Kiat Mendidik Anak Sholeh

Kiat Mendidik Anak Sholeh Memiliki anak yang sholeh/solehah adalah dambaan setiap orang tua. Namun untuk mendidik anak agar menjadi sholeh adalah pekerjaan yang tidak mudah. Faktor utama penyebab nya adalah orang tua tidak memiliki kiat khusus untuk mendidik anak yang baik dan benar. Mendidik anak sebenarnya tidak hanya untuk keperluan dunia saja (mencari kerja, dll), namun juga harus di imbangi dengan pendidikan kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual. Salah satu contoh mendidik anak sholeh adalah dengan mengajarkan ibadah sehari-hari yang kita laksanakan. Seperti Shalat, menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan, berkata dengan sopan, berbuat santun. Contoh nyata dalam kehidupan kita sehari-hari ini merupakan pendidikan yang paling tepat dilakukan agar anak menjadi Sholeh/Sholehah. Sebagaimana kita ketahui, Allah juga memberikan contoh- contoh Nabi atau orang yang bisa kita jadikan suri teladan dalam kehidupan atau peringatan agar kita tidak menirunya, sebagaimana firman- Nya: Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji (Qs.. Al Mumtahanah [60]: 6). Selain itu, Nabi Muhammad Saw bersabda Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah . Di pihak lain, Nabi Muhammad Saw bersabda Barang siapa yang memberikan contoh yang baik dalam Islam maka baginya pahala atas perbuatan baiknya dan pahala orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tidak menghalangi pahala orang-orang yang mengikutinya sedikitpun. Dan barang siapa yang memberikan contoh yang buruk didalam Islam maka baginya dosa atas perbuatannya dan dosa orangorang yang mengikutinya hingga hari kiamat. Yang demikian itu tanpa mengurangi sedikitpun dosa orang-orang yang mengikutinya (HR Muslim).

Membimbing Perilaku Anak

Banyak sekali metode yang bisa digunakan oleh orang tua untuk memberikan nasihat dan disiplin kepada anak. Namun karena sudah terlalu banyak, lalu bagaimana caranya orang tua mengetahui kapan dan metode apa yang paling cocok dipakai? Ini sering membuat orang tua kelimpungan.

Artikel singkat ini bertujuan untuk mengurutkan kembali metode-metode tersebut secara sistematis, lebih logis, serta memadukannya dengan ajaran-ajaran Islam. Berikut ini adalah kumpulan dari berbagai metode yang sebagian besarnya dipetik dari buku-buku terkenal di mana materi ini dibahas secara lebih mendetil. Walaupun pembahasan di sini bersifat menyeluruh, namun tidak semua metode disebutkan satu persatu. Ada beberapa metode yang diberi nama berbeda namun pada hakikatnya mereka sama. <p>

A. Membimbing Anak Berperilaku Positif

Berikut adalah strategi untuk menumbuhkan dan mempertahankan perilaku positif anak.

1. Bahasa tubuh dan Ekspresi Wajah

Anak-anak bisa membaca apakah orang tua mereka senang atau marah kepada mereka hanya dengan melihat ekspresi wajah, gerak tubuh (gesture) dan body language (bahasa tubuh). Ekspresi gembira dari orang tua, misalnya wajah yang tersenyum, akan mendorong anak untuk mengulang perbuatan yang sedang dikerjakannya itu. Bayipun bisa membaca suasana ini. Respon orangtua dengan senyum dan tertawa ketika bayi sedang memelerkan lidahnya akan mendorong bayi tersebut untuk mengulanginya lagi. Atau ketika seorang anak yang telah melakukan suatu tindakan lucu/aneh tetapi membuat orang tuanya geli dan mehanan tawa juga akan merangsang si anak tadi mengulang tindakannya. Namun kala orangtuanya menunjukkan rasa tidak senang, si anak pun akan menghentikan perbuatannya.

Adalah wajar bila anak ingin membuat orang tuanya senang. Sebagai manusia, tentunya wajar kalau kita ingin menyenangkan orang yang kita cintai. Naluri inilah yang harus ditumbuhkan dan dipertahankan oleh orang tua untuk membimbing prilaku anak-anak mereka.

Kemudian aku pergi menemui Rasulullah dan mengabarkan (tentang hal ini). yang antara lain bisa diekspresikan melalui senyuman. Lalu ketika Umar melihat (kemarahan) di wajah Rasulullah dia berkata. karena dia telah mendapatkan perlakuan yang lebih lagi (dengan cara yang lebih kejam) dari pada yang ini. 4. setiap kali anak melakukan perbuatan negatif. . pelukan.756): Aku mendengar Ba b bin Malik bercerita setelah kegagalannya bergabung dengan perang Tabuk. kami tahu persis saat Beliau merasa gembira. Penyampaian ini tidak dilakukan dengan mencari keridhoan Allah . 1.92): Rasulullah pernah ditanyai tentang hal yang tidak Beliau sukai. Kemudian Beliau berkata. Kisah lainnya: Sebagaimana dikisahkan oleh Abu Musa (Bukhari. Beliau menjadi sangat marah dan aku bisa melihat tanda kemarahan di wajahnya. Kemudian seorang laki-laki lainnya berdiri dan bertanya. Dia berkata.wajahnya bersinar bagaikan sepotong bulan. Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Musa. Ya Rasulullah. namun si penanya mendesak. Sebaliknya. namun dia tetap sabar menjalaninya . orang tua juga harus segera menunjukkan ekspresi ketidaksetujuannya. Seorang laki-laki berkata. yaitu dari pancaran wajahnya.Para Sahabat Rasulullah sangat mencintai Beliau. ciuman atau dengan berbagai bentuk ekspresi lainnya. Ketika aku menegur Rasulullah yang wajahnya sedang bersinar gembira sebagaimana biasanya wajah Beliau jika sedang gembira . Siapakah Ayah saya? Beliau menjawab. Ketika seorang anak melakukan satu perbuatan positif. Siapakah Ayah saya? Rasulullah menjawab. penting sekali bagi orang tua agar segera menunjukkan rasa senangnya.617): Suatu saat ketika Rasulullah sedang menyampaikan sesuatu (di antara pengikutnya). gesture atau body language. Seorang laki-laki bertanya. Mereka ingin membuat Rasulullah senang dan mereka pun mengetahui saat Rasulullah merasa terhibur: Sebagaimana dikisahkan oleh Abdullah bin Kab (Bukhari. Kami mohon ampun kepada Allah (karena telah membuatmu marah). Tanyakan apa saja yang kalian suka. Ayahmu adalah Hudhafa. Dan ketika Rasulullah sedang marah: Sebagaimana dikisahkah oleh Abdullah (Bukhari. Pemimpin Shaiba. 4. Ayahmu adalah Salim. Rasulullah menjadi marah kemudian berkata kepada orangorang tersebut.

a. atau pujian yang diberikan kepada anak setelah orangtua berpikir-pikir dahulu. (ii) Menggunakan empati dalam menjelaskan kepada anak bagaimana pengaruh tindakannya terhadap orang lain. Pujilah perbuatan baik Ketika orangtua melihat anaknya melakukan suatu perbuatan baik. Namun pujian harus benar-benar diberikan dengan penuh ketulusan. jika ingin anak-anaknya senantiasa berperilaku baik. bertolak pinggang atau dengan menggunakan berbagai ekspresi negatif lainnya. Berikut ini akan diberikan dua contoh yang mengilustrasikan kapan saat yang paling tepat untuk memberikan pujian dan satu contoh dimana pujian tidak seharusnya diberikan. (iii) Mengaitkan tindakan anak dengan keberadaan Allah. . dengan maksud mengajarkan anak untuk melakukan perbuatan mulia yang diridhoi Allah. melipat tangan. orangtua sebaiknya segera memuji misalnya dengan cara-cara alternatif berikut ini: (i). kalau tidak tulus maka tidak perlu memuji sama sekali. Sesungguhnya tidak ada yang lebih sia-sia dan tidak bermanfaat melainkan pujian kosong yang terlontar begitu saja dari mulut orangtua. maka mereka harus terus memuji anak atas perilaku positifnya itu. Demikian juga bagi orang tua.misalnya dengan mengernyitkan dahi. Mengapresiasi perbuatan anak dengan cara menyebutkan atau mendiskripsikan kembali hal yang telah dilakukan. 2. Pujian Karena anak ingin membuat orang tuanya senang maka mereka akan melakukan segala upaya untuk mendapat pujian. Namun perlu diingat bahwa bentukbentuk ekspresi ini hanya akan ampuh jika adanya ikatan batin antara orangtua dan anak.

Allah juga senang kalau kamu mau bersih-bersih dan rapi. orangtua bisa memuji proses pengerjaaan puzzle itu dengan mengatakan. namun sebenarnya yang ingin ditunjukkan anak itu bukan hanya produk akhir tetapi juga kemampuan si anak dalam menyelesaikan karyanya itu. Untuk contoh terakhir misalnya. b. Dalam hal ini seharusnya orang tua memfokuskan pujiannya pada kemampuan si anak menyelesaikan pekerjaan tersebut dan bukan pada produk akhir.(iv) Memuji perbuatan itu sendiri Misalnya saja. Allah juga akan senang sama kamu. Jangan memuji hasil kerja anak . misalnya. Mama senang karena kamu sudah mau merapikan mainan itu. Pinter deh! Atau ketika anak selesai mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya. misalnya merapikan mainannya). Bagus itu! Atau ketika si anak membereskan mainannya: Wah. tugas yang Mama suruh tadi sudah diselesaikan ya (sebutkan dengan jelas apa jenis tugasnya. saat anak menunjukkan kepada orang tuanya sebuah puzzle yang baru saja diselesaikan. Mama senang sekali. Nah. Allah juga suka kalau kamu bisa memikirkan banyak cara menyelesaikan suatu pekerjaan. ketika si anak bersedia berbagi main-mainan dengan temannya. kamu sudah meletakkan mainanmu di tempatnya. Allah juga sayang kalau kamu mau berbagi dengan orang lain. orang tua bisa memodifikasinya sedikit. Pinter deh anak Mama! Contoh metode memuji anak yang diberikan diatas tidak harus diikuti dengan urutan kaku. Masya Allah. orangtua mungkin bisa memujinya: Subhanallah. c. Sarah senang karena kamu mau main dengannya. Kalau kamu buat Mama senang. kamu sudah mau bermain teacups bareng Sarah. Wah kamu sudah mengerjakan puzzle ini! Senang kan? Bagus. Misalnya. Kamu memang anak yang sholeh karena tugas yang Mama berikan tadi sudah kamu selesaikan! Mama senang deh. Pujilah proses kerja anak Anak kadang ingin menunjukkan kepada orang tuanya apa yang telah dikerjakannya. Allah juga akan sayang sama kamu . kalau Mama senang.

maka orangtua setidaknya membuka peluang kepada anak menggunakan kemampuan atau kerja kerasnya untuk membangun tower dengan banyak model nantinya. Empati . Orang tua perlu membedakan kedua hal ini. Mama bisa liat ada banyak warna merah dah garis-garis lurus di sana sini. Ini akan membatasi kreatifitas anak untuk membuat tower dengan model lain yang lebih bervariasi. Sehingga orangtua bisa menyulap pujian Good boy/girl! Nice tower! tadi dengan cara: (i) Menjelaskan kepada anak hal yang telah dilakukannya: Kamu sudah berhasil membangun sebuah tower! (ii) Mendiskripsikan hasil kerja anak: Tower nya besar sekali ya! Ada menara-menara kecilnya lagi! (iii) Memuji prosesnya : Pinter ya cara bikinnya! (iv) Mengaitkan proses tadi dengan Allah: Allah menyayangi orang yang rajin berusaha. Biasanya orang tua akan langsung merespon. Biasanya respon spontan yang keluar adalah Good girl! Nice tower! Jelas. Contoh lainnya adalah ketika anak menunjukkan kepada orang tua gambar yang sudah diwarnai atau dilukis. Gambar yang bagus. maka dengan memfokuskan hasil akhir bangunan tower ini. Wah! Kamu sudah mewarnai/melukis gambar ini. Jika orangtua memuji pekerjaan anak dengan memfokuskan pada kemampuan atau proses kerja keras membangun tower tersebut. akan menyiratkan dan mendorong anak untuk membuat bangunan tower dengan cara yang persis sama setiap saat.bukan pada prosesnya . Lihat Ma/Pa! . dan ingin segera menunjukkan ke orang tuanya. Cantik sekali ya. Misalnya ketika anak baru saja selesai membangun tower dari balok plastik. Sebagaimana memuji perbuatan anak akan mendorong mereka berprilaku baik. Masya Allah! 3.Ini masih berhubungan dengan poin di atas: bahwa orangtua seharusnya memuji proses bukan produk akhir kerja anak. dalam hal ini orangtua telah memuji hasil .yaitu kemampuan si anak membangun tower tersebut. Anak pinter! Sebenarnya akan lebih baik kalau pujian ini diganti dengan.yaitu tower itu .

Ini adalah sifat penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim untuk menjalin tali persaudaraan. Metode ini mengajarkan anak untuk menggunakan pola pikir kritisnya dalam menganalisa sebab-sebab emosional yang terjadi terhadap dirinya dan orang di sekitarnya. Hadith 8. maka seluruh tubuh akan merasakan rasa sakit itu . . orang tua perlu: a) Memfokuskan perhatian anak pada penderitaan orang lain: Misalnya Dia sedih. dia akan takut . dikisahkan oleh An Numan bin Bashir) Tanpa rasa empati ini. menumbuhkan sikap derma. Rasulullah bersabda. cinta. Pengikutku adalah mereka yang saling mengasihi dan menunjukkan rasa cinta kepada sesamanya dan saling berbaikan. Metode pendisiplinan yang berfokus pada empati seperti ini sering dikenal dengan istilah Inductive Discipline . akan sulit merasakan kasih sayang. kebaikan dan membangkitkan karakteristikkarateristik luhur lainnya yang merupakan akar dari ajaran Islam. c) Berikan nasehat: Sebaiknya kita saling menolong sesama . Allah mencintai hambaNya yang baik. sehingga jika ada satu anggota badan yang sakit. Dia sedih karena kamu memukulnya. bagaikan tubuh yang satu.40. b) Menjelaskan apa yang telah dilakukan anak yang menyebabkan suatu masalah: Misalnya. kebaikan atau segala bentuk keprihatinan terhadap orang lain. Dia merasa takut. Kalau kamu mendorongnya. (Hadist Sahih Al-Bukhari. Saya senang bermain bersama.Empati adalah menempatkan diri kita di posisi orang lain dan merasakan apa yang sedang dirasakannya. Induction adalah metode yang melibatkan penjelasan dan pemberian alasan. Untuk mendorong anak berempati. yaitu dengan cara meminta anak agar memfokuskan perhatiannya terhadap penderitaan orang lain dan merefleksi apa yang telah dilakukan si anak sehingga suatu permasalahan timbul.

b). misalnya Kita harus saling berbagi. jelaskan situasi kepadanya secara verbal. Suruhlah anak dengan cara yang baik dan santun. Mempraktekkan sendiri ekspresi empati ini karena anak biasanya akan belajar dan meniru apa yang Anda kerjakan. misalnya. Berkomunikasi dengan jelas. menggunakan bahasa/subyek yang spesifik. dan e). Allah akan sayang kalau kamu mau menolong Mama. Saling membantu itu baik lho!. . Orang tua perlu : a). Mama sedih/kecewa karena kamu tidak mau memegang tas ini waktu Mama minta tolong. atau Dia merasa kecewa . Perhatikan tingkat perkembangan anak. bukan sebaliknya. d).Misalnya ketika orang tua minta tolong kepada anak untuk memegang tas tetapi si anak acuh saja. Berilah dorongan kepada anak agar mereka sendiri berpikir bahwa mereka bisa saling membantu dan menjadi anak sholeh. c).

dia pun mulai meninggalkannya perlahan-lahan.adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mungkin di antara kita dulunya. Alhamdulillah. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Maka. Dengan mengetahui dalil Al Qur an dan Hadits yang membicarakan bahaya lantunan yang melalaikan. semoga Allah membuka hati kita dan memberi hidayah kepada kita seperti yang didapatkan si fulan tadi. Namun. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari gitar dan musik. Juga dengan bimbingan perkataan para ulama. dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah (Al Qur an) yang semakin membuat dirinya mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al haq (penerang dari Al Qur an dan As Sunnah). karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. hatinya mulai tergerak dan mulai sadarkan diri.muslim. Alangkah baiknya jika kita melihat dalil-dalil yang dimaksudkan. dia semakin jelas dengan hukum keharamannya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Allahumma a in wa yassir (Ya Allah. . dengan ditulisnya risalah ini. Beberapa Ayat Al Qur an yang Membicarakan Nyanyian Pertama: Nyanyian dikatakan sebagai lahwal hadits (perkataan yang tidak berguna) Allah Ta ala berfirman. apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja.Saatnya Meninggalkan Musik www.or. Lalu. Dengan ilmu syar i yang dia dapati. tolonglah dan mudahkanlah). dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. beserta perkataan para ulama masa silam mengenai hukum nyanyian karena mungkin di antara kita ada yang masih gandrung dengannya. sekarang hidupnya jauh berbeda. tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian.id Siapa saja yang hidup di akhir zaman.

Beliau mengatakan bahwa dia mendengar Ibnu Mas ud ditanya mengenai tafsir ayat tersebut. Lalu. lantas beliau radhiyallahu anhu. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya. Yang dimaksud adalah nyanyian.dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan lahwal hadits dalam ayat tersebut. Mujahid berkata bahwa yang dimaksud lahwu hadits adalah bedug (genderang). Ikrimah.Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Lalu setelah itu Ibnu Jarir menyebutkan beberapa perkataan ulama salaf mengenai tafsir ayat tersebut. Dari Ibnu Abi Najih. cerita-cerita bohong dan setiap kemungkaran. Di antaranya adalah dari Abu Ash Shobaa Al Bakri rahimahullah-. Sa id bin Jubair.[1] Penafsiran senada disampaikan oleh Mujahid. dan Qotadah.[2] Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya mengatakan. Asy Syaukani menukil perkataan Al Qurtubhi yang mengatakan bahwa tafsiran yang paling bagus untuk makna lahwal hadits adalah nyanyian. Inilah pendapat para sahabat dan tabi in. Hal itu bisa berupa nyanyian. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah nyanyian dan mendengarkannya. seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya. permainan.[3] . Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.berkata. Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali. demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia. . Luqman: 6-7) Ibnu Jarir Ath Thabariy -rahimahullah. Lahwal hadits adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. (QS. maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.

bahkan bisa dianggap sama dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam (derajat marfu ). mereka adalah umat yang paling mengerti tentang maksud dari ayat yang diturunkan oleh Allah karena Al Qur an turun di masa mereka hidup . Walaupun itu adalah penafsiran sahabat. Lalu. bagaimana mungkin bisa jadi hujjah (dalil)? Maka. tetap penafsiran mereka lebih didahulukan daripada penafsiran orang-orang sesudahnya. cukup kami katakan bahwa tafsiran sahabat terhadap suatu ayat bisa menjadi hujjah.menurut Bukhari dan Muslim dianggap sebagai perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. beliau mengatakan bahwa menurutnya. .[4] Jadi. Di tempat lainnya. . Penjelasan tadi kan hanya penafsiran sahabat. Alasannya. apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka. An Najm: 59-62) Apa yang dimaksud /saamiduun/? . (QS.Jika ada yang mengatakan. bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). Maka. . Kedua: Orang-orang yang bernyanyi disebut saamiduun Allah Ta ala berfirman. Ibnul Qayyim mengatakan. Al Hakim Abu Abdillah dalam kitab tafsirnya di Al Mustadrok mengatakan bahwa seharusnya setiap orang yang haus terhadap ilmu mengetahui bahwa tafsiran sahabat yang mereka ini menyaksikan turunnya wahyu. Simaklah perkataan Ibnul Qayyim setelah menjelaskan penafsiran mengenai lahwal hadits di atas sebagai berikut. penafsiran sahabat tentang suatu ayat sama statusnya dengan hadits marfu (yang sampai pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). jelaslah bahwa pemaknaan /lahwal hadits/ dengan nyanyian patut kita terima karena ini adalah perkataan sahabat yang statusnya bisa sama dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan. [7] Jika dikatakan menghalalkan musik. benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina. dalam dua ayat ini teranglah bahwa mendengarkan nyanyian adalah suatu yang dicela dalam Al Qur an. Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat. [6] Jadi. . Perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam Mengenai Nyanyian Hadits Pertama Bukhari membawakan dalam Bab Siapa yang menghalalkan khomr dengan selain namanya sebuah riwayat dari Abu Amir atau Abu Malik Al Asy ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta. Mereka biasa menyebut ismud lanaa dan maksudnya adalah: Bernyanyilah untuk kami . Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. berarti musik itu haram. dan alat musik. Mereka biasa mendengarkan Al Qur an. sutera. makna saamiduun adalah bernyanyi dan ini berasal dari bahasa orang Yaman. Sungguh. lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. namun mereka malah bernyanyi.Menurut salah satu pendapat. Kembalilah kepada kami esok hari. khamr. .[5] Ikrimah mengatakan. lalu mereka berkata. Kemudian turunlah ayat ini (surat An Najm di atas). Pendapat ini diriwayatkan dari Ikrimah dan Ibnu Abbas.

kami akan kemukakan 5 sanggahan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah: Pertama. hadits ini tetaplah shahih dan bersambung karena dilihat dari jalur lainnya. jika Al Bukhari mengatakan bahwa Hisyam berkata.[8] . Ketiga. Jika beliau mengatakan dengan lafazh jazm. sebagaimana akan dilihat pada hadits berikutnya. ] .Hadits di atas dinilai shahih oleh banyak ulama. Alasannya. Al Bukhari memasukkan hadits ini dalam kitabnya yang disebut dengan kitab shahih. sudah pasti beliau mendengarnya langsung dari Hisyam. jika Al Bukhari mengatakan. Ibnu Hajar dan Asy Syaukani rahimahumullah-. Hisyam adalah guru yang sudah sangat masyhur. ada sebagian ulama semacam Ibnu Hazm dan orang-orang yang mengikuti pendapat beliau sesudahnya seperti Al Ghozali yang menyatakan bahwa hadits di atas memiliki cacat sehingga mereka pun menghalalkan musik. maka itu sama saja beliau mengatakan hadits tersebut disandarkan pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Untuk menyanggah hal ini. Kelima. yang artinya telah diriwayatkan atau telah disebutkan). di antaranya adalah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Istiqomah (1/294) dan Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan (1/259). Seandainya hadits tersebut tidaklah shahih menurut Al Bukhari. yang tentu saja hal ini bisa dijadikan hujjah (dalil). Jadi. Adapun Al Bukhari adalah hamba yang sangat tidak mungkin melakukan tadlis (kecurangan dalam periwayatan). Al Bukhari betul bertemu dengan Hisyam bin Ammar dan beliau betul mendengar langsung darinya. Inilah yang paling mungkin. Al Bukhari membawakan hadits ini secara mu allaq (di bagian awal sanad ada yang terputus). Qoola: qoola Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam [dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. mereka mengatakan bahwa sanad hadits ini munqothi (terputus) karena Al Bukhari tidak memaushulkan sanadnya (menyambungkan sanadnya). karena sangat banyak orang yang meriwayatkan (hadits) dari Hisyam. itu sama saja dengan perkataan Al Bukhari langsung dari Hisyam. di sini beliau menggunakan lafazh jazm (pasti. Namun. Ibnu Rajab Al Hambali. jika Al Bukhari belum pernah mendengar hadits itu dari Hisyam. tentu Al Bukhari tidak akan mengatakan dengan lafazh jazm (tegas). Memang. Kedua. Penilaian senada disampaikan An Nawawi. Jadi. lalu mengapa beliau memasukkan hadits tersebut dalam kitab shahih? Keempat. seperti dengan kata qoola yang artinya dia berkata) dan bukan tamridh (seperti dengan kata yurwa atau yudzkaru. seandainya berbagai alasan di atas kita buang.

. [9] Hadits Ketiga Dari Nafi bekas budak Ibnu Umar-. . apakah kamu masih mendengar suara tadi? Aku (Nafi ) berkata. - Ibnu Umar pernah mendengar suara seruling dari seorang pengembala. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. beliau berkata. aku masih mendengarnya. Sungguh. Iya. akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr. Ibnu Umar terus berjalan. Kemudian beliau pindah ke jalan yang lain. lalu beliau menyumbat kedua telinganya dengan kedua jarinya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. Lalu. Aku tidak mendengarnya lagi.Hadits Kedua Dari Abu Malik Al Asy ari. . Lalu Ibnu Umar berkata. mereka menamakannya dengan selain namanya. aku berkata. Kemudian. Wahai Nafi . Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.

bahkan mendengarkan nyanyian (atau alat musik) adalah bahaya yang mengerikan pada agama seseorang.berarti sebenarnya musik itu haram kemudian ada yang menganggap halal. lalu beliau menjawab. Ibnu Umar mencontohkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan hal yang sama dengannya yaitu menjauhkan manusia dari mendengar musik. Al Qasim bin Muhammad pernah ditanya tentang nyanyian. dijelaskan mengenai keadaan umat Islam nanti yang akan menghalalkan musik. Demi Allah. Begitu pula pada hadits ketiga yang menceritakan kisah Ibnu Umar bersama Nafi . tidak ada cara lain selain dengan menutup jalan agar tidak mendengarnya. Hal ini menunjukkan bahwa musik itu jelas-jelas terlarang. Lalu orang yang bertanya tadi mengatakan. Apakah nyanyian itu haram? Al Qasim pun mengatakan. [11] Kalam Para Ulama Salaf Mengenai Nyanyian (Musik) Ibnu Mas ud mengatakan. jawabannya adalah sebagaimana yang dikatakan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah) rahimahullah berikut ini. Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.Barulah setelah itu Ibnu Umar melepaskan tangannya dari telinganya dan kembali ke jalan itu lalu berkata. Beliau melakukannya seperti tadi. Aku melarang nyanyian padamu dan aku membenci jika engkau mendengarnya. [10] Keterangan Hadits Dari dua hadits pertama. Wahai anak saudaraku. jika . Beginilah aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika mendengar suara seruling dari seorang pengembala. namun tidak sampai menunjukkan keharamannya. Jika ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang dilakukan Ibnu Umar tadi hanya menunjukkan bahwa itu adalah cara terbaik dalam mengalihkan manusia dari mendengar suara nyanyian atau alat musik.

Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. [12] Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian Imam Abu Hanifah. Beliau berkata. Nyanyian adalah mantera-mantera zina. isinya adalah. lantas pada posisi mana Allah meletakkan nyanyian ? Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya. Demi Allah. [16] . Wahai anakku. [15] Imam Ahmad bin Hambal. hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu. Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah. Ketahuilah. Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa. Adh Dhohak mengatakan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian. menurunkan harga diri. Yazid bin Al Walid mengatakan. Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya. Beliau berkata. Beliau berkata.Allah telah memisahkan yang benar dan yang keliru.[13] Imam Malik bin Anas. Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah. Fudhail bin Iyadh mengatakan. maka persaksiannya tertolak. maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat aib. [14] Imam Asy Syafi i. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati. bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi). nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina.

dia akan semakin berkurang semangatnya dalam menyimak Al Qur an. Syaikhul Islam mengatakan. mereka pasti tidak akan begitu merindukan lantunan suara Al Qur an. Beliau mengatakan. perkataan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (yang dijuluki Syaikhul Islam) memang betul-betul terjadi pada orang-orang yang sudah begitu gandrung dengan nyanyian. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan tatkala mendengar Al Qur an dibanding dengan mendengar bait-bait sya ir (nasyid). kita dapati pada orang-orang yang kesehariannya dan santapannya tidak bisa lepas dari nyanyian. Lalu. [17] Bila Engkau Sudah Tersibukkan dengan Nyanyian dan Nasyid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran yang sangat berharga. Mereka pun tidak begitu senang ketika mendengarnya. Tujuan mereka mungkin adalah untuk menata hati. Tidak ada satu pun dari empat ulama madzhab yang berselisih pendapat mengenai haramnya alat musik. Namun. [18] Jadi. Oleh karena itu. yang membuat kita sibuk dan lalai dari kalam Robbul alamin yaitu Al Qur an. pasti karena maksudnya. Oleh karena itu. Bahkan ketika mereka mendengar Al Qur an. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan. agama dan islamnya pun akan semakin sempurna. hatinya pun menjadi lalai. Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari atkan. gitar dan bahkan dengan nyanyian Islami (yang disebut nasyid). [19] .Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan. banyak sekali orang yang terbuai dengan nyanyian (atau syair-syair) yang tujuan semula adalah untuk menata hati. Maka. begitu pula dengan lisannya akan sering keliru. dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari atkan dan bermanfaat. Bahkan sampaisampai dia pun membenci untuk mendengarnya. Tentang nasyid yang dikenal di kalangan sufiyah dan bait-bait sya ir. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari atkan. jalan yang ditempuh adalah jalan yang keliru karena hati mestilah ditata dengan hal-hal yang masyru (disyariatkan) dan bukan dengan hal-hal yang tidak masyru . sayang seribu sayang.

[20] Maksud nasyid ini adalah untuk memberi dorongan semangat ketika keletihan atau ketika berjihad. merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur an. Dengan membaca. namun tidak berlaku secara mutlak. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu.Adapun melatunkan bait-bait syair (alias nasyid) asalnya dibolehkan. [22] . Maksud mendengarkannya bukan mendengarkan nyanyian dan nadanya. Al Qur an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Diperbolehkan bagi wanita untuk memukul rebana pada acara-acara yang penuh kegembiraan dan masyru (disyariatkan) saja. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi. namun tujuannya adalah untuk mendengar nasyid (bait syair). Tidak diiringi alat musik. Kita bisa memperhatikan perkataan murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Nasyid tersebut tidak sampai melalaikan dari mendengar Al Qur an. Nasyid tersebut terlepas dari nada-nada yang dapat membuat orang yang mendengarnya menari dan berdansa. Tidak sampai melalaikan dari yang wajib atau melarang dari kewajiban. Al Qur an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Beliau mengatakan.[21] Penutup Kami hanya ingin mengingatkan bahwa pengganti nyanyian dan musik adalah Al Qur an. yaitu Ibnul Qayyim rahimahullah. merenungi. Al Qur an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Melatunkan bait syair (nasyid) yang dibolehkan apabila memenuhi beberapa syarat berikut: Bukan lantunan yang mendayu-dayu sebagaimana yang diperagakan oleh para wanita. dan mendengarkan lantunan Al-Qur anlah hati kita akan hidup dan tertata karena inilah yang disyari atkan. Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami. Ingatlah. Ingatlah bahwa Al Qur an dan musik sama sekali tidak bisa bersatu dalam satu hati.

niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik. Walhamdulillahi robbil alamin. pantaskah Al Qur an ditinggalkan hanya karena terbuai dengan nyanyian? Ingatlah. pasti Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik. jika seseorang meninggalkan musik dan nyanyian.Dari sini. Semoga Allah membuka hati dan memberi hidayah bagi setiap orang yang membaca risalah ini. Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi ajma in. [23] Tatkala Allah memerintahkan pada sesuatu dan melarang dari sesuatu pasti ada maslahat dan manfaat di balik itu semua. Sibukkanlah diri dengan mengkaji ilmu dan mentadaburri Al Quran. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah. . niscaya perlahanlahan perkara yang tidak manfaat semacam nyanyian akan ditinggalkan.

al islam http://ustadzaris. demi Ka bah maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya Tri Satya. suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan Tidak. Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya. ». demi kehormatanku aku berjanji Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan kehormatan . Aku mendengar . - « Dari Sa ad bin Ubadah. bukan DEMI ALLAH) Filed under: Uncategorized.Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka Tri Satya (yaitu bersumpah DEMI KEHORMATANKU.

bersumpah dengan selain Allah tergolong kesyirikan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa para shahabat telah bersepakat dalam hal ini. zat dan sifatNya. Adakah di alam semesta ini suatu yang lebih agung dibandingkan dengan Allah. seorang raja ataupun seorang ulama. beliau berkata.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. malaikat. Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar berkata. Ibnu Taimiyyah berkata. Para ulama mengatakan bahwa rahasia di balik larangan bersumpah dengan selain Allah adalah karena bersumpah dengan sesuatu itu menunjukkan pengagungan dengan suatu yang disebutkan. Ini merupakan kesepakatan semua ahli fikih (Nailul Author 10/160). Syaukani mengatakan. Namun pendapat pertama jelas pendapat yang lebih benar sampai-sampai tiga shahabat nabi yaitu Abdullah bin Mas ud. . Oleh karenanya. Karena seorang insan jika ingin menegakan bahwa dirinya benar dalam perkataannya atau berupaya membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya maka dia akan bersumpah dengan sesuatu yang paling agung dalam hatinya. Padahal keagungan yang hakiki adalah hanya milik Allah. Dalam kesempatan yang lain. Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan (HR Abu Daud no 3251. Bersumpah dengan makhluk hukumnya haram menurut mayoritas ulama. Oleh karena itu tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah. dinilai shahih oleh al Albani). Menurut pendapat yang benar dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama baik dari generasi salaf maupun khalaf adalah tidak boleh bersumpah dengan makhluk baik nabi atau bukan nabi. Ada juga yang berpendapat bahwa sumpah dengan selain Allah itu makruh. Oleh karena itu. Terlarangnya hal ini adalah larangan haram menurut mayoritas ulama sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan yang lainnya. Hukum bersumpah dengan selain Allah adalah haram menurut mayoritas ulama. bersumpah dengan selain Allah dinilai sebagai bentuk tindakan lancang kepada Allah dan melecehkan kesempurnaan dan keagungan Allah. Bersumpah dengan Allah adalah bentuk mengagungkan Allah. Sungguh jika aku bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan aku berbohong itu lebih aku sukai dibandingkan jika aku bersumpah dengan selain Allah dalam kondisi benar (Majmu Fatawa 1/204). Hal tersebut merupakan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad (Majmu Fatawa 27/349). Tentang rahasia di balik larangan ini. Inilah pendapat Abu Hanifah dan merupakan salah pendapat dari dua pendapat yang ada dalam mazhab Syafii dan Ahmad.

maktabah al Khudairi]. Barang siapa yang berkata kepada kawannya mari kita bertaruh maka hendaknya dia bersedekah (HR Bukhari no 4579) [Muharramat Istahana biha anNas hal 21. dinilai shahih oleh al Albani). Saat itu Umar bersumpah dengan menyebut nama bapaknya. Dari Ibnu Buraidah dari Buraidah. kedudukan nabi. Ini semua hukumnya haram. Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan Ka bah. Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. sesungguhnya beliau menjumpai Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. Siapa yang hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak diam saja (HR Bukhari no 5757). barokah fulan. bapak. Barang siapa yang bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya demi Latta dan Uzza maka hendaknya mengucapkan laa ilaha illallah. .Jadi bersumpah dengan selain Allah adalah syirik besar yang mengeluarkan dari Islam jika diiringi keyakinan bahwa makhluk yang disebutkan dalam sumpah tersebut sederajat dengan Allah dalam pengagungan dan dalam keagungan. Jika tidak ada unsur ini maka hukumnya adalah syirik kecil. . Dari Abu Hurairah. Barang siapa yang bersumpah dengan amanah maka dia bukanlah umatku (HR Abu Daud no 3253. kehormatan. - -« ». « » Dari Ibnu Umar. kedudukan wali. Nabipun lantas memanggil rombongan tersebut lalu bersabda. kehidupan fulan. ibu dan tidak pula dengan kepala anak. Barang siapa yang terjerumus ke dalamnya maka kaffarah/tebusannya adalah dengan mengucapkan laa ilaha illallah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih. Rasulullah bersabda. Rasulullah bersabda. « . pertolongan. amanah. » .

Jadi jika Allah bersumpah dengan ini semua.Di sisi lain. Pertama. Sedangkan kita tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan selain Allah karena kita dilarang untuk melakukan hal tersebut (al Qoul al Mufid 2/325-326). Dialah yang akan menanyai makhlukNya bukan malah ditanya. maka ini menunjukkan pengagungan terhadap makhluk-makhluk tersebut. Dialah yang menghukumi bukan yang dihukumi. http://ustadzaris. Dia berhak untuk bersumpah dengan makhluk apa saja yang Dia kehendaki. dalam al Qur an Allah sering bersumpah dengan menyebut makhlukNya semisal mengatakan. Ada dua jawaban untuk mendudukkan masalah ini dengan benar. Kedua. Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk ini menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kuasa dan hikmah Allah.com/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri-satya . Demi matahari dan terangnya atau Demi malam jika telah gelap atau kalimat yang semisal. ini adalah perbuatan Allah dan Allah tidak boleh ditanya tentang yang Dia lakukan. Sehingga secara tidak langsung menunjukkan sanjungan terhadap Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful