-1

-

KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 250304 ) 1. Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak ? WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. 2. Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi Pengusaha Tertentu ? Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu: • Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI Jakarta: di KPP BUMN Jakarta; • WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA, kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat; • WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora; • WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat; • WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat; • Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di luar DKI Jakarta, khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan PPN/PPnBM: di KPP tempat cabang atau kegiatan usaha. Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP) ? Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:

3.

4.

-2• • • • •

Untuk mengetahui identitas Wajib pajak; Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan; Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Misal : Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP

5.

Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan ? Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh NPWP? Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: a. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. b. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. c. Untuk WP Badan: • Fotocopy akte pendirian; • Fotocopy KTP salah seorang pengurus; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. d. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: • Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan; • Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. e. Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain,

6.

-3-

perlu dilengkapi surat kuasa. 10. Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib Pajak dianggap sah ? Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos, maka fotocopy harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang. 11. Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak ? Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak: a. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya; b. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat. 12. Perubahan data apa saja, yang dapat diberitahukan Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data Wajib Pajak ? Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak: a. Perbaikan data karena kesalahan data hasil komputer; b. Perubahan nama WP karena penggantian nama, disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang; c. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat tinggal; d. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat); e. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan; f. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha WP; g. Perubahan bentuk Badan; h. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah; i. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan;

14. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. e. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT. b. d. c. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP. Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP/ NPPKP ? . disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian dari instansi yang berwenang. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP ( 250304 ) 1. f. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk menghapus dan mencabut NPWP ? Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: a. disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil secara langsung atau meminta melalui pos dari KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang bersangkutan. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi. Melalui formulir SPT Tahunan.-4- 13. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. B. Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: a. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. atau b.

. b. Bendaharawan disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran. SPT Masa. . PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.-5- Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP oleh Wajib Pajak: . . Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "surat ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya. Yang pemungutannya dilakukan oleh Bea Cukai disetor dalam jangka waktu satu hari. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21). 3. c. Penyerahan dari Pertamina. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. 2. Apa saja kewajiban Wajib Pajak Sehubungan dengan Pajak Penghasilan ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan: a. Kapankah batas waktu pembayaran dan pelaporan PPh ? Batas waktu pembayaran : a.c Pembukuan/Pencatatan. c. Penyerahan yang dilakukukan selain Pertamina dan Bulog harus disetor paling lambat tanggal 10 bulan takwim berikutnya. b. Bulog harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak sebelum Delivery Order ditebus.a Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan (PPh). PPh Pasal 22: Impor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan dengan pembayaran Bea Masuk.b Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN & PPnBM).

Surat Keputusan Pembetulan. c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). BUMN/ BUMD. selambat-lambatnya 14 hari setelah masa. dan Surat Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri. setelab melakukan pembayaran / penyetoran: Apabila Anda sudah membayar angsuran PPh. Bendaharawan Pemerintah. Surat Keputusan Keberatan. rokok. b. Direktorat Jenderal Anggaran. d. Apa saja yang menjadi dasar penagihan pajak? Macam-macam surat ketetapan yang berkenaan dengan utang pajak yang harus dilunasi: Utang pajak yang tercantum dalam: a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 4. Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen. . selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. Surat Tagihan Pajak (STP). selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir.pajak berakhir. PPh Pasal 22: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selambatlambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir. baja. kertas. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. b.-6- Batas waktu untuk pelaporannya. Anda harus melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut: a. Apakah kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang 5. Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. c.

2. b. − Pen ghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak. Apakah pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ? Pengertian dari Surat Pemberitahuan (SPT): Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. . SPT Tahunan PPh ( 250304 ) 1.-7- Mewah ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN/PPnBM): a. c. C. Melakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM yang telah dipungut. Mengisi SPT masa PPN dan melaporkan ke KPP. harus mengadakan Pembukuan/Pencatatan menurut ketentuan yang berlaku. Bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk melaporkan tentang : − Pe mbayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak. 6. Apa fungsi SPT ? Sebagai sarana WP untuk: a. Membuat faktur Pajak. Siapakah yang wajib melakukan pembukuan ? Yang wajib melakukan pembukuan/pencatatan: Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia.

-8- − ta dan kewajiban. c. Bagaimana cara pengisian SPT dan siapa yang berwenang menandatangani ? Cara pengisian SPT dan yang menandatanganinya: SPT harus diisi secara benar. b. harus dilampiri surat kuasa khusus. sebelum SPT Tahunan disampaikan. 3. . Har Mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. Kapankah batas waktu Pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29) ? Batas waktu pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29): Kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. lengkap. Dimanakah Wajib Pajak dapat memperoleh SPT ? Setiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4. Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP. 7. laporan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu Masa Pajak. d. Apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu 4. Bagaimana prosedur penyampaian SPT ? Prosedur penyampaian SPT: SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/Kapenpa setempat. 5. jelas. 6. laporan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. dan harus ditandatangani oleh Wajib pajak.

c. . Sanksi apa yang dikenakan pada Wajib Pajak yang tidak/terlambat menyampaikan SPT ? SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan . dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan SPT.untuk SPT Masa.000. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan ? Syarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan PPh: Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan atas kemauan sendiri: a. Sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. Rp100. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan sementara. penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak. 8. Rp50. dan Tahun Pajak: • menyampaikan pernyataansecara tertulis.. b. Melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang. Sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan: • sepanjang belum dilakukan tindakan. Bagian Tahun Pajak.untuk SPT Tahunan. dikenakan sanksi administrasi berupa denda: a. Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan berakhir. b.. 9. b.000.-9- penyampaian SPT ? Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan: a. • melunasi pajak yang kurang dibayar.

• mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. 2. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda. dan atau bunga. • melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang. Sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir: • belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak. • melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar. • mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut.pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar. yang mengakibatkan: .rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil. Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 250304 ) 1. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar. atau jumlah harta menjadi lebih besar.10 - c. sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. b. Tagihan Pajak diterbitkan ? Dalam hal apa Surat . atau . atau jumlah modal menjadi lebih besar. sarana untuk menagih pajak. Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda. 3. c. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar. D..

c. d. b. 4. PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap. denda administrasi Rp. e..000. Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak. 6. Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ? Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. 50. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung. f. Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ? Jenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak: a. c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ? Apa yang dimaksud . denda administrasi Rp. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. bunga.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa. PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak. e. bunga.000. d.11 - Sebab diterbitkannya STP: a. 100. bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurarng bayar. bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya 5. b. denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ? SKPKB diterbitkan dalam jangka jangka 10 tahun apabila: . Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak. E. berakhirnya masa pajak. Apa yang dimaksud dengan Surat Teguran ? . sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran 8. SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak.. pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar .12 - Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang. 7. UTANG PAJAK ( 250304 ) Apa pengertian Utang Pajak ? Utang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat. c.berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain. dalam Masa Pajak. dalam Tahun Pajak atau dalam Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. b. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. 1. kekurangan pembayaran pokok pajak. kredit pajak. a. bagian tahun pajak atau tahun pajak. Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat Keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.

Surat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak setelah 21 hari sejak tanggal surat Tegoran.memperbolehkan Juru SIta untuk memasuki ruangan. dihipotikkan atau disewakan.tempat usaha/tempat tinggal Wajib Pajak . 4. meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal Juru Sita Pajak Negara 3. 2.13 - Surat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera melunasi utang pajak. 5. Apa yang dimaksud dengan lelang ? Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 14 hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak.membantu Juru Sita dalam melaksanakan tugasnya .. 25. Tindakan Lelang dilakukan melalui Kantor Lelang Negara.memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan .Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 x 24 jam Apa kewajiban WajibPajak berkaitan dengan pelaksanaan sita Kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita .000. . Apa yang dimaksud dengan Surat Paksa ? Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan.barang yang disita dilarang dipindahtangankan. Surat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak melunasai utang pajak 7 hari setelah jatuh tempo. Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumumam lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan. Apa saja hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pelunasan utang pajak ? Hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak: a. Bersamaan dengan penyampaian Surat Paksa tersebut Wajib Pajak dibebani biaya penagihan paksa sebesar Rp.

diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. c. menerima Salinan Surat Paksa dan Salinan Berita Acara Penyitaan c. satuan mata uang rupiah. • Wajib Pajak Oarang Pribadi. dan membuat neraca dan perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. angka arab. e. dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut kepada Kepala KPP yang bersangkutan..14 - b. di tempat kegiatan atau di tempat tinggal • Wajib Pajak Badan. catatan-catatan. di tempat kedudukan 2. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama sepuluh tahun. daftar utang piutang. Menentukan urutan barang yang akan dilelang d. dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. iklan. b. d. mendapat kesempatan terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ? . dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain wajib disimpan di Indonesia. KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (250304 ) PEMBUKUAN DAN Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat menyelenggarakan pembukuan ? Syarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pencatatan: a. daftar persediaan barang. Sebelum Pelaksanaan lelang. F. sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara teratur keadaan kas dan bank. Buku-buku. diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin.

WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Apa tujuan pembukuan ? Tujuan pembukuan: a. mempermudah penghitungan PPN dan PPnBM. yang dikenakan PPN dengan tariff 0% dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang ditutup dengan menyusun Laporan keuangan berupa neraca dan Perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak.. Siapa saja yang Wajib menyelenggarakan pembukuan ? Yang wajib memyelenggarakan pembukuan: a.15 - Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang: • keadaan harta • kewajiban atau utang • modal • Penghasilan dan biaya • harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 4. 3. yang tidak terutang. Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan. b. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak. 5. Wajib Pajak Penanaman Modal Asing. mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan usaha/pekerjaan bebas Siapa saja yang diperkenankan meyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah? Yang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. b. . Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil. c. Wajib Pajak (WP) Badan b. c. mempermudah pengisian SPT. d.

mendapat izin Menteri Keuangan. mempermudah penghitungan PPN dan PPn BM 7. b. Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan diterima Apa yang dimaksud dengan pencatatan ? Pencatatan: Pencatatan adalah pengumpulan data secar teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang. bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang boleh dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat.. Bentuk Usaha tetap (BUT). Apa tujuan pencatatan bagi Wajib Pajak ? Tujuan pencatatan: a.16 - d. atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) Jika telah memnuhi syarat. permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan: • Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 1 tahun • Fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir • Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan: . mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak c. mempermudah pengisian SPT b.fotokopi NPWP .fotokopi Akte Pendirian. e. 8. . Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. c. Apa persyaratan bagi Wajib Pajak untuk diperkenankan menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah ? Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. 6.

WP Orang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Rp. 600. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)..000. d. Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau bukti-bukti pendukungnya. Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan : 1. Dalam hal apa keberatan dapat diajukan ? Keberatan dapat diajukan atas : a. Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada Direktur Jenderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan pembukuan. b. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan.00 2. memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku 3. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). KEBERATAN DAN BANDING ( 250304 ) Apa yang dimaksud dengan keberatan ? Keberatan adalah cara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan ? Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilann netto Wajib Pajak. maka Penghasilan nettonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.17 - 9. c. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh G. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). menyelenggarakan pencatatan.000. .

d. Surat keberatan yang diantar langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. b. c. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus. c.18 - e. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya b. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi Wajib Pajak dalam mengajukan keberatan ? Syarat-syarat mengajukan keberatan: a. Satu Keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak. Kepada siapa Wajib Pajak mengajukan keberatan ? Pengajuan Keberatan diajukan kepada kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat Wajib Pajak terdaftar. SKPLB. c diatas. SKPKBT. SKPN atau sejak tanggal dilakukan pemotongan/pemungutan. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga. SKPLB. 3. d. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. b.. SKPN atau sejak dilakukan . Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a s.d. Siapa saja yang dapat mengajukan keberatan ? Yang dapat mengajukan keberatan: a. Kapankah Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan ? Jangka waktu pengajuan keberatan: a. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKPKB. Wajib menyatakan alasan-alasan secara jelas. SKPKBT. Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak.

9. Kepada siapa Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak ? Banding ditujukan ke Pengadilan Pajak. 7. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus b. c. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. SKPKBT. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro. 11.. Kuasa Hukum dari butir a dan b Apa saja persyaratan pengajuan banding ? Syarat-syarat dan tatacara pengajuan banding: Surat banding ditulis dalam bahasa Indonesia. SKPLB. Apabila Wajib Pajak merasa kurang puas dengan Putusan Keberatan.19 - pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak. apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak selanjutnya ? Jika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat mengajukan Banding. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan apakah Wajib Pajak masih tetap berkewajiban melunasi utang pajaknya ? Pengajuan Keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak. 8. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah yang bersangkutan atau ahli warisnya c. . Surat keberatan yang dikirim melalui pos (harus dengan pos tercatat). Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan banding ? Yang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak: a.

sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam SKBKB . serta bukan Keputusan Tata Usaha Negara. Apa pengertian Surat Uraian Banding ? Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. IMBALAN BUNGA ( 250304 ) Jenis ketetapan pajak apa saja yang diberikan imbalan bunga sehubungan dengan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding ? Imbalan bunga hanya diberikan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Dalam hal apa imbalan bunga dapat diberikan kepada Wajib Pajak ? Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal diterima surat keputusan yang dibanding. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan.20 - Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding. Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%. Bagaimanakah sifat kekuatan hukum Putusan Banding ? Putusan Banding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap.. Dilampiri salinan Surat Keputusan yang dibanding. H. untuk selama-lamanya 24 bulan. Dalam hal yang bagaimana imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya.

. 4. apakah atas putusan BPSP/Pengadilan Pajak yang dibacakan (diputus) sejak Tahun Pajak 2001 untuk SKPLB yang diajukan banding masih diberikan imbalan bunga ? Tidak diberikan imbalan bunga. PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN (250304) Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi? Dalam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya. Bagaimana perhitungan imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) dari besarnya kelebihan pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding. . Apabila Wajib Pajak mengajukan banding atas SKPLB ke Badan Penyelesaian Pajak untuk Tahun Pajak 2001. PENGURANGAN. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak. 1. misalnya karena tidaktelitian petugas pajak. karena dalam Pasal 27A Undang-undang KUP diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut sebagaimana dimaksud dalam SKPKB atau SKPKBT. I.21 - atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. 2. Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan.

f. Menyampaiakan Surat Pemberitahauan tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar.. b. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kesengajaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika : a. Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN ( 250304 ) 1. atau dokumen lainnya. berakhirnya masa pajak. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. . atau menyalah gunakan. Tidak menyampaikan SPT. e. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kealpaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika: a. catatan. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong sehingga menimbulkan kerugian pada negara. pencatatan atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan. d. Sanksi apa yang dikenakan terhadap Wajib pajak yang melakukan pelanggaran ? Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi. berakhirnya masa pajak. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Berapa lama jangka waktu daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan ? Daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. atau menggunakan tanpa hak NPWP atau NPPKP.22 - J. 2. b. Sedangkan pelanggaran yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana. Memperlihatkan pembukuan. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau . c. Tidak mendaftar diri.

b. . Kesengajaan. Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana perpajakan diancam penjara selamalamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah..Tidak memberikan keterangan/bukti.Memberikan keterangan/bukti yang tidak benar. .23 - berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. Kealpaan. 4. dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. diancam pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggitingginya sepuluh juta rupiah b. Sanksi apa saja yang dikenakan kepada pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan ? Sanksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan : a. Pihak ketiga yang dengan sengaja : . 5. dipidana selamalamanya dua tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. Sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak ? Sanksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat diancam sanksi pidana: a.

SUBJEK PAJAK (250304 ) 1.  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia..  orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. • Subjek Pajak luar negeri adalah :  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.24 - PAJAK PENGHASILAN A.  orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. . menggantikan yang berhak. Siapa Subjek Pajak ? Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar negeri.  warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan.  orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.  orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. • Subjek Pajak dalam negeri adalah :  orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia.  badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia.

3). Wajib Pajak dalam negeri : 1).. Wajib Pajak luar negeri non-BUT : 1). berada. karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final. berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan.  berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. • Wajib Pajak badan dalam negeri :  dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. 2. wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. . yang terlihat dari perlakuan pajaknya. b. namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari Indonesia. 3). berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia dan dari luar Indonesia. UU Pajak Penghasilan menganut resident principle untuk Wajib Pajak dalam negeri dan source principle untuk Wajib Pajak luar negeri. yakni sebagai berikut : a. 2). 2). Kapan bermula dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri :  dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. c. Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT : pemenuhan kewajiban perpajakannya dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri.25 - yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan.

 berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. Siapa yang bukan Subjek Pajak ? • Badan perwakilan negara asing. • Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. serta  negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik. 3. dengan syarat :  Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian . • Wajib Pajak Orang pribadi atau badan luar negeri non-BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia..  berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. • Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan  di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut. dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka. dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing. • Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik.  berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT.26 -  berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia. • Warisan yang belum terbagi :  dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut.

Apa yang menjadi Objek Pajak ? Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. meliputi antara lain : • Imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. • Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta. seperti : gaji. gratifikasi. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. bantuan atau sumbangan. • Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. B. dengan nama dan dalam bentuk apapun.  keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah. pemecahan.  keuntungan karena likuidasi.27 - pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. sekutu. atau imbalan dalam bentuk lainnya.  keuntungan yang diperoleh perseroan. • Laba usaha. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. peleburan.. uang pensiun. dan penghargaan. penggabungan. • Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. kecuali yang diberikan kepada . persekutuan. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. atau anggota. atau pengambilalihan usaha. tunjangan. persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. pemekaran. honorarium. bonus. komisi. upah. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. seperti :  keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan.

dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. Pengertian ‘bunga’ termasuk pula premium. • Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. • Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. Pengertian ‘dividen’ termasuk pula : . • Dividen. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. • Keuntungan karena pembebasan utang. dengan nama dan dalam bentuk apapun.28 - keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. • Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. • Premi asuransi. kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. • Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Premium terjadi apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. pekerjaan. • Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. • Bunga termasuk premium. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. diskonto. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang.. • Royalti. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. d. Bagian laba yang diterima oleh pemegang polis. j. hak atas harta berwujud. paten. misalnya hak atas alat-alat industri. merek dagang. b. h.29 - Pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung. dan ilmu pengetahuan. Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Pengertian ‘royalti’ adalah imbalan sehubungan dengan penggunaan : a. Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan. f. hak atas harta tak berwujud. Bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi. misalnya hak pengarang. b. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut. g. Pembagian laba dalam bentuk saham. Pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota koperasi. k. Yang dimaksud dengan alat-alat industri. misalnya peralatan-peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus a. Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba. e. . Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor.. c. Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang mempunyai nilai intelektual. i. komersial. l. jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah. atau rahasia perusahaan. formula. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham.

atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya. ahli hukum. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : . asuransi jiwa. atau Badan Usaha Milik Daerah. dan asuransi bea siswa. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. • Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. asuransi kecelakaan. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. 2.30 - seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig). • Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat.. • Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal. koperasi. • Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. Apa yang bukan Objek Pajak ? • Bantuan sumbangan. • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. misalnya pengalaman di bidang industri. atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. c. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak. yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum. informasi. asuransi dwiguna. • Warisan. pekerjaan. dan sebagainya. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh misalnya akuntan publik. walaupun mungkin belum dipatenkan. atau bidang usaha lainnya. Badan Usaha Milik Negara. kepemilikan.

penjualan barang. firma. dan  sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. • Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas sahamsaham. • Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. • Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. . BUMN / BUMD yang menerima dividen. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. • Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. . dengan syarat badan pasangan usaha tersebut :  merupakan perusahaan kecil. perkumpulan. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia ( force of attraction rule ). dan kongsi. • Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. menengah.31 -  dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan.. persekutuan. Apa yang menjadi Objek Pajak BUT ? • Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai • Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. dan  bagi perseroan terbatas.

telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) atau adanya perjanjian tertulis . honorarium. • Kerugian dari selisih kurs mata uang asing. • Biaya bea siswa. • Penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun • Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan • Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. dengan syarat : 1). dan pajak kecuali Pajak Penghasilan. KENA PAJAK (250304 ) PENGHITUNGAN PENGHASILAN . biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. bonus. menagih. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi komersial. sewa.. premi asuransi. menagih. bunga. • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. biaya administrasi.32 - • Penghasilan tersebut dalam Pasal 26 UU Pajak Penghasilan yang diterima atau diperoleh kantor pusat. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. • Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. gratifikasi. biaya pengolahan limbah. dan pelatihan. C. sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud ( effective connection rule ). royalti. termasuk biaya pembelian bahan. dan memelihara penghasilan. dan 2). dan memelihara penghasilan. magang. gaji. biaya perjalanan. Apa yang boleh dikurangkan ? Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi : • Biaya untuk mendapatkan.

880.00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah / semenda dalam garis keturunan lurus serta anak . menagih. Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak ( PTKP ).00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. Akan tetapi dalam hal ini biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah harga perolehan saham.000.000. • Rp 1. • Rp 2.880. dan 4)..000. biaya atau pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan yang merupakan Objek Pajak Dengan demikian biaya atau pengeluaran untuk mendapatkan. Untuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak. telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. . yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Berapa besarnya PTKP ? • Rp 2. menagih. Biaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham tidak boleh dikurangkan atau dibebankan.00 untuk diri Wajib Pajak ybs.440. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP. • Rp 1. tidak boleh dikurangkan atau dibebankan. apabila dividen yang diterimanya bukan merupakan Objek Pajak.33 - • • mengenai penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT.440.000. yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. biaya administrasi kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak.00 tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin. dan 3).

atau anggota. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.  dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan perjanjian tertulis. . • Pembentukan atau pemupukan dana cadangan. Apa yang tidak boleh dikurangkan ? Dalam menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi.34 - angkat. dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. • Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak secara terpisah dalam hal :  suami-isteri telah hidup berpisah. 3. kecuali penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas orang tuanya. seperti : dividen. cadangan untuk usaha asuransi. Besarnya PTKP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan Keputusan Menteri Keuangan. 4. tidak boleh dikurangkan : • Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun. sekutu. Bagaimana perlakuan pajak bagi wanita yang berstatus kawin dan anak yang belum dewasa ? • Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan penghasilan suaminya. • Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya. paling banyak tiga orang. yang menjadi tanggungan sepenuhnya.. • Biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang saham. kecuali penghasilan yang berasal dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suaminya.

• Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. bantuan atau sumbangan. asuransi jiwa. . dan asuransi bea siswa. firma. • Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. • Sanksi administrasi berupa bunga. kecuali zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. • Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. • Pajak Penghasilan. paten.. • Biaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan atau orang yang menjadi tanggungannya. pembayaran kepada kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah :  royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan harta. • gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. • Harta yang dihibahkan. atau hak-hak lainnya. dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan.35 - • Premi asuransi kesehatan. asuransi dwiguna. denda. asuransi kecelakaan.

atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Bagaimana cara penilaian harga perolehan atau harga jual / pengalihan harta dan cara penilaian persediaan barang ? • Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima. . kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. • Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukarmenukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar.36 -  imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima. Bagaimana perlakuan pajak terhadap kerugian fiskal ? Dalam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan kerugian.. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah :  yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. D. maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan Penghasilan Kena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan lima tahun. peleburan. pemecahan. pemekaran.  bunga. • Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi. penggabungan. PENILAIAN HARTA DAN PERSEDIAAN BARANG (250304 ) 1. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. .

dan hak pakai. E. • Khusus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus. Bagaimana cara penyusutan harta berwujud . dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut.. hak guna usaha. hak guna bangunan. 1. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI (250304 ) Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud. kecuali tanah yang berstatus hak milik. • Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran.37 -  yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran modal ( inbreng ) bagi badan yang menerima pengalihan. • Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama ( FIFO ). sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. PENILAIAN PERUSAHAAN (250304 ) KEMBALI AKTIVA TETAP Apa dan bagaimana ketentuan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan peraturan tentang penilaian kembali aktiva dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga. menagih. kecuali untuk harta yang masih • F.

38 - • dalam proses pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut. Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan. hak guna usaha. menagih. • Apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta. dan memelihara penghasilan. dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. • Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian asuransi atas persetujuan Direktur Jenderal Pajak. . • Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. dan hak pakai yang dipergunakan untuk mendapatkan. Bagaimana cara amortisasi harta tak berwujud ? • Amortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan. • Menteri Keuangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud dan ketentuan khusus mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha tertentu.. • Dasar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian kembali ( revaluasi ) adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut. dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan. menagih. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan.

yang dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.39 - • • • Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi. Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah yang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya pengalihan tersebut. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. Besarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan.. NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 ) Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang dianggap normal atau wajar. . yang peredaran atau penghasilan brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp 600. Siapa yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. • Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak lainnya.000.000.00. G.

Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan pencatatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban pembukuan. Norma Penghitungan Khusus Wajib Pajak tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. . . Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Norma Penghitungan Khusus adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak.40 - • • • • Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. 4. • Perusahaan dagang asing.. Apabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak. • Perusahaan yang melakukan investasi dengan pola ‘bangunguna-serah’ ( build-operate-transfer ). maka dianggap memilih menyelenggarakan kewajiban pembukuan. gas dan panas bumi. • Perusahaan pengeboran minyak. maka penghasilan netonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau cara lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Wajib Pajak tertentu mana saja yang dikenakan pajak dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional. • Perusahaan asuransi luar negeri. Apabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan kewajiban pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau buktibukti pendukungnya. • Wajib Pajak tertentu lainnya.

PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah. uang tebusan pension yang dibayar oleh dana pensiun. • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon.. . atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun.  Pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI / POLRI. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan .  Pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang diterima oleh :  Pejabat Negara. berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan gaji. tunjangan. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. jasa.41 - H. . • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun selain gaji. (250304 ) PELUNASAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN Pemotongan PPh Pasal 21 1. Apa objek pemotongan pajak ? • Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan. yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil Golongan II/d ke bawah dan Anggota TNI / POLRI berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. dan uang pensiun. berupa uang pension dan tunjangantunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun.

upah. serta imbalan lainnya dalam bentuk uang tidak melebihi Rp. • Penghasilan berupa gaji.000. Siapa pemotong pajak ? • Pemberi kerja yang membayar gaji. sampai dengan sejumlah Rp.000.00 sebulan. jasa. honorarium. 7.000. • penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. Penghasilan apa saja yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final dan berapa tarifnya ? • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah.000. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah . dan pembayaran lain.000.42 - Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. upah. • bendaharawan pemerintah yang membayar gaji.000.00 sebulan. 5. tunjangan.2. tunjangan.25.. yang diterima oleh pekerja yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada satu pemberi kerja dengan gaji. honorarium. sehubungan dengan pekerjaan. upah. kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah. serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan sejumlah Rp.1. dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. • dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun. atau kegiatan. . 6. Siapa bukan pemotong pajak ? • Badan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional. 4. upah.00. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Pada umumnya berlaku tarif umum. • Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas.

43 - yang diterima oleh Pejabat Negara. Pemungutan PPh Pasal 22 1. 3. uang tebusan pensiun yang dibayar oleh dana pensiun. dikenakan tarif sebesar 15%. • Pembelian / penjualan barang di bidang usaha tertentu. dikenakan tarif sebesar 25%.1. • Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Rp. • Pemasok / pembeli barang dari badan-badan tertentu. gas. • Impor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali.00. Apa yang tidak dikenakan pemungutan pajak ? Impor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan UU Pajak Penghasilan tidak terutang pajak. Anggota TNI / POLRI ( kecuali berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah ) dan pensiunan. dikenakan tarif progresif sebesar 5% sampai dengan 25%. • Importir / pengimpor barang. • Impor barang.000. Siapa yang dikenakan pemungutan pajak ? • Pemasok barang kepada Pemerintah.. • Penghasilan berupa hadiah undian. 2. air minum / PDAM. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. • Pembayaran untuk pembelian BBM. Pegawai Negeri Sipil ( kecuali Golongan II/d ke bawah ). dan benda pos.000. Apa objek pemungutan pajak ? • Pembelian barang oleh Pemerintah. listrik. • Impor barang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan atau PPN ( 18 jenis ). • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. • .

• Pembayaran dana Jaring Pengaman Sosial ( JJS ) oleh KPKN. PT. PT. Indosat. rokok. • Badan usaha industri semen. pertanian. dan perikanan.44 - • Emas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan untuk ekspor. yang ditunjuk oleh Kepala KPP. dan bank-bank BUMN. 4. super TT / pertamax plus. dan otomotif. atas pembelian barang dengan dana APBN / APBD. Krakatau Steel. • Berapa besarnya tarif pemungutan pajak ? Atas impor barang : 5. • Bank Indonesia. PERTAMINA. atas penjualan hasil produksi di dalam negeri. atas impor barang. perkebunan. PT. TELKOM. atas pembelian barang dengan dana baik dari APBN / APBD maupun dari non-APBN / APBD. atas penjualan hasil produksinya. baja ( hulu ). pengerjaan dan pengujian. yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. • PT. PT. kertas. Bendaharawan Pemerintah Pusat / Daerah. . • DJA. • BUMN / BUMD.. • Impor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan. atas pembelian barang. PT. Siapa pemungut pajak ? • Bank devisa dan DJBC. dan gas ). PT. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang industri produk bahan bakar migas ( premix / pertamax. • Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum BULOG. • Industri dan eksportir di sektor perhutanan. Perum BULOG. Garuda Indonesia.PLN. atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor.

• Atas penjualan hasil produksi tertentu : • Atas penjualan hasil produksi PT. sebesar 7. selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. • sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.5% dari harga pembelian. • Atas pembelian barang oleh Pemerintah dan BUMN / BUMD. • Royalti.. sebesar 1.5% dari harga jual lelang.  Yang tidak menggunakan API.  Yang tidak dikuasai. • Hadiah dan penghargaan. . • bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. Insurance and Freight ( CIF ) ditambah Bea Masuk dan pungutan impor lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan pabean.5% dari nilai impor. Penjelasan : Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk yaitu Cost. sebesar 1. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang BBM : • Atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. 1. • Bunga. Pemotongan PPh Pasal 23 Apa objek pemotongan pajak ? • Dividen.5% dari nilai impor.5% dari harga pembelian. sebesar 2.45 -  Yang menggunakan API. sebesar 7.

• Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. • Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. ( inter-corporate dividend ) yang diterima oleh PT. 4.. firma.46 - • imbalan sehubungan dengan jasa teknik. perkumpulan. dan koperasi yang memenuhi persyaratan tertentu • Bunga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. royalti. 3. 2. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. jasa manajemen. • Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi. jasa konsultan. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. serta hadiah dan penghargaan. Subjek Pajak badan dalam negeri. jasa konstruksi. sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan. 5. • Bagian laba yang diterima anggota CV yang modalnya tidak terbagi atas saham. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. persekutuan. penyelenggara kegiatan. bunga. . • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. BUT. dan kongsi. Siapa pemotong pajak ? • Badan Pemerintah. atas dividen. BUMN / BUMD. • Dividen. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Sebesar 15% dari jumlah bruto. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.

 Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak. atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada. jasa manajemen. royalti. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto.  imbalan sehubungan dengan jasa teknik. sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut :  Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya. jasa konstruksi. pekerjaan. royalti. jasa konsultan. dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak.. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. adalah negara .  Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga.  Penghasilan berupa bunga. • Sumber penghasilan ( source of income ) : Untuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri. adalah negara tempat harta tersebut terletak. Bagaimana ketentuan pengkreditan Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri ? • Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama.47 - • • Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final. dan kegiatan. atas :  sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI ( PPH PASAL 24 ) (250304 ) 1. • Besarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan ( ordinary tax credit per country basis ).

dan PPh Pasal 24 atas penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut.  Penghasilan BUT. adalah negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan. • Dalam hal-hal tertentu. PPh Pasal 22. dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. ditetapkan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang lalu. yaitu :  Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian. • Apabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan pajak untuk tahun pajak yang lalu. Bagaimana ketentuan pembayaran angsuran bulanan oleh Wajib Pajak sendiri ? • Besarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu. PEMBAYARAN SENDIRI ANGSURAN BULANAN DALAM TAHUN BERJALAN ( PPH PASAL 25 ) (250304 ) 1. maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat ketetapan pajak. • Khusus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-bulan ( dua bulan pertama ) sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. J. PPh Pasal 23. dikurangi dengan kredit pajak PPh Pasal 21 ( khusus bagi WP orang pribadi ).48 - tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada.  Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur.  Penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip yang sama.. .

• Khusus bagi Wajib Pajak baru. • Bagi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri. BUMN / BUMD. Bagaimana ketentuan penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun ? . • Bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu.  terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak.  Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. kecuali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh final. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.  Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan Pajak Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan. bank. wajib membayar pajak ( Fiskal Luar Negeri ) yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PADA AKHIR TAHUN BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (250304 ) 1. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak.49 -  SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan. K.. dan Wajib Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. angsuran bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan ( menjadi bersifat final pada akhir tahun ).

1 PENGHASILAN TERTENTU YANG DIKENAKAN PAJAK TERSENDIRI ( PASAL 4 AYAT 2 ) (250304 ) Bagaimana ketentuan pengenaan pajak atas penghasilan tertentu yang diatur tersendiri ? Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak maupun penerapan Norma Penghitungan. yaitu PPh final yang berubah sifat menjadi kredit pajak karena perubahan status Subjek Pajak luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri. berupa :  PPh Pasal 21 ( khusus WP orang pribadi ).  PPh Pasal 24 ( kredit Pajak LN ).  PPh Pasal 23. melainkan berdasarkan penerapan tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar pengenaan pajak lainnya ( presumptive tax ) yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah.  PPh Pasal 25.50 - • Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif umum. maka kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan. .  PPh Pasal 26 ayat (5).  PPh Pasal 22. • Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih kecil dari kredit Pajak dan angsuran bulanan. dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang bersangkutan.. maka kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambatlambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. • Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar dari kredit pajakdan angsuran bulanan. L. sebelum SPT Tahunan disampaikan.

• pensiun dan pembayaran berkala lainnya. Tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dan bersifat final. • Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan. M. dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Tarif sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final. premi swap dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. Tarif sebesar 0. sewa. • Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan. • Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek. termasuk premium. bunga.. Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia. Tarif sebesar 5% dari harga jual dan bersifat final bagi Wajib Pajak orang pribadi. .1% dari harga jual yang bersifat final. diskonto. dan tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar 0. Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri.5% dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih perlakuan berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan. • hadiah dan penghargaan. dan kegiatan. • imbalan sehubungan dengan jasa. • royalti.51 - 2 Penghasilan tertentu apa saja yang pengenaan pajaknya diatur tersendiri dan berapa tarifnya ? • Bunga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto SBI. pekerjaan. PEMOTONGAN PAJAK ATAS PENGHASILAN SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI NON-BUT ( PPh PASAL 26 ) (250304 ) tongan pajak ? • • • • dividen. tidak bersifat final bagi Wajib Pajak badan.

• pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Subjek Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam negeri atau BUT. KETENTUAN KHUSUS ANTI PENGHINDARAN PAJAK ( ANTI AVOIDANCE RULES ) (250304 ) 1. dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan. Dengan perkataan lain. Bagaimana sifat pemotongan pajak ? Pemotongan pajak bersifat final. kecuali untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung dari perkiraan penghasilan neto. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? 20 % atau sesuai ketentuan / tarif khusus P3B ( tax treaty ) yang berlaku. N. penyelenggara kegiatan.. BUT.52 • Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia ( branch profit tax ). Apa saja ketentuan khusus anti penghindaran pajak ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan ( debt to equity ratio / DER rule ). ketentuan yang diatur dalam P3B yang berlaku mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia. . ketentuan PPh Pasal 26 berlaku sepanjang menurut P3B yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia sebagai negara sumber ( source country ). kecuali: • pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi penghasilan BUT di Indonesia. Siapa pemotong pajak ? Badan pemerintah. Subjek Pajak dalam negeri. Penjelasan : Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 26 ini.

53 - • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri dari penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek ( controlled foreign corporation / CFC rule ). • Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan ( transfer pricing rule ) serta menentukan utang sebagai modal ( hybrid loan recharacterization rule ) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa. .. • Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak ( advance pricng agreement / APA ) dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

54 - PAJAK PERTAMBAHAN NILAI. pengepakan. 2. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah . cukai. di wilayah Daearah Pabean Indonesia yang di dalamnya diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean atau dari dalam Daerah Pabean lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea. Apakah pula yang dimaksud dengan Gudang Berikat (GB)? Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean. Apakah yang dimaksud dengan Kawasan Berikat (KB)? Kawasan Berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu. pemberian merek/label. penyortiran. melakukan usaha perdagangan. PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA A. ekspor atau reekspor. ISTILAH YANG DIGUNAKAN DI BIDANG PPN & PTLL (250304 ) UMUM 1. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. mengekspor barang. melakukan usaha jasa. atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. pengemasan. dan/atau pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor. 3. pemotongan. 4. mengimpor barang.. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha dalam UU PPN? Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang.

Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil? Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600. Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak (BKP)? .(enam ratus juta rupiah). OBJEK PPN (250304 ) 1. Membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan BKP dan JKP. C.55 - Pabean Indonesia lainnya. 2. Apa yang termasuk ke dalam objek PPN? Objek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) macam. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP)? Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP dan atau ekspor BKP yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN yang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.000. Memungut. yaitu : a.000. Barang Kena Pajak (BKP). Apa kewajiban dari PKP? Secara umum kewajiban PKP adalah : a.. b. b. dan menyetorkan PPN & PPn BM yang terutang atas penyerahan BKP atau JKP atau ekspor BKP . 2. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. c. B. Mengisi dan menyampaikan SPT Masa (paling lambat 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak). 3.. menghitung. PENGUSAHA (250304 ) KENA PAJAK 1. Jasa Kena Pajak (JKP). tidak termasuk Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Apakah yang dimaksud dengan Jasa Kena Pajak (JKP)? Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar Cabang. penyerahan BKP/JKP di dalam Daerah Pabean (DP) yang dilakukan oleh Pengusaha. Dalam hal apakah PPN dikenakan? PPN dikenakan dalam hal : a. c. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. 4. c. . f. pemanfaatan JKP dari luar DP di dalam DP. impor BKP. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas BKP. atau e. pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing. b. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan PPN. Apakah yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP? Yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah : a. ekspor BKP oleh PKP. sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. g..56 - Barang Kena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. e. pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar DP di dalam DP. b. 3. d. dan barang tidak berwujud yang dikenakan PPN. 5. persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. d. penyerahan BKP secara konsinyasi.

kedelai. makanan dan minuman yang disajikan di hotel. jagung. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. . dan surat-surat berharga. 3. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.57 - 6. yaitu : a. Apakah terdapat kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. f. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan Barang Kena Pajak antar cabang dalam hal PKP memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. Apakah terdapat pula jenis barang dan jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. c. bijih nikel. panas bumi. pasir dan kerikil. sagu. e. bijih emas. gabah. minyak mentah (crude oil). 2. bijih tembaga. 4. dan bijih perak. beras. emas batangan. rumah makan. bijih besi. b. penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang. c. dan sejenisnya. gas bumi. restoran. e. dan g. warung. Kegiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang dikenakan PPN adalah : a. b. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. 7. d. yaitu : a. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya. bijih timah. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara. b. c. uang. garam baik yang berjodium maupun yang tidak berjodium. penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. dan f. d..

. Jasa pelayanan sosial lainnya kecuali yang bersifat komersial. jasa di bidang pelayanan kesehatan medik. meliputi : a.58 - 8. f. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. meliputi : a. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Jasa pemakaman termasuk krematorium. e. b. c. dan sanatorium 2. Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur. d. b. Jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial. 4. pendidikan luar biasa. pendidikan kedinasan. laboratorium kesehatan. pendidikan kejuruan. Jasa lainnya di bidang keagamaan. asuransi. dan b. c. klinik kesehatan. Jasa dokter umum. e. jasa di bidang pelayanan sosial. b. jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko. seperti kursuskursus . jasa di bidang pendidikan. dan c. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. jasa di bidang perbankan. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. pendidikan keagamaan. Jasa dokter hewan. Apakah pula jenis jasa yang bukan merupakan objek PPN? Jenis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. dokter spesialis. dan f. Jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial. jasa di bidang keagamaan. Jasa paramedis dan perawat. dan fisioterapi. dan g. 5. dan dokter gigi. meliputi : a. Jasa pemberian khotbah atau dakwah. 3. rumah bersalin. Jasa kebidanan dan dukun bayi. ahli gigi. d. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. Jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo. Jasa pelayanan rumah ibadah. meliputi : a. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. Jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial. ahli gizi. Jasa rumah sakit. 6.

Apakah yang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)? Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak yang terutang. dan c. 10. Apakah yang dimaksud dengan Harga Jual? Harga Jual adalah nilai berupa uang. dapat berupa Harga Jual. b. meliputi : a.. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Impor? 2.59 - 8. 9. tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. . tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UndangUndang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. Nilai Impor. jasa di bidang tenaga kerja. Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. Apakah yang dimaksud dengan Penggantian? Penggantian adalah nilai berupa uang. jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan. 11. 3. Penggantian. Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja jasa di bidang perhotelan. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. . 7. Jasa tenaga kerja. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP) (250304 ) 1. jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. 4. jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan. atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. 12. Nilai Ekspor.

Jasa anjak piutang : 5% dari jumlah seluruh imbalan yang diterima. d. h. Aktiva yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan : harga pasar wajar. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang PPN. f. berupa service charge. Penyerahan film cerita : perkiraan hasil rata-rata per judul film. provisi dan diskon. e.60 - Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak.. . Kendaraan bermotor bekas : 10% dari Harga Jual. 6. b. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. j. Jasa pengiriman paket : 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. DPP Nilai Lain ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk : a. g. Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP : Harga Jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. Apakah yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain? Yang dimasud dengan DPP Nilai lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan sebagai DPP karena kesulitan dalam menetapkan Harga Jual atau Nilai Penggantian yang sebenarnya. 5. Penyerahan media rekaman suara atau gambar : perkiraan Harga Jual rata-rata. Persediaan BKP yg masih tersisa pd saat pembubaran perusahaan : harga pasar wajar. Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. i. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Ekspor? Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang. c. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.

Pengenaan tarif 0% atas ekspor BKP adalah dimaksudkan agar dalam harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN. . Apakah yang dimaksud dengan Pajak Masukan ? Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan .Pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang: adalah harga lelang. Tarif PPN 10% untuk: . Namun demikian. Tarif PPN 0% untuk ekspor BKP 2. 20%. .. 30%. 10%. Berapakah besarnya tarif PPN? Sistem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 10%. 40%. a. 30%. 60% dan 75% b. Kendaraan Bermotor. 10%.Penyerahan BKP dan atau JKP. Non Kendaraan Bermotor. penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. Bagaimanakah cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang? Cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang adalah tarif x DPP . . 20%. PAJAK MASUKAN (250304 ) 1. k.Impor BKP. b. 40%. TARIF PPN & PPnBM (250304 ) 1. 50%. 50% dan 75% 3.61 - l. mengingat UU PPN menganut azas “destination principle” dalam pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif 0%. Berapakah besarnya tarif PPn BM? Tarif PPn BM paling rendah adalah 10% dan paling tinggi 75%. Tarif PPn BM dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : a.

. Bagaimana Pengkreditan Pajak Masukan. Apakah masih dapat dikreditkan? Faktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak tersebut sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan Masa Pajak tersebut belum dilakukan pemeriksaan. . 2. 6. Bagaimana pengkreditan Pajak Masukan. Bagaimana apabila sampai dengan 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak. masih dapat dikreditkan pada Masa Pajak yang tidak sama paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya. 5.62 - BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean dan atau impor BKP. Bila Pajak Masukan belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. apabila dalam suatu Masa Pajak. apabila dalam suatu Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak. 4. maka jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang terutang pajak. 3. Faktur Pajak belum diterima atau belum dikreditkan. Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak? Sepanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan. Kapan Pajak Masukan dikreditkan? Pajak Masukan dikreditkan pada Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Masukan tersebut. Apakah masih dapat Pajak Masukan tersebut dikreditkan dalam Masa Pajak yang lain? Dalam hal Faktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama.

station wagon. .Dalam hal Pajak Masukan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap peredaran seluruhnya. 7. d. Perolehan BKP atau JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP. jeep. Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang menggunakan Barang Modal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding dengan prosentase penggunaan Barang Modal yang digunakan untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang penyerahan yang terutang PPN. atau b. c. Perolehan BKP atau JKP yg tdk mempunyai hubungan langsung dgn kegiatan usaha.. van dan combi kecuali merupakan barang dagang atau disewakan. Pengkreditan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan untuk unit atau kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang tidak terutang PPN adalah : . b. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP .63 - tetapi Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti? a.Dalam hal Pajak Masukan tersebut dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas perolehan BKP dan atau JKP yang nyata-nyata digunakan untuk unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN. Apakah yang termasuk ke dalam Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan? Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan adalah Pajak Masukan atas : a. Perolehan & pemeliharaan kendaraan bermotor sedan.

G. jangka waktu penyelesaian restitusinya adalah 12 (dua belas) bulan Kepala KPP harus menyelesaikan restitusi paling lambat 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap.Untuk Wajib Pajak Kegiatan Tertentu yaitu PKP eksportir dan PKP yang melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 (dua) bulan sejak permohonan diterima lengkap. yg ditemukan pd waktu dilakukan pemeriksaan. Perolehan BKP atau JKP yg FP-nya tdk memenuhi ketentuan. 1. maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali. i. kecuali permohonan restitusi yang penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis pajak.64 - e. g. Perolehan BKP atau JKP yg bukti pungutannya FP Sederhana.Untuk PKP lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak Kegiatan Tertentu sesuai dengan Pasal 17B UU KUP. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP yg FPnya tdk memenuhi ketentuan. RESTITUSI ( 250304 ) Restitusi terjadi apabila dalam suatu Masa Pajak. Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya ditagih dgn penerbitan ketetapan pajak.Untuk PKP yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan pengembalian pendahuluan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap. Berapa lama jangka waktu penyelesaian restitusi? . . Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya tdk dilaporkan dlm SPT Masa PPN. .. f. maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan. Kepala KPP harus menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima lengkap. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran. h. .

Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak kecuali telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak c. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal Apabila Laporan Keuangan tidak diaudit oleh Akuntan Publik. Dalam hal Laporan Keuangan diaudit oleh akuntan publik atau BPKP harus dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atau dengan pendapat wajar dengan pengecualian sepanjang pengecualian tersebut tidak mempengaruhi rugi fiskal. .Dalam hal permohonan restitusi oleh PKP sehubungan dengan adanya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut PPN maka atas Faktur Pajak Masukan karena impor/pembelian Barang Modal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap 2. Kriteria Tertentu Wajib Pajak Patuh adalah: a.65 - . Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan kepada untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Patuh sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai dengan c di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Tepat waktu dalam menyampaikan SPT untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir b. disusun dalam bentuk panjang (long form report) b. maka laporan audit harus: a.. Siapakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak Patuh dan apa kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh? Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dengan Menteri keuangan yang dapat diberikan pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak. Apabila Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana dibidang perpajakan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir d. menyelenggarakan pembukuan.

a. atau . Saat terutangnya PPn BM adalah pada saat: .tempat tinggal atau tempat kedudukan dan . SAAT DAN TEMPAT PPN TERUTANG ( 250304 ) 1. Perlu diingat bahwa pengenaan PPn BM hanya satu kali. . Saat terutang PPN adalah pada saat : Penyerahan BKP atau JKP. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak 5% (lima persen). c.penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen BKP yang tergolong mewah tersebut. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. JKP dan ekspor BKP terutang pajak adalah: .impor BKP yang tergolong mewah.. Impor BKP.tempat kegiatan usaha dilakukan atau . Saat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak b. Kapan saat terutang PPN dan PPn BM? Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPn BM menganut prinsip akrual.66 - b. dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum pemanfaatan BKP tidak brewujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. Terutangnya PPN atas penyerahan BKP dalam rangka perubahan bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau pengalihan seluruh aktiva perusahaan yang diikuti dengan perubahan pihak yang berhak atas BKP tersebut. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean. Pembayaran. adalah terjadi pada saat ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris 2. Tempat terutang pajak bagi PKP yang melakukan penyerahan BKP. sesuai dengan saat terutangnya PPn BM tersebut. Dimana tempat terutang PPN? a.

tempat lain yang ditetapkan dengan Direktur Jenderal Pajak.tempat tinggal atau tempat kedudukan dan . PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak. I. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan. c. terutangnya pajak terjadi di tempat BKP dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri . b. yaitu: . PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PAJAK (SENTRALISASI PPN) ( 250304 ) 1. d. dapatkah PKP memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan PPN)? Dapat 2.. Dalam hal impor. Bagaimana caranya untuk mendapatkan izin pemusatan PPN? Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN.tempat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. 3. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak adalah: .bagi PKP yg terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar dan yang terdaftar di KPP BUMN ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat PKP terdaftar (otomatis terpusat di KPP WP Besar dan KPP BUMN).tempat kegiatan usaha.67 . Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha. Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan ? Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik.

Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang.. PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar. dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak. KPP BUMN) Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan Pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak 4. sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik. tempat pemasaran. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk penetapan salah satu tempat usaha sebagai tempat pemusatan PPN bagi PKP selain Pedagang Eceran dan Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dan PPn BM dengan Media Elektronik (e-filing) : Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian. . Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai.68 - dari pabrik. Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan. kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya. dan Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash). gudang. semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang.

FP Sederhana. 2. 4. bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan: a. PPn BM yang dipungut. dan f. Jenis Barang atau Jasa. b. Nama.69 - FAKTUR PAJAK DAN NOTA RETUR (250304 ) 1. Yang dimaksud dengan syarat formal. c. e. termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar. jabatan dan tanda tangan yang berhak. NPWP yang melakukan penyerahan atau pembeli BKP atau JKP. c. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak harus memenuhi syarat formal maupun material. alamat. FP Gabungan. Apa yang dimaksud dengan Faktur Pajak? Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau penyerahan JKP. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak. jumlah harga jual atau penggantian. bahwa barang yang diserahkan benar baik secara nilai maupun jumlah. dan potongan harga. 3. d. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat material.. Kode. Nama. yaitu: a. nomor seri dan tgl pembuatan FP. PPN yang dipungut. Ada berapa jenis Faktur Pajak menurut UU PPN? Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Gabungan? Faktur Pajak Gabungan adalah satu Faktur Pajak yang dibuat oleh PKP yang meliputi semua penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang terjadi . FP Standar. b.

b. PIB yang dilampiri SSP dan atau bukti pungutan pajak oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk impor BKP. 6. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/ dikeluarkan oleh BULOG/ DOLOG untuk penyaluran tepung terigu. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP untuk menampung kegiatan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya.. Nama. dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP. d. alamat. Paktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM. Apakah yang harus tercantum dalam Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat : a. c. 7. Hal ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi PKP. c. b. Dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar? a. Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau JKP. 5. Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Dirjen Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut. Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah.70 - selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima JKP yang sama. d. . Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana.

atau b. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik. kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan pembayaran. f. i.. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. 9. pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. Kapan saat pembuatan/penerbitan Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat : a. pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP. Ticket. apakah masih merupakan Faktur Pajak dan apakah sanksinya? Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 3 (tiga) bulan sejak berakhirnya batas waktu penerbitan Faktur Pajak (Kepdirjen Nomor-KEP549/PJ. atau d. dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. g. 8. Dengan demikian. bagi PKP yang menerima Faktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan PPN yang dibayarnya sebagai Pajak Masukan . h. yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP.71 - e. atau c. Nota Penjualan Jasa yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan. Faktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di atas tidak dapat dianggap sebagai Faktur Pajak Standar./2000). Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill). pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. Apabila Faktur Pajak yang dibuat/diterbitkan tidak tepat waktu. SSP untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. atau Delivery Bill.

sedangkan bagi PKP pembeli harus mengurangkan PPN dan PPn BM (PM) yang telah dikreditkan atau biaya. sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau Pajak Masukan atau biaya. Tanda tangan pembeli. d. Nota Retur sekurang-kurangnya hrs mencantumkan : a. b. c. e. dan NPWP pembeli. Nama. Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keteranganketerangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur. alamat. Jenis barang dan harga jual BKP yang dikembalikan. Apakah yang dimaksud dengan Nota Retur? Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya.72 - PKP yang menerbitkan Faktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2% dari DPP. PPN atas BKP yang dikembalikan. Nota Retur diterbitkan dan dilaporkan baik oleh PKP penjual maupun PKP pembeli pada Masa Pajak terjadinya pengembalian BKP tersebut. Tanggal pembuatan Nota Retur. tidak perlu dibuatkan Nota Retur. yang menerbitkan Faktur Pajak. Dengan adanya Nota Retur tersebut maka PKP penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn BM (PK) atas penyerahan BKP yang dikembalikan. Nama. NPWP. Nomor dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan. i. h. g. dan harta. PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (250304 ) .. PPn BM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan. alamat. Dalam hal pengembalian BKP terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan BKP tersebut. Nomor urut. 10. f. melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan Faktur Pajak atas penyerahan BKP tersebut. dan harta bagi pembeli.

Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara..000. 4. 1. kemudian dilaporkan dalam SPT Masa Pemungut PPN pada Masa Pajak paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan.000. Dalam hal apakah PPN dan PPn BM tidak dipungut oleh Pemungut PPN? PPN dan PPnBM tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal : a. PPN dan PPnBM yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh Rekanan yang bersangkutan. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN? PPN harus dipungut adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh Pemungut PPN kepada PKP Rekanan. Pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan perundnag-undangan yang berlaku.73 - 1. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN atas nama PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tersebut (PKP Rekanan). Kapan PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN? PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada SPT Masa PPN Masa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN. c. 3. b. PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN. b.00 yang tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. Bendaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang dananya berasal dari APBN/APBD. disetor ke kas negara melalui kantor penerima pembayaran paling lambat 7 hari setelah berakhirnya bulan terjadinya pembayaran tagihan. PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan atau JKP oleh PKP kepada Pemungut PPN. Pembayaran untuk pembebasan tanah. 2. Kapan PPN harus dipungut. Siapakah pemungut PPN dan PPn BM? Pemungut PPN & PPnBM adalah: a. dipungut. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Rp. .

Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean. Kepada siapakah fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan diberikan? Fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan.. Pembayaran atas penyerahan BBM dan Bukan BBM oleh Pertamina e. Pemanfaatan BKP tdk berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean e. KAPET b. Pemanfaatan JKP tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean 3. dapat dikreditkan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak termasuk dalam Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) atau telah dibebankan sebagai biaya. . Pembayaran atas rekening telepon f. Apa sajakah fasilitas PPN dan PPn BM? Fasilitas di bidang PPN dan PPn BM adalah PPN dan PPn BM yang terutang dibebaskan atau tidak dipungut. baik sebagian atau seluruhnya. diberikan terhadap : a.74 - d. 2. Penyerahan BKP/JKP Tertentu c. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Impor BKP Tertentu d. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan g. seperti Kawasan Berikat. sementara waktu atau selamanya. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidakdikenakan PPN FASILITAS DI BIDANG PPN DAN PPn BM (250304 ) 1.

g. b. f. h.75 - 4. Impor barang dan/atau bahan untuk diolah di PDKB. Impor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai oleh Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) termasuk PKB merangkap PDKB (Pengusaha Di Kawasan Berikat). Pengeluaran barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dalam rangka subkontrak. Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka subkontrak dari PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dan pengembaliannya ke PDKB asal. i. dan Pajak dalam rangka impor 6. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang dibebaskan Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Penyerahan kembali BKP hasil pekerjaan subkontrak oleh PKP di DPIL atau PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya kepada PKP PDKB asal. d. e. Cukai. Apakah atas penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN terutang tidak dipungut? Penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat baik yang dilakukan oleh Pengusaha di Daerah Pabean Indonesia Lainnya maupun oleh Pengusaha di Kawasan Berikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN . Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat atas : a. c. Pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah lebih lanjut.. Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat selain Kawasan Berikat P. Pemasukan BKP dari Daerah Pabean Indonesia Lainnya (DPIL) ke PDKB untuk diolah lebih lanjut. 5. Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat yang ditujukan kepada orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan Bea Masuk. Impor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB yang semata-mata dipakai di PDKB. tidak dapat dikreditkan.

3 impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. b. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.76 - terutang tidak dipungut. 2 penyerahan BKP dari PKP di luar P. Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat Pulau Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di KB Pulau Batam atas : a. impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Dengan demikian. Bagaimanakah penerapan PPN dan PPn BM di Kawasan Berikat Industri P.. 8. Pengusaha yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada pengusaha di Kawasan Berikat wajib memungut PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Kena Pajak tersebut. penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. . Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut atas : 1 penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. penyerahan BKP dari PKP di luar P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. c. Dirjen BC membubuhkan cap “PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut pd setiap lembar PIB pada saat penyelesaian dokumen. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. PKP yang melakukan penyerahan wajib membuat Faktur Pajak dengan dibubuhi cap ”PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut Atas impor BKP. 7.

yaitu : 1 Tahap Pertama. 3 Pertahapan selanjutnya. pemotongan. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha GB dalam rangka pembangunan dan kegiatan Gudang Berikat. minuman yang mengandung alkohol. c. akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Impor dan atau penyerahan BKP tertentu dan atau JKP tertentu. pemberian merek/label. 10. mulai 1 Maret 2004. dan atas penyerahan JKP di/ke/dari Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam terutang PPN dan atau PPn BM dan pengenaannya dilakukan secara bertahap.. Jenis kegiatan PPN dan PPn BM apakah yang mendapat fasilitas dibebaskan? PPN & PPnBM terutang dibebaskan dari pengenaan atas : a. rokok dan hasil tembakau lainnya. pengepakan. b.77 - Atas penyerahan BKP dan atau impor BKP selain yang dimaksud di atas. 9. PPN dan PPn BM dikenakan atas barang elektronik segala jenis. kendaraan bermotor segala jenis. impor barang dan bahan oleh Pengusaha GB. 2 Tahap Kedua. PPN dan PPn BM dikenakan atas : a. b. penyortiran. Impor dan atau penyerahan BKP strategis . pengemasan. Apa yang dimaksud dengan Gudang berikat? dan atas kegiatan apakah fasilitas PPN & PPn BM terutang tidak dipungut yang diberikan di Gudang Berikat? Gudang berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. Fasilitas PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut diberikan atas kegiatan: a. seperti b. mulai 1 Januari 2004. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan.

Impor dan atau penyerahan BKP/JKP Kepada Perwakilan Negara Asing/Badan International serta Pejabat/Tenaga Ahlinya berdasarkan azas timbal balik. Bagaimanakah cara penghitungan.bagi pengusaha (OP atau Badan) yang bukan Pengusaha Kena Pajak melaporkan bukti setoran pajak (Surat Setoran Pajak) ke Kantor Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan. dan lainlain) .Saat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya pembangunan (menggali fondasi. memasang tiang pancang. . Apakah atas kegiatan membangun sendiri PPN terutang yang telah disetor harus dilaporkan? Bila ya kemana? PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan dengan cara sebagai berikut : . saat dan tempat terutang PPN atas kegiatan membangun sendiri? .78 - c. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan membangun sendiri dan apakah atas kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN? Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 atau lebih. 3. Dengan demikian UU PPN tidak dapat diterapkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.PPN yang terutang dan disetor ke kas negara = 10% x 40% x jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya .. KETENTUAN KHUSUS (250304 ) 1. Bagaimanakah penerapan PPN di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang? Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dinyatakan bukan merupakan Daerah Pabean menurut UU Kepabeanan. Atas kegiatan membangun sendiri tersebut dikenakan PPN.Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan. 11. 2.

 PPN yg terutang adl sebesar 10% x harga jual emas perhiasan  PPN yg hrs disetor = 10% x 20% x jml slrh penyerahan emas  PM tidak dpt dikreditkan b. Pedagang Eceran Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto  PK = 10% x jml peredaran dan atau penerimaan bruto  PM yg dpt dikreditkan= 80% x PK  PPN disetor = 20% x PK b. Bagaimana penghitungan PPN atas pengusaha emas? Penghitungan PPN atas pengusaha emas.PM  PM dapat dikreditkan Norma .     Badan menggunakan DPP sebesar harga jual PPN yg terutang 10% x harga jual PPN disetor = PK – PM PM dapat dikreditkan 5. Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Penghitungan Penghasilan Netto  PK menggunakan DPP sebesar harga jual  PPN terutang sebesar 10% x harga jual  PPN disetor = PK . Bagaimanakah penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran? Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran. Orang Pribadi  Dapat menggunakan DPP Nilai Lain sebagai DPP PPN. yaitu: a.79 - - Sedangkan bagi PKP dapat dilaporkan di Kantor Pelayanan Pajak ditempat PKP dikukuhkan melalui SPT Masa PPN setiap Masa Pajak pelaksanaan kegiatan membangun sendiri 4. yaitu: a..

80 - 6.Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian pemberi jasa tenaga kerja. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja: a. Bagaimanakah perlakuan PPN atas penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan? . tidak terutang PPN.Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji. tidak terutang PPN Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : Jasa tenaga kerja. b. upah. dan Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja. terutang PPN.Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. honorarium. . 8. atau . terutang PPN Jasa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di mana : .. sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan yang berlaku b. Bagaimana perlakuan PPN atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum? Atas penyerahan Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum : a. jika : Jasa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. jika : Semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi Departemen dan Lembaga Non Departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja. Jasa penyediaan tenaga kerja. 7.

penarikan undian. persiapan interior. seminar. ajang lomba. Kegiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk apapun yang memanfaatkan Jasa Event Organizer seperti talk show. Atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan di dalam Daerah Pabean dan atas pemanfaatan Jasa Penyelenggara Kegiatan yang berasal dari luar Daerah Pabean.. penyediaan sound system. fashion show.81 - Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah : a. konferensi pers. b. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. . dan kegiatan lainnya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik atas permintaan dari Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan. imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil. dan sejenisnya. b. Kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum. di dalam Daerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. penyediaan ruangan. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung. atau c. pagelaran musik. dan sebagainya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan. pesta. pameran konvensi. dan c. peluncuran produk. Dasar pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan adalah meliputi : a. Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran. penyediaan penari latar.

Dalam hal proyek tersebut didanai sebagian oleh dana APBN/APBD/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman luar negeri/hibah maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar negeri. Atas PPN dan PPn BM yang tidak dipungut sehubungan dengan impor oleh Kontraktor Utama tidak perlu dibuatkan Surat Setoran Pajak. . Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan: a. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. Bagaimana fasilitas PPN dan PPn BM atas Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri? Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. PPN terutang adalah 10% x DPP. c. mendapat fasilitas PPN dan PPn BM tidak dipungut yang dilakukan oleh Kontraktor Utama. b. Kontraktor Utama wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap "PPN dan PPn BM tidak dipungut" 10. d. Atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang tidak dipungut tersebut. yaitu: a. Penyerahan BKP dan/atau JKP. Dasar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan jasa keagenan. b.82 - 9. Impor Barang Kena Pajak (BKP). Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean.. Apabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang tetap dipungut. PPN dan PPn BM yang tidak dipungut.

atau perayaan. Sehingga hanya KPKN dan Bendaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN.83 - c. Dengan demikian. resepsi. Yang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas penyerahan jasa keagenan adalah : Atas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan kepada Pemungut PPN (Badan-badan Tertentu dan Bendaharawan Pemerintah serta KPKN). atas penyerahan Jasa Boga (Catering) dikenakan PPN. Atas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang bukan Pemungut PPN. . 11. Objek Jasa Boga atau Katering adalah penyediaan makanan dan atau minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya. pajak yang terutang dipungut. Atas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada Pemungut PPN. Keperluan tertentu adalah : pesta. Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran. DPP atas penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering. disetor dan dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan. pajak yang terutang dipungut. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak. Badan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. b. Bagaimana perlakuan PPN atas Jasa Boga (Catering)? Dan Apa yang dimaksud dengan objek pajak restoran dan jasa boga? a.03/2003. pajak yang terutang dipungut. Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau katering. c. d. PPN terutang atas penyerahan jasa boga atau katering 10% x DPP.. untuk keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau tidak tertulis. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN. Namun dengan berlakunya sejak tanggal 24 Desember 2003 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.

atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan dikenakan PPN. Service charge dapat terdiri dari biaya listrik. c. . d. pengepakan. air. penyimpanan. Service charge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh penyewa. keamanan. sortasi. perusahaan swasta maupun perusahaan perseorangan. pengukuran. rapat atau pertemuan. penimbangan.. makan untuk pelanggan perseorangan. perlombaan atau pertandingan. atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN.84 - perjamuan. yakni sebesar nilai tagihan service charge yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa. makan karyawan pada instansi Pemerintah atau Badan Usaha Pemerintah. b. 12. Dasar Pengenaan Pajak atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan sejak bulan 3 Juni 2003 (Faktur Pajak Standar yang dibuat/diterbitkan setelah 3 Juni 2003) adalah sebesar nilai penggantian. Bagaimana perlakuan PPN atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan? a. PPN Terutang adalah 10% x DPP. b. Freight Forwarding (Jasa Pengurusan Transportasi) adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. pengurusan penyelesaian dokumen. penandaan. laut dan atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. Bagaimana perlakuan PPN atas kegiatan freight forwarding? a. 13. Ada (2) dua elemen utama dalam kegiatan jasa persewaan ruangan yaitu Sewa dan Service Charge. atau acara-acara lain yang sejenis. penerbitan dokumen angakutan. kebersihan dan biaya administrasi.

sehingga merupakan bagian dari Dasar Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. perhitungan biaya angkutan. . Bagaimana perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean ? Perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean: a. Atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh orang pribadi (Non-PKP) atau badan (PKP) dikenakan PPN.Instansi Pemerintah yang menyerahkan JKP memasukkan pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Instansi Pemerintah tersebut. klaim. Dasar Pengenaan Pajak : Dalam hal dokumen-dokumen pabean (dokumen) untuk menagih biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau supplier dibuat langsung atas nama . dan .85 - c. 15.Penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder). karena dianggap sebagai reimbursement.. 14. maka biaya freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari Dasar Pengenaan Pajak.Pemberi jasa (perusahaan forwader) dan bukan atas nama penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder). maka biaya freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai reimbursement. atau .pembayaran tersebut berasal dari APBN atau APBD. Apabila Instansi Pemerintah memberikan Jasa Kena Pajak kepada Instansi Pemerintah Lainnya apakah PPN yang terutang harus dipungut oleh Instansi Pemerintah yang melakukan penyerahan? Atas penyerahan JKP oleh Instansi Pemerintah kepada Instansi Pemerintah Lainnya yang pembayarannya melalui KPKN atau Bendaharawan Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang : .

Pajak Masukan pada waktu perolehan aktiva tersebut tidak dapat dikreditkan sesuai dengan Pasal 9 ayat (8) UU PPN atau aktiva tersebut diperoleh sebelum berlakunya Undang-undang PPN 1984 (sebelum 1 April 1985). b. atau . dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 16D Undang-undang No. Dengan demikian. PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan bulan penyetoran. 18 Tahun 2000 (UU PPN). PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. perbaikan dari kerusakan. sepanjang selama memiliki aktiva tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak Masukan (misalnya dalam rangka perawatan. Apakah atas penyerahan aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP? Perlakuan PPN atas aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP a. Bagaimana perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya terutang. pada saat dimulainya pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean. renovasi dll) 17. c. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. atau tidak seharusnya terutang? . 16. tidak terutang PPN apabila : Atas penyerahan aktiva tersebut dilakukan oleh bukan PKP. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan..86 - b. sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan.

disetor dan dilaporkan oleh PKP yang melakukan penyerahan dapat dikurangkan dengan cara perbaikan Faktur Pajak atas yang berkenaan dengan penyerahan JKP tersebut. Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil. 18. Pihak yang terpungut adalah importir. Bagaimana Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPBM? Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPMB : a. Dalam hal pajak yang dipungut lebih kecil dari yang seharusnya terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut kekurangan pajak tersebut. 19. b. Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak? Apakah atas PPn yang telah disetor dan dilaporkan dapat dikurangkan atau dikembalikan? Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak. maka PPN yang telah terlanjur dipungut. Pemungutan kekurangan pajak tersebut dapat dilakukan dengan cara perbaikan Faktur Pajak (untuk penyerahan BKP/JKP) dengan menggunakan SSP (untuk impor dan pemanfaatan BKP tidak berwujud/JKP dari Luar daerah Pabean di dalam Daerah Pabean). penerima jasa. Sebagai konsekuensinya baik PKP yang melakukan penyerahan maupun PKP yang menerima penyerahan JKP harus memperbaiki SPT Masa PPN Masa Pajak Faktur Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan. atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari luar Daerah Pabean. pembeli barang. maka PKP yang memungut Pajak tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut tersebut. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau tidak seharusnya terutang dimana Pajak yang salah dipungut tersebut telah disetorkan dan dilaporkan. . Yang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai biaya.87 - Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil atau tidak seharusnya terutang: a. c..

dan ikan. Atas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada SPT Masa PPN pada Masa Pajak dilakukan pembayaran. kehutanan. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. 21. dan ikan. perkebunan. b. penangkaran. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. bibit dan atau benih dari barang pertanian. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. kehutanan. unggas. peternakan. penangkaran. peternakan. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani. perkebunan. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. b. c. unggas. atau perikanan. c. unggas. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik.. bibit dan atau benih dari barang pertanian. c. tidak termasuk suku cadang. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. makanan ternak. .88 - b. 20. 22. unggas. sepanjang pembayaran PPN Impor belum diterbitkan SKP-nya oleh Ditjen Pajak tersebut dan tidak termasuk dalam pembayaran (pengeluaran) yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) UU PPN serta belum dibebankan sebagai biaya. makanan ternak. Atas pembayaran PPN Impor (Pajak Masukan) yang ditagih dengan SPKPBM dapat dikreditkan. d. atau perikanan. tidak termasuk suku cadang. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat? Atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat tidak diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPn BM karena kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut.

peternakan. 26. perkebunan. perkebunan dan kehutanan. Senjata.600 watt. bahwa yang dimaksud dengan bibit dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang pertanian. dan perikanan. 25. dan kendaraan angkutan khusus lainnya. Apa yang dimaksud dengan bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 135/KMK. perburuan atau penangkapan. alat angkutan di air. Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. kehutanan. penangkaran. atau c. kendaraan patroli. maupun penangkaran. b. amunisi. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya. f. listrik. 23. penangkapan atau budidaya perikanan. BKP Tertentu apa saja yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. alat angkutan di bawah air. alat angkutan di udara. peternakan. serta suku . Apakah defenisi barang hasil pertanian yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang : a. 24. perkebunan. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum. Apakah batasan bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak termasuk Pelengkap Makanan Ternak (Feed Suplement) dan Imbuhan Makanan Ternak (Feed Additive). kendaraan lapis baja. Yang diserahkan oleh petani atau kelompok petani.. alat angkutan di darat.89 - e. peternakan. perburuan atau penangkapan. pertanian. kehutanan. kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6.05/1997.

90 - cadangnya yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. e. kapal tongkang. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan. TNI atau POLRI untuk melakukan impor tersebut. Danau dan Penyeberangan Nasional. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. dan komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri.. kapal penangkap ikan. yang diimpor oleh PT (PERSERO) PINDAD. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. dan . d. suku cadang. yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan. dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi pesawat udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. c. Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). yang digunakan untuk pembuatan kereta api. sesuai dengan kegiatan usahanya. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. kapal tunda. kapal angkutan sungai. Kapal laut. f. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. b. TNI atau POLRI. Buku-buku pelajaran umum. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. kapal pandu. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia.

alat angkutan di darat. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. alat angkutan di udara. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. 27. Kapal laut. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya. alat angkutan di air. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. serta suku cadangnya yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan.91 - g. rumah sangat sederhana. yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. Senjata. kapal angkutan sungai. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). . alat angkutan di bawah air. kapal tunda. TNI atau pihak yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan atau TNI. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Danau dan Penyeberangan Nasional. pondok boro. (PERSERO) PINDAD untuk keperluan Departemen Pertahanan. Buku-buku pelajaran umum. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan oleh Departemen Pertahanan atau TNI untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan untuk mendukung pertahanan Nasional. rumah susun sederhana. amunisi. kapal penangkap ikan. sesuai dengan kegiatan usahanya. dan komponen atau bahan yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT. TNI atau POLRI. BKP tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: Rumah sederhana. TNI atau POLRI. kendaraan patroli dan kendaraan angkutan khusus lainnya. kapal pandu.. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. kapal tongkang. kendaraan lapis baja.

jasa pandu. b. JKP Tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? JKP Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN: a.. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat Udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. jasa tambat. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. Jasa kepelabuhan meliputi jasa tunda. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang meliputi: Jasa persewaan pesawat udara. Danau. 28. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. yang digunakan untuk pembuatan kereta api.92 - Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. yang meliputi: Jasa persewaan kapal. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. Jasa perawatan atau reparasi (docking) kapal. dan jasa labuh. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. suku cadang. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan Nasional yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan atau TNI. dan Penyeberangan Nasional. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. .

. pondok boro. kebun binatang. barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. rumah sangat sederhana. c. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. 29. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. d. atau kebudayaan. Jasa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya. b. barang untuk keperluan museum. anggota Tentara Nasional Indonesia. f. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar pada Pemerintah Indonesia beserta pejabatnya yang bertugas di Indoensia dan tidak memegang paspor Indonesia. d. Jasa yang diterima oleh Departemen Pertahanan atau TNI yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan nasional. amal. g. Jasa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan bangunan berupa rumah sederhana. rumah sederhana.93 - Jasa perawatan atau reparasi pesawat udara. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk keperluan ibadah. mahasiswa yang belajar di luar negeri. Pegawai Negeri Sipil. atau anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 1 (satu) . BKP yang dimaksud tersebut adalah: a. c. e. Jasa persewaan rumah susun sederhana. dan rumah sangat sederhana. Atas impor barang apa saja yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk maka PPN dan PPn BM nya tidak dipungut? Yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk. sosial. dan tempat lain semacam itu yang terbuka untuk umum. tidak dipungut PPN dan PPn BM. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan azaz timbal balik. e. dan f. h. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum. rumah susun sederhana.

. Kelompok wangi-wangian. non kendaraan bermotor. sampan dan kano. dan pesawat penerima siaran televisi. b. perlengkapan militer termasuk suku cadang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. pesawat pemanas. sasis.94 - tahun. i. sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan mendapat rekomendasi dari Perwakilan Republik Indonesia setempat. Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga. town house. dan barangan kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pabean. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang tidak dikenakan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPn BM adalah CKD. seperti: Kelompok alat rumah tangga. 30. apartemen. pelintas batas. kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum. pesawat pendingin. Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir). untuk pengangkut barang. televisi. Kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena. Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya. misalnya lemari es. Barang-barang apa saja yang merupakan objek PPn BM? Barang-barang yang menjadi objek PPn BM: a. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum.. dan sejenisnya. kondominium. kendaraan bermotor. awak sarana pengangkut. mesin cuci. sutera atau wool atau bulu hewan halus. j. kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 CC dan kendaraan untuk pengangkutan 16 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi. Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah. k. barang pribadi penumpang. 31.

000 PPN TERUTANG 800 1. kendaraan jenazah. 34.95 - 32.000 12.000 50.000 16. yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI. kendaraan tahanan. Stiker Lunas PPN untuk Produk Rekaman Gambar: JENIS JENIS I (Harga Jual s.000) JENIS II (Harga Jual >10.800 1.000) DPP 10.800 5. dan kendaraan patroli TNI/ POLRI.600 750 2. Stiker Lunas PPN atas Produk Rekaman Suara: JENIS Kaset jenis A (berbahasa Indonesia) Kaset jenis B (berbahasa Asing) Kaset jenis C (berbahasa Daerah) Compact Disc 1 (Indonesia & campuran daerah) Compact Disc 2 (Asing & campuran Indonesia) Video Compact Disc K-1 (Indonesia & campuran daerah) Video Compact Disc K-2 (Asing & campuran Indonesia) DPP 8.500 20. kendaraan pemadam kebakaran.500 PPN TERUTANG 1.000 b. 33.000 1.d 20.000 4.250 .000 48.000 s. Jenis Stiker Lunas PPN apa saja yang ada? a. kendaraan pengangkutan umum. Apakah yang dimaksud dengan Stiker Lunas PPN? Stiker Lunas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman gambar.000 18.000 7.. kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang dibebaskan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn BM adalah ambulan.d 10. kendaraan protokoler kenegaraan.

d 40.000) JENIS VII (Harga Jual >20. c. termasuk rangkap-rangkapnya.000 (Harga Jual >40. surat hibah. atau .4 % (delapan koma empat persen). .000 150.000) 25. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.d 100. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.000 (Harga Jual >60.Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank.000 (Harga Jual >80. b. contoh : surat kuasa.500 15.000 35.Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan. Surat yang memuat jumlah uang. f.500 8.750 6. Akta-akta yg dibuat oleh PPAT. d. 36. Surat berharga seperti wesel.000) JENIS VI s.d 60.000 85. yaitu: . kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata. Akta-akta notaris termasuk salinannya.000) JENIS V s. surat pernyataan.000) JENIS IV s. Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar 8.000 (Harga Jual >100. promes dan aksep.000 47. yaitu: .Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. .Yang menyebutkan penerimaan uang. Apakah yang merupakan obyek Bea Meterai (Dokumendokumen yang dikenakan BM) berdasarkan Pasal 2 UU BM? a.d 80. e. . Bagaimanakah perlakuan PPN atas hasil tembakau? Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif efektif dikalikan dengan Harga Jual Eceran.500 65.500 4..000 2.96 JENIS III s.Yang berisi pemeberitahuan saldo rekening di Bank.

.Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. b. Dokumen yang berupa: . pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank.. . h. f. dan badan-badan lain yang bergerak di bidang tersebut. Segala bentuk ijazah. koperasi. Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak : .Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat tersebut di atas. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Kas Pemerintah Daerah. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Tanda terima gaji. uang tunggu. i. Apakah yang bukan merupakan objek Bea Meterai (Dokumendokumen yang tidak dikenakan BM) berdasarkan Pasal 4 UU BM? a.97 - . 37.Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim. e. selain dari maksud semula. g. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. c. .Konosemen. dan pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu.Surat angkutan penumpang dan barang. .Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut di atas. dan bank. . Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Kapan saat terutang Bea Meterai? a.Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. Kas Pemerintah Daerah dan bank. Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara. pensiun. 38. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi. uang tunjangan. d. .Surat penyimpanan barang. Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian.

ttd hrs dibubuhkan sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri : pada saat dokumen itu digunakan di Indonesia 39. Menggunakan cara lain yg ditetapkan oleh Menteri Keuangan  KMK No.Apabila ketentuan tsb di atas tidak dipenuhi. . Bagaimana cara pelunasan Bea Meterai? a.teknologi percetakan. pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat (bukan pada saat ditandatangani). 40. bl dan th dilakukan dg tinta atau yg sejenis dg itu. shg sebagian ttd ada di atas kertas dan sebagaian lagi di atas meterai tempel. .Jika digunakan lbh dr satu meterai tempel. 133b/KMK. b. cek. b. dsb.sistem komputerisasi. Pasal 1 KMK mengatur bahwa cara lain adalah dengan membubuhkan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan : . yaitu : .mesin teraan meterai. yang ditutup dengan pembubuhan tandatangan yang bersangkutan.Pembubuhan ttd disertai dg pencantuman tgl. dsb.98 - c. pada tempat dimana tandatangan akan dibubuhkan. sewa menyewa. . misalnya kuitansi.04/2000.Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang dikenakan Bea Meterai. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak : pada saat selesainya dokumen itu dibuat. . . mk dokumen ybs dianggap tidak bermeterai. misalnya surat perjanjian jual beli..alat lain dengan teknologi tertentu. dan . Dokumen-dokumen apakah yang harus dilakukan Pemeteraian Kemudian dan berapa besar Bea Meterai yang terutang? a. Menggunakan Benda Meterai (meterai tempel). . Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.

c.tidak dikenakan Bea Meterai.000.000.000.000. 3. 2.s/d Rp 1.Rp. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar Bea Meterai yang terutang dan ditambah denda sebesar 200% dari yang kurang dilunasi/terutang. Sampai dengan Rp 250.000.000.000.dikenakan Bea Meterai Rp 500. UU BM (1 Jan 86 )Rp.000.000.000.. 4. Lebih dari Rp 250. c. Rp. Jenis Dokumen Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.000. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri yang akan digunakan di Indonesia. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank d.000. 1. Dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya.. PP No. 2. Akta-akta Notaris termasuk salinannya. Sampai dengan Rp 250. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. 1.- No.000. Lebih dari Rp 1. b. 7 Th. Surat-surat yang memuat jumlah uang : a.99 - Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat pemeteraian kemudian dilakukan.Berdasarkan batas harga nominal : a.000.- ( R 2.-. b. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank c. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.- R R B b n a b .dikenakan Bea Meterai Rp Rp. 2. b. Lebih dari Rp 250.000.Rp.30 April 2000) Rp.tidak dikenakan Bea Meterai. 1995 ( .s/d Rp 1. 1.Berdasarkan batas harga nominal : a. 1. Yang menyebutkan penerimaan uang b.000.

- ( c 5. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )1.000. c. Lebih dari Rp 1.000. promes.Berdasarkan batas harga nominal : a. mulai tg 15 Nop 89 tarif Rp 500.30 April 2000) dikenakan Bea Meterai Rp 1.000.- No. 6.000. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) B b n ( d 4 7.000. Sampai dengan Rp 1. Cek dan Bilyet giro. Efek dan sekumpulan efek dengan Berdasarkan B . Surat berharga seperti wesel.000.-.dikenakan Bea Meterai Rp..dikenakan Bea Meterai Rp 2.- R 6. 7 Th.000. tidak dikenakan Bea Meterai b.000. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4)  s/d tg 14 Nop 89.-.100 PP No. 1995 ( . Lebih dari Rp 1.000.Berdasarkan batas Rp.000. dan aksep.000. 1.

- Rp 2.000.dikenakan Bea Meterai Rp 1. selain dari maksud semula. UU BM (1 Jan 86 )harga nominal (sesuai dengan butir 6) ( b n 8.000. Sampai dengan Rp 1.000.000.000. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan : a.000.b.- R . Rp 1.000.30 April 2000) batas harga nominal : a. Lebih dari Rp 1.101 PP No.dikenakan Bea Meterai Rp 2. 7 Th.. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain.000. Jenis Dokumen nama dan dalam bentuk apapun.- No. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan b. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. 1995 ( .

dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut. • Dalam hal objek PBB belum jelas diketahui Wajib Pajaknya. OBJEK PAJAK ( 250304 ) ang menjadi Objek PBB ? Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan.  Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya apabila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui.jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel. dan emplasemennya. . dermaga..tempat penampungan/kilang minyak. SUBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Siapa Subjek PBB ? Subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak atas bumi.  Apabila setelah jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan. . pabrik. . Subjek PBB yang dikenakan kewajiban membayar PBB berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku menjadi Wajib Pajak.tempat olah raga. menguasai. • Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. • Tanda pembayaran/pelunasan PBB bukan merupakan bukti pemilikan hak. maka Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak. .jalan TOL. maka :  Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai Wajib Pajak dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud apabila keterangan dimaksud disetujui. .kolam renang.galangan kapal.pagar mewah. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : . • Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. . B. pipa minyak. dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. dan atau memiliki. • Apabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak dimaksud. . . dan atau memperoleh manfaat atas bumi.62 - PAJAK BUMI DAN BANGUNAN.taman mewah. air dan gas. maka keterangan yang diajukan itu dianggap diterima.

NJOPTKP diberikan kepada setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan PBB terutang. sosial. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. • Objek Pajak yang digunakan untuk kuburan. hutan wisata. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. dan kebudayaan nasional tersebut. 2 Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan PBB ? • Objek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.5% (lima per sepuluh persen). • Objek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan. pendidikan. C. . taman nasional. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. dan kebudayaan nasional. peninggalan purbakala. 3 Bagaimana perlakuan atas Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan ? Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. D. hutan suaka alam. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. sosial. • Objek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. TARIF PAJAK (250304 ) 1 Berapa besarnya tarif PBB ? Tarif PBB adalah tunggal sebesar 0.63 - ..fasilitas lain yang memberikan manfaat. kesehatan. kesehatan. Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek PBB semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyatanyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. atau yang sejenis dengan itu. DASAR PENGENAAN DAN CARA MENGHITUNG PBB (250304 ) 1 Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan PBB ? Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). • Objek Pajak merupakan hutan lindung. pendidikan.

3 Bagaimana perlakuan pemberian NJOPTKP kepada Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Objek PBB ? NJOPTKP diberikan hanya sekali untuk Objek PBB yang nilainya paling tinggi untuk satu tahun pajak. 4. yaitu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya. kondisi lingkungan dan lain-lain.. Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. letak. 4.64 - 2 Berapa besarnya NJOPTKP ? NJOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak sebesar Rp12. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya. 4 Apakah dasar pengenaan PBB ? Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (sales value = NJOP). Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah : 1.00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. atau nilai perolehan baru. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. 3. 5 Bagaimana cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang ? Cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang adalah dengan membuat klasifikasi bumi dan bangunan. yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan.000. rekayasa. bahan yang digunakan. kondisi lingkungan dan lain-lain. 2. yaitu pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya. 2. peruntukan. atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti. pemanfaatan. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan adalah : 1. • Nilai jual pengganti. letak.000. • Nilai perolehan baru. Yang dimaksud dengan : • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. . 3. Klasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan NJOP. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan.

(satu milyar rupiah ). SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK (SPOP).. benar. SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG (SPPT). DAN SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) (250304 ) 1.000. E. Bagaimana cara menghitung PBB terutang ? Penghitungan PBB adalah sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB = Jumlah NJOP bumi dan bangunan NJOP untuk penghitungan PBB = NJOP sebagai dasar pengenaan PBB dikurangi dengan NJOPTKP NJKP = (20% atau 40%)* x NJOP untuk penghitungan PBB PBB yang terutang = 0. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. untuk daerah Jakarta.5% x NJKP NJOP bumi = luas bumi x NJOP bumi per m2 NJOP bangunan = luas bangunan x NJOP bangunan per m2 *) Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah NJOP bumi dan bangunan dan sektor. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen) dari NJOP.000. untuk daerah lainnya. dan pertambangan sebesar 40 % dari NJOP . SAAT. 2) sebesar 20 % dari NJOP apabila NJOP bernilai kurang dari Rp1.000. Apa kewajiban subjek PBB dalam rangka pendaftaran Objek PBB ? Mendaftarkan objek PBB-nya dengan mengisi SPOP secara jelas. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek PBB. dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan ke KPPBB/KP4/tempat lain yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. DAN TEMPAT YANG MENENTUKAN PBB TERUTANG (250304 ) 1.000. PENDAFTARAN. . yang meliputi letak objek PBB. TAHUN PAJAK.. perhutanan. Kapan saat PBB terutang? Saat PBB terutang adalah keadaan objek PBB pada tanggal 1 Januari untuk suatu tahun pajak tertentu (jangka waktu satu tahun takwim) 2. yang meliputi letak objek PBB. Dimana tempat PBB terutang? Tempat PBB terutang adalah : a. di wilayah Kabupaten/Kota.000. b.(satu milyar rupiah ) atau lebih. • Objek PBB lainnya : 1) sebesar 40 % dari NJOP apabila NJOP bernilai Rp1. F..000.65 - 6 Apakah dasar penghitungan PBB ? Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value = NJKP) yaitu suatu persentase tertentu dari NJOP yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan PBB. Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2002: • Objek PBB perkebunan. 7.

Tidak mengembalikan atau menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak. dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2 (dua) kali lipat pajak yang terutang. Sanksi Administrasi Dalam hal WP tidak menyampaikan kembali SPOP pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan. Barang siapa karena dengan sengaja : 1). benar.. Yang dimaksud dengan jelas. b. Sanksi Pidana Barang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan SPOP atau mengembalikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. Memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apabila pengisian SPOP setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar (lebih kecil). • Lengkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua dan ditandatangani. maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari PBB yang terutang. berarti penulisan data yang diminta dalam SPOP dibuat sedemikian rupa. • Benar. Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 5 (lima) kali pajak yang terutang. . 2. Apa sanksi yang dapat dikenakan apabila Wajib Pajak tidak mengembalikan SPOP atau mengisi SPOP secara jelas. SPOP adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan Objek PBB yang akan dipakai sebagai dasar untuk menghitung PBB yang terutang. Menyampaikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar. Sanksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun.66 - Pelaksanaan dan tata cara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan. dan lengkap adalah : • Jelas. 2). benar. sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun Wajib Pajak sendiri. maka akan diterbitkan SKP dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari selisih besarnya PBB yang terutang. 4). 3). dan lengkap ? a. 5).

• Membayar/melunasi PBB terutang pada tempat yang telah ditentukan. • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan atau keterangan lainnya. Apa kewajiban Wajib Pajak atas SPPT ? • Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan menyampaikannya kembali kepada Lurah/Kepala Desa/Dinas Pendapatan Daerah/KP4 untuk diteruskan ke KPPBB yang menerbitkan SPPT atau menyampaikannya ke KPPBB. Apakah yang dimaksud dengan SPPT ? SPPT adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB mengenai besarnya PBB terutang yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 1 (satu) tahun pajak tertentu. TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN (250304 ) . Apakah yang dimaksud dengan SKP PBB? SKP PBB adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB yang memberitahukan besarnya PBB yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya. • Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah PBB yang terutang lebih besar dari jumlah PBB yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh WP. SPPT diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada SPOP. Apa yang menyebabkan SKP PBB diterbitkan ? SKP diterbitkan apabila : • Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) tidak disampaikan kembali dalam jangka waktu 30 hari dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran.67 - 3. 6. G. Berapakah besarnya PBB terutang dalam SKP PBB? • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh pengembalian SPOP lewat 30 hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak. • Mendapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan PBB. Apa hak Wajib Pajak atas SPPT ? • Menerima SPPT PBB setiap tahun pajak. 5. • Mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) atau Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dari Tempat Pembayaran (TP yaitu Bank/Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau ATM) atau Tanda Terima Sementara (TTS) dari petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati.. dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi 25% dari selisih PBB yang terutang. • Mengajukan keberatan dan atau pengurangan. 4. 8. 7.

Petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. . dan Surat Tagihan Pajak (STP). STP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh Wajib Pajak. Dalam hal bagaimana STP PBB diterbitkan ? • Wajib pajak tidak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. Apakah dasar penagihan PBB ? Dasar penagihan PBB adalah SPPT. Berapa denda yang dikenakan kepada Wajib Pajak yang belum melunasi utang PBB-nya setelah lewat jatuh tempo ? PBB terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan PBB ? Yang dapat diajukan keberatan PBB adalah besarnya PBB terutang sebagaimana tercantum dalam SPPT atau SKP.d.. Kapan batas waktu pelunasan utang PBB ? • Berdasarkan SPPT yang diterima. • Berdasarkan SKP yang diterima.Bank atau Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau . Apa saja yang dapat ditagih dengan STP PBB? Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi. Catatan : Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil). Keberatan dimaksud dapat dikarenakan : • Kesalahan luas bumi dan atau bangunan.68 - 1.ATM bank-bank tertentu (BCA.d.t. 2. 3. BII) atau . 5. 4. KEBERATAN DAN BANDING (250304 ) 1. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT. 7. SKP. Apakah upaya yang dapat dilakukan apabila STP PBB telah lewat jatuh tempo dan tidak dilunasi ? Apabila STP PBB tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan Surat Paksa (SP) berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa s. UU Nomor 19 Tahun 2000. • Wajib pajak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. tetapi denda administrasi tidak dilunasi.Counter/teller bank-bank tertentu (Bank Nusantara Parahyangan) atau . Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP. Bagaimana cara membayar PBB ? Wajib pajak membayar PBB terutang melalui : . 6. H.

Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. • Kesalahan Penetapan Subjek Pajak. 2. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. • Diajukan per Objek PBB dan per tahun pajak. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat. dan/atau o Izin Mendirikan Bangunan (IMB). • Kesalahan penetapan/pengenaan. • Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan PBB antara Wajib Pajak dan fiskus. 4. 5. Keberatan atas SPPT atau SKP harus diajukan masing-masing dalam satu surat keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak. 3. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan PBB. dan/atau o Akta Jual Beli. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. dan/atau o SPPT/SKP.. dan/atau o Bukti pendukung (resmi) lainnya.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar PBB dan pelaksanaan penagihan. Apa bentuk keputusan keberatan ? .  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan PBB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. Bagaimana tata cara permohonan keberatan PBB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB disertai dengan alasan yang jelas. • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. dan/atau o Bukti Surat Ukur/Rincik.69 - • Kesalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan.

9.5% dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota dan 3. mengabulkan sebagian atau seluruhnya. mengakibatkan peningkatan jumlah PBB-nya..2 % (enambelas koma dua persen) untuk propinsi. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran PBB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan PBB ? Hasil penerimaan PBB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : • 10 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat (6. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN PBB (250304 ) 1. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. 6. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya. Ketentuan banding PBB mengikuti ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP stdtd UU Nomor 16 Tahun 2000. I. • menerima sebagian. • 64. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. menambah pajak yang harus dibayar. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). 7.70 - Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya.5% diberikan kepada kabupaten/kota yang mencapai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan). 8. • menambah jumlah pajaknya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. • 16. . • menolak.8 % (enampuluh empat koma delapan persen) untuk kabupaten/kota. tidak dapat diterima.

- 71 -

• 9 % (sembilan persen) untuk biaya pungut (diberikan kepada kabupaten/kota, propinsi, dan Ditjen Pajak) J. PENGURANGAN (250304 ) 1. Kepada siapa pengurangan PBB dapat diberikan ? Pengurangan PBB yaitu pemberian keringanan pembayaran PBB yang terutang atas Objek PBB dapat diberikan kepada : •Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu Objek PBB yang ada hubungannya dengan Subjek PBB dan atau karena sebab-sebab tertentu lainnya, yaitu : o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya meningkat disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan; Pemberian pengurangan dapat diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. •Wajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek PBB terkena bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya serta sebabsebab lain yang luar biasa seperti kebakaran, kekeringan, wabah penyakit, dan hama tanaman. Untuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 100% (seratus persen). •Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan termasuk janda/dudanya. Pemberian pengurangan ditetapkan 75% (tujuh puluh lima persen), akan tetapi bagi janda/dudanya telah menikah lagi diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. 2. Bagaimana tata cara pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP dengan menyebutkan persentase pengurangan yang diminta.

- 72 -

Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan : o Untuk ketetapan PBB s/d Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat diajukan secara perseorangan atau kolektif (melalui Kepala Desa/Lurah dan diketahui oleh Camat). o Untuk ketetapan PBB di atas Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) harus diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan : 1). fotokopi SPPT/SKP PBB Tahun Pajak yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). fotokopi KTP/SIM/Tanda Pengenal Diri lainnya. o Untuk WP Badan, melampirkan fotokopi : 1). SPPT/SKP PBB tahun yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). SPT PPh tahun terakhir; 4). Laporan Keuangan Perusahaan. o Untuk Objek Pajak yang terkena bencana alam, hama tanaman dan sebab lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh Kepala Desa/Lurah dengan diketahui oleh Camat dengan mencantumkan nama-nama Wajib Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir yang telah ditentukan. •Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak SPPT/SKP diterima Wajib Pajak atau terjadinya bencana alam atau sebab-sebab lain yang luar biasa. •Pengurangan atas SKP hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan PBB terutang; •Apabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi, maka permohonannya tidak diproses, dan Kepala KPPBB yang bersangkutan harus memberitahukan secara tertulis kepada WP/Kepala Desa/Lurah, disertai penjelasan seperlunya.

3. Apa kriteria pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Pengurangan PBB untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk 1 (satu) objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah objek PBB yang menjadi tempat domisili Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB adalah Wajib Pajak Badan, maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. K. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PBB (250304 ) 1. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terjadi dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) lebih besar dari jumlah PBB yang seharusnya terutang.

- 73 -

2. Apakah penyebab terjadinya kelebihan pembayaran PBB ? • Perubahahan peraturan; • Surat Keputusan Pemberian Pengurangan; • Surat Keputusan Penyelesaian Keberatan; • Putusan Banding; • Kekeliruan pembayaran. 3. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi), diperhitungkan dengan utang pajak lainnya, atau disumbangkan kepada Negara.

4. Bagaimana tata cata pengajuan permohonan atas kelebihan pembayaran PBB ? • WP mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP/STP. • Surat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos tercatat; • Surat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa: - fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat Keputusan Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan pemberian pengurangan; - Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB. 5. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan dari Wajib Pajak ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan. 6. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran PBB ? Kepala KPPBB atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan : •Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak PBB (SKKPP PBB), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang; •Surat Pemberitaan (SPb), apabila jumlah PBB yang dibayar sama dengan jumlah PBB yang seharusnya terutang; •Surat Ketetapan Pajak (SKP), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. 7. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB)?

dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN A. Pejabat Balai Harta Peninggalan. Subjek BPHTB yang dikenakan kewajiban membayar BPHTB menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak. • memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan Direktorat Jenderal Pajak. LAIN-LAIN (250304 ) 1. Staatsblad Nomor 3 tentang Peraturan Jabatan Notaris. 5.. 3. wajib : • menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan objek PBB secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. Pejabat Agraria.74 - Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKKPPPBB. kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut pelaksanaan Undang-undang PBB. SUBJEK PAJAK (250304 ) 1. maka WP diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKPPBB. . Selain Pejabat dimaksud siapakah yang mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek PBB yang mempunyai kewajiban memberikan keterangan adalah Lurah atau Kepala Desa. Pejabat Dinas Tata Kota. Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah. Siapa Subjek BPHTB ? Subjek BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan. L. 4.. Siapakah yang dimaksud Pejabat yang berkaitan dengan Objek PBB ? Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek PBB adalah : Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. 2. Apa kewajiban Pejabat ? Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek pajak. Bagaimana seandainya pejabat dimaksud terikat dengan rahasia jabatan yang harus dipegang sehubungan dengan penyampaian keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Dalam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia jabatan. Apa sanksi bagi Pejabat yang tidak menyampaikan laporan ? Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pejabat Dinas Pengawasan Bangunan. Dalam hal KPPBB terlambat menerbitkan SPMKPPBB.

OBJEK PAJAK (250304 ) 1.. yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia. yaitu penetapan pemenang lelang oleh Pejabat Lelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang. yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut. 2. . 11. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau badan hukum tertentu. Apa yang menjadi objek BPHTB ? Objek BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. hadiah. yaitu pemberian hak baru atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. di luar pelepasan hak. Pemindahan hak karena: 1.75 - B. 2. kelanjutan pelepasan hak. 10. yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung. 13. 12. 9. hibah. 8. meliputi: a. hibah wasiat. 3. yaitu pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. penunjukan pembeli dalam lelang. waris. tukar-menukar. b. Pemberian hak baru karena: 1. 7. 5. yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada penerima hadiah. yaitu pemberian hak baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang berasal dari pelepasan hak. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya. yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama. penggabungan usaha. 4. 6. yaitu pemindahan sebagian hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. yaitu adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum sebagai salah satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut. peleburan usaha. pemekaran usaha. jual beli.

2. penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. hak guna usaha (HGU). • objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut.76 - o o o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan. yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. d. antara lain. Hak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak atas bagian bersama. f. e. berupa perencanaan peruntukan dan penggunaan tanah. Objek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 112 Tahun 2000. hak milik atas satuan rumah susun. Objek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 111 Tahun 2000. penggunaan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. 3. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. terkuat.. dan terpenuh yang dapat dipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. hak guna bangunan (HGB). yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya. yaitu hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. dan tanah bersama yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. benda bersama. Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan BPHTB ? • objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik. hak pakai. c. • objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum. hak milik. Apa saja yang termasuk hak atas tanah ? Hak atas tanah meliputi : a. b. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. . yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. yaitu hak turun-temurun. hak pengelolaan.

- 77 • • objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama; objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf;

objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah.

o Yang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah dan kegiatan yang semata-mata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, misalnya, tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk instansi pemerintah, rumah sakit pemerintah, jalan umum. o Yang dimaksud dengan konversi hak adalah perubahan hak dari hak lama menjadi hak baru menurut Undang-undang Pokok Agraria, termasuk pengakuan hak oleh Pemerintah. o Yang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan apapun. C. TARIF PAJAK (250304 )
1. Berapa besarnya tarif BPHTB ?

Tarif BPHTB adalah 5% (lima persen). D. DASAR PENGENAAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK (250304 )
1. Apakah dasar pengenaan BPHTB ?

Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), yaitu a. jual beli adalah harga transaksi; b. tukar-menukar adalah nilai pasar; c. hibah adalah nilai pasar; d. hibah wasiat adalah nilai pasar; e. waris adalah nilai pasar; f. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar; g. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar; h. peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap adalah nilai pasar; i. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar; j. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar; k. penggabungan usaha adalah nilai pasar; l. peleburan usaha adalah nilai pasar; m. pemekaran usaha adalah nilai pasar;

- 78 -

n. o.

hadiah adalah nilai pasar; penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam Risalah Lelang. Dalam hal NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan BPHTB yang dipakai adalah NJOP PBB. o Yang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. o Dalam hal NJOP PBB pada tahun terjadinya perolehan belum ditetapkan, besarnya NJOP PBB ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

2. Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan BPHTB ? Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP diberikan untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan BPHTB terutang. 3. Berapa besarnya NPOPTKP ? NPOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), kecuali dalam hal perolehan hak karena waris, atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat, termasuk suami/istri, NPOPTKP regional paling banyak Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). o Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. o Ketentuan besarnya NPOPTKP diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 113 Tahun 2000.

4. Bagaimana cara menghitung BPHTB terutang ? • BPHTB terutang = 5 % x NPOP Kena Pajak; • NPOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP. E. SAAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTANG (250304 ) 1. Kapan saat BPHTB terutang dan harus dilunasi ? Saat terutang dan pelunasan BPHTB untuk: a. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta, yaitu tanggal dibuat dan ditandatanginya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris; b. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; c. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; d. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan;

- 79 -

e.

pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; f. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; g. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang, yaitu tanggal ditandatanganinya Risalah Lelang oleh Kepala Kantor Lelang Negara atau kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang. h. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap; i. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan; j. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; k. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; l. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; m. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; n. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; o. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. 2. Dimana tempat BPHTB terutang? Tempat BPHTB terutang adalah wilayah Kabupaten, Kota, atau Propinsi yang meliputi letak tanah dan atau bangunan.

F. PEMBAYARAN, PENETAPAN, DAN PENAGIHAN (250304 )
1. Sistem apakah yang dipakai sebagai dasar pemungutan BPHTB ?

Sistem self assessment, dimana Wajib Pajak membayar BPHTB yang terutang dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak.
2. Bagaimana cara membayar BPHTB ?

BPHTB yang terutang dibayar ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos Persepsi BPHTB, yaitu Kantor Pos dan atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan menggunakan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB).

10.. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah BPHTB yang terutang setelah diterbitkannya SKBKB. c. Dalam waktu berapa lama SKBKBT dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. 7. dari hasil pemeriksaan SSB terdapat kekurangan pembayaran BPHTB sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung. 9. Apakah dasar penagihan BPHTB ? . Berapa besarnya BPHTB terutang dalam STB ? BPHTB terutang dalam STB akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis dan atau hitung adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak saat terutangnya BPHTB. Dalam waktu berapa lama SKBKB dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. kecuali Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan. BPHTB yang terutang tidak atau kurang dibayar. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB) apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah BPHTB yang terutang kurang dibayar. b. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKB ? BPHTB terutang dalam SKBKB adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. 8. Bagaimana kedudukan STB dalam proses penagihan BPHTB ? STB mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan Surat Paksa. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. 5. Bilamana STB diterbitkan ? Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB) diterbitkan apabila : a.80 - 3. dihitung mulai saat terutangnya BPHTB sampai dengan diterbitkannya SKBKB dimaksud. 4. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKBT ? BPHTB terutang dalam SKBKBT adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut. 6.

SKBKBT. 11. yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah BPHTB terutang. yaitu didukung dengan data atau bukti bahwa jumlah BPHTB yang terutang atau lebih bayar yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar. Tata cara penagihan BPHTB diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Keuangan. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah? • BPHTB terutang dalam SKBKB. yaitu surat perintah membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama dengan putusan pengadilan (parate executie). Surat Keputusan Keberatan. atau SKBN. BANDING. SKBLB. Surat Keputusan Keberatan. • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SKBKB. Bagaimana tata cara permohonan keberatan BPHTB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB dengan mengemukakan jumlah BPHTB yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan BPHTB ? Yang dapat diajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak adalah : a. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : . b. SKBKBT. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran BPHTB karena jumlah BPHTB yang telah dibayar lebih besar daripada BPHTB yang seharusnya terutang. yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah BPHTB yang telah ditetapkan. SKBKB. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. SKBKBT. d. Surat Keputusan Keberatan. besarnya sanksi administrasi. SKBN. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. dapat ditagih dengan Surat Paksa. • Apabila sampai dengan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud tidak atau kurang dibayar. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah BPHTB yang terutang sama besarnya dengan jumlah BPHTB yang dibayar. c.. SKBKBT. KEBERATAN. DAN PENGURANGAN (250304 ) 1. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. G.81 - • • Dasar penagihan BPHTB adalah SKBKB. Berapa lama jangka waktu pelunasan SKBKB. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah. jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. SKBLB. dan jumlah yang masih harus dibayar. SKBKBT. 2..

apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. mengakibatkan peningkatan jumlah BPHTB-nya. . 4. • menambah jumlah pajaknya..82 - o Fotocopy SSB o Asli SKBKB/SKBKBT/SKBLB/SKBN o Fotocopy Akta/Risalah Lelang/Surat Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim o Fotocopy KTP/ Paspor / KK /identitas lain  Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai Surat Keberatan sehingga tidak dipertimbangkan. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan BPHTB diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan BPHTB.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. • menerima sebagian. 5.  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. • menolak. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar BPHTB dan pelaksanaan penagihan. 3.

pengajuan keberatan atas ketetapan BPHTB dikabulkan seluruhnya atau sebagian. c. 2.. d. atau b. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? • Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). f. e.83 - 6. Kepada siapa pengurangan BPHTB dapat diberikan ? Pengurangan BPHTB dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena: a. permohonan pengurangan dikabulkan. perubahan peraturan. atau c. BPHTB yang dibayar tidak seharusnya terutang. 9. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan. b. tidak dapat diterima. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. 7. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek BPHTB. BPHTB yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN (250304 ) 1. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran BPHTB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. menambah pajak yang harus dibayar. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan pembayaran BPHTB terjadi dalam hal : a. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran BPHTB ? - . kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu. H. • Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. 8. mengabulkan sebagian atau seluruhnya. 10. permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau sebagian.

Dalam hal Kepala KPPBB terlambat menerbitkan SPMKB. menandatangani risalah lelang. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BPHTB (250304 ) 1. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan BPHTB ? Hasil penerimaan BPHTB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : 20 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota 16 % (enambelas persen) untuk propinsi. 3. . diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. maka Wajib Pajak diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKB dimaksud. 64 % (enampuluh empat persen) untuk kabupaten/kota. • SKBN. J. menandatangani dan menerbitkan surat keputusan pemberian hak atas tanah (SKPH). KETENTUAN BAGI PEJABAT (250304 ) 1.. mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat ? . Kapan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan ? Pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKBLB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah BPHTB yang seharusnya terutang. • SKBKB. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan (sederhana dan lapangan) menerbitkan: • SKBLB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar sama dengan jumlah BPHTB yang terutang. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata lebih besar daripada jumlah BPHTB yang terutang atau dilakukan pembayaran BPHTB yang tidak seharusnya terutang. Kapan Pejabat dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan.84 - Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta Kepala KPPBB harus menerbitkan SKBLB dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. atau disumbangkan kepada Negara. yaitu dengan diterbitkannya Surat Perintah Membayar Kelebihan BPHTB (SPMKB) oleh Kepala KPPBB. 4. 5. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dimaksud ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. I.

000.85 - • Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. • Pejabat Lelang Negara hanya dapat menandatangani Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. 4. 3. 2. .. • Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Pertanahan Kabupaten/Kota pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap pelanggaran. Apa sanksi bagi Kepala Kantor Lelang Negara yang tidak melaporkan pembuatan risalah lelang ke KPPBB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.000. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris yang tidak melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ke KPPBB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp250. 4. • Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan SKPH hanya dapat menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara yang menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan/risalah lelang tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp7.500. Apa kewajiban PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara ? Melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada Direktorat Jenderal Pajak (KPPBB setempat) selambat-lambatnya pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. Apa sanksi bagi Pejabat Pertanahan yang menandatangani dan menerbitkan SKPH atau mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap laporan. 5.

Sedangkan bagi WP yang telah patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan . Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut. memperhitungkan. memperhitungkan. Apakah yang menjadi tujuan pemeriksaan • Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan • Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 2.86 - PEMERIKSAAN PENYIDIKAN DAN PENAGIHAN A. Dalam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan peyuluhan dan pembinaan kepada WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus memberikan detterent effect kepada WP yang lain meskipun mereka tidak diperiksa. 4. 3. Mengapa Pemeriksaan Pajak Perlu dilakukan dalam Sistem Self Assesment ? • Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Dirjen Pajak akan menerbitkan kartu tanda pengenal pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. • Pemeriksaan Pajak juga merupakan suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya Penjelasan Dalam Sistem sef assessment. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. Apakah semua WP harus diperiksa ? Tidak. Pemeriksaan (250304 ) 1. Apakah semua pegawai DJP boleh melakukan pemeriksaan ? Tidak. Tanda pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib Pajak pada saat melakukan pemeriksaan. Penjelasan Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang mencoba untuk tidak patuh atau memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh. hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan pemeriksaan Penjelasan Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut..

Apa yang menjadi kriteria dilakukannya pemeriksaan ? • SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak. • Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku. • SPT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak. maka pajak yang terhutang dapat dihitung secara jabatan. • SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang ditetapkan. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui. 6. • SPT menunjukkan rugi. • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasn tentang maksud dan tujuan pemeriksaan. . • Ada indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi. catatan-catatan. 5. Penjelasan Semua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang memenuhi kriteria tersebut. dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelancaran pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat permintaan. • Dalam hal pemeriksaan lengkap. Apa yang menjadi kewajiban Wajib Pajak yang sedang diperiksa? • Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. 8..87 - pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi WP yang patuh secara sukarela. Apa yang menjadi hak dari Wajib Pajak yang diperiksa ? • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda pengenal Pemeriksa. dan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh wajib pajak. Apa jenis pemeriksaan dan berapa lama jangka waktunya? • Pemeriksaan Sederhana Kantor: 4 minggu dan dapat diperpanjang 2 minggu • Pemeriksaan Sederhana Lapangan: 1 bulan dan dapat diperpanjang 1 bulan • Pemeriksaan Lengkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan 7. • Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya.

- 88 -

• Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa rincian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan halhal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat pemberitahuan. 9. Dalam hal Wajib Pajak yang diperiksa diwakili oleh kuasanya, apakah syaratsyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi kuasa dari Wajib Pajak • Menyerahkan surat kuasa khusus yang asli; • Menguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan, yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau ijazah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri; • Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara Penjelasan Kewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. 10. Dapatkah Pemeriksaan Lapangan dilaksanakan apabila Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat? Dapat, sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak. Meskipun demikian terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya, dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Untuk keperluan pengamanan pemeriksaan, maka sebelum Pemeriksaan Lapangan ditunda, Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan. 11. Apakah pemeriksaan dapat dilakukan oleh pemeriksa yang berbeda dalam waktu yang bersamaan ? Dapat. Apabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajak nya atau lokasi tempat pemeriksaannya berbeda / tidak sama. 12. Dapatkah Wajib Pajak diperiksa beberapa tahun berturut-turut? Dapat. Penjelasan Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan pemeriksaan yang berbeda-beda, misalnya: • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh setiap tahun menyatakan lebih bayar; • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh menyatakan rugi; • Data Baru atau data yang belum terungkap; • Adanya data dari pihak ketiga, misalnya pengaduan masyarakan; • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem Kriteria Seleksi;

- 89 -

13. Dapatkah pemeriksaan pajak diperluas ke tahun pajak sebelumnya? Dapat, dengan alasan: • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan pemeriksaan; • Sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Direktur Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak 14. Mengapa dilakukan pemeriksaan terhadap WP yang pindah alamat atau daerah tempat tinggalnya ? Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang terdaftar di suatu KPP jika ingin pindah ke KPP lain maka berkas-berkas pajaknya tetap berkelanjutan. 15. Apakah suatu kewajiban perpajakan yang telah di SKP bisa diperiksa kembali oleh pihak fiskus? Setiap SKP bisa diperiksa kembali atau dibetulkan kecuali bila telah lewat waktu (daluwarsa 10 tahun). Kewajiban perpajakan yang telah di SKP akan diperiksa kembali bila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum diungkap. Data baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP dalam laporan pajaknya. Bila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak, WP juga harus membayar sanksi kenaikan 100 % dan ditetapkan via SKPKBT. Tetapi bila data baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi kenaikan tidak dikenakan. 16. Apa kriteria Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan ulang ? • Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap • Adanya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat • Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Dirjen Pajak 17. Oleh karena pemeriksaan tahun berjalan membutuhkan buku-buku, catatancatatan dan dokumen pendukung yang mungkin dibutuhkan oleh Wajib Pajak dalam menjalankan kegiatan usahanya pada tahun yang bersangkutan, dapatkah buku-buku, catatan-catatan dan dokumen pendukung yang dipinjamkan tersebut hanya berupa fotokopi? Buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik, dengan ketentuan Wajib Pajak yang diperiksa membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya. 19 Apabila Wajib Pajak tidak bersedia meminjamkan buku-buku, catatan-catatan dan atau dokumen pendukung, bolehkah Pemeriksa Pajak mengambil data-data tersebut secara paksa?

- 90 -

Tidak. Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku, Catatan dan Dokumen. 20. Mengapa dalam pemeriksaan pajak Wajib Pajak yang selalu membawa/menggotong semua file yang diminta ke kantor pajak dan mengapa bukan Petugas Pajak yang datang ke kantor karena semua file ada dikantor Wajib Pajak agar pemeriksaannya cepat selesai ? Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan, oleh karenanya jalan keluar yang diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di Kantor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke Kantor Pajak untuk diperiksa. Penjelasan Untuk jenis Pemeriksaan Kantor (PK), karena pemeriksaan pajak dilakukan di Kantor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke Kantor Pajak 21. Apa hak dan kewajiban pemeriksa pajak ? Hak Pemeriksa pajak :  Memanggil WP ke Kantor DJP dengan surat panggilan pada pemeriksaan kantor  Memeriksa dan atau meminjam buku, catatan dan dokumen  Meminta keterangan lisan dan/atau tertulis  Memasuki tempat atau ruangan tertentu  Melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu  Meminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga Kewajiban Pemeriksa pajak :  Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi Surat Perintah Pemeriksaan  Memberitahukan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan  Memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan  Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan  Membuat Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP)  Memberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan  Mengembalikan buku, catatan, dan dokumen  Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Wajib Pajak yang diperiksa. . 22. Apakah pemeriksa pajak berhak meminta fotokopi rekening koran bank yang bukan atas nama perusahaan itu sendiri,? Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya (WP yang tercantum dalam Surat Perintah Pemeriksaan Pajak, sesuai dengan tahun pajak dan

atau menyampaikan Surat Pemberitahuan. Apakah Wajib Pajak mempunyai hak untuk meminta dasar koreksi dari Pemeriksa Pajak? Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan 25. • memenuhi rumusan undang-undang. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. tetapi dimungkinkan bagi pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga (termasuk pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa) sehubungan dengan transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak ketiga tersebut 24. • dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara 2. B.. Bolehkah Wajib Pajak tidak menyetujui hasil pemeriksaan? Boleh. dan catatan-catatan yang diperlukan. • diancam dengan sanksi pidana. • dilakukan di bidang perpajakan. perpajakan ? Perbuatan apa saja yang termasuk tindak pidana di bidang • Apabila Wajib Pajak karena kealpaannya : tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. • Apabila Wajib Pajak dengan sengaja : . hal ini dilakukan guna mengamankan atau mencegah hilangnya pembukuan. Penyidikan ( 250304 ) 1. 26. Dalam hal apa pemeriksa dapat melakukan penyegelan ? Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan didalamnya pembukuan. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. Hal ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.91 - jenis pajak-nya). Jadi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa. dokumen-dokumen. dokumen-dokumen dan catatan-catatan tersebut. Apa yang termasuk dalam tindak pidana di bidang perpajakan Perbuatan yang • dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu (pengurus). • melawan hukum.

catatan. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. pencatatan. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara • Setiap orang yang dengan sengaja: tidak mendaftarkan diri. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan.menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak . tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.. • Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau . atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. atau memperlihatkan pembukuan. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. 3. atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Siapa saja yang dapat disidik dalam bidang perpajakan? • Setiap orang yang karena kealpaannya: . catatan. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. Apa yang dimaksud dengan Penyidik Pajak ? Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. pencatatan. atau dokumen lainnya. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau memperlihatkan pembukuan. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. atau dokumen lainnya.92 - tidak mendaftarkan diri.

Penjelasan Apabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. • Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. mencari.93 - benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak. maka dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan. mengumpulkan. Apakah Wajib Pajak yang diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dapat langsung disidik? Tidak. 6. atau • Peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana di bidang perpajakan. • Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksasebagai tersangka atau saksi. • Memeriksa buku-buku. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. • Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. • Meneliti. • Menghentikan penyidikan. mencari. terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu. dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. 5. • Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. catatan-catatan. • Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang bertanggung jawab. dan dokumen-dokumen lain. Dalam hal apa penyidikan dapat dihentikan? Penyidikan dihentikan dalam hal: • Tidak terdapat cukup bukti. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. 4.. • Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. Apabila hasil Pemeriksaan Bukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan. maka barulah diusulkan untuk ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak. • Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. pencatatan. Apa saja yang menjadi wewenang penyidik pajak? • Menerima. atau .

ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung. memberitahukan Surat Paksa. dan Surat Tagihan PBB. Surat Ketetapan (SKP) PBB. 2. diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 3. berakhirnya Masa Pajak. Penjelasan Terbitnya ketetapan di atas. dan Surat Keputusan Pembetulan. Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB). Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. Surat Keputusan Keberatan. Berapa lama daluwarsa penagihan pajak? Daluwarsa penagihan pajak adalah 10 tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. C. PENAGIHAN ( 250304 ) 1. Apakah yang dimaksud dengan Penagihan Pajak? Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan. Penjelasan.94 - • Daluwarsa (sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang bersangkutan. atau • Tersangka meninggal dunia. Surat Tagihan Pajak (STP). dan Surat Keputusan Pembetulan. mengusulkan pencegahan. Daluwarsa ini dapat tertangguh apabila. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). merupakan sarana administrasi bagi Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak. melaksanakan penyanderaan. Surat Keputusan Keberatan maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. . 4. Apa yang menjadi dasar penagihan pajak? a. Penjelasan Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan. atau • Perintah Jaksa Agung atas permintaan Menteri Keuangan karena alasan penerimaan negara. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). melaksanakan penyitaan. atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan). yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. berakhirnya Bagian Tahun Pajak. Putusan Banding.. Siapa yang dapat melaksanakan tugas penagihan pajak? Jurusita Pajak. melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus. b. ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar. merupakan dasar penagihan pajak c. atau yang tidak seharusnya dikembalikan. menjual barang yang telah disita.

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. penyitaan dan penyanderaan. badan usaha akan dibubarkan oleh negara. Surat Keputusan Keberatan. Dalam hal apa Surat Teguran diterbitkan? Surat Teguran diterbitkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran STP/SKPKB/SKPKBT/SK Pembetulan/SK Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan.. atau e. Dalam hal bagaimana Surat Paksa diterbitkan? . Surat Keputusan Pembetulan. apabila: a.95 - Penjelasan Jurusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika sekaligus. Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah Pajak Penghasilan Pasal 29 7. Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya atau berniat untuk itu.Penerbitan Surat Paksa . 9. 5. atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya. 10.Pengumuman lelang .Lelang 8. c. Apakah Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak terutang? Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang terutang dalam: Surat Tagihan Pajak. atau menggabungkan usahanya. Jurusita Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat. terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya. Kegiatan apa saja yang termasuk tahapan penagihan pajak ? .Penerbitan Surat Teguran . atau memekarkan usahanya. Dalam hal apa Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus diterbitkan? Jurusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan Surat Paksa.Pelaksanaan penyitaan . Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. atau melakukan perubahan bentuk lainnya. terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan. b. atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia. pemberitahuan Surat Paksa.Penerbitan Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus . atau d.

Bagaimana kekuatan hukum dari Surat Paksa ? Surat Paksa berkepala kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bagaimana Pelaksanaan Surat Paksa terhadap Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang bertempat tinggal / berdomisili / bertempat kedudukan diluar wilayah KPP/KPPBB dimana WP terdaftar? Kepala Kantor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yang wilayah kerjanya meliputi tempat pelaksanaan Surat Paksa.. Bagaimana caranya untuk memberitahukan Surat Paksa kepada Wajib Pajak yang tidak ditemukan alamatnya? Mengirimkan foto kopi SP ke Pemda dimana Wajib Pajak terakhir bertempat tinggal. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak seketika dan sekaligus c. Penjelasan Penerbitan Surat Paksa secara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif. 13. karena dengan terbitnya Surat Paksa memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan eksekusi langsung (parate executie) dalam penyitaan atas barang milik Penanggung Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan terlebih dahulu. namun tidak diberikan dokumen/sertifikat atas aset tersebut? . 15. Berdasarkan Hukum Pidana. ia harus meminta bantuan kepada Kepolisian untuk bersamasama melakukan penyitaan. Apakah KPP/KPPBB dapat melakukan lelang atas aset yang disita. Mengadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat mengenai adanya pelanggaran pasal 212. Agar jurusita tidak melanggar hukum pidana. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam Keputusan Persetujuan Angsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak. Apa yang harus dilakukan oleh jurusita apabila dilarang memasuki tempat Wajib Pajak? Memberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan dapat diancam pidana. 11. 12. jurusita tidak dapat memaksa Wajib Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya. Jumlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterbitkannya Surat Teguran b.96 - a. Mengumumkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di media massa. 14. mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Menempelkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di papan pengumuman KPP.

Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak 17. dengan permintaan agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan utang pajak. Apakah KPP dapat melakukan penyitaan dan penjualan/lelang atas aset yang dijaminkan Wajib Pajak kepada Bank? KPP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang telah diletakkan hak tanggungan. Risalah lelang tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. 19. Penjelasan. 18. Bagaimana jurusita melaksanakan penyitaan atas aset WP di luar wilayah KPP? Dalam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat. maka jurusita segera menyampaikan salinan Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut. maka: . BAPS tersebut tetap sah dan mempunyai kekuatan mengikat. Apakah KPP/jurusita dapat melakukan sita atas aset yang telah telah disita oleh Pengadilan Negeri atau Instansi lain yang berwenang ? Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang. Apakah sah pelaksanaan penyitaan apabila Wajib Pajak/PP menolak menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Sita (BAPS)? Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani BAPS. Risalah Lelang yang diterbitkan oleh Kantor Lelang Negara menggantikan sertifikat sebelumnya. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak dalam hal aset Wajib Pajak / Penanggung Pajak telah disita Pengadilan Negeri atau instansi lain? Apabila Pengadilan Negeri/polisi/BPPN telah melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak tersebut. 20. guna membayar utang pajaknya lebih dahulu sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia. Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang tertentu. Penjelasan. Hak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli dan kepadanya diberikan Risalah Lelang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar pendaftaran dan pengalihan hak. 16.97 - Dapat. sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.. Jurusita Pajak harus mencantumkan penolakan tersebut dalam BAPS dan BAPS ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi. Disamping itu Badan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah.

Jurusita KPP lokasi melaksanakan penyitaan dengan menyerahkan SPMP dan BAPS.. Apabila Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dinyatakan bubar atau dilikuidasi oleh pengadilan. Pejabat mengajukan permintaan pencabutan pemblokiran kepada bank. Jurusita menyampaikan Surat Paksa kepada Kurator. KPP lokasi disertai salinan SP. atau likuidator. Apabila WP/PP tidak bersedia memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan di bank . sepanjang salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat. . Bila PP menolak memberikan kuasa pada bank. 22. segera menerbitkan SPMP.. Jurusita melakukan penyitaan dan membuat BAPS dan menyampaikan salinan BAPS kepada Penanggung Pajak dan bank ybs. maka barang yang telah disita dapat dilelang. Jurusita setelah menerima BAP dari bank memerintahkan PP untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan pada bank tersebut kepada Jurusita. Pejabat meminta bantuan Bank Indonesia melalui Menteri Keuangan untuk memerintahkan bank memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di Bank. 22.98 - Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP. 21. 23. sekurang-kurangnya setingkat Sekretaris Kelurahan/Desa. setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. KPP yang diminta bantuan setelah menerima Surat Permintaan KPP (KPP domisili). Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang pajaknya. Apakah penyitaan dapat dilakukan tanpa hadirnyaWajib Pajak? Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan? Apabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan dilakukan. maka jurusita tidak dapat secara langsung menyita aset Wajib Pajak. Bank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan pemblokiran dan membuat Berita Acara Pemblokiran (BAP) serta menyampaikan salinannya kepada DJP dan Penanggung Pajak. bagaimana dengan pelunasan utang pajak Wajib Pajak? Surat Paksa diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan pemberesan. bagaimana tindak lanjutnya? DJP (Pejabat) mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank disertai dengan penyampaian salinan SP dan SPMP. Hakim Pengawas atau Balai Harta Peninggalan. Apabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN.

c. Penjelasan Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang yang telah dilelang. . apakah WP dapat meminta kembali barangnya tersebut? Tidak. KPP telah menyita aset WP tetapi belum dijual/dilelang. 29 Apa yang dimaksud dengan penyanderaan? Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu. 24. KPP menyerahkan salinan SP dan SPMP kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan. Telah mendapat keputusan pencegahan yang diterbitkan oleh Menteri 28 Apakah setelah dilakukan pencegahan terhadap WP/PP mengakibatkan hapusnya utang pajak? Tidak.000. Penjelasan Pencegahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak.99 - Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya..00 (seratus juta rupiah). Dalam hal ini. Dilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita. Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 26 Apa yang dimaksud dengan pencegahan? Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.000. bagaimana tindak lanjutnya? KPP melakukan penyitaan tambahan sampai mencukupi untuk pelunasan utang pajak. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100. karena nilainya kecil tidak sebanding dengan utang pajak dan biaya iklan pengumuman. 27 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan pencegahan? a. 25 Apabila WP memperoleh Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang mengakibatkan utang pajak berkurang atau nihil sehingga terdapat lebih bayar sedangkan barang yang disita telah dilelang. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak. b. apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak.

d. 32 Siapa sajakah Penanggung Pajak yang dapat disandera? 1. Penjelasan Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab secara pribadi dan secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang. 36 Apa syarat dilakukannya pencabutan penyanderaan? a. diwakili oleh Pengurus. Telah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Wajib Pajak Orang Pribadi. 33 Berapa lama masa penyanderaan? Masa penyanderaan paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. Utang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak..000. Telah lewat jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak. Wajib Pajak Badan. termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan. Penjelasan Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat I (untuk pajak daerah). 35 Apakah dengan berakhirnya masa penyanderaan tanpa pembayaran. Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100.00 (seratus juta rupiah). . Penjelasan Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. Utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas. c. termasuk ahli waris.000. Komisaris. Penyanderaan hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak. 2. utang pajak Wajib Pajak/Penanggung Pajak menjadi hapus (dianggap lunas)? Tidak. Pemegang saham mayoritas atau pengendali.100 - 30 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan penyanderaan? Kriteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah: a. 31 Apakah tindakan penyanderaan dapat dilakukan tanpa keputusan pengadilan? Dapat Penjelasan Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Paksa yang oleh UU diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. b.

101 - b.. .000.. Apakah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang disandera? Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri. 37. atau d. Penjelasan Apabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Menteri Keuangan. c. maka DJP berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan ganti rugi sebesar Rp 100.(seratus ribu) per hari selama Penanggung pajak disandera. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan itu telah terpenuhi.

id Penjelasan Dengan adanya e-registration. maka Wajib Pajak tersebut tidak akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli dan NPWP Wajib Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration. Wajib Pajak akan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang berisi keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Pada saat mendaftar melalui internet. . Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data. Penjelasan Surat Keterangan Terdaftar Sementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak berlaku. 2. Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran secara on-line dengan internet melalui e-registration di www.go. Ke KPP mana saya harus mengirimkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran secara On-Line ini ? Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Apakah ada cara lain bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri selain di KPP dan KP4? Selain di KPP dan KP4. Selama tidak memiliki account Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion. 3. Penjelasan Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib Pajak Badan berdasarkan lokasi usaha berada. Penjelasan Apabila Wajib Pajak dalam janga waktu 30 hari sejak pendaftaran tidak mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke KPP.pajak. Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja tanpa perlu datang ke KPP. Mengapa Surat Keterangan Terdaftar bersifat sementara ? Surat Keterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. mengajukan pindah KPP dan juga penghapusan NPWP 5. 6. Tempat KPP terdaftar dapat dilihat langsung di Formulir Pendaftaran. Apakah fungsi dari Surat Keterangan Terdaftar Sementara ? Fungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.. Apakah e-registration hanya untuk kepentingan pendaftaran saja? e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja. Mengapa saya harus mempunyai account untuk pendaftaran On-Line ini? Account tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration. 4. Penjelasan Account digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration. Penjelasan Dengan e-registration.102 - LAIN-LAIN 1.

8. 11. Disamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk pemakaian yang mampu mengupdate data SPT induk dari lampiran-lampirannya dan juga perhitungan perpajakan dalam SPT secara otomatis sesuai dengan peraturan yang berlaku 12. Dalam hal perlu dilakukan perubahan data-data Wajib Pajak. Bagaimana kemudahan e-SPT bagi kepentingan pelaporan pajak? Efisiensi Penjelasan Dengan aplikasi e-spt. disamping itu Wajib Pajak hanya menyampaikan SPT Induk dan Berita Acara yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan pengiriman data SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dalam batasan waktu yang ditentukan 13. bagaimana prosedurnya dalam e-registration? Cukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. Wajib Pajak dapat mengambilnya di KPP tempat Wajib Pajak Terdaftar. tetapi cukup dengan merekamnya di disket atau CD dan melampirinya dengan SPT induk. Berapa lama saya akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli yang dikeluarkan KPP dan kemana saya harus mengambilnya? SKT dan Kartu NPWP asli diterbitkan oleh KPP sepajang KPP telah menerima secara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak.. Bagaimana konsekuensi bank persepsi yang masih menerima pembayaran pajak? Bank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan mendapatkan pinalti dari Direktorat Jenderal Anggaran. apakah kami dapat meng-akses layanan e-filing tanpa menggunakan dial up? Harus tetap menggunakan fasilitas dial up Penjelasan . 9. karena pada prinsipnya Wajib Pajak langsung me“load” data SPTnya ke Database DJP tanpa melalui KPP. Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang menyatakan perubahan item tersebut ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Bagaimana cara pembayaran pajak sehubungan dengan adanya sistem MP3? Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah On-Line dengan DJP. Dapatkah fasilitas dial up untuk mengakses layanan e-filling Jika di kantor kami telah terkoneksi dengan jaringan internet. Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi melampirkan lampirannya.103 - 7. Setelah proses perubahan dilakukan. Penjelasan Dengan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena waktu akses menjadi lebih cepat. Penjelasan Untuk daerah yang belum On-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak dari Wajib Pajak 10. Bagaimana kemudahan e-filling bagi kepentingan pelaporan pajak ? Memudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu.

Jalankan Dial up connection. Jika pada saat pengiriman data. Surat Lainnya). sehingga memudahkan wajib pajak untuk mengakses e-filling. d. lalu simpan c. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain PC dengan OS WindowsXP. Penjelasan Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file SPT ke DJP. Jika Wajib Pajak menggunakan layanan e-filing. .. Windows2000. apakah masih harus melapor ke KPP? Ya. Mengedit file hosts (lokasinya : c:\windows\system32\drivers\etc). sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat mengirimnya dalam bentuk spt pembetulan. terjadi masalah sehingga mengakibatkan berita acara tidak tercetak. Apakah layanan e-filing mengikuti jam kerja KPP? Tidak Penjelasan. username dan password yang telah diberikan. tambahkan 10. namun apabila kegagalan tetap terjadi berulang-ulang. Menbuat windows dial up connection.234 apps1. yaitu dilaporkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Apa yang dilakukan untuk melakukan koneksi ke layanan e-filing? a. 16. berita acara mana yang harus dilaporkan ? Berita acara dari pengiriman data SPT yang terakhir.254. Jika kami melakukan pengiriman data SPT berkali-kali melalui layanan efiling.22. 15. segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di KPP. kedepannya direncanakan layanan e-filling akan tersedia di internet. Yang dilaporkan ke KPP adalah SPT Induk (tanpa lampiran) dan Berita Acara yang telah ditandatangani serta kelengkapan SPT lainnya (SSP.104 - Saat ini layanan e-filling dengan cara dial up connection. Hal ini karena diasumsikan yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up todate 19. isi nomor telepon. pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja. apa yang harus dilakukan ? Harus dilakukan pengiriman ulang data SPT. lalu buka internet explorer. 14.Windows2003. dapat dilakukan pengiriman ulang data SPT. sedangkan pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan yang berlaku. selama tidak melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika terjadi kesalahan pengiriman data SPT melalui layanan e-filing? Apabila belum melewati batasan tanggal pengiriman. 17. Modem dan Line Telepon eksternal b. buka webpage dengan alamat http://apps1:7778 18.

Format Standar file impor tersebut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT. 22. Apakah e-SPT bisa dipakai multi user ? Dapat. Bagaimana melakukan proses impor data kedalam aplikasi e-SPT ? Data dapat diimpor ke dalam aplikasi e-SPT dengan mengikuti format yang telah ditentukan dalam aplikasi e-SPT. Bagaimana Setting ODBC ? Setting ODBC (Open Database Connectivity) dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT yang disertakan dalam aplikasi e-SPT. b. Penjelasan Aplikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan pekerjaan dan efisiensi waktu. apakah bisa digunakan untuk mengiput data e-SPT untuk beberapa WP/NPWP ? Bisa. Dalam satu PC. Apakah yang harus dilakukan. Penjelasan Input data e-SPT dalam satu PC untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan cara : a..105 - 20. 24. 23. ODBC disesuaikan dengan database yang akan diakses. jika akan merekam data SSP namun tidak memiliki NTPP ? Mengisikan ‘0’ sebanyak 16 digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat direkam melalui sistem MP3. Meng-copy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah WP. Ketika melakukan perekaman. 21. .

d. f. Pemerintah. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. l. Apabila pelamar yang dimaksud di atas diterima. atau diserahi tugas negara lainnya. atau pihak lain. 3. kesadaran. persatuan. c. g. kekompakan. dan tanggung jawab. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selamalamanya 2 (dua) tahun. dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. tertib. dan Pegawai Negeri Sipil. Mentaati ketentuan jam kerja. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari : a. Setia dan taat kepada Pancasila. terutama di bidang keamanan. Siapa saja yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil? Yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. b. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. keuangan. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. j. k. Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah. b. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya. dan c. e. c. . dan materiil. maka ia harus melalui masa percobaan dan selama itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. cermat. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah. dan Pemerintah. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil. Bekerja dengan jujur. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. Negara. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. h. b. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UUD 1945. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. i. diri sendiri. dan bersemangat untuk kepentingan Negara. Anggota Tentara Nasional Indonesia. Apa saja kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh Pegawai Negeri Sipil? Kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a.106 - SEKRETARIAT Siapakah Pegawai Negeri Sipil ? Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. 2..

Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. s. Menyalahgunakan barang-barang. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya.107 - m.. Memiliki. c. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. sesama Pegawai Negeri Sipil. atau pihak lain. dokumen. r. Menyalahgunakan wewenangnya. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. golongan. z. o. j. f. atau Pegawai Negeri Sipil. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. kecuali untuk kepentingan jabatan. atau surat-surat berharga milik Negara. Larangan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. atau meminjamkan barang-barang. membeli. n. x. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. Bertindak dan bersikap tegas. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya baik-baik. atau pihak lain. uang. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. yang berlainan. e. d. . Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. bawahan. atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah. Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. menjual. b. Pemerintah. p. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. menyewakan. w. dan terhadap atasan. y. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. m. k. v. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaikbaiknya. golongan. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi. menggadaikan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. l. teman sejawat. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. u. g. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. i. h. q. t.

108 - n. berhak memperoleh tunjangan. c. pimpinan. 5. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang tewas. menjadi direksi. a. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi. p. d. golongan. c. a. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. 4. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga. keluarganya berhak memperoleh uang duka. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan. b. b. Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2. Hukuman Berat Disiplin 6. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. 3. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. e. maupun sambilan. kecuali jenis hukuman disiplin : . d. b. b. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Sedang Disiplin Jenis Hukuman Disiplin a. Memperoleh cuti. atau pihak lain. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas dan kewajibannya. IV/a) ke atas atau yang memangku jabatan eselon I.. Memiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. o. r. Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil? Setiap Pegawai Negeri Sipil memperoleh hak-hak sebagai berikut : a. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina (Gol. c. berhak memperoleh perawatan. q. c.

IV. Dirjen Bea dan Cukai Dirjen Pembinaan BUMN Dirjen Lembaga Keuangan Dirjen PKPD Dirjen Piutang & Lelang Negara a. 1. Sekretaris Inspektorat Jenderal. l. Pembebasan jabatan PEJABAT ESELON II : Sekretaris Direktorat Jenderal /Badan. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Pembebasan Jabatan Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. III. 2. . Sekretaris BPSP. c.109 No 1. IV. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing d.. j. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Jenis Hukuman Disiplin a. f. d. Kepala Pusat. Memangku jabatan struktural eselon I atau jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya berada di tangan Presiden Selanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh Menteri Keuangan kepada para pejabat di lingkungan Departemen Keuangan RI yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini : No. Sekretaris Jenderal b. Kepala Biro. b. b. e. g. I (Gol. g. m. k. n. Pejabat PEJABAT ESELON I : a. f. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon IV. Kepala Kantor Wilayah atau jabatan lain yang setingkat a. e. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon II atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon II. Inspektur Jenderal Ketua Bapepam Kepala BAF Kepala BAKUN Kepala Bintek Kepala BPPK h. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Yang memangku jabatan struktural eselon III atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon III. Inspektur. c. IV/b) ke atas 2. V dan yang setingkat di lingkungan masing-masing i. e. Direktur. h. Dirjen Anggaran c. Dirjen Pajak d.

Kepala Seksi. 3. Penurunan gaji c.. c. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS Apabila ada keberatan Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan kenaikan pangkat Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat Mulai Berlaku Sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin 2. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah e. b. Pada hari ke . e. a.110 No. Penundaan kenaikan gaji berkala b. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri f. c. f. 3. Tegoran lisan b. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin tingkat ringan a. Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin . Penundaan kenaikan pangkat d. Kepala Sub Direktorat. Pejabat f. Kepala Bidang. d. Kepala Balai. Kepala Kantor (eselon III). Kepala Pangkalan Sarana Operasional atau jabatan lain yang setingkat PEJABAT ESELON IV : Kepala Sub Bagian. Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin tingkat sedang dan berat Apabila tidak ada keberatan a. Tegoran tertulis c. 1. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon IV dan yang setingkat di lingkungan masing-masing 4. atau jabatan lain yang setingkat a.15 (lima belas) terhitung mulai tanggal penyampaian surat keputusan hukuman disiplin itu kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan a. PEJABAT ESELON III : Kepala Bagian. Kapan berlakunya hukuman disiplin? Keputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut : No. Sekretaris Pengganti BPSP. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Yang memangku jabatan struktural eselon V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 7. Sejak tanggal keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian Sejak tanggal keputusan hukuman disiplin itu ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum Hari ke-30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan 4. b. b. c.

Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 2. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. 2. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap b.. dan lain-lain. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan a. b. Hasil Pemeriksaan Terbukti bersalah Tidak Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. Besarnya Gaji Yang Dibayarkan Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. 1. 1. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. tunjangan kemahalan umum. Terbukti Bersalah . a. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. 9. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. Melakukan kejahatan/pelanggaran tidak menyangkut jabatannya yang Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 1. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. No.111 - 8. 2.

dan Inspektorat Jenderal (sesuai flow chart dibawah). 10.112 No. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pajak untuk ditindaklanjuti. Pengaduan Masyarakat Kotak Pos 5000 Kotak Pos 111 JKTM 12700 Komisi Ombudsman Inspektorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Tindak lanjut . Kotak Pos 111 JKTM 12700. b.. Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. Apabila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdapat tindakan dari aparat pajak yang menyimpang atau masyarakat merasa kurang/tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. bagaimana cara menyampaikan pengaduan masyarakat agar perbuatan aparat/oknum tersebut dapat ditindaklanjuti? Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke Kotak Pos 5000. Komisi Ombudsman. c.

e. i. c. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. Jenis Hukuman Disiplin a. a. b. c. 1. f. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 3. kecuali jenis hukuman disiplin : No. I (Gol. b. h. transparansi tersebut meliputi apa? Ya. d. c. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan 12. Apakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). 2.. meliputi: a. b. 13. d. c. a. b.113 - 11. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. g. IV/b) ke atas . Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Disiplin Sedang Hukuman Disiplin Berat Jenis Hukuman Disiplin a.

Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. 2. Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. 4.. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. . dan lain-lain. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. tunjangan kemahalan umum.114 - 14. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. b. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. Alasan Pemberhentian Sementara 1. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Melakukan kejahatan/pelanggaran yang tidak menyangkut jabatannya Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 3. No. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. 1. 15. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. Hasil Pemeriksaan Terbukti Tidak bersalah Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a.

Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara b. meliputi: Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan .. b. c. a. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun.115 - No. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. 2. transparansi tersebut meliputi apa? Ya. Terbukti Bersalah 16 pakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih.

Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.212.368 31.145 4.982 11.858.120 331.370.424 .641.739 6.869 4.479 288. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 264.245 19.336.581 459.838 394.574. KEUANGAN.666 1.288 342.554.967 48..583.127.782 122.116 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP RASIO PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 KANWIL I (DJP SUMATERA BAGIAN UTARA) (Rp.823 3. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.262.359 826.269 18.272.705 394.604 7.404 PDRB 36.

794 6.131 4.436.424 96.853 10.086.535 8.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.189.665 . GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.878.264 439..781.080 2.923.739 PDRB 14.871 512.871 152.837 42.005 14.072 612.846 802.211.614 559.861 36.108.563.667. KEUANGAN.681 214.267 2.571 270.117 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL II (DJP SUMATERA BAGIAN TENGAH) (Rp.827 809. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 472.

GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.543 5.367 197.193.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.545 325. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 324.998 .427.355 152.839.664.513 401.326 27.090 188.358..334 9.706 120.731.852 1.004 943.030.500 13.804.035 3.399 PDRB 26.714 365.305 19. KEUANGAN.026.594 202.997.330 10.058.118 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL III (DJP SUMATERA BAGIAN SELATAN) (Rp.910 7.374 8.

510.816 3.114 25.428 .657 3.465 349.252.600 9.417 254. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.986 1. KEUANGAN.925 58.935. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 230.157.723..474 21.933 4.804 24.605.532 60.603 30.511 813.761 PDRB 516.508 1.922.325 3.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.119 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL IV+V+VI (DJP JAKARTA RAYA I+II+III) (Rp.839.331.469.054.547 54.735.466.973 58.013.327.

655.373 10.399.774 38.840 57.360.027.323 664.779 9.058 7.187 8.559 PEREDARAN USAHA 15.807.396.530 19.519.901.167 53.563 12.077.598.672.690 1. KEUANGAN.120 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VII (DJP JAKARTA RAYA KHUSUS) (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.979 19.367.699 121..580. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 346.597 .127 710.129.448 2.928.794.883.222 60.715 534.326.832 56.087 145.

296 21.632.079.524.601 108.235 .259 1.052 54.219.121 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VIII+IX (DJP JAWA BAGIAN BARAT I+II) (Rp.534.155.676.896 22.101.507 272.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.549 315.457 14.283.209 906.024 8.809 12.054 5. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 51. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.577 7.309.119.361 1.148.192 41.985 1.502 110. KEUANGAN.494.820 8.142.999 PDRB 38.627 2.103.235..

021 50.866.435.576 9.159 7.475.099 6.120.480 790.987 PDRB 38. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 4.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.485.445.183 279.919.765.036 15.091.817 1.730 6.592.037 1.283 1.694 .283 173. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.248.481 35.701 908..730. KEUANGAN.091 7.922 2.613 41.090 40.256 138.122 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL X (DJP JAWA TENGAH DAN DIY) (Rp.300.

123 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XI+XII (DJP JAWA BAGIAN TIMUR I+II) (Rp.079.026 6.145 6.849.712 12.582 20.000.467.370 9.313 681..308 PDRB 47.898 2. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 97.450 14.337. KEUANGAN.516.164.167 64.785 355.495 54.341.957. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.995 577.519.637.179 1.588 226.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.981 .511 4.739 147.366.230.360.693 60.774 894.081 9.

057 1.296 589.198 719 126.049 977.794.255 109.452. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.562 58.926.705.929. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 102.291.984 6.865 1.485.853 187.002 260.992.840 128.271.597 2. KEUANGAN..017 60.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.336 1.899 PDRB 12.351 44.464 .586 35.124 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIII (JDP KALIMANTAN BARAT+KALIMANTAN TENGAH) (Rp.170 5.628 3.

222 2.211 4.081 2.187 5.752.064.662.335.663 459.682 378.831 3.906. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.884 3. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 512.494.899 .377.392 540.835 75.125 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIV (DJP KALIMANTAN TIMUR + KALIMANTAN SELATAN) (Rp.918 459.426.490 364.692 107.365 40.338 115.187 PDRB 8.722.395 984. KEUANGAN..410 38.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.204 9.286 402.460.

160.624.545 27.188.584.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.091 3. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 6.319 503..837 3.290 156.796 2.819 7.071 .907 PDRB 17.126 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XV (DJP SULAWESI SELATAN + SULAWESI TENGGARA) (Rp.111 1.644 1.473 4.888 44.752. KEUANGAN.088.243.047. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.336 39.123.197 369.857 5.800 55.562 184.887 179.040.998 161.162 8.

836 2.115.627 PDRB 8.249 3.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.657.608.518 786.464.598.061 2.459 93.815.954 67.906 130. KEUANGAN.742 5.307 .127 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVI (DJP SULAWESI UTARA + SULAWESI TENGAH) (Rp.898 2.816 24. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 18.119.738 73.217 199..671 82.409 886.985 125.839 3.982 750.333 158.322 29.

624. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.758.843. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.844 58.113.678 176.954 1.128 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVII (DJP BALI+NTB+NTT) (Rp.404.978 ..605 3.978 366.358 19.301 10. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.093 575.822 PDRB 12.496.194 4.096 158.577.710 2.984.699 461.467 6.577 46.757 2.285 169.216 5.930 227.057 1.476.011.

Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.129 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVIII (DJP MALUKU + PAPUA) (Rp.678 28.486.209.725 134.626.351 PDRB 6.633 2.466 1.735 118.610 12.516.930 517.763 157. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 24. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.911 2.743 150. KEUANGAN.209 1.647..355.034 1.583 11.735 125.619 219.379 877.161 295.414 80.219.573 9.606.551 .

KEUANGAN.404 658.386 1.524 634.091 70.079 PEREDARAN USAHA 3.180.000..689 9.480.685.682 432.965 14.801.910.660. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.607 78.880.148.333.056 260. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 61.183 .599 7.130 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIX DJP WAJIB PAJAK BESAR) (Rp.339 639.042 898.219 69.199 160.734.650 4.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.095 1.715 16.

144. diolah kembali Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.641 35.122.268 97.090 6.930.558 1.787.630.547 23.867.865 1.349.469.769.483.131 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP NASIONAL (Rp. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Catatan : Data dari Kanwil dan BPS.783.706.696.521.408.964 258. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.990 up date 16 Maret 2004 .829.249 PDRB 281.946 19.491 19.523 345.737 137. KEUANGAN.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.862 29.384.366 92..555 169.832 105.571.887.755 103.535 5.596.041.392 11.312 11.893.

702 Badan 62.979 36.634 261.437 288.886 42.856 67.517 12.587 8.623 128.961 Orang Pribadi 181.898 54.940 21.934 19.777 111.695 86.145 176.369 26.244 0 170.530 126.602 39.322 14.357 59.707 217.324 692 3.339 17.947 82.894 Jumlah 257.879 692 888.377 2.403 140.835 182.201 0 2.022 260.960 10..177 246.780 8.412 36.209 10.247 102.216 74.228 6.132 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) No Kantor Wilayah 1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah Bendaharawan 12.958 176.245 55.856 227.758 920 1.565 22.700 32.373 11.445 69.545 157.093 33.696 14.192 179.583 12.880 53.838 331 10.779 18.141 257.024 107.027.062 61.653 110.019 10.071 127.557 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .207 51.233 151.596 120.088 168.358 169.431 63.433 42.532 79.218 9.312 68.087.

.133 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Instansi Vertikal No 1 2 3 4 5 Uraian Kanwil KPP KPPBB Karikpa KP4 2000 15 141 107 55 211 2001 18 173 141 55 236 2002 19 175 141 55 236 2003 24 178 146 55 236 Jumlah SDM Berdsarkan Eselon No 1 2 3 Uraian Eselon II Eselon III Eselon IV 2000 25 347 2071 2001 28 514 3302 2002 28 521 3317 2003 37 559 3576 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan No 1 2 3 4 Uraian Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya 2000 8 232 5658 22401 2001 7 557 6056 22356 2002 7 721 6708 22329 2003 7 691 7124 22002 .

681.502 137.564 20.134 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT Orang Pribadi Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 54.502.725 22.119 45.190 3.243.141.480 550.829.493.828.554.960 508.776.233.894.025.352.493 2.471.641.219 5.194 39.806.817 PPh 108.219.134 628.737.057.835 1.540.001 815.473 2.228.776 1.800.037 40.763 28.296.972 127.353 868.363.506 1.396.157.245.452.518.637.392.664 34.937.523 6.985.173.081.434 45.207.375.716.890.847.307.133 51.286.995.689 691.842 10.758.507 327..864 18.821 4.601.747.940.735.473.139 260.572.121 247.954 Penghasilan Kotor 1.679.426.686 22.621.013 2.671.595 22.300.030.812 10.023.924.696.296.407.838 462.871.486.330.825 57.509.197 27.527 766.540.848 270.088 473.285.720 1.193 2.056.334 72.283.286.654.971.478.614 22.717 82.903.439.512.302.193 5.674 49.564 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .065.453.620.736 197.044.551 656.753.854.180.490.450 2.971.841 211.227.137.452 263.398 989.300.

564.494 588.672.548.057.671 PPh 349.714.645.055 68.489.762.053 34.418.578.665.052.773 16.893.978.593 93.902.884 461.814.956.602 15.016 140.641.971.662.057.911.289.743 62.523.371 977.357.919 106.161.777.282.647 13.256.494.081 1.129 5.457.067.813 13.526.817.872.076.228 10.079..661.235.170 120.741.364 534.302.486.586.929.883.594.339.059 179 Penghasilan Kotor 42.324.123 5.107 6.665.925.147.856 30.984.777.729.135 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT PPh Badan Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 14.909 19.763 244.742 37.032.180.027.267 20.194.627.998 669.985 156.581.052 3.903 48.950 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .240 28.958 27.864.829 29.601 35.465.208 72.275 402.451.351 10.796 542.487.211.433.865.996.836.590 6.011.148.761.645 18.628.727 82.129 67.833 309.477.463.331.929.417.269.969.559.187 320.494.787.796.442 1.773 10.733.638 2.099 38.196.507.383.562 47.209 19.129.677.599 16.893 6.574.892.784.927.297.298.338.305 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah 291.497.520.519.129 17.733.310.841 19.399 4.356.059.312.911 10.425.

.2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Jumlah Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 125 44 35 582 395 264 271 152 159 149 167 46 40 66 33 17 17 19 0 2581 75 24 17 319 201 120 158 91 80 72 116 18 28 33 16 15 19 18 0 1420 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 136 95 144 399 401 248 522 304 151 210 191 91 26 87 49 27 91 19 187 3378 73 48 122 308 210 156 206 118 71 136 147 60 33 102 41 15 45 13 49 1953 Sumber : Direktorat Pajak Penghasilan DJP .136 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Keberatan PPh (Tahun 2002 .

- 137 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 - 2003) Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kantor Diajukan WP Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Jumlah 649 358 541 1396 1433 971 1075 1184 1071 1164 1216 533 145 380 386 190 399 49 13140 Selesai Diproses 416 246 381 774 881 594 768 608 571 847 935 400 115 191 159 114 296 29 8325 Diajukan WP 909 565 703 1821 1485 1221 1377 1375 787 1765 1399 943 182 499 512 155 655 62 16415 Selesai Diproses 528 363 494 1252 921 723 891 940 732 1261 1060 734 153 349 304 80 439 43 11267 Tahun 2003

Catatan : Kanwil DJP Jawa Bagian Barat I dan Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Sumber : Direktorat PPN dan PTLL Direktorat Jenderal Pajak

- 138 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PBB (Tahun 2002 - 2003) No Kantor Tahun 2002 Diajukan WP 1,106 1,470 6,609 618 763 147 1,220 20,504 20,342 4,062 8,723 685 663 1,534 871 2,686 134 0 72,137 Selesai Diproses 1,077 1,289 7,404 611 762 138 1,304 20,309 20,092 4,062 8,703 661 662 1,534 870 2,713 110 0 72,301 1,654 606 4,798 524 903 205 1,342 28,478 16,519 6,225 10,288 625 694 1,412 741 871 115 0 76,000 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 1,640 585 4,692 523 894 188 1,280 28,283 16,492 6,221 10,195 620 688 1,421 737 873 104 0 75,436

1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

- 139 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 - 2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 1 1 0 1 0 13 0 34 38 6 2 0 1 16 0 0 0 0 113 1 1 0 1 0 12 0 34 38 1 1 0 1 16 0 0 0 0 106 17 1 1 0 1 3 0 13 24 5 3 1 0 9 38 12 8 0 136 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 0 0 1 0 1 3 0 13 21 5 3 1 0 9 38 0 8 0 103

10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

369.824 770.926.123.361.662 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.638.546 431.140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kanwil I II IV V VI VII XI XII XIV XV Jumlah Jumlah Wajib Pajak 6 1 5 12 18 18 4 5 1 2 72 Hutang Pajak (dlm ribuan) 53.790.662.427.295..450 36.349 5.606 1.577.329 1. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .444 5.876 30.497 82.738 121.417.

251.141.603. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .495.611 152.843.772.421.870 228.788.791.163.685.627 172.522 460.967 224.901.086 155.000.749 1.709.918 533.231 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.716 290.194.836.170 6.136.500 253.592.273 3.806.509.462.124 682.922.433.688 138.589.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 .456 4.135.883 109.2003) Tunggakan Akhir Tahun NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kanwil 2002 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX JUMLAH 539.350 2.128 26.347.966 68.205..581.037.361.970.756 156.975 450.154 525.949.647.459.354 253.707.865 434.046 617.606 18.733 238.201 2.489 198.928.314.672.760.743.299 539.559.522 338.934.283.448 470.511.621 (dalam ribuan Rp) 2003 607.190 1.068.406.303.900 2.750 73.824 131.965 11.898.171 1.249.104.370.632.

01/UP..15/KMK.140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 PERIODE : JANUARI S/D DESEMBER 2003 JENIS HUKUMAN NO JAN 2 KEPMEN KEU NO.6/1985 Peringatan Pertama Peringatan Kedua Peringatan Ketiga JUMLAH 3 FEB 4 MAR 5 APR 6 MEI 7 JU N 8 JUL 9 AGT 10 SEP 11 OKT NOV 12 DES 13 JML 15 1 I 181 11 2 194 10 3 3 16 16 16 4 36 10 5 6 21 10 6 1 17 12 5 7 24 9 3 7 19 19 4 4 27 6 6 6 18 6 3 0 9 1 3 0 4 10 6 1 17 290 71 41 402 II PP No 30 TAHUN 1980 Tingkat Ringan : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Tingkat Sedang : Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala Penundaan kenaikan pangkat Tingkat Berat : Penurunan pangkat Pembebasan jabatan Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 6 1 0 0 15 3 0 1 0 3 0 4 2 0 0 1 0 1 2 0 3 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 5 1 2 0 0 1 2 1 0 0 2 0 17 12 4 - 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 1 0 0 3 0 3 0 1 1 0 0 6 8 3 III - PP No 32 TAHUN 1979 Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 5 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 3 0 3 10 IV - PP No 6 TAHUN 1976 Pemberhentian dengan hormat sebagai CPNS 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 V PP No 4 TAHUN 1966 Pemberhentian Sementara (Skorsing) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB TOTAL (II S/D IV) TOTAL ( I S/D IV) 6 200 6 22 3 39 6 27 6 23 10 34 2 21 3 30 14 32 7 16 7 11 14 31 84 486 .

500.000 1.143.453 3.000.640 6.000 PBB Realisasi 3 2.000 4.854. 31 Desember 2000.600.401. .437.800.000.911.643.000 2.648.800.600 Persentasi ( 3/2 ) 4 107% 106% 113% 114% 130% 110% 106% 99% Renpen 5 500.287.041 2.967.339.277.500.779 1.850.800.425.267.700.877 922.706 5.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP PERKEMBANGAN PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN 1996 .066 3.769.203.030.422.376.000.000.298.000 6.153.000 700.000 2.489.035.008.600 Persentasi ( 6/5 ) 7 62% 169% 132% 96% 110% 116% *) BPHTB efektif berlaku sejak 1 Juli 1998 **) Periode 1 April s.000 475.000 8.000 2.762.206 3.400.095.000 BPHTB Realisasi 6 309.000 1.910 8.262.000 1.606 805.873.300.882.000 2..730.000.100.505.2003 (dalam ribuan rupiah) Tahun Renpen 1 1996-1997 1997-1998 1998-1999 *) 1999-2000 2000 **) 2001 2002 2003 2 2.100.078 1.562.171 2.642.d.198.

1 95.2 58.1 50.0 75.4 125.358.7 1.7 1.9 163.5 122.6 miliar Tahun 2002 17.4 2.231.2 87.0 635.032.852.5 100.002.289.2 33.344.6 107.669.277.5 miliar .741.4 20.5 669.0 90.6 133.0 38.0 296.944.792.468.544.4 95.862.272.752.725.764.8 18.243.713.614.0 18.705.8 219.878.9 30.6 27.0 44.8 100.7 86.087.4 2.9 35.0 105.101.2 22.5 104.238.760.424.159.3 1.4 100.696.1 Sumber : Nota Keuangan dan APBN TA 2003 Keterangan : PDB Tahun 2000 adalah PDB 9 Bulan Realisasi Tahun 2000 adalah angka realisasi 9 bulan *)Tahun Anggaran 2002 adalah angka realisasi sementara revisi VIII Fax DJA tgl.628.7 miliar Tahun 2003 18.7 1.523.455.0 104.7 111.3 37.2 25.138.621.0 3.188.7 86.6 1.6 1.4 104.696.4 71.703.0 119.1 41.417.8 18.9 70.420.9 % Rencana Jumlah Realisasi % 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002*) 2003**) 2004**) 18.6 10.383.474.8 67.565.143.5 61.411.6 73.800.0 104..3 72.620.4 7.5 106.985.0 27.5 97.7 10.1 21.647.0 65.2 87.2 2.235.491.8 590.388.0 35.723.519.643.5 82.534.2 96.3 156.4 75.2 62.662.2 99.7 107.9 69.957.9 105.3 2.107.7 34.946.9 192.0 135.2 159.505.2 78.304.9 102.7 134.4 30.9 75.3 4.9 836.351.2 1. 4 Juni 2003 **)Tahun anggaran 2003 adalah angka APBN ***)APBN 2004 Penerimaan PPh Migas mulai Tahun Anggaran 2000 Tahun 2000 18.3 55.9 7.0 610.413.2 101.7 477.6 96.1 105.2 1.7 6.200.975.640.8 55.142 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Penerimaan Perpajakan Pajak Lainnya Tahun Anggaran Rencana Pajak Penghasilan Realisasi % Rencana PPN dan PPnBM Realisasi % Rencana PBB & BPHTB Realisasi % Rencana Realisa si 301.430.3 4.1 34.9 100.7 16.7 1.2 3.9 106.840.6 130.012.893.8 413.3 112.6 92.9 3.8 110.2 52.803.460.478.4 84.3 53.530.8 129.601.1 98.6 19.456.0 3.0 35.6 567.198.9 41.9 452.252.3 109.651.985.0 101.575.208.8 120.508.1 6.8 miliar Tahun 2004 13.8 101.9 40.6 27.2 24.258.3 55.132.495.5 1.923.8 27.8 632.062.6 miliar Tahun 2001 23.8 550.1 102.835.7 82.9 1.4 91.421.3 92.

232.251.194 650.691 1.71 9 1999 117.797 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP TANGGAL PROSES : 15-03-2004 .62 6 559.622 374.433 1.001.793 724.381.867 899.361 1.018 1.97 4 1997 97.475 499.19 4 2001 147..232.939 543.330.232 2002 170.07 9 563.556 975.949 2.963 806.184 391.430 991.02 6 1.48 8 1996 91.114.697.641 ORANG PRIBADI 2380771 1.519 888.869 582.46 7 526.086.028.316.299 451.45 7 1998 105.409 351.959 1.756 726.18 0 1.732 1.480 416.80 2 1.113 458.801 675.29 8 489.655 1.143 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP JUMLAH WAJB PAJAK TERDAFTAR NASIONAL 10 TAHUN TERAKHIR JENIS WAJIB PAJAK BENDAHARAWAN BADAN 1995 84.163.004 2.854 2003 195.25 9 2000 129.274.570 WAJIB PPH PASAL 21 WAJIB PPN 571.071 325.131 804.354 622.247 2004 198.

.120 - .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful