DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

khamir dan protozoa (Divisio Protista). dan Divisio Animalia. dan Eubacteria. (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal. dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi. Fungi.2. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. Gambar 1. dan Woese. sonositik. Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia). setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel. Protista terdiri dari algae atau ganggang. Whittaker. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria. Tumbuhan dan Binatang). dengan protist a. Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan.Menurut teori evolusi. Divisio Plantae. Klasifikasi Woese Gambar 1. protozoa. Klasifikasi Whittaker 4 .1. yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera). jamur ata u fungi. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya. Eukaryota ( Protozoa. dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler. atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan.

Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler). Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya. Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik).D. walaupun organisasi selnya belum sempurna. berukuran super kecil atau submikroskopik. sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad. Eukariota (jasad eukariotik). Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat. yaitu: 1. maupun redusen. sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Selain yang bersifat seluler. yaitu virus. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. ada mikroba yang bersifat nonseluler . yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. 5 . dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. 2. ko nsumen. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen. Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif). Setelah ditemuka n mikroskop elektron. yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ).

Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion.Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada.Terbentuk dari bahan genetik saja .Protein . Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi.Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: .Polisakarida . 6 .ATP / energi Sifat pertumbuhan: . bukan di dalam RNA atau DNA.Lipida . yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius. sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida. Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas. yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid.Bagian-bagian d isintesis sendiri . Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang.Asam inti .

menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usulnya. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji. d alam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan tersebut. semakin lama doktrin tersebut menjadi tidak te rbukti. algae. Untuk mempertahan kan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbaga i percobaan. Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana. Fransisco Redi (1665). dengan pendapat bahwa animalcul us terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENESIS Penemuan animalculus di alam. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukti yang m enguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya. tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. seiring dengan kemaj uan pengetahuan mengenai mikroba. khamir. dan bakteri.II. Percobaa n ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan. B. jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui se bagai protozoa. dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek. memperoleh hasil dari percobaannya bahwa ula t yang berkembang biak di dalam daging busuk. tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” ata u hewan kecil. Menurut teori abiogenesis. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. pada percobaan menggunak an kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanbahan mati. Sebagian ahli menganut teori biogenesis. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari da ging. tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disentuh oleh lalat. 7 .

Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan. D. Saat dibiarkan pada suhu kamar. tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit. suhunya kurang lebih 62oC. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu. sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan. maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora. dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten. yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. cara ini diulang sebanyak 3 kali. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8 . PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas. sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893).Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata. kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam. Dengan penemuan tersebut. C. bakteri dapa t membentuk endospora. Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn . tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us.

Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah. Wahler. bahkan dapat terhenti sama sekali. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Dari kenyataa n ini. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik. untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9 . dan F. fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus. Berzelius.(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). dan (2) kehidupan aerob. Th. dan F. Schwanndon. proses fermentas i menjadi terhambat. yaitu fermentasi asam laktat. yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. Liebig. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir. menghasilkan anggur yang masam. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula. (1) kehidupan anaerob. Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit. Lat our. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat. J. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis. E. dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k. Pada tahun 1837. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain. C.

Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia . terdapat bakteri berbentuk batang. terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875). Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob. F. sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). Apabila ada Oksigen. Pada tahun 1897. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10 . energi diperoleh secara respirasi aerob. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813). G. yaitu disebut penyakit Bir. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi. PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur.“respirasi aerob”. proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard. yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. tanpa memerlukan Oksigen. apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. tanaman kentang (1845). merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob. Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir. yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi.

2. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat bebas b akteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri). Dari kenyataan ini kemudian diketahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (submikr oskopik) karena dapat melalui saringan bakteri. Postulat Koch dalam bentuk umum adalah sebagai berikut: 1. ternyata masih tetap dapat menimbulkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab penya kit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. Virus harus berada di dalam sel inang. dapat digunakan postulat Riv er (1937). dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. Filtrat bahan yan g terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhkan d i dalam media buatan. yaitu dikenal sebagai virus. dapat menimbulkan pen yakit yang sama.dari ekstrak tanam an tembakau yang terkena penyakit mozaik. sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk membu ktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876). 11 . 4.tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit. yaitu: 1. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka . 2. H. 4. Mikroba tersebut dapat diisolas i dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat menimb ulkan kembali penyakit yang sama. Apabila biakan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka. 3. Unt uk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus. 3. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijad ikan sakit tersebut.

Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus. dan H2. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932). yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. Hidrogen. dan H2S. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada. bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks. suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik. Nitrogen. Sulfur. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen. H2O. yang kemudi an mengelilingi suatu cairan. sejumlah ammonia. dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi. Urey (1954). Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik. ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. Bejana Miller diisi dengan gas CH4. dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. atau mulai terbentuk makromolekul. Sebagai contoh.I. Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik. dan lapisan ozon sangat tipis. CO. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. Ra diasi uv. J. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. yang disebut bakteri autotrof. bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting. u ap air. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. seperti siklus Karbon. NH3. CO2. Gas-gas te rsebut 12 . GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia.5 milyar tahun. Miller (1957) dan H.

desulfurisasi batubara.dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik. antibodi. 7. misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur. PENGG UNAAN MIKROBA 1. bakter i asam asetat untuk vinegar. 4. untuk kecap. asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum. dan AT P. biopestisida. jamur Aspergillus sp. seperti untuk pemindahan gen dari manusia. proteinase.. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik. K. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan. dan senyawa lain misalnya insulin. dan sebagainya. pektinase. dan jamur Rhizop us sp. Penggunaan mikroba di bidang pertanian. sepe rti untuk proses leaching di tambang emas. dan air mendidih. dan lain-lain. serta asam organik seperti asam suksinat. dan lain-lain. antigen. 2. misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13 . Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp. 6. 5. purin. atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia. kondens or. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan. interferon. untuk tempe. streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. pengomposan. 3. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin. maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er. maupun untuk proses penambangan minyak bumi. bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir. seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti. pembuat an enzim amilase. binatang. misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer). penghasilan hormon.

Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak.Mitosis tidak ada ada . Fungi. SEL DAN STRUKTURNYA A. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya.Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada . alga selain alga biru.III.% G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada . Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir. Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA. protein. PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel.DNA inti tidak terikat h iston terikat histon .DNA organel tidak ada ada .Aparat golgi tidak ada ada . Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik.R etikulum tidak ada ada endoplasmik .Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) .Ribosom plasma 80 S*) . protozoa dan tanaman serta hewan. yang merupakan komponen dasar semua jenis s el.Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 . Plantae. Protozoa. lemak dan fosfolipid. animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: .Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada .Kloro plas 70 S*) . RNA. Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot). jamur (fungi).Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14 .

DNA pada s el eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. 106.109. Kromosom dapat mengalami pembelahan mel alui proses yang dikenal sebagai mitosis. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0. SEL EUK ARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi d engan suatu protein yang disebut histon. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. sebagai contoh: Neurospora 19. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokario t). Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. C. STRUKTUR SEL 15 . Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma. dan manusia 29. Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik. Aspergillus niger 40. D.8-8. Sel ini tidak mempunyai organela seperti m itokondria. tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar (sirkuler ) yang disebut plasmid. “Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu. berukuran 80S.109. Sel prokariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen.7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup.4-0. Seluruh bahan genetis tersebut tersusun dalam suatu kromosom.106. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 . Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran. khloroplas dan aparat golgi. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi. Jagung 7. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang dikeliling i oleh membran. yaitu aparatus golgi.106 pasangan basa (pb) DNA. Inti sel prokariotik tidak mempunyai me mbran. misalnya pada bakteri anaerob. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Sel eukariotik juga mengandung organel -organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu berukuran 70S.B.

air sel akan mengalir ke 16 . khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas. juga karotenoid . Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). 3. ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Pada beberapa bakteri. Pada saat generasi seksual b erikutnya. membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. Pada saat pembuahan. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel.1. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Apabila tekanan osmose di luar sel naik. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel. Apabila gamet bersifat haploid. maka sigot bersifat diploid. kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. yang disebut membran tilakoid. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. Pada bakteri fotosinte tik. 2. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil.

peritrik. dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Dinding sel akteri gram p ositif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein. ipolar. Letak flagel dapar polar. dalam dinding sel. Senyawa lain penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen. Proses ini disebut dengan plasmolisis. glutamat. diaminopimelat. Murein hanya mengandung diaminopemelat. d an tidak mengandung lisin.4-βglikosida. dan hanya meliput i + 10% dari erat kering dinding sel. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel i ni. yang terikat melalui ikatan pe ptida. Li sosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dal am murein. dan lipida jenis lain. Flagel mengaki atkan a kteri dapat ergerak erputar.luar. dan asam teiko at yang sangat spesifik. yang mempunyai erat 17                                                                 . Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara rant ai satu dengan rantai yang lain. dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. yang terikat melalui ikatan 1. lipopolisakarida. Dinding se l yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. sehingga lisosim dapat merom ak murein. Sp heroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri g ram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein. Senyawa ini mengaki atkan sel tum uh tidak eraturan. Penisilin akan ekerja aktif te rhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. Senyawa-senyawa ini meru pakan 80 % penyusun dinding sel. atau lisin dan alanin. Penyusun flagel adalah su unit protein yang dise ut flagelin. 4. protoplasma mengalami pengkerutan. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alanin. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah esa r lipoprotein. Komponen dan struktur dinding sel prokariot ini sangat unik. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan dindi ng sel. maupun politrik. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat. m eliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. dan membran akan terlepas dari dinding sel. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terdapa t dalam putih telur dan air mata.

senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Ada pula yang mengandung peptida. dengan panjang 12 nm. 5. Pili dise ut juga se agai fim rae. DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm.molekul rendah. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. PERBEDAAN SEL TANAMAN. seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili. namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. gula amino. Pada e erapa akteri. HEWAN. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa. 18                                                               . Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. rhamnosa. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek. Dalam pem entukan agregasi tanah. s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat.

dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome.ungi secara kontinyu dan non-polar. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Mem ran sangat selekt if permea el. tetapi komposisi lipidanya eda. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+. Panjang D NA mencapai 1. DNA di dalam inti erasosiasi dengan protei n histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. asam amino. Me m ran ersifat selektif permea el. tetapi terlipat menjadi 19                                                                                                               . Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa. Pada e erapa t empat. Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai tempat keluarmasuknya ahan ke dalam inti. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Lipida menyelu. Air.selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Diameter inti sel hewan +46µ. kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur. glukosa. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks.2 mm. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el. e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Tidak semua akteri mempunyai pili.

Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi. 20     diameter 2nm. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA. dijumpai pada semua sel tanaman. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel. ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg                                                   . anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. kemudian memisah menjadi kromosom anak. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. Bakteri juga mempunyai plasmid. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Di dalam mitokondria. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. asam amin o menjadi CO2 dan H2O. Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. er entuk ulat. Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat.menjadi kromosom. gelap. lipida. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan.

yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). coli mengandung 15. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari.000 ri os ome. Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. Sel akteri tidak mempunyai ER. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Ri osome se agai tempat sintesis protein. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. Setiap sel akteri E. 21                                                                             . Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast.ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. Bentuk khloropla s ermacammacam. di dalamnya terdapat khlo rofil.

Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). pigmen. Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air. Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin. dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. protein terl arut. garam dari asam organik. garam mineral. sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. Vakuola mengandung gula. metafosf at. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula. lipida. oksigen dan CO2. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. atau saat spora erkecam ah.Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. polifosfat. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas . erupa polisakarida. sulfur. yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). 22                                 .

saprofitik. Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonella. KLASIFIKASI BAKTERI I. akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiolog i. Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria . Bakteri er entuk kokus ( ulat) a.5-10 µ. at mosfer (sampai + 10 km diatas umi). termasuk klas Schizomycetes. dengan Cyano acteria pada grup 20. Ha itatnya terse ar luas di alam. yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan. dalam tanah. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat. dan lengkung. sifat gram. hewan dan tum uhan. Thi osarcina. akteri di agi menjadi 1 k elompok (grup). Megasphaera (grup 11) 23                                                                                                                     . yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. ke utuhan oksigen. dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ke tiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. Sarcina. di dalam lumpur. Acidami nococcus. atang. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasikan isola t akteri yang aru ditemukan. dan di laut. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Microc occus. Umumnya akteri erukuran 0. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar. Leuconostoc Anaero ik: Methanosarcina. Ruminococcus . dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Acineto acter. BAKTERI DAN VIRUS A. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as. Streptococcus. Selain itu dapat mengalami pleomorfi. suhu. parasitik. Staphylococcus. patogen pad a manusia. erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel.IV. Pem agian ini erdasarkan en tuk. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. Menurut Bergey’s manual. Berdasarkan klasifikasi art ifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1 974. Bakteri dapat mengalami involusi . Moraxella.

2. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Bakteri Azoto acter. Aceto acter. Xanthomonas. Streptosporangium. Oscillospira . Brucella. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium. Erysipelothrix. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium. Beijerinckia. Alcaligenes. Derxia. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit. Azoto acter. sim iosis dan e erapa se agai parasit. Cellulomonas. C aryophanon. Azoto acter. Micromonosp ora. Agro acterium. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Zoogloea. Actinoplanes. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas. Frankia. Beijerinckia. dengan chlamydospora. 24                                                                                                                       . Derxia. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora. 3. Eu acterium. Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Propioni acterium. Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Bifido acterium. Bakteri gram negatif 1. Sporolacto acillus. dan miselium udara ada di permukaan medium. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. Bakteri er entuk atang a. Thermus. Actinomyces. Azomonas. Rhizo ium. Desulfotomaculum. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium. Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium. Brevi acterium. Listeria. Micro ispora. Legionella. Dermatophilus.II. Sporosarcina. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus. Glu cono acter. Nocardia. secara fragmentasi dan segmentasi. Bakteri gram positif 1. Beijerinckia. serta dengan ertunas. Streptomyces. dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis. Arthro acter.

Serratia. Yersinia. Methanothermus. ini merupakan Methanothrix.dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Nitrococcus. Bak teri Methanosarcina. Nitrosospira. Leptotrichia 6. Proteus. 4. Crenothrix. Shigella. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. 25                                                                               . Thio acterium. N itrospira. Photo acterium. Thiovolum. Desulforococcus. Methanococcus. Vi rio. Nitrosomonas. Leptothrix. Nitrosolo us. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. Kle siell a. Entero acter. Pyrodictium. Fuso acterium. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides. Salmonella. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli. Cladothrix. Sulfolo us. Anaero ik: T hermoproteus.2. Thio acillus. Nitrosococcus. Halococcus. Thermoplasma. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium. Aeromonas. 5. 3. yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. Leptothrix. Erwinia.

Dinding sel tipis dan lentur. Aquaspirillum. 3. 4. mem entuk trikoma ( ulu). sulfat. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum. Pelosigma. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. Flexi acter. entuk atang pendek. . Contoh: Beggiatoa. Contoh : Cytophaga. Leucothrix. Azospirillum. Leptospira. e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). Oceanospirillum. Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio. Selenomonas. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular. Microcyclus. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Contoh: Chloroflexus 26                                                                                                                  . Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). Borrelia. Bakteri uniselular. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. Bakteri Desulfov i rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi IV. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Thiothrix. Saprospira. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Succinivi rio.III. Bakteri e as sulfur. Cristispira. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Myxo acteria. Contoh: Vitreosci lla. Campylo a cter. Selnya e rukuran 0. Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. A chromatium.1-3 µ x 4-8 µ . er entuk enang. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. c. 2. Butyrivi rio. Bdellovi rio. Bakteri er entuk lengkung a. Treponema. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta.

Bakteri ini cara hidupnya se agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat patog en. Contoh: Rickettsia prowazekii. M. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusia. Contoh: Chondromyces. yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. 27                                                                                                         . . Cyano acteria yang ergerak merayap. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. atau filamen. Contoh: Oscillatoria. da n sangat pleomorfik. Cirinya yaitu tidak mempunya i dinding sel. Contoh : Mycoplasma mycoides. Nevskia. yang iasanya ditularkan oleh vektor serangga. Bentuk sel ple omorfik. C aulo acter. homonia. Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat dengan cat anilin. sehingga sifatnya mirip akteri sejati. Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah. roset. c. Coxiella urnetii. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Acholeplasma. orale. Gallionella. d. Mycoplasma erukuran 0. Chlamydia trach omatis. dapat erupa atang. Myxococcus. yaitu 0. Spiroplasma. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit. fra gmentasi. atau hasil pengeluaran lendir.001-7µ . Ancalomicro ium. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan iner.3x2µ. dan dapat ergerak meluncur. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasma dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. Prosthecomicro ium. Myxo acteria. Contoh: Hypomicro ium. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. M. Ba kteri ini ersifat gram negatif. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil.5. filamen. kokus. tetapi le ih esar dari virus. atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau en tuk speroplas sel eu akteria. dan perkecam ahan.

Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. Chromatium sp. Ana aena. koloni. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). atang. tidak erdinding sel. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Gloeocapsa. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA.                                                                                               . dan enang. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara. Contoh: Rhodospirillum. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. 3. ti dak ada mitokondria dan kloroplas. Cara hidupnya e as. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi. dan Nostoc ersim iosis dengan jamur mem entuk Lichenes. Ana aena azoll ae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. dan ersifat fotoautotrof o ligat. Ada yang er entuk kokus.enang (filamen). Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu). Oscillatoria. dan lengkung.B. Dermocarpa. Spiru lina. f. e. meskipun tidak erflagela. 2. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. Contoh: Gloeo acter. Chlorochromatium. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i.. Cylindrospermum. Chloropseud omonas. Rhodopseudomonas. Nostoc. Calothrix. Contoh: Thiospirillum sp. tidak erdinding inti. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. Contoh: Chloro ium. dan menghasilkan O2. Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit). Bentuk selnya tunggal (uni selular). dan erasosiasi sim iosis. Ukuran 28       Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas.

atau pada jasad renik yang lain. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa.uluh pengangkutan). U ntuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja.ecak daun. ecak.01-0. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infeks i pada tum uh-tum uhan lagi. dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak. jadi tidak dapat menero os secara aktif. 2. misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memind ahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh. Se agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka prime r. Sel inang adalah sel manusia. Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Selu ung protein ini dise ut kapsid. Sel jasad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada did ekatnya. tum uhan. Sifat-sifat virus yang pentin g antara lain: 1. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. 3. Bahan genetik virus ini ialah RNA. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang persis ten.1 µ. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umumn ya masuk ke dalam sel melalui luka. Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To acco Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29                                                                                     . Virus tidak dapat tum uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas d an tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri.ecak nekrotik dan se againya.virus umumnya 0. Virus memper anyak diri dal am sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vektor atau dengan cara lain. 1. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) s erangga (hewan). hewan. Bany ak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digestivu s hewan-hewan vektornya.

Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus). Skema TMV 3. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun). BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian. yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. Bentuk demikian itu hanya dapat 30                                                     . seperti huruf T. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. virus herpes.agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida. dan lain-lain. Gam ar . Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. Bentuk dasar virus adalah yang ulat. atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza. ku us. Kapsid terdiri atas agian. silindris.dise ut nukleokapsid. polihedra l. juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar .

. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag. sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage. kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya. perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a.dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. 31                                                             . Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA. Gam ar . Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). c. Skema akteriofag. selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis.

45 40 .55 25 .75 70 . Moliuscum parainfluenza .30 40 . jasad ini dise ut prion. Siklus perkem angan akteriofag. Varicel la/Zoster Yellow fever.Gam ar .60 130 60 . Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein. Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 .200 17 . 32                                     . Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja. Ta el . pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil. Kelompok virus yang penting.inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex.80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia.150 20 .85 80 .

Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani). hewan dan manusia. Cara hidupnya e as atau ersim iosis. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. dind ing sel tersusun dari khitin. A. Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. atau ya ng termasuk Eumycetes.V. Sel-sel jamur tidak erklorofil. dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman. Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur. Jamur merupakan jasad eukariot. jamur termasuk divisio Mycota (fungi). termasuk jamur yang dapat dimakan . erca ang-ca ang.enang. Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang. ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia. Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi. terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). multiseluler atau uniseluler. yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta.en ang tunggal. (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar. yang er entuk enang atau sel tunggal. 33                                                                                                                       . Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. dan elum ada diferensiasi jaringan. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa. Hifa ini merupakan sel yang memanjang. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif.

Pada jamur tingkat rendah. yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). (c) dengan arthrospora (oidium). Spora ini dise ut sporangiospora. da n Deuteromycetes (Fungi imperfecti). Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor. yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular). Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual.B. (a) dengan pem entukan tunas. dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid.. misalnya pada khamir. dan (d) dengan chlamydospora. misa lnya pada Candida sp. Klasifikasi jamur Ada e erap a klasis jamur. 34                                                                                                 . misalnya pada Geotrichum sp. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu. ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti diplo id. ter entuk spora yang dise ut konidia. dan Eumycetes (Jamur tingka t tinggi). kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora. Proses reproduksi secara seksual di agi menjadi 3 tingkatan. yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif. Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). yaitu tunas yang tum uh menjadi spora. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa. ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. dan dapat digunakan se agai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. C. Pada jamur tingk at tinggi.. spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma sel. Perkem ang iakan secara seksual. Basidiomycetes. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. ( ) dengan lastospora. dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). Pele uran gam et terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. misalnya pada Geotrichum sp. Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes. Myxomycetes (Jamur lendir sejati). Ben tuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam.

dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. Perkem ang iakan jamur i ni dimulai dari erkecam ahnya spora. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang selnya multinukleat tetapi uniselular. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35                                                                                                               . selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah. nama order dengan akhira n –ales. 1. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering. MYXOMYCETES Jamur ini merup akan jamur lendir sejati. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. dan kayu. 2. dan dise ut juga pseudoplasmodium. akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupa kan kelompok jamur lendir selular. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang mengh asilkan sel diploid. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. discoideum. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak. Cara makan dengan fagositosis. makan dengan cara fagositosis. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah. kemudian sel memper anyak diri mem entuk p seudoplasmodium. ya itu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas media pad at (pseudopodia). misalnya dengan memakan akteri . Plasmodium m erupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding sel yang kuat. yang hidup e as di dalam tanah. Nama famili dengan akhiran –aceae. dan ter entuknya s pora.Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial. yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe o id. seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid. akan ter entuk a dan uah. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Perkem ang iakan ja mur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. Contoh jamur ini a dalah Dictyostelium mucoroides dan D. Struktur pada semua stadium sama. kulit kayu. iasanya dii solasi dari tanah humus. guguran daun. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dinding se l.

da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) . 3. Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. (jamur air). Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes.haploid. sel vegetatif multinukleat. yaitu Mucorales. p. PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta. 24. Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). Cri raria rufa . hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . dan Fulig o septica. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron. dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam. dan ( ) Zygospora. dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp                                                     . hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya.6. Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa. atau dise ut thalus soenositik. Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order. (a) Oospora. zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. Entomophthorales.

Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa. R. 4. kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus. roqueforti dan P. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. dan Rhiz opus sp. 2. kulit. Konyugasi langsung seperti pada khamir. entuknya ulat. oryzae. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu. yaitu: (a) Cleistothecium. dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Pem entukan askospora ada 4 c ara. dan sisa-sisa tanaman. dan R. cokla t. uah. merah. Rhizopus nigricans adalah jamur roti. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Spesies seperti P. dan dapat mem entuk konidiofor. ( ) Perith ecium. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp. agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade. Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37                                                                           . yaitu: 1. R. (c) Apothecium. dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. Pem elahan sel miseliu m. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. olygosporus.Zoopagales. yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. 3. dan hijau. 4. mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. entuk ulat seperti la u. entuk seperti cawan atau mangkuk. Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes).

BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada. Setelah pele uran inti. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. jamur). Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap.anti iotik penisilin. Spora di e askan. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram). 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid. parafisa. Basidia erasal dari hifa dikariotik. 38                                                                           . dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma. hifa steril. maka dise ut juga Hymenomycetes. 5. dan khamir Sporo olomyces s p.. miselium “dika ryotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal. inti ikut mem esar. dan se againya. pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia. hitam. tid ak ersekat. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya. Cyantus sp. ungu. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat. Hymenium terdapat pada mus hroom. kuning. yaitu seperti tepung halus erwarna coklat. struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel.. sel ujungnya mem esar. kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. dan cysts.

DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual. kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif. 39                   . dan Monilia. Aspergillus sp. dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes. Proses plasmogami. atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus.6. atau dise ut paraseksual. Miseliumnya ersifat homokariotik. Penicillium.

IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya. E. tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. dan lain-lain. di tu uh serangga. Bentuk sporangiofor / konidiofor. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes. Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. apofi sa. sel kaki. klamidospora. Tipe spora. nektar unga. elips. aseksual (sporangiospora. entuk. kolumela / vesikula. tanah. tidak erflagela. permuk aan uah. 4. ersepta atau tidak. dan lain-lain. askospora. dan cairan yang mengandung gula seperti siru p. zygospora. dan erwarna atau tidak. Bentukan khusus. atau asidiospora) . konidia. atang atau sili ndris. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. misalnya adanya stolon. daun-daun. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). KHAMIR Khamir atau dise ut yeast. Tipe hifa. Hidup di dalam tanah atau de u di udara. rhizoid. Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. warna.uahan. Khamir er entuk ulat (speroid). uku ran. seksual (oospora. madu dan lain-lain. 2. merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik. jernih atau keruh. sklerosia. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. sosis.D. seperti uah jeruk. Sel khamir 40                                                   . atau oidia) 3. Tipe adan uah. letak spora atau konidi.

(sel vegetatif diploid). Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus).). ds ) 4.1. Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). penggunaan pati. warna. serta pada Saccharomyces sp. 41                                           . misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N). dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. dan Saccharomycodes sp. dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). warna. Sifat-sifat fisiologi. atau konyugasi askospora). dan ukuran sel vegetatifnya. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. 2. uji pem entukan asam. dan Schizosaccharomyces sp. dan khamir pada umumnya).. mem elah. 2. heterogami. ukuran.. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas. lipolitik. (sel vegetatif haploid). ke utuhan vitamin. 6. dan l ain-lain. ersifat oksidatif atau fer mentatif. 5. ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus). Secara vegetatif (aseksual). Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. Ada tidaknya askospora. atau keduanya. kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami. dan jumlah spora. Bentuk. (a) dengan cara ertunas (Candida sp. Konyugasi khamir ada 3 macam. entuk. 3. ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp.

Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. Xanthophyta. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. atang kayu. panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah. Lichenes sangat lam at pertum uhannya. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa. ALGAE Di dunia mikro ia. ALGAE DAN PROTOZOA A. Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi. algae termasuk eukariotik. tetapi ke anyakan di perairan. Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler. coklat (fikosantin). koral. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. cacing laut. mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. misalnya spon. se dangkan jamur se agai miko ion. um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil). Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion. ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. iru kehijauan (fiko ilin).VI. 1. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering. dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. 42                                                                                                                               . dan merah (fikoeritrin). dan lain-lain. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta.

Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul.etul erupa sel tunggal. seperti pada akteri (prokariot). 3. yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. k hususnya yang er entuk multiseluler. karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. 2. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi. yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air. Algae lain. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe. algae merah dan algae coklat. Spora algae mempunyai struktur yang 43                                                                                                                                   . tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. Per edaannya.000 sel. erkem ang iak dengan er agai cara. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar . pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA. misalnya algae hijau . yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. koloni ter entuk dari 500-60. terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. Sedangkan pada algae eukariot. misalnya pada Volvox. yang erguna untuk mendukung lade. dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora.Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut.

pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Pada algae heterotrof. menggunakan H2O se agai donor elektron. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44                                                                                                           . Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain. yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap. Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Pada keadaan gelap. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal. Spora ada yang dapat ergerak aktif. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Be erapa algae ersifat khemoorganotrof. jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari.er eda dengan endospora pada akteri. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid. dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. yang dise ut zoospora. yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat. tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat. yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. 4. dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof).

8 atau 16 sel. algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s. Cadangan makanan erupa pati. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan. dan e erapa xantofil. Algae leukofitik dapat di uat. manan. dinding sel terdiri dari selulosa. Pyrrophyta. e erapa tidak erd inding sel. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau. yang ersifat motil karena erflagela. 5. atau tidak dapat kem ali se perti semula. dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual. Pada siklus hidup Chl amydomonas. Spirogyra dan Ulva. karoten. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik.ahan organik yang ada di sekitarnya. dan diduga merupakan asal dari tum uhan. ahan cadangan makanan di dalam sel. dan multisel uler yang er entuk filamen. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. yaitu Chlorophyta. Euglenophyta. xylan. mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae. dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. genera Chlamydomonas dan Volvox. Rhod ophyta. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama. sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix. Chrysophyta. a. flagelata. multiseluler yang er entuk koloni. 45                                                                                         . sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4. Phaeophyta. dan sifat morfologi sel. dan algae hijau nonmotil. dan Cryptophyta. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap.

Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid. yaitu de ngan cara fragmentasi. 46                                                                                 . Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal. se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. . setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora. yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif. mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon. dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid.3. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri. Semua ang gota algae ini uniseluler. dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi.Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual.

Contoh algae ini Gonyaulax polyedra. dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a. Algae ini terutama hidup di laut. 47                                                 . mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil. karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. maka sering dise ut fire al gae. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik. karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. tetapi ada yang tidak erdinding sel. yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen. selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela.Euglena c. dan ersif at heterotrof. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak.

yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. 48                                                                                   .eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae). Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual. dan e erapa xantofil. yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. Ada 2 macam entuk frustule. fukoxantin. yai tu centric dan pennate. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. Dinding selnya tersusun dari selulosa. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela. karoten. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya. ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah. dan algae keemasan (Chrysophyc eae).d. da n kalsium kar onat. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. silika.

Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. dengan din ding sel tersusun dari selulosa. misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. Macrocystis . karoten. seperti daun ( lade). Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa. warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil.e. asam alginat. dan Laminaria. dan mukopolisakarida sulfat. Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. seperti atang (stipe). dan dapat melapukkan atuan terse ut. dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. dengan letak lateral. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum. Nereocystis. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama. dan pengapung ( ladder). Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol. Genera Fucus umumnya tum uh di atu. dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. 49                                                           . fukoxantin dan xan tofil.atuan. tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast). Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c. Organisasi selnya multiseluler. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat.

fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah. dan galaktan. menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau. 50                                                                                           . kertas. Umumnya algae merah hidup di lautan. Cu. misalnya algae Fucus vesiculosus. tekstil. dan ahan lain. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean. dan e erapa xantofil. karoten. fikosianin. Adanya klorofil a. dan P . f. tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. Pigmen lain terdiri atas klorofil a. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa. Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis. ahan makanan. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. e erapa spesies hidup di daerah dingin. violet dan iru yang dapat menem us air dalam. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m. atau penyerapan logam erat oleh iomassa. xylan. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan .Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi. karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d. terutama di daerah tropis.

Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. dinding seln ya tidak mengandung selulosa. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil. Cadangan makanan terdiri pati. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta. oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril. tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. g. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan. B. karoten. dan monadoxantin. dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. krokoxantin. dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. atau daratan. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual. fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin. serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. PROTOZOA Seperti algae. yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. Algae ini hidup di laut. 1. dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil. lingkungan air tawa r. Be erapa spesies ersifat parasitik. Pada algae pem entuk koral. di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel. e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar. d an selnya eukariotik. agar dan karagenin. protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. yaitu polisakarida sul fat. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. hidup pada organisme inang .Dinding selnya terdiri dua lapis. Inang 51                                                                                                     . Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa.

Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. s ampai verte rata yang kompleks. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik. atau genangan air. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Protozoa 52                                                                           . Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia.protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae. atau entuk istirahat yang dise ut kista. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Be erapa protozoa seperti Difflugia. kolam. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel. termasuk manusia. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. atau untuk mengatur tekanan osmosa. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite). sungai. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. 2.

Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a. dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. Giardia . dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Mulai tahun 1980. yaitu Sarcomastigophora. Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora. dapat masuk sel s ecara pinositosis. oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist. Theileria. dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam. Ciliophora. Leishmania. dan Difflugia. Opalina. Protozoa yang hidup di lingkungan air. maka dipecah menjadi lima kelas. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran. Acetospora. Bodo. 3. Amoe a. dan Stentor. Tetrahymena. yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu). maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora. Paramaecium. Pada klasifikasi yang aru ini. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik.merupakan sel tunggal. Toxoplasma. Apicomplexa. aik secara f agositosis maupun pinositosis. Entamoe a. mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. d an La yrinthomorpha. Ba esia. Myxospora. tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik. Trypanosoma. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik. flagela atau silia. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium. Microspora. Tetesan cairan masuk melalui 53                                                             .

Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual.saluran pada mem ran sel. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner). Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Vakuola kecil ter entuk. Pa da kelompok Ciliata. autogami. Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan. kemudian vakuola mem esar kem ali. 4. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis. kemudian di awa ke agian da lam sel. selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Pada pem elahan schizogony. 54                                                                                                             . dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. dan sitogami. ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony).

Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah. Setelah reaksi erlangsung. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). S: Su strat (reaktan). STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi. A. Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. ES: ikatan sementara. 55                                                         . Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein.VII. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. B. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik. P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. enzim tidak mengalami peru ahan jumlah. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim. sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. misal tripsin. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir.

Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya. Eksoe nzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler. Penggolongan en zim erdasarkan tempat ekerjanya a. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. untuk di jadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. . yaitu enzim yang ekerjanya di luar sel. Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. daya katalisisnya. su strat yang dikatalisis. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (ATP) yang erguna untuk proses kehidupan sel. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. misal dalam proses respirasi. diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis. 56                                                                                           .agian protein. 1. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su strat di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel.Dialisis enzim dapat memisahkan agian. yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim intr aseluler. Misal protei nase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. C. d an cara ter entuknya. yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein).

+ 4 H+) O2 + (2e.Kar oksile sterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. . Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke molekul yang lain.Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina.Hidrogen peroksid ase: 2 H2O2 . Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a.Peptidase adalah hid rolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: .+ 4 H+) .2. dengan contoh enzim adalah: .Transa silase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. d.Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e. oksigenase.Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat . c. Se agai contoh adalah e erapa enzim se agai erikut: . . .Lipase a dalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). hidroksilase dan dehidrogenase. Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase. Enzim. yaitu enzim oksidase. hidroge n atau oksigen. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi.Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. yang merupakan pemindahan elektron. . Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis.Dehidro genase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) .Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 . Liase Enzim ini erfungsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanp a melalui proses hidrolisis. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase). se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57                                               .

misalnya 58                                                             . Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas. meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g.Epimerase. 3. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya.Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil.Cis-trans isomeras e. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. triosin. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi. misalnya enzim pepsin. yaitu: Rasemase.L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat..Intramolekul transferase atau mutase. Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA . meru ah m etilmalonil-CoA f. meru ah D-ri ulosa-5-fosfat . meru ah transmetinal fosfat . . dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease.Intramolekul ketol isomerase. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal. se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P . e. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat. sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup.

Mulamula E.enzim amilase. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. 1. sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. D. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim. ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. S elama fase lag terse ut E. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E. . Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59                                                                                                 . jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). 2. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap. Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya. Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel.

dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. 3. Senyawa-senyawa seperti sianida. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. misalnya taka-diastase dan trips in. Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. natrium azida. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. arginase mempunyai pH optimu m 10.0. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi. da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe. sulfida. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. 4. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5. . Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at. 60                                                                                                           . Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC.

Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim. . . yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A.d.d. Apa ila ada 61                                                                                                   .D: su strat enzim a. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim C Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A. Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a.c. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama. d. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya. c. .D: su strat enzim a. e.C. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif.c.c.Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat.B. oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim.d.B. yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut . Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik.C.

atau eru pa koenzim.senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif. dan enzim lain. 5. Co. 7. Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Mg. sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. Zn. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif. Cu. Mo. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. vitamin. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase iomass Galactose transporter time 62                                                       . Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H. sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Fe. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat.

63                                                             . Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya. ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi. FMN. Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. Flavin ade nin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini meneri ma hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. Dalam sel. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat. Nikotinamid adenin dinukleotid (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Gugus ini mengan dung S atau P. 1. terutama pH dan kadar r eaktan. A. dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) .VIII. Pem awa elektron y ang terpenting adalah NAD. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik). dan sitokrom.

Sitokrom (Cyt a. dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entukan ATP.dan dengan ion H+ mem en tuk H2O.eda. maka F’ = -52. ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dari setiap a tom oksigen yang digunakan. c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda.14 volt. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari mamalia. Ta el 3. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem transp or elektron. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erenergi tinggi .000 kal. n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan standar .063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi. sehingga: F’ = -46. Jadi efisiensinya hanya 70%. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23. tetapi semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor el ektron. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2.1 menunjukkan E o e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting. . dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yang di e askan selama oksidasi. Disini ditunjukkan e nergi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ dari ketoglut arat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan sesudah oksidasi diketahui. Terlihat 64                                                                                        . Eo’ = 1. kha mir dan jamur.3. Ditunjukkan pula jumlah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi.

Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). malat. di entuk H2O2 uka n H2O. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. sedang aseton direduksi menjad i 2. dan fumarat menjadi suksinat. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir. dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi. mereduksi nitrat menjadi gas N2.ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein. dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+.yang direduksi menjadi NO2-. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik. Aceto acter. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. SO4= menjadi H2S . Se agian energi diu ah menjadi panas. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen. N2O. tetapi dengan adanya O2. Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air.3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. N2. CO2 menjadi CH4. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at. seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3. 65                                                                                                               . Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron. oksalat. sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Be erapa spesies Streptococcus.

pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi). yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . utirat. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero . yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. 2. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis. ds . 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. B. melainkan zat lain. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2. dan (3) fosforilasi fotosintetik. 1. Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat. yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif). utanol. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. Pada P. 1 asam laktat dan 1 CO2. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP. sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol. Lacto acillus spp. se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat. Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. 66                                                                                               . memecah gula menjadi a seton.Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen.

ds ).). sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. deoksiri osa. komponen asam nukleat. utanol. aseta t.utilen-glikol. etanol. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat. ATP. Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis. ri ulosa 5-fosfat. ensim. CO2. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. 4.. dari pada H2 dan CO2 seperti pada E.eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. laktat. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. etanol dan CO2.3 . FAD dan se againya. Streptococcus spp. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s. tetapi le ih anyak menghasilkan asam format. Salmonella sp. aerogenes juga menghasilkan 2.3. dan H2. C. NAD. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat. Clostridium terg antung spesiesnya.. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. A. Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat. meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. aseton. coli. c oli. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria. 5. 1. untuk keperluan iosintesis. yang merupakan prekursor gula ri osa. HMP tidak langsung menghasilkan energi. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis. asam asetat. etanol. dan H2 (atau format). se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67                                                                                                       . tetapi terutama mem entuk NADPH2. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll. Reaksi erlangsung lewat gula C5. juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp. asam amin o aromatik. CO2.

Pada ke anyakan akteri. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat. alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino. asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. oksalat. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol. a tau siklus asam sitrat. mem entuk cincin pi rol. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA).penting dalam sel. 68                                 . Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat.

Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan). 69         .

Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2.2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat. dan ensim malat sintetase 70           .

e. Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil.yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at.+ eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemb a i ke pusat reaksi k orofi . c. Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra me rah ( ihat baga ). ya g diubah me jadi e ergi kimia. Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi secara o -sik is. . seperti karotinoid. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a. yaitu u tuk fosfori asi ADP da reduksi NADP. k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K .555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berb a di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. d. Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe uru a e ergi. Pusat reaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro . Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . dan klorofil akteri. FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. iliprotein. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. 71 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¢ ¡ ¢     ¡   ¡   ¡ ¡   ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢   ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡   ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢   ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡   ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡       ¡ ¡   ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ . Arti ya tidak me ggu aka e ektro dari sumber ai . Jika k orofi terke a cahaya. dan fiko ilin. fikoeritrin. E ergi macam-macam cahaya dapat di iha t pada tabe . dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6. D .

Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). kompo e ami um ya g bercaba g. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro. E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g. suatu po imer dari sedeha a (g ukosa. dsb). Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. o igo-peptidase. da juga reaksi eksergo ik. seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi. ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ . gerak. di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak.6 -g ikosoda. E sim protease (po i-peptidase. da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. protei .4-g ikosida dari ami um. suatu hetero-po imer dari asam ami o. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1. ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka . Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat. fruktosa. atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. F. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti . Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat. ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik. deami asi. 3. 2. sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. pe yerapa u sur maka a .72 ¢ E. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu. da sebagai ya. ga aktosa. dekarboksi asi.

73 ¡ ¡ 4. base puri da base pirimidi . Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo. E sim uk ease. atau mo o uk eotida. uk eotidase. da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa. ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ . asam fosfat. uk eosida fosfori ase. di.

Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. N0: jum ah se awa . beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . dari beberapa me it. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. A. tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya. pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) . B. maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2 ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir.74 ¢ Dari ha tersebut dapat dirumuska me jadi: ¢ ¢ IX. Pada jasa d berse tu gga (u ise u er). Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se .

Dari grafik pertum buha tersebut diketahui bahwa s ope = 0. de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu ko o i.Waktu ge erasi = t / .301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi jug a dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertumbuha eks po e sia . rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0. t: waktu pertumbuha ekspo e sia . N0 = 5x107 . sehi gga juga dipero eh waktu ge er asi = 2 jam C. ata u se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati. da jum ah se hidup (viab e c ou t). da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permukaa ge as b e da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode cou ti g ch amber.301 0. Jum ah se hidup dapa t ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t. : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma. jad i jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5x 107) = 8 – 7. spora.15.301 Co toh: N = 108 . Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah 75 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ .301/ waktu ge erasi. Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de ga pe gama ta mikroskopis. misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghi tu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir. s ope = 0. Cara i i ada dua macam. yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (pour p ate m ethod).6 =1 0. yaitu de ga rumus. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah s e atau berat keri g massa se .

Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ). Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat. D. U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se . fase pertumbuha ya g dipercepat. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D). Pada fase permu a a . Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya). Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. da fase kematia ogaritma. fase stasio er ma ksimum. fase pertumbuha ya g mu ai dihambat. Pada biaka sistem tertutup. sehi gga se be um membe ah diri. sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru. fase kematia dipercepat. Fase ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ .76 ¢ ¡ ¡ ¢ de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa . semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri.

Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o . metabo isme se pa i g aktif. X: jum ah se pada waktu t. Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o .permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati. Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia . E. Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat. Se ama fase o garitma. sehi gga jum ah se hidup ko sta . A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. Da am be tuk a ti ogaritma me jad i: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o . seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. t: waktu pertumbuha 77 ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ . sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima . da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sist em tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik ( protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e. de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta .

og10 dar i 1000 = 3 Xt = 100. kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata popu asi secara ekspo e sia . seh i gga rumus (3) µ da k. kombi a si persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k s a i g berhubu ga : µ = 0. µ merupaka ko sta te kece pata pertumbuha ya g ber aku. rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0. sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah me ja di be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de ga µ .204 = 1. Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertumbu ha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga da sar e: µ = 2 / t ge erasi = 0. seda g k ada ah i ai r ata-rata popu asi pada periode waktu terbatas. og 10 dari 100. ya g me ggambarka asumsi rata-ra ta pertumbuha popu asi.693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat digu aka u t uk me getahui parameter ai .U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ sebaga i ko sta te pertumbuha ya g ber aku. seperti k popu asi secara ekspo e sia ada ah wakt u ge erasi (waktu pe gga daa ).66 ge erasi / jam 78 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ .693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pertumbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup.000 = 5 t = 4 jam k = (5-3) / (0 . ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata per tumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis.301 x 4) = 2/1.301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 . Perbedaa dia tara ya ada ah. Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2.000 = 105 . Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tu k kerapata popu asi se ada ah 10.

de ga utreia pembatas.301 x 120) = 5/36. og 10 dari 100. Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ . Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i. Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ).000 = 108 . diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam. sehi gga kecepata pe rtumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie . Pada keadaa ma tap (steady state). sehi gga dX/dt = 0. sumber N atau faktor tumbuh. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertumbuha be rba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara . D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate).000.000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0.138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat.79 ¡ waktu ge erasi (t ge erasi) = 0. Pada sis tem i i .D) X. maka µ = D. ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax.12 = 0. o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100. Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka .000.2 jam = 430 me it F. maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. U tuk me gatur proses di da am khemostat.60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 . ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ .

U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ). Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum. tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. umum ya bersifat mesofi . optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia). Di da am DNA. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C. sehi gga titik didih ya ti ggi. Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. mesofi . Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya. da termofi . Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. suhu optimum. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya. Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. da suhu maksimum. Suhu a. Co toh bakteri termoto era ada ah 80 ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C. da faktor bi otik.X. A.ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . FAKTOR ABIOTIK 1. mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C.

ke embaba . Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya. aka memberik a beberapa macam reaksi. suhu. 2.8. b. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0. Su fo obus. da bakteri pereduksi su fat/su fur. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu.999.75 . spora. (2) Pembekua (freezi g). (1) Titik kematia therma . ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. (3) Lyofi isasi .Methy ococcus capsu atus. Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0. biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us.98.6. Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0. tmik. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri. ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. bakte ri umum ya memer uka aw 0. da am air suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock . Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0. Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ Apabi a mikroba dihadapka pada me. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0. Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100 81 ¢ ¡ ¢ i trase u er. pH da komposisi medium. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). C ostridium.90-0.6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c. umur mikroba.998-0. (2) Waktu kem atia therma . ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ .

sehi gga t aha terhadap io Natrium. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is. umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . (2) mikroba ha ofi . misa ya Ha obacterium. Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). 82 ¢ ¢ ¢ membe tuk spora.9 0 0. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 . se membe gkak da akhir ya pecah. da Sarci a ve tricu i. Acetobacter. (3) mikroba ha odurik. yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se . ko idia atau dapat membe tuk kista.Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. rhizobia. yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma.60 3. acti omycetes. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi . kadar garam ya dapat me capai 30 %. maka se ya aka me ga ami p asmo is is. di di g se ya terdiri dari murei . 4. da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama . ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi.94). ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi.75 0. Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1. Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7).85 0. maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa. misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i. Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir.80 0. pe ggu a urea. Io -io da istrik a. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer.00 0. Co toh ya ada ah bakteri itrat. Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium.

Au.0 6.ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi .8-6.0 6. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7.0 8. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae. k orida.0-7.8 5.0 4.Thiobaci us.4 4. itrat.0.4 5. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc.6 maksimum 9.0-8. yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah.6 8.0 9.6-7.4 10.8 7. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. Berdasarka pH.5-8. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2.0-6.0 4.0 8.0-7. da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b.4-9. Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik.8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta . ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5.5-9.0-5.0 6. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta .0. Io -io ai Logam berat seperti Hg.2. da (c) mikroba a ka ifi .4 4. tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur. tartrat. terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam. Cu.5. da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis).6 2. Io -io tersebut dapat me gura gi 83 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Co toh pH mi imum. opt imum. da be zoat. ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8.6 1.4 9. Buffer mi imum 4.0-7. yaitu io su fat.0-5.6 6.0 8. Logam berat mempu yai daya o igodi amik.0-2.0-7 .0-7. (b) mikroba mesofi ( eutrofi ). ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba.8 7.0-4.0 6. Se ai ogam berat. Ag.6 pH optimum 6.0 6. 6-8. maupu se yawase yawa orga ik amfoter.6 5.

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

Mutua isme seri g disebut juga simbios is. Liche es 87 ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . Co toh ai ada ah Liche es (Liche s). Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t).Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi.

Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey. memparasit j amur Agaricus sp. ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. toksi . f. da peristiwa ya ber a gsu g cepat. Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam. Jamur Trichoderma sp. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama. g. Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi. pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. co i. atau a tibiotika. h. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. atau da am keadaa utrie terbatas.88 ¢ e. Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey). Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka . popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g).

Tabe 11. ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se . po isakarida. Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu. da se yawa ai . Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E.5 0. maka air merupaka bagia terb esar dari se . ipida u tuk cada ga maka a .5 0. N.2 0. da P. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba.ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0. u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se . Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C. sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. Apabi a di ihat susu a se yawa ya.3 ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ . Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . po ifosfat . Susu a kimia se mikroba re atif tetap. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se .5 0. seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai .A. seba yak 80-90 %. H. O. da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma. di di g se . baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se .1. Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89 ¢ ¢ XI.

da sumber itroge . po ia koho . Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat. Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik. da sebagai ya. Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . sumber aseptor e ektro . sumber karbo . Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi. faktor tumbuh. Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. a gae hijau biru. maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. sumbe r e ergi. garam asam orga ik. Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . emak. 1. Pada ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ . seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut. asa m orga ik. Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ).90 ¢ beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. da bakter i fotosi tetik. 2. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat. da sebagai aseptor atau do or e ektro . Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas. D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air. asam ami o. S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. 3. protei . baha pemba gu se . Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . 4. sumber mi era .

itrat. pH). N. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K. da P. atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. kadar io H+ (kemas ama . sebag ai pe yusu protei . da am jum ah seda g u sur o igo. U sur pe yusu utama se ia ah C. B. sebagai pe yusu asam uk eat. Mo. H. da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. Ca. base puri da pirimidi . faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se . NO2-. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme. Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . NO3. A . N2O. SO4=. C .mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2. Mg. Z . Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor. CO2. da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. Na. Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. Ni. Tu. asam ami o. Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. 5. S i. M . da sebagai ya. Va. se yawa orga ik . U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro. 7. S. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . da Fe3+. 6. Co. da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro. u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe. O. Bo. da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. protei . Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium. Sc. Cu. da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu.

Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. khemoototrof da khemoheterotrof . Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes). Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. H2S. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. 2. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof. jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. jika me ggu aka e ergi cahaya. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. misa ya CO2 da se yawa karbo at. khem o itotrof. a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92 ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ . Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi.ya. 4. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2. da khemoorga otrof. fotoheterotrof. da khemotrof. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. fotoorga otrof. maka dike a jasad fotoototrof. da S.1. NH3. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof.

aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium. da kap ofi . a aerob faku tatif. Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. bakteri hidroge . seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige . jasad dapat digo o gka da am jasad aerob. maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. a aerob. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium. Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat.Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Jasa a aerob. mikroaerob. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat. C. Ko o i sate it 93 ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . Jasad i i juga bersifat a aerob to era .

M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka . 2. 94 ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . faktor tumbuh. sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. gu a. Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak. Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik.ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. sumber e ergi. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya. bahka mikroba dapat mati. Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. misa ya sumbe r karbo . E. da sebagai ya). MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu. D. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof. Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. sumber itroge . Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2.

Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um. G ukosa.95 ¢ ¢ misa ya bakteri Nitrosomo as. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. 1 iter NH4C . Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh. G ukosa. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3). medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge .7H2O.2 gram Asam ikoti at. 0. 1 gram NH4C . Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2).2. 1 gram G ukosa. tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air. Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. 1 gram Ekstrak khamir MgSO4. Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti. 0.1 gram FeSO4. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4).01 gram CaC 2. 0. 0. 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C .01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ . K2HPO4.7H2O. Tabe 11. D a am keadaa a aerob. 3.

Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik.020.5 mg 4. kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. Co. Cu. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof. cahaya). da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. fotosi tetik. 96 ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ . masi gmasi g 0. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu.M . Z ). de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu.Mo. pH. khemoototrof.

fosfor da u sur ai di a am. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. udara maup u air se a u dijumpai mikroba.da bakteri aerob maupu a aerob. 97 ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara.XII. em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah. de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut. De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo . debu. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir. Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof. U t uk kehidupa ya. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. itroge .

o eh kare a: ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . 2. seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. e zim . asam ami o. me yediaka mi era seperti N. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a. Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama . maka i de ks R/S semaki besar. maka i deks R/S semaki keci . da misce a eous. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. : baha sekresi akar. da tra sferase. hidro ase. iase. Fe da u sur ai ¢ ¢ 2. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. sisa se epi dermis. produk metabo it . Mikroba dapat me arutka da .98 ¢ ¢ . Semaki subur t a ah. asam orga ik. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. asam emak da stero . Sekresi akar 3. Lisat akar 4. ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar. ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase. dehidroge ase. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba. fosfatase da su fatase. Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. Seba ik ya semaki tidak subur ta ah. u k eotida. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya.P. f avo o . faktor tumbuh. me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. urease. Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba.

da io itrat. Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . da de itrifikasi. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar. 1. da sebagia ai berbe tuk gas NH3. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99 ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . asam ami o. Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. Sebagia gas N berupa oksida (N2O). o simbiotik. itrifikasi. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. C. berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. Mikroba dapat me ghasi ka vitami . Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2. io ammo ium. 3. da ki mia. a. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik.2. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis.

da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/ha/ tahu . da Metha obaci us. feredoksi .mempu yai dua macam protei . sia obakteria seperti A abae a da Nosto c merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. de ga ta ama air Azo a m isa ya A abae a azo ae. Rhodomicrobium. ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. Azospiri um. Ch orobium. seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0. bakteri ai ya g dapat me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia. seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es). Bakteri Rhi zobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me ambat ebih dari 300 kg N/ha/th. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci . Se ai Azotobacter. Sia obakteria pada ta a h sawah ya g dita ami padi.5-2. C ostridium. Pada i gku ga ta ah terge a g. Desu fotomacu um. Vibrio. Jum ah N2 ya g ditambat o e h bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Rhodopseudomo as. 100 ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Se ai itu juga diper uka ATP. Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksudat akar. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotobac ter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di u ar daerah perakara . Thiobaci us.5 kg N/ha/th. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. Da am i gku ga ta ah. Desu fovibri o. Sebagia sia obak teria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). Ch oropseudomo as. Amo ia ya g di bebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi protei . sehi gga pera a ya pe ti g. Baci us. pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizobiu m (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Pseudomo a s. Rhodospiri um. K ebsie a. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. Chromatium. Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai . tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terseba r uas.

asam uk eat. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba.b. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. Amo ifikasi Berbagai ta ama . Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. peptidog ika . Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti . da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia. Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o. 101 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . sehi gga epas dari s istem ta ah. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut: protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. Di da am se . Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer. bi ata g. sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea.

Nocardia. sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Pad a i gku ga ta pa oksige . Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase. ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+. ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. Baci us.5 H2O NO2. reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi.+ 0 . Se ai Ni trobacter. da Nitroso obus. d. Escherichia. mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira.+ 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es. ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . Nitrosococcus. membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei .c. Da am proses desimi asi reduksi itrat. io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir. da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ . jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Pada keadaa a aerob.5 O2 NO2. F avobacterium. Di da am ta ah. Aeromo as. E terobacter. Staphy ococcus. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi. Spiri um. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. da Nitrococcus. ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira.

E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s. Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P.da am keadaa a aerob. O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. Rhizobium. 103 ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Nitrit ya g dihasi ka diekskresika . te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . Rhodopseudomo as. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. 4. Ke y ataa di a am. da Propio ibacterium. a. maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um. sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif). simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat. Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es.

Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif. da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. khusus ya P. seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama. maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g. akib at ya dapat memperbesar daya serap akar.Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara. maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. ada ya g 104 ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai . sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar. apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza.

5-dihidroksi-6. da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif. da Ekte domikoriza. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g. Pteridophyta. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g. seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza. Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . Ektomikoriza. Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk. maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo. da Scute ospora sp. Gym ospermae da A giospermae. kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . kecua i pada fami i Cruciferae. sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut.7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105 ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g.berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. yaitu Gigasp oi ae da G omi ae.

Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a . Vesiku a me ga du g ipida. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar. Di da am ta ah. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora. terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . arbusku da ves iku a. Sc erocystis. da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . Berdasarka tipe spora ya. struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Apabi a se kortek rusak. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. da Comp exi pes. vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah. Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar. dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora. hifa gu u g. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . yaitu ge era G omus. mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat. se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya. da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar. Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom. sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar.106 ¢ pertumbuha hifa VAM. tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. Acau ospora da E trophospora. da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama .

Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora.macam. Se ai bakteri. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. S. Streptomyces. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. da A 3+. Baci us po ymyxa. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai . Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. da F avobacterium. Mg2+. P. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ . O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama . Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us. berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us. terutama u sur P. Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam.107 ¢ ¢¢ Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama . Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata. ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. seperti N. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. da Baci us megaterium. ratho is. Pe ici ium da khamir. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Micrococcus. maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. seperti asam g uko at. Pseud omo as. Fe3+. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. b. Z da Cu. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Arthrobacter.

Se ama proses peruraia . DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba. S. Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. N. ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. D. Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . P. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. da u sur ai u tuk si tesis se . O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. 108 ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ . Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer.sampai hari ke 90. mikroba aka me gasimi asi sebagia C. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat.

P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. NH3.NH4. kemasama . Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . ukura baha . reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. CH4. Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40. ke embaba da aerasi. seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka . suhu ya dapat me capai 65-75oC. ada ya mikroba. jamur akti omisetes da protozoa. da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a. SO4. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat. sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa . Secara tota . Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. NO3. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa . Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik. da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109 ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ . Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu . apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. C O2. H2PO4. Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. suhu. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . H2S. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i . Da am pe gomposa tertutup. da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri. da ai sebagai ya.

sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma .5-8. se u o itik. da humi ). ig i o itik. isbah C/N a tara 15-20. da se ama pe gomposa pada keadaa etra . 110 ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ . tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida . fu vat. Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6). Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi .5). da sebag ai ya. ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat. sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7. KPK da kapasitas adsorpsi air besar.

Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat. baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. baik di i gku ga ta ah maupu peraira . kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci . Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g. Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¡ . Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob. Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut. A. mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka . de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi. da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik.111 ¢ XIII. sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga . terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga . sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . a aerob. Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air.

ma eat. itrat. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki .ya ebih kuat da berbusa. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. da sebakat serta turu a mi yak tumbuha . U tuk me ghi a gka su fat. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ . da gas CO2 ya g me guap. Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat. jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. Pada proses pe cucia . fosfat. Bagia ya g bercaba g ABS. De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S. 2. tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. po istire . da po ivi i k orida. Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik. ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . akti omycetes. ammo ium. yaitu te rdiri bakteri. Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o .112 ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. ri si o eat. 2. (b) ester a sam phtha at. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e . Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat. da fosforat.i ier (ber caba g). A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge . adipat. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. aze at.

Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai. de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. o eat. Pe ici ium sp. risi o eat. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. Vertici ium sp. Versico or. tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. A. kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi. sebakat.. kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. serta bakteri Pseudomo as aerugi osa . Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba.. C adosporium sp. ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ .Fusarium sp. tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia . da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae..113 ¢ ¢ ¢ mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. da aroma tik. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik.. Brevibacterium sp. 3. P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat. Saccharomyces cerevisiae. a isik ik.. U tuk dapat m erombak p astik. Fraksi a ka a ra tai C pe dek.Trichoderma sp. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba. da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka . daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie .

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful