P. 1
hak klien

hak klien

|Views: 1,969|Likes:
Published by Taufik Hidayat

More info:

Published by: Taufik Hidayat on Oct 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN TEORI

A Pengertian Hak, Pasien dan Hak Pasien 1. Hak adalah benar, milik, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau untuk menuntut sesuatu (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan, moralitas dan legalitas (Ismani, Nila, 2001; 20). Hak merupakan klaim yang dibuat oleh orang atau sekelompok orang yang satu terhadap yang lain atau terhadap masyarakat. Orang yang mempunyai hak dapat menuntut bahwa orang lain akan memenuhi dan menghormati hak tersebut. Hak adalah klaim yang sah atau klaim yang dibenarkan (Bertens, 2001 ; 178) 2. Pasien adalah orang sakit (yang dirawat oleh dokter); penderita (sakit). (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Klien menurut King adalah individu atau kelompok yang tidak mampu untuk mengatasi kejadian atau masalah kesehatan sejak berinteraksi dengan lingkungan. Sebenarnya kedua istilah ini memiliki makna yang sama, hanya saja istilah pasien lebih memberikan citra orang yang sakit, sedangkan klien tidak selalu sakit, bisa diartikan klien adalah orang yang menerima pelayanan kesehatan sehat atau sakit.

diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. Prosedural Right. Property Right (hak azasi untuk memiliki sesuatu). Personal Right (hak azasi pribadi). Sosial and Cultural right (hak-hak azasi sosial dan kebudayaan). 5. mendirikan partai. Hak Kebebasan . Political Right (hak azasi politik) yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau dipilih. yang meliputi hak untuk membeli.4 3. misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan. Sedangkan menurut Mimin Suhaemi dalam bukunya Etika Keperawatan membedakan hak menjadi 3 jenis yaitu : 1. mengadakan petisi dan lain-lain. 6. 4. Right of Legal Equality. Artinya hak ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. B Jenis-jenis Hak Menurut sifatnya hak azasi manusia dibedakan beberapa jenis: 1. kebebasan bergerak dan sebagainya. yaitu hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan. 2. Hak Pasien adalah tuntutan pasien terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan moralitas dan legalitas. yang meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. yaitu hak untuk memperoleh tata cara peradilan dan jamian perlindungan. menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan perjanjian dengan bebas. 3.

2. Bandman and Bandman (1986). mengubah peraturan. C Peranan Hak Beberapa peranan hak adalah sebagai berikut: 1. 3. Hak dapat digunakan untuk menjustifikasi tindakan. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga diakui oleh orang lain D Hak-hak Pasien . Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. menyatakan bahwa hak-hak legislatif mempunyai 4 peranan di masyarakat yaitu membuat keputusan. Hak dapat digunakan untuk mengekspresikan kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok. Hak kesejahteraan Adalah hak diperlakukan secara hukum kepada hal-hal seperti standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu.5 Adalah hak mengenai kebebasan dan dipilih. Hak legislatif Adalah hak yang ditetapkan oleh hukum didasarkan pada konsep keadilan. 2. 3. mereka menginterpretasikan hak-hak orang-orang untuk hidup sebagaimana yang mereka pilih dalam batas-batas yang ditentukan. membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil serta memberikan keputusan pengadilan atau memyelesaikan perselisihan.

Dewasa ini klien juga menuntut untuk lebih dapat menentukan sendiri dan mengontrol tubuh mereka sendiri bila sakit. Hak memilih 4. Hak menurut American Hospital Asociation Masyarakat umum telah semakin tertarik dan lebih mempunyai pengetahuan tentang perawatan kesehatan dan peningkatan kesehatan. Hak mendengar Selain itu ada beberapa kategori hak-hak klien menurut beberapa pengertian diantaranya: 1. Persetujuan. Berbagai masalah kesehatan dapat dideteksi lebih cepat dan teliti serta dapat ditangani dengan efektif berkat adanya alat-alat yang canggih. Hak mendapat informasi 3. kerahasiaan dan hak klien untuk menolak pengobatan merupakan aspek dari penentuan diri sendiri. Ada 4 hak dasar seperti yang dikemukakan ooleh John F. Sebagian besar hak-hak yang dipikirkan oleh pasien berkaitan dengan hak hukum dan hak moral. Hak mendapat perlindungan keamanan 2. Pemberi perwatan kesehatanpun menjadi semakin sadar akan keyakinan masyarakat tentang kesehatan dan pelayanan kesehatan. Kennedy (1962) yaitu : 1. Kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan masyarakat akan lebih menyadari haknya dan disisi lain perawat ditutntut untuk melaksanakan kewajiban dan tugas profesinya dengan lebih cepat. Satu indikasi dari kesadaran itu adalah .6 Pada saat ini teknologi kesehatan telah berkembang cukup pesat. hati-hati dan tanggung jawab.

Pasien berhak mengetahui setiap pertimbangan dari privasinya yang menyangkut program medis. Pasien berhak atas kerahasiaan semua bentuk komunikasi dan catatan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya. kecuali dalam situasi darurat. . Pasien mempunyai hak unutk mempertimbangkan dan menghargai asuhan kesehatan atau keperawatan yang dimilikinya. d. Pasien berhak untuk menolak pengobanan sejauh diizinkan oleh hukum dan diinformasikan tentang konsekuensi tindakan yang akan diterimanya. konsultasi dan pengobatan yang dilakukan dengan cermat dan dirahasiakan. Pasien berhak untuk memperoleh informasi penting dan memberikan suatu persetujuan untuk dimulainya suatu prosedur pengobatan atau resiko penting yang kemungkinan akan dialaminnya. e. f. Isi dari pernyataan hak klien adalah sebagai berikut : a. b.7 adanya Rancangan Undang-undang tentang hak-hak pasien (Patient Bill’s of Right) yang dikeluarakan oleh Asosiasi Rumah Sakit Amerika ( American Hospital Asociation-AHA ). c. Pasien berhak memperoleh informasi lengkap dari dokter yang memeriksanya berkaitan dengan diagnosis. pengobatan dan prognosis dalam arti pasien layak untuk mengerti masalah yang dihadapinya. yang ditujukan terhadap peningkatan perawatan pasien yang lebih efektif dan kepuasan klien.

Pasien berhak untuk memberi pendapat atau menolak keikutsertaan sebagai suatu eksperimen yang berhubungan dengan asuhan atau pengobatannya. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang pemberian delegasi dari dokternya kepada dokter lain. 2. Hak Memperoleh asuhan kesehatan sesuai standar profesional tanpa memandang tatanan kesehatan yang ada. bila dibutuhkan dalam rangka asuhannya. l. warna . b. pasien berhak untuk mengetahui atau menerima penjelasan tentang biaya yang diperlukan untuk asuhan kesehatannya. Pasien berhak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ke tempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut dan rumah sakit yang ditunjuk dapat menerimanya. a. Hak untuk Diperlakukan secara sopan dan santun serta keramahan dari perawat yang bertugas tanpa membedakan ras. h. Hak Menurut The National League for Nursing. Pasien berhak mengetahui peraturan atau ketentuan rumah sakit yang harus dipatuhinya selama ia dirawat. i. Pasien berhak untuk memperoleh informasi tentang hubungan rumah sakit dengan instansi lain seperti institusi pendidikan atau institusi terkait lain sehubungan dengan asuhan yang diterimanya. k.8 g. j.

jenis kelamin. Hak terhadap koordinasi dan asuhan kesehatan yang berkelanjutan. h. . f. derajat di masyarakat. e. kebangsaan. Hak Mendapatkan privasi selama wawancara. j. Hak legal untuk Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang asuhan kesehatan yang diberikan kepadanya. Hak Memperoleh informasi tentang diagnosis penyakitnya. pemeriksaan kesehatan dan pengobatan g. prognosis. pengobatan.9 kulit. i. termasuk alternatif asuhan yang diberikan. Hak menolak observasi dari tim kesehatan yang tidak langsung terlibat dalam asuhan kesehatannya. politik dan sebagainya. d. Hak menerima pendidikan atau instruksi yang tepat dari petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuannya tentang kebutuhan kesehatan secara optimal. Hak Mendapatkan privasi untuk berkomunikasi dan menerima kunjungan dari orang yang benar-benar disetujuinya. resiko yang mungkin terjadi agar klien dan keluarga memahami dan dapat memberikan persetujuan atas tindakan medis yang diberikan kepadanya. c. Hak Menolak pengobatan atau partisipasi dalam pelaksanaan penelitian dan eksperimen yang dilakukan tanpa jaminan hukum bila terjadi dampak yang merugikan.

Hak mendapat informasi tentang penyakit yang diderita. Hak pasien berdasarkan Etika keperawatan a. jujur dan adil . prognosis dan perkiraan biaya. Mendapat pelayanan yang manusiawi. kecuali untuk kepentingan umum.10 k. tindakan medik apa yang dilakukan. Hak memilih dokter yang merawat agar mengadakan konsultasi dengan dokter yang lainnya. 4. Hak pasien berdasarkan Kode etik Kedokteran a. j. e. Hak atas pelayanan yang manusiawi b. k. Hak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadapdirinya. Hak mengakhiri pengobatan dan rawat inap atas tanggung jawab sendiri. kemungkinan penyakit sebagai akibat dari tindakan tersebut. Hak Kerahasiaan terhadap dokumen serta hasil komunikasi baik secara lisan maupun tulisan yang diberikannya kepada petugas kesehatan. Hak memproleh asuhan keperawatan yang bermutu baik c. alternatif terapi lain. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau institusi pelayanan kesehatan. h. Hak memilih dokternya. Hak mengajukan keluhan-keluhan dan memperoleh tanggapan. b. 3. Hak atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita. d. Hak didampingi keluaga dalam keadaan kritis. Hak meminta tidak diinformasikan tentang penyakitnya. f. g. i.

persalinan.11 c. Menolak tindakan yang akan dilakukan terhadapnya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. tindakan kebidanan yang akan dilakukan. prognosis. f. Mendapat informasi meliputi : penyakit yang diderita. alernatif terapi lain. Memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannnya. nifas dan bayi yang baru dilahirkan. l. Dirawat dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan orang lain. Memperoleh pelayanan kebidanan sesuai profesi kebidanan tanpa diskriminasi. h. k. Memperoleh privasi dan kearahasiaan penyakit yang didertanya. d. j. Menyetujui/ memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. . g. e. Meminta konsultasi dengan dokter lain yang terdaftar dalam rumah sakit tersebut (second opinion) sepengetahuan dokter yang merawatnya. i. Mandapat informasi meliputi kehamilan. m. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung. perkiraan biaya pengobatan.

Memperoleh keamanan dan keselamatan selama dirawat di rumah sakit. psikologis. fungsional (penggunaan alat bantu) seperti protesa. q. p. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal tersebut tidak mengganggu pasien yang lain.12 n. Hak sebagai penduduk dan berpolitik sesuai dengan kemauan dan kemampuannya. Hak memperoleh tindakan atau pengobatan medis. c. yang memungkinkan dikembangkannya kemampuan dan keterampilan secara maksimal agar dapat mempercepat proses integrasi dan reintegrasi sosial. Hak atas tindakan yang telah ditetapkan agar mereka dapat percaya diri d. Hak memperoleh kesejahteraan sosial dan ekonomi pada tingkat kehidupan yang layak sesuai dengan kemmpuannya untuk mendapatkan pekerjaan. e. Mendapat perlindungan hukum atas terjadinya kasus malpraktek. b. Hak-hak individu dengan cacat Fisik dan mental a. Hak mendapat penghargaan & martabat sebagai manusia sehingga dapat menikmati kehidupan sepenuhnya dan sebaik mungkin. Menerima atau menolak bimbingan spiritual atau moral r. . Didampingi keluarga saat dalam keadaan kritis. 5. pendidikan dan sebagainya. o. rehabilitasi sosial.

keluarga dan masyarakat harus diberikan informasi tentang hak-hak mereka. Hak tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Mereka harus mampu menggunakan kesempatan dan bantuan hukum apabila bantuan tersebut untuk pribadi dan mempertahankan hak-hak mereka j. Hak mendapatkan kebutuhan spesifik dan harus dipertimbangkan dalam semua tingkat perencanaan baik sosial atau ekonomi g. Orang-orang dengan kecacatan. i.13 f. Mengekspresikan perasaan dan emosinya sehubungan dengan kematian yang dihadapinya. k. d. Mendapatkan perawatan yang dapat mempertahankan Mempertahankan harapan tidak peduli perubahan apapun yang Diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup sampai ajal harapannya. 6. Hak individu yang akan meninggal. tiba b. terjadi c. . Organisaasi orang cacat dapat berkonsultasi pada instansi atau lembaga terkait mengenai hal-hal yang terkait dengan hak-hak mereka. a. apapun perubahan yang terjadi. Mendapatkan perlindungan terhadap hal-hal yang menyangkut atau tindakan kejam dari pihak lain. kreatif atau rekreasi h.

Memperoleh bantuan dari perawat atau medis untuk keluarga yang ditinggalkan agar dapat menerima kematiannya k. i. Tidak meninggal dalam kesendirian Bebas dari rasa sakit Memperoleh jawaban atas pertanyaannya secara jujur. j. Meninggal dalam damai dan bermartabat Tetap dalam kepercayaan atau agamanya dan tidak diambil keputusan yang bertentangan dengan kepercayaan yang dianutnya m. f. Mendapatkan perawatan dari orang profesional yang dapat mengerti kebutuhan dan kepuasan dalam menghadapai kematian. Memperdalam dan meningkatkan kepercayaannya apapun artinya bagi orang lain n. g. 7. Mengharapkan bahwa kesucian raga manusia akan dihormati setelah yang bersangkutan meninggal o. l. h. Hak-hak individu yang mengalami retardasi mental a. Hak menunjukan tingkat maksimum dan kemampuannya yang sama dengan orang lain. Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan perawatannya. Memperoleh perhatian dalam pengobatan dan perawatan secara berkesinambungan walaupun tujuan penyembuhannya harus diubah menjadi tujuan memberikan rasa nyaman.14 e. .

latihan. apabila dituntut atas suatu pelanggaran. h. f. 8. g. Hak memperoleh asuhan medis. d. Hak mendapatkan perlindungan atas tindakan kekerasan. Hak memperoleh perawatan bila diperlukan.15 b. c. ia berhak mendapatkan suatu perlindungan hukum dan pengakuan penuh terhadap derajat tangggung jawab mentalnya. Hak unutk tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisifasi dalam berbagai bentuk kehidupan masyarakat secara layak bila mungkin. Hak memperoleh standar hidup yang layak dan keamanan dalam hal ekonomi dan berhak melakukan pekerjaan yang produktif sesuai dengan kemmpuannya. Hak-hak individu lansia . dari orang yang berpengetahuan dan mengerti akan kesulitan memperoleh pengakuan terhadap dirinya. Apabila mereka tidak mempunyai kemampuan karena keadaan cacatnya yang berat mereka dapat dilatih untuk memahami hak mereka melalui prosedur yang berlaku yang didasarkan kepada evaluasi seorang ahli. fisioterapi. e. Hak atas penjagaan bila diperlukan untuk menjaga diri dan kepentingannya. rehabilitasi serta bimbingan yang tepat yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya yang maksimal.

Hak mendapat perlindungan dari keluarga dan instansi yang berwenang d. Hak untuk dihargai dan menghargai diriya dan orang lain i. resiko bahaya yang mungkin terjadi pada bayinya atau dirinya selama kehamilan. Hak berekreasi dan mengatur hobinya bila diinginkan h. Hak-hak wanita hamil a. Hak untuk tinggal di lingkungan keluarga atau panti bila ia menginginkannya. .16 a. Hak menerima kasih sayang dari anak. terutama berkaitan dengan efek-efek yang mungkin terjadi secara langsung atau tidak langsung. Hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai harga diri dan martabat b. Hak menikmati kehidupan pada masa tua tanpa tekanan c. b. 9. Hak mendapat perawatan dan pengobatan yang optimal e. Berhak memperoleh informasi tentang obat yang diberikan kepadanya dan pelaksanaan prosedur oleh petugas kesehatan yang merawatnya. keluarga dan masyarakat. g. melahirkan dan laktasi. Hak untuk memperoleh pendidikan yang dibutuhkannya untuk menghabiskan sisa hidupnya misalnya pendidikan agama dan sebagainya. f. Berhak mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut persiapan kelahiran dan cara-cara mengatasi ketidaknyamanan dan stress serta informasi sedini mungkin tentang penyakitnya.

d. Mendapatkan informasi tentang obat-obatan yang diberikan kepadanya serta pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap bayi yang dikandungnya. h. . Berhak memperoleh informasi tentang keuntungan suatu prosedur bagi bayi dan dirinya sesuai dengan indikasi medis j. k.. Wanita hamil yang akan dioperasi besar sebaiknya diberi premedikasi sebelum operasi. Berhak mengetahui nama obat dan nama pabriknya bila diperlukan sehingga dapat memberikan keterangan kepada petugas kesehatan yang profesional bila terjadi reaksi terhadap pertumbuhan bayinya. i. Berhak mengetahui nama dan kualifikasi orang yang memberikan obat atau melakukan prosedur setelah melahirkan. Setelah melakukan konsultasi medis wanita hamil berhak untuk memilih posisi melahirkan yang tidak menimbulkan stress bagi dirinya dan bayinya. Berhak didampingi oleh orang yang merawatnya selama dalam keadaan stress persalinan. Berhak unutk memperoleh informasi tentang pengaruh terhadap fisik.17 c. g. e. f. Berhak membuat keputusan tentang diterima atau tidaknya suatu terapi yang dianjurkan setelah mengetahui resiko yang akan terjadi pada dirinya tanpa tekanan dari pihak manapun. mental maupun neurologist terhadap pertumbuhan bayinya.

10. . d. termasuk catatan perawat dan bukti pembayaran selama dirawat di rumah sakit.yang dapat menimbulkan masalah atau penyakit di kemudian harinya o. Berhak meminta perawatan bagi bayinya dilakukan satu kamar dengannya bila bayinya normal dan dapat memberi minum bayinya sesuai dengan kebutuhan dan bukan menurut aturan rumah sakit. Berhak untuk mendapatkan informasi tentang kondisi diri sendiri dan bayinya. Berhak menggunakan dokumen medis lengkap. Berhak melakukan komunikasi dan mengemukakan pendapat atau alasan yang benar sesuai dengan kemampuan dan usianya. p. Berhak mendapat informasi tentang orang yang menolong persalinannya seta kualifikasi profesionalnya untuk kepentingan surat keterangan kelahiran.. n. Hak-hak anak a. Berhak atas dokumen lengkap tentang diri dan bayinya termasuk catatan perawat yang disimpan dalam kurun waktu tertentu. m. Berhak memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuan keluarga atau ketentuan dan kebijakan dari suatu lembaga pemerintahan yang ada. Berhak memperoleh kasih sayang dari kedua orang tuanya dan anggota keluarga yang lain. c.18 l. Berhak untuk dihargai bagaimanapun keberadaannya secara fisik maupun mental b.

h. Berhak memeperoleh perlindungan hukum apabila diperlukan dalam penyelesaian masalah pidana terhadap dirinya. c. Berhak menolak jika diperlakukan seperti orang dewasa dalam mencari nafkah. Hak untuk memilih barang dan jasa serta mendapatkan barang atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu. f. memperoleh gizi yang adequat. Hak atas informasi yang benar. b. jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa.19 e. dan keselamatan dalam maupun perdata yang dilakukan mengkonsumsi barang dan jasa. sebagai konsumen yang menerima layanan jasa maka pasien memiliki hak yang dilindungi oleh Undang-undang no. keamanan. rekreasi. Hak atas kenyamanan. 11. Berhak memperoleh kesempatan bermain. pada pasal 4. Hak Konsumen Pasien adalah konsumen pelayanan kesehatan. hak konsumen adalah: a. Berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. . perawatan serta pengobatan bila membutuhkannya. g. Berhak diperlakukan dengan baik sopan dan terhindar dari tindakan kekejaman atau eksplorasi i.

sebab masih ada beberapa hal yang kami lihat diantaranya: a. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen g. Perawat yang tidak ramah b. Hak untuk mendapatkan advokasi. ganti rugi dan atau penggantian apabila barang dan jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya i. Tidak acuh terhadap keluhan pasien c. Tidak profesional dalam memberikan pelauyanan d. Petugas jarang memengok pasien Keempat hal tersebut diatas masih sering dijumpai terutama pada perawatan kelas tiga atau umum. 11.Penerapan hak di rumah sakit menurut kelompok Adapun penerapan hak-hak klien pasien di rumah sakit. Hak untuk diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif h. f. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. Hak untuk mendapatkan kompensasi. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang atau jasa yang digunakan e. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal diantaranya: a. Ketidak tahuan klien akan hak-haknya .20 d. menurut kelompok kami adalah masih belum terpenuhi secara keseluruhan.

Para petuga kesehatan tidak mau atau tidak mampu melaksanakan kewajibannya baik disengaja ataupun tidak sesuai standar profesinya dalam hal ini perawat sesuai dengan standar keperawatan. Sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang no.21 b. .23 tahun 1992 tentang Kesehatan pada pasal 53 ayat 2 ” Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak klien”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->