Masalah Penyimpangan Sosial

Dasar pengakategorian penyimpangan didasari oleh perbedaan perilaku, kondisi dan orang. Penyimpangan dapat didefinisikan secara statistik, absolut, reaktifis atau normatif. Perbedaan yang menonjol dari keempat sudut pandang pendefinisian itu adalah pendefinisian oleh para reaktifis atau normatif yang membedakannya dari kedua sudut pandang lainnya. Penyimpangan secara normatif didefinisikan sebagai penyimpangan terhadap norma, di mana penyimpangan itu adalah terlarang atau terlarang bila diketahui dan mendapat sanksi. Jumlah dan macam penyimpangan dalam masyarakat adalah relatif tergantung dari besarnya perbedaan sosial yang ada di masyarakat. Masyarakat dan Penyimpangan Penyimpangan adalah relatif terhadap norma suatu kelompok atau masyarakat. Karena norma berubah maka penyimpangan berubah. Adalah sulit untuk menentukan suatu penyimpangan karena tidak semua orang menganut norma yang sama sehingga ada perbedaan mengenai apa yang menyimpang dan tidak menyimpang. Orang yang dianggap menyimpang melakukan perilaku menyimpang. Tetapi perilaku menyimpang bukanlah kondisi yang perlu untuk menjadi seorang penyimpang. Penyimpang adalah orang-orang yang mengadopsi peran penyimpang, atau yang disebut penyimpangan sekunder. Para penyimpang mempelajari peran penyimpang dan pola-pola perilaku menyimpang sama halnya dengan orang normal yang mempelajari peran dan norma sosial yang normal. Untuk mendapatkan pemahaman penuh terhadap penyimpangan diperlukan pengetahuan tentang proses keterlibatan melakukan perilaku menyimpang dan peran serta tindakan korbannya. Penyimpangan Sebagai Suatu Proses Perilaku menyimpang adalah perilaku manusia dan dapat dimengerti hanya dengan kerangka kerja perilaku dan pikiran manusia lainnnya. Seseorang menjadi penyimpang sama halnya dengan seseorang menjadi apa saja, yaitu dengan proses belajar norma dan nilai suatu kelompok dan penampilan peran sosial. Ada nilai normal dan ada nilai menyimpang. Perbedaannya adalah isi nilai, norma dan peran. Melihat penyimpangan dalam konteks norma sosial membuat kita dapat melihat dan mengintepretasikan arti penyimpangan bagi penyimpang dan orang lain. Peran penyimpang adalah peran yang kuat karena cenderung menutupi peran lain yang dimainkan seseorang. Lebih jauh lagi, peran menyimpang menuruti harapan perilaku tertentu dalam situasi tertentu. Pecandu obat menuruti harapan peran pecandu obat seperti juga penjahat menuruti harapan peran penjahat. Penyimpangan biasanya dilihat dari perspektif orang yang bukan penyimpang. Pengertian yang penuh terhadap penyimpangan membutuhkan pengertian tentang penyimpangan bagi penyimpang. Studi observasi dapat memberikan pengertian langsung yang tidak dapat diberikan metode lainnya. Untuk menghargai penyimpangan adalah dengan cara memahami, bukan menyetujui apa yang dipahami oleh penyimpang. Cara-cara para penyimpang menghadapi penolakan atau stigma dari orang non penyimpang disebut dengan teknik pengaturan. Tidak satu teknik pun yang menjamin bahwa penyimpang dapat hidup di dunia yang menolaknya, dan tidak semua teknik digunakan oleh setiap penyimpang. Teknik-teknik yang digunakan oleh penyimpang adalah kerahasiaan, manipulasi aspek lingkungan fisik, rasionalisasi, partisipasi dalam subkebudayaan menyimpang dan berubah menjadi tidak menyimpang.

Misalnya sakit jiwa bisa dianggap penyimpangan tetapi bukan kejahatan. Walaupun penyimpangan sosial didefinisikan sebagai masalah sosial. diskriminasi ras dan etnik. serta sosialisasi ke dalam peran-peran penyimpang. tetapi pandangan psikoanalisis lebih menekankan keterbelakangan dalam perkembangan kepribadian. Penyimpangan sosial mempelajari perilaku dan mereka yang dianggap sebagai pelanggar aturan. atau pelanggaran peraturan tidak hanya dipelajari oleh sub bidang sosiologi penyimpangan. Kriminologi Masalah sosial adalah daerah penelitian yang umum dan termasuk di dalamnya penyimpangan sosial dan kriminologi. pengangguran dan korupsi. tetapi tidak semua masalah sosial adalah penyimpangan. psikologi atau biologi. Pada penyimpangan sosial pelaku pelanggaran norma dapat ditemukan. di mana aturan-aturan sosial telah dilanggar. Sedangkan kriminologi adalah studi tentang orang-orang yang melanggar aturan-aturan resmi yang disebut hukum. Tetapi tidak ada metode yang dapat membuktikan perbedaan yang konsisten antara penyimpang dan non penyimpang berdasarkan kepribadian bawaan. Termasuk di dalam studi penyimpangan sosial adalah kriminologi. kejahatan. Studi pelanggaran terhadap norma sosial. Isu-isu tersebut termasuk pencemaran udara. jaringan organisasi atau masyarakat itu sendiri. tetapi masih banyak sejumlah . Tetapi semua kejahatan adalah penyimpangan. Sosiolog yang mempelajari penyimpangan sosial dan kriminologi mempunyai banyak kesamaan. Peneliti dari dua bidang ini memberikan perhatian pada sumbersumber perilaku menyimpang. Teori individual sama dengan model pandangan medis yang mengkaitkan penyimpangan dengan kesakitan (illness). yang membutuhkan perawatan dan penyembuhan. pelakunya dapat dikategorikan sebagai individu. Masalah sosial adalah isu-isu sosial yang oleh banyak orang diberikan penjelasan dan resolusi yang berbeda-beda atau dianggap masalah atau merugikan kesejahteraan masyarakat. Pandangan psikiatri dan psikoanalisis adalah sama dalam hal mencari akar penyimpangan pada pengalaman masa kecil. Sementara dalam masalah sosial. perkosaan. aborsi. Walaupun dari sudut sejarah terdapat perbedaan mengenai teori dan pengertian tentang isu-isu yang perlu dipelajari antara penyimpangan sosial dan kriminologi. reaksi terhadap individu dan reaksi institusi terhadap perilaku menyimpang dan penyimpang. Perbedaan dalam hal analisisnya dengan studi penyimpangan sosial digambarkan dalam gambar berikut ini. konflik seksual dan alam pikiran bawah sadar. formasi kelompok penyimpang dan sub kebudayaan penyimpang. kenakalan anak.Teori-Teori Individu tentang Penyimpangan Pendekatan individu tentang penyimpangan mengkaitkan proses menjadi penyimpang dengan sesuatu yang ada dalam diri manusia. Masalah sosial biasanya ditandai dengan klaim-klaim yang bertentangan dari banyak orang dan kelompok kepentingan terhadap isu-isu tertentu. Banyak jenis penyimpangan yang bukan kejahatan. Bahkan keduanya banyak meneliti bentuk-bentuk penyimpangan kriminal maupun penyimpangan non kriminal. Ini adalah bentuk khusus perilaku menyimpang yang secara formal dan resmi ditetapkan oleh penguasa. Kejahatan adalah suatu perilaku yang dianggap sebagai perilaku yang melanggar hukum. Bidang analisis sosiologi lainnya yang juga mengkaji masalah tentang pelanggaran tersebut oleh para sosiolog disebut sebagai masalah sosial dan kriminologi.

blogspot. Pembahasannya mencakup variasi dalam pola sosialisasi.com/2008/04/masalah-penyimpangansosial. kehidupan keluarga. Penulis mengambil data pada tahun 2008 untuk dijadikan artikel berdasarkan data dari sumber-sumber yang ada.S. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Melalui artikel inilah penulis mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 hingga tahun 2008. interaksi antara kelompok. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Sumber buku Sosiologi Perilaku Menyimpang karya Jokie M. . sikap. afiliasi kelompok. kelompok organisasi. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi. Beberapa sosiolog menganggap penyimpangan sosial sebagai dasar penjelasan teoritik terhadap kriminologi dan studi masalah sosial. Siahaan http://perpustakaan-online. Berdasarkan pengamatan penulis yang didapatkan dari segala sumber. Clinard dan Robert F. masalah ledakan penduduk. ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. kontrol sosial dan perubahan sosial.html Masalah Pengangguran di Indonesia Dikirim oleh Webmaster Masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Sistematika penulisannya juga mengikuti alur buku aslinya.persamaan dari keduanya. gaya hidup. Modul Sosiologi Perilaku Menyimpang ini sebagian besar pembahasannya bersumber dari buku Sociology of Deviant Behaviour karya Marshal B. Seperti juga subbahasan sosiologi lainnya. permainan peran. Sementara sosiolog lainnya lebih menitikberatkan pada perkembangan perspektif teoritis dan model konseptual yang lebih khusus terhadap fenomena yang berbeda yang dipelajari oleh masing-masing disiplin ilmu. Ia memberikan pemahaman terhadap variasi gambaran kehidupan normal seharihari. Semua itu merupakan komponen masyarakat dan perilaku yang menjadi fokus perhatian para sosiolog. Ada banyak persilangan pemikiran antara penyimpangan sosial dan kriminologi.Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Meier. nilai. studi penyimpangan sosial memberikan sumbangan terhadap pemahaman lebih mendasar akan ciri-ciri masyarakat dan perilaku manusia. Studi penyimpangan sosial seringkali menggunakan data-data kriminologi untuk mengilustrasikan secara teoritis keberadaan perilaku menyimpang secara umum.

akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki payung kalau hujan. Pembahasan Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika krisis sosial tidak ingin berlanjut terus. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan inovasi menciptakan kerja. Ada berbagai macam tipe pengangguran. gula. atau masalah . misalnya pengangguran teknologis. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Bekerja berarti memiliki produksi. Ketidakcocokan ini mungkin bersifat geografis. masalah ledakan penduduk. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. termasuk sumber daya manusia. ketidakcocokkan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja (sisi penawaran tenaga kerja) dan kesempatan kerja yang tersedia (sisi permintaan tenaga kerja). sepatu. karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. politik dan kemiskinan. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi setiap harinya. Tingginya angka penganggur berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. orientasi status. Pertama. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. distribusi pendapatan yang tidak merata. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju. minyak. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Seberapa pun produksi yang dihasilkan tetap lebih baik dibandingkan jika tidak memiliki produksi sama sekali. bahkan orang demo saja dibayar. energi listrik. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak. pengangguran friksional dan pengangguran struktural. preman. jenis pekerjaan. jasa dan sebagainya setiap hari. Elwin Tobing mengidentifikasikan bahwa meningkatnya pengangguran tenaga terdidik merupakan gabungan beberapa penyebab. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. dan sebagainya. penjaja seks. penjual narkoba. pencuri. Selain itu. pakaian. Karena itu.Permasalahan Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja. Tingginya angka pengangguran. Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal.

Data-data itu menunjukkan jumlah pengangguran di berbagai jenjang pendidikan yaitu jenjang pendidikan di bawah SD.8%. Untuk jenjang pendidikan di bawah SD terjadi penurunan jumlah pengangguran setiap tahunnya di mana dari tahun 2004 sampai dengan Februari 2008 terjadi penurunan 50%. -Pada level pendikan diploma terjadi hal yang mengecewakan yaitu dari tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 119%. fenomena di lapangan dan referensi opini orang lain atau para ahli tentang hal tersebut. tapi pada Februari kembali menurun dan antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi penurunan sebesar 8. -Tiga level pendidikan yang paling banyak penganggurannya adalah level pendidikan SD. yang menemukan gejala meningkatnya pengangguran terdidik di Indonesia. Dengan demikian angkatan kerja terdidik lebih suka memilih menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. semakin terdidik seseorang. Berdasarkan data dan informasi di atas maka ada dua masalah yang ingin penulis bahas yaitu: -Peningkatan yang pesat pengangguran terdidik -Paling besarnya jumlah pengangguran pada level SMU. Pada level pendidikan diploma.8%. November 2005. Februari 2007. terjadi fluktuasi setiap tahunnya di mana besarnya fluktuasi tidak signifikan dan terjadi penurunan sebesar 4% dari tahun 2004 ke Februari 2008. Untuk tamatan SD. lulusan universitas juga mengalami peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan dari tahun 2004 ke Februari 2008 sebesar 79. -Level pendidikan di bawah SD dan Diploma pada Februari 2008 adalah dua besar jumlah pengangguran paling kecil. Data dimulai dari tahun 2004. SMP dan SMU. Ketiga. belum efisiennya fungsi pasar kerja. Kedua. Data pengangguran pada level pendidikan SMU menunjukkan pelonjakkan jumlah dari 2004 ke 2006 dan sampai 2007 terjadi peningkatan sebesar 10%. Untuk tamatan SMP juga berfluktuasi tiap tahunnya dan antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi penurunan sebesar 19%.8% -Dari kondisi pengangguran tamatan diploma dan universitas yang meningkat setiap tahunnya dengan signifikan maka ada suatu masalah pada sistem pendidikan tinggi di Indonesia ini setiap tahunnya di mana terjadi pengangguran terdidik. arus informasi tenaga kerja yang tidak sempurna dan tidak lancar menyebabkan banyak angkatan kerja bekerja di luar bidangnya. Februari 2005.keahlian khusus. SMU. Hal ini menimbulkan tekanan penawaran. dan Februari 2008. antara lain disebabkan adanya keinginan memilih pekerjaan yang aman dari resiko. Memang juga bahwa tidak setiap lulusan langsung mencari kerja. masalah skil lulusan serta sempitnya lowongan pekerjaan sektor formal. terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal. Data ini didapat dari Survey Angkatan kerja Nasional yang dilakukan oleh BPS 2004. Hal ini diperkuat oleh hasil studi Clignet (1980). Dari data-data tersebut dapat kita simpulkan sebagai berikut: -Kabar yang menggembirakan untuk pangangguran tamatan di bawah tingkat SD yang mana terjadi penurunan yang cukup signifikan dari 2004 ke Februari 2008 yaitu sebesar 50%. Agustus 2006. Golongan ini menilai tinggi pekerjaan yang stabil daripada pekerjaan yang beresiko tinggi sehingga lebih suka bekerja pada perusahaan yang lebih besar daripada membuka usaha sendiri. Untuk tamatan universitas. sementara angkatan kerja terdidik cenderung memasuki sektor formal yang kurang beresiko. Keempat. Analisa dan Solusi Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan beberpa permasalahan yaitu pesatnya persentase peningkatan pengangguran terdidik setiap tahunnya dan paling besarnya jumlah pengangguran pada level pendidikan SMU. setiap tahunnya terjadi fluktuasi peningkatan dan membengkak pada Februari 2008 di mana antara tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan sebesar 119%. Di samping faktor kesulitan memperoleh lapangan kerja. Denga begitu ada banyak hal yang menyebabkan peningkatan pengangguran terdidik terutama dari sebab faktor gengsi pendidikan menyebabkan lulusan akademi atau universitas memilih menganggur. SD. sama halnya dengan tamatan diploma terjadi fluktuasi peningkatan setiap tahunnya dengan peningkatan sebesar 79. Selanjutnya juga penulis mencoba mencari suatu solusi berdasarkan analisa . 2005. semakin besar harapannya pada jenis pekerjaan yang aman. Agustus 2007. yaitu tenaga kerja terdidik yang jumlahnya cukup besar memberi tekanan yang kuat terhadap kesempatan kerja di sektor formal yang jumlahnya relatif kecil. -Selain diploma. 2006 dan 2007. Februari 2006. Berdasarkan data yang disajikan tentang tingkat pengangguran menurut pendidikan dari tahun 2004 sampai Februari 2008 yang bersumber dari BPS (lihat lampiran). Diploma dan Universitas. Untuk itu dalam bagian ini penulis akan mencoba membahas dua persoalan di atas di mana penulis akan menjabarkan permasalahan tersebut satu-persatu dengan mengemukakan sebab-sebab permasalahan. SMP.

apalagi diperparah oleh menurunnnya kinerja ekonomi sebagai akibat dari krisis. dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita. karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. adanya kekurangcocokan kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja. Di samping sebagai akibat langsung dinamika ekonomi masyarakat dan krisis ekonomi yang dihadapi.8%. Pengangguran terdidik terjadi antara lain sebagai akibat dari lemahnya perencanaan pendidikan. baik jumlah maupun kompetensi. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Secara empiris yelah terjadi kekurang-sepadanan antara Supply dan Demand keluaran pendidikan. sehingga bisa menampung paling tidak 2. Pendidikan dilaksanakan sebagai bagian parsial. dengan harapan lapanga kerja. . Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga diri. Mereka menjadi pengamen. Dalam arti lain. Berdasarkan perhitungan maka pada saat ini perekonomian negara kita memerlukan pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. Walaupun bukan pilihan semua orang. Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Padahal di masyarakat. tingginya angka kenakalan remaja. teror bom. faktor desintegrasi bangsa. Telah terjadi gap yang sangat lebar antara keluaran. jutaan penganggur juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan. Apa yang menjadi penyebab hal ini? Kenapa dengan semakin tingginya pendidikan seseorang tapi persentase peningkatan penganggurannya semakin besar dari tahun ke tahunnya. Namun menarik para investor asingpun bukan merupakan pekerjaan yang mudah jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini. Masalah Pengangguran Terdidik Jika kita melihat data BPS sebelumnya maka suatu permasalahan yang ada adalah bahwa dari tahun 2004 ke Februari 2008 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 119% untuk level pendidikan diploma dan untuk level pendidikan Universitas maka terjadi peningkatan sebesar 79. Lemahnya perencanaan pendidikan dapat dilihat dari ketidaksesuaian supply dan demand lulusan lembaga pendidikan.pembahasan yang telah dilakukan. pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. dimana friksi profil lulusan merupakan akibat langsung dari perencanaan pendidikan yang tidak berorentasi pada realitas yang terjadi dalam masyarakat. Sebab dari satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sektiar 400 ribu angkatan kerja.4 juta angkatan kerja baru. Pendidikan diposisikan sebagai mesin ilmu pengetahuan dan teknologi. meski idealnya diatas 6 persen. Pengangguran yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah. di zaman serba susah begini pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. Karena itulah maka situasi dan kondisi yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya akan berakibat capital outflow. cenderung lepas dari konteks kebutuhan masyarakat secara utuh. kerawanan sosial. melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup. mendapatkan sebuah pekerjaan seperti mendapatkan harga diri. Ini juga ditambah dengan peluang kerja di luar negeri yang rata-rata bisa menampung 500 ribu angkatan kerja setiap tahunnya. Seseorang bisa saja diputus hubungan kerja karena perusahaannya bangkrut. melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat maka mau tidak mau negara kita terpaksa harus menarik investasi asing karena sangatlah sulit untuk mengharapkan banyak dari investasi dalam negeri mengingat justru di dalam negeri para pengusaha besar banyak yang berhutang ke luar negeri. Sementara pada saat ini nilai tukar rupiah begitu rendah (undervalue) terhadap dolar. Sehingga gap ini menciptakan barisan pengangguran yang semakin panjang di kalangan kelompok terdidik. Suhu politik yang semakin memanas. Hal ini lebih besar daripada peningkatan pengangguran pada level pendidikan lainnya. Dan barisan ini dari tahun ketahun semakin panjang. Hal ini bertambah parah karena hutang para pengusaha (sektor swasta) dan pemerintah dalam bentuk dolar. Bagi banyak orang. dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. terpisah dari konstelasi masyarakat yang terus berubah.

bahasa.36 persen. Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan alam para siswa cenderung hanya diberikan latihan soal-soal yang cenderung hanya melatih kecepatan dalam berpikir untuk menemukan jawaban dan bukannya mempertajam penalaran atau melatih kreativitas dalam berpikir. dan selanjutnya menuju industri yang berbasis informasi dan intelektualitas. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlampau melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni. Dalam proses perubahan itu terjadi pergeseran tenaga kerja antarsektor.55 persen.Masalah Pengangguran dan Pendidikan Pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan semakin mendekati titik yang mengkhawatirkan. tuturnya. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Setelah kembali mapan. Di negara-negara maju. Memasuki dasawarsa 1980-an. lanjutnya. pengangguran tenaga kerja terdidik cenderung meningkat pada saat masyarakat mengalami proses modernisasi dan industrialisasi. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. Pergeseran ekonomi dalam proses industrialisasi tidak hanya berlangsung dari pertanian ke industri tetapi juga terus terjadi dari industri berteknologi rendah ke teknologi. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Proses industrialisasi tidak hanya terjadi pada suatu titik waktu akan tetapi merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Di sanapun. saat ini ada kecenderungan bahwa para siswa hanya mempunyai kebiasaan menghafal saja untuk pelajaran-pelajaran yang menyangkut ilmu sosial. Meski ada kecenderungan pengangguran terdidik semakin meningkat namun upaya perluasan kesempatan pendidikan dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi tidak boleh berhenti. dan pada tahun 2003 meningkat lagi menjadi 24. yaitu dari sektor ekonomi subsistem ke sektor ekonomi renumeratif. Kenyataan inilah yang menyebabkan sumber daya manusia kita ketinggalan jauh dengan sumber daya manusia yang ada di negara-negara maju. Sehingga karena hal inilah maka para tenaga kerja terdidik sulit bersaing dengan tenaga kerja asing dalam usaha untuk mencari pekerjaan. Di negara kita. Akibatnya pengangguran merupakan suatu kondisi normal di negara-negara maju yang teknologinya terus berubah. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Pada tahap ini. Kita hanya pandai dalam teori tetapi gagal dalam praktek dan dalam profesionalisme pekerjaan tersebut. output pendidikan SD dalam jumlah besar telah mendorong . Diperkirakan angka pengangguran intelektual yang pada tahun 1995 mencapai 12. pengangguran akan cenderung rendah kembali. Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita di mana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar. sudah mulai mencuat sejak sekitar tahun 1980-an saat Indonesia mulai memasuki era industri. pada tahun 1995 diperkirakan akan meningkat menjadi 18. perubahan itu terus berlangsung dari waktu ke waktu yang mengakibatkan tenaga kerja harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan teknologi. Pada tahun 1970an pemerintah melakukan investasi besar-besaran pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.5 persen. Seringkali seseorangpun hanya sekedar bisa mengerjakan soalnya dengan menggunakan rumus tetapi tidak tahu asal muasal rumus tersebut. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. dan sejarah atau menerima saja berbagai teori namun sayangnya para siswa tidak memiliki kemampuan untuk menggali wawasan pandangan yang lebih luas serta cerdas dalam memahami dan mengkaji suatu masalah. seperti pertanian dan pendidikan dasar. Contohnya seperti seseorang yang pandai dalam mengerjakan soal-soal matematika bukan karena kecerdikan dalam melakukan analisis terhadap soal atau kepandaian dalam membuat jalan perhitungan tetapi karena dia memang sudah hafal tipe soalnya. Masalah pengangguran terdidik di Indonesia.

pengembangan mindset dan wawasan penganggur. antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar. Dengan demikian. Itu merupakan tuntutan utama dan mendasar di era globalisasi dan informasi yang sangat kompetitif dewasa ini dan di masa-masa mendatang. dari sisi permintaan tenaga kerja. segera menyederhanakan perizinan karena dewasa ini terlalu banyak jenis perizinan yang .pertumbuhan besar-besaran pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Namun bila dilihat lebih jauh. Kebijakan ini dapat diimplementasikan menjadi gerakan nasional melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan yang kompeten untuk itu.05 persen dari angkatan kerja nasional. pengangguran terdidik dapat dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang muncul secara bersamaan dalam jumlah yang terus berakumulasi. tingkat suku bunga. Kebijakan itu dapat dijabarkan dalam beberapa poin. Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran. ada juga kebijakan mikro (khusus). Kepribadian yang matang. jujur matang. berani mengambil tantangan serta mempunyai mindset yang benar. di satu sisi pendidikan dianggap sangat lambat mengubah struktur angkatan kerja terdidik karena angkatan kerja lulusan pendidikan tinggi baru 3. bernilai dan berkualitas bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas. khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. keberadaaan lembaga itu dapat disusun dengan baik. Hal itu dapat dilakukan serentak dengan pendirian Badan Jaminan Sosial Nasional dengan embrio mengubah PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) menjadi Badan Jaminan Sosial Nasional yang terdiri dari berbagai devisi menurut sasarannya. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. kesuksesan yang hakiki berawal dari sikap mental kita untuk berani berpikir dan bertindak secara nyata. Namun di sisi lain.Dalam keputusan rapat-rapat kebinet. Kebijakan Mikro Selalin itu. Keempat. pendidikan juga dipersalahkan karena mengeluarkan lulusan pendidikan tinggi yang terlalu banyak sehingga menjadi penganggur. Ketiga. sepenuh hati. berangkat dari kesadaran bahwa setiap manusia sesungguhnya memilki potensi dalam dirinya namun sering tidak menyadari dan mengembangkan secara optimal. Jadi setiap lembaga pemerintah yang terkait dengan pengangguran harus ada komitmen dalam keputusannya dan pelaksanaannya. fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya. Secara teknis dan rinci. profesional dan bertanggung jawab. Kedua. Perlu diyakini oleh setiap orang. setiap penganggur di Indonesia akan tercatat dengan baik dan mendapat perhatian khusus. yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. dinamis dan kreatif memiliki tujuan dan visi yang jauh ke depan. diharapkan setiap pribadi sanggup mengaktualisasikan potensi terbaiknya dan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik. Sebagai solusi pengangguran. Dengan membangun lembaga itu. Pengangguran terdidik dapat saja dipandang sebagai rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan. berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh sebagai berikut. Salah satu penyebab pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah karena kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. Untuk itu diperlukan dua kebijakan. sumber daya manusia maupun keuangan (finansial). tulus. Akibatnya lulusan yang dihasilkanpun kualitasnya rendah sehingga tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Pertama. segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan. Lebih tegaslagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional. Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Namun masalah pendidikan menjadi dilematis. hal-hal itu harus jelas keputusannya dengan fokus pada penanggulangan pengangguran. inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral).

menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing (PMA). PHI dewasa ini sangat banyak berperan terhadap penutupan perusahaan. atau orang yang baru masuk ke pasar kerja. dan lingkungan yang tidak sehat. Semuanya mempunyai nilai ekonomis tinggi dan akan menciptakan lapangan kerja. Jumlah yang besar pengangguran level pendidikan SMU Hal ini dapat disebabkan angka melanjutkan yang kecil (banyak lulusan SMU yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dengan segala alasannya) dan sistem pendidikan/pembelajaran yang tidak menunjang. Bagi pemerintah Daerah yang memiliki lahan cukup. Merubah atau memperbaiki sistem pendidikan di perguruan tinggi. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan investasi masyarakat secara perorangan maupun berkelompok. Akibatnya. Hal-hal yang paling sedikit yang dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi para penggemar sesuai pendidikannya. keterampilannya. Tentunya badan itu diperlengkapi dengan lembaga pelatihan (Training Center) yang kompeten untuk jenis-jenis keterampilan tertentu yang sangat banyak peluang di negara lain. Kesepuluh. Keenam. Pengembangan lembaga itu mencakup. mengembangkan suatu lembaga antarkerja secara profesional. justru sebaliknya bermuara pada PHK yang berarti menambah jumlah penganggur. terdiri dari bahan organik yang dapat dijadikan kompos dan bahan non-organik yang dapat didaur ulang. . misalnya. Kesimpulan Pendidikan yang diterapkan haruslah sesuai dengan fakta dunia kerja. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil (skilled). gedung. Di samping itu. penurunan produktivitas. Itu semua perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru. Kedelapan. Lembaga itu dapat disebutkan sebagai job center dan dibangun dan dikembangkan secara profesional sehingga dapat membimbing dan menyalurkan para pencari kerja. Pihak-pihak yang terlibat sangat banyak dan kompleks sehingga hal itu perlu dicegah dengan berbagai cara terutama penyempurnaan berbagai kebijakan. perangkat lunak (software). perlu dibuat peraturan tersendiri tentang pengiriman TKI ke luar negeri seperti di Filipina. bukan hanya tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru. Ketujuh. upayakan untuk mencegah perselisihan hubungan industrial (PHI) dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Perlu seleksi lebih ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. antara lain sumber daya manusianya (brainware). Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Sampah sebagai bahan baku pupuk organik dapat diolah untuk menciptakan lapangan kerja dan pupuk organik itu dapat didistribusikan ke wilayah-wilayah tandus yang berdekatan untuk meningkatkan produksi lahan. pengendalian banjir. Sampah. 10. mengaitkan secara erat (sinergi) masalah pengangguran dengan masalah di wilayah perkotaan lainnya. Lembaga itu dapat di bawah lembaga jaminan sosial penganggur atau bekerja sama tergantung kondisinya. Memasukkan banyak praktek pada pendidikan di perguruan tinggi -Meningkatkan jumlah SMK. perangkat keras (hardware). manajemen dan keuangan. keuangan dan aset lainnya yang memadai dapat membangun Badan Usaha Milik Daerah Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri (BUMD-PJTKI). Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim. dan sebagainya. Kelima. Karena itu. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan. Sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah bahwa perkembangan SMK sampai tahun 2015 dibanding SMU adalah 70% : 30% termasuk mengembangkan mutu layanannya. perbankan. penurunan permintaan produksi industri tertentu dan seterusnya. seperti sampah. segera mengembangkan potensi kelautan kita. umurnya penganggur terbuka atau setengah penganggur. Sisdiknas perlu reorientasi supaya dapat mencapai tujuan pendidikan secara optimal. segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Kesembilan. Potensi kelautan Indonesia perlu dikelola lebih baik supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif dan remuneratif. menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful