1

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

2

KERANGKA KONSEPTUAL

3 4 5 6

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003

1 2

Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual

1 2 3 4

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
KERANGKA KONSEPTUAL PEMERINTAHAN AKUNTANSI

PENDAHULUAN Tujuan
1. Kerangka Konseptual ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya adalah sebagai acuan bagi: 2. penyusun standar akuntansi pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan tugasnya; 3. penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar; 4. pemeriksa dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah; dan 5. para pengguna laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan pada laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. 6. Kerangka konseptual ini berfungsi sebagai acuan dalam hal terdapat masalah akuntansi yang belum dinyatakan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. 7. Dalam hal terjadi pertentangan antara kerangka konseptual dan standar akuntansi, maka ketentuan standar akuntansi diunggulkan relatif terhadap kerangka konseptual ini. Dalam jangka panjang, konflik demikian diharapkan dapat diselesaikan sejalan dengan pengembangan standar akuntansi di masa depan.

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
3 4 5

Ruang Lingkup
8. Kerangka konseptual ini membahas: 9. tujuan kerangka konseptual; 10. lingkungan akuntansi pemerintah;
KK - 1 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003

dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan. pengakuan. dan (3) kemungkinan penggunaan akuntansi dana untuk tujuan pengendalian. serta kendala informasi akuntansi. AKUNTANSI organisasi pemerintah tujuan akuntansi dan 18. 13. 14. dan kebutuhan informasi para 12. serta dasar hukum. target fiskal. entitas pelaporan. pemerintahan dan dan pemisahan transfer sistem pemerintahan otonomi pendapatan antar pemerintah.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 4 5 11. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan. Lingkungan operasional berpengaruh terhadap karakteristik pelaporan keuangannya. peranan dan tujuan pelaporan keuangan. pengguna pengguna. (4) hubungan antara pembayaran pajak dengan pelayanan pemerintah. dan 15. 20. definisi. Ciri utama struktur pemerintahan dan pelayanan yang diberikan: (1) (2) bentuk umum kekuasaan. Ciri-ciri penting lingkungan pemerintahan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan tujuan akuntansi dan pelaporan keuangan adalah sebagai berikut: 19. prinsip-prinsip. KK . (3) adanya pengaruh proses politik. LINGKUNGAN PEMERINTAH 17. Ciri keuangan pemerintah yang penting bagi pengendalian: (1) anggaran sebagai pernyataan kebijakan publik. (2) investasi dalam aset yang tidak langsung menghasilkan pendapatan. asumsi dasar. 16. Kerangka konseptual ini berlaku bagi pelaporan keuangan pemerintah pusat dan daerah.2 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . dan sebagai alat pengendalian.

Salah satu tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. pihak eksekutif melaksanakannya dalam batas-batas apropriasi dan ketentuan perundang-undangan yang berhubungan dengan apropriasi tersebut. pihak eksekutif menyusun anggaran dan menyampaikannya kepada pihak legislatif untuk mendapatkan persetujuan. atau subsidi antar entitas pemerintahan. Adanya pemerintah yang menghasilkan pendapatan pajak atau bukan pajak yang lebih besar mengakibatkan diselenggarakannya sistem bagi hasil. pemerintah berupaya untuk mewujudkan keseimbangan fiskal dengan mempertahankan kemampuan keuangan negara yang bersumber dari pendapatan pajak dan KK . dan pemerintah kabupaten/kota. Sejalan dengan pendelegasian kekuasaan ini adalah pemisahan wewenang di antara eksekutif. hibah.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Bentuk Umum Pemerintahan dan Pemisahan Kekuasaan 21. dan yudikatif. Sehubungan dengan itu. 33 34 35 36 37 38 3 4 5 Adanya Pengaruh Proses Politik 24. alokasi dana umum. 22. Sistem Transfer Pemerintahan Otonomi dan antar Pendapatan Pemerintah 23. Dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazas demokrasi. Pihak eksekutif bertanggung jawab atas penyelenggaraan keuangan tersebut kepada pihak legislatif dan rakyat.3 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Secara substansial. Sistem ini dimaksudkan untuk mengawasi dan menjaga keseimbangan terhadap kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan di antara penyelenggara pemerintahan. Sebagaimana berlaku dalam lingkungan keuangan pemerintahan. kekuasaan ada di tangan rakyat. legislatif. yaitu pemerintah pusat. Setelah mendapat persetujuan. pemerintah provinsi. Pemerintah yang lebih luas cakupannya memberi arahan pada pemerintahan yang cakupannya lebih sempit. terdapat tiga lingkup pemerintahan dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia. Rakyat mendelegasikan kekuasaan kepada pejabat publik melalui proses pemilihan.

Hubungan antara Pembayaran Pajak dan Pelayanan Pemerintah 25. Pajak yang dipungut dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah mengandung sifat-sifat tertentu yang wajib dipertimbangkan dalam mengembangkan laporan keuangan.4 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . antara lain sebagai berikut: 26. Salah satu ciri yang penting dalam mewujudkan keseimbangan tersebut adalah berlangsungnya proses politik untuk menyelaraskan berbagai kepentingan yang ada di masyarakat. 3 4 5 KK . Jumlah pajak yang dipungut tidak berhubungan langsung dengan pelayanan yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak. pengukuran efisiensi pelayanan oleh pemerintah menjadi lebih mudah. seperti penghasilan yang diperoleh. aktivitas bernilai tambah ekonomis. 29. Walaupun dalam keadaan tertentu pemerintah memungut secara langsung atas pelayanan yang diberikan. Efisiensi pelayanan yang diberikan pemerintah dibandingkan dengan pungutan yang digunakan untuk pelayanan dimaksud sering sukar diukur sehubungan dengan monopoli pelayanan oleh pemerintah. atau nilai kenikmatan yang diperoleh. Pengukuran kualitas dan kuantitas berbagai pelayanan yang diberikan pemerintah adalah relatif sulit. 27. pada dasarnya sebagian besar pendapatan pemerintah bersumber dari pungutan pajak dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 sumber-sumber lainnya guna memenuhi keinginan masyarakat. Jumlah pajak yang dibayar ditentukan oleh basis pengenaan pajak sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Pembayaran pajak bukan merupakan sumber pendapatan yang sifatnya suka rela. Dengan dibukanya kesempatan kepada pihak lain untuk menyelenggarakan pelayanan yang biasanya dilakukan pemerintah. kekayaan yang dimiliki. 28. seperti layanan pendidikan dan kesehatan.

Alat Pengendalian Target Fiskal. seperti gedung perkantoran. Namun. dan 30. Hasil pelaksanaan anggaran dituangkan dalam laporan keuangan pemerintah sebagai pernyataan pertanggungjawaban pemerintah kepada publik. 34. Anggaran memberi landasan penilaian kinerja pemerintah. Pemerintah menginvestasikan dana yang besar dalam bentuk aset yang tidak secara langsung menghasilkan pendapatan bagi pemerintah. Anggaran merupakan target fiskal yang menggambarkan keseimbangan antara belanja. anggaran mengkoordinasikan aktivitas belanja pemerintah dan memberi landasan bagi upaya perolehan pendapatan dan pembiayaan oleh pemerintah untuk suatu periode tertentu yang biasanya mencakup periode tahunan. 33. merupakan pernyataan kebijakan 32. tidak tertutup kemungkinan disiapkannya anggaran untuk jangka waktu lebih atau kurang dari setahun. Anggaran pemerintah merupakan dokumen formal hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif tentang belanja yang ditetapkan untuk melaksanakan kegiatan pemerintah dan pendapatan yang diharapkan untuk menutup keperluan belanja tersebut atau pembiayaan yang diperlukan bila diperkirakan akan terjadi defisit atau surplus. 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 3 4 5 Investasi dalam Aset yang Tidak Menghasilkan Pendapatan 36. Sebagian besar aset dimaksud mempunyai masa manfaat yang lama sehingga program pemeliharaan dan rehabilitasi yang memadai diperlukan untuk mempertahankan manfaat yang hendak dicapai. jembatan.5 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Dengan demikian. antara lain karena: 31. Dengan demikian. jalan. taman. 35. Anggaran publik. fungsi anggaran di lingkungan pemerintah mempunyai pengaruh penting dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Anggaran sebagai Pernyataan Kebijakan Publik. fungsi aset dimaksud bagi pemerintah berbeda dengan KK . dan kawasan reservasi. Anggaran menjadi landasan pengendalian yang memiliki konsekuensi hukum. pendapatan. dan pembiayaan yang diinginkan. Dengan demikian.

pemerintah. Kebutuhan Informasi 43. dan 42. investasi dan pinjaman. sehingga masing-masing merupakan entitas akuntansi yang mampu menunjukkan keseimbangan antara belanja dan pendapatan atau transfer yang diterima. Terdapat beberapa kelompok utama pengguna laporan keuangan pemerintah. Kemungkinan Penggunaan Akuntansi Dana untuk Tujuan Pengendalian dana (fund accounting) merupakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang lazim diterapkan di lingkungan pemerintah yang memisahkan kelompok dana menurut tujuannya. 37. para wakil rakyat dan lembaga pengawas. 41. Namun demikian. Dengan demikian laporan keuangan pemerintah tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari masing-masing kelompok pengguna. berhubung pajak merupakan sumber utama pendapatan KK .6 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . 40. dan lembaga pemeriksa.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 fungsinya bagi organisasi komersial.Akuntansi 17 18 PENGGUNA INFORMASI DAN KEBUTUHAN 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 3 4 5 Pengguna Laporan Keuangan 38. namun tidak terbatas pada: 39. pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi. Penerapan akuntansi dana tersebut dimungkinkan untuk tujuan pengendalian masing-masing kelompok dana selain kelompok dana umum (the general fund) sehingga perlu dipertimbangkan dalam pengembangan pelaporan keuangan pemerintah. bahkan menimbulkan komitmen pemerintah untuk memeliharanya di masa mendatang. masyarakat. Sebagian besar aset tersebut tidak menghasilkan pendapatan secara langsung bagi pemerintah. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bertujuan umum untuk memenuhi kebutuhan informasi dari semua kelompok pengguna.

perlu dipertimbangkan syarat pengelolaan. 48. Satuan organisasi di lingkungan pemerintah pusat/daerah atau organisasi lainnya. dan penguasaan suatu entitas pelaporan terhadap aset. Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan informasi para pembayar pajak perlu mendapat perhatian. Selanjutnya. pengendalian dan pengambilan keputusan. yurisdiksi. Meskipun memiliki akses terhadap detail informasi yang tercantum di dalam laporan keuangan. Pemerintah pusat. dengan bentuk pertanggungjawaban dan wewenang yang terpisah dari entitas pelaporan lainnya. yang terdiri dari: 46. Dalam penetapan entitas pelaporan. 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 ENTITAS PELAPORAN pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.7 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan. pengendalian. pemerintah wajib memperhatikan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan untuk keperluan perencanaan. 45. Laporan keuangan terutama digunakan KK .Entitas 30 31 PERANAN KEUANGAN DAN TUJUAN PELAPORAN 32 33 34 35 36 3 4 5 Peranan Pelaporan Keuangan 50. pemerintah dapat menentukan bentuk dan jenis informasi tambahan untuk kebutuhan sendiri di luar jenis informasi yang diatur dalam kerangka konseptual ini maupun standar-standar akuntansi yang dinyatakan lebih lanjut. 47. Pemerintah daerah. tugas dan misi tertentu.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 pemerintah. 49. 44.

8 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Pelaporan keuangan pemerintah seharusnya menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi. Tujuan Pelaporan Keuangan 56. Setiap entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan: 52. Transparansi Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundangundangan. kewajiban. sosial. dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan. Keseimbangan Antargenerasi (intergenerational equity) Membantu para pengguna dalam mengetahui apakah penerimaan pemerintah pada periode laporan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan ikut menanggung beban pengeluaran tersebut. 51. 53. 55. maupun politik dengan: 3 4 5 KK . mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan. dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat. menilai kondisi keuangan. Manajemen Membantu para pengguna untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu entitas pelaporan dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi perencanaan. Akuntabilitas Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. 54. pengelolaan dan pengendalian atas seluruh aset.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan.

29 30 31 32 33 34 35 36 37 KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN 64. 67. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya. pembiayaan. laporan keuangan menyediakan informasi mengenai pendapatan. baik jangka pendek maupun jangka panjang. belanja. 63. Catatan atas Laporan Keuangan. 66. kewajiban. Laporan Arus Kas. 60. 58. dan arus kas suatu entitas pelaporan. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah dicapai. Laporan Realisasi Anggaran. entitas pelaporan diperkenankan menyajikan Laporan Kinerja Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas. 62. Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. aset. 68. 59. ekuitas dana. 69. apakah mengalami kenaikan atau penurunan.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 57. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya. Menyediakan informasi mengenai apakah penerimaan periode berjalan cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran.9 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan. 61. 3 4 5 KK . Laporan keuangan pokok terdiri dari: 65. Menyediakan informasi mengenai apakah cara memperoleh sumber daya ekonomi dan alokasinya telah sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundang-undangan. sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan. Selain laporan keuangan pokok seperti disebut pada paragraf 25. Neraca.

Peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur tentang keuangan pusat dan daerah. Pelaporan keuangan pemerintah diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan pemerintah. ASUMSI DASAR 78. Ketentuan perundang-undangan tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah. satuan uang Kemandirian Entitas 82. 75. yang terdiri dari: 79. Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Asumsi dasar dalam pelaporan keuangan di lingkungan pemerintah adalah anggapan yang diterima sebagai suatu kebenaran tanpa perlu dibuktikan agar standar akuntansi dapat diterapkan. dan 77. khususnya yang mengatur keuangan daerah. Undang-undang di bidang keuangan negara. Asumsi keterukuran dalam (monetary measurement). Asumsi kemandirian entitas berarti bahwa setiap unit organisasi dianggap sebagai unit yang mandiri dan mempunyai kewajiban untuk menyajikan laporan keuangan sehingga tidak terjadi kekacauan antar unit instansi pemerintah dalam pelaporan keuangan.10 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Undang-Undang Dasar khususnya bagian yang negara. Asumsi kemandirian entitas. keuangan 72. antara lain: 71. 74. dan 81. Salah satu indikasi terpenuhinya asumsi ini adalah adanya kewenangan entitas untuk menyusun KK . Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemerintah daerah. Republik mengatur Indonesia. 76. Asumsi kesinambungan entitas. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3 4 5 DASAR KEUANGAN HUKUM PELAPORAN 70. 73. 80.

Andal. 8 9 10 11 12 Kesinambungan Entitas 83. 87. serta terlaksana tidaknya program yang telah ditetapkan.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 anggaran dan melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh. Dapat dibandingkan. Hal ini diperlukan agar memungkinkan dilakukannya analisis dan pengukuran dalam akuntansi. termasuk atas kehilangan atau kerusakan aset dan sumber daya dimaksud. 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN 85. Entitas bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan sumber daya di luar neraca untuk kepentingan yurisdiksi tugas pokoknya. Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa entitas pelaporan akan berlanjut keberadaannya. dan 89. pemerintah diasumsikan tidak bermaksud melakukan likuidasi atas entitas pelaporan dalam jangka pendek. 3 4 5 KK . 13 14 15 16 17 18 Keterukuran dalam Satuan Uang (Monetary Measurement) 84. Laporan keuangan entitas pelaporan harus menyajikan setiap kegiatan yang diasumsikan dapat dinilai dengan satuan uang. Keempat karakteristik berikut ini merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki: 86. Dapat dipahami. Relevan. utang-piutang yang terjadi akibat putusan entitas. 88. Dengan demikian.11 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 .

Informasi mungkin relevan. menyajikan setiap fakta secara jujur.Informasi . dan memprediksi masa depan. tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah. serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. (c) Tepat waktu Informasi disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan.12 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 92. Dengan demikian. Informasi yang andal memenuhi karakteristik: (a) Penyajian Jujur Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. (d) Lengkap Informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap mungkin. Informasi yang relevan : (a) Memiliki manfaat umpan balik (feedback value) Informasi memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu. Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini. 91.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Relevan 90. informasi laporan keuangan yang relevan dapat dihubungkan dengan maksud penggunaannya. yaitu mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. KK . 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 3 4 5 Andal dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material. serta dapat diverifikasi. (b) Memiliki manfaat prediktif (predictive value) Informasi dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini.

Prinsip akuntansi dan pelaporan keuangan dimaksudkan sebagai ketentuan yang dipahami dan ditaati oleh pembuat standar dalam penyusunan standar akuntansi. Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya.13 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . (c) Netralitas Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu. serta adanya kemauan pengguna untuk mempelajari informasi yang dimaksud. 23 24 25 26 27 28 29 30 Dapat Dipahami 94. Apabila entitas pemerintah akan menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik daripada kebijakan akuntansi yang sekarang diterapkan. Perbandingan secara internal dapat dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 (b) Dapat Diverifikasi (verifiability) Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji. Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Dapat Dibandingkan 93. oleh penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan dalam KK . hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Untuk itu. dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda. perubahan tersebut diungkapkan pada periode terjadinya perubahan. pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi entitas pelaporan. 31 32 33 34 35 36 3 4 5 PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN 95. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.

kewajiban. Berikut ini adalah delapan prinsip yang digunakan dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah: (a) Basis akuntansi. (b) Prinsip nilai historis. tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan. serta oleh pengguna laporan keuangan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan. dan 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 3 4 5 Basis Akuntansi 96. belanja. Prinsip penyajian wajar. Entitas pelaporan tidak menggunakan istilah laba. (f) (h) Prinsip konsistensi. kewajiban. 99. Pendapatan dan belanja bukan tunai seperti bantuan pihak luar asing dalam bentuk barang dan jasa disajikan pada Laporan Realisasi Anggaran. (e) Prinsip periodisitas. Entitas pelaporan yang menyajikan Laporan Kinerja Keuangan sebagaimana dimaksud pada paragraf 26 menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual. dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Kas Umum Negara/Kas Daerah atau entitas pelaporan.14 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh Kas Umum Negara/Kas Daerah atau entitas pelaporan. atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah. dan ekuitas dalam Neraca. belanja. 98. (d) Prinsip substansi mengungguli bentuk formal. Penentuan sisa perhitungan anggaran baik lebih ataupun kurang untuk setiap periode tergantung pada selisih realisasi penerimaan pendapatan dan realisasi pembiayaan dengan seluruh belanja yang telah dibayar. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset. (c) Prinsip realisasi. dan pembiayaan. dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. (g) Prinsip pengungkapan lengkap. maupun dalam pengakuan aset. dan ekuitas dana. Namun KK . baik dalam pengakuan pendapatan. kewajiban. 97.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 melakukan kegiatannya. Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset.

Dalam hal tidak terdapat nilai historis. Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/berbeda dengan aspek formalitasnya. dapat digunakan nilai wajar aset atau kewajiban terkait.Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah. dan bukan hanya aspek formalitasnya. 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Realisasi (Realization) 102. maka hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 103. pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran pemerintah selama suatu tahun fiskal akan digunakan untuk membayar hutang dan belanja dalam periode tersebut. penyajian berdasarkan basis kas.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 demikian.Bagi pemerintah.Prinsip layak temu biaya-pendapatan (matchingcost against revenue principle) dalam akuntansi pemerintah tidak mendapat penekanan sebagaimana dipraktekkan dalam akuntansi komersial. Substansi Mengungguli Bentuk Formal (Substance Over Form) 104. Laporan Realisasi Anggaran tetap Nilai Historis (Historical Cost) 100. 101.15 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . maka transaksi atau peristiwa lain tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi. 3 4 5 KK .Informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan.Nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.

16 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan. Hal ini tidak berarti bahwa tidak boleh terjadi perubahan dari satu metode akuntansi ke metode akuntansi yang lain.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 Periodisitas (Periodicity) 105. Periode utama yang digunakan adalah tahunan. triwulanan. 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Konsistensi (Consistency) 106. Pengaruh atas perubahan penerapan metode ini diungkapkan dalam laporan keuangan. 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 3 4 5 Penyajian Wajar (Fair Presentation) 108.Faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan diperlukan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu.Laporan keuangan menyajikan dengan wajar Laporan Realisasi Anggaran. 18 19 20 21 22 23 24 Pengungkapan Disclosure) Lengkap (Full 107.Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pelaporan perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan. Laporan keuangan menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Laporan Arus Kas.Perlakuan akuntansi yang sama diterapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas pelaporan (prinsip konsistensi internal). dan semesteran juga dianjurkan. Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode yang baru diterapkan mampu memberikan informasi yang lebih baik dibanding metode lama. 109. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan. Namun. Neraca. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi KK . dan Catatan Atas Laporan Keuangan. periode bulanan.

Namun demikian. Pertimbangan Biaya dan Manfaat 112.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah. misalnya.17 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . misalnya KK .Walaupun idealnya memuat segala informasi. sehingga laporan keuangan menjadi tidak netral dan tidak andal. laporan keuangan pemerintah tidak semestinya menyajikan segala informasi yang manfaatnya lebih kecil dari biaya penyusunannya. laporan keuangan pemerintah hanya diharuskan memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 3 4 5 Materialitas 111. pembentukan cadangan tersembunyi. Oleh karena itu.Manfaat yang dihasilkan informasi seharusnya melebihi biaya penyusunannya. yaitu: (a) Materialitas. atau sengaja mencatat kewajiban atau belanja yang terlampau tinggi. sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah. Namun demikian.Kendala informasi akuntansi dan laporan keuangan adalah setiap keadaan yang tidak memungkinkan terwujudnya kondisi yang ideal dalam mewujudkan informasi akuntansi dan laporan keuangan yang relevan dan andal akibat keterbatasan (limitations) atau karena alasan-alasan kepraktisan. Biaya itu juga tidak harus dipikul oleh pengguna informasi yang menikmati manfaat. Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. Tiga hal yang menimbulkan kendala dalam informasi akuntansi dan laporan keuangan pemerintah. evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KENDALA INFORMASI YANG RELEVAN DAN ANDAL 110. (b) Pertimbangan biaya dan manfaat. penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan. (c) Keseimbangan antar karakteristik kualitatif. Manfaat mungkin juga dinikmati oleh pengguna lain disamping mereka yang menjadi tujuan informasi.

18 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 (b) (c) (d) . belanja. KK . 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 3 4 5 114. dan pembiayaan. yang menggambarkan perbandingan 18antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Belanja (basis kas) adalah semua pengeluaran kas umum negara/kas daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola oleh 17pemerintah pusat/daerah. 13 UNSUR LAPORAN KEUANGAN Laporan Realisasi Anggaran 14 15 Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber.Keseimbangan antar karakteristik kualitatif diperlukan untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat di antara berbagai tujuan normatif yang diharapkan dipenuhi oleh laporan keuangan pemerintah. Belanja (basis akrual) adalah kewajiban pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih.Unsur yang dicakup secara langsung oleh Laporan Realisasi Anggaran terdiri dari pendapatan. Pendapatan (basis akrual) adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keseimbangan Kualitatif antar Karakteristik 113. Kepentingan relatif antar karakteristik dalam berbagai kasus berbeda. Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut : (a) Pendapatan (basis kas) adalah semua penerimaan kas umum negara/kas daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat/daerah. terutama antara relevansi dan keandalan. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat/daerah. 16alokasi. Penentuan tingkat kepentingan antara dua karakteristik kualitatif tersebut merupakan masalah pertimbangan profesional.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 penyediaan informasi lanjutan kepada kreditor mungkin akan mengurangi biaya yang dipikul oleh suatu entitas pelaporan.

Masing-masing unsur didefinisikan sebagai berikut : (a) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. kewajiban. dan ekuitas dana. (b) (c) Aset 117.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 3 4 5 (e) Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. baik langsung maupun tidak langsung. 118. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. dan penyertaan modal oleh pemerintah. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. kewajiban. Neraca 115. Unsur yang dicakup oleh neraca terdiri dari aset. pemberian pinjaman kepada entitas lain.19 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . serta dapat diukur dalam satuan uang. bagi kegiatan operasional pemerintah.Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan sumbangan. termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset.Aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan nonlancar. Pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman. berupa aliran pendapatan atau penghematan belanja bagi pemerintah. baik oleh pemerintah maupun masyarakat. yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. (f) Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman dan hasil divestasi. Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan dapat direalisasikan dalam atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal KK . 116.

investasi jangka pendek. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah atau dengan pemberi jasa lainnya. 127. Termasuk dalam aset lainnya adalah aset tak berwujud dan aset kerja sama (kemitraan).Aset lancar meliputi kas dan setara kas. dan aset lainnya. Aset nonlancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset lainnya.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 pelaporan.Aset tetap meliputi tanah. aset tetap. 119. Investasi permanen antara lain penyertaan modal pemerintah dan investasi permanen lainnya. atau lembaga internasional. dan investasi non permanen lainnya. dan konstruksi dalam pengerjaan. Investasi jangka panjang merupakan investasi yang diadakan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. aset tetap lainnya. Kewajiban jangka pendek merupakan kelompok kewajiban yang diselesaikan KK .Kewajiban dikelompokkan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. gedung dan bangunan. dan jaringan. 121. 125.20 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . dan persediaan. Investasi non permanen antara lain pinjaman jangka panjang. Investasi jangka panjang meliputi investasi non permanen dan permanen. 122.Aset nonlancar mencakup aset yang bersifat jangka panjang. 126.Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa lalu. irigasi. jalan. Aset nonlancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang. lembaga keuangan. 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 3 4 5 Kewajiban 124.Karakterisitik esensial kewajiban adalah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban masa kini yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang. entitas pemerintah lain. dana cadangan. dan aset tak berwujud yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum. 123. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. peralatan dan mesin. 120. Aset yang tidak dapat dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset nonlancar. Dalam konteks pemerintahan. piutang.

Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan KK . penerimaan. dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu.Ekuitas Dana dapat dikelompokkan sebagai berikut: (a) (b) Ekuitas Dana Lancar adalah selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek.21 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . dan Laporan Arus Kas. dan transaksi nonanggaran yang menggambarkan saldo awal. investasi aset non keuangan. dikurangi dengan kewajiban jangka panjang. pembiayaan. (c) 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Laporan Arus Kas 129. yang masing-masing didefinisikan sebagai berikut: (a) Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke kas umum negara/kas daerah. Ekuitas Dana 128. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran. (b) Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari kas umum negara/kas daerah.Unsur yang dicakup dalam Laporan Arus Kas terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas. Kewajiban jangka panjang adalah kelompok kewajiban yang penyelesaiannya dilakukan setelah dua belas bulan sejak tanggal pelaporan. Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan untuk tujuan yang telah ditentukan sebelumnya sesuai peraturan perundangundangan. pengeluaran. 130. Neraca. dana cadangan. 30 31 32 33 34 35 36 37 38 3 4 5 Catatan atas Laporan Keuangan 131. Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan kegiatan operasional. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam aset non lancar selain dana cadangan.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 dalam waktu kurang dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

dan Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar. 133. ekonomi makro. (d) Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan.Laporan Kinerja Keuangan adalah laporan realisasi pendapatan dan belanja yang disusun berdasarkan basis akrual. 34 35 36 37 3 4 5 PENGAKUAN KEUANGAN UNSUR LAPORAN 134. (e) Mengungkapkan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 penyajian laporan keuangan secara wajar. belanja berdasarkan klasifikasi fungsional dan ekonomi. dan surplus atau defisit. yang tidak disajikan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan.22 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Dalam laporan dimaksud. yakni laporan yang menunjukkan kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD. perlu disajikan informasi mengenai pendapatan operasional. Catatan atas Laporan Keuangan mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: (a) Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan.Pengakuan dalam akuntansi adalah proses penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau KK . (f) 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Laporan Kinerja Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas 132. Menyajikan pelaporan. ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun (b) (c) Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadiankejadian penting lainnya. berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.Laporan lainnya yang diperkenankan adalah Laporan Perubahan Ekuitas.

apakah pengakuan. maka pengakuan transaksi demikian cukup diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan. 135. ekuitas dana. Konsep ini diperlukan dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan operasional pemerintah.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur aset. Namun ada kalanya pengakuan didasarkan pada hasil estimasi yang layak. suatu perlu (b) 136.Dalam menentukan kejadian/peristiwa memenuhi kriteria dipertimbangkan aspek materialitas.Dalam kriteria pengakuan pendapatan. Kriteria pengakuan pada umumnya didasarkan pada nilai uang akibat peristiwa atau kejadian yang dapat diandalkan pengukurannya. Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan jumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. kewajiban. belanja. 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kemungkinan Besar Manfaat Ekonomi Masa Depan Terjadi 137. kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau dapat diestimasi dengan andal. sebagaimana akan termuat pada laporan keuangan entitas pelaporan yang bersangkutan.23 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 . Pengkajian derajat kepastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti yang dapat diperoleh pada saat penyusunan laporan keuangan. 31 32 33 34 35 36 37 38 Keandalan Pengukuran 138. pendapatan.Kriteria minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui yaitu: (a) terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa tersebut akan mengalir keluar dari atau masuk ke dalam entitas pelaporan yang bersangkutan. Apabila pengukuran berdasarkan biaya dan estimasi yang layak tidak mungkin dilakukan. 3 4 5 KK . dan pembiayaan. konsep kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan terjadi digunakan dalam pengertian derajat kepastian tinggi bahwa manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos atau kejadian/peristiwa tersebut akan mengalir dari atau ke entitas pelaporan.

24 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 .Aset dalam bentuk kas yang diperoleh pemerintah antara lain bersumber dari pajak. titik pengakuan penerimaan kas oleh pemerintah untuk mendapatkan pengakuan akuntansi memerlukan pengaturan yang lebih rinci. bea masuk.Pendapatan menurut basis kas diakui pada saat diterima pada kas umum negara/kas daerah. dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. Dengan demikian.Penundaan pengakuan suatu pos atau peristiwa dapat terjadi apabila kriteria pengakuan baru terpenuhi setelah terjadi atau tidak terjadi peristiwa atau keadaan lain di masa mendatang. 3 4 5 KK . 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Pengakuan Aset 140. termasuk pengaturan mengenai batasan waktu sejak uang diterima sampai penyetorannya ke Kas Umum Negara/Daerah. cukai. 141. seperti hasil pinjaman. transfer dan setoran lain-lain.Kewajiban diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang. Proses pemungutan setiap unsur penerimaan tersebut sangat beragam dan melibatkan banyak pihak atau instansi. 31 32 33 34 35 Pengakuan Pendapatan 144. Aset tidak diakui jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin diperoleh pemerintah setelah periode akuntansi berjalan.Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul.Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. serta penerimaan pembiayaan.1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 139. pungutan hasil pemanfaatan kekayaan negara. 23 24 25 26 27 28 29 30 Pengakuan Kewajiban 142. retribusi. penerimaan bukan pajak. Pendapatan menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut. 143.

Khusus pengeluaran melalui pemegang kas pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang Rupiah. Belanja menurut basis akrual diakui pada saat timbulnya kewajiban atau pada saat diperoleh manfaat.Belanja menurut basis kas diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari kas umum negara/kas daerah.25 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 .1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 Pengakuan Belanja 145. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 PENGUKURAN KEUANGAN UNSUR LAPORAN 146. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang Rupiah. 147. Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan nilai perolehan historis. 3 4 5 KK . Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal.

.......1 4 DESEMBER 2003........3 Adanya Pengaruh Proses Politik........................................................................................5 Investasi dalam Aset yang Tidak Menghasilkan Pendapatan.......................................................26 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 .........................................................5 Kemungkinan Penggunaan Akuntansi Dana untuk Tujuan Pengendalian.......................................................................................................1 LINGKUNGAN AKUNTANSI PEMERINTAH...................6 PENGGUNA DAN KEBUTUHAN INFORMASI................2 Bentuk Umum Pemerintahan dan Pemisahan Kekuasaan .................................................................................................................................................1 KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI PEMERINTAHAN ................1 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH....................................3 Sistem Pemerintahan Otonomi dan Transfer Pendapatan antar Pemerintah..............................................................7 Peranan Pelaporan Keuangan...........................................................................................1 PENDAHULUAN............................................................................. dan Alat Pengendalian......7 KK .............3 Hubungan antara Pembayaran Pajak dan Pelayanan Pemerintah.................................6 Kebutuhan Informasi.....................................................................................................4 Anggaran sebagai Pernyataan Kebijakan Publik........6 ENTITAS PELAPORAN ............................. Target Fiskal..................6 Pengguna Laporan Keuangan...1 Tujuan.....1 Ruang Lingkup............................7 PERANAN DAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN ..............................................1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3 4 5 DAFTAR ISI KERANGKA KONSEPTUAL....................................................................

..............................................................13 PRINSIP AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN......15 Periodisitas (Periodicity).........................................11 KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN..................................11 Relevan ..............17 Materialitas........12 Dapat Dibandingkan..........................................................................................................8 KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN ...............................15 Realisasi (Realization)......................................................................................................................................16 KENDALA INFORMASI YANG RELEVAN DAN ANDAL...............................11 Keterukuran dalam Satuan Uang (Monetary Measurement).....................................................12 Andal.........16 Konsistensi (Consistency).............13 Basis Akuntansi.............................16 Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure)...............................................................................18 KK ......................................................10 Kesinambungan Entitas....................................................................1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 3 4 5 Tujuan Pelaporan Keuangan...18 UNSUR LAPORAN KEUANGAN...........................15 Substansi Mengungguli Bentuk Formal (Substance Over Form)...................................10 Kemandirian Entitas ...............27 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 ..........................................................................................................17 Pertimbangan Biaya dan Manfaat.......................................13 Dapat Dipahami...................................................................................17 Keseimbangan antar Karakteristik Kualitatif.....................................10 ASUMSI DASAR..16 Penyajian Wajar (Fair Presentation) ...........................................................14 Nilai Historis (Historical Cost)..........9 DASAR HUKUM PELAPORAN KEUANGAN......................

........................................................................25 3 4 5 KK ..............................24 Pengakuan Belanja...................21 Catatan atas Laporan Keuangan...................18 Neraca..............................................................................................23 Keandalan Pengukuran.......................................28 KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH 4 DESEMBER 2003 ............................22 PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN....................23 Pengakuan Aset....25 PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN...................................................22 Kemungkinan Besar Manfaat Ekonomi Masa Depan Terjadi...24 Pengakuan Pendapatan........................................24 Pengakuan Kewajiban....................................21 Laporan Kinerja Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas................19 Aset-------------------------------------------------------------------19 Kewajiban-----------------------------------------------------------20 Ekuitas Dana-------------------------------------------------------21 Laporan Arus Kas ...........................................................1 2 Standar Akuntansi Pemerintahan Kerangka Konseptual 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Laporan Realisasi Anggaran................................................................................................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful