PENGARUH KOMBINASIJENIS PUPUK KANDANG DENGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH KULTIVAR

MAJA (Allium ascalonicum L) Oleh : ASEP MULYANA, SP.
dalam skripsi

1

Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti - Tanjungsari, 2004
RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Majalengka pada tanggal 16 April 1979, sebagai anak ke dua dari dua bersaudara, dari pasangan keluarga bapak Bahyudin dan Ibu Riwayati. Jenjang pendidikan formal yang diikuti penulis adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibodas dan lulus pada tahun 1992. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 2 Majalengka dan lulus tahun 1995. Pada Tahun 1998 penulis lulus dari Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 2 Majalengka Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tahun 1999-2004 Penulis tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti pada Jurusan Budidaya Pertanian Program Strata-1 (S1). Tahun 2009 bekerja sebagai fungsional umum pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka pada sub bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan sampai sekarang.

PENDAHULUAN Latar Belakang Mengingat kebutuhan terhadap bawang merah yang terus meningkat maka pengusahaannya memberikan gambaran (prospek) yang cerah. Prospek tersebut tidak hanya bagi petani dan pedagang saja, tetapi juga bagi semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan usahanya, dari mulai penanamannya sampai ke pemasarannya. Cerahnya prospek bawang merah juga didukung oleh tidak adanya bahan pengganti, baik yang sintesa maupun alami. Oleh karena itu maka keberadaan bawang merah tentunya tetap banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Daerah sentra produksi dan pengusahaan bawang merah perlu ditingkatkan mengingat permintaan dari waktu-kewaktu terus meningkat. Hal ini sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan daya belinya, selain itu dengan berkembangnya industri makanan jadi maka akan terkait pula peningkatan kebutuhan terhadap bawang merah yang berperan sebagai salah satu bahan pembantu (Estu Rahayu dan Nur Berliana V.A., 1999). Selain masih kurangnya sentra produksi, rendahnya produksi bawang merah dikarenakan belum tersedianya varietas yang cocok dengan lingkungan setempat, serta belum menyebarluasnya paket teknologi budidaya hasil penelitian dari peneliti ketingkat petani, serta juga disebabkan adanya gangguan hama dan penyakit bawang merah (Rosmini, 2002). Teknik budidaya yang dapat meningkatkan hasil tanaman bawang merah adalah dengan menanam pada lahan yang subur, yaitu lahan yang mempunyai solum yang dalam, remah, pH sesuai dengan tanaman dan mempunyai aktivitas jasad renik yang tinggi. Menurut Saifuddin Sarief (1989), bahwa menurunnya kesuburan tanah dari suatu lahan disebabkan oleh banyak permasalahan, seperti kemunduran sifat fisika tanah, sulitnya mempertahankan kelembaban tanah pada musim kemarau, sangat cepatnya penurunan kandungan bahan organik dan kesuburan yang kurang serasi. Penurunan sifat fisika, kimia dan biologi ini salah satunya disebabkan oleh pemanenan hasil pertanian yang setiap musim atau tahun terus dilakukan sehingga sejumlah hara terangkut dari tanah tanpa dikembalikan kedalam tanah. Upaya penanggulangan menurunnya kesuburan tanah adalah dengan pemberian pupuk yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Jenis-jenis pupuk organik yang sering digunakan oleh masyarakat adalah pupuk kandang yang jika diberikan kedalam tanah bukan hanya sekedar menyediakan unsur hara bagi tanaman tetapi dapat juga memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Macam-macam pupuk kandang yang biasanya digunakan adalah pupuk kandang domba, sapi, kerbau, kuda, dan ayam. Penggunaan pupuk kandang diberikan sebagai pupuk dasar dengan takaran 20 ton/ha dengan cara menyebarkan secara merata diseluruh lahan pertanaman atau ditempatkan pada lubang tanam (Pinus Linga, 1991). Penggunaan pupuk anorganik adalah jalan terakhir yang dilakukan para petani untuk menangulangi masalah kesuburan tanah karena di dalam pupuk anorganik tersebut unsur hara yang diperlukan oleh tanaman sudah tersedia dengan lengkap, dan untuk mendapatkan jenis pupuk ini relatif mudah, karena sudah banyak tersedia dipasaran. Untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan pupuk anorganik yang lebih baik dalam meningkatkan hasil tanaman bawang merah kultivar Maja, maka diadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Kombinasi Jenis 1.1
Asep Mulyana, SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka

banjir. kuda. 1981). Dalam mengatasi masalah kesuburan tanah bisa dilakukan dengan cara pemupukan berimbang baik menggunakan pupuk kimia (anorganik) maupun pupuk Alami (organik). Dengan demikian dalam usaha tani bawang merah ada faktor ketidakpastian hasil akhir.4 Kerangka Pemikiran Bawang merah merupakan tanaman semusim. Pemberian pupuk kandang sapi pada tanaman lobak dianjurkan sebanyak 20 ton/ha. Peranan tanah sebagai media tumbuh dan sumber unsur hara yang diperlukan oleh tanaman merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung tercapainya pertumbuhan dan hasil tanaman secara maksimal. biologis. Sri Setyati Harjadi (1993). 1. Hal ketidak menarikan ini biasanya diakibatkan oleh beberapa sebab misalnya karena kekurangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman menjadi kurus kering dan karena serangan hama dan penyakit yaitu menyebabkan tanamaan jelek dan kadang-kadang gagal panen. maupun instansi terkait yang dalam usaha untuk meningkatkan hasil tanaman bawang merah. Pada musim panen harganya sangat rendah dan sebaliknya pada musim tidak panen harga melonjak naik. mengemukakan bahwa pemupukan merupakan suatu usaha yang paling ampuh untuk menaikkan hasil tanaman dengan mengembalikan atau menggantikan unsur hara yang hilang. pencemaran lingkungan. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . kompos. sosial. dan karakteristik petani itu sendiri (Marwan Yantu dan Abdul Wahid Junus. sapi. sehingga dapat menyebabkan fluktuasi harga yang sangat tinggi. Faktor ketidakpastian akhir usaha tani bawang merah yang diakibatkan faktor lingkungan khususnya faktor fisik dan biologi ini sangat berpengaruh. 1. Pada umumnya kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman relatif terbatas. SP-36 (sumber fosfat). dapat memberikan hasil yang maksimal pada tanaman lobak (Hendro Sunarjono.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pupuk kandang domba. Kelembagaan. Menurut Marsono dan Paulus Sigit (2002). menyatakan peristiwa hasil panen tidak kembali kedalam tanah. ladang berpindah dan kekurangan air menyebabkan produktifitas tanah Andosol menurun. Usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah (terutama sifat kimianya) telah banyak dilakukan melalui pemberian pupuk organik serta tersedianya berbagai macam pupuk. dan pupuk anorganik serta kombinasi dari jenis pupuk kandang dengan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. pupuk hijau. dan tanaman itu sendiri serta teknologi yang diterapkan. manfaat pupuk secara umum adalah menyediakan unsur hara yang kurang atau bahkan tidak tersedia ditanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman.Pupuk Kandang dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah Kultivar Maja (Allium ascalonicum L)” 1. Pupuk tersebut merupakan pupuk buatan (anorganik) dengan senyawa yang dikandungnya hanya unsur hara makro seperti ZA (sumber nitrogen). Menurut Pinus Lingga (1991). menaikkan daya serap tanah terhadap air dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Apakah menarik atau tidak. Untuk mengatasi masalah-masalah itu maka perlu diadakan terobosan-terobosan baru.2 2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk anorganik mana yang berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. tanaman penutup tanah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi para petani. iklim. Faktor ini biasanya dapat merubah penampilan dari bawang merah tersebut. diantaranya meningkatkan unsur hara dalam tanah. kotoran ternak. 2. KCl (sumber kalium). budaya ekonomi). sedangkan kekurangannya adalah dapat membawa gulma dan diperlukan dalam jumlah banyak. Faktor ketidakpastian hasil akhir ini tidak saja bersumber dari fluktuasi harga tetapi juga berasal dari lingkungan (fisik. sehingga menimbulkan suatu permasalahan dalam meningkatkan produksi tanaman (Buckman dan Brady. untuk menjaga dan memperbaikinya agar tetap tinggi dan sesuai bagi pertumbuhan tanaman salah satu caranya dengan pemberian pupuk organik. Sarifuddin Sarief (1988). pupuk organik tersebut dapat berasal dari sisa tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tanah. sedangkan untuk pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan pula unsur hara mikro yang didapat dari penggunaan pupuk alam atau pupuk organik. ada beberapa kelebihan pupuk organik (Pupuk Kandang) yaitu diantaranya dapat memperbaiki struktur tanah. 1984). erosi. Apakah kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk anorganik berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. teknologi. kerbau. 2000). Demikian pula dengan penelitian yang Asep Mulyana. dan kotoran manusia (tinja atau Night-soil).

7 0.7 % dan 87 % begitu juga dengan pupuk kandang kuda yang dicobakan pada tanaman yang sama serta kombinasi pupuk kandang kuda dengan takaran 5 ton/ha dan pupuk dasar 100 kg/ha Urea + 100 kg/ha TSP + 100 kg/ha KCl. bahwa kualitas bawang merah ditentukan oleh beberapa faktor.5 1. 1. 2002).0 48.6 32. Kandungan gizi bawang merah dalam umbi tidak terlalu tinggi.2 0.3 10.0 67.2 10.3 Bawang Bombay A B 46. 1987). Pemberian pupuk kandang domba sebanyak 20 ton/ha sebagai pupuk dasar ditambah dengan 500 kg ZA + 300 kg/ha TSP +200 kg/ha ZK sangat baik untuk tanaman bawang merah (Singgih Wibowo. yaitu disekitar India. 1992).7 persen. 3 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Bawang Merah Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum l) diduga berasal dari daerah Asia Tengah. Dengan demikian penggunaan macam pupuk kandang yang berbeda pada tanaman bawang merah menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah akan berbeda. Baunya setelah digoreng sedap/wangi .2 - Asep Mulyana.3 0.7 0.8 12. diantaranya yaitu : 1. Penggunaan pupuk kandang sapi yang dikombinasikan dengan pupuk ZA + SP-36 + KCl secara nyata dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Subhan.9 0.0 34. Amonia dan Allisin anti mikroba yang bersifat bakterisida.8 0. Pakistan sampai Palestina. sedang atau keras .7 11. Senyawa Alliin atau Allisin oleh enzim Alisinliase diubah menjadi Asam Piruvat. Tidak ada catatan resmi sejak kapan bawang merah mulai dikenal dan digunakan (Singgih Wibowo.0 7.0 1.0 36. akan tetapi karena macam pupuk kandang yang dapat digunakan cukup beragam ketersediannya.0 0.8 0.0 102. 2.0 0.5 0.0 0. Salah satu kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk anorganik berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. 4. Berkhasiatnya umbi bawang merah sebagai obat diduga karena mempunyai efek anti septik dari senyawa Alliin atau Allisin.8 0.0 1. 1992). Menurut penelitian Rochendi dan Sabri Ahmad (1996). Bentuknya.0 40.0 44. Ketatnya umbi atau kepadatannya .6 36.5 1. Adapun kandungan gizi dari tiap 100 gram bawang merah menurut Rahkmat Rukmana (2002). Menurut Rismunandar (1987).2 35. warna yang merah cerah lebih menarik dan disukai .0 39. akan tetapi karena sifatnya yang dapat melezatkan makanan.4 1. 2.0 334. Berdasarkan uraian di atas nampak pemberian pupuk kandang memberikan respon positif terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman. dan juga dapat digunakan sebagai obat tradisional pelayanan masyarakat. Warnanya. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka .8 0. maka diduga akan beragam pula pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.4 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komposisi Kalori (Ka) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Serat (g) Abu (g) Kalium (mg) Posfor (mg) Zat Besi (mg) Natrium (mg) Kalium (mg) Niacin (mg) Bawang Merah Biasa A B 39.3 0. Umbi No. Dan fungsinya pada tubuh antara lain memperbaiki dan memudahkan pencernaan.dilakukan Nunung Nurtika (1984). 5. seperti yang disajikan pada Tabel 1 : Tabel 1 : Kandungan dan Komposisi Gizi dari Tiap 100 gram Bawang Merah. Rasanya pedas.0 1. lemah. serta dapat menghilangkan lendir-lendir dalam kerongkongan (Rahmat Rukmana.7 5. bahwa penggunaan pupuk kandang domba sebanyak 20 ton/ha dapat meningkatkan hasil tanam tomat kultivar gondol hijau sebesar 106.4 Daun Bawang Merah Biasa A 24. 3.0 0. night soil dapat meningkatkan produksi tanaman kedelai dan jagung dilahan sawah sebesar 10. sehingga tiap orang Indonesia menyukainya dan menggunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari.0 63. umbi bulat tampak lebih disukai daripada yang lonjong. Hipotesis Dari kerangka pemikiran maka dapat diambil hipotesis sebagai berikut: Kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk anorganik yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.0 45.2 15.

selanjutnya pada bagian ujung membentuk kepala yang meruncing seperti mata tombak. 2002).I. (1981) B = Food and Nutrition Research Center. Akar Tanaman bawang merah memiliki perakaran jenis akar serabut dengan sistem perakaran dangkal dan bercabang. terpencar pada kedalaman antara 15-30 cm didalam tanah (Rahmat Rukmana. tipis dan pendek sebagai tempat melekatnya perakaran dan mata tunas (titik tumbuh). bawang merah memiliki batang sejati atau “Discus” yang bentukya seperti cakram. Bima. diantara lapisan kelopak bulbus terdapat mata tunas yang dapat membentuk tanaman baru atau anakan. daun dan buah (umbi) sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. 2. Menurut Pulle Linnaeus dalam Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo (1983).0 87. tunas ini paling pertama muncul dari dasar umbi melalui ujung-ujung umbi seperti halnya daun biasa.09 57.03 9. Tangkai tandan bunga mengandung 50-200 kuntum bunga. bagian ujungnya meruncing berwarna hijau muda sampai hijau tua.0 0. berlubang. (Bawang merah Biasa) Allium Cepa L. Lampung. 4.02 2. Batang semu yang berada di dalam tanah akan berubah bentuk dan fungsinya menjadi umbi lapis (bulbus).04 0.0 0.Kes R.0 91. yaitu bulat kecil memanjang.0 88. Asep Mulyana.02 5.1 Manila (1964). bagian tengahnya membesar. Dibagian atas discus terbentuk batang semu yang tersusun dari pelepahpelepah daun. Untuk lebih jelasnya morfologis tanaman bawang merah secara lengkap adalah sebagai berikut : 1. Bunga Tangkai tandan bunga keluar dari tunas apikal yang merupakan tunas utama. 3. Misalnya varietas Bima yang terkenal tinggi hasilnya.0 - 50.13 14 15 16 17 Vitamin A (S. Menurut Rahmat Rukmana (2002). Daun Menurut Rahmat Rukmana (2002). bahwa bawang merah mempunyai klasifikasi sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis : Monocotyledonae Ordo : Liplorae Familia : Amaryllidaceae Genus : Allium Species : Allium ascalonicum L.) Vitmin B1 (mg) Vitamin B2 (mg) Vitamin C (mg) Air (g) 0 0. Beberapa helai kelopak daun terluar (2-3 helai) tipis dan mengering tetapi cukup liat.0 - 1365.0 0.6 4 Keterangan : A = Direkorat Gizi Dep. yaitu dikenal varietas Sumenep. Dengan membukanya seludang maka akan tampak kuncup bunga dengan tangkai kecil yang pendek. 1992). batang. Karena kelopak daunnya membengkak maka bagian ini akan terlihat mengembung membetuk umbi yang merupakan umbi lapis (Singgih Wibowo. 1992). bentuk umbinya lonjong dan warnanya merah muda. Bawang Bombay). Maja. 2. Bagian ini dibungkus oleh lapisan daun atau seludang. dan letak daunnya melekat pada tangkai yang ukurannya relatif pendek.0 5.I. sedangkan tunas yang lainya yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru disebut tunas lateral (Singgih Wibowo. Pada bagian tengah discus yang berbentuk cakram terdapat mata tunas utama yang nantinya dari bagian ini dapat muncul bunga. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . terutama pada spesies bawang merah biasa.2 Morfologis Bawang Merah Bawang merah seperti halnya tanaman yang lainnya mempuyai bagian-bagian yang mendukungnya untuk tetap hidup yang berfungsi sesuai dengan jenis-jenisnya seperti akar. Pemanjangan tangkai tandan bunga akan berhenti setelah tepungsari matang semua. proses selanjutnya seludang akan membuka sehingga menyerupai payung.03 2. 1992). bentuk daun bawang merah seperti pipa. Batang Tanaman Bawang merah merupakan tanaman rendah yang tumbuh tegak dengan tinggi antar 15-50 cm dan membentuk rumpun (Singgih Wibowo. Di Indonesia dikenal ada beberapa varietas atau kultivar bawang merah yang berasal dari daerah-daerah tertentu.03 0. Hand book No. dan sebagainya yang satu sama lain tampak perbedaannya karena bentuk dan warnanya. Tangkai tandan bunga pada bagian bawah berbentuk kecil. kelopak yang memiliki daun yang mengering ini membungkus lapisan kelopak daun yang ada didalamnya yang membengkak.5 0. dan semakin keatas bentuknya semakin mengecil. Warna hijau muda kelopak daun sebelah luar selalu melingkar dan menutup daun yang ada didalamnya. Tunas yang menjadi tempat tumbuhnya bunga ini disebut tunas apikal.

3 Syarat Tumbuh Produksi yang optimal sesuai yang diharapkan memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya syarat yang berhubungan dengan keadaan alam (lingkungan). 2002). Tidak ada bukti yang cukup signifikan mengenai keunggulan masing masing jenis kotoran hewan (Marsono dan Paulus Sigit. curah hujan. Bawang merah tidak tahan kekeringan karena akarnya yang pendek. Bakal buah terbentuk dari 3 daun buah (karpel) yang membentuk sebuah ruang dimana pada setiap ruangnya mengandung 2 bakal biji (ovulum). bakal buah duduk diatas membentuk bangunan segitiga hingga tampak jelas seperti kubah. Pupuk kandang juga penting sebagai sumber unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.1 Bahan dan Proses Pembentukan Pupuk Kandang Sebagian besar kotoran hewan dapat digunakan untuk pupuk setelah mengalami pembusukan yang cukup. dan banyak mengandung bahan organik. (Saifuddin Sarief. sedangkan tanah basa (>6. kerbau. 1999). Syarat pertumbuhan ini meliputi beberapa faktor yaitu tanah. pH tanah yang asam (<5.2 Tinjauan Umum Pupuk Kandang Pupuk kandang adalah campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan. terutama NH3 sebagai hasil perombakan pupuk kandang oleh jasad-jasad tanah. Dalam pertumbuhannya bawang merah menginginkan iklim kering. terdiri dari 5-6 benang sari dan sebuah putik. karena dapat menambah zat makanan bagi tanaman. tetapi biasanya hanya dikenal oleh sekelompok masyarakat. yaitu lingkaran luar dan dalam. memperbaiki struktur tanah dan mendorong kehidupan jasad renik. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka 5 . sehingga tumbuhnya bawang tersebut akan kerdil. suhu dan kelembaban. 2. 1988). ayam.5) garam Mangan (Mn) tidak dapat digunakan oleh tanaman bawang sehingga umbinya kecil dan hasilnya rendah.2. hal ini disebabkan karena jumlahnya yang kecil dan jarang ada yang secara khusus mengumpulkan air kencing hewan untuk pemupukan (Marsono dan Paulus Sigit. b. a. Campuran ini mengalami pembusukan hingga tidak berbentuk seperti asalnya lagi dan memiliki kandungan hara yang cukup untuk menunjang pertumbuhan tanaman. rupa. gembur. Benangsari tersusun membentuk dua lingkaran. Derajat kemasaman tanah (pH) antara 5.5) garam Alumunium (Al) yang terlarut dalam tanah akan bersifat racun. kelinci. Pada tanah Alluvial dan latosol yang berpasir dapat pula ditanami bawang. Bawang merah dari dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian antara 0-900 m dpl dengan curah hujan 300-2500 mm/th dapat tumbuh dengan baik. tekstur dan kadar airnya tidak serupa dengan bahan aslinya. Menurut Saifuddin Sarief (1988). 2. pada umumnya tepungsari dari benangsari lingkaran dalam lebih cepat dewasa (matang) dibandingkan dengan yang berada dilingkaran luar. yaitu bila secara fisik. suhu yang agak panas dan cuaca cerah. dan faktor iklim yang terdiri dari angin. Pada tanah gambut (pH<4) memerlukan pengapuran terlebih dahulu supaya umbinya dapat besar. juga dikenal pupuk kandang yang berasal dari air kencing hewan. sedangkan suhu yang diinginkan adalah sekitar 25-30oC dan suhu rata-rata pertahunnya 30oC (Estu Rahayu dan Nur Berliana. Selain itu.5. seperti warna. Iklim Selain tanah faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya bawang merah yang tidak kalah pentingnya adalah faktor iklim.5-6. 1999). Pemberian pupuk kandang sebaiknya dibenamkan ke dalam tanah untuk menghindarkan penguapan unsur hara. dan kuda. 2002). Tanaman ini tidak senang pada daerah yang berkabut dan yang berangin kencang (taifun) tetapi lebih senang terhadap tiupan angin sepoi-sepoi (Hendro Sunardjono dan Prasodjo Soedomo. cahaya matahari.1. selama pertumbuhannya dan perkembangan umbi dibutuhkan air yang cukup banyak. 1983). yang penting jenis tanah tersebut harus mempunyai struktur bergumpal dan keadan air tanahnya tidak menggenang (stragnasi). Biji bawang merah yang masih muda berwarna putih dan setelah tua biji akan berubah menjadi warna hitam (Estu Rahayu dan Nur Berliana. masing-masing lingkaran mengandung 3 helai benangsari. Daun bunga berwarna agak hijau bergaris keputih-putihan atau putih. sehingga keseimbangan unsur hara didalam tanah menjadi lebih baik. mempertinggi kadar humus. Jenis kotoran hewan yang sering digunakan adalah kotoran sapi. Pupuk kandang mempunyai daya untuk memperbaiki kesuburan tanah. air. lempung berpasir atau lempung berdebu. Tanaman bawang merah tidak tahan terhadap curah hujan yang lebat. Tanah Bawang merah menginginkan tanah yang subur. terutama yang mendapat sinar matahari lebih dari 12 jam. Namun dalam 2–3 hari biasanya semua tepungsari sudah menjadi matang. Asep Mulyana. Tetapi tanaman bawang merah tidak tahan terhadap tempat yang selalu basah. secara kimia bahan pembentuk juga telah terurai menjadi senyawa sederhana yang dapat diserap tanaman. 2.Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna.

Semua unsur hara dalam bagian ini mudah larut dan tersedia secara langsung untuk tanaman atau siap bila diperlukan. Selama pemeraman tersebut terjadi proses pembusukan yang akan mengubah kotoran menjadi bahan yang terlapuk sekaligus menguraikan unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman.2.00 Kandungan hara (%) P 0. Pupuk yang sudah matang ditandai dengan tidak berbau kotoran. Campuran ini dapat kehilangan semua amoniaknya pada pengeringan. Lebih setengahnya dari nitrogen mungkin terdapat sebagai protein yang disintesa. merupakan kotoran yang dikeluarkan oleh hewan.40 0. suatu campuran dibentuk hampir sama dengan humus yan dibentuk dalam tanah. terutama pada temperatur tinggi. Membantu penyerapan unsur hara dari pupuk kimia yang ditambahkan. kotoran hewan terdiri dari dua bagian yaitu padat dan cair.60 0.5-1%.55 1.Menurut Foth (1988). Membantu mempertahankan suhu tanah sehingga fluktuasinya tidak tinggi. Pupuk kandang yang baik diberikan secara langsung tanpa perlakuan tambahan.40 1.30 0. tetapi juga rendahnya kandungan fosfor dan tingginya kandungan kalium dan nitrogen. (2002). nitrogen yang ada didalamnya hanya tersedia perlahan-lahan bagi tanaman bila ditambah kedalam tanah.17 1. 7. Mempertingi porositas tanah dan secara langsung meningkatkan ketersediaan air tanah. pertama sebagai residu protein yang tahan terhadap perombakan dalam proses pencernaan.5-1 %.10 0. Bagian kotoran yang cair berbeda dengan yang padat tidak hanya dengan memperlihatkan ketersediaan unsur haranya. 1988).50 0. Nitrogen dalam feces kebanyakan dalam dua bentuk. Nitrogen dari urin sebagian besar ada dalam bentuk urea dan asam hippurik serta asam urik.40 1.00 0.0 1.00 0.40 1.Cair N 0. . bahkan dalam pertanian organik sumber utama hara berasal dari pupuk kandang. bahan organik 60-70%. sebagian besar bahan organik dalam feces dirombak.15 0.5-2%. pupuk kandang juga memiliki kelebihan dan kekurangannya.35 0.20 0. mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan pupuk kandang dilakukan dengan mengumpulkan kotoran hewan dalam satu tempat yang disebut silo.30 0. Sebanyak 50 % bahan organik di dalam kotoran padat mungkin dalam keadaan menjadi humus. 4.10 0. Pupuk kandang memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan pupuk anorganik. 6.2 1.50 0.50 0. berisi unsur hara tanaman yang telah dicerna dan digunakan oleh tubuh hewan dan akhirnya dikeluarkan. Campuran ini akan menguap pada temperatur biasa. Kotoran padat ratarata berisi setengah atau lebih Nitrogen. tetapi kotoran berisi organisme yang mampu memecahkan campuran tersebut dengan cepat melalui pembentukan amonium karbonat.13 0.40 Kadar Air (%) 75 90 85 92 85 92 60 85 60 85 80 97 97 55 6 Sumber : Marsono dan Paulus Sigit.10 0.40 0. Kalium sepertiganya dan sisanya fosfor.80 K 0. Asep Mulyana.60 1. Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur.30 0. N 1.45 0. 2. baik kelebihan dalam kandungan haranya atau pun pupuk kandang dapat membawa gulma.34 1. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka 2.50 0. 5. Tabel 2 : Kandungan Hara Beberapa Jenis Pupuk Kandang. pupuk kandang yang baik mengandung air 30-40 %. lamanya waktu pemeraman dan jenis bahan pupuk menentukan tingkat kelapukan bahan. Dengan kata lain. dingin.80 0.45 0.95 0. berwarna gelap. dan K20 0.75 1. berikut adalah kelebihan-kelebihan penggunaan pupuk kandang menurut Marsono dan Paulus Sigit (2002) diantaranya. Untuk lebih jelasnya kandungan hara berbagai jenis pupuk kandang seperti terlihat pada Tabel 2 : Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Kandang Seperti halnya pupuk organik lainnya. Campuran ini tidak stabil terutama didalam larutan cenderung untuk dipecahkan dan kehilangan amonia.45 2. Secara kimiawi.02 0. Membantu menetralkan pH tanah.05 0. Bentuk ini siap dipecah bila ditambahkan dalam tanah. Bagian yang cair atau urin. 3. dan kadar airnya relatif rendah.60 1. Membantu menetralkan racun akibat adanya logam berat dalam tanah. Kotoran padat juga bersisi sejumlah lignin. dan kedua sebagi protein yang disintesa dalam selsel bakteri. Nama ternak dan bentuk kotoran Kuda-Padat Kuda-Cair Kerbau-Padat Kerbau-Cair Sapi-Padat Sapi-Cair Kambing-Padat Kambing-Cair Domba-Padat Domba-Cair Babi-Padat Babi-Cair Ayam-Padat Ayam. sehingga nitrogen tersedia bagi tanaman.35 0.50 0.40 0. Nitrogen alam yang tidak mantap dalam urin menyajikan masalah utama dalam menangani pupuk kandang (Foth. P 205 0. Marsono dan Paulus Sigit (2002). Dalam silo tersebut bahan diperam selama kira-kira 3 bulan. Aman digunakan dalam jumlah besar.

tetapi keragaman dalam warna. tetapi cepat pula melapuknya sehingga kemungkinan mudah kehilangan unsur hara yang dikandungnya bila dalam penggunaannya terlambat. Pupuk Kandang Sapi Pupuk ini tergolong pupuk dingin. pupuk yang termasuk golongan ini cepat matang. 2. sifat dan karakter pupuk ini dapat diketahui dari hasil analisis yang dicantumkan pada setiap kemasannya. sehingga memungkinkan cepatnya perkembangan bakteri-bakteri yang menimbulkan gas amoniak dan pelapukannya berjalan cepat. hanya dimaksudkan agar mudah penangan dan pemakaian. pupuk kimia buatan digolongkan menjadi dua jenis. bahan alami tersebut lalu dimurnikan dan dikemas. pupuk kandang tersebut harus mengalami beberapa proses penguraian baik secara alami maupun dibantu oleh bakteri pengurai yang ditambahkan untuk mempercepat proses penguraian. sehingga pada tumpukan pupuk yang disimpan atau dimatangkan timbul panas. Pupuk Kandang Domba Pupuk ini tergolong pupuk panas. Diantaranya jenis pupuk kandang yang sering digunakan sebagai pupuk untuk tanaman adalah : 1. Pupuk kandang yang secara umum sering dipergunakan oleh kalangan petani adalah jenis-jenis pupuk kandang yang banyak dijumpai disekitarnya yaitu dari kotoran hewan ternak peliharaannya. Biasanya membawa bibit gulma.7 Selain kelebihan-kelebihan tadi juga penggunaan pupuk kandang mempunyai kekurangannya. Jenis pupuk ini pada saat sekarang ini sudah sedikit atau jarang digunakan karena makin sedikitnya orang yang beternak kerbau. maka dapat terjadi cepat kehilangan unsur hara terutama unsur N. Harus diberikan dalam jumlah besar. Menurut Marsono dan Paulus Sigit (2002). dimana untuk memperoleh pupuk yang matang. 2. dan kemudahan penambangan dari jenis pupuk sangat besar. Asep Mulyana.P. 2. walau dapat pula nama tempat atau nama mineral utama yang dipergunakan. kadar hara yang tersedia bagi tanaman relatif sedikit. Dapat menurunkan kualitas air bila berdekatan dengan sumber air. 1.2. dikenal 2 golongan pupuk yaitu : 1. pupuk kimia alami berasal dari bahan tambang endapan mineral dalam tanah. Berikut ini beberapa kekurangan pupuk kandang. banyak mengandung lendir dan air sehingga proses penguraiannya berjalan lambat. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . sehingga pada tumpukan pupuk ini dalam pematangannya tidak mengeluarkan panas. Pupuk Kandang Kuda Jenis pupuk ini adalah jenis pupuk panas. tetapi unsur ikutan (unsur mikro) selalu menjadi tambahan yang sama. Dibanding dengan pupuk kimia buatan. Unsur yang paling dominan yaitu N. Menurut Djoehana Setyamidjaja (1986). Pupuk kimia alami diambil langsung dari alam dan setelah mengalami proses pengolahan dan pengemasan kemudian dijual ke konsumen. Pupuk Kandang Kerbau Pupuk kandang ini termasuk pupuk dingin seperti halnya pupuk kandang sapi. Berdasarkan kandungan unsur haranya.3 Jenis-jenis Pupuk Kandang Pupuk kandang yang langsung diambil dari kandang hewan merupakan pupuk yang belum matang. dan K. 4. Proses ini tidak menghilangkan sifat dan karakteristik pupuk kimia alami tersebut. 4. kandungan nitrogennya tinggi dan kadar airnya rendah.3 Tinjauan Umum Pupuk Anorganik Menurut asalnya pupuk kimia (anorganik) terbagi atas pupuk kimia alami dan pupuk kimia buatan. yaitu dari biji-bijian makanan ternak. distribusi. yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. pupuk kandang berdasarkan proses penguraian yang terjadi sampai diperolehnya pupuk yang matang atau siap digunakan. 2. dan penjualannya. proses perubahannya berlangsung lambat dan kurang sekali terbentuk panas. Lambatnya proses pelapukan ini disebabkan oleh sifat fisik padatnya banyak mengandung air dan lendir. Pupuk Panas Pupuk panas merupakan pupuk kandang yang penguraiannya oleh mikroorganisme berlangsung dengan cepat. menentukan sebutan pupuk tersebut. kandungan unsur kimia pupuk kimia alami lebih rendah. oleh karena itu proses pelapukannya berjalan cepat sehingga cepat matang. sehingga pematangan pupuk ini menjadi lambat dan ada kemungkinan lambat pula melepaskan unsur-unsur hara yang dikandungnya. pupuk ini banyak mengandung senyawa N. 3. Pupuk dingin Pupuk dingin merupakan pupuk kandang yang dalam penguraiannya berlangsung secara perlahanlahan. 2. Pupuk kimia buatan dibuat dari bahan kimia dasar dalam pabrik. Secara perbandingan berat. Karena dengan adanya lendir bila terkena udara pupuk ini menjadi berkerak dan bagian luarnya mengering sehingga proses oksidasi berjalan lambat karena udara dan air sulit masuk kedalamnya. bentuk. Setelah ditambang. 3.

Unsur N menurut Sarwono Hardjowigeno (1995).3. Higroskopisitas : Higroskopisitas adalah mudah tidaknya pupuk menyerap uap air yang ada diudara. Pupuk yang higroskopis kurang baik karena mudah menjadi basah atau mencair bila tidak tertutup sehingga perlu penyimpanan yang baik. berdasarkan bentuknya ada 2 macam pupuk majemuk yaitu pupuk padat dan cair. Bekerjanya pupuk ini sangat mempengaruhi waktu dan cara penggunaan pupuk. Menurut Sarwono Hardjowigeno (1995). netral atau alkalis. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka 8 . d. Pupuk Fosfat (P) Pupuk fosfat (P) termasuk pupuk tunggal yang dibuat di pabrik. Kandungan utama dari endapan tersebut adalah KCl dan sedikit K2SO4. (Marsono dan Paulus Sigit. batang dan akar dan apabila terlalu banyak akan menghambat pembungaan dan pembuahan tanaman. K20. Dengan demikian penyusun protoplasma secara keseluruhan. reaksi fisiologis masam dan mudah larut dalam air serta bekerjanya cepat. Kemasaman : Pupuk dapat bereaksi fisiologis masam.a. P. ZA (Zwavelzure ammoniak) yang mengandung N antara 20–21 %. pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Pupuk KCl yang dikenal selama ini sebagaian besar merupakan hasil tambang. biji atau gabah selain itu juga sebagai penyusun lemak dan protein. 2. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. 2002). b. K Bahan-bahan dan sifat umum dari pupuk N. e. Pupuk nitrogen (N) Nitrogen merupakan unsur utama bagi pertumbuhan tanaman. adalah sangat penting dalam setiap proses metabolisme dalam tanaman yaitu dalam sintesis dari asam amino dan protein dari ion-ion ammonium. 2. air laut juga mengandung KCl. Pupuk KCl hasil tambang biasanya berwarna merah atau kemerahan sampai kecoklatan. Larut dalam asam sitrat atau amonium sitrat netral (FMP-Fused Magnesium Phosphate) dan larut dalam asam keras (fosfat alam).1 Bahan dan Sifat Pupuk N.P. Pupuk majemuk. Pada dasarnya makin tinggi kadar unsur haranya maka makin baik. seperti kotoran. hal ini disebabkan bahan ikutan dari alam. warna putih kotor dan sedikit higroskopis. pupuk yang mengandung satu macam unsur hara b. Pada umumnya nitrogen diserap tanaman dalam bentuk ammonium (NH4+) dan nitrat (NO3-). Kadar unsur hara dalam pupuk N. karena jumlah unsur hara menentukan kemampuannya untuk menaikan kadar unsur hara dalam tanah. amophos). Unsur K menurut Sarwono Hardjowigeno (1995). Pupuk tunggal. sedang dan lambat. Kelarutan : Kelarutan menunjukan mudah tidaknya pupuk larut dalam air. Hal ini berarti juga mudah tidaknya unsur yang dikandung di dalam pupuk diambil oleh tanaman. mempercepat pembungaan. Unsur P menurut Sarwono Hardjowigeno (1995). Jenis inilah yang paling banyak beredar di pasaran. Nitrogen (N) merupakan unsur makro. 3. yang mempunyai cirri-ciri berbentuk granular atau butiran berwarna abu-abu (Marsono dan Paulus Sigit. dipasaran hanya ditemukan beberapa jenis pupuk P diantaranya jenis Superphospat 36 (SP-36) yang memiliki kadar P2O5 36 %. Ada yang bekerja cepat. sangat penting dalam pembelahan sel dan juga untuk perkembangan jaringan meristem dengan demikian fosfor dapat merangsang pertumbuhan akar dan tanaman muda. K adalah sebagai berikut : 1. dan pemasakan buah. Pupuk Kalium (K) Jenis pupuk kalium (K) yang dikenal dipasaran adalah KCl. pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Kadar unsur hara : Banyaknya unsur hara yang dikandung oleh suatu pupuk merupakan faktor utama untuk menilai pupuk tersebut. Pupuk yang bersifat masam dapat menurunkan pH tanah berarti menyebabkan tanah menjadi lebih masam. sedangkan KCl buatan pabrik berwarna putih yang menggunakan bahan baku air laut sebab selain NaCl. 2002). Pupuk N dan K umumnya mudah sekali larut dalam air sedangkan pupuk P dapat dibedakan menjadi mudah larut dalam air (Superfosfat. Pupuk N (ZA) biasanya berbentuk kristal. Bekerjanya : yang dimaksud bekerjanya pupuk adalah waktu yang diperlukan hingga pupuk tersebut dapat diserap tanaman dan memperlihatkan pengaruhnya. Asep Mulyana. nilai suatu pupuk anorganik ditentukan sifat-sifatnya yang meliputi : a. sebab nitrogen merupakan penyususn dari semua protein dan asam nukleat. pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti daun. sedangkan pupuk yang berisfat alkalis dapat menaikan pH tanah. P205. karena umumnya tercampur dengan bahan lain. 2002). Unsur utamanya adalah (NH 4)2SO4 yang akan bereaksi membentuk ammonium dan asam sulfat (Marsono dan Paulus Sigit. c. Dipasaran banyak beredar pupuk N yang mempunyai merk dagang berbeda diantaranya Urea yang mengandung N total 45–46 %.K dinyatakan dalam persen N. P.

caplak. 2.III. analisis pupuk kandang kuda. Pengamatan utama dilakukan terhadap tanaman contoh. 6. sabit. analisis pupuk kandang sapi. analisis pupuk kandang kerbau. Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. 4. garpu. 1. tali rafia. yang ditetapkan dengan sistem random (acak) sederhana (Simple random sampling) dengan jumlah contoh yang diambil 10 % dari jumlah tanam per perlakuan. kored. Dosis dari masing-masing pupuk anorganik N : P : K adalah 500 kg/ha ZA : 300 kg/ha SP-36 : 200 kg/ha KCl. Penimbangan menggunakan timbangan yang dilakukan setelah tanaman dipanen dan dikering anginkan. dan alat tulis. 9 3. pengamatan dilakukan pada setiap helai daun yang masih aktif melakukan fotosintesis yang ditunjukkan oleh warna daun yang masih hijau. mistar. Dengan jenis tanah Latosol. Pupuk Kandang Kerbau. Pengamatan penunjang meliputi analisis tanah sebelum percobaan. 5. yang diukur dari pangkal batang sampai bagian tanaman tertinggi. Rancangan Perlakuan Perlakuan-perlakuan yang dicobakan adalah Pupuk kandang Domba. maka dibuat model linier sebagai berikut : Xij = µ + ti + rj + eij Asep Mulyana. P. tugal. Jumlah Umbi Per Rumpun Jumlah umbi perumpun adalah rata-rata jumlah umbi tanaman contoh dari setiap petak percobaan. 60 LU dan – 70 LS dengan ketinggian tempat 400 m di atas permukaan laut (dpl. cangkul. METODE PENELITIAN 3. Alat-alat yang digunakan terdiri atas Hand sprayer. Pengamatan penunjang adalah pengamatan yang datanya tidak dianalisis secara statistik. pengamatan hama dan penyakit yang menyerang serta pengamatan gulma yang tumbuh dominan. 3. Pupuk Anorganik (ZA. sebagai berikut : 1. pengamatan dilakukan pada saat tanaman dipanen. Rancangan Respon Rancangan respon terdiri dari dua pengamatan yaitu pengamatan penunjang dan pengamatan utama. Berat Kering Angin Tanaman Per Petak Berat kering angin per petak adalah berat kering rata-rata tanaman contoh pada setiap petaknya yang sudah dikering anginkan sampai beratnya konstan. timbangan. Penimbangan dengan timbangan yang dilakukan pada saat tanaman baru dipanen. SP-36. Pupuk Kandang Kerbau.1 Tempat dan Waktu Percobaan Percobaan dilaksanakan di Desa Cibodas. Gembor. dan pestisida (Dithane M-45 80 WP dan Daconil 75 WP). analisis pupuk kandang domba. Pengamatan utama yang diamati. Berat Kering Angin Tanaman Per Rumpun Berat kering angin tanaman per rumpun adalah berat rata-rata tanaman contoh yang sudah dikering anginkan sampai beratnya konstan. K. Rancangan Analisis Berdasarkan rancangan percobaan yang digunakan. Pupuk Kandang Sapi.2 Bahan dan Alat Percobaan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benih bawang merah kultivar Maja. Rancangan Lingkungan Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 Perlakuan dan 3 ulangan. Pupuk Kandang Sapi. yang terletak pada 1080 BT. Tanaman pinggir dipelihara dan di perlakukan sama seperti tanaman contoh. Tinggi Tanaman Tinggi tanaman adalah rata-rata tinggi tanaman contoh yang masih produktif dari setiap petak. Jumlah Daun Per Rumpun Jumlah daun per rumpun adalah rata-rata jumlah daun tanaman contoh dari setiap petak percobaan. Berat Basah Tanaman Per Rumpun Berat basah tanaman per rumpun adalah berat rata-rata tanaman contoh yang masih basah pada setiap petaknya. Penimbangan menggunakan timbangan yang dilakukan setelah tanaman dipanen dan dikering anginkan. Tipe curah hujan C (agak basah) berdasarkan perhitungan Schmidt dan Fergusson (1951) dalam Ance Gunarsih Kartasaputra (1989). Pupuk Kandang Kuda dan Pupuk Anorganik (N. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . 2. Pupuk Kandang Kuda. 4. menggunakan penggaris. sedangkan pengamatan utama adalah pengamatan yang datanya dianalisis secara statistik. KCl). EM5. pupuk Kandang Domba. 3.

bahwa pemberian pupuk organik pada tanah memberikan perbaikan dengan terciptanya suatu keadaan yang dapat menunjang pertumbuhan akar tanaman yang lebih baik.05 menunjukkan adanya keragaman atau keragaman nyata diantara perlakuan-perlakuan.2/r. Sx Keterangan : LSR : Least Significant Ranges α : Taraf nyata diambil 5 % dbg : Derajat Bebas Galat p : Banyaknya Perlakuan SSR : Studentized Significant Ranges Sx = √ KTG r Keterangan : Sx R KTG IV. mengatakan bahwa pemberian bahan organik pada tanah dapat meningkatkan daya serap dan kapasitas tukar kation karena dapat meningkatkan jumlah humus serta unsur hara N. Konsentrasi nitrogen yang tinggi pada umumnya menghasilkan daun yang lebih banyak dengan ukuran yang lebih besar. Nurhayati Hakim (1986). Menurut Benyamin Lakitan (1995).55 2. Nitrogen (N) serta keadaan air yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman mendorong pertumbuhan daun yang banyak sehingga dapat mempercepat proses pengolahan dan pembentukan zat makanan yang diperlukan. unsur yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun serta tinggi tanaman adalah nitrogen (N). serta unsur nitrogen (N) berperan sebagai penyusun klorofil yang penting dalam proses fotosintesis tanaman dan pembentukan protein. p) .2/r. dbg .46 - 10 Sumber : Adji Sastrosupadi (2002) Jika F hitung lebih besar dari F0. dan K. keadaan ini mendorong pertumbuhan tanaman seperti tinggi dan jumlah daun tanaman menjadi lebih cepat dan banyak.. 1995). Untuk mengetahui perbedaan diantara dua perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 %. bahwa daun merupakan alat pokok fotosintesis dan semua produk yang dihasilkan tanaman berasal dari proses fotosintesis.t JKT-JKU-JKP Σ xij2-x. P.t KT JKU/DBU JKP/DBP JKG/DBG Fhitung KTU/KTP KTP/KTG F0. Berikut rumus perhitungan analisis Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5 % menurut Toto Warsa dan Cucu. Unsur N yang banyak dapat menghasilkan protein yang lebih banyak pula sehingga daun tumbuh lebar dan banyak..A.05 3. adalah : LSR (α .Dimana : Xij = Nilai pengamatan dari perlakuan ke-i dan Ulangan ke-j µ = Nilai rata-rata umum ti = Pengaruh perlakuan ke-i rj = pengaruh ulangan ke-j eij = Pengaruh galat percobaan ke-i dan ulangan ke-j Sember Keragaman Ulangan Perlakuan Galat Total DB 2 9 18 29 JK Σ xj2/t-x. : Galat Baku Rata-rata : Ulangan : Kuadrat Tengah Galat HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat penyerapan unsur hara sangat tergantung pada perkembangan organ utama tanaman. Selain unsur nitrogen. fosfor juga meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. dbg .. Pada pemberian pupuk 30 ton/ha pupuk kandang domba + pupuk anorganik (N : P : K) dengan dosis 500 kg/ha ZA : 300 kg/ha SP-36 : 200 kg/ha KCl rata-rata berpengaruh lebih baik pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Asep Mulyana. Fotosintat yang dihasilkan proses fotosintesis tanaman selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman (Sarwono Hardjowigeno.t Σ xi2/r-x. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Suhartatik dan Suryatna Efendi (1986). (1982). S.2r. p) = SSR (α . Oleh sebab itu diduga lebar dan banyaknya daun yang tersedia bagi proses fotosintesis secara kasar sebanding dengan jumlah nitrogen yang diserap seperti yang dikemukakan oleh Sri Setya Harjadi (1984). Dengan lebih banyaknya sistem perakaran dan ditunjang ketersediaan unsur hara yang dapat diserap oleh akar tanaman akan berpengaruh terhadap hasil tanaman. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka .

dalam deskripsi bawang merah varietas lokal Maja bahwa produksi umbi kering bawang merah tersebut adalah 10. bila terlalu rendah maka akan mengganggu pertumbuhan dan defisiensi unsur hara sehingga pengaruh pemupukan tidak tampak pada tanaman. dengan bertambahnya unsur hara makro dan mikro maka tingkat ketersediaan hara bagi tanaman akan meningkat pula sehingga memungkinkan bagi tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang sangat penting peranannya bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah. tanaman akan tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang tinggi seperti terlihat pada pemberian 30 ton/ha pupuk kandang domba yang ditambah dengan pupuk anorganik (N : P : K) yang berasal dari ZA 500 kg/ha : SP-36 300 kg/ha : KCl 200 kg/ha. . dan Beaton (1990). jumlah daun per rumpun. Kalium (K) diperlukan tanaman dan sangat mempengaruhi tingkat produksi tanaman. terdapat pengaruh timbal balik antara pengambilan fosfat dengan nitrogen. dan 200 kg/ha KCl berpengaruh nyata lebih baik terhadap Tinggi Tanaman 4 MST. Nelson. Tisdale. berat kering angin tanaman per rumpun dan berat kering angin tanaman per petak. KESIMPULAN DAN SARAN 5. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka 11 1. menguatkan batang (batang semu dan daun pada bawang merah) serta menghambat penyakit. jika fosfat yang tersedia di dalam tanah tidak mencukupi.9 ton/ha berat kering. V. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketersediaan fosfat adalah terbentuknya suatu senyawa yang tidak mudah larut (Guswono Supardi. berat kering angin tanaman per rumpun dan berat kering angin tanaman per petak bawang merah kultivar Maja. dan berat kering angin tanaman per rumpun bawang merah kultivar Maja dibandingkan tanpa pupuk maupun pupuk kandang kuda dengan takaran 30 ton/ha. dan 200 kg/ha KCl sudah mencukupi kebutuhan akan unsur hara dari tanaman bawang merah kultivar Maja pada kondisi tanah dan lingkungan seperti ini. Pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. 2. Dengan berdasarkan pengamatan selama percobaan dan rata-rata hasil analisis. Kekurangan nitrogen dan fosfat dapat mengakibatkan tanaman bawang merah menjadi kerdil. hal ini dikarenakan beberapa faktor yaitu faktor tanamannya yang sudah cukup tua umurnya sehingga tidak mengalami pertumbuhan vegetatif lagi melainkan mengalami pertumbuhan pada bagian generatif tanaman dan banyak daun yang tadinya tinggi menjadi layu atau mengering serta faktor cuaca yang curah hujannya cukup tinggi sehingga menyebabkan daun tanaman patah. 300 kg/ha SP36. bila takaran terlalu banyak maka mengakibatkan tanah menjadi keras dan dapat menimbulkan keracunan hara yang menyebabkan kematian tanaman. Kalium sangat penting dalam setiap metabolisme dalam tanaman dan proses fotosintesis.9 ton/ha. 300 kg/ha SP-36. maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian pupuk anorganik (N : P : K) sebanyak 500 kg/ha ZA : 300 kg/ha SP-36 : 200 kg/ha KCl berpengaruh lebih baik pada jumlah daun tanaman per rumpun. sedangkan menurut Anggoro Hadi Permadi (1995). jumlah umbi tanaman per rumpun.09 kg/petak atau 11. menunjukkan peningkatan hasil panen bawang merah sekitar 10 % yaitu 10. 1979).Pada tinggi tanaman umur 8 HST tidak terjadi perbedaan yang nyata (significant) antar perlakuan serta rata-rata tinggi tanaman semakin pendek. sehingga unsur hara yang dikandungnya belum terurai dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. sebab apabila terjadi kekurangan kalium dalam daun maka kecepatan asimilasi karbon dioksida (CO2) akan menurun. Dekomposisi bahan-bahan organik akan menghasilkan ion-ion organik dan akan membentuk suatu senyawa yang kompleks dengan alumunium (Al) dan besi (Fe) yang mengikat fosfor (P) dalam tanah.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Kombinasi jenis pupuk kandang dan pupuk anorganik berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2 (Minggu Setelah Tanam) MST dan 4 MST. daun kecil-kecil dan sedikit serta hasil tanaman bawang merah akan menurun. maka nitrogen akan berkurang. Selanjutnya Dwijoseputro (1980). Jadi kalium (K) berperan dalam membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Sedangkan pemberian pupuk kandang domba sebanyak 30 ton/ha dan pupuk anorganik (N : P : K) yang berasal dari 500 kg/ha ZA. Dengan melihat hasil produksi maka jelas bahwa pemberian pupuk kandang domba sebanyak 30 ton/ha dan pupuk anorganik ( N : P : K) dengan dosis 500 kg/ha ZA. Sementara itu kadar pemberian pupuk dan kondisi serta waktu aplikasinya juga memberikan pengaruh yang berbeda bagi pertumbuhan tanaman seperti yang dikemukakan oleh Subagyo (1970). jumlah daun. hal ini terjadi kemungkinan dikarenakan faktor pupuk kandang kuda yang belum matang ketika pupuk tersebut diaplikasikan di lahan. Asep Mulyana. jumlah umbi per rumpun. Pemberian 30 ton/ha pupuk kandang domba + pupuk anorganik (N : P : K) dengan dosis 500 kg/ha ZA : 300 kg/ha SP-36 : 200 kg/ha KCl berpengaruh lebih baik terhadap jumlah daun tanaman per rumpun. menyatakan pemberian pupuk organik dapat meningkatkan jumlah fosfor (P) terlarut dan tersedia bagi tanaman. bahwa pemberian pada tanaman harus diusahakan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. dan rata-rata berat kering angin tanaman bawang merah kultivar Maja dibandingkan dengan perlakuan yang dicobakan.

Jakarta. Bawang Putih. 12 DAFTAR PUSTAKA Adji Sastrosupadi.. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Penebar Swadaya. 1987.D. Serta perlu adanya pengujian dengan takaran yang berbedabeda dari jenis pupuk kandang maupun pupuk anorganik. 1983. Jakarta. New York. 1999. Subagyo. Sarwono Hardjowigeno. 1979. Saifuddin Sarief. Foth. Jakarta. PT Mediyatama Sarana Prakasa. Penebar Swadaya. Subur Jaya. Simplex. 1991. 1981. Nunung Nurtika. Bpgor. Jakarta.. Djoehana Setyamidjaja. Pusat Penelitian Tanah. Gadner. Sinar Baru. 1993. Penebar Swadaya. Jakarta. Kunci Bercocok Tanaman Sayuran Penting. Kinerja Usaha Tani Bawang Merah di Bawah Kondisi Ketidakpastian. Gadjah Mada University Press. Kunci Bercocok Tanaman Sayur-sayuran Penting. Bawang Merah. Jurnal Agroland 7 (2). Dampak Pemberian Pseudomonas fluorescens. Rosmini. H. 1986. Konservasi Tanah dan Air. 1996. Sinar Baru.D. Bandung. New York. Brady. 1997. Rahmat Rukmana.2 Saran Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang kombinasi jenis pupuk kandang maupun pupuk anorganik yang telah dicobakan. Yogyakarta. Tasikmalaya. W. Direktorat Gizi Depkes R. 1995. 2000. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Marsono dan Paulus Sigit. 1980. Pupuk dan Pemupukan. Dwijoseputro. 1992. Nurhayati Hakim. Kanisius. Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan. Ance Gunarsih. 2002. Bawang Bombay. L. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Jilid II.. Penelitian Hortikultura XII (4). Jakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. juni :138-146. Jakarta. 2002. Dasar Ilmu Tanah. 1984. Sri Setyati Harjadi. Asep Mulyana. Gramedia. Data Curah Hujan. Peningkatan Kesuburan Tanah dengan Menggunakan Bahan Organik. 1988. Hendro Sunarjono. Sifat dan Ciri Tanah. Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian IPB. Sarwono Hardjowigeno. Rochendi dan Sabri Ahmad.R. PT Gramedia. Yogyakarta. Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Pupuk Akar Jenis dan Aplikasi. Jakarta. Food and Nutrition Research Center Hand book No. Ilmu Tanah. and W. ____________. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. _____________.. Cabang Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Kecamatan Majalengka. 1987. Penebar Swadaya. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . Jenis dan Macam Tanah di Indonesia Untuk Keperluan Survai dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. 2003. Pengaruh Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat Kultivar Intan. PT. Bandung. Majalengka. 2002. Bandung.. Pustaka Buana. Bandung. Buckman.A. Jakarta. Budidaya Bawang Merah. Pustaka Buana. Bawang Merah. Pinus Lingga. Jakarta. Bandung. Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Jakarta. Rajagrafindo. 1983. Kanisius. Penebar Swadaya. Bandung Hendro Sunarjono dan Prasodjo Soedomo.T. 2002. Soil Physics. Nur Berliana. Gramedia. The Nature an proferties of Soil The Macmilan Co. Jakarta. pada musim yang berbeda. Tinjauan Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Pada Lahan Sawah Di Propinsi Jawa Barat. Budidaya & Pengolahan Pasca Panen.C. Letak Geografis Kabupaten D. Benyamin Lakitan. Jakarta. Gadner. Majalengka. Yogyakarta. PT Mediyatama Sarana Prakasa. Forth Ed. 1988. 1970. Bhratara Karya Aksara. II Majalengka. John Willey and Sons Inc. CV. 1989.I. Anggoro Hadi Permadi.1 Manila. 1984. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta. Jakarta. Pola Pertumbuhan Tanaman.O. 1981. Bina Aksara. 1989. Marwan Yantu dan Abdul Wahid Junus. Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman (Klimatogi). Pengantar Agronomi.. Teknologi Produksi Bawang Merah. H. 1984. Glomus fasciculatus dan Fusarium sp Terhadap Penyakit busuk Umbi Bawang Merah. Baver. Sinar Baru. 2003. Jakarta. Jurnal Agroland : 9 (4). Manila. Sinar Baru. Goeswono Supardi. 1984. ____________. Rismunandar. 1964. Estu Rahayu dan V. 1995. Singgih Wibowo.5. Rancangan Percobaan Bidang Pertanian. Membudidayakan 5 jenis Bawang. Petunjuk Penggunaan Pupuk. 1986.H. 1995. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. and N.

Suhartatik dan Suryatna Efendi. Bogor. Efisiensi Penggunaan Pupuk Kandang Pada Usaha Tani Tomat.Subhan .. 1987. and J. 13 Asep Mulyana. S.L. Inc. Toto Warsa dan Cucu. New York. Co. 1986. Soil Fertility and Fertilizer. 1982. Nelson. Bandung. Buletin Penelitian Hortikultura XV (4) : 125 – 130. Mc Milan Publ.. W.A.L. Beaton.D. SP – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka . UNPAD. Teknik Perancangan Percobaan. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang kedelai. Tisdale. IPB. 1990. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful