P. 1
38385295 Buku Ajar Mikrobiologi

38385295 Buku Ajar Mikrobiologi

|Views: 423|Likes:
Published by Mimah Moetmainah

More info:

Published by: Mimah Moetmainah on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). khamir dan protozoa (Divisio Protista). Klasifikasi Woese Gambar 1. Eukaryota ( Protozoa. dan Woese. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. Protista terdiri dari algae atau ganggang. setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia.1. Gambar 1. sonositik. Tumbuhan dan Binatang). jamur ata u fungi. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi.2. protozoa. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler.Menurut teori evolusi. dengan protist a. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. Fungi. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. dan Eubacteria. Klasifikasi Whittaker 4 . dan Divisio Animalia. Whittaker. Divisio Plantae.

Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. maupun redusen. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. Selain yang bersifat seluler. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. 2. berukuran super kecil atau submikroskopik. 5 . Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Eukariota (jasad eukariotik). sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. yaitu virus. Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. yaitu: 1. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik.D. ada mikroba yang bersifat nonseluler . yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Setelah ditemuka n mikroskop elektron. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. ko nsumen. walaupun organisasi selnya belum sempurna. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik). sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu.

Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi. yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang.Bagian-bagian d isintesis sendiri . 6 .Terbentuk dari bahan genetik saja .Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: . bukan di dalam RNA atau DNA.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada.Polisakarida . Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion. Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas.ATP / energi Sifat pertumbuhan: . sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida.Protein .Asam inti .Lipida . Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang. yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius. lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid.

Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam.II. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. dan bakteri. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. algae. tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. Fransisco Redi (1665). khamir. Menurut teori abiogenesis. 7 . jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. B. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Sebagian ahli menganut teori biogenesis. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging.

Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. Dengan penemuan tersebut. C. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi.Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. suhunya kurang lebih 62oC. (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . cara ini diulang sebanyak 3 kali. sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. bakteri dapa t membentuk endospora. D. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. Saat dibiarkan pada suhu kamar. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur.

Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. Pada tahun 1837. Dari kenyataa n ini. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. C. bahkan dapat terhenti sama sekali. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. Berzelius. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. Liebig. yaitu fermentasi asam laktat. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Lat our. Th. menghasilkan anggur yang masam. Wahler. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). (1) kehidupan anaerob. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. J. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. Schwanndon.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). E. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. proses fermentas i menjadi terhambat. dan F. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. dan F. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. dan (2) kehidupan aerob. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit.

terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. G. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. F. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. energi diperoleh secara respirasi aerob. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . Pada tahun 1897. terdapat bakteri berbentuk batang. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. yaitu disebut penyakit Bir. sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel).“respirasi aerob”. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. Apabila ada Oksigen. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia . tanaman kentang (1845). proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. tanpa memerlukan Oksigen.

yaitu: 1. 2. 3.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. 11 . 4. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit.dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). dapat digunakan postulat Riv er (1937). Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). 3. H. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. dapat menimbulkan pen yakit yang sama. Virus harus berada di dalam sel inang. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. 4. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. 2. yaitu dikenal sebagai virus.

Gas-gas te rsebut 12 . suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. Nitrogen. seperti siklus Karbon. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. dan H2S. Hidrogen. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2. Sulfur.I. dan H2. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. CO. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. Urey (1954). dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. CO2. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . sejumlah ammonia. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. NH3. Miller (1957) dan H. Sebagai contoh. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. H2O. atau mulai terbentuk makromolekul. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia. u ap air. J. Ra diasi uv. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. dan lapisan ozon sangat tipis. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. yang disebut bakteri autotrof. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik .5 milyar tahun. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada.

desulfurisasi batubara. pengomposan. PENGG UNAAN MIKROBA 1. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. K. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. proteinase. dan lain-lain. 5. 3. 7. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. dan AT P. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. pektinase. 6. untuk tempe. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. antibodi. 4. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. jamur Aspergillus sp. bakter i asam asetat untuk vinegar. dan sebagainya. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. 2. dan senyawa lain misalnya insulin. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . biopestisida. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. dan lain-lain. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. purin. dan jamur Rhizop us sp. untuk kecap. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. pembuat an enzim amilase. penghasilan hormon. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru.. binatang. kondens or. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. serta asam organik seperti asam suksinat. antigen. dan air mendidih. interferon.

Ribosom plasma 80 S*) .DNA organel tidak ada ada . Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA.Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada .DNA inti tidak terikat h iston terikat histon . Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot). PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel. alga selain alga biru. SEL DAN STRUKTURNYA A. jamur (fungi).Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik. lemak dan fosfolipid. animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: . yang merupakan komponen dasar semua jenis s el.Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 . Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir.Mitosis tidak ada ada .R etikulum tidak ada ada endoplasmik .Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 . protein. Protozoa. Plantae. RNA.Kloro plas 70 S*) . Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya.III. protozoa dan tanaman serta hewan.Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada .Aparat golgi tidak ada ada . Fungi.% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada . Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak.

Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . Aspergillus niger 40. sebagai contoh: Neurospora 19.B. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. Jagung 7.4-0. STRUKTUR SEL 15 . Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis.8-8. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma.109. dan manusia 29. khloroplas dan aparat golgi. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. 106.109. yaitu aparatus golgi. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. D. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran.106 pasangan basa (pb) DNA. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. berukuran 80S. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. misalnya pada bakteri anaerob. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. C.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S.106. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot.

melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. yang disebut membran tilakoid. Pada bakteri fotosinte tik. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). juga karotenoid . 3. Pada saat generasi seksual b erikutnya. 2. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Apabila gamet bersifat haploid. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual.1. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. Pada saat pembuahan. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. maka sigot bersifat diploid. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). Pada beberapa bakteri. membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. air sel akan mengalir ke 16 . Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya.

sehingga lisosim dapat merom ak murein. Proses ini disebut dengan plasmolisis. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. yang terikat melalui ikatan pe ptida. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. yang terikat melalui ikatan 1. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. dan lipida jenis lain. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. atau lisin dan alanin. dalam dinding sel. maupun politrik. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. d an tidak mengandung lisin. peritrik. Letak flagel dapar polar. ipolar. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. dan membran akan terlepas dari dinding sel. glutamat. protoplasma mengalami pengkerutan. 4. dan asam teiko at yang sangat spesifik. diaminopimelat. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin.4-βglikosida. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. yang mempunyai erat 17                                                                 . Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. lipopolisakarida. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata.luar. Murein hanya mengandung diaminopemelat.

s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat.molekul rendah. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Dalam pem entukan agregasi tanah. HEWAN. 5. 18                                                               . rhamnosa. PERBEDAAN SEL TANAMAN. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. gula amino. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Pili dise ut juga se agai fim rae. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. dengan panjang 12 nm. senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Pada e erapa akteri. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. Ada pula yang mengandung peptida.

tetapi komposisi lipidanya eda. Panjang D NA mencapai 1. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Me m ran ersifat selektif permea el. Pada e erapa t empat. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. Mem ran sangat selekt if permea el. asam amino. Tidak semua akteri mempunyai pili. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n.ungi secara kontinyu dan non-polar. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri. Air. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. glukosa. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel.2 mm. Diameter inti sel hewan +46µ. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . Lipida menyelu. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+. Lipida tersusun dalam 2 lapisan.

Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Bakteri juga mempunyai plasmid. dijumpai pada semua sel tanaman. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. Di dalam mitokondria. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA.menjadi kromosom. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. lipida. er entuk ulat. 20     diameter 2nm. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. kemudian memisah menjadi kromosom anak. gelap. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. Setiap inti ada 1-4 anak inti. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800.

Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. coli mengandung 15. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong.000 ri os ome. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. 21                                                                             . Bentuk khloropla s ermacammacam. Setiap sel akteri E. Sel akteri tidak mempunyai ER. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari. Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. Ri osome se agai tempat sintesis protein. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. di dalamnya terdapat khlo rofil. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid).

sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. sulfur. yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air. 22                                 . sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. protein terl arut.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. pigmen. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . lipida. garam dari asam organik. oksigen dan CO2. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). garam mineral. polifosfat. dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). erupa polisakarida. atau saat spora erkecam ah. Vakuola mengandung gula. metafosf at.

Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. atang. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. ke utuhan oksigen. saprofitik. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. Menurut Bergey’s manual. di dalam lumpur. yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Staphylococcus. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. KLASIFIKASI BAKTERI I. parasitik. dengan Cyano acteria pada grup 20. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). termasuk klas Schizomycetes. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Bakteri dapat mengalami involusi . dan lengkung. patogen pad a manusia. dalam tanah. Thi osarcina. Moraxella. Acineto acter. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik.IV. Acidami nococcus. hewan dan tum uhan. dan di laut. suhu. Streptococcus. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . Ruminococcus . Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria . Sarcina. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Umumnya akteri erukuran 0. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. Pem agian ini erdasarkan en tuk. BAKTERI DAN VIRUS A. Ha itatnya terse ar luas di alam.5-10 µ. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. sifat gram.

Nocardia. Xanthomonas. secara fragmentasi dan segmentasi. dan miselium udara ada di permukaan medium. Oscillospira . C aryophanon. Bakteri gram positif 1. Micro ispora. Agro acterium. Derxia. Streptosporangium. Derxia. Frankia. Glu cono acter. Listeria. Erysipelothrix. 24                                                                                                                       . sim iosis dan e erapa se agai parasit.II. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Azomonas. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Legionella. Bifido acterium. Bakteri gram negatif 1. Arthro acter. Zoogloea. Beijerinckia. Rhizo ium. dengan chlamydospora. Thermus. Dermatophilus. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Cellulomonas. Streptomyces. Azoto acter. Azoto acter. Bakteri Azoto acter. 2. Brevi acterium. Sporolacto acillus. Beijerinckia. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. Alcaligenes. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Brucella. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Sporosarcina. 3. Eu acterium. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. serta dengan ertunas. Bakteri er entuk atang a. Micromonosp ora. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. Aceto acter. Actinomyces. Beijerinckia. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Actinoplanes. Desulfotomaculum. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Propioni acterium. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus.

Aeromonas. Sulfolo us. 5. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Vi rio. Nitrosococcus. Halococcus. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Leptothrix. Thermoplasma. Leptotrichia 6. 3. Nitrosospira. Methanococcus. Salmonella.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. Leptothrix. N itrospira. Thio acterium. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Anaero ik: T hermoproteus. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides. Bak teri Methanosarcina. Nitrosomonas. 25                                                                               . Fuso acterium. ini merupakan Methanothrix. Nitrococcus. Methanothermus. Cladothrix. Crenothrix. Shigella. Pyrodictium. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Kle siell a. Entero acter. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. 4. Nitrosolo us. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Desulforococcus. Serratia. Photo acterium. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi.2. Erwinia. Thiovolum. Thio acillus. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Yersinia. Proteus.

Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Succinivi rio. Bakteri e as sulfur. 4. Saprospira. Campylo a cter. Azospirillum. Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Butyrivi rio. Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Cristispira. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. Thiothrix. Aquaspirillum. Leptospira. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. sulfat. . A chromatium. Contoh: Vitreosci lla. entuk atang pendek. Flexi acter. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta. mem entuk trikoma ( ulu). Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Dinding sel tipis dan lentur. Pelosigma. 3. Treponema. Contoh : Cytophaga.III. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). c. Microcyclus. Borrelia. Selenomonas. Selnya e rukuran 0. Bakteri uniselular. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir.1-3 µ x 4-8 µ . Leucothrix. Oceanospirillum. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Myxo acteria. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. Bakteri er entuk lengkung a. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. 2. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Bdellovi rio. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Contoh: Beggiatoa. er entuk enang.

Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. Ba kteri ini ersifat gram negatif. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. M. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. atau hasil pengeluaran lendir. Contoh: Oscillatoria. Bentuk sel ple omorfik. M. filamen. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. roset. yaitu 0. Myxococcus. d. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. Myxo acteria. atau filamen. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. Acholeplasma. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Mycoplasma erukuran 0. Coxiella urnetii. Contoh: Rickettsia prowazekii.5. Prosthecomicro ium. orale. homonia. dan perkecam ahan. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. Contoh: Chondromyces. Contoh : Mycoplasma mycoides. tetapi le ih esar dari virus. Cyano acteria yang ergerak merayap. Chlamydia trach omatis. C aulo acter. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. da n sangat pleomorfik. dan dapat ergerak meluncur. c. dapat erupa atang. Ancalomicro ium. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria.001-7µ . yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. . Spiroplasma. fra gmentasi. Nevskia. 27                                                                                                         . kokus.3x2µ. Contoh: Hypomicro ium. Gallionella.

Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). Contoh: Gloeo acter. e. Chromatium sp. tidak erdinding sel. meskipun tidak erflagela. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp.                                                                                               . dan lengkung. Cylindrospermum. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. 3. Ada yang er entuk kokus. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. dan ersifat fotoautotrof o ligat. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Cara hidupnya e as. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. koloni. atang. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. dan enang. Contoh: Rhodospirillum. 2. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. Dermocarpa.enang (filamen). Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas. Nostoc. dan menghasilkan O2. Contoh: Chloro ium. Gloeocapsa. Spiru lina. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu).B. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). Bentuk selnya tunggal (uni selular). Oscillatoria. Contoh: Thiospirillum sp. Calothrix. Rhodopseudomonas. f. Chlorochromatium. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. dan erasosiasi sim iosis. Chloropseud omonas. tidak erdinding inti. Ana aena..

misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh. Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi.uluh pengangkutan).01-0. Bahan genetik virus ini ialah RNA. 2. Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan).1 µ. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya.virus umumnya 0. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten. 1. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa. jadi tidak dapat menero os secara aktif. 3. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. ecak. tum uhan.ecak nekrotik dan se againya. U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1.ecak daun. Sel inang adalah sel manusia. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya. atau pada jasad renik yang lain. Selu ung protein ini dise ut kapsid. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. hewan. dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak.

Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. Skema TMV 3. ku us. silindris. virus herpes. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). seperti huruf T. Bentuk dasar virus adalah yang ulat. Gam ar . Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun).dise ut nukleokapsid. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . dan lain-lain. yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. Kapsid terdiri atas agian. Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. polihedra l. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     .agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida).

sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at.dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. c. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. . DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Skema akteriofag. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). Gam ar . Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. 31                                                             .

Siklus perkem angan akteriofag.200 17 .45 40 .85 80 . Moliuscum parainfluenza . Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 . dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja. Ta el .75 70 .inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex. Kelompok virus yang penting.80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia.Gam ar .30 40 . Varicel la/Zoster Yellow fever.55 25 .60 130 60 . 32                                     .150 20 . jasad ini dise ut prion. Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil. Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein.

dan elum ada diferensiasi jaringan. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. Sel-sel jamur tidak erklorofil. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. hewan dan manusia. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Hifa ini merupakan sel yang memanjang. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). atau ya ng termasuk Eumycetes. Jamur merupakan jasad eukariot. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). A. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik.V. erca ang-ca ang. Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah.en ang tunggal. ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. 33                                                                                                                       . Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. dind ing sel tersusun dari khitin. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. dan (c) khamir yait u jamur ersel satu.enang. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. multiseluler atau uniseluler. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). termasuk jamur yang dapat dimakan . yang er entuk enang atau sel tunggal. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium.

misa lnya pada Candida sp. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif.. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. misalnya pada Geotrichum sp. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam. (c) dengan arthrospora (oidium). Pada jamur tingk at tinggi. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). Myxomycetes (Jamur lendir sejati). Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. misalnya pada Geotrichum sp. Spora ini dise ut sporangiospora. Basidiomycetes. spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). Perkem ang iakan secara seksual. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. (a) dengan pem entukan tunas. kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur.B. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa.. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. 34                                                                                                 . ( ) dengan lastospora. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. misalnya pada khamir. Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. C. dan (d) dengan chlamydospora. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). Pada jamur tingkat rendah. ter entuk spora yang dise ut konidia.

seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. 1. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Cara makan dengan fagositosis. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. misalnya dengan memakan akteri . Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. dan ter entuknya s pora. makan dengan cara fagositosis. dan dise ut juga pseudoplasmodium. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. iasanya dii solasi dari tanah humus. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). kulit kayu. yang hidup e as di dalam tanah. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. discoideum. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. nama order dengan akhira n –ales. dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. guguran daun. 2. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. Struktur pada semua stadium sama. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. akan ter entuk a dan uah. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. Nama famili dengan akhiran –aceae. dan kayu.

(jamur air). zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. Entomophthorales. dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . (a) Oospora. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. yaitu Mucorales. p. Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes.haploid. sel vegetatif multinukleat.6. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . 24. Cri raria rufa . PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. dan Fulig o septica. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). atau dise ut thalus soenositik. da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). 3. Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa. dan ( ) Zygospora.

Konyugasi langsung seperti pada khamir. dan R. dan hijau. uah. (c) Apothecium. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. entuknya ulat. R. ( ) Perith ecium. dan Rhiz opus sp. R. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. yaitu: 1. merah. dan sisa-sisa tanaman. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. cokla t. entuk seperti cawan atau mangkuk. Rhizopus nigricans adalah jamur roti. olygosporus. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . Pem entukan askospora ada 4 c ara. 4. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. 4. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. dan dapat mem entuk konidiofor. kulit. yaitu: (a) Cleistothecium. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. 2. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Pem elahan sel miseliu m. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. 3. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. entuk ulat seperti la u. roqueforti dan P. oryzae. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Spesies seperti P.Zoopagales.

5. 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. parafisa. Setelah pele uran inti. Basidia erasal dari hifa dikariotik. dan se againya. kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora.. hifa steril. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. Cyantus sp. hitam. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. 38                                                                           . kuning. dan cysts. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. Hymenium terdapat pada mus hroom. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. Spora di e askan.anti iotik penisilin. tid ak ersekat. ungu. pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. maka dise ut juga Hymenomycetes. sel ujungnya mem esar. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma.. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. jamur). dan khamir Sporo olomyces s p. inti ikut mem esar. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran.

dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. dan Monilia. Miseliumnya ersifat homokariotik. Proses plasmogami. Penicillium. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif. atau dise ut paraseksual. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. Aspergillus sp.6. 39                   . Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes.

IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. Tipe spora. elips. tidak erflagela. daun-daun. Bentukan khusus. tanah. warna. permuk aan uah. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. konidia. Bentuk sporangiofor / konidiofor. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. kolumela / vesikula. madu dan lain-lain. Sel khamir 40                                                   . misalnya adanya stolon. sklerosia. Tipe adan uah. seperti uah jeruk. di tu uh serangga.uahan. nektar unga. klamidospora. E. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. 4. jernih atau keruh. Tipe hifa. rhizoid. aseksual (sporangiospora. Khamir er entuk ulat (speroid). atang atau sili ndris. atau oidia) 3. dan lain-lain. apofi sa. atau asidiospora) . seksual (oospora. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. dan erwarna atau tidak. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. dan lain-lain. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. sosis. sel kaki. zygospora. 2. askospora. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. uku ran. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. ersepta atau tidak.D. letak spora atau konidi. entuk.

5. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. 6. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. dan Schizosaccharomyces sp. dan ukuran sel vegetatifnya.1. Sifat-sifat fisiologi. entuk. misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). heterogami. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. ke utuhan vitamin. 3. Bentuk. warna. dan l ain-lain. ds ) 4. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). dan khamir pada umumnya). atau konyugasi askospora). dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). (sel vegetatif haploid). serta pada Saccharomyces sp. 2. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. lipolitik. mem elah. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus). Konyugasi khamir ada 3 macam.. Ada tidaknya askospora.). ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). warna. ukuran. dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. 41                                           . 2. Secara vegetatif (aseksual). atau keduanya.. ersifat oksidatif atau fer mentatif. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). uji pem entukan asam. penggunaan pati. dan Saccharomycodes sp. dan jumlah spora. (sel vegetatif diploid).

Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. se dangkan jamur se agai miko ion. Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. Xanthophyta. koral. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). iru kehijauan (fiko ilin). coklat (fikosantin). Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. 42                                                                                                                               . Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. ALGAE Di dunia mikro ia. ALGAE DAN PROTOZOA A. algae termasuk eukariotik. tetapi ke anyakan di perairan.VI. misalnya spon. cacing laut. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. 1. dan lain-lain. sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. dan merah (fikoeritrin). Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). atang kayu. tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa.

dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. misalnya pada Volvox. Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. 3. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. 2.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. seperti pada akteri (prokariot). Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. koloni ter entuk dari 500-60. yang erguna untuk mendukung lade. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. erkem ang iak dengan er agai cara.000 sel. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. misalnya algae hijau . Sedangkan pada algae eukariot. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. k hususnya yang er entuk multiseluler. Algae lain. Per edaannya. algae merah dan algae coklat.etul erupa sel tunggal.

dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). 4. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. Spora ada yang dapat ergerak aktif. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. Pada keadaan gelap. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. menggunakan H2O se agai donor elektron. yang dise ut zoospora.er eda dengan endospora pada akteri. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Pada algae heterotrof. Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof).

dan multisel uler yang er entuk filamen. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. yang ersifat motil karena erflagela. dinding sel terdiri dari selulosa. Pyrrophyta. 5. Cadangan makanan erupa pati. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. Algae leukofitik dapat di uat. genera Chlamydomonas dan Volvox. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau.ahan organik yang ada di sekitarnya. 45                                                                                         . Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. atau tidak dapat kem ali se perti semula. dan algae hijau nonmotil. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. Rhod ophyta. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. yaitu Chlorophyta. dan sifat morfologi sel. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. e erapa tidak erd inding sel. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. dan e erapa xantofil. Spirogyra dan Ulva. xylan. karoten. ahan cadangan makanan di dalam sel. Chrysophyta. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. flagelata. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. Pada siklus hidup Chl amydomonas. Phaeophyta. a. Euglenophyta. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. 8 atau 16 sel. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. manan. multiseluler yang er entuk koloni. dan Cryptophyta. misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet.

dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. . yaitu de ngan cara fragmentasi. mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. 46                                                                                 . Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1. setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. Semua ang gota algae ini uniseluler.3. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah.

dan ersif at heterotrof. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. tetapi ada yang tidak erdinding sel. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak. Algae ini terutama hidup di laut. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. 47                                                 . Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. maka sering dise ut fire al gae. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik.Euglena c. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra.

dan algae keemasan (Chrysophyc eae). Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. 48                                                                                   . yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. silika. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. karoten. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. da n kalsium kar onat. Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. Ada 2 macam entuk frustule. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). yai tu centric dan pennate. Dinding selnya tersusun dari selulosa. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. fukoxantin. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. dan e erapa xantofil.d. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma.

terutama hidup di permukaan lau t yang dingin.atuan. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat. Macrocystis . seperti daun ( lade). dengan din ding sel tersusun dari selulosa. dan dapat melapukkan atuan terse ut. Organisasi selnya multiseluler. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. dan pengapung ( ladder). Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. asam alginat. fukoxantin dan xan tofil. dan Laminaria. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum.e. Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. karoten. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. dan mukopolisakarida sulfat. Nereocystis. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). dengan letak lateral. 49                                                           . seperti atang (stipe). warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil.

misalnya algae Fucus vesiculosus. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. karoten. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. dan galaktan. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. dan P . dan ahan lain. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. Umumnya algae merah hidup di lautan. kertas. yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. ahan makanan. terutama di daerah tropis. Adanya klorofil a. anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. tekstil. Cu. e erapa spesies hidup di daerah dingin. dan e erapa xantofil. fikosianin. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . xylan. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. 50                                                                                           . Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. f. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m.

lingkungan air tawa r. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril.Dinding selnya terdiri dua lapis. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. B. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. Inang 51                                                                                                     . Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. Algae ini hidup di laut. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa. Cadangan makanan terdiri pati. agar dan karagenin. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. atau daratan. 1. hidup pada organisme inang . d an selnya eukariotik. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. PROTOZOA Seperti algae. Be erapa spesies ersifat parasitik. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. yaitu polisakarida sul fat. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. krokoxantin. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. karoten. g. Pada algae pem entuk koral. dan monadoxantin. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil.

2.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. atau untuk mengatur tekanan osmosa. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. kolam. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. sungai. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. termasuk manusia. Be erapa protozoa seperti Difflugia. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. s ampai verte rata yang kompleks. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. Protozoa 52                                                                           . atau entuk istirahat yang dise ut kista. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. atau genangan air. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras.

dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Trypanosoma. Opalina. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Amoe a. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. Paramaecium. Entamoe a. dan Stentor. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. dan Difflugia. Myxospora. d an La yrinthomorpha. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Toxoplasma. Leishmania. aik secara f agositosis maupun pinositosis. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. Acetospora.merupakan sel tunggal. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Giardia . Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. maka dipecah menjadi lima kelas. Tetrahymena. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. dapat masuk sel s ecara pinositosis. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. Mulai tahun 1980. flagela atau silia. Bodo. Apicomplexa. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. Theileria. y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora. 3. yaitu Sarcomastigophora. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. Microspora. Ciliophora. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Ba esia. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. Pada klasifikasi yang aru ini.

Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). Pa da kelompok Ciliata. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. kemudian di awa ke agian da lam sel. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Pada pem elahan schizogony. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. 54                                                                                                             . tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . 4. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. dan sitogami.saluran pada mem ran sel. dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. Vakuola kecil ter entuk. kemudian vakuola mem esar kem ali. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. autogami. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan).

STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Setelah reaksi erlangsung. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. B. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. S: Su strat (reaktan). misal tripsin. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. 55                                                         . Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. A. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. ES: ikatan sementara. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja.VII. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah.

Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. 56                                                                                           . C.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. su strat yang dikatalisis. untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. daya katalisisnya. misal dalam proses respirasi. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. d an cara ter entuknya. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. . Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). 1. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel.agian protein.

Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina.Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 . oksigenase. Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis.+ 4 H+) . se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               . Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis. . Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. yang merupakan pemindahan elektron.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. hidroksilase dan dehidrogenase.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a.2.+ 4 H+) O2 + (2e.Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . . hidroge n atau oksigen. dengan contoh enzim adalah: . yaitu enzim oksidase. d. Enzim. Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase.Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida. c.Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat . Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . .enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: . .Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase).Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil.Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .

Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal. Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. yaitu: Rasemase. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi. misalnya 58                                                             . misalnya enzim pepsin.Epimerase. . e. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P ..Cis-trans isomeras e. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya. 3. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat .Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. meru ah m etilmalonil-CoA f.Intramolekul ketol isomerase. triosin.Intramolekul transferase atau mutase. meru ah transmetinal fosfat . meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA . dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease.

S elama fase lag terse ut E. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. Mulamula E. sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). 2. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. D. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. . Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. 1.enzim amilase.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya.

natrium azida. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat.0. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. 60                                                                                                           . karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. . 4. sulfida. misalnya taka-diastase dan trips in. ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Senyawa-senyawa seperti sianida. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. arginase mempunyai pH optimu m 10. 3. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama.

.B.d. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya. .B.c.C. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif.c. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut .C. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat.d. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a.D: su strat enzim a. e.d. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim.D: su strat enzim a. Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. . Apa ila ada 61                                                                                                   . d.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.c. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. c.

Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Co. 7. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Cu. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. Fe. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim. atau eru pa koenzim.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. vitamin. dan enzim lain. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). 5. sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Zn. Mo. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Mg.

dan sitokrom. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. 63                                                             . sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. 1. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. Gugus ini mengan dung S atau P. Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. A. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). Dalam sel. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. FMN. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a.VIII. Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. terutama pH dan kadar r eaktan. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi.

Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. Sitokrom (Cyt a. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi .dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. kha mir dan jamur. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. Ta el 3. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. Eo’ = 1. .eda.14 volt. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. maka F’ = -52.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi.000 kal. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP.3. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar . Jadi efisiensinya hanya 70%. sehingga: F’ = -46.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi. Terlihat 64                                                                                        .

sedang aseton direduksi menjad i 2.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. 65                                                                                                               . Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Aceto acter. oksalat. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron. CO2 menjadi CH4.yang direduksi menjadi NO2-. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. Be erapa spesies Streptococcus. N2O. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. malat. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. SO4= menjadi H2S . Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. N2. mereduksi nitrat menjadi gas N2. Se agian energi diu ah menjadi panas. di entuk H2O2 uka n H2O. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. dan fumarat menjadi suksinat. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. tetapi dengan adanya O2.

Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. ds . Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. Lacto acillus spp. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. B. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . 2. 1. utanol. Pada P. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. memecah gula menjadi a seton. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. 66                                                                                               . Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. dan (3) fosforilasi fotosintetik. (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). 1 asam laktat dan 1 CO2. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. melainkan zat lain. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. utirat.

sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. coli. etanol dan CO2. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. 1. ri ulosa 5-fosfat. dan H2 (atau format).eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. A. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. CO2. HMP tidak langsung menghasilkan energi. CO2. dan H2. komponen asam nukleat. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. 5. etanol. meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. c oli.. tetapi terutama mem entuk NADPH2. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis.). ensim.utilen-glikol. ATP. ds ). aseta t. deoksiri osa. untuk keperluan iosintesis. Salmonella sp. NAD. aseton. utanol. C. aerogenes juga menghasilkan 2. Streptococcus spp. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. Reaksi erlangsung lewat gula C5. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . asam amin o aromatik. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. Clostridium terg antung spesiesnya. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis.. 4. FAD dan se againya. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. yang merupakan prekursor gula ri osa. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP.3 .3. asam asetat. laktat. etanol.

asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. Pada ke anyakan akteri.penting dalam sel. a tau siklus asam sitrat. 68                                 . Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA). oksalat. mem entuk cincin pi rol. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino.

Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan).Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. 69         .

Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat.2. dan ensim malat sintetase 70           . Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2.

Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . dan klorofil akteri. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi.555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro . Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. dan fiko ilin. yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. c. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. e. ya g diubah me jadi e ergi kimia. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. fikoeritrin. 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. Jika k orofi terke a cahaya. d. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). .yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru.+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe . Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. D . iliprotein. Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6. seperti karotinoid. Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is.

deami asi. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1.72 ¢ E.6 -g ikosoda. da sebagai ya. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. ga aktosa. kompo e ami um ya g bercaba g. dsb). suatu hetero-po imer dari asam ami o. Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. F.4-g ikosida dari ami um. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . 2. pe yerapa u sur maka a . atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. fruktosa. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti . gerak. E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. 3. E sim protease (po i-peptidase. k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. o igo-peptidase. protei . seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. dekarboksi asi. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. da juga reaksi eksergo ik.

base puri da base pirimidi . uk eotidase.73 ¡ ¡ 4. atau mo o uk eotida. E sim uk ease. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. asam fosfat. di. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. uk eosida fosfori ase. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida.

pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. dari beberapa me it. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). A. Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . B. N0: jum ah se awa . tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir. Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri.74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se .

ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ . spora. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod).301 0. sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se .15. jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se .6 =1 0. Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis. misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir. da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber. t: waktu pertumbuha ekspo e sia . yaitu de ga rumus. Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati.301 Co toh: N = 108 .Waktu ge erasi = t / . s ope = 0. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i.301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. N0 = 5x107 . rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t. : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma.301/ waktu ge erasi. Cara i i ada dua macam. da jum ah se hidup (viab e c ou t). Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0.

fase kematia dipercepat. p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. D. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . fase pertumbuha ya g dipercepat. Pada fase permu a a . U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . Pada biaka sistem tertutup. Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha .76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. fase stasio er ma ksimum. semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . sehi gga se be um membe ah diri. Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. da fase kematia ogaritma. Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture).

de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . Se ama fase o garitma. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e.permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. X: jum ah se pada waktu t. Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. E. Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o . sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. sehi gga jum ah se hidup ko sta . seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . metabo isme se pa i g aktif. A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis.

rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . og 10 dari 100. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ .000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 . µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup. ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi.301 x 4) = 2/1. Perbedaa dia tara ya ada ah. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia . og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100. seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas. seh i gga rumus (3) µ da k.204 = 1. Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10.301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 . Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2.U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku.66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0. Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0.000 = 105 . ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ).

de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7.000.79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0. de ga utreia pembatas.2 jam = 430 me it F. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i. D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate). Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut. maka µ = D. Pada sis tem i i . Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ .301 x 120) = 5/36. o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100. se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . sumber N atau faktor tumbuh.12 = 0. Pada keadaa ma tap (steady state). diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas).000 = 108 . Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat.000. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ . maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ). U tuk me gatur proses di da am khemostat. sehi gga dX/dt = 0.000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0. Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam.60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ).D) X. og 10 dari 100.

mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. FAKTOR ABIOTIK 1. A. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). suhu optimum.X. Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. da termofi . da suhu maksimum. Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. Suhu a. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. da faktor bi otik. Di da am DNA. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . mesofi . Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya. dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. umum ya bersifat mesofi . Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. sehi gga titik didih ya ti ggi. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C.

98. bakte ri umum ya memer uka aw 0. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us. (2) Waktu kem atia therma .6. pH da komposisi medium. ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . spora. C ostridium. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ . (1) Titik kematia therma .Methy ococcus capsu atus. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu. ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. Su fo obus. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c. Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0.998-0. da bakteri pereduksi su fat/su fur. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). umur mikroba. b. ke embaba .8. Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. tmik.90-0. suhu.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . (2) Pembekua (freezi g). Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum.999. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. (3) Lyofi isasi . aka memberik a beberapa macam reaksi. 2. tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0.75 .

da Sarci a ve tricu i. (3) mikroba ha odurik. umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. misa ya Ha obacterium. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is.60 3. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. (2) mikroba ha ofi . pe ggu a urea. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. ko idia atau dapat membe tuk kista. Io -io da istrik a. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi. Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. 4. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Co toh ya ada ah bakteri itrat. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 .75 0. sehi gga t aha terhadap io Natrium. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama .94).80 0. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer.85 0. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . acti omycetes. rhizobia. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ).Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya.00 0. di di g se ya terdiri dari murei . maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7). Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. se membe gkak da akhir ya pecah. Acetobacter. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi.9 0 0. 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora. kadar garam ya dapat me capai 30 %.

itrat. Cu.5-9. Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.8 7.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta . tartrat.0 6.0.8 7.6 1. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). da be zoat. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc.0 6.6 2. opt imum.0-5. Logam berat mempu yai daya o igodi amik. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .6 8.6-7. Berdasarka pH. Ag. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b.0 6.8 5. da (c) mikroba a ka ifi .4 4.6 maksimum 9. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur. Buffer mi imum 4. Au. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba. 6-8.0-7 .0 9.0.0 4.0 8.0-7.0-7.6 6. Se ai ogam berat.0 4.0-7.4 9.6 5.4 5.0-7.2. Co toh pH mi imum. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi . O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .0-5.0-8. Io -io ai Logam berat seperti Hg.5.0-4. maupu se yawase yawa orga ik amfoter. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.4 10. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah.8-6.0-6.0 8.0 6.4 4. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2.6 pH optimum 6. (b) mikroba mesofi ( eutrofi ).Thiobaci us. yaitu io su fat. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5. k orida.0-2.0 8.0 6.4-9. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.5-8.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga .Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Mutua isme seri g disebut juga simbios is. Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi. ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik.

Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . memparasit j amur Agaricus sp. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. atau da am keadaa utrie terbatas. h. Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). g. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. co i. Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. f. da peristiwa ya ber a gsu g cepat. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. Jamur Trichoderma sp. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. toksi . popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g).88 ¢ e. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . atau a tibiotika.

ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E.5 0. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se . di di g se . Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se . da P. H.3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . O.5 0. po isakarida. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . Susu a kimia se mikroba re atif tetap. da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. da se yawa ai . maka air merupaka bagia terb esar dari se . Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI.5 0. N. ipida u tuk cada ga maka a . seba yak 80-90 %.A. Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. Apabi a di ihat susu a se yawa ya. po ifosfat . co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai .2 0.ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0.1. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu. Tabe 11. baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se .

a gae hijau biru. S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. asam ami o. 3. Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. baha pemba gu se . Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. po ia koho . Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). protei . D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. sumber aseptor e ektro . Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. faktor tumbuh. da sebagai aseptor atau do or e ektro .90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. 4. sumber karbo . garam asam orga ik. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . 1. da sumber itroge . Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. da sebagai ya. 2. Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. emak. Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . sumbe r e ergi. da bakter i fotosi tetik. Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas. Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. asa m orga ik. seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. sumber mi era .

da am jum ah seda g u sur o igo. U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. itrat. Tu. Ca. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. SO4=. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. Mg. N2O. Mo. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. A . da sebagai ya. asam ami o. da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. CO2. Z . Co. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. sebag ai pe yusu protei . se yawa orga ik . base puri da pirimidi . kadar io H+ (kemas ama . Cu. N. protei . Sc. Ni. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. U sur pe yusu utama se ia ah C. Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . Bo. B. 5. pH). Na. Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. 7. da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. H. sebagai pe yusu asam uk eat. atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. NO2-. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. 6. C . da P. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . S i. da Fe3+. NO3.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. S. O. M . Va.

da khemoorga otrof. Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya.ya. fotoorga otrof. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. jika me ggu aka e ergi cahaya. misa ya CO2 da se yawa karbo at. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . 4. da khemotrof. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. maka dike a jasad fotoototrof. fotoheterotrof. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. khemoototrof da khemoheterotrof . H2S. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati.1. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. 2. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi. da S. khem o itotrof. NH3.

bakteri hidroge . maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. Jasa a aerob. Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. mikroaerob. a aerob. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . C. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium.Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. da kap ofi . aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . a aerob faku tatif. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium.

misa ya sumbe r karbo . sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. faktor tumbuh. sumber itroge . apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. da sebagai ya). gu a. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. D. 2. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . E. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. bahka mikroba dapat mati. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. sumber e ergi.

1 gram FeSO4.2 gram Asam ikoti at.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as. G ukosa. 0. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. K2HPO4.7H2O. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air.2. 1 gram G ukosa. Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C . 1 iter NH4C .01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . G ukosa. Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti. 0. Tabe 11. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. 1 gram NH4C . Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. 0. D a am keadaa a aerob. 3. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh.01 gram CaC 2. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3).7H2O. 0.

cahaya). da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. Co. pH. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. khemoototrof.M . Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. Z ). kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya.5 mg 4.020. fotosi tetik. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. masi gmasi g 0.Mo. Cu.

itroge . de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. debu. PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. udara maup u air se a u dijumpai mikroba. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara.XII.da bakteri aerob maupu a aerob. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. fosfor da u sur ai di a am. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. U t uk kehidupa ya. 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof.

Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Lisat akar 4. Sekresi akar 3. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. Mikroba dapat me arutka da . Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. sisa se epi dermis. asam ami o. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya.P. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. : baha sekresi akar. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. maka i de ks R/S semaki besar. hidro ase. asam emak da stero . Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. 2. e zim . : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. produk metabo it . me yediaka mi era seperti N. seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. maka i deks R/S semaki keci . Semaki subur t a ah. Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. asam orga ik. fosfatase da su fatase.98 ¢ ¢ . De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . iase. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. da misce a eous. urease. f avo o . faktor tumbuh. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. da tra sferase. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. u k eotida. dehidroge ase.

Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . da de itrifikasi. ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. o simbiotik. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2. itrifikasi. auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. io ammo ium.2. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. 1. Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. 3. a. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. da ki mia. da sebagia ai berbe tuk gas NH3. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. da io itrat. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. C. asam ami o. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik.

Rhodomicrobium. Rhodopseudomo as. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. sehi gga pera a ya pe ti g. Baci us. Ch oropseudomo as.5 kg N/ha/th. seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es). Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). K ebsie a. feredoksi . da Metha obaci us.mempu yai dua macam protei . tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. Da am i gku ga ta ah. Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . Ch orobium. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. Se ai itu juga diper uka ATP. Chromatium. C ostridium. pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Azospiri um. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. Desu fovibri o. Vibrio. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. Se ai Azotobacter. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei .5-2. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . Desu fotomacu um. Thiobaci us. Pseudomo a s. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. Pada i gku ga ta ah terge a g. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. Rhodospiri um.

da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. peptidog ika . se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . Amo ifikasi Berbagai ta ama . Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba. Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . Di da am se . asam uk eat. bi ata g. ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. sehi gga epas dari s istem ta ah. se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea.b. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah.

ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . Pad a i gku ga ta pa oksige .c. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . Staphy ococcus. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. F avobacterium. jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Escherichia. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. da Nitrococcus. Spiri um. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri.5 O2 NO2. ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2.+ 0 . sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi.5 H2O NO2. Da am proses desimi asi reduksi itrat. Pada keadaa a aerob. da Nitroso obus. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. d. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. E terobacter. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira. Aeromo as. Se ai Ni trobacter. Baci us. Nitrosococcus. Di da am ta ah. ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. Nocardia.

4. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . a. simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif). Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba.da am keadaa a aerob. da Propio ibacterium. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. Ke y ataa di a am. Rhodopseudomo as. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Rhizobium. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i.

Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. khusus ya P. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .

Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi.5-dihidroksi-6. kecua i pada fami i Cruciferae. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. Gym ospermae da A giospermae. Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. da Ekte domikoriza.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. da Scute ospora sp. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Pteridophyta. Ektomikoriza. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama .

ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . yaitu ge era G omus. Di da am ta ah. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Berdasarka tipe spora ya. arbusku da ves iku a. Apabi a se kortek rusak. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. Sc erocystis. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . hifa gu u g. Acau ospora da E trophospora. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. da Comp exi pes. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama .106 ¢ pertumbuha hifa VAM. Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Vesiku a me ga du g ipida. da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif.

S. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Se ai bakteri. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Pe ici ium da khamir. terutama u sur P. Micrococcus. Fe3+. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. Streptomyces.107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. P. da Baci us megaterium. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+.macam. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. b. da A 3+. seperti asam g uko at. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. da F avobacterium. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . ratho is. Arthrobacter. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. seperti N. Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Pseud omo as. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. Z da Cu. Mg2+. Baci us po ymyxa.

mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2.sampai hari ke 90. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. N. Se ama proses peruraia . Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. da u sur ai u tuk si tesis se . D. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer. P. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. S. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat.

Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. jamur akti omisetes da protozoa. suhu. NH3. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . suhu ya dapat me capai 65-75oC. sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. NO3. CH4. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . H2S. H2PO4. Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . C O2. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. Secara tota . Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . Da am pe gomposa tertutup. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. da ai sebagai ya. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat.NH4. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. SO4. ukura baha . ke embaba da aerasi. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . kemasama . tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. ada ya mikroba.

5). Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6).5-8. isbah C/N a tara 15-20. se u o itik. da humi ). ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. da sebag ai ya. KPK da kapasitas adsorpsi air besar. Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma . fu vat. ig i o itik. Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida . 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . da se ama pe gomposa pada keadaa etra .sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob.

PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). A. Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. baik di i gku ga ta ah maupu peraira . kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . a aerob. de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g. da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar.111 ¢ XIII.

De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. (b) ester a sam phtha at.112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. ma eat. yaitu te rdiri bakteri. ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o . Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. fosfat. aze at. po istire . akti omycetes.i ier (ber caba g). tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . 2. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. adipat. da po ivi i k orida. tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. Pada proses pe cucia . da gas CO2 ya g me guap. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . ri si o eat. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). da fosforat. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. ammo ium.ya ebih kuat da berbusa. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . 2. U tuk me ghi a gka su fat. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. itrat. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. Bagia ya g bercaba g ABS. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e .

Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. Fraksi a ka a ra tai C pe dek. sebakat.. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas.. U tuk dapat m erombak p astik. Pe ici ium sp. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae.. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ . Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh. C adosporium sp. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie .Fusarium sp.Trichoderma sp. daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. a isik ik.113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai. o eat. Brevibacterium sp.. Saccharomyces cerevisiae. A. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger. Vertici ium sp.. 3. risi o eat. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. Versico or. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik. da aroma tik. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier.

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->