DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

Eukaryota ( Protozoa. jamur ata u fungi. Fungi. Klasifikasi Woese Gambar 1. dan Divisio Animalia. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. Tumbuhan dan Binatang).1. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler. dan Woese. dengan protist a. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan. dan Eubacteria.Menurut teori evolusi. Protista terdiri dari algae atau ganggang. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Whittaker. khamir dan protozoa (Divisio Protista). Divisio Plantae. sonositik. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. protozoa. Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal.2. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). Gambar 1. Klasifikasi Whittaker 4 . setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia).

Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. Setelah ditemuka n mikroskop elektron. yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. Selain yang bersifat seluler. 2. ko nsumen. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya.D. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. walaupun organisasi selnya belum sempurna. ada mikroba yang bersifat nonseluler . Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. yaitu: 1. yaitu virus. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik). Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. berukuran super kecil atau submikroskopik. Eukariota (jasad eukariotik). maupun redusen. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. 5 . yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron.

Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada. sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida. 6 .Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: .Protein . lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid. bukan di dalam RNA atau DNA. yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius. Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi. yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang.Terbentuk dari bahan genetik saja .Polisakarida .Asam inti . Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.ATP / energi Sifat pertumbuhan: .Lipida . Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Bagian-bagian d isintesis sendiri .

pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. Menurut teori abiogenesis. tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti.II. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. algae. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. 7 . tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. Sebagian ahli menganut teori biogenesis. khamir. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. B. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. dan bakteri. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. Fransisco Redi (1665). Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa.

sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. cara ini diulang sebanyak 3 kali. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. C. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. Saat dibiarkan pada suhu kamar. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. suhunya kurang lebih 62oC. tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. D. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata.Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. bakteri dapa t membentuk endospora. (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. Dengan penemuan tersebut. sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893). Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas.

Pada tahun 1837. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. Berzelius. Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. Schwanndon. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. dan (2) kehidupan aerob. Wahler. J. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. Liebig. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. bahkan dapat terhenti sama sekali. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. C. Th. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. Lat our. Dari kenyataa n ini. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. proses fermentas i menjadi terhambat. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . dan F. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. E. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). (1) kehidupan anaerob. yaitu fermentasi asam laktat. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. menghasilkan anggur yang masam. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. dan F. fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus.

Pada tahun 1897. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. F. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). G. tanaman kentang (1845). terdapat bakteri berbentuk batang. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks.“respirasi aerob”. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia . yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Apabila ada Oksigen. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. energi diperoleh secara respirasi aerob. Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. yaitu disebut penyakit Bir. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). tanpa memerlukan Oksigen.

3. dapat digunakan postulat Riv er (1937). Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. dapat menimbulkan pen yakit yang sama. Virus harus berada di dalam sel inang. 3. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut. yaitu: 1. dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. yaitu dikenal sebagai virus. 4. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit.dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. 4. 11 . sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. H. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. 2. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. 2.

bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. Nitrogen. Miller (1957) dan H. seperti siklus Karbon. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. J. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2.5 milyar tahun. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. Ra diasi uv. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. dan H2S. u ap air. atau mulai terbentuk makromolekul. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. dan lapisan ozon sangat tipis. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. yang disebut bakteri autotrof. dan H2. CO.I. Sebagai contoh. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. CO2. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. Urey (1954). Sulfur. NH3. Gas-gas te rsebut 12 . sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. sejumlah ammonia. Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. H2O. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . Hidrogen.

proteinase. 6. interferon. serta asam organik seperti asam suksinat. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. 4. kondens or. K. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. 3. dan senyawa lain misalnya insulin. penghasilan hormon. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. antibodi. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . dan AT P. biopestisida.. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. dan lain-lain. dan lain-lain. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. PENGG UNAAN MIKROBA 1. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). desulfurisasi batubara. bakter i asam asetat untuk vinegar. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. pektinase. dan air mendidih. dan jamur Rhizop us sp. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. 5. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. 2. untuk kecap. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. binatang. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. untuk tempe. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. pembuat an enzim amilase. dan sebagainya. jamur Aspergillus sp. 7. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. antigen. purin. pengomposan.

Fungi. RNA. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya. Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot).Aparat golgi tidak ada ada .R etikulum tidak ada ada endoplasmik . protozoa dan tanaman serta hewan. Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir.III. Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak.Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 . yang merupakan komponen dasar semua jenis s el.Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 . Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA.Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . protein. Protozoa.Kloro plas 70 S*) . animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: .Mitosis tidak ada ada . PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel. jamur (fungi). Plantae.Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) . alga selain alga biru. lemak dan fosfolipid.DNA organel tidak ada ada . Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik.Ribosom plasma 80 S*) .% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada . SEL DAN STRUKTURNYA A.Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada .DNA inti tidak terikat h iston terikat histon .

106 pasangan basa (pb) DNA. DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. sebagai contoh: Neurospora 19. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi. khloroplas dan aparat golgi. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. yaitu aparatus golgi.B. Aspergillus niger 40. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom. berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen.109. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. 106. C. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. misalnya pada bakteri anaerob. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon.109.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran.106. berukuran 80S. STRUKTUR SEL 15 . Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot.4-0.8-8. Jagung 7. D. dan manusia 29. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran.

Apabila tekanan osmose di luar sel naik. Pada bakteri fotosinte tik. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. maka sigot bersifat diploid. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Pada beberapa bakteri. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil. melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. 2. air sel akan mengalir ke 16 . 3. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. Apabila gamet bersifat haploid. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik.1. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). Pada saat generasi seksual b erikutnya. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. juga karotenoid . Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. yang disebut membran tilakoid. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. Pada saat pembuahan. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis.

dan lipida jenis lain. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. protoplasma mengalami pengkerutan. dan asam teiko at yang sangat spesifik. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. sehingga lisosim dapat merom ak murein. yang terikat melalui ikatan pe ptida. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. dalam dinding sel. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. maupun politrik. dan membran akan terlepas dari dinding sel. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein.luar. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. peritrik. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. glutamat. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. d an tidak mengandung lisin.4-βglikosida. yang terikat melalui ikatan 1. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. Murein hanya mengandung diaminopemelat. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. Proses ini disebut dengan plasmolisis. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. 4. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. lipopolisakarida. atau lisin dan alanin. diaminopimelat. yang mempunyai erat 17                                                                 . Letak flagel dapar polar. ipolar. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar.

DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek.molekul rendah. Pili dise ut juga se agai fim rae. senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. PERBEDAAN SEL TANAMAN. gula amino. Pada e erapa akteri. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. 18                                                               . permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. HEWAN. dengan panjang 12 nm. Dalam pem entukan agregasi tanah. Ada pula yang mengandung peptida. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. 5. s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. rhamnosa. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili.

anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Lipida menyelu. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. Diameter inti sel hewan +46µ. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+. glukosa.2 mm. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. Air. Me m ran ersifat selektif permea el. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Tidak semua akteri mempunyai pili. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. Mem ran sangat selekt if permea el. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Panjang D NA mencapai 1.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan.ungi secara kontinyu dan non-polar. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . asam amino. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. tetapi komposisi lipidanya eda. Pada e erapa t empat.

Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Di dalam mitokondria. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat. lipida. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. 20     diameter 2nm. Bakteri juga mempunyai plasmid. er entuk ulat. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. asam amin o menjadi CO2 dan H2O.menjadi kromosom. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. gelap. dijumpai pada semua sel tanaman.

Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. di dalamnya terdapat khlo rofil. 21                                                                             . Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. coli mengandung 15. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Bentuk khloropla s ermacammacam. Ri osome se agai tempat sintesis protein. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas.000 ri os ome. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast. Setiap sel akteri E. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari. Sel akteri tidak mempunyai ER.

22                                 . yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. metafosf at. lipida. garam mineral. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . polifosfat. sulfur. pigmen. Vakuola mengandung gula. garam dari asam organik. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. oksigen dan CO2. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). atau saat spora erkecam ah.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. protein terl arut. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). erupa polisakarida.

BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. Staphylococcus. dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria . akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. parasitik. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus.5-10 µ. patogen pad a manusia. Pem agian ini erdasarkan en tuk. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. sifat gram. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. hewan dan tum uhan. dan di laut. Thi osarcina. ke utuhan oksigen. dengan Cyano acteria pada grup 20. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. Ruminococcus . Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. Moraxella. saprofitik. BAKTERI DAN VIRUS A. Menurut Bergey’s manual. Acidami nococcus. di dalam lumpur. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). Ha itatnya terse ar luas di alam. Sarcina. dan lengkung. Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. termasuk klas Schizomycetes. Bakteri dapat mengalami involusi . Acineto acter. atang. suhu. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. Streptococcus. KLASIFIKASI BAKTERI I. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu.IV. Umumnya akteri erukuran 0. dalam tanah.

24                                                                                                                       . Actinoplanes. Azoto acter. Brevi acterium. Bakteri gram positif 1. Bakteri Azoto acter. Glu cono acter. Rhizo ium. 3. Nocardia. Sporolacto acillus.II. Sporosarcina. Streptosporangium. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Listeria. Azoto acter. Beijerinckia. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. dan miselium udara ada di permukaan medium. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. Streptomyces. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Oscillospira . Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. Bakteri er entuk atang a. Agro acterium. Bakteri gram negatif 1. Legionella. secara fragmentasi dan segmentasi. C aryophanon. Frankia. Cellulomonas. Eu acterium. sim iosis dan e erapa se agai parasit. 2. Beijerinckia. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Brucella. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Propioni acterium. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Zoogloea. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Xanthomonas. Aceto acter. Erysipelothrix. Micromonosp ora. Bifido acterium. Thermus. Beijerinckia. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Arthro acter. Alcaligenes. serta dengan ertunas. Micro ispora. Derxia. Desulfotomaculum. Azomonas. Actinomyces. Derxia. dengan chlamydospora. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Dermatophilus.

Leptotrichia 6. Nitrosolo us. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Methanothermus. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Cladothrix. Entero acter. Yersinia. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Thermoplasma. Shigella. Nitrosococcus. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides. Nitrococcus. Nitrosomonas. Nitrosospira. 25                                                                               .2. Pyrodictium. Proteus. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. Vi rio. Bak teri Methanosarcina. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Thiovolum. Halococcus. Leptothrix. ini merupakan Methanothrix.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. Desulforococcus. Methanococcus. Sulfolo us. Kle siell a. 3. Fuso acterium. Serratia. Erwinia. 4. Thio acterium. Leptothrix. Thio acillus. 5. Crenothrix. N itrospira. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Photo acterium. Salmonella. Anaero ik: T hermoproteus. Aeromonas.

2. Cristispira. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Myxo acteria. Thiothrix. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. Campylo a cter. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. Oceanospirillum. Butyrivi rio. Bakteri uniselular. Bakteri er entuk lengkung a. Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. mem entuk trikoma ( ulu). c. sulfat. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Bakteri yang m engandung sulfur intraselular.1-3 µ x 4-8 µ . Microcyclus. Selenomonas. Bdellovi rio. Borrelia. Bakteri e as sulfur. Selnya e rukuran 0. Contoh: Beggiatoa. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). Contoh: Vitreosci lla. 4. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Azospirillum. Treponema. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. . Succinivi rio. Saprospira. Aquaspirillum. entuk atang pendek. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta. Contoh : Cytophaga. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. Dinding sel tipis dan lentur. Flexi acter. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir.III. Leucothrix. er entuk enang. 3. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . A chromatium. Leptospira. Pelosigma.

Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. c.5. Contoh : Mycoplasma mycoides. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. Cyano acteria yang ergerak merayap. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Gallionella. yaitu 0. C aulo acter. yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. Coxiella urnetii.001-7µ . orale. da n sangat pleomorfik. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Nevskia. Acholeplasma. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner. Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. dan dapat ergerak meluncur. homonia. Bentuk sel ple omorfik. Contoh: Oscillatoria. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. atau hasil pengeluaran lendir. M. kokus. Mycoplasma erukuran 0. 27                                                                                                         . Chlamydia trach omatis. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. Contoh: Chondromyces. M. Ancalomicro ium. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil. Contoh: Rickettsia prowazekii. Spiroplasma. Myxococcus. Prosthecomicro ium. Myxo acteria.3x2µ. Contoh: Hypomicro ium. fra gmentasi. Ba kteri ini ersifat gram negatif. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. roset. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. . Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. dan perkecam ahan. filamen. d. tetapi le ih esar dari virus. dapat erupa atang. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. atau filamen. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur.

tidak erdinding inti. dan erasosiasi sim iosis.B. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. Cylindrospermum. Nostoc. Gloeocapsa. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA. Oscillatoria. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). koloni. Spiru lina.                                                                                               . Rhodopseudomonas. Chlorochromatium. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Ana aena. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Bentuk selnya tunggal (uni selular). Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. Dermocarpa. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. Calothrix. Contoh: Thiospirillum sp. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. e. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. dan menghasilkan O2. 3.. Contoh: Gloeo acter. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. Contoh: Chloro ium. tidak erdinding sel. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Cara hidupnya e as. meskipun tidak erflagela. Ada yang er entuk kokus. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Contoh: Rhodospirillum. 2. Chromatium sp. dan lengkung. dan enang. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Chloropseud omonas.enang (filamen). dan ersifat fotoautotrof o ligat. f. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). atang. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu).

Sel inang adalah sel manusia. jadi tidak dapat menero os secara aktif. misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh. 3. ecak. 1. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten. 2.virus umumnya 0. Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa.ecak daun. Selu ung protein ini dise ut kapsid. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak. Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya.uluh pengangkutan).ecak nekrotik dan se againya. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan). Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya.01-0. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka.1 µ. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. tum uhan. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. hewan. atau pada jasad renik yang lain.

Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun).agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     . Gam ar . BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. Kapsid terdiri atas agian. virus herpes. Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). Pada umumnya kapsid tersusun simetris. ku us. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. dan lain-lain.dise ut nukleokapsid. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. Bentuk dasar virus adalah yang ulat. Skema TMV 3. Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . seperti huruf T. polihedra l. silindris.

. selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). c. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage.dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. 31                                                             . Gam ar . sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . Skema akteriofag.

Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein. dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja.75 70 . Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. 32                                     .80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia. Ta el .inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex.30 40 . jasad ini dise ut prion. Siklus perkem angan akteriofag.60 130 60 .55 25 . Moliuscum parainfluenza .150 20 . Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 .200 17 .45 40 . Varicel la/Zoster Yellow fever.Gam ar . pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil.85 80 . Kelompok virus yang penting.

Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. dan elum ada diferensiasi jaringan. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). yang er entuk enang atau sel tunggal. Sel-sel jamur tidak erklorofil. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. termasuk jamur yang dapat dimakan . A. erca ang-ca ang. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. multiseluler atau uniseluler. tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman.enang.V. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. dind ing sel tersusun dari khitin. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. atau ya ng termasuk Eumycetes. Jamur merupakan jasad eukariot. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). dan (c) khamir yait u jamur ersel satu.en ang tunggal. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. hewan dan manusia. 33                                                                                                                       . ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang.

Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium.. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). Spora ini dise ut sporangiospora. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur.B. ( ) dengan lastospora. da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. (a) dengan pem entukan tunas. spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. misa lnya pada Candida sp. yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). misalnya pada khamir. Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. misalnya pada Geotrichum sp. (c) dengan arthrospora (oidium).. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. ter entuk spora yang dise ut konidia. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. Pada jamur tingk at tinggi. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam. 34                                                                                                 . misalnya pada Geotrichum sp. C. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. Basidiomycetes. Pada jamur tingkat rendah. Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. Perkem ang iakan secara seksual. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). dan (d) dengan chlamydospora. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut.

kulit kayu. iasanya dii solasi dari tanah humus. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. yang hidup e as di dalam tanah. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. misalnya dengan memakan akteri . dan kayu. guguran daun. Struktur pada semua stadium sama. yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Nama famili dengan akhiran –aceae. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. dan dise ut juga pseudoplasmodium. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Cara makan dengan fagositosis. 2. discoideum. dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. nama order dengan akhira n –ales. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. dan ter entuknya s pora. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. makan dengan cara fagositosis. Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . 1.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. akan ter entuk a dan uah.

PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. dan ( ) Zygospora. atau dise ut thalus soenositik. p. 24.6. da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . yaitu Mucorales. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. (jamur air). 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa. 3. hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya. Cri raria rufa . dan Fulig o septica.haploid. Entomophthorales. sel vegetatif multinukleat. (a) Oospora. zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual.

Rhizopus nigricans adalah jamur roti. R. kulit. oryzae. yaitu: 1. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Spesies seperti P. (c) Apothecium. 2. roqueforti dan P. olygosporus. entuk ulat seperti la u. R. Konyugasi langsung seperti pada khamir. 4. dan Rhiz opus sp. dan sisa-sisa tanaman. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. cokla t. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. entuk seperti cawan atau mangkuk. dan hijau. ( ) Perith ecium. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. merah. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. dan dapat mem entuk konidiofor. Pem elahan sel miseliu m.Zoopagales. entuknya ulat. dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). dan R. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. yaitu: (a) Cleistothecium. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. 4. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. uah. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. Pem entukan askospora ada 4 c ara. 3. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           .

Setelah pele uran inti. 5. dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap. Hymenium terdapat pada mus hroom. ungu. dan khamir Sporo olomyces s p. jamur). Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. Basidia erasal dari hifa dikariotik.anti iotik penisilin. hifa steril. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. sel ujungnya mem esar. kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. dan cysts. 38                                                                           . tid ak ersekat. Spora di e askan. 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. hitam. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah.. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang.. parafisa. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. dan se againya. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. inti ikut mem esar. Cyantus sp. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. maka dise ut juga Hymenomycetes. kuning.

Aspergillus sp. Proses plasmogami. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus. Penicillium. 39                   . Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual.6. atau dise ut paraseksual. dan Monilia. Miseliumnya ersifat homokariotik.

permuk aan uah. Tipe spora. Bentukan khusus. sosis. daun-daun.uahan.D. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. E. jernih atau keruh. tanah. seksual (oospora. letak spora atau konidi. konidia. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. zygospora. Tipe adan uah. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. atau oidia) 3. dan erwarna atau tidak. di tu uh serangga. atang atau sili ndris. klamidospora. kolumela / vesikula. seperti uah jeruk. entuk. atau asidiospora) . merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). Tipe hifa. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. Sel khamir 40                                                   . madu dan lain-lain. ersepta atau tidak. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. uku ran. tidak erflagela. warna. sel kaki. elips. dan lain-lain. askospora. nektar unga. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. apofi sa. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. 2. Bentuk sporangiofor / konidiofor. sklerosia. aseksual (sporangiospora. 4. dan lain-lain. misalnya adanya stolon. rhizoid. Khamir er entuk ulat (speroid).

( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp. ersifat oksidatif atau fer mentatif. ds ) 4. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). entuk. Ada tidaknya askospora. dan Saccharomycodes sp. Sifat-sifat fisiologi. dan khamir pada umumnya). warna. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. heterogami. (sel vegetatif diploid).1. penggunaan pati. ukuran. lipolitik. dan Schizosaccharomyces sp.. dan jumlah spora. 2. (sel vegetatif haploid). 2. mem elah. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). warna. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus). 5. 6.). serta pada Saccharomyces sp. atau keduanya. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. Konyugasi khamir ada 3 macam. Secara vegetatif (aseksual). dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. ke utuhan vitamin. dan l ain-lain. 3. atau konyugasi askospora). Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. uji pem entukan asam. Bentuk. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. 41                                           . ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). (a) dengan cara ertunas (Candida sp.. dan ukuran sel vegetatifnya.

Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. dan lain-lain. dan merah (fikoeritrin). Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. tetapi ke anyakan di perairan. tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. ALGAE Di dunia mikro ia. iru kehijauan (fiko ilin). atang kayu. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. cacing laut. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes).VI. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. coklat (fikosantin). sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. koral. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta. mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. ALGAE DAN PROTOZOA A. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. misalnya spon. algae termasuk eukariotik. se dangkan jamur se agai miko ion. Xanthophyta. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. 1. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). 42                                                                                                                               .

dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. Per edaannya. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. misalnya pada Volvox. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. erkem ang iak dengan er agai cara. k hususnya yang er entuk multiseluler. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. algae merah dan algae coklat. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Algae lain. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. 2. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. yang erguna untuk mendukung lade. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA.etul erupa sel tunggal. seperti pada akteri (prokariot). atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. 3. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. koloni ter entuk dari 500-60. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut.000 sel. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. misalnya algae hijau . Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. Sedangkan pada algae eukariot.

Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof). Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. 4. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Pada keadaan gelap. menggunakan H2O se agai donor elektron. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. yang dise ut zoospora. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain.er eda dengan endospora pada akteri. Pada algae heterotrof. proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Spora ada yang dapat ergerak aktif. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap.

Pada siklus hidup Chl amydomonas. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. e erapa tidak erd inding sel. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. dan multisel uler yang er entuk filamen. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. dan Cryptophyta. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. Phaeophyta. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. dan sifat morfologi sel. yaitu Chlorophyta. 45                                                                                         . misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. Spirogyra dan Ulva. xylan. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. ahan cadangan makanan di dalam sel. Pyrrophyta. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. a. genera Chlamydomonas dan Volvox. multiseluler yang er entuk koloni. Chrysophyta. dan algae hijau nonmotil. 8 atau 16 sel. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. atau tidak dapat kem ali se perti semula. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. 5. Rhod ophyta. manan. yang ersifat motil karena erflagela. karoten. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap. dinding sel terdiri dari selulosa. Euglenophyta. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas.ahan organik yang ada di sekitarnya. dan e erapa xantofil. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. Cadangan makanan erupa pati. flagelata. Algae leukofitik dapat di uat. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan.

dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . yaitu de ngan cara fragmentasi. se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. 46                                                                                 . mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. Semua ang gota algae ini uniseluler. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. .3.

Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. 47                                                 . dan ersif at heterotrof. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. tetapi ada yang tidak erdinding sel.Euglena c. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. Algae ini terutama hidup di laut. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. maka sering dise ut fire al gae. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil.

karoten. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. Ada 2 macam entuk frustule. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. Dinding selnya tersusun dari selulosa. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. 48                                                                                   . da n kalsium kar onat. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. yai tu centric dan pennate.eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma.d. dan algae keemasan (Chrysophyc eae). Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. dan e erapa xantofil. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. fukoxantin. silika. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual.

Organisasi selnya multiseluler. dan mukopolisakarida sulfat. dengan din ding sel tersusun dari selulosa. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat. seperti atang (stipe). Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. dan Laminaria. dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. Macrocystis . warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin.e. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. dan dapat melapukkan atuan terse ut. Nereocystis. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa.atuan. Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. dan pengapung ( ladder). Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). asam alginat. karoten. dengan letak lateral. fukoxantin dan xan tofil. seperti daun ( lade). Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. 49                                                           . Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan.

Adanya klorofil a. 50                                                                                           . yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. dan P . f. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. ahan makanan. fikosianin. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. dan galaktan. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. terutama di daerah tropis.Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. dan ahan lain. Cu. xylan. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. kertas. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . misalnya algae Fucus vesiculosus. tekstil. e erapa spesies hidup di daerah dingin. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. karoten. Umumnya algae merah hidup di lautan. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. dan e erapa xantofil.

Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. d an selnya eukariotik. Cadangan makanan terdiri pati. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa.Dinding selnya terdiri dua lapis. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. atau daratan. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. PROTOZOA Seperti algae. 1. karoten. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. Algae ini hidup di laut. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Be erapa spesies ersifat parasitik. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. hidup pada organisme inang . krokoxantin. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. g. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. lingkungan air tawa r. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. B. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. agar dan karagenin. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. dan monadoxantin. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. Inang 51                                                                                                     . Pada algae pem entuk koral. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. yaitu polisakarida sul fat. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya.

Protozoa 52                                                                           . atau genangan air. s ampai verte rata yang kompleks. atau untuk mengatur tekanan osmosa. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. 2. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. sungai.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). Be erapa protozoa seperti Difflugia. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. kolam. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. atau entuk istirahat yang dise ut kista. termasuk manusia.

Toxoplasma. dan Stentor. y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. Mulai tahun 1980. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Microspora. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Myxospora. maka dipecah menjadi lima kelas. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. Opalina. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif.merupakan sel tunggal. flagela atau silia. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). 3. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. yaitu Sarcomastigophora. aik secara f agositosis maupun pinositosis. Theileria. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. Bodo. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Paramaecium. Leishmania. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Tetrahymena. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. Trypanosoma. dapat masuk sel s ecara pinositosis. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). Apicomplexa. Ciliophora. Entamoe a. Acetospora. Protozoa yang hidup di lingkungan air. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. dan Difflugia. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. Amoe a. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Ba esia. Giardia . oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. d an La yrinthomorpha. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Pada klasifikasi yang aru ini. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             . yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora.

Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). kemudian vakuola mem esar kem ali. Pa da kelompok Ciliata. 54                                                                                                             . Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Pada pem elahan schizogony. autogami. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). dan sitogami. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. kemudian di awa ke agian da lam sel. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . 4. Vakuola kecil ter entuk. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri.saluran pada mem ran sel.

Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. B. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. 55                                                         . Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. ES: ikatan sementara. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. A. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Setelah reaksi erlangsung. misal tripsin. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. S: Su strat (reaktan). Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama.VII. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim.

untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. 56                                                                                           . Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. su strat yang dikatalisis. daya katalisisnya. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein).Dialisis enzim dapat memisahkan agian. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. . 1. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. C. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. misal dalam proses respirasi. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. d an cara ter entuknya. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim.agian protein. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel.

Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase. . yang merupakan pemindahan elektron. Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a. Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis. . oksigenase. d.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat .Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina. dengan contoh enzim adalah: . hidroksilase dan dehidrogenase. .2. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase). hidroge n atau oksigen.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain.Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). Enzim. c.+ 4 H+) O2 + (2e.Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil.enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: .+ 4 H+) .Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. yaitu enzim oksidase. se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               .Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 . Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: .Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) . .

L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. . Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya. meru ah m etilmalonil-CoA f. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat .Intramolekul transferase atau mutase. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. misalnya enzim pepsin. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal. triosin. Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. meru ah transmetinal fosfat .Cis-trans isomeras e. e. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P .Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. yaitu: Rasemase. 3. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. misalnya 58                                                             . Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi..Intramolekul ketol isomerase.Epimerase. meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA . Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat.

coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. 2. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap.enzim amilase. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. Mulamula E. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. 1. S elama fase lag terse ut E. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. D. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. . sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km).

ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. sulfida. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). natrium azida. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Senyawa-senyawa seperti sianida. . Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. 60                                                                                                           . da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. misalnya taka-diastase dan trips in. 4. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. arginase mempunyai pH optimu m 10. 3. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat.dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5.0. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at.

B. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif.c. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama.c.d. yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim.C. Apa ila ada 61                                                                                                   .D: su strat enzim a. . . Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. c. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut . d. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. .d. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat.d.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.B. e.D: su strat enzim a.C.c.

sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). dan enzim lain. atau eru pa koenzim. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Zn. Cu. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim. vitamin.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. 7. Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. Co. 5. Mg. Mo. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Fe. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif.

Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. A. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. Gugus ini mengan dung S atau P. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. FMN. dan sitokrom. Dalam sel. terutama pH dan kadar r eaktan. 63                                                             . 1.VIII. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal.

eda. maka F’ = -52. Sitokrom (Cyt a. Terlihat 64                                                                                        . Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. Eo’ = 1.000 kal.3. Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi. kha mir dan jamur. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar .126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. Ta el 3. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi . Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. sehingga: F’ = -46. . ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron.14 volt. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2. Jadi efisiensinya hanya 70%.dan dengan ion H+ mem en tuk H2O. dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O.

dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. N2. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. CO2 menjadi CH4. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air. Aceto acter. oksalat. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. dan fumarat menjadi suksinat. sedang aseton direduksi menjad i 2. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap.yang direduksi menjadi NO2-. Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). SO4= menjadi H2S . Be erapa spesies Streptococcus. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. Se agian energi diu ah menjadi panas.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. mereduksi nitrat menjadi gas N2. tetapi dengan adanya O2. malat. N2O. 65                                                                                                               . di entuk H2O2 uka n H2O.

(2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). Pada P. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. 66                                                                                               . 2. yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. dan (3) fosforilasi fotosintetik. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. melainkan zat lain. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. memecah gula menjadi a seton. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. 1. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. B. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. utirat. yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . 1 asam laktat dan 1 CO2. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. ds . Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. Lacto acillus spp. 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . utanol. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp.

Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. tetapi terutama mem entuk NADPH2. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. ri ulosa 5-fosfat. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. dan H2 (atau format).). Salmonella sp. dan H2. Streptococcus spp. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. coli. utanol. sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. 1. untuk keperluan iosintesis.. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. C. CO2. asam asetat. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis. FAD dan se againya. laktat. aseta t.utilen-glikol.3. CO2. ds ). etanol. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. A. aerogenes juga menghasilkan 2. etanol. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. aseton. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. Clostridium terg antung spesiesnya.. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. 5. yang merupakan prekursor gula ri osa. ATP. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. Reaksi erlangsung lewat gula C5.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. ensim. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. NAD. c oli.3 . Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). 4. asam amin o aromatik. HMP tidak langsung menghasilkan energi. deoksiri osa. komponen asam nukleat. se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . etanol dan CO2.

Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA). oksalat. mem entuk cincin pi rol. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino.penting dalam sel. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. a tau siklus asam sitrat. Pada ke anyakan akteri. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. 68                                 .

Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan).Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. 69         .

dan ensim malat sintetase 70           .2. Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat.

FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro .+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . dan klorofil akteri.yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. . Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. ya g diubah me jadi e ergi kimia. E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe . 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . dan fiko ilin. Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. e. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. Jika k orofi terke a cahaya. c. d. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. iliprotein.555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. seperti karotinoid. Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil. D . Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K . dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. fikoeritrin. Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6.

seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. kompo e ami um ya g bercaba g. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. gerak. k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. da sebagai ya. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. o igo-peptidase. ga aktosa. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti .6 -g ikosoda.4-g ikosida dari ami um. 2. deami asi. suatu hetero-po imer dari asam ami o. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. protei . fruktosa. dsb). 3. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. da juga reaksi eksergo ik.72 ¢ E. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. F. pe yerapa u sur maka a . Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. dekarboksi asi. sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. E sim protease (po i-peptidase.

di. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. asam fosfat. uk eosida fosfori ase. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. E sim uk ease. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ .73 ¡ ¡ 4. atau mo o uk eotida. uk eotidase. base puri da base pirimidi .

yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). A. dari beberapa me it. Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se .74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. B. Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. N0: jum ah se awa . Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ).

15. t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. s ope = 0. da jum ah se hidup (viab e c ou t). jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ . Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod). ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. t: waktu pertumbuha ekspo e sia .Waktu ge erasi = t / . Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se .301 0. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i.301/ waktu ge erasi. Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati. Cara i i ada dua macam.301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir.6 =1 0. rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. spora. sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber. N0 = 5x107 . yaitu de ga rumus. : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma.301 Co toh: N = 108 . Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t.

Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). D. fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). fase stasio er ma ksimum. U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . da fase kematia ogaritma. Pada biaka sistem tertutup. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . sehi gga se be um membe ah diri. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Pada fase permu a a . fase pertumbuha ya g dipercepat. Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. fase kematia dipercepat.76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r.

A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . X: jum ah se pada waktu t.permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Se ama fase o garitma. sehi gga jum ah se hidup ko sta . sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o . si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . E. rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. metabo isme se pa i g aktif. Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta .

Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai . seh i gga rumus (3) µ da k.693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup. seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas.66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ .U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku. Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10.301 x 4) = 2/1. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ). ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi. ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia .000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 . og 10 dari 100. rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0.301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 . Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2.204 = 1. Perbedaa dia tara ya ada ah. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ . og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100.000 = 105 . µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku.

o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100.2 jam = 430 me it F. Pada keadaa ma tap (steady state). Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ). Pada sis tem i i .000 = 108 .12 = 0. diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. U tuk me gatur proses di da am khemostat.79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0. Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i. sehi gga dX/dt = 0. se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7. de ga utreia pembatas. sumber N atau faktor tumbuh.D) X. Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ .60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam. ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ .000. D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate).000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0. maka µ = D.000. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. og 10 dari 100. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut.301 x 120) = 5/36.

sehi gga titik didih ya ti ggi. Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. umum ya bersifat mesofi . tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia).X. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. suhu optimum.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Suhu a. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. da termofi . dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. da faktor bi otik. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. FAKTOR ABIOTIK 1. Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. da suhu maksimum. mesofi . A. Di da am DNA. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba.

(1) Titik kematia therma . Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c.75 . umur mikroba. Su fo obus. Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. suhu. aka memberik a beberapa macam reaksi. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us. (2) Pembekua (freezi g). ke embaba .90-0. (2) Waktu kem atia therma . pH da komposisi medium. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. (3) Lyofi isasi .999.8.98. spora.6.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0. 2.Methy ococcus capsu atus. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ . Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. b. ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. da bakteri pereduksi su fat/su fur. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu. Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). tmik.998-0. ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. bakte ri umum ya memer uka aw 0. C ostridium.

yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. rhizobia. Co toh ya ada ah bakteri itrat.85 0. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. maka se ya aka me ga ami p asmo is is.75 0. se membe gkak da akhir ya pecah. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya.00 0. Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. Acetobacter. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium. Io -io da istrik a.9 0 0. sehi gga t aha terhadap io Natrium. misa ya Ha obacterium. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . kadar garam ya dapat me capai 30 %. acti omycetes. da Sarci a ve tricu i. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. 4. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. (3) mikroba ha odurik. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7).80 0. (2) mikroba ha ofi . ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi. ko idia atau dapat membe tuk kista. da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama .94). 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora. pe ggu a urea.60 3. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . di di g se ya terdiri dari murei . ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi.

0.6 8. 6-8.0-2.0 8.6 2. maupu se yawase yawa orga ik amfoter.4 10.5.6 pH optimum 6. da (c) mikroba a ka ifi . ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2. ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5.0 6. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .0 6. k orida. Se ai ogam berat.0 4.0 6. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.0. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc.0 8.8-6. Io -io ai Logam berat seperti Hg.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta . da be zoat. Logam berat mempu yai daya o igodi amik. ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba.6 6.0-7.0-4.0-7. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. Buffer mi imum 4.4 5.0-7 . (b) mikroba mesofi ( eutrofi ). Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi .6 5. yaitu io su fat. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.0 6.0 4.6-7.0 8. Co toh pH mi imum.8 7.0-5. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae.6 1.0 6.8 5.4 4. Berdasarka pH. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ag.Thiobaci us.0 9.5-8.0-8.4-9.0-6.2.8 7. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). opt imum.4 4. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam.4 9.0-7. Au. Cu.6 maksimum 9. tartrat. itrat. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7.0-5.0-7.5-9.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae .Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t). Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi. Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. Mutua isme seri g disebut juga simbios is.

memparasit j amur Agaricus sp. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. atau da am keadaa utrie terbatas. co i. Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g). ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . f. Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia .88 ¢ e. Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. da peristiwa ya ber a gsu g cepat. toksi . Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. Jamur Trichoderma sp. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). atau a tibiotika. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . h. g. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia.

seba yak 80-90 %.5 0. Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se .ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0.2 0. Apabi a di ihat susu a se yawa ya. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). Tabe 11. po ifosfat .A.1. N.5 0.3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu. da P. di di g se . Susu a kimia se mikroba re atif tetap. H. ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se . U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. maka air merupaka bagia terb esar dari se . NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba.5 0. u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . ipida u tuk cada ga maka a . co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai . da se yawa ai . po isakarida. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. O. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se .

baha pemba gu se . 1. maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. da sebagai aseptor atau do or e ektro . Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. protei . seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. da sebagai ya. Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . da bakter i fotosi tetik. sumber karbo . 4. Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. sumber aseptor e ektro . da sumber itroge . po ia koho . faktor tumbuh. sumber mi era . Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas.90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. 2. garam asam orga ik. sumbe r e ergi. 3. Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. asam ami o. a gae hijau biru. t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. emak. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. asa m orga ik. Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ).

CO2. U sur pe yusu utama se ia ah C. da Fe3+. Z . u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. B. M . C . U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. Va. 6. atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a.mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. itrat. sebag ai pe yusu protei . da P. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. asam ami o. Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. O. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. da sebagai ya. S. H. Tu. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. base puri da pirimidi . 7. N. Bo. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. sebagai pe yusu asam uk eat. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. Mg. NO2-. da am jum ah seda g u sur o igo. faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. Na. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. SO4=. protei . kadar io H+ (kemas ama . U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. Mo. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. Co. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. Sc. se yawa orga ik . NO3. A . da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. Ca. Ni. N2O. 5. Cu. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. S i. da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . pH).

1. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. NH3.ya. misa ya CO2 da se yawa karbo at. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. maka dike a jasad fotoototrof. da khemoorga otrof. Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. 4. fotoheterotrof. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. khemoototrof da khemoheterotrof . Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. 2. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. da khemotrof. fotoorga otrof. khem o itotrof. H2S. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . da S. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). jika me ggu aka e ergi cahaya. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya.

mikroaerob.Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. da kap ofi . maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. a aerob faku tatif. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. Jasa a aerob. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. C. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . Jasad i i juga bersifat a aerob to era . jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. bakteri hidroge . Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. a aerob. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi.

ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. faktor tumbuh. bahka mikroba dapat mati. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. gu a. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. sumber itroge . Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . sumber e ergi. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. 2. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da sebagai ya). Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. misa ya sumbe r karbo . Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. E. D. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka .

Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh.01 gram CaC 2. 0. Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. 0. K2HPO4. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. 0. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. 1 iter NH4C . 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C .2. medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. 1 gram G ukosa.1 gram FeSO4. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2).2 gram Asam ikoti at.01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ .95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as.7H2O. tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti.7H2O. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. G ukosa. 1 gram NH4C . Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. Tabe 11. G ukosa. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3). 0. D a am keadaa a aerob. Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air. 3.

da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. fotosi tetik. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. pH.Mo. masi gmasi g 0. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu.M . Co. Z ). de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. Cu.020.5 mg 4. khemoototrof. cahaya).

Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. udara maup u air se a u dijumpai mikroba. Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah.XII. 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. itroge . U t uk kehidupa ya. setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof.da bakteri aerob maupu a aerob. debu. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. fosfor da u sur ai di a am. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara. PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah.

se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. hidro ase. Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. : baha sekresi akar. ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. me yediaka mi era seperti N. e zim . iase. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. faktor tumbuh. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. fosfatase da su fatase. seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. f avo o . 2. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. produk metabo it . De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. u k eotida. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. Sekresi akar 3. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. da misce a eous. asam ami o.98 ¢ ¢ . Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda.P. dehidroge ase. Lisat akar 4. maka i deks R/S semaki keci . urease. da tra sferase. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . asam orga ik. asam emak da stero . Mikroba dapat me arutka da . sisa se epi dermis. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. maka i de ks R/S semaki besar. Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). Semaki subur t a ah.

Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. itrifikasi. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. da sebagia ai berbe tuk gas NH3. C. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. da ki mia. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. 3. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . 1. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama .2. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. io ammo ium. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. o simbiotik. Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. da de itrifikasi. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. a. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . asam ami o. berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. da io itrat. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2.

Chromatium. Desu fovibri o. pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Se ai itu juga diper uka ATP. Ch oropseudomo as. Pseudomo a s. Azospiri um. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. K ebsie a. Desu fotomacu um. Pada i gku ga ta ah terge a g. feredoksi . Da am i gku ga ta ah.5-2. Vibrio. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. sehi gga pera a ya pe ti g. Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es).5 kg N/ha/th. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . da Metha obaci us. Thiobaci us. sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi. Rhodopseudomo as. C ostridium. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara .mempu yai dua macam protei . ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. Rhodospiri um. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Ch orobium. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . Baci us. Rhodomicrobium. Se ai Azotobacter.

ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. bi ata g. da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. sehi gga epas dari s istem ta ah. peptidog ika . asam uk eat. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o.b. Di da am se . Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. Amo ifikasi Berbagai ta ama .

Spiri um. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira.5 O2 NO2. tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Se ai Ni trobacter. Staphy ococcus. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . Nitrifikasi Da am proses itrifikasi. Nocardia. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat.c.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir. jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Pad a i gku ga ta pa oksige . Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi.+ 0 . Da am proses desimi asi reduksi itrat. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. d. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. Escherichia. ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. F avobacterium. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . da Nitroso obus.5 H2O NO2. Aeromo as. Nitrosococcus. mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. E terobacter. Di da am ta ah. Baci us. da Nitrococcus. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. Pada keadaa a aerob.

Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. Ke y ataa di a am. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif). maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). da Propio ibacterium. Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P. Rhodopseudomo as. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. Rhizobium. Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . a. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama .da am keadaa a aerob. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. 4. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase.

Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. khusus ya P. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza.

Ektomikoriza. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM.5-dihidroksi-6. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g. mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif. da Scute ospora sp. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. Pteridophyta. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . Gym ospermae da A giospermae. yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. kecua i pada fami i Cruciferae. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. da Ekte domikoriza. sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a .berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP.

De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. Di da am ta ah. da Comp exi pes. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . Apabi a se kortek rusak. sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. Acau ospora da E trophospora. da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. arbusku da ves iku a. tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. yaitu ge era G omus. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Berdasarka tipe spora ya. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . hifa gu u g. Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. Sc erocystis. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. Vesiku a me ga du g ipida.

P. ratho is. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Z da Cu. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. Micrococcus. O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . da F avobacterium. Mg2+. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut.macam. seperti N. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. b. Pseud omo as. terutama u sur P. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati .107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . Baci us po ymyxa. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+. S. Arthrobacter. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . Pe ici ium da khamir. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. Fe3+. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. da Baci us megaterium. Streptomyces. seperti asam g uko at. da A 3+. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. Se ai bakteri. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah.

mikroba aka me gasimi asi sebagia C. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . D. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. da u sur ai u tuk si tesis se . Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. S. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat. Se ama proses peruraia . A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ .sampai hari ke 90. Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer. N. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. P. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik.

tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . C O2. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa.NH4. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. CH4. ada ya mikroba. NH3. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . da ai sebagai ya. sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. jamur akti omisetes da protozoa. H2PO4. suhu. NO3. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. ukura baha . H2S. sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . Da am pe gomposa tertutup. kemasama . suhu ya dapat me capai 65-75oC. ke embaba da aerasi. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . SO4. Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. Secara tota . Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat.

sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. da se ama pe gomposa pada keadaa etra . Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi . da sebag ai ya. Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6). KPK da kapasitas adsorpsi air besar. ig i o itik. da humi ). Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma .5-8. tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida . se u o itik.5). 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. fu vat. isbah C/N a tara 15-20.

ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . baik di i gku ga ta ah maupu peraira . terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. A. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik. Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g. PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . a aerob.111 ¢ XIII. Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar.

jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. fosfat. Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. po istire . ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. da fosforat. Bagia ya g bercaba g ABS. ammo ium. ma eat. 2. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o . Pada proses pe cucia . Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . yaitu te rdiri bakteri. da gas CO2 ya g me guap. akti omycetes. adipat. itrat. U tuk me ghi a gka su fat.i ier (ber caba g). (b) ester a sam phtha at. ri si o eat. De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S.ya ebih kuat da berbusa. Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah.112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . da po ivi i k orida. ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. 2. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . aze at. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga .

Fusarium sp. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. Saccharomyces cerevisiae. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. a isik ik.. risi o eat. Versico or. o eat. Brevibacterium sp. daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. da aroma tik. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. Fraksi a ka a ra tai C pe dek. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. Vertici ium sp. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. C adosporium sp. 3.113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie . kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. sebakat. Pe ici ium sp.Trichoderma sp... ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ .. da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh. U tuk dapat m erombak p astik.. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik. A. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai.

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful