BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah Pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat dan pesat membawa

pengaruh yang sangat besar terhadap kebutuhan masyarakat akan perumahan. Di mana rumah adalah suatu kebutuhan primer manusia, karena rumah merupakan sarana untuk berteduh, berlindung dan beristirahat. Rumah juga sebagai tempat berbagi suka dan duka serta membina rumah tangga bagi suatu keluarga. Kondisi ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan pengembang, untuk mengembangkan bisnis mereka dalam hal penyediaan sarana pemukiman bagi masyarakat seperti perumahan, apartemen, kondominium, dan lain sebagainya. Sebagai suatu organisasi, maka perusahaan yang bergerak dalam bidang real estate dalam menjalankan usahanya memerlukan suatu sistem informasi untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Akuntansi sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengumpulkan dan

mengkomunikasikan informasi ekonomi kesuatu badan usaha kepada beragam pihak, baik pihak intern maupun pihak ekstern. Informasi akuntansi merupakan data keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan untuk dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang tepat. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa data-data akuntansi memberikan bantuan khususnya pada pihak intern, untuk

1

menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, selain itu data-data akuntansi memberikan informasi yang tepat untuk menilai pengakuan pendapatan, menghitung biaya proyek, harga pokok proyek dan lain sebagainya. Tujuan utama akuntansi keuangan adalah membuat laporan yang didalamnya harus menyajikan informasi yang berguna bagi pihak intern maupun pihak ekstern perusahaan. Hal ini menuntut setiap manajemen untuk memajukan usaha dan menjaga kelangsungan usahanya. Untuk masalah yang berhubungan dengan keuangan (akuntansi) perusahaan khususnya pada perusahaan yang bergerak pada bidang real estate biasanya menggunakan cara-cara atau prinsipnya masing-masing yang sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan tersebut dengan berpegang terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum. Perusahaan pengembang adalah perusahaan yang melakukan aktivitas pengembangan real estate. Perusahaan ini memperoleh tanah dan kemudian dibangun perumahan untuk dijual atau disewakan baik secara tunai maupun kredit. Untuk memperoleh informasi yang wajar dari suatu perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan real estate, maka perlakuan akuntansi harus mengacu kepada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 44. Pernyatan dalam PSAK No.44 ini diterapkan untuk perusahaan yang melakukan aktivitas pengembangan real estate, walaupun aktivitas

pengembangan real estate tersebut bukan aktivitas utama perusahaan.

2

Aktivitas pengembangan real estate adalah kegiatan perolehan tanah untuk kemudian dibangun perumahan dan/atau bangunan komersial atau bangunan industri. Bangunan tersebut dimaksudkan untuk dijual atau disewakan,

sebagai suatu kesatuan atau dengan eceran (retail). Aktivitas pengembangan real estate juga mencakup perolehan kavlingan tanah untuk dijual tanpa bangunan. Ruang lingkup akuntansi aktivitas pembangunan real estate yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: pendapatan dan klasifikasi biaya pengembangan proyek real estate. Pengakuan pendapatan menurut PSAK No.44 berhubungan dengan waktu perusahaan tersebut dapat mengakui pendapatannya dan cara pengukuran pendapatan yang diperoleh tersebut secara wajar. Pada saat pendapatan diakui sebagai uang muka, maka piutang dari transaksi unit real estate tidak diakui dan harga jual dianggap akan tertagih apabila jumlah pembayaran oleh pembeli setidaknya mencapai 20 % dari harga jual dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali. Penjual dianggap telah mengalihkan kepada pembeli seluruh resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan apabila penjual tidak lagi terlibat dengan unit bangunan yang dijual. Dalam biaya – biaya pengembangan proyek real estate baik biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estate dan biaya proyek tidak langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estate, dialokasikan atau dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estate. Biaya yang tidak jelas hubungannya dengan suatu proyek real estate, Seperti

3

44 tentang akuntansi aktivitas pengembangan real estate pada perusahaan. Perusahaan mencatat pembayaran uang muka dari pembeli dengan mendebet kas yang diterima dan mengkredit pendapatan. antara lain: Pertama. Sedangkan pendapatan lain-lain berasal dari penjualan akibat kelebihan tanah masingmasing type rumah tersebut yang harga per meternya disesuaikan dengan harga jual yang ditetapkan perusahaan. Sinar Mulya Sejahtera (SMS) merupakan salah satu perusahaan developer yang bergerak dibidang real estate. biaya perolehan tanah. biaya yang dapat dikelompokkan pada aktivitas pengembangan real estate dan biaya pengembangan. Dari data-data tersebut ditemukan beberapa penyimpangan dalam penerapan PSAK No. Perusahaan langsung mencatat atau mengakui pendapatan saat menerima pembayaran uang muka dari pembeli. dalam hal pengakuan pendapatan. dimana uang muka 4 . PT. Perusahaan membangun dan menjual rumah dengan type RS38/120 (A) dan RS45/140 (B). Pendapatan utama dari perusahaan ini adalah pendapatan dari hasil penjualan rumah berdasarkan masing-masing jenis type rumah yang dibangun.biaya umum dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya biayabiaya aktivitas pengembangan real estate yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estate adalah biaya praperolehan tanah (preacquition cost). biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek. Berikut ini adalah daftar harga jual dan perkiraan angsuran perbulan perumahan Puti Bidadari type 38/120 dan type 45/140.

dari konsumen yaitu sebesar 20 % dari total harga jual dan total angsuran perbulan yang akan dibayar oleh konsumen didasarkan dari ketentuan suku bunga yang berlaku. 24.000 5 .000. 10.000 Rp 2.752 Rp 1.000.000.000 Pada saat penerimaan pembayaran uang muka tahap I.863.000 = Rp.792.000. 10. 10.000.000.10 Tahun .000.000.1 Daftar harga jual dan lama angsuran pembelian perumahan Puti Bidadari pada PT.5 Tahun .I.558 Rp 1.15 Tahun Perumahan Puti Bidadari Type RS 38/120 Rp 120.598. 7. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel.490.000 Rp 1.000 Rp 30. uang muka yang harus dibayar adalah Rp.233.000 Rp 2.050 Sumber: PT.000.Snar Mulya Sejahtera Misalnya. 7.000 Rp.000 = Rp.278.000 Rp 24.472 Type RS 45/140 Rp 150.000. Sinar Mulya Sejahtera Keterangan Harga Jual Uang Muka (DP) Angsuran: . perusahaan mencatat : Kas Pendapatan Rp. uang muka ini dapat diangsur sebanyak 3 kali dengan rincian pembayaran uang muka : Tahap 1 Tahap II Tahap III = Rp. untuk rumah Type RS38/120 (A).197 Rp 1.000.

44 paragraf 06 huruf (d). SMS menggunakan metode akrual penuh (full accrual method) atau langsung mengakui pendapatan pada saat penerimaan pembayaran uang muka dari konsumen. pada saat penerimaan pembayaran uang muka. maka sesuai dengan PSAK No.44 paragraf 13. perusahaan belum menyelesaikan pembangunan rumah dan belum menyerahkan rumah tersebut kepada konsumen untuk ditempati. Oleh karena itu. diketahui bahwa PT. Sedangkan pada saat penerimaan uang muka. Apabila penggunaan metode akrual penuh belum dapat dipenuhi oleh perusahaan. pendapatan penjualan bangunan rumah. ruko dan pembangunan sejenis lainnya beserta kavling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila penjual telah mengendalikan resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut (IAI. 2007:44.Dari pencatatan di atas.3). perusahaan masih berkewajiban atau terlebih secara signifikan dengan rumah yang dibeli. Menurut PSAK No. Dengan kata lain perusahaan masih harus menyelesaikan pembangunan rumah sesuai dengan perjanjian. penggunaan metode akrual penuh (full acrual method) atau langsung mengakui pendapatan pada saat penerimaan uang muka belum dapat diterapkan oleh perusahaan. Sementara itu. pengakuan pendapatan ditangguhkan dan transaksi penjualan diakui dengan metode deposit (deposit method) sampai seluruh kriteria untuk menggunakan metode 6 .

PT.57.837. 2. Tanah dan bangunan Bangunan dalam kontruksi Tanah yang sedang dikembangkan . sedangkan piutang dari transaksi penjualan unit real estate juga tidak boleh diakui sampai perusahaan memenuhi seluruh kriteria untuk dapat menggunakan metode akrual penuh (full accrual method). perusahaan tidak boleh mengakui pendapatan atas transaksi penjualan unit real estate. Akibat dari kesalahan pencatatan tersebut. Kedua . aktiva real estate disajikan sebagai bagian dari aktiva lancar dan menurut PSAK No. 3. 7 .265. 459. jenis. Bangunan dalam kontruksi dalam hal ini merupakan rumah yang masih dalam proses pengerjaan dan ini sama halnya dengan tanah. Menurut PSAK 44 No. Dalam penerapan metode deposit . Penerimaan pembayaran uang muka dari pembeli harus dicatat sebagai uang muka. pendapatan disajikan terlalu besar sehingga laba kotor menjadi lebih besar. SMS mengelompokkan bangunan dalam kontruksi kedalam aktiva lainnya yaitu sebesar Rp.jenis aktiva perusahaan yang diungkapkan secara terpisah dalam catatan atas laporan keuanngan : 1. gedung dan seharusnya diakui sebagai aktiva tetap perusahaan.akrual penuh terpenuhi. dalam penyajian neraca perusahaan yang melakukan aktivitas pengembangan real estate tetapi aktivitas pengembangan real estate tersebut bukan aktivitas utama perusahaan.44 paragraf 58. maka pada laporan laba rugi pendapatan dari penjualan rumah disajikan terlalu besar dari pada harga pokok pendapatan.

Ketiga,

PT.SMS

mengelompokkan

biaya

perizinan

sebesar

Rp.98.450.000 kedalam biaya operasional perusahaan. Sedangkan, biaya ini erat kaitannya dengan pelaksanaan proyek real estate (perumahan). Biaya perizinan ini merupakan biaya untuk pengurusan izin perolehan tanah dan sertifikat tanah serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Menurut PSAK

No.44 paragraf 37, biaya yang berhubungan langsung dengan aktifitas pengembangan real estate dan biaya proyek tidak langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estate dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estate. Biaya yang tidak jelas hubungannya dengan suatu proyek real estate, seperti biaya umum dan administrasi , diakui sebagai biaya beban pada saat terjadinya. Dari uraian diatas, diketahui bahwa perusahaan belum sepenuhnya menerapkan PSAK No.44 dalam mengelompokkan biaya yang termasuk kedalam biaya proyek pengembangan real estate dan biaya yang termasuk ke dalam biaya operasional, sehingga jumlah biaya operasional menjadi besar dari yang seharusnya dan harga pokok pendapatan menjadi lebih kecil dari yang seharusnya. Akibatnya, laporan keuangan yang disajikan perusahaan dapat menyesatkan pembaca atau pengguna laporan keuangan tersebut karena total harga pokok penjualan disajikan terlalu kecil dan laba kotor menjadi terlalu besar. Akibat lainnya, laporan keuangan kurang berperan dalam pengambilan keputusan. Penentuan harga pokok yang kecil mengakibatkan pula penentuan harga jual menjadi kecil.

8

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian lebih lanjut dengan judul : “ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI REAL ESTATE (PSAK NO. 44) PADA PT. SINAR MULYA SEJAHTERA.”

1.2.

Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah Penerapan Akuntansi Real Estate pada PT. Sinar Mulya Sejahtera Pekanbaru sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 44?

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Penerapan Akuntansi Real Estate pada PT. Sinar Mulya Sejahtera sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N0.44.

1.3.2. Manfaat Penelitian Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: a. Menambah pengetahuan penulis mengenai penerapan

akuntansi real estate (PSAK No.44) pada suatu perusahaan dan

9

untuk menambah wawasan penulis dalam bidang akuntansi, khususya mengenai akuntansi real estate.
b.

Sebagai bahan informasi dan masukan bagi perusahaan

real estate agar sistem akuntansi real estate pada perusahaan dapat disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan. c. Sebagai bahan acuan atau pedoman bagi peneliti berikutnya

yang akan melaksanakan penelitian dan pembahasan terhadap masalah yang sama. d. Sebagai sarat untuk memenuhi tugas akhir untuk

mendapatkan gelar sarjana S1.

1.4.

Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pengertian dan pemahaman dari penulisan

ini, maka penulis membaginya kedalam lima bab, dimana antara bab satu dengan bab lain saling berhubungan, yakni sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitiaan, metode penelitian dan sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORITIS Bab ini merupakan telaah pustaka yang meliputi pengertian pendapatan, pengakuan dan pengukuran pendapatan,

10

BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil – hasil penelitian dan pembahasan mengenai akuntansi real estate pada PT. serta saran bagi perusahaan.pengakuan pendapatan menurut PSAK No. pengertian biaya. metode penelitian. dimana bab ini terdiri dari lokasi penelitian. struktur organisasi. BAB VI : PENUTUP Bab ini merupakan penutup yang berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan. Sinar Mulya Sejahtera . BAB IV : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini membahas tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah singkat perusahaan. Pekanbaru. teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang diperlukan.dan aktivitas perusahaan.44. 11 . jenis dan sumber data yang di gunakan. dan unsur-unsur biaya pengembangan real estate. BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini merupakan acuan bagi penulis dalam melakukan penelitian.

2. 2.44 paragraf 13.1.3).44 paragraf 06 huruf (d) .BAB II LANDASAN TEORITIS 2. Metode Deposit (Deposit Methot) Sesuai dengan PSAK No. Dalam penerapan metode deposit . 2004:44. pengakuan pendapatan ditangguhkan dan transaksi penjualan diakui dengan metode deposit (deposit method) sampai seluruh kriteria untuk menggunakan metode akrual penuh terpenuhi. pendapatan penjualan bangunan rumah. ruko dan pembangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila penjual telah mengendalikan resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjualan tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut (IAI. perusahaan tidak boleh mengakui pendapatan atas transaksi penjualan unit real estate. Pengertian Metode Akrual Penuh (Full Accrual Method) Menurut PSAK No. 12 .

Menurut Lapoliwa dan Kuswadi (2000:2) akuntansi adalah Seni pencatatan. pengklasifikasian.3. berikut diuraikan pengertian akuntansi dan tujuan serta kegunaan Sistem Informasi Akuntansi. Sistem Informasi Akuntansi menyangkut semua kegiatan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. investor. kreditor maupun pihak pemerintah. Sehubungan dengan itu. 2. Seperti manajemen. sedangkan piutang dari transaksi penjualan unit real estate juga tidak boleh diakui sampai perusahaan memenuhi seluruh kriteria untuk dapat menggunakan metode akrual penuh (full accrual method). dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak- 13 . Pengertian Akuntansi Dan Lingkungan Akuntansi adalah bahasa perusahaan dan merupakan sistem informasi penting dalam pengambilan keputusan dibidang keuangan oleh pihak yang berkepentingan.Penerimaan pembayaran uang muka dari pembeli harus dicatat sebagai uang muka. Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang bertujuan untuk menghasilkan suatu informasi keuangan untuk pihak intern maupun ekstern sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

dan Warren (1999:9) adalah: “Sistem informasi yang memberikan informasi yang esensial mengenai aktivitas keuangan suatu kesatuan kepada berbagai pribadi atau kelompok 14 . akuntansi merupakan kumpulan prosedurmengklasifikasikan. Secara lebih tekhnis. memproses informasi tersebut kedalam bentuk laporan-laporan. transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan perusahaan dan akhirnya menginterprestasikan laporan tersebut. Laporan keuangan adalah dokumen-dokumen yang melaporkan kegiatan bisnis pribadi atau organisasi kedalam satuan moneter. dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan. prosedur untuk mencatat. mengikhtisarkan. Menurut Harahap (2004:2) akuntansi adalah : merupakan bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi bisnis dan hasil usahanya pada suatu waktu atau periode tertentu.tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterprestasian hasil dari pencatatan tersebut. Harisson (2000:3) pengertian akuntansi adalah: Suatu sistem akuntansi yang mengukur aktivitas-aktivitas bisnis. dan melaporkan dalam bentuk laporan keuangan. Akuntansi menurut Niswonger. Fress. Menurut Mulyadi (2000:4) akuntansi adalah :“Proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan dan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan” Menurut Horngern.

Aktivitas pembangunan real estate juga mencakup perolehan kapling tanah untuk dijual tanpa bangunan.” Sedangkan pengertian akuntansi aktivitas pengembangan real estate menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:44. investor.untuk digunakan dalam membuat pertimbangan dan keputusan yang terinformasi. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa informasi yang berbeda. instansi perpajakan dan pemakai lainnya. Pemakai laporan keuangan meliputi masyarakat. sebagai satu kesatuan atau secara eceran (retail). Perusahaan pengembangan adalah perusahaan yang melakukan aktivitas pengembangan real estate. mengevaluasi prospek pekerjaan. pemerintah. kalangan bisnis. kebutuhan 15 . Masyarakat menggunakan informasi akuntasi dalam peristiwa sehari-hari misalnya dalam mengatur rekening bank mereka. perusahaan ini memperoleh tanah dan kemudian dibangun perumahan yang dimaksudkan untuk dijual atau disewakan kepada pihak lain. Bangunan tersebut dimaksudkan untuk dijual atau disewakan.1) adalah: Kegiatan perolehan tanah kemudian dibangun perumahan dan atau bangunan komersial dan atau bangunan industri. Bangunan tersebut dijual secara tunai maupun kredit. Beberapa kebutuhan meliputi : Masyarakat. melakukan evaluasi untuk investasi atau dalam memutuskan akan menyewakan atau membeli sebuah rumah.

16 . Investor yang potensial akan mengevaluasi kemungkinan hasil yang akan mereka terima dari investasi tersebut. Informasi keuangan tersebut akan diperoleh atau disusun dari akuntansi perusahaan. seperti informasi keuangan kepada pemegang saham publik. mengevaluasi kemajuan mereka dalam mencapai tujuan tersebut. dan mengambil tindakan perbaikan apabila diperlukan. Badan-badan pemerintah. Sebagian besar organisasi terkena peraturan pemerintah. Ini berarti mereka harus menganalisa laporan keuangan perusahan dan juga memperhatikan perkembangannya. banyaknya persediaan barang dagang yang disimpan dan beberapa banyak uang kas yang harus dipinjam dan lain-lain. Para menejer perusahaan menggunakan informasi akuntansi untuk menetapkan tujuan organisasi mereka. Keputusankeputusan yang didasarkan atas informasi akuntansi diantaranya menetapkan peralatan atau gedung yang dibeli. Investor dan para penyedia modal menyediakan uang yang di butuhkan oleh pengusaha untuk memulai operasinya. Untuk memutuskan apakah investasi akan membantu suatu usaha baru. misalnya perusahaan yang menjual saham di bursa efek di haruskan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk mengungkapkan informasi tertentu.- Kalangan bisnis.

Jumlah pajak yang dikenakan dihitung dengan menggunakan informasi akuntansi. Perusahaan menentukan pajak pertambahan nilai berdasarkan atas catatan akuntansi mereka menunjukkan besarnya penjualan. Praktek akuntansi bersandar pada aturan – aturan tertentu. Standar Akuntansi 17 .- Instansi Perpajakan. Prinsip akuntansi yang berlaku umum tidak hanya berisi tentang prinsip tetapi juga tentang konsep dan metode yang menunjukan bagaimana cara yang tepat untuk menghasilkan informasi akuntansi. Pemerintah memungut pajak dari perorangan dan badan usaha. Prinsip akuntansi yang berlaku umum sangat mirip dengan hukum peraturan yaitu himpunan hukum atau peraturan yang mengatur tingkah laku atau perbuatan manusia dengan suatu cara yang dapat diterima secara luas oleh masyarakat. Hukum yang mengatur bagaimana mengukur atau menilai. Perhitungan pajak penghasilan individu dan perusahaan didasarkan atas catatan pendapatan mereka yang diperoleh dari sistem akuntansi. Penentuan upah para pekerja dan buruh didasarkan atas informasi akuntansi yang menunjukan pendapatan majikan mereka. serikat Para pemakai lainnya. mengolah dan mengkomunikasikan informasi akuntansi diatur di dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yaitu di dalam Standar Akuntansi Keuangan dan berisi tentang prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kelompok-kelompok konsumen dan masyarakat biasa juga tertarik pada jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.

sehingga catatan dan laporan tersebut akan menjadi akurat dan berguna. setiap akuntansi harus membuat satu garis batas atau pemisah yang jelas disekelilingnya agar tidak mencampur kejadiankejadian yang dialami oleh entitas-entitas lainnya. 2) Prinsip Keandalan Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan atas data yang tersedia yang paling dapat diandalkan. Agar informasi tersebut dapat berguna maka ia haruslah relevan. Akuntansi berusaha memenuhi tujuan-tujuan ini dalam informasi yang dihasilkannya. dapat diandalkan dan dibandingkan. Dari sudut pandang akuntansi. Konsep dan prinsip yang berlaku dalam akuntansi yaitu: 1) Konsep Entitas Suatu entitas akuntansi adalah suatu organisasi atau suatu bagian dari organisasi yang terpisah dari organisasi lainnya dan individu-individu lainnya yang merupakan satuan unit ekonomi yang terpisah. 3) Prinsip Biaya 18 . Tujuan dari pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna untuk keputusan penanam modal atau investasi dan pinjam.Keuangan dibuat berdasarkan kerangka pemikiran konseptual oleh komite Prinsip Akuntansi Indonesia dari Ikatan Akuntan Indonesia.

maka menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) perusahaan harus menunjukkan nilai-nilai yang telah disesuaikan dengan inflasi tersebut dalam laporan-laporannya. yang menyatakan suatu entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tidak dapat ditetapkan atau diramalkan dimasa depan. prinsip dasar akuntansi terdiri dari: a) Prinsip Biaya b) Prinsip Pendapatan c) Prinsip Penyesuaian 19 . Jika terjadi. Menurut Sofyan Syafri Harahap (2004: 38).Prinsip biaya menyatakan bahwa aktiva dan jasa yang diperoleh harus dicatat menurut harga aktualnya atau juga disebut dengan nilai historis. Para akuntan telah menetapkan cara-cara jika inflasi tersebut harus diperhitungkan. 5) Konsep Satuan Moneter Asumsi bahwa daya beli dari rupiah secara relatif adalah stabil. Konsep satuan moneter ini adalah sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi dalam catatan akuntansi. Sehingga kita dapat mengurangkan atau menambahkan nilai-nilai rupiah yang tercatat seolah-olah rupiah tersebut memiliki daya beli yang sama. 4) Konsep Kesinambungan Sebab lain mengapa aktiva harus dicatat menurut harga perolehannya adalah karena adanya suatu konsep kesinambungan.

5) mengemukakan sebagai berikut: Aktivitas pengembangan real estate adalah kegiatan perolehan tanah untuk kemudian dibangun perumahan dan atau bangunan komersial dan atau bangunan industri. Bangunan tersebut dimaksudkan untuk dijual atau disewakan.4. sebagai satu kesatuan atau secara eceran (retail). Aktivitas pengembangan real estate juga mencakup perolehan kapling tanah untuk dijual tanpa bangunan. Menurut terminology hukum pada beberapa yuridiksi adalah merupakan suatu barang tidak bergerak yang mencakup tanah beserta segala sesuatu yang berada diatasnya.wikipedia. misalnya bangunan.d) Prinsip Objektifitas e) Prinsip Keseragaman f) Prinsip Pernyataan g) Prinsip Berlawanan h) Prinsip Keberaturan i) Prinsip Keseragaman dan Bisa Diperbandingkan 2.org/wiki/Real Estate). 20 . Property dalam bahasa asing sering juga disebut real property yang terkadang disebut juga realty. Pengertian Aktivitas Pengembangan Real Estate Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:44. (http://id. Di Indonesia istilah real estate lebih digunakan untuk menunjukkan suatu wilayah perumahan yang dikembangkan oleh perusahaan pengembang perumahan. tanaman dan lain-lain.

(http://wordpresss. karena pendapatan berpengaruh langsung terhadap laba yang diharapakan untuk menjamin kontinuitas perusahaan laba merupakan indikator prestasi suatu kesatuan ekonomi dalan suatu periode tertentu. Untuk mengetahui pengertian yang jelas tentang pendapatan. berikut ini dikutip beberapa defenisi dari beberapa ahli. karena pada essensinya. Tidak hanya berupa kepemilikan hunian mewah. Ikatan Akuntan Indonesia (2007:23. Pengakuan dan Pengukuran pendapatan 1. real estate adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya. Jadi pada prisipnya real estate adalah ‘ kepemilikan’ atau hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang didalamnya. 2. Sebagai salah satu bentuk aset.com/27/10/30/mengelola-investasi-real-estate).5. Pengertian Pendapatan Pendapat merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam suatu perusahaan. dimana besarnya laba tergambar pada selisih antara pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa dengan biayabiaya yang telah dikeluarkan. real estate telah mengalami perkembangan seiring dengan munculnya berbagai tekhnologi dan informasi yang terjadi diseluruh penjuru dunia. Perwujutan real estate.Real Estate merupakan salah satu bentuk dari aset.6) mengemukakan sebagai berikut: 21 .

Sedangkan Hendriksen (1999:163) mengemukakan defenisi pendapatan secara tradisional.Kieso dan Jerry J weigandt. penyediaan jasa. atau aktivitas lain yang merupakan operasi sentral perusahaan. Menurut Accounting Triminologi Buletin No. 2 yang dikutip oleh Belkauoi (2001:4) pengertian pendapatan adalah: “Pendapatan adalah hasil penjualan barang-barang dan jasa yang diukur berdasarkan jumlah yang dibebankan kepada pembeli-pembeli. Secara tradisional pendapatan merupakan arus masuk aktiva atau aktiva bersih kedalam perusahaan sebagai hasil penjualan barang dan jasa. yaitu sebagai berikut. (2002:48) adalah sebagai berikut: Arus masuk atau peningkatan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban (kombinasi dari biaya) selama satu periode dan pengiriman atau produksi barang. klien-klien. Perusahaan dikatakan mendapat keuntungan jika kenaikan aktiva lebih besar dari pada pengurangan aktiva tercerminlah dalam benda-benda yang di implementasikan dengan pendapatan yang diterima perusahaan. atau penyewa-penyewa untuk barang dan jasa yang diserahkan 22 . Menurut Donal E.Pendapatan adalah arus masuk kas bruto dari manfaat ekonomis yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode apabila arus kas masuk tersebut mengakibatkan kenaikan jumlah ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Arus masuk sumber daya kedalam suatu perusahaan dalam suatu periode dari penjualan barang atau hasil penjualan jasa. berasal dari pemasukan modal. penerbitan saham atau pinjaman. uang tidak berasal dari pemasukan modal dan penyelesaian modal. Sumber daya pada umumnya dalam bentuk kas. penyerahan jasa atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha. Dalam pengertian pendapatan termasuk keuntungankeuntungan dari penjualan atau pertukaran aset-aset (selain barang-barang yang diperdagangkan) bunga deviden sebagai hasil investasi. Di dalam literatur akuntansi. ada dua pendekatan terhadap sifat atau karakteristik pendapatan. Pendekatan yang pertama memusatkan pada arus masuk dari pada aset yang ditimbulkan kegiatan operasional perusahaan ( Inflow of Net Asset ). Baridwan (2001: 30) menjelaskan pendapatan (revenue) adalah: Aliran masuk atau kenaikan masuk aktiva suatu badan usaha atau pelunasan hubungannya (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang. Financial Accounting Standar Board adalah statement of financial accounting 23 . Dan pendekatan yang kedua memusatkan perhatian pada penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan dan ditransfer kepada konsumen atau produsen lainnya ( Out Flow Good and Service).kepada mereka. Pendapatan tidak mencakup sumber daya yang diterima dari sumber lain dan operasi seperti penjualaan aktiva tetap. wesel tagih piutang.” Sedangkan menurut Estess (1999:71) pendapatan adalah.

sebagai berikut: Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi berikut: 1) Penjualan barang 2) Penjualan jasa 24 . tetapi bukan merupakan penambahan modal baru dari pada pemilikannya dan bukan merupakan aset yang dsebabkan bertambahnya kewajiban. Penjualan jasa atau sumber-sumber lain selain dari investasi atau penambahan modal pemilik.concept yang dikutip dari Jay M. maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan suatu penambahan aset yang mengakibatkan pertambahan kekayaan pemilik. penyerahan jasa-jasa atau pelaksanaan aktivitas-aktivitas lainnya yang membentuk operasi-operasi utama atau sentral yang berlanjut dari satuan usaha tersebut. Hal ini dinyatakan oleh Ikatan Akuntan Publik. Pendapatan yang diperoleh oleh suatu perusahaan merupakan dasar dalam perhitungan laba dan pada umumnya bersumber dari transaksi penjualan barang. Dimana pendapatan sebagai arus masuk atau kenaikan – kenaikan lainnya dari nilai harta suatu satuan untuk menghentikan hutang-hutang (atau kombinasi dari keduannya) dalam suatu periode barang-barang. Berdasarkan pengertian di atas. Smith K Fred Skounsen yang menekankan pada pendekatan In Flow if Net Asset .

2) Royalti pembebanan untuk penggunaan aktiva jangka panjang perusahaan. Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007:23. yaitu: 1) Berfokus pada arus masuk aktiva sebagai hasil kegiatan operasi perusahaan. misalnnya paten. Pengertian dari unsur-unsur pendapatan yang bersumber dari penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak lain adalah: 1) Bunga pembebanan untuk penggunaan kas atau setara kas atau jumlah terhutang kepada perusahaan. Dalam akuntansi terdapat dua pendekatan konsep pendapatan. dan deviden.3) Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga. dasar pengakuan pendapatan atas bunga. dan lain-lain. Penjualan barang meliputi semua penjualan barang tersebut diproduksi sendiri oleh perusahaan ataupun yang berasal dari pembelian barang dagangan dari pihak luar perusahaan. royalty dan deviden adalah : 25 . hak cipta . royalty. merek dagang. 2) Berfokus pada penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan serta penyaluran kepada konsumen atau produsen lainnya.9). 3) Deviden distribusi laba kepada pemegang investasi sesuai dengan proporsi mereka dari jenis modal tertentu.

Pengakuan pendapatan dari penjualan barang dapat dilakukan apabila jumlah pendapatan tersebut telah dapat diukur dengan andal. Kondisi dimana pengawasan atas barang belum dapat diakui. penjualan jasa atau sumber-sumber lain dari investasi atau penambahan modal dari pemilik. Penjelasan Standar Akuntansi Keuangan selanjutnya menyebutkan bahwa pemindahan resiko dan manfaat kepemilikan bersamaan waktu dengan pemindahan hak milik atas barang. Hal ini dinyatakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (20047:23.1) Bunga harus diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aktiva tersebut. seperti yang terjadi pada pedagang eceran. 2) Royalty harus diakui atas dasar akrual sesuai dengan subtansi perjanjian yang relevan.4) bahwa pendapatan timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi berikut ini : 1) Penjualan barang. 26 . Adanya ketidak pastian jumlah pendapatan dapat menangguhkan waktu pendapatan tersebut diakui. Namun demikian dapat saja terjadi pemindahan tersebut berbeda waktunya. 3) Dalam metode biaya (cost method) deviden tunai harus diakui bila hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan. Pendapatan yang diperoleh suatu perusahaan merupakan dasar dalam perhitungan laba pada umumnya bersumber dari transaksi penjualan barang.

Penjualan barang meliputi semua penjaualan barang . 3) Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga. Akan tetapi. Semua potongan-potongan.2) Penjualan jasa. Untuk mengukur dasar ekuivalen kas atau nilai sekarang dari tagihan yang diharapkan akan diterima dari transaksi penjualan. royalti dan deviden. Untuk mengetahui besarnya laba yang tepat adalah pada saat perusahaan tersebut dilikuidasi atau dibubarkan karena pada saat itulah pendapatan dan biaya-biaya dapat diukur dengan tepat. Pengertian dari unsur-unsur pendapatan yang bersumber perusahaan oleh pihak lain adalah: dari penggunaan aktiva 2. pengurangan lain-lain dan semua retur penjualan yang telah dilakukan oleh langganan tersebut dikurangi dari pendapatan. guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan dari berbagai pihak maka laba/rugi harus diukur secara periodik yang biasanya sekali dalam setahun. baik barang tersebut diproduksi sendiri oleh perusahaan ataupun yang berasal dari pembelian barang dagangan dari pihak luar perusahaan. Pengukuran Pendapatan Cara terbaik yang digunakan dalam pengukuran pendapatan adalah pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. 27 .

tidak terbayarnya piutang dan biaya-biaya setalah penjualan lainnya. yaitu: 1) Potongan tunai (cash discount) dan setiap pengurangan dalam harga yang tepat.Suwarjono (1999:168) jumlah pendapatan yang diukur dengan jumlah rupiah penjualan hendaknya disesuaikan dengan periodik menjadi jumlah rupiah yang dapat direalisasi dengan cara mencadangkan pengurangan-pengurangan yang selayaknya untuk pengembalian barang atau (return). nilai pertukaran (Exchange Value) ditetapkan sama dengan nilai pasar yang wajar dari penggantian yang diberikan atau diterima. seperti kerugian piutang tak tertagih merupakan penyesuaian yang diperlukan untuk menghitung ekuivalen kas netto harus dikurangkan ketika menghitung pendapatan (interprestasi dari kerugian piutang tak tertagih harus dianggap sebagai biaya). Sedangkan Ikatan Akuntan Indonesia (2007:23. Selanjutnya Belkaoui (2001:127) menjelaskan interprestasi utama yang timbul dari konsep pendapatan ini. mana yang lebih mudah dan jelas untuk dihitung. 28 .3) menjelaskan sebagai berikut : 1) Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. 2) Untuk transaksi bukan kas.

Pengakuan Pendapatan Berdasarkan Ketentuan PSAK No. pusat perbelanjaan dan bangunan sejenis lainnya serta unit dalam kepemilikan time sharing 5) Penjualan kapling tanah tanpa bangunan. dan bangunan sejenis lainnya beserta kavlingan tanahnya. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang di perbolehkan oleh perusahaan. Nilai wajar adalah suatu jumlah. 44 terdiri atas lima kategori pembahasan. yaitu : 1) Penjualan bangunan rumah. 44 Pengakuan pendapatan berdasarkan ketentuan PSAK No. apartemen. perkantoran. Berikut ini penjelasannya: 29 . 2) 3) Pengakuan laba bila metode akrual penuh tidak terpenuhi Keterlibatan penjual tanpa pengalihan resiko dan manfaat kepemilikan 4) Penjualan bangunan kondominium . ruko. untuk itu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) 3.2) Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakai aktiva tersebut.

(3) Bagian penjual tidak bersifat subordinasi dimasa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli. yaitu apabila pengikatan atau perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua belah pihak telah memenuhi persyaratan yang tercantum dalam pengikatan atau perjanjian jual beli agar pengikatan atau perjanjian tersebut berlaku. Tagihan penjual bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang diperoleh pembeli dimasa yang akan datang bila penjual mengizinkan pembeli untuk menggunakan aktiva real estate 30 . (2) Harga jual akan tertagih Harga jual dianggap telah tertagih apabila jumlah pembayaran oleh pembeli telah memadai.a) Penjualan bangunan rumah . yaitu apabila jumlah pembayaran oleh pembeli setidaknya telah mencapai 20 % dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali. ruko dan sejenis lainnya beserta kavling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi : (1) Proses penjualan telah selesai Proses penjualan dianggap telah selesai apabila pengikatan jual beli atau perjanjian jual beli telah berlaku.

44 pada paragraph 06. secara signifikan dengan unit Penjual dianggap telah mengalihkan kepada pembeli seluruh resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan apabila penjual tidak lagi terlibat dengan unit bangunan yang dijual dan unit bangunan tersebut telah siap ditempati atau digunakan. b) Pengakuan laba bila metode akrual penuh tidak terpenuhi (1) Apabila suatu transaksi real estate tidak memenuhi kriteria pengakuan laba dengan metode akrual penuh sebagaimana diatur dalam PSAK No. (4) Telah mengalihkan resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjuala tidak lagi berkewajiban atau terlibat bangunan tersebut. maka transaksi penjualan tersebut ditangguhkan dan transaksi tersebut diakui dengan metode deposit (deposit method) sampai seluruh kriteria penggunaan metode akrual penuh terpenuhi.yang dijualnya tersebut sebagai hipotik pertama dan tagihannya subordinasi hak penagih hipotik tersebut. (2) Penerapan metode deposit adalah sebagai berikut: 31 .

pusat perbelanjaan dan bangunan sejenis lainnya serta unit dalam kepemilikan time sharing. perkantoran. Dalam kondisi tersebut akuntansi yang digunakan untuk aktivitas pengembangan real estate adalah method). penerimaan pembayaran oleh pembeli diakui sebagai uang muka. walaupin kewajiban teresbut telah dialihkan kepembeli.(a) Penjual tidak mengakui pendapatan atas transaksi penjualan unit real estate. Dengan metode persentase penyelesaian jumlah pendapatan. c) Penjualan bangunan kondominium. Penyelesaian suatu aktivitas pengembangan real estate mencakup lebih dari satu periode akuntansi. (c) Unit real estate tersebut tetap dicatat sebagai aktiva penjualan. apartemen. beban dan pendapatan yang diakui pada setiap periode akuntansi ditentukan sesuai dengan tingkat (persentase) penyelesaian dari unit bangunan pengakuan pendapatan dengan dasar persentase metode persentase penyelesaian (percertage-copetion penyelesaian memberikan informasi yang berguna bagi pemakai 32 . (b) Piutang dari transaksi penjualan real estate tidak diakui. demikian juga dengan kewajiban terkait dengan unit real estate tersebut.

maka jumlah uang diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka (deposit) dengan 33 . (2) Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal. dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli. dan bangunan sejenis lainnya serta unit dalam kepemilikan time sharing. Pendapatan penjualan unit bangunan. diakui dengan metode persentase penyelesaian (percentage-of-completion method) apabila seluruh kriteria ini terpenuhi: Proses kontruksi telah melampaui tahap awal. apartemen. perkantoran pusat perbelanjaan. yaitu pondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi. (a) Apabila satu atau lebih kriteria yang tersebut pada paragraph 26 telah terpenuhi. penggunaan metode persentase penyelesaian menyebabkan perusahaan dapat membandingkan dengan lebih akurat pendapatan dengan beban untuk menghasilkan pendapatan tersebut. kondominium.laporan keuangan kerana jumlah pendapatan diakui secara profesional dengan jumlah beban untuk menghasilkan pendapatan tersebut. atau dengan kata lain. (1) Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20 %.

(b) Pendapatan penjualan unit bangunan kondominium. pusat perbelanjaan.metode deposit sebagaimana diatur dalam paragraph 14. perkantoran. dan apartemen. diakui dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method) pada saat pengikatan jual beli apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi: (1) Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan tidak dapat diminta kembali oleh pembeli. d) Penjualan kaplingan tanah tanpa bangunan Pendapatan penjualan kaplingan tanah tanpa bangunan. bangunan sejenis lainnya serta unit dalam kepemilikan time sharing yang telah selesai proses pembangunannya diakui dengan metode akrual. sampai seluruh kriteria terebut terpenuhi. prinsip kehati-hatian (prudence) harus diterapkan dalam melakukan estimasi atas pendapatan dan biaya. 34 . (2) Harga jual akan tertagih. Oleh karena itu. (c) Penerapan metode persentase penyelesaian dipengaruhi oleh resiko kesalahan dalam melakukan estimasi atas penyelesaian proyek.

Untuk pengakuan pendapatan kapllingan tanah dan bangunan.(3) Tagihan penjual tidak subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli dimasa yang akan datang. maka perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut didasarkan pada pengikatan jual beli yang pertama. kemudian pengikatan tersebut diubah menjadi pengikatan jual beli tanah saja atau sebaliknya. seperti kewajiban untuk mematangkan kapling tanah atau kewajiban untuk membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjkan oleh atau yang menjanjikan kewajiban penjual. (5) Hanya kapling tanah saja yang dijual. Kondisi keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan dapat dilihat dari persyaratan dalam pengikatan jual beli. tanpa kewajiban keterlibatan penjualan dalam pendirian bangunan diatas kapling tanah tersebut. sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kaplingan tanah yang dijual. (4) Proses pengembangan tanah telah selesai. kewajiban penjual untuk membangun fasilitas yang 35 . yaitu apakah penjual dipersyaratkan untuk terlibat atau bertanggung jawab atas pendirian bangunan. sesuai dengan pengikatan jual beli dan atau keuntungan peraturan perundang-undangan. Apabila sebelumnya telah terjadi pengikatan jual beli atas tanah dan bangunan atau tanah saja.

c. 2. antara lain mesin-mesin. Untuk lebih jelasnya akan dikemukakan beberapa defenisi aktiva tetap dari beberapa akuntan. Aktiva tetap berwujud. maka penjualan kaplingan tanah tanpa bangunan diakui dengan metode deposit. Nilainya cukup besar.lain. Digunakan dalam kegiatan perusahaan. antara lain: Soemarsono S. (1999) dalam buku yang berjudul Akuntansi Suatu Penghantar mendefenisikan aktiva tetap adalah aktiva yang: a. 36 .R. Jangka waktu pemakaiannya lama. taman bermain. Apabila kriteria pengakuan pendapatan penjualan kapling tanah tanpa bangunan dengan metode akrual penuh tidak terpenuhi. Secara umum aktiva tetap diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu: a. saluran drainase.dijanjikan atau kewajiban penjual dianggap terpenuhi apabila fasilitas-fasiltas pokok seperti (jalan penghubung. lahan atau tanah dan lain. musolla) telah selesai dibangun. gedung. b.4. peralatan kantor. Aktiva Tetap pada Perusahaan Real estate Aktiva tetap pada dasarnya memiliki pengertian yang sangat luas dan bervariasi namun tujuannya sama.

b. jenis. d. Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap untuk dipakai atau dengan dibangun lebih dahulu (IAI.jenis aktiva perusahaan yang diungkapkan secara terpisah dalam catatan atas laporan keuangan : a. c. tak berwujud. Dari parnyataan diatas diketahui bahwa bangunan dalam kontruksi merupakan aktiva perusahaan yang diungkapkan secara terpisah dari aktiva real estate yang pelaporannya disajikan kedalam aktiva tetap perusahaan real estate. seperti goodwill.44 paragraf 58. Tanah dan bangunan Bangunan dalam kontruksi Tanah yang sedang dikembangkan Tanah yang belum dikembangkan Dan bardasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. trade mark.2007:16. yang dilaporkan sebagai aktiva tetap. aktiva real estate yang dikembangkan disajikan terpisah dari aktiva real estate yang digunakan dari perusahaan itu sendiri.b.patens dan lain-lain. dan mempunyai manfaat lebih dari 1 tahun 37 . didefenisikan sebagai aktiva perusahaan yang sifatnya tidak lancar. Aktiva tak berwujud.44 paragraf 59 menyatakan bahwa.2) Bardasarkan Pernyataan Standar Akuntansi keuangan No.

Klasifikasi Biaya Pengembangan Real Estate a. Namun bila kita lihat dari kamus istilah biaya diterjemahkan dari kata cost.2. Biaya maupun beban adalah sama-sama sebagai suatu aspek yang tidak menguntungkan dalam menghasilkan pendapatan. Menurut IAI (2007:23:12) pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh barang dan jasa secara langsung atau tidak telah dimanfaatkan di dalam suatu usaha untuk menghasilkan pendapatan dalam satu periode atau yang sudah tidak memberi manfaat ekonomis untuk masa berikutnya. dan akan mengurangi modal pemiliknya.5. dalam konsep ini akan dijelaskan pengertian biaya (cost) dan beban (expens) . Kemudian mengenai biaya adalah Pengurangan aktiva bersih akibat digunakan untuk menciptakan pendapatan atau karena pengenaan pajak oleh badan-badan pemerintah beban dihitung menurut jumlah penggunaan aktiva dan pertambahan kewajiban yang berkaitan dengan produksi dengan pengiriman barang serta pemberian jasa dalam arti yang 38 . Pengertian Biaya Dalam penggunaan istilah “biaya “ dan “beban” sering ditemui bahwa kedua istilah itu diartikan sama karena istilah ini menyangkut tentang pengorbanan ekonomi yang diukur dengan nilai uang. sedangkan beban diterjemahkan dari kata expens. Untuk mengetahui pengertian yang lebih jelas tentang biaya. berikut ini dikutip defenisi dari para ahli. Biaya dan beban juga memiliki pengertian yang berbeda.

telah dimanfaatkan dalam suatu usaha untuk menghasilkan pendapatan dalam suatu periode.luas beban mencakup biaya yang telah dipakai (expired) yang dapat dikurangi dari beban. biaya adalah : “Pengurangan aktiva bersih akibat digunakan jasa-jasa ekonomis untuk menciptakan pendapatan atau karena pengenaan pajak oleh badanbadan pemerintah. maka dapat disimpulkan bahwa beban merupakan pengorbanan sumber ekonomis atau penggunaan barang dan jasa untuk memperoleh pendapatan. Beban dihitung menurut jumlah penggunaan aktiva dan pertambahan kewajiban yang berkaitan dengan produksi atau pengiriman barang serta pemberian jasa dalam arti yang luas beban mencakup biayabiaya yang telah habis pakai (expired) yang dapat dikurangi pendapatan”. b. Menurut Masiyah dan Yuningsih (2004:11) biaya adalah pengorbanan sumber daya atau nilai equivalent kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diharapkan dapat memberi manfaat sekarang atau dimasa yang akan datang bagi organisasi. Menurut Mas’ud (2000:271).12) pengertian biaya adalah: Pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh barang dan jasa secara langsung atau tidak. Unsur – Unsur Biaya Pengembangan Real Estate 39 . “Menurut Ikatan Akuntan Indonsia (2007:23. Berdasarkan pengertian diatas. atau yang sudah tidak memberi manfaat ekonomis dimasa berikutnya”.

Biaya yang tidak jelas hubungannya dengan suatu proyek real estate. Berikut ini adalah penjelasannya: 1) Biaya pra perolehan tanah (preaquisition costs) Biaya pra perolehan tanah dikapitalisasikan keproyek pengembangan real estate apabila kriteria berikut ini terpenuhi: a) Biaya tersebut teridentifikasi secara langsung dengan proyek tertentu. diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Berikut ini adalah biaya aktivitas pengembangan real estate yang dikapitalisasi keproyek pengembangan real estate: 1) Biaya pra perolehan tanah (preaquisition costs) 2) Biaya perolehan tanah 3) Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek 4) Biaya yang dapat dikelompokkann pada aktivitas pengembangan real estate 5) Biaya pinjaman 6) Biaya praperolehan tanah dikapitalisasikan ke proyek pengembangan real estate apabila kriteria berikut telah terpenuhi.Biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estate dan biaya proyek tidak langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estate dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estate. seperti biaya umum dan biaya administrasi. 40 .

tetapi tidak terbatas pada komponen biaya sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Biaya pengurusan izin pemerintah Biaya konsultasi hukum Biaya studi kelayakan Gaji karyawan Biaya analisis mengenai dampak lingkungan Imbalan untuk ahli pertanahan Pada saat tanah berhasil diperoleh. 2) Biaya Perolehan Tanah 41 . Biaya praperolehan tanah mencakup. biaya praperolehan tanah dipindahkan ke biaya proyek pengembnagan real estate. biaya praperolehan tanah langsung diakui sebagai beban pada laporan laba rugi.b) Biaya tersebut akan dikapitalisasi keproyek pengembangan real estate apabila tanah telah diperoleh . Biaya praperolehan tanah yang dapat dikapitalilsasi adalah biaya yang berhubungan dengan aktivitas perolehan tanah. Biaya praperolehan tanah mencakup biaya sebelum perolehan tanah atau sampai perusahaan memperoleh izin perolehan tanah dari pemerintah. c) Perusahaan pengembang harus secara aktif mengusahakan perolehan tanah dan mampu membiayai atau memperoleh pendanaan yang memadai. Apabila besar kemungkinan (probable) tanah tidak akan berhasil diperoleh.

termasuk semua biaya yang secara langsung mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. b) c) d) e) Biaya gambar topografi Biaya pembuatan cetak biru (master plan) Biaya pengurusan dokumen hukum Bea balik nama f)Komisi untuk perantara g) Imbalan jasa profesional seperti ahli lingkungan hidup. Biaya perolehan tanah mencakup.termasuk biaya perolehan bangunan (yang tidak akan digunakan sebagai bangunan). termasuk gaji supervisor Biaya bahan yang digunakan dalam pelaksanaan proyek Penyusutan sarana dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan proyek 42 .Biaya perolehan tanah mencakup biaya pembelian area tanah. tetapi tidak terbatas pada komponen biaya sebagai berikut: a) b) c) Gaji pekerja lapangan. tetapi tidak terbatas pada komponen biaya sebagai berikut: a) Biaya perolehan tanah . ahli pertanahan. termasuk biaya peruntuhan bangunan. 3) Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek Biaya yang secara lanngsung berhubungan dengan proyek. ahli hokum & ahli kontriksi. tanaman dan lain-lain yang berada di atas tanah tersebut. h) Biaya pematangan tanah.

jalan umum. h) i) Biaya pengurusan pengikatan jual beli. 4) Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estate a) Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estate mencakup. kantor polisi. (3) Biaya overhead konstruksi. peralatan dan bahan dari dan ke lokasi pelaksanaan proyek e) f) Biaya penyewaan sarana dan peralatan Biaya perancangan dan bantuan tekhnis (technical assistance) yang secara langsung berhubungan dengan proyek g) Imbalan jasa professional. (4) Biaya pengembangan infrastruktur umum. sekolah. seperti ahli pertamanan. tempat pemakaman dan lain-lain. seperti tempat ibadah umum. tetapi tidak terbatas pada komponen berikut ini: (1) Asuransi. 43 . arsitek dan ahli kontruksi. rumah sakit atau poliklinik. Biaya pengurusan perjanjian jual beli. (2) Biaya perancangan dan bantuan tekhnis (technical assistance) yang tidak secara langsung berhubungan dengan proyek tertentu. ahli lingkungan hidup. pasar. taman umum.d) Biaya pemindahan sarana.

Biaya tersebut termasuk perkiraan beban operasional masa depan yang akan ditanggung penjual. (6) Biaya pinjaman. b) Biaya pembangunan sarana umum yang dapat dikomersialkan diperlakukan sesuai dengan rencana manajemen sebagai berikut: (1) Apabila sarana tersebut akan dijual atau dialihkan sehubungan dengan penjualan unit yang ada. (2) Apabila sarana tersebut akan dijual tersendiri atau akan dimiliki oleh pengembang.6. Pendapatan yang diperoleh sebelum sarana secara fisik selesai secara subtansial dikurangkan dari biaya sarana. 2. kelebihan biaya dari taksiran nilai yang wajar pada saat sarana tersebut secara subtansial selesai secara fisik dialokasikan sebagai beban proyek.(5) Imbalan jasa professional dan perencanaan seluruh proyek. maka biaya yang melebihi hasil yang diperkirakan yang akan diperoleh dan akan dialokasikan sebagai beban proyek. maka hipotesis yang akan di ajukan dalam penelitian ini adalah: 44 . Hipotesis Bertitik tolak dari permasalahan yang diajukan dan landasan teoritis. (3) Alokasi biaya sarana umum dilakukan ke unit-unit tanah yang memperoleh manfaat dari sarana tersebut.

44. yang menjadi variable penelitian adalah sebagai berikut : Penerapan akuntansi real estate PSAK No. Sinar Mulya Sejahtera yang beralamat di jalan Kubang Raya – Simpang Panam. Variable penelitian Dalam pembahasan skripsi ini. yaitu data mentah yang belum diolah pada PT. Sinar Mulya Sejahtera pekanbaru berupa hasil wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan dan kepala bagian akuntansi. Sinar Mulya Sejahtera. BAB III METODE PENELITIAN 1.Diduga bahwa penerapan akuntansi real estate (PSAK No. 2.44 pada PT. • Data 45 .7. 2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Jenis dan sumber data Teknik yang digunakan penulis dalam pengumpulan data yang diperlukan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: • Data primer.44) belum dapat di terapkan sesuai dengan PSAK No.

sejarah singkat perusahaan.sekunder. 3.yaitu data dan informasi yang telah diolah oleh perusahan antara perusahaan antara lain struktur organisasi perusahaan. yaitu dengan mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan yang terdiri dari laporan laba rugi. bagian pemasaran dan bagian keuangan PT. laporan keuangan yang diperoleh dari bagian personalia dan umum. 4. 46 . b.Wawancara. neraca. Dokumen untuk data sekunder. laporan harga pokok pendapatan. aktivitas perusahaan. realisasi anggaran dan pendapatan dan biaya proyek dan struktur organisasi perusahaan.Sinar Mulya Sejahtera. yaitu mengadakan tanya jawab dengan kepala bagian keuangan untuk memperoleh data-data perusahaan dan data diperlukan dalam penyusunan anggaran. Tehnik pengumpulan data Tehnik yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: a. Sumber Data Data diatas bersumber atau diperoleh dari bagian umum. seperti biaya-biaya yang diperlukan atau terpakai dalam proses pelaksanaan proyek.

Menjalankan usaha dibidang kontraktor Menjalankan usaha dibidang developer 47 . Dalam menjalankan usahanya perusahaan dipimpin oleh Bapak Mulyadi.SH sebagai Notaris di Pekanbaru. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Perusahaan beralamat di Jl.yaitu dengan meneliti dan membahas data yang ada. Analisa data Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. kemudian membandingkan data yang sudah ada tersebut dengan teori yang relevan. Adapun maksud dan tujuan didirikannya perusahaan adalah: a.5. b. SMS didirikan berdasarkan akte Notaris Nomor:118 pada tanggal 29 Desember 2004 dihadapan Yusrizal. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Kubang Raya Simpang Panam. Pekanbaru.Pd selaku direktur utama yang dalam menjalankan aktivitas perusahaan dibantu oleh beberapa staf dan karyawan. kemudian dari analisis ini dapat ditarik suatu kesimpulan dan saran.S.

SMS sebagai pengembang yang telah dan sedang melakukan kegiatan pembangunan perumahan di daerah Kotamadya Pekanbaru diantaranya mengembangkan proyek Perumahan Taman Bidadari dan Puti Bidadari. Pengembangan usaha/ekonomi rakyat guna pengentasan kemiskinan. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan oleh pemerintah Propinsi Riau bidang usaha utama perusahaan ini adalah dibidang pengembangan perumahan (developer/real estate) perusahaan terus berupaya meningkatkan kinerja agar pekerjaan perusahaan sesuai dengan rencana pengembangan perusahaan. Mengingat permintaan akan rumah tempat tinggal dan respon pasar yang sangat positif dan menggembirakan. Struktur organisasi yang sehat berarti tiap satuan organisasi 48 . B.c. Kegiatan yang dilakukan perusahan tidak dapat dilakukan satu orang saja. Dengan struktur organisasi yang dibentuk akan mempermudah pelaksanaan tugas kepada siapa seorang karyawan bertanggung jawab dan siapa pula yang akan diawasinya. Struktur Organisasi Perusahaan Sebagaimana diketahui bahwa struktur organisasi suatu perusahaan baik bentuk maupun ragamnya erat sekali hubungannya dengan kegiatan perusahan. Struktur organisasi yang baik adalah organisasi yang memenuhi sarat sehat dan efisien. tetapi memerlukan bantuan orang lain yang dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. PT.

Dalam struktur organisasi tersebut digambarkan hubungan antara fungsi dan wewenang yang diberikan oleh perusahaan terhadap anggotanya dari atasan ke bawahan.SMS adalah bentuk sederhana dalam bentuk struktur organisasi garis.1.Sinar Mulya Sejahtera Pekanbaru STUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN KOMISARIS DIREKTUR UTAMA SEKRETARIS KEUANGAN DIREKTUR I DIREKTUR II PROYEK I PROYEK II 49 .1 Struktur organisasi PT.SMS dapat dilihat pada gambar III. Sedangkan organisasi yang efisien berarti dalam menjalankan peranannya tersebut masing-masing satuan organisasi dapat mencapai perbandingan yang terbaik antara usaha dan jenis kerja. Untuk mengetahui struktur organisasi PT.dapat menjalankan peranannya dengan baik. Bentuk struktur organisasi pada PT. Gambar III.

Komisaris berhak memeriksa buku-buku. Direktur Utama 50 . SMS diatas adalah sebagai berikut: 2. memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas dan lain sebagainya serta mengetahui segala tindakan yang dijalankan Direksi. Komisaris mempunyai kekuasaan penuh jalannya kebijaksanaan perusahaan.ADM. bukti-bukti. Komisaris Adapun tugas dan wewenang dari Komisaris antara lain: a. b. UMUM OPS LOGISTIK MARKETING Adapun uraian tugas masing-masing jabatan PT. surat-surat. untuk mengawasi 3.

c. Sekretaris Adapun tugas dan tanggung jawab dari Sekretaris adalah a. b. Memberikan catatan atas laporan pertanggungjawaban atas hasil usaha dan kegiatan perusahaan setiap bulan kepada direktur. Menetapkan ketentuan pelaksanaan mengenai pengelolaan keuangan perusahaan dan melakukan analisa terhadap usulan investasi. Direksi bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya dengan itikad baik untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya dan selalu mengindahkan peraturan yang berlaku. Direksi mewakili perusahaan di dalam dan di luar tentang semua hal dan segala kejadian yang mengikat perseroan dengan pihak lain. Mengkoordinasi dan Mengawasi jalannya keuangan perusahaan. Memimpin. b. Membantu Direksi dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan perusahaan.Adapun tugas dan tanggung jawab dari Direktur Utama adalah: a. 5. b. menyusun dan melaksanakan strategi operasional untuk pencapaian target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 4. d. Melakukan koordinasi dengan seluruh manager dan kepala bagian yang ada. Merencanakan. 51 . Keuangan Adapun tugas dan wewenang dari bagian keuangan adalah a.

Umum dan Operasional b. Bagian Proyek II Tugas dan tanggung jawab dari bagian ini adalah: 1) Mengatur dan melaksanakan proses pembangunan mulai dari bahan baku sampai bangunan jadi. 6. 4) Memberikan pengamanan pengadaan. Bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan semua pencatatan data keuangan perusahaan. 7. 3) Bertanggungjawab sepenuhnya atas keselamatan kerja dan mengawasi buruh. Marketing 52 . Direktur I Direktur I dalam perusahaan membawahi dua bagian yaitu: a. pergudangan dan peralatan proyek di bagian logistik. Logistik c.c. 2) Membuat rekomendasi tentang kebutuhan bahan dan membuat laporan tentang pemakaian bahan. Direktur II Direktur II Mempunyai tugas dan wewenang yaitu Membawahi bagian antara lain : a. Administrasi. Bagian Proyek I b.

adapun perumahan-perumahan yang dihasilkan oleh PT. pergudangan dan peralatan dalam memenuhi proyek yang akan dikerjakan baik material langsung maupun material tidak langsung maka bagian inilah yang akan memenuhinya.Adapun tugas dan wewenang dari bagian ini : 1) Membuat laporan administrasi baik kualitas maupun kuantitas usaha yang telah dijalankan. SMS merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Kontraktor. Didalam menjalankan usahanya. C. perusahaan juga dibantu oleh pihak bank dalam pendanaan. SMS adalah sebagai berikut: a. Aktivitas Perusahaan PT. SMS mempunyai kegiatan usaha utama sebagai developer yaitu dengan melakukan pembangunan rumah di kota Pekanbaru. Dalam usaha sehari-hari PT.Pasir putih. Lokasi di Jl. Purwosari . 2) Menyiapkan bukti-bukti kegiatan perusahaan seperti surat pengantar. 5) Bagian ini berhak dalam melakukan pemasaran hasil produksi dalam hal ini memasarkan rumah. 3) Menyiapkan dokumen pengiriman barang baik perusahaan maupun dokumen dinas atau instansi yang berwenang. Supplier.dan Developer. 53 . faktur dan lainnya. 4) Pengadaan. Dalam bidang developer perusahaan telah menghasilkan beberapa perumahan. Perumahan Bidadari Regency.

Garuda Sakti Km 8 Kelurahan Simpang baru. Kemudian dilakukan penilaian oleh bank apakah menyetujui atau menolak usulan proyek yang bersangkutan. Lokasi di Jl. Kecamatan Tampan.b. Aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan erat dengan pengerjaan proyek perumahan adalah sebagai berikut: 1) U sulan Proyek Usulan proyek diajukan oleh developer dengan mengisi formulir isian proyek yang disediakan oleh bank tempat pengajuan kredit. Kecamatan Tampan. Melati – Air Hitam. Perumahan Villa Bidadari. Lokasi di Jl. Selama pembangunan proyek perumahan pihak bank yang memberikan kredit berhak untuk mengadakan 54 . c. Tuah Karya – Kelurahan Tuah Karya. Perumahan Puti Bidadari. Perumahan Graha Bidadari. d. Lokasi di Jl. Kemudian isian formulir proyek yang telah diisi dan harus dilengkapi dengan data dan keterangan tentang perusahaan yang diperlukan oleh bank untuk sarat pengeluaran kredit. 2) Pelaksanaan Proyek Setelah developer menyetujui sarat dan ketentuan maka pembangunan rumah dapat dimulai.

Pihak perusahaan hanya sebagai perantara saja. Dengan mengetahui kewajiban konsumen kepada pihak developer maupun kepada pihak bank akan membantu kelancaran bagi tercapainya kebutuhan masing-masing. 44 sebagaimana telah dipaparkan pada bab dua. SMS adalah berasal dari pendapatan aktivitas pengembangan real estate yaitu penjualan rumah beserta 55 . Pengakuan Pendapatan Pendapatan operasional usaha PT.pengawasan baik secara langsung maupun melalui laporan berkala yang wajib di sampaikan oleh developer. 3) Pemberian Kredit Pemilikan Perumahan Jika konsumen memilih melakukan pembelian secara kredit maka pihak konsumen langsung berhubungan dengan pihak Bank mengenai ketentuan jumlah bunga yang harus dibayarkan dan jangka waktu kredit yang disetujui. SMS yang selanjutnya akan disajikan menurut PSAK No. A. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan analisa kebijakan Akuntansi Aktivitas pengembangan Real Estate yang diterapkan oleh PT.

000.000 = Rp.000 Rp 24. SMS langsung membangun rumah yang dipesan oleh pembeli sesuai dengan perjanjian type rumah yang dibeli.000.000.000.000 3X Type RS 45/140 (B) Rp 150. Setelah menerima order pembelian.000. 7.000.000 Rp 96.000. Sinar Mulya Sejahtera Harga jual perumahan Puti Bidadari Type RS 38/120 (A) adalah Rp 120... 24.kavlingan tanahnya. Dalam penjualan unit perumahan ini. 7. perusahaan mencatat: Kas Rp 10. pembeli membayar uang muka sebesar Rp.1 Harga Jual Perumahan Puti Bidadari Perumahan Puti Bidadari Keterangan Harga Jual Uang Muka (DP) KPR ke Bank Uang muka diangsur masing – masing: Type RS 38/120 (A) Rp 120.000.000.000.000 3X Sumber:PT. Uang muka atas pembelian rumah tersebut dapat diangsur sebanyak 3X dengan rincian sebagai berikut: Tahap 1 Tahap II Tahap III = Rp. dimana PT. Untuk menganalisa pendapatan PT.000.000. SMS bekerja sama dengan pihak Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai pihak collector.000 Rp 30.000..000 Pada saat penerimaan pembayaran uang muka Tahap I.000.- 56 . PT.000 Rp 120.000.000 = Rp.dari harga jual dan sisanya dibayar melalui Bank. SMS dapat dilihat dari penjelasan dibawah ini : Tabel IV. 10.

000.000.Rp 7.Rp 7.000.000.000. perusahaan mencatat: Kas Penjualan Rp 7. Kriteria lain untuk dapat menggunakan metode akrual penuh adalah apabila penjual telah mengendalikan resiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara subtansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan 57 .000.- Pada saat penerimaan pembayaran uang muka Tahap III.- Pada saat penerimaan pembayaran uang muka Tahap II. Padahal perusahaan belum memenuhi kriteria untuk menggunakan metode akrual penuh.000.- Dari transaksi diatas. Sedangkan kriteria untuk menggunakan metode akrual penuh salah satunya adalah harga jual akan tertagih.Penjualan Rp 10.44 paragraf 09 dijelaskan bahwa harga jual dianggap akan tertagih apabila jumlah pembayaran oleh pembelinya setidaknya mencapai 20% dari harga jual dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali. diketahui bahwa perusahaan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method) dalam mengakui pendapatan dari penerimaan uang muka. Salah satu kriteria yang belum terpenuhi adalah pembayaran uang muka tahap pertama sampai dengan tahap kedua belum mencapai 20% dari harga jual. Dalam PSAK No.000.000. perusahaan mencatat: Kas Penjualan Rp 7.000.

penggunaan metode akrual penuh (full accrual method) atau langsung mengakui pendapatan pada saat penerimaan uang muka belum dapat diterapkan oleh perusahaan. maka metode pengakuan pendapatan adalah dengan menggunakan metode pengakuan pendapatan adalah dengan menggunakan metode deposit (deposit method). jika seluruh kriteria untuk menggunakan metode akrual penuh belum terpenuhi. Rumah baru akan dibangun setelah uang muka dilunasi.000.000.000. dijurnal sebagi berikut: Kas Uang muka Uang muka tahap II. Dengan kata lain perusahaan masih harus menyelesaikan pembangunan rumah sesui dengan perjanjian.000.Rp 10.Rp 10. dimana penerimaan pembayaran dari pembeli dicatat sebagai uang muka atau pendapatan diterima dimuka sampai seluruh kriteria untuk menggunakan metode akrual penuh terpenuhi.Rp 7. Oleh karena itu.000.000.- 58 . 44 paragraf 13. dijurnal sebagi berikut: Kas Uang muka Uang muka tahap III.000.000. Dan jurnal uang seharusnya dibuat pada saat penerimaan uang muka adalah sebagai berikut: Uang muka tahap I. dijurnal sebagi berikut: Rp 7.dengan unit bangunan tersebut. Sedangkan pada saat penerimaan uang muka. perusaahan belum membnagun rumah. Menurut PSAK No.

837 diklasifikasikan kedalam aktiva lainnya.000.000. B. Pada perusahaan.000.Rp 7.000.837 59 .000.000. Klasifikasi Terhadap Aktiva Pembagian aktiva pada PT. pada laporan laba rugi pendapatan dari penjualan rumah disajikan terlalu besar dan pada neraca kewajiban lancar disajikan terlalu kecil.000. aktiva tetap dan aktiva lainnya. perkiraan uang muka ditutup ke perkiraan pendapatan dengan mendebet uang muka dan mengkredit pendapatan sebesar Rp 24. Perusahaan melakukan pencatatan sebagai berikut: Aktiva lain-lain (Bangunan dalam kontruksi) Rp 459.265.SMS terdiri dari aktiva lancar.265. bangunan dalam kontruksi Rp 459. karena perusahaaan belum memenuhi dua kriteria untuk dapat menggunakan metode akrual penuh dan mengakui pendapatan.- Setelah semua kriteria pengakuan pendapatan terpenuhi.837 Kas Rp 459.000.000.Rp 24.Kas Uang muka Rp 7.000.- Dari jurnal diatas diketahui bahwa seharusnya penerimaan uang muka dari pembeli dicatat sebagai uang muka atau pendapatan diterima dimuka. Jurnal koreksi yang diperlukan adalah sebagi berikut: Pendapatan Uang muka Rp 24. Akibat dari kesalahan pencatatan uang muka terebut.-.265.

Untuk itu diperlukan jurnal koreksi sebagai berikut: Aktiva Tetap (Bangunan dalam kontruksi) Rp 459.Seharusnya perusahaan melakukan pencatatan sebagai berikut: Aktiva Tetap (Bangunan dalam kontruksi) Kas Rp 459.265.837 Rp 459.837 Rp 459.265.44 paragraf 58.44 mengenai akuntansi aktivitas pengembangan real estate pada perusahaan ini terdapat kekeliruan dalam pembebanan biayabiaya yang dimasukkan kedalam harga pokok proyek/pendatan. C. bangunan dan tanah yang sedang dikembangkan.837 Aktiva lain (Bangunan dalam kontruksi) Berdasarkan penerapan PSAK No. biaya pembangunan dan biaya lainnya. bangunan dalam kontruksi merupakan bagian dari aktiva tetap dan diungkapkan secara terpisah dari tanah. Akibat yang timbul dari kesalahan pengklasifikasian aktiva tetap oleh perusahaan adalah jumlah aktiva tetap yang disajikan pada laporan keuangan menjadi lebih kecil dan jumlah aktiva lainnya menjadi lebih besar. Akibat lainnya dari kesalahan tersebut adalah kurang berperannya laporan keuangan tersebut dalam pengambilan keputusan dan akan dapat menyesatkan bagi para pengguna laporan keuangan tersebut.265. Pada perusahaan ini harga pokoknya adalah biaya pembelian dan persiapan lahan. Klasifikasi Biaya Perizinan Penerapan PSAK No.837 Sehingga aktiva tetap menjadi lebih kecil dan aktiva lain-lain menjadi lebih besar. 60 .265.

SMS dapat dibandingkan dengan PSAK No.Namun menyangkut biaya perizinan sebesar Rp98.450.450.000 Biaya perizinan (biaya operasional) Akibat yang ditimbulkan dari kesalahan pencatatan oleh perusahaan adalah laporan keuangan yang disajikan perusahaan dapat menyesatkan pembaca atau pengguna laporan keuangan tersebut karena total harga pokok penjualan disajikan terlalu kecil dan laba kotor menjadi lebih besar.000 Seharusnya biaya-biaya tersebut dibebankan kedalam harga pokok pendapatan dan dicatat sebagi berikut: Harga pokok pendapatan Kas Rp 98.450.450.450.000 Rp 98.44 pada tabel dibawah : 61 . laporan keuangan kurang berperan dalam pengambilan keputusan. D. Perusahaan melakukan pencatatan sebagi berikut: Biaya Perizinan (biaya operasional) Kas Rp 98. Untuk itu diperlukan jurnal koreksi sebagai berikut: Harga pokok pendapatan Rp 98.000 oleh perusahaan dibebankan kedalam biaya operasional perusahaan.000 Rp 98.44 dengan penerapan pada perusahaan Berdasarkan penelitian Aktivitas Pengembangan Real Estate pada PT.000 Sehingga laporan harga pokok atau harga pendapatan proyek menjadi kecil sedangkan laporan biaya operasional mejadi besar.450. Perbandingan PSAK No.450.000 Rp 98. Akibat lainnya.

Pengakuan pendapatan menurut perusahaan ini terjadi pada saat diterima uang muka.44.3 Perbandingan Pengklasifikasian Biaya Pengembangan Real Esate Menurut PSAK N0.44 dengan Penerapan pada Perusahaan.000 untuk Type RS 38/120 (A) dan Rp 30. maka piutang dari transaksi unit teal estate tidak diakui.000. Penerapan Pada Perusahaan Pengakuan pendapatan menurut perusahaan ini terjadi pada saat diterima uang muka.2 Perbandingan Antara Kriteria Pengakuan Pendapatan Menurut PSAK No. piutang dari transaksi penjualan unit real estate dapat diakui. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa adanya perbandingan atau perbedaan yang signifikan antara pengakuan pendapatan menurut PT.Tabel IV. Pembayaran uang muka oleh pembeli Rp 24.44 dengan Penetapan pada Perusahaan No. No PSAK No. 2 Harga jual dianggap tertagih apabila jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual dan jumlah tersebut tidak dapat untuk diminta kembali.44 1 Pada saat pendapatan diakui sebagai uang muka.000 untuk Type RS 45/140 (B).SMS dengan Standar Akuntansi Keuangan No. 44 Biaya pra perolehan tanah Biaya perolehan tanah Penerepan pada perusahaan Biaya pembelian dan persiapan tanah Biaya pembangunan unit 62 . Jika terjadi pembatalan pembellian rumah maka akan dipotong sebesar 30% dari nilai atau uang yang telah disetorkan. Tabel IV. PSAK No. 2. 1.000. untuk itu dibuatkan jurnal koreksi pada saat pengakuan pendapatan dengan membuat jurnal pembalik (reversing entry) dan selanjutnya mencatat jurnal yang seharusnya.

A. 4. SMS berbeda dengan pengklasifikasian biaya yang ditetapkan oleh PSAK No.3. 5. 44 apabila salah satu kriteria tersebut tidak terpenuhi maka perusahaan developer harus menggunakan metode deposit (dephosit method) dimana dalam penggunaan metode deposit. Pada kenyataanya penggunaan metode tersebut harus memenuhi beberapa kriteria-kriteria yang harus terpenuhi terlebih dahulu. perumahan Biaya yang dapat secara langsung Biaya sarana berhubungan dengan proyek Biaya yang dapat diatribusikan Biaya pra sarana kepada aktivitas pengembangan real estate Biaya pinjaman adalah biaya yang Biaya usaha dapat diatribusikan kepada aktivitas pengembangan real estate Berdasarkan perbandingan diatas pengklasifikasian biaya pengembangan real estate pada PT.44. PT. Perbedaan hanya terdapat pada perbedaan pengklasifikasian biaya saja.SMS dalam mengakui pendapatan penjualan unit perumahan dengan menggunakan metode akrual penuh (full accrual method). Kesimpulan 1. BAB VI PENUTUP. 63 . Hal ini mengakibatkan penjualan menjadi lebih besar dan piutang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan PSAK No. sedangkan komponen biaya sama.

000 yang digunakan untuk kegiatan proyek oleh perusahaan dibebankan kedalam biaya usaha.penerimaan uang muka harus diakui sebagai kewajiban lancar (uang muka).98. tanah yang sedang dikembangkan. Seaharusnya perusahaan harus lebih konsisten dalam penerapan PSAK No.450.44. Sesuai dengan PSAK No. PT.44 tentang akuntansi aktivitas pengembangan real estate. menyangkut biaya perizinan sebesar Rp. B. bahwa bangunan dalam kontruksi termasuk kedalam aktiva tetap sama halnya dengan tanah. 2. Namun. 2. 64 . biaya pembanguan dan biaya lainnya. bangunan. Sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan bagaimana pencatatan uang muka dan pengklasifikasian biaya yang ada hubungannya dengan proyek pengembangan real estate. 44 pada seluruh aktivitas perusahaan. Didalam pengelompokan aktiva. sehingga sesuai dengan PSAK No. Saran 1. Pada perusahaan ini yang termasuk harga pokok proyek adalah biaya pembelian dan persiapan lahan.SMS mengklasifikasikan bangunan dalam proses kontruksi kedalam aktiva lainnya yang mengakibatkan aktiva lainya menjadi lebih besar dan aktiva tetap menjadi kecil. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful