P. 1
Cabut Gigi Atas Tidak Akan Buta

Cabut Gigi Atas Tidak Akan Buta

|Views: 552|Likes:
Published by aku_eko

More info:

Published by: aku_eko on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

Cabut Gigi Atas Tidak Akan Buta KUDUS-Banyak anggapan yang berkembang di masyarakat, pencabutan gigi pda

rahang atas akan menimbulkan kebutaan. Padahal itu sama sekali tidak berdasar dan tidak terbukti kebenarannya. Menurut Praktisi Kesehatan Gigi, dr Rikko Hudyono, pandangan itu sangat menyesatkan dan hanya mitos. "Akhirnya dari mitos tersebut menimbulkan ketakutan tersendiri bagi sebagian orang untuk mencabut gigi pada rahang atas," ujarnya. Sebab, jalur syaraf yang melayani mata dan gigi pada rahang atas berjalan melalui jalur yang berbeda. Sehingga sangat kecil kemungkinannya pencabutan gigi menyebabkan kerusakan pada saraf mata. "Karena mitos itu cukup mengakar di masyarakat mereka lebih memilih langsung dibuatkan gigi palsu. Tanpa mencabut sisa akar yang ada," ujarnya. Padahal gigi yang rusak akar giginya harus diangkat. Dengan tidak dicabutnya sisa akar dan gigi yang rusak tersebut, menjadi penyebab utama infeksi pada rongga mulut. Terlebih jika gigi geraham yang rusak, harus diwaspadai terjadinya sinusitis. Adapun sinusitis merupakan istilah medis untuk menyebutkan adanya keradangan di dalam rongga sinus. Sinus merupakan rongga steril yang berisi udara dan terletak dalam tulang tengkorak. "Dan sinusitis yang paling sering terjadi di sinus maksilaris. Yakni keradangan sinus pada sinus di bagian pipi. Ini salah satunya diakibatkan adanya keradangan infeksi dari gigi," tambahnya. Infeksinya pun dapat disebabkan virus, bakteri, jamur ataupun karena adanya polip pada hidung. Pertanda serangan sinusitis ditandai adanya hambatan saat bernafas serta rasa nyeri di sekitar wajah. "Disertai juga keluarnya lendir berwarna kuning kehijauan sebagai tanda adanya nanah di dalam sinus. Dan juga terkadang ada bau busuk," paparnya. Untuk mengobatinya tidaklah sesederhana yang dikira. Bahkan, Rikko pun menegaskan perawatan sinusitis lebih kmpleks daripada perawatan pencabutan. Kerugian baik materi ataupun waktu jauh lebih besar. Untuk itulah, sebelum infeksi dari gigi menyebar dan mengakibatkan kerusakan yang lebih luas, disarankan melakukan pencabutan atau perawatan pada gigi-gigi yang sudah rusak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->