Bimbingan Profesional Guru dan Motivasi Mengajar Guru terhadap Manajemen Pembelajaran

Bimbingan Profesional Guru dan Motivasi Mengajar Guru terhadap Manajemen Pembelaran Pendahuluan Abad 21 merupakan abad global. Masa ini ditandai dengan kehidupan bermasyarakat yang berubah cepat karena dunia semakin menyatu. Apalagi ditopang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sehingga batas-batas masyarakat dan negara menjadi kabur. Demikian pula pada sekotor ekonomi, dunia berkembang dengan pesat yang ditandai kemajuan ilmu pengetahuan. Ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan merupakan lokomotif dari perubahan dunia abd 21. Selanjutnya sektor ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan (knowledge based economy) menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dari para pelaku ekonomi profesional. Di dalam masyarakat sederhana, berbagai pekerjaan dilakukan secara rutin. Masyarakat konsumen menuntut kualitas produksi yang tinggi dan terus menerus diperbaiki. Oleh sebab itu profesionalisme merupakan syarat mutlak dalam kehidupan global. Apalagi pada dunia global lebih diutamakan pada penguasaan kemampuan dan keterampilan serta penuh persaingan. Globalisasi mengubah hakikat kerja dari amatirisme menuju kepada profesionalisme. Memang inilah dasar dari suatu masyarakat berdasarkan merit system. Legitimasi dari suatu pekerjaan atau jabatan di dalam masyarakat abad 21 tidak lagi didasarkan kepada amatirisme atau keterampilan yang diturunkan atau dengan dasar-dasar yang lain, tetapi berdasarkan kepada kemampuan seseorang yang diperoleh secara sadar dan terarah dalam menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan. Tuntutan profesionalisme akibat dari perubahan global sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat, profesi guru juga menuntut profesionalisme. Guru yang profesional bukan hanya sekedar alat untuk transmisi kebudayaan, tetapi mentransfomasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, produktivitas yang tinggi, dan kualitas karya yang dapat bersaing. Bimbingan Profesional Guru Wacana tentang profesionalisme guru kini menjadi sesuatu yang mengemuka ke ruang publik seiring dengan tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Menurut Oktovianus Sahulata dalam makalahnya dikatakan: mutu pendidikan Indonesia dianggap masih rendah karena beberapa indikator antara lain: Pertama, lulusan dari sekolah dan perguruan tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja karena minimnya kompetensi yang dimiliki. Bekal kecakapan yang diperoleh di lembaga pendidikan belum memadai untuk digunakan secara mandiri, karena yang terjadi di lembaga pendidikan hanya transfer of knowledge semata yang mengakibatkan anak didik tidak inovatif, kreatif bahkan tidak pandai dalam menyiasati persoalan-persoalan di seputar lingkungannya. Kedua, Peringkat indeks pengembangan manusia (Human Development Index) masih sangat rendah. Menurut data tahun 2004, dari 117 negara yang disurvei Indonesia berada pada peringkat 111 dan pada tahun 2005 peringkat 110 dibawah Vietnam yang berada di peringkat 108. Ketiga, Mutu akademik di bidang IPA, Matematika dan Kemampuan Membaca sesuai

Selanjutnya Isjoni (2006:21) mengatakan: “dalam rangka untuk melaksanakan tugastugasnya.hasil penelitian Programme for International Student Assesment (PISA) tahun 2003 menunjukan bahwa dari 41 negara yang disurvei untuk bidang IPA Indonesia berada pada peringkat 38. (www. (3) dalam bidang kemasyarakatan. akhirnya menjadi salah satu faktor menentukan dalam konteks meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas karena guru adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dan berinteraksi dengan siswa dalam proses belajar mengajar. yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. maka seorang guru berhak mendapat tunjangan profesi sebesar 1 bulan gaji pokok. serta membawa peserta didik menjadi anggota masyarakat Indonesia yang bersatu. Dalam bidang kemanusiaan. Berkaitan dengan pembinaan profesional guru ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan: 1. guru profesional haruslah memiliki berbagai kompetensi. Isjoni (2006:20) guru profesional bukan lagi merupakan sosok yang berfungsi sebagau robot. Dalam bidang kemasyarakatan profesi guru berfungsi untuk memenuhi amanat dalam Pembukaan UUD 1945. Tugas seorang guru profesional meliputi tiga bidang utama: (1) dalam bidang profesi. dinamis. khususnya kemampuan intelektual. tetapi merupakan dinamisator yang mengantar potensipotensi peserta didik ke arah kreativitas. dan Thailand. Sistem Pembinaan Profesional (SPP) Berpijak pada adanya kesadaran dan keinginan untuk meningkatkan kualitas sumber . Undang-Undang Guru dan Dosen adalah upaya meningkatkan kualitas kompetensi guru seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka. melatih. seorang guru profesional berfungsi untuk mengjar. serta berdasarkan Pancasila. Mutu pendidikan yang baik dapat dicapai dengan guru yang profesional dengan segala kompetensi yang dimiliki. kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Menurut H. kompetensi kepribadian. mendidik. yang diperoleh setelah melalui uji sertifikasi lewat penilaian portofolio (rekaman kinerja) guru. Intinya. Kompetensikompetensi guru profesional antara lain meliputi kemampuan untuk mengembangkan pribadi peserta didik. sudah tentu tugas pokok dari guru ialah profesional dalam bidangnya tanpa melupakan tugas-tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan lainnya. Sesuai dengan differensiasi tugas dari suatu masyarakat modern. Guru profesional menjadi fasilitator untuk membantu peserta didik mentransformasikan potensi yang dimiliki peserta didik menjadi berkemampuan serta berketeramplilan yang berkembang dan bermanfaat bagi kemanusiaan. sebagai konsekuensi logis dari indikator-indikator diatas adalah penguasaan terhadap IPTEK dimana kita masih tertinggal dari negara-negara seperti Malaysia. untuk Matematika dan kemampuan membaca menempati peringkat 39. Dalam bidang profesi.com) Guru. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen merupakan sebuah perjuangan sekaligus komitmen untuk meningakatkan kualitas guru yaitu kualifikasi akademik dan kompetensi profesi pendidik sebagai agen pembelajaran. Dengan sertifikat profesi. Sedangkan kompetensi profesi pendidik meliputi kompetensi pedagogik. guru profesional berfungsi sebagai pengganti orang tuanya dalam peningkatan kemampuan intelektual anak didik. Singapura. dan melaksanakan penelitian masalah-masalah pendidikan.hotlinkfiles. Keempat. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau D4. (2) dalam bidang kemanusiaan.

Sistem Pembinaan Profesional (SPP) adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas profesi serta mutu kerja praktisi pendidikan. c) Guru yang berkemampuan professional dalam melaksanakan tugas belajar mengajar. Kemampuan ini harus dihayatinya sebagai suatu seni pengelolaan belajar mengajar yang diperoleh melalui latihan. Beberapa ahli mengatakan bahwa betapapun bagusnya kurikulum . bahkan guru haruslah merasa yakin bahwa apa yang disampaikan kepada siswa telah dikuasai dan dihayati secara mendalam. Persiapan diri tentang materi diusahakaan dengan cara mencari lebih banyak informasi mengenai materi.” Implementasi kurikulum sepenuhnya tergantung pada kreativitas. menjabarkan dan mengoperasionalkan kurikulum. sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pendidikan itu sendiri. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi belajar yang menggairahkan siswa. tetapi penguasaan yang lebih luas terhadap materi itu sendiri. dan pada giliranya kualitas proses belajar dan out put SD semakin bermutu. b. Penguasaan Materi Selaras dengan hal yang dikemukakan di atas. karena menentukan pelaksanaan dan hasil dari pendidikan. Menurut Ali Muhammad ( 2002:7) : Guru perlu menguasai bukan hanya sekedar materi tertentu saja. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar dan bahan pelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. guru juga dituntut untuk mampu menyampaikan bahan pelajaran.daya manusia maka peranan pendidikan khususnya di Sekolah Dasar perlu diperkuat dan didukung dengan tersedianya tenaga kependidikan yang berkualitas pula. pelaksanaannya tergantung pada apa yang dilakukan oleh guru. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa dengan penuh semangat karena bermanfaaat. kecakapan. Menurut Nasution (1995:1) “guru harus lebih dahulu memahami kurikulum agar dapat menyajikannya dalam bentuk pengalaman yang bermanfaat bagi siswa. yaitu : a) Pengawas yang berkemampuan profesional dalam melakukan pembinaan serta pengawasan sekolah. semester. Guru Sekolah Dasar diharapkan menjadi guru yang benar-benar memiliki kompetensi/kemampuan dalam melaksanakan tugasnya. Karena itu secara operasional guru harus mampu memahami. b) Kepala sekolah yang berkemampuan professional dalam melakukan manajemen sekolah. mingguan maupun harian dengan mengadakan persiapan mengajar terlebih dahulu. Guru harus selalu memperluas dan menguasai materi pelajaran yang akan disajikan. Dalam hal ini Direktorat Pendidikan Dasar menetapkan bahwa guru harus memiliki 5 kemampuan profesional sebagai tenaga pendidik. kesungguhan. guru sebenarnya mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tak pernah kering dan pengelola proses belajar mengajar. yakni: a. Tujuan SPP adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya tenaga kependidikan yang tersedia. Oleh Karena itu dalam memberikan pelajaran. pengalaman dan . sikap dan ketekunan guru. Penguasaan Kurikulum Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan strategis dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Guru harus mampu menjabarkan isi kurikulum kedalam program-program yang lebih operasional dalam bentuk rencana tahunan . penguasaan secara baik menjadi bagian dari kemampuan guru yang merupakan tuntutan pertama dalam profesi keguruan.

Tugasnya adalah memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada anak didik untuk melakukan kegiatan mengembangkan pengalaman belajarnya. mengadakan eksperimen. Guru bebas untuk berimprovisasi sesuai dengan kondisi lapangan serta tidak boleh terpaku pada satu jenis metoda yang monoton. Oleh karena itu perlu diusahakan pembinaan agar pada setiap guru tumbuh rasa pengabdian yang besar. Tes objektif yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat serta diharapkan guru dapat menyusun item tes secara benar. Mengingat bahwa guru Sekolah Dasar adalah guru kelas maka penguasaan materi semua mata pelajaraan mutlak harus dikuasai. e. c. Guru sebagai pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dan kuat dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental. alat pelajaran dan sebagainya yang disebut proses belajar sehingga tercapai tujuan pelajaran yang telah ditentukan.kemauan belajar yang tak pernah putus. Betapapun jenis ragam tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam melaksanakannya. Namun lemah kuatnya pengaruh itu sangat bergantung pada usaha disiplin yang diterapkan guru pada siswanya. Metode yang digunakan guru dalam mengajar. perlu dilanjutkan pengembangannya melalui program pendidikan dalam jabatan yang berkesinambungan. Peningkatan ini akan ditempuh melalui suatu Sistem Pembinaan Profesional dengan berbagai usaha peningkatan pengetahuan keterampilan melalui berbagai program pembinaan. termasuk guru. Guru menciptakan situasi yang dapat mendorong murid untuk bertanya. “ belajar dengan mendengar”. d. tempat dan waktu. dan “ belajar sambil bermain. serta menemukan fakta dan konsep yang benar. guru harus tetap tegar dan penuh kesadaran bahwa tugasnya harus dilaksanakan dengan penuh pengabdian. secara teori dan praktek guru harus dapat melaksanakannya sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Disiplin Dalam Arti Luas Pendidikan adalah suatu proses yang direncanakan agar siswa tumbuh dan berkembang melalui kegiatan belajar. Keterbatasan perolehan kemampuan pada lembaga pendidikan guru. Penguasaan Metode dan Teknik Evaluasi Salah satu tugas pokok seorang guru adalah melaksanakan proses belajar mengajar dalam satu interaksi guru-murid. dapat digunakan guru. sesuai dengan konteks materinya. Seorang guru harus bangga bahwa tugasnya adalah mempersiapkan hari depan bangsa.Komitmen Guru Terhadap Tugas Pelaksanaan tugas seorang guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan “tugas” yang dipercayakan kepadanya. Harus di sadari sepenuhnya bahwa tugas seorang guru oleh ruang. Oleh karena itu guru dalam mengajar harus menggunakan multi metoda dan anak belajar menggunakan multi media sehingga terjadi suasana” belajar sambil bekerja”. karena jabatan sebagai guru adalah jabatan kunci dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. salah satunya Kelompok Kerja Guru (KKG). . sehingga terjadi interaksi antara murid dan lingkungannya. sepanjang memang sangat dikuasai dan mampu mencapai tujuan pelajaran serta memperhatikan aspek pedagogis. watak dan kepribadian siswa yang kuat. Dalam hal teknik evaluasi. Keaktifan murid harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan berbagai macam metoda mengajar. Menurut Nasution (1999:43) : Mengajar Pada umumya merupakan usaha guru untuk menciptakan kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa. mengamati.

untuk mengisi komitmen bersama melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas profesional guru. Semua SD imbas bersama SD inti melaksanakan komitmen untuk maju bersama. dalam arti dapat tumbuh dan berkembang dalam aspek pengetahuan. seyogyanya pelatihan guru bertolak dari kebutuhan nyata dilapangan. yang kurang lebih membawahi antara 40 s/d 60 orang guru dan kepala sekolah b. c. pengawas. SD Inti dan SD Imbas Segala macam kegiatan yang bersifat bantuan professional kepada guru terjadi dalam lingkup gugus. 3. Pada PKG lah kegiatan KKG dan MKKS dilaksanakan. sanggar kegiatan. Lingkup gugus sekolah cukup rasional untuk membentuk suatu ikatan komitmen dengan memperluas kerja sama antara 6-10 SD. Program kegiatan disusun bersama. yaitu : a. pusat sumber belajar bagi guru dalam meningkatkan profesinya. dan lain lain yang berfokus pada penciptaan kegiatan belajar mengajar yang aktif. kedudukan PKG pada SD inti . Sebagai sanggar kegiatan maka PKG seyogyanya memiliki ruang perpustakaan guru. sangat penting untuk menentukan warna dan isi materi pelatihan. dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal. guru pemandu. sehingga dampak pelatihan . Gugus Sekolah Berdasarkan keputusan Dirjen Dikdasmen Depdikbud No: 079/C/KEP/I/1993 telah ditetapkan pedoman pelaksanaan sistem pembinaan profesional guru melalui pembentukan gugus sekolah Untuk merealisasikan tujuan dari SPP perlu ada suatu ikatan dan komitmen. Dengan demikian pada dasarnya KKG dan MKKS semua kegiatannya terpusat kepada upaya peningkatan kualitas profesi guru yang diharapkan akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan . program SPP tersusun dari seperangkat sistem kelembagaan di sekolah . Sehingga PKG berfungsi sebagai bengkel kerja. KKG. dalam lingkup yang terjangkau serta melalui mekanisme dalam tatanan yang teratur. KKG berorientasi kepada peningkatan kualitas pengetahuan penguasaan materi. kegiatan dimaksud khususnya berpusat pada salah satu SD anggota gugus yang disebut dengan SD inti. tutorial dalam kelas maupun dalam KKG. Bahkan masukan dari kepala sekolah yang berupa kajian dari hasil pelaksanaan supervisi kelas.2. interaksi guru dan murid. Pelatihan guru dirancang bersama antara unsur Pembina. teknik mengajar. PKG. tutor inti. Perangkat Sistem Pembinaan Profesional (SPP) Sistem pembinaan profesional bagi guru dilaksanakan dengan tujuan yang jelas. Program Kegiatan Sistem Pembinaan Profesional (SPP) Pemberian bantuan profesional kepada guru SD dilakukan dengan berbagai program kegiatan seperti pelatihan. kerana itu diadakan batasan lingkup gugus sekolah. Sebab pada dasarnya kualitas pendidikan pada sebuah sekolah tergantung pula pada warna manejemen dan kepemimpinan Kepala Sekolah . keterampilan serta wawasan. MKKS PKG adalah Pusat Kegiatan Guru pada SD inti yang berfungsi sebagai sanggar kerja guru. setelah mendapatkan masukan dari kepala sekolah tentang kebutuhan kebutuhan yang diperlukan oleh guru di dalam proses belajar mengajar. yaitu dalam wadah pusat kegiatan guru (PKG). dipantau dan dievaluasi. Tujuan pemberian bantuan profesional adalah agar kualitas guru selalu bertambah baik dari saat ke saat. ruang kerja dan ruang pertemun. metode mengajar. MKKS berorientasi kepada perbaikan manajemen atau pengelolaan sekolah dan peningkatan serta pengayaan kiat-kiat kepemimpinan.

Motivasi ini muncul dari dalam diri pegawai. Setiap pegawai memiliki karakteristik khusus. adalah motivasi yang berasal dari lingkungan di luar diri seseorang. untuk meningkatkan kinerja. yang berfungsi sebagai penggerak dan pengarah.akan : 1. Pada umumnya motivasi ini lebih menguntungkan karena biasanya dapat bertahan lebih lama. mempunyai perhatian. 2. Memajukan pola dan jenis interksi guru – murid ke tahap yang lebih baik 3. Apabila para pegawai memiliki motivasi yang positif. Dalam kaitan ini pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan membangkitkan motivasi para pegawai sehingga kinerja mereka meningkat. agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Ekstrinsik. . Hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus pula dari pemimpinnya. Dalam hal tertentu motivasi sering disamakan dengan mesin dan kemudi mobil. Mengacu pada pendapat tersebut. Dari berbagai faktor tersebut. Callahan dan Clark (1988) mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah tujuan tertantu. Misalnya pegawai bekerja karena ingin mendapat pujian atau ingin mendapat hadiah dari pemimpinnya. motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu. ia akan memperlihatkan minat. Perbedaan pegawai tidak hanya dalam bentuk fisik. tanpa motivasi tidak ada kegiatan yang nyata. tetapi juga dalam psikisnya. misalnya pegawai melakukan suatu kegiatan karena ingin menguasai suatu ketrampilan tertentu yang dipandang akan berguna dalam pekerjaannya. motivasi merupakan suatu faktor yang cukup dominan dan dapat menggerakkan faktor-faktor lain kearah efektivitas kerja. Para pegawai akan bekerja dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. seorang pegawai akan melakukan semua pekerjaannya dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi). Ada dua jenis motivasi. Motivasi ini dapat diberikan oleh pemimpin dengan jalan mengatur kondisi dan situasi yang tenang dan menyenangkan. Oleh karena itu. Menurut Morgan. dan ingin ikut serta dalam tugas atau kegiatan. Menumbuhkan kretifitas dan komitmen guru dalam memberikan bantuan pelayanan terhadap siswa Motivasi Mengajar Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan pengertian tersebut. adalah motivasi yang datang dari dalam diri seseorang. dapat dikemukakan bahwa motivasi merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam suatu lembaga. Mengembangkan perilaku guru dalam pengelolaan kelas yang lebih kreatif 4. Menambah kemampuan dan keterampilan instruksional pada guru 2. yang satu sama lain berbeda. Dengan kata lain. Instrinsik. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan kerja. misalnya motivasi. yaitu: 1. baik faktor yang datang dari dalam maupun yang datang dari lingkungan. Maslow (1970) mengemukakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong dari dalam yang menyebabkan manusia berbuat sesuatu atau berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Motivasi merupakan bagian penting dalam setiap kegiatan. perlu diupayakan untuk membangkitkan motivasi para pegawai dan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Secara luas tugas guru tidak hanya menanamkan ilmu pengetahuan kepada anak. maka kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan hanya bersifat melepaskan tanggungjawab tanpa didukung oleh beban moril yang kuat. yaitu mengajar. Kemampuan guru sangat menentukan berhasilnya proses belajar mengajar. Ini berarti dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari ia harus berusaha untuk menolong anak dalam mencapai tingkat kedewasaan dan tetap berpegang teguh kepada sifat-sifat diatas. . Apabila motivasi seperti ini yang muncul dalam diri seorang guru untuk melaksanakan tugasnya.Dalam kaitan ini pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan memotivasi pegawai agar mau dan mampu mengembangkan dirinya secara optimal. “Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Seorang guru merupakan seorang bapak sebelum ia menjadi seorang guru. baik mengajar bidang studi. Hal ini terutama dibutuhkan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja. misalnya takut kepada pimpinan. c. Merumuskan tujuan instruksional. Suka pemaaf. Dalam rangka melaksanakan tugas mendidik ia juga mempunyai tugas pokok. Athiyah al-Abrasyi. Ada beberapa hal yang harus dapat dilakukan guru. menjiwai anak didik dan menjiwai bidang studi yang diajarkan dan berusaha semaksimal mungkin agar antara materi yang diajarkan dengan tingkatan pemahaman murid dapat sesuai dan saling mendukung. Kebersihan guru. Guru sebagai tenaga pendidik tentunya harus mampu merangsang anak mengikuti proses belajar mengajar yang dilatabelakangi dengan motivasi yang bersifat internal karena dengan motivasi internal inilah anak akan mengikuti dengan penuh kesadaran. yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Harus mengetahui mata pelajaran. maka agar hal itu tercapai guru harus mempunyai motivasi yang baik dalam melaksanakan tugastugasnya agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan. Zuhud tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari keridhaan Allah semata. Melihat besarnya peranan guru. yaitu: 1. seorang guru harus bersih tubuhnya jauh dari dosa dan kesalahan.” Agar pekerjaan yang dilakukan guru dalam menyampaikan bidang studi berlangsung lancar dan berhasil maka guru harus mempunyai motivasi yang tinggi. Selain itu menurut M. Harus mengetahui tabiat murid. e. Guru harus mempunyai motivasi yang baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya. b. Seorang guru yang mempunyai motivasi baik dalam melaksanakan tugasnya ialah guru yang benar-benar menjiwai pekerjaannya sebagai tenaga pendidik. guru harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : a. ingin mendapat perhatian dan lain sebagainya. f. Pembahasan diatas dapatlah dilihat faktor yang melatarbelakangi timbulnya motivasi yaitu karena adanya dorongan dan rasa keinginan untuk mengikuti suatu kegiatan. g. pada hakikatnya guru harus siap dalam dua fungsi. Guru sebagai faktor terpenting untuk kelangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ikhlas dalam pekerjaan. maupun mengajarkan suatu ilmu pengetahuan kepada orang lain. d. Demikian halnya dengan guru sebagai salah satu faktor yang mempunyai peranan penting dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar. Motivasi yang baik dapat diartikan dengan timbulnya keinginan dan kesadaran yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas mengajar tanpa adanya unsur-unsur lain yang mengakibatkan guru menjadi terpaksa melaksanakan tugas mengajarnya.

Dengan jiwa yang seperti ini guru akan berusaha semaksimal mungkin menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sampai siswa mengerti dan dapat memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan. Untuk melaksanakan tugas ini guru harus mempunyai motivasi yang tinggi. Untuk memiliki kemampuan tersebut guru perlu membina diri secara baik. (ii) sekolah memilki misi dan target mutu yang ingin dicapai. memilih dan menggunakan media pendidikan dengan tepat. Konsep ini diperkenalkan oleh teori effective school yang lebih memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan (Edmond. Demikian juga guru dalam proses belajar mengajar harus memiliki kemampuan tersendiri guna mencapai harapan yang dicita-citakan dalam melaksanakan pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya. Manajemen Pembelajaran Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah merupakan alternatif baru dalam pengelolaan manajemen pembelajaran atau manajemen pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah. dan staf lainnya termasuk siswa) untuk berprestasi. Memenej interaksi belajar mengajar. Mengorganisasikan materi pelajaran. (v) adanya pengembangan staf sekolah yang terus menerus sesuai tuntutan IPTEK. 6. Menguasai. memilih dan melaksanakan metode penyampaian yang tepat untuk pelajaran tertentu. guru. Mengetahui dan menggunakan keinginan siswa. Pengembangan konsep manajemen ini didesain untuk meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan pendidikan kaitannya dengan tujuan keseluruhan. (i) lingkungan sekolah yang aman dan tertib. yaitu semangat dan jiwa besar dalam melaksanakan tugas. Memanfaatkan sumber-sumber materi dan belajar. Mengembangkan semua kemampuan yang telah dimilikinya ketingkat yang lebih berdaya guna dan berhasil guna. dan (vii) adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid/masyarakat. karena fungsi guru itu sendiri adalah membina dan mengembangkan kemampuan siswa secara profesional di dalam proses belajar mengajar. 5. berpengetahuan. strategi perencanaan. Sehingga bagi guru amanah ini harus benar-benar dijaga dan diemban dengan baik. Dari tinjauan masyarakat guru telah diyakini dan diamanahkan untuk mendidik anak di sekolah. inisiatif kurikulum yang telah . Dari uraian tersebut jelaslah bahwa tugas guru untuk mendidik anak kepada terbentuknya individu yang berilmu. kebijakan. 4. (iv) adanya harapan yang tinggi dari personel sekolah (kepala sekolah. Mengevaluasi dan pengadministrasiannya. Membuat. berketrampilan dan mempunyai kedewasaan moril. dan pemanfaatan hasilnya untuk penyempurnaan/perbaikan mutu. 8. (iii) sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat. Guru dapat mempunyai motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas mengajar apabila didukung dengan latar belakang profesional yang baik dan didukung oleh sarana dan prasarana serta hubungan yang terjalin secara harmonis antara semua personil yang ada. (vi) adanya pelaksanaan evaluasi yang terus menerus terhadap berbagai aspek akademik dan administratif. sehingga efektif dan tidak membosankan bagi siswa. 1979). Dari semua tugas-tugas yang harus dapat dilaksanakan guru sangat dituntut kerja keras dan tanggungjawab yang sepenuhnya dari guru. Beberapa indikator yang menunjukkan karakter dari konsep manajemen ini antara lain sebagai berikut. 7. 9.2. 3.

Mampu memberikan apersepsi kepada siswa 7. dan lebih lanjut harus menggunakan secara lebih efisien sumber daya tersebut untuk hal – hal yang bermanfaat bagi peningkatan mutu khususnya. http://ssep. (iv) sekolah harus menghasilkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan. Mampu menjawab soal/pertanyaan dari siswa 5. (ii) kualitas/mutu harus ditentukan oleh pengguna jasa sekolah. Ada empat hal yang terkait dengan prinsip – prinsip pengelolaan kualitas total yaitu. sikap arief bijaksana. dan memiliki kematangan emosional. Mampu menjelaskan materi pelajaran dengan baik 4. Kemampuan guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran 3. Bersama – sama dengan orang tua dan masyarakat. khususnya siswa. Sistem kompetisi tersebut akan mendorong sekolah untuk terus meningkatkan diri. Mampu menggunakan alat bantu pengajaran 9.net/director. keuangan dan fungsi setiap personel sekolah di dalam kerangka arah dan kebijakan yang telah dirumuskan oleh pemerintah. sekolah harus membuat keputusan. Membuat rencana program pembelajaran 2. Mampu mengatur dan mengubah suasana kelas 10. mengatur skala prioritas disamping harus menyediakan lingkungan kerja yang lebih profesional bagi guru.ditentukan oleh pemerintah dan otoritas pendidikan. Jadi sekolah harus mengontrol semua semberdaya termasuk sumber daya manusia yang ada. dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta keyakinan masyarakat tentang sekolah/pendidikan. Pendidikan ini menuntut adanya perubahan sikap dan tingkah laku seluruh komponen sekolah. KERANGKA PEMIKIRAN PENGARUH BIMBINGAN PROFESIONAL GURU DAN MOTIVASI MENGAJAR GURU TERHADAP MANAJEMEN PEMBELAJARAN BIMBINGAN PROFESIONAL GURU ( X1 ) 1. (i) perhatian harus ditekankan kepada proses dengan terus – menerus mengumandangkan peningkatan mutu. Sementara itu. memahami. Mampu menggunakan metode mangajar yang bervariasi 8. sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengelola dirinya berkaitan dengan permasalahan administrasi. Mampu membangkitkan motivasi kepada siswa 6. kepala sekolah. guru dan tenaga/staf administrasi termasuk orang tua dan masyarakat dalam memandang. membantu sekaligus sebagai pemantau yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan sekolah yang bersangkutan dengan didukung oleh pengelolaan sistem informasi yang presentatif dan valid. Akhir dari semua itu ditujukan kepada keberhasilan sekolah untuk menyiapkan pendidikan yang berkualitas/bermutu bagi masyarakat. kebijakan makro yang dirumuskan oleh pemerintah atau otoritas pendidikan lainnya masih diperlukan dalam rangka menjamin tujuan – tujuan yang bersifat nasional dan akuntabilitas yang berlingkup nasional.html Dalam pengimplementasian konsep ini. karakter.Mampu memberikan teguran bagi siswa . Kepala sekolah harus tampil sebagai koordinator dari sejumlah orang yang mewakili berbagai kelompok yang berbeda di dalam masyarakat sekolah dan secara profesional harus terlibat dalam setiap proses perubahan di sekolah melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan kualitas total dengan menciptakan kompetisi dan penghargaan di dalam sekolah itu sendiri maupun sekolah lain. (iii) prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan. sedangkan penghargaan akan dapat memberikan motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri setiap personel sekolah. keterampilan.

11. Motivasi eksternal MANAJEMEN PEMBELAJARAN (Y) .Mampu memberi pujian kepada siswa MOTIVASI MENGAJAR GURU ( X2 ) 1. Motivasi internal 2.Mampu memberi reward dan sanksi pada siswa 13.Mampu mengatur murid 12.