P. 1
Pidato Dalam Rangka Menyambut Tahun Hijriah

Pidato Dalam Rangka Menyambut Tahun Hijriah

|Views: 707|Likes:
Published by Anni Nurhayati

More info:

Published by: Anni Nurhayati on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

Pidato Dalam Rangka Menyambut Tahun Hijriah

Assalamualaikum Wr.Wb Bapak Guru, dan teman ± teman yang saya cintai.

Sekarang kita memasuki bulan Muharram yang berarti kita telah meninggalkan tahun ± tahun yang telah lalu, dan kita melangkah ke tahun yang baru ( yakni tahun 1431 Hijriah ). Marilah dalam tahun baru ini kita isi lembaran ± lembaran kertas putih dengan tinta emas demi kesuksesan dimasa mendatang. Dan marilah kita tengok kebelakang sejenak dalam lembaran ± lembaran yang penuh dengan catatan ± catatan, jadikan pengalaman dan suri tauladan catatan itu, mak yang baik kita ambil dan yang buruk kita buang atau kita singkirkan. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Sudah barang tentu pada ± pada tahun yang silam kita mengalami penglaman ± pengalaman yang pahit dan gentir, dan juga mengalami pengalaman yang manis dan lezat. Didalam suasana tahun baru ini kita semua harus senantiasa berusa meningkatkan pengbdian kita kepada Allah Ta¶ala. kalau ditahun ± tahun yang telah lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan ± kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan. Jika dimasa ± masa lalu kita masih banyak melakukan perbuatan ± perbuatan ma¶siat, maka marilah pada tahun baru ini kita ganti kemaksiatan ± kemaksiatan dengn semangat memperbanyak amal sholeh. Kapan kita memperbaiki diri kalau tidak dari sekarang, janganlahsuka menunuda waktu atau mengulur- ngulur waktu, sebab kita tidak tahu kapan kehidupan kita akan berakhir. Gunakan waktu- waktu mu dengan sebaik- baiknya, dengan giat bekerja, giat belajar, giat beribadah serta giat dalam membangun negara dan bangsa. Waktu itu adalah ibarat pedang, jika kita kita tidak bisa menggunakan pedang itu dengan sebaik baiknya, tentulah pedang itu akan memenggal lehermu. Juga terdapat dalam kata ± kata mutiara, ³waktu adalah ibarat emas´. Bapak Guru serta teman ± teman sekalian yang saya cintai. Sudah kita maklumi bersama bahwa umur kita itu masing ± masing telah di tentukan ajalnya. Ini beratiumur kita bukanlah semakin bertambah akan tetapi malah sebaliknya malah berkurang, bergantinya atau berkurangnya umur kita. Oleh seba itu marilah kita isi kesempatan hidup kita didunia ini dengan memperbanyak beramal saleh sebagai bekal kita di hari mendatang atau setelah kita mati . Sekarang kita masih hiidup tetapi siapa tahu kalau besok atau nanti kita akan mati .Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru,tetapi siapa tahu kalau besok tahun depan kita sudah berada di alam kubur.

lalu beliau menasehati dan berkata kepada anaknya:´Wahai anaku.wassalamu¶alaikum Wr. Mendengar pengaduan anaknya itu timbullah rasa kasihan dalam hari Umar bin Khattab terhadap anaknya.Dan marilah kita sambut tahun baruini dengan meningkatkan pengabdian kita kepada Allah ta¶ala .karana aku tidak dapat memperhitungkan umurku walaupun sejamlagi´. Nama :Agna Gina A S Kelas:X11 IPA 2 Tugas Bhs indonesia Membuat pidato .Oleh karna itu beliau mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara yang isinya minta agar beliau di pinjami uang sebanyak 4 dirham.Oleh karna itu marilah kita pergunakan kesempatan hidup di dunia yang terbatas ini dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Demikianlah yang dapat kami sampaikan.emoga ada manfaatnyabagi kita.bajunya penuh dengan tambalan .Sehubung denagan hal ini ada sebuah riiwayat yang menerangkan bahwa pada suatu hari anak kholifah umar bin khattab kembali pulang dari sekolah dengan menangis . Bapak guru dan teman-teman ku yang tercinta Demikinalah keterbatasan umur dan siapapun tidak tahu tentang batas umur yang telah di tentukan oleh Allah SWT .teman -temanku di sekolah menghitung-hitung tambalan bajuku dan mengejeku dengan ucapan begini:lihatlah anak Amirul mukminin.ketika ditanya oleh ayahnya lalu anak itu menjawab:´wahai ayah ku.dengan jaminan gajihnya bulan depan supaya di potong kemdian bendaharawan negara itu mengirim surat jawaban yang isinya demikian:Wahai Umar adakah telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan ?bagaiman kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu?apa yang engkau perbuat terhadap hutangmu di hadapan Allah?membaca surat dari bendaharawan negara itu menangislah Umar.Amin.Dengan demikian semoga kita dapat termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri dan di sukai olleh Allah SWT .beragkatlah kesekolah sebagaimana biasa.Wb.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->