P. 1
metabolisme asam amino

metabolisme asam amino

|Views: 89|Likes:
Published by Anis Rakhmawati

More info:

Published by: Anis Rakhmawati on Oct 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Asam amino adalah salah satu senyawa yang ada didalam tubuh makhluk hidup yang diantaranya hewan dan manusia yang berguna untuk sebagai sumber bahan utama pembentukan protein dalam tubuh. Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. Protein yang terdapat dalam makanan di cerna dalam lambung dan usus menjadi asam-asam amino yang diabsorpsi dan di bawa oleh darah ke hati. Protein dalam tubuh dibentuk dari asam amino. Hati adalah organ tubuh dimana terjadi reaksi Anabolisme dan Katabolisme. Proses Metabolik dan katabolik juga terjadi dalam jaringan di luar hati. Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber yaitu absorpsi melalui dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel dan hasil sintesis asam amino dalam sel. Hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

(http://static.schoolrack.com/files/14204/34774/6-metabolisme_asam_amino.doc) Proses metabolisme asam amino mendasari dan memberi pengaruh bagi tubuh juga zat lain yang terdapat pada tubuh. Prosesnya yang berkesinambungan juga berkaitan dengan proses pembentukan bahan tertentu bagi kepentingan biologis tubuh. Hal tersebut ini merupakan proses kontinu. Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover). 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja proses yang terjadi dalam metabolisme asam amino yang terdiri dari katabolisme asam amino, siklus urea, perubahan rangka asam amino menjadi zat antara amfibolik? 2. Bagaimana peran asam amino dalam proses pembentukan bahan tertentu yang mempunyai kepentingan biologis? 3. Apakah efek metabolisme asam amino?

1

1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui proses yang terjadi dalam etabolisme asam amino yang terdiri dari kata bolisme asam amio, siklus urea, perubahan rangka asam amino menjadi zat antara amfibolik. 2. Untuk mengetahui peran asam amino dalam proses pembentukan bahan tertentu yang mempunyai kepentingan biologis. 3. Untuk mengetahui efek metabolisme asam amino.

2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Proses Yang Terjadi Dalam Metabolisme Asam Amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama, produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh, digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. Kedua, pengambilan nitrogen dari asam amino. Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. Keempat adalah sintesis protein dari asam-asam amino. (http://static.schoolrack.com/files/14204/34774/6-metabolisme_asam_amino.doc)

Gambar 2.1.1 Jalur-jalur metabolik utama asam amino

2.1.1 Katabolisme Asam Amino Katabolisme Asam amino melalui reaksi umum asam amino. Asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan gugus amin yang berasal dari deaminasi nitrogen_α -amino_pada_asam-asam_amino. (http://static.schoolrack.com/files/14204/34774/6metabolisme_asam_amino.doc.)

3

Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu : 1. Transaminasi Proses katabolisme asam amino berupa pemindahan gugus amino dari suatu asam amino ke senyawa lain dengan bantuan enzim aminotransferase, yaitu memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat. (http://static.schoolrack.com/files/14204/34774/6metabolisme_asam_amino.doc.)

Gambar 2.11..2 Contoh reaksi transaminasi. Perhatikan alanin mengalami transaminasi menjadi glutamat. Pada reaksi ini dibutuhkan enzim alanin aminotransferase.

2. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium. (http://static.schoolrack.com/files/14204/34774/6metabolisme_asam_amino.doc.) Proses tersebut mengunakan enzim L-glutamat dehidrogenase, yaitu suatu enzim yang terdapat dimana-mana dalam jaringan mamalia yang

4

menggunakan NAD+ atau NADP+ sebagai oksidan. (Murray, Robert K. 1999 : 308)

Glutamat juga dapat memindahkan amin ke rantai karbon lainnya, menghasilkan asam amino baru.

Gambar 2.1.1.3 Contoh reaksi deaminasi oksidatif. Perhatikan glutamat mengalami deaminasi menghasilkan amonium (NH4+). Selanjutnya ion amonium masuk ke dalam siklus urea.

Gambar 2.1.1.4 Reaksi transaminasi dan reaksi deaminasi oksidatif

 Intoksikasi Amonia

5

Amonia merupakan senyawa yang sangat toksik bagi manusia sehingga harus dibuang atau dikeluarkan. Amonia yang dihasilkan bakteri enterik diserap ke dalam darah vena porta yang dengan demikian darah ini mengandung amonia dengan kadar yang lebih tingi dibandingkan darah sistemik. Kadar urea normal dalam tubuh adalah 10-20 µ g/dL. Karena hati yang sehat akan segera mengeluarkan amonia ini dari dalam darah porta, maka darah perifer pada hakekatnya tidak mengandung amonia. Hal ini sangat penting karena amonia dengan jumlah renik sekalipun akan bersifat toksik bagi sistem saraf pusat. Jika darah porta tidak mengalir lewat hati, maka amonia dapat meningkat hingga mencapai kadar yang toksik dalam darah sistemik. Keadaan ini terjadi setelah fungsi hati mengalami gangguan yang berat atau setelah adanya hubungan kolateral antara vena porta dan vena sistemik sebagaimana terjadi pada keadaan sirosis. Gejala intoksikasi amonia mencakup tremor, bicara yang pelo, penglihatan kabur, dan pada kasus-kasus yang berat, koma, serta kematian. Gejala-gejala ini menyerupai gejala pada sindrom koma hepatikum yang terjadi ketika kadar amonia darah dan otak mengalami kenaikan. Penanganana keadaan ini menekankan pada tindakan yang bertujuan untuk menurunkan kadar amonia darah. (Murray, Robert K. 1999 : 309) Di otak, amonia akan berikatan dengan α -ketoglutarat dan menghasilkan glutarat. Akibatnya otak akan kehabisan α -ketoglutarat yang penting pada siklus krebs. Hal ini menyebabkan kegagalan siklus krebs atau TCA yang penting untuk memproduksi ekivalen pereduksi (NADH dan FADH2 ) yang dapat menghasilkan ATP di rantai respirasi mitokondria, sehingga menyebabkan kekurangan produksi energi. (repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/2959.pdf) Proses yang terjadi di dalam hati tersebut selanjutnya disebut sebagai siklus urea. 2.1.2 Siklus Urea Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu:

6

1. Enzim Karbamoli Fosfat Sintase I Mengawali Biosintesis Urea Biosintesis urea dimulai dengan terjadinya kondensasi CO2, amoniak dan ATP untuk membentuk karbamoil fosfat, yaitu suatu reaksi yang dikatalisasi oleh enzim karbamoil fosfat sintetase. Jaringan tubuh manusia mengandung dua bentuk enzim karbamoil fosfat sintetase. Karbomoil fosfat sintetase I, yakni enzim yang bekerja dalam sintesis urea, merupakan enzim mitokondria hepatik. Karbomoil fosfat sintase II, yang merupakan enzim sitosol yang lebih menggunakan glutamin sebagai donor nitrogen ketimbang amonia, berfungsi dalam biosintesis pirimidin. Pembentukan karbamoil fosfat memerlika 2 mol ATP. Satu molekul ATP bertindak sebagai sumber fosfat. Konversi ATP kedua menjadi AMP dan pirofosfat bersama-sama hidrolisis pirofosfat menjadi orto fosfat akan menghasilkan energi pendorong bagi sintesis ikatan amida dan serta ikatan anhidrida asam campuran dari karbamoil fosfat. Dengan demikian, kerja yang seirama antara enzim glutamat dehidrogenase dan karbamoil fosfat sintetaase I akan menggerakkan nitrogen secara ulang alik kedalam karbamoil fosfat, yang merupakan senyawa antara dengan potensi pemindahan gugus yang tinggi. Reaksi yang kompleks ini berlangsung secara bertahap dan kemungkinan terjadi sebagai berikut. Reaksi bikarbonat dan ATP akan membentuk karbonil fosfat serta ADP. Kemudian amonia menggantikan ADP sehingga terbentuk karbamat dan ortofosfat. Akhirnya, fosforilasi karbamat oleh ATP yang kedua membentuk karbamoil fosfat. Karbamoil fosfat sintetase I merupkan enzim yang bersifat membatasi atau memacu kecepatan reaksi pada siklus urea. Enzim pengatur ini hanya bekerja aktif dengan adanya aktifator alosterik N-asetil glutamat yang pengikatannya memicu perubahan struktur yang akan meningkatkan afinitas sintetase terhadap ATP. 2. Karbomoil Fosfat Plus Ornitin Membentuk Sitrulin Enzim L-ornitin transkarbomilase mengkatalisasi pemindahan moietas karbamoil dari karbamoil fosfat kepada ornitin yang membentuk

7

sitrulin + ortofosfat. Meskipun reaksi berlangsung dalam matriks mitokondria, kompartemen tempat terbentuknya substrat ornitin dan tempat produk sitrulin mengalami metabolisme lebih lanjut adalah sitosol. Dengan demikian, masuknya ornitin ke dalam mitokondria dan keluarnya sitrulin dari dalam mitokondria melibatkan sistem transportasi membran internal mitokondria. 3. Sitrulin Plus Aspartat Membentuk Argininosuksinat Reaksi argininnosuksinat sintetase menghubungkan aspartat dengan sitrulin lewat gugus amino aspartat dan memberikan nitrogen kedua urea. Reaksi ini memerlukan ATP dan meliputi pembentukan segera sitrulin AMP. Kemudian, pergeseran selanjutnya AMP oleh aspartat akan membentuk sitrulin. 4. Pemecahan Argininosuksinat membentuk Arginin dan Fumarat Reaksi pemecahan argininosuksinat yang merupakan reaksi eliminasi trans yang reversibel dan dikatalisasi oleh enzim arginosuksinase, akan mempertahankan nitrogen dalam produk arginin dan melepaskan kerangka aspartat sebagai fumarat. Penambahan air pada fumarat akan membentuk L-malat, dan oksidasi-selanjutnya L-malat yang bergantung-NAD+ akan membentuk oksaloasetat. Kedua reaksi ini, kendati analog dengan reaksi pada siklus asam sitrat, dikatalisasi oleh enzim fumarat dan malat dehidrogenase yang terdapat dalam sitosol. Transaminasi oksaloasetat oleh glutamat membentuk kembali aspartat. Jadi, kerangka karbon pada aspartat/fumarat bertindak sebagai karier bagi pengangkutan nitogen glutamat ke dalam prekursor urea. 5. Pemecahan Arginin Melepaskan Urea dan Membentuk Kembalai Ornitin Reaksi akhir pada siklus urea, yaitu reaksi pemecahan hidrolitik gugus guanidino pada arginin yang dikatalisasi oleh enzim arginase dalam hati, akan melepaskan urea. Produk lainnya, yaitu ornitin, memasuki mitokondria, hati untuk melakukan perputaran tambahan dalam siklus urea. Arginase dalam jumlah yang lebih kecil juga terdapat dalam jaringan renal, otak, kelenjar mamae, jaringan testis dan kulit. Ornitin dan lisin

8

merupakan

inhibitor

enzim

arginase

yang

poten

dengan

sifat

kompetetifnya dengan arginin. (Murray, Robert K. 1999 : 312-313)

Gambar 2.1.2.1 Tahapan-tahapan proses yang terjadi di dalam siklus urea

9

Gambar 2.1.2.2 Tahapan-tahapan proses yang terjadi di dalam siklus urea

2.1.3

Perubahan rangka karbon asam amino menjadi zat antara amfibolik

 

Pemecahan asam amino bentuk zat antara metabolik utama yang dapat diubah menjadi glukosa atau dapat dioksidasi pada daur asam sitrat Kerangka karbon 20 asam amino pembentuk protein disalurkan menjadi 7 molekul : piruvat, asetil KoA, asetoasetil KoA, α-ketoglutarat, suksinil KoA, fumarat dan oksalo asetat Asam amino yang dipecah menjadi asetil-KoA atau asetoasetilKoA disebut ketogenik

10

Asam amino yang dipecah menjadi piruvat, α-ketoglutarat dan suksinil KoA, fumarat atau oksaloasetat disebut glukogenik  Dari 20 asam amino dalam protein

leusin dan lisin : ketogenik Isoleusin, fenilalanin, triptofan dan trionin adalah ketogenik dan glukogenik  Sebagian kerangka karbonya membentuk asetil-KoA atau asetoasetil-KoA, sedangkan lainnya membentuk senyawa yang potensial untuk sintesis glukosa 14 asam amino yang lain digolongkan sebagai asam amino glukogenik

Gambar 2.3 Metabolisme kerangka asam amino

11

Dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagi berikut :

Pengeluaran nitrogen α - amino melalui transminasi paling sering berupa inisial katabolisme asam amino. Reaksi berikutnya akan mengeluarkan setiap nitrogen tambahan dan membangun kembali kerangka hidrokarbon yang tersisa untuk konversi menjadi senyawa-antara amfibolik seperti oksaloasetat, α -ketoglutarat, piruvat, serta asetil KoA. Deaminasi asparagin membentuk aspartat menjadi oksalasetat. Prolin tidak mengalami transaminasi langsung, tetapi sebaliknya akan teroksidasi menjadi dehidroprolin yang menambah air dengan membentuk senyawa glutamat-γ semialdehid. Senyawa ini kemudian teroksidasi menjadi glutamat dan mengalami transminasi menjadi α -ketoglutarat. Katabolisme arginin dikatalisasi oleh enzim arginase yang merupakan enzim pada sintesis urea. Transaminasi δ -nitrogen dan ornitin kemudian membentuk senyawa glutamat-γ -semialdehid dan katabolisme arginin akan bergabung dengan katabolisme histidin. Glutamin dan glutamat sejajar dengan katabolisme asparagin dan aspartat, namun membentuk senyawa α -ketoglutarat. Meskipun glutamat dan aspartat keduanya merupakan substrat bagi enzim transaminase yang sama, namun deamidasi glutamin dikatalisasi oleh enzim glutaminase. (Murray, Robert K. 1999 : 313,338)

Suksinil-KoA merupakan produk-aktif amfibolik bagi katabolisme metionon, isoleusin dan valin, namun hanya sebagian dari kerangkanya yang akan dikonversikan. Empat perlima kerangka karbon pada valin, tiga perlima pada metionin dan separuh pada isoleusin akan membentuk suksinil-KoA. Atom karbon karboksil semuanya akan membentuk CO2. Dua atom karbon terminal pada isoleusin akan membentuk asetil-KoA, dan gugus metil pada asam amino metionin dikeluarkan dalam bentuk tersebut. Apa yang selanjutnya terjadi hanya berhubungan dengan konversi metionin serta isoleusin menjadi propionil-KoA dan konversi valin menjadi

12

metilmalonil-KoA lewat metilmalonil-KoA menjadi suksinil-KoA. (Murray, Robert K. 1999 : 332)

Hidrolisis fumarilasetoasetat membentuk fumarat dan asetoasetat oleh enzim fumarilasetoasetat. Asetoasetat kemudian membentuk asetil-KoA plus asetat lewat enzim ketotiolase. (Murray, Robert K. 1999 : 332) 325????

Keseluruhan empat atom karbon asam amino asparagin dan aspartat akan membentuk oksaloasetat lewat sejumlah reaksi berurutan yang dikatalis oleh enzim asparaginase dan transaminase. (Murray, Robert K. 1999 : 317)

Enam asam amino membentuk piruvat. Transaminasi alanin akan membentuk piruvat secara langsung sementara serin akan dikatabolisasi melalui glisin. Setelah terjauksi sitin menjadi sistein, dua kelompok reaksi katabolik akan mengubah sistein menjadi piruvat. Katabolisme treonin akan bergabung dengan katabolisme glisin setelah enzim treonin aldolase memecah treonin menjadi glisin dan asetaldehid. Oksidasi asetaldehid membentuk asetat dan akhirnya asetil KoA. (Murray, Robert K. 1999 : 338-339)

Semua atom karbon pada asam amino glisin, alanin, sistein,dan serin-kendati hanya dua atom karbon pada asam amino treonin akan membentuk piruvat. Piruvat kemudian dapat dikonversikan asetil-KoA. Dari keseluruhan rangkaian diatas maka terbentuklah siklus asam sitrat. (Murray, Robert K. 1999 : 333)

13

Gambar 2.4 amino acid degradation intermediates

14

2.2 Peran Asam Amino dalam Proses Pembentukan Bahan Tertentu yang Mempunyai Kepentingan Biologis. Produk khusus dapat berasal dari asam amino itu sendiri, kerangka c atau bagian_dari_asam_amino_itu. (mhanafi123.files.wordpress.com/2010/01/metabolisme-asam-amino.pdf) Berbagai produk yang penting secara fisiologis dan berasal dari asam amino mencakup heme, purin, pirimidin, hormon, nerutransmiter dan peptida yang biologis-aktif. Selain itu banyak protein mengandung asam amino yang sudah dimodifikasi untuk memenuhi fungsi khusus, seperti pengikatan kalsium, atau sebagai senyawa antara yang bekerja untuk menstabilkan protein, yaitu protein struktural, melalui ikatan silang kovalen berikutnya. Residu asam amino dalam protein tersebut bertindak sebagai residu yang sudah dimodifikasi. Akhirnya, terdapat molekul peptida kecil atau molekul mirip peptida yang tidak disintesis dalam ribosom yang memiliki fungsi khusus dalam sel. Histamin, yang dibentuk melalui dekarboksilasi histidin, memainkan peranan yang penting dalam banyak reaksi alergi. Neurotransmiter spesifik yang berasal dari asam amino mencakup δ -aminobutirat dari glutamat; 5-hidroksitripitamin (serotinin) dari triptofan; dan dopamin, norepinefrin serta epinefrin dari tirosin. Banyak obat yang digunakan untuk mengobati berbagai keadaan neurologis dan psikiatris mempengaruhi metabolisme neurotransmiter tersebut diatas. (Murray, Robert K. 1999 : 340) 1. asam amino kecil  glisin = gly
o Berkaitan dengan sintesis: heme, purin, glutation (glu-cys-gly),

asam glikokholat, kreatin
o Membantu tubuh membentuk asam amino lain o Merupakan bagian dari sel darah merah dan cytochrome (enzim

yang terlibat dalam produksi energi)
o Memproduksi glucagon yang mengaktifkan glikogen o Berpotensi menghambat keinginan akan gula

15


o

alanin = ala

Asam amino glukogenik terpenting Diekspor dari otot selama puasa dan exercise
o Membantu tubuh mengembangkan daya tahan o Merupakan salah satu kunci dari siklus glukosa alanine yang

o

memungkinkan otot dan jaringan lain untuk mendapatkan energi dari asam amino 2. asam amino aromatik  phenil alanin (phe) o Zat bakal tyrosine o Pada penderita fenilketonuria enzim yang mengkatalisis reaksi di atas yaitu fenilalanin hidroksilase defisien (cacat genetik)
o o o o

Prekursor untuk tyrosine Meningkatkan daya ingat, mood, fokus mental Digunakan dalam terapi depresi Membantuk menekan nafsu makan

tyrosin (tyr) o Zat bakal melanin pada melanosit o Zat bakal hormon tiroid pada kelenjar tiroid o Zat bakal katekolamin: adrenalin, noradrenalin dan dopamin o Neurotransmitter penting
o Pemicu hormon dopamine, epinephrine, norepinephrine, melanin

(pigmen kulit), hormon thyroid
o Meningkatkan mood dan fokus mental

tryptophan (trp)

o Zat bakal serotonin (5-hidroksitripitamin), suatu neurotransmitter o Zat bakal nicotinamide

16

o o

Pemicu serotonin (hormon yang memiliki efek relaksasi) Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan

histidin (his) o Zat bakal unit karbon-tunggal / one-carbon unit (formimino-FH4) o Dekarboksilasi  histamin  merangsang sekresi asam lambung dan kontraksi otot polos

o Salah satu zat yang menyerah ultraviolet dalam tubuh o Diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih o Banyak digunakan untuk terapi rematik dan alergi

3. asam amino bercabang : valin, isoleusin, leusin  semua asam amino bercabang o Dikatabolisme lewat sistem BCKADH (branched-chain ketoacid dehydrogenase)  sistem ini defektif pada maple syrup urine disease  o leucin (leu) Metabolismenya Perlu Biotin

o Membantu mencegah penyusutan otot o Membantu pemulihan pada kulit dan tulang  Isoleusin
o

Membantu mencegah penyusutan otot

o Membantu dalam pembentukan sel darah merah

Valine
• Tidak diproses di organ hati, dan lebih langsung diserap oleh otot • Membantu dalam mengirimkan asam amino lain (tryptophan,

phenylalanine, tyrosine) ke otak 4. asam amino basa  arginin (arg) o Zat bakal kreatin

17

o Dibentuk pada daur urea dari ornithine o Zat bakal nitric oxide
o o

Diyakini merangsang produksi hormon pertumbuhan Diyakini sebagai pemicu Nitric Oxide (suatu senyawa yang melegakan pembuluh darah untuk aliran darah dan pengantaran nutrisi yang lebih baik) dan GABA

o

Bersama glycine dan methionine membentuk creatine

lysin (lys) o Gugus lys berinteraksi dengan glutamin ketika faktor xiiia mengubah polimer fibrin menjadi bekuan fibrin yang stabil
o Kekurangan lycine akan mempengaruhi pembuatan protein pada

otot dan jaringan penghubung lainnya
o Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine o

Membantu

dalam

pembentukan

kolagen

maupun

jaringan

penghubung tubuh lainnya (cartilage dan persendian) 5. asam amino yg mengandung S (sulphur)  cystein (cys) o Menyediakan Gugus–Sh Bagi Glutation, Protein Pengangkut Asil (Acyl) Dan Koenzim A
o Mengurangi efek kerusakan dari alkohol dan asap rokok o Merangsang

aktivitas

sel

darah

putih

dalam

peranannya

meningkatkan daya tahan tubuh
o Bersama L-Aspartic Acid dan L-Citruline menetralkan radikal

bebas
o Salah satu komponen yang membentuk otot jantung dan jaringan

penyambung (persendian, ligamen, dan lain-lain)
o Siap diubah menjadi energi o Salah satu elemen besar dari kolagen

18

methionin (met) o S-adenosil-methionin ( “methionin aktif”) merupakan donor metil pada reaksi metilasi, misal: noradrenalin  adrenalin o Menyediakan S Untuk Biosintesis Cystein
o Prekusor dari cysteine dan creatine o Menurunkan kadar kolestrol darah o Membantu membuang zat racun pada organ hati dan membantuk

regenerasi jaringan baru pada hati dan ginjal

Peran metionin dalam sintesis sistein

19

6. asam amino hidroksi  serin (ser) o Menyediakan C untuk sintesis cystein o Bagian dari fosfatidil serin o Diperlukan untuk sintesis sfingolipid o Sumber utama unit 1-carbon dalam tubuh
o Diperlukan untuk memproduksi energi pada tingkat sel

o Membantuk dalam fungsi otak (daya ingat) dan syaraf  threonin (thr)

o Fosforilasi thr oleh protein kinase  terjadi pada beberapa mekanisme transduksi signal
o o o o

Salah satu asam amino yang membantu detoksifikasi Membantu pencegahan penumpukan lemak pada organ hati Komponen penting dari kolagen Biasanya kekurangannya diderita oleh vegetarian

7. asam amino asam dan amidanya  glutamat o Berperan pada katabolisme N asam amino (transaminasi) o Komponen glutathion dan tetrahidrofolat o Dekarboksilasi pada neuron  GABA (δ -aminobutirat acid)
o

Pemicu dasar untuk glutamine, proline, ornithine, arginine, Diperlukan untuk kinerja otak dan metabolisme asam

glutathine, dan GABA
o

amino lain  glutamin

20

o Mengangkut amonia dari jaringan ekstrahepatik ke hati dan sphlanchnic bed o Ikut dalam biosintesis nukleotida purin o Ikut dalam biosintesis gmp o Ikut dalam biosintesis nukleotida pirimidin o Menghasilkan ion amonium melalui kerja glutaminase pada respon renal terhadap asidosis o Reaksi detoksifikasi di hati o Zat bakal glutamat dalam neuron o Bahan bakar untuk enterosit
o

Asam amino yang paling banyak ditemukan dalam otot Dosis 2 gram cukup untuk memicu produksi hormon Membantu dalam membentuk daya tahan tubuh Sumber energi penting pada organ tubuh pada saat Salah satu nutrisi untuk otak dan kesehatan pencernaan Mengingkatkan volume sel otot

manusia
o

pertumbuhan
o o

kekurangan kalori
o o

aspartat o Biosintesis urea o Biosintesis nukleotida purin o Biosintesis amp o Biosintesis nukleotida pirimidin o Berlaku sebagai neurotransmitter o Membantu mengubah karbohidrat menjadi energy o Membangun daya tahan tubuh melalui immunoglobulin dan antibodi o Meredakan tingkat ammonia dalam darah setelah latihan

asparagin o sintesis N-linked diogosakarida
21

8. metabolisme karbon-tunggal (1 -C)  sumber dari unit 1-C: o yang dibawa oleh FH4 (tetrahidrofolat): serin, glysin, histidin o yang dibawa oleh SAM (s-adenosil-methionin): metil-FH4  guna unit 1-c o yang dibawa oleh FH4: untuk sintesis nukleotida purin dan pirimidin o yang dibawa oleh SAM: untuk biosintesis kreatin, adrenalin dan fosfatidilkholin (mhanafi123.files.wordpress.com/2010/01/metabolisme-asam-amino.pdf & www.binaraga.info/forum/topic.asp?TOPIC_ID=401) 2.3 Efek Metabolisme Asam Amino Metabolisme adalah proses alami tubuh itu melakukan sepanjang hari dan cara tubuh menggunakan energi tergantung pada tingkat metabolisme. Asam amino membantu dalam sintesis makanan dan itulah mengapa mereka dapat memiliki efek besar pada metabolisme. Ada beberapa asam amino mempengaruhi metabolisme dan beberapa yang paling penting adalah triptofan, fenilalanin, dan treonin antara lain. Semua asam amino yang dibuat dalam hati dan mereka dikeluarkan bersama dengan insulin untuk mengatur metabolisme tubuh. Setiap orang membutuhkan tingkat metabolisme yang tinggi untuk mencerna makanan dan kemudian mengubah makanan yang dicerna menjadi energi. Seseorang yang memiliki tingkat metabolisme yang rendah akan sering menjadi gemuk, yang mengarah ke berbagai masalah kesehatan lainnya. Seseorang yang memiliki tingkat metabolisme yang berlebihan akan perlu makan lebih banyak protein sebagai atau tubuhnya cenderung menggunakan lebih banyak energi. Ada beberapa asam amino dalam hati seperti arginin dan fenilalanin yang dibutuhkan oleh tubuh karena berbagai alasan lain dari sekadar sintesis. Asam

22

amino dianggap sebagai blok bangunan protein dan mereka memainkan peranan besar_dalam_kesejahteraan_tubuh. (http://www.scumdoctor.com/Indonesian/obesity/metabolism/Amino-Acid-ToHelp-Metabolism.html.) Jika ada ketidakberesan dalam pengolahan asam amino, yang dapat turuntemurun, maka sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap mereka. Jenis gangguan ini menyebabkan gejala awal dan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Salah satu gejala awal akan berkurang metabolisme pada seseorang. Jenis gangguan ini bahkan dapat diidentifikasi dalam bayi yang baru lahir. (scumdoctor.com) Karena penyakit ini membuat gejala sedini mungkin di kehidupan, bayi baru lahir secara rutin diskrining dalam beberapa kali. Di Amerika Serikat, bayi baru lahir secara umum diskrining untuk phenylketonuria, penyakit air kencing sirop maple, homocystinuria, tyrosinemia, dan sejumlah penyakit keturuanan lainnya, walaupun_skrining_bervariasi_dari_setiap_negara. Phenylketonuria_(PKU) Phenylketonuria adalah kelainan yang disebabkan pembentukan asam amino phenylalanine, yang merupakan asam amino esensial yang tidak bisa disintesa oleh tubuh tetapi ada pada makanan. Kelebihan phenylalanine biasanya terubah ke tyrosine, asam amino lain, dan disisihkan dari tubuh. Tanpa enzim yang mengubahnya ke tyrosine, phenylalanine menjadi lebih berkembang di darah dan menjadi racun di otak, menyebabkan keterlambatan mental. PKU terjadi pada hampir semua kelompok etnik. Jika PKU terjadi dalam keluarga dan DNA bisa dijumpai dari seorang anggota keluarga terkena, pengambilan cairan amniotik atau pengambilan contoh chorionic villus dengan analisa DNA bisa dilakukan untuk memutuskan apakah janin mempunyai kelainan. Kebanyakan terjadi pada bayi baru lahir yang dideteksi selama tes skrining rutin. Bayi baru lahir dengan PKU jarang mempunyai gejala segera, walaupun kadang-kadang seorang bayi mengantuk atau makan dengan kurang baik. Jika tidak diobati, bayi terkena secara progresif menjadi keterbelakangan mental pada

23

tahun pertama hidup mereka, yang akhirnya menjadi parah. Gejala lain termasuk pusing, mual dan muntah, bercak seperti eksim, kulit tipis dan rambut dibandingkan anggota keluarga mereka, agresif atau berprilaku membahayan dirinya, hiperaktif, dan kadang-kadang mengalami gejala psikiatrik. Anak yang tak diobati sering mengeluarkan bau tubuh dan air kencing "mousy" akibat hasil sampingan phenylalanine (phenylacetic asam) di air kencing dan keringat mereka. Untuk mencegah keterbelakangan mental, pemasukan phenylalanine harus dibatasi (tetapi tidak dihilangkan secara keseluruhan karena orang memerlukan beberapa phenylalanine untuk hidup) di mulai pada beberapa minggu pertama kehidupan. Karena semua sumber alami protein mengandung terlalu banyak phenylalanine untuk anak dengan PKU, sehingga anak tidak boleh makan daging, susu, atau makanan lain yang berisi protein. Malahan, mereka harus makan jenis phenylalanine-yang bukan dari makanan, terutama buatan. Makanan alami yang proteinnya rendah, seperti buah-buahan, sayur, dan tanaman biji-bijian tertentu dengan_jumlah_yang_dibatasi,_bisa_dimakan. Diet yang ketat, jika dimulai sedini mungkin dan dipertahankan dengan baik, menyebabkan perkembangan yang normal. Tetapi, jika kontrol sangat ketat diet tidak terpelihara, anak yang terkena mungkin mulai mengalami kesukaran di sekolah. Diet yang ketat dimulai sesudah usia 2 sampai 3 tahun dapat mengontrol hiperaktif yang dan ketidak pedulian ekstrim dan meningkatkan IQ anak pada akhirnya tetapi tidak membalik keterbelakangan mental. Bukti baru saja menyiratkan adanya fungsi beberapa keterbelakangan mental orang dewasa dengan Phenylketonuria (lahir sebelum tes skrining bayi baru lahir ada) mungkin bertambah baik kalau mereka mengikuti diet Phenylketonuria. Penyakit_Air_Kencing_Maple Anak dengan penyakit air kencing sirop maple tidak melakukan metabolisme asam amino tertentu. Sehingga produk asam amino bertambah, menyebabkan neurologic berubah, termasuk ketidakpedulian dan keterbelakangan mental. Karena produk sampingan ini juga menyebabkan cairan tubuh, seperti air

24

kencing dan keringat, berbau sirop maple. Penyakit ini paling sering terjadi di antara_keluarga-keluarga_Mennonite. Ada banyak bentuk penyakit air kencing sirop maple; gejala bervariasi sesuai tingkat keparahan. Pada bentuk yang paling parah, bayi mengalami neurologic abnormal, termasuk seizures dan koma, selama minggu pertama kehidupan dan bisa meninggal dalam beberapa hari sampai berminggu-minggu. Pada bentuk yang lebih ringan, anak awalnya kelihatannya normal tetapi mengalami muntah, terhuyung-huyung, kebingungan, koma, dan bau sirop maple terutama selama tekanan fisik, seperti infeksi atau pembedahan. Pada beberapa Negara, bayi baru lahir secara rutin diskrining untuk penyakit ini melalui tes darah. Bayi dengan penyakit hebat diobati dengan dialisis. Beberapa anak dengan penyakit ringan dapat diberikan injeksi vitamin B1 (thiamin). Sesudah penyakit dapat dikontrol, anak selalu harus memakan makanan buatan yang rendah asam amino khusus yang dipengaruhi olehi enzim yang hilang.

Homocystinuria Anak dengan homosistinuria tidak dapat melakukan metabolisme asam amino homocysteine, dimana dengan adanyaproduk sampingan yang beracun, membangun penyebab beberapa gejala. Gejala mungkin ringan atau hebat, bergantung_pada_cacat_enzim_tertentu. Bayi dengan kekacauan ini normal sewaktu dilahirkan. Gejala pertama, termasuk dislokasi lensa mata, menyebabkan berkurangnya penglihatan sangat parah, biasanya mulai terjadi sesudah usia 3 tahun. Kebanyakan anak mempunyai kelainan tulang, termasuk osteoporosis; anak biasanya tinggi dan kurus dengan tulang belakang lengkung, tungkai memanjang, dan panjang, jari seperti kaki laba-laba. Kekacauab psikiatrik dan tingkah laku dan keterbelakangan mental biasa terjadi. Homocystinuria membuat darah lebih mungkin secara spontan membeku, menghasilkan stroke, tekanan darah tinggi, dan banyak masalah serius lainnya. Pada sedikit negara bagian, anak diskrining untuk homocystinuria pada

25

waktu lahir dengan pemeriksaan darah. Diagnosa diperkuat oleh pemeriksaan mengukur_fungsi_enzim_di_sel_hati_atau_kulit. Beberapa anak dengan homocystinuria membaik sewaktu diberikan vitamin B6 (pyridoxine) atau vitamin B12 (cobalamin).

Tyrosinemia Anak dengan tyrosinemia tidak dapat secara komplit memetabolisme asam amino tyrosine. Hasil sampingan asam amino ini bertambah, menyebabkan berbagai gejala. Pada beberapa negara bagian, kekacauan diketahui dengan skrining_tes_pada_bayi_baru_lahir. Ada dua macam utama tyrosinemia: I dan II. Type I tyrosinemia paling sering terjadi pada anak keturunan Perancis-Kanada atau Skandinavia. Anak dengan kekacauan ini biasanya menjadi sakit kadang-kadang dalam tahun pertama hidup itu dengan gangguan fungsi hati, ginjal, dan syaraf, menghasilkan sifat lekas marah, rakhitis, atau malah kegagalan hati dan kematian. Pembatasan tyrosine pada makanan sedikit menolong. Pada sebuah percobaan obat, dengan menghalangi produksi metabolit tang beracun, dapat menolong anak dengan tyrosinemia I. Sering, anak dengan tyrosinemia I memerlukan pencangkokan hati. Type II tyrosinemia lebih jarang terjadi. Anak terkena kadang-kadang mempunyai keterbelakangan mental dan sering mengalami luka pada kulit dan mata. Tidak seperti tyrosinemia I, pembatasan tyrosine pada makanan bisa mencegah masalah berkembang. (medicastore.com )

26

BAB III PENUTUP
1.1 Kesimpulan  Proses Yang Terjadi Dalam Metabolisme Asam Amino a. Katabolisme asam amino Dalam katabolisme asam amino ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino, yaitu : 1. Transaminasi 2. Deaminasi oksidatif Intoksikasi Amonia Amonia merupakan senyawa yang sangat toksik bagi manusia sehingga harus dibuang atau dikeluarkan. . Kadar urea normal dalam tubuh adalah 10-20 µ g/dL. Jika tidak dikeluarkan akan menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh, antara lain mencakup tremor, bicara yang pelo, penglihatan kabur, dan pada kasus-kasus yang berat, koma, serta kematian. b. Siklus urea Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu:

27

1. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I, ion amonium

bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Dalam reaksi ini diperlukan energi dari ATP 2. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase, karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan 3. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase, L-sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat. Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP 4. Dengan peran enzim argininosuksinat liase, L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-arginin
5. Dengan peran enzim arginase, penambahan H2O terhadap L-

arginin akan menghasilkan L-ornitin dan urea. c. Perubahan rangka karbon asam amino menjadi zat antara amfibolik 1. Pemecahan asam amino  bentuk zat antara metabolik utama yang dapat diubah menjadi glukosa atau dapat dioksidasi pada daur asam sitrat 2. Kerangka karbon 20 asam amino pembentuk protein disalurkan menjadi 7 molekul : piruvat, asetil KoA, asetoasetil KoA, αketoglutarat, suksinil KoA, fumarat dan oksalo asetat d. Peran Asam Amino dalam Proses Pembentukan Bahan Tertentu yang Mempunyai Kepentingan Biologis. Berbagai produk yang penting secara fisiologis dan berasal dari asam amino mencakup heme, purin, pirimidin, hormon, nerutransmiter dan peptida yang biologis-aktif. Selain itu banyak protein mengandung asam amino yang sudah dimodifikasi untuk memenuhi fungsi khusus, seperti pengikatan kalsium, atau sebagai senyawa antara yang bekerja untuk menstabilkan protein, yaitu protein struktural, melalui ikatan silang kovalen berikutnya. Residu

28

asam amino dalam protein tersebut bertindak sebagai residu yang sudah dimodifikasi.
e. Efek Metabolisme Asam Amino

Asam amino dianggap sebagai blok bangunan protein dan mereka memainkan peranan besar_dalam_kesejahteraan_tubuh. Ada beberapa asam amino mempengaruhi metabolisme dan beberapa yang paling penting adalah triptofan, fenilalanin, dan treonin antara lain. Semua asam amino yang dibuat dalam hati dan mereka dikeluarkan bersama dengan insulin untuk mengatur metabolisme tubuh. Jika ada ketidakberesan dalam pengolahan asam amino, yang dapat turun-temurun, maka sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap mereka. Jenis gangguan ini menyebabkan penyakit<diantaranya>Phenylketonuria>(PKU), Penyakit_Air_Kencing_Maple, Homocystinuria, Tyrosinemia. 1.2 Saran Dengan mengetahui metabolisme asam amino diharapkan kita mengetahui proses metabolisme asam amino yang mendasari dan memberi pengaruh bagi tubuh juga zat lain yang terdapat pada tubuh sehingga kita bisa mengetahui lebih dini kelebihan maupun kekurangan dari metabolisme asam amino yang memberi efek negatif bagi tubuh.

29

DAFTAR PUSTAKA
Murray, K. Robert. 1999. Biokimia Harper. Jakarta : EGC mhanafi123.files.wordpress.com/2010/01/metabolisme-asam-amino.pdf repository.ui.ac.id/.../9ca726349378867fcea5a3f1b4c686406f58dec4.pdf static.schoolrack.com/files/14204/34774/6-metabolisme_asam_amino.doc. www.binaraga.info/forum/topic.asp?TOPIC_ID=401 www.medicastore.com www.scumdoctor.com/Indonesian/obesity/metabolism/Amino-Acid-To-HelpMetabolism.html

30

31

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->