P. 1
Teori Uji Valid-reliabil

Teori Uji Valid-reliabil

|Views: 181|Likes:
Published by Nuy Campernik

More info:

Published by: Nuy Campernik on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2015

pdf

text

original

Pengujian Validitas Instrumen

y

Instrumen Data yang akan digunakan untuk melakukan penelitian, layak dilakukan UJI Validitas dan Reliabilitas, agar diketahui valid & reliabel tidaknya alat ukur tersebut. Karena alat ukur sangat menentukan hasil penelitian yang akan dilakukan. Untuk menguji tingkat validitas instrumen dalam penelitian dapat digunakan teknik analisis Koefisien Korelasi ProdukMoment Pearson (Pearson Product-Moment). Dalam analisisnya melakukan uji validitas berarti mengkorelasikan masing-masing item alqat ukur dengan total alat ukur

y

y

Corelation Coeficient) dengan rumus sebagai berikut:

nXY .( X )2) (n Y2 ( Y)2) Dimana: y rxy : Koefisien korelasi Pearson antara item instrumen yang akan digunakan dengan variabel yang bersangkutan y X : Skor item instrumen yang akan digunakan y Y : Skor semua item instrumen dalam variabel tersebut y n : Jumlah responden .X Y rxy = (n X2 .

2) t = ¥1 . dengan db = n 2 . yang dilakukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel.r2 . Dimana thitung dicari dengan menggunakan rumus dari Husein Umar (2006) sebagai berikut: r ¥(n .y Untuk menguji keberartian koefisien rxy valid atau tidak valid akan digunakan uji t.

05.y y y y Dimana r adalah koefisien korelasi Pearson dan db adalah derajat bebas. Item instrumen dikatakan tidak valid jika thitung lebih kecil dari t0. maka item instrumen tersebut dapat digunakan.05. maka item instrumen tersebut tidak dapat digunakan. Keputusan pengujian validitas instrumen dengan menggunakan taraf signifikasi 5% adalah sebagai berikut: Item instrumen dikatakan valid jika thitung lebih besar atau sama dengan t0. .

Pengujian Reliabilitas Instrumen y Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini akan dilakukan secara internal. kemudian ditotal. dan kemudian dianalisis dengan rumus koefisien korelasi Produk-Moment Pearson (Pearson ProductMoment. 104) mengatakan bahwa pengujian reliabilitas instrumen secara internal dapat dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua (split-half) yaitu pengujian reliabilitas internal yang dilakukan dengan membelah item-item instrumen menjadi dua kelompok (ganjil dan genap). Sugiyono (1998. dicari korelasinya.) .

Dimana thitung dicari dengan menggunakan rumus dari Husein Umar (2006) sebagai berikut: r ¥(n .r2 . yang dilakukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel.y Untuk menguji keberartian koefisien r reliabel atau tidak reliabel akan digunakan uji t. dengan db = n 2 .2) t = ¥1 .

05. maka instrumen tersebut dapat digunakan. . Keputusan pengujian reliabilitas instrumen secara internal dengan menggunakan taraf signifikansi 5% adalah sebagai berikut: Instrumen dikatakan reliabel jika thitung lebih besar atau sama dengan t0. Instrumen dikatakan tidak reliabel jika thitung lebih kecil dari t0.05. maka instrumen tersebut tidak dapat digunakan.y y y y Dimana r adalah koefisien korelasi Pearson dan db adalah derajat bebas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->