MAKALAH FILSAFAT ILMU

Sejarah Filsafat di Timur

Oleh : Kelompok 2

2. 3. 4. 5.

Satria Bagus C.F (095514042) Fitri Hardianti (095514051) Nitro Anjana (095514054) Kukuh Bayu P. (095514061) Septian Jati T. (095514066)
1.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2009

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. atas berkat dan rahmatNya makalah dengan judul SEJARAH FILSAFAT DI TIMUR bisa kami selesaikan. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita terutama bagi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Surabaya. Maret 2010 Penulis. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat ksmi perlukan. .

.............................................. iii Latar Belakang .............. 18 .................. Sejarah Filsafat Cina .. Sejarah Filsafat India ................................................................................................ i Kata Pengantar ........................... ii Daftar Isi .................................... Sejarah Filsafat Indonesia .................. 1 B........................................... Sejarah Filsafat Islam ............................................................................................................................................................................................................................................................ 5 C................................DAFTAR ISI Halaman Judul ..................................................... 1 A................................. 13 Daftar Pustaka ........................................ 10 D...

agama lebih dari sekedar pengetahuan. Tema yang Menonjol Filsafat Cina Filsafat Cina erat hubungannya dengan keadaan alam dan masyarakat. . Indonesia. keselamatan. Menurut rakyat Cina. sampai negaranegara islam terdapat beberapa kesamaan dalam disiplin sejarah filsafatnya terutama tertanam pada kerohanian dalam hal ini kami akan jelaskan di bawah ini: A. Di negara-negara belahan timur dari Cina. Artinya. 1. Menurut Confusius “jen” itu mempunyai dua segi. Segi Positif: Chung Dalam ajaran ini Confusius mengatakan: “apa yang kau suka dari orang lain berbuat kepadamu berbuatlah hal itu kepadanya”. India. agama mencari keharmonisan. yaitu yang menjadi tema dari filsafat dan kebudayaan adalah perikemanusiaan atau “jen”. fungsi filsafat dalam kehidupan manusia adalah untuk mempertinggi tingkat rohani. Hal ini disebabkan. Dalam hal kerohaian filsafat sering digadang-gadangkan sebagai pandangan hidup seseorang. Filsafat Cina mempunyai ciri khusus. yaitu a. rohani manusia diharapkan dapat menjulang tinggi untuk meraih nilai-nilai yang lebih tinggi daripada nilai-nilai moral. dan perdamaian. filsafat berbeda dengan agama.SEJARAH FILSAFAT TIMUR Latar Belakang Filsafat adalah kegiatan perenungan yang menyelidiki sekaligus mendasari segala sesuatu yang berfokus pada makna di balik kenyataan/teori yang ada untuk disusun dalam sebuah sistem pengetahuan rasional. Sejarah Filsafat Cina Filsafat Cina dapat dikatakan hidup dalam kebudayaan Kebudayaan Cina. karena pemikiran filsafat selalu diberikan dalam setiap jenjang pendidikan dari sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Jika dibandingkan dengan filsafat Barat dan India. nelayan. Periodisasi Filsafat Cina Filsafat Cina dibagi dalam empat periode. Sesuai dengan ajaran ini maka manusia yang berbahagia menurut aliran Taonisme adalah mereka yang hidup dekat dengan alam. Etika Konfusianisme didasarkan pada kebutuhan manusia. Tokoh terbesar dari aliran ini adalah Lao Tzu dan Chuang Tzu. Antroposentris karena memang dalam sejarah Cina fokusnya masalah manusia. • Taonisme – Tao te Chia Yaitu suatu mazhab yang terdiri dari orang – orang terpelajar dan mengalami kekecewaan karen keadaan negara pada waktu itu mengalami kemunduran. . Mazhab Taonisme mengajarkan bahwa untuk mencapai kebahagiaan manusia harus hidup dengan wu wei. yakni zaman kuno (600-200 SM). artinya tidak berbuat apa – apa. Titik berat aliran ini di bidang etika. 2. dan zaman modern (1900-sekarang). filsafat Cina lebih antroposentris dan pragmatis. dan para biarawan. pragmatis dalam arti bagaimana manusia itu ada keseimbangan antara dunia dan surga dapat tercapai. zaman neo-konfusianisme (10001900 M). Mereka itu adalah para petani. noaction. Segi Negatif: Shu Dalam ajaran ini Confusius mengatakan: “apa yang tidak kau suka orang lain berbuat kepadamu kau berbuat hal itu kepadanya”.b. zaman pembauran (200 SM-1000 M). yaitu kebutuhan akan kebahagiaan hidup. Pokok – pokok ajaran dari Tao te Chia terutama mengenai metafisika dan filasfat sosial. Zaman Kuno Zaman ini ditandai dengan munculnya aliran-aliran filsafat klasik antara lain sebagai berikut: • Konfusianisme – Ju Chia Yaitu suatu aliran yang terdiri atas orang – orang terpelajar yang mempunyai keahlian di bidang kitab – kitab klasik. a. yaitu tidak berbuat apa – apa yang bertentangan dengan alam.

• Legalisme – Fa Chia Yaitu suatu aliran yang dipelopori oleh orang – orang yang ahli di dalam bidang pemerintahan. mereka menawarkan keahliannya di bidang peperangan kepada penguasa baru. kemudia mereka menawarkan keahliannya kepada masyarakat. Yin: prinsip betina seperti bumi.• Mazhab Yin Yang Yaitu suatu mazhab yang dipelajari oleh orang – orang yang pada mulanya mempunyai kedudukan penting dalam istana. keaktifan. putih. Tokohnya Mo Tzu (479381 SM). Jadi. Antara Yin dan Yang jika digabungkan akan memberikan pengaruh timbal balik dan akan terjadilah semua peristiwa yang terdapat di alam semesta. mereka menawarkan kepandaiannya kepada para penguasa di berbagai daerah. • Mohisme atau Mo Chia Yaitu suatu aliran yang terdiri atas kelompok kaum kesatria yang telah kehilangan kududukannya. Dala hubungan dengan makrokosmos maka aliran ini mengajarkan bahwa di alam semesta ada lima unsur asali. matahari. kepasifan. • Dialektisisme – Ming Chia Aliran dialektisi dikenal juga dengan sebutan mazhab nama – nama. Aliran ini dipelopori oleh orang – orang yang ahli dalam bidang debat dan pidato. yaitu tanah. Fa Chia mengajarkan bahwa . Kelima unsur asali mempunyai sifat produktif dan destruktif dalam keadaan yang tertutup. Yin dan Yang merupakan dua prinsip pokok di alam semesta. dan sebagainya. dan sebagainya. Yang: prinsip jantan seperti surga. air hitam. kelima unsur asali itu merupakan suatu kekuatan yang dinamis. logam. bulan. Mereka itu ahli nujum dab ilmu perbintangan. air. Mereka menyalurkan kepandaiannya kepada rakyat. dan api. kayu. Ajaran dimaksudkan untuk mempengaruhi pandangan agar orang dapa dengan mudah untuk memberikan nama pada suatu objek. api. Menurut pandangan orang Cina.

yang kemudian berkembang pesat di Cina dan memberikan warna baru bagi pemikiran kefilsafatan di Cina. Puncak dari zaman pembaruan yang terjadi pada waktu pemerintahan Dinasti Han. Zaman Modern Pada zaman modern pemikiran kefilsafatan sangat banyak dipengaruhi oleh pemikiran – pemikiran yang berasal dari Barat.pemerintahan yang baik harus didasarka pada kitab undang – undang yang tetap dan tidak didasarkan pada pendapat orang – orang berilmu. Lenin dan tokoh yang terkenal Mao Ze Dong. b. Zaman Neo-Konfusianisme Zaman ini ditandai dengan adanya gerakan untuk kembali kepada ajaran – ajaran Konfusius yang asli. hal ini karena banyaknya paderi – paderi yang masuk ke daratan Cina. dengan munculnya seorang tokoh Tung Chung Shu. Selain Budhisme muncul juga aliran Neo-Taoisme yang memberikan arti baru ‘Tao’ sebagai ‘Nirwana’. oleh karena itu harus diperlakukan dengan kekerasan dan hukum yang ketat agar tidak melakukan pelanggaran. baik dalam bidang pemerintahan maupun bidang moral. Zaman Pembauran Zaman ini ditandai dengan masuknya Budhisme dari India. c. Aliran yang paling berpengaruh adalah pragmatisme yang berasal dari Amerika Serika. Tokoh yang terkenal adalah Han Fei Tzu dan Li Sse. . Budhisme sendiri banyak berbaur dengan alam pemikiran filasfat Cina sehingga kemudian melahirkan aliran baru dalam Budhisme Cina yang diberi nama Ch’an Budhisme atau Ch’anisme. Menurut pandanganya bahwa setiap manusia itu jahat. Pada tahun 1950 daratan Cina dikuasai oleh pemikiran Marx. d.

harmoni antara indivisu dan kosmos. Filsafat itu tidak pernah berkembang sendiri lepas dari agama. tidak demikian keadaan filsafat India. filsafat senantiasa bersifat religius. Orang Insia bukan belajar untuk menguasai dunia. pertumbuhan filsafat India keluar dari agama itu meliputi suatu proses yang sangat pelan – pelan. daerah india sulit dimasuki musuh sehingga penduduknya dapat menikmati kehidupan yang tenang dan banyak peluang untuk memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan kerohanian. namun lama – kelamaan filsafat memisahkan diri dari agama dan berdiri sendiri sebagai kekuatan rohani. Menurut Harun Hadiwijono (1985). Di India. Harmoni ini harus disadari supaya dunia tidak dialami sebagai tempat keterasingan ataupun penjara. Sejarah Filsafat India India adalah suatu wilayah yang dibatasi pegunungan yang terjal. 1. serta menjadi kekuatan yang berdiri sendiri.B. tetapi untuk berteman dengan dunia. sekalipun semula filsafat tumbuh dari perkembangan agama. Ciri Khas Filsafat India Menurut Rabindranath Tagore (1861-1941) filsafat india berpangkal pada keyakinan bahwa ada kesatuan fundamental antara manusia dan alam. baik dari Filsafat Yunani. Di dalam waktu yang sekian lamanya itu “embrio filsafat India” berkembang sehingga khirnya lahir sebagai Filsafat . Pada zaman kuno. Jikalau zaman Upanisad pada umumnya dipandang sebagai saat kelahiran sang bayi filsafat India maka bayi sudah ada di dalam kandungan sang ibu “ Agama Hindu” selama lebih dari sepuluh abad. Tidak ada jalan lain terkecuali melalui lintasan kaibar. Tujuan terakhir bagi filsafat adalah keselamatan manusia di akhirat. Akan tetapi. yang saring bahkan bertentangan dengan agama. Semua filsafat muncul dari pemikiran – pemikiran yang semula bersifat keagamaan. Karena kurang puas akan keterangan – keterangan yang diberikan agama. Di barat. maupun Filasfat Cina dan Filsafat India. atau karena sebab – sebab lainnya akal manusia mulai dipaki untuk memberi jawaban atas segala persoalan yang dihadapi.

serta upanisad – upanisad. Asas – asas filsafat sudah terdapat pada brahmana dan upanisad walaupun belum sistematis. Literatus suci mereka disebut Weda. yang untuknya akan dipersembahkan korban. Sejarah filsafat India dibagi menjadi empat periode. Zaman ini belum dapat disebut zaman filsafat dalam arti yang sebenarnya atau dalam arti teknis. Periode ini adalah suatu periode di mana orang masih meraba-raba dan mencaricari di mana pikiran dan tahayul susul – menyusul. Konsep – konsep religi masih boleh dikatakan bersifat mitologis. Weda samhita adalah suatu pengumpulan mantra-mantra yang berbentuk syair. Jarak waktu antara pewahyuan yang pertama dan pembukuan yang terakhir meliputi zaman hingga berabadabad. kemudia bagian Weda yang disebut Brahmana dan akhirnya bagian Weda yang disebut Upanisad. 2. Periode Weda Periode ini ditandai dengan kedatangan bangsa Arya dan penyebarannya di India. periode Wiracarita (600 SM – 200 M). Di sini dihadapkan pada aliran – aliran yang susul – menyusul dan mulai dikena karena adanya mantra – mantra. sekalipu setelah kelahirannya Filsafat India tidak pernah melepaskan diri dari pelukan sang ibu “Agama Hindu”. . Bangsa Arya mulai menanamkan kekuasaan di India. Pada periode Weda ini tercatat berdirinya perguruan – perguruan di hutan – hutan di mana idealisme yang tiggi dari India mulai berkembang. kira-kira dari tahun 2000 SM hingga tahun 500 SM.India. Periodisasi Filsafat India Filsafat India bercorak religius dan etis. yaitu periode Weda (1500-600 SM). yang dipergunakan untuk mengundang Dewa. periode Skolastik (200 M – sekarang). selama kirakira 1500 tahun. agar ia berkenan menghadiri upacara korban itu. periode Sutra – Sutra (200-sekarang). a. Pembukuan itu bukan terjadi sekaligus. brahmana – brahmana. Pertama-tama terkumpullah bagian Weda yang disebut Weda smhita. demikian juga kebudayaan Arya mulai berkembang dan berpengaruh. melainkan bertahap.

Kitab Brahmana. c. ada bagian yang dihubungkan dengan tenung dan sihir serta segala hal yang berhubungan dengan magis hitam. yaitu bagian kedua Kitab Weda. Periode Wiracarita Periode ini sering disebut periode epic atau periode hikayat cerita-cerita kepahlawanan. skema kefilsafatan yang pendek dan ringkas. Syiwaisme.mukti) kalau ia menyadari identitas Atman dan Brahman. alam semesta. Jadi. Jainisme. Sistem-sistem dari Budhisme.juga untuk menyambut dewa yang diundang tadi. Selain dari bagi Weda samhita yang berkaitan dengan persembahan korban kepada dewa-dewa ini. yang menonjol untuk filsafat India adalah dalam Upanisad. Upanisad mengajar bahwa Atman dan Brahman memang sama dan bahwa manusia mencapai keselamatan (moksa. berbentuk prosa yang pewahyuannya terjadi setelah zaman mantra-mantra diwahyukan. terlebih-lebih keterangan yang mengenai korban. dan untuk mengubah korban yang dipersembahkan hingga menjadi makan dewa yang sebenarnya. Ikhtisa ini dibuat dalam bentuk sutra-sutra. yakni ajaran tentang hubungan antara Atman dan Brahman. sehingga sukar sekali untuk disederhanakan serta perlu untuk membuat semacam rangkuman. Kitab Upanisad berbentuk prosa dan diwahyukan setelah zaman Brahmana. Bagian ini berisi peraturan dan kewajiabn keagamaan. Periode ini meliputi berkembangnya upanisad-upanisad yang tertua dan sistem-sistem filsafat (Darsyana). Periode Skolastik . d. dan Wishnuisme termasuk periode ini. b. Periode Suta-Sutra Pada periode ini bahan yang berupa konsep-konsep pemikiran menjadi banyak. setelah dianggapnya sebagai telah hadir. Atman adalah segi subjektif dari kenyataan ‘diri’ manusia. Brahman adalah segi objektif ‘makrokosmos’. terlebih-lebih yang mengenai manusia dan keselamatannya. Bagian ini berisi keterangan – keterangan yang mendalam mengenai asal mula alam semesta serta segala isinya.

Sankara. dan Jayanta. dengan mengajukan alasan-alasan yang tersusun rapi. b. mungkin juga akan bertahan terus di dalam perkembangan filsafat India selanjutnya. Demikian tidak ada perbedaan yang asasi di antara Zat yang Mutlak dengan dunia. bahwa Zat yang mutlak tadi karena emanasi. Madhwa. Udayana. a. artinya bahwa kenyataan yang tertinggi itu bebas dari segala sebutan dan bebas dari segala hubungan. Bhaskara. Sejak Upanisad hingga Sri Ramana ajaran yang demikian itu bertahan. Guru-guru filsafat itu dijumpai berselisih paham karena masing-masing mempunyai teoriteori sendiri yang cukup mantab. Ajaran tentang Jiwa Kecuali beberapa sistem yang tidak mengakui adanya Tuhan. Ajaran tentang Kenyataan yang Tertinggi Seberapa sistem yang mengajarkan hal ini. Mereka dengan penuh harapan saling mengajukan argumentasi dengan menetapkan sifat-sifat umum atas dasar logika 3. Wacapati. Ramanuja. semua mengemukakan bahwa kenyataan yang tertinggi adalah Zat yang Mutlak. melainkan terlebih-lebih bermaksud untuk membawa orang kepada pengrealisasi cita-cita yang tertinggi di dalam agama dan hidup. namun pada pokoknya menampakkan suatu kesamaan. yaitu sebagai berikut. Adanya kesamaan dalam empat ajaran. Akal manusia tidak dapat menerobos kenyataan itu untuk menyelaminya. antara Tuhan dengan dunia. atau bahwa jiwa adalah . sekalipun terdapatbanyak perbedaan di sana-sini. dapat dikatakan bahwa semua sistem mengajarkan bahwa karena emanasi. Kesamaan dalam Ajaran di Filsafat India Filsafat di India di dalam perjalanannya di sepanjang zaman. dalam arti filsafati. tetapi di sini muncul tokoh-tokoh besar seperti Kumarila. jiwa manusia adalah sebagian dari Zat yang Mutlak. Syridhara. menjadi lapisan dasar alam semesta. Kesamaan itu ternyata bahwa filsafat India bukan hanya bermaksud untuk memuaskan orang-orang yang gemar akan pikiran yang spekulatif saja.Sukar sekali dipisahkan dengan periode sutra-sutra. Kecuali itu diajarkan.

diajarkan bahwa jiwa manusia berada di dalam samsara. yang baik maupun yang jahat. dunia tampak beraneka ragamnya. Oleh karena itu. bahwa filsafat-filsafat itu cenderung untuk menyangkal dunia atau menolak dunia sebagai hal yang jahat. Jiwa sebagai asas yang lebih tinggi. yang kemudianakan menghasilkan kegirangan atau kesusahan. ada akhirnya. tidak turut aktif di dalam segala pergumulan hidup ini. Jiwa manusia dapat melepaskan diri dari segala perbuatan. Maka jalan kelepasan yang membebaskan manusia dari samsara. mewujudkan suatu godaan yang besar bagi hidup manusia. d. yaitu perputaran karma dengan buah-buahan. baik dipandang sebagai khayalan maupun sebagai hal yang nyata. c. Sehubungan dengan itu. Ajaran tentang Kelepasan Jikalau ajaran karma dan samsara memberikan sikap hidup yang pesimistis. Oleh karena itu. perasaan atau cita- . segala hal yang jahat tidak menjadi bagian yang nyata dari jiwa. membawa karmanya. Sebab akhir itu telah berada di dalam diri manusia sendiri.Zat yang Mutlak itu selengkapnya. Segala perbuatan yang didorong oleh emosi-emosi membawa akibatnya. Akibatnya. yaitu perputaran jantera hidup. yang berada di samping ego yang lebih rendah atau di samping alat-alat bainiah. yang tinggal sebagai daya terpendam. bagian yang murni dan yang tidak tercela. purusa atau jiwa. Ajaran tentang Karma Segala sistem filsafat India mengajarkan bahwa segala perbuatan manusia. Jiwa adalah bagian yang tetap dari manusia. Padahal akhir itu tidak perlu dicari jauh-jauh. bahwa perputaran jantera hidup. Jiwa itu disebut dengan berbagai sebutan. dengannya manusia berhubungan dengan dunia luar. Manusia harus berusaha melepaskan diri dari belenggu dunia ini. ialah berbuat tanpa emosi. yaitu atman. meninggalkan bekas-bekasnya pada manusia. Sebab ajaran tentang kelepasan itu memberi keyakinan. maka ajarannya tentang kelepasan memberikan harapan yang optimis kepada hari depan manusia.

bahwa hubungannya dengan dunia sebenarnya adalah hubungan yang hanya lahiriah saja. terdapat dua macam (kekuatan) pemikiran berikut: • Para ahli pikir Islam berusaha menyusun sebuah sistem yang disesuaikan dengan ajaran Islam. Di dalam Alquran terdapat ayat-ayat yang menekankan pentingnya manusia untuk . Dari sekian banyak ulama Islam ada yang berkeberatan terhadap pemikiran filsafat Islam. hubungan yang tidak mendalam dan yang semu. dengan menggunakan akal pikirannya. Itu jikalau jiwa dapat hiduo tanpa emosi. dan ditakwilkan menurut akal pikir manusia. tetapi alquran untuk diamalkan sehingga dapat dijadikan tuntunan hidup di dunia dan di akhirat. dan dengan Tuhan. barang siapa dapat hidup tanpa emosi. • Para Ulama menggunakan metode rasional dalam menyelesaikan soal-soal ketauhidan. C. jiwanya akan dapat tahu. ia akan merealisasikan kedudukannya yang tinggi itu dan lepaslah ia. Alquran tidak untuk diperdebatkan. dengan alam. tetapi ada juga yang menyetujuinya. Ulama yang berkeberatan terhadap pemikiran filsafat (golongan salaf) berpendapan bahwa “adanya pemikiran filsafat dianggapnya sebagai bid’ah dan menyesatkan. Filsafat Islam Islam dan kebudayaannya telah berjalan selama 15 abad dan 5 abad untuk perjalanan dalam kegiatan pemikiran filsafat. Dalam kurun waktu lima abad itu para ahli pikir Islam merenungkan kedudukan manusia di dalam hubungannya dengan sesama.citanya. bahwa hakikat yang sebenarnya tidak dipengaruhi oleh kekotoran hidup ini. Selanjutnya jiwa juga akan dapat tahu. Dalam kegiatan pemikiran filsafat tersebut. Ulama yang tidak berkeberatan terhadap pemikiran filasfat berpendapat bahwa “pemikiran filsafat sangat membantu dalam menjelaskan isi dan kandungan Alquran dengan penjelasan yang dapat diterima oleh akal pikir manusia. dipikirkan. Dengan demikian.

dan dipikirkan b. Periode Filsafat Pertama Periode ini berlangsung mulai dari abad ke-8 sampai dengan abad ke-11. yaitu pertama. Periode Mu’tazilah Periode ini bermula pada abad ke-8 sampai abad ke-12. Iran. Persoalan tentang Zat Tuhan yang tidak dapat diraba. 2. kedua. Al-Razi. dan Turkestan. a. kemudian baru diseralaskan dengan Alquran dan Alhadist. dirasa. Golongan ini memisahkan diri dari Jumhur ‘ulama’ yang dikatakan menyeleweng dari ajaran Islam. Al-Farabi. 1.berpikir tentang dirinya sendiri. seperti Al-Kindi. Perbedaan yang Mendorong Aliran Pemikiran Filsafat Timbul Timbulnya aliran pemikiran filsafat didorong oleh beberapa perbedaan: a. memakai sistem pemikiran yang dipakai ahli pikir Islam yang bersandar pada pemikiran Hellenisme. Karena terlihat orientasi peikirannya dalam menetapkan hukum. Keberadaan Mu’tazilah sangat penting dalam pemikiran filsafat Islam. dan Ibnu Sina. sebagai berikut. Perasaan “asabiyah”. Neoplatonic yang berkembang di Irak. Periodisasi Filsafat Islam Pembagian ini berdasarkan pada hubungan dengan sistem pemikiran Yunani. Terdapat dua bagian dalam periode filsafat pertama. pemakaian akal pikir didahulukan. keyakinan yang buta atas dasar suatu pendirian walaupun diyakini tidak benar lagi. Peripatetis yang berkembang di Spanyol dan Maroko. b. Perbedaan tujuan dan orientasi hidup d. yang merupakan sebuah teologi rasional yang berkembang di Bagdad dan Basrah. tentang alam semesta untuk mengimani Tuhan Sang Pencipta”. Perbedaan cara berpikir c. .

yang berkembang di Spanyol dan Maroko. yaitu: 1) Perlunya mempertahankan kemurnian Tauhid. Hal ini merupakan sumbangan Islam terhadap Eropa yang dapat membawa intelektual. Ibnu Taufail. Sistem ini mempunyai dominasi besar. Timbulnya aliran ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Periode ini berlangsung mulai abad ke-11 sampai abad ke-12. c. Periode Kalam Asy’ari Periode ini berlangsung mulai abad ke-9 samapi abad ke-11. kebebasan berpikir untuk mendorong perkembangan . dan Ibnu Rusyd. dari keragaman sistem pemikiran dalam Islam 2) Untuk menangkis hal-hal yang melemahkan tauhid dari serangan luar 3) Terdapat gerakan yang membahayakan ketauhidan. Kegiatan ilmu pengetahuan (terutama filasafat) tersebut merupakan prestasi besar dan sebagai mata rantai hubungan Islam dari Timur ke Eropa. sejajar dengan Sunnisme dan Ahli Sunnah wal-Jamaah. Banyak yang tidak setuju dengan teori ini. Tokohnya Ibnu Bajah. pusatnya di Bagdad. Aliran ini mengacu pada sistem peripatetis. Aliran pemikiran ini mengacu pada sistem Elia (Atomistis). misalnya AlHallaj Al-Asy’ari membuat sintesis teologis sebagai alternatifnya dan memilih atomisme Democritos. namun kemudian Al-Asy’ari memperkokoh dengan ayat-ayat Alquran. d. Periode Filsafat Kedua.Sebagai upaya awal adalah diadakan pengumpulan naskah-naskah filsafat Yunani. kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab ole Ibnu Sina dan Al-Kindi.

Seperti bangsa-bangsa di negara-negara Barat. Jadi. Filsafat Indonesia Pandangan hidup dan sistem pemikiran bangsa Indonesia tidak sama dengan pandangan hidup dan sistem pemikiran bangsa di negara lainnya. Kepincangan tersebut dapat kita lihat bahwa manusia produk dari pemikiran Yunani hanya melahirkan manusia-manusia yang individualistis. di mana di dalamnya mengandung bibit keserakahan. Demikian juga halnya dengan pandangan hidup yang mengacu pada materialisme. akan melahirkan manusia-manusia yang egoistis. tetapi pada akhirnya akan mengalami kepincangan hidup. saling bermusuhan. Setiap manusia tentu menginginkan hidupnya dalam keadaan baik. Mengapa demikian. 1. sejahtera. Pemikiran Filsafat Indonesia Maksud pemikiran filsafat Indonesia adalah suatu pemikiran filsafat yang diperuntukkan dalam atau sebagai landasan hidup bangsa Indonesia. pandangan hidup atau pemikiran yang diperuntukkan membangun peradapan manusia. tetapi pemikiran Yunani hanya diwarnai oleh warna mitologi dan rasio. dimana pandangan hidup dan sistem pemikirannya bersumber pada pemikiran filsafat Yunani. Dengan demikian. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu sistem pemikiran yang sesuai dengan hakikat manusia . yaitu manusia yang mementingkan dirinya sendiri dan menganggap orang lain sebagai objek kepentingan diri sendiri. dan bahagia. walaupun pemikiran filsafat Yunani ini telah dapat dibuktikan dengan keberhasilannya membangun peradaban manusia. dari pandangan bahwa di dalam pribadinya terdapat hal-hal yang selalu dipertentangkan dengan rasio (akal). yang pada akhirnya akan melahirkan manusia-manusia yang tidak bermoral atau jauh dari nilai-nilai moral. Sementara itu.D. yang di dalam dirinya terdapat sifat saling curiga. dan menganggap orang lain sebagai objek keuntungan material. Karena dari sifat individualistis dan materialistis yang akarnya dari pemikiran Yunani tidak terdapat warna yang Transedental atau yang Immanent. pandangan hidup yang berasaskan materialisme akan melahirkan manusia-manusia yang berpola pada penyimpangan nilai-nilai moral dalam lingkup sosial. kemurkaan. sesuatu pandangan hidup atau pemikiran (paham kehidupan) yang berasaskan individualisme akan melahirkan manusia-manusia yang berpola “dangkal” dalam lingkup pergaulan social. Juga.

or penggerak setiap tindakan dan b. kebahagiaan. Sistem pemikiran tersebut juga diharapkan dapat dijadikan sebagai mot perbuatan manusia Indonesia. tidak bertentangan. di mana di dalamnya tidak terdapat lagi pertentangan satu sama lainnya (harmoni sempurna). Selaras atau harmonis dengan dirinya sendiri. selanjutnya akan mengalami kekecewaan hidup. karena manusia-manusia Indonesia mempunyai kedudukan sebagai makhluk Tuhan. Suatu pemikiran filsafat yang implementasinya sebagai suatu pandangan hidup bagi setiap orang Indonesia mempunyai peranan yang penting. makhluk sosial. Dengan demikian. dan . kebahagiaan. Untuk itu. Karena hidup ini tidak hanya diperuntukkan di dunia. Maksud hakikat pribadi dalam kedudukannya sebagai manusia Indonesia adlah sebagai makhluk individu. dan ketenteraman. akan tetapi juga untuk akhirat (kehidupan setelah kehidupan dunia). Selaras atau harmonis dengan (terhadap) Tuhan Yang Maha Kuasa. yaitu apabila seseorang tidak mempunyai pandangan hidup niscaya hidupnya tidak mengarah. Bagi bangsa dan rakyat Indonesia tidaklah demikian. dan sejalan dengan hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan.dan hakikat kehidupannya. Untuk mencapai kesejahteraan. Manusia akan kehilangan sebagian kehidupannya apabila hidupnya tidak atau tanpa suatu sistem pemikiran yang digunakan dalam tujuan kehidupan sehingga hidupnya akan mengalami kepincangan. c. lingkungan kehidupannya. yaitu: a. dan ketenteraman seseorang harus mngupayakan dengan tiga cara keselarasan atau keharmonisan. perlu sekali adanya suatu sistem pandangan hidup yang di dalamnya terdapat keselarasan atau keharmonisan antara hakikat pribadi manusia Indonesia dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan. Ketiga keselarasan atau keharmonisan tersebut merupakan harmoni yang mutlak adanya. dan makhluk Tuhan. Selaras atau harmonis dengan (terhadap) pergaulan sesame manusia. Dimensi keakhiratan inilah yang mengharuskan manusia Indonesia untuk mendasarkan pada suatu sistem pandangan hidup yang selaras atau harmoni. sistem pemikiran seperti di atas diharapkan akan membawa pada suatu bentuk manusia Indonesia yang diwarnai dan sekaligus mengarah “pergaulan hidup” (bukannya “perjuangan hidup”).

dan berates suku dan bangsa. Karena budaya tersebut sebagai hasil perkembangan rohaniah dan intelektual bangsa. yaitu budaya yang memperlihatkan kepribadian bangsa Indonesia. dan berliku-liku. sedangkan yang kedua adalah suku Minangkabau. Setelah rakyat Indonesia terbebas dari penjajahan tahun 1945. 2000 tahun yang lalu telah ada sekelompok orang yang kelak akan melahirkan bangsa Indonesia. lingkungan. yang implementasinya berupa asas kekeluargaan dan asas kehidupan yang diridai Tuhan. budaya yang terungkap tersebut merupakan esensi filsafat bangsa Indonesia. yang dapat dijumpai dalam berbagai adat istiadat. Materi Filsafat (Pandangan Hidup) Indonesia Suatu pandangan hidup yang sesuai dengan manusia Indonesia adalah suatu pandangan hidup yang berasal dari akar hikmat yang terkandung dalam khasanah budaya Indonesia. lahirnya Negara kesatuan Republik Indonesia. Menurut sejarahnya. semuanya mempunyai suatu kesamaan hakikat. yang paling besar adalah suku Jawa. 2. di mana pada saat itu belum mencapai taraf yang memuaskan. beragam adat istiadat. peribahasa. Kemudian. pepatah yang kesemuanya itu merupakan ungkapan-ungkapan perilaku kehidupan manusia Indonesia. rakyat Indonesia mulai timbul kesadarannya bahwa suatu Negara apabila tidak mempunyai kebudayaan dikatakan sebagai bangsa yang miskin. penuh tantangan. Bangsa Indonesia yang saat itu jumlahnya baru puluhan juta telah mempunyai kedudukan sebagai negara kesatuan seperti negara . Dari sekian banyak suku yang tersebar. Negara Republik Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau lebih. diikuti “kepribadian bangsa Indonesia”. dan budaya. Dari kesamaan hakikat inilah nantinya akan muncul suatu rumusan pandangan hidup bangsa Indonesia yaitu Filsafat Pancasila. Untuk membentuk kesatuan budaya yang meliputi seluruh wilayah kesatuan Indonesia dibutuhkan waktu yang lama. Pada tahun 1945.Jadi. Keberadaannya baru terwujud sebagai embrio. tercetusnya Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 merupakan wujud embrio kesatuan bangsa Indonesia. Pengertian budaya di sini dalam artian yang luas. Melihat uraian di atas. Dari keragaman tersebut menunjukkan adanya kekayaan budaya yang semuanya itu lebih ditentukan oleh aspek-aspek geografis. pandangan hidup model Indonesia mempunyai dimensi yang berakar keselarasan atau keharmonisan dengan hakikat kedudukan kodrat manusia.

Yamin. Upaya yang lainnya adalah memantapkan kebudayaan nasional yang terbentuk dari kebudayaan-kebudayaan daerah atau lokal. Upaya tersebut didasarkan pada. Setelah terbebas dari penjajahan. tetapi apabila dilihat dari dalam masih banyak kekurangannya. lahirlah Pancasila yang di dalamnya terkandung nilai-niali luhur yang mencerminkan kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. yang setiap sila-silannya selalu harus mengandung keempat sila yang lainnya. dan lain-lainnya. 3. Maka. Ir. Bersyukurlah baha para pemimpin bangsa Indonesia dengan segala kemampuan dan kebijaksanaannya telah berbuat untuk menggali khasanah kepribadian dan kebudayaan untuk mencari titik kulminasi. bangsa dan neraga Indonesia dengan segala corak kebangsaannya sudah terlihat. Sila I Sila II Sila III Sila IV Sila V : : : : : Ketuhanan Yang Maha Esa. sekaligus menentukan corak moralnya. Maka kepribadian dan kebudayaan secara bersama-sama membentuk suatu titik kulminasi. semakin tinggi tingkat filsafat bangsanya”.lainnya. Setiap sila tidak boleh dipertentangkan terhadap sila yang lain karena di antara sila-sila itu memang tidak terdapat hal-hal yang bertentangan. yaitu dengan jalan dirintis oleh beberapa tokoh: Moh. Lima sila di atas juga disebut lima dasar sebagai suatu totalitas. merupakan suatu kebulatan tunggal. setapak demi setapak bangsa Indonesia mengupayakan untuk mengembangkan kepribadian. Hanya Pancasilalah yang pantas dijadikan pandangan hidup sekaligus landasan pemikiran bangsa dan negara Indonesia. yaitu terbentuknya pandangan hidup dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia. karena pandangan hidup bangsalah yang menentukan corak kepribadiannya. . Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. permusyaaratan /perwakilan. “semakin tinggi tingkat kepribadian suatu bangsa. Bentuk Filsafat Indonesia Bentuk filsafat Indonesia terdiri dari lima sila berikut. sehingga kepribadian dan kebudayaan nasional terbentuk lewat kepribadian atau kebudayaan daerah atau lokal. Di mata Negara lain. Soekarno.

Jadi. yang telah disetujui oleh para wakil rakyat menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. rakyat. yang kedudukannya sebagai inti pedoman dasar yang tetap. menyatu dalam suatu inti hakikat mutlak: tuhan. dan adil.Dengan demikian. satu. akan tetap berakar pada kepribadian kita berarti Pancasila merupakan pandangan hidup seluruh bangsa Indonesia. tetap tidak berubah. dimatangkan oleh sejarah perjuangan bangsa. . Pancasila adalah satu-satunya pandangan hidup (filsafat) yang dapat mempersatukan rakyat dan bangsa Indonesia. universal. Pancasila mempunyai sifat yang abstrak. melalui suatu proses yang panjang. umum. manusia. Kejadian tersebut.

. Amsal. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA Bakhtiar. Raja Grafindo Persada. Filsafat Ilmu. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Surajiyo. 2004. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful