P. 1
Belajar Melilit Dinamo Tamiya

Belajar Melilit Dinamo Tamiya

|Views: 4,873|Likes:
Published by Anissa Nurdiawati

More info:

Published by: Anissa Nurdiawati on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

Belajar Melilit Dinamo Tamiya

Artiker ini untuk pembelaiaran, Yang udah mahir boleh baca boleh enggak
Ya udah Lah ga usah basa-basi ya to the point aia lah
Dalam melilit dinamo kita perlu bahan-bahan dulu
1. angkur/angker (daleman dinamo buat tempat kawat di lilitkan)
2. cutter/silet/pisau (lebih baik cutter)
3. senar lilitan (ukuran terserah tapi di sarankan 0,5-0,4 biar mudah)
4. lap (yang bagus terbuat dari bahan kaos)
disini kita akan belaiar membuat lilitan piramid
pertama uiung senar kita kerik menggunakan cutter sampai mengelupas lapisan emailnya.

dan kita iuga harus mengerik senar yang akan di tempelkan pada konektor...
iepit/kaitkan senar pada kaki dan lalu pegang angkur seperti ini.

masukan dan kaitkan senar pada konektor.
lalu mulai deh melilitnya, banyaknya gulungan pada angkur tergantung pada luas penampang
angkur dan besar ukuran senar.
silahkan gunakan model lilitan yag biasa saya pakai..

catatan :
agar lilitan rapi perhatikan hal ini
- contoh di atas mengambil arah dari bawah (konektor)
- iika pada penampang atas dan bawah angkur, iumlah gulungannya sama maka pada
gulungan tingkat dua nya di gulung ke gulungan tingkat 1 lalu baru kebawah dan
mulai gulungan tingkat 3
- iika gulungan di penampang atas lebih banyak dari penampang bawah maka pada
tingkat ke dua gulungan tidak sampai mentok kurangi satu gulung lalu ke bawah dan
mulai tingkat yang ke 3
- gulunglah dengan kencang dan usahakan menggulung dengan tekanan yang sama
semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanIaat...

Minggu, Nov¢mb¢r Ŵŵ, ŶŴŴ9
Tips-tips Tamiya
1lpsŴLlps lnl adalah darl penaalaman sava va walau Cuma sedlklL mudahŴmudahan bermanfaaL
Aaar Lldak keluar [alur ť
Ŵ 8oler dl mlrlnakan kebawah ([anaan Lerlalu mlrlna)
Ŵ Cunakan roler vana deraLnva (ada vana dua ada vana saLu)
Ŵ 8aLakan ban/8ubuL ban sampal raLa
Ŵ Sesualkan ban depan dan ban belakana aaar selmbana
!lka aear box paLah ť
Ŵ lubanal baalan aearbox dan sasls lalu pasana mur Ǝ bauL
Ŵ pasana [uaa kareL penaaman
Lune up dlnamo ť
Ŵ bubuL konekLor sampal berslh dan raLa
Ŵ berslhkan llllLan dan anakur (blsa denaan sabun dan alr)
Ŵ berslhkan baalan dalam Labuna
Ŵ pasana bras denaan vana lembuL (lempenaan)
Ŵ aunakan Labuna lakher
Lune up ban ť
Ŵ bubuL/raLakan ban sampal benarŴbenar raLa
Ŵ berslhkan ban denaan bensln lalu dl lap sampal berslh
va sealnl a[a munakln ada vana mau nambahln sllahkan Llnaaal komen a[a


TAN DNAMO
$ebenarnya soal melilit dinamo tamiya itu mudah,rahasianya hanya ada di dalam cara
melilitnya.cara melilitnya sebenarnya hanya dibutuhkan kerapatan yang cukup.untuk kelas
tune up sebaiknya memakai lilitan 0,45 - 0,8 mm.magnet pun berbeda-beda
karakternya,untuk 0,45 - 0,6mm sebaiknya memakai magnet tipis untuk menyetabilkan arus
listrik,untuk diameter kawat diatas 0,6 dianiurkan memakai magnet tebal untuk menambah
torsi dinamo tsb.intinya semakin banyak lilitan semakin besar pula torsinya(speed rendah),
dan sebaliknya.
saya aniurkan setelah melilit supaya lilitan tsb dilem menggunakan ALTECO (he...he...
bukan promosi lho..) agar lilitan tsb tidak renggang saat dinamo berputar akibat gaya
sentriIugal.

Perbandingan lilitan dan kuat arus :
I1÷¦N2/N1}x I2 ; untuk N÷ banyaknya lilitan, I kuat arus. iadi I÷V/R berarti bisa you itung
sendiri khan, besar lilitan yg dibutuh kan dengan mengetahui volt batre dibuat tetap, sedang
tahanan yg berubah.
perlu diperhatikan iuga, apabila putaran yg di hasilkan dinamo besar akan tetapi akan
berpengaruh terhadap ketahanan magnet. akibat panas yg dihasilkan.


Alasan mengapa dibuat gulungan double, triple dan seterusnya.

alasan yang tepat sebenarnya bukanlah untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. kecepatan
yang tinggi adalah hasil akhir yang akan di dapat.

Alasan pertama, perlu di ingat, bahwa penampang kawat adalah berbentuk lingkaran, maka
iika kita menggulung dinamo dengan kawat yang berukuran besar, akan memiliki celah atau
ruang yang besar iuga. iika kita menggunakan kawat yang kecil atau halus, maka celah akan
semakin kecil.

Alasan kedua, yaitu kemudahan dalam menggulung. menggulung dengan ukuran kawat yang
lebih kecil akan lebih mudah daripada menggulung dengan kawat yang lebih besar.
menggulung kawat dengan ukuran 0,7 tentu akan lebih sulit iika dibandingkan dengan ukuran
kawat 0,5. karena kecepatan yang didapatkan dari kawat 0,7 dibandingkan dengan kawat 0,5
berbeda, maka dapat digunakan gulungan double.

Perhitungan

menghitung luas penampang kawat. karena penampang kawat berbentuk lingkaran, maka
untuk mengetahui luas lingkaran adalah dengan rumus

L÷ Pi.r.r ( Pi di kali iari iari kuadrat). http://id.wikipedia.org/wiki/Pi

misalnya kita menggunakan kawat 0,7 mm. artinya penampang luas iari-iari kawat tersebut
adalah 0,7/2÷0,35

maka, luas yang penampang kawat adalah:

L ÷ pi x 0,35 x 0,35 (saya menggunakan Pi ÷ 3,14)

L ÷ 3,14 x 0,35 x 0,35

L ÷ 0,38465

Dan, iika kita menggunakan kawat 0,5 mm, maka luas penampangnya adalah:

L ÷ 3,14 x 0,25 x 0,25

L ÷ 0,19625

iika kita menggunakan kawat 0,5 mm double, maka luas penampangnya nya adalah:

0,19625 x 2 ÷ 0,3925

Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, dengan menggunakan kawat 0,5
double akan lebih baik daripada menggunakan kawat 0,7 single. semoga dengan penielasan
ini bisa dipahami.

Ditulis dalam Tamiya mini 4 WD

ulungan Doubl¢
erikut ini adalah tulisan laniutan saya yang pernah saya posting sebelumnya di
http://oprekmini4wd.com/Iorum/index.php/topic,78.msg820.html#msg820
karena udah banyak yang nulis disana tapi diluar topic, maka saya membuat topic khusus
disini. tolong iangan sampai thread ini berkembang ke masalah masalah baru selain masalah
gulungan double.
Pengantar
Alasan mengapa dibuat gulungan double. triple dan seterusnya.
alasan yang tepat sebenarnya bukanlah untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. kecepatan
yang tinggi adalah hasil akhir yang akan di dapat.
Alasan pertama, perlu di ingat, bahwa penampang kawat adalah berbentuk lingkaran, maka
iika kita menggulung dinamo dengan kawat yang berukuran besar, akan memiliki celah atau
ruang yang besar iuga. iika kita menggunakan kawat yang kecil atau halus, maka celah akan
semakin kecil.
Alasan kedua, yaitu kemudahan dalam menggulung. menggulung dengan ukuran kawat yang
lebih kecil akan lebih mudah daripada menggulung dengan kawat yang lebih besar.
menggulung kawat dengan ukuran 0,7 tentu akan lebih sulit iika dibandingkan dengan ukuran
kawat 0,5. karena kecepatan yang didapatkan dari kawat 0,7 dibandingkan dengan kawat 0,5
berbeda, maka dapat digunakan gulungan double.
Perhitungan
menghitung luas penampang kawat. karena penampang kawat berbentuk lingkaran, maka
untuk mengetahui luas lingkaran adalah dengan rumus
L÷ Pi.r.r ( Pi di kali iari iari kuadrat). http://id.wikipedia.org/wiki/Pi
misalnya kita menggunakan kawat 0,7 mm. artinya penampang luas iari-iari kawat tersebut
adalah 0,7/2÷0,35
maka, luas yang penampang kawat adalah:
L ÷ pi x 0,35 x 0,35 (saya menggunakan Pi ÷ 3,14)
L ÷ 3,14 x 0,35 x 0,35
L ÷ 0.38465
Dan, iika kita menggunakan kawat 0.5 mm, maka luas penampangnya adalah:
L ÷ 3,14 x 0,25 x 0,25
L ÷ 0,19625
iika kita menggunakan kawat 0,5 mm double, maka luas penampangnya nya adalah:
0,19625 x 2 ÷ 0.3925
Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, dengan menggunakan kawat 0,5
double akan lebih baik daripada menggunakan kawat 0,7 single. semoga dengan penielasan
ini bisa dipahami.

ara melilit dinamo tamiya (opy from forum)
7/28/09 Leave a Comment
$ebenarnya soal melilit dinamo tamiya itu mudah,rahasianya hanya ada di dalam cara
melilitnya.cara melilitnya sebenarnya hanya dibutuhkan kerapatan yang cukup.untuk kelas
tune up sebaiknya memakai lilitan 0,45 - 0,8 mm.magnet pun berbeda-beda
karakternya,untuk 0,45 - 0,6mm sebaiknya memakai magnet tipis untuk menyetabilkan arus
listrik,untuk diameter kawat diatas 0,6 dianiurkan memakai magnet tebal untuk menambah
torsi dinamo tsb.intinya semakin banyak lilitan semakin besar pula torsinya(speed rendah),
dan sebaliknya.
saya aniurkan setelah melilit supaya lilitan tsb dilem menggunakan ALTECO (he...he...
bukan promosi lho..) agar lilitan tsb tidak renggang saat dinamo berputar akibat gaya
sentriIugal.

Perbandingan lilitan dan kuat arus :
I1÷¦N2/N1}x I2 ; untuk N÷ banyaknya lilitan, I kuat arus. iadi I÷V/R berarti bisa you itung
sendiri khan, besar lilitan yg dibutuh kan dengan mengetahui volt batre dibuat tetap, sedang
tahanan yg berubah.
perlu diperhatikan iuga, apabila putaran yg di hasilkan dinamo besar akan tetapi akan
berpengaruh terhadap ketahanan magnet. akibat panas yg dihasilkan.


kalau mau blcara soal dlnamo aLau mesln penaaerak mlnl4wdţ pasLl Lak blsa dllepaskan darl prlnslp
aava lorenLzŦ kalau udah Lahu hukum aava lorenLs pasLl bakal paham almana sebuah moLor (uC) blsa
berker[aŦ

oleh karena lLuţ unLuk mellhaL aLau menaencanakan sebuah moLor harus ada svaraL vana dl lkuLlť

1Ŧ lnduksl maaneL (flux) harus leblh besar

blasa sudah ada dl[ual dlpasaranŦ mulal darl vana berwarna perak sampal vana berwarna emas dan
darl vana Llpls sampal vana LebalŦ (plllh vana Lebal aLau vana Llpls vah? [awaban akan dl bahas
selan[uLnva)

2Ŧ kuaL arus (ampere) harus besar

kuaL arus lnl dlambll darl sumber Leaanaanţ dalam hal lnl adalah baLeralŦ oleh karena lLu wa[ar blla
klLa menaunakan baLeral carbon leblh pelan keLlmbana menaaunakan baLeral alkalln walopun
Leaanaan samaŦ baL [uaa unLuk baLeral nlckel Cadmlum (nl Cd) aLau nlckel maaneslum (nl Mh)
walopun Leaanaan (volL) dasarnva 1Ŧ2 namun memlllkl ampere vana lbh Llnal dlbandlnakan alkallŦ
oleh karena lLu Lak aval [lka menaaunakan baLeral charae (nl Cd aLo nl Mh) bakalleblh kencana
keLlmbana alkallŦ
namunţ perlu dl keLahul [uaa raLaŴraLa baLeral charae (nl Cd aLo nl Mh) memlllkl dava slmpan vana
kurana balk Lak sebalk alkallŦ [adlŦŦţ blsa [d vana menaaunakan alkall (alkallnţ enealzerţ dll) akan leblh
Lahan lama walopun [alan nva leblh lambaL keLlmbana baLeral charaeŦ penurunan performance pada
baLeral alkall [lka dlaambarkan dalam benLuk araflk akan berupa aarls landalŦ namun pada baLeral
Charae (nl Cd aLo nl Mh) araflk akan berupa aarls vana curamŦ (maksudnva apa araflk vana ƍcuramƍ
dan ƍlandalƍţ sllahkan Lanva baal vana naaak naerLl)

3Ŧ !umlah llllLan (n)

(perlu dl lnaaL [uaaţ semakln bvk llllLan memana memperbesar powerţ namun [anaan lupaţ semakln
bvk llllLan maka akan semakln pan[ana kawaL vana dlaunakanŦ denaan demlklan semakln pan[ana
kawaL maka reslsLansl kawaL [uaa semakln besar dan arus men[adl kecllŦ oleh karena lLuţ
perbandlnaan [umlah llllLan dan pan[ana kawaL perlu dl plklrkanŦ

4Ŧ denaan mellhaL polnL 3 dan 3 maka dapaL dlslmpulkan menaaunakan ukuran dlameLer kawaL vana
leblh lebarŦ coba bandlnakan kawaL dlnamo Lape kaseL denaan dlnamo klpas analnŦ

3Ŧ poslsl arah flux medan maaneL dan arah kawaL harus Leaak lurus 90 dera[aL aaar Lenaaa vana
dlhasllkan makslmalŦ [d dalam hal lnl mellllL kumpuran harus selalu Leaak lurus [an sampal nveronaŴ
nveronaŦ

Added afLer 3 mlnuLesť

1ahu celah dl curenL (bacať keren) aLau anker pada dlnamo kan?
nah celah lLu kalau semakln kecll maka akan semakln balkŦ Lahu kenapa?

tips buat ngelilit dinamo (setau gw) & perangkatnya
lo butuh:
1.Kawat Tembaga(kalo di toko tamiya mahal beli di toko elektronik aiah ada koq)
2.anker (inti dinamo itu yg bikin muter)
3.Connector yg mantap (yg buat nyantolin kawat)
4.brass yg bagus ign yg mudah hangus itu mempengaruhi kecepatan lho (di kota gw si di
sebut gitu lempengan yg ada di tutup dinamo)
5.kemauan menang
6.punya duid yg cukup

gw saranin pake kawat yg ukuran 0.45 menurut gw itu sedang kenceng and stabil
kawatnya buatan apa aiah terserah mo ierman,lokal,buat sendiri.terserah yg penting kawat
tembaga

Inti Dinamo

step:
1.serut uiung kawat yg mo dililit dengan cutter sampai terlihat lebih terang warnanya soalnya
setau gw sih itu ada lapisan plastiknya biar listriknya stabil ato satu arah
2.kaitkan pada connector (di solder iuga boleh)
3.mulai melilit
4.pilih bentuk lilitan loe cth:

Pemula
. Jago
. . . . . .
. . . ··÷÷Piramid . . . . ··÷÷ridge setelah gw test ternyata yg model ini lebi
. . . . . . . . kencengdari pada piramid asal iago ngelilitnya
. . . . . soalnya kita akan kesulitan melilit di atasnya
gw aiah ampe 13 kali lilit ulang krn kawatnya id cacat

5.setelah selesai dengan pola seperti di atas serut lagi kawatnya dan kaitkan lagi di connector
INGAT KAWAT TIDAK OLEH PUTU$ DAN TETAP KENCANG LILITANYA ign
kendor

6.lakukan step ke 4 sampai anker penuh

Magnet

menurut gw beli magnet yg kuat terus kita tambah kan kekuatan magnet dengan cara
menginduksikanya denga elektro magnet ntar lebih kuat 10 x lho!! tp elektro magnet
ign lebih dari 25 VOLT karena kalo lebih baterai iuga akan terkena medan magnet dan
akan mengurangi kecepatan dinamo karena tertarik tarik ama magnet

dah itu iah

9.99025.24-:.:9907.307 /.3  ..02.3/3..9/9.

809.

79.58.3.   /.7.99..3-0.2030:5.35.72:/..2/ 5079./.2.3..:99078.3  -..: 0--.:9907  803.3.357.79.3/90250.3.8.::3803.5/8.3..3-.07203:3.:.302.25...3 ::7.58.7202-:.3907807.7:820307803.7.9.9/.39.:8907-:.7-..430947  059.48  /839.  .5 .

/.3:78050793   2.3.8:.9..9..3.3.75.75./.:50.3803.430947  .3/./.3803.

3 .-.35.9...3.3803.2.3/.25.3:7 :2.7..25.37..3-..7::7../03. 93.9. 8024....   .8..8503././.393.38./.33.2.3/503.::3.3:7/.4394/.39/..3:7907./.5.93.3.324/09.8203..3:8.:.:0-.393.3..38../.9:::3.25.5507.3 2:.7-.3 .8..7:0-.3203::3/03.9..390. ::3.9.7  8..393.3..3.25.5.90/:.3:3..::3.8.3.3-08.2..3-8.5.31.:2:.503././02093.5.::3.25.38.7503./::30::3.9 .9./.:-.::3.3.8/.2.3.3-.9/:.2-.::3.303.39:35.-072.9./.79.9...3..20394:7.3 .9.8.3 2:./.30 ::3.80--.8.5. 430947  .25. -.3.9  ..

  .

 @½¾ ½¾°f ff f½ °–ff¯f°¾fffff.2. ZYYa [bWTW^  % %58 958%.

¯f¾ ¯ f ¯ ff° ¯f°€ff –f f f©f     ¯°–f° ff%©f°–f° f¯°–% °ff° f°– f°f%f ff°– ff ff°–¾f%  fff° f°$   f°¾f¯½fff  ¾ff° f° ½f° f° f° ff°–f–f¾ ¯ f°– f– f ½ff   f°– f–f°– f  f°¾f¾¾f½f¾f°–¯  f ½f¾f°–©–ff ½ °–f¯f° ° ½ °f¯    ° ¾f¯½f ¾ f°ff  ¾f°f° f°f°–% ¾f °–f°¾f ° f°f%  ¾f° f–f° ff¯f °– ½f¾f°– f¾ °–f°f°– ¯ % ¯½ °–f°% –°ff°f °–f  ° ½ f°    $fff° f°¾f¯½f °f °fff  ¾f° f° °–f° °¾°f f½¾f¯½f ¾ f¾ –°f©f¯°–°f ff°–¯f°f¯ f°¾ff°°––f¯ °f©f   .

2098:5.//.3:7.9/3.2..3-08.9.2.-.2-.8 /..73.7.24-075:9.3.3/.75:.7:8 897 :39:/.94783.39.8.7.  8.3:7./. :39:   2280-.-. 8500/703/. 7..9. %  $0-03.38.8 9:30:580-.3.5..7.9. 2093....2. .2.398-/02203:3..73.:39:203.3095:3-07-0/.3.202.79.703.3.9..2093.80-03. 9478/3.398-9/..2498- 393..3   22 2.3%  0 0  -:.35742484 .3.3..9..   !07-.3.3202..3/3.380-.9. .3802.3.307.802.202..3-.7.3.209/3.9/./-:9:..9073.9.84.  /.38090.7:8 .9:2:/.::5 :39:0. 803971:.3..30990-. -0/.20907..3:.309958:39:20309.249.

9.3 :.9.3.<:39:-.3.7:8 ./'.

3//.3 9039:.3 2. 2.9 -.3-07:-.970/-:..:39:203/.9..3..503..9-07-039:3.3 .3/.9  ..25.37:2:8  ! 7 7 !/.3/4:-0   !079:3.75.30-8:9.05.9 .8.3  2039:3:. .8..3::7.703.-07-039:3. .79.32./-.3.9./03.3.:...3-08...30-2:/..3 802.3    .3203.3::7.8.3 2. .25.-.9/03.5.7..   .: 7:..0..9   .9.0./.3:.::..7.393.7.3 .9.393 0.30.5.7.30..9 995.5./7.3/03..3.7.  507:/507.3../.95.83.3/.-:..73.8/.05.3.9...35079.3::7.   .8503..8.7:907.203::3/3.25.3905..3 -07503.5 80/.320309.9909.2203::3 203::3/03.9  -07-0/...5.3 9.-. .8.9.3.9.7:.3.503.9./.7 .9.5.3.9.#-07.5:9.3-07::7.3909.5..3.3 0-0.203:3. :39:20309./.9:02:/.3/03.3/.30--08.3/03. 507:/3.2..79-8./.3.7..24-08.5.9/:3.7  203::3../.203::3/03.9.7.3.3..380907:83..9.9.3/3./.3-08.7:.:8 2.3.3/3.8..703.3 -08.9.980-03.8.30.3...509.309 .3::3.4:9:3 803/7.3.3/-:9:.9::3..3.9 /-.3/3.:.9.3//.0..05.3/4:-0 9750/...7.49-./-:..3..24/03.3202.30/:.

.

47./ 50/.

.

203:3.25.3.9.990780-:9 .3:.503.7.7 ..8.!  28.3.9 22 .793.... ./.

3503...25. .3.   2. :.8./.9..

5..2   9:8/.3..:.3-.8503.203:3.3.75.9.203:3.9203.33.9 22 2. /03.23   ./.33.:.8503.../..          . 5   8..30--...3 3-8.3203:3..3/02.     03.25.3..9  /4:-0..203:3././03.25.8..3!            .../5../.9 830 8024..3 ..9 22/4:-0 2.35030...2%./.2.203:3.9.3..2-0825:.3 9.3.

3:9..../..aaZYSZ[aTW 07:93.8.9:8.35073.3./ 995.5489380-0:23.38.

.

457023/ .42.

147:2.

3/0 55.

203::3/03.3 .3/4:-0  !079:3.-:..9.5.30--08.3/3.945.7.:.3-07::7.202-:.9945.-.3/03.3-08.3..8..9..503.3.:39:203/.8..8..9 /-.8.8.3.3203.703.3905..8.7945.3/4:-0 9750/.9/03.30-2:/.9..3-08.25.9../7.7.7..-...7:80.3.3.0..9.  .39.3//.38./. .-07-039:3.3..9.970...203::3/3.9-07-039:3.9::3.7 ..3.3.:/.8503.  28 9228  .:8 2.3 2.7  203::3..2.25.30.503...05. :39:20309./.3 2..3..9/:3./../.75..9 995.9.: 7:..24/03.7.::.7.3202..3..3 9039:.3 .7:.3 802.35079.9 -..3.73.30/:.8.. 2..203:3.9 ./-..5.3/.0.9./03.3/3.9  ..380907:83. .25.7.30.8.3.3 0-0.9.2203::3 203::3/03.05./3-0702-.3.3/4:-0  !03.9.3/03.3::7.5.9.3::7.. .9  .83../.7:.33:8/8.30.32.980-03.. 2.25. 507:/3.3//.8.3.393 0.9:02:/.9  -07-0/.9..5.9..3/.37:2:8 ! 7 7 !/.3 2039:3:.9.5/:.3.05.2.9..7 ./.3::7.3::3.  .393.3. ::3./-:...703.703.30-8:9.3.302..5..0.3.:8:8 /83 9443.

.

/ 50/. 47.

.

.9. .793.9 22 .25..7.990780-:9 .203:3.3.503..3:.! 28.7 .3./.8..

9..3./.       . :../..3.3!         .203:3..25.:... 5   8.9 22 2.  2.3 ...9.8503.203:3..3503.8.33..25.

./..75...3 3-8.203:3.9 22/4:-0 2.3.9203.8./03.2    ...9 830 8024.3.30--.   03. /03.3-..3/02.9  /4:-0.33.5../.203:3.3 9..25.3.35030...3203:3././5.:.8503..9.3./.2-0825:..

209/3.2.249. 451742147:2  .7..

.

3-.398-9/.   !07-.3..39.9/..73..38090.84.35742484 .307. .3095:3-07-0/.2-.3..7.202.73.7:8 897 :39:/.3.  8.7.703. ...3.3%  0 0  -:. 9478/3..3.3:.3202.209/3.2.3/.3. -0/.9./.249.380-.. 0.79..7.3. 8500/703/.3.0..9..30990-..20907.  /.24-075:9....//.5.3:7.3/3.:39:203.9/3.2093.94783.9.::5 :39:0.3:7.2. 803971:.8.3   22 2.9. 2093.2498- 393..7. 7.8 /../-:9:.-.802.398-/02203:3.8 9:30:580-.3.3.2.309958:39:20309.2098:5.7:8 .9.2.3-08.9.80-03.202.9073.422039 $0-03.9:2:/.75:. :39:   2280-..38.3802.-.9..

/'.9.3.9.3.7:8 .<:39:-.3 :.

.3 -08.7.3 -07503.7:907.970/-:.:.4:9:3 803/7.3/-:9:..8.3:.5.3 9.32.309 .8.3909.5 80/.95.#-07.3.9.5:9..509. .3/.3-07:-.79-8.  507:/507.3    .7.3.320309.-.8/./..5.3/3.3.-.49-.9909.79.3/03.24-08.

 ff¯f nff¾f °f¯ff¯ ¾°½ °–– f¯° ½f¾f ¾f  ½f¾f° f½°¾½ –ff ° ff ff¯–ff °¾½f¾ ff½ff¯–¯f°f¾ f¯%.

% ¾f  ©f    f °f °¯ fff¯ °– °nf°–f°¾ f¯f¾f f¾fff°–     ° ¾¯f–° %€%f¾  ¾f  f¾f¾ ff f ©f ½f¾ff° ¯f ff°– f°f½ f¾f¯½ff°– f°f ¯f¾ f° ff°–½¾¾f¯½ff°– f %½f°– ffff°–½¾f"©ff f°ff°  ff¾ ¾ f°©°f%   ff¾%f¯½  %f¾ ¾f  ff¾° f¯  f¾¯  –f°–f°  ff¯f°f ff f f  f °ff©f f f¯ °–°ff° f fnf ° ½ f° ¯ f°–¯ °––°ff° f fff°f½°  –f°–f°¾f¯f  –©–f° f f°n .

f ¯¯%-.

% f½° –f°–f°%% f¾f°f °f¯°¯ ¯f¯½  f°– °–  f° °–f°ff   f °ffff©f¯ °––°ff° f fnf– %-. %ff°n ¯f–° ¾¯%-.

f-.% ff  °nf°–  ¯ f°–ff  °f¯° ½   f©–fff ff f fnf– %-.

f-.%¯ ¯ ff¾¯½f°f°– f°– ff¾ fff ©f   ¾f© f°–¯ °––°ff°ff%ff°  ° –   %ff°  ff°f¯ff½°©ff°°f f¯ f ¯ f°– f fnf– ½ °°f°½ €¯f°n ½f f f fff©f –f¯ ff° ff¯ °–f€ff° ½f–f¾f° f °f¯°½f f f f .

f– %°.

%–f€ff° ½f–f¾f°–nf¯ %¯f¾ °ff½f–f€f°– nf¯  f° f° f ¾ff°f°f f–f°–°––f°– %   ¯ff°%-%  %½  °–f©–f ¾ ¯f° f°¯ ¯f°–¯ ¯½  ¾f½  °f¯°©f°–f°½f ¾ ¯f° f°¯ffff°¾ ¯f°½f°©f°–fff°– –°ff°  °–f° ¯f°¾ ¯f°½f°©f°– ff¯ff ¾¾f°¾ff©–f¾ ¯f° ¾f f°f¾¯ °©f  n  f °f  ½  f° °–f°©¯ff° f°½f°©f°–ff½  ½f°     °–f°¯ f½° f°¯ff f½f ¾¯½f°¯ °––°ff°f° f¯  fff°–   f n f f° °–f°ff °f¯f½ f¾  °–f° °f¯½f¾f°–°    ½¾¾ff€¯ f°¯f–°  f°fffff¾ –f¾ f©ff–f °f–ff°– f¾f°¯f¾¯f ©  ff¯f°¯ ¯½f°f¾¾ f –f¾©–°¾f¯½f° °– ° °–    f€ ¯° ¾   . f-.

@fn f n °% fnf   °%fff° ½f f °f¯f°" °fn fff¾ ¯f° n¯ffff°¾ ¯f° f f °f½f"   .

5 -:..75.3.309 30-/.8.3:89:202503.3. ******************  ...35..3.7.2.309/03.93.90-907.9 902-.2-.308:9..39.9  !02:.32.9   8090..30:./.3.-40   2:.- .20/.948.2/..43093.5.70-:..50393.307503:  .-:.893.3.7:0.8807:9.3  5:3.3.35.3 203:7:99:80/.9.9.24  8905  807:9::3.3943.3203.9.3.3/3.03/..::5  8.83.2/    7/08090.309/.249:-32:907   4330.9:.24   02.7..3 4.947 %%% !&%&$%%!%3 03/47   .9309/3.307 39/3.24.354.303..25..:99078..390703.4330.58./.57./.209  5-039:9.03.:..93.4         !7.703.:.32.9079.9::7.8008.7' %.805079/.. .../03.250.907.9:.2.     84.84..9.90899073../.4/9449.9907:89.24 809.3203:7.9..3.78973. .9.-.:832:/.9..3.3 ..907807.309  /.9   -7.24/030-        03.46   .309:.335.73.947 /84/07:. .7.3./..9%02-.9 495009742.  393...3.05.8/ 80-:99:02503./:/..9.:89:.9..-.88-.93.0.7.:  507.009742.89.  ./03.907.:.4330.958-:.9803/7 907807.3.. 809.703.373..05.340. -:.25.9:..9.30939..3209/..93.34 /49./.3890508.9.2./.-0/944009743.93.2.24072./9:9:5/3./.40--.924/9/03.79. 4-:9:  .. 2033/:8.9472.3/89..30.309  203:7:9-02.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->