Matematika Ekonomi

1

MATERI MATRIKULISI PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNJA

Oleh R. SIHOTANG

Ruang Lingkup: Himpunan, Hubungan, Fungsi, Kalkulus, dan Matriks. Sasaran: Mahasiswa Program Studi Agribisnis yang diterima pada Program Pascasarjana Fakultas pertanian Univ. Jambi ‡Tujuan : Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep-kosep Matematika dalam penerapannya pada persoalan ekonomi.
Matematika Ekonomi 3

‡ Kompetensi: ‡ Mampu menyelesaikan persoalan Ekonomi dan Bisnis dengan alat analisis Matematika. 1984. New York ‡ Johannes. Third Edition.C. Pengantar Matematika untuk Ekonomi. ‡ Literatur ‡ Chiang A. Fundamental Methods of Mathematical Economics. BS. H dan Handoko. Jakarta Matematika Ekonomi 4 . Edisi ke empat belas. LP3ES. Mc Graw-Hill Book Inc. 1994.

‡ Materi: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pegertian Matematika Himpunan Sistem Bilangan Fungsi Fungsi Linear Fungsi non Linear Diferensial Fungsi Sederhana Diferensial Fungsi Majemuk Aljabar Matriks Matematika Ekonomi 5 .

seseorang akan terbiasa mengatur jalan pemikirannya dgn sistematis.MATEMATIKA ASAL KATA Asal kata : MATHEIN artinya mempelajari atau belajar. kecuali jika waktunya banyak terluang atau sedang berolah raga. Berpikir matematis: Seseorang yg hendak menem-puh jarak 2 mil akan MEMILIH naik mobil dari pada jalan kaki. . Dengan mempelajari matematika.

Berpikir matematis: Untuk dapat mengenderai mobil, harus belajar menyupir. Untuk dapat supir mobil yang baik, dia perlu pengetahuan matematika. Matematika, merupakan sarana = pendekatan untuk suatu analisa. Dengan mempelajari matematika, membawa sese-orang kepada kesimpulan dalam waktu yang singkat.

Matematika Ekonomi

7

Ekonomi dan Matematika Ekonomi Analisis ekonomi tidak berbeda jika menggunakan pendekatan matematis dibanding dengan tanpa pendekatan matematis. Bedanya/keuntungannya: a. Dengan pendekatan matematis, persoalan atau pokok bahasan menjadi sederhana. b. Dengan pendekatan matematis, berarti mengaktifkan logika dengan asumsi-asumsinya. c. Dapat memakai sebanyak n variabel dalam menggambarkan sesuatu (hubungan antar variabel) Mis Qd = f(Pr, Inc, Pi, « ), Pr = harga komoditi ybs Inc = pendapatan, Pi = harga kom. substitusi

Matematika Ekonomi

8

Kelemahannya pendekatan matematis: a. Bahasa matematis tidak selalu mudah dimengerti oleh ahli ekonomi sehingga sering menimbulkan kesukaran. Contoh Y = f(X), dalam ilmu ekonomi bagaimana mengartikan persamaan matematis tersebut, mis dalam: permintaan, produksi, pendapatan nas, dll. sehingga ahli ekonomi sulit memetik keuntungan dari matematika. b. Seorang ahli ekonomi yang memiliki pengetahuan dasar matematika, ada kecenderungan: (1) membatasi diri dengan hanya memecahkan persoalan secara matematis
Matematika Ekonomi 9

lebih banyak berbicara matematika dan statistika dari pada prinsip/ teori ekonomi.(2) membuat beberapa asumsi yang kurang tepat demi memudahkan pendekatan matematis atau statistis. Kesimpulan dari bahasa adalah: 1. Matematika merupakan pendekatan bagi ilmu ekonomi. 2. Artinya. Pendekatan matematis merupakan ³ mode of transportation´ yaitu membawa pemikiran kepada kesimpulan dengan singkat (model) Matematika Ekonomi 10 .

Mengolah data .Model .Induksi .Mengambil kesimpulan Matematika Ekonomi 11 . Data Ekonomi Matematika Ekonometrika .Deduksi .Matematika Ekonomi dan Ekonometrika Ekonometrika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan statistika untuk menganalisa data ekonomi.

Teori Ekonomi Fakta deduktif Model atau Hipotesis Data Ekonomi Satu Persamaan Teori Statistika Metode Ekonometrika Simultan induktif Teori Diterima Teori Ditolak Matematika Ekonomi Teori Disempurnakan 12 .

seorang ahli ekonomi harus mengerti matematika : Himpunan (gugus). diferensial. teori matriks. hubungan dan fungsi. persamaan diferensi. Matematika Ekonomi 13 .Bidang Matematika Ekonomi yang dibahas: Menurut ³Social Science Research Council. kalkulus (limit fungsi. integrasi multipel). partial differentiation.

HIMPUNAN = GUGUS Silabus: ‡ Definisi. pencatatan dan himpunan khas ‡ Himpunan Bagian ‡ Pengolahan (operasi) himpunan ‡ Hubungan Matematika Ekonomi 14 .

pencatatan dan himpunan khas Himpunan adalah kumpulan dari obyekobyek yg memiliki sifat tertentu. « atau 1. Definisi. « Perhatikan (« tiga titik) dibaca dan seterusnya. B. 3.b. «. Sifat ini menjadi penciri yg membuat obyek/unsur itu termasuk dalam himpunan yang sedang dibicarakan. X.c.1. Z (kapital) Obyek atau unsur atau elemen dilambangkan a. 2. Himpunan dilambangkan : A. Matematika Ekonomi 15 .

3. 4 } P = nama himpunan/gugus tanda kurawal buka dan kurawal tutup ³ dan ³ menyatakan himpunan 2. 3.Dua cara pencatatan suatu himpunan a. Cara pendaftaran: P = { 2. Pendefinisian sifat: X = { x / x bil. 3. dan 4. himpunan P beranggotakan bilangan bulat positip: 2. b. 4 = obyek/unsur/elemen Artinya. genap} X = nama himpunan x = obyek/unsur/elemen tanda ³/´ dibaca dengan syarat x bil genap = sifat atau ciri Matematika Ekonomi 16 .

Himpunan kosong (emty set) E = { } himpunan kosong atau dicatat dengan ³ø´ Matematika Ekonomi 17 . baca himpunan semua bilangan nyata lebih besar dari 2 dan lebih kecil dari 5 Himpunan khas: a. Himpunan Semesta (S) atau Universum (U) Merupakan himpunan keseluruhan obyek yang sedang dibicarakan S = { x / x bilangan ganjil }.Cara pendefinisian sifat yang lain: J={x/2 <x<5} x merupakan unsur Sifat: bilangan nyata 2 < x < 5. berarti semua bil ganjil b.

3. 4 } Untuk menyetakan keanggotaan dicatat dengan ³¼´ Jadi: 2 ¼ P 3¼P 4 ¼ P. Matematika Ekonomi 18 . Tanda ¼ baca ³unsur´ atau ³elemen´ atau ³didalam´ Sebaliknya.Perhatikan: P = { 2. 5. 6 tidak termasuk unsur P dicatat 5¼P 6¼P Tanda ¼ dibaca ³bukan unsur´ atau ³bukan elemen´ atau ³diluar´.

2. 3. 7. 4. bagian B atau A anak gugus dari B Sebaliknya dicatat: B A. bagian terjadi apabila dari suatu himp dibentuk himp lain dengan memilih unsur himp itu sebagai unsurnya. baca B mencakup A Tanda dibaca bukan himpunan bagian dan tanda dibaca tidak/bukan mencakup Perhatikan: himp. 6. baca A himp. 2. 5. 6 }. 4. B = {1. A = { 2. jika dan hanya jika setiap unsur A juga merupakan unsur himpunan B. 8 } Dicatat : A B. Matematika Ekonomi 19 . Himpunan bagian Suatu himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan B.

4 } Matematika Ekonomi 20 . 2. 3. Memilih dua unsur X21 = { 1.Contoh: Himpunan bagiannya: a. 3. X26 = { 3. 4 } X4 = { 1. 3. 2. 4 }. X24 = { 2. 2. 3 } X23 = { 1.Memilih tiga unsur X = { 1. 4 } X33 = { 1. X22 = { 1. 3. 2 }. 4 }.Memilih semua unsur: b. 4 } X34 = { 2. 4 } X31 = { 1. 3 } X32 = { 1. 3 } X25 = { 2. 4 } c. 2.

X12 = { 2 } X13 = { 3 }. Tanpa memilih 1 elemen: 2 elemen: 3 elemen: 4 elemen: elemen: 1 X11 = { 1 }. Memilih 1 unsur: e.d. X14 = { 4 } X0 = { 1 2 } Jumlah himpunan bagian dari 1 himp. = 2n 2 himp bag 1 1 4 himp bag 1 3 3 1 8 himp bag 1 4 6 4 1 16 himp bag 5 5 10 10 5 1 32 himp bag Disebut segitiga Pascal = bilanga Binom Newton Matematika Ekonomi 21 .

‡ Latihan: Matematika Ekonomi 22 .

Pengolahan (operasi) Himpunan Operasi matematis: penjumlahan. B} A U B baca: A union B. B = { 2. 3. 5. 4. 3. 4. pembagian. Operasi Gabungan ( U ) A U B = { x / x A atau x Jika A = { 3. 8 } atau { 2. potongan (irisan) dan komplemen. 5. penggandaan. 8 } Matematika Ekonomi 23 . 7 ). 7. 7. 2. 5. A atau B.3. 8 } A U B = { 3. 4. Operasi himpunan: gabungan (union). A gabung B.

A Hukum komutasi (A U B) 24 (A U B) dan B Matematika Ekonomi . A U B = B U A b.Dalam diagram Venn. A U B adalah daerah diarsir S A B Sifat-sifat gabungan a.

Operasi potongan (irisan) = A A B = { x / x A dan x B} B. 17 } Dalam diagram Venn. 10. 15 } dan B = { 1. 8. baca A irisan B. 5. 15. A s A B Matematika Ekonomi 25 . 5. atau A dan B A B = { 5. 15 } B adalah daerah diarsir: Misal: A = { 0.

dicatat dengan A ± B A ± B = { x / x ¼ A. (A B =B B) A (hukum komutasi) B) B A dan (A Operasi selisih Selisih himpunan A dan B. tetapi x ¼ B } Diagram Venn A ± B sebagai berikut: S A B Matematika Ekonomi 26 . A b.Sifat : a.

g } A ± B sering dibaca ³A bukan B´. b. c } serta B ± A = { f. dan (B ± A) adalah saling asing atau terputus Matematika Ekonomi 27 . c. (B ± A) B b (A ± B). d }. B = { f. g } A ± B = { a.Misal: A = { a. b d. Sifat: a (A ± B) A.

6. .Komplemen A¶ = { x / x ¼ S. 3. 5. 9. 6. 9. tetapi x ¼ A } baca ³komplemen A´ atau ³bukan A´ A¶ Misal: S = {1. 5. } bil. 8. bulat positip genap Diagram Venn untuk komplemen sbb: (diarsir) S A A A¶ 28 Matematika Ekonomi . 10. 4. bulat positip ganjil A¶ = { 2.bil bulat positip A = { 1. 8. « } himp. . 3. 7. 2. . 4. . . 7. } bil.

(A¶)¶ = A Latihan 1 Gambarkan sebuah diagram venn untuk menunjukkan himpunan universal S dan himpunanhimpunan bagian A serta B jika: S = {1. A A¶ = ø c. A ± B b). 2. B ± A d). 5. 7 } B = {1. 5. 4. 8 } A = {2. 3. 7.Sifat: a. 8 } Kemudian selesaikan : a). A U B e) A B¶ g). 4. 6. 3. (A U B)¶ h) (A B)¶ c) A B f) B A¶ Matematika Ekonomi 29 . 3. A U A¶ = S b. 7.

Latihan 2 Isilah cell dibawah ini dengan tanda keanggotaan himpunan: ¼ atau ¼ A ¼ ¼ ¼ ¼ B ¼ ¼ ¼ ¼ A B AUB (A B)¶ (AUB)¶ Matematika Ekonomi 30 .

sedang-kan pekerjaan rumah diberi angka 1 hingga 3. y Y} Matematika Ekonomi 31 . misalkan nilai ujian mate-matika diberi dari angka 1 hingga 4. Contoh sederhana. 4} sedangkan Y = {1. 3. maka dari dua himpunan terserbut dapat disusun himpunan yang beranggotakan pasangan urut atau pasangan tersusun (x.Hubungan Himpunan Hasil kali Cartesius Apabila ada dua himpunan X dan Y masing-masing x X dan y Y. 2. y)/ x X. Jadi : X = {1. y). 2. 3} Himpunan hasil kali Cartesius adalah: X x Y = {(x.

2). (3. (4.3). 3) (2.2). 2) (4. 1) (3. (2. 3) X x Y = {(1. (2. (1. 2) (3.3).3)} Matematika Ekonomi 32 . (2.3).1).1). (4. 2) 3 (1.Cara mendapatkan himpunan X x Y tsb: X 1 2 3 4 1 (1. 2) (2. (1.1). 1) Y 2 (1. (3.2). (3.2). 3) (3. 1) (2. 1) (4.1). 3) (4. (4.

2} malas PR = {3.Himpunan hasil kali Cartesius dapat digambarkan dalam sistem koordinat cartesius berikut: Y 3 2 1 0 ‡ H1 ‡ ‡ ‡ 1 H2 PR = {1. 4} rajin ‡ H4 ‡ ‡ ‡ 3 H3 U = {1. 2} kurang mengerti U = {3} pintar Terdapat 4 himp bag ‡ ‡ 2 ‡ ‡ X 4 Gbr: Hubungan nilai ujian dan nilai pekerjaan rumah Matematika Ekonomi H1 = {malas ttp pintar} H2 = {malas dan krg mengerti} H3 = {rajin ttp krg ngerti} H4 = {rajin dan pintar} 33 .

2. 2.1). (3. (2.Daerah dan Wilayah (Range) hubungan ‡ Perhatikan kembali Himpunan hasil kali Cartesius: H = {(1. (4. (2. 3} Matematika Ekonomi 34 .2). (3. (4. (3.2). disebut dengan Wilayah hubungan: ‡ Wh = {1. (4.3)} Himpunan unsur-unsur pertama pasangan urut.1).2). (1. disebut dengan Daerah hubungan ‡ Dh = {1. (2.1). 4} Himpunan unsur-unsur kedua pasangan urut.3).1).3).2). (1. 3.3).

y ¼ Y } ‡ Daerah hubungan Dh = { x / x ¼ X} ‡ Daerah hubungan: Wh = { y / y ¼ Y} Matematika Ekonomi 35 .Kesimpulan: ‡ Himpunan hasil kali Cartesius adalah himpunan pasangan urut atau tersusun dari (x. y) dimana setiap unsur x ¼ X dipasangkan dengan setiap unsur y ¼ Y. y) / x ¼ X. ‡ X x Y = { (x.

1. -1.1. pecahan desimal tak berulang 0.SISTEM BILANGAN 1. termasuk 0 Bulat Pecahan ½.14925253993999« . Pembagian bilangan Bilangan 2.1 Nyata + dan Rasional Irrasional Khayal Akar negatip ¥(-4) = 2 Hasil bagi dua bil bulat.1492525 Hasil bagi dua bil bulat. 1. 2/7 dsb 36 Matematika Ekonomi . 8. -2. 4. pecahan desimal atau desimal berulang 0.

Tanda pertidaksamaan ‡ Tanda < melambangkan ³lebih kecil dari´ ‡ Tanda > melambangkan ³lebih besar dari´ ‡ Tanda ” ³lebih kecil dari atau sama dengan´ ‡ Tanda • ³lebih besar dari atau sama dengan´ 3.2.b ‡ Jika a ” b dan x ” 0. maka ±a • -b ‡ Jika a ” b dan x • 0. maka x. maka a + c ” b+ d Matematika Ekonomi 37 . maka x.a • x. Sifat ‡ Jika a ” b.a ” x.b ‡ Jika a ” b dan c ” d.

Fungsi Linear d. Macam-macam fungsi c. Pengertian b.Fungsi Silabus: a. Fungsi non Linear Matematika Ekonomi 38 .

Pengertian
Himpunan hasil kali Cartesius ini dikenal dgn hubungan. Tetapi ada hubungan dimana satu unsur X dihubungkan dengan satu unsur Y. (tidak setiap unsur X dihubungkan dengan setiap unsut Y) Dengan denah Venn sbb: X Y
‡ ‡ ‡

Hubungan 1 - 1

Hubungan dengan kasus diatas, bahwa untuk setiap nilai x dihubungkan (hanya terdapat satu) nilai y yang sesuai, disebut dengan bentuk hubungan atau fungsi. Jelasnya fungsi LINEAR Matematika Ekonomi 39

Perhatikan juga contoh berikut:
Y
y = f(x)

y1

‡x1 ‡ ‡ ‡x2 ‡xn

‡y1 ‡yn

0

x1

x2

X X Y

Gambar di atas, nilai x1 dan x2 dalam X, dihubungkan dengan nilai y1 dalam Y, dengan bentuk y = f(x) Fungsi disebut juga TRANSFORMASI, jadi x di transformasikan di dalam himpunan y. Matematika Ekonomi

40

Transformasi mengandung pengertian yang luas: a. x menentukan besarnya nilai y b. x mempengaruhi nilai y c. Dll. Pernyataan y = f(x) dibaca: y merupakan fungsi dari x atau dicatat : f : x y
aturan ditransformasi

simbol ³f´ diartikan sebagai ³aturan´ transformasi unsur himp. X kedalam himpunan Y Lebih spesifik: Fungsi: suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan (hub fungsional antara satu variabel dengan variabel lainMatematika Ekonomi 41

Perhatikan: y = f(x) x merupakan sebab (variabel bebas) y akibat dari fungsi (variabel terikat) Himpunan semua nilai-nilai x.Berapa Daerah dan Range dari fungsi biaya? Jawaban: Df = { Q / 0 ” Q ” 100 } Rf = { C / 150 ” C ” 850 } Dapat Anda jelaskan ? Matematika Ekonomi 42 . disebut sebagai Domain atau Daerah fungsi (Df) dan nilai y disebut dengan Range atau Wilayah fungsi (Rf = Wf). Df = { x / x X } Wf = { y / y Y } Misal: Biaya total C dari suatu perusahaan setiap hari merupakan fungsi dari output Q tiap hari: C = 150 + 7Q. Perusahaan memiliki kapasitas limit sebesar 100 unit per hari.

Macam-macam fungsi a. . Fungsi Polinomial Bentuk umumnya : y = a + bx + cx2 + . jika n = 1 y = a + bx Kuadratik. jika n = 2 Y = c + bx + ax2 Matematika Ekonomi 43 . jika n = 0 y=a Linear. . + pxn y y Slope = a1 a0 a0 case c < 0 x x Konstan.

y ‡ Titik maksimum Titik belok ‡ Fungsi kubik y = d + cx + bx2 + ax3 y Titik maksimum x Fungsi polinom derajad 4 y = e + dx + cx2 + bx3 + ax4 Titik minimum x Matematika Ekonomi 44 .

y Hiperbola: y = (a/x). Fungsi Rasional Fungsi ini. dengan y dinyatakan sebagai rasio dua polinomial dengan variabel x atau juga berupa fungsi hiperbola. Fungsi eksponensial dan logaritma y y Eksponensial y = bx . b>1 Logaritma y = logbx 0 x Matematika Ekonomi 0 45 x .b. a > 0 0 x c.

dll ‡ Fungsi linear adalah fungsi polinom.Fungsi linear ‡ Fungsi linear merupakan bentuk yang paling dasar dan sering digunakan dalam analisa ekonomi ‡ Fungsi linear merupakan hubungan sebabakibat dalam analisa ekonomi ± misalnya: .antara permintaan dan harga .invests dan tingkat bunga . Matematika Ekonomi 46 .konsumsi dan pendapatan nasional. tetapi n = 1 atau fungsi polinom derajad-1.

. Matematika Ekonomi 47 . adalah koefisien arah atau lereng atau slope garis. + anxn ‡ Disebut fungsi linear jika n = 1 yaitu y = a + bx Contoh: y = 4 + 2x bentuk umum a=4 b=2 Pengertian: a = 4 = penggal garis pada sumbu vertikal y b = 2.‡ Bentuk umum ‡ Diturunkan dari fungsi polinom: y = a0 + a1x + a2x2 + . .

y a a a a ¨y = a ¨x a0 = penggal garis y = ax + b. pada sumbu y yaitu nilai y saat x = 0 b 1 2 3 4 5 x 0 a = lereng garis atau ¨y/ x pada x = 0. ¨y/¨x = a. pada x = 1. ¨y/¨x = a Matematika Ekonomi 48 .

‡ Perhatikan bahwa lereng fungsi linear selalu konstan. ‡ Latihan-1 y = 4 + 2x Penggan garis pada sumbu y = ««««« Lereng garis : x 0 1 2 3 4 y ¨x - ¨y - ¨y/¨x = a - Mendapatkan penggal garis pada sumbu y ketika x = 0 Matematika Ekonomi 49 .

Lengkapi tabel berikut dari garis: y = 4 + 2x x -3 -2 -1 0 1 2 3 4 y ¨x ¨y ¨y/¨x = a Mendapatkan penggal garis pada sumbu x ketika y = 0 Matematika Ekonomi 50 .

«) Titik penggal pada sb y.. «) Matematika Ekonomi 51 . ‡ Misalkan y = 36 ± 4x maka a = -4 (¨y/¨x) b = 36 ‡ Menggambarkan kurvanya cukup mencari titik potong (penggal) dengan: sumbu x dan penggal dengan sumbu y ‡ Hubungkan kedua titik penggal tersebut ‡ Titik penggal pada sb x. x = « atau titik («...Kurva (grafik) fungsi ‡ Fungsi Linear. y = « atau titik («. kurvanya garis lurus karena lerengnya sama.. y = . x = .

Grafik: y 36 ‡ (0.0) 0 ‡ 9 x Grafik dengan lereng negatip Matematika Ekonomi 52 .36) 18 y = 36 ± 4x (9.

‡ Gambarkan grafik fungsi: ‡ y = 2 + 4x ‡ Titik penggal dg sb x y = 0, x = -1/2, (-1/2, 0) Titik penggal dg sb y x = 0, y = 2, (0,2) ‡ Gambarkan :
y y = 2 + 4x

0

x Grafik dengan lereng positip
Matematika Ekonomi 53

Fungsi non linear (kuadratik)
‡ Fungsi non linear juga merupakan bentuk yang sering digunakan dalam analisa ekonomi ‡ Sebagaimana fungsi linear, fungsi non linear juga merupakan hubungan sebab-akibat ‡ Fungsi linear adalah fungsi polinom, tetapi n = 2 atau fungsi polinom derajad-2.

‡ Bentuk umum ‡ Diturunkan dari fungsi polinom: y = a0 + a1x + a2x2 + . . . + anxn ‡ Disebut fungsi kuadratik jika n = 2 dan a2 0, yaitu y = a0 + a1x + a2x2 atau sering ditulis: y = ax2 + bx + c
Matematika Ekonomi 54

‡ Contoh - 1: ‡ y = 8 ± 2x ± x2 a = -1 (a < 0) b = -2 c=8

‡ Contoh - 2: ‡ y = 2x2 + 4x + 6 a = 2 a > 0) b=4 c=2

Menggambar kurva non linear kuadratik a. Cari titik penggal dengan sb x, pada nilai y = 0 0 = 8 ± 2x ± x2 atau 8 ± 2x ± x2 = 0 Menyelesaikan persamaan ini dapat melalui dua cara: 1. Faktorisasi Maksudnya, menguraikan ruas utama fungsi tersebut menjadi bentuk perkalian ruasruasnya atau disebut bentuk perkalian dua fungsi yang lebih kecilEkonomi Matematika 55

0) 2.Faktorisasi persamaan di atas menghasilkan: (2 . dititik (-4. di titik (2.(-2) ¥ (-2)2 4(-1)(8) x = ------------------------------2(-1) Matematika Ekonomi 56 . Memakai rumus kuadrat (bujur sangkar) -b ¥ b2 4ac x = -------------------2c .x)(4 + x) f(x) = g(x). 0) (4 + x)= 0.h(x) (2 . berarti x = 2. berarti x = -4.x) = 0.x)(4 + x) = 0 (2 .

Cari titik penggal dengan sb y.8) c. untuk x = 0. titik (0. Matematika Ekonomi 57 . y = 8.= ---------2 -2 x1 = (2 + 6)/(-2) = -4. 0) Hasilnya sama dengan cara faktorisasi. Karena ciri fungsi kuadrat memiliki titik maksim atau minimum (lihat gambar terdahulu) maka titik ini harus dicari. titik (2. b. 0) x2 = (2 6)/(-2) = 2. titik (-4.2 ¥ 4 + 32 2 6 x = ---------------. pada nilai x = 0 y=8 2x x2.

dan y = ----------2a -4a c. Matematika Ekonomi 58 . Kurvanya simetri pada titik xmaks/min y = 8 ± 2x ± x2. a < 0 berarti maks xmaks = -(-2)/(2)(-1) = -1 ymaks = [(-2)2 ± 4(-1)(8)]/(-4)(-1) = 36/4 = 9. Memiliki titik maks atau min yang disebut titik ekstrim. y) dengan: -b b2 ± 4ac x = ----. 9). Titik maks atau min pada titik (x.‡ Mencari titik maks atau min ‡ Sifat fungsi kuadratik a. titik maks (-1. Titik maks jika a < 0 dan min jika a > 0 b.

‡ Gambarkan kurvanya: y 0 Matematika Ekonomi x 59 .

2: y = 2x2 + 4x + 6 Matematika Ekonomi 60 .‡ Latihan: Dengan cara yang sama selesaikan Contoh .

Lanjutan: Matematika Ekonomi 61 .

Sejajar Sejajar: Jika dan hanya jika a1 = a2 b1 Matematika Ekonomi b2 62 . berimpit Berimpit: Jika dan hanya jika a1 = a2 b 1= b 2 b.‡ Hubungan dua garis Dua buah garis dengan fungsi linier dapat: a.

c. Berpotongan y ‡ Ttk pot Berpotongan: jika dan hanya jika a1 b1 x a2 b2 Dua garis fungsi linear dan fungsi non linear hanya dapat berpotongan. y a<0 ‡ y2 = ax2 + bx + c x Matematika Ekonomi 63 Ttk pot Ttk pot ‡ a>0 .

‡ Mencari titik potong dua garis/persamaan ‡ Pada saat dua fungsi berpotongan. maka nilai x dan y sama pada perpotongan tersebut ‡ Caranya: (1) Bentuk fungsi harus y = f(x) (2) samakan kedua fungsi untuk mendapat titik potong ‡ Cari titik potong fungsi x = 15 ± 2y dan 3y = x +3 x = 15 ± 2y y = -(1/2)x + 15/2 3y = x +3 y = (1/3)x + 1 -(1/2)x + 15/2 = (1/3)x + 1 -(1/2)x ± (1/3)x = 1 ± 15/2 x = 78/10 Matematika Ekonomi 64 .

y = (1/3)(78/10) + 1 y = 26/10 Titik potong fungsi (x. y) = (78/10.‡ Untuk mendapatkan y. 26/10) Matematika Ekonomi 65 . substitusi x = 78/10 pada salah satu fungsi: y = (1/3)x + 1. untuk x = 78/10.

11/4) Matematika Ekonomi 66 . ‡ Ubah persamaan di atas menjadi bentuk y = f(x) (1) 2x + 3y = 21 3y = 21 ± 2x atau y = 7 ± (2/3)x (2) x + 4y = 23 4y = 23 ± x atau y = (23/4) ± (1/4)x Titik potong kedua garis: 7 ± (2/3)x = (23/4) ± (1/4)x 7 ± (23/4) = (2/3)x ± (1/4)x 5 = (5/12)x x = 12. maka nilai x dan y sama pada saat perpotongan tersebut.‡ Mencari titik potong dua garis/persamaan (1) 2x + 3y = 21 dan (2) x + 4y = 23 Pada saat dua fungsi berpotongan. y = 11/4 (12.

Latihan Matematika Ekonomi 67 .

maka Qs juga naik. maka Qd turun. Persoalan.Penggunaan Fungsi dalam ekonomi Analisa keseimbangan pasar Keseimbangan pasar ± Model linear Asumsi-1: Keseimbangan pasar terjadi jika ³ekses demand´ = 0 atau (Qd ± Qs = 0) Asumsi-2: Qd = jumlah permintaan adalah fungsi linear P (harga). Jika harga naik. Jika harga naik. Asumsi-3: Qs = jumlah penawaran adalah fungsi linear P.bagaimana menentukan nilai keseimbangan ? . dengan syarat tidak ada jlh yang ditawarkan sebelum harga lebih tinggi dari nol.

Qs a slope (-) slope (+) (1) (2) Qd = a -bP Qs = -c + dP Q0 keseimbangan 0 P1 -c P0 P Matematika Ekonomi 69 . Qs = -c + dP. keseimbangan terjadi pada saat: Q d = Qs Qd = a .Dalam pernyataan matematis. Gambarnya sbb: Qd.bP.

maka titik potong pada (1. dan (-5.3 keseimbangan QD = 4 . 3). -21) tetapi karena batasan hanya pada kuadran I (daerah positip) maka keseimbangan pada (1. keseimbangan dapat dilihat sbb: Qs = 4 ± p2 dan Qd = 4P ± 1 Jika tidak ada pembatasan misalnya. berlaku dalam ekonomi. 3)} 4 3 QS = 4p .Kasus lain.p2 0 -1 1 2 70 Matematika Ekonomi .1 1.

‡ Latihan ‡ Temukan keseimbangan dari Qd dan Qs tersebut Matematika Ekonomi 71 .

Matematika Ekonomi 72 .

Matematika Ekonomi 73 .

5 dan p = 2. (Permintaan) QS = 2p2 ± 4p (penawaran) Gambarkan grafiknya Apa yang terjadi jika p = 3.Keseimbangan pasar (lanjutan) Pada nilai Q dan p berapa terjadi keseimbang-an permintaan dan penawaran dari suatu komoditi tertentu jika: Qd = 16 ± P2 .5 Matematika Ekonomi 74 .

Penjelasan Pada saat keseimbangan maka Qd = Qs 16 ± p2 = 2p2 ± 4p 3p2 ± 4p ± 16 = 0 Ingat fungsi polinom derajad 2 atau n = 2 dengan bentuk umum: ax2 + bx + c Koefisien a = 3. Atau (Q.1 (+) 6 2a Qd = 16 ± p2 = 16 . 3.4 Jadi keseimbangan tercapai pada Jlh komoditas 6. b = -4.1)2 = 6.4 .4 dan harga 3.1) Matematika Ekonomi 75 . p) = (6.(3. dan c = -16 p = (-b) ± (b2 ± 4ac)1/2 = 4 ± (16 + 192)1/2 = 3.1.

p = 4. Titik potong dengan sb Q p = 0. (16.p) Q = (-b/2a) = 0/-2 = 0 p = (b2 ± 4ac)/(-4a) = 0 ± 4(-1)(16)/(-4)(-1)) = 16 atau pada titik (0. Titik potong dengan sb p Q = 0. 16 ± p2 = 0 (p ± 4)(p + 4).Titik maks/min: (Q.0) b. 4) p + 4 = 0. p = -4. Q = 16. ttk (0.Grafik: Fungsi Permintaan: Qd = 16 ± p2 a. p ± 4 = 0. -4) Matematika Ekonomi 76 . c. 16) ttk (0.

p) Q = (-b/2a) = 4/4 = 1 p = (b2 ± 4ac)/(-4a) = (-4)2 ± 4(2)(0)/(-4)(2) = 2 atau pada titik (1.Grafik: Fungsi penawaran Qs = 2p2 ± 4p a. Q = 0. ttk pot ( 0. 0) (p ± 2) = 0. Titik potong dengan sb p p = 0. 2) Matematika Ekonomi 77 . (0. 2) c. 2p = 0. p = 0. p = 2.0) Q = 0. ttk pot (0. Titik maks/min: (Q. Titik potong dengan sb Q b. 2p2 ± 4p = 0 Atau 2p(p ± 2) = 0.

5 Untuk p = 3.Grafik: p Qs 4 3.5.4 16 Q Apa yang terjadi jika p = 3.5. terjadi ekses demand Matematika Ekonomi 78 . terjadi ekses supply dan p = 2.1 2 Qd 0 6.5 dan p = 2.

Penjelasan ekses suplai dan ekses demand Qs Qd Ekses demand mendorong harga naik. Matematika Ekonomi 79 . dan ekses supply mendorong harga turun.

Pengantar Kalkulus Kalkulus khususnya bahasan matematika tentang a.Khusus tentang derivatif (kalkulus diferensial) dapat diinventarisir aplikasinya dalam ilmu ekonomi diantaranya: 1). Elastisitas.DERIFATIF 1. Integral sangat luas penggunaannya dalam ilmu ekonomi. Derivatif atau fungsi turunan c. khususnya elastisitas permintaan Matematika Ekonomi 80 . Fungsi b.1. Derivatif parsial dan d.

6) dll. Untuk kesempatan ini. atau agribussines manager perlu mendalami pengetahuan kalkulus diferensial dan integral. Pendekatan matematis yang sangat pesat dewasa ini membuat seorang ahli ekonomi termasuk Agric. Economist. Matematika Ekonomi 81 . kalkulus diferensial dan aplikasinya dalam ekonomi lebih diutamakan. rata-rata dan marginal 4) Revenue dan marginal revenue 5) Maksimisasi penerimaan dan profit.2) Elastisitas produksi 3) Biaya total.

2.3 h(x) = ------------x-1 Persamaan ini harus disederhanakan sedemikian rupa.1. (perhatikan pembagi/penyebut) maka nilainya 0/0 (bentuk tak tentu) Matematika Ekonomi 82 . supaya jika disubstitusikan nilai x = 1. Limit fungsi Pandanglah fungsi h yang diberikan dengan persamaan: 2x2 + x .

untuk x = 2 Karena itu g(x) disederhanakan menjadi: (x ± 2)(x + 2) g(x) = ------------------.Untuk tujuan ini. sehingga: (x-1)(2x +3) ------------= 2x + 3 x-1 2x2 + x . x-2 Matematika Ekonomi 83 .3 h(x) = ------------. nilainya akan tak x-2 tentu.4 Demikian juga jika g(x) = ---------. fungsi tersebut diuraikan atas faktornya.= x-1 x2 .= x + 2.

y 5 4 3 2 1 0 1 y = h(x) x Matematika Ekonomi 84 . Sehingga untuk x mendekati 1.Fungsi h dengan persamaan diatas grafik sebagai berikut: Fungsi h tdk terdefinisi di titik x = 1. Dikatakan limit fungsi h dititik x = 1 adalah 5. Untuk x 1. maka h(x) = 2x + 3. h(x) akan mendekati 5.

3 x-1 lim h(x) = lim ------------.4 lim g(x) = lim --------.= 4. x-2 x 2 x 2 Matematika Ekonomi 85 .Keadaan di atas. dicatat sebagai: 2x2 + x .= 5 x 1 x 1 Baca: limit fungsi h(x) untuk x menuju 1 Demikian juga dengan g(x) di atas x2 .

3. maka: lim f(x) = f(x0) Y Y = f(x) x -> x0 Y = f(x) diskontinu pada x = x0 Y=f(x) y0 ‡ Y = f(x) kontinu pada x = x0 x0 x y1 y0 ‡ x0 .1. Pengertian Derivatif Suatu fungsi dengan persamaan y = f(x) mempunyai nilai (terdefinisi) pada x = x0 dan y = f(x) kontinu di titik tersebut.

Dengan mensubstitusi x = x ± x0. untuk x-> x0 berarti x ->0 atau: f(x0 + x) ± f(x0) ------------------x Matematika Ekonomi lim x-> 0 merupakan derivatif atau turunan fungsi.= x ± x0 0 Maka lim f(x) ± f(x0) disebut dengan derivatif ------------x->x0 x ± x0 fungsi f dititik x = x0.0 Sehingga f(x) ± f(x0) -------------------. atau x = x0 + x. 87 .

Simbol derivatif fungsi dilambangkan dg: f¶(x) atau dy/dx atau y¶ atau Dxy. Atau dengan penjelasan lain: Ump. Dibagi dg x: y/ x = f(x + x) ± f(x) ------------------------------x Matematika Ekonomi 88 . y = f(x) dengan kurva sbb: y y1 y x Y = f(x) = f(x) y + y = f(x + x) x x1 y Besarnya pertambahan adalah: y = f(x + x) ± f(x).

y = x2 + 1. dititik x = 5. y + y = (x + x)2 + 1 y = x2 + 1 (-) Matematika Ekonomi 89 .lim x->0 y/ x = f(x + x) ± f(x) ----------------------------- x adalah turunan fungsi tsb yaitu: y¶ = f¶(x) = dy/dx Contoh. Jika x ditambah sebesar x. Cari turunan y = f(x). maka y akan bertambah sebesar y.

berarti dy/dx untuk x = 5 adalah 10.Dengan pengurangan: y = (x + x)2 + 1 ± x2 ± 1 = x2 + 2x x + ( x)2 + 1 ± x2 ± 1 = 2x x + ( x)2 y/ x = 2x x + ( x)2 x = 2x + x lim y/ x = lim 2x + lim x x ->0 x ->0 x ->0 dy/dx = 2x + 0 = 2x dititik x = 5. Matematika Ekonomi 90 .

4)a4 + C(1.1.4)b3 Matematika Ekonomi 91 . Binom Newton (a + b)2 = a2 + 2ab + b2 (a + b)4 = a4 + 4a3b + 6a2b2 + 4ab3 + b4 = C(0. 4)a2b2 + C(3. Fungsi pangkat (power function) y = xn y + y = (x + x)n y = (x + x)n ± y y = (x + x)n ± xn Ingat kembali bil.4 Rules of differentiation Rule 1: Derivative of a power function. 4)ab3+C(4. 4)a3b + C(2.

baca kombinasi tingkat i dari n unsur. n) i ! ± (n ± i)! Matematika Ekonomi 92 . 4) berarti kombinasi tingkat 0 dari 4 unsur. n) adalah teori kombinasi yang menyatakan memilih sebanyak i unsur dari suatu himpunan untuk menjadi anggota himpunan bagiannya. C(0. C(i. n) = -----------n! C(i. C(i.

n)xn-4 «««« C(n-1. n)xn-1 C(2. 1 = 24 0! = 1 Sekarang: y = (x + x)n ± xn = C(0. n)xn-3 C(4.xn x x2 x3 x4 Matematika Ekonomi 93 . 3. n)xn-2 C(3. 2.n! = n(n-1)(n-2)(n-3) « 4! = 4. n)x + + + + + xn-1 . n)xn + C(1.

= 1 0!(n-0)! 1.n-2.= ---------------------. n) = ---------.n! n.= n 1!(n-1)! 1. « n.n-2.n-1.n-3 « n! n. « C(0.n-2. « C(1.n. n) = ---------.= ---------------------. n) = --------.= ----2!(n-2)! 2.n-3.n-1.n-2.n-3.= ---------------------. « 2 Matematika Ekonomi 94 .n-1.n-2.n-2.n-3.n-3. « n.n-1 n! C(2.n-1.1.n-3.n-1.

y = (x + x)n ± xn = xn + nxn-1 x + n(n-1)xn-2 x2 + C(3. n)xn-4 x4 + «« + C(n-1. n)x xn-1 . n)xn-3 x3 + C(4. n)x xn-1 Matematika Ekonomi 95 . n)xn-4 x4 + «« + C(n-1.xn = nxn-1 x + n(n-1)xn-2 x2 + C(3. n)xn-3 x3 + 2 C(4.

q = output C = q3 derivatif C thdp q = 3q2.y = nxn-1+ n(n-1)xn-2 x + 2 x C(3. Matematika Ekonomi 96 . Mis C = total cost. n)x xn-2 y Lim ---.= lim nxn-1 atau x->0 x x->0 dy/dx = nxn-1 Contoh: y = x5 dy/dx = 5x4. n)xn-4 x3 + «« + C(n-1. n)xn-3 x2 + C(4.

Jadi dy/dx = c2x x->0 x x->0 y Matematika Ekonomi 97 . y = f(x)= cx2.= lim c2x .Rule 2: Multiplication by a constant. c adalah konstanta.= c2x + c( x) x lim ---. dy/dx? y + y = c(x + x)2 y = cx2 + c2x x + c( x)2 ± cx2 = c2x x + c( x)2 y ---.

Contoh: y =f(x) = 5x2 f¶(x) = 5(2)x2-1 = 10x Rule 3: Derivative of a sum f(x) = g(x) + h(x) Dengan pembuktian yang sama spt rule (1) dan (2) diperoleh: f¶(x) = g¶(x) + h¶(x) Demikian juga untuk: f(x) = g(x) + h(x) + k(x) f¶(x) = g¶(x) + h¶(x) + k¶(x) Matematika Ekonomi 98 .

h¶(x) = 6x2 k(x) = -3x. f¶(x) = g¶(x) ± h¶(x). Contoh: Cari derivatif f(x) = 7x4 + 2x3 ± 3x + 37 g(x) = 7x4. l¶(x) = 0 jadi f¶(x) = 28x3 + 6x2 ± 3. g¶(x) = 28x3 h(x) = 2x3. Matematika Ekonomi 99 . f(x) = g(x) ± h(x). k¶(x) = -3 l(x) = 37.Derivatif penjumlahan dua fungsi atau lebih sama dengan pengurangan atau selisih.

g¶(x) Contoh: y = f(x) = (2x + 3)(3x2) g(x) = (2x + 3).h(x) f¶(x) = g(x).Rule 4: derivative of a product Fungsi hasil kali berbentuk y = f(x) = g(x).h¶(x) + h(x). Matematika Ekonomi 100 . h¶(x) = 6x Jadi: f¶(x) = (2x + 3)(6x) + (3x2)(2) = 12x2 + 18x + 6x2 = 18x2 + 18x. g¶(x) = 2 h(x) = 3x2.

Rule 5: derivatif of a quotient Bentuk umum hasil bagi dua fungsi: y = f(x) = g(x)/h(x). f¶(x) = g¶(x)h(x) ± g(x)h¶(x) [h(x)]2 Matematika Ekonomi 101 .

Contoh: f(x) = (2x ± 3)/(X + 1). g¶(x) = 2 h(x) = x + 1. h¶(x) = 1 f¶(x) = (2)(x + 1) ± (1)(2x ± 3) (x + 1)2 = 2x + 2 ± 2x + 3 = 5 2 (x + 1)2 (x + 1) Matematika Ekonomi 102 . g(x) = 2x ± 3.

Maka dy = dy . Dari u = g(x) didpt du/dx. Dari y = f(u) didpt dy/du. du du dx dx y = f(z) z = g(u) u = h(x) Dengan cara yang sama dy du dz dy = du dz dx dx Matematika Ekonomi 103 .Rule 6: Chain rule Fungsi berantai bentuknya sbb: y = f(u) u = g(x) Dicari derivatif y terhadap x atau dy/dx.

Contoh: Misalkan x adalah lahan, yang dapat menghasilkan y unit gandum dan z adalah roti yg terbuat dari gandum. Umpamakan setiap unit lahan (x) dihasilkan 2 unit gandum (y) sehingga: y = 2x Untuk setiap unit gandum (y) dapat diproduksi 15 unit roti (z), yang digambarkan sebagai: z = 15y Apabila ada perubahan sejumlah kecil lahan (x), maka berapa besar perubahan roti (z) akan terjadi dari perubahan tersebut? Hal ini merupakan masalah hukum berantai dari turunan fungsi (derivatif).

Matematika Ekonomi

104

dy/dx merupakan perubahan y apabila sejumlah kecil perubahan x yaitu dy/dx = 2 Perubahan z apabila ada perubahan y dz/dy = 15 Oleh karena itu perubahan z apabila ada perubahan x menjadi: dz/dx = dz/dy. dy/dx = 15(2) = 30 unit.

Matematika Ekonomi

105

Contoh: Jika y = uv, dimana u = s3 dan s = 1 ± x. v = t2 dan t = 1 + x2 u= du/ds = s = 1 ± x ds/dx = -1 s3, 3s2 v = t2, dv/dt = 2t t = 1 + x2 dt/dx = 2x

y = uv, adalah bentuk hasil kali berarti dy/dx = u.dv/dx + v.du/dx = u(dv/dt)(dt/dx) + v(du/ds)(ds/dx) = s3(2t)(2x) + t2(3s2)(-1) = 4s3tx -3t2s2 = s2t(4sx ± 3t) Substitusi, dy/dx = (1-x)2(1+x2)[4(1-x)(x) ± 3(1+x2)]
Matematika Ekonomi 106

Dengan memakai derivatif fungsi berantai: Mis u = 1 + x2. Matematika Ekonomi 107 . dapatkan dy/dx. dan oleh karena itu y = u3 dy/dx = (dy/du)(du/dx) = (3u2)(2x) = 6x(1 + x2)2.Contoh: Jika y = (1 + x2)3.

dan hitung nilainya untuk x = 2.1. berlaku untuk mencari derivatif orde yang lebih tinggi. Derivatif of higher order Jika y = f(x). Derivatif kedua dilambangkan dengan: d2y/dx2 atau f´(x) atau y´ Demikian seterusnya untuk derivatif yang lebih tinggi. Matematika Ekonomi 108 . maka derivatif pertama dicatat sebagai dy/dx atau f¶(x). Semua hukum-hukum yang sudah dibahas. Contoh: Hitung derivatif y = f(x) = x3 ± 3x2 + 4.5.

Matematika Ekonomi 109 .f(x) = x3 ± 3x2 + 4. f¶(x) = 3x2 ± 6x. f´(x) = 6x ± 6 f´¶(x) = 6 f(2) = 8 ± 12 + 4 = 0 f¶(2) = 12 ± 12 = 0 f´(2) = 6 f´¶(2) = 6.

z = f(x.1. bila y dianggap tetap.5 Derivatif parsial Teknik ini digunakan untuk suatu fungsi lebih dari satu variabel. sK. x) dst Banyak kejadian terdiri dari beberapa variabel. maka z hanya merupakan fungsi x dan derivatif z ke x dapat dihitung. Contoh: Qd = f(h. y). v. Matematika Ekonomi 110 . hkl.) dimana h = harga komoditi itu sendiri hkl = harga komoditi lain sK = selera konsumen i = income Umpamakan kita berhadapan dengan fungsi: z = f(x . i. y) atau z = f( u.

maka derivatif parsial ke y dapat dihitung.Derivatifnya disebut derivatif parsial atau turunan parsial dari z ke x dan dilambangkan dengan: ˜z/˜x atau ˜f/˜x atau fx Demikian juga jika x dianggap tetap. y) ± f(x. y) y->0 y->0 y Matematika Ekonomi 111 .y + y) ± f(x. dan dilambangkan dg: ˜z/˜y atau ˜f/˜y atau fy Derivatif parsial z ke x didefinisikan sebagai: ˜z/˜x = lim z/ x = lim f(x + x. y) x->0 x->0 x Derivatif parsial z ke y didefinisikan sebagai: ˜z/˜y = lim z/ y = lim f(x.

maka: ˜z/˜x = 6x + 2y ˜z/˜y = 2x ± 10y Derivatif parsial kedua juga dapat dicari sbb: Contoh: z = (x2 + y2)3 ˜z/˜x = fX = 3(x2 + y2)2(2x) = 6x(x2 + y2)2 ˜z/˜y = fy = 3(x2 + y2)2(2y) = 6y(x2 + y2)2 ˜2z/˜x2 = fXX = 12x(x2 + y2)(2x) = 24x2(x2 + y2) ˜2z/˜y2 = fyy = 12y(x2 + y2)(2y) = 24y2(x2 + y2) ˜2z/ ˜y˜x = fyx = 12x(x2 + y2)(2y) = derivatif ˜z/˜x thd y 24xy(x2 + y2). ˜2z/˜x˜y = fxy = 12y(x2 + y2)(2x) = 24xy(x2 + y2) Matematika Ekonomi 112 .Contoh: Jika z = 3x2 + 2xy ± 5y2 .

Fungsi turunan kedua dilambangkan: ˜2z/˜x2 atau ˜2f atau fxx Fungsi turunan fx terhadap y dilambangkan fyx Fungsi turunan fy terhadap x dilambangkan fxy fyx = fxy Matematika Ekonomi 113 .Simbol derivatif parsial ˜z/˜x juga dilambangkan ˜f/˜x atau fx.

Maksimum dan minimum y = f(x) akan maksimum pada saat: dy/dx = 0 dan d2y/dx2 < 0 akan minimum pada saat: dy/dx = 0 dan d2y/dx2 > 0 akan mempunyai titik belok (inflection point) pada: dy/dx = 0 dan d2y/dx2 = 0 Matematika Ekonomi 114 .

Maksimum jika fx = 0. y) atau f(x1. fy = 0 fxx < 0. fy = 0 fxx > 0. fyy < 0 fxxfyy ± (fxy)2 > 0 Minimum jika fx = 0. x2).Apabila fungsinya lebih dari dua variabel: z = f(x. fyy > 0 fxxfyy ± (fxy)2 > 0 Matematika Ekonomi 115 .

nilai ymaks atau f(x)maks = -(2)2 + 4(2) + 7 = 11 Matematika Ekonomi 116 . minimum atau titik belok dan hitung nilai f(x) pada titik tersebut.Contoh: Periksa apakah fungsi berikut ini mempunyai titik maksimum. berarti mempunyai titik maks. nilai x = 2 d2y/dx2 = -2 < 0. y = f(x) = -x2 + 4x + 7 dy/dx = -2x + 4 = 0. pada x = 2.

didapat y = 3 ± 2x. Derivatif pertama: fx = 2x + y ± 3 fy = x + 2y b. Matematika Ekonomi 117 . x + 6 ± 4x = 0 atau 3x = 6 x = 2. fx = 0 dan fy = 0 2x + y ± 3 = 0 x + 2y = 0 Dari 2x + y ± 3. Substitusi y = 3 ± 2x ke persamaan x + 2y = 0 didapat x + 2(3 ± 2x) = 0.Contoh: Tentukan nilai ekstrim (maks/min) dari: z = x2 + xy + y2 ± 3x + 2 Langkah-langkah: a.

d. Uji dengan derivatif kedua: fxx = 2.Untuk x = 2.2 ± 12 = 3 > 0 artinya fungsi z mempunyai titik minimum pada titik (2. y = 3 ± 2(2) = -1. fxy = fyx = 1 fxxfyy ± (fxy)2 = 2. Nilai zmin = (2)2 + (2)(-1) + (-1)2 ± 3(2) + 2 = 4 ± 2 + 1 ± 6 + 2 = -1. -1) merupakan titik maks atau min c. -1). Matematika Ekonomi 118 . fyy = 2. Artinya titik (2.

1.5 Aplikasi dalam ekonomi 1) Elastisitas permintaan Elastisitas permintaan adalah persentase per-ubahan jumlah komoditi diminta apabila terdapat perubahan harga. Jika q = komoditi yg diminta. p = perubahannya Matematika Ekonomi 119 . q = perubahannya p = harga komoditi.

05 berarti p1 = 2 ± 2(0.= ---.78 q = 18-2p2 = 18 ± 2(2)2 = 10.78 ± 10 = 0. untuk p = 2. q = 10.9. Pendekatan definisi: p = 2. Bandingkan hasil kedua pendekatan: definisi dan derivatif.-.05) = 1.9 q = 18-2p2 = 18 ± 2(1. q = 10.78 Matematika Ekonomi 120 .dq p q/q q p q/q Ed = -----.= lim ------.-dp q p->0 p->0 p/p p q p/p Contoh: Umpamakan fungsi permintaan q = 18 -2p2 hitung elastisitas permintaan jika harga berkurang 5% (bukan mendekati nol) dari p = 2. berarti p = 0.= lim ---.9)2 = 10. Untuk p1 = 1.

4p2/q pada harga p = 2. dan q = 10 Ed = -4(2)2/10 = .1. sementara menurut definisi.Jadi menurut pendekatan definisi Ed = 7. jadi hasilnya sedikit berbeda.8%/-0.56 Dengan pendekatan derivatif: Ed = (dq/dp)(p/q) = (-4p)(p/q) = .05%. p mendekati nol.1.05% = .60. p = 0. Matematika Ekonomi 121 . Perhatikan dengan derivatif.

dan q = produk yang dihasilkan. TC/q = f(q)/q merupakan fungsi biaya rata-rata. sebagai biaya marginal. Matematika Ekonomi 122 . MC = dTC/dq merupakan derivatif dari TC.2) Total Cost. Average cost and marginal cost TC = f(q). merupakan fungsi biaya dimana TC = total cost. Biaya marginal adalah tambahan biaya yg dibutuhkan per satuan tambahan produk.

seperti kurva dibawah ini.Hubungan TC. AC dan MC. TC Rp MC AC VC q Matematika Ekonomi 123 .

10 6.0 4.5 16 124 MC 145.78 Matematika Ekonomi .Contoh dengan data diskrit q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 FC 100 100 100 100 100 100 100 100 100 VC 10 16 21 26 30 36 45.0 9.0 5.5 20.33 31.50 19.0 6.67 19.0 5.5 56 72 TC 110 116 121 126 130 136 156 172 AC 110.00 58.00 40.50 26.5 10.00 22.

maka Total Revenue (TR) adalah jumlah produk yang diminta dikali harga. Matematika Ekonomi 125 . FC = Fixed Cost = 75 VC = Variable cost = q3 ± 4q2 + 10q MC = dTC/dq = 3q2 ± 8q + 10 AC = TC/q = q2 ± 4q + 10 + 75/q 3) Revenue and Marginal revenue Apabila fungsi permintaan diketahui.Contoh dengan fungsi biaya: TC = q3 ± 4q2 + 10q + 75.

Contoh: Fungsi Permintaan. MR. 2p = 9 ± 3q atau p = 9/2 ± (3/2)q TR = p.p Marginal Revenue (MR) = dTR/dq.Jadi jika q = kuantitas diminta dan p = harga dengan q = f(p) maka: TR = qp = f(p). p 4 MR p 0 3 q 126 . 3q + 2p = 9.q atau TR = (9/2)q ± (3/2)q2 Matematika Ekonomi MR = dTR/dq = 9/2 ± 3q TR.

Menentukan kombinasi input-input yang digunakan dan jumlah tiap input tsb. Fungsi produksi = persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat penggunaan input-input dengan tingkat output.4). Matematika Ekonomi 127 . adalah: a. Jumlah produk yang yang akan diproduksi b. Landasan teknis dari produsen dalam teori ekonomi disebut dengan FUNGSI PRODUKSI. Fungsi produksi Seorang produsen dalam teori ekonomi paling tidak harus mengambil dua keputusan apabila dilandasi oleh suatu asumsi produsen berusa-ha memperoleh profit maksimum.

« . x3. 3. « . maka tam-bahan output yg dihasilkan dari setiap tambahan input. xn) Q = output xi = input-input yang digunakan. x3. mulai-mula meningkat. xn) input xI ditambah terus menerus.Fungsi produksi. dan akhirnya negatip´. Matematika Ekonomi 128 . kemudian menurun. x2. terus ditambah penggunaannya sedang penggunaan input lain tidak berubah. « . i = 1. sedangkan input lain tetap. n Apabila dalam proses produksi: Q = f(x1/x2. maka fungsi produksi itu tunduk pada hukum : The law of diminishing returns ³bila satu macam input. 2. secara umum dicatat: Q = f(x1.

fungsi lain yang dapat diturunkan dari fungsi produksi adalah fungsi Produk Rata-rata (PR). Matematika Ekonomi 129 . PM = ˜Q/˜xi.Tambahan output yg didapat karena adanya tambahan satu unit input dinamakan Produk Fisik Marginal (Produk Marginal = PM). n Selain produk marginal. i = 1. PR = Q/x = f(x)/x Jadi ada hubungan antara Q atau produk total (PT) dengan PM dan PR. 3. « .Hubungan tersebut ditunjukkan oleh kurva berikut ini. 2.

Q Q = PT X1 Q 1 2 3 4 5 x 6 7 8 10 24 39 52 61 66 66 64 PM PR 10 14 12 15 13 13 13 9 5 0 -2 12.2 11 9.4 8 PM PR Matematika Ekonomi x 130 .

maka PM = PR c. maka kurvanya dalam ruang spt berikut: Matematika Ekonomi 131 . Pada saat PR maks. Kurva produksi yang dijelaskan di atas. Untuk Q = f(x1. « .Ciri-ciri grafik fungsi produksi dicatat sbb: a. x2)/x3. PR maks pada saat grs lurus dari titik nol (origin) menyinggung kurva PT. hanya jika input variabel terdiri atas satu input. xN) atau dua input variabel. Pada saat PT maks. maka PM = 0 b.

z x1 x2 Matematika Ekonomi 132 .

yang dibungkus adalah data kuantitatif yang disusun dalam bentuk ³baris´ dan ³lajur´. Contoh: Harga gula pasir di 3 kota selama 3 bulan (rata-rata) Kota A B C Bulan J 4000 4500 4200 F M 4200 4200 4600 4700 4500 4500 .MATRIKS Matriks artinya sesuatu yang membungkus.

n = jlh lajur 134 Matematika Ekonomi .Dengan catatan matriks ditulis: A = 4000 4500 4200 4200 4600 4500 4200 4700 450 B= 1 0 1 4 3 2 6 7 9 8 4 1 Bentuk umum sbb: mxn Notasi matriks Untuk menyederhanakan dicatat: mxn A = a11 a12 « a1n a21 a22 « a2n : : : am1 am2 « amn A = (aij)mxn m = jlh baris.

jika satu lajur disebur dengan VEKTOR LAJUR. x2. Kumpulan data/angka yang terdiri atas satu baris disebut: VEKTOR BARIS. 2) x¶ = (x1.Vektor. « xn) Vektor lajur b= 1 2 8 Matematika Ekonomi u = u1 u2 : un 135 . Vektor baris: a¶ = (4. 3. Dengan demikian. 1. dpt disebut bahwa matriks terdiri atas beberapa vektor baris dan beberapa vektor lajur.

n dengan m = n A= 2 0 2 4 4x4 4 1 7 7 1 2 3 4 5 1 4 1 b. Matriks setangkup: B = (bij)n.Beberapa macam bentuk matriks a. Matriks segi: A = (aij)m. bij = bji 4X4 B=1 0 7 7 0 5 4 3 7 4 2 5 7 3 5 1 Matematika Ekonomi 136 .n.

Matriks segitiga atas. 137 Matematika Ekonomi .c.n. Matriks identitas I4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 I2 = 1 0 0 1 Diagonal utama Jika semua unsur diatas diagonal utama bernilai 0 = matriks segitiga bawah. dij = 0 utk i j D= 3 0 0 0 5 0 0 0 7 e. Matriks diagonal D = (dij)n. jika semua unsur dibawah diagonal utama bernilai nol. G= 9 9 3 0 1 3 0 0 2 d.

1 1 0 2 4 5 6 7 8 8 -1 1 1 1 2 Matematika Ekonomi 138 .n dapat digandakan dgn B = (bij)p.q jika dan hanya jika lajur matriks A = baris matriks B atau n = p Cara penggandaan adalah vektor baris x vektor lajur dimana setiap baris A digandakan dengan setiap lajur B seperti contoh berikut ini.Penggandaan matriks Matriks A = (aij)m.

(6 7 8) 1 1 1 2 -1 1 1 = Matematika Ekonomi 139 . (1 1 0) -1 1 1 1 1 1 2 1 2 (2 4 5) 8 . ( 2 4 5) -1 1 1 (6 7 8) 8 .1 1 0 2 4 5 6 7 8 8 -1 = (1 1 0) 8 .

(1)(8) + (1)(1) + (0)(1). (2)(-1) + (4)(1) + (5)(2) (6)(8) + (7)(1) + (8)(1). (1)(-1) + (1)(1) + (0)(2) (2)(8) + (4)(1) + (5)(1). (6)(-1) + (7)(1) + (8)(2) 9 25 63 0 12 17 3x + 6y 4x + 2y ± 7z Contoh-2: 3 6 0 4 2 -7 x y z = Matematika Ekonomi 140 .

m.n. putarannya adalah A¶ = (a¶ij)n. Contoh: A = 3 8 -9 1 0 4 D= 1 0 4 0 3 7 4 7 2 A¶ = 3 1 8 0 -9 4 D¶ = 1 0 4 0 3 7 4 7 2 Matematika Ekonomi 141 . sedangkan (a¶ij) = (aji).Putaran matriks Matriks A = (aij)m.

Matematika Ekonomi 142 .

Determinan matriks segi Determinan suatu matriks segi adalah hasil perkalian unsur-unsur yang tidak sebaris dan tidak selajur. Determinan matriks A dicatat det (A) atau |A| Contoh: Hitung determinan matiks A = det A = (2)(9) ± (4)(7) = . 2 7 4 9 + Matematika Ekonomi 143 . dengan tanda tertentu.10.

Contoh: Cari determinan matriks C= 1 4 7 8 2 5 6 9 3 Cara Sarrus. - det C = 1 4 7 1 4 8 2 5 8 2 6 9 3 6 9 + + + = (1)(2)(3) + (4)(5)(6) + (7)(8)(9) -(7)(2)(6) .(1)(5)(9) ± (4)(8)(3) = 405 Matematika Ekonomi 144 . yaitu dengan menambahkan lajur 1 sebagai lajur 4 dan lajur 2 sebagai lajur 5 kemudian menggandakan angka yang tidak sebaris dan tidak selajur.

Pangkat suatu matriks Suatu matriks segi dengan determinan ± 0. maka pangkat matriks itu dicatat p(B) = n.Untuk matriks dengan dimensi/ukuran 4 x 4. jika matriknya berpangkat penuh. Matematika Ekonomi 145 . maka matriks itu disebut berpangkat penuh atau matriks tak singular. Jika suatu matriks B berukuran nxn. cara Sarrus tidak dapat digunakan melainkan dicari perkalian unsur yang tidak sebaris dan tidak selajur. Sebaliknya. disebut matriks berpangkat tak penuh atau dinamakan matriks singular.

Contoh A = 1 1 0 .Tetapi jika determinannya = 0. maka pangkat matriks B. Berarti p(A) = 2 Untuk memeriksa. ambil salah satu anak matiksnya: A11 = 1 1 .3 2 -1 Matematika Ekonomi 146 . lebih kecil dari n. yaitu dimensi salah satu anak matriksnya yang memiliki det 0. karena det A = 0. maka 3x3 2 -1 1 4 1 1 p(A) 3. dan kemungkinan p(A) = 2. 0. det A11 = .

yang mencari nilainilai x dari sistem persamaan tersebut.2x2 .3x2 3x3 = 7 2x1 + 4x2 + x3 = 0 . maka matriks penyusun persamaan linear dimaksud harus 0 atau tak singular atau berpangkat penuh. Misal: 7x1 .x3 = 2 Setelah diubah dg perkalian matiks diperoleh 7 -3 2 4 0 -2 -3 1 -1 x1 = x2 x3 7 0 2 147 Matematika Ekonomi .Dalam sistem persamaan linear.

Matriks: 7 -3 -3 = -8 2 0 4 1 -2 -1 0. Matematika Ekonomi 148 . berarti nilai-nilai x dari persamaan linear itu dpt dicari.Det.

Persamaan linear adalah himpunan dari persamaan linear dengan beberapa nilai yang hendak dicari.Persamaan linear dan jawabannya. Contoh: 5x1 + 3x2 = 30 6x1 ± 2x2 = 8 7x1 ± x2 ± x3 = 0 10x1 ± 2x2 + x3 = 8 6x1 + 3x2 ± 2x3 = 7 Dari persamaan tersebut akan dihitung x1 dan x2 Matematika Ekonomi 149 .

Cari nilai det (A). 5 6 A 3 -2 x1 = 30 x2 x 8 d det A = -28 b. Buat persamaan linear menjadi dalam bentuk perkalian matriks. menggunakan cara determinan. sistem persamaan linear di atas dapat diselesai-kan dg cara sbb: a. Matematika Ekonomi 150 . c. Dapatkan matiks A1 yaitu matriks A dengan mengganti lajur ke-1 dengan vektor d.Dengan aturan Cramer.

det A1 = -84. A2 = 5 30 6 8 e. Matematika Ekonomi 151 . x1 = -84/-28 = 3. Cari det A1 dan det A2. det A2 = -140 f. Nilai x1 = det A1/det A. x2 = -140/-28 = 5. Dapatkan matriks A2 yaitu matriks A dengan mengganti lajur ke-2 dengan vektor d. dan x2 = det A2/A.A1 = 30 3 8 -2 d.

Det A = -61 b. Det A1 = 0 -1 -1 8 -2 1 7 3 -2 det A3 = 7 -1 0 = -244 10 -2 8 6 3 7 Matematika Ekonomi 152 = -61.Contoh 2 7 -1 -1 10 -2 1 6 3 -2 A x1 x2 x3 x = 0 8 7 d a. det A2 = 7 0 -1 = -183 10 8 1 6 7 -2 .

Dengan matriks adjoint b. Cara mencari matriks kebalikan: a.n maka matriks kebalikannya dicatat sebagai A-1. Dengan transformasi penyapuan c. Dengan metode Doolittle Matematika Ekonomi 153 .MATRIKS KEBALIKAN Jika A = (aij)n.

dimana p=q = 1. 3) Definisi: Minor unsur apq adalah determinan anak matriks dengan menghapus baris p dan lajur q. Mencari minor setiap unsur apq atau Mpq.Mencari matriks kebalikan dengan matiks adjoint Umpamakan dibicarakan matiks A = a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 Untuk mencari matriks kebalikannya ditempuh langkah-langkah sbb: a. 3. Jadi M11 dihitung dengan cara berikiut: Matematika Ekonomi 154 . (baris = p. 2. 2. lajur = q = 1.

a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 Minor unsur a11 = M11 = a22 a23 = a22a33 ± a23a32 a32 a33 Minor unsur a12 = M12 = a21 a23 = a21a33 ± a23a31 a31 a33 Minor unsur a13 = M13 = a21 a22 a31 a32 = a21a32 ± a22a31 Matematika Ekonomi 155 .

Minor unsur a21 = M21 = a12 a13 = a12a33 ± a13a32 a32 a33 Minor unsur a22 = M22 = a11 a13 = a11a33 ± a13a31 a31 a33 Minor unsur a23 = M23 = a11 a12 a31 a32 = a11a32 ± a12a31 Matematika Ekonomi 156 .

Minor unsur a31 = M31 = a12 a13 = a12a23 ± a13a22 a21 a23 Minor unsur a32 = M32 = a11 a13 = a11a23 ± a13a21 a21 a23 Minor unsur a33 = M33 = a11 a12 a21 a22 = a11a22 ± a12a21 Matematika Ekonomi 157 .

= (-1)1+1M11 11 12 = (-1)1+2M12 = (-1)1+3M13 13 21 22 = (-1)2+1M21 = (-1)2+2M22 = (-1)3+1M31 = (-1)3+2M32 158 = (-1)2+3M23 23 31 32 = (-1)3+3M33 33 Matematika Ekonomi .b. Kofaktor. Kofaktor unsur apq ialah Kofaktor unsur a11 = Kofaktor unsur a12 = Kofaktor unsur a13 = Kofaktor unsur a21 = Kofaktor unsur a22 = Kofaktor unsur a23 = Kofaktor unsur a31 = Kofaktor unsur a32 = Kofaktor unsur a33 = pq = (-1)p+qMpq.

susunlah matriks kofaktor K: K = 11 21 31 12 22 32 13 23 33 Matriks kebalikan dari A = A-1 = (1/det A)(K¶) Perhatikan. Jika indeksnya genap.Setelah dapat kofaktor dari setiap unsur. tandanya negatip. tandanya + dan jika indeksnya ganjil. Matematika Ekonomi 159 . kofaktor unsur sebenarnya hanya soal tanda dari minor sauté unsur.

Contoh: Cari matriks kebalikan dari B = 4 1 -1 0 3 2 3 0 7 Matriks kofaktor K= 3 2 0 7 - 0 2 3 7 4 -1 3 7 4 -1 0 2 - 0 3 3 0 4 1 3 0 4 1 0 3 = 21 6 -9 -7 31 3 5 -8 12 1 -1 0 7 1 -1 3 2 - Matematika Ekonomi 160 .

Matriks putaran K = K¶ = 21 -7 -9 5 6 31 -8 3 12 Matriks kebalikan = B-1 adalah: (1/det B)K¶. det (B) = (4)(3)(7) + (1)(2)(3) + (0)(0)(-1) -(-1)(3)(3) -(2)(0)(4) -(1)(0)(7) = 99 B-1 = (1/99) 21 -7 5 6 31 -8 -9 3 12 Matematika Ekonomi 161 .

maka: BB-1 = I 4 1 -1 0 3 2 3 0 7 B 21/99 -7/99 5/99 6/99 31/99 -8/99 -9/99 3/99 12/99 B-1 = 1 0 0 0 1 0 0 0 1 I Matematika Ekonomi 162 .Untuk menguji.

dan memenuhi permintaan akhir rumah tangga. Artinya output suatu sektor dipakai untuk memenuhi sektor lain. Matematika Ekonomi 163 .PENGGUNAAN MATRIKS KEBALIKAN DALAM EKONOMI (INPUT ± OUTPUT Analysis) Dalam analisis ekonomi dikenal keterkaitan antar industri (atau sektor industri). pembentukan modal maupun ekspor. Sementara Input suatu sektor dibeli dari sektor lain. pemerintah.

Dalam analisis ekonomi.AX = F atau (I ± A)X = F pers matriks Leontief X = F/(I . Dengan notasi matriks model I-O sbb: AX + F = X atau X . Contoh analisis input-output Leontief.A) = (I ± A)-1. sering hubungan antar satu sektor dgn sektor lain dinyatakan dengan himpunan persamaan linear. F. Matriks kebalikan Leontief Matematika Ekonomi 164 .

2 0 1 0 0 0 1 I 0.1 0. x2 x3 x 10 5 6 F Mis.2 -0.0.1 -0.2 x1 .4 0.9 -0.8 x Matematika Ekonomi .2 0. 0.3 0.9 -0.3 A 0.2 = 0.3 0.8 0.1 -0.1 0.8 -0. 1 0 0 .4 0.1 0.2 .2 -0.3 A 0.2 0.4 0.4 0.3 I-A x1 = 10 x2 x3 5 6 F 165 0. Pert.1 0. Ind. dan Jasa.8 -0.3 0.2 0.2 -0.2 -0. Sektor perekonomian terdiri dari 3 sekt.2 0.3 -0.3 -0.0.

24 0.30 0.24 0.66 0.24 0.27 0.70 1.63 0.21 .60 (I ± A)-1 = 1/(det (I-A)K¶ = 1 0. K¶ = 0.24 0.24 0.34 0.Matriks Kofaktor dari (I ± A) adalah M11 -M12 M13 -M21 M22 -M23 M31 -M32 M33 = 0.90 1.60 0.30 0.55 0.21 0.30 0.384 0.56 Matematika Ekonomi 166 .60 = 1.24 0.27 0.61 0.66 0.62 0.34 0.63 = R 0.21 0.62 0.66 0.62 0.27 0.78 0.34 0.72 0.

artinya untuk menopang setiap permintaan akhir akan produk Industri.Arti dari matriks kebalikan Leontief: Mis r12 = 0. maka harus diproduksi sebanyak 0.68 satuan produk Industri. harus diproduksi sebanyak 0.78. R23 = 0. artinya untuk menopang setiap permintaan akhir akan produk Jasa. Matematika Ekonomi 167 .68.78 satuan produk pertanian.

24(6)] = 24. maka ramalan output tiap sektor dapat diketahui.30(5) + 0.66(10) + 0.27(5) + 0.68 satuan dan 18.84 x2 x3 1/0.60(6)] = 18.34(10) + 0.384 [0. jika permintaan akhir mau dinaikkan.Vektor x adalah vektor permintaan akhir yaitu: (I ± A)-1F X = x1 = 1/0.68 1/0. maka diramalkan output sektor pertanian.62(5) + 0.36 satuan. Matematika Ekonomi 168 .36 Artinya: Berdasarkan permintaan akhir yang ada. industri dan jasa masingmasing akan menjadi 24. 20.384 [0. Dengan analogi yang sama.24(6)] = 20.84 satuan.21(10) + 0.384 [0.

Penutup: TUHAN Maha Tahu tetapi tidak pernah memberi tahu ! Mengapa ? Manusia sudah diberi pikiran dan manusia adalah makhluk yang berpikir. Matematika merupakan sarana berpikir Matematika Ekonomi 169 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful