DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

1. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. Protista terdiri dari algae atau ganggang.Menurut teori evolusi.2. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. jamur ata u fungi. Whittaker. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. Eukaryota ( Protozoa. khamir dan protozoa (Divisio Protista). Klasifikasi Woese Gambar 1. dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. Tumbuhan dan Binatang). setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. dan Divisio Animalia. Klasifikasi Whittaker 4 . Fungi. Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. Divisio Plantae. protozoa. dan Woese. dengan protist a. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Gambar 1. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). sonositik. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. dan Eubacteria.

ada mikroba yang bersifat nonseluler . berukuran super kecil atau submikroskopik. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. 2. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. ko nsumen. yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. maupun redusen. walaupun organisasi selnya belum sempurna. Setelah ditemuka n mikroskop elektron. dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia.D. Selain yang bersifat seluler. yaitu: 1. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. 5 . Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. yaitu virus. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik). Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. Eukariota (jasad eukariotik). Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ).

sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada. lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid. Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Polisakarida . bukan di dalam RNA atau DNA. yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang.Lipida .Bagian-bagian d isintesis sendiri .Protein . yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius.Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: .Terbentuk dari bahan genetik saja . Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas.ATP / energi Sifat pertumbuhan: . 6 .Asam inti . Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi.

memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. khamir. Sebagian ahli menganut teori biogenesis. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. Fransisco Redi (1665). PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. Menurut teori abiogenesis. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. algae. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. B. pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. 7 .II. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. dan bakteri.

sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. Saat dibiarkan pada suhu kamar. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. cara ini diulang sebanyak 3 kali. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 .Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. C. (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. Dengan penemuan tersebut. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. suhunya kurang lebih 62oC. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. D. bakteri dapa t membentuk endospora. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi.

Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . yaitu fermentasi asam laktat. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. Berzelius. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. proses fermentas i menjadi terhambat. Wahler. bahkan dapat terhenti sama sekali. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. dan F. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. J. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Dari kenyataa n ini. dan F. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. Th. E. (1) kehidupan anaerob. Liebig. Lat our. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. C. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit. dan (2) kehidupan aerob. Pada tahun 1837. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. Schwanndon. misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. menghasilkan anggur yang masam. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah.

sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). terdapat bakteri berbentuk batang. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. energi diperoleh secara respirasi aerob. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). F. Apabila ada Oksigen. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. tanaman kentang (1845). tanpa memerlukan Oksigen. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. Pada tahun 1897. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. yaitu disebut penyakit Bir. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. G. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia . Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob.“respirasi aerob”. PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim.

Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. Virus harus berada di dalam sel inang. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. yaitu dikenal sebagai virus. 4. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. 3. Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. 4. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. H. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. 11 . 2.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. 3. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). 2. yaitu: 1. dapat digunakan postulat Riv er (1937).dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). dapat menimbulkan pen yakit yang sama.

MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah.5 milyar tahun. CO. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. dan H2. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. sejumlah ammonia. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi.I. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. CO2. Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. Sebagai contoh. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. H2O. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. J. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. Nitrogen. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. Gas-gas te rsebut 12 . Sulfur. seperti siklus Karbon. atau mulai terbentuk makromolekul. yang disebut bakteri autotrof. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. dan H2S. serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. u ap air. dan lapisan ozon sangat tipis. Hidrogen. Urey (1954). Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. Ra diasi uv. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Miller (1957) dan H. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . NH3. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran.

4. dan air mendidih. dan lain-lain. biopestisida. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . dan AT P. binatang. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). 6. 3. pengomposan. PENGG UNAAN MIKROBA 1. penghasilan hormon. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. interferon. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. pektinase. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. proteinase. 5. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. 7. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. desulfurisasi batubara. dan senyawa lain misalnya insulin. dan jamur Rhizop us sp. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. pembuat an enzim amilase. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. antigen. untuk tempe. purin. serta asam organik seperti asam suksinat. antibodi. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum.. jamur Aspergillus sp. dan lain-lain. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. untuk kecap. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. 2. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. dan sebagainya. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. K. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. bakter i asam asetat untuk vinegar. kondens or.

DNA organel tidak ada ada . Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik. Protozoa.Kloro plas 70 S*) .III.Mitosis tidak ada ada .R etikulum tidak ada ada endoplasmik .% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada .Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada . Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya. protozoa dan tanaman serta hewan.Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . SEL DAN STRUKTURNYA A. Fungi.Ribosom plasma 80 S*) . lemak dan fosfolipid.DNA inti tidak terikat h iston terikat histon . RNA. Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir. yang merupakan komponen dasar semua jenis s el. PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel.Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 . alga selain alga biru.Aparat golgi tidak ada ada . Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot). animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: . Plantae.Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . jamur (fungi). Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA. protein.Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 .

Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. Aspergillus niger 40. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. khloroplas dan aparat golgi. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S. dan manusia 29. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik.109. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi.109. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. berukuran 80S. 106.B. Jagung 7. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. C. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. misalnya pada bakteri anaerob.8-8. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. STRUKTUR SEL 15 .106. D. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. yaitu aparatus golgi. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran. Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. sebagai contoh: Neurospora 19.106 pasangan basa (pb) DNA.4-0. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t).

Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. Pada bakteri fotosinte tik. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. 2. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. Pada beberapa bakteri. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. yang disebut membran tilakoid. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. 3. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. juga karotenoid . Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). Pada saat generasi seksual b erikutnya. Pada saat pembuahan. maka sigot bersifat diploid. Apabila gamet bersifat haploid. air sel akan mengalir ke 16 .1.

glutamat. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. atau lisin dan alanin. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. dalam dinding sel. lipopolisakarida. protoplasma mengalami pengkerutan. yang terikat melalui ikatan 1. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. peritrik. dan membran akan terlepas dari dinding sel. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel.luar.4-βglikosida. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata. sehingga lisosim dapat merom ak murein. 4. ipolar. d an tidak mengandung lisin. dan asam teiko at yang sangat spesifik. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Letak flagel dapar polar. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. yang mempunyai erat 17                                                                 . diaminopimelat. dan lipida jenis lain. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. yang terikat melalui ikatan pe ptida. Proses ini disebut dengan plasmolisis. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. Murein hanya mengandung diaminopemelat. maupun politrik. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar.

seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. 5. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. Pili dise ut juga se agai fim rae. rhamnosa. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. gula amino. dengan panjang 12 nm. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. Pada e erapa akteri. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Ada pula yang mengandung peptida. PERBEDAAN SEL TANAMAN. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. Dalam pem entukan agregasi tanah. senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. 18                                                               . DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek.molekul rendah. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. HEWAN.

Pada e erapa t empat. glukosa. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+.2 mm. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. Lipida menyelu. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Tidak semua akteri mempunyai pili. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti. Me m ran ersifat selektif permea el. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome.ungi secara kontinyu dan non-polar. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Diameter inti sel hewan +46µ. Air. Mem ran sangat selekt if permea el. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. tetapi komposisi lipidanya eda. Panjang D NA mencapai 1. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. asam amino. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri.

dijumpai pada semua sel tanaman. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Bakteri juga mempunyai plasmid. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat.menjadi kromosom. lipida. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. gelap. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. er entuk ulat. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. 20     diameter 2nm. Di dalam mitokondria. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat.

21                                                                             .000 ri os ome. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. Ri osome se agai tempat sintesis protein. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. coli mengandung 15. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. Setiap sel akteri E. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). Sel akteri tidak mempunyai ER. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Bentuk khloropla s ermacammacam. Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. di dalamnya terdapat khlo rofil. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein.

metafosf at. lipida.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. oksigen dan CO2. garam dari asam organik. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. pigmen. garam mineral. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air. Vakuola mengandung gula. 22                                 . sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). sulfur. Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). protein terl arut. dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. atau saat spora erkecam ah. erupa polisakarida. polifosfat.

hewan dan tum uhan. yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Moraxella.5-10 µ. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. Menurut Bergey’s manual. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . ke utuhan oksigen. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). suhu. dengan Cyano acteria pada grup 20. Thi osarcina.IV. dalam tanah. Umumnya akteri erukuran 0. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. Pem agian ini erdasarkan en tuk. Acidami nococcus. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Staphylococcus. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria . atang. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. saprofitik. parasitik. di dalam lumpur. KLASIFIKASI BAKTERI I. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. BAKTERI DAN VIRUS A. sifat gram. Acineto acter. Ha itatnya terse ar luas di alam. dan di laut. Sarcina. termasuk klas Schizomycetes. Ruminococcus . yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. patogen pad a manusia. dan lengkung. Streptococcus. Bakteri dapat mengalami involusi .

Sporosarcina. Streptomyces. serta dengan ertunas. 2. 24                                                                                                                       . Eu acterium. Streptosporangium. dengan chlamydospora. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Bakteri Azoto acter. Cellulomonas. Brevi acterium.II. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Glu cono acter. Dermatophilus. Aceto acter. Azomonas. Rhizo ium. C aryophanon. Legionella. Alcaligenes. Sporolacto acillus. Listeria. Brucella. Derxia. Agro acterium. Zoogloea. Micromonosp ora. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. Thermus. Beijerinckia. Oscillospira . Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Bakteri er entuk atang a. Bifido acterium. Arthro acter. Azoto acter. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. Actinoplanes. Propioni acterium. dan miselium udara ada di permukaan medium. Xanthomonas. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Desulfotomaculum. sim iosis dan e erapa se agai parasit. Actinomyces. Azoto acter. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. Frankia. Beijerinckia. Erysipelothrix. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Beijerinckia. Derxia. Bakteri gram positif 1. Nocardia. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Micro ispora. 3. Bakteri gram negatif 1. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. secara fragmentasi dan segmentasi. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus.

N itrospira. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Sulfolo us. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. 5. Nitrosomonas. Halococcus. ini merupakan Methanothrix. Proteus. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. 25                                                                               . Bak teri Methanosarcina. Shigella. Fuso acterium. 4. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Entero acter. Pyrodictium. Thio acillus. Anaero ik: T hermoproteus. Nitrococcus. Kle siell a. Thermoplasma. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Serratia. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Thio acterium. Aeromonas. Desulforococcus. Nitrosolo us. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides. Vi rio. Leptotrichia 6. 3. Salmonella. Photo acterium. Leptothrix. Nitrosospira.2. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. Cladothrix. Methanothermus. Leptothrix. Erwinia. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Methanococcus. Yersinia. Thiovolum. Nitrosococcus. Crenothrix.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi.

Microcyclus. Myxo acteria. Bdellovi rio. Oceanospirillum. . Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. sulfat. 3. A chromatium. Cristispira. Butyrivi rio. er entuk enang. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). Succinivi rio. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Bakteri e as sulfur.1-3 µ x 4-8 µ . Bakteri er entuk lengkung a. Dinding sel tipis dan lentur. Selenomonas. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. Azospirillum. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Pelosigma. entuk atang pendek. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Thiothrix. Treponema. Contoh : Cytophaga.III. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Contoh: Vitreosci lla. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Contoh: Beggiatoa. Saprospira. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. Aquaspirillum. mem entuk trikoma ( ulu). 2. Leptospira. Campylo a cter. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. c. Flexi acter. 4. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta. Selnya e rukuran 0. Leucothrix. Bakteri uniselular. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Borrelia. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif.

Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. roset.001-7µ . Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. kokus. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. Chlamydia trach omatis. dan perkecam ahan. d. Spiroplasma. Contoh: Hypomicro ium. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. C aulo acter. Ancalomicro ium. fra gmentasi. dan dapat ergerak meluncur. tetapi le ih esar dari virus. Acholeplasma. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. 27                                                                                                         . yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. yaitu 0. Bentuk sel ple omorfik. Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. c. M. atau filamen. Contoh: Rickettsia prowazekii. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. Cyano acteria yang ergerak merayap. . M.5. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. dapat erupa atang.3x2µ. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Contoh: Chondromyces. Contoh : Mycoplasma mycoides. Myxo acteria. atau hasil pengeluaran lendir. orale. Gallionella. homonia. Prosthecomicro ium. Nevskia. Coxiella urnetii. Mycoplasma erukuran 0. Ba kteri ini ersifat gram negatif. Contoh: Oscillatoria. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. da n sangat pleomorfik. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. filamen. Myxococcus.

Dermocarpa. Gloeocapsa. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. Calothrix. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. dan enang. Chloropseud omonas. Contoh: Gloeo acter. Rhodopseudomonas. e. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. dan ersifat fotoautotrof o ligat. atang. 3. Cara hidupnya e as. Chlorochromatium. Cylindrospermum. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). Oscillatoria. tidak erdinding sel. meskipun tidak erflagela. Contoh: Chloro ium. Contoh: Rhodospirillum.. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. Bentuk selnya tunggal (uni selular). Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. Nostoc. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. tidak erdinding inti. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi.enang (filamen). 2. Contoh: Thiospirillum sp. Ada yang er entuk kokus. Chromatium sp. dan menghasilkan O2. koloni. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu).                                                                                               . Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). f. Spiru lina. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas.B. Ana aena. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. dan lengkung. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. dan erasosiasi sim iosis. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu).

VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka. dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). 2. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi. misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh.virus umumnya 0. Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. Sel inang adalah sel manusia. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein.01-0. 3. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa. hewan. jadi tidak dapat menero os secara aktif. U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan).ecak nekrotik dan se againya. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Selu ung protein ini dise ut kapsid. atau pada jasad renik yang lain. tum uhan. ecak. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya. Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri.ecak daun.1 µ. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya. 1.uluh pengangkutan).

silindris. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). virus herpes. BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. Kapsid terdiri atas agian. dan lain-lain. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     .dise ut nukleokapsid. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun). Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. Gam ar . Skema TMV 3.agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. seperti huruf T. ku us. Bentuk dasar virus adalah yang ulat. polihedra l. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . Pada umumnya kapsid tersusun simetris. yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza.

Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). . Skema akteriofag. Gam ar . selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. 31                                                             . Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. c. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage).dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya.

75 70 .45 40 . Moliuscum parainfluenza . dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja.85 80 .150 20 .inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex.60 130 60 .55 25 . Ta el .80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia. Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 . Siklus perkem angan akteriofag. Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein. 32                                     .30 40 . Kelompok virus yang penting. pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil. jasad ini dise ut prion.Gam ar . Varicel la/Zoster Yellow fever. Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid.200 17 .

enang. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. Sel-sel jamur tidak erklorofil. dind ing sel tersusun dari khitin. atau ya ng termasuk Eumycetes.en ang tunggal. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. yang er entuk enang atau sel tunggal. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). 33                                                                                                                       . termasuk jamur yang dapat dimakan . erca ang-ca ang.V. multiseluler atau uniseluler. Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. hewan dan manusia. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. dan elum ada diferensiasi jaringan. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). Jamur merupakan jasad eukariot. Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). A.

Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. C. Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. Pada jamur tingk at tinggi. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. Pada jamur tingkat rendah. dan (d) dengan chlamydospora. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid.. misalnya pada khamir. (c) dengan arthrospora (oidium).. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam. yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. ( ) dengan lastospora. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). Perkem ang iakan secara seksual. misalnya pada Geotrichum sp. (a) dengan pem entukan tunas. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). misa lnya pada Candida sp. misalnya pada Geotrichum sp. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual. dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. Spora ini dise ut sporangiospora. kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. ter entuk spora yang dise ut konidia. da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya.B. Basidiomycetes. 34                                                                                                 . Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual).

Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. discoideum. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . dan dise ut juga pseudoplasmodium. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. dan kayu. guguran daun. Nama famili dengan akhiran –aceae. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. 2. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Cara makan dengan fagositosis. Struktur pada semua stadium sama. nama order dengan akhira n –ales. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. 1. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. kulit kayu. makan dengan cara fagositosis.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. yang hidup e as di dalam tanah. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. akan ter entuk a dan uah. misalnya dengan memakan akteri . ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. iasanya dii solasi dari tanah humus. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. dan ter entuknya s pora.

dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . 24. Entomophthorales. dan ( ) Zygospora. (a) Oospora. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa. Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. sel vegetatif multinukleat. (jamur air). dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). atau dise ut thalus soenositik.6. zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig.haploid. PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. Cri raria rufa . dan Fulig o septica. p. da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . yaitu Mucorales. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. 3. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron.

yaitu: 1. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. 4. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . uah. merah. (c) Apothecium. dan Rhiz opus sp. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. entuk seperti cawan atau mangkuk. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). R. kulit. 2. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. Pem elahan sel miseliu m. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. dan sisa-sisa tanaman. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). yaitu: (a) Cleistothecium. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. oryzae. ( ) Perith ecium. Pem entukan askospora ada 4 c ara. R. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. dan R. dan dapat mem entuk konidiofor. 3. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe.Zoopagales. roqueforti dan P. Konyugasi langsung seperti pada khamir. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. dan hijau. entuknya ulat. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Rhizopus nigricans adalah jamur roti. olygosporus. cokla t. Spesies seperti P. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. 4. entuk ulat seperti la u.

Cyantus sp. hifa steril. Spora di e askan.. jamur). pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. hitam. Hymenium terdapat pada mus hroom. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. dan khamir Sporo olomyces s p. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). Basidia erasal dari hifa dikariotik. sel ujungnya mem esar. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. Setelah pele uran inti. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. parafisa. inti ikut mem esar. kuning. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap.. dan cysts. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. ungu. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. tid ak ersekat. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel.anti iotik penisilin. 5. maka dise ut juga Hymenomycetes. 38                                                                           . 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. dan se againya.

dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif.6. Penicillium. 39                   . dan Monilia. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. Proses plasmogami. atau dise ut paraseksual. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. Miseliumnya ersifat homokariotik. Aspergillus sp.

4. klamidospora. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. Bentuk sporangiofor / konidiofor. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. atau asidiospora) . askospora. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. nektar unga. Bentukan khusus. permuk aan uah. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. seperti uah jeruk. elips. atang atau sili ndris. rhizoid. ersepta atau tidak. jernih atau keruh. madu dan lain-lain. Sel khamir 40                                                   . Khamir er entuk ulat (speroid). Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. Tipe hifa. di tu uh serangga. daun-daun. apofi sa. sklerosia. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. dan lain-lain. dan erwarna atau tidak.uahan. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). atau oidia) 3. uku ran. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. misalnya adanya stolon. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. kolumela / vesikula. E. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. tidak erflagela. tanah. sel kaki.D. warna. Tipe spora. entuk. zygospora. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. konidia. 2. dan lain-lain. aseksual (sporangiospora. letak spora atau konidi. seksual (oospora. Tipe adan uah. sosis.

ersifat oksidatif atau fer mentatif. dan Saccharomycodes sp. 3. dan jumlah spora. Sifat-sifat fisiologi. warna. serta pada Saccharomyces sp. penggunaan pati. 2. ukuran. dan khamir pada umumnya). Konyugasi khamir ada 3 macam. ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. heterogami. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. atau keduanya. dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. 6..1. misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). ds ) 4. 5. uji pem entukan asam. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). Secara vegetatif (aseksual). Bentuk. dan l ain-lain.. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). entuk. dan ukuran sel vegetatifnya. lipolitik. Ada tidaknya askospora. Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus). dan Schizosaccharomyces sp.). (sel vegetatif haploid). (sel vegetatif diploid). Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). mem elah. warna. 2. 41                                           . ke utuhan vitamin. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. atau konyugasi askospora). Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual).

Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. cacing laut. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. tetapi ke anyakan di perairan. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. koral. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. coklat (fikosantin). mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. Xanthophyta. misalnya spon. Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. se dangkan jamur se agai miko ion. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. atang kayu. sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. iru kehijauan (fiko ilin).VI. ALGAE Di dunia mikro ia. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). Lichenes sangat lam at pertum uhannya. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. 1. 42                                                                                                                               . tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. dan merah (fikoeritrin). Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. dan lain-lain. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. algae termasuk eukariotik. ALGAE DAN PROTOZOA A. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). panas dan miskin unsur hara atau ahan organik.

Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. k hususnya yang er entuk multiseluler. Algae lain. dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. seperti pada akteri (prokariot). 3. algae merah dan algae coklat. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. yang erguna untuk mendukung lade. Sedangkan pada algae eukariot. Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . erkem ang iak dengan er agai cara. misalnya algae hijau . misalnya pada Volvox. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa.etul erupa sel tunggal.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut. 2.000 sel. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. koloni ter entuk dari 500-60. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . Per edaannya. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru.

Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. yang dise ut zoospora. dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. 4. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. menggunakan H2O se agai donor elektron. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Spora ada yang dapat ergerak aktif. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof). dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid).er eda dengan endospora pada akteri. Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). Pada algae heterotrof. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. Pada keadaan gelap. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat.

a. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. genera Chlamydomonas dan Volvox. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. dan e erapa xantofil. Cadangan makanan erupa pati. Algae leukofitik dapat di uat. atau tidak dapat kem ali se perti semula. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. ahan cadangan makanan di dalam sel. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. dan algae hijau nonmotil. 5. flagelata. dan multisel uler yang er entuk filamen. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. xylan. misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. e erapa tidak erd inding sel. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. dinding sel terdiri dari selulosa. Spirogyra dan Ulva. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. Phaeophyta. 45                                                                                         . karoten. Chrysophyta. Pyrrophyta. manan. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. Rhod ophyta. Pada siklus hidup Chl amydomonas. dan sifat morfologi sel. Euglenophyta. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan.ahan organik yang ada di sekitarnya. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. yang ersifat motil karena erflagela. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. 8 atau 16 sel. yaitu Chlorophyta. dan Cryptophyta. multiseluler yang er entuk koloni. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik.

mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil.3. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. 46                                                                                 . setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. . se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. yaitu de ngan cara fragmentasi. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . Semua ang gota algae ini uniseluler. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1.

Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. maka sering dise ut fire al gae. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik.Euglena c. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. 47                                                 . dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. Algae ini terutama hidup di laut. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak. dan ersif at heterotrof. tetapi ada yang tidak erdinding sel. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler.

Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. dan algae keemasan (Chrysophyc eae). G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. fukoxantin. 48                                                                                   . Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. yai tu centric dan pennate. Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule.d. silika. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. Dinding selnya tersusun dari selulosa. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. da n kalsium kar onat. yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). dan e erapa xantofil. ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. Ada 2 macam entuk frustule. karoten. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk.

Genera Fucus umumnya tum uh di atu. dan Laminaria. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan.atuan. dengan letak lateral. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. dan pengapung ( ladder). warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. asam alginat. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat.e. dan mukopolisakarida sulfat. seperti atang (stipe). Macrocystis . Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. Nereocystis. fukoxantin dan xan tofil. dan dapat melapukkan atuan terse ut. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. 49                                                           . Organisasi selnya multiseluler. karoten. Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. seperti daun ( lade). Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. dengan din ding sel tersusun dari selulosa.

50                                                                                           . xylan. dan e erapa xantofil. yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. karoten. dan galaktan. kertas. misalnya algae Fucus vesiculosus. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. Umumnya algae merah hidup di lautan. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. f. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. dan ahan lain. e erapa spesies hidup di daerah dingin. Adanya klorofil a. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. ahan makanan. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Cu. dan P . Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. terutama di daerah tropis. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. fikosianin. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. tekstil.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as.

Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa. atau daratan. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. karoten. B. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. Inang 51                                                                                                     . g. hidup pada organisme inang . dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. Algae ini hidup di laut. yaitu polisakarida sul fat. dan monadoxantin. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. Cadangan makanan terdiri pati. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. Be erapa spesies ersifat parasitik. Pada algae pem entuk koral. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. lingkungan air tawa r.Dinding selnya terdiri dua lapis. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. agar dan karagenin. krokoxantin. d an selnya eukariotik. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. 1. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. PROTOZOA Seperti algae.

Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. atau genangan air. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. kolam. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. Protozoa 52                                                                           . Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. 2. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. Be erapa protozoa seperti Difflugia. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. termasuk manusia. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. atau entuk istirahat yang dise ut kista. s ampai verte rata yang kompleks. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. atau untuk mengatur tekanan osmosa. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. sungai.

dapat masuk sel s ecara pinositosis. Tetrahymena. flagela atau silia. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. Pada klasifikasi yang aru ini. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Microspora. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). Leishmania. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . Theileria. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. 3. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina.merupakan sel tunggal. yaitu Sarcomastigophora. Ciliophora. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. aik secara f agositosis maupun pinositosis. Amoe a. Giardia . namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. Paramaecium. Bodo. Trypanosoma. Ba esia. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. dan Stentor. Acetospora. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora. Apicomplexa. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. d an La yrinthomorpha. Mulai tahun 1980. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. maka dipecah menjadi lima kelas. Myxospora. Opalina. Entamoe a. dan Difflugia. Toxoplasma.

54                                                                                                             . dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. dan sitogami. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. 4. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. kemudian di awa ke agian da lam sel. Pada pem elahan schizogony. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. Pa da kelompok Ciliata. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom .saluran pada mem ran sel. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. kemudian vakuola mem esar kem ali. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. autogami. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Vakuola kecil ter entuk. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony).

ES: ikatan sementara. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). Setelah reaksi erlangsung. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. misal tripsin. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. S: Su strat (reaktan). A.VII. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. 55                                                         . Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. B.

untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. su strat yang dikatalisis. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. misal dalam proses respirasi. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. daya katalisisnya. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. 1.agian protein. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. 56                                                                                           . Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. d an cara ter entuknya. . gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. C.

Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.2.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. dengan contoh enzim adalah: .Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil.Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 .Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis. .Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).+ 4 H+) . d. hidroge n atau oksigen. oksigenase. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi. yaitu enzim oksidase. Enzim. Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain.Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 .Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. yang merupakan pemindahan elektron. .+ 4 H+) O2 + (2e. Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase. Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis. . Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a. hidroksilase dan dehidrogenase. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase). .enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: . se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               . c.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat .

Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya.. misalnya 58                                                             . Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. meru ah transmetinal fosfat .Cis-trans isomeras e. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. misalnya enzim pepsin. dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease. e. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P . Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat . .L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. yaitu: Rasemase. triosin. meru ah m etilmalonil-CoA f. 3.Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel.Epimerase. meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA .Intramolekul ketol isomerase. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a.Intramolekul transferase atau mutase. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat.

jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. 1. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. S elama fase lag terse ut E.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. 2. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim.enzim amilase. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. Mulamula E. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. . sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. D.

Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. arginase mempunyai pH optimu m 10. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. .0. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. misalnya taka-diastase dan trips in. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. 3. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. natrium azida. Senyawa-senyawa seperti sianida. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. 4. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). 60                                                                                                           . ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. sulfida. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). karena terjadinya denaturasi prot ein enzim.

Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. .c. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat.d.d.C. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama.D: su strat enzim a. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif.c. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut . c. d. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya.B. e.c. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a.C. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.D: su strat enzim a. . Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. Apa ila ada 61                                                                                                   . .B.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat.d.

Co. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen).senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. vitamin. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. 5. atau eru pa koenzim. Mg. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Zn. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Mo. dan enzim lain. Fe. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim. Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Cu. 7. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif.

BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. terutama pH dan kadar r eaktan. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. Gugus ini mengan dung S atau P. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. 1. A. Dalam sel. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. dan sitokrom. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . 63                                                             . Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal.VIII. FMN. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya.

dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi.000 kal. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. Terlihat 64                                                                                        .dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. Ta el 3.3. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar . sehingga: F’ = -46. kha mir dan jamur. Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi . Eo’ = 1. Jadi efisiensinya hanya 70%. . maka F’ = -52. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. Sitokrom (Cyt a. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron.14 volt. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui.eda.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting.

malat. 65                                                                                                               . N2O. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. Aceto acter. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol.yang direduksi menjadi NO2-. oksalat. Se agian energi diu ah menjadi panas. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air. Be erapa spesies Streptococcus. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. dan fumarat menjadi suksinat. SO4= menjadi H2S . Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. tetapi dengan adanya O2. N2. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. CO2 menjadi CH4. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. mereduksi nitrat menjadi gas N2. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. di entuk H2O2 uka n H2O. Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). sedang aseton direduksi menjad i 2.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein.

utirat. 1 asam laktat dan 1 CO2. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. 2. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. 66                                                                                               .Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. Pada P. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . utanol. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. melainkan zat lain. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. B. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. ds . dan (3) fosforilasi fotosintetik. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. memecah gula menjadi a seton. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. 1. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Lacto acillus spp.

aseta t. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. ensim. HMP tidak langsung menghasilkan energi. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. asam asetat. tetapi terutama mem entuk NADPH2. utanol.). meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. dan H2 (atau format). RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir.3 . Streptococcus spp. A. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. etanol. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. ds ). CO2. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. Clostridium terg antung spesiesnya. C. 1. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format.utilen-glikol. etanol dan CO2.. asam amin o aromatik. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). CO2. FAD dan se againya. deoksiri osa. NAD. Reaksi erlangsung lewat gula C5. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. laktat. Salmonella sp. aerogenes juga menghasilkan 2. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. komponen asam nukleat. 4.. 5. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. ri ulosa 5-fosfat. c oli. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. untuk keperluan iosintesis. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. aseton. ATP. dan H2. coli.3. yang merupakan prekursor gula ri osa. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. etanol.

penting dalam sel. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. oksalat. mem entuk cincin pi rol. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. Pada ke anyakan akteri. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. a tau siklus asam sitrat. 68                                 . alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA).

Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. 69         . Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan).

2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat. dan ensim malat sintetase 70           . Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2.

dan klorofil akteri. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . fikoeritrin. c. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at. . E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe .yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. iliprotein. Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . Jika k orofi terke a cahaya. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). dan fiko ilin. D .+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6. FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro . Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. e. yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. seperti karotinoid. Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi.555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. d. ya g diubah me jadi e ergi kimia.

gerak. E sim protease (po i-peptidase. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. kompo e ami um ya g bercaba g. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). F. ga aktosa. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi.6 -g ikosoda. fruktosa. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. 2. sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs.72 ¢ E. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. da juga reaksi eksergo ik. suatu hetero-po imer dari asam ami o.4-g ikosida dari ami um. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti . k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. dsb). Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. da sebagai ya. Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. 3. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. o igo-peptidase. deami asi. dekarboksi asi. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. protei . pe yerapa u sur maka a . Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak.

Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. base puri da base pirimidi . di. uk eotidase. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. atau mo o uk eotida. E sim uk ease.73 ¡ ¡ 4. asam fosfat. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. uk eosida fosfori ase.

Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa .74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. A. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. N0: jum ah se awa . maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. dari beberapa me it. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). B. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru.

de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i.Waktu ge erasi = t / . rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir.301/ waktu ge erasi. Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se . da jum ah se hidup (viab e c ou t). da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber.6 =1 0.15. s ope = 0.301 0. yaitu de ga rumus. sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ . N0 = 5x107 . Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis. : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma. spora. ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod). t: waktu pertumbuha ekspo e sia . jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t.301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia .301 Co toh: N = 108 . Cara i i ada dua macam.

Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. fase pertumbuha ya g dipercepat. Pada biaka sistem tertutup. fase stasio er ma ksimum. semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . fase kematia dipercepat.76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. D. fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). da fase kematia ogaritma. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). sehi gga se be um membe ah diri. fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). Pada fase permu a a . sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru.

Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . metabo isme se pa i g aktif. Se ama fase o garitma. sehi gga jum ah se hidup ko sta . Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o . E. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur.permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . X: jum ah se pada waktu t. t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut.

Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10. og 10 dari 100.204 = 1. rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0. Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ). ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis.U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku.000 = 105 . og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100. Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia .66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku. seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas.000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 . ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi. Perbedaa dia tara ya ada ah. seh i gga rumus (3) µ da k.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup.301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 .301 x 4) = 2/1. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ .

Pada sis tem i i . Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . og 10 dari 100. maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. de ga utreia pembatas.2 jam = 430 me it F.000. o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100.60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ).138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . Pada keadaa ma tap (steady state). de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat. maka µ = D. Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam. Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ). se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. U tuk me gatur proses di da am khemostat. sumber N atau faktor tumbuh. D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate).12 = 0. Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ .000 = 108 .79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0.000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ . diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas).000. Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i.301 x 120) = 5/36.D) X. sehi gga dX/dt = 0. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut.

Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. A. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . umum ya bersifat mesofi . da suhu maksimum. optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. suhu optimum. U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. FAKTOR ABIOTIK 1. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. sehi gga titik didih ya ti ggi.X. mesofi . Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da faktor bi otik. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya. da termofi . tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Suhu a. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. Di da am DNA.

bakte ri umum ya memer uka aw 0.90-0. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . C ostridium. (1) Titik kematia therma . Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c. ke embaba . suhu. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. spora. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. Su fo obus.8. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. da bakteri pereduksi su fat/su fur. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu. pH da komposisi medium.Methy ococcus capsu atus. Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. aka memberik a beberapa macam reaksi. tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0.999. (3) Lyofi isasi . (2) Pembekua (freezi g). Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. umur mikroba. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ .98.998-0.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0.6. tmik. (2) Waktu kem atia therma . ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us.75 . Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum. b. ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. 2.

Co toh ya ada ah bakteri itrat.80 0. umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. misa ya Ha obacterium. da Sarci a ve tricu i.85 0. Io -io da istrik a. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se .75 0. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer. di di g se ya terdiri dari murei . da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama . yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. ko idia atau dapat membe tuk kista. maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. sehi gga t aha terhadap io Natrium. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora.9 0 0. se membe gkak da akhir ya pecah. rhizobia. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. (2) mikroba ha ofi . (3) mikroba ha odurik.94). kadar garam ya dapat me capai 30 %. Acetobacter. Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7). acti omycetes.60 3. 4. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. pe ggu a urea. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is.00 0. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is.

O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .0 6.0-8.0-7.6 maksimum 9.0-5.6 pH optimum 6.6 2.2.0-2. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7. itrat. Co toh pH mi imum.0-7. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.0. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba.8-6. Buffer mi imum 4.0 6. Logam berat mempu yai daya o igodi amik.5. (b) mikroba mesofi ( eutrofi ). opt imum. yaitu io su fat.4 5. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b.0-4. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur.0-7 . yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.0-7.0-7.0 8. tartrat.8 5. 6-8. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi . da (c) mikroba a ka ifi .0 6.0 8.4-9.0-6.8 7.5-8.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta .8 7. Se ai ogam berat.4 9. k orida.4 4. Cu. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). Au.4 4.0 6. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5.0 4. Io -io ai Logam berat seperti Hg.Thiobaci us.6 6. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ag.0 9. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.6 1.0 8.0-5.6-7. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc.4 10.6 8.0.0 6.5-9. maupu se yawase yawa orga ik amfoter. da be zoat. Berdasarka pH.6 5. Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.0 4.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip.Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi. ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Mutua isme seri g disebut juga simbios is.

Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Jamur Trichoderma sp. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. h. atau da am keadaa utrie terbatas.88 ¢ e. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. co i. Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . toksi . Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . atau a tibiotika. Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . f. popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g). memparasit j amur Agaricus sp. g. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. da peristiwa ya ber a gsu g cepat.

ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . ipida u tuk cada ga maka a . Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. po isakarida. da se yawa ai . di di g se . da P. Tabe 11. po ifosfat . u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . H. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se .5 0.5 0.2 0. Susu a kimia se mikroba re atif tetap. Apabi a di ihat susu a se yawa ya. da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu.A. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . maka air merupaka bagia terb esar dari se . O. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se .3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . N.5 0.ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se . Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI. Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a.1. U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. seba yak 80-90 %. co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai .

Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. sumber aseptor e ektro . da sebagai aseptor atau do or e ektro . emak. 1. Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. asa m orga ik. a gae hijau biru. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. sumber mi era . Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. asam ami o. 2. maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. 4. protei . da sumber itroge . sumbe r e ergi. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . da sebagai ya. po ia koho . Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. sumber karbo . Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. 3. baha pemba gu se . S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. da bakter i fotosi tetik. Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas.90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. faktor tumbuh. Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. garam asam orga ik.

Ni. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. da Fe3+. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. CO2. 6. Cu. H. Z . Mo. S. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. B. SO4=. NO2-. sebag ai pe yusu protei . da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. M . S i.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. NO3. kadar io H+ (kemas ama . u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. 5. N2O. asam ami o. C . itrat. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . A . Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . Va. da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. base puri da pirimidi . O. N. pH). da am jum ah seda g u sur o igo. da sebagai ya. U sur pe yusu utama se ia ah C. se yawa orga ik . da P. Sc. Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . protei . Ca. Mg. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. Co. sebagai pe yusu asam uk eat. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. Tu. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. Bo. 7. Na. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a.

Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. H2S. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. misa ya CO2 da se yawa karbo at. fotoorga otrof. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. da S. maka dike a jasad fotoototrof. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. jika me ggu aka e ergi cahaya. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. khemoototrof da khemoheterotrof . Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya.ya. da khemoorga otrof. 4. 2. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. khem o itotrof. fotoheterotrof. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik.1. NH3. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi. da khemotrof.

jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. Jasa a aerob. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. bakteri hidroge . Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . a aerob. seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya.Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . C. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. da kap ofi . tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. a aerob faku tatif. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. mikroaerob. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium.

Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. sumber itroge . da sebagai ya). Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. sumber e ergi. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. faktor tumbuh. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. bahka mikroba dapat mati. E. Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . D. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof.ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. gu a. misa ya sumbe r karbo . 2.

G ukosa. Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof.1 gram FeSO4. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. 1 gram G ukosa. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air. D a am keadaa a aerob. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . 3. 0. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3).7H2O.7H2O.01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti.2 gram Asam ikoti at. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). 1 gram Ekstrak khamir MgSO4.01 gram CaC 2. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh. Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C . 0. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. 0. 1 gram NH4C . Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti.2. 0. 1 iter NH4C . Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. G ukosa.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as. tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. Tabe 11. K2HPO4.

96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ .Mo. khemoototrof. Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. cahaya). Cu. pH. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. Z ). Co.5 mg 4.020.M . masi gmasi g 0. de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. fotosi tetik.

Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof.da bakteri aerob maupu a aerob. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. itroge . Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. udara maup u air se a u dijumpai mikroba. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara.XII. PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . fosfor da u sur ai di a am. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. debu. Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. U t uk kehidupa ya. de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah.

urease. produk metabo it . Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). maka i deks R/S semaki keci . Lisat akar 4.98 ¢ ¢ . da misce a eous. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. : baha sekresi akar. fosfatase da su fatase. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. Semaki subur t a ah. faktor tumbuh. Mikroba dapat me arutka da . Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. e zim . ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. asam orga ik. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. asam ami o. me yediaka mi era seperti N. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. asam emak da stero . hidro ase. maka i de ks R/S semaki besar. iase. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. da tra sferase. u k eotida. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. Sekresi akar 3. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. 2. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. f avo o . Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase.P. seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). dehidroge ase. Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. sisa se epi dermis.

ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . 3. 1. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. itrifikasi. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. o simbiotik. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. da ki mia. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. da de itrifikasi. auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. C. Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). da sebagia ai berbe tuk gas NH3. a. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama .2. da io itrat. Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. asam ami o. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. io ammo ium. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2.

Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th.mempu yai dua macam protei . 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Pseudomo a s. Rhodospiri um. sehi gga pera a ya pe ti g. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Se ai itu juga diper uka ATP. C ostridium. Desu fotomacu um. tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es). Rhodopseudomo as. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. Azospiri um. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. Vibrio. Da am i gku ga ta ah. Desu fovibri o. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. Pada i gku ga ta ah terge a g. Rhodomicrobium. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . da Metha obaci us.5-2. Ch oropseudomo as. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. Ch orobium.5 kg N/ha/th. Se ai Azotobacter. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. feredoksi . Baci us. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . Chromatium. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. Thiobaci us. K ebsie a. sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara.

Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o.b. asam uk eat. sehi gga epas dari s istem ta ah. peptidog ika . Di da am se . da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. bi ata g. Amo ifikasi Berbagai ta ama . Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba.

Nitrifikasi Da am proses itrifikasi. ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. Baci us. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. Pad a i gku ga ta pa oksige . d. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik.5 O2 NO2. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. Spiri um. da Nitroso obus. Di da am ta ah. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira. ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. F avobacterium. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. E terobacter.5 H2O NO2. Pada keadaa a aerob.c.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Aeromo as. da Nitrococcus. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . Nocardia. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. Escherichia. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. Staphy ococcus. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. Nitrosococcus.+ 0 . Da am proses desimi asi reduksi itrat. Se ai Ni trobacter.

sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . Rhodopseudomo as. Rhizobium. Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif).da am keadaa a aerob. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. da Propio ibacterium. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . a. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. Ke y ataa di a am. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. 4. Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM).

khusus ya P. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama.

yaitu Gigasp oi ae da G omi ae.5-dihidroksi-6. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. Pteridophyta. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . da Ekte domikoriza. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. Gym ospermae da A giospermae. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. da Scute ospora sp. mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g. sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Ektomikoriza. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. kecua i pada fami i Cruciferae. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM.

ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. Di da am ta ah. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Acau ospora da E trophospora. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . Vesiku a me ga du g ipida. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. Apabi a se kortek rusak. arbusku da ves iku a. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . yaitu ge era G omus. Berdasarka tipe spora ya. hifa gu u g. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . Sc erocystis. se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. da Comp exi pes. tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara .

Baci us po ymyxa. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. terutama u sur P. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Arthrobacter. Fe3+. da F avobacterium. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . b. S. seperti asam g uko at.107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . P.macam. ratho is. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. Pseud omo as. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. Se ai bakteri. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. da Baci us megaterium. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Micrococcus. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. da A 3+. Z da Cu. Streptomyces. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . seperti N. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. Pe ici ium da khamir. Mg2+. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata.

Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. da u sur ai u tuk si tesis se . Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses.sampai hari ke 90. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. Se ama proses peruraia . N. D. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. P. S. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat.

sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. CH4. Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . suhu ya dapat me capai 65-75oC. NH3. H2S. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. suhu. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. Da am pe gomposa tertutup. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . C O2. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . ukura baha . Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . Secara tota . Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . da ai sebagai ya.NH4. ke embaba da aerasi. ada ya mikroba. da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. H2PO4. sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . jamur akti omisetes da protozoa. apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. SO4. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. kemasama . Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. NO3.

Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . fu vat.sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. da sebag ai ya. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma . 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6). sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. da humi ). isbah C/N a tara 15-20. tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida .5-8. se u o itik. ig i o itik.5). ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. KPK da kapasitas adsorpsi air besar. da se ama pe gomposa pada keadaa etra .

mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. baik di i gku ga ta ah maupu peraira . Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. A. da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. a aerob. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik. ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat.111 ¢ XIII. Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g.

ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. yaitu te rdiri bakteri. tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. itrat. Pada proses pe cucia . P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . po istire . fosfat. da gas CO2 ya g me guap. 2. tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ .i ier (ber caba g). Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. U tuk me ghi a gka su fat. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. ri si o eat. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o . ammo ium. (b) ester a sam phtha at. De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S.ya ebih kuat da berbusa. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . Bagia ya g bercaba g ABS. ma eat. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. da po ivi i k orida. da fosforat. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat.112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . akti omycetes. aze at. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. 2. Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . adipat. Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga .

kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi.. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ . Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. da aroma tik. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh.Trichoderma sp. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba. U tuk dapat m erombak p astik. a isik ik. daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. 3. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . Versico or. Brevibacterium sp. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie . sebakat.. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat.Fusarium sp. Fraksi a ka a ra tai C pe dek.. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai.113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. A. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. Saccharomyces cerevisiae. Pe ici ium sp. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. Vertici ium sp. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger. risi o eat. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. C adosporium sp. o eat...

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡