Masalah Penyimpangan Sosial

Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku, kondisi dan orang. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik, absolut, reaktifis atau normatif. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis atau normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma, di mana penyimpangan itu adalah terlarang atau terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan sosial yang ada di masyarakat. Masyarakat dan Penyimpangan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. Orang yang dianggap menyimpang melakukan perilaku menyimpang. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang, atau yang disebut penyimpangan sekunder. Para penyimpang mempelajari peran penyimpang dan pola-pola perilaku menyimpang sama halnya dengan orang normal yang mempelajari peran dan norma sosial yang normal. Untuk mendapatkan pemahaman penuh terhadap penyimpangan diperlukan pengetahuan tentang proses keterlibatan melakukan perilaku menyimpang dan peran serta tindakan korbannya. Penyimpangan Sebagai Suatu Proses Perilaku menyimpang adalah perilaku manusia dan dapat dimengerti hanya dengan kerangka kerja perilaku dan pikiran manusia lainnnya. Seseorang menjadi penyimpang sama halnya dengan seseorang menjadi apa saja, yaitu dengan proses belajar norma dan nilai suatu kelompok dan penampilan peran sosial. Ada nilai normal dan ada nilai menyimpang. Perbedaannya adalah isi nilai, norma dan peran. Melihat penyimpangan dalam konteks norma sosial membuat kita dapat melihat dan mengintepretasikan arti penyimpangan bagi penyimpang dan orang lain. Peran penyimpang adalah peran yang kuat karena cenderung menutupi peran lain yang dimainkan seseorang. Lebih jauh lagi, peran menyimpang menuruti harapan perilaku tertentu dalam situasi tertentu. Pecandu obat menuruti harapan peran pecandu obat seperti juga penjahat menuruti harapan peran penjahat. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. Studi observasi dapat memberikan pengertian langsung yang tidak dapat diberikan metode lainnya. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami, bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya, dan tidak semua teknik digunakan oleh setiap penyimpang. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan, manipulasi aspek lingkungan fisik, rasionalisasi, partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang.

Masalah sosial adalah isu-isu sosial yang oleh banyak orang diberikan penjelasan dan resolusi yang berbeda-beda atau dianggap masalah atau merugikan kesejahteraan masyarakat. kenakalan anak. Walaupun dari sudut sejarah terdapat perbedaan mengenai teori dan pengertian tentang isu-isu yang perlu dipelajari antara penyimpangan sosial dan kriminologi. Walaupun penyimpangan sosial didefinisikan sebagai masalah sosial. kejahatan. aborsi. Termasuk di dalam studi penyimpangan sosial adalah kriminologi. Peneliti dari dua bidang ini memberikan perhatian pada sumbersumber perilaku menyimpang. diskriminasi ras dan etnik. Bahkan keduanya banyak meneliti bentuk-bentuk penyimpangan kriminal maupun penyimpangan non kriminal.Teori-Teori Individu tentang Penyimpangan Pendekatan individu tentang penyimpangan mengkaitkan proses menjadi penyimpang dengan sesuatu yang ada dalam diri manusia. Ini adalah bentuk khusus perilaku menyimpang yang secara formal dan resmi ditetapkan oleh penguasa. Bidang analisis sosiologi lainnya yang juga mengkaji masalah tentang pelanggaran tersebut oleh para sosiolog disebut sebagai masalah sosial dan kriminologi. Sementara dalam masalah sosial. Perbedaan dalam hal analisisnya dengan studi penyimpangan sosial digambarkan dalam gambar berikut ini. Tetapi semua kejahatan adalah penyimpangan. Kejahatan adalah suatu perilaku yang dianggap sebagai perilaku yang melanggar hukum. pelakunya dapat dikategorikan sebagai individu. Banyak jenis penyimpangan yang bukan kejahatan. Teori individual sama dengan model pandangan medis yang mengkaitkan penyimpangan dengan kesakitan (illness). atau pelanggaran peraturan tidak hanya dipelajari oleh sub bidang sosiologi penyimpangan. psikologi atau biologi. Sosiolog yang mempelajari penyimpangan sosial dan kriminologi mempunyai banyak kesamaan. formasi kelompok penyimpang dan sub kebudayaan penyimpang. Penyimpangan sosial mempelajari perilaku dan mereka yang dianggap sebagai pelanggar aturan. tetapi pandangan psikoanalisis lebih menekankan keterbelakangan dalam perkembangan kepribadian. reaksi terhadap individu dan reaksi institusi terhadap perilaku menyimpang dan penyimpang. Misalnya sakit jiwa bisa dianggap penyimpangan tetapi bukan kejahatan. Tetapi tidak ada metode yang dapat membuktikan perbedaan yang konsisten antara penyimpang dan non penyimpang berdasarkan kepribadian bawaan. Masalah sosial biasanya ditandai dengan klaim-klaim yang bertentangan dari banyak orang dan kelompok kepentingan terhadap isu-isu tertentu. tetapi masih banyak sejumlah . di mana aturan-aturan sosial telah dilanggar. serta sosialisasi ke dalam peran-peran penyimpang. tetapi tidak semua masalah sosial adalah penyimpangan. Studi pelanggaran terhadap norma sosial. jaringan organisasi atau masyarakat itu sendiri. konflik seksual dan alam pikiran bawah sadar. Isu-isu tersebut termasuk pencemaran udara. Pada penyimpangan sosial pelaku pelanggaran norma dapat ditemukan. yang membutuhkan perawatan dan penyembuhan. perkosaan. Kriminologi Masalah sosial adalah daerah penelitian yang umum dan termasuk di dalamnya penyimpangan sosial dan kriminologi. pengangguran dan korupsi. Pandangan psikiatri dan psikoanalisis adalah sama dalam hal mencari akar penyimpangan pada pengalaman masa kecil. Sedangkan kriminologi adalah studi tentang orang-orang yang melanggar aturan-aturan resmi yang disebut hukum.

html Masalah Pengangguran di Indonesia Dikirim oleh Webmaster Masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. afiliasi kelompok. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Ada banyak persilangan pemikiran antara penyimpangan sosial dan kriminologi. Seperti juga subbahasan sosiologi lainnya. nilai. studi penyimpangan sosial memberikan sumbangan terhadap pemahaman lebih mendasar akan ciri-ciri masyarakat dan perilaku manusia. Ia memberikan pemahaman terhadap variasi gambaran kehidupan normal seharihari.persamaan dari keduanya. Sumber buku Sosiologi Perilaku Menyimpang karya Jokie M. Modul Sosiologi Perilaku Menyimpang ini sebagian besar pembahasannya bersumber dari buku Sociology of Deviant Behaviour karya Marshal B. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi.com/2008/04/masalah-penyimpangansosial. interaksi antara kelompok. Siahaan http://perpustakaan-online. Semua itu merupakan komponen masyarakat dan perilaku yang menjadi fokus perhatian para sosiolog. permainan peran. Pembahasannya mencakup variasi dalam pola sosialisasi. Melalui artikel inilah penulis mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 hingga tahun 2008. Beberapa sosiolog menganggap penyimpangan sosial sebagai dasar penjelasan teoritik terhadap kriminologi dan studi masalah sosial. gaya hidup. . Sementara sosiolog lainnya lebih menitikberatkan pada perkembangan perspektif teoritis dan model konseptual yang lebih khusus terhadap fenomena yang berbeda yang dipelajari oleh masing-masing disiplin ilmu. Sistematika penulisannya juga mengikuti alur buku aslinya. kelompok organisasi. Clinard dan Robert F. ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Studi penyimpangan sosial seringkali menggunakan data-data kriminologi untuk mengilustrasikan secara teoritis keberadaan perilaku menyimpang secara umum.Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. kontrol sosial dan perubahan sosial. sikap. masalah ledakan penduduk. kehidupan keluarga. Berdasarkan pengamatan penulis yang didapatkan dari segala sumber.S. Meier.blogspot. Penulis mengambil data pada tahun 2008 untuk dijadikan artikel berdasarkan data dari sumber-sumber yang ada.

Karena itu. orientasi status. atau masalah . Ada berbagai macam tipe pengangguran. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika krisis sosial tidak ingin berlanjut terus. termasuk sumber daya manusia. misalnya pengangguran teknologis. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju. penjaja seks. pakaian. ketidakcocokkan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja (sisi penawaran tenaga kerja) dan kesempatan kerja yang tersedia (sisi permintaan tenaga kerja). Pembahasan Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak. Bekerja berarti memiliki produksi. preman. pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. pencuri. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. masalah ledakan penduduk. sepatu. jenis pekerjaan. Tingginya angka pengangguran. Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal. jasa dan sebagainya setiap hari. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. energi listrik. Pertama. gula. minyak. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. politik dan kemiskinan. pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. dan sebagainya. distribusi pendapatan yang tidak merata. penjual narkoba. Selain itu. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Ketidakcocokan ini mungkin bersifat geografis. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. Tingginya angka penganggur berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan inovasi menciptakan kerja. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. bahkan orang demo saja dibayar.Permasalahan Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja. mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet. entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki payung kalau hujan. Elwin Tobing mengidentifikasikan bahwa meningkatnya pengangguran tenaga terdidik merupakan gabungan beberapa penyebab. karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan.

-Level pendidikan di bawah SD dan Diploma pada Februari 2008 adalah dua besar jumlah pengangguran paling kecil. belum efisiennya fungsi pasar kerja. -Tiga level pendidikan yang paling banyak penganggurannya adalah level pendidikan SD. terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal. Denga begitu ada banyak hal yang menyebabkan peningkatan pengangguran terdidik terutama dari sebab faktor gengsi pendidikan menyebabkan lulusan akademi atau universitas memilih menganggur. Diploma dan Universitas. -Pada level pendikan diploma terjadi hal yang mengecewakan yaitu dari tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 119%. 2005. yaitu tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan yang kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. masalah skil lulusan serta sempitnya lowongan pekerjaan sektor formal. Untuk jenjang pendidikan di bawah SD terjadi penurunan jumlah pengangguran setiap tahunnya di mana dari tahun 2004 sampai dengan Februari 2008 terjadi penurunan 50%. SMU. 2006 dan 2007. Berdasarkan data dan informasi di atas maka ada dua masalah yang ingin penulis bahas yaitu: -Peningkatan yang pesat pengangguran terdidik -Paling besarnya jumlah pengangguran pada level SMU. Dengan demikian angkatan kerja terdidik lebih suka memilih menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Data-data itu menunjukkan jumlah pengangguran di berbagai jenjang pendidikan yaitu jenjang pendidikan di bawah SD. SD. sama halnya dengan tamatan diploma terjadi fluktuasi peningkatan setiap tahunnya dengan peningkatan sebesar 79. semakin besar harapannya pada jenis pekerjaan yang aman. -Selain diploma. Februari 2006.8%. Data dimulai dari tahun 2004. terjadi fluktuasi setiap tahunnya di mana besarnya fluktuasi tidak signifikan dan terjadi penurunan sebesar 4% dari tahun 2004 ke Februari 2008. Agustus 2006. Selanjutnya juga penulis mencoba mencari suatu solusi berdasarkan analisa . Untuk tamatan SMP juga berfluktuasi tiap tahunnya dan antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi penurunan sebesar 19%. sementara angkatan kerja terdidik cenderung memasuki sektor formal yang kurang beresiko. Untuk tamatan universitas. dan Februari 2008. Keempat. SMP dan SMU. Di samping faktor kesulitan memperoleh lapangan kerja. Hal ini menimbulkan tekanan penawaran. Kedua.8% -Dari kondisi pengangguran tamatan diploma dan universitas yang meningkat setiap tahunnya dengan signifikan maka ada suatu masalah pada sistem pendidikan tinggi di Indonesia ini setiap tahunnya di mana terjadi pengangguran terdidik. Memang juga bahwa tidak setiap lulusan langsung mencari kerja. Ketiga.8%. Data pengangguran pada level pendidikan SMU menunjukkan pelonjakkan jumlah dari 2004 ke 2006 dan sampai 2007 terjadi peningkatan sebesar 10%. Untuk itu dalam bagian ini penulis akan mencoba membahas dua persoalan di atas di mana penulis akan menjabarkan permasalahan tersebut satu-persatu dengan mengemukakan sebab-sebab permasalahan. Data ini didapat dari Survey Angkatan kerja Nasional yang dilakukan oleh BPS 2004. tapi pada Februari kembali menurun dan antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi penurunan sebesar 8. semakin terdidik seseorang. SMP. setiap tahunnya terjadi fluktuasi peningkatan dan membengkak pada Februari 2008 di mana antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan sebesar 119%. fenomena di lapangan dan referensi opini orang lain atau para ahli tentang hal tersebut. Dari data-data tersebut dapat kita simpulkan sebagai berikut: -Kabar yang menggembirakan untuk pangangguran tamatan di bawah tingkat SD yang mana terjadi penurunan yang cukup signifikan dari 2004 ke Februari 2008 yaitu sebesar 50%. antara lain disebabkan adanya keinginan memilih pekerjaan yang aman dari resiko. Februari 2007. Agustus 2007. lulusan universitas juga mengalami peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan dari tahun 2004 ke Februari 2008 sebesar 79. November 2005. Golongan ini menilai tinggi pekerjaan yang stabil daripada pekerjaan yang beresiko tinggi sehingga lebih suka bekerja pada perusahaan yang lebih besar daripada membuka usaha sendiri. arus informasi tenaga kerja yang tidak sempurna dan tidak lancar menyebabkan banyak angkatan kerja bekerja di luar bidangnya. Februari 2005.keahlian khusus. Berdasarkan data yang disajikan tentang tingkat pengangguran menurut pendidikan dari tahun 2004 sampai Februari 2008 yang bersumber dari BPS (lihat lampiran). yang menemukan gejala meningkatnya pengangguran terdidik di Indonesia. Untuk tamatan SD. Pada level pendidikan diploma. Analisa dan Solusi Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan beberpa permasalahan yaitu pesatnya persentase peningkatan pengangguran terdidik setiap tahunnya dan paling besarnya jumlah pengangguran pada level pendidikan SMU. Hal ini diperkuat oleh hasil studi Clignet (1980).

Seseorang bisa saja diputus hubungan kerja karena perusahaannya bangkrut. Mereka menjadi pengamen. Sehingga gap ini menciptakan barisan pengangguran yang semakin panjang di kalangan kelompok terdidik. Pengangguran terdidik terjadi antara lain sebagai akibat dari lemahnya perencanaan pendidikan. Pengangguran yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah. Sebab dari satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sektiar 400 ribu angkatan kerja. Pendidikan diposisikan sebagai mesin ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun menarik para investor asingpun bukan merupakan pekerjaan yang mudah jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini. Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga diri. Hal ini lebih besar daripada peningkatan pengangguran pada level pendidikan lainnya. Secara empiris yelah terjadi kekurang-sepadanan antara Supply dan Demand keluaran pendidikan. di zaman serba susah begini pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Padahal di masyarakat. . adanya kekurangcocokan kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja. Sementara pada saat ini nilai tukar rupiah begitu rendah (undervalue) terhadap dolar. Di samping sebagai akibat langsung dinamika ekonomi masyarakat dan krisis ekonomi yang dihadapi. cenderung lepas dari konteks kebutuhan masyarakat secara utuh.8%. Dalam arti lain. karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Masalah Pengangguran Terdidik Jika kita melihat data BPS sebelumnya maka suatu permasalahan yang ada adalah bahwa dari tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 119% untuk level pendidikan diploma dan untuk level pendidikan Universitas maka terjadi peningkatan sebesar 79. terpisah dari konstelasi masyarakat yang terus berubah. teror bom. dimana friksi profil lulusan merupakan akibat langsung dari perencanaan pendidikan yang tidak berorentasi pada realitas yang terjadi dalam masyarakat. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas. kerawanan sosial. Karena itulah maka situasi dan kondisi yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya akan berakibat capital outflow. meski idealnya diatas 6 persen.4 juta angkatan kerja baru. Ini juga ditambah dengan peluang kerja di luar negeri yang rata-rata bisa menampung 500 ribu angkatan kerja setiap tahunnya. melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup. Dan barisan ini dari tahun ketahun semakin panjang. baik jumlah maupun kompetensi. mendapatkan sebuah pekerjaan seperti mendapatkan harga diri. Bagi banyak orang. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. Berdasarkan perhitungan maka pada saat ini perekonomian negara kita memerlukan pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen. faktor desintegrasi bangsa. Telah terjadi gap yang sangat lebar antara keluaran. sehingga bisa menampung paling tidak 2. tingginya angka kenakalan remaja. Lemahnya perencanaan pendidikan dapat dilihat dari ketidaksesuaian supply dan demand lulusan lembaga pendidikan.pembahasan yang telah dilakukan. Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Apa yang menjadi penyebab hal ini? Kenapa dengan semakin tingginya pendidikan seseorang tapi persentase peningkatan penganggurannya semakin besar dari tahun ke tahunnya. Suhu politik yang semakin memanas. Walaupun bukan pilihan semua orang. Hal ini bertambah parah karena hutang para pengusaha (sektor swasta) dan pemerintah dalam bentuk dolar. dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita. jutaan penganggur juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan. pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat maka mau tidak mau negara kita terpaksa harus menarik investasi asing karena sangatlah sulit untuk mengharapkan banyak dari investasi dalam negeri mengingat justru di dalam negeri para pengusaha besar banyak yang berhutang ke luar negeri. apalagi diperparah oleh menurunnnya kinerja ekonomi sebagai akibat dari krisis. Pendidikan dilaksanakan sebagai bagian parsial. dengan harapan lapanga kerja.

output pendidikan SD dalam jumlah besar telah mendorong . Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita di mana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar. perubahan itu terus berlangsung dari waktu ke waktu yang mengakibatkan tenaga kerja harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan teknologi.36 persen. Di negara kita. dan sejarah atau menerima saja berbagai teori namun sayangnya para siswa tidak memiliki kemampuan untuk menggali wawasan pandangan yang lebih luas serta cerdas dalam memahami dan mengkaji suatu masalah. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. Pada tahap ini. Di negara-negara maju.Masalah Pengangguran dan Pendidikan Pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan semakin mendekati titik yang mengkhawatirkan. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi. dan selanjutnya menuju industri yang berbasis informasi dan intelektualitas. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan alam para siswa cenderung hanya diberikan latihan soal-soal yang cenderung hanya melatih kecepatan dalam berpikir untuk menemukan jawaban dan bukannya mempertajam penalaran atau melatih kreativitas dalam berpikir. Memasuki dasawarsa 1980-an. pengangguran tenaga kerja terdidik cenderung meningkat pada saat masyarakat mengalami proses modernisasi dan industrialisasi. Seringkali seseorangpun hanya sekedar bisa mengerjakan soalnya dengan menggunakan rumus tetapi tidak tahu asal muasal rumus tersebut. saat ini ada kecenderungan bahwa para siswa hanya mempunyai kebiasaan menghafal saja untuk pelajaran-pelajaran yang menyangkut ilmu sosial.5 persen. Akibatnya pengangguran merupakan suatu kondisi normal di negara-negara maju yang teknologinya terus berubah. Proses industrialisasi tidak hanya terjadi pada suatu titik waktu akan tetapi merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Masalah pengangguran terdidik di Indonesia. bahasa. Kita hanya pandai dalam teori tetapi gagal dalam praktek dan dalam profesionalisme pekerjaan tersebut. Diperkirakan angka pengangguran intelektual yang pada tahun 1995 mencapai 12. Sehingga karena hal inilah maka para tenaga kerja terdidik sulit bersaing dengan tenaga kerja asing dalam usaha untuk mencari pekerjaan. Contohnya seperti seseorang yang pandai dalam mengerjakan soal-soal matematika bukan karena kecerdikan dalam melakukan analisis terhadap soal atau kepandaian dalam membuat jalan perhitungan tetapi karena dia memang sudah hafal tipe soalnya. lanjutnya. pengangguran akan cenderung rendah kembali. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Dalam proses perubahan itu terjadi pergeseran tenaga kerja antarsektor. pada tahun 1995 diperkirakan akan meningkat menjadi 18. Pergeseran ekonomi dalam proses industrialisasi tidak hanya berlangsung dari pertanian ke industri tetapi juga terus terjadi dari industri berteknologi rendah ke teknologi. Pada tahun 1970an pemerintah melakukan investasi besar-besaran pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.55 persen. yaitu dari sektor ekonomi subsistem ke sektor ekonomi renumeratif. seperti pertanian dan pendidikan dasar. dan pada tahun 2003 meningkat lagi menjadi 24. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Kenyataan inilah yang menyebabkan sumber daya manusia kita ketinggalan jauh dengan sumber daya manusia yang ada di negara-negara maju. Meski ada kecenderungan pengangguran terdidik semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. Di sanapun. tuturnya. Setelah kembali mapan. sudah mulai mencuat sejak sekitar tahun 1980-an saat Indonesia mulai memasuki era industri. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlampau melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni.

Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. dari sisi permintaan tenaga kerja. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. Pertama. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang . pengangguran terdidik dapat dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang muncul secara bersamaan dalam jumlah yang terus berakumulasi. Lebih tegaslagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. Dengan demikian. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu. sepenuh hati. Namun di sisi lain. Salah satu penyebab pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah karena kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. tulus. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. pendidikan juga dipersalahkan karena mengeluarkan lulusan pendidikan tinggi yang terlalu banyak sehingga menjadi penganggur. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Kepribadian yang matang. Namun bila dilihat lebih jauh. Perlu diyakini oleh setiap orang. Kebijakan Mikro Selalin itu.05 persen dari angkatan kerja nasional. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Sebagai solusi pengangguran. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. di satu sisi pendidikan dianggap sangat lambat mengubah struktur angkatan kerja terdidik karena angkatan kerja lulusan pendidikan tinggi baru 3. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. pengembangan mindset dan wawasan penganggur. tingkat suku bunga. Dengan membangun lembaga itu.pertumbuhan besar-besaran pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral). ada juga kebijakan mikro (khusus). Kedua. jujur matang. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Pengangguran terdidik dapat saja dipandang sebagai rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial).Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. Akibatnya lulusan yang dihasilkanpun kualitasnya rendah sehingga tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. Ketiga. Namun masalah pendidikan menjadi dilematis. Secara teknis dan rinci. profesional dan bertanggung jawab. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Keempat.

Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. perbankan. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. segera mengembangkan potensi kelautan kita. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. Akibatnya. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Kesepuluh. Pengembangan lembaga itu mencakup. perangkat lunak (software). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. Kelima. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Kesimpulan Pendidikan yang diterapkan haruslah sesuai dengan fakta dunia kerja. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). dan lingkungan yang tidak sehat.menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). Karena itu. . Kesembilan. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang. Itu semua perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. dan sebagainya. 10. keterampilannya. Jumlah yang besar pengangguran level pendidikan SMU Hal ini dapat disebabkan angka melanjutkan yang kecil (banyak lulusan SMU yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dengan segala alasannya) dan sistem pendidikan/pembelajaran yang tidak menunjang. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. Sampah. PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah bahwa perkembangan SMK sampai tahun 2015 dibanding SMU adalah 70% : 30% termasuk mengembangkan mutu layanannya. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. gedung. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. misalnya. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. penurunan produktivitas. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). perangkat keras (hardware). Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. manajemen dan keuangan. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. seperti sampah. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. antara lain sumber daya manusianya (brainware). Di samping itu. Keenam. pengendalian banjir. Memasukkan banyak praktek pada pendidikan di perguruan tinggi -Meningkatkan jumlah SMK. Merubah atau memperbaiki sistem pendidikan di perguruan tinggi. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Ketujuh. Kedelapan. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur.