P. 1
Enzim

Enzim

|Views: 608|Likes:
Published by gus_pram

More info:

Published by: gus_pram on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Enzim

July 24th, 2010 · Buku Sekolah Gratis · Biologi 3 SMA No comments - Tags: Cara Kerja Enzim, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim, Inhibitor kompetitif, Komponen Enzim, pH (derajat keasaman), Sifat-Sifat Enzim, Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory), Teori kecocokan yang terinduksi (Induced fit theory)

Enzim adalah senyawa organik atau katalis protein yang dihasilkan sel dalam suatu reaksi. Enzim bekerja sebagai katalis dalam tubuh makhluk hidup, oleh karena itu disebut biokatalisator. Kamu akan mengetahui fungsi enzim dalam proses metabolisme setelah mempelajari subbab ini. Enzim bertindak sebagai katalis, artinya enzim dapat meningkatkan laju reaksi kimia tanpa ikut bereaksi atau dipengaruhi oleh reaksi kimia tersebut. Enzim ini memiliki sifat yang khas, artinya hanya mempengaruhi zat tertentu yang disebut substrat. Substrat adalah molekul yang bereaksi dalam suatu reaksi kimia dan molekul yang dihasilkan disebut produk. Misalnya, enzim protease, substratnya adalah protein dan bentuk reaksinya mengubah protein menjadi asam amino. Jadi, asam amino disebut produk. Untuk lebih memahami cara kerja enzim, mari cermati Gambar 2.3 di bawah ini.

Enzim disintesis di dalam sel-sel hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel sehingga disebut enzim intraseluler. Contoh enzim intraseluler adalah katalase yang memecah senyawasenyawa berbahaya, seperti hidrogen peroksida pada sel-sel hati. Sedangkan, enzim yang dibuat di dalam sel dan melakukan fungsinya di luar sel disebut enzim ekstraseluler. Contoh enzim ekstraseluler adalah enzim-enzim pencernaan, seperti amilase yang memecah amilum menjadi maltosa. Reaksi biokimia yang dikendalikan oleh enzim, antara lain respirasi, pertumbuhan, perkecambahan, kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi nitrogen, proses pencernaan, dan lain-lain. Untuk lebih mengetahui tentang enzim, mari cermati uraian berikut ini. 1. Komponen Enzim Penyusun utama suatu enzim adalah molekul protein yang disebut Apoenzim. Agar berfungsi sebagaimana mestinya, enzim memerlukan komponen lain yang disebut kofaktor. Kofaktor adalah komponen nonprotein berupa ion atau molekul. Berdasarkan ikatannya, kofaktor dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu gugus prostetik, ko-enzim, dan ion-ion anorganik.

. enzim dan substrat harus saling komplementer. NAD. yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis. Agar dapat bereaksi. NADP+. 2. Cara Kerja Enzim Enzim mengkatalis reaksi dengan cara meningkatkan laju reaksi. amilase dalam ludah akan bekerja lebih baik dengan adanya ion klorida dan kalsium. Enzim memiliki sisi aktif. Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat.4). yaitu molekul berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. antara lain katalase. dan sitokrom oksidase. Setelah produk dihasilkan. dan asam tetrahidrofolat. b) Ko-enzim merupakan kofaktor yang terdiri atas molekul organik nonprotein yang terikat renggang dengan enzim. Bentuk sisi aktif sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Enzim meningkatkan laju reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk reaksi) dari EA1 menjadi EA2. kemudian enzim dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks baru dengan substrat yang lain. Pada sisi ini. Contohnya. atau elektron dari satu enzim ke enzim yang lain. peroksidase. Contohnya adalah heme. Ko-enzim berfungsi untuk memindahkan gugus kimia. Enzim yang terikat dengan kofaktornya disebut haloenzim. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah enzim. Hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. tiamin pirofosfat. c) Ion-ion anorganik merupakan kofaktor yang terikat dengan enzim atau substrat kompleks sehingga fungsi enzim lebih efektif. Contohnya. (Lihat Gambar 2. atom. Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir reaksi.a) Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang biasanya terikat kuat pada enzim. berperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim.

dan pelarut organik. Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit. artinya enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi. Selain itu.Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori. substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. seperti kunci yang masuk dalam gembok. Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory) Enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks. a. d. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks. Enzim bekerja secara bolak-balik. Reaksi-reaksi yang dikendalikan enzim dapat berbalik. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim. substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Teori kecocokan yang terinduksi (Induced fit theory) Menurut teori kecocokan yang terinduksi. kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Oleh karena itu. enzim memiliki beberapa sifat antara lain: a. bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Di dalam kompleks. Sesuai dengan fungsinya sebagai katalisator. 3. Enzim hanya mengubah kecepatan reaksi. Enzim merupakan protein. b. enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. enzim memiliki sifat seperti protein. e. Sifat-Sifat Enzim Sebagai biokatalisator. c. artinya enzim tidak menentukan arah reaksi tetapi hanya mempercepat laju reaksi sehingga . sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Enzim bekerja secara spesifik. panas yang terlalu tinggi akan membuat enzim terdenaturasi sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau basa kuat. hanya meningkatkan laju suatu reaksi. umumnya pada suhu kamar. Antara lain bekerja pada suhu optimum. dan teori kecocokan yang terinduksi. b. Sehingga. enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit. artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja. Setelah bereaksi. yaitu teori gembok dan anak kunci.

Pada umumnya. menyebabkan aktivitas enzim menurun. Peningkatan suhu yang ekstrim dapat menyebabkan atom-atom penyusun enzim bergetar sehingga ikatan hidrogen terputus dan enzim terdenaturasi. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain. Sehingga. 4.0. pH. dan inhibitor (penghambat) serta konsentrasi substrat. denaturasi bersifat irreversible (tidak dapat balik). Setiap enzim mempunyai suhu optimum. Hal ini. . Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan. antara lain: a. kecepatan molekul substrat meningkat. maka aktivitas enzim akan menurun dengan cepat. enzim intrasel bekerja efektif pada kisaran pH 7. menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. Enzim dapat nonaktif bila berada dalam asam kuat atau basa kuat. Jika pH dinaikkan atau diturunkan di luar pH optimumnya. Sebagian besar enzim tumbuhan mempunyai suhu optimum 25º C. pH (derajat keasaman) Enzim sangat peka terhadap perubahan derajat keasaman dan kebasaan (pH) lingkungannya. Hal ini berlaku dalam batas suhu yang wajar. b. aktivator (pengaktif). Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu.tercapai keseimbangan. Suhu Tiap kenaikan suhu 10º C. pada saat bertubrukan dengan enzim. sebagian besar enzim manusia mempunyai suhu optimum 37º C. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim dan menyebabkan enzim terlepas dari substratnya. Pada suhu yang lebih tinggi. Hal ini memudahkan molekul substrat terikat pada sisi aktif enzim. energi molekul substrat berkurang. f. Kenaikan suhu berhubungan dengan meningkatnya energi kinetik pada molekul substrat dan enzim. Atau sebaliknya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut. kecepatan reaksi enzim menjadi dua kali lipat.

terdapat juga aktivator yang mempengaruhi kerja enzim. bentuk enzim berubah dan sisi aktif enzimtidak dapat berfungsi. amilase memiliki pH optimum sekitar 7.5 (agak basa). Contohnya. dan agak basa. Zat penghambat atau inhibitor dapat menghambat kerja enzim untuk sementara atau secara tetap. Selain inhibitor. Aktivator merupakan molekul yang mempermudah enzim berikatan dengan substratnya. Hal ini menyebabkan substrat tidak dapat masuk ke sisi aktif enzim. ada enzim yang memiliki pH optimum sangat asam. 1) Inhibitor kompetitif Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Penghambatan inhibitor kompetitif bersifat sementara dan dapat diatasi dengan cara menambah konsentrasi substrat.Tetapi. Contohnya. 2) Inhibitor nonkompetitif Inhibitor nonkompetitif adalah molekul penghambat enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif enzim. Inhibitor enzim dibagi menjadi dua. c. sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan hemoglobin dalam rantai respirasi terakhir. Pepsin memiliki pH optimum sekitar 2 (sangat asam). yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif. Penghambatan inhibitor nonkompetitif bersifat tetap dan tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat. Inhibitor Kerja enzim dapat terhalang oleh zat lain. seperti pepsin. ion klorida yang berperan dalam aktivitas amilase dalam ludah . Zat yang dapat menghambat kerja enzim disebut inhibitor. seperti amilase. Sehingga. Sedangkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->