Wonosobo, 31 Maret 2010 KATA PENGANTAR

Penulis

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, petunjuk serta bimbingan-Nya. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan Perjalanan ini sebagai salah satu syarat memenuhi Ujian Praktik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas 1 Mojotengah. Dengan seluruh daya upaya, dengan pikiran, tenaga dan waktu penulis bisa menyelesaikan karya tulis ini. Terimakasih penulis sampaikan kepada Drs. Karyono selaku Kepala Sekolah SMA I Mojotengah yang telah mengijinkan kepada penulis untuk melakukan observasi. Kepada Bapak Bambang Suwarno sebagai Direktur Mebel bambu Tunas Bambu Jaya, yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan observasi di perusahaannya. Kepada Ibu Tanti Susiana, S.Pd selaku guru pembimbing dalam menyelesaikan Laporan Perjalanan ini sehingga dengan jasa beliau penulis dapat menyelesaikan Laporan Perjalanan ini. Dan seluruh aspek yang membantu dalam penulisan Laporan perjalanan ini. Sungguh, penulis menyadari bahwa Laporan Perjalanan ini masih jauh dari sempurna, bak kata pepatah “tak da gading yang tak retak”. Penulis akan sangat berlapang dada dan berbesar hati, apabila para pembaca berkenan memberikan saran-saran perbaikan menyempurnakan Laporan Perjalanan ini. Semoga Laporan Perjalanan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya Keluarga Besar SMA I Mojotengah.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………….i KATA PENGANTAR………………………………………………………………………ii DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..iii BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………...1 A. LATAR BELAKANG………………………………………………………………. B. TUJUAN…………………………………………………………………………… C. MANFAAT………………………………………………………………………... BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………….. A. MENGENAL BAMBU…………………………………………………………… B. MENGOLAH BAMBU…………………………………………………………… C. PEMBUATAN KURSI BAMBU…………………………………………………. D. ALAT – ALAT ATAU PERKAKAS……………………………………………... E. PENGAWETAN DAN PENGAWETAN BAMBU………………………………. F. PENGEMASAN DAN PENJUALAN…………………………………………….. G. PELAKSANAAN………………………………………………………………….. BAB III PENUTUP………………………………………………………………………... A. KESIMPULAN……………………………………………………………………. B. SARAN…………………………………………………………………………….. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………… LAMPIRAN – LAMPIRAN……………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

Alam telah dijadikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kesempurnaannya. Setiap makhluk yang diciptakan mempunyai manfaat dalam kehidupan. Berbagai jenis binatang dan tumbuhan semuanya diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan. Karena keterbatasan kemampuan manusia, kadang kita tidak sadar bahwa hasil alam yang melimpah dan sangat dekat dengan kita sangat bermanfaat dalam kehidupan, salah satun ya adalah bambu.

A. Latar Belakang

Pendidikan keterampilan merupakan salah satu saran untuk mewujudkan bangsa yang bertaqwa dan berjiwa membangun. Akan tetapi sering denagan perkembangan zaman, keterampilan telah banyak dilupakan oleh masyarakat khususnya kaum muda. Keterampilan yang sangat erat hubungannya dengan kerajinan sering diremehkan oleh masyarakat khususnya anak muda sekarang ini. Dengan keadaan seperti ini penulis berusaha menyajikan salah satu keterampilan yang semoga akan mampu menggugah semangat masyarakat untuk berjiwa kreatif, inovatif yang menjadikan hidup ini lebih baik. Dalam hal ini penulis menyajikan kerajinan yang berbahan baku bambu.

B. Tujuan Penulisan

Dengan karya tulis ini penulis berharap agar masyarakat pada umumnya lebih aktif dan kreatif dalam meningkatkan usaha kerajinan khususnya kerajinan mebel bambu. Mudah – mudahan karya tulis yang sederhana ini dapat merupakan sumbangsih dalam

Dengan Laporan Perjalanan ini penulis berharap dapat memenuhi syarat Ujian Praktik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menenengah Atas tahun Pelajaran 2009 / 2010. Tumbuhan ini banyak terdapat di dataran rendah dan dataran tinggi seperti pegunungan yang tingginya lebih dari 1500 meter dpl. Waktu bambu masih muda batangnya terbungkus ruas dan bagian luarnya terdapat miang menempel pada pembungkus atau celumpring. Jenis bambu yang digunakan sebagai bahan baku industri berbeda – beda.mengembangkan usaha kerajinan dari bahan yang telah tersedia di masing – masing daerah di Indonesia. Daerah tempat tumbuh bambu sangat berpengaruh terhadap kesuburan bambu itu sendiri. Dalam hal ini Jepang sudah maju daripada negara – negara lainya. tetapi di dataran tinggi pertumbuhannya kurang subur. Umumnya celumpring lepas sendiri setelah bambu mencapai umur kurang lebih 8 bulan. dari mata bambu itu keluar ranting dan daun. Batang bambu terdiri dari serat memanjang yang membentuk batang dan beruas – ruas serta bagian tengahnya berlubang. Sehingga batangnya tidak begitu besar. Pada tiap ruas terdapat mata bambu. Hal ini . MENGENAL BAMBU Bambu termasuk tumbuhan berumpun. Ditinjau dari kegunaan bambu dapat digolongkan sebagai bahan pokok untuk kerajinan tangan dan industri rakyat. BAB II PEMBAHASAN A. Di dataran rendah bambu dapat tumbuh subur.

Tetapi setelah kering bambu ini sangat keras dan warnanya menjadi hitam kecokelat – cokelatan. a. Sifat Bambu Wulung yaitu apabila dalam keadaan basah. Kegunaan Bambu Apus ini sangat banyak. maka kulitnya tidak begitu keras. misalnya bambu Duri. Sifat Bambu Apus ini apabila dalam kedaan basah berwarna hijau dan tidak keras. Bagian luar atau kulitnya baik untuk ukiran. Bambu jenis ini dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan. Cara memotong hasil panen itu juga nmempengaruhi umur dari rumpun bambu – bambu. Hal ini tergantung dari jenis bambu itu. Kumpulan – kumpulan bambu yang berasal dari satu rumpun pada umumnya berbeda – beda. Tetapi ini juga tergantung pula dari cara mengambil atau memotong bambu sewaktu akan diperlukan. • Bambu Apus Bambu Apus umumnya ditanam oleh banyak masyarakat. namun jika sudah kering warnanya putih kekuning – kuningan. Jenis – jenis bambu Jenis bambu dari kecil sampai yang besar untuk pertumbuhannya memerlukan tanah yang subur. Bambu ada juga yang dapat berumur sampai 30 tahun.karena adanya pengaruh perubahan iklim dan mutu bambu itu sendiri. Susunan buluh dengan buku – bukunya yang pendek ditambah serat – serat yang padat merupakan bambu yang kokoh. . Di Indonesia dikenal beberapa jenis bambu antara lain : • Bambu Wulung Bambu Wulung banyak terdapat di Pulau Jawa. Jadi bambu yang seperti ini dapat menggantikan tugas kayu. terutama untuk keperluan kerajinan dan alat – alat rumah tangga. Bambu Apus ini mempunya kekuatan keawetan dan daya lentur tinggi. Tetapi ada juga bambu yang dapat tumbuh di tanah kering.

cokelat tua dengan warna dasar kuning. Sifat bambu Gading keras dan dindingnya tipis. tetapi ada sedikit perbedaan pada warna kulitnya. Sifat bambu tutul keras dan bagian dindingnya tipis. Tetapi penanamannya lebih sulit karena membutuhkan tanah yang sangat subur dan perawatan yang lebih sulit. Bambu ini sangat cocok untuk hiasan dan perabotan rumah tangga. Sebenarnya masih banyak jenis bambu yang dapat tumbuh dan ditemukan di Indonesia. seperti yang disebut diatas. bukunya tebal dan sedikit keras. B. . Jenis – jenis bambu tersebut merupakan jenis bambu yang tepat dan berkualitas untuk pembuatan mebel bambu atau kursi bambu daripada jenis bambu yang lainnya yang tidak disebutkan pada Bab I. Sifat Bambu Betung antara lain keadaaan kulitnya berwarna cokelat muda.• Bambu Betung Di Indonesia Bambu Betung ini mempunyai ukuran yang besar. • Bambu Gading Bambu jenis ini hampir sama dengan Bambu Tutul. Akan tetapi sesi pembahasan adalah mengenai kerajinan mebel bambu atau kursi bambu. maka jenis – jenis bambu hanya disampaikan lima jenis bambu. • Bambu Tutul Dinamakan Bambu Tutul. Pada bambu Gading tidak terdapat tutul – tutul melainkan garis – garis berwarna hijau dan kuningnya lebih mengkilap. karena pada kulit bambu terdapat bintik – bintik atau tutul – tutul hitam. Rumpun Bambu Tutul tidak rapat dan tidak teratur. MENGOLAH BAMBU Dari pembahasan pada Bab I kita telah mengetahui beberapa jenis bambu.

diperlukan beberapa syarat antara lain sebagai berikut : Bambu harus sudah benar – benar tua Jenis bambu cocok digunakan untuk dapat digunakan sebagai bahan kerajinan Bambu harus bersih Bambu harus benar – benar kering Setelah kita mengetahui syarat bambu yang akan digunakan. Untuk memilih bambu yang tepat ada beberapa cara yang perlu diperhatikan : Celumpring pada tiap – tiap buku sudah mengelupas Ranting – ranting bambu sudah banyak dan keras Tingginya kira . kemudian ranting – ranting dan cabang – cabang bambu dipotong. b. selayaknya kita memperhatikan dalam penebanganserta pembawaan bambu. Bambu dibawa sesuai dengan kebutuhan. Setelah bambu roboh. lebih baik bambu tidak dipotong terlebih dahulu. kita harus memenuhi syarat tersebut sehingga hasil kerajinan memuaskan. Sembiluh ini biasanya menempel . maka dalam mengolah bambu agar mencapai hasil yang memuaskan kita juga harus memperhatikan bagaimana cara mengolah bambu yang benar. Cara Membersihkan Bambu Kebanyakan bambu mjempunyai sembiluh ( Jawa: Lugut ). Bambu ditebang dengan golok atau kampak pada satu arah. Setelah bambu agak condong.karena dalam pembuatan berbagai jenis kerajinan dari bambu. a. Jika ditentukan ukurannya lebih baik bambu dipotong sesuai dengan ukurannya.kira minimal 10 m Warna bambu sudah benar – benar sempurna. Dalam memotong cabang / ranting harus hati – hati agar kulit bambu tidak mengelupas. bambu dipotong dari arah berlawanan. Cara Memilih Bambu Bambu yang digunakan untuk kerajinan harus sudah benar – benar tua. terutama mebel bambu tidak hanya memperhatikan desain. Sebelum kita membuat bambu atau kursi bambu dan jenis – jenis kerajianan yang lain. model dan warna yang menarik. Agar bambu yang telah dipilih tersebut tidak mengalami kerusakan.

Untuk membersihkan bambu yang kasar permukaan sembiluhnya maka gosoklah permukaan itu dengan dedak yang telah di rendam dalam air.benar kering. Untuk mengetahui bersih tidaknya hasil gosokan. PEMBUATAN KURSI . kemudian cara lain adalah menggosok bambu dengan abu yang telah dicampur sedikit air. bambu harus benar . akan lebih abik jika sembiluh dibersihkan. Agar dalam proses pembuatan kerajinan tidak terganggu. Adapun cara membersihkannya adalah sebagai berikut : Bambu dipotong agar mudah dibersihkan. sewaktu – waktu dapat dibersihka dengan air. Bambu yang telah dipotong atau dibelah dikeringkan dengan cara diikat dulu. Cara Mengeringkan Bambu Sesuai syarat – syarat yang diperlukan dalam membuat kerajinan yang berbahan dasar bambu. karena mengakibatkan gatal. Ada dua cara mengeringkan bambu yaitu : Bambu yang masih utuh di belah atau di potong. Sembiluh sifatnya merugikan. jika ternyata dengan menggunakan dedak saja tidak bersih. kemudian belahan atau potongan bambu tersebut di keringkan dengan cara disandarkan di tempat teduh selama tiga sampai empat bulan. Kemudian bambu tersebut digantung atau ditegakkan di tempat yang teduh dalam jangka waktu satu minggu tetapi dapat juga bambu tersebut dijemur. Balahan bambu tersebut disandarkan dengan posisi pangkalnya di bagian atas. Jemurlah hinggsa kering. Palailah kain untuk menggosoknya. Gosok bambu tersebut menggunakan kain atau sarung tangan agar tidak merusak telapak tangan. C.pada kulit bambu. c. Kadang – kadang dedak dicampur dengan pasir halus.

sampai dengan detail pelaksanaannya. Oleh karan itu. Mlati. seorang manajer dari sebuah industri mebel bambu Tunas Jaya. dalam pengembangan desain ketiga faktor tersebut harus saling melengkapi. Pada kurun waktu tertentu orang menginginkan desain dan model terbaru. Ketiga faktor ini harus terpenuhi dan tidak boleh diabaikan. Selain itu kita juga dapat mengembangkan desain dengan cara belajar atau studi banding ke berbagai daerah. Yogyakarta. Dengan menguasai teknik dasar ini. Dengan melakukan banyak studi banding ini para pengrajin dapat mengembangkan desainnya dari motif – motif yang sederhana sampai pada motif yang modern. Setiap orang sebenarnya bisa menciptakan bentuk yang indah. Namun tidak berarti kedua faktor lainnya diabaikan. . desa Sedari.model baru yang relevan dengan perkembangan zaman. kekuatan konstruksi dan kenyamanan saat dipakai. Borobudur dan daerah – daerah lainnya. Pembuatan kursi bambu yang nyaman dan indah memerlukan keterampilan tersendiri. Dalam mengembangkan desainnya. beliau melakukan studi banding keberbagai daerah sep[erti Bali. Tiga faktor penting yang perlu dipegang dalam merancang kursi bambu yaitu keindahan bentuk. Model – model kursi bambu yang kreatif dan lebih inovatif banyak diminati oleh banyak orang. namun juga memiliki nilai artistik / keindahan. Hal ini sudah biasa dilakukan oleh Bapak Bambang Suwarno. pengrajin kursi bambu dapat mengembangkan bentuk kursi bambu dan menciptakan model . Tirtoadi. Sehingga akan sanggup menciptakan desain yang lebih bagus. Sleman. Perkembangan kursi bambu hingga diminati masyarakat dari berbagai lapisan adalah karena adanya keindahan desain / model dengan desain terbaru tercipta yang akhirnya akan terseleksi oleh selera konsumen. Pengrajin dapat menciptakn model dan desain yang indah karena terbiasa melihat dan mengamati model yang telah ada. Lenteng Agung.Kursi bambu diminati oleh masyarakat bukan hanya karena bermanfaat untuk tempat duduk. Bentuk yang indah tetapi tidak nyaman dipakai dan mudah rusak maka tidak ada artinya sama sekali. Pengembangan Desain Rancangan atau desain pembuatan kursi bambu sangat diperlukan. Keindahan bentuk kursi bambu cukup dominan untuk dapat menarik pembeli. Oleh karena itu. karena dianggap model – model dahulu yang populer mulai ketinggalan zaman. usaha pembuatan kursi bambu membutuhkan daya kreasiyang dinamis. tidak boleh ada satupun faktor yang tertinggal. Dari seringnya melihat dan mengamati ini kepekaan oran akan semakin berkembang. Teknik dasar pembuatan bambu mencakup aspek desain. a. konstruksi yang memenuhi syarat.

Yaitu menyambung bagian satu dengan yang lainnya dengan cara menyusupkan bambu yang lebih kecil ke yang lebih besar. Secara garis besar pembmuatan kerangka ini meliputi kegiatan pemotongan. Tinggi meja tamu sekitar 40-45 cm. b. panjang tempat duduk sepanjang paha sekitar 50 cm dan kemiringan sandaran 15°. untuk dua orang sekitar 80 cm dan tiga orang sekitar 120 cm.Pedoman kursi tamu adalah sebagai berikut ( menurut ukuran orang Indonesia ) : lebar kursi seukuran pantat 40-50 cm.  Bilah Sandaran Selain sebagai penahan punggung saat duduk. atau lebih tinggi sedikit daripada pasangan kursinya. Oleh karena itu. sedangkan panjangnya sekitar 45-80 cm. Ada tiga variasi bilah sandaran yang diterapkan dalam kursi bambu yaitu : • • • Susunan bilah membujur Susunan bilah tegak Susunan bilah pagar ( diagonal ) . Sedangkan kaki – kaki kursi dihubungkan dengan potongan bambu paling kecil dimanfaatkan untuk penahan bilah – bilah sandaran dan dudukan. pembuatan lubang. selain harus kuat menahan beban juga perlu memiliki daya tarik. tinggi kursi setinggi lutut 30-35 cm. Umumnya untuk kerangka kaki kursi di pakai bambu yang berdiameter paling besar. Lebarnya dapat dibuat dengan lebar kursi. Untuk menghubungkan bagian . Untuk mendapatkan sambungan yang kuat dan rapi diperlukan keterampilan dan ketepatan membuat lubang sesuai dengan bagian kerangka bambu yang disusupkan. Teknik Pembuatan Kerangka merupakan konstruksi utama kursi bambu dan menjadi kunci kekuatannya. Untuk kursi Garuda perubahan ukuran hanya pada lebar kursi.bagiannya dipergunakan sambungan sistem pantek. penyambungan dan akhirnya pemantekan sebagai pengokoh sambungan. Kursi bambu intinya adalah rangkaian potongan bambu bulat sebagai kerangkanya. bilah sandaran juga memiliki nilai hias. Dengan sistem sambungan yang demikian maka diperlukan bagian – bagian kerangka bambu dengan garis tengah yang berbeda – beda. tergantung modelnya.

3. Penutup dudukan atau meja. belahlah ketiga batang bambu tersebut menjadi 8 bilah tiap batang. 2. tiap batang di belah menjadi 8 bilah. siapkanlah 3 batang bambu bergaris tengah sekitar 7 cm masing – masing 40 cm.Cara membuat sandaran : 1. Untuk membuatr penopang bilah. sehingga diperoleh 24 bilah dengan lebar sekitar 20 m. masing – masing panjang 34 cm. Susunan bilah dudukan ini biasanya diterapkan untuk menutup daun meja bambu. Untuk membuat batang sandaran. 2. Selanjutnya gabunglah bilah – bilah tersebut dengan kedua batang sandaran.  Bilah Dudukan Bilah dudukan adalah bilah – bilah yang dipasang pada tempat yang diduduki . Pelaksanaan perangkaian ini dilakukan pada tahap akhir perakitan. selanjutnya setiap potongan dibuat alur 7 cm atau setebal bilah sandaran. Panjang alur 40 cm dengan jarak 5 cm dari kedua ujungnya. masing – masing berukuran 50 cm. sehingga diperoleh 16 bilah selebar 25 mm. yaitu susunan membujur dan susunan melintang. batang bambu tersebut digergaji menjadi dua potongan sama panjang. siapkanlah bambu bergaris tengah sekitar 5 cm sepanjang 100 cm. . Untuk membuat bilah sandaran. Untuk membuat bilah dudukan. kedua bentuk susunan bilah trsebut sama – sama popular diterapkan. bilah – bilah tersebut dihaluskan kedua sisinya dan ketebalannya dibuat seragam berukuran 7 mm atau sesuai dengan alur bilah yang dibuat. siapkan batang bambu kecil bergaris tengah 3-4 cm panjang 120 cm. siapkan 2 potong bambu bergaris tengah sekitar 8 cm. Cara membuat dudukan : 1. potonglah bambu tersebut menjadi 2 masing – masing 60 cm. umumnya hanya ada dua variasi bilah dudukan. semua bilah dihaluskan tiap –tiap sisi memanjangnya dan ketebalannya dibuat seragam berukuran 6 mm. bilah – bilah tersebut nantinya dirangkaikan dengan kedua penopang dengan ikatan silang menggunakan tali rotan.

kemudian potongan utnuk kaki belakang masing – masing panjangnya 75 cm. keduanay digabungkan menjadi satu. Selanjutnya buatlah lubang untuk menempelkan batang penyangga bilah dudukan. buatlah 4 potongan masing . 5. siapkan bambu sebesar garis dengan bvagian dalam kaki kerangka atau sekitar 8 cm. Setelah 2 rangkaian kaki selesai dikerjakan. kemudian dirapikan dengan pisau khusus pelubang. 4. Membuat batang dudukan depan dan belakang.masing sepanjang 60 cm. Tinggi lubang dudukan 35 cm. membuat lubang dan merangkainya. Caranya adalah membuat lubang pada tiap kaki sebanyak masing – masing 2 buah lubang. jumlah penghubung 5 batang masing .  Merakit 1. 3. Caranya . penahan sandaran serta penguat kaki. Lengan dan bialh dudukan samping. 2. Setelah semua lubang selesai dibuat rangkailah batang – batang bambu tersebut sehingga diperoleh 2 rangkaian kaki kiri dan kanan. Rangkaian kaki samping dikerjakan terlebih dahulu. pertama ukurlah garis tengah batang bambu yang akan disambungkan kemudian buat lubang sesuai ukuran tersebut dengan menggunakan tatah. Setelah posisinya di cek ulang. Pertama mengukur garis tengah batang penghubung. pembuatan lubang harus sebesardengan ujung batang bambu yang akan disambungkan. Menggabungkan kaki depan dan belakang dengan lengan dan batang dudukan samping. siapkan bambu sebesar bhan lengan atau dudukan samping bergaris tengah 8 cm. setiap sambungan diberi lem kayu dan dipantek dengan batang bambu. sedangkan tinggi lubang lengan 52 cm. cara mengerjakannya sama dengan merangkai kaki samping. Membuat Kerangka 1. Cara pembuatan lubang. Gabunglah sandaran dengan batang dudukan belakang dan penahan sandaran. Sedangkan sebagian penyambungnya adalah batang dudukan. buatlah 2 potongan untuk kakidepan masing – masing panjangnya 55 cm. buatlah 5 potongan masing – masing sepanjang 60 cm.masing panjang 60 cm. penahan sandaran dan penguat kaki. 2. Untuk membuat kaki kerangka. siapkan bambu bambu terbesar bergaris tengah sekitar 10 cm.

3. penahan sandaran dan batang penguat kaki. Batang penyatu ini dapat menggunakan bambu sepanjang 18 cm dan bergaris tengah 6 cm. 2. Jumlah bagian tersebut adalah 5 batang. dengan cara menguaskannya. letak batang penyatu ini tepat di tengah – tengah kedua batang tersebut. selisih antara tunggal dan ganda adalah 45 cm. Variasi penutup ruas bambu. diberi batang penyatu. Melapisi semua bagian permukaan kursi dengan vernis. Rakitlah semua bagian dengan di lem kayu dan diperkuatr dengan pantek. Pemasangan bilah ini menggunakan lem kayu kemudian dililit rotan sebanyak 4 putaran.  Kerangka Bagian yang berbeda ukuran antara lain adalah batang dudukan depan dan belakang. Kedua ujung tiap – tiap bialh dipotong miring dan posisinya menumpang pada kedua batang dudukan. Satu – persatu bilah disatukan pada kedua penopangnya dengan menggunakan rotan tali. c.dengan membuat lubang di kedua batang tersebut sesuai dengan garis tengah batang sandaran. bila pada kursi tunggal masing – masing berukuran panjang 60 cm dan pada kursi ganda berukuran 105 cm. . lalu keempat ujung sandaran diselipkan kedalam lubang – lubang tersebut. menggunakan bilah – bilah bambu yang disusun tepat menutupi lingkaran bambu. Membuat Kursi Ganda Pada pembuatan kursi ganda cara pembuatannya sama dengan pembuatan kursi tunggal. Untuk variasi dan sekaligus memperkokoh konstruksi antar batang dudukan depan dan batang penguat. 5. 4. 3. Maka ukuran jadi kursi ganda adlah 110 cm sedang kursi tunggal panjangnya 65 cm.  Penyelesaian 1. hanya perbedaannya ukuran lebih panjang daripada kursi tunggal. Pada setiap sambungan diperindah dengan melilitkan rotan sesuai dengan selera atau pada smabungan tertentu saja.

d. Gabungkan sepotong kaki dengan satu bilah daun meja dan penguat kaki. 4. Sedangkan batang daun meja dipotong berjarak 3 cm dari ujung atas. Batang daun meja dan penguat kaki: siapkan bambu berdiameter 6-8 cm sebanyak 8 potong dengan ukuran 60 cm. 2. .  Merakit dan menyelesaikan Cara merakit dan menyelesaikan kursi ganda sama dengan urutan perakitan dan penyelesaian kursi tunggal. Kaki meja: siapkan bambu besar bagian tengah kurang lebih 10 cm. Namun dalam karya tulis ini hanya menyampaikan pembuatan meja pendek saja. Membuat Meja Ada dua model bentuk meja. Dan bilahnya sebanyak 48 buah. sedangkan ukuran besar bambu sama yaitu 4-5 cm.  Kerangka 1. yaitu pendek dan panjang. sebanyak 4 potong dengan panjang 43 cm. Sandaran Pembuatan sandaran sama dengan pembuatan sandaran pada kursi tunggal tetapi pada kursi ganda ada dua sandaran. 3. Batang penghubung kaki pada bagian bawah: membutuhkan bambu yang berdiameter 5 cm sebanyak 2 batang dan berukuran 65 cm. Jarak penguat kaki adlah 20 cm dari ujung kaki bawah. Untuk model meja panjang penulis berharap agar pembaca bisa mengembangkan dan mencari sendiri agar lebih kreatif.  Dudukan Karena pada kursi ganda ukurannya lebih panjang maka ukuran penyangga lebih panjang sekitar 105 cm. Cara penggabungannya adalah dengan membuat lubang sesuai dengan garis tengah batang bambu yang akan digabung.

semua sambungannya dipantek dengan pantek bambu. Bilah dipotong pada batang penyangga dengan posisi miring dandiikat dengan rotan tali dengan ikatan silang. Posisi penghubung dipasang 10 cm dari salah satu ujung p[enguat kaki. Setelah disetel dengan baik. Yang terakhir melapisi seluruh bagian dengan Vernis. 2.  Daun Meja 1. Setiap sambungan pada daun meja ( bagian atas meja ) dibuat dengan rotan secara di lem dan di paku. Gabungkan pula kedua penguat kaki hingga dengan kedua penghubungnya. Gabungkan rangkaian kaki dengan rangkaian penguat. Siapkan 3 potong bambu berdiameter 7 cm. Lingkaran bagian atas. 4. Siapkan penyangga bilah pada kedua batang dan meja berjarak 15 cm dari ujung batang daun. digunakan bambu berdiameter 5 cm sebanyak 2 batang dan panjangnya masing – masing 60 cm. kaki meja ditutup dengan menggunakan bilah yaitu dengan di lem kemudian di balut dengan rotan. Semua bagian meja dirakit dengan menggunakan lem kayu pada setiap sambungannya. 2.  Penyelesaian 1. 3. 3. potongan bambu tersebut dibelah dengan ukuran 2 cm sehingga menjadi 25 buah bilah. Untuk membuat penyangga bilah. . panjang 50cm. 6.  Merakit 1. jarak kedua penghubung tersebut 15 cm. 2.5.

ALAT – ALAT ATAU PERKAKAS Tanpa menggunakan alat atau perkakas itu akan sulit melakukan apapun. Macam – macam Alat  Pisau penyerut. a. pisau potong dan golok. Itulah sebabnya jika akan membuat sesuatu relebih dahulu persiapkan alat – alat yang diperlukan. Pisau danh golok digunakan untuk memotong dan membelah bambu.D. .

 Palu besar dan palu kecil.  Meteran dan pensil. Akan lebih baik apabila pada setiap paku diberi gambar alat yang disimpan tersebut. Digunakan untuk menancapkan paku pada bagian yang di lem atau di lekatkan. digunakan untuk melubangi kayu. digunakan untuk membuat lubang dengan ukuran besar dan untukmengukit bambu. Alat – alat yang berkarat bukan hanya akan cepat rusak tetapi juga akan sulit atau kurang baik untuk digunakan. Pada papan tersebut ditancapkan paku untuk menggantungkan alat. seperti dibuatkan kotak atau dengan dibuatkan papan sebagai tempat penyimpanan. Digunakan untuk memotong bambu. Maksudnya agar lebih mudah yaitu menyimpan alat sesuai gambar yang ada.  Gergaji kayu. .  Alat atau perkakas akan mudah berkarat jika disimpan ditempat yang lembab.  Alat di buatkan tempat atau wahah khursus untuk melewatinya. Peralatan dan alat Perkakas. digunakan untuk membuat ukitan – ukiran. maka sebelum disimpan sebaiknya alat tersebut diolesi minyak pelumas atau oli. Setiap perlengkapan apapun akan menjadi awet dan lebih tahan lamaapabila di dapatkan perhatian dan perawatan dengan baik dan benar.  Pahat / tatah. Oleh karena itu.  Bor tangan.

Semakin lama waktu perendaman semakin baik pula keawetannya. Cara pelaksanaannya yaitu: bambu diletakkan bersandar di pohon . penghilangan minyak bambu dengan cara ini sangat sederhana walaupun agak memakan waktu lama. sesudah mendidih maka pintu tabung ditutup. Selain itu maksud pengawetan ini supaya bambu tidak bubuk dimakan kutu atau insekta. Setelah 30-35 menit bambu dikeluarkan dalam kedaan panas. Sedangkan di daerah pegunungan biasanya direndam di kolam – kolam tepi sungai. Biasanya bak tersebut mampu menampung 10 sampai 15 batang bambu yang panjangnya kurang lebih 7 meter. Panjang dapur dapat dibuat sampai 10 meter.E. Biasanya perendaman ini dilakukan di sungai – sungai. Direbus Cara ini dilakukan oleh perusahaan pengolahan dan kerajinan bambu. atau pinggir – pinggir sawah. iii. Cara pengawetan bambu antara lain : i. Tabung perebus diisi air kemudian dipanasi sampai mendidih. yaitu dengan membuat dapurperebus yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan. Manfaat pengawetan ini adalah untuk menambah daya lenting atau lentur agar jika bambu diikat tidak mudah patah. PENGAWETAN dan PEWARNAAN BAMBU a. Cara ini biasa dilakukan di daerah dataran rendah. ii. Direndam Bambu yang sudah direndam dipotong dalam keadaan utuh direndam dalam air mengalir. Bambu diikat satu dengan yang lain agar tidak hanyut. Karena membutuhkan waktu sekitar setengah bulan.pohon yang teduh atau di samping rumah. Api dijaga agar tetap selalu menyala. Batang diletakkan terbalik dan berlawanan dengan arus air. Teknik merebus bambu ini dikerjakan secara besar -besaran. . Pengawetan Bambu Proses pengawetan bambu berarti menghilangkan getah dan minyak bambu. Diangin – anginkan Diangin – anginkan di tempat yang teduh.

v. misalnya jelaga dicampur dengan kulit pohon salam ditambah air. hal ini dilakukan untuk menjaga jangan sampai terkena penguapan dan kelembapan. pengeringan bambu ini dilakukan selama 3-4 hari. Pewarnaan Bambu Agar model .iv. Dengan pewarnaan ini diharapkan akan menambah nilai jual mebel atau menarik perhatian. Tumbukan tersebut diberi air dingin sebanyak 1 gelas. Bambu – bambu tersebut diletakkan membentang setinggi 40-45 cm diatas permukaan tanah. Penyimpanan Untuk menyimpan bambu – bambu yang kering biasanya dilakukan di tempat yang terlindungi. 3. Sebelum abbmu kering diusahakan jangan sampai terkena air hujan. baik secara alami maupun sintetis.model yang dihasilkan lebih menarik maka dibutuhakan pewarna. 2. b. Selanjutnya diaduk dan di diamkan selama satu malam. Pengeringan Batang bambu yang akan dikeringkan terlebih dahulu dibersihkan kemudian bambu dijemur pada panas matahari yang suhunya tidak lebih dari 35° C. Kemudian campuran itu . akan menghasilkan warna hitam. Kulit pohon slam yang masih basah ditumbuk sampai lumat sebanyak 1 gelas. a) Pewarna Alami Untuk warna dapat digunakan pewarna alami. Adapun cara – caranya sebagai berikut: 1. Ada dua cara pewarnaan yaitu dengan menggunakan bahan alami dan dengan pewarna sintetis.

Pewarna Dengan Asam 1. 6. kemudian ditumbuk pada piring atau tempat yang lain sampai halus. b) Pewarna sintetis Pewarna sintetis yaitu pewarna yang dibuat dari bahan kimia seperti cat. maka biasanya dibuat bambu tutul secara sintetis dengan jenis bambu yang lain. Ulangi kegiatan “e” dan “f” sehingga mencapai warna yang diinginkan. Akan tetapi karena keterbatasan bambu tutul. Buatlah kuas dari kain yang berbentuk bulat. kemudian oleskan pada bagian yang akan diwarnai. Ada beberapa cara pemberian warna yaitu : dengan asam. vernis. nepthol dengan garamnya dan dengan soda ergan. 4. Keringkan bagian yang sudah diberi warna dengan cara diangin – anginkan.diletakkan pada kain penyaring dan diperas. dan lain sebagainya. Cara pewarnaan sintetis biasa digunakan pada teknik ini. 8. Asam Nitrat . kemudian celupkan pada campuran kulit pohon salam dan air. plitur. kemudian oleskan pada serbuk jelaga dan oleskan pada bagian yang sudah diolesi campuran tadi. 7. 5. a. Siapkan jelaga. Buatlah satu kuas lagi. Biasanya mebel dari bambu tutul lebih diminati para pelanggan daripada mebel dari jenis bambu yang lain.

Kemudian encerkan dengan air dingin sampai 1 liter. Warna yang timbul adalah cokelat. lalu dicuci dengan air. Larutan yang diencerkan dipercikkan pada bambu kemudian diangin – anginkan. Asam Sulfat Asam sulfat 15% diperlukan pada bambu dengan mengguanakan kuas. bambu yang telah kering dicelupkan pada air kapur 50gr/lt ( disareni ). Warna yang timbul bermacam – macam tergantung jenis soga ergan yang digunakan. Agar timbul warna. 2. selanjutnya dicuci dengan air dan terakhir dikeringkan kembali untuk di vernis. kemudian diaduk sampai rata lalu ditambah 30cc NaOH ( 43gr/lt ). c. . Agar timbul warna dan tidak luntur.asam nitrat 15% diperlukan pada bambu dengan menggunakan kuas. bambu dipanaskan. Agar timbul warna. campur keduanya dengan perbandingan 1:1. Agar timbul warna. Sebagai contoh dapat digunakan garam merah B. Bambu yang telah berwarna dikeringkan kembali. garam biru B atau garam oranye GC. Setelah itu bambu dikeringkan. Kemudian larutan tersebut dipercikkan pada bambu dan bambu dikeringkan. b. Asam nitrat ini hanya bagus digunakan pada bambu yang telah dikupas. Warna yang timbul adalah hitam dan terlihat jelas pada bambu yang dikupas maupun tidak dikupas. obat hijau dilarutkan dalam air dingin sebanyak 15gr/lt. bambu dipanaskan diatas kompor atau anglo. Garam yang digunakan tergantung warna yang diinginkan. Pewarna Dengan Soge Ergon Soga eron dilarutkan pada air panas sebanyak 15 gr/lt. bambu yang telah kering dicelupkan kedalam garam Diazo ( 5gr/lt ). sekali lagi dikeringkan dan terakhir di vernis. Pewarna Dengan Nepthol Dengan Asamnya Nepthol 15gr ditambah 15cc TRO dan 300cc air panas.

.

2) Tempelkan tripleks pada 5 sisi kerangka dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan kerangka dan dilekatkan dengan paku. antara lain: Paku Palu Tripleks Reng Kertas karton Paku pines Setelah mengetahui bahan dan alatnya.F. Pengemasan mempunyai tujuan agar barang hasil produksi lebih terjaga kualitas maupun kondisinya. maka dalam pengiriman mebel dikemas dengan baik. Pengemasan Dalam pengemasan mebel bambu ada beberapa langkah. Agar mebel bambu terjaga kondisinya. bahwa setiap hasil produksi dikemas sebelum dijual. Selanjutnya tutup dengan tripleks dan dilapisi kertas karton. 3) Langkah terkhir.bab berikutnya. Kemudian buat kerangka dengan reng yang dilekatkan dengan paku menggunakan palu. Sesuai tahapan dalam proses penjualan hasil kerajinan. PENGEMASAN dan PENJUALAN Telah menjadi kebiasaan. pasang kertas karton di bagian luar dengan paku pines. lebar dan tingginya kemudian reng dipotong sesuai ukuran mebel tersebut. Mebel dikirim kepada konsumen dengan berbagai cara. Selengkapnya akan dibahas pada sub. a. Sebelum membuat kemasan kita harus menyediakan alat dan bahan. maka cara pembuatannya adalah sebagai berikut: 1) Mebel yang kan dikemas diukur panjang. . Kemudian mebel dimasukkan dari bagian sisi yang belum ditutup.

Hal ini bertujuan agar par pelanggan terus percaya pada produsen. Nilai penjualan mebel bermacam-macam.000. Dengan dipilihkan bambu yang paling baik dan model paling baik pula. Jepang dan hongkong. Kualitas untuk interlokal barangnya biasanya mampu bertahan sampai 8 atau 10 tahun. Meskipun demikian harga mebel bambu berkisar dari Rp 250. Untuk itu penulis memberikan gambaran seberapa besarnya nilai penjualan. tempat pemasaran dan kendala-kendalanya. yaitu Kota Samarinda dan Balikpapan. Dalam penjualan mebel bambu ada daerah pemasokan atau penjualan. tergantung pada kualitas dan modelnya. Swedia.00 sampai Rp 900. Italia. sebab biasanya pembeli datang sendiri ke perusahaan dengan memesan model yang diinginkan.b. Tetapi ada beberapa cabang untuk memasoknya. Untuk penjualan lokal tidak ada daerah khusus yang dituju. Ada waktu-waktu penjualan yang sangat ramai yaitu sekitar dua bulan sebelum Lebaran . dan untuk penjualan di luar daerah atau luar negeri ( interlokal ) bisa mencapai 1 container yang berisi tidak kurang dari 60 set. Sedangkan untuk penjualan interlokal bisa sampai ke Negara antara lain: Jerman. Perancis.0000. Salah satunya adalah kalimantan. Sedang untuk daerah sendiri barang hanya bertahan sekitar 4 tahun. Kualitas model bambu yang diperdagangkan di dalam negeri dan luar negeri biasanya dibuat berbeda.00 setiap satu set. Jumlah penjualan tergantung dari kondisi pasar ( ramai atau sepi ) tetapi dapat dipastikan untuk penjualan di daerah sendiri atau lokal berkisar sekitar 11 set. Penjualan Tujuan yang paling utama dari pembuatan mebel bambu ini adalah dapat menghasilkan nilai komersil.

G.00 WIB dan smpai tujuan pada pukul 10. Jogjakarta dlam waktu 3 jam. Selain waktu-waktu tersebut penjualan biasa-biasa saja. informasi kami dapat dari Bapak Bambang Suwarno. namun kendala paling berat adalah ketika mengalami kemerosotan atau merugi.untuk daerah sendiri. Lokasi tempat kerajinan mebel bambu. Kemudian kami segera mencari tahu tentang proses pembuatan mebel tersebut secara langsung . Dan untuk luar negeri dari bulan Juni sampai sebelum Natal. . Sesampainya di Jogjakarta. Kendala yang biasa dihadapi oleh pebisnis mebel adalah kurangnya modal usaha untuk perkembangan perusahaannya. Perjalanan dimulai dari pukul 08. Menggunakan kendaraan pribadi. kami segera menuju Sleman.00 WIB. selaku pemilik perusahaan kerajinan mebel bambu tersebut. PELAKSANAAN Perjalanan kami tempuh dari Wonosobo menuju Sleman.

BAB III PENUTUP . Dan akhirnya kami smapi di Wonosobo pada pukul 19.Dengan hasil wawancara yang kami lakukan sudh memenuhi. Kami diijinkan untuk melihat-lihat bagaimana cara proses pembuatan kerajinan mebel bambu dan sebagian dari kami mempunyai waktu untuk mengambil gambar hasil pembuatan kerajinan mebel bambu tersebut. kamipun segera kembali ke Wonosobo pada pukul 17.00 WIB.00 WIB dengan menempuh rute perjalanan yang sama. Setelah selesai melakukan observasi.

Namun demikian dalam proses pengolahannya.A. yaitu alat-alat atau perkakas. kita akan dapat menciptakan mebel bambu yang lebih bermutu dan berkualitas serta berkuantitas yang unggul. KESIMPULAN Bambu yang merupakan tanaman berumpun dan bisa tumbuh di daerah pedesaan ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar. Agar bambu mencapai hasil yang memuaskan. Dengan kekreatifan. pemahat / tatah dan palu. Selain itu. Misalnya Bambu Betung untuk bangunan. pemerintah melakukan berbagai cara. gergaji kayu. Dalam rangka peningkatan produk bambu. ada banyak proses yang harus dilakukan. Mebel abbmu merupakan hasil kerajinan tangan manusia yang sangat bagus. Dengan menambah lahan untuk pembudi-dayaan bambu dan penyuluhan kepada masyarkat. Ada banyak jenis bambu yang terdapat di Indonesia yang mempunyai manfaat yang berbeda-beda. Bambu yang semula merupakan bahan yang tradisional dapat diubah menjadi produk yang lebih modern. pembersihan. ada banyak kendala baik dari luar maupun dari dalam. Bambu Apus untuk kerajian rumah tangga dan Bambu Wulung untuk mebel. ada satu hal yang sangat penting dalam pembuatan mebel bambu ini. . Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa produk kerajinan bambu semakin meningkat. pemotongan perancangan danh perangkaian serta penyelesaian. golok. Peralatan sederhana yang bias digunakan adalah seperti pisau. Dari penebangan. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut ada banyak hal dapat ditempuh diantaranya adalah dengan keuletan dan kekreatifan kita sendiri.

Agar setiap bentuk usaha di dasari dengan keuletan. Pembaca. agar selalu meningkatkan produktifitasnya yang lebih modern. lebih berhati-hati dalam memproduksi dan agar selalu memberikan pendidikan kerajianan tersebut kepada generasi muda. penulis memberikan saran kepada : 1. SARAN Melalui karya tulis ini.B. Kendala yang dialami dalam berusaha harus dihadapi dengan tenang dan tidak mudah putus asa dan dengan semangat yang tinggi. lebih banyak melakukan study banding agar lebih kreatif dalam menciptakan suatu model baru. Industri mebel bambu Tuans Bambu Jaya. . 2. Perusahaan sebaiknya lebih terorganisir. ketekunan dan kekreatifan.

Desti Surmisyani .KERAJINAN MEBEL BAMBU MODERN SLEMAN. JOGJAKARTA LAPORAN PERJALANAN INI DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PRAKTIK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH ATAS 1 MOJOTENGAH TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010 Disusun Oleh: 1.

PEMUDA DAN OLAHARAGA SMA 1 MOJOTENGAH 2009 / 2010 . Muharti 3.2. Sri Asih PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO DINAS PENDIDIKAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful