P. 1
Kiat Mendidik Anak Sholeh

Kiat Mendidik Anak Sholeh

|Views: 172|Likes:
Published by Arsitek Profesional

More info:

Published by: Arsitek Profesional on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

Kiat Mendidik Anak Sholeh

Kiat Mendidik Anak Sholeh Memiliki anak yang sholeh/solehah adalah dambaan setiap orang tua. Namun untuk mendidik anak agar menjadi sholeh adalah pekerjaan yang tidak mudah. Faktor utama penyebab nya adalah orang tua tidak memiliki kiat khusus untuk mendidik anak yang baik dan benar. Mendidik anak sebenarnya tidak hanya untuk keperluan dunia saja (mencari kerja, dll), namun juga harus di imbangi dengan pendidikan kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual. Salah satu contoh mendidik anak sholeh adalah dengan mengajarkan ibadah sehari-hari yang kita laksanakan. Seperti Shalat, menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan, berkata dengan sopan, berbuat santun. Contoh nyata dalam kehidupan kita sehari-hari ini merupakan pendidikan yang paling tepat dilakukan agar anak menjadi Sholeh/Sholehah. Sebagaimana kita ketahui, Allah juga memberikan contoh- contoh Nabi atau orang yang bisa kita jadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar kita tidak menirunya, sebagaimana firman- Nya: Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji (Qs.. Al Mumtahanah [60]: 6). Selain itu, Nabi Muhammad Saw bersabda Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah . Di pihak lain, Nabi Muhammad Saw bersabda Barang siapa yang memberikan contoh yang baik dalam Islam maka baginya pahala atas perbuatan baiknya dan pahala orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tidak menghalangi pahala orang-orang yang mengikutinya sedikitpun. Dan barang siapa yang memberikan contoh yang buruk didalam Islam maka baginya dosa atas perbuatannya dan dosa orangorang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang-orang yang mengikutinya (HR Muslim).

Membimbing Perilaku Anak

Banyak sekali metode yang bisa digunakan oleh orang tua untuk memberikan nasihat dan disiplin kepada anak. Namun karena sudah terlalu banyak, lalu bagaimana caranya orang tua mengetahui kapan dan metode apa yang paling cocok dipakai? Ini sering membuat orang tua kelimpungan.

Artikel singkat ini bertujuan untuk mengurutkan kembali metode-metode tersebut secara sistematis, lebih logis, serta memadukannya dengan ajaran-ajaran Islam. Berikut ini adalah kumpulan dari berbagai metode yang sebagian besarnya dipetik dari buku-buku terkenal di mana materi ini dibahas secara lebih mendetil. Walaupun pembahasan di sini bersifat menyeluruh, namun tidak semua metode disebutkan satu persatu. Ada beberapa metode yang diberi nama berbeda namun pada hakikatnya mereka sama. <p>

A. Membimbing Anak Berperilaku Positif

Berikut adalah strategi untuk menumbuhkan dan mempertahankan perilaku positif anak.

1. Bahasa tubuh dan Ekspresi Wajah

Anak-anak bisa membaca apakah orang tua mereka senang atau marah kepada mereka hanya dengan melihat ekspresi wajah, gerak tubuh (gesture) dan body language (bahasa tubuh). Ekspresi gembira dari orang tua, misalnya wajah yang tersenyum, akan mendorong anak untuk mengulang perbuatan yang sedang dikerjakannya itu. Bayipun bisa membaca suasana ini. Respon orangtua dengan senyum dan tertawa ketika bayi sedang memelerkan lidahnya akan mendorong bayi tersebut untuk mengulanginya lagi. Atau ketika seorang anak yang telah melakukan suatu tindakan lucu/aneh tetapi membuat orang tuanya geli dan mehanan tawa juga akan merangsang si anak tadi mengulang tindakannya. Namun kala orangtuanya menunjukkan rasa tidak senang, si anak pun akan menghentikan perbuatannya.

Adalah wajar bila anak ingin membuat orang tuanya senang. Sebagai manusia, tentunya wajar kalau kita ingin menyenangkan orang yang kita cintai. Naluri inilah yang harus ditumbuhkan dan dipertahankan oleh orang tua untuk membimbing prilaku anak-anak mereka.

617): Suatu saat ketika Rasulullah sedang menyampaikan sesuatu (di antara pengikutnya). Sebaliknya. Siapakah Ayah saya? Beliau menjawab. . Kami mohon ampun kepada Allah (karena telah membuatmu marah). penting sekali bagi orang tua agar segera menunjukkan rasa senangnya. 4.wajahnya bersinar bagaikan sepotong bulan. Kisah lainnya: Sebagaimana dikisahkan oleh Abu Musa (Bukhari. namun si penanya mendesak. Ketika seorang anak melakukan satu perbuatan positif. yaitu dari pancaran wajahnya. Mereka ingin membuat Rasulullah senang dan mereka pun mengetahui saat Rasulullah merasa terhibur: Sebagaimana dikisahkan oleh Abdullah bin Kab (Bukhari. Dan ketika Rasulullah sedang marah: Sebagaimana dikisahkah oleh Abdullah (Bukhari. Ya Rasulullah. Seorang laki-laki berkata. Beliau menjadi sangat marah dan aku bisa melihat tanda kemarahan di wajahnya. Seorang laki-laki bertanya. Ketika aku menegur Rasulullah yang wajahnya sedang bersinar gembira sebagaimana biasanya wajah Beliau jika sedang gembira . karena dia telah mendapatkan perlakuan yang lebih lagi (dengan cara yang lebih kejam) dari pada yang ini. Tanyakan apa saja yang kalian suka. Kemudian aku pergi menemui Rasulullah dan mengabarkan (tentang hal ini). Ayahmu adalah Hudhafa. Lalu ketika Umar melihat (kemarahan) di wajah Rasulullah dia berkata. ciuman atau dengan berbagai bentuk ekspresi lainnya. 1. Rasulullah menjadi marah kemudian berkata kepada orangorang tersebut. Siapakah Ayah saya? Rasulullah menjawab. gesture atau body language. Dia berkata. namun dia tetap sabar menjalaninya . orang tua juga harus segera menunjukkan ekspresi ketidaksetujuannya.756): Aku mendengar Ba b bin Malik bercerita setelah kegagalannya bergabung dengan perang Tabuk. setiap kali anak melakukan perbuatan negatif.Para Sahabat Rasulullah sangat mencintai Beliau. pelukan. Ayahmu adalah Salim. Penyampaian ini tidak dilakukan dengan mencari keridhoan Allah .92): Rasulullah pernah ditanyai tentang hal yang tidak Beliau sukai. Pemimpin Shaiba. Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Musa. Kemudian seorang laki-laki lainnya berdiri dan bertanya. Kemudian Beliau berkata. 4. kami tahu persis saat Beliau merasa gembira. yang antara lain bisa diekspresikan melalui senyuman.

kalau tidak tulus maka tidak perlu memuji sama sekali. Pujian Karena anak ingin membuat orang tuanya senang maka mereka akan melakukan segala upaya untuk mendapat pujian. Mengapresiasi perbuatan anak dengan cara menyebutkan atau mendiskripsikan kembali hal yang telah dilakukan. (iii) Mengaitkan tindakan anak dengan keberadaan Allah. maka mereka harus terus memuji anak atas perilaku positifnya itu. Namun pujian harus benar-benar diberikan dengan penuh ketulusan. atau pujian yang diberikan kepada anak setelah orangtua berpikir-pikir dahulu. (ii) Menggunakan empati dalam menjelaskan kepada anak bagaimana pengaruh tindakannya terhadap orang lain. Berikut ini akan diberikan dua contoh yang mengilustrasikan kapan saat yang paling tepat untuk memberikan pujian dan satu contoh dimana pujian tidak seharusnya diberikan. 2. Sesungguhnya tidak ada yang lebih sia-sia dan tidak bermanfaat melainkan pujian kosong yang terlontar begitu saja dari mulut orangtua. jika ingin anak-anaknya senantiasa berperilaku baik. Demikian juga bagi orang tua. bertolak pinggang atau dengan menggunakan berbagai ekspresi negatif lainnya. orangtua sebaiknya segera memuji misalnya dengan cara-cara alternatif berikut ini: (i). Namun perlu diingat bahwa bentukbentuk ekspresi ini hanya akan ampuh jika adanya ikatan batin antara orangtua dan anak. . dengan maksud mengajarkan anak untuk melakukan perbuatan mulia yang diridhoi Allah. a. melipat tangan. Pujilah perbuatan baik Ketika orangtua melihat anaknya melakukan suatu perbuatan baik.misalnya dengan mengernyitkan dahi.

orangtua mungkin bisa memujinya: Subhanallah. Allah juga akan sayang sama kamu . Dalam hal ini seharusnya orang tua memfokuskan pujiannya pada kemampuan si anak menyelesaikan pekerjaan tersebut dan bukan pada produk akhir. Allah juga sayang kalau kamu mau berbagi dengan orang lain. Nah. Mama senang sekali. orang tua bisa memodifikasinya sedikit. saat anak menunjukkan kepada orang tuanya sebuah puzzle yang baru saja diselesaikan. Masya Allah. Bagus itu! Atau ketika si anak membereskan mainannya: Wah. Allah juga akan senang sama kamu. kamu sudah meletakkan mainanmu di tempatnya. namun sebenarnya yang ingin ditunjukkan anak itu bukan hanya produk akhir tetapi juga kemampuan si anak dalam menyelesaikan karyanya itu. c. tugas yang Mama suruh tadi sudah diselesaikan ya (sebutkan dengan jelas apa jenis tugasnya. Misalnya. misalnya. Sarah senang karena kamu mau main dengannya. Allah juga senang kalau kamu mau bersih-bersih dan rapi. Mama senang karena kamu sudah mau merapikan mainan itu. Pujilah proses kerja anak Anak kadang ingin menunjukkan kepada orang tuanya apa yang telah dikerjakannya. Kalau kamu buat Mama senang. Wah kamu sudah mengerjakan puzzle ini! Senang kan? Bagus. orangtua bisa memuji proses pengerjaaan puzzle itu dengan mengatakan. Allah juga suka kalau kamu bisa memikirkan banyak cara menyelesaikan suatu pekerjaan.(iv) Memuji perbuatan itu sendiri Misalnya saja. Pinter deh! Atau ketika anak selesai mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya. kamu sudah mau bermain teacups bareng Sarah. Kamu memang anak yang sholeh karena tugas yang Mama berikan tadi sudah kamu selesaikan! Mama senang deh. Untuk contoh terakhir misalnya. Pinter deh anak Mama! Contoh metode memuji anak yang diberikan diatas tidak harus diikuti dengan urutan kaku. kalau Mama senang. Jangan memuji hasil kerja anak . ketika si anak bersedia berbagi main-mainan dengan temannya. b. misalnya merapikan mainannya).

Masya Allah! 3. Jika orangtua memuji pekerjaan anak dengan memfokuskan pada kemampuan atau proses kerja keras membangun tower tersebut. Orang tua perlu membedakan kedua hal ini. akan menyiratkan dan mendorong anak untuk membuat bangunan tower dengan cara yang persis sama setiap saat. Wah! Kamu sudah mewarnai/melukis gambar ini. maka dengan memfokuskan hasil akhir bangunan tower ini.bukan pada prosesnya . dan ingin segera menunjukkan ke orang tuanya. maka orangtua setidaknya membuka peluang kepada anak menggunakan kemampuan atau kerja kerasnya untuk membangun tower dengan banyak model nantinya. Gambar yang bagus. Mama bisa liat ada banyak warna merah dah garis-garis lurus di sana sini. Anak pinter! Sebenarnya akan lebih baik kalau pujian ini diganti dengan.Ini masih berhubungan dengan poin di atas: bahwa orangtua seharusnya memuji proses bukan produk akhir kerja anak. Sebagaimana memuji perbuatan anak akan mendorong mereka berprilaku baik. Lihat Ma/Pa! . Biasanya respon spontan yang keluar adalah Good girl! Nice tower! Jelas. Ini akan membatasi kreatifitas anak untuk membuat tower dengan model lain yang lebih bervariasi. Sehingga orangtua bisa menyulap pujian Good boy/girl! Nice tower! tadi dengan cara: (i) Menjelaskan kepada anak hal yang telah dilakukannya: Kamu sudah berhasil membangun sebuah tower! (ii) Mendiskripsikan hasil kerja anak: Tower nya besar sekali ya! Ada menara-menara kecilnya lagi! (iii) Memuji prosesnya : Pinter ya cara bikinnya! (iv) Mengaitkan proses tadi dengan Allah: Allah menyayangi orang yang rajin berusaha. Misalnya ketika anak baru saja selesai membangun tower dari balok plastik. Biasanya orang tua akan langsung merespon.yaitu tower itu . Empati .yaitu kemampuan si anak membangun tower tersebut. Contoh lainnya adalah ketika anak menunjukkan kepada orang tua gambar yang sudah diwarnai atau dilukis. dalam hal ini orangtua telah memuji hasil . Cantik sekali ya.

c) Berikan nasehat: Sebaiknya kita saling menolong sesama . yaitu dengan cara meminta anak agar memfokuskan perhatiannya terhadap penderitaan orang lain dan merefleksi apa yang telah dilakukan si anak sehingga suatu permasalahan timbul. Rasulullah bersabda. dia akan takut . Kalau kamu mendorongnya. Dia merasa takut. Metode ini mengajarkan anak untuk menggunakan pola pikir kritisnya dalam menganalisa sebab-sebab emosional yang terjadi terhadap dirinya dan orang di sekitarnya. . kebaikan dan membangkitkan karakteristikkarateristik luhur lainnya yang merupakan akar dari ajaran Islam. menumbuhkan sikap derma. b) Menjelaskan apa yang telah dilakukan anak yang menyebabkan suatu masalah: Misalnya. Induction adalah metode yang melibatkan penjelasan dan pemberian alasan. Dia sedih karena kamu memukulnya. Untuk mendorong anak berempati. bagaikan tubuh yang satu. kebaikan atau segala bentuk keprihatinan terhadap orang lain.Empati adalah menempatkan diri kita di posisi orang lain dan merasakan apa yang sedang dirasakannya. dikisahkan oleh An Numan bin Bashir) Tanpa rasa empati ini. cinta. (Hadist Sahih Al-Bukhari. akan sulit merasakan kasih sayang. Pengikutku adalah mereka yang saling mengasihi dan menunjukkan rasa cinta kepada sesamanya dan saling berbaikan. maka seluruh tubuh akan merasakan rasa sakit itu . Saya senang bermain bersama.40. Allah mencintai hambaNya yang baik. Hadith 8. Ini adalah sifat penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim untuk menjalin tali persaudaraan. sehingga jika ada satu anggota badan yang sakit. orang tua perlu: a) Memfokuskan perhatian anak pada penderitaan orang lain: Misalnya Dia sedih. Metode pendisiplinan yang berfokus pada empati seperti ini sering dikenal dengan istilah Inductive Discipline .

bukan sebaliknya.Misalnya ketika orang tua minta tolong kepada anak untuk memegang tas tetapi si anak acuh saja. Berilah dorongan kepada anak agar mereka sendiri berpikir bahwa mereka bisa saling membantu dan menjadi anak sholeh. menggunakan bahasa/subyek yang spesifik. Berkomunikasi dengan jelas. dan e). b). atau Dia merasa kecewa . c). Mama sedih/kecewa karena kamu tidak mau memegang tas ini waktu Mama minta tolong. d). misalnya Kita harus saling berbagi. Orang tua perlu : a). jelaskan situasi kepadanya secara verbal. Mempraktekkan sendiri ekspresi empati ini karena anak biasanya akan belajar dan meniru apa yang Anda kerjakan. Saling membantu itu baik lho!. Suruhlah anak dengan cara yang baik dan santun. Allah akan sayang kalau kamu mau menolong Mama. misalnya. . Perhatikan tingkat perkembangan anak.

dia semakin jelas dengan hukum keharamannya. Beberapa Ayat Al Qur an yang Membicarakan Nyanyian Pertama: Nyanyian dikatakan sebagai lahwal hadits (perkataan yang tidak berguna) Allah Ta ala berfirman.adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mungkin di antara kita dulunya.or. dia pun mulai meninggalkannya perlahan-lahan. karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. Juga dengan bimbingan perkataan para ulama. dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. Dengan ilmu syar i yang dia dapati. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. sekarang hidupnya jauh berbeda. Namun. dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah (Al Qur an) yang semakin membuat dirinya mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya. tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian. semoga Allah membuka hati kita dan memberi hidayah kepada kita seperti yang didapatkan si fulan tadi. Lalu. Dengan mengetahui dalil Al Qur an dan Hadits yang membicarakan bahaya lantunan yang melalaikan. apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja. .id Siapa saja yang hidup di akhir zaman. Allahumma a in wa yassir (Ya Allah.Saatnya Meninggalkan Musik www. dengan ditulisnya risalah ini. Alhamdulillah. beserta perkataan para ulama masa silam mengenai hukum nyanyian karena mungkin di antara kita ada yang masih gandrung dengannya. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari gitar dan musik.muslim. tolonglah dan mudahkanlah). Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. hatinya mulai tergerak dan mulai sadarkan diri. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al haq (penerang dari Al Qur an dan As Sunnah). Alangkah baiknya jika kita melihat dalil-dalil yang dimaksudkan. Maka.

dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan lahwal hadits dalam ayat tersebut. Ikrimah. Mujahid berkata bahwa yang dimaksud lahwu hadits adalah bedug (genderang). Inilah pendapat para sahabat dan tabi in. Lahwal hadits adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. Luqman: 6-7) Ibnu Jarir Ath Thabariy -rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa dia mendengar Ibnu Mas ud ditanya mengenai tafsir ayat tersebut. Sa id bin Jubair.Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya. permainan. dan Qotadah. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah nyanyian dan mendengarkannya.[3] . Hal itu bisa berupa nyanyian. Dari Ibnu Abi Najih. Lalu. maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.[1] Penafsiran senada disampaikan oleh Mujahid. Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali. Lalu setelah itu Ibnu Jarir menyebutkan beberapa perkataan ulama salaf mengenai tafsir ayat tersebut. demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia. Yang dimaksud adalah nyanyian.berkata. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya.[2] Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya mengatakan. cerita-cerita bohong dan setiap kemungkaran. lantas beliau radhiyallahu anhu. . (QS. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Asy Syaukani menukil perkataan Al Qurtubhi yang mengatakan bahwa tafsiran yang paling bagus untuk makna lahwal hadits adalah nyanyian. Di antaranya adalah dari Abu Ash Shobaa Al Bakri rahimahullah-.

Simaklah perkataan Ibnul Qayyim setelah menjelaskan penafsiran mengenai lahwal hadits di atas sebagai berikut. Di tempat lainnya. Alasannya.[4] Jadi. Penjelasan tadi kan hanya penafsiran sahabat. penafsiran sahabat tentang suatu ayat sama statusnya dengan hadits marfu (yang sampai pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka. Ibnul Qayyim mengatakan. . Kedua: Orang-orang yang bernyanyi disebut saamiduun Allah Ta ala berfirman. . bahkan bisa dianggap sama dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam (derajat marfu ). cukup kami katakan bahwa tafsiran sahabat terhadap suatu ayat bisa menjadi hujjah. tetap penafsiran mereka lebih didahulukan daripada penafsiran orang-orang sesudahnya. beliau mengatakan bahwa menurutnya. bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (QS. Al Hakim Abu Abdillah dalam kitab tafsirnya di Al Mustadrok mengatakan bahwa seharusnya setiap orang yang haus terhadap ilmu mengetahui bahwa tafsiran sahabat yang mereka ini menyaksikan turunnya wahyu.menurut Bukhari dan Muslim dianggap sebagai perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lalu. Walaupun itu adalah penafsiran sahabat. mereka adalah umat yang paling mengerti tentang maksud dari ayat yang diturunkan oleh Allah karena Al Qur an turun di masa mereka hidup . bagaimana mungkin bisa jadi hujjah (dalil)? Maka. An Najm: 59-62) Apa yang dimaksud /saamiduun/? .Jika ada yang mengatakan. . Maka. jelaslah bahwa pemaknaan /lahwal hadits/ dengan nyanyian patut kita terima karena ini adalah perkataan sahabat yang statusnya bisa sama dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

lalu mereka berkata. . [7] Jika dikatakan menghalalkan musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. . dalam dua ayat ini teranglah bahwa mendengarkan nyanyian adalah suatu yang dicela dalam Al Qur an. Kembalilah kepada kami esok hari. Kemudian turunlah ayat ini (surat An Najm di atas). makna saamiduun adalah bernyanyi dan ini berasal dari bahasa orang Yaman. [6] Jadi. Sungguh. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan.[5] Ikrimah mengatakan. Mereka biasa mendengarkan Al Qur an. khamr. Perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam Mengenai Nyanyian Hadits Pertama Bukhari membawakan dalam Bab Siapa yang menghalalkan khomr dengan selain namanya sebuah riwayat dari Abu Amir atau Abu Malik Al Asy ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta. Pendapat ini diriwayatkan dari Ikrimah dan Ibnu Abbas. Mereka biasa menyebut ismud lanaa dan maksudnya adalah: Bernyanyilah untuk kami . Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat. namun mereka malah bernyanyi. lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. dan alat musik. berarti musik itu haram. sutera. benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina.Menurut salah satu pendapat.

yang artinya telah diriwayatkan atau telah disebutkan). yang tentu saja hal ini bisa dijadikan hujjah (dalil). itu sama saja dengan perkataan Al Bukhari langsung dari Hisyam. Qoola: qoola Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam [dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. ada sebagian ulama semacam Ibnu Hazm dan orang-orang yang mengikuti pendapat beliau sesudahnya seperti Al Ghozali yang menyatakan bahwa hadits di atas memiliki cacat sehingga mereka pun menghalalkan musik. Adapun Al Bukhari adalah hamba yang sangat tidak mungkin melakukan tadlis (kecurangan dalam periwayatan). Untuk menyanggah hal ini. Ibnu Rajab Al Hambali. maka itu sama saja beliau mengatakan hadits tersebut disandarkan pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Hisyam adalah guru yang sudah sangat masyhur. karena sangat banyak orang yang meriwayatkan (hadits) dari Hisyam. jika Al Bukhari belum pernah mendengar hadits itu dari Hisyam. kami akan kemukakan 5 sanggahan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah: Pertama.[8] . seandainya berbagai alasan di atas kita buang. sudah pasti beliau mendengarnya langsung dari Hisyam.Hadits di atas dinilai shahih oleh banyak ulama. Penilaian senada disampaikan An Nawawi. mereka mengatakan bahwa sanad hadits ini munqothi (terputus) karena Al Bukhari tidak memaushulkan sanadnya (menyambungkan sanadnya). Jika beliau mengatakan dengan lafazh jazm. ] . Seandainya hadits tersebut tidaklah shahih menurut Al Bukhari. seperti dengan kata qoola yang artinya dia berkata) dan bukan tamridh (seperti dengan kata yurwa atau yudzkaru. Al Bukhari membawakan hadits ini secara mu allaq (di bagian awal sanad ada yang terputus). jika Al Bukhari mengatakan bahwa Hisyam berkata. Ketiga. di sini beliau menggunakan lafazh jazm (pasti. Jadi. Kedua. lalu mengapa beliau memasukkan hadits tersebut dalam kitab shahih? Keempat. Jadi. tentu Al Bukhari tidak akan mengatakan dengan lafazh jazm (tegas). Kelima. jika Al Bukhari mengatakan. sebagaimana akan dilihat pada hadits berikutnya. Al Bukhari betul bertemu dengan Hisyam bin Ammar dan beliau betul mendengar langsung darinya. Memang. Alasannya. Al Bukhari memasukkan hadits ini dalam kitabnya yang disebut dengan kitab shahih. Inilah yang paling mungkin. hadits ini tetaplah shahih dan bersambung karena dilihat dari jalur lainnya. di antaranya adalah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Istiqomah (1/294) dan Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan (1/259). Namun. Ibnu Hajar dan Asy Syaukani rahimahumullah-.

aku berkata. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi. Ibnu Umar terus berjalan. - Ibnu Umar pernah mendengar suara seruling dari seorang pengembala. Iya. apakah kamu masih mendengar suara tadi? Aku (Nafi ) berkata. . . Sungguh. lalu beliau menyumbat kedua telinganya dengan kedua jarinya.Hadits Kedua Dari Abu Malik Al Asy ari. beliau berkata. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. aku masih mendengarnya. Lalu Ibnu Umar berkata. Kemudian. mereka menamakannya dengan selain namanya. Wahai Nafi . Lalu. [9] Hadits Ketiga Dari Nafi bekas budak Ibnu Umar-. akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr. Kemudian beliau pindah ke jalan yang lain. Aku tidak mendengarnya lagi. . Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

Demi Allah. tidak ada cara lain selain dengan menutup jalan agar tidak mendengarnya. Jika ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang dilakukan Ibnu Umar tadi hanya menunjukkan bahwa itu adalah cara terbaik dalam mengalihkan manusia dari mendengar suara nyanyian atau alat musik. Aku melarang nyanyian padamu dan aku membenci jika engkau mendengarnya. Apakah nyanyian itu haram? Al Qasim pun mengatakan. jawabannya adalah sebagaimana yang dikatakan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) rahimahullah berikut ini. Al Qasim bin Muhammad pernah ditanya tentang nyanyian. Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran. namun tidak sampai menunjukkan keharamannya.Barulah setelah itu Ibnu Umar melepaskan tangannya dari telinganya dan kembali ke jalan itu lalu berkata. [11] Kalam Para Ulama Salaf Mengenai Nyanyian (Musik) Ibnu Mas ud mengatakan. Beliau melakukannya seperti tadi. [10] Keterangan Hadits Dari dua hadits pertama. jika . lalu beliau menjawab. Ibnu Umar mencontohkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan hal yang sama dengannya yaitu menjauhkan manusia dari mendengar musik. Beginilah aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika mendengar suara seruling dari seorang pengembala. Hal ini menunjukkan bahwa musik itu jelas-jelas terlarang.berarti sebenarnya musik itu haram kemudian ada yang menganggap halal. Wahai anak saudaraku. bahkan mendengarkan nyanyian (atau alat musik) adalah bahaya yang mengerikan pada agama seseorang. dijelaskan mengenai keadaan umat Islam nanti yang akan menghalalkan musik. Begitu pula pada hadits ketiga yang menceritakan kisah Ibnu Umar bersama Nafi . Lalu orang yang bertanya tadi mengatakan.

menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati. Wahai anakku. Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa. isinya adalah. Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi). Yazid bin Al Walid mengatakan. bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. Beliau berkata. Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. Demi Allah. lantas pada posisi mana Allah meletakkan nyanyian ? Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya. hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu. Nyanyian adalah mantera-mantera zina. Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. menurunkan harga diri. [14] Imam Asy Syafi i. [16] . Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah.[13] Imam Malik bin Anas. Beliau berkata. maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat aib. [15] Imam Ahmad bin Hambal. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian. Beliau berkata. maka persaksiannya tertolak. Ketahuilah. Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah. Fudhail bin Iyadh mengatakan. nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina. [12] Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian Imam Abu Hanifah.Allah telah memisahkan yang benar dan yang keliru. Adh Dhohak mengatakan.

jalan yang ditempuh adalah jalan yang keliru karena hati mestilah ditata dengan hal-hal yang masyru (disyariatkan) dan bukan dengan hal-hal yang tidak masyru . perkataan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (yang dijuluki Syaikhul Islam) memang betul-betul terjadi pada orang-orang yang sudah begitu gandrung dengan nyanyian.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan tatkala mendengar Al Qur an dibanding dengan mendengar bait-bait sya ir (nasyid). Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari atkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut. gitar dan bahkan dengan nyanyian Islami (yang disebut nasyid). yang membuat kita sibuk dan lalai dari kalam Robbul alamin yaitu Al Qur an. Tujuan mereka mungkin adalah untuk menata hati. Oleh karena itu. hatinya pun menjadi lalai. Oleh karena itu. [17] Bila Engkau Sudah Tersibukkan dengan Nyanyian dan Nasyid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran yang sangat berharga. Tidak ada satu pun dari empat ulama madzhab yang berselisih pendapat mengenai haramnya alat musik. agama dan islamnya pun akan semakin sempurna. mereka pasti tidak akan begitu merindukan lantunan suara Al Qur an. Syaikhul Islam mengatakan. Lalu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan. dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari atkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari atkan. Bahkan ketika mereka mendengar Al Qur an. Tentang nasyid yang dikenal di kalangan sufiyah dan bait-bait sya ir. kita dapati pada orang-orang yang kesehariannya dan santapannya tidak bisa lepas dari nyanyian. Bahkan sampaisampai dia pun membenci untuk mendengarnya. banyak sekali orang yang terbuai dengan nyanyian (atau syair-syair) yang tujuan semula adalah untuk menata hati. dia akan semakin berkurang semangatnya dalam menyimak Al Qur an. pasti karena maksudnya. Namun. Beliau mengatakan. [19] . Maka. Mereka pun tidak begitu senang ketika mendengarnya. begitu pula dengan lisannya akan sering keliru. [18] Jadi. sayang seribu sayang.

Nasyid tersebut tidak sampai melalaikan dari mendengar Al Qur an. Nasyid tersebut terlepas dari nada-nada yang dapat membuat orang yang mendengarnya menari dan berdansa. Al Qur an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. namun tujuannya adalah untuk mendengar nasyid (bait syair). Maksud mendengarkannya bukan mendengarkan nyanyian dan nadanya. namun tidak berlaku secara mutlak. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu. Beliau mengatakan. Ingatlah. Al Qur an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Dengan membaca. Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami. Melatunkan bait syair (nasyid) yang dibolehkan apabila memenuhi beberapa syarat berikut: Bukan lantunan yang mendayu-dayu sebagaimana yang diperagakan oleh para wanita.Adapun melatunkan bait-bait syair (alias nasyid) asalnya dibolehkan. Al Qur an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan.[20] Maksud nasyid ini adalah untuk memberi dorongan semangat ketika keletihan atau ketika berjihad. Kita bisa memperhatikan perkataan murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. dan mendengarkan lantunan Al-Qur anlah hati kita akan hidup dan tertata karena inilah yang disyari atkan. Ingatlah bahwa Al Qur an dan musik sama sekali tidak bisa bersatu dalam satu hati. Diperbolehkan bagi wanita untuk memukul rebana pada acara-acara yang penuh kegembiraan dan masyru (disyariatkan) saja. Tidak sampai melalaikan dari yang wajib atau melarang dari kewajiban. merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur an. [22] . Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi.[21] Penutup Kami hanya ingin mengingatkan bahwa pengganti nyanyian dan musik adalah Al Qur an. Tidak diiringi alat musik. merenungi. yaitu Ibnul Qayyim rahimahullah.

niscaya perlahanlahan perkara yang tidak manfaat semacam nyanyian akan ditinggalkan.Dari sini. Semoga Allah membuka hati dan memberi hidayah bagi setiap orang yang membaca risalah ini. . pasti Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik. Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi ajma in. [23] Tatkala Allah memerintahkan pada sesuatu dan melarang dari sesuatu pasti ada maslahat dan manfaat di balik itu semua. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah. Walhamdulillahi robbil alamin. jika seseorang meninggalkan musik dan nyanyian. Sibukkanlah diri dengan mengkaji ilmu dan mentadaburri Al Quran. niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik. pantaskah Al Qur an ditinggalkan hanya karena terbuai dengan nyanyian? Ingatlah.

demi kehormatanku aku berjanji Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Aku mendengar .com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya Tri Satya. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan kehormatan . al islam http://ustadzaris. - « Dari Sa ad bin Ubadah. suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan Tidak. bukan DEMI ALLAH) Filed under: Uncategorized. Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya. demi Ka bah maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut. ».Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka Tri Satya (yaitu bersumpah DEMI KEHORMATANKU.

seorang raja ataupun seorang ulama. Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan (HR Abu Daud no 3251. Oleh karena itu. Padahal keagungan yang hakiki adalah hanya milik Allah. Ini merupakan kesepakatan semua ahli fikih (Nailul Author 10/160). Terlarangnya hal ini adalah larangan haram menurut mayoritas ulama sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan yang lainnya. bersumpah dengan selain Allah tergolong kesyirikan. Tentang rahasia di balik larangan ini. dinilai shahih oleh al Albani). . zat dan sifatNya. Syaukani mengatakan.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. bersumpah dengan selain Allah dinilai sebagai bentuk tindakan lancang kepada Allah dan melecehkan kesempurnaan dan keagungan Allah. Adakah di alam semesta ini suatu yang lebih agung dibandingkan dengan Allah. Hukum bersumpah dengan selain Allah adalah haram menurut mayoritas ulama. Oleh karenanya. Oleh karena itu tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah. Ibnu Taimiyyah berkata. Ada juga yang berpendapat bahwa sumpah dengan selain Allah itu makruh. Dalam kesempatan yang lain. Karena seorang insan jika ingin menegakan bahwa dirinya benar dalam perkataannya atau berupaya membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya maka dia akan bersumpah dengan sesuatu yang paling agung dalam hatinya. Inilah pendapat Abu Hanifah dan merupakan salah pendapat dari dua pendapat yang ada dalam mazhab Syafii dan Ahmad. Bersumpah dengan makhluk hukumnya haram menurut mayoritas ulama. beliau berkata. Para ulama mengatakan bahwa rahasia di balik larangan bersumpah dengan selain Allah adalah karena bersumpah dengan sesuatu itu menunjukkan pengagungan dengan suatu yang disebutkan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa para shahabat telah bersepakat dalam hal ini. malaikat. Sungguh jika aku bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan aku berbohong itu lebih aku sukai dibandingkan jika aku bersumpah dengan selain Allah dalam kondisi benar (Majmu Fatawa 1/204). Namun pendapat pertama jelas pendapat yang lebih benar sampai-sampai tiga shahabat nabi yaitu Abdullah bin Mas ud. Menurut pendapat yang benar dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama baik dari generasi salaf maupun khalaf adalah tidak boleh bersumpah dengan makhluk baik nabi atau bukan nabi. Bersumpah dengan Allah adalah bentuk mengagungkan Allah. Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar berkata. Hal tersebut merupakan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad (Majmu Fatawa 27/349).

Barang siapa yang bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya demi Latta dan Uzza maka hendaknya mengucapkan laa ilaha illallah. Jika tidak ada unsur ini maka hukumnya adalah syirik kecil. - -« ». pertolongan. » . Barang siapa yang berkata kepada kawannya mari kita bertaruh maka hendaknya dia bersedekah (HR Bukhari no 4579) [Muharramat Istahana biha anNas hal 21. Dari Ibnu Buraidah dari Buraidah. barokah fulan. Dari Abu Hurairah. amanah. Siapa yang hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak diam saja (HR Bukhari no 5757). Barang siapa yang bersumpah dengan amanah maka dia bukanlah umatku (HR Abu Daud no 3253. Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. kehormatan. . sesungguhnya beliau menjumpai Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. maktabah al Khudairi]. « » Dari Ibnu Umar. kehidupan fulan. Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan Ka bah. Saat itu Umar bersumpah dengan menyebut nama bapaknya. Rasulullah bersabda. Barang siapa yang terjerumus ke dalamnya maka kaffarah/tebusannya adalah dengan mengucapkan laa ilaha illallah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih. bapak. kedudukan wali. « . . Rasulullah bersabda. Nabipun lantas memanggil rombongan tersebut lalu bersabda.Jadi bersumpah dengan selain Allah adalah syirik besar yang mengeluarkan dari Islam jika diiringi keyakinan bahwa makhluk yang disebutkan dalam sumpah tersebut sederajat dengan Allah dalam pengagungan dan dalam keagungan. dinilai shahih oleh al Albani). ibu dan tidak pula dengan kepala anak. Ini semua hukumnya haram. kedudukan nabi.

Di sisi lain. ini adalah perbuatan Allah dan Allah tidak boleh ditanya tentang yang Dia lakukan. maka ini menunjukkan pengagungan terhadap makhluk-makhluk tersebut. http://ustadzaris. Pertama. Sehingga secara tidak langsung menunjukkan sanjungan terhadap Allah. dalam al Qur an Allah sering bersumpah dengan menyebut makhlukNya semisal mengatakan. Kedua. Jadi jika Allah bersumpah dengan ini semua. Dialah yang menghukumi bukan yang dihukumi.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya . Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk ini menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kuasa dan hikmah Allah. Dia berhak untuk bersumpah dengan makhluk apa saja yang Dia kehendaki. Demi matahari dan terangnya atau Demi malam jika telah gelap atau kalimat yang semisal. Ada dua jawaban untuk mendudukkan masalah ini dengan benar. Sedangkan kita tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan selain Allah karena kita dilarang untuk melakukan hal tersebut (al Qoul al Mufid 2/325-326). Dialah yang akan menanyai makhlukNya bukan malah ditanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->