KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur kami haturkan kehadirat allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat

, taufiq, dan hidayahnya sehigga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam kami sampaikan kepada nabi Muhammad SAW , sahabat , keluarga dan kepada mereka yang mengikutinya ajarannya sampai hari pembalasan. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah´ kapita selekta pendidikan´ kami menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh dari sempurna. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Untuk itu kami mohon sarannya yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini bemanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Amien«.

Jombang, 22 september 2010 Penulis

2.4.5. Pendidikan Islam dengan Iptek 2.1. Pendidikan Islam pada Sekolah Umum 2.Tujuan BAB II : PEMBAHASAN 2.2.1.Latar Belakang 1. Pendidikan Islam pada Madrasah 2.2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1. Kesimpulan 3. Saran DAFTAR PUSTAKA .3.3.1. Pendidikan Islam dengan sistem Pendidikan Nasional BAB III : PENUTUP 3. Pengertian 2.Rumusan Masalah 1.

Persia. Hakikat pendidikan adalah pembentukan manusia kea rah yang dicita. sekolah umum. bagaimana kaitan pendidikan Islam dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia? 4. Mengetahui dan memahami hubungan pendidikan Islam dengan madrasah. iptek serta sistem pendidikan nasional. pendidikan islam berkembang dengan kemunculan islam itu sendiri.citakan Islam. bagaimana hubungan pendidikan Islam dengan madrasah.2. 2.tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara. Menurut catatan sejarah masuknya islam ke Indonesia denagn damai berbeda dengan daerah ± daerah lain kedatangan islam dilalui lewat peperangan.citakan.irak. Dalam pengertian seluas-luasnya.BAB I PENDAHULUAN 1. Pendidikan yang berlangsung pada umumnya bersifat informal dan inipun berkaitan dengan upaya dakwah islamiyah dan penanaman dasar ± dasar kepercayaan dan ibadah islam. Dengan demikian pendidikan Islam adalah proses pembentukan manusia ke arah yang dicita.3. Pada masa awal perkembangan islam. seperti : mesir. sekolah umum dan iptek? 3.1 latar belakang Pendidikan islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya islam ke Indonesia. Apakah pendidikan Islam itu? 2. Mengetahui pengertian pendidikan Islam. Tujuan 1. . dan beberapa daerah lainnya. Apa saja problematika pendidikan Islam di Indonesia ? 1. 1. Rumusan Masalah 1.

c) Ahmad D. pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga.matematika. masyarakat dan pemerintah.akal dan hatinya.muda untuk mengisi peranan. b) Hasan Langgulung merumuskan pendidikan islam sebagai suatu proses penyiapan generai .1. yang dilaksanakan di lingkungan keluarga.´pendidikan islam adalah pendidikan manusia seutuhnya. dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada kea rah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran islam.pengertian pendidikan secara umum yang kemudian dihubungkan dengan islam sebagai suatu system keagamaan menimbulkan pengertianpengertian baru.sama. dan masyarakat. akhlak dan keterampilannya. masyarakat dan pemerintah.memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.Marimba bahwa pendidikan islam adalah bombing dan jasmani dan rohani menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam. dan berlangsung sepanjang hayat. Yusuf al. Pengertian Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. sekolah. dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama. pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. yang dilaksanakan di lingkungan keluarga. sekolah.tuntutan.usulan ).Qardhawy memberikan pengertian bahwa. Semua pengertian diatas lebih global sifatnya.BAB II PEMBAHASAN 2. yang secara implicit menjelaskan karakteristik. . ta¶lim. rohani dan jasmaninya. dan berlangsung sepanjang hayat. Karena itu. merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Karena itu. secara lebih teknis Endang Saifuddin Anshari memberikan pe ngertian pendidikan islam ssebagai ³ Proses Bimbingan (pimpinan. Pengertian pendidikan dengan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks islam inheren dalam konotasi istilah ³tarbiyah´. dan masyarakat.karakteristik yang dimilikinya. Beberapa pakar mendefinisikan pengertian pendidikan islam sebagai berikut: a) M. Sekolah umum atau biasa disebut dengan sekolah formal adalah: sekolah yang di dalamnya diajarkan beberapa ilmu pengetahuan dan cenderung pengetahuan yang bersifat umum ( ipa. bahasa Indonesia) dan sedikit mempelajari ilmu agama.

(sebagai hasil pendidikan agama) diharapkan mampu memperkuat upaya penguasaan dan pengembangan iptek dan sebaliknya. Dalam keyakinan beragama. pendidikan islam pada sekolah umum A) Isu-Isu Pendidikan Agama Di Sekolah Umum Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pada awal perkembangan sains modern (sekitar abad 16/ 17 M) pernah terjadi perpecahan antra kaum agamawi dan ilmuan.2. 2. pengembangan iptek memperkuat keyakinan beragama. B) Pendidikan islam pada madrasah Madrasah adalah perkembangan modern dari pendidikan pesantren. yang ditandai dengan sikap kekerasan kaum agamawi eropa (penganut geosentis) kepada penganut heliosentris. yaitu: a) Dalam bidang teologi. e) Agama islam cendrung diajarkan dogma dan kurang mengembangkan raionalitas secara kecintaan ada kemajuan pengetahuan. Galileo dan lain-lain. baik dalam pemahaman materi pendidikan agama islam maupu dalam n pelaksanaannya. Makna yang terkandung di dalamnya bahwa madrasah mulai dari tingkat dasar dan menengah memberlakukan kurikulum sekolah yang ditambah dengan kurikulum ilmu. Sistem pendidikan nasional adalah salah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. seperti Bruno. lembaga pendidikan Islam yang ada adalah pesantren yang memusatkan kegiatannya untuk mendidik siswanya mendalami ilmu agama. Kepler. Beberapa kelemahan dari pendidikan agama islam disekolah. jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia.ilmu agama sebagai ciri khasnya. Menurut sejarah.Madrasah adalah suatu sekolah yang berciri khas agama islam. ada kecendrungan mengarah pada paham patalistik b) Bidang akhlak yang berorientasi pada urusan sopan santun dan belum dipahami sebagian keseluruhan peribadi manusia beragama c) Dalam ibadah diajarkan sebagai kegiatan rutin agama dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan keperibadian d) Dalam bidang hukum cendrung dipelajari sebagai tata turan yang tidak akan berubah sepanjang masa dan kurang memahami dinamikan dan jiwa hukum islam. .

yaitu madrasah mengandung makna: 1) Tempat pendidikan yang diatur sebagai sekolah dan membuat pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok pengajarannya. amanah. Pengertiannya bahwa seluruh programnya sama dengan sekolah yang ditambah dengan mata pelajaran agama Islam sebagai cirri keislamannya. Dengan bekal mental yang kuat ini. mereka akan menjadi pemimpin yang jujur.2 tahun 1989. diharapkan.Ketika pemerintah penjajah Belanda membutuhkan tenaga terampil untuk membantu administrasi pemerintah jajahannya di Indonesia. madrasah memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan sekolah umum. madrasah pada periode pertama ini adalah dibatasi dengan pengertian ya ng tertulis pada peraturan Menteri Agama Nomor 1 tahun 1946 dan peraturan Menteri Agama Nomor 7 tahun 1950. Konsentrasi madrasah pada fase ini adalah pengembangan ilmu ilmu agama. menurut banyak pengamat. Fase ketiga adalah fase madrasah setelah undang. terutama . dan adil. Fase kedua adalah madrasah surat keputusan bersama (SKB) Tiga Menteri Tahun 1975. Madrasah.karena itu ruang gerak madrasah lebih terbatas baik dari segi melanjutkan pelajaran maupun la pangan kerja. jumlah siswa madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah bahkan lebih bany daripada jumlah ak siswa Sekolah Dasar atau SLTP. Kualitas pendidikan di madrasah yang ada di luar pondok.undang No. maka diperkenalkanlah jenis pendidikan yang beroritentasi pekerjaan. Pada fase ini telah terjadi perubahan orientasi madrasah dari lembaga yang konsentrasi keilmuannya dalam bidang agama. Sayang. berubah menjadi konsentrasinya pada pengetahuan umum. Sejak Indonesia merdeka. Untuk mengimbangi kemajuan zaman itu. telah terjadi proses perkembangan madrasah kepada tiga fase. pemerintah lalu memperluas pendidikan model barat yang dikenal dengan sekolah umum itu. apabila mereka menjadi pemimpin di kemudian hari. terutama yang ada di dalam pondok pesantren. Di mata mereka. kualitas lembaga yang mengemban misi penting ini. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 ternyata melahirkan kebutuhan akan banyak tenaga terdidik dan terampil untuk men angani administrasi pemerintahan dan juga untuk membangun negara dan bangsa. di kalangan ummat Islam santri timbul keinginan untuk mempermodern lembaga pendidikan mereka dengan mendirikan madrasah. memberikan bekal mental keagamaan (keimanan dan ketaqwaan yang kuat kepada ) siswanya. amat memprihatinkan. 2) Pondok dan pesantren yang memberikan pendidikan setingkat dengan madrasah. Pada tingkat menengah disebut Madrasah Aliyah sama dengan sekolah Minat ummat Islam terhadap madrasah sebenarnya cukup tinggi. Di beberapa daerah. Untuk itu. Fase pertama. Madrasah pada periode ini disebut sebagai sekolah yang berciri khas Islam.

kultural atau moral yang sengaja dibangun seperti sekolah. Dimensi.sumber kekuatan yang mempengaruhinya. C) pendidikan islam dengan iptek Globalisasi memaksa Indonesia khususnya pendidikan Islam untuk merubah orientasi pendidikannya menuju pendidikan yang tidak hanya orientasi kuantitas tapi yang lebih utama adalah berorientasi pada kualitas.kultur mengalami perubahan dan pergeseran dalam nilai. Ada beberapa kemungkinan hubungan antara pendidikan Islam dan iptek: (a) berseberangan atau bertentangan.kadang tak dapat lagi dikontrol atau tak dapat diarahkan oleh lembaga. Kemajuan iptek yang tidak dibarengi dengan pendidikan agama maka akan membuat manusia terbuai oleh teknologi.dimensi sosial. juga ada. Tentu saja. Pada masa kini masyarakat sedang berada dalam krisis itu akibat pengaruh ilmu dan teknologi modern yang melaju dengan cepatnya meninggalkan sektor kehidupan lainnya. agama mendasari pengembangan iptek atau iptek mendasari penghayatan agama. Madrasah yang ada di dalam pondok masih agak lumayan. (d) saling mendukung satu sama lain. kompetensi dan keahlian yang juga diperlukan pada masa krisis seperti ini ( terutama dalam menghadapi krisis pendidikan). maka lulusan madrasah dikhawatirkan lebih tidak siap lagi menghadapi era globalisasi ini. Krisis pendidikan dimanapun sepadan intesitasnya dengan krisis yang melanda masyarakatnya.nilai.lembaga sosial. walaupun kualitas pendidikan umumnya mungkin kalah jik a dibandingkan dengan standar sekolah umum tetapi di bidang pendidikan agama kebanyakan dari mereka memiliki kualitas di atas standar. sering berada di bawah standar.yang yayasannya kurang kuat. Kalau banyak orang mengatakan bahwa bangsa Indonesia belum siap untuk memasuki era globalisasi. kekecualian-kekecualian juga ada. disebabkan oleh sumber. seperti MIN Malang I. walau sedikit sekali. di bidang pendidikan umum ia kalah dari sekolah umum yang ada di sekitarnya. Di bidang pendidikan agama madrasah ini kalah dari madrasah yang ada di dalam pondok dan. (c) tidak bertentangan satu sama lain. Madrasah yang kualitas pendidikan umumnya lebih tinggi dari sekolah umum. baik dilihat dari segi pendidikan agama maupun dari segi pendidikan umum. . (b) bertentangan tapi dapat hidup berdampingan secara damai. yakni globalisasi. Persoalan ini menjadi makin serius apabila dikaitkan dengan isu besar akhir akhir ini. Dampak positif dan negatif iptek terhadap kehidupan masyarakat kadang.

. persinggungan itu tidak banyak mempunyai dampak karena tampak terasa aneh kalau dikaitkan. Pola hubungan seperti ini dapat terjadi dalam masyarakat sekuler yang sudah terbiasa untuk memisahkan urusan agama dari urusan negara/masyarakat. Dalam masyarakat di mana pola hubungan seperti ini terjadi. Kendati ajaran agama tidak bertentangan dengan iptek. Konflik antara agama dan ilmu. tetapi secara komunal pola hubungan ini cenderung untuk tidak menimbulkan dampak apa-apa. pengembangan iptek akan menjauhkan orang dari keyakinan akan kebenaran agama dan pendalaman agama dapat menjauhkan orang dari keyakinan akan kebenaran ilmu pengetahuan. saling tolak. Dalam pola hubungan seperti ini. Mungkin secara individu dampak itu ada.Pola hubungan pertama adalah pola hubungan yang negatif. Baik secara individu maupun komunal. Demikian pula sebaliknya. Pola hubungan pertama ini pernah terjadi di zaman Galileio-Galilei. apabila terjadi. pengembangan iptek tidak dikaitkan dengan penghayatan dan pengamalan agama seseorang karena keduanya berada pada wilayah yang berbeda. Pola hubungan ke dua adalah perkembangan dari pola hubungan pertama. kebenaran ajaran agama tidak bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan tetapi juga tidak saling mempengaruhi. Apa yang dianggap benar oleh agama dianggap tidak benar oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia dihukum karena dianggap menyesatkan masyarakat. Dalam pola hubungan ini. Ketika kebenaran iptek yang bertentangan dengan kebenaran agama makin tidak dapat disangkal sementara keyakinan akan kebenaran agama masih kuat di hati. Orang yang ingin menekuni ajaran agama akan cenderung untuk menjauhi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia. Pola ke tiga adalah pola hubungan netral. penghayatan agama tidak mendorong orang untuk mengembangkan iptek dan pengembangan iptek tidak mendorong orang untuk mendalami dan menghayati ajaran agama. akan diselesaikan dengan menganggapnya berada pada wilayah yang berbeda. Karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan pemisahan agama dan negara/masyarakat. maka. Keadaan seperti ini dapat terjadi dalam masyarakat sekuler. pengembangan yang satu tidak mempengaruhi pengembangan yang lain. Ketika Galileo berpendapat bahwa bumi mengitari matahari sedangkan gereja berpendapat bahwa matahari lah yang mengitari bumi. Kebenaran agama dipisahkan sama sekali dari kebenaran ilmu pengetahuan. ketika agama bersinggungan dengan ilmu. maka Galileo dipersalahkan dan dikalahkan. jalan satu-satunya adalah menerima kebenaran keduanya dengan anggapan bahwa masing-masing mempunyai wilayah kebenaran yang berbeda. ajaran agama tidak dikaitkan dengan iptek sama sekali. Dalam pola hubungan seperti ini.

3. pengembangan iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Secara teori. yang telah dikutip di muka. Salah satu . Tidak boleh bertentangan tidak berarti harus mendukung. akan kita lihat bahwa pola hubungan yang diharapkan adalah pola hubungan ke tiga. maka kita akan memperoleh kesan yang berbeda. dalam wujud ke dua. Ajaran agama dan iptek tidak bertentangan satu sama lain tetapi tidak saling mempengaruhi. Pertanyaan selanjutnya adalah "pola hubungan yang manakah yang dikehendaki oleh bangsa Indonesia terjadi di negara kita ini?" Untuk menjawab pertanyaan di atas. Artinya. maka kita perlu melihat kembali GBHN sebagai cermin keinginan bangsa Indonesia tentang apa yang mereka harapkan terjadi di Indonesia dalam masa 5 atau 25 tahun mendatang. Sebaliknya. kalau kita baca GBHN itu secara implisit dalam kaitan antara pembangunan bidang agama dan bidang iptek. dinyatakan bahwa pengembangan iptek hendaknya mengindahkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Kesan hubungan netral antara agama dan iptek ini juga muncul kalau kita membaca GBHN dalam bidang pembangunan Agama dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pola hubungan yang ke empat adalah pola hubungan yang positif. Pengembangan agama tidak ada hubungannya dengan pengembangan iptek. pola hubungan ini dapat terjadi dalam tiga wujud: ajaran agama mendukung pengembangan iptek tapi pengembangan iptek tidak mendukung ajaran agama. pendalaman dan penghayatan ajaran agama akan mendukung pengembangan iptek walau pengembangan iptek tidak akan mendorong orang untuk mendalami ajaran agama. Pada wujud ke tiga. pengembangan iptek akan mendorong orang untuk mendalami dan menghayati ajaran agama walaupun tidak sebaliknya terjadi. Akan tetapi. Tak ada satu kalimat pun dalam pernyataan itu yang secara eksplisit menjelaskan bagaimana kaitan agama dengan iptek. G. GBHN 1993-1998. Terjadinya pola hubungan seperti ini mensyaratkan tidak adanya pertentangan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan serta kehidupan masyarakat yang tidak sekuler. pengembangan iptek akan mendorong orang untuk lebih mendalami dan menghayati ajaran agama dan pendalaman serta penghayatan ajaran agama akan mendorong orang untuk mengembangkan iptek. Kalau kita simak pernyataan eksplisit GBHN 1993-1998 tentang kaitan iptek dan pendidikan Islam. Pada Bab II. dan ajaran agama mendukung pengembangan iptek dan demikian pula sebaliknya. pengembangan iptek mendukung ajaran agama tapi ajaran agama tidak mendukung pengembangan iptek. Dalam wujud pertama. pola hubungan netral.

dan mengendalikan pengembangan iptek tersebut. Dalam kaitannya dengan pengembangan iptek pendidikan Islam diharapkan dapat menjiwai.) Dari sini dapat disimpulkan bahwa.. Ini adalah pemikiran yang sekuler. dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual. fihak yang tidak berkeberaan dengan acara seperti itu mengatakan bahwa 'kalau anda tidak senang dengan acara itu. secara implisit. maka film itu pulalah yang akan memperoleh rating tinggi dan diminati oleh pemasang iklan. tugas setan memang menggoda manusia sedang mengingatkan manusia adalah tugas nabi. Kalau masyarakatnya senang film sex dan sadis. Kasarnya. bangsa Indonesia menghendaki agar pendidikan Islam dapat berperan sebagai jiwa. moral. penggerak. cerita perselingkuhan. Tugas pengusaha adalah mencari untung sebanyakbanyaknya. Konflik yang timbul antara keduanya diselesaikan dengan kebijaksanaan. 1. Pengembangan agama diharapkan tidak menghambat pengembangan iptek sedang pengembangan iptek diharapkan tidak mengganggu pengembangan kehidupan beragama. yang memisahkan urusan dagang dari agama. termasuk pembangunan bidang iptek tentunya. moral.. dsb. penonjolan aurat wanita. Tetapi. sedang mendidik kehidupan beragama masyarakat adalah tugas guru agama dan ulama.' Perusahaan televisi swasta adalah perusahaan yang harus memikirkan keuntungan dan ia akan berusaha menayangkan film yang digemari masyarakat. .dan etik dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila" (Bab II.). dan pengendali ataupun sebagai landasan spiritual. digerakkan. Apakah hubungan pendidikan islam dengan iptek? Pola hubungan antara agama dan iptek di Indonesia saat ini baru pada taraf tidak saling mengganggu. menggerakkan. Fihak yang berkeberatan mengatakan bahwa hal itu dapat merusak mental masyarakat. Sebagai contoh. C. dan etik bagi pembangunan nasional. matikan saja televisinya. Pengembangan iptek dan pengembangan kehidupan beragama diusahakan agar tidak saling tabrak pagar masing-masing.asas pembangunan nasional adalah Asas Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berarti ". beberapa waktu yang lalu ada polemik di surat kabar tentang tayangan televisi swasta yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama (misalnya. bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai.

Ini adalah pertentangan teori yang klasik. Akan tetapi. Di bidang ilmu. berdasarkan dalil-dalil naqli. dan Katolik menganut faham creationism (manusia diciptakan). manusia itu berasa dari suatu jenis tertentu yang kemudian pecah menjadi dua cabang: yang satu mengikuti garis pongid yang akhirnya menjadi kera modern. Di dunia ilmu pengetahuan. D) pendidikan Islam dalam satu sistem pendidikan nasional . sampai saat ini. Pelajaran Biologi hanya mengajarkan teori evolusi dalam bidang biologi dan pura-pura tidak tahu bahwa ajaran agama Islam. yang lain mengikuti garis manusia yang berkembang mulai dari manusia kera purba sampai ke manusia modern. manusia itu diciptakan oleh Allah s. Secara teoritis. konflik antara teori yang satu dengan yang lain adalah wajar dan merupakan rahmat (Konflik semacam inilah yang menimbulkan paradigma baru dalam ilmu pengetahuan dan menghasilkan teori-teori baru.w.Polemik ini diselesaikan dengan penerapan sensor intern dari perusahaan televisi swasta. konflik di sekolah ini tidak diselesaikan dan dianggap tidak ada. teori evolusi ini masih menjadi tulang punggung ilmu hayat (biologi). Sebagai contoh adalah teori tentang asal usul manusia yang diajarkan di sekolah. Ada pula konflik antara ajaran agama dan ajaran ilmu pengetahuan yang diselesaikan dengan cara menganggapnya "tidak ada atau sudah selesai" padah ada dan belum al diselesaikan. tidak akan kita temukan di televisi. jika konflik semacam ini diajarkan di sekolah tanpa diselesaikan. yang biasa kita lihat di bioskop. Kini adegan ciuman bibir antara lelaki perempuan. Kristen. Di Amerika. Di Indonesia. maka kebingungan lah yang akan menjadi akibatnya. keadaan seperti ini akan menghasilkan lulusan SMA yang bingung di bidang asal usul manusia (barangkali gurunya pun bingung!). yang pernah melanda Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. konflik itu tetap berlangsung sampai sekarang walaupun kelompok pendukung teori ciptaan ini jumlahnya makin sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang mempercayai teori evolusi. (Lihat buku teks Biologi SMU untuk kelas tiga dan bandingkan dengan buku teks Pendidikan Agama Islam di SMU). Sebaliknya. Guru biologi mengajarkan bahwa menurut sejarahnya. Guru agama Islam mengajarkan bahwa. konflik ini diselesaikan dengan melarang diajarkannya teori ciptaan di seluruh sekolah negeri.t. dalam bentuknya seperti sekarang. antara teori evolusi dan teori ciptaan. Pendidikan Agama Islam mengajarkan teori ciptaan dan menyalahkan teori evolusi tanpa menjelaskan dimana letak kesalahan teori evolusi itu (padahal. Film "Basic Instinct" yang ditayangkan di televisi beberapa waktu yang lalu telah dipotong sedemikian rupa sehingga steril dari adegan sex yang panas.

Presien RI saat itu misalnya menegaskan. tetapi yang amat penting adalah´ how to be´. serta memberi peluang intervensi berlebihan negara pada pelaksanaan pendidikan dan menghalangi partisipasi serta otonomi masyarakat. Oleh karena itu supaya terwujud how to be maka diperlukan transfer budaya dan kultur. visi pendidikan agama yang ditawarkan tidak mendorong semangat pluralisme. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk´ know to how ³dan´ know to do´. Bahkan unjuk rasa sampai ancaman disintegrasi ikut mewarnai proses lahirnya Undang-Undang ini. kegagalan dan kekurangberhasilan yang terjadi selama ini merupakan cerminan dari kegagalan dalam membentuk mental dan karakter sebagai bangsa yang sedang membangun. Kalau disimak ujung dari semua itu seakan-akan berhenti pada ungkapan tentang gagalnya sistem pendidikan nasional . Mengingat pentingnya masalah yang berkenaan dengan pendidikan maka perlu diatur suatu aturan yang baku mengenai pendidikan tersebut yang dipayungi dalam sistem pendidikan nasional. Singkat kata. Undang-Undang ini dimaksudkan sebagai jawaban legal formal terhadap krisis pendidikan yang telah menggurita dalam tubuh bangsa Indonesia. Kritik tajam terhadap Undang-Undang ini (saat itu masih RUU) dapat dicatat antara lain berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan terlalu ditekankan pada kesalehan beragama dan mengabaikan tujuan pendidikan nasional yang universal dan komprehensif. Demikianlah kritik yang mengemuka dari kelompok yang menolak Undang-Undang teresebut. bersifat diskriminatif dan mengabaikan keberadaan serta kepentingan agama/kepercayaan lain di luar lima agama yang selama ini diakui resmi oleh negara. Sistem pendidikan nasional adalah salah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. campurtangan pemerintah terlalu besar pada masalah agama. kebudayaan nasional dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2003. khususnya lembaga-lembaga pendidikan.Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai.nilai agama. Megawati Sukarno Putri. Sementara pada sisi lain. dan kentalnya nuansa politik yang membidangi lahirnya Undang-Undang tersebut. Undang-Undang ini menjelang kelahirannya ada dalam situasi yang dilematis. Semua itu bagaikan bermuara pada kesimpulan tentang tipisnya etika kita dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 lahir melalui perdebatan sengit.

dan 4) efisiensi menajemen pendidikan. tersebut dalam Bab Vi Jalur. sekaligus menjadikan Undang-Undang ini dianggap kontroversial. sampai pada ancaman memisahkan diri dari NKRI. Kedudukan Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Indonesia di nilai sebagai negara yang paling ketinggalan (least welleducated country) dalam pendidikan baik dari budgeting. Dalam konteks reformasi pendidikan inilah sesungguhnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 ini lahir. Namun menjelang disahkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 sebagai pengganti UU Sisdiknas sebelumnya ±seperti ramai diberitakan oleh media massa . Kesadaran akan adanya kegagalan dalam dunia pendidikan ini ditandai dengan tuntutan reformasi yang beriringan dengan tuntutan reformasi pada bidang kehidupan lainnya. Dapat dikatakan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tetapi merambah masuk ke dalam ranah politik dan sentimen agama.kita. 3) peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Terdapat banyak isu reformasi pendidikan yang diusung saat itu. Jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian ke Sembilan Pendidikan K eagamaan Pasal 30 isinya adalah : 1. .telah menjadi konteks tersendiri yang memotivasi. Bahkan polemik ini sudah jauh melampaui diskusi-diskusi kependidikan. semuanya tenggelam ditelan polemik pasal-pasal ³yang berpihak³ terhadap pendidikan agama. Sedikitnya isu-isu sentral reformasi pendidikan ini bermuara pada empat hal.seluruh persoalan pendidikan yang rumit didiskusikan oleh para pakar pendidikan selama kurang lebih dua tahun itu. out put. Dari konteks inilah penulis melihat kajian terhadap posisi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Keempat hal pokok ini tidak lagi bisa dijawab oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal penting yang dapat disimpulkan dari pelacakan jejak kontroversi seputar UU Sisdiknas di atas adalah pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama. 2) pemerataan kesempatan pendidikan. yaitu 1) pendidikan agama sebagai basis pendidikan nasiona. maupun manjerial. mewarnai dan memperkaya UU Sisdiknas. unjuk rasa. terutama Islam. bahwa pasal-pasal yang beraroma agama dan bersentuhan dengan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan menjadi pusaran konflik yang mengundang debat sengit. Bahkan di kawasan Asia.

3 dan 4 diatur lebih lanjut dengan Peraturan pemerintah. pasraman. dan nonformal. 4. tahun 2008 memiliki urgensi dan signifikansi yang besar. Ketentuan mengenai pendidikan keagmaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. pabhaja samanera dan bentuk lain yang sejenis. Pendidkan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai nilai ajaran agamnya dan/atau menjadi ahli ilmu agama.2.2. Pendidkan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan form informal al. 5. . pesantren. 3. Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah.

BAB III PENUTUP 3. Hh 3. Saran Melihat realita tentang isu. maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut: a. maka diharapkan pemerintah maupun lembaga.isu yang marak tentang pendidikan Islam yang semakin merosot dan kurang diminati para peserta didik. agamis maupun berakhlak karimah. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas.2.1. Pendidikan Islam adalah b. . Karena pada dasarnya pendidikan Islam akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang berpengetahuan.lembaga seperti madrasah maupun sekolah umum tidak mengesampingkan pendidikan Islam. tidak diperbudak oleh IPTEK akibat minimnya pengetahuan sehingga menjerumuskan peserta didik sendiri.

2003. Supriyadi. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Gramedia Widiasarana. Haidar. Abuddin. Kapita selekta pendidikan Islam. Putra Daulay.Bandung: Rosda Karya. http://lpmpalmuhajirin. 1999.blogspot. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Hasbullan. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Muzayyin.2005.2004. .com/2009/02/pendidikan-islam-dalam-sisdiknas-part.html Nata. Dedi. Membangun Bangsa melalui Pendidikan.DAFTAR PUSTAKA Arifin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful