Mencermati potensi diri Untuk mengetahui potensi diri, langkah pertama tentunya adalah mulai dengan melakukan refleksi

diri. Ada beberapa pertanyaan yang sangat bagus, yang ditujukan pada diri sendiri ...

y y y y y y y y

Siapakah aku sebenarnya? Untuk apa aku ada di dunia ini? Siapa yang menciptakan aku? Untuk apa Dia menciptakan aku? Apa yang bisa aku perbuat untuk kehidupan duniaku? Apa yang bisa aku perbuat untuk kehidupan akhiratku? Apa kelebihanku? Apa kelemahanku?

Ini menarik, karena dalam salah satu pelatihan kepemimpinan yang saya ikuti, ada 3 pondasi untuk menjadi seorang pemimpin (leader). Yang pertama dan paling penting adalah justru mengetahui diri sendiri. Langkah kedua adalah melibatkan orang lain. Keluarga, teman, rekan kerja, tetangga. Bagaimana caranya? Dengan meminta feedback atau umpan balik. Umpan balik ini bentuknya bisa sapaan yang menyemangati kita ketika berbuat yang benar, dan teguran kritik ketika kita berbuat salah. Dalam pelatihan kepemimpinan yang saya ikuti, umpan balik secara kontinyu adalah salah satu alat yang penting dalam pencapaian kemajuan yang berarti. Lebih jauh lagi, umpan balik berupa kritik haruslah yang sifatnya pedas dan jelas dan bukan sekedar basa-basi. Mengapa? Karena hanya dengan begitulah kita akan segera tersadar dengan kekeliruan kita. Menurut sang pengajarnya, bagi kita yang menerima, kritik haruslah kita terima sebagai suatu pemberian berharga (gift), sehingga hati kita bisa menerimanya secara terbuka. Satu hal yang tidak boleh kita lupakan, adalah selain menangani kelemahan diri, yang juga tak kalah penting adalah mengolah kelebihan kita. Kalau kata Maxwell fokuskan 75% usaha kita pada kekuatan kita, 25% pada hal-hal baru, dan hanya 5% pada kelemahan kita. Dalam pelatihan lain yang saya ikuti pula, ditekankan pada pentingnya mengolah kelebihan dan fokus pada kelemahan hanyalah jika itu sifatnya fatal. Misalnya apa? Bekerja di perusahaan multinasional tapi tidak bisa bahasa Inggris .... :) Tidak ada seorangpun yang tidak ingin mencapai µsukses´ dalam hidupnya. Namun, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya. Banyak orang merasa gagal, tidak berdaya dan tidak bisa meraih sukses dalam hidupnya. ³Saya sudah bekerja dengan sangat keras, tapi hidup saya tidak ada perbaikan apapun, sementara orang lain hidupnya begitu mudah´. ³Jenjang karier di kantor saya tidak jelas, orang yang mendapatkan posisi yang baik belum tentu oprang yang tepat´. ³Karier saya dari dulu tidak berubah, karena atasan saya tidak suka dengan saya´. Memang saya tidak mampu, diri ini bodoh, makanya saya tidak pernah berhasil´. Yah, sudah nasip saya begini, pendidikan saya rendah, orang tua saya orang biasa-biasa saja, jadi pantas saja kalau saya tidak berhasil´. Demikianlah antara lain keluhan sebagian orang yang merasakan hidupnya gagal, tidak sukses dan merasakan dirinya tidak berarti. Bahkan keluhan itu tidak hanya sekedar keluhan hati, tapi sudah menjadi obrolan seru di sudut-sudut kantor bahkan menjadi keyakinan yang mengakar dalam diri. Kita sering ragu akan kemampuan diri sendiri untuk membuat perubahan. Jangankan membuat perubahan untuk lingkungan, membuat perubahan di dalam hidup kita sendiri pun kita merasa tidak mampu. Kita merasa terperangkap dalam segala keterbatasan. Kita sering lupa, bahwa kita adalah makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Di dalam diri kita ada kemampuan, ada kekuatan dan kekuasaan tak terbatas (Anthony Robbins, penulis Inner Strenght dan Unlimited Power). Lalu mengapa ada orang yang bekerja keras namun hidupnya tetap saja susah dan orang yang kerjanya santai tapi hidupnya berkelimpangan sukses. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satu penyebabnya adalah karena seseorang bekerja tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Itulah pentingnya seseorang mengenal dan mengukur potensi dirinya. Pengenalan dan pengukuran potensi diri sangat diperlukan bagi seorang pemimpin. Untuk itu pemahaman tentang potensi dirinya sangat dianjurkan. Pengukuran potensi diri tersebut dapat dilakukan melalui diri sendiri (intruspeksi diri), melalui feed back dari orang lain serta tes-tes psikologis. Dengan mengetahui potensi diri, maka diharapkan seseorang dapat memaksimalkan potensi ± potensi positif (kekuatan-kekuatan) yang dimiliki dan meminimalkan kelemahan-kelemahan yang ada. Adapun manfaat pengembangan potensi adalah untuk mengembangkan nature dan nurture secara tepat. Nature adalah kepribadian manusia yang terbentuk dari bawaan/lahir/bakat. Sedangkan nurture adalah kepribadian manusia yang terbentuk karena pengaruh lingkungan. Dengan demikian pengembangan potensi diri berarti berusaha mengembangkan kepribadian yang berasal dari dalam/bakat dan dikembangkan setelah berinteraksi dengan lingkungan dimana seseorang berada. Potensi Diri yang Unik Pada tahap awal penggalian potensi diri, seseorang perlu menyadari bahwa setiap orang memiliki potensi diri. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki potensi diri, terutama orang sehat. Potensi diri yang dimiliki seseorang, pada dasarnya merupakan sesuatu yang unik. Artinya, tidak ada keharusan semua orang memiliki potensi atau kemampuan yang sama persis. Semuanya diberikan sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan seseorang dalam mengembangkan potensinya. Ada yang mampu mengembangkan hingga dua kali lipat dari yang ada saat ini, mungkin juga ada yang lebih. Bahkan tidak menutup kemungkinan seseorang gagal untuk mengembangkan potensi dirinya. Potensi diri merupakan karunia atau anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada ciptaan-Nya. Tidak ada seorangpun yang tidak memilikinya, hanya kadar dan spesifikasinya yang mungkin berbeda. Ada yang memiliki potensi dibidang musik, ada pula yang memiliki potensi dibidang homiletik, atau ada yang dibidang hermeneutik, dan sebagainya. Mungkin ada baiknya melihat adanya berbagai karunia yang diungkapkan dalam suratan Paulus. Ada untuk mengajar, ada untuk menyembuhkan, ada untuk bernubuat dan sebagainya. Semua karunia yang dimiliki seseorang merupakan potensi diri yang harus dikembangkan. Dan ini merupakan suatu

Seringkali akan menciptakan seseorang yang kehilangan jati dirinya. Pendekatan ini dapat dikatakan cukup obyektif. menentukan konsep diri. maka Allah melengkapi dengan Harun sebagai juru bicara. Potensi pada diri manusia merupakan salah satu pembeda antara individu yang satu dengan lainnya. mengenal hambatan-hambatan serta aktualisasi diri. namun masih kurang akurat. 2) sikap kerja. kebijakan. tentang siapakah dia yang sesungguhnya. Ada yang menilai potensi diri berdasarkan persepsi diri sendiri.hal yang sangat spesifik dan unik. Kita sering menutup diri dari pandangan atau pendapat orang lain. tempo kerja dan daya tahan terhadap stres. Pengenalan diri akan membantu individu melihat kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya. Sehingga Daud yang diurapi untuk menjadi raja Israel. terdapat beberapa pendekatan sebagaimana mengenali siapakah diri kita sesungguhnya. jika dilakukan sebagai dasar. yaitu pola menyeluruh semua kemampuan. Setiap manusia memiliki bermacam-macam potensi diri yang dapat dikembangkan. Mampu mengembangkan potensi diri merupakan dambaan setiap individu. Pengukuran potensi diri dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu. seperti ketekunan. Keunikan-keunikan dalam setiap potensi diri perlu dipadukan sehingga akan diperoleh sebuah aransemen yang baik untuk mengembangan suatu organisasi. yang semuanya telah ditata dalam cara khas dibawah aneka pengaruh dari luar. seperti tingkat intelegensia. Sikap suka dan tidak suka orang lain akan cukup berperan dalam pendekatan ini. Ketika potensi diri hanya didasarkan pada persepsi orang lain. 1) Penilaian diri . ada yang mencoba melakukan perpaduan pendekatan dengan menggunakan persepsi orang lain sebagai persepsi diri sendiri. Tetapi Allah mengenal Musa dan IA menunjukkannya kepada Musa. logika. Penggalian potensi diri seorang pemimpin dapat tercermin dari visi dan misi yang dimilikinya. karena Allah melihat hal lain yang tersembunyi. Isai sang Ayah maupun Samuel melihat kakak-kakak Daud lebih berpotensi sebagai raja Israel pengganti Saul. Demikian juga ketika musa mengatakan tidak memiliki kemampuan untuk berbicara. Pengembangan diri harus diawali dengan pengenalan diri. Hal ini terjadi dikarenakan mereka belum atau bahkan tidak mengenal potensi dirinya dan hambatanhambatan dalam pengembangan potensi diri tersebut. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. ada yang berdasarkan persepsi orang lain. ketelitian. Sementara itu tidak ada yang tidak mau untuk memimpin diri sendiri. baik yang jasmaniah. maka akan dapat dipastikan bahwa pengembangan potensi diri akan dapat diperoleh secara tepat untuk melengkapi pelayanan. Dengan demikian. ketegasan. keimanan. minimal untuk dirinya sendiri. daya tahan terhadap pencobaan atau masalah. kehati-hatian. Jika pendekatan ini dilakukan. emosional maupun sosial. dan toleransi sangat mempengaruhi penggalian potensi diri seseorang. Jangan pernah membatasi dan menghakimi diri sendiri dengan kata tidak bisa atau pun bersembunyi dibalik kata ³aku tidak punya talenta´. Pemuda akan menjadi kepala rumah tangga. Pandangan orang akan menciptakan kelabilan dalam menentukan dan menggali potensi diri. Di sini ada tuntutan kepemimpinan. Sementara itu. Tidak jarang seseorang akan menunjukkan bahwa persepsinya benar dengan dukungan orang lain. mental. kesetiaan. sering tercipta sikap ego-sentris. dan merenungkan pandangan Allah terhadap potensi yang kita miliki. Tahapan pengembangan potensi diri tersebut antara lain melalui pengenalan dan pengukuran potensi diri. Potensi yang satu menjadi bagian dari potansi yang lain. keramahtamahan dan sebagainya. kemampuan abstraksi dan daya tangkap. Karena itu semua adalah karunia. Contoh lainnya adalah Daud. dan juga ada yang mencoba menggali berdasarkan pendekatan hakiki yaitu menurut pandangan Allah. perbuatan serta kebiasaan seseorang. percaya diri. kematangan. Penutup Potensi yang ada pada setiap orang sangat perlu dikembangkan guna mendukung pelayanan yang dipercayakan. Sehingga pengembangan potensi diri sebagai seorang pemimpin sangat diperlukan. Gaya kepemimpinan yang dikembangkan sebaiknya berasal dari potensi diri yang ada. orang lain. cenderung lebih sering menciptakan ketakutan untuk mencoba menggali potensi diri dengan berbagai kemampuan yang ada. Kepemimpinan tidak harus berkaitan langsung dengan orang lain atau suatu organisasi. 3) kepribadian. karena pengembangan potensi diri merupakan suatu proses yang sistematis dan bertahap. Selain itu juga beberapa faktor pengembangan diri seperti ambisi. Pada persepsi ini. baik yang diperoleh melalui introspeksi diri maupun malalui feed back dari orang lain serta tes psikologis. maka tergantung pada yang memberi karunia. Pada saat melihat potensi diri berdasarkan persepsi diri atau aku menurut aku. kepemimpinan diperlukan. Adapun potensi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai: 1) kemampuan dasar. rohani. para pemudi yang nantinya akan memimpin anak-anaknya. mengetahui hal-hal yang berkembang dengan hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Pembatasan ini sangat tidak menguntungkan bagi orang yang mau untuk berkembang. Misalnya Musa yang mengaku tidak memiliki kemampuan dalam meyakinkan Bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir. Sehingga setiap orang akan menjadi pemimpin. Setelah dekat dengan Allah maka potensi diri itu nyata. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri. Tidak sedikit manusia belum sepenuhnya mengembangkan dan menggunakan potensi yang ada pada dirinya. Keunikan ini pada dasarnya saling melengkapi dan bukan saling meniadakan. Tetapi pandangan Samuel dan Isai salah. Demikian pula. Pada kondisi ini sikap percaya diri cenderung tidak kuat. maka cenderung tidak ada kepastian. kedewasaan. Mampukan seseorang mengembangkan potensi dirinya secara efektif? Itu bergantung pada motivasi diri. Tarik menarik antara persepsi diri sendiri dengan persepsi orang lain akan terjadi dalam pendekatan ini. Pendekatan ini menuntut adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Allah. Menggali Potensi Diri Untuk mengetahui potensi diri. Potensi Diri Seorang Pemimpin Kepemimpinan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang. salah satu caranya adalah melalui pengukuran potensi diri. kerapian. Beberapa contoh potensi diri manusia tersebut antara lain kejujuran. Sering kali muncul kecenderungan untuk tidak mengakui persepsi dari pihak lain jika tidak sesuai dengan pemikirannya. Tidak perlu mengubah diri dengan menjadi orang lain. Pendekatan yang lebih tepat adalah menggali dengan memadukan persepsi sendiri. Bagi kalangan muda. kecerdikan. Beberapa contoh dalam Alkitab menunjukkan manusia sering kali tidak mampu mengenali potensi yang ada dalam dirinya secara tepat. Bahkan sering membatasi potensi diri dengan yang diketahuinya saja. tidak perlu adanya kecemburuan atau iri terhadap potensi diri orang lain.

Ada juga yang mengatakan instropeksi. Cara ini efektif bila individu bersikap jujur. 2) Pengukuran diri melalui feed back orang lain Feed back merupakan komunikasi yang ditujukan kepada seseorang yang akan memberikan informasi kepada orang yang bersangkutan. maka sejauh mana karyawan mengenali potensi dirinya dan siap mengembangkan potensi akan sangat penting. yaitu: kepercayaan terhadap diri sendiri. berinteraksi dengannya. 3) Tes kepribadian Tes kepribadian merupakan salah satu instrumen untuk pengenalan diri sendiri. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan cara ini penilaian yang dilakukan sangat subyektif. perlu melakukan penyesuaian diri baik disadari maupun tidak disadarinya. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perilaku seseorang yang tampak/terlihat . Feedback dari orang lain Dalam cara ini karyawan meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang dirinya dari orang lain. dipersepsi oleh orang lain yang bertemu. mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati b. Introspeksi diri (pengukuran individual) Dalam cara ini. Beberapa persyaratan suatu feedback efektif adalah : . Dalam paparan berikut akan dijelaskan mengenai Pengenalan Potensi Diri dan Pengembangan Potensi Diri yang dapat berguna bagi karyawan dalam rangka mencapai performansi unggul. individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya. menilai atau mengukur dengan akurat berbagai kelebihan/kekuatannya dan kelemahan/kekurangannya. Feed back membantu seseorang untuk menelaah dan memperbaiki tingkah lakunya dan dengan demikian ia akan lebih mudah mencapai hal-hal yang diinginkannya. bagaimana kesan yang ditimbulkan pada orang lain dengan tingkah laku yang ditunjukkannya. bagaimana orang lain terkena dampak olehnya. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut : a. Artinya umpan balik .Diberikan secara langsung kepada individu. beberapa tes kepribadian untuk pengukuran potensi diri.Diberikan sesuai kebutuhan dan dikehendaki penerima. Artinya akan lebih bijaksana mendeskripsikan tingkah laku yang dinilai µpositif¶ maupun µnegatif¶ karena tidak memberi µcap¶ tertentu kepada individu yang diberi umpan balik. Demikian pula yang terjadi pada individu karyawan baru yang ditempatkan di suatu posisi ataupun karyawan lama yang baru ditempatkan kembali di posisi yang baru (mutasi atau promosi). jika diberikan secara tidak langsung Akan bermanfaat jika bukan berupa penilaian. bawahan maupun dari anggota keluarga. . .yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. dan pengukuran ambisi. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki tingkah laku. Tapi pendapat lain mengatakan bahwa yang paling kenal diri anda adalah anda sendiri. apakah itu rekan kerja.Disampaikan pada waktu yang tepat.Yang dimaksud dengan penilaian diri ini adalah menilai diri sendiri. PENDAH ULUAN Setiap individu yang mulai memasuki lingkungan yang baru baik yang berkaitan dengan situasi sosial maupun situasi tugas/pekerjaan. atasan. . daya tahan menghadapi cobaan. Oleh karena proses adaptasi ataupun penyesuaian diri ini sangat penting dan berpengaruh terhadap optimalisasi potensi karyawan untuk melaksanakan pekerjaan dan mencapai performansi yang berhasil (sukses). Artinya individu yang memang membutuhkan umpan balik akan lebih mudah menerima penilaian tentang dirinya baik yang bersifat positif maupun negative sehingga memungkinkan perubahan yang signifikan pada tingkah lakunya. Dalam menghadapi situasi kerja yang baru ada kemungkinan dua proses psikologis yang terjadi yaitu karyawan beradaptasi atau karyawan menyesuaikan diri (adjustment). tingkat toleransi. karena orang umumnya tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. terbuka pada dirinya sendiri. PENGENALAN DIRI Sebelum seorang karyawan melakukan pengembangan diri dalam rangka menggunakan dan mengoptimalisasi seluruh kemampuannya untuk mencapai kinerja yang unggul.Pernyataan yang disampaikan bersifat evaluatif dan deskriptif. tingkat kehati-hatian. ada beberapa cara untuk mengetahui. apa yang telah ia capai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung dan apa 2.

dan pada waktu yang tidak terlalu jauh dengan waktu terjadinya perilaku. kemampuan sosiabilitas (a. alkohol. pada waktu yang khusus. lihat sisi positif Jadikan kebiasaan untuk tidak menunda pekerjaan Kembangkan sikap bersyukur / berterima kasih Ikuti program pendidikan yang continue (value education) Bangun harga diri positif Jauhi pengaruh negatif . misalnya tidak dihadapan orang lain. narkoba . (2) umpan balik dari orang lain. Untuk meyakinkan bahwa umpan balik yang diterima tidak salah dimaknakan. ketahanan terhadap stress kerja).Film dan program TV yang negatif Belajar menyukai hal yang harus dikerjakan Usaha Meningkatkan dan Memaksimalkan Prestasi Pribadi Membuka ³gembok´ potensi diri (unlocking potential power) Mengelola sumber daya dalam diri (managing inner resources) Melakukan langkah besar / raksasa menuju sukses (giant steps to success) Mengelola Sumber Daya Dalam Diri Membuang belenggu ³tidak mungkin´ Membuang beban yang tidak perlu Memasarkan diri sendiri Menyingkirkan kebiasaan yang mematikan sensitivitas. Pribadi yang mantap dalam artian menuju kepada kedewasaan mental. dan (3) test psikologi. Pengenalan diri sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi-potensi yang positif serta meminimalisasi potensi-potensi yang negatif.Dicek pada orang lain dalam kelompok. Pemimpin Sesungguhnya (Bukan ³Budak´ Bertopeng Pemimpin) Memberi inspirasi (³Inspiring´) Memberi arah (³Visioning´) Memfasilitasi orang agar berhasil (³Facilitating´) Memberdayakan (Enabling´) Langkah-langkah Pembentukan Sikap Positif Fokus pada perubahan. berpikir kreatif.l kemampuan analisa . Mengenal diri sendiri dalam artian memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat dengan menyadari kekuatan dan kelemahan masing-masing. c. . Tes Psikologi Tes Psikologi yang mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan/ kemampuan intelektual (a. Artinya umpan balik akan efektif bila penerima umpan balik mencek apa yang ia µtangkap¶ dari pesan penilaian yang disampaikan oleh penerima . sumber energy kerja.Pornografi . sedangkan pribadi yang sukses dalam artian pribadi yang mampu tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan semua unsur negatif dalam diri kita. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita telah mencapai perkembangan diri secara optimal atau mencapai pribadi yang sukses dan mantap adalah dengan mengenal diri sendiri. penerima bisa mencek juga kepada sesama rekan kerja dalam kelompok.disampaikan kepada 3penerima pada saat penerima siap mendengarkan umpan balik. Pengenalan diri dapat melalui (1) introspeksi diri. berpikir numerikal).l vitalitas. kepekaan perasaan. kreativitas dan inovasi Membuat nyali kemanusiaan berfungs Pengembangan potensi diri adalah suatu usaha atau proses yang terus menerus menuju pribadi yang mantap dan sukses.Orang yang negatif .Dicek pada si pengirim.Rokok. potensi kerja (a.l stabilitas emosi. motivasi. logika berpikir. kemampuan membina relasi sosial ) dan potensi kepemimpinan . .

8. dan mencari pemecahan terbaik atau pun mengumpulkan informasi. Menyadari kelebihannya akan sangat membantu untuk mengembangkan dan menyadari kekurangannya akan membantu untuk menguranginya. sebaiknya memberikan kesan untuk berdiskusi. kita hanya menemukan topeng-topeng diri kita oleh karena itu dengarlah suara hati nurani kita. seperti : suami istri. bila tidak mungkin untuk memberikan umpan balik secara non-evaluatif. Tanpa kejujuran dan keterbukaan. (5) Thinking. dan (3) sikap diri anak-anak. tetapi ³Saya sering merasa takut atau tidak berani berbicara bila berhadapan dengan saudara dalam suatu Diskusi´. Umpan balik benar-benar untuk kebaikan orang khususnya orang terdekat dan bukan sekedar untuk menghilangkan kejengkelan kita atau sekedar iseng saja. tegang. Siapkan alternatif-alternatif. kesalahan. Introspeksi diri dilakukan. Sebaliknya. Bila yang akan diumpanbalikkan adalah hal yang negatif sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah kekurangan tersebut dapat diperbaiki atau tidak. marahmarah. kita harus meluangkan waktu untuk melihat bagaimana keadaan diri kita yang sebenarnya secara terbuka dengan menerapkan kejujuran. perilaku dapat dirubah dan diperbaiki. benar-benar efektif. dan sebagainya) diri sendiri atau disebut juga dengan mawas diri. dapat juga orang memberikan terlebih dahulu umpan balik mengenai hal-hal yang positif. 10. Dialog. tergesa-gesa. Secara sadar maupun tidak. Umpan Balik Orang lainlah yang akan selalu menilai kebiasaan perilaku kita. karena kita sendiri yang paling mengetahui diri sendiri. Introspeksi diri akan sulit dilakukan apabila kita tidak mengetahui potensi diri sendiri. maka kita tidak mengatakan ³Sikap saudara terlalu agresif´ atau ³Sikap saudara kurang baik karena terlalu kasar´. Janganlah memberi umpan balik negatif yang terlalu banyak pada satu saat. David Kersey mengklasifikasikan menjadi 16 (enam belas) tipologi manusia yang membedakan perilaku-perilakunya. Umpan balik akan lebih efektif bila antara pemberi dan penerima sudah saling mengenal cukup baik. Dari 8 (delapan) tipologi tersebut. Khususnya no. tetapi juga untuk hal-hal yang positif (kekuatan atau kelebihannya). (2) sikap diri dewasa. 3. Waktu yang tepat. tetapi juga telah berusaha memikirkan perbaikan-perbaikannya. Siap menerima. kesal. Dr. meskipun anak kembar karena memiliki perbedaan pada watak dan perilaku. jengkel. Pada umumnya tidak ada orang yang senang dinilai. karena kecuali tidak akan efektif. Dengan mempertimbangkan keadaan emosional penerima. Dapat diperbaiki. Bila kita ingin menggunakan umpan balik sebagai alat untuk membantu orang lain mengembangkan pribadinya agar umpan balik yang dimaksud untuk kebaikan orang lain. Untuk dapat menerima umpan balik terutama yang bersifat negatif. kalaupun alternatif-alternatif yang disarankan tidak dapat dipergunakan. Tujuan. (4) Sensation. Test psikologis Pengenalan diri melalui test psikologis dilakukan karena potensi diri yang dimiliki tidak diketahui oleh kita sendiri dan orang lain. yakni bahwa pemberi umpan balik tidak hanya melihat kekurangankekurangan. supaya umpan balik dapat efektif dan akibat-akibat negatif dapat dicegah. 8. Ada kemungkinan besar bahwa setelah seseorang menerima umpan balik yang negatif. Misalnya : Bila yang akan diumpanbalikkan adalah mengenai sikap yang terlalu agresif dari seseorang. sekaligus juga memberi kelonggaran bagi penerima untuk membantah atau bertanya. kita dapat meminta bantuan orang lain. Satu umpan balik. Pada umumnya orang hanya tahan untuk menerima satu umpan balik yang negatif pada sesaat. karena hal ini hanya akan membingungkan dan mungkin mematahkan semangat seseorang. (6) Feeling. Umpan balik tidak hanya untuk hal-hal yang negatif saja pada seseorang (kelemahan atau kekurangannya). Dari hasil pengisian tersebut akan didapat dimensi tipologi seperti : (1) Extrovertion. 4. Kita diharapkan harus pandai menentukan ³sikap diri´ yang cocok dan perlu dipikirkan saat yang tepat untuk pemberian umpan balik. 5. 2. (rok) . watak atau perilaku. Cara ini kecuali non-evaluatif. Berilah ia kesempatan dan sediakanlah waktu untuk maksud tersebut. baik yang positif maupun yang negatif. marah. (2) Introvertion. lebih-lebih secara negatif. Di dunia ini tidak ada manusia yang persis sama 100 %. dalam menghadapi satu masalah yang sama. frustasi. Cara yang paling cocok untuk lebih mengenal diri sendiri adalah berpulang kepada diri sendiri. menginginkan penjelasan-penjelasan lebih banyak. menggunakan otak. Untuk mengetahui potensi yang tersembunyi dari diri kita atau kita tidak mengetahuinya. Misalnya : merenungkan diri sendiri dan menuangkan potensi-potensi yang ada pada diri sendiri ke dalam tabel kekuatan diri dan kelemahan diri. Watak manusia akan sulit untuk dirubah tetapi sebaliknya. juga akan mendatangkan akibat negatif yang lebih besar. Namun yang jelas. dan (8) Perceiving. jangan diberikan. membutuhkan taraf kedewasaan (sikap diri dewasa) tertentu agar dapat memperbaiki kekurangannya. Seringkali orang tidak sadar akan kelebihannya dan kekurangannya. dengan kata lain. 6. Biasanya orang menjadi lebih siap untuk menerima umpan balik yang negatif setelah ia menerima umpan balik yang positif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan umpan balik adalah : 1. gelisah. Dalam hal ini. Bila tidak dapat diperbaiki. Sikap diri dewasa akan tampak ketika menghadapi persoalan secara cerdas.Introspeksi diri Introspeksi diri merupakan peninjauan terhadap (perbuatan. Umpan balik positif dan negatif. Non-evaluatif. dan menimbulkan pertikaian. Jadi kita harus mengetahui dengan benar apa yang akan kita umpanbalikkan. dapat menyebabkan salah mengerti dan bahkan dapat diakhiri dengan perasaan tersinggung. pemberi umpan balik telah memberi kesan yang sangat positif bagi penerima. dapat disarankan untuk menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukkan kesan baik yang diperoleh dari pemberi umpan balik. Tes ini dilaksanakan dengan cara pengisian instrumen-instrumen yang telah dirancang untuk mengenal diri sendiri. tidak berpihak. sikap diri kita sering berubah-ubah dari sikap diri yang satu ke sikap diri yang lain. 7. Hal-hal tersebut di atas sebaiknya diperhatikan benar-benar. (3) Intuition. Perlu diketahui menurut seorang ahli jiwa dari California. Apakah ia sedang tenang. Dalam hal ini sebaiknya pemberi umpan balik sudah siap dengan beberapa alternatif yang mungkin dapat dipergunakan. setiap manusia memiliki tiga sikap diri (ego state) yaitu (1) sikap diri orang tua. Hubungan antara pemberi dan penerima umpan balik. dan mengundangnya untuk berfikir dan menarik Kesimpulan sendiri (mengapa orang lain merasa takut berbicara dengan dia ?) 9. ibu anak. dan sebagainya. Pengenalan diri melalui orang lain dapat dilakukan dengan meminta umpan balik tentang potensi diri baik yang positif maupun yang negatif. umpan balik. demi kepentingan penerima. sedih. terarah. karena biasanya penerima. Umpan balik yang efektif sebaiknya diberikan dalam bentuk non-evaluatif. sikap. (7) Judging. Pemberian umpan balik. baik umpan balik positif maupun umpan balik negatif. Eric Berne. dengan mendengarkan suara hati yang paling dalam dan dilakukan secara jujur. dan sebagainya ? Kecuali apabila penerima siap untuk dapat menerima umpan balik. kelemahan. berikanlah satu persatu umpan balik dengan jeda waktu tertentu. ia akan menanyakan tindakan-tindakan perbaikan kepada pemberi umpan balik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful