-1

-

KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 250304 ) 1. Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak ? WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. 2. Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi Pengusaha Tertentu ? Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu: • Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI Jakarta: di KPP BUMN Jakarta; • WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA, kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat; • WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora; • WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat; • WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat; • Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di luar DKI Jakarta, khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan PPN/PPnBM: di KPP tempat cabang atau kegiatan usaha. Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP) ? Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:

3.

4.

-2• • • • •

Untuk mengetahui identitas Wajib pajak; Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan; Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Misal : Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP

5.

Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan ? Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh NPWP? Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: a. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. b. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. c. Untuk WP Badan: • Fotocopy akte pendirian; • Fotocopy KTP salah seorang pengurus; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. d. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: • Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan; • Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. e. Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain,

6.

-3-

perlu dilengkapi surat kuasa. 10. Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib Pajak dianggap sah ? Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos, maka fotocopy harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang. 11. Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak ? Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak: a. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya; b. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat. 12. Perubahan data apa saja, yang dapat diberitahukan Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data Wajib Pajak ? Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak: a. Perbaikan data karena kesalahan data hasil komputer; b. Perubahan nama WP karena penggantian nama, disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang; c. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat tinggal; d. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat); e. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan; f. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha WP; g. Perubahan bentuk Badan; h. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah; i. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan;

atau b. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP ( 250304 ) 1. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. B. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. c. Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: a. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil secara langsung atau meminta melalui pos dari KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang bersangkutan. d. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. b. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian dari instansi yang berwenang. Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP/ NPPKP ? . f. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT.-4- 13. e. 14. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk menghapus dan mencabut NPWP ? Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: a. Melalui formulir SPT Tahunan. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi.

b. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "surat ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya. c. Kapankah batas waktu pembayaran dan pelaporan PPh ? Batas waktu pembayaran : a. PPh Pasal 22: Impor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan dengan pembayaran Bea Masuk.c Pembukuan/Pencatatan. 3. Yang pemungutannya dilakukan oleh Bea Cukai disetor dalam jangka waktu satu hari. Apa saja kewajiban Wajib Pajak Sehubungan dengan Pajak Penghasilan ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan: a. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. b. . SPT Masa. c. Penyerahan yang dilakukukan selain Pertamina dan Bulog harus disetor paling lambat tanggal 10 bulan takwim berikutnya. . SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21).-5- Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP oleh Wajib Pajak: . Bulog harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak sebelum Delivery Order ditebus. 2. Bendaharawan disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran. Penyerahan dari Pertamina. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.a Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan (PPh). .b Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN & PPnBM).

c. . d. dan Surat Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. Bendaharawan Pemerintah. Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen. selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. kertas. rokok. Surat Keputusan Pembetulan. Surat Keputusan Keberatan. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Surat Tagihan Pajak (STP). b. c. selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir.-6- Batas waktu untuk pelaporannya. BUMN/ BUMD. b. baja. selambat-lambatnya 14 hari setelah masa. Anda harus melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut: a. Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. setelab melakukan pembayaran / penyetoran: Apabila Anda sudah membayar angsuran PPh. Apa saja yang menjadi dasar penagihan pajak? Macam-macam surat ketetapan yang berkenaan dengan utang pajak yang harus dilunasi: Utang pajak yang tercantum dalam: a. Apakah kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang 5. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). PPh Pasal 22: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selambatlambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir. Direktorat Jenderal Anggaran.pajak berakhir. 4.

Melakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM yang telah dipungut. Membuat faktur Pajak. SPT Tahunan PPh ( 250304 ) 1. b.-7- Mewah ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN/PPnBM): a. . harus mengadakan Pembukuan/Pencatatan menurut ketentuan yang berlaku. Apa fungsi SPT ? Sebagai sarana WP untuk: a. Siapakah yang wajib melakukan pembukuan ? Yang wajib melakukan pembukuan/pencatatan: Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia. Bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk melaporkan tentang : − Pe mbayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak. Apakah pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ? Pengertian dari Surat Pemberitahuan (SPT): Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 6. 2. Mengisi SPT masa PPN dan melaporkan ke KPP. c. − Pen ghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak. C.

d. c. Bagaimana cara pengisian SPT dan siapa yang berwenang menandatangani ? Cara pengisian SPT dan yang menandatanganinya: SPT harus diisi secara benar. Bagaimana prosedur penyampaian SPT ? Prosedur penyampaian SPT: SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/Kapenpa setempat. 6. . Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP. 5. sebelum SPT Tahunan disampaikan. lengkap. harus dilampiri surat kuasa khusus. laporan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu Masa Pajak. Kapankah batas waktu Pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29) ? Batas waktu pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29): Kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. jelas. Apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu 4. b. laporan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. 3. Dimanakah Wajib Pajak dapat memperoleh SPT ? Setiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4. dan harus ditandatangani oleh Wajib pajak. Har Mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.-8- − ta dan kewajiban. 7.

8. Rp100. Sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak.untuk SPT Masa.000.. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar. dan Tahun Pajak: • menyampaikan pernyataansecara tertulis. Sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan: • sepanjang belum dilakukan tindakan. dikenakan sanksi administrasi berupa denda: a. Rp50. . b. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan sementara. Melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang. Sanksi apa yang dikenakan pada Wajib Pajak yang tidak/terlambat menyampaikan SPT ? SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan . c. b. dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan SPT. Bagian Tahun Pajak.000.untuk SPT Tahunan. 9. • melunasi pajak yang kurang dibayar. penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak.. Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan berakhir.-9- penyampaian SPT ? Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan: a. b. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan ? Syarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan PPh: Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan atas kemauan sendiri: a.

atau jumlah modal menjadi lebih besar.10 - c. • melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar.pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar. sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. • melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang. Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda. dan atau bunga. Tagihan Pajak diterbitkan ? Dalam hal apa Surat . 2. atau jumlah harta menjadi lebih besar. 3. • mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut. atau .rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil. D. b. sarana untuk menagih pajak. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 250304 ) 1. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar. Sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir: • belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak. Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a. • mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. c.. yang mengakibatkan: . • ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar.

d.. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP. denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. d. bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya 5. 100.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurarng bayar.11 - Sebab diterbitkannya STP: a. 4. Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak. denda administrasi Rp. PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga.000. 6. bunga. f. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. b. c. Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ? Jenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak: a. e. denda administrasi Rp. berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa. 50. c.000. e. Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ? Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ? Apa yang dimaksud . bunga. b.

bagian tahun pajak atau tahun pajak. Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ? SKPKB diterbitkan dalam jangka jangka 10 tahun apabila: . kekurangan pembayaran pokok pajak.. kredit pajak. Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat Keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.12 - Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang. c. dalam Masa Pajak. sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar. dalam Tahun Pajak atau dalam Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain. E. berakhirnya masa pajak. 7. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. a. pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar . 1. Apa yang dimaksud dengan Surat Teguran ? . SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak.SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran 8. b. Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak. UTANG PAJAK ( 250304 ) Apa pengertian Utang Pajak ? Utang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat.

..13 - Surat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera melunasi utang pajak. Surat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak setelah 21 hari sejak tanggal surat Tegoran. 4. 5.memperbolehkan Juru SIta untuk memasuki ruangan. Apa yang dimaksud dengan lelang ? Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 14 hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak. Surat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak melunasai utang pajak 7 hari setelah jatuh tempo. 2. Apa yang dimaksud dengan Surat Paksa ? Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan.membantu Juru Sita dalam melaksanakan tugasnya . dihipotikkan atau disewakan.000. meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal Juru Sita Pajak Negara 3. Apa saja hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pelunasan utang pajak ? Hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak: a.barang yang disita dilarang dipindahtangankan. Bersamaan dengan penyampaian Surat Paksa tersebut Wajib Pajak dibebani biaya penagihan paksa sebesar Rp. Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumumam lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan. 25.tempat usaha/tempat tinggal Wajib Pajak .memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan . Tindakan Lelang dilakukan melalui Kantor Lelang Negara.Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 x 24 jam Apa kewajiban WajibPajak berkaitan dengan pelaksanaan sita Kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita .

Buku-buku. dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. satuan mata uang rupiah. angka arab. dan membuat neraca dan perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin. c. catatan-catatan. sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara teratur keadaan kas dan bank. b. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama sepuluh tahun. d. iklan. Sebelum Pelaksanaan lelang. mendapat kesempatan terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan. Menentukan urutan barang yang akan dilelang d. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ? . di tempat kedudukan 2.14 - b.. e. KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (250304 ) PEMBUKUAN DAN Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat menyelenggarakan pembukuan ? Syarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pencatatan: a. menerima Salinan Surat Paksa dan Salinan Berita Acara Penyitaan c. dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut kepada Kepala KPP yang bersangkutan. diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. daftar utang piutang. dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain wajib disimpan di Indonesia. di tempat kegiatan atau di tempat tinggal • Wajib Pajak Badan. • Wajib Pajak Oarang Pribadi. daftar persediaan barang. F.

Wajib Pajak Penanaman Modal Asing. mempermudah pengisian SPT. Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil. Wajib Pajak (WP) Badan b. yang tidak terutang. WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Apa tujuan pembukuan ? Tujuan pembukuan: a. d. Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan. . b. c. yang dikenakan PPN dengan tariff 0% dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang ditutup dengan menyusun Laporan keuangan berupa neraca dan Perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. 4. mempermudah penghitungan PPN dan PPnBM.. c. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak.15 - Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang: • keadaan harta • kewajiban atau utang • modal • Penghasilan dan biaya • harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Siapa saja yang Wajib menyelenggarakan pembukuan ? Yang wajib memyelenggarakan pembukuan: a. b. 3. 5. mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan usaha/pekerjaan bebas Siapa saja yang diperkenankan meyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah? Yang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a.

. permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan: • Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 1 tahun • Fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir • Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan: . Bentuk Usaha tetap (BUT). atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) Jika telah memnuhi syarat.fotokopi Akte Pendirian.fotokopi NPWP . mendapat izin Menteri Keuangan. c. mempermudah penghitungan PPN dan PPn BM 7. b. 8. e. . bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang boleh dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat. Apa persyaratan bagi Wajib Pajak untuk diperkenankan menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah ? Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. mempermudah pengisian SPT b. Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. Apa tujuan pencatatan bagi Wajib Pajak ? Tujuan pencatatan: a. 6. Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan diterima Apa yang dimaksud dengan pencatatan ? Pencatatan: Pencatatan adalah pengumpulan data secar teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang.16 - d. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak c.

. memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku 3. Dalam hal apa keberatan dapat diajukan ? Keberatan dapat diajukan atas : a. d. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan ? Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilann netto Wajib Pajak. b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). KEBERATAN DAN BANDING ( 250304 ) Apa yang dimaksud dengan keberatan ? Keberatan adalah cara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga. menyelenggarakan pencatatan.17 - 9. karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan. Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan : 1. 600. c. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB).00 2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh G. WP Orang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Rp.000. maka Penghasilan nettonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada Direktur Jenderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan pembukuan..000. Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau bukti-bukti pendukungnya.

Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak. b. Kapankah Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan ? Jangka waktu pengajuan keberatan: a. SKPLB. SKPN atau sejak tanggal dilakukan pemotongan/pemungutan. Wajib menyatakan alasan-alasan secara jelas. b. c diatas.d. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKPKB. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi Wajib Pajak dalam mengajukan keberatan ? Syarat-syarat mengajukan keberatan: a. Siapa saja yang dapat mengajukan keberatan ? Yang dapat mengajukan keberatan: a. Surat keberatan yang diantar langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. SKPN atau sejak dilakukan . SKPKBT. SKPLB. d. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga. Satu Keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak.18 - e. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. Kepada siapa Wajib Pajak mengajukan keberatan ? Pengajuan Keberatan diajukan kepada kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat Wajib Pajak terdaftar. d. c. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya b. c. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia.. Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a s. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga. SKPKBT. 3.

SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan apakah Wajib Pajak masih tetap berkewajiban melunasi utang pajaknya ? Pengajuan Keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak. Kepada siapa Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak ? Banding ditujukan ke Pengadilan Pajak. 11. Kuasa Hukum dari butir a dan b Apa saja persyaratan pengajuan banding ? Syarat-syarat dan tatacara pengajuan banding: Surat banding ditulis dalam bahasa Indonesia. SKPKBT. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus b. 8. c.19 - pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak. SKPLB. .. 9. 7. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah yang bersangkutan atau ahli warisnya c. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. Surat keberatan yang dikirim melalui pos (harus dengan pos tercatat). apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak selanjutnya ? Jika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat mengajukan Banding. Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan banding ? Yang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak: a. Apabila Wajib Pajak merasa kurang puas dengan Putusan Keberatan.

Apa pengertian Surat Uraian Banding ? Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%.20 - Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding. sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam SKBKB . Bagaimanakah sifat kekuatan hukum Putusan Banding ? Putusan Banding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap. untuk selama-lamanya 24 bulan. IMBALAN BUNGA ( 250304 ) Jenis ketetapan pajak apa saja yang diberikan imbalan bunga sehubungan dengan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding ? Imbalan bunga hanya diberikan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. H. Dilampiri salinan Surat Keputusan yang dibanding. Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal diterima surat keputusan yang dibanding.. Dalam hal yang bagaimana imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya. Dalam hal apa imbalan bunga dapat diberikan kepada Wajib Pajak ? Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. serta bukan Keputusan Tata Usaha Negara. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan.

PENGURANGAN. karena dalam Pasal 27A Undang-undang KUP diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut sebagaimana dimaksud dalam SKPKB atau SKPKBT. Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan.. Bagaimana perhitungan imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) dari besarnya kelebihan pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding. 1. apakah atas putusan BPSP/Pengadilan Pajak yang dibacakan (diputus) sejak Tahun Pajak 2001 untuk SKPLB yang diajukan banding masih diberikan imbalan bunga ? Tidak diberikan imbalan bunga. PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN (250304) Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi? Dalam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya. 4.21 - atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. . I. misalnya karena tidaktelitian petugas pajak. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak. 2. Apabila Wajib Pajak mengajukan banding atas SKPLB ke Badan Penyelesaian Pajak untuk Tahun Pajak 2001.

Berapa lama jangka waktu daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan ? Daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. Sanksi apa yang dikenakan terhadap Wajib pajak yang melakukan pelanggaran ? Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi. atau menggunakan tanpa hak NPWP atau NPPKP. Tidak menyampaikan SPT. b. berakhirnya masa pajak. Menyampaiakan Surat Pemberitahauan tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar. atau menyalah gunakan. Tidak mendaftar diri. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kesengajaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika : a. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Memperlihatkan pembukuan. . catatan. pencatatan atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan. b. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau . berakhirnya masa pajak.22 - J. f. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. d. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kealpaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika: a. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Sedangkan pelanggaran yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana. Menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. e. c. atau dokumen lainnya. 2. TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN ( 250304 ) 1..

dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. b. Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana perpajakan diancam penjara selamalamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah. 4. Pihak ketiga yang dengan sengaja : . dipidana selamalamanya dua tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah.Memberikan keterangan/bukti yang tidak benar. Kealpaan.23 - berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan.. . Kesengajaan. diancam pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggitingginya sepuluh juta rupiah b.Tidak memberikan keterangan/bukti. Sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak ? Sanksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat diancam sanksi pidana: a. Sanksi apa saja yang dikenakan kepada pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan ? Sanksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan : a. . 5.

24 - PAJAK PENGHASILAN A.  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.  orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. SUBJEK PAJAK (250304 ) 1.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. • Subjek Pajak luar negeri adalah :  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. • Subjek Pajak dalam negeri adalah :  orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia.  badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. . menggantikan yang berhak. Siapa Subjek Pajak ? Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar negeri.  orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan.  orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.

Wajib Pajak luar negeri non-BUT : 1). 3). 2). yakni sebagai berikut : a. karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final. • Wajib Pajak badan dalam negeri :  dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.  berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia dan dari luar Indonesia. UU Pajak Penghasilan menganut resident principle untuk Wajib Pajak dalam negeri dan source principle untuk Wajib Pajak luar negeri. 3).25 - yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. b. berada. berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum. namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari Indonesia. Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT : pemenuhan kewajiban perpajakannya dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri. 2). wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. c.. 2. tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. yang terlihat dari perlakuan pajaknya. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. Wajib Pajak dalam negeri : 1). Kapan bermula dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri :  dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan. berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan. .

• Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing. Siapa yang bukan Subjek Pajak ? • Badan perwakilan negara asing. serta  negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik. • Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT.. • Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik.  berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT.  berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. dengan syarat :  Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut. 3. • Wajib Pajak Orang pribadi atau badan luar negeri non-BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka. dan  di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut.26 -  berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia. • Warisan yang belum terbagi :  dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian .  berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut.

 keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah. atau pengambilalihan usaha. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. • Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham. pemekaran. bantuan atau sumbangan. • Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. dan penghargaan. • Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta. peleburan. atau anggota.  keuntungan yang diperoleh perseroan. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. uang pensiun. dengan nama dan dalam bentuk apapun. sekutu. persekutuan. penggabungan. pemecahan.. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. meliputi antara lain : • Imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.  keuntungan karena likuidasi. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. • Laba usaha. B. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. Apa yang menjadi Objek Pajak ? Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. seperti : gaji. bonus. komisi. upah.27 - pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. tunjangan. kecuali yang diberikan kepada . atau imbalan dalam bentuk lainnya. seperti :  keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan. honorarium. gratifikasi.

• Keuntungan karena pembebasan utang. kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Pengertian ‘dividen’ termasuk pula : . • Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya.28 - keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. • Royalti. • Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. • Dividen. Pengertian ‘bunga’ termasuk pula premium. dengan nama dan dalam bentuk apapun. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. diskonto. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha.. • Bunga termasuk premium. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. • Premi asuransi. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. pekerjaan. • Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. Premium terjadi apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. • Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. • Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

atau rahasia perusahaan. misalnya hak pengarang. f. merek dagang. hak atas harta berwujud. Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan. misalnya hak atas alat-alat industri. jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan. hak atas harta tak berwujud. Yang dimaksud dengan alat-alat industri. misalnya peralatan-peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus a. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor. d. h. g. Pembagian laba dalam bentuk saham. Bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi. Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba. .29 - Pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung. b. komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang mempunyai nilai intelektual. paten. dan ilmu pengetahuan. Pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota koperasi.. k. Pengertian ‘royalti’ adalah imbalan sehubungan dengan penggunaan : a. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham. l. formula. komersial. dengan nama dan dalam bentuk apapun. c. i. Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. j. Bagian laba yang diterima oleh pemegang polis. e. b. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut. Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan. Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan.

30 - seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig).. • Warisan. c. Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. • Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. walaupun mungkin belum dipatenkan. Badan Usaha Milik Negara. • Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. • Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. dan asuransi bea siswa. asuransi jiwa. atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh misalnya akuntan publik. • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. ahli hukum. misalnya pengalaman di bidang industri. informasi. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : . atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya. yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum. dan sebagainya. 2. • Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak. kepemilikan. asuransi dwiguna. atau bidang usaha lainnya. koperasi. asuransi kecelakaan. Apa yang bukan Objek Pajak ? • Bantuan sumbangan. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. pekerjaan. atau Badan Usaha Milik Daerah.

kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. penjualan barang. • Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai. . • Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. persekutuan. BUMN / BUMD yang menerima dividen. Apa yang menjadi Objek Pajak BUT ? • Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai • Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. dan kongsi. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia ( force of attraction rule ). perkumpulan.31 -  dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. • Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. menengah. dan  sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. . dengan syarat badan pasangan usaha tersebut :  merupakan perusahaan kecil. • Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas sahamsaham. firma. • Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. dan  bagi perseroan terbatas..

sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud ( effective connection rule ). • Kerugian dari selisih kurs mata uang asing. dan pelatihan. gratifikasi.. biaya administrasi. dan pajak kecuali Pajak Penghasilan. dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi : • Biaya untuk mendapatkan. bunga. • Biaya bea siswa. • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) atau adanya perjanjian tertulis . dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. bonus. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi komersial. dan memelihara penghasilan. termasuk biaya pembelian bahan. C. dan memelihara penghasilan. honorarium. royalti.32 - • Penghasilan tersebut dalam Pasal 26 UU Pajak Penghasilan yang diterima atau diperoleh kantor pusat. dan 2). biaya perjalanan. premi asuransi. sewa. menagih. gaji. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. dengan syarat : 1). Apa yang boleh dikurangkan ? Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. menagih. KENA PAJAK (250304 ) PENGHITUNGAN PENGHASILAN . magang. biaya pengolahan limbah. • Penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun • Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan • Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. • Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia.

Untuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak. yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.33 - • • mengenai penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. Biaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham tidak boleh dikurangkan atau dibebankan. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP. dan memelihara penghasilan yang merupakan Objek Pajak Dengan demikian biaya atau pengeluaran untuk mendapatkan. menagih.000. biaya administrasi kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. dan 3). telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. Akan tetapi dalam hal ini biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah harga perolehan saham.880. Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak ( PTKP ). Berapa besarnya PTKP ? • Rp 2. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak. tidak boleh dikurangkan atau dibebankan. menagih. Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. dan 4). .00 untuk diri Wajib Pajak ybs.880.000.440. apabila dividen yang diterimanya bukan merupakan Objek Pajak. • Rp 2. • Rp 1. biaya atau pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan.000..00 tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin.000.440.00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah / semenda dalam garis keturunan lurus serta anak . • Rp 1.

dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. sekutu. • Pembentukan atau pemupukan dana cadangan. yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Besarnya PTKP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan.34 - angkat. • Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak secara terpisah dalam hal :  suami-isteri telah hidup berpisah. paling banyak tiga orang. tidak boleh dikurangkan : • Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun.  dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan perjanjian tertulis. kecuali penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas orang tuanya. Apa yang tidak boleh dikurangkan ? Dalam menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. yang menjadi tanggungan sepenuhnya. kecuali penghasilan yang berasal dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suaminya. . • Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya. 3. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.. Bagaimana perlakuan pajak bagi wanita yang berstatus kawin dan anak yang belum dewasa ? • Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan penghasilan suaminya. cadangan untuk usaha asuransi. • Biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang saham. seperti : dividen. 4. atau anggota. kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi.

• Sanksi administrasi berupa bunga. • Biaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan atau orang yang menjadi tanggungannya..35 - • Premi asuransi kesehatan. • Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. asuransi jiwa. paten. • Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. dan asuransi bea siswa. . asuransi kecelakaan. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan. bantuan atau sumbangan. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. firma. • Pajak Penghasilan. kecuali zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. denda. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan. • Harta yang dihibahkan. • gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi. pembayaran kepada kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah :  royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan harta. • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. atau hak-hak lainnya. asuransi dwiguna. dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak.

sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. pemecahan. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah :  yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima. Bagaimana perlakuan pajak terhadap kerugian fiskal ? Dalam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan kerugian.  bunga. pemekaran. Bagaimana cara penilaian harga perolehan atau harga jual / pengalihan harta dan cara penilaian persediaan barang ? • Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima.36 -  imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya. • Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukarmenukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. D. PENILAIAN HARTA DAN PERSEDIAAN BARANG (250304 ) 1. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.. atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. peleburan. . . penggabungan. • Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi. maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan Penghasilan Kena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan lima tahun.

1. kecuali untuk harta yang masih • F.37 -  yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. hak guna bangunan. PENILAIAN PERUSAHAAN (250304 ) KEMBALI AKTIVA TETAP Apa dan bagaimana ketentuan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan peraturan tentang penilaian kembali aktiva dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga. • Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama ( FIFO ). Bagaimana cara penyusutan harta berwujud . dan hak pakai. • Khusus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus. kecuali tanah yang berstatus hak milik. yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan.. E. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. hak guna usaha. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI (250304 ) Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud. menagih. • Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran modal ( inbreng ) bagi badan yang menerima pengalihan.

dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan. • Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. • Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. . Bagaimana cara amortisasi harta tak berwujud ? • Amortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian asuransi atas persetujuan Direktur Jenderal Pajak. dan memelihara penghasilan. dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. • Apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta.. menagih. hak guna usaha. • Dasar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian kembali ( revaluasi ) adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut. Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan.38 - • dalam proses pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut. menagih. dan hak pakai yang dipergunakan untuk mendapatkan. • Menteri Keuangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud dan ketentuan khusus mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha tertentu.

000. yang peredaran atau penghasilan brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp 600. Besarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan.. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah yang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya pengalihan tersebut. Siapa yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. . maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. yang dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. G. • Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak lainnya.000.39 - • • • Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi.00. NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 ) Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang dianggap normal atau wajar.

maka dianggap memilih menyelenggarakan kewajiban pembukuan. • Wajib Pajak tertentu lainnya. . • Perusahaan asuransi luar negeri. gas dan panas bumi. • Perusahaan dagang asing. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan pencatatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban pembukuan. Apabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan kewajiban pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau buktibukti pendukungnya. Wajib Pajak tertentu mana saja yang dikenakan pajak dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional. . • Perusahaan yang melakukan investasi dengan pola ‘bangunguna-serah’ ( build-operate-transfer ). Apabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak. 4.. maka penghasilan netonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau cara lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Norma Penghitungan Khusus Wajib Pajak tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. • Perusahaan pengeboran minyak.40 - • • • • Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Norma Penghitungan Khusus adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak.

yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. jasa. berupa uang pension dan tunjangantunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun. (250304 ) PELUNASAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN Pemotongan PPh Pasal 21 1.  Pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI / POLRI. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Apa objek pemotongan pajak ? • Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan. yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil Golongan II/d ke bawah dan Anggota TNI / POLRI berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. . uang tebusan pension yang dibayar oleh dana pensiun.  Pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. . Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang diterima oleh :  Pejabat Negara. berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya. tunjangan. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan . • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun selain gaji. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah. • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan gaji. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.41 - H. dan uang pensiun..

upah.000. • penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. atau kegiatan.. sehubungan dengan pekerjaan.1. Siapa pemotong pajak ? • Pemberi kerja yang membayar gaji. • bendaharawan pemerintah yang membayar gaji. jasa. • dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun.00 sebulan. yang diterima oleh pekerja yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada satu pemberi kerja dengan gaji.00.000.42 - Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja.000.000. upah. kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah. dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. • Penghasilan berupa gaji. serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan sejumlah Rp. honorarium. tunjangan. 6. serta imbalan lainnya dalam bentuk uang tidak melebihi Rp.000. upah. .25. Siapa bukan pemotong pajak ? • Badan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Pada umumnya berlaku tarif umum. upah.2. tunjangan.00 sebulan. dan pembayaran lain. • Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. 4. honorarium. 5. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah . 7. Penghasilan apa saja yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final dan berapa tarifnya ? • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah.000. sampai dengan sejumlah Rp.

1. 3. • Impor barang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan atau PPN ( 18 jenis ). dikenakan tarif sebesar 25%.43 - yang diterima oleh Pejabat Negara. • Pembelian / penjualan barang di bidang usaha tertentu. • Impor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali. dikenakan tarif progresif sebesar 5% sampai dengan 25%.00. • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. uang tebusan pensiun yang dibayar oleh dana pensiun.000. Pegawai Negeri Sipil ( kecuali Golongan II/d ke bawah ). Apa yang tidak dikenakan pemungutan pajak ? Impor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan UU Pajak Penghasilan tidak terutang pajak.. Anggota TNI / POLRI ( kecuali berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah ) dan pensiunan. dan benda pos. Pemungutan PPh Pasal 22 1. • Pembayaran untuk pembelian BBM. dikenakan tarif sebesar 15%. • Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Rp. • Impor barang.000. air minum / PDAM. • Pemasok / pembeli barang dari badan-badan tertentu. Siapa yang dikenakan pemungutan pajak ? • Pemasok barang kepada Pemerintah. 2. • Penghasilan berupa hadiah undian. Apa objek pemungutan pajak ? • Pembelian barang oleh Pemerintah. • Importir / pengimpor barang. listrik. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. gas. • .

atas penjualan hasil produksinya. yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak.PLN. PT. Bendaharawan Pemerintah Pusat / Daerah. super TT / pertamax plus. dan perikanan. Siapa pemungut pajak ? • Bank devisa dan DJBC. 4.. dan bank-bank BUMN. • PT. PT. TELKOM. atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. pengerjaan dan pengujian. atas impor barang. pertanian. rokok. • Pembayaran dana Jaring Pengaman Sosial ( JJS ) oleh KPKN. • Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum BULOG. Garuda Indonesia. atas pembelian barang dengan dana APBN / APBD. • DJA. Krakatau Steel.44 - • Emas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan untuk ekspor. • Impor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan. • Berapa besarnya tarif pemungutan pajak ? Atas impor barang : 5. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang industri produk bahan bakar migas ( premix / pertamax. dan gas ). • Bank Indonesia. kertas. PT. atas pembelian barang. • Industri dan eksportir di sektor perhutanan. PT. • BUMN / BUMD. atas pembelian barang dengan dana baik dari APBN / APBD maupun dari non-APBN / APBD. baja ( hulu ). Indosat. PT. • Badan usaha industri semen. . yang ditunjuk oleh Kepala KPP. Perum BULOG. PERTAMINA. dan otomotif. atas penjualan hasil produksi di dalam negeri. PT. perkebunan.

1. • Bunga. sebesar 1.  Yang tidak menggunakan API.5% dari harga pembelian.45 -  Yang menggunakan API.5% dari harga pembelian. sebesar 2. • Atas penjualan hasil produksi tertentu : • Atas penjualan hasil produksi PT.  Yang tidak dikuasai..5% dari nilai impor. selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. sebesar 7.5% dari nilai impor. Pemotongan PPh Pasal 23 Apa objek pemotongan pajak ? • Dividen. sebesar 1. • Royalti. • bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.5% dari harga jual lelang. • Atas pembelian barang oleh Pemerintah dan BUMN / BUMD. Penjelasan : Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk yaitu Cost. . • sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Insurance and Freight ( CIF ) ditambah Bea Masuk dan pungutan impor lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan pabean. sebesar 7. • Hadiah dan penghargaan. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang BBM : • Atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor.

sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan. • Dividen. firma. atas dividen. • Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi. dan kongsi. 5. • Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. perkumpulan. Subjek Pajak badan dalam negeri. jasa konstruksi. serta hadiah dan penghargaan. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. • Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. 4.. Siapa pemotong pajak ? • Badan Pemerintah. • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Sebesar 15% dari jumlah bruto. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. 3. 2. persekutuan. • Bagian laba yang diterima anggota CV yang modalnya tidak terbagi atas saham. penyelenggara kegiatan. jasa konsultan. . ( inter-corporate dividend ) yang diterima oleh PT. jasa manajemen. dan koperasi yang memenuhi persyaratan tertentu • Bunga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. BUMN / BUMD. royalti. bunga.46 - • imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. BUT.

pekerjaan. • Sumber penghasilan ( source of income ) : Untuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri. adalah negara tempat harta tersebut terletak. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21.47 - • • Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final.  Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak. royalti. royalti.  Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI ( PPH PASAL 24 ) (250304 ) 1.  imbalan sehubungan dengan jasa teknik.  Penghasilan berupa bunga. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto. jasa manajemen. jasa konstruksi.. atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. dan kegiatan. atas :  sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut :  Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya. atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga. jasa konsultan. Bagaimana ketentuan pengkreditan Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri ? • Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama. adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan. dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak. • Besarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan ( ordinary tax credit per country basis ). adalah negara .

48 - tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada. dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. PPh Pasal 22. PEMBAYARAN SENDIRI ANGSURAN BULANAN DALAM TAHUN BERJALAN ( PPH PASAL 25 ) (250304 ) 1.  Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur. dan PPh Pasal 24 atas penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut. • Apabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan pajak untuk tahun pajak yang lalu. dikurangi dengan kredit pajak PPh Pasal 21 ( khusus bagi WP orang pribadi ). yaitu :  Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian. adalah negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan. • Khusus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-bulan ( dua bulan pertama ) sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. • Dalam hal-hal tertentu. ditetapkan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang lalu.  Penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip yang sama. PPh Pasal 23.. J. Bagaimana ketentuan pembayaran angsuran bulanan oleh Wajib Pajak sendiri ? • Besarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu.  Penghasilan BUT. . maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat ketetapan pajak.

cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.. wajib membayar pajak ( Fiskal Luar Negeri ) yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.  terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak. dan Wajib Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. • Khusus bagi Wajib Pajak baru. kecuali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh final. angsuran bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan ( menjadi bersifat final pada akhir tahun ). Bagaimana ketentuan penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun ? .  Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan.  Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan Pajak Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak. bank. • Bagi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri. PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PADA AKHIR TAHUN BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (250304 ) 1. • Bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu.49 -  SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan. K. BUMN / BUMD.

• Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar dari kredit pajakdan angsuran bulanan. L. 1 PENGHASILAN TERTENTU YANG DIKENAKAN PAJAK TERSENDIRI ( PASAL 4 AYAT 2 ) (250304 ) Bagaimana ketentuan pengenaan pajak atas penghasilan tertentu yang diatur tersendiri ? Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak maupun penerapan Norma Penghitungan. maka kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan. melainkan berdasarkan penerapan tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar pengenaan pajak lainnya ( presumptive tax ) yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah.  PPh Pasal 22. dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang bersangkutan. ..  PPh Pasal 25.50 - • Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif umum.  PPh Pasal 26 ayat (5). • Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih kecil dari kredit Pajak dan angsuran bulanan. maka kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambatlambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. yaitu PPh final yang berubah sifat menjadi kredit pajak karena perubahan status Subjek Pajak luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri. berupa :  PPh Pasal 21 ( khusus WP orang pribadi ).  PPh Pasal 23. sebelum SPT Tahunan disampaikan.  PPh Pasal 24 ( kredit Pajak LN ).

dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. . • imbalan sehubungan dengan jasa. Tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dan bersifat final. Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri. tidak bersifat final bagi Wajib Pajak badan. M. Tarif sebesar 0.5% dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih perlakuan berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan. sewa. termasuk premium.1% dari harga jual yang bersifat final. Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia. dan tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar 0. diskonto. • pensiun dan pembayaran berkala lainnya. premi swap dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. bunga.51 - 2 Penghasilan tertentu apa saja yang pengenaan pajaknya diatur tersendiri dan berapa tarifnya ? • Bunga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto SBI.. • Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan. • Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek. Tarif sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final. • Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan. • royalti. pekerjaan. • hadiah dan penghargaan. PEMOTONGAN PAJAK ATAS PENGHASILAN SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI NON-BUT ( PPh PASAL 26 ) (250304 ) tongan pajak ? • • • • dividen. dan kegiatan. Tarif sebesar 5% dari harga jual dan bersifat final bagi Wajib Pajak orang pribadi.

Bagaimana sifat pemotongan pajak ? Pemotongan pajak bersifat final. Dengan perkataan lain. Penjelasan : Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 26 ini. penyelenggara kegiatan.. N. KETENTUAN KHUSUS ANTI PENGHINDARAN PAJAK ( ANTI AVOIDANCE RULES ) (250304 ) 1. kecuali: • pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi penghasilan BUT di Indonesia.52 • Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia ( branch profit tax ). Subjek Pajak dalam negeri. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? 20 % atau sesuai ketentuan / tarif khusus P3B ( tax treaty ) yang berlaku. ketentuan PPh Pasal 26 berlaku sepanjang menurut P3B yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia sebagai negara sumber ( source country ). ketentuan yang diatur dalam P3B yang berlaku mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. BUT. kecuali untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung dari perkiraan penghasilan neto. Apa saja ketentuan khusus anti penghindaran pajak ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan ( debt to equity ratio / DER rule ). • pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Subjek Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam negeri atau BUT. Siapa pemotong pajak ? Badan pemerintah. dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan. . kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.

. . • Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak ( advance pricng agreement / APA ) dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. • Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan ( transfer pricing rule ) serta menentukan utang sebagai modal ( hybrid loan recharacterization rule ) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa.53 - • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri dari penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek ( controlled foreign corporation / CFC rule ).

di wilayah Daearah Pabean Indonesia yang di dalamnya diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean atau dari dalam Daerah Pabean lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea. melakukan usaha jasa. pemotongan.. 2. pengepakan. mengimpor barang. melakukan usaha perdagangan. penyortiran. mengekspor barang. Apakah pula yang dimaksud dengan Gudang Berikat (GB)? Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. pemberian merek/label. dan/atau pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah . ISTILAH YANG DIGUNAKAN DI BIDANG PPN & PTLL (250304 ) UMUM 1. ekspor atau reekspor. Apakah yang dimaksud dengan Kawasan Berikat (KB)? Kawasan Berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha dalam UU PPN? Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang. cukai. 3. 4. pengemasan. PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA A.54 - PAJAK PERTAMBAHAN NILAI.

Jasa Kena Pajak (JKP). C.. Membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan BKP dan JKP.000. b.000. yaitu : a. B. Mengisi dan menyampaikan SPT Masa (paling lambat 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak). 2. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil? Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600. Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak (BKP)? .55 - Pabean Indonesia lainnya. 3.. 2. Barang Kena Pajak (BKP). PENGUSAHA (250304 ) KENA PAJAK 1. c. Apa kewajiban dari PKP? Secara umum kewajiban PKP adalah : a. menghitung. Apa yang termasuk ke dalam objek PPN? Objek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) macam.(enam ratus juta rupiah). Memungut. tidak termasuk Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP. b. OBJEK PPN (250304 ) 1. dan menyetorkan PPN & PPn BM yang terutang atas penyerahan BKP atau JKP atau ekspor BKP . Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP)? Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP dan atau ekspor BKP yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN yang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan.

termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan PPN. e. dan barang tidak berwujud yang dikenakan PPN. d. sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. b.56 - Barang Kena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. c. pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar Cabang. atau e. persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. Apakah yang dimaksud dengan Jasa Kena Pajak (JKP)? Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. penyerahan BKP/JKP di dalam Daerah Pabean (DP) yang dilakukan oleh Pengusaha. penyerahan BKP secara konsinyasi. d. . yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. c. Dalam hal apakah PPN dikenakan? PPN dikenakan dalam hal : a. pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar DP di dalam DP. g. 4. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas BKP. f. Apakah yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP? Yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah : a. 5. ekspor BKP oleh PKP. 3.. pemanfaatan JKP dari luar DP di dalam DP. impor BKP. b.

b. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. dan f. sagu. dan g. bijih emas. gabah. e. d. penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. emas batangan. 7. yaitu : a. beras. makanan dan minuman yang disajikan di hotel. b. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya. bijih tembaga. panas bumi. bijih nikel. Apakah terdapat kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. c. yaitu : a. restoran. b. gas bumi. 2. d. minyak mentah (crude oil). bijih timah. dan bijih perak. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara. Apakah terdapat pula jenis barang dan jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. rumah makan. e.. c. kedelai. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. warung. dan surat-surat berharga. garam baik yang berjodium maupun yang tidak berjodium. jagung. penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang. 4. Kegiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang dikenakan PPN adalah : a. c. 3.57 - 6. . f. uang. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. dan sejenisnya. pasir dan kerikil. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan Barang Kena Pajak antar cabang dalam hal PKP memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. bijih besi.

Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur. meliputi : a. Jasa pelayanan rumah ibadah. dan f. Apakah pula jenis jasa yang bukan merupakan objek PPN? Jenis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. Jasa pemberian khotbah atau dakwah. Jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial. rumah bersalin. meliputi : a. d. dan dokter gigi. b. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. b. Jasa lainnya di bidang keagamaan. meliputi : a. meliputi : a. dan b. jasa di bidang keagamaan. asuransi. Jasa paramedis dan perawat. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. jasa di bidang perbankan. dan c. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. klinik kesehatan. pendidikan kejuruan. laboratorium kesehatan. f.58 - 8. pendidikan luar biasa. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. 3. Jasa dokter umum. Jasa kebidanan dan dukun bayi. dan sanatorium 2. c. 5. Jasa pelayanan sosial lainnya kecuali yang bersifat komersial. 4. seperti kursuskursus . b. Jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial. ahli gigi. pendidikan kedinasan. dan g. Jasa rumah sakit. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Jasa pemakaman termasuk krematorium. pendidikan keagamaan. Jasa dokter hewan.. Jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial. 6. e. dan fisioterapi. Jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo. e. ahli gizi. jasa di bidang pelayanan sosial. d. c. jasa di bidang pelayanan kesehatan medik. jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko. dokter spesialis. jasa di bidang pendidikan.

tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UndangUndang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 11. . b. Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja jasa di bidang perhotelan. dapat berupa Harga Jual. 10. 4. Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. dan c. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. Apakah yang dimaksud dengan Penggantian? Penggantian adalah nilai berupa uang. jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air. Penggantian. Nilai Ekspor. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan. Jasa tenaga kerja. atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.. Nilai Impor. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Impor? 2. jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan. meliputi : a. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP) (250304 ) 1. . 3. jasa di bidang tenaga kerja. 9. 12. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. 7. Apakah yang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)? Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak yang terutang.59 - 8. Apakah yang dimaksud dengan Harga Jual? Harga Jual adalah nilai berupa uang.

d. Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP : Harga Jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. Penyerahan media rekaman suara atau gambar : perkiraan Harga Jual rata-rata. berupa service charge..60 - Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak. Kendaraan bermotor bekas : 10% dari Harga Jual. Jasa pengiriman paket : 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. h. e. 5. Apakah yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain? Yang dimasud dengan DPP Nilai lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan sebagai DPP karena kesulitan dalam menetapkan Harga Jual atau Nilai Penggantian yang sebenarnya. provisi dan diskon. j. g. Penyerahan film cerita : perkiraan hasil rata-rata per judul film. f. c. i. Persediaan BKP yg masih tersisa pd saat pembubaran perusahaan : harga pasar wajar. Jasa anjak piutang : 5% dari jumlah seluruh imbalan yang diterima. Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. b. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Ekspor? Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang PPN. 6. DPP Nilai Lain ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk : a. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. . Aktiva yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan : harga pasar wajar.

50%. k. b. Kendaraan Bermotor. 20%. Tarif PPN 10% untuk: . Apakah yang dimaksud dengan Pajak Masukan ? Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan . a.61 - l. 60% dan 75% b. 40%. penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor.Impor BKP. TARIF PPN & PPnBM (250304 ) 1. 40%. 10%. Berapakah besarnya tarif PPn BM? Tarif PPn BM paling rendah adalah 10% dan paling tinggi 75%. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang: adalah harga lelang. Bagaimanakah cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang? Cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang adalah tarif x DPP . PAJAK MASUKAN (250304 ) 1. . Berapakah besarnya tarif PPN? Sistem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 10%. Tarif PPn BM dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : a. . Tarif PPN 0% untuk ekspor BKP 2. Non Kendaraan Bermotor.Pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean. 10%. 30%. 50% dan 75% 3.Penyerahan BKP dan atau JKP.. 30%. mengingat UU PPN menganut azas “destination principle” dalam pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif 0%. 20%. Namun demikian. Pengenaan tarif 0% atas ekspor BKP adalah dimaksudkan agar dalam harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN. .

4. Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak? Sepanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan. Bagaimana apabila sampai dengan 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak. Kapan Pajak Masukan dikreditkan? Pajak Masukan dikreditkan pada Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Masukan tersebut. Bila Pajak Masukan belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. Apakah masih dapat Pajak Masukan tersebut dikreditkan dalam Masa Pajak yang lain? Dalam hal Faktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. apabila dalam suatu Masa Pajak. 6. Faktur Pajak belum diterima atau belum dikreditkan.62 - BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean dan atau impor BKP. maka jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang terutang pajak. Bagaimana pengkreditan Pajak Masukan. Apakah masih dapat dikreditkan? Faktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak tersebut sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan Masa Pajak tersebut belum dilakukan pemeriksaan.. apabila dalam suatu Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak. 3. Bagaimana Pengkreditan Pajak Masukan. 5. masih dapat dikreditkan pada Masa Pajak yang tidak sama paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya. 2. .

jeep. station wagon. .Dalam hal Pajak Masukan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap peredaran seluruhnya. Perolehan BKP atau JKP yg tdk mempunyai hubungan langsung dgn kegiatan usaha. van dan combi kecuali merupakan barang dagang atau disewakan.63 - tetapi Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti? a. Perolehan & pemeliharaan kendaraan bermotor sedan. Apakah yang termasuk ke dalam Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan? Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan adalah Pajak Masukan atas : a..Dalam hal Pajak Masukan tersebut dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas perolehan BKP dan atau JKP yang nyata-nyata digunakan untuk unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN. b. atau b. Pengkreditan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan untuk unit atau kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang tidak terutang PPN adalah : . Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang menggunakan Barang Modal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding dengan prosentase penggunaan Barang Modal yang digunakan untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang penyerahan yang terutang PPN. 7. c. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP . d. Perolehan BKP atau JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP.

Untuk Wajib Pajak Kegiatan Tertentu yaitu PKP eksportir dan PKP yang melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 (dua) bulan sejak permohonan diterima lengkap. . Kepala KPP harus menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima lengkap. Perolehan BKP atau JKP yg bukti pungutannya FP Sederhana. maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan. Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya tdk dilaporkan dlm SPT Masa PPN. G. i. . f. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP yg FPnya tdk memenuhi ketentuan.Untuk PKP yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan pengembalian pendahuluan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap. . jangka waktu penyelesaian restitusinya adalah 12 (dua belas) bulan Kepala KPP harus menyelesaikan restitusi paling lambat 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap. h. kecuali permohonan restitusi yang penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis pajak.64 - e..Untuk PKP lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak Kegiatan Tertentu sesuai dengan Pasal 17B UU KUP. Berapa lama jangka waktu penyelesaian restitusi? . Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya ditagih dgn penerbitan ketetapan pajak. 1. g. RESTITUSI ( 250304 ) Restitusi terjadi apabila dalam suatu Masa Pajak. maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali. Perolehan BKP atau JKP yg FP-nya tdk memenuhi ketentuan. yg ditemukan pd waktu dilakukan pemeriksaan. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran.

Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak kecuali telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak c. menyelenggarakan pembukuan. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana dibidang perpajakan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir d.. maka laporan audit harus: a. disusun dalam bentuk panjang (long form report) b. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal Apabila Laporan Keuangan tidak diaudit oleh Akuntan Publik.Dalam hal permohonan restitusi oleh PKP sehubungan dengan adanya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut PPN maka atas Faktur Pajak Masukan karena impor/pembelian Barang Modal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap 2. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan kepada untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Patuh sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai dengan c di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. .65 - . Apabila Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik. Siapakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak Patuh dan apa kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh? Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dengan Menteri keuangan yang dapat diberikan pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak. Kriteria Tertentu Wajib Pajak Patuh adalah: a. Tepat waktu dalam menyampaikan SPT untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir b. Dalam hal Laporan Keuangan diaudit oleh akuntan publik atau BPKP harus dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atau dengan pendapat wajar dengan pengecualian sepanjang pengecualian tersebut tidak mempengaruhi rugi fiskal.

66 - b. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak 5% (lima persen). Saat terutang PPN adalah pada saat : Penyerahan BKP atau JKP. c. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. JKP dan ekspor BKP terutang pajak adalah: .impor BKP yang tergolong mewah. a. Terutangnya PPN atas penyerahan BKP dalam rangka perubahan bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau pengalihan seluruh aktiva perusahaan yang diikuti dengan perubahan pihak yang berhak atas BKP tersebut. atau . Impor BKP.tempat tinggal atau tempat kedudukan dan .. adalah terjadi pada saat ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris 2. Dimana tempat terutang PPN? a. Pembayaran. Saat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak b.penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen BKP yang tergolong mewah tersebut.tempat kegiatan usaha dilakukan atau . dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum pemanfaatan BKP tidak brewujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. SAAT DAN TEMPAT PPN TERUTANG ( 250304 ) 1. Kapan saat terutang PPN dan PPn BM? Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPn BM menganut prinsip akrual. Saat terutangnya PPn BM adalah pada saat: . Tempat terutang pajak bagi PKP yang melakukan penyerahan BKP. Perlu diingat bahwa pengenaan PPn BM hanya satu kali. . sesuai dengan saat terutangnya PPn BM tersebut.

67 . Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak adalah: . Dalam hal impor. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri . dapatkah PKP memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan PPN)? Dapat 2. d. Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha. c.tempat tinggal atau tempat kedudukan dan . PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PAJAK (SENTRALISASI PPN) ( 250304 ) 1. yaitu: . Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan ? Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik.bagi PKP yg terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar dan yang terdaftar di KPP BUMN ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat PKP terdaftar (otomatis terpusat di KPP WP Besar dan KPP BUMN). I. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan. terutangnya pajak terjadi di tempat BKP dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.tempat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. b. 3. Bagaimana caranya untuk mendapatkan izin pemusatan PPN? Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN. PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak. tempat lain yang ditetapkan dengan Direktur Jenderal Pajak.tempat kegiatan usaha..

Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk penetapan salah satu tempat usaha sebagai tempat pemusatan PPN bagi PKP selain Pedagang Eceran dan Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dan PPn BM dengan Media Elektronik (e-filing) : Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian.. KPP BUMN) Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan Pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak 4. Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai. sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik. tempat pemasaran. Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan. dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak. dan Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash). gudang. .68 - dari pabrik. semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya. PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar.

c. yaitu: a. Kode. FP Sederhana. Jenis Barang atau Jasa.69 - FAKTUR PAJAK DAN NOTA RETUR (250304 ) 1. Nama. jabatan dan tanda tangan yang berhak. b. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak harus memenuhi syarat formal maupun material. dan potongan harga. Nama. PPn BM yang dipungut. Ada berapa jenis Faktur Pajak menurut UU PPN? Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN. Yang dimaksud dengan syarat formal. 2. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Gabungan? Faktur Pajak Gabungan adalah satu Faktur Pajak yang dibuat oleh PKP yang meliputi semua penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang terjadi . FP Gabungan. d. Apa yang dimaksud dengan Faktur Pajak? Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau penyerahan JKP. c. NPWP yang melakukan penyerahan atau pembeli BKP atau JKP. jumlah harga jual atau penggantian. bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan: a. b. 4. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak. e. nomor seri dan tgl pembuatan FP. PPN yang dipungut.. dan f. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat material. FP Standar. bahwa barang yang diserahkan benar baik secara nilai maupun jumlah. alamat. termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar. 3.

Hal ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi PKP. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/ dikeluarkan oleh BULOG/ DOLOG untuk penyaluran tepung terigu. 5. b. alamat. Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah. Dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar? a. Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan. 7. Paktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM.70 - selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima JKP yang sama. b. Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau JKP. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP untuk menampung kegiatan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya. PIB yang dilampiri SSP dan atau bukti pungutan pajak oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk impor BKP. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Dirjen Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut. 6. c. Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana. Apakah yang harus tercantum dalam Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat : a. . d. Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP. c. d.. Nama.

bagi PKP yang menerima Faktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan PPN yang dibayarnya sebagai Pajak Masukan . Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill). Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. Faktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di atas tidak dapat dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik. g. apakah masih merupakan Faktur Pajak dan apakah sanksinya? Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 3 (tiga) bulan sejak berakhirnya batas waktu penerbitan Faktur Pajak (Kepdirjen Nomor-KEP549/PJ. yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri. atau d. h. atau b./2000). pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. 8.71 - e. f. atau Delivery Bill. pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP. pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. atau c. Apabila Faktur Pajak yang dibuat/diterbitkan tidak tepat waktu. Kapan saat pembuatan/penerbitan Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat : a. 9. Ticket. kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan pembayaran. Dengan demikian. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP. i.. dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. Nota Penjualan Jasa yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan. SSP untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean.

NPWP. c. Nama. PPN atas BKP yang dikembalikan. dan harta. i. Nota Retur diterbitkan dan dilaporkan baik oleh PKP penjual maupun PKP pembeli pada Masa Pajak terjadinya pengembalian BKP tersebut. Tanda tangan pembeli. yang menerbitkan Faktur Pajak. e. Nama. b. alamat. PPn BM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan. g. Dalam hal pengembalian BKP terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan BKP tersebut. Nota Retur sekurang-kurangnya hrs mencantumkan : a. Apakah yang dimaksud dengan Nota Retur? Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya. f.. PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (250304 ) . dan harta bagi pembeli. Nomor urut. sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau Pajak Masukan atau biaya. dan NPWP pembeli. sedangkan bagi PKP pembeli harus mengurangkan PPN dan PPn BM (PM) yang telah dikreditkan atau biaya. tidak perlu dibuatkan Nota Retur. melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan Faktur Pajak atas penyerahan BKP tersebut. Jenis barang dan harga jual BKP yang dikembalikan. Dengan adanya Nota Retur tersebut maka PKP penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn BM (PK) atas penyerahan BKP yang dikembalikan.72 - PKP yang menerbitkan Faktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2% dari DPP. Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keteranganketerangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur. Tanggal pembuatan Nota Retur. d. 10. alamat. h. Nomor dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan.

. 3.00 yang tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. 2. PPN dan PPnBM yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh Rekanan yang bersangkutan. 1. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN atas nama PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tersebut (PKP Rekanan). b.. PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan atau JKP oleh PKP kepada Pemungut PPN. Pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan perundnag-undangan yang berlaku. Siapakah pemungut PPN dan PPn BM? Pemungut PPN & PPnBM adalah: a. 4. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara. Bendaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang dananya berasal dari APBN/APBD. Kapan PPN harus dipungut.000. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN? PPN harus dipungut adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh Pemungut PPN kepada PKP Rekanan. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Rp. Dalam hal apakah PPN dan PPn BM tidak dipungut oleh Pemungut PPN? PPN dan PPnBM tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal : a.73 - 1. Kapan PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN? PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada SPT Masa PPN Masa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN.000. disetor ke kas negara melalui kantor penerima pembayaran paling lambat 7 hari setelah berakhirnya bulan terjadinya pembayaran tagihan. c. Pembayaran untuk pembebasan tanah. b. kemudian dilaporkan dalam SPT Masa Pemungut PPN pada Masa Pajak paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan. PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN. dipungut.

74 - d. Pemanfaatan BKP tdk berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean e. 2. Pembayaran atas penyerahan BBM dan Bukan BBM oleh Pertamina e. dapat dikreditkan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak termasuk dalam Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) atau telah dibebankan sebagai biaya. baik sebagian atau seluruhnya. .. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Impor BKP Tertentu d. diberikan terhadap : a. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan g. KAPET b. Pembayaran atas rekening telepon f. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidakdikenakan PPN FASILITAS DI BIDANG PPN DAN PPn BM (250304 ) 1. Pemanfaatan JKP tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean 3. Kepada siapakah fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan diberikan? Fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan. Penyerahan BKP/JKP Tertentu c. Apa sajakah fasilitas PPN dan PPn BM? Fasilitas di bidang PPN dan PPn BM adalah PPN dan PPn BM yang terutang dibebaskan atau tidak dipungut. seperti Kawasan Berikat. sementara waktu atau selamanya. Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean.

e. Impor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai oleh Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) termasuk PKB merangkap PDKB (Pengusaha Di Kawasan Berikat). g. Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat atas : a. Impor barang dan/atau bahan untuk diolah di PDKB. Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka subkontrak dari PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dan pengembaliannya ke PDKB asal. 5. Pemasukan BKP dari Daerah Pabean Indonesia Lainnya (DPIL) ke PDKB untuk diolah lebih lanjut. Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat selain Kawasan Berikat P. i. b.. tidak dapat dikreditkan. Cukai. Pengeluaran barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dalam rangka subkontrak. Pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah lebih lanjut. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang dibebaskan Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Penyerahan kembali BKP hasil pekerjaan subkontrak oleh PKP di DPIL atau PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya kepada PKP PDKB asal. Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat yang ditujukan kepada orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan Bea Masuk.75 - 4. c. Apakah atas penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN terutang tidak dipungut? Penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat baik yang dilakukan oleh Pengusaha di Daerah Pabean Indonesia Lainnya maupun oleh Pengusaha di Kawasan Berikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN . d. dan Pajak dalam rangka impor 6. Impor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB yang semata-mata dipakai di PDKB. h. f.

Pengusaha yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada pengusaha di Kawasan Berikat wajib memungut PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Kena Pajak tersebut. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. Dirjen BC membubuhkan cap “PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut pd setiap lembar PIB pada saat penyelesaian dokumen. b. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.. 2 penyerahan BKP dari PKP di luar P. PKP yang melakukan penyerahan wajib membuat Faktur Pajak dengan dibubuhi cap ”PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut Atas impor BKP. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. . Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut atas : 1 penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. penyerahan BKP dari PKP di luar P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. c. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. 7. 3 impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.76 - terutang tidak dipungut. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. 8. impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. Dengan demikian. penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat Pulau Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di KB Pulau Batam atas : a. Bagaimanakah penerapan PPN dan PPn BM di Kawasan Berikat Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.

rokok dan hasil tembakau lainnya. pengemasan. 3 Pertahapan selanjutnya. Impor dan atau penyerahan BKP strategis . Apa yang dimaksud dengan Gudang berikat? dan atas kegiatan apakah fasilitas PPN & PPn BM terutang tidak dipungut yang diberikan di Gudang Berikat? Gudang berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. PPN dan PPn BM dikenakan atas : a. penyortiran. c. Impor dan atau penyerahan BKP tertentu dan atau JKP tertentu. 10. pemberian merek/label. PPN dan PPn BM dikenakan atas barang elektronik segala jenis. 9. Fasilitas PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut diberikan atas kegiatan: a. b. pemotongan. dan atas penyerahan JKP di/ke/dari Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam terutang PPN dan atau PPn BM dan pengenaannya dilakukan secara bertahap. b. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. yaitu : 1 Tahap Pertama. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha GB dalam rangka pembangunan dan kegiatan Gudang Berikat.77 - Atas penyerahan BKP dan atau impor BKP selain yang dimaksud di atas. Jenis kegiatan PPN dan PPn BM apakah yang mendapat fasilitas dibebaskan? PPN & PPnBM terutang dibebaskan dari pengenaan atas : a. kendaraan bermotor segala jenis. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. mulai 1 Maret 2004. pengepakan.. akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan. seperti b. mulai 1 Januari 2004. impor barang dan bahan oleh Pengusaha GB. 2 Tahap Kedua. minuman yang mengandung alkohol.

Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan. memasang tiang pancang. Bagaimanakah penerapan PPN di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang? Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dinyatakan bukan merupakan Daerah Pabean menurut UU Kepabeanan.78 - c. Bagaimanakah cara penghitungan. Impor dan atau penyerahan BKP/JKP Kepada Perwakilan Negara Asing/Badan International serta Pejabat/Tenaga Ahlinya berdasarkan azas timbal balik. KETENTUAN KHUSUS (250304 ) 1. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan membangun sendiri dan apakah atas kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN? Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 atau lebih.Saat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya pembangunan (menggali fondasi. 2. saat dan tempat terutang PPN atas kegiatan membangun sendiri? . Apakah atas kegiatan membangun sendiri PPN terutang yang telah disetor harus dilaporkan? Bila ya kemana? PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan dengan cara sebagai berikut : . Dengan demikian UU PPN tidak dapat diterapkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. dan lainlain) .. Atas kegiatan membangun sendiri tersebut dikenakan PPN. 11. 3.PPN yang terutang dan disetor ke kas negara = 10% x 40% x jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya . .bagi pengusaha (OP atau Badan) yang bukan Pengusaha Kena Pajak melaporkan bukti setoran pajak (Surat Setoran Pajak) ke Kantor Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan.

PM  PM dapat dikreditkan Norma . Orang Pribadi  Dapat menggunakan DPP Nilai Lain sebagai DPP PPN.  PPN yg terutang adl sebesar 10% x harga jual emas perhiasan  PPN yg hrs disetor = 10% x 20% x jml slrh penyerahan emas  PM tidak dpt dikreditkan b.     Badan menggunakan DPP sebesar harga jual PPN yg terutang 10% x harga jual PPN disetor = PK – PM PM dapat dikreditkan 5. Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Penghitungan Penghasilan Netto  PK menggunakan DPP sebesar harga jual  PPN terutang sebesar 10% x harga jual  PPN disetor = PK . yaitu: a. Bagaimanakah penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran? Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran. yaitu: a.79 - - Sedangkan bagi PKP dapat dilaporkan di Kantor Pelayanan Pajak ditempat PKP dikukuhkan melalui SPT Masa PPN setiap Masa Pajak pelaksanaan kegiatan membangun sendiri 4. Bagaimana penghitungan PPN atas pengusaha emas? Penghitungan PPN atas pengusaha emas.. Pedagang Eceran Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto  PK = 10% x jml peredaran dan atau penerimaan bruto  PM yg dpt dikreditkan= 80% x PK  PPN disetor = 20% x PK b.

Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian pemberi jasa tenaga kerja. upah. jika : Jasa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja: a. tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja.80 - 6. sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan yang berlaku b. . tidak terutang PPN Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : Jasa tenaga kerja. terutang PPN Jasa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di mana : . jika : Semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi Departemen dan Lembaga Non Departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. Bagaimanakah perlakuan PPN atas penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan? . dan Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja. Bagaimana perlakuan PPN atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum? Atas penyerahan Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum : a. 8.Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. atau . b.Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji. tidak terutang PPN. Jasa penyediaan tenaga kerja. 7.. terutang PPN. honorarium.

Kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum.81 - Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah : a. persiapan interior. penyediaan ruangan. b. dan sebagainya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan. b. sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. Atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan di dalam Daerah Pabean dan atas pemanfaatan Jasa Penyelenggara Kegiatan yang berasal dari luar Daerah Pabean. penyediaan sound system. dan sejenisnya.. pameran konvensi. dan c. atau c. pesta. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. penarikan undian. seminar. imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil. Dasar pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan adalah meliputi : a. penyediaan penari latar. peluncuran produk. dan kegiatan lainnya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik atas permintaan dari Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan. pagelaran musik. Kegiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk apapun yang memanfaatkan Jasa Event Organizer seperti talk show. ajang lomba. . konferensi pers. Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran. di dalam Daerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. fashion show.

Dasar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan jasa keagenan. Bagaimana fasilitas PPN dan PPn BM atas Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri? Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. b. PPN terutang adalah 10% x DPP. c. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan: a.. b. . Dalam hal proyek tersebut didanai sebagian oleh dana APBN/APBD/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman luar negeri/hibah maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar negeri. Kontraktor Utama wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap "PPN dan PPn BM tidak dipungut" 10. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean.82 - 9. Penyerahan BKP dan/atau JKP. d. Impor Barang Kena Pajak (BKP). PPN dan PPn BM yang tidak dipungut. yaitu: a. mendapat fasilitas PPN dan PPn BM tidak dipungut yang dilakukan oleh Kontraktor Utama. Atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang tidak dipungut tersebut. Apabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang tetap dipungut. Atas PPN dan PPn BM yang tidak dipungut sehubungan dengan impor oleh Kontraktor Utama tidak perlu dibuatkan Surat Setoran Pajak. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean.

pajak yang terutang dipungut. Sehingga hanya KPKN dan Bendaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN. Dengan demikian. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak. atau perayaan. Keperluan tertentu adalah : pesta. Badan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. . b. PPN terutang atas penyerahan jasa boga atau katering 10% x DPP. Bagaimana perlakuan PPN atas Jasa Boga (Catering)? Dan Apa yang dimaksud dengan objek pajak restoran dan jasa boga? a. resepsi.. disetor dan dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan. pajak yang terutang dipungut.83 - c. c. atas penyerahan Jasa Boga (Catering) dikenakan PPN. Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau katering. Atas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang bukan Pemungut PPN. Objek Jasa Boga atau Katering adalah penyediaan makanan dan atau minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya. DPP atas penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering. untuk keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau tidak tertulis. Atas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada Pemungut PPN.03/2003. Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran. Yang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas penyerahan jasa keagenan adalah : Atas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan kepada Pemungut PPN (Badan-badan Tertentu dan Bendaharawan Pemerintah serta KPKN). pajak yang terutang dipungut. 11. d. Namun dengan berlakunya sejak tanggal 24 Desember 2003 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.

penyimpanan. makan untuk pelanggan perseorangan.84 - perjamuan. sortasi. atau acara-acara lain yang sejenis. atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan dikenakan PPN. Bagaimana perlakuan PPN atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan? a. b. air. perlombaan atau pertandingan. . penerbitan dokumen angakutan. yakni sebesar nilai tagihan service charge yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa. kebersihan dan biaya administrasi. laut dan atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. perusahaan swasta maupun perusahaan perseorangan. penimbangan. Ada (2) dua elemen utama dalam kegiatan jasa persewaan ruangan yaitu Sewa dan Service Charge. atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN. pengukuran. c. Bagaimana perlakuan PPN atas kegiatan freight forwarding? a. keamanan. b. PPN Terutang adalah 10% x DPP. penandaan. Freight Forwarding (Jasa Pengurusan Transportasi) adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. d. Service charge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh penyewa. makan karyawan pada instansi Pemerintah atau Badan Usaha Pemerintah.. pengurusan penyelesaian dokumen. rapat atau pertemuan. 13. Dasar Pengenaan Pajak atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan sejak bulan 3 Juni 2003 (Faktur Pajak Standar yang dibuat/diterbitkan setelah 3 Juni 2003) adalah sebesar nilai penggantian. pengepakan. Service charge dapat terdiri dari biaya listrik. 12.

Atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh orang pribadi (Non-PKP) atau badan (PKP) dikenakan PPN.. . 14.Penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder). maka biaya freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai reimbursement. Bagaimana perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean ? Perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean: a. perhitungan biaya angkutan. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. dan .Pemberi jasa (perusahaan forwader) dan bukan atas nama penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder). 15. atau . klaim. maka biaya freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari Dasar Pengenaan Pajak. karena dianggap sebagai reimbursement. Dasar Pengenaan Pajak : Dalam hal dokumen-dokumen pabean (dokumen) untuk menagih biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau supplier dibuat langsung atas nama .Instansi Pemerintah yang menyerahkan JKP memasukkan pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Instansi Pemerintah tersebut. sehingga merupakan bagian dari Dasar Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.pembayaran tersebut berasal dari APBN atau APBD.85 - c. Apabila Instansi Pemerintah memberikan Jasa Kena Pajak kepada Instansi Pemerintah Lainnya apakah PPN yang terutang harus dipungut oleh Instansi Pemerintah yang melakukan penyerahan? Atas penyerahan JKP oleh Instansi Pemerintah kepada Instansi Pemerintah Lainnya yang pembayarannya melalui KPKN atau Bendaharawan Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang : .

Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. c. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. 18 Tahun 2000 (UU PPN). PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan bulan penyetoran. dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 16D Undang-undang No. Apakah atas penyerahan aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP? Perlakuan PPN atas aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP a.Pajak Masukan pada waktu perolehan aktiva tersebut tidak dapat dikreditkan sesuai dengan Pasal 9 ayat (8) UU PPN atau aktiva tersebut diperoleh sebelum berlakunya Undang-undang PPN 1984 (sebelum 1 April 1985). atau . pada saat dimulainya pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean. renovasi dll) 17. 16. b. sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. Bagaimana perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya terutang. atau tidak seharusnya terutang? . Dengan demikian. PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. sepanjang selama memiliki aktiva tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak Masukan (misalnya dalam rangka perawatan.. perbaikan dari kerusakan. tidak terutang PPN apabila : Atas penyerahan aktiva tersebut dilakukan oleh bukan PKP.86 - b.

maka PKP yang memungut Pajak tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut tersebut. 18. penerima jasa. maka PPN yang telah terlanjur dipungut. Bagaimana Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPBM? Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPMB : a. 19. Yang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai biaya. Dalam hal pajak yang dipungut lebih kecil dari yang seharusnya terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut kekurangan pajak tersebut. pembeli barang. Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak? Apakah atas PPn yang telah disetor dan dilaporkan dapat dikurangkan atau dikembalikan? Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak. . disetor dan dilaporkan oleh PKP yang melakukan penyerahan dapat dikurangkan dengan cara perbaikan Faktur Pajak atas yang berkenaan dengan penyerahan JKP tersebut. c. atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari luar Daerah Pabean. Pemungutan kekurangan pajak tersebut dapat dilakukan dengan cara perbaikan Faktur Pajak (untuk penyerahan BKP/JKP) dengan menggunakan SSP (untuk impor dan pemanfaatan BKP tidak berwujud/JKP dari Luar daerah Pabean di dalam Daerah Pabean).87 - Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil atau tidak seharusnya terutang: a. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau tidak seharusnya terutang dimana Pajak yang salah dipungut tersebut telah disetorkan dan dilaporkan. Sebagai konsekuensinya baik PKP yang melakukan penyerahan maupun PKP yang menerima penyerahan JKP harus memperbaiki SPT Masa PPN Masa Pajak Faktur Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan. Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. b. Pihak yang terpungut adalah importir..

b. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat? Atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat tidak diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPn BM karena kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut.. perkebunan. atau perikanan. kehutanan. makanan ternak. 20. bibit dan atau benih dari barang pertanian. 22. tidak termasuk suku cadang. atau perikanan. 21. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. c. dan ikan. peternakan. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. c. bibit dan atau benih dari barang pertanian. unggas. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. d.88 - b. unggas. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. tidak termasuk suku cadang. penangkaran. Atas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada SPT Masa PPN pada Masa Pajak dilakukan pembayaran. c. unggas. Atas pembayaran PPN Impor (Pajak Masukan) yang ditagih dengan SPKPBM dapat dikreditkan. penangkaran. sepanjang pembayaran PPN Impor belum diterbitkan SKP-nya oleh Ditjen Pajak tersebut dan tidak termasuk dalam pembayaran (pengeluaran) yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) UU PPN serta belum dibebankan sebagai biaya. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani. perkebunan. makanan ternak. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. kehutanan. dan ikan. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. peternakan. unggas. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. b. .

perkebunan. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum.600 watt. Yang diserahkan oleh petani atau kelompok petani. bahwa yang dimaksud dengan bibit dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang pertanian. Senjata. Apa yang dimaksud dengan bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 135/KMK. 23. dan perikanan. kendaraan patroli. alat angkutan di udara. Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. Apakah batasan bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak termasuk Pelengkap Makanan Ternak (Feed Suplement) dan Imbuhan Makanan Ternak (Feed Additive). b. pertanian. f.. amunisi. perburuan atau penangkapan. alat angkutan di darat.05/1997. perkebunan. perburuan atau penangkapan. dan kendaraan angkutan khusus lainnya. serta suku . peternakan. atau c. Apakah defenisi barang hasil pertanian yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang : a. maupun penangkaran. kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6. kehutanan. alat angkutan di bawah air. kehutanan. BKP Tertentu apa saja yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. peternakan. penangkapan atau budidaya perikanan. 25. listrik. perkebunan dan kehutanan. alat angkutan di air. 24. peternakan. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya.89 - e. 26. kendaraan lapis baja. penangkaran.

TNI atau POLRI untuk melakukan impor tersebut. kapal angkutan sungai. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. c. e. kapal pandu. f. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. kapal penangkap ikan. dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). suku cadang. Buku-buku pelajaran umum. dan . dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi pesawat udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. sesuai dengan kegiatan usahanya. dan komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri. Kapal laut. Danau dan Penyeberangan Nasional. Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. TNI atau POLRI. kapal tongkang. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai.. yang diimpor oleh PT (PERSERO) PINDAD. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. kapal tunda. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. b.90 - cadangnya yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. d. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan.

kapal tunda. Kapal laut. BKP tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: Rumah sederhana. Senjata. alat angkutan di bawah air. pondok boro. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah. rumah sangat sederhana. Danau dan Penyeberangan Nasional. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional.91 - g. alat angkutan di udara. kapal angkutan sungai. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. kendaraan patroli dan kendaraan angkutan khusus lainnya. TNI atau pihak yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan atau TNI. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. alat angkutan di air. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. TNI atau POLRI. dan komponen atau bahan yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT. TNI atau POLRI. (PERSERO) PINDAD untuk keperluan Departemen Pertahanan. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan oleh Departemen Pertahanan atau TNI untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan untuk mendukung pertahanan Nasional. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya. yang diimpor oleh Departemen Pertahanan.. sesuai dengan kegiatan usahanya. serta suku cadangnya yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan. kapal penangkap ikan. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). alat angkutan di darat. amunisi. kapal tongkang. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. rumah susun sederhana. kapal pandu. kendaraan lapis baja. . Buku-buku pelajaran umum. 27.

Jasa kepelabuhan meliputi jasa tunda. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. . Jasa perawatan atau reparasi (docking) kapal. jasa tambat.. dan jasa labuh. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. JKP Tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? JKP Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN: a. Danau. dan Penyeberangan Nasional. jasa pandu. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia.92 - Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. yang meliputi: Jasa persewaan kapal. suku cadang. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang meliputi: Jasa persewaan pesawat udara. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. 28. b. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan Nasional yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan atau TNI. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat Udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan.

atau kebudayaan. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar pada Pemerintah Indonesia beserta pejabatnya yang bertugas di Indoensia dan tidak memegang paspor Indonesia.93 - Jasa perawatan atau reparasi pesawat udara. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum. c. kebun binatang. Jasa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. e. 29. Atas impor barang apa saja yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk maka PPN dan PPn BM nya tidak dipungut? Yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk.. e. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. sosial. Jasa persewaan rumah susun sederhana. BKP yang dimaksud tersebut adalah: a. f. dan tempat lain semacam itu yang terbuka untuk umum. g. h. rumah sederhana. d. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan azaz timbal balik. b. barang untuk keperluan museum. rumah susun sederhana. atau anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 1 (satu) . anggota Tentara Nasional Indonesia. Pegawai Negeri Sipil. dan rumah sangat sederhana. mahasiswa yang belajar di luar negeri. d. pondok boro. tidak dipungut PPN dan PPn BM. c. Jasa yang diterima oleh Departemen Pertahanan atau TNI yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan nasional. Jasa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan bangunan berupa rumah sederhana. dan f. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk keperluan ibadah. barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. rumah sangat sederhana. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya. amal.

Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah. kondominium. sutera atau wool atau bulu hewan halus. untuk pengangkut barang. seperti: Kelompok alat rumah tangga. Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya. dan sejenisnya. pesawat pemanas. kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 CC dan kendaraan untuk pengangkutan 16 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi. barang pribadi penumpang..94 - tahun. sampan dan kano. televisi. Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum. sasis. Kelompok wangi-wangian. town house. pelintas batas. sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan mendapat rekomendasi dari Perwakilan Republik Indonesia setempat. . 30. j. Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir). non kendaraan bermotor. 31. awak sarana pengangkut. perlengkapan militer termasuk suku cadang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang tidak dikenakan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPn BM adalah CKD. kendaraan bermotor. pesawat pendingin. misalnya lemari es. dan barangan kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pabean. Kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena. k. b. apartemen. dan pesawat penerima siaran televisi. i. mesin cuci. Barang-barang apa saja yang merupakan objek PPn BM? Barang-barang yang menjadi objek PPn BM: a.

250 .000 12.000 16.800 5. kendaraan protokoler kenegaraan. yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI.000) DPP 10. kendaraan pengangkutan umum.. Jenis Stiker Lunas PPN apa saja yang ada? a.800 1.000) JENIS II (Harga Jual >10.600 750 2.000 b. dan kendaraan patroli TNI/ POLRI. Stiker Lunas PPN atas Produk Rekaman Suara: JENIS Kaset jenis A (berbahasa Indonesia) Kaset jenis B (berbahasa Asing) Kaset jenis C (berbahasa Daerah) Compact Disc 1 (Indonesia & campuran daerah) Compact Disc 2 (Asing & campuran Indonesia) Video Compact Disc K-1 (Indonesia & campuran daerah) Video Compact Disc K-2 (Asing & campuran Indonesia) DPP 8.000 1.500 PPN TERUTANG 1.000 s.000 7.000 48. Apakah yang dimaksud dengan Stiker Lunas PPN? Stiker Lunas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman gambar.000 4.000 PPN TERUTANG 800 1. 34. kendaraan jenazah.d 20.000 18.500 20.95 - 32. kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi. kendaraan pemadam kebakaran. 33.000 50. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang dibebaskan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn BM adalah ambulan. kendaraan tahanan.d 10. Stiker Lunas PPN untuk Produk Rekaman Gambar: JENIS JENIS I (Harga Jual s.

500 8.000 35.. c.Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank.000) JENIS V s.d 80.000) JENIS IV s. 36.500 15. .000 (Harga Jual >100.000 (Harga Jual >40.500 4.750 6. promes dan aksep.d 60.000) 25.000 47. e. f. Akta-akta notaris termasuk salinannya.4 % (delapan koma empat persen).d 40. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. surat pernyataan.Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. b. contoh : surat kuasa. Surat berharga seperti wesel. yaitu: . atau . Akta-akta yg dibuat oleh PPAT. Bagaimanakah perlakuan PPN atas hasil tembakau? Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif efektif dikalikan dengan Harga Jual Eceran.000 (Harga Jual >80. yaitu: .000 85.000) JENIS VI s.000) JENIS VII (Harga Jual >20. termasuk rangkap-rangkapnya. surat hibah.000 2. Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar 8.96 JENIS III s.Yang menyebutkan penerimaan uang. .d 100.500 65.000 150. Surat yang memuat jumlah uang.Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. d.000 (Harga Jual >60. . Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan. Apakah yang merupakan obyek Bea Meterai (Dokumendokumen yang dikenakan BM) berdasarkan Pasal 2 UU BM? a.Yang berisi pemeberitahuan saldo rekening di Bank. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.

e. Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian.Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang.Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim. Apakah yang bukan merupakan objek Bea Meterai (Dokumendokumen yang tidak dikenakan BM) berdasarkan Pasal 4 UU BM? a.Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. Kas Pemerintah Daerah dan bank. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Segala bentuk ijazah. b. i.Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut di atas. Dokumen yang berupa: . d. 38. . koperasi. g. pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank. 37.Surat angkutan penumpang dan barang. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak : . . Tanda terima gaji. Kas Pemerintah Daerah. . Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara. f. uang tunjangan. . Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara. h. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi.Konosemen. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. dan bank.Surat penyimpanan barang..97 - . dan badan-badan lain yang bergerak di bidang tersebut. pensiun. . . uang tunggu. c. Kapan saat terutang Bea Meterai? a. dan pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu.Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat tersebut di atas. selain dari maksud semula. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek.

.teknologi percetakan. dan .Pembubuhan ttd disertai dg pencantuman tgl. . Menggunakan cara lain yg ditetapkan oleh Menteri Keuangan  KMK No. pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat (bukan pada saat ditandatangani). bl dan th dilakukan dg tinta atau yg sejenis dg itu. b.alat lain dengan teknologi tertentu. Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.mesin teraan meterai. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri : pada saat dokumen itu digunakan di Indonesia 39. dsb. shg sebagian ttd ada di atas kertas dan sebagaian lagi di atas meterai tempel. b. Dokumen-dokumen apakah yang harus dilakukan Pemeteraian Kemudian dan berapa besar Bea Meterai yang terutang? a. yang ditutup dengan pembubuhan tandatangan yang bersangkutan. pada tempat dimana tandatangan akan dibubuhkan. Bagaimana cara pelunasan Bea Meterai? a.Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang dikenakan Bea Meterai. . yaitu : . 40. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak : pada saat selesainya dokumen itu dibuat. misalnya kuitansi. mk dokumen ybs dianggap tidak bermeterai.Apabila ketentuan tsb di atas tidak dipenuhi..04/2000. Menggunakan Benda Meterai (meterai tempel). misalnya surat perjanjian jual beli. .Jika digunakan lbh dr satu meterai tempel. . dsb. ttd hrs dibubuhkan sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas. 133b/KMK.sistem komputerisasi. Pasal 1 KMK mengatur bahwa cara lain adalah dengan membubuhkan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan : . . sewa menyewa. cek.98 - c.

1.- R R B b n a b . PP No. Jenis Dokumen Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. b.- No.- ( R 2.dikenakan Bea Meterai Rp 500.-. c.000.99 - Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat pemeteraian kemudian dilakukan.Berdasarkan batas harga nominal : a.000.000. Dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank d.Rp. Surat-surat yang memuat jumlah uang : a.000.Berdasarkan batas harga nominal : a. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar Bea Meterai yang terutang dan ditambah denda sebesar 200% dari yang kurang dilunasi/terutang. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri yang akan digunakan di Indonesia. Akta-akta Notaris termasuk salinannya.000. Sampai dengan Rp 250.. 2.000.000.tidak dikenakan Bea Meterai. 1.000. 1.s/d Rp 1. Lebih dari Rp 250.000. 3. b. b. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya. 2.dikenakan Bea Meterai Rp Rp.tidak dikenakan Bea Meterai.30 April 2000) Rp. UU BM (1 Jan 86 )Rp. 1. 2.000.000.000. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank c. Lebih dari Rp 250. 1995 ( .000. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. c.. Yang menyebutkan penerimaan uang b.000. 7 Th.000. Lebih dari Rp 1. Rp. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.Rp. Sampai dengan Rp 250.000. 4.s/d Rp 1.

.- No. promes. tidak dikenakan Bea Meterai b.000. Lebih dari Rp 1. 6.000. Efek dan sekumpulan efek dengan Berdasarkan B .Berdasarkan batas Rp.000.000. Cek dan Bilyet giro.- ( c 5.000.-.000.000.30 April 2000) dikenakan Bea Meterai Rp 1.000. 1.-. 7 Th. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4)  s/d tg 14 Nop 89. 1995 ( .000. Surat berharga seperti wesel. mulai tg 15 Nop 89 tarif Rp 500. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )1.Berdasarkan batas harga nominal : a.100 PP No.dikenakan Bea Meterai Rp 2.000.- R 6. dan aksep.dikenakan Bea Meterai Rp. Sampai dengan Rp 1. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) B b n ( d 4 7. Lebih dari Rp 1.000. c.

Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya.dikenakan Bea Meterai Rp 1.000. selain dari maksud semula.000.000.- No.30 April 2000) batas harga nominal : a.- R .- Rp 2. UU BM (1 Jan 86 )harga nominal (sesuai dengan butir 6) ( b n 8.. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan b.101 PP No. 7 Th. 1995 ( .000. Jenis Dokumen nama dan dalam bentuk apapun. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. Lebih dari Rp 1. Sampai dengan Rp 1. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan : a.b.000.dikenakan Bea Meterai Rp 2.000. Rp 1.000.000.

 Apabila setelah jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan. maka keterangan yang diajukan itu dianggap diterima.jalan TOL. Subjek PBB yang dikenakan kewajiban membayar PBB berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku menjadi Wajib Pajak. pabrik. maka :  Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai Wajib Pajak dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud apabila keterangan dimaksud disetujui. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : . .kolam renang.62 - PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. B. dermaga. . pipa minyak. . .jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel. dan emplasemennya. ..tempat olah raga. • Tanda pembayaran/pelunasan PBB bukan merupakan bukti pemilikan hak.galangan kapal. OBJEK PAJAK ( 250304 ) ang menjadi Objek PBB ? Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan. dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut.pagar mewah. dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. . • Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya.  Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya apabila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. . menguasai.taman mewah. • Apabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak dimaksud. dan atau memiliki. • Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. maka Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak. dan atau memperoleh manfaat atas bumi. SUBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Siapa Subjek PBB ? Subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak atas bumi.tempat penampungan/kilang minyak. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A. air dan gas. . • Dalam hal objek PBB belum jelas diketahui Wajib Pajaknya.

5% (lima per sepuluh persen). tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. sosial. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. . hutan suaka alam. C. DASAR PENGENAAN DAN CARA MENGHITUNG PBB (250304 ) 1 Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan PBB ? Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). dan kebudayaan nasional. Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek PBB semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyatanyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. NJOPTKP diberikan kepada setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan PBB terutang. • Objek Pajak merupakan hutan lindung. D. pendidikan. kesehatan. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah. • Objek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. kesehatan. 2 Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan PBB ? • Objek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. atau yang sejenis dengan itu. • Objek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik. dan kebudayaan nasional tersebut. sosial.63 - . peninggalan purbakala. • Objek Pajak yang digunakan untuk kuburan.fasilitas lain yang memberikan manfaat. pendidikan.. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. hutan wisata. 3 Bagaimana perlakuan atas Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan ? Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. TARIF PAJAK (250304 ) 1 Berapa besarnya tarif PBB ? Tarif PBB adalah tunggal sebesar 0. taman nasional. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan.

kondisi lingkungan dan lain-lain. rekayasa. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan adalah : 1. . pemanfaatan. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya.000. • Nilai jual pengganti.00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. 4. 2. yaitu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar.000. bahan yang digunakan. kondisi lingkungan dan lain-lain. atau nilai perolehan baru.64 - 2 Berapa besarnya NJOPTKP ? NJOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak sebesar Rp12. 5 Bagaimana cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang ? Cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang adalah dengan membuat klasifikasi bumi dan bangunan. letak. 4. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah : 1. 2. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan. Klasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan NJOP. Yang dimaksud dengan : • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. 3. peruntukan. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya.. yaitu pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya. 4 Apakah dasar pengenaan PBB ? Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (sales value = NJOP). Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. • Nilai perolehan baru. letak. atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti. 3 Bagaimana perlakuan pemberian NJOPTKP kepada Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Objek PBB ? NJOPTKP diberikan hanya sekali untuk Objek PBB yang nilainya paling tinggi untuk satu tahun pajak. 3. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut.

2) sebesar 20 % dari NJOP apabila NJOP bernilai kurang dari Rp1. b. untuk daerah Jakarta.(satu milyar rupiah ). TAHUN PAJAK. untuk daerah lainnya. SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK (SPOP).. E.000. Apa kewajiban subjek PBB dalam rangka pendaftaran Objek PBB ? Mendaftarkan objek PBB-nya dengan mengisi SPOP secara jelas.5% x NJKP NJOP bumi = luas bumi x NJOP bumi per m2 NJOP bangunan = luas bangunan x NJOP bangunan per m2 *) Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah NJOP bumi dan bangunan dan sektor.000. • Objek PBB lainnya : 1) sebesar 40 % dari NJOP apabila NJOP bernilai Rp1. yang meliputi letak objek PBB. F. PENDAFTARAN. SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG (SPPT). perhutanan. benar. yang meliputi letak objek PBB. DAN SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) (250304 ) 1.000. di wilayah Kabupaten/Kota. Bagaimana cara menghitung PBB terutang ? Penghitungan PBB adalah sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB = Jumlah NJOP bumi dan bangunan NJOP untuk penghitungan PBB = NJOP sebagai dasar pengenaan PBB dikurangi dengan NJOPTKP NJKP = (20% atau 40%)* x NJOP untuk penghitungan PBB PBB yang terutang = 0. dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan ke KPPBB/KP4/tempat lain yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. Dimana tempat PBB terutang? Tempat PBB terutang adalah : a. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.000. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen) dari NJOP.000..(satu milyar rupiah ) atau lebih. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek PBB.000. dan pertambangan sebesar 40 % dari NJOP . Kapan saat PBB terutang? Saat PBB terutang adalah keadaan objek PBB pada tanggal 1 Januari untuk suatu tahun pajak tertentu (jangka waktu satu tahun takwim) 2. . Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2002: • Objek PBB perkebunan.. DAN TEMPAT YANG MENENTUKAN PBB TERUTANG (250304 ) 1. 7. SAAT.65 - 6 Apakah dasar penghitungan PBB ? Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value = NJKP) yaitu suatu persentase tertentu dari NJOP yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan PBB.

terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda. berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. b. Apa sanksi yang dapat dikenakan apabila Wajib Pajak tidak mengembalikan SPOP atau mengisi SPOP secara jelas. Tidak mengembalikan atau menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak. sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun Wajib Pajak sendiri. SPOP adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan Objek PBB yang akan dipakai sebagai dasar untuk menghitung PBB yang terutang. Memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. 2). • Benar. Sanksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun. dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2 (dua) kali lipat pajak yang terutang. Apabila pengisian SPOP setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar (lebih kecil)..66 - Pelaksanaan dan tata cara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan. • Lengkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua dan ditandatangani. Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan. maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari PBB yang terutang. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Sanksi Administrasi Dalam hal WP tidak menyampaikan kembali SPOP pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. Menyampaikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar. benar. berarti penulisan data yang diminta dalam SPOP dibuat sedemikian rupa. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 5 (lima) kali pajak yang terutang. 5). maka akan diterbitkan SKP dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari selisih besarnya PBB yang terutang. Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya. benar. 4). Barang siapa karena dengan sengaja : 1). dan lengkap ? a. 2. Yang dimaksud dengan jelas. 3). dan lengkap adalah : • Jelas. Sanksi Pidana Barang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan SPOP atau mengembalikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. .

• Mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) atau Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dari Tempat Pembayaran (TP yaitu Bank/Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau ATM) atau Tanda Terima Sementara (TTS) dari petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati.. Berapakah besarnya PBB terutang dalam SKP PBB? • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh pengembalian SPOP lewat 30 hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak. • Mengajukan keberatan dan atau pengurangan. TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN (250304 ) . 8. Apakah yang dimaksud dengan SPPT ? SPPT adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB mengenai besarnya PBB terutang yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 1 (satu) tahun pajak tertentu. 7. • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan atau keterangan lainnya. Apa kewajiban Wajib Pajak atas SPPT ? • Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan menyampaikannya kembali kepada Lurah/Kepala Desa/Dinas Pendapatan Daerah/KP4 untuk diteruskan ke KPPBB yang menerbitkan SPPT atau menyampaikannya ke KPPBB. • Mendapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan PBB. • Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah PBB yang terutang lebih besar dari jumlah PBB yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh WP. Apakah yang dimaksud dengan SKP PBB? SKP PBB adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB yang memberitahukan besarnya PBB yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya. SPPT diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada SPOP. 4.67 - 3. 6. Apa yang menyebabkan SKP PBB diterbitkan ? SKP diterbitkan apabila : • Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) tidak disampaikan kembali dalam jangka waktu 30 hari dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi 25% dari selisih PBB yang terutang. • Membayar/melunasi PBB terutang pada tempat yang telah ditentukan. G. Apa hak Wajib Pajak atas SPPT ? • Menerima SPPT PBB setiap tahun pajak. 5.

dan Surat Tagihan Pajak (STP). • Berdasarkan SKP yang diterima. KEBERATAN DAN BANDING (250304 ) 1. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. SKP. Dalam hal bagaimana STP PBB diterbitkan ? • Wajib pajak tidak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. • Wajib pajak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. . 5. Apa saja yang dapat ditagih dengan STP PBB? Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi. H.68 - 1. UU Nomor 19 Tahun 2000. tetapi denda administrasi tidak dilunasi.ATM bank-bank tertentu (BCA. Catatan : Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil).Bank atau Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau . 2. BII) atau . Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT. Berapa denda yang dikenakan kepada Wajib Pajak yang belum melunasi utang PBB-nya setelah lewat jatuh tempo ? PBB terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan.Counter/teller bank-bank tertentu (Bank Nusantara Parahyangan) atau . STP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh Wajib Pajak.d.d. 4. Bagaimana cara membayar PBB ? Wajib pajak membayar PBB terutang melalui : . Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan PBB ? Yang dapat diajukan keberatan PBB adalah besarnya PBB terutang sebagaimana tercantum dalam SPPT atau SKP. 3. 6. Keberatan dimaksud dapat dikarenakan : • Kesalahan luas bumi dan atau bangunan. Apakah dasar penagihan PBB ? Dasar penagihan PBB adalah SPPT.Petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. Kapan batas waktu pelunasan utang PBB ? • Berdasarkan SPPT yang diterima.t. Apakah upaya yang dapat dilakukan apabila STP PBB telah lewat jatuh tempo dan tidak dilunasi ? Apabila STP PBB tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan Surat Paksa (SP) berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa s. 7..

Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan PBB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. 2. • Kesalahan Penetapan Subjek Pajak. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Keberatan atas SPPT atau SKP harus diajukan masing-masing dalam satu surat keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak. dan/atau o Bukti pendukung (resmi) lainnya. 5. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Bagaimana tata cara permohonan keberatan PBB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB disertai dengan alasan yang jelas. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar PBB dan pelaksanaan penagihan. dan/atau o Akta Jual Beli. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. • Diajukan per Objek PBB dan per tahun pajak. 4. • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. • Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan PBB antara Wajib Pajak dan fiskus.69 - • Kesalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan. Apa bentuk keputusan keberatan ? .. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. dan/atau o Bukti Surat Ukur/Rincik. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan PBB.  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. dan/atau o Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 3. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. • Kesalahan penetapan/pengenaan. dan/atau o SPPT/SKP.

. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. • 16. menambah pajak yang harus dibayar. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. Ketentuan banding PBB mengikuti ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP stdtd UU Nomor 16 Tahun 2000. 8. tidak dapat diterima. 6. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN PBB (250304 ) 1. 9. • menolak. 7. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya.5% diberikan kepada kabupaten/kota yang mencapai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan). apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya.2 % (enambelas koma dua persen) untuk propinsi.. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan PBB ? Hasil penerimaan PBB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : • 10 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat (6. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. mengakibatkan peningkatan jumlah PBB-nya. • 64. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran PBB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. • menerima sebagian.8 % (enampuluh empat koma delapan persen) untuk kabupaten/kota. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP).70 - Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya. I. • menambah jumlah pajaknya.5% dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota dan 3. mengabulkan sebagian atau seluruhnya.

- 71 -

• 9 % (sembilan persen) untuk biaya pungut (diberikan kepada kabupaten/kota, propinsi, dan Ditjen Pajak) J. PENGURANGAN (250304 ) 1. Kepada siapa pengurangan PBB dapat diberikan ? Pengurangan PBB yaitu pemberian keringanan pembayaran PBB yang terutang atas Objek PBB dapat diberikan kepada : •Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu Objek PBB yang ada hubungannya dengan Subjek PBB dan atau karena sebab-sebab tertentu lainnya, yaitu : o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya meningkat disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan; Pemberian pengurangan dapat diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. •Wajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek PBB terkena bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya serta sebabsebab lain yang luar biasa seperti kebakaran, kekeringan, wabah penyakit, dan hama tanaman. Untuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 100% (seratus persen). •Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan termasuk janda/dudanya. Pemberian pengurangan ditetapkan 75% (tujuh puluh lima persen), akan tetapi bagi janda/dudanya telah menikah lagi diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. 2. Bagaimana tata cara pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP dengan menyebutkan persentase pengurangan yang diminta.

- 72 -

Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan : o Untuk ketetapan PBB s/d Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat diajukan secara perseorangan atau kolektif (melalui Kepala Desa/Lurah dan diketahui oleh Camat). o Untuk ketetapan PBB di atas Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) harus diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan : 1). fotokopi SPPT/SKP PBB Tahun Pajak yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). fotokopi KTP/SIM/Tanda Pengenal Diri lainnya. o Untuk WP Badan, melampirkan fotokopi : 1). SPPT/SKP PBB tahun yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). SPT PPh tahun terakhir; 4). Laporan Keuangan Perusahaan. o Untuk Objek Pajak yang terkena bencana alam, hama tanaman dan sebab lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh Kepala Desa/Lurah dengan diketahui oleh Camat dengan mencantumkan nama-nama Wajib Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir yang telah ditentukan. •Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak SPPT/SKP diterima Wajib Pajak atau terjadinya bencana alam atau sebab-sebab lain yang luar biasa. •Pengurangan atas SKP hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan PBB terutang; •Apabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi, maka permohonannya tidak diproses, dan Kepala KPPBB yang bersangkutan harus memberitahukan secara tertulis kepada WP/Kepala Desa/Lurah, disertai penjelasan seperlunya.

3. Apa kriteria pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Pengurangan PBB untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk 1 (satu) objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah objek PBB yang menjadi tempat domisili Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB adalah Wajib Pajak Badan, maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. K. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PBB (250304 ) 1. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terjadi dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) lebih besar dari jumlah PBB yang seharusnya terutang.

- 73 -

2. Apakah penyebab terjadinya kelebihan pembayaran PBB ? • Perubahahan peraturan; • Surat Keputusan Pemberian Pengurangan; • Surat Keputusan Penyelesaian Keberatan; • Putusan Banding; • Kekeliruan pembayaran. 3. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi), diperhitungkan dengan utang pajak lainnya, atau disumbangkan kepada Negara.

4. Bagaimana tata cata pengajuan permohonan atas kelebihan pembayaran PBB ? • WP mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP/STP. • Surat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos tercatat; • Surat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa: - fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat Keputusan Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan pemberian pengurangan; - Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB. 5. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan dari Wajib Pajak ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan. 6. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran PBB ? Kepala KPPBB atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan : •Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak PBB (SKKPP PBB), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang; •Surat Pemberitaan (SPb), apabila jumlah PBB yang dibayar sama dengan jumlah PBB yang seharusnya terutang; •Surat Ketetapan Pajak (SKP), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. 7. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB)?

Apa kewajiban Pejabat ? Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek pajak.. 5. Dalam hal KPPBB terlambat menerbitkan SPMKPPBB. Siapakah yang dimaksud Pejabat yang berkaitan dengan Objek PBB ? Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek PBB adalah : Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN A. Pejabat Dinas Tata Kota. 4.74 - Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKKPPPBB. wajib : • menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan objek PBB secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. Selain Pejabat dimaksud siapakah yang mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek PBB yang mempunyai kewajiban memberikan keterangan adalah Lurah atau Kepala Desa. antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pejabat Agraria.. Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah. Pejabat Balai Harta Peninggalan. Siapa Subjek BPHTB ? Subjek BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan. dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pejabat Dinas Pengawasan Bangunan. • memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan Direktorat Jenderal Pajak. L. . SUBJEK PAJAK (250304 ) 1. Apa sanksi bagi Pejabat yang tidak menyampaikan laporan ? Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Staatsblad Nomor 3 tentang Peraturan Jabatan Notaris. kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut pelaksanaan Undang-undang PBB. Subjek BPHTB yang dikenakan kewajiban membayar BPHTB menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak. Bagaimana seandainya pejabat dimaksud terikat dengan rahasia jabatan yang harus dipegang sehubungan dengan penyampaian keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Dalam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia jabatan. maka WP diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKPPBB. 3. LAIN-LAIN (250304 ) 1.

yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau badan hukum tertentu.75 - B. yaitu pemberian hak baru atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. meliputi: a.. 9. Pemindahan hak karena: 1. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. waris. pemekaran usaha. penunjukan pembeli dalam lelang. kelanjutan pelepasan hak. yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia. hibah. yaitu pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut. di luar pelepasan hak. yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada penerima hadiah. 2. 7. 11. yaitu adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum sebagai salah satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut. tukar-menukar. 2. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. 12. yaitu pemberian hak baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang berasal dari pelepasan hak. jual beli. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. 3. 13. hibah wasiat. 8. peleburan usaha. b. yaitu pemindahan sebagian hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. Pemberian hak baru karena: 1. yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung. yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama. hadiah. yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut. . penggabungan usaha. yaitu penetapan pemenang lelang oleh Pejabat Lelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang. 5. 6. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya. 4. Apa yang menjadi objek BPHTB ? Objek BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. 10.

segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan tanah bersama yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. terkuat. 2. d. c. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. Apa saja yang termasuk hak atas tanah ? Hak atas tanah meliputi : a. benda bersama. hak milik atas satuan rumah susun. Objek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 112 Tahun 2000. yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan BPHTB ? • objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik. yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya. yaitu hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. berupa perencanaan peruntukan dan penggunaan tanah.76 - o o o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan. penggunaan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. . f. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik.. hak pengelolaan. penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. dan terpenuh yang dapat dipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. Objek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 111 Tahun 2000. Hak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak atas bagian bersama. hak guna bangunan (HGB). hak guna usaha (HGU). 3. antara lain. • objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum. • objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut. yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. hak milik. b. yaitu hak turun-temurun. hak pakai. e.

- 77 • • objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama; objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf;

objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah.

o Yang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah dan kegiatan yang semata-mata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, misalnya, tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk instansi pemerintah, rumah sakit pemerintah, jalan umum. o Yang dimaksud dengan konversi hak adalah perubahan hak dari hak lama menjadi hak baru menurut Undang-undang Pokok Agraria, termasuk pengakuan hak oleh Pemerintah. o Yang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan apapun. C. TARIF PAJAK (250304 )
1. Berapa besarnya tarif BPHTB ?

Tarif BPHTB adalah 5% (lima persen). D. DASAR PENGENAAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK (250304 )
1. Apakah dasar pengenaan BPHTB ?

Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), yaitu a. jual beli adalah harga transaksi; b. tukar-menukar adalah nilai pasar; c. hibah adalah nilai pasar; d. hibah wasiat adalah nilai pasar; e. waris adalah nilai pasar; f. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar; g. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar; h. peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap adalah nilai pasar; i. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar; j. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar; k. penggabungan usaha adalah nilai pasar; l. peleburan usaha adalah nilai pasar; m. pemekaran usaha adalah nilai pasar;

- 78 -

n. o.

hadiah adalah nilai pasar; penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam Risalah Lelang. Dalam hal NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan BPHTB yang dipakai adalah NJOP PBB. o Yang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. o Dalam hal NJOP PBB pada tahun terjadinya perolehan belum ditetapkan, besarnya NJOP PBB ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

2. Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan BPHTB ? Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP diberikan untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan BPHTB terutang. 3. Berapa besarnya NPOPTKP ? NPOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), kecuali dalam hal perolehan hak karena waris, atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat, termasuk suami/istri, NPOPTKP regional paling banyak Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). o Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. o Ketentuan besarnya NPOPTKP diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 113 Tahun 2000.

4. Bagaimana cara menghitung BPHTB terutang ? • BPHTB terutang = 5 % x NPOP Kena Pajak; • NPOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP. E. SAAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTANG (250304 ) 1. Kapan saat BPHTB terutang dan harus dilunasi ? Saat terutang dan pelunasan BPHTB untuk: a. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta, yaitu tanggal dibuat dan ditandatanginya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris; b. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; c. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; d. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan;

- 79 -

e.

pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; f. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; g. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang, yaitu tanggal ditandatanganinya Risalah Lelang oleh Kepala Kantor Lelang Negara atau kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang. h. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap; i. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan; j. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; k. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; l. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; m. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; n. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; o. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. 2. Dimana tempat BPHTB terutang? Tempat BPHTB terutang adalah wilayah Kabupaten, Kota, atau Propinsi yang meliputi letak tanah dan atau bangunan.

F. PEMBAYARAN, PENETAPAN, DAN PENAGIHAN (250304 )
1. Sistem apakah yang dipakai sebagai dasar pemungutan BPHTB ?

Sistem self assessment, dimana Wajib Pajak membayar BPHTB yang terutang dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak.
2. Bagaimana cara membayar BPHTB ?

BPHTB yang terutang dibayar ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos Persepsi BPHTB, yaitu Kantor Pos dan atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan menggunakan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB).

9. 5. dihitung mulai saat terutangnya BPHTB sampai dengan diterbitkannya SKBKB dimaksud. Dalam waktu berapa lama SKBKBT dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB.80 - 3. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. Bagaimana kedudukan STB dalam proses penagihan BPHTB ? STB mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan Surat Paksa. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKB ? BPHTB terutang dalam SKBKB adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB) apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah BPHTB yang terutang kurang dibayar. 6. b. Apakah dasar penagihan BPHTB ? . 10. 7. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam STB ? BPHTB terutang dalam STB akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis dan atau hitung adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak saat terutangnya BPHTB. 4. c. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah BPHTB yang terutang setelah diterbitkannya SKBKB. dari hasil pemeriksaan SSB terdapat kekurangan pembayaran BPHTB sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung. Bilamana STB diterbitkan ? Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB) diterbitkan apabila : a. 8. BPHTB yang terutang tidak atau kurang dibayar. Dalam waktu berapa lama SKBKB dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKBT ? BPHTB terutang dalam SKBKBT adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut.. kecuali Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan.

d.. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. SKBKBT. c. atau SKBN. SKBKBT. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah. Surat Keputusan Keberatan. Bagaimana tata cara permohonan keberatan BPHTB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB dengan mengemukakan jumlah BPHTB yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah? • BPHTB terutang dalam SKBKB. • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SKBKB. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan BPHTB ? Yang dapat diajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak adalah : a. b.. Tata cara penagihan BPHTB diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Keuangan. dapat ditagih dengan Surat Paksa. SKBKB. SKBLB. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah BPHTB yang terutang sama besarnya dengan jumlah BPHTB yang dibayar. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak. SKBN. Surat Keputusan Keberatan. jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. 11. yaitu surat perintah membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama dengan putusan pengadilan (parate executie). yaitu didukung dengan data atau bukti bahwa jumlah BPHTB yang terutang atau lebih bayar yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar. dan jumlah yang masih harus dibayar. • Apabila sampai dengan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud tidak atau kurang dibayar. SKBKBT. yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah BPHTB terutang. SKBKBT. SKBKBT. Berapa lama jangka waktu pelunasan SKBKB. BANDING. besarnya sanksi administrasi. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. G. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran BPHTB karena jumlah BPHTB yang telah dibayar lebih besar daripada BPHTB yang seharusnya terutang. 2. Surat Keputusan Keberatan. DAN PENGURANGAN (250304 ) 1.81 - • • Dasar penagihan BPHTB adalah SKBKB. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : . STB dan Surat Keputusan Pembetulan. SKBLB. KEBERATAN. yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah BPHTB yang telah ditetapkan.

Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan BPHTB. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar BPHTB dan pelaksanaan penagihan. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. • menerima sebagian.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya. mengakibatkan peningkatan jumlah BPHTB-nya. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. • menolak.  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. ..82 - o Fotocopy SSB o Asli SKBKB/SKBKBT/SKBLB/SKBN o Fotocopy Akta/Risalah Lelang/Surat Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim o Fotocopy KTP/ Paspor / KK /identitas lain  Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai Surat Keberatan sehingga tidak dipertimbangkan. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya. 4. • menambah jumlah pajaknya. 3. 5. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan BPHTB diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan.

permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau sebagian. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran BPHTB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek BPHTB. perubahan peraturan. 2. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN (250304 ) 1. f. • Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. b. c. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? • Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). Kepada siapa pengurangan BPHTB dapat diberikan ? Pengurangan BPHTB dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena: a. atau c. menambah pajak yang harus dibayar. pengajuan keberatan atas ketetapan BPHTB dikabulkan seluruhnya atau sebagian.. H. d. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan pembayaran BPHTB terjadi dalam hal : a. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran BPHTB ? - . BPHTB yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang. atau b. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. 8. BPHTB yang dibayar tidak seharusnya terutang. mengabulkan sebagian atau seluruhnya.83 - 6. permohonan pengurangan dikabulkan. 7. 9. tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan. e. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. 10. tidak dapat diterima.

atau disumbangkan kepada Negara. • SKBKB. 64 % (enampuluh empat persen) untuk kabupaten/kota. menandatangani dan menerbitkan surat keputusan pemberian hak atas tanah (SKPH). . J. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta Kepala KPPBB harus menerbitkan SKBLB dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. • SKBN. 4. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BPHTB (250304 ) 1. mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat ? . Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan (sederhana dan lapangan) menerbitkan: • SKBLB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar sama dengan jumlah BPHTB yang terutang. maka Wajib Pajak diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKB dimaksud. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dimaksud ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah BPHTB yang seharusnya terutang. diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. I. menandatangani risalah lelang. KETENTUAN BAGI PEJABAT (250304 ) 1. Kapan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan ? Pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKBLB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata lebih besar daripada jumlah BPHTB yang terutang atau dilakukan pembayaran BPHTB yang tidak seharusnya terutang.84 - Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi).. 5. Dalam hal Kepala KPPBB terlambat menerbitkan SPMKB. 3. yaitu dengan diterbitkannya Surat Perintah Membayar Kelebihan BPHTB (SPMKB) oleh Kepala KPPBB. Kapan Pejabat dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan BPHTB ? Hasil penerimaan BPHTB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : 20 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota 16 % (enambelas persen) untuk propinsi.

3. 4. • Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Pertanahan Kabupaten/Kota pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. Apa sanksi bagi Kepala Kantor Lelang Negara yang tidak melaporkan pembuatan risalah lelang ke KPPBB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 5.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap laporan. • Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan SKPH hanya dapat menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.000. • Pejabat Lelang Negara hanya dapat menandatangani Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.85 - • Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. Apa kewajiban PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara ? Melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada Direktorat Jenderal Pajak (KPPBB setempat) selambat-lambatnya pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. Apa sanksi bagi Pejabat Pertanahan yang menandatangani dan menerbitkan SKPH atau mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. . 4. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara yang menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan/risalah lelang tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp7. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris yang tidak melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ke KPPBB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp250..500. 2.000.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap pelanggaran.

• Pemeriksaan Pajak juga merupakan suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya Penjelasan Dalam Sistem sef assessment. Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Dirjen Pajak akan menerbitkan kartu tanda pengenal pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. 4. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap.86 - PEMERIKSAAN PENYIDIKAN DAN PENAGIHAN A. 3. Mengapa Pemeriksaan Pajak Perlu dilakukan dalam Sistem Self Assesment ? • Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Sedangkan bagi WP yang telah patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan . Tanda pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib Pajak pada saat melakukan pemeriksaan. Apakah yang menjadi tujuan pemeriksaan • Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan • Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 2. hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan pemeriksaan Penjelasan Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut. Dalam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan peyuluhan dan pembinaan kepada WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus memberikan detterent effect kepada WP yang lain meskipun mereka tidak diperiksa. Pemeriksaan (250304 ) 1. Penjelasan Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang mencoba untuk tidak patuh atau memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh. Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut.. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. memperhitungkan. memperhitungkan. Apakah semua WP harus diperiksa ? Tidak. Apakah semua pegawai DJP boleh melakukan pemeriksaan ? Tidak.

• Dalam hal pemeriksaan lengkap. Apa yang menjadi hak dari Wajib Pajak yang diperiksa ? • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda pengenal Pemeriksa.87 - pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi WP yang patuh secara sukarela. • SPT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak. Apa yang menjadi kriteria dilakukannya pemeriksaan ? • SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak.. Apa jenis pemeriksaan dan berapa lama jangka waktunya? • Pemeriksaan Sederhana Kantor: 4 minggu dan dapat diperpanjang 2 minggu • Pemeriksaan Sederhana Lapangan: 1 bulan dan dapat diperpanjang 1 bulan • Pemeriksaan Lengkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan 7. • SPT menunjukkan rugi. 5. . dan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh wajib pajak. Penjelasan Semua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang memenuhi kriteria tersebut. • Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku. 8. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui. • SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang ditetapkan. • Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya. 6. dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelancaran pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat permintaan. maka pajak yang terhutang dapat dihitung secara jabatan. • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasn tentang maksud dan tujuan pemeriksaan. • Ada indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi. catatan-catatan. Apa yang menjadi kewajiban Wajib Pajak yang sedang diperiksa? • Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

- 88 -

• Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa rincian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan halhal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat pemberitahuan. 9. Dalam hal Wajib Pajak yang diperiksa diwakili oleh kuasanya, apakah syaratsyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi kuasa dari Wajib Pajak • Menyerahkan surat kuasa khusus yang asli; • Menguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan, yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau ijazah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri; • Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara Penjelasan Kewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. 10. Dapatkah Pemeriksaan Lapangan dilaksanakan apabila Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat? Dapat, sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak. Meskipun demikian terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya, dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Untuk keperluan pengamanan pemeriksaan, maka sebelum Pemeriksaan Lapangan ditunda, Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan. 11. Apakah pemeriksaan dapat dilakukan oleh pemeriksa yang berbeda dalam waktu yang bersamaan ? Dapat. Apabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajak nya atau lokasi tempat pemeriksaannya berbeda / tidak sama. 12. Dapatkah Wajib Pajak diperiksa beberapa tahun berturut-turut? Dapat. Penjelasan Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan pemeriksaan yang berbeda-beda, misalnya: • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh setiap tahun menyatakan lebih bayar; • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh menyatakan rugi; • Data Baru atau data yang belum terungkap; • Adanya data dari pihak ketiga, misalnya pengaduan masyarakan; • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem Kriteria Seleksi;

- 89 -

13. Dapatkah pemeriksaan pajak diperluas ke tahun pajak sebelumnya? Dapat, dengan alasan: • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan pemeriksaan; • Sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Direktur Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak 14. Mengapa dilakukan pemeriksaan terhadap WP yang pindah alamat atau daerah tempat tinggalnya ? Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang terdaftar di suatu KPP jika ingin pindah ke KPP lain maka berkas-berkas pajaknya tetap berkelanjutan. 15. Apakah suatu kewajiban perpajakan yang telah di SKP bisa diperiksa kembali oleh pihak fiskus? Setiap SKP bisa diperiksa kembali atau dibetulkan kecuali bila telah lewat waktu (daluwarsa 10 tahun). Kewajiban perpajakan yang telah di SKP akan diperiksa kembali bila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum diungkap. Data baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP dalam laporan pajaknya. Bila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak, WP juga harus membayar sanksi kenaikan 100 % dan ditetapkan via SKPKBT. Tetapi bila data baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi kenaikan tidak dikenakan. 16. Apa kriteria Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan ulang ? • Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap • Adanya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat • Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Dirjen Pajak 17. Oleh karena pemeriksaan tahun berjalan membutuhkan buku-buku, catatancatatan dan dokumen pendukung yang mungkin dibutuhkan oleh Wajib Pajak dalam menjalankan kegiatan usahanya pada tahun yang bersangkutan, dapatkah buku-buku, catatan-catatan dan dokumen pendukung yang dipinjamkan tersebut hanya berupa fotokopi? Buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik, dengan ketentuan Wajib Pajak yang diperiksa membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya. 19 Apabila Wajib Pajak tidak bersedia meminjamkan buku-buku, catatan-catatan dan atau dokumen pendukung, bolehkah Pemeriksa Pajak mengambil data-data tersebut secara paksa?

- 90 -

Tidak. Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku, Catatan dan Dokumen. 20. Mengapa dalam pemeriksaan pajak Wajib Pajak yang selalu membawa/menggotong semua file yang diminta ke kantor pajak dan mengapa bukan Petugas Pajak yang datang ke kantor karena semua file ada dikantor Wajib Pajak agar pemeriksaannya cepat selesai ? Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan, oleh karenanya jalan keluar yang diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di Kantor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke Kantor Pajak untuk diperiksa. Penjelasan Untuk jenis Pemeriksaan Kantor (PK), karena pemeriksaan pajak dilakukan di Kantor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke Kantor Pajak 21. Apa hak dan kewajiban pemeriksa pajak ? Hak Pemeriksa pajak :  Memanggil WP ke Kantor DJP dengan surat panggilan pada pemeriksaan kantor  Memeriksa dan atau meminjam buku, catatan dan dokumen  Meminta keterangan lisan dan/atau tertulis  Memasuki tempat atau ruangan tertentu  Melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu  Meminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga Kewajiban Pemeriksa pajak :  Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi Surat Perintah Pemeriksaan  Memberitahukan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan  Memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan  Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan  Membuat Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP)  Memberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan  Mengembalikan buku, catatan, dan dokumen  Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Wajib Pajak yang diperiksa. . 22. Apakah pemeriksa pajak berhak meminta fotokopi rekening koran bank yang bukan atas nama perusahaan itu sendiri,? Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya (WP yang tercantum dalam Surat Perintah Pemeriksaan Pajak, sesuai dengan tahun pajak dan

• dilakukan di bidang perpajakan. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. • dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara 2. • memenuhi rumusan undang-undang. Penyidikan ( 250304 ) 1. Jadi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa. • Apabila Wajib Pajak dengan sengaja : . Dalam hal apa pemeriksa dapat melakukan penyegelan ? Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan didalamnya pembukuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan.91 - jenis pajak-nya). hal ini dilakukan guna mengamankan atau mencegah hilangnya pembukuan.. • melawan hukum. dokumen-dokumen dan catatan-catatan tersebut. Bolehkah Wajib Pajak tidak menyetujui hasil pemeriksaan? Boleh. • diancam dengan sanksi pidana. Apakah Wajib Pajak mempunyai hak untuk meminta dasar koreksi dari Pemeriksa Pajak? Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan 25. tetapi dimungkinkan bagi pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga (termasuk pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa) sehubungan dengan transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak ketiga tersebut 24. perpajakan ? Perbuatan apa saja yang termasuk tindak pidana di bidang • Apabila Wajib Pajak karena kealpaannya : tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. B. Apa yang termasuk dalam tindak pidana di bidang perpajakan Perbuatan yang • dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu (pengurus). 26. dan catatan-catatan yang diperlukan. Hal ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak. dokumen-dokumen.

atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. atau memperlihatkan pembukuan.92 - tidak mendaftarkan diri. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara • Setiap orang yang dengan sengaja: tidak mendaftarkan diri. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. • Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. catatan. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. catatan.menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. pencatatan. 3. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau dokumen lainnya. pencatatan. atau dokumen lainnya. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Siapa saja yang dapat disidik dalam bidang perpajakan? • Setiap orang yang karena kealpaannya: . atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Apa yang dimaksud dengan Penyidik Pajak ? Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak . atau memperlihatkan pembukuan. atau . atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan..tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.

pencatatan. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. • Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.. mencari. catatan-catatan. Apa saja yang menjadi wewenang penyidik pajak? • Menerima. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. atau . Penjelasan Apabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. 6. • Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksasebagai tersangka atau saksi. mencari. Dalam hal apa penyidikan dapat dihentikan? Penyidikan dihentikan dalam hal: • Tidak terdapat cukup bukti. maka barulah diusulkan untuk ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak. • Meneliti. atau • Peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana di bidang perpajakan. 4. Apakah Wajib Pajak yang diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dapat langsung disidik? Tidak. • Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. • Menghentikan penyidikan. mengumpulkan. Apabila hasil Pemeriksaan Bukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. 5. • Memeriksa buku-buku. maka dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan.93 - benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak. • Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. • Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu. dan dokumen-dokumen lain. • Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang bertanggung jawab. dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. • Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan.

berakhirnya Bagian Tahun Pajak. Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB). Penjelasan. berakhirnya Masa Pajak. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). C. Penjelasan Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan. b. melaksanakan penyitaan. diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa.94 - • Daluwarsa (sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. dan Surat Keputusan Pembetulan. Surat Tagihan Pajak (STP). 2. Siapa yang dapat melaksanakan tugas penagihan pajak? Jurusita Pajak. dan Surat Keputusan Pembetulan. merupakan sarana administrasi bagi Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak. Apakah yang dimaksud dengan Penagihan Pajak? Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan. atau • Perintah Jaksa Agung atas permintaan Menteri Keuangan karena alasan penerimaan negara. melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus. Putusan Banding. memberitahukan Surat Paksa. ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). Surat Ketetapan (SKP) PBB. Surat Keputusan Keberatan. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung. Surat Keputusan Keberatan maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. PENAGIHAN ( 250304 ) 1. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). Apa yang menjadi dasar penagihan pajak? a. melaksanakan penyanderaan. dan Surat Tagihan PBB. . atau • Tersangka meninggal dunia. atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan). Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. Berapa lama daluwarsa penagihan pajak? Daluwarsa penagihan pajak adalah 10 tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Daluwarsa ini dapat tertangguh apabila. Penjelasan Terbitnya ketetapan di atas. 4. mengusulkan pencegahan. menjual barang yang telah disita. Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang bersangkutan. merupakan dasar penagihan pajak c. 3.. atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

penyitaan dan penyanderaan.. Apakah Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak terutang? Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang terutang dalam: Surat Tagihan Pajak. atau d. pemberitahuan Surat Paksa. terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. 5. atau memekarkan usahanya. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.Pengumuman lelang . c. Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya atau berniat untuk itu. terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya. atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya. 9. Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan. badan usaha akan dibubarkan oleh negara. 10. Jurusita Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat. Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah Pajak Penghasilan Pasal 29 7.Pelaksanaan penyitaan . atau e. Dalam hal apa Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus diterbitkan? Jurusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan Surat Paksa.Lelang 8. Surat Keputusan Keberatan.Penerbitan Surat Paksa .Penerbitan Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus . Dalam hal bagaimana Surat Paksa diterbitkan? . b. apabila: a. atau melakukan perubahan bentuk lainnya.95 - Penjelasan Jurusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika sekaligus. atau menggabungkan usahanya. Kegiatan apa saja yang termasuk tahapan penagihan pajak ? .Penerbitan Surat Teguran . Dalam hal apa Surat Teguran diterbitkan? Surat Teguran diterbitkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran STP/SKPKB/SKPKBT/SK Pembetulan/SK Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Surat Keputusan Pembetulan. atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia.

Apa yang harus dilakukan oleh jurusita apabila dilarang memasuki tempat Wajib Pajak? Memberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan dapat diancam pidana. 14. 11.96 - a. Menempelkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di papan pengumuman KPP. Bagaimana Pelaksanaan Surat Paksa terhadap Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang bertempat tinggal / berdomisili / bertempat kedudukan diluar wilayah KPP/KPPBB dimana WP terdaftar? Kepala Kantor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yang wilayah kerjanya meliputi tempat pelaksanaan Surat Paksa. Apakah KPP/KPPBB dapat melakukan lelang atas aset yang disita. Bagaimana kekuatan hukum dari Surat Paksa ? Surat Paksa berkepala kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 13. Mengumumkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di media massa. Jumlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterbitkannya Surat Teguran b. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak seketika dan sekaligus c. mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. jurusita tidak dapat memaksa Wajib Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya. karena dengan terbitnya Surat Paksa memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan eksekusi langsung (parate executie) dalam penyitaan atas barang milik Penanggung Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan terlebih dahulu. Mengadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat mengenai adanya pelanggaran pasal 212. 12.. 15. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam Keputusan Persetujuan Angsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak. Agar jurusita tidak melanggar hukum pidana. Berdasarkan Hukum Pidana. ia harus meminta bantuan kepada Kepolisian untuk bersamasama melakukan penyitaan. Penjelasan Penerbitan Surat Paksa secara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif. namun tidak diberikan dokumen/sertifikat atas aset tersebut? . Bagaimana caranya untuk memberitahukan Surat Paksa kepada Wajib Pajak yang tidak ditemukan alamatnya? Mengirimkan foto kopi SP ke Pemda dimana Wajib Pajak terakhir bertempat tinggal.

16. Bagaimana jurusita melaksanakan penyitaan atas aset WP di luar wilayah KPP? Dalam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat. 20. maka jurusita segera menyampaikan salinan Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut. Penjelasan. Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang tertentu. Apakah sah pelaksanaan penyitaan apabila Wajib Pajak/PP menolak menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Sita (BAPS)? Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani BAPS. 18. maka: . Risalah lelang tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. Hak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli dan kepadanya diberikan Risalah Lelang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar pendaftaran dan pengalihan hak. Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak 17. Penjelasan. dengan permintaan agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan utang pajak. sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 19.. guna membayar utang pajaknya lebih dahulu sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia. Jurusita Pajak harus mencantumkan penolakan tersebut dalam BAPS dan BAPS ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi. Risalah Lelang yang diterbitkan oleh Kantor Lelang Negara menggantikan sertifikat sebelumnya. Disamping itu Badan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah.97 - Dapat. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak dalam hal aset Wajib Pajak / Penanggung Pajak telah disita Pengadilan Negeri atau instansi lain? Apabila Pengadilan Negeri/polisi/BPPN telah melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak tersebut. BAPS tersebut tetap sah dan mempunyai kekuatan mengikat. Apakah KPP/jurusita dapat melakukan sita atas aset yang telah telah disita oleh Pengadilan Negeri atau Instansi lain yang berwenang ? Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang. Apakah KPP dapat melakukan penyitaan dan penjualan/lelang atas aset yang dijaminkan Wajib Pajak kepada Bank? KPP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang telah diletakkan hak tanggungan.

KPP yang diminta bantuan setelah menerima Surat Permintaan KPP (KPP domisili). Bila PP menolak memberikan kuasa pada bank. sepanjang salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat. maka barang yang telah disita dapat dilelang. Apabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN. Jurusita KPP lokasi melaksanakan penyitaan dengan menyerahkan SPMP dan BAPS. Jurusita menyampaikan Surat Paksa kepada Kurator. segera menerbitkan SPMP. Hakim Pengawas atau Balai Harta Peninggalan. Jurusita melakukan penyitaan dan membuat BAPS dan menyampaikan salinan BAPS kepada Penanggung Pajak dan bank ybs. sekurang-kurangnya setingkat Sekretaris Kelurahan/Desa.98 - Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP. Apabila WP/PP tidak bersedia memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan di bank . Apakah penyitaan dapat dilakukan tanpa hadirnyaWajib Pajak? Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir. Pejabat mengajukan permintaan pencabutan pemblokiran kepada bank. KPP lokasi disertai salinan SP. 23. bagaimana dengan pelunasan utang pajak Wajib Pajak? Surat Paksa diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan pemberesan. Apabila Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dinyatakan bubar atau dilikuidasi oleh pengadilan. bagaimana tindak lanjutnya? DJP (Pejabat) mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank disertai dengan penyampaian salinan SP dan SPMP. Jurusita setelah menerima BAP dari bank memerintahkan PP untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan pada bank tersebut kepada Jurusita.. 21. atau likuidator. setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan? Apabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan dilakukan. maka jurusita tidak dapat secara langsung menyita aset Wajib Pajak. 22. Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang pajaknya. 22.. Bank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan pemblokiran dan membuat Berita Acara Pemblokiran (BAP) serta menyampaikan salinannya kepada DJP dan Penanggung Pajak. Pejabat meminta bantuan Bank Indonesia melalui Menteri Keuangan untuk memerintahkan bank memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di Bank. .

KPP menyerahkan salinan SP dan SPMP kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan. b. .000.00 (seratus juta rupiah). 25 Apabila WP memperoleh Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang mengakibatkan utang pajak berkurang atau nihil sehingga terdapat lebih bayar sedangkan barang yang disita telah dilelang. apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak. bagaimana tindak lanjutnya? KPP melakukan penyitaan tambahan sampai mencukupi untuk pelunasan utang pajak. 29 Apa yang dimaksud dengan penyanderaan? Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu. KPP telah menyita aset WP tetapi belum dijual/dilelang. Dilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita.99 - Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya.000. 24. Telah mendapat keputusan pencegahan yang diterbitkan oleh Menteri 28 Apakah setelah dilakukan pencegahan terhadap WP/PP mengakibatkan hapusnya utang pajak? Tidak. Dalam hal ini. Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 26 Apa yang dimaksud dengan pencegahan? Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100. 27 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan pencegahan? a. Penjelasan Pencegahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. c.. Penjelasan Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang yang telah dilelang. apakah WP dapat meminta kembali barangnya tersebut? Tidak. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak. karena nilainya kecil tidak sebanding dengan utang pajak dan biaya iklan pengumuman.

33 Berapa lama masa penyanderaan? Masa penyanderaan paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. 36 Apa syarat dilakukannya pencabutan penyanderaan? a.. Wajib Pajak Badan. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.000. Wajib Pajak Orang Pribadi. d. 31 Apakah tindakan penyanderaan dapat dilakukan tanpa keputusan pengadilan? Dapat Penjelasan Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Paksa yang oleh UU diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Telah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Penjelasan Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. Pemegang saham mayoritas atau pengendali. diwakili oleh Pengurus. Utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas.00 (seratus juta rupiah). Penjelasan Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab secara pribadi dan secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang. c. b. termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan.000. Penjelasan Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat I (untuk pajak daerah). Komisaris. 35 Apakah dengan berakhirnya masa penyanderaan tanpa pembayaran. Telah lewat jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak. termasuk ahli waris. utang pajak Wajib Pajak/Penanggung Pajak menjadi hapus (dianggap lunas)? Tidak. 32 Siapa sajakah Penanggung Pajak yang dapat disandera? 1. Utang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100. 2.100 - 30 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan penyanderaan? Kriteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah: a. Penyanderaan hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak. .

.(seratus ribu) per hari selama Penanggung pajak disandera. Apakah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang disandera? Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri.000. 37. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.101 - b. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan itu telah terpenuhi.. atau d. Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Menteri Keuangan. Penjelasan Apabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut. . c. maka DJP berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.

2.102 - LAIN-LAIN 1. Pada saat mendaftar melalui internet. Penjelasan Account digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration. Penjelasan Surat Keterangan Terdaftar Sementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak berlaku.pajak. Penjelasan Dengan e-registration. Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja tanpa perlu datang ke KPP.. Wajib Pajak akan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang berisi keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Mengapa saya harus mempunyai account untuk pendaftaran On-Line ini? Account tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration. mengajukan pindah KPP dan juga penghapusan NPWP 5. Tempat KPP terdaftar dapat dilihat langsung di Formulir Pendaftaran. Selama tidak memiliki account Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion. Apakah e-registration hanya untuk kepentingan pendaftaran saja? e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja. Penjelasan Apabila Wajib Pajak dalam janga waktu 30 hari sejak pendaftaran tidak mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke KPP. 3. 4. Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data. Apakah ada cara lain bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri selain di KPP dan KP4? Selain di KPP dan KP4. maka Wajib Pajak tersebut tidak akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli dan NPWP Wajib Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration. Ke KPP mana saya harus mengirimkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran secara On-Line ini ? Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran secara on-line dengan internet melalui e-registration di www. Penjelasan Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib Pajak Badan berdasarkan lokasi usaha berada.go.id Penjelasan Dengan adanya e-registration. Mengapa Surat Keterangan Terdaftar bersifat sementara ? Surat Keterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. . Apakah fungsi dari Surat Keterangan Terdaftar Sementara ? Fungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. 6.

Bagaimana kemudahan e-SPT bagi kepentingan pelaporan pajak? Efisiensi Penjelasan Dengan aplikasi e-spt. 11. Bagaimana konsekuensi bank persepsi yang masih menerima pembayaran pajak? Bank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan mendapatkan pinalti dari Direktorat Jenderal Anggaran. Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang menyatakan perubahan item tersebut ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Penjelasan Dengan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena waktu akses menjadi lebih cepat. 9. Dalam hal perlu dilakukan perubahan data-data Wajib Pajak. bagaimana prosedurnya dalam e-registration? Cukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. Berapa lama saya akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli yang dikeluarkan KPP dan kemana saya harus mengambilnya? SKT dan Kartu NPWP asli diterbitkan oleh KPP sepajang KPP telah menerima secara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak. Bagaimana cara pembayaran pajak sehubungan dengan adanya sistem MP3? Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah On-Line dengan DJP. disamping itu Wajib Pajak hanya menyampaikan SPT Induk dan Berita Acara yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan pengiriman data SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dalam batasan waktu yang ditentukan 13.103 - 7. apakah kami dapat meng-akses layanan e-filing tanpa menggunakan dial up? Harus tetap menggunakan fasilitas dial up Penjelasan . Setelah proses perubahan dilakukan. Wajib Pajak dapat mengambilnya di KPP tempat Wajib Pajak Terdaftar. karena pada prinsipnya Wajib Pajak langsung me“load” data SPTnya ke Database DJP tanpa melalui KPP. Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi melampirkan lampirannya. Dapatkah fasilitas dial up untuk mengakses layanan e-filling Jika di kantor kami telah terkoneksi dengan jaringan internet. Disamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk pemakaian yang mampu mengupdate data SPT induk dari lampiran-lampirannya dan juga perhitungan perpajakan dalam SPT secara otomatis sesuai dengan peraturan yang berlaku 12. Bagaimana kemudahan e-filling bagi kepentingan pelaporan pajak ? Memudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu. Penjelasan Untuk daerah yang belum On-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak dari Wajib Pajak 10. tetapi cukup dengan merekamnya di disket atau CD dan melampirinya dengan SPT induk.. 8.

Apa yang dilakukan untuk melakukan koneksi ke layanan e-filing? a. sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat mengirimnya dalam bentuk spt pembetulan. sehingga memudahkan wajib pajak untuk mengakses e-filling. 17. . berita acara mana yang harus dilaporkan ? Berita acara dari pengiriman data SPT yang terakhir. dapat dilakukan pengiriman ulang data SPT. 16. apakah masih harus melapor ke KPP? Ya. Hal ini karena diasumsikan yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up todate 19. Penjelasan Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file SPT ke DJP. 14. d. Jika kami melakukan pengiriman data SPT berkali-kali melalui layanan efiling. terjadi masalah sehingga mengakibatkan berita acara tidak tercetak..Windows2003. lalu simpan c. Jika pada saat pengiriman data. tambahkan 10. yaitu dilaporkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Menbuat windows dial up connection. Jika Wajib Pajak menggunakan layanan e-filing. isi nomor telepon. buka webpage dengan alamat http://apps1:7778 18. selama tidak melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain PC dengan OS WindowsXP. apa yang harus dilakukan ? Harus dilakukan pengiriman ulang data SPT. namun apabila kegagalan tetap terjadi berulang-ulang. Modem dan Line Telepon eksternal b. Yang dilaporkan ke KPP adalah SPT Induk (tanpa lampiran) dan Berita Acara yang telah ditandatangani serta kelengkapan SPT lainnya (SSP. Surat Lainnya). sedangkan pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan yang berlaku.104 - Saat ini layanan e-filling dengan cara dial up connection. kedepannya direncanakan layanan e-filling akan tersedia di internet. Apakah layanan e-filing mengikuti jam kerja KPP? Tidak Penjelasan. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika terjadi kesalahan pengiriman data SPT melalui layanan e-filing? Apabila belum melewati batasan tanggal pengiriman.234 apps1.22. pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja. segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di KPP. 15. lalu buka internet explorer.254. Windows2000. Jalankan Dial up connection. username dan password yang telah diberikan. Mengedit file hosts (lokasinya : c:\windows\system32\drivers\etc).

b. Meng-copy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah WP. ODBC disesuaikan dengan database yang akan diakses. apakah bisa digunakan untuk mengiput data e-SPT untuk beberapa WP/NPWP ? Bisa. Ketika melakukan perekaman. . 22. Penjelasan Input data e-SPT dalam satu PC untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan cara : a. Bagaimana Setting ODBC ? Setting ODBC (Open Database Connectivity) dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT yang disertakan dalam aplikasi e-SPT. Format Standar file impor tersebut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT. Bagaimana melakukan proses impor data kedalam aplikasi e-SPT ? Data dapat diimpor ke dalam aplikasi e-SPT dengan mengikuti format yang telah ditentukan dalam aplikasi e-SPT. Apakah yang harus dilakukan. 21. Apakah e-SPT bisa dipakai multi user ? Dapat. 24.. 23. Dalam satu PC.105 - 20. jika akan merekam data SSP namun tidak memiliki NTPP ? Mengisikan ‘0’ sebanyak 16 digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat direkam melalui sistem MP3. Penjelasan Aplikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan pekerjaan dan efisiensi waktu.

diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. kesadaran. atau pihak lain. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan. Apabila pelamar yang dimaksud di atas diterima. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kekompakan. d. j. f. b. c. dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. dan c. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selamalamanya 2 (dua) tahun. atau diserahi tugas negara lainnya. keuangan. Bekerja dengan jujur. . Apa saja kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh Pegawai Negeri Sipil? Kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. dan materiil. dan tanggung jawab. 2. Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Siapa saja yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil? Yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. cermat. i. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. maka ia harus melalui masa percobaan dan selama itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. UUD 1945. Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah. dan Pemerintah. diri sendiri. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. terutama di bidang keamanan. dan Pegawai Negeri Sipil. persatuan. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari : a. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. Setia dan taat kepada Pancasila. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tertib. b. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil. l. c. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah. e. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. g. Anggota Tentara Nasional Indonesia. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. 3. k. h. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya. Mentaati ketentuan jam kerja. dan bersemangat untuk kepentingan Negara.106 - SEKRETARIAT Siapakah Pegawai Negeri Sipil ? Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan.. Pemerintah. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. Negara. b.

o. w. Pemerintah. d. j. bawahan. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya baik-baik. golongan. atau meminjamkan barang-barang. k. b. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. . Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. p. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. sesama Pegawai Negeri Sipil. h. m. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. t. f. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya. n. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. Memiliki.. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. c. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. menjual. atau Pegawai Negeri Sipil. dan terhadap atasan.107 - m. Larangan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. menggadaikan. g. r. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. z. menyewakan. atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah. atau pihak lain. kecuali untuk kepentingan jabatan. q. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. l. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. Bertindak dan bersikap tegas. Menyalahgunakan barang-barang. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. s. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. x. i. golongan. dokumen. yang berlainan. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. atau pihak lain. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. Menyalahgunakan wewenangnya. teman sejawat. membeli. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. e. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. y. atau surat-surat berharga milik Negara. u. v. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaikbaiknya. uang. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan.

q. atau pihak lain. menjadi direksi. Memiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. a. Hukuman Berat Disiplin 6. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2. 5. golongan. 4. b. p.. d. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang tewas. b. c.108 - n. b. r. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga. c. IV/a) ke atas atau yang memangku jabatan eselon I. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. e. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Sedang Disiplin Jenis Hukuman Disiplin a. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas dan kewajibannya. maupun sambilan. o. kecuali jenis hukuman disiplin : . pimpinan. b. c. a. atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina (Gol. Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil? Setiap Pegawai Negeri Sipil memperoleh hak-hak sebagai berikut : a. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan. keluarganya berhak memperoleh uang duka. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. berhak memperoleh perawatan. berhak memperoleh tunjangan. d. Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. Memperoleh cuti. c. 3. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi.

g. Dirjen Pajak d. Sekretaris BPSP. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon II atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon II. e. Inspektur Jenderal Ketua Bapepam Kepala BAF Kepala BAKUN Kepala Bintek Kepala BPPK h. f. d. k.109 No 1. e. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Sekretaris Jenderal b. e. m. IV. Jenis Hukuman Disiplin a. Kepala Kantor Wilayah atau jabatan lain yang setingkat a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. 1. Kepala Pusat. b. c. V dan yang setingkat di lingkungan masing-masing i. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon IV. Dirjen Anggaran c. l. Memangku jabatan struktural eselon I atau jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya berada di tangan Presiden Selanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh Menteri Keuangan kepada para pejabat di lingkungan Departemen Keuangan RI yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini : No. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Pembebasan Jabatan Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. III. Direktur. Dirjen Bea dan Cukai Dirjen Pembinaan BUMN Dirjen Lembaga Keuangan Dirjen PKPD Dirjen Piutang & Lelang Negara a. I (Gol. b.. j. IV. n. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Yang memangku jabatan struktural eselon III atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon III. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing d. Pejabat PEJABAT ESELON I : a. Kepala Biro. Pembebasan jabatan PEJABAT ESELON II : Sekretaris Direktorat Jenderal /Badan. . c. h. Sekretaris Inspektorat Jenderal. g. IV/b) ke atas 2. 2. f. Inspektur.

110 No. Pejabat f. Penundaan kenaikan pangkat d. b. Kepala Kantor (eselon III). Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin tingkat sedang dan berat Apabila tidak ada keberatan a. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin tingkat ringan a. Kepala Pangkalan Sarana Operasional atau jabatan lain yang setingkat PEJABAT ESELON IV : Kepala Sub Bagian.15 (lima belas) terhitung mulai tanggal penyampaian surat keputusan hukuman disiplin itu kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan a. Penurunan gaji c. a. f. Penundaan kenaikan gaji berkala b. b. Kepala Bidang. PEJABAT ESELON III : Kepala Bagian. Kepala Seksi. b. Tegoran tertulis c. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri f. Kepala Balai. Tegoran lisan b. atau jabatan lain yang setingkat a. c. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS Apabila ada keberatan Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan kenaikan pangkat Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat Mulai Berlaku Sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin 2. Pada hari ke . Kapan berlakunya hukuman disiplin? Keputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut : No. Sekretaris Pengganti BPSP.. e. Kepala Sub Direktorat. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Yang memangku jabatan struktural eselon V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 7. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon IV dan yang setingkat di lingkungan masing-masing 4. d. 1. 3. c. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah e. Sejak tanggal keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian Sejak tanggal keputusan hukuman disiplin itu ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum Hari ke-30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan 4. 3. c. Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin .

Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. dan lain-lain. tunjangan kemahalan umum. 9. Hasil Pemeriksaan Terbukti bersalah Tidak Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. a. Terbukti Bersalah . 1.. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. b. No. Melakukan kejahatan/pelanggaran tidak menyangkut jabatannya yang Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 1. 2. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. 2. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap b. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan a. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 2. Besarnya Gaji Yang Dibayarkan Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir.111 - 8. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. 1. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara.

112 No. 10. bagaimana cara menyampaikan pengaduan masyarakat agar perbuatan aparat/oknum tersebut dapat ditindaklanjuti? Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke Kotak Pos 5000. Apabila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdapat tindakan dari aparat pajak yang menyimpang atau masyarakat merasa kurang/tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. Pengaduan Masyarakat Kotak Pos 5000 Kotak Pos 111 JKTM 12700 Komisi Ombudsman Inspektorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Tindak lanjut . b. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Komisi Ombudsman. pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pajak untuk ditindaklanjuti. c. Kotak Pos 111 JKTM 12700. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. dan Inspektorat Jenderal (sesuai flow chart dibawah). Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun..

Jenis Hukuman Disiplin a. 13.113 - 11. c. h. 2. d. b. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. c. g. b. transparansi tersebut meliputi apa? Ya. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. a. I (Gol. e. b. i. a. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 3. IV/b) ke atas . Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. meliputi: a. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan 12. c. kecuali jenis hukuman disiplin : No. f. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Disiplin Sedang Hukuman Disiplin Berat Jenis Hukuman Disiplin a. d.. c. 1. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Apakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). b.

Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 1. . Melakukan kejahatan/pelanggaran yang tidak menyangkut jabatannya Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 3..114 - 14. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. 15. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. dan lain-lain. Hasil Pemeriksaan Terbukti Tidak bersalah Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. Alasan Pemberhentian Sementara 1. tunjangan kemahalan umum. 4. 2. Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. b. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. No. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan.

b.115 - No. a. transparansi tersebut meliputi apa? Ya.. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. Terbukti Bersalah 16 pakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). 2. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. meliputi: Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan . c. Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara b. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan.

145 4.581 459.574.479 288.288 342.705 394.212.583.869 4. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 264.404 PDRB 36.604 7.823 3.739 6.370.424 .641.245 19.262. KEUANGAN.782 122.838 394.359 826.982 11..269 18.116 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP RASIO PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 KANWIL I (DJP SUMATERA BAGIAN UTARA) (Rp.272.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.127.336. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.368 31.858.666 1.120 331.967 48.554.

436.846 802.794 6.871 512. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.080 2.108.614 559.667.878. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 472.535 8.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.131 4.211.871 152.665 .571 270.005 14. KEUANGAN.861 36.117 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL II (DJP SUMATERA BAGIAN TENGAH) (Rp.072 612.739 PDRB 14.189.827 809.086.267 2.681 214.781.563..923.424 96.837 42.264 439.853 10.

731.355 152.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.543 5.118 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL III (DJP SUMATERA BAGIAN SELATAN) (Rp.714 365.594 202.998 .358.330 10.030.997.367 197..427. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 324.326 27.035 3.839.004 943. KEUANGAN.545 325.910 7.804.706 120.090 188.852 1.500 13.334 9.399 PDRB 26.513 401.193.058.664.374 8.026.305 19.

119 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL IV+V+VI (DJP JAKARTA RAYA I+II+III) (Rp.331.761 PDRB 516.804 24.933 4. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.428 .839.469.013.657 3.325 3.547 54.605.054.922.474 21.508 1. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB..417 254.723.935.466.327.114 25.510.600 9.465 349.735.603 30.816 3.252.973 58. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 230.157.925 58.511 813.986 1.532 60.

655.597 .027.167 53.779 9.807. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 346.120 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VII (DJP JAKARTA RAYA KHUSUS) (Rp. KEUANGAN.563 12.530 19.222 60.840 57.323 664.087 145.699 121.672.715 534.077.928.326.883.058 7.598.559 PEREDARAN USAHA 15.580.396.979 19.690 1.774 38..901.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.129.187 8.519.448 2.127 710.794.367.832 56.399.360.373 10.

676.219.809 12. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 51.632.054 5.627 2.148.121 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VIII+IX (DJP JAWA BAGIAN BARAT I+II) (Rp.985 1.192 41.601 108..235. KEUANGAN.259 1.457 14.361 1.052 54.142.119.502 110.999 PDRB 38.283.577 7.494.101.296 21.524.024 8.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.235 .103.309.155.820 8.209 906.534.896 22.507 272.549 315. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.079.

090 40.435.481 35.480 790.091. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 4.701 908.866.987 PDRB 38.159 7.922 2.694 .120.256 138.283 1.445.730.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.576 9. KEUANGAN.613 41.183 279.036 15.592.248.091 7.475.300.919.283 173.037 1.021 50..099 6. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.485.765.817 1.122 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL X (DJP JAWA TENGAH DAN DIY) (Rp.730 6.

370 9.739 147.849.230.450 14.637.582 20.785 355.774 894.337.516.588 226.995 577..308 PDRB 47.693 60. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.026 6.079.341.179 1.957.519.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.981 .167 64. KEUANGAN.712 12. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 97.000.366.360.164.313 681.123 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XI+XII (DJP JAWA BAGIAN TIMUR I+II) (Rp.467.495 54.081 9.145 6.898 2.511 4.

853 187.485.628 3.170 5.336 1.271.198 719 126.586 35.562 58.984 6. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.929.992.017 60.002 260.291. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 102. KEUANGAN.452.464 ..705.351 44.124 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIII (JDP KALIMANTAN BARAT+KALIMANTAN TENGAH) (Rp.865 1.255 109.899 PDRB 12.840 128.794.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.296 589.926.049 977.597 2.057 1.

663 459.286 402.125 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIV (DJP KALIMANTAN TIMUR + KALIMANTAN SELATAN) (Rp. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.752.338 115.222 2.204 9.335. KEUANGAN.426.682 378.211 4.392 540.831 3.918 459.884 3.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.722.081 2.490 364.906.494.460.899 ..365 40.377.187 PDRB 8.835 75. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 512.410 38.064.692 107.187 5.395 984.662.

188.998 161.047.336 39.473 4. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.796 2.319 503.091 3.857 5.584.887 179.. KEUANGAN.819 7.907 PDRB 17.837 3.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.111 1.888 44.644 1.040.071 .545 27.562 184.160.752.123.624.088.197 369.290 156.162 8.800 55.126 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XV (DJP SULAWESI SELATAN + SULAWESI TENGGARA) (Rp.243. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 6.

KEUANGAN.307 .898 2.985 125.322 29.738 73.627 PDRB 8.671 82.409 886.906 130.459 93.119.249 3.839 3.815.836 2.061 2.464.598. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 18.115.608.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK..657.816 24.954 67.982 750.518 786.127 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVI (DJP SULAWESI UTARA + SULAWESI TENGAH) (Rp.333 158.742 5.217 199. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.

216 5.758.113. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.577 46.624.128 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVII (DJP BALI+NTB+NTT) (Rp.984.285 169.467 6.011.822 PDRB 12.843.096 158.057 1.577. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.496.605 3.476.978 366.930 227.404.093 575.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.954 1. KEUANGAN.678 176..301 10.710 2.978 .757 2.194 4.358 19.844 58.699 461.

516.763 157. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. KEUANGAN.129 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVIII (DJP MALUKU + PAPUA) (Rp.930 517.647.486.573 9.606.209.414 80.034 1.583 11.911 2.551 .735 118.619 219.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.633 2.466 1.678 28.725 134.610 12..209 1. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 24.219.355.379 877.626.161 295.743 150.351 PDRB 6.735 125.

339 639.650 4.715 16.042 898.130 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIX DJP WAJIB PAJAK BESAR) (Rp.. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.524 634.801.480.880.091 70. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.056 260.333.660.180.607 78.183 .689 9.682 432.219 69.095 1.148.000.685.599 7.199 160.910.734.386 1.404 658.965 14. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 61.079 PEREDARAN USAHA 3.

Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.384.408.483.469.122.268 97.696.596.865 1.946 19.523 345.349. diolah kembali Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.491 19. KEUANGAN.769..547 23.041.521.755 103.571.829.366 92.787.249 PDRB 281.558 1.641 35.535 5.131 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP NASIONAL (Rp.783.737 137.144.555 169.893.862 29.706.867.630.832 105.930.887.964 258. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Catatan : Data dari Kanwil dan BPS. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.990 up date 16 Maret 2004 .090 6.392 11.312 11.

960 10.062 61.517 12.565 22.088 168.835 182.201 0 2.373 11.145 176.403 140.412 36.898 54.312 68.433 42.780 8.596 120.027.369 26.707 217.779 18.532 79.132 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) No Kantor Wilayah 1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah Bendaharawan 12.244 0 170.702 Badan 62.530 126.177 246.940 21.557 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .019 10.071 127.777 111.024 107.961 Orang Pribadi 181.947 82.218 9.322 14.324 692 3.634 261.838 331 10.437 288.695 86.022 260.141 257.879 692 888.758 920 1.856 227.856 67.207 51.431 63.247 102.623 128.583 12.587 8.216 74.245 55.700 32..880 53.358 169.339 17.377 2.357 59.934 19.093 33.209 10.545 157.979 36.228 6.087.958 176.233 151.886 42.696 14.653 110.602 39.192 179.445 69.894 Jumlah 257.

.133 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Instansi Vertikal No 1 2 3 4 5 Uraian Kanwil KPP KPPBB Karikpa KP4 2000 15 141 107 55 211 2001 18 173 141 55 236 2002 19 175 141 55 236 2003 24 178 146 55 236 Jumlah SDM Berdsarkan Eselon No 1 2 3 Uraian Eselon II Eselon III Eselon IV 2000 25 347 2071 2001 28 514 3302 2002 28 521 3317 2003 37 559 3576 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan No 1 2 3 4 Uraian Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya 2000 8 232 5658 22401 2001 7 557 6056 22356 2002 7 721 6708 22329 2003 7 691 7124 22002 .

527 766.800.134 628.689 691.937.664 34.838 462.972 127.300.286.540.139 260.595 22.540.551 656.737.564 20.654.285.013 2.641.398 989.296.735.227.890.518.044.493.894.207.506 1.286.450 2.193 2.473 2.057.493 2.030.835 1.763 28.396.523 6.245.828.137.233.037 40.302.960 508..180.995.473.686 22.001 815.971.486.564 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .736 197.478.507 327.825 57.720 1.452.716.426.620.121 247.864 18.407.434 45.776.717 82.502.842 10.509.747.392.954 Penghasilan Kotor 1.572.679.133 51.330.471.490.776 1.847.439.453.219.614 22.157.848 270.283.812 10.023.854.193 5.674 49.637.696.352.971.817 PPh 108.671.141.725 22.363.753.903.502 137.940.056.307.681.452 263.758.088 473.512.375.190 3.134 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT Orang Pribadi Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 54.300.353 868.296.821 4.480 550.829.065.197 27.173.194 39.985.228.081.219 5.601.119 45.243.871.924.806.025.554.621.334 72.841 211.

129.016 140.662.902.477.594.958 27.661.209 19.836.763 244.602 15.052.147.559.641.925.129 17.383.796 542.743 62.929.011.911.929.228 10.107 6.211.829 29.892.645 18.523.884 461.672.665.864.081 1.714.741.978.275 402.841 19.417.985 156.170 120.442 1.457.984.796.564.339.129 5.956.425.919 106.123 5.338.777.833 309.909 19.180.494.208 72.433.671 PPh 349.310.269.331.519.399 4.298.581.627.494 588.297.032.950 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .067.135 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT PPh Badan Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 14.777.267 20.971.187 320.494.733.773 16.526.969.601 35.418.356.027.302.052 3.161.927.312.256.665.599 16.463.148.194.451.351 10.727 82.773 10.357.784.196.590 6.562 47.057.733.645.059 179 Penghasilan Kotor 42.076.324.677.628.814.487.507.893.647 13.235.762..465.893 6.911 10.053 34.305 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah 291.817.057.856 30.240 28.371 977.761.520.059.638 2.787.742 37.865.574.593 93.079.548.903 48.489.578.129 67.289.055 68.282.099 38.486.998 669.813 13.364 534.497.883.996.586.729.872.

.2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Jumlah Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 125 44 35 582 395 264 271 152 159 149 167 46 40 66 33 17 17 19 0 2581 75 24 17 319 201 120 158 91 80 72 116 18 28 33 16 15 19 18 0 1420 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 136 95 144 399 401 248 522 304 151 210 191 91 26 87 49 27 91 19 187 3378 73 48 122 308 210 156 206 118 71 136 147 60 33 102 41 15 45 13 49 1953 Sumber : Direktorat Pajak Penghasilan DJP .136 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Keberatan PPh (Tahun 2002 .

- 137 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 - 2003) Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kantor Diajukan WP Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Jumlah 649 358 541 1396 1433 971 1075 1184 1071 1164 1216 533 145 380 386 190 399 49 13140 Selesai Diproses 416 246 381 774 881 594 768 608 571 847 935 400 115 191 159 114 296 29 8325 Diajukan WP 909 565 703 1821 1485 1221 1377 1375 787 1765 1399 943 182 499 512 155 655 62 16415 Selesai Diproses 528 363 494 1252 921 723 891 940 732 1261 1060 734 153 349 304 80 439 43 11267 Tahun 2003

Catatan : Kanwil DJP Jawa Bagian Barat I dan Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Sumber : Direktorat PPN dan PTLL Direktorat Jenderal Pajak

- 138 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PBB (Tahun 2002 - 2003) No Kantor Tahun 2002 Diajukan WP 1,106 1,470 6,609 618 763 147 1,220 20,504 20,342 4,062 8,723 685 663 1,534 871 2,686 134 0 72,137 Selesai Diproses 1,077 1,289 7,404 611 762 138 1,304 20,309 20,092 4,062 8,703 661 662 1,534 870 2,713 110 0 72,301 1,654 606 4,798 524 903 205 1,342 28,478 16,519 6,225 10,288 625 694 1,412 741 871 115 0 76,000 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 1,640 585 4,692 523 894 188 1,280 28,283 16,492 6,221 10,195 620 688 1,421 737 873 104 0 75,436

1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

- 139 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 - 2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 1 1 0 1 0 13 0 34 38 6 2 0 1 16 0 0 0 0 113 1 1 0 1 0 12 0 34 38 1 1 0 1 16 0 0 0 0 106 17 1 1 0 1 3 0 13 24 5 3 1 0 9 38 12 8 0 136 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 0 0 1 0 1 3 0 13 21 5 3 1 0 9 38 0 8 0 103

10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

329 1.606 1.926.497 82.361.824 770. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kanwil I II IV V VI VII XI XII XIV XV Jumlah Jumlah Wajib Pajak 6 1 5 12 18 18 4 5 1 2 72 Hutang Pajak (dlm ribuan) 53.369.790.450 36.444 5.417.546 431.662 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.295.738 121.427..662.876 30.577.123.349 5.638.

806.500 253.314.970.347.459.966 68.154 525.433.456 4.251.901.170 6.135.918 533.231 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.975 450.104.511.136. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .685.128 26.865 434.934.448 470.688 138.2003) Tunggakan Akhir Tahun NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kanwil 2002 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX JUMLAH 539.559.743.589.621 (dalam ribuan Rp) 2003 607.716 290.883 109.046 617.462.068.086 155.836.194.205.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 .141.370.647.163.495.750 73.406.733 238.361.898.421.000.632.965 11..611 152.900 2.303.299 539.788.707.350 2.606 18.824 131.190 1.928.749 1.603.283.870 228.354 253.772.922.967 224.760.509.949.843.124 682.672.581.756 156.791.037.171 1.522 338.627 172.201 2.522 460.489 198.709.273 3.592.249.

.6/1985 Peringatan Pertama Peringatan Kedua Peringatan Ketiga JUMLAH 3 FEB 4 MAR 5 APR 6 MEI 7 JU N 8 JUL 9 AGT 10 SEP 11 OKT NOV 12 DES 13 JML 15 1 I 181 11 2 194 10 3 3 16 16 16 4 36 10 5 6 21 10 6 1 17 12 5 7 24 9 3 7 19 19 4 4 27 6 6 6 18 6 3 0 9 1 3 0 4 10 6 1 17 290 71 41 402 II PP No 30 TAHUN 1980 Tingkat Ringan : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Tingkat Sedang : Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala Penundaan kenaikan pangkat Tingkat Berat : Penurunan pangkat Pembebasan jabatan Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 6 1 0 0 15 3 0 1 0 3 0 4 2 0 0 1 0 1 2 0 3 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 5 1 2 0 0 1 2 1 0 0 2 0 17 12 4 - 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 1 0 0 3 0 3 0 1 1 0 0 6 8 3 III - PP No 32 TAHUN 1979 Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 5 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 3 0 3 10 IV - PP No 6 TAHUN 1976 Pemberhentian dengan hormat sebagai CPNS 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 V PP No 4 TAHUN 1966 Pemberhentian Sementara (Skorsing) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB TOTAL (II S/D IV) TOTAL ( I S/D IV) 6 200 6 22 3 39 6 27 6 23 10 34 2 21 3 30 14 32 7 16 7 11 14 31 84 486 .01/UP.15/KMK.140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 PERIODE : JANUARI S/D DESEMBER 2003 JENIS HUKUMAN NO JAN 2 KEPMEN KEU NO.

779 1.800.967.000.000.000 2.000 2.000 2.854.000 2.643.800.262.600 Persentasi ( 3/2 ) 4 107% 106% 113% 114% 130% 110% 106% 99% Renpen 5 500.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP PERKEMBANGAN PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN 1996 .000 4.171 2.041 2.198.000 BPHTB Realisasi 6 309.153.425.143.437.078 1.000 475.800.035.000.706 5.300.d.600 Persentasi ( 6/5 ) 7 62% 169% 132% 96% 110% 116% *) BPHTB efektif berlaku sejak 1 Juli 1998 **) Periode 1 April s.298.095.000 6. .640 6.000.030.489.648.000.000 700.000 1.873.400.606 805.008.066 3. 31 Desember 2000.882.453 3.562.000 1.422.2003 (dalam ribuan rupiah) Tahun Renpen 1 1996-1997 1997-1998 1998-1999 *) 1999-2000 2000 **) 2001 2002 2003 2 2.850.206 3.910 8.877 922.769.339.000 PBB Realisasi 3 2.000 1.203.500.401..287.100.277.500.730.700.762.000 8.100.600.642.376.911.267.505.

344.8 590.713.7 miliar Tahun 2003 18.852.0 18.7 82.424.2 22.7 107.944.7 111. 4 Juni 2003 **)Tahun anggaran 2003 adalah angka APBN ***)APBN 2004 Penerimaan PPh Migas mulai Tahun Anggaran 2000 Tahun 2000 18.062.3 156.840.4 2.723.1 21.235.9 192.803.8 550.5 97.252.4 71.7 6.351.2 3.2 25.0 610.0 65.0 35.643.6 96.1 41.862.132.3 4.8 110.621.651.2 1.975.4 75.2 2.4 95.508.0 44.198.5 669.647.5 61.3 4.6 133.0 296.4 30.741.0 104.1 105.3 55.9 75.258.0 75.2 1.272.705.4 100.7 16.460.8 100.7 1.8 27.455.200.6 miliar Tahun 2001 23.565.6 567.8 120.143.9 70.8 18.3 1.6 1.238.7 1.575.2 62.420.002.792.764.9 3.628.1 6.4 125.519.9 40.8 67.8 18.7 10.893.5 104.358.9 106.614.923.032.957.9 30.0 104.2 96.0 119.7 34.383.2 87.0 101.4 2.474.696.243.4 7.1 95.8 miliar Tahun 2004 13.530.3 109.9 452.6 73.544.4 84.8 413.9 35.703.413.107.6 19.5 106.0 27.0 635.2 33.6 27.5 122.1 50.752.188.4 20.491.5 82.7 1.0 35.304.0 38.9 7.9 % Rencana Jumlah Realisasi % 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002*) 2003**) 2004**) 18.411.760.456.6 1.0 105.3 53.9 102.0 135.601.0 90.7 477.523.5 1.8 55.8 101.800.2 78..388.4 104.2 159.087.430.9 41.6 10.231.7 86.277.2 87.3 2.2 24.6 27.3 55.0 3.7 1.9 1.696.7 134.5 100.3 92.4 91.9 163.012.1 34.8 219.208.421.3 112.468.101.3 72.725.2 52.159.478.6 92.662.985.6 130.7 86.2 58.620.3 37.8 632.6 107.985.0 3.1 98.9 836.8 129.505.5 miliar .9 100.9 69.640.835.878.6 miliar Tahun 2002 17.1 102.142 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Penerimaan Perpajakan Pajak Lainnya Tahun Anggaran Rencana Pajak Penghasilan Realisasi % Rencana PPN dan PPnBM Realisasi % Rencana PBB & BPHTB Realisasi % Rencana Realisa si 301.2 101.138.9 105.946.417.289.534.1 Sumber : Nota Keuangan dan APBN TA 2003 Keterangan : PDB Tahun 2000 adalah PDB 9 Bulan Realisasi Tahun 2000 adalah angka realisasi 9 bulan *)Tahun Anggaran 2002 adalah angka realisasi sementara revisi VIII Fax DJA tgl.495.2 99.669.

655 1.194 650.641 ORANG PRIBADI 2380771 1.001.247 2004 198.114.299 451.691 1.004 2.29 8 489..07 9 563.18 0 1.184 391.163.939 543.354 622.869 582.25 9 2000 129.570 WAJIB PPH PASAL 21 WAJIB PPN 571.433 1.113 458.409 351.028.71 9 1999 117.232.867 899.797 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP TANGGAL PROSES : 15-03-2004 .131 804.519 888.732 1.232 2002 170.071 325.97 4 1997 97.854 2003 195.251.62 6 559.80 2 1.316.018 1.46 7 526.45 7 1998 105.801 675.963 806.756 726.480 416.143 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP JUMLAH WAJB PAJAK TERDAFTAR NASIONAL 10 TAHUN TERAKHIR JENIS WAJIB PAJAK BENDAHARAWAN BADAN 1995 84.556 975.622 374.274.02 6 1.475 499.430 991.086.48 8 1996 91.697.793 724.949 2.361 1.330.19 4 2001 147.959 1.381.232.

.120 - .