P. 1
Laporan Kasus

Laporan Kasus

|Views: 788|Likes:
Published by Yo Tama

More info:

Published by: Yo Tama on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

Laporan Kasus

I. Riwayat kehamilan sekarang (status obstetri) Di usia kehamilan yang 37 minggu, ibu rahmi mengalami batuk dan pilek.Pada masa kehamilan ibu rahmi merasakan gerakan bayinya kira – kira pada umur kehamilan empat bulan dan sampai saat ini ibu rahmi masih merasakan gerakan bayinya. Ibu tidak mengalami kesulitan dalam makan dimana nafsu makannya semakin bertambah. Pada awal – awal kehamilan ibu mual dan muntah kemudian pada saat ini ibu terkadang mengalami kesulitan tidur sehingga terpaksa tidur dalam posisi miring. Kemudian kadang – kadang juga mengalami kesulitan defekasi dan miksi. Pada keadaan tubuhnya yang lemah ibu merasakan sesak ketika bernafas. Pada ibu rahmi tidak terdapat adanya gangguan visus, gangguan kesadaran, kejang, keputihan, serta pendarahan. II. Riwayat persalinan yang dulu Ibu rahmi belum pernah hamil sebelumnya. III.Penyakit – penyakit yang pernah dialami Ibu rahmi tidak pernah menderita penyakit berat seperti TBC, DM, penyakit jantung, dll. IV Riwayat ANC pasien Teratur yaitu pada bidan selama sembilan kali. V. Hasil pemeriksaan fisik Keadaan umum ibu rahmi dalam keadaan lemas dimana TD :90/70 mmHg. Tinggi badan 155 cm dan berat badan 60 kg. Kepala Leher Dada : conjungtiva pucat : TVJ (normal) : Jantung (normal), paru (normal) I. II. III. TFU 40 cm Punggung janin di kanan. Bagian terbawah janin adalah kepala.

Abdomen : Dari hasil pemeriksaan leopold didapati :

TBJ DJJ Bagian terbawah janin belum memasuki PAP. : 4185 gram : Tidak dilakukan VI. TINJAUAN KEPUSTAKAAN  Batuk dan pilek Batuk dan pilek yang dialami oleh wanita hamil disebabkan oleh penurunan imun tubuhnya karena pada masa kehamilan system pertahanan tubuh wanita hamil akan menurunsehingga rentan terhadap penyakit yang berhubungn dengan system pertahanan tubuhnya. Masalah – masalah kehamilan yang dialami pasien batuk dan pilek TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan Berat janin lebih Bagian terbawah janin belum memasuki PAP VII. Keterkaitan hasil observasi dengan masalah pasien Selama masa kehamilan sistem pertahanan tubuh wanita hamil menurun sehingga rentan terhadap penyakit seperti batuk dan pilek. fundus uteri terletak kira – kira dipinggir bawah pusat sedangkan pada kehamlan 24 minggu fundus uteri berada tepat di pingir atas pusat.IV. dan bagian terbawah janin belum memasuki PAP menunjukkan kemungkinan pasien dengan CPD (Cephalopelvic Dispropotion). Kemudian dilihat dari TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan. berat janin lebih.  TFU yang tidak sesuai dengan usia kehamilan Pengukuran TFU berperan penting dalam penafsiran :  Berat janin  Banyaknya air ketuban Pada kehamilan 20 minggu. Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira – kira 3 jari diatas pusat .

Station Minus (di atas spina iskiadika) nilainya 13 Station Plus (di bawah spina iskiadika) nilainya 11 . Belum masuknya bagian terbawah janin ke PAP pada kehamilan lebih dari 36 minggu bisa saja disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kepala janin dengan panggul ibu.5 cm dan lingkaran terkecil yang sesuai dengan bidang diameter suboksipitobregmatika adalah 32 cm. Menaksir Berat Badan Janin menggunakan Rumus Jhonson -Toshack didasarkan atas ukuran Mac Donald yaitu jarak dari fundus sampai simfisis dalam ukuran sentimeter. taksiran dianggap baik jika kesalahan tidak melebihi Umur kehamilan dan taksiran persalinan. pada kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat dan prosessus xifoideus atau 27 cm. Tinggi Fundus uteri. Lingkaran kepala terbesar sesuai dengan bidang diameter oksipitofrontal rata-rata 34.  Berat Janin lebih -Menaksir berat badan janin mempunyai arti yang sangat penting dalam kelangsungan persalinan. Kemudian pada kehamilan 40 minggu fundus uteri turun kembali dan ter letak kira – kira 3 jari di bawah prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak kira – kira 1 jari dibawah prosessus xifoideus atau 30 cm.5 cm ). Lingkaran perut. Hal ini disebabkan oleh kepala janin yang pada primigravida turun dan masuk kedalam rongga panggul.9. Berbagai cara pemeriksaan sebelum persalinan untuk meramalkan berat badan janin yaitu : • • • • • Secara palpasi. 10%. menggunakan Rumus Jhonson-Toshack Pengukuran diameter Biparietal dangan menggunakan USG. Diameter Biparietal adalah diameter transversal kepala yang terbesar yang berjalan dari satu prominensia parietal ke prominensia parietal lainnya (+/.atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus atau kira – kira 25 cm. Berat Badan Janin (gram) = (TFU-station) x 155 + 375 Station nol (setinggi spina iskiadika) nilainya 12.

Kepala anak menonjol di simphisis pubis. Menentukan adanya CPD dengan menemukan tanda dari CPD. Panggul mempunyai bentuk tertentu dan anak mempunyai ukuran kepalayang hampir sama besarnya dengan ukuran panggul. Pemeriksaan pelvis .-Keadaan panggul merupakan faktor penting dalam kelangsungan suatu persalinan tetapi ada hal lain tidak kalah pentingnya yaitu hubungan kepala janin dengan panggul ibu.9% kasus. maka harus menyesuaikan diri dengan bentuk panggul. linea innominata (terminalis). CPD merupakan 50% penyebab Arrest of descent pada nulipara. Besarnya kepala janin dalam perbandingan dengan luasnya panggul ibu menentukan apakah terdapat Disproporsi Sefalopelvik. Diagnosis Cephalopelvic Disproportion (CPD) penting karena ini merupakan indikasi yang dibutuhkan untuk persalinan saesaria.7%. Dimana insiden dari kasus ini menjadi lebih besar jika penurunan bagian terendah janin Sefalopelvik pada bidang pintu atas panggul menyebabkan gagalnya penurunan kepala. Terjadinya kepala yang masih berada pada posisi yang tinggi. tetapi pada nulipara dengan malposisi janin terdapat beberapa faktor yang berperan secara bersama sehingga sukar menetapkan etiologi sebagai malposisi sendiri. Tanda-tanda CPD : Pemeriksaan abdominal • • Ukuran anak besar.- Obesitas dengan ketebalan dinding perut mempengaruhi pengukuran koreksi dilakukan dengan mengurangi 1 Cm. Disproporsi belum masuk pada pasien nulipara pada awal persalinan menunjukkan kemungkinan meningkatnya disproporsi sefalopelvik pada pintu atas panggul. melakukan pemeriksaan Pelvimetry klinik dan mlakukan Test Hillis Muller.  Bagian terbawah janin belum masuk PAP Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacral I. dan pinggir atas simfisis. Pada multipara dengan Arrest of descent insiden CPD hanya 29. dan penyesuaian kepala tidak akan terjadi. Malposisi occiput tranverse dan occiput posterior didapatkan 75.

Pemeriksaan panggul luar tidak banyak artinya kecuali untuk pengukuran pintu bawah panggul dan dalam beberapa hal khusus seperti panggul yang miring. Hillis Muller Test negatif. Pemeriksaan Panggul Pemeriksaan panggul secara klinis (pelvimetri klinis) merupakan cara pemeriksaan yang penting untuk mendapatkan keterangan lebih banyak tentang keadaan panggul. jika kepala dapat didorong sampai setinggi spina iskiadika dan tidak terdapat overloping dari tulang parietal diatas simfisis pubis maka .Pada pemeriksaan panggul dalam dievaluasi antara lain : • • • • • • Promontorium Linea innominata Spina iskiadika Dinding samping panggul Os koksigis Lengkung sakrum Pemeriksaan Muller-Hillis Manuever Pasien tidur dengan posisi litotomi dengan dua jari tangan kanan masuk ke dalam vagina ujung-ujung jari diletakan setinggi iskiadika dan ibu jari diletakan di atas simfisis pubis. Kepala dicekam oleh tangan kiri dan didorong kebawah dan kebelakang kearah rongga panggul.• • • • • • • Servik mengecil setelah pemecahan ketubanOedem servik Penempatan kepala tidak baik lagi di servik Kepala belum dipegang pintu atas panggul Ditemukan kaput Ditemukan molage Ditemukan kepala defleksi Ditemukan asinklitismus Lain-lain: • • Ibu ingin mengedan sebelum pembukaan lengkap.

Tindakan ini yang sangat berbahaya bagi janin dan ibu. Induksi partus prematurus umumnya juga tidak .tetapi pada yang satu konjungata obsteterik mungkin 10. kini diganti oleh seksio sesarea yang jauh lebih aman.yang dengan ukuran besarnya belum melewati pintu atas panggul .ke dalam rongga panggul dan terus keluar. Dari pemeriksaan diatas dapat ditentukan : • • • • Jenis panggul (Caldwell -Moloy) Ukuran panggul sebenarnya Luas bidang panggul: diameter AP X diametr transversa.tidak terdapat disproporsi. Pelvimetri sinar X -Pelvimetri sinar X mempunyai keuntungan : • Pemeriksaan dapat memberikan ketelitian ketingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis. sementara yang lainnya mungkin 8. Magnetic Resonance Imaging ( MRI ) —Keuntungan pemeriksaan ini antara lain tidak ada radiasi. Kapasitas panggul: luas bidang yang didapat dibanding luas standard dalam persen Daya akomodasi : volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan dan normal Dewasa ini 2 tindakan dalam penanganan disproporsi sefalopelvik yang dahulu • banyak dilakukan tidak diselenggarakan lagi.2 cm • Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika. Tetapi jika kepala tidak dapat didorong atau terdorong sedikit tetapi tidak mencapai spina ischiadika dan terdapat sedikit overlapping maka terdapat disproporsi atau disproporsi ringan. pengukuran panggul akurat dan gambaran janin sempurna. Sebagai contoh dua orang wanita mempunyai konjugata diagonal 10.5 cm .2 cm. Cunam tinggi dengan menggunakan axis-traction forceps dahulu dilakukan untuk membawa kepala janin .

dilakukan lagi. yakni sebelum persalinan mulai atau pada awal persalinan. dan setelah dicapai kesimpulan bahwa ada harapan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginam dengan selamat. kelainan letak janin yang tidak dapat diperbaiki. Keberatan tindakan ini ialah kesulitan untuk menetapkan: a) apakah janin walaupun belum cukup bulan. . Seksio sesarea Seksio sesarea dapat dilakukan secara efektif atau primer. sedang syarat-syarat untuk persalinan per vaginam tidak atau belum dipenuhi. sedangkan kraniotomia hanya dikerjakan pada janin mati. atau karena terdapat disproporsi sefalopelvik yang nyata. atau karena timbul indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin. akan tetapi simfisiotomia jarang sekali dilakukan di Indonesia. dan b) apakah kepala janin dapat dengan aman melewati kesempitan pada panggul bersangkutan. kedua faktor ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung selama beberapa waktu. sudah cukup tua dan besar untuk hidup dengan selamat di luar tubuh ibu. yakni seksio sesarea dan partus percobaan. Selain itu seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan apabila ada faktor-faktor lain yang merupakan komplikasi. Di samping itu kadang-kadang ada indikasi untuk melakukan simfisiotomia dan kraniotomia. Dengan demikian persalinan ini merupakan suatu test terhadap kekuatan his dan daya akomodasi. Kemudian ada 2 cara yang merupakan tindakan utama untuk menangani persalinan pada disproporsi sefalopelvik. seperti primigravida tua. Seksio sesarea elektif direncanakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena kesempitan panggul yang cukup berat. yakni sesudah persalinan berlangsung selama beberapa waktu. dapat diambil keputusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan. termasuk moulage kepala janin. Seksio sesarea sekunder dilakukan karena persalinan percobaan dianggap gagal. dan secara sekunder. kehamilan pada wanita yang mengalami masa infertilitas yang lama. penyakit jantung dan lain-lain. Persalinan percobaan Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaan yang teliti pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran-ukuran panggul dalam semua bidang dan hubungan antara kepala janin dan panggul.

Selain ini beberapa hal perlu pula mendapat perhatian. seperti pada panggul picak. Keadaan denyut jantung janin harus pula diawasi terus menerus. Mengingat bahaya infeksi pada pemeriksaan dalam dan dengan demikian memperbesar risiko seksio sesarea apabila tindakan terakhir ini perlu dilakukan.Pemilihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan cermat. untuk mengetahui keadaan serviks. kemajuan dalam turunnya kepala dalam rongga panggul dan kemajuan dalam mendatar serta membukanya serviks merupakan hal-hal yang menguntungkan. dan perlu diusahakan supaya ia dapat beristirahat cukup. pemeriksaan ini hendaknya hanya dilakukan jika benar-benar perlu. Kualitas dan turunnya kepala janin dalam rongga panggul harus terus diawasi. Mengenai penanganan khusus pada persalinan percobaan perlu diperhatikan hal-hal berikut. b. Dalam hubungan ini his Yang kuat. Janin harus berada dalam presentasi kepala dan tuanya kehamilan tidak lebih dari 42 minggu. maka pemeriksaan ini seyogjanya . Pada persalinan Yang agak lama perlu dijaga adanya bahaya dehidrasi dan asidosis pada ibu. Alasan bagi ketentuan yang terakhir ini ialah kepala janin bertambah besar serta lebih sukar mengadakan moulage.m Perlu disadari bahwa kesempitan panggul tidak jarang mengakibatkan kelainan his dan gangguan pembukaan serviks. Hendaknya kepadanya jangan diberikan makanan secara biasa melainkan dengan jalan infus intravena oleh karena ada kemungkinan persalinan harus diakhiri dengan seksio sesarea. a. untuk mengetahui apakah ketuban sudah pecah dan untuk mengetahui ada tidaknya prolapsus funikuli atau prolapsus lengan. lebih menguntungkan daripada kesempitan dalam beberapa bidang. Di atas sudah dibahas indikasi-indikasi untuk seksio sesarea elektif . keadaankeadaan ini dengan sendirinya merupakan kontra indikasi untuk persalinan percobaan. Akan tetapi mengingat bahayanya. serta tidak banyak menderita. Perlu disadari pula bahwa kesempitan panggul dalam satu bidang. Kemajuan turunnya kepala dapat ditentukan dengan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam Pemeriksaan roentgenologik memberi gambaran yang jelas mengenai hal ini dad mengenai tingkat moulage kepala janin. Perlu diadakan pengawasan yang seksama terhadap keadaan ibu dan janin. dan berhubung dengan kemungkinan adanya disfungsi plasenta janin mungkin kurang mampu mengatasi kesukaran yang dapat timbul pada persalinan percobaan. Pemeriksaan dalam penting untuk menilai turunnya kepala.

b) pemanjangan fase aktif.baik spontan atau dengan buatan . ruptura uteri yang membakat dan lain-lain)? Apabila ada salah satu gangguan diatas. Bagaimana kemajuan pembukaan serviks ? Adakah gangguan pembukaan: misalnya: a) pemanjangan fase laten. Masalah yang penting ialah menentukan berapa lama partus percobaan boleh berlangsung. d. Tujuan tindakan ini ialah untuk mendapatkan kepastian apakah dengan his yang teratur dan mungkin bertambah kuat. Adakah tanda-tanda klinis dari pihak anak maupun ibu yang menunjukkan adanya bahaya bagi anak maupun ibu (gawat janin. 1. tiap kasus harus dinilai sendiri-sendiri. c) sekunder arrest? 2. terjadi penurunan kepala yang berarti atau tidak.dibatasi dan dilakukan apabila diharapkan akin memberikan bahan-bahan penting guna penilaian. seperti sudah dijelaskan di disproporsi sefalopelvik ketuban tidak jarang pecah pada permulaan persalinan Pemecahan ketuban secara aktif hanya dapat dilakukan apabila his berjalan secara teratur dan sudah ada pembukaan serviks untuk separohnya atau lebih.perlu ditentukan ada tidaknya prolapsus funikuli. Berhubung banyaknya faktor yang harus ikut diperhitungkan dalam mengambil keputusan tersebut. Apabila his Cukup sempurna maka sebagai indikator berhasil atau tidaknya partus percobaan tersebut adalah hal-hal yang mencakup keadaan-keadaan sebagai berikut. . maka persalinan per vaginam bisa dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang ada. Bagaimanakah kemajuan penurunan bagian terendah janin (belakang kepala)? 3. Sebaliknya bila kemajuan pembukaan serta penurunan kepala berjalan lancar. Selanjutnya setelah ketuban pecah . kepala janin pada umumnya tidak dapat masuk rongga panggul dengan sempurna. Sebelum ketuban pecah. c. keadaan. maka menandakan bahwa persalinan per vaginam tidak mungkin dan harus diselesaikan dengan seksio sesarea. Namun.

3. 2006. Winknjosastro.com/2008/06/distocia. Edisi ke-3.wordpress. Obstetri Williams. 4. al. Llewellyn-Jones. 2001. http://yayanakhar. et.html. Derek.Moore. Edisi 6. Petugas puskesmas memberikan semua data – data yang kami butuhkan Para staf dan karyawan di puskesmas tersebut ramah – ramah b. 6. bidan dan para perawat di puskesmas kuta malaka. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo : Jakarta. Hacker.EVALUASI a. Hal – hal positif dan menyenangkan yang didapat kunjungan • • • Kami diterima dengan baik oleh kepala puskesmas. Edisi 2. Ilmu Kebidanan.blogspot. Neville F. http://ksuheimi. Cunnningham. Esensial Obstetri dan Ginekologi. . Edisi 21. Hanifa. Dasar – dasar Obstetri dan Ginekologi. EGC : Jakarta 2. 2001. 5. Daftar Pustaka 1. Hal – hal negatif selama kunjungan • • Kurangnya ibu hamil yang datang ke puskesmas sehingga tidak semua dari kami dapat melakukan pemeriksaan tehadap ibu hamil Adanya alat pemeriksaan yang rusak sehingga ada pemeriksaan fisik yang tidak dilakukan seperti DJJ. EGC : Jakarta.com/2008/09/05/arrest_of_decent_cephalopelvic_ dispropotion_cpd. EGC : Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->