BAB I KONDISI UMUM

I.1 PENCAPAIAN PEMBANGUNAN Penyelenggaraan pembangunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah membuahkan hasil yang menggembirakan namun tetap menyisakan tugas ke depan. Keberhasilan pembangunan Indonesia, telah menuai berbagai prestasi dan penghargaan dalam skala global. Antara lain, sebuah laporan resmi dari pemerintah AS bertajuk “Global Trend 2025: A Transformed World”, yang dilansir bulan November tahun 2008, secara eksplisit menyebutkan bahwa Indonesia bersama dengan Iran dan Turki akan menjadi pilar kekuatan ekonomi dunia setelah India, Cina, Brasil dan Russia pada tahun 2025. Selama lima tahun terakhir telah banyak kemajuan yang telah dicapai. Upaya mewujudkan Indonesia yang aman dan damai telah membuahkan hasil. Di seluruh Indonesia, tidak ada gangguan keamanan yang berarti. Perdamaian di Nangroe Aceh Darusalam dan di beberapa daerah konflik lainnya seperti Maluku, Sulawesi Tengah, dan Papua telah menunjukkan kondisi keamanan yang semakin kondusif. Peningkatan mobilitas penduduk yang cukup tinggi, merupakan salah satu cermin dari perbaikan keamanan di tanah air. Begitu pula peningkatan investasi, baik investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri, merupakan cerminan dari tercapainya kondisi keamanan yang makin membaik ini. Kemajuan yang berarti juga terlihat dalam agenda Indonesia yang adil dan demokratis. Proses transisi ke sistem demokrasi yang sebelumnya berjalan sedikit tersendat, kini telah berjalan lebih baik. Proses demokratisasi makin menguat dan diterima sebagai suatu keharusan guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan terbuka. Reformasi konstitusi yang mewajibkan pemilihan langsung pada semua tingkatan pemerintahan, telah berhasil menciptakan akuntabilitas elektoral yang lebih luas. Pemilihan umum telah berjalan secara jujur, adil, aman, dan lancar sebanyak tiga kali, setelah reformasi digulirkan tahun 1997/1998. Langkah besar ini dilanjutkan dengan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden untuk pertama kalinya pada tahun 2004 dan diikuti dengan pemilihan langsung kepala daerah. Jika pada tahun 2003 seluruh kepala daerah masih dipilih secara tidak langsung oleh DPRD, maka pada tahun 2007 hanya tersisa sepertiganya yang masih merupakan warisan sistem tidak langsung ini. Kini, seluruh I-1

kepala daerah di tingkat propinsi dan kabupaten/kota di seluruh tanah air telah dipilih langsung oleh rakyat. Ini menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dalam sistem demokrasi di tanah air. Akuntabilitas di tingkat pemerintah daerah sudah semakin baik. Para kepala daerah yang mampu menunjukkan kinerja dengan baik dalam masa pemerintahannya, mudah diduga dapat terpilih kembali. Beberapa kepala daerah kabupaten/kota dengan kinerja yang optimal, bahkan terpilih menjadi gubernur atau wakil gubernur. Pemerintah juga terus melanjutkan proses pembangunan kelembagaan yang melekat pada sistem demokrasi. Sistem checks and balances telah diperluas dan berbagai institusi independen telah dibentuk. Dalam bidang penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi, telah terjadi kemajuan yang pesat. Pemberantasan korupsi memiliki prioritas yang tinggi bagi pelaksanaan tugas pemerintah. Penindakan terhadap pelaku tindak pidana korupsi, telah dilakukan tanpa pandang bulu. Tak ada yang kebal hukum di negeri ini. Termasuk juga aparat penegak hukum. Sikap tegas Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berhasil mengungkap dan mengusut kasus-kasus tindak pidana, yang merugikan keuangan Negara. Perwujudan Indonesia yang bersih dari korupsi, harus didukung, baik dengan menyusun perundangan-undangan yang baik dan kuat, maupun dengan pelaksanaan yang konsisten dan tanpa kompromi. Hanya dengan langkah ini, Indonesia dapat membangun martabatnya di mata dunia. Keberhasilan mengatasi tindak pidana korupsi telah menuai berbagai apresiasi dari sejumlah lembaga internasional. Laporan UNDP bertajuk Report on Corruption for 2008 menyatakan bahwa untuk ketiga indeks persepsi korupsi, yaitu Control Corruption Index (CCI), International Country Risk Guide (ICRG) Corruption Score, dan Corruption Perception Index (CPI), kondisi di Indonesia dinyatakan telah menunjukkan banyak perbaikan. Untuk Indeks CCI, terjadi peningkatan dari -1,01 pada tahun 2000 menjadi -0,77 pada tahun 2006 untuk skala antara -2,50 – 2,50. Demikian pula indeks ICRG, nilai korupsi Indonesia untuk tahun 2006 berada pada skala 2,33, naik dari 1,92 di tahun 2000 untuk skala 0-6, dengan skala 6 adalah nilai untuk potensi korupsi paling kecil. Sedangkan indeks CPI, Indonesia memperoleh nilai 2,30 pada tahun 2007, meningkat dari 1,70 di tahun 2000 untuk skala 1-10, dengan 10 adalah nilai untuk potensi korupsi paling kecil. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi secara bertahap dan terencana. Reformasi birokrasi, bertujuan untuk memperbaiki pelayanan publik, karena jajaran birokrasi adalah pelayan dan pelindung kepentingan masyarakat. Langkah yang telah dan terus dilakukan mencakup perbaikan sistem dan budaya kerja, pengukuran kinerja, penerapan disiplin, dan remunerasi yang memadai. Termasuk di dalamnya transparansi dan akuntabilitas I-2

dalam proses pemerintahan. Inilah esensi dari penerapan tata pemerintahan yang baik (good governance). Dalam agenda peningkatan kesejahteraan, tantangan yang dihadapi oleh pemerintah sangat besar selama periode 2004-2009 ini. Pada saat pemerintahan berjalan 2 bulan, bencana alam Tsunami melanda Aceh dan kemudian kepulauan Nias. Tidak berhenti di situ, goncangan ekonomi global yang berlanjut dengan krisis energi dan pangan pada akhir tahun 2006-2007, tidak dapat dihindari. Tekanan yang dahsyat krisis ekonomi global yang disebabkan oleh krisis finansial di Amerika Serikat sejak tahun 2008. Krisis ekonomi global ini menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Tahun 2009 dimulai dengan situasi perekonomian dunia yang tidak pasti. Banyak prediksi menyatakan bahwa dampak krisis ekonomi global akan terus berlangsung hingga tahun-tahun mendatang ke seluruh dunia. Indonesia tergolong sebagai sedikit negara di dunia yang diyakini oleh banyak lembaga internasional akan mampu mengarungi krisis global ini dengan relatif baik. Artinya walaupun krisis terjadi, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap positif. Arah dan kecenderungan penurunan kemiskinan dan pengangguran terjaga, meskipun kecepatan perbaikan tentu dipengaruhi lingkungan global tersebut. Pada awal masa pemerintahan, November 2004, telah ditetapkan tiga strategi pembangunan ekonomi yaitu pro growth, pro jobs dan pro poor. Dalam agenda pro growth, diharapkan terjadi percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan perbaikan distribusi pendapatan (growth with equity). Percepatan laju pertumbuhan ini ditandai dengan makin banyaknya kesempatan kerja yang berdampak pada makin banyaknya keluarga Indonesia dientaskan dari perangkap kemiskinan sekaligus mampu menghadapi berbagai goncangan, baik yang bersifat individual maupun global seperti krisis ekonomi. Fakta yang ada menunjukkan bahwa ketiga sasaran tersebut telah tercapai. Dalam agenda pro growth, terjadi percepatan laju pertumbuhan ekonomi. Dalam periode 1997-1999, krisis ekonomi telah menyebabkan volume perekonomian menyusut rata-rata minus 2.9 persen per tahun. Sementara dalam periode 2000-2004, pada masa pemulihan ekonomi, perekonomian kembali tumbuh positif yaitu 4.5 persen. Sementara dalam periode 2005-2008, perekonomian tumbuh rata-rata 6%. Bahkan jika sektor migas dikeluarkan---untuk menggambarkan gambaran denyut perekonomian dimana sebagian besar keluarga Indonesia beraktivitas---laju pertumbuhan sektor non migas sudah mendekati 7% per tahun yaitu 6,6% (2005-2008) dibandingkan 5,4 % dalam periode 2000-2004. Percepatan pertumbuhan ekonomi ini tercermin pula dalam peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia dalam USD. Berdasarkan data PDB terakhir dan nilai tukar rata-rata tahun I-3

2008, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia telah mencapai USD 2.271 pada akhir 2008 naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pendapatan per kapita tahun 2004 sebesar USD 1.186 Percepatan pertumbuhan ekonomi ini berimplikasi pada penurunan tingkat kemiskinan dengan ukuran apa pun yang digunakan. Tingkat kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan yang dihitung BPS, telah menurun menjadi 15,4% (atau 35 juta orang) pada Maret 2008, dibandingkan 16,7% (36,1 juta orang) pada tahun 2004. Penurunan kemiskinan juga disebabkan oleh berjalannya program sosial pemerintah, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, program pendidikan dan kesehatan gratis dan program-program penanggulan kemiskinan lainnya. Program-program pro rakyat seperti ini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Percepatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan disertai pula dengan distribusi pendapatan yang relatif tidak banyak berubah. Hal ini berbeda dengan pengalaman yang dialami oleh negara-negara yang tumbuh tinggi seperti Cina, India atau Vietnam yang mengalami pemburukan distribusi pendapatannya. Keberhasilan menjaga distribusi pendapatan ini antara lain disebabkan oleh kebijakan pemerintah dalam melakukan realokasi anggaran pemerintah yang sebelumnya dinikmati langsung maupun tidak langsung---melalui subsidi energi---oleh kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi kepada kegiatan-kegiatan dimana partisipasi masyarakat yang berpenghasilan rendah tergolong tinggi seperti anggaran pendidikan dan kesehatan serta serangkaian program penanggulangan kemiskinan. Keberhasilan dari program ini terhadap perbaikan distribusi pendapatan biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Tetapi pengalaman banyak negara, menunjukkan bahwa perbaikan distribusi pendapatan hanya terjadi jika kebijakan dilakukan secara konsisten. Perubahan yang lebih berarti terlihat dalam agenda pro jobs. Dalam masa pemulihan ekonomi 2001-2004, penambahan jumlah angkatan kerja baru sekitar 1,7 juta setiap tahun sementara lapangan kerja yang mampu tercipta hanya 980 ribu per tahun, sehingga terjadi defisit lapangan kerja sekitar 700 ribu orang untuk setiap tahunnya. Tidak heran jika kemudian tingkat pengangguran meningkat dalam periode tersebut. Tetapi dalam periode 2005-2008, tren ini berhasil dibalikkan. Jumlah kesempatan kerja yang tercipta rata-rata 2,2 juta per tahun, yang berarti di atas jumlah angkatan kerja yang masuk ke pasar tenaga kerja yaitu 2 juta per tahun. Dampaknya sangat menggembirakan, jumlah penganggur secara nominal berhasil diturunkan dan tingkat pengangguran berangsur turun menjadi 8,5% pada tahun 2008 dan menurun lagi menjadi 8,1% pada awal tahun 2009. Kemajuan yang berarti juga terjadi dalam bidang produksi pangan. Produksi semua komoditas pangan meningkat tajam, khususnya dalam dua tahun terakhir. Produksi beras tahun 2008 sebesar 59,9 juta ton adalah tertinggi dalam sejarah. Peningkatan I-4

4 trilyun atau 20 % dari APBN.86 persen (2005) menjadi 84. Kemajuan juga terlihat dari peningkatan angka tingkat partisipasi kasar tingkat SMP/MTSN dan SMA/SMK/MA yang meningkat dari 84. Peningkatan anggaran pendidikan dapat memperbaiki akses bidang pendidikan dan kualitas pendidikan. Kecenderungan peningkatan produksi pangan juga terjadi dalam komoditas lain seperti gula. telah menjadikan krisis pangan mampu diatasi. Keberhasilan meningkatkan produksi beras sekaligus mengendalikan harganya. Produsen akan mengalami peningkatan kesejahteraan. Dalam bidang pendidikan.60 persen (2007). kedele dan jagung. Organisasi Pangan Dunia (FAO) memuji keberhasilan tersebut. peningkatan anggaran secara dramatis telah dilakukan. Pengalaman masa lalu menunjukkan. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pangan yang diadakan di Roma. makin banyak daerah yang mampu membebaskan biaya I-5 . tetapi juga meringankan beban bangsa lain dalam mengatasi krisis pasokan beras di pasar global.2 trilyun pada 2008. Mengingat lebih dari separuh keluarga miskin menggantungkan sumber penghasilannya dari kegiatan pertanian dan pedesaan. kondisi yang baik ini pada gilirannya akan mempercepat penurunan tingkat kemiskinan di daerah perdesaan seperti yang pernah terjadi pada periode 1970an dan 1980an. Peningkatan angka tingkat partisipasi kasar ini. Keberhasilan peningkatan pangan melalui peningkatan produksi akan menguntungkan produsen dan konsumen. manfaat perbaikan produksi di bidang pangan ini akan lebih banyak dinikmati oleh mereka. menjadi Rp 154. maka sesuai dengan amanat konstitusi anggaran pendidikan telah berhasil ditingkatkan dua kali lipat. berkat dari berjalannya Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak tahun 2005. Pada tahun 2009. maka harga beras dunia akan meningkat USD 20-50/ton.30 persen dan 54. telah menuai apresiasi dari bangsa-bangsa lain di dunia. Program ini memungkinkan biaya sekolah yang harus dibayar oleh keluarga Indonesia secara efektif dapat ditekan hingga tingkat yang minimum dan dengan suplemen dari APBD. setiap Indonesia memutuskan untuk mengimpor beras. Diharapkan. Jika pada tahun 2005 anggaran pendidikan hanya Rp 78.produksi ini telah memungkinkan bukan hanya menolong bangsa Indonesia menghadapi krisis pangan.02 persen dan 53. bulan Juni 2008. FAO bahkan menyatakan bahwa keberhasilan itu layak dijadikan model bagi bangsa-bangsa lain dalam mengatasi krisis pangan global. Keberhasilan mengatasi krisis pangan. sementara konsumen menikmatinya melalui stabilitas harga. amanat konstitusi telah berhasil dipenuhi dengan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi Rp 207. Hal ini disebabkan karena Indonesia sebelumnya merupakan salah satu importir beras dunia.5 trilyun. Keberhasilan dalam meningkatkan produksi beras ini harus terus dilanjutkan.

Peningkatan kualitas pendidikan dilakukan juga dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengembangkan sekolah dan universitas berkualitas internasional. bagi guru dan dosen yang bersertifikat akan mendapatkan tambahan penghasilan tambahan. pelayanan di bidang kesehatan juga terus ditingkatkan. untuk mendorong peningkatan kualitas pengajar. Ekspansi anggaran bidang pendidikan di samping digunakan untuk membantu pemerintah daerah dalam merehabilitasi gedung sekolah – yang dibangun tahun 1970an dan 1980an – serta penambahan kelas dan gedung sekolah. Pemerintah menempuh dua jalur dalam hal ini.pendidikannya. digunakan untuk merekrut tenaga dokter dan paramedis baru serta membantu pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi puskesmas dan membangun rumah sakit baru di berbagai daerah seluruh Indonesia. diharapkan bukan hanya mampu memutuskan rantai kemiskinan antar generasi tetapi juga memperkuat daya saing bangsa dalam persaingan global yang makin ketat. dimulai pada tingkat SMA. Ekspansi I-6 . Di samping itu. Program ini telah dimulai sejak tahun 2008 dan berlaku untuk sekolah negeri dan swasta. pemerintah telah merintis skema insentif baru untuk mendorong keluarga miskin mengirimkan anaknya ke sekolah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan memberikan bantuan tunai bersyarat. Keberhasilan program pendidikan sangat tergantung pada pasokan dan kualitas guru dan dosen. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Sebagian dana kesehatan juga telah digunakan untuk program Revitalisasi Keluarga Berencana yang sempat terlantar pada awal reformasi dan desentralisasi. Pertama. tiga kali lipat. atau melalui Jamkesmas. Untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat. Selain dalam bidang pendidikan.8 trilyun maka pada tahun 2008 kita tingkatkan. menjadi sekitar Rp 16 trilyun. Kombinasi program BOS yang bersifat universal dari sisi penawaran dan program PKH yang terbatas. Sebagian lagi dari anggaran kesehatan yang terus meningkat itu. Pemerintah juga telah menurunkan harga obat generik secara substansial dan terus menerus dalam kurun waktu lima tahun terakhir. menjamin penghasilan take home pay guru dan dosen minimal Rp 2 juta/bulan dan Rp 13 juta untuk guru besar dengan memberikan tunjangan kemaslahatan guru dan dosen mulai tahun 2009 ini. Kedua. Dari sisi permintaan. digunakan pula untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Sebagian besar tambahan anggaran kesehatan itu digunakan untuk menggulirkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. pada tahun 2008 lalu berhasil melayani 76. Posyandu.4 juta jiwa. Jika pada tahun 2005 anggaran kesehatan hanya mencapai Rp 5. pemerintah telah secara bertahap meningkatkan kualitas menjadi bertaraf internasional dengan melakukan komputerisasi dan peningkatan penguasaan bahasa asing yang disertai dengan akses internasional pada sekolah negeri.

Intervensi pemerintah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar rakyat. menetapkan subsidi untuk bantuan sosial yang sangat besar di tahun 2009 yang mencapai Rp. Di pihak lain. Padahal berbagai goncangan seperti bencana alam –Tsunami di Aceh dan Nias serta bencana alam lainnya disusul dengan krisis energi dan krisis pangan dan resesi perekonomian I-7 . Di samping itu pemerintah memberikan alokasi anggaran untuk program yang dikatakan memberikan kail. Berbagai pungutan yang muncul akibat eforia reformasi dan desentralisasi. Salah satunya adalah dengan melakukan amandemen UU Pajak dan Retribusi Daerah. sesungguhnya dana yang dikucurkan dalam berbagai program penanggulangan kemiskinan hanya salah satu elemen dari program penanggulangan kemiskinan. Upaya ini diharapkan dapat mengharmonisasikan berbagai program anti kemiskinan yang tersebar di berbagai pos anggaran kementerian dan lembaga menuju sasaran yang sama. Langkah ini ditempuh dengan berbagai cara. pemerintah juga telah melakukan upaya untuk pengarusutamaan (mainstreaming) program kemiskinan dalam PNPM. Program penanggulangan kemiskinan tidak akan berhasil jika sekedar mengandalkan laju pertumbuhan ekonomi. antara lain disalurkan dalam bentuk program proteksi keluarga miskin seperti Bantuan Langsung Tunai. Ketiga. keluarga miskin memerlukan iklim berusaha yang kondusif untuk mengangkat dirinya sendiri dari perangkap kemiskinan. Program Beras untuk keluarga miskin. Tujuan utamanya adalah untuk mendisiplinkan pemerintah daerah dalam menetapkan pungutan baru dengan tidak menghilangkan semangat desentralisasi fiskal. Kedua. terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah agar dapat menikmati lajunya percepatan pertumbuhan ekonomi.sektor kesehatan sebagian telah memberikan hasil yang nyata seperti penurunan tingkat prevalensi anak gizi buruk. Program ini dapat dikatakan sebagai program memberi ikan. Pemerintah telah menempuh berbagai cara untuk memperbaiki iklim berusaha ini. kecil dan menengah. Semua capaian itu adalah bukti bahwa bangsa Indonesia tetap bisa berkarya dan mampu berkiprah serta bersaing di pasar global yang makin kompetitif. dan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Berbagai program intervensi. telah banyak membebani usaha mikro. ditempuh dengan menerbitkan Inpres No 6 /2007 dan Inpres 5 /2008 yang memuat program aksi yang kongkrit dalam memperbaiki iklim berusaha bagi UMKM. 79 trilyun. Bantuan Operasi Sekolah (BOS). Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini antara lain berupa Bantuan Langsung Masyarakat sebagai bagian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). di samping meningkatkan anggaran. Langkah lainnya. sekaligus menghilangkan duplikasi program. Pertama. Alokasi dari subsidi bantuan sosial itu.

Kemajuan-kemajuan yang dikemukakan tersebut di atas. Salah satu kebersamaan dan kerja keras di antara pemerintah.global secara terus menerus terjadi. Sumber pembangunan kini lebih banyak mengandalkan penerimaan pajak dan pembiayaan dari pasar domestik. Fungsi supervisi perbankan dan sektor keuangan. khususnya pajak penghasilan. Krisis ekonomi global yang melanda dunia. Tahun 2008 lalu---suatu komisi untuk pertumbuhan ekonomi dunia yang beranggotakan sekumpulan orang bijak (prominent persons) dari seluruh dunia dan beranggotakan beberapa pemegang Nobel di bidang Ekonomi---mengumumkan hasil laporan studi mereka yang menunjukkan Indonesia adalah salah satu dari 13 negara di dunia yang mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi selama lebih dari tiga dekade. Indonesia selalu dinasehati dalam kebijakan mengatasi krisis. peningkatan efektifitas pengeluaran pemerintah baik pusat maupun daerah. Sektor keuangan – yang menjadi jantung perekonomian – jauh lebih sehat dibandingkan keadaan sebelum krisis ekonomi 1997/1998. dan segenap rakyat Indonesia. dan rakyat Indonesia adalah dalam peningkatan kesadaran pengelolaan dan pembayaran pajak. juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bisa dan mempunyai daya tahan yang kuat. dapat dicapai dengan kebersamaan dan kerja keras di antara pemerintah. Keberhasilan menghadapi krisis ekonomi global ini menyebabkan Indonesia menjadi bangsa yang lebih terhormat. Jumlah I-8 . Inti dari konsolidasi fiskal terletak dari perbaikan struktur penerimaan negara. serta terkendalinya risiko fiskal terutama menyangkut sisi pembiayaan defisit anggaran. Hal ini telah mendapatkan pengakuan internasional. kini lebih baik. bukan hanya untuk memperkuat keberlangsungan fiskal tetapi juga ketersediaan fiscal space yang memadai untuk mendorong perekonomian domestik. Namun sejumlah tantangan sudah di depan mata. Konsolidasi fiskal yang dilakukan di masa lalu. Belum lagi tantangan yang lebih besar dalam jangka menengah yang perlu dipersiapkan dengan lebih baik. baik dilihat dari rasio utang pemerintah maupun utang luar negeri. Laporan ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara yang mampu mempercepat laju pertumbuhannya kembali ke tingkat 7 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang dan memungkinkan Indonesia mampu mengejar negara maju lainnya. Dalam menghadapi dan mengatasi krisis ekonomi global. telah membuahkan hasil yang memadai. Jika di masa lalu. dunia usaha. perlu dihadapi bersama. Keberhasilan ini. hingga saat ini Indonesia relatif lebih siap dibanding banyak negara lain. jauh di bawah 35% pada saat menjelang krisis 1997/1998. kini banyak pemimpin dunia yang minta nasehat dari Indonesia dan belajar dari Indonesia tentang cara mengatasi krisis. Struktur penerimaan makin sehat dengan meningkatnya peran penerimaan non migas. Resiko ekonomi makro pun berada dalam tren menurun. Kredit bermasalah hingga dewasa ini hanya 5 persen. dunia usaha.

Peningkatan jumlah wajib pajak di samping meningkatkan penerimaan pajak tetapi juga mengurangi risiko dalam penerimaan. Pertama. Dengan demikian. Pengeluaran untuk kebutuhan yang esensial bagi pembangunan. diharapkan proses konsolidasi fiskal ini bisa menjadi motor untuk mempercepat perbaikan peringkat investment grade Indonesia dalam 2 tahun mendatang. Konsolidasi ini berujung pada perbaikan risiko ekonomi makro Indonesia. Penurunan rasio utang ini.5 persen per tahun dalam lima tahun mendatang. tantangan pembangunan tidaklah semakin ringan. capaian laju pertumbuhan ekonomi sekitar 6% selama periode 2004-2008. Jumlah tenaga kerja yang tercipta per 1 persen pertumbuhan ekonomi di masa kini. Teknologi yang makin maju telah mengurangi kandungan tenaga kerja dalam kegiatan produksi. terus meningkat termasuk untuk keperluan pendidikan.1 % pada tahun 2008. untuk menciptakan pembangunan yang inklusif. dan infrastruktur. belum cukup untuk mewujudkan tujuan masyarakat Indonesia yang sejahtera. pembangunan memerlukan percepatan pertumbuhan ekonomi menuju di atas 6. jika laju pertumbuhan hanya mencapai 6% per tahun. juga lebih baik dibandingkan dengan trend yang berlaku di negara Asia lainnya. lebih kecil dibandingkan periode 10 tahun lalu. Peningkatan penerimaan ini merupakan bagian dari reformasi perpajakan secara komprehensif sehingga telah menimbulkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. I.7 persen pada tahun 2008. Rasio pajak terhadap PDB meningkat dari 12. I-9 . kini lebih mengandalkan pada sumber domestik.5 % pada tahun 2005 menjadi 14. Oleh karena itu.penduduk yang memiliki NPWP telah melebihi 10 juta pada tahun 2008. Penurunan rasio ini diikuti pula dengan dengan penurunan jumlah stok utang luar negeri. Pengalaman dalam menghadapi krisis lalu termasuk krisis energi dan pangan akan menjadi modal penting dalam menghadapi tahuntahun mendatang. efektifitas pengeluaran pemerintah makin mendekati tingkat optimal. Rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terus menurun dari 56. Namun sebagian disebabkan oleh sistem pengadaan yang makin baik dengan dilakukan e-procurement yang menghemat pengeluaran hingga 15%.2 TANTANGAN PEMBANGUNAN NASIONAL Dalam kurun waktu lima tahun mendatang (2010-2014). Akan banyak masyarakat Indonesia yang tertinggal dan tidak dapat menikmati buah dari pertumbuhan ekonomi.4 persen pada tahun 2004 menjadi 32. Ada beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai perwujudan masyarakat Indonesia yang sejahtera di tengah persaingan global yang meningkat. Memang masih ada pengeluaran yang tidak bisa direalisasikan. Dari sisi pengeluaran. Pembiayaan defisit anggaran. kesehatan.

mengingat biaya pemasaran makin dominan dalam struktur biaya akhir suatu komoditas pertanian. Kerusakan lingkungan hidup akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi tidak berkelanjutan. Percepatan pertumbuhan ekonomi jelas membutuhkan tambahan kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur. percepatan pembangunan ekonomi juga dibutuhkan bukan hanya mengurangi jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga Indonesia dalam menghadapi berbagai goncangan. maka krisis pangan pun dapat kembali terjadi setiap saat. diperlukan berbagai intervensi yang efektif. Kerusakan lingkungan hidup menyebabkan biaya hidup meningkat yang pada gilirannya menurunkan kualitas hidup. Masalah kesenjangan dalam berbagai dimensi masih merupakan agenda penting dalam pembangunan. Kelima. Keluarga miskin tidak akan mampu ikut dalam gelombang pertumbuhan ekonomi jika terisolasi akibat ketiadaan infrastruktur. Pola pertumbuhan yang inklusif memerlukan intervensi pemerintah yang tepat untuk memastikan semua kelompok masyarakat memiliki kapasitas yang memadai dan akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi yang muncul. pembangunan infrastruktur makin penting dilihat dari berbagai dimensi. Agenda pengurangan kemiskinan tidak sepenuhnya dapat mengandalkan pertumbuhan ekonomi. tetapi juga dapat mengancam produktivitas dari sumber daya alam. Masalah lingkungan hidup seperti polusi air. Keempat. demikian juga keterkaitannya dengan bermacam-macam dikotomi seperti dikotomi jender. Mengingat peningkatan kapasitas memerlukan waktu. udara dan tanah atau banjir di lingkungan perkotaan memiliki asosiasi yang kuat dengan I . selain pendapatan juga sumber daya alam dan manusia. pertumbuhan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan hidup.Kedua. Ancaman perubahan iklim ini bukan hanya meningkatkan kemungkinan terjadinya goncangan yang tidak terduga seperti bencana alam. Kerusakan lingkungan hidup diduga menjadi salah satu penyebab utama munculnya epidemik dan penyakit saluran pernapasan. Dimensi lingkungan hidup pun makin luas berkaitan dengan perubahan iklim yang mempunyai asosiasi kuat dengan kerusakan lingkungan hidup.10 . Kesenjangan memiliki banyak dimensi. Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang tidak tepat akan menyebabkan sumber daya menyusut lebih cepat dan dengan mudah mengembalikan krisis pangan dan energi seperti yang terjadi tahun 2007/2008 yang lalu. kota-desa. percepatan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan adalah pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan sebanyak mungkin penduduk Indonesia (inclusive growth). dalam kurun waktu tertentu program afirmatif masih dimungkinkan sepanjang sasarannya jelas dan terarah. Jika hal ini terjadi. Jawa-Luar Jawa atau antar daerah. Revilitalisasi pertanian tidak mungkin berhasil tanpa infrastruktur yang memadai. Ketiga. infrastruktur dan yang lainnya.

Peningkatan produktivitas sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Kesembilan. bukan hanya sebagai faktor produksi melainkan ikut berfungsi mengkoordinasi faktor produksi lain dalam kegiatan ekonomi.11 . kesenjangan kualitas sumber daya manusia dapat teratasi. Hanya dengan intervensi pemerintah. Desentralisasi sejak hampir 10 tahun lalu telah berhasil dijalankan. Pemantapan proses desentralisasi merupakan agenda penting lainnya untuk memungkinkan manfaat yang optimal untuk memperkuat integritas dengan ekonomi global dapat diambil. Banyak agenda perbaikan sistem hukum yang sudah kita benahi. Kedelapan.ketiadaan infrastruktur. baik dilihat dari status golongan pendapatan. demokrasi telah diputuskan sebagai dasar Indonesia berbangsa. termasuk pemberantasan korupsi. Ketujuh. adil dan kepastian berusaha. Karena itu. Penegakan hukum secara konsisten. Dewasa ini pelaksanaan demokrasi telah mengalami kemajuan. Karenanya. utamanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. sumber pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan harus berasal dari peningkatan produktivitas. sebagian masih demokrasi prosedural. I . dalam sistem yang demokratis. Pasangan yang kompatibel dengan demokrasi adalah desentralisasi. Pada saat ini kualitas birokrasi Indonesia perlu ditingkatkan khususnya untuk mengendalikan persaingan bangsa di pasar global. Proses transformasi sistem pemerintahan ini belum berjalan sempurna. Sumber daya manusia. Tetapi secara jujur harus diakui. Masih banyak esensi demokrasi yang substansial yang belum mampu dialankan sepenuhnya. Walaupun pemerintah telah meningkatkan pengeluaran dalam bidang infrastruktur. peningkatan kualitas manusia Indonesia khususnya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. kesenjangan infrastruktur masih terasa baik di tingkat nasional maupun antar daerah. Harus diakui. Ekonomi biaya tinggi yang terjadi hingga dewasa ini tidak terlepas dari rendahnya kualitas bikrokrasi. Peningkatan sumber daya manusia di Indonesia dalam lima tahun ke depan harus terfokus pada peningkatan kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan dan memperbaiki kesenjangan kualitas manusia. keberhasilan proses pembangunan ekonomi tergantung pada kualitas birokrasi. Keenam. jender atau antar daerah. hukum harus menjadi panglima. Oleh karena itu. menjadi faktor penentu penting dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas pembangunan. fungsi hukum sebagai penuntun kita berkehidupan sehari-hari masih jauh dari harapan. keberhasilan reformasi birokrasi merupakan kunci utama yang membawa Indonesia dalam kancah persaingan di pasar global. dapat memberikan rasa aman.

dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam rangka memantapkan landasan spiritual.12 . dan etika pembangunan bangsa. mengembangkan modal sosial. berbudaya. gender. menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. MAJU. ADIL DAN MAKMUR Dengan penjelasan sebagai berikut: Mandiri Bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. tantangan yang dihadapi dalam 20 tahunan mendatang dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan amanat pembangunan yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. beretika.BAB II ARAHAN RPJPN 2005-2025 2.1 VISI DAN MISI RPJPN 2005-2025 Berdasarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini. maka Visi Pembangunan Nasional tahun 2005-2025 adalah: INDONESIA YANG MANDIRI. baik antarindividu. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia. memelihara kerukunan internal dan antarumat beragama. bermoral. Maju Suatu bangsa dikatakan makin maju apabila sumber daya manusianya memiliki kepribadian bangsa. moral. I . melaksanakan interaksi antarbudaya. mematuhi aturan hukum. dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila adalah memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan yang bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Makmur Kemudian Bangsa yang makmur adalah bangsa yang sudah terpenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. Delapan Misi Pembangunan Nasional adalah sebagai berikut: 1. Adil Sedangkan Bangsa adil berarti tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun. maupun wilayah. dan berkualitas pendidikan yang tinggi. berakhlak mulia. sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa-bangsa lain di dunia.

melalui pemanfaatan ruang yang serasi antara penggunaan untuk pemukiman. dan menuntaskan tindakan kriminalitas.13 3.2. keberpihakan kepada masyarakat. keberadaan. komponen pendukung pertahanan dan kontribusi industri pertahanan nasional dalam sistem pertahanan semesta. pengembangan. menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial serta sarana dan prasarana ekonomi. memantapkan kemampuan dan meningkatkan profesionalisme Polri agar mampu melindungi dan mengayomi masyarakat. mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh. dan melakukan pembenahan struktur hukum dan meningkatkan budaya hukum dan menegakkan hukum secara adil. serta meningkatkan kesiapan komponen cadangan. dan kegunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga fungsi. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum adalah memantapkan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh. dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari adalah memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaaatan. membangun kapabilitas lembaga intelijen dan kontraintelijen Negara dalam penciptaan keamanan nasional. dan penerapan menuju inovasi secara berkelanjutan. memperkuat peran masyarakat sipil. dan memperkuat perekonomian domestik berbasis keunggulan setiap wilayah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi. 4. meningkatkan pemanfaatan I .membangun infrastruktur yang maju serta reformasi di bidang hukum dan aparatur negara. . memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi daerah. distribusi. tidak diskriminatif. 6. dan upaya konservasi. dan memihak rakyat kecil. damai. keberlanjutan. kegiatan sosial ekonomi. mencegah tindak kejahatan. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing adalah mengedepankan pembangunan simber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. konsekuen. dan bersatu adalah membangun kekuatan TNI hingga melampaui kekuatan esensial minimum serta disegani di kawasan regional dan internasional. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan adalah meningkatkan pembangunan daerah. meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek melalui penelitian. daya dukung. menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengomunikasikan kepentingan masyarakat. kelompok dan wilayah/daerah yang masih lemah. menanggulangi kemiskinan dan pengangguran secara drastis. 5. dan pelayanan termasuk pelayanan jasa dalam negeri. serta menghilangkan diskriminasi dalam berbagai aspek termasuk gender. Mewujudkan Indonesia aman.

memperbaiki pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung kualitas kehidupan. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional adalah memantapkan diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Tahapan skala prioritas utama dan strategi RPJM secara ringkas adalah sebagai berikut: 1. maju. Masing-masing tahap mempunyai skala prioritas dan strategi pembangunan yang merupakan kesinambungan dari skala prioritas dan strategi pembangunan pada periode-periode sebelumnya.14 2. antarkelompok. kuat. RPJM ke-2 (2010–2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan iptek serta penguatan daya saing perekonomian. memberikan keindahan dan kenyamanan kehidupan.ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan. RPJM ke-1 (2005–2009) diarahkan untuk menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang aman dan damai. . dan membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan. regional dan bilateral antarmasyarakat. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri. serta meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan. 3. RPJM ke-3 (2015–2019) ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian I . dan berbasiskan kepentingan nasional adalah menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah agar pembangunan Indonesia berorientasi kelautan. serta antarlembaga di berbagai bidang. dan yang tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat. 8. meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berwawasan kelautan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan. 7. yang adil dan demokratis. mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran. dan mendorong kerja sama internasional. Strategi untuk melaksanakan Visi dan Misi tersebut dijabarkan secara bertahap dalam periode lima tahunan atau RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). melanjutkan komitmen Indonesia terhadap pembentukan identitas dan pemantapan integrasi internasional dan regional.

meningkatnya tumbuh kembang I . dan pengamanan kekayaan sumber daya alam nasional. meningkatnya kesetaraan gender. kualitas pelayanan publik yang lebih murah.berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang terus meningkat. maju. serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia.2 ARAH PEMBANGUAN JANGKA MENENGAH KE-2 (2010-2014) Berlandaskan pelaksanaan. menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai dengan berkembangnya lembaga jaminan sosial. pencapaian. Sejalan dengan itu. transparan. meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat yang didukung dengan pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang mantap. kehidupan bangsa yang lebih demokratis semakin terwujud ditandai dengan membaiknya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah serta kuatnya peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan bangsa. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum. Posisi penting Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar makin meningkat dengan keberhasilan diplomasi di fora internasional dalam upaya pemeliharaan keamanan nasional. integritas wilayah. dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing 2. RPJM ke-4 (2020–2025) ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri. dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1. antara lain meningkatnya pendapatan per kapita. adil.15 . cepat. Kesejahteraan rakyat terus meningkat ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia. Selanjutnya. dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. 4. RPJM ke-2 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Kondisi aman dan damai di berbagai daerah Indonesia terus membaik dengan meningkatnya kemampuan dasar pertahanan dan keamanan negara yang ditandai dengan peningkatan kemampuan postur dan struktur pertahanan negara serta peningkatan kemampuan lembaga keamanan negara. meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat.

panas bumi. industri kelautan yang meliputi perhubungan laut. energi dan sumber daya mineral dikembangkan secara sinergi. antarkelompok masyarakat. percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. perikanan. dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa. I . serta makin mantapnya nilai-nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya dan karakter bangsa. khususnya bioenergi. peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang disertai dengan menguatnya partisipasi aktif masyarakat. dan berkelanjutan. serta penataan kelembagaan ekonomi yang mendorong prakarsa masyarakat dalam kegiatan perekonomian. serta terlaksananya pembangunan kelautan sebagai gerakan yang didukung oleh semua sektor. menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu. daya saing bangsa. terpeliharanya keanekaragaman hayati dan kekhasan sumber daya alam tropis lainnya yang dimanfaatkan untuk mewujudkan nilai tambah. serta pengembangan sumber daya air dan pengembangan perumahan dan permukiman. dan antardaerah. kesejahteraan. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. dan tenaga surya untuk kelistrikan. wisata bahari. peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan.optimal. optimal. terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. Bersamaan dengan itu. tenaga angin. Daya saing perekonomian meningkat melalui penguatan industri manufaktur sejalan dengan penguatan pembangunan pertanian dan peningkatan pembangunan kelautan dan sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah secara terpadu serta meningkatnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. industri maritim. serta pos dan telematika.16 . mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan. tenaga air. serta modal pembangunan nasional pada masa yang akan datang. dan perlindungan anak. Kondisi itu didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi.

Semua menginginkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Indonesia juga tergabung dalam kelompok Group-20 atau G-20 yaitu. dan hambatan telah berhasil dilewati. dua-puluh negara yang menguasai 85% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia. demokratis dan adil. mandiri. Bila selama ini Indonesia I . Sejarah telah mengajarkan bahwa sejumlah cobaan. Citacita untuk menjadikan negeri dan bangsa Indonesia yang sejahtera. krisis yang telah menjatuhkan rasa percaya diri dan wibawa sebagai sebuah bangsa yang terhormat dan bermartabat. melangkah dengan pasti. Menjadi bangsa yang besar dan maju adalah cita-cita bersama. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam lima tahun terakhir. Negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization of Economic and Cooperation Development) mengakui dan mengapresiasi kemajuan pembangunan Indonesia. diakui dan dihormati kembali oleh dunia.1Visi Indonesia 2014 Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Cita-cita yang luhur dan mulia dari segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Oleh karenanya. krisis yang memakan korban dan biaya yang sangat besar. mampu membangun dirinya bahkan dengan lebih baik lagi. Brazil dan Afrika Selatan diundang masuk dalam kelompok ‘enhanced engagement countries’ atau negara yang makin ditingkatkan keterlibatannya dengan negaranegara maju. dan berhasil melewati proses sejarah yang panjang dengan selamat. Lebih dari satu dasawarsa. Dalam bidang politik. tantangan. India. kini telah mampu bangkit kembali. Indonesia bersama Cina. Indonesia tetap tegak berdiri. Indonesia berhasil melalui sebuah proses transformasi politik dari negara otoriter menjadi sebuah negara dengan tatanan politik yang lebih demokratis.1. Bangsa yang tengah mengukir sejarah baru untuk terus berkembang dan maju. setelah bangsa Indonesia didera oleh krisis multidimensi yang telah mengguncang fondasi bernegara. telah makin mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. adalah terbangunnya tatanan pemerintahan yang makin bersih dan makin berwibawa ---good governance and clean government.1 STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL 3.BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL 3. Salah satu bagian penting dalam proses transformasi sistemik itu.17 . dari Miangas sampai Pulau Rote. sehingga wibawa dan kehormatan sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia. yang memiliki peranan sangat penting dan menentukan dalam membentuk kebijakan ekonomi global.

telah terbangun Indonesia yang lebih aman. dengan kondisi negara yang belum sepenuhnya pulih dan tantangan global yang makin sulit seperti gejolak harga minyak. Hasil ini sesuai dengan visi pembangunan selama lima tahun lalu yaitu mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Tatanan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang luhur dan bermartabat secara bertahap dibangun.dikenal sebagai negara yang tata kelola pemerintahannya dipandang sebelah mata. nilai tukar Rupiah runtuh. tetapi juga telah mampu membangun ketahanan nasional. Seluruh kegiatan ekonomi praktis merosot dan terhenti. begitu sulit dikelola karena heterogenitas dan kompleksitas persoalan yang harus kita hadapi. prestasi serta reputasi yang baik di mata dunia. saat ini telah menjadi sebuah negara dengan tata kelola pemerintah yang lebih baik. menjadi tidak berfungsi. dan amandemen konstitusi. Sebagian lembaga publik. Namun secara bertahap tapi pasti. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi negara yang maju. Maluku. hutang pemerintah melambung diatas 100% dari PDB. apakah Indonesia mampu melalui transisi dan menjalankan reformasi dengan konsisten dan berhasil? Pertanyaan yang relevan. dan di daerah-daerah konflik. Ke depan. Dengan kerja keras. namun tantangan dan ujian dari berbagai aspek I . Sepuluh tahun yang lalu. Tatanan politik berubah secara fundamental dengan pelaksanaan demokrasi. karena pada saat itu ekonomi kita porak poranda. Penegakan hukum tanpa dilakukan pandang bulu. pertumbuhan mengalami kontraksi di atas 13%. Indonesia yang adil dan demokratis. beretika dan demokratis. lebih bersih dan lebih berwibawa dan bebas dari berbagai kepentingan pribadi. Lima tahun yang lalu. dan Papua telah berhasil dipulihkan menjadi kondisi yang aman dan damai yang dan terus dipelihara. desentralisasi.18 . dan lebih demokratis. dan Indonesia yang sejahtera. adil. Kehidupan budaya dan jati diri bangsa telah menjadi lebih kuat dan kreatif. Kerusuhan sosial dan konflik berdarah merebak. damai. Tiba-tiba kita mengalami sebuah euforia reformasi dan kebebasan. Demikian pula kehidupan politik dibangun sehingga lebih aman. lebih adil. kelompok maupun golongan. kondisi tersebut ditata sambil membangun kembali Indonesia di segala bidang. kemiskinan dan pengangguran melonjak tinggi. Presiden mendapat amanat langsung dari rakyat untuk memimpin Indonesia. karena praktek korupsi. lebih damai. Indonesia tidak hanya sekedar pulih dari krisis. ada perasaan pesimis dan gamang terhadap pertanyaan. Perekonomian dipulihkan dengan mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai pemerataan (growth with equity) dan bahkan memulihkan lingkungan alam yang rusak. kolusi dan nepotisme (KKN) yang meluas. Proses transisi yang tiba-tiba itu. meroketnya harga pangan dan terjadinya krisis keuangan global yang menyebabkan resesi ekonomi dunia. Tatatan hidup masyarakat berubah secara drastis. inflasi mencapai 70%. utamanya di Aceh.

Kinerja ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi krisis keuangan global. Di samping itu. maka tingkat kemiskinan akan dapat diturunkan menjadi 8%-10% dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5%-6%. Pengalaman lima tahun terakhir memberikan pelajaran bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Krisis dan tantangan telah diubah menjadi peluang dan kesempatan. dan dikelola dalam kerangka keharmonisan lingkungan. maka pertumbuhan ekonomi ratarata tersebut dapat lebih tinggi. maka kinerja ekonomi nasional juga akan pulih secara bertahap. meskipun telah dan terus diupayakan untuk mengurangi dampaknya dengan memacu potensi ekonomi dalam negeri. pangan dan air akan menjadi komoditas yang makin langka dan berharga yang harus diamankan. namun juga akan menyajikan tantangan dan persoalan bagi sumber daya manusia Indonesia. Dengan kondisi itulah.3%6. Indonesia memiliki berbagai sumber energi dari mulai minyak bumi. alam sudah semakin penuh dan jenuh untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus akan bertambah dan berkembang. dan olah raga serta kreativitas. Dan penduduk Indonesia memiliki potensi tinggi di berbagai bidang. Tantangan lain yang muncul akhir-akhir ini adalah terjadinya perlemahan ekonomi global akibat krisis finansial yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga dua tahun kedepan. fondasi ekonomi dan stabilitas harus tetap dapat dipelihara dan bahkan harus diperkuat. Energi. rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun kedepan akan dapat dijaga pada kisaran 6. serta tidak lagi terjadi gejolak (shock) berskala global yang baru. Tugas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. batubara dan sumber energi yang terbarukan yang melimpah seperti geothermal dan air. akan semakin sulit dengan terjadinya krisis ekonomi global. Dalam meniti ketidakpastian ini.8%. Dengan pertumbuhan ini. Di bidang energi. tersedia lahan yang luas dan subur yang bisa ditanami oleh berbagai komoditi pangan dan pertanian. kesenian dan budaya. Kemajuan teknologi dan globalisasi akan memberikan peluang.tidaklah mudah. sumber daya kultural yang beragam dan kuat. ilmu pengetahuan dan teknologi. bila disertai pemerataan kesejahteraan melalui I . Penduduk dunia masih akan terus bertambah.19 . dan manusia-manusia yang memiliki potensi dan kreativitas yang tidak terbatas. Indonesia memiliki modal yang sangat besar. Dengan perkiraan ekonomi dunia yang hanya akan mengalami pemulihan secara bertahap. gas. Jika pemulihan ekonomi global terjadi secara lebih cepat dan tidak terjadi gejolak ekonomi baru. struktur demografis penduduknya yang ideal. dan pada akhir periode lima tahun kedepan bukan tidak mungkin dapat mencapai 7% atau lebih. baik sumber daya alam. letak geografis yang strategis.

Kita harus mengakui bahwa sebagian kecil dari saudara-saudara kita masih hidup sedikit di bawah garis kemiskinan. Kebijakan ekonomi harus dengan pendekatan yang menyeluruh dan seimbang. dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. terdidik. Reformasi birokrasi dan peranan pemerintah yang efektif dan bebas dari konflik kepentingan menjadi suatu keharusan dalam menjaga kepentingan nasional dan masyarakat. bisa dijamin. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan menjamin pemerataan (growth with equity) mensyaratkan stabilitas dan dukungan fundamental negara yang kuat. Bahkan mekanisme pasar yang liberal tanpa batas. konsisten dan adil. Kemiskinan terjadi bukan sekedar karena belum terpenuhinya kebutuhan pokok. bersih dan efisien sangat penting dalam melindungi kelompok masyarakat yang rentan.20 . utamanya harga pangan. Karena itu. kukuh dan berharga dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan pada lingkup nasional. terampil. Persoalan kemiskinan adalah persoalan yang harus dihadapi secara lebih substantif dan mendasar. Kehidupan mereka masih sangat rentan terhadap gejolak harga. Perlindungan sosial. dan menjaga kepentingan negara dan rakyat dari eksploitasi pasar yang tidak terbatas. cerdas. telah membuahkan krisis keuangan global yang dahsyat dan dapat menyengsarakan masyarakat dunia. Namun usaha ini harus tetap dilanjutkan. akan tetapi kemiskinan terjadi karena tidak adanya hak dan akses untuk memenuhi kebutuhan pokok. Namun itu semua belumlah cukup. rakyat Indonesia akan menjadi sejahtera bila hak dan aksesnya untuk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. dan keamanan pasokan sepanjang waktu. Mekanisme pasar dan globalisasi tidak dapat diandalkan untuk secara otomatis menyejahterakan rakyat. Akses disini tidak hanya mencakup ketersediaan pasokan yang berkualitas sesuai dengan lokasi kebutuhan. Peranan pemerintah yang kuat.kebijakan ekonomi yang berpihak nyata pada kelompok masyarakat yang paling lemah. yang merupakan pertumbuhan tertinggi sejak krisis ekonomi terjadi tahun 1998. Pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir telah mencapai hampir 6%. Tingkat pengangguran dan kemiskinan juga mengalami penurunan. regional maupun global. juga harus terus diberikan bukan hanya karena merupakan kewajiban konstitusional. Manusia seperti ini akan menjadi modal bangsa yang kuat. Perbaikan kualitas sumber daya manusia dalam lima tahun ini telah membuahkan hasil. Suatu proses pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan semua lapisan masyarakat (shared growth) hanya tercapai bila keberpihakan dalam alokasi anggaran belanja pemerintah secara sungguh-sungguh. dan sehat. tetapi juga keterjangkauan harganya. Kita harus menunjukkan proses perjalanan sejarah bangsa ini dalam I . namun juga karena pertimbangan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang produktif.

Ke depan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.sebuah kontinuitas proses yang konsisten. Di dalam konstitusi. Karena itu demokrasi kita menjamin keberagaman ini. Disini perlu dilakukan upaya penguatan pilar-pilar demokrasi yang dapat sepenuhnya menjamin proses checks and balances agar hak-hak rakyat dapat dijaga. Sebuah sistem yang memberikan jaminan akses kepada setiap rakyatnya untuk memenuhi kebutuhannya. dan pilar-pilar demokrasi harus makin ditegakkan. Sebagai negara hukum yang demokratis.21 . mutlak harus diwujudkan. partisipatif dan terbuka. Kebebasan berpendapat harus makin dijamin. Demokrasi Indonesia adalah sebuah sejarah keberagaman. Konsolidasi demokrasi telah berhasil dilaksanakan dengan baik. dan jender. Amanat konstitusi mewajibkan kepada negara untuk melindungi segenap warga negara tanpa membedakan paham. untuk menjamin bahwa kebijakan yang diambil memang bermanfaat dan ditujukan sebesar-besarnya untuk mencapai kemakmuran rakyat. berbagai usaha harus dilakukan untuk membawa demokrasi prosedural ini menjadi demokrasi substansial. Sejarah perjalanan bangsa mengajarkan bahwa demokrasi di Indonesia tidak bisa diletakkan dalam kerangka monolitik. dengan tegas dinyatakan prinsip-prinsip pengawasan antarkekuasaan secara timbal balik dan berimbang. maka supremasi hukum. Walaupun perbaikan terhadap iklim demokrasi telah dilakukan. diperlukan sebuah sistem pemerintahan yang demokratis. I . Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. asalusul. Perbaikan dalam kesejahteraan rakyat hanya dimungkinkan bila proses checks and balances berjalan dengan baik. Oleh karena itu. oleh karenanya berbagai masalah prosedural kerap menjadi pusat perhatian. melalui proses pemilihan umum baik di tingkat nasional maupun lokal. Bahkan keberagaman. Tujuannya. tersebut harus terus dijaga dan dijadikan modal dasar kultural yang membuat Indonesia menjadi khas dibandingkan negaranegara lain di dunia. yang telah dinyatakan dalam semboyan Bhineka Tunggal Eka. harus diakui bahwa demokrasi yang ada masih bersifat demokrasi prosedural dan belum sampai pada tingkat demokrasi yang substansial. dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Salah satu elemen penting di dalam demokrasi adalah aspek kesetaraan. Kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat terus menerus diuji melalui proses ini. pemerintahan yang bertanggung jawab. Konstitusi juga secara tegas memuat sejumlah pasal yang berisi pengakuan terhadap hak asasi manusia. Untuk menjamin berlangsungnya proses perbaikan itu. golongan. upaya konsolidasi demokrasi harus tetap dilanjutkan.

sumber daya manusia dan budaya bangsa. melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing. pada hakekatnya adalah salah satu modal dasar yang harus dilanjutkan untuk meraih capaian dan prestasi pembangunan yang lebih baik lagi. Pada akhirnya tingkat kesejahteraan masyarakat dunia akan mengalami penurunan. penerapan tata kelola pemerintahan yang baik. yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif. Keadilan. maka kerangka Visi Indonesia 2014 adalah : TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA.Memperhatikan uraian di atas dan mencermati tantangan kedepan. peningkatan kualitas demokrasi. Pada periode 2009-2014. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata.1. di lima tahun yang akan datang (2009-2014). Demokrasi. bangsa dan negara yang demokratis. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat.22 . tentu harus terus dipelihara dan ditumbuh-kembangkan. membangun keadilan. kita harus terus berupaya keras untuk mencapai perbaikan di bidang kesejahteraan rakyat. Misi Pembangunan Indonesia 2009-2014 merupakan bagian awal dari proses menuju cita-cita tersebut. serta menjaga kesatuan dan keamanan negara. yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Krisis dan gejolak harga pangan dan energi serta krisis ekonomi global yang terjadi sejak awal 2008 hingga saat ini. Capaian dan prestasi pembangunan di periode 2004-2009 itu. dan target penurunan kemiskinan I . DEMOKRATIS.2 Misi Pembangunan Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan yang telah menuai beragam hasil yang prestisius pada periode 2004-2009. Terwujudnya masyarakat. kekayaan sumber daya alam. yang disebabkan rusaknya lembaga-lembaga keuangan dunia yang pada akhirnya akan mempengaruhi secara negatif kegiatan ekonomi riel dan perdagangan dunia. telah mempengaruhi kondisi dunia. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. 3. Indonesia tidak dapat terlepas dari pengaruh kondisi regional dan pengaruh global. Dalam menjalankan misinya. DAN BERKEADILAN dengan penjelasan sebagai berikut: Kesejahteraan Rakyat. Seluruh ekonomi dunia mengalami kontraksi ekonomi pada tahun 2009. berbudaya.

Hal ini disebabkan perbaikan kembali sektor keuangan termasuk menyelesaikan toxic asset (yang merusak neraca keuangan bank) dan rekapitalisasinya. Upaya Indonesia untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat pada periode 2010-2014 masih akan dibayangi oleh kondisi krisis ekonomi global dan agenda perubahan iklim (climate change) tersebut. namun pemulihan ekonomi global masih akan memerlukan proses yang cukup panjang. serta harga komoditas pangan dan energi menyesuaikan secara bertahap dan tidak mengalami gejolak tajam. dimana stabilitas sektor keuangan dunia sudah pulih. meskipun dengan peran serta cara yang berbedabeda dalam mengatasi masalah perubahan iklim global. Setiap negara.23 . dengan asumsi perekonomian global tidak akan mengalami pemburukan dalam periode 2010. komposisi penduduk usia produktif masih akan meningkat. Bila hal tersebut tidak dilakukan. Indonesia memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. selain juga melalui proses politik di masing-masing negara yang tidak mudah. yang berarti menjadi tantangan dan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang bermutu dan berkesinambungan untuk menciptakan bangsa yang memiliki daya saing yang makin tinggi. dan mencegah proteksionisme dengan terus menjaga arus perdagangan antara negara membutuhkan koordinasi yang rumit antar negara. Kita juga telah menjalankan I .3%-6. antara lain. Sementara itu munculnya kesadaran kolektif global mengenai masalah perubahan iklim (climate change) juga akan mempengaruhi strategi pembangunan di semua negara. Indonesia memiliki potensi geografi yang strategis yang ditopang oleh sumber daya alam yang memadai.global pada 2015 seperti yang tertuang Development Goals (MDG) juga akan terhambat. maka rangkaian bencana alam akibat ulah manusia dan dampak industrialisasi akan makin sering terjadi dan dapat membahayakan umat manusia sendiri. baik yang sudah maju maupun yang sedang berkembang memiliki tanggung jawab yang sama.8% pada periode 2010-2014. warisan luhur budaya yang kuat dan sumber daya manusia yang besar yang menerima pendidikan makin baik dari waktu ke waktu. memperbaiki regulasi dan pengawasan sektor keuangan. Bangsa Indonesia saat ini menjadi model transisi demokrasi dunia – yang sebelumnya diragukan keberhasilannya akibat kompleksitas dan heterogenitasnya. adalah makin mengemukanya strategi pembangunan ekonomi yang harus menempatkan kesadaran akan daya dukung lingkungan alam pada prioritas yang tinggi. Wujud dari makin maraknya kesadaran kolektif global atas dampak dari fenomena perubahan iklim. yang telah dilakukan oleh forum G-20. dalam Millenium Meski pada tingkat pimpinan dunia terdapat inisiatif untuk mengatasi krisis global. Dalam lima belas tahun mendatang. melakukan program counter cyclical melalui stimulus fiskal.

Misi 1: Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa Indonesia yang sejahtera merupakan tujuan akhir dari pembentukan negara Indonesia. Pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera mengandung pengertian yang dalam dan luas. Pemerintahan yang demikian memerlukan pemimpin yang mampu memberikan contoh nyata dalam bentuk kehidupan yang bersih. Pemimpin yang secara tekun dan konsisten terus membangun lembaga pemerintahan yang kompeten. dan berpartisipasi dalam proses pembangunan secara kreatif. Untuk mewujudkannya. mencakup keadaan yang mencukupi dan memiliki kemampuan bertahan dalam mengatasi gejolak yang terjadi. aman dan damai dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. Demokrasi dan desentralisasi adalah suatu kombinasi yang kompatibel dan dapat menjadi kekuatan yang dahsyat dalam tatanan ekonomi dan politik global. bersih. namun tidak dapat terlepas dari kondisi dan tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya. baik dari luar maupun dari dalam. telah menyebabkan banyak rakyat merasa terancam kesejahteraanya karena meningkatnya harga pangan dan energi. inovatif. amanah (trusted) dan tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya. dan dapat dipercaya melalui proses reformasi yang konsisten dan sungguh-sungguh. meskipun pemerintah telah berupaya melindungi masyarakat melalui kebijakan subsidi pangan dan energi yang sangat besar. Usaha-usaha Perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2010 sebagai berikut. taat hukum dan konstitusi. memiliki rasa empati kepada rakyat dan keteladanan dalam kehidupan. Kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur secara material tetapi juga secara rohani yang memungkinkan rakyat Indonesia menjadi manusia yang utuh dalam mengejar cita-cita ideal. dan konstruktif. membangun dan mempertahankan ketahanan pangan (food security) dan ketahanan energi (energy security) secara berkelanjutan I . Demokratis dan Berkeadilan.24 . diperlukan pemerintahan yang cakap (capable). Misi pemerintah dalam periode 2009-2014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.proses desentralisasi sistem pemerintahan yang dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ancaman krisis energi dan pangan yang terjadi pada periode 2005-2008 dimana harga-harga komoditas pangan dan energi mengalami gejolak naik dan turun secara amat tajam dan dalam kurun waktu yang sangat cepat. Dengan demikian. Misi pembangunan 2010-2014 adalah rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014 yaitu terwujudnya Indonesia Sejahtera.

dengan mengesampingkan azas kehati-hatian. Pasar harus dilindungi dari tindakan dan keputusan pelaku pasar yang sembrono dan tamak yang hanya didasarkan perhitungan keuntungan bisnis dan pribadi dalam jangka pendek. Kita tidak bisa sekedar menciptakan I . akan menyebabkan tuntutan dan reaksi akan perubahan dasar dalam tatanan ekonomi dunia. serta berpartisipasi dalam tanggung jawab memelihara keseimbangan lingkungan alam dan keamanan dunia. Untuk itu model pembangunan ekonomi yang tidak memberikan ruang dan peran yang penting serta proporsional bagi munculnya negara-negara berkembang (emerging countries) tidak dapat terus dipertahankan. transparansi dan keterbukaan. penghormatan kepada Hak Azasi Manusia. penting dalam misi mencapai Sesuai dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata maka pembangunan ekonomi Indonesia harus mengarusutamakan masalah lingkungan didalam strateginya melalui kebijakan adaptasi dan mitigasi. terjadinya gejolak harga pangan dan energi di seluruh dunia. adil dan berkelanjutan. harus dilakukan. kepatutan. akan menjamin terpeliharanya momentum perbaikan kesejahteraan rakyat. Krisis keuangan global yang menghancurkan sendi-sendi perekonomian global. dan pengembangan energi dan transportasi yang ramah lingkungan. untuk menjaga aspek keadilan dan kepentingan masyarakat luas. Situasi ini mengharuskan Indonesia untuk mampu mengantisipasi dan harus tercermin dalam penetapan misi dan arah kebijakan pembangunan Indonesia. demokrasi. dan keberlanjutan. tuntutan perbaikan kesejahteraan telah memasuki tahapan baru. Kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi terus diperbaiki. melalui kebijakan antara lain: penghutanan kembali. Tatanan ekonomi global yang baru harus mengedepankan aspek kemakmuran masyarakat dunia secara bersama. Keberhasilan ini juga menandai bangkitnya Indonesia kembali dalam kancah internasional dengan kewibawaan dan respek dunia yang muncul karena kebangkitan Indonesia dibangun atas dasar prinsip-prinsip universal yang mulia yaitu azas tata kelola yang baik dan bersih (good governance and clean government).merupakan salah satu elemen kesejahteraan rakyat Indonesia. serta dalam menetapkan langkah dan peran strategis Indonesia di dunia Internasional. Koreksi terhadap kebebasan pasar yang tanpa batas. tanpa disertai regulasi dan pengawasan yang cukup. serta makin pentingnya issue perubahan iklim global dalam beberapa tahun ini. Di dalam negeri. merata. serta kesiapan yang terus ditingkatkan dalam mengelola dampak krisis keuangan global saat ini. Hal ini untuk menjamin agar Indonesia dapat terus mencapai cita-cita kemandirian dan kemajuan dalam kemakmuran rakyatnya. Keberhasilan bangsa Indonesia dalam menghadapi dan mengatasi krisis ekonomi dan transisi demokrasi yang sangat rumit dalam satu dasawarsa ini.25 . pengelolaan daerah aliran sungai. akuntabilitas. pluralisme.

Penyempurnaan struktur politik. terutama penghormatan nilai-nilai HAM.lapangan kerja. juga harus dititik beratkan pada peningkatan kinerja lembaga-lembaga penyelenggara negara dalam menjalankan kewenangan dan fungsifungsi yang diberikan oleh konstitusi dan peraturan perundangan. Misalnya pembangunan yang mendorong terciptanya urbanisasi baik akibat kemajuan maupun akibat perpindahan penduduk dari desa ke kota. maka proses demokrasi di berbagai daerah yang ditandai dengan pemilihan kepala daerah. Pengembangan budaya politik yang dititikberatkan pada penanaman nilai-nilai demokratis perlu terus diupayakan melalui penciptaan kesadaran budaya dan penanaman nilai-nilai politik demokratis. telah dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Rakyat berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Urbanisasi disamping merefleksikan kemajuan. Di era reformasi dan demokratisasi saat ini. dan ini hanya dapat diciptakan bila ekonomi tumbuh secara cukup tinggi. memerlukan fasilitas publik yang makin beragam pula. Misi 2: Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi Indonesia telah tumbuh sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. memberikan pula tugas tambahan bagi pemerintah dalam melayani rakyatnya. maupun Walikota. Meskipun dalam proses pematangan demokrasi itu. Kemajuan ekonomi. dan terus menjaga keadilan. Pembangunan infrastruktur perkotaan jauh lebih mahal dan kompleks dibandingkan di daerah perdesaan. Demokrasi telah berjalan pada arah yang benar. penataan proses politik yang dititikberatkan pada pengalokasian/representasi kekuasaan diwujudkan dengan meningkatkan secara terus menerus kualitas proses dan mekanisme seleksi publik yang lebih terbuka bagi para pejabat politik dan publik serta mewujudkan komitmen politik yang tegas terhadap pentingnya kebebasan media massa serta keleluasaan berserikat. Lapangan kerja yang tercipta harus mampu memberikan nilai tambah yang tinggi baik secara ekonomi maupun harkat hidup manusia (decent jobs). Karakteristik masyarakat perkotaan yang lebih heterogen. juga telah mendorong perubahan struktural dalam banyak elemen bangsa Indonesia. berkumpul. masih diperlukan penyempurnaan struktur politik yang dititikberatkan pada proses pelembagaan demokrasi dengan menata hubungan antara kelembagaan politik dan kelembagaan pertahanan keamanan dalam kehidupan bernegara. menunjukkan proses demokrasi yang makin matang dan makin dewasa. Bupati. Proses demokrasi yang berjalan dalam lima tahun terakhir ini. efisisen. Seiring dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah.26 . dan berpendapat setiap warganegara berdasarkan aspirasi politiknya masing-masing. dan dibangun di atas prinsip tata kelola yang baik. nilai-nilai I . seluruh kepala daerah di Indonesia telah dipilih langsung oleh rakyat. baik Gubernur. sehat. Sampai tahun 2008.

Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan dengan mengedepankan rasa keadilan dan pemerataan. serta mendorong terwujudnya koordinasi. melalui berbagai wacana dan media serta upaya mewujudkan berbagai wacana dialog bagi peningkatan kesadaran mengenai pentingnya memelihara persatuan bangsa. Penguatan pilar-pilar demokrasi yang sehat. antarpemerintah. konsekuen. semua itu harus tetap berada dalam bingkai konstitusi. termasuk jaminan pelayanan publik dan keperintisan.persamaan. Upaya itu dapat dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah. merupakan realitas kehidupan demokrasi dan merupakan hak politik yang harus dihormati. memperkuat peran masyarakat sipil. serta dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa di berbagai wilayah Indonesia akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. dan memihak pada rakyat kecil. tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industri dan distribusi. dan melakukan pembenahan struktur hukum dan meningkatkan budaya hukum serta menegakkan hukum secara adil. perlu didorong sehingga dapat melahirkan rasa keadilan bagi masyarakat di berbagai daerah dengan mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis.27 . mewujudkan masyarakat yang demokratis dengan tetap berlandaskan pada aturan hukum perlu terus kita bangun melalui pemantapan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh. Karena itulah. serta sikap kritis berbagai pihak terhadap Pemerintah. tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrasi. terus kita bangun menuju demokrasi yang lebih matang dan dewasa. serta nilai-nilai toleransi. sehingga stabilitas yang dinamis dan menampung berbagai perbedaan aspirasi. sinkronisasi. Yang penting. Misi 3: Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang Pembangunan yang adil dan merata. dunia usaha. mandiri dan adil. aturan main dan etika yang harus sama-sama kita junjung tinggi. serta menghapuskan potensi konflik sosial untuk tercapainya Indonesia yang maju. anti kekerasan. mengurangi gangguan keamanan. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh. Perbedaan dan benturan kepentingan. I . tetap dapat kita jaga bersama. menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengkomunikasikan kepentingan masyarakat. memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi daerah. keterpaduan dan kerja sama antarsektor. selain dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung melalui skema pemberian dana alokasi khusus. dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah. tidak diskriminatif.

perlu dilakukan peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi sejak tahap awal. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat dalam upaya menciptakan keterkaitan fisik. kesempatan kerja. keadilan. pembangunan perdesaan harus terus kita dorong melalui pengembangan agroindustri padat pekerja.28 . Di sisi lain. Oleh karena itu. memenuhi kebutuhan pelayanan dasar perkotaan sesuai dengan tipologi kota masing-masing. terutama bagi kawasan yang berbasiskan pertanian dan kelautan. I . diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali. juga perlu ditunjukkan dengan pembangunan yang merata di semua bidang. di kota-kota menengah dan kecil. pengembangan social capital dan human capital yang belum tergali potensinya sehingga kawasan perdesaan tidak sematamata mengandalkan sumber daya alam saja. Keadilan dalam pemerataan pembangunan. dan kecil yang diseimbangkan pertumbuhannya baik dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan. Pendekatan pembangunan yang dilakukan. terutama di luar Pulau Jawa. dengan cara menciptakan kesempatan kerja. termasuk peluang usaha. maupun pembangunan di berbagai bidang yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. besar. peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.Wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar perlu dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. terutama terhadap harga dan upah. antara lain. menengah. juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. serta intervensi harga dan kebijakan perdagangan yang berpihak ke produk pertanian. perlu terus ditingkatkan. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian . dan teknologi. terutama di luar Pulau Jawa. dan pemerataan. baik pembangunan antara kota-kota metropolitan. percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah yang telah berjalan selama ini. Keadilan dalam pembangunan. sosial dan ekonomi yang saling komplementer dan saling menguntungkan. lembaga keuangan. Karena itulah. selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. peningkatan akses informasi dan pemasaran.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. ditetapkan lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2009-2014. termasuk masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. yaitu: Agenda I : Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Agenda II : Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Agenda III : Penegakan Pilar Demokrasi. Keberadaan berbagai fasilitas yang telah kita bangun di periode 2004-2009. pembangunan kesejahteraan sosial juga dilakukan dengan memberi perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Pembangunan kesejahteraan sosial dalam rangka memberikan perlindungan pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung disempurnakan melalui penguatan lembaga jaminan sosial yang didukung oleh peraturanperaturan perundangan. tertinggal. pendanaan.29 . Pusat Krisis Terpadu. di dunia usaha dan organisasi sosial. Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. Agenda IV : Penegakkan Hukum Dan Pemberantasan Korupsi. Pemberian jaminan sosial dilaksanakan dengan mempertimbangkan budaya dan kelembagaan yang sudah berakar di masyarakat. Agenda V : Pembangunan Yang Inklusif Dan Berkeadilan Agenda I: Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Agenda peningkatan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas dari pemerintah mendatang. harus kita tingkatkkan. dan wilayah bencana. kita juga harus terus memperluas ruang untuk meningkatnya peran. Tentu saja. serta sistem nomor induk kependudukan (NIK) tunggal. I . antara lain.Dalam rangka pembangunan berkeadilan. kita harus terus melanjutkan peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. Untuk mewujudkan peningkatan peran kaum perempuan dalam pembangunan. maka peran kaum perempuan di sektor publik harus terus kita tingkatkan. Capaian pembangunan di tahun 2004-2009 yang berhasil mencapai peningkatan peran kaum perempuan sebesar 125 persen di banding sebelumnya.3 Agenda Pembangunan Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 20092014.1. Kita juga harus terus meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak. keterlibatan aktif dan bahkan kepemimpinan kaum perempuan di luar pemerintahan. Wujud akhir dari perbaikan kesejahteraan akan tercermin dari peningkatan pendapatan. dan Ruang Pelayanan Khusus di sejumlah provinsi dan kabupaten/ kota. harus terus kita perluas di seluruh pelosok tanah air. 3.

dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar. Pengarusutamaan ini tidak hanya terbatas antar sektor tetapi juga antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Dengan cara itu. antara lain. termasuk peningkatan program di bidang pendidikan. ekonomi kreatif ---creative economy---. Program Pemerintah 2004-2009 telah meletakkan fondasi dalam bidang perbaikan kesejahteraan rakyat.penurunan tingkat pengangguran dan perbaikan kualitas hidup rakyat. yang dapat memberikan peran konstruktif untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. yaitu pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada peningkatan produktivitas dan daya saing. Penyelenggaraan program peningkatan kesejahteraan rakyat akan dilaksanakan seiring dengan upaya peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perbaikan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui sejumlah program aksi untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan mempercepat tercapainya tataran pembangunan ekonomi yang makin mandiri. serta makin memacu terciptanya kreatifitas dan inovasi. kesehatan. Upayaupaya menggerakkan sektor riil telah dan akan terus dilakukan I . Pemerintahan 2009-2014 tetap konsisten untuk melanjutkan berbagai program perbaikan kesejahteraan rakyat yang sudah berjalan dengan memberikan penekanan lebih lanjut dalam membuat kebijakan yang lebih efektif dan terarah dalam bentuk pengarusutamaan anggaran dan kebijakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang telah dicapai seperti penurunan kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran serta tercapainya sasaran dalam Millineum Development Goals. Fondasi kebijakan perbaikan kesejahteraan rakyat juga dapat dilihat dari kebijakan dan program-program yang sudah berjalan baik. Program peningkatan kesejahteraan dilakukan melalui mendorong sektor riil dan pemihakan kepada usaha kecil menengah dan koperasi serta terus menjaga stabilitas ekonomi makro. dan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).30 . maka akan diperoleh ranah pembangunan ekonomi produktif yang makin luas. sumber daya pengetahuan (knowledge based) dan sumber daya yang berasal dari warisan tradisi budaya bangsa (culture based). Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mendukung terciptanya penyelenggaraan program pembangunan ekonomi yang makin berkualitas. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan untuk tercapainya peningkatan kapasitas dan kemampuan bangsa dalam memadukan sumber daya alam (resource based). Pengarusutamaan harus juga mencakup kebijakan agar tujuan dapat tercapai dengan sumber daya yang minimal. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Meskipun demikian capaian selama periode sebelumnya masih belum memadai. Perubahan ini akan mendorong keterbukaan dan akuntabilitas publik dari sektor korporasi di Indonesia. Perbaikan Tatakelola Pemerintahan Perbaikan tatakelola pemerintahan yang baik menjadi isu yang penting dalam konteks nasional dan internasional. Pembangunan birokrasi yang kuat merupakan elemen penting untuk menjaga agar kelangsungan pembangunan berkelanjutan. Krisis ekonomi yang lalu tidak terlepas dari buruknya tatakelola pemerintahan. Untuk mendorong perbaikan tatakelola swasta. akan dipercepat dengan menggelindingkan lebih banyak program percepatan aksi reformasi sistem birokrasi yang dikombinasikan dengan sejumlah program aksi lainnya seperti reformasi bidang hukum. perbaikan pelayanan publik dan pengurangan ekonomi biaya tinggi.melalui berbagai intervensi pemerintah yang konstruktif dan terukur. Dalam periode 2004-2009 telah dilakukan pilot project di enam kementerian dan lembaga yang penting untuk menerapkan anggaran berbasis kinerja. Elemen reformasi di enam kementerian dan lembaga itu menjadi sangat luas dan intensif. Cakupan perbaikan dalam tatakelola pemerintahan bukan hanya terbatas pada sektor pemerintahan tetapi juga meliputi sektor swasta termasuk pengelolaan BUMN. Karenanya. efisien dan bebas dari konflik kepentingan. Wujud dari perbaikan tatakelola pemerintahan ini antara lain dapat dilihat dari penurunan tingkat korupsi. Perlu upaya yang lebih keras dan sistematis untuk memperbaiki praktik tatakelola pemerintahan ini. Indeks persepsi korupsi terus membaik secara signifikan. negara-negara yang tergabung dalam G-20 sepakat untuk menempatkan perbaikan tatakelola pemerintahan menjadi salah satu agenda perbaikan untuk mencegah krisis berulang. baik di sektor pemerintahan maupun swasta. juga tidak terlepas dari masalah ini. Hal ini memberikan indikasi bahwa upaya keras pemerintah dalam memperbaiki tatakelola pemerintahan selama lima tahun terakhir. Hal ini juga penting untuk I . telah berada dalam arah yang benar. termasuk perubahan sistem renumerasi. Langkah-langkah yang disebutkan di atas. Krisis keuangan global. Agenda II.31 . Sedangkan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro (fiskal dan moneter) dilakukan dengan selaras dengan tujuan mengelola ekonomi secara sehat dan berkelanjutan. Di sisi lain. pemerintah mendatang akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengubah statusnya menjadi perusahaan publik. Pilot project ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif khususnya dalam perbaikan pelayanan publik dan penanggulangan korupsi. Kebijakan tersebut dapat membuahkan hasil apabila didukung oleh birokrasi yang efektif.

Selama ini. baru setelah itu melangkah menuju demokrasi substansial Agenda IV. asal-usul.32 . nepotisme serta konflik kepentingan yang dapat menganggu roda perekonomian. golongan maupun jender. Lembaga-lembaga demokrasi terus diperkuat dengan cara memberikan contoh dan menegakkan nilai-nilai demokrasi misalnya dengan menjaga kebebasan berpendapat. Agenda III. menghormati hak asasi manusia. Oleh karena itu agenda penegakan pilar demokrasi merupakan agenda yang tetap penting dalam periode 2010-2014. Walau perbaikan telah dilakukan. salah satu persoalan yang dianggap kerap I . dan adil menuntut penegakan pilar-pilar demokrasi yang lebih konsisten.mencegah kolusi.masih bersifat demokrasi prosedural dan belum sampai pada tingkat demokrasi yang substansial. adanya checks and balances. berbagai usaha perbaikan harus dilakukan. di dalam konsolidasi demokrasi telah berhasil dilakukan pemilihan umum baik ditingkat nasional maupun lokal. harus diakui bahwa demokrasi yang terbangun --seperti banyak kritik yang diungkapkan-. jaminan akan keberagaman yang tercermin dengan adanya perlindungan terhadap segenap warga negara tanpa membedakan paham. demokratis. Demokrasi yang egaliter. Wujud dari Indonesia yang demokratis adalah penghargaan terhadap hak asasi manusia. Penegakan Hukum Sistem yang demokratis juga harus disertai dengan tegaknya ”rule of law”. terjaminnya kebebasan berpendapat. Karena itu agenda penegakan hukum masih merupakan agenda yang penting dalam periode 2010-2014. serta terus menjaga berjalannya proses checks and balances. Selain itu. tidak boleh terulang kesalahan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang membawa persoalan baik didalam pemilihan umum legislatif maupun pemilihan kepala negara dan kepala daerah. konsolidasi demokrasi telah dilakukan dengan menjamin kebebasan berpendapat. Penegakan Pilar Demokrasi Transisi dari kehidupan demokrasi masa lalu dengan segala keberhasilan dan kegagalannya menuju Indonesia masa depan yang lebih sejahtera. Kepastian hukum akan memberikan rasa aman. Namun. dan mengutamakan supremasi hukum. sebelum bisa beranjak kepada demokrasi substansial harus diselesaikan terlebih dahulu semua masalah prosedural. Demokrasi harus terus dijaga agar berada pada arah yang benar. rasa keadilan dan kepastian berusaha bagi masyarakat. kebebasan pers. Terkait dengan kepastian usaha. Didalam proses pemilihan umum misalnya. Wujud dari penegakan hukum adalah munculnya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia. Ke depan.

perwujudan keadilan dapat berupa perbaikan akses semua kelompok terhadap kebebasan berpolitik. proses pembangunan yang tidak adil sedemikian intensif sehingga dampaknya tidak dapat diselesaikan atau diperbaiki dalam satu periode. keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk perbaikan. Dalam usaha pemberantasan korupsi. Tumpang tindih dan inkosistensi peraturan perundangan harus diperkecil. belum mampu mewujudkan hasil yang diinginkan. proses penjabarannya. Penegakan hukum merupakan elemen yang amat penting di dalam pemberantasan korupsi. Selain itu wujud dari agenda hukum adalah menjamin proses peradilan yang bebas. berbagai kasus telah ditindaklanjuti tanpa pandang bulu. Oleh karena itu semua pihak. peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang hukum. dan aparat penegak hukum mulai dari polisi dan jaksa sampai kepada hakim dan pengacara. dan penghapusan segala macam bentuk diskriminasi. Agenda V. pengusaha. Dalam bidang sosial-politik. benar-benar menegakkan aturan main dan tatanan hukum yang pasti. Hal ini semua akan membantu kita di dalam upaya konsolidasi demokrasi.33 . Karenanya penegakan hukum akan membawa dampak yang positif bagi perbaikan iklim investasi yang pada gilirannya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia Agenda dalam bidang hukum juga mencakup proses pembuatan undang–undang. Proses penegakan hukum dalam bidang korupsi dilakukan tanpa tebang pilih. orang cacat dan sebagainya. Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum. struktur hukum. Selama ini. Demikian juga hambatan pelaksanaan implementasi peraturan perundangan harus dihilangkan. Untuk masalah yang terkait dengan struktur hukum diupayakan dengan peningkatan independensi dan akuntabilitas kelembagaan hukum. proses pengawasan. Dengan demikian hukum makin tegak dan pasti. Pembangunan yang Inklusif dan Berkeadilan Perbaikan keadilan masih akan menjadi agenda prioritas dalam pemerintahan 2010-2014 mengingat pelaksanaan agenda keadilan di masa lalu. dan budaya hukum. serta mendorong berlakunya sistem peradilan yang transparan dan terbuka. telah dan terus dilakukan pembenahan pada substansi hukum. atau terjadinya proses afirmasi terhadap kelompok yang tertinggal. baik pemerintah. Dalam bidang ekonomi.menganggu masuknya investasi ke Indonesia adalah lemahnya kepastian hukum. I . dan juga penegakan aturan hukum. Perwujudan keadilan bisa diwujudkan dalam berbagai dimensi. Akan terus diupayakan perjanjian ekstradisi dengan negara-negara yang berpotensi menjadi tempat pelarian pelaku tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya. Penyebabnya antara lain di masa lalu. pemerataan antar jender dalam politik.

kecil dan menengah. pemilihan proyek hingga evaluasi. I . pemerintah meningkatkan pengeluaran untuk program anti kemiskinan dengan melakukan realokasi subsidi yang diterima oleh kelompok yang berpenghasilan atas.34 . Di sini pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi komponen yang amat penting. pemerintah akan mempertajam sasaran dari semua program pemerintah agar benarbenar menyentuh kelompok yang berpenghasilan rendah.4Sasaran Pembangunan 2010-2014 Persoalan dan dimensi pembangunan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu berubah dan makin kompleks. Program lain yang akan dilanjutkan untuk memperbaiki distribusi pendapatan adalah program aksi perkuatan usaha mikro. pemerintah harus realistis dan harus menghindari diri dari membuat janji-janji yang sejak semula disadari tidak bisa dipenuhi. Proses perencanaan yang bersifat bottom up dan inklusif telah dipraktekkan dalam beberapa program. kesehatan dan PNPM Mandiri pada periode 2005-2008 adalah bukti nyata dari upaya tersebut. misalnya PNPM. proses perencanaan bottom-up akan menjalar pada tingkat kabupaten dan propinsi dan seterusnya pada periode berikutnya. Di samping itu.Upaya pengurangan kesenjangan pendapatan telah dilakukan oleh pemerintah dalam periode 2004-2009 dengan berbagai kebijakan. Dalam menentukan pilihan tersebut. 3. sementara kemampuan dan sumber daya pembangunan yang tersedia cenderung terbatas. Diharapkan. untuk mengurangi kesenjangan pendapatan. penguatan dimensi keadilan akan dilakukan untuk setiap kegiatan atau program aksi. Masyarakat dilibatkan sejak proses perencanaan. Misalnya dalam program pendidikan dan kesehatan. Dengan pola ini masyarakat akan merasa lebih memiliki dan secara sukarela akan menjalankan sekaligus mendapatkan manfaat dari program-program tersebut.1. Perluasan cakupan program PNPM meliputi seluruh kecamatan per tahun 2009 akan meningkatkan tingkat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan di tingkat mikro. Langkah ini diharapkan dalam jangka pendek akan memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga tersebut (memperbaiki distribusi pendapatan) dan dalam jangka panjang akan dihasilkan generasi baru yang lebih baik tingkat pendidikan dan kesehatannya. Dalam lima tahun ke depan. Realokasi subsidi BBM kepada program pendidikan. Misalnya. Pemerintah harus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tuntutan yang tidak terbatas dengan membuat pilihan dalam bentuk skala prioritas. bagi masyarakat yang berpenghasilan sangat rendah akan diberikan insentif tambahan berupa bantuan tunai bersyarat. akan bertambah banyak. Permasalahan dan tuntutan pembangunan yang dihadapi pun.

Percepatan laju pertumbuhan ekonomi ini diharapkan mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga di sekitar 5-6 persen pada akhir tahun 2014. Untuk memenuhi sasaran percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut. Walaupun demikian. capaian tertinggi yang pernah dicapai oleh laju pertumbuhan perekonomian Indonesia sebelum krisis sekitar 7 persen sudah dapat dipenuhi sebelum tahun terakhir masa 2009-2014 ini. pemerintah yang akan datang bertekad untuk melanjutkan kebijakan makroekonomi yang terukur dan bijaksana. Upaya keras dan langkah antisipasi yang tepat akan menjadi tekad pemerintah yang akan datang untuk mencapai sasaran yang disebutkan di bawah ini. Sejumlah indikator digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Misalnya. Sasaran Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sesuai dengan persoalan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Faktor eksogen. Kombinasi antara percepatan pertumbuhan ekonomi dengan berbagai kebijakan intervensi pemerintah yang terarah diharapkan dapat mempercepat penurunan tingkat kemiskinan absolut menjadi sekitar 8-10 persen pada akhir 2014. Sebagian dapat dimitigasi dan diubah ke arah yang menguntungkan dengan kebijakan yang tepat. beberapa perubahan eksogen ini dapat dikendalikan.Pengalaman pemerintah selama periode 2004-2009 menjadi modal utama dalam menyusun agenda dan strategi pembangunan ini. bisa mempermudah pencapaian atau sebaliknya ia dapat pula menyebabkan sasaran yang ingin dicapai tidak terpenuhi atau hanya terpenuhi sebagian. Diharapkan dengan pulihnya perekonomian global dalam 1-2 tahun mendatang. Inflasi yang terkendali memungkinkan nilai tukar dan suku bunga yang kompetitif sehingga mendorong sektor riil bergerak dan berkembang dengan sehat. pemerintah yang akan datang bertekad untuk melanjutkan proses percepatan pembangunan ekonomi selama lima tahun ke depan.35 . Sebaliknya bencana alam seperti gelombang panas Elnino seperti yang terjadi sebelum krisis ekonomi tahun 1997 dapat menghambat upaya peningkatan produksi pangan dan berperan terhadap kenaikan tingkat kemiskinan pada saat itu. I . banyak faktor yang bersifat eksogen (di luar kendali pemerintah) akan mempengaruhi capaian tersebut. kenaikan harga komoditas energi dapat mempunyai dampak positif terhadap pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi mengingat Indonesia masih tergolong sebagai negara produsen dan pengekspor energi neto. Disadari sejak awal. sehingga inflasi dapat dikendalikan pada tingkat rendah yang sebanding dengan negara-negara setaraf dengan Indonesia yaitu sekitar 3-5 persen per tahun. Tidak ada yang akan mampu memperkirakan kemungkinan terjadinya faktor eksogen tersebut.

sasaran pembangunan ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu pendidikan. pelabuhan laut. meningkatkan dan memajukan usaha kecil menengah dengan menambah akses terhadap modal termasuk perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR). dan (c) Berkembangnya pendidikan kejuruan yang ditandai oleh meningkatnya jumlah tenaga terampil. berupa. yang antara lain di tandai oleh. Di bidang energi. (a) menurunnya jumlah penduduk yang buta huruf. dan (d) Memproduksi energi yang bersih dan ekonomis. sasaran yang hendak dicapai adalah perbaikan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam di perkotaan dan pedesaan. (b) membaiknya akses rumah tangga golongan miskin terhadap pangan. terciptanya kemandirian dalam bidang pangan pada akhir tahun 2014 ditandai dengan meningkatnya ketahanan pangan rakyat. jalan kereta api. Selain itu terus dilakukan program reboisasi.36 . (a) perbaikan status gizi ibu dan anak pada golongan masyarakat yang rawan pangan. irigasi. (a) diversifikasi energi yang menjamin keberlangsungan dan jumlah pasokan energi di seluruh Indonesia dan untuk seluruh penduduk Indonesia dengan tingkat pendapatan yang berbeda-beda. Dalam bidang pangan. (c) Meningkatkan efisisensi konsumsi dan penghematan energi baik di lingkungan rumah tangga maupun industri dan sektor transportasi. (b) meningkatnya secara nyata persentase penduduk yang dapat menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun dan pendidikan lanjutan.Dalam bidang pendidikan. (b) Meningkatkan penggunaan renewable energy dan berpartispasi aktif dan memanfaatkan berkembangnya perdagangan carbon secara global. Sementara di bidang kesehatan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan antara lain ditandai oleh meningkatnya angka harapan hidup. penghutanan kembali (reforestasi) dan program pengurangan emisi karbon. (d) menjaga harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat kelompok pendapatan menengah bawah. dan (f) meningkatkan daya tawar komoditas Indonesia dan comparative advantage dari sektor pertanian Indonesia di kawasan regional Asia dan Global. Dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah. Dalam bidang infrastruktur. listrik. air bersih dan sanitasi serta pos dan telekomunikasi. meningkatkan bantuan teknis di bidang pengembangan produk. pelabuhan udara. I . menurunnya tingkat kematian bayi dan kematian ibu melahirkan. (e) menjaga nilai tukar petani agar dapat menikmati kemakmuran. (c) terpelihara dan terus meningkatnya kemampuan swasembada beras dan komoditas pangan utama lainnya. membangun ketahanan energi dengan mencapai. Di bidang lingkungan hidup. meneruskan pembangunan dan pasokan infrastruktur yang ditunjukkan oleh meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai prasarana penunjang pembangunan seperti jalan raya.

Selain berbagai bidang yang telah disebutkan diatas. sehingga penyelenggaraan negara tidak terhambat oleh mekanisme dan sistem demokrasi.37 . Sasaran Program Penegakan Hukum. keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum (kepolisian dan kejaksaaan). bermutu. sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Dengan demikian reformasi kepolisian dan kejaksaan. dan juga mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta efisisen. namun justru akan makin meningkat kualitas hasil dan akuntabilitasnya. pelaksanaan kebijakan pemihakan untuk memberikan ruang usaha bagi pengusaha kecil dan menengah. Sasaran tersebut tercermin dari persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan kenyamanan. fungsi checks and balances dapat dilakukan secara santun. dan lembaga peradilan harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sasaran berupa muncul dan tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum karena mereka dipercaya akan selalu melindungi masyarakat berdasarkan azas keadilan dan kepatuhan pada aturan dan hukum tanpa pembedaan dan diskriminasi.pemasaran. dan menjaga fungsi dan keberadaan serta efisiensi pasar tradisional. dan menjamin seluruh warga negara pemilih dapat melaksanakan hak pemilihannya secara bebas dan bertanggung jawab. kepastian. Dengan demikian. pemerintah juga tetap mengembangkan sektor-sektor pembangunan lainnya secara konsisten. Penegakan Hukum merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dan sangat penting dalam menjaga sistem demokrasi yang berkualitas. efektif. Sasaran reformasi penegakan hukum adalah tercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umum. dan efektif. I . beretika. adil. dan mampu menyelenggaran amanah dan tugas serta tanggung jawabnya secara baik. Sasaran di bidang ini juga untuk menjamin setiap lima tahun terselenggara proses pemilu yang memenuhi azas-azas demokrasi yang baik yaitu jujur. Sasaran Perkuatan Pembangunan Demokrasi Penegakan pilar demokrasi memiliki sasaran agar dapat terbangun dan makin memantapkan sistem demokrasi di Indonesia yang dapat menghasilkan pemerintahan dan lembaga legistatif yang kredibel. Dengan demikian maka dalam waktu yang tidak terlalu lama Indonesia akan memasuki periode kesejahteraan yang membanggakan kita semua. terkoordinasi dan terintegrasi.

dan akuntabel. Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan di semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan. Pendekatan ini dipandang akan memberikan hasil yang berkelanjutan karena dibangun di atas fondasi yang lebih kokoh. adil. maka arah kebijakan umum pemerintah lima tahun ke depan adalah mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa dan negara yang telah dirumuskan sebelumnya. pengurangan kemiskinan. Setelah berhasil menyelesaikan program pembangunan dalam lima tahun sebelumnya (2004-2009) dengan capaian-capaian yang prestisius. maka pemerintah mendatang akan melanjutkan pendekatan pembangunan kelembagaan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan yang telah dirumuskan sebelumnya. transparan. perbaikan infrastruktur dasar. dengan tidak mengindahkan azas-azas kepatutan. arah kebijakan umum pembangunan nasional 2010-2014 adalah sebagai berikut: 1. Keadilan juga `hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel. Secara garis besar. pengakuan dan penerapan hak asasi manusia serta kebebasan yang bertanggung jawab. penghapusan segala macam diskriminasi. adil dan tidak pandang bulu. serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan. bersih. pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia. keadilan.3.38 . Demikian pula kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih. 3. 2.1 Arah Kebijakan Umum Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia baik dewasa ini maupun dalam lima tahun mendatang. dengan hasil yang baik dan efisien. Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera. bersih. pengurangan kesenjangan pembangunan antar daerah (termasuk desa-kota). dan kesenjangan jender. Pemerintahan tidak seharusnya hanya berorientasi pada hasil jangka pendek.2. melewati proses I . Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum.2 ARAH KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN NASIONAL 3. dan keberlanjutan. Pendekatan yang bersifat kelembagaan ini dimaksudkan sebagai pendekatan yang menyeimbangkan antara pentingnya proses yang berlandaskan pada tatakelola yang baik.

dan inovasi teknologi. pemanfaatan sumber daya kelautan. Sebelas Program aksi di bawah ini dipandang mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara di masa mendatang. Sebagian besar sumber daya dan kebijakan akan diprioritaskan untuk menjamin implementasi dari 11 prioritas nasional yaitu: (1) reformasi birokrasi dan tata kelola. perlu melibatkan lebih aktif peran serta dari pemerintah daerah. (5) ketahanan pangan. (6) infrastruktur. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditopang oleh efisiensi struktur pemerintah di pusat dan di daerah. 3.yang telah disetujui bersama secara demokratis. akuntabel. perlu dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program aksi prioritas sehingga lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya. hingga I . (9) lingkungan hidup dan bencana. Badan Kepegawaian Negara (BKN).2. serta dengan rasa memiliki yang tinggi dan akuntabel. Prioritas 1: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemantapan tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui terobosan kinerja secara terpadu. pengelolaan energi. (4) penanggulangan kemiskinan. (2) pendidikan. dan data kependudukan yang baik. terluar. substansi inti dari reformasi birokrasi dan tata kelola adalah : 1. restrukturisasi BUMN. terdepan. Sebagai contoh. restrukturisasi lembaga pemerintah lainnya. (3) kesehatan. (10) daerah tertinggal. seperti di bidang keberdayaan UMKM. padahal UU Otonomi Daerah telah menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tugas dari pemerintah kabupaten/kota. dan paska konflik. (7) iklim investasi dan usaha. taat kepada hukum yang berwibawa. dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2010. (8) energi. Struktur: Konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas kementerian/lembaga yang menangani aparatur negara yaitu Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN). Oleh karena itu. serta (11) kebudayaan.2Prioritas Nasional Visi dan Misi pemerintah 2009-2014. Pembangunan kelembagaan ini tidak hanya membangun mekanisme kelembagaan yang baru tetapi juga mengembalikan kembali aturan lama yang dipandang lebih berkelanjutan ke dalam sistem. program BOS yang selama ini dilakukan dengan partisipasi yang minimal dari pemerintah daerah. kretivitas. kapasitas pegawai pemerintah yang memadai.39 . dan transparan. penuh integritas.

kemandirian. dan mutasi PNS secara terpusat selambat-lambatnya 2011. Data Kependudukan: Penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan aplikasi pertama pada Kartu Tanda Penduduk selambat-lambatnya pada 2011. dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat.pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat banyak selambat-lambatnya 2014. 6. Otonomi daerah: Penataan otonomi daerah melalui: 1) Penghentian /pembatasan pemekaran wilayah. penempatan. keluhuran budi pekerti. penurunan harga buku standar di tingkat sekolah dasar dan I . Sinergi antara pusat dan daerah: Penetapan dan penerapan sistem Indikator Kinerja Utama Pelayanan Publik yang selaras antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 2. substansi inti program aksi bidang pendidikan adalah sebagai berikut: 1. promosi.40 . terjangkau. Regulasi: Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundangan di tingkat pusat maupun daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan. Sumber daya manusia: Penyempurnaan pengelolaan PNS yang meliputi sistem rekrutmen. 5. diantaranya penyelesaian kajian 12. Pemantapan/rasionalisasi implementasi BOS. 4. Prioritas 2: Pendidikan Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Akses pendidikan dasar-menengah: Peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar dari 95% di 2009 menjadi 96% di 2014 dan APM pendidikan setingkat SMP dari 73% menjadi 76% dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan setingkat SMA dari 69% menjadi 85%. Oleh karena itu. pendidikan. 3. dan 3) penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. relevan. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan dan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. dan karakter bangsa yang kuat. 2) Peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana perimbangan daerah.000 peraturan daerah selambat-lambatnya 2011. Penegakan Hukum: Peningkatan integrasi dan integritas penerapan dan penegakan hukum oleh seluruh lembaga dan aparat hokum 7.

4) membuka luas kerjasama PTN dengan lembaga pendidikan internasional. 3) sertifikasi ISO 9001:2008 di 100% PTN.0 tahun pada 2014. melalui: 1) program remediasi kemampuan mengajar guru. namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial. 6) memastikan perbandingan guru:murid di setiap SD & MI sebesar 1:32 dan di setiap SMP & MTs 1:40. Kualitas: Peningkatan kualitas guru. dan 7) memastikan tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagi Pendidikan Agama dan Keagamaan paling lambat tahun 2013. dan pencapaian keseluruhan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015. 2. 4.menengah sebesar 30-50% selambat-lambatnya 2012 dan penyediaan sambungan internet ber-content pendidikan ke sekolah tingkat menengah selambat-lambatnya 2012 dan terus diperluas ke tingkat sekolah dasar.41 . I . watak. Akses pendidikan tinggi: Peningkatan APK pendidikan tinggi dari18% di 2009 menjadi 25% di 2014. pengurangan wilayah kumuh sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan angka harapan hidup dari 70.6 tahun pada 2009 menjadi 72. Kurikulum: Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional. Pengelolaan: Pemberdayaan peran Kepala Sekolah sebagai manager sistem pendidikan yang unggul. 5) mendorong 11 PT masuk Top 500 THES pada 2014. mendorong aktivasi peran Komite Sekolah untuk menjamin keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses pembelajaran. pengelolaan dan layanan sekolah. budi pekerti. tidak hanya kuratif. Metodologi: Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test). 2) penerapan sistem evaluasi kinerja profesional tenaga pengajar. 3. Prioritas 3: Kesehatan Penitikberatan pembangunan bidang kesehatan melalui pendekatan preventif. daerah. 5. dan Dewan Pendidikan di tingkat Kabupaten. kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia melalui penyesuaian sistem Ujian Akhir Nasional pada 2011 dan penyempurnaan kurikulum sekolah dasar-menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25% sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014. 50% PTS. 6. melalui peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan diantaranya dengan perluasan penyediaan air bersih. dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match). revitalisasi peran Pengawas Sekolah sebagai entitas quality assurance. 100% SMK sebelum 2014.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Obat: Pemberlakuan Daftar Obat Esensial Nasional sebagai dasar pengadaan obat di seluruh Indonesia dan pembatasan harga obat generik bermerek pada 2010. beasiswa bagi anak keluarga berpendapatan rendah. PNPM Mandiri: Penambahan anggaran PNPM Mandiri dari Rp 10. 3.Oleh karena itu. pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah. serta tingkat kematian bayi dari 34 per 1. Sarana kesehatan: Ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan rumah sakit berakreditasi internasional di minimal 5 kota besar di Indonesia dengan target 3 kota pada 2012 dan 5 kota pada 2014. Program KB: Peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 23. 2. dan Parenting Education mulai 2010 dan diperluas menjadi program nasional mulai 2011-2012. Penyediaan akses sumber air bersih yang menjangkau 67% penduduk dan akses terhadap sanitasi dasar berkualitas yang menjangkau 75% penduduk sebelum 2014. substansi inti program aksi bidang kesehatan adalah sebagai berikut: 1.1% pada 2009 menjadi 8-10% pada 2014 dan perbaikan distribusi perawatan dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga.500 klinik pemerintah dan swasta selama 2010-2014. pemenuhan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp 3 milyar per I .000 kelahiran pada 2008 menjadi 118 pada 2014. Prioritas 4: Penanggulangan Kemiskinan Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14. Oleh karena itu. 4. Asuransi Kesehatan Nasional: Penerapan Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh keluarga miskin dengan cakupan 100% pada 2011 dan diperluas secara bertahap untuk keluarga Indonesia lainnya antara 2012-2014.1 trilyun pada 2010. program keluarga harapan. Penurunan tingkat kematian ibu saat melahirkan dari 307 per 100. bantuan pangan. substansi inti program aksi penanggulangan kemiskinan adalah sebagai berikut: 1.42 . Bantuan Sosial Terpadu: Integrasi program perlindungan sosial berbasis keluarga yang mencakup program Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik yang bersifat insidensial atau kepada kelompok marginal.000 kelahiran pada 2008 menjadi 24 pada 2014.3 trilyun pada 2009 menjadi Rp 12. 2. jaminan sosial bidang kesehatan. Program kesehatan masyarakat: Pelaksanaan Program Kesehatan Preventif Terpadu yang meliputi pemberian imunisasi dasar kepada 90% balita pada 2014. 5.

Pembiayaan. jaringan listrik. substansi inti program aksi ketahanan pangan adalah sebagai berikut: 1. dan terjangkau. serta teknologi komunikasi dan sistem informasi nasional yang melayani daerah-daerah sentra produksi pertanian demi peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta kemampuan pemasarannya. penyediaan pembiayaan yang terjangkau. penggunaan unified database untuk penetapan sasaran program mulai 2009-2010. dan industri perdesaan berbasis produk lokal oleh pelaku usaha dan pemerintah. pertanian.7% per tahun dan Indeks Nilai Tukar Petani sebesar 115-120 pada 2014. 4. Pangan dan Gizi: Peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan melalui pola pangan harapan. Oleh karena itu. Infrastruktur: Pembangunan dan pemeliharaan sarana transportasi dan angkutan. 3.kecamatan untuk minimal 30% kecamatan termiskin di pedesaan. teknologi dan sarana pasca panen yang sesuai secara tepat waktu. serta sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul yang teruji. I . Pengembangan Kawasan dan Tata Ruang Pertanian: Penataan regulasi untuk menjamin kepastian hukum atas lahan pertanian. Penelitian dan Pengembangan: Peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil peneilitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi. 2. peningkatan pendapatan petani.43 . serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. 4. 5. Tim Penanggulangan Kemiskinan: Revitalisasi Komite Nasional Penanggulangan Kemiskinan di bawah koordinasi Wakil Presiden. pengembangan areal pertanian baru seluas 2 juta hektar. pupuk. Lahan. dan integrasi secara selektif PNPM Pendukung. Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pelaksanaan penyempurnaan mekanisme penyaluran KUR mulai 2010 dan perluasan cakupan KUR mulai 2011. tepat jumlah. peningkatan daya saing produk pertanian. dan Subsidi: Dorongan untuk investasi pangan. dan penerapan sistem monitoring dan evaluasi yang akurat sebagai dasar keputusan dan alokasi anggaran. pengairan. Prioritas 5: Ketahanan Pangan Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3. 3. Investasi. penertiban serta optimalisasi penggunaan lahan terlantar.

6. Telekomunikasi: Penuntasan pembangunan jaringan serat optik di Indonesia bagian timur sebelum 2013 dan maksimalisasi tersedianya akses komunikasi data dan suara bagi seluruh rakyat. I . Prioritas 7: Iklim Investasi dan Iklim Usaha Peningkatan investasi melalui perbaikan kepastian hukum.370 km pada 2014. dan Papua sepanjang total 19. 7. Surabaya. diantaranya Banjir Kanal Timur Jakarta sebelum 2012 dan penanganan secara terpadu Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo sebelum 2013. Tanah dan tata ruang: Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan tata ruang secara terpadu. Adaptasi Perubahan Iklim: Pengambilan langkah-langkah kongkrit terkait adaptasi dan antisipasi sistem pangan dan pertanian terhadap perubahan iklim. termasuk penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan Monorail) selambat-lambatnya 2014. substansi inti program aksi bidang infrastruktur adalah sebagai berikut: 1. Perumahan rakyat: Pembangunan 685. Jawa. 4. Transportasi perkotaan: Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta. 5. 3.000 keluarga yang kurang mampu pada 2012. dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bandung. Perhubungan: Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antar-moda dan antar-pulau yang terintegrasi sesuai dengan Sistem Transportasi Nasional dan Cetak Biru Transportasi Multimoda dan penurunan tingkat kecelakaan transportasi sehingga pada 2014 lebih kecil dari 50% keadaan saat ini. penyederhanaan prosedur.000 Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi. Medan) sesuai dengan Cetak Biru Transportasi Perkotaan. perbaikan sistem informasi. 2. Bali. Sulawesi. Jalan: Penyelesaian pembangunan Lintas Sumatera.44 . Nusa Tenggara Timur. Kalimantan. 6. Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu. Pengendalian banjir: Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir. 180 Rusunami dan 650 twin block berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836. Prioritas 6: Infrastruktur Pembangunan infrastruktur nasional yang memiliki daya dukung dan daya gerak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum di seluruh bagian negara kepulauan Republik Indonesia dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Kebijakan: Pengambilan kewenangan atas kebijakan energi ke dalam Kantor Presiden untuk memastikan penanganan energi nasional yang terintegrasi sesuai dengan Rencana Induk Energi Nasional. substansi inti program aksi bidang energi adalah sebagai berikut: 1. KEK: Pengembangan KEK di 5 lokasi melalui skema PublicPrivate Partnership sebelum 2012. 5. 3. Sistem informasi: Beroperasinya secara penuh National Single Window (NSW) untuk impor (sebelum Januari 2010) dan ekspor.45 . Kepastian hukum: Reformasi regulasi secara bertahap di tingkat nasional dan daerah sehingga terjadi harmonisasi peraturan perundang-undangan yang tidak menimbulkan ketidakjelasan dan inkonsistensi dalam implementasinya. Percepatan realisasi proses penyelesaian bea cukai di luar pelabuhan dengan implementasi tahap pertama Custom Advanced Trade System (CATS) di dry port Cikarang. Kapasitas energi: Peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar rata-rata 3. I . pembatalan perda bermasalah dan pengurangan biaya untuk memulai usaha seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). 6.Oleh karena itu. 4. 2. 2. Prioritas 8: Energi Pencapaian ketahanan energi nasional yang menjamin kelangsungan pertumbuhan nasional melalui restrukturisasi kelembagaan dan optimasi pemanfaatan energi alternatif seluasluasnya. dan produksi minyak bumi sebesar lebih dari 1.2 juta barrel per hari mulai 2014.000 MW per tahun mulai 2010 dengan rasio elektrifikasi yang mencakup 62% pada 2010 dan 80% pada 2014. Restrukturisasi BUMN: Transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010 dan diikuti oleh BUMN lainnya. Penyederhanaan prosedur: Penerapan sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPSIE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di beberapa kota yang dimulai di Batam. Logistik nasional: Pengembangan dan penetapan Sistem Logistik Nasional yang menjamin kelancaran arus barang dan mengurangi biaya transaksi/ekonomi biaya tinggi. substansi inti program aksi bidang iklim investasi dan iklim usaha adalah sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. 3. Kebijakan ketenagakerjaan: Sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha dalam rangka penciptaan lapangan kerja.

penggunaan gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum perkotaan di Palembang. microhydro. Oleh karena itu. Sistem Peringatan Dini: Penjaminan berjalannya fungsi Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS) dan Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) mulai 2010 dan seterusnya. Penurunan jumlah hotspot kebakaran hutan sebesar 20% per tahun dan penurunan tingkat polusi keseluruhan sebesar 50% pada 2014.46 . Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH). 3. Prioritas 9: Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Konservasi dan pemanfaatan lingkungan hidup mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang keberlanjutan. 4. Energi alternatif: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan termasuk energi alternatif geothermal sehingga mencapai 2. dan nuklir secara bertahap.000 MW pada 2014 dan dimulainya produksi coal bed methane untuk membangkitkan listrik pada 2011 disertai pemanfaatan potensi tenaga surya. Surabaya. Pengendalian Kerusakan Lingkungan: Penurunan beban pencemaran lingkungan melalui pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi di 680 kegiatan industri dan jasa pada 2010 dan terus berlanjut. dan Dana Reboisasi. 5.4. dan Denpasar. 6. pupuk dan industri hilir lainnya. Penanggulangan bencana: Peningkatan kemampuan penanggulangan bencana melalui: 1) penguatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam usaha mitigasi risiko serta penanganan bencana dan bahaya kebakaran hutan di 33 propinsi.000 MW pada 2012 dan 5. Hasil ikutan dan turunan minyak bumi/gas: Revitalisasi industri pengolah hasil ikutan/turunan minyak bumi dan gas sebagai bahan baku industri tekstil. disertai penguasaan dan pengelolaan risiko bencana untuk mengantisipasi perubahan iklim. Perubahan iklim: Peningkatan keberdayaan pengelolaan lahan gambut. dan 2) pembentukan tim gerak cepat (unit khusus I . Penghentian kerusakan lingkungan di 11 Daerah Aliran Sungai yang rawan bencana mulai 2010 dan seterusnya. substansi inti program aksi bidang lingkungan hidup dan pengelolaan bencana adalah sebagai berikut: 1.000 ha per tahun. 2. Konversi menuju penggunaan gas: Perluasan program konversi minyak tanah ke gas sehingga mencakup 42 juta Kepala Keluarga pada 2010. dan penekanan laju deforestasi secara sungguh-sungguh diantaranya melalui kerjasama lintas kementerian terkait serta optimalisasi dan efisiensi sumber pendanaan seperti dana Iuran Hak Pemanfaatan Hutan (IHPH). peningkatan hasil rehabilitasi seluas 500. serta Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) pada 2013.

4. 2. 2. terdepan. Papua Nugini. Perawatan: Penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu untuk pengelolaan Cagar Budaya. Terdepan. Kebijakan: Pelaksanaan kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung kesejahteraan lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah tertinggal. untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual bagi tumbuh-mapannya jati diri dan kemampuan adaptif kompetitif bangsa yang disertai pengembangan inovasi. ilmu pengetahuan. Terluar. Kerjasama internasional: Pembentukan kerjasama dengan negara-negara tetangga dalam rangka pengamanan wilayah dan sumber daya kelautan. terdepan. dan Pasca-Konflik Program aksi untuk daerah tertinggal. pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibu kota kabupaten selambat-lambatnya Oktober 2012. terluar. dan inovasi teknologi adalah sebagai berikut: 1.47 . 3.penanganan bencana) dengan dukungan peralatan dan alat transportasi yang memadai dengan basis di dua lokasi strategis (Jakarta dan Malang) yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Kreativitas. terluar. Timor Leste. Prioritas 11: Kebudayaan. terluar serta keberlangsungan kehidupan damai di wilayah pasca-konflik dengan substansi inti sebagai berikut: 1. Prioritas 10: Daerah Tertinggal. I . Daerah tertinggal: Pengentasan daerah tertinggal di sedikitnya 50 kabupaten paling lambat 2014. dan ilmu serta apresiasinya. Sarana: Penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan. dan Filipina pada 2010. terdepan. kreativitas. dan teknologi yang dilandasi oleh keunggulan Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan. dan pasca-konflik selambat-lambatnya dimulai pada 2011. dan Inovasi Teknologi Pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya. dan pasca-konflik ditujukan untuk pengutamaan dan penjaminan pertumbuhan di daerah tertinggal. karya seni. substansi inti program aksi bidang kebudayaan. revitalisasi museum dan perpustakaan di seluruh Indonesia sebelum Oktober 2011. Oleh karena itu. Keutuhan wilayah: Penyelesaian pemetaan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia.

PRIORITAS LAINNYA Di samping sebelas prioritas nasional tersebut di atas. Inovasi Teknologi: Peningkatan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif yang mencakup pengelolaan sumber daya maritim menuju ketahanan energi.48 . 4. dan antisipasi perubahan iklim.3. Penciptaan dan Inovasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat luas. dan pengembangan penguasaan teknologi dan kreativitas pemuda. upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Pembangunan Nasional juga melalui pencapaian prioritas nasional lainnya di bidang politik. dan keamanan mencakup: (a) pelaksanaan koordinasi terhadap mekanisme prosedur penanganan terorisme. dan kepulangan. (c) peningkatan pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama proses penyiapan. pangan. (f) pelaksanaan perlindungan saksi dan pelapor. (c) peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam 5 tahun. Di bidang politik. Penciptaan: Pengembangan kapasitas nasional untuk pelaksanaan Penelitian. dan keamanan. (g) pengembalian aset (asset recovery). (d) promosi I . (i) penguatan perlindungan HAM. (b) peningkatan peran dan kemampuan Republik Indonesia dalam diplomasi perdagangan internasional. (h) peningkatan kepastian hukum. pemberangkatan. (c) peningkatan peran Republik Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Di bidang perekonomian mencakup: (a) pelaksanaan pengembangan industri sesuai dengan Peraturan Presiden No.28/2008 tentang Kebijakan Industri Nasional. (b) pelaksaan program deradikalisasi untuk menangkal terorisme. Di bidang kesejahteraan rakyat mencakup: (a) pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan lancar paling lambat pada 2010. hukum. hukum. Kebijakan: Peningkatan perhatian dan kesertaan Pemerintah dalam program-program seni budaya yang diinisiasi oleh masyarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan budaya. (e) penguatan dan pemantapan hubungan kelembagaan pencegahan dan pemberantasan korupsi. (d) peningkatan pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. di bidang perekonomian. (b) peningkatan kerukunan umat beragama melalui pembentukan dan peningkatan efektivitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). 5. dan di bidang kesejahteraan rakyat. serta (d) peningkatan upaya pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. dan (i) pemberdayaan industri strategis pertahanan.

49 . 3.10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan yang kreatif dan efektif. 7. peningkatan perolehan medali di Asian Games tahun 2010 dan Olimpiade tahun 2012. Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragma Ekonomi Ilmu Pengathuan dan Teknologi Sarana dan Prasarana Politik Pertahanan dan Keamanan Hukum dan Aparatur Wilayah dan Tataruang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Arah dan kebijakan masing-masing bidang pembangunan tersebut diuraikan dalam Buku II 3. serta (j) revitalisasi gerakan pramuka. 3. revitalisasi dan konsolidasi gerakan kepemudaan.4 ARAH DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN Salah satu misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025 adalah terwujudnya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan ditandai oleh tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. 4. (f) peningkatan kapasitas pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata lokal untuk mencapai tingkat mutu pelayanan dan hospitality management yang kompetitif di kawasan Asia. dan pengembangan kawasan.3 ARAH KEBIJAKAN BIDANG-BIDANG PEMBANGUNAN Pembangunan Nasional dilakukan secara menyeluruh. (h) pencapaian posisi papan atas pada South East Asia (SEA) Games pada tahun 2011. I . 5. pengembangan wilayah laut. 8. Perencanaan pembangunan nasional dikelompokkan ke dalam 9 (sembilan) bidang pembangunan yaitu: 1. 6. (i) peningkatan character building melalui gerakan. (g) perumusan kebijakan dan pedoman bagi penerapan pengarusutamaan (mainstreaming) Gender dan Anak (PUG & A) oleh Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian lainnya. termasuk berkurangnya kesenjangan antarwilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Untuk itu arah dan kebijakan pembangunan kewilayahan akan dituangkan dalam arah pengembangan wilayah pulau-pulau besar. (e) perbaikan dan peningkatan kualitas jaringan prasarana dan sarana pendukung pariwisata. 2. 9.

laut. Wilayah Pulau Sumatera memiliki posisi geografis yang relatif strategis di wilayah barat Indonesia dan berhadapan langsung dengan kawasan Asia Timur yang menjadi salah pusat perekonomian dunia dan memiliki hubungan interaksi paling dekat dengan pulau Jawa sebagai pusat perekonomian di Indonesia. minyak dan gas bumi ke pusat kegiatan industri pengolahan serta pusat pemasaran lintas pulau dan lintas negara. pariwisata. lintas wilayah kabupaten dan kota. (7) mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh I . (2) mendorong berfungsinya pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Sumatera.3.4. kawasan tengah. serta mengurangi kesenjangan. Pembangunan regional Sumatera diarahkan untuk menjadi pusat produksi dan industri pengolahan hasil pertanian tanaman pangan. Maluku dan Papua dengan tetap mempertahankan momentum pembangunan di Jawa-Bali dan Sumatera. dan transportasi udara lintas Sumatera yang handal. perikanan. pesisir barat Sumatera melalui pengembangan sistem jaringan transportasi darat. (3) mengembangkan akses bagi daerah terisolir dan pulau-pulau kecil di pesisir barat dan timur Sumatera sebagai sentra produksi perikanan. Sulawesi.50 . meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (4) mempertahankan kawasan lindung sekurang-kurangnya 40% dari luas Pulau Sumatera dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana lingkungan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan asset-asset sosial-ekonominya yang berbentuk prasarana. (6) menghindari konflik pemanfaatan ruang pada kawasan perbatasan lintas wilayah meliputi lintas wilayah provinsi. pusat permukiman maupun kawasan budidaya. lumbung energi nasional. (5) mengembangkan komoditas unggulan wilayah yang memiliki daya saing tinggi melalui kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah provinsi dalam pengelolaan dan pemasarannya dalam rangka mendorong kemandirian akses ke pasar global dengan mengurangi ketergantungan pada negara-negara tetangga. Percepatan pembangunan wilayah ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan kawasan. perkebunan. pusat perdagangan dan pariwsata sehingga wilayah Sumatera menjadi salah satu wilayah utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Nusa Tenggara. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) pengembangaan wilayah Sumatera diarahkan untuk (1) memantapkan interaksi antarkawasan pesisir timur.1 Pengembangan Wilayah Pulau-Pulau Besar Kebijakan pengembangan wilayah diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah Kalimantan. (1) Pengembangan Wilayah Sumatra Wilayah pulau Sumatera merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional.

Berbagai isu strategis tersebut akan mempunyai implikasi pada perubahan tatanan sosial. meningkatnya klas menengah yang disertai dengan menguatnya kesadaran tentang hak-hak dasar. Asia Pasifik dan kawasan internasional lainnya.51 . Wilayah Jawa Bali relatif maju dan berkembang dibanding wilayah lainnya. dan Palembang dsk. (2) Pengembangan Wilayah Jawa-Bali Pengembangan Wilayah Jawa dan Bali sebagai salah satu pulau besar di Indonesia dan pusat kegiatan ekonomi di Indonesia memiliki tantangan yang kompleks.negatif globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. serta meningkatkan mutu pelayanan jasa dan pariwisata bertaraf internasional sebagai wilayah utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. kawasan budidaya lainnya. Ketiga. Keempat. Pembangunan regional Jawa-Bali diarahkan untuk tetap mempertahankan lumbung pangan nasional. dan (3) mendorong pengembangan kota Pekanbaru dan Jambi sebagai pusat pelayanan sekunder. (2) mempertahankan dan merehabilitasi kawasan lindung yang semakin terdesak oleh kegiatan budidaya hingga mencapai luasan minimal 30% dari keseluruhan luas Wilayah Pulau Jawa-Bali. Pusat-pusat pengembangan di Pulau Sumatera yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Lhokseumawe. nilai dan gaya hidup yang lebih mengglobal. memperluas dan memperkuat industri dan perdagangan. dalam 20 tahun ke depan Wilayah Jawa Bali akan menghadapi berbagai isu strategis. tata ruang. Dumai dan Batam di wilayah Timur dan kota Padang di wilayah Barat sebagai pusat pelayanan primer. pergeseran cara pandang. Pertama. sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. peningkatan jumlah penduduk perkotaan. berikut kota-kota pusat-pusat kegiatan didalamnya dengan kawasan-kawasan dan pusat-pusat pertumbuhan antar pulau di wilayah nasional. serta dengan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan sub-regional ASEAN. menurunnyya daya dukung sumber daya alam dan lingkungan. (2) mengendalikan pengembangan kawasan perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang. Kedua. khususnya di Pulau Jawa bagian Selatan dan Pulau I . Bandar Lampung dan sekitarnya (dsk). budaya dan politik. sumberdaya. ekonomi. Namun. (8) memantapkan keterkaitan antara kawasan andalan. perubahan struktur ekonomi yang mengarah pada peningkatan sektor jasa. Kelima. dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kaidah pembangunan yang berkelanjutan. Sesuai RTRWN pengembangan Wilayah Jawa-Bali diarahkan untuk: (1) mempertahankan Pulau Jawa-Bali sebagai lumbung pangan nasional melalui berbagai upaya menetapkan dan mempertahankan kawasan produksi pangan.

Bali bagian Tengah; (3) mempertahankan sumber-sumber air dan merehabilitasi daerah resapan air untuk menjaga ketersedian air sepanjang tahun; (4) mengendalikan pertumbuhan pusat-pusat permukiman perkotaan dan perdesaan yang berpotensi mengganggu kawasan-kawasan yang rawan bencana serta mengancam keberadaan kawasan lindung dan kawasan produksi pangan melalui pengendalian aspek kependudukan dan kegiatan sosial-ekonominya; (5) mengendalikan secara ketat pengembangan industri hingga ambang batas toleransi lingkungan yang aman bagi keberlanjutan pembangunan; (6) mengintegrasikan kegiatan industri ke dalam zona-zona dan kawasan-kawasan industri yang telah ditetapkan; (7) mendorong pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Jawa-Bali; (8) mengembangkan zona-zona pemanfaatan minyak dan gas untuk wilayah perairan laut dan/atau lepas pantai; (9) mempertahankan dan merehabilitasi kawasan cagar budaya. Pusat-pusat pengembangan di Wilayah Jawa-Bali yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mengendalikan pengembangan secara fisik kawasan Perkotaan Jabodetabek, Perkotaan Bandung, Gerbangkertosusila, dan Perkotaan Denpasar sebagai pusat pelayanan primer dengan memperhatikan daya dukung lingkungannya; (2) mendorong pengembangan kawasan perkotaan Yogyakarta dan sekitarnya dan perkotaan Semarang sebagai pusat pelayanan primer; (3) mendorong pengembangan kawasan perkotaan Serang dan sekitarnya, Cilacap dan sekitarnya, Cirebon dan sekitarnya, dan Surakarta dan sekitarnya sebagai pusat pelayanan sekunder. (3) Pengembangan Wilayah Kalimantan Pengembangan wilayah Kalimantan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional. Wilayah Kalimantan memiliki posisi geografis yang relatif strategis di wilayah barat dan tengah Indonesia dan berbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Posisi Kalimantan sangat strategis mengingat dalam konteks keterkaitan antar wilayah, Kalimantan secara posisi berhadapan langsung dengan pulau-pulau besar di Indonesia. Pembangunan wilayah Kalimantan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilia tambah perkebunan, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil hutan; serta meningkatkan nilai tambah hasil pertambangan dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kaidah pembangunan yang berkelanjutan. Sesuai RTRWN, pengembangaan wilayah Kalimantan diarahkan untuk: (1) memelihara dan memulihkan kawasan-kawasan yang berfungsi lindung dan kritis lingkungan dalam rangka mendukung keberlanjutan pemanfaatan sumber daya kehutanan, pertambangan, dan pertanian, serta sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil, serta mengurangi resiko I - 52

dampak bencana alam; (2) mendayagunakan posisi strategis secara geografis yang berdekatan dengan negara bagian Malaysia di Sarawak dan Sabah dalam kerangka kerjasama ekonomi subregional BIMP-EAGA (Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia – Phillippines East ASEAN Growth Area); (3) mendorong percepatan penanganan kawasan perbatasan antar negara dengan negara Malaysia di Serawak dan Sabah sebagai beranda depan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di Pulau Kalimantan; (4) meningkatkan aksesibilitas internal wilayah Pulau Kalimantan untuk mewujudkan sinergi pengembangan potensi wilayah dan pemerataan tingkat perkembangan antar wilayah melalui percepatan fungsionalisasi jaringan jalan lintas Kalimantan secara terpadu dengan pengembangan jaringan angkutan sungai, angkutan laut, jaringan jalan rel kereta api dan angkutan udara; (5) mendorong peran kawasan andalan sebagai penggerak pengembangan ekonomi wilayah Kalimantan; (6) mengembangkan industri pengolahan yang berbasis pada sektor kelautan, pertanian, perkebunan, pertambangan, dan kehutanan secara berkelanjutan, serta industri pariwisata yang berbasis pada penguatan dan pengembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan hidup; (7) mendorong pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Kalimantan. Pusat-pusat pengembangan di Pulau Kalimantan yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak sebagai pusat pelayanan primer; (2) mendorong pengembangan kota Palangka Raya, Samarinda, Bontang, dan Tarakan, sebagai pusat pelayanan sekunder. Selanjutnya, pengembangan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) di Pulau Kalimantan terutama kawasan perbatasan negara diarahkan untuk mendorong pengembangan Kota Aruk, Jagoibabang, Nangabadau, Entikong, Jasa, Nunukan, Simanggaris, Long Midang, dan Long Pahangai. (4) Pengembangan Wilayah Sulawesi Pengembangan wilayah Pulau Sulawesi, sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional. Wilayah Pulau Sulawesi berpotensi besar sebagai pusat pertumbuhan di kawasan Indonesia dan subregional ASEAN. Dengan kondisi ini, wilayah Pulau Sulawesi memiliki akses perdagangan yang cukup strategis. Pembangunan Wilayah Sulawesi diarahkan untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan; mengembangkan bioenergi; dan meningkatkan dan memperluas perdagangan, jasa dan pariwisata bertaraf intenasional. Sesuai RTRWN pengembangan wilayah Pulau Sulawesi diarahkan I - 53

untuk: (1). Mendorong perkembangan peran Pulau Sulawesi sebagai salah satu wilayah yang memiliki peluang-peluang eksternal cukup besar; (2). Mengembangkan komoditas unggulan Pulau Sulawesi yang memiliki daya saing tinggi melalui kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah provinsi dalam pengelolaan dan pemasarannya; (3). Memprioritaskan kawasan-kawasan tertinggal dan kawasan perbatasan dalam rangka pencapaian pemerataan tingkat perkembangan antar wilayah, termasuk pengembangan pulau-pulau kecil dan gugus kepulauan; (4). Memanfaatkan potensi sumber daya di darat dan laut secara optimal serta mengatasi potensi konflik lintas wilayah provinsi yang terjadi di beberapa wilayah perairan dan daratan; (5). Mempertahankan keberadaan sentra-sentra produksi pangan nasional, khususnya bagi sawah-sawah beririgasi teknis dari ancaman konversi lahan; (6). Memantapkan keterkaitan antara kawasan andalan dan kawasan budidaya lainnya, berikut kota-kota pusat-pusat kegiatan didalamnya, dengan kawasankawasan dan pusat-pusat pertumbuhan antar pulau di wilayah nasional, serta dengan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik dan kawasan internasional lainnya dalam menciptakan daya saing wilayah; (7). Mempertahankan dan merehabilitasi kawasan lindung hingga mencapai luasan minimal 40% dari luas Pulau Sulawesi dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana lingkungan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan asset-asset sosial-ekonominya yang berbentuk prasarana, pusat permukiman maupun kawasan budidaya; (8). Mempertahankan dan merehabilitasi kawasan cagar budaya sebagai asset sosialbudaya masyarakat yang memiliki nilai-nilai budaya tradisional dan kearifan lokal. (9). Mengembangkan industri pengolahan yang berbasis pada sektor kelautan, pertanian, perkebunan, pertambangan, dan kehutanan secara berkelanjutan; (10). Mengembangkan pemanfaatan ruang untuk mewadahi dinamika kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. Pusat-Pusat pengembangan di Pulau Sulawesi yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) Mendorong optimalisasi pengembangan kawasan perkotaan Maminasata (Makassar–Maros–Sungguminasa–Takalar) dan Manado - Bitung sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya; dan (2) Mendorong pengembangan kota-kota Gorontalo, Palu, dan Kendari sebagai pusat pelayanan sekunder. (5) Pengembangan Wilayah Nusa Tenggara Pengembangan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara, sebagai salah satu wilayah kepulauan dengan gugusan pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste, perlu dilakukan dengan kebijakan dan program yang terpadu dan tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan berbagai hambatan yang dihadapi. Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara yang terletak di sebelah timur wilayah Pulau Jawa-Bali yang menjadi pusat kegiatan ekonomi I - 54

Indonesia belum sepenuhnya mendapat manfaat dari interaksi ekonomi yang terjadi selama ini. Pembangunan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah perkebunan, peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. Sesuai RTRWN pengembangaan wilayah Nusa Tenggara diarahkan untuk: (1) mengembangkan kota-kota di kawasan pesisir sebagai Pusat Pelayanan kegiatan industri kemaritiman terpadu sebagai sektor basis yang didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai, khususnya transportasi, energi, dan sumber daya air; (2) mengembangkan wilayah darat, laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil sebagai satu kesatuan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara melalui kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terpadu didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai; (3) meningkatkan aksesibilitas antar kota-kota pesisir yang menghubungkan poros Banda Aceh– Atambua, sehingga membentuk keterkaitan sosial ekonomi yang kuat; (4) meningkatkan keterkaitan pengembangan antar kawasan (Kawasan Andalan dan Kawasan Andalan Laut) untuk mengoptimalkan potensi wisata budaya dan wisata alam, termasuk wisata bahari, dengan mengembangkan jalur wisata terpadu Bali -Lombok –Komodo–Tana Toraja; (5) menetapkan fokus spesialisasi penanganan komoditas unggulan termasuk pemasarannya, yang berorientasi ekspor, dengan mengutamakan pengelolaan sumberdaya alam terbarukan berdasarkan prinsip kemanfaatan bersama antarwilayah maupun antarkawasan; (6) memanfaatkan keberadaan Forum Kerjasama Daerah dan Forum Kerjasama Ekonomi Internasional baik secara bilateral dengan Australia dan Timor Leste, maupun secara multilateral dalam konteks kerjasama ekonomi subregional; (7) meningkatkan perlindungan kawasan konservasi nasional di Kepulauan Nusa Tenggara khususnya konservasi laut agar kelestariannya terpelihara; (8) mengelola kawasan perbatasan darat dengan Timor Leste dan Kawasan perbatasan laut dengan Timor Leste dan Australia sebagai ‘beranda depan’ Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pusat pengembangan di Wilayah Nusa Tenggara yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk mendorong pengembangan kota Mataram dan Kupang sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. (6) Pengembangan Wilayah Maluku Pengembangan wilayah Kepulauan Maluku (Provinsi Maluku dan Maluku Utara), sebagai salah satu wilayah kepulauan dengan gugusan pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga, perlu dilakukan dengan kebijakan dan program yang terpadu dan tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan berbagai hambatan yang dihadapi. Pembangunan wilayah Kepulauan Maluku untuk untuk I - 55

pesisir. Tantangan terbesar adalah memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh wilayah pesisir. agar terhindar dari pemborosan sehingga dapat memberi manfaat sebesarbesarnya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian. (3) mempertahankan kawasan konservasi untuk menjamin daya dukung lingkungan yang optimal bagi pengembangan wilayah. Pengembangan PKN di Kepulauan Maluku diarahkan untuk mengendalikan pengembangan kota Ambon dan Ternate . (4) memacu pertumbuhan ekonomi wilayah Kepulauan Maluku melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang berbasis sumber daya setempat dan meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat pertumbuhan di darat. Sesuai RTRWN pengembangaan wilayah Papua diarahkan untuk: (1) mendukung peningkatan serta memperkuat persatuan. Sesuai RTRWN pengembangan wilayah Kepulauan Maluku diarahkan untuk: (1) mengembangkan kota-kota pesisir sebagai pusat pelayanan kegiatan industri kemaritiman terpadu yang merupakan sektor basis dengan dukungan prasarana dan sarana yang memadai. (2) menempatkan hak ulayat dalam penataan ruang sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan nilai-nilai sosial budaya setempat. pesisir. (5) memanfaatkan sumber daya alam secara produktif dan efisien. dan sumber daya air. kualitas. (3) I .meningkatkan produktivitas dan nilai tambah perkebunan. laut. khususnya tansportasi. dan pulau-pulau kecil sebagai satu kesatuan wilayah Kepulauan Maluku melalui kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terpadu yang didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai. dan memperluas jangkauan pelayanan prasarana dasar. dan wilayah dataran. serta (6) meningkatkan ketersediaan. sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. serta sekaligus membangun keterkaitan antarwilayah dalam satu kesatuan tata ruang wilayah. dan pulau-pulau kecil. (7) Pengembangan Wilayah Papua Pengembangan wilayah Pulau Papua sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan posisi paling timur dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini memiliki tantangan yang lebih sulit dibanding wilayah lainnya. Pembangunan wilayah Papua diarahkan untuk untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. wilayah pegunungan.56 . peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. (2) mengembangkan wilayah darat. kesatuan dan keutuhan kehidupan bangsa dan pertahanan negara.Sofifi. peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. khususnya transportasi laut dan udara yang didukung oleh transportasi antar moda secara terpadu dan optimal dengan mengikutsertakan dunia usaha. produktivitas dan nilai tambah perkebunan. energi.

(2) wilayah pengembangan kelautan Malaka.57 .2 Strategi Pengembangan Wilayah Laut Pengembangan wilayah laut dilaksanakan melalui pendekatan kewilayahan terpadu dengan memperhatikan aspek-aspek geologi. potensi perikanan. biologi atau keragaman hayati. (7) meningkatkan keterkaitan yang saling menguntungkan antara kawasan andalan dan tertinggal dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah di sekitar kawasan andalan. (4) mempertahankan kawasan lindung sekurang-kurangnya 50 persen dari luas wilayah Pulau Papua. Pendekatan ini memandang wilayah laut Indonesia atas dua fungsi: (i) sebagai perekat integrasi kegiatan perekonomian antarwilayah. (5) memacu pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Papua melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang berbasis sumber daya setempat dan meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat pertumbuhan. Pendekatan ini merupakan sinergi dari pengembangan pulau-pulau besar dalam konteks pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan. dan teknologi. memperluas lapangan kerja. dan Timika sebagai pusat pelayanan sekunder yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. potensi wisata bahari. Pengembangan wilayah laut didasarkan pada sektor unggulan dan potensi keterkaitan depan dan belakang dengan sektor-sektor lain. 3. dan sekaligus memenuhi fungsi sebagai pusat pelayanan usaha melalui pengembangan kawasan dan pusat pertumbuhan. serta memperluas jangkauan pelayanan prasarana dasar. (3) wilayah pengembangan kelautan Sunda. Melalui pendekatan ini.4. khususnya transportasi laut yang didukung oleh transportasi antarmoda secara terpadu dan optimal dengan mengikutsertakan dunia usaha. oseanografi. potensi industri maritim. (8) meningkatkan ketersediaan dan kualitas. dan (ii) sebagai pendukung pengembangan potensi setiap wilayah. pengembangan wilayah laut dikelompokkan sebagai berikut: (1) wilayah pengembangan kelautan Sumatera. habitat. (6) menampung kegiatan ekonomi.memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara produktif dan efisien agar terhindar dari pemborosan dan penurunan daya dukung lingkungan sehingga dapat memberi manfaat sebesarbesarnya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutan. potensi mineral dan energi. potensi transportasi. (4) wilayah pengembangan kelautan I . (9) meningkatkan pengembangan wilayah pedalaman dan perbatasan yang tertinggal dan terisolasi dengan menyerasikan laju pertumbuhan antar wilayah. (2) mendorong pengembangan kota. Pusat-Pusat pengembangan di Papua yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Sorong dan Jayapura sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

(3) peningkatan kapasitas energi listrik. (6) wilayah pengembangan kelautan Makassar-Buton. dan daratan Sumatera di barat. Potensi wisata alam dan budaya sangat potensial dikembangkan di Kepulauan Nias dan Mentawai. perairan Malaysia dan Singapura di timur. (2) pembangunan transportasi laut dan wilayah pesisir. Potensi migas ditemukan di Cekungan Busur Muka lepas pantai Bengkulu serta potensi pasir besi di sepanjang pantai Padang. Wilayah ini merupakan jalur pelayaran internasional yang padat dan wilayah yang berisiko tinggi terjadinya konflik dengan negara tetangga. dipilih lima wilayah prioritas pengembangan untuk periode 2010-2014 yaitu Wilayah Pengembangan Keluatan Sumatera. (5) wilayah pengembangan kelautan Natuna. (5) dan pengembangan sistem jaminan atau perlindungan risiko. serta berbatasan dengan perairan Aceh di utara. dan (9) wilayah pengembangan kelautan Papua-Sulawesi.Jawa. (2) Wilayah Pengembangan Kelautan Selat Malaka Secara geografis wilayah pengembangan kelautan Selat Malaka terbentang dari perairan Selat Malaka hingga Kepulauan Riau. Di samping itu juga terdapat potensi rumput laut di pesisir Painan dan Lampung. Potensi granit tua dan endapan pasir ditemukan di Kepulauan Riau. dan tiram merata di bagian barat Sumatera. Strategi yang ditempuh adalah: (1) penyiapan sumber daya manusia terampil di bidang kelautan. Potensi perikanan meliputi ikan hias di Pulau Breuh dan Sibolga. kerapu. Jawa. kerangkerangan. dan Banda-Maluku. ikan kakap. Potensi timah terdapat di Kepulauan Singkep.58 . Makassar-Buton. Malaka. khususnya pengolahan hasil laut. (8) wilayah pengembangan kelautan Sawu. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sumatra dan Jawa-Bali. Aneka jenis koral dan terumbu karang dapat ditelusuri di Kepulauan Simeulue dan Mentawai. dengan memperkuat keterkaitan dengan wilayah Jawa. (1) Wilayah Pengembangan Kelautan Sumatera Wilayah pengembangan kelautan Sumatera terletak di sebelah barat Pulau Sumatera yang memanjang dari Sabang di bagian utara hingga Lampung di bagian selatan. namun wilayah perbatasan internasional di bagian barat merupakan jalur pelayaran internasional yang cukup sibuk. (4) pengembangan skema pembiayaan perbankan yang mudah diakses nelayan dan pelaku usaha kecil menengah di kawasan pesisir. Dari sepuluh wilayah pengembangan kelautan ini. wilayah pengembangan kelautan Natuna di selatan. teripang. (7) wilayah pengembangan kelautan Banda-Maluku. Wilayah ini hanya dilewati oleh satu jalur pelayaran nasional dan nusantara. sedangkan pasir kuarsa yang cukup besar I . Arah kebijakan pengembangan wilayah kelautan Sumatera adalah pengembangan industri berbasis kelautan.

dan perdagangan pasir ilegal. illegal fishing. Habitat terumbu karang didominasi oleh terumbu karang tepi (fringing reef). (3) penegakan peraturan terkait dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan laut. (5) pengembangan perikanan budidaya. (3) pengendalian pembuangan limbah industri dan rumah tangga melalui sungai-sungai yang bermuara di perairan Jawa. perompakan.59 . perairan ini merupakan jalur pelayaran nasional dan nusantara yang padat. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sumatra dan Jawa-Bali. Untuk itu strategi yang diperlukan adalah: (1) penegasan batas-batas teritorial dan yuridiksi wilayah dengan negara tetangga. Pengembangan wilayah kelautan Selat Malaka diarahkan pada peningkatan keamanan dan ketertiban serta keberlanjutan ekosistem laut sehingga pemanfaatan sumber daya alam bisa dilakukan secara optimal. Pelayaran internasional juga melintasi bagian timur perairan ini. Wilayah ini memiliki potensi perikanan budidaya (kakap putih. kerangkerangan. Karena lerletak di wilayah laut dalam di antara pulau-pulau besar. teripang. dan (6) minimisasi risiko pencemaran perusakan habitat laut oleh kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai. Pengembangan wilayah perairan ini diarahkan pada penguatan fungsi wilayah kelautan sebagai perekat integrasi ekonomi antar wilayah (antar pulau) dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut. (2) peningkatan pengawasan kawasan perbatasan untuk menghindari penyelundupan. padatnya aktivitas pelayaran dan eksplorasi migas di wilayah ini menghadirkan ancaman polusi pencemaran minyak dan limbah lainnya. (4) pengendalian erosi di wilayah daerah aliran sungai (DAS) untuk menghindari pendangkalan pelabuhan ikan dan pelabuhan laut. (2) penegakan peraturan terkait dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan laut. kerapu. Ancaman turunnya kualitas lingkungan berasal dari pencemaran minyak dan limbah yang dialirkan sungai-sungai di Pulau Jawa. Potensi perikanan tangkap (ikan hias) juga ditemukan di sekitar Pulau Sabang dan Pulau Bintan. tiram. I . dan rumput laut. Namun. Keragaman hayati di perairan ini dicirikan oleh keluarga Moluska dan Teripang serta spesies penyu. (4) pemanfaatan pulau-pulau terdepan sebagai kawasan wisata atau pusat konservasi satwa laut.ditemukan di lepas pantai Riau dekat Puau Rupat. Di sebelah timur wilayah ini berbatasan dengan wilayah pengembangan kelautan Makassar dan di barat berbatasan dengan Pulau Sumatera. (3) Wilayah Pengembangan Kelautan Jawa Wilayah pengembangan kelautan Jawa terletak di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Untuk itu strategi yang diterapkan adalah: (1) peningkatan sistem transportasi laut untuk mempermudah arus barang antar pulau khususnya ke wilayah timur Indonesia.

Kebijakan pengembangan wilayah ini diarahkan pada optimalisasi peran strategis kelautan dalam meningkatkan interaksi perdagangan intra pulau (antar provinsi di Sulawesi) maupun dalam mendukung peran wilayah Sulawesi sebagai penggerak Kawasan Timur Indonesia. Untuk itu strategi yang diterapkan adalah: (1) peningkatan sistem transportasi laut yang menghubungkan provinsiprovinsi di Pulau Sulawesi. dengan wilayah pengembangan kelautan Sawu di selatan. terlihat dari relatif terjaganya keragaman hayati yang tinggi. Potensi migas ditemukan di daerah kepala burung. dan dengan wilayah pengembangan kelautan Makassar di barat. tingkat pemanfaatan potensi perikanan masih memungkinkan untuk ditingkatkan. Sulawesi. (6) pengembangan lembaga pendidikan dan kurikulum berbasis kelautan (perikanan.Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan. Karakter gugus-gugus pulau yang khas juga merupakan potensi wisata alam wilayah ini seperti ditemukan di perairan Raja Ampat. berbatasan dengan wilayah pengembangan kelautan Papua di utara. Potensi perikanan dan budidaya rumput laut juga sangat tinggi dengan tingkat pemanfaatan yang relatif rendah. (3) pembangunan pelabuhan-pelabuhan ikan dalam klaster-klaster industri pengolahan hasil laut. (2) pemantapan sistem transportasi laut untuk memperkuat fungsi intermediasi Sulawesi bagi KBI dan KTI. wilayah ini dilalui jalur pelayaran nasional dan nusantara yang cukup aktif. Kecuali Selat Makassar. (4) pengembangan pelabuhan hub ekspor komoditas unggulan. I . (5) peningkatan pengawasan jalur pelayaran internasional untuk mencegah aktivitas penyelundupan. Bahan semen juga ditemukan di Pulau Misool. dengan daratan Pulau Papua di timur. (7) pengembangan industri angkutan laut (perkapalan). pariwisata. perkapalan). dan Nusa Tenggara. Di samping itu Selat Makassar juga dilintasi jalur pelayaran internasional yang cukup padat. Dengan demikian ancaman pencemaran laut masih rendah. (5) Wilayah Pengembangan Kelautan Banda-Maluku Wilayah pengembangan kelautan Banda-Maluku terletak di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Kalimantan. Dari sisi sistem transportasi.60 . Namun demikian wilayah ini baru dilayani beberapa jalur pelayaran nasional dan nusantara. wilayah pengembangan kelautan Makassar diapit oleh Pulau Sulawesi di sebelah timur dan Pulau Kalimantan di sebelah barat. Wilayah ini merupakan tempat bertelur beberapa spesies seperti penyu-penyuan. (4) Wilayah Pengembangan Kelautan Makassar-Buton Secara geografis. dan (8) pengembangan wisata alam bahari. Seram dan Halmahera.

3. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sulawesi. tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrasi. (4) pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat khususnya wilayah pesisir untuk memperkuat modal sosial. Upaya itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali (urban sprawl & conurbation). dan Papua. Menyeimbangkan pertumbuhan pembangunan kota-kota metropolitan.4. dan rawan bencana.61 2) 3) 4) . besar. strategi yang diperlukan meliputi: (1) pengembangan sumber daya manusia berketrampilan tinggi di bidang kelautan (pendidikan dan pelatihan). dan (4) penataan dan pengelolaan pertanahan. (3) pengembangan kawasan perkotaan dan perdesaan. 3. Pengembangan Kawasan Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan wilayah. menengah. Mengembangkan wilayah-wilayah perbatasan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga.Arah kebijakan pengembangan wilayah kelautan Banda-Maluku adalah perintisan pengembangan industri berbasis sumber daya kelautan dan wisata alam. kawasan perbatasan. Meningkatkan keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayahwilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain. tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industri dan distribusi. seperti yang terjadi di I . Strategi yang diterapkan adalah: 1) Mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. Sejalan dengan arah ini. (5) peningkatan akses permodalan bagi nelayan. (3) pengembangan industri angkutan laut (perkapalan). (2) pengembangan daerah tertinggal. (2) pengembangan komoditas unggulan bernilai tinggi berbasis kelautan seperti kerang mutiara dan ikan hias. (6) pengembangan wisata bahari. dan kecil dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. Nusa Tenggara. kebijakan pembangunan wilayah juga diarahkan untuk: (1) pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh.

termasuk peluang usaha. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya.wilayah pantura Pulau Jawa. 6) 7) 8) I . terutama di luar Pulau Jawa. dan demokrasi. efektif. mengingat secara geografis Indonesia berada di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik yang rawan bencana alam. Mendorong perencanaan wilayah yang peduli/peka terhadap bencana alam. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. serta melaksanakan penegakan hukum terhadap hak atas tanah dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan. dengan cara menciptakan kesempatan kerja.62 . Mendorong keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan dengan kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan secara sinergis (hasil produksi wilayah perdesaan merupakan backward linkages dari kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan) dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’. 5) Mempercepat pembangunan kota-kota kecil dan menengah terutama di luar Pulau Jawa. transparansi. di kota-kota menengah dan kecil. Menerapkan sistem pengelolaan pertanahan yang efisien.

pada pertengahan 2009 perekonomian nasional telah mulai menunjukkan tanda tanda pemulihan yang sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia dan mulai naiknya harga harga komoditi internasional. sebagian besar indikator indikator ekonomi domestik menguat sejak awal 2009: keyakinan konsumen menaik. Laju inflasi yang terus menurun menjadi 2. berdasarkan perkembangannya dan mempertimbangkan kondisi ke depan. aktivitas industri kembali menaik setelah mengalami penurunan pada akhir tahun 2008.0 persen sampai akhir 2009. pendapatan negara pada tahun 2008 mencapai 19. Belanja negara pada tahun 2008 mencapai 19. yang utamanya berasal dari subsidi BBM dan listrik yang meningkat seiring dengan tingginya harga minyak mentah di pasar dunia. rasio defisit APBN terhadap PDB tahun 2008 menjadi 0. Ketiga.9 persen PDB. perkembangan indikator moneter diperkirakan akan terus membaik sampai akhir 2009.-/USD pada bulan September 2009 dan diperkirakan akan terus menguat sampai dengan akhir 2009. Sehingga. dan pembiayaan pembangunannya. secara bertahap menguat kembali menjadi Rp 9. penjualan barang retail dan otomotif membaik. Dengan perkembangan tersebut.83 persen (y-o-y) pada September 2009 diperkirakan akan sedikit meningkat menjadi sekitar 4.BAB 4 KERANGKA EKONOMI MAKRO Kerangka ekonomi makro memberikan gambaran mengenai kemajuan ekonomi yang akan dicapai dalam tahun 2010-2014. Meskipun nilai tukar rupiah agak melemah pada awal 2009. setelah mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi dunia tahun 2008. terjaganya stabilitas ekonomi tidak terlepas dari kinerja fiskal. berdasarkan berbagai langkah kebijakan yang telah dituangkan dalam ketiga agenda pembangunan. konsumsi domestik sejak awal 2009 menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi. Sebagai hasil dari pemantapan langkah langkah konsolidasi fiskal. setelah mendapatkan imbas akibat krisis subprime mortgage pada akhir 2008. dan rasio stok utang pemerintah terhadap PDB mampu diturunkan menjadi 33 persen PDB pada tahun 2008 dan diperkirakan turun menjadi 32 persen pada tahun 2009.681.1 KEADAAN EKONOMI 2009 Kondisi menjelang akhir tahun 2009 adalah sebagai berikut. terutama terkait dengan kampanye Pemilu. Di tengah ancaman krisis ekonomi global. dan juga upaya mempercepat penyerapan anggaran.1 persen PDB. Pertama. secara umum ketahanan fiskal diperkirakan dapat terjaga untuk mendorong I . Dari sisi moneter.63 . 4. Kedua. yang didorong oleh meningkatnya penerimaan perpajakan.8 persen PDB.

1 persen (y-o-y). Dampak krisis global mulai dirasakan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan IV tahun 2008. Hingga akhir bulan September 2009.8 persen pada triwulan IV dibandingan triwulan sebelumnya. Sementara itu. Penurunan pertumbuhan ekonomi berlanjut sampai dengan triwulan II tahun 2009. Pada triwulan II/2009.0 miliar serta arus masuk investasi portfolio sebesar USD 1. sementara itu pada triwulan sebelumnya ekonomi tumbuh positip. Neraca keseluruhan pada triwulan II/2009 mencapai USD 1. Surplus neraca transaksi berjalan diharapkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang didorong oleh kinerja ekspor yang tetap terjaga.6 miliar atau setara dengan 5.4% pada triwulan III. defisit neraca modal dan finansial diharapkan dapat ditekan dengan menjaga arus masuk modal asing baik dalam bentuk investasi langsung maupun portofolio. Secara keseluruhan.1 miliar dengan cadangan devisa mencapai USD 57.5 miliar. cadangan devisa mencapai USD 62.2 persen pada triwulan I. diharapkan cadangan devisa pada akhir tahun 2009 lebih tinggi dibandingkan tahun 2008.5 miliar atau turun 26.1 miliar. neraca transaksi berjalan pada triwulan II/2009 mengalami surplus sebesar USD 3. Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2009 adalah 4. 6. neraca arus modal dan finansial pada triwulan II/2009 mengalami defisit sebesar USD 2. Kondisi neraca pembayaran tahun 2005 hingga tahun 2008 tetap terjaga.stabilitas ekonomi. Dampak global juga mendorong pembalikan aliran modal dari Indonesia ke luar negeri.5 miliar didorong oleh arus masuk investasi langsung asing sebesar USD 1. yaitu 6.3 persen (y-o-y).64 . Dengan gambaran tersebut. dan 6.5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. total nilai impor pada triwulan II/2009 mencapai USD 18.6 miliar. Sementara itu. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2008 menurun minus 3. sehingga investasi/pembentukan modal tetap bruto (PMTB) hanya tumbuh 0. menurunnya harga minyak dan komoditas—menyebabkan ekspor barang dan jasa tumbuh negatif 5.2 persen dan pada triwulan II laju pertumbuhan menurun I .5 persen pada triwulan IV 2008 dibanding triwulan sebelumnya. Menjelang akhir tahun 2009. sedangkan investasi lainnya (neto) masih mengalami defisit sebesar USD 4.4 persen pada triwulan II.5 miliar. Sementara itu. yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan dunia yang tinggi. total nilai ekspor mencapai USD 27.3 miliar. Memasuki tahun 2009.8 miliar atau menurun 41. turun dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2008 yang mengalami surplus USD 2. kinerja sektor eksternal mengalami penurunan. proses pemulihan ekonomi dunia terus menunjukkan peningkatan dan berdampak positif terhadap kinerja sektor eksternal pada keseluruhan tahun 2009. Krisis global—yang berdampak pada turunnya permintaan dunia.6 persen dibandingkan triwulan III-2008 (q-t-q).

1 persen.2 persen yang menunjukkan tanda tanda pemulihan ekonomi nasional sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia. perekonomian global masih menghadapi tantangan dalam lima tahun kedepan. Dari sisi produksi. Pemulihan ini terutama disebabkan oleh berhasilnya intervensi pemerintah yang telah (i) mendorong sisi permintaan dan (ii) mengurangi ketidakpastian dan terjadinya resiko sistemik pada pasar keuangan.4 persen menjadi -1. pertumbuhan ekonomi tinggi terutama didorong oleh sektor pertanian meningkat sebesar 3. Dengan memperhatikan pengaruh eksternal dan berbagai kebijakan yang diambil. dan sektor tersier. Pada triwulan III 2009 laju pertumbuhan ekonomi meningkat kembali menjadi 4.65 .5 persen menjadi 3. yaitu (i) perbankan harus memperbaiki neraca keuangannya akibat krisis yang I .9 persen dan 17.1 persen. pertumbuhan ekonomi didorong oleh pengeluaran pemerintah dan pengeluaran masyarakat yang masing masing tumbuh 15.menjadi 4 persen.1 persen dan 5. IMF (Oktober 2009) telah melakukan revisi terhadap prospek ekonomi pada tahun 2009 dari tumbuh negatif -1. disamping itu konsumsi masyarakat diupayakan untuk tetap dijaga dengan memelihara daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi dan berbagai program pengurangan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan triwulan III/2009 tumbuh 4.5 persen pada tahun 2008 (Febuari) menjadi 8.1Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Gambaran ekonomi Indonesia tahun 2010-2014 tidak akan terlepas dari pengaruh perkembangan lingkungan eksternal. Meskipun pemulihan telah terjadi.4 persen di tahun 2008 (Maret) menjadi 14. Dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi tersebut diatas.1 persen pada tahun 2009 (Maret). Dari sisi permintaan. tingkat pengangguran terbuka menurun dari 8.4 persen. Setelah mengalami resesi global sejak pertengahan 2008. pertumbuhan ekonomi tahun 2009 diperkirakan 4. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi. dan pada tahun 2010 diperkirakan lebih baik dari perkiraan awal dari tumbuh 2.3 persen. maka upaya untuk mengurangi kemerosotan ekspor dan lambatnya pertumbuhan investasi perlu ditingkatkan. yaitu sektor listrik.1 persen tahun 2009 (Febuari) dan tingkat kemiskinan menurun dari 15.2 persen (y-o-y).1 persen. yaitu 14. 4. gas dan air.2 persen.2.6 persen.2 PROSPEK EKONOMI 2010-2014 4. dan berbagai kebijakan ketenagakerjaan dan penanggulangan kemiskinan. Sementara itu ekspor masih tumbuh negatif. tanda tanda pemulihan ekonomi dunia telah sudah mulai terlihat sejak akhir 2009. dan pengangkutan dan telekomunikasi yang masing masing tumbuh 13. Efektifitas pengeluaran pemerintah juga ditingkatkan dengan program stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan peningkatan investasi.

serta konsumsi masyarakat.7. perekonomian Amerika Serikat dan negara industri maju lainnya diperkirakan masih tetap menjadi penggerak perekonomian dunia dan pasar komoditi ekspor negara berkembang. Perekonomian Asia diperkirakan tetap menjadi kawasan dinamis dengan motor penggerak perekonomian China.5 persen per tahun.4 – 12.berakibat berkurangnya kucuran kredit ke masyarakat (ii) pembuat kebijakan menghadapi dilema antara terus mengucurkan dana untuk pemulihan ekonomi dan kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan keberlanjutan kesinambungan fiskal. ekspektasi yang baik terhadap kelanjutan pemerintahan lima tahun mendatang. serta konsumsi masyarakat diperkirakan rata-rata tumbuh 9.7 persen pada tahun 2014.8 persen per tahun. PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI 2010-2014 I . 10. dan 5.1 – 6. India dan negara negara industri di Asia lainnya dan kawasan yang menarik bagi penanaman modal. Dari sisi pengeluaran. Berbagai langkah kebijakan untuk meningkatkan investasi dan ekspor non migas akan menjadi mesin utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi secara bertahap dari 5.1persen.11.4 – 5.5 -5. pemulihan ekonomi global (dalam banyak hal berdampak positip) dan terjadinya perubahan iklim (climate change) akan menekan keberadaan sumber daya strategis bagi umat manusia. pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi. Investasi dan ekspor barang dan jasa diperkirakan akan meningkat secara bertahap mulai tahun 2010. sebagaimana telah diuraikan dalam Bab-bab sebelumnya.66 .1 .7 persen.8 persen selama lima tahun. Walaupun akan terjadi pergeseran kekuatan ekonomi global dari barat ke timut (west to east).0 . dan perkiraaan lingkungan eksternal pada tahun 2010-2014 maka prospek ekonomi makro tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut. Dilain pihak.6 persen pada tahun 2010 menjadi 7. setelah mengalami pertumbuhan rendah selama 2004-2009. Berdasarkan berbagai langkah kebijakan yang dilakukan di berbagai bidang. pertumbuhan industri pengolahan non migas akan didorong kembali sebagai penggerak pertumbuhan dengan rata rata pertumbuhan 6. makanan dan air.2 persen. Investasi. antara lain: energi. ketahanan ekonomi nasional yang tetap terjaga dalam menghadapi krisis keuangan dan penurunan ekonomi global. ekspor barang dan jasa. Sementara itu sektor pertanian dalam arti luas diperkirakan tumbuh rata-rata 3. ekspor barang dan jasa.3 – 6.7 – 3. pemulihan ekonomi di Asia yang diperkirakan membaik pada triwulan terakhir 2009 serta pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2010 yang lebih baik. setelah mengalami pertumbuhan rendah dan negatif pada tahun 2009. Dari sisi produksi. atau dengan rata rata tumbuh 6.

5 8.2 4.2-11.4-11.1-4.3-5.4 10.4 6.4-5. Perkebunan.8 14.5 16.5 10.4 6.1-6.6-3.9 7.0-7.8-7.2-2.9 7.8 7.1-2.9-7.3-7.5-12.2-15.8 2.2-14. Pencapaian sasaran inflasi tersebut didukung oleh relatif stabilnya nilai tukar.6 5.9-8.4-5.0-7. yang dimungkinkan dengan perkiraan masuknya dana investasi luar negeri (capital inflow).2 4.0 6.1 11. namun dalam jangka menengah I .5 7.2-11.5-8.7-8.9-6. Hotel.8 5.0 8.5-6.8 2. Real Estat.1-6.1-11.0 12.5-5.9 12.5 8. laju inflasi diarahkan untuk menurun secara bertahap dari sekitar 5 – 6 persen pada tahun 2010 menjadi sekitar 4.7 2.9-9.0 6.0 12. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Industri Bukan Migas Listrik.8-15.8-14.5-18.2 7.4-5. dan Restoran Pengangkutan dan Telekomunikasi Keuangan.4-6.5-5.4-15.1-7.2-6.8-13.5-9.8 6.7-12.9 10.4 11.3-2. Terkendalinya laju inflasi memberi dorongan bagi penurunan tingkat suku bunga perbankan. baik investasi di sektor keuangan (pasar modal) maupun di sektor riil akibat meningkatnya iklim usaha dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga dengan baik.2.4 9.2-8.8 6. Peternakan.1 10.0 5.5 17.6 3.7 12.2-10.3-11.7-11.2-13.3 6.3-6.3-15.7 6.9 5.2 13.7 2.5 6.7 5.2-14.5 9.4-12.8-6.5 13.3 12.1-2.7-12.8-3.9-13.7 5.67 . terutama melalui kebijakan Inflation Targetting Framework dan koordinasi kebijakan makro antara Pemerintah. Kehutanan.8 7.8-15.8-3.7 3.0 6.5 8.3-5.9 6.3 5.3 5.3-8.7-7.6 12.5-6.3-6.8-7.2 5.7-3.5-5.(dalam persen) 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata 2010-2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SISI PENGELUARAN Konsumsi Masyarakat Konsumsi Pemerintah Investasi Ekspor Barang dan Jasa Impor Barang dan Jasa SISI PRODUKSI Pertanian.7 12.7-7.4 3.3 6.9-9.6 11.4-20.5-8.5 3.5-7.7-3.4-5.7 5.4 6.2 5.5 3.1-6.9 2.2 13.1-7.0 7.6-3.6 13.9 2.0 persen pada tahun 2014.0 5. Gas dan Air Konstruksi Perdagangan.3-2.1-7.3 5.7 13.2 6.6 6.0 6. Meskipun tingkat suku bunga perbankan domestik juga akan dipengaruhi oleh peningkatan suku bunga utama internasional pada masa mendatang.4-5.7 5.6-12. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa 5.0 7.7 7.1 7.2-8.4-7.6 6.6 3.5-8.8-6.4 7.0 7.1-6.1 5.9 9.2-12. Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah.0 13.2-5.3-9.6-4.0 7.8-6.1 10.2 4. Perkiraan tersebut didasarkan dengan sasaran tingkat inflasi yang cukup rendah dan stabil tetapi tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi.8-6.7 11.9-6.0-6.5 13.6-14.2 5.2-2. yang juga dipengaruhi oleh tingkat risiko dunia usaha.2-16.8 5.2-10.9 5.2 Stabilitas Ekonomi yang Kokoh Dalam jangka menengah.

dengan dilanjutkannya berbagai upaya untuk peningkatan penerimaan pajak. Untuk itu masih perlu dilakukan upaya untuk memperkokoh ketahanan fiskal demi mendukung pencapaian stabilitas ekonomi. Di dalam negeri. Sementara itu untuk pembiayaan defisit. terjadi peningkatan peningkatan alokasi anggaran untuk transfer ke daerah sebesar …. Di samping itu. belanja subsidi turun dari …. tingkat inflasi dunia. persen PDB pada tahun 2009 menjadi sekitar …. persen PDB. tetapi juga secara absolut. baik kegiatan investasi maupun produksi. baik dari dalam maupun luar negeri. untuk pinjaman dalam negeri. sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi di sektor riil. Perkiraan neraca pembayaran didasarkan atas dua asumsi pokok. diupayakan tetap adanya ruang gerak yang cukup pada sektor swasta. Ketahanan fiskal yang membaik harus terus dipertahankan. defisit APBN 2009 diperkirakan masih cukup tinggi hingga mencapai 1. serta nilai paritas antara valuta negara industri utama. Terkait dengan upaya penurunan subsidi secara bertahap. serta perkiraan sumber pembiayaan investasi.68 . perkiraan neraca pembayaran sangat terkait dengan sasaran laju pertumbuhan dan pola pertumbuhan ekonomi. strategi diarahkan dalam rangka pencapaian 3 (tiga) sasaran utama yaitu: (a) penurunan stok utang terhadap PDB. selama lima tahun ke depan (2010-2014) defisit APBN diperkirakan mampu turun menjadi sekitar …. yaitu perkembangan ekonomi dunia dan perkembangan ekonomi makro di dalam negeri. tidak saja relatif terhadap PDB. tingkat suku bunga. (b) penggunaan utang secara selektif. Dengan demikian.6 persen PDB seiring dengan pemberian stimulus fiskal. terutama negara maju. rasio stok utang terhadap PDB diperkirakan dapat diturunkan secara bertahap. Di sisi belanja negara. Namun dengan kebijakan yang terus berlanjut. persen PDB pada tahun 2014. seiring dengan upaya reformasi birokrasi yang terus dilakukan pemerintah. serta pulihnya kondisi perekonomian. Asumsi perkembangan ekonomi dunia mencakup laju pertumbuhan ekonomi. Di sisi penerimaan negara. seperti peningkatan pendapatan dan optimalisasi belanja negara. Sementara itu. (c) optimalisasi pemanfaatan hibah dan utang. perkiraan pertumbuhan investasi. persen PDB tiap tahunnya selama periode 2010-2014. persen tiap tahunnya sepanjang periode 2010-2014. Terkait dengan upaya mengatasi ancaman krisis ekonomi. selama periode 2010-2014 anggaran belanja pegawai diperkirakan meningkat. Dengan perkiraan membaiknya perkembangan ekonomi dunia pada tahun 2010—setelah mengalami krisis subrime mortgage sejak pertengahan 2008—dan didorong oleh pemanfaatan peningkatan I .diharapkan akan terus menurun secara bertahap. Peningkatan pengelolaan pinjaman pemerintah diarahkan untuk menurunkan stok pinjaman luar negeri. penerimaan pajak diharapkan meningkat rata-rata sebesar ….

.4 – 5... Layanan kesehatan melalui Puskesmas dan dokter juga masih rendah. Sebagai contoh DKI Jakarta memiliki tingkat kemiskinan sebesar 3.miliar pada tahun 2010 menjadi USD.. Demikian pula untuk akses terhadap air bersih.miliar pada tahun 2014. Dengan perkembangan pada neraca transaksi berjalan dan neraca modal tersebut. Dengan tambahan angkatan kerja baru rata-rata sebesar 2 juta orang per tahun. jumlah penduduk miskin diperkirakan terus berkurang dari 14..6 persen.69 .. Sejalan dengan itu. 4. hingga tumbuh rata-rata hingga mencapai … persen di tahun 2014.. sementara di provinsi Papua tingkat kemiskinan pada tahun yang sama mencapai 37. Kelompok masyarakat dengan pendapatan 40 persen terendah ternyata masih mengkonsumsi kalori di bawah 2.. nilai ekspor nonmigas dalam periode 2010-2014 diperkirakan meningkat bertahap... (ii) Tingkat pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar antar kelompok masyarakat juga masih memiliki perbedaan yang cukup besar. permintaan domestik yang meningkat akan mendorong kembali kebutuhan impor non migas dari …persen pada tahun 2010 menjadi … persen pada tahun 2014. miliar menjadi USD .. Neraca transaksi berjalan diperkirakan tetap surplus dengan besaran menurun.9 persen pada tahun 2014. setelah mengalami pertumbuhan negatif . masih menyisakan berbagai kesenjangan yang menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. cadangan devisa diperkirakan meningkat dari USD ..5 persen. miliar pada tahun 2014.daya saing serta upaya-upaya untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan ekspor.1 persen (Maret 2009) hingga mencapai 8 – 9 persen di tahun 2014. yang merupakan persyaratan minimum kecukupan kalori. pengangguran terbuka diperkirakan dapat diturunkan menjadi 5. Dari sisi impor. Investasi lainnya diperkirakan surplus sebesar USD .. yang antara lain tercermin pada: (i) Tingkat kemiskinan antar provinsi yang masih cukup tinggi perbedaannya. dan penanggulangan kemiskinan. sedangkan portfolio diperkirakan meningkat dari USD .miliar pada tahun 2010 menjadi USD. miliar pada periode yang sama..100 kkal/kapita/hari. (iii) penyerapan tenaga kerja baru sebagian besar adalah berupa pekerja informal..2. walaupun persaingan di pasar internasional yang semakin ketat..1 miliar pada tahun 2014. yang biasanya tergantung pada usaha kecil I .miliar pada tahun 2014.. persen di tahun 2009. Pembangunan nasional yang dilakukan di berbagai bidang melalui berbagai prioritas sebagaimana diuraikan di atas. pemberdayaan usaha kecil dan menenngah. FDI (neto) diperkirakan meningkat dari USD . Defisit jasa-jasa diperkirakan meningkat kembali pada tahun 2010 dan menjadi USD 22.3 Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan Target pertumbuhan ekonomi tersebut akan disertai dengan berbagai kebijakan pembangunan agar lebih inklusif dan berkeadilan antara lain kebijakan dalam ketenagakerjaan.

kesetaraan jender di berbagai bidang masih terbatas. meningkatkan efektivitas kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan sebagaimana diuraikan di dalam Prioritas Penanggulangan Kemiskinan agar dapat melayani dan menjangkau masyarakat miskin. lansia terutama yang berasal dari keluarga miskin.70 . program PNPM Mandiri dikhususkan untuk membantu masyarakat bersama masyarakat miskin agar mereka berdaya dan akhirnya mampu berpartisipasi aktif dalam mengentaskan dirinya dari kemiskinan dan pada gilirannya mampu berpartisipasi dalam pembangunan di wilayahnya secara lebih luas. sehingga pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar yang masih rendah dapat ditingkatkan dan kesenjangan akses antar kelompok pendapatan akan dapat dikurangi. (iv) Demikian pula. maka dalam melaksanakan prioritas pembangunan nasional dalam kurun waktu 2010-2014 dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut. Arah kebijakan yang tercermin dalam berbagai fokus di dalam prioritas tersebut merupakan langkah keberpihakan terhadap masyarakat yang masih memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan.dan mikro yang memiliki keterbatasan terhadap akses sumberdaya produktif untuk mengembangkan usahanya. di dalam kegiatan ekonomi serta berbagai bidang lainnya sangat besar. penyandang cacat. sehingga mereka memiliki akses yang sama untuk berusaha dan meningkatkan pendapatan untuk memperbaiki kesejahteraannya. Pertama. yang selama ini memiliki tingkat pendapatan yang rendah serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Kedua. program bantuan sosial ini juga akan lebih memperhatikan kelompok masyarakat penyandang cacat. Program-program bantuan sosial berbasis keluarga dilakukan untuk membantu kelompok masyarakat ini. program dalam Kluster Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro juga diarahkan untuk dapat membantu pekerja informal. Secara keseluruhan programprogram dalam tiga kluster penanggulangan kemiskinan ditingkatkan efektivitasnya untuk dapat meningkatkan jangkauan dan pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar bagi masyarakat miskin. berbagai kebijakan dan langkah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Memperhatikan permasalahan tersebut di atas. menyertakan semua kelompok masyarakat dan golongan serta masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang terpencil dan terisolasi. agar mereka tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya. agar mereka mendapatkan akses terhadap kebutuhan dan layanan dasar serta sumberdaya produktif untuk meningkatkan kesejahteraannya. lansia dan terpinggirkan sehingga proses pembangunan dapat mengikutsertakan seluruh komponen bangsa dan hasil pembangunan dapat dinikmati semua lapisan masyarakat dan pada akhirnya dapat secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan. Selanjutnya. Selanjutnya. anak terlantar. Sementara itu. Sementara peran perempuan dalam peningkatan kualitas keluarga. peran perempuan dalam peningkatan kesejahteraan I . serta masyarakat terpinggirkan.

Bahkan banyak wanita yang menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga.71 . sebagian besar masyarakat miskin berada di daerah perdesaan memiliki keterbatasan infrastruktur. anak yang seharusnya menjadi generasi muda berkualitas agar dapat menjadi pemutus rantai kemiskinan antar generasi juga belum mendapatkan perlindungan dan kesempatan di masa mudanya sebagai fondasi untuk membangun masa depannya. Untuk itu. baik melalui peningkatan kegiatan ekonomi maupun dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar dan kualitasnya sangat besar.keluarga terutama dalam keluarga miskin. yaitu I . Demikian pula. dan daerah terpencil dan terisolasi. Ketiga. Berkaitan dengan ini pula. Saat ini mekanisme keuangan ke daerah dilakukan melalui DAU. Sehubungan dengan itu. Keterbatasan terjadi karena keterbatasan wawasan dan kemampuan mereka. peran mereka dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga masih terbatas. pembangunan daerah perbatasan memerlukan perhatian khusus. dan sebagian dari mereka juga berada di daerah-daerah yang terpencil dan terisolasi. Kebijakan dan program untuk memberi perhatian pada perempuan dan anak dilakukan melalui kebijakan dan program dalam Prioritas Nasional lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat. Namun demikian. perhatian khusus melalui kebijakan dan program yang berpihak kepada perempuan dan anak terus dilakukan pula. Mekanisme keuangan ini akan terus disempurnakan dan dilengkapi dengan berbagai instrumen yang akan mendukung proses pembangunan yang sudah lebih terdesentralisasi ke daerah. Terluar dan Pasca Konflik. didukung pula dengan penyempurnaan berbagai mekanisme keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pembangunan infrastruktur perdesaan merupakan program penting yang akan dilakukan untuk memberi kesempatan sama kepada masyarakat di daerah perdesaan. terutama pembinaan anak-anak terlantar yang tidak memiliki keluarga dan orang tua yang dapat membantu mereka untuk membangun masa depan demi peningkatan kualitas kesejahteraannya. dan Dana Bagi Hasil. Kebijakan dan program yang diarahkan untuk ini semua dilakukan melalui Prioritas Pembangunan Daerah Tertinggal. sehingga sama masyarakat di daerah perbatasan akan memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di wilayah lainnya untuk menikmati hasil pembangunan dan berpartisipasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional. Langkah yang sangat terkait dengan berbagai kebijakan dan program untuk mengikutsertakan seluruh lapisan dan berbagai kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah. termasuk daerah perbatasan yang sebagian besar jauh dari ibu kota wilayah kabupaten dan kota lainnya. namun hambatan lain adalah karena wanita belum mendapatkan tempat dan kesempatan yang setara dengan laki-laki. DAK. Terdepan. Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dapat pula ditinjau dari segi proses perumusan kebijakan dan implementasinya. serta meningkatkan kualiatas pendanaan pembangunan nasional.

ketertinggalan. Kebijakan yang afirmatif akan berhasil apabila didukung dengan koordinasi dan proses konsultasi yang efektif antar para pemangku kepentingan. persen PDB pada tahun 2014. sesuai dengan siklus rencana kerja pemerintah..72 . Dari total kebutuhan investasi tersebut sekitar … persen diharapkan dapat dipenuhi oleh pihak swasta yang berasal dari perbankan. Prioritas pengembangan kerjasama pemerintah dan swasta dalam lima tahun mendatang diarahkan untuk menjamin kelancaran distribusi barang.dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk dapat berperan aktif dan bekerjasama dengan membangun consensus untuk lebih berpihak kepada masyarakat yang masih tertinggal. Revisi Perpres 67/2005 dan peraturan penyediaan lahan untuk pembangunan prasarana publik merupakan prioritas dalam upaya optimalisasi pelaksanaan kerjasama pemerintah dan swasta... lembaga keuangan non bank. Kebijakan yang afirmatif ini penting untuk disepakati dan dijalankan untuk mengatasi kesenjangan. 4. Perpres 67/2005 tentang Penyediaan Infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dan badan Usaha merupakan milestone penting dalam upaya peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta di bidang infrastruktur. Untuk mensinergikan rencana kerja pemerintah dengan potensi pertisipasi swasta. Sesuai dengan I . buku kerjasama pemerintah dan swasta (PPP book) yang berisi tentang daftar proyek pemerintah yang dapat dikerjasamakan dengan swasta akan diterbitkan setiap awal tahun. jasa dan infromasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas..persen PDB pada tahun 2010 menjadi sekitar . sisanya (sekitar … persen) akan dipenuhi pemerintah (pusat dan daerah).2.3 – 6. KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA Dalam periode pembangunan jangka menengah 2005-2009 Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta di bidang infrastruktur. pasar modal luar (saham dan obligasi) dan luar negeri.6 .8 persen pertahun dibutuhkan total investasi kumulatif selama lima tahun sebesar Rp 10676.Rp 11368. terutama melalui belanja modal kementrian/lembaga yang diperkirakan meningkat dari sekitar .8 triliun.4Kebutuhan Investasi dan Sumber Pembiayaan Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi rata rata 6. maupun kemiskinan yang masih mewarnai kehidupan sebagian besar bangsa Indonesia. Oleh sebab itu dalam perioda awal RPJMN 20102014 Pemerintah akan memusatkan perhatiannya untuk melakukan penyempurnaan perundang-undangan yang terkait dengan kerjasama pemerintah dan swasta dalam pembangunan.

I . serta Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Penyesuaian. PPP Book dapat memberikan indikasi anggaran dukungan Pemerintah yang harus dialokasikan untuk mendukung implementasi kerjasama pemerintah dan swasta. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah. Dalam perspektif tersebut. dan diseminasi serta promosi KPS. juga dapat menjadi pusat pengembangan KPS yang melakukan pengembangan simpul KPS di sektor dan daerah. Dana Transfer ke Daerah terdiri dari Dana Perimbangan. pengembangan database proyek KPS. Meningkatkan daya saing daerah. PPP Book disusun dan diterbitkan sebagai upaya menciptakan mekanisme penyiapan proyek yang lebih terintegrasi dengan siklus anggaran pemerintah. 4. rencana penyiapan proyek pemerintah yang dikerjasamakan dengan swasta harus terintegrasi dengan rencana kerja pemerintah agar kemudian dapat diimplementasikan oleh kementerian/lembaga dan satuan kerja perangkat daerah. Mendukung kesinambungan kerangka kebijakan ekonomi makro.5Pendanaan Melalui Transfer Ke Daerah Pendanaan pembangunan melalui Transfer ke Daerah merupakan salah satu instrumen utama dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal. Seiring dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang dimulai sejak tahun 2001. monitoring dan evaluasi implementasi. . Meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah dan antar daerah. Pemerintahan Daerah Provinsi.amanat Inpres 5/2008. Kebijakan pengalokasian transfer ke daerah dalam RPJMN 20102014 diarahkan untuk: 1.2. Menyelaraskan besaran kebutuhan pendanaan di daerah sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. transparan dan akuntabel. badan perencanaan pembangunan nasional perlu membentuk sebuah unit kerja yang selain dapat menjalankan funsi formulasi perencanaan kebijakan. 2. alokasi Transfer ke Daerah terus meningkat. 4. dan koordinasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). Tantangan pembangunan ke depan akan mendorong pengembangan kerjasama pemerintah dan swasta di berbagai sektor pembangunan. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.73 fiskal nasional dalam 3. 5. Dalam upaya optimalisasi partisipasi swasta dalam pembangunan.

Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Bagi Hasil Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. serta memiliki kinerja terukur. dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sumber-sumber penerimaan yang dibagihasilkan adalah penerimaan dari pajak (pajak penghasilan. tepat waktu. akuntabel. pembangunan Pengelolaan Transfer ke Daerah senantiasa didorong untuk memenuhi pelaksanaan tata kelola keuangan yang baik. adil. 7. dan cukai hasil tembakau) dan penerimaan dari sumberdaya alam (minyak bumi. 8. efisien. sesuai dengan kebutuhan untuk penyelenggaraan pembangunan di daerah. yaitu tepat sasaran.6. Penggunaan DBH menjadi kewenangan pemerintah daerah penerima. kecuali untuk dana bagi hasil cukai tembakau. transparan. pertambangan umum. Dana perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH). efisiensi daerah dalam menggali daya pemanfaatan sumber Meningkatkan sinkronisasi antara rencana nasional dengan rencana pembangunan daerah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Arah kebijakan pengalokasian DBH dalam RPJMN 2010-2014 adalah: I . dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. pajak bumi dan bangunan. gas alam. Meningkatkan kemampuan potensi ekonomi daerah. Meningkatkan nasional.74 . DBH merupakan bagian dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk mengatasi masalah ketimpangan vertikal antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam hal kemampuan keuangan (kapasitas fiskal). Dana Alokasi Umum (DAU). DANA PERIMBANGAN Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. kehutanan dan perikanan). merupakan pendanaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena masing-masing jenis dana perimbangan tersebut saling mengisi dan melengkapi. dimana penggunaannya telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

1. Formula dan penghitungan DAU tersebut ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. dengan menggunakan perhitungan belanja untuk memenuhi SPM di daerah sesuai Analisis Standar Biaya (ASB). Meningkatkan akurasi data melalui koordinasi dengan institusi pengelola penerimaan Negara bukan pajak (PNBP). Jumlah keseluruhan DAU ditetapkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sekurang-kurangnya 26 persen dari pendapatan dalam negeri netto yang ditetapkan dalam APBN. Menyempurnakan formula alokasi DAU agar lebih menjamin pemerataan dan keadilan dalam alokasi DAU antar daerah serta agar penggunaannya lebih terarah kepada belanja pelayanan publik. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Menyempurnakan proses penghitungan dan penetapan alokasi DBH secara lebih transparan dan akuntabel.75 2. serta memberikan insentif kepada daerah-daerah yang berprestasi dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial. dan Menyempurnakan sistem penyaluran DBH sehingga alokasi DBH ke daerah penghasil lebih tepat waktu dan tepat jumlah. 3. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Khusus I . Arah kebijakan pengalokasian DAU dalam RPJMN 2010-2014 adalah: 1. 2. dan Menyempurnakan perhitungan kebutuhan fiskal dalam formula alokasi DAU sehingga lebih mencerminkan kebutuhan fiskal daerah secara riil. antara lain dengan meniadakan penggunaan variabel belanja pegawai. Alokasi DAU untuk suatu daerah ditetapkan berdasarkan formula tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan. DAU merupakan transfer pemerintah Pusat kepada Daerah dan bersifat “Block Grant” yang berarti daerah diberi keleluasaan dalam penggunaannya sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. . dan/atau kompensasi kepada daerahdaerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan lindung.

2. Diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan relatif rendah dalam membiayai pelayanan publik sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). dan kabupaten/kota. Mendukung program dan kegiatan yang menjadi prioritas nasional dalam RPJMN 2010-2014. 4. 8) masih kurangnya koordinasi dan keterpaduan dalam pemantauan dan evaluasi DAK serta rendahnya kepatuhan daerah dalam penyampaian laporan pelaksanaan DAK ke pusat. serta selaras dan terpadu dengan perencanaan sektoral nasional. 7) belum tersedianya pedoman yang jelas tentang koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu di tingkat pusat. DAK sebagai salah satu instrumen Dana Perimbangan terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. 6) masih kurang terintegrasinya DAK ke dalam siklus dan mekanisme perencanaan pembangunan nasional dan daerah. 3) masih relatif kecilnya pagu nasional DAK dibandingkan dengan kebutuhan. dan 10) masih relatif lemahnya pengawasan daerah terhadap pelaksanaan kegiatan DAK. 3. Berdasarkan kendala dan permasalahan tersebut maka arah kebijakan DAK dalam RPJMN 2010-2014 adalah: 1. yang disertai dengan upaya mempertajam perencanaan dan penghitungan alokasi DAK berdasarkan kerangka pengeluaran jangka menengah dan I . 5) masih terbatasnya kapasitas perencanaan DAK yang berbasis kinerja. terutama dalam pelayanan publik. Diprioritaskan untuk mendanai kegiatan-kegiatan dalam program yang bersifat lintas (cross cutting) sektor yang merupakan prioritas nasional.Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. 2) masih adanya kekurang-tepatan pemahaman tentang konsep DAK baik di pusat maupun di daerah. 9) masih kurangnya sinkronisasi kegiatan DAK dengan kegiatan lain yang didanai APBD. termasuk program yang bersifat kewilayahan. maupun jumlah daerah yang memperoleh alokasi DAK. cakupan bidang DAK. baik dari sisi besaran alokasi. sehingga kurang dapat mengakomodasi kebutuhan terhadap perencanaan kegiatan secara utuh. 4) formula alokasi DAK yang ada belum sepenuhnya dapat menjamin kesesuaian antara kepentingan sektoral nasional dan kebutuhan daerah. provinsi.76 . Kondisi tersebut menyebabkan masih kurang efektifnya DAK dalam membantu mendanai urusan daerah yang menjadi prioritas nasional. Beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan DAK selama ini meliputi: 1) batasan penggunaan DAK sesuai peraturan perundangan yang ada masih menekankan pada kegiatan fisik. Meningkatkan secara bertahap pagu nasional DAK untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mendukung pencapaian sasaran prioritas nasional.

dan kementerian/lembaga teknis terkait. dengan menggunakan kriteria-kriteria yang disepakati bersama oleh kementerian keuangan. Alokasi DAK ke daerah ditentukan berdasarkan kriteria umum. m) Sarana dan Prasarana Perdesaan. kementerian dalam negeri. bidang DAK meliputi: a) Pendidikan. dan n) Sarana Perdagangan. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pelayanan publik. Kriteria khusus ditentukan berdasarkan kebijakan Pemerintah yang secara khusus digunakan untuk menentukan daerah-daerah penerima alokasi DAK berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu. d) Infrastruktur Irigasi. k) Keluarga Berencana. e) Infrastruktur Air Minum. akan dilakukan penajaman dan penyempurnaan dengan tetap memperhatikan tujuan pengalokasian DAK. Penentuan bidang kegiatan yang layak didanai DAK dan besarnya alokasi per bidang DAK ditentukan berdasarkan penilaian (assessment) terhadap usulan DAK yang diajukan oleh kementerian/lembaga. meningkatkan koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu di pusat dan daerah.penganggaran berbasis kinerja. Dalam RPJMN 2010-2014 bidang-bidang yang didanai DAK adalah: 1. kriteria khusus. Khusus tentang kriteria alokasi DAK. c) Infrastruktur Jalan. i) Pertanian. j) Lingkungan Hidup. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menjadi undangundang. serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. dengan ketentuan: (i) dana otonomi khusus yang besarnya 2 I .77 2. kementerian Negara perencanaan pembangunan nasional. Dana Otsus dialokasikan untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Khusus tahun 2010. f) Infrastruktur Sanitasi. h) Kelautan dan Perikanan. b) Kesehatan. Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator teknis yang ditetapkan oleh menteri/kepala lembaga teknis terkait. meningkatkan sinkronisasi kegiatan DAK dengan kegiatan lain yang didanai APBN dan APBD. beserta seluruh kabupaten/kota yang berada di daratan Papua. Pada tahun-tahun selanjutnya bidang kegiatan yang didanai DAK ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran bersangkutan. . l) Kehutanan. dan kriteria teknis. g) Prasarana Pemerintahan Daerah. antara lain melalui penyempurnaan atau penyusunan indeks-indeks yang mencerminkan kondisi riil dari ketiga kriteria alokasi DAK tersebut.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.persen dari total DAU Nasional akan dibagi antara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dana Otonomi Khusus NAD diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. penanggulangan kemiskinan. I . kebijakan pengalokasian Dana Otsus berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2008 dan UU Nomor 11 Tahun 2006 terus dilanjutkan. serta pendanaan pendidikan. dengan dasar pembagian menggunakan basis perhitungan jumlah kampung secara proporsional. Dana Otsus juga dialokasikan untuk Provinsi NAD dengan nilai setara 2 persen dari pagu DAU nasional selama 15 tahun. dan penggunaannya diarahkan sebagai berikut: 1. 2. dan provinsi di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. diprioritaskan untuk mendanai pendidikan dan kesehatan. Dalam RPJMN 2010-2014. Dana Tambahan Infrastruktur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat diberikan dalam rangka otonomi khusus yang diutamakan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur. Dana Otsus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat tersebut diperuntukkan bagi kabupaten. kota. (ii) tambahan dana otonomi khusus untuk infrastruktur akan diberikan kepada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat secara terpisah sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan DPR. yang jumlahnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu DAU secara nasional. Penggunaan Dana Otsus Papua dan Papua Barat. Pengelolaan Dana Otsus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. pemberdayaan ekonomi rakyat. untuk tahun ke-16 hingga ke-20 menjadi sebesar 1 persen dari pagu DAU nasional. 3. dan kesehatan. sosial.78 .

(3) keberpihakan kepada rakyat. akuntabel dan efisien.79 . Keberhasilan pembangunan nasional dalam mewujudkan visi TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA. dan kesungguhan segenap komponen bangsa..BAB V PENUTUP Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan penjabaran dari visi. dan ketiga memuat arah kebijakan pembangunan kewilayahan. Selain itu. transparan. melalui kerja keras. maju. DAN BERKEADILAN perlu didukung oleh (1) komitmen dari kepemimpinan nasional yang kuat dan demokratis. misi dan program aksi pembangunan nasional dari pasanagan Presiden/Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – Budiono.. dan bermartabat. (2) konsistensi kebijakan pemerintah. DEMOKRATIS. kita akan menjadi sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang menjadi kekuatan terpenting di Asia dan sejajar dengan bangsa dan negara-negara maju di dunia.oooOooo . Rancangan Awal RPJMN ini terdiri dari 3 (tiga) buku: yang pertama memuat prioritas pembangunan nasional. dan (4) peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif (5) sistem birokrasi pemerintahan yang kuat. Dokumen ini juga menjadi acuan di dalam penyusunan RPJM Daerah dan menjadi pedoman bagi pimpinan nasional dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. Ke depan. kebersamaan. Dokumen ini selanjutnya menjadi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat di dalam penyelenggaraan pembangunan nasional lima tahun ke depan.- I .. sektor-sektor pembangunan lainnya serta penyelenggaraan fungsi pemerintahan yang tidak disebutkan secara spesifik didalam dokumen ini tetap dilanjutkan didalam rangka mencapai visi diatas. . kedua memuat arah dan kebijakan bidang-bidang pembangunan.

80 .LAMPIRAN MATRIKS PENJABARAN PRIORITAS NASIONAL I .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful