dalam menangani permasalahan yang terjadi di masyarakat. Meningkatkan kualitas intelektual mahasiswa dalam berbagai disiplin ilmu sebagai bekal untuk memberdayaan masyarakat 3. Mengubah paradigma pembinaan dan penyuluhan menjadi paradigma partisipatori dan transformatif dalam pemberdayaan masyarakat. Menjadikan mahasiswa mampu--dan mau--belajar bersama masyarakat untuk memahami dan memecahkan maslah sehingga memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari kehidupan nyata di masyarakat. dan demokratis.com/begaganlimo C. empati.

Sektor Pendidikan c. 29 Juli – 28 Agustus 2008 5 bertempat di Desa Begaganlimo Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. masyarakat dapat membaca kondisinya sendiri jika suatu saat mengalami suatu masalah tanpa meminta bantuan dari pihak luar sehingga masyarakat dapat hidup mandiri dalam segala aspek kehidupannya. D. Sejarah Desa Begaganlimo B.com/begaganlimo . Latar Belakang B. Dengan tujuan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di masyarakat melalui tiga tahap: tahap research (penelitian). dan sektoral melainkan merupakan sebuah upaya sistematis. Gambaran Global Kondisi Geografis Desa Begaganlimo C. Sehingga segala program yang nantinya dilaksanakan bersama masyarakat dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pokok masyarakat.opera. Artinya bahwa KKN Transformatif dengan pendekatan PAR bukanlah sebuah kegiatan yang insidental. Sektor Ekonomi b. dan berkelanjutan.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Gambaran Sektoral Kondisi Demografis Desa Begaganlimo a. Sistematika Pembahasan BAB II KONDISI SOSIAL MASYARAKAT DESA BEGAGANLIMO (HISTORIS. GEOGRAFIS. terpadu. Sasaran dan Target KKN D. Pada tahap selanjutnya. sporadis. action (aksi) dan participatory. DAN DEMOGRAFIS) A. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Sistematika pembahasan laporan KKN-PAR 2008 di Desa Begaganlimo adalah sebagai berikut: KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan KKN C. Sektor Keagamaan http://my.

Reformasi Ta’mir Masjid dan Pelatihan Manajemen Masjid 3.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Inkulturasi dengan Masyarakat 3. KENDALA-KENDALA LAMPIRAN-LAMPIRAN http://my. Pelatihan Komputer BAB IV REFLEKSI (ANALISIS DAN TEORITISASI) A. EVALUASI HASIL PROGRAM BAB V PENUTUP A. IDENTIFIKASI HASIL PROGRAM B. SIMPULAN B. Peningkatkan Kualitas Pengajar TPQ 2. Pengenalan dan Sosialisasi dengan Masyarakat 2. 29 Juli – 28 Agustus 2008 6 BAB III PROSESI RESEARCH PENERAPAN PARTICIPATORY ACTION A. RENCANA DAN PELAKSANAAN PROGRAM/AKSI 1. Identifikasi Potensi B. Pelatihan Qiraat Ibu-Ibu Jamaah Masjid Ash Sholihin 5.opera. TAHAP-TAHAP RISET AKSI 1. Pelatihan Manajemen Koperasi 6.com/begaganlimo . Identifikasi Masalah dan Prosesnya 4. Pembentukan Majlis Dzikir 4.

com/begaganlimo . Adapun batu yang berwujud Bajul tersebut saat ini bisa ditemui di pinggiran hutan http://my. di antaranya adalah adanya keterkaitan antara Troliman (nama salah satu dusun dari dua dusun di desa Begaganlimo) dengan Trowulan. selanjutnya mereka membuka ladang di hutan tersebut. Sehingga Ki Ageng Pengging tidak terima dan mengutuk Pangeran menjadi batu yang berwujud Bajul. Jumlah pelarian ini adalah 5 orang dipimpin oleh Mbah Sarirejo. DAN DEMOGRAFIS) A. Sebenarnya ada versi lain dari sejarah desa Begaganlimo. daerah tersebut kemudian dinamai Begaganlimo yang secara harfiahnya berarti ladange wong limo (ladangnya lima orang). dulu ada Pangeran dari Trowulan (mungkin Majapahit) yang ingin mempersunting putri dari Ki Ageng Pengging yang ketika itu berdomisili di Troliman. GEOGRAFIS. Mereka adalah anak buah Pangeran Diponegoro yang menyelamatkan diri dari kejaran Pasukan Kompeni Belanda pasca tertangkapnya Pangeran Diponegoro.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo.opera. Namun. Kemudian terucap dengan lidah Jawa (Timur) menjadi Begagan. Desa Begaganlimo bermula ketika anak buah Pangeran Diponegoro tiba di hutan yang terletak di perbukitan di mana desa Begaganlimo saat ini berlokasi. SEJARAH DESA BEGAGANLIMO Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bapak Syamsi (Bayan). Dengan demikian. maka penghuni Begaganlimo sepakat memindah lokasi desa lebih ke bawah. Berhubung yang babat alas adalah lima orang. 29 Juli – 28 Agustus 2008 7 BAB II KONDISI SOSIAL MASYARAKAT DESA BEGAGANLIMO (HISTORIS. Ladang dalam bahasa Jawa Tengah dibahasakan dengan Pegagan. sebenarnya Desa Begaganlimo merupakan sebuah ―desa tua‖ yang menjadi ―muda‖ karena terjadi perpindahan lokasi. Seiring dengan perjalanan waktu. karena faktor letak yang terlalu jauh (di puncak bukit). Seperti yang dituturkan oleh Bapak Ponimin. Ki Ageng Pengging tahu bahwa wujud ruh nya Pangeran adalah Bajul (kura-kura). Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

opera. sedangkan di sebelah barat dibatasi oleh sungai dan Desa Ndilem. informasi yang mereka berikan hanya sepotong-sepotong dan hanya berkutat pada dua versi tersebut di depan. sebelah selatan dibatasi oleh sungai dan Hutan PERHUTANI. kondisi tanah yang digunakan sebagai lahan pertanian di desa Begaganlimo tergolong tanah yang sangat subur. ketersambungan antara Troliman dan Trowulan tidak lebih hanya sekadar uthak-athik gathuk (dipaksakan kesesuaiannya) yaitu antara liman (liman: lima. keberadaan petilasan Majapahit yang berupa peralatanperalatan yang terbuat dari batu yang saat ini masih ada dan bisa ditemui di dekat sumber air di tengah hutan membuat dua versi cerita di muka menjadi lebih sulit dideteksi: versi mana yang benar. desa Begaganlimo bersebelahan dengan Desa Kalikatir. rentang waktu antara zaman Majapahit lebih jauh dibanding dengan zaman Pangeran Diponegoro.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Jika diteliti lebih mendalam. Desa Begaganlimo terletak di sekitar Pegunungan Anjasmoro. nampaknya cerita versi Bapak Syamsi lah yang lebih mendekati kebenaran. http://my. Karena. Sehingga. B. Secara geografis. dan di sebelah timur berbatasan dengan hutan. Sebagaimana umumnya daerah yang berlokasi di kaki gunung dan dikelilingi oleh sungai.com/begaganlimo . Sehingga sejarah desa Begaganlimo sampai saat ini masih misterius. Namun. bahkan nama watu bajul juga diresmikan menjadi nama sebuah gang di dusun Begagan. yang merupakan jumlah hari dalam penanggalan jawa) dengan wulan (wulan: bulan). Sehingga memungkinkan penduduk untuk menanam berbagai macam jenis tanaman. Adapun yang mengetahui. Di sebelah utara. Artinya belum ada narasumber yang bisa memberikan informasi yang akurat karena hampir sebagian besar penduduk desa Begaganlimo sama sekali tidak mengetahui sejarah desa mereka. 29 Juli – 28 Agustus 2008 8 yang terletak di dusun Begagan berupa batu besar berbentuk kura-kura yang oleh penduduk Desa Begaganlimo disebut dengan watu bajul. GAMBARAN GLOBAL KONDISI GEOGRAFIS Desa Begaganlimo yang ditentukan sebagai lokasi sasaran KKN-PAR memiliki luas wilayah + 111 hektar.

http://my. Usaha di bidang ini terdukung oleh berlimpahnya pakan ternak yang berupa rumput dan daun-daun dari jenis tanaman tertentu. Tidak banyaknya penduduk yang menggeluti bidang peternakan lebih disebabkan oleh faktor tidak adanya modal untuk membeli hewan ternak. Sesuai dengan luas wilayahnya yang terbilang sempit (apalagi jika dibandingkan dengan desa Centong). Umumnya. Sawah digunakan oleh penduduk untuk menanam padi serta sesekali diselingi dengan jagung. Selain kedua jenis tanaman ini. Selain bidang pertanian. lahan persawahan di desa ini pun terbilang sedikit. hutan rakyat ini ditanami dengan tanaman pisang dan ketela. hutan rakyat.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Selain itu. mayoritas ditanami dengan tanaman durian. Sehingga pola beternak mereka adalah pola peternakan tradisional. Semakin menyempit setelah musibah banjir melanda pada tahun 2003 yang mana mematikan fungsi sekitar 1/3 dari lahan persawahan yang ada sebelumnya. Adapun tegalan (kebun) yang berada tidak jauh dari rumah-rumah penduduk. dan bahkan ada yang berada di pinggir jalan beraspal. selain berkewajiban menjaga kelestarian hutan juga mendapat kompensasi yang kemudian biasa disebut dengan hutan rakyat. 29 Juli – 28 Agustus 2008 9 Adapun lahan pertanian di desa Begaganlimo terbagi dalam tiga bentuk yaitu sawah. sebagian kecil penduduk desa Begaganlimo juga menggeluti bidang peternakan yaitu peternakan kambing dan sapi. Meski hanya memiliki lahan persawahan yang sempit. Lahan persawahan di desa Begaganlimo tidak berada pada satu lokasi melainkan terpisah-pisah. penduduk juga merasa bahwa waktu dan tenaga mereka cukup banyak tersita untuk bergelut di bidang pertanian.com/begaganlimo .opera. penduduk Begaganlimo sedikit tertolong oleh adanya sistem pengamanan hutan mandiri yang mana penduduk Begaganlimo yang menjadi anggota KMDH (Koperasi Masyarakat Desa Hutan). belum pernah ada penduduk yang mencoba menanam tanaman jenis lain di sawah. dan tegalan (kebun). Ada yang terletak di pinggir hutan. di atas tebing sungai. yaitu penduduk berhak menanam tanaman apa pun di lahan hutan Perhutani.

Hal ini ditandai dengan tidak adanya lembaga pendidikan tingkat dasar di desa tersebut. 29 Juli – 28 Agustus 2008 10 Di bidang pendidikan. masih banyak ditemui anak-anak SD dan SMP yang pulang-pergi dengan berjalan kaki kurang lebih 4 kilometer (SMPN 3 Gondang) dan 2 kilometer (SDN Begaganlimo). Mayoritas. Dua buah musholla sudah ada sejak dulu. 1 masjid (Masjid Ass Sholihin) di dusun Troliman berdiri sejak tahun 2003. Prosentase warga desa Begaganlimo bisa disebut kurang seimbang karena para pemudanya banyak yang meninggalkan http://my. . C. Di bidang keagamaan. pendidikan formal mereka terhenti setelah lulus dari SMP. Masing-masing RT dibatasi oleh gang-gang kecil yang papan namanya dibuat oleh peserta KKN dari UNTAG Surabaya yang datang kurang lebih 4 bulan sebelum kedatangan peserta KKN-PAR Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya. 1 masjid dan 1 musholla terletak di dusun Troliman. Bahkan sampai saat ini. sedangkan 1 masjid (Masjid An Nuur) yang terletak di dusun Begagan baru saja selesai pembangunannya 2 bulan sebelum kedatangan mahasiswa peserta KKN-PAR. Sehingga anak-anak yang berusia ―wajib belajar‖ terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk kepentingan pendidikan mereka. GAMBARAN SEKTORAL KONDISI DEMOGRAFIS Desa Begaganlimo yang terdiri dari dua dusun (Troliman dan Begagan) memilki penduduk sebanyak 563 jiwa yang terbagi menjadi 188 kepala keluarga 1 dan dikelompokkan menjadi 6 RT (3 RT di Troliman dan 3 RT di Begagan). mayoritas penduduknya beragama Islam. adapun Kepala Desa Begaganlimo dalam sambutannya menyatakan bahwa Desa Begaganlimo dihuni oleh sebanyak 181 KK.. Sehingga wajar jika di desa Begaganlimo terdapat dua buah masjid dan dua buah musholla. Desa Begaganlimo termasuk daerah tertinggal.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. dam hanya ada 8 KK yang beragama non-Islam (Kristen). 1 masjid dan 1 musholla lainnya terletak di dusun Begagan.opera. Faktor jarak pula (dan juga faktor biaya) yang membuat tingkat pendidikan penduduk Begaganlimo sangat rendah.com/begaganlimo 1 Berdasarkan data dari Badan Pusat Statsistik (BPS) Tahun 2003.

merupakan desa yang tingkat pendidikan formal warganya sangat rendah. Adapun penduduk yang tidak memiliki lahan untuk bertani.opera. meskipun bertanah sangat subur. Sektor Ekonomi Desa Begaganlimo termasuk desa yang berwilayah sempit jika dibandingkan dengan desa-desa lain yang ada di kecamatan Gondang (kecuali desa Ndilem). Berdasar data. Dengan kondisi tanah di desa Begaganlimo yang sangat subur. Ini terlihat dari sedikitnya lahan pertanian yang ada desa tersebut serta sedikitnya jumlah penduduk yang menghuni desa tersebut. penduduk desa Begaganlimo menggantungkan hidupnya sehingga hasil tanaman terutama padi lebih diutamakan untuk dikonsumsi sendiri. http://my. 29 Juli – 28 Agustus 2008 11 desa untuk bekerja di kota sehingga terjadi semacam keterputusan generasi (dari generasi tua ke generasi anak-anak). dan dari hasil itulah mereka memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. hasil dari pertanian mereka tidak terlalu maksimal karena terkendala oleh terbatasnya lahan.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. ada yang mencoba usaha lain yaitu dengan memelihara hewan ternak berupa kambing dan/atau sapi. dan 2 orang yang sedang menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi. 4 orang D1/D2/D3. mereka bekerja sebagai pedagang di rumah-rumah (warung atau toko) atau pun di pasar-pasar. penduduknya yang sebagian besar adalah petani menanami sawah-sawah dengan tanaman padi dan jagung. Sehingga. Namun. Dari hasil pertanian itulah (padi dan jagung). hanya 3 orang yang berpendidikan terakhirnya S1. Sektor Pendidikan Desa Begaganlimo yang penduduknya berjumlah 563 orang. a. ada sekitar 4 buah warung dan 3 buah toko yang terdapat di desa Begaganlimo.com/begaganlimo b. . Dari jumlah penduduk tersebut di muka.

kenyataannya tidak berlokasi di Desa Begaganlimo melainkan di Dusun Dokare Desa Kalikatir yang berjarak cukup jauh. dapat disimpulkan pula bahwa tingkat kesadaran masyarakat Desa Begaganlimo terhadap urgensi pendidikan masih rendah. 29 Juli – 28 Agustus 2008 12 Dari data yang telah terkoleksi tersebut. Hanya saja.opera. di Desa Begaganlimo hanya ada lembaga pendidikan ―sangat dasar‖ yaitu Play Group. Rendahnya kesadaran warga desa Begaganlimo terhadap urgensi pendidikan juga diperburuk dengan ketiadaan lembaga pendidikan tingkat dasar di desa tersebut. Hal inilah yang kemudian menyebabkan mayoritas warga Desa Begaganlimo setelah lulus SMP tidak lagi meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi melainkan bersegera meninggalkan desa untuk bekerja di kota.com/begaganlimo c. tingkat kesadaran keagamaan penduduk Begaganlimo sebenarnya tidak rendah.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Kondisi ini terutama dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat perekonomian warganya. Sedangkan menurut Kepala Desa Begaganlimo. Sehingga. membuat kegiatan keagamaan (dalam berbagai bentuknya) kurang bisa berjalan lancar. Desa Begaganlimo sangat kekurangan tokoh . harus mengalami berbagai hambatan sebab karakterisitik masyarakat yang telah mendarah daging tersebut. Para orang tua umumnya merasa keberatan (baca: tidak mampu) untuk membiayai anak-anaknya (terutama biaya pendaftaran) untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sektor Keagamaan Menurut penuturan Bapak Sholihin (donatur terbesar pendirian Masjid Ass Sholihin). Bahkan pendirian masjid yang dia gagas dan yng pada awalnya disambut dengan antusias. http://my. masing-masing 1 Play Group di masing-masing dusun. Hal ini terbukti dengan antusiasme penduduk desa terhadap gagasan pendirian masjid yang dia gagas. sampai dengan saat ini. Ada sebuah Sekolah Dasar yang meskipun secara legal-formal bernama SDN Begaganlimo. karakteristik masyarakat yang rata-rata berego tinggi sehingga berimbas pada tingkat pemahaman keagamaan.

Terpisahnya kegiatan keagamaan antara dusun Troliman dengan dusun Begagan tersebut selain karena faktor jauhnya jarak antara kedua dua dusun tersebut. Kegiatan Tahlilan bapak-bapak dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jumat sedangkan kegiatan tahlilan ibu-ibu dilaksanakan pada hari Sabtu malam Minggu.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. kegiatan keagamaan di desa Begaganlimo tetap ada dan berjalan. Untuk dusun Troliman. lebih aktif dibanding dusun Troliman karena http://my. adalah tokoh-tokoh yang ―nanggung‖ dan tokoh-tokoh yang menokohkan diri. ada acara khataman yang biasanya dilakukan pada pagi sampai dengan siang hari seminnggu sekali di masjid Ass Sholihin Troliman. tahlilan ibu-ibu pada hari Selasa malam Rabu. Dusun Begagan berdasarkan pengamatan. Bahkan pembangunan masjid An Nur di Begagan. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa rutinitas keagamaan. Selain kegiatan tahlilan. Sehingga sektor keagamaan di desa Begaganlimo tidak bisa tergarap maksimal karena masyarakat kurang bisa percaya dan kurang bisa patuh kepada tokoh-tokoh yang ―nanggung‖ apalagi tokoh-tokoh yang menokohkan diri. juga dilatarbelakangi oleh perbedaan prinsip dan karakter antartokoh agama kedua dusun tersebut.com/begaganlimo . kegiatan tahlilan bapak-bapak dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan tahlilan di dusun Troliman. juga ada kegiatan dibaan yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam Kamis. Adapun untuk dusun Begagan. juga dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antartokoh agama. Kalaupun ada. menurut beberapa narasumber. Meskipun demikian. Kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut bisaanya dilakukan oleh warga secara rutin dan bergilir secara per dusun. Perbedaan karakter dan prinsip ini pun kemudian berimbas pada kuantitas dan kualitas kegiatan keagamaan di masing-masing dusun. Sementara khataman bertempat di masjid An Nur setiap pagi hari Kamis. 29 Juli – 28 Agustus 2008 13 agama atau orang yang ahli di bidang agama (Islam) sehingga berpengaruh besar pada rendahnya tingkat pemahaman keagamaan warga.opera.

opera. Adapun fasilitas keagamaan yang ada di desa Begaganlimo adalah dua masjid dan dua musholla. Masjid An Nur yang baru berumur kurang lebih dua bulan terletak di bagian selatan dusun Begagan dan mushollanya terletak di bagian utara dusun Begagan. Karnoko). Sehingga orang-orang tua merasa keberatan jika harus menempuh perjalanan ke dusun Troliman. Musholla ini terletak di dekat sungai dan mungkin karena faktor kedekatan dengan sungai ini membuat fasilitas tempat wudhu tidak berfungsi dengan baik. Jika di dusun Troliman ada satu masjid dan satu musholla. Masjid Ass Sholihin terletak di dusun Troliman. 29 Juli – 28 Agustus 2008 14 tokoh agamanya lebih dapat diterima oleh masyarakat sehingga mampu menggerakkan masyarakat dalam beragam jenis kegiatan keagamaan. bangunan masjid tersebut belum sempurna sebab kekurangan dana untuk menyempurnakan bangunan serambinya. Keberadaan masjid di dusun Begagan ini sangat penting terutama jika terkait dengan ibadah shalat Jum’at karena antara dusun Begagan dengan dusun Troliman terpisah oleh jarak yang lumayan jauh. http://my.com/begaganlimo . tepatnya berada di gang Sumber Agung dan berdiri di sebelah barat rumah pewakaf tanah (Bpk. Adapun musholla yang terdapat di dusun Troliman lebih difungsikan sebagai tempat pembelajaran TPQ.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Sampai dengan saat ini. maka demikian pula di dusun Begagan.

para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo langsung http://my. 29 Juli – 28 Agustus 2008 15 BAB III PROSES PENERAPAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PRAKTEK KERJA PARTISIPATORY RURAL APPRAISAL) A. Kapolsek Gondang. Langkah pertama adalah seremonial perkenalan dengan perangkat desa Begaganlimo.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Seremonial ini berlangsung tidak lama setelah acara pembukaan KKN di Balai Kecamatan Gondang yang diikuti oleh seluruh peserta KKN-PAR yang tersebar di lima desa dan dihadiri oleh Camat Gondang (Bapak Susantoso). Sehingga proses penerapan PAR dalam pelaksanaan program KKN yang dijalankan oleh mahasiswa peserta KKN-PAR selanjutnya mendapat apresiasi yang baik (respon positif dan dukungan) dari masyarakat yang endingnya adalah kelancaran dan kesuksesan KKN PAR Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya di Desa Begaganlimo.opera. dan tujuan. para Dosen Pemdamping Lapangan (DPL). 4 Kepala Desa dan 1 perwakilan kepala desa. dari. Setelah selesai mengikuti acara pembukaan di Balai Kecamatan. Dalam acara pembukaan tersebut Camat Gondang memberikan sedikit tentang gambaran umum mengenai desa-desa yang akan kami tempati. Perkenalan dan Sosialisasi dengan Masyarakat Sebagai serombongan tamu yang belum dikenal sebelumnya.com/begaganlimo . dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pelaksanaan program KKN-PAR. Dekan Fakultas Ushuluddin. Hal ini bertujuan agar kedatangan dan kehadiran mahasiswa peserta KKN-PAR bisa diterima dengan baik dan terbuka oleh masyarakat setempat. baik secara personal maupun komunal. maka mahasiswa peserta KKN-PAR yang ditempatkan di Desa Begaganlimo memperkenalkan diri kepada masyarakat desa Begaganlimo mengenai diri. TAHAP-TAHAP RISET AKSI 1.

untuk kedua kalinya. Pada malam harinya. hadir seluruh perangkat Desa Begaganlimo kecuali Sekretaris Desa. bertepatan dengan acara kenduri memperingati Isra’ Mi’raj. Tidak lupa.com/begaganlimo . Dalam kesempatan ini. Dalam acara ini masing-masing dari perangkat desa dan masing dari para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo memperkenalkan diri. Tiba di desa Begaganlimo. Kepala Desa memperkenalkan para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo kepada seluruh masyarakat yang hadir. para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo berhenti di Balai Desa Begaganlimo karena ternyata Kepala Desa Begaganlimo telah menyiapkan acara penyambutan. Selanjutnya rombongan mahasiswa peserta KKN-PAR dengan dipandu oleh Kepala Desa meneruskan perjalanan menuju rumah yang akan dijadikan posko KKN-PAR di desa Begaganlimo.opera. Penjelasan tentang KKNPAR terhadap masyarakat dirasa perlu karena sudah menjadi pengertian umum bahwa mahasiswa peserta KKN pasti sudah membawa program dari kampus yang biasanya bersifat fisik. 29 Juli – 28 Agustus 2008 16 berangkat ke desa yang telah ditentukan. Sambutan masyarakat waktu perkenalan ini sangat baik sehingga tidak sulit bagi para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo untuk bersosialisasi dengan masyarakat. sedangkan yang sudah mengetahui— apalagi memahami—tentang KKN-PAR baru beberapa orang perangkat desa. Dalam acara penyambutan di Balai Desa tersebut.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Proses perkenalan diri dan sosialisasi tentang KKN-PAR tidak berhenti sampai di sini karena pendekatan secara personal dan door to door dirasa perlu dalam rangka mendukung kesuksesan program KKNhttp://my. Koordes dalam sambutannya menyampaikan penjelasan tentang KKN Transformatif berpendekatan PAR. perwakilan dari para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo menjelaskan tentang KKN-PAR. Penjelasan tentang PAR dirasa perlu sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi karena desa Begaganlimo sudah pernah ditempati sebelumnya sebagai lokasi KKN perguruan tinggi lain yang sistem KKN-nya tidak berpendekatan PAR.

dan tokoh pemuda. Komunikasi secara personal dimulai pada hari pertama saat makan siang. Terutama rumah kepala desa. di antaranya: a. Kepala Desa (Bapak Miseri) Sebagai Kepala Desa Begaganlimo. para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo secara terpisah (perseorangan maupun berkelompok) mendatangi rumah-rumah masyarakat. Dalam kesempatan ini Kepala Desa Begaganlimo secara terbuka juga menceritakan sejarah kepemimpinannya. Bapak Miseri termasuk sedikit dari pemimpin yang terbuka dan merakyat. http://my. Sehingga beliau sangat berharap kedatangan dan kehadiran para mahasiswa peserta KKN-PAR bisa menutupi kekurangan tersebut. 29 Juli – 28 Agustus 2008 17 PAR yang secara sekilas tampak sulit untuk diterima oleh masyarakat yang telah terbiasa dengan KKN Konvensional.opera. tokoh agama. Terutama di bidang keagamaan (Islam). membahas lebih detail tentang KKN berpendekatan PAR. beliau dan istrinya bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan makan-minum para mahasiswa peserta KKN-PAR selama satu bulan. Kondisi ini membuat para mahasiswa peserta KKN-PAR sangat mudah untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan beliau. Asumsi ini berangkat dari mudahnya beliau untuk ditamui maupun sekadar ditemui. Beliau juga menayadari dan menyatakan bahwa desa Begaganlimo sangat kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. tokoh masyarakat.com/begaganlimo . Keesokan harinya. Satu keuntungan bagi para mahasiswa peserta KKN-PAR adalah bahwa Kepala Desa Begaganlimo sudah memahami dengan baik konsep PAR sejak mendapat penjelasan pada waktu acara pembukaan KKN-PAR di balai kecamatan Gondang.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Bahkan dengan penuh rasa kebapakan.

. Sehingga pertemuan ini lebih banyak berisi penjelasan detail tentang IAIN. Setelah memperkenalkan diri dan menyosialisasikan misi.‖ http://my. Sehingga bertemu dengan Bapak Sauji yang ternyata adalah—mungkin—satu-satunya SDM keagamaan yang berkualitas tidak minim. 2 Karena kekurangtahuan beliau tentang IAIN. Bapak Sauji menyatakan dukungan terhadap program KKN-PAR. aku ikuti. Bapak Sauji (Tokoh Agama) Pernyataan bahwa desa Begaganlimo minim kuantitas dan kualitas SDM keagamaan membuat para mahasiswa peserta KKN-PAR berusaha mencari tahu. Pertanyaan beliau difahami oleh para mahasiswa peserta KKN-PAR sebagai ketidaktahuan beliau tentang bidang keilmuan apa yang ada di IAIN.opera.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Beliau lebih ingin melihat realisasi. bukti nyata. 29 Juli – 28 Agustus 2008 18 b. c. ada satu pernyataan beliau yang cukup baik untuk menjadi pondasi perubahan ke arah yang lebih baik: ―Kalau benar. Selanjutnya Bapak Karnoko—setelah memahami eksistensi IAIN—mempertanyakan apa saja yang akan dikerjakan oleh para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo. Namun meski sudah mendapat penjelasan tentang KKN-PAR. Bapak Karnoko (tokoh Masyarakat) Selain dengan Kepala Desa dan Perangkat Desa. Meski demikian. pada hari kedua para mahasiswa peserta KKN-PAR juga bertemu dan bertamu ke beberapa tokoh masyarakat. di antaranya adalah Bapak Karnoko. beliau tidak bertanya tentang ―apa itu KKN-PAR‖ melainkan lebih radikal: apa eksistensi IAIN. Bapak Karnoko tampak belum memahami benar KKN-PAR. Pertanyaan ini membuka ruang untuk menyosialisasikan KKN-PAR.com/begaganlimo 2 Pewakaf tanah Masjid Ash Sholihin Dusun Troliman. terutama di bidang kegamaan.

com/begaganlimo e. Kehadiran para mahasiswa peserta KKN-PAR juga beliau harapkan mampu merekatkan (baca: menyatukan) kembali masyarakat— khususnya—dusun Troliman yang terpecah sebab “eker-ekeran” PILKADUS (Pilihan Kepala Dusun). http://my. Bapak Joko Suroso (Ketua Karang Taruna Troliman dan Pemilik Rumah yang dijadikan Posko KKN-PAR) Tidak berselang lama setelah menempati rumah yang dijadikan Posko KKN-PAR (sebelum makan siang dan berbincang dengan Kepala Desa). Karang Taruna yang notabene adalah organisasi pemuda pun akhirnya berisi dan dipimpin oleh orang-orang yang secara usia tidak termasuk dalam kategori pemuda. 3 Dalam pertemuan ini. Kebetulan beliau adalah ketua Karang Taruna Dusun Troliman. Pernyataan ini wajar adanya karena Bapak Joko Suroso termasuk sedikit dari ―orang terpelajar‖ yang ada di desa Begaganlimo. 29 Juli – 28 Agustus 2008 19 d. Pada akhir pertemuan ini Bapak Joko Suroso mengingatkan para mahasiswa peserta KKN-PAR agar tidak berlaku dan ―bernasib seperti para mahasiswa peserta KKN Untag yang sedikit—bahkan tidak—mengenal dan dikenal masyarakat Begaganlimo. Hal ini mendorong 3 para mahasiswa peserta KKN-PAR untuk Karena kuantitas pemuda di desa Begaganlimo sangat sedikit. para mahasiswa peserta KKN-PAR menemui pemilik rumah yaitu Bapak Joko Suroso. .opera. Bapak Joko Suroso—setelah mendengar penjelasan tentang KKN berpendekatan PAR—dengan nada gembira juga menyatakan bahwa pendekatan seperti PAR inilah yang selama ini beliau cari dan tunggu-tunggu. Ngateman (Ketua Karang Taruna Begagan) Unsur yang tidak kalah penting yang harus dirangkul demi keberhasilan KKN-PAR adalah unsur pemuda karena para mahasiswa peserta KKN-PAR notabene adalah sekumpulan pemuda. disamping menyampaikan keprihatinan bahwa Desa Begaganlimo sangat jarang ditempati sebagai lokasi KKN dibanding beberapa desa lain di kecamatan Gondang.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo.

opera. Beliau tampaknya sudah mengetahui spesifikasi IAIN: yaitu di bidang keagamaan (Islam). Karena ―agama‖ kejawen sudah merupakan peninggalan nenek-moyang yang harus dilestarikan. Sehingga. beliau pun memperkenalkan diri dan keluarganya. f. Setelah memperkenalkan diri. Kegiatan ini dimulai pada hari ketiga. Masyarakat Di samping melakukan memperkenalkan diri dan menyosialisasikan misi ke masyarakat melalui media shalat jamaah. beliau beharap agar kejawen tidak disalahkan. Adapun di bidang ekonomi. para mahasiswa peserta KKN-PAR merasa perlu untuk memperkenalkan diri dan menyosialisasikan misi secara door to door ke beberapa orang tertentu Mengutamakan yang terabaikan merupakan salah satu prinsip kerja PRA. beliau tetap mengharapkan bidang keagamaan di Begaganlimo berkembang. dan sebagainya. Orang pertama adalah Pak Kamad yang kebetulan rumahnya berada tepat di depan Posko KKN-PAR. ketua Karang Taruna dusun Begagan menyatakan kesediaannya untuk bekerjasama. Di bidang keagamaan. Pak Kamad menerima dengan baik kedatangan para mahasiswa peserta KKN-PAR. beliau sangat mendukung misi para mahasiswa peserta KKN-PAR. Hal. 4 Prinsip ini mendasari para mahasiswa peserta KKN-PAR untuk mendatangi beberapa orang non-tokoh masyarakat. 29 Juli – 28 Agustus 2008 20 memperkenalkan diri ke kelompok Karang Taruna. marung. sebagai salah seorang penganut agama Islam sekaligus ―agama‖ kejawen. Meski demikian. dia berharap agar para mahasiswa peserta KKN-PAR mau untuk memberinya berbagai ide dan pendapat dalam rangka mengembangkan dan memajukan desa. 4 Modul Pelatihan KKN Transformatif IAIN Sunan Ampel Surabaya. Artinya. Perkenalan dan sosialisasi lebih intensif terutama dengan Ketua Karang Taruna. 79. Paimin. setelah hari pertama dan kedua terfokus ke perangkat desa dan tokoh agama-tokoh masyarakat. tahlilan. http://my. beliau berharap agar ―agama‖ kejawen tidak diusik.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo.com/begaganlimo . Bahkan.

Harapan ini dilandasi oleh berlimpahnya Sumber Daya Alam di desa Begaganlimo namun tidak terkelola dengan baik. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaannya adalah sebagai berikut: a. Diperlukan metode yang tepat agar inkulturasi dan trust building berhasil baik.com/begaganlimo . Orang ketiga adalah Ibu Sujak. diharapkan peserta KKN-PAR dan masyarakat bisa seiring dalam melakukan riset. Dalam kesempatan ini. http://my. dan memecahkan permasalahan secara kolektif dan partisipatif. maka para mahasiswa peserta KKN-PAR melakukan 5 Desa Begaganlimo adalah penghasil pisang dengan kuantitas yang banyak dan dengan kualitas yang baik. Dari sini beliau berharap agar pendidikan kegamaan anakanak kecil lebih diperhatikan. belajar memahami masalah.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. pendalaman terhadap kondisi masyarakat dari berbagai sektornya harus dilakukan agar didapatkan pemahaman yang benar dan tidak menjebak. Dengan proses ini. mengamati). Perkenalan dan sosialisasi disambut dengan baik. mengawasi dengan teliti. Bapak Ponimin lebih banyak bercerita tentang sejarah desa. 2. Observasi Sesuai dengan artinya (peninjauan secara cermat. maka proses selanjutnya adalah membangun hubungan kemanusiaan dengan masyarakat (inkulturasi) dan membangun kepercayaan dengan masyarakat (trust building) sehingga bisa terjalin hubungan yang setara dan saling mendukung (simbiosis mutualisme). 5 Orang kedua adalah Bapak Ponimin yang rumahnya berada di sebelah Bapak Kamad. Dulu pernah ada usaha home industri kripik pisang namun tidak dapat eksis karena kalah saing dengan produsen lain (terutama produk pabrik). 29 Juli – 28 Agustus 2008 21 beliau berharap agar di desa Begaganlimo ada semacam home industry yang Sumber Daya Manusia nya adalah penduduk desa Begaganlimo sendiri. Beliau menyatakan kagum dan terkesan dengan ―keagamaan‖ para mahasiswa peserta KKN-PAR.opera. Namun sebelum inkulturasi dan trust building ini diupayakan. Inkulturasi dan Trust Building dengan Masyarakat Setelah proses perkenalan dan upaya sosialisasi KKN-PAR kepada masyarakat.

Inisiatif ini penting karena berangkat dari aktivitas inilah para mahasiswa peserta KKN-PAR bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. dilakukan dengan dengan dua cara: langsung dan tidak langsung.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Cara langsung dilakukan dengan wawancara secara personal maupun komunal dengan masyarakat. Selain itu.opera. dibaan. Lembaga pendidikan seperti TPQ dan Play Group menjadi sarana awal untuk mengkonvensionalkan diri sehari-hari. Dapat dikatakan. Cara tidak langsung dilakukan dengan memperhatikan dan mencermati kebiasaan-kebiasaan (perilaku dan kultur) masyarakat. Tidak sedikit dari masyarakat yang masih mempertanyakan ―bentuk fisik‖ KKN-PAR. Kondisi ini membuat para mahasiswa peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo berinisiatif untuk ―membuka jalan‖ PAR dengan melakukan yang bersifat konvensional. Karena pola pikir dan pola pemahaman dari masing-masing mahasiswa peserta KKN-PAR pasti berbeda. . momen tahlilan dan khutbah jumat juga menjadi sarana. Sehingga data yang didapatkan sebagai hasil observasi berupa data yang valid dan akurat. Proses pengamatan ini agar mendapatkan hasil yang tepat. 29 Juli – 28 Agustus 2008 22 pengamatan secara cermat dan teliti terhadap kondisi sosial masyarakat Begaganlimo. KKN-PAR tidak bisa berjalan lancar dan normal tanpa didasari KKN-Konvensional.com/begaganlimo Konvensional. Juga dengan melibatkan diri dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan warga desa. kepercayaan masyarakat terhadap KKN-PAR mustahil didapatkan tanpa melakukan aktifitas konvensional. Trust Building Meskipun sudah berusaha secara maksimal untuk menyosialisasikan KKN berpendekatan PAR melalui baik secara door to door maupun melalui forum kegiatan masyarakat semisal tahlilan. dan kenduri. maka hasil observasi didiskusikan di dalam forum evaluasi harian. Bahkan berdasarkan fakta yang ada. namun masyarakat masih belum bisa lepas dari bayang-bayang KKN http://my. b. Hal ini penting untuk menghindari bias informasi yang bisa terjadi tanpa adanya evaluasi dan diskusi.

LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. di bidang keagaamaan. Adapun proses spesifikasi masalah diperoleh melalui forum musyawarah bersama masyarakat yang diikuti oleh key person maupun non key person yang diundang untuk mengikuti forum tersebut.com/begaganlimo diidentifikasikan. Kedua. Identifikasi masalah yang terdiri dari keagamaan. masalah-masalah yang ada di masyarakat Begaganlimo dapat teridentifikasi dan terspesifikasi. Wawancara dengan Masyarakat Faktor wilayah yang tidak luas dan faktor jumlah penduduk yang tidak banyak memudahkan para mahasiswa peserta KKN-PAR untuk melakukan pengamatan maupun untuk melakukan wawancara dengan individu-individu dari masyarakat.opera. Identifikasi Masalah dan Prosesnya Setelah mendapatkan pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat desa Begaganlimo melalui proses observasi dan telah menjalani proses inkulturasi dan upaya trust building. dan pendidikan—secara perseorangan maupun kelembagaan. baik secara personal maupun komunal. 29 Juli – 28 Agustus 2008 23 3. sehingga agama tidak lebih dari sekadar seremonial dan ritual. a. Identifikasi masalah didapatkan oleh para mahasiswa peserta KKN-PAR dengan cara melakukan wawancara dengan masing-masing individu dari masyarakat. desa Begaganlimo juga kekurangan—bahkan tidak memiliki—Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang ini. Masalah-masalah tersebut meliputi sektor agama. dan pendidikan tersebut terjabarkan sebagai berikut: Pertama. Sehingga permasalahan yang ada di masyarakat Begaganlimo dapat dengan mudah sektor http://my. desa Begaganlimo kekurangan Sumber Daya Manusia yang berkompetensi tinggi. Hal ini memengaruhi rendahnya tingkat pemahaman keagamaan masyarakat. ekonomi. ekonomi. sebagaimana yang terjadi di bidang keagamaan. di bidang ekonomi. Sehingga Sumber Daya Alam (SDA) desa Begaganlimo yang berlimpah dan berpotensi besar untuk dapat meningkatkan taraf hidup .

92). karena secara global. musyawarah bersama masyarakat dilaksanakan dalam dua tahap6. posisi. Analisis Masalah. Hal.opera. orientasi masyarakat Begaganlimo terhadap jalur pendidikan formal dapat dinyatakan hampir tidak ada. Langkah ini dirupakan oleh para mahasiswa peserta KKN-PAR dengan menyelenggarakan musyawarah bersama masyarakat yang melibatkan berbagai komponen masyarakat. karena tingkat perekonomian masyarakat belum mencapai garis standar. musyawarah bersama warga untuk memetakan wilayah tetap dibutuhkan. Menggali informasi yang meliputi sarana fisik dan kondisi sosial dengan menggambar kondisi wilayah secara umum dan menyeluruh menjadi sebuah peta (Modul Pelatihan KKN Transformatif IAIN Sunana Ampel Surabaya. http://my. kemampuan finansial masyarakat Begaganlimo terbatasi oleh biaya jalur pendidikan formal yang dari tahun ke tahun semakin mahal. Hal ini untuk menghindari kekeliruan informasi. langkah selanjutnya adalah melakukan spesifikasi dan perangkingan masalah. dan Matriks Ranking. Hal ini wajar. 29 Juli – 28 Agustus 2008 24 masyarakat. di bidang pendidikan. Musyawarah Bersama Masyarakat Setelah melakukan wawancara dengan individu-individu masyarakat yang menghasilkan data akurat sehingga masalah yang ada di masyarakat dapat teridentifikasi.com/begaganlimo . b. Karena materi yang direncanakan untuk dibahas cukup luas namun waktu yang dimiliki oleh masyarakat untuk bisa berkumpul terbatas. Materi tahap pertama berupa pemetaan wilayah (Mapping). materi tahap kedua berupa pembuatan Diagram Venn. tahap II tanggal 11 Agustus 2008. 88) 8 Pengamatan secara langsung dengana cara berjalan menelusuri wilayah desa (Modul Pelatihan KKN Transformatif IAIN Sunana Ampel Surabaya. Hal. Dua tahap musyawarah bersama masyarakat ini terjabarkan sebagai berikut: 1) Pemetaan wilayah (Mapping)7 Meskipun para mahasiswa peserta KKN-PAR telah melakukan transect8. tidak terkelola dengan baik: produktif dan professional.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Ketiga. dan kondisi sebab penduduk asli pasti lebih mengetahui detail 6 7 Tahap I tanggal 10 Agustus 2008.

untuk memudahkan pemahaman masyarakat terhadap permasalahan.opera. Termasuk juga bisa diketahui kadar "daya bantu' lembaga atau tokoh tersebut dalam upaya memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. dan sebelum memasuki tahap analisis. 9 proses ini diriingi dengan Melihat hubungan masyarakat dengan lembaga yang terdapat di desa dan lingkungannya (Modul Pelatihan KKN Transformatif IAIN Sunana Ampel Surabaya. diikuti oleh 7 orang perwakilan peserta KKN-PAR dan 4 orang perwakilan masyarakat (Kepala Desa. Dengan cara ini. bersama-sama melakukan analisis terhadap ketiga bidang tersebut. Hal.com/begaganlimo dengan difasilitatori peserta KKN-PAR. Pembuatan diagram venn ini melibatkan beberapa komponen masyarakat Begaganlimo dan bertempat di Balai Desa Begaganlimo. Analisis Masalah (Identifikasi dan Spesifikasi) Dalam musyawarah bersama masyarakat tahap kedua ini juga dilakukan analisis masalah yang mana masyarakat bersama peserta KKN-PAR melakukan analisis terhadap berbagai macam jenis permasalahan yang telah teridentifikasi. ekonomi. dan Bapak Sauji). Adapun gambar peta wilayah yang merupakan hasil Musyawarah Bersama Masayarakat tahap pertama sebagaimana terlampir (Lampiran 1). Kepala Dusun Troliman. 104). Musyawarah bersama warga tahap pertama ini bertempat di rumah Bapak Kepala Desa.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Kepala Dusun Begagan. Diagram Venn9 Setelah melakukan mapping dan transect. B. akar (penyebab) berbagai masalah dapat diketahui. Sebagaimana telah tersebut di muka bahwa masalah yang ada di masyarakat desa Begaganlimo meliputi tiga pendidikan). 29 Juli – 28 Agustus 2008 25 wilayahnya. 2) A. Adapun diagram venn yang merupakan hasil dari musyawarah bersama masyarakat tahap kedua ini sebagaimana terlampir. kesempatan ini masyarakat dan http://my. . maka dalam bidang (keagamaan. pembuatan diagram venn diperlukan karena dari diagram venn inilah dapat diketahui data pengaruh lembaga-lembaga maupun tokoh-tokoh yang ada di masyarakat.

Hal ini terbukti dengan sedikitnya jumlah warga masyarakat yang mau shalat berjamaah di masjid. masjid juga sepi dari aktifitas keagaaman. Selain itu. 29 Juli – 28 Agustus 2008 26 pembuatan pohon masalah (terlampir). Analisis terhadap masjid menghasilkan penemuan bahwa selama ini. akar tunggalnya adalah rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Muslim) karena orang-orang yang ditokohkan maupun menokohkan diri sebagai tokoh agama ternyata berpengetahuan minim. masalah di bidang keagamaan berkutat pada dua pos: masjid dan TPQ. masjid di desa Begagnlimo "sangat sepi".LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. masalah di bidang ekonomi berada di dua http://my. a. Bidang Ekonomi Dari hasil observasi. Pada akhirnya. Ketidakoptimalan yang ternyata disebabkan oleh ketidaktahuan dari masing-masing pengurus tentang tugastugasnya. Tidak ada bedanya antara belajar dan tidak belajar di TPQ. Pengetahuan dan kapabilitas para pengajar TPQ di bidang keagamaan dinilai belum memadai sehingga pendidikan dan pengajaran anak-anak TPQ kurang berhasil baik. Akhirnya. Akhirnya dapat diketahui bahwa akar masalahnya adalah minimnya kualitas pengajar. Sehingga jumlah anak yang belajar di TPQ sangat sedikit.opera. keberadaan Ta'mir Masjid tidak lebih dari sekadar formalitas. dan papan struktur ta'mir masjid pun tidak lebih dari sekadar penghias.com/begaganlimo . analisis masalah masjid menghasilkan kesimpulan bahwa akar masalahnya adalah tidak optmalnya kinerja pengurus Ta'mir Masjid. b. Artinya. Bidang Keagamaan Dari hasil wawancara. Pos masalah kedua bidang keagamaan adalah TPQ. Namun dari pihak orang tua non-pengajar menyampaikan alas an bahwa tidak adanya dorongan orang tua kepada anak tidak lain karena para orang tua merasa bahwa TPQ "tidak ada hasilnya". Para pengajar TPQ yang pola mengajarnya ―lillahi taa'la” mengeluhkan tentang tidak adanya dorongan orang tua terhadap anaknya agar mau belajar ilmu agama di TPQ.

Pengakuan ini akhirnya disimpulkan sebagai akar permaslahan. Selain itu. Sedangkan permasalahan di wilayah home industry adalah tidak berdayanya masyarakat begaganlimo dalam produksi dan dsitribusi kripik pisang. Permasalahan home industry ini akhirnya diketahui akhirnya berupa minimnya pengetahuan masyarakat tentang produksi dan distribusi kripik pisang sehingga sebagai produsen mereka tidak menguasai proses produksi. http://my. secara tiding langsung orientasi anak terhadap dunia pendidikan menjadi tidak ada sehingga para pemuda desa Begaganlimo secara mayoritas berorientasi kerja.com/begaganlimo . dan diharapkan ada kembali.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo.opera. Koperasi adalah lembaga yang sudah dan sedang ada sedangkan home industry adalah lembaga yang pernah ada. pihak koperasi mengakui bahwa minimnya peranan tersebut juga disebabkan oleh minimnya kualitas SDM yang mengelola koperasi. dan sebagai distributor mereka tidak menguasai teori bisnis dan pemasaran. 29 Juli – 28 Agustus 2008 27 jenis lembaga: koperasi dan home industry. sudah tidak ada. Menanggapi hal ini. Sehingga home industry pemroduksi kripik pisang mengundurkan diri secara sporadis dari persaingan di pasar. Bidang pendidikan Permasalahan di bidang pendidikan adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap urgensi pendidikan (formal). c. artinya koperasi minim peranannya terhadap upaya peningkatan taraf hidup masyarakat. Secara global masyarakat bermufakat bahwa akar masalahnya adalah rendahnya tingkat pendapatan masyarakat sementara biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin mahal. Masalah perkoperasian berupa kemandegan koperasi. terutama di bidang administrasi. tidak adanya dorongan (moral maupun finansial) orang tua terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga bias dijadikan sebagai akar permasalahan karena dengan kondisi demikian.

opera. dan solusi dari masyarkat untuk selanjutnya ditabulasikan oleh peserta KKN-PAR yang mana tabulasi ini diperlukan dalam proses matriks rangking. Pembentukan Majlis Dzikir 4. Pelatihan Komputer 10 Membandingkan dan menentukan masalah terpenting dari beberapa masalah yang telah teridentifikasi dalam bentuk perangkingan atau scoring (Modul Pelatihan KKN Transformatif IAIN Sunana Ampel Surabaya.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. http://my. Dari penentuan dan ketentuan tersebut. saran. masalah yang diprioritaskan dan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat adalah masalah di bidang keagamaan dan masalah di bidang ekonomi yang berakar masalah sama: SDM yang kurang berkualitas. RENCANA DAN PELAKSANAAN PROGRAM /AKSI Hasil matriks rangking menunjukkan bahwa masalah yang diprioritas oleh nasyarakat adalah masalah di bidang keagmaan dan bidnag ekonomi yang berakar masalah sama yaitu SDM yang kurang berkualitas. potensi.com/begaganlimo . maka peserta KKN-PAR di desa Begaganlimo mencanangkan 5 program: 1. Reformasi Ta'mir Masjid dan Pelatihan Manajemen Masjid 3. Matriks Rangking10 Proses analisis masalah sebagaimana terjabarkan di muka tidak hanya berhenti pada pencarian akar masalah melainkan juga diiringi dengan penyampaian komentar. Pelatihan Manajemen Koperasi 6. saran. 112). Pelatihan Qiraat Ibu-ibu Jamaah Masjid Ash Sholihin 5. 29 Juli – 28 Agustus 2008 28 C. Sebagai langkah solusi dan juga merupakan langkah yang disepakati masyarakat. B. Permasalahan dan sebab yang teridentifikasi pada proses analisis masalah ditabulasikan berdasarkan skala prioritas yang berprinsip pada tiga hal: urgensi. dan solusi. pendapat. Masyarakat menjadi peduli untuk menemukan solusi bagi masalah mereka sendiri. Kondisi ini sangat menunjang proses pembandingan antarmasalah. Peningkatan Kualitas Pengajar TPQ 2. pendapat. dan durasi. komentar. Hal.

Pembaruan ini diikuti dengan pelaksanaan Pelatihan Manajemen Masjid yang mana dalam pelatihan ini disampaikan materi-materi ke-Ta'mir Masjid-an berupa AD/ART dan Program kerja (Pokja). Program ini berjalan kurang maksimal karena kendala tempat dan waktu (jarak antara rumah pengajar TPQ dusun Begagan yang cukup jauh dari masjid Ash Sholihin dusun Troliman sebagai tempat pelaksanaan program. Peningkatan kualitas pengajar TPQ Mengingat kurang berkualitasnya SDM pengajar TPQ yang tampak mencolok dari kurangnya pengetahuan tentang metode pengajaran Alquran. 3.opera.com/begaganlimo . maka masjid yang vakum (khususnya masjid Ash Sholihin) dicoba untuk dihidupkan dengan menawarkan ide reformasi kepada pengurus ta'mir masjid lama. salah satu medianya adalah Majelis Dzikir. 29 Juli – 28 Agustus 2008 29 BAB IV ANALISIS HASIL A. Reformasi pengurus Ta'mir Masjid dan pembinaan manajemen masjid Belajar dari reformasi Republik Indonesia.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. identifikasi hasil program terjabarkan sebagai berikut: 1. IDENTIFIKASI HASIL PROGRAM Dari lima program yang dicanangkan (tiga program solusi untuk bidang keagamaan dan dua program solusi untuk bidang ekonomi). Tawaran reformasi disambut baik sehingga pada 21 Agustus 2008 terbentuklah Ta'mir Masjid baru. Pembentukan majlis dzikir Demi menjaga tetap terjaganya keimanan (baca: ketauhidan) dan keislaman masyarakat Begaganlimo. maka peningkatan kualitas pengajar TPQ difokuskan pada metode pengajaran Alquran untuk anak-anak. 2. Tawaran pembentukan majlis dzikir disambut baik terutama oleh masyarakat dusun Troliman sehingga pada tanggal 13 http://my.

com/begaganlimo B. 5. 4. Hal ini dimaksudkan untuk menambah semangat mereka untuk—minimal—berjamah di masjid. Pelatihan Komputer Berdasarkan rencana. pelatihan komputer merupakan bagian dari pelatihan manajemen Koperasi. Kegiatan ini pun tidak melulu terkonsentrasi pada seni bacanya melainkan juga disisipi dengan penyampaian materi tajwid dan tafsir dari ayat Alquran yang menjadi obyek bacaannya. Hal ini terkait dengan waktu pelaksanaan KKN-PAR yang hanya berdurasi pendek: satu bulan. http://my. tidak sebanding dengan tingkat kompleksitas permasalahan yang cukup tinggi.opera. 29 Juli – 28 Agustus 2008 30 Agustus 2008 di dusun Begagan resmi berdiri sebuah perkumpulan Majelis Dzikir yang secara komunal berlabel "Majelis Dzikir Sunan Ampel". mahasiswa KKN belum bisa melakukan pengontrolan dan evaluasi secara langsung terkait dengan hasil dari program yang telah terealisasi.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Namun program ini gagal terlaksana sebab pihak yang terkait (SDM Koperasi) waktu dan tenaganya terbentur dengan tugasnya di program Gerdu Taskin. dari setiap program . pelatihan qiraat (seni baca Alquran) dirasa perlu terutama bagi kalangan jamaah perempuan. Meskipun demikian. EVALUASI HASIL PROGRAM Dari sekian banyak program yang sudah terealisasi. Namun karena terhambat oleh kendala tersebut di depan. 6. Pelatihan Qiraat Ibu-ibu Jamaah Masjid Ash Sholihin Meskipun dari segi penguasaan tajwid kurang memadai. program ini akhirnya menjadi bersifat individual sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Pelatihan Manajemen Koperasi Antusiasme SDM yang berkecimpung di koperasi untuk meningkatkan kualitas diri ditindaklanjuti dengan pencanangan program pelatihan Manajemen Koperasi.

sehingga setelah berakhirnya KKN. tidak ikut berakhir. 29 Juli – 28 Agustus 2008 31 yang telah dcanangkan dan dijalankan.opera.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. http://my. fasilitator (peserta KKN-PAR) sekaligus melakukan kaderisasi yang kadernya diambil dari orang-orang tertentu dari masyarakat Begaganlimo sebagai langkah antisipasif.com/begaganlimo . program-program yang telah dicanangkan dan telah dijalankan.

http://my. yang merupakan konsep KKN baru. 29 Juli – 28 Agustus 2008 32 BAB V PENUTUP A. 2.LAPORAN KKN – PAR 2008 Begaganli mo. Masyarakat Pandangan awal yang kurang baik dari masyarakat terhadap mahasisiwa KKN. KENDALA-KENDALA 1. 3. namun sebagian solusi atau program yang dibuat bersama masyarakat belum bisa terealisasikan yaitu masalah realisasi home industry kripik pisang.com/begaganlimo Perbedaan prinsip di antara peserta KKN. Perbedaan pemahaman terkait dengan konsep dan aplikasi PAR. B. Lain-lain   Ketidakjelasan pihak pelaksana KKN-PAR terkait agenda KKN-PAR. Sedangkan masalah yang sudah teridentifikasi. Internal       Minimnya pengetahuan dari peserta KKN terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Kurangnya pendampingan dari Dosen Pendamping Lapangan (DPL). dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. Masyarakat kurang memahami konsep PAR.opera. KESIMPULAN Proses identifikasi hingga aksi menghasilkan kesimpulan bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa Begaganlimo meliputi bidang keagamaan dan bidang ekonomi yaitu pada kurang berkualitasnya Sumber Daya Manusia yang berkecimpung di masing-masing bidang. Adanya konflik internal di masyarakat. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->