DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

dan Eubacteria. setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). Gambar 1.Menurut teori evolusi. dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. Klasifikasi Whittaker 4 . Klasifikasi Woese Gambar 1. Divisio Plantae. khamir dan protozoa (Divisio Protista). Protista terdiri dari algae atau ganggang. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler. Fungi. sonositik. Eukaryota ( Protozoa. Tumbuhan dan Binatang). Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). jamur ata u fungi. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. protozoa. Whittaker. dan Woese.1.2. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. dan Divisio Animalia. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. dengan protist a.

Setelah ditemuka n mikroskop elektron. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik). Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. Eukariota (jasad eukariotik). Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). ada mikroba yang bersifat nonseluler . Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Selain yang bersifat seluler. 2. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. yaitu virus. berukuran super kecil atau submikroskopik. ko nsumen. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. walaupun organisasi selnya belum sempurna.D. sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. yaitu: 1. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. 5 . Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. maupun redusen.

Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas. sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.Bagian-bagian d isintesis sendiri .Asam inti . yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada. Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Protein .Lipida .Terbentuk dari bahan genetik saja . yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. 6 . Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi.Polisakarida . lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid. bukan di dalam RNA atau DNA.ATP / energi Sifat pertumbuhan: .Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: .

menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Menurut teori abiogenesis. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. Sebagian ahli menganut teori biogenesis. algae. Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. Fransisco Redi (1665). khamir. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. 7 . tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji.II. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. B. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. dan bakteri.

PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . D. Saat dibiarkan pada suhu kamar. sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. bakteri dapa t membentuk endospora. sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). cara ini diulang sebanyak 3 kali. Dengan penemuan tersebut. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi.Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. C. tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. suhunya kurang lebih 62oC. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan.

misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. dan F. Berzelius. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). E. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. C. bahkan dapat terhenti sama sekali. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Lat our. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. Pada tahun 1837. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. Liebig. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . J. dan (2) kehidupan aerob. Dari kenyataa n ini. Wahler.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). proses fermentas i menjadi terhambat. Schwanndon. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. dan F. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. menghasilkan anggur yang masam. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. (1) kehidupan anaerob. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. Th. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. yaitu fermentasi asam laktat.

Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). terdapat bakteri berbentuk batang. G. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. energi diperoleh secara respirasi aerob. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. F. tanpa memerlukan Oksigen. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. Apabila ada Oksigen. yaitu disebut penyakit Bir. Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). Pada tahun 1897. apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. tanaman kentang (1845). MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia .“respirasi aerob”. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l.

tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. 4. yaitu: 1. Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. 2. 3. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. 4. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). 11 . yaitu dikenal sebagai virus. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. dapat menimbulkan pen yakit yang sama. Virus harus berada di dalam sel inang. 3. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). 2. H. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan.dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. dapat digunakan postulat Riv er (1937). Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat.

dan H2S. yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. sejumlah ammonia. u ap air. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia.I. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Urey (1954). Bejana Miller diisi dengan gas CH4. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. yang disebut bakteri autotrof. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. H2O. Gas-gas te rsebut 12 . Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. seperti siklus Karbon. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. Miller (1957) dan H. atau mulai terbentuk makromolekul. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. dan lapisan ozon sangat tipis. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. Hidrogen. CO. J. Nitrogen. Sulfur. NH3. Ra diasi uv. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. dan H2.5 milyar tahun. CO2. Sebagai contoh. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah.

penghasilan hormon. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. dan senyawa lain misalnya insulin. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. desulfurisasi batubara. dan AT P. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). untuk tempe. 5.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. dan lain-lain. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. pengomposan. PENGG UNAAN MIKROBA 1. untuk kecap. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . pembuat an enzim amilase. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. 6. proteinase. dan jamur Rhizop us sp. serta asam organik seperti asam suksinat. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. interferon. dan sebagainya. 7. kondens or. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. dan lain-lain. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. dan air mendidih. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. pektinase. 3. binatang. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. 2. jamur Aspergillus sp. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. purin. biopestisida. antibodi. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. bakter i asam asetat untuk vinegar. K. 4. antigen..

lemak dan fosfolipid.Kloro plas 70 S*) . Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot).Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir. Plantae.Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 .R etikulum tidak ada ada endoplasmik . yang merupakan komponen dasar semua jenis s el.DNA organel tidak ada ada . Fungi. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya. Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak.Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada . jamur (fungi). Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA.Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . Protozoa. SEL DAN STRUKTURNYA A. protein. Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik. alga selain alga biru.DNA inti tidak terikat h iston terikat histon . PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel.III.Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 .Ribosom plasma 80 S*) .% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada . animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: . RNA. protozoa dan tanaman serta hewan.Mitosis tidak ada ada .Aparat golgi tidak ada ada .

yaitu aparatus golgi. STRUKTUR SEL 15 . Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. khloroplas dan aparat golgi. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. 106. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. D. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi.109. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom.109.4-0. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. C. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0.106 pasangan basa (pb) DNA. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S.8-8. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. sebagai contoh: Neurospora 19. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik.106. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. Aspergillus niger 40. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA.B. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). misalnya pada bakteri anaerob. Jagung 7. berukuran 80S. dan manusia 29.

air sel akan mengalir ke 16 . membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. juga karotenoid . S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. Pada beberapa bakteri. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. maka sigot bersifat diploid. Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). yang disebut membran tilakoid. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). Pada bakteri fotosinte tik. Pada saat pembuahan. 2. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. Pada saat generasi seksual b erikutnya.1. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. 3. Apabila gamet bersifat haploid. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual.

Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. dan lipida jenis lain. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. yang terikat melalui ikatan 1. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik.luar. sehingga lisosim dapat merom ak murein. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar. Proses ini disebut dengan plasmolisis. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. yang terikat melalui ikatan pe ptida. Murein hanya mengandung diaminopemelat. dan membran akan terlepas dari dinding sel. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. peritrik. Letak flagel dapar polar. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. 4. diaminopimelat. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. dalam dinding sel. d an tidak mengandung lisin. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. ipolar. atau lisin dan alanin. dan asam teiko at yang sangat spesifik. glutamat. lipopolisakarida. protoplasma mengalami pengkerutan. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein.4-βglikosida. yang mempunyai erat 17                                                                 . Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. maupun politrik.

Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. Ada pula yang mengandung peptida. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. HEWAN. DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Dalam pem entukan agregasi tanah. senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. dengan panjang 12 nm. Pili dise ut juga se agai fim rae. s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. gula amino. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. Pada e erapa akteri. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek.molekul rendah. 5. PERBEDAAN SEL TANAMAN. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. rhamnosa. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. 18                                                               . namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa.

Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. asam amino. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. glukosa. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri.ungi secara kontinyu dan non-polar. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Panjang D NA mencapai 1. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Diameter inti sel hewan +46µ. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. Pada e erapa t empat. tetapi komposisi lipidanya eda. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti.2 mm. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Lipida menyelu. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. Mem ran sangat selekt if permea el. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Air. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Tidak semua akteri mempunyai pili. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. Me m ran ersifat selektif permea el. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+.

menjadi kromosom. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. er entuk ulat. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Di dalam mitokondria. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. Bakteri juga mempunyai plasmid. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. gelap. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. lipida. 20     diameter 2nm. dijumpai pada semua sel tanaman. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA.

Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel.000 ri os ome. coli mengandung 15. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Sel akteri tidak mempunyai ER. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. di dalamnya terdapat khlo rofil. Ri osome se agai tempat sintesis protein. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. 21                                                                             . Setiap sel akteri E. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. Bentuk khloropla s ermacammacam. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid).

Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. oksigen dan CO2. polifosfat. 22                                 . garam mineral. atau saat spora erkecam ah. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. erupa polisakarida. lipida. Vakuola mengandung gula. metafosf at. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . pigmen. protein terl arut. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. sulfur. sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. garam dari asam organik.

dan di laut. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. dan lengkung. yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. patogen pad a manusia. sifat gram. saprofitik. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. dalam tanah. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. Sarcina. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. parasitik. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. KLASIFIKASI BAKTERI I. Streptococcus. Moraxella. Ruminococcus . Ha itatnya terse ar luas di alam. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. hewan dan tum uhan. atang. ke utuhan oksigen. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria .5-10 µ. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. BAKTERI DAN VIRUS A. Bakteri dapat mengalami involusi . Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . Thi osarcina. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). Menurut Bergey’s manual. termasuk klas Schizomycetes. di dalam lumpur. Umumnya akteri erukuran 0. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. Pem agian ini erdasarkan en tuk. Staphylococcus.IV. Acineto acter. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. dengan Cyano acteria pada grup 20. Acidami nococcus. suhu.

Micro ispora. Glu cono acter. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. 3. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. Dermatophilus. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Sporosarcina. Listeria. Beijerinckia. Bakteri gram positif 1. Streptomyces. Sporolacto acillus.II. Cellulomonas. Xanthomonas. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Beijerinckia. Rhizo ium. Azomonas. secara fragmentasi dan segmentasi. dan miselium udara ada di permukaan medium. Micromonosp ora. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. 24                                                                                                                       . Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. Beijerinckia. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Propioni acterium. Desulfotomaculum. Actinomyces. Actinoplanes. Arthro acter. Oscillospira . 2. Legionella. Azoto acter. serta dengan ertunas. Erysipelothrix. C aryophanon. Zoogloea. Streptosporangium. Bakteri er entuk atang a. Bifido acterium. Eu acterium. Bakteri Azoto acter. Aceto acter. Derxia. Thermus. Derxia. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Alcaligenes. dengan chlamydospora. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Agro acterium. Brevi acterium. Bakteri gram negatif 1. Nocardia. sim iosis dan e erapa se agai parasit. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. Azoto acter. Frankia. Brucella.

3. Desulforococcus. 5. Proteus. Cladothrix. Nitrosolo us. Leptothrix. Shigella. N itrospira. 4. Thio acterium. Leptotrichia 6. Anaero ik: T hermoproteus. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. Methanococcus. Kle siell a. Nitrosococcus. Fuso acterium. Thiovolum. Photo acterium. Erwinia. Vi rio. Serratia. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Sulfolo us. Nitrococcus. Nitrosospira. ini merupakan Methanothrix. Entero acter. 25                                                                               . Yersinia. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Nitrosomonas. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Halococcus. Aeromonas.2. Bak teri Methanosarcina. Thermoplasma. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Thio acillus. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Leptothrix. Salmonella. Methanothermus. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Pyrodictium. Crenothrix. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides.

Treponema. Contoh: Vitreosci lla. . Aquaspirillum. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. Pelosigma. 2. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Campylo a cter. Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Leucothrix. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. sulfat. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Bdellovi rio. Bakteri e as sulfur. Butyrivi rio. Borrelia. Selnya e rukuran 0. 3. Flexi acter. Myxo acteria. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. entuk atang pendek. Dinding sel tipis dan lentur. Succinivi rio. Leptospira. Oceanospirillum. Selenomonas. Contoh: Beggiatoa. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). A chromatium. Saprospira. Contoh : Cytophaga. Bakteri uniselular. Thiothrix. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a.III. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta. c. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. 4. Microcyclus. Bakteri er entuk lengkung a.1-3 µ x 4-8 µ . Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Cristispira. Azospirillum. mem entuk trikoma ( ulu). er entuk enang.

dan perkecam ahan. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. dapat erupa atang. Gallionella. Chlamydia trach omatis. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. kokus. Contoh: Hypomicro ium. Contoh: Oscillatoria. filamen.3x2µ.001-7µ . Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. Contoh : Mycoplasma mycoides. tetapi le ih esar dari virus. dan dapat ergerak meluncur. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Nevskia. Coxiella urnetii. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. da n sangat pleomorfik. Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. Acholeplasma. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. Cyano acteria yang ergerak merayap. Myxo acteria. Ancalomicro ium. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. Contoh: Chondromyces. orale. Prosthecomicro ium. fra gmentasi. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. M. c. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. Ba kteri ini ersifat gram negatif. homonia. Contoh: Rickettsia prowazekii. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. yaitu 0. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. Spiroplasma. Bentuk sel ple omorfik. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. Myxococcus. Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. M. 27                                                                                                         . . Mycoplasma erukuran 0.5. C aulo acter. atau hasil pengeluaran lendir. d. roset. atau filamen.

B. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. Bentuk selnya tunggal (uni selular). Ana aena. Contoh: Rhodospirillum. Chromatium sp. e. Dermocarpa. Cara hidupnya e as. Contoh: Gloeo acter. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. Rhodopseudomonas.                                                                                               . Cylindrospermum. dan lengkung. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. 2. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Contoh: Chloro ium. Gloeocapsa. Chlorochromatium. dan ersifat fotoautotrof o ligat. dan erasosiasi sim iosis. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. tidak erdinding sel. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Nostoc. Contoh: Thiospirillum sp.. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. koloni. dan menghasilkan O2. 3. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. dan enang. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Chloropseud omonas. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. Spiru lina. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. f. tidak erdinding inti. Calothrix. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). Oscillatoria. meskipun tidak erflagela. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu). Ada yang er entuk kokus.enang (filamen). atang. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu).

Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya. 3. dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak.01-0. hewan. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. atau pada jasad renik yang lain. 1.ecak daun. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. jadi tidak dapat menero os secara aktif. 2. Selu ung protein ini dise ut kapsid. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Sel inang adalah sel manusia. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi.ecak nekrotik dan se againya. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa.1 µ. tum uhan. U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja.virus umumnya 0. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan).uluh pengangkutan). Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya. ecak.

virus herpes. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Bentuk dasar virus adalah yang ulat. silindris. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     . Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. seperti huruf T. Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. dan lain-lain. Skema TMV 3.agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. ku us. BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. Gam ar . Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. Kapsid terdiri atas agian.dise ut nukleokapsid. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). polihedra l. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun).

. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor.dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. 31                                                             . c. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. Skema akteriofag. Gam ar . Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage).

45 40 . Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 .60 130 60 .30 40 . jasad ini dise ut prion.80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia.Gam ar . pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil. dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja. Kelompok virus yang penting. Moliuscum parainfluenza .150 20 . Ta el .85 80 .200 17 .75 70 .55 25 . 32                                     .inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex. Varicel la/Zoster Yellow fever. Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. Siklus perkem angan akteriofag. Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein.

dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. erca ang-ca ang. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). hewan dan manusia. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. dind ing sel tersusun dari khitin. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat.V.en ang tunggal. Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. Sel-sel jamur tidak erklorofil.enang. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. atau ya ng termasuk Eumycetes. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. A. Jamur merupakan jasad eukariot. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. termasuk jamur yang dapat dimakan . 33                                                                                                                       . Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. yang er entuk enang atau sel tunggal. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. dan elum ada diferensiasi jaringan. multiseluler atau uniseluler. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah).

yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. ter entuk spora yang dise ut konidia. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur. Spora ini dise ut sporangiospora. ( ) dengan lastospora. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). Pada jamur tingk at tinggi. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan.B. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. Perkem ang iakan secara seksual. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. (a) dengan pem entukan tunas. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). misalnya pada Geotrichum sp. C. misa lnya pada Candida sp. misalnya pada Geotrichum sp.. misalnya pada khamir. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. dan (d) dengan chlamydospora. 34                                                                                                 . yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). Pada jamur tingkat rendah. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. Basidiomycetes. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. (c) dengan arthrospora (oidium). yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam. da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya..

Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. misalnya dengan memakan akteri . Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. nama order dengan akhira n –ales. discoideum. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. Nama famili dengan akhiran –aceae. dan dise ut juga pseudoplasmodium. dan ter entuknya s pora. dan kayu. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. Struktur pada semua stadium sama. makan dengan cara fagositosis. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). yang hidup e as di dalam tanah. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. iasanya dii solasi dari tanah humus. Cara makan dengan fagositosis. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . kulit kayu. guguran daun.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. 1. 2. akan ter entuk a dan uah. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering.

6. dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa. dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). (jamur air). p. Cri raria rufa . zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. 24. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. dan Fulig o septica. dan ( ) Zygospora. Entomophthorales. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . (a) Oospora. atau dise ut thalus soenositik. sel vegetatif multinukleat. 3. yaitu Mucorales. 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp.haploid.

4. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. Konyugasi langsung seperti pada khamir. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . Pem elahan sel miseliu m. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. (c) Apothecium.Zoopagales. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. dan R. dan dapat mem entuk konidiofor. yaitu: 1. Spesies seperti P. oryzae. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. yaitu: (a) Cleistothecium. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. Rhizopus nigricans adalah jamur roti. merah. 4. 3. dan Rhiz opus sp. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. entuk seperti cawan atau mangkuk. ( ) Perith ecium. 2. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. roqueforti dan P. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. entuk ulat seperti la u. dan sisa-sisa tanaman. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. dan hijau. Pem entukan askospora ada 4 c ara. kulit. uah. R. R. entuknya ulat. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. cokla t. olygosporus. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut.

kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. Cyantus sp. parafisa. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. ungu.. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. Hymenium terdapat pada mus hroom. dan khamir Sporo olomyces s p. dan cysts. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya.. tid ak ersekat. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. inti ikut mem esar. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. hitam. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. Basidia erasal dari hifa dikariotik. jamur). tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. maka dise ut juga Hymenomycetes. Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap. dan se againya. kuning. hifa steril.anti iotik penisilin. sel ujungnya mem esar. Setelah pele uran inti. 5. Spora di e askan. 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. 38                                                                           .

Miseliumnya ersifat homokariotik. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. atau dise ut paraseksual. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. 39                   . Proses plasmogami.6. Aspergillus sp. Penicillium. dan Monilia. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi.

tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. entuk. uku ran. madu dan lain-lain. askospora. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. dan lain-lain. sel kaki. di tu uh serangga. tanah. Tipe adan uah. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. Bentuk sporangiofor / konidiofor. aseksual (sporangiospora. sklerosia. seksual (oospora. zygospora. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. elips. Sel khamir 40                                                   . permuk aan uah. warna. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. sosis. E. dan lain-lain. Bentukan khusus.uahan. kolumela / vesikula. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. 4. ersepta atau tidak. tidak erflagela. atau oidia) 3. atang atau sili ndris. seperti uah jeruk. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). atau asidiospora) . klamidospora. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. letak spora atau konidi. Khamir er entuk ulat (speroid). misalnya adanya stolon. konidia. Tipe hifa. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. apofi sa. 2. dan erwarna atau tidak. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. rhizoid.D. nektar unga. jernih atau keruh. daun-daun. Tipe spora.

Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. Bentuk. mem elah. (sel vegetatif diploid).. Konyugasi khamir ada 3 macam. penggunaan pati. 5. warna. entuk. misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). dan l ain-lain. ukuran. dan Saccharomycodes sp.. dan khamir pada umumnya). heterogami. 2. serta pada Saccharomyces sp. lipolitik. ke utuhan vitamin. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. dan ukuran sel vegetatifnya. dan Schizosaccharomyces sp. 2. 6. Secara vegetatif (aseksual). 41                                           . uji pem entukan asam. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). (sel vegetatif haploid).). Ada tidaknya askospora. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. dan jumlah spora. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). ds ) 4. 3. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). warna. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). ersifat oksidatif atau fer mentatif. Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. atau keduanya.1. atau konyugasi askospora). Sifat-sifat fisiologi. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus).

tetapi ke anyakan di perairan. misalnya spon. Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion.VI. 42                                                                                                                               . Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. coklat (fikosantin). Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. Xanthophyta. cacing laut. 1. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. atang kayu. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). koral. se dangkan jamur se agai miko ion. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. dan merah (fikoeritrin). iru kehijauan (fiko ilin). ALGAE Di dunia mikro ia. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. algae termasuk eukariotik. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. ALGAE DAN PROTOZOA A. dan lain-lain.

atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen.000 sel. Algae lain. misalnya algae hijau . karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. seperti pada akteri (prokariot). Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   .etul erupa sel tunggal. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. 2. erkem ang iak dengan er agai cara. 3. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. algae merah dan algae coklat. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. misalnya pada Volvox. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. Per edaannya. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. yang erguna untuk mendukung lade. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . k hususnya yang er entuk multiseluler. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. Sedangkan pada algae eukariot. koloni ter entuk dari 500-60. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora.

Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. Spora ada yang dapat ergerak aktif. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof).er eda dengan endospora pada akteri. dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. menggunakan H2O se agai donor elektron. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. Pada algae heterotrof. yang dise ut zoospora. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. 4. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. Pada keadaan gelap. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau.

Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. genera Chlamydomonas dan Volvox. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. yang ersifat motil karena erflagela. multiseluler yang er entuk koloni. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. Algae leukofitik dapat di uat. dan sifat morfologi sel. Pyrrophyta. 8 atau 16 sel. 5. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. e erapa tidak erd inding sel. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. Rhod ophyta. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. karoten. flagelata. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. atau tidak dapat kem ali se perti semula.ahan organik yang ada di sekitarnya. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. Cadangan makanan erupa pati. dinding sel terdiri dari selulosa. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. dan multisel uler yang er entuk filamen. Chrysophyta. dan e erapa xantofil. xylan. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. Pada siklus hidup Chl amydomonas. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. dan Cryptophyta. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. Spirogyra dan Ulva. manan. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. yaitu Chlorophyta. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. Euglenophyta. Phaeophyta. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. ahan cadangan makanan di dalam sel. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. a. 45                                                                                         . Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. dan algae hijau nonmotil.

dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. 46                                                                                 . Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. . Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid.3. Semua ang gota algae ini uniseluler. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. yaitu de ngan cara fragmentasi. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual.

Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak.Euglena c. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. 47                                                 . Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. maka sering dise ut fire al gae. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. Algae ini terutama hidup di laut. dan ersif at heterotrof. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. tetapi ada yang tidak erdinding sel. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka.

Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. da n kalsium kar onat. yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. dan algae keemasan (Chrysophyc eae). kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. fukoxantin. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini.d. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. Ada 2 macam entuk frustule. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. 48                                                                                   . silika. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Dinding selnya tersusun dari selulosa. dan e erapa xantofil. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. yai tu centric dan pennate. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. karoten. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma.

Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. Macrocystis . Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Organisasi selnya multiseluler. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. seperti atang (stipe). Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. dengan letak lateral. dan Laminaria. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan.atuan. fukoxantin dan xan tofil. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). 49                                                           . Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa.e. asam alginat. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat. seperti daun ( lade). karoten. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. Nereocystis. dan mukopolisakarida sulfat. Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. dan pengapung ( ladder). dan dapat melapukkan atuan terse ut. dengan din ding sel tersusun dari selulosa.

Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. terutama di daerah tropis. ahan makanan. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. dan galaktan. yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. 50                                                                                           . karoten. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. xylan. f. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. fikosianin. Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. misalnya algae Fucus vesiculosus. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. dan P . e erapa spesies hidup di daerah dingin. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. Umumnya algae merah hidup di lautan. kertas. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. Cu. dan ahan lain. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. dan e erapa xantofil. tekstil. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. Adanya klorofil a.

selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil.Dinding selnya terdiri dua lapis. Inang 51                                                                                                     . lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. 1. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. Pada algae pem entuk koral. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. yaitu polisakarida sul fat. krokoxantin. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Be erapa spesies ersifat parasitik. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. dan monadoxantin. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. B. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. karoten. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. agar dan karagenin. lingkungan air tawa r. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. Cadangan makanan terdiri pati. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa. hidup pada organisme inang . Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. atau daratan. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Algae ini hidup di laut. d an selnya eukariotik. PROTOZOA Seperti algae. g. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel.

Be erapa protozoa seperti Difflugia. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. kolam. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. s ampai verte rata yang kompleks. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. atau untuk mengatur tekanan osmosa.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. 2. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Protozoa 52                                                                           . sungai. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. atau entuk istirahat yang dise ut kista. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. atau genangan air. termasuk manusia. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia.

Ba esia. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Acetospora. maka dipecah menjadi lima kelas. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Entamoe a. flagela atau silia. aik secara f agositosis maupun pinositosis. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Ciliophora. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). d an La yrinthomorpha. Amoe a. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. dapat masuk sel s ecara pinositosis. Microspora. Mulai tahun 1980. yaitu Sarcomastigophora. Apicomplexa. Paramaecium. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. Bodo. Leishmania. Theileria. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. dan Difflugia. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. Tetrahymena. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. dan Stentor. Opalina. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Pada klasifikasi yang aru ini. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Myxospora. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. 3. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Toxoplasma. Giardia .merupakan sel tunggal. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. Trypanosoma.

Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. kemudian di awa ke agian da lam sel. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). autogami. kemudian vakuola mem esar kem ali. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom .saluran pada mem ran sel. 4. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. 54                                                                                                             . Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. Pada pem elahan schizogony. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). Pa da kelompok Ciliata. Vakuola kecil ter entuk. dan sitogami. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner).

Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. Setelah reaksi erlangsung. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. A. B. P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. S: Su strat (reaktan). Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan).VII. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. 55                                                         . enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. misal tripsin. ES: ikatan sementara. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja.

Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. misal dalam proses respirasi. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. 1. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. . yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler.agian protein. su strat yang dikatalisis. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. d an cara ter entuknya. 56                                                                                           . Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). C. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. daya katalisisnya. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif.

Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               . dengan contoh enzim adalah: .Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi.Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 . Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis.2. d.enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: . c. Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a.Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. . . Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat . . oksigenase.Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. hidroksilase dan dehidrogenase.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase).Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase.+ 4 H+) .Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).+ 4 H+) O2 + (2e. yang merupakan pemindahan elektron. Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain. Enzim. . hidroge n atau oksigen. yaitu enzim oksidase.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat.

Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. yaitu: Rasemase. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi. misalnya 58                                                             . Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. triosin. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat . 3.Cis-trans isomeras e. dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. e. meru ah m etilmalonil-CoA f. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.Intramolekul transferase atau mutase. meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA . Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. . misalnya enzim pepsin. meru ah transmetinal fosfat . se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P .. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat.Intramolekul ketol isomerase.Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil.Epimerase.

sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. Mulamula E. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. D. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat.enzim amilase. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. . maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. 1. 2. jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). S elama fase lag terse ut E. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali.

Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. 60                                                                                                           .0. 4. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. natrium azida. arginase mempunyai pH optimu m 10. . Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at. sulfida. Senyawa-senyawa seperti sianida. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. 3. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. misalnya taka-diastase dan trips in.

d.D: su strat enzim a.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim.c.C. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut .C.B. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama. .c. Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik.d. . e. Apa ila ada 61                                                                                                   . Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya.D: su strat enzim a.d. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.c.B. c. . X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. d.

Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). Mo. Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Cu. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. Fe. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Mg. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . vitamin. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. 5. sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. atau eru pa koenzim. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. 7. dan enzim lain. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Zn. Co.

A. Dalam sel. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. dan sitokrom. FMN. terutama pH dan kadar r eaktan. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. 1. Gugus ini mengan dung S atau P. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. 63                                                             .VIII. Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik.

Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. kha mir dan jamur. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi .eda. dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi. Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O.3. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. Terlihat 64                                                                                        .dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. Eo’ = 1. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP.000 kal. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen.14 volt. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. maka F’ = -52.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui. Sitokrom (Cyt a. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. .1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar . Jadi efisiensinya hanya 70%. sehingga: F’ = -46. Ta el 3.

atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. SO4= menjadi H2S . Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar).3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. tetapi dengan adanya O2. mereduksi nitrat menjadi gas N2. oksalat. malat. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron.yang direduksi menjadi NO2-. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Be erapa spesies Streptococcus. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. N2. 65                                                                                                               . Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. sedang aseton direduksi menjad i 2. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. Se agian energi diu ah menjadi panas. dan fumarat menjadi suksinat. CO2 menjadi CH4. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. di entuk H2O2 uka n H2O. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. N2O. Aceto acter. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air.

Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. utirat. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. dan (3) fosforilasi fotosintetik. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. 1 asam laktat dan 1 CO2. yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). B. Lacto acillus spp. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. utanol. melainkan zat lain. 2. 66                                                                                               . Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . Pada P. ds . Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. memecah gula menjadi a seton. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. 1.

HMP tidak langsung menghasilkan energi. ensim. Streptococcus spp. A. aseta t. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. asam amin o aromatik. dan H2 (atau format). Clostridium terg antung spesiesnya. laktat. c oli. dan H2. etanol. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. 5.3. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. etanol.utilen-glikol. yang merupakan prekursor gula ri osa. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. CO2. aerogenes juga menghasilkan 2. ri ulosa 5-fosfat. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. utanol. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. coli. C. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. ATP. deoksiri osa. asam asetat. meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. FAD dan se againya. NAD. 4. Salmonella sp.). komponen asam nukleat. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. aseton. CO2.. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. etanol dan CO2. untuk keperluan iosintesis. Reaksi erlangsung lewat gula C5.3 . ds ). Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis.. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). tetapi terutama mem entuk NADPH2.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. 1.

Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. mem entuk cincin pi rol. a tau siklus asam sitrat. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino.penting dalam sel. 68                                 . oksalat. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA). Pada ke anyakan akteri.

69         .Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan).

2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat. Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2. dan ensim malat sintetase 70           .

Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe . d.yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. iliprotein. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro . Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. ya g diubah me jadi e ergi kimia. seperti karotinoid. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. dan fiko ilin. D . fikoeritrin. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi.555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. c. Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. Jika k orofi terke a cahaya. Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). dan klorofil akteri. Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6.+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. e. .

Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . deami asi. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. 3. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. protei . sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. 2. da juga reaksi eksergo ik. pe yerapa u sur maka a . ga aktosa. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. dsb).6 -g ikosoda. seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). E sim protease (po i-peptidase. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. suatu hetero-po imer dari asam ami o. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. o igo-peptidase. k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. kompo e ami um ya g bercaba g. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti . Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi.72 ¢ E. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. da sebagai ya. fruktosa. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. gerak.4-g ikosida dari ami um. dekarboksi asi. F.

uk eotidase. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . atau mo o uk eotida. uk eosida fosfori ase.73 ¡ ¡ 4. E sim uk ease. di. Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. base puri da base pirimidi . da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. asam fosfat.

Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . B. Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. dari beberapa me it. pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ .74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. A. beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . N0: jum ah se awa . PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir.

301 Co toh: N = 108 . Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati. t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber. Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. Cara i i ada dua macam. ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se . t: waktu pertumbuha ekspo e sia . da jum ah se hidup (viab e c ou t). s ope = 0. rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i. spora. Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t.15. misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir. yaitu de ga rumus.Waktu ge erasi = t / . yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod). : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma. Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis.301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . N0 = 5x107 .301/ waktu ge erasi. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ .301 0.6 =1 0.

Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. fase pertumbuha ya g dipercepat. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. sehi gga se be um membe ah diri. Pada biaka sistem tertutup. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . Pada fase permu a a . fase kematia dipercepat. D. da fase kematia ogaritma. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha .76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. fase stasio er ma ksimum. Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g.

Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . sehi gga jum ah se hidup ko sta . de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. X: jum ah se pada waktu t. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). Se ama fase o garitma. Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. E.permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. metabo isme se pa i g aktif. Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o .

U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku. Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0. ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis.301 x 4) = 2/1. µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku. og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100.000 = 105 .301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 .000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 .204 = 1. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia . Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10. rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ .66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ). Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2. seh i gga rumus (3) µ da k. Perbedaa dia tara ya ada ah. ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . og 10 dari 100.

maka µ = D.79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat.000 = 108 . ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100. diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). sehi gga dX/dt = 0. de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. de ga utreia pembatas.301 x 120) = 5/36. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . U tuk me gatur proses di da am khemostat. Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut. Pada keadaa ma tap (steady state). Pada sis tem i i . Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ . Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ).000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0. sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie .12 = 0.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7. sumber N atau faktor tumbuh.D) X. se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ . og 10 dari 100. Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i.2 jam = 430 me it F. D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate).000.60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam.000.

sehi gga titik didih ya ti ggi. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. FAKTOR ABIOTIK 1. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. da faktor bi otik. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). da termofi . Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. Suhu a. A. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi.X. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . suhu optimum. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. da suhu maksimum. Di da am DNA. Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). mesofi . dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. umum ya bersifat mesofi .

Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0.999. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu.8. aka memberik a beberapa macam reaksi. 2. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock .6. Su fo obus. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c.Methy ococcus capsu atus. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. (2) Pembekua (freezi g). (1) Titik kematia therma .75 . Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . spora.90-0. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. ke embaba . suhu. Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. (2) Waktu kem atia therma . Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. C ostridium. b. da bakteri pereduksi su fat/su fur. tmik. Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ . Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum.98. pH da komposisi medium.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. bakte ri umum ya memer uka aw 0. umur mikroba. (3) Lyofi isasi . tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0.998-0.

da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama .94). 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. se membe gkak da akhir ya pecah. 4. umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. ko idia atau dapat membe tuk kista. Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. rhizobia. Io -io da istrik a.60 3.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7). sehi gga t aha terhadap io Natrium. kadar garam ya dapat me capai 30 %. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. di di g se ya terdiri dari murei . ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . acti omycetes. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. Co toh ya ada ah bakteri itrat.9 0 0. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i.00 0.85 0. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. pe ggu a urea. Acetobacter. (3) mikroba ha odurik. (2) mikroba ha ofi . misa ya Ha obacterium. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi.75 0. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . da Sarci a ve tricu i.80 0.

8-6.6 6. yaitu io su fat.5. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5. k orida. Au. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba.0 8.4 9. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.4 4.0-7.0.4 4.0-7 .0 4. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri.0-5.0-7.0 8.0-4. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta . maupu se yawase yawa orga ik amfoter.0 8.0-2.Thiobaci us.0 6.4 10.0 6. itrat. Cu. 6-8.8 7. Io -io ai Logam berat seperti Hg.6 2. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah. da be zoat. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi . Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. Co toh pH mi imum.0-7.6 maksimum 9. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur.6-7. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae.4 5.2.0 6.6 1.6 pH optimum 6. Buffer mi imum 4. Berdasarka pH.0-7. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7.5-9. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2.4-9.6 5.0 6.0 9.0 6.6 8.0.0 4. Logam berat mempu yai daya o igodi amik. da (c) mikroba a ka ifi . da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b. Se ai ogam berat. tartrat.5-8. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.8 5. Ag.0-6.8 7. opt imum. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis).0-8. (b) mikroba mesofi ( eutrofi ).0-5.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi. Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp.Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. Mutua isme seri g disebut juga simbios is. Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga .

Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g). Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . g. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . co i. Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. f. Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. atau da am keadaa utrie terbatas. da peristiwa ya ber a gsu g cepat. h. Jamur Trichoderma sp. Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. memparasit j amur Agaricus sp.88 ¢ e. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. toksi . atau a tibiotika. Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu .

Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI. maka air merupaka bagia terb esar dari se .5 0. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se . Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . seba yak 80-90 %. Tabe 11. da P. ipida u tuk cada ga maka a . sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a.2 0. co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai . po isakarida. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu. Apabi a di ihat susu a se yawa ya. U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya.1. po ifosfat . N.3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . Susu a kimia se mikroba re atif tetap. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba.5 0. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se .5 0. baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se . da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). H. Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. da se yawa ai . O. u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai .ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0. di di g se .A.

faktor tumbuh. Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. emak. da bakter i fotosi tetik. da sebagai aseptor atau do or e ektro . sumbe r e ergi.90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. protei . Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. asam ami o. baha pemba gu se . po ia koho . da sebagai ya. Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. garam asam orga ik. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. da sumber itroge . maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . 4. asa m orga ik. 2. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. sumber aseptor e ektro . Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. sumber mi era . a gae hijau biru. Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). 1. seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. sumber karbo . Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas. Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. 3. D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air.

H. Tu. CO2. U sur pe yusu utama se ia ah C. N2O. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. SO4=. sebagai pe yusu asam uk eat. U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. S. pH). Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . Sc. Bo. 7. Ca. da P. A . Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. Cu. protei . Mg. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . base puri da pirimidi . Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. 6. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. C . asam ami o. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. sebag ai pe yusu protei . itrat. kadar io H+ (kemas ama . Ni. S i. Mo. da am jum ah seda g u sur o igo. Va. Z . da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. da Fe3+. Na. 5. NO2-. Co. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. se yawa orga ik . Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. da sebagai ya. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. N. Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. B. u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. O. M . U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. NO3.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu.

Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati.ya. Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya. khemoototrof da khemoheterotrof . H2S. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). da khemoorga otrof. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. jika me ggu aka e ergi cahaya. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. misa ya CO2 da se yawa karbo at.1. fotoorga otrof. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. maka dike a jasad fotoototrof. da khemotrof. NH3. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . da S. 4. 2. khem o itotrof. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. fotoheterotrof. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi.

bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige .Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium. mikroaerob. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. bakteri hidroge . maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. a aerob faku tatif. tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Jasa a aerob. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium. C. da kap ofi . a aerob. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya.

misa ya sumbe r karbo . Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. D. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. da sebagai ya). kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. sumber e ergi. sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. bahka mikroba dapat mati. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . sumber itroge . 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . gu a. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. faktor tumbuh. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH.ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. E. Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . 2. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak.

Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. K2HPO4. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof.01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . D a am keadaa a aerob. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3). tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. 0. 1 gram NH4C .2. Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). 0. 3. 0. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat.7H2O.1 gram FeSO4. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. Tabe 11. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. 1 gram G ukosa. 1 iter NH4C . E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. G ukosa.01 gram CaC 2.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as.7H2O. 0. G ukosa. 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C . Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um.2 gram Asam ikoti at. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh.

de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. pH. cahaya). Cu. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Z ). Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. Co. masi gmasi g 0. khemoototrof.M .Mo. fotosi tetik. Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya.020.5 mg 4. da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik.

Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. itroge .da bakteri aerob maupu a aerob. de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. U t uk kehidupa ya. Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. debu. setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . udara maup u air se a u dijumpai mikroba.XII. Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. fosfor da u sur ai di a am. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir.

Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. da misce a eous. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. Mikroba dapat me arutka da . e zim . da tra sferase. sisa se epi dermis. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. asam ami o. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. u k eotida. f avo o . Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. iase.P. : baha sekresi akar. Lisat akar 4. asam orga ik. Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. Semaki subur t a ah. maka i deks R/S semaki keci . hidro ase. maka i de ks R/S semaki besar. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. Sekresi akar 3. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). dehidroge ase.98 ¢ ¢ . 2. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. faktor tumbuh. produk metabo it . ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . me yediaka mi era seperti N. fosfatase da su fatase. asam emak da stero . urease. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ .

E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. C. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. da ki mia. 3. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2. Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. a. auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. da io itrat. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. 1. Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. o simbiotik. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . da sebagia ai berbe tuk gas NH3. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. da de itrifikasi. ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama .2. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. itrifikasi. io ammo ium. asam ami o.

seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). Pseudomo a s. Da am i gku ga ta ah. Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif.mempu yai dua macam protei . Se ai itu juga diper uka ATP. da Metha obaci us. tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es). de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. Pada i gku ga ta ah terge a g. Rhodomicrobium. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. Azospiri um. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Desu fovibri o. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum).5 kg N/ha/th. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Rhodospiri um. Chromatium. sehi gga pera a ya pe ti g. feredoksi . Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar.5-2. Se ai Azotobacter. Desu fotomacu um. K ebsie a. Baci us. ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. Thiobaci us. Vibrio. Ch orobium. C ostridium. Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. Rhodopseudomo as. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Ch oropseudomo as. bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia.

bi ata g. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. Di da am se . S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o. asam uk eat. sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium.b. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. sehi gga epas dari s istem ta ah. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . Amo ifikasi Berbagai ta ama . da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. peptidog ika . Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba.

ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. Nocardia. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . F avobacterium. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. Staphy ococcus. d. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. Aeromo as. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. Spiri um. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. Da am proses desimi asi reduksi itrat.c. da Nitrococcus. ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Baci us. Pada keadaa a aerob. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir. mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira. da Nitroso obus. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. Se ai Ni trobacter. Di da am ta ah. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi.+ 0 . da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . E terobacter.5 O2 NO2.5 H2O NO2. Pad a i gku ga ta pa oksige . Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. Nitrosococcus. Escherichia.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof.

4. Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Ke y ataa di a am. simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif).da am keadaa a aerob. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . Rhodopseudomo as. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. da Propio ibacterium. Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. Rhizobium. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. a. Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat.

Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. khusus ya P. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .

sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. Pteridophyta. Gym ospermae da A giospermae. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da Scute ospora sp. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g. Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. da Ekte domikoriza. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. kecua i pada fami i Cruciferae. Ektomikoriza.5-dihidroksi-6. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk.

Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . Apabi a se kortek rusak. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Sc erocystis. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. Berdasarka tipe spora ya. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . Acau ospora da E trophospora. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. yaitu ge era G omus. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. arbusku da ves iku a. Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. hifa gu u g. Vesiku a me ga du g ipida. Di da am ta ah. da Comp exi pes. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara.

De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Arthrobacter. Se ai bakteri. Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. da A 3+. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. ratho is. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. seperti N. Z da Cu. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. S. O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Pseud omo as.macam. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. da F avobacterium. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. Streptomyces. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. seperti asam g uko at. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. Pe ici ium da khamir. Mg2+.107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. P. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . terutama u sur P. Micrococcus. Baci us po ymyxa. b. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da Baci us megaterium. Fe3+.

mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Se ama proses peruraia . Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. N. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. D. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. da u sur ai u tuk si tesis se . A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. S. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. P. Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer.sampai hari ke 90. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a.

ke embaba da aerasi. P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . ukura baha . tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. NH3. Secara tota . Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. SO4. suhu. ada ya mikroba. Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka .NH4. Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. Da am pe gomposa tertutup. C O2. apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. jamur akti omisetes da protozoa. CH4. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. suhu ya dapat me capai 65-75oC. kemasama . Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . H2S. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . NO3. da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. da ai sebagai ya. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . H2PO4. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2.

isbah C/N a tara 15-20. tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida . da sebag ai ya. se u o itik.sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob.5-8. ig i o itik. sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. da humi ). fu vat. Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma . Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6). da se ama pe gomposa pada keadaa etra .5). KPK da kapasitas adsorpsi air besar. ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ .

terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat.111 ¢ XIII. Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. A. Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. a aerob. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. baik di i gku ga ta ah maupu peraira . Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g.

i ier (ber caba g). Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. ri si o eat. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). 2. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. 2. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. U tuk me ghi a gka su fat. yaitu te rdiri bakteri. akti omycetes. Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . da po ivi i k orida. Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . aze at. da fosforat. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. Pada proses pe cucia .112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. adipat. (b) ester a sam phtha at.ya ebih kuat da berbusa. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. fosfat. Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. po istire . De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. ma eat. Bagia ya g bercaba g ABS. ammo ium. tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. itrat. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o . da gas CO2 ya g me guap. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki .

Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka .. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. Brevibacterium sp. sebakat.. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie . Saccharomyces cerevisiae. C adosporium sp.. da aroma tik. daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. risi o eat. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. Vertici ium sp. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh.. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba. A.. 3. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae.Trichoderma sp. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ . tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. o eat. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger. Pe ici ium sp. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. U tuk dapat m erombak p astik. kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . Fraksi a ka a ra tai C pe dek.Fusarium sp. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai. Versico or. a isik ik.113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi.

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful