MODUL PRAKTIKUM “STRUKTUR DATA”

Bahasa Pemrograman : C dan C++ Software Laboran : Turbo C++ 4.5 : M. Fachrurrozi Novi Yusliani

LABORATORIUM DASAR KOMPUTER PROGRAM ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2007

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... 1 Bab 1. ARRAY........................................................................................................................................ 2 1.1. Array Satu Dimensi .................................................................................................................... 2 1.2. Array Dua Dimensi..................................................................................................................... 3 Bab 2. POINTER .................................................................................................................................... 6 Bab 3. ABSTRACT DATA TYPE........................................................................................................... 8 Bab 4. LINKED LIST............................................................................................................................ 10 4.1. Definisi Fungsional List Linier dan Algoritmanya ....................................................................... 11 4.1.1. Pembuatan Sebuah Elemen pada List Linier ................................................................... 11 4.1.2. Pembuatan sebuah Elemen pada List Linier.................................................................... 12 4.1.3. Penyisipan sebuah Elemen pada List Linier .................................................................... 12 4.1.4. Penghapusan sebuah Elemen pada List Linier................................................................ 13 4.1.5. Konkatenasi Dua Buah List Linier.................................................................................... 13 Bab 5. STACK....................................................................................................................................... 15 5.1. Definisi Stack............................................................................................................................. 15 Bab 6. QUEUE...................................................................................................................................... 17 6.1. Definisi Queue .......................................................................................................................... 17 Bab 7. TREE.......................................................................................................................................... 20 7.1. Definisi Tree.............................................................................................................................. 20 7.2. Jenis-Jenis Tree.......................................................................................................................... 20 7.3. Operasi-Operasi pada Binary Tree .......................................................................................... 21 7.4. Binary Search Tree.................................................................................................................... 21 REFERENSI.......................................................................................................................................... 26

Modul Prak. Struktur Data

1

Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007

. Elemen-elemen array A sudah terdefinisi} {K.. 1. Elemen keNilai 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 23 34 32 12 25 14 23 12 11 10 Bentuk umum: <tipe data> NamaArray[n] = {elemen0.Nmaks] of integer A : LarikInt {A adalah sebuah peubah array integer dengan 100 elemen} Contoh Algoritma array : procedure BacaLarik (output A : LarikInt. ARRAY Array adalah suatu struktur yang terdiri dari sejumlah elemen yang memiliki tipe data yang sama. dua dimensi. tetapi isi dari elemen tersebut boleh berbeda.n] dengan pembacaan} {K...1. input n : integer) {mencetak elemen-elemen array A[1. nilainya terdefinisi} {K. n = jumlah elemen Mendefinisikan ukuran array : DEKLARASI const Nmaks = 100 {ukuran maksimum elemen array} type LarikInt : array[1.... elemen1.n]} {K. Array Satu Dimensi Array Satu dimensi tidak lain adalah kumpulan elemen-elemen identik yang tersusun dalam satu baris. Elemen-elemen array tersusun secara sekuensial dalam memori komputer.. Akhri : setelah pembacaan.n}. input n : integer) {mengisi elemen-elemen larik A[1. Awal : n sudah berisi jumlah elemen array yang dipakai. elemen2.. seluruh elemen array A berisi nilai-nilai yang dibaca dari piranti masukan} DEKLARASI i : integer {pencatat indeks array} ALGORITMA for i ß 1 to n do read(A[i]) endfor procedure CetakLarik (input A : LarikInt.Bab 1. Array dapat berupa satu dimensi. Awal : n adalah jumlah elemen efektif array. Elemen-elemen tersebut memiliki tipe data yang sama.. tiga dimensi ataupun banyak dimensi (multi dimensi). Struktur Data 2 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .. Akhir : elemen-elemen array A tercetak} Modul Prak..

dengan cara setiap elemen array A dibandingkan dengan x. dengan asumsi nilai maksimum sementara (maks) adalah nilai yang sangat kecil. 3. Buatlah program untuk mencari nilai minimum di dalam array. input n : integer. Awal : elemen-elemen array A sudah terdefinisi. nilainya sudah terdefinisi} {K. Buatlah program untuk mencari nilai tertentu x di dalam array. 1. 2.2. yaitu -9999. dengan asumsi nilai maksimum sementara diinisialisasi dengan elemen pertama array. maka array dua dimensi terdiri dari beberapa baris dan beberapa kolom elemen yang bertipe sama sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: 0 0 1 2 3 1 2 3 4 5 6 10 45 32 11 21 43 34 12 23 65 23 32 43 12 56 23 45 21 54 56 78 12 34 76 65 21 45 45 Modul Prak. merupakan perluasan dari array satu dimensi. Akhir : u berisi nilai rata-rata seluruh elemen} DEKLARASI i : integer jumlah : real ALGORITMA i ß 1 jumlah ß 0 {indeks array} {jumlah total seluruh nilai} {dimulai dari elemen pertama} {jumlah total nilai mula-mula} for i ß 1 to n do jumlah ß jumlah + A[i] endfor u ß jumlah / n Latihan : 1.DEKLARASI i : integer {indeks array} ALGORITMA for i ß 1 to n do write(A[i]) endfor procedure HitungRataRata (input A : LarikInt. output u : real) {menghitung nilai rata-rata elemen array A} {K. n adalah jumlah elemen array. Array Dua Dimensi Array dua dimensi sering digambarkan sebagai sebuah matriks. Buatlah program untuk mencari nilai maksimum di dalam array. Jika array satu dimensi hanya terdiri dari sebuah baris dan beberapa kolom elemen. Struktur Data 3 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

Nmaks][1. seluruh elemen array A berisi nilai-nilai yang dibaca dari piranti masukan} DEKLARASI i : integer j : integer {pencatat indeks array untuk baris} {pencatat indeks array untuk kolom} ALGORITMA for i ß 1 to m do for j ß 1 to n do read(A[i][j]) endfor endfor Modul Prak.. bool papan[2][2] = { {true.. input m.n : integer) {mengisi elemen-elemen larik A[1.false}.z}...false} }. kecuali bahwa array dua dimensi terdapat dua jumlah elemen yang terdapat di dalam kurung siku dan keduanya boleh tidak sama. Atau <tipe data> NamaArray [m][n] = { {a.. papan[1][2] = true. Contoh: double matrix[4][4]. papan[0][4] = false.. nilainya terdefinisi} {K. Akhri : setelah pembacaan. Awal : m adalah jumlah baris array sedangkan n adalah jumlah kolom array. Contoh: procedure BacaLarik (output A : LarikInt. Struktur Data 4 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 ...n] dengan pembacaan} {K..Nmaks] of integer A : LarikInt {A adalah sebuah peubah array integer dengan 100 elemen} Pendeklarasian array dua dimensi hampir sama dengan pendeklarasian array satu dimensi. Mendefinisikan ukuran array : DEKLARASI const Nmaks = 100 {ukuran maksimum elemen array} type LarikInt : array[1..n-1} }.m][1.. papan[1][4] = false.. papan[0][0] = true. Elemen array dua dimensi diakses dengan menuliskan kedua indeks elemennya dalam kurung siku seperti pada contoh berikut: //papan nama memiliki 2 baris dan 5 kolom bool papan[2][5].{1.Bentuk umum: <tipe data> NamaArray [m][n].2.{true..b.

Buat program menghitung perkalian matrik 3x3. input m..procedure CetakLarik (input A : LarikInt. Awal : n sudah berisi jumlah elemen array yang dipakai.n : integer) {mencetak elemen-elemen array A[1. Struktur Data 5 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .. Modul Prak. 2.m][1.n]} {K. Buat program menghitung penjumlahan matrik 3x3.. Elemen-elemen array A sudah terdefinisi} {K. Akhir : elemen-elemen array A tercetak} DEKLARASI i : integer j : integer {pencatat indeks array untuk baris} {pencatat indeks array untuk kolom} ALGORITMA for i ß 1 to m do for j ß to n do write(A[i][j]) endfor endfor Latihan: 1.

Contoh: float * px. Output: Modul Prak. Statement di atas mendeklarasikan variabel px yang merupakan pointer. Bentuk Umum: <tipe data> namaVariabel. Penyebutan tipe data float berarti bahwa alamat memori yang ditunjuk oleh px dimaksudkan untuk berisi data bertipe float. num adalah sebuah variabel sedangkan numPtr adalah sebuah variabel pointer. Pointer dideklarasikan seperti variabel biasa dengan menambahkan tanda * (asterik) yang mengawali nama variabel. Sebagai contoh.Bab 2. berarti P menunjuk pada alamat memori 0041FF2A. Contoh Program: 1. Gambaran dari suatu pointer. sebuah variabel P bertipe pointer bernilai 0x0041FF2A. POINTER Pointer merupakan tipe data berukuran 32 bit yang berisi satu nilai yang berpadanan dengan alamat memori tertentu. Struktur Data 6 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

Output: 3. Struktur Data 7 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . Output: Modul Prak.2.

Right) TYPE diterjemahkan menjadi type terdefinisi dalam bahasa yang bersangkutan. sedangkan modul pengguna berperan sebagai Client (pengguna) dari ADT tersebut. Modul ADT biasanya dimanfaatkan oleh modul lain. yaitu: § Definisi/Spesifikasi Type dan Primitif o o Spesifikasi type sesuai dengan bahasa yang bersangkutan Spsesifikasi dari primitif sesuai dengan kaidah dalam konteks prosedural.Bab 3. ADT biasanya diimplementasi menjadi dua buah modul.ads BODY Implementation File kode dengan ekstensi . domain.c Paket body dengan ekstensi . Left) dan (Bottom. Biasanya ada sebuah pengguna yang khusus yang disebut sebagai main program (program utama) yang memanfaatkan langsung type tsb. dan Proses yang dilakukan Body/realisasi dari primitif. berupa kode program dalam bahasa yang bersangkutan Realisasi ADT dalam beberapa bahasa: BAHASA Pascal (hanya dalam turbo pascal) C Ada SPESIFIKASI Satu Unit Interface File header dengan ekstensi . Modul Prak. yang akan mendeklarasikan variabel bertype ADT tersebut dalam modulnya.adb Dalam modul ADT tidak terkandung definisi variabel. yaitu: § § § Fungsi : nama. ABSTRACT DATA TYPE Abstract Data Type (ADT) adalah definisi TYPE dan sekumpulan PRIMITIF (operasi dasar) terhadap TYPE tersebut. Final State. Misalnya: § § § ADT Waktu terdiri dari ADT JAM dan ADT DATE GARIS yang terdiri dari dua buah POINT SEGI4 yang terdiri dari pasangan dua buah POINT (Top. range. Definisi TYPE dari sebuah ADT dapat mengandung sebuah definisi ADT lain. misalnya menjadi struct dalam bahasa C. diterjemahkan menjadi fungsi atau prosedural.h Paket dengan ekstensi . Primitif. Struktur Data 8 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . dalam konteks prosedural. dan prekondisi jika ada Prosedur : Initial State. Jadi ADT bertindak sebagai Supplier (penyedia type dan primitif).

Contoh ADT POINT dalam Bahasa Algoritmik Modul Prak. Struktur Data 9 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

NEXT mungkin ada secara eksplisit (seperti contoh di atas). kita dapat menggunakan variabel pointer. - - Jika L adalah list. Linked list adalah sekumpulan elemen bertipe sama. maka alamat elemen pertama list L dapat diacu dengan notasi : Elemen yang diacu oleh P dapat dikonsultasi informasinya dengan notasi : deklarasi deklarasi Modul Prak. Linked list digambarkan sebagai berikut : Jadi. Untuk memecahkan masalah di atas. biasanya melalui alamat elemen pertama yang disebut : First alamat elemen berikutnya (suksesor). Setiap ingin menambahkan data. yang dapat diakses melalui informasi NEXT. Anda selalu menggunakan variabel pointer yang baru. yaitu tempat elemen disimpan dapat diacu. ruang memori yang dipakai olehnya tidak dapat dihapus bila array tersebut sudah tidak digunakan lagi pada saat program dijalankan.Bab 4. Dengan alamat tersebut informasi yang tersimpan pada elemen list dapat diakses. atau secara implisit yaitu lewat kalkulasi atau fungsi suksesor setiap elemen mempunyai alamat. LINKED LIST Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai variabel array yang bersifat statis (ukuran dan urutannya sudah pasti). ada baiknya jika Anda hanya menggunakan satu variabel pointer saja untuk menyimpan banyak data dengan metode yang kita sebut Linked List. alamat harus terdefinisi. jika kita mengetahui alamat sebuah elemen. Oleh karena itu. Selain itu. Elemen terakhirnya. dan P adalah address. akibatnya Anda akan membutuhkan banyak sekali pointer. Untuk mengacu sebuah elemen. Struktur Data 10 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . variabel akan dialokasikan hanya pada saat dibutuhkan dan sesudah tidak dibutuhkan dapat direlokasikan kembali. yang setiap elemennya terdiri dari dua bagian. Tipe data pointer bersifat dinamis. sebuah list linier dikenali : elemen pertamanya. yang mempunyai keterurutan tertentu.

dan F.1.Beberapa Definisi : 1.1. List L adalah list kosong.1. pada sebuah list linier biasanya dilakukan pembuatan. perubahan ini dituliskan dengan #define Nil Null Biasanya list linier paling sederhana digambarkan dengan ilustrasi sebagai berikut : 4. Definisi Fungsional List Linier dan Algoritmanya Secara fungsional. karena I. penambahan. dengan salah satu cara adalah karena Next(Last) = Nil Nil adalah pengganti Null. perubahan. 2.S. yang dapat ditulis sebagai berikut : 4.S. beberapa prosedur harus didefinisikan berdasarkan keadaan list. jika First(L) = Nil Elemen terakhir dikenali. atau penghapusan elemen atau proses terhadap keseluruhan list. Pembuatan Sebuah Elemen pada List Linier IsEmptyList : L à boolean {Test apakah sebuah list kosong} Pemeriksaan apakah sebuah list kosong sangat penting. Realisasi algoritmik dari definisi fungsional ini adalah sebagai berikut : Modul Prak. Struktur Data 11 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

3. Struktur Data 12 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . yang selanjutnya siap diproses (ditambah elemennya. Penyisipan sebuah elemen dapat dilakukan terhadap sebuah elemen yang sudah dialokasi (diketahui address-nya). atau sebuah elemen yang hanya diketahui nilai Info-nya (berarti belum dialokasi).1. Modul Prak. dsb). Penyisipan sebuah Elemen pada List Linier Insert : ElmtList x L à L {Menyisipkan sebuah elemen ke dalam list} Fungsi insert (penyisipan) harus dijabarkan lebih rinci. karena dapat menjadi penyisipan sebagai elemen pertama. Pembuatan sebuah Elemen pada List Linier CreateList : à L {Membentuk sebuah list linier kosong} Pembuatan sebuah list berarti membuat sebuah list KOSONG. setelah sebuah address P atau penyisipan menjadi elemen terakhir.4. Realisasi algoritmik dari definisi fungsional ini adalah sebuah prosedur sebagai berikut : 4.1.2.

dan terakhir. yaitu penghapusan elemen pertama. Perbedaan ini melahirkan tiga operasi dasar penghapusan elemen list yang diturunkan dari definisi fungsional ini menjadi realisasi algoritmik.1. Struktur Data 13 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . karena penghapusan elemen dapat merupakan pertama.4.1. 4. Realisasi algoritmiknya adalah sebagai berikut : Modul Prak.4. setelah sebuah address P atau penghapusan elemen terakhir.5. Konkatenasi Dua Buah List Linier Concat : L1 x L2 à L {Menyambung L1 dengan L2} Konkatenasi adalah menggabungkan dua list. di tengah. Penghapusan sebuah Elemen pada List Linier Delete : L à L x ElmtList {Menghapus sebuah elemen dalam list} Penghapusan harus dijabarkan lebih rinci.

Struktur Data 14 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .Modul Prak.

Struktur Data 15 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . dikenali elemen puncaknya (TOP) aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu: a. dimana operasi penyisipan / penghapusan dilakukan InfoTop(S) adalah informasi yang disimpan pada Top(S) Definisi Stack kosong adalah Stack dengan Top(S) = Nil (tidak terdefinisi). Definisi Stack Stack (tumpukan) adalah list linier yang : 1. 2. maka definisi fungsional stack adalah : Definisi Selektor adalah jika S adalah sebuah Stack. Modul Prak. elemen yang ditambahkan paling akhir menjadi elemen yang akan dihapus. STACK 5. penghapusan selalu dilakukan pada TOP TOP adalah satu-satunya alamat tempat terjadi operasi. Dikatakan bahwa elemen Stack akan tersusun secara LIFO (Last In First Out). maka • • Top(S) adalah alamat elemen TOP. penyisipan selalu dilakukan “di atas” TOP b. Diberikan S adala Stack dengan elemen ElmtS.Bab 5.1.

Modul Prak. Struktur Data 16 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

Info(Head(Q)). penulisan untuk Queue adalah : Head(Q). Maka jika Q adalah Queue dan P adalah address. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya didefinisikan sebagai berikut : o o • Penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir Penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama Satu elemen dengan yang lain dapat diakses melalui informasi NEXT Maka secara logik. Info(Tail(Q)) Diberikan Q adalah QUEUE dengan elemen ElmtQ maka definisi fungsional antrian adalah : Modul Prak. dan address adalah “alamat” dari elemen. QUEUE 6. Selain itu. Tail(Q).Bab 6. sebuah QUEUE dapat digambarkan sebagai list linier yang setiap elemennya adalah type ElmtQ : <Info : InfoType. alamat elemen pertama (HEAD) dan elemen terakhir (TAIL) dicatat. Next : address> dengan InfoType adalah sebuah type terdefinisi yang menentukan informasi yang disimpan pada setiap elemen queue. Definisi Queue Queue (antrian) adalah list linier yang : • • Dikenali elemen pertama (HEAD) dan elemen terakhirnya (TAIL). Struktur Data 17 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .1.

Struktur Data 18 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .Contoh Prototype dari Sebuah Queue : Modul Prak.

Struktur Data 19 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .Modul Prak.

TREE 7. Banyaknya node dalam suatu tree Banyaknya tingkatan / level dalam suatu tree Satu-satunya node khusus dalam tree yang tak punyak predecessor Node-node dalam tree yang tak memiliki successor Banyaknya child yang dimiliki suatu node 7. Jenis.1. Definisi Tree Tree merupakan salah satu bentuk struktur data tidak linear yang menggambarkan hubungan yang bersifat hierarkis (hubungan one to many) antara elemen-elemen. Complete Binary Tree Jenis ini mirip dengan Full Binary Tree.Bab 7. Notde lainnya terbagi menjadi himpunan-himpunan yang saling tak berhubungan satu sama lain (disebut Subtree). Untuk lebih jelasnya. namun tiap subtree boleh memiliki panjang path yang berbeda dan setiap node kecuali leaf hanya boleh memiliki 2 child. Sesuai dengan definisi tersebut tiap node dalam binary tree hanya boleh memiliki paling banyak dua child.2. di bawah akan diuraikan istilah-istilah umum dalam tree. Modul Prak. Tree bias didefinisikan sebagai kumpulan simpul/node dengan elemen khusus yang disebut Root.Jenis Binary Tree : Full Binary Tree Jenis binary tree ini tiap nodenya (kecuali leaf) memiliki dua child dan tiap subtree harus mempunyai panjang path yang sama. Predecessor Successor Ancestor Descendant Parent Child Sibling Subtree Size Height Root Leaf Degree Node yang berada di atas node tertentu Node yang berada dibawah node tertentu Seluruh node yang terletak sebelum node tertentu dan terletak pada jalur yang sama Seluruh node yang terletak sebelum node tertentu dan terletak pada jalur yang sama Predecessor satu level di atas suatu node Successor satu level di bawah suatu node Node-node yang memiliki parent yang sama dengan suatu node Bagian dari tree yang berupa suatu node beserta descendantnya dan memiliki semua karakteristik dari tree tersebut. Jenis-Jenis Tree Binary Tree Binary Tree adalah tree dengan syarat bahwa tiap node hanya boleh memiliki maksimal dua subtree dan kedua subtree tersebut harus terpisah. Struktur Data 20 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .

Modul Prak. Mengetahui karakteristik dari suatu tree. serta average length. kunjungi Right Child : kunjungi Left Child. 7. Operasi-Operasi pada Binary Tree Create Clear Empty Insert Membentuk binary tree baru yang masih kosong Mengosongkan binary tree yang sudah ada Function untuk memeriksa apakah binary tree masih kosong Memasukkan sebuah node ke dalam tree. Setelah itu. left child. Implementasi Binary Tree Binary tree dapat diimplementasikan dalam C++ dengan menggunakan double linkedlist. Struktur Data 21 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .4. dan PostOrder. yaitu kesulitan dalam searching / pendarian node tertentu dalam binary tree. atau right child. kunjungi Left Child. Khusus insert sebagai root. left child. masing-masing sekali. Find Update Retrieve DeleteSub Characteristic Traverse Langkah-langkah Tranverse : • • PreOrder InOrder : cetak isi node yang dikunjungi. (tree tidak boleh kosong). atau right child dari suatu node.yaitu PreOrder. Tree tidak boleh kosong. Hasilnya adalah urutan informasi secara linear yang tersimpan dalam tree. yakni: size. tree harus dalam keadaan kosong Mencari root. kunjungi Right Child cetak isi node yang dikunjungi. cetak isi node yang dikunjungi. Mengubah isi dari node yang ditunjuk oleh pointer curret (Tree tidak boleh kosong) Mengetahui isi dari node yang ditunjuk oleh pointer current (Tree tidak boleh kosong) Menghapus sebuah subtree (node beserta seluruh descendant-nya) yang ditunjuk current. 7. Mengunjungi seluruh node-node pada tree.Skewed Binary Tree Skewed Binary Tree adalah Binary Tree yang semua nodenya (kecuali leaf) hanya memiliki satu child. Binary search tree dibuat untuk mengatasi kelemahan pada binary tree biasa.3. Tree tidak boleh kosong. height. parent. Semua right child juga harus lebih besar dari left child serta parent-nya. Binary Search Tree Binary Tree ini memiliki sifat dimana semua left child harus lebih kecil dari pada right child dan parentnya. kunjungi Right Child • PostOrder : kunjungi Left Child. InOrder. pointer current dakan berpindah ke parent dari node yang dihapus. Ada tiga pilihan insert : sebagai root. Ada tiga cara traverse.

Selain AVL Tree. harus dilakukan perubahan pada tree dengan melakukan rotasi supaya tetap menjadi Binary Search Tree. digunakan simbol-simbol Bantu : . namun di sini update akan berpengaruh pada posisi node tersebut selanjutnya. kecuali pada operasi insert.Pada dasarnya operasi dalam Binary Search Tree sama dengan Binary Tree biasa. delete dalam Binary Search Tree juga turut mempengaruhi struktur dari tree tersebut. Dengan AVL Tree. Modul Prak. : digunakan apabila Subtree kiri dan Subtree kanan mempunyai height yang sama. Update Update ini seperti yang ada pada Binary Tree biasa. AVL Tree muncul untuk menyeimbangkan Binary Search Tree. terdapat pula Height Balanced n Tree. Insert Pada Binary Search Tree insert dilakukan setelah lokasi yang tepat ditemukan (lokasi tidak ditentukan oleh user sendiri ). Struktur Data 22 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . Untuk memudahkan dalam menyeimbangkan tree. AVL Tree AVL Tree adalah Binary Search Tree yang memiliki perbedaan tinggi/ level maksimal 1 antara subtree kiri dan subtree kanan. Delete Seperti halnya update.(tanda minus) + (tanda plus) 0 (nol) : digunakan apabila Subtree kiri lebih panjang dari Subtree kanan. : digunakan apabila Subtree kanan lebih panjang dari Subtree kiri. dan delete. yakni Binary Search Tree yang memiliki perbedaan level antara subtree kiri dan subtree kanan maksimal adalah n sehingga dengan kata lain AVL Tree adalah Height Balanced 1 Tree. update. Bila update mengakibatkan tree tersebut bukan Binary Search Tree lagi. waktu pencarian dan bentuk tree dapat dipersingkat dan disederhanakan.

melainkan bisa berupa kumpulan data atau list yang lain. Clear : Menghapus secara keseluruhan. dengan masing-masing elemen memiliki tipe data yang sama. Data tunggal disini tidak perlu data sederhana. biasanya digunakan sebagai nama fungsi/metode yang bertujuan untuk mengosongkan list atau menghapus keseluruhan elemen. gambar. Data : Informasi yang disimpan komputer. Struktur Data 23 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . dan sebagainya. video. biasanya digunakan sebagai nama fungsi/metode yang bertujuan untuk menghapus sebuah elemen dalam suatu list/tree Deret geometric : Deretan bilangan yang setiap bilangan merupakan hasil kali bilangan sebelumnya dengan suatu konstanta.DAFTAR ISTILAH-ISTILAH Algoritma : Langkah-langkah menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara logis dan berurutan Animasi : Gambar yang tampak bergerak. Empty : Keadaan di mana list ada dalam keadaan kosong Modul Prak. suara. Array : Struktur data yang memiliki banyak elemen di dalamnya. Destruktor : Metode khusus dalam sebuah kelas untuk menghapus objek hasil instansiasi kelas tersebut Dimensi : Jumlah indek yang diperlukan untuk menyatakan sebuah elemen dalam array Elemen : Sebuah data tunggal yang paling kecil dari sebuah array atau list. terdiri dari banyak gambar-gambar tunggal (disebut frame) yang ditampilkan satu per satu secara bergantian dengan cepat sehingga objek dalam gambar tampak seolah-olah bergerak. Cara kerja konsol sangat sederhana yaitu menggunakan standar input untuk membaca input dari keyboard dan standar output untuk menampilkan teks ke layer monitor. Console : Istilah dalam komputer yang menunjuk pada antarmuka antara pemakai dengan komputer yang berbasiskan teks. Delete : Menghapus sebuah elemen. dapat berbentuk teks.

Kompilasi : Proses menerjemahkan bahasa sumber (source code) ke dalam bahasa lain. template. Struktur Data 24 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . Field FIFO : : Data yang dimiliki oleh sebuah objek First In First Out sifat suatu kumpulan data. dalam fungsi berarti parameter yang dimasukkan. Full Fungsi : : Keadaan di mana list penuh. awal. maupun di akhir list. biasanya bahasa mesin.Fibonacci : Barisan bilangan yang setiap bilangan merupakan jumlah dari dua bilangan sebelumnya. misalnya sebuah himpunan dari buahbuahan dapat terdiri dari pisang. Kompiler Konstruktor : : Program yang mengerjakan kompilasi. sifat kumpulan data. LIFO : Last In Fisrt Out. Metode khusus yang dimiliki suatu kelas untuk membentuk suatu objek baru berdasarkan kelas tersebut Library : Kumpulan fungsi. mangga. bias melalui parameter program. file maupun lewat keyboard Insert : Memasukkan sebuah elemen baru ke dalam list. makro. do while. sedangkan dalam program secara keseluruhan berarti data yang dimasukkan pemakai. Input : Data masukkan. faktor yang paling besar jika sejumlah bilangan memiliki beberapa faktor yang sama. maupun for. tidak boleh menerima data lagi Suatu modul atau bagian program yang mengerjakan suatu program tertentu. kebalikan dari FIFO Modul Prak. untuk dapat dijalankan langsung oleh computer melalui system operasi. dan kelas yang disediakan bersama compiler C++. Iterasi : Perulangan dengan struktur perulangan. jambu dll. Kelas : Suatu struktur yang digunakan sebagai template bagi objek-objek yang sama sifatnya. Himpunan : Kumpulan dari objek-objek. Indeks : Bilangan yang digunakan untuk menyatakan posisi suatu elemen dalam array atau list. while. jika sebuah elemen A dimasukkan lebih dulu dari B maka A harus dikeluarkan dulu dari B FPB : Faktor Persekutuan terbesar. Biasanya insert dilakukan baik di tengah-tengah list.

tetapi dengan memanggil fungsi yang bersangkutan. Program yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Stack : List yang memiliki sifar LIFO. Output Pointer : : Data yang dihasilkan oleh program Type data khusus yang pada umumnya berukuran 32 bit yang berfungsi untuk menampung bilangan tertentu yang menunjuk pada lokasi memory tertentu Pop : Mengeluarkan satu elemen dari dalam list dengan cara menyalin data elemen tersebut. kemudian menghapus elemen tersebut dari list biasanya digunakan untuk stack. Metode Objek : : Fungsi yang dimiliki suatu objek Struktur data yang terdiri dari data yang lebih sederhana yang disebut field yang memiliki operasi sendiri untuk menangani datadata yang dimilikinya. algoritma dan template yang Modul Prak. Record : Struktur data yang terdiri dari satu atau lebih elemen yang tipe data bias berbeda. Memasukkan sebuah elemen baru ke dalam list. Kode sumber belum dapat dijalankan oleh komputer dan perlu menjalani proses kompilasi sehingga dapat dijalankan. Sort Source Code : : Menyusun elemen-elemen suatu list secara berurutan.Linked List : List yang didesain dengan cara mendefinisikan sebuah elemen yang memiliki hubungan atau link dengan elemen lain yang dihubungkan dengan elemen yang lain lagi. Struktur list dengan sifat FIFO. Prima Push Queue : : : Bilangan yang tidak memiliki faktor selain 1 dan bilangan itu sendiri. cara kerjanya seperti antrian manusia. Matriks : Dalam matematika berarti kumpulan bilangan yang disusun dalam bentuk kolom dan baris. Struktur Data 25 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 . STL : Standar Templete Library merupakan kumpulan yang disertakan dalam setiap compiler C++ yang memenuhi standar ANSI C++ yang menyediakan berbagai struktur data. Data yang hendak di keluarkan dari stack haruslah data yang paling terakhir dari stack. Rekursi : Jenis perulangan yang tidak menggunakan struktur perulangan.

Com. Cepat MahirBahasa. Achmad (2003). Informatika Bandung. Richardus Eko. Struktur Data 26 Copyright@PIK-Unsri Agustus 2007 .G. Struktur kontrol Teks : : Struktur yang digunakan untuk mengontrol jalannya program. Sanjaya. Asyiknya Belajar Struktur Data di Planet C++. IlmuKomputer. Pemrograman Bahasa C dengan Turbo C. Tree : Suatu struktur data yang setiap elemen terhubung sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti pohon. IlmuKomputer. Charles River Media. Indrajit. REFERENSI Desphande P. Lidya. Imam.Com. tanda baca). Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Modul Prak. Dwi (2005). O. Pemrograman Borland C++ Builder. Richardus Eko. Algoritama dan Pemrograman dalam Bahas Pascal dan C.. rinaldi Munir (2002). Wahono. Informatika Bandung. Massachusetts Heriyanto. Romi Satria(2003). C dan Data Structures. Data yang terdiri dari karakter-karakter yang dapat dibaca (huruf bilangan. Solichin.S. Kakde (2004).sering dipakai. Indrajit. Budi Raharjo (2003). Elex Media Komputindo. Stream : Aliran merupakan konsep dalam C++ untuk input dan ouput data tanpa memperdulikan isi data maupun media penampung data tersebut. Leoni. Inc. Kajian Strategis Analisa Cost-Benefit Investasi Teknologi Informasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful