P. 1
Lari Estafet Dan 100 Meter

Lari Estafet Dan 100 Meter

|Views: 3,251|Likes:
Published by Jhon Harrys

More info:

Published by: Jhon Harrys on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

Pengertian Lari Sambung (Estafet) Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu nomor lomba lari

pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau berantai. Dalam satu regu lari sambung ada empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor lari yang lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari kesatu kepada pelari berikutnya. Nomor lari sambung yang sering diperlombakan adalah nomor 4x100 meter dan nomor 4x400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik lari saja yang perlu diperhatikan, tetapi pemberian dan menerima tongkat di zona (daerah) pergantian seperti penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari. Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang elah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor diselenggarakan dalam hubungannya dengan pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api Olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut Lari estafet 4x100 meter dan 4x400 meter bagi pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di Stockholm. Estafet 4x100 meter bagi wanita sejak tahun 1928 menjadi nomor Olimpiade dan 4x400 meter dilombakan sejak tahun 1972 Teknik Lari Sambung (Estafet) Suksesnya lari estafet sangat bergantung dari kelancaran penggantian tongkat. Waktu yang dicapai akan lebih baik (lebih cepat) jika pergantian tongkat estafet berlangsung dengan baik pula. Suatu regu lari estafet yang terjadi dari pelari-pelari yang baik hanya akan dapat memenangkan perlombaan, jika mampu melakukan pergantian tongkat estafet dengan sukses. Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet adalah Panjang tongkat : 28-30 cm

agar dapat melakukan teknik tersebut. Teknik Penerimaan Tongkat Perlombaan lari sambung mengenal dua cara penerimaan tongkat. keterampilan gerak penerima tongkat tanpa melihat lebih sulit dari pada dengan cara melihat. Bahkan. Dalam pelaksanaannya. seringkali suatu regu dikalahkan oleh regu lainnya hanya karena kurang menguasai keterampilan gerak menerima dan memberikan tongkat dari satu pelari kepada pelari yang lainnya. pelari harus menguasai keterampilan gerak lari dan keterampilan memberi serta menerima tongkat yang dibawanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan dalam lari estafet 4x100 meter. Penerimaan tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4x400 meter. seringkali suatu regu didiskualifikasi hanya karena kurang tepatnya penerimaan dan pemberian tongkat. antara penerima dan pemberi perlu melakukan latihan yang lebih lama melalui pendekatan yang tepat Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat Estafet Prinsip lari sambung adalah berusaha membawa tongkat secepat-cepatnya yang dilakukan dengan memberi dan menerima tongkat dari satu pelari kepada pelari lainnya. pergantian tongkat srtafet itu ada 2 macam. Lari sambung mengenal dua keterampilan teknik pemberian dan penerimaan tongkat. yaitu: • Keterampilan teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya.Diameter tongkat : 38 mm Berat tongkat : 50 gr Pada lari sambunga ada beberapa macam cara dalam pemberian tongkat estafet dari pelari kepada pelari berikutnya. • Keterampilan teknik penerimaan tongkat estafet dengan cara tidak melihat Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya. Secara garis besar. Dalam beberapa perlombaan lari sambung. yaitu dengan melihat (visual) dan tanpa melihat (nonvisual). Dilihat dari cara menerima tongkat. yaitu: .

Keterampilan teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah Keterampilan teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan tangan kiri. ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Cara menempatkan pelari-pelari tersebut adalah sebagai berikut. Apabila pemberi melakukannya dengan angan kanan. Sambil berlari atlet akan memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri. Cara Melakukannya: Buatlah beberapa regu estafet (masing-masing terdiri dari 4 pelari atau siswa) dan masing-masing pelari atau siswa ditempatkan dengan jarak 100 meter . tangan penerima telah siap dibelakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah. penerima akan melakukannya dengan tangan kanan pula. Saat akan memberi tongkat. Pelari ke-2 ditempatkan didaerah start kedua dengan lintasan lurus. Daerah Pergantian Tongkat Estafet Antarpelari Suatu regu lari estafet yang terdiri dari pelari-pelari yang baik hanya akan dapat memenangkan perlombaan jika mampu melakukan pergantian tongkat estafet dengan cepat dan sempurna. Pelari ke-3 ditempatkan didaerah start ketiga dengan lintasan ditikungan Pelari ke-4 ditempatkan di daerah start keempat dengan linasan lurus dan berakhir di garis finish Latihan Memberi dan Menerima Tongkat Estafet dalam Bentuk Perlombaan Tujuan: melatih kerjasama dalam ketepatan dan kecepatan berlari sehingga hasil akhir dapat tercapai dengan baik. Ibu jari di buka lebar dan raji-jari angan lainnya rapat. Pelari yang akan menerima tongkat mengayunkan tangan dari depan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas. sementara jari-jari tangan lainnya dirapatkan. kemudian dengan segera meletakan tongkat dari atas pada talapak tangan penerima. Keterampilan teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas Keterampilan teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan. Ibu jari terbuka lebar. Pelari ke-1 ditempatkan didaerah start pertama dengan lintasan di tikungan. Pada keterampilan teknik pemberian tongkat dari atas. Sementara itu. pemberian dan penerimaan tongkat dilakukan pada bagian tangan yang sama.

pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik. Misalnya. pelari tersebut berlari secepat-cepatnya menuju pelari atau atlat kedua yang sudah siap untuk menerima tongkat Setelah keempat pelari menyelesaikan tugasnya dan pelari terakhir (keempat) masuk ke garis finish tanpa membuat kesalahan maka regu yang tiba di garis finish pertama keluar sebagai pemenang Hal-Hal yang Perlu Diperhaikan dan Peraturan Perlombaan Lari Estafet Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet Pemberian tingkat sebaiknyasecara bersilang. pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama. Peraturan Perlombaan Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter.Setalah ada aba-aba ”bersiap” pelari pertama segera menempatkan posisinya (sikap start jongkok) Setelah ada aba-aba ”ya”. dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masingmasing. Apabila tongkat terjatuh. tetapi di sini tidak terjadi pergantian tongkat. yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada angan kanan. 3. 1. Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Prazona adalah suatu daerah di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya. kemudian boleh masuk ke lintasan dalam. pelari ketiga dan pelari keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai . berat tongkat 50 gr Dalam lari estafet.20 meter dan bagi pelari estafet 4x100 meter ditambah 10 meter prazona. pelari yang menjatuhkannya harus mengambilnya. diameter tongkat 38 mm. sedangkan pelari 2 dan 4 menerima aau memegang tongkat dengan tangan kiri Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Jarak penantian pelari 2. Tongkat estafet harus berukuran panjang tongkat 28-30 cm.

Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Jarak lari bersambung yang sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 X 100 meter atau 4 X 400 meter. Sebagian besar keberhasilan regu estafet ditentukan oleh kelancaran pada saat melaksanakan pergantian tongkat estafetnya. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari. Sedangkan untuk pelari kedua (II). yaitu : Pergantian Tongkat Estafet tanpa melihat (Non Visual) Yaitu cara pelari menerima tongkat estafet tanpa melihat kepada yang memberi tongkat estafet. dan pelari yang keempat (IV) menggunakan start melayang. Diposkan oleh info sahabat di 20.52 LARI ESTAFET Lari bersambung atau biasa disebut lari estafet adalah lari beregu yang terdiri dari 4 orang pelari. Saat akan memberi tongkat. 2. Keberhasilan yang akan dicapai oleh tim sangat ditentukan pada saat melakukan pergantian estafet. Pergantian Tongkat estafet dengan melihat (Visual) yaitu cara pelari menerima tongkat estafet dengan melihat ke belakang (pemberi tongkat estafet). Suatu tim pelari harus memiliki pelari-pelari yang tercepat dan mampu melakukan pergantian tongkat dengan sempurna. Teknik Lari Bersambung (Lari Estafet). Satu regu pelari estafet biasanya terdiri dari 4 orang pelari. Ibu jari terbuka lebar. Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga . ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. ketiga (III).kedatangan pelari seregunya. Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama (I) menggunakan start jongkok. Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat : Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Tangan penerima berada di bawah pinggang. Teknik Pergantian tongkat Estafet. 1. Lari ini dilakukan bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start sampai ke garis finish. Pergantian Tongkat estafet dalam lari bersambung atau lari estafet terbagi menjadi 2. sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan.

4. 3. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. 3. 4. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik. Cara Memegang tongkat Estafet. Dan bagi pelari pertama. Sampai dengan jarak 400 meter . Pergantian tongkat estafet yang terjadi diluar daerah pergantian akan terkena Diskualifikasi. Jarak penantian pelari 2. Pergantian tongkat estafet harus berlangsung di dalam daerah pergantian yang panjangnya 20 meter.menggunakan tangan kiri. dimulai sejak diadakan olympiade modern yang pertama kali diselenggarakan di kota Athena pada tahun 1896 dan sampai terbentuknya badan dunia federasi athletik amatir internasional tahun 1912. melempar. dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan. 2. dan melompat. yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan. 5. berlari. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Atletik pertama kali diperkenalkan di Indonesia dengan sebutan Netherlands Indische Athletick Unie (NIBU) tanggal 12 Juli 1917 dan dalam perkembangannya terbentuk suatu organisasi yang bergerak dibidang atletik dengan nama Persatuan Sprint atau lari cepat merupakan salah satu nomor lomba dalam cabang olahraga atletik. yaitu seperti berjalan. Peraturan Perlombaan lari sprint 100m TEKNIK LARI SPRINT 100m By Ricky Saputra Jaya 05601244017 Pjkr Nr 05 FIK UNY Atletik adalah aktifitas jasmani yang kompetitif atau dapat diadu berdasarkan gerak dasar manusia. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet : 1. Atletik seperti yang kita ketahui sekarang. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri. tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing. 3. Sprint atau lari cepat merupakan semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang ditempuh. Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya.

masih digolongkan dalam lari cepat atau print. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. Dengan demikian pengetahuan merupakan proses dari usaha manusia untuk tahu. mengerti. Pengertian sprint Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. yaitu: a. sampai dengan dan termasuk jarak 400 meter. dan finish. Menurut Arma abdoellah (1981. Aplikasi atau penerapan Aplikasi teknik merupakan penerapan penggunaan teknik lari sprint yang dilakukan oleh atlet didalam perlombaan. lari menengah (800 – 1500 meter). namun kebutuhan dari semua lari-sprint yang paling nyata adalah ‘kecepatan’. 115) kemampuan untuk melakukan suatu teknik yang sempurna adalah tidak sama sebagai seorang pelaku yang penuh ketangkasan. 85) pengetahuan adalah apa yang kita ketahui atau hasil pekerjaan tahu. b. lari jauh (5000 meter atau lebih). Suriasumantri (1993: 103) pengetahuan pada hakekatnya adalah merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek termasuk kedalamnya ilmu. Atlet yang tangkas memiliki teknik yang baik dan konsisten dan juga tahu kapan dan bagaimana menggunakan teknik guna menghasilkan prestasi yang baik. Pengetahuan Menurut Jujun S. Sprint a. Sedangkan yang dimaksud dengan perbedaan atau pembagian jarak dalam nomor lari adalah lari jarak pendek (100 – 400 meter). Penguasaan teknik sprint diartikan sebagai kemampuan atlet dalam mengetahui atau memahami teknik lari sprint dan dapat menggunakan teknik lari sprint dengan baik. 200 m. Seperti yang dikatakan IAAF (1993. Sedangkan menurut Sidi Gazalba dalam Amsal Bakhtiar (2006. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu. insaf. 2. Penguasaan teknik merupakan kemampuan untuk memahami atau mengetahui suatu rangkaian spesifik gerakan atau bagian pergerakan olahraga dalam memecahkan tugas olahraga dan dapat menggunakan pengetahuan yang dimiliki tersebut. dan 400 m. Penguasaan teknik dipengaruhi beberapa dua faktor. maka sekalipun sangat kecil terdapat pula beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya. gerakan sprint. perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m. Setiap atlet memiliki kemampuan yang berbeda dan cara yang berbeda pula dalam menerapkan atau mengaplikasikan teknik sprint dalam perlombaan. sadar. Kepentingan relatif dari tuntutan yang diletakkan pada seorang sprinter adalah beragam sesuai dengan event-nya. Nomor lomba atau event lari sprint menjangkau jarak dari 50 meter. Didalam suatu perlombaan atlet akan berusaha untuk mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki untuk mencapai penampilan terbaik dan prestasi maksimal. dan pandai. sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Lari jarak pendek atau sprint adalah semua jenis lari yang sejak start ampai finish dilakukan dengan kecepatan maksimal. Beberapa faktor yang mutlak menentukan baik buruknya dalam sprint ada tiga hal yaitu start. 50) pada dasarnya gerakan lari itu untuk semua jenis sama. lancar-efisien dibutuhkan . yang bagi atlet senior hanya dilombakan indoor saja. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Namun dengan demikian dengan adanya perbedaan jarak tempuh. Kecepatan dalam lari sprint adalah hasil dari kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan yang halus.

Teknik lari sprint Teknik adalah sangat kritis terhadap prestasi selama suatu lomba lari sprint. Tujuan teknik-sprint selama perlombaan adalah untuk mengerahkan jumlah optimum daya kepada tanah didalam waktu yang pendek. 1993. Meng-adopsi sikap yang sesuai pada posisi saat aba-aba “siaaap” c. Pengertian teknik Teknik merupakan blok-blok bengunan dasar dari tingginya prestasi. 80) teknik adalah suatu proses gerakan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang perlu dalam cabang olahraga. Hubungan optimal antara panjang langkah dan frekuensi langkah bervariasi bagi tahap-tahap lomba yang berbeda-beda.bagi berlari dengan kecepatan tinggi. Tahap kecepatan maksimum 5. Tahap transisi/perubahan 4. Teknik adalah cara yang paling efesien dan sederhana dalam memecahkan kewajiban fisik atau masalah yang dihadapi dan dibenarkan dalam lingkup peraturan (lomba) olahraga (Thomson Peter J. (A) Start. lengan lengan efektif. Tujuan utama lari sprint adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal. Konentrasi penuh dan menghapus semua gangguan dari luar saat dalam posisi aba-aba “bersediaaaaa” b. Teknik yang baik ditandai oleh mengecilnya daya pengereman. gerakan kaki dan badan dan suatu koordinasi tingkat tinggi dari gerakan tubuh keseluruhan (IAAF. Finish Lomba lari sprint yang lain mengikuti pola dasar yang sama. (C) Gerakan finish. Suatu dorongan explosif oleh kedua kaki terhadap start-blok. untuk bisa berlari cepat seorang atlet harus meningkatkan satu atau kedua-duanya. c. Tahap lari akelerasi 3. yaitu. Teknik merupakan cara paling efesien dan sederhana untuk memecahkan kewajiban fisik atau masalah yang dihadapi dalam pertandingan yang dibenarkan oleh peraturan. Start Menurut IAAF (2001. Menurut suharno (1983) yang dikutip Djoko Pekik Irianto (2002. (B) gerakan lari cepat. pola waktu mereka dan aktivitas metabolik para atlet dari tahap reaksi sampai tahap transisi tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan kecepatan dari suatu sikap diam di tempat. Kelangsungan gerak lari cepat atau sprint dapat dibagi menjadi tiga.6) suatu start yang baik ditandai dengan sifat-sifat berikut. Dalam aspek biomekanika kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah dalam per satuan waktu). Tahap reaksi dan dorongan 2. b. tetapi panjang dan pentingnya tahapan relatif bervariasi. Untuk bisa berlari lebih cepat seorang atlet harus meningkatkan satu atau keduaduanya. Dalam lari sprint terdapat beberapa tahapan yaitu: 1. 1993. dalam sudut start yang . a.22). 115). Tahap pemeliharaan kecepatan 6. yang dihasilkan dari dorongan badan kedepan. Melalui tahapan lomba tuntutan teknik sprint beragam seperti halnya aktivitas otot-otot.L. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang-langkah dan frekuensi-langkah. Teknik lari sprint lari 100m dapat dirinci menjadi tahap-tahap sebagai berikut: 1.

Sudut lutut 1200 pada kaki belakang 6. Start-medium (medium-start). kaki belakang bergerak lebih dahulu. Pola daya kekuatan menunjukkan bahwa daya kekuatan yang puncaknya sangat tinggi dikenakan mengawali gerak akselerasi dari titik- . Tanda-tanda utama suatu posisi “siaaap” yang optimum daya adalah. b. yaitu: a. Start-panjang (elongated-start). setelah kemungkinan reaksi yang tercepat harus disusul dengan suatu gerak (lari) percepatan yang kencang dari titik-pusat gravitasi dan langkah-langkah pertama harus menjurus kemungkinan maksimum. Posisi “bersediaaa” Pada posisi ini sprinter mengambil sikap awal atau posisi “bersediaaa”. Poros pinggul lebih tinggi daripada poros bahu 3.8) posisi “siaaap” ini adalah kepentingan dasar bahwa seorang atlet menerima suatu posstur dalam posisi start “siaaap” yang menjamin suatu sudut optimum dari tiap kaki untuk mendorongnya. Titik pusat gravitasi kedepan 4. Ada tiga bagian dalam gerakan start. Tangan diletakkan dibelakang garis start dan menopang badan (lihat gambar ). Start-pendek (bunch-start). leher rileks. impuls dapat disalurkan ke dan ditampilkan pada suatu dinamo-meter. mata memandang tanah kedepan. Suatu pengkajian terhadap teknik start-jongkok karenanya dapat dimulai dengan start medium.maksimal Teknik yang digunakan untuk start harus menjamin bahwa kemungkinan power yang terbesar dapat dibangkitkan oleh atlet sedekat mungkin dengan sudut-start optimum 450. kaki diluruskan menekan start blok c. Berat badan dibagikan seimbang 2. Kekuatan impuls arah dan lamanya. ejak ini memberi peluang kepada para atlet untuk menerapkan daya dalam waktu yang lebih lama daripada start-panjang (menghasilkan kecepatan lebih tinggi). 1. c. Posisi (aba-aba) “ya” Daya dorong tungkai dan kaki dalam start dapat dianalisa dengan menggunakan papanpengalas daya dibangu pada start blok. suatu posisi yang sesuai dari pusat gravitasi ketika kaki diluruskan dan pegangan awal otot-otot diperlukan bagi suatu kontraksi explosif dari otot-otot kaki. tetapi tidak menuntut banyak kekuatan seperti pada start-pendek (bunch-start). Menurut IAAF (2001. kaki yang paling cepat/tangkas ditempatkan pada permukaan sisi miring blok yang paling depan. Ada tiga variasi dalam start-jongkok yang ditentukan oleh penempatan start-blok relatif terhadap garis start: a. 5. Sudut lutut 900 pada kaki depa. Bila kaki-kaki menekan pada papan itu pada pada saat start. Start medium adalah umumnya yang disarankan. juga timing dari dorongan dari tiap kaki dapat dicatat. Ciri kunci yang untuk diperhatikan adalah: 1. kepala segaris dengan tubuh (lihat gambar). Kaki belakang ditempatkan pada permukaan blok belakang.

Tujuan dan fungsi dari tahap ini adalah agar kaki dorong putus kontak dengan tanah. Tahap ayunan depan. Lutut dorong yang aktif mennyangga pengungkit pendek dari kaki ayun. Penerapan daya kekuatan dari kaki depan dimulai sedikit lambat yang memungkinkan gerak akselerasi titik-pusat gravitasi untuk berlanjut setelah dorongan kaki belakang menghilang. 2. Kenyataannya. Kecepatan kaki dicapai dengan bergerak kebawah/kebelakang sebagai suatu indikator penanaman aktif dari hasil dalam suatu kenaikan yang cepat dari komponen daya vertikal. Angkatan tumit karena dorongan aktif lutut. 2.pusat gravitasi atlet dengan cepat menurun. Tahap ini menyumbangkan panjang langkah dan dorongan pinggang. 3. Perjalanan horizontal pinggul dipertahankan sebagai hasil dari gerakan yang dijelaskan b. Tahap pemulihan (recovery). 3. dalam kaitan dengan ayunan lengan yang intensif. Kecepatan sudut optimal pada paha berayun kedepan menolong menjamin frekuensi langkah lari yang tinggi. Gerakan kebelakang dari tungkai bawah sampai sutau gerakan mencakar aktif dari kaki diatas dari dasar persendian jari-jari kaki dalm posisi supinasi dari kaki. Persiapan efektif dengan kontak tanah. Lutut yang memimpin dipersiapkan untuk suatu ayunan ke depan yang relax dari tungkai bawah dalam langkah mencakar berikutnya. Persiapan untuk mendarat engan suatu gerakan mencakar dan sedikit mungkin hambatan dalam tahap angga depan. yaitu: 1. Otot-otot flexor lutut mengangkat tumit kedepan pantat dengan pembengkokan (flexio) kedepan serentak dari otot-otot paha. Teruskan dan jamin jalur perjalanan pinggang yang horizontal. bertanggung jawab terhadap panjang langkah yang efektif . Angkatan paha/lutut horizontal hampir horizontal. dengan niat memulai gerak mencakar dari kaki aktif. daya kekuatan daya kekuatan digunakan oleh kaki-depan kira-kira dua kali lipat dari daya kaki-belakang. Sudut lutut yang diangkat kira-kira 150 dibawah horizontal. dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Ayunan rilex kaki belakang yang tidak disangga sampai tumit mendekati panta. Tujuan dan fungsi tahap ini adalah agar lutut diangkat. 4. Kaki rilex. Tahap angkat lutut. Tahap ini memiliki sifat-sifat atau tanda-tanda. dan harus menampilkan relaksasi total dari semua otot yang terlibat. Dlam lanjutan dengan ayunan kedepan yang rilex dari tungkai bawah karena pelurusan paha secara aktif. melangkahkan kaki sebaliknya sebagai prasyarat paling penting dari suatu langkah-panjang cepat dan optimal. Tungkai bawah tetap ditekuk ketat terhadap paha mengurai momen inertia. Adapun ciri-ciri atu tangda-tanda tahap ini adalah: 1. Gerakan angkat lutut dibantu oleh penggunaan lengan berlawanan diametris yang intenssif. mengayun aktif menuju pembuatan langkah diatas lutut kaki sangga dan sebagai tahap lanjutan dan persiapan angkatan lutut. . Siku diangkat keatas dan kebelakang. 2. Bandul pendek ini sebagai hasil kecepatan sudut yang tinggi memungkinkan membuat langkah yang cepat.

2. Keriteria untuk tahap-tahap penyanggaan ini adalah: 1. Menunjang gerakan ayunan linier lengan oleh suatu angkatan efektif dari siku dalam ayunan kebelakang. Penggunaan yang aktif lengan yang ditekuk kurang lebih 900 ke arah berlawanan dari arah lomba. 4. Menurut Thomson Peter J. Hindari suatu daya penghambat yang berlebih-lebihan. Tahap ini mempunyai tujuan dan fungsi sebagai tahap amortisasi tahap kerja utama. hampir tidak ada daya pengereman/hambatan pada tahap sanggahan. Siku memimpin gerakan lengan 6. Sudut dorongan sedekat mungkin dengan horizontal. Tahap permulaan gerak kaki ayun lutut diangkat. leher. Jangkauan kedepan aktif harus tidak menambah panjang-langkah secara tak wajar. d. Tahap sangga/topang belakang Besarnya impuls dan dorongan horizontal diberi tanda. Menempatkan kaki dengan aktif. Ada alat pengaktifan awal otot-otot yang tersedia didalam yang diawali dalam tahap sebelumnya. kecepatan. Gerakan mencakar aktif dari sisi luar telapak kaki dengan jari-jari keatas. dan ayunan kaki mengintensifkan dorongan dan menentukan betapa efektifnya titik pusat massa tubuh dikenai oleh gerakan garis melintang dari perluasan dorongan. 2. lutut. dan sebagai persiapan dan pengembangan suatu dorongan horizontal yang cepat. namun mengizinkan pinggang (pusat gravitassi tubuh) berjalan cepat diatas titik sanggah kaki. dayatahan. waktu singkat dari periode sangga/topang keseluruhan 2. Togok badan menghadap kedepan. Tujuan dan fungsi dari tahap ini adalah sebagai tahap akselerasi ulang. 68) ada 5 (lima) kemampuan biomotor dasar yang merupakan unsur-unsur kesegaran atau komponen-komponen fitnes yaitu kekuatan. 3. penyangga untuk waktu singkat. Menggunakan otot-otot plantar-flexor dan emua otot-otot pelurus kaki korset. yaitu: 1. Otot-otot kepala. 5. Waktu kontakl dalam angga depan harus esingkat mungkin. Badan lurus segaris dan condong kedepan kurang lebih 850 dengan lintasan. Penguasaan teknik sprint Dalam penguasaan teknik sprint terdapat faktor-faktor yang sangat mendukung demi tecapainya penguasaan teknik yang baik. kelentukan. Idenya guna menghindari adanya efek pengereman/hambatan yang terlalu besar dengan membuat lama waktu tahap sangga/topang sependek mungkin. lutut dan pinggul. bahu dan badan dalam keadaan rilex. disusl dengan pelurusan sendi-sendi: kaki. 7. Ada suatu perluasan elastik dari dari sendi kaki. pinggul. 3. dan koordinasi. Pemulihan dari tekanan pendaratan adalah ditahan. suatu waktu optimum dari impuls percepatan pada tahap topang/sangga belakang 4. Tahap sangga/topang depan Tahap amortisasi. 4. Mengontrol tekanan kaki pendarat oleh otot-otot paha depan yang diaktifkan sebelumnya dan otot-otot kaki bertujuan untuk membuat ssuatu gerak explossif memperpanjang langkah sebelumnya. . 3. suatu impuls akselerasi yang signifikan pada tahap topang belakang 3. Tahap ini memiliki sifat-sifat atau tanda. Tahapan ini memiliki sifa atau tanda sebagai berikut: 1.c.L (1993. Lama penyanggaan itu adalah singkat saja.

Kelentukan terbatas atau tertahan adalah suatu sebab umum terjadinya teknik yang kurang baik dan prestasi rendah. yaitu daya atau tenaga terbesar yang dihasilkan oleh otot yang berkontraksi. 3. Kecepatan berlari sprint yang asli berkenaan dengan kemamapuan alami untuk mencapai percepatan lari yang sangat tinggi dan untuk menempuh jarak pendek dalam waktu yang sangat pendek. Kekuatan. Dayatahan aerobik yaitu kerja otot dan gerakan otot yang dilakukan menggunakan oksigen guna melepaskan energi dari bahan-bahan otot. d. dalam penguasaan teknik sprint terdapat pula faktor lain yang tidak kalah penting pengaruhnya. Dayatahan mengacu pada kemampuan melakukan kerja yang ditentukan intensitasnya dalam waktu tertentu. Faktor utama yang membatasi dan pada waktu yang sama mengakhiri prestasi adalah kelelahan. Seorang atlet dengan koordinasi yang baik tidak hanya mampu melakukan skill dengan baik. Ada dua tipe macam daya tahan. lompat. Ini jelas adalah aspek psikologis dalam . Kekuatan dapat dirinci menjadi tiga tipe atau bentuk. Tanpa dayatahan adalah sulit untuk mengadakan pengulangan terhadap tipe atau macam latihan yang lain yang cukup untuk mengembangkan komponen biomotor lain. Seorang atlet dikatakan memiliki dayatahan apabila tidak mudah lelah atau dapat terus bergerak dalam keadaan kelelahan. Daya tahan kekuatan. Sedangkan dayatahan anaerobik yaitu kerja otot dan gerakan otot dengan menggunakan energi yang telah tersimpan didalam otot. Kekuatan elastis. 134) psikologi ini adalah sama pentingnya bagi seorang pelatih guna membantu individu-individu (atlet) mengembangkan bagaimana mereka memikirkan kecakapan mental mereka. Daya tahan kekuatan adalah kombinasi antara kekuatan dan lamanya gerakan. Kombinasi dari kecepatan kontraksi dan kecepatan gerak kadang-kadang disebut sebagai “power = daya”. Yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan dengan tingkat kesukaran dengan tepat dan dengan efesien dan penuh ketepatan. Kekuatan maksimum tidak memerlukan betapa cepat suatu gerakan dilakukan atau berapa lama gerakan itu dapat diteruskan 2. Seperti dikatakan Thomson Peter J. Koordinasi. Dayatahan aerobik harus dikembangkan sebelum dayatahan anaerobik. Daya tahan. yaitu faktor psikologis. Adalah kemampuan badan dalam menggunakan daya. (1993. yaitu. dan lempar. yaitu kekuatan yang diperlukan sehingga sebuah otot dapat bergerak cepat terhadap suatu tahanan. b. Kelentukan.L. e. tetapi juga penting untuk mengembangkan ketangkasan fisik mereka. Dayatahan anaerobik terbagi menjadi dua yaitu anaerobik laktik dan anaerobik alaktik. Kelentukan jelek juga menghalangi kecepatan dan dayatahan karena otot-otot harus bekerja lebih keras untuk mengatasi tahanan menuju kelangkah yang panjang. Selain faktor-faktor fisik yang telah dijelaskan diatas. c. yaitu: 1. dari semua kemampuan biomotor harus dikembangkan lebih dahulu. Adalah kemampuan untuk barjalan atau bergerak dengan sangat cepat. yaitu kemampuan otot-otot untuk terus-menerus menggunakan daya dalam menghadapi meningkatnya kelelahan. Yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan persendian melalui jangkauan gerak yang luas. kecepatan.a. tetapi juga dengan tepat dan dapat menyelesaikan suatu tugas latihan. kekuatan maksimum. Dayatahan. Kekuatan ini sangat penting bagi even eksplosip dalam lari. dayatahan aerobik dan dayatahan anaerobik.

(3) sebagai modal untuk melakukan taktik. Kontrol emosi. mencari kegembiraan. (4) meningkatkan . Banyak rasa gelisa ini ddigunakan secara tidak benar yang berarti hanya sifat-sifat individu yang menunjukkan tingkat yang sangat tinggi akan kegelisaan. dan perilaku tersebut akan bertahan sampai sasaran perilaku tersebut dapat dicapai. memahirkan skill baru.136) kegelisaan berarti berapa banyak seorang individu tergetar atau siap dalam menghadapi suatu situasi tertentu.melatih namun juga benar bahwa tak ada bagian dari pelatihan/coaching yang tanpa aspek psikologis. beberapa individu akan mengambil/memperoleh ketangkasan mental lebih gampang dibanding dengan orang lain. Dikatakan Thomson Peter J. Motivasi sendiri dan pengisiannya adalah yang membuat suatu sukses yang sebenarnya bagi atlet. Setiap individu memiliki tujuan/sasaran yang berbeda-beda dalam keterlibatannya dalam dunia atletik. Motivasi. Ketangkasan mental. Motivasi merupakan suatu kecendrungan untuk berperilaku secara selektif kesuatu arah tertentu. keluar peluh/keringat dan rasa ingin buang hajat (besar/kecil) pergi kekamar kecil. Adapun faktor-faktor psikologis tersebut diantaranya yaitu. menambah teman. berlomba dan menang. a. (1993: 135) tekanan dari luar dari pelatih dan orang tua adalah tidak mungkin meningkatkan motivasi pada atlet dalam jangka jauh dan mungkin kenyataannya berkurang. Persiapan psikologis sama pentingnya dengan latihan kondisioning fissik. Dengan praktek. c. Ketangkasan mental ini bukan hanya suatu sarana untuk menghindari bencana ataupun pemulihan kembali dari cedera tetapi ketangkasan mental juga memainkan peranan penting dalam mengatur/mengorganisir praktek dan latihan secara efektif sehingga segala sesuatu berjalan dengan benar. Rasa gelisa selalu timbul dalam setiap situasi. Menyiapkan keduanya bersama-sama akan menciptakan prestasi terbaik. Menurut Djoko P. Pada dasarnya motivassi adalah betapa besarnya keinginan seorang individu untuk meraih/mencapai suatu sasaran. Tujuan/sasaran itu misalnya. b. Kebanyakan atlet dan pelatih mengakui bahwa perkembangan fisik ssaja tidak menjamin dapat sukses dalam atletik. sedangkan getaran fisiologis adalah bagian dari persiapan (alami dalam) badan untuk suatu perlombaan. dan bukan ambisi yang dipaksakan oleh orang lain. setiap orang dapat meningkatkan ketangkasan mental mereka. Seorang atlet harus memiliki kerangka pemikiran yang benar.L.L. Dengan skill/ketangkasan fisik. serta masih banyak lagi tujuan/sasaran lain yang selalu berbeda pada setiap individunya. Menurut Thomson Peter J. Rasa khawatir mengacu kepada pikiran atau kesan tentang apa yang mungkin terjadi dalam suatu event yang akan datang. (2) Dapat mencegah atu mengurangi terjadinya cedera. meskipun bila tingkatannya rendah kita tidak dapat memperhatikannya. Ketangkasan mental ini memerlukan latihan praktek dengan cara yang sama seperti pada skill fisik/jasmaniah. Kontrol emosi adalah suatu kemamapuan seorang atlet dalam mengendalikan perasaan dalam menghadapi uatu ituasi tertentu. Irianto (2002). (1993. dalam perlombaan teknik memiliki peran antara lain: (1) Sebagai cara efesien dalam mencapai prestasi. Gejala-gejala kegelisaan dapat terlihat dalam dua bentuk yaitu: Khawatir dan getaran fisiologis. tujuan. dan bagaimana cara meraihnya. Ketangkasan mental ini sangat berguna/penting bagi para pelatih dan atlet. Pelatih membantu atlet mengerti apa yang ingin atlet raih. Contoh dari getaran fisiologis termasuk meningkatnya denyut jantung. Penguasaan teknik sprint adalah sangat penting untuk mencapai prestasi maksimal.

kepercayaan diri. Irianto (2002. 3. Tempo tersebut meningkat sampai pada kecepatan yang kompetitif. Atlet tersebut masih harus mengkonsentrasikan pada bagian-bagian yang berbeda dari gerakan-gerakan dan oleh karena itu penerapan taktis hanya dimungkinkan sebagian. Beberapa gerakan-gerakan tidak benar yang terjadi dalam tahap pertama tidak tampak lagi. karena kurangnya koordinasi. Namun demikian dalam tahap belajar ini. 2. para atlet dapat memberikan perhatian pada tugas-tugas taktis dalam kompetisi. Tahap stabilisasi dan otomatisasi. Atlet tersebut mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi yang sulit dan berubah-ubah dari suatu kompetisi. 80) penguasaan teknik dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain. pertama-tama hendaknya membawa atlet kedalam posisi dimana ia dapat menerapakan teknik-teknik dalam situasi kompetitif yang sulit. Pengaruh kekuatan yang tidak memadai. b. teknik-teknik tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Pengembangan koordinasi halus. Pengaruh dari kapasitas kondisioning adalah jelas tanpa rintangan dalam penampilan. 6. Dengan teknik dasar yang tidak benar akan mempercepat proses stagnasi prestasi. . 5. Bentuk gerakan-gerakan halus dicapai melalui pengulangn-pengulangan lebih lanjut yang mengambangkan kualitas gerakan-gerakan. Tahap stabilisasi. Penguasaan teknik yang sempurna dalam kondisi ini hanya dicapai melalui praktek dalam banyak kompetisi. tidak ada pemborosan energi. Unsur-unsur gerakan tunggal yang tidak digabungkan dengan lancar. Kecerdasan atlet memilih teknik yang tepat dalam situasi tertentu. terdapat tiga tahapan dalam proses belajar teknik: a. Pengembangan koordinasi kasar. Urutan gerakan-gerakan menjadi lancar dan harmonis. kekurangan keharmonisan dan ritme gerakan-gerakan yang diamati. Sukadiyanto (2005) mengatakan. 4. kram otot (koordinasi otot yang rendah) dengan konsekuensi kelelahan yang cepat. Metode latihan yang tepat d. 4. seperti: 1. Gerakan-gerakan belum cukup tepat. Teknik-teknik dilakukan hampir tanpa kesalahan. pemborosan energi. Kualitas fisik yang relevan b. Bagian-bagian gerakan tungggal untuk teknik-teknik yang lebih kompleks dikembangkan secara terpisah dan dikombinasikan bersama. Bentuk-bentuk gerakan kasar dapat dikarakteristikkan sebagai penguasaan teknik-teknik kasar dan terbatas yang berkenaan dengan kualitas gerakan-gerakan yang diperlukan. Gerakan-gerakan tersebut tepat. sehingga pada waktu tertentu prestasi akan stagnasi (mentok). Menurut Josef Nossek (1982). teknik yang benar dari awal selain akan menghemat tenaga untuk gerak sehingga mampu bekerja lebih lama dan berhasil baik juga juga merupakan landasan dasar menuju prestasi yang lebih tinggi. padahal semestinya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi. Kualitas psikologis atau kematangan bertanding c. Karena tingkat otomatisasi yang tinggi. Aspek-aspek dalam tahap ini bercirikan: 1. c. 2. Gerakan-gerakan lebih berguna dan hemat. a. gerakan-gerakan distabilkan. Menurut Djoko P. 3.

Jadi teknik dapat dikembangkan dan dikuasai jika atlet memiliki kualitas fisik yang baik. sebab teknik. taktik dan mental akan dapat dikembangkan dengan baik jika olahragawan memiliki kualitas fisik yang baik. sehingga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara menyeluruh. Diposkan oleh Ricky joe di 18. teknik. sebab satu aspek dengan aspek lain akan menentukan aspek lain. taktik dan kematangan mental atau psikis.45 .Prestasi merupakan akumulasi dari kualitas fisik. Fisik merupakan pondasi bagi olahragawan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->