Nama : Deni Irawan NIM : 22309302 Mata Kuliah : Geologi Geofisika

BATUAN SEDIMEN
Produk dari proses pelapukan mekanik dan kimia merupakan sumber material untuk pembentukan batuan sedimen. Kata sedimentary menunjukkan sifat alam dari batuan sedimen yang berasal dari bahasa Latin sedimentum yang berarti endapan, yang digunakan untuk materi padat yang diendapkan dari fluida. Material hasil proses pelapukan secara tetap akan terkikis dari batuan induknya, kemudian mengalami pengangkutan dan diendapkan di danau, lembah sungai, laut atau cekungan lainnya. Partikel-partikel pada bukit pasir di gurun, lumpur di dasar rawa-rawa, kerakal di sungai, merupakan produk dari proses yang diada hentinya. Karena proses pelapukan batuan, transportasi dan pengendapan material hasil proses pelapukan terus beralangsung, maka material sedimen dapat dijumpai dimana-mana. Setelah diendapkan material yang dekat dengan dasar akan mengalami kompaksi. Lama kelamaan endapan ini akan tersemenkan oleh mineral yang mengkristal di pori-pori antar butiran sehingga membentuk batuan sedimen. Para ahli geologi mengestimasikan bahwa jumlah batuan sedimen hanya sekitar 5% volume dari batuan penyusun kerak bumi atau sekitar 16 km lapisan terluar dari kerak bumi. Tetapi kepentingan dari batuan sedimen ini jauh lebih besar dari jumlahnya yang hanya 5%. Apabila mengambil contoh batuan di permukaan bumi, maka mayoritas terbesar adalah batuan sedimen, karena 75% permukaan bumi ini ditutupi oleh batuan sedimen. Jadi batuan sedimen merupakan lapisan yang relatif tipis yang menyusun kerak bumi bagian terluar, karena batuan sedimen terbentuk di permukaan bumi. Karena batuan sedimen terakumulasi di permukaan bumi, maka batuan sedimen umumnya menunjukan proses-proses yang terjadi dimasa lalu pada permukaan bumi. Jadi batuan sedimen dapat menunjukan kondisi lingkungan dimasa lalu dimana partikel-partikel sedimen tersebut diendapkan, juga mekanisme transportasinya. Selanjutnya batuan sedimen juga dapat mengandung fosil yang merupakan kunci dalam mempelajari keadaan geologi dimasa lalu, sehingga para ahli geologi dapat menceritakan sejarah bumi ini dengan detail. Batuan sedimen juga banyak yang mempunyai arti ekonomis. Batubara sebagai contoh dikelompokkan dalam batuan sedimen. Juga sumber energi yang penting, minyak bumi dan gas alam dijumpai berasosiasi dengan batuan sedimen. Demikian juga beberapa mineral ekonomis seperti besi, aluminium, mangan dapat dijumpau berasosiasi dengan batuan sedimen. TIPE-TIPE BATUAN SEDIMEN Material yang terakumulasi sebagai sedimen mempunyai dua sumber utama. Pertama, material sedimen yang terakumulasi berasal dari hasil proses pelapukan mekanik maupun kimia yang tertransportasi dalam keadaan padat. Endapan dari tipe ini disebut detrital dan batuan sedimen yang terbentuk disebut batuan sedimen detrital (detrital sedimentary rocks). Sumber utama yang kedua adalah material yang terlarut hasil dari proses pelapukan kimia,

Ukuran butir merupakan dasar utama untuk membedakan batuan sedimen detrital. Seperti telah diuraikan sebelumnya. maka butiran mineral kuarsa akan terlepas bebas. Lempung adalah mineral yang berbutir halus dengan struktur kristal lembaran seperti mika. Walaupun batuan ini mempunyai variasi mineral atau fragmen yang sangat besar. mineral lempung merupakan produk utama dari pelapukan kimia dari mineral silikat. Klasifikasi ukuran butir batuan sedimen detrital Ukuran Butir (mm) > 250 64 – 256 4 – 64 2– 4 1/16 – 2 1/256 – 1/16 < 1/256 Nama butir Nama Umum Sedimen Bolder Kobel Pebel Kerikil Pasir Lanau Lempung Nama Sedimen Konglomerat Breksi Batupasir Batulanau Batulempung Batuan Kerakal Pasir Mud atau Ukuran butir batuan sedimen dapat juga dihubungkan dengan energi dari media transportasinya. Material yang berukuran lempung dan lanau akan diendapkan dengan energi yang sangat rendah. bukan untuk nama mineral. material yang diendapkan berukuran pasir. maka material yang diangkut semakin kecil. Istilah lempung dalam klasifikasi tersebut adalah untuk ukuran butir. BATUAN SEDIMEN DETRITAL Batuan detrital disebut juga batuan sedimen fragmental atau batuan sedimen klastik. Tabel di bawah menggambarkan klasifikasi ukuran butir batuan sedimen detrital. rawa atau di laut yang tenang. sehingga akumulasi material ini biasanya terdapat di danau. materialnya disebut sedimen kimia dan batuan yang dibentuk disebut batuan sedimen kimia (chemical sedimentary rocks).apabila larutan tersebut mengalami presipitasi baik oleh proses anorganik maupun organik. Apabila energinya berkurang. di hulu sungai yang energinya besar diendapkan material yang berukuran kasar. Mineral lain pada batuan sedimen adalah kuarsa. sedang semakin ke arah hilir. komposisi utama dari batuan ini adalah kuarsa dan mineral lempung. Tabel. karena mineral ini resisten terhadap proses pelapukan kimia. . Mineral lain yang umum pada batuan sedimen adalah feldspar dan mika. Jadi pada waktu batuan beku yang banyak mengandung kuarsa serti granit mengalami pelapukan kimia. Kecepatan aliran air atau angin akan menyeleksi ukuran butir partikel yang diangkut. Walaupun kebanyakan mineral lempung berukuran lempung. tetapi tidak semua berukuran lempung adalah mineral lempung. Apabila dijumpai mineral-mineral tersebut pada batuan sedimen dapat menunjukkan bahwa batuan tersebut merupakan hasil dari proses pelapukan mekanik daripada pelapukan kimia. Seperti misalnya pada aliran sungai. kedua mineral tersebut tidak resisten terhadap pelapukan kimia.

Shale umumnya tidak mengalami sementasi dengan baik dan mudah pecah. Karena kecilnya. Batuan ini disusun oleh partikel-partikel yang berukuran kasar (gravel). material batuan ini tidak dapat diidentifikasi tanpa bantuan alat pembesar. Proses presipitasi ini bisa berlangsung oleh proses anorganik ataupun oleh organik yang hidup di air. Istilah shale biasanya digunakan untuk semua batuan sedimen yang berbutir halus. Batuan sedimen yang berbutir halus ini menyusun 70% batuan sedimen kerak bumi. Larutan yang mengandung material hasil proses pelapukan kimia ini bila mengalami presipitasi akan membentuk batuan sedimen kimia. Jika material yang kasar berbentuk menyudut (angular). Karena batuan ini memiliki pemilahan yang buruk. Partikel yang besar umumnya merupakan fragmen batuan. Sebaliknya tumbuhan dan binatang menyerap material yang terlarut dalam air untuk membentuk rangka atau rumahnya. Konglomerat. Batuan sedimen yang disusun oleh mineral kuarsa dan feldspar disebut graywacke. Kuarsa merupakan mineral yang umum dalam batupasir. maka sedimen kimia dibentuk dari material yang diangkut dengan pelarutan. Batuan ini menyusun 20% dari batuan sedimen pada kerak bumi. tetapi merupakan batuan sedimen yang paling sedikit diketahui dengan baik. BATUAN SEDIMEN KIMIA Berbeda dengan batuan sedimen detrital yang disusun oleh material hasil pelapukan yang padat. yang terdiri dari mud dan pasir. rangka atau cangkangnya akan terakumulasi di dasar laut atau danau tempat hidup organisme tersebut. sehingga membentuk batuan yang sangat kompak. Walaupun merupakan batuan sedimen yang dominan. Dominasi mineral feldspar dalam batupasir menunjukan bahwa batuan ini kurang mengalami pelapukan kimia. Bila proses presipitasi dilakukan oleh organisme. maka batuannya disebut batuan sedimen biokimia. Batuan ini sering mengalami sementasi yang baik. . Setelah organisme ini mati. Warna gelap pada batuan ini disebabkan oleh kandungan yang banyak dari fragmen yang menyudut dan lempung.Shale. Batuan sedimen yang disusun oleh material yang berukuran lanau dan lempung disebut shale. Bila batuannya kompak dan membentuk blok batuannya disebut mudstone. Diantara fragmen yang kasar terdapat material yang berukuran lebih halus yang disebut masa dasar (matriks). tetapi banyak ahli geologi menggunakan lebih terbatas. Sedang bila mineral feldspar yang dominan. maka disebut batupasir kuarsa. Shale jarang memberikan singkapan yang baik seperti batupasir atau batuan sedimen lainnya karena shale mudah mengalami pelapukan dan membentuk lapisan penutup batuan yang masih segar. Contoh dari batuan sedimen kimia oleh proses anorganik adalah terbentuknya batugaram oleh evaporasi air asin. maka sering disebut dirty sandstone. Bila mineral ini dominan. Istilah ini sering digunakan untuk batuan sedimen berbutir halus yang menunjukan sifat mudah terpisah menjadi lapisan-lapisan tipis. disebut arkose. maka batuannya disebut breksi. tetapi mempunyai porositas yang kecil. Batupasir. Merupakan batuan sedimen yang berukuran pasir dan yang paling banyak dijumpai setelah shale.

Contoh yang sangat mudah dikenal dari batugamping biokimia adalah coquina. seperti juga batugamping oolitik. batuan yang berbutir kasar yang tersusun oleh fragmen cangkang atau rangka binatang dan tidak tersemen dengan baik. karena kandungan silika dalam air laut tidak besar. Rijang (chert). Batugamping oolitik adalah batuan yang disusun oleh butiran kecli yang berbentuk bundar yang disebut oolit. beberapa ahli geologi menyebut dolostone untuk nama batuan yang disusun oleh mineral dolomit. Mineral yang umum terjadi. Sebaliknya lapisan rijang merupakan hasil presipitasi langsung dari air laut. dan gipsum (hidro clcium sulfida) yang menyusun batugipsum. Nama ini digunakan untuk batuan yang keras dan kompak yang disusun oleh mikrokristalin silika (SiO2). Oolit terbentuk pada lingkungan laut dangkal oleh butiran yang sangat halus dan terbawa oleh arus dan dilapisi oleh kalsium karbonat selapis demi selapis ketika bergulir pada dasar laut. kejadian inilah yang diperkirakan membentuk lapisan rijang. Merupakan batuan yang sangat mirip dengan batugamping dan disusun oleh mineral “calcium-magnesium carbonate” yang disebut juga mineral dolomit. merupakan binatang bersel tunggal yang sangat halus. Batugamping organik terbentuk oleh proses evaporasi dengan naiknya temperatur meningkat konsentrasi kalsium karbonat sehingga terjadi presipitasi. Kebanyakan nodul silika yang berkomposisi silika merupakan endapan langsung dari air. dan dapat dibentuk baik oleh proses anorganik maupun biokimia. Sekitar 90% batugamping di dunia merupakan hasil akumulasi sedimen biokimia. karena rangka atau cangkang binatang dapat mengalami perubahan sebelum mengalami pembatuan.Batugamping (Limestone). Jasper untuk variasi yang berwarna merah. Travertin dibentuk pada waktu airtanah yang mengandung kalsium karbonat mengalami evaporasi. Batugamping yang dibentuk oleh proses biokimia lebih umum dijumpai. proses ini tidak seluruhnya terjadi. Menyusun 10% dari total volume batuan sedimen. tetapi dolomit dapat juga terbentuk dari subsitusi magnesium yang terdapat dalam air laut terhadap kalsium yang terdapat dalam batugamping. karena dibutuhkan waktu oleh magnesium untuk mensubstitusi kalsium. Hal ini terbukti dari lebih banyak dolomit dijumpai pada batuan yang berumur tua daripada yang berumur muda. merupakan batuan hampir seluruhnya disusun oleh cangkang foraminifera. Batugaram dan batugipsum. Contoh lain adalah chalk. Beberapa organisme laut seperti diatomae dan radiolaria menggunakan silika untuk membentuk rangka dan rumahnya. Mekipun dolomit dapat terbentuk dari presipitasi langsung dari laur. karena kandungan oksida besi. Travertin merupakan batugamping yang sering dijumpai di dalam goa. Jadi lapisan rijang diperkirakan berasal dari hasil proses biokimia. Dolomit. Meskipun kebanyakan batugamping dibentuk oleh proses biokimia. Jadi nodul merupakan hasil dari proses anorganik. Contoh yang sangat dikenal adalah flint yang disusun oleh material organik yang berwarna gelap. Mikroorganisme ini dapat mengikat silika dalam larutan yang jenuh silika. . Seringkali proses evaporasi merupakan mekanisme terbentuknya batuan sedimen kimia. batugamping merupakan batuan sedimen kimia yang terbanyak. Endapan rijang umumnya dijumpai pada satu dari dua kondisi sebagai nodul yang berbentuk tak beraturan pada batugamping dan lapisan dalam batuan. Batuan ini disusun terutama oleh mineral kalsit (CaCO3). Untuk membedakan nama mineral dan batuan. melalui proses ini adalah halit (sodium klorida) yang menyusun batugaram.

batugamping kadang mengandung material pasir atau lempung. Silika merupakan semen yang sangat keras dan akan menghasilkan batuan sedimen yang sangat keras. Sebagai contoh batupasir yang tersemenkan oleh oksida besa dapat menjadikan batupasir menjadi bijih besi (iron ore). Kemudian batuan sedimen detrital dikelompokan lagi berdasarkan ukuran butirnya. penambangannya. sehingga memberikan sifat pasiran atau lempunga. Untuk mengetahui macam semen pada batuan sedimen relatif cukup sederhana. Karena pasir dan sedimen lain yang berbutir kasar dapat mengalami pemadatan. Sebaliknya batuan sedimen detriral sebagian besar mengalami sementasi oleh mineral yang terbentuk dalan air. maka proses kompaksi merupakan proses yang signifikan untuk proses litifikasi batuan sedimen yangberbutir halus seperti shale. Meskipun batuan sedimen terlitifikasi oleh proses kompaksi. dan akan mengikat butiran-butiran sedimen. Batubara dikelompokkan ke dalam batuan sedimen biokimia. tekstur merupakan hal yang terpenting dalam klasifilkasi batuan sedimen. Salah satu proses litifikasi adalah kompaksi atau pemadatan. Pada waktu material sedimen diendapkan terus menerus pada suatu cekungan. Proses ini sering terjadi pada batuan sedimen kimia. tetapi sedikit berbeda dengan batuan sedimen biokimia. KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN Batuan sedimen pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu sedimen detrital dan kimia.Batubara (coal). beberapa batuan sedimen terlitifikasi oleh pertumbuhan kristal yang saling mengikat. Material yang umum menjadi semen adalah kalsit. Sebagai contoh lempung yang tertimbun dibawah material sedimen lain beberapa ribu meter tablanya. Proses lain yang merubah sedimen lepas menjadi batuan sedimen adalah sementasi. Pada kenyataannya banyak batuan sedimen yang termasuk dalam batuan sedimen kimia juga mengandung material sedimen. Material yang menjadi semen diangkut sebagai larutan oleh air yang meresap melalui rongga antar butiran kemudian larutan tersebut akan mengalami presipitasi di dalam rongga antar butir. Ada dua macam tekstur yang digunakan dalam klasifikasi batuan sedimen yaitu klastik dan nonklastik. Apabila batuan sedimen berwarna orange atau merah gelap. Kalsit dapat diketahui dengan larutan HCl. dan rongga antara butiran akan semakin kecil. silika dan oksida besi. material detrital. maka sebenarnya sulit dikatakan bahwa benar-benar murni tersusun oleh material detrital. Kata klastik berasal dari . Batuan ini disusun oleh material organik terutama oleh sisa-sisa tumbuhan yang sudah mengalami ubahan tetapi struktur asal masih terlihat. Akibatnya butiran sedimen akan semakin rapat. Seperti dalam batuan beku. Kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses ini adalah rawa-rawa yang miskin kandungan oksigennya. PERUBAHAN SEDIMEN MENJADI BATUAN SEDIMEN Proses perubahan sedimen lepas menjadi batuan sedimen disebut litifikasi. berat endapan yang berada di atas akan membebani endapan yang berada di bawahnya. Sebagai contoh. maka batuan sedimen tersebut tersemenkan oleh oksida besi. volume dari lempung tersebut akan mengalami penyusutan sebanyak 40%. sementasi atau kombinasi dari keduanya. sedangkan batuan sedimen kimia didasarkan pada komposisi mineralnya. Hal ini menunjukan kejadian dari batubara ini adalah penimbunan yang lama dari akumulasi tumbuhan yang besar. Kadang-kadang semen pada batuan sedimen dapat memberi nilai ekonomis batuan tersebut.

bahasa Yunani yang berarti hancuran. dimana mineral penyusunnya saling tumbuh bersama (interloding). Batuan yang terbentuk pada permukaan bumi ini terakumulasi lapisan demi lapisan. Kondisi semacam ini sering terjadi pada lingkungan danau dangkal. Seperti terlihat pada klasifikasi batuan sedimen. Lapisan ini yang biasa disebut perlapisan (strata. Coquina adalah batugamping yang disusun oleh cangkang dan fragmen cangkang adalah klastika seperti batupasir dan konglomerat. Sebagai contoh. beds) merupakan kenampakan karakteristik batuan sedimen. Ripple marks dapat juga menunjukan arah arus atau angin di masa lampau. Jadi batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang disusun oleh material hancuran. Perlapisan yang demikian disebut cross bedding dan merupakan karakteristik untuk sedimen delta sungai dan bukit pasir. Batuan sedimen kimia kebanyakan bertekstur nonklastik. sisa kehidupan dimasa lampau. Perlapisan gelembur gelombang (ripple marks) merupakan bentuk permukaan yang dihasilkan oleh arus sungai atau arus pasangsurut yang mengalir diatas dasar yang berpasir atau oleh hembusan angin diatas bukit pasir. Batupasir arkose menunjukan iklim yang kering. merupakan unsur yang penting yang sering dijumpai pada batuan sedimen. Banyak kenampakan batuan sedimen yang dapat diduksi oleh para ahli geologi. dimana proses pelapukan mineral feldspar relatif kecil. Kadang-kadang perlapisan batuan sedimen menyudut terhadap bidang horizontal. “Carbonaceous shale” menunjukan kondisi lingkungan energi lemah dan kaya akan bahan organik seperti rawa dan laguna. semua batuan sedimen detrital bertekstur klastik. Oleh sebab itu kenampakan batuan sedimen nonklastik hampir sama dengan batuan beku. Fosil. Bidang perlapisan dapat terbentuk oleh adanya perubahan ukuran butir atau komposisi mineral. Kenampakan lain pada batuan sedimen juga dapat menunjukan kondisi lingkungan masa lampau. dataran pasangsurut dan cekungan di daerah gurun. Ketebalan perlapisan batuan sedimen bervariasi sangat tipis hingga beberapa puluh meter. konglomerat menunjukan kondisi energi tinggi seperti pada aliran yang kuat. Mudcrack (rekah kerut) menunjukan bahwa kondisi lingkungan dimana batuan sedimen terbentuk pada kondisi yang berubah-ubah antara basah dan kering. yang merupakan permukaan pembatas. terutama untuk mengetahui paleoenvironment. Tetapi keduanya dapat dibedakan dengan mudah. KENAMPAKAN BATUAN SEDIMEN Seperti telah diuraikan sebelumnya. batuan sedimen sangat penting untuk menceritakan sejarah bumi ini. Pada umumnya bidang perlapisan menunjukan akhir dari suatu pengendapan dan awal dari pengendapan berikutnya. Fosil penting digunakan untuk mengetahui kondisi geologi dimasa lampau. karena mineral yang menyusun batuan sedimen nonklatik berbeda dengan mineral yang menyusun batuan beku. Tiap lapisan akan mencatat tentang kondisi lingkungan pada waktu sedimen tersebut diendapkan. . dimana butiran fragmen yang berukuran kasar yang dapat diendapkan. Perlapisan batuan sedimen dipisahkan oleh bidang perlapisan (bedding planes). Selain itu fosil dapat digunakan untuk mengkorelasikan batuan yang berumur sama yang dijumpai pada tempat yang berbeda.

akibatnya air tanah menjadi kaya akan karbon dioksida. 4. Bila air tanah tersebut masuk ke dalam sebuah gua maka karbon akan larut dalam air dan menyebabkan terbentuknya kenampakan seperti stalaktit dan stalagmit. Karbonat mempunyai keistimewaan dalam cara terbentuknya. 2.BATUAN SEDIMEN KARBONAT Batuan karbonat adalah semua batuan yang terdiri dari garam karbonat. 3. praktis tidak ada sebagai detritus daratan. Bertambahnya salinitas biasanya akibat dari penguapan dan dapat menambah jumlah kalsium sebanding dengan jumlah ion karbon. Ada 5 (lima) mekanisme penting yang dapat menerangkan bagaimana terjadinya pengendapan CaCO3 dan bertambahnya CO2 yang dapat terlarut dalam air (Blatt. Bertambahnya suhu dan penguapan. Perubahan tekanan. 5. selanjutnya air hujan tersebut masuk dan melewati zona tanah dengan tekanan karbon dioksida lebih besar dibandingkan di atmosfir. Penambahan salinitas. Dalam prakteknya adalah terutama batugamping dan dolomit. jarang didapatkan pada daerah dingin dekat kutub atau pada daerah laut dalam. 1. Pergerakan air. sehingga dengan bertambahnya salinitas akan menyebabkan karbon dioksida terbebas. hanya sedikit yang dapat larut dalam air panas dan hal ini yang menyebabkan mengapa batuan karbonat terbentuk hanya pada laut di daerah tropis dan subtropis. Air hujan mengandung sejumlah karbon dioksida mengikat jumlah udara yang banyak. . Dari semua gas yang ada. yaitu hanya dari larutan. Hal lain adalah terbentuknya tekstur klastik pada batuan karbonat sebagai fragmentasi atau pembentukan sekunder (contoh : oolith). Alga dan koral mempunyai proses yang berbeda satu sama lain namun saling membutuhkan dimana alga menghirup karbon dioksida dan akan mengeluarkan oksigen selama berlangsungnya proses fotosintesa. Karbon dioksida kurang larut dalam air garam bila dibandingkan dengan daya larutnya dalam air tawar. Aktivitas organik. sedangkan koral menghirup O2 dan akan mengeluarkan CO2. dan pengendapannya menyerupai detritus. tetapi yang penting adalah turut sertanya organisme di dalam batuan karbonat. Pembentukan batuan karbonat secara kimia. Bergerak air yang disebabkan oleh angin atau badai akan mengakibatkan kalsium dari organisme pembentuk karang dan lumpur karbonat bergerak berpindah ke atas permukaan air. 1982).