Nama NIM Jurusan Mata Kuliah Dosen

: Achmad Reza Putra : 0901120097 : Hubungan Internasional : Hukum Internasional : Ahmad Jamaan, S.IP, M.Si Yuli Fachri, SH

DEFINISI DAN SEJARAH PERKEMBANGAN HUKUM INTERNASIONAL Paper ini membahas tentang definisi hukum internasional dan sejarah

perkembangannya. Pembahasan diawali dengan definisi hukum internasional, lalu dilanjutkan dengan sejarah perkembangannya, mulai dari zaman Romawi Kuno, Abad Pertengahan, sampai dengan masa sekarang. Berikut pembahasannya. Definisi Hukum Internasional Secara sederhana, hukum internasional sering disamakan dengan aturan-aturan bagi negara-negara di dunia. Pemahaman ini tidak salah, namun dalam perkembangan hubungan internasional, pemahaman ini kurang tepat karena hubungan internasional tidak lagi hanya berkutat pada hubungan antar negara. Hukum internasional dapat didefinisikan dengan dua cara, yaitu cara tradisional dan cara kontemporer. Perbedaan utama antara dua cara tersebut terletak pada pada pandangan masing-masing mengenai siapa saja yang menjadi subjek hukum internasional. Definisi tradisional menekankan bahwa subjek hukum adalah negara-negara pendukung hak dan kewajiban internasional. Definisi seperti ini banyak terdapat dalam berbagai karya tulis di masa lalu. Dalam buku Pengantar Hukum Indonesia, dijelaskan bahwa Brierly mendefinisikan hukum internasional sebagai “himpunan kaidah dan asas-asas tindakan yang mengikat bagi negara-negara yang beradab dalam hubungan mereka, antara satu dengan lainnya.”(Dwiyatmi, 2006:72). Definisi ini muncul karena di masa lalu, satu-satunya aktor yang berperan dalam hubungan internasional adalah negara. Berbeda dengan definisi tradisional, definisi kontemporer tidak hanya merujuk pada negara, tapi juga pada aktor lainnya dalam hubungan internasional. Dalam buku Pengantar Hukum Internasional-Edisi Kesepuluh, Starke menyatakan bahwa hukum internasional

dan lainnya. serta aturan-aturan yang berkaitan dengan individu dan aktor non-negara. 1999: 2) Definisi kontemporer dikemukakan pada saat hubungan internasional tidak hanya dijalankan oleh negara saja. Sejarah Perkembangan Hukum Internasional Sistem hukum internasional yang ada saat ini merupakan hasil dari masa lalu. dimana telah ada aturan-aturan dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan antar bangsa. keadaan yang kacau di berbagai bidang menyebabkan hukum yang mengatur hubungan antar bangsa kurang berkembang. Jika dilihat pada perkembangan dalam hubungan internasional. Berikut pembahasannya. pada masyarakat Romawi Kuno . antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain”. sehingga hukum internasional dirasa tidak perlu karena semuanya ada di bawah satu kekuasaan. pada masa ini keseluruhan dunia beradab berada dibawah satu imperium Romawi. maka definisi kontemporer inilah yang lebih tepat menggambarkan keberadaan hukum internasional saat ini. sejarah sistem tersebut diawali pada masa kuno. (Starke. Namun. mengatur hubungan antara organisasi internasional dengan negara-negara dan individu. (Kusumaatmadja. kaidah dan aturan tentang bagaimana berhubungan dengan bangsa lain telah ada pada masa ini. Senada dengan Starke. Namun. Contohnya. • Masa Romawi Pada masa sebelum Romawi Kuno. Walaupun sistem hukum Romawi Kuno ini kurang berkontribusi pada hukum internasional. Mochtar Kusumaatmaja mendefinisikan hukum internasional sebagai “.. duta besar. terutama 400 tahun terakhir.merupakan aturan-aturan yang mengikat negara-negara. 2006:9). selama hak dan kewajiban mereka merupakan kepentingan masyarakat internasional.keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. telah ada beberapa abad sebelum lahirnya agama Kristen. 2006:3). namun tetap berguna karena adanya prinsip-prinsip yang bisa beradaptasi pada hubungan-hubungan antar negara modern. (Starke. Selain itu.. Berbagai macam traktat. mengatur hubungan dan berfungsinya organisasi-organisasi internasional.

. hukum semi-teologis. yaitu perang antar negara. Renaissance (zaman pencerahan) ilmu pengetahuan dan reformasi memicu perkembangan teori-teori yang mendukung kondisi akibat perubahan tersebut. dan lain-lain. Negara-negara merdeka tersebut mengambil kaidah dan aturan dari adat istiadat dan praktek-praktek yang ditaati oleh negara-negara tersebut dalam hubungan antar mereka. • Abad Pertengahan Perubahan–perubahan yang terjadi pada abad kelima belas dan keenam belas memengaruhi berbagai bidang. Para ahli di masa ini telah memperhitungkan perubahan yang terjadi di masyarakat negara merdeka. Belli (1502-1575). 2006:11). adanya hubungan-hubungan dan traktat-traktat yang dibuat antara bangsa-bangsa Eropa dan bangsa-bangsa Asia juga membantu perkembangan kaidah-kaidah hubungan internasional. Hukum internasional selanjutnya ditandai dengan perubahan terakhir sistem negara modern di Eropa banyak dipengaruhi Traktat Westphalia. Para ahli tidak hanya mengambil prinsip Romawi Kuno. (Starke. Selain itu. serta memikirkan dan menulis tentang berbagai permasalahan yang dihadapi dalam hubungan internasional. para ahli hukum wajib membuat prinsip-prinsip berdasarkan nalar dan analogi.dikenal dua jenis hukum. sehingga muncul adat istiadat dan praktek peperangan yang serupa. 1999:4). tapi juga dari berbagai sumber lainnya. berkaitan dengan kondisi dimana tentara negara-negara Eropa telah menggunakan senjata tetap. dan hukum alam. Apabila tidak ada kaidah dari adat istiadat dan praktek yang ditaati dalam hubungan internasional untuk menghadapi permasalahan tersebut. Ius Gentium kemudian berkembang menjadi Ius Inter Gentium atau yang lebih dikenal dengan hukum internasional. Bermunculannya negara-negara merdeka pada zaman ini menuntut adanya kaidahkaidah dan aturan-aturan yang mengatur hubungan antara mereka. Sedangkan Ius Gentium adalah hukum yang berlaku bagi bangsa non-Romawi. Brunus (1491-1536). yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun. misalnya Vittoria (1480-1546). terutama Grotius (1583-1645). Para penulis pelopor perkembangan hukum internasional bermunculan di masa ini. Ius Ceville adalah hukum yang berlaku bagi bangsa Romawi dimanapun mereka berada. Tulisan para ahli hukum ini mengungkapkan pokok perhatian hukum internasional pada abad keenam belas. yaitu Ius Ceville dan Ius Gentium.seperti hukum kanonik. (Kusumaatmaja.

tapi juga bagi individu. dapat disimpulkan bahwa hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antar negara. yaitu sebuah pengadilan yudisial internasional yang saat ini telah digantikan oleh International Court of Justice. yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). hukum internasional tidak hanya berkaitan dengan perang dan perdamaian dunia. dan lain-lain. dibentuklah Permanent Court of International Justice. Dari pembahasan diatas. seperti ekstradisi. Padahal. tapi juga berbagai macam permasalahan. kaidah-kaidah hukum internasional lebih banyak dikemukakan dalam bentuk kebiasaan dan traktat. dan lainnya telah ditanggulangi oleh berbagai penemuan sehingga interdependensi antar negara semakin meningkat. Perkembangan selanjutnya di abad kesembilan belas. Ada kalangan yang berpendapat. Selain itu juga dibentuk semacam “pemerintah dunia”. yang berfungsi untuk kesejahteraan umat manusia.Selanjutnya di abad kedelapan belas. Pada abad kedua puluh. klaim atas sesuatu. mucul sejumlah besar traktat dalam 80 tahun terakhir ini yang menetapkan kaidah-kaidah untuk ditaati negaranegara. dan individu. Pada abad ini juga hukum internasional tidak lagi hanya berpengaruh terhadpa negara. Contohnya. dan terus . maka harus dipikirkan apa yang seharusnya menjadi hukum. Hukum internasional berkembang pada zaman Romawi Kuno dengan prinsip ius ceville dan ius gentium. Hal ini terjadi karena kesulitan komunikasi. Para penulis kajian hubungan internasional pada masa ini lebih menekankan kepada praktek yang berlaku dan mengesampingkan hukum alam. perang. • Masa Sekarang Pada masa sekarang. dimana dalam hal yang tidak ada kaidah kebiasaan atau traktat. Golongan yang mendukung kebiasaan dan traktat disebut positivis. hukum internasional hanya berkaitan dengan memelihara perdamaian. untuk kepentingan masyarakat internasional. organisasi internasional. dan mengurangi kedudukan hukum alam. hukum internasional berkembang semakin pesat. dan pengaruh penemuan baru telah mendorong timbulnya kebutuhan mendesak masyarakat internasional terhadap hukum yang mengatur secara tegas tindakan hubungan internasional. berbagai faktor seperti ekspansi Eropa ke wilayah lain. waktu. Lalu berkembang pesat di abad pertengahan dengan munculnya tulisan-tulisan pelopor hubungan internasional. sedangkan yang mendukung hukum alam disebut naturalis.

Jakarta: Sinar Grafika . Pengantar Hukum Internasional. J. Pengantar Hukum Indonesia. REFERENSI Dwiyatmi. Jakarta: Putra A. Sri Harini.berkembang sampai masa sekarang terkait dengan meningkatnya interdependensi antar negara. Pengantar Hukum Internasional-Edisi Kesepuluh. 1999. Bardin Starke. Mochtar.G. Bogor: Galia Indonesia Kusumaatmaja. 2006. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful