PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA ANAK JALANAN

Di susun Oleh: YUNITA SAFITRI (0806323252)

Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2010

SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Yunita Safitri

Tempat/ tanggal lahir : Kuala Tungkal, 12 Agustus 1991 NPM Fakultas Jurusan : 0806323252 : Ilmu Keperawatan : Ilmu Keperawatan

Menyatakan bahwa makalah saya yang berjudul : “ Program Kesehatan Reproduksi Remaja Remaja Anak Jalanan” adalah bukan merupakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah penulis sebutkan sumbernya. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar- benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi akademis.

Depok, 01 Juni 2010 Yang menyatakan

(Yunita Safitri)

ii

Saya juga berterima kasih kepada dosen-dosen saya yang telah mendukung kami dalam penyusunan makalah ini. penulis tak dapat membalasnya. baik dalam mencari sumber dan literatur (2005-2010). Makalah berjudul “Program Kesehatan Reproduksi Remaja Anak Jalanan” ini saya susun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kesehatan Reproduksi Remaja di semester genap tahun 2010. penulisan makalah ini dapat teratasi hingga tahap terakhir.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini dengan baik. Depok. kecuali dengan mengucapkan terima kasih. Dalam penulisan ini tidak sedikit hambatan yang saya hadapi dalam segala aspek. Namun berkat kerja keras dan ketekunan yang tinggi berikut bantuan yang telah diberikan oleh semua pihak terutama pertolongan dari Tuhan. Juni 2010 Penyusun iii . Oleh karena itu saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada saya. atas bantuan yang telah diberikan oleh pihak terkait yang tidak mungkin saya sebutkan satu demi satu. Semoga di waktu mendatang tidak terjadi kembali. Saya mohon maaf apabila dalam penulisan terdapat kesalahan. Selain itu penulis juga bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca mengenai karya tulis ini.

............................11 2........1 Latar Belakang ...16 3.......................................................................2..............2 Kategori Anak Jalanan ...3 2....................6 Model Upaya Penanganan Anak Jalanan .2 Pengembangan Program KRR untuk Anak Jalanan ........................................4 Proses terjadinya anak jalanan ...14 3..2 Aspek-Aspek Perkembangan Pada Remaja .............................................................................................................................................................................3 2...................................................................................................16 iv ...........................6 2....................................................................................................................................................... iv BAB I : PENDAHULUAN 1....9 2.1 Pengertian Anak Jalanan ...................................................................8 2........................7 2............3 Berbagai Risiko Kesehatan Reproduksi Remaja .....1 Pengertian Remaja ....................................2.....................................................15 3......... iii Daftar Isi .........................5 2.....2........1 Konsep Remaja.....................................................2 1........................2 BAB II : LANDASAN TEORI 2............................................1 Kerangka Pikir Pengembangan Program ........2 Tujuan Penulisan ........2...........................2......................................................................11 2...................2....2..........................................DAFTAR ISI Halaman Judul ..........................................................................................................5 Masalah yang dihadapi Anak Jalanan ...........................................................................................3 Ciri – Ciri Masa Remaja .... ii Kata Pengantar ..................................................................3.....................7 2.............................................................................1 1................4 2.................................................................3 2..........................................................................2 Ruang Lingking Kesehatan Reproduksi Remaja .............2............................4 2...........2............................3... i Surat Pernyataan ..........................1 Strategi / Pendekatan Terhadap anak jalanan ............3.......1 Perngertian Kehatan Reproduksi Remaja ..3 Konsep Kesehatan Reproduksi Remaja ..15 3...2 Konsep Remaja Jalanan..................................................................................................3 Faktor yang menyebabkan anak menjadi anak jalanan ....................................................................................................................................2 Program : Mobil Menuju Masa Depan ..............4 2.........................3 Target ...............7 Model Penanganan Anak Jalanan.......11 2.........3 Manfaat Penulisan .1........2.........11 BAB III : ANALISIS PROGRAM 3...................................1................1...............................................................

.........................................................2............................................................................17 3..........................5 Tujuan .............6 Indikator Program ................8 Monitor dan Evaluasi ..................19 BAB V: PENUTUP 5.........................................................................................2.................................2 Saran ..................................................................17 3......16 3.........................................3.7 Pelaksanaan ..................................................2.........................................20 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................20 5......................................................17 3.............4 Sasaran ......2............................................2...............21 v ...............................................................................................................1 Kesimpulan .

pengetahuan bersumber dari informasi yang diperoleh di jalanan. termasuk keduanya meyakini besaran jumlah anak jalanan jauh di atas perkiraan tersebut. 1994).000 anak jalanan di Indonesia. mereka dengar. Kehidupan di jalanan bagi sebagian anak mempunyai dampak yang positif dan negatif. diskriminasi hingga kekerasan seksual. sebuah NGO yang berbasis di Philipina. Terlebih bila dikaitkan dengan terjadinya krisis ekonomi yang menyebabkan jumlah anak jalanan di Indonesia meningkat sekitar 400% (Kompas. Banyak pihak. Seorang pejabat UNICEF memperkirakan ada sekitar 100 juta anak jalanan di dunia. Kehidupan tersebut menyebabkan mereka membentuk pengetahuan mereka sesuai dengan apa yang mereka lihat. Semakin cepat perkembangan sebuah kota semakin besar jumlah anak jalanan. Sedangkan fenomena anak jalanan ini merupakan suatu bagian dari ruang lingkup dari ilmu keperawatan yakni keperawatan kesehatan komunitas yang merupakan sintesis dari praktek keperawatan dan praktek kesehatan keluarga.1 Latar Belakang Kehadiran anak jalanan tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kota besar. menurut perkiraan Childhope Asia. Setiap hari mereka harus berhadapan dengan eksploitasi. 4 Mei 1998). mengutip data Departemen Sosial yang menunjukkan ada sekitar 50. Anwar dan Irwanto (1998) dalam analisis situasi mengenai anak jalanan. (http://odishalahuddin. Di Indonesia. masyarakat dan kelompok khusus salah satunya yakni kehidupan anak jalanan yang diaplikasikan untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan dari kominitas itu sendiri. memperkirakan ada sekitar 25-30 juta anak jalanan (Chaturvedi. 1 . Hal ini disebabkan karena pengetahuan merupakan factor predisposisi perilaku.wordpress. segi negatifnya adalah kerawanan dalam kecelakaan serangan penyakit akibat cuaca. Di Asia. Dalam kehidupan anak jalanan. Pengetahuan kesehatan reproduksi yang rendah memudahkan terjadinya perilaku kesehatan reproduksi yang keliru.BAB I PENDAHULUAN 1.000 anak jalanan. dan mereka rasakan.com /2010/01/04/anak-jalanan-studi-kasus-ataspersoalan-sosial/) Saat ini kurang lebih ada sekitar 200. dan diikuti dampak lingkungan pergaulan sehari-hari yang buruk salah satunya mengenai masalah kesehatan reproduksi.

1. hidup bocah laki-laki berusia 9 tahun ini berakhir dengan tragis sebagai korban mutilasi pada bulan Januari lalu.Dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah bagaimana kehidupan dan permasalahan yang terjadi pada remaja anak jalanan 1 http://sosbud. .2 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui pengetahuan remaja jalanan tentang kesehatan reproduksi Untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan reproduksi yang terjadi pada komunitas anak jalanan Untuk mengetahui solusi permasalahan dan program yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk mengatasi kendala tersebut.Mendapatkan pengetahuan yang mendalam mengenai kehidupan dan permasalahanpermasalahan kesehatan reproduksi pada remaja anak jalanan .Seperti kasus yang menimpa Ardiansyah.kompasiana.3 Manfaat Penulisan . 1 1.Dapat melakukan analisis terhadap permasalahan yang muncul sehingga mampu merumuskan solusinya.com/2010/03/29/masa-depan-anak-jalanan-ada-pada-kita/ (Maret 2010) diakses tanggal 27 Mei 2010 2 .

remaja adalah transisi perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Sesuai dengan UU Perlindungan Anak dan Konvensi Hak remaja adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun (menikah maupun belum menikah). menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan hak Reproduksi) batasan usia usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.com/index2. 3 2. MPET . 1990).2001). Diakses tanggal 28 Mei 2010. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas.BAB II LANDASAN TEORI 2. 2 Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 1224 tahun. Perkembangan Fisik 2 Perubahan pada tubuh yang ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh. Perkembangan Psikologi Perkembangan identitas diri dan menghargai diri sendiri. remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescere berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. Rinni Yudhi Pratiwi. 2 b. c.2 Aspek-Aspek Perkembangan Pada Remaja a.1 Pengertian Remaja Banyak tokoh yang memberikan definisi remaja seperti Kata dan Idquo. 2 2 (http://rumahbelajarpsikologi.1.1 Konsep Remaja 2. 2010) 3 .php?option=com_content&do_pdf=1&id= 101). Menurut Papalia dan Olds (2001. 3 Slide Direktorat Bina Kesehatan Anak dr. (Papalia & Olds. Sementara itu. Perkembangan Kepribadian dan Sosial Perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik sedangkan perkembangan social bearti perubahan dalam berhubungan dengan orang.1. 1984 dalam Rice. pertumbuhan otot dan kematangan orga seksual dan fungsi reproduksi tubuh remaja mulai beralih dari tubuh anak-anak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh oran dewasa yang cirinya adalah kematangan.

2. Resiko utama yang sering dihadapi anak perempuan adalah perlakuan tak senonoh.2. Namun anak perempuan yang hidup dijalanan perlu memperoleh perhatian khusus karena beresikolenih besar untuk diperlakuakan salah secara seksual.Kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya . Kehidupan anak jalanan rentan terhadap eksploitasi.Perubahan nilai dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanakkanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa .Adanya peningkatan emosional yang merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja . direkrut menjadi pekerja seks komersial. tetapi masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Meski anak laki-laki dan perempuan rawan terhadap eksploitasi dan ancaman seksual.Lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya . sesungguhnya mereka adalah anak yang tersisih .Ingin menonjolkan diri. berupa pelecehan seksual sampai kehilangan perawanan karena diperkosa oleh lelaki yang lebih besar atau orang dewasa yan disekitarnya. Mereka melakukan jenis pekerjaan yang tidak jelas. Sementara Kementerian Sosial RI mendefinisikan anak 4 .1.2. bahkaan menutup diri 2. Ada kecendrungan anak jalan perempuan lebih mudah dieksploitasi dan terdorong untuk memasuki dunia prostitusi.Sering membantah atau melanggar aturan orang tua .Adanya kematangan seksual .3 Ciri – Ciri Masa Remaja Ada beberapa ciri masa remaja yaitu: . anak gelandangan. kurang dihargai dan umumnya juga tidak menjanjikan apapun dimasa depan. dan terelinasi dari perlakuan kasih sayang karena kebanyakan dari usia yang relatif dini harus berhadapan dengan lingkungan kota yang kerasdan bahkan sangat tidak bersahabat.1 Pengertian Anak Jalanan Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan.2 Konsep Remaja Jalanan Anak jalanan .

Children on the street Anak yang mempunyai kegiatan ekonomi sebagai pekerja dijalan. fisik. yaitu: a.2.4 Anak jalanan adalah anak laki-laki dan perempuan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja atau hidup di jalanan dan tempat. stasiun Kreta Api. terminal bis. baik secara social emosional. mencuci kendaraan. menjual koran. Beberapa diantara mereka masih mempunyai hubungan dengan orang tuanya. maupun seksual. Mereka juga selayaknya bermain dan belajar di sekolah atau di tempat-tempat yang memang pantas untuk itu. b. mall. Mereka seharusnya hidup bersama orang tua dan saudara-saudaranya di rumah yang hangat dan bersahabat.5 2. dan bahkan ada yang mencuri. Sebagian lagi mengemis. mencopet atau terlibat perdagangan sex. Anak jalanan bertahan hidup dengan melakukan aktivitas di sector informal. Children of the street Anak-anak yang berpartisipasi penuh dijalanan. menjadi pemulung barang-barang bekas. Jalanan bukanlah lingkungan yang baik untuk proses tumbuh-kembang anak dan merealisasikan potensinya secara penuh.hu/suharto/Naskah%20PDF/AnakJalanan. tetapi frekuensi pertemuaan mereka tidak menentu.okezone. secara besar anak jalan dibedakan dalam 3 kategori. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak pada kategori ini sangat rawan terhadap perlakuan salah.pdf (2007) diakses tanggal 27 Mei 2010 5 . Sebagian penghasila mereka dijalan diberikan kepada orang tuanya.policy. pengamen. seperti pasar.tempat umum. taman kota.com/read/2010/05/17/58/333230/melirik-kondisi-kejiwaan-anak-jalanan (Mei 2010) diakses 27 Mei 2010 5 http://www.2 Kategori Anak Jalanan Menurut Subakti (1997). Fungsi anak jalan pada kategori ini adalah untuk membantu memperkuat penyangga ekonomi keluarganya karena beban atau tekanan kemiskinan yang harus ditanggung dan tidak dapat diselesaikan sendiri oleh kedua orang tuanya. Banyak diantara adalah anak-anak yang karena suatu sebab (cenderung mengalami kekerasan) lari atau pergi dari rumah. 4 http://suar. seperti menyemir sepatu. tetapi masih mempunyai hubungan yang kuat denga orang tua mereka.jalanan sebagai anak yang sebagian besar menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan atau tempat-tempat umum lain. baik secara social maupun ekonomi.

orang lain lebih dewasa.2. Kota yang padat penduduknya dan banyak keluarga bermasalah membuat anak yang kurang gizi. lantas menjadi anak jalanan disebabkan oleh banyak hal. fisik. san sebagainya. kurang pendidikan. Walaupun anakanak ini mempunyaihubungan kekeluargaan yang cukup kuat. atau bahkan mengakibatkan anak-anak dianiaya batin. kurang perhatian. pada umumnya anak jalanan berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah. Secara nasional diperkirakan terdapat sebanyak 60. dan hidup merdeka.000 anak jalanan. Di Indonesia.861 orang dan sekitar 48% merupakan anak-anak yang baru turun ke jalan sejak tahun 1998.000 sampai 75. dan hilangnya kasih sayang. 2. teman. penganiayaan. kategori ini sangat mudah ditemukan diberbagai kolong jembatan.c. sebagian ada yang sering berpindah antar kota. Walaupun secara kuantitatif jumlahnya belum diketahui secara pasti. 6 http://pendidikanlayanankhusus. sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif. sepanjang rel kereta api. 6 Di antara anak-anak jalanan. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan. Penganiayaan kepada anak merupakan penyebab utama anak menjadi anak jalanan. Penganiayaan itu meliputi mental dan fisik mereka. bahkan masih dalam kandungan. bermasyarakat. Seorang anak yang terhempas dari keluarganya. Children from families of the street Anak-anak yang berasal dari keluarga yang hidup dijalanan. Departemen Sosial tahun 1998 di 12 kota besar melaporkan bahwa jumlah anak jalanan sebanyak 39.com/2008/10/13/pengertian-anak-jalanan/ (Oktober 2008) diakses tanggal 27 Mei 2010) 6 . tetapi hidup mereka terombang-ambing dari satu tempat ketempat lain dengan segala resikonya. serta kehilangan hak untuk bermain. bergembira. Fenomena sosial anak jalanan terutama terlihat nyata di kota-kota besar terutama setelah dipicu krisis ekonomi di Indonesia sejak lima tahun terakhir.3 Faktor yang menyebabkan anak menjadi anak jalanan Keadaan kota mengundang maraknya anak jalanan. Salah satu ciri penting dari masalah ini adalah pemampangan kehidupan jalanan sejak anak masih bayi. kurang kasih sayang dan kehangatan jiwa. Lain daripada itu. Depsos mencatat bahwa 60% anak jalanan telah putus sekolah (drop out) dan 80% masih ada hubungan dengan keluarganya.wordpress. dan seksual oleh keluarga.

dkk (2005).7 b. Keberadaan mereka cenderung ditolak oleh masyarakat dan sering mengalami penggarukan (sweeping) oleh pemerintah kota setempat. kerapkali mereka menjadi korban dari kawan-kawannya atau komunitas jalanan. Seks bebas dan Perilaku seksual usia dini Seks bebas telah diketahui publik menjadi bagian dari kehidupan anak jalanan. Yayasan Setara (Shalahuddin. Puast PSKK UGM: Yogyakarta 7 . misalnya digerayangi tubuh dan alat vitalnya. berdasarkan hasil monitoring dan investigasi Yayasan Setara pada awal tahun 2001.wordpress. kehamilan di luar nikah dan terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) serta HIV/AIDS. di salah satu kawasan mulai muncul perilaku seksual aktif pada 7 http://odishalahuddin. Kekerasan dan eksploitasi seksual Hampir seluruh anak jalanan perempuan pernah mengalami pelecehan seksual terlebih bagi anak yang tinggal di jalanan. Ketika tidur. 2. perkosaan.4 Proses terjadinya anak jalanan Ada dua hipotesis kontradiktif tentang hal ihwal keberadaan anak jalanan di jalanan: mereka berada di jalan karena memang menikmati berada di jalan atau karena mereka tidak punya pilihan lain. Berbagai hasil penelitian anak jalanan yang ada semakin memperkuat pandangan semacam itu.serta sebanyak 18% adalah anak jalanan perempuan yang beresiko tinggi terhadap kekerasan seksual. 8 Berdasarkan pengalaman selama berinteraksi dengan anak jalanan biasanya anak yang memiliki pengalaman seksual berumur 15 tahun ke atas.5 Masalah yang dihadapi Anak Jalanan a.2. Namun. 6 2. Seks dan Kehamilan Pranikah. 2000b) dalam laporannya menyatakan bahwa 30% anak jalanan perempuan mengalami hubungan seksual pertama akibat perkosaan. kesehatan dan perlindungan. Beberapa penelitian tentang aktivitas seksual remaja telah mengindikasi adanya kecendrungan semakin meningkatnya kebiasaan berhubungan seksual pranikah.com/2010/01/04/anak-jalanan-studi-kasus-atas-persoalan-sosial/ (Januari 2010) diakses tanggal 27 Mei 2010 8 Arida. S. Tak jarang perkosaan dilakukan oleh sekelompok orang yang dikenal dengan istilah pangris atau Jepang baris.2. 6 Umumnya anak jalanan hampir tidak mempunyai akses terhadap pelayanan pendidikan. Bentuk kekerasan lain adalah perkosaan.

5% anak jalanan perempuan mengkonsumsi minuman keras dan pil. Sebagai contoh. karena mereka memilih untuk menyelesaikan masalah itu dengan cara aborsi yang jauh dari syarat kelayakan medis dan cenderung mengabaikan keselamaan jiwa mereka.7 d. 2. Tindakan kriminal Tindakan kriminal yang dilakukan anak jalanan secara kuantitas tampaknya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan bentuk yang lebih berani. Penggunaan drugs Sebagian besar anak jalanan telah mengkonsumsi minuman keras. bila sebelumnya mereka hanya melakukan pemerasan sesama anak jalanan. kini mereka sudah berani melakukan pemerasan. kita dapat mengidentifikasi terlebih dahulu factor-faktor sebagai berikut: 8 . Penelitian Setara (2000) mengungkapkan 62. Selain itu sebagian anak menggunakannya untuk menumbuhkan keberanian saat melakukan kegiatan di jalanan. Ada berbagai cara bagi mereka untuk mendapatkan drugs.2. Kegiatan ini tampaknya dipengaruhi pula oleh tingkat persaingan yang tinggi sesama anak jalanan untuk mendapatkan uang sehingga mereka lebih mudah terpengaruh untuk melakukan kegiatan kriminal yang dinilai lebih banyak menghasilkan. penodongan dan pencopetan ke masyarakat. Tidak jarang anak jalanan perempuan yang terlanjur hamil harus menyabung nyawa. diberi dan merampas. yaitu di bawah 14 tahun. seperti membeli. hal yang mendorong mereka mengkonsumsi karena dianggap sebagai jalan keluar dari masalah yang dihadapi. dan satu pasangan diantaranya masih memiliki hubungan sedarah. Menurut Huijben (1999). meminta. Ini tidak terbatas pada anak jalanan laki-laki saja melainkan juga anak perempuan. Setara mencatat ada 12 pasangan. melalui rumah singgah.usia dini. 7 Perilaku seks bebas menyebabkan anak jalanan rentan terhadap ancaman terinveksi PMS dan HIV?AIDS dan bagi anak jalanan perempuan resiko kehamilan menjadi tinggi.6 Model Upaya Penanganan Anak Jalanan Dalam mencari solusi model penanganan anak jalanan. pil dan zat-zat adiktif lainnya secara rutin. Ada juga yang mencoba mencari barang-barang yang murah dengan menghisap lem aica aibon. c.

2.- Faktor eksternal. Akibatnya. Remaja anak jalanan akan mejadi jenuh dan malas untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan mengakibatkan anak menjai tidak betah berada di rumah. menyadarkan. factor utamanya yang menyebabkan adalah berawal dari orang tua.7 Model Penanganan Anak Jalanan Keberadaan rumah singgah dan berbagai program pembinaan yang telah telah diterapkan sebelumnya sebagai upaya penanganan masalah remaja anak jalanan dan persoalan perbaikan mental dan moral mereka. Selain itu juga adanya perceraian kedua orang tua mereka yang tidak dapat dibendung yang akhirnya berdampak pada anak. pendekatan yang dimaksud yaitu:9 Pendekatan TRIBINA Pendekatan Komprehensif – integratif Pendekatan kesejahteraan Konsep kampanye social Pendekatan psikososial dan lingkungan (pengorganisasian dan pengembangan masyarakat) Pendekatan pemberdayaan 2. Sehingga akan didapat solusi yang tepat sasaran . yang berupa peluang atau ancaman/hambatan dari luar baik dari lingkungan masyarakat ataupun instansi pemerintah - Factor internal. remaja anak jalanan diekspoitasi untuk dapat mebantu mencari tambahan penghasilan keluarga. yang berupa kekuatan dan kelemahan dari dalam baik dari anak jalanan maupun lembaga yang menangani. Ajakan teman merupakan solusi bagi remaja anak jalanan untuk 9 . Mental dan moral yang buruk melekat pada remaja anak jalanan karena adanya pengaruh yang cukup kuat saat remaja berada lingkungan jalanan yang keras dan semuanya itu tanpa ada pengendali dan pengontrol. dan memberdayakan. baik pada posisi denan pendidikan yang rendah. akhirnya berefek pada penghasilan yang tidak dapat mencukupi kebutuhan kelurga. Sesuai dalam artian antara pendekatan dengan kondisi yang ada terdapat kesesuaian dalam penanganan dengan memberikan pemahaman. Penting untuk memahami factor-faktor tesebut dalamupaya untuk mendapatkan solusi dan mencari model yang tepat dan sesuai bagi anak jalanan. Saat remaja anak jalanan memutuskan diri menjadi anak jalanan.

Pendekatan ini juga mencakup Corporate Social Responsibility tanggung jawab social perusahaan). yaitu di jalan. “Rumah Singgah” atau “open house” yang menyediakan fasilitas “panti dan asrama adaptasi” bagi anak jalanan. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di lembaga (panti).pdf Diakses tanggal 27 Mei 2010 http://pdfcontact.damandiri. Ada beberapa model penanganan dan pendekatan yang dapat dilakukuan : 10 Street-centered intervention. baik secara sementara (menyiapkan reunifikasi dengan keluarganya) maupun permanen (terutama jika anak jalanan sudah tidak memiliki orang tua atau kerabat). Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di “jalan” dimana anak-anak jalanan biasa beroperasi.mengatasi berbagai masalah yang mereka hadapi sehingga memutuskan diri untuk menjadi anak jalanan. Penanganan anak jalanan yang difokuskan pada pemberian bantuan sosial atau pemberdayaan keluarga sehingga dapat mencegah anak-anak agar tidak menjadi anak jalanan atau menarik anak jalanan kembali ke keluarganya. maka rumah singgah dalam programnya menggunakan pendekatan dan sebagai factor pendukung diperlukannya pemberdayaan bagi masyarakat sekitar dan lembaga yang menangani anak jalanan agar program rumah singgah dapat terealisasi dengan baik. tidak terpenuhnya hak-hak dasar anak. Pendekatan ini juga mencakup tempat berlindung sementara (drop in). Institutional-centered intervention.or. 9 http://www. Penanganan anak jalanan yang dipusatkan di sebuah komunitas. Tujuannya agar dapat menjangkau dan melayani anak di lingkungan terdekatnya.id/file/dwiastutiunairbab3. Community-centered intervention. Melibatkan program-program community development untuk memberdayakan masyarakat atau penguatan kapasitas lembaga-lembaga sosial di masyarakat dengan menjalin networking melalui berbagai institusi baik lembaga pemerintahan maupun lembaga sosial masyarakat.com/download/7634918/ diakses tanggal 27 Mei 2010 10 10 .9 Dari permasalah tersebut. Family-centered intervention.

3.Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural. dan aborsi tidak aman . kesehatan psikologis. edukasi. fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.3. 11 Slide Ruang Lingkup KRR dr.3 Berbagai Risiko Kesehatan Reproduksi Kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh kehamilan. Kesehatan Ibu dan anak b. Isu. Keluarga berencana c. dkk (2006). ekonomi. Masalah kesehatan reproduksi remaja (Perkawinan remaja. dan apa saja hak-hak reproduksi. Gangguan jiwa dan psikosisoal 2. World Health Organization: Jakarta 12 11 .Remaja yang sudah menikah masih sering diabaikan dan tidak mendapatkan layanan kesehatan reproduksi yang memadai . seksual remaja) d.3 Konsep Kesehatan Reproduksi Remaja 2. aborsi.2 Ruang Lingking Kesehatan Reproduksi Remaja Ada beberapa ruang lingkung KRR yaitu: 3 a.1 Perngertian Kehatan Reproduksi Remaja Suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem.2.isu penting kesehatan reproduki remaja sebagai pengetahuan dasar agar remaja mempunyai kesehatan reproduksi yang baik yaitu:11 .Penting bagi remaja yang belum menikah untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. penyakit menular seksual (PMSP dan sistem yang membatasi akses terhadap informasi dan pelayanan klinis.Usia pubertas semakin muda. Agustin Kusumayati M. infeksi PMS-ISR (50 % dari infeksi HIV/AIDS baru terjadi pada usia < 25 tahun). Masalah kecanduan narkoba e. usia menikah menjadi semakin meningkat sehingga meningkatkan peluang terjadinya berbagai hal bisa positif maupun negatif . Ph.Kehamilan dan pernikahan usia dini serta terbatasnya akses informasi. A.. proses dan fungsi alat reproduksi. 2010 Santika. Kesehata reproduksi juga dipengaruhi oleh gizi.3.3 Ada beberapa hal yang penting untuk diketahui remaja mengenai kespro yaitu pengenalan mengenai system.Sc.D. komunikasi dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja12 2. Menggunakan Hak Asasi Manusia untuk Kesehatan Maternal Neunatus.

2.2 Aborsi yang tidak aman Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja sering sekali berakhir dengan aborsi.14 Remaja cenderung lebih berisiko tertular PMS karena berbagai sebab. Banyak survei yang telah dilakukan dinegara-negara berkembang menunjukkan bahwa hamper 60 % kehamilan pada wanita dibawah 20 tahun adalah kehamilan yang tidak diinginkan.3.14 Kegawat daruratan berkitan dengan kehamilan misalnya tekanan darah tinggi.3. 2. Seringkali hubungan seksual terjadi tanpa direncanakan atau tanpa diinginkan.13 Aborsi yang disengaja sering kali berisiko pada remaja putri. pendarahan maupun faktor lain. kurang darah (anemia) juga sering terjadi pada ibu-ibu diusia remaja akibat kekurangan gizi.3. Remaja putri yang berusai kurang dari 18 tahun mempunya 2. 2.3 Penyakit Menular Seksual (PMS).kesrepro.pdf Diakses tanggal 27 Mei 2010 12 .1 Kehamilan Kehamilan dan persalinan membawa risiko morbiditas yang lebih besar pada remaja dibandingkan pada wanita yang telah berusia 20 tahun. Infeksi baru pada wanita jauh lebih tinggi dibanding pria dengan rasio 2 banding 1. Remaja putri mempunyai risiko lebih besar terhadap infeksi karena belum matangnya system reproduksi mereka. Remaja sering menunggu lebih lama sebelum mencari bantuan karena tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan atau bahkan mungkin mereka tidak sadar bahwa mereka hamil. Walaupun hubungan seks dilakukan atas keinginan bersama. remaja tidak merencanakan terlebih dahulu sehingga tidak siap dengan kondom maupun kontrasepsi lain dan belum berpengalaman dalam menggunakan alat konstrasepsi secara benar.org/files/Indonesian_16-3.3.5 kali risiko kematian (maternal mortality) dibandingkan dengan wanita yang telah berusia 18-25 tahun akibat persalinan lama dan persalinan macet.3.info/?q=node/367 (Februari 2008) Diakses tanggal 27 Mei 2010 http://www.3.dan ketidak setaraan gender yang menyulitkan remaja putri menghindari hubungan seks yang dipaksakan atau seks komersial. Risiko remaja untuk tertular HIV/AIDS juga meningkat.13 2.4 Female Genital Mutilation (FGM)14 13 14 http://www. termasuk kemandulan dan rasa sakit kronis serta meningkatkan risiko penulran HIV.3.3. termasuk HIV Infeksi PMS dapa menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.path.

Pendarahan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. infeksi dan pendarahan hebat. FGM dapat menyebabkan trauma saat pemotongan. 14 13 .FGM adalah pemotongan sebagian atau keseluruhan kelamin luar wanita maupun tindakan perlukaan lainnya terhadap alat kelamin wanita FGM merupakan praktek tradisional di Afrika yang berdampak sangat besar pada kesehatan reproduksi remaja FGM . Beberapa FGM dapat menyebabkan rasa sakit yang kronis pada saat melakukan hubungan seks. infeksi radang panggul yang berulang dan persalinan lama dan macet.

Dari pendekatanpendekatan tersebut akan mempermudah dalam pengembangan program yang akan dilakukan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. maka akan mempermudah kita dalam mencari solusi penanganan anak jalanan melalui program pembinaan anak jalanan yang selama ini telah diterapkan untuk mengetahui seberapa besar potensi yang ada pada anak jalanan dan sejauh mana peluang itu dapat digunakan sebagai upaya mencari jalan keluar permasalahn yang ada. Permasalahan yang ada berkisar awalnya anak yang menjadi anak jalanan. pendekatan pemberdayaan. Pengembangan pembinaan anak melalui rumah singgah diharapkan mengatasi permasalahan yang ada berdasarkan harapan dan kebutuhan anak jalanan itu sendiri. Adapun pendekatan-pendekatan yang telah ada. Mulai dari anak keluar kejalanan sampai anak akan memutuskan menjadi anak jalan atau tidak.Pengelompokkan anak jalanan Untuk mengembangkan program yang akan dilakukan pada anak jalanan kita harus mengetahui dan mengidentifikasi masuk ke kategori mana mereka dan pendekatan apa yang harus diambil dan dilakukan dalam memberikan solusi permasalahan yang mereka alami.1 Kerangka Pikir Pengembangan Program Kerangka pikir merupakan kebijakan dalam menentukan program apa yang baik dilakukan untuk menghindari perluasan pemikirian dan program sehingga menjadi semakin terfokus. Dari masalah yang ada pada anak jalanan didapatkan pola penanganan dengan dengan berbagai menggunakan berbagai pendekatan salah satunya melalui program rumah singgah dan selanjutnya diharapkan ada pengembangan alternatif dari program rumah singgah.Proses terjadinya anak jalanan . maka aspek yang perlu diketahui yaitu: .Faktor-faktor yang memperngaruhi anak turun ke jalan . Dengan melakukan hal tesebut. Pendekatan pada anak jalanan dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendapatkan keseragaman persepsi terhadap kehidupan dan permasalahn yang ada dan terjadi pada remaja anak jalanan.BAB III ANALISIS PROGRAM 3. pendekatan kesejahteraan. psikososial dan lingkungn. 14 .

rehabilitative ( konseling. Kriteria program yang efektif :13 Memfokuskan pada pengurangan perilaku yang berakibat pada penularan PMS serta kehamilan yang tidak diinginkan. 3. pelatihan.2. media massa.2 Pengembangan Program KRR untuk Anak Jalanan Program untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja khususnya untuk anak jalanan harus dapat memberikan informasi dan pelayanan klinis. Membuat klinik yang berbasis sekolah agar remaja jalanan dapat merasakan seperti berada di lingkungan sekolah.Klinik berbasis sekolah Seperti yang kita ketahui bersama. pengatuh teman sebaya . konseling dan pemeriksaan dan pengetesan lainya. support group. sekaligus membanru remaja anak jalanan mengembangkan kemampuan utama yang mereka miliki. pencegahan PMS. . Program juga harus memperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti budaya. Klinik berbasis sekolah dapat menyediakan kondom dan konseling yang berkaitan dengan kehamilan dan pencegahan PMS serta rujukan 15 . life skills).3.Pelayanan klinik yang berorientasi pada remaja Membuat klinik-klinik yang memberikan berbagai pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kepribadian seorang remaja dengan pelayanan seperti kehamilan. Memberikan informasi dasar yang tepat dan akurat mengenai risiko berhubungan seks yang tidak terlindung/tidak aman Mengajarkan remaja jalanan cara menunda hubungan seksual dan cara menggunakan kontrasepsi Mendiskusikan pengaruh social dan media terhadap perilaku seksual Mengembangkan model tentang cara menolak hubungan seksual yang tidak diinginkan dan mendukung perilaku seksual yang bertanggung jawab Membantu remaja jalanan menahami masyarakat dan pengaruh-pengaruhnya. preventive (penjangkauan dan pendampingan). norma. esting layanan medis dan rujukan. Adapun bentuk kegiatannya diantaranya yaitu: .1 Strategi / Pendekatan Terhadap anak jalanan Dalam mengembangakan program kesehatan reproduksi remaja jalanan. banyak remaja yang tidak bersekolah dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak untuk seusianya. serta kesulitan ekonomi dan mengembangkan strategi program yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi remaja jalanan. ada beberapa strategi yang diperlukan yaitu promotive ( penuyuluhan.

2. .2. yaitu: Penurunan prevalensi kekerasan dan eksploitasi seksual Prevalensi permasalahan kesehatanan reproduksi anak jalanan secara umum menurun 3. Dengan kata lain.4. Family-centered intervention.3 Target: Ada beberapa target yang ingin dicapai program ini. pendekatan ini sama seperti Street-centered intervention.untuk berbagai pelayanan kesehatan lainnya sehubungan dengan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi remaja. Pembinaan Kesehatan reproduksi remaja jalanan disesuaikan dengan kebutuhan proses tumbuh kembang remaja dengan menekankan pada upaya promotif dan preventif yaitu penundaan usia perkawinan muda dan pencegahan seks pranikah15 Pelaksananaan Pembinaan KRR dilakukan terpadu degan melibatkan sector swasta dan LSM terkait dengan anak jalanan Pembinaan KRR dilakukan melalui penerapan PKPR ditingkat pelayanan kesehatan ditingkat pelayanan dasar yang bercirikan “peduli remaja” dengan melibatkan remaja jalanan dalam kegiatan secara penuh Pelaksanaan pendidikan KRR melalui bimbingan dan konseling dikelompok anak jalanan rumah singgah 3.21 tahun.pdf.2. Sasaran: Remaja Anak Jalanan yang berada di sekitar stasiun kereta api.org/publications/General%20RH/Kebijakan%20&%20Strategi%20Nasional%20Kesehatan %20Reproduksi%20di%20Indonesia. Institutional-centered intervention dan Community-centered intervention. bekerja.Pendekatan berbasis masyarakat Pendekatan berbasis masyarakat dilakukan dengan berbagai cara untuk menjangkau remaja jalanan dimana mereka biasa berkumpul. dan bermain.pdf 2005 (Diakses tanggal 27 mei 2010) 16 .2 Program : Mobil Menuju Masa Depan 3.unfpa. gelandangan Berusia 14 . Jumlah ± 15 – 20 remaja dengan persentase Laki-laki 40% dan Perempuan 60% 15 http://indonesia.

. b. dan . Penyediaan Pelayanan Klinik KRR Pelayanan klinis kesehatan reproduksi remaja untuk remaja jalanan dilakukan oleh pertugas yang telah terlatih menghadapi masalah yang umum terjadi pada remaja jalanan dan mampu memberikan konseling untuk remaja yang berkaitan dengan masalah reproduksi dan kontrasepsi. agama dan golongan.Tidak adanya diskriminasi disegala bidang terkait dengan suku.Adanya partisipasi remaja jalanan dalam pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan diri. . keluarga dan lingkungannya. dan kemudian melibatkan kelompok tersebut untuk mengembangkan program. Pelayanan Konseling. Menjamin program yang cocok atau relevan untuk remaja Terlebih dahulu petugas harus mengidentifikasi jelas kelompok anak jalanan yang bagaimana yang akan dilayani oleh program.2. . ras. sikap dan perilaku positif remaja tentang KRR.7 Pelaksanaan Jenis Kegiatan yang dilakukan: a. .Melatih ketrampilan kecakapan hidup (life skill).3.Rujukan KRR serta untuk mengembangkan kegiatan remaja lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan minat remaja untuk mewujudkan ” Mobil Menuju Masa Depan” 3. Termasuk kebebasan dan partisipasi remaja jalanan dalam bidang sosial dan budaya. eksploitasi dan kesalahan-kesalahan lain . 17 . bermain dan berkreasi dengan teman-temannya dengan aman dan nyaman.Meningkatkan pemahaman.6 Indikator Program: .Kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi dan pelayanan lain untuk kebutuhan tumbuh kembanganya. 3.2.2.Adanya ruang terbuka dimana remaja anak jalanan dapat berkumpul. Dalam semua kegiatan petugas harus mempertimbangkan status remaja jalanan itu sendiri dan kesehatannya secara keseluruhan serta seberapa besar mereka memilki risiko perilaku seksual.5 Tujuan Program yang dikembangkan: .Memberikan informasi Kesehatan Reproduksi Remaja. .Adanya peraturan yang melindungi remaja anak jalanan dari segala bentuk kekerasan.

Remaja jalanan yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan seringkali meminta jaminan kerahasiaan. pelatihan peer concelor. kehamilan. Selain itu juga petugas harus dapat menciptakan lingkungan yang sesuai dan bersahabat untuk remaja jalanan. pelayanan kesehatan bagi remaja jalanan yang hamil. Petugas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan harus dapat merespon hal-hal yang diinginkan oleh klien. Petugas kesehatan yang telah dilatih harus memberikan informasi yang tepat dan relevan tentang kesehatan reproduksi remaja pada remaja jalanan. dan NAPZA. d. Seharusnya sumber utama pemberi informasi tentang kesehatan reproduksi adalah oran tua. pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja dapat dilakukan dengan sosialisasi risiko seks bebas. dan media massa. c. dan terkena PMS. memiliki program konseling yang kuat. Pengembangan Kemampuan Mengembangkan kemampuan yang dimiliki remaja jalanan akan sangat mendukung program untuk meningkatkan kesehatan reproduksi mereka. media massa. PMS. dan cara-cara lain untuk meningkatkan kesehatan reproduksi termasuk untuk mencegah terjadinya PMS. Melatih remaja jalanan dengan system peer concelor (peer to peer). yaitu untuk melatih agar remaja jalanan dapat juga melatih teman sebaya mereka 18 . kesehatan gizi. sanggar remaja. Pemberian informasi dapat melalui radio. teman sebaya. Karena adanya berbagai kendala seperti orang tua merasa kurang mempunya informasi yang cukup dan malu untuk membahas topik ini kepada anak mereka atau bahkan orang tua tidak setuju apabila anak mereka mengutarakan semua yang berhubungan dengan seksual. terbuka bagi remaja putri maupun putra. Selain melalui berbagai media informasi. dan tentunya harus menjamin hal-hal tersebut. aborsi. pelaksanaannya dapat dilakukan dengan membuat suatu permainan. bahkan lanng mendekati remaja jalanan di jalan. Kegiatan yang lain yang dapat dilakukan oleh petugas pelayanan kesehatan yaitu dengan melakukan pemerikasaan rutin gratis tentang ancaman PMS. lokasi dan waktu yang sesuai. Pemberian Informasi Remaja jalanan mendapatkan informasi hanya melalui orang sekitar.

pengembangan dan peningkatan program Membuat laporan bulanan sehingga dapat dianalisa kemajuan. Monitoring dan evaluasi yang dapat kita lakukan agar program dapat berjalan dengan baik sesuai dengan target yang ingin kita capai yaitu: Melakukan pemantauan pelaksanaan dengan melakukan rapat antara petugas kesehatan yang terkait dengan program yang dilakukan secara berkala Monitoring lapangan oleh petugas KRR jalanan untuk observasi kualitas pelayanan program yang dikembangkan danm kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.2.8 Monitor dan Evaluasi program Pelaksanaan program dinilai berhasil apabila target yan ditetapkan dapat tercapai. 3. perkembangan dan hambatan program yang dihadapi dilapangan 19 . Selain itu juga dapat dilakukan dengan mengadakan diskusi kelompok.untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja. Melakukan evaluasi perbaikan.

dan banyak factor lainnya. 4. aborsi tidak aman. dapat memberikan pelayanan konseling dan klinis yang dibutuhkan oleh remaja jalanan. serta bertujuan untuk membantu mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh remaja jalanan untuk membuat suatu keputusan yang sehat. Dengan pemberian perhatian dan kepercayaan pada remaja jalanan untuk dapat berbuat sesuatu yang lebih baik atas dirinya maupun orang lain.BAB IV PENUTUP 4. status keluarga. maupun pemerintah. kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan. LSM (sector lain). eksploitasi seksual. Berikanlah hak-hak yang sama seperti remaja lain dengan tumbuh kembang sewajarnya dilingkungannya. dan berhak unutuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi sebagaimana mestinya. Program yang disusun dengan melibatkan remaja jalanan dalam kegiatan pelaksanaan program diharapkan mendapatkan dukungan dari pihak lain. Program yang sukses. baik dari masyarakat.1 Kesimpulan Remaja jalanan menghadapi berbagai resiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. . Program yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja jalanan harus mempertimbangkan beberapa faktor meliputi aktivitas seksual. 20 . infeksi PMS dan kekerasan seksual.2 Saran Remaja jalanan adalah generasi bangsa yang mempunyai hak seperti remaja lain pada umumnya.

dkk.dkk (2005). Style Sheet : http://pdfcontact.pdf.pdf Diakses tanggal 27 Mei 2010 Anwar. (2010).pdf Diakses tanggal 27 Mei 2010 Anonym. Edisi Revisi 2005.com/2008/10/13/pengertian-anak-jalanan/. Style Sheet: http://www.unfpa.wordpress. Indonesia.(2008). Iskandar. (2010). Jakarta.hu/suharto/ Naskah%20PDF/AnakJalanan.com/download/7634918/. Style Sheet: http:/ /pendidikan layanankhusus.id/file/dwiastutiunairbab3. Diakses tanggal 27 Mei 2010 Azwar. Diakses tanggal 27 Mei 2010) Joomla. Tinjauan Umum Kesehatan Reproduksi Remaja.com/index2.okezone. Anak Jalanan: Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus di Indonesia: Analisis Situasi. Heriawan.com/read /2010/05/17/58/333230/melirik-kondisi-kejiwaan-anak-jalanan. UNFPA. (2010 ). Diakses tanggal 27 Mei Anonym. S. R. Kompasiana . Diakses tanggal 27 Mei 2010 Anonym. Masalah Anak Jalanan. Penanganan Anak Jalanan. Gender. Seks dan Kehamilan Pranikah. kesrepro.Diakses tanggal 27 Mei 2010 21 .php ?option=comcontent &dopdf=1&id= 101). Style Sheet: http://indonesia. 2006.dkk (2008). Azrul (2005). Style Sheet: http://sosbud.info/?q=node/367 .pdf. Kebijakan dan Strategi Kesehatan Reproduksi di Indonesia.or. Badan Pusat Statistik: Jakarta Hoesin. Diakses tanggal 27 Mei 20102010 Anonym.DAFTAR PUSTAKA Anonym.(2007). Pusat PSKK UGM: Yogyakarta Asrini. Atma Jaya-Departemen Sosial-Unicef Arida. Anak Jalanan. (2008). Redaksi .com/2010/03/29/masa-depan-anak-jalanan-ada-pada-kita/ . Style Sheet : http://www. dan Pembangunan Kependudukan.policy. Remaja Style Sheet: http://rumahbelajarpsikologi. Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indoneisa.org/publications/General%20RH/Kebijakan%20&% 20Strategi%20Nasional%20Kesehatan%20Reproduksi%20di%20Indonesia. Masa Depan Anak Jalanan Ada Pada Kita. Diakses tanggal 28 Mei 2010. Keluarga Berencana.(2010).path.org/files/Indonesian_16-3. kesehatan Reproduksi. Style Sheet: http://suar. 2005.damandiri. Pendidikan Layanan Khusus. Diakses tanggal 27 Mei 2010 BKKBN.pdf. Style Sheet : http://www. Style Sheet http://www. PKPM .

Anak Jalanan.Santika.. Materi Pelatihan: KRR. Jakarta: WHODepkes RI 22 . Odi (2010). Style Sheet:http://odishalahuddin. Ph. Profil Kesehatan Pembangunan Perempuan di Indonesia. dkk (2006). A.D. Menggunakan Hak Asasi Manusia untuk Kesehatan Maternal Neunatus. Jakarta WHO. (2007). 2010) Shalahuddin. World Health Organization: Jakarta Slide Direktorat Bina Kesehatan Anak dr.Sc.wordpress. Diakses tanggal 27 Mei 2010 Slide Ruang Lingkup KRR dr. MPET .com /2010/01/04/anak-jalanan-studi-kasus-atas-persoalan-sosial/. 2010 Tim KRR Perinasia ( 2007). Agustin Kusumayati M. Rinni Yudhi Pratiwi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful