Hukum-Hukum Shalat (Bag.

1) Berikut ini akan kami ketengahkan beberapa hukum yang berkaitan dengan shalat, agar setiap muslim mengetahuinya dan bisa mempraktekannya dalam shalat mereka. 1. Hukum membaca surat Al-Fatihah dalam shalat Setiap orang yang shalat wajib membaca surat AlFatihah, baik imam ataupun makmum; baik shalat sendirian, maupun shalat berjamah; baik shalat yang bacaanya pelan (sirriyah) maupun yang bacaanya keras (jahriyah); pada shalat wajib maupun shalat sunnah. Surat Al-Fatihah wajib dibaca dalam setiap rakaat, kecuali makmum yang terlambat (masbuq) apabila mendapati imam dalam keadaan ruku' dan ia tidak sempat membaca surat Al-Fatihah, maka ia tidak wajib membacanya. Bagi yang tidak bisa membaca surat Al-Fatihah, maka hendaklah ia membaca ayat Al-Qur'an yang mana saja. Apabila ia tidak bisa membaca Al-Qur'an sama sekali, hendaklah ia membaca: Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, allahu akbar, wa laa hawla walaa quwwata illa billah. "Maha suci Allah, segala puji baginya, dan tidak ada illah (Tuhan) yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan dari Allah" (HR. Abu Daud dan Nasa'i) ([1]) . 2. Apabila makmum ketinggalan awal shalat, maka hendaklah ia segera mengikuti imam, dan setelah imam salam ia menyempurnakan yang rakaat yang tertinggal.

3. Apa yang dilakukan bagi yang berhadats dalam shalat: Apabila berhadats ketika sedang shalat, atau ingat bahwa ia berhadats, maka ia harus pergi dan tidak perlu salam ke kanan dan ke kiri. Dari Aisyah ra dari Nabi SAW bersabda: "Apabila salah seorang kalian shalat lalu berhadats, maka hendaklah memegang hidungnya, kemudian pergi (dari tempat shalatnya)." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)([2]). 4.Disunnahkan membaca satu surat penuh dalam setiap rakaat, dan membaca surat sesuai dengan urutan Al-Qur'an, akan tetapi boleh juga membagi satu surat untuk dua rakaat, atau membaca beberapa surat dalam satu rakaat, mengulangi satu surat dalam dua rakaat, dan mendahulukan satu surat atas surat lain, akan tetapi tidak terlalu sering, namun melakukannya sekali-sekali. Orang yang shalat boleh membaca awal surat, akhirnya, dan tengahnya dalam shalat fardhu dan sunnah. 5. Ada dua tempat yang dianjurkan bagi orang yang shalat untuk berhenti sejenak: Pertama: setelah takbiratul ihram untuk membaca doa istiftah Kedua: setelah selesai membaca surat sebelum ruku', untuk mengembalikan nafas. 6. Doa istiftah ada tiga macam: yang paling utama adalah yang mengandung pujian kepada Allah SWT seperti subhanakallahumma…, berikutnya yang mengandung penyebutan tentang ibadah kepada Allah SWT seperti wajjahtu wajhiya…, kemudian yang mengandung doa seperti allahumma baa'id….

7. Haram mengakhirkan shalat hingga habis waktunya kecuali bagi yang berniat menjama' shalat, atau dalam kondisi sangat takut, atau karena sakit, dan orang yang shalat haram melihat ke langit. 8. Yang dimakruhkan dalam shalat: Makruh hukumnya menoleh pada waktu shalat kecuali ada keperluan seperti takut dan semisalnya. Makruh memejamkan mata, menutup muka, duduk seperti duduknya anjing, meletakkan tangan di pinggang, melihat hal-hal yang membuatnya lalai, menghamparkan kedua lengannya ketika sujud. Makruh menahan kecing atau buang air besar, atau buang angin. Jangan shalat di depan makanan yang ia inginkan dan ia bisa memakannya. Jangan memanjangkan baju atau celana hingga dibawah matakaki (isbal), menutup mulut dan hidung dengan kain, menguap dalam shalat. Meludah di masjid adalah suatu kesalahan, dan kaffarahnya adalah membenamkannya, dan tidak boleh meludah ke arah kiblat dalam shalat dan di luar shalat. 9. Lebih baik bagi orang yang merasa ingin buang air besar atau kecil, atau berasa akan keluar angin, berhadats terlebih dahulu kemudian wudhu' dan shalat. Jika tidak ada air maka bertayammumlah kemudian mengerjakan shalat, yang demikian ini akan lebih khusyu'. 10. Menoleh dalam shalat adalah curian yang dicuri oleh setan dari shalat seseorang. Menoleh ada dua macam: dengan badan, dan dengan hati, untuk mengobati menoleh dengan hati yaitu dengan meludah ke kiri tiga kali, dan mohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan yang terkutuk, sedangkan yang dengan

atau tongkat. atau imam menjadi sutrah bagi makmum. Imam dan orang yang shalat sendirian batal jika ada wanita. atau batu. 12.Dari Abdullah bin Umar ra berkata: "Aku melihat Nabi SAW memulai shalat dengan bertakbir. atau tombak dan sebagainya. Tempat-tempat mengangkat kedua tangan: 1. 14. jika tidak ada sutrah. keledai. maka sutrah imam sudah termasuk sutrah bagi yang dibelakangnya. hendaknya mendekat padanya. dan barangsiapa yang shalat menggunakan sutrah. Haram lewat di antara orang yang shalat dengan sutrahnya. di kampung halaman maupun dalam perjalanan. atau anjing hitam yang lewat di depannya. shalat dekat dengan sutrah. sedangkan pahala orang yang shalat tidak berkurang insya Allah. 11. lalu Beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir sehingga meletakkannya sejajar dengan kedua pundaknya. agar setan tidak lewat antara dia dengan sutrah. baik laki-laki maupun wanita. dan orang yang shalat harus menolak orang yang lewat. atau tiang. maka sahalat makmum maupun imam tidak batal. maka dengan mengahadap langsung ke kiblat dengan seluruh badannya. baik di Makkah maupun di tempat lain. shalat wajib maupun sunnah. Jika salah satu dari yang disebutkan tadi lewat di depan makmum.badan. maka orang yang lewat berdosa. dan apabila takbir untuk ruku' melakukan . 13. Hukum meletakkan sutrah (pembatas) dalam shalat: Disunnahkan bagi imam dan yang shalat sendirian. kalau memaksa. seperti tembok. Adapun makmum.

Orang yang shalat sendirian apabila membaca dengan keras maka mengucapkan 'Amin' dengan keras. dan apabila bangun dari rakaat kedua beliau mengangkat tangannya. Apabila bersin ketika shalat disunnahkan bertahmid. atau sorbannya kalau ada sebab tertentu seperti panas dan semisalnya. dan apabila mengucapkan sami'allahu liman hamidah melakukan hal serupa. 2Dari Nafi' bahwasanya apabila Ibnu Umar shalat beliau bertakbir. atau gutrah (penutup kepala bagi laki-laki). Yang boleh dilakukan pada waktu shalat: Dibolehkan bagi orang yang sedang shalat melingkarkan imamah. dan mengangkat tangannya. kalajengking dan semisalnya. membungkus diri dengan kain. Apabila berada dalam masjid. atau imamahnya. dan apabila membaca pelan. Bukhari Muslim). meludah ke sebelah kiri bukan ke sebelah kanan atau kiri di luar masjid. maju." (HR. dan boleh membunuh ular. dan apabila mendapat nikmat ketika sedang shalat. 15. dan apabila ruku' beliau mengangkat tangannya. . dan apabila mengatakan sami'allahu liman hamidah beliau mengangkat tangannya. maka meludah ke pakaian. maka mengucapkan 'Amin' dengan pelan pula. mundur. 17. sedangkan wanita.hal yang serupa. 18. maka ia bisa memberi izin dengan bertasbih. dan naik ke mimbar dan turun. Ketika shalat boleh sujud pada bajunya. dan membaca rabbana lakal hamdu. 16. memberi izin dengan menepukkan tangannya. maka hendaklah mengangkat tangan dan bertahmid. Apabila orang laki-laki dimintai izin ketika shalat. menggendong anak kecil. 15.

orang sakit dan semisalnya. 10. I'tidal. 2. maka shalatnya juga tidak sah.19. Orang yang shalat sendirian baik laki-laki maupun wanita boleh memilih antara memelankan bacaan dalam shalat jahriyah atau mengeraskan asalkan tidak mengganggu orang yang sedang tidur. Tumakninah (tenang dan diam sejenak). 4. Duduk untuk tahiyat akhir. apabila meninggalkan takbiratul ihram karena tidak tahu atau lupa. 11. Wanita boleh mengeraskan suaranya jika tidak ada laki-laki yang bukan mahram di sekitarnya. Ruku'. 5. Bershalawat kepada Nabi. 8. 12. Salam. Sujud kedua. 9.Berdiri bagi yang mampu.Membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat kecuali ketika imam mengeraskan bacaan. 6. 20. 14.Takbiratul ihram. . maka shalatnya batal. Apabila meninggalkan salah satu rukun di atas. Berurutan antara semua rukun. 3. Sujud atas tujuh anggota badan. Tahiyat akhir. Duduk antara dua sujud. 13. Rukun-Rukun Shalat 20. 7. Tidak sah shalat kecuali melaksanakan empat belas rukun. yaitu: 1.

Al-Qur'an.21. yaitu suatu amalan yang diajarkan Allah melalui Kitab-Nya. Membaca surat Al-Fatihah adalah rukun dalam setiap rakaat bagi imam maupun shalat sendirian. maka ia harus mengulangnya selama belum sampai pada rukun yang sama pada rakaat berikutnya. Sebaliknya mereka selalu berkata "Adakah cara shalat di dalam Al-Qur'an!" . ia membacanya dengan pelan dalam setiap rakaat. adapun makmum. jika tidak mengulang dan telah sampai pada rakaat berikutnya maka rakaat kedua dianggap sebagai rakaat pertama. maka makmum harus mendengarkan bacaan imam dan boleh tidak membacanya.com) Shalat umat Islam dikatakan telah diajarkan oleh Rasul. seperti orang yang lupa ruku' lalu sujud. 22. dan rakaat sebelumnya batal. maka rakaat kedua menggantikan rakaat yang ia tinggalkan dan ia wajib sujud sahwi setelah salam. Apabila meninggalkan salah satu rukun di atas karena lupa atau tidak tahu. maka wajib baginya kembali ketika ia ingat kecuali jika ia telah sampai pada ruku' dalam rakaat kedua. Para ulama tidak pernah mengakui bahawa shalat adalah "Sunnah" Allah. Ketika imam membacanya dengan keras. Shalat Enam Waktu Menurut Al-Qur'an OlehRizkiAkbar(graha_mobilindo@yahoo. Maka ia adalah Sunnah Rasul. Jika tidak membacanya maka rakaatnya batal.

ashar. (17:78) Artinya ketika matahari tergelincir persis berada diatas . magrib. senja. 24:58) dan (81:18. malam. segala keterangan dirujuk kepada AlQur'an saja. shalat wusthaa. begitu juga dengan shalat Jum'at (62:9) dan shalat Tahajjud (17:79) nama shalat ini menunjukkan waktunya juga. Sama dengan istilah Subuh. atau shalat yang di tengah (2:238). dan keterangan yang akan dikemukakan akan menyinggung perasaan karena berbeda dengan amalan shalat biasa umat Islam. Penjelasan dimulakan dengan memperihalkan nama bagi tiap-tiap shalat. iaitu shalat Fajar (subuh. ketika waktu langit terlihat terang tetapi matahari belum mncul) . sore. Di dalam jawaban ini. Waktu-waktunya dijelaskan lagi dengan sebuah ayat lain berbunyi: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Tahajjud. isya. pagi. tetapi sekadar untuk menyatakan apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an mengenai shalat. dan shalat Isya (24:58). siang.Penulisan ini menjawab soalan tersebut. Terdapat nama shalat di dalam Al-Qur'an. tengah malam(kedalaman malam). pagi. Nama dan Waktu Perihal mengenai waktu pada umumnya kita mengenal dengan istilah: fajar. dalam pengertian yang sebenarnya. Segala sesuatu yang dikemukan bukanlah untuk membuktikan bahwa umat Islam salah. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). zuhur.

(diantara pagi dan petang) yaitu biasa disebut (Zuhur dan Ashr). yaitu perintah untuk melaksanakan shalat sampai kegelapan malam. Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. selanjutnya dijelaskan dengan sebuah ayat berbunyi: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). (4:103) Oleh karena itu Al-Qur'an menjelaskan sendiri. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Dan pada permulaan bagian malam dikenali umum sebagai waktu maghrib. (11:114) Perkenaan mengenai "wusta" ingin diperjelaskan lagi di sini. Ia bermakna "di tengah". maksudnya adalah waktu pada kedua tepi siang. (17:79) Sedikit menjelaskan mengenai shalat Tahajjud atau shalat yang ditambahkan: Ayat diatas Tuhan mengatakan bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan .kepala kita. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Magrib(senja). Isya(gelap malam) dan Tahajjud(tengah malam). Zuhur(siang). bukan lagi 5 yang biasa umat Islam jalani. begitupun tambahan shalat yang diberikan Allah untuk dikerjakan hukumnya pun wajib (fardhu). Jadi Shalat menurut Al-Qur'an itu ada 6 waktu. seperti arahan-Nya yang berbunyi: . maka shalatlah kamu seperti Allah telah mengajarkan orang-orang terdahulushalat.jelaslah ayat diatas mengatakan "Perintah" ibadah tambahan yang fardhu. Artinya bahwa apa yang kita sudah kenal umumnya bahwa Shalat itu 5 waktu dan hukumnya adalah wajib. Jadi pernyataan diatas menjelaskan tidak ada namanama shalat. Ketentuan dan Waktu Shalat Shalat hendaklah dilakukan pada waktu-waktu yang Allah tentukan. jadi keseluruhan dari shalat kita menjadi 6 waktu. kenapa dikatakan fardhu? "Coba kita ambil sebuah perumpamaan seorang majikan menyuruh kepada budaknya untuk melakukan perintah kepadanya "tolong tambahkan air itu kedalam bejana pada setiap malam hari" dan perintah itu dijadikan suatu ketetapan yang syah. Dan kesemuanyadikatakanWajib. Ashr(sore)." Jadi jelaslah apa yang dikatakan Tuhan bahwa sekalipun itu adalah tambahan tapi menjadikan suatu ketetapan maka itu dikatakanwajibataufardhu. hanya diwaktu-waktu tersebut ada perintah untuk melaksanakan shalat. yaitu Fajar(subuh).

maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa)." (4:101) Perkenaan mengenai shalat Tahajud yaitu:Hai orang yang berselimut (Muhammad).Ayat yang berikut menjelaskannya:Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Kemudian apabila kamu telah merasa aman. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari. (2:239) Tetapi Shalat itu bisa di qashar atau dikurangkan dari raka'atnya. jika kamu takut diserang orangorang kafir.Walau dalam keadaan apapun shalat hendaklah dikerjakan pada waktu-waktunya. sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi. (4:103) Tiada terdapat pula satu ayat pun di dalam Al-Qur'an yang memperbolehkan shalat itu dilakukan pada waktu yang bukan waktunya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. kecuali sedikit . ingatlah Allah di waktu berdiri. seperti menjamakkannya(yaitu menggabungkan dua shalat Fardhu menjadi Satu).Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu). maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. maka sebutlah Allah (shalatlah). maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu). Kemudian apabila kamu telah aman. di waktu duduk dan di waktu berbaring.

daripada ayat tersebut. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu. atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu.. umat diingatkan supaya melakukan shalat seperti yang diajar oleh Tuhan . Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itulebihberkesan... yaitu pelaksanaan dua pertiga malam (sekitar jam 3 pagian). seperdua malam (jam 12 malam) atau sepertiga malam (yaitu sekitar jam 10 malam) . Rakaat .(73:1-6) Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan... (73:20) Jelas sekali dikatakan diatas bahwa shalat ini dikatakan bagian dari shalat yang diwajibkan (fardhu). (73:20) Begitupun.(daripadanya)..Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. atau lebih dari seperdua itu. .segala ajaran Tuhan terkandung di dalam AlQur'an.

kepala. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (4:101) Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka. hanya empat bahagian anggota badan yang terlibat. dan . (4:102) Dijelaskan bahwa mengenai raka'at tersebut diatas yaitu sebanyak dua rakaat. jika kamu takut diserang orangorang kafir. dan kaki. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku."Dan apabila kamu bepergian di muka bumi. Allah memberikan perumpamaan bahwa dalam keadaan perangpun Allah mewajibkan (shalat yang fardhu). tangan. kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat). maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu). Ini dijelaskan dengan ayat yang berikut:Hai orang-orang yang beriman. Wudhu Mengenai wudhu juga (perkataan "wudhu" tidak disebut di dalam Al-Qur'an). lalu bersembahyanglah mereka denganmu. maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata. yaitu muka. maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang. Perumpamaan diatas menjelaskan bagaimana bentuk shalat yang di-qashar.

supaya kamu bersyukur. dan beliau tidak mungkin menambah bahagian-bahagian anggota yang lain dalam wudhu karena jika beliau berbuat demikian maka Allah akan membunuhnya. Allah hendak menyempurnakan nikmat-Nya bagimu.sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. bahwa berpaling ke Masjidil Haram . Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami. palingkanlah mukamu ke arahnya. Rasul sendiri telah mencari-carinya dahulu lalu Allah menunjukkan kepadanya melalui ayat yang berikut:Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit. (5:6) Ayat ini telah juga disebut oleh Rasul. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. yang di tengahnya terletak Ka'ba. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Firman-Nya:Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Dan dimana saja kamu berada. (69:43-46) Kiblat Kiblat menurut Al-Qur'an ialah Masjidil Haram.

agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu. Firman-Nya:Hai anak Adam. pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. (2:150) Pakaian Pakaian untuk shalat adalah yang baik atau cantik karena ketika itu umat berhadapan serta berkomunikasi dengan Penciptanya. dan supaya kamu mendapat petunjuk. Allah telah menyuruh mengambil perhiasan di setiap masjid.itu adalah benar dari Tuhannya. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada. maka palingkanlah wajahmu ke arahnya. maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. yang bermaksud tempat sujud. Dan sujud dilakukan juga dalam shalat. (7:31) Berkomunikasi shalat adalah suatu cara istimewa dalam berinteraksi dengan Allah karena Ia dimulakan dengan . dan Allah sekalikali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (2:144) Dan dari mana saja kamu (keluar). Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Malahan. kecuali orangorang yang zalim diantara mereka.

Firman-Nya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (20:14) Bahasa Dia melarang melakukan shalat jika apa yang diucapkan di dalamnya tidak difahami. Satu daripada tujuan umat berkomunikasi dengan-Nya adalah untuk memohon pertolongan. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat.membersihkan bahagian-bahagian anggota badan tertentu. FirmanNya:Hai orang-orang yang beriman. tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku. sedang kamu dalam keadaan mabuk. Ini dijelaskan dengan sebuah ayat lain berbunyi:Sesungguhnya Aku ini adalah Allah. kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (2:45) Mohonlah kepada-Nya. Shalat bukan saja masa untuk memohon pertolongan tetapi juga suatu masa untuk mengingatiNya. Sebaik-baiknya permohonan adalah menurut apa yang diajarkan di dalam AlQur'an. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan (4:43) Artinya jika kita Shalat membacakan ayat-ayat Tuhan di haruskan kita mengerti daripada artinya . maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. janganlah kamu shalat.

. Setelah dilarang mengerjakan shalat apabila segala yang diucapkan tidak difahami dan seseorang itu terus melakukannya juga. Yang Maha Esa. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.(kandungannya)." Suara Nada suara dalam shalat tidaklah terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah tetapi di pertengahan. atau Ar-Rahman (Yang Pemurah) atau manamana nama-Nya yang indah yang diajar di dalam Al- . dan ini berlaku untuk semua shalat. seperti Allah. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." (17:110) Seruannya Shalat dimulai dengan menyeru Nama-Nya. maka apakah hukumnya? Ingin diingatkan di sini bahawa Iblis telah menjadi kafir setelah mengingkari hanya satu (saja) perintah Allah! Maka ia dikatakan "Kafir. Firman-Nya:. Misalkan apa yang kita baca Surat Al-Ikhlas: "Dia-lah Allah.." Jangan sampai kita baca Ayatnya dalam bahasa Arab kita tidak mengerti Ucapannya (isi atau artinya) Begitupun dengan ayat-ayat yang lainnya yang terdapatdiAl-Qur'an.

(17:111) Gerakan dan Bacaannya Berdiri. hidupku dan matiku hanyalah untuk . rukuk (tunduk) dan sujud disebut berulang kali di dalam Al-Qur'an.Qur'an. (30:30) dengan lurus Menyeru dengan nama Allah (al asmaaul husna) Allahu akbar atau Ar rahman atau lainnya (20:8).. yaitu:Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik).. Pertama Diawali dengan berdiri. ibadatku. Firman-Nya:Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman." (17:110) Ayat yang berikutnya menetapkan apa yang harus diucapkan selepas seruan itu. Berdiri hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah. Lalu mengucapkan:"Sesungguhnya sembahyangku.

kami telah beriman. Kedua Ru'ku dan membaca Subhana rabbial azim (maha suci Allah).Allah. (87:1) Kembali berdiri dan mengulangi seperti di atas. dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (6:162) Dan Tiada sekutu bagiNya. Keempat Duduk dan membaca "Subhanakallahumma" (10:10) lalu:"Ya Tuhan kami. (69:52) Ketiga Sujud dan membaca Subhana rabbial a'la (maha suci Allah). (73:20). maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. Kemudian diteruskan dengan membaca Ayat yang terdapat didalam Al-Qur'an menurut keperluannya (suratnya boleh pendek atau panjang). Tuhan semesta alam." (23:109) . (6:163) Lalu membaca Al-Fatihah (15:87).

(50:40) Inilah shalat yang diajarkan menurut Al-Qur'an yang juga dikerjakan oleh Nabi dan Rasul sebelum Muhammad." (10:10) Keenam Bertasbih sebagaimana dalam:Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.Lalu: "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami). Alhamdulilaahi Rabbil'aalamin. masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan . Tambahan: Doa yang biasa dibaca ketika dalam bacaan shalatTahajjudyaitu:"Ya Tuhan-ku. Berkenaan tulisan yang digarisbawahi itu merupakan inti dari rangkaian dan tuntunannya sedangkan ayat-ayat doa yang ada didalam nya sesuai dengan kehendak dan keiginan serta keperluannya. (2:127) Kelima Penutupnya mengucapkan "Salam. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. atau menyebut.berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong dan "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Hanya Nama Allah disebut di dalam shalat. (23:11) Larangan Satu lagi larangan yang di dalam shalat (selain ucapan yang tidak difahami) yang termaktub di dalam AlQur'an ialah menyeru. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Ini difahamkan daripada ayat yang berikut berbunyi: . kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. nama-nama yang selain daripada Nama-Nya. dan orang-orang yang menunaikan zakat. (17:80-81) Shalatnya Orang Mukmin Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.

. rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih wa'fu ‘anna wagfir lana warhamna anta maulana fansurna ‘alal qaumil kafirin."Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Pertanyaannya Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah? (4:122) atau rasul Muhammad (53:4)? Bacaan Do'a Setelah Shalat Robbana la tu'akhizna innasina au akhta'na robbana wala tahmil'alaina isran kama hamaltahu ‘alallazina min qablina. Jadi alhasil buat apalagi kita harus mempercayai kitab-kitab atau hadis-hadis yang tidak pernah jelas keberadaanya yang katanya adalah di dalam kelima-lima kitab hadis terbesar di dunia mengikuti perintah Rasulnya. (2:286) "Ya Tuhan kami. Tentulah ia dapati bertentangan dengan ajaran para ulama yang menyatakan shalat mereka datang dari Rasul atau sunnahnya." (72:18) Penutup Banyak perkataan mengenai shalat menurut ajaran Tuhan di dalam Al-Qur'an di sini. Ya Tuhan kami. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. Ya Tuhan kami.

(3:147) "Ya Tuhan kami.janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Ya Tuhan kami. Beri ma'aflah kami. janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. ampunilah kami. dan rahmatilah kami. ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami. maka kamipun beriman. dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (3:193) Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha ."(3:147) Robbana innana sami'na munadiyay yunadi lil imani an aminu birobbikum fa amanna rabbana fagfir lana zunubana wa kaffir ‘anna sayyi'atina watawaffana ma'al abrar." (2:286) Robbanagfirlana zunubana wa israfana fi amrina wa sabbit aqdamana wansurna ‘alal qaumil kafirin. Engkaulah Penolong kami. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu". (60:5) "Ya Tuhan kami. maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (3:193) Robbana la taj'alna fitnatan lili lazina kafaru wagfir lana rabbana innaka antal ‘azizul hakim. sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman. dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

(5:114) "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami. dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama. (3:16) Robbana anzil ‘alaina ma'idatam minas sama'i takunu lana ‘idal li awwalina wa akhirina wa ayatam minka warzuqna wa anta khairur raziqin." (60:5) Rabbanagfir li wa liwalidayya walilimu'minina yauma yaqumul hisab." (2:285) Robbana innana amanna fagfirlana zunubana waqina azabanar. beri rzekilah kami. beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (2:285) "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka." (14:41) Wa qalu sami'na wa ata'na gufranaka rabbana wa ilaikal masir.Bijaksana. (14:41) Ya Tuhan kami." (5:114) Rabbana taqabal minna innaka antas sami'ul ‘alim. dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. (2:127) "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan . sesungguhnya kami telah beriman. (3:16) Ya Tuhan kami.

berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (2:201) "Ya Tuhan kami. Shalat Bukan Do'a Konsep "shalat" sudah jelas tidak sama dengan konsep "do'a. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". . Dalam artikel ini.com) Masalah Utama Seringkali istilah "shalat" diartikan secara sederhana sebagai "sembahyang" atau "ritual yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam." Ini bisa kita lihat dari ayat berikut. dan karena ini terminologi qur'ani." Dan ada juga yang mengatakan bahwa shalat itu sama dengan "do'a." (2:201) Memahami Makna Shalat Oleh Adley (adley194@gmail.kami). akan ditunjukkan bagaimana konsep "shalat" digunakan di dalam al-qur'an. namun pada kenyataannya ia tidaklah mempunyai nilai kebenaran yang tinggi bila disaring oleh al-qur'an. (2:127) Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabbannar." Meskipun definisi tersebut sangat populer. maka untuk menentukan maknanya pun harus sesuai dengan penggunaannya di dalam alqur'an.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (du'aa). (14:40) Maka janganlah kamu menyeru (tad'u) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. (26:213) Mereka menjawab: "Mohonkanlah (ud'u) kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (2:68) Dalam bahasa al-qur'an, "do'a" itu memiliki bentuk dasar "du'aa" yang memiliki akar kata Dal-'Ayn-Waw menurut Lane's Lexicon. Beberapa makna yang bisa ditemui untuk kata ini antara lain: call upon (memanggil kepada yang lebih tinggi), cry out (memanggil dengan suara keras atau lantang), call out (memanggil sesuatu yang jauh), dan petition (petisi). Sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwa pada intinya, konsep "do'a" adalah "memanggil, menyeru, atau memohon" dan dalam konteks ayat-ayat di atas, panggilan, seruan, atau permohonan tersebut ditujukan kepada Allah. Selain itu, jelas sekali bahwa berdo'a itu lain dari shalat dari ayat-ayat berikut. Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke

mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menaungi lagi Maha Mengetahui. (2:115) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. (50:16) Perlukah kita melakukan ritual untuk berdo'a kepada Yang Satu yang begitu dekat dengan keberadaan kita sekaligus berada di segala penjuru? Oleh karena itu logislah mengapa Allah menyatakan hal berikut:Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu mendengarkan-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (2:186) Apakah Shalat Sama Dengan Sembahyang? Mari kita mulai dengan ayat yang sederhana. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-kitab dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah yang terbesar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (29:45) Jika shalat adalah sembahyang, mengapa banyak orang

bersembahyang tetap saja melakukan perbuatan keji dan mungkar? Biasanya dijawab dengan sembahyangnya yang belum benar. Apa sih susahnya melakukan ritual secara "benar"? Mungkin jawaban yang paling sesuai adalah bahwa mereka yang melakukan hal-hal yang keji dan mungkar tidak tahu apa itu shalat, tapi hanya tahu apa itu sembahyang. Mari kita tengok kisah Syu'aib untuk memahami shalat. Mereka berkata: "Hai Syuaib, apakah shalatmu (shalaatuka) yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapakbapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal." (11:87) Jika shalat adalah ritual bernama "sembahyang" lalu bagaimana caranya rasulullah Syu'aib melaksanakan hal di atas, yaitu menyuruh kaum beliau membelanjakan harta secara benar? Bagaimana mungkin sebuah ritual bisa mencapai hal demikian? Terjemahan resmi dari Departmen Agama (DepAg) dengan leluasa menerjemahkan "shalaatuka" sebagai "agamamu" yang tentu saja selain memberikan arahan yang keliru, juga melupakan bahwa dalam al-qur'an masih terdapat konsep "diin" yang seringkali mereka terjemahkan juga sebagai "agama." Allah tidak sembarangan memilih kata; "shalat" bukanlah "diin" sehingga sudah pasti berbeda maknanya, tidak bisa dipaksakanuntuksama.

Sekarang mari kita tengok dari sudut pandang lain. dan shalatlah (shalli) untuk mereka. lautan. Masingmasing telah mengetahui shalatnya (shalaatahu) dan tasbihnya. adakah buktinya dari al-qur'an? Dari 11:87 dan 24:41 pun sudah jelas bahwa shalat bukanlah sembahyang. pohon-pohon." Jelas memahami "shalat" sebagai "sembahyang" menimbulkan situasi yang mengherankan di sini. (9:103) Seperti biasa. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya shalat kamu (shalaataka) itu merupakan ketenteraman jiwa bagi mereka. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. bagaimana cara burung-burung bersembahyang? Apakah mereka melakukan ritual? Bagaimana matahari. (24:41) Nah. kepadaNya bertasbih apa yang di langit dan di bumi. dan sebagainya melaksanakan ritual sembahyang? Bila dijawab bahwa tiap-tiap dari mereka mempunyai ritual khusus masing-masing. Namun bagi yang masih belum yakin. Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah. bumi. DepAg juga dengan santai menerjemahkan kedua kemunculan "shalat" dalam ayat di atas sebagai "do'a. dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Apa maksudnya shalat seseorang itu merupakan ketenteraman jiwa bagi orang lain? . Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. bulan. mari kita baca satu ayat lagi. dan burung dengan mengembangkan sayapnya.

" Memahami Konsep Shalat Dengan memperhatikan bagaimana kata "shalat" digunakan di dalam al-qur'an. Apakah anda masih yakin bahwa shalat adalah sembahyang? Dengan sedikit membuka al-qur'an. . Mereka itulah yang mendapat shalawat (shalawaatun) dan rahmat dari Tuhan mereka. maka untuk apa Allah bersembahyang kepada ciptaan-Nya? Anggaplah "shalawat" itu semacam ritual seperti pemahaman tradisional. dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. tapi sayang sekali itu hanya menjadikan terjemahan DepAg penuh dengan kontradiksi. (2:157) Kata "shalawat" adalah bentuk jamak dari "shalat. sekaligus sebagai catatan.Mungkin bisa ditambah dengan ayat berikut. maka apakah masuk akal Allah melaksanakan suatu ritual yang dipesembahkan kepada ciptaan-Nya? Jawaban "Ya" di sini merupakan jawaban yang harus amat dipaksakan dan menentang segala macam logika." Jika shalat adalah sembahyang. DepAg menerjemahkan "shalawat" sebagai "keberkatan yang sempurna. Oh." Meskipun cukup kreatif. kita akan dapat lebih memahami apa yang sebetulnya dimaksud dengan shalat. kita dapat dengan mudah menyatakan bahwa shalat tidak sama dengan ritual yang dikenal dengan sebutan "sembahyang.

Dua ayat di atas. (75:31) Tetapi ia mendustakan (kadz-dzaba) dan berpaling (tawallaa). membuat kontras antara yang positif dan negatif." Ikatan Perjanjian Sekarang mari kita belajar dari kasus kaum musyrik di dalam al-qur'an untuk lebih memahami konsep shalat.Tidak Berpaling Mari kita mulai dengan 75:31-32. seperti yang sering dilakukan oleh al-qur'an. Simaklah kedua ayat berikut. dua ayat di atas memberikan pemahaman bahwa shalat adalah "tidak berpaling" atau dengan kata lain "berpaling ke suatu arah tertentu. Dengan kata lain. (75:32) Dari dua ayat pendek di atas kita sudah mulai bisa memahami shalat secara jauh lebih baik ketimbang pemahaman tradisional. Kecuali orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun darinya dan tidak mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu. maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai . Dan ternyata shalat (shallaa) lawannya adalah berpaling (tawallaa). Dan ia tidak mau membenarkan (shaddaqa) dan tidak mau mengerjakan shalat (shallaa). Kita bisa mempelajari bahwa membenarkan (shaddaqa) lawannya adalah mendustakan (kadz-dzaba).

Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu. (9:12) Awal dari Surah 9 ini jelas tidak membicarakan suatu . maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (9:4) Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu. dan tangkaplah mereka. maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. maupun perjanjian. maka mereka adalah saudara-saudaramu dalam diin.batas waktunya. dan mereka mencerca agamamu. agar supaya mereka berhenti. (9:10) Jika mereka bertobat. Jika mereka bertobat dan mendirikan shalat (ash-shalaata) dan menunaikan zakat. Mereka tidak menghargai orang-orang mukmin. (9:5) Lalu diteruskan sampai dengan ayat berikut. (9:11) Jika mereka merusak sumpahnya sesudah mereka berjanji. kekerabatan. mendirikan shalat (ashshalaata) dan menunaikan zakat. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. karena sesungguhnya mereka itu adalah orangorang yang tidak dapat dipegang janjinya. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian.

Hai orang-orang yang beriman. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah shalat (ashshalaati). lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu: "Kami tidak akan menukar sumpah ini dengan harga yang sedikit. atau dua orang yang lain jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kondisi yang digambarkan dalam awal Surah ini adalah kondisi saat terjadi konflik atau peperangan. tidak boleh diperangi. sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa". walaupun dia karib kerabat. Tidak ada gunanya ritual sembahyang bagi mereka yang musyrik karena itu tidak akan membuktikan apa-apa. apabila salah seorang kamu menghadapi kematian. Makna serupa dapat juga dilihat dalam ayat berikut. Dalam hal ini adalah ikatan perjanjian yang didasari oleh sumpah yang . (5:106) Kedua saksi tersebut sudah sepatutnya menaati ikatan perjanjian yang mereka buat. maka hendaklah disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu. terutama saatkondisipenuhkonflik. sedang dia akan berwasiat. Dari 9:5 dan 9:11 kita mendapatkan suatu hal yang menarik. Makna shalat dari awal Surah 9 dapat dipahami sebagai "menaati ikatan perjanjian. dan tidak akan kami menyembunyikan persaksian Allah.ritual dalam bentuk apapun." Konsepnya pun cukup sederhana: kaum musyrik yang tetap berkomitmen untuk menaati ikatan perjanjian yang telah disepakati.

Dari sini.. Proses Pembelajaran Mari kita ulangi pertanyaan di atas: Mengapa ada orang yang mengaku sudah shalat namun masih berbuat keji dan mungkar? Seharusnya shalat mencegah kedua hal tersebut. Namun sudah jelas mustahil sebuah ritual dapat menciptakan manusia yang lebih baik. Untuk mencoba menjawab teka-teki 29:45 kita memerlukan bantuan ayat-ayat lain.diucapkan agar proses penulisan wasiat tersebut bebas dari kecurigaan." (11:87) Nampaknya. Mereka berkata: "Hai Syu'aib.. sedang kamu dalam keadaan mabuk. apakah shalatmu (shalaatuka) yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapakbapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal. janganlah kamu shalat. shalat yang dilakukan Syu'aib membuat beliau mengerti mana yang keji dan mungkar. (4:43) Mengapa Allah nyatakan bahwa dalam melaksanakan . nampaknya shalat adalah sesuatu yang dapat menambah pengetahuan seseorang. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Itulah mengapa beliau bisa memberitahukan kepada kaumnya mengenai kebenaran. Hai orang-orang yang beriman. dan mana yang bukan.

yaitu perintah untuk membaca apa yang telah diwahyukan kepada kita. (29:45) Perhatikan awal dari ayat di atas. Beliau mengerti apa yang beliau ucapkan kepada kaumnya. (73:4) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. . Sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan mungkar. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu.dan susunlah (rattil) al-qur'an itu berdasarkan keserupaan dan susunan yang benar (tartiilaa). bahwa apabila Syu'aib melaksanakan shalat dalam keadaan mabuk atau tidak mengerti apa yang beliau dapatkan dari kegiatan tersebut. Syu'aib adalah orang yang beriman. Tampaknya kegiatan membaca ini erat hubungannya dengan shalat. yaitu al-kitab dan dirikanlah shalat. memahami shalat sebagai ritual yang dilakukan dalam bahasa asing yang banyak sekali tidak dipahami orang bukanlah sesuatu yang sejalan dengan maksud ayat di atas. (73:5) . Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sehingga sangat logis apa yang dikandung dalam 4:43. maka mustahil 11:87 menjadi kenyataan. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah yang terbesar. Ini juga bisa dilihat dari ayat berikut...shalat kita harus mengerti apa kita ucapkan? Jujur saja. Dan pengertian itu datang akibat shalat yang beliau lakukan.

Dia mempunyai nama-nama yang terbaik. Bila kita menghubungkan dengan 29:45 maka jelaslah bacaan apa yang harus kita baca saat shalat. maka Dia memberi keringanan kepadamu. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu." Sehingga dalam konteks ayat-ayat di atas." Namun makna lain kata ini adalah "menyusun hal-hal yang sama atau serupa." Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan . Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri kurang dari dua pertiga malam. kita disuruh mengumpulkan ayat-ayat yang membicarakan topik yang sama atau serupa dan menyusunnya untuk dibaca dan dipelajari. berarti dalam mempelajari al-qur'an. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. atau seperdua malam atau sepertiganya dan begitu pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan jelas pulalah mengapa 4:43 berbicara tentang ucapan yang harus bisa dimengerti.Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih efektif dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. yaitu alqur'an. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Yang Maha Perkasa. Dengan nama yang mana saja kamu seru.. karena itu bacalah apa yang mudah dari al-qur'an. (73:6) Kata "ratil" memang biasanya diartikan "membaca perlahan-lahan. meski bagian yang mudahnya saja.. (73:20) Ternyata membaca al-qur'an itu memang penting menurut Allah.

ikatan perjanjian. Dan jelaslah mengapa 29:45 menyatakan shalat itu mencegah dari yang keji dan mungkar. Shalat = Komitmen Atas Amanat Sekarang. maka kita bisa menyimpulkan bahwa shalat adalah "proses pembelajaran" yang dalam melakukannya diperlukan pengertian atas materi yang dipelajari agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga aspek ini dapat kita leburkan menjadi satu. maka shalat mencakup semua makna berikut: tidak berpaling. Namun tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah volumenya. dan proses pembelajaran. maka jelaslah mengapa shalat yang dilakukan Syu'aib dapat menyebabkan beliau bertindak seperti dalam 11:87. dalam kegiatan shalat kita sebaiknya mengucapkan apa yang kita baca.carilah jalan tengah di antara kedua itu. tidak memiliki kegunaan apapun dan jelas menyalahi 4:43 di atas. Dengan menggabungkan semua ayat di atas. seseorang akan memiliki pengetahuan atau pemahaman mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan pemaparan sejauh ini. Karena setelah membaca dan mempelajari al-qur'an. setelah kita melihat bagaimana kata "shalat" digunakan di dalam al-qur'an. (17:110) Singkat kata. Sebelumnya . Ini sekaligus sama dengan menyatakan bahwa membaca al-qur'an hanya dengan bahasa Arabnya tanpa mengerti maknanya. kita dapat membuat suatu kesimpulan sederhana mengenai apa shalat itu sebenarnya. Bila sekarang kita ulangi dari awal.

dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan . berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. Beberapa amanat tersebut adalah seperti yang tertera di bawah ini. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (33:72) Lalu bandingkan dengan ayat berikut. kepadaNya bertasbih apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Bila dicermati dari 33:72. (24:41) Semua makhluk yang tersebar antara langit dan bumi mempunyai pemahaman bagaimana melaksanakan shalat. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.mari kita baca suatu ayat yang menarik. Masingmasing telah mengetahui shalatnya (shalaatahu) dan tasbihnya. dan burung dengan mengembangkan sayapnya. maka kita dapat mempelajari bahwa hanya manusia yang mengemban amanat dari Allah. Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Tampaknya hanya manusia yang kesulitan. Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. bumi dan gunung-gunung. dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan." Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat." mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan sesuatu yang benar". Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil.yang keji. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. (2:12) Dengan kata lain. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. amanat yang disebutkan dalam 33:72 pada intinya mengharuskan kita untuk tidak menyekutukan Allah dan tidak berbuat kerusakan di dunia. kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat. hingga sampai ia dewasa. (6:151) "Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim. (6:152) Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami. maka bisa . maka hendaklah kamu berlaku adil kendati pun dia adalah kerabat." (2:11) Ingatlah. dan penuhilah janji Allah. Berdasarkan pemahaman amanat ini. tetapi mereka tidak sadar. Dan apabila kamu berkata.

Dan komitmen inilah yang menjadi motivasi kita untuk terus tidak menyerah dalam mempelajari al-qur'an demi mendapatkan petunjuk. Sehingga saat kita diminta pertanggungjawaban atas amanat tersebut. Untuk dapat menghindari dari perbuatan yang merusak. Al-kitab itu tidak ada keraguan padanya. (2:2) Dengan membaca dan mempelajari al-qur'an. Komitmen inilah yang menjadi dasar agar kita menghargai setiap ikatan perjanjian atau sumpah yang pernah kita buat. petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Amanat yang kita emban sangat erat kaitannya dengan diin Allah.disimpulkan bahwa shalat adalah "komitmen atas amanat" atau bisa dipersingkat sebagai "komitmen" atau "ikatan. setelah mencoba memahami al-qur'an . kita dapat termasuk sebagai golongan kanan alias golongan yang berhasil memegang amanat yang dibebankan. Shalat adalah kegiatan atau proses yang harus kita lakukan agar kita sukses mengemban amanat tersebut. Kita mengemban amanat agar tidak menyekutukan Allah dan berbuat kerusakan di dunia. maka kita perlu mendapatkan petunjuk. kita akan mempunyai pengetahuan dalam mengemban amanat tersebut." Definisi ini mencakup semua aspek shalat yang telah dipaparkan di atas. Yang Masih Menjadi Pertanyaan Seperti biasa. Komitmen inilah yang mendasari tindakan kita untuk tidak berpaling dari ajaran yang dikandung al-qur'an.

Pelindung. Catatan Apa yang tertulis di artikel ini adalah pemahaman saya pada tanggal 4 Juli 2006: Sangat mungkin bahwa apa yang saya tulis dalam artikel ini bukan merupakan pemahaman saya di masa mendatang. apa saja posisinya. Pemelihara semesta alam. Penjaga. kapan waktunya. Kecuali jika Allah berkehendak lain. ketimbang hal-hal lain yang sifatnya teknis. dan sebagainya. Wudhu . timbul banyak pertanyaan. entah mengerti atau tidak. hal-hal tersebut akan dibahas dalam artikel selanjutnya. Artikel ini tidak membahas hal-hal yang berbau teknis seperti tata cara shalat. semoga artikel ini dapat memberikan manfaat walau hanya sedikit.mengenai suatu topik tertentu. 45:6). Segala puji hanya bagi Allah. Artikel ini memang lebih menekankan kepada pemahaman konsep shalat dan tujuan dari shalat itu sendiri. Pembaca diharapkan memverifikasi ulang semua yang saya tulis (17:36) dan ingat selalu bahwa al-qur'an merupakan hadits terbaik yang tidak memerlukan kitab apapun sebagai penjelas maupun pelengkap (39:23. Kecuali Allah berkehendak lain. Karena saya berpendapat bahwa jauh lebih utama memahami tujuan suatu aktivitas ketimbang melaksanakannya namun tidak memahami tujuannya dan hanya seperti burung beo yang mengulang-ulang apapun yang ia dengar. Tuhan.

dan (3) sapulah kepalamu dan (4) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. dan jika kamu junub maka mandilah. . maka (1) basuhlah mukamu dan (2) tanganmu sampai dengan siku. 3. wudhu ini terdiri dari 4 langkah yang sangat sederhana: 1. Mengusap kaki sampai kepada mata kaki. 4. Membasuh kedua tangan sampai kepada siku. Ini adalah wudhu yang diperintahkan Allah di dalam Al-Qur'an untuk setiap orang yang beriman sebelum mengerjakan/mendirikan shalat. supaya kamu bersyukur. tetapi Dia hendak membersihkan* kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu. (1) sapulah mukamu dan (2) tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu. maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). (5:6) *Membersihkan = cleanse = thahhirakum > lebih kepada spiritual bukan kepada fisik. Mengusap/Menyapukan (air) ke kepala. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh (berhubungan seks dengan) perempuan. lalu kamu tidak memperoleh air.Org Wudhu Hanya 4-Langkah Sederhana Bukan 8 Atau 9 Hai orang-orang yang beriman. Membasuh muka/wajah.Ditulis untuk Allah-Semata. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. 2.

Tapi apakah wudhu dengan 4 langkah sederhana seperti di ataskan yang dipraktekan 99% umat muslim sekarang ini? Jawabnya TIDAK atau BUKAN seperti 4 hal di atas. semuanya percaya dan meng-imani bahwa wudhu ini adalah wudhu yang dikerjakan Nabi. berasal dari Sunah Nabi kita Muhammad. berkumur. Walaupun perintah di dalam Al-Qur'an ini sangat jelas dan mudah. Semuanya menyatakan bahwa cara wudhu yang mereka kerjakan (wudhu tradisi adalah 8 atau 9 langkah). mayoritas umat muslim sekarang ini megerjakan wudhu dengan cara yang sangat berbeda sekali. Apakah masuk akal bahwa Nabi Muhammad yang dinyatakan di dalam Al-Qur'an sebagai . sebagaimana dinyatakan di dalam hadits. Pada 4 langkah sederhana dari Surat Al-Maidah ayat 6 di atas ditambahkan dengan: membasuh tangan sampai pergelangan. Apakah Nabi Muhammad Tidak Puas Dengan Perintah Wudhu Dari Allah? Mereka berpendapat karena 'Al-Nazafah min al-Imaan' atau kebersihan adalah bagian daripada ke-imanan. membersihkan hidung dan telinga. bahkan ada yang ditambah dengan menggosok gigi (siwak). jadi semakin bersih seseorang secara fisik sebelum shalat. Penambahan langkah dalam ber-wudhu dari yang telah ditentukan Allah di dalam Al-Qur'an menimbulkan pertanyaan sebagai berikut: 1. semakin baik.

dengan menambahkan langkah wudhu tambahan? .'contoh yang baik atau panutan terbaik' untuk semua orang-orang yang beriman dan dikaruniai Allah sebagai penerima dan penyampai ayat-ayat Al-Qur'an. tentu juga pernah membuat kesalahan." (10:15) Apa tidak cukup adil kalau pemahaman saya tentang penggalan ayat 10:15 ini bahwa Nabi tidak mungkin menyimpang perintah sederhana dari ayat 5:6. dia bukan manusia yang maha sempurna. Pertanyaan berikut yang PENTING artinya adalah: Apakah 'kebersihan fisik' merupakan 'maksud dan tujuan' daripada ber-wudhu? Jawaban untuk pertanyaan ke-1 dan 2 sudah pasti TIDAK. TIDAK MUNGKIN! Nabi adalah manusia seperti kita. Apakah cara berwudhu yang dijelaskan Allah kepada kita tidak cukup? Apakah kemudian Nabi membuat metoda wudhu yang lebih bersih dan lebih baik? 3. Ingatlah. berulang-ulang di dalam Al-Qur'an. tapi dalam hal ini insya Allah Nabi tidak akan pernah melanggar atau mengikuti cara selain yang telah ditentukan Allah di dalam Al-Qur'an. Nabi diminta Allah untuk mengatakan: "aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. mengabaikan perintah Allah? Mengabaikan ketentuan wudhu daripada ayat Al-Qur'an tersebut di atas dan mengikuti ketentuan yang lain? 2.

Wudhu Apakah Lebih Kepada Kebersihan Fisik atau Ujian Kepatuhan? Sedangkan untuk jawaban dari pertanyaan ketiga, kita harus menyikapi dan merenungkan pemikiran berikut ini:

Jika maksud dan tujuan daripada wudhu adalah semata kebersihan (fisik), mengapa Allah tidak memerintahkan kita untuk membersihkan ketiak kita, kemaluan ataupun, maaf, dubur kita, dan bukan hanya sekedar berwudhu tapi memerintahkan kita mandi? Tentu saja ketiak kita (pada umumnya), kemaluan (genital) kita lebih perlu untuk dibersihkan daripada misalnya wajah kita. Kalau maksud dan tujuan ber-wudhu adalah semata kebersihan fisik, mengapa Allah hanya memerintahkan untuk 'mengusap atau menyapukan air' ke kepala? Bukan nya 'membasuh' kepala? Tentu menyapukan air kekepala tidaklah membuat kepala menjadi benar-benar bersih! Pernah juga di dalam suatu forum tanya jawab tentang Islam, seorang wanita mualaf Amerika, mengajukan pertanyaan sebagai berikut: "Mengapa kita harus ber-wudhu sebelum shalat? Padahal dalam dunia modern ini, di Amerika, di tempat dia bekerja, lingkungannya sangat bersih, berpendingin dan hal lainnya yang membuat seseorang secara fisik relatif bersih sepanjang hari, sepanjang hari kerja!"

Hal yang jelas dan jawaban yang rasional dari pemikiran dan pertanyaan di atas adalah bahwa "maksud dan tujuan" daripada ber-wudhu sebelum shalat pastilah terutama bukan ditujukan untuk sekedar kebersihan fisik. wudhu tidak lain adalah "perintah sederhana" dari Allah untuk "menguji kepatuhan kita terhadap perintah-Nya." Apakah kita akan mematuhi perintah Allah dengan melaksanakan 4-langkah wudhu tersebut ataukah kita akan menjadi korban penipuan daripada setan untuk mengubah perintah Allah? Ujian kecil ini pada kenyataanya sama dengan ujian yang diberikan Allah kepada Nabi Adam dan isterinya tentang 'pohon terlarang.' Mengapa Allah menempatkan 'pohon terlarang' di antara hal-hal lainnya dan kemudian memperingatkan Adam untuk tidak memakan buah dari pohon terlarang tersebut? Jelas tidak ada yang salah dengan buah dari pohon tersebut, karena ketika Adam dan isterinya memakan buah dari pohon tersebut tidak ada, atau tidak diceritakan, pengaruhnya terhadap kesehatan fisik dari Adam dan isterinya, namun bagaimanapun juga Adam dan isterinya telah gagal dalam ujian yang sangat sederhana ini. setan telah menipu mereka persis dengan cara yang sama mereka (setan) menipu juta-an umat muslim sekarang ini untuk "MEMATUHI" perintah wudhu dari Allah, yang sangat sederhana. Trik-trik dari setan selalu sama, Allah yang Maha Kuasa telah memperingatkan kita bahwa setan akan memikat kita dengan kebohongan-kebohongan dan

khayalan dan pengertian yang menyesatkan. Dalam hal tipuan kepada Adam, setan menipunya untuk mempercayai bahwa buah dari pohon terlarang tersebut lebih baik dan (setan) mengatakan: Fawaswasa ilayhi asy-syaithaanu qaala yaa aadamu hal adulluka 'alaa syajarati alkhuldi wamulkin laa yablaa. (20:120) Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (20:120) Sama juga dalam hal ber-wudhu, setan telah memikat jutaan manusia untuk mempercai, meng-imani bahwa ada cara yang lebih baik, dimana Nabi mengerjakan 'wudhu yang lebih baik!' Kenyataannya, insya Allah, Nabi Muhammad tidak bersalah dari kebohongankebohongan yang di-atributkan, dibebankan kepadanya. Tidak ada keraguan sedikitpun bahwa Nabi Muhammad pasti mengikuti perintah-perintah Allah di dalam Al-Qur'an dan bukan yang lain. Jika kebersihan fisik adalah hal yang hanya dibesarbesarkan setan untuk menanamkan racun-nya, kita juga bisa menemukan di dalam Al-Qur'an bahwa Allah telah meng-indikasikan bahwa wudhu adalah sekedar ujian untuk kepatuhan kita, umatnya, dan bukan mengutamakan hal tentang kebersihan fisik, sebagai berikut: Pertama Bagian-bagian tubuh yang dinyatakan dalam ayat tentang wudhu (5:6) bukanlah bagian-bagian tubuh

dan kaki tetapi hanya mengusap kepala? sedangkan mengusap tidaklah betul-betul membersihkan kepala dari kotoran.. Ketiga Kepastian ketiga bisa ditemukan pada ayat berikut ini: . tangan. Sedangkan dalam keadaan bahwa kita tidak .Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir (perjalanan) atau kembali dari tempat buang air atau kamu baru berhubungan (seks) dengan perempuan (isteri). maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (bersih). (4:43) Dalam ayat sebelumnya (5:6) setelah berhubungan seks kita diperintahkan Allah untuk mandi.' UjianNya adalah mematuhi perintah-Nya. Kedua Mengapa Allah memerintahkan kita untuk membasuh wajah. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.yang paling utama yang perlu untuk dibersihkan (ketiak. dubur dan alat kelamin. lebih perlu untuk dibersihkan).. Hal ini harus kita ambil sebagai salah satu indikasi.' namun hal yang utama adalah 'mematuhi perintah Allah. petunjuk dari Allah untuk memastikan kepada kita bahwa 'kebersihan secara fisik' bukanlah 'hal yang utama. (1) sapulah mukamu dan (2) tanganmu. Mandi di antaranya akan membersihkan alat kelamin kita suami dan isteri. kemudian kamu tidak mendapat air.

tidak akan membersihkan secara fisik alat kelamin ataupun dubur. insya Allah. keluar dari jebakan setan. anda katakan radikal. perintah dari Allah adalah melakukan wudhu kering (tayammum) dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah yang bersih. insya Allah. adalah tentang larangan mengerjakan shalat (dan ibadah lainnya) bagi kaum wanita yang sedang menstruasi/haid (Al-Baqarah 2:222). akan membuka kebenaran lain yang sangat berkaitan erat tetapi juga akan anda pandang sebagai sesuatu hal yang sangat ekstrim. berani mengetahui dengan bimbingan Al-Qur'an sebagai Al-Furqan (kriteria utama). namun tentang 'ujian' kepatuhan kepada perintah Allah.bisa (sulit) mendapatkan air. . Baru berhubungan seks dengan suami atau isteri kita. pembeda dari yang salah dan benar. Kejelasan dan kebenaran dari maksud dan tujuan wudhu ini. utamanya bukan tentang kebersihan fisik. Jadi sekali lagi ayat ini memastikan bahwa hal utama daripada bewudhu bukanlah tentang kebersihan fisik. Di sini jelas bahwa: menyapu wajah dan tangan dengan tanah yang bersih. keluar dari kungkungan tradisi yang salah. anda semua bisa merenungkan kembali. walaupun: • • Baru buang air besar atau kecil. Maksud dan Tujuan wudhu sebelum shalat.

(18:54) Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur'an ini bermacammacam perumpamaan (contoh). padahal perintah Allah sangatlah mudah untuk segera mereka laksanakan (lihat surat Al-Baqarah. terus dan berulang-ulang mempertanyakan untuk mengklarifikasikan segala hal yang tidak perlu tentang kejelasan dan kepastian dari perintah ini (melalui Nabi Musa). tetapi mereka keukeuh. dengan tidak perlu (A'udzubillah): Walaqad sharrafnaa fii hadza alqur-'aani linnaasi min kulli matsalin wakaana al-insaanu akthara syai-in jadalaan. Allah menyatakan kepada kita dua bagian dari pengetahuan yang berhubungan dengan hal ber-wudhu dan penyangkalan dari manusia: Allah telah menciptakan kita semua. jadi Dia maha mengetahui tentang manusia dengan sangat sempurna. Allah mengetahui bahwa sesederhana dan semudah apapun Perintah-Nya. ngeyel.Tetapi sekarang ini kita teruskan tentang maksud dan tujuan wudhu.banyaknya ayat menerangkan juga betapa ngeyelnya mereka itu). ketika mereka diperintahkan Allah untuk mengorbankan sapi muda. di dalam Al-Qur'an. Pakaian Wanita Dalam Islam (Bukan Kerudung) . tetap saja manusia selalu akan menyangkalnya. 2:67-74 --. (18:54) Patut dicatat juga kisah tentang bangsa Israel. Tetapi manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

Ketentuan ini berlaku bagi pria maupun wanita..." (7:26) Secara khusus Allah menetapkan aturan tertentu tentang pakaian wanita di dalam Al-Qur'an.. Ketetapan Allah ini hendaknya menjadi perhatian wanita-wanita beriman untuk dipatuhi.. Penyebutan bagian dada ini kemudian dihaluskan . dan tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang nampak darinya.com ) Secara umum. fungsi pakaian adalah untuk menutupi bagian-bagian aib dari diri dan untuk keindahan penampilan. sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian kepadamu untuk menutupi bagian-bagian aib kamu dan perhiasan. dan menjaga kemaluan mereka. Dan hendaklah mereka meletakkan penutup (khumur) pada dadanya. dan tidak menampakkan perhiasan mereka." (24:31) Khumur Pada kutipan ayat di atas Allah menyuruh agar wanita beriman menutupi bagian dada mereka (payudara).Oleh Debusemesta ( debusemesta@yahoo. "Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman supaya menahan pandangan mereka. "Wahai Bani Adam.

anak laki-laki saudara perempuan mereka. atau wanita-wanita mereka. atau .pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan seks. atau . atau bapak mereka. kecuali kepada suami mereka. atau blazer.anak laki-laki suami mereka. atau ." (24:31) . atau . atau . atau anak laki-laki mereka. Pakaian yang biasa dipakai sehari-hari oleh kaum wanita sudah memadai sebagai penutup sepanjang bisa menyembunyikan bagian dada. rompi.Allah dengan istilah "perhiasan. atau saudara laki-laki mereka. Pengecualian Kebolehan untuk berpakaian tidak sebagaimana yang disyaratkan di atas adalah di hadapan: "." Kata "khumur" pada ayat di atas berarti "tutup/penutup" dalam bahasa Indonesia. atau bapak suami mereka.budak-budak yang mereka miliki.anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. cardigan.." Kata "khumur" ini masih serumpun dengan kata "khamar" (tuak) yang menutupi akal pikiran. Taplak yang digunakan untuk menutupi meja juga disebut "khumur..anak laki-laki saudara laki-laki mereka. Apabila pakaian yang dikenakan itu ketat maka diperlukan penutup tambahan semacam jaket... atau .

"Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya supaya perhiasan mereka yang tersembunyi diketahui. apabila mereka tetap memenuhinya tentulah itu yang lebih sopan dan lebih baik. Allah memberi petunjuk agar istri Nabi..Tidak saja memperlihatkan payudara yang dilarang oleh Allah. tidak ada dosa atas mereka untuk menanggalkan pakaian tanpa (maksud) menunjuknunjukkan perhiasan. Bagaimanapun. "Wahai Nabi. anak wanita Nabi dan wanita-wanita beriman mengulurkan pakaian luar ke tubuh mereka. dan anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-orang beriman. "Bagi perempuan-perempuan tua yang tidak ada keinginan kawin. Menghentakkan kaki supaya "perhiasan tersembunyi" itu diketahui adalah juga termasuk aksi yang terlarang. supaya mereka mengulurkan pakaian luar (jalabi) pada tubuh mereka.." (24:31) Wanita-wanita yang sudah menginjak masa tua diberi kelonggaran apakah akan memenuhi norma berpakaian ini atau tidak. katakanlah kepada isteri-isterimu. Demikian ." (24:60) Jalabi Selain memerintahkan agar wanita beriman menutupi bagian dada mereka. dan jika berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka.

Membaca ayat yang mengatakan bahwa tujuan mengulurkan pakaian luar ini adalah agar para wanita beriman lebih mudah dikenal dan tidak diganggu maka dapat dimengerti bahwa mengulurkan pakaian luar ini terutama diperlukan ketika seorang wanita sedang keluar rumah. 19:17. Yusuf Ali di dalam Holy Quran-nya menterjemahkan "jalabi" sebagai "outer garments. 33:53. dan tidak diganggu. atau celana yang cukup panjang. 41:5. pakailah baju terusan. Kerudung Kepala Kerudung kepala wanita sebagaimana yang disyariatkan oleh para pemuka agama disebut "hijab" dalam bahasa Arab. Adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih Penyayang. Allah tidak pernah menyusahkan wanita dengan kewajiban untuk menutupi bagian-bagian yang biasa ." (33:59) Istilah "jalabi" yang di-Indonesiakan menjadi "jilbab" ini adalah pakaian luar yang menutupi tubuh. Jangan mengenakan pakaian bawahan yang pendek/mini. 17:45. Dengan kata lain. Kata "hijab" muncul setidaknya 7 kali di dalam Al-Qur'an (7:46.itu lebih mudah dikenal." Perintah Allah adalah agar pakaian luar tersebut dihulurkan/dipanjangkan. 42:51) dan tidak satupun diantaranya yang berkaitan dengan tradisi pakaian muslimah. 38:32. atau rok.

(1 Korintus 11:5) Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya. namun ia dikenal di dalam ajaran Nasrani. pipi. maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. maka haruslah ia menudungi kepalanya. sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. rambut.terlihat seperti lengan. maka para pria pun harusnya mengenakan penutup kepala dan pakaian serba tertutup karena telah terbukti pada kisah Nabi Yusuf bahwa ketampanan seorang pria pun bisa membuat wanita-wanita tergoda. dan leher sebagaimana yang diajarkan oleh kitab-kitab selain AlQur'an. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung. Kalaulah mau diada-adakan dalih bahwa kecantikan yang terlihat pada diri wanita bisa membuat pria tergoda. Ajaran Bible Kerudung penutup kepala wanita sebagaimana yang biasa dikenakan oleh wanita muslim sekarang ini tidak dikenal di dalam syariat Islam. bahwa rambutnya digunting atau dicukur. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan. (1 Korintus 11:6) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? (1 Korintus 11:13) . menghina kepalanya.

memakai kutex.Karena apa yang diajarkan di dalam bible tentang menutup kepala bagi kaum wanita tidak mendapat "pengesahan" dari Kitab pamungkas yang diturunkan Allah (Al-Qur'an). Penyelenggaraan Jenazah dan Pembagian Harta Warisan Oleh Debusemesta ( debusemesta@yahoo.com ) . Al-Qur'an itu lengkap dan sempurna. Cat Rambut. sering pula dipermasalahkan perihal hukum mengenakan wig. parfum. dan janganlah mengikuti keinginan mereka dengan mengabaikan kebenaran yang telah datang kepadamu. Kutex. tentulah larangan tersebut ada tercantum di dalam Al-Qur'an. Dan Kami telah menurunkan kepada kamu Kitab dengan kebenaran. Hal-hal di atas sama sekali tidak pernah dilarang oleh Allah. (5:48) Wig. Parfum. mengecat rambut. yang membenarkan Kitab sebelumnya. maupun mencukur alis bagi wanita. dan menjaga (kebenaran)nya. dan Cukur Alis Dalam kaitannya dengan topik pakaian wanita. Kalaulah Allah memang ingin melarang hal-hal di atas. maka ajaran tersebut tidak boleh diikuti. Maka putuskanlah antara mereka menurut apa yang telah diturunkan Allah.

Mungkin ia berupa setelan kemeja..." (7:26) Bagaimana pakaian yang baik untuk jenazah tidak berbeda dengan pakaian yang baik untuk orang hidup. Sebagaimana petunjuk Allah. selanjutnya dari ayat-ayat Allah kita mendapati petunjuk bahwa jenazah dikuburkan. selain berfungsi sebagai penutup aurat pakaian juga diturunkan-Nya kepada manusia untuk membawa keindahan. dan (pakaian indah sebagai) perhiasan. atau jas. Setelah jenazah dipakaikan dengan pakaian yang baik. bukan diperlakukan dengan cara lain seperti misalnya .Penyelenggaraan Jenazah Demi kebersihan dan kepantasan maka umumnya jenazah dimandikan dan diberi wewangian. sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi bagian-bagian aib kamu. Penulis tidak berpikir bahwa pembungkusan jenazah dengan kain kafan sebagaimana tradisi selama ini bisa dikatakan sebagai "baik" apalagi "memuliakan" bagi si wafat. atau batik. atau baju kurung. Setelah itu terhadapnya dikenakan pakaian yang baik sehingga tidak menjatuhkan kehormatannya meskipun yang bersangkutan telah wafat. dan sebagainya. "Wahai Bani Adam.

untuk menyembunyikan mayat saudaraku yang menimbulkan aib?' Dan dia menjadi diantara orang-orang yang menyesal." (80:21) dan Sesaat setelah jenazah dikuburkan. maka tidak usah kita ikut melakukannya. menguburkannya. "Kemudian Allah kirimkan seekor burung gagak mencakar-cakar di atas bumi.. Dia berkata: 'Celakalah aku! Tidakkah aku mampu untuk menjadi seperti burung gagak ini. untuk memperlihatkan kepada dia bagaimana dia akan menyembunyikan mayat saudaranya yang menimbulkan aib. kita bisa mendoakan kebaikan untuk si wafat. pada sebagian masyarakat ada kebiasaan untuk melakukan "talqin.." (5:31) "Kemudian mematikannya.dikremasi (dibakar)." yaitu suatu pengajaran kepada jenazah tentang apa yang harus dijawabnya atas pertanyaan malaikat di alam kubur." (35:22) Karena talqin adalah pekerjaan yang sia-sia belaka. Padahal ayat Allah dalam hal ini sangat jelas: ". Ayat di bawah ini mengisyaratkan kepada kita bahwa . Sebagai gantinya.kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang di dalam kubur untuk mendengar.

"Dan janganlah kamu mendoakan seorang yang mati antara mereka. apabila seseorang antara kamu didatangi kematian.mendoakan maupun menziarahi jenazah (kubur) orang beriman adalah perbuatan yang dibenarkan oleh Allah. Pembagian Harta Warisan Wasiat Allah memerintahkan kepada kita membuat wasiat untuk ibu. "Dikitabkan bagi kamu." (2:180) Apabila ternyata isi wasiat dirasakan tidak adil atau . dan dia meninggalkan kebaikan (harta). dan sanak saudara dengan baik – sebagai suatu kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya mereka tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya. sebagai bentuk penghormatan atas si wafat maka ketika melakukan ziarah kubur hendaknya kita berdiri. bapak. Saking pentingnya membuat wasiat ini. dan mereka mati dalam keadaan fasik. bukan duduk atau jongkok. Allah mengaitkannya dengan ketakwaan. dan jangan juga berdiri di kuburnya." (9:84) Satu pesan lagi dari ayat di atas adalah. supaya membuat wasiat untuk ibu bapaknya. dan sanak saudara.

" (2:240) Turut dimasukkan sebagai pewaris di dalam wasiat adalah orang-orang yang terikat sumpah dengan si wafat.berdosa apabila dilaksanakan. Sesungguhnya Allah Pengampun. bapak dan sanak saudara Kami jadikan pewaris-pewarisnya. "Jika seseorang takut akan penyimpangan dari jalan yang benar.. "Dan orang-orang antara kamu yang mati dan meninggalkan isteri-isteri." (4:33) . maka tidaklah ada dosa baginya. Apabila rumah yang dimaksud adalah rumah sewaan. Dan orang-orang yang terikat sumpah dengan kamu.. berilah mereka bagiannya. lalu dia mengadakan perbaikan antara mereka. maka pembayaran sewa rumahnya selama satu tahun harus diwasiatkan. "Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu. atau dosa dari orang yang berwasiat itu.. hendaklah mereka membuat wasiat untuk isteri-isteri mereka nafkah untuk setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). maka para pihak yang terlibat dapat memperbaikinya agar adil." (2:182) Allah tetapkan pula agar di dalam wasiat itu dicantumkan pemberian uang belanja dan hak untuk tetap mendiami rumah bagi istri selama satu tahun.. Pengasih.

. Masuk ke dalam kategori ini adalah: anak asuh." (5:106) Apabila ragu terhadap kejujuran saksi-saksi." (5:106) . apabila dia berwasiat. walaupun ia sanak saudara yang dekat.. atau dua orang selain kamu jika kamu berpergian di bumi dan bencana maut menimpa kamu. anak yatim. Saksi dapat merupakan orang yang dipercayai atau orang lain jika kebetulan maut mendatangi sedang kita dalam perjalanan.. dan kami tidak juga akan menyembunyikan kesaksian Allah. dan mereka akan bersumpah dengan nama Allah. kesaksian antara kamu apabila salah seorang daripada kamu ditimpa maut. dan lain-lain.. jika kamu ragu-ragu: 'Kami tidak akan menjualnya untuk suatu harga. pembantu. karena jika demikian. tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa'. kerabat yang miskin.Hemat penulis. ialah dua orang yang adil antara kamu. yang dimaksud dengan orang-orang yang terikat sumpah ini adalah orang-orang kepada siapa si wafat ketika hidupnya berkomitmen untuk memberi nafkah. kita minta agar mereka melafazkan sumpah dengan menyebut nama Allah setelah shalat dengan bunyi sebagaimana disebutkan oleh ayat berikut. "Wahai orang-orang yang beriman. ".Kemudian kamu tahan mereka sesudah shalat. Wasiat hendaknya disaksikan oleh dua orang saksi yang adil. anak tiri.

maka bagi ibunya satu per enam. jika dia ada anak. dan jika mereka semuanya perempuan yang lebih dari dua. bagian anak laki-laki sama dengan bagian dua perempuan.. Terdapat tiga ayat yang mengatur ketentuan tentang wasiat Allah ini yaitu: "Allah mewasiatkan kamu mengenai anak-anak kamu. atau jika dia ada saudara-saudara laki-laki. maka ia dibagi menurut ketentuan wasiat Allah. Wasiat Allah Apabila si wafat tidak meninggalkan suatu wasiat. maka satu per tiga bagi ibunya. maka pembagian harta warisan dilakukan menurut wasiat Allah.. dan waris-warisnya ialah ibu dan bapaknya. Dan untuk ibu dan bapak. Demikian pula apabila ada sisa harta yang tidak diatur pembagiannya di dalam wasiat." (4:11) . maka baginya separuh harta. tapi jika anak perempuan itu seorang saja.Pada zaman sekarang kita dapat menggunakan jasa notaris untuk penyaksian wasiat ini. tetapi jika dia tidak ada anak. sesudah dipenuhi wasiat yang dia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. kepada masing-masing satu per enam dari harta yang ditinggalkan. maka bagi mereka dua per tiga dari harta yang ditinggalkan.

maka bagi masing-masing dari keduanya. satu per empat dari apa yang kamu tinggalkan jika kamu mempunyai anak."Dan bagi kamu (suami)." (4:12) "Mereka meminta satu keputusan kepada kamu. "Allah memutuskan kepada kamu mengenai waris yang tidak langsung (selain ibu bapak dan anak). satu per enam harta. Penyantun. maka mereka bersekutu dalam satu per tiga. jika mereka tidak mempunyai anak. Tapi jika mereka mempunyai anak. sesudah dipenuhi wasiatnya. Dan bagi mereka (istri-istri). Katakanlah. tetapi dia mempunyai saudara perempuan. maka bagi mereka satu per delapan dari apa yang kamu tinggalkan. atau (dan) dibayar hutang yang tidak memudaratkan. atau (dan) dibayar hutangnya. Jika seorang laki-laki mati tanpa seorang anak. Jika seorang laki-laki atau seorang perempuan tidak mempunyai pewaris langsung (ibu bapak dan anak). (Yang demikian) wasiat dari Allah. dan dia (saudara laki-laki) adalah pewaris harta . dan Allah Mengetahui. sesudah dipenuhi wasiat mereka. sesudah dipenuhi wasiat atau (dan) dibayar hutangnya. maka dia (saudara perempuan) menerima separuh dari apa yang dia tinggalkan. separuh dari apa yang isteri-isteri kamu tinggalkan. tapi mempunyai saudara laki-laki atau saudara perempuan. maka bagi kamu satu per empat dari yang ditinggalkannya. Tapi jika mereka lebih banyak dari itu. Tapi jika kamu mempunyai anak.

saudara perempuannya jika dia (perempuan) tidak mempunyai anak. Allah menjelaskan kepada kamu supaya kamu tidak sesat." (4:176) Sebagai catatan." Ayat-ayat tentang wasiat Allah di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Bagian anak-anak • • • • Pada dasarnya. mereka menerima dua per tiga dari harta yang dia (saudara laki-laki) tinggalkan. Allah mengetahui segala sesuatu.. dan berarti anak laki-laki mendapat 1/3. laki-laki dan perempuan. Jika ada dua saudara perempuan. yang laki-laki menerima sama dengan dua bagian perempuan. umumnya Al-Qur'an terjemahan bahasa Indonesia menggunakan frasa "Allah syariatkan.." pada awal ayat 4:11 yang dikutip di atas. Dan jika ada beberapa orang saudara.. maka . Jika anak perempuan berjumlah lebih dari dua. maka masingmasing mereka mendapatkan separuh (1/2). dan anak laki-laki juga satu orang.. Jika anak perempuan hanya satu orang. Namun apabila kita konsisten dengan kata dalam bahasa aslinya (Arab). maka mereka mendapatkan 2/3. maka terjemahan yang lebih tepat adalah "Allah wasiatkan. Jika anak laki-laki lebih dari 1 orang. bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan. dan anak perempuan hanya 1 orang.

maka warisan yang diperuntukkan bagi anak diserahkan semuanya kepada anak laki-laki tersebut. Bagian Istri/ Suami • • • • Jika tidak ada anak. suami mendapatkan 1/4 bagian. . Bagian Orang Tua • • • Jika ada anak. Jika tidak ada anak. suami mendapatkan 1/2 bagian. Jika ada anak.• perhitungannya kembali ke prinsip awal bahwa bagian satu orang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. istri mendapatkan 1/4 bagian. Pendapat kami. demikian pula sebaliknya. ibu dan bapak masing-masing mendapatkan 1/6 bagian. Jika tidak anak tapi ada saudara-saudara lakilaki. Jika tidak ada anak. Jika ada anak. ibu mendapatkan 1/3 bagian. ibu kembali mendapatkan 1/6 bagian. istri mendapatkan 1/8 bagian. apabila orang yang wafat hanya meninggalkan anak laki-laki saja (tidak ada anak perempuan).

maka saudara perempuannya mendapatkan 1/2 bagian. Apabila jumlah mereka lebih dari 6 orang.83% . namun mempunyai dua orang saudara perempuan. Prosentase pembagiannya: • • • Istri Ibu Anak-anak => 1/8 (3/24) = 12.66% => Sisa (17/24) = 70. bapak.Bagian Saudara (pewaris tidak langsung) • • • • Jika tidak ada pewaris langsung (ibu.50% => 1/6 (4/24) = 16. anak). maka mereka mendapatkan 2/3 bagian. maka saudara laki-laki mewarisi seluruh harta. anak). Jika orang yang meninggal adalah laki-laki yang tidak mempunyai pewaris langsung (ibu. anak). anak). bapak. dan anak-anak. Contoh ilustrasi. mereka semua berbagi dalam 1/3 bagian. seorang laki-laki wafat dan meninggalkan seorang istri. bapak. bapak. Jika orang yang meninggal adalah laki-laki yang tidak mempunyai pewaris langsung (ibu. ibu. Jika orang yang meninggal adalah perempuan yang tidak mempunyai pewaris langsung (ibu. Bagian saudara lakilaki sama dengan dua bagian saudara perempuan. saudara-saudara laki-laki dan perempuan mendapat masing-masing 1/6.

Mari kita berandai-andai. pikirkan dan renungkan. tapi saking cintanya anda kepada Sang Pencipta. penglihatan dan akal. dan lain-lain). dan kamu harus bertanggung jawab dalam menggunakannya. pembantu. saking senangnya anda Puasa dan . anak tiri. kemudian mengikuti begitu saja! Kita harus selalu memeriksanya sendiri.Pada kasus tertentu. anak yatim. bahwa sebagai seorang muslim shalat betul-betul sudah bukan hanya merupakan kewajiban bagi anda. mari kita coba renungkan sebentar jika memang betul bahwa haid menghalangi wanita untuk beribadah. Hemat kami. Termasuk semua isi tulisan dan semua ayat-ayat Al-Qur'an yang dikutip di seluruh tulisan ini. sisa harta tersebut dibagikan kepada orang-orang yang terikat sumpah dengan si meninggal sebagaimana telah disinggung sebelumnya (anak asuh. mengerjakan puasa (yang diwajibkan-Nya). (17:36) Janganlah kita menerima. Sebelum membahas untuk menjawab pertanyaan topik ini. harta yang dibagi dengan rumus di atas ternyata masih bersisa. dan kebaikan lainnya. mempelajari Al-Qur'an. Wanita Yang Haid Diharamkan Menyentuh Al-Qur'an? Ditulis untuk Allah-Semata. Aku telah memberikan pendengaran. kerabat yang miskin.Org Dan janganlah kamu menerima apapun yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

hal yang sama harus juga dialami oleh kaum wanita. namun karena kebetulan anda seorang wanita. sistem dari Allah? Tapi apa memang betul tidak boleh shalat. puasa bahkan tidak menyentuh Qur'an memang bagian dari hukum Allah. dan anda harus haid maka anda harus kehilangan shalat sekitar kurang lebih seminggu setiap bulannya! Padahal sekali lagi shalat sudah menjadi kebutuhan ruh anda. merasa diperlakukan tidak adil dan dibedakan dengan kaum pria karena ini? atau menerima dengan kerelaan hati karena ini memang sudah menjadi hukum agama Allah. Bagaimana perasaan anda: • • masgul.berkomunikasi dengan Dia melalui shalat. Sistem Allah? Menurut analisa saya. kaum ibu yang mulia ini. kemudian puasa . dilarangnya wanita yang sedang haid untuk mengerjakan ibadah shalat dan puasa ini erat kaitannya dengan kesalah-pahaman mengenai kebersihan fisik. shalat sudah menjadi 'kebutuhan' anda setiap hari. ibu-ibu kita yang mulia. bukan sekedar kewajiban! Demikian juga dengan puasa. suatu keadaan yang memang sudah dirancang dan ditentukan oleh Yang Maha Kuasa untuk kaum wanita. sebagai persyaratan untuk menjalankan ibadah shalat terutama. Semuanya ini karena haid. mereka "tidak diperbolehkan berpuasa" selama kurang lebih seminggu karena haid.

dan hal apa yang mencegah kita untuk tidak mengerjakan shalat dan yang membatalkan wudhu sudah dengan jelas di nyatakan pada surat An-Nisa 4:43: Hai orang-orang yang beriman. (4:43) Jika kita sudah mengerti dan meng-imani perintah wudhu sebelum melakukan shalat utamanya adalah untuk menaati perintah Allah dan untuk menuju kepada kebersihan spiritual sedangkan kebersihan . telah dibahas pada maksud dan tujuan wudhu . sedang kamu dalam keadaan mabuk. sapulah mukamu dan tanganmu. kemudian kamu tidak mendapat air. Karena untuk shalat syaratnya adalah wudhu. Bahwa thaharah adalah kebersihan spiritual dan bukan fisik. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. terlarang bagi wanita muslim. dengan maksud membacanya.dan akibat lanjutan dari kesalah-pahaman ini umum kita ketahui bahwa bahkan menyentuh Al-Qur'an pun. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan (berhubungan seks). jadi insya Allah. ibadah kaum wanita karena 'kotornya' fisik kaum wanita yang sedang mengalami haid bukanlah hal yang menjadi penghalang shalat. maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci). janganlah kamu shalat. jangan pula dalam keadaan junub (kecuali kamu dalam perjalanan) hingga kamu mandi.

fisik/jasmani bukan sesuatu yang menghalangi sah-nya shalat. sebelum mereka suci. Mereka bertanya kepadamu tentang haid. dua ayat lain berhubungan dengan subjek perceraian (2:228 dan 2:231). mudah-mudahan Allah menunjukan kita kepada jalan yang lebih dekat lagi kepada kebenaran bahwa tidak ada satu ayatpun. apalagi menyentuh dan membaca Al-Qur'an. Maha Pemurah dan Maha Penyayang yang melarang wanita yang sedang haid dari melaksanakan ibadah shalat dan puasa. Katakanlah: "Haid itu tidak menyenangkan dan tidak bersih. yang tidak akan kita bahas di sini." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid*. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu**. Ayat-Ayat Tentang Wanita Haid Surat Al-Baqarah (QS 2) ayat 222 adalah satu dari tiga ayat dari keseluruhan Al-Qur'an yang menjelaskan atau menyinggung tentang menstruasi atau haid-nya kaum wanita. dan janganlah kamu mendekati mereka. maka datangilah tanah tempat . illa an yasha'a Allah. dari Allah Yang Maha Tahu. (2:222) Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam. tidak ada satu hukum-pun dari Al-Qur'an. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. Apabila mereka telah suci. kecuali hal-hal yang dijelaskan oleh ayat 4:43.

Terjemahan Indonesia umumnya untuk penggalan kalimat "Tidak menyenangkan" diikuti dengan "tidak bersih" atau "Haid itu adalah kotoran" telah membuka jalan kepada kesalah-pahaman yang sudah berurat berakar. tidak ada satupun yang menyatakan bahwa haram bagi wanita mengerjakan ibadah shalat. Dan berilah kabar gembiraorang-orang yang beriman. Ayat 2:222. dan karena paham bahwa shalat HARUS bersih secara fisik. dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamukelak akan menemui-Nya. menjelaskan kepada kita: . puasa apalagi menyentuh Al-Qur'an.bercocok-tanam kamu itu bagaimana saja kamu kehendaki**. maka wanita yang sedang haid haram baginya shalat! Padahal kalau kita telaah dengan hati-hati ayat 2:222 tersebut di atas. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu. yaitu. dan janganlah kamu mendekati mereka. karena wanita yang sedang haid kotor secara fisik. dan dua ayat lainnya yang menyinggung haid pada 2:228 dan 2:231." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid2. (2:223) Bagian kalimat dari ayat 2:222 di atas yang berbunyi: "Haid itu tidak menyenangkan1 dan tidak bersih. sebelum mereka suci.

Mengijinkan berhubungan seks dengan isterinya sesuai dengan ketentuan dari Allah. .. tempat suami-suami menanam benih untuk keturunan sebuah keluarga. 3. . dimana penggalan ayatnya sebagai berikut: "Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam..maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (2:223) – di tempat yang diperintahkan Allah bagaimana saja yang kamu kehendaki: .1. dan tentang berhubungan seks (hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid) dan bukan hal lain akan menjadi jelas bila dikaitkan dengan ayat 223. Menamam benih umat manusia tiada lain melalui hubungan seks. jadi jelas 2:222 ditujukan kepada suami. Isteri-isterimu adalah bagaikan tempat bercocok tanam.maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu (2:222). Mengalamatkan perintah-Nya ini kepada kaum laki-laki. maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki" Kalimatnya adalah isteri-isterimu. Bahwa penjelasan ayat 2:222 adalah kepada kaum pria. Mememerintahkan untuk tidak berhubungan seks dengan isterinya di saat haid.. 2. suami..

puasa apalagi menyentuh Qur'an. Jadi dari telaah ayat 2:222 (dan 2:223). dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orangorang yang mendustakan ayat-ayat Kami. maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka. . yaitu: • • yang kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. (6:150) Katakanlah: "Marilah kubacakan apa diharamkan bagimu oleh Tuhanmu. sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka. Katakanlah: "Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat memper-saksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan ini dan itu." Jika mereka membuat kesaksian. Harus sesuai perintah Allah. tidak ada sedikitpun kaitannya bahwa ayat tentang wanita yang sedang haid dilarang.• • • Menanam benih pasti harus melalui vagina. terlarang. kamu berbuat tidak baik terhadap kedua orang tuamu. apakah itu shalat. Bagaimanapun kamu kehendaki. dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat. bukan cara lain (bukan non-vaginal). atau diharamkan untuk beribadah. segala macam cara dan gaya.

Sesungguhnya orang- . baik yang nampak maupun yang tersembunyi. dan janganlah kamu membunuh jiwa diciptakan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Tidak ada yang dapat mengubah-rubah kalimatkalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.• • • kamu membunuh anak-anak kamu karena takut akan kemiskinan. mereka mengetahui bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. (6:115) Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram." untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji." Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu mengerti. (6:151) Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (6:114) Kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an) telah lengkap (sempurna). padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan TERPERINCI? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka. sebagai kalimat yang benar dan adil.

bila orang-orang teringat kata Islam. baik diperlihatkan atau tidak. Poligami. mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka saling menggenggamkan tangannya. Kita akan membahas khusus tentang poligami dalam pengertian bahwa setiap kaum laki-laki Muslim di . tentang Muslim. poligami dan jilbab dengan terbuka. Jilbab atau Veil. ada beberapa istilah yang umum masuk kepemikiran non-Muslim: Teroris.orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. Bisa ditebak bahwa ketiga hal ini dipandang dengan sinis. (9:67) Poligami Ditulis untuk Allah-Semata.sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama. pandangan negatif semacam ini hampir tidak pernah muncul ke permukaan.Org Di dunia secara umum. Tentu karena kita hidup di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Mereka telah lupa kepada Allah. bahkan dengan kebencian. maka Allah melupakan mereka. resikonya terlalu besar bagi non-Muslim untuk mengkritik atau menjelekan isu-isu teroris. (16:116) Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan.

Dijadikan olokolok! Atau menjadi fantasi bagi kaum lelaki nonMuslim (masih dalam kerangka olok-olok). Poligami dan Al-Qur'an Sebagai Al-Furqan Jika Al-Qur'an selalu kita pegang sebagai kriteria utama maka secara singkat yang bisa kita simpulkan . Islam. Namun bahkan wanita di dunia Muslim-pun banyak yang menerima pendapat tentang poligami ini. Laki-laki cenderung untuk berfantasi dan beralasan bahwa ini karena tingginya libido seksual yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. yaitu sampai dengan empat isteri. dengan didukung oleh hukum agama. oleh Tuhan. diizinkan untuk mempunyai lebih dari satu isteri. terlepas bahwa sangatlah besar kemungkinannya bahwa mayoritas kaum wanita Muslim di negara inipun tidak rela untuk berbagi suaminya dengan yang lain. sebagai sesuatu yang memang telah diberikan aturannya. Dipandang dengan sangat sinis sebagai suatu yang merendahkan derajat kaum wanita. Poligami adalah istilah yang melekat dengan kuat. baik di sini maupun di dunia secara umumnya. hukumnya.dalam diin Allah. kepada kaum non-Islam dalam artian yang negatif. sampai empat. Wanita Muslim umumnya tidak rela untuk berbagi suami. membayangkan bahwa kalau dia pindah kepercayaan dan menganut Islam. otomatis dia mempunyai lisensi untuk beristeri lebih dari satu. namun fakta agama tentang poligami inilah yang diajarkan kepada mereka untuk diterima dan dihormati.

two. and four. baik oleh Muslim maupun nonMuslim. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. tiga atau empat. yang utamanya hanya satu ayat. maka seorang saja. Pernyataan tentang poligami ini ada dari Surat an-Nisa (QS 4). (4:3) And if you fear that you cannot be just to the orphans. Tapi yang utama dan sangat memprihatinkan adalah kesalahan yang dilakukan oleh kaum Muslim." Al-Qur'an sangat keras melarang praktek poligami secara terbuka. then only one. But if you fear you will not be fair. and three. atau yang tangan kanan kamu miliki. ayat 3: Wa-in khiftum allaa tuqsithuu fii alyataamaa fankiHuu maa thaaba lakum mina annisaa-i matsnaa watsulaatsa warubaa'a fa-in khiftum allaa ta'diluu fawaaHidatan aw maa malakat aymaanukum dzaalika adnaa allaa ta'uuluu. then marry those whom you see fit from their mothers. maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi (yang kamu rasa cocok dari ibu-ibunya): dua. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. or whom .dari Al-Qur'an adalah: "Poligami (polygini) DIIZINKAN NAMUN DENGAN SYARAT YANG SANGAT KETAT untuk kebaikan secara sosial. Ayat tentang poligami yang ada di dalam Al-Qur'an. (4:3) Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) anak-anak yatim. namun satu ayat inipun dimaknai dengan salah dan disalahgunakan.

untuk memahami bahwa poligami adalah BERSYARAT. (4:2-3) Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka. anakanak yang kehilangan ibunya tidak dianggap sebagai anak-anak yatim. yatama dalam bahasa Arab. jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. . Untuk jelasnya kita gabungkan dua ayat. Setiap orang yang membaca ayat 4:3 di atas. Wa-in khiftum allaa tuqsithuu fii alyataamaa fankiHuu maa thaaba lakum mina annisaa-i matsnaa watsulaatsa warubaa'a fa-in khiftum allaa ta'diluu fawaaHidatan aw maa malakat aymaanukum dzaalika adnaa allaa ta'uuluu. 4:2 dan 4:3: Wa atuu alyatama amwalahum wala tatabaddaluu alkhabiitsa bialttayyibi wala ta/kuluu amwalahum ila amwalikum innahu kana huuban kabiiran. mutlak mengandung syarat bahwa seseorang ingin berlaku adil terhadap anak yatim. (4:3) Anak-anak yatim.you are already betrothed to. lebih lagi kalau dikaitkan dengan ayat yang mendahuluinya (4:2). ayahnya. kuat keinginannya untuk berbuat baik terhadap anak-anak yatim dan tentu juga terhadap kaum wanita yang ditinggalkan suaminya. digunakan untuk anak-anak yang telah kehilangan ayahnya. This is best that you do not face financial hardship. tidak perlu seorang yang pintar ataupun jenius. Dalam istilah bahasa Arab.

(4:2-3) Dan mereka berkonsultasi denganmu tentang para wanita. adalah dosa yang besar.Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu. and three. maka seorang saja. and do not replace the good with the bad. then marry those whom you see fit from their mothers. This is best that you do not face financial hardship. But if you fear you will not be fair. tiga atau empat. sebagaimana apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Kitab mengenai para ibu anak yatim yang hendak kamu kawini namun kamu belum memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka. for truly it is a great sin! And if you fear that you cannot be just to the orphans. and do not consume their money to your money. then only one. begitupula mengenai kelompok yang lemah dari anak-anak: Bahwa hendaklah kamu berlaku adil untuk anakanak yatim. maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi (yang kamu rasa cocok dari ibu-ibunya): dua. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (4:2-3) And give the orphans their money. or whom you are already betrothed to. Dan kebajikan apa saja yang kamu . and four. Katakanlah: "Allah memberi penerangan kepadamu tentang mereka. two. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) anak-anak yatim. atau budak-budak yang kamu miliki. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil.

The mothers of ORPHANS* that you wish to marry but do not give them their due dowries. harta yang (dipercayakan kepadamu) dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan... Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik."(4:127) "They consult you concerning women: say. as recited for you in the scripture. Whatever good you do. The rights of young boys must also be protected." (4:127) Namun siapakah sebetulnya anak-anak yatim dimana kita mempunyai tanggung jawab namun kemungkinan besar kita tidak akan bisa berlaku adil kepada mereka? Kembali. and speak to them in . maka serahkanlah kepada mereka harta mereka. you shall be just. You shall treat the orphans equitably. maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (telah dewasa). GOD is fully aware thereof.kerjakan. "GOD enlightens you regarding them. tidak perlu terlalu jauh untuk mencari jawaban-Nya: Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (belum dewasa). (4:5-6) And do not give the immature ones their money that God has entrusted to you. and spend on them from it and clothe them. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.

kaum laki-laki ambil anak-anak yatim dari mana saja kemudian kita meng-klaim bahwa kita akan menikahi ibu mereka! Logika yang masuk bisa sebagai berikut: Laki-laki dengan kualifikasi seperti ini bisa seorang yang diminta oleh ayah kandung anak-anak yatim tersebut (sebelum dia meninggal) sebagai pelindung anak-anaknya ATAU bisa juga karena ada hubungan sedarah. Katakanlah: "Allah memberi penerangan . (4:127) Dan mereka berkonsultasi denganmu tentang para wanita. jika kita maknai secara harfiah. then if you determine in them sound judgment. maka kualifikasi anda adalah sebagai pelindung anak-anak yatim tersebut. Jadi bukan sekedar kita.. dan penanggung-jawab harta waris milik anak-anak yatim tersebut.goodness. then give them their wealth. And test the orphans until they reach the age of marriage. Ini yang harus kita ingat dan pahami sebelum mempertimbangkan untuk melakukan poligami. Masih belum yakin bahwa poligami itu persyaratannya berkaitan erat dengan anak yatim dan ibunya? Coba pelajari ayat berikut: Wayastaftuunaka fii annisaa-i quli Allaahu yuftiikum fiihinna wamaa yutlaa 'alaykum fii alkitaabi fii yataamaa annisaa-i allaatii laa tu/tuunahunna maa kutiba lahunna watarghabuuna an tankiHuuhunna walmustadh'afiina mina alwildaani wa an taquumuu lilyataamaa bilqisthi wamaa taf'aluu min khayrin fainna Allaaha kaana bihi 'aliimaan.. (4:56) Dari ayat 5 dan 6 Surat an-Nisa (QS 4) di atas.

begitupula mengenai kelompok yang lemah dari anak-anak: Bahwa hendaklah kamu berlaku adil untuk anakanak yatim. pada Surat yang sama ayat 129: Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu)." Whatever good you do. Say: "God will give you a ruling regarding them and what is being recited to you in the Scripture regarding the orphan's mothers whom you wish to marry. Allah menyatakan pembatasan yang lebih ketat lagi berkaitan dengan subjek ini. as well as the weak from the children: That you stand for the orphans in equality. karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai). then God is aware of it. maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya. sehingga kamu biarkan yang lain terkatungkatung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan . sebagaimana apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Kitab mengenai para ibu anak yatim yang hendak kamu kawini namun kamu belum memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka."(4:127) And they seek a ruling regarding the women. walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian*) . but have not given them what was decreed for them. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan. (4:127) Setelah memberikan aturan-aturan tentang bagaimana persyaratan perkawinan poligami diizinkan.kepadamu tentang mereka.

kita BISA menikahi ibu mereka. (4:129) *) Bagaimanapun kerasnya usaha kamu. mencoba berlaku adil. intisari tentang poligami. Kalau kita takut bahwa kita akan berlaku bias. Intisari Tentang Poligami Berdasarkan Al-Qur'an Jika kita ringkaskan apa yang telah DIPERINCI oleh Allah dalam buku-Nya. diharuskan untuk berlaku seadil-adilnya ke isteri-isteri kita. adalah sebagai berikut: • • • • Anak-anak yatim yang ada dalam perlindungan (tanggung jawab) kita harus diperlakukan dengan adil. maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. tidak adil dalam perlakuan kita. Dalam kondisi-kondisi yang telah diringkaskan tersebut. akan menjadi tameng daripada anak-anak yatim yang telah kehilangan ayahnya dan membutuhkan perlindungan di dalam kehidupan di dunia ini secara sosial.memelihara diri. Kita HARUS membayarkan 'mahar' kepada ibu anak yatim yang kita nikahi sebagaimana perkawinan normal lainnya. semuanya menjadi jelas bahwa Sistem hidup yang sempurna dari Allah. bukan sekedar . ibu anak yatim dalam perlindungan kita. Kita DIHARUSKAN UNTUK TIDAK bisa.

Semoga Allah memberikan kepada kasih sayang. . Artinya kalau aturan dari wakil atau pesuruh Bos tersebut bertentangan. atau SIM-L (Surat Ijin Menikah-Lagiii). kita pada akhirnya akan protes dan ikut aturan Bos kita yang sebenarnya. Itulah yang ada di dalam Al-Qur'an. seberapa jenius pun. walaupun wakil atau pesuruh Bos tersebut kedudukannya lebih tinggi dari kita. kecuali anda secara sukarela menggantikan Bos anda dengan Bos yang lain. Dari Bos Yang Tertinggi dan Maha Tinggi. Tentu saja. kalau anda mencari pembenaran dari buku-buku di luar Al-Qur'an. kita akan patuh kepada 'aturan' (hukum) dari Bos kita bukan dari wakil-Bos atau pesuruh Bos. silahkan saja. mereka manusia ciptaan Allah.. Jadi aneh bin ajaib kalau anda tunduknya kepada hukum ciptaan manusia dan bukannya kepada hukum dari yang menciptakan manusia! Masih belum ngeh juga? Di kehidupan seharihari. yang menambahkan ini dan itu. memelintir begini dan begitu. pokoknya beda. nah yang di luar Al-Qur'an kan karangan manusia. logikanya mudah kok! • • Al-Qur'an itu Kalimat Allah.sebuah lisensi. nambahin. seberapa mulia pun (dalam pandangan anda!).. sebagai memenuhi fantasi-fantasi seks kaum laki-laki.

com ) Editor Adley ( adley194@gmail. saya menganalisa beberapa ayat-ayat Qur'ani yang berhubungan dengan perkawinan dan . Apakah Poligami Ada Di Dalam Al-Qur'an? Oleh Saudara Yaseen Terjemahan Nalendra ( nalendra.akan kita lihat di bawah inti pemikiran Saudara Yaseen bahwa makna fainkihuu menurutnya adalah marry off (nikahkan-lah.kemurahan dan memaafkan semua kesalahan yang telah kita lakukan.wibowo@gmail.com ) Judul asli: Is there "Polygamy" in the Quran? And if (wa-in) you fear (khiftum) that not (allaa) you will be just/equitable (tuqsituu) in (fii) the orphans (alyatama) then marry*) (fa inkihuu) what (ma) seems good (thaaba) to you (lakum) of (mina) the women (annisaa-i) two (matsna) or thrii (watsulatsa) or four (waruba'a) but if (fa-in) you fear (khiftum) that not (allaa) you can do justice (ta'diluu) then one (fawaahidatan) or (aw) what (ma) possess (malakat) your right hands (aymanukum) that (dzalika) nearer (adna) that not (alla) you will deviate/oppress (ta'uuluu) – (4:3) *) dikutip beserta tambahan rincian dari Saudara Wakas di Scotlandia -. bukan nikahi-lah) Pengantar Pada artikel ini.

terutama yang berhubungan dengan hak-hak kaum wanita dan anak-anak yatim di dalam masyarakat. Kita harus selalu mencari makna/pemahaman yang terbaik dari kalimat Allah dan menghindarkan semaksimal mungkin "penambahan kata-kata" atau "penambahan makna" daripada interpretasi kita terhadap ayat-ayat. Prinsip-prinsip saya dalam melakukan analisa terhadap ayat-ayat tersebut adalah: • • • • Ilmu bahasa (linguistik). yang sebenarnya tidak ada pada kata dan kalimat asli daripada ayat-ayat yang kita analisa. Setiap dari kita harus mengakui bahwa setiap "pembacaan" Al-Qur'an adalah unik dan sangat tidak mungkin dan tidak mudah untuk dipraktekkan bagi setiap pembaca Al-Qur'an UNTUK menghilangkan sama sekali (100%) pemahaman dan interpretasi pribadi.poligami bebas dari kepercayaan tradisi dan konotasi kaum pria yang sangat dominan yang telah menginfiltrasi dunia muslim selama berabad-abad. . tentang topik yang dicakup dan kepada siapa kalimat-kalimat Allah tersebut ditujukan. konsistensi di seluruh Al-Qur'an yakni mengenai penggunaan katakata dan pernyataan-pernyataan yang spesifik. Terjemahan-terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris pun telah begitu sangat mengecewakan terhadap interpretasi ayat-ayat yang sangat penting. Logika dan akal sehat.

subjek. Aturan-Aturan Pernikahan di Dalam Al-Qur'an Semua hal di dalam Al-Qur'an adalah konsisten. Ketika saya melihat ayat 4:3 dengan cara yang berbeda sama sekali. kecuali kita menerima bahwa ada pertentangan di dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Surat 4 dari Al-Qur'an dengan sangat terperinci. logis dan tidak ada pertentangan di dalamnya. topik. karena ayat-ayat inilah yang sangat luas dan umum digunakan sebagai dasar untuk membenarkan praktek poligami. Saya sama sekali tidak tahu bahwa kemudian makna yang baru. yang saya temukan akan pas seperti halnya sebuah sarung tangan.Saya akan mengupas ayat 3 dan 4 dari Surat An-Nisa (Wanita). Apakah mereka tidak mempelajari Al-Qur'an (dengan teliti)? Sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari Allah. Dari Al-Qur'an kita bisa menyimpulkan bahwa hanya ada dua peraturan yang sederhana di dalam pernikahan yang membuat poligami sesuatu yang tidak mungkin. Karena yakinilah bahwa Allah sendirilah yang menjelaskan Buku-Nya. tentulah mereka akan menemukan banyak pertentangan*) di dalamnya. (4:82) *)pertentangan makna dari satu perintah. saya hanyalah sekedar menantang kepercayaan saya sendiri. . pemahaman yang baru. ayat. Saya mengundang semua saudara-saudari saya melakukan hal yang sama.

for God is bounteous and all-knowing." (24:32) Al-Qur'an adalah buku yang teks-teksnya konsisten dan logis.." Pada ayat ini kita diperintahkan oleh Allah untuk menikahkan orang-orang yang masih sendirian di dalam masyarakat (wanita-wanita dan pria-pria. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. God will enrich them of his grace.Aturan #1 Ayat 24:32 (Surat An-Nuur): Menikahkan Yang Belum Menikah Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu. duda. Kepada siapa kita menikahkan orang yang belum menikah? . Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. suami atau isteri). dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. janda-janda.. Mari kita periksa ayat di atas dari sudut pandang logika: "Nikahkanlah mereka yang sendiri di antara kamu. (24:32) "Marry off those who are single among you and those of your male and female servants who are righteous. If they are poor. Menikahkan yang belum menikah bermakna persis dengan apa yang dikatakan ayat 24:32 tersebut. atau yang tidak mempunyai pasangan.

mereka tidak bisa dimasukan kepada pria atau wanita yang dimaksudkan oleh ayat ini. seorang pria harus menikahi wanita dengan dua. Jadi secara logika untuk sampai kepada situasi poligami. Aturan #2 Ayat (4:20). laki-laki atau perempuan.Jika menikahkan mereka kepada orang yang "sudah menikah." maka kita menikahkan juga "yang belum menikah" dengan "yang sudah menikah. maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Allah memerintahka kepada kita untuk menikahkan hanya yang belum menikah. Setelah wanita atau pria menikah. Aturan #1: Di dalam sebuah masyarakat. Surat An-Nisa: Menikah Dengan Isteri Baru Untuk Menggantikan Isteri Yang Sekarang Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? (4:20) . dengan tiga dan dengan empat wanita pada waktu yang sama." tentu hal ini mengakibatkan makna yang bertentangan dari makna ayat 24:32: Karenanya. Hal ini sepertinya tidak mungkin atau tidak bisa diterima. sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak. kita hanya bisa menikahkan "yang belum menikah" kepada orang "yang belum menikah" lainnya.

(4:21) Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali. (4:21) Penting untuk dicatat bahwa pernyataan yang sama "mitsaaqan ghaliizhaan" juga digunakan di dalam AlQur'an untuk menjelaskan apa yang diminta Allah kepada nabi-nabi Nya. Sebuah perjanjian yang teguh "mitsaaqan ghaliizhaan. Aturan ini membuat poligami jadi lebih sulit berdasarkan Al-Qur'an. ada dua klausul tentang kontrak pernikahan yang mengikat.Menikahi seorang isteri sebagai ganti dari yang lain berarti ada persyaratan untuk bercerai sebelum pernikahan baru bisa dilakukan. "mitsaaqan ghaliizhaan" yang ditunjukan oleh ayat 4:21: Wakayfa ta/khudzuunahu waqad afdhaa ba'dhukum ilaa ba'dhin wa akhadzna minkum miitsaaqan ghaliizhaan. padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. Faktanya. Ini menjadi dasar dari aturan nomor 2: Aturan #2: Sebuah perceraian harus dilakukan sebelu seorang pria menikahi isteri yang lain." .

terutama ayat 3 dan 4. An-Nisa. Ibrahim. dari Nuh. Musa dan Isa putera Maryam. Surat 4.Wa-idz akhatsnaa mina annabiyyiina meetsaaqahum waminka wamin nuuHin wa-ibraahiima wamuusaa wa'iisaa ibni maryama waakhadznaa minhum miitsaaqan ghaliizhaan. karena dia telah menikah dan dia juga melanggar aturan #2 karena dia menikahi isteri yang baru tanpa menceraikan terlebih dahulu isterinya yang pertama (seharusnya cerai dulu baru menikah). Dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (33:7) Ketika seorang muslim yang sudah menikah kemudian dia menikahi isteri kedua. dia akan melanggar aturan #1 dari Al-Qur'an. secara lebih terperinci dan memastikan: • • • Siapa yang sebenarnya yang dimaksud dalam pernikahan? Apa persyaratan-persyaratannya? Dan apakah ada aturan-aturan pernikahan yang telah dibahas yang telah dilanggar? . Poligami" dan "Ayat-Ayat Tentang Sekarang mari kita lihat enam ayat pertama dari Surat An-Nisa (Surat 4). (33:7) Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri).

dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.Enam Ayat Pertama Surat 4: Wanita (An-Nisa') Bismi Allahi arrahmaani arrahiimi Ya ayyuha annasu ittaquu rabbakumu alladzii khalaqakum min nafsin waaHidatin wakhalaqa minhaa zawjahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiiran wanisaa an wattaquu Allaaha alladzii tasaaaluuna bihi wal-arHaama inna Allaaha kaana 'alaykum raqiiban. dan daripadanya Allah menciptakan istrinya. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain. (4:2) . (4:2) Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka. (4:1) Hai sekalian manusia. jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (4:1) Wa aatuu alyataamaa amwaalahum walaa tatabaddaluu alkhabiitsa bith-thayyibi walaa ta/kuluu amwaalahum ilaa amwaalikum innahu kaana Huuban kabiiran. dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. adalah dosa yang besar. bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu.

(4:3) Wa aatuu annisaa-a shaduqaatihinna niHlatan fa-in thibna lakum 'an shay-in minhu nafsan fakuluuhu hanii-an marii-aan. tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. atau budak-budak yang kamu miliki. (4:4) Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. (4:3) Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya). maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagaimakanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (4:4) . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati.Wa-in khiftum allaa tuqsithuu fii alyataamaa fankiHuu maa thaaba lakum mina annisaa-i matsnaa watsulaatsa warubaa'a fa-in khiftum allaa ta'diluu fawaaHidatan aw maa malakat aymaanukum dzaalika adnaa allaa ta'uuluu. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. maka kawinilah wanitawanita (lain) yang kamu senangi: dua. maka (kawinilah) seorang saja.

maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin. (4:5) Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya (belum dewasa). (4:6) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta). Kemudian apabila kamu menyerahkan harta .Walaa tu/tuu assufahaa-a amwaalakumu allatii ja'ala Allaahu lakum qiyaaman wa urzuquuhum fiiha wa uksuuhum waquuluu lahum qawlan ma'ruufaan. harta yang (dipercayakan kepadamu) dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. (4:5) Wabtaluu alyataamaa Hattaa idzaa balaghuu annikaaHa fa-in aanastum minhum rusydan fadfa'uu ilayhim amwaalahum walaa ta/kuluuhaa israafan wabidaaran an yakbaruu waman kaana ghaniyyan falyasta'fif waman kaana faqiiran falya/kul bilma'ruufi fa-idzaa dafa'tum ilayhim amwaalahum fa asyhiduu 'alayhim wakafaa billaahi Hasiibaan. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu. maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut.

Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). (4:6) . maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka.kepada mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful