DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

Fungi. protozoa. setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia.Menurut teori evolusi. Eukaryota ( Protozoa. dan Woese. dan Eubacteria. dengan protist a. sonositik. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler.2. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). Whittaker. Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. jamur ata u fungi. Tumbuhan dan Binatang).1. dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. Gambar 1. Klasifikasi Woese Gambar 1. Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. Protista terdiri dari algae atau ganggang. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. Klasifikasi Whittaker 4 . Divisio Plantae. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. dan Divisio Animalia. khamir dan protozoa (Divisio Protista).

dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. maupun redusen. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. 2. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik).D. Selain yang bersifat seluler. ko nsumen. yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. berukuran super kecil atau submikroskopik. Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. ada mikroba yang bersifat nonseluler . 5 . Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. yaitu: 1. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). Setelah ditemuka n mikroskop elektron. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. walaupun organisasi selnya belum sempurna. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. yaitu virus. Eukariota (jasad eukariotik).

Bagian-bagian d isintesis sendiri .Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: . yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada. bukan di dalam RNA atau DNA. Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.Asam inti .Protein . Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Terbentuk dari bahan genetik saja . lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid.Lipida . Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi. 6 .Polisakarida .ATP / energi Sifat pertumbuhan: . sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida.

II. pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Fransisco Redi (1665). Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. algae. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. dan bakteri. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. 7 . Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. Menurut teori abiogenesis. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). B. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. Sebagian ahli menganut teori biogenesis. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. khamir. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut.

ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. C. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. bakteri dapa t membentuk endospora. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia.Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. D. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. Saat dibiarkan pada suhu kamar. tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. Dengan penemuan tersebut. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. suhunya kurang lebih 62oC. sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. cara ini diulang sebanyak 3 kali.

seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. yaitu fermentasi asam laktat. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. bahkan dapat terhenti sama sekali. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit. Pada tahun 1837. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. E. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. (1) kehidupan anaerob. Liebig. dan F. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). Teori biologis ini ditentang oleh Jj. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. Lat our. Th. dan F. C. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. Schwanndon. proses fermentas i menjadi terhambat. menghasilkan anggur yang masam. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Wahler. J. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. Berzelius. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. Dari kenyataa n ini. fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . untuk mikroba yang memerlukan Oksigen.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. dan (2) kehidupan aerob.

MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia . sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). Pada tahun 1897. merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. F. terdapat bakteri berbentuk batang. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. G. yaitu disebut penyakit Bir. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. Apabila ada Oksigen. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). energi diperoleh secara respirasi aerob. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. tanpa memerlukan Oksigen. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. tanaman kentang (1845). apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard.“respirasi aerob”. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi.

ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. 2. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit.dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. yaitu dikenal sebagai virus. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). 4. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. H. 2. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. dapat menimbulkan pen yakit yang sama. 4. 11 . 3. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. dapat digunakan postulat Riv er (1937). Virus harus berada di dalam sel inang. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. 3. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. yaitu: 1.

yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. seperti siklus Karbon. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen.I. Hidrogen. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. dan H2. Ra diasi uv. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. dan H2S. yang disebut bakteri autotrof. Sebagai contoh. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. NH3. dan lapisan ozon sangat tipis. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu .5 milyar tahun. Urey (1954). Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. u ap air. serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. Nitrogen. H2O. CO. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. Sulfur. J. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. atau mulai terbentuk makromolekul. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. Gas-gas te rsebut 12 . GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia. CO2. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. Miller (1957) dan H. sejumlah ammonia.

purin. pembuat an enzim amilase. 6. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. pengomposan. PENGG UNAAN MIKROBA 1. antibodi. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). binatang. desulfurisasi batubara. 5. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. kondens or. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. dan lain-lain. 4. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. serta asam organik seperti asam suksinat. dan air mendidih. interferon. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. untuk tempe. untuk kecap. K. dan sebagainya. dan lain-lain. 3. pektinase. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. 2.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. proteinase. penghasilan hormon.. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . dan AT P. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. jamur Aspergillus sp. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. 7. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. bakter i asam asetat untuk vinegar. antigen. biopestisida. dan jamur Rhizop us sp. dan senyawa lain misalnya insulin. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp.

SEL DAN STRUKTURNYA A.Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel. Plantae. yang merupakan komponen dasar semua jenis s el. protozoa dan tanaman serta hewan. Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik.% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada .Mitosis tidak ada ada .R etikulum tidak ada ada endoplasmik . Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir.Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . lemak dan fosfolipid.Aparat golgi tidak ada ada . RNA. protein.Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada . jamur (fungi). Protozoa. Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot).DNA organel tidak ada ada . Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak. alga selain alga biru. Fungi.III. Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA.Ribosom plasma 80 S*) .DNA inti tidak terikat h iston terikat histon . Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya.Kloro plas 70 S*) . animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: .Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 .Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 .

SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. Aspergillus niger 40. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. berukuran 80S. C. dan manusia 29. Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran.4-0.109. STRUKTUR SEL 15 . Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. Jagung 7.8-8.106. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik.B. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA.106 pasangan basa (pb) DNA. misalnya pada bakteri anaerob. sebagai contoh: Neurospora 19. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria.109. D. 106. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). yaitu aparatus golgi. khloroplas dan aparat golgi. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 .7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ .

Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. juga karotenoid . 3. membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). 2.1. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Pada saat pembuahan. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. Apabila gamet bersifat haploid. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. air sel akan mengalir ke 16 . Pada saat generasi seksual b erikutnya. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. maka sigot bersifat diploid. Pada bakteri fotosinte tik. yang disebut membran tilakoid. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Pada beberapa bakteri. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis.

yang mempunyai erat 17                                                                 . Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. diaminopimelat. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat.4-βglikosida. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. maupun politrik. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. d an tidak mengandung lisin. dan membran akan terlepas dari dinding sel. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain.luar. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. sehingga lisosim dapat merom ak murein. dan asam teiko at yang sangat spesifik. dan lipida jenis lain. yang terikat melalui ikatan pe ptida. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. Proses ini disebut dengan plasmolisis. lipopolisakarida. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. atau lisin dan alanin. Letak flagel dapar polar. peritrik. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. dalam dinding sel. Murein hanya mengandung diaminopemelat. 4. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. glutamat. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. ipolar. yang terikat melalui ikatan 1. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. protoplasma mengalami pengkerutan.

Pili dise ut juga se agai fim rae.molekul rendah. Ada pula yang mengandung peptida. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. 5. senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. PERBEDAAN SEL TANAMAN. HEWAN. Pada e erapa akteri. 18                                                               . s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. rhamnosa. DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek. Dalam pem entukan agregasi tanah. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa. dengan panjang 12 nm. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. gula amino.

Me m ran ersifat selektif permea el. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Lipida menyelu. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. Air. Panjang D NA mencapai 1. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri.2 mm. asam amino. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti.ungi secara kontinyu dan non-polar. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. Tidak semua akteri mempunyai pili. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Diameter inti sel hewan +46µ. Mem ran sangat selekt if permea el. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . Pada e erapa t empat. glukosa. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. tetapi komposisi lipidanya eda. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis.

Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . gelap. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. Di dalam mitokondria. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. Bakteri juga mempunyai plasmid. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. dijumpai pada semua sel tanaman. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. er entuk ulat. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. 20     diameter 2nm.menjadi kromosom. lipida. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong.

Ri osome se agai tempat sintesis protein. coli mengandung 15. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. Bentuk khloropla s ermacammacam. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). Sel akteri tidak mempunyai ER. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein. 21                                                                             . Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. Setiap sel akteri E. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. di dalamnya terdapat khlo rofil. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel.000 ri os ome. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma.

dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). sulfur. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. atau saat spora erkecam ah. Vakuola mengandung gula. garam dari asam organik. lipida. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . oksigen dan CO2. metafosf at. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. polifosfat. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air. garam mineral. 22                                 . sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. pigmen. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. erupa polisakarida. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). protein terl arut. yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan.

saprofitik. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. Ha itatnya terse ar luas di alam. BAKTERI DAN VIRUS A. Thi osarcina. dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. hewan dan tum uhan. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria . suhu. yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Bakteri dapat mengalami involusi . Selain itu dapat mengalami pleomorfi. ke utuhan oksigen. Pem agian ini erdasarkan en tuk. dan lengkung. Sarcina. di dalam lumpur. sifat gram. dengan Cyano acteria pada grup 20. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. Umumnya akteri erukuran 0. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . Menurut Bergey’s manual. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. Ruminococcus . Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. patogen pad a manusia.IV. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. KLASIFIKASI BAKTERI I. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar.5-10 µ. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. dalam tanah. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). Moraxella. dan di laut. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. termasuk klas Schizomycetes. parasitik. atang. Staphylococcus. Acidami nococcus. Streptococcus. Acineto acter.

Dermatophilus. Sporolacto acillus. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Xanthomonas. Agro acterium. secara fragmentasi dan segmentasi. Frankia. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Listeria. Brevi acterium. Derxia. Actinomyces. Brucella. Rhizo ium. Legionella. Azoto acter. Beijerinckia. Bakteri gram positif 1. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Beijerinckia. Zoogloea. serta dengan ertunas. Bifido acterium. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Cellulomonas. dan miselium udara ada di permukaan medium. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Eu acterium. Streptomyces. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. 2. 3. Beijerinckia. Azoto acter. Nocardia. Bakteri Azoto acter. Alcaligenes. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Bakteri gram negatif 1. Propioni acterium. Actinoplanes. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Micromonosp ora. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. Micro ispora. Thermus. Bakteri er entuk atang a. Glu cono acter. Azomonas. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. C aryophanon. Streptosporangium. Sporosarcina. Desulfotomaculum. Oscillospira . sim iosis dan e erapa se agai parasit. Derxia. Arthro acter. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. dengan chlamydospora. Erysipelothrix. 24                                                                                                                       . Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Aceto acter.II.

Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Leptothrix. ini merupakan Methanothrix. Thio acillus. Nitrosospira. Nitrosolo us. Aeromonas.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Photo acterium. Leptothrix. Nitrosomonas. 3. N itrospira. Sulfolo us. Shigella. Crenothrix. Halococcus. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Thermoplasma. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah.2. Methanothermus. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Anaero ik: T hermoproteus. Serratia. Nitrococcus. 5. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Nitrosococcus. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Erwinia. 25                                                                               . Fuso acterium. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Yersinia. 4. Leptotrichia 6. Proteus. Thiovolum. Vi rio. Salmonella. Methanococcus. Thio acterium. Desulforococcus. Kle siell a. Entero acter. Bak teri Methanosarcina. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. Pyrodictium. Cladothrix. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides.

Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. . Saprospira. Flexi acter. Pelosigma. Campylo a cter. Selenomonas. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Borrelia. 2. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Contoh : Cytophaga. Succinivi rio. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Azospirillum. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Cristispira. Microcyclus. Bdellovi rio. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. sulfat.III. A chromatium. c. Treponema. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. Contoh: Beggiatoa. Butyrivi rio. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. er entuk enang. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta.1-3 µ x 4-8 µ . Myxo acteria. 4. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. Leptospira. Bakteri uniselular. Dinding sel tipis dan lentur. Oceanospirillum. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. Thiothrix. Bakteri e as sulfur. 3. Contoh: Vitreosci lla. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. Bakteri er entuk lengkung a. mem entuk trikoma ( ulu). Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Leucothrix. Selnya e rukuran 0. entuk atang pendek. Aquaspirillum. Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur).

M. c. tetapi le ih esar dari virus. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. d. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. 27                                                                                                         . Ba kteri ini ersifat gram negatif. atau filamen. yaitu 0. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. dan dapat ergerak meluncur. filamen. C aulo acter. kokus. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. Contoh : Mycoplasma mycoides. M. Contoh: Oscillatoria. atau hasil pengeluaran lendir. Ancalomicro ium. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. . Nevskia. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. homonia. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. Myxococcus. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Spiroplasma. Chlamydia trach omatis. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. orale. Bentuk sel ple omorfik.3x2µ. Acholeplasma. Mycoplasma erukuran 0. roset. da n sangat pleomorfik.001-7µ . yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. dan perkecam ahan. Myxo acteria. fra gmentasi. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. Prosthecomicro ium. Contoh: Rickettsia prowazekii.5. dapat erupa atang. Coxiella urnetii. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. Gallionella. Cyano acteria yang ergerak merayap. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. Contoh: Hypomicro ium. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. Contoh: Chondromyces.

dan lengkung. meskipun tidak erflagela. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu). Contoh: Thiospirillum sp. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). tidak erdinding inti. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. Ana aena. atang. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. koloni.                                                                                               . Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. dan menghasilkan O2. dan erasosiasi sim iosis.B. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). f. Contoh: Chloro ium. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. Chloropseud omonas. Cara hidupnya e as. Contoh: Gloeo acter. Rhodopseudomonas. tidak erdinding sel. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. Calothrix.. 3. Contoh: Rhodospirillum. 2. dan enang. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Bentuk selnya tunggal (uni selular). Chlorochromatium. Dermocarpa. Ada yang er entuk kokus. Spiru lina. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Oscillatoria. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). e. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. Nostoc. dan ersifat fotoautotrof o ligat. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. Chromatium sp.enang (filamen). Cylindrospermum. Gloeocapsa. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas.

atau pada jasad renik yang lain.ecak daun. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten.01-0. 2. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan). dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak. 3. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau).uluh pengangkutan). Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. hewan. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya. ecak. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh. Sel inang adalah sel manusia. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka.virus umumnya 0. tum uhan. 1. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi.1 µ.ecak nekrotik dan se againya. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Selu ung protein ini dise ut kapsid. jadi tidak dapat menero os secara aktif.

juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Kapsid terdiri atas agian. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. polihedra l. Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. ku us.dise ut nukleokapsid. Skema TMV 3. virus herpes. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. Bentuk dasar virus adalah yang ulat. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. seperti huruf T. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     . BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. dan lain-lain. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun). silindris.agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. Gam ar . yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar .

Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Skema akteriofag. DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. Gam ar . Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). 31                                                             . selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor.dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. . c. Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag.

Moliuscum parainfluenza . Varicel la/Zoster Yellow fever.45 40 .200 17 .60 130 60 . Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. 32                                     . Kelompok virus yang penting.55 25 . Siklus perkem angan akteriofag.Gam ar .85 80 . jasad ini dise ut prion. Ta el .30 40 .150 20 . dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja.80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia.inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex. pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil.75 70 . Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein. Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 .

tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). termasuk jamur yang dapat dimakan .en ang tunggal. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. atau ya ng termasuk Eumycetes.enang. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. dind ing sel tersusun dari khitin. ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. 33                                                                                                                       . A. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik).V. multiseluler atau uniseluler. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. dan elum ada diferensiasi jaringan. Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. Sel-sel jamur tidak erklorofil. dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). hewan dan manusia. yang er entuk enang atau sel tunggal. Jamur merupakan jasad eukariot. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Cara hidupnya e as atau ersim iosis. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. erca ang-ca ang. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n).

(c) dengan arthrospora (oidium). Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. misalnya pada khamir. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. misalnya pada Geotrichum sp. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). Pada jamur tingk at tinggi. yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. Perkem ang iakan secara seksual. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam.. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. misalnya pada Geotrichum sp. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). Pada jamur tingkat rendah. 34                                                                                                 . ( ) dengan lastospora. Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. (a) dengan pem entukan tunas. Spora ini dise ut sporangiospora. misa lnya pada Candida sp. Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. dan (d) dengan chlamydospora. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor.. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. ter entuk spora yang dise ut konidia. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti).B. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). C. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. Basidiomycetes. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur.

dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. discoideum. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. kulit kayu. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. makan dengan cara fagositosis. misalnya dengan memakan akteri . Struktur pada semua stadium sama. dan dise ut juga pseudoplasmodium. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. dan ter entuknya s pora. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. 1. guguran daun. yang hidup e as di dalam tanah. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. iasanya dii solasi dari tanah humus. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. nama order dengan akhira n –ales. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. akan ter entuk a dan uah. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. Nama famili dengan akhiran –aceae. 2. dan kayu. Cara makan dengan fagositosis. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid.

da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. Cri raria rufa . dan Fulig o septica. Entomophthorales. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. 24. zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. sel vegetatif multinukleat. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . dan ( ) Zygospora. atau dise ut thalus soenositik. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa.6. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . (a) Oospora. yaitu Mucorales. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. (jamur air). p.haploid. PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). 3.

Pem entukan askospora ada 4 c ara. merah. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. Spesies seperti P. ( ) Perith ecium. dan Rhiz opus sp. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). cokla t. dan dapat mem entuk konidiofor. oryzae. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. dan sisa-sisa tanaman. yaitu: 1. entuknya ulat. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa.Zoopagales. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. R. yaitu: (a) Cleistothecium. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. olygosporus. 4. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. entuk seperti cawan atau mangkuk. uah. entuk ulat seperti la u. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. (c) Apothecium. Pem elahan sel miseliu m. dan hijau. kulit. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). 3. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . dan R. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. 2. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. roqueforti dan P. 4. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. R. Konyugasi langsung seperti pada khamir. Rhizopus nigricans adalah jamur roti. dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp.

. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. dan cysts. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. jamur). kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya.. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. Spora di e askan. sel ujungnya mem esar. Cyantus sp. maka dise ut juga Hymenomycetes. kuning. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. 5. 38                                                                           . Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap.anti iotik penisilin. Setelah pele uran inti. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. ungu. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. hifa steril. tid ak ersekat. Hymenium terdapat pada mus hroom. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. parafisa. 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. dan se againya. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. Basidia erasal dari hifa dikariotik. hitam. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. inti ikut mem esar. dan khamir Sporo olomyces s p.

6. 39                   . DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. dan Monilia. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. Miseliumnya ersifat homokariotik. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. Proses plasmogami. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif. Aspergillus sp. Penicillium. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. atau dise ut paraseksual.

daun-daun. dan lain-lain. misalnya adanya stolon. aseksual (sporangiospora. nektar unga. atang atau sili ndris. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. permuk aan uah. sklerosia. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. konidia. dan erwarna atau tidak. askospora. seksual (oospora. Tipe spora. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. letak spora atau konidi. Bentukan khusus. seperti uah jeruk. jernih atau keruh. 4. klamidospora. entuk. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. elips. Tipe adan uah. sel kaki. 2. ersepta atau tidak. warna. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. Bentuk sporangiofor / konidiofor. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi.D. zygospora. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. Tipe hifa. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. rhizoid.uahan. apofi sa. madu dan lain-lain. atau oidia) 3. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. tanah. sosis. dan lain-lain. di tu uh serangga. tidak erflagela. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. kolumela / vesikula. Sel khamir 40                                                   . E. atau asidiospora) . Khamir er entuk ulat (speroid). uku ran.

Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. 2. dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. dan ukuran sel vegetatifnya. warna. dan Schizosaccharomyces sp..1. (sel vegetatif diploid). uji pem entukan asam. ukuran. 41                                           . dan khamir pada umumnya). ersifat oksidatif atau fer mentatif. serta pada Saccharomyces sp. ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). 6. 5. atau konyugasi askospora). lipolitik. Ada tidaknya askospora. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus). dan jumlah spora. heterogami. Secara vegetatif (aseksual). Sifat-sifat fisiologi. penggunaan pati. Konyugasi khamir ada 3 macam. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. 2. ds ) 4. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). 3. Bentuk. dan l ain-lain. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. atau keduanya. mem elah. (sel vegetatif haploid). Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual).).. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). warna. ke utuhan vitamin. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. dan Saccharomycodes sp. entuk. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes).

um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. misalnya spon. cacing laut. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan.VI. koral. 42                                                                                                                               . Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. 1. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. atang kayu. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Xanthophyta. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). dan merah (fikoeritrin). Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. se dangkan jamur se agai miko ion. algae termasuk eukariotik. dan lain-lain. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. ALGAE DAN PROTOZOA A. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. ALGAE Di dunia mikro ia. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. tetapi ke anyakan di perairan. coklat (fikosantin). iru kehijauan (fiko ilin).

Per edaannya. seperti pada akteri (prokariot). atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. koloni ter entuk dari 500-60. k hususnya yang er entuk multiseluler. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. 2. algae merah dan algae coklat. misalnya pada Volvox.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. Sedangkan pada algae eukariot. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. 3. misalnya algae hijau . yang erguna untuk mendukung lade. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . Algae lain.000 sel.etul erupa sel tunggal. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. erkem ang iak dengan er agai cara. Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni.

yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. 4. dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Pada algae heterotrof. Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2.er eda dengan endospora pada akteri. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). Pada keadaan gelap. Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. yang dise ut zoospora. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. menggunakan H2O se agai donor elektron. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof). tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. Spora ada yang dapat ergerak aktif. Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof.

Rhod ophyta. a. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. dan e erapa xantofil. 5. ahan cadangan makanan di dalam sel. dinding sel terdiri dari selulosa. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. atau tidak dapat kem ali se perti semula. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. multiseluler yang er entuk koloni. dan multisel uler yang er entuk filamen. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. karoten. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. xylan. Pyrrophyta. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. 8 atau 16 sel. Spirogyra dan Ulva. yaitu Chlorophyta. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. manan. genera Chlamydomonas dan Volvox. dan algae hijau nonmotil. dan Cryptophyta. Chrysophyta. e erapa tidak erd inding sel. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. yang ersifat motil karena erflagela. Algae leukofitik dapat di uat. dan sifat morfologi sel. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. Cadangan makanan erupa pati. misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. Pada siklus hidup Chl amydomonas. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. Euglenophyta. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. Phaeophyta. 45                                                                                         .ahan organik yang ada di sekitarnya. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. flagelata.

dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. 46                                                                                 . Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. . Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. Semua ang gota algae ini uniseluler. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. yaitu de ngan cara fragmentasi. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur.3. Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil.

e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut.Euglena c. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. tetapi ada yang tidak erdinding sel. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. maka sering dise ut fire al gae. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak. dan ersif at heterotrof. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. Algae ini terutama hidup di laut. 47                                                 . selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a.

Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. yai tu centric dan pennate. dan e erapa xantofil. fukoxantin. da n kalsium kar onat. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. 48                                                                                   . dan algae keemasan (Chrysophyc eae). Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. Ada 2 macam entuk frustule. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. Dinding selnya tersusun dari selulosa.d. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. karoten. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. silika.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual.

Macrocystis . karoten. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama.e. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. Organisasi selnya multiseluler. 49                                                           . dan Laminaria. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. seperti atang (stipe). Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. dengan letak lateral. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. seperti daun ( lade). asam alginat. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa. Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. dan dapat melapukkan atuan terse ut.atuan. Nereocystis. dengan din ding sel tersusun dari selulosa. dan mukopolisakarida sulfat. dan pengapung ( ladder). Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. fukoxantin dan xan tofil. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim.

Adanya klorofil a. Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. dan P . dan e erapa xantofil. fikosianin. e erapa spesies hidup di daerah dingin. misalnya algae Fucus vesiculosus.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. kertas. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. xylan. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. dan ahan lain. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. ahan makanan. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. karoten. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . terutama di daerah tropis. f. Cu. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. dan galaktan. tekstil. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. 50                                                                                           . Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. Umumnya algae merah hidup di lautan.

fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. Cadangan makanan terdiri pati. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. PROTOZOA Seperti algae. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. agar dan karagenin. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. hidup pada organisme inang . atau daratan. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. dan monadoxantin. B. 1. Be erapa spesies ersifat parasitik. Algae ini hidup di laut. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. Inang 51                                                                                                     . yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal.Dinding selnya terdiri dua lapis. d an selnya eukariotik. lingkungan air tawa r. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. g. Pada algae pem entuk koral. karoten. krokoxantin. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. yaitu polisakarida sul fat. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril.

Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. 2. kolam. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. atau genangan air. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. Be erapa protozoa seperti Difflugia. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. s ampai verte rata yang kompleks. termasuk manusia. Protozoa 52                                                                           . sungai. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. atau entuk istirahat yang dise ut kista. atau untuk mengatur tekanan osmosa. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut.

Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Tetrahymena. Entamoe a. d an La yrinthomorpha. dan Stentor. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Opalina. Leishmania. Theileria. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. yaitu Sarcomastigophora. 3. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Toxoplasma. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Amoe a. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. Bodo. Trypanosoma. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. dan Difflugia. Ba esia. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. flagela atau silia. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. Paramaecium. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . Microspora. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Mulai tahun 1980. Ciliophora. Myxospora. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. dapat masuk sel s ecara pinositosis. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Giardia . Pada klasifikasi yang aru ini. maka dipecah menjadi lima kelas. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga.merupakan sel tunggal. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). aik secara f agositosis maupun pinositosis. Acetospora. Apicomplexa. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora.

inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis.saluran pada mem ran sel. kemudian vakuola mem esar kem ali. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Pada pem elahan schizogony. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . 4. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. dan sitogami. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. kemudian di awa ke agian da lam sel. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. 54                                                                                                             . autogami. Pa da kelompok Ciliata. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. Vakuola kecil ter entuk.

enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. B. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Setelah reaksi erlangsung. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km).VII. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. S: Su strat (reaktan). P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. 55                                                         . Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. A. misal tripsin. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. ES: ikatan sementara. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap.

. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. su strat yang dikatalisis. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel. misal dalam proses respirasi. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. daya katalisisnya. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. C. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. d an cara ter entuknya. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. gugus prostetis dan kofaktor ion logam.agian protein. 1. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. 56                                                                                           .

enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: . Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain.+ 4 H+) O2 + (2e.Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . yaitu enzim oksidase. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase).Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase. . Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis. dengan contoh enzim adalah: .Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. . Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. yang merupakan pemindahan elektron. c. d. Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat .+ 4 H+) . . oksigenase. hidroksilase dan dehidrogenase.Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 .Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. Enzim.Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               . hidroge n atau oksigen.Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. .Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .2.

Cis-trans isomeras e. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a.Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. misalnya 58                                                             . meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA . 3. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat . yaitu: Rasemase. . meru ah transmetinal fosfat . misalnya enzim pepsin. triosin.. dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P . e. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya. Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal.Intramolekul ketol isomerase.Epimerase. meru ah m etilmalonil-CoA f. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi.Intramolekul transferase atau mutase.

2. D. sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S.enzim amilase. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. . Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). Mulamula E. S elama fase lag terse ut E. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. 1. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya.

pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Senyawa-senyawa seperti sianida. misalnya taka-diastase dan trips in. natrium azida. 4. sulfida. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. arginase mempunyai pH optimu m 10. . dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. 60                                                                                                           . ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. karena terjadinya denaturasi prot ein enzim.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. 3. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH).0. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat.

Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim. Apa ila ada 61                                                                                                   . Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif. d. e.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik.D: su strat enzim a. c.d.C. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut . .c.d. . Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama.D: su strat enzim a.c.c. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya.d. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim.B.C. .B. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a.

7. atau eru pa koenzim. sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Mo. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Co. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. Zn. Cu. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Mg. dan enzim lain. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. 5. Fe. vitamin.

Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. FMN. dan sitokrom.VIII. sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. A. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. terutama pH dan kadar r eaktan. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. Gugus ini mengan dung S atau P. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. 63                                                             . Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. Dalam sel. 1.

. Eo’ = 1.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting.eda. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar . Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui. kha mir dan jamur.dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. maka F’ = -52. Sitokrom (Cyt a. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP.3. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi .14 volt. dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi. Terlihat 64                                                                                        . c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. Ta el 3. Jadi efisiensinya hanya 70%. sehingga: F’ = -46. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron.000 kal.

Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. N2O. 65                                                                                                               . N2. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron.yang direduksi menjadi NO2-.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein. Be erapa spesies Streptococcus. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. CO2 menjadi CH4. tetapi dengan adanya O2. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. dan fumarat menjadi suksinat. Se agian energi diu ah menjadi panas. di entuk H2O2 uka n H2O. Aceto acter. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. oksalat. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. malat. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. sedang aseton direduksi menjad i 2. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. mereduksi nitrat menjadi gas N2. SO4= menjadi H2S . Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar).

Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. ds . yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. 1. B. 2. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. melainkan zat lain. (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . Lacto acillus spp. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. 1 asam laktat dan 1 CO2. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. dan (3) fosforilasi fotosintetik. utirat. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. memecah gula menjadi a seton. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. 66                                                                                               . lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. Pada P. utanol.

sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP.. aseton. ds ). NAD. yang merupakan prekursor gula ri osa. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. 1. untuk keperluan iosintesis. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s.3. komponen asam nukleat. HMP tidak langsung menghasilkan energi. utanol. ATP. etanol dan CO2.utilen-glikol. coli.). c oli. etanol. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. A.3 .. asam asetat. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. dan H2. FAD dan se againya. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis. laktat. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. 4. aerogenes juga menghasilkan 2. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. C. 5. ensim. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. deoksiri osa. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. dan H2 (atau format). RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. aseta t. CO2. Clostridium terg antung spesiesnya. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. ri ulosa 5-fosfat. Streptococcus spp. asam amin o aromatik. tetapi terutama mem entuk NADPH2. etanol. CO2.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. Salmonella sp. Reaksi erlangsung lewat gula C5.

a tau siklus asam sitrat. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. 68                                 . Pada ke anyakan akteri. mem entuk cincin pi rol. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino. oksalat. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA).penting dalam sel.

Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan). 69         .

Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat.2. dan ensim malat sintetase 70           . Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2.

D . FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro .555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). iliprotein. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi. dan klorofil akteri. 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . fikoeritrin. Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at.+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. . Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. ya g diubah me jadi e ergi kimia. seperti karotinoid. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. c. Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. Jika k orofi terke a cahaya. Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis.yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . e. dan fiko ilin. E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe . d.

E sim protease (po i-peptidase. dsb). kompo e ami um ya g bercaba g. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi.4-g ikosida dari ami um. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. F. seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. ga aktosa. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . pe yerapa u sur maka a . Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. o igo-peptidase. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. da sebagai ya. Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). 3. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. fruktosa. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . deami asi. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. suatu hetero-po imer dari asam ami o. da juga reaksi eksergo ik. protei . sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g.6 -g ikosoda. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. gerak. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti .72 ¢ E. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. dekarboksi asi. Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. 2. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g.

E sim uk ease. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. asam fosfat. atau mo o uk eotida. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . di. uk eosida fosfori ase. base puri da base pirimidi . uk eotidase.73 ¡ ¡ 4. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida.

Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. A. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . N0: jum ah se awa . Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. dari beberapa me it.74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. B. Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir. maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia.

301 Co toh: N = 108 . Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i.15. da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber. ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se . spora. jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . s ope = 0. Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati.Waktu ge erasi = t / . sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma. yaitu de ga rumus.6 =1 0. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ .301/ waktu ge erasi. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod).301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . N0 = 5x107 . Cara i i ada dua macam. Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis.301 0. t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. da jum ah se hidup (viab e c ou t). t: waktu pertumbuha ekspo e sia . misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir.

Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. D. Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . da fase kematia ogaritma. Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). Pada fase permu a a . Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. fase kematia dipercepat. sehi gga se be um membe ah diri. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . fase pertumbuha ya g dipercepat. semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya.76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). fase stasio er ma ksimum. U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . Pada biaka sistem tertutup. Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha .

Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur.permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). E. metabo isme se pa i g aktif. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . sehi gga jum ah se hidup ko sta . sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o . rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. X: jum ah se pada waktu t. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. Se ama fase o garitma.

301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 . seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup.000 = 105 . ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis.U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku. µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku. rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0. Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10. ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ). Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0.301 x 4) = 2/1. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia . Perbedaa dia tara ya ada ah.66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ . og 10 dari 100. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0.204 = 1. Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2.000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 . og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . seh i gga rumus (3) µ da k.

Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i. og 10 dari 100. sumber N atau faktor tumbuh. Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ). o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100. de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. sehi gga dX/dt = 0. U tuk me gatur proses di da am khemostat. diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam. ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). de ga utreia pembatas. sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . Pada keadaa ma tap (steady state). Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut.000 = 108 .60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 .D) X. maka µ = D. Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ .000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0. se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7.2 jam = 430 me it F. Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka .301 x 120) = 5/36.000.79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0.000. Pada sis tem i i . D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate).12 = 0. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ .

mesofi . Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. FAKTOR ABIOTIK 1. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. A. Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. sehi gga titik didih ya ti ggi.X. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Di da am DNA. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . da faktor bi otik. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. da suhu maksimum. da termofi . Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. Suhu a. suhu optimum. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . umum ya bersifat mesofi . Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu.

(3) Lyofi isasi .Methy ococcus capsu atus.8. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . bakte ri umum ya memer uka aw 0. pH da komposisi medium. 2. Su fo obus. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. b. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu. Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. (1) Titik kematia therma . Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0.75 . Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0.6. C ostridium. spora. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me.98.999. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum. aka memberik a beberapa macam reaksi. umur mikroba. ke embaba . da bakteri pereduksi su fat/su fur. ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ .998-0. suhu. (2) Waktu kem atia therma . tmik.90-0. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0. ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. (2) Pembekua (freezi g). Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap.

Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. 4. misa ya Ha obacterium. sehi gga t aha terhadap io Natrium. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is.9 0 0. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Acetobacter. Io -io da istrik a. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. di di g se ya terdiri dari murei .80 0. maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. pe ggu a urea. (2) mikroba ha ofi . umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. rhizobia. Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. se membe gkak da akhir ya pecah. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7).85 0. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora. Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . acti omycetes.75 0. kadar garam ya dapat me capai 30 %. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . (3) mikroba ha odurik. da Sarci a ve tricu i. ko idia atau dapat membe tuk kista.00 0.94). Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . Co toh ya ada ah bakteri itrat.60 3. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama .

Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7.0 6.0-8.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta .6 maksimum 9. Logam berat mempu yai daya o igodi amik. k orida. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.6 pH optimum 6.8-6.2. Au.0 6.0.0-7. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.4 4. opt imum.8 5.0 6. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2. maupu se yawase yawa orga ik amfoter. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). tartrat. da (c) mikroba a ka ifi .4 4. (b) mikroba mesofi ( eutrofi ). da be zoat. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri.5-8. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .0 9.0-7 .6 8.4 10.5.0-4.0 8.4 5.0 8. Co toh pH mi imum.6 6. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.4-9.0. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5.6 2. Io -io ai Logam berat seperti Hg.0 4.0-6. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur. Buffer mi imum 4.Thiobaci us.6-7. Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.0-7.0 6. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. itrat.8 7.0-7. Se ai ogam berat.0 8. yaitu io su fat.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi .6 1. 6-8. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .5-9.0 4.0-5.0-2.0 6.6 5.0-7. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae. Berdasarka pH. Ag.4 9.8 7. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc.0-5. Cu.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi.Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Mutua isme seri g disebut juga simbios is. ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). Co toh ai ada ah Liche es (Liche s).

toksi . atau da am keadaa utrie terbatas. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. f. g. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g). Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . memparasit j amur Agaricus sp. Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. co i. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. da peristiwa ya ber a gsu g cepat. atau a tibiotika. Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). h. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya.88 ¢ e. Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Jamur Trichoderma sp. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai .

Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. Apabi a di ihat susu a se yawa ya. ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba. da P. Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI. da se yawa ai .ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0.5 0. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ).1. co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai . Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu.A. seba yak 80-90 %.3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ .2 0. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . H. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se . Susu a kimia se mikroba re atif tetap. po isakarida. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se . da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. po ifosfat . U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. Tabe 11. ipida u tuk cada ga maka a . N.5 0.5 0. di di g se . O. u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se . maka air merupaka bagia terb esar dari se .

Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. emak. po ia koho . da bakter i fotosi tetik. 1. sumber karbo . da sebagai ya. 3. seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. asa m orga ik. 2. sumbe r e ergi. Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). sumber aseptor e ektro . garam asam orga ik. maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. baha pemba gu se . da sebagai aseptor atau do or e ektro . Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. faktor tumbuh. a gae hijau biru. Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. protei . sumber mi era . t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut.90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . da sumber itroge . Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . 4. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . asam ami o.

Bo.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. sebag ai pe yusu protei . Ca. Va. base puri da pirimidi . S i. da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. C . U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. NO3. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. Z . Co. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. A . Cu. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. O. H. kadar io H+ (kemas ama . 5. 7. Tu. CO2. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. SO4=. M . Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. Ni. da am jum ah seda g u sur o igo. sebagai pe yusu asam uk eat. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. Sc. S. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. NO2-. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. protei . Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . Na. N. da sebagai ya. Mg. da P. se yawa orga ik . Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . asam ami o. B. 6. N2O. itrat. da Fe3+. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. Mo. pH). U sur pe yusu utama se ia ah C.

khem o itotrof. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. khemoototrof da khemoheterotrof .1. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. 2. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. da khemoorga otrof. misa ya CO2 da se yawa karbo at. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. 4. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. da S. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. jika me ggu aka e ergi cahaya. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. NH3. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . da khemotrof. fotoheterotrof. fotoorga otrof.ya. H2S. maka dike a jasad fotoototrof. Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik.

bakteri hidroge . a aerob. tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya.Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . C. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium. mikroaerob. jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. a aerob faku tatif. Jasa a aerob. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . da kap ofi . Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium.

sumber itroge . 2. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. bahka mikroba dapat mati. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . faktor tumbuh. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. E. sumber e ergi. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da sebagai ya). Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. D. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . misa ya sumbe r karbo . sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. gu a. Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2.ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu.

01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . 0. tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. 1 iter NH4C . U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3).2 gram Asam ikoti at. 1 gram G ukosa. D a am keadaa a aerob. 0.01 gram CaC 2. 3. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. Tabe 11.7H2O. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4).7H2O. K2HPO4. G ukosa.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as. Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. 0. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C . G ukosa. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh.1 gram FeSO4. Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air.2. 1 gram NH4C . Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. 0.

khemoototrof.020. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ .5 mg 4. Co. Z ).Mo. Cu. fotosi tetik.M . pH. cahaya). da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. masi gmasi g 0.

Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo .da bakteri aerob maupu a aerob. U t uk kehidupa ya. Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. debu. de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . itroge . Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. udara maup u air se a u dijumpai mikroba.XII. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. fosfor da u sur ai di a am. Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . MIKROHABITAT DALAM TANAH 1.

Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. dehidroge ase. produk metabo it . Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. Sekresi akar 3.98 ¢ ¢ . urease. Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase. hidro ase. Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). : baha sekresi akar. da tra sferase. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. maka i de ks R/S semaki besar. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. faktor tumbuh. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. 2.P. maka i deks R/S semaki keci . sisa se epi dermis. Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. e zim . ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. asam ami o. asam orga ik. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. da misce a eous. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. Lisat akar 4. f avo o . Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . u k eotida. asam emak da stero . se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. fosfatase da su fatase. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Semaki subur t a ah. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. me yediaka mi era seperti N. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. iase. Mikroba dapat me arutka da .

Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. 3. Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. io ammo ium. ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . a. itrifikasi. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . 1. da ki mia. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. da sebagia ai berbe tuk gas NH3. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . asam ami o. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik.2. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. o simbiotik. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2. da io itrat. C. da de itrifikasi.

Baci us. ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. Pada i gku ga ta ah terge a g. tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. Pseudomo a s. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . Ch oropseudomo as. Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. Desu fotomacu um.5 kg N/ha/th. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae.mempu yai dua macam protei . Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. da Metha obaci us. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Se ai itu juga diper uka ATP. C ostridium. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es). Se ai Azotobacter. sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. Da am i gku ga ta ah. Desu fovibri o. Vibrio. sehi gga pera a ya pe ti g. Chromatium. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). Ch orobium. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. Rhodopseudomo as. Rhodomicrobium. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . Azospiri um.5-2. Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. Thiobaci us. K ebsie a. feredoksi . Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. Rhodospiri um.

da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba.b. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. peptidog ika . se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . Di da am se . Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. bi ata g. Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. asam uk eat. Amo ifikasi Berbagai ta ama . Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . sehi gga epas dari s istem ta ah. S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o.

Di da am ta ah. Pad a i gku ga ta pa oksige . Aeromo as. Escherichia. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir.5 H2O NO2. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . Staphy ococcus. jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . Spiri um. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. Baci us. E terobacter. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . Pada keadaa a aerob. Nocardia.c.+ 0 . Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Da am proses desimi asi reduksi itrat. tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Nitrosococcus. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. da Nitroso obus. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi. Se ai Ni trobacter. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. da Nitrococcus. F avobacterium. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira. d. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase.5 O2 NO2.

Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. Ke y ataa di a am. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. a. pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . Rhizobium. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Rhodopseudomo as. da Propio ibacterium. sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. 4. sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P.da am keadaa a aerob. Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif). Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara .

khusus ya P. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza.

yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM. sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . Gym ospermae da A giospermae. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. da Scute ospora sp. kecua i pada fami i Cruciferae. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. Ektomikoriza.5-dihidroksi-6. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. da Ekte domikoriza.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. Pteridophyta. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi.

Sc erocystis. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. Berdasarka tipe spora ya. Di da am ta ah. Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . Vesiku a me ga du g ipida. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . da Comp exi pes. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . hifa gu u g. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. yaitu ge era G omus. Apabi a se kortek rusak. Acau ospora da E trophospora. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. arbusku da ves iku a. Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara.

107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. Z da Cu. Pe ici ium da khamir. S. Mg2+.macam. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. b. terutama u sur P. da F avobacterium. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. Fe3+. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. Baci us po ymyxa. P. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. Micrococcus. Arthrobacter. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Streptomyces. seperti N. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Se ai bakteri. da A 3+. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. Pseud omo as. seperti asam g uko at. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . ratho is. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. da Baci us megaterium. O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama .

O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. da u sur ai u tuk si tesis se . S. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Se ama proses peruraia . E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . D. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat. N.sampai hari ke 90. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. P. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses.

Da am pe gomposa tertutup. suhu. ada ya mikroba. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . NH3. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi .NH4. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . C O2. sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. ke embaba da aerasi. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. CH4. NO3. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. ukura baha . jamur akti omisetes da protozoa. Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . suhu ya dapat me capai 65-75oC. Secara tota . Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. SO4. kemasama . da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. H2S. da ai sebagai ya. H2PO4. da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC.

da se ama pe gomposa pada keadaa etra . Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. isbah C/N a tara 15-20.5-8. KPK da kapasitas adsorpsi air besar. tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida . Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6).5). sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. da humi ). fu vat.sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. se u o itik. Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma . da sebag ai ya. ig i o itik.

111 ¢ XIII. Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . baik di i gku ga ta ah maupu peraira . A. Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . a aerob. Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g. Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik. Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air.

ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . da fosforat. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge .i ier (ber caba g). 2. ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. adipat. ma eat. aze at. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). ammo ium. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . U tuk me ghi a gka su fat.ya ebih kuat da berbusa. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . (b) ester a sam phtha at. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. po istire . da po ivi i k orida. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. Bagia ya g bercaba g ABS. da gas CO2 ya g me guap. 2. akti omycetes. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o . itrat. Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S. ri si o eat. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar.112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. Pada proses pe cucia . fosfat. yaitu te rdiri bakteri. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah.

daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik. 3. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. A. Saccharomyces cerevisiae. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie .Trichoderma sp. Brevibacterium sp.... Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae.. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. da aroma tik. C adosporium sp. kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ .Fusarium sp. U tuk dapat m erombak p astik. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai. risi o eat. a isik ik. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. sebakat. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Versico or. o eat. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. Pe ici ium sp. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger.. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi.113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. Vertici ium sp. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . Fraksi a ka a ra tai C pe dek. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba.

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡