P. 1
BUKU SAKU PERPAJAKAN

BUKU SAKU PERPAJAKAN

|Views: 582|Likes:
Published by Eric W. Nugraha

More info:

Published by: Eric W. Nugraha on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

-1

-

KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN Kewajiban Memiliki NPWP/NPPKP ( 250304 ) 1. Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak ? WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. 2. Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi Pengusaha Tertentu ? Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha Tertentu: • Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI Jakarta: di KPP BUMN Jakarta; • WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA, kecuali yang telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan mendaftar di KPP setempat; • WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora; • WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang berkedudukan di kawasan berikat; • WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat; • Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di luar DKI Jakarta, khusus PPh Pemotongan/Pemungutan dan PPN/PPnBM: di KPP tempat cabang atau kegiatan usaha. Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP) ? Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:

3.

4.

-2• • • • •

Untuk mengetahui identitas Wajib pajak; Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan; Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP; Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Misal : Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP

5.

Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan ? Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak. Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh NPWP? Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: a. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. b. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: • Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. c. Untuk WP Badan: • Fotocopy akte pendirian; • Fotocopy KTP salah seorang pengurus; • Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. d. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: • Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan; • Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. e. Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti Pendaftaran WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain,

6.

-3-

perlu dilengkapi surat kuasa. 10. Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib Pajak dianggap sah ? Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran dilakukan melalui pos, maka fotocopy harus disahkan oleh pejabat/instansi yang berwenang. 11. Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak ? Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi Wajib Pajak: a. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan kelengkapannya; b. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat. 12. Perubahan data apa saja, yang dapat diberitahukan Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data Wajib Pajak ? Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data Wajib Pajak: a. Perbaikan data karena kesalahan data hasil komputer; b. Perubahan nama WP karena penggantian nama, disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang berwenang; c. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat tinggal; d. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat); e. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan; f. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha WP; g. Perubahan bentuk Badan; h. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah; i. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena dipenuhinya persyaratan yang ditentukan;

Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat nikah/akte perkawinan dari catatan sipil. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk menghapus dan mencabut NPWP ? Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: a. Melalui formulir SPT Tahunan. 14. f. b. atau b. Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP ( 250304 ) 1. e. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi disyaratkan adanya keterangan tentang selesainya warisan tersebut dibagi oleh para ahli waris. disyaratkan adanya permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk dapat digolongkan sebagai WP. c. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai WP. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi. d. Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: a.-4- 13. Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP/ NPPKP ? . disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang. B. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang diambil secara langsung atau meminta melalui pos dari KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang bersangkutan. disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian dari instansi yang berwenang. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai BUT.

b. Penyerahan yang dilakukukan selain Pertamina dan Bulog harus disetor paling lambat tanggal 10 bulan takwim berikutnya. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya. Yang pemungutannya dilakukan oleh Bea Cukai disetor dalam jangka waktu satu hari. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. 3. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "surat ketetapan Pajak” dan surat keputusan lainnya. Penyerahan dari Pertamina. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21). Apa saja kewajiban Wajib Pajak Sehubungan dengan Pajak Penghasilan ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Penghasilan: a. SPT Masa.c Pembukuan/Pencatatan. c.-5- Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh NPWP oleh Wajib Pajak: . . b. .a Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan (PPh). PPh Pasal 22: Impor harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak bersamaan dengan pembayaran Bea Masuk. 2. . Kapankah batas waktu pembayaran dan pelaporan PPh ? Batas waktu pembayaran : a. Bendaharawan disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran.b Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN & PPnBM). c. Bulog harus dilunasi sendiri oleh Wajib Pajak sebelum Delivery Order ditebus.

BUMN/ BUMD. selambat-lambatnya 14 hari setelah masa. dan Surat Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. c. Direktorat Jenderal Anggaran. Apa saja yang menjadi dasar penagihan pajak? Macam-macam surat ketetapan yang berkenaan dengan utang pajak yang harus dilunasi: Utang pajak yang tercantum dalam: a. setelab melakukan pembayaran / penyetoran: Apabila Anda sudah membayar angsuran PPh. kertas. Bendaharawan Pemerintah. Surat Keputusan Pembetulan. Pertamina dan badan usaha lain selain Pertamina yang bergerak di bidang bahan bakar minyak jenis premix dan gas dan atas penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. Surat Tagihan Pajak (STP). baja. Badan usaha yang bergerak di bidang industri semen. PPh Pasal 25 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. b. Apakah kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang 5. selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir. selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. Anda harus melaporkan pembayaran itu ke KPP sebagai berikut: a. b. d.-6- Batas waktu untuk pelaporannya. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). 4. . PPh Pasal 22: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selambatlambatnya tujuh hari setelah batas waktu penyetoran berakhir. rokok. Surat Keputusan Keberatan. PPh Pasal 21 selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya. dan otomotif yang ditunjuk oleh Kepala KPP atas penjualan hasil produksinya di dalam negeri.pajak berakhir. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). c.

-7- Mewah ? Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPN/PPnBM): a. Mengisi SPT masa PPN dan melaporkan ke KPP. Melakukan pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM yang telah dipungut. − Pen ghasilan yang merupakan obyek pajak dan atau bukan obyek pajak. b. harus mengadakan Pembukuan/Pencatatan menurut ketentuan yang berlaku. Bagi Wajib Pajak PPh untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang untuk melaporkan tentang : − Pe mbayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak. C. . 2. SPT Tahunan PPh ( 250304 ) 1. Siapakah yang wajib melakukan pembukuan ? Yang wajib melakukan pembukuan/pencatatan: Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas di Indonesia. c. Apa fungsi SPT ? Sebagai sarana WP untuk: a. Apakah pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) ? Pengertian dari Surat Pemberitahuan (SPT): Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib Pajak (WP) digunakan untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran pajak yang terutang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 6. Membuat faktur Pajak.

-8- − ta dan kewajiban. Kapankah batas waktu Pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29) ? Batas waktu pelunasan setoran akhir (PPh Pasal 29): Kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambat-lambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. 5. d. jelas. 7. Apa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk mengajukan permohonan perpanjangan waktu 4. harus dilampiri surat kuasa khusus. 3. 6. laporan tentang pemenuhan pembayaran pajak yang telah dilaksanakan sendiri dalam satu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. Dalam hal SPT diisi dan ditandatangani oleh orang lain bukan WP. . lengkap. Dimanakah Wajib Pajak dapat memperoleh SPT ? Setiap WP pada dasarnya harus mengambil sendiri SPT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau KP4. sebelum SPT Tahunan disampaikan. b. Bagaimana cara pengisian SPT dan siapa yang berwenang menandatangani ? Cara pengisian SPT dan yang menandatanganinya: SPT harus diisi secara benar. Har Mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang. c. Bagaimana prosedur penyampaian SPT ? Prosedur penyampaian SPT: SPT disampaikan secara langsung atau melalui Pos secara tercatat ke KPP/Kapenpa setempat. dan harus ditandatangani oleh Wajib pajak. laporan pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu Masa Pajak.

b. Melunasi kekurangan penyetoran pajak yang terutang. 8.000. c.untuk SPT Masa. Rp100. penyidikan mengenai adanya ketidakbenaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak. dihitung sejak saat penyampaian SPT berakhir sampai dengan tanggal pembayaran karena pembetulan SPT. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan ? Syarat bagi Wajib Pajak untuk dapat membetulkan sendiri SPT Tahunan PPh: Wajib Pajak dapat membetulkan SPT Tahunan atas kemauan sendiri: a.000. Rp50. • melunasi pajak yang kurang dibayar. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas jumlah pajak yang kurang dibayar. b. Sanksi apa yang dikenakan pada Wajib Pajak yang tidak/terlambat menyampaikan SPT ? SPT yang tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan .. Sesudah dilakukan tindakan pemeriksaan: • sepanjang belum dilakukan tindakan.-9- penyampaian SPT ? Syarat-syarat permohonan perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan: a. Memberikan pernyataan tertulis tentang besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan penghitungan sementara. Bagian Tahun Pajak. 9. Permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan berakhir.untuk SPT Tahunan. .. b. Sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan dalam jangka waktu dua tahun sesudah saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak. dikenakan sanksi administrasi berupa denda: a. dan Tahun Pajak: • menyampaikan pernyataansecara tertulis.

c. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar dua kali jumlah pajak yang kurang dibayar. • melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang sebenarnya terutang. • mengungkapkan dalam laporan tersendiri tentang ketidakbenaran pengisian SPT yang telah disampaikan. b. Tagihan Pajak diterbitkan ? Dalam hal apa Surat . D. dan atau bunga. 2. Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a. • mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya tersebut. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK ( 250304 ) 1. Sesudah jangka waktu pembetulan SPT berakhir: • belum diterbitkan Surat Ketetapan Pajak. Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda.pajak yang masih harus dibayar menjadi lebih besar. • ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen) dari pajak yang kurang dibayar. • melunasi kekurangan pajak yang kurang dibayar.10 - c. yang mengakibatkan: . sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak. atau jumlah harta menjadi lebih besar. sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda.. 3.rugi berdasarkan ketentuan perpajakan menjadi lebih kecil. atau jumlah modal menjadi lebih besar. sarana untuk menagih pajak. atau .

pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. e. Pengusaha yang tidak/bukan PKP membuat Faktur Pajak. b. f. denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. bunga. bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya 5. d. berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung. Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP. Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ? Jenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak: a. denda administrasi Rp. b. 4. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. d.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. 100.000.. 6. c. c. denda administrasi Rp. bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga mengakibatkan kurarng bayar. PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak. PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap.000. bunga.00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa. Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ? Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil.11 - Sebab diterbitkannya STP: a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ? Apa yang dimaksud . e. 50.

Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ? Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat Keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran 8. bagian tahun pajak atau tahun pajak. b. sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.12 - Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang. SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak. a. c. kekurangan pembayaran pokok pajak. UTANG PAJAK ( 250304 ) Apa pengertian Utang Pajak ? Utang Pajak adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat. E. dalam Masa Pajak. 7. 1. Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak. Apa yang dimaksud dengan Surat Teguran ? . Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ? SKPKB diterbitkan dalam jangka jangka 10 tahun apabila: .berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain.. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang. kredit pajak. dalam Tahun Pajak atau dalam Bagian Tahun Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar . berakhirnya masa pajak.

memberikan keterangan lisan atau tertulis yang diperlukan .000. 4. Apa yang dimaksud dengan lelang ? Tindakan lelang dilakukan apabila Wajib Pajak dalam jangka waktu 14 hari setelah tindakan penyitaan dilakukan Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak.membantu Juru Sita dalam melaksanakan tugasnya .13 - Surat Teguran adalah surat peringatan kepada Wajib Pajak agar segera melunasi utang pajak.. 2. Tindakan Lelang dilakukan melalui Kantor Lelang Negara.tempat usaha/tempat tinggal Wajib Pajak . Surat Teguran dikirimkan kepada Wajib Pajak apabila Wajib Pajak tidak melunasai utang pajak 7 hari setelah jatuh tempo.Wajib Pajak wajib melunasi utang pajak dalam waktu 2 x 24 jam Apa kewajiban WajibPajak berkaitan dengan pelaksanaan sita Kewajiban Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelaksanaan sita . . Surat Paksa diterbitkan apabila Wajib Pajak belum melunasi utang pajak setelah 21 hari sejak tanggal surat Tegoran. 5.barang yang disita dilarang dipindahtangankan. meminta juru sita memperlihatkan tanda pengenal Juru Sita Pajak Negara 3. 25. Bersamaan dengan penyampaian Surat Paksa tersebut Wajib Pajak dibebani biaya penagihan paksa sebesar Rp. dihipotikkan atau disewakan. Apa yang dimaksud dengan Surat Paksa ? Surat Paksa adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan.memperbolehkan Juru SIta untuk memasuki ruangan. Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumumam lelang di surat kabar dan biaya lelang pada saat pelelangan. Apa saja hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pelunasan utang pajak ? Hak-hak Wajib Pajak yang berkaitan dengan pelunasan utang pajak: a.

diselenggarakan dengan memperhatikan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya. daftar persediaan barang. di tempat kedudukan 2. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ? . dan disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan oleh Menteri Keuangan. daftar utang piutang. dokumen-dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain wajib disimpan di Indonesia. • Wajib Pajak Oarang Pribadi. F. Menentukan urutan barang yang akan dilelang d. di tempat kegiatan atau di tempat tinggal • Wajib Pajak Badan. e. angka arab. diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin. Sebelum Pelaksanaan lelang. catatan-catatan. dan biaya pembatalan lelang dan melaporkan pelunasan tersebut kepada Kepala KPP yang bersangkutan. d. KEWAJIBAN MENYELENGGARAKAN PENCATATAN (250304 ) PEMBUKUAN DAN Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh Wajib Pajak untuk dapat menyelenggarakan pembukuan ? Syarat-syarat penyelenggaraan pembukuan/pencatatan: a. Buku-buku. mendapat kesempatan terakhir untuk melunasi utang pajak termasuk biaya penyitaan. b. iklan. sekurang-kurangnya terdiri dari catatan yang dikerjakan secara teratur keadaan kas dan bank. Pembukuan atau pencatatan dan dokumen yang menjadi dasarnya serta dokumen lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak harus disimpan selama sepuluh tahun.14 - b. dan membuat neraca dan perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. satuan mata uang rupiah.. menerima Salinan Surat Paksa dan Salinan Berita Acara Penyitaan c. c.

Wajib Pajak Penanaman Modal Asing. 4. yang dikenakan PPN dengan tariff 0% dan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang ditutup dengan menyusun Laporan keuangan berupa neraca dan Perhitungan laba rugi pada setiap akhir Tahun Pajak. mengetahui posisi keuangan dan hasil kegiatan usaha/pekerjaan bebas Siapa saja yang diperkenankan meyelenggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah? Yang dapat melakukan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. Siapa saja yang Wajib menyelenggarakan pembukuan ? Yang wajib memyelenggarakan pembukuan: a. b. mempermudah penghitungan PPN dan PPnBM. c. . yang tidak terutang.15 - Pembukuan adalah proses pencatatan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi tentang: • keadaan harta • kewajiban atau utang • modal • Penghasilan dan biaya • harga perolehan dan penyerahan barang/jasa yang terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Wajib Pajak dalam rangka kontrak karya pertambangan. c. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak. mempermudah pengisian SPT. Wajib Pajak (WP) Badan b. WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Apa tujuan pembukuan ? Tujuan pembukuan: a. 5. Wajib Pajak dalam rangka kontrak bagi hasil. b.. d. 3.

permohonan izin kepada Menteri Keuangan harus dilampiri dengan: • Wajib Pajak yang telah berdiri lebih dari 1 tahun • Fotokopi SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir • Wajib Pajak yang baru berdiri dalam tahun berjalan: .fotokopi Akte Pendirian. mempermudah penghitungan Penghasilan Kena Pajak c.fotokopi NPWP . Direktur Jenderal Pajak atas nama Menteri Keuangan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Keuangan dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan diterima Apa yang dimaksud dengan pencatatan ? Pencatatan: Pencatatan adalah pengumpulan data secar teratur tentang peredaran bruto dan atau penerimaan Penghasilan sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang terutang. mempermudah penghitungan PPN dan PPn BM 7. mempermudah pengisian SPT b. Apa persyaratan bagi Wajib Pajak untuk diperkenankan menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah ? Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyelengggarakan pembukuan dalam bahasa asing dan mata uang selain rupiah: a. Apa tujuan pencatatan bagi Wajib Pajak ? Tujuan pencatatan: a. b. Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. c.. mendapat izin Menteri Keuangan. bahasa asing dan mata uang selain rupiah yang boleh dipergunakan adalah bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat. atau dokumen lain yang serupa (bagi WP BUT) Jika telah memnuhi syarat. e. 6. . 8. Bentuk Usaha tetap (BUT).16 - d.

Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan ? Norma penghitungan adalah pedoman untuk menentukan penghasilann netto Wajib Pajak. b. Dalam hal apa keberatan dapat diajukan ? Keberatan dapat diajukan atas : a. memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama dari tahun buku 3.000. WP Orang Pribadi yang peredaran brutonya di bawah Rp. d. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB). . Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh G.. 600. karena Wajib Pajak tersebut tidak wajib melakukan pembukuan.00 2. Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN). Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). maka Penghasilan nettonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Netto atau cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Wajib Pajak yang tidak menyampaikan pemberitahuan akan menggunakan Norma Penghitungan sebagai dasar penghitungan pajaknya kepada Direktur Jenderal Pajak dianggap memilih untuk menggunakan pembukuan. KEBERATAN DAN BANDING ( 250304 ) Apa yang dimaksud dengan keberatan ? Keberatan adalah cara yang ditempuh oleh Wajib Pajak jika merasa tidak/kurang puas atas suatu ketetapan pajak yang dikenakan kepadanya atau atas pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga.000. menyelenggarakan pencatatan.17 - 9. Wajib Pajak yang tidak sepenuhnya menyelenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau bukti-bukti pendukungnya. Wajib Pajak yang boleh menggunakan Norma Penghitungan : 1. c. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

SKPKBT. Wajib menyatakan alasan-alasan secara jelas. SKPLB. SKPLB.18 - e. SKPN atau sejak dilakukan . b. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. Kapankah Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan ? Jangka waktu pengajuan keberatan: a. SKPN atau sejak tanggal dilakukan pemotongan/pemungutan. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia. Surat keberatan yang diantar langsung ke Kantor Pelayanan Pajak. SKPKBT. 3. Siapa saja yang dapat mengajukan keberatan ? Yang dapat mengajukan keberatan: a. c. d.. Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga. Satu Keberatan harus diajukan untuk satu jenis dan satu tahun/masa pajak.d. Kepada siapa Wajib Pajak mengajukan keberatan ? Pengajuan Keberatan diajukan kepada kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat Wajib Pajak terdaftar. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. b. Wajib menyebutkan jumlah pajak yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak. c. Kuasa yang ditunjuk oleh mereka pada butir a s. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKPKB. Pihak yang dipotong/dipungut pihak ketiga. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya b. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi Wajib Pajak dalam mengajukan keberatan ? Syarat-syarat mengajukan keberatan: a. c diatas. d.

c. Apabila Wajib Pajak merasa kurang puas dengan Putusan Keberatan. SKPLB. Bagi Wajib Pajak Badan oleh Pengurus b. Kuasa Hukum dari butir a dan b Apa saja persyaratan pengajuan banding ? Syarat-syarat dan tatacara pengajuan banding: Surat banding ditulis dalam bahasa Indonesia. SKPN atau sejak dilakukan pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai dengan tanggal bukti pengiriman melalui Kantor Pos dan Giro. Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan apakah Wajib Pajak masih tetap berkewajiban melunasi utang pajaknya ? Pengajuan Keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak dan pelaksanaan penagihan pajak.. . Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah yang bersangkutan atau ahli warisnya c. apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak selanjutnya ? Jika Wajib Pajak masih kurang puas juga atas keberatannya maka ia dapat mengajukan Banding. 7. 8. 9. maka jangka waktu 3 bulan dihitung sejak tanggal SKPKB. Dalam jangka waktu 3 bulan sejak keputusan yang dibanding diterima. SKPKBT. Surat keberatan yang dikirim melalui pos (harus dengan pos tercatat).19 - pemotongan/pemungutan oleh pihak ketiga sampai saat keberatan diterima oleh Kantor Pelayanan Pajak. 11. Kepada siapa Banding dapat diajukan oleh Wajib Pajak ? Banding ditujukan ke Pengadilan Pajak. Siapa saja yang dapat mengajukan permohonan banding ? Yang dapat mengajukan banding ke Pengadilan Pajak: a.

20 - Terhadap satu keputusan diajukan satu surat banding. Dilampiri salinan Surat Keputusan yang dibanding. Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal diterima surat keputusan yang dibanding. sepanjang utang pajak sebagaimana dimaksud dalam SKBKB . untuk selama-lamanya 24 bulan. Jumlah pajak yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50%. Bagaimanakah sifat kekuatan hukum Putusan Banding ? Putusan Banding merupakan putusan akhir dan mempunyai kekuatan hukum tetap. H. serta bukan Keputusan Tata Usaha Negara. Dalam hal apa imbalan bunga dapat diberikan kepada Wajib Pajak ? Apabila pengajuan keberatan atau permohonan banding diterima sebagian atau seluruhnya. Apa pengertian Surat Uraian Banding ? Surat Uraian Banding adalah surat terbanding kepada Pengadilan Pajak yang berisi jawaban atas alasan banding yang diajukan oleh pemohon banding. IMBALAN BUNGA ( 250304 ) Jenis ketetapan pajak apa saja yang diberikan imbalan bunga sehubungan dengan Keputusan Keberatan atau Putusan Banding ? Imbalan bunga hanya diberikan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% sebulan. Dalam hal yang bagaimana imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Apabila pengajuan keberatan atau banding diterima sebagian atau seluruhnya..

karena dalam Pasal 27A Undang-undang KUP diatur dengan tegas bahwa imbalan bunga atas kelebihan pembayaran pajak hanya diberikan sepanjang utang pajak tersebut sebagaimana dimaksud dalam SKPKB atau SKPKBT.. . 4. PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN (250304) Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi? Dalam hal sanksi administrasi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Pajak atau bukan karena kesalahannya. Dalam hal bagaimana Direktur Jenderal Pajak dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak.21 - atau SKPKBT telah dibayar yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak. I. apakah atas putusan BPSP/Pengadilan Pajak yang dibacakan (diputus) sejak Tahun Pajak 2001 untuk SKPLB yang diajukan banding masih diberikan imbalan bunga ? Tidak diberikan imbalan bunga. Direktur Jenderal Pajak secara jabatan dapat mengurangkan atau membatalkan ketetapan pajak apabila diketahui bahwa ketetapan pajak tersebut tidak benar dengan berlandaskan unsur keadilan. Apabila Wajib Pajak mengajukan banding atas SKPLB ke Badan Penyelesaian Pajak untuk Tahun Pajak 2001. PENGURANGAN. Bagaimana perhitungan imbalan bunga diberikan sehubungan dengan Keputusan Keberatan dan Putusan Banding ? Perhitungan imbalan bunganya adalah sebesar 2 % (dua persen) sebulan untuk paling lama 24 (dua puluh empat) dari besarnya kelebihan pembayaran pajak yang dikembalikan yang dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran pajak sampai dengan diterbitkannya Keputusan Keberatan atau Putusan Banding. misalnya karena tidaktelitian petugas pajak. 1. 2.

atau menggunakan tanpa hak NPWP atau NPPKP. b. TINDAK PIDANA DI BIDANG PERPAJAKAN ( 250304 ) 1. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. Tidak mendaftar diri.22 - J. Berapa lama jangka waktu daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan ? Daluwarsa tindak pidana di bidang perpajakan adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kealpaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kealpaan jika: a. atau dokumen lainnya. pencatatan atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan. Memperlihatkan pembukuan. c. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. berakhirnya masa pajak. Menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. e. Dalam hal apa Wajib Pajak dapat dinyatakan melakukan kesengajaan ? Wajib Pajak dinyatakan melakukan kesengajaan jika : a. Menyampaiakan Surat Pemberitahauan tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar.. 2. Tidak menyampaikan SPT. . Tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. b. berakhirnya masa pajak. Tidak menyetor pajak yang telah dipotong sehingga menimbulkan kerugian pada negara. Sedangkan pelanggaran yang menyangkut tindak pidana perpajakan dikenakan sanksi pidana. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau . Sanksi apa yang dikenakan terhadap Wajib pajak yang melakukan pelanggaran ? Pelanggaran terhadap kewajiban administrasi perpajakan yang dilakukan Wajib Pajak dapat dikenakan sanksi administrasi. f. catatan. d. atau menyalah gunakan.

dipidana selamalamanya dua tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. diancam pidana selama-lamanya satu tahun dan denda setinggitingginya sepuluh juta rupiah b..Memberikan keterangan/bukti yang tidak benar. Kealpaan. Sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak ? Sanksi yang dapat dikenakan terhadap Pejabat yang melakukan pelanggaran atas larangan mengungkapkan kerahasiaan Wajib Pajak dapat diancam sanksi pidana: a. 4. . 5. . Sanksi apa saja yang dikenakan kepada pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan ? Sanksi terhadap pihak ketiga berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan : a.Tidak memberikan keterangan/bukti. Kesengajaan. Pihak ketiga yang dengan sengaja menghalangi atau mempersulit penyidikan tindak pidana perpajakan diancam penjara selamalamanya tiga tahun dan denda setinggi-tingginya sepuluh juta rupiah.23 - berakhirnya bagian tahun pajak atau berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. b. dipidana kurungan selama-lamanya satu tahun dan denda setinggi-tingginya dua juta rupiah. Pihak ketiga yang dengan sengaja : .

 orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.. Siapa Subjek Pajak ? Subjek Pajak terdiri dari Subjek Pajak dalam negeri dan Subjek Pajak luar negeri.  badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. • Subjek Pajak luar negeri adalah :  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia. • Subjek Pajak dalam negeri adalah :  orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia.  warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan.  orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.  badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia. menggantikan yang berhak. . SUBJEK PAJAK (250304 ) 1.  orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.24 - PAJAK PENGHASILAN A.  orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

UU Pajak Penghasilan menganut resident principle untuk Wajib Pajak dalam negeri dan source principle untuk Wajib Pajak luar negeri. 3). 2.  berakhir pada saat meninggal dunia atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Wajib Pajak luar negeri non-BUT : 1). wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. tidak wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan. c. . b. karena kewajiban pajaknya dipenuhi melalui pemotongan pajak yang bersifat final.. Kapan bermula dan berakhirnya kewajiban pajak subjektif ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri :  dimulai pada saat orang pribadi tersebut dilahirkan. dikenakan pajak hanya atas penghasilan yang berasal dari sumber penghasilan di Indonesia. yakni sebagai berikut : a. namun terbatas pada penghasilan yang bersumber dari Indonesia. yang terlihat dari perlakuan pajaknya. Wajib Pajak luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT : pemenuhan kewajiban perpajakannya dipersamakan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam negeri.25 - yang yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. Wajib Pajak dalam negeri : 1). berdasarkan penghasilan neto dengan tarif umum. 3). 2). berada. atau berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia. 2). berdasarkan penghasilan bruto dengan tarif pajak sepadan. • Wajib Pajak badan dalam negeri :  dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia. dikenakan pajak atas penghasilan baik yang diterima atau diperoleh dari Indonesia dan dari luar Indonesia.

• Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik. dengan syarat :  Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut.  berakhir pada saat warisan tersebut selesai dibagi. dan  di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut.26 -  berakhir pada saat dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia.. 3. • Warisan yang belum terbagi :  dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut. dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka.  berakhir pada saat tidak lagi menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. • Wajib Pajak Orang pribadi atau badan luar negeri non-BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia. • Wajib Pajak orang pribadi atau badan luar negeri yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT :  dimulai pada saat orang pribadi atau badan tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui BUT. • Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian .  berakhir pada saat tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan tersebut. dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing. Siapa yang bukan Subjek Pajak ? • Badan perwakilan negara asing. serta  negara yang bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik.

dengan nama dan dalam bentuk apapun.. • Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta. kecuali yang diberikan kepada . uang pensiun. atau pengambilalihan usaha. atau imbalan dalam bentuk lainnya. gratifikasi. bonus. upah. persekutuan dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham. dengan syarat :  bukan warga negara Indonesia. komisi. dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. atau anggota. Apa yang menjadi Objek Pajak ? Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak. dan penghargaan.  keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah. pemecahan. • Laba usaha. seperti : gaji. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. honorarium. sekutu. bantuan atau sumbangan. persekutuan. • Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan. peleburan.  keuntungan karena likuidasi. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. pemekaran. tunjangan. • Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.  keuntungan yang diperoleh perseroan. seperti :  keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan.27 - pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. dan  tidak menjalankan usaha atau kegiatan atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia. meliputi antara lain : • Imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa. penggabungan. B.

termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. • Royalti.. dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan imbalan karena jaminan pengembalian utang. • Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. • Bunga termasuk premium. diskonto. • Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya. Premium terjadi apabila misalnya surat obligasi dijual di atas nilai nominalnya sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai nominalnya. kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. • Keuntungan karena pembebasan utang. • Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.28 - keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. Pengertian ‘bunga’ termasuk pula premium. kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. • Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. • Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi. • Dividen. • Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. • Premi asuransi. pekerjaan. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Pengertian ‘dividen’ termasuk pula : . sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. • Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan.. b.29 - Pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung. dengan nama dan dalam bentuk apapun. formula. atau rahasia perusahaan. Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham. d. Yang dimaksud dengan alat-alat industri. hak atas harta tak berwujud. misalnya hak atas alat-alat industri. termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut. kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah. Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran. Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan. g. c. Pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota koperasi. komersial. merek dagang. Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan. misalnya hak pengarang. dan ilmu pengetahuan. komersial dan ilmu pengetahuan adalah setiap peralatan yang mempunyai nilai intelektual. j. b. i. Bagian laba yang diterima oleh pemegang polis. k. hak atas harta berwujud. Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor. l. f. Pembagian laba dalam bentuk saham. h. paten. . Pengertian ‘royalti’ adalah imbalan sehubungan dengan penggunaan : a. Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba. misalnya peralatan-peralatan yang digunakan di beberapa industri khusus a. e. Bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi. Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan.

dan sebagainya. • Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan. • Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. • Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat.. Ciri dari informasi dimaksud adalah bahwa informasi tersebut telah tersedia sehingga pemiliknya tidak perlu lagi melakukan riset untuk menghasilkan informasi tersebut. yang dapat diberikan oleh setiap orang yang mempunyai latar belakang disiplin ilmu yang sama. yaitu informasi yang belum diungkapkan secara umum. ahli hukum. atau bidang usaha lainnya. pekerjaan. Tidak termasuk dalam pengertian informasi di sini adalah informasi yang diberikan oleh misalnya akuntan publik. asuransi dwiguna. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. walaupun mungkin belum dipatenkan.30 - seperti anjungan pengeboran minyak (drilling rig). c. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak. atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan. 2. Apa yang bukan Objek Pajak ? • Bantuan sumbangan. informasi. • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. dan asuransi bea siswa. • Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal. atau ahli teknik sesuai dengan bidang keahliannya. koperasi. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : . misalnya pengalaman di bidang industri. kepemilikan. sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. • Warisan. asuransi kecelakaan. asuransi jiwa. Badan Usaha Milik Negara. atau Badan Usaha Milik Daerah.

firma. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.. perkumpulan. dan  sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. . dan  bagi perseroan terbatas. • Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. menengah.31 -  dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia ( force of attraction rule ). dengan syarat badan pasangan usaha tersebut :  merupakan perusahaan kecil. Apa yang menjadi Objek Pajak BUT ? • Penghasilan dari usaha atau kegiatan BUT tersebut dan dari harta yang dimiliki atau dikuasai • Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan. • Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia. BUMN / BUMD yang menerima dividen. penjualan barang. . persekutuan. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai. • Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas sahamsaham. • Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan kongsi. • Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak.

premi asuransi. dengan syarat : 1). • Kerugian dari selisih kurs mata uang asing.. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. • Penyusutan atas harta berwujud dan amortisasi atas hak dan biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun • Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan • Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan. menagih. royalti. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang.32 - • Penghasilan tersebut dalam Pasal 26 UU Pajak Penghasilan yang diterima atau diperoleh kantor pusat. dan 2). bonus. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba-rugi komersial. magang. dan memelihara penghasilan. dan pelatihan. termasuk biaya pembelian bahan. biaya perjalanan. gaji. • Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia. biaya administrasi. sewa. biaya pengolahan limbah. KENA PAJAK (250304 ) PENGHITUNGAN PENGHASILAN . dan memelihara penghasilan. • Biaya bea siswa. dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi : • Biaya untuk mendapatkan. Apa yang boleh dikurangkan ? Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. menagih. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) atau adanya perjanjian tertulis . gratifikasi. sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan yang memberikan penghasilan dimaksud ( effective connection rule ). honorarium. bunga. dan pajak kecuali Pajak Penghasilan. C. • Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih.

Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada DJP..00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami. dan memelihara penghasilan yang merupakan Objek Pajak Dengan demikian biaya atau pengeluaran untuk mendapatkan. • Rp 2. Untuk dapat dikurangkan atau dibebankan dalam penghitungan Penghasilan Kena Pajak.000.00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah / semenda dalam garis keturunan lurus serta anak . tidak boleh dikurangkan atau dibebankan.880. dan 3).000. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan Objek Pajak. Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. Berapa besarnya PTKP ? • Rp 2. Biaya bunga atas pinjaman yang dipergunakan untuk membeli saham tidak boleh dikurangkan atau dibebankan. • Rp 1. dan 4).440.440.000.33 - • • mengenai penghapusan piutang / pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan.00 tambahan untuk Wajib Pajak yang berstatus kawin. telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. biaya atau pengeluaran tersebut harus mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan.880. Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak ( PTKP ). .000. menagih. biaya administrasi kantor pusat yang boleh dikurangkan adalah biaya yang berkaitan dengan usaha atau kegiatan BUT. Akan tetapi dalam hal ini biaya bunga pinjaman tersebut dapat dikapitalisasi sebagai penambah harga perolehan saham. • Rp 1. menagih.00 untuk diri Wajib Pajak ybs. apabila dividen yang diterimanya bukan merupakan Objek Pajak. yang besarnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.

• Penghasilan suami-isteri dikenakan pajak secara terpisah dalam hal :  suami-isteri telah hidup berpisah. 3. cadangan untuk usaha asuransi. . yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.. Apa yang tidak boleh dikurangkan ? Dalam menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. kecuali penghasilan yang berasal dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas orang tuanya. dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. 4. paling banyak tiga orang. dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis. • Penghasilan anak yang belum dewasa digabung dengan penghasilan orang tuanya.  dikehendaki oleh suami-isteri yang bersangkutan berdasarkan perjanjian tertulis. Bagaimana perlakuan pajak bagi wanita yang berstatus kawin dan anak yang belum dewasa ? • Penghasilan wanita yang berstatus kawin digabung dengan penghasilan suaminya. • Pembentukan atau pemupukan dana cadangan. atau anggota.34 - angkat. sekutu. tidak boleh dikurangkan : • Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun. Besarnya PTKP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan Keputusan Menteri Keuangan. seperti : dividen. kecuali penghasilan yang berasal dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha atau pekerjaan bebas suaminya. yang menjadi tanggungan sepenuhnya. dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan. • Biaya atau pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemegang saham. kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi.

paten. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan. asuransi kecelakaan. dan warisan yang bukan merupakan Objek Pajak. • Pajak Penghasilan. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. pembayaran kepada kantor pusat yang tidak boleh dikurangkan adalah :  royalti atau imbalan lainnya sehubungan dengan penggunaan harta. • gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi. • Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan. dan asuransi bea siswa. denda. • Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.35 - • Premi asuransi kesehatan. firma. • Biaya atau pengeluaran pribadi Wajib Pajak yang bersangkutan atau orang yang menjadi tanggungannya. atau hak-hak lainnya. kecuali zakat atas penghasilan yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan. • Harta yang dihibahkan. asuransi dwiguna. • Sanksi administrasi berupa bunga. • Dalam menentukan besarnya laba suatu BUT. .. asuransi jiwa. bantuan atau sumbangan.

36 -  imbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa lainnya. pemecahan. • Nilai perolehan atau pengalihan harta yang dialihkan dalam rangka likuidasi. PENILAIAN HARTA DAN PERSEDIAAN BARANG (250304 ) 1. D. sama dengan nilai sisa buku dari pihak yang melakukan pengalihan atau nilai yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.  bunga. • Nilai perolehan atau nilai penjualan dalam hal terjadi tukarmenukar harta adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima. kecuali bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan. . Bagaimana cara penilaian harga perolehan atau harga jual / pengalihan harta dan cara penilaian persediaan barang ? • Harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima. kecuali ditetapkan lain oleh Menteri Keuangan. atau pengambilalihan usaha adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. . pemekaran. peleburan.. Bagaimana perlakuan pajak terhadap kerugian fiskal ? Dalam hal penghasilan bruto setelah pengurangan menghasilkan kerugian. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah :  yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan. maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan Penghasilan Kena Pajak mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan lima tahun. penggabungan.

37 -  yang tidak memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak bagi yang menerima pengalihan.. menagih. • Khusus bangunan hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus. PENYUSUTAN DAN AMORTISASI (250304 ) Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud. • Persediaan dan pemakaian persediaan untuk penghitungan harga pokok dinilai berdasarkan harga perolehan yang dilakukan secara rata-rata atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama ( FIFO ). hak guna usaha. PENILAIAN PERUSAHAAN (250304 ) KEMBALI AKTIVA TETAP Apa dan bagaimana ketentuan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan peraturan tentang penilaian kembali aktiva dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga. kecuali untuk harta yang masih • F. E. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. dan memelihara penghasilan dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. Bagaimana cara penyusutan harta berwujud . hak guna bangunan. sama dengan nilai pasar dari harta tersebut. 1. • Dasar penilaian harta yang dialihkan dalam rangka penyetoran modal ( inbreng ) bagi badan yang menerima pengalihan. • Penyusutan untuk pertama kali dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran. dan hak pakai. kecuali tanah yang berstatus hak milik. yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan.

Bagaimana cara amortisasi harta tak berwujud ? • Amortisasi atas pengeluaran harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan.. dan memelihara penghasilan.38 - • dalam proses pengerjaan dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut. • Pengeluaran untuk biaya pendirian dan biaya perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun terjadinya pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. . menagih. dan hak pakai yang dipergunakan untuk mendapatkan. dilakukan dengan metode garis lurus ( straight-line method ) dan atau metode saldo menurun ( declining balance method ) secara taat azas. menagih. hak guna usaha. • Dasar penyusutan atas harta yang telah dilakukan penilaian kembali ( revaluasi ) adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut. • Apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta. • Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak. • Menteri Keuangan menetapkan jenis-jenis harta yang termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud dan ketentuan khusus mengenai penyusutan atas harta berwujud yang dimiliki dan digunakan dalam usaha tertentu. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta atau pada tahun terjadinya penggantian asuransi atas persetujuan Direktur Jenderal Pajak.

maka jumlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak yang mengalihkan. G. yang peredaran atau penghasilan brutonya dalam satu tahun kurang dari Rp 600.000. Apabila terjadi pengalihan harta dalam rangka bantuan sumbangan atau hibah berupa harta tak berwujud yang memenuhi syarat sebagai bukan Objek Pajak. Pengeluaran sebelum operasi komersial dikapitalisasi dan diamortisasi sesuai dengan table masa manfaat dan tarif amortisasi. Siapa yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.. yang dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak. • Apabila terjadi pengalihan harta tak berwujud atau hak-hak lainnya. . Besarnya batasan peredaran bruto dapat diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan. maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah yang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun terjadinya pengalihan tersebut.00.000.39 - • • • Amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain di bidang penambangan minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi. NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN KENA PAJAK (250304 ) Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Penghasilan Neto ? • Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha atau pekerjaan bebas yang merupakan standar umum besarnya penghasilan neto yang dianggap normal atau wajar.

maka dianggap memilih menyelenggarakan kewajiban pembukuan. • Perusahaan dagang asing. Wajib Pajak yang bersangkutan wajib menyelenggarakan pencatatan sebagai pengganti tidak menyelenggarakan kewajiban pembukuan. • Wajib Pajak tertentu lainnya. 4. maka penghasilan netonya dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau cara lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Apabila Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak. • Perusahaan asuransi luar negeri. • Perusahaan yang melakukan investasi dengan pola ‘bangunguna-serah’ ( build-operate-transfer ). gas dan panas bumi. Norma Penghitungan Khusus Wajib Pajak tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.. Apabila ternyata Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan kewajiban pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau pembukuan atau buktibukti pendukungnya. Apa yang dimaksud dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Norma Penghitungan Khusus adalah persentase tertentu dari peredaran atau penghasilan bruto usaha untuk menghitung penghasilan neto dari Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat dihitung berdasarkan ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak. .40 - • • • • Wajib Pajak yang bersangkutan wajib memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu tiga bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan. Wajib Pajak tertentu mana saja yang dikenakan pajak dengan Norma Penghitungan Khusus ? • Perusahaan pelayaran dan penerbangan internasional. . • Perusahaan pengeboran minyak.

Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang diterima oleh :  Pejabat Negara. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. Apa objek pemotongan pajak ? • Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan.  Pensiunan termasuk janda atau duda dan atau anak-anaknya. berupa gaji kehormatan dan tunjangan lain yang terkait atau imbalan tetap sejenisnya.. berupa uang pension dan tunjangantunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan uang pensiun. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan . . . tunjangan.41 - H.  Pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI / POLRI. jasa. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri. uang tebusan pension yang dibayar oleh dana pensiun. dan uang pensiun. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah. berupa gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang sifatnya tetap dan terkait dengan gaji. (250304 ) PELUNASAN PAJAK DALAM TAHUN BERJALAN Pemotongan PPh Pasal 21 1. atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun. yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil Golongan II/d ke bawah dan Anggota TNI / POLRI berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah. • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain dengan nama apapun selain gaji.

00 sebulan. PPh Pasal 21 ditanggung oleh Pemerintah . 5. • Badan yang membayar honorarium atau pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan jasa termasuk jasa tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. 6. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Pada umumnya berlaku tarif umum. • bendaharawan pemerintah yang membayar gaji. . upah.000.42 - Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja. atau kegiatan. Siapa pemotong pajak ? • Pemberi kerja yang membayar gaji.000.1. Siapa bukan pemotong pajak ? • Badan perwakilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional. kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah. • Penghasilan berupa gaji. tunjangan. dan pembayaran lain. • dana pensiun atau badan lain yang membayarkan uang pensiun dan pembayaran lain dengan nama apapun dalam rangka pensiun.00.000. yang diterima oleh pekerja yang bekerja sebagai pegawai tetap atau pegawai tidak tetap pada satu pemberi kerja dengan gaji.2. Penghasilan apa saja yang dikenakan PPh Pasal 21 yang bersifat final dan berapa tarifnya ? • Penghasilan berupa honorarium dan imbalan lain yang dibebankan kepada Keuangan Negara atau Keuangan Daerah. upah. honorarium. upah.00 sebulan.000. serta imbalan lainnya dari pekerjaan yang diberikan dalam bentuk uang sampai dengan sejumlah Rp.000. honorarium. serta imbalan lainnya dalam bentuk uang tidak melebihi Rp.000. 4. • penyelenggara kegiatan yang melakukan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan. 7..25. upah. dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. sehubungan dengan pekerjaan. tunjangan. jasa. sampai dengan sejumlah Rp.

. dan Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus oleh Badan Penyelenggara Pensiun atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja.000. Anggota TNI / POLRI ( kecuali berpangkat Pembantu Letnan Satu ke bawah ) dan pensiunan. • Pembayaran yang berjumlah tidak lebih dari Rp. 2. Siapa yang dikenakan pemungutan pajak ? • Pemasok barang kepada Pemerintah. gas. Apa objek pemungutan pajak ? • Pembelian barang oleh Pemerintah. Pegawai Negeri Sipil ( kecuali Golongan II/d ke bawah ). • Pembelian / penjualan barang di bidang usaha tertentu. dikenakan tarif sebesar 15%. dan benda pos. • . Apa yang tidak dikenakan pemungutan pajak ? Impor dan atau penyerahan barang yang berdasarkan UU Pajak Penghasilan tidak terutang pajak. • Pembayaran untuk pembelian BBM. • Impor barang yang dibebaskan dari Bea Masuk dan atau PPN ( 18 jenis ). dikenakan tarif sebesar 25%.00.43 - yang diterima oleh Pejabat Negara. • Penghasilan berupa hadiah undian. 3. Pemungutan PPh Pasal 22 1. • Penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berupa uang pesangon. dikenakan tarif progresif sebesar 5% sampai dengan 25%. • Impor barang.1. • Impor barang sementara yang nyata-nyata akan diekspor kembali. • Pemasok / pembeli barang dari badan-badan tertentu. air minum / PDAM. listrik.000. • Importir / pengimpor barang. uang tebusan pensiun yang dibayar oleh dana pensiun.

pengerjaan dan pengujian.. kertas. TELKOM. • Berapa besarnya tarif pemungutan pajak ? Atas impor barang : 5. pertanian. 4. atas penjualan hasil produksi di dalam negeri. • BUMN / BUMD. super TT / pertamax plus. atas pembelian barang dengan dana APBN / APBD. . • Pembayaran dana Jaring Pengaman Sosial ( JJS ) oleh KPKN. • DJA. dan bank-bank BUMN. yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. PT. yang ditunjuk oleh Kepala KPP. perkebunan. PT. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang industri produk bahan bakar migas ( premix / pertamax.44 - • Emas batangan untuk diproses menjadi perhiasan dan ditujukan untuk ekspor. dan perikanan. • Industri dan eksportir di sektor perhutanan. PT. Garuda Indonesia. baja ( hulu ). Siapa pemungut pajak ? • Bank devisa dan DJBC. atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. • PT. atas pembelian barang dengan dana baik dari APBN / APBD maupun dari non-APBN / APBD. atas penjualan hasil produksinya. • Bank Indonesia. PT. • Impor kembali barang yang sama yang sebelumnya telah diekspor dan barang yang telah diekspor untuk tujuan perbaikan. atas pembelian barang. dan otomotif. Krakatau Steel.PLN. • Badan usaha industri semen. Perum BULOG. Indosat. PT. rokok. PERTAMINA. PT. atas impor barang. dan gas ). • Pembayaran untuk pembelian gabah dan atau beras oleh Perum BULOG. Bendaharawan Pemerintah Pusat / Daerah.

5% dari nilai impor. sebesar 7. 1. • Bunga.5% dari nilai impor. Penjelasan : Nilai impor adalah nilai yang menjadi dasar penghitungan Bea Masuk yaitu Cost. sebesar 7.5% dari harga jual lelang.45 -  Yang menggunakan API. sebesar 1. sebesar 2.5% dari harga pembelian. Pemotongan PPh Pasal 23 Apa objek pemotongan pajak ? • Dividen. PERTAMINA dan badan usaha lainnya di bidang BBM : • Atas pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul untuk keperluan diolah / diekspor. • Royalti.  Yang tidak dikuasai. . sebesar 1.5% dari harga pembelian. • Atas pembelian barang oleh Pemerintah dan BUMN / BUMD.. Insurance and Freight ( CIF ) ditambah Bea Masuk dan pungutan impor lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan pabean. • Hadiah dan penghargaan. • sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.  Yang tidak menggunakan API. • Atas penjualan hasil produksi tertentu : • Atas penjualan hasil produksi PT. selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. • bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.

dan kongsi. sebagai pihak yang wajib membayarkan penghasilan. Subjek Pajak badan dalam negeri. Siapa pemotong pajak ? • Badan Pemerintah. penyelenggara kegiatan. • Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. .46 - • imbalan sehubungan dengan jasa teknik. jasa konstruksi. • Bagian laba yang diterima anggota CV yang modalnya tidak terbagi atas saham.. 5. persekutuan. Apa dan siapa yang tidak dikenakan pemotongan pajak ? • Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. jasa manajemen. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? • Sebesar 15% dari jumlah bruto. atas dividen. • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. 4. firma. jasa konsultan. • Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi. 2. ( inter-corporate dividend ) yang diterima oleh PT. • Bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. serta hadiah dan penghargaan. BUMN / BUMD. bunga. perkumpulan. 3. BUT. royalti. dan koperasi yang memenuhi persyaratan tertentu • Bunga obligasi yang diterima reksa dana selama lima tahun pertama sejak tanggal pendirian atau tanggal kontrak. • Dividen. Siapa yang dikenakan pemotongan pajak ? Wajib Pajak dalam negeri dan BUT. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21.

atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada. KREDIT PAJAK LUAR NEGERI ( PPH PASAL 24 ) (250304 ) 1. jasa konstruksi. Bagaimana ketentuan pengkreditan Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri ? • Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dapat dikreditkan dengan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan dalam tahun pajak yang sama.  Penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak. • Besarnya kredit pajak yang dapat diperhitungkan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan UU Pajak Penghasilan ( ordinary tax credit per country basis ). jasa manajemen. adalah negara tempat harta tersebut terletak. atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi.  imbalan sehubungan dengan jasa teknik. royalti. dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak. pekerjaan. royalti. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto.  Penghasilan berupa bunga. jasa konsultan. adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut bertempat kedudukan. adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga. atas :  sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. • Sumber penghasilan ( source of income ) : Untuk keperluan pengkreditan Pajak Penghasilan luar negeri. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. dan kegiatan. adalah negara .47 - • • Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final. sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut :  Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya.  Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa..

 Penentuan sumber penghasilan lainnya menggunakan prinsip yang sama. J. yaitu :  Wajib Pajak berhak atas kompensasi kerugian. • Dalam hal-hal tertentu. • Khusus besarnya angsuran pajak yang harus dibayar untuk bulan-bulan ( dua bulan pertama ) sebelum batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. maka besarnya angsuran pajak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pajak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutnya setelah bulan penerbitan surat ketetapan pajak.48 - tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada. PPh Pasal 22. • Apabila dalam tahun pajak berjalan diterbitkan surat ketetapan pajak untuk tahun pajak yang lalu.  Wajib Pajak memperoleh penghasilan tidak teratur. ditetapkan sama dengan besarnya angsuran pajak untuk bulan terakhir tahun pajak yang lalu. PEMBAYARAN SENDIRI ANGSURAN BULANAN DALAM TAHUN BERJALAN ( PPH PASAL 25 ) (250304 ) 1. dan PPh Pasal 24 atas penghasilan teratur tahun pajak yang lalu tersebut. dikurangi dengan kredit pajak PPh Pasal 21 ( khusus bagi WP orang pribadi ). PPh Pasal 23. adalah negara tempat BUT tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan.. dibagi 12 atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak. .  Penghasilan BUT. Bagaimana ketentuan pembayaran angsuran bulanan oleh Wajib Pajak sendiri ? • Besarnya angsuran bulanan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan teratur menurut SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak yang lalu.

Bagaimana ketentuan penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun ? . • Khusus bagi Wajib Pajak baru.  Wajib Pajak diberikan perpanjangan jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. • Bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. BUMN / BUMD.49 -  SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang lalu disampaikan setelah lewat batas waktu yang ditentukan.. kecuali apabila Wajib Pajak yang bersangkutan menerima atau memperoleh penghasilan lain yang tidak dikenakan PPh final. angsuran bulanan merupakan pelunasan pajak yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan ( menjadi bersifat final pada akhir tahun ). bank.  Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan Pajak Penghasilan yang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan. dan Wajib Pajak tertentu lainnya termasuk Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. • Bagi Wajib Pajak orang pribadi yang bertolak ke luar negeri. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Pajak. wajib membayar pajak ( Fiskal Luar Negeri ) yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PADA AKHIR TAHUN BAGI WAJIB PAJAK DALAM NEGERI DAN BUT (250304 ) 1. cara penghitungan besarnya angsuran bulanan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.  terjadi perubahan keadaan usaha atau kegiatan Wajib Pajak. K.

 PPh Pasal 26 ayat (5).  PPh Pasal 24 ( kredit Pajak LN ). maka kekurangan pajak yang terutang harus dilunasi selambatlambatnya tanggal 25 bulan ke tiga setelah tahun pajak berakhir. • Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih besar dari kredit pajakdan angsuran bulanan.  PPh Pasal 23.  PPh Pasal 25. 1 PENGHASILAN TERTENTU YANG DIKENAKAN PAJAK TERSENDIRI ( PASAL 4 AYAT 2 ) (250304 ) Bagaimana ketentuan pengenaan pajak atas penghasilan tertentu yang diatur tersendiri ? Pengenaan pajak atas penghasilan tertentu tidak didasarkan atas ketentuan umum penghitungan Penghasilan Kena Pajak maupun penerapan Norma Penghitungan. . yaitu PPh final yang berubah sifat menjadi kredit pajak karena perubahan status Subjek Pajak luar negeri menjadi Wajib Pajak dalam negeri. berupa :  PPh Pasal 21 ( khusus WP orang pribadi ). L. • Apabila pajak yang terutang pada akhir tahun pajak lebih kecil dari kredit Pajak dan angsuran bulanan. maka kelebihan pembayaran pajak dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan.50 - • Pajak Penghasilan yang terutang pada akhir tahun dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak dikalikan tarif umum. melainkan berdasarkan penerapan tarif efektif atas peredaran atau penghasilan bruto atau dasar pengenaan pajak lainnya ( presumptive tax ) yang diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah. sebelum SPT Tahunan disampaikan. dikurangi dengan kredit pajak dan angsuran bulanan yang telah dibayar atau telah ditetapkan untuk tahun pajak yang bersangkutan..  PPh Pasal 22.

• pensiun dan pembayaran berkala lainnya. pekerjaan. . Tarif sebesar 10% dari jumlah bruto dan bersifat final. dan tambahan pembayaran pajak untuk saham pendiri sebesar 0. • Penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan atau bangunan. M.51 - 2 Penghasilan tertentu apa saja yang pengenaan pajaknya diatur tersendiri dan berapa tarifnya ? • Bunga deposito dan tabungan lainnya serta diskonto SBI. diskonto. premi swap dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang. Tarif sebesar 5% dari harga jual dan bersifat final bagi Wajib Pajak orang pribadi. sewa.. PEMOTONGAN PAJAK ATAS PENGHASILAN SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI NON-BUT ( PPh PASAL 26 ) (250304 ) tongan pajak ? • • • • dividen. bunga. dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. Tarif sebesar 20% dari jumlah bruto dan bersifat final. Premi asuransi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi luar negeri. • royalti. tidak bersifat final bagi Wajib Pajak badan.1% dari harga jual yang bersifat final.5% dari harga saham perdana yang bersifat final atau dapat memilih perlakuan berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan. Penghasilan dari penjualan harta di Indonesia. dan kegiatan. • Penghasilan dari persewaan harta berupa tanah dan bangunan. • hadiah dan penghargaan. termasuk premium. • imbalan sehubungan dengan jasa. • Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek. Tarif sebesar 0.

kecuali untuk penghasilan dari penjualan harta dan premi asuransi dihitung dari perkiraan penghasilan neto. dari jumlah bruto yang terutang atau dibayarkan. N. kecuali: • pemotongan atas penghasilan kantor pusat yang menjadi penghasilan BUT di Indonesia. Siapa pemotong pajak ? Badan pemerintah. atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Apa saja ketentuan khusus anti penghindaran pajak ? • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan besarnya perbandingan antara utang dan modal perusahaan ( debt to equity ratio / DER rule ). . • pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Subjek Pajak luar negeri yang berubah status menjadi Wajib Pajak dalam negeri atau BUT. ketentuan yang diatur dalam P3B yang berlaku mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di Indonesia. Subjek Pajak dalam negeri. BUT. penyelenggara kegiatan. KETENTUAN KHUSUS ANTI PENGHINDARAN PAJAK ( ANTI AVOIDANCE RULES ) (250304 ) 1.52 • Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi pajak dari suatu bentuk usaha tetap di Indonesia ( branch profit tax ). Penjelasan : Perlu diperhatikan bahwa dalam penerapan ketentuan PPh Pasal 26 ini. Bagaimana sifat pemotongan pajak ? Pemotongan pajak bersifat final. Dengan perkataan lain. ketentuan PPh Pasal 26 berlaku sepanjang menurut P3B yang berlaku hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia sebagai negara sumber ( source country ).. Berapa besarnya tarif pemotongan pajak ? 20 % atau sesuai ketentuan / tarif khusus P3B ( tax treaty ) yang berlaku.

• Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan ( transfer pricing rule ) serta menentukan utang sebagai modal ( hybrid loan recharacterization rule ) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa.53 - • Menteri Keuangan berwenang untuk menetapkan saat diperolehnya dividen oleh Wajib Pajak dalam negeri dari penyertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha yang menjual sahamnya di bursa efek ( controlled foreign corporation / CFC rule ). • Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak ( advance pricng agreement / APA ) dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. ..

atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. mengekspor barang.54 - PAJAK PERTAMBAHAN NILAI. PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA A. memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. Kemudian siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha dalam UU PPN? Pengusaha adalah orang pribadi atau badan yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang. ISTILAH YANG DIGUNAKAN DI BIDANG PPN & PTLL (250304 ) UMUM 1. 2. melakukan usaha perdagangan. mengimpor barang. cukai.. dan/atau pungutan lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk tujuan impor. di wilayah Daearah Pabean Indonesia yang di dalamnya diberlakukan ketentuan-ketentuan khusus di bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean atau dari dalam Daerah Pabean lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea. penyortiran. melakukan usaha jasa. Apakah yang dimaksud dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)? Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak atas konsumsi Barang Kena Pajak (BKP) dan atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan di dalam Daerah Pabean. Apakah pula yang dimaksud dengan Gudang Berikat (GB)? Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. Apakah yang dimaksud dengan Kawasan Berikat (KB)? Kawasan Berikat adalah suatu kawasan dengan batas-batas tertentu. pemotongan. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah . pemberian merek/label. 3. pengepakan. ekspor atau reekspor. 4. pengemasan.

. C.55 - Pabean Indonesia lainnya. Apa kewajiban dari PKP? Secara umum kewajiban PKP adalah : a. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil? Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan BKP dan atau JKP dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600. Barang Kena Pajak (BKP). b. Apa yang termasuk ke dalam objek PPN? Objek PPN dapat dikelompokan ke dalam 2 (dua) macam.. Membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan BKP dan JKP. tidak termasuk Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP. 2. Apakah yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak (BKP)? . Memungut.000. B.000. c. Siapakah yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP)? Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan atau penyerahan JKP dan atau ekspor BKP yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN yang wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. 3. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. yaitu : a. b. menghitung. Jasa Kena Pajak (JKP).(enam ratus juta rupiah). Mengisi dan menyampaikan SPT Masa (paling lambat 20 hari setelah berakhirnya Masa Pajak). PENGUSAHA (250304 ) KENA PAJAK 1. OBJEK PPN (250304 ) 1. dan menyetorkan PPN & PPn BM yang terutang atas penyerahan BKP atau JKP atau ekspor BKP . 2.

dan barang tidak berwujud yang dikenakan PPN. termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan yang dikenakan PPN. penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. e. 5. Dalam hal apakah PPN dikenakan? PPN dikenakan dalam hal : a. penyerahan BKP secara konsinyasi. penyerahan BKP/JKP di dalam Daerah Pabean (DP) yang dilakukan oleh Pengusaha. impor BKP. b. 3. g. pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar DP di dalam DP. b. d.. Apakah yang dimaksud dengan Jasa Kena Pajak (JKP)? Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pelayanan yang berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai. c. d. ekspor BKP oleh PKP. penyerahan hak atas BKP karena suatu perjanjian. pengalihan BKP oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan perjanjian leasing. . c.56 - Barang Kena Pajak adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak. pemanfaatan JKP dari luar DP di dalam DP. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP antar Cabang. yang masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan. atau e. sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan. persediaan BKP dan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan. 4. f. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas BKP. Apakah yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP? Yang termasuk ke dalam pengertian penyerahan BKP adalah : a.

57 - 6. dan g. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. d. restoran. penyerahan BKP kepada makelar sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang. 2. makanan dan minuman yang disajikan di hotel. gas bumi. Apakah terdapat pula jenis barang dan jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. dan f. beras. b. b. c. bijih besi. barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya. gabah. e. emas batangan. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. f. c. pasir dan kerikil. yaitu : a. uang. dan surat-surat berharga. bijih nikel. 4. sagu. Apakah terdapat kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak yang dikecualikan dari pengenaan PPN? Ada. c. yaitu : a.. dan bijih perak. e. garam baik yang berjodium maupun yang tidak berjodium. dan sejenisnya. bijih timah. kedelai. warung. penyerahan BKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan Barang Kena Pajak antar cabang dalam hal PKP memperoleh ijin pemusatan tempat pajak terutang. penyerahan BKP untuk jaminan utang piutang. 3. minyak mentah (crude oil). 7. panas bumi. Kegiatan yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang dikenakan PPN adalah : a. rumah makan. bijih emas. batubara sebelum diproses menjadi briket batubara. jagung. . Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. d. bijih tembaga. b.

pendidikan kejuruan. dan sanatorium 2. Jasa pemadam kebakaran kecuali yang bersifat komersial. Jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial. meliputi : a. pendidikan kedinasan. 4. ahli gigi. Jasa pelayanan rumah ibadah. asuransi. pendidikan luar biasa. d. jasa di bidang pelayanan sosial. d. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. jasa di bidang pendidikan. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. e. e. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko. c. Jasa ahli kesehatan seperti akupuntur. dan f. f. Jasa pelayanan Panti Asuhan dan Panti Jompo. dokter spesialis. Jasa rumah sakit. 5. laboratorium kesehatan. pendidikan keagamaan. b. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. ahli gizi. b. meliputi : a. Jasa pemberian khotbah atau dakwah. jasa di bidang keagamaan. meliputi : a. Jasa pelayanan sosial lainnya kecuali yang bersifat komersial. dan b. seperti kursuskursus . rumah bersalin. 6. Jasa lainnya di bidang keagamaan. Jasa paramedis dan perawat. klinik kesehatan. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. dan g. Jasa dokter hewan. meliputi : a.58 - 8. 3. Jasa kebidanan dan dukun bayi. Apakah pula jenis jasa yang bukan merupakan objek PPN? Jenis jasa yang tidak dikenakan PPN adalah : 1. Jasa dokter umum. Jasa Lembaga Rehabilitasi kecuali yang bersifat komersial. dan dokter gigi.. dan fisioterapi. c. jasa di bidang pelayanan kesehatan medik. dan c. Jasa pemakaman termasuk krematorium. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. b. jasa di bidang perbankan.

9. tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 12. Apakah yang dimaksud dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP)? Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai berupa uang yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak yang terutang. 11.. dapat berupa Harga Jual. jasa di bidang tenaga kerja. 3. jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Impor? 2. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. DASAR PENGENAAN PAJAK (DPP) (250304 ) 1. Nilai Impor. b. Apakah yang dimaksud dengan Penggantian? Penggantian adalah nilai berupa uang. Apakah yang dimaksud dengan Harga Jual? Harga Jual adalah nilai berupa uang. 4. atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. . 7. jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan. dan c. Jasa tenaga kerja. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UndangUndang PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak. 10. Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja jasa di bidang perhotelan. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan JKP. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP. Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang Pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. Nilai Ekspor. jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan. Penggantian. meliputi : a.59 - 8. .

Jasa pengiriman paket : 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih. j. DPP Nilai Lain ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk : a. berupa service charge. f. c. Penyerahan film cerita : perkiraan hasil rata-rata per judul film. Kendaraan bermotor bekas : 10% dari Harga Jual. e. Persediaan BKP yg masih tersisa pd saat pembubaran perusahaan : harga pasar wajar. Apakah yang dimaksud dengan Nilai Ekspor? Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang. Pemberian cuma-cuma BKP dan atau JKP : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. . Apakah yang dimaksud dengan DPP Nilai Lain? Yang dimasud dengan DPP Nilai lain adalah suatu Nilai yang ditetapkan sebagai DPP karena kesulitan dalam menetapkan Harga Jual atau Nilai Penggantian yang sebenarnya. Pemakaian sendiri BKP dan atau JKP : Harga Jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. g. 5. tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang PPN. d. Penyerahan jasa biro perjalanan/biro pariwisata: 10% dari jumlah tagihan atau jumlah yang seharusnya ditagih.. Jasa anjak piutang : 5% dari jumlah seluruh imbalan yang diterima.60 - Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak. b. i. h. provisi dan diskon. Penyerahan media rekaman suara atau gambar : perkiraan Harga Jual rata-rata. 6. Aktiva yg menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan sepanjang PPN atas perolehan aktiva tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan : harga pasar wajar. termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.

k.Penyerahan BKP dan atau JKP. b. Tarif PPN 0% untuk ekspor BKP 2. Namun demikian. Bagaimanakah cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang? Cara menghitung PPN dan PPn BM yang terutang adalah tarif x DPP .61 - l. Berapakah besarnya tarif PPn BM? Tarif PPn BM paling rendah adalah 10% dan paling tinggi 75%. 30%. Berapakah besarnya tarif PPN? Sistem PPN menganut tarif tunggal yaitu sebesar 10%.Impor BKP. 10%.. . 40%. mengingat UU PPN menganut azas “destination principle” dalam pengenaan pajaknya maka untuk kegiatan ekspor dikenakan tarif 0%. Tarif PPN 10% untuk: . Apakah yang dimaksud dengan Pajak Masukan ? Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan . 10%. Kendaraan Bermotor. 50%. 50% dan 75% 3. Penyerahan BKP kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang: adalah harga lelang. 40%. Pengenaan tarif 0% atas ekspor BKP adalah dimaksudkan agar dalam harga barang yang diekspor tidak terkandung PPN. 20%. a. 30%. Tarif PPn BM dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu : a. PAJAK MASUKAN (250304 ) 1. . Non Kendaraan Bermotor. 20%. penyerahan BKP dan atau JKP dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan penyerahan BKP dan atau JKP antar cabang : Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor.Pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean. . TARIF PPN & PPnBM (250304 ) 1. 60% dan 75% b.

Bila Pajak Masukan belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. Bagaimana Pengkreditan Pajak Masukan.62 - BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean dan atau impor BKP. Faktur Pajak belum diterima atau belum dikreditkan. 6. Apakah masih dapat dikreditkan? Faktur Pajak tersebut masih dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak tersebut sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya dan Masa Pajak tersebut belum dilakukan pemeriksaan. apabila dalam suatu Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak. 4. maka jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang berkenaan dengan penyerahan yang terutang pajak. 2.. Kapan Pajak Masukan dikreditkan? Pajak Masukan dikreditkan pada Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Masukan tersebut. Bagaimana apabila sampai dengan 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak. Bagaimana pengkreditan Pajak Masukan. Apakah masih dapat Pajak Masukan tersebut dikreditkan dalam Masa Pajak yang lain? Dalam hal Faktur Pajak lambat diterima atau belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. 3. masih dapat dikreditkan pada Masa Pajak yang tidak sama paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang PM tersebut tidak dibebankan sebagai biaya. Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak? Sepanjang bagian penyerahan yang terutang pajak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan. . apabila dalam suatu Masa Pajak. 5.

station wagon. d. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP .. . Perolehan BKP atau JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sbg PKP.Dalam hal Pajak Masukan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah sebanding dengan jumlah peredaran yang terutang PPN terhadap peredaran seluruhnya. c. 7. jeep. Pengkreditan Pajak Masukan yang dibayar atas perolehan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan untuk unit atau kegiatan usaha yang atas penyerahannya terutang PPN maupun yang tidak terutang PPN adalah : .Dalam hal Pajak Masukan tersebut dapat diketahui dengan pasti dari pembukuan maka yang dapat dikreditkan adalah hanya atas perolehan BKP dan atau JKP yang nyata-nyata digunakan untuk unit atau kegiatan yang atas penyerahannya terutang PPN. Perolehan BKP atau JKP yg tdk mempunyai hubungan langsung dgn kegiatan usaha. van dan combi kecuali merupakan barang dagang atau disewakan.63 - tetapi Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti? a. atau b. Apakah yang termasuk ke dalam Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan? Pajak Masukan Yang Tidak Dapat Dikreditkan adalah Pajak Masukan atas : a. b. Perolehan & pemeliharaan kendaraan bermotor sedan. Pengkreditan Pajak Masukan bagi PKP yang menggunakan Barang Modal untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang atas penyerahannya terutang PPN dan kegiatan lain yang tidak terutang atau dibebaskan dari pengenaan PPN adalah sebanding dengan prosentase penggunaan Barang Modal yang digunakan untuk kegiatan usaha yang menghasilkan BKP dan atau JKP yang penyerahan yang terutang PPN.

64 - e. Kepala KPP harus menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lambat 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima lengkap. RESTITUSI ( 250304 ) Restitusi terjadi apabila dalam suatu Masa Pajak. i. Berapa lama jangka waktu penyelesaian restitusi? . Pajak Masukan yang dapat dikreditkan lebih besar daripada Pajak Keluaran. maka selisihnya merupakan kelebihan pajak yang dapat dimintakan kembali. Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya tdk dilaporkan dlm SPT Masa PPN. g. Perolehan BKP atau JKP yg bukti pungutannya FP Sederhana. Perolehan BKP atau JKP yg PM-nya ditagih dgn penerbitan ketetapan pajak..Untuk Wajib Pajak Kegiatan Tertentu yaitu PKP eksportir dan PKP yang melakukan penyerahan kepada Pemungut PPN adalah 2 (dua) bulan sejak permohonan diterima lengkap. kecuali permohonan restitusi yang penyelesaiannya dilakukan melalui pemeriksaan untuk semua jenis pajak. h.Untuk PKP yang merupakan Wajib Pajak Patuh berhak mendapatkan pengembalian pendahuluan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap. Pemanfaatan BKP tdk berwujud atau JKP dr luar DP yg FPnya tdk memenuhi ketentuan. f. . . maka permohonan restitusi harus diselesaikan paling lambat 12 (dua belas) bulan. jangka waktu penyelesaian restitusinya adalah 12 (dua belas) bulan Kepala KPP harus menyelesaikan restitusi paling lambat 6 (enam) bulan sejak permohonan diterima lengkap. .Untuk PKP lainnya selain Wajib Pajak Patuh dan Wajib Pajak Kegiatan Tertentu sesuai dengan Pasal 17B UU KUP. G. 1. Perolehan BKP atau JKP yg FP-nya tdk memenuhi ketentuan. yg ditemukan pd waktu dilakukan pemeriksaan.

Siapakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak Patuh dan apa kriteria tertentu Wajib Pajak Patuh? Wajib Pajak Patuh adalah Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu sebagaimana ditetapkan dengan Menteri keuangan yang dapat diberikan pembayaran pendahuluan pengembalian kelebihan pajak. Dalam hal Laporan Keuangan diaudit oleh akuntan publik atau BPKP harus dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atau dengan pendapat wajar dengan pengecualian sepanjang pengecualian tersebut tidak mempengaruhi rugi fiskal. maka laporan audit harus: a.65 - . menyelenggarakan pembukuan. Apabila Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik. disusun dalam bentuk panjang (long form report) b. Kriteria Tertentu Wajib Pajak Patuh adalah: a.Dalam hal permohonan restitusi oleh PKP sehubungan dengan adanya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan atau impor barang modal yang tidak mendapat fasilitas dibebaskan atau tidak dipungut PPN maka atas Faktur Pajak Masukan karena impor/pembelian Barang Modal tersebut dapat dimintakan restitusi dan diselesaikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak permohonan diterima lengkap 2.. menyajikan rekonsialiasi laba rugi komersial dan fiskal Apabila Laporan Keuangan tidak diaudit oleh Akuntan Publik. Tepat waktu dalam menyampaikan SPT untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir b. Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan kepada untuk ditetapkan sebagai Wajib Pajak Patuh sepanjang memenuhi persyaratan huruf a sampai dengan c di atas dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak kecuali telah memperoleh ijin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak c. . Tidak pernah dijatuhi hukuman karena tindak pidana dibidang perpajakan dalam jangka waktu 10 tahun terakhir d.

Saat terutangnya PPn BM adalah pada saat: . Dimana tempat terutang PPN? a. JKP dan ekspor BKP terutang pajak adalah: . Kapan saat terutang PPN dan PPn BM? Pada dasarnya pemungutan PPN dan PPn BM menganut prinsip akrual. .impor BKP yang tergolong mewah. Perlu diingat bahwa pengenaan PPn BM hanya satu kali. dalam hal Wajib Pajak pernah dilakukan pemeriksaan koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak 5% (lima persen). sesuai dengan saat terutangnya PPn BM tersebut. dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum pemanfaatan BKP tidak brewujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. Saat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak b. adalah terjadi pada saat ditandatanganinya akte yang berkenaan oleh Notaris 2. Terutangnya PPN atas penyerahan BKP dalam rangka perubahan bentuk usaha atau penggabungan usaha atau pemekaran usaha atau pengalihan seluruh aktiva perusahaan yang diikuti dengan perubahan pihak yang berhak atas BKP tersebut. c. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean. SAAT DAN TEMPAT PPN TERUTANG ( 250304 ) 1.tempat kegiatan usaha dilakukan atau . atau . Saat terutang PPN adalah pada saat : Penyerahan BKP atau JKP. Impor BKP. Tempat terutang pajak bagi PKP yang melakukan penyerahan BKP.66 - b. Pembayaran.penyerahan kepada pembeli dilakukan oleh produsen BKP yang tergolong mewah tersebut.tempat tinggal atau tempat kedudukan dan . a.. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean.

Apabila PKP terutang pajak pada lebih dari satu tempat kegiatan usaha. c. Bagaimana caranya untuk mendapatkan izin pemusatan PPN? Untuk mendapatkan izin sentralisasi PPN.tempat lain yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.tempat kegiatan usaha. PEMUSATAN TEMPAT TERUTANG PAJAK (SENTRALISASI PPN) ( 250304 ) 1. yaitu: . PKP harus mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kanwil yang membawahi KPP lokasi tempat kegiatan usaha yang akan dipilih sebagai tempat terutangnya pajak.bagi PKP yg terdaftar di KPP Wajib Pajak Besar dan yang terdaftar di KPP BUMN ditetapkan tempat terutang pajak hanya di tempat PKP terdaftar (otomatis terpusat di KPP WP Besar dan KPP BUMN).67 . 3. dapatkah PKP memohon untuk memilih salah satu tempat kegiatan usaha atau lebih sebagai tempat terutang pajak (pemusatan PPN)? Dapat 2. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak adalah: . Dalam hal impor. Dalam permohonan agar dicantumkan tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat terutang pajak serta tempat-tempat kegiatan usaha yang akan dipusatkan.tempat tinggal atau tempat kedudukan dan . Apakah seluruh tempat kegiatan usaha dapat dimintakan izin untuk dipusatkan? dan PKP mana yang dapat mengajukan izin untuk pemusatan ? Semua tempat kegiatan usaha dapat dimintakan untuk dipusatkan kecuali pabrik. b.. tempat lain yang ditetapkan dengan Direktur Jenderal Pajak. terutangnya pajak terjadi di tempat BKP dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam hal PKP mempunyai tempat kegiatan usaha yang terdiri . d. I.

.68 - dari pabrik. Fungsi tempat kegiatan usaha yang dipusatkan hanya melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak kepada pembeli barang atau penerima jasa atas perintah tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai. Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk penetapan salah satu tempat usaha sebagai tempat pemusatan PPN bagi PKP selain Pedagang Eceran dan Pengusaha Kena Pajak yang menyampaikan SPT Masa PPN dan PPn BM dengan Media Elektronik (e-filing) : Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang yang dipusatkan tidak menyelenggarakan administrasi penjualan dan administrasi pembelian. KPP BUMN) Bagi PKP yang menyampaikan SPT Masa dengan e-filling dapat melakukan Pemusatan PPN dengan cara memberitahukan kepada KPP yang membawahi lokasi tempat terutang pajak yang akan dipilih sebagai tempat terutang pajak 4. . PKP yang dapat mengajukan permohonan untuk pemusatan tempat terutang pajak adalah semua PKP kecuali PKP yang tempat terutang pajaknya telah ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (antara lain PKP yang terdaftar di KPP WP Besar. kecuali Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan yang dicetak berdasarkan data yang diinput secara on line dari Kantor Pusat atau tempat pemusatannya. tempat pemasaran. sedangkan tempat kegiatan lainnya merupakan tempat kegiatan usaha yang dipusatkan ke pabrik. Semua Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan diterbitkan oleh tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. dan cabang-cabang lainnya maka pabrik hanya dapat menjadi tempat kegiatan usaha yang dipilih untuk menjadi tempat terutang pajak. semua administrasi dilakukan di tempat pemusatan Pajak Pertambahan Nilai terutang. gudang. dan Kantor Cabang Unit yang dipusatkan hanya mengadministrasi persediaan dan administrasi kegiatan perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak untuk keperluan operasional kantor atau unit bersangkutan yang dananya berasal dari kas-kecil (petty cash). Tempat kegiatan usaha yang dipusatkan tidak membuat Faktur Pajak dan atau Faktur Penjualan.

69 - FAKTUR PAJAK DAN NOTA RETUR (250304 ) 1. Jenis Barang atau Jasa. 2. jabatan dan tanda tangan yang berhak. NPWP yang melakukan penyerahan atau pembeli BKP atau JKP. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Gabungan? Faktur Pajak Gabungan adalah satu Faktur Pajak yang dibuat oleh PKP yang meliputi semua penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang terjadi . jumlah harga jual atau penggantian. Apa yang dimaksud dengan Faktur Pajak? Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang melakukan penyerahan BKP atau penyerahan JKP. FP Sederhana. nomor seri dan tgl pembuatan FP. Kode. dan f. Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak harus memenuhi syarat formal maupun material. FP Gabungan. PPN yang dipungut. Nama. Sedangkan yang dimaksud dengan syarat material. c. FP Standar. Yang dimaksud dengan syarat formal. dan potongan harga. PPn BM yang dipungut. yaitu: a. bahwa barang yang diserahkan benar baik secara nilai maupun jumlah. bahwa Faktur Pajak Standar paling sedikit harus memuat keterangan: a. e. Nama. b. c. 4. b. termasuk dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar. d. alamat. 3. Ada berapa jenis Faktur Pajak menurut UU PPN? Terdapat 3 (tiga) jenis Faktur Pajak menurut UU PPN.. Demikian juga pengusaha yang melakukan dan yang menerima penyerahan BKP tersebut sesuai dengan keterangan yang tercantum pada Faktur Pajak.

. Apakah yang harus tercantum dalam Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana paling sedikit harus memuat : a. d. Dokumen-dokumen tertentu yang diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar? a. alamat. Faktur Pajak Gabungan yang merupakan Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau JKP. 7. PIB yang dilampiri SSP dan atau bukti pungutan pajak oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk impor BKP. 6. Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah. d. Nama. Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana. Paktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/ dikeluarkan oleh Pertamina untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM. Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat/ dikeluarkan oleh BULOG/ DOLOG untuk penyaluran tepung terigu. c. Apakah yang dimaksud dengan Faktur Pajak Sederhana? Faktur Pajak Sederhana adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP untuk menampung kegiatan penyerahan BKP dan atau JKP yang dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir dan pembeli BKP atau penerima JKP yang tidak diketahui identitasnya. dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP. c. Faktur Pajak Sederhana tidak dapat digunakan oleh pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari Dirjen Bea dan Cukai dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan PEB tersebut. b. 5. Hal ini diperkenankan untuk meringankan beban administrasi PKP. b. .70 - selama satu bulan takwim kepada pembeli yang sama atau penerima JKP yang sama.

SSP untuk pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. apakah masih merupakan Faktur Pajak dan apakah sanksinya? Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum melewati 3 (tiga) bulan sejak berakhirnya batas waktu penerbitan Faktur Pajak (Kepdirjen Nomor-KEP549/PJ. dianggap sebagai Faktur Pajak Standar.71 - e. atau Delivery Bill. pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP dalam hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan BKP dan atau penyerahan keseluruhan JKP. Faktur Pajak yang diterbitkan setelah melewati batas waktu tersebut di atas tidak dapat dianggap sebagai Faktur Pajak Standar. Tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill). i. Apabila Faktur Pajak yang dibuat/diterbitkan tidak tepat waktu. kecuali pembayaran terjadi sebelum akhir bulan berikutnya maka Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat pada saat penerimaan pembayaran. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik. 8. Kapan saat pembuatan/penerbitan Faktur Pajak Standar? Faktur Pajak Standar harus dibuat paling lambat : a. atau c. bagi PKP yang menerima Faktur Pajak tersebut tidak dapat mengkreditkan PPN yang dibayarnya sebagai Pajak Masukan . Nota Penjualan Jasa yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhan. g. atau b./2000). atau d. pada saat penerimaan pembayaran termijn dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan. pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. Ticket. f. Dengan demikian. pada saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP dan atau sebelum penyerahan JKP. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. h. yang dibuat/ dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri. 9..

Nomor dan tanggal Faktur Pajak dari BKP yang dikembalikan. dan NPWP pembeli. c. yang menerbitkan Faktur Pajak. alamat. 10. sehingga tidak dapat mengurangi Pajak Keluaran bagi penjual atau Pajak Masukan atau biaya. b.72 - PKP yang menerbitkan Faktur Pajak terlambat dikenakan sanksi 2% dari DPP. Nota Retur diterbitkan dan dilaporkan baik oleh PKP penjual maupun PKP pembeli pada Masa Pajak terjadinya pengembalian BKP tersebut. Nomor urut. alamat. i. PPn BM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan. tidak perlu dibuatkan Nota Retur. Dalam hal Nota Retur tidak selengkapnya mencantumkan keteranganketerangan di atas maka tidak dapat diperlakukan sebagai Nota Retur.. Nota Retur sekurang-kurangnya hrs mencantumkan : a. d. PPN atas BKP yang dikembalikan. Nama. PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (250304 ) . f. NPWP. melainkan dapat dilakukan dengan pembatalan atau perbaikan Faktur Pajak atas penyerahan BKP tersebut. Tanggal pembuatan Nota Retur. Jenis barang dan harga jual BKP yang dikembalikan. sedangkan bagi PKP pembeli harus mengurangkan PPN dan PPn BM (PM) yang telah dikreditkan atau biaya. h. Nama. g. Dalam hal pengembalian BKP terjadi masih dalam Masa Pajak yang sama dengan terjadinya penyerahan BKP tersebut. e. Dengan adanya Nota Retur tersebut maka PKP penjual dapat mengurangkan PPN dan PPn BM (PK) atas penyerahan BKP yang dikembalikan. dan harta. dan harta bagi pembeli. Tanda tangan pembeli. Apakah yang dimaksud dengan Nota Retur? Nota Retur adalah Nota yang dibuat oleh penerima BKP karena adanya pengembalian atas BKP yang telah dibeli/diterimanya.

73 - 1. Kapan PPN harus dipungut. Siapakah pemungut PPN dan PPn BM? Pemungut PPN & PPnBM adalah: a. 2. dipungut. b. disetor ke kas negara melalui kantor penerima pembayaran paling lambat 7 hari setelah berakhirnya bulan terjadinya pembayaran tagihan. 4. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN atas nama PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tersebut (PKP Rekanan). Pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan perundnag-undangan yang berlaku. Dalam hal apakah PPN dan PPn BM tidak dipungut oleh Pemungut PPN? PPN dan PPnBM tidak dipungut oleh Pemungut PPN dalam hal : a. Pembayaran yang jumlahnya tidak melebihi Rp.000. PPN yang terutang tidak dipungut dan atau dibebaskan dari pengenaan PPN. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN? PPN harus dipungut adalah pada saat dilakukan pembayaran oleh Pemungut PPN kepada PKP Rekanan. . 3. Bendaharawan Pemerintah yang melakukan pembayaran yang dananya berasal dari APBN/APBD. kemudian dilaporkan dalam SPT Masa Pemungut PPN pada Masa Pajak paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah berakhirnya bulan dilakukan pembayaran tagihan.00 yang tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. 1. PPN dan PPnBM yang terutang atas penyerahan BKP dan atau JKP oleh PKP kepada Pemungut PPN. b.. Kapan PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN? PKP Rekanan melaporkan PPN yang dipungut oleh Pemungut PPN pada SPT Masa PPN Masa Pajak diterimanya pembayaran dari Pemungut PPN. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara. PPN dan PPnBM yang terutang untuk jumlah pembayaran tersebut disetor sendiri oleh Rekanan yang bersangkutan. Pembayaran untuk pembebasan tanah.000. c.

Pembayaran atas penyerahan BBM dan Bukan BBM oleh Pertamina e. Kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean. dapat dikreditkan sepanjang Pajak Masukan tersebut tidak termasuk dalam Pajak Masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) atau telah dibebankan sebagai biaya. Kepada siapakah fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan diberikan? Fasilitas PPN dan PPn BM terutang tidak dipungut atau dibebaskan. Pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan g. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang tidak dipungut Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai. baik sebagian atau seluruhnya.. sementara waktu atau selamanya. Pembayaran atas rekening telepon f. 2. Impor BKP Tertentu d. seperti Kawasan Berikat. Penyerahan BKP/JKP Tertentu c. Pemanfaatan JKP tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean 3. . Apa sajakah fasilitas PPN dan PPn BM? Fasilitas di bidang PPN dan PPn BM adalah PPN dan PPn BM yang terutang dibebaskan atau tidak dipungut.74 - d. Pemanfaatan BKP tdk berwujud tertentu dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean e. diberikan terhadap : a. Pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidakdikenakan PPN FASILITAS DI BIDANG PPN DAN PPn BM (250304 ) 1. KAPET b.

Peminjaman mesin dan/atau peralatan pabrik dalam rangka subkontrak dari PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dan pengembaliannya ke PDKB asal. i. Impor barang modal dan peratan pabrik yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi PDKB yang semata-mata dipakai di PDKB. Pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah lebih lanjut. e. b. Impor barang dan/atau bahan untuk diolah di PDKB. Apakah atas penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN terutang tidak dipungut? Penyerahan Jasa Kena Pajak ke Kawasan Berikat baik yang dilakukan oleh Pengusaha di Daerah Pabean Indonesia Lainnya maupun oleh Pengusaha di Kawasan Berikat lainnya tidak diberikan fasilitas PPN . Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat atas : a. g. f. d. c. Pengeluaran barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya dalam rangka subkontrak. dan Pajak dalam rangka impor 6.. 5. Pemasukan BKP dari Daerah Pabean Indonesia Lainnya (DPIL) ke PDKB untuk diolah lebih lanjut. Impor barang modal atau peralatan perkantoran yang semata-mata dipakai oleh Penyelenggara Kawasan Berikat (PKB) termasuk PKB merangkap PDKB (Pengusaha Di Kawasan Berikat). Penyerahan kembali BKP hasil pekerjaan subkontrak oleh PKP di DPIL atau PDKB kepada perusahaan industri di DPIL atau PDKB lainnya kepada PKP PDKB asal. Pengeluaran barang dari Kawasan Berikat yang ditujukan kepada orang yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan Bea Masuk. Apakah atas penyerahan BKP/JKP mendapat fasilitas PPN & PPnBM terutang dibebaskan Pajak Masukan sehubungan dengan penyerahan tersebut dapat dikreditkan? Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan Barang Kena Pajak dan atau perolehan Jasa Kena Pajak yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.75 - 4. Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat selain Kawasan Berikat P. tidak dapat dikreditkan. Cukai. h.

impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. Dengan demikian. Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut atas : 1 penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. Bagaimanakah penerapan PPN dan PPn BM di Kawasan Berikat Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. c. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor.76 - terutang tidak dipungut. penyerahan BKP antar Pengusaha di KB Daerah Industri P. penyerahan BKP dari PKP di luar P. Dirjen BC membubuhkan cap “PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut pd setiap lembar PIB pada saat penyelesaian dokumen. 3 impor BKP oleh Pengusaha di KB Daerah Industri P. PKP yang melakukan penyerahan wajib membuat Faktur Pajak dengan dibubuhi cap ”PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut Atas impor BKP. 2 penyerahan BKP dari PKP di luar P.. . Atas kegiatan apakah PPN & PPn BM terutang tidak dipungut di Kawasan Berikat Pulau Batam? PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut di KB Pulau Batam atas : a. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. Batam kepada Pengusaha di KB Daerah Industri P. b. Pengusaha yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak kepada pengusaha di Kawasan Berikat wajib memungut PPN yang terutang atas penyerahan Jasa Kena Pajak tersebut. 8. Batam sepanjang BKP tersebut akan digunakan untuk menghasilkan BKP yang diekspor. 7.

yaitu : 1 Tahap Pertama. Impor dan atau penyerahan BKP tertentu dan atau JKP tertentu. impor barang dan bahan oleh Pengusaha GB. Jenis kegiatan PPN dan PPn BM apakah yang mendapat fasilitas dibebaskan? PPN & PPnBM terutang dibebaskan dari pengenaan atas : a. akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Kawasan Berikat atau reekspor tanpa adanya pengolahan. pemberian merek/label. pengemasan. 3 Pertahapan selanjutnya. c. pengepakan. penyortiran. minuman yang mengandung alkohol. b. PPN dan PPn BM dikenakan atas : a. PPN dan PPn BM dikenakan atas barang elektronik segala jenis.77 - Atas penyerahan BKP dan atau impor BKP selain yang dimaksud di atas. 9.. atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusat distribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan ke Daerah Pabean Indonesia lainnya. mulai 1 Januari 2004. Apa yang dimaksud dengan Gudang berikat? dan atas kegiatan apakah fasilitas PPN & PPn BM terutang tidak dipungut yang diberikan di Gudang Berikat? Gudang berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan. mulai 1 Maret 2004. pemotongan. Fasilitas PPN dan PPn BM yang terutang tidak dipungut diberikan atas kegiatan: a. rokok dan hasil tembakau lainnya. dan atas penyerahan JKP di/ke/dari Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam terutang PPN dan atau PPn BM dan pengenaannya dilakukan secara bertahap. seperti b. kendaraan bermotor segala jenis. Impor dan atau penyerahan BKP strategis . 2 Tahap Kedua. impor barang dan peralatan oleh Pengusaha GB dalam rangka pembangunan dan kegiatan Gudang Berikat. 10. b.

saat dan tempat terutang PPN atas kegiatan membangun sendiri? . Impor dan atau penyerahan BKP/JKP Kepada Perwakilan Negara Asing/Badan International serta Pejabat/Tenaga Ahlinya berdasarkan azas timbal balik. 11. Bagaimanakah penerapan PPN di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang? Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dinyatakan bukan merupakan Daerah Pabean menurut UU Kepabeanan.78 - c. Bagaimanakah cara penghitungan.PPN yang terutang dan disetor ke kas negara = 10% x 40% x jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan dan atau dibayarkan setiap bulannya .. 3. Dengan demikian UU PPN tidak dapat diterapkan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.Saat terutangnya PPN adalah pada saat mulai dilaksanakannya pembangunan (menggali fondasi.bagi pengusaha (OP atau Badan) yang bukan Pengusaha Kena Pajak melaporkan bukti setoran pajak (Surat Setoran Pajak) ke Kantor Pelayanan Pajak lokasi bangunan didirikan. Apakah atas kegiatan membangun sendiri PPN terutang yang telah disetor harus dilaporkan? Bila ya kemana? PPN atas kegiatan membangun sendiri yang telah disetor harus dilaporkan dengan cara sebagai berikut : . Apakah yang dimaksud dengan kegiatan membangun sendiri dan apakah atas kegiatan membangun sendiri dikenakan PPN? Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 atau lebih.Tempat pajak terutang adalah di tempat bangunan didirikan. dan lainlain) . KETENTUAN KHUSUS (250304 ) 1. 2. Atas kegiatan membangun sendiri tersebut dikenakan PPN. memasang tiang pancang. .

 PPN yg terutang adl sebesar 10% x harga jual emas perhiasan  PPN yg hrs disetor = 10% x 20% x jml slrh penyerahan emas  PM tidak dpt dikreditkan b.79 - - Sedangkan bagi PKP dapat dilaporkan di Kantor Pelayanan Pajak ditempat PKP dikukuhkan melalui SPT Masa PPN setiap Masa Pajak pelaksanaan kegiatan membangun sendiri 4. yaitu: a.     Badan menggunakan DPP sebesar harga jual PPN yg terutang 10% x harga jual PPN disetor = PK – PM PM dapat dikreditkan 5.PM  PM dapat dikreditkan Norma . Pedagang Eceran Yang Menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Netto  PK = 10% x jml peredaran dan atau penerimaan bruto  PM yg dpt dikreditkan= 80% x PK  PPN disetor = 20% x PK b. Bagaimanakah penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran? Penghitungan PPN atas pengusaha pedagang eceran.. Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Penghitungan Penghasilan Netto  PK menggunakan DPP sebesar harga jual  PPN terutang sebesar 10% x harga jual  PPN disetor = PK . Bagaimana penghitungan PPN atas pengusaha emas? Penghitungan PPN atas pengusaha emas. yaitu: a. Orang Pribadi  Dapat menggunakan DPP Nilai Lain sebagai DPP PPN.

Jasa penyediaan tenaga kerja. jika : Semua jenis jasa yang berasal dari semua kegiatan pelayanan yang hanya bisa dilakukan oleh instansi pemerintah meliputi Departemen dan Lembaga Non Departemen dan tidak dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain.Pengusaha penyedia tenaga kerja melakukan pembayaran gaji. tidak terutang PPN Penyerahan jasa di bidang tenaga kerja meliputi : Jasa tenaga kerja. Bagaimanakah perlakuan PPN atas penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan? . . terutang PPN.80 - 6. b. terutang PPN Jasa penyediaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pengusaha di mana : . honorarium. tidak terutang PPN. upah.Tenaga kerja dimaksud termasuk dalam struktur kepegawaian pemberi jasa tenaga kerja.Pengusaha penyedia tenaga kerja bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut.. dan Jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja. 7. sepanjang tidak termasuk jasa yang tidak dikenakan atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan yang berlaku b. 8. atau . jika : Jasa yang disediakan oleh instansi pemerintah yang juga dapat dilakukan oleh bentuk usaha lain. tunjangan dan sejenisnya kepada tenaga kerja. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa di bidang tenaga kerja: a. Bagaimana perlakuan PPN atas jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum? Atas penyerahan Jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum : a.

Kegiatan-kegiatan yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan adalah suatu kegiatan baik sebelum. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan karena pembatalan pemesanan kegiatan oleh Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. ajang lomba. dan sebagainya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan. dan sejenisnya. . b. dan kegiatan lainnya yang memanfaatkan Jasa Penyelenggara Kegiatan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut baik atas permintaan dari Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan maupun diselenggarakan sendiri oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan. pameran konvensi. penyediaan sound system. Atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan di dalam Daerah Pabean dan atas pemanfaatan Jasa Penyelenggara Kegiatan yang berasal dari luar Daerah Pabean. Jasa Penyelenggara Kegiatan (Event Organizer) adalah kegiatan usaha yang dilakukan oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan antara lain meliputi kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan pameran. pagelaran musik. sesudah atau pada saat terselenggaranya kegiatan seperti pemesanan gedung. persiapan interior. atau c. imbalan yang diperoleh dari kegiatan tersebut termasuk bagi hasil. fashion show. dan c. b. peluncuran produk. Dasar pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Jasa Penyelenggara Kegiatan adalah meliputi : a. penyediaan penari latar. penyediaan ruangan. penarikan undian. seminar. Kegiatan lainnya adalah kegiatan-kegiatan lain dalam bentuk apapun yang memanfaatkan Jasa Event Organizer seperti talk show. di dalam Daerah Pabean dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Penyelenggara Kegiatan kepada Pengguna Jasa Penyelenggara Kegiatan. pesta. konferensi pers..81 - Penyerahan jasa penyelenggaraan kegiatan adalah : a.

PPN dan PPn BM yang tidak dipungut. Dasar Pengenaan Pajak atas jasa keagenan adalah jumlah imbalan jasa keagenan yang diterima atau seharusnya diterima oleh perusahaan jasa keagenan.. b. yaitu: a. mendapat fasilitas PPN dan PPn BM tidak dipungut yang dilakukan oleh Kontraktor Utama. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. Impor Barang Kena Pajak (BKP). Bagaimana fasilitas PPN dan PPn BM atas Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri? Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri. d. PPN terutang adalah 10% x DPP. Kontraktor Utama wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap "PPN dan PPn BM tidak dipungut" 10. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean. .82 - 9. Penyerahan BKP dan/atau JKP. c. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan? Perlakuan PPN atas penyerahan jasa keagenan tiket kepada perusahaan penerbangan: a. b. Atas PPN dan PPn BM yang tidak dipungut sehubungan dengan impor oleh Kontraktor Utama tidak perlu dibuatkan Surat Setoran Pajak. Apabila kontraktor utama meminta kontraktor lain untuk melakukan sebagian atau seluruh pekerjaan proyek pemerintah tersebut maka atas penyerahan BKP/JKP yang dilakukan oleh kontraktor lain kepada kontraktor utama tidak diberikan fasilitas sehingga PPN yang terutang tetap dipungut. Atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang tidak dipungut tersebut. Dalam hal proyek tersebut didanai sebagian oleh dana APBN/APBD/lainnya dan sebagian lagi oleh pinjaman luar negeri/hibah maka fasilitas tersebut hanya berlaku atas bagian Proyek Pemerintah yang dananya dibiayai dengan hibah atau pinjaman luar negeri.

pajak yang terutang dipungut. pajak yang terutang dipungut. Keperluan tertentu adalah : pesta. Objek Jasa Boga atau Katering adalah penyediaan makanan dan atau minuman lengkap dengan atau tanpa peralatan dan petugasnya. Bagaimana perlakuan PPN atas Jasa Boga (Catering)? Dan Apa yang dimaksud dengan objek pajak restoran dan jasa boga? a.83 - c. Namun dengan berlakunya sejak tanggal 24 Desember 2003 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK. c. disetor dan dilaporkan oleh perusahaan jasa keagenan. resepsi. DPP atas penyerahan jasa boga atau katering adalah sebesar semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering. Tidak termasuk Pelayanan usaha jasa boga atau katering.. 11.03/2003. Dengan demikian. pajak yang terutang dipungut. Badan-badan tertentu bukan lagi merupakan Pemungut PPN. atau perayaan. d. Yang bertanggung jawab atas pemungutan PPN terutang atas penyerahan jasa keagenan adalah : Atas penyerahan jasa keagenan oleh perusahaan jasa keagenan kepada Pemungut PPN (Badan-badan Tertentu dan Bendaharawan Pemerintah serta KPKN). disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak. atas penyerahan Jasa Boga (Catering) dikenakan PPN. PPN terutang atas penyerahan jasa boga atau katering 10% x DPP. untuk keperluan tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis atau tidak tertulis. Atas penyerahan jasa keagenan kepada perusahaan angkutan yang bukan Pemungut PPN. . Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan restoran dengan pembayaran. Sehingga hanya KPKN dan Bendaharawan Pemerintah saja sebagai Pemungut PPN. b. disetor dan dilaporkan oleh Pemungut PPN. Atas penyerahan jasa keagenan oleh Pemungut PPN kepada Pemungut PPN.

keamanan. PPN Terutang adalah 10% x DPP. Service charge dapat terdiri dari biaya listrik. c. penimbangan. penerbitan dokumen angakutan. makan untuk pelanggan perseorangan. . penandaan. pengukuran. pengepakan. Dasar Pengenaan Pajak atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan sejak bulan 3 Juni 2003 (Faktur Pajak Standar yang dibuat/diterbitkan setelah 3 Juni 2003) adalah sebesar nilai penggantian. Bagaimana perlakuan PPN atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan? a. rapat atau pertemuan. sortasi. air. d. perlombaan atau pertandingan. Ada (2) dua elemen utama dalam kegiatan jasa persewaan ruangan yaitu Sewa dan Service Charge.84 - perjamuan. 12. 13. atas kegiatan freight forwarding dikenakan PPN. pengurusan penyelesaian dokumen. Freight Forwarding (Jasa Pengurusan Transportasi) adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. makan karyawan pada instansi Pemerintah atau Badan Usaha Pemerintah. kebersihan dan biaya administrasi. atau acara-acara lain yang sejenis. laut dan atau udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. b. perusahaan swasta maupun perusahaan perseorangan. penyimpanan. atas service charge dalam rangka kegiatan persewaan ruangan dikenakan PPN. b.. Service charge adalah balas jasa yang menyebabkan ruangan yang disewa tersebut dapat dihuni sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh penyewa. Bagaimana perlakuan PPN atas kegiatan freight forwarding? a. yakni sebesar nilai tagihan service charge yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa.

Pemberi jasa (perusahaan forwader) dan bukan atas nama penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder). maka biaya freight dan biaya lainnya tidak dapat dianggap sebagai reimbursement. Dasar Pengenaan Pajak : Dalam hal dokumen-dokumen pabean (dokumen) untuk menagih biaya freight dan biaya lainnya dari shipping line atau airline atau supplier dibuat langsung atas nama . . Atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh orang pribadi (Non-PKP) atau badan (PKP) dikenakan PPN. Apabila Instansi Pemerintah memberikan Jasa Kena Pajak kepada Instansi Pemerintah Lainnya apakah PPN yang terutang harus dipungut oleh Instansi Pemerintah yang melakukan penyerahan? Atas penyerahan JKP oleh Instansi Pemerintah kepada Instansi Pemerintah Lainnya yang pembayarannya melalui KPKN atau Bendaharawan Pemerintah tidak dipungut PPN sepanjang : .pembayaran tersebut berasal dari APBN atau APBD. sehingga merupakan bagian dari Dasar Pengenaan Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.85 - c. 14. maka biaya freight dan biaya lainnya dapat dikurangkan dari Dasar Pengenaan Pajak. atau .. perhitungan biaya angkutan. Bagaimana perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean ? Perlakuan PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari Luar Daerah Pabean: a. karena dianggap sebagai reimbursement.Penerima jasa (konsumen perusahaan forwarder).Instansi Pemerintah yang menyerahkan JKP memasukkan pembayaran yang diterima ke dalam mata anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Instansi Pemerintah tersebut. klaim. asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya. dan . 15.

atau . Bagaimana perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya terutang. perbaikan dari kerusakan. sepanjang selama memiliki aktiva tersebut tidak ada PPN yang dibayar dikreditkan sebagai Pajak Masukan (misalnya dalam rangka perawatan.. dikenakan Pajak Pertambahan Nilai berdasarkan Pasal 16D Undang-undang No. b. sepanjang PPN yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan. 16. Dengan demikian.Pajak Masukan pada waktu perolehan aktiva tersebut tidak dapat dikreditkan sesuai dengan Pasal 9 ayat (8) UU PPN atau aktiva tersebut diperoleh sebelum berlakunya Undang-undang PPN 1984 (sebelum 1 April 1985). pada saat dimulainya pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. c.86 - b. tidak terutang PPN apabila : Atas penyerahan aktiva tersebut dilakukan oleh bukan PKP. PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dan atau JKP dari luar Daerah Pabean dipungut oleh orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean. PPN yang dipungut harus disetorkan seluruhnya ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya pemungutan dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak yang sama dengan bulan penyetoran. atau tidak seharusnya terutang? . Apakah atas penyerahan aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP? Perlakuan PPN atas aktiva berupa tanah/bangunan yang diperoleh sebelum berlakunya UU PPN Tahun 1984 atau dibeli dari non-PKP a. Atas penyerahan aktiva oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menurut tujuan semula aktiva tersebut tidak untuk diperjualbelikan. 18 Tahun 2000 (UU PPN). renovasi dll) 17.

b. atau pihak yang memanfaatkan barang tidak berwujud atau jasa dari luar Daerah Pabean. Sebagai konsekuensinya baik PKP yang melakukan penyerahan maupun PKP yang menerima penyerahan JKP harus memperbaiki SPT Masa PPN Masa Pajak Faktur Pajak yang diperbaiki tersebut dilaporkan. Bagaimana Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPBM? Perlakuan PPN Impor yang ditagih dengan SPKPMB : a.87 - Perlakuan atas PPN yang dipungut lebih besar atau lebih kecil atau tidak seharusnya terutang: a. Yang dapat meminta kembali pajak yang salah dipungut tersebut adalah pihak yang terpungut dengan syarat Pajak yang salah dipungut tersebut belum dikreditkan atau belum dibebankan sebagai biaya. Pemungutan kekurangan pajak tersebut dapat dilakukan dengan cara perbaikan Faktur Pajak (untuk penyerahan BKP/JKP) dengan menggunakan SSP (untuk impor dan pemanfaatan BKP tidak berwujud/JKP dari Luar daerah Pabean di dalam Daerah Pabean). c. . 18. Pajak yang dipungut lebih besar dari yang seharusnya terutang atau tidak seharusnya terutang dimana Pajak yang salah dipungut tersebut telah disetorkan dan dilaporkan. penerima jasa. maka PKP yang memungut Pajak tersebut tidak dapat meminta kembali Pajak yang salah dipungut tersebut. disetor dan dilaporkan oleh PKP yang melakukan penyerahan dapat dikurangkan dengan cara perbaikan Faktur Pajak atas yang berkenaan dengan penyerahan JKP tersebut. maka PPN yang telah terlanjur dipungut. 19. Pihak yang terpungut adalah importir. Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak? Apakah atas PPn yang telah disetor dan dilaporkan dapat dikurangkan atau dikembalikan? Dalam hal terjadi retur Jasa Kena Pajak.. pembeli barang. Dalam hal pajak yang dipungut lebih kecil dari yang seharusnya terutang maka pihak yang melakukan penyerahan harus memungut kekurangan pajak tersebut. Surat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil.

Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. tidak termasuk suku cadang. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. unggas. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. 22. unggas. unggas. b. barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani. penangkaran. kehutanan. perkebunan. bibit dan atau benih dari barang pertanian. barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik.. peternakan. makanan ternak. c. Bagaimana perlakuan PPN atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat? Atas penyerahan kardus atau pembungkus ke Kawasan Berikat tidak diberikan fasilitas tidak dipungut PPN dan PPn BM karena kardus/pembungkus bukan untuk diproses lebih lanjut. peternakan. unggas. 20. bibit dan atau benih dari barang pertanian. c. tidak termasuk suku cadang. dan ikan. b. atau perikanan. dan ikan. d. atau perikanan. c. perkebunan. kehutanan.88 - b. . barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik. 21. Atas pembayaran PPN tersebut dilaporkan pada SPT Masa PPN pada Masa Pajak dilakukan pembayaran. dan ikan dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak. Barang-barang apa saja yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang-barang yang termasuk BKP Tertentu yang Bersifat Strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. sepanjang pembayaran PPN Impor belum diterbitkan SKP-nya oleh Ditjen Pajak tersebut dan tidak termasuk dalam pembayaran (pengeluaran) yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) UU PPN serta belum dibebankan sebagai biaya. Atas pembayaran PPN Impor (Pajak Masukan) yang ditagih dengan SPKPBM dapat dikreditkan. penangkaran. baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas. makanan ternak.

kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6. kendaraan patroli. BKP Tertentu apa saja yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP Tertentu yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: a. maupun penangkaran. kendaraan lapis baja. Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di bidang pertanian. peternakan. bahwa yang dimaksud dengan bibit dan benih adalah segala jenis tumbuhan atau hewan yang nyata-nyata untuk dikembangbiakan lebih lanjut dalam rangka pengembangan bidang pertanian. perkebunan. peternakan. perkebunan. dan kendaraan angkutan khusus lainnya. air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum. alat angkutan di darat. kehutanan. b. 25.05/1997.89 - e. amunisi. peternakan. alat angkutan di bawah air. alat angkutan di udara. alat angkutan di air. perburuan atau penangkapan. f. atau c.. penangkapan atau budidaya perikanan. perikanan baik dari penangkapan atau budidaya. 23. perburuan atau penangkapan. pertanian. Senjata. Apakah batasan bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bahan baku makanan ternak yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak termasuk Pelengkap Makanan Ternak (Feed Suplement) dan Imbuhan Makanan Ternak (Feed Additive). serta suku . dan perikanan. listrik. Yang diserahkan oleh petani atau kelompok petani. penangkaran. kehutanan.600 watt. 26. 24. Apa yang dimaksud dengan bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Bibit dan atau benih yang dibebaskan dari pengenaan PPN adalah bibit dan atau benih sebagaimana didefenisikan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 135/KMK. perkebunan dan kehutanan. Apakah defenisi barang hasil pertanian yang dibebaskan dari pengenaan PPN? Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang : a.

peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. dan .90 - cadangnya yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. kapal tunda. e. Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan. dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi pesawat udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional. c. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diimpor dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. b. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). dan komponen atau bahan yang belum dibuat di dalam negeri. yang diimpor oleh PT (PERSERO) PINDAD. TNI atau POLRI untuk melakukan impor tersebut. dan komponen atau bahan yang diimpor oleh pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. kapal pandu. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. f.. Danau dan Penyeberangan Nasional. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. TNI atau POLRI. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. Kapal laut. yang digunakan dalam pembuatan senjata dan amunisi untuk keperluan Departemen Pertahanan. Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diimpor dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. sesuai dengan kegiatan usahanya. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. d. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. kapal penangkap ikan. kapal tongkang. suku cadang. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. Buku-buku pelajaran umum. kapal angkutan sungai.

sesuai dengan kegiatan usahanya. TNI atau POLRI.91 - g. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan setelah mendengar pertimbangan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah. BKP tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? BKP tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN adalah: Rumah sederhana. kapal penangkap ikan. rumah susun sederhana. TNI atau POLRI. alat angkutan di darat. kapal angkutan sungai. Buku-buku pelajaran umum. pondok boro. alat angkutan di air. . (PERSERO) PINDAD untuk keperluan Departemen Pertahanan. alat angkutan di udara. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. kapal angkutan danau dan kapal angkutan penyeberangan. 27. serta suku cadangnya yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan. TNI atau pihak yang ditunjuk oleh Departemen Pertahanan atau TNI. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. kendaraan patroli dan kendaraan angkutan khusus lainnya. alat angkutan di bawah air. rumah sangat sederhana. amunisi. kapal pandu. kapal tunda. dan komponen atau bahan yang diperlukan dalam pembuatan senjata dan amunisi oleh PT. kendaraan lapis baja. kapal tongkang. Kapal laut. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan oleh Departemen Pertahanan atau TNI untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia yang dilakukan untuk mendukung pertahanan Nasional. Vaksin Polio dalam rangka pelaksanaan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Danau dan Penyeberangan Nasional. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai.. yang diimpor oleh Departemen Pertahanan. dan suku cadang serta alat keselamatan pelayaran atau keselamatan manusia yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional. Senjata. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama.

JKP Tertentu apa saja yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN? JKP Tertentu yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN: a. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan yang diserahkan kepada dan digunakan oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan pesawat udara yang diperoleh oleh pihak yang ditunjuk oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang digunakan dalam rangka pemberian jasa perawatan atau reparasi Pesawat Udara kepada Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional.. dan Penyeberangan Nasional.92 - Pesawat udara dan suku cadang serta alat keselamatan penerbangan atau alat keselamatan manusia. . yang meliputi: Jasa persewaan kapal. Peralatan berikut suku cadangnya yang digunakan untuk penyediaan data batas dan photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan Nasional yang diserahkan kepada Departemen Pertahanan atau TNI. jasa tambat. dan jasa labuh. Danau. yang digunakan untuk pembuatan kereta api. peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan. Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional. Kereta api dan suku cadang serta peralatan untuk perbaikan atau pemeliharaan serta prasarana yang diserahkan kepada dan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia dan komponen atau bahan yang diserahkan kepada pihak yang ditunjuk oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhan Nasional. 28. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. serta prasarana yang akan digunakan oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. atau Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai. Jasa yang diterima oleh Perusahaan Angkutan Udara Niaga Nasional yang meliputi: Jasa persewaan pesawat udara. b. Jasa perawatan atau reparasi (docking) kapal. jasa pandu. Jasa kepelabuhan meliputi jasa tunda. suku cadang.

barang pindahan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. dan f. 29. peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah. atau anggota Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di luar negeri sekurang-kurangnya 1 (satu) . Jasa persewaan rumah susun sederhana. g. f. d. Jasa perawatan atau reparasi kereta api yang diterima oleh PT (PERSERO) Kereta Api Indonesia. asrama mahasiswa dan pelajar serta perumahan lainnya dan pembangunan tempat yang semata-mata untuk keperluan ibadah. anggota Tentara Nasional Indonesia. amal. Pegawai Negeri Sipil. BKP yang dimaksud tersebut adalah: a. rumah sederhana. barang kiriman hadiah untuk keperluan ibadah umum. mahasiswa yang belajar di luar negeri. e. atau kebudayaan. Jasa yang diserahkan oleh kontraktor untuk pemborongan bangunan berupa rumah sederhana. Atas impor barang apa saja yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk maka PPN dan PPn BM nya tidak dipungut? Yang dibebaskan dari pungutan Bea Masuk. b. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. d. pondok boro. sosial.93 - Jasa perawatan atau reparasi pesawat udara. c. c. barang untuk keperluan khusus kaum tunanetra dan penyandang cacat lainnya. barang untuk keperluan badan internasional yang diakui dan terdaftar pada Pemerintah Indonesia beserta pejabatnya yang bertugas di Indoensia dan tidak memegang paspor Indonesia.. dan rumah sangat sederhana. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan azaz timbal balik. h. kebun binatang. Jasa yang diterima oleh Departemen Pertahanan atau TNI yang dimanfaatkan dalam rangka penyediaan data batas photo udara wilayah Negara Republik Indonesia untuk mendukung pertahanan nasional. e. barang untuk keperluan museum. dan tempat lain semacam itu yang terbuka untuk umum. rumah sangat sederhana. rumah susun sederhana. tidak dipungut PPN dan PPn BM.

kondominium. misalnya lemari es. sutera atau wool atau bulu hewan halus. sasis.94 - tahun. . dan sejenisnya. Kelompok wangi-wangian. town house. 30. Kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga. pesawat pemanas. dan pesawat penerima siaran televisi. kendaraan bermotor. Kelompok permadani tertentu selain yang terbuat dari serabut kelapa (coir). 31. televisi. pesawat pendingin. seperti: Kelompok alat rumah tangga. j. Kelompok kapal atau kendaraan air lainnya. kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum. mesin cuci. kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 CC dan kendaraan untuk pengangkutan 16 (enam belas) orang atau lebih termasuk pengemudi. i. Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah. awak sarana pengangkut. pelintas batas. non kendaraan bermotor. sampan dan kano. perlengkapan militer termasuk suku cadang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang tidak dikenakan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang tidak dikenakan PPn BM adalah CKD. barang yang diimpor oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum. dan barangan kiriman sampai batas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Pabean.. Kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena. b. barang pribadi penumpang. Barang-barang apa saja yang merupakan objek PPn BM? Barang-barang yang menjadi objek PPn BM: a. sepanjang barang tersebut tidak untuk diperdagangkan dan mendapat rekomendasi dari Perwakilan Republik Indonesia setempat. apartemen. k. untuk pengangkut barang.

yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI. Jenis Stiker Lunas PPN apa saja yang ada? a. kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi. 33.000 PPN TERUTANG 800 1.800 1. kendaraan jenazah. dan kendaraan patroli TNI/ POLRI. kendaraan pengangkutan umum.600 750 2.000 50.250 .000 b. Stiker Lunas PPN untuk Produk Rekaman Gambar: JENIS JENIS I (Harga Jual s.800 5.000 12. kendaraan protokoler kenegaraan. Apakah yang dimaksud dengan Stiker Lunas PPN? Stiker Lunas PPN adalah pita yang terbuat dari kertas atau bahan lain yang digunakan sebagai bukti pemungutan dan pelunasan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan produk rekaman suara maupun produk rekaman gambar..000) DPP 10.000 48.000 1.000 s.d 20.000 18. Stiker Lunas PPN atas Produk Rekaman Suara: JENIS Kaset jenis A (berbahasa Indonesia) Kaset jenis B (berbahasa Asing) Kaset jenis C (berbahasa Daerah) Compact Disc 1 (Indonesia & campuran daerah) Compact Disc 2 (Asing & campuran Indonesia) Video Compact Disc K-1 (Indonesia & campuran daerah) Video Compact Disc K-2 (Asing & campuran Indonesia) DPP 8.500 20.000 4. 34.000 7.d 10.000 16. kendaraan pemadam kebakaran.000) JENIS II (Harga Jual >10. kendaraan tahanan.95 - 32.500 PPN TERUTANG 1. Jenis kendaraan bermotor apa saja yang dibebaskan PPn BM? Jenis kendaraan bermotor yang dibebaskan PPn BM adalah ambulan.

termasuk rangkap-rangkapnya. f. Surat berharga seperti wesel.000 (Harga Jual >100. Apakah yang merupakan obyek Bea Meterai (Dokumendokumen yang dikenakan BM) berdasarkan Pasal 2 UU BM? a.000) 25. surat hibah. Bagaimanakah perlakuan PPN atas hasil tembakau? Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha Pabrik hasil tembakau atau hasil tembakau yang dibuat di luar negeri oleh importir hasil tembakau dihitung dengan menerapkan tarif efektif dikalikan dengan Harga Jual Eceran.000 (Harga Jual >80.500 8. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan.750 6.500 15. e. surat pernyataan. .000 (Harga Jual >60.000 150. b.000 (Harga Jual >40.000) JENIS VII (Harga Jual >20. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.000) JENIS V s..d 100. Akta-akta notaris termasuk salinannya. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.d 60.d 80.Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan.000 85.500 4. Surat yang memuat jumlah uang. d.4 % (delapan koma empat persen). .000 35. 36.Yang menyebutkan penerimaan uang. yaitu: .000 47.500 65. atau . .000) JENIS VI s.Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank.Yang berisi pemeberitahuan saldo rekening di Bank.Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan. c. contoh : surat kuasa.000) JENIS IV s.d 40. Akta-akta yg dibuat oleh PPAT. yaitu: . promes dan aksep.96 JENIS III s. Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau adalah sebesar 8.000 2.

f. Dokumen yang menyebutkan tabungan. Segala bentuk ijazah. .Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen tersebut di atas. 37. selain dari maksud semula. pensiun. koperasi.. g. .Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya. dan badan-badan lain yang bergerak di bidang tersebut. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak : .Surat angkutan penumpang dan barang. . d. . dengan nama dan dalam bentuk apapun. c. Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara. Kas Pemerintah Daerah. e. dan pembayarannya lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk mendapatkan pembayaran itu.Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang. Apakah yang bukan merupakan objek Bea Meterai (Dokumendokumen yang tidak dikenakan BM) berdasarkan Pasal 4 UU BM? a.Konosemen.Surat penyimpanan barang. Dokumen yang berupa: . Kapan saat terutang Bea Meterai? a. uang tunggu. Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi. uang tunjangan. b.97 - . pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank. 38. Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara. dan bank. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek. Kas Pemerintah Daerah dan bank. h.Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim. i. . Tanda terima gaji. .Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat tersebut di atas.

. Menggunakan cara lain yg ditetapkan oleh Menteri Keuangan  KMK No. bl dan th dilakukan dg tinta atau yg sejenis dg itu. Menggunakan Benda Meterai (meterai tempel).sistem komputerisasi. shg sebagian ttd ada di atas kertas dan sebagaian lagi di atas meterai tempel. sewa menyewa. 133b/KMK. misalnya kuitansi. . b. . pada saat dokumen itu diserahkan dan diterima oleh pihak untuk siapa dokumen itu dibuat (bukan pada saat ditandatangani).mesin teraan meterai.Apabila ketentuan tsb di atas tidak dipenuhi. ttd hrs dibubuhkan sebagian di atas semua meterai tempel dan sebagian di atas kertas.98 - c.04/2000.Jika digunakan lbh dr satu meterai tempel. pada tempat dimana tandatangan akan dibubuhkan. mk dokumen ybs dianggap tidak bermeterai. dan . yang ditutup dengan pembubuhan tandatangan yang bersangkutan. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari satu pihak : pada saat selesainya dokumen itu dibuat. . 40.Pembubuhan ttd disertai dg pencantuman tgl. dsb.alat lain dengan teknologi tertentu. cek. .Meterai tempel direkatkan seluruhnya dengan utuh dan tidak rusak di atas dokumen yang dikenakan Bea Meterai. . Dokumen yang dibuat di Luar Negeri : pada saat dokumen itu digunakan di Indonesia 39. misalnya surat perjanjian jual beli. Pasal 1 KMK mengatur bahwa cara lain adalah dengan membubuhkan tanda Bea Meterai Lunas dengan menggunakan : . b.. Dokumen yang semula tidak terutang Bea Meterai namun akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan.teknologi percetakan. Dokumen-dokumen apakah yang harus dilakukan Pemeteraian Kemudian dan berapa besar Bea Meterai yang terutang? a. dsb. Bagaimana cara pelunasan Bea Meterai? a. yaitu : .

000. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya.dikenakan Bea Meterai Rp 500. 2.Rp. 1. Lebih dari Rp 250.000. 1995 ( . b.99 - Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar yang terutang pada saat pemeteraian kemudian dilakukan.000. b.s/d Rp 1. UU BM (1 Jan 86 )Rp. 1. Surat-surat yang memuat jumlah uang : a. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.tidak dikenakan Bea Meterai.000.Berdasarkan batas harga nominal : a. Rp.Rp. Lebih dari Rp 1. 2. Yang menyebutkan penerimaan uang b.000. b. Jenis Dokumen Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. Yang berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan..- R R B b n a b . 1. 7 Th.000. c. c. Yang menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di Bank c..000. Bea Meterai yang dilunasi adalah sebesar Bea Meterai yang terutang dan ditambah denda sebesar 200% dari yang kurang dilunasi/terutang. Yang berisi pemberitahuan saldo rekening di Bank d.s/d Rp 1.000.000. Sampai dengan Rp 250. Sampai dengan Rp 250.-. Lebih dari Rp 250. Dokumen yang dibuat di Luar Negeri yang akan digunakan di Indonesia. PP No. 3.- ( R 2. 2.dikenakan Bea Meterai Rp Rp.000.- No.000.000. 4.000.tidak dikenakan Bea Meterai.000.000.Berdasarkan batas harga nominal : a.000. 1. Akta-akta Notaris termasuk salinannya.30 April 2000) Rp. Dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya.

-.000.000.-.000.Berdasarkan batas Rp. 6.- ( c 5.000..000. Lebih dari Rp 1. Jenis Dokumen UU BM (1 Jan 86 )1.- No. Efek dan sekumpulan efek dengan Berdasarkan B .000. 7 Th.000. c. Surat berharga seperti wesel.000.Berdasarkan batas harga nominal : a. Sampai dengan Rp 1. tidak dikenakan Bea Meterai b. 1.dikenakan Bea Meterai Rp. Cek dan Bilyet giro.dikenakan Bea Meterai Rp 2.- R 6.000. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4)  s/d tg 14 Nop 89. Lebih dari Rp 1. 1995 ( . promes.000.30 April 2000) dikenakan Bea Meterai Rp 1. Berdasarkan batas harga nominal (sesuai dengan butir 4) B b n ( d 4 7.000. mulai tg 15 Nop 89 tarif Rp 500.100 PP No. dan aksep.

UU BM (1 Jan 86 )harga nominal (sesuai dengan butir 6) ( b n 8.- No. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan b.dikenakan Bea Meterai Rp 1. Lebih dari Rp 1.000. Jenis Dokumen nama dan dalam bentuk apapun.000. Rp 1.b.30 April 2000) batas harga nominal : a.000.000.dikenakan Bea Meterai Rp 2.000. 1995 ( ..000. Sampai dengan Rp 1. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan : a.- Rp 2. selain dari maksud semula. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya.000.101 PP No. jika digunakan untuk tujuan lain atau digunakan oleh orang lain. 7 Th.- R .000.

.. dan atau memperoleh manfaat atas bangunan. OBJEK PAJAK ( 250304 ) ang menjadi Objek PBB ? Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan. maka keterangan yang diajukan itu dianggap diterima. . dan atau memiliki. dan atau memperoleh manfaat atas bumi. . SUBJEK PAJAK ( 250304 ) 1 Siapa Subjek PBB ? Subjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai hak atas bumi. . • Apabila Wajib Pajak dimaksud memberikan keterangan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak bahwa ia bukan Wajib Pajak atas objek pajak dimaksud. .taman mewah.  Apabila setelah jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya keterangan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan.62 - PAJAK BUMI DAN BANGUNAN. . • Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya.tempat olah raga. • Dalam hal objek PBB belum jelas diketahui Wajib Pajaknya.  Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan surat keputusan penolakan dengan disertai alasan-alasannya apabila keterangan yang diajukan itu tidak disetujui. dermaga. Subjek PBB yang dikenakan kewajiban membayar PBB berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku menjadi Wajib Pajak.jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel.pagar mewah.tempat penampungan/kilang minyak. dan emplasemennya. Termasuk dalam pengertian bangunan adalah : . B.kolam renang. menguasai. air dan gas. • Tanda pembayaran/pelunasan PBB bukan merupakan bukti pemilikan hak. • Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.jalan TOL. pipa minyak. pabrik. . BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A. maka Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan Wajib Pajak. dan lain-lain yang merupakan satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut. . maka :  Direktur Jenderal Pajak membatalkan penetapan sebagai Wajib Pajak dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keterangan dimaksud apabila keterangan dimaksud disetujui.galangan kapal.

hutan wisata. • Objek Pajak yang digunakan untuk kuburan. DASAR PENGENAAN DAN CARA MENGHITUNG PBB (250304 ) 1 Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan PBB ? Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. Yang dimaksud dengan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan adalah bahwa objek PBB semata-mata hanya digunakan untuk pelayanan umum dan nyatanyata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. atau yang sejenis dengan itu. TARIF PAJAK (250304 ) 1 Berapa besarnya tarif PBB ? Tarif PBB adalah tunggal sebesar 0. NJOPTKP diberikan kepada setiap Wajib Pajak sebagai pengurang penghitungan PBB terutang. 3 Bagaimana perlakuan atas Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan ? Objek PBB yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan. sosial. penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.. pendidikan. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Termasuk pengertian ini adalah hutan wisata milik Negara sesuai Pasal 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan. pendidikan. • Objek Pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik. Hal ini dapat diketahui antara lain dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari yayasan/badan yang bergerak dalam bidang ibadah.63 - . • Objek Pajak merupakan hutan lindung. sosial. 2 Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan PBB ? • Objek Pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah.fasilitas lain yang memberikan manfaat. D. C. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. kesehatan. . taman nasional. dan kebudayaan nasional tersebut. peninggalan purbakala. kesehatan.5% (lima per sepuluh persen). • Objek Pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. dan kebudayaan nasional. hutan suaka alam.

letak. . NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan.64 - 2 Berapa besarnya NJOPTKP ? NJOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak sebesar Rp12. • Nilai perolehan baru.. yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek tersebut. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bangunan adalah : 1. 3. peruntukan. atau Nilai Jual Objek Pajak pengganti.000. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak yang berdasarkan pada hasil produksi objek pajak tersebut. atau nilai perolehan baru. Klasifikasi dimaksud sekaligus sebagai pedoman penentuan NJOP. Bilamana tidak terdapat transaksi jual beli. pemanfaatan.000. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh objek tersebut pada saat penilaian dilakukan. • Nilai jual pengganti. 4. yaitu pengelompokan bumi dan bangunan menurut nilai jualnya. 4.00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. 2. 4 Apakah dasar pengenaan PBB ? Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (sales value = NJOP). 3. bahan yang digunakan. kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya. 2. Yang dimaksud dengan : • Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. yaitu harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis. kondisi lingkungan dan lain-lain. adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual suatu objek pajak dengan cara membandingkannya dengan objek pajak lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya. kondisi lingkungan dan lain-lain. letak. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam dalam penentuan klasifikasi bumi adalah : 1. rekayasa. 3 Bagaimana perlakuan pemberian NJOPTKP kepada Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Objek PBB ? NJOPTKP diberikan hanya sekali untuk Objek PBB yang nilainya paling tinggi untuk satu tahun pajak. 5 Bagaimana cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang ? Cara untuk memudahkan penghitungan PBB terutang adalah dengan membuat klasifikasi bumi dan bangunan.

2) sebesar 20 % dari NJOP apabila NJOP bernilai kurang dari Rp1. DAN TEMPAT YANG MENENTUKAN PBB TERUTANG (250304 ) 1. DAN SURAT KETETAPAN PAJAK (SKP) (250304 ) 1. untuk daerah lainnya. Dimana tempat PBB terutang? Tempat PBB terutang adalah : a. PENDAFTARAN. . SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK (SPOP). benar. F. untuk daerah Jakarta. TAHUN PAJAK.. perhutanan. SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERUTANG (SPPT). Bagaimana cara menghitung PBB terutang ? Penghitungan PBB adalah sebagai berikut : NJOP sebagai dasar pengenaan PBB = Jumlah NJOP bumi dan bangunan NJOP untuk penghitungan PBB = NJOP sebagai dasar pengenaan PBB dikurangi dengan NJOPTKP NJKP = (20% atau 40%)* x NJOP untuk penghitungan PBB PBB yang terutang = 0. Berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 2002: • Objek PBB perkebunan. yang meliputi letak objek PBB. b.000. di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.. Apa kewajiban subjek PBB dalam rangka pendaftaran Objek PBB ? Mendaftarkan objek PBB-nya dengan mengisi SPOP secara jelas.(satu milyar rupiah ) atau lebih. dan pertambangan sebesar 40 % dari NJOP .000. 7.65 - 6 Apakah dasar penghitungan PBB ? Dasar penghitungan PBB adalah Nilai Jual Kena Pajak (assessment value = NJKP) yaitu suatu persentase tertentu dari NJOP yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan PBB. NJKP ditetapkan serendah-rendahnya 20% (dua puluh persen) dan setinggi-tingginya 100% (seratus persen) dari NJOP. Kapan saat PBB terutang? Saat PBB terutang adalah keadaan objek PBB pada tanggal 1 Januari untuk suatu tahun pajak tertentu (jangka waktu satu tahun takwim) 2. di wilayah Kabupaten/Kota.000.5% x NJKP NJOP bumi = luas bumi x NJOP bumi per m2 NJOP bangunan = luas bangunan x NJOP bangunan per m2 *) Besarnya ditentukan berdasarkan jumlah NJOP bumi dan bangunan dan sektor. E. yang meliputi letak objek PBB. selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP oleh subjek PBB. SAAT.000. dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan ke KPPBB/KP4/tempat lain yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB.(satu milyar rupiah ). • Objek PBB lainnya : 1) sebesar 40 % dari NJOP apabila NJOP bernilai Rp1.000.000..

• Benar. Menyampaikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar. benar. Memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. Apabila pengisian SPOP setelah diteliti atau diperiksa ternyata tidak benar (lebih kecil). dan lengkap adalah : • Jelas. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 2 (dua) tahun atau denda setinggi-tingginya sebesar 5 (lima) kali pajak yang terutang. Sanksi Pidana Barang siapa karena kealpaannya tidak mengembalikan SPOP atau mengembalikan SPOP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan/ atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi negara. sehingga menimbulkan kerugian pada negara. 2. maka akan diterbitkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari PBB yang terutang. berarti data yang dilaporkan harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 4). SPOP adalah sarana bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan Objek PBB yang akan dipakai sebagai dasar untuk menghitung PBB yang terutang. maka akan diterbitkan SKP dengan sanksi berupa denda administrasi sebesar 25% dari selisih besarnya PBB yang terutang. dan lengkap ? a.. berarti penulisan data yang diminta dalam SPOP dibuat sedemikian rupa. terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda. dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya 2 (dua) kali lipat pajak yang terutang. • Lengkap berarti seluruh bagian yang harus diisi oleh Wajib Pajak terisi semua dan ditandatangani. Sanksi Administrasi Dalam hal WP tidak menyampaikan kembali SPOP pada waktunya dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. Yang dimaksud dengan jelas. 5). b. benar. Tidak mengembalikan atau menyampaikan SPOP kepada Direktorat Jenderal Pajak. 3). . 2). Tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan. sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara maupun Wajib Pajak sendiri. Sanksi pidana tersebut dilipatkan dua apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang perpajakan sebelum lewat satu tahun. Apa sanksi yang dapat dikenakan apabila Wajib Pajak tidak mengembalikan SPOP atau mengisi SPOP secara jelas. Barang siapa karena dengan sengaja : 1). Tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya.66 - Pelaksanaan dan tata cara pendaftaran objek pajak sebagaimana diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan.

TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENAGIHAN (250304 ) . 4. 7. 5. • Mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) atau Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dari Tempat Pembayaran (TP yaitu Bank/Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau ATM) atau Tanda Terima Sementara (TTS) dari petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. • Membayar/melunasi PBB terutang pada tempat yang telah ditentukan. • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh hasill pemeriksaan atau keterangan lainnya. • Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain yang ada ternyata jumlah PBB yang terutang lebih besar dari jumlah PBB yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh WP. G..67 - 3. dihitung berdasarkan SPOP ditambah denda administrasi 25% dari selisih PBB yang terutang. Apakah yang dimaksud dengan SKP PBB? SKP PBB adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB yang memberitahukan besarnya PBB yang terutang termasuk denda administrasi kepada Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajiban perpajakan sebagaimana mestinya. Berapakah besarnya PBB terutang dalam SKP PBB? • Jumlah PBB yang terutang dalam SKP yang disebabkan oleh pengembalian SPOP lewat 30 hari setelah diterima WP adalah sebesar pokok pajak ditambah dengan denda administrasi sebesar 25% dihitung dari pokok pajak. • Mengajukan keberatan dan atau pengurangan. Apakah yang dimaksud dengan SPPT ? SPPT adalah Surat Keputusan Kepala KPPBB mengenai besarnya PBB terutang yang harus dibayar oleh Wajib Pajak pada 1 (satu) tahun pajak tertentu. Apa yang menyebabkan SKP PBB diterbitkan ? SKP diterbitkan apabila : • Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) tidak disampaikan kembali dalam jangka waktu 30 hari dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan sebagaimana ditentukan dalam surat teguran. 6. Apa hak Wajib Pajak atas SPPT ? • Menerima SPPT PBB setiap tahun pajak. Apa kewajiban Wajib Pajak atas SPPT ? • Menandatangani bukti tanda terima SPPT dan menyampaikannya kembali kepada Lurah/Kepala Desa/Dinas Pendapatan Daerah/KP4 untuk diteruskan ke KPPBB yang menerbitkan SPPT atau menyampaikannya ke KPPBB. SPPT diterbitkan berdasarkan data sebagaimana tertulis pada SPOP. 8. • Mendapatkan penjelasan segala sesuatu yang berhubungan dengan ketetapan PBB.

Petugas pemungut PBB Kelurahan/Desa yang ditunjuk resmi dengan SK Walikota/Bupati. • Berdasarkan SKP yang diterima. UU Nomor 19 Tahun 2000. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT. Kapan batas waktu pelunasan utang PBB ? • Berdasarkan SPPT yang diterima. KEBERATAN DAN BANDING (250304 ) 1. Apa saja yang dapat ditagih dengan STP PBB? Pokok pajak terutang yang belum atau kurang dibayar dan atau denda administrasi. 3. Berapa denda yang dikenakan kepada Wajib Pajak yang belum melunasi utang PBB-nya setelah lewat jatuh tempo ? PBB terutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak dibayar atau kurang dibayar dikenakan denda administrasi sebesar 2% (dua persen) sebulan. 2. SKP. yang dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.d. STP harus dilunasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya STP oleh Wajib Pajak. Apakah dasar penagihan PBB ? Dasar penagihan PBB adalah SPPT. 5. Dalam hal bagaimana STP PBB diterbitkan ? • Wajib pajak tidak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP.d.Counter/teller bank-bank tertentu (Bank Nusantara Parahyangan) atau . • Wajib pajak melunasi PBB terutang setelah lewat jatuh tempo pembayaran SPPT/SKP. dan Surat Tagihan Pajak (STP).68 - 1. Bagaimana cara membayar PBB ? Wajib pajak membayar PBB terutang melalui : .. Wajib Pajak harus melunasi utang PBBnya selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKP. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan PBB ? Yang dapat diajukan keberatan PBB adalah besarnya PBB terutang sebagaimana tercantum dalam SPPT atau SKP. 7. 4. Catatan : Pembayaran harus dilakukan sekaligus (tidak diperkenankan mencicil).t. Keberatan dimaksud dapat dikarenakan : • Kesalahan luas bumi dan atau bangunan.Bank atau Kantor Pos yang tercantum pada SPPT atau . 6. BII) atau . Apakah upaya yang dapat dilakukan apabila STP PBB telah lewat jatuh tempo dan tidak dilunasi ? Apabila STP PBB tidak dibayar setelah lewat jatuh tempo ditagih dengan Surat Paksa (SP) berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa s.ATM bank-bank tertentu (BCA. . H. tetapi denda administrasi tidak dilunasi.

harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan.69 - • Kesalahan klasifikasi bumi dan atau bangunan. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. dan/atau o Akta Jual Beli. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis.. Bagaimana tata cara permohonan keberatan PBB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB disertai dengan alasan yang jelas. dan/atau o Bukti pendukung (resmi) lainnya. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. • Diajukan per Objek PBB dan per tahun pajak. dan/atau o Bukti Surat Ukur/Rincik.  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. Apa bentuk keputusan keberatan ? . dan/atau o SPPT/SKP. • Kesalahan Penetapan Subjek Pajak. Keberatan atas SPPT atau SKP harus diajukan masing-masing dalam satu surat keberatan tersendiri untuk setiap tahun pajak. 3. 2. dan/atau o Izin Mendirikan Bangunan (IMB). • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SPPT atau SKP. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : o Bukti pemilikan hak atas tanah/sertifikat.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan PBB.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar PBB dan pelaksanaan penagihan. 4. • Kesalahan penetapan/pengenaan. • Terdapat perbedaan penafsiran peraturan perundang-undangan PBB antara Wajib Pajak dan fiskus. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan PBB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. 5.

Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. I. 6. • 64. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? Wajib pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. 8. mengakibatkan peningkatan jumlah PBB-nya. tidak dapat diterima. mengabulkan sebagian atau seluruhnya. • menambah jumlah pajaknya. menambah pajak yang harus dibayar. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya.2 % (enambelas koma dua persen) untuk propinsi. Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN PBB (250304 ) 1. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan. • menerima sebagian.. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya.5% diberikan kepada kabupaten/kota yang mencapai target penerimaan sektor pedesaan dan perkotaan). maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran PBB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. 9. • menolak.70 - Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya. . • 16.8 % (enampuluh empat koma delapan persen) untuk kabupaten/kota.5% dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota dan 3. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan PBB ? Hasil penerimaan PBB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : • 10 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat (6. Ketentuan banding PBB mengikuti ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP stdtd UU Nomor 16 Tahun 2000. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. 7.

- 71 -

• 9 % (sembilan persen) untuk biaya pungut (diberikan kepada kabupaten/kota, propinsi, dan Ditjen Pajak) J. PENGURANGAN (250304 ) 1. Kepada siapa pengurangan PBB dapat diberikan ? Pengurangan PBB yaitu pemberian keringanan pembayaran PBB yang terutang atas Objek PBB dapat diberikan kepada : •Wajib pajak orang pribadi atau badan karena kondisi tertentu Objek PBB yang ada hubungannya dengan Subjek PBB dan atau karena sebab-sebab tertentu lainnya, yaitu : o lahan pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan yang hasilnya sangat terbatas yang dimiliki/dikuasai atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang berpenghasilan rendah yang nilai jualnya meningkat disebabkan karena adanya pembangunan atau perkembangan lingkungan; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilannya semata-mata berasal dari pensiun, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek PBB yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga kewajiban PBB-nya sulit dipenuhi; o Objek Pajak yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh Wajib Pajak Badan yang mengalami kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban rutin perusahaan; Pemberian pengurangan dapat diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. •Wajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek PBB terkena bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan sebagainya serta sebabsebab lain yang luar biasa seperti kebakaran, kekeringan, wabah penyakit, dan hama tanaman. Untuk kondisi Wajib Pajak ini dapat diberikan pengurangan sampai dengan 100% (seratus persen). •Wajib Pajak anggota veteran pejuang kemerdekaan dan veteran pembela kemerdekaan termasuk janda/dudanya. Pemberian pengurangan ditetapkan 75% (tujuh puluh lima persen), akan tetapi bagi janda/dudanya telah menikah lagi diberikan setinggi-tingginya 75% (tujuh puluh lima persen) dan ditetapkan berdasarkan kondisi/penghasilan Wajib Pajak. 2. Bagaimana tata cara pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP dengan menyebutkan persentase pengurangan yang diminta.

- 72 -

Pengajuan permohonan dilakukan dengan ketentuan : o Untuk ketetapan PBB s/d Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat diajukan secara perseorangan atau kolektif (melalui Kepala Desa/Lurah dan diketahui oleh Camat). o Untuk ketetapan PBB di atas Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) harus diajukan oleh WP yang bersangkutan dengan melampirkan : 1). fotokopi SPPT/SKP PBB Tahun Pajak yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). fotokopi KTP/SIM/Tanda Pengenal Diri lainnya. o Untuk WP Badan, melampirkan fotokopi : 1). SPPT/SKP PBB tahun yang dimohonkan; 2). fotokopi STTS tahun pajak terakhir; 3). SPT PPh tahun terakhir; 4). Laporan Keuangan Perusahaan. o Untuk Objek Pajak yang terkena bencana alam, hama tanaman dan sebab lain yang luar biasa dan bersifat massal diajukan oleh Kepala Desa/Lurah dengan diketahui oleh Camat dengan mencantumkan nama-nama Wajib Pajak yang dimohonkan pengurangannya dengan mempergunakan formulir yang telah ditentukan. •Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak SPPT/SKP diterima Wajib Pajak atau terjadinya bencana alam atau sebab-sebab lain yang luar biasa. •Pengurangan atas SKP hanya dapat diberikan atas pokok ketetapan PBB terutang; •Apabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi, maka permohonannya tidak diproses, dan Kepala KPPBB yang bersangkutan harus memberitahukan secara tertulis kepada WP/Kepala Desa/Lurah, disertai penjelasan seperlunya.

3. Apa kriteria pengajuan permohonan pengurangan PBB ? • Pengurangan PBB untuk masing-masing kabupaten/kota hanya diberikan untuk 1 (satu) objek PBB yang dimiliki, dikuasai dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah objek PBB yang menjadi tempat domisili Wajib Pajak; • Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki, menguasai dan atau memanfaatkan lebih dari 1 (satu) objek PBB adalah Wajib Pajak Badan, maka objek yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah salah satu objek pajak yang dimiliki, dikuasai, dan atau dimanfaatkan Wajib Pajak. K. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PBB (250304 ) 1. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terjadi dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Wajib Pajak (WP) lebih besar dari jumlah PBB yang seharusnya terutang.

- 73 -

2. Apakah penyebab terjadinya kelebihan pembayaran PBB ? • Perubahahan peraturan; • Surat Keputusan Pemberian Pengurangan; • Surat Keputusan Penyelesaian Keberatan; • Putusan Banding; • Kekeliruan pembayaran. 3. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran PBB ? Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi), diperhitungkan dengan utang pajak lainnya, atau disumbangkan kepada Negara.

4. Bagaimana tata cata pengajuan permohonan atas kelebihan pembayaran PBB ? • WP mengajukan permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menyebutkan jumlah kelebihan pembayaran disertai alasan yang jelas kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Kepala KPPBB yang menerbitkan SPPT/SKP/STP. • Surat permohonan disampaikan langsung atau dikirim melalui pos tercatat; • Surat permohonan dilampiri dengan dokumen yang berkaitan dengan Objek Pajak yang dimohonkan berupa: - fotokopi SPPT/SKP/STP dan Surat Keputusan Keberatan/Banding dan/atau Surat Keputusan pemberian pengurangan; - Asli Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB. 5. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan dari Wajib Pajak ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan. 6. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran PBB ? Kepala KPPBB atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan : •Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran Pajak PBB (SKKPP PBB), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata lebih besar dari yang seharusnya terutang; •Surat Pemberitaan (SPb), apabila jumlah PBB yang dibayar sama dengan jumlah PBB yang seharusnya terutang; •Surat Ketetapan Pajak (SKP), apabila jumlah PBB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya terutang. 7. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB)?

L. Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah. BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN A. 5. Pejabat Dinas Tata Kota. Apa kewajiban Pejabat ? Pejabat yang dalam jabatannya atau tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek pajak. kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan sepanjang menyangkut pelaksanaan Undang-undang PBB. Bagaimana seandainya pejabat dimaksud terikat dengan rahasia jabatan yang harus dipegang sehubungan dengan penyampaian keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Dalam hal pejabat dimaksud terikat oleh kewajiban untuk memegang rahasia jabatan. Subjek BPHTB yang dikenakan kewajiban membayar BPHTB menurut perundang-undangan perpajakan yang menjadi Wajib Pajak. 3. Siapakah yang dimaksud Pejabat yang berkaitan dengan Objek PBB ? Pejabat yang tugas pekerjaannya berkaitan langsung dengan objek PBB adalah : Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. LAIN-LAIN (250304 ) 1. Pejabat Dinas Pengawasan Bangunan. SUBJEK PAJAK (250304 ) 1. Siapa Subjek BPHTB ? Subjek BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan. Pejabat Agraria.. Dalam hal KPPBB terlambat menerbitkan SPMKPPBB. antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. wajib : • menyampaikan laporan bulanan mengenai semua mutasi dan perubahan keadaan objek PBB secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi letak objek PBB. Staatsblad Nomor 3 tentang Peraturan Jabatan Notaris. .74 - Kepala KPPBB harus menerbitkan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak PBB (SPMKPPBB) dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKKPPPBB.. Apa sanksi bagi Pejabat yang tidak menyampaikan laporan ? Pejabat yang tidak memenuhi kewajiban dapat dikenakan sanksi menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain Pejabat dimaksud siapakah yang mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan yang ada hubungannya dengan objek PBB ? Pejabat lain yang ada hubungannya dengan objek PBB yang mempunyai kewajiban memberikan keterangan adalah Lurah atau Kepala Desa. Pejabat Balai Harta Peninggalan. 4. dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). maka WP diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKPPBB. • memberikan keterangan yang diperlukan atas permintaan Direktorat Jenderal Pajak. 2.

meliputi: a. waris. 6. di luar pelepasan hak. 2. penggabungan usaha. 7. yaitu pemberian hak baru atas tanah kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atau dari pemegang hak milik menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. yaitu suatu perbuatan hukum berupa penyerahan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan hukum kepada penerima hadiah. yaitu pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan dari orang pribadi atau badan kepada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya sebagai penyertaan modal pada Perseroan Terbatas atau badan hukum lainnya tersebut. yaitu pemisahan suatu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha baru tersebut yang dilakukan tanpa melikuidasi badan usaha yang lama.. 5. yaitu suatu penetapan wasiat yang khusus mengenai pemberian hak atas tanah dan atau bangunan kepada orang pribadi atau badan hukum tertentu. . yaitu penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan usaha yang bergabung tersebut. hibah wasiat. kelanjutan pelepasan hak.75 - B. tukar-menukar. OBJEK PAJAK (250304 ) 1. yaitu pemberian hak baru kepada orang pribadi atau badan hukum dari Negara atas tanah yang berasal dari pelepasan hak. yaitu adanya peralihan hak dari orang pribadi atau badan hukum sebagai salah satu pihak kepada pihak yang ditentukan dalam putusan hakim tersebut. 4. 3. yang berlaku setelah pemberi hibah wasiat meninggal dunia. b. 8. 12. jual beli. 9. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. pemekaran usaha. hibah. 2. yaitu penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan melikuidasi badan usaha lainnya yang menggabung. penunjukan pembeli dalam lelang. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan. 10. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya. 11. yaitu penetapan pemenang lelang oleh Pejabat Lelang sebagaimana yang tercantum dalam Risalah Lelang. Pemberian hak baru karena: 1. hadiah. peleburan usaha. Apa yang menjadi objek BPHTB ? Objek BPHTB adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. yaitu pemindahan sebagian hak bersama atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan kepada sesama pemegang hak bersama. 13. Pemindahan hak karena: 1.

berupa perencanaan peruntukan dan penggunaan tanah. Objek pajak yang diperoleh karena waris dan hibah wasiat pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 111 Tahun 2000. Apa saja yang termasuk hak atas tanah ? Hak atas tanah meliputi : a. penggunaan tanah untuk keperluan pelaksanaan tugasnya. • objek pajak yang diperoleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan syarat tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di luar fungsi dan tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut. . Objek pajak yang diperoleh karena pemberian hak pengelolaan pengenaan BPHTB-nya diatur lebih lanjut dengan PP Nomor 112 Tahun 2000. konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. penyerahan bagian-bagian dari tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Objek pajak apa saja yang tidak dikenakan BPHTB ? • objek pajak yang diperoleh perwakilan diplomatik. hak guna usaha (HGU). hak pengelolaan. hak pakai. yaitu hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. yaitu hak turun-temurun.. f. dan tanah bersama yang semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan. Hak milik atas satuan rumah susun meliputi juga hak atas bagian bersama. yaitu hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku. yaitu hak menguasai dari Negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegang haknya. 3. 2.76 - o o o Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas tanah dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan. terkuat. • objek pajak yang diperoleh Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum. hak milik atas satuan rumah susun. b. hak guna bangunan (HGB). dan terpenuh yang dapat dipunyai orang pribadi atau badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. benda bersama. antara lain. yaitu hak untuk menggunakan dan atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain. segala sesuatu sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. hak milik. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. d. yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. yaitu hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. e.

- 77 • • objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena konversi hak atau karena perbuatan hukum lain dengan tidak adanya perubahan nama; objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan karena wakaf;

objek pajak yang diperoleh orang pribadi atau badan yang digunakan untuk kepentingan ibadah.

o Yang dimaksud dengan tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan atau untuk pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum adalah tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun oleh Pemerintah Daerah dan kegiatan yang semata-mata tidak ditujukan untuk mencari keuntungan, misalnya, tanah dan atau bangunan yang digunakan untuk instansi pemerintah, rumah sakit pemerintah, jalan umum. o Yang dimaksud dengan konversi hak adalah perubahan hak dari hak lama menjadi hak baru menurut Undang-undang Pokok Agraria, termasuk pengakuan hak oleh Pemerintah. o Yang dimaksud wakaf adalah perbuatan hukum orang pribadi atau badan yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa hak milik tanah dan atau bangunan dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau kepentingan umum lainnya tanpa imbalan apapun. C. TARIF PAJAK (250304 )
1. Berapa besarnya tarif BPHTB ?

Tarif BPHTB adalah 5% (lima persen). D. DASAR PENGENAAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK (250304 )
1. Apakah dasar pengenaan BPHTB ?

Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP), yaitu a. jual beli adalah harga transaksi; b. tukar-menukar adalah nilai pasar; c. hibah adalah nilai pasar; d. hibah wasiat adalah nilai pasar; e. waris adalah nilai pasar; f. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah nilai pasar; g. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah nilai pasar; h. peralihan hak karena pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap adalah nilai pasar; i. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah nilai pasar; j. pemberian hak baru atas tanah di luar pelepasan hak adalah nilai pasar; k. penggabungan usaha adalah nilai pasar; l. peleburan usaha adalah nilai pasar; m. pemekaran usaha adalah nilai pasar;

- 78 -

n. o.

hadiah adalah nilai pasar; penunjukan pembeli dalam lelang adalah harga transaksi yang tercantum dalam Risalah Lelang. Dalam hal NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan BPHTB yang dipakai adalah NJOP PBB. o Yang dimaksud dengan harga transaksi adalah harga yang terjadi dan telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersangkutan. o Dalam hal NJOP PBB pada tahun terjadinya perolehan belum ditetapkan, besarnya NJOP PBB ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

2. Apa yang boleh dikurangkan dalam penghitungan BPHTB ? Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP diberikan untuk setiap perolehan hak sebagai pengurang penghitungan BPHTB terutang. 3. Berapa besarnya NPOPTKP ? NPOPTKP ditetapkan secara regional (setiap kabupaten/kota) paling banyak Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), kecuali dalam hal perolehan hak karena waris, atau hibah wasiat yang diterima oleh orang pribadi dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat, termasuk suami/istri, NPOPTKP regional paling banyak Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). o Besarnya NPOPTKP ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP atas nama Menteri Keuangan untuk setiap kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemda setempat. o Ketentuan besarnya NPOPTKP diatur lebih lanjut dalam PP Nomor 113 Tahun 2000.

4. Bagaimana cara menghitung BPHTB terutang ? • BPHTB terutang = 5 % x NPOP Kena Pajak; • NPOP Kena Pajak = NPOP – NPOPTKP. E. SAAT DAN TEMPAT PAJAK TERUTANG (250304 ) 1. Kapan saat BPHTB terutang dan harus dilunasi ? Saat terutang dan pelunasan BPHTB untuk: a. jual beli adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta, yaitu tanggal dibuat dan ditandatanginya akta pemindahan hak di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris; b. tukar-menukar adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; c. hibah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; d. waris adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan;

- 79 -

e.

pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; f. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta; g. lelang adalah sejak tanggal penunjukan pemenang lelang, yaitu tanggal ditandatanganinya Risalah Lelang oleh Kepala Kantor Lelang Negara atau kantor lelang lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang memuat antara lain nama pemenang lelang. h. putusan hakim adalah sejak tanggal putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap; i. hibah wasiat adalah sejak tanggal yang bersangkutan mendaftarkan peralihan haknya ke Kantor Pertanahan; j. pemberian hak baru atas tanah sebagai kelanjutan dari pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; k. pemberian hak baru di luar pelepasan hak adalah sejak tanggal ditandatangani dan diterbitkannya surat keputusan pemberian hak; l. penggabungan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; m. peleburan usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; n. pemekaran usaha adalah sejak tanggal dibuat dan ditanda-tanganinya akta; o. hadiah adalah sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. 2. Dimana tempat BPHTB terutang? Tempat BPHTB terutang adalah wilayah Kabupaten, Kota, atau Propinsi yang meliputi letak tanah dan atau bangunan.

F. PEMBAYARAN, PENETAPAN, DAN PENAGIHAN (250304 )
1. Sistem apakah yang dipakai sebagai dasar pemungutan BPHTB ?

Sistem self assessment, dimana Wajib Pajak membayar BPHTB yang terutang dengan tidak mendasarkan pada adanya surat ketetapan pajak.
2. Bagaimana cara membayar BPHTB ?

BPHTB yang terutang dibayar ke kas negara melalui Bank/Kantor Pos Persepsi BPHTB, yaitu Kantor Pos dan atau Bank Badan Usaha Milik Negara atau Bank Badan Usaha Milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan menggunakan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSB).

4. Dalam waktu berapa lama SKBKBT dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. 7. Bilamana STB diterbitkan ? Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB) diterbitkan apabila : a. BPHTB yang terutang tidak atau kurang dibayar. dihitung mulai saat terutangnya BPHTB sampai dengan diterbitkannya SKBKB dimaksud. Apakah dasar penagihan BPHTB ? . Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB) apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain ternyata jumlah BPHTB yang terutang kurang dibayar.80 - 3. 9. 8.. Dalam waktu berapa lama SKBKB dapat diterbitkan ? Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya BPHTB. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah BPHTB yang terutang setelah diterbitkannya SKBKB. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam STB ? BPHTB terutang dalam STB akibat tidak atau kurang dibayar dan akibat salah tulis dan atau hitung adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak saat terutangnya BPHTB. 10. Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga. c. 6. Bagaimana kedudukan STB dalam proses penagihan BPHTB ? STB mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat ketetapan pajak sehingga penagihannya dapat dilanjutkan dengan penerbitan Surat Paksa. kecuali Wajib Pajak melaporkan sendiri sebelum dilakukan tindakan pemeriksaan. dari hasil pemeriksaan SSB terdapat kekurangan pembayaran BPHTB sebagai akibat salah tulis dan atau salah hitung. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKB ? BPHTB terutang dalam SKBKB adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga 2% (dua persen) sebulan dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. 5. b. Berapa besarnya BPHTB terutang dalam SKBKBT ? BPHTB terutang dalam SKBKBT adalah BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan BPHTB tersebut.

yaitu didukung dengan data atau bukti bahwa jumlah BPHTB yang terutang atau lebih bayar yang ditetapkan oleh fiskus tidak benar. SKBKBT. dapat ditagih dengan Surat Paksa. Tata cara penagihan BPHTB diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Keuangan. kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran BPHTB karena jumlah BPHTB yang telah dibayar lebih besar daripada BPHTB yang seharusnya terutang. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. d.81 - • • Dasar penagihan BPHTB adalah SKBKB. dan jumlah yang masih harus dibayar. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterima oleh Wajib Pajak. SKBN. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. SKBKB. • Melampirkan foto kopi sebagai berikut : . Surat Keputusan Keberatan. SKBKBT.. Surat Keputusan Keberatan. c. G. 2. Bagaimana tata cara permohonan keberatan BPHTB ? • Membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kepala KPPBB dengan mengemukakan jumlah BPHTB yang terutang menurut penghitungan Wajib Pajak disertai dengan alasan yang jelas. SKBKBT. SKBKBT. yaitu surat ketetapan yang menentukan jumlah BPHTB yang terutang sama besarnya dengan jumlah BPHTB yang dibayar. 11. Surat Keputusan Keberatan. • Menyampaikan permohonan secara lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak diterimanya SKBKB. SKBLB. STB dan Surat Keputusan Pembetulan. SKBKBT. BANDING. Berapa lama jangka waktu pelunasan SKBKB. KEBERATAN. besarnya sanksi administrasi. Apa saja yang dapat diajukan permohonan keberatan BPHTB ? Yang dapat diajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak adalah : a. jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak. atau SKBN. yaitu surat ketetapan yang menentukan tambahan atas jumlah BPHTB yang telah ditetapkan. yaitu surat perintah membayar pajak dan tagihan yang berkaitan dengan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mempunyai kekuatan sama dengan putusan pengadilan (parate executie). b. SKBLB. • Apabila sampai dengan jangka waktu 1 (satu) bulan sebagaimana dimaksud tidak atau kurang dibayar. maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah BPHTB yang harus dibayar bertambah? • BPHTB terutang dalam SKBKB.. DAN PENGURANGAN (250304 ) 1. yaitu surat ketetapan yang menentukan besarnya jumlah BPHTB terutang.

maka keberatan yang diajukan tersebut dianggap diterima. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan.  Tanda penerimaan Surat Keberatan yang diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk untuk itu atau tanda pengiriman Surat Keberatan melalui pos tercatat menjadi tanda bukti penerimaan Surat Keberatan tersebut bagi kepentingan Wajib Pajak. Apa yang dapat disampaikan oleh Wajib Pajak sebelum keputusan keberatan BPHTB diterbitkan ? Sebelum surat keputusan keberatan diterbitkan. Apa bentuk keputusan keberatan ? Keputusan Keberatan dapat berupa : • menerima seluruhnya. 3. . harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan terbukti kebenarannya.  Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar BPHTB dan pelaksanaan penagihan. Berapa lama jangka waktu penyelesaian permohonan keberatan BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Surat Permohonan Keberatan diterima. Direktur Jenderal Pajak wajib memberikan secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan BPHTB. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan sebagian terbukti kebenarannya. apabila data/bukti-bukti yang dilampirkan dalam pengajuan keberatan dan/atau diperoleh dalam pemeriksaan tidak terbukti kebenarannya. Wajib Pajak dapat menyampaikan alasan tambahan atau penjelasan tertulis.82 - o Fotocopy SSB o Asli SKBKB/SKBKBT/SKBLB/SKBN o Fotocopy Akta/Risalah Lelang/Surat Keputusan Pemberian Hak Baru/Putusan Hakim o Fotocopy KTP/ Paspor / KK /identitas lain  Permohonan keberatan yang tidak memenuhi persyaratan tidak dianggap sebagai Surat Keberatan sehingga tidak dipertimbangkan.  Apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan keberatan. 5. 4. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan suatu keputusan. • menolak. • menambah jumlah pajaknya. mengakibatkan peningkatan jumlah BPHTB-nya. • menerima sebagian..

Bagaimana sifat Putusan Banding ? Putusan Banding oleh BPP bukan merupakan putusan final dan dapat diajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN (250304 ) 1. H.83 - 6. 9. 2. mengabulkan sebagian atau seluruhnya. permohonan banding terhadap keputusan keberatan dikabulkan seluruhnya atau sebagian. permohonan pengurangan dikabulkan. Kepada siapa pengurangan BPHTB dapat diberikan ? Pengurangan BPHTB dapat diberikan Wajib Pajak melalui permohonan karena: a. pengajuan keberatan atas ketetapan BPHTB dikabulkan seluruhnya atau sebagian.. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika permohonan keberatannya ditolak ? • Wajib Pajak yang keberatannya ditolak dapat mengajukan banding ke Badan Pengadilan Pajak (BPP). menambah pajak yang harus dibayar. atau c. 10. atau b. 7. kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek BPHTB. b. perubahan peraturan. Dalam hal apa terjadi kelebihan pembayaran BPHTB ? Kelebihan pembayaran BPHTB terjadi dalam hal : a. 8. Bagaimana jika Putusan Banding menerima sebagian atau seluruhnya ? Apabila putusan banding menerima sebagian atau seluruhnya. c. BPHTB yang dibayar lebih besar daripada yang seharusnya terutang. e. tidak dapat diterima. f. • Permohonan dimaksud diatur lebih lanjut dengan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. kondisi Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu. maka kelebihan pembayaran dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% untuk jangka waktu paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak tanggal pembayaran yang menyebabkan kelebihan pembayaran BPHTB sampai dengan diterbitkannya Putusan Banding. d. BPHTB yang dibayar tidak seharusnya terutang. Apa bentuk putusan Banding ? Putusan Banding dapat berupa : menolak. Bagaimanakah perlakuan atas kelebihan pembayaran BPHTB ? - . tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan.

• SKBKB. menandatangani dan menerbitkan surat keputusan pemberian hak atas tanah (SKPH). . J. KETENTUAN BAGI PEJABAT (250304 ) 1. 4. menandatangani risalah lelang. Apakah bentuk Surat Keputusan yang dapat diterbitkan atas pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB ? Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan (sederhana dan lapangan) menerbitkan: • SKBLB.. Kapan Pejabat dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan. Apabila dalam jangka waktu tersebut surat keputusan tidak diterbitkan maka permohonan Wajib Pajak dianggap dikabulkan serta Kepala KPPBB harus menerbitkan SKBLB dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat ? . 5. Dalam hal Kepala KPPBB terlambat menerbitkan SPMKB. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata kurang dari jumlah BPHTB yang seharusnya terutang. apabila jumlah BPHTB yang dibayar sama dengan jumlah BPHTB yang terutang. maka Wajib Pajak diberikan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan sampai dengan diterbitkannya SPMKB dimaksud. PEMBAGIAN HASIL PENERIMAAN BPHTB (250304 ) 1. apabila jumlah BPHTB yang dibayar ternyata lebih besar daripada jumlah BPHTB yang terutang atau dilakukan pembayaran BPHTB yang tidak seharusnya terutang. • SKBN. 64 % (enampuluh empat persen) untuk kabupaten/kota. atau disumbangkan kepada Negara. Bagaimana pengelolaan hasil penerimaan BPHTB ? Hasil penerimaan BPHTB dibagi dengan perimbangan sebagai berikut : 20 % (duapuluh persen) untuk pemerintah pusat yang selanjutnya dikembalikan lagi secara merata ke setiap kabupaten/kota 16 % (enambelas persen) untuk propinsi. yaitu dengan diterbitkannya Surat Perintah Membayar Kelebihan BPHTB (SPMKB) oleh Kepala KPPBB. 3. I.84 - Kelebihan Pembayaran PBB dapat dikembalikan kepada Wajib Pajak (restitusi). Kapan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan ? Pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKBLB. diperhitungkan dengan utang pajak lainnya. Dalam jangka waktu maksimal berapa lama KPPBB harus memberikan jawaban atas surat permohonan pengembalian kelebihan pembayaran BPHTB dimaksud ? Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak harus diterbitkan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dari Wajib Pajak.

3.85 - • Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris hanya dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.000. Apa kewajiban PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara ? Melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan atau Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan kepada Direktorat Jenderal Pajak (KPPBB setempat) selambat-lambatnya pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. 5. . Apa sanksi bagi PPAT/Notaris yang tidak melaporkan pembuatan akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan ke KPPBB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp250.. 4. 4. Apa sanksi bagi Pejabat Pertanahan yang menandatangani dan menerbitkan SKPH atau mendaftar peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 2.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap laporan. • Pendaftaran peralihan hak atas tanah karena waris atau hibah wasiat hanya dapat dilakukan oleh Pejabat Pertanahan Kabupaten/Kota pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB. • Pejabat yang berwenang menandatangani dan menerbitkan SKPH hanya dapat menandatangani dan menerbitkan surat keputusan dimaksud pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.000. • Pejabat Lelang Negara hanya dapat menandatangani Risalah Lelang perolehan hak atas tanah dan atau bangunan pada saat Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran berupa SSB.500. Apa sanksi bagi PPAT/Notaris atau Pejabat Lelang Negara yang menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan atau bangunan/risalah lelang tanpa adanya bukti pembayaran berupa SSB ? Dikenakan sanksi administrasi dan denda sebesar Rp7. Apa sanksi bagi Kepala Kantor Lelang Negara yang tidak melaporkan pembuatan risalah lelang ke KPPBB ? Dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.00 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap pelanggaran.

Apakah yang menjadi tujuan pemeriksaan • Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan • Tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 2. hanya pegawai yang dinilai mampu dan kompeten saja yang boleh melakukan pemeriksaan Penjelasan Tehadap pegawai yang dinilai mampu tersebut. Apakah semua pegawai DJP boleh melakukan pemeriksaan ? Tidak.. Apakah semua WP harus diperiksa ? Tidak. Penjelasan Pemeriksaan Pajak dilakukan terhadap WP yang mencoba untuk tidak patuh atau memutuskan untuk tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya perlu dilakukan pemeriksaan sehingga menjadi WP patuh. Dalam proses Pemeriksaan Pajak juga dilakukan peyuluhan dan pembinaan kepada WP yang diperiksa sehingga tingkat kepatuhannya semakin meningkat sekaligus memberikan detterent effect kepada WP yang lain meskipun mereka tidak diperiksa. memperhitungkan. Wajib Pajak dapat menolak dilakukannya pemeriksaan apabila pemeriksa tidak dapat menunjukkan kedua hal tersebut. Mengapa Pemeriksaan Pajak Perlu dilakukan dalam Sistem Self Assesment ? • Pemeriksaan Pajak dilakukan dalam upaya menguji kepatuhan Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung. Pemeriksaan Pajak perlu dilakukan untuk memberi rasa keadilan pada WP yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya dalam menghitung.86 - PEMERIKSAAN PENYIDIKAN DAN PENAGIHAN A. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. • Pemeriksaan Pajak juga merupakan suatu sarana pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan WP dalam memenuhi kewajiban perpajakannya Penjelasan Dalam Sistem sef assessment. 3. Tanda pengenal dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak tersebut harus diperlihatkan kepada Wajib Pajak pada saat melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan (250304 ) 1. melaporkan dan membayarkan pajak terhutang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku secara benar dan lengkap. 4. memperhitungkan. Dirjen Pajak akan menerbitkan kartu tanda pengenal pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak. Sedangkan bagi WP yang telah patuh atau telah berupaya menjadi WP patuh perlu diberikan pembinaan dan .

dan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh wajib pajak. Apa yang menjadi kewajiban Wajib Pajak yang sedang diperiksa? • Wajib Pajak wajib memenuhi panggilan untuk datang menghadiri pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. 6. Apa yang menjadi kriteria dilakukannya pemeriksaan ? • SPT menunjukkan kelebihan pembayaran pajak. • SPT yang memenuhi kriteria seleksi yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak. dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kelancaran pemeriksaan dan memberikan keterangan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat permintaan. Apa jenis pemeriksaan dan berapa lama jangka waktunya? • Pemeriksaan Sederhana Kantor: 4 minggu dan dapat diperpanjang 2 minggu • Pemeriksaan Sederhana Lapangan: 1 bulan dan dapat diperpanjang 1 bulan • Pemeriksaan Lengkap: 2 bulan dan dapat diperpanjang 6 bulan 7. Apa yang menjadi hak dari Wajib Pajak yang diperiksa ? • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Perintah Pemeriksaan dan Tanda pengenal Pemeriksa. • Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan apabila seluruh hasil pemeriksaan disetujuinya. • SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak pada waktu yang ditetapkan. • Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasn tentang maksud dan tujuan pemeriksaan.87 - pelayanan dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi WP yang patuh secara sukarela. . catatan-catatan. Penjelasan Semua Wajib Pajak berpeluang untuk dilakukan pemeriksaan sepanjang memenuhi kriteria tersebut. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani Berita Acara Hasil Pemeriksaan apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak atau tidak seluruhnya disetujui. • SPT menunjukkan rugi. maka pajak yang terhutang dapat dihitung secara jabatan. 8. • Dalam hal pemeriksaan lengkap. 5. • Ada indikasi kewajiban perpajakan tidak dipenuhi.. • Wajib Pajak wajib memenuhi permintaan peminjaman buku-buku.

- 88 -

• Wajib Pajak berhak meminta kepada Pemeriksa rincian yang berkenaan dengan hal-hal yang berkenaan dengan halhal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat pemberitahuan. 9. Dalam hal Wajib Pajak yang diperiksa diwakili oleh kuasanya, apakah syaratsyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi kuasa dari Wajib Pajak • Menyerahkan surat kuasa khusus yang asli; • Menguasai ketentuan-ketentuan di bidang perpajakan, yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau ijazah formal pendidikan dibidang perpajakan yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan negeri/ swasta dengan status disamakan dengan negeri; • Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lain di bidang keuangan negara Penjelasan Kewenangan kuasa dari Wajib Pajak tersebut meliputi pelaksanaan kewajiban formal dan materiil serta pemenuhan hak Wajib Pajak yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. 10. Dapatkah Pemeriksaan Lapangan dilaksanakan apabila Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat? Dapat, sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak. Meskipun demikian terbatas untuk hal yang ada dalam kewenangannya, dan selanjutnya pemeriksaan ditunda untuk dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Untuk keperluan pengamanan pemeriksaan, maka sebelum Pemeriksaan Lapangan ditunda, Pemeriksa Pajak dapat melakukan penyegelan. 11. Apakah pemeriksaan dapat dilakukan oleh pemeriksa yang berbeda dalam waktu yang bersamaan ? Dapat. Apabila jenis pajak yang diperiksa atau tahun pajak nya atau lokasi tempat pemeriksaannya berbeda / tidak sama. 12. Dapatkah Wajib Pajak diperiksa beberapa tahun berturut-turut? Dapat. Penjelasan Wajib Pajak dapat diperiksa beberapa tahun berturut-turut dengan alasan pemeriksaan yang berbeda-beda, misalnya: • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh setiap tahun menyatakan lebih bayar; • Surat Pemberitahuan Tahunan PPh menyatakan rugi; • Data Baru atau data yang belum terungkap; • Adanya data dari pihak ketiga, misalnya pengaduan masyarakan; • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak terpilih untuk diperiksa berdasarkan sistem Kriteria Seleksi;

- 89 -

13. Dapatkah pemeriksaan pajak diperluas ke tahun pajak sebelumnya? Dapat, dengan alasan: • Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak menyatakan adanya kompensasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dilakukan pemeriksaan; • Sebab-sebab lain berdasarkan instruksi Direktur Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak 14. Mengapa dilakukan pemeriksaan terhadap WP yang pindah alamat atau daerah tempat tinggalnya ? Pemeriksaan pada WP yang pindah alamat dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap WP yang bersangkutan mempunyai itikad tidak baik untuk menggelapkan kewajiban pajaknya dan juga untuk tertib administrasi perpajakan dimana WP yang terdaftar di suatu KPP jika ingin pindah ke KPP lain maka berkas-berkas pajaknya tetap berkelanjutan. 15. Apakah suatu kewajiban perpajakan yang telah di SKP bisa diperiksa kembali oleh pihak fiskus? Setiap SKP bisa diperiksa kembali atau dibetulkan kecuali bila telah lewat waktu (daluwarsa 10 tahun). Kewajiban perpajakan yang telah di SKP akan diperiksa kembali bila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum diungkap. Data baru artinya data itu berasal dari temuan pemeriksa dari sumber lain dan atau data yang semula belum diungkap adalah data yang belum disampaikan oleh WP dalam laporan pajaknya. Bila data baru/data yang semula belum diungkap itu berasal dari temuan pemeriksa sendiri maka disamping pokok pajak, WP juga harus membayar sanksi kenaikan 100 % dan ditetapkan via SKPKBT. Tetapi bila data baru/data yang semula belum diungkap itu disampaikan sendiri oleh WP maka sanksi kenaikan tidak dikenakan. 16. Apa kriteria Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan ulang ? • Terdapat data baru atau data yang semula belum terungkap • Adanya laporan pengaduan yang masuk dari masyarakat • Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Dirjen Pajak 17. Oleh karena pemeriksaan tahun berjalan membutuhkan buku-buku, catatancatatan dan dokumen pendukung yang mungkin dibutuhkan oleh Wajib Pajak dalam menjalankan kegiatan usahanya pada tahun yang bersangkutan, dapatkah buku-buku, catatan-catatan dan dokumen pendukung yang dipinjamkan tersebut hanya berupa fotokopi? Buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang dipinjam dapat berupa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik, dengan ketentuan Wajib Pajak yang diperiksa membuat Surat Pernyataan Wajib Pajak bahwa fotokopi dan atau hasil pengolahan data elektronik yang dipinjamkan kepada Pemeriksa Pajak adalah sesuai dengan aslinya. 19 Apabila Wajib Pajak tidak bersedia meminjamkan buku-buku, catatan-catatan dan atau dokumen pendukung, bolehkah Pemeriksa Pajak mengambil data-data tersebut secara paksa?

- 90 -

Tidak. Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dapat Dipenuhinya Peminjaman Buku, Catatan dan Dokumen. 20. Mengapa dalam pemeriksaan pajak Wajib Pajak yang selalu membawa/menggotong semua file yang diminta ke kantor pajak dan mengapa bukan Petugas Pajak yang datang ke kantor karena semua file ada dikantor Wajib Pajak agar pemeriksaannya cepat selesai ? Pelaksanaan Pemeriksaan tidak sepenuhnya dapat dilakukan ditempat WP oleh petugas pemeriksa pajak yang bersangkutan, oleh karenanya jalan keluar yang diambil adalah petugas pemeriksa meminjam dokumen WP untuk diperiksa di Kantor Pajak atau WP diminta mengirimkan dokumen pembukuan ke Kantor Pajak untuk diperiksa. Penjelasan Untuk jenis Pemeriksaan Kantor (PK), karena pemeriksaan pajak dilakukan di Kantor Pajak maka tidak mungkin pemeriksaan dapat dilakukan kalau dokumen WP yang diperlukan tidak dipinjamkan dan dikirimkan ke Kantor Pajak 21. Apa hak dan kewajiban pemeriksa pajak ? Hak Pemeriksa pajak :  Memanggil WP ke Kantor DJP dengan surat panggilan pada pemeriksaan kantor  Memeriksa dan atau meminjam buku, catatan dan dokumen  Meminta keterangan lisan dan/atau tertulis  Memasuki tempat atau ruangan tertentu  Melakukan penyegelan tempat atau ruangan tertentu  Meminta keterangan dan/atau data dari pihak ketiga Kewajiban Pemeriksa pajak :  Pemeriksa harus memiliki Tanda Pengenal Pemeriksa dan dilengkapi Surat Perintah Pemeriksaan  Memberitahukan secara tertulis tentang akan dilakukan Pemeriksaan  Memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan  Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan  Membuat Laporan Pemeriksaan Pajak (LPP)  Memberi petunjuk kepada WP tentang penyelenggaraan pembukuan  Mengembalikan buku, catatan, dan dokumen  Tidak memberitahukan kepada pihak lain tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan Wajib Pajak yang diperiksa. . 22. Apakah pemeriksa pajak berhak meminta fotokopi rekening koran bank yang bukan atas nama perusahaan itu sendiri,? Petugas pemeriksa pajak hanya boleh memeriksa dan meminjam dokumen pembukuan yang dimiliki oleh Wajib Pajak yang sedang diperiksanya (WP yang tercantum dalam Surat Perintah Pemeriksaan Pajak, sesuai dengan tahun pajak dan

tetapi dimungkinkan bagi pemeriksa untuk meminta keterangan tertulis dari pihak ketiga (termasuk pegawai/sekretaris dari perusaahaan yang sedang diperiksa) sehubungan dengan transaksi yang pernah terjadi antara perusahaan yang sedang diperiksa dengan pihak ketiga tersebut 24. dokumen-dokumen. • Apabila Wajib Pajak dengan sengaja : . sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. dan catatan-catatan yang diperlukan. • melawan hukum. Hal ini merupakan salah satu hak dari Wajib Pajak dimana atas produk hasil pemeriksaan tersebut dapat diajukan permohonan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak. • dapat menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara 2. Apa yang termasuk dalam tindak pidana di bidang perpajakan Perbuatan yang • dilakukan oleh seseorang atau badan yang diwakili orang tertentu (pengurus).. • dilakukan di bidang perpajakan. hal ini dilakukan guna mengamankan atau mencegah hilangnya pembukuan. dokumen-dokumen dan catatan-catatan tersebut. Bolehkah Wajib Pajak tidak menyetujui hasil pemeriksaan? Boleh. perpajakan ? Perbuatan apa saja yang termasuk tindak pidana di bidang • Apabila Wajib Pajak karena kealpaannya : tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. Penyidikan ( 250304 ) 1.91 - jenis pajak-nya). atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. • diancam dengan sanksi pidana. Apakah Wajib Pajak mempunyai hak untuk meminta dasar koreksi dari Pemeriksa Pajak? Pemeriksa berkewajiban memberikan dasar koreksi pemeriksaan pajak apabila diminta oleh Wajib Pajak untuk keperluan pengajuan permohonan keberatan 25. B. • memenuhi rumusan undang-undang. 26. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan. Dalam hal apa pemeriksa dapat melakukan penyegelan ? Penyegelan dapat dilakukan terhadap orang atau badan yang pada saat dilakukan pemeriksaan tidak bersedia memberi kesempatan kepada petugas pemeriksa untuk memasuki tempat-tempat/ruangan-ruangan tertentu yang diduga disimpan didalamnya pembukuan. Jadi dia tidak berhak meminta fotokopi rekening koran atas nama pribadi pegawai perusahaan yang sedang diperiksa.

atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. pencatatan. atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak .92 - tidak mendaftarkan diri.. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara • Setiap orang yang dengan sengaja: tidak mendaftarkan diri. Siapa saja yang dapat disidik dalam bidang perpajakan? • Setiap orang yang karena kealpaannya: .menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau memperlihatkan pembukuan. atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. Apa yang dimaksud dengan Penyidik Pajak ? Pejabat pegawai negeri sipil tertentu dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak. yang diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. atau memperlihatkan pembukuan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. atau menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan. catatan.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. catatan. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. pencatatan. atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan. atau . atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut. atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap. 3. atau dokumen lainnya. tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku. atau menyampaikan Surat Pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. • Setiap orang yang melakukan percobaan untuk melakukan tindak pidana menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar. atau tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. atau dokumen lainnya. sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

Dalam hal apa penyidikan dapat dihentikan? Penyidikan dihentikan dalam hal: • Tidak terdapat cukup bukti. dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. 5. • Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. mengumpulkan. Apa saja yang menjadi wewenang penyidik pajak? • Menerima. mencari. • Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksasebagai tersangka atau saksi. • Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan menurut hukum yang bertanggung jawab. dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. atau • Peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana di bidang perpajakan. atau . • Memeriksa buku-buku. • Menghentikan penyidikan. maka dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan. 6. pencatatan.93 - benar atau tidak lengkap dalam rangka mengajukan permohonan restitusi atau melakukan kompensasi pajak. Apabila hasil Pemeriksaan Bukti Permulaan menunjukkan bahwa telah terdapat bukti permulaan tindak pidana di bidang perpajakan. Penjelasan Apabila berdasarkan hasil Pengamatan atau Pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana di bidang perpajakan. mencari. Apakah Wajib Pajak yang diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dapat langsung disidik? Tidak. catatan-catatan.. • Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan. maka barulah diusulkan untuk ditindaklanjuti dengan Penyidikan Pajak. dan dokumen-dokumen lain. terhadap Wajib Pajak dilakukan Pengamatan atau Pemeriksaan lebih dahulu. • Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan. 4. • Meneliti. • Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. • Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.

dan Surat Keputusan Pembetulan. atau berakhirnya Tahun Pajak yang bersangkutan). Daluwarsa ini dapat tertangguh apabila. . Surat Keputusan Keberatan maupun Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Penjelasan Terbitnya ketetapan di atas. mengusulkan pencegahan. dan Surat Keputusan Pembetulan. Surat Keputusan Keberatan. 4. berakhirnya Masa Pajak. 3. Surat Tagihan Pajak (STP). Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB). Apa yang menjadi dasar penagihan pajak? a. melaksanakan penyitaan. Siapa yang dapat melaksanakan tugas penagihan pajak? Jurusita Pajak. diterbitkan surat teguran dan Surat Paksa. ada pengakuan utang pajak dari WP baik langsung maupun tidak langsung. menjual barang yang telah disita. melaksanakan penyanderaan. C. atau yang tidak seharusnya dikembalikan. Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB). Putusan Banding. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). atau • Perintah Jaksa Agung atas permintaan Menteri Keuangan karena alasan penerimaan negara. Penjelasan. ditambah dengan sanksi administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar.94 - • Daluwarsa (sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak. Berapa lama daluwarsa penagihan pajak? Daluwarsa penagihan pajak adalah 10 tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak.. Surat Ketetapan (SKP) PBB. 2. b. memberitahukan Surat Paksa. merupakan sarana administrasi bagi Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak. atau • Tersangka meninggal dunia. melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus. Penjelasan Penghentian Penyidikan sebagaimana dimaksud pada butir terakhir hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB. Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT). PENAGIHAN ( 250304 ) 1. dan Surat Tagihan PBB. berakhirnya Bagian Tahun Pajak. merupakan dasar penagihan pajak c. yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Apakah yang dimaksud dengan Penagihan Pajak? Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak yang dilakukan dengan menegur atau memperingatkan. Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak yang bersangkutan.

Penerbitan Surat Paksa . Surat Keputusan Keberatan. badan usaha akan dibubarkan oleh negara. Dalam hal apa Surat Teguran diterbitkan? Surat Teguran diterbitkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran STP/SKPKB/SKPKBT/SK Pembetulan/SK Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Surat Keputusan Pembetulan. 5.Pelaksanaan penyitaan . terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan.Lelang 8. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. atau melakukan perubahan bentuk lainnya. Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan. 10. pemberitahuan Surat Paksa. atau memekarkan usahanya. c. apabila: a. b.Penerbitan Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus . Dalam hal bagaimana Surat Paksa diterbitkan? . Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya atau berniat untuk itu. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan membubarkan badan usahanya.. Apakah Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak terutang? Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak yang terutang dalam: Surat Tagihan Pajak. atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya.Penerbitan Surat Teguran .95 - Penjelasan Jurusita Pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi penagihan seketika sekaligus. atau d. atau menggabungkan usahanya. atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia. atau e. Jurusita Pajak diangkat dan diberhentikan oleh Pejabat.Pengumuman lelang . penyitaan dan penyanderaan. 9. Dalam hal apa Surat Penagihan Seketika dan Sekaligus diterbitkan? Jurusita pajak melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus tanpa menunggu tanggal jatuh tempo pembayaran dan diterbitkan sebelum penerbitan Surat Paksa. Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang terutang bertambah Pajak Penghasilan Pasal 29 7. Kegiatan apa saja yang termasuk tahapan penagihan pajak ? .

jurusita tidak dapat memaksa Wajib Pajak untuk memberi ijin memasuki tempatnya. Terhadap Penanggung Pajak telah dilaksanakan penagihan pajak seketika dan sekaligus c. 15. Penanggung Pajak tidak memenuhi ketentuan dalam Keputusan Persetujuan Angsuran atau Penundaan Pembayaran Pajak. Bagaimana caranya untuk memberitahukan Surat Paksa kepada Wajib Pajak yang tidak ditemukan alamatnya? Mengirimkan foto kopi SP ke Pemda dimana Wajib Pajak terakhir bertempat tinggal.96 - a. Agar jurusita tidak melanggar hukum pidana. karena dengan terbitnya Surat Paksa memberikan kewenangan kepada petugas penagihan pajak untuk melaksanakan eksekusi langsung (parate executie) dalam penyitaan atas barang milik Penanggung Pajak dan melakukan penjualan langsung atau melalui lelang atas barang-barang tersebut untuk pelunasan pajak terutang tanpa melalui prosedur di pengadilan terlebih dahulu. Mengadukan Wajib Pajak/PP ke Polsek/Polres setempat mengenai adanya pelanggaran pasal 212. mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.. Apakah KPP/KPPBB dapat melakukan lelang atas aset yang disita. Mengumumkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di media massa. Berdasarkan Hukum Pidana. Bagaimana kekuatan hukum dari Surat Paksa ? Surat Paksa berkepala kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 13. Apa yang harus dilakukan oleh jurusita apabila dilarang memasuki tempat Wajib Pajak? Memberi penjelasan kepada Wajib Pajak/PP bahwa tindakannya menghalangi pelaksanaan tugas jurusita adalah berlawanan dengan hukum dan dapat diancam pidana. namun tidak diberikan dokumen/sertifikat atas aset tersebut? . ia harus meminta bantuan kepada Kepolisian untuk bersamasama melakukan penyitaan. Bagaimana Pelaksanaan Surat Paksa terhadap Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang bertempat tinggal / berdomisili / bertempat kedudukan diluar wilayah KPP/KPPBB dimana WP terdaftar? Kepala Kantor Pelayanan Pajak tersebut wajib meminta bantuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak/Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan yang wilayah kerjanya meliputi tempat pelaksanaan Surat Paksa. Penjelasan Penerbitan Surat Paksa secara sah oleh Pejabat berwenang merupakan modal utama bagi pelaksanaan penagihan pajak yang efektif. 14. 11. Jumlah utang pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi setelah lewat waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak diterbitkannya Surat Teguran b. 12. Menempelkan SP atas nama Wajib Pajak tersebut di papan pengumuman KPP.

Jurusita Pajak harus mencantumkan penolakan tersebut dalam BAPS dan BAPS ditandatangani oleh jurusita dan saksi-saksi. 19. guna membayar utang pajaknya lebih dahulu sebelum membayar hutang yang lain termasuk hak tanggungan dan jaminan fidusia. maka: . 18. Penjelasan.97 - Dapat. Apakah KPP dapat melakukan penyitaan dan penjualan/lelang atas aset yang dijaminkan Wajib Pajak kepada Bank? KPP dapat menyita kalau bank belum menyita dan melelang aset Wajib Pajak yang telah diletakkan hak tanggungan. sepanjang prosedur penyitaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dengan permintaan agar hasil penjualan/lelang aset yang disita PN/instansi lain tersebut untuk pelunasan utang pajak. 16. Apakah sah pelaksanaan penyitaan apabila Wajib Pajak/PP menolak menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Sita (BAPS)? Pelaksanaan sita tetap sah meskipun WP/PP menolak menandatangani BAPS. maka jurusita segera menyampaikan salinan Surat Paksa dan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan kepada instansi tersebut. BAPS tersebut tetap sah dan mempunyai kekuatan mengikat. Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik Penanggung Pajak 17. Risalah lelang tersebut memberikan perlindungan hukum bagi pembeli lelang karena berfungsi sebagai akte jual beli. Penjelasan. Disamping itu Badan Pertanahan Nasional menjamin bahwa dalam proses pendaftaran tanah. Penyitaan dilaksanakan terhadap barang milik Penanggung Pajak termasuk yang penguasaannya ditangan pihak lain atau yang dijaminkan sebagai pelunasan utang tertentu. Risalah Lelang yang diterbitkan oleh Kantor Lelang Negara menggantikan sertifikat sebelumnya.. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak dalam hal aset Wajib Pajak / Penanggung Pajak telah disita Pengadilan Negeri atau instansi lain? Apabila Pengadilan Negeri/polisi/BPPN telah melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak tersebut. Apakah KPP/jurusita dapat melakukan sita atas aset yang telah telah disita oleh Pengadilan Negeri atau Instansi lain yang berwenang ? Penyitaan tidak dapat dilaksanakan terhadap barang yang telah disita oleh Pengadilan Negeri atau instansi lain yang berwenang. Bagaimana jurusita melaksanakan penyitaan atas aset WP di luar wilayah KPP? Dalam hal penyitaan harus dilaksanakan di luar wilayah kerja Pejabat. 20. Hak Penanggung Pajak atas barang yang telah dilelang berpindah kepada pembeli dan kepadanya diberikan Risalah Lelang yang merupakan bukti otentik sebagai dasar pendaftaran dan pengalihan hak.

Apabila Wajib Pajak yang masih mempunyai utang pajak dinyatakan bubar atau dilikuidasi oleh pengadilan. 21.. 22. sepanjang salah seorang saksi berasal dari Pemda setempat. Jurusita KPP lokasi melaksanakan penyitaan dengan menyerahkan SPMP dan BAPS. segera menerbitkan SPMP. maka barang yang telah disita dapat dilelang. Apabila WP/PP tidak bersedia memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan di bank . Pejabat mengajukan permintaan pencabutan pemblokiran kepada bank. Apabila jurusita telah melaksanakan penyitaan atas aset Wajib Pajak sebelum Wajib Pajak dinyatakan pailit oleh PN. Bank wajib memblokir seketika setelah menerima permintaan pemblokiran dan membuat Berita Acara Pemblokiran (BAP) serta menyampaikan salinannya kepada DJP dan Penanggung Pajak. maka jurusita tidak dapat secara langsung menyita aset Wajib Pajak.. Jurusita setelah menerima BAP dari bank memerintahkan PP untuk memberi kuasa kepada bank agar memberitahukan saldo kekayaannya yang tersimpan pada bank tersebut kepada Jurusita. 22. KPP lokasi disertai salinan SP. 23. bagaimana dengan pelunasan utang pajak Wajib Pajak? Surat Paksa diberitahukan kepada orang atau badan yang dibebani untuk melakukan pemberesan. . Apakah penyitaan dapat dilakukan tanpa hadirnyaWajib Pajak? Penyitaan tetap dapat dilaksanakan walaupun Wajib Pajak tidak hadir. setelah Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak. Jurusita melakukan penyitaan dan membuat BAPS dan menyampaikan salinan BAPS kepada Penanggung Pajak dan bank ybs. atau likuidator. Jurusita menyampaikan Surat Paksa kepada Kurator. Hakim Pengawas atau Balai Harta Peninggalan. sekurang-kurangnya setingkat Sekretaris Kelurahan/Desa. bagaimana tindak lanjutnya? DJP (Pejabat) mengajukan permintaan pemblokiran kepada bank disertai dengan penyampaian salinan SP dan SPMP. Bila PP menolak memberikan kuasa pada bank. Pejabat meminta bantuan Bank Indonesia melalui Menteri Keuangan untuk memerintahkan bank memberitahukan saldo kekayaan WP yang tersimpan di Bank. Bagaimana dengan pelunasan hutang pajak Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan? Apabila Wajib Pajak telah dinyatakan pailit sebelum penyitaan dilakukan. KPP yang diminta bantuan setelah menerima Surat Permintaan KPP (KPP domisili).98 - Pejabat dimaksud meminta bantuan kepada Pejabat yang wilayah kerjanya meliputi tempat aset Wajib Pajak/PP. Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan pailit oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang pajaknya.

Pejabat mengembalikan kelebihan pembayaran pajak dalam bentuk uang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan 26 Apa yang dimaksud dengan pencegahan? Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap penanggung pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. apabila setelah pelaksanaan lelang Wajib Pajak memperoleh keputusan keberatan atau putusan banding yang mengakibatkan utang pajak menjadi berkurang atau nihil sehingga menimbulkan kelebihan pembayaran pajak. . Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100. Dilanjutkan penjualan/lelang aset yang disita. Penjelasan Pencegahan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. KPP telah menyita aset WP tetapi belum dijual/dilelang. 27 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan pencegahan? a.99 - Penjelasan Wajib Pajak yang dinyatakan bubar atau dalam likuidasi oleh pengadilan masih mempunyai kewajiban untuk melunasi utang pajaknya.00 (seratus juta rupiah). KPP menyerahkan salinan SP dan SPMP kepada likuidator atau orang/badan yang melaksanakan pemberesan. 24. b.000. 25 Apabila WP memperoleh Keputusan Keberatan atau Putusan Banding yang mengakibatkan utang pajak berkurang atau nihil sehingga terdapat lebih bayar sedangkan barang yang disita telah dilelang. karena nilainya kecil tidak sebanding dengan utang pajak dan biaya iklan pengumuman. apakah WP dapat meminta kembali barangnya tersebut? Tidak. Telah mendapat keputusan pencegahan yang diterbitkan oleh Menteri 28 Apakah setelah dilakukan pencegahan terhadap WP/PP mengakibatkan hapusnya utang pajak? Tidak. bagaimana tindak lanjutnya? KPP melakukan penyitaan tambahan sampai mencukupi untuk pelunasan utang pajak. 29 Apa yang dimaksud dengan penyanderaan? Penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan menempatkannya di tempat tertentu.. Penjelasan Wajib Pajak tidak dapat meminta atau tidak berhak menuntut pengembalian barang yang telah dilelang. Dalam hal ini.000. c. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak.

Mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp100. Utang pajak dan biaya penagihan pajak telah dibayar lunas. termasuk orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan.. 35 Apakah dengan berakhirnya masa penyanderaan tanpa pembayaran. Telah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. c. Diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak. diwakili oleh Pengurus.000. Komisaris. termasuk ahli waris.000.00 (seratus juta rupiah). Penjelasan Wakil dari Wajib Pajak bertangggung jawab secara pribadi dan secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang. Pemegang saham mayoritas atau pengendali. Penyanderaan hanyalah suatu sarana untuk memaksa Penanggung Pajak untuk melunasi utang pajaknya dan bukan merupakan pengganti dari utang pajak. . d. 32 Siapa sajakah Penanggung Pajak yang dapat disandera? 1. Utang Wajib Pajak baru dianggap lunas setelah adanya pembayaran. 36 Apa syarat dilakukannya pencabutan penyanderaan? a. Telah lewat jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak. Wajib Pajak Badan. Penjelasan Penyanderaan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan yang diterbitkan oleh Pejabat setelah mendapat izin tertulis dari Menteri Keuangan atau Gubernur Kepala Daerah Tingkat I (untuk pajak daerah). Wajib Pajak Orang Pribadi. 33 Berapa lama masa penyanderaan? Masa penyanderaan paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 (enam) bulan. b. Penjelasan Penyanderaan terhadap Penanggung Pajak tidak mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya pelaksanaan penagihan pajak. 2. utang pajak Wajib Pajak/Penanggung Pajak menjadi hapus (dianggap lunas)? Tidak. 31 Apakah tindakan penyanderaan dapat dilakukan tanpa keputusan pengadilan? Dapat Penjelasan Tindakan Penyanderaan adalah merupakan tindak lanjut pelaksanaan Surat Paksa yang oleh UU diberikan kekuatan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.100 - 30 Apa kriteria Wajib Pajak / Penanggung Pajak yang dapat dilakukan penyanderaan? Kriteria Penanggung Pajak yang akan disandera adalah: a.

.. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan itu telah terpenuhi. Berdasarkan pertimbangan tertentu dari Menteri Keuangan. atau d. Penjelasan Apabila ternyata Pengadilan Negeri mengabulkan gugatan tersebut.101 - b. maka DJP berkewajiban untuk merehabilitasi nama baik Penanggung Pajak dan memberikan ganti rugi sebesar Rp 100. Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Apakah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak/Penanggung Pajak yang disandera? Wajib Pajak dapat melakukan gugatan rehabilitasi nama baik dan ganti rugi melalui Pengadilan Negeri.. 37. c.(seratus ribu) per hari selama Penanggung pajak disandera.000.

Wajib Pajak dapat melakukan perubahan data. Penjelasan Account digunakan sebagai key untuk masuk ke aplikasi e-registration. Mengapa Surat Keterangan Terdaftar bersifat sementara ? Surat Keterangan Terdaftar yang asli hanya dikeluarkan oleh KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Apakah e-registration hanya untuk kepentingan pendaftaran saja? e-registration tidak hanya digunakan untuk kepentingan pendaftaran saja. maka Wajib Pajak tersebut tidak akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli dan NPWP Wajib Pajak tersebut akan dihapus dari sistem e-registration. . mengajukan pindah KPP dan juga penghapusan NPWP 5. 2. 4. Wajib Pajak dapat melakukan pendaftaran kapan dan dimana saja tanpa perlu datang ke KPP. Ke KPP mana saya harus mengirimkan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran secara On-Line ini ? Ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Apakah ada cara lain bagi Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri selain di KPP dan KP4? Selain di KPP dan KP4. 3. Apakah fungsi dari Surat Keterangan Terdaftar Sementara ? Fungsinya sebagai sarana bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Selama tidak memiliki account Wajib Pajak tidak dapat mengakses e-registartion.go.id Penjelasan Dengan adanya e-registration. Pada saat mendaftar melalui internet. 6. Penjelasan Surat Keterangan Terdaftar Sementara itu hanya dapat digunakan untuk pembayaran serta pemotongan pajak sedangkan untuk transaksi dengan pihak ketiga tidak berlaku.102 - LAIN-LAIN 1. Wajib Pajak akan langsung mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang berisi keterangan Wajib Pajak dan NPWP serta KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Mengapa saya harus mempunyai account untuk pendaftaran On-Line ini? Account tersebut sebagai sarana untuk dapat mengakses aplikasi e-registration.pajak. Wajib Pajak dapat menggunakan sarana pendaftaran secara on-line dengan internet melalui e-registration di www. Penjelasan Apabila Wajib Pajak dalam janga waktu 30 hari sejak pendaftaran tidak mengirimkan formulir pendaftaran beserta persyaratannya ke KPP. Penjelasan Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi berdasarkan domisilinya sedangkan untuk Wajib Pajak Badan berdasarkan lokasi usaha berada.. Tempat KPP terdaftar dapat dilihat langsung di Formulir Pendaftaran. Penjelasan Dengan e-registration.

9. 11. Bagaimana konsekuensi bank persepsi yang masih menerima pembayaran pajak? Bank persepsi yang masih menerima pembayaran dari Wajib Pajak tersebut akan mendapatkan pinalti dari Direktorat Jenderal Anggaran. Penjelasan Dengan dibangunnya system e-filling akan sangat memudahkan Wajib Pajak karena waktu akses menjadi lebih cepat. Wajib Pajak dapat mengambilnya di KPP tempat Wajib Pajak Terdaftar. Bagaimana cara pembayaran pajak sehubungan dengan adanya sistem MP3? Pembayaran pajak dilakukan pada bank persepsi yang sudah On-Line dengan DJP. 8. Bagaimana kemudahan e-SPT bagi kepentingan pelaporan pajak? Efisiensi Penjelasan Dengan aplikasi e-spt. disamping itu Wajib Pajak hanya menyampaikan SPT Induk dan Berita Acara yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak dan pengiriman data SPT dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dalam batasan waktu yang ditentukan 13. karena pada prinsipnya Wajib Pajak langsung me“load” data SPTnya ke Database DJP tanpa melalui KPP. Wajib pajak mengirimkan formulir dan lampiran yang menyatakan perubahan item tersebut ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar. Wajib Pajak dalam melaporkan pajaknya tidak perlu lagi melampirkan lampirannya. apakah kami dapat meng-akses layanan e-filing tanpa menggunakan dial up? Harus tetap menggunakan fasilitas dial up Penjelasan . Dapatkah fasilitas dial up untuk mengakses layanan e-filling Jika di kantor kami telah terkoneksi dengan jaringan internet. Setelah proses perubahan dilakukan. Disamping itu dilengkapi juga dengan petunjuk pemakaian yang mampu mengupdate data SPT induk dari lampiran-lampirannya dan juga perhitungan perpajakan dalam SPT secara otomatis sesuai dengan peraturan yang berlaku 12.. Penjelasan Untuk daerah yang belum On-line tidak diperbolehkan menerima pembayaran Pajak dari Wajib Pajak 10. bagaimana prosedurnya dalam e-registration? Cukup dengan login dan langsung melakukan perubahan data. Bagaimana kemudahan e-filling bagi kepentingan pelaporan pajak ? Memudahkan Wajib Pajak terutama dalam hal waktu. tetapi cukup dengan merekamnya di disket atau CD dan melampirinya dengan SPT induk. Berapa lama saya akan mendapatkan SKT dan Kartu NPWP asli yang dikeluarkan KPP dan kemana saya harus mengambilnya? SKT dan Kartu NPWP asli diterbitkan oleh KPP sepajang KPP telah menerima secara lengkap formulir dan persyaratannya dari Wajib Pajak. Dalam hal perlu dilakukan perubahan data-data Wajib Pajak.103 - 7.

sedangkan pelaporannya masih harus dilakukan dan masih terikat dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Jalankan Dial up connection.Windows2003. dapat dilakukan pengiriman ulang data SPT. apa yang harus dilakukan ? Harus dilakukan pengiriman ulang data SPT. terjadi masalah sehingga mengakibatkan berita acara tidak tercetak. . 17. lalu buka internet explorer. namun apabila kegagalan tetap terjadi berulang-ulang. apakah masih harus melapor ke KPP? Ya. Hal ini karena diasumsikan yang dikirim terakhir oleh Wajib Pajak adalah data yang up todate 19. d. username dan password yang telah diberikan. Menbuat windows dial up connection. 16. 14.104 - Saat ini layanan e-filling dengan cara dial up connection.254. yaitu dilaporkan sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Yang dilaporkan ke KPP adalah SPT Induk (tanpa lampiran) dan Berita Acara yang telah ditandatangani serta kelengkapan SPT lainnya (SSP.22. selama tidak melewati batasan waktu yang telah ditentukan oleh undang-undang. Mengedit file hosts (lokasinya : c:\windows\system32\drivers\etc). 15.234 apps1. kedepannya direncanakan layanan e-filling akan tersedia di internet. Modem dan Line Telepon eksternal b. segera hubungi petugas yang bertanggung-jawab di KPP. berita acara mana yang harus dilaporkan ? Berita acara dari pengiriman data SPT yang terakhir. Apakah layanan e-filing mengikuti jam kerja KPP? Tidak Penjelasan. sehingga memudahkan wajib pajak untuk mengakses e-filling. Jika kami melakukan pengiriman data SPT berkali-kali melalui layanan efiling. pengiriman melalui layanan e-filing dapat dilakukan kapan saja. buka webpage dengan alamat http://apps1:7778 18. tambahkan 10. Windows2000. Surat Lainnya). Jika pada saat pengiriman data. Jika Wajib Pajak menggunakan layanan e-filing. Penjelasan Pada prinsipnya layanan e-filing adalah mengirimkan file SPT ke DJP. Apa yang dilakukan untuk melakukan koneksi ke layanan e-filing? a. isi nomor telepon. lalu simpan c. Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan antara lain PC dengan OS WindowsXP.. sedangkan apabilan sudah lewat batasan tanggal pengiriman dapat mengirimnya dalam bentuk spt pembetulan. Apa yang dapat dilakukan Wajib Pajak jika terjadi kesalahan pengiriman data SPT melalui layanan e-filing? Apabila belum melewati batasan tanggal pengiriman.

Apakah yang harus dilakukan. Penjelasan Input data e-SPT dalam satu PC untuk beberapa WP/NPWP dilakukan dengan cara : a. 23. Bagaimana melakukan proses impor data kedalam aplikasi e-SPT ? Data dapat diimpor ke dalam aplikasi e-SPT dengan mengikuti format yang telah ditentukan dalam aplikasi e-SPT. . 24.105 - 20. 22. b. Penjelasan Aplikasi bisa digunakan bersama-sama dengan banyak user agar memudahkan pekerjaan dan efisiensi waktu. Dalam satu PC.. Bagaimana Setting ODBC ? Setting ODBC (Open Database Connectivity) dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT yang disertakan dalam aplikasi e-SPT. apakah bisa digunakan untuk mengiput data e-SPT untuk beberapa WP/NPWP ? Bisa. Format Standar file impor tersebut dapat dilihat pada petunjuk penggunaan aplikasi e-SPT. ODBC disesuaikan dengan database yang akan diakses. jika akan merekam data SSP namun tidak memiliki NTPP ? Mengisikan ‘0’ sebanyak 16 digit pada kolom NTPP dengan tujuan agar data dapat direkam melalui sistem MP3. 21. Ketika melakukan perekaman. Meng-copy database kosong kedalam beberapa folder sesuai dengan jumlah WP. Apakah e-SPT bisa dipakai multi user ? Dapat.

terutama di bidang keamanan. b. b. k. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. dan c. maka ia harus melalui masa percobaan dan selama itu berstatus sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Siapa saja yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil? Yang berhak menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. dan Pegawai Negeri Sipil. 3. j. dan bersemangat untuk kepentingan Negara. Bekerja dengan jujur. Mentaati ketentuan jam kerja. tertib. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. keuangan. d. dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. . dan tanggung jawab. Pegawai Negeri Sipil terdiri dari : a. UUD 1945. 2. Setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. diri sendiri. g. Apa saja kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh Pegawai Negeri Sipil? Kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. Negara. mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/Pemerintah. i. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian. Pemerintah. e. Memelihara dan meningkatkan keutuhan.. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri. Apabila pelamar yang dimaksud di atas diterima. c. cermat. Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah. Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil setelah melalui percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan selamalamanya 2 (dua) tahun. Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri serta menghindarkan segala sesuatu yang mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan. h.106 - SEKRETARIAT Siapakah Pegawai Negeri Sipil ? Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. kesadaran. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. Anggota Tentara Nasional Indonesia. c. persatuan. atau diserahi tugas negara lainnya. b. l. atau pihak lain. dan materiil. dan Pemerintah. f. Setia dan taat kepada Pancasila. kekompakan. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya.

menyewakan. x. v. atau surat-surat berharga milik Negara secara tidak sah. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan. Hormat menghormati antara sesama warga negara yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kecuali untuk kepentingan jabatan. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. s. r. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayaninya. atau pihak lain. yang berlainan. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaikbaiknya. uang. golongan. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya baik-baik. Menyalahgunakan barang-barang. membeli. Pemerintah. Larangan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah : a. q. z. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. atau Pegawai Negeri Sipil. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. dokumen. l. o. golongan. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. u. . j. c. dan terhadap atasan. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. i. t. p. e. atau meminjamkan barang-barang. n. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. bawahan. g. teman sejawat.. Memiliki. atau surat-surat berharga milik Negara. sesama Pegawai Negeri Sipil. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. d. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. m. h. Bertindak dan bersikap tegas. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. k. menggadaikan. atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan keuntungan pribadi. y. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. menjual. Menyalahgunakan wewenangnya. w. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. f.107 - m. atau pihak lain. b.

b. b. c. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan sahamnya tidak dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan. a. c. 5. c. 4. b. berhak memperoleh tunjangan. Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina (Gol. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. d. pimpinan. d. atau pihak lain. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas dan kewajibannya. 3. Memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. kecuali jenis hukuman disiplin : . Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 2. berhak memperoleh perawatan. menjadi direksi. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. keluarganya berhak memperoleh uang duka. IV/a) ke atas atau yang memangku jabatan eselon I. Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Sedang Disiplin Jenis Hukuman Disiplin a. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. maupun sambilan. e. r. o. golongan. Memiliki saham modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga.. c.108 - n. a. Hukuman Berat Disiplin 6. p. q. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang tewas. Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi. Apa saja hak-hak yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil? Setiap Pegawai Negeri Sipil memperoleh hak-hak sebagai berikut : a. b. Memperoleh cuti.

I (Gol.. c. e. Kepala Pusat. Pejabat PEJABAT ESELON I : a. c. e. 2. Memangku jabatan struktural eselon I atau jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentiannya berada di tangan Presiden Selanjutnya wewenang penjatuhan hukuman disiplin tersebut didelegasikan oleh Menteri Keuangan kepada para pejabat di lingkungan Departemen Keuangan RI yaitu sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini : No. Dirjen Anggaran c. g. IV. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon II atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon II. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon IV. b. Sekretaris Jenderal b. Inspektur. f. h. k. V dan yang setingkat di lingkungan masing-masing i. IV. e. Jenis Hukuman Disiplin a. f. III. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Pembebasan Jabatan Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. Dirjen Bea dan Cukai Dirjen Pembinaan BUMN Dirjen Lembaga Keuangan Dirjen PKPD Dirjen Piutang & Lelang Negara a. d. b. V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing d. g. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Yang memangku jabatan struktural eselon III atau yang setingkat di lingkungan masing-masing Yang memangku jabatan struktural eselon III. Sekretaris BPSP. . n. Inspektur Jenderal Ketua Bapepam Kepala BAF Kepala BAKUN Kepala Bintek Kepala BPPK h.109 No 1. IV/b) ke atas 2. l. Kepala Kantor Wilayah atau jabatan lain yang setingkat a. 1. Dirjen Pajak d. j. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Pembebasan jabatan PEJABAT ESELON II : Sekretaris Direktorat Jenderal /Badan. Direktur. Kepala Biro. m.

Kepala Seksi. Pejabat f. Kepala Bidang. 3. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri f. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS Apabila ada keberatan Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan kenaikan pangkat Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat Mulai Berlaku Sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin 2. Kepala Kantor (eselon III). d. atau jabatan lain yang setingkat a. Penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah e. Tegoran tertulis c. Kepala Sub Direktorat.110 No. PEJABAT ESELON III : Kepala Bagian. Kepala Balai. c. b. Kepala Pangkalan Sarana Operasional atau jabatan lain yang setingkat PEJABAT ESELON IV : Kepala Sub Bagian. Jenis Hukuman Disiplin Hukuman disiplin tingkat ringan a. Hukuman Disiplin Yang Didelegasikan Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Terhadap PNS Yang memangku jabatan struktural eselon IV dan yang setingkat di lingkungan masing-masing 4. Pada hari ke . Sekretaris Pengganti BPSP. Penundaan kenaikan gaji berkala b. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Yang memangku jabatan struktural eselon V dan yang setingkat serta Pegawai Negeri Sipil lainnya di lingkungan masing-masing 7. c. Penurunan gaji c. f. b. b.. Tegoran lisan b. 1.15 (lima belas) terhitung mulai tanggal penyampaian surat keputusan hukuman disiplin itu kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan a. Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin . 3. e. Kapan berlakunya hukuman disiplin? Keputusan hukuman disiplin mulai berlaku sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut : No. c. Sejak tanggal keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian Sejak tanggal keputusan hukuman disiplin itu ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum Hari ke-30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan 4. Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin tingkat sedang dan berat Apabila tidak ada keberatan a. Penundaan kenaikan pangkat d. a.

2. b. Hasil Pemeriksaan Terbukti bersalah Tidak Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. 2. Melakukan kejahatan/pelanggaran tidak menyangkut jabatannya yang Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 1. 9.. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap b. Besarnya Gaji Yang Dibayarkan Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. 1. tunjangan kemahalan umum. 2. 1. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. Alasan Pemberhentian Sementara Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan a. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. No. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. Terbukti Bersalah . a. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga.111 - 8. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. dan lain-lain.

Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. dan Inspektorat Jenderal (sesuai flow chart dibawah). Apabila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdapat tindakan dari aparat pajak yang menyimpang atau masyarakat merasa kurang/tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. c. b. bagaimana cara menyampaikan pengaduan masyarakat agar perbuatan aparat/oknum tersebut dapat ditindaklanjuti? Pengaduan masyarakat dapat disampaikan ke Kotak Pos 5000. Komisi Ombudsman. 10.. Kotak Pos 111 JKTM 12700. Pengaduan Masyarakat Kotak Pos 5000 Kotak Pos 111 JKTM 12700 Komisi Ombudsman Inspektorat Jenderal Direktur Jenderal Pajak Tindak lanjut . pengaduan yang masuk kemudian akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pajak untuk ditindaklanjuti.112 No. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun.

b.113 - 11. e. Siapakah pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin? Pejabat yang berwenang menghukum adalah Menteri dan Jaksa Agung. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil Terhadap Pegawai Negeri Sipil Berpangkat Pembina Tk. Hukuman apa saja yang dapat dikenakan atas pelanggaran peraturan disiplin oleh Pegawai Negeri Sipil ? No 1. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil b. Jenis Hukuman Disiplin a. Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan 12. a. b. 13.. Apakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). d. g. b. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil 3. d. meliputi: a. h. kecuali jenis hukuman disiplin : No. f. b. c. 1. c. c. 2. IV/b) ke atas . Tingkat Hukuman Disiplin Hukuman Disiplin Ringan Hukuman Disiplin Sedang Hukuman Disiplin Berat Jenis Hukuman Disiplin a. a. I (Gol. i. c. transparansi tersebut meliputi apa? Ya.

. Apakah sanksi terhadap Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh yang berwajib? Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwajib karena disangka telah melakukan tindak pidana kejahatan dikenakan pemberhentian sementara sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 15. No. PNS tersebut direhabilitasikan yaitu diaktifkan dan dikembalikan pada jabatan semula terhitung sejak ia dikenakan pemberhentian sementara. 1. Hasil Pemeriksaan Terbukti Tidak bersalah Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara a.114 - 14. b. Alasan Pemberhentian Sementara 1. Untuk menghindarkan kerugian bagi keuangan negara. 4. harus diperiksa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya agar dapat diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai yang bersangkutan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwajib. Melakukan kejahatan/pelanggaran yang tidak menyangkut jabatannya Mulai bulan berikutnya ia diberhentikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir 3. Pegawai Negeri yang menerima bagian gaji seperti disebutkan di atas mendapat tunjangan keluarga. Melakukan kejahatan/pelanggaran jabatan Besarnya Gaji Yang Dibayarkan a. . Jika terdapat petunjuk-petunjuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 50 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir. tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut? Perlakuan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwajib atas dakwaan yang ditujukan kepadanya sebagaimana tabel di bawah ini : No. 2. maka perkara yang menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan pemberhentian sementara. kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya langsung dengan jabatannya menurut peraturan yang berlaku dan dihitung atas dasar bagian gaji yang diterimanya. tunjangan kemahalan umum. dan lain-lain. Jika belum terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas tentang telah dilakukannya pelanggaran yang didakwakan atas dirinya mulai bulan berikutnya ia diberhentikan diberikan bagian gaji sebesar 75 % dari gaji pokok yang diterimanya terakhir.

115 - No. meliputi: Transparansi manajemen penyelenggaraan pelayanan publik Prosedur pelayanan Persyaratan teknis dan administratif pelayanan Rincian biaya pelayanan Pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab Lokasi pelayanan Janji pelayanan Standar pelayanan publik Informasi pelayanan . Terbukti Bersalah 16 pakah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Direktorat Jenderal Pajak menerapkan transparansi (bersifat terbuka). transparansi tersebut meliputi apa? Ya. Dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih. a. b. Dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. Diberhentikan tidak dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. 2. Selama masa diberhentikan untuk sementara ia berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan-penghasilan lain yang berhubungan dengan jabatannya. c.. Hasil Pemeriksaan Perlakuan Terhadap PNS Yang Sebelumnya Telah Diberhentikan Sementara b.

782 122.479 288.581 459.869 4.739 6..583.359 826.212. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.116 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP RASIO PENERIMAAN PAJAK DAN PDRB TH 2002 KANWIL I (DJP SUMATERA BAGIAN UTARA) (Rp. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 264.288 342.967 48.838 394.641.424 .145 4.120 331.336.127.262.245 19.705 394.269 18.858.666 1.554.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.574.368 31.982 11.370.823 3.404 PDRB 36.272.604 7. KEUANGAN.

117 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL II (DJP SUMATERA BAGIAN TENGAH) (Rp.871 152.267 2.665 .211.005 14.072 612.535 8.571 270.131 4.871 512.086.681 214.436. KEUANGAN.827 809.739 PDRB 14. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 472.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.563.853 10. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.264 439.614 559..923.080 2.861 36.667.837 42.424 96.878.108.846 802.189.781.794 6.

367 197.330 10. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.839.998 .058.374 8.714 365.706 120.513 401.305 19.090 188.193.997.030.664.358.594 202.543 5.427.355 152.118 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL III (DJP SUMATERA BAGIAN SELATAN) (Rp.026. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 324.804. KEUANGAN.399 PDRB 26.035 3.545 325.500 13.731.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.326 27.334 9.852 1.004 943..910 7.

839..804 24.816 3.119 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL IV+V+VI (DJP JAKARTA RAYA I+II+III) (Rp.466. KEUANGAN.465 349. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 230.508 1.327.157.735.761 PDRB 516.013.474 21.986 1.331.922.054.933 4.428 .469.510.252.973 58. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.605.114 25.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.603 30.600 9.325 3.925 58.935.532 60.511 813.547 54.723.657 3.417 254.

120 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VII (DJP JAKARTA RAYA KHUSUS) (Rp.779 9.129.396.598.690 1.360.901.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 JENIS USAHA PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.326.794.077..563 12.519.448 2.559 PEREDARAN USAHA 15.530 19.597 .399.087 145.928.979 19.027.580.807.367.167 53.323 664.373 10.222 60.774 38.672. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak PAJAK 346.187 8.699 121.715 534. KEUANGAN.655.883.058 7.840 57.832 56. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.127 710.

119.235 .155.577 7.192 41.259 1.148.494.024 8.101.524. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 51.296 21. KEUANGAN.283.054 5.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.820 8.209 906.999 PDRB 38.896 22..121 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL VIII+IX (DJP JAWA BAGIAN BARAT I+II) (Rp.219.601 108.507 272.676.052 54.309.534.985 1.632.235.809 12.627 2.142.079.502 110.549 315.361 1.457 14.103.

730 6.701 908.866.765.091.021 50.613 41.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.694 .919.475. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 4.922 2.090 40.445.183 279.099 6.283 173..283 1.592.122 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL X (DJP JAWA TENGAH DAN DIY) (Rp.817 1.037 1.480 790.485. KEUANGAN.256 138.159 7.730.091 7.248.481 35.036 15.435.120. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.300.987 PDRB 38.576 9.

164.637.450 14.981 .341..898 2.693 60.230.739 147.179 1.995 577.519.000.308 PDRB 47.081 9.785 355.582 20.360. KEUANGAN.467.366. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 97.516.079.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.123 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XI+XII (DJP JAWA BAGIAN TIMUR I+II) (Rp.774 894.588 226.849. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.370 9.337.712 12.511 4.495 54.313 681.026 6.957.145 6.167 64.

705.853 187.002 260.840 128.586 35.255 109. KEUANGAN.198 719 126.017 60.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.452.170 5.291.562 58.865 1.926.929.464 . GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.296 589.336 1.351 44.124 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIII (JDP KALIMANTAN BARAT+KALIMANTAN TENGAH) (Rp.057 1.271.899 PDRB 12.597 2.794.984 6.628 3.485.049 977. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 102.992..

125 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIV (DJP KALIMANTAN TIMUR + KALIMANTAN SELATAN) (Rp. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.752.335..490 364.187 PDRB 8.338 115.392 540.835 75.662.831 3.064.918 459.211 4.426.377.410 38.222 2.884 3.494.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.692 107.081 2.395 984.365 40.286 402.899 .204 9.682 378.906. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 512.722. KEUANGAN.663 459.187 5.460.

088.800 55.887 179.473 4.752.047.624.336 39.857 5.644 1.998 161.819 7.545 27.319 503.160.290 156.562 184.126 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XV (DJP SULAWESI SELATAN + SULAWESI TENGGARA) (Rp.796 2..111 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.040. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 6. KEUANGAN.091 3.888 44. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.837 3.907 PDRB 17.584.162 8.243.123.197 369.071 .188.

816 24.598. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 18.464.322 29.518 786.839 3.836 2.409 886.982 750.985 125.307 .217 199.627 PDRB 8.249 3.. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.115.061 2.333 158.738 73.657.954 67.671 82.898 2. KEUANGAN.608.742 5.127 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVI (DJP SULAWESI UTARA + SULAWESI TENGAH) (Rp.459 93.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.906 130.119.815.

128 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVII (DJP BALI+NTB+NTT) (Rp. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.757 2.954 1.113.978 366.011.093 575.758. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.984.404.301 10.930 227.844 58.194 4.358 19. KEUANGAN.822 PDRB 12.624.285 169.843.978 .678 176.216 5.057 1.096 158.476.577.605 3.496..Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.710 2.699 461.467 6.577 46.

911 2.735 118. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 24.551 .725 134.129 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XVIII (DJP MALUKU + PAPUA) (Rp.583 11.930 517. KEUANGAN. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.647.034 1.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.209.610 12.486.351 PDRB 6.763 157.619 219.573 9.735 125.161 295.633 2.743 150.355.626.516.466 1..414 80.379 877.606.678 28.219.209 1.

480.091 70.685.910.333.650 4.599 7.180.404 658. KEUANGAN.000.056 260.339 639.660.689 9.386 1.042 898.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.524 634.079 PEREDARAN USAHA 3.183 .682 432..965 14.130 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP KANWIL XIX DJP WAJIB PAJAK BESAR) (Rp.880. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Sumber : Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 61.715 16.219 69.607 78.095 1.148.801.734.199 160. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.

312 11.930.887.737 137.946 19.990 up date 16 Maret 2004 .469. KEUANGAN.547 23. GAS DAN AIR KONSTRUKSI PERDAGANGAN DAN JASA ANGKUTAN LEMB.630.483.535 5.787.392 11. diolah kembali Sekretariat Tim Tenaga Pengkaji Direktorat Jenderal Pajak JENIS USAHA PAJAK 2.521.122.558 1.041.865 1.696.755 103..408. REAL ESTATE KEMASYARAKATAN SOSIAL KEGIATAN YG BELUM JELAS JUMLAH Catatan : Data dari Kanwil dan BPS.596.268 97.769.571.523 345.491 19.832 105.555 169.366 92.641 35.867.706.384.131 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP NASIONAL (Rp.Juta) KLU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10000 20000 30000 40000 50000 60000 70000 80000 90000 00000 PERTANIAN PERTAMBANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK.090 6.893.862 29.964 258.144.349.249 PDRB 281.783.829.

777 111.207 51.373 11.758 920 1.377 2.583 12.894 Jumlah 257.324 692 3.960 10.192 179.961 Orang Pribadi 181.233 151.940 21.695 86.312 68.088 168.696 14.369 26.209 10.602 39.779 18.780 8.653 110.216 74.958 176.879 692 888.228 6.431 63.339 17.177 246.322 14.244 0 170.027.835 182.358 169.019 10.093 33.702 Badan 62.898 54.145 176.707 217.947 82.071 127.596 120.433 42.979 36..062 61.218 9.412 36.886 42.634 261.623 128.087.545 157.357 59.856 227.245 55.934 19.587 8.132 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Wajib Pajak Terdaftar (Tahun 2002) No Kantor Wilayah 1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah Bendaharawan 12.517 12.141 257.532 79.856 67.022 260.880 53.201 0 2.437 288.557 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .565 22.530 126.445 69.838 331 10.247 102.700 32.024 107.403 140.

133 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Jumlah Instansi Vertikal No 1 2 3 4 5 Uraian Kanwil KPP KPPBB Karikpa KP4 2000 15 141 107 55 211 2001 18 173 141 55 236 2002 19 175 141 55 236 2003 24 178 146 55 236 Jumlah SDM Berdsarkan Eselon No 1 2 3 Uraian Eselon II Eselon III Eselon IV 2000 25 347 2071 2001 28 514 3302 2002 28 521 3317 2003 37 559 3576 Jumlah SDM Berdasarkan Pendidikan No 1 2 3 4 Uraian Strata 3 Strata 2 Strata 1 Lainnya 2000 8 232 5658 22401 2001 7 557 6056 22356 2002 7 721 6708 22329 2003 7 691 7124 22002 ..

736 197.595 22.023.776.334 72.025.763 28.817 PPh 108.081.829.894.478.502.363.486.641.056.540.013 2.940.681.835 1.450 2.057.353 868.564 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .352.564 20.776 1.614 22.551 656.507 327.219.890.674 49.065.924.971.473.812 10.480 550.141.689 691.302.193 2.512.157.664 34.227.001 815.180.228.654.671.838 462.854.954 Penghasilan Kotor 1.219 5.717 82.725 22.679.864 18.637.821 4.523 6.426.233.193 5.307.620.452 263.806.243.985.716.737.300.995.473 2.139 260.044.518.392.197 27.554.903.285.453.490.137.190 3.502 137.758..493 2.601.937.842 10.207.030.330.735.088 473.300.621.245.119 45.133 51.134 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT Orang Pribadi Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 54.493.828.572.407.960 508.121 247.286.847.439.971.434 45.747.194 39.841 211.800.173.753.825 57.471.527 766.452.686 22.375.296.283.720 1.286.296.506 1.396.972 127.037 40.696.871.540.398 989.134 628.509.848 270.

305 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII 19 Kanwil XIX Jumlah 291.418.208 72.339.762.494.594.235.052.796 542.425.743 62.672.027.267 20.170 120.638 2.451.059 179 Penghasilan Kotor 42.661.059.240 28.486.487.417.773 10.841 19.489.665.796.324.548.275 402.733.784.903 48.996.494.893 6.371 977.892.662.884 461.310.148.562 47.282.641.578.302.919 106.714.773 16.364 534.433.984.161.872.477.865.016 140.969.196.593 93.645 18.836.351 10.602 15.817.677.671 PPh 349.187 320.526.338.742 37.893.356.147.733.958 27.228 10.601 35.399 4.011.194.627.665.383.777.833 309.123 5.590 6.507.099 38.052 3.763 244.076.909 19.209 19.256.559.985 156.956.057.297.298.864.312.925.107 6.814.628..129 67.269.927.129 17.911.950 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP .777.599 16.032.494 588.787.929.523.761.057.978.564.331.829 29.574.442 1.457.357.211.465.727 82.998 669.497.135 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP SPT PPh Badan Tahun 2002 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kanwil Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX SPT 14.519.289.129 5.520.911 10.883.463.929.741.180.902.647 13.645.581.053 34.729.067.129.081 1.813 13.586.079.055 68.971.856 30.

.136 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Keberatan PPh (Tahun 2002 .2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Kantor Pusat Jumlah Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 125 44 35 582 395 264 271 152 159 149 167 46 40 66 33 17 17 19 0 2581 75 24 17 319 201 120 158 91 80 72 116 18 28 33 16 15 19 18 0 1420 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 136 95 144 399 401 248 522 304 151 210 191 91 26 87 49 27 91 19 187 3378 73 48 122 308 210 156 206 118 71 136 147 60 33 102 41 15 45 13 49 1953 Sumber : Direktorat Pajak Penghasilan DJP .

- 137 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PPN/PPnBM dan PTLL (Tahun 2002 - 2003) Tahun 2002 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kantor Diajukan WP Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Kanwil X Kanwil XI Kanwil XII Kanwil XIII Kanwil XIV Kanwil XV Kanwil XVI Kanwil XVII Kanwil XVIII Jumlah 649 358 541 1396 1433 971 1075 1184 1071 1164 1216 533 145 380 386 190 399 49 13140 Selesai Diproses 416 246 381 774 881 594 768 608 571 847 935 400 115 191 159 114 296 29 8325 Diajukan WP 909 565 703 1821 1485 1221 1377 1375 787 1765 1399 943 182 499 512 155 655 62 16415 Selesai Diproses 528 363 494 1252 921 723 891 940 732 1261 1060 734 153 349 304 80 439 43 11267 Tahun 2003

Catatan : Kanwil DJP Jawa Bagian Barat I dan Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Kanwil DJP Sulut & Sulteng s.d. Triwulan III (2003) Sumber : Direktorat PPN dan PTLL Direktorat Jenderal Pajak

- 138 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan PBB (Tahun 2002 - 2003) No Kantor Tahun 2002 Diajukan WP 1,106 1,470 6,609 618 763 147 1,220 20,504 20,342 4,062 8,723 685 663 1,534 871 2,686 134 0 72,137 Selesai Diproses 1,077 1,289 7,404 611 762 138 1,304 20,309 20,092 4,062 8,703 661 662 1,534 870 2,713 110 0 72,301 1,654 606 4,798 524 903 205 1,342 28,478 16,519 6,225 10,288 625 694 1,412 741 871 115 0 76,000 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 1,640 585 4,692 523 894 188 1,280 28,283 16,492 6,221 10,195 620 688 1,421 737 873 104 0 75,436

1 Kanwil I 2 Kanwil II 3 Kanwil III 4 Kanwil IV 5 Kanwil V 6 Kanwil VI 7 Kanwil VII 8 Kanwil VIII 9 Kanwil IX 10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

- 139 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP

Data Keberatan BPHTB (Tahun 2002 - 2003) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kantor Kanwil I Kanwil II Kanwil III Kanwil IV Kanwil V Kanwil VI Kanwil VII Kanwil VIII Kanwil IX Tahun 2002 Diajukan WP Selesai Diproses 1 1 0 1 0 13 0 34 38 6 2 0 1 16 0 0 0 0 113 1 1 0 1 0 12 0 34 38 1 1 0 1 16 0 0 0 0 106 17 1 1 0 1 3 0 13 24 5 3 1 0 9 38 12 8 0 136 Tahun 2003 Diajukan WP Selesai Diproses 0 0 1 0 1 3 0 13 21 5 3 1 0 9 38 0 8 0 103

10 Kanwil X 11 Kanwil XI 12 Kanwil XII 13 Kanwil XIII 14 Kanwil XIV 15 Kanwil XV 16 Kanwil XVI 17 Kanwil XVII 18 Kanwil XVIII Jumlah

Sumber : Direktorat PBB dan BPHTB DJP

824 770.427.450 36.606 1.662 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Usulan Pencekalan (Tahun 2002 – 2003) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kanwil I II IV V VI VII XI XII XIV XV Jumlah Jumlah Wajib Pajak 6 1 5 12 18 18 4 5 1 2 72 Hutang Pajak (dlm ribuan) 53.123.361.876 30.790.638..349 5.444 5.546 431.329 1.738 121.417.369.662.497 82.926. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .295.577.

135.672.975 450.559.448 470.928.788.406.2003) Tunggakan Akhir Tahun NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Kanwil 2002 I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI XVII XVIII XIX JUMLAH 539.104.589..522 338.194.898.171 1.347.772.249.883 109.688 138.756 156.900 2.299 539.707. Penyidikan dan Penagihan Pajak DJP .592.918 533.922.354 253.201 2.749 1.489 198.606 18.136.806.522 460.843.370.273 3.190 1.934.791.170 6.350 2.511.611 152.205.086 155.495.967 224.621 (dalam ribuan Rp) 2003 607.459.128 26.046 617.733 238.760.141.421.647.965 11.581.303.966 68.716 290.685.603.970.836.231 Sumber : Direktorat Pemeriksaan.500 253.462.632.154 525.037.163.750 73.870 228.709.433.068.509.824 131.000.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Data Tunggakan Wajib Pajak (Tahun 2002 .314.251.283.743.949.901.865 434.456 4.627 172.361.124 682.

140 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP REKAPITULASI PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN TAHUN 2003 PERIODE : JANUARI S/D DESEMBER 2003 JENIS HUKUMAN NO JAN 2 KEPMEN KEU NO..01/UP.6/1985 Peringatan Pertama Peringatan Kedua Peringatan Ketiga JUMLAH 3 FEB 4 MAR 5 APR 6 MEI 7 JU N 8 JUL 9 AGT 10 SEP 11 OKT NOV 12 DES 13 JML 15 1 I 181 11 2 194 10 3 3 16 16 16 4 36 10 5 6 21 10 6 1 17 12 5 7 24 9 3 7 19 19 4 4 27 6 6 6 18 6 3 0 9 1 3 0 4 10 6 1 17 290 71 41 402 II PP No 30 TAHUN 1980 Tingkat Ringan : Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Tingkat Sedang : Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala Penundaan kenaikan pangkat Tingkat Berat : Penurunan pangkat Pembebasan jabatan Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 3 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 6 1 0 0 15 3 0 1 0 3 0 4 2 0 0 1 0 1 2 0 3 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 5 1 2 0 0 1 2 1 0 0 2 0 17 12 4 - 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 1 1 0 0 3 0 3 0 1 1 0 0 6 8 3 III - PP No 32 TAHUN 1979 Pemberhentian dgn hormat tdk atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 5 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 3 0 3 10 IV - PP No 6 TAHUN 1976 Pemberhentian dengan hormat sebagai CPNS 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 V PP No 4 TAHUN 1966 Pemberhentian Sementara (Skorsing) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 SUB TOTAL (II S/D IV) TOTAL ( I S/D IV) 6 200 6 22 3 39 6 27 6 23 10 34 2 21 3 30 14 32 7 16 7 11 14 31 84 486 .15/KMK.

.066 3.800.000 1.287.000.d.769.000 2.873.854.078 1.505.648.000 4.000 2.606 805.095.730. 31 Desember 2000.500.376.000 1.000 6.100.877 922.300.262.100.141 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP PERKEMBANGAN PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN 1996 . .000 2.000.400.640 6.000 700.298.339.706 5.206 3.422.425.143.000 475.203.153.762.562.600 Persentasi ( 6/5 ) 7 62% 169% 132% 96% 110% 116% *) BPHTB efektif berlaku sejak 1 Juli 1998 **) Periode 1 April s.800.008.000 1.000 BPHTB Realisasi 6 309.267.030.700.910 8.000 8.198.437.041 2.277.489.000 PBB Realisasi 3 2.2003 (dalam ribuan rupiah) Tahun Renpen 1 1996-1997 1997-1998 1998-1999 *) 1999-2000 2000 **) 2001 2002 2003 2 2.850.500.779 1.600.911.642.000.882.453 3.967.600 Persentasi ( 3/2 ) 4 107% 106% 113% 114% 130% 110% 106% 99% Renpen 5 500.000 2.000.035.643.171 2.401.000.800.

0 38.6 96.413.252.2 3.138.643.6 130.723.0 104.7 107.713.2 99.1 50.7 10.8 219.7 134.957.8 101.3 37.0 104.0 3.0 65.6 27.703.7 34.0 75.2 52.9 105.272.803.3 156.8 590.3 2.8 129.647.3 4.621.2 1.9 452.530.142 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP Penerimaan Perpajakan Pajak Lainnya Tahun Anggaran Rencana Pajak Penghasilan Realisasi % Rencana PPN dan PPnBM Realisasi % Rencana PBB & BPHTB Realisasi % Rencana Realisa si 301.277.2 87.7 1.491.893.2 2.5 1.7 111.9 40.8 110.417.062.143.5 82.8 miliar Tahun 2004 13.9 % Rencana Jumlah Realisasi % 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000 2001 2002*) 2003**) 2004**) 18.2 58.4 71.985.188.4 125.3 55.4 95.1 105.3 112.5 miliar .4 84.4 91.012. 4 Juni 2003 **)Tahun anggaran 2003 adalah angka APBN ***)APBN 2004 Penerimaan PPh Migas mulai Tahun Anggaran 2000 Tahun 2000 18.9 192.508.7 miliar Tahun 2003 18.0 27.0 119.4 100.741.0 18.3 55.614.8 18.946.4 2.0 44.628.2 22.002.0 105.7 1.9 163.8 120.662.9 7.519.0 135.468.4 20.6 92.1 95.1 6.9 102.235.474.383.0 35.3 92.5 122.087.101.9 75.5 97.9 35.6 10.5 61.2 96.6 19.1 34.792.544.2 62.985.8 67.2 101.3 1.9 69.5 100.358.6 1.430.8 413.944.800.159.752.7 1.7 86.9 106.8 550.304.651.2 1.3 53.9 3.411.6 567.2 24.1 21.5 104.601.1 41.6 27.669.0 35.696.1 102.0 635.231.238.460.852.9 1.523.696.640.975.4 30.4 104.2 25.0 101.620.565.0 90.505.344.9 41.6 107.725.862.9 70..7 1.6 1.420.2 78.424.7 86.4 7.1 98.243.289.208.421.1 Sumber : Nota Keuangan dan APBN TA 2003 Keterangan : PDB Tahun 2000 adalah PDB 9 Bulan Realisasi Tahun 2000 adalah angka realisasi 9 bulan *)Tahun Anggaran 2002 adalah angka realisasi sementara revisi VIII Fax DJA tgl.8 632.9 30.4 75.132.8 18.0 3.258.5 669.3 72.705.6 miliar Tahun 2002 17.455.388.6 73.3 4.7 477.0 296.764.478.534.107.6 133.575.3 109.878.5 106.495.2 87.7 82.8 100.2 33.8 27.923.9 836.9 100.840.6 miliar Tahun 2001 23.4 2.2 159.351.198.760.456.835.0 610.032.200.8 55.7 6.7 16.

114.028.963 806.756 726.949 2.330.316.867 899.71 9 1999 117.797 Sumber : Direktorat Informasi Perpajakan DJP TANGGAL PROSES : 15-03-2004 .07 9 563.409 351.143 Lampiran Buku Informasi Perpajakan Statistik Kinerja DJP JUMLAH WAJB PAJAK TERDAFTAR NASIONAL 10 TAHUN TERAKHIR JENIS WAJIB PAJAK BENDAHARAWAN BADAN 1995 84.184 391.80 2 1.018 1.361 1.071 325.570 WAJIB PPH PASAL 21 WAJIB PPN 571.19 4 2001 147.854 2003 195.655 1.29 8 489.641 ORANG PRIBADI 2380771 1.232.869 582.48 8 1996 91.939 543.475 499.959 1.62 6 559.691 1.247 2004 198.194 650.46 7 526.163.519 888.556 975.45 7 1998 105.793 724.433 1.001.232..697.25 9 2000 129.113 458.18 0 1.004 2.480 416.381.086.299 451.801 675.274.622 374.97 4 1997 97.251.354 622.232 2002 170.430 991.732 1.131 804.02 6 1.

120 - ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->