P. 1
Narasi Buku I_RPJMN 2010-2014

Narasi Buku I_RPJMN 2010-2014

|Views: 209|Likes:
Published by mullahady

More info:

Published by: mullahady on Oct 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

BAB I KONDISI UMUM

I.1 PENCAPAIAN PEMBANGUNAN Penyelenggaraan pembangunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah membuahkan hasil yang menggembirakan namun tetap menyisakan tugas ke depan. Keberhasilan pembangunan Indonesia, telah menuai berbagai prestasi dan penghargaan dalam skala global. Antara lain, sebuah laporan resmi dari pemerintah AS bertajuk “Global Trend 2025: A Transformed World”, yang dilansir bulan November tahun 2008, secara eksplisit menyebutkan bahwa Indonesia bersama dengan Iran dan Turki akan menjadi pilar kekuatan ekonomi dunia setelah India, Cina, Brasil dan Russia pada tahun 2025. Selama lima tahun terakhir telah banyak kemajuan yang telah dicapai. Upaya mewujudkan Indonesia yang aman dan damai telah membuahkan hasil. Di seluruh Indonesia, tidak ada gangguan keamanan yang berarti. Perdamaian di Nangroe Aceh Darusalam dan di beberapa daerah konflik lainnya seperti Maluku, Sulawesi Tengah, dan Papua telah menunjukkan kondisi keamanan yang semakin kondusif. Peningkatan mobilitas penduduk yang cukup tinggi, merupakan salah satu cermin dari perbaikan keamanan di tanah air. Begitu pula peningkatan investasi, baik investasi yang berasal dari dalam maupun luar negeri, merupakan cerminan dari tercapainya kondisi keamanan yang makin membaik ini. Kemajuan yang berarti juga terlihat dalam agenda Indonesia yang adil dan demokratis. Proses transisi ke sistem demokrasi yang sebelumnya berjalan sedikit tersendat, kini telah berjalan lebih baik. Proses demokratisasi makin menguat dan diterima sebagai suatu keharusan guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan terbuka. Reformasi konstitusi yang mewajibkan pemilihan langsung pada semua tingkatan pemerintahan, telah berhasil menciptakan akuntabilitas elektoral yang lebih luas. Pemilihan umum telah berjalan secara jujur, adil, aman, dan lancar sebanyak tiga kali, setelah reformasi digulirkan tahun 1997/1998. Langkah besar ini dilanjutkan dengan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden untuk pertama kalinya pada tahun 2004 dan diikuti dengan pemilihan langsung kepala daerah. Jika pada tahun 2003 seluruh kepala daerah masih dipilih secara tidak langsung oleh DPRD, maka pada tahun 2007 hanya tersisa sepertiganya yang masih merupakan warisan sistem tidak langsung ini. Kini, seluruh I-1

kepala daerah di tingkat propinsi dan kabupaten/kota di seluruh tanah air telah dipilih langsung oleh rakyat. Ini menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dalam sistem demokrasi di tanah air. Akuntabilitas di tingkat pemerintah daerah sudah semakin baik. Para kepala daerah yang mampu menunjukkan kinerja dengan baik dalam masa pemerintahannya, mudah diduga dapat terpilih kembali. Beberapa kepala daerah kabupaten/kota dengan kinerja yang optimal, bahkan terpilih menjadi gubernur atau wakil gubernur. Pemerintah juga terus melanjutkan proses pembangunan kelembagaan yang melekat pada sistem demokrasi. Sistem checks and balances telah diperluas dan berbagai institusi independen telah dibentuk. Dalam bidang penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi, telah terjadi kemajuan yang pesat. Pemberantasan korupsi memiliki prioritas yang tinggi bagi pelaksanaan tugas pemerintah. Penindakan terhadap pelaku tindak pidana korupsi, telah dilakukan tanpa pandang bulu. Tak ada yang kebal hukum di negeri ini. Termasuk juga aparat penegak hukum. Sikap tegas Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berhasil mengungkap dan mengusut kasus-kasus tindak pidana, yang merugikan keuangan Negara. Perwujudan Indonesia yang bersih dari korupsi, harus didukung, baik dengan menyusun perundangan-undangan yang baik dan kuat, maupun dengan pelaksanaan yang konsisten dan tanpa kompromi. Hanya dengan langkah ini, Indonesia dapat membangun martabatnya di mata dunia. Keberhasilan mengatasi tindak pidana korupsi telah menuai berbagai apresiasi dari sejumlah lembaga internasional. Laporan UNDP bertajuk Report on Corruption for 2008 menyatakan bahwa untuk ketiga indeks persepsi korupsi, yaitu Control Corruption Index (CCI), International Country Risk Guide (ICRG) Corruption Score, dan Corruption Perception Index (CPI), kondisi di Indonesia dinyatakan telah menunjukkan banyak perbaikan. Untuk Indeks CCI, terjadi peningkatan dari -1,01 pada tahun 2000 menjadi -0,77 pada tahun 2006 untuk skala antara -2,50 – 2,50. Demikian pula indeks ICRG, nilai korupsi Indonesia untuk tahun 2006 berada pada skala 2,33, naik dari 1,92 di tahun 2000 untuk skala 0-6, dengan skala 6 adalah nilai untuk potensi korupsi paling kecil. Sedangkan indeks CPI, Indonesia memperoleh nilai 2,30 pada tahun 2007, meningkat dari 1,70 di tahun 2000 untuk skala 1-10, dengan 10 adalah nilai untuk potensi korupsi paling kecil. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi secara bertahap dan terencana. Reformasi birokrasi, bertujuan untuk memperbaiki pelayanan publik, karena jajaran birokrasi adalah pelayan dan pelindung kepentingan masyarakat. Langkah yang telah dan terus dilakukan mencakup perbaikan sistem dan budaya kerja, pengukuran kinerja, penerapan disiplin, dan remunerasi yang memadai. Termasuk di dalamnya transparansi dan akuntabilitas I-2

dalam proses pemerintahan. Inilah esensi dari penerapan tata pemerintahan yang baik (good governance). Dalam agenda peningkatan kesejahteraan, tantangan yang dihadapi oleh pemerintah sangat besar selama periode 2004-2009 ini. Pada saat pemerintahan berjalan 2 bulan, bencana alam Tsunami melanda Aceh dan kemudian kepulauan Nias. Tidak berhenti di situ, goncangan ekonomi global yang berlanjut dengan krisis energi dan pangan pada akhir tahun 2006-2007, tidak dapat dihindari. Tekanan yang dahsyat krisis ekonomi global yang disebabkan oleh krisis finansial di Amerika Serikat sejak tahun 2008. Krisis ekonomi global ini menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Tahun 2009 dimulai dengan situasi perekonomian dunia yang tidak pasti. Banyak prediksi menyatakan bahwa dampak krisis ekonomi global akan terus berlangsung hingga tahun-tahun mendatang ke seluruh dunia. Indonesia tergolong sebagai sedikit negara di dunia yang diyakini oleh banyak lembaga internasional akan mampu mengarungi krisis global ini dengan relatif baik. Artinya walaupun krisis terjadi, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap positif. Arah dan kecenderungan penurunan kemiskinan dan pengangguran terjaga, meskipun kecepatan perbaikan tentu dipengaruhi lingkungan global tersebut. Pada awal masa pemerintahan, November 2004, telah ditetapkan tiga strategi pembangunan ekonomi yaitu pro growth, pro jobs dan pro poor. Dalam agenda pro growth, diharapkan terjadi percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan perbaikan distribusi pendapatan (growth with equity). Percepatan laju pertumbuhan ini ditandai dengan makin banyaknya kesempatan kerja yang berdampak pada makin banyaknya keluarga Indonesia dientaskan dari perangkap kemiskinan sekaligus mampu menghadapi berbagai goncangan, baik yang bersifat individual maupun global seperti krisis ekonomi. Fakta yang ada menunjukkan bahwa ketiga sasaran tersebut telah tercapai. Dalam agenda pro growth, terjadi percepatan laju pertumbuhan ekonomi. Dalam periode 1997-1999, krisis ekonomi telah menyebabkan volume perekonomian menyusut rata-rata minus 2.9 persen per tahun. Sementara dalam periode 2000-2004, pada masa pemulihan ekonomi, perekonomian kembali tumbuh positif yaitu 4.5 persen. Sementara dalam periode 2005-2008, perekonomian tumbuh rata-rata 6%. Bahkan jika sektor migas dikeluarkan---untuk menggambarkan gambaran denyut perekonomian dimana sebagian besar keluarga Indonesia beraktivitas---laju pertumbuhan sektor non migas sudah mendekati 7% per tahun yaitu 6,6% (2005-2008) dibandingkan 5,4 % dalam periode 2000-2004. Percepatan pertumbuhan ekonomi ini tercermin pula dalam peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia dalam USD. Berdasarkan data PDB terakhir dan nilai tukar rata-rata tahun I-3

2008, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia telah mencapai USD 2.271 pada akhir 2008 naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pendapatan per kapita tahun 2004 sebesar USD 1.186 Percepatan pertumbuhan ekonomi ini berimplikasi pada penurunan tingkat kemiskinan dengan ukuran apa pun yang digunakan. Tingkat kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan yang dihitung BPS, telah menurun menjadi 15,4% (atau 35 juta orang) pada Maret 2008, dibandingkan 16,7% (36,1 juta orang) pada tahun 2004. Penurunan kemiskinan juga disebabkan oleh berjalannya program sosial pemerintah, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, program pendidikan dan kesehatan gratis dan program-program penanggulan kemiskinan lainnya. Program-program pro rakyat seperti ini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Percepatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan disertai pula dengan distribusi pendapatan yang relatif tidak banyak berubah. Hal ini berbeda dengan pengalaman yang dialami oleh negara-negara yang tumbuh tinggi seperti Cina, India atau Vietnam yang mengalami pemburukan distribusi pendapatannya. Keberhasilan menjaga distribusi pendapatan ini antara lain disebabkan oleh kebijakan pemerintah dalam melakukan realokasi anggaran pemerintah yang sebelumnya dinikmati langsung maupun tidak langsung---melalui subsidi energi---oleh kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi kepada kegiatan-kegiatan dimana partisipasi masyarakat yang berpenghasilan rendah tergolong tinggi seperti anggaran pendidikan dan kesehatan serta serangkaian program penanggulangan kemiskinan. Keberhasilan dari program ini terhadap perbaikan distribusi pendapatan biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Tetapi pengalaman banyak negara, menunjukkan bahwa perbaikan distribusi pendapatan hanya terjadi jika kebijakan dilakukan secara konsisten. Perubahan yang lebih berarti terlihat dalam agenda pro jobs. Dalam masa pemulihan ekonomi 2001-2004, penambahan jumlah angkatan kerja baru sekitar 1,7 juta setiap tahun sementara lapangan kerja yang mampu tercipta hanya 980 ribu per tahun, sehingga terjadi defisit lapangan kerja sekitar 700 ribu orang untuk setiap tahunnya. Tidak heran jika kemudian tingkat pengangguran meningkat dalam periode tersebut. Tetapi dalam periode 2005-2008, tren ini berhasil dibalikkan. Jumlah kesempatan kerja yang tercipta rata-rata 2,2 juta per tahun, yang berarti di atas jumlah angkatan kerja yang masuk ke pasar tenaga kerja yaitu 2 juta per tahun. Dampaknya sangat menggembirakan, jumlah penganggur secara nominal berhasil diturunkan dan tingkat pengangguran berangsur turun menjadi 8,5% pada tahun 2008 dan menurun lagi menjadi 8,1% pada awal tahun 2009. Kemajuan yang berarti juga terjadi dalam bidang produksi pangan. Produksi semua komoditas pangan meningkat tajam, khususnya dalam dua tahun terakhir. Produksi beras tahun 2008 sebesar 59,9 juta ton adalah tertinggi dalam sejarah. Peningkatan I-4

tetapi juga meringankan beban bangsa lain dalam mengatasi krisis pasokan beras di pasar global.86 persen (2005) menjadi 84. Peningkatan angka tingkat partisipasi kasar ini. kondisi yang baik ini pada gilirannya akan mempercepat penurunan tingkat kemiskinan di daerah perdesaan seperti yang pernah terjadi pada periode 1970an dan 1980an. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pangan yang diadakan di Roma.4 trilyun atau 20 % dari APBN. manfaat perbaikan produksi di bidang pangan ini akan lebih banyak dinikmati oleh mereka. bulan Juni 2008. telah menuai apresiasi dari bangsa-bangsa lain di dunia. Pada tahun 2009. Produsen akan mengalami peningkatan kesejahteraan. Kemajuan juga terlihat dari peningkatan angka tingkat partisipasi kasar tingkat SMP/MTSN dan SMA/SMK/MA yang meningkat dari 84. maka sesuai dengan amanat konstitusi anggaran pendidikan telah berhasil ditingkatkan dua kali lipat. Kecenderungan peningkatan produksi pangan juga terjadi dalam komoditas lain seperti gula. peningkatan anggaran secara dramatis telah dilakukan. FAO bahkan menyatakan bahwa keberhasilan itu layak dijadikan model bagi bangsa-bangsa lain dalam mengatasi krisis pangan global. berkat dari berjalannya Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak tahun 2005. sementara konsumen menikmatinya melalui stabilitas harga.produksi ini telah memungkinkan bukan hanya menolong bangsa Indonesia menghadapi krisis pangan. Keberhasilan peningkatan pangan melalui peningkatan produksi akan menguntungkan produsen dan konsumen.5 trilyun.02 persen dan 53.60 persen (2007). Peningkatan anggaran pendidikan dapat memperbaiki akses bidang pendidikan dan kualitas pendidikan. Diharapkan. Keberhasilan mengatasi krisis pangan. Organisasi Pangan Dunia (FAO) memuji keberhasilan tersebut. makin banyak daerah yang mampu membebaskan biaya I-5 . telah menjadikan krisis pangan mampu diatasi.2 trilyun pada 2008. maka harga beras dunia akan meningkat USD 20-50/ton. Dalam bidang pendidikan.30 persen dan 54. Mengingat lebih dari separuh keluarga miskin menggantungkan sumber penghasilannya dari kegiatan pertanian dan pedesaan. Jika pada tahun 2005 anggaran pendidikan hanya Rp 78. kedele dan jagung. Program ini memungkinkan biaya sekolah yang harus dibayar oleh keluarga Indonesia secara efektif dapat ditekan hingga tingkat yang minimum dan dengan suplemen dari APBD. Keberhasilan dalam meningkatkan produksi beras ini harus terus dilanjutkan. setiap Indonesia memutuskan untuk mengimpor beras. menjadi Rp 154. Keberhasilan meningkatkan produksi beras sekaligus mengendalikan harganya. Hal ini disebabkan karena Indonesia sebelumnya merupakan salah satu importir beras dunia. amanat konstitusi telah berhasil dipenuhi dengan meningkatkan anggaran pendidikan menjadi Rp 207. Pengalaman masa lalu menunjukkan.

untuk mendorong peningkatan kualitas pengajar. Kombinasi program BOS yang bersifat universal dari sisi penawaran dan program PKH yang terbatas. Sebagian lagi dari anggaran kesehatan yang terus meningkat itu. digunakan pula untuk meningkatkan kesejahteraan guru. pada tahun 2008 lalu berhasil melayani 76. Keberhasilan program pendidikan sangat tergantung pada pasokan dan kualitas guru dan dosen. Selain dalam bidang pendidikan.pendidikannya. atau melalui Jamkesmas. Kedua. Peningkatan kualitas pendidikan dilakukan juga dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengembangkan sekolah dan universitas berkualitas internasional. Pertama.4 juta jiwa. pemerintah telah secara bertahap meningkatkan kualitas menjadi bertaraf internasional dengan melakukan komputerisasi dan peningkatan penguasaan bahasa asing yang disertai dengan akses internasional pada sekolah negeri. Sebagian dana kesehatan juga telah digunakan untuk program Revitalisasi Keluarga Berencana yang sempat terlantar pada awal reformasi dan desentralisasi. digunakan untuk merekrut tenaga dokter dan paramedis baru serta membantu pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi puskesmas dan membangun rumah sakit baru di berbagai daerah seluruh Indonesia. pelayanan di bidang kesehatan juga terus ditingkatkan. diharapkan bukan hanya mampu memutuskan rantai kemiskinan antar generasi tetapi juga memperkuat daya saing bangsa dalam persaingan global yang makin ketat. Sebagian besar tambahan anggaran kesehatan itu digunakan untuk menggulirkan pelayanan kesehatan di Puskesmas. menjadi sekitar Rp 16 trilyun. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. pemerintah telah merintis skema insentif baru untuk mendorong keluarga miskin mengirimkan anaknya ke sekolah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan memberikan bantuan tunai bersyarat. Ekspansi anggaran bidang pendidikan di samping digunakan untuk membantu pemerintah daerah dalam merehabilitasi gedung sekolah – yang dibangun tahun 1970an dan 1980an – serta penambahan kelas dan gedung sekolah. Jika pada tahun 2005 anggaran kesehatan hanya mencapai Rp 5. Pemerintah menempuh dua jalur dalam hal ini. Dari sisi permintaan. Di samping itu. bagi guru dan dosen yang bersertifikat akan mendapatkan tambahan penghasilan tambahan. Untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap obat. Posyandu. Program ini telah dimulai sejak tahun 2008 dan berlaku untuk sekolah negeri dan swasta. Pemerintah juga telah menurunkan harga obat generik secara substansial dan terus menerus dalam kurun waktu lima tahun terakhir.8 trilyun maka pada tahun 2008 kita tingkatkan. tiga kali lipat. menjamin penghasilan take home pay guru dan dosen minimal Rp 2 juta/bulan dan Rp 13 juta untuk guru besar dengan memberikan tunjangan kemaslahatan guru dan dosen mulai tahun 2009 ini. dimulai pada tingkat SMA. Ekspansi I-6 .

Alokasi dari subsidi bantuan sosial itu. sekaligus menghilangkan duplikasi program. Intervensi pemerintah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar rakyat. Di samping itu pemerintah memberikan alokasi anggaran untuk program yang dikatakan memberikan kail. di samping meningkatkan anggaran. Berbagai pungutan yang muncul akibat eforia reformasi dan desentralisasi. Langkah lainnya. telah banyak membebani usaha mikro. Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuan utamanya adalah untuk mendisiplinkan pemerintah daerah dalam menetapkan pungutan baru dengan tidak menghilangkan semangat desentralisasi fiskal. 79 trilyun. Langkah ini ditempuh dengan berbagai cara. ditempuh dengan menerbitkan Inpres No 6 /2007 dan Inpres 5 /2008 yang memuat program aksi yang kongkrit dalam memperbaiki iklim berusaha bagi UMKM. Program ini dapat dikatakan sebagai program memberi ikan. Pemerintah telah menempuh berbagai cara untuk memperbaiki iklim berusaha ini. sesungguhnya dana yang dikucurkan dalam berbagai program penanggulangan kemiskinan hanya salah satu elemen dari program penanggulangan kemiskinan. Padahal berbagai goncangan seperti bencana alam –Tsunami di Aceh dan Nias serta bencana alam lainnya disusul dengan krisis energi dan krisis pangan dan resesi perekonomian I-7 . Salah satunya adalah dengan melakukan amandemen UU Pajak dan Retribusi Daerah. Upaya ini diharapkan dapat mengharmonisasikan berbagai program anti kemiskinan yang tersebar di berbagai pos anggaran kementerian dan lembaga menuju sasaran yang sama. pemerintah juga telah melakukan upaya untuk pengarusutamaan (mainstreaming) program kemiskinan dalam PNPM.sektor kesehatan sebagian telah memberikan hasil yang nyata seperti penurunan tingkat prevalensi anak gizi buruk. Program penanggulangan kemiskinan tidak akan berhasil jika sekedar mengandalkan laju pertumbuhan ekonomi. keluarga miskin memerlukan iklim berusaha yang kondusif untuk mengangkat dirinya sendiri dari perangkap kemiskinan. dan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Kedua. Bantuan Operasi Sekolah (BOS). kecil dan menengah. Pertama. Di pihak lain. Program Beras untuk keluarga miskin. Program ini antara lain berupa Bantuan Langsung Masyarakat sebagai bagian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ketiga. terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah agar dapat menikmati lajunya percepatan pertumbuhan ekonomi. menetapkan subsidi untuk bantuan sosial yang sangat besar di tahun 2009 yang mencapai Rp. Semua capaian itu adalah bukti bahwa bangsa Indonesia tetap bisa berkarya dan mampu berkiprah serta bersaing di pasar global yang makin kompetitif. Berbagai program intervensi. antara lain disalurkan dalam bentuk program proteksi keluarga miskin seperti Bantuan Langsung Tunai.

Kredit bermasalah hingga dewasa ini hanya 5 persen. Struktur penerimaan makin sehat dengan meningkatnya peran penerimaan non migas. jauh di bawah 35% pada saat menjelang krisis 1997/1998. hingga saat ini Indonesia relatif lebih siap dibanding banyak negara lain. Sektor keuangan – yang menjadi jantung perekonomian – jauh lebih sehat dibandingkan keadaan sebelum krisis ekonomi 1997/1998. peningkatan efektifitas pengeluaran pemerintah baik pusat maupun daerah. Krisis ekonomi global yang melanda dunia. Kemajuan-kemajuan yang dikemukakan tersebut di atas. dunia usaha. Jumlah I-8 . Dalam menghadapi dan mengatasi krisis ekonomi global. bukan hanya untuk memperkuat keberlangsungan fiskal tetapi juga ketersediaan fiscal space yang memadai untuk mendorong perekonomian domestik. Namun sejumlah tantangan sudah di depan mata. Keberhasilan ini. Indonesia selalu dinasehati dalam kebijakan mengatasi krisis. Tahun 2008 lalu---suatu komisi untuk pertumbuhan ekonomi dunia yang beranggotakan sekumpulan orang bijak (prominent persons) dari seluruh dunia dan beranggotakan beberapa pemegang Nobel di bidang Ekonomi---mengumumkan hasil laporan studi mereka yang menunjukkan Indonesia adalah salah satu dari 13 negara di dunia yang mampu mempertahankan pertumbuhan tinggi selama lebih dari tiga dekade. Fungsi supervisi perbankan dan sektor keuangan. Hal ini telah mendapatkan pengakuan internasional. dapat dicapai dengan kebersamaan dan kerja keras di antara pemerintah. Keberhasilan menghadapi krisis ekonomi global ini menyebabkan Indonesia menjadi bangsa yang lebih terhormat. Salah satu kebersamaan dan kerja keras di antara pemerintah.global secara terus menerus terjadi. kini lebih baik. Sumber pembangunan kini lebih banyak mengandalkan penerimaan pajak dan pembiayaan dari pasar domestik. serta terkendalinya risiko fiskal terutama menyangkut sisi pembiayaan defisit anggaran. dan segenap rakyat Indonesia. kini banyak pemimpin dunia yang minta nasehat dari Indonesia dan belajar dari Indonesia tentang cara mengatasi krisis. juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bisa dan mempunyai daya tahan yang kuat. Belum lagi tantangan yang lebih besar dalam jangka menengah yang perlu dipersiapkan dengan lebih baik. perlu dihadapi bersama. dunia usaha. Resiko ekonomi makro pun berada dalam tren menurun. Konsolidasi fiskal yang dilakukan di masa lalu. Inti dari konsolidasi fiskal terletak dari perbaikan struktur penerimaan negara. Laporan ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara yang mampu mempercepat laju pertumbuhannya kembali ke tingkat 7 persen per tahun dalam beberapa tahun mendatang dan memungkinkan Indonesia mampu mengejar negara maju lainnya. Jika di masa lalu. telah membuahkan hasil yang memadai. khususnya pajak penghasilan. dan rakyat Indonesia adalah dalam peningkatan kesadaran pengelolaan dan pembayaran pajak. baik dilihat dari rasio utang pemerintah maupun utang luar negeri.

Peningkatan penerimaan ini merupakan bagian dari reformasi perpajakan secara komprehensif sehingga telah menimbulkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Dari sisi pengeluaran. capaian laju pertumbuhan ekonomi sekitar 6% selama periode 2004-2008. Namun sebagian disebabkan oleh sistem pengadaan yang makin baik dengan dilakukan e-procurement yang menghemat pengeluaran hingga 15%. Konsolidasi ini berujung pada perbaikan risiko ekonomi makro Indonesia.5 % pada tahun 2005 menjadi 14. diharapkan proses konsolidasi fiskal ini bisa menjadi motor untuk mempercepat perbaikan peringkat investment grade Indonesia dalam 2 tahun mendatang. I. jika laju pertumbuhan hanya mencapai 6% per tahun. pembangunan memerlukan percepatan pertumbuhan ekonomi menuju di atas 6.4 persen pada tahun 2004 menjadi 32.1 % pada tahun 2008. Peningkatan jumlah wajib pajak di samping meningkatkan penerimaan pajak tetapi juga mengurangi risiko dalam penerimaan.5 persen per tahun dalam lima tahun mendatang. tantangan pembangunan tidaklah semakin ringan.7 persen pada tahun 2008. Memang masih ada pengeluaran yang tidak bisa direalisasikan. Akan banyak masyarakat Indonesia yang tertinggal dan tidak dapat menikmati buah dari pertumbuhan ekonomi. dan infrastruktur. Pengeluaran untuk kebutuhan yang esensial bagi pembangunan. kesehatan. Oleh karena itu. belum cukup untuk mewujudkan tujuan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Ada beberapa tantangan yang dihadapi untuk mencapai perwujudan masyarakat Indonesia yang sejahtera di tengah persaingan global yang meningkat.penduduk yang memiliki NPWP telah melebihi 10 juta pada tahun 2008. efektifitas pengeluaran pemerintah makin mendekati tingkat optimal.2 TANTANGAN PEMBANGUNAN NASIONAL Dalam kurun waktu lima tahun mendatang (2010-2014). Penurunan rasio utang ini. I-9 . untuk menciptakan pembangunan yang inklusif. Rasio utang pemerintah terhadap PDB yang terus menurun dari 56. Teknologi yang makin maju telah mengurangi kandungan tenaga kerja dalam kegiatan produksi. kini lebih mengandalkan pada sumber domestik. Dengan demikian. Pengalaman dalam menghadapi krisis lalu termasuk krisis energi dan pangan akan menjadi modal penting dalam menghadapi tahuntahun mendatang. Jumlah tenaga kerja yang tercipta per 1 persen pertumbuhan ekonomi di masa kini. Rasio pajak terhadap PDB meningkat dari 12. juga lebih baik dibandingkan dengan trend yang berlaku di negara Asia lainnya. terus meningkat termasuk untuk keperluan pendidikan. Pembiayaan defisit anggaran. Pertama. Penurunan rasio ini diikuti pula dengan dengan penurunan jumlah stok utang luar negeri. lebih kecil dibandingkan periode 10 tahun lalu.

Ancaman perubahan iklim ini bukan hanya meningkatkan kemungkinan terjadinya goncangan yang tidak terduga seperti bencana alam. Keluarga miskin tidak akan mampu ikut dalam gelombang pertumbuhan ekonomi jika terisolasi akibat ketiadaan infrastruktur. Dimensi lingkungan hidup pun makin luas berkaitan dengan perubahan iklim yang mempunyai asosiasi kuat dengan kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup menyebabkan biaya hidup meningkat yang pada gilirannya menurunkan kualitas hidup. Kerusakan lingkungan hidup diduga menjadi salah satu penyebab utama munculnya epidemik dan penyakit saluran pernapasan. tetapi juga dapat mengancam produktivitas dari sumber daya alam. Kerusakan lingkungan hidup akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi menjadi tidak berkelanjutan. Kesenjangan memiliki banyak dimensi. diperlukan berbagai intervensi yang efektif. Keempat. percepatan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan adalah pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan sebanyak mungkin penduduk Indonesia (inclusive growth). maka krisis pangan pun dapat kembali terjadi setiap saat. Revilitalisasi pertanian tidak mungkin berhasil tanpa infrastruktur yang memadai. Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam yang tidak tepat akan menyebabkan sumber daya menyusut lebih cepat dan dengan mudah mengembalikan krisis pangan dan energi seperti yang terjadi tahun 2007/2008 yang lalu. Mengingat peningkatan kapasitas memerlukan waktu. Jawa-Luar Jawa atau antar daerah. kota-desa. Kelima. Jika hal ini terjadi. dalam kurun waktu tertentu program afirmatif masih dimungkinkan sepanjang sasarannya jelas dan terarah. Pola pertumbuhan yang inklusif memerlukan intervensi pemerintah yang tepat untuk memastikan semua kelompok masyarakat memiliki kapasitas yang memadai dan akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi yang muncul. Percepatan pertumbuhan ekonomi jelas membutuhkan tambahan kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur. Ketiga. infrastruktur dan yang lainnya.Kedua. percepatan pembangunan ekonomi juga dibutuhkan bukan hanya mengurangi jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga Indonesia dalam menghadapi berbagai goncangan. pertumbuhan ekonomi tidak boleh merusak lingkungan hidup. Agenda pengurangan kemiskinan tidak sepenuhnya dapat mengandalkan pertumbuhan ekonomi. udara dan tanah atau banjir di lingkungan perkotaan memiliki asosiasi yang kuat dengan I . mengingat biaya pemasaran makin dominan dalam struktur biaya akhir suatu komoditas pertanian. demikian juga keterkaitannya dengan bermacam-macam dikotomi seperti dikotomi jender. Masalah lingkungan hidup seperti polusi air. pembangunan infrastruktur makin penting dilihat dari berbagai dimensi.10 . selain pendapatan juga sumber daya alam dan manusia. Masalah kesenjangan dalam berbagai dimensi masih merupakan agenda penting dalam pembangunan.

Ketujuh.ketiadaan infrastruktur. Sumber daya manusia. kesenjangan kualitas sumber daya manusia dapat teratasi. demokrasi telah diputuskan sebagai dasar Indonesia berbangsa. Peningkatan produktivitas sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Banyak agenda perbaikan sistem hukum yang sudah kita benahi. keberhasilan reformasi birokrasi merupakan kunci utama yang membawa Indonesia dalam kancah persaingan di pasar global. termasuk pemberantasan korupsi. keberhasilan proses pembangunan ekonomi tergantung pada kualitas birokrasi. sebagian masih demokrasi prosedural. menjadi faktor penentu penting dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Harus diakui. Pemantapan proses desentralisasi merupakan agenda penting lainnya untuk memungkinkan manfaat yang optimal untuk memperkuat integritas dengan ekonomi global dapat diambil. Ekonomi biaya tinggi yang terjadi hingga dewasa ini tidak terlepas dari rendahnya kualitas bikrokrasi. Pada saat ini kualitas birokrasi Indonesia perlu ditingkatkan khususnya untuk mengendalikan persaingan bangsa di pasar global. Keenam. baik dilihat dari status golongan pendapatan. Hanya dengan intervensi pemerintah. peningkatan kualitas manusia Indonesia khususnya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karenanya. hukum harus menjadi panglima. sumber pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan harus berasal dari peningkatan produktivitas. Peningkatan sumber daya manusia di Indonesia dalam lima tahun ke depan harus terfokus pada peningkatan kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan dan memperbaiki kesenjangan kualitas manusia. Pasangan yang kompatibel dengan demokrasi adalah desentralisasi.11 . I . adil dan kepastian berusaha. fungsi hukum sebagai penuntun kita berkehidupan sehari-hari masih jauh dari harapan. kesenjangan infrastruktur masih terasa baik di tingkat nasional maupun antar daerah. utamanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas pembangunan. Masih banyak esensi demokrasi yang substansial yang belum mampu dialankan sepenuhnya. jender atau antar daerah. Tetapi secara jujur harus diakui. Karena itu. dalam sistem yang demokratis. Walaupun pemerintah telah meningkatkan pengeluaran dalam bidang infrastruktur. Kedelapan. bukan hanya sebagai faktor produksi melainkan ikut berfungsi mengkoordinasi faktor produksi lain dalam kegiatan ekonomi. Penegakan hukum secara konsisten. Oleh karena itu. dapat memberikan rasa aman. Dewasa ini pelaksanaan demokrasi telah mengalami kemajuan. Kesembilan. Proses transformasi sistem pemerintahan ini belum berjalan sempurna. Desentralisasi sejak hampir 10 tahun lalu telah berhasil dijalankan.

tantangan yang dihadapi dalam 20 tahunan mendatang dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan amanat pembangunan yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa-bangsa lain di dunia. I . dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila adalah memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan yang bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. beretika. dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Maju Suatu bangsa dikatakan makin maju apabila sumber daya manusianya memiliki kepribadian bangsa. maupun wilayah. Adil Sedangkan Bangsa adil berarti tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun. dan etika pembangunan bangsa. Makmur Kemudian Bangsa yang makmur adalah bangsa yang sudah terpenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. melaksanakan interaksi antarbudaya. berbudaya. menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. berakhlak mulia. mematuhi aturan hukum. Delapan Misi Pembangunan Nasional adalah sebagai berikut: 1.1 VISI DAN MISI RPJPN 2005-2025 Berdasarkan kondisi bangsa Indonesia saat ini. gender. bermoral. maka Visi Pembangunan Nasional tahun 2005-2025 adalah: INDONESIA YANG MANDIRI. moral. dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam rangka memantapkan landasan spiritual. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia. ADIL DAN MAKMUR Dengan penjelasan sebagai berikut: Mandiri Bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. baik antarindividu. memelihara kerukunan internal dan antarumat beragama. mengembangkan modal sosial.12 .BAB II ARAHAN RPJPN 2005-2025 2. MAJU.

kegiatan sosial ekonomi. memperkuat peran masyarakat sipil. kelompok dan wilayah/daerah yang masih lemah. dan menuntaskan tindakan kriminalitas.2. 5. keberadaan.13 3. komponen pendukung pertahanan dan kontribusi industri pertahanan nasional dalam sistem pertahanan semesta. pengembangan. daya dukung. meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek melalui penelitian. menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengomunikasikan kepentingan masyarakat. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari adalah memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaaatan. membangun kapabilitas lembaga intelijen dan kontraintelijen Negara dalam penciptaan keamanan nasional. meningkatkan pemanfaatan I . dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan. dan memihak rakyat kecil. memantapkan kemampuan dan meningkatkan profesionalisme Polri agar mampu melindungi dan mengayomi masyarakat. mencegah tindak kejahatan. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum adalah memantapkan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh. 6. menanggulangi kemiskinan dan pengangguran secara drastis. serta menghilangkan diskriminasi dalam berbagai aspek termasuk gender. dan kegunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga fungsi. mengurangi kesenjangan sosial secara menyeluruh.membangun infrastruktur yang maju serta reformasi di bidang hukum dan aparatur negara. dan memperkuat perekonomian domestik berbasis keunggulan setiap wilayah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi. menyediakan akses yang sama bagi masyarakat terhadap berbagai pelayanan sosial serta sarana dan prasarana ekonomi. dan penerapan menuju inovasi secara berkelanjutan. dan melakukan pembenahan struktur hukum dan meningkatkan budaya hukum dan menegakkan hukum secara adil. dan upaya konservasi. keberlanjutan. Mewujudkan Indonesia aman. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing adalah mengedepankan pembangunan simber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi daerah. dan bersatu adalah membangun kekuatan TNI hingga melampaui kekuatan esensial minimum serta disegani di kawasan regional dan internasional. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan adalah meningkatkan pembangunan daerah. konsekuen. dan pelayanan termasuk pelayanan jasa dalam negeri. keberpihakan kepada masyarakat. . tidak diskriminatif. 4. distribusi. serta meningkatkan kesiapan komponen cadangan. melalui pemanfaatan ruang yang serasi antara penggunaan untuk pemukiman. damai.

Masing-masing tahap mempunyai skala prioritas dan strategi pembangunan yang merupakan kesinambungan dari skala prioritas dan strategi pembangunan pada periode-periode sebelumnya. RPJM ke-1 (2005–2009) diarahkan untuk menata kembali dan membangun Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang aman dan damai. dan membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan. antarkelompok. RPJM ke-2 (2010–2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan iptek serta penguatan daya saing perekonomian. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri. RPJM ke-3 (2015–2019) ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian I . 8. dan mendorong kerja sama internasional. 7. dan yang tingkat kesejahteraan rakyatnya meningkat. meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berwawasan kelautan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan. kuat.ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan. Tahapan skala prioritas utama dan strategi RPJM secara ringkas adalah sebagai berikut: 1. mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran. memperbaiki pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mendukung kualitas kehidupan. serta antarlembaga di berbagai bidang. regional dan bilateral antarmasyarakat. melanjutkan komitmen Indonesia terhadap pembentukan identitas dan pemantapan integrasi internasional dan regional. serta meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan.14 2. yang adil dan demokratis. Strategi untuk melaksanakan Visi dan Misi tersebut dijabarkan secara bertahap dalam periode lima tahunan atau RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah). dan berbasiskan kepentingan nasional adalah menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah agar pembangunan Indonesia berorientasi kelautan. memberikan keindahan dan kenyamanan kehidupan. 3. maju. . Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional adalah memantapkan diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional.

meningkatnya tumbuh kembang I .berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang terus meningkat. Selanjutnya. kualitas pelayanan publik yang lebih murah. meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat yang didukung dengan pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang mantap. tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia. dan akuntabel makin meningkat yang ditandai dengan terpenuhinya standar pelayanan minimum di semua tingkatan pemerintah. maju. dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1. Kesejahteraan rakyat terus meningkat ditunjukkan oleh membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia. integritas wilayah. RPJM ke-4 (2020–2025) ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri. Sejalan dengan itu. transparan. dan pengamanan kekayaan sumber daya alam nasional. adil. pencapaian. menurunnya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas disertai dengan berkembangnya lembaga jaminan sosial. kehidupan bangsa yang lebih demokratis semakin terwujud ditandai dengan membaiknya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah serta kuatnya peran masyarakat sipil dan partai politik dalam kehidupan bangsa. cepat. 4. meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat. dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing 2.2 ARAH PEMBANGUAN JANGKA MENENGAH KE-2 (2010-2014) Berlandaskan pelaksanaan. RPJM ke-2 ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Posisi penting Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar makin meningkat dengan keberhasilan diplomasi di fora internasional dalam upaya pemeliharaan keamanan nasional. antara lain meningkatnya pendapatan per kapita. Kondisi aman dan damai di berbagai daerah Indonesia terus membaik dengan meningkatnya kemampuan dasar pertahanan dan keamanan negara yang ditandai dengan peningkatan kemampuan postur dan struktur pertahanan negara serta peningkatan kemampuan lembaga keamanan negara.15 . meningkatnya kesetaraan gender. serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional. Kondisi itu sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan penegakan hukum.

dan tenaga surya untuk kelistrikan. Dalam kerangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan. dan berkelanjutan. dan perlindungan anak. peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan. tenaga air. Bersamaan dengan itu. menurunnya kesenjangan kesejahteraan antarindividu.optimal. optimal. serta pengembangan sumber daya air dan pengembangan perumahan dan permukiman. mantapnya kelembagaan dan kapasitas antisipatif serta penanggulangan bencana di setiap tingkatan pemerintahan. wisata bahari. dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial di luar Jawa. industri maritim. panas bumi. percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. antarkelompok masyarakat. perikanan. tenaga angin. Daya saing perekonomian meningkat melalui penguatan industri manufaktur sejalan dengan penguatan pembangunan pertanian dan peningkatan pembangunan kelautan dan sumber daya alam lainnya sesuai potensi daerah secara terpadu serta meningkatnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta terlaksananya pembangunan kelautan sebagai gerakan yang didukung oleh semua sektor. daya saing bangsa. khususnya bioenergi. terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. serta penataan kelembagaan ekonomi yang mendorong prakarsa masyarakat dalam kegiatan perekonomian. peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. industri kelautan yang meliputi perhubungan laut. serta modal pembangunan nasional pada masa yang akan datang. pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup makin berkembang melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan berkembangnya proses rehabilitasi dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang disertai dengan menguatnya partisipasi aktif masyarakat. serta pos dan telematika. Kondisi itu didukung dengan meningkatnya kualitas perencanaan tata ruang serta konsistensi pemanfaatan ruang dengan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan terkait dan penegakan peraturan dalam rangka pengendalian pemanfaatan ruang. I .16 . energi dan sumber daya mineral dikembangkan secara sinergi. kesejahteraan. dan antardaerah. Kondisi itu didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi. serta makin mantapnya nilai-nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya dan karakter bangsa. terpeliharanya keanekaragaman hayati dan kekhasan sumber daya alam tropis lainnya yang dimanfaatkan untuk mewujudkan nilai tambah.

Indonesia tetap tegak berdiri. Semua menginginkan masa depan Indonesia yang lebih baik. dua-puluh negara yang menguasai 85% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia. Sejarah telah mengajarkan bahwa sejumlah cobaan. Cita-cita yang luhur dan mulia dari segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam lima tahun terakhir. Negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization of Economic and Cooperation Development) mengakui dan mengapresiasi kemajuan pembangunan Indonesia. mampu membangun dirinya bahkan dengan lebih baik lagi. Indonesia berhasil melalui sebuah proses transformasi politik dari negara otoriter menjadi sebuah negara dengan tatanan politik yang lebih demokratis. Dalam bidang politik. sehingga wibawa dan kehormatan sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. dan hambatan telah berhasil dilewati. setelah bangsa Indonesia didera oleh krisis multidimensi yang telah mengguncang fondasi bernegara. krisis yang telah menjatuhkan rasa percaya diri dan wibawa sebagai sebuah bangsa yang terhormat dan bermartabat. Bangsa yang tengah mengukir sejarah baru untuk terus berkembang dan maju. telah makin mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Salah satu bagian penting dalam proses transformasi sistemik itu. Oleh karenanya. India. demokratis dan adil.BAB III KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL 3.1 STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL 3.17 . Indonesia juga tergabung dalam kelompok Group-20 atau G-20 yaitu. Menjadi bangsa yang besar dan maju adalah cita-cita bersama. dan berhasil melewati proses sejarah yang panjang dengan selamat. tantangan. dari Miangas sampai Pulau Rote. melangkah dengan pasti. Indonesia bersama Cina. mandiri. yang memiliki peranan sangat penting dan menentukan dalam membentuk kebijakan ekonomi global. Indonesia telah mampu menunjukkan kepada dunia. Brazil dan Afrika Selatan diundang masuk dalam kelompok ‘enhanced engagement countries’ atau negara yang makin ditingkatkan keterlibatannya dengan negaranegara maju.1Visi Indonesia 2014 Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. adalah terbangunnya tatanan pemerintahan yang makin bersih dan makin berwibawa ---good governance and clean government.1. Lebih dari satu dasawarsa. krisis yang memakan korban dan biaya yang sangat besar. Bila selama ini Indonesia I . kini telah mampu bangkit kembali. diakui dan dihormati kembali oleh dunia. Citacita untuk menjadikan negeri dan bangsa Indonesia yang sejahtera.

namun tantangan dan ujian dari berbagai aspek I . apakah Indonesia mampu melalui transisi dan menjalankan reformasi dengan konsisten dan berhasil? Pertanyaan yang relevan. Tatanan politik berubah secara fundamental dengan pelaksanaan demokrasi. dan Indonesia yang sejahtera. kelompok maupun golongan. beretika dan demokratis. Hasil ini sesuai dengan visi pembangunan selama lima tahun lalu yaitu mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. adil. utamanya di Aceh.dikenal sebagai negara yang tata kelola pemerintahannya dipandang sebelah mata. meroketnya harga pangan dan terjadinya krisis keuangan global yang menyebabkan resesi ekonomi dunia. karena pada saat itu ekonomi kita porak poranda. inflasi mencapai 70%. nilai tukar Rupiah runtuh. begitu sulit dikelola karena heterogenitas dan kompleksitas persoalan yang harus kita hadapi. Tiba-tiba kita mengalami sebuah euforia reformasi dan kebebasan. lebih adil.18 . Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi negara yang maju. Maluku. Proses transisi yang tiba-tiba itu. dan Papua telah berhasil dipulihkan menjadi kondisi yang aman dan damai yang dan terus dipelihara. menjadi tidak berfungsi. Kehidupan budaya dan jati diri bangsa telah menjadi lebih kuat dan kreatif. Perekonomian dipulihkan dengan mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai pemerataan (growth with equity) dan bahkan memulihkan lingkungan alam yang rusak. Tatanan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang luhur dan bermartabat secara bertahap dibangun. lebih damai. dengan kondisi negara yang belum sepenuhnya pulih dan tantangan global yang makin sulit seperti gejolak harga minyak. Penegakan hukum tanpa dilakukan pandang bulu. ada perasaan pesimis dan gamang terhadap pertanyaan. saat ini telah menjadi sebuah negara dengan tata kelola pemerintah yang lebih baik. Sepuluh tahun yang lalu. Lima tahun yang lalu. Namun secara bertahap tapi pasti. Indonesia tidak hanya sekedar pulih dari krisis. Presiden mendapat amanat langsung dari rakyat untuk memimpin Indonesia. kemiskinan dan pengangguran melonjak tinggi. dan lebih demokratis. hutang pemerintah melambung diatas 100% dari PDB. kondisi tersebut ditata sambil membangun kembali Indonesia di segala bidang. karena praktek korupsi. dan di daerah-daerah konflik. Kerusuhan sosial dan konflik berdarah merebak. damai. kolusi dan nepotisme (KKN) yang meluas. Indonesia yang adil dan demokratis. pertumbuhan mengalami kontraksi di atas 13%. desentralisasi. lebih bersih dan lebih berwibawa dan bebas dari berbagai kepentingan pribadi. dan amandemen konstitusi. telah terbangun Indonesia yang lebih aman. Ke depan. Demikian pula kehidupan politik dibangun sehingga lebih aman. prestasi serta reputasi yang baik di mata dunia. Dengan kerja keras. Tatatan hidup masyarakat berubah secara drastis. Seluruh kegiatan ekonomi praktis merosot dan terhenti. tetapi juga telah mampu membangun ketahanan nasional. Sebagian lembaga publik.

Tugas untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. gas. rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun kedepan akan dapat dijaga pada kisaran 6. namun juga akan menyajikan tantangan dan persoalan bagi sumber daya manusia Indonesia. Pengalaman lima tahun terakhir memberikan pelajaran bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. kesenian dan budaya. dan dikelola dalam kerangka keharmonisan lingkungan. Kemajuan teknologi dan globalisasi akan memberikan peluang. akan semakin sulit dengan terjadinya krisis ekonomi global. Dalam meniti ketidakpastian ini. Energi. maka kinerja ekonomi nasional juga akan pulih secara bertahap. ilmu pengetahuan dan teknologi. Kinerja ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi krisis keuangan global. bila disertai pemerataan kesejahteraan melalui I .19 . Dengan perkiraan ekonomi dunia yang hanya akan mengalami pemulihan secara bertahap. dan pada akhir periode lima tahun kedepan bukan tidak mungkin dapat mencapai 7% atau lebih. tersedia lahan yang luas dan subur yang bisa ditanami oleh berbagai komoditi pangan dan pertanian.8%. Di bidang energi. serta tidak lagi terjadi gejolak (shock) berskala global yang baru. Penduduk dunia masih akan terus bertambah. baik sumber daya alam. Tantangan lain yang muncul akhir-akhir ini adalah terjadinya perlemahan ekonomi global akibat krisis finansial yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga dua tahun kedepan. Dan penduduk Indonesia memiliki potensi tinggi di berbagai bidang. struktur demografis penduduknya yang ideal. Dengan pertumbuhan ini.3%6. letak geografis yang strategis. pangan dan air akan menjadi komoditas yang makin langka dan berharga yang harus diamankan. Dengan kondisi itulah. Krisis dan tantangan telah diubah menjadi peluang dan kesempatan. fondasi ekonomi dan stabilitas harus tetap dapat dipelihara dan bahkan harus diperkuat. maka tingkat kemiskinan akan dapat diturunkan menjadi 8%-10% dan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5%-6%. Indonesia memiliki berbagai sumber energi dari mulai minyak bumi. Indonesia memiliki modal yang sangat besar. batubara dan sumber energi yang terbarukan yang melimpah seperti geothermal dan air.tidaklah mudah. Di samping itu. dan olah raga serta kreativitas. dan manusia-manusia yang memiliki potensi dan kreativitas yang tidak terbatas. sumber daya kultural yang beragam dan kuat. alam sudah semakin penuh dan jenuh untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus akan bertambah dan berkembang. maka pertumbuhan ekonomi ratarata tersebut dapat lebih tinggi. Jika pemulihan ekonomi global terjadi secara lebih cepat dan tidak terjadi gejolak ekonomi baru. meskipun telah dan terus diupayakan untuk mengurangi dampaknya dengan memacu potensi ekonomi dalam negeri.

Kita harus mengakui bahwa sebagian kecil dari saudara-saudara kita masih hidup sedikit di bawah garis kemiskinan. kukuh dan berharga dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan pada lingkup nasional. Karena itu. Pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir telah mencapai hampir 6%. dan sehat.20 . rakyat Indonesia akan menjadi sejahtera bila hak dan aksesnya untuk untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Namun usaha ini harus tetap dilanjutkan. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan menjamin pemerataan (growth with equity) mensyaratkan stabilitas dan dukungan fundamental negara yang kuat. yang merupakan pertumbuhan tertinggi sejak krisis ekonomi terjadi tahun 1998. juga harus terus diberikan bukan hanya karena merupakan kewajiban konstitusional. Tingkat pengangguran dan kemiskinan juga mengalami penurunan. Peranan pemerintah yang kuat. dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan. Mekanisme pasar dan globalisasi tidak dapat diandalkan untuk secara otomatis menyejahterakan rakyat. dan menjaga kepentingan negara dan rakyat dari eksploitasi pasar yang tidak terbatas.kebijakan ekonomi yang berpihak nyata pada kelompok masyarakat yang paling lemah. Kehidupan mereka masih sangat rentan terhadap gejolak harga. Manusia seperti ini akan menjadi modal bangsa yang kuat. Suatu proses pertumbuhan ekonomi yang mengikutsertakan semua lapisan masyarakat (shared growth) hanya tercapai bila keberpihakan dalam alokasi anggaran belanja pemerintah secara sungguh-sungguh. Akses disini tidak hanya mencakup ketersediaan pasokan yang berkualitas sesuai dengan lokasi kebutuhan. namun juga karena pertimbangan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang produktif. bisa dijamin. Kita harus menunjukkan proses perjalanan sejarah bangsa ini dalam I . cerdas. Bahkan mekanisme pasar yang liberal tanpa batas. Namun itu semua belumlah cukup. Perlindungan sosial. terdidik. bersih dan efisien sangat penting dalam melindungi kelompok masyarakat yang rentan. tetapi juga keterjangkauan harganya. dan keamanan pasokan sepanjang waktu. Reformasi birokrasi dan peranan pemerintah yang efektif dan bebas dari konflik kepentingan menjadi suatu keharusan dalam menjaga kepentingan nasional dan masyarakat. konsisten dan adil. Kemiskinan terjadi bukan sekedar karena belum terpenuhinya kebutuhan pokok. regional maupun global. akan tetapi kemiskinan terjadi karena tidak adanya hak dan akses untuk memenuhi kebutuhan pokok. Persoalan kemiskinan adalah persoalan yang harus dihadapi secara lebih substantif dan mendasar. terampil. utamanya harga pangan. Kebijakan ekonomi harus dengan pendekatan yang menyeluruh dan seimbang. telah membuahkan krisis keuangan global yang dahsyat dan dapat menyengsarakan masyarakat dunia. Perbaikan kualitas sumber daya manusia dalam lima tahun ini telah membuahkan hasil.

dan jender. Sebagai negara hukum yang demokratis. Oleh karena itu. Perbaikan dalam kesejahteraan rakyat hanya dimungkinkan bila proses checks and balances berjalan dengan baik.21 . untuk menjamin bahwa kebijakan yang diambil memang bermanfaat dan ditujukan sebesar-besarnya untuk mencapai kemakmuran rakyat. Disini perlu dilakukan upaya penguatan pilar-pilar demokrasi yang dapat sepenuhnya menjamin proses checks and balances agar hak-hak rakyat dapat dijaga. partisipatif dan terbuka. yang telah dinyatakan dalam semboyan Bhineka Tunggal Eka. tersebut harus terus dijaga dan dijadikan modal dasar kultural yang membuat Indonesia menjadi khas dibandingkan negaranegara lain di dunia. I . Amanat konstitusi mewajibkan kepada negara untuk melindungi segenap warga negara tanpa membedakan paham. harus diakui bahwa demokrasi yang ada masih bersifat demokrasi prosedural dan belum sampai pada tingkat demokrasi yang substansial. melalui proses pemilihan umum baik di tingkat nasional maupun lokal. Konsolidasi demokrasi telah berhasil dilaksanakan dengan baik. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuannya. Salah satu elemen penting di dalam demokrasi adalah aspek kesetaraan. dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. diperlukan sebuah sistem pemerintahan yang demokratis. Ke depan. Kebebasan berpendapat harus makin dijamin. Demokrasi Indonesia adalah sebuah sejarah keberagaman. golongan. Bahkan keberagaman. Untuk menjamin berlangsungnya proses perbaikan itu. Sejarah perjalanan bangsa mengajarkan bahwa demokrasi di Indonesia tidak bisa diletakkan dalam kerangka monolitik. Walaupun perbaikan terhadap iklim demokrasi telah dilakukan. mutlak harus diwujudkan.sebuah kontinuitas proses yang konsisten. Di dalam konstitusi. dengan tegas dinyatakan prinsip-prinsip pengawasan antarkekuasaan secara timbal balik dan berimbang. asalusul. maka supremasi hukum. oleh karenanya berbagai masalah prosedural kerap menjadi pusat perhatian. Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. dan pilar-pilar demokrasi harus makin ditegakkan. Karena itu demokrasi kita menjamin keberagaman ini. upaya konsolidasi demokrasi harus tetap dilanjutkan. berbagai usaha harus dilakukan untuk membawa demokrasi prosedural ini menjadi demokrasi substansial. pemerintahan yang bertanggung jawab. Kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat terus menerus diuji melalui proses ini. Sebuah sistem yang memberikan jaminan akses kepada setiap rakyatnya untuk memenuhi kebutuhannya. Konstitusi juga secara tegas memuat sejumlah pasal yang berisi pengakuan terhadap hak asasi manusia. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

yang disebabkan rusaknya lembaga-lembaga keuangan dunia yang pada akhirnya akan mempengaruhi secara negatif kegiatan ekonomi riel dan perdagangan dunia. maka kerangka Visi Indonesia 2014 adalah : TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA. Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata. melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing. sumber daya manusia dan budaya bangsa. Terwujudnya masyarakat. Keadilan. yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif. Pada akhirnya tingkat kesejahteraan masyarakat dunia akan mengalami penurunan. serta menjaga kesatuan dan keamanan negara.22 . DAN BERKEADILAN dengan penjelasan sebagai berikut: Kesejahteraan Rakyat. pada hakekatnya adalah salah satu modal dasar yang harus dilanjutkan untuk meraih capaian dan prestasi pembangunan yang lebih baik lagi. peningkatan kualitas demokrasi. kekayaan sumber daya alam. yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. di lima tahun yang akan datang (2009-2014). Dalam menjalankan misinya.Memperhatikan uraian di atas dan mencermati tantangan kedepan. Indonesia tidak dapat terlepas dari pengaruh kondisi regional dan pengaruh global.1. bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia. Capaian dan prestasi pembangunan di periode 2004-2009 itu. DEMOKRATIS. telah mempengaruhi kondisi dunia. dan target penurunan kemiskinan I . Demokrasi.2 Misi Pembangunan Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan yang telah menuai beragam hasil yang prestisius pada periode 2004-2009. tentu harus terus dipelihara dan ditumbuh-kembangkan. Misi Pembangunan Indonesia 2009-2014 merupakan bagian awal dari proses menuju cita-cita tersebut. bangsa dan negara yang demokratis. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. berbudaya. penerapan tata kelola pemerintahan yang baik. membangun keadilan. Pada periode 2009-2014. kita harus terus berupaya keras untuk mencapai perbaikan di bidang kesejahteraan rakyat. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat. 3. Seluruh ekonomi dunia mengalami kontraksi ekonomi pada tahun 2009. Krisis dan gejolak harga pangan dan energi serta krisis ekonomi global yang terjadi sejak awal 2008 hingga saat ini.

dimana stabilitas sektor keuangan dunia sudah pulih. warisan luhur budaya yang kuat dan sumber daya manusia yang besar yang menerima pendidikan makin baik dari waktu ke waktu. adalah makin mengemukanya strategi pembangunan ekonomi yang harus menempatkan kesadaran akan daya dukung lingkungan alam pada prioritas yang tinggi. Bangsa Indonesia saat ini menjadi model transisi demokrasi dunia – yang sebelumnya diragukan keberhasilannya akibat kompleksitas dan heterogenitasnya. selain juga melalui proses politik di masing-masing negara yang tidak mudah. Sementara itu munculnya kesadaran kolektif global mengenai masalah perubahan iklim (climate change) juga akan mempengaruhi strategi pembangunan di semua negara. Dalam lima belas tahun mendatang.8% pada periode 2010-2014. Bila hal tersebut tidak dilakukan.23 . maka rangkaian bencana alam akibat ulah manusia dan dampak industrialisasi akan makin sering terjadi dan dapat membahayakan umat manusia sendiri. namun pemulihan ekonomi global masih akan memerlukan proses yang cukup panjang. serta harga komoditas pangan dan energi menyesuaikan secara bertahap dan tidak mengalami gejolak tajam. dan mencegah proteksionisme dengan terus menjaga arus perdagangan antara negara membutuhkan koordinasi yang rumit antar negara. Upaya Indonesia untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat pada periode 2010-2014 masih akan dibayangi oleh kondisi krisis ekonomi global dan agenda perubahan iklim (climate change) tersebut. memperbaiki regulasi dan pengawasan sektor keuangan. Kita juga telah menjalankan I . yang berarti menjadi tantangan dan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan investasi sumber daya manusia yang bermutu dan berkesinambungan untuk menciptakan bangsa yang memiliki daya saing yang makin tinggi. baik yang sudah maju maupun yang sedang berkembang memiliki tanggung jawab yang sama. Hal ini disebabkan perbaikan kembali sektor keuangan termasuk menyelesaikan toxic asset (yang merusak neraca keuangan bank) dan rekapitalisasinya.global pada 2015 seperti yang tertuang Development Goals (MDG) juga akan terhambat.3%-6. dengan asumsi perekonomian global tidak akan mengalami pemburukan dalam periode 2010. melakukan program counter cyclical melalui stimulus fiskal. antara lain. yang telah dilakukan oleh forum G-20. Indonesia memiliki potensi geografi yang strategis yang ditopang oleh sumber daya alam yang memadai. Wujud dari makin maraknya kesadaran kolektif global atas dampak dari fenomena perubahan iklim. dalam Millenium Meski pada tingkat pimpinan dunia terdapat inisiatif untuk mengatasi krisis global. Setiap negara. komposisi penduduk usia produktif masih akan meningkat. Indonesia memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi rata-rata 6. meskipun dengan peran serta cara yang berbedabeda dalam mengatasi masalah perubahan iklim global.

membangun dan mempertahankan ketahanan pangan (food security) dan ketahanan energi (energy security) secara berkelanjutan I . Dengan demikian. memiliki rasa empati kepada rakyat dan keteladanan dalam kehidupan. Misi pembangunan 2010-2014 adalah rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014 yaitu terwujudnya Indonesia Sejahtera. dan dapat dipercaya melalui proses reformasi yang konsisten dan sungguh-sungguh. Usaha-usaha Perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2010 sebagai berikut.proses desentralisasi sistem pemerintahan yang dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. amanah (trusted) dan tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya.24 . telah menyebabkan banyak rakyat merasa terancam kesejahteraanya karena meningkatnya harga pangan dan energi. dan konstruktif. Demokrasi dan desentralisasi adalah suatu kombinasi yang kompatibel dan dapat menjadi kekuatan yang dahsyat dalam tatanan ekonomi dan politik global. namun tidak dapat terlepas dari kondisi dan tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya. bersih. Pemerintahan yang demikian memerlukan pemimpin yang mampu memberikan contoh nyata dalam bentuk kehidupan yang bersih. Demokratis dan Berkeadilan. Ancaman krisis energi dan pangan yang terjadi pada periode 2005-2008 dimana harga-harga komoditas pangan dan energi mengalami gejolak naik dan turun secara amat tajam dan dalam kurun waktu yang sangat cepat. Untuk mewujudkannya. Misi pemerintah dalam periode 2009-2014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. inovatif. Pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera mengandung pengertian yang dalam dan luas. meskipun pemerintah telah berupaya melindungi masyarakat melalui kebijakan subsidi pangan dan energi yang sangat besar. Misi 1: Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa Indonesia yang sejahtera merupakan tujuan akhir dari pembentukan negara Indonesia. Pemimpin yang secara tekun dan konsisten terus membangun lembaga pemerintahan yang kompeten. Kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur secara material tetapi juga secara rohani yang memungkinkan rakyat Indonesia menjadi manusia yang utuh dalam mengejar cita-cita ideal. baik dari luar maupun dari dalam. dan berpartisipasi dalam proses pembangunan secara kreatif. taat hukum dan konstitusi. aman dan damai dan meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. diperlukan pemerintahan yang cakap (capable). mencakup keadaan yang mencukupi dan memiliki kemampuan bertahan dalam mengatasi gejolak yang terjadi.

Situasi ini mengharuskan Indonesia untuk mampu mengantisipasi dan harus tercermin dalam penetapan misi dan arah kebijakan pembangunan Indonesia. Kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi terus diperbaiki.merupakan salah satu elemen kesejahteraan rakyat Indonesia. adil dan berkelanjutan. pengelolaan daerah aliran sungai. Krisis keuangan global yang menghancurkan sendi-sendi perekonomian global. dan keberlanjutan. untuk menjaga aspek keadilan dan kepentingan masyarakat luas. Kita tidak bisa sekedar menciptakan I . terjadinya gejolak harga pangan dan energi di seluruh dunia. akuntabilitas. Untuk itu model pembangunan ekonomi yang tidak memberikan ruang dan peran yang penting serta proporsional bagi munculnya negara-negara berkembang (emerging countries) tidak dapat terus dipertahankan. serta kesiapan yang terus ditingkatkan dalam mengelola dampak krisis keuangan global saat ini. penting dalam misi mencapai Sesuai dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata maka pembangunan ekonomi Indonesia harus mengarusutamakan masalah lingkungan didalam strateginya melalui kebijakan adaptasi dan mitigasi. Koreksi terhadap kebebasan pasar yang tanpa batas. Di dalam negeri. melalui kebijakan antara lain: penghutanan kembali. merata. kepatutan. harus dilakukan. Keberhasilan bangsa Indonesia dalam menghadapi dan mengatasi krisis ekonomi dan transisi demokrasi yang sangat rumit dalam satu dasawarsa ini. pluralisme.25 . Keberhasilan ini juga menandai bangkitnya Indonesia kembali dalam kancah internasional dengan kewibawaan dan respek dunia yang muncul karena kebangkitan Indonesia dibangun atas dasar prinsip-prinsip universal yang mulia yaitu azas tata kelola yang baik dan bersih (good governance and clean government). penghormatan kepada Hak Azasi Manusia. akan menyebabkan tuntutan dan reaksi akan perubahan dasar dalam tatanan ekonomi dunia. Tatanan ekonomi global yang baru harus mengedepankan aspek kemakmuran masyarakat dunia secara bersama. transparansi dan keterbukaan. Hal ini untuk menjamin agar Indonesia dapat terus mencapai cita-cita kemandirian dan kemajuan dalam kemakmuran rakyatnya. demokrasi. serta dalam menetapkan langkah dan peran strategis Indonesia di dunia Internasional. tanpa disertai regulasi dan pengawasan yang cukup. serta berpartisipasi dalam tanggung jawab memelihara keseimbangan lingkungan alam dan keamanan dunia. dengan mengesampingkan azas kehati-hatian. serta makin pentingnya issue perubahan iklim global dalam beberapa tahun ini. tuntutan perbaikan kesejahteraan telah memasuki tahapan baru. Pasar harus dilindungi dari tindakan dan keputusan pelaku pasar yang sembrono dan tamak yang hanya didasarkan perhitungan keuntungan bisnis dan pribadi dalam jangka pendek. akan menjamin terpeliharanya momentum perbaikan kesejahteraan rakyat. dan pengembangan energi dan transportasi yang ramah lingkungan.

Penyempurnaan struktur politik. seluruh kepala daerah di Indonesia telah dipilih langsung oleh rakyat. penataan proses politik yang dititikberatkan pada pengalokasian/representasi kekuasaan diwujudkan dengan meningkatkan secara terus menerus kualitas proses dan mekanisme seleksi publik yang lebih terbuka bagi para pejabat politik dan publik serta mewujudkan komitmen politik yang tegas terhadap pentingnya kebebasan media massa serta keleluasaan berserikat. Lapangan kerja yang tercipta harus mampu memberikan nilai tambah yang tinggi baik secara ekonomi maupun harkat hidup manusia (decent jobs). Pembangunan infrastruktur perkotaan jauh lebih mahal dan kompleks dibandingkan di daerah perdesaan. maupun Walikota. telah dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Sampai tahun 2008. berkumpul. dan berpendapat setiap warganegara berdasarkan aspirasi politiknya masing-masing. Misalnya pembangunan yang mendorong terciptanya urbanisasi baik akibat kemajuan maupun akibat perpindahan penduduk dari desa ke kota. baik Gubernur. nilai-nilai I .26 . memberikan pula tugas tambahan bagi pemerintah dalam melayani rakyatnya. Karakteristik masyarakat perkotaan yang lebih heterogen. Misi 2: Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi Indonesia telah tumbuh sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Seiring dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. maka proses demokrasi di berbagai daerah yang ditandai dengan pemilihan kepala daerah. menunjukkan proses demokrasi yang makin matang dan makin dewasa. juga harus dititik beratkan pada peningkatan kinerja lembaga-lembaga penyelenggara negara dalam menjalankan kewenangan dan fungsifungsi yang diberikan oleh konstitusi dan peraturan perundangan. Di era reformasi dan demokratisasi saat ini.lapangan kerja. dan terus menjaga keadilan. Kemajuan ekonomi. Rakyat berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. memerlukan fasilitas publik yang makin beragam pula. Bupati. dan ini hanya dapat diciptakan bila ekonomi tumbuh secara cukup tinggi. Urbanisasi disamping merefleksikan kemajuan. sehat. terutama penghormatan nilai-nilai HAM. dan dibangun di atas prinsip tata kelola yang baik. juga telah mendorong perubahan struktural dalam banyak elemen bangsa Indonesia. efisisen. Meskipun dalam proses pematangan demokrasi itu. Pengembangan budaya politik yang dititikberatkan pada penanaman nilai-nilai demokratis perlu terus diupayakan melalui penciptaan kesadaran budaya dan penanaman nilai-nilai politik demokratis. Demokrasi telah berjalan pada arah yang benar. masih diperlukan penyempurnaan struktur politik yang dititikberatkan pada proses pelembagaan demokrasi dengan menata hubungan antara kelembagaan politik dan kelembagaan pertahanan keamanan dalam kehidupan bernegara. Proses demokrasi yang berjalan dalam lima tahun terakhir ini.

sehingga stabilitas yang dinamis dan menampung berbagai perbedaan aspirasi. aturan main dan etika yang harus sama-sama kita junjung tinggi. antarpemerintah. I . memperkuat kualitas desentralisasi dan otonomi daerah. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh. Penguatan pilar-pilar demokrasi yang sehat. dunia usaha. terus kita bangun menuju demokrasi yang lebih matang dan dewasa. tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industri dan distribusi. sinkronisasi. Upaya itu dapat dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah. serta sikap kritis berbagai pihak terhadap Pemerintah. anti kekerasan. mandiri dan adil. melalui berbagai wacana dan media serta upaya mewujudkan berbagai wacana dialog bagi peningkatan kesadaran mengenai pentingnya memelihara persatuan bangsa. mewujudkan masyarakat yang demokratis dengan tetap berlandaskan pada aturan hukum perlu terus kita bangun melalui pemantapan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh. termasuk jaminan pelayanan publik dan keperintisan. serta mendorong terwujudnya koordinasi. menjamin pengembangan media dan kebebasan media dalam mengkomunikasikan kepentingan masyarakat. konsekuen. dan memihak pada rakyat kecil. selain dengan pemberdayaan masyarakat secara langsung melalui skema pemberian dana alokasi khusus. keterpaduan dan kerja sama antarsektor. mengurangi gangguan keamanan. memperkuat peran masyarakat sipil. serta menghapuskan potensi konflik sosial untuk tercapainya Indonesia yang maju. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan dengan mengedepankan rasa keadilan dan pemerataan. Karena itulah. semua itu harus tetap berada dalam bingkai konstitusi.27 .persamaan. Perbedaan dan benturan kepentingan. dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah. tidak diskriminatif. serta dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa di berbagai wilayah Indonesia akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. tetap dapat kita jaga bersama. merupakan realitas kehidupan demokrasi dan merupakan hak politik yang harus dihormati. perlu didorong sehingga dapat melahirkan rasa keadilan bagi masyarakat di berbagai daerah dengan mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrasi. Yang penting. serta nilai-nilai toleransi. dan melakukan pembenahan struktur hukum dan meningkatkan budaya hukum serta menegakkan hukum secara adil. Misi 3: Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang Pembangunan yang adil dan merata.

selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan. Di sisi lain. serta intervensi harga dan kebijakan perdagangan yang berpihak ke produk pertanian. Pendekatan pembangunan yang perlu dilakukan. memenuhi kebutuhan pelayanan dasar perkotaan sesuai dengan tipologi kota masing-masing. terutama di luar Pulau Jawa. Oleh karena itu. juga perlu ditunjukkan dengan pembangunan yang merata di semua bidang. terutama bagi kawasan yang berbasiskan pertanian dan kelautan. pembangunan perdesaan harus terus kita dorong melalui pengembangan agroindustri padat pekerja. di kota-kota menengah dan kecil. menengah. besar. dan kecil yang diseimbangkan pertumbuhannya baik dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional.Wilayah-wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar perlu dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. dan teknologi. pengembangan jaringan infrastruktur penunjang kegiatan produksi di kawasan perdesaan dan kota-kota kecil terdekat dalam upaya menciptakan keterkaitan fisik. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. termasuk peluang usaha. terutama terhadap harga dan upah. peningkatan akses informasi dan pemasaran. dengan cara menciptakan kesempatan kerja. lembaga keuangan.28 . pengembangan social capital dan human capital yang belum tergali potensinya sehingga kawasan perdesaan tidak sematamata mengandalkan sumber daya alam saja. peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. keadilan. sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. antara lain. kesempatan kerja. perlu terus ditingkatkan. Keadilan dalam pemerataan pembangunan. diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali. Karena itulah. I . percepatan pembangunan kota-kota kecil dan menengah yang telah berjalan selama ini. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulau-pulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian . perlu dilakukan peningkatan keterkaitan kegiatan ekonomi sejak tahap awal. maupun pembangunan di berbagai bidang yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. terutama di luar Pulau Jawa. baik pembangunan antara kota-kota metropolitan. sosial dan ekonomi yang saling komplementer dan saling menguntungkan. dan pemerataan. Keadilan dalam pembangunan. Pendekatan pembangunan yang dilakukan.

Untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. di dunia usaha dan organisasi sosial. keterlibatan aktif dan bahkan kepemimpinan kaum perempuan di luar pemerintahan. pendanaan. yaitu: Agenda I : Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Agenda II : Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Agenda III : Penegakan Pilar Demokrasi. Pembangunan kesejahteraan sosial dalam rangka memberikan perlindungan pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung disempurnakan melalui penguatan lembaga jaminan sosial yang didukung oleh peraturanperaturan perundangan.1. termasuk masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. tertinggal. serta sistem nomor induk kependudukan (NIK) tunggal. harus terus kita perluas di seluruh pelosok tanah air. I . Untuk mewujudkan peningkatan peran kaum perempuan dalam pembangunan. maka peran kaum perempuan di sektor publik harus terus kita tingkatkan.29 . Agenda IV : Penegakkan Hukum Dan Pemberantasan Korupsi. kita juga harus terus memperluas ruang untuk meningkatnya peran. 3. antara lain. Kita juga harus terus meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak.Dalam rangka pembangunan berkeadilan. harus kita tingkatkkan. dan wilayah bencana.3 Agenda Pembangunan Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 20092014. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Capaian pembangunan di tahun 2004-2009 yang berhasil mencapai peningkatan peran kaum perempuan sebesar 125 persen di banding sebelumnya. Keberadaan berbagai fasilitas yang telah kita bangun di periode 2004-2009. dan Ruang Pelayanan Khusus di sejumlah provinsi dan kabupaten/ kota. Tentu saja. Wujud akhir dari perbaikan kesejahteraan akan tercermin dari peningkatan pendapatan. Pemberian jaminan sosial dilaksanakan dengan mempertimbangkan budaya dan kelembagaan yang sudah berakar di masyarakat. kita harus terus melanjutkan peningkatan akses dan partisipasi perempuan dalam pembangunan. ditetapkan lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2009-2014. pembangunan kesejahteraan sosial juga dilakukan dengan memberi perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Agenda V : Pembangunan Yang Inklusif Dan Berkeadilan Agenda I: Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Agenda peningkatan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas dari pemerintah mendatang. Pusat Krisis Terpadu.

dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar. dan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). termasuk peningkatan program di bidang pendidikan. Perbaikan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui sejumlah program aksi untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja. Pemerintahan 2009-2014 tetap konsisten untuk melanjutkan berbagai program perbaikan kesejahteraan rakyat yang sudah berjalan dengan memberikan penekanan lebih lanjut dalam membuat kebijakan yang lebih efektif dan terarah dalam bentuk pengarusutamaan anggaran dan kebijakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang telah dicapai seperti penurunan kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran serta tercapainya sasaran dalam Millineum Development Goals. sumber daya pengetahuan (knowledge based) dan sumber daya yang berasal dari warisan tradisi budaya bangsa (culture based). Program Pemerintah 2004-2009 telah meletakkan fondasi dalam bidang perbaikan kesejahteraan rakyat. Program peningkatan kesejahteraan dilakukan melalui mendorong sektor riil dan pemihakan kepada usaha kecil menengah dan koperasi serta terus menjaga stabilitas ekonomi makro. Fondasi kebijakan perbaikan kesejahteraan rakyat juga dapat dilihat dari kebijakan dan program-program yang sudah berjalan baik. Pengarusutamaan ini tidak hanya terbatas antar sektor tetapi juga antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mendukung terciptanya penyelenggaraan program pembangunan ekonomi yang makin berkualitas. serta makin memacu terciptanya kreatifitas dan inovasi. Upayaupaya menggerakkan sektor riil telah dan akan terus dilakukan I . seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.30 . Penyelenggaraan program peningkatan kesejahteraan rakyat akan dilaksanakan seiring dengan upaya peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.penurunan tingkat pengangguran dan perbaikan kualitas hidup rakyat. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pengarusutamaan harus juga mencakup kebijakan agar tujuan dapat tercapai dengan sumber daya yang minimal. ekonomi kreatif ---creative economy---. yaitu pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada peningkatan produktivitas dan daya saing. Dengan cara itu. antara lain. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi diarahkan untuk tercapainya peningkatan kapasitas dan kemampuan bangsa dalam memadukan sumber daya alam (resource based). kesehatan. yang dapat memberikan peran konstruktif untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. maka akan diperoleh ranah pembangunan ekonomi produktif yang makin luas. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan mempercepat tercapainya tataran pembangunan ekonomi yang makin mandiri.

Cakupan perbaikan dalam tatakelola pemerintahan bukan hanya terbatas pada sektor pemerintahan tetapi juga meliputi sektor swasta termasuk pengelolaan BUMN. baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Perbaikan Tatakelola Pemerintahan Perbaikan tatakelola pemerintahan yang baik menjadi isu yang penting dalam konteks nasional dan internasional. juga tidak terlepas dari masalah ini. pemerintah mendatang akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk mengubah statusnya menjadi perusahaan publik. perbaikan pelayanan publik dan pengurangan ekonomi biaya tinggi. telah berada dalam arah yang benar. Untuk mendorong perbaikan tatakelola swasta. Hal ini memberikan indikasi bahwa upaya keras pemerintah dalam memperbaiki tatakelola pemerintahan selama lima tahun terakhir. Hal ini juga penting untuk I . Meskipun demikian capaian selama periode sebelumnya masih belum memadai. Karenanya.31 . Perlu upaya yang lebih keras dan sistematis untuk memperbaiki praktik tatakelola pemerintahan ini. negara-negara yang tergabung dalam G-20 sepakat untuk menempatkan perbaikan tatakelola pemerintahan menjadi salah satu agenda perbaikan untuk mencegah krisis berulang. efisien dan bebas dari konflik kepentingan. Di sisi lain. termasuk perubahan sistem renumerasi. Pilot project ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif khususnya dalam perbaikan pelayanan publik dan penanggulangan korupsi. Perubahan ini akan mendorong keterbukaan dan akuntabilitas publik dari sektor korporasi di Indonesia. Krisis ekonomi yang lalu tidak terlepas dari buruknya tatakelola pemerintahan. Pembangunan birokrasi yang kuat merupakan elemen penting untuk menjaga agar kelangsungan pembangunan berkelanjutan. Langkah-langkah yang disebutkan di atas. Krisis keuangan global. akan dipercepat dengan menggelindingkan lebih banyak program percepatan aksi reformasi sistem birokrasi yang dikombinasikan dengan sejumlah program aksi lainnya seperti reformasi bidang hukum. Indeks persepsi korupsi terus membaik secara signifikan. Elemen reformasi di enam kementerian dan lembaga itu menjadi sangat luas dan intensif. Wujud dari perbaikan tatakelola pemerintahan ini antara lain dapat dilihat dari penurunan tingkat korupsi. Kebijakan tersebut dapat membuahkan hasil apabila didukung oleh birokrasi yang efektif. Sedangkan pelaksanaan kebijakan ekonomi makro (fiskal dan moneter) dilakukan dengan selaras dengan tujuan mengelola ekonomi secara sehat dan berkelanjutan. Agenda II. Dalam periode 2004-2009 telah dilakukan pilot project di enam kementerian dan lembaga yang penting untuk menerapkan anggaran berbasis kinerja.melalui berbagai intervensi pemerintah yang konstruktif dan terukur.

tidak boleh terulang kesalahan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang membawa persoalan baik didalam pemilihan umum legislatif maupun pemilihan kepala negara dan kepala daerah. Oleh karena itu agenda penegakan pilar demokrasi merupakan agenda yang tetap penting dalam periode 2010-2014.mencegah kolusi. jaminan akan keberagaman yang tercermin dengan adanya perlindungan terhadap segenap warga negara tanpa membedakan paham. golongan maupun jender. Agenda III. dan mengutamakan supremasi hukum. Walau perbaikan telah dilakukan. Penegakan Hukum Sistem yang demokratis juga harus disertai dengan tegaknya ”rule of law”. di dalam konsolidasi demokrasi telah berhasil dilakukan pemilihan umum baik ditingkat nasional maupun lokal. salah satu persoalan yang dianggap kerap I . Terkait dengan kepastian usaha. menghormati hak asasi manusia. Kepastian hukum akan memberikan rasa aman. Wujud dari penegakan hukum adalah munculnya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia. Ke depan. asal-usul. Selain itu. Penegakan Pilar Demokrasi Transisi dari kehidupan demokrasi masa lalu dengan segala keberhasilan dan kegagalannya menuju Indonesia masa depan yang lebih sejahtera. nepotisme serta konflik kepentingan yang dapat menganggu roda perekonomian. Selama ini.masih bersifat demokrasi prosedural dan belum sampai pada tingkat demokrasi yang substansial. terjaminnya kebebasan berpendapat. Namun. Didalam proses pemilihan umum misalnya. kebebasan pers. konsolidasi demokrasi telah dilakukan dengan menjamin kebebasan berpendapat. Lembaga-lembaga demokrasi terus diperkuat dengan cara memberikan contoh dan menegakkan nilai-nilai demokrasi misalnya dengan menjaga kebebasan berpendapat. baru setelah itu melangkah menuju demokrasi substansial Agenda IV. Demokrasi harus terus dijaga agar berada pada arah yang benar. Karena itu agenda penegakan hukum masih merupakan agenda yang penting dalam periode 2010-2014. harus diakui bahwa demokrasi yang terbangun --seperti banyak kritik yang diungkapkan-. rasa keadilan dan kepastian berusaha bagi masyarakat.32 . dan adil menuntut penegakan pilar-pilar demokrasi yang lebih konsisten. Demokrasi yang egaliter. adanya checks and balances. demokratis. berbagai usaha perbaikan harus dilakukan. serta terus menjaga berjalannya proses checks and balances. Wujud dari Indonesia yang demokratis adalah penghargaan terhadap hak asasi manusia. sebelum bisa beranjak kepada demokrasi substansial harus diselesaikan terlebih dahulu semua masalah prosedural.

struktur hukum. pemerataan antar jender dalam politik. berbagai kasus telah ditindaklanjuti tanpa pandang bulu. pengusaha. baik pemerintah. keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk perbaikan. atau terjadinya proses afirmasi terhadap kelompok yang tertinggal. peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang hukum.33 . dan juga penegakan aturan hukum. Karenanya penegakan hukum akan membawa dampak yang positif bagi perbaikan iklim investasi yang pada gilirannya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia Agenda dalam bidang hukum juga mencakup proses pembuatan undang–undang. proses pengawasan. Untuk masalah yang terkait dengan struktur hukum diupayakan dengan peningkatan independensi dan akuntabilitas kelembagaan hukum. belum mampu mewujudkan hasil yang diinginkan. perwujudan keadilan dapat berupa perbaikan akses semua kelompok terhadap kebebasan berpolitik. Pembangunan yang Inklusif dan Berkeadilan Perbaikan keadilan masih akan menjadi agenda prioritas dalam pemerintahan 2010-2014 mengingat pelaksanaan agenda keadilan di masa lalu. proses penjabarannya. Tumpang tindih dan inkosistensi peraturan perundangan harus diperkecil. benar-benar menegakkan aturan main dan tatanan hukum yang pasti. dan budaya hukum. Semua warga negara sama kedudukannya di muka hukum. Oleh karena itu semua pihak. I . Demikian juga hambatan pelaksanaan implementasi peraturan perundangan harus dihilangkan. proses pembangunan yang tidak adil sedemikian intensif sehingga dampaknya tidak dapat diselesaikan atau diperbaiki dalam satu periode. Penegakan hukum merupakan elemen yang amat penting di dalam pemberantasan korupsi. serta mendorong berlakunya sistem peradilan yang transparan dan terbuka. Selain itu wujud dari agenda hukum adalah menjamin proses peradilan yang bebas. Proses penegakan hukum dalam bidang korupsi dilakukan tanpa tebang pilih. Penyebabnya antara lain di masa lalu. dan penghapusan segala macam bentuk diskriminasi. Dalam bidang sosial-politik. Dengan demikian hukum makin tegak dan pasti. Selama ini. telah dan terus dilakukan pembenahan pada substansi hukum. Agenda V. Perwujudan keadilan bisa diwujudkan dalam berbagai dimensi. Dalam usaha pemberantasan korupsi. orang cacat dan sebagainya.menganggu masuknya investasi ke Indonesia adalah lemahnya kepastian hukum. Akan terus diupayakan perjanjian ekstradisi dengan negara-negara yang berpotensi menjadi tempat pelarian pelaku tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya. dan aparat penegak hukum mulai dari polisi dan jaksa sampai kepada hakim dan pengacara. Hal ini semua akan membantu kita di dalam upaya konsolidasi demokrasi. Dalam bidang ekonomi.

Di samping itu. Dengan pola ini masyarakat akan merasa lebih memiliki dan secara sukarela akan menjalankan sekaligus mendapatkan manfaat dari program-program tersebut. Pemerintah harus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tuntutan yang tidak terbatas dengan membuat pilihan dalam bentuk skala prioritas. pemerintah meningkatkan pengeluaran untuk program anti kemiskinan dengan melakukan realokasi subsidi yang diterima oleh kelompok yang berpenghasilan atas. bagi masyarakat yang berpenghasilan sangat rendah akan diberikan insentif tambahan berupa bantuan tunai bersyarat. untuk mengurangi kesenjangan pendapatan. pemilihan proyek hingga evaluasi. Diharapkan. misalnya PNPM. Masyarakat dilibatkan sejak proses perencanaan. I . Misalnya. sementara kemampuan dan sumber daya pembangunan yang tersedia cenderung terbatas. penguatan dimensi keadilan akan dilakukan untuk setiap kegiatan atau program aksi. pemerintah akan mempertajam sasaran dari semua program pemerintah agar benarbenar menyentuh kelompok yang berpenghasilan rendah. akan bertambah banyak. Di sini pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi komponen yang amat penting.34 . Perluasan cakupan program PNPM meliputi seluruh kecamatan per tahun 2009 akan meningkatkan tingkat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan di tingkat mikro. Proses perencanaan yang bersifat bottom up dan inklusif telah dipraktekkan dalam beberapa program.4Sasaran Pembangunan 2010-2014 Persoalan dan dimensi pembangunan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu berubah dan makin kompleks. Realokasi subsidi BBM kepada program pendidikan. Langkah ini diharapkan dalam jangka pendek akan memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga tersebut (memperbaiki distribusi pendapatan) dan dalam jangka panjang akan dihasilkan generasi baru yang lebih baik tingkat pendidikan dan kesehatannya. 3. Program lain yang akan dilanjutkan untuk memperbaiki distribusi pendapatan adalah program aksi perkuatan usaha mikro. Dalam menentukan pilihan tersebut.1. kesehatan dan PNPM Mandiri pada periode 2005-2008 adalah bukti nyata dari upaya tersebut.Upaya pengurangan kesenjangan pendapatan telah dilakukan oleh pemerintah dalam periode 2004-2009 dengan berbagai kebijakan. Misalnya dalam program pendidikan dan kesehatan. pemerintah harus realistis dan harus menghindari diri dari membuat janji-janji yang sejak semula disadari tidak bisa dipenuhi. kecil dan menengah. Dalam lima tahun ke depan. proses perencanaan bottom-up akan menjalar pada tingkat kabupaten dan propinsi dan seterusnya pada periode berikutnya. Permasalahan dan tuntutan pembangunan yang dihadapi pun.

bisa mempermudah pencapaian atau sebaliknya ia dapat pula menyebabkan sasaran yang ingin dicapai tidak terpenuhi atau hanya terpenuhi sebagian. Sebaliknya bencana alam seperti gelombang panas Elnino seperti yang terjadi sebelum krisis ekonomi tahun 1997 dapat menghambat upaya peningkatan produksi pangan dan berperan terhadap kenaikan tingkat kemiskinan pada saat itu.Pengalaman pemerintah selama periode 2004-2009 menjadi modal utama dalam menyusun agenda dan strategi pembangunan ini. Untuk memenuhi sasaran percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut.35 . Tidak ada yang akan mampu memperkirakan kemungkinan terjadinya faktor eksogen tersebut. kenaikan harga komoditas energi dapat mempunyai dampak positif terhadap pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi mengingat Indonesia masih tergolong sebagai negara produsen dan pengekspor energi neto. Sasaran Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sesuai dengan persoalan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Percepatan laju pertumbuhan ekonomi ini diharapkan mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga di sekitar 5-6 persen pada akhir tahun 2014. sehingga inflasi dapat dikendalikan pada tingkat rendah yang sebanding dengan negara-negara setaraf dengan Indonesia yaitu sekitar 3-5 persen per tahun. Walaupun demikian. I . banyak faktor yang bersifat eksogen (di luar kendali pemerintah) akan mempengaruhi capaian tersebut. Faktor eksogen. pemerintah yang akan datang bertekad untuk melanjutkan proses percepatan pembangunan ekonomi selama lima tahun ke depan. Inflasi yang terkendali memungkinkan nilai tukar dan suku bunga yang kompetitif sehingga mendorong sektor riil bergerak dan berkembang dengan sehat. Upaya keras dan langkah antisipasi yang tepat akan menjadi tekad pemerintah yang akan datang untuk mencapai sasaran yang disebutkan di bawah ini. Sejumlah indikator digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Misalnya. beberapa perubahan eksogen ini dapat dikendalikan. Kombinasi antara percepatan pertumbuhan ekonomi dengan berbagai kebijakan intervensi pemerintah yang terarah diharapkan dapat mempercepat penurunan tingkat kemiskinan absolut menjadi sekitar 8-10 persen pada akhir 2014. pemerintah yang akan datang bertekad untuk melanjutkan kebijakan makroekonomi yang terukur dan bijaksana. Diharapkan dengan pulihnya perekonomian global dalam 1-2 tahun mendatang. capaian tertinggi yang pernah dicapai oleh laju pertumbuhan perekonomian Indonesia sebelum krisis sekitar 7 persen sudah dapat dipenuhi sebelum tahun terakhir masa 2009-2014 ini. Sebagian dapat dimitigasi dan diubah ke arah yang menguntungkan dengan kebijakan yang tepat. Disadari sejak awal.

pelabuhan laut. (b) Meningkatkan penggunaan renewable energy dan berpartispasi aktif dan memanfaatkan berkembangnya perdagangan carbon secara global. Di bidang lingkungan hidup. (c) terpelihara dan terus meningkatnya kemampuan swasembada beras dan komoditas pangan utama lainnya. (a) diversifikasi energi yang menjamin keberlangsungan dan jumlah pasokan energi di seluruh Indonesia dan untuk seluruh penduduk Indonesia dengan tingkat pendapatan yang berbeda-beda. I . meningkatkan bantuan teknis di bidang pengembangan produk. (a) menurunnya jumlah penduduk yang buta huruf. dan (f) meningkatkan daya tawar komoditas Indonesia dan comparative advantage dari sektor pertanian Indonesia di kawasan regional Asia dan Global. Di bidang energi. yang antara lain di tandai oleh. Dalam bidang infrastruktur. Sementara di bidang kesehatan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan antara lain ditandai oleh meningkatnya angka harapan hidup. jalan kereta api. (d) menjaga harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat kelompok pendapatan menengah bawah. Dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah. berupa. irigasi. (a) perbaikan status gizi ibu dan anak pada golongan masyarakat yang rawan pangan. dan (c) Berkembangnya pendidikan kejuruan yang ditandai oleh meningkatnya jumlah tenaga terampil.36 . penghutanan kembali (reforestasi) dan program pengurangan emisi karbon. Selain itu terus dilakukan program reboisasi. membangun ketahanan energi dengan mencapai. meningkatkan dan memajukan usaha kecil menengah dengan menambah akses terhadap modal termasuk perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR). sasaran yang hendak dicapai adalah perbaikan mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam di perkotaan dan pedesaan. meneruskan pembangunan dan pasokan infrastruktur yang ditunjukkan oleh meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai prasarana penunjang pembangunan seperti jalan raya. (b) meningkatnya secara nyata persentase penduduk yang dapat menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun dan pendidikan lanjutan. pelabuhan udara. listrik. terciptanya kemandirian dalam bidang pangan pada akhir tahun 2014 ditandai dengan meningkatnya ketahanan pangan rakyat.Dalam bidang pendidikan. (b) membaiknya akses rumah tangga golongan miskin terhadap pangan. menurunnya tingkat kematian bayi dan kematian ibu melahirkan. Dalam bidang pangan. sasaran pembangunan ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu pendidikan. (c) Meningkatkan efisisensi konsumsi dan penghematan energi baik di lingkungan rumah tangga maupun industri dan sektor transportasi. air bersih dan sanitasi serta pos dan telekomunikasi. (e) menjaga nilai tukar petani agar dapat menikmati kemakmuran. dan (d) Memproduksi energi yang bersih dan ekonomis.

pelaksanaan kebijakan pemihakan untuk memberikan ruang usaha bagi pengusaha kecil dan menengah. pemerintah juga tetap mengembangkan sektor-sektor pembangunan lainnya secara konsisten. dan mampu menyelenggaran amanah dan tugas serta tanggung jawabnya secara baik. I . Dengan demikian. bermutu. dan menjamin seluruh warga negara pemilih dapat melaksanakan hak pemilihannya secara bebas dan bertanggung jawab. sehingga kesejahteraan rakyat dapat tercapai. fungsi checks and balances dapat dilakukan secara santun. sehingga penyelenggaraan negara tidak terhambat oleh mekanisme dan sistem demokrasi. Sasaran di bidang ini juga untuk menjamin setiap lima tahun terselenggara proses pemilu yang memenuhi azas-azas demokrasi yang baik yaitu jujur. dan juga mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta efisisen. terkoordinasi dan terintegrasi. efektif. Selain berbagai bidang yang telah disebutkan diatas. dan efektif. adil. Dengan demikian maka dalam waktu yang tidak terlalu lama Indonesia akan memasuki periode kesejahteraan yang membanggakan kita semua. Sasaran tersebut tercermin dari persepsi masyarakat pencari keadilan untuk merasakan kenyamanan. Sasaran Perkuatan Pembangunan Demokrasi Penegakan pilar demokrasi memiliki sasaran agar dapat terbangun dan makin memantapkan sistem demokrasi di Indonesia yang dapat menghasilkan pemerintahan dan lembaga legistatif yang kredibel.pemasaran. kepastian. Dengan demikian reformasi kepolisian dan kejaksaan. Penegakan Hukum merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dan sangat penting dalam menjaga sistem demokrasi yang berkualitas. beretika. keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum (kepolisian dan kejaksaaan). Sasaran reformasi penegakan hukum adalah tercapainya suasana dan kepastian keadilan melalui penegakan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umum. dan lembaga peradilan harus dilakukan untuk dapat menghasilkan sasaran berupa muncul dan tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum karena mereka dipercaya akan selalu melindungi masyarakat berdasarkan azas keadilan dan kepatuhan pada aturan dan hukum tanpa pembedaan dan diskriminasi. Sasaran Program Penegakan Hukum. dan menjaga fungsi dan keberadaan serta efisiensi pasar tradisional.37 . namun justru akan makin meningkat kualitas hasil dan akuntabilitasnya.

Arah kebijakan umum untuk memperkuat dimensi keadilan di semua bidang termasuk pengurangan kesenjangan pendapatan. maka arah kebijakan umum pemerintah lima tahun ke depan adalah mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa dan negara yang telah dirumuskan sebelumnya. pengurangan tingkat pengangguran yang diwujudkan dengan bertumpu pada program perbaikan kualitas sumber daya manusia. Pemerintahan tidak seharusnya hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. dan keberlanjutan.2. dan kesenjangan jender. Setelah berhasil menyelesaikan program pembangunan dalam lima tahun sebelumnya (2004-2009) dengan capaian-capaian yang prestisius. dan akuntabel. Arah kebijakan umum untuk melanjutkan pembangunan mencapai Indonesia yang sejahtera. adil dan tidak pandang bulu. Secara garis besar. pengakuan dan penerapan hak asasi manusia serta kebebasan yang bertanggung jawab. dengan hasil yang baik dan efisien.3. serta menjaga dan memelihara lingkungan hidup secara berkelanjutan.38 . Keadilan juga `hanya dapat diwujudkan bila sistem hukum berfungsi secara kredibel. maka pemerintah mendatang akan melanjutkan pendekatan pembangunan kelembagaan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan yang telah dirumuskan sebelumnya. Pendekatan yang bersifat kelembagaan ini dimaksudkan sebagai pendekatan yang menyeimbangkan antara pentingnya proses yang berlandaskan pada tatakelola yang baik. adil. 3. bersih. dengan tidak mengindahkan azas-azas kepatutan. keadilan. penghapusan segala macam diskriminasi. 2. Pendekatan ini dipandang akan memberikan hasil yang berkelanjutan karena dibangun di atas fondasi yang lebih kokoh. arah kebijakan umum pembangunan nasional 2010-2014 adalah sebagai berikut: 1. perbaikan infrastruktur dasar.1 Arah Kebijakan Umum Mengacu pada permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia baik dewasa ini maupun dalam lima tahun mendatang. pengurangan kesenjangan pembangunan antar daerah (termasuk desa-kota). Arah kebijakan umum untuk memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan penguatan yang bersifat kelembagaan dan mengarah pada tegaknya ketertiban umum. melewati proses I . bersih. transparan. Indonesia yang sejahtera tercermin dari peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.2 ARAH KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN NASIONAL 3. Demikian pula kebijakan pemberantasan korupsi secara konsisten diperlukan agar tercapai rasa keadilan dan pemerintahan yang bersih. pengurangan kemiskinan.

(5) ketahanan pangan. seperti di bidang keberdayaan UMKM. (3) kesehatan. (2) pendidikan. pengelolaan energi. Sebagian besar sumber daya dan kebijakan akan diprioritaskan untuk menjamin implementasi dari 11 prioritas nasional yaitu: (1) reformasi birokrasi dan tata kelola. padahal UU Otonomi Daerah telah menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tugas dari pemerintah kabupaten/kota. restrukturisasi BUMN. perlu melibatkan lebih aktif peran serta dari pemerintah daerah. pemanfaatan sumber daya kelautan. Prioritas 1: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemantapan tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui terobosan kinerja secara terpadu. (4) penanggulangan kemiskinan. Sebelas Program aksi di bawah ini dipandang mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara di masa mendatang. dan inovasi teknologi. restrukturisasi lembaga pemerintah lainnya. program BOS yang selama ini dilakukan dengan partisipasi yang minimal dari pemerintah daerah. Struktur: Konsolidasi struktural dan peningkatan kapasitas kementerian/lembaga yang menangani aparatur negara yaitu Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN). (6) infrastruktur. dan data kependudukan yang baik. kapasitas pegawai pemerintah yang memadai. dan transparan. Badan Kepegawaian Negara (BKN). substansi inti dari reformasi birokrasi dan tata kelola adalah : 1. Sebagai contoh.2. dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2010. Pembangunan kelembagaan ini tidak hanya membangun mekanisme kelembagaan yang baru tetapi juga mengembalikan kembali aturan lama yang dipandang lebih berkelanjutan ke dalam sistem. hingga I . (10) daerah tertinggal.2Prioritas Nasional Visi dan Misi pemerintah 2009-2014. serta (11) kebudayaan. 3. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditopang oleh efisiensi struktur pemerintah di pusat dan di daerah. (9) lingkungan hidup dan bencana. Oleh karena itu. taat kepada hukum yang berwibawa. dan paska konflik. (7) iklim investasi dan usaha. serta dengan rasa memiliki yang tinggi dan akuntabel. penuh integritas. terluar.39 . akuntabel. terdepan. perlu dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program aksi prioritas sehingga lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya. (8) energi.yang telah disetujui bersama secara demokratis. kretivitas.

Otonomi daerah: Penataan otonomi daerah melalui: 1) Penghentian /pembatasan pemekaran wilayah. penempatan. keluhuran budi pekerti. Regulasi: Percepatan harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundangan di tingkat pusat maupun daerah hingga tercapai keselarasan arah dalam implementasi pembangunan. 2. 2) Peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana perimbangan daerah. dan mutasi PNS secara terpusat selambat-lambatnya 2011. Data Kependudukan: Penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengembangan Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK) dengan aplikasi pertama pada Kartu Tanda Penduduk selambat-lambatnya pada 2011. dan 3) penyempurnaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. terjangkau. 5.40 . dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat. 6. Oleh karena itu.000 peraturan daerah selambat-lambatnya 2011. 4. penurunan harga buku standar di tingkat sekolah dasar dan I . Prioritas 2: Pendidikan Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Sumber daya manusia: Penyempurnaan pengelolaan PNS yang meliputi sistem rekrutmen. Penegakan Hukum: Peningkatan integrasi dan integritas penerapan dan penegakan hukum oleh seluruh lembaga dan aparat hokum 7. diantaranya penyelesaian kajian 12. pendidikan. relevan. Akses pendidikan dasar-menengah: Peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar dari 95% di 2009 menjadi 96% di 2014 dan APM pendidikan setingkat SMP dari 73% menjadi 76% dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan setingkat SMA dari 69% menjadi 85%. dan karakter bangsa yang kuat. kemandirian. Pemantapan/rasionalisasi implementasi BOS. Sinergi antara pusat dan daerah: Penetapan dan penerapan sistem Indikator Kinerja Utama Pelayanan Publik yang selaras antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. substansi inti program aksi bidang pendidikan adalah sebagai berikut: 1. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan dan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja. promosi. 3.pemanfaatan tanah dan penataan ruang bagi kepentingan rakyat banyak selambat-lambatnya 2014.

6.41 . Prioritas 3: Kesehatan Penitikberatan pembangunan bidang kesehatan melalui pendekatan preventif. melalui peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan diantaranya dengan perluasan penyediaan air bersih. Kurikulum: Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional. mendorong aktivasi peran Komite Sekolah untuk menjamin keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses pembelajaran. tidak hanya kuratif. 50% PTS. budi pekerti. watak. dan 7) memastikan tercapainya Standar Nasional Pendidikan (SNP) bagi Pendidikan Agama dan Keagamaan paling lambat tahun 2013. dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match). 2) penerapan sistem evaluasi kinerja profesional tenaga pengajar. Pengelolaan: Pemberdayaan peran Kepala Sekolah sebagai manager sistem pendidikan yang unggul. 3) sertifikasi ISO 9001:2008 di 100% PTN. dan Dewan Pendidikan di tingkat Kabupaten. dan pencapaian keseluruhan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015. 4. daerah. kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia melalui penyesuaian sistem Ujian Akhir Nasional pada 2011 dan penyempurnaan kurikulum sekolah dasar-menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25% sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014. 2.menengah sebesar 30-50% selambat-lambatnya 2012 dan penyediaan sambungan internet ber-content pendidikan ke sekolah tingkat menengah selambat-lambatnya 2012 dan terus diperluas ke tingkat sekolah dasar. namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial. Metodologi: Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test). Akses pendidikan tinggi: Peningkatan APK pendidikan tinggi dari18% di 2009 menjadi 25% di 2014. 3.6 tahun pada 2009 menjadi 72. pengurangan wilayah kumuh sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan angka harapan hidup dari 70. pengelolaan dan layanan sekolah.0 tahun pada 2014. I . 5) mendorong 11 PT masuk Top 500 THES pada 2014. 4) membuka luas kerjasama PTN dengan lembaga pendidikan internasional. 5. melalui: 1) program remediasi kemampuan mengajar guru. Kualitas: Peningkatan kualitas guru. 6) memastikan perbandingan guru:murid di setiap SD & MI sebesar 1:32 dan di setiap SMP & MTs 1:40. 100% SMK sebelum 2014. revitalisasi peran Pengawas Sekolah sebagai entitas quality assurance.

Penurunan tingkat kematian ibu saat melahirkan dari 307 per 100. Sarana kesehatan: Ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan rumah sakit berakreditasi internasional di minimal 5 kota besar di Indonesia dengan target 3 kota pada 2012 dan 5 kota pada 2014. Bantuan Sosial Terpadu: Integrasi program perlindungan sosial berbasis keluarga yang mencakup program Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik yang bersifat insidensial atau kepada kelompok marginal. PNPM Mandiri: Penambahan anggaran PNPM Mandiri dari Rp 10. 2. Program kesehatan masyarakat: Pelaksanaan Program Kesehatan Preventif Terpadu yang meliputi pemberian imunisasi dasar kepada 90% balita pada 2014. dan Parenting Education mulai 2010 dan diperluas menjadi program nasional mulai 2011-2012.42 . serta tingkat kematian bayi dari 34 per 1. 2. pemenuhan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Rp 3 milyar per I . Penyediaan akses sumber air bersih yang menjangkau 67% penduduk dan akses terhadap sanitasi dasar berkualitas yang menjangkau 75% penduduk sebelum 2014. Prioritas 4: Penanggulangan Kemiskinan Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14.500 klinik pemerintah dan swasta selama 2010-2014. Asuransi Kesehatan Nasional: Penerapan Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh keluarga miskin dengan cakupan 100% pada 2011 dan diperluas secara bertahap untuk keluarga Indonesia lainnya antara 2012-2014. program keluarga harapan. jaminan sosial bidang kesehatan.000 kelahiran pada 2008 menjadi 24 pada 2014. pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah. Obat: Pemberlakuan Daftar Obat Esensial Nasional sebagai dasar pengadaan obat di seluruh Indonesia dan pembatasan harga obat generik bermerek pada 2010. 5.000 kelahiran pada 2008 menjadi 118 pada 2014. substansi inti program aksi bidang kesehatan adalah sebagai berikut: 1. 4. substansi inti program aksi penanggulangan kemiskinan adalah sebagai berikut: 1.1 trilyun pada 2010.3 trilyun pada 2009 menjadi Rp 12. bantuan pangan. Oleh karena itu.1% pada 2009 menjadi 8-10% pada 2014 dan perbaikan distribusi perawatan dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga. beasiswa bagi anak keluarga berpendapatan rendah. Program KB: Peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui 23.Oleh karena itu. 3. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

dan terjangkau. 4. Penelitian dan Pengembangan: Peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil peneilitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi. serta sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul yang teruji. Investasi. 2. teknologi dan sarana pasca panen yang sesuai secara tepat waktu. serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. dan integrasi secara selektif PNPM Pendukung. Infrastruktur: Pembangunan dan pemeliharaan sarana transportasi dan angkutan. 5. 3. pupuk. tepat jumlah. Pengembangan Kawasan dan Tata Ruang Pertanian: Penataan regulasi untuk menjamin kepastian hukum atas lahan pertanian. dan industri perdesaan berbasis produk lokal oleh pelaku usaha dan pemerintah. peningkatan pendapatan petani. jaringan listrik. dan penerapan sistem monitoring dan evaluasi yang akurat sebagai dasar keputusan dan alokasi anggaran. Tim Penanggulangan Kemiskinan: Revitalisasi Komite Nasional Penanggulangan Kemiskinan di bawah koordinasi Wakil Presiden. peningkatan daya saing produk pertanian. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3. Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pelaksanaan penyempurnaan mekanisme penyaluran KUR mulai 2010 dan perluasan cakupan KUR mulai 2011. substansi inti program aksi ketahanan pangan adalah sebagai berikut: 1. serta teknologi komunikasi dan sistem informasi nasional yang melayani daerah-daerah sentra produksi pertanian demi peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta kemampuan pemasarannya. penertiban serta optimalisasi penggunaan lahan terlantar. Lahan. penyediaan pembiayaan yang terjangkau. Pembiayaan. I . Oleh karena itu. dan Subsidi: Dorongan untuk investasi pangan. pertanian.7% per tahun dan Indeks Nilai Tukar Petani sebesar 115-120 pada 2014. penggunaan unified database untuk penetapan sasaran program mulai 2009-2010.kecamatan untuk minimal 30% kecamatan termiskin di pedesaan.43 . Pangan dan Gizi: Peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan melalui pola pangan harapan. 3. pengairan. pengembangan areal pertanian baru seluas 2 juta hektar. Prioritas 5: Ketahanan Pangan Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. 4.

Tanah dan tata ruang: Konsolidasi kebijakan penanganan dan pemanfaatan tanah untuk kepentingan umum secara menyeluruh di bawah satu atap dan pengelolaan tata ruang secara terpadu. penyederhanaan prosedur. 2. Nusa Tenggara Barat. 3. Oleh karena itu. 180 Rusunami dan 650 twin block berikut fasilitas pendukung kawasan permukiman yang dapat menampung 836.6.44 . Bandung. perbaikan sistem informasi. Jalan: Penyelesaian pembangunan Lintas Sumatera. dan Papua sepanjang total 19. Perhubungan: Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi antar-moda dan antar-pulau yang terintegrasi sesuai dengan Sistem Transportasi Nasional dan Cetak Biru Transportasi Multimoda dan penurunan tingkat kecelakaan transportasi sehingga pada 2014 lebih kecil dari 50% keadaan saat ini. Transportasi perkotaan: Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta. Jawa. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi.000 Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi.000 keluarga yang kurang mampu pada 2012. 4. Telekomunikasi: Penuntasan pembangunan jaringan serat optik di Indonesia bagian timur sebelum 2013 dan maksimalisasi tersedianya akses komunikasi data dan suara bagi seluruh rakyat. Adaptasi Perubahan Iklim: Pengambilan langkah-langkah kongkrit terkait adaptasi dan antisipasi sistem pangan dan pertanian terhadap perubahan iklim. 7. substansi inti program aksi bidang infrastruktur adalah sebagai berikut: 1.370 km pada 2014. 6. diantaranya Banjir Kanal Timur Jakarta sebelum 2012 dan penanganan secara terpadu Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo sebelum 2013. dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Perumahan rakyat: Pembangunan 685. Surabaya. 5. Prioritas 6: Infrastruktur Pembangunan infrastruktur nasional yang memiliki daya dukung dan daya gerak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum di seluruh bagian negara kepulauan Republik Indonesia dengan mendorong partisipasi masyarakat. I . Kalimantan. Prioritas 7: Iklim Investasi dan Iklim Usaha Peningkatan investasi melalui perbaikan kepastian hukum. Bali. Pengendalian banjir: Penyelesaian pembangunan prasarana pengendalian banjir. termasuk penyelesaian pembangunan angkutan kereta listrik di Jakarta (MRT dan Monorail) selambat-lambatnya 2014. Medan) sesuai dengan Cetak Biru Transportasi Perkotaan.

000 MW per tahun mulai 2010 dengan rasio elektrifikasi yang mencakup 62% pada 2010 dan 80% pada 2014. Kebijakan: Pengambilan kewenangan atas kebijakan energi ke dalam Kantor Presiden untuk memastikan penanganan energi nasional yang terintegrasi sesuai dengan Rencana Induk Energi Nasional. Penyederhanaan prosedur: Penerapan sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPSIE) pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di beberapa kota yang dimulai di Batam. Kapasitas energi: Peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar rata-rata 3. Oleh karena itu. substansi inti program aksi bidang iklim investasi dan iklim usaha adalah sebagai berikut: 1. Prioritas 8: Energi Pencapaian ketahanan energi nasional yang menjamin kelangsungan pertumbuhan nasional melalui restrukturisasi kelembagaan dan optimasi pemanfaatan energi alternatif seluasluasnya.Oleh karena itu. Logistik nasional: Pengembangan dan penetapan Sistem Logistik Nasional yang menjamin kelancaran arus barang dan mengurangi biaya transaksi/ekonomi biaya tinggi. pembatalan perda bermasalah dan pengurangan biaya untuk memulai usaha seperti Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). 2. Sistem informasi: Beroperasinya secara penuh National Single Window (NSW) untuk impor (sebelum Januari 2010) dan ekspor. Percepatan realisasi proses penyelesaian bea cukai di luar pelabuhan dengan implementasi tahap pertama Custom Advanced Trade System (CATS) di dry port Cikarang. substansi inti program aksi bidang energi adalah sebagai berikut: 1. KEK: Pengembangan KEK di 5 lokasi melalui skema PublicPrivate Partnership sebelum 2012. 3. 3. 4. I . 6. Restrukturisasi BUMN: Transformasi dan konsolidasi BUMN bidang energi dimulai dari PLN dan Pertamina yang selesai selambat-lambatnya 2010 dan diikuti oleh BUMN lainnya. dan produksi minyak bumi sebesar lebih dari 1.45 . 5. Kepastian hukum: Reformasi regulasi secara bertahap di tingkat nasional dan daerah sehingga terjadi harmonisasi peraturan perundang-undangan yang tidak menimbulkan ketidakjelasan dan inkonsistensi dalam implementasinya. Kebijakan ketenagakerjaan: Sinkronisasi kebijakan ketenagakerjaan dan iklim usaha dalam rangka penciptaan lapangan kerja. 2.2 juta barrel per hari mulai 2014.

dan Denpasar. 3. Energi alternatif: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan termasuk energi alternatif geothermal sehingga mencapai 2. Surabaya. 2. dan 2) pembentukan tim gerak cepat (unit khusus I . Konversi menuju penggunaan gas: Perluasan program konversi minyak tanah ke gas sehingga mencakup 42 juta Kepala Keluarga pada 2010. Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH). Oleh karena itu. dan nuklir secara bertahap. disertai penguasaan dan pengelolaan risiko bencana untuk mengantisipasi perubahan iklim. dan penekanan laju deforestasi secara sungguh-sungguh diantaranya melalui kerjasama lintas kementerian terkait serta optimalisasi dan efisiensi sumber pendanaan seperti dana Iuran Hak Pemanfaatan Hutan (IHPH). serta Sistem Peringatan Dini Iklim (CEWS) pada 2013. microhydro. penggunaan gas alam sebagai bahan bakar angkutan umum perkotaan di Palembang.4. Hasil ikutan dan turunan minyak bumi/gas: Revitalisasi industri pengolah hasil ikutan/turunan minyak bumi dan gas sebagai bahan baku industri tekstil.46 . substansi inti program aksi bidang lingkungan hidup dan pengelolaan bencana adalah sebagai berikut: 1. pupuk dan industri hilir lainnya. Penanggulangan bencana: Peningkatan kemampuan penanggulangan bencana melalui: 1) penguatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam usaha mitigasi risiko serta penanganan bencana dan bahaya kebakaran hutan di 33 propinsi. dan Dana Reboisasi. peningkatan hasil rehabilitasi seluas 500. 6. Perubahan iklim: Peningkatan keberdayaan pengelolaan lahan gambut. 4. Penghentian kerusakan lingkungan di 11 Daerah Aliran Sungai yang rawan bencana mulai 2010 dan seterusnya. Penurunan jumlah hotspot kebakaran hutan sebesar 20% per tahun dan penurunan tingkat polusi keseluruhan sebesar 50% pada 2014. Sistem Peringatan Dini: Penjaminan berjalannya fungsi Sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS) dan Sistem Peringatan Dini Cuaca (MEWS) mulai 2010 dan seterusnya. Pengendalian Kerusakan Lingkungan: Penurunan beban pencemaran lingkungan melalui pengawasan ketaatan pengendalian pencemaran air limbah dan emisi di 680 kegiatan industri dan jasa pada 2010 dan terus berlanjut.000 ha per tahun. 5. Prioritas 9: Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Konservasi dan pemanfaatan lingkungan hidup mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang keberlanjutan.000 MW pada 2014 dan dimulainya produksi coal bed methane untuk membangkitkan listrik pada 2011 disertai pemanfaatan potensi tenaga surya.000 MW pada 2012 dan 5.

Keutuhan wilayah: Penyelesaian pemetaan wilayah perbatasan RI dengan Malaysia. terdepan. terluar. Papua Nugini. untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual bagi tumbuh-mapannya jati diri dan kemampuan adaptif kompetitif bangsa yang disertai pengembangan inovasi. Daerah tertinggal: Pengentasan daerah tertinggal di sedikitnya 50 kabupaten paling lambat 2014.penanganan bencana) dengan dukungan peralatan dan alat transportasi yang memadai dengan basis di dua lokasi strategis (Jakarta dan Malang) yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Prioritas 10: Daerah Tertinggal. dan ilmu serta apresiasinya. Sarana: Penyediaan sarana yang memadai bagi pengembangan.47 . dan teknologi yang dilandasi oleh keunggulan Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan. dan Inovasi Teknologi Pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya. Prioritas 11: Kebudayaan. I . revitalisasi museum dan perpustakaan di seluruh Indonesia sebelum Oktober 2011. Timor Leste. dan inovasi teknologi adalah sebagai berikut: 1. substansi inti program aksi bidang kebudayaan. 2. dan pasca-konflik selambat-lambatnya dimulai pada 2011. ilmu pengetahuan. Kerjasama internasional: Pembentukan kerjasama dengan negara-negara tetangga dalam rangka pengamanan wilayah dan sumber daya kelautan. karya seni. Kebijakan: Pelaksanaan kebijakan khusus dalam bidang infrastruktur dan pendukung kesejahteraan lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan di daerah tertinggal. Oleh karena itu. 3. Terdepan. Kreativitas. dan Pasca-Konflik Program aksi untuk daerah tertinggal. dan Filipina pada 2010. terluar serta keberlangsungan kehidupan damai di wilayah pasca-konflik dengan substansi inti sebagai berikut: 1. 4. Perawatan: Penetapan dan pembentukan pengelolaan terpadu untuk pengelolaan Cagar Budaya. terluar. terdepan. kreativitas. pendalaman dan pagelaran seni budaya di kota besar dan ibu kota kabupaten selambat-lambatnya Oktober 2012. dan pasca-konflik ditujukan untuk pengutamaan dan penjaminan pertumbuhan di daerah tertinggal. terdepan. 2. Terluar.

hukum. (b) pelaksaan program deradikalisasi untuk menangkal terorisme. (c) peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam 5 tahun. dan (i) pemberdayaan industri strategis pertahanan.48 . (f) pelaksanaan perlindungan saksi dan pelapor. dan keamanan. PRIORITAS LAINNYA Di samping sebelas prioritas nasional tersebut di atas. dan pengembangan penguasaan teknologi dan kreativitas pemuda. Di bidang kesejahteraan rakyat mencakup: (a) pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan lancar paling lambat pada 2010.28/2008 tentang Kebijakan Industri Nasional. (c) peningkatan pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selama proses penyiapan. (e) penguatan dan pemantapan hubungan kelembagaan pencegahan dan pemberantasan korupsi. dan keamanan mencakup: (a) pelaksanaan koordinasi terhadap mekanisme prosedur penanganan terorisme. (b) peningkatan peran dan kemampuan Republik Indonesia dalam diplomasi perdagangan internasional. dan antisipasi perubahan iklim. (d) promosi I . (b) peningkatan kerukunan umat beragama melalui pembentukan dan peningkatan efektivitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). (c) peningkatan peran Republik Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. pangan.3. 5. (g) pengembalian aset (asset recovery). (i) penguatan perlindungan HAM. Inovasi Teknologi: Peningkatan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif yang mencakup pengelolaan sumber daya maritim menuju ketahanan energi. Di bidang politik. dan kepulangan. hukum. Penciptaan: Pengembangan kapasitas nasional untuk pelaksanaan Penelitian. 4. upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Pembangunan Nasional juga melalui pencapaian prioritas nasional lainnya di bidang politik. dan di bidang kesejahteraan rakyat. Di bidang perekonomian mencakup: (a) pelaksanaan pengembangan industri sesuai dengan Peraturan Presiden No. (h) peningkatan kepastian hukum. Kebijakan: Peningkatan perhatian dan kesertaan Pemerintah dalam program-program seni budaya yang diinisiasi oleh masyarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan budaya. pemberangkatan. (d) peningkatan pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. di bidang perekonomian. Penciptaan dan Inovasi dan memudahkan akses dan penggunaannya oleh masyarakat luas. serta (d) peningkatan upaya pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

8. (h) pencapaian posisi papan atas pada South East Asia (SEA) Games pada tahun 2011.4 ARAH DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN Salah satu misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025 adalah terwujudnya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan ditandai oleh tingkat pembangunan yang makin merata ke seluruh wilayah diwujudkan dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.3 ARAH KEBIJAKAN BIDANG-BIDANG PEMBANGUNAN Pembangunan Nasional dilakukan secara menyeluruh. 3. peningkatan perolehan medali di Asian Games tahun 2010 dan Olimpiade tahun 2012. (g) perumusan kebijakan dan pedoman bagi penerapan pengarusutamaan (mainstreaming) Gender dan Anak (PUG & A) oleh Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian lainnya. 6. (f) peningkatan kapasitas pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata lokal untuk mencapai tingkat mutu pelayanan dan hospitality management yang kompetitif di kawasan Asia. 4.10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan yang kreatif dan efektif.49 . pengembangan wilayah laut. serta (j) revitalisasi gerakan pramuka. (e) perbaikan dan peningkatan kualitas jaringan prasarana dan sarana pendukung pariwisata. 3. I . dan pengembangan kawasan. (i) peningkatan character building melalui gerakan. Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragma Ekonomi Ilmu Pengathuan dan Teknologi Sarana dan Prasarana Politik Pertahanan dan Keamanan Hukum dan Aparatur Wilayah dan Tataruang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Arah dan kebijakan masing-masing bidang pembangunan tersebut diuraikan dalam Buku II 3. Perencanaan pembangunan nasional dikelompokkan ke dalam 9 (sembilan) bidang pembangunan yaitu: 1. 5. 2. 9. 7. revitalisasi dan konsolidasi gerakan kepemudaan. termasuk berkurangnya kesenjangan antarwilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Untuk itu arah dan kebijakan pembangunan kewilayahan akan dituangkan dalam arah pengembangan wilayah pulau-pulau besar.

lintas wilayah kabupaten dan kota. serta mengurangi kesenjangan. (4) mempertahankan kawasan lindung sekurang-kurangnya 40% dari luas Pulau Sumatera dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana lingkungan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan asset-asset sosial-ekonominya yang berbentuk prasarana. laut. (5) mengembangkan komoditas unggulan wilayah yang memiliki daya saing tinggi melalui kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah provinsi dalam pengelolaan dan pemasarannya dalam rangka mendorong kemandirian akses ke pasar global dengan mengurangi ketergantungan pada negara-negara tetangga. (6) menghindari konflik pemanfaatan ruang pada kawasan perbatasan lintas wilayah meliputi lintas wilayah provinsi. (1) Pengembangan Wilayah Sumatra Wilayah pulau Sumatera merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional.50 . kawasan tengah. pusat perdagangan dan pariwsata sehingga wilayah Sumatera menjadi salah satu wilayah utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Wilayah Pulau Sumatera memiliki posisi geografis yang relatif strategis di wilayah barat Indonesia dan berhadapan langsung dengan kawasan Asia Timur yang menjadi salah pusat perekonomian dunia dan memiliki hubungan interaksi paling dekat dengan pulau Jawa sebagai pusat perekonomian di Indonesia. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) pengembangaan wilayah Sumatera diarahkan untuk (1) memantapkan interaksi antarkawasan pesisir timur. perikanan. dan kawasan. Sulawesi. (3) mengembangkan akses bagi daerah terisolir dan pulau-pulau kecil di pesisir barat dan timur Sumatera sebagai sentra produksi perikanan. meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Maluku dan Papua dengan tetap mempertahankan momentum pembangunan di Jawa-Bali dan Sumatera.1 Pengembangan Wilayah Pulau-Pulau Besar Kebijakan pengembangan wilayah diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan wilayah Kalimantan. pariwisata. Pembangunan regional Sumatera diarahkan untuk menjadi pusat produksi dan industri pengolahan hasil pertanian tanaman pangan.3. minyak dan gas bumi ke pusat kegiatan industri pengolahan serta pusat pemasaran lintas pulau dan lintas negara. (2) mendorong berfungsinya pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Sumatera. perkebunan. Percepatan pembangunan wilayah ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan transportasi udara lintas Sumatera yang handal. (7) mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh I . pesisir barat Sumatera melalui pengembangan sistem jaringan transportasi darat. lumbung energi nasional.4. Nusa Tenggara. pusat permukiman maupun kawasan budidaya.

khususnya di Pulau Jawa bagian Selatan dan Pulau I . (2) mengendalikan pengembangan kawasan perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang. budaya dan politik. Berbagai isu strategis tersebut akan mempunyai implikasi pada perubahan tatanan sosial. meningkatnya klas menengah yang disertai dengan menguatnya kesadaran tentang hak-hak dasar. (2) mempertahankan dan merehabilitasi kawasan lindung yang semakin terdesak oleh kegiatan budidaya hingga mencapai luasan minimal 30% dari keseluruhan luas Wilayah Pulau Jawa-Bali. Kedua.51 . Pertama. nilai dan gaya hidup yang lebih mengglobal. memperluas dan memperkuat industri dan perdagangan. serta meningkatkan mutu pelayanan jasa dan pariwisata bertaraf internasional sebagai wilayah utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. serta dengan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan sub-regional ASEAN. sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Sesuai RTRWN pengembangan Wilayah Jawa-Bali diarahkan untuk: (1) mempertahankan Pulau Jawa-Bali sebagai lumbung pangan nasional melalui berbagai upaya menetapkan dan mempertahankan kawasan produksi pangan. pergeseran cara pandang. Keempat. sumberdaya. Dumai dan Batam di wilayah Timur dan kota Padang di wilayah Barat sebagai pusat pelayanan primer. tata ruang. dalam 20 tahun ke depan Wilayah Jawa Bali akan menghadapi berbagai isu strategis. dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kaidah pembangunan yang berkelanjutan. perubahan struktur ekonomi yang mengarah pada peningkatan sektor jasa. Asia Pasifik dan kawasan internasional lainnya. ekonomi. kawasan budidaya lainnya. Namun. (8) memantapkan keterkaitan antara kawasan andalan. Kelima. dan Palembang dsk. Wilayah Jawa Bali relatif maju dan berkembang dibanding wilayah lainnya. dan (3) mendorong pengembangan kota Pekanbaru dan Jambi sebagai pusat pelayanan sekunder. Ketiga. Bandar Lampung dan sekitarnya (dsk). menurunnyya daya dukung sumber daya alam dan lingkungan. Pembangunan regional Jawa-Bali diarahkan untuk tetap mempertahankan lumbung pangan nasional.negatif globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. berikut kota-kota pusat-pusat kegiatan didalamnya dengan kawasan-kawasan dan pusat-pusat pertumbuhan antar pulau di wilayah nasional. peningkatan jumlah penduduk perkotaan. (2) Pengembangan Wilayah Jawa-Bali Pengembangan Wilayah Jawa dan Bali sebagai salah satu pulau besar di Indonesia dan pusat kegiatan ekonomi di Indonesia memiliki tantangan yang kompleks. Pusat-pusat pengembangan di Pulau Sumatera yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Lhokseumawe.

Bali bagian Tengah; (3) mempertahankan sumber-sumber air dan merehabilitasi daerah resapan air untuk menjaga ketersedian air sepanjang tahun; (4) mengendalikan pertumbuhan pusat-pusat permukiman perkotaan dan perdesaan yang berpotensi mengganggu kawasan-kawasan yang rawan bencana serta mengancam keberadaan kawasan lindung dan kawasan produksi pangan melalui pengendalian aspek kependudukan dan kegiatan sosial-ekonominya; (5) mengendalikan secara ketat pengembangan industri hingga ambang batas toleransi lingkungan yang aman bagi keberlanjutan pembangunan; (6) mengintegrasikan kegiatan industri ke dalam zona-zona dan kawasan-kawasan industri yang telah ditetapkan; (7) mendorong pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Jawa-Bali; (8) mengembangkan zona-zona pemanfaatan minyak dan gas untuk wilayah perairan laut dan/atau lepas pantai; (9) mempertahankan dan merehabilitasi kawasan cagar budaya. Pusat-pusat pengembangan di Wilayah Jawa-Bali yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mengendalikan pengembangan secara fisik kawasan Perkotaan Jabodetabek, Perkotaan Bandung, Gerbangkertosusila, dan Perkotaan Denpasar sebagai pusat pelayanan primer dengan memperhatikan daya dukung lingkungannya; (2) mendorong pengembangan kawasan perkotaan Yogyakarta dan sekitarnya dan perkotaan Semarang sebagai pusat pelayanan primer; (3) mendorong pengembangan kawasan perkotaan Serang dan sekitarnya, Cilacap dan sekitarnya, Cirebon dan sekitarnya, dan Surakarta dan sekitarnya sebagai pusat pelayanan sekunder. (3) Pengembangan Wilayah Kalimantan Pengembangan wilayah Kalimantan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional. Wilayah Kalimantan memiliki posisi geografis yang relatif strategis di wilayah barat dan tengah Indonesia dan berbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Posisi Kalimantan sangat strategis mengingat dalam konteks keterkaitan antar wilayah, Kalimantan secara posisi berhadapan langsung dengan pulau-pulau besar di Indonesia. Pembangunan wilayah Kalimantan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilia tambah perkebunan, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil hutan; serta meningkatkan nilai tambah hasil pertambangan dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kaidah pembangunan yang berkelanjutan. Sesuai RTRWN, pengembangaan wilayah Kalimantan diarahkan untuk: (1) memelihara dan memulihkan kawasan-kawasan yang berfungsi lindung dan kritis lingkungan dalam rangka mendukung keberlanjutan pemanfaatan sumber daya kehutanan, pertambangan, dan pertanian, serta sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil, serta mengurangi resiko I - 52

dampak bencana alam; (2) mendayagunakan posisi strategis secara geografis yang berdekatan dengan negara bagian Malaysia di Sarawak dan Sabah dalam kerangka kerjasama ekonomi subregional BIMP-EAGA (Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia – Phillippines East ASEAN Growth Area); (3) mendorong percepatan penanganan kawasan perbatasan antar negara dengan negara Malaysia di Serawak dan Sabah sebagai beranda depan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di Pulau Kalimantan; (4) meningkatkan aksesibilitas internal wilayah Pulau Kalimantan untuk mewujudkan sinergi pengembangan potensi wilayah dan pemerataan tingkat perkembangan antar wilayah melalui percepatan fungsionalisasi jaringan jalan lintas Kalimantan secara terpadu dengan pengembangan jaringan angkutan sungai, angkutan laut, jaringan jalan rel kereta api dan angkutan udara; (5) mendorong peran kawasan andalan sebagai penggerak pengembangan ekonomi wilayah Kalimantan; (6) mengembangkan industri pengolahan yang berbasis pada sektor kelautan, pertanian, perkebunan, pertambangan, dan kehutanan secara berkelanjutan, serta industri pariwisata yang berbasis pada penguatan dan pengembangan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal dan kelestarian lingkungan hidup; (7) mendorong pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan jasa koleksi dan distribusi di Pulau Kalimantan. Pusat-pusat pengembangan di Pulau Kalimantan yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak sebagai pusat pelayanan primer; (2) mendorong pengembangan kota Palangka Raya, Samarinda, Bontang, dan Tarakan, sebagai pusat pelayanan sekunder. Selanjutnya, pengembangan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) di Pulau Kalimantan terutama kawasan perbatasan negara diarahkan untuk mendorong pengembangan Kota Aruk, Jagoibabang, Nangabadau, Entikong, Jasa, Nunukan, Simanggaris, Long Midang, dan Long Pahangai. (4) Pengembangan Wilayah Sulawesi Pengembangan wilayah Pulau Sulawesi, sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, sangat penting dalam mendukung peningkatan kinerja pembangunan nasional. Wilayah Pulau Sulawesi berpotensi besar sebagai pusat pertumbuhan di kawasan Indonesia dan subregional ASEAN. Dengan kondisi ini, wilayah Pulau Sulawesi memiliki akses perdagangan yang cukup strategis. Pembangunan Wilayah Sulawesi diarahkan untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan; mengembangkan bioenergi; dan meningkatkan dan memperluas perdagangan, jasa dan pariwisata bertaraf intenasional. Sesuai RTRWN pengembangan wilayah Pulau Sulawesi diarahkan I - 53

untuk: (1). Mendorong perkembangan peran Pulau Sulawesi sebagai salah satu wilayah yang memiliki peluang-peluang eksternal cukup besar; (2). Mengembangkan komoditas unggulan Pulau Sulawesi yang memiliki daya saing tinggi melalui kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah provinsi dalam pengelolaan dan pemasarannya; (3). Memprioritaskan kawasan-kawasan tertinggal dan kawasan perbatasan dalam rangka pencapaian pemerataan tingkat perkembangan antar wilayah, termasuk pengembangan pulau-pulau kecil dan gugus kepulauan; (4). Memanfaatkan potensi sumber daya di darat dan laut secara optimal serta mengatasi potensi konflik lintas wilayah provinsi yang terjadi di beberapa wilayah perairan dan daratan; (5). Mempertahankan keberadaan sentra-sentra produksi pangan nasional, khususnya bagi sawah-sawah beririgasi teknis dari ancaman konversi lahan; (6). Memantapkan keterkaitan antara kawasan andalan dan kawasan budidaya lainnya, berikut kota-kota pusat-pusat kegiatan didalamnya, dengan kawasankawasan dan pusat-pusat pertumbuhan antar pulau di wilayah nasional, serta dengan pusat-pusat pertumbuhan di kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik dan kawasan internasional lainnya dalam menciptakan daya saing wilayah; (7). Mempertahankan dan merehabilitasi kawasan lindung hingga mencapai luasan minimal 40% dari luas Pulau Sulawesi dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana lingkungan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat dan asset-asset sosial-ekonominya yang berbentuk prasarana, pusat permukiman maupun kawasan budidaya; (8). Mempertahankan dan merehabilitasi kawasan cagar budaya sebagai asset sosialbudaya masyarakat yang memiliki nilai-nilai budaya tradisional dan kearifan lokal. (9). Mengembangkan industri pengolahan yang berbasis pada sektor kelautan, pertanian, perkebunan, pertambangan, dan kehutanan secara berkelanjutan; (10). Mengembangkan pemanfaatan ruang untuk mewadahi dinamika kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. Pusat-Pusat pengembangan di Pulau Sulawesi yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) Mendorong optimalisasi pengembangan kawasan perkotaan Maminasata (Makassar–Maros–Sungguminasa–Takalar) dan Manado - Bitung sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya; dan (2) Mendorong pengembangan kota-kota Gorontalo, Palu, dan Kendari sebagai pusat pelayanan sekunder. (5) Pengembangan Wilayah Nusa Tenggara Pengembangan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara, sebagai salah satu wilayah kepulauan dengan gugusan pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste, perlu dilakukan dengan kebijakan dan program yang terpadu dan tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan berbagai hambatan yang dihadapi. Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara yang terletak di sebelah timur wilayah Pulau Jawa-Bali yang menjadi pusat kegiatan ekonomi I - 54

Indonesia belum sepenuhnya mendapat manfaat dari interaksi ekonomi yang terjadi selama ini. Pembangunan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah perkebunan, peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. Sesuai RTRWN pengembangaan wilayah Nusa Tenggara diarahkan untuk: (1) mengembangkan kota-kota di kawasan pesisir sebagai Pusat Pelayanan kegiatan industri kemaritiman terpadu sebagai sektor basis yang didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai, khususnya transportasi, energi, dan sumber daya air; (2) mengembangkan wilayah darat, laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil sebagai satu kesatuan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara melalui kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terpadu didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai; (3) meningkatkan aksesibilitas antar kota-kota pesisir yang menghubungkan poros Banda Aceh– Atambua, sehingga membentuk keterkaitan sosial ekonomi yang kuat; (4) meningkatkan keterkaitan pengembangan antar kawasan (Kawasan Andalan dan Kawasan Andalan Laut) untuk mengoptimalkan potensi wisata budaya dan wisata alam, termasuk wisata bahari, dengan mengembangkan jalur wisata terpadu Bali -Lombok –Komodo–Tana Toraja; (5) menetapkan fokus spesialisasi penanganan komoditas unggulan termasuk pemasarannya, yang berorientasi ekspor, dengan mengutamakan pengelolaan sumberdaya alam terbarukan berdasarkan prinsip kemanfaatan bersama antarwilayah maupun antarkawasan; (6) memanfaatkan keberadaan Forum Kerjasama Daerah dan Forum Kerjasama Ekonomi Internasional baik secara bilateral dengan Australia dan Timor Leste, maupun secara multilateral dalam konteks kerjasama ekonomi subregional; (7) meningkatkan perlindungan kawasan konservasi nasional di Kepulauan Nusa Tenggara khususnya konservasi laut agar kelestariannya terpelihara; (8) mengelola kawasan perbatasan darat dengan Timor Leste dan Kawasan perbatasan laut dengan Timor Leste dan Australia sebagai ‘beranda depan’ Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pusat pengembangan di Wilayah Nusa Tenggara yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk mendorong pengembangan kota Mataram dan Kupang sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. (6) Pengembangan Wilayah Maluku Pengembangan wilayah Kepulauan Maluku (Provinsi Maluku dan Maluku Utara), sebagai salah satu wilayah kepulauan dengan gugusan pulau kecil yang tersebar dan berbatasan dengan negara tetangga, perlu dilakukan dengan kebijakan dan program yang terpadu dan tepat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan berbagai hambatan yang dihadapi. Pembangunan wilayah Kepulauan Maluku untuk untuk I - 55

serta sekaligus membangun keterkaitan antarwilayah dalam satu kesatuan tata ruang wilayah. dan memperluas jangkauan pelayanan prasarana dasar. dan wilayah dataran. (5) memanfaatkan sumber daya alam secara produktif dan efisien. peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. dan pulau-pulau kecil sebagai satu kesatuan wilayah Kepulauan Maluku melalui kegiatan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terpadu yang didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai. (2) mengembangkan wilayah darat. wilayah pegunungan. khususnya transportasi laut dan udara yang didukung oleh transportasi antar moda secara terpadu dan optimal dengan mengikutsertakan dunia usaha. (3) mempertahankan kawasan konservasi untuk menjamin daya dukung lingkungan yang optimal bagi pengembangan wilayah. sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan daya dukung lingkungannya. produktivitas dan nilai tambah perkebunan. serta (6) meningkatkan ketersediaan.56 . Sesuai RTRWN pengembangaan wilayah Papua diarahkan untuk: (1) mendukung peningkatan serta memperkuat persatuan. (4) memacu pertumbuhan ekonomi wilayah Kepulauan Maluku melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang berbasis sumber daya setempat dan meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat pertumbuhan di darat. pesisir. kualitas. energi. kesatuan dan keutuhan kehidupan bangsa dan pertahanan negara. (3) I . pesisir. dan sumber daya air. khususnya tansportasi. Tantangan terbesar adalah memberikan perhatian yang sama terhadap seluruh wilayah pesisir. Pembangunan wilayah Papua diarahkan untuk untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Sesuai RTRWN pengembangan wilayah Kepulauan Maluku diarahkan untuk: (1) mengembangkan kota-kota pesisir sebagai pusat pelayanan kegiatan industri kemaritiman terpadu yang merupakan sektor basis dengan dukungan prasarana dan sarana yang memadai.Sofifi. laut. (7) Pengembangan Wilayah Papua Pengembangan wilayah Pulau Papua sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan posisi paling timur dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini memiliki tantangan yang lebih sulit dibanding wilayah lainnya. dan pulau-pulau kecil.meningkatkan produktivitas dan nilai tambah perkebunan. peternakan dan perikanan dengan memperhatikan keterkaitan wilayah-wilayah pulau. (2) menempatkan hak ulayat dalam penataan ruang sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan nilai-nilai sosial budaya setempat. agar terhindar dari pemborosan sehingga dapat memberi manfaat sebesarbesarnya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian. Pengembangan PKN di Kepulauan Maluku diarahkan untuk mengendalikan pengembangan kota Ambon dan Ternate .

(4) wilayah pengembangan kelautan I . dan sekaligus memenuhi fungsi sebagai pusat pelayanan usaha melalui pengembangan kawasan dan pusat pertumbuhan. (3) wilayah pengembangan kelautan Sunda. biologi atau keragaman hayati. memperluas lapangan kerja. oseanografi. 3. (9) meningkatkan pengembangan wilayah pedalaman dan perbatasan yang tertinggal dan terisolasi dengan menyerasikan laju pertumbuhan antar wilayah.57 .4. potensi industri maritim. dan teknologi. Melalui pendekatan ini. (6) menampung kegiatan ekonomi. Pendekatan ini memandang wilayah laut Indonesia atas dua fungsi: (i) sebagai perekat integrasi kegiatan perekonomian antarwilayah. serta memperluas jangkauan pelayanan prasarana dasar. dan Timika sebagai pusat pelayanan sekunder yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. potensi transportasi. (2) mendorong pengembangan kota. potensi wisata bahari. (7) meningkatkan keterkaitan yang saling menguntungkan antara kawasan andalan dan tertinggal dalam rangka peningkatan kesejahteraan ekonomi daerah di sekitar kawasan andalan. (5) memacu pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Papua melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang berbasis sumber daya setempat dan meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat pertumbuhan. potensi mineral dan energi. Pusat-Pusat pengembangan di Papua yang merupakan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) diarahkan untuk: (1) mendorong pengembangan kota Sorong dan Jayapura sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pengembangan wilayah laut didasarkan pada sektor unggulan dan potensi keterkaitan depan dan belakang dengan sektor-sektor lain.2 Strategi Pengembangan Wilayah Laut Pengembangan wilayah laut dilaksanakan melalui pendekatan kewilayahan terpadu dengan memperhatikan aspek-aspek geologi. Pendekatan ini merupakan sinergi dari pengembangan pulau-pulau besar dalam konteks pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan. dan (ii) sebagai pendukung pengembangan potensi setiap wilayah. khususnya transportasi laut yang didukung oleh transportasi antarmoda secara terpadu dan optimal dengan mengikutsertakan dunia usaha.memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara produktif dan efisien agar terhindar dari pemborosan dan penurunan daya dukung lingkungan sehingga dapat memberi manfaat sebesarbesarnya berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutan. (8) meningkatkan ketersediaan dan kualitas. pengembangan wilayah laut dikelompokkan sebagai berikut: (1) wilayah pengembangan kelautan Sumatera. (4) mempertahankan kawasan lindung sekurang-kurangnya 50 persen dari luas wilayah Pulau Papua. habitat. (2) wilayah pengembangan kelautan Malaka. potensi perikanan.

(7) wilayah pengembangan kelautan Banda-Maluku. Potensi granit tua dan endapan pasir ditemukan di Kepulauan Riau. (1) Wilayah Pengembangan Kelautan Sumatera Wilayah pengembangan kelautan Sumatera terletak di sebelah barat Pulau Sumatera yang memanjang dari Sabang di bagian utara hingga Lampung di bagian selatan. khususnya pengolahan hasil laut. (2) Wilayah Pengembangan Kelautan Selat Malaka Secara geografis wilayah pengembangan kelautan Selat Malaka terbentang dari perairan Selat Malaka hingga Kepulauan Riau. dan (9) wilayah pengembangan kelautan Papua-Sulawesi. dan daratan Sumatera di barat. wilayah pengembangan kelautan Natuna di selatan. (6) wilayah pengembangan kelautan Makassar-Buton. dan tiram merata di bagian barat Sumatera. Potensi wisata alam dan budaya sangat potensial dikembangkan di Kepulauan Nias dan Mentawai. kerangkerangan. perairan Malaysia dan Singapura di timur. Malaka. (5) dan pengembangan sistem jaminan atau perlindungan risiko. Aneka jenis koral dan terumbu karang dapat ditelusuri di Kepulauan Simeulue dan Mentawai. ikan kakap. (5) wilayah pengembangan kelautan Natuna. Arah kebijakan pengembangan wilayah kelautan Sumatera adalah pengembangan industri berbasis kelautan. kerapu. Dari sepuluh wilayah pengembangan kelautan ini. Strategi yang ditempuh adalah: (1) penyiapan sumber daya manusia terampil di bidang kelautan. Makassar-Buton. dan Banda-Maluku. Wilayah ini hanya dilewati oleh satu jalur pelayaran nasional dan nusantara. Di samping itu juga terdapat potensi rumput laut di pesisir Painan dan Lampung.Jawa. dipilih lima wilayah prioritas pengembangan untuk periode 2010-2014 yaitu Wilayah Pengembangan Keluatan Sumatera. (3) peningkatan kapasitas energi listrik. Wilayah ini merupakan jalur pelayaran internasional yang padat dan wilayah yang berisiko tinggi terjadinya konflik dengan negara tetangga. dengan memperkuat keterkaitan dengan wilayah Jawa. Potensi perikanan meliputi ikan hias di Pulau Breuh dan Sibolga. (4) pengembangan skema pembiayaan perbankan yang mudah diakses nelayan dan pelaku usaha kecil menengah di kawasan pesisir. namun wilayah perbatasan internasional di bagian barat merupakan jalur pelayaran internasional yang cukup sibuk. Potensi migas ditemukan di Cekungan Busur Muka lepas pantai Bengkulu serta potensi pasir besi di sepanjang pantai Padang.58 . (2) pembangunan transportasi laut dan wilayah pesisir. sedangkan pasir kuarsa yang cukup besar I . Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sumatra dan Jawa-Bali. serta berbatasan dengan perairan Aceh di utara. Jawa. Potensi timah terdapat di Kepulauan Singkep. (8) wilayah pengembangan kelautan Sawu. teripang.

Ancaman turunnya kualitas lingkungan berasal dari pencemaran minyak dan limbah yang dialirkan sungai-sungai di Pulau Jawa. (3) Wilayah Pengembangan Kelautan Jawa Wilayah pengembangan kelautan Jawa terletak di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Namun. illegal fishing. teripang. Wilayah ini memiliki potensi perikanan budidaya (kakap putih. kerapu. Potensi perikanan tangkap (ikan hias) juga ditemukan di sekitar Pulau Sabang dan Pulau Bintan. Untuk itu strategi yang diterapkan adalah: (1) peningkatan sistem transportasi laut untuk mempermudah arus barang antar pulau khususnya ke wilayah timur Indonesia. (4) pemanfaatan pulau-pulau terdepan sebagai kawasan wisata atau pusat konservasi satwa laut. (5) pengembangan perikanan budidaya. Di sebelah timur wilayah ini berbatasan dengan wilayah pengembangan kelautan Makassar dan di barat berbatasan dengan Pulau Sumatera. Pengembangan wilayah perairan ini diarahkan pada penguatan fungsi wilayah kelautan sebagai perekat integrasi ekonomi antar wilayah (antar pulau) dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem laut. tiram. kerangkerangan. padatnya aktivitas pelayaran dan eksplorasi migas di wilayah ini menghadirkan ancaman polusi pencemaran minyak dan limbah lainnya. perompakan. dan (6) minimisasi risiko pencemaran perusakan habitat laut oleh kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas lepas pantai. Pengembangan wilayah kelautan Selat Malaka diarahkan pada peningkatan keamanan dan ketertiban serta keberlanjutan ekosistem laut sehingga pemanfaatan sumber daya alam bisa dilakukan secara optimal. Keragaman hayati di perairan ini dicirikan oleh keluarga Moluska dan Teripang serta spesies penyu. (2) peningkatan pengawasan kawasan perbatasan untuk menghindari penyelundupan.ditemukan di lepas pantai Riau dekat Puau Rupat. Karena lerletak di wilayah laut dalam di antara pulau-pulau besar. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sumatra dan Jawa-Bali. (2) penegakan peraturan terkait dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan laut. I . Untuk itu strategi yang diperlukan adalah: (1) penegasan batas-batas teritorial dan yuridiksi wilayah dengan negara tetangga. perairan ini merupakan jalur pelayaran nasional dan nusantara yang padat. (3) pengendalian pembuangan limbah industri dan rumah tangga melalui sungai-sungai yang bermuara di perairan Jawa.59 . Habitat terumbu karang didominasi oleh terumbu karang tepi (fringing reef). Pelayaran internasional juga melintasi bagian timur perairan ini. (3) penegakan peraturan terkait dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan laut. dan rumput laut. dan perdagangan pasir ilegal. (4) pengendalian erosi di wilayah daerah aliran sungai (DAS) untuk menghindari pendangkalan pelabuhan ikan dan pelabuhan laut.

Di samping itu Selat Makassar juga dilintasi jalur pelayaran internasional yang cukup padat. dan dengan wilayah pengembangan kelautan Makassar di barat. Kebijakan pengembangan wilayah ini diarahkan pada optimalisasi peran strategis kelautan dalam meningkatkan interaksi perdagangan intra pulau (antar provinsi di Sulawesi) maupun dalam mendukung peran wilayah Sulawesi sebagai penggerak Kawasan Timur Indonesia. berbatasan dengan wilayah pengembangan kelautan Papua di utara. (4) Wilayah Pengembangan Kelautan Makassar-Buton Secara geografis. wilayah ini dilalui jalur pelayaran nasional dan nusantara yang cukup aktif. terlihat dari relatif terjaganya keragaman hayati yang tinggi. Potensi migas ditemukan di daerah kepala burung. Potensi perikanan dan budidaya rumput laut juga sangat tinggi dengan tingkat pemanfaatan yang relatif rendah. Untuk itu strategi yang diterapkan adalah: (1) peningkatan sistem transportasi laut yang menghubungkan provinsiprovinsi di Pulau Sulawesi. (2) pemantapan sistem transportasi laut untuk memperkuat fungsi intermediasi Sulawesi bagi KBI dan KTI.Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan. I . Dengan demikian ancaman pencemaran laut masih rendah.60 . tingkat pemanfaatan potensi perikanan masih memungkinkan untuk ditingkatkan. (5) peningkatan pengawasan jalur pelayaran internasional untuk mencegah aktivitas penyelundupan. wilayah pengembangan kelautan Makassar diapit oleh Pulau Sulawesi di sebelah timur dan Pulau Kalimantan di sebelah barat. Namun demikian wilayah ini baru dilayani beberapa jalur pelayaran nasional dan nusantara. Dari sisi sistem transportasi. (3) pembangunan pelabuhan-pelabuhan ikan dalam klaster-klaster industri pengolahan hasil laut. (4) pengembangan pelabuhan hub ekspor komoditas unggulan. dengan daratan Pulau Papua di timur. dengan wilayah pengembangan kelautan Sawu di selatan. dan (8) pengembangan wisata alam bahari. (7) pengembangan industri angkutan laut (perkapalan). dan Nusa Tenggara. Karakter gugus-gugus pulau yang khas juga merupakan potensi wisata alam wilayah ini seperti ditemukan di perairan Raja Ampat. pariwisata. (5) Wilayah Pengembangan Kelautan Banda-Maluku Wilayah pengembangan kelautan Banda-Maluku terletak di Kawasan Timur Indonesia (KTI). (6) pengembangan lembaga pendidikan dan kurikulum berbasis kelautan (perikanan. Sulawesi. Seram dan Halmahera. Wilayah ini merupakan tempat bertelur beberapa spesies seperti penyu-penyuan. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Kalimantan. Kecuali Selat Makassar. Bahan semen juga ditemukan di Pulau Misool. perkapalan).

tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrasi. strategi yang diperlukan meliputi: (1) pengembangan sumber daya manusia berketrampilan tinggi di bidang kelautan (pendidikan dan pelatihan). Menyeimbangkan pertumbuhan pembangunan kota-kota metropolitan. besar. dan rawan bencana. (4) pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat khususnya wilayah pesisir untuk memperkuat modal sosial. dan Papua. (6) pengembangan wisata bahari. (5) peningkatan akses permodalan bagi nelayan. Sejalan dengan arah ini. kebijakan pembangunan wilayah juga diarahkan untuk: (1) pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh. (3) pengembangan kawasan perkotaan dan perdesaan. 3. kawasan perbatasan. (2) pengembangan komoditas unggulan bernilai tinggi berbasis kelautan seperti kerang mutiara dan ikan hias.4. (2) pengembangan daerah tertinggal.3. dan kecil dengan mengacu pada sistem pembangunan perkotaan nasional. Strategi yang diterapkan adalah: 1) Mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis. tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industri dan distribusi. Mengembangkan wilayah-wilayah perbatasan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga.Arah kebijakan pengembangan wilayah kelautan Banda-Maluku adalah perintisan pengembangan industri berbasis sumber daya kelautan dan wisata alam. Meningkatkan keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal dan terpencil sehingga wilayahwilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain.61 2) 3) 4) . Nusa Tenggara. dan (4) penataan dan pengelolaan pertanahan. (3) pengembangan industri angkutan laut (perkapalan). Upaya itu diperlukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali (urban sprawl & conurbation). seperti yang terjadi di I . menengah. Pengembangan Kawasan Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan wilayah. Arah kebijakan dan strategi wilayah kelautan ini diintegrasikan dengan arah kebijakan dan strategi wilayah Sulawesi.

sehingga diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai ‘motor penggerak’ pembangunan wilayah-wilayah di sekitarnya maupun dalam melayani kebutuhan warga kotanya. dan demokrasi. Mendorong keterkaitan kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan dengan kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan secara sinergis (hasil produksi wilayah perdesaan merupakan backward linkages dari kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan) dalam suatu ‘sistem wilayah pengembangan ekonomi’.62 . di kota-kota menengah dan kecil. Menerapkan sistem pengelolaan pertanahan yang efisien. serta untuk mengendalikan arus migrasi masuk langsung dari desa ke kota-kota besar dan metropolitan. termasuk peluang usaha. transparansi. serta melaksanakan penegakan hukum terhadap hak atas tanah dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan. efektif.wilayah pantura Pulau Jawa. mengingat secara geografis Indonesia berada di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik yang rawan bencana alam. terutama di luar Pulau Jawa. Mendorong perencanaan wilayah yang peduli/peka terhadap bencana alam. 5) Mempercepat pembangunan kota-kota kecil dan menengah terutama di luar Pulau Jawa. 6) 7) 8) I . dengan cara menciptakan kesempatan kerja.

pada pertengahan 2009 perekonomian nasional telah mulai menunjukkan tanda tanda pemulihan yang sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia dan mulai naiknya harga harga komoditi internasional. secara bertahap menguat kembali menjadi Rp 9. Sebagai hasil dari pemantapan langkah langkah konsolidasi fiskal. Ketiga. pendapatan negara pada tahun 2008 mencapai 19. dan rasio stok utang pemerintah terhadap PDB mampu diturunkan menjadi 33 persen PDB pada tahun 2008 dan diperkirakan turun menjadi 32 persen pada tahun 2009. berdasarkan perkembangannya dan mempertimbangkan kondisi ke depan. setelah mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi dunia tahun 2008.-/USD pada bulan September 2009 dan diperkirakan akan terus menguat sampai dengan akhir 2009. terutama terkait dengan kampanye Pemilu. dan juga upaya mempercepat penyerapan anggaran.1 KEADAAN EKONOMI 2009 Kondisi menjelang akhir tahun 2009 adalah sebagai berikut.63 . penjualan barang retail dan otomotif membaik. Meskipun nilai tukar rupiah agak melemah pada awal 2009.0 persen sampai akhir 2009.8 persen PDB. 4.1 persen PDB. setelah mendapatkan imbas akibat krisis subprime mortgage pada akhir 2008. dan pembiayaan pembangunannya. perkembangan indikator moneter diperkirakan akan terus membaik sampai akhir 2009. Di tengah ancaman krisis ekonomi global.9 persen PDB. yang utamanya berasal dari subsidi BBM dan listrik yang meningkat seiring dengan tingginya harga minyak mentah di pasar dunia. Dari sisi moneter.83 persen (y-o-y) pada September 2009 diperkirakan akan sedikit meningkat menjadi sekitar 4. Belanja negara pada tahun 2008 mencapai 19. aktivitas industri kembali menaik setelah mengalami penurunan pada akhir tahun 2008. konsumsi domestik sejak awal 2009 menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi. secara umum ketahanan fiskal diperkirakan dapat terjaga untuk mendorong I . Sehingga. terjaganya stabilitas ekonomi tidak terlepas dari kinerja fiskal. Laju inflasi yang terus menurun menjadi 2. Pertama.BAB 4 KERANGKA EKONOMI MAKRO Kerangka ekonomi makro memberikan gambaran mengenai kemajuan ekonomi yang akan dicapai dalam tahun 2010-2014. Dengan perkembangan tersebut. sebagian besar indikator indikator ekonomi domestik menguat sejak awal 2009: keyakinan konsumen menaik. berdasarkan berbagai langkah kebijakan yang telah dituangkan dalam ketiga agenda pembangunan. yang didorong oleh meningkatnya penerimaan perpajakan. Kedua. rasio defisit APBN terhadap PDB tahun 2008 menjadi 0.681.

4 persen pada triwulan II. Krisis global—yang berdampak pada turunnya permintaan dunia. Sementara itu. Dampak global juga mendorong pembalikan aliran modal dari Indonesia ke luar negeri. Pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2009 adalah 4.5 miliar atau turun 26.1 miliar dengan cadangan devisa mencapai USD 57.5 miliar.stabilitas ekonomi. Pada triwulan II/2009.1 persen (y-o-y).8 miliar atau menurun 41. sedangkan investasi lainnya (neto) masih mengalami defisit sebesar USD 4.0 miliar serta arus masuk investasi portfolio sebesar USD 1. total nilai ekspor mencapai USD 27. Secara keseluruhan. sehingga investasi/pembentukan modal tetap bruto (PMTB) hanya tumbuh 0. Dampak krisis global mulai dirasakan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan IV tahun 2008.3 persen (y-o-y). Neraca keseluruhan pada triwulan II/2009 mencapai USD 1. Sementara itu.3 miliar. Hingga akhir bulan September 2009.5 miliar. Surplus neraca transaksi berjalan diharapkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang didorong oleh kinerja ekspor yang tetap terjaga. yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan dunia yang tinggi.2 persen dan pada triwulan II laju pertumbuhan menurun I . sementara itu pada triwulan sebelumnya ekonomi tumbuh positip. Penurunan pertumbuhan ekonomi berlanjut sampai dengan triwulan II tahun 2009. turun dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2008 yang mengalami surplus USD 2. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2008 menurun minus 3. neraca arus modal dan finansial pada triwulan II/2009 mengalami defisit sebesar USD 2. diharapkan cadangan devisa pada akhir tahun 2009 lebih tinggi dibandingkan tahun 2008. menurunnya harga minyak dan komoditas—menyebabkan ekspor barang dan jasa tumbuh negatif 5.4% pada triwulan III. 6.5 persen pada triwulan IV 2008 dibanding triwulan sebelumnya. cadangan devisa mencapai USD 62.5 miliar didorong oleh arus masuk investasi langsung asing sebesar USD 1. Sementara itu. proses pemulihan ekonomi dunia terus menunjukkan peningkatan dan berdampak positif terhadap kinerja sektor eksternal pada keseluruhan tahun 2009.6 miliar. Kondisi neraca pembayaran tahun 2005 hingga tahun 2008 tetap terjaga. Menjelang akhir tahun 2009. defisit neraca modal dan finansial diharapkan dapat ditekan dengan menjaga arus masuk modal asing baik dalam bentuk investasi langsung maupun portofolio.5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri. neraca transaksi berjalan pada triwulan II/2009 mengalami surplus sebesar USD 3. total nilai impor pada triwulan II/2009 mencapai USD 18.1 miliar.8 persen pada triwulan IV dibandingan triwulan sebelumnya. yaitu 6. Dengan gambaran tersebut.2 persen pada triwulan I.6 miliar atau setara dengan 5. kinerja sektor eksternal mengalami penurunan. Memasuki tahun 2009.6 persen dibandingkan triwulan III-2008 (q-t-q).64 . dan 6.

2 persen (y-o-y).1 persen. disamping itu konsumsi masyarakat diupayakan untuk tetap dijaga dengan memelihara daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi dan berbagai program pengurangan kemiskinan. dan pada tahun 2010 diperkirakan lebih baik dari perkiraan awal dari tumbuh 2. Dari sisi permintaan. tanda tanda pemulihan ekonomi dunia telah sudah mulai terlihat sejak akhir 2009. gas dan air. Pada triwulan III 2009 laju pertumbuhan ekonomi meningkat kembali menjadi 4.1 persen tahun 2009 (Febuari) dan tingkat kemiskinan menurun dari 15. Setelah mengalami resesi global sejak pertengahan 2008.1 persen dan 5.menjadi 4 persen.2 persen.2 PROSPEK EKONOMI 2010-2014 4. pertumbuhan ekonomi tahun 2009 diperkirakan 4.6 persen.1 persen pada tahun 2009 (Maret).2. maka upaya untuk mengurangi kemerosotan ekspor dan lambatnya pertumbuhan investasi perlu ditingkatkan.1Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Gambaran ekonomi Indonesia tahun 2010-2014 tidak akan terlepas dari pengaruh perkembangan lingkungan eksternal. dan pengangkutan dan telekomunikasi yang masing masing tumbuh 13. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi. 4.9 persen dan 17. dan berbagai kebijakan ketenagakerjaan dan penanggulangan kemiskinan. tingkat pengangguran terbuka menurun dari 8. Dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi tersebut diatas.5 persen pada tahun 2008 (Febuari) menjadi 8.2 persen yang menunjukkan tanda tanda pemulihan ekonomi nasional sejalan dengan membaiknya ekonomi dunia. Meskipun pemulihan telah terjadi. yaitu sektor listrik. Sementara itu ekspor masih tumbuh negatif.65 .4 persen di tahun 2008 (Maret) menjadi 14.5 persen menjadi 3.4 persen. yaitu (i) perbankan harus memperbaiki neraca keuangannya akibat krisis yang I . Dengan memperhatikan pengaruh eksternal dan berbagai kebijakan yang diambil.4 persen menjadi -1. Dari sisi produksi. IMF (Oktober 2009) telah melakukan revisi terhadap prospek ekonomi pada tahun 2009 dari tumbuh negatif -1. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan triwulan III/2009 tumbuh 4. perekonomian global masih menghadapi tantangan dalam lima tahun kedepan. dan sektor tersier. pertumbuhan ekonomi tinggi terutama didorong oleh sektor pertanian meningkat sebesar 3.1 persen. Efektifitas pengeluaran pemerintah juga ditingkatkan dengan program stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan peningkatan investasi.1 persen. Pemulihan ini terutama disebabkan oleh berhasilnya intervensi pemerintah yang telah (i) mendorong sisi permintaan dan (ii) mengurangi ketidakpastian dan terjadinya resiko sistemik pada pasar keuangan. pertumbuhan ekonomi didorong oleh pengeluaran pemerintah dan pengeluaran masyarakat yang masing masing tumbuh 15. yaitu 14.3 persen.

setelah mengalami pertumbuhan rendah selama 2004-2009. makanan dan air. dan perkiraaan lingkungan eksternal pada tahun 2010-2014 maka prospek ekonomi makro tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut. Dilain pihak. ekspor barang dan jasa. perekonomian Amerika Serikat dan negara industri maju lainnya diperkirakan masih tetap menjadi penggerak perekonomian dunia dan pasar komoditi ekspor negara berkembang. Investasi dan ekspor barang dan jasa diperkirakan akan meningkat secara bertahap mulai tahun 2010. ekspor barang dan jasa.4 – 12.3 – 6. India dan negara negara industri di Asia lainnya dan kawasan yang menarik bagi penanaman modal. setelah mengalami pertumbuhan rendah dan negatif pada tahun 2009.5 persen per tahun. Dari sisi pengeluaran. pertumbuhan industri pengolahan non migas akan didorong kembali sebagai penggerak pertumbuhan dengan rata rata pertumbuhan 6.7 persen pada tahun 2014. Perekonomian Asia diperkirakan tetap menjadi kawasan dinamis dengan motor penggerak perekonomian China. pemulihan ekonomi di Asia yang diperkirakan membaik pada triwulan terakhir 2009 serta pemulihan ekonomi dunia pada tahun 2010 yang lebih baik.8 persen per tahun.7.1persen.0 .berakibat berkurangnya kucuran kredit ke masyarakat (ii) pembuat kebijakan menghadapi dilema antara terus mengucurkan dana untuk pemulihan ekonomi dan kekhawatiran akan terjadinya inflasi dan keberlanjutan kesinambungan fiskal. pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi. Sementara itu sektor pertanian dalam arti luas diperkirakan tumbuh rata-rata 3.7 – 3. serta konsumsi masyarakat diperkirakan rata-rata tumbuh 9.4 – 5.8 persen selama lima tahun. dan 5.1 – 6.1 . sebagaimana telah diuraikan dalam Bab-bab sebelumnya. serta konsumsi masyarakat.5 -5.6 persen pada tahun 2010 menjadi 7. 10. Walaupun akan terjadi pergeseran kekuatan ekonomi global dari barat ke timut (west to east). Investasi.2 persen. atau dengan rata rata tumbuh 6. Berbagai langkah kebijakan untuk meningkatkan investasi dan ekspor non migas akan menjadi mesin utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi secara bertahap dari 5. Berdasarkan berbagai langkah kebijakan yang dilakukan di berbagai bidang. PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI 2010-2014 I .66 . antara lain: energi. pemulihan ekonomi global (dalam banyak hal berdampak positip) dan terjadinya perubahan iklim (climate change) akan menekan keberadaan sumber daya strategis bagi umat manusia. ekspektasi yang baik terhadap kelanjutan pemerintahan lima tahun mendatang.7 persen. ketahanan ekonomi nasional yang tetap terjaga dalam menghadapi krisis keuangan dan penurunan ekonomi global.11. Dari sisi produksi.

Terkendalinya laju inflasi memberi dorongan bagi penurunan tingkat suku bunga perbankan.3 5.0 5.8-3.7-12.7-7.1 5.2-15.7 3.9 5.8-14.2 5.2-16.5 13.7 13.6-4.2 4.7 6.5 3.3 6.2-6.5-5.0 13.4 9.4-20.7-12.1-6.4-12.8 7.3-6.5-6. dan Restoran Pengangkutan dan Telekomunikasi Keuangan.0 7. terutama melalui kebijakan Inflation Targetting Framework dan koordinasi kebijakan makro antara Pemerintah.4-5.6 3.4-11. Gas dan Air Konstruksi Perdagangan.0-7.9 2.9 9.4 6.5-5.3-2.0 12.4-5.3-11.2-10.0 12.8-7. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Industri Bukan Migas Listrik.4-15.5 10. Real Estat.5-5.2-10.5 9. yang dimungkinkan dengan perkiraan masuknya dana investasi luar negeri (capital inflow).9 5.8-13.7 2.5-7. yang juga dipengaruhi oleh tingkat risiko dunia usaha.9-6.3-5.1-6. Meskipun tingkat suku bunga perbankan domestik juga akan dipengaruhi oleh peningkatan suku bunga utama internasional pada masa mendatang.5-8.3-15.7-7.6 6.2-13.2.5-8.8-3.8-7.2-8.2-14.7 5.5 8.9-9.1-2.9 7. Hotel.1-7.3-6.4 6.5-12.6-3.9 6.3 5.4 6.5-8.4-6.8 7.2-11.8 6.6-12. Pencapaian sasaran inflasi tersebut didukung oleh relatif stabilnya nilai tukar. laju inflasi diarahkan untuk menurun secara bertahap dari sekitar 5 – 6 persen pada tahun 2010 menjadi sekitar 4.5 13.8 14.0 6. Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah.4 3.8-6.8-6.9-7.2 7.6 5.7 5.5 3.8 6.5-9.8-6.8-15.1 10.4 11.0 7. namun dalam jangka menengah I .0 6.0 8.1-7.6 13.3-9.5 8.1-11.7-3.1-6.5-6.4-7.2-12.67 .0-6.7 5.7 12.2-5.9 12.1-2.7-11.7-3.1-4. Perkebunan.6 11.9-13.1 7.0 6.5 7.9-8.0-7.9 7.0 6.5 16.2-2.2 4.3-2.3 6.8 5.2-8.1 10.3-7.3 12. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa 5.9-6. baik investasi di sektor keuangan (pasar modal) maupun di sektor riil akibat meningkatnya iklim usaha dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga dengan baik.5-18.8-15.1 11.8 2.1-7.6 12.4-5.2 4. Perkiraan tersebut didasarkan dengan sasaran tingkat inflasi yang cukup rendah dan stabil tetapi tetap memperhatikan pertumbuhan ekonomi.2 5.5 17.3 5.4 7.5 8.2-2.2 Stabilitas Ekonomi yang Kokoh Dalam jangka menengah.3-5.0 7.9 2. Peternakan.8 5.6-3.9 10. Kehutanan.6 6.4-5.7 2.0 persen pada tahun 2014.2 13.2 5.7 5.0 5.(dalam persen) 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata 2010-2014 PERTUMBUHAN EKONOMI SISI PENGELUARAN Konsumsi Masyarakat Konsumsi Pemerintah Investasi Ekspor Barang dan Jasa Impor Barang dan Jasa SISI PRODUKSI Pertanian.8-6.4-5.7-8.7 7.6-14.7 11.4 10.2 6.2 13.5 6.7 12.2-11.3-8.1-6.6 3.9-9.0 7.2-14.8 2.

sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi di sektor riil. yaitu perkembangan ekonomi dunia dan perkembangan ekonomi makro di dalam negeri. serta pulihnya kondisi perekonomian. perkiraan neraca pembayaran sangat terkait dengan sasaran laju pertumbuhan dan pola pertumbuhan ekonomi. Di samping itu. (b) penggunaan utang secara selektif. tidak saja relatif terhadap PDB. Di dalam negeri. baik kegiatan investasi maupun produksi. Untuk itu masih perlu dilakukan upaya untuk memperkokoh ketahanan fiskal demi mendukung pencapaian stabilitas ekonomi. Sementara itu untuk pembiayaan defisit. Dengan demikian.6 persen PDB seiring dengan pemberian stimulus fiskal. serta perkiraan sumber pembiayaan investasi. tetapi juga secara absolut. strategi diarahkan dalam rangka pencapaian 3 (tiga) sasaran utama yaitu: (a) penurunan stok utang terhadap PDB. diupayakan tetap adanya ruang gerak yang cukup pada sektor swasta. seperti peningkatan pendapatan dan optimalisasi belanja negara. perkiraan pertumbuhan investasi. penerimaan pajak diharapkan meningkat rata-rata sebesar …. terjadi peningkatan peningkatan alokasi anggaran untuk transfer ke daerah sebesar …. (c) optimalisasi pemanfaatan hibah dan utang. Dengan perkiraan membaiknya perkembangan ekonomi dunia pada tahun 2010—setelah mengalami krisis subrime mortgage sejak pertengahan 2008—dan didorong oleh pemanfaatan peningkatan I . selama lima tahun ke depan (2010-2014) defisit APBN diperkirakan mampu turun menjadi sekitar …. seiring dengan upaya reformasi birokrasi yang terus dilakukan pemerintah. persen tiap tahunnya sepanjang periode 2010-2014. Sementara itu. serta nilai paritas antara valuta negara industri utama. persen PDB. Terkait dengan upaya mengatasi ancaman krisis ekonomi. Asumsi perkembangan ekonomi dunia mencakup laju pertumbuhan ekonomi. belanja subsidi turun dari …. persen PDB pada tahun 2014. Di sisi penerimaan negara. dengan dilanjutkannya berbagai upaya untuk peningkatan penerimaan pajak. rasio stok utang terhadap PDB diperkirakan dapat diturunkan secara bertahap. Di sisi belanja negara. Terkait dengan upaya penurunan subsidi secara bertahap. persen PDB pada tahun 2009 menjadi sekitar …. terutama negara maju. defisit APBN 2009 diperkirakan masih cukup tinggi hingga mencapai 1. Ketahanan fiskal yang membaik harus terus dipertahankan. tingkat suku bunga. Namun dengan kebijakan yang terus berlanjut. Peningkatan pengelolaan pinjaman pemerintah diarahkan untuk menurunkan stok pinjaman luar negeri. tingkat inflasi dunia.diharapkan akan terus menurun secara bertahap. selama periode 2010-2014 anggaran belanja pegawai diperkirakan meningkat. untuk pinjaman dalam negeri.68 . persen PDB tiap tahunnya selama periode 2010-2014. baik dari dalam maupun luar negeri. Perkiraan neraca pembayaran didasarkan atas dua asumsi pokok.

.6 persen. Sejalan dengan itu. sementara di provinsi Papua tingkat kemiskinan pada tahun yang sama mencapai 37. miliar pada periode yang sama. Neraca transaksi berjalan diperkirakan tetap surplus dengan besaran menurun. Layanan kesehatan melalui Puskesmas dan dokter juga masih rendah....miliar pada tahun 2014.9 persen pada tahun 2014.1 persen (Maret 2009) hingga mencapai 8 – 9 persen di tahun 2014. miliar pada tahun 2014. hingga tumbuh rata-rata hingga mencapai … persen di tahun 2014. pengangguran terbuka diperkirakan dapat diturunkan menjadi 5. (ii) Tingkat pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar antar kelompok masyarakat juga masih memiliki perbedaan yang cukup besar. miliar menjadi USD .miliar pada tahun 2010 menjadi USD..5 persen. masih menyisakan berbagai kesenjangan yang menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. permintaan domestik yang meningkat akan mendorong kembali kebutuhan impor non migas dari …persen pada tahun 2010 menjadi … persen pada tahun 2014.. yang antara lain tercermin pada: (i) Tingkat kemiskinan antar provinsi yang masih cukup tinggi perbedaannya.. dan penanggulangan kemiskinan. Demikian pula untuk akses terhadap air bersih.. pemberdayaan usaha kecil dan menenngah..1 miliar pada tahun 2014. walaupun persaingan di pasar internasional yang semakin ketat...4 – 5. yang merupakan persyaratan minimum kecukupan kalori.miliar pada tahun 2014. Defisit jasa-jasa diperkirakan meningkat kembali pada tahun 2010 dan menjadi USD 22..69 . yang biasanya tergantung pada usaha kecil I . Investasi lainnya diperkirakan surplus sebesar USD . Kelompok masyarakat dengan pendapatan 40 persen terendah ternyata masih mengkonsumsi kalori di bawah 2.daya saing serta upaya-upaya untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi kegiatan ekspor.2. Dari sisi impor. 4. sedangkan portfolio diperkirakan meningkat dari USD . persen di tahun 2009..3 Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berkeadilan Target pertumbuhan ekonomi tersebut akan disertai dengan berbagai kebijakan pembangunan agar lebih inklusif dan berkeadilan antara lain kebijakan dalam ketenagakerjaan. FDI (neto) diperkirakan meningkat dari USD ..miliar pada tahun 2010 menjadi USD. jumlah penduduk miskin diperkirakan terus berkurang dari 14. Pembangunan nasional yang dilakukan di berbagai bidang melalui berbagai prioritas sebagaimana diuraikan di atas. (iii) penyerapan tenaga kerja baru sebagian besar adalah berupa pekerja informal. setelah mengalami pertumbuhan negatif . cadangan devisa diperkirakan meningkat dari USD .. Sebagai contoh DKI Jakarta memiliki tingkat kemiskinan sebesar 3.. nilai ekspor nonmigas dalam periode 2010-2014 diperkirakan meningkat bertahap. Dengan tambahan angkatan kerja baru rata-rata sebesar 2 juta orang per tahun..100 kkal/kapita/hari. Dengan perkembangan pada neraca transaksi berjalan dan neraca modal tersebut.

berbagai kebijakan dan langkah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Secara keseluruhan programprogram dalam tiga kluster penanggulangan kemiskinan ditingkatkan efektivitasnya untuk dapat meningkatkan jangkauan dan pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar bagi masyarakat miskin. Sementara peran perempuan dalam peningkatan kualitas keluarga. program dalam Kluster Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro juga diarahkan untuk dapat membantu pekerja informal.70 . sehingga mereka memiliki akses yang sama untuk berusaha dan meningkatkan pendapatan untuk memperbaiki kesejahteraannya. Selanjutnya. Pertama. lansia dan terpinggirkan sehingga proses pembangunan dapat mengikutsertakan seluruh komponen bangsa dan hasil pembangunan dapat dinikmati semua lapisan masyarakat dan pada akhirnya dapat secara aktif berpartisipasi dalam pembangunan. serta masyarakat terpinggirkan. peran perempuan dalam peningkatan kesejahteraan I . program PNPM Mandiri dikhususkan untuk membantu masyarakat bersama masyarakat miskin agar mereka berdaya dan akhirnya mampu berpartisipasi aktif dalam mengentaskan dirinya dari kemiskinan dan pada gilirannya mampu berpartisipasi dalam pembangunan di wilayahnya secara lebih luas. lansia terutama yang berasal dari keluarga miskin. maka dalam melaksanakan prioritas pembangunan nasional dalam kurun waktu 2010-2014 dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut. agar mereka mendapatkan akses terhadap kebutuhan dan layanan dasar serta sumberdaya produktif untuk meningkatkan kesejahteraannya. anak terlantar. yang selama ini memiliki tingkat pendapatan yang rendah serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Kedua. program bantuan sosial ini juga akan lebih memperhatikan kelompok masyarakat penyandang cacat. di dalam kegiatan ekonomi serta berbagai bidang lainnya sangat besar. Sementara itu. Program-program bantuan sosial berbasis keluarga dilakukan untuk membantu kelompok masyarakat ini. Memperhatikan permasalahan tersebut di atas. (iv) Demikian pula. agar mereka tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya. Arah kebijakan yang tercermin dalam berbagai fokus di dalam prioritas tersebut merupakan langkah keberpihakan terhadap masyarakat yang masih memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan. penyandang cacat. sehingga pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar yang masih rendah dapat ditingkatkan dan kesenjangan akses antar kelompok pendapatan akan dapat dikurangi. meningkatkan efektivitas kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan sebagaimana diuraikan di dalam Prioritas Penanggulangan Kemiskinan agar dapat melayani dan menjangkau masyarakat miskin. Selanjutnya.dan mikro yang memiliki keterbatasan terhadap akses sumberdaya produktif untuk mengembangkan usahanya. kesetaraan jender di berbagai bidang masih terbatas. menyertakan semua kelompok masyarakat dan golongan serta masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang terpencil dan terisolasi.

Kebijakan dan program untuk memberi perhatian pada perempuan dan anak dilakukan melalui kebijakan dan program dalam Prioritas Nasional lainnya Bidang Kesejahteraan Rakyat. terutama pembinaan anak-anak terlantar yang tidak memiliki keluarga dan orang tua yang dapat membantu mereka untuk membangun masa depan demi peningkatan kualitas kesejahteraannya. Terluar dan Pasca Konflik. dan sebagian dari mereka juga berada di daerah-daerah yang terpencil dan terisolasi. Terdepan. Keterbatasan terjadi karena keterbatasan wawasan dan kemampuan mereka. Namun demikian. pembangunan infrastruktur perdesaan merupakan program penting yang akan dilakukan untuk memberi kesempatan sama kepada masyarakat di daerah perdesaan. termasuk daerah perbatasan yang sebagian besar jauh dari ibu kota wilayah kabupaten dan kota lainnya. Saat ini mekanisme keuangan ke daerah dilakukan melalui DAU.71 . Langkah yang sangat terkait dengan berbagai kebijakan dan program untuk mengikutsertakan seluruh lapisan dan berbagai kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah. perhatian khusus melalui kebijakan dan program yang berpihak kepada perempuan dan anak terus dilakukan pula. Demikian pula. Kebijakan dan program yang diarahkan untuk ini semua dilakukan melalui Prioritas Pembangunan Daerah Tertinggal. Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dapat pula ditinjau dari segi proses perumusan kebijakan dan implementasinya. sehingga sama masyarakat di daerah perbatasan akan memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di wilayah lainnya untuk menikmati hasil pembangunan dan berpartisipasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.keluarga terutama dalam keluarga miskin. serta meningkatkan kualiatas pendanaan pembangunan nasional. Sehubungan dengan itu. Untuk itu. dan Dana Bagi Hasil. sebagian besar masyarakat miskin berada di daerah perdesaan memiliki keterbatasan infrastruktur. DAK. baik melalui peningkatan kegiatan ekonomi maupun dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar dan kualitasnya sangat besar. didukung pula dengan penyempurnaan berbagai mekanisme keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. yaitu I . Mekanisme keuangan ini akan terus disempurnakan dan dilengkapi dengan berbagai instrumen yang akan mendukung proses pembangunan yang sudah lebih terdesentralisasi ke daerah. peran mereka dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga masih terbatas. Bahkan banyak wanita yang menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. dan daerah terpencil dan terisolasi. namun hambatan lain adalah karena wanita belum mendapatkan tempat dan kesempatan yang setara dengan laki-laki. anak yang seharusnya menjadi generasi muda berkualitas agar dapat menjadi pemutus rantai kemiskinan antar generasi juga belum mendapatkan perlindungan dan kesempatan di masa mudanya sebagai fondasi untuk membangun masa depannya. Ketiga. pembangunan daerah perbatasan memerlukan perhatian khusus. Berkaitan dengan ini pula.

sisanya (sekitar … persen) akan dipenuhi pemerintah (pusat dan daerah). Prioritas pengembangan kerjasama pemerintah dan swasta dalam lima tahun mendatang diarahkan untuk menjamin kelancaran distribusi barang. Kebijakan yang afirmatif ini penting untuk disepakati dan dijalankan untuk mengatasi kesenjangan. sesuai dengan siklus rencana kerja pemerintah. Untuk mensinergikan rencana kerja pemerintah dengan potensi pertisipasi swasta. Sesuai dengan I . Kebijakan yang afirmatif akan berhasil apabila didukung dengan koordinasi dan proses konsultasi yang efektif antar para pemangku kepentingan. maupun kemiskinan yang masih mewarnai kehidupan sebagian besar bangsa Indonesia. persen PDB pada tahun 2014. terutama melalui belanja modal kementrian/lembaga yang diperkirakan meningkat dari sekitar .. Revisi Perpres 67/2005 dan peraturan penyediaan lahan untuk pembangunan prasarana publik merupakan prioritas dalam upaya optimalisasi pelaksanaan kerjasama pemerintah dan swasta.. Dari total kebutuhan investasi tersebut sekitar … persen diharapkan dapat dipenuhi oleh pihak swasta yang berasal dari perbankan.Rp 11368. Oleh sebab itu dalam perioda awal RPJMN 20102014 Pemerintah akan memusatkan perhatiannya untuk melakukan penyempurnaan perundang-undangan yang terkait dengan kerjasama pemerintah dan swasta dalam pembangunan..persen PDB pada tahun 2010 menjadi sekitar .3 – 6.8 triliun.4Kebutuhan Investasi dan Sumber Pembiayaan Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi rata rata 6. Perpres 67/2005 tentang Penyediaan Infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dan badan Usaha merupakan milestone penting dalam upaya peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta di bidang infrastruktur. lembaga keuangan non bank.2. buku kerjasama pemerintah dan swasta (PPP book) yang berisi tentang daftar proyek pemerintah yang dapat dikerjasamakan dengan swasta akan diterbitkan setiap awal tahun.6 . 4.8 persen pertahun dibutuhkan total investasi kumulatif selama lima tahun sebesar Rp 10676.. jasa dan infromasi untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk dapat berperan aktif dan bekerjasama dengan membangun consensus untuk lebih berpihak kepada masyarakat yang masih tertinggal. pasar modal luar (saham dan obligasi) dan luar negeri. KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA Dalam periode pembangunan jangka menengah 2005-2009 Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kerjasama pemerintah dan swasta di bidang infrastruktur.72 . ketertinggalan.

monitoring dan evaluasi implementasi. Seiring dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang dimulai sejak tahun 2001. I . PPP Book dapat memberikan indikasi anggaran dukungan Pemerintah yang harus dialokasikan untuk mendukung implementasi kerjasama pemerintah dan swasta. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. PPP Book disusun dan diterbitkan sebagai upaya menciptakan mekanisme penyiapan proyek yang lebih terintegrasi dengan siklus anggaran pemerintah. badan perencanaan pembangunan nasional perlu membentuk sebuah unit kerja yang selain dapat menjalankan funsi formulasi perencanaan kebijakan. Mendukung kesinambungan kerangka kebijakan ekonomi makro.2. 5.5Pendanaan Melalui Transfer Ke Daerah Pendanaan pembangunan melalui Transfer ke Daerah merupakan salah satu instrumen utama dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal. Pemerintahan Daerah Provinsi. Kebijakan pengalokasian transfer ke daerah dalam RPJMN 20102014 diarahkan untuk: 1. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antar daerah. juga dapat menjadi pusat pengembangan KPS yang melakukan pengembangan simpul KPS di sektor dan daerah. transparan dan akuntabel. 4.amanat Inpres 5/2008. Menyelaraskan besaran kebutuhan pendanaan di daerah sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. alokasi Transfer ke Daerah terus meningkat. dan koordinasi kerjasama pemerintah dan swasta (KPS). serta Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Penyesuaian. . Meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah dan antar daerah. rencana penyiapan proyek pemerintah yang dikerjasamakan dengan swasta harus terintegrasi dengan rencana kerja pemerintah agar kemudian dapat diimplementasikan oleh kementerian/lembaga dan satuan kerja perangkat daerah. pengembangan database proyek KPS. Tantangan pembangunan ke depan akan mendorong pengembangan kerjasama pemerintah dan swasta di berbagai sektor pembangunan.73 fiskal nasional dalam 3. Dana Transfer ke Daerah terdiri dari Dana Perimbangan. dan diseminasi serta promosi KPS. 4. Meningkatkan daya saing daerah. Dalam perspektif tersebut. Dalam upaya optimalisasi partisipasi swasta dalam pembangunan.

8. kehutanan dan perikanan). dimana penggunaannya telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Dana Alokasi Umum (DAU). pertambangan umum. dan Dana Alokasi Khusus (DAK). akuntabel. kecuali untuk dana bagi hasil cukai tembakau.6.74 . Dana perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH). bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. DBH merupakan bagian dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk mengatasi masalah ketimpangan vertikal antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam hal kemampuan keuangan (kapasitas fiskal). dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. yaitu tepat sasaran. Meningkatkan kemampuan potensi ekonomi daerah. tepat waktu. Arah kebijakan pengalokasian DBH dalam RPJMN 2010-2014 adalah: I . Penggunaan DBH menjadi kewenangan pemerintah daerah penerima. sesuai dengan kebutuhan untuk penyelenggaraan pembangunan di daerah. efisiensi daerah dalam menggali daya pemanfaatan sumber Meningkatkan sinkronisasi antara rencana nasional dengan rencana pembangunan daerah. Meningkatkan nasional. adil. efisien. merupakan pendanaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena masing-masing jenis dana perimbangan tersebut saling mengisi dan melengkapi. pembangunan Pengelolaan Transfer ke Daerah senantiasa didorong untuk memenuhi pelaksanaan tata kelola keuangan yang baik. DANA PERIMBANGAN Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. pajak bumi dan bangunan. serta memiliki kinerja terukur. gas alam. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Bagi Hasil Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Sumber-sumber penerimaan yang dibagihasilkan adalah penerimaan dari pajak (pajak penghasilan. dan cukai hasil tembakau) dan penerimaan dari sumberdaya alam (minyak bumi. 7. transparan.

Arah kebijakan pengalokasian DAU dalam RPJMN 2010-2014 adalah: 1. Formula dan penghitungan DAU tersebut ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Khusus I . Jumlah keseluruhan DAU ditetapkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sekurang-kurangnya 26 persen dari pendapatan dalam negeri netto yang ditetapkan dalam APBN. 2. dan/atau kompensasi kepada daerahdaerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan lindung. dengan menggunakan perhitungan belanja untuk memenuhi SPM di daerah sesuai Analisis Standar Biaya (ASB). Alokasi DAU untuk suatu daerah ditetapkan berdasarkan formula tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan. serta memberikan insentif kepada daerah-daerah yang berprestasi dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.75 2. Menyempurnakan proses penghitungan dan penetapan alokasi DBH secara lebih transparan dan akuntabel. . dan Menyempurnakan sistem penyaluran DBH sehingga alokasi DBH ke daerah penghasil lebih tepat waktu dan tepat jumlah. Menyempurnakan formula alokasi DAU agar lebih menjamin pemerataan dan keadilan dalam alokasi DAU antar daerah serta agar penggunaannya lebih terarah kepada belanja pelayanan publik. Meningkatkan akurasi data melalui koordinasi dengan institusi pengelola penerimaan Negara bukan pajak (PNBP).1. antara lain dengan meniadakan penggunaan variabel belanja pegawai. 3. DAU merupakan transfer pemerintah Pusat kepada Daerah dan bersifat “Block Grant” yang berarti daerah diberi keleluasaan dalam penggunaannya sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. dan Menyempurnakan perhitungan kebutuhan fiskal dalam formula alokasi DAU sehingga lebih mencerminkan kebutuhan fiskal daerah secara riil.

Meningkatkan secara bertahap pagu nasional DAK untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mendukung pencapaian sasaran prioritas nasional. maupun jumlah daerah yang memperoleh alokasi DAK. Kondisi tersebut menyebabkan masih kurang efektifnya DAK dalam membantu mendanai urusan daerah yang menjadi prioritas nasional. yang disertai dengan upaya mempertajam perencanaan dan penghitungan alokasi DAK berdasarkan kerangka pengeluaran jangka menengah dan I . cakupan bidang DAK. 3) masih relatif kecilnya pagu nasional DAK dibandingkan dengan kebutuhan. termasuk program yang bersifat kewilayahan. Berdasarkan kendala dan permasalahan tersebut maka arah kebijakan DAK dalam RPJMN 2010-2014 adalah: 1.76 . DAK sebagai salah satu instrumen Dana Perimbangan terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. 3. 7) belum tersedianya pedoman yang jelas tentang koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu di tingkat pusat. dan kabupaten/kota. Beberapa kendala dan permasalahan dalam pengelolaan DAK selama ini meliputi: 1) batasan penggunaan DAK sesuai peraturan perundangan yang ada masih menekankan pada kegiatan fisik. 2. Mendukung program dan kegiatan yang menjadi prioritas nasional dalam RPJMN 2010-2014. 8) masih kurangnya koordinasi dan keterpaduan dalam pemantauan dan evaluasi DAK serta rendahnya kepatuhan daerah dalam penyampaian laporan pelaksanaan DAK ke pusat. 9) masih kurangnya sinkronisasi kegiatan DAK dengan kegiatan lain yang didanai APBD. serta selaras dan terpadu dengan perencanaan sektoral nasional. Diprioritaskan untuk mendanai kegiatan-kegiatan dalam program yang bersifat lintas (cross cutting) sektor yang merupakan prioritas nasional. dan 10) masih relatif lemahnya pengawasan daerah terhadap pelaksanaan kegiatan DAK. baik dari sisi besaran alokasi. 4.Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. 4) formula alokasi DAK yang ada belum sepenuhnya dapat menjamin kesesuaian antara kepentingan sektoral nasional dan kebutuhan daerah. 5) masih terbatasnya kapasitas perencanaan DAK yang berbasis kinerja. Diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan relatif rendah dalam membiayai pelayanan publik sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). 2) masih adanya kekurang-tepatan pemahaman tentang konsep DAK baik di pusat maupun di daerah. provinsi. 6) masih kurang terintegrasinya DAK ke dalam siklus dan mekanisme perencanaan pembangunan nasional dan daerah. sehingga kurang dapat mengakomodasi kebutuhan terhadap perencanaan kegiatan secara utuh. terutama dalam pelayanan publik.

serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. dan kementerian/lembaga teknis terkait. akan dilakukan penajaman dan penyempurnaan dengan tetap memperhatikan tujuan pengalokasian DAK. dengan ketentuan: (i) dana otonomi khusus yang besarnya 2 I . bidang DAK meliputi: a) Pendidikan.penganggaran berbasis kinerja. meningkatkan sinkronisasi kegiatan DAK dengan kegiatan lain yang didanai APBN dan APBD. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menjadi undangundang. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dalam membiayai pelayanan publik.77 2. Kriteria khusus ditentukan berdasarkan kebijakan Pemerintah yang secara khusus digunakan untuk menentukan daerah-daerah penerima alokasi DAK berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu. l) Kehutanan. dan kriteria teknis. meningkatkan koordinasi pengelolaan DAK secara utuh dan terpadu di pusat dan daerah. k) Keluarga Berencana. Khusus tentang kriteria alokasi DAK. f) Infrastruktur Sanitasi. e) Infrastruktur Air Minum. Khusus tahun 2010. beserta seluruh kabupaten/kota yang berada di daratan Papua. dan n) Sarana Perdagangan. Penentuan bidang kegiatan yang layak didanai DAK dan besarnya alokasi per bidang DAK ditentukan berdasarkan penilaian (assessment) terhadap usulan DAK yang diajukan oleh kementerian/lembaga. b) Kesehatan. Pada tahun-tahun selanjutnya bidang kegiatan yang didanai DAK ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran bersangkutan. h) Kelautan dan Perikanan. dengan menggunakan kriteria-kriteria yang disepakati bersama oleh kementerian keuangan. j) Lingkungan Hidup. d) Infrastruktur Irigasi. i) Pertanian. kementerian dalam negeri. . m) Sarana dan Prasarana Perdesaan. Dana Otsus dialokasikan untuk Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dalam RPJMN 2010-2014 bidang-bidang yang didanai DAK adalah: 1. c) Infrastruktur Jalan. g) Prasarana Pemerintahan Daerah. antara lain melalui penyempurnaan atau penyusunan indeks-indeks yang mencerminkan kondisi riil dari ketiga kriteria alokasi DAK tersebut. Alokasi DAK ke daerah ditentukan berdasarkan kriteria umum. kriteria khusus. kementerian Negara perencanaan pembangunan nasional. Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator teknis yang ditetapkan oleh menteri/kepala lembaga teknis terkait.

Penggunaan Dana Otsus Papua dan Papua Barat. 2. Dana Otsus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat tersebut diperuntukkan bagi kabupaten. diprioritaskan untuk mendanai pendidikan dan kesehatan. dan penggunaannya diarahkan sebagai berikut: 1. dan provinsi di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. (ii) tambahan dana otonomi khusus untuk infrastruktur akan diberikan kepada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat secara terpisah sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan DPR. kebijakan pengalokasian Dana Otsus berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2008 dan UU Nomor 11 Tahun 2006 terus dilanjutkan. Dana Tambahan Infrastruktur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat diberikan dalam rangka otonomi khusus yang diutamakan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur. Pengelolaan Dana Otsus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. serta pendanaan pendidikan.78 . dengan dasar pembagian menggunakan basis perhitungan jumlah kampung secara proporsional. 3. untuk tahun ke-16 hingga ke-20 menjadi sebesar 1 persen dari pagu DAU nasional. pemberdayaan ekonomi rakyat. penanggulangan kemiskinan. Dana Otonomi Khusus NAD diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. yang jumlahnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu DAU secara nasional. sosial.persen dari total DAU Nasional akan dibagi antara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dana Otsus juga dialokasikan untuk Provinsi NAD dengan nilai setara 2 persen dari pagu DAU nasional selama 15 tahun. Dalam RPJMN 2010-2014. I . kota. Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. dan kesehatan.

melalui kerja keras. Keberhasilan pembangunan nasional dalam mewujudkan visi TERWUJUDNYA INDONESIA YANG SEJAHTERA. (3) keberpihakan kepada rakyat. akuntabel dan efisien. dan kesungguhan segenap komponen bangsa. maju. transparan.oooOooo . sektor-sektor pembangunan lainnya serta penyelenggaraan fungsi pemerintahan yang tidak disebutkan secara spesifik didalam dokumen ini tetap dilanjutkan didalam rangka mencapai visi diatas..BAB V PENUTUP Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 merupakan penjabaran dari visi. Dokumen ini juga menjadi acuan di dalam penyusunan RPJM Daerah dan menjadi pedoman bagi pimpinan nasional dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan. misi dan program aksi pembangunan nasional dari pasanagan Presiden/Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – Budiono. Dokumen ini selanjutnya menjadi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat di dalam penyelenggaraan pembangunan nasional lima tahun ke depan. kita akan menjadi sebuah bangsa yang besar. Rancangan Awal RPJMN ini terdiri dari 3 (tiga) buku: yang pertama memuat prioritas pembangunan nasional. kebersamaan.- I .79 . Selain itu. . kedua memuat arah dan kebijakan bidang-bidang pembangunan. dan (4) peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif (5) sistem birokrasi pemerintahan yang kuat.. DEMOKRATIS. dan bermartabat. dan ketiga memuat arah kebijakan pembangunan kewilayahan. DAN BERKEADILAN perlu didukung oleh (1) komitmen dari kepemimpinan nasional yang kuat dan demokratis. Ke depan. (2) konsistensi kebijakan pemerintah.. Bangsa yang menjadi kekuatan terpenting di Asia dan sejajar dengan bangsa dan negara-negara maju di dunia.

80 .LAMPIRAN MATRIKS PENJABARAN PRIORITAS NASIONAL I .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->