BAB 5 SASAKALA TEMPAT DI JAWA BARAT Sasakala tempat di Jawa Barat dikelompokkan ke dalam enam wilayah sebagai berikut

. 1. Wilayah Bandung Raya mencakup Kabupaten Bandung, 2. Kota Bandung, Kota Cimahi,

Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang. Wilayah Priangan Timur mencakup Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut. 3. Wilayah Purwasuka mencakup Kabupaten

Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang. 4. 5. Wilayah Sukaci meliputi Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, dan Cianjur. Wilayah Bodebek meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

101

6.

Wilayah

Pantura

meliputi

Kota

Cirebon,

Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. A. SASAKALA WILAYAH BANDUNG RAYA 1. SASAKALA GUNUNG TANGKUBAN PARAHU Pada jaman dahulu, di tanah Priangan terdapat sebuah kerajaan yang sangat subur dan makmur, yang bernama Kerajaan Galuga. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang adil palamarta bernama Prabu Sungging Perbangkara. Kesenangannya berburu ke hutan mencari hewan-hewan yang dagingnya akan dibagikan ke seluruh rakyat yang tertimpa kelaparan. Pada suatu hari, maka berangkatlah rombongan raja ke hutan untuk berburu. Tiba di hutan, Prabu Sungging Perbangkara membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Setelah raja pergi, kemudian ada seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin
102

menjadi

manusia.

Babi

hutan

itupun

kemudian

meminum air seni raja itu. Beberapa bulan kemudian, Wayungyang pun hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu lalu diserahkan ke keraton, dan oleh Prabu Sungging Perbangkara diberi nama Dayang Sumbi Rarasati. Banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dengan gelagat itu, Dayang Sumbi pun atas permitaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah ranggon di hutan belantara dengan ditemani seekor anjing jantan

bernama Si Tumang. Pekerjaanya di ranggon tersebut ialah menenun membuat kain. Kain hasil tenunannya kemudian diserahkan pada ayahnya di keraton. Pada suatu hari, Dayang Sumbi sedang asyik menenun. Namun totopong (torak) yang tengah

digunakannya untuk bertenun, terjatuh ke bawah ranggon. Cukup tinggi ranggon yang ditempatinya
103

tersebut, sehingga Dayang Sumbi merasa malas untuk mengambilnya. Ia pun bergumam lirih: “Duh, malasnya hari ini. Bagi siapa saja yang mengambilkan totopong itu, apabila ia perempuan, akan kujadikan saudara. Apabila laki-laki, akan kujadikan suami.” Sesaat setelah bergumam, tiba-tiba Si Tumang mengambilkan totopong tersebut, lalu diberikanlah kepada Dayang Sumbi. Tentu saja Dayang Sumbi kaget, apalagi ketika mengetahui bahwa Si Tumang berkelamin jantan. Dalam keadaan bingung itu, tiba-tiba terdengar suara gaib: “Jangan khawatir, Si Tumang adalah jelmaan seorang Pangeran tampan yang sedang mencari ilmu kesaktian. Menikahlah dengannya.” Sembilan sejak mendengar suara gaib itu, akhirnya Dayang Sumbi pun melahirkan bayi laki-laki dan diberi nama Sangkuriang. Semakin hari,

Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang cekatan dan
104

Karena si Tumang tidak menurut.” Sangkuriang pun menyuruh Si Tumang mengejar babi hutan tersebut. Pikirnya. yang ternyata Wayungyang. di perjalanan ia mendapati seekor babi hutan. Sangkuriang sudah pandai menggunakan tombak dan panah untuk memburu hewan buruannya. Namun Si Tumang malah diam. Dayang Sumbi berpesan agar dibawakan hati seekor mencek (kijang).tangkas. Di usia yang masih kecil. istrinya sendiri dan ibunya Sangkuriang. Hobinya sama dengan kakeknya. yakni berburu. sedangkan hari sudah sore. Seperti hari itu. “Mungkin ibuku akan suka meskipun hati seekor babi hutan. Hari sudah sore. akhirnya Sangkuriang pun kesal. Lalu 105 . namun Sangkuring belum juga mendapatkan seekor mencek. ia mengatahui bahwa babi hutan tersebut hanyalah jelamaan seorang perempuan sakti bernama Wayungyang yang telah melahirkan Dayang Sumbi. Sangkuriang disuruh oleh Dayang Sumbi berburu hewan di hutan. Namun ketika akan pulang.

Hati Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi.. Pada mulanya Sangkuriang tidak mengaku telah membunuh Si Tumang. Sangkuriang pun pergi mengembara mengelilingi tatar Parahyangan. lalu dimasak dan dimakannya. akhirnya ia pun mengaku. 106 . Lalu ditanyakanlah kepada Sangkuriang.dibunuhnya Si Tumang oleh Sangkuring. Keesokan harinya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati Si Tumang.. suaminya sekaligus ayahnya Sangkuriang. namun setelah didesak oleh Dayang Sumbi. Serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan sinuk (sinduk) yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga kepala Sangkuriang terluka. Dayang Sumbi merasa heran karena Si Tumang menghilang. “Pergi kau dari sini. yang sebenanrnya jelmaan ayahnya sendiri. Selama pengembaraannya. dasar anak tidak tahu balas budi.!” hardik Dayang Sumbi. kemarahannya pun memuncak.

tidak mengetahui bahwa laki-laki tampan yang ditemuinya adalah Sangkuriang anaknya sendiri. 107 . Karena Sangkuriang sudah lama tidak bertemu sejak kecil.Sangkuriang banyak berguru ilmu kesaktian. Maka terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan tersebut. Sangkuriang tiduran di atas lahunan (pangkuan) Dayang Sumbi. Lalu Dayang Sumbi pun mengelus-elus kepala Sangkuriang. seperti halnya sepasang dua kekasih. Ketika itu. Lama Sangkuriang mengembara. ibunya sendiri. Dayang Sumbi kaget ketika di kepala Sangkuriang terdapat luka bekas pukulan sinduk. ia pun tidak mengenali bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi. sebelum akhirnya tiba kembali di ranggon Dayang Sumbi. Pada suatu sore yang indah. Tanpa sengaja. Sangkuriang pun bermesraan dengan Dayang Sumbi. Bahkan bangsa siluman dan jin pun takluk kepadanya. Begitupun Dayang Sumbi. Yang ada hanyalah gejolak perasaan bahwa laki-laki tersebut tampan dan bisa menjadi pelindungnya.

” “Ha. kemudian Dayang Sumbi mencari akal agar maksud Sangkuriang tidak kesampaian... “Sangkuriang. apabila mau menikahiku.Mengetahui hal itu.gampang Sumbi. engkau harus penuhi syaratnya. segera Dayang Sumbi menyampaikannya pada Sangkuriang. Karena tidak percaya.” pinta Dayang Sumbi. Sangkuriang. Sumbi?” “Buatkanlah aku sebuah danau dan perahu untuk berlayar di atasnya. Namun Sangkuriang tidak percaya. karena dihadapannya sosok perempuan muda.ha. Sangkuriang tetap memaksa Dayang Sumbi agar mau dinikahinya.” 108 Maka diajukanlah syarat kepada sekali syaratmu itu.. Melihat gelagat yang kurang baik tersebut.. bukan tua seperti bayangan terhadap ibunya selama ini.ha.. .. Demikian karena Dayang Sumbi mempunyai ilmu kajayaan (awet muda). bahwa ia adalah putranya yang telah lama pergi. “Apa syaratnya.

” aku akan selesaikan dengan jawab Sangkuriang Sangkuriang membuat perahu. Sangkuriang dibantu oleh siluman dan jin taklukannya. Sangkuriang segera menebang pohon untuk membuat perahu. sehingga kelak penduduk sekitar menyebut sungai tersebut dengan nama Citarum. Sekitar pukul 1 pagi. Di tepi sungai tersebut banyak ditumbuhi pohon tarum. itu. Terbentuklah danau yang sangat luas. Maka mulailah masalah. Dalam pengerjaannya. Maka segera saja Sangkuriang membuat danau dengan cara membendung sebuah sungai besar yang mengaliri hutan belantara di mana Dayang Sumbi tinggal.” “Tidak permintaanmu entengnya. danau dan perahu tersebut harus selesai dalam waktu satu malam suntuk.“Ingat Sangkuriang. 109 . Dibantu pula oleh gajah dan harimau dalam memindahkan pohon yang akan dipakai untuk membendung Citarum. Menjelang tengah malam Citarum pun sudah terbendung.

maka dari kain tersebut keluar cahaya seperti kilatan emas. Dengan kenyataan itu. perahu pun akan segera selesai. segera Dayang Sumbi mencari akal agar rencana Sangkuriang dapat digagalkan. “Sangkuriang. Kontan saja hewan-hewan yang berada di hutan kaget dan menyangka waktu sudah pagi. Artinya dalam semalam suntuk. dan berkicaulah burungburung.” kata Dayang Sumbi. lihatlah sekelilingmu. Sangkuriang dapat mengabulkan syarat yang diajukannya yakni membuat danau dan perahu. Disangkanya fajar mulai merekah di ufuk timur. Nampaknya waktu sudah pagi. Lalu ia pun mengeluarkan boeh rarang (kain berwarna putih yang dapat mengeluarkan cahaya). melenguhlah banteng. Berkokoklah ayam. dan menurut perkiraannya. artinya engkau gagal memenuhi syaratku.Sementara di ranggonnya. Dayang Sumbi segera khawatir melihat danau sudah terbentuk. 110 . Setelah dikibaskan.

Ia pun tersentak kaget. Adapun tunggul atau pangkal pohon yang batangnya dibuat perahu. berubah menjadi Gunung Bukit Tunggul. sedangkan rangrang (ranting) dari pohon tersebut terkumpul di sebelah barat dan berubah menjadi Gunung Burangrang. Berubahlan perahu tersebut menjadi sebuah gunung yang kini disebut Gunung Tangkuban Parahu. Segera ia sadar bahwa dirinya telah gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi. 111 .Dilihatlah lingkungan sekitar oleh Sangkuriang. ketika sedang dikejar. Ditendanglah parahu „perahu‟ yang hampir selesai itu oleh Sangkuriang dan nangkub „telungkup‟ di sebelah utara danau. yang artinya parahu nangkub (perahu terbalik). Dayang Sumbi sebagai seorang putri mendadak menghilang di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Putri. Namun. Kemudian Sangkuriang pun mengejar Dayang Sumbi yang melarikan diri. Mulailah keluar rasa kesal dan marah.

hingga sampailah di suatu tempat. Sumbat bendungan itu melayang sampai akhirnya berubah ke sebelah timur. yang berarti ujungna (tempat berakhirnya) perasaan Sangkuriang yang ngaberung (mengikuti) hawa nasfu untuk menikahi ibunya sendiri. menjadi Gunung Manglayang. Tempat itu sekarang disebut Ujungberung. Akhirnya Sangkuriang putus asa. Bekas bendungan sungai Citarum itu kini berada di Padalarang yang dikenal dengan nama Sanghyang Tikoro. 112 . kemudian Sangkuriang ngahyang (menghilang ke alam gaib).Meskipun dibantu bangsa siluman dan jin. tetap saja Sangkuriang tidak menemukan Dayang Sumbi. Di tempat itu. Kemudian ia pun melanjutkan kembali pengembaraannya. Sebelumnya. Seolah Dayang Sumbi hilang ditelan bumi. Sangkuriang pun menjebol sungai Citarum dengan cara melemparkan sumbat bendungan yang terbuat dari pepohonan dan batu-batu besar.

*** *) Legenda ini terkadang diberi judul Sangkuriang Kabeurangan (Kesiangan) atau Sasakala Bandung Purba. yang berasal dari kata dibendung-nya Citarum oleh Sangkuriang. Seiring perkembangan waktu. 113 . Kemudian berubah menjadi Bandeng. Ini untuk menyebut danau yang dibuat Sangkuring pada waktu itu. kata Bandeng pun berubah menjadi Bandung seperti dikenal hingga sekarang. Daerah itu kemudian disebut Bendung. berasal dari kata ngabandeng yang berarti genangan air danau yang luas. air danau pun mulai surut kembali. ada pula yang dipisahkan (Sang Kuriang).Seiring waktu. Dalam hal penulisan nama Sangkuriang: ada yang disatukan. lalu banyak ditempati pendatang dari berbagai daerah karena tanahnya subur.

terdapat sebuah kerajaan bernama Sindangsari. Ia merasa khawatir para raja dan ksatria yang ditolak lamarannya akan merasa sakit hati dan kemudian akan mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Sindangsari. datanglah rombongan pelamar dari kerajaan Margaasih. Adapun rajanya bernama Baginda Raja Singa Mandala. Pada suatu hari. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Raja Jayadilaga. Kecantikan Putri Mayang Sawitri pun tersiar ke mana-mana. Ia terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Namun semuanya ditolak oleh Putri Mayang Sawitri dengan bermacam-macam alasan. 114 .2. Ia pun memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Putri Mayang Sawitri. Tentu saja Baginda Raja Singa Mandala merasa bingung. Banyak raja dan kstaria dari kerajaan lain berniat melamarnya. SASAKALA CIGONDEWAH Dahulu kala.

“Maksud kami untuk melamar putrimu yang cantik jelita itu. Karena kesal.” 115 . Putri Mayang Sawitri: “Bagaimana.” kata Raja Singa Mandala sambil melirik pada putrinya. akhirnya Raja Jayadilaga mengulang pertanyaan Raja Singa Mandala. sebelumnya aku mohon maaf. bersediakah dipersunting hamba?” “Euh. paduka raja. aku hanya bisa menyerahkan keputusan lamaran ini pada putriku langsung.“Ada apakah gerangan Raja Jayadilga menemuiku?” kata Raja Singa Mandala di ruang keraton. “Bagaimana tuan putri. “Kalau begitu niat paduka. Sebagai tanda lamaran. anakku?” Putri Mayang Sawitri lama menundukkan kepala.” jawab Raja Jayadilaga dengan tegas dan penuh harap. kami membawa berbagai perhiasan dan hasil bumi dari kerajaan Margaasih.

untuk saat ini aku tidak bisa menerima lamaran paduka raja. Sesuai dengan prediksi. Bahkan hatinya semakin diliputi rasa cemas.“Tidak usah minta maaf. “Eum. Ia tidak dapat berkata apa-apa. karena tuan putri tidak punya salah apa-apa padaku. Kemudian Ia bertitah: “Tunggu kedatangan pasukanku!” Melihat kejadian tersebut. Ketakutannya yang utama ialah kerajaan Margaasih Sindangsari. Seketika ia berdiri dan pergi tanpa permisi keluar dari ruangan keraton diikuti oleh rombongan lainnya. keesokan harinya Raja Jayadilaga mengerahkan seluruh pasukannya dari kerajan Margaasih.” kata Raja Jayadilaga dengan penuh kesabaran. Sebagai raja yang ingin akan segera menyerang kerajaan mempertahankan kedaulatan. tentu saja Raja Singa 116 .” “Apa…?!!” Raja Jayadilaga tersentak kaget. Raja Singa Mandala hanya duduk terpaku kaku di singgasana.

Mandala pun menyiapkan pasukannya. Ksatria-ksatria pilih tanding kerajaan Sindangsari tidak mampu menahan gempuran pasukan 117 . Banyak prajurit yang gugur di medan perang. Peperangan pun terjadi. Seluruh pasukan Sindangsari pun sudah siap menghalau. Senjata mereka terdiri dari bedog (golok). Pasukan Margaasih semakin mendekati perbatasan. tanda peperangan akan segera dimulai. Darah berceceran di mana-mana. Namun setelah dua hari berperang. Pertempuan kedua kerajaan pun berlangsung sengit. pedang. Seluruh pasukan Sindangsari segera ditempatkan di daerah perbatasan. Hal ini dikarenakan jumlah pasukan dari kerajaan Margaasih lebih banyak jumlahnya dan senjatanya pun lebih lengkap. Sangkakala perang sudah ditiup. dan gondewa atau jamparing (panah). Pagi itu cuaca sangat cerah. Namun nampaknya pasukan kerajaan Margaasih lebih kuat ketimbang kerajaan Sindangsari. akhirnya pasukan kerajaan Sindangsari terdesak.

Melihat ayahnya telah tewas. Putri Mayang Sawitri pun meninggal oleh kerisnya sendiri. 118 . Sesaat setelah berucap dan menancapkan keris ke perutnya. Bahkan Raja Singa Mandala pun akhirnya terbunuh dalam peperangan tersebut.” gumamnya dengan yakin. ia pun berhasil memperluas kekuasannya dengan cara menyatukan wilayah kerajaan Margaasih dengan Sindangsari. sebaliknya Raja Jayadilaga merasa senang atas kejadian tersebut. “Aku lebih baik mati ketimbang dipersunting oleh raja yang telah membunuh ayahku.Margaasih. Berbeda dengan rakyat Sindangsari yang berduka. Ia merasa telah berhasil membalas kepedihan hatinya yang ditolak oleh Putri Mayang Sawitri. Putri Mayang Sawitri langsung mencabut keris dengan niat untuk labuh geni (bunuh diri). Selain itu. Selanjutnya Raja Jayadilaga merubah nama Sindangsari menjadi Cigondewa.

karena setelah peperangan terjadi.“Aku Cigondewa. Raja Jayadilaga melihat banyak darah berceceran bagaikan cai (air). Semakin lama. Nama Cigondewa Cigondewah. Setiap tahun mereka menyerahkan upeti kepada Prabu Siliwangi karena berada di wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran.” ujar Raja Jayadilaga di depan seluruh penduduk Sindangsari. *** pun kemudian berubah menjadi penduduk mengikuti pengucapan 119 . kerajaan Margaasih pun semakin berkembang pesat. setempat. ubah Wilayah nama ini Sindangsari pun sekarang menjadi menjadi taklukanku. Alasan diubahnya nama Sindangsari menjadi Cigondewa. Darah tersebut berasal dari tubuh prajurit Sindangsari yang terbunuh oleh panah dan gondewa pasukan Margaasih.

Ia berniat melamar Embah Gabug. SASAKALA KAMPUNG MARONGGE Hiduplah empat orang putri yang cantik jelita serta memiliki kesaktian tinggi di sebuah kampung bernama Babakan. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Ki Patih kerajaan Subangkala. culik dengan cara paksa!”. Maka segera. Putri yang sulung bernama Embah Gabug. Sementara rombongan sedang di 120 . Keesokan harinya.3. Berkat kecantikannya itulah. banyak raja dan ksatria tertarik untuk melamar dan mempersuntingnya. yang ketiga bernama Embah Naibah. yang kedua bernama Embah Setayu. Raja Subangkala memerintahkan patihnya untuk melamar ke kampung Babakan. begitulah titahnya. “Apabila menolak. Salah satunya ialah Raja Subangkala dari kerajaan Subang. dan yang bungsu bernama Embah Naidah. berangkatlah rombongan dari kerajaan Subang menuju ke kampung Babakan.

ia diberitahu oleh Hyang Widi. Ia adalah puteri 121 . Diutus oleh Gusti Raja Subangkala untuk melamar seorang puteri yang tinggal di Kampung Babakan. Setelah mengetahui hal itu. Benar saja. Dibangunkanlah seluruh rombongan tersebut. di kampung Babakan Embah Gabug sedang bersemedi. bahwa akan ada rombongan yang sedang berada dalam perjalanan dengan maksud dan tujuan jahat. “Aku Ki Patih dari Kerajaan Subang. Sesaat kemudian. Embah Gabug pun segera memakai kesaktiannya untuk memperdaya rombongan dari kerajaan Subang tersebut. Di dalam semedinya. lalu dihampiri oleh Embah Gabug. setelah semua rombongan tertidur. “Bangunlah kalian semua! Dari mana dan apa keperluan kalian datang ke Kampung Babakan?” Ki Patih pun segera menjawab dengan nada sinis.perjalanan. seluruh rombongan mendadak kelelahan dan tertidur pulas di batas menuju Kampung Babakan.

” Beberapa hari kemudian. Ia pun langsung diterima oleh putri Embah Gabug di muara sungai 122 . apabila lamarannya ditolak. Aku hanya menginginkan raja kalian dapat mengembalikan kukuk*) yang akan dilempar ke sungai Cilutung. datanglah Raja Subangkala ke kampung Babakan.Embah Gabug. Apabila raja kalian dapat memenuhi syarat tersebut. Menurut titahnya. Kalian semua telah memiliki niat jahat. “Akulah puteri Embah Gabug yang dimaksud itu. bahwa aku mau menerima lamarannya dengan satu syarat. Sekarang pulanglah dan sampaikan pada raja “Apa “Aku kalian.” syaratnya. tidak puteri. aku akan menerima lamarannya.” Mendengar jawaban dari Ki Patih. putri tersebut harus dipaksa dan diculik ke Subang. Apakah puteri menginginkan banyak intan permata?” menginginkan haliyah dunya (kekayaan). Embah Gabug pun menjawab dengan tenang dan tegas. Kalian tadi tertidur terkena ilmuku.

maka dilemparkanlah sebuah kukuk oleh Embah Gabug ke tengah-tengah derasnya air sungai Cilutung. Raja Subangkala pun tidak sanggup menahan lajunya kukuk. Raja Subangkala pun merasa malu. “Kanjeng Raja.Cilutung dan Cideres. Kembalikanlah kukuk tersebut ke hadapanku. kukuk ini akan kulemparkan agar terbawa arus ke hilir. apalagi mengembalikan ke hadapan Embah Gabug. yang kemudian tempat tersebut dikenal dengan nama Panyaweuyan. Setelah semuanya siap. Kesaktiannya telah berhasil dikalahkan oleh seorang perempuan. Kukuk pun terbawa arus air menuju ke hilir sungai. Oleh karena itu. Segera saja Raja Subangkala mengeluarkan aji kesaktiannya untuk mengembalikan kukuk yang telah terbawa arus sungai. Melihat kenyataan demikian.” kata Embah Gabug. lalu ia menantang Embah Gabug untuk mengembalikan 123 . Namun air sungai semakin deras.

Tempat inilah yang sekarang disebut Cadas Meja. mulai dikenal istilah pelet (ilmu asihan) si kukuk mudik dari kampung Marongge. mulailah tersiar kabar ke mana-mana bahwa Raja Subangkala dikalahkan oleh Embah Gabug. Kacamatan Kadipaten Majalengka. coba kembalikan kukuk yang terbawa arus itu ke hadapanku!” Embah Gabug pun menuruti perintah Raja Subangkala. Semenjak itu pula. Dengan karembong sakti cinde wulung. kalau engkau sakti. Kukuk melesat dari hilir. Malahan terkenal dengan sebutan Pelet Marongge. ia pun mengembalikan kukuk. berada di kampung Prunggawul.kukuk yang telah terbawa arus sungai tersebut ke hadapannya. Adalah Raja Bugang Geureung dari kerajaan Pasiripis yang penasaran atas 124 . Bahkan akhirnya terpental pada sebongkah cadas (sejenis tanah liat) yang teksturnya datar menyerupai mejatulis di sebelah Raja Subangkala berdiri. “Hai putri. Desa Bonang. membelah arus sungai. Beberapa hari setelah kejadian itu.

Oleh Embah Gabug. tawaran Raja Bugang Geureung tersebut diterima dengan syarat akan diwakilkan pada adiknya Embah Setayu. Raja Bugang Geureung pun tidak mampu mengembalikan kukuk ke hadapan Embah Setayu. Namun pada akhirnya. 125 . Pelaksanaan melempar kukuk pun dimulai. Bahkan saudara-saudaranya pun tidak diberitahu. akhirnya Embah Gabug memutuskan untuk pergi dari kampung Babakan.kabar tersebut dan berniat menjajal kesaktian Embah Gabug. Kini kukuk dilempar oleh Embah Setayu. Namun seperti halnya Raja Subangkala. Dengan kenyataan demikian. Raja Bugang Geureung pun kemudian mengajukan tawaran pada Embah Gabug. Ia lalu mencari tempat yang baik untuk bersemedi. tidak ada seorang pun yang sanggup memenuhi persyaratan tersebut. Kepergiannya tersebut tanpa sepengetahuan penduduk kampung Babakan. Itulah syarat yang diajukan oleh Embah Gabug untuk siapa saja yang ingin mempersuntingnya.

Hingga pada suatu malam. Di puncak bukit itulah. Hingga suatu ketika. Setayu. dan Naidah. Naibah. Embah Gabug pun sembuh kembali. kakaknya sendiri. terdengar suara gaib: “Hai.Tentu saja membuat sedih Embah Setayu. mereka bertiga berniat untuk mencari kakaknya yang pergi tanpa pamit. mereka bertiga sampai ke sebuah bukit yang bernama Gunung Hade. Naibah. berkat kekuasaan Hyang Widi. Berangkatlah mereka bertiga berkelana. Sesaat kemudian. “Kenapa kita ada di sini? Siapa yang telah berhasil menyembuhkanku?” kata Embah Gabug. Maka dipeluklah tubuh Embah Gabug oleh adik-adiknya. dan Naidah! Kakakmu akan sembuh apabila memakan buah laja yang tumbuh di bukit ini!” Maka dicarilah buah laja oleh Embah Setayu. mereka bertiga menemukan seorang perempuan terkapar karena sakit. 126 . Setelah memakan buah laja. Perempuan tersebut ternyata Embah Gabug.

Sesampainya di sana. mereka membuat lubang tepat di atas tempat terkaparnya Embah Gabug dulu. Sudah barang tentu seluruh penduduk menyambutnya dengan suka cita. kalian juga akan menetap di bukit ini. Suatu saat nanti. Kemudian Embah Gabug masuk ke lubang tersebut. keempat putri bersaudara itu pergi berjiarah ke gunung Hade. aku adalah Haji Putih Jagariksa yang menguasai bukit ini. Setelah itu tiba-tiba terdengar kembali suara gaib: “Kalian jangan kaget. Beberapa bulan kemudian. Setelah itu. Embah Gabug dan ketiga adiknya pun kembali ke kampung Babakan. pada malam Jumat Kliwon. Sekarang. Oleh adik-adiknya lubang tersebut ditutupi oleh rengge (sejenis ranting bambu haur) yang tumbuh di sekitar bukit.Diceritakanlah seluruh kejadian yang telah menimpa oleh Embah Setayu. Embah Gabug pun ditinggal pergi oleh adik-adiknya. 127 . pergilah!” Setelah mendengar suara gaib.

Embah Gabug yang pernah masuk ke lubang itu pun didapati oleh ketiga adiknya telah menghilang. tempat tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Merongge. berangkatlah mereka bertiga ke gunung Hade dengan maksud untuk melihat sang kakak. Kini kampung Marongge menjadi tempat jiarah. Ternyata lubang tersebut kosong. karena terlalu lama ditinggal sang kakak. Sesampainya di puncak. mereka kaget karena dari lubang yang ditutupi rengge waktu itu.Sekian lama Embah Gabug terkubur dalam lubang di puncak gunung Hade. Hingga pada suatu malam. Kebanyakan pengunjung berjiarah dengan maksud 128 . keluar cahaya yang merong (bersinar) kekuningkuningan seperti kilatan emas. yang berasal dari kata merong dan kata rengge. Semenjak itulah. Seiring perjalanan waktu. Adik-adiknya pun merasa sedih. kemudian berubah menjadi Marongge. Lalu diperiksalan lubang yang mengeluarkan cahaya merong tersebut.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat. Buahnya yang sudah tua. konon sampai akhir hayatnya keempat gadis tersebut tidak pernah menikah. 129 . *** (Sumedang) *) kukuk. Bunganya berwarna putih dan buahnya berbentuk kendi. oleh orang tua biasa dipakai untuk wadah cai (tempat mengambil air) dengan cara dilubangi dekat lehernya (karena bentuknya yang berleher sepert kendi).agar cepat mendapat jodoh atau bertapa untuk memiliki ilmu pelet si kukuk mudik. nama tumbuhan sejenis labu.

SASAKALA SUMEDANG Dahulu kala. Semenjak itulah kemudian Guru Aji Putih diangkat menjadi raja di perkampungan tersebut dan kerajaanya diberi nama Tembong Agung. Resi Agung lalu membuat padepokan di tepi sungai Cimanuk tersebut. 130 . Mereka semua masuk agama Islam. Termasuk resi yang awalnya memeluk agama karuhun.4. Semua penduduk yang ada di sana kemudian mengikuti ajaran Guru Aji Putih tersebut. datanglah rombongan pengelana dan paninggaran (pemburu) ke sebuah tempat di tengah hutan belantara di tepi sungai Cimanuk. Salah seorang yang ikut dalam rombongan resi itu ada yang bernama Sanghiyang Resi Agung dari kerajaan Galuh. yang kini bernama Leuwihideung. Kemudian datanglah seorang pengelana yang beragama Islam bernama Guru Aji Putih. Kemudian datang pula golongan resi yang menyebarkan agama.

Guru Haji memiliki seorang putra bernama Tajimalela. Dalam menjalankan pemerintahan. Putranya inilah yang kemudian meneruskannya menjadi raja di Tembong Agung. dan Sunan Geusan Ulun. Bergelar haji karena ia pernah berangkat ke Mekah. Prabu Gajah Agung. kerajaan Tembong Agung semakin berkembang pesat. Prabu Tajimalela terkenal adil palamarta. Seluruh rakyat hidup damai dan sejahtera.Guru Aji Putih disebut pula Guru Haji Putih. Semakin lama. yakni Prabu Lembu Agung. sehingga musuh-musuhnya selalu kalah dalam berperang. Prabu Tajimalela pun terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Namun ada yang mengganjal dalam hati Prabu Tajimalela. Ini karena Prabu Tajimalela memiliki tiga orang putra. Ia pun kelak akan disebut Haji Darmaraja. Ia pun kemudian diberi gelar Batara Tuntang Buana atau Resi Cakrabuana. ia bingung harus membagi tahta kerajaan. 131 .

Nanti kita lihat apa yang terjadi. Sesampainya di sana. pada suatu malam. 132 . Prabu Tajimalela menyuruh kedua anaknya untuk menunggui sebilah bedog dan dawegan (kelapa muda). Prabu Tajimalela mendapat wangsit. Namun ia tidak mau menjadi raja dan malah menyerahkan kepada adiknya Gajah Agung. Akan tetapi Gajah Agung pun menolak karena tidak mau menjadi raja. Dengan hati gundah. “Jaga bedog dan dawegan ini. akhirnya Prabu Tajimalela menyuruh kedua putranya itu menuju puncak Gunung Sangkan Jaya.” kata Prabu Tajimalela. Dalam kebingungan itu. Dalam wangsitnya Prabu Tajimalela harus menyerahkan tahta kerajaan kepada salah satu putranya dengan terlebih dulu mengadakan ujian atau pasanggiri (sayembara) di puncak gunung Sangkan Jaya. Adapun Sunan Geusan Ulun ketika itu masih burey (kecil).Pada mulanya Prabu Tajimalela berniat menyerahkan tahta kepada anaknya yang tertua Lembu Agung.

Hari itu. “Adikku. Ia menuju sungai yang berada di lembah gunung untuk mandi sekedar menghilangkan gerah.” kata Lembu Agung pada adiknya.” Lembu Agung pun segera pergi meninggalkan adiknya. memang sinar matahari sungguh terik menyengat tubuhnya. Ditenggaklah air dawegan tersebut sampai habis. Gajah Agung pun kemudian membelah dawegan yang ada di hadapannya dengan bedog yang ada di hadapannya pula. Karena cuaca sangat terik. lama kelamaan merasakan pula kegerahan dan rasa dahaga. 133 . aku akan mandi dulu.Dijagalah bedog dan dawegan itu oleh Lembu Agung dan Gajag Agung. Ia pun berniat untuk mandi dulu ke sungai yang berada di lembah gunung. Sementara Gajah Agung. Maka dengan yakin. Kamu tetap jaga bedog dan dawegan ini. Kakang. Gajah Agung. akhirnya Lembu Agung merasa gerah dan tidak kuat oleh cahaya matahari. “Ya.

134 . dan airnya telah ku minum. Kakang.” “Ya. Gajah Agung harus mencari ibukota sendiri. sudahlah. Sedangkan kerajaan Tembong Agung akan tetap diserahkan pada anaknya yang pertama. Kenapa dawegan ini terbelah? Ada kejadian apa?” “Tidak ada kejadian apa-apa. adikku. Lalu Lembu Agung dan Gajah Agung menceritakan kejadian yang mereka alami masing-masing. Lembu Agung. Dengan syarat. Aku hanya tidak kuat saja menahan dahaga. Nanti kita ceritakan kejadian ini pada rama Prabu. Maka dengan yakin. Akhirnya dawegan ini pun ku belah.” Sesaat kemudian datanglah Prabu Tajimalela. Lalu ia pun bertanya pada adiknya. Gajah Agung. “Bagaimana. kemudian Lembu Agung datang. akhirnya Prabu Tajimalela menyerahkan tahta kerajaan pada anaknya yang kedua.Sesaat setelah menenggak air dawegan.

Sementara itu. kemudian Prabu Tajimalela pun melakukan semedi 135 . sekarang Sumedang selatan. Adapun Sunan Geusan Ulun. ia disebut juga Prabu Pagulingan. Selanjutnya ia membangun ibukota kerajaan di Leuwihideung. Pusaka Keris ini.” Kata darma ngarajaan adalah ungkapan bahasa Sunda yang berarti siap bertugas menjadi raja. Prabu Lembu Agung meneruskan menjadi raja di Tembong Agung. sampai sekarang masih tersimpan di Museum Prabu Geusan Ulun. kelak ia pun akan menjadi raja dan resi. akhirnya Prabu Gajah Agung dinobatkan menjadi raja. Pada saat diserahi kekuasaan di Tembong Agung itu. Ciguling.Atas keputusan ayahnya itu. Ungkapan inilah yang kelak menjadi salah satu nama daerah yang disebut Darmaraja. Lembu Agung pun berucap. Setelah menyerahi tahta kerajaan pada anaknya. Karena itu. “Aku hanyalah darma ngarajaan saja. Pasanggrahan. Ia pun dikenal memiliki keris yang sangat ampuh dengan nama Ki Dukun.

Ia melihat langit menjadi terang benderang oleh cahaya yang melengkung menyerupai selendang (malela). yang artinya tanah bagus.” sabdanya. Pada malam ketiga. insun madangan. dan tiada bandingannya. Nama Sumedanglarang pun oleh penduduk setempat disebut awalnya saja. kemudian Prabu Tajimalela mulai mengajarkan kepada seluruh rakyatnya ilmu kasumedangan. sebelah selatan alun-alun Sumedang sekarang. Nama inilah yang kemudian dikenal hingga sekarang. Ibukotanya pun dipindahkan ke Kutamaya. Tajimalela bersabda kepada seluruh rakyatnya: “Insun medal. Nama kerajaan Tembong Agung pun berubah namanya menjadi Sumedanglarang. luas.sebagai tanda syukur kepada Sang Pencipta. Ia bersemedi selama tiga hari tiga malam.” Semenjak itu pula. Prabu Tajimalela melihat keajaiban alam di sekitar kerajaan Tembong Agung. Saat itulah. yakni Sumedang. *** 136 . Sabda Prabu Tajimalela tersebut artinya ialah “aku lahir untuk memberi penerangan.

karena melihat banyaknya 137 .B. Gadis cantik tersebut pun akhirnya melarikan diri dari rumah ibunya ke arah barat. namun ibunya tidak mengijinkan karena ia mengetahui bahwa Adannya seorang Raja dari Mataram. Adananya pun terus mengejarnya. gadis tersebut terjerat areuy di hutan belantara. Dalam pelariannya. dalam perjalanan pengelanaannya. dengan mengikuti jejak bercak darah gadis yang menempel pada areuy. Pada saat itulah Adananya menamai daerah tersebut dengan nama Cibeureum. Singkat cerita. SASAKALA WILAYAH PRIANGAN TIMUR 1. ia terpikat oleh seorang gadis cantik di sebuah kampung bernama Pataruman. sehingga kakinya berdarah. Ia merasa sungkan karena hanyalah rakyat biasa. Adananya pun melamar gadis tersebut pada ibunya. SASAKALA BANJAR PATROMAN Tersebutlah seorang pemuda pengelana yang berasal dari Mataram bernama Adananya.

Pemuda tampan itu pun kemudian mencegat Adananya di sebuah bukit. yang kini dinamakan Tepung Kanjut. Adapun Adananya adalah seorang ulama penyebar agama Islam dari Mataram yang sebenarnya bernama Kanduruan Pandusaka 138 . Di tempat itu. datanglah seorang pemuda tampan berniat menolong. kemudian Adananya mengetahui bernama bahwa Dalem pemuda penolong atau tersebut Raden Tambakbaya Singaperbangsa yang bergelar Adipati Kertabumi III. Bertemu dalam bahasa Sunda disebut tepung dan kelamin lelaki disebut kanjut. yang kini menjadi nama sebuah kampung di kecamatan Manonjaya. Pada saat Adananya mengejar sang gadis. kemudian Adannya dan pemuda penolong tersebut bertarung adu kesaktian.bercak darah pada areuy layaknya air yang berwarna merah. Dalam pertarungan itu. Ia adalah Raja Galuh Kertabumi yang beribukota di Liung Gunung. yang berarti tempat bertemunya dua orang lelaki.

terkejar oleh Tambakbaya. sedang beristirahat karena kelelahan. Selama pengejaran. Kemudian dikejar oleh Adannya dan Tambakbaya. gadis cantik tersebut berlari secepat kilat ke arah tenggara. Akhirnya. Kembali pada kisah pertarungan Adananya dan Tambakbaya. keduanya pun kembali mengejar sang gadis. Mungkin juga berasal dari kata pangudagan. Ketika Adananya sedang berdiri (bahasa Sunda: ngadeg). ketika Adananya akan menangkapnya.Sarikusumah yang kelak dipusarakan di situs Pandusaka Batulawang. Kedua pemuda 139 . kesaktian keduanya seimbang. Namun. Di dalam pertarungan itu. Hingga di suatu tempat. Adapun gadis yang sedang dikejar mereka. yang berarti tempat untuk mengejar. Sejak itulah tempat tersebut sampai sekarang disebut Pangadegan. Adananya dan Tambakbaya adu kecepatan berlari dengan kesaktiannya masingmasing. Tambakbaya dengan gerak cepat segera menghalaunya. Sementara.

Ternyata ibunya pun turut mengejar saat ia melarikan diri pada saat itu. yang artinya menghilang sekejap mata atau secepat kilat. gadis yang dikejar oleh Adananya dan Tambakbaya terus berlari. yang sekarang dinamakan kampung Jélat. Sementara itu. Adannya mengeluarkan ilmu pamungkasnya. ibunya didapati sudah tidak ada. katanya kepada Adananya. ibunya sempat bertemu dengan Adananya yang sedang kaget melihat Tambakbaya menghilang di kampung Jelat. yakni pukulan saketi. Tambakbaya dapat menghindar dengan cara menghilang memakai ajian halimunan. Kini perjalanannya mengarah kembali ke rumah ibunya. “Mana laré?”. Sehingga kelihatannya ngan sajorélat atau hanya sekejap mata.itupun kemudian bertarung kembali. Langsung saja ibu gadis tersebut bertanya dalam bahasa Jawa ke Adananya. Tapi. Namun sesampainya di sana. Dalam pengejarannya. Tempat menghilangnya sosok Tambakbaya itulah. Berasal dari kata sajorélat. 140 .

Setelah itu.Maksudnya menanyakan ke mana arah larinya anaknya. ke arah selatan. Tempat perhentian itu kemudian dinamai kampung Randegan. 141 . tapi putri dari kerajaan Galuh yang bernama Ni Nursari.” timpal Adananya. Ia sebenarnya bukan anak sang ibu. “Gadis itu memang lebih sakti dariku. Adananya pun ngarandeg (berhenti) untuk beristirahat. Sesaat kemudian. Tempat dialog antara Adananya dengan ibunya sang gadis tersebut. juga dari ucapan sang ibu: mana lare. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya.” gumam Adananya. “Ke sana. Kenapa sang gadis tidak terkejar oleh Adananya dan Tambakbaya? Ternyata gadis tersebut memiliki kesaktian yang lebih tinggi. sekarang dinamakan kampung Mandalaré. tibalah Tambakbaya yang juga kelelahan. berasal dari Mandala laré. kini mereka tidak bertarung.

Sepanjang jalan mereka terus beradu pendapat mengenai Ni Nursari yang sedang dikejarnya. Adannya tetap berpendirian ingin memperistrinya. Setelah itu. Berasal dari kata papaduan. Semakin lama. sedangkan Tambakbaya tetap ingin menolong Ni Nursari dari paksaan Adananya. Adananya dan Tambakbaya pun terus mengejarnya. Jalan sepanjang Adananya dan Tambakbaya beradu pendapat itulah yang sekarang dikenal dengan nama kampung Cikadu. Sementara itu. Di sebrang sungai. sungai Citanduy pun semakin ramai disinggahi para bandar (pedagang) dari kerajaan 142 . Cukup lama Adananya dan Tambakbaya beristirahat di kampung Randegan.Karena tenaga keduanya sama-sama sudah terkuras habis. mereka pun kembali mengejar Ni Nursari. Lalu menyeberangi sungai Citanduy. namun Ni Nursari larinya lebih cepat. yang berarti berselisih pendapat. Ni Nursari lari ke arah utara. ketiganya pun ngaleungit (menghilang).

kampung Bandar pun semakin banyak disinggahi bandar-bandar (para pedagang) dari Mataram. Konon kata pataruman berasal dari kata patarungan. Adapun kampung tempat Ni Nursari dan ibu angkatnya tinggal selanjutnya dinamakan kampung Bandar Pataruman. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di kampung itu banyak ditanami pohon tarum. Semakin lama. Daerah di tepi sungai Citanduy pun kemudian dikenal dengan nama kampung Bandar (pedagang atau pusat perniagaan). Bahasa yang digunakan penduduk pun bercampur. yakni sejenis tanaman nila yang pada masa kolonial dijadikan tanaman paksa. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan nama pataruman atau tempat tarum.Galuh dan Mataram. 143 . sebagai pangeling-eling atas peristiwa pertarungan antara Adananya dan Tambakbaya memperebutkan Ni Nursari pada saat itu. antara bahasa Sunda dengan bahasa Jawa. yang oleh penduduk setempat disebutnya basa Jawa réang.

Nama Bandar Pataruman pun berubah menjadi Banjar Patroman. Namun. Di antara para pedagang itu banyak berjodoh dengan penduduk setempat dan banyak pula yang bermukim. *** 144 . karena pada waktu itu banyak diucapkan salah oleh pendatang dari Mataram.Semakin lama. Kini. adakalanya kampung Banjar Patroman pun disebut Banjar saja. kampung Bandar Pataruman pun semakin ramai disinggahi para pedagang dari kerajaan Galuh dan Mataram. kampung Banjar yang letaknya di pinggir sungai Citanduy itu telah berkembang menjadi sebuah kota yang membatasi wilayah antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.

yang sulung seorang laki-laki bernama Sang Lawangjagang. namun selalu saja ditolak oleh sang putri. sedangkan yang bungsu seorang putri yang sangat cantik jelita. Maka Kanjeng Sinuhun pun segera mengajukan lamaran pada Aki Gede dan Nini Gede. di wilayah kekuasaan kerajaan Banyumas hiduplah keluarga bahagia pasangan Aki Gede dan Nini Gede. Tetapi seperti sebelumnya. Tentu saja penolakan dari Aki Gede tersebut membuat sakit hati Kanjeng Sinuhun. Kanjeng Sinuhun. Aki Gede merasa bahwa putrinya hanyalah keturunan rakyat biasa dan tidak mungkin menjadi permaisuri seorang raja. karena merasa anaknya tidak pantas mendapatkan seorang raja. SASAKALA CIJULANG DAN PANTAI BATUHIU Dahulu kala. raja kerajaan Banyumas. Lalu ia pun 145 .2. Banyak raja dan ksatria yang melamarnya. lamaran itu pun ditolak oleh Aki Gede. Pasangan keluarga tersebut memiliki dua orang anak. termasuk salah seorang yang menyukai sang putri.

Mulanya hanya dibangun satu rumah. 146 . Rombongan itu pergi ke arah Barat. putri. dan seluruh kerabatnya meninggalkan wilayah kerajaan Banyumas. kemudian bertambah pula dengan dibangunnya sebuah surau. terus bertambah menjadi lima rumah. Di sana. rombongan Aki Gede pun sampailah ke tepi sungai di batas kerajaan.memerintahkan kepada patihnya untuk mengusir Aki Gede beserta seluruh keluarganya dari wilayah kerajaan Banyumas. Dari sana. Setelah menempuh perjalanan sehari semalam. Nini Gede. Maka tibalah rombongan Aki Gede ke sebuah tempat yang teduh dan terdapat mata air. Berangkatlah Aki Gede. mereka segera ngababakan (membuka lahan baru) untuk membangun perkampungan. perjalanan pun dilanjutkan menuju ke arah selatan. Tempat itulah yang kelak dikenal dengan nama Hanjatan Cimanganti. rombongan hanjat (menyeberangi) sungai. Setelah itu.

Rumah Aki Gede pun kemudian direnovasi dan dijadikan sebuah padepokan yang diberi nama Padepokan Karasanbaya. Lalu ke arah selatan dan ngaso (beristirahat) di suatu tempat yang juga terdapat mata air yang banyak pohon kasonya. Dengan perkembangan padepokan yang sangat pesat. Bahkan banyak orang yang berguru ilmu kanuragan ke Aki Gede. Khawatir perkampungan tersebut diketahui oleh Kanjeng Sunan. Padepokan itu diganti namanya menjadi Kawasan. Sementara Aki Gede. putrinya. Sebagai penggantinya. Aki Gede pun mulai merasa gundah. Oleh anaknya. dan rombongan keluarga lainnya terus melanjutkan pengembaraan ke arah barat. Aki Gede menyuruh anaknya yang sulung untuk mengurus Padepokan Karasanbaya. Kelak tempat ini dikenal dengan nama Cikaso. Lalu ia berniat membangun padepokan di tempat lain.Lama kelamaan daerah itu pun semakin banyak dikunjungi pendatang. yang berarti tempat beristirahat yang terdapat sumber air dekat pohon kaso. Nini Gede. 147 .

Aki Gede dan Nini Gede pun melanjutkan pengembaraannya kembali. Di sana 148 Aki Gede segera . Setelah itu. rombongan Aki Gede pun sampailah pada sebuah daerah yang kelak bernama Bojonglekor. Kini Aki Gede pergi ke arah utara dan sampailah di sebuah daerah.Di tempat itu. Kali ini Aki Gede semakin ke selatan. Beberapa hari kemudian. Aki Gede pun melanjutkan kembali pengembaraannya. Di karangsimpang ia percayakan lagi kepengurusan padepokannya pada saudaranya yang lain. Kemudian. Aki Gede pun segera membangun sebuah padepokan. Lalu padepokan itu ia percayakan kepada salah satu saudaranya yang bernama Mangun Naha Mana Manggala. di sana Aki Gede pun membangun sebuah padepokan. Kemudian sampailah ke daerah Bubulak dan Karangsimpang. Di sana Aki Gede membangun kembali sebuah padepokan dan kepengurusannya dipercayakan kepada salah seorang saudaranya yang bernama Sang Prabu Mangun Ciker.

Di sana ia tidak membangun padepokan. Aki Gede. Kelak tempat ini dikenal dengan nama kampung Binangun. karena di daerah tersebut tidak terdapat mata air. Aki Gede pun akhirnya kembali lagi ke Binangun. Cikadu. Cikagenah. Aki Gede kemudian mengalihkan perjalanannya ke sebelah Barat. karena sudah padat penduduknya. Cikawao.membangun padepokan dilengkapi dengan sebuah sunge (sumur buatan). Sarakan. Cipatahunan dan Gurago. Aki Gede pun kemudian mencari daerah baru sebagai tempat bermukim. Namun tidak berhenti di situ. dan rombongan selalu berhenti di sebuah daerah dan dilanjutkan dengan ngababakan (membuka lahan baru). 149 . sampailah Aki Gede ke daerah yang bernama Nagarawati. Nini Gede. Suatu ketika. Selama pengembaraannya. Berturut-turut Aki Gede membangun kampung yang sekarang dikenal dengan nama Bojongmalang. Setelah membangun padepokan di Binangun.

Tujuannya ialah ke pesisir selatan pulau Jawa. Aki Gede tinggal cukup lama. Bahkan Aki Gede sempat mengangkat seorang amil (penghulu) dan kepala kampung. Aki Gede dipanggil oleh Dalem Tamela. di wilayah Tasikmalaya sebelah selatan. Maka sampailah Aki Gede ke daerah yang sekarang dikenal dengan nama Cigugur. Sekarang ia mengarah kembali ke selatan. Lamaran tersebut sempat tujuh kali ditolak oleh Aki Gede. Namun karena memaksa. Raja Sukapura yang kekuasaannya meliputi daerah Cigugur. Aki Gede pun akhirnya menyetujui permintaan Dalem Tamela dengan sebuah 150 . Beberapa taun kemudian. Setelah itu. Alasannya karena sang putri telah menikah dengan seorang ksatria bernama Sembah Ragasang. Aki Gede pun melanjutkan kembali perjalananya. Aki Gede pun menemui Dalem Tamela di keratonnya yang sekarang dikenal dengan nama Sukaraja. Lama ia tinggal di daerah tersebut.Di Gurago. Ternyata Dalem Tamela berniat untuk mempersunting anaknya Aki Gede yang perempuan.

syarat: Dalem Tamela harus memberi kekuasaan mantan berikut menantunya suatu wilayah penduduknya yang berjumlah sembilan kuren (kepala keluarga). Kemudian tibalah Sembah Ragasang di kerajaan Panjalu. pergilah mantan menantu Aki Gede. Karena merasa 151 . namun harus sekehendak menantunya. Sembah Ragasang. sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke wilayah Imbanagara. Menurut petunjuk dari Jeng Pati. Di sana ia sempat bermukim. Sembah Ragasang harus mencari wilayah yang baik untuk pemukiman ke sebelah Barat. kemudian Sembah Ragasang beserta rombongan tiba di hutan belantara. Setelah sepakat. beserta sembilan kuren rombongannya ke arah barat mengikuti jejak air mengalir. Di sana Sembah Ragasang menemui saudara ibunya yang bernama Jeng Pati. Dalam memberikan wilayah itu pun tidak dipilih oleh Dalem Tamela. Berdasarkan petunjuk itulah.

Ki Barja pun disuruh untuk melepaskan kembali 152 . Karangnini dan Jajawai. Setelah beberapa jam.tidak cocok. sebelum pergi melanjutkan perjalanan. tibalah di atas bukit masih di wilayah pesisir Selatan. dari sana Sembah Ragasang melanjutkan lagi perjalanannya ke arah pesisir selatan. Maka oleh Aki Gede. kemudian Ki Barja membawa seekor ikan yang besar ke hadapan Aki Gede. Hingga pada suatu ketika. Di sanalah Sembah Ragasang menetap sampai akhir hayatnya. segera Ki Braja pergi ke pantai untuk menangkap ikan. Bermalamlah Aki Gede beserta rombongan pengikutnya di bukit tersebut. Ternyata ikan tersebut seekor hiu. Tibalah Sembah Ragasang ke daerah yang sekarang bernama Mandala. Adapun Aki Gede yang telah lama menetap di Cigugur. Dengan cekatan. kemudian kembali melanjutkan pengembaraannya. Keesokan harinya. Aki Gede menyuruh salah seorang pengikutnya yang bernama Ki Braja Lintang untuk menangkap ikan di laut untuk sarapan.

Dari bukit tempat peristirahatan Aki Gede beserta rombongannya itulah. Namun anehnya. ikan hiu itu tiba-tiba berubah menjadi sebongkah batu besar berwarna hitam. Hingga sampailah Aki Gede ke sebuah muara yang menyatukan antara sungai Haurseah dengan laut Jawa Selatan. ia kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Barat dengan tetap menyusuri pesisir Selatan. Setelah kejadian itu. Semenjak itulah. bahkan nampak airnya kembali mengalir berbalik ke arah aliran sungai. Oleh penduduk 153 . daerah pesisir itu oleh Aki Gede diberi nama pantai Batu Hiu. ketika dilepaskan oleh Ki Barja. Aki Gede segera saja meninggalkan daerah tersebut. Bersama dengan rombongannya.ikan hiu tersebut ke laut lepas. sekarang kita dapat melihat secara jelas bongkahan batu yang berasal dari perwujudan ikan hiu tersebut. Di muara tersebut air sungai Haurseah nampak tidak menyatu dengan air laut karena terbendung oleh air laut itu sendiri.

*** (Ciamis) 154 . juga didasarkan pada kebiasaan Aki Gede yang bolak-balik seperti cai mulang mencari tempat untuk ngababakan. keadaan air seperti itu disebut cai mulang (air yang alirannya berbalik arah). Konon selain perubahan lafal dari kata cai mulang. Di dekat muara itulah. Di daerah Cimulang terdapat burung Julang. Seiring dengan perkembangan waktu. maka Cimulang pun kemudian berubah namanya menjadi Cijulang seperti yang dikenal sekarang.setempat. kemudian Aki Gede kembali ngababakan dan menetap untuk selamanya. Daerah itu pun kemudian oleh penduduk setempat dinamakan Cimulang.

untuk menambah penghasilan. Ia sangat rajin sekali beribadah. lelaki tua itu pun sekali-kali menangkap ikan di sungai Cimedang. Lelaki tua tersebut sehari-harinya tatanen (bertani) dengan memanfaatkan tanah adat milik kerajaan Sukapura. Namun tetap saja melaksanakan solat lima 155 . Seperti ketika itu.3. Meskipun hidup serba kekurangan. Alat penangkap ikan tersebut terbuat dari bambu. sebelah selatan kerajaan Sukapura. Apabila mendapat ikan cukup banyak. sebagian akan dikere (diselai) dan sebagian lain dijual kepada tetangganya. Biasanya memakai bubu atau badodon. ia pernah ditimpa sakit keras. SASAKALA KALAPAGENEP Di tepi sungai Cimedang. Selain itu. ia hanya memakai peralatan seadanya. hiduplah seorang lelaki tua di sebuah rumah yang atapnya terbuat dari rumbia. lelaki tua tersebut tidak berputus asa. Begitulah lelaki tua itu kesehariannya. Dalam menangkap ikan.

Lama-kelamaan semakin membesar. Dengan tenang. ia akan bertayamum. Suatu hari di musim penghujan. air bah pun segera menenggelamkan seluruh rumah lelaki tua itu. Sekalipun tidak kuat untuk mengambil air wudlu. lelaki tua itu tidak segera pergi meninggalkan rumahnya. Ia malah naik ke atas atap rumahnya sambil membawa enam buah kelapa. Lalu seluruh areal pesawahan dan perkampungan pun tenggelam diterjang air bah. Sungai Cimedang pun akhirnya meluap. mulai digenangi air bah dari sungai Cimedang. tiba-tiba kampung tersebut terkena caah (banjir). Banyak rumah penduduk yang tenggelam. lelaki tua itu pun 156 . ia akan mengapung di atas buah kelapa yang dibawanya. Namun meskipun demikian. Mula-mula air hujan hanya menggenangi halaman rumah penduduk. Termasuk rumah lelaki tua itu. Lelaki tua itu pun kemudian terbawa air bah yang arusnya sangat deras. Sesuai dugaan. Ia berpikir apabila air bah sudah menenggelamkan seluruh rumahnya.waktu.

mengambang bersama enam buah kepala yang dibawanya semula.” gumamnya lirih. sampai akhirnya tersangkut di sebuah nusa (pulau kecil) di tengahtengah muara. Lelaki tua itu pun tidak beranjak dari tepi muara. Sesampainya di tepi muara. Ia terbawa arus sampai ke muara sungai Cimedang. “Alhamdulillah. Kemudian air bah pun surut. beberapa saat ia tertegun. mereka bergotong-royong 157 . Adapun enam buah kelapa yang dibawanya. dilemparkannyalah ke aliran sungai Cimedang. Di sana airnya tidak terlalu deras. Buah kelapa itu pun terbawa arus sungai. Penduduk kampung mulai berdatangan menolong lelaki tua tersebut. Gusti masih menyelamatkanku. Keesokan harinya. sehingga lelaki tua itu segera berenang sampai ke tepi muara. Ia hanya melihat air bah yang mengalir deras sampai surut.

oleh lelaki tua selalu dijualnya untuk menambah penghasilan sehari-hari. Adapun buah kelapa dari keenam pohon kelapa itu. di nusa tersebut tumbuh enam buah pohon kelapa.membantu memperbaiki rumah lelaki tua yang hancur terkena banjir. Nusa Kalapagenep.” ujar Tua Kampung di depan seluruh penduduk. buah kelapa dari keenam pohon kelapa yang tumbuh di tengah nusa itu pun tidak ada yang berani itupun mengambil kemudian apalagi dinamai mencurinya. Aki?” timpal salah seorang penduduk. nusa tersebut selanjutnya diserahkan pada lelaki tua untuk diolah menjadi lahan perkebunan. “Aku namakan nusa ini Kalapagenep. Semakin hari pohonnya semakin tinggi. Setelah lelaki tua itu meninggal. “Kenapa. yang artinya enam buah pohon kelapa. Oleh Tua Kampung. sampai akhirnya berbuah. “Untuk mengenang perjuangan Aki Sahuri yang bersusah payah menyelamatkan diri dari terjangan 158 . Beberapa bulan kemudian.

Selanjutnya.!” sahut para penduduk yang lain. kalau begitu aku setuju. daerah di sekitar muara itu pun kemudian dinamakan kampung Kalapagenep.. *** 159 . Kini kampung tersebut menjadi batas antara kabupaten Ciamis dengan kabupaten Tasikmalaya.” jawab Tua Kampung sambil menunjuk pada enam pohon kelapa yang tumbuh subur di tengah-tengah nusa.” “Setujuuuu.banjir dengan memakai enam buah kelapa ini. “Oh..

SASAKALA KAMPUNG PANYALAHAN Dahulu kala. Sebagai . yaitu seekor harimau jantan. Setiap hari harimau tersebut dilatih menjadi binatang piaraan yang cerdas dan tangkas. bayinya selalu ditinggalkan 160 di rumah. Apabila mereka pergi ke ladang atau sawah.4. Apalagi setelah mereka mempunyai binatang peliharaan. Bahkan harimau tersebut sudah dianggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri. hiduplah sepasang suami istri. sehingga jinak layaknya seekor kucing. di wilayah kerajaan Sukapura sebelah selatan. seorang bayi yang mungil dan sehat. Harimau tersebut dipelihara sejak kecil. terdapat sebuah kampung tak bernama. Kebahagiaan suami isteri itu terasa bertambah besar setelah lahirnya anak mereka. Kehidupan keluarga mereka terasa tentram dan romantis. Maka semakin giatlah suami istri tersebut bekerja mencari nafkah. Di kampung itu.

mereka disambut oleh harimau kesayangannya. Mereka pun terkejut melihat keadaan itu. Tidak seperti biasanya. 161 ekornya sambil menggosok-gosokkan . Peristiwa itu dimulai ketika suami isteri pulang berladang. Sedang berpikir demikian. tersebut. terlihatlah oleh mereka mulut sang harimau berlumuran darah. Seketika itu memuncaklah kemarahan sang suami. Spontan kedua suami isteri teringat akan anak bayinya yang dipercayakan kepada sang harimau piaraannya. “Pasti harimau itu telah menerkamnya. mengapa tingkah laku harimau itu berbeda dari biasanya. Lalu mengibasngibaskan badannya.” gumam sang suami. harimau itu segera menghampiri suami istri tersebut.penjaganya. tiba-tiba terjadilah peristiwa yang menyedihkan. Selang ditunjuklah harimau peliharaannya beberapa bulan. Pikir suami isteri. Di halaman rumah.

Selesai menghardik. Lalu tersenyum lucu dan menggemaskan. Teganya engkau menerkam anakku. lalu sang suami itu pun menghunus goloknya dan menebas leher harimau. Kedua suami isteri pun lalu mengusap 162 . Dirabanya tubuh bayi tersebut. Lalu sang suami pun mengikutinya masuk ke dalam kamar. setelah terlebih dulu menendang bangkai harimau. maka larilah sang isteri memasuki kamar tempat bayinya ditinggal. Matilah harimau itu ditangan orang yang menyayanginya selama ini. lalu digoyang- goyangkan badannya.“Hey. didapati bayinya terbaring dengan tenang dalam ayunan. Dasar tidak tahu balas budi!” hardiknya. Setelah sadar kembali ingatannya. harimau keparat. mereka berdua hanya membisu. Tak lama berselang. Sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Sesampainya di dalam ruangan kamar. mata bayi itu pun terbuka.

suami isteri tersebut segera memeriksa sekeliling ruangan kamar. Saat itulah suami istri tersebut tersadar telah melakukan kesalahan. Ia pun sadar bahwa harimau itu telah berjasa menyelamatkan jiwa anaknya. ia langsung duduk lunglay di ruangan kamar dekat ayunan bayi. harimau tersebut telah mati dibunuhnya karena salah terka. yang berarti tempat berbuat kesalahan. Setelah puas memandangi bayinya yang selamat. Dari mulut dan sebagian tubuhnya berlumuran darah.muka dan bersyukur karena bayinya selamat serta masih hidup. yang dalam bahasa Sunda disebut nyalahan. Semenjak itulah. Namun apa dikata. hewan itulah yang justru telah menyelamatkan bayinya dari santapan ular sanca. Didapatinya bangkai seekor ular sanca yang sangat besar tergeletak dekat ayunan. kampung tempat suami istri tersebut bermukim dikenal dengan nama kampung Panyalahan. 163 . Apalagi sang suami. Ia sadar betul bahwa harimau yang telah dibunuhunya tidak bersalah.

menurut kepercayaan masyarakat sekitar. termasuk memakai senjata api. Hingga kini.Semakin lama. Bahkan sekarang berkembang kepercayaan. seluruh penduduk kampung Panyalahan disupata (dikutuk) untuk tidak bisa membunuh harimau memakai senjata apapun. *** 164 . bahwa penduduk kampung Panyalahan dilindungi oleh maung kakajaden (harmau jadi-jadian) yang terbunuh oleh sang suami pada waktu itu. kampung Panyalahan semakin banyak dikunjungi pendatang dan menjadi penduduk di sana.

Ia seorang raja yang adil dan bijak. Penduduk 165 . sehingga sangat dicintai dan dihormati oleh seluruh rakyatnya. kerajaan Timbanganten mengalami pailit akibat musim kemarau panjang. SASAKALA GUNUNG GUNTUR Dahulu kala. Ibukotanya bernama Korobokan. kakaknya lebih memilih menjadi pertapa dan masyarakat biasa. Ia tidak mau tinggal di dalam istana. di suku gunung Kutu (yang kelak namanya berubah menjadi gunung Guntur) terdapat sebuah kerajaan bernama Timbanganten. Sunan Rangga Lawe mempunyai kakak seorang perempuan bernama Maharaja Inten Dewata. Ia lebih senang berkelana ke tiap pelosok kerajaan.5. Adapun rajanya bernama Sunan Rangga Lawe. Namun berbeda dengan pribadi Sunan Rangga Lawe yang sinatria. Suatu ketika. tidak jauh dari suku gunung Kutu. ditemani oleh lelaki yang sudah berumur tua bernama Batara Rambut Putih. Seluruh penduduknya bekerja sebagai petani dan peladang.

Maka untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sunan Rangga Lawe pun berinisiatif untuk membuat situ (danau). saudara Kanjeng sendiri. Hasil pertanian dan ladang tidak dapat dipanen.” “Siapa yang memiliki tempat tersebut. Tempatnya harus strategis. agar dapat mengairi seluruh wilayah kerajaan. kami telah berhasil menemukan tempat yang strategis untuk dibuat situ.” “Di mana tempatna. Paman Patih?” “Di lembah gunung Kutu. Dipanggillah seluruh patih dan mahamantri kerajaan.kekurangan air bersih dan makanan. lalu diperintah agar segera mencari tempat yang cocok untuk membuat situ. “Kanjeng Sunan.” 166 . Kanjeng. karena kekeringan. akhirnya para patih dan mahamantri yang ditugaskan mencari daerah untuk membuat situ pun menghadap Sunan Rangga Lawe. Setelah 40 hari 40 malam. Paman?” “Pemiliknya Maharaja Inten Dewata.

saya mendapat tugas dari Kanjeng Sunan untuk menyampaikan permintaannya. di lembah gunung Kutu. Sesaat kemudian.” “Memang apa permintaan adikku itu?” “Ia bermaksud meminta daerah ini untuk dibuat situ.” Keesokan harinya. Katanya akan bermanfaat bagi sistem pengairan di kerajaan Timbanganten. ceritakan apa kehendakku. Kanjeng. gampang kalau pemiliknya beliau. Paman segera menghadap pada kakakku. akan saya laksanakan.“Oh. ia langsung menghadap Maharaja Inten Dewata. Sekarang.” Sesaat Maharaja Inten Déwata terdiam.” “Baik. ia pun memberikan keputusan. Di daerah ini aku mulai bisa 167 . Paman Patih pun segera menemui Maharaja Inten Dewata di rumahnya. Sesampainya di sana. permintaannya tidak akan aku kabulkan. “Ada apa kalian menemuiku?” “Ampun Gusti. “Sampaikan pada Sunan.

“Bagaimana. Namun semua penduduk kerajaan mengatakan hal yang sama bahwa tempat yang baik untuk situ ialah di lembah gunung Kutu. Kita cari saja tempat lain.menikmati hidup. Paman Patih pun segera bergegas untuk menemui Sunan di istana. Akhirnya Sunan Rangga Lawe pun memerintahkan kembali patihnya untuk membujuk kakaknya agar memberikan daerahnya dijadikan situ.” “Oh.” Setelah mendengar jawaban tersebut. Maharaja Inten Dewata 168 . Tetapi seperti sebelumnya.” Beberapa hari kemudian. ya. Sesampainya di istana. seluruh rakyat ditugasi untuk mencari tempat yang baik untuk dibuat situ. sudahlah kalau memang begitu. beliau tidak bisa memberikan daerahnya untuk dijadikan situ. jauh dari hiruk-pikuk kehidupan istana. ia pun langsung menghadap ke Sunan Rangga Lawe. Paman?” “Ampun Kanjeng Sunan.

Beberapa hari kemudian ada seorang mahamantri yang menghadap pada Sunan Rangga Lawe. Mantri?” 169 . katakan saja!” “Begini Kanjeng. “Ada apa. Sunan Rangga Lawe pun tidak dapat memaksa karena ia merasa hormat pada sang kakak.” “Maksud. Mantri?” “Ampun Kanjeng. untuk sementara pembangunan situ pun ditunda. apabila perkataan saya terlalu lancang. Akhirnya. Ia tidak mau menyerahkan daerahnya untuk dijadikan situ. yang menjadi raja di Timbanganten sekarang adalah paduka Kanjeng. sebelumnya saya meminta maaf.tetap pada pendiriannya.” “Memang kenapa?” “Artinya bahwa seorang raja itu harus berwibawa dan mempunyai kekuasaan penuh atas wilayah Timbanganten.” “Ya. ada apa.

Ia pun langsung memerintahkan seluruh rakyatnya agar membawa peralatan untuk membuat situ di lembah gunung Kutu. Kontan saja seluruh rakyat Timbanganten berbondongbondong membangun situ. Menurut hemat saya. Sunan Rangga Lawe pun terpengaruh. artinya di Timbanganten terdapat dua raja.” Mendengar perkataan mahamantri tersebut.“Ampun. membuat situ menghabiskan waktu berminggu-minggu. “Mulailah kalian sekarang bekerja membangun situ!” Mulai hari itu. dipimpin langsung oleh Sunan Rangga Lawe. Kanjeng. Setibanya di lembah gunung Kutu. Bahkan pengerjaannya. Kanjeng sebenarnya bisa memaksa pada Maharaja Inten Dewata untuk segera menyerahkan lahannya untuk dijadikan situ. Semua bersemangat karena dilihat 170 . seluruh rakyat pun segera bekerja membuat situ. Kalau paduka Kanjeng tidak sanggup. Kanjeng Sunan segera memerintahkan karena untuk membuat akan pesanggrahan.

Ia merasa dihianati oleh adiknya sendiri. Setelah beberapa minggu.” Tak lama kemudian. Airnya sangat jernih memenuhi kubangan situ. sebagian lagi dialirkan ke seluruh pesawahan dan perkebunan di wilayah kerajaan Timbanganten. Hanya saja Maharaja Inten Dewata sangat marah. Dalam kemarahannya itulah. Seluruh penduduk pun bahagia.langsung oleh raja. Batara Rambut Putih pun membawa jolang diisi air dan sekepal tanah. karena dapat bertani dan berladang kembali. “Aki. ambilkan aku jolang dan bawakanlah sekepal tanah. hanya untuk melihat saja situ buatan adikku itu.” “Untuk apa Nyai?” “Ah. Aku akan pergi ke puncak gunung Kutu. situ pun berhasil dibuat. Maharaja Inten Dewata mengajak Batara Rambut Putih untuk pergi menuju gunung kecil yang terletak bersebelahan dengan gunung Kutu. Lalu 171 . Kelak gunung kecil ini bernama gunung Putri.

pergilah Maharaja Inten Dewata dan Batara Rambut Putih ke puncak gunung Guntur. Dari puncak gunung tibatiba kelihatan api menyala. Rumah Penduduk penduduk banyak banyak yang hancur. Sesaat setelah sampai ke rumahnya. Setelah itu. batu panas. Mayat yang meninggal. Pada peristiwa itu. lalu Maharaja Inten Dewata menaburkan tanah dan menumpahkan air dari jolang. ia pun turun kembali dari puncak gunung. Setelah itu. gunung Kutu pun menumpahkan lahar. Sumedanglarang. Sesampainya ke puncak gunung. Kono kejadian tersebut berlangsung selama 40 hari 40 malam tanpa henti. Sesaat kemudian terdengar suara petir menyambar beberapa kali. dan Banjar Patroman. Adapun Sunan Rangga Lawe tetap berdiam diri di Timbanganten. Ia 172 . tiba-tiba ada kejadian aneh. Langit yang cerah tiba-tiba menjadi mendung. dan hujan abu ke seluruh pelosok kerajaan. bergelimpangan di mana-mana. banyak penduduk Timbanganten yang mengungsi ke kerajaan Sukapura.

” Setelah keluar perkataan itu. maka berhentilah hujan batu panas. Maharaja Inten Dewata. Sesaat setelah berpikir demikian. ia segera melihat kakaknya tengah berdiri di atas batu di bukit sebelah gunung Kutu. Suara petir pun mendadak berhenti.tetap bersikap sebagai figur raja yang bertanggungjawab.” 173 . bahwa terjadinya bencana demikian.” “Aku maafkan engkau adikku. maka segera ia pergi untuk menemui kakaknya. karena ulahnya yang tidak menghormati lagi kakaknya. “Kakanda. aku minta maaf atas perbuatanku selama ini. dan hujan abu dari gunung Kutu. alangkah baiknya apabila kita bersama mengolah kerajaan. “Kakak. Sesampainya di sana. lahar. Dengan sigapnya. langsung saja Sunan Rangga Lawe sungkem (bersujud) pada kakaknya untuk meminta maaf. Namun hatinya mulai tersadar.

aku tidak akan pulang ke istana. Kemudian situ yang dibuat oleh rakyat Timbanganten sedangkan disebut ibukota Situ Taman Timbanganten. Apabila suatu saat nanti. *** 174 . gunung Kutu namanya diubah menjadi gunung Guntur. Maharaja Inten Dewata dan Aki Batara Rambut Putih pun menghilang dari hadapan Sunan Rangga Lawe. Adapun bukit kecil tempat Sunan Rangga Lawe bersujud pada Maharaja Inten Dewata.“Adikku. untuk mengenang keagungan Maharaja Inten Dewata. wilayah Timbanganten masuk ke wilayah kecamatan Tarogong Kabupaten Garut. Adakalanya masarakat Timbanganten menyebutnya gunung Agung. Korobokan sekarang dikenal dengan nama Tegalurug. selanjutnya dinamakan gunung Putri. sambat (panggil) saja namaku dan Aki Batara Rambut Putih. karena sering terdengar suara guntur (petir). terjadi lagi kejadian seperti ini.” Sesaat setelah itu. Kini. Aku sudah betah di sini. Semenjak itulah.

Penduduk kampung menyebutnya dengan nama Nyi Endit. Rumahnya mewah. terdapat sebuah kampung yang penduduknya kebanyakan tatanen (bertani). Lumbung padinya berlimpah ruah. Hal itu dikarenakan seluruh hasil panen dari sawah atau ladang mereka. semuanya harus dijual dengan harga murah kepada seorang tengkulak perempuan yang sangat pedit (pelit). Ia hidup menjomblo. Hasil sawah dan ladang selalu berlimpah ruah setiap musim panen. SASAKALA SITU BAGENDIT Di sebelah utara kabupaten Garut. Tanah di kampung tersebut sangat subur dan tidak pernah kekurangan air. para penduduk di kampung tersebut hidupnya tetap miskin dan selalu tertimpa musibah kelaparan. karena tidak ada seorang pun lelaki yang 175 jatuh hati padanya. Namun sayangnya.6. Setengah tanah kampung telah menjadi miliknya. . Nyi Endit tentu saja menjadi orang kaya di kampung itu.

. “Wah. Ya. Centeng-centeng Nyi Endit tersebut didatangkan dari kampung lain. mungkin sampai kita meninggal tidak akan pernah untung. Maka jika musim kemarau. Mereka akan membunuh penduduk kampung yang ketahuan tidak menjual hasil panennya kepada Nyi Endit. “Kapan kita akan untung dari hasil panen.. benar. hari itu seluruh penduduk kampung akan panen. penduduk harus membeli bahan pokok sehari-hari dari Nyi Endit yang harganya lima kali lipat lebih mahal dari harga sebelumnya.Kesehariannya hanya ditemani puluhan centengnya yang bengis. ya Kang?” “Ya. Maka tibalah pada hari yang ditunggu-tunggu.” 176 ..” “Selama si lintah darat itu masih hidup.. Waktu pun berjalan mengikuti kehendak Sang Pencipta. ya?” kata seorang petani.

pasti kita akan dibunuh centengnya. “Ha.“Katanya di kampung sebelah harga padi lagi naik.ha. Aku akan semakin kaya!” kata Nyi Endit sambil tertawa lepas. Sementara sesudah panen. “Komar!” kata nyai Endit. Kang?” “Iya. Kalau ketahuan menjual padi ke kampung lain... mereka pun pasti akan membeli padi padaku. tapi kita tetap saja harus menjualnya ke nenek lintah darat itu. Nyi Endit dengan ditemani beberapa centengnya akan segera memeriksa leuit (lumbung padi).” “Iya. ya. 177 .ha. Setelah panen pun penduduk akan terus mengeluh. Aku akan naikkan harganya lima kali lipat..! Kemarau akan tiba.. Nyi!” jawab centeng bernama Komar. “Apakah semua padi sudah masuk?” “Sudah atuh.” Itulah keluh-kesah pada hari panen..

Sementara Nyi Endit menjual mahal barang dagangannya.” kata seorang lagi. awal akhir pasti Tuhan akan menghukumnya. beberapa bulan kemudian tibalah musim kemarau. Nyi Endit mengadakan sukuran karena telah membeli sehektar tanah di kampung sebelah.Benar saja. Kesewenangan dan kepelitan Nyi Endit memang sudah sabiwir hiji (menjadi menu pembicaraan semua penduduk).” kata seorang penduduk. Penduduk kampung mulai kehabisan bahan makanan dan mulai banyak yang kelaparan. “Semoga mendapat siksa dari Tuhan. Pada suatu hari. Konon menurut centengnya. padahal tadinya ia beli murah dari hasil panen penduduk kampung. 178 . Begitulah biasanya pembicaraan penduduk kampung apabila bertemu di surau atau di warung kopi. seluruh penduduk kampung diundang untuk menghadiri sukuran Nyi Endit. “Keparat nenek lintah darat itu.

Itupun banyak penduduk desa yang tidak kebagian. ketika datang ke rumah Nyi Endit. Mereka berpikir akan makan lezat dan diberi uang oleh Nyi Endit. Namun karena banyak penduduk yang kelaparan. sudah berjalan cukup jauh. Memangnya kenapa?” “Begini.” 179 . Setelah itu. Dia berjalan mendekati pintu rumah Nyi Endit. akhirnya acara sukuran pun ramai juga. Namun semua salah duga. siapa yang menggelar acara sukuran ini?” “Nyi Endit. “Mau numpang tanya. Ketika sukuran sedang berlangsung. ia hanya menyediakan air putih dan hidangan alakadarnya. Banyak penduduk yang sengaja datang karena ingin mendapat nasi. Kakek haus sekali. ia pun bertanya pada seorang penduduk.Penduduk kampung sedikit bahagia diundang sukuran oleh Nyi Endit tersebut. tiba-tiba datang seorang kakek yang kelihatannya sedang kelelahan dan kehausan. apakah kakek boleh meminta segelas air. Kek.

. bahwa hari ini akan terjadi banjir yang dapat menenggelamkan kampung kita. yang benar saja Karsih. siang cerah begini ada banjir?” cetus seorang penduduk. Ayo. “Kalian semua pulanglah. “Ibu.mau meminta air? Enak saja. Jangan hadiri acara sukuran orang seperti ini. penduduk kampung hanya diam mematung. Mendengar hardikan Nyi Endit seperti itu. semuanya. 180 .“Apa. kemudian datang Nyi Karsih. ayo kita pulang. Saya dapat amanat dari seorang kakek. Si Kakek menyuruh aku memberitahu kalian semua. Keluar kau pengemis!” tiba-tiba Nyi Endit menghardik kakek tersebut. Lalu ia berkata pada semua yang hadir di rumah Nyi Endit. Tidak beberapa lama. Namun anehnya si kakek itu hanya tersenyum simpul. Bapa.” Setelah itu. kita mengungsi!” “Wah.. si kakek pun pergi meninggalkan rumah Nyi Endit.

“Saya hanya diberi tahu oleh si kakek. Kalau tidak percaya, ya sudah,” Nyi Karsih pun lalu pergi cepat-cepat. Nyi Endit dan centeng-centengnya hanya

tertawa mendengar kabar dari Nyi Karsih seperti itu. Namun sebagian penduduk ada yang langsung

mengikuti Nyi Karsih. Bahkan pada akhirnya semua penduduk pun meninggalkan rumah Nyi Endit. Mereka ke rumahnya masing-masing untuk membawa barang berharga, lalu pergi mengungsi. Setelah semua penduduk keluar dari rumahnya, Nyi Endit hanya tertawa terbahak-bahak bersama centeng-centengnya. Namun tiba-tiba, datanglah si kakek yang meminta air tadi. Lalu ia berbicara dengan lantang. “Hei, Endit, selama ini Tuhan memberimu kekayaan yang berlimpah. Tapi kamu pelit, tidak bersyukur, dan mencekik penduduk dengan harga mahal. Kelakuanmu seperti lintah darat. Maka mulai

181

saat ini, aku akan menghukummu. Seluruh hartamu akan tenggelam dan engkau aku kutuk menjadi lintah!” “Ha..ha...ha…mau menghukumku? Mau mengutukku jadi lintah? Emangnya engkau ini Tuhan? Kamu tidak tahu aku bisa menghukummu dengan centeng-centengku? Sekali tebas, kau akan mati. Sekarang, pergi dari sini!” hardik Nyai Endit. Lalu si kakek pun pergi dari hadapan Nyi Endit dan centeng-centengnya. Sebelumnya si kakek pun menancapkan tongkat kayunya di hadapan Nyi Endit. “Dasar kakek gila, malah meninggalkan tongkat di hadapanku,” gumam Nyi Endit sambil mencabut tongkat yang ditancapkan si kakek tadi. “Hey, kakek gila, ini tongkatmu,” kata Nyi Endit. “Itu hukuman untukmu...!” jawab si kakek. Belum juga Nyi Endit berucap, tiba-tiba si kakek pun menghilang. Tentu saja Nyi Endit dan centengcentengnya merasa kaget. Apalagi dari bekas tancapan tongkat tersebut menyembur air. Byuuur....!

182

Semakin lama, air pun semakin menyembur. Segera centeng-centeng Nyi Endit menutupi lubang tempat menyemburnya air tersebut. Namun aneh, air yang menyembur semakin banyak. Bahkan

bermunculan semburan-semburan lain di dalam dan di sekitar rumah Nyi Endit. Kemudian Nyi Endit pun mulai panik. Semua centeng-centengnya kalang kabut. Air semakin besar, meluap deras. Rumah Nyi Endit mulai terkena banjir. Sawah-sawah penduduk

mulai tergenang. Melihat banjir yang tiba-tiba, centengcentengnya segera meninggalkan Nyi Endit. Adapun penduduk kampung lebih dulu telah mengungsi. Sekarang tinggal Nyi Endit berusaha berlari menyelamatkan diri bersama hartanya, namun air bah lebih cepat menenggelamkannya. Nyi Endit pun

meninggal ditelan air bah. Melihat kejadian tersebut, semua penduduk sadar bahwa Nyi Endit telah dihukum oleh Tuhan atas kekikirannya selama ini. Bahkan setelah sekian lama, air yang membanjiri perkampungan itu pun tidak
183

kunjung surut. Kemudian membentuk sebuah telaga atau menurut bahasa penduduk setempat dinamakan situ. Situ itu pun kemudian dinamakan Situ Bagendit, merujuk pada nama Baginda Endit yang memiliki karakter pedit (pelit). Seiring waktu, tertanam kepercayaan pada penduduk setempat bahwa kadang-kadang di telaga tersebut muncul lintah sebesar kasur di dasar danau. Konon lintah itu merupakan penjelmaan Nyi Endit yang dikutuk karena kekikiran dan perilakunya pada waktu air bah menenggelamkan dirinya. Kini, Situ Bagendit menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Garut dan banyak dikunjungi wisatawan. ***

184

Seluruh rakyat pun menghormati dan mencintainya. Terlebih Adipati Adiwijaya dikenal sebagai bupati yang adil dan bijaksana dalam memimpin. “Ada apa tuan-tuan datang ke Limbangan?” 185 . Setelah dijamu seperti tamu-tamu lain Adipati yang datang ke pun oleh seorang bupati bernama Adipati Limbangan.7. menanyakan selanjutnya maksud Adiwijaya tamu kedatangan tersebut dengan disaksikan oleh para pembesar Limbangan. Kabupaten Limbangan merupakan daerah yang subur. Suatu ketika. Limbangan termasuk salah satu kabupaten di wilayah Priangan. makmur. dan ramai dikunjungi pedagang dari Belanda. dipimpin Adiwijaya. Pada masa itu. Adipati Adiwijaya kedatangan tiga orang utusan Letnan Gubernur Raffles dari Batavia. SASAKALA GARUT Pada masa kolonial. Tamu tersebut diterima di pendopo kabupaten.

Sejurus kemudian.” kata Adipati Adiwijaya kepada para tamu dan pembesar Limbangan di pendopo kabupaten. tuan?” “Ini suratnya.“Kanjeng Adipati. bahwa Tuan Raffles menyampaikan surat yang isinya agar memindahkan kota kabupaten Limbangan ke daerah lain. kami disuruh oleh Lentan Gubernur Raffles untuk menyampaikan surat.” tamu Belanda itu menyerahkan surat kepada Adipati Adiwijaya. 186 . Kanjeng!. Surat pun diterima oleh Adipati Adiwijaya.” kata salah seorang tamu yang berperawakan tinggi besar. lalu Adipati Adiwijaya berdiri dari tempat duduknya. “Perlu kalian ketahui bersama. setelah itu lalu dibacanya. begitu. Cukup lama Adipati Adiwijaya merenung setelah selesai membaca surat dari Raffles tersebut. Mana suratnya. “Oh. Begitulah intinya isi surat ini. Dalam surat disebutkan alasannya agar daerah Priangan segera berkembang.

kemudian Adipati Adiwijaya menugaskan kepada patih dan beberapa pembesar kabupaten Limbangan untuk segera mencari daerah yang baik untuk dijadikan ibukota. dalam surat disebutkan bahwa tuan-tuan ini harus menemani kami dalam mencari daerah baru tersebut. aku baru akan menugaskan beberapa prajurit Limbangan untuk mencari daerah baru yang baik untuk ibukota. Maka rombongan dari Limbangan pun berangkat ke arah selatan. berarti akan cukup lama tinggal di Limbangan?” “Benar Kanjeng Adipati. Tujuh hari kemudian. perintah Tuan Raffles ini akan kupikirkan beberapa hari ke depan.Selanjutnya ia pun berkata. kami akan tinggal cukup lama di sini. Setelah itu. Semoga Kanjeng Adipati dapat menerima kami.” kata tamu Belanda tersebut. kemudian Adipati Adiwijaya pun segera memerintahkan kepada patihnya untuk mengurus akomodasi ketiga tamu tersebut. Tidak ketinggalan tiga orang Belanda 187 . “Tuan dari Batavia. Setelah itu. Nah.

akhirnya rombongan dari Limbangan itu pun sampailah ke sebuah daerah yang disebut kampung Cumuruh. Setelah satu malam menginap. Mereka berharap kampungnya akan semakin ramai dan berkembang.dari Batavia diajak turut serta untuk mencari daerah baru itu. tentu saja seluruh penduduk di kampung Suci sangat bergembira. kemudian rombongan yang dipimpin oleh Patih Limbangan itu segera menyampaikan maksudnya kepada ketua kampung dan seluruh penduduk Suci. sebelah timur perkampungan Suci. Mendengar bahwa kampungnya terpilih untuk dijadikan ibukota kabupaten Limbangan. Ngababakan (membuka lahan baru untuk pemukiman) pun dimulai. Seluruh rombongan dan penduduk Suci bergotong royong membangun semua 188 . dan melihat keadaan geografis daerah Cumuruh. Setelah tiga hari perjalanan. bahwa daerah di bawah kekuasaannya akan dijadikan ibukota yang baru.

Setelah banyak dikunjungi pendatang dan banyak pula yang bermukim.fasilitas yang dibutuhkan dari untuk sebuah ibukota kabupaten. Adipati Adiwijaya pun segera memindahkan ibukota Limbangan ke Suci. dan beberapa rumah untuk menerima tamu. Akhirnya Adipati Adiwijaya pun segera memerintahkan kembali pada patihnya untuk mencari tempat lain untuk dijadikan ibukota yang baru. karena kontur tanahnya sangat baik. segera Adipati Adiwijaya mendapati kekurangan di ibukota Limbangan yang baru tersebut. Hingga setelah beberapa hari mencari. alun-alun. 189 . Namun sayangnya. daerah Suci sering kekurangan air. Rombongan pencari daerah baru pun segera melaksanakan pekerjaannya. Mulai pendopo. Ia pun sangat setuju dengan tempat yang barunya tersebut. setelah beberapa bulan menetap. Tidak lupa tiga orang Belanda yang bertindak sebagai pengawas dari Batavia turut serta. Tidak lama setelah itu. rumah-rumah pembesar kabupaten.

kalau memang tempat itu baik untuk ibukota Limbangan yang baru. Sebagai ketua rombongan. Patih Limbangan pun segera melapor kepada Adipati Adiwijaya.rombongan pun akhirnya menemukan suatu tempat yang cocok dijadikan ibukota. Maka setelah mendapat restu. Daerah itu pun dikelilingi oleh pemandangan yang indah karena berada di antara lembah gunung Cikuray. segera saja perintahkan seluruh rakyat untuk bergotong royong ngababakan di tempat itu!” ujar Adipati Adiwijaya. Galunggung. Berbondong-bondong penduduk Limbangan ngababakan di daerah itu. “Paman Patih. Selain kontur tanahnya datar dan subur. dan Karacak. Bahkan beberapa di antaranya ada yang ditugaskan secara khusus mencari kubangan tempat keluarnya mata air. juga terdapat mata air bersih yang mengalir dari sungai Cimanuk. 190 . Paman Patih pun segera mengerahkan seluruh warga Limbangan untuk membuka lahan baru di daerah tersebut. Guntur. Papandayan.

Lalu Paman Patih segera memeriksa tangan pekerja yang tergores. ternyata tanaman berduri itu tidak beracun. Pekerjaan pun dilanjutkan kembali. Hingga tangannya mengeluarkan darah.Di hari ketujuh ngababakan. Oleh karena itu. benar saja di tempat itu terdapat kubangan yang airnya berasal dari sebuah mata air. sehingga sulit untuk diperiksa. karena ia takut tanaman berduri tersebut beracun. Setelah dicek. Kubangan tersebut tertutupi oleh jukut cucukan (tanaman berduri). maka Paman Patih segera memerintahkan kepada beberapa pekerja untuk ngababad (memangkas) tanaman berduri tersebut. seorang pekerja kakarut (tergores) tangannya oleh duri tanaman itu. 191 . Pekerjaan ngababad pun untuk sementara dihentikan. seorang pekerja melapor kepada Paman Patih bahwa ia menemukan kubangan tempat keluarnya sumber mata air. Nah. pada saat ngababad. Namun setelah diperiksa.

baik dengan tujuan berdagang maupun yang sengaja menjadi pemukim. Semenjak itulah. meniru ucapan Belanda yang kurang fasih berbahasa Sunda itu.” kata orang Belanda itu sambil mengernyitkan kening.Melihat tangan seorang pekerja berdarah. semua pekerja yang sedang ngababakan menertawakannya. daerah di pinggir sungai Cimanuk itu pun segera banyak dikunjungi pengunjung dari daerah lain. karena lidahnya kurang fasih berbahasa Sunda. Tuan. Adapun kubangannya dinamakan Cigarut. “Kakarut ku jukut. Beberapa bulan kemudian. tanaman berduri yang menggores pekerja itu. salah seorang Belanda utusan dari Batavia segera bertanya: “Kenapa kamu berdarah?” Pekerja yang tergores pun segera menjawab dalam logat bahasa Sunda. oleh rombongan dinamakan Ki Garut. Ia meniru kata kakarut menjadi gagarut. 192 . Mendengar ucapan Belanda seperti itu.” “Apa? Gagarut ku jukut?.

Semenjak itu. Bahkan Letnan Gubernur Raffles di Batavia pun konon merestui ibukota Limbangan yang baru itu dengan nama Garut. Kemudian penduduk pun menamakan ibukota Limbangan yang baru itu dengan nama Garut.Apalagi setelah Adipati Adiwijaya secara dari resmi memindahkan ibukota Limbangan Cumuruh. Cetusan nama Garut itu pun disetujui pula oleh Bupati Adipati Adiwijaya.” ujar Adipati Adiwijaya di depan seluruh rakyatnya. kota Garut semakin berkembang pesat sebagai pusat pemerintahan kabupaten Limbangan. Cina. Garut banyak didatangi oleh para pendatang baik dari wilayah Priangan. diambil dari nama tanaman Ki Garut dan mata air Cigarut pada waktu ngababakan dulu. dan Arab. Semoga membawa berkah dan kesejahteraan bagi rakyat. maupun pendatang dari Belanda. Pada masa itu. “Aku restui nama Garut ini untuk ibukota kabupaten Limbangan yang baru. daerah itu pun berkembang pesat. 193 .

*** *) Limbangan kini hanya menjadi nama sebuah kecamatan di Kabupaten Garut. 194 .Hingga akhirnya pemerintah kolonial mengganti nama kabupaten Limbangan menjadi kabupaten Garut hingga kita kenal sekarang.

Nyai Punyai Agung menikah dengan Entol Wiraha yang menggantikannya menjadi penguasa Surakerta. SASAKALA TASIKMALAYA (SUKAPURA) Tersebutlah Surakerta. diselingi sawah-sawah. Wirawangsa 195 .8. sebuah negara yang bernama Tengah. Nyai Punyai Agung menjadi pewaris tunggal Negara Sukakerta. Ibukotanya bernama Dayeuh Tanahnya berbukit-bukit kecil. kira-kira 5 km sebelah Timur Kecamatan Sukaraja. Ia memiliki seorang puteri tunggal yang bernama Nyai Punyai Agung (Ageng). penguasa Negara Surakerta itu bernama Sareupeun Cibuniagung. Sebagai puteri tunggal. yaitu Sungai Ciwulan dan Sungai Cipinaha. Dari perkawinan tersebut lahirlah Wirawangsa. diapit dua sungai kecil. Pada waktu itu. Daerah ini sekarang menjadi nama sebuah desa yang termasuk ke dalam Kecamatan Salopa.

Dipati Ukur berpindahpindah tempat dari Gunung Pongporang ke Gunung 196 . Waktu itu.berkuasa di Surakerta menggantikan kedudukan ayahnya sampai pecah pemberontakan Dipati Ukur. Umbul Surakerta. Tindakan ini oleh Mataram dianggap sebagai pemberontakan karena Dipati Ukur dikejar-kejar tentara Mataram. Wirawangsa. di antaranya. status negara berubah menjadi umbul. Ketika Dipati Ukur diperintah Sultan Agung untuk menyerang Batavia bersama-sama tentara Mataram di bawah pimpinan Tumenggung Bahurekso. Ia bersama sebagian tentaranya mengundurkan diri ke Gunung Pongporang yang terletak di bandung Utara dekat Gunung Bukitunggul. Sewaktu Wirawangsa berkuasa. Dipati Ukur membawa sembilan umbul. Tetapi Dipati Ukur gagal dalam penyerangan itu karena Tumenggung bahurekso dan tentaranya tidak datang waktu yang telah ditentukan. umbul Surakerta berada di wilayah Priangan yang dipegang oleh Dipati Ukur Wangsanata.

dan Umbul Distrik Indihiang di Galunggung Ki Wangsarana.Lumbung di daerah Batulayang. kemudian pindah ke Kampung Bungbang bawahan Banten. sebab daerah tempat berlindung Dipati Ukur terletak di antara Banten dan Batavia yang menjadi musuh Mataram. Sementara umbul dari Priangan Timur tidak setuju akan pemberontakan tersebut seperti Umbul Sukakerta Ki Wirawangsa. dan Umbul Sagala Herang. Sultan Agung memerintahkan untuk menangkapnya perjanjian. Umbul Saunggatang. Pada waktu itu umbul yang mendukung pemberontakan Dipati Ukur hanya umbul dari Priangan Tengah. Umbul Cihaurbeuti Ki Astamanggala. Umbul Mananggel. Umbul Kahuripan. hidup atau mati dengan yang suatu berhasil bahwa barangsiapa 197 . yaitu Umbul Batulayang. Karena tindakan Dipati Ukur itu dianggap membahayakan. Umbul taraju. Pemberontakan Dipati Ukur ini sangat membahayakan kedudukan Sultan Agung di Mataram. Umbul Madang Sasigar. Umbul Sindangkasih Ki Somahita.

Atas jasanya. Ki Astamanggala diangkat menjadi mantri agung Bandung dengan gelar Tumenggung Wiraangun198 . Ketiga umbul yang ikut menangkap Dipati Ukur adalah Umbul Surakerta Ki Wirawangsa. Ki Wirawangsa diangkat menjadi mantri agung Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha. kemudian dibawa ke Mataram. tetapi tidak berhasil karena dia meninggal pada waktu menjalankan perintah itu. Pada waktu itu yang menjadi bupati wedana di Priangan sebagai pengganti Dipati Ukur adalah Pangeran Rangga Gede. dan oleh Sultan Agung dijatuhi hukuman mati.menangkap Dipati Ukur akan diberi anugerah. Umbul Cihaurbeuti Ki Astamanggala. Dipati Ukur tertangkap di daerah Cengkareng sekarang oleh tiga umbul Priangan Timur. dan diminta untuk menangkap Dipati Ukur. dan Umbul Sindangkasih Ki Somahita. Ketiga umbul tersebut juga menangkap delapan umbul lainnya yang biluk (setia) kepada Dipati Ukur. ketiga umbul tersebut diangkat menjadi mantri agung di tempatnya masing-masing.

Oleh karena perpindahan ibukota pindah ke Sukapura. sukapura bermakna jejernya karaton karena di tempat inilah berdirinya bupati Sukapura yang pertama. dan dimakamkan di Pasir Baganjing. kota diangkat menjadi dengan gelar mantri agung Tumenggung mantri agung dari kabupaten pun dipindahkan Dayeuh Tengah di Sukakerta ke Leuwi Loa (wilayah desa Sukapura) daerah Sukaraja sekarang. Setelah Sukapura. nama kabupaten pun disebut Kabupaten Sukapura. Raden Tumenggung Wiradadaha (Wiradadaha I) yangberjasa mendirikan Kabupaten Sukapura wafat. 199 I terkenal dengan sebutan Dalem . Wiradadaha Baganjing. terletak di tepi sungai Ciwulan. Oleh karena itu. dan Ki Somahita menjadi Parakanmuncang Tanubaya. Jadi. Perubahan nama Leuwi Loa menjadi Sukapura berdasarkan alasan karena di Leuwi Loa didirikan pura yang bermakna „kraton‟ dan suka bermakna „asal‟ atau „tiang‟.angun.

sehingga ia lebih dikenal dengan Dalem Sawidak. Dia terkenal sebagai bupati Sukapura terkaya dan memiliki anak sebanyak 62 orang. Namun. Setelah meninggal dunia. Raden Anggadipa bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha III. Wiradadaha II tidak lama berkuasa karena pada tahun pengangkatannya dunia karena sebagai tumenggung meninggal hanya dihukum mati. 200 . Setelah menjadi bupati. Wiradadaha II terkenal dengan julukan Dalem Tambela. Oleh karenaitu.Pengganti Wiradadaha I adalah putranya yang ketiga yang bernama Raden Jayamanggala dengan gelar raden Tumenggung Wiradadaha II. Raden Wiradadaha II digantikan oleh adiknya yang bernama Raden Anggadipa I. Keluarganya mendapatkan tambela yang berisi mayat Wiradadaha II. putra keempat Wiradadaha I. Wiradadaha III digantikan oleh anaknya Raden Subangmanggala dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha IV. Setelah meninggal dunia.

dia menggunakan nama Raden Tumenggung Wiradadaha V. sehingga terkenal dengans ebutan Dalem Pasirtando. Wiradadaha V digantikan oleh putranya yang bernama raden Jayangadireja dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha VI. Wiradadaha VI mengundurkan diri. dimakamkan Pasirtando. Karena sering bertolak belakang dengan pemerintah Kolonial. dan digantikan oleh anaknya Raden Jayamanggala II dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha VII. Setelah diangkat menjadi bupati. Raden Secapati adalah cucu Dalem Tamela. Wiratanubaya. Ia juga disebut Raden ia Adipati di Setelah wafat. Raden Wiradadaha IV digantikan oleh anak angkatnya yang bernama Raden Secapati. tetapi lebih dikenal dengan sebutan Dalem Tumenggung Secapati. 201 .Raden Wiradadaha IV meninggal dunia dan dimakamkan di Pamijahan dekat gurunya Syeh Abdul Muhyi dan dikenal dengan sebutan Dalem Pamijahan. Ia menikahi putri bupati Parakanmuncang. Setelah wafat.

Dalem Talun mengundurkan diri. Kawasen. dan Tasikmalaya. Wilayahnya meliputi sebagian dari Sumedang: Malangbong. Wiraradaha VIII dipecat. Ia terkenal dengan sebutanh Dalem Sepuh. Sukapura dialihkan ke Kabupaten Limbangan. Namun. Sukapura memiliki wilayah yang sangat luas. Kabupaten Sukapura didirikan kembaliu dengan bupatinya turunan bupati Sumedang. Singaparna. Indihiang. Ciawi. kecuali daerah Suci dan Panembong. Banjar. Ketika ia menolak menanam nila. Dua tahun kemudian. Parigi.Pengganti Wiradadaha VII adalah putranya yang kelima Raden demang Anggadipa dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha VIII. 202 . yakni raden Tumenggung Surialaga. kabupaten Sukapura diserahkan kembali ke bupati Limbangan. sebagian dari Galuh: Pasirpanjang. selanjutkan dikembalikan lagi ke Wiradadaha VIII dari bupati Limbangan. yang lebih dikenal dengan sebutan Dalem Talun. Pada masa kekuasaan Widadaha VIII. Cijulang.

Kandangwesi. Afdeeling Tasikmalaya dengan ibukota Tasikmalaya mencakup Ciawi. Taraju. Sukaraja. Karena terlalu luas. dan Malangbong. Kabupaten Sukapura dibagi lagi menjadi tiga bagian. Manonjaya (Pasirpanjang. banjar. Cikajang. Sukapura Cikembulan. Parung). dan Kalipucang. Sukaraja. tanah yang luas ini disebut Tanah Galunggung. Kawasen) afdeeling Parigi (Parigi. meliputi dua Nagara. ibukota Sukapura di Sukaraja dipindahkan ke Manonjaya. yakni afdeeling Sukapura Kolot. Indihiang. Mandala.Mandala. Nagara (Pameungpeuk). Parung. Sukapura Kolot dengan ibukota Mangunreja meliputi dua afdeling. dan Kalipucang). kontrol dan Selacau). Sukapura. Cijulang. batuwangi. asalnya Taraju. dan afdeeling Cikajang (Batuwangi. dan Tasikmalaya. Setelah memiliki wilayah yang luas. Pada 203 . distrik Wilayah hanya Mangunreja. Karang. Cikembulan. yakni Sukapura afdeeling dan afdeeling. Karang. yakni afdeeling Mangunreja (Panyeredan. Panyeredan.

Wiradadaha IX.T. patih Manonjaya. Danuningrat digantikan oleh Raden Rangga Wiradimanggala dengan gelar R. bupati Sukapura XII. bupati Sukapura X. R. Kemudian mendapat gelar adipati sehingga namanya menjadi raden Adipati Wiraadegdaha. Wiratanubaya. Jabatannya digantikan adiknya Raden Setelah demang menjadi danukusumah. Wiratanubaya digantikan oleh Raden Rangga Tanuwangsa dengan gelar raden Wiraadegdaha (bupati Sukapura XI). Kemudian digantikan oleh adiknya R.A. yang membangun Kota Manonjaya.waktu itu. namanya menjadi Wirahadiningrat. Setelah diturunkan dari jabatannya. Setelah wafat. R. R. Danuningrat dengan gelar R. Dia pernah diberi 204 . bupati.T.T. Wiradadaha VIII wafat dan dimakamkan di Tanjung Malaya. Wiraadegdaha pindahke Bogor dan terkenal dengan sebutan Dalem Bogor. Setelah wafat. Wiratanubaya lebih dikenal dengan sebutan Dalem Sumeren.T. Karena tidak punya anak.T.

yakni sebagian menjadi bawahan Limbangdan dan sebagian menjadi bawahan Sumedang. diganti namanya menjadi R. Pada awalnya daerah yang disebut Sukapura itu bernama Tawang atau Galunggung. mendapat payung kuning. putrana Dalem Bogor. ibukota Sukapura dipindahkan dari manonjaya ke Tasikmalaya. sehingga mendapat sebutan Dalem Bintang. Dalem Bintang wafat. Wiraadiningrat. Sering juga disebut Tawang-Galunggung. bupatui Sukapura XIII. dan afdeeling Cikajang menjadi bawahan Kabupaten Limbangan. Sejak itulah kabupaten Sukapura berubah nama menjadi Tasikmalaya. sedangkan Distrik Malangbong dibagi dua. Pada masa ini. dan Bintang Oranye Nassau. Tawang berarti „sawah‟ 205 . Penggantinya adalah Raden Rangga Wiratanuwangsa. Dia bupati pertama yang mendapat gelar aria. sehingga terkenal dengan sebutan Dalem Aria.gelar adipati. Setelah menjadi bupati. Setelah wilayah afdeeling Mangunreja menjadi bawahan Sukapura.T.

206 . laut‟ dan malaya dari (ma)layah bermakna „ngalayah‟ atau „deretan pegunungan di pantai Malabar (India)‟. Penyebutan Tasikmalaya menuncul setelah Gunung Galunggung meletus sehingga wilayah Sukapura berubah menjadi Tasik „danau. Tasikmalaya mengandung arti „keusik ngalayah‟.atau „tempat yang luas terbuka‟. maksudnya banyak pasir di manamana.

SASAKALA PURWAKARTA Pada masa Dalem Santri menjadi bupati Karawang. Lebak berarti dataran rendah. ibukota kabupaten Karawang dipindahkeun lagi dari Wanayasa ke daerah Lebak. ia memindahkan ibukota kabupaten ke daerah Wanayasa. Ia menjadi bupati Karawang berkedudukan di Wanayasa sampai akhirnya diganti oleh adiknya yang bernama Raden Aria Suryawinata atau lebih dikenal dengan nama Dalem Solawat.C. karena pada masa itu sering dilanda banjir. SASAKALA WILAYAH PURWASUKA 1. karena memang wilayah Wanayasa berada lebih tinggi dari wilayah Lebak. Pada masa kepemimpinan Dalem Solawat. Pemindahan ibukota ini diawali dari tabir mimpi. bahwa Dalem Solawat harus memindahkan ibukota ke daerah Lebak dengan ciri-ciri di daerah tersebut harus 207 .

ada kubangan air tempat mandi badak putih yang di tepiannya tumbuh 3 buah pohon tanjung.” kata wedana ketika menghadap Kanjeng Dalem di pendopo. akhirnya wedana itu pun menemukan sebuah kubangan tempat mandi badak putih. Pencarian dimulai pada hari Senin. Alangkah baiknya apabila Kanjeng sendiri melihatnya. “Benarkah Paman Wedana tempat itu telah engkau temukan?” “Benar. Berhari-hari wedana tersebut mencari kubangan tempat mandi badak putih yang di tepiannya ditumbuhi pohon tanjung. hamba telah menemukan daerah yang dimaksud dalam mimpi itu. “Ampun Kanjeng. Dalem Solawat memerintahkan pada salah seorang cutak (wedana) bawahannya. Kanjeng. dalam pencarian daerah Lebak. Setelah sekian lama mencari.” 208 . Segera saja ia pun menghadap Raden Aria Suryawinata di Wanayasa. Sebelumnya.

Di daerah tersebut terdapat sebuah kubangan yang biasa dipakai mandi badak putih dan di tepiannya tumbuh 3 buah pohon tanjung.Setelah mendapat laporan. “Aku namakan kampung ini Sindangkasih!” ujarnya dengan lantang. 209 . bahagia pula hati Kanjeng Dalem. Beberapa hari kemudian. tempat itu pun segera berubah menjadi lahan baru yang nampaknya sangat baik untuk dijadikan pemukiman. ternyata keadaannya sesuai dengan impian. lalu Kanjeng Dalem pun menuju tempat yang diceritakan oleh wadana tadi. Kanjeng Dalem pun segera memerintahkan seluruh rakyatnya untuk bergotong royong ngababakan (membuka lahan baru) di sekitar kubangan. Setelah melihat daerah tersebut. Tidak memerlukan waktu lama. Sampailah ke tempat kubangan. yang berarti berhenti di tempat yang sangat dicintai. Dengan disaksikan seluruh rakyatnya. Kanjeng Dalem pun menamakan daerah itu Sindangkasih.

Ada yang hanya berdagang. Demikian karena tanah di daerah Sindangkasih sangatlah subur. Kubangan tempat mandi badak putih itu pun ternyata hulu cai (sumber air).Setelah di daerah Sindangkasih banyak penduduk yang bermukim. Masyarakat hidupnya tidak kurang sandang pangan. Semenjak itulah. yang tidak pernah kering. ketika tiba-tiba banyak 210 . Kanjeng sayang dan sekali masyarakat Sindangkasih tidak berlanjut. daerah Sindangkasih semakin ramai dikunjungi orang. akhirnya ibukota kabupaten pun dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih. Semakin hari. Seluruh areal pesawahan dan perkebunan daerah Sindangkasih pun pengairannya berasal dari kubangan tersebut. jerih Kanjeng payahnya Namun Dalem Dalem selama pun ini berbahagia membangun kebahagian melihat kabupaten. daerah Sindangkasih semakin ramai dikunjungi pendatang. adapula yang memang berniat bermukim.

Masyarakat mulai goyah dan takut. Sindangkasih oleh Kanjeng dalem diganti namanya menjadi Purwakarta. masyarakatnya sejahtera. dari tersebut bukan Mereka merupakan Daerah dan pendatang pun daerah aman. Terlebih Kanjeng Dalem memerintah dengan adil dan bijaksana. Sindangkasih kembali tentram. 211 . Daerah Sindangkasih Semenjak semakin itu pula. lain. Ternyata penduduk penduduk asli kelompok pencuri Sindangkasih.penduduk yang dirampok dan banyak pencurian di mana-mana. Bahkan kehidupan seluruh penduduk semakin sejahtera dari sebelumnya. pesat daerah perkembangannya. banyaknya perampokan dan pencurian itu dapat direda setelah kelompok penjahatnya tertangkap. Namun karena kesigapan Kanjeng Dalem.

” ujar Kanjeng Dalem di hadapan seluruh rakyatnya. Nama Purwakarta itulah yang dikenal hingga sekarang. aku ganti nama kampung ini menjadi Purwakarta.“Semenjak hari ini. *** 212 . Dalam bahasa setempat. sedangkan karta berarti aman dan sejahtera. kata purwa artinya awal atau asal mula.

Ia memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita. sehingga semua lamaran ditolaknya.2. Banyak raja dan kstaria dari kerajaan lain yang melamarnya. sehingga tidak pernah terjadi pemberontakan. Raja Pilangsari terkenal bijak. Kerajaan tersebut bernama Pilangsari. namun ada juga yang tatanen (bertani). Namanya Milangsari. Seluruh rakyatnya cukup sandang pangan. Hampir seluruh penduduknya bekerja sebagai pamayang (nelayan). di pesisir pantai utara. Semakin lama semakin banyak raja dan kstaria yang melamar Milangsari. Namun Milangsari belum berniat menikah. Seluruh penduduk sangat menghormatinya. adil. dan berwibawa. SASAKALA PAMANUKAN Pada masa kerajaan Sunda. 213 . terdapat sebuah kerajaan kecil yang subur dan makmur. Mulai dari kerajaan Dompo.

calon bagaimana kalau dalam menantu diadakan pasanggiri (sayembara) saja. raja menjadi bingung. Aku malu pada raja dan kstaria yang ditolak lamarannya oleh putriku. Sumedanglarang.” “Maksud paman?” “Kita adakan saja semacam pasanggiri adu kicauan burung. Kalau di antara mereka ada yang memiliki burung dengan kicauan bagus. kenapa kejadiannya menjadi seperti sekarang. di sisi yang lain ia merasa khawatir kerajaannya akan diperangi oleh raja atau ksatria yang lamarannya ditolak oleh putrinya. ia sangat bangga akan kecantikan anaknya. “Paman Patih.Malayu. Hingga akhirnya ia pun memanggil patih dan anaknya Milangsari. maka berhak menjadi pemenang dan mengawini putri Milangsari. Dengan keadaan itu. Di satu sisi. sampai kerajaankerajaan kecil dari Jawa. Apa yang dapat aku lakukan dengan keadaan ini?” “Gusti menentukan Prabu.” 214 . Cirebon.

“Bagus ide tersebut.” Beberpa bulan setelah pengumuman diedarkan. Nah. di alun-alun Pilangsari telah sesak dipenuhi peserta 215 . “Ampun rama. saya akan mengikuti saja pendapat Paman Patih. “Kalau keputusannya seperti itu. Bagi siapa saja yang membawa burung dan kicauannya bagus.” jawab Milangsari. sekarang aku tugaskan kepada paman patih untuk segera membuat pengumuman ke seluruh pelosok kerajaan. Adu kicauan burung tidak akan terjadi perkelahian yang dapat merugikan secara fisik. pasanggiri adu kicauan burung akan lebih baik ketimbang adu kesaktian. Bagaimana menurutmu?” kata raja sambil melirik Milangsari yang sedang tertunduk. akan menjadi suami Milangsari. bahwa akan diadakan pasanggiri adu kicauan burung.“Kenapa Paman?” tidak pasanggiri adu kesaktian. Bagaimana baiknya saja. “Menurut Paman. Paman. Nyai. sekarang aku bertanya padamu.

Penonton pun ikut larut dalam 216 . Sesuai jadwal. Penonton pun berjejalan memenuhi alun-alun. bercampur antara rasa takut tidak terpilih dengan perasaan bahagia apabila nanti burungnya terpilih oleh putri. seluruh peserta pun membawa burung yang bagus-bagus. Peserta banyak yang gundah. Pemilihan burung pun telah selesai. Sebagaimana telah ditentukan sebelumnya. Setelah itu mereka langsung memilih burung yang bersuara bagus. Berbagai jenis burung dibawa peserta untuk diadu dalam ajang pasanggiri. Agak lama raja dan putri memilih burung-burung tersebut. Milangsari dan ayahnya terus memilih burungburung yang akan dijadikan pemenang. Raja dan Milangsari akan memilih burung yang bersuara bagus. Selain jumlahnya yang banyak. Semua peserta harap-harap cemas. Kemudian putri Milangsari naik ke babancong (podium) yang letaknya di sebelah selatan alun-alun. akhirnya raja dan putri Milangsari keluar dari keraton menuju alun-alun.pasanggiri adu kicauan burung.

Bagaimana nasib putri Milangsari? Lalu menikah dengan siapa dan kapan? Tidak ada yang mengetahuinya. alun-alun Pilangsari dan sekitarnya dinamakan Pamanukan. tidak ada yang terpilih. sejak diadakan pasanggiri burung itu. Sungguh di luar dugaan. Adapun tempat nyedekkeun putri Milangsari disebut Kampung Padek. disedekeun ke arah kaputren. Semuanya dinyatakan jelek.kecemasan dan kebahagian karena akan segera mendengar keputusan putri Milangsari. putri Milangsari memutuskan bahwa dari sekian banyak burung yang dipasanggirikan. Semua hanyalah misteri. Patih dan para prajuritnya dipenjarakan. Sedangkan istana dan 217 . Mereka akhirnya mengamuk di alun-alun. Keraton Pilangsari dirobohkan. rajanya disandera. Kontan saja peserta pasanggiri yang kebanyakan raja dan kstaria pilih tanding merasa dihina. yang artinya tempat yang banyak manuk (burung). Adapun putri Milangsari segera dibawa oleh peserta. Jelasnya.

kaputren kerajaan Pilangsari yang hancur. sekarang hanyalah menjadi sebuah kampung kecil bernama Pilangsari di wilayah kabupaten Subang. *** 218 .

3. SASAKALA SAGALAHERANG

Jaman dahulu, seluruh tatar Sunda berada di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh seorang raja bergelar Prabu Siliwangi. Wilayah kekuasaannya sangat luas, mencakup hampir seluruh pulau Jawa. Setelah kerajaan Pajajaran runtuh,

keturunan Prabu Siliwangi pun menyebar ke seluruh tatar Sunda. Dalem Ciburang, Cianjur, adalah salah seorang keturunan Prabu Siliwangi yang keenam. Namun berbeda dengan Prabu Siliwangi yang adil dan bijak, ia terkenal galak dan bengis. Terutama terhadap rakyat yang tidak memeluk kepercayaan yang sama dengannya. Oleh rakyatnya, ia pun dijuluki Dalem Pandita Bengis. Pada suatu ketika, ke daerah Ciburang menyebar kepercayaan baru, yakni agama Islam. Banyak

rakyatnya yang memeluk agama Islam. Ketika Dalem mengetahuinya, ia sangat berang. Rakyat yang

memeluk Islam akan segera dibunuh oleh prajuritnya
219

yang kejam. Bahkan Raden Aria, putranya sendiri, dilarang keluar dari kadaleman karena takut terpengaruh oleh agama Islam. Raden Aria sangat dimanja. Ia satu-satunya penerus tahta Dalem Ciburang. Untuk mendidik

anaknya, Dalem Ciburang mendatangkan beberapa orang guru dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari guru seni, beladiri, sampai guru dalam ilmu politik. Namun meski dimanja, Raden Aria tetap tidak merasa betah dengan kemewahan kadaleman. Akhirnya ia pun secara sembunyi-sembunyi keluar dari

kadaleman. Bahkan banyak teman-teman sebayanya mengajaknya belajar ngaji dan ilmu keislaman. Hal itu terus berlanjut, sampai akhirnya Raden Aria sangat paham dan memeluk agama Islam. Pada suatu hari, Dalem Ciburang memanggil Raden Aria. Lalu diberi petunjuk tentang agama leluhur yang dipeluknya. Namun Raden Aria selalu membantah dan meluruskan petunjuk dari Dalem Ciburang, ayahnya sendiri, dengan ajaran-ajaran keislaman. Tentu saja
220

Dalem sangat marah dan kaget mengetahui anaknya telah masuk Islam. Sesaat Dalem hanya membisu, matanya tak berkedip, melihat Raden Aria yang tenang sambil tersenyum tipis duduk di hadapannya. Melihat anaknya demikian, muncul sikap bengis dalam diri Dalem Ciburang. Lalu ia segera menyabut pedangnya. Namun ketika akan ditebaskan pada leher Raden Aria, pedang tersebut mendadak terjatuh dan patah. “Lahaola wala kuwwata illa billah,” kata Raden Aria lirih. Beberapa saat keduanya terdiam. Lalu Dalem Ciburang pun mengusir Raden Aria dari kadaleman. “Aria, putraku, ternyata engkau telah berani membantahku. Mulai saat ini, aku perintahkan engkau untuk keluar dari kadaleman. Cadu aku akan menyerahkan kadaleman ini padamu,” kata Dalem Ciburang sambil menunjuk pada Raden Aria. Sedikit perbuatannya pun Raden Aria ia tidak pun menyesali pergi dari

tersebut.

Lalu
221

kadaleman. Raden Aria berjalan ke arah timur dengan tujuan mencari guru untuk belajar lebih dalam tentang agama Islam. Makin lama berjalannya semakin jauh dari Ciburang. Selama itu ia hanya makan dedaunan dan daging hewan buruan. Naik gunung, susur sungai, ia lewati dengan sabar dan tawakal. Setelah beberapa bulan, sampailah Raden Aria ke sebuah telaga yang sangat besar. Telaga tersebut airnya sangat jernih. Di tepinya tertanam pohon bambu dan pohon tanjung. Kemudian Raden Aria beristirahat di tepi telaga tersebut. Sesaat ia terpaku melihat keindahan sekeliling telaga. Kemudian ia pun melihat bahwa di tengahtengah telaga ada hamparan batu cadas membentuk nusa (seperti pulau di tengah lautan). Lalu timbul dalam hati Raden Aria untuk bersemedi di atas batu cadas tersebut. Raden Aria pun kemudian menyeberangi telaga. Setibanya di atas batu cadas, lalu ia duduk bersila. Dari sana menjuruskan pandangannya ke
222

Ternyata di hadapannya telah berdiri seorang putri yang sangat cantik jelita. lalu Raden Aria membuka matanya. Kalau Raden ingin tahu. Hamba adalah putri jin.” 223 .sekeliling telaga. Pemandagangannya sangat indah. "Mungkin aku hanya mimpi. Setelah itu Raden Aria berbicara dengan tenang. Nama hamba Endang Kusumah. “Hai. Raden Aria kaget dan tidak percaya. aku ini penguasa telaga ini. "Semoga Raden tidak marah. sebab telaga itu berada di tengah hutan belantara. Sebenarnya aku tiap pagi selalu memeriksa telaga dan melihatmu tenang bersemedi di sini. Setelah genap 40 hari 40 malam bersemedi. putri! Engkau manusia atau mahluk jadijadian?” Putri itu pun menjawab sambil tersenyum simpul.” gumamnya. Raden Aria pun bersemedi di atas hamparan cadas tersebut.

tiba-tiba alam menjadi gelap gulita. Pintu gerbangnya dijaga oleh dua orang perajurit yang gagah. ternyata da sebuah istana. setiap orang yang lewat ke hadapan Raden Aria selalu menundukkan kepala tanda hormat. memegang tombak dan panah. kedaan sekitar telaga telah berubah. Ia pun berpikir bahwa selama hidupnya baru melihat putri secantik itu. Namun aneh. Akhirnya Raden Aria pun jatuh cinta pada putri jin tersebut. Lebih aneh. kedua perajurit itu serempak menundukkan kepala tanda hormat. ketika Raden Aria menatapnya. Kulitnya kuning langsat.Raden Aria mendengarkan jawaban putri tersebut dengan seksama. rambutnya hitam panjang laksana mayang terurai. Ketika terang kembali. Telaga yang luas berubah menjadi sebuah kadaleman yang ramai. Banyak orang berlalu lalang. Lalu Raden Aria melihat ke arah utara. 224 . Sesaat setelah berpikir jatuh cinta pada sang putri.

ayahanda Nyi Putri. Di sana pun tersedia makanan yang lezat. Kemudian berkata. Raden Aria berjalannya sering berhenti-henti karena tercengang-cengang melihat keindahan dalam keraton. di sebelahnya terdapat kolam yang airnya sangat jernih. Kemudian Raden Aria dibawa oleh Nyi Putri ke ruangan kaputren. Ini istanaku. "Syukurlah.“Jangan kaget. Ruangan tempat menerimatamu serba bersih dan mengkilat. kalian sudah ada di sini. 225 . tiap kamar ditunggui oleh emban-emban yang cantik. Tidak jauh dari sana ada ruangan yang luas dihampari permadani berwarna merah. Tidak lama datanglah Raja Jin. Mulailah Raden Aria dan Nyi Putri bersantap. Aku sangat bergembira akan mempunyai menantu yang berilmu tinngi dari golongan manusia. “Ayo masuk Kakang!” Raden Aria masuk ke dalam keraton sambil digandeng oleh Nyi Putri.” kata putri Endang Kusumah sambil memegang tangan Raden Aria.

” "Wah. Genap sembilan bulan.Aku di sini perlu guru ngaji untuk mengajarkan santrisantri dari bangsa Jin. Kalau siang hari. Bertahun-tahun Raden Aria mengajar ngaji di kerajaan Jin. Keduanya lucu dan mungil.” Hari berganti hari. Yang sulung perempuan diberi nama Raden Ajeng 226 . badan terasa lesu. bulan pun berganti bulan. Terkadang tidak ada nafsu makan. itu bukan sakit Dinda. pesta pernikahan antara Raden Aria dengan Nyi Putri Endang Kusumah pun dilangsungkan. akhirnya Putri Endang Kusumah pun melahirkan bayi kembar." Tiga hari kemudian. Raden Aria berjalan-jalan di taman bersama dengan istrinya Putri Endang Kusumah. Sudah banyak Jin yang masuk Islam dan mengaku guru kepadanya. Hingga pada suatu sore. Itu tanda bahwa Dinda sedang mengandung. "Kakang. ingin rasanya makan yang masam-masam. Seluruh bangsa Jin menghadiri acara pernikahan tersebut. perasaanku berbeda. Sangat meriah sekali.

Kedua anaknya sangat dimanja. sehingga sering membuat Putri Endang Kusumah kewalahan dalam mengasuhnya. Setelah kedua anak tersebut besar. Namun keduanya berbeda dengan anak-anak jin yang lain. kedua anak Raden Aria tersebut disuruh untuk berkelana. lalu pada suatu hari Putri Endang Kusumah berbicara pada Raden Aria. Biar kedunya belajar hidup merakyat. Beberapa hari kemudian." "Ya.Endang Sukaesih atau disebut juga Endang Kencana. sedangkan yang bungsu laki-laki diberi nama Raden Aria Suryakancana. "Kakang. kedua anak kita sekarang sudah besar. Saatnya mereka harus berkelana ke luar istana untuk mencari ilmu kesaktian dan keagamaan. Mereka sangat liwar (nakal). Namun keduanya sangat cerdas. Segala macam ilmu yang diajarkan akan paham dalam waktu singkat. lebih baik begitu.” jawab Raden Aria. Mula-mula Raden 227 . Semakin hari mereka tumbuh besar.

” “Kakang akan kukirim kembali ke alam manusia.” “Syukurlah kalau mengerti keadaan Kakang. kelak 228 . Nanti Kakang akan menemukan seorang putri yang sangat cantik. nampaknya sudah saatnya Kakang kembali ke alam manusia seperti semula. sedangkan Raden Aria Suryakancana menuju ke Gunung Gede. Ia bangsa manusia. Nikahilah ia. Putri Endang Kusumah mulai mengerti kejiwaan yang sedang dihadapi suaminya. Nyai. Kakang pun tentu sangat merindukan kehidupan di alam manusia. Melihat keadaan tersebut. apa yang harus Kakang lakukan sekarang. Kalau begitu. Istana kerajaan jin pun terasa sepi semenjak kepergian keduanya.Endang Sukaesih menuju ke Gunung Ciremai. aku mengerti akan perasaanmu.” kata Endang Kusumah pada suatu hari. “Lho. Selain merindukan anak-anak. “Kakang. Raden Aria setiap hari selalu menyepi dan kadang tidak mau diajak makan. kenapa Dinda bicara seperti itu?” “Kakang.

tiba-tiba telaga tersebut berubah menjadi sebuah perkampungan yang ramai.Kakang akan mendapat keturunan pula dari putri tersebut. Lalu dilemparkannyalah batu cadas tersebut ke tengah telaga. Dari jauh kelihatan ada seorang putri cantik berjalan menghampirinya. Sejurus kemudian. ternyata ia sedang menelungkup di atas batu cadas. Setelah sampai ke hadapan 229 .” Raden Aria hanya terdiam. Bersamaan dengan jatuhnya batu cadas ke air telaga. Setelah itu. akan kubuatkan keraton pula untukmu di alam manusia. Raden Aria segera menjuruskan pandangannya ke sekeliling perkampungan tersebut. Raden Aria mengambil batu cadas sebesar buah kelapa. Ketika membuka mata. Ia lalu memegang tangan istrinya. Kakang. Raden Aria memejamkan mata sambil merangkul erat istrinya. Kemudian Raden Aria membaca ayat kursi sebanyak 7 kali. Lalu Raden Aria pun tersadar dan mengucapkan istigfar beberapa kali sambil mengusap muka.

Rakyat sudah lama menunggu lama kedatanganmu. Konon. nama kadaleman Sagalaherang bermakna talaga nu caina herang (telaga yang airnya jernih). *** (Subang) 230 . lalu putri tersebut berbicara dengan lembut. Kadaleman itu ternyata bernama Sagalaherang.Raden Aria." Raden Aria pun segera mengikuti putri tersebut ke sebuah kadaleman. ternyata sudah banyak orang menunggunya. Ternyata di pendopo sedang diadakan syukuran menyambut kedatangan Raden Aria sebagai dalem baru mereka di kadaleman Sagalaherang. Segala alat musik ditabuh. "Mari Kakang. Pada hari itu pun dilangsungkan pula pernikahan antara Raden Aria dengan putri yang telah menjemputnya tersebut. Merujuk pada telaga yang dipakai bersemedi oleh Raden Aria sebelum berubah menjadi kadaleman Sagalaherang. kita pulang ke Sagalaherang. Di dalam pendopo. Makanan yang lezat pun tersaji.

Sedangkan istrinya. yang saat itu dalam keadaan hamil. berhasil diselamatkan oleh seorang Jaro (Lurah) yang bernama Loa. yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Ratu. wilayah Pamingkis terkena imbasnya. Jaro Loa dan Nyai Puntung Mayang 231 . Bupati Rangga Bitung terbunuh. Oleh Jaro Loa. Nyai Puntung Mayang dibawa ke perkampungan di kaki gunung Sunda. Kadipatian tersebut dipimpin oleh seorang dipati bernama Rangga Bitung dan istrinya bernama Nyai Puntung Mayang.D. Nyai Puntung Mayang. Pada saat penyerbuan itu. wilayah Priangan Barat termasuk ke dalam wilayah Kadipatian Pamingkis. Pada waktu Kerajaan Banten dan Kerajaan Cirebon menyerbu Kerajaan Pajajaran. SASAKALA WILAYAH SUKACI 1. di daerah Cibadak. Dalam perjalanan menuju Gunung Salak. SASAKALA SUKABUMI Pada jaman dahulu.

tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Akibat kedunya dibesarkan di tempat yang sama. Sesampainya di Gunung Salak. dan pembawannya kelihatan lain dibanding dengan pemuda sebayanya. sejak kecil pun sudah 232 . Bahkan hubungan kedua remaja tersebut makin lama makin intim. Melihat gelagat demikian. Begitu pula Nyai Pudak Arum. Bayi tersebut kemudian dibawa serta dan diberi nama Wangsa Suta. yang ketika beranjak remaja disebut Nyai Tanduran atau lebih dikenal dengan sebutan Nyai Pudak Arum Saloyang. Tingkah lakunya bijak. berkharisma. maka tumbuhlah Wangsa Suta menjadi seorang pemuda yang gagah dan tampan. Nyai Puntung Mayang melahirkan seorang bayi perempuan dan diberi nama Pudak Arum. Ia mencerminkan seorang yang lahir dari keturunan ménak. Seiring perjalanan waktu.menemukan seorang bayi. maka sejak kecil sampai remaja hubungannya sangat dekat. Bahkan sebenarnya. Jaro Loa dan Nyai Puntung Mayang berniat mengawinkan keduanya.

kelihatannya mereka saling penikahan tersebut.” Maka. Karena Jaro Loa mengetahui watak anak angkatnya yang keras dan teguh pendirian. akhirnya ia mengizinkan ajuan sarat dari Wangsa Suta tersebut. Kontan saja Wangsa Suta sangat girang mendengar rencana ayah angkatnya itu.diniati untuk dijodohkan. mencintai. terlebih dahulu ia mengajukan syarat bahwa sebelum resepsi pernikahan dilangsungkan. ia terlebih dahulu akan berkelana kesaktian untuk sebagai menimba bekal ilmu dalam keagamaan hidup dan berumah- tangganya kelak. Setelah mendapat persetujuan dan doa restu dari ayah angkatnya. “Nyai. bagaimana kalau mereka kita jodohkan saja?” “Setuju. maka berangkatlah Wangsa Suta 233 . suatu ketika. Namun karena Wangsa Suta memiliki jiwa kesatria. Jaro Loa pun menyampaikan niatnya kepada Wangsa Suta tentang rencana Ki.

Setelah semua ilmu Resi Suradea diturunkan. Cukup lama Wangsa Suta berguru pada Resi Suradea. Dari Resi saradea inilah Wangsa Suta banyak menimba ilmu keagamaan dan kesaktian yang kelak banyak dipakai untuk menolong sesama. Wangsa Suta diperintahkan oleh Resi Suradea untuk membuat pedukuhan baru dan menyebarkan ilmunya. Wangsa Suta pun diperintahkan untuk mencari pohon pakujajar bercabang lima yang tumbuh di gunung Parang. Sementara Wangsa Suta membuat pedukuhan 234 . Letaknya sebelah barat Gunung Sanghyang Purwa yang kontur tanahnya miring ke sebelah selatan. Sesuai petunjuk dari Jaro Loa. Tanah lamping ini ditumbuhi pohon kole yang daunya hijau dan bunganya berwarna ungu. kelak Wangsa Suta berguru kepada seorang resi berilmu tinggi bernama Saradea.untuk berkelana mencari ilmu. Sesampainya di padepokan tersebut. Di tempat inilah. Wangsa Suta berangkat menuju padepokan yang terletak di daerah bernama Kiara Gantung Kararangge.

Kontan saja lamaran tersebut ditolak. segera memerintahkan anak buahnya yang bernama Ki Jaya untuk melamar Nyai Pudak Arum. Namun keberuntungan 235 . tanpa ditemani sang kekasih Wangsa Suta.baru di Gunung Parang. maka Ki Jaya marah. Bahkan untuk meloloskan niat tuannya tersebut. karena Nyai Pudak Arum setia memilih Wangsa Suta. lain cerita dengan calon istrinya Nyai Pudak Arum. Salaseorang demang kaya bernama Sukamukti misalnya. Rencana penculikan pun berjalan lancar. kecantikannya tetap terkenal ke mana-mana. Namun meskipun sehari-hari wajahnya dibalut duka. Nyai Pudak Arum berhasil diculik dan dibawa oleh Ki Jaya ke hadapan Demang Sukamukti. Setiap hari wajahnya muram. Ki Jaya berniat menggunakan jalan kekerasan dengan cara menculik Nyai Pudak Arum. bangsawan Bahkan dari banyak pemuda lain dan para untuk daerah berniat mempersuntingnya. Mendapat penolakan tersebut. Ke mana-mana jalan sendiri.

Berita kecantikan Nyai Pudak Arum sampai pula ke telinga para saudagar kaya. Skenario penculikan pun berjalan lancar. Ia pun berniat ingin segera mempersunting Nyai Pudak Arum dengan cara jalan pintas. Anak 236 . Sesampainya Nyai Pudak Arum ke hadapan Demang Sukamukti. dan tidak sabaran. Tersebutlah saudagar kaya raya bernama Ki Puru Satra dari daerah Padabeunghar. “Barja. Kalau berhasil. aku akan memberimu imbalan yang setimpal!” ujar Ki Puru Satra pada centengnya yang bernama Barja. lalu bawa ke hadapanku. sombong. Saudagar tersebut memilki watak keras kepala. bawa semua anak buahmu. Akhirnya Ki Jaya pun mengembalikan Nyai Pudak Arum ke tempat tinggalnya semula di kaki Gunung Sunda. Cerita belum usai. sang Demang mendadak meninggal dunia. Ki Puru Satra pun segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk menculik Nyai Pudak Arum.berpihak pada Nyai Pudak Arum. Culik Pudak Arum. yakni menculiknya. yang terletak di Pelabuhan Ratu.

Ki Puru Satra mendadak meninggal dunia. Akhirnya Nyai Pudak Arum pun dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Nyai Pudak Arum dipaksa untuk menikah.buah Ki Puru satra berhadil menculik Nyai Pudak Arum tanpa rintangan yang berarti. Akhirnya pernikahan pun dilangsungkan. Kini berkembang isu di masyarakat bahwa dirinya punya ilmu pelet dan kesaktian yang tinggi. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh Nyai Pudak Arum untuk meloloskan diri dari kediaman saudagar kaya raya tersebut. Setelah sampai di tempat kediaman Ki Puru Satra. Pada saat malam pengantin. Namun keberuntungan masih berpihak kepada Nyai Pudak Arum. bukan berarti kehidupan Nyai Pudak Arum sudah tenang. Semakin hari semakin banyak saja laki-laki baik pemuda biasa maupun bangsawan yang ingin mempersuntingnya. Setelah dua kejadian penculikan menimpanya. 237 . Namun karena kesetiaannya pada Wangsa Suta. semua lamaran ditolaknya.

kemudian ada seorang demang bernama Raden Kartala dari daerah Mangkalaya. Skenario pun berjalan mulus. Kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Nyai Pudak Arum. Wangsa Suta menyuruh Nyai Pudak Arum untuk pergi terlebih dahulu menuju ke Gunung Parang mencai pedukuhan yang terdapat 238 . Namun penasehatnya melarang untuk mempersunting Nyai Pudak Arum.Penolakan bukan berarti masalah selesai. Raden Kartala pun menuruti nasehat tersebut. Dalam pandangannya. tiba-tiba Wangsa Suta antara datang Wangsa untuk Suta menolongnya. Perkelahian dengan anak buah Raden Kartala pun tidak dapat dielakkan. Namun ketika Nyai Pudak Arum akan dibunuh oleh algojo Raden Kartala. Nyai Pudak Arum adalah seorang putri yang memilki kesaktian tinggi dan menyarankan untuk menangkap lalu membunuhnya. Anak buah Raden Kartala dapat menangkap Nyai Pudak Arum dengan mudahnya. Sebelumnya. Di antara pelamar itu.

pakujajar berdahan lima. setelah berhasil mengalahkan semua anak buah Raden Kartala. Namun sayang. Dengan ilmu kebatinan yang dimiliki oleh gurunya. kalau engkau ingin bertemu kembali dengan calon istrimu. “Suta. Sementara Wangsa Suta. Kemudian Nyai Pudak Arum dibawa ke Pulau Putri di kawasan Pulau Seribu. karena Nyai Pudak Arum tidak terdapat di tempat. ia segera meminta bantuan gurunya Resi Saradea. sehingga Nyai Pudak Arum tertangkap di perjalanan. Maka untuk mengetahui keberadaan calon istrinya. Wangsa Suta diiberi petunjuk bahwa sampai kapan pun tidak akan bertemu dengan Nyai Pudak Arum sebelum pedukuhan di kaki Gunung Parang banyak penduduknya. rencana tersebut ternedus oleh anak buah Raden Kartala yang lainnya. Namun ia sangat kecewa dan sedih. ada syaratnya. ia segera menyusul calon istrinya ke Gunung Parang. cucuku. “Apa syaratnya. guru?” 239 .” ujar Resi Saradea.

para penduduk pun semakin betah dan menyukai pedukuhan yang subur dan banyak mata air tersebut. yang berarti senang tinggal di rumah dan senang menetap di tanah yang subur. 240 Wangsa Suta pun . Akhirnya daerah tersebut dinamai oleh masyarakat setempat dengan sebutan suka di bumi. Nanti setelah pedukuhan tersebut ramai dikunjungi pendatang. maka engkau pun pasti akan bertemu dengan calon istrimu.” Setelah kemudian mendapat Suta petunjuk pun dari gurunya. Hal ini karena kata tanah dalam bahasa Sunda disebut juga dengan istilah atau kata bumi.“Engkau harus membuat pedukuhan di kaki gunung Parang. Kemudian pedukuhan di kaki Gunung Parang itu pun. Wangsa mulai ngababakan (membuka lahan baru untuk perkampungan atau pedukuhan). Tiga tahun kemudian. Banyak pendatang langsung menetap dan membangun bumi (rumah) tinggal. semakin hari semakin banyak penduduknya. Semakin lama menetap.

bertemua kembali dengan Nyai Pudak Arum. Mereka pun kemudian menikah. *** 241 . Wangsa Suta pun merestuinya. daerah itupun kemudian berubah namanya menjadi Sukabumi seperti yang kita kenal hingga sekarang. Bahkan seiring perkembangannya. Atas penamaan daerah tersebut oleh penduduk. lalu hidup bahagia di sebuah pedukuhan. Mereka sangat menyenangi lingkungan dan tanah atau tempat tinggal yang didiaminya. Mereka suka pada bumi. Pendudukan sekitarnya menyebutnya sukabumi.

2. SASAKALA CIANJUR

Dahulu kala, di sebuah kampung yang subur makmur, hiduplah seorang lelaki tua yang sangat kaya raya. Kampung tersebut termasuk wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran. Lelaki tua tersebut memiliki ratusan hektar sawah dan perkebunan. Semua penduduk kampung dijadikannya pekerja baik untuk mengolah sawahnya maupun untuk mengolah perkebunannya. Namun meski demikian, penduduk kampung tetap saja miskin. Hal itu dikarenakan lelaki tua tersebut sangat koret (kikir), sehingga selalu membayar murah pada

pekerjaan yang dikerjakan oleh penduduk kampung. Hingga oleh seluruh penduduk, lelaki tua itupun dijuluki Ki Koret. Padahal nama yang sebenarnya ialah Aki Suhita. Anehnya, ia kikir bukan saja pada orang lain tetapi pada keluarganya sendiri. Untunglah sifat kikirnya
242

tersebut tidak menular pada anak lelakinya yang sulung. Berbeda dengan ayahnya yang kikir, anak lelakinya sangat baik dan murah hati. Ia sering membantu tetangga atau penduduk desa yang sedang kesusahan. Pada suatu hari, tersiar kabar akan terjadi bencana dan musim pailit. Tentu saja seluruh penduduk kampung, termasuk Ki Koret merasa ketakutan.

Menurut ramalan tersebut, bencana dan musim pailit dapat dilewati dengan cara mengadakan ruwatan kampung. Dengan syarat itu, penduduk kampung pun kebingungan, karena untuk mengadakan acara ruwatan memerlukan kecerdikan biaya anaknya, tidak sedikit. Ki Namun berkat

akhirnya

Koret bersedia

memberi biaya untuk mengadakan acara ruwatan. Itupun dengan terpaksa karena takut terkena bencana. Semua penduduk kampung senang. Terlebih mereka semua diundang oleh Ki Koret untuk mengikuti acara ruwatan di rumahnya. Semula mengira dalam acara ruwatan itu akan banyak makanan
243

yang

disuguhkan. Namun kenyataannya meleset, Ki Koret hanya menyediakan air putih dan hidangan

alakadarnya saja. Bahkan sebagian undangan banyak yang tidak kebagian sama sekali. Air putih pun dijatah satu gelas untuk satu orang. Dengan keadaan itu, seluruh penduduk desa dan anaknya tidak dapat berkata apa-apa, mereka semua hanya dapat celoteh

mengelus dada. “Benar-benar seseorang. “Pasti Tuhan tidak akan memberikan berkah pada seluruh harta kekayaannya,” kata yang lain. “Semoga Tuhan segera menyadarkannya,” kata penduduk yang lain. Ketika semua undangan ruwatan sedang rajanya orang kikir!”

menyantap hidangan yang disuguhkan Ki Koret, tibatiba datang seorang nenek tua meminta sedekah pada Ki Koret. “Juragan, pasihan..! Juragan, abdi pasihan…! (Tuan, berilah…! Tuan, berilah saya…!)
244

“Pasihan naon? Uing mah teu boga nanaon!” (Mau dikasih apa? Saya tidak punya apa-apa!” “Saeutik we Juragan, abdi lapar pisan…!” “Aeh, teu beunang dieuweuh-euweuh. Indit ka ditu, teu nempo batur keur loba semah.” Akhirnya nenek tua itupun pergi meninggalkan rumah Ki Koret sambil mencucurkan air mata. Melihat kejadian itu, anaknya turut merasa sedih. Diam-diam dia pun mengambil sedikit hidangan

jatahnya. Lalu diberikan pada nenek tua tersebut. Tentu saja nenek tua pun sangat berbahagia. Setelah diberi sedikit hidangan, kemudian nenek tua itupun pergi menyusuri jalan setapak yang menuju ke sebuah bukit yang berada di batas kampung. Sesampainya di puncak bukit, lalu nenek tua itu berhenti dan menjuruskan pandangannya ke areal perkampungan. Matanya tertuju tajam pada rumah ki Koret. Lalu nenek tua itu menancapkan tongkatnya, sambil bergumam:
245

Dari lubang tancapan itulah kemudian memancar air yang sangat deras. Anak Ki Koret segera menganjurkan orang-orang desa untuk segera meninggalkan perkampungan dan lari ke atas bukit.“Hey jalma hukuman ti Gusti!” koret. Ia pun tidak lupa membujuk ayahnya agar segera keluar rumah. “Banjir…! Banjir…. lalu nenek tua itu mencabut kembali tongkatnya. cari tempat yang tinggi!” “Tapi sawah dan ternak kita bagaimana?” “Kalian pilih harta atau nyawa?” Anak Ki Koret yang bijak itu terus berteriak mengingatkan penduduk. maneh bakal katibanan Setelah berkata demikian. 246 .!!!” teriak penduduk kampung yang panik melihat kedatangan air bah yang tiba-tiba. Bahkan akhirnya masuk ke wilayah perkampungan. Makin lama air itu makin membesar membanjiri areal pesawahan dan ladang. “Cepat tinggalkan kampung ini.

Setelah beberapa hari menunggu di bukit. air bah pun tak kunjung surut.”Ayah. 247 . Dalam semedinya itu. Kemudian anaknya Ki Koret bersemedi untuk mendapatkan petunjuk. Air bah semakin besar. anaknya Ki Koret mendapatkan wangsit bahwa harus segera membawa penduduk kampung mencari areal baru untuk perkampungan. Mereka pun sedih melihat kampungnya tenggelam. kita harus segera menyelamatkan diri!” ”Apa? Meninggalkan rumah? Baiklah. Namun seluruh penduduk kampung termasuk anaknya Ki Koret berhasil menyelamatkan diri. seluruh penduduk kampung telah pergi menuju bukit tempat keluarnya air dari bekas lubang tancapan tongkat si nenek tua tadi. cepat tinggalkan rumah ini. Akhirnya Ki Koret pun tenggelam terseret arus air bah. Perkampungan pun berubah menjadi telaga yang besar. aku akan mengumpulkan hartaku terlebih dulu!” Sementara Ki Koret terus mengumpulkan harta bendanya.

Anaknya Ki Koret menganjurkan seluruh penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata. perkampungan itupun semakin berkembang. anaknya Ki Koret pun memerintahkan rombongannya untuk ngababakan (membuka lahan baru untuk perkampungan). Kemudian ia pun mengangkat ulu-ulu (petugas pengairan) yang mengatur jalannya air yang mengairi sawah dan ladang milik penduduk. Setelah menemukan sebuah daerah yang subur. perkampungan itu disebut kampung Anjuran. Anaknya Ki Koret pun merestui penamaan tersebut. 248 . Kemudian oleh seluruh penduduk. Ia pun mengajari penduduk tatanen (cara menanam padi) dan bagaimana mengairi sawah yang baik.Maka pergilah rombongan anaknya Ki Koret mencari daerah baru. Di daerah baru itulah kemudian anaknya Ki Koret diangkat menjadi pemimpin kampung mereka yang baru. Mengajari pula cara berkebun yang telaten dan bagaimana memilih bibit unggul. Semakin lama.

dan anjur yang berarti perintah. Lama kelamaan nama Anjuran pun berubah menjadi Cianjur. apapun perintah. pepatah. mengenang anjuran anaknya Ki Koret agar segera mengungsi dari terjangan banjir pada waktu itu. Konon kata Anjuran berasal dari sikap para penduduk yang selalu mematuhi anjuran atau perintah pimpinannnya. pepatah. Penduduknya sangat ramah dan pandai mengelola sawah. Adapun kata anjur. Memang secara turun-temurun. yakni anaknya Ki Koret. Wilayah perkampungan tersebut sangat subur. Kelak kampung ini akan menjadi penghasil beras terkenal di tanah Pajajaran. 249 .” ujar anaknya Ki Koret di depan seluruh penduduk kampung.“Aku restui kampung ini dinamakan Anjuran. atau anjuran pemimpin kampung. Kata ci (air) sendiri mengingatkan pada peristiwa banjir bandang yang telah menenggelamkan Ki Koret. Kata Cianjur berasal dari kata c(a)i yang berarti air. atau anjuran pemimpin kampung dalam hal bertani selalu dilaksanakan oleh penduduk Cianjur.

Buktinya hingga sekarang. dan wangi. *** 250 . Konon kuncinya mereka sangat teratur dalam mengairi sawah. yang diatur oleh seorang ulu-ulu (petugas pengairan). gurih. hasil bumi dari Cianjur. terutama berasnya terkenal sangat enak.

Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Namun sayangnya. hijau. Rakyat pun turut bersedih dan sangat mengkhawatirkan 251 keadaan tersebut. Disebut demikian karena airnya selalu berubah warna. SASAKALA TALAGA WARNA Di lembah gunung Megamendung. terkadang berwarna jingga. Dahulu kala. adakalanya berwarna kekuning-kuningan.E. Bogor. . terdapat sebuah telaga yang terkenal dengan nama Talaga Warna. Prabu dan Ratu belum dikaruniai juga keturunan sehingga mereka selalu cemas dan merasa kesepian. di tengah-tengah Talaga Warna berdiri sebuah istana kerajaan Kutatanggeuhan. Hal ini bermula dari sebuah kisah masa lalu. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. merah muda. SASAKALA WILAYAH BODEBEK 1.

raja pun memutuskan untuk bersemedi ke gunung Megamendung. beberapa bulan kemudian. ratu pun mengandung. “Aku tahu engkau ingin memiliki keturunan. Hingga sang putri pun tumbuh menjadi perempuan yang cantik jelita.Mereka berpikir kalau Raja tidak juga mempunyai keturunan. Pada suatu ketika. Benar saja. kelak kerajaan takut akan jatuh ke keluarga raja yang tidak bijak. Putri tersebut diberi nama Putri Gilang Rukmini. Setelah 7 hari 7 malam Prabu Suwartalaya berdoa. kembalilah ke istana. Rakyat menunggumu!” kata suara gaib tersebut. Sekarang. Oleh 252 . Maka Prabu Suwartalaya pun pulang dengan perasaan senang. Terlebih lagi ketika sembilan bulan kemudian Ratu melahirkan seorang putri yang cantik. Semua bersuka cita. Di puncak gunung itulah kemudian Raja berdoa dan meminta pertolongan dari Sanghyang Widi. Aku kabulkan keinginanmu itu. tiba-tiba terdengar suara gaib.

Jika tidak. Mereka berharap suatu hari watak sang putri akan berubah. terpasang pada tubuh dan pakaiannya. Mulai dari makanan. Bahkan sampailah sang putri tersebut merasa bosan atas model pakaian dan perhiasan yang ia pakai. Akibat terlalu dimanja. Apapun yang diminta oleh putri pasti segera dituruti. Tiap hari pekerjaannya hanya merias dan mempercantik pakaian. sang putri sangat dimanja. sampai perhiasan. Mulai dari intan berlian sampai emas permata. Namun rakyat tetap mencintainya. Pada suatu ketika. Selama itu pula. segala keinginannya selalu dikabulkan oleh kedua orang tuanya. Ia pun selalu menangis kepada ayah ibunya untuk sekedar minta disediakan berbagai pakaian mewah dan perhiasan. pakaian. Maklumlah anak semata wayang. sang putri menghadap kepada kedua orang tuanya. lama-kelamaan sang putri terbiasa memakai pakaian dan perhiasan mewah.kedua orang tuanya. Sambil diiringi para 253 . putri akan marah dan bertindak kasar.

sebelum hari ulang tahun putri tiba.emban.” kata Sang Raja. sabar. putri akan berulang tahun yang ke-17.” “Buat apa anakku. “Rama. Karena sangat mencintai raja dan putrinya. “Ada apa anakku. untuk apa?” “Untuk mempercantik diri. Semua rakyat boleh datang untuk memberikan doa ataupun hadiah untuk putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya berniat akan mengadakan pesta syukuran di istana. aku ingin meminta perhiasan lagi. Nanti di hari ulang tahunmu yang ke 17 aku akan berikan hadiah kepadamu. ia seperti biasanya sambil membawa perhiasan dalam bokor kencana. seluruh rakyat berkumpul dan merencanakan hadiah istimewa untuk 254 . engkau menemuiku. aku ingin memiliki banyak berlian.” “Ya.” Beberapa hari kemudian. rama.” “Iya. bukankah sudah banyak perhiasan yang sudah aku berikan untukmu?” “Rama.

Rakyat berduyun-duyun datang ke alun-alun kerajaan tempat pesta ulang tahun putri Gilang Rukmini diadakan. Kini tiba saatnya giliran rakyat mempersembahkan hadiah istimewanya. Sore hari pesta pun akan segera usai. rakyat pun memberikan kotak berisi kalung kepada putri Gilang Rukmini. Pada hari itu. Maka disepakatilah oleh mereka untuk menghadiahkan sebuah kalung yang sangat indah. Rakyat pun bersorak-sorai saat Prabu. Kalung itu terbuat dari emas berlian dengan ditaburi batu-batu permata yang beraneka warna. Ratu. 255 . Sesuai rencana. Rakyat sangat kagum melihat kecantikan sang putri. Di babancong (podium) telah dihiasi beragam hiasan mewah. Kalung tersebut dibeli dengan cara patungan sukarela. pesta pun berlangsung sangat meriah. Hari yang ditunggu-tunggu pun datang juga.sang putri. dan Putri menaiki babancong. Memang sebelumnya sudah banyak pemuda dan ksatria yang kapengpeongan (tergila-gila) akan kecantikan sang putri.

Ia pun langsung membanting kalung itu ke lantai hingga hancur. Jangan kecewakan mereka. “Indah apanya? Kalung jelek begini. Aku tidak mau mengenakannya!” teriak putri Gilang Rukmini. Ratu Purbamanah. Prabu Suwartalaya. Bukankah kalung ini sangat indah?” kata Ratu Purbamanah. Lama Putri Gilang Rukmini memandang kalung tersebut dengan kening berkerut. dan seluruh rakyat hanya bisa terdiam lesu. “Ini tanda cinta rakyat kepadamu. “Ayo. suara tangis pun pecah. Ratu Purbamanah dan seluruh rakyat menangis.Namun Prabu Suwartalaya yang giliran membuka kotak tersebut. Sedih 256 kenakanlah kalung ini!” ujar Prabu . Beraneka warna. Permata yang beraneka warna itupun berhamburan. norak sekali. Sesaat kemudian. Lalu dikeluarkanlah kalung beraneka warna yang sangat indah pemberian dari rakyatnya itu kepada putri Gilang Rukmini. Suwartalaya.

di depan babancong keluar air. Konon menurut masyarakat setempat. Sungguh ajaib. Maka berubahlan istana dan lingkungan sekitarnya menjadi sebuah talaga (telaga. sampai akhirnya menenggelamkan seluruh bangunan istana. Hingga kini. Semakin lama semakin deras. telaga tersebut masih ada dan dijadikan tempat wisata. dan seluruh rakyat kerajaan Kutatanggeuhan pun tenggelam diterjang air bah. Oleh masyarakat setempat. karena jika hari cerah airnya memantulkan cahaya matahari hingga tampak berwarna-warni. Namun sang Putri seperti tidak merasa bersalah. Setelah perbuatan sang putri itu. Putri. Ratu.melihat kelakuan putri kesayangannya. air telaga yang selalu beraneka warna itu berasal dari kalung yang dihiasi batu permata beraneka warna pemberian dari rakyat yang dilemparkan oleh sang putri. Prabu. danau). ia langsung keluar dari babancong sambil menginjak batu permata yang terserak di lantai. *** 257 . telaga tersebut dinamakan talaga warna.

2. Reruntuhan kehidupannya mulai tumbuh kembali berkat ekspedisi yang berturut-turut dilakukan oleh Hindia Belanda (VOC). seorang Sunda terah Sumedang. kota yang pernah berpenghuni 50. SASAKALA KOTA BOGOR Pada masa ibukota kerajaan Pajajaran dibumihanguskan oleh pasukan Banten. Scipio. Adolf Winkler. Wilayah bekas ibukota Pajajaran berada dalam pengawasan VOC. Sersan Scipio dibantu oleh Letnan Patinggi dan Letnan Tanujiwa. Setelah satu abad hilang dari percaturan sejarah. tersebutlah bahwa seluruh ibukota kerajaan hancur lebur dan penduduknya terbunuh serta terusir. Orang-orang Hindia Belanda yang telah melakukan ekspedisi itu. antara lain. Sejak Banten berada di bawah kontrol VOC. dan Abraham van Riebeeck. juga kekuasaan Mataram atas Priangan lepas ke tangan VOC. Dalam memanfaatkan wilayah yang 258 .000 jiwa itu menggeliat kembali menunjukkan ciri-ciri kehidupan.

Bantar Jati. Kampung-kampung lain yang didirikan oleh Tanujiwa bersama anggota pasukannya adalah: Parakan Panjang. Citeureup. VOC perlu mengenal suatu wilayah tersebut terlebih dahulu. Kampung Baru 259 . Kemudian diisukan bahwa orang-orang Pajajaran berubah menjadi harimau. Tempat inilah menjadi cikal bakal tempat kelahiran Kota Bogor. dia bersama anggota pasukannya berhasil mendirikan sebuah perkampungan di Parung Angsana. kecuali di Cikeas. Malah orang Hindia Belanda menemukan seekor harimau besar yang sedang tidur. Sempur. Tanujiwa. Panaragan. seorang Letnan Terah Sumedang. Parung Kujang. Dari ekspedisi tersebut tidak ditemukannya pemukiman di bekas ibukota kerajaan. Kedung Halang dan Parung Angsana. mendapat perintah dari Camphuijs untuk membuka hutan Pajajaran.dikuasainya. yang diberi nama Kampung Baru. Selanjutnya. Akhirnya. Baranang Siang. dan Cimahpar. Parung Banteng.

dibangunlah tempat peristirahatan pada lokasi Istana Bogor sekarang yang diberi nama Buitenzorg. 260 . yang kemudian menjadi Regentschap Buitenzorg.menjadi semacam Pusat Pemerintahan bagi kampungkampung lainnya. Gabungan kesembilan kampung inilah yang disebut Regentschap Kampung Baru. Atas dasar itulah. Tanujiwa menjadi Kepala Kampung Baru dan kampung-kampung lain yang terletak di sebelah hulu Ciliwung. sembilan buah kampung digabungkan menjadi satu pemerintahan di bawah Kepala Kampung Baru yang diberi gelar Demang. Sewaktu masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van Imhoff. Oleh karena itu. De Haan memulai mendaftarkan bupati Kampung Baru atau Buitenzorg dari tokoh Tanujiwa. Regentschap Kampung Baru disebut juga Regentschap Buitenzorg. Pada waktu itu. Ia telah ditunjuk sebagai pemimpin kaum koloni di daerah itu.

yang akhirnya nama daerah itu disebut Empang. di wilayah tersebut banyak tunggul kawung. yang terletak di Timur Cisadane dekat Cipakancilan yang lokasinya selanjutnya dekat empang besar. Nama Empang nama berangsur-angsur mendesak Sukahati. Pembukaan jalur kereta ini sangat mempengaruhi mobilitas sosial dan perekonomian kota. Buitenzorg berubah nama menjadi Bogor. yang disebut “bogor” atau “pogor”. Akibatnya. ia mengajukan permohonan kepada Gubernur Jenderal Jacob Mossel agar diijinkan mendirikan rumah tempat tinggal di Sukahati. Daerah tersebut makin lama makin ramai karena dibukanya jalur hubungan kereta api BataviaBuitenzorg.Ketika Bupati Kampung Baru yang dipimpin oleh Demang Wiranata. 261 . Sejak itulah. Pohonpohon tersebut cukup mengganggu keindahan wilayah sehingga banyak yang ditebang. Pada waktu itu di sekitar wilayah Buitenzorg terdapat banyak pohon enau atau kawung.

bagi mereka yang tidak paham) Ari sababna. NGADEGNA DAYEUH PAJAJARAN Tah di dinya. ngaran mudu Bogor sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung teu melepes tapi ngelun haseupna teu mahi dipake muput 262 . dirikanlah olehmu sebuah kota lalu beri nama Bogor sebab bogor itu artinya pokok enau) Ari tunggul kawung emang ge euweuh hartina euweuh soteh ceuk nu teu ngarti (Pokok enau itu memang tak ada artinya terutama.Di dalam cerita pantun yang dikisahkan oleh Aki Cilong disebutkan perihal penamaan Bogor sebagai berikut. ku andika adegkeun eta dayeuh laju ngaranan Bogor sabab bogor teh hartina tunggul kawung (Di tempat itu.

(Sebabnya harus bernama Bogor? sebab bogor itu dibuat kayu bakar tak mau menyala tapitidak padam. terus membara asapnya tak cukup untuk "muput") Tapi amun dijieun tetengger sanggup nungkulan windu kuat milangan mangsa (Tapi kalau dijadikan penyangga rumah mampu melampaui waktu sanggup melintasi zaman) Amun kadupak matak borok nu ngadupakna moal geuwat cageur tah inyana (Kalau tersenggol bisa membuat koreng yang menyenggolnya membuat koreng yang lama sembuhnya) Amun katajong? mantak bohak nu najongna moal geuwat waras tah cokorna (Kalau tertendang? bisa melukai yang mendangnya itu kaki akan lama sembuhnya) 263 .

begitu! Namai olehmu kota itu Kota Bogor!) 264 . amun dijieun kekesed? sing nyaraho isukan jaga pageto bakal harudang pating kodongkang nu ngawarah si calutak (Tapi. kalau dibuat keset? Semuanya harus tahu besok atau lusa bakal bangkit berkeliaran menasehati yang tidak sopan) Tah kitu! ngaranan ku andika eta dayeuh Dayeuh Bogor! (Nah.Tapi.

Sunda Kelapa merupakan pelabuhan terbesar di wilayah kerajaan Banten. Portugis. kemudian rombongan Cornelis Chastelyn itu mulai mencari barang dagangan berupa rempah-rempah ke daerah Jayakarta. Kelak nama Jayakarta berubah menjadi Batavia dan berubah kembali menjadi Jakarta. Hingga suatu ketika. Bahkan banyak pula kapal-kapal dagang dari kerajaan Cina. Dalam rombongan tersebut. Setiap hari sangat ramai disinggahi kapal-kapal dagang dari seluruh kerajaan di penjuru Nusantara. Cukup lama Chastelyn menetap di Jayakarta. SASAKALA DEPOK Dulu. Bisnisnya pun semakin lama semakin maju. terdapat seorang Belanda bernama Cornelis Chastelyn. Chastelyn selalu banyak mendapat 265 rempah-rempah dari . datanglah rombongan kapal dagang Belanda yang tergabung dalam kongsi dagang bernama VOC. dan Belanda.3. Dari pelabuhan Sunda Kelapa.

Meester (Bogor). Banyak pedagang yang tadinya hanya sekedar transit.penduduk pribumi. maka pada suatu hari Chastelyn memutuskan untuk 266 . yang selanjutnya ia jual ke kerajaan Belanda dengan harga lebih mahal. Hal ini karena pasokan rempah-rempah dari Banten dan Pakuan (sekarang Bogor) banyak tersendat. hingga Buitenzorg berkurang. Hingga Chastelyn pun merasakan usaha dagangnya kian hari kian menurun. Oleh karena itu. Tidak sampai satu tahun. Ia pun membeli tanah yang luasnya terbentang mulai dari wilayah Weltevreden (Gambir). Banyak pula di antara mereka yang menikahi perempuan pribumi. Sunda Kelapa dan kampung Jayakarta pun semakin lama berkembang pesat. Tentu saja barang dagangan pun semakin lama semakin Cornelis (Jatinegara). malah menetap untuk waktu yang cukup lama. akhirnya Chastelyn pun menjadi salah seorang pedagang Belanda yang kaya di Jayakarta.

akhirnya Chastelyn memutuskan untuk menetap di perkampungan tersebut. Maksudnya untuk mencari lahan baru untuk menjalankan usaha dagangnya di bidang hasil bumi. Tidak menunggu lama. berangkatlah Chastelyn bersama beberapa orang pegawainya ke arah timur Jayakarta. Melihat sikap penduduk yang demikian.mencari lahan baru yang masih banyak menghasilkan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya. tibalah rombongan Chastelyn ke sebuah perkampungan yang letaknya terpencil di tengah hutan belantara. lalu Chasteleyn membeli tanah di kawasan tersebut dari penduduk setempat dengan harga 700 267 . Apalagi penduduk di sana sangat menghormatinya. ramah. Oleh karena itu. Beberapa bulan kemudian. Setelah satu minggu perjalanan. dan santun. Lama kelamaan Chasteleyn pun merasa betah. Chasteleyn memutuskan untuk membeli tanah di kawasan tersebut. Penduduk kampung tersebut sehari-harinya berbahasa Sunda.

Berbeda dengan Belanda yang lain. Jayakarta. Hingga penduduk di kampung itu pun sangat menghormatinya. Makassar. Sungai Ciliwung di sebelah timur. Tanah yang dibeli Chasteleyn pada waktu itu sangatlah luas. Kalau hitungan sekarang. dan rel kereta api Jakarta-Bogor. Jumlahnya sekitar 150 orang. 268 . Kampung Belimbing di sebelah selatan.ringgit. Ternate. tentu saja harus segera diolah oleh Chastelyn. Maka ia pun mendatangkan budak bayaran dari Bali. Pulau Rote. Status tanahnya adalah partikelir. Chastelyn dikenal sangat ramah dan baik pada budak-budaknya. Tanah yang telah dibelinya di perkampungan tersebut. yakni belum dikuasai oleh VOC. dan Filipina. Selain mempekerjakan pula penduduk setempat. Borneo (Kalimantan). tanah yang dibeli Chasteleyn itu batasnya meliputi Kampung Malela di sebelah utara. Maluku.

Banyak pula orang Belanda dari Jayakarta mulai berdatangan dengan maksud untuk berdagang dengan Chastelyn. termasuk pedagang dari Jayakarta. Mengingat pada waktu itu. Perkampungan itupun semakin hari semakin berkembang dan ramai dikunjungi pedagang. Dalam peraturannya tersebut. Chastelyn pun segera membuat peraturan. Dengan peraturan baru itu.Sebagai daerah baru. banyak pula pedagang-pedagang dari Cina untuk berjualan di sana. perkampungan yang dibangun Chastelyn pun banyak menarik minat pedagang-pedagang dari tempat lain. Selain itu. Kampung ini berada di luar wilayah 269 . ia melarang pedagang-pedagang untuk menetap. pedagang Cina memutuskan untuk membuat tempat transit di Kampung Bojong. perjalanan dari Jayakarta ke perkampungan Chastelyn dapat memakan waktu tiga hari. Tentu saja peraturan tersebut sangat menyulitkan pedagangpedagang dari Cina dan Belanda. Sebagai tuan tanah di sana.

Sebagai seorang Belanda. Penduduk setempat menyebutnya dengan padepokan. Chastelyn membangun rumah besar yang dijadikan perguruan. Para pedagang Cina berkumpul dan mendirikan pondok-pondok sederhana di perkampungan tersebut. Atas permintaan ayahnya. Bahkan akhirnya.perkampungan Chastelyn. murid Chastelyn pun semakin banyak. 270 . Semenjak itulah. Akhirnya secara bertahap. Semakin lama. muncul nama kampung Pondok Cina. Sampai-sampai tidak tertampung di rumahnya yang besar menurut ukuran pada waktu itu. Chastelyn adalah pemeluk Kristen yang taat. Chastelyn pun mencari akal agar orang-orang yang ingin menjadi muridnya dapat tinggal di perkampungan itu. Chasteleyn pun mulai mengajarkan agama Kristen kepada penduduk pribumi dan terutama kepada para pekerjanya. banyak pula pendatang dari Jayakarta yang sengaja hanya untuk berguru agama Kristen kepada Chastelyn. Kemudian.

Istilah penduduk setempat inilah yang kemudian menjadi nama perkampungan tersebut sampai sekarang. yang berarti dengan persatuan telah membawa kami ke Kristus. yang oleh lidah penduduk setempat diucapkan DEPO(K). Namun muridmuridnya sering menyebut padepokan tersebut dengan nama Deze Eenheid Predikt Ons Christus. Kemudian banyak pula dikunjungi pejabat-pejabat VOC yang 271 . yang berarti Organisasi Kristen Protestan Pertama. Kelak sebutan padepokan pun oleh penduduk setempat disingkat pengucapannya menjadi depok.Oleh Chastelyn padepokan agama Kristen tersebut diberi nama dalam bahasa Belanda De Eerste Protestante Organisatie van Christenen. Kedua istilah perguruan tersebut selanjutnya oleh Chastelyn disingkat menjadi DEPOC. Padepokan agama Kristen yang dibangun Chastelyn pun semakin lama semakin berkembang dan terkenal sampai ke kerajaan Belanda. Selain sejalan pula dengan istilah perguruan yang dalam bahasa Sunda disebut padepokan.

*** 272 . tepatnya di selatan Cinere.sengaja meminta pendapat dalam hal keagamaan. sebelum akhirnya Chastelyn pun meninggal dunia di kampung Depok. Chastelyn sempat mewariskan seluruh perkampungan tersebut pada anaknya melalui sebuah surat wasiat memakai bahasa Belanda kuno. Hutan itu dan kuperuntukkan seluruh pekerjaku keturunannya kelak. hutan yang di sebelah timur sungai Karukut jangan sampai untuk diganggu. yang sebagian isinya sebagai berikut: “Anthony Chastelyn. Kecamatan Limo. Sebelum meninggal. Kota Depok.” Sungai Krukut yang disebut-sebut dalam surat wasiat Chastelyn itulah yang kemungkinan sekarang berada di wilayah Kelurahan Krukut.

SASAKALA BEKASI Tarumanagara adalah sebuah kerajaan yang subur makmur. Maka segera saja Prabu Purnawarman memerintahkan kepada patih dan para menteri agar mencari daerah baru untuk ibukota kerajaan. yang didirikan oleh kakeknya yang bernama Prabu Jayasingawarman. Ketika ia dinobatkan menjadi raja Tarumanagara. ibukota kerajaan masih di daerah Jayasingapura. 273 . Dalam wangsit itu dikatakan bahwa kerajaan Tarumanagara akan berkembang menjadi kerajaan besar apabila ibukotanya dipindahkan ke sebelah utara. Dipimpin oleh seorang raja yang sangat sakti bernama Prabu Purnawarman. Seluruh rakyat menghormatinya karena Prabu Purnawarman sangat adil dan bijak dalam memimpin. Pada suatu malam. Prabu Purnawarman mendapat wangsit dari Sanghyang Widi.4.

apakah sudah kau temukan daerah baru untuk ibukota itu?” “Ampun ditemukan. daerah itu telah 274 . Hingga akhirnya. “Paman Patih.” “Di mana letaknya. besok akan aku periksa daerah itu. Gusti Prabu pun memeriksanya. Tanahnya sangat subur. buat panitia untuk mencari daerah baru yang cocok dijadikan ibukota Tarumanagara!” begitulah titah Prabu Purnawarman pada patihnya. rombongan yang dipimpin patih tersebut menemukan sebuah daerah di tepi sungai Gomati. Kemudian Paman Patih menghadap kepada Prabu Purnawarman.” “Baik. Paman Patih pun segera membentuk panitia pencari daerah baru untuk ibukota Tarumanagara. Namun alangkah baiknya.” Gusti Prabu. karena di sana banyak terdapat sumber air.“Paman Patih. Paman Patih?” “Letaknya di tepi kali Gomati.

Sundapura banyak didatangi oleh para pedagang dari mancanagara. Apalagi setelah tiga 275 . ibukota Tarumanaga aku ganti namanya menjadi Sundapura!” begitulah ucapan Prabu Purnawarman pada waktu peresmian ibukota yang baru itu. Daerah itu kemudian diberi nama Sundapura. Kemungkinan nama Sunda untuk menyebut tanah dan suku Sunda sekarang ini dimulai pada masa itu. ia pun menyukai daerah yang baru tersebut. Akhirnya ibukota kerajaan Tarumanagara pun oleh Prabu Purnawarman dipindahkan dari Jayasingapura ke tepi sungai Gomati hasil temuan patihnya tersebut. Prabu Purnawarman memeriksa daerah hasil temuan patihnya itu. Banyak pula pendatang dari kerajaan-kerajaan lain yang bermukim di Sundapura. Tidak lama setelah ibukota dipindahkan.Keesokan harinya. Benar saja apa yang dikatakan dalam wangsit itu. Setelah diperiksa. “Perlu kalian ketahui. yang berarti kota Sunda. kerajaan Tarumanagara berkembang pesat.

Biasanya acara serah terima upeti dilaksanakan tiap malam 276 bulan purnama setiap . Purnawarman berhasil menjadi raja terbesar di pulau Jawa. Selain itu. karena ia selalu memakai baju besi. Setelah pasukan perangnya kuat. Raja-raja kecil setiap tahun selalu mempersembahkan upeti tanda takluk. Selama berperang. Purnawarman tidak dapat dilukai senjata apapun. Beberapa tahun kemudian. Di medan perang Purnawarman dikenal oleh lawan-lawannya dengan nama Wyaghra ning Tarumanagara (Harimau Tarumanagara). Dalam berperang ia selalu menjadi panglima. ia pun terkenal memiliki ilmu kesaktian yang tidak ada tandingnya.tahun kemudian. Prabu Purnawarman memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk membangun pelabuhan di pantai sebelah utara. Pelabuhan baru itu pun segera saja dipenuhi oleh kapal-kapal pedagang dan kapal-kapal perang kerajaan Tarumanagara. kemudian Purnawarman memperluas wilayah kekuasaannya dengan cara menaklukan kerajan-kerajaan kecil.

beberapa stel pakaian. dan perhiasan. oleh Purnawarman kerajaan rakyatnya.tahunnya. Di antaranya ialah sungai Gangga di wilayah Cirebon. sambil disuguhi makanan dan tarian wanita-wanita cantik. Sawah dan ladang rakyat terairi dengan 277 . dan beberapa sungai kecil lainnya yang berada di wilayah kekuasaannya. Mereka berkumpul di istana Tarumanagara. irigasi dan dipakai untuk membangun mensejahterakan saluran untuk membuat memperbaiki aliran sungai. Tanah di kerajaan Tarumanagara pun menjadi subur makmur. Telah Tarmanagara banyak yang sungai di wilayah atas kerajaan perintah diperbaiki Purnawarman. sungai Cupu di wilayah CupunagaraSubang. Demikian karena mayoritas penduduk Tarumanagara bekerja sebagai petani dan peladang. Setiap rakyat yang ikut bergotong royong memperbaiki sungai. maka akan diberinya seekor sapi. Hasil semuanya Tarumanagara Terutama upeti tersebut.

Kalau kerajaan Tarumanagara ingin selamat dari bencana dan menang dalam berperang. Sungai-sungai airnya bersih. sehingga banyak ikan yang dapat dimanfaatkan untuk makanan oleh seluruh rakyat. Intinya semua rakyat Tarumanagara sejahtera hidupnya.” 278 . kita semua harus memperbaiki sungai Gomati dan Candrabhaga. Dalam wangsit itu disebutkan bahwa ia harus segera memperbaiki sungai utama kerajaan Tarumanagara yaitu sungai Gomati dan Candrabhaga. bahwa aku mendapat wangsit dari Sanghyang Widi. Ingat memperbaikinya harus selesai dalam waktu 7 hari 7 malam. Pada musim kemarau pun tidak pernah kekeringan atau kelaparan.baik. Prabu Purnawarman mendapatkan wangsit kembali. perlu kalian ketahui. beberapa hari kemudian Purnawarman segera mengumpulkan seluruh rakyatnya di alun-alun Sundapura. Setelah mendapat wangsit itu. Pada suatu malam. “Hai rakyatku semua.

aliran sungai Gomati dan Candrabhaga pun berhasil diperbaiki tepat waktu. Siang malam mereka bekerja dengan sungguh- sungguh. dan pembesar kerajaan pun turut serta bersama-sama dengan rakyat memperbaiki aliran sungai. ribuan pakaian. Sambung menyambung tidak terputus membentuk pagar betis. 279 . Setelah 7 hari 7 malam. Prabu Purnawarman sangat bahagia. Dalam acara sukuran tersebut. menteri. Keesokan harinya ribuan rakyat baik perempuan maupun laki-laki dengan membawa berbagai jenis perkakas. Prabu Purnawarman menghadiahkan 1000 ekor sapi.Seluruh rakyat tidak ada yang berani membantah titah rajanya yang sakti tersebut. Hingga ia pun mengadakan selamatan secara besar-besaran dan memberikan hadiah kepada para brahmana. Bahkan raja-raja daerah pun dihadiahi oleh Prabu Purnawarman berupa kerbau dan berbagai emas permata untuk permaisurinya. Bahkan para patih. berjajar di tepi sungai Gomati dan Candrabhaga. dan berbagai masakan lezat.

Hingga kini. Angkatan lautnya sangat tangguh.“Semoga Sanghyang Wasa selalu merestui kerajaan Tarumanaga!” kata Prabu Purnawarman kepada seluruh penduduk yang diucapkan pada acara syukuran itu. Adapun materai raja terbuat dari lempengan emas bergambar lebah dan kumbang. Pada masa dipimpin Prabu Purnawarman itulah kerajaan Tarumanagara mencapai kejayaannya. Begitulah kejayaan kerajaan Tarumanagara di tangan Prabu Purnawarman. Setiap kapal perang diberi tanda memakai bendera bergambar naga. sampai akhirnya dibagi dua oleh para penerusnya menjadi kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh. sedangkan bendera kerajaan Tarumanagara bergambar bungai teratai dan kepala gajah. Saluran irigasi tersebut 280 . yakni saluran irigasi Gomati dan Chandrabaga yang membentang sejauh 11 km. peninggalan kerajaan Tarumanagara tersebut masih dapat kita saksikan.

*** 281 . Seiring perjalanan waktu. Chandrabhaga artinya sama dengan Kali Bagasasi. kemudian berubah namanya menyesuaikan dengan lafal penduduk setempat menjadi Bhagasi dan berubah menjadi Bekasi seperti yang kita kenal sekarang. Konon kata chandra dalam Chandrabaga. berarti sasi atau bulan. Dengan demikian.sekarang membelah kota Bekasi dan namanya berubah menjadi Kali Bekasi.

ada sebuah kerajaan yang gemah ripah repeh rapih bernama tersebut Panyidagan diperintah atau oleh Sindangkasih. Maka dijulukilah Nyi Rambut Kasih. Rambut ratu yang indah itu konon sebagai asihan. SASAKALA MAJALENGKA Dahulu kala. Bahkan selain rambutnya yang indah.F. sehingga yang terlihat hanya rambutnya saja yang panjang hitam bergelombang terurai. Bagi siapa saja yang melihatnya akan menimbulkan rasa kasih pada sang ratu. Mereka hanya berani menatap sang ratu dari bagian belakang. Namun masarakat menyebutnya dengan Ratu Ayu Rambut Kasih atau Nyi Rambut Kasih. SASAKALA WILAYAH PANTURA 1. Dijuluki Rambut Kasih karena rakyat di kerajaan Panyidagan tidak berani menatap wajahnya yang sangat cantik dan berkharisma. sang ratu pun memiliki ilmu kesaktian dan 282 . Kerajaan seorang ratu yang cantik jelita bernama Ratu Ayu Panyidagan.

Ia dibantu oleh tiga orang patih setianya. Nyi Rambut Kasih mengadakan pertemuan di pendopo yang dihadiri oleh paramenteri. negara kita akan mendapat cobaan. sehingga disukai dan dihormati seluruh rakyatnya. dan tentu saja ketiga orang patih setianya. Tak pernah ada pencuri atau perampok yang mengganggu kekayaan rakyat. Kehidupan rakyat pun terjamin.kedigdayaan lahir batin yang tinggi. karena hukum kerajaan ditegakkan tidak pandang bulu. Dalam menjalankan roda pemerintahan. panglima perang. Pada suatu hari. Petani dan pedagang merasa tentram. dan Ki Gedeng Kulur.” 283 . Setelah suasana tertib. Ia pun dapat menerawang kejadian yang akan datang. Prajurit dan guru merasa dihargai. yakni: Ki Gedeng Cigobang. “Atas kehendak Sanghyang. maka bersabdalah Nyi Rambut Kasih kepada seluruh yang hadir. Ki Gedeng Mardapa. Nyi Rambut Kasih dikenal sangat adil dan bijaksana.

Entahlah. dan seluruh prajurit. Apabila dikemudian hari ada utusan dari kerajaan lain yang ingin bersahabat. Maka semuanya harus waspada dan siaga menghadapi semua malapetaka. semua rakyat Panyidagan 284 . aku perintahkan kepada paman patih. “Menurut wangsit yang aku terima. Nyai Ratu... tamu tersebut gagah tur kasep. untuk melindungi segenap rakyat di kerajaan ini. ketimbang banyak musuh. semua menteri. malapetaka seperti apa. Tentramkan hati rakyat. Sang Ratu kemudian bertitah lagi. Lebih baik banyak sahabat. kelak negara ini akan berubah.Semua undangan yang hadir terdiam. Setelah mendengar jawaban dari hadirin. Namun orang tersebut akan menimbulkan malapetaka bagi kita sekalian. Selanjutnya Nyi Rambut Kasih bersabda lagi. Akan tetapi. "Sebentar lagi kita akan menerima tamu.. Paham…?” “Nyakseni. terimalah dengan lapang dada.” semua serempak menjawab. Oleh karena itu.. Menurut wangsit.

akan berubah keyakinan dan kepercayaan sesudah kerajaan ini lepas dari kekuasaanku. Demikian

nasihatku, sekarang kalian boleh pergi meninggalkan pertemuan ini dan silakan melanjutkan lagi pekerjaan masing-masing dengan tenang." Setelah pertemuan itu, ketiga patih bersama panglima perang menyiapkan prajurit untuk menjaga perbatasan kerajaan di sebelah utara. Di perbatasan, lalu ketiga patih tersebut membuat posko penjagaan. Dari posko itu mereka dapat melihat keseluruh penjuru dengan jelas. Setiap orang yang akan masuk kerajaan Panyidagan akan kelihatan dengan jelas. Apalagi orang yang akan masuk ke negeri ini, harus menyeberangi sungai dulu karena hanya tempat itulah satu-satunya jalan masuk ke Negeri Panyidagan. Posko penjagaan ketiga patih yang diketuai oleh Ki Gedeng Cigobang itu, kini dikenal dengan nama Pajagan (berasal dari kata Penjagaan). Suatu hari yang cerah. Ki Gedeng Cigobang, Ki Gedeng Mardapa, dan Ki Gedeng Kulur sedang santai
285

berkelakar. Tidak diketahui dari mana datangnya, tibatiba terlihat seorang pemuda sedang menyeberangi sungai menuju Negeri Panyidagan. Alangkah

terkejutnya ketiga patih melihat kejadian itu. Dengan segera ketiga patih itu memanggil pemuda yang sedang menyeberangi sungai. "Hai, Ki Silah, kenapa kamu berani

menyeberang tanpa seijin kami?" Pemuda yang sedang menyeberang tidak

menghiraukan teriakan ketiga patih itu. Ia terus saja menyeberang sampai ke tepi sungai dan segera pergi menjauhi ketiga patih itu. Melihat tingkah pemuda tersebut, ketiga patih sangat marah. Kemudian mereka mengejar pemuda itu dengan maksud akan mengeroyok karena sudah berani memasuki daerah penjagaan tanpa ijin mereka. Ternyata pemuda yang telah menyeberangi sungai itu ialah utusan dari negeri Sinuhun Jati Cirebon yang bernama Pangeran Muhamad. Ia bermaksud meminta pertolongan Ratu Ayu Panyidagan. la akan
286

meminta buah maja yang ditanam oleh Ratu Ayu Panyidagan untuk mengobati rakyat Sinuhun Jati Cirebon yang sedang terjangkit wabah penyakit. Konon menurut wangsit Sunuhun Jati Cirebon, wabah penyakit tersebut dapat diobati dengan godogan buah maja yang banyak tumbuh di daerah Panyidagan. Selain mendapat tugas untuk mencari buah maja, pemuda itu pun mendapat tugas untuk menyebarkan Islam ke beberapa tempat yang rakyatnya masih menyembah berhala. Kembali pada cerita pengejaran ketiga patih terhadap pemuda yang berhasil menyebrangi sungai. Pemuda itu ternyata bernama Pangeran Muhamad. Ketika Patih Ki Gedeng Cigobang akan menangkapnya, Pangeran Muhamad dapat menghalaunya. Akhirnya ketiga patih itu menggunakan siasat dengan cara mengepung Pangeran Muhamad dari segala penjuru. Akhirnya, Pangeran Muhamad pun terkepung. Melihat keadaan dirinya sudah terkepung, lalu

Pangeran Muhamad masuk dan bersembunyi ke dalam
287

rumpun yang tidak jauh dari tempat itu. Di sana ia segera minta perlindungan kepada Tuhan syahadat Yang dan

Mahakuasa

dengan

mengucapkan

nenjrag bumi tiga kali. Tanah yang diinjak itu terbelah dan membentuk suatu lubang, kemudian Pangeran Muhamad pun masuk ke dalamnya. Ketiga patih itu sudah sampai ke rumpun tempat persembunyian Pangeran Muhamad, mereka bolakbalik mencarinya. Setiap rumpun ditebas, setiap pohon ditebang, namun Pangeran Muhamad menghilang tanpa bekas. Ketiga patih itu pun merasa putus asa, kemudian mereka duduk termenung memikirkan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana melaporkannya kepada ratu. Setelah berunding dengan matang, segera mereka pergi menuju ke istana Panyidagan. Adapun Pangeran Muhamad yang bersembunyi di dalam tanah, terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, agar diberi kekuatan dapat keluar dari lubang. Hingga akhirnya Pangeran Muhamad pun dapat keluar dari lubang persembunyiannya. Ia muncul
288

Lalu ia pun berjalan menuju ke tempat datangnya cahaya. Lalu diselidiki. Mereka berniat melaporkan buronan yang hilang. ternyata cahaya tersebut memancar dari supa lember yang tumbuh pada pohon-pohon jati yang berjejer sepanjang jalan setapak. Lain dengan ketiga patih yang sedang menghadap ke Ratu Ayu Panyidagan. Ketika keluar.di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Munjul (rupanya nama tersebut didasarkan atas kata punjul(keluar)-nya Pangeran Muhamad dari dalam lubang tempat persembunyiannya). yang berarti kebun jati yang berpamor (bercahaya). Makin lama makin mendekati cahaya yang menyinari jalan setapak yang dilaluinya. Pangeran Muhamad pun kemudian memberi nama tempat tersebut dengan Jatipamor. namun hanya bisa tertunduk lesu ketika Sang Ratu datang menemuinya dan langsung menegurnya. penglihatan Pangeran Muhamad mendadak gelap. 289 . Setelah dekat. cahaya itu pun menghilang.

Mereka pergi lagi ke tempat Pangeran Muhamad menghilang dan mengubrak-abrik tempat 290 itu. Hamba datang untuk melapor bahwa kemarin ketika sedang berjaga. Hamba bertiga sempat menegurnya.“Hai paman patih! Mengapa kalian kembali ke pendopo. sebelum tertangkap. mendapati seorang pemuda menyeberangi sungai. kalian tidak boleh kembali. tetapi orang itu tidak mau menjawab. kami mengerti. Pergilah dan tangkap hidup-hidup." "Ah. kemudian ia lari ke balik rumpun dan menghilang tanpa bekas. malah lari tunggang langgang. tetapi . Sekarang kalian harus segera mencari kembali pemuda tersebut dan hadapkan padaku." Ketiga patih itu pun kemudian pergi meninggalkan pendopo dengan niat mencari buronan. Hamba pun mengejar dan mengepungnya. bukankah sudah kutitahkan untuk menjaga wilayah perbatasan. aku tidak percaya berita semacam itu. Ingat. Bagaimana kalau ada orang asing masuk ke negara tidak diketahui oleh kalian?” "Ya Ratu.

Namun baru saja sampai di depan gapura kaputren. dijaga oleh Ki Gedeng Mardapa dan Ki Gedeng Kulur. sedangkan Ki Gedong Cigobang pergi menghadap Ratu Ayu Panyidagan dengan niat melaporkan bahwa buronan itu sudah ditangkap. Maka Pangeran Muhamad disuruh beristirahat dan 291 . Selanjutnya Pangeran Muhamad disuruh duduk di depan singgasana Ratu Ayu Panyidagan. Namun setelah mereka bersama segenap prajurit menjelajahi hutan. ia kembali lagi ke pendopo akan melaksanakan perintah ratu. dan bertanya pada setiap warga. Perlakukan pemuda itu seperti tamu biasanya!" Ki Gedeng Cigobang tidak berkata apa-apa. oleh ketiga patih diikat dan dibawa menghadap ke pendopo. Lalu.masih tetap belum dijumpainya. yakni di Jatipamor. akhirnya sampailah ke tempat Pangeran Muhamad beristirahat. memasuki gua-gua. Nyi Rambut Kasih keluar dan langsung bersabda: “Lepaskan dan biarkan orang itu beristirahat dulu. Akhirnya Pangeran Muhamad pun tertangkap hidup-hidup.

mandi dulu sebelum menghadap ratu. Ratu Ayu Panyidagan pun bertanya: "Hai Ki Silah. Beliau segera terpesona melihat pemuda yang gagah tur kasep itu. Pangeran Muhamad pun disuruh menghadap kembali ke kaputren. Maka ketika Pangeran Muhamad sudah berada di hadapannya. kamu siapa? Mengapa kamu berani masuk ke negara ini? Apa maksud kedatanganmu?" "Hamba ini Pangeran Muhamad dari Cirebon. Ratu Ayu Panyidagan melihatnya sekilas. Mudah-mudahan Nyi Ratu bersedia menolong dan 292 . sehingga muncul niat ingin dipersunting oleh pemuda tersebut. Setelah itu. Buah itu akan dipakai untuk mengobati rakyat kerajaan Cirebon yang terkena wabah penyakit. Waktu Pangeran Muhamad sedang berjalan menuju keputren. Ki Gedeng Mardapa dan Ki Gedeng Kulur menyediakan makanan dan minuman. Hamba datang ke sini diutus oleh Sunuhun Jati untuk mencari buah maja yang banyak terdapat di kerajaan Panyidagan.

Bukannya hamba tidak mengagumi kecantikan ratu. para menteri. yakni belum memiliki keturunan untuk melanjutkan tahta di kerajaan Panyidagan ini. patih. Bukannya 293 . Nampaknya engkau akan pantas untuk menjadi suamiku. asal kamu memenuhi syarat ini. apa gerangan syaratnya?" "Syaratnya sangat mudah. apakah engkau bersedia?” "Ampun ratu. serta para ponggawa kami semuanya sangat setia. Itulah syaratnya." "Terima kasih Ratu. hanya itu permohonan hamba!" "Baiklah akan aku penuhi permintaanmu itu. ratu." "Hanya itu permintaanmu?" "Ya. syarat ini terlalu berat.mengijinkan hamba membawa buah maja yang ada di daerah kekuasaan Nyai. bahkan semua kebun maja dan seluruh daerah Panyidagan akan menjadi milikmu. Hanya ada satu yang belum terpenuhi oleh diriku. Bagaimana. Coba dengarkan! Aku ini seorang ratu yang dihormati oleh semua rakyat Panyidagan.

agar tidak bisa menyembuhkan orang Cirebon. Tidak berapa lama setelah itu. Kaputren dan Ratu Panyidagan 294 . Hamba tidak mau mengkhianati kesetiaannya. Bahkan akan ku hancurkan perkebunan buah maja di seluruh pelosok kerajaannku. mendengar jawaban tersebut. langit cerah dan matahari bersinar menyinari alam semesta. makin lama makin gelap.hamba menolak anugerah besar ini. dan turunlah hujan yang sangat lebat. Ratu Ayu Panyidagan sangat murka. Namun semua penduduk terpaku melihat keadaan daerah Panyidagan yang telah berubah. langit mulai mendung. Hanya saja. Keesokan harinya. sehingga seluruh penduduk kerajaan pun merasa ketakutan. "Patih." Kemudian pergilah Ratu Panyidagan ke dalam kaputren. tangkap orang ini! Masukan ke dalam penjara." Tentu saja. hamba ini sudah beristri. jangan sampai kabur kembali ke Cirebon.

*** 295 .langka. Sejak itulah wilayah Gunung Haur dikenal dengan nama Margatapa. majalangka… !" Sejak itu timbul sebutan Majalangka. maja… langka. Adapun Pangeran Muhamad yang diutus Sinuhun Jati untuk mencari buah maja. Di seluruh pelosok kerajaan. Majalengka artinya hilangnya buah maja. Semua rakyat pun ribut sambil berteriak: "Gusti ratu menghilang. Selanjutnya Pangeran Muhamad memutuskan untuk bertapa di gunung Haur. karena takut akan dihukum oleh Sinuhun Jati. tentu saja tidak berhasil mendapatkannya. yang artinya tempat bertapa. yang kemudian masarakat setempat menyebutnya Majalengka. Kata langka dalam bahasa Sunda artinya hilang atau musnah.menghilang entah ke mana. Maka Pangeran Muhamad pun memutuskan untuk tidak kembali ke Cirebon. Buah maja yang ditanam di kebun kerajaan menghilang tanpa bekas. sampai meninggalnya di sana. buah maja telah musnah. maja….

Jawa Tengah. tanahnya subur dan akan banyak dikunjungi orang. SASAKALA INDRAMAYU Tersebutlah pemuda yang sangat tampan. Maka sebagai langkah awal. Ia tidak ingin menjadi raja karena hasil pemberian dari ayahnya atau orang lain. Bagelen. Tanah itulah yang 296 . Wiralodara menghabiskan waktu 40 hari 40 malam. mendirikan Wiralodra sebuah keinginan kerajaan. putra Tumenggung Gagak Singalodra. Karena ketampanan dan kesaktiannya itulah. dan memiliki kesaktian tinggi. Ia bernama Wiralodra. Wiralodra pun melaksanakan tapabrata di suatu tempat yang bernama Malaya di kawasan lembah Gunung Sumbing. Wiralodra menjadi pujaan banyak perempuan. Sebagai mempunyai kstaria pilih untuk tanding. Di lembah sungai itu.2. dari Banyurip. sebelum akhirnya mendapatkan wangsit dari Sang Hyang Wasa. Dalam wangsitnya itu disebutkan bahwa Wiralodra harus mencari sungai yang bernama Cimanuk. gagah.

Hanya pintaku.” “Untuk apa mencari sungai Cimanuk.menurut wangsit sangat baik untuk dijadikan pusat kerajaan. Ketika itu hari masih pagi. ayahanda. aku akan mengijinkanmu. engkau menghadapku di waktu masih pagi seperti ini?” Wiralodra “Maaf menundukkan aku kepala. ketika Wiralodra menghadap ayahnya di pendopo. “Ada apa anakku. aku sudah tahu bagaimana karaktermu. Kalau memang pendirian dan niatmu begitu. wangsit agar segera mencari sungai Cimanuk. bukankah di daerah Bagelen juga terdapat banyak sungai. sangat baik untuk dijadikan pusat kerajaan. “Anakku. menurut wangsit. semalam sebelum mendapat akhirnya menjawab pertanyaan ayahnya. pandai-pandailah engkau menjaga diri.” kata ayahnya terheran-heran. Sebagai teman 297 . “Di lembah sungai itulah.” kata Wiralodra tegas.

Wiralodra bertemu dengan seorang lelaki tua renta. Tidak lupa ia pun menceritakan isi wangsit yang diterimanya di pertapaan. Perjalanannya menuju ke sebelah Barat. “Hey anak muda. 298 .berbincang selama perjalanan. maka pergilah Wiralodra dengan ditemani Ki Tinggil untuk berkelana mencari sungai Cimanuk. Lelaki tua tersebut mengaku bernama Ki Sadum. aku utus Ki Tinggil untuk menemanimu” Setelah mendapat ijin dari ayahnya. ke mana tujuanmu?” Maka berceritalah Wiralodra tentang maksud dan tujuannya. karena dapat bertemu dengan orang yang luar biasa. Mahaguru yang sudah koncara ke mana-mana memiliki ilmu dan kesaktian yang tinggi. tiba-tiba lelaki tua tersebut berubah menjadi Kiai Malik Warna. Tentu saja Wiralodra dan Ki Tinggil kaget bercampur bahagia. Dalam perjalanannya itulah pada suatu hari di tengah hutan belantara. Setelah mendengar cerita Wiralodra.

Mengerti engkau Wiralodra?” “Paham. Kiai?” Setelah meminta ijin. 299 . maka sungai itulah yang dinamakan Cimanuk. Hingga di sebuah hutan jati. tiba-tiba kepalanya menyambar akan menerkam Wiralodra. Wiralodra kembali menjelajah hutan belantara yang masih angker. Ketika ular tersebut akan diangkat. bergegaslah Wiralodra dan Ki Tinggil menuju ke sebelah Barat untuk mencari daerah yang bernama Cupunagara. ia mendapati ular sangat besar menghalangi jalan setapak yang akan dilewatinya. Apabila kijang itu berhenti dan menghilang di pinggir sungai. segera cari kijang bermata berlian. Namun secara gesit.Setelah sesaat ketiganya membisu. Kepala ular pun hancur terkena pukulan cakra. akhirnya Kiai Malik bicara: “Apabila engkau berdua sudah berada di wilayah yang bernama Cupunagara. Setelah ditemukan. ikutilah perjalanannya. Wiralodra memukulkan cakra senjata andalannya.

Bahkan ia menginginkan untuk dikawini oleh Wiralodra.Baru saja Wiralodra menarik nafas. bahwa itu hanyalah sungai jadi-jadian. Perempuan tersebut menyebut dirinya dengan nama Dewi Larawana dan ia pun mengaku penguasa hutan larangan tersebut. Dewi Larawana mengaku telah jatuh cinta pada Wiralodra. kini berubah menjadi perempuan yang sangat cantik. Ia pun langsung menantang Wiralodra untuk berkelahi adu kesaktian sampai salah satunya ada yang meninggal. Setelah itu. karena ia tidak berniat mencari istri namun mencari daerah bernama Cupunagara. Dalam pertemuannya itu. hilanglah sungai. ia memukulkan cakranya kembali pada air sungai yang jernih tersebut. Pada mulanya permintaan tersebut 300 . Akibat ditolak Wiralodra. Maka dengan segera. tiba-tiba ular yang kepalanya sudah hancur tersebut berubah wujud menjadi sungai yang airnya jernih. Kontan saja Wiralodra menolak. Dewi Larawana merasa terhina. Wiralodra dan Ki Tinggil merasa heran dan terpana. Untung saja Wiralodra segera sadar.

Semakin lama perkelahian pun semakin sengit. namun karena Dewi Larawana terlebih dulu menyerang. Sesaat setelah Dewi Larawana meninggal. Tidak berhenti di situ. Ia pun akhirnya meninggal terkena cakra Wiralodra. Keduanya sama-sama memakai ilmu yang tinggi. mayat Dewi Larawana berubah wujud menjadi kijang bermata berlian.ditolak oleh Wiralodra. Namun setelah Wiralodra mengeluarkan cakra sebagai senjata andalannya. Mula-mula berupa asap tipis. 301 . kejadian aneh terjadi kembali. Baik Wiralodra maupun Dewi Larawana sama-sama memiliki ilmu kesaktian yang tinggi. Adapun ciri-ciri kijang tersebut sama dengan yang diceritakan oleh Kiai Malik Warna. Perkelahian pun terjadi. Setelah itu. tiba-tiba dari mayatnya keluar asap. kemudian berubah menjadi tebal sampai menyelimuti hutan. akhirnya Wiralodra pun melayani tantangan tersebut. akhirnya Dewi Larawana pun semakin terdesak.

bahwa kijang tersebut telah menunjukkan letak sungai Cimanuk yang selama ini ia cari. Wiralodra mengeluarkan aji kesaktiannya untuk mengejar kijang tersebut. keesokan harinya Wiralodra dan Ki Tinggil segera ngababakan (membuka lahan baru untuk pedukuhan) di sekitar tepi sungai Cimanuk. Namun kijang tersebut tetap saja tidak terkejar. Wiralodra dan Ki Tinggil didatangi dua mahluk aneh yang mengaku Raja Budipaksa dan Patih Bujaris. Sampai pada malam harinya. Maka dikejarlah kijang bermata berlian itu oleh Wiralodra dan Ki Tinggil. Namun ketika kijang bermata berlian tersebut berlari dari hadapannya. Sampai akhirnya kijang tersebut menghilang di tepi sebuah sungai yang airnya jernih. Keduanya mengaku 302 . Tidak menunggu lama. Ia masih yakin bahwa kijang tersebut hanyalah jadi-jadian.Tentu saja Wiralodra tidak langsung percaya begitu saja. Wiralodra pun segera tersadar. Wiralodra segera penasaran untuk mengejarnya.

Keduanya menerima takluk pada Wiralodra. Keduanya saling berhadap-hadapan. Selanjutnya pemukiman itu pun berubah menjadi 303 . Orang pun mulai berdatangan dan betah menetap di sana. Dua siluman tersebut marah karena tidak terima wilayah kekuasannya diganggu oleh Wiralodra. sedangkan Patih Bujaris menantang Ki Tinggil. seluruh siluman penghuni hutan di tepi sungai Cimanuk turut serta membantu Wiralodra membuka lahan baru untuk pemukiman. Perkelahian pun terjadi. Lama kelamaan lahan untuk pemukiman semakin besar. Bahkan seterusnya. Wiralodra diangkat sebagai pemimpinnya dan Ki Tinggil sebagai wakilnya.sebagai penguasa hutan di sekitar tepi sungai Cimanuk tersebut. sebelum akhirnya kedua siluman tersebut dapat dikalahkan oleh Wiralodra dan Ki Tinggil. Raja Budipaksa menghadapi Wiralodra. Mereka berdua pun menyerang Wiralodra dan Ki Tinggil.

akhirnya Ki Tinggil pun berhasil memperluas wilayah kekuasaan Wiralodra. berdagang. Sehari-hari. dan Puspahita. sampai teknik berperang melawan musuh. perkampungan Cimanuk semakin pesat. Wiralodra menugaskan Ki Tinggil untuk segera memperluas wilayah kekuasaan. Endang Darma hidup membaur dengan penduduk Ciamanuk.kerajaan. Apalagi setelah mendapat bantuan dari seorang pemukim baru bernama Endang Darma. Pembangunan dalam segala bidang terus digalakan oleh Wiralodra. 304 . Perkampungan di lembah sungai Cimanuk semakin ramai. mulai dari teknik bertani. Ia banyak membantu Wiralodra dalam mengembangkan ilmu hidup kepada penduduk Cimanuk. Endang Darma adalah seorang perempuan cantik yang memiliki ilmu tinggi. terutama pada bidang pertanian dan perikanan. Tentu saja Wiralodra diangkat menjadi raja dan Ki Tinggil menjadi patihnya. Banyuntaka. Dengan dibantu oleh prajurit tangguh bernama Surantaka.

Maka ditantanglah Endang Darma oleh Wiralodra. Kemudian Endang Darma mengajukan syarat kepada Wiralodra agar mau menamai daerah tersebut berdasarkan namanya. akhirnya Endang Darma mengaku kalah. asal Endang Darma dapat terus membantunya dalam mengembangkan kerajaan. Ia pun berniat ingin menguji kesaktian Endang Darma.Pada suatu ketika. ia akan terus membantu Wiralodra untuk mengambangkan pemukiman Cimanuk menjadi sebuah kerajaan yang disegani oleh kerajaan-kerajaan lain. Sultan Cirebon merasa dihina. Itulah sebabnya Cirebon segera mengirimkan pasukan 305 . Tetapi karena Wiralodra memiliki kesaktian yang lebih tinggi. Sebagai tandanya. Wiralodra merasa tersanjung atas bantuan Endang Darma tersebut. karena ada sebagian wilayahnya yang dicaplok oleh Wiralodra. Kabar telah berdiri kerajaan di lembah sungai Cimanuk pun akhirnya sampai juga pada kerajaan Cirebon. Wiralodra pun merestuinya.

Semakin hari kampung Darma Ayu pun semakin berkembang pesat. kesaktian. yang berarti Endang Darma yang cantik (ayu). Tanda bahwa Wiralodra memuji kecantikan. Pasukan Cirebon kocar-kacir kewalahan menghadapi amukan penduduk Cimanuk. Setalah kejadian pertempuran itu. Banyak pendatang dari kerajaan 306 . dan menepati janjinya pada Endang Darma. Tiba di Cimanuk.yang dipimpin oleh Aria Kemuning ke daerah Cimanuk. Pertempuran pun terjadi dan keunggulan berpihak pada pasukan Endang Darma. Alasannya sebagai bentuk penghargaan pada Endang Darma yang telah berhasil mengalahkan pasukan Cirebon dan mempertahankan kekuasannya di Cimanuk. Maksudnya untuk memberi pelajaran pada Wiralodra. tentu saja WIralodra telah menyiapkan penduduknya yang dipimpin oleh Endang Darma untuk menghadapi pasukan Cirebon tersebut. kemudian Wiralodra memberi nama pada kerajaannya Darma Ayu. Nama Darma Ayu diambil dari ungkapan Endang Darma anu ayu.

nama kampung Darma Ayu pun berubah menjadi Indramayu.lain dan langsung menetap di perkampungan tersebut. mengikuti logat bahasa penduduk setempat yang bercampur antara penduduk asli dengan pendatang dari kerajaan Mataram. Seiring waktu. *** 307 . Bahkan banyak pula pendatang dari kerajaan Mataram. yang mereka sebut sebagai bahasa dermayuan atau dermayon.

Suatu ketika. ia menaruh 308 . sejenis udang kecil bahan pokok untuk membuat tarasi (terasi). semakin kelihatan watak dan ketangkasan Pamanah Rasa. Semakin hari. Ia mengaku berasal dari Galuh dan bernama Pamanah Rasa. diterimalah pemuda tersebut sebagai tamu pribadinya. terdapat sebuah kampung bernama Surantaka. Kampung tersebut dipimpin oleh Ki Gedeng Sindangkasih. Lalu pemuda tersebut diinapkan di rumah Ki Gedeng Sindangkasih. SASAKALA CIREBON Di pesisir sebelah utara kerajaan Galuh. Termasuk Nyai Ambet Kasih. Oleh Ki Gedeng Sindangkasih. adiknya raja Galuh yang bernama Prabu Anggalarang. Penduduk kampung tersebut kesehariannya menangkap rebon. Ki Gedeng Sindangkasih dan semua penduduk kampung pun semakin takjub dibuatnya.3. datanglah seorang pemuda tampan ke kampung Surantaka. Ki Gedeng Sindangkasih memiliki seorang putri yang cantik di jelita bernama Nyai Ambet Kasih.

“Ada apa Aki memanggil saya?” “Begini anak muda. aku sebenarnya bukan Pamanah Rasa. maka pada suatu hari yang cerah. dipanggilah pemuda tersebut untuk menghadap Ki Gedeng Sindangkasih. aku sedikitnya menaruh curiga. siapa sebenarnya engkau ini anak muda?” “Euh. karena Prabu Anggalarang adalah kakakku. melihat kecerdasan dan ketangkasanmu.” 309 . nampaknya engkau hadir dari keluarga istana.” “Maksud. Karena penasaran.” “Kalau begitu berarti engkau keponakanku. Tidak mungkin rakyat biasa memiliki pemikiran seperti engkau. selama ini engkau mengaku sebagai pengelana dan rakyat biasa. Aki?” “Aku heran. Namun dari tingkah lakumu. Jadi. Aku pangeran dari Galuh.perhatian khusus pada pemuda tersebut. Namaku yang sebenarnya adalah Jayadewata.

sampailah Pamanah Rasa di sebuah kampung yang bernama Singapura. kemudian Nyai melanjutkan perjalanannya. Seluruh penduduk kampung pun ikut berbahagia. akan dinikahkan dengan putri Ki Gedeng Tapa yang bernama Nyai Subanglarang. selanjutnya Pamanah Rasa pun dinikahkan dengan Nyai Ambet Kasih. Setelah Pamanah Rasa menetap cukup lama. Ambet Kasih pun tidak bisa mencegahnya. Bagi yang memenangkan saembara. Karena Pamanah Rasa memenangkan sayembara. lalu ia pun dinikahkan dengan Nyai Subanglarang. Dalam perjalanannya kemudian. letaknya bersebelahan dengan kampung Surantaka. karena ia tahu tugas suaminya sebagai putra mahkota kerajaan Galuh amatlah berat. Di kampung tersebut tengah diadakan saembara adu kesaktian. Kampung tersebut dipimpin oleh Ki Gedeng Tapa.Sejak perbincangan hari itu. Dari perkawinan tersebut 310 .

Setelah menikah. melanjutkan kembali pengembaraannya. ia berkelana dan berguru di padepokan seorang guru bernama Ki Gedeng Danuwarsih. Nyai Lara Santang dan Raja Sangara. yaitu Raden Walangsungsang. Raden Walangsungsang. Raden Walangsungsang dan Nyai Lara Santang meninggalkan istana. berikut Nyai Lara Santang. Raden Gedeng Danuwarsih dinikahkan kepada putri tunggalnya yang bernama Nyai Indang Geulis. Waktu pun berjalan cepat.lahirlah tiga orang anak. dan kelak setelah pergi menjalankan 311 . Ketiganya masuk Islam. Oleh Syeh Datuk Kahfi. Setelah Walangsungsang berguru oleh sekian Ki lama. Raden Walangsungsang diberi nama Ki Samadullah. Namun setelah Nyai Subanglarang meninggal. Indang Geulis. Ketiga anak Pamanah Rasa telah tumbuh besar. Sampailah kepada sebuah pesantren pimpinan Syeh Datuk Kahfi. Ketiganya dibesarkan di keraton Singapura.

312 .ibadah haji. dan Cina. Di mekah inilah. Raden Walangsungsang pergi berhaji ditemani oleh adiknya Nyai Lara Santang. Setelah perkampungan Caruban berkembang pesat. mulai dari etnis Sunda. Nyai Lara Santang pun berganti nama menjadi Syarifah Mudaim. Kampung inipun kemudian diubah namanya menjadi kampung Caruban. yang artinya campuran dari berbagai etnis dan agama. Atas anjuran guru sekaligus mertuanya. Arab. ia berganti nama menjadi Haji Abdullah Iman. kemudian adiknya dinikahi oleh Maulana Sultan Muhammad bergelar Syarif Abdullah keturunan Bani Hasyim putera Nurul Alim. Raden Walangsungsang ngababakan (membuka daerah baru) yang diberi nama Tegal Alang-alang atau Kebon Pesisir. Dinamakan Tegal Alang Alang karena daerah tersebut sebelumnya banyak ditumbuhi pohon alangalang. Jawa. atas saran mertuanya Syeh Datuk Kahfi. Kampung inilah yang kemudian banyak didatangi oleh pemukim dari daerah lain.

Kerajaan Carubanlarang pun semakin hari semakin berkembang pesat. Mesjid tersebut kelak diberi nama Jalagrahan dan rumahnya kemudian dijadikan Keraton Pakungwati. Sesudah Sunan menikahkan adiknya. Pakuwuan ini kemudian diperluas dan ditingkatkan derajat pemerintahannya menjadi kerajaan kecil bernama Nagari Carubanlarang. Kembali ke kisah Raden Walangsungsang atau Ki Samadullah atau Abdullah Iman. Ki Samadullah pun diangkat menjadi Kuwu Caruban yang bergelar Pangeran Cakrabuana. Letaknya di sisi pesisir membuat kedatangan banyak pengunjung dari negara lain. ia pun segera kembali ke kampung Caruban.Dari perkawinannya dengan orang Arab. ia langsung mendirikan sebuah mesjid dan sebuah rumah. karena meninggal di gunung Jati. Setibanya di kampung halaman. yang salah satunya ada seorang pendatang 313 . Syarifah Mudaim mendapat putra bernama Syarif Hidayatullah yang kelak didaulat menjadi Gunung Jati.

menggatikan Syekh Datuk Kahfi. Dari pernikahannya itulah. kemudian Syarif Hidayatullah atau dikenal juga dengan nama Syeh Jati. Bahkan sampai menikahkan adiknya yang bernama Nyai Kawunganten dengan Syeh Jati. kemudian terus ke Desa SembungPasambangan. Selain itu. karena ia anak Syarifah Mudaim. Di sana ia bertemu dengan Bupati Kawunganten dari kerajaan Pajajaran yang sangat tertarik terhadap ajaran Islam. dan di sana ia mulai menyebarkan agama Islam. ia pun bolak-balik ke Nagri Carubanlarang untuk menemui uwaknya. yang kelak dikenal sebagai Maulana Hasanuddin pendiri Kerajaan Banten.bernama Syarif Hidayatullah. pergi berkelana ke kerajaan Banten. lahir Pangeran Saba Kingkin. 314 . Setelah lama membantu Syeh Datuk Kahfi mengajakan Islam di daerah pesisir utara. Mula-mula Syarif Hidayatullah tiba di pelabuhan Muara Jati. Pemuda ini masih keponakan Ki Samadullah. dekat Amparan Jati. adiknya sendiri. Ki Samdullah.

Mengambilan nama ini pun mengingatkan cikal bakal kampung Surantaka. Sekembalinya dari itulah kemudian dinobatkan sebagai kepala Nagari Carubanlarang dan bergelar Sunan Jati atau Sunan Caruban. Sejak itulah kemudian Nagari Caruban berkembang pesat dan dikembangkan menjadi sebuah Kesultanan. yang mayoritas keseharian penduduknya menangkap rebon.Setelah sekian lama mengembara di Banten. Namanya pun diganti. kemudian Syeh Jati kembali Banten ke pesisir ia utara. Nama Caruban atau Cerbon inilah yang kelak akan berubah menjadi Cirebon hingga sekarang. *** 315 . dari Caruban menjadi Cerbon. disesuaikan dengan logat penduduk setempat.

4. Penduduk Luragung terkenal sangat ramah. Di kampung itu. konon penduduknya masih menyembah berhala dan percaya pada pohon-pohon yang sudah berumur ratusan tahun. Pada waktu itu. Terlebih mereka tahu bahwa Sunan Gunung Jati adalah Sultan Cirebon. Sesampainya di kampung Luragung. hingga akhirnya semua penduduk Luragung pun masuk Islam. Kemudian kerabatnya. SASAKALA KUNINGAN Ketika di wilayah Kesultanan Cirebon semua penduduknya telah ngagem (masuk) agama Islam. kampung Luragung dipimpin oleh Ki Gedeng Luragung. ialah Ki Gedeng Luragung. Sunan Gunung Jati pun kemudian mulai mengajak penduduk di sana untuk masuk Islam. Orang yang pertama berhasil diajak masuk. Sunan Gunung Jati pun kemudian menyebarkan agama Islam ke sebuah perkampungan di sebelah selatan Cirebon yang bernama Luragung. apalagi setelah semua penduduknya masuk Islam. Setelah sekian lama Sunan Gunung 316 .

kemudian istrinya yang bernama Putri Ong Tien (asal Campa) atau Nyai Rara Sumanding datang menyusulnya. Ketika itu Nyai Rara Sumanding tengah hamil tua.Jati menetap di Luragung. Setelah menyebarkan Islam di kampung Luragung. Bokor kuningan inilah yang kelak dijadikan logo atau maskot kabupaten Kuningan. Anak tersebut bernama Suranggajaya. Namun sayang. Untuk mengobati hati istrinya. Nyai Rara Sumanding pun melahirkan seorang bayi laki-laki. putranya yang pertama itu meninggal dunia. kemudian Sunan Gunung Jati pergi ke 317 . Sebagai tanda balas budi kepada Ki Gedeng Luragung. Hingga sesampainya di Luragung. kemudian Sunan Gunung Jati meminta kepada Ki Gedeng Luragung untuk bersedia putranya yang kebetulan masih bayi diangkat menjadi anak kukut (pungut). Sunan Gunung Jati nukeuran (menukar) bayi yang bernama Suranggajaya itu dengan sebuah bokor yang terbuat dari wesi kuning (logam kuningan).

Mungkin dapat dikatakan Syekh Maulana Akbar sebagai perintis penyebaran Islam pertama ke daerah itu.Winduherang bernama untuk menemui atau saudaranya Aria yang Bratawiyana Kamuning. sebelum akhirnya masuk Islam setelah dinikahi oleh Syekh Maulana Arifin. masuknya Syekh Maulana Arifin ke 318 . artinya lebih dulu daripada Sunan Gunung Jati. Kedatangan Syekh Maulana Akbar dalam menyebarkan Islam ke Winduherang. Ia penganut agama karuhun. Sementara Sunan Gunung Jati. Sesampainya di Winduherang. Syekh Maulana Akbar adalah pendatang dari Persia yang menyebarkan Islam lebih awal di daerah Winduherang. Namun tentu saja. dapat dikatakan sebagai penyempurna. Sebelumnya ia menikahi Nyai Ratu Selawati yang pada waktu itu menjadi ratu di daerah Winduherang. Nyai Ratu Selawati adalah adiknya Ki Gedeng Luragung. ternyata saudaranya tersebut telah lebih dulu masuk Islam atas petunjuk Syekh Maulana Akbar.

Kelak ia akan ku angkat menjadi penguasa di wilayah ini. Setelah sampai di Winduherang. “Aku titipkan anak angkatku. karena ketika itu Sunan Gunung Jati yang menjadi Sultan Cirebon. ia akan merasa lebih dekat denganmu. ia kemudian menitipkan anak angkatnya (Suranggajaya) untuk diasuh oleh Bratawiyana (Aria Kamuning). Kembali ke kisah perjalanan Sunan Gunung Jati. akan kulaksanakan titahmu. Asuhlah dia menjadi pemuda yang taat terhadap ajaran Islam. kelak anak angkatnya tersebut akan diangkat menjadi penguasa di Winduherang menggantikan Nyai Ratu Selawati. “Baiklah Kanjeng Sunan. Semoga dengan nama itu.daerah Winduherang atas seijin Sunan Gunung Jati.” jawab Aria Kemuning. “Aku ganti nama anak ini menjadi Raden Kamuning. 319 . Pada waktu itu Sunan Gunung Jati berpesan bahwa setelah dewasa.” ujar Sunan Gunung Jati.” titah Sunan Gunung Jati pada Aria Kamuning.

tumbuh pula anak pituin (asli) Aria Kamuning yang bernama Dipati Ewangga. Keduanya sangat rukun. Kelak Dipati Ewangga akan membantu Kesultanan Cirebon dalam menyerang Belanda di Batavia (sehingga sekarang kita mendapati nama perkampungan Kuningan di Jakarta). Semakin lama kerajaan Kuningan banyak didatangi oleh pendatang dari daerah lain. nama Winduherang pun diganti oleh Sunan Gunung menjadi Kuningan. Sesuai dengan janjinya. kemudian Sunan Gunung Jati mengangkat Raden Kamuning menjadi penguasa di Winduherang. setelah menginjak usia 17 tahun. Sering mengaji dan latihan kanuragan (ilmu beladiri) bersama. Mereka kebanyakan berdagang.Waktu pun berjalan begitu cepat. Bersamaan dengan itu. Raden Kamuning kini sudah tumbuh menjadi pemuda tampan dan cerdas. namun ada pula yang terus 320 . Semenjak itu. Nama tersebut merujuk pada kisah hidup Raden Kamuning yang ketika masa bayinya ditukar oleh Sunan Gunung Jati dengan sebuah bokor kuningan dari Ki Gedeng Luragung.

bermukim. pada waktu itu kedudukannya di bawah kekuasaan Kesultanan Cirebon yang dipimpin oleh ayah angkatnya sendiri. Sunan Gunung Jati. Dalam memimpin roda pemerintahan. Ia selalu membuat perintah atas dasar ajaran agama Islam. *** 321 . Kemudian Sunan Gunung Jati pun memberikan gelar kepadanya Sang Adipati Kuningan. Seluruh rakyat Kuningan sangat menghormati dan mencintainya. Raden Kamuning sangat adil dan bijak. Sebagai raja yang dikukuhkan oleh Sunan Gunung Jati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful