Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin

Written by zain-ys Friday, 14 May 2010 08:35 - Last Updated Friday, 14 May 2010 08:38

Oleh zain-ys

Ihya' Ulumiddin (al-Ihya') sebuah nama besar. Hujjatul Islam al-Imam al-Ghazali juga sebuah nama besar. Orang besar menghasilkan karya besar iaitu al-Ihya'. Kedua-duanya, baik al-Imam al-Ghazali atau al-Ihya' sejak beliau menjadi bintang tidak pernah kering dari disebut orang hingga ke hari ini.Malah mungkin untuk hari-hari seterusnya. Kedua-duanya adalah bintang di persada sejarah sepanjang zaman. Bermacam usaha untuk menutup-nutup keduanya sepanjang sejarah, namun kalau memang yang empunya diri ada kekuatan tersendiri usaha itu sia-sia sahaja. Al-Ghazali dan al-Ihya'-nya telah melalui pelbagai peringkat zaman dan setakat hari ini ibarat kata masih 'ditolak tak rebah'. Baru-baru ini taukeh gedung kitab terbesar di Pulau Pinang menawarkan kitab al-Ihya' terjemahan Indon dengan harga yang saya tidak boleh menolaknya sama sekali. Ada 8 jilid. Saya ambil. Saya pernah bergelumang dengan al-Ihya' lama dahulu, sewaktu zaman remaja saya. Kini al-Ihya' berada semula ke pangkuan saya. Maulana Mohd Asri ketika ditanya tentang status hadis di dalam al-Ihya', dijawabnya, al-Ihya' bukan kitab Hadis, jadi ia perlu di'layan' sebagai ia bukan kitab hadis. Ia tidak fokus kepada penelitian hadis. ia fokus kepada benda-benda lain. Orang yang mahu menelaahnya hendaklah bukan sebarangan orang. Hendaklah orang yang tahu selok-belok ilmu hadis. {youtube}uy2MrJQXTE0{/youtube} Di bawah ini pula, saya petik kata-kata alu-aluan Dr HAMKA untuk terjemahan al-Ihya' Indon. Ia ditulis pada Desember 1963. Antara lain beliau berkata: Dan yang lebih penting lagi, sebagai seorang ahli pikir yang bebas dan besar, beliau membebaskan pikirannya dari pengaruh penafsir-penafsir yang terdahulu daripadanya, tetapi hadits-hadits yang dijadikannya dalil, kerapkali tidak memperhatikan ilmu sanad hadits, sehingga sebagaimana ditulis oleh ayahku dan guruku Syaikh Abdulkarim Amrullah dalam bukunya Sullamul Ushul membaca Ihya' musti hati-hati, karena banyak haditsnya lemah.

Sambutan Al-Ustadz Al-Fadlil Dr. H.A. Malik Karim Amrullah (Dr.HAMKA) SAMBUTAN TERJEMAHAN IHYA' ULUMIDDIN Kitab Ihya' Ulumiddin, buah tangan Al-Imam Al-Ghazali adalah salah satu karya besar dari beliau dan salah satu karya besar dalam perpustakaan Islam. Meskipun ada berpuluh lagi karangan Ghazali yang lain, dalam berbagai bidang ilmu Pengetahuan Islam, namun yang menjadi inti-sari dari seluruh karangan-karangan beliau itu ialah Kitab Ihya' Ulumiddin.

1/6

sehingga beliau keluarkan sebuah risalah ber­nama "Iljamul 'Awam" (Mengekang orang awam) dari pada mem­bicarakan Ilmu Kalam. yakni filsafat. walau dari manapun datang­nya.Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin Written by zain-ys Friday. Sebab ke­majuan Islam dan Daulah Islamiyah dalam lapangan politik dan pengaruh kebudayaan. Beliau memper­dalam Ilmu -Kalam. Apakah lagi — menurut Ghazali — Failasoof-Failasoof Yunani yang mempengaruhi berfikirnya Failasoof-Faila­soof Muslim seumpama Al-Farabi dan Ibnu Sina. artinya ialah: MENGHIDUPKAN KEMBALI PENGETAHUAN AGAMA. artinya Pengetahuan orang zaman purbakala. sesu­dah Ghazali. karena penera­wangan berfikir bebas itu. Majulah Islam dalam lapangan fiqhi. Al-Ghazali telah tampil ke muka mempersiapkan dirinya dengan ilmu-ilmu yang ada pada masa itu. "Maqashid al-Falasifah" (Tujuan dari pada para Failasoof) dan "Tahafut al-Falasifah" (Kekacau-balauan para Failasoof). baik juga untuk melatih kita berfikir. Oleh sebab Islam sangat berlapang dada menerima segala macam ilmu pengetahuan ataupun hikmat. yang dipelopori oleh Ibnu Rusyd. Lantaran itu maka Ghazalipun amat menyuruh hati-hati di da­lam belajar 'Ilmul Kalam. jangan ada yang mempengaruhi terlebih da­hulu. Tetapi kadang-kadang Ilmu Islam yang asli telah teledor oleh karena kemajuan dalam bidang yang tersebut di belakang ini. guna memper­kaya perpustakaan dan buah pikiran Arab Islam sendiri. Ibnu Sina dan lain-lain di Timur dan ke­mudian menjalar pula ke Barat (Andalusia dan Afrika Utara). maka dalam abad-abad kedua dan ketiga hijriyah. Disini Filsafat sudah menjauh sendirinya dari pada pokok ajaran agama. beliau memperdalam fiqhi (Ilmu Hukum) dan perhatian beliau akhirnya amat tertarik kepada Filsafat sampai di­pelajarinya pula amat mendalam. Sebabnya maka itu judul yang beliau pilih. Hasil dan buah dari penyelidik­annya terhadap Filsafat itu telah diungkapkannya dalam buku-bu­kunya "Al-Munqidzu minadl dlalal" (Pembangkit dari lembah ke­sesatan). 14 May 2010 08:38 Beliau pilih untuk menjadi judul nama bukunya Ihya' Ulumiddin. Iman kepada Allah— 2/6 . Beliau — setelah pengembaraan dalam alam pikiran yang menda­lam itu— telah menyatakan kesimpulan bahwa filsafat itu. tidaklah akan dapat bertahan lama kalau pemikiran dari sarjana-sarjana tidak meluas dan mendalam. yang dipelopori oleh Al-Farabi. 14 May 2010 08:35 . Ada orang mengatakan bahwa berfikir filsafat itu harus bebas. khusus Filsafat Aristoteles te­lah disambut dengan amat asyiknya oleh ahli-ahli fikir Islam. teruta­ma di zaman permulaan fajar Daulat Bani `Abbas. ilmu kalam. tasawwuf dan filsafat. terutama oleh filsafat Yunani. obyektif. Filsafat Yunani itu pada waktu itu dinamai 'Ulumul Awail.Last Updated Friday. Untuk orang awam —kata beliau— 'Ilmul Kalam itu lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. banyaklah pe­ngetahuan lain bangsa disalin ke dalam bahasa Arab. telah sampai kepada kesimpulan bahwa Alam itu adalah qodim penaka Tuhan juga. IIlmu Theologi dalam Islam. Tetapi jadi amat berbahaya kalau sekiranya pikiran yang akan dipergunakan bagi berfilsafat tidak terlatih terlebih dahulu dengan tuntunan Wahyu Ilahi dan ­tuntunan Nabi. ialah karena pada waktu itu ilmu-ilmu Islam sudah hampir teledor oleh ilmu yang lain. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa tidaklah ada seorang manusiapun yang dapat membebaskan dirinya dari pada pengaruh alam dikelilingnya.

tetapi kadang-kadang menjadi kaku dan kehilangan intisari karena hanya tunduk kepada yang tertulis belaka sehingga kebebas­an manusia buat berfikir.ti­daklah dapat dengan dipelajari secara "akal semata". kadang-kadang dapat dinamai Ilmul Kalam. yang kadang-kadang mungkin dapat dinamai filsafat. Kaum Fuqaha menghabiskan waktunya di dalam membincangkan syah dan bathal. yaitu jalan yang ditempuh oleh kaum Shufi. melainkan hendaklah karena dirasakan.Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin Written by zain-ys Friday. menjadi bangkai tak bernyawa. 14 May 2010 08:38 menurut Ghazali. Sejak daripada ibadat. kita bongkar dan kita gali ilmu yang sejati. sampai kepada mu'amalat (pergaulan hidup manusia sehari-hari). Apabila ilmu telah dihidupkan kembali. sehingga hidup kita sebagai muslim berarti lahir dan bathin. Dengan dasar itulah beliau ingin menghidupkan kembali Ilmu Agama: IHYA' 'ULUMIDDIN. atau `athifah. Fiqhi dan lain-lain. Di dalamnya terkandunglah hikmat-hikmat yang tinggi. dengan mengabaikan perhatian kepada kehalusan perasaan. Syari'at tanpa hakikat. hanya dapat dicapai dengan menempuh satu jalan. sampai kepada munakahat (pembangunan rumah tangga). syari'at mesti bertemu dengan hakikat. dengan debat-berdebat (jidal) Ilmu Fiqhi-pun bukan. 3/6 . Syari'at perlu untuk mengatur kehidupan sehari-hari menurut jalan Rasul. 14 May 2010 08:35 .inti atau sarinya dalam alam hakikat dan hikmat. Ghazali berusaha mempersatu-padukan keduanya. amal saleh mesti dinyawai oleh Iman dan di sam­ping riadlah jasmani (latihan badan) kita adalah riadlah annafs atau riadlah qalb (latihan jiwa atau latihan hati). Setelah nyata bahwa dengan filsafat bukan.Last Updated Friday. ma­nakah jalan yang dapat mencapai kepada Tuhan itu? Ghazali akhirnya berpendapat bahwa mendekati Tuhan. Hakikat tanpa syari'at menjadi nyawa tak bertubuh. merasa adanya Tuhan dan ma'rifat kepada Tuhan. dengan 'Ilmul Kalam bukan. Ghazalipun insyaf bahwasanya di zamannya pertentangan kaum syari'ah amat besar dengan kaum Shufi atau kaum Hakikat. zakat dan hajji. buat merasa dan buat berfantasi menjadi hilang. sembahyang. Disitulah kita mendapat "Haqiqat al Hajah (hidup yang sejati). apatah lagi buat mengetahui rahasia yang terkandung dalam hati (Asroril-Qulub). Dengan bersumber kepada Al-Quran. sampai kepada hukum-hukum pidana. sedang kaum Shufi saling terlalu memupuk perasaan (dzauq) kadang-kadang tidak memperdulikan mana amalan. demi setelah meleburkan diri keda­lam persada Alam yang ada dikeliling kita. semuanya beliau cari isi dan umbinya. Tetapi kadang-kadang terlanjur keluar dari garis syari'at. ibadat dan syari'at yang sesuai dengan Sunnah Rasul dan mana yang tidak. Tasawwuf perlu untuk memupuk perasaan halus manusia. dengan kembali kepada Sunnah Rasul yang asli. puasa.

Kemudian memang jatuhlah kerajaan Murabithin. dan kitab beliau telah diakui kembali di negeri itu. hingga dipungut oleh orang lain. adalah dua Pribadi yang amat besar jasanya menegakkan Islam. Fuqaha marah. maulah rasanya mengutuk sama sekali dunia itu. lantaran asyiknya memperi­ngatkan kesucian hidup. berganti dengan yakin. kedua Imam Ghazali karena "Ihya'-nya". pertama Imam Bukhari karena pengumpulan Haditsnya. tak usah beristeri. berpendapat bahwa sesudah Nabi Muhammad saw. karangan beliau ini mendapat sambutan hangat. dalam usia 55 tahun. yang diakui besar fikiran yang terkandung di dalamnya. Di zaman pemerintahan Sultan Yusuf bin Tasyfin di negeri Maghribi di Fas (Fez) kaum Fuqaha sangat murka kepada Ghazali. Sayang sekali sebelum beliau berangkat. yang sudah menjauh daripada Al-Qur'an dan hanya tengge­lam ke dalam taqlid. beliau berniat hendak hijrah ke Magh­ribi. karena serba kekurangannya. digantikan oleh murid Imam Ghazali yang bernama Muhammad bin Taumrut itu. Kadang-kadang beliau. yang bergelar Al-Mahdi. 14 May 2010 08:35 . dengan nama Kerajaan Muwahhidin. Ds. to­koh sending Kristen yang terkenal. karena ada kekurangannya. Bila Imam Ghazali menge­tahui bahwa muridnyalah yang menjadi raja. Zwemmer. Sebagai seorang ahli fiqih Islam yang besar. Dan itulah yang beliau hidang­kan ke dalam masyarakat muslim. Mendapat sanjung puji yang tinggi dan juga mendapat sanggahan yang hebat. sebab karangannya Ihya' 'Ulumiddin banyak mengeritik kaum ahli fiqhi. sehingga mengusulkan kepada Sulthan supaya Ihya' dibakar saja dan dilarang keras peredarannya ke Maghribi. Kadang-kadang beliau menganjurkan hidup membujang. Supaya beban hidup dalam munajat kepada Tuhan menjadi ringan. Demikian juga kitab-kitab karangan Ghazali terutama Ihya' 'Ulu­middin ini. Segala sesuatu apabila telah tercapai kesempurnaannya. 14 May 2010 08:38 Maka kitab "IHYA' 'ULUMIDDIN" adalah hasil karya positif sesu­dah beliau ragu (syak. Orang yang terpengaruh oleh ajaran Ghazali tentang cacat dunia. Mengutuk dunia bisa menyebabkan dunia itu lepas dari tangan kita. "Tanda gading yang tulen. Kalau tidak ada yang cacat niscaya Allah Ta'ala tidak kaya karena tidak menjadikan sesuatu yang bernama cacat. padahal ajaran asli Islam tidak 4/6 .Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin Written by zain-ys Friday. sehingga negara-negara Islam terjajah. Tiba-tiba muncullah dalam majlis itu. lalu berkata : "Wahai Imam! Doakanlah kepada Tuhan bahwa keruntuhan kerajaan Bani Tasyfin akan terjadi di tangan saya".Last Updated Friday. Di kala disampaikan orang berita itu kepada Ghazali serta-merta beliau berkata: "Tuhan akan merobek kerajaan mereka sebagaimana mereka telah merobek kitabku". nam­paklah di mana kekurangannya. Alam ini sendiri menjadi amat sempurna. telah jatuh kepada bersangatan mencela dunia. murid beliau Muhammad bin Taumrut. "Ihya' 'Ulumiddin" adalah salah satu karya besar. ialah retaknya". Tuhan mencipta 'Alam dalam kesempurna­annya. sceptis) terhadap segala persoalan dalam bidang kepercayaan dan akhirnya keraguan itu sedikit demi sedikit mulai hilang. beliau meninggal du­nia tahun 505 H.

beliau membebaskan pikirannya dari pengaruh penafsir-penafsir yang terdahulu daripadanya. tetapi dia besar dalam penciptaan fikiran. Syaikh Abdus Samad Al-Falimbani diu­jung abad kedelapan belas telah mengambil inti-sari kitab Ihya` dan menyalinnya ke dalam bahasa Indonesia (Melayu Lama) dengan nama "Sairus-Salikin". Sulaiman Dunia Maha Guru Filsafat dan 'ilmu Kalam di Al-Azhar University mengeluarkan lagi study­nya "Hakikat menurut pandangan Ghazali ". Perhatikan kepada ajaran Filsafat Ethika (Akhlaq) Al-Ghazali sampai saat-saat sekarang ini masih menjadi bahan yang kaya untuk direnungkan. ternyata bahwa pukulannya kepada Ghazali khasnya dan Tasawwuf 'amnya. Sebagaimana juga Ulama-Ulama Ahli Hadits. tidak sekeras dahulu lagi. Di dalam perkembangan ajaran-ajaran dan ilmu-ilmu Islam di Indo­nesia. Ragu (skeptis. tasawwuf Imam Ghazali dengan Ihya'-nya besar sekali peranannya. tentang filsafat dan ethika (akhlaq). sebab amat terikat oleh hadits-hadits. Demikian itulah selayang pandang saya tentang IHYA' 'ULUMID­DIN oleh "Hujjatul Islam" Al-Ghazali.Last Updated Friday. karena banyak haditsnya lemah. Madzhab Sunni yang masuk kemari sejak zaman kera­jaan Islam Pasai ialah Madzhab Syafi i. Ghazali lemah dalam ilmu hadits. 14 May 2010 08:38 mengajarkan demikian. sehingga sebagaimana ditulis oleh ayahku dan guruku Syaikh Abdulkarim Amrullah dalam bukunya Sullamul Ushul membaca Ihya' musti hati-hati. Itulah menjadi bukti bahwasanya seorang sarjana atau seorang failasoof yang besar tidaklah melengkapi ilmunya dalam segala -bidang. saya sendiri amat banyak mengambil 5/6 . kerapkali tidak memperhatikan ilmu sanad hadits. sehing­ga fikirannya menjadi buntu karena kekuatan hafalan. Demikian juga terdapat dalam karangan-karangan Ulama-ulama Aceh. yang kalau dibaca. Dan yang lebih penting lagi. Ditahun terakhir sam­pai tahun 1963 masih tetap ada sarjana Islam yang meninjaunya kembali. Imam Ghazali adalah seo­rang Ulama Muta-akhkhirin dalam madzhab itu. tetapi hadits-hadits yang dijadikannya dalil. syak) adalah tangga utama menuju yakin. Kitab Ihya' `Ulumiddin menjadi pegangan ula­ma-ulama di tanah air kita. Pada tahun 1924 Zaki Mubarak di Mesir mencapai gelar Doktornya karena kritiknya yang bernama "Akhlaq menurut Ghazali" yang sebagai seorang sarjana yang masih muda dia menghantam ajaran Ghazali sebagai suatu ajaran yang menyebabkan jiwa melempem. Di tahun 1947 Dr. Tetapi setelah dia berusia lebih 40 tahun dikeluarkan­nya pula promosinya untuk gelar doktor yang ketiga-kalinya berna­ma "Tasawwuf Islam". Tasawwuf "Wihdatul Wujud" (Pantheisme) Al-Hallaj yang mu­lanya amat berpengaruh di sini menjadi terdesak karena datang­nya ajaran Ghazali. kebanyakannya tidak sanggup buat menciptakan fiqhi atau menge­luarkan faham bebas. Kupasan Ghazali tidak akan habis-habisnya menjadi bahan study tentang tasawwuf.Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin Written by zain-ys Friday. Kitab Ihya` pun telah disarikan oleh Ulama-ulama di Jawa ke bahasa Jawa huruf Pegon. 14 May 2010 08:35 . Setengah ahli selidik dan orientalist Barat ber­pendapat bahwa keragu-raguan Descartes adalah pengaruh keragu-raguan Ghazali. tentang aqidah. sebagai seorang ahli pikir yang bebas dan besar. Dizaman mo­dern ini.

H. bertepatan dengan hari-hari peringatan Isro' dan Mi'roj Nabi Muhammad saw. seorang Ulama Muda dari Aceh. Dan lebih dari itu semuanya dengan membaca salinan Ihya' ini. Desember 1963. sayang mereka tidak mengetahui bahasa Arab. Dalam pembangunan bangsa kita sekarang ini. Mubaligh-mubaligh pun mendapat banyak bahan untuk study. Banyak kaum terpe­lajar secara Barat mulai memperhatikan Islam. Sayangnya mahasiswa kebanyakan lemah bahasa Arabnya. sehingga kita dapat menjadi seorang Muslim yang tha'at dan cinta kepada Allah dan Rasul Allah. maka terjemahan Ihya' Ulumiddin ke dalam bahasa Indonsia oleh Ustadz Tk. Ismail Yakub ini sudah dapat memuaskan dahaga mereka. Malik KarimAmrullah Kebayoran Baru.Pandangan HAMKA Terhadap al-Imam al-Ghazali & al-Ihya Ulumuddin Written by zain-ys Friday. telah datang kerumah saya memperlihatkan salinan (terjemahan) Kitab Ihya' Ulumiddin ke dalam bahasa Indonesia yang beliau kerjakan sendiri dan meminta saya supaya sudi memberikan kata sambutan atas usahanya yang amat berharga itu.. Terjemahan Ustadz Tengku H. Tidak pelak lagi kalau saya bergembira menyambut usaha beliau itu. 6/6 . Banyak telah berdiri Perguruan Tinggi Islam. adalah satu karya yang amat saya pujikan. Dengan salinannya Ihya' mereka sudah dapat membandingkan fikiran ciptaan Failasoof Islam ini dengan aliran-aliran filsafat yang lain. Moga-moga Tuhan Allah memberi taufiq kita bersama dalam menuju ridlaNya. yaitu Tengku Haji Ismail Yakub MA-SH. Perhatian kepada Islam dan inti ajarannya di zaman seka­rang telah mulai besar di tanahair kita ini. Jakarta: Rajab 1383. Baik Filsafat Yunani atau Filsafat Scholastik Kristen atau Filsafat Modern. yang telah lama saya kenal. H. 14 May 2010 08:38 buah renungan Gha­zali untuk buku saya "Tasawwuf Modern". yang kita seba­gai Muslim amat ingin agar Islam menjadi unsur mutlak dalam pefnbangunan itu. dengan sendirinya moga-moga isinya yang bernas dapat mempe­ngaruhi jiwa kita.A. Tetapi belum ada usa­ha selama ini menyalin kitab yang besar 4 jilid itu ke dalam bahasa Indonesia modern.Last Updated Friday. Banyak mereka mendengar nama kitab Ihya' atau membaca adanya kitab itu dari kalangan Orientalist Barat. Dr. Ismail Yakub MA-SH. 14 May 2010 08:35 . Tiba-tiba pada bulan Rajab 1383 Hijriyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful