KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur kami haturkan kehadirat allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat

, taufiq, dan hidayahnya sehigga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam kami sampaikan kepada nabi Muhammad SAW , sahabat , keluarga dan kepada mereka yang mengikutinya ajarannya sampai hari pembalasan. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah´ kapita selekta pendidikan´ kami menyadari bahwa makalah ini sangatlah jauh dari sempurna. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Untuk itu kami mohon sarannya yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini bemanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Amien«.

Jombang, 22 september 2010 Penulis

2. Pendidikan Islam pada Madrasah 2.2. Pendidikan Islam dengan sistem Pendidikan Nasional BAB III : PENUTUP 3.1. Kesimpulan 3. Pengertian 2.3. Saran DAFTAR PUSTAKA .Latar Belakang 1.5.2.Rumusan Masalah 1.Tujuan BAB II : PEMBAHASAN 2. Pendidikan Islam dengan Iptek 2.1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1.4.1.3. Pendidikan Islam pada Sekolah Umum 2.

Tujuan 1.BAB I PENDAHULUAN 1. pendidikan islam berkembang dengan kemunculan islam itu sendiri.2. Mengetahui dan memahami hubungan pendidikan Islam dengan madrasah. dan beberapa daerah lainnya.irak. Apa saja problematika pendidikan Islam di Indonesia ? 1.tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara. 2.Persia.citakan. Hakikat pendidikan adalah pembentukan manusia kea rah yang dicita. sekolah umum. Menurut catatan sejarah masuknya islam ke Indonesia denagn damai berbeda dengan daerah ± daerah lain kedatangan islam dilalui lewat peperangan. sekolah umum dan iptek? 3. bagaimana hubungan pendidikan Islam dengan madrasah. seperti : mesir. iptek serta sistem pendidikan nasional. Mengetahui pengertian pendidikan Islam. Pendidikan yang berlangsung pada umumnya bersifat informal dan inipun berkaitan dengan upaya dakwah islamiyah dan penanaman dasar ± dasar kepercayaan dan ibadah islam. Pada masa awal perkembangan islam.3. Rumusan Masalah 1.1 latar belakang Pendidikan islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya islam ke Indonesia.citakan Islam. Dengan demikian pendidikan Islam adalah proses pembentukan manusia ke arah yang dicita. Dalam pengertian seluas-luasnya. bagaimana kaitan pendidikan Islam dengan sistem pendidikan nasional di Indonesia? 4. . 1. Apakah pendidikan Islam itu? 2.

dan masyarakat. dan masyarakat.Marimba bahwa pendidikan islam adalah bombing dan jasmani dan rohani menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam.1. Semua pengertian diatas lebih global sifatnya. Beberapa pakar mendefinisikan pengertian pendidikan islam sebagai berikut: a) M.Qardhawy memberikan pengertian bahwa. b) Hasan Langgulung merumuskan pendidikan islam sebagai suatu proses penyiapan generai . dan berlangsung sepanjang hayat. Pengertian pendidikan dengan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks islam inheren dalam konotasi istilah ³tarbiyah´. Sekolah umum atau biasa disebut dengan sekolah formal adalah: sekolah yang di dalamnya diajarkan beberapa ilmu pengetahuan dan cenderung pengetahuan yang bersifat umum ( ipa.pengertian pendidikan secara umum yang kemudian dihubungkan dengan islam sebagai suatu system keagamaan menimbulkan pengertianpengertian baru. Yusuf al. pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. c) Ahmad D.karakteristik yang dimilikinya.muda untuk mengisi peranan. dan berlangsung sepanjang hayat. Pengertian Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.akal dan hatinya.usulan ). . rohani dan jasmaninya. sekolah. ta¶lim.´pendidikan islam adalah pendidikan manusia seutuhnya. secara lebih teknis Endang Saifuddin Anshari memberikan pe ngertian pendidikan islam ssebagai ³ Proses Bimbingan (pimpinan. sekolah.matematika. masyarakat dan pemerintah.BAB II PEMBAHASAN 2. merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.sama. akhlak dan keterampilannya. Karena itu. masyarakat dan pemerintah.memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Karena itu. dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama. yang dilaksanakan di lingkungan keluarga. dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada kea rah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran islam. yang secara implicit menjelaskan karakteristik. yang dilaksanakan di lingkungan keluarga. pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. bahasa Indonesia) dan sedikit mempelajari ilmu agama.tuntutan.

Makna yang terkandung di dalamnya bahwa madrasah mulai dari tingkat dasar dan menengah memberlakukan kurikulum sekolah yang ditambah dengan kurikulum ilmu. jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia. Kepler.Madrasah adalah suatu sekolah yang berciri khas agama islam. Menurut sejarah. 2. pengembangan iptek memperkuat keyakinan beragama. (sebagai hasil pendidikan agama) diharapkan mampu memperkuat upaya penguasaan dan pengembangan iptek dan sebaliknya. e) Agama islam cendrung diajarkan dogma dan kurang mengembangkan raionalitas secara kecintaan ada kemajuan pengetahuan. lembaga pendidikan Islam yang ada adalah pesantren yang memusatkan kegiatannya untuk mendidik siswanya mendalami ilmu agama. Sistem pendidikan nasional adalah salah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. seperti Bruno. pendidikan islam pada sekolah umum A) Isu-Isu Pendidikan Agama Di Sekolah Umum Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pada awal perkembangan sains modern (sekitar abad 16/ 17 M) pernah terjadi perpecahan antra kaum agamawi dan ilmuan. yang ditandai dengan sikap kekerasan kaum agamawi eropa (penganut geosentis) kepada penganut heliosentris.ilmu agama sebagai ciri khasnya. B) Pendidikan islam pada madrasah Madrasah adalah perkembangan modern dari pendidikan pesantren. ada kecendrungan mengarah pada paham patalistik b) Bidang akhlak yang berorientasi pada urusan sopan santun dan belum dipahami sebagian keseluruhan peribadi manusia beragama c) Dalam ibadah diajarkan sebagai kegiatan rutin agama dan kurang ditekankan sebagai proses pembentukan keperibadian d) Dalam bidang hukum cendrung dipelajari sebagai tata turan yang tidak akan berubah sepanjang masa dan kurang memahami dinamikan dan jiwa hukum islam. Beberapa kelemahan dari pendidikan agama islam disekolah. baik dalam pemahaman materi pendidikan agama islam maupu dalam n pelaksanaannya. Galileo dan lain-lain. Dalam keyakinan beragama.2. yaitu: a) Dalam bidang teologi. .

di kalangan ummat Islam santri timbul keinginan untuk mempermodern lembaga pendidikan mereka dengan mendirikan madrasah. Di beberapa daerah. terutama yang ada di dalam pondok pesantren. madrasah pada periode pertama ini adalah dibatasi dengan pengertian ya ng tertulis pada peraturan Menteri Agama Nomor 1 tahun 1946 dan peraturan Menteri Agama Nomor 7 tahun 1950. berubah menjadi konsentrasinya pada pengetahuan umum. Di mata mereka.Ketika pemerintah penjajah Belanda membutuhkan tenaga terampil untuk membantu administrasi pemerintah jajahannya di Indonesia. Fase kedua adalah madrasah surat keputusan bersama (SKB) Tiga Menteri Tahun 1975.karena itu ruang gerak madrasah lebih terbatas baik dari segi melanjutkan pelajaran maupun la pangan kerja.undang No. Fase pertama. amat memprihatinkan. kualitas lembaga yang mengemban misi penting ini. terutama . Pada fase ini telah terjadi perubahan orientasi madrasah dari lembaga yang konsentrasi keilmuannya dalam bidang agama. menurut banyak pengamat. pemerintah lalu memperluas pendidikan model barat yang dikenal dengan sekolah umum itu. telah terjadi proses perkembangan madrasah kepada tiga fase. Sejak Indonesia merdeka.2 tahun 1989. 2) Pondok dan pesantren yang memberikan pendidikan setingkat dengan madrasah. yaitu madrasah mengandung makna: 1) Tempat pendidikan yang diatur sebagai sekolah dan membuat pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok pengajarannya. memberikan bekal mental keagamaan (keimanan dan ketaqwaan yang kuat kepada ) siswanya. Konsentrasi madrasah pada fase ini adalah pengembangan ilmu ilmu agama. Madrasah. Dengan bekal mental yang kuat ini. Pengertiannya bahwa seluruh programnya sama dengan sekolah yang ditambah dengan mata pelajaran agama Islam sebagai cirri keislamannya. jumlah siswa madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah bahkan lebih bany daripada jumlah ak siswa Sekolah Dasar atau SLTP. Sayang. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 ternyata melahirkan kebutuhan akan banyak tenaga terdidik dan terampil untuk men angani administrasi pemerintahan dan juga untuk membangun negara dan bangsa. apabila mereka menjadi pemimpin di kemudian hari. maka diperkenalkanlah jenis pendidikan yang beroritentasi pekerjaan. Fase ketiga adalah fase madrasah setelah undang. amanah. Madrasah pada periode ini disebut sebagai sekolah yang berciri khas Islam. dan adil. mereka akan menjadi pemimpin yang jujur. Pada tingkat menengah disebut Madrasah Aliyah sama dengan sekolah Minat ummat Islam terhadap madrasah sebenarnya cukup tinggi. madrasah memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan sekolah umum. Kualitas pendidikan di madrasah yang ada di luar pondok. diharapkan. Untuk itu. Untuk mengimbangi kemajuan zaman itu.

maka lulusan madrasah dikhawatirkan lebih tidak siap lagi menghadapi era globalisasi ini. Madrasah yang ada di dalam pondok masih agak lumayan.kadang tak dapat lagi dikontrol atau tak dapat diarahkan oleh lembaga. walaupun kualitas pendidikan umumnya mungkin kalah jik a dibandingkan dengan standar sekolah umum tetapi di bidang pendidikan agama kebanyakan dari mereka memiliki kualitas di atas standar. agama mendasari pengembangan iptek atau iptek mendasari penghayatan agama. seperti MIN Malang I. Pada masa kini masyarakat sedang berada dalam krisis itu akibat pengaruh ilmu dan teknologi modern yang melaju dengan cepatnya meninggalkan sektor kehidupan lainnya. Dimensi. (c) tidak bertentangan satu sama lain. sering berada di bawah standar. Madrasah yang kualitas pendidikan umumnya lebih tinggi dari sekolah umum.yang yayasannya kurang kuat.lembaga sosial. baik dilihat dari segi pendidikan agama maupun dari segi pendidikan umum. walau sedikit sekali. di bidang pendidikan umum ia kalah dari sekolah umum yang ada di sekitarnya. Persoalan ini menjadi makin serius apabila dikaitkan dengan isu besar akhir akhir ini.sumber kekuatan yang mempengaruhinya. kompetensi dan keahlian yang juga diperlukan pada masa krisis seperti ini ( terutama dalam menghadapi krisis pendidikan). Kemajuan iptek yang tidak dibarengi dengan pendidikan agama maka akan membuat manusia terbuai oleh teknologi. C) pendidikan islam dengan iptek Globalisasi memaksa Indonesia khususnya pendidikan Islam untuk merubah orientasi pendidikannya menuju pendidikan yang tidak hanya orientasi kuantitas tapi yang lebih utama adalah berorientasi pada kualitas. disebabkan oleh sumber.dimensi sosial. kekecualian-kekecualian juga ada.kultur mengalami perubahan dan pergeseran dalam nilai. Krisis pendidikan dimanapun sepadan intesitasnya dengan krisis yang melanda masyarakatnya. Di bidang pendidikan agama madrasah ini kalah dari madrasah yang ada di dalam pondok dan.nilai. Dampak positif dan negatif iptek terhadap kehidupan masyarakat kadang. Tentu saja. juga ada. (b) bertentangan tapi dapat hidup berdampingan secara damai. Ada beberapa kemungkinan hubungan antara pendidikan Islam dan iptek: (a) berseberangan atau bertentangan. Kalau banyak orang mengatakan bahwa bangsa Indonesia belum siap untuk memasuki era globalisasi. (d) saling mendukung satu sama lain. kultural atau moral yang sengaja dibangun seperti sekolah. . yakni globalisasi.

akan diselesaikan dengan menganggapnya berada pada wilayah yang berbeda. Karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan pemisahan agama dan negara/masyarakat. Dalam pola hubungan ini. jalan satu-satunya adalah menerima kebenaran keduanya dengan anggapan bahwa masing-masing mempunyai wilayah kebenaran yang berbeda. Dalam pola hubungan seperti ini. Pola hubungan pertama ini pernah terjadi di zaman Galileio-Galilei. pengembangan iptek akan menjauhkan orang dari keyakinan akan kebenaran agama dan pendalaman agama dapat menjauhkan orang dari keyakinan akan kebenaran ilmu pengetahuan. Kendati ajaran agama tidak bertentangan dengan iptek. kebenaran ajaran agama tidak bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan tetapi juga tidak saling mempengaruhi. persinggungan itu tidak banyak mempunyai dampak karena tampak terasa aneh kalau dikaitkan. pengembangan iptek tidak dikaitkan dengan penghayatan dan pengamalan agama seseorang karena keduanya berada pada wilayah yang berbeda. Keadaan seperti ini dapat terjadi dalam masyarakat sekuler. ketika agama bersinggungan dengan ilmu. Dalam masyarakat di mana pola hubungan seperti ini terjadi. Kebenaran agama dipisahkan sama sekali dari kebenaran ilmu pengetahuan. Demikian pula sebaliknya. . ajaran agama tidak dikaitkan dengan iptek sama sekali. penghayatan agama tidak mendorong orang untuk mengembangkan iptek dan pengembangan iptek tidak mendorong orang untuk mendalami dan menghayati ajaran agama. saling tolak. Ketika Galileo berpendapat bahwa bumi mengitari matahari sedangkan gereja berpendapat bahwa matahari lah yang mengitari bumi. Mungkin secara individu dampak itu ada. Pola hubungan ke dua adalah perkembangan dari pola hubungan pertama. tetapi secara komunal pola hubungan ini cenderung untuk tidak menimbulkan dampak apa-apa. apabila terjadi. Pola hubungan seperti ini dapat terjadi dalam masyarakat sekuler yang sudah terbiasa untuk memisahkan urusan agama dari urusan negara/masyarakat. pengembangan yang satu tidak mempengaruhi pengembangan yang lain. Ketika kebenaran iptek yang bertentangan dengan kebenaran agama makin tidak dapat disangkal sementara keyakinan akan kebenaran agama masih kuat di hati. Ia dihukum karena dianggap menyesatkan masyarakat. Orang yang ingin menekuni ajaran agama akan cenderung untuk menjauhi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia. Baik secara individu maupun komunal. maka. Apa yang dianggap benar oleh agama dianggap tidak benar oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pola hubungan seperti ini. Konflik antara agama dan ilmu. Pola ke tiga adalah pola hubungan netral.Pola hubungan pertama adalah pola hubungan yang negatif. maka Galileo dipersalahkan dan dikalahkan.

G. Dalam wujud pertama. dinyatakan bahwa pengembangan iptek hendaknya mengindahkan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. GBHN 1993-1998. Secara teori. Pada Bab II. Tidak boleh bertentangan tidak berarti harus mendukung. akan kita lihat bahwa pola hubungan yang diharapkan adalah pola hubungan ke tiga. maka kita perlu melihat kembali GBHN sebagai cermin keinginan bangsa Indonesia tentang apa yang mereka harapkan terjadi di Indonesia dalam masa 5 atau 25 tahun mendatang. Kalau kita simak pernyataan eksplisit GBHN 1993-1998 tentang kaitan iptek dan pendidikan Islam. pengembangan iptek akan mendorong orang untuk mendalami dan menghayati ajaran agama walaupun tidak sebaliknya terjadi. pola hubungan ini dapat terjadi dalam tiga wujud: ajaran agama mendukung pengembangan iptek tapi pengembangan iptek tidak mendukung ajaran agama. Pada wujud ke tiga. Pertanyaan selanjutnya adalah "pola hubungan yang manakah yang dikehendaki oleh bangsa Indonesia terjadi di negara kita ini?" Untuk menjawab pertanyaan di atas. pola hubungan netral. pengembangan iptek tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Salah satu . dan ajaran agama mendukung pengembangan iptek dan demikian pula sebaliknya. Akan tetapi.Pola hubungan yang ke empat adalah pola hubungan yang positif. 3. Pengembangan agama tidak ada hubungannya dengan pengembangan iptek. pengembangan iptek akan mendorong orang untuk lebih mendalami dan menghayati ajaran agama dan pendalaman serta penghayatan ajaran agama akan mendorong orang untuk mengembangkan iptek. maka kita akan memperoleh kesan yang berbeda. kalau kita baca GBHN itu secara implisit dalam kaitan antara pembangunan bidang agama dan bidang iptek. pengembangan iptek mendukung ajaran agama tapi ajaran agama tidak mendukung pengembangan iptek. Sebaliknya. Tak ada satu kalimat pun dalam pernyataan itu yang secara eksplisit menjelaskan bagaimana kaitan agama dengan iptek. Terjadinya pola hubungan seperti ini mensyaratkan tidak adanya pertentangan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan serta kehidupan masyarakat yang tidak sekuler. Artinya. Ajaran agama dan iptek tidak bertentangan satu sama lain tetapi tidak saling mempengaruhi. dalam wujud ke dua. yang telah dikutip di muka. pendalaman dan penghayatan ajaran agama akan mendukung pengembangan iptek walau pengembangan iptek tidak akan mendorong orang untuk mendalami ajaran agama. Kesan hubungan netral antara agama dan iptek ini juga muncul kalau kita membaca GBHN dalam bidang pembangunan Agama dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

fihak yang tidak berkeberaan dengan acara seperti itu mengatakan bahwa 'kalau anda tidak senang dengan acara itu. matikan saja televisinya.asas pembangunan nasional adalah Asas Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berarti ". Kasarnya.). sedang mendidik kehidupan beragama masyarakat adalah tugas guru agama dan ulama. Sebagai contoh. 1. Apakah hubungan pendidikan islam dengan iptek? Pola hubungan antara agama dan iptek di Indonesia saat ini baru pada taraf tidak saling mengganggu.dan etik dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila" (Bab II. Tugas pengusaha adalah mencari untung sebanyakbanyaknya. Konflik yang timbul antara keduanya diselesaikan dengan kebijaksanaan. Fihak yang berkeberatan mengatakan bahwa hal itu dapat merusak mental masyarakat.' Perusahaan televisi swasta adalah perusahaan yang harus memikirkan keuntungan dan ia akan berusaha menayangkan film yang digemari masyarakat.. C. Dalam kaitannya dengan pengembangan iptek pendidikan Islam diharapkan dapat menjiwai. penonjolan aurat wanita. Pengembangan iptek dan pengembangan kehidupan beragama diusahakan agar tidak saling tabrak pagar masing-masing. Kalau masyarakatnya senang film sex dan sadis. maka film itu pulalah yang akan memperoleh rating tinggi dan diminati oleh pemasang iklan. dan mengendalikan pengembangan iptek tersebut. Tetapi.) Dari sini dapat disimpulkan bahwa. Pengembangan agama diharapkan tidak menghambat pengembangan iptek sedang pengembangan iptek diharapkan tidak mengganggu pengembangan kehidupan beragama. dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual. termasuk pembangunan bidang iptek tentunya. .. menggerakkan. beberapa waktu yang lalu ada polemik di surat kabar tentang tayangan televisi swasta yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama (misalnya. dan pengendali ataupun sebagai landasan spiritual. digerakkan. bangsa Indonesia menghendaki agar pendidikan Islam dapat berperan sebagai jiwa. dan etik bagi pembangunan nasional. penggerak. dsb. moral. secara implisit. moral. Ini adalah pemikiran yang sekuler. yang memisahkan urusan dagang dari agama. cerita perselingkuhan. tugas setan memang menggoda manusia sedang mengingatkan manusia adalah tugas nabi. bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai.

Ada pula konflik antara ajaran agama dan ajaran ilmu pengetahuan yang diselesaikan dengan cara menganggapnya "tidak ada atau sudah selesai" padah ada dan belum al diselesaikan. konflik di sekolah ini tidak diselesaikan dan dianggap tidak ada. dalam bentuknya seperti sekarang. antara teori evolusi dan teori ciptaan.w. Sebaliknya. sampai saat ini. yang pernah melanda Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. D) pendidikan Islam dalam satu sistem pendidikan nasional . manusia itu diciptakan oleh Allah s. Akan tetapi. berdasarkan dalil-dalil naqli.Polemik ini diselesaikan dengan penerapan sensor intern dari perusahaan televisi swasta. Sebagai contoh adalah teori tentang asal usul manusia yang diajarkan di sekolah. Pelajaran Biologi hanya mengajarkan teori evolusi dalam bidang biologi dan pura-pura tidak tahu bahwa ajaran agama Islam. yang biasa kita lihat di bioskop. Guru biologi mengajarkan bahwa menurut sejarahnya. Ini adalah pertentangan teori yang klasik.t. Kini adegan ciuman bibir antara lelaki perempuan. konflik antara teori yang satu dengan yang lain adalah wajar dan merupakan rahmat (Konflik semacam inilah yang menimbulkan paradigma baru dalam ilmu pengetahuan dan menghasilkan teori-teori baru. konflik itu tetap berlangsung sampai sekarang walaupun kelompok pendukung teori ciptaan ini jumlahnya makin sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang mempercayai teori evolusi. yang lain mengikuti garis manusia yang berkembang mulai dari manusia kera purba sampai ke manusia modern. Pendidikan Agama Islam mengajarkan teori ciptaan dan menyalahkan teori evolusi tanpa menjelaskan dimana letak kesalahan teori evolusi itu (padahal. jika konflik semacam ini diajarkan di sekolah tanpa diselesaikan. Di Amerika. Di Indonesia. keadaan seperti ini akan menghasilkan lulusan SMA yang bingung di bidang asal usul manusia (barangkali gurunya pun bingung!). dan Katolik menganut faham creationism (manusia diciptakan). Di bidang ilmu. teori evolusi ini masih menjadi tulang punggung ilmu hayat (biologi). manusia itu berasa dari suatu jenis tertentu yang kemudian pecah menjadi dua cabang: yang satu mengikuti garis pongid yang akhirnya menjadi kera modern. maka kebingungan lah yang akan menjadi akibatnya. Di dunia ilmu pengetahuan. Secara teoritis. (Lihat buku teks Biologi SMU untuk kelas tiga dan bandingkan dengan buku teks Pendidikan Agama Islam di SMU). Guru agama Islam mengajarkan bahwa. konflik ini diselesaikan dengan melarang diajarkannya teori ciptaan di seluruh sekolah negeri. Film "Basic Instinct" yang ditayangkan di televisi beberapa waktu yang lalu telah dipotong sedemikian rupa sehingga steril dari adegan sex yang panas. tidak akan kita temukan di televisi. Kristen.

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2003. visi pendidikan agama yang ditawarkan tidak mendorong semangat pluralisme.Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai. Mengingat pentingnya masalah yang berkenaan dengan pendidikan maka perlu diatur suatu aturan yang baku mengenai pendidikan tersebut yang dipayungi dalam sistem pendidikan nasional. kegagalan dan kekurangberhasilan yang terjadi selama ini merupakan cerminan dari kegagalan dalam membentuk mental dan karakter sebagai bangsa yang sedang membangun. Demikianlah kritik yang mengemuka dari kelompok yang menolak Undang-Undang teresebut. tetapi yang amat penting adalah´ how to be´. Megawati Sukarno Putri. Oleh karena itu supaya terwujud how to be maka diperlukan transfer budaya dan kultur. campurtangan pemerintah terlalu besar pada masalah agama. serta memberi peluang intervensi berlebihan negara pada pelaksanaan pendidikan dan menghalangi partisipasi serta otonomi masyarakat. Bahkan unjuk rasa sampai ancaman disintegrasi ikut mewarnai proses lahirnya Undang-Undang ini. Singkat kata.nilai agama. Undang-Undang ini menjelang kelahirannya ada dalam situasi yang dilematis. Sistem pendidikan nasional adalah salah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Undang-Undang ini dimaksudkan sebagai jawaban legal formal terhadap krisis pendidikan yang telah menggurita dalam tubuh bangsa Indonesia. dan kentalnya nuansa politik yang membidangi lahirnya Undang-Undang tersebut. Kalau disimak ujung dari semua itu seakan-akan berhenti pada ungkapan tentang gagalnya sistem pendidikan nasional . Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 lahir melalui perdebatan sengit. kebudayaan nasional dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. khususnya lembaga-lembaga pendidikan. Kritik tajam terhadap Undang-Undang ini (saat itu masih RUU) dapat dicatat antara lain berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan terlalu ditekankan pada kesalehan beragama dan mengabaikan tujuan pendidikan nasional yang universal dan komprehensif. Semua itu bagaikan bermuara pada kesimpulan tentang tipisnya etika kita dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara. bersifat diskriminatif dan mengabaikan keberadaan serta kepentingan agama/kepercayaan lain di luar lima agama yang selama ini diakui resmi oleh negara. Sementara pada sisi lain. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk´ know to how ³dan´ know to do´. Presien RI saat itu misalnya menegaskan.

3) peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Bahkan polemik ini sudah jauh melampaui diskusi-diskusi kependidikan. tetapi merambah masuk ke dalam ranah politik dan sentimen agama. yaitu 1) pendidikan agama sebagai basis pendidikan nasiona. semuanya tenggelam ditelan polemik pasal-pasal ³yang berpihak³ terhadap pendidikan agama. Namun menjelang disahkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 sebagai pengganti UU Sisdiknas sebelumnya ±seperti ramai diberitakan oleh media massa . Kedudukan Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Hal penting yang dapat disimpulkan dari pelacakan jejak kontroversi seputar UU Sisdiknas di atas adalah pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. .telah menjadi konteks tersendiri yang memotivasi. unjuk rasa. terutama Islam. Bahkan di kawasan Asia. Indonesia di nilai sebagai negara yang paling ketinggalan (least welleducated country) dalam pendidikan baik dari budgeting. Dapat dikatakan. bahwa pasal-pasal yang beraroma agama dan bersentuhan dengan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan menjadi pusaran konflik yang mengundang debat sengit. Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama. dan 4) efisiensi menajemen pendidikan. Keempat hal pokok ini tidak lagi bisa dijawab oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.seluruh persoalan pendidikan yang rumit didiskusikan oleh para pakar pendidikan selama kurang lebih dua tahun itu. Terdapat banyak isu reformasi pendidikan yang diusung saat itu. Kesadaran akan adanya kegagalan dalam dunia pendidikan ini ditandai dengan tuntutan reformasi yang beriringan dengan tuntutan reformasi pada bidang kehidupan lainnya. Jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian ke Sembilan Pendidikan K eagamaan Pasal 30 isinya adalah : 1. sampai pada ancaman memisahkan diri dari NKRI. mewarnai dan memperkaya UU Sisdiknas. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam konteks reformasi pendidikan inilah sesungguhnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 ini lahir.kita. Sedikitnya isu-isu sentral reformasi pendidikan ini bermuara pada empat hal. tersebut dalam Bab Vi Jalur. out put. maupun manjerial. sekaligus menjadikan Undang-Undang ini dianggap kontroversial. 2) pemerataan kesempatan pendidikan. Dari konteks inilah penulis melihat kajian terhadap posisi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

pasraman. Pendidkan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai nilai ajaran agamnya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. dan nonformal. pabhaja samanera dan bentuk lain yang sejenis.2. .2. 5.3 dan 4 diatur lebih lanjut dengan Peraturan pemerintah. pesantren. Pendidkan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan form informal al. tahun 2008 memiliki urgensi dan signifikansi yang besar. Ketentuan mengenai pendidikan keagmaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. 4. Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah. 3.

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Karena pada dasarnya pendidikan Islam akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang berpengetahuan.lembaga seperti madrasah maupun sekolah umum tidak mengesampingkan pendidikan Islam. agamis maupun berakhlak karimah. Saran Melihat realita tentang isu. Hh 3. Pendidikan Islam adalah b. . maka diharapkan pemerintah maupun lembaga. tidak diperbudak oleh IPTEK akibat minimnya pengetahuan sehingga menjerumuskan peserta didik sendiri.2.isu yang marak tentang pendidikan Islam yang semakin merosot dan kurang diminati para peserta didik. maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut: a.1.BAB III PENUTUP 3.

Jakarta: RajaGrafindo Persada.DAFTAR PUSTAKA Arifin. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Hasbullan. Haidar. Kapita selekta pendidikan Islam. http://lpmpalmuhajirin. Muzayyin.2004. Jakarta: Gramedia Widiasarana.html Nata. 1999.com/2009/02/pendidikan-islam-dalam-sisdiknas-part.2005. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Membangun Bangsa melalui Pendidikan. Supriyadi.blogspot. Abuddin. Putra Daulay.Bandung: Rosda Karya. 2003. Jakarta: Bumi Aksara. . Dedi. Kapita Selekta Pendidikan Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful