DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. protozoa. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. Tumbuhan dan Binatang). dan Eubacteria.2. Divisio Plantae. khamir dan protozoa (Divisio Protista). Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). dengan protist a. Gambar 1. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). dan Divisio Animalia.Menurut teori evolusi. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. Eukaryota ( Protozoa. setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. Klasifikasi Woese Gambar 1. Protista terdiri dari algae atau ganggang. Klasifikasi Whittaker 4 . dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. Fungi. Whittaker. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. jamur ata u fungi.1. dan Woese. sonositik. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan.

sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. yaitu: 1. Eukariota (jasad eukariotik). Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik). yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. walaupun organisasi selnya belum sempurna. Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. Setelah ditemuka n mikroskop elektron.D. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. Selain yang bersifat seluler. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. maupun redusen. Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. berukuran super kecil atau submikroskopik. 2. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). ada mikroba yang bersifat nonseluler . Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. ko nsumen. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. 5 . Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). yaitu virus.

Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada. 6 . Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi.Protein .Lipida . Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Asam inti .ATP / energi Sifat pertumbuhan: .Terbentuk dari bahan genetik saja . yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius.Polisakarida .Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: . Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas. lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid.Bagian-bagian d isintesis sendiri . sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida. bukan di dalam RNA atau DNA. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.

Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. Menurut teori abiogenesis. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana.II. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. algae. 7 . Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. dan bakteri. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. khamir. Fransisco Redi (1665). pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. B. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Sebagian ahli menganut teori biogenesis.

Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. Saat dibiarkan pada suhu kamar. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. D. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. cara ini diulang sebanyak 3 kali. C. sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. bakteri dapa t membentuk endospora. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. suhunya kurang lebih 62oC. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas).Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. Dengan penemuan tersebut.

Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Wahler. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. Lat our. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Liebig. yaitu fermentasi asam laktat. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. (1) kehidupan anaerob. Berzelius. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. dan F. Dari kenyataa n ini. bahkan dapat terhenti sama sekali. proses fermentas i menjadi terhambat. dan (2) kehidupan aerob. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. J. Schwanndon. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . Pada tahun 1837. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. Th. menghasilkan anggur yang masam. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. C. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. dan F. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. E.

PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. yaitu disebut penyakit Bir. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. tanpa memerlukan Oksigen. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. energi diperoleh secara respirasi aerob. terdapat bakteri berbentuk batang. Apabila ada Oksigen. yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. Pada tahun 1897. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). G. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. F. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . tanaman kentang (1845).“respirasi aerob”. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia .

dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. 4. 2. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . H.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. 2. dapat menimbulkan pen yakit yang sama. yaitu: 1. 3. Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. yaitu dikenal sebagai virus. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. 3. dapat digunakan postulat Riv er (1937). Virus harus berada di dalam sel inang. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). 11 . Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. 4.

J. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . Urey (1954). NH3. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. dan H2S. u ap air. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. Nitrogen. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia. CO2. Ra diasi uv. CO. dan lapisan ozon sangat tipis. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. atau mulai terbentuk makromolekul.5 milyar tahun. seperti siklus Karbon. Gas-gas te rsebut 12 . MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. yang disebut bakteri autotrof. sejumlah ammonia. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932).I. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. Sulfur. Miller (1957) dan H. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. Hidrogen. serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. H2O. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. dan H2. Sebagai contoh. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2.

5. untuk kecap. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. penghasilan hormon. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. 6. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. antigen. dan senyawa lain misalnya insulin. biopestisida. bakter i asam asetat untuk vinegar. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. pengomposan. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. jamur Aspergillus sp. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). untuk tempe. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. proteinase. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. dan sebagainya. 3. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. antibodi. purin. dan jamur Rhizop us sp. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. 4. 2. binatang. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. dan lain-lain. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. serta asam organik seperti asam suksinat. PENGG UNAAN MIKROBA 1. interferon. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. 7. pembuat an enzim amilase. dan AT P.. dan air mendidih. K. kondens or.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. dan lain-lain. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . Penggunaan mikroba di bidang pertanian. desulfurisasi batubara. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. pektinase.

alga selain alga biru.Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 .Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 .Mitosis tidak ada ada . PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel. protein. animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: . Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir.Aparat golgi tidak ada ada .Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot).DNA organel tidak ada ada .Kloro plas 70 S*) . Protozoa. Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik.Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . jamur (fungi). Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA.Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada . SEL DAN STRUKTURNYA A. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya. yang merupakan komponen dasar semua jenis s el. Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak.% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada . lemak dan fosfolipid.DNA inti tidak terikat h iston terikat histon . Fungi.Ribosom plasma 80 S*) . RNA.R etikulum tidak ada ada endoplasmik .III. protozoa dan tanaman serta hewan. Plantae.

Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot.106 pasangan basa (pb) DNA. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA.109. STRUKTUR SEL 15 . khloroplas dan aparat golgi. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. dan manusia 29. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik.8-8. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. yaitu aparatus golgi.106. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . sebagai contoh: Neurospora 19. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S.4-0.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. misalnya pada bakteri anaerob. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. Aspergillus niger 40. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi.109. 106. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu.B. C. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. Jagung 7. D. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. berukuran 80S. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma.

Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. 2. 3. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. juga karotenoid . Pada bakteri fotosinte tik. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). air sel akan mengalir ke 16 . membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis.1. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. Apabila gamet bersifat haploid. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). yang disebut membran tilakoid. melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. Pada beberapa bakteri. Pada saat generasi seksual b erikutnya. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. Pada saat pembuahan. maka sigot bersifat diploid. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n).

Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. protoplasma mengalami pengkerutan. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. d an tidak mengandung lisin. diaminopimelat. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. 4. Murein hanya mengandung diaminopemelat. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. Proses ini disebut dengan plasmolisis. dalam dinding sel. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. yang terikat melalui ikatan pe ptida. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. ipolar. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar. dan lipida jenis lain. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. atau lisin dan alanin. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. yang mempunyai erat 17                                                                 . Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen.4-βglikosida. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. dan asam teiko at yang sangat spesifik. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. Letak flagel dapar polar. dan membran akan terlepas dari dinding sel. peritrik. yang terikat melalui ikatan 1. glutamat. sehingga lisosim dapat merom ak murein. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. lipopolisakarida. maupun politrik.luar. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri.

PERBEDAAN SEL TANAMAN. s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. 18                                                               . senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. Pili dise ut juga se agai fim rae. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air.molekul rendah. HEWAN. Dalam pem entukan agregasi tanah. Pada e erapa akteri. dengan panjang 12 nm. 5. rhamnosa. gula amino. Ada pula yang mengandung peptida. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa.

Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. Panjang D NA mencapai 1.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. Mem ran sangat selekt if permea el. Pada e erapa t empat. tetapi komposisi lipidanya eda. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. Me m ran ersifat selektif permea el. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. Lipida menyelu. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. glukosa. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Diameter inti sel hewan +46µ.ungi secara kontinyu dan non-polar. Air. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. asam amino. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama.2 mm. Tidak semua akteri mempunyai pili. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti. Lipida tersusun dalam 2 lapisan.

lipida. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. dijumpai pada semua sel tanaman. Bakteri juga mempunyai plasmid.menjadi kromosom. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. 20     diameter 2nm. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. er entuk ulat. Di dalam mitokondria. gelap. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat.

21                                                                             . Setiap sel akteri E. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). Bentuk khloropla s ermacammacam.000 ri os ome. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. di dalamnya terdapat khlo rofil. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. Sel akteri tidak mempunyai ER. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. Ri osome se agai tempat sintesis protein. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. coli mengandung 15.

sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). oksigen dan CO2. dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. erupa polisakarida. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. pigmen. 22                                 . polifosfat. protein terl arut. atau saat spora erkecam ah. metafosf at. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas .Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. lipida. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. garam mineral. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). Vakuola mengandung gula. sulfur. garam dari asam organik. Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air.

dengan Cyano acteria pada grup 20. Thi osarcina. Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . parasitik. Ha itatnya terse ar luas di alam. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. atang. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. suhu. saprofitik. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). Umumnya akteri erukuran 0. dan di laut. Acineto acter. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi).IV. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. sifat gram. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. Ruminococcus . KLASIFIKASI BAKTERI I. dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. hewan dan tum uhan. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. Menurut Bergey’s manual. Staphylococcus. Pem agian ini erdasarkan en tuk. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Acidami nococcus. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. BAKTERI DAN VIRUS A. dalam tanah. dan lengkung. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. Streptococcus.5-10 µ. ke utuhan oksigen. Moraxella. yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. termasuk klas Schizomycetes. Bakteri dapat mengalami involusi . Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. patogen pad a manusia. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. di dalam lumpur. Sarcina. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria .

2. Zoogloea. Beijerinckia. Azomonas. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. Actinoplanes. Azoto acter. Oscillospira . Arthro acter. Azoto acter. Thermus. 3. Actinomyces. Glu cono acter. Beijerinckia. Sporolacto acillus. sim iosis dan e erapa se agai parasit. 24                                                                                                                       . Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Bakteri Azoto acter. Alcaligenes. Nocardia. Propioni acterium. Bakteri er entuk atang a. Micromonosp ora. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Bakteri gram negatif 1. Rhizo ium. Listeria. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. secara fragmentasi dan segmentasi. Brucella. Legionella. Aceto acter. Bifido acterium. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Desulfotomaculum. Eu acterium. Streptomyces. dan miselium udara ada di permukaan medium. serta dengan ertunas. C aryophanon.II. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Bakteri gram positif 1. Erysipelothrix. Cellulomonas. Frankia. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Micro ispora. Agro acterium. Sporosarcina. Brevi acterium. Derxia. Streptosporangium. Dermatophilus. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. dengan chlamydospora. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Derxia. Xanthomonas. Beijerinckia. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora.

Erwinia. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. 25                                                                               . Thio acillus. Serratia. N itrospira. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Entero acter. Methanothermus. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Pyrodictium. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Crenothrix. Methanococcus. Leptothrix. Salmonella. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides. Thiovolum. Proteus. Desulforococcus. Cladothrix. Thermoplasma. 3. 4. Leptothrix. 5. Nitrosolo us.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. Nitrococcus. Nitrosomonas.2. Shigella. Anaero ik: T hermoproteus. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Yersinia. Vi rio. Kle siell a. Leptotrichia 6. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Fuso acterium. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Photo acterium. Thio acterium. ini merupakan Methanothrix. Nitrosospira. Halococcus. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Sulfolo us. Nitrosococcus. Aeromonas. Bak teri Methanosarcina.

III. Dinding sel tipis dan lentur. Treponema. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). Oceanospirillum. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Borrelia. Contoh : Cytophaga. Selenomonas. Campylo a cter. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Microcyclus. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. Bdellovi rio. Contoh: Vitreosci lla. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Butyrivi rio. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta. Thiothrix. Cristispira. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. c. 2.1-3 µ x 4-8 µ . Bakteri uniselular. Pelosigma. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Contoh: Beggiatoa. Leucothrix. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. 3. sulfat. mem entuk trikoma ( ulu). Bakteri er entuk lengkung a. A chromatium. Saprospira. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. Azospirillum. . Aquaspirillum. Leptospira. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. Selnya e rukuran 0. er entuk enang. Succinivi rio. 4. entuk atang pendek. Bakteri e as sulfur. Flexi acter. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. Myxo acteria.

5. kokus. filamen. orale. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. fra gmentasi. Chlamydia trach omatis. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. Prosthecomicro ium. Bentuk sel ple omorfik. Ancalomicro ium. M. Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. c. Contoh: Chondromyces. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. Contoh: Hypomicro ium. atau filamen. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). da n sangat pleomorfik. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. . Cyano acteria yang ergerak merayap. dan dapat ergerak meluncur.001-7µ . 27                                                                                                         . C aulo acter. Contoh: Rickettsia prowazekii. Myxo acteria. atau hasil pengeluaran lendir. Contoh: Oscillatoria. Ba kteri ini ersifat gram negatif. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. Myxococcus.3x2µ. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. Nevskia. Gallionella. dapat erupa atang. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. tetapi le ih esar dari virus. M. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. dan perkecam ahan. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. homonia. Coxiella urnetii. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. Spiroplasma. Acholeplasma. Contoh : Mycoplasma mycoides. d. Mycoplasma erukuran 0. yaitu 0. roset.

enang (filamen). Chromatium sp. e. Rhodopseudomonas. dan erasosiasi sim iosis. Contoh: Thiospirillum sp.                                                                                               . Contoh: Rhodospirillum. atang. 2. dan enang. Chlorochromatium. dan ersifat fotoautotrof o ligat. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas. Calothrix.. Ana aena. Gloeocapsa. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. Spiru lina. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. 3. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. Ada yang er entuk kokus.B. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. meskipun tidak erflagela. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. tidak erdinding sel. Cylindrospermum. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Oscillatoria. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. dan lengkung. tidak erdinding inti. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Bentuk selnya tunggal (uni selular). Contoh: Gloeo acter. dan menghasilkan O2. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. Nostoc. koloni. Cara hidupnya e as. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Chloropseud omonas. f. Dermocarpa. Contoh: Chloro ium. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu).

ecak. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka.uluh pengangkutan). U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau).virus umumnya 0. Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri.01-0. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan). dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak. misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh.ecak daun. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya. hewan. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati.ecak nekrotik dan se againya. 2. jadi tidak dapat menero os secara aktif. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi.1 µ. 1. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Selu ung protein ini dise ut kapsid. 3. Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. atau pada jasad renik yang lain. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya. tum uhan. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Sel inang adalah sel manusia.

atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). virus herpes. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     . yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya.agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. polihedra l. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. silindris. BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . Skema TMV 3. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun). Kapsid terdiri atas agian. ku us. dan lain-lain. Bentuk dasar virus adalah yang ulat.dise ut nukleokapsid. seperti huruf T. Gam ar .

selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). Gam ar . Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. 31                                                             .dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. Skema akteriofag. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . . DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. c. Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel.

150 20 . Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein. Varicel la/Zoster Yellow fever.55 25 . dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja.200 17 .60 130 60 .45 40 . Kelompok virus yang penting.85 80 . Ta el . Siklus perkem angan akteriofag.80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia. jasad ini dise ut prion.75 70 . 32                                     .Gam ar . Moliuscum parainfluenza . pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil.inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex.30 40 . Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 .

termasuk jamur yang dapat dimakan . Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium.en ang tunggal. erca ang-ca ang. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. yang er entuk enang atau sel tunggal. dind ing sel tersusun dari khitin. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. dan elum ada diferensiasi jaringan. Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. Jamur merupakan jasad eukariot. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. A. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. atau ya ng termasuk Eumycetes. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. multiseluler atau uniseluler. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. hewan dan manusia. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). jamur termasuk divisio Mycota (fungi). tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). 33                                                                                                                       . ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang.enang. Sel-sel jamur tidak erklorofil.V.

B. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). 34                                                                                                 . yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. C. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). Spora ini dise ut sporangiospora. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. misa lnya pada Candida sp. Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual.. Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. misalnya pada Geotrichum sp. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. (a) dengan pem entukan tunas. Basidiomycetes. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). ( ) dengan lastospora. Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam. Pada jamur tingk at tinggi. Perkem ang iakan secara seksual. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. Pada jamur tingkat rendah. misalnya pada khamir. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur. (c) dengan arthrospora (oidium). dan (d) dengan chlamydospora. misalnya pada Geotrichum sp. ter entuk spora yang dise ut konidia..

iasanya dii solasi dari tanah humus. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. discoideum. Nama famili dengan akhiran –aceae. Struktur pada semua stadium sama. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. akan ter entuk a dan uah. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. misalnya dengan memakan akteri . selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . guguran daun. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. nama order dengan akhira n –ales. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. 1. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. makan dengan cara fagositosis. Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. kulit kayu. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. yang hidup e as di dalam tanah. dan dise ut juga pseudoplasmodium. 2. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. dan ter entuknya s pora.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. Cara makan dengan fagositosis. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. dan kayu. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora.

3. dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. sel vegetatif multinukleat. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya .6. dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. p. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. 24. da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . Cri raria rufa . Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa.haploid. dan Fulig o septica. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. atau dise ut thalus soenositik. PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. Entomophthorales. yaitu Mucorales. (jamur air). (a) Oospora. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. dan ( ) Zygospora.

oryzae. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. 4. entuknya ulat. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. dan sisa-sisa tanaman. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Rhizopus nigricans adalah jamur roti. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). Spesies seperti P. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. dan R. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. Pem elahan sel miseliu m. ( ) Perith ecium.Zoopagales. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . uah. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. dan Rhiz opus sp. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. Konyugasi langsung seperti pada khamir. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. yaitu: 1. 3. cokla t. yaitu: (a) Cleistothecium. R. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. olygosporus. (c) Apothecium. 4. dan hijau. 2. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. merah. entuk ulat seperti la u. dan dapat mem entuk konidiofor. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. roqueforti dan P. dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Pem entukan askospora ada 4 c ara. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. entuk seperti cawan atau mangkuk. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. R. kulit. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe.

hitam. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif.. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. dan cysts. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada.. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. Cyantus sp. 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. dan se againya. dan khamir Sporo olomyces s p. Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap. jamur).anti iotik penisilin. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. 5. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. parafisa. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. Spora di e askan. ungu. sel ujungnya mem esar. Basidia erasal dari hifa dikariotik. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. hifa steril. Setelah pele uran inti. tid ak ersekat. maka dise ut juga Hymenomycetes. Hymenium terdapat pada mus hroom. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. 38                                                                           . Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. inti ikut mem esar. kuning.

Aspergillus sp. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. Penicillium.6. Miseliumnya ersifat homokariotik. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. Proses plasmogami. 39                   . DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. atau dise ut paraseksual. dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. dan Monilia. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif.

seksual (oospora. tanah. daun-daun. tidak erflagela. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. atang atau sili ndris. dan lain-lain.D. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). elips. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. atau oidia) 3. Tipe adan uah. di tu uh serangga. warna. madu dan lain-lain. Sel khamir 40                                                   . rhizoid. klamidospora. sklerosia. Tipe spora. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. E. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. sel kaki. dan erwarna atau tidak. jernih atau keruh. atau asidiospora) . apofi sa. Tipe hifa. ersepta atau tidak. misalnya adanya stolon. entuk. uku ran. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. sosis. aseksual (sporangiospora. kolumela / vesikula.uahan. askospora. 2. permuk aan uah. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. nektar unga. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. Bentuk sporangiofor / konidiofor. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. zygospora. letak spora atau konidi. dan lain-lain. seperti uah jeruk. 4. Bentukan khusus. konidia. Khamir er entuk ulat (speroid). Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi.

atau konyugasi askospora).. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). Bentuk.. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. Secara vegetatif (aseksual). Sifat-sifat fisiologi. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. 5. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. Ada tidaknya askospora. dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. warna. warna. ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. 6.1. entuk. (sel vegetatif diploid). 2. dan jumlah spora.). lipolitik. dan l ain-lain. Konyugasi khamir ada 3 macam. misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). 41                                           . penggunaan pati. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. (sel vegetatif haploid). serta pada Saccharomyces sp. mem elah. 3. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). dan ukuran sel vegetatifnya. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. atau keduanya. 2. heterogami. ke utuhan vitamin. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. ukuran. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus). dan Schizosaccharomyces sp. dan Saccharomycodes sp. ersifat oksidatif atau fer mentatif. ds ) 4. uji pem entukan asam. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). dan khamir pada umumnya).

mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. koral. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. se dangkan jamur se agai miko ion. ALGAE DAN PROTOZOA A. ALGAE Di dunia mikro ia. iru kehijauan (fiko ilin). sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion.VI. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. atang kayu. tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. tetapi ke anyakan di perairan. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. dan lain-lain. Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. 42                                                                                                                               . Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. misalnya spon. dan merah (fikoeritrin). Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. 1. Xanthophyta. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. algae termasuk eukariotik. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. cacing laut. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. coklat (fikosantin).

Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. 2. erkem ang iak dengan er agai cara. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . misalnya algae hijau . Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. Algae lain. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. seperti pada akteri (prokariot). Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . Sedangkan pada algae eukariot. algae merah dan algae coklat. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. koloni ter entuk dari 500-60. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. misalnya pada Volvox. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. 3. Per edaannya. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi.etul erupa sel tunggal. k hususnya yang er entuk multiseluler. yang erguna untuk mendukung lade.000 sel.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae.

Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof). yang dise ut zoospora. Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid.er eda dengan endospora pada akteri. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. Spora ada yang dapat ergerak aktif. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. menggunakan H2O se agai donor elektron. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. 4. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Pada keadaan gelap. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. Pada algae heterotrof. Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali.

misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. dinding sel terdiri dari selulosa. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. Pyrrophyta. karoten. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. atau tidak dapat kem ali se perti semula. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. Algae leukofitik dapat di uat. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. dan sifat morfologi sel. Spirogyra dan Ulva. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. 8 atau 16 sel. dan multisel uler yang er entuk filamen. dan Cryptophyta. Rhod ophyta. Chrysophyta. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. a. genera Chlamydomonas dan Volvox. Phaeophyta.ahan organik yang ada di sekitarnya. Cadangan makanan erupa pati. yaitu Chlorophyta. manan. flagelata. 45                                                                                         . Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. dan algae hijau nonmotil. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. Pada siklus hidup Chl amydomonas. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. yang ersifat motil karena erflagela. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. dan e erapa xantofil. e erapa tidak erd inding sel. Euglenophyta. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. 5. xylan. multiseluler yang er entuk koloni. ahan cadangan makanan di dalam sel. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot.

Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif.3. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. 46                                                                                 . Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel .Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1. Semua ang gota algae ini uniseluler. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. . mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. yaitu de ngan cara fragmentasi.

dan ersif at heterotrof. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik. Algae ini terutama hidup di laut. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. tetapi ada yang tidak erdinding sel. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut.Euglena c. maka sering dise ut fire al gae. 47                                                 . Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof.

d. yai tu centric dan pennate. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. silika. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. karoten. Ada 2 macam entuk frustule. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. dan e erapa xantofil. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. 48                                                                                   . Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. da n kalsium kar onat. fukoxantin. dan algae keemasan (Chrysophyc eae). ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. Dinding selnya tersusun dari selulosa.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi.

Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Organisasi selnya multiseluler. karoten. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. seperti atang (stipe). dan pengapung ( ladder). dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast.atuan. 49                                                           .e. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. fukoxantin dan xan tofil. seperti daun ( lade). warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. dan mukopolisakarida sulfat. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. dengan letak lateral. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa. asam alginat. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat. dengan din ding sel tersusun dari selulosa. Nereocystis. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. dan dapat melapukkan atuan terse ut. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). Macrocystis . dan Laminaria.

Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. dan galaktan. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). xylan. Cu. yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. misalnya algae Fucus vesiculosus.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. dan ahan lain. ahan makanan. kertas. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m. f. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. fikosianin. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. Adanya klorofil a. dan e erapa xantofil. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. Umumnya algae merah hidup di lautan. karoten. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. tekstil. terutama di daerah tropis. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. dan P . atau penyerapan logam erat oleh iomassa. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. 50                                                                                           . Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. e erapa spesies hidup di daerah dingin.

karoten. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa. Be erapa spesies ersifat parasitik.Dinding selnya terdiri dua lapis. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. yaitu polisakarida sul fat. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. 1. g. d an selnya eukariotik. Pada algae pem entuk koral. PROTOZOA Seperti algae. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. dan monadoxantin. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. agar dan karagenin. lingkungan air tawa r. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. atau daratan. Cadangan makanan terdiri pati. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. B. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. hidup pada organisme inang . Inang 51                                                                                                     . dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. Algae ini hidup di laut. krokoxantin. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya.

Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. Be erapa protozoa seperti Difflugia. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Protozoa 52                                                                           . kolam. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. atau untuk mengatur tekanan osmosa. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. termasuk manusia.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. atau genangan air. sungai. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. atau entuk istirahat yang dise ut kista. s ampai verte rata yang kompleks. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. 2. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya.

Mulai tahun 1980. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. yaitu Sarcomastigophora. Acetospora. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. flagela atau silia. aik secara f agositosis maupun pinositosis. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. dan Stentor. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. Theileria. Giardia . Leishmania. Pada klasifikasi yang aru ini. d an La yrinthomorpha. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. 3. Ba esia. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. dapat masuk sel s ecara pinositosis. Toxoplasma. maka dipecah menjadi lima kelas. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. dan Difflugia. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora.merupakan sel tunggal. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Tetrahymena. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. Myxospora. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Ciliophora. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Paramaecium. Opalina. Apicomplexa. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). Trypanosoma. Microspora. Bodo. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. Amoe a. Entamoe a.

4. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . 54                                                                                                             . Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. Pa da kelompok Ciliata. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan.saluran pada mem ran sel. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. kemudian di awa ke agian da lam sel. dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). kemudian vakuola mem esar kem ali. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. dan sitogami. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). autogami. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Vakuola kecil ter entuk. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Pada pem elahan schizogony.

sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. 55                                                         . B. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. Setelah reaksi erlangsung. S: Su strat (reaktan). Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. misal tripsin. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.VII. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. A. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. ES: ikatan sementara. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan).

Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. . daya katalisisnya. d an cara ter entuknya. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. C.agian protein. untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. misal dalam proses respirasi. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. su strat yang dikatalisis. 1. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. 56                                                                                           .

Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis. dengan contoh enzim adalah: . .+ 4 H+) O2 + (2e.Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi.+ 4 H+) .Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina.Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . d. yang merupakan pemindahan elektron.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat .Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. . hidroksilase dan dehidrogenase.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e.enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: . Enzim. Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase. .Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida. yaitu enzim oksidase.Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               .Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 . Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase). Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . c. Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a. . Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis. oksigenase. hidroge n atau oksigen.2.Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .

Epimerase. Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. e.Intramolekul ketol isomerase. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat. 3. . Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. triosin. misalnya enzim pepsin. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat . Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal.Intramolekul transferase atau mutase. meru ah transmetinal fosfat .. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. misalnya 58                                                             . meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA .Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. meru ah m etilmalonil-CoA f. yaitu: Rasemase. dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease.Cis-trans isomeras e. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P . Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.

Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik.enzim amilase. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). S elama fase lag terse ut E. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. . D. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Mulamula E. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. 2. 1.

Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. arginase mempunyai pH optimu m 10. ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. 4. karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. misalnya taka-diastase dan trips in. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. sulfida. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. natrium azida. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. 60                                                                                                           . Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). .0. Senyawa-senyawa seperti sianida. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. 3. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at.

B. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim.C.c.d.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. e. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat.D: su strat enzim a.d. Apa ila ada 61                                                                                                   .c. . X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. . X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya. c.B. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut .C. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at.d. . Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.D: su strat enzim a. d. Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama.c.

sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Mo.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. Co. vitamin. 7. Cu. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. dan enzim lain. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Fe. atau eru pa koenzim. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Zn. 5. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim. Mg. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik.

Dalam sel. Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . 1. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. FMN. terutama pH dan kadar r eaktan. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. dan sitokrom. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. A. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a.VIII. Gugus ini mengan dung S atau P. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). 63                                                             .

063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan.14 volt. Eo’ = 1. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP. kha mir dan jamur. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen.dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. Sitokrom (Cyt a. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. sehingga: F’ = -46. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23.3. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron. . n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar . Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi . dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui. Ta el 3. Jadi efisiensinya hanya 70%.eda. maka F’ = -52. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. Terlihat 64                                                                                        . Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting.000 kal.

Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. CO2 menjadi CH4. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. N2. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Be erapa spesies Streptococcus. dan fumarat menjadi suksinat. SO4= menjadi H2S . Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. sedang aseton direduksi menjad i 2. 65                                                                                                               . Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. N2O.yang direduksi menjadi NO2-. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. tetapi dengan adanya O2. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). malat. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. mereduksi nitrat menjadi gas N2. oksalat. di entuk H2O2 uka n H2O. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. Se agian energi diu ah menjadi panas. Aceto acter. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air.

yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. dan (3) fosforilasi fotosintetik. yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . utirat. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. 2.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. Pada P. yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Lacto acillus spp. (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). utanol. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. 1. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. memecah gula menjadi a seton. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. 66                                                                                               . ds . Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. B. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. 1 asam laktat dan 1 CO2. melainkan zat lain.

meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. 5. ri ulosa 5-fosfat.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. ATP. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). ensim. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. laktat. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. Clostridium terg antung spesiesnya. aseton. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . asam asetat. untuk keperluan iosintesis. aseta t. aerogenes juga menghasilkan 2. FAD dan se againya. asam amin o aromatik. dan H2. ds ). etanol dan CO2. CO2. c oli.utilen-glikol. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. coli. Reaksi erlangsung lewat gula C5.3. komponen asam nukleat. C. A. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. etanol. NAD. CO2. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. dan H2 (atau format). utanol. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. HMP tidak langsung menghasilkan energi. Streptococcus spp. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. deoksiri osa.. sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome.3 . Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis.. tetapi terutama mem entuk NADPH2. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. 4.). Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. yang merupakan prekursor gula ri osa. Salmonella sp. etanol. 1.

a tau siklus asam sitrat. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino.penting dalam sel. Pada ke anyakan akteri. mem entuk cincin pi rol. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. 68                                 . Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA). Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. oksalat.

69         .Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan).

Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat. dan ensim malat sintetase 70           .2.

Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. . c. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro . Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. D . fikoeritrin.555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. ya g diubah me jadi e ergi kimia. seperti karotinoid. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi. 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. e.+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . dan fiko ilin. d. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. dan klorofil akteri. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is.yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. iliprotein. Jika k orofi terke a cahaya. E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe .

E sim protease (po i-peptidase. Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. ga aktosa. fruktosa. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1.4-g ikosida dari ami um. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). pe yerapa u sur maka a . Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . o igo-peptidase. E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. protei . seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. 3. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa.6 -g ikosoda. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . da sebagai ya. kompo e ami um ya g bercaba g.72 ¢ E. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti . dekarboksi asi. deami asi. gerak. 2. suatu hetero-po imer dari asam ami o. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. da juga reaksi eksergo ik. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. F. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. dsb).

uk eotidase. uk eosida fosfori ase. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. base puri da base pirimidi . di. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . asam fosfat. Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. atau mo o uk eotida. E sim uk ease. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa.73 ¡ ¡ 4.

: jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa .74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. A. pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir. maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. dari beberapa me it. Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. N0: jum ah se awa . B. beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya.

ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod). Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t. t: waktu pertumbuha ekspo e sia . s ope = 0. N0 = 5x107 .301 0. misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir. rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0.15. yaitu de ga rumus. da jum ah se hidup (viab e c ou t).301 Co toh: N = 108 . t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis.301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma. sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C.Waktu ge erasi = t / . Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se . Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i. jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . Cara i i ada dua macam. da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber. spora. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ .6 =1 0.301/ waktu ge erasi.

76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. fase kematia dipercepat. semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. da fase kematia ogaritma. Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Pada fase permu a a . Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). fase stasio er ma ksimum. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . Pada biaka sistem tertutup. sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. fase pertumbuha ya g dipercepat. Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . D. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . sehi gga se be um membe ah diri. Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se .

Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . metabo isme se pa i g aktif. Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . X: jum ah se pada waktu t. da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . sehi gga jum ah se hidup ko sta . Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia .permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. E. Se ama fase o garitma. sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis.

seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas.301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 . seh i gga rumus (3) µ da k. ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi. µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku.301 x 4) = 2/1. ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis. og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100.204 = 1.000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 .U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku. Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ . og 10 dari 100.000 = 105 . Perbedaa dia tara ya ada ah. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0.66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia . Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ).

000. sumber N atau faktor tumbuh. Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i.000.000 = 108 .D) X. Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ .12 = 0.60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . sehi gga dX/dt = 0. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ .2 jam = 430 me it F.000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0.301 x 120) = 5/36. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate). se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ). de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7. U tuk me gatur proses di da am khemostat. maka µ = D. og 10 dari 100. maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. de ga utreia pembatas. diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut. Pada keadaa ma tap (steady state). ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). Pada sis tem i i .79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat.

Di da am DNA. sehi gga titik didih ya ti ggi. Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . da termofi . Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). da suhu maksimum. tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Suhu a. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya. dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. suhu optimum. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. A. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . da faktor bi otik. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut.X. umum ya bersifat mesofi . optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. FAKTOR ABIOTIK 1. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. mesofi . sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba.

spora.6. Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. suhu. tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. pH da komposisi medium. (3) Lyofi isasi . Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c.90-0. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . tmik. umur mikroba. (2) Pembekua (freezi g). bakte ri umum ya memer uka aw 0. aka memberik a beberapa macam reaksi. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0. ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). C ostridium.998-0.999. (1) Titik kematia therma . da bakteri pereduksi su fat/su fur. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ .6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu. 2.75 . Co toh bakteri termofi ada ah Baci us.98. b. Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. ke embaba . biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif.8. Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. Su fo obus.Methy ococcus capsu atus. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum. (2) Waktu kem atia therma .

4. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi. maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . misa ya Ha obacterium. (2) mikroba ha ofi . pe ggu a urea. se membe gkak da akhir ya pecah.00 0.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. sehi gga t aha terhadap io Natrium. Io -io da istrik a. 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora.80 0. da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama . Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. da Sarci a ve tricu i. ko idia atau dapat membe tuk kista. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer. acti omycetes.75 0. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. Co toh ya ada ah bakteri itrat. kadar garam ya dapat me capai 30 %. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7). Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . di di g se ya terdiri dari murei . Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. Acetobacter. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. (3) mikroba ha odurik.85 0. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. rhizobia. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i.9 0 0.94).60 3.

6 pH optimum 6.6 8.0 9.0-2. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7.8-6.0 4. Buffer mi imum 4. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri.4 4. tartrat.4 10.0. Ag.Thiobaci us.6 2. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.0-7.6-7. itrat.0 6.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi .0-8.0 6. da be zoat. Berdasarka pH. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2. maupu se yawase yawa orga ik amfoter. Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta .5.4 4.0-7. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. Io -io ai Logam berat seperti Hg.0-5. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .4 9.5-9. da (c) mikroba a ka ifi .0-7.0-4. k orida.0-5. yaitu io su fat. Cu.6 6. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.5-8.0-6.6 5.6 maksimum 9.0 6.2.0.0 8. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba. Logam berat mempu yai daya o igodi amik. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta . (b) mikroba mesofi ( eutrofi ). Co toh pH mi imum. opt imum. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). Se ai ogam berat.8 5. Au.0 8.4 5.8 7.0 6.0-7 .4-9.0 6.8 7.0-7. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae.0 4.6 1. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5.0 8. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur. 6-8. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Mutua isme seri g disebut juga simbios is. Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi.Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp.

Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. co i. Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . f. Jamur Trichoderma sp. atau da am keadaa utrie terbatas. popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g).88 ¢ e. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da peristiwa ya ber a gsu g cepat. Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . memparasit j amur Agaricus sp. toksi . Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. g. h. atau a tibiotika.

po isakarida. da se yawa ai .3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). po ifosfat . Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba. N.A. O.ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se .5 0. U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya.1. da P. H. ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se .2 0.5 0. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se . u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . ipida u tuk cada ga maka a . co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai . FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se . Apabi a di ihat susu a se yawa ya. da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. Susu a kimia se mikroba re atif tetap. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu. Tabe 11. di di g se . Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se .5 0. maka air merupaka bagia terb esar dari se . seba yak 80-90 %.

garam asam orga ik. Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas. sumbe r e ergi. Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. po ia koho . S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. protei . da sebagai ya. t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. 1. da sebagai aseptor atau do or e ektro . Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . faktor tumbuh. baha pemba gu se . sumber aseptor e ektro . asam ami o. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. a gae hijau biru. asa m orga ik. Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai .90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. 2. emak. sumber karbo . Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. 3. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. da bakter i fotosi tetik. sumber mi era . Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. 4. Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. da sumber itroge .

Cu. Mo. Tu. Ca. atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. Z . Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . sebagai pe yusu asam uk eat. O. Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. da am jum ah seda g u sur o igo. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. A . se yawa orga ik . da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. C . protei . H. S i. asam ami o. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. 5. U sur pe yusu utama se ia ah C. N. Na. sebag ai pe yusu protei . u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. NO2-. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. M . base puri da pirimidi . da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ni. da P. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. NO3. Sc. U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. N2O. 6. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. 7. da Fe3+. Bo. Co. Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. B. kadar io H+ (kemas ama . itrat. SO4=. S. CO2. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. Mg. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. Va. da sebagai ya. pH). Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge .

Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. fotoheterotrof. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. maka dike a jasad fotoototrof. 2. Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya. da S. 4. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. khemoototrof da khemoheterotrof . a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . da khemotrof. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. NH3. misa ya CO2 da se yawa karbo at. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. jika me ggu aka e ergi cahaya. da khemoorga otrof. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. H2S. khem o itotrof. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. fotoorga otrof.ya.1.

Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. a aerob. jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . C. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium. a aerob faku tatif. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. mikroaerob. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. bakteri hidroge . da kap ofi .Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Jasa a aerob. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik.

ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. 2. misa ya sumbe r karbo . Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. sumber e ergi. E. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. faktor tumbuh. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. gu a. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. sumber itroge . Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. da sebagai ya). bahka mikroba dapat mati. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. D. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2. Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima .

3. Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh.2 gram Asam ikoti at. 0. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. 1 gram G ukosa.01 gram CaC 2. 1 gram NH4C . 0. Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah.1 gram FeSO4. 0. G ukosa. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C . 0. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. 1 iter NH4C . D a am keadaa a aerob.2. Tabe 11. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . G ukosa. K2HPO4.7H2O. Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba.01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi.7H2O.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as. Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3).

masi gmasi g 0. fotosi tetik. pH. khemoototrof. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. cahaya). Cu. da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik.5 mg 4. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. Co.020.M . Z ).Mo. Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof.

PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara. Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. itroge . setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . U t uk kehidupa ya. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. fosfor da u sur ai di a am. debu. udara maup u air se a u dijumpai mikroba.da bakteri aerob maupu a aerob. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah.XII.

Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase.P. se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . f avo o . maka i de ks R/S semaki besar. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. me yediaka mi era seperti N. asam ami o. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. da misce a eous. e zim . Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e.98 ¢ ¢ . Mikroba dapat me arutka da . fosfatase da su fatase. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. produk metabo it . Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. 2. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. urease. asam emak da stero . Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. asam orga ik. Semaki subur t a ah. Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. : baha sekresi akar. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . maka i deks R/S semaki keci . Sekresi akar 3. Lisat akar 4. faktor tumbuh. iase. sisa se epi dermis. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. dehidroge ase. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). u k eotida. da tra sferase. hidro ase. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar.

Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. itrifikasi. Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. a. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N.2. da io itrat. berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. o simbiotik. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. C. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . da de itrifikasi. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . io ammo ium. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. da ki mia. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. asam ami o. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. 3. ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. 1. da sebagia ai berbe tuk gas NH3. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . Sebagia gas N berupa oksida (N2O).

Rhodomicrobium. Se ai itu juga diper uka ATP. Baci us. da Metha obaci us. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . Chromatium. Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . Azospiri um. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. Rhodopseudomo as. Se ai Azotobacter. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Da am i gku ga ta ah. K ebsie a.mempu yai dua macam protei . Pada i gku ga ta ah terge a g. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Desu fovibri o. pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. feredoksi . bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ch oropseudomo as. Ch orobium. Rhodospiri um. C ostridium. Thiobaci us. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . sehi gga pera a ya pe ti g. sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. Pseudomo a s. Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es).5 kg N/ha/th. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Vibrio. tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. Desu fotomacu um.5-2.

S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . peptidog ika . Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. bi ata g. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia.b. sehi gga epas dari s istem ta ah. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. asam uk eat. da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Di da am se . Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba. Amo ifikasi Berbagai ta ama . Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti .

mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei .5 O2 NO2. Di da am ta ah. Da am proses desimi asi reduksi itrat. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. F avobacterium. Staphy ococcus. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2.5 H2O NO2. tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Spiri um. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir. ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. Se ai Ni trobacter. da Nitroso obus.+ 0 . E terobacter. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. Escherichia.c. Aeromo as. Pad a i gku ga ta pa oksige . ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. Pada keadaa a aerob. da Nitrococcus. Nitrosococcus. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . Nocardia. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. d. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. Baci us. jamur da a gae dapat mereduksi itrat.

Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Rhizobium. Ke y ataa di a am. simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. a.da am keadaa a aerob. maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . 4. Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. Rhodopseudomo as. da Propio ibacterium. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif).

ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. khusus ya P.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza.

da Scute ospora sp. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g. sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. Gym ospermae da A giospermae. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. Pteridophyta. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur.5-dihidroksi-6. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . Ektomikoriza. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. da Ekte domikoriza. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. kecua i pada fami i Cruciferae. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM.

tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. Sc erocystis. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. Apabi a se kortek rusak. yaitu ge era G omus.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. Acau ospora da E trophospora. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. arbusku da ves iku a. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . Berdasarka tipe spora ya. da Comp exi pes. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. Vesiku a me ga du g ipida. da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . hifa gu u g. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. Di da am ta ah.

Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Pe ici ium da khamir. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . P. S. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. Mg2+. O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. Arthrobacter. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ .macam. Se ai bakteri. Micrococcus. Baci us po ymyxa. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. Streptomyces. seperti asam g uko at. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. Pseud omo as. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. b. seperti N. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+.107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. da Baci us megaterium. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. terutama u sur P. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. ratho is. da A 3+. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Z da Cu. da F avobacterium. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . Fe3+.

Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer.sampai hari ke 90. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . Se ama proses peruraia . Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . D. P. mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. N. S. da u sur ai u tuk si tesis se . Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses.

SO4. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. ada ya mikroba. NO3. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. ke embaba da aerasi. suhu ya dapat me capai 65-75oC. Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . da ai sebagai ya. reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. kemasama . Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. H2S. jamur akti omisetes da protozoa. Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . H2PO4. sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . NH3. suhu. Da am pe gomposa tertutup. sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. C O2.NH4. ukura baha . s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . Secara tota . P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. CH4.

Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6). da humi ). tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida .sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. fu vat. ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat.5). KPK da kapasitas adsorpsi air besar. da se ama pe gomposa pada keadaa etra .5-8. sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . da sebag ai ya. se u o itik. isbah C/N a tara 15-20. ig i o itik. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma .

111 ¢ XIII. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. baik di i gku ga ta ah maupu peraira . A. mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. a aerob. baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g. U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik.

De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S. adipat. Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. (b) ester a sam phtha at. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. yaitu te rdiri bakteri. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. po istire . fosfat. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. ma eat. U tuk me ghi a gka su fat. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . ammo ium.ya ebih kuat da berbusa. Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . da gas CO2 ya g me guap. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). Pada proses pe cucia . aze at. Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. 2. ri si o eat. Bagia ya g bercaba g ABS. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o .i ier (ber caba g). Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . da po ivi i k orida. tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. 2. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . da fosforat.112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . itrat. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. akti omycetes.

A. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. Versico or. U tuk dapat m erombak p astik. Fraksi a ka a ra tai C pe dek. Vertici ium sp. 3. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi.Trichoderma sp. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie . a isik ik. kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g... Brevibacterium sp. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh. ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ .113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. risi o eat. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Pe ici ium sp. C adosporium sp. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. sebakat. daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger.. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik.. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi.. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. o eat. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . Saccharomyces cerevisiae. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i.Fusarium sp. da aroma tik. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai.

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful