P. 1
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah

Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah

|Views: 3,272|Likes:
Published by Farid

More info:

Published by: Farid on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA

SMA 4 NEGERI PALU

TESIS
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi pada Universitas Negeri Semarang

Oleh
KAIMUDDIN

3301402014

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Muhsin, M.Si NIP. 130818770

Drs. Widiyanto, MBA.MM NIP. 132208714

Mengetahui, Ketua Jurusan Manajemen

Drs. Sugiharto, M.Si NIP. 131286682

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi fakultas Ekonomi, Universiatas Negeri Semarang pada:

Hari Tanggal

: :

Penguji Skripsi

Drs. Marimin, M.Pd NIP. 130818769

Anggota I

Anggota II

Drs. Muhsin, M.Si NIP. 130818770

Drs. Widiyanto, MBA. MM NIP. 132208714

Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si NIP. 13165823

iii

baik sebagian atau seluruhnya. Semarang.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. April 2007 Laeli Kurniati NIM. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. 3301402014 iv . bukan jiplakan dari karya tulis orang lain.

R.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : • Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (Q.S. terima kasih tak terhingga atas segala yang telah diberikan. Buchori Muslim) PERSEMBAHAN Dengan mengucap syukur kepada nama Allah SWT. Almamaterku v . Al Insyiroh 6-7) • Ketika menyerahkan suatu pekerjaan kepada orang yang bukan ahlinya (bukan bakatnya) maka tunggulah saat kehancurannya (H. Karya ini kupersembahkan untuk: Ayah dan ibu.

sehingga penulis memiliki kemampuan untuk menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul ”Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007”. dorongan dan bantuan dari berbagai pihak yang tak ternilai harganya. Sudijono Sastroadmodjo.Si. Drs. MBA. Drs.PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin.Si. Sugiharto. Drs. dalam rangka menyelesaikan strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ekonomi. Muhsin. selaku Dosen Pembimbing I yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis. 5. selaku Ketua Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian.Si selaku Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menuntut ilmu di UNNES 2. 3.Si. Drs. Jasa baik mereka tentu tidak saya lupakan begitu saja. Dalam penyusunan skripsi ini penulis telah menerima banyak bimbingan. 4. MM. selaku Dekan Fakultas Ekonomi yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian. M. M. M. selaku Dosen Pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis vi . Agus Wahyudin. Prof. Universitas Negeri Semarang. M. Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Widiyanto.

selaku Kepala SMK Negeri I Purbalingga yang telah memberikan ijin dan fasilitas kepada penulis selama mengadakan penelitian. Sukamto.Pd. 7. Marimin. Drs. bantuan. Mas Afid. 10. selaku Dosen Penguji yang telah memberikan kritik dan saran terhadap penyusunan skripsi ini. Yosep Win Puji Punarwa. Teman-teman kost Trisanja dan Anak AP’ 02.6. 8. untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. 9. Akhirnya penulis berharap semoga Allah SWT memberikan balasan atas keikhlasan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya kemampuan yang ada dalam diri penulis terbatas. Semua pihak yang membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Drs. atas doa. Seluruh guru SMK Negeri I Purbalingga yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini 12. Drs. selaku Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri I Purbalingga bidang Sarana dan Ketenagaan yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan penelitian. Semoga skripsi ini berguna dan bermanfaat bagi para pembaca maupun pihak yang berkepentingan. Semarang. 11. April 2007 Penulis vii . M. dan dukungan selama ini.

Jurusan Manajemen. Hasil temuan awal menunjukkan adanya kendala atau persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi kepala sekolah. Motivasi Kerja. Muhsin. Fakultas Ekonomi. MBA. Diharapkan dengan meningkatnya motivasi kerja guru akan tumbuh kinerja yang lebih baik. frekuensi kunjungan kelas oleh kepala sekolah masih tergolong rendah. Kata Kunci: Supervisi. Pembimbing II. kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu disarankan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas supervisi. Populasi penelitian ini 60 guru di SMK Negeri 1 Purbalingga. M.001 < 0. Variabel yang diteliti meliputi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja sebagai variabel bebas sedangkan kinerja guru sebagai variabel terikatnya.M. Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK Negeri 1 Purbalingga. viii . begitu sebaliknya. Kinerja. observasi metode pembelajaran. disisi lain guru memandang perlunya supervisi kepala sekolah dalam rangka pembinaan sehingga perlu dikaji pengaruhnya terhadap kinerja guru dalam menjalankan tugasnya. Drs.Si.7%.05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga Tahun 2007. seperti meningkatkan kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja. Widiyanto. Diharapkan dengan meningkatkan frekuensi kunjungan kelas akan menumbuhkan kinerja guru. mempertahankan pendapat dan memecahkan masalah. ditunjukkan dari p value = 0. Skripsi. meninjau rencana pembelajaran. observasi perbaikan. Populasi ini sekaligus sebagai sampel. Drs. Data diambil dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi ganda. M. Besarnya pengaruh supervisi dan motivasi kerja terhadap kinerja mencapai 20.Motivasi kerja guru tergolong baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama dalam hal kemandirian dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja akan diikuti dengan tingginya kinerja guru. Supervisi yang dilakukan kepala sekolah menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup. memotivasi semangat kerja guru. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. 100 hal.SARI Laeli Kurniati. Permasalahan penelitian ini: adakah pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru. 2007.

.1......................................................................................................................................................................... PENDAHULUAN 1..........1............. ii PENGESAHAN KELULUSAN ...............1 Supervisi Kepala Sekolah ............ 9 2..................... 8 BAB II............................. 6 1.............................. 1 1.........3 Tujuan Penelitian ............................................ ix DAFTAR TABEL......................................................................................................... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................. iii PERNYATAAN ................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................. xiii DAFTAR GAMBAR ............. 7 1...............................................................................................1 Pengertian Supervisi Kepala Sekolah ................................4 Kegunaan Penelitian .............. i PERSETUJUAN PEMBIMBING... xviii DAFTAR LAMPIRAN................. xix BAB I.................................................................................................................................................................................................. vi SARI................................................................. v PRAKATA....................... 7 1........... 9 2.............................................................2 Karakteristik Supervisi ............ viii DAFTAR ISI..... 10 2...........3 Fungsi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pengajaran .................................................1....................................................5 Sistematika Skripsi.........................................................................................................................1 Latar Belakang ................................................................. LANDASAN TEORI 2.......................... 12 ix ..2 Permasalahan ............................

. 25 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja ..................2..................3 Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya Motivasi Kerja ..................................................... 26 2..............................................2 Validitas ................. 16 2...2 2.........1 Pengertian Motivasi Kerja .................4.........4 Teknik-teknik Supervisi .........1 3....................1 3............................................................4 Kerangka Berpikir...........................................1........2 Analisis Deskriptif Persentase .................1 Populasi Penelitian ............................ 13 2..............................................................................3....2....2 Variabel Penelitian .................................3................ 26 Penilaian Kinerja.. METODE PENELITIAN 3........4 Pengertian Kinerja ................................. 23 2................................ 17 2..................................................................... 34 3...............4 Ciri-ciri Motivasi Kerja .....3.......................... 38 Uji Asumsí Klasik....... 33 3..... 16 2........................................................................ 31 BAB III...............2......... 34 Reliabilitas ..........................................................................3 2........................................2 Motivasi ............................ 24 2.2 Teori Motivasi ...........3............................................................................................. 39 x ............................. 32 3............................................ 24 Unsur Kinerja .5.......................................................................5 Metode Analisis Data...................................4.........................3 Metode Pengumpulan Data .................... 28 2....................1 2........ 37 3.3 Kinerja Guru ........................................................................... 23 2...2................................. 38 3...........2.................5........................4 Validitas dan Reliabilitas ... 32 3..5 Hipotesis................

...................................................1.............2 Motivasi Kerja Guru .. 45 4...3 Uji Prasyarat.......................2 Pembahasan ...........3. 41 BAB IV.....................1 Uji Normalitas Data ..... 92 4......... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4........2...............2...1.......1 4.................................................... 39 3................5..... 88 4...........................................................2....................... 86 4....................... 41 3......................5..............3............2......................................3 Kinerja Guru ............................................4 Heteroskedastisitas ....4 Hasil Uji Hipotesis ....3 4..................... 96 xi ...3 Uji Multikolinieritas ...........2 Uji Linieritas ..........5........... 72 4....2......... 92 Motivasi Kerja Guru .............3 Uji Heteroskedastisitas ..4 Supervisi Kepala Sekolah .......2 Gambaran Umum SMK Negeri I Purbalingga....4 Uji Multikolinieritas .. 45 4...1 Uji Simultan ...1 Hasil Penelitian .. 90 4.....................................1........................4...........................3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 58 4..................1 4.................................. 43 4.......................................................1...................... 43 Gambaran Umum Variabel Penelitian ..................2...........1.1....5...........1.....................1...2..............1 Uji Normalitas Data ....1.............3...2 4................... 40 3.........1.2.................3.........5......... 41 3........ 94 Pengaruh Supervisi Terhadap Kinerja Guru ....... 90 4...2 Uji Linieritas ................................................. 88 4........2................................1....3.....................2...............2.....1 Supervisi Kepala Sekolah ............ 86 4.. 89 4............1...... 93 Kinerja Guru ..........................................................

............. 101 LAMPIRAN-LAMPIRAN ..............2......................................4.......................... 99 5..........................................2 Saran......................... KESIMPULAN DAN SARAN 5...........................................................................................1 Kesimpulan .... 103 xii .................................................................. 97 BAB V...................5 Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru ..... 99 DAFTAR PUSTAKA .............................

................................... 48 9.............................................. 50 11................. Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Memberi Evaluasi untuk Memotivasi Semangat Kerja Guru ................ Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Membimbing Guru Berkaitan dengan Kurikulum ............................. Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas terhadap Perbaikan Pengajaran ...... 45 4........................................................................................ 36 2.................. 51 12..................................................... 47 7.................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1................................. Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Rencana Pembelajaran Guru ... 49 10................................................................................... Persepsi Guru Terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Semangat Kerja ...... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas dalam Rangka Observasi Perbaikan Cara Mengajar Guru .................................................... 46 6................... 48 8................... Hasil Uji Validitas Instrumen.......................................................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas oleh kepala sekolah ........................................................................................................................ Persepsi Guru Terhadap Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah............................................. Kriteria Presentase ......... 39 3................... 51 xiii ..... Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Semangat ...................... 46 5........... Persepsi Guru Terhadap Supervisi Kepala Sekolah......................

................................ Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pengembangan Teknik Evaluasi dan Metode Pembelajaran ........ Persepsi Guru Terhadap Frekuesi Bimbingan Kepala Sekolah tentang teknik –teknik Evaluasi dan Pengembangan Metode Pembelajaran ..... Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan MGMP . Ketekunan Menghadapi Tugas . 57 22............................... 55 19......................................... 56 20..................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Rapat-Rapat Evaluasi KBM ...................................... 57 23.........................................................13................................................. 59 25............. Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Rapat-Rapat Upaya Pembinaan ....... 52 14...................... 54 18............................................................................ Motivasi Kerja Guru ........................................................ Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan Pendidikan dan Diklat ....... Usaha Mengoreksi Hasil Ulangan Siswa .... Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Kesempatan Guru Mengikuti Kegiatan di luar Pembelajaran ....................... 60 xiv .................................... 59 26...................................... 52 15.............................................................. Persepsi Guru Terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Metode dan Evaluasi ..................................... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Kesesuaian Perangkat Pembelajaran dengan Pelaksanaan Pembelajaran ........ Persepsi Guru Terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pemahaman Kurikulum ........ 58 24............ 56 21..................................... 54 17.................. 53 16..... Persepsi Guru Terhadap Frekuensi Pelaksanaan Pembinaan Administrasi ...............

....... 67 41.................................................... Tindakan Guru Ketika Siswanya Mengalami Penurunan Prestasi ........................... 62 32................................................. Ulet Menghadapi Kesulitan ................... Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin ................ 70 46....... 69 44......... 62 33....... Senang Mencari dan Memecahkan Masalah ........................... 64 36..................................................... 66 39........... Tingkat Kesenangan Guru untuk Bekerja Mandiri .......... 60 28............................................ 69 45.................. 70 47........27...... Tindakan Guru dalam Menghadapi masalah tugas ................. Tindakan Guru terhadap Tugas yang diperintah Kepala Sekolah ... Tingkat Tanggung Jawab Menyelesaikan Tugas ................................................ Mempertahankan Pendapat dalam mengikuti rapat evaluasi KBM......... 64 37...... 66 40............................................................................... 63 34........................... Tidak Melepaskan Hal-hal yang diyakini ...... 68 43.. Membantu Memecahkan Masalah Rekan Guru dalam Pergaulan ............. Tindakan Guru ketika Mendapat Kesempatan Seminar............... Mempertahankan Pendapat dalam Mengikuti Rapat tentang Kebijakan Sekolah ........................... 68 42.......... 60 29........................................................... Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-Tugas Rutin ........ Penggunaan Metode Pembelajaran dalam KBM .. Minat terhadap Bermacam-Macam Masalah ....................... 61 31........ 61 30..... Penggunaan Media Pembelajaran dalam KBM ..... 71 xv ....................................................................................................... Menyelesaikan Hasil Ulangan Siswa .......................................... 71 48............... Menghadapi Kegaduhan dalam Kelas.. Menyelesaikan Tugas dari Kepala Sekolah ....... Membantu Rekan Guru yang Mengalami Kesulitan ................................... 65 38... 63 35............... Tingkat Kemauan Memperbaiki dan Mengembangkan Kemampuan Siswa .....

Kinerja Guru dalam Pengembangan Profesi ................................... Kinerja Guru dalam Pemahaman Wawasan Pendidikan ................................................................................. 81 65........................ 82 67...... 72 50................................... Kemampuan Memahami Hubungan Pendidikan dan Pengajaran ............... 80 64........ Kemampuan Memahami Fungsi Sekolah ............. 73 52...... Pelaksanaan Remedial ................................ Kemampuan Menyusun Program Tindak Lanjut Hasil Penilaian ....... 74 54........ Penyusunan Rencana Pembelajaran...... 78 59............................... 75 56....................... 76 57................. Kinerja Guru dalam Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik ................................... 83 69............................... 85 72................ 83 68............... 84 70................ 79 62............. Kinerja Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran ..............49.. 75 55........... Kemampuan Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran ............................. Kemampuan Guru dalam Menganalisa dan Mengolah Hasil Penilaian ....... Kemampuan Guru dalam Menyampaikan Materi .. Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Tindak Lanjut .............................. Penguasaan terhadap Bahan Kajian ............................................................ Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar .................. Kemampuan Guru dalam Berinteraksi ...... Persiapan Materi yang akan disajikan kepada siswa .. 77 58......... Mengklasifikasikan Kemampuan Siswa ................................ Kemampuan Guru dalam Menyusun Laporan Penilaian .................... Pelaksanaan Ulangan Harian........ Kinerja Guru .......... Kemampuan Guru dalam Memotivasi . 74 53...................................... 81 66................................... 85 xvi ...................... Kemampuan Guru dalam Perencanaan Media Pembelajaran ...... 84 71......................... 78 60.......... 80 63............ 73 51........................ 79 61......................... Kinerja Guru dalam Penguasaan Bahan Kajian Akademik .............

.................... 88 75......... Hasil Uji Multikolinieritas ....................... Hasil Uji Linieritas .................. Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov ....................................................................... 90 xvii ............... 88 76... 86 74.................... Hasil Uji Simultan (Uji F)........................................................73.....................

...... 87 3............... Uji Heteroskedastisitas.......................DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1....................................................................... 30 2.. 89 xviii ...... P-P Plot Pengujian Normalitas Model Regresi ........................................ Kerangka Berpikir...............................................

........................ 124 9................................................................................................................................ 137 21........................................................ 120 5.................................................................. Daftar Nama Responden Guru .............. 122 7.............. Perhitungan Validitas Angket Kinerja Guru ...................... Reliability Angket Kinerja Guru..... Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah.................................................... 134 18......................................................... 117 3.... Uji Linearitas Data Y * X1 ...................... Regression .................... Tabel Uji Validitas Angket Kinerja Guru ................................ Histogram....... Perhitungan Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah .................. Reliability Angket Motivasi Kerja ..... 138 22.............. Uji Normalitas................... Tabel Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah ........ 127 12.......................... Perhitungan Validitas Angket Motivasi Kerja ............................. Perhitungan Reliability Angket Motivasi Kerja .................................................. 103 2....... Tabel Uji Validitas Angket Motivasi Kerja ................ 129 14............ 132 16............................................................... 135 19.......... 136 20................................ Uji Validitas Angket Motivasi Kerja ........................................ Uji Linearitas Data Y * X2 ........................................................ Perhitungan Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah ......... Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah ............................................... 126 11................................. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ............ 123 8.. 133 17.... 119 4......... Angket Penelitian .......... 125 10..................................... 139 xix ......................... 130 15..DAFTAR LAMPIRAN 1.................................... Uji Validitas Angket Kinerja Guru ............................................................. 121 6................ 128 13...........................

...................................... 147 29........... Daftar Kritik r Product Moments ............... Perhitungan Reliability Angket Kinerja Guru .................................................................................23.............. 146 28.................................................... Analisis Regresi Ganda .................................................................. 145 27.... 140 24............................................................ 142 26............... Daftar Kritik Uji T . Daftar Kritik Uji F ............................................... Data Hasil Penelitian ..................... Surat-Surat Penelitian ......................................................... 148 xx ..................... 141 25..................

Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik.1 Latar Belakang Masalah Menurut UU No. Kemampuan dan ketrampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalisme guru. Dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya. masyarakat. Dalam pasal 39 (1) dan (2) dinyatakan bahwa: Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 1 . dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan ketrampilan tertentu. menilai hasil pembelajaran. pengelolaan. pengawasan.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Bangsa dan Negara. pengembangan. guru sebagai profesi menyandang persyaratan tertentu sebagaimana tertuang di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pengendalian diri.BAB I PENDAHULUAN 1. akhlak mulia. kecerdasan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab diatas. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. kepribadian.

gaji yang layak dengan keprofesionalnya sehingga memungkinkan guru menjadi puas dalam bekerja sebagai pendidik. Pada guru yang puas terhadap pekerjaannya maka kinerjanya akan meningkat kemungkinan akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. oleh karena itu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan mutu guru untuk menjadi tenaga profesional. Kinerja guru atau prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang . pemberian insentif. Untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional maka perlu diadakan pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan. Untuk membuat mereka menjadi professional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baik melalui pemberian penataran. terutama mutu gurunya. pemberian motivasi. dan menjadikan guru sebagai tenaga kerja perlu diperhatikan. Sebagaimana dikemukakan oleh Tilaar (1999:104) peningkatan kualitas pendidikan tergantung banyak hal. disiplin. pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yang lain seperti peningkatan disiplin. Kepuasan kerja berkenaan dengan kesesuaian antara harapan seseorang dengan imbalan yang disediakan. kualitas kerjanya. pemberian bimbingan melalui supervisi.2 Tugas guru erat kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Kepuasan kerja guru berdampak pada prestasi kerja. dihargai dan diakui keprofesionalannya. Agar peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil. Kepuasan kerja bagi guru sebagai pendidik diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya.

pengalaman. Supervisi dalam hal ini adalah mengenai tanggapan guru terhadap pelaksanaan pembinaan dan bimbingan yang diberikan oleh kepala sekolah yang nantinya berdampak kepada kinerja guru yaitu kualitas pengajaran. Sikap professional guru merupakan hal yang amat penting dalam memelihara dan meningkatkan profesionalitas guru. kerjasama dengan semua warga sekolah. Oleh karena itu tugas kepala sekolah selaku manager adalah melakukan penilaian terhadap kinerja guru. jujur dan objektif dalam membimbing siswa.3 didasarkan atas kecakapan. Dengan adanya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah diharapkan memberi dampak terhadap terbentuknya sikap professional guru. Supervisi pendidikan didefinisikan sebagai proses pemberian layanan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pengelolaan proses pembelajaran secara efektif dan efisien (Bafadal. Kinerja guru akan baik jika guru telah melakukan unsur-unsur yang terdiri dari kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar. Ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya kinerja guru. 2001:94). serta tanggung jawab terhadap tugasnya. Penilaian ini penting untuk dilakukan mengingat fungsinya sebagai alat motivasi bagi pimpinan kepada guru maupun bagi guru itu sendiri. menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran. kepribadian yang baik. kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya. kepemimpinan yang menjadi panutan siswa. 2004:46). karena selalu berpengaruh . namun penulis mencoba mengkaji masalah supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah dan motivasi kerja guru. kreativitas dalam pelaksanaan pengajaran. dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan.

Kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru yang diminatinya karena sesuai dengan kepentingannya sendiri. Keberhasilan guru dalam mengajar karena dorongan/motivasi ini sebagai pertanda apa yang telah dilakukan oleh guru telah menyentuh kebutuhannya.4 pada perilaku dan aktivitas keseharian guru. . Tetapi jika guru kurang puas terhadap pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerjanya rendah maka guru dalam bekerja kurang bergairah. pembentukan. Guru menjadi seorang pendidik karena adanya motivasi untuk mendidik. guru yang puas dengan pemberian supervisi kepala sekolah dan motivasi kerjanya tinggi maka ia akan bekerja dengan sukarela yang akhirnya dapat membuat produktivitas kerja guru meningkat. 1996:380) Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan dan kerja. Oleh sebab itu. Guru yang termotivasi dalam bekerja maka akan menimbulkan kepuasan kerja. Perilaku profesional akan lebih diwujudkan dalam diri guru apabila institusi tempat ia bekerja memberi perhatian lebih banyak pada pembinan. motivasi kerja dalam psikologi sebagai pendorong semangat kerja (Anoraga. dan pengembangan sikap profesional (Pidarta. hal ini mengakibatkan produktivitas guru menurun. Bila tidak punya motivasi maka ia tidak akan berhasil untuk mendidik/mengajar. 1998:35). Kegiatan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru akan berpengaruh secara psikologis terhadap kinerja guru. karena kebutuhankebutuhan guru yang terpenuhi mendorong guru meningkatkan kinerjanya.

Secara umum persoalan tersebut meliputi: kualitas supervisi dari kepala sekolah yang masih tergolong rendah.054.com/harian. Padahal tujuan supervisi untuk membantu guru-guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan dan berusaha mencapai tujuan pendidikan itu dengan membina dan mengembangkan metode-metode dan prosedur pengajaran yang lebih baik.(www.859 guru SD di Indonesia ternyata hanya sekitar 30% yang layak mengajar dikelas dihadapan para siswa dan yang selebihnya tidak layak.Untuk itu diperlukan peran kepala sekolah untuk memotivasi para guru untuk meningkatkan kinerjanya. Untuk guru SLTP. dari 1.5 “Berdasarkan laporan Balitbang depdiknas tahun 2002. dan SMK angkanya hampir sama”.suaramerdeka. SMU. Selain itu banyak guru kurang berhasil dalam mengajar dikarenakan mereka kurang termotivasi untuk mengajar sehingga berdampak terhadap menurunnya produktivitas/kinerja guru. Sarni dalam tesisnya berjudul”Pengaruh Kreativitas kepemimpinan Kepala Sekolah dan Supervisi Pengajaran oleh Pengawas Sekolah terhadap Kinerja Guru di 29 SMP Negeri kabupaten Batang” menyimpulkan ada pengaruh yang .htm) Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa guru di SMK Negeri I Purbalingga ditemukan bahwa masih banyak kendala atau persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi kepala sekolah.

2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. 1. Namun untuk penelitian tentang supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru berdasarkan kajian pustaka yang saya telusuri belum ada yang melakukan oleh karena itu topik tersebut perlu diteliti. Bertitik tolak dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007”.6 signifikan antara kreatifitas kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi pengajaran terhadap kinerja guru di 29 SMP N dikabupaten Batang. Adakah pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga? 2. Seberapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga ? .

4. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga.2 Kegunaan secara praktis 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang dijabarkan di atas. 1. motivasi kerja serta kinerja. 2. Untuk mengembangkan wawasan mengenai supervisi kepala sekolah. motivasi kerja serta kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga.4. Memberi dorongan para guru untuk meningkatkan kinerjanya dengan melalui supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan.7 1. maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah: 1. 2. Sebagai bahan masukan atau input bagi SMK Negeri I Purbalingga agar mampu mengambil langkah-langkah tepat dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga. 2. Untuk mengembangkan pengetahuan mengenai supervisi kepala sekolah.1 Kegunaan secara teoritis 1.4 Kegunaan Penelitian 1. 1. .

Bagian isi skripsi terdiri atas: Bab I PENDAHULUAN Diuraikan tentang latar belakang masalah. dan sistematika skripsi. kegunaan penelitian.8 1. daftar isi. Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berisi hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan dari hasil penelitian. halaman judul.5 Sistematika Skripsi Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi skripsi maka secara garis besar sistematikanya dibagi menjadi tiga kelompok: 1. pengesahan kelulusan. daftar tabel. saran kepada pihak yang terkait 3. Bagian akhir Skripsi. permasalahan. pernyataan. validitas dan reliabilitas. prakata. lembar berlogo. tujuan penelitian. sari. Bagian awal skripsi yang berisi: sampul. persetujuan pembimbing. motto dan persembahan. variabel. Bab II LANDASAN TEORI PENELITIAN Membahas landasan dan konsep-konsep serta teori-teori yang dijadikan landasan dalam penelitian Bab III METODE PENELITIAN Membahas tentang populasi penelitian. metode pengumpulan data. dan metode analisis data. daftar gambar serta daftar lampiran. berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran . 2.

1.1 Pengertian Supervisi Kepala Sekolah Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Purwanto. 2000:17) Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. mencari. termasuk menstimulasi. supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran.BAB II LANDASAN TEORI 2. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian. Dari definisi tersebut maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa dia hendaknya pandai meneliti. 9 . supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan tugas-tugas utama pendidikan. menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. 2003:32) Menurut Jones dalam Mulyasa (2003:155). Menurut carter.1 Supervisi Kepala Sekolah 2. dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai.

Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan. penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.1. yaitu pertemuan awal. sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka. . 4. pengamatan. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru. 2. 2. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.2 Karakteristik supervisi Menurut Mulyasa (2004:112) Salah satu supervisi akademik yang populer adalah supervisi klinis. Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). dan umpan balik. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. 6. 3.10 Jadi supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas mengajarnya dengan melalui langkah-langkah perencanaan. yang memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. 7. 5. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.

SMU atau SMK dan sebagainya semuanya memerlukan sikap dan sifat supervisi tertentu. Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada. Sebaliknya. Di antara faktor-faktor yang lain. banyak jumlah guru dan muridnya. Apakah sekolah itu di kota besar. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah. dan sebagainya. bagaimana kehidupan sosial-ekonomi. 2.11 8. memiliki halaman dan tanah yang luas. adanya kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh . 2. Besar-kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. atau sebaliknya. hasrat kemampuannya. 5. Apakah sekolah itu merupakan kompleks sekolah yang besar. Tingkatan dan jenis sekolah. Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia. Bagaimanapun baiknya situasi dan kondisi yang tersedia. di kota kecil. semuanya itu tidak akan ada artinya. Dilingkungan masyarakat orang-orang kaya atau dilingkungan orang-orang yang pada umumnya kurang mampu. Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri. 3. pedagang. jika kepala sekolah itu sendiri tidak mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan. SLTP. Dilingkungan masyarakat intelek. atau petani dan lain-lain.3 Faktor yang mempengarui berhasil tidaknya supervisi Menurut Purwanto (2004:118) ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi atau cepat-lambatnya hasil supervisi antara lain: 1. 4. yang terakhir ini adalah yang terpenting.1. Apakah sekolah yang di pimpin itu SD atau sekolah lanjutan. Apakah guru-guru di sekolah itu pada umumnya sudah berwenang. atau pelosok.

. dan atau mengirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran. 2. Membina kerja sama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya. 4. menyediakan perpustakaan sekolah. sesuai dengan bidangnya masingmasing.4 Fungsi kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran Kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain: 1.12 kepala sekolah. mencari. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar. 3. 5. antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok. Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau komite sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa. 6. segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya. seminar. Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah. dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. 2.1.

secara garis besar cara atau tehnik supervisi dapat digolongkan menjadi dua. Misalnya cara menggunakan alat atau media yang baru. Mengadakan kunjungan observasi (observation visits) Guru-guru dari suatu sekolah sengaja ditugaskan untuk melihat/mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan caracara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. metode penemuan (discovery). yaitu tehnik perseorangan dan teknik kelompok.13 2. tidak . untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki. b. c.1. 1. seperti misalnya sosiodrama. seperti audio-visual aids. Teknik perseorangan Yang dimaksud dengan teknik perseorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan. diskusi panel. Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa Banyak masalah yang dialami guru dalam mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : a. dan sebagainya. fish bowl. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai.5 Teknik-teknik supervisi Menurut Purwanto (2004:120-122). problem solving. Misalnya siswa yang lamban dalam belajar. Dengan kata lain. cara mengajar dengan metode tertentu. Mengadakan kunjungan kelas (classroom visition) Yang dimaksud dengan kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktuwaktu yang dilakukan oleh seorang supervisor (kepala sekolah) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar.

Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah. Masalah-masalah yang sering timbul di dalam kelas yang disebabkan oleh siswa itu sendiri lebih baik dipecahkan atau diatasi oleh guru kelas itu sendiri daripada diserahkan kepada guru bimbingan atau konselor yang mungkin akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengatasinya. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : a. 2. Kelompok-kelompok yang telah terbentuk itu diprogramkan untuk mengadakan pertemuan/diskusi guna . Mengadakan diskusi kelompok (group discussions) Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompokkelompok guru bidang studi sejenis. d. siswa yang nakal. dan sebagainya. b. Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings) Seorang kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya.14 dapat memusatkan perhatian. Teknik kelompok Ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. Termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. Antara lain : 1) Menyusun program catur wulan atau program semester 2) Menyusun atau membuat program ssatuan pelajaran 3) Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas 4) Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran 5) Menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar 6) Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler. study tour. siswa yang mengalami perasaan rendah diri dan kurang dapat bergaul dengan teman-temannya.

Menurut Gwynn. 10) bulletin supervisi. dalam Bafadal (2004 :48-50). 11) sertifikasi guru. 3) laboratorium kelompok. Mengingat bahwa penataranpenataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah. Sedang teknik supervisi kelompok meliputi : 1) kepanitiaan. 7) diskusi panel. teknik supervisi digolongkan menjadi dua kelompok. Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan. maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran. 4) bacaan terpimpin. 2) percakapan pribadi. c. 13) pertemuan guru.15 membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan peranan proses belajar-mengajar. dan penataran tentang administrasi pendidikan. yaitu teknik perorangan dan teknik kelompok. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu. 2) kursus. bahwa supervisi kepala sekolah adalah proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. Adapun teknik yang biasa digunakan adalah kunjungan kelas. Teknik supervisi individual meliputi : 1) kunjungan kelas. 3) kunjungan antarkelas. pertemuan baik formal maupun informal serta melibatkan guru lain yang dianggap berhasil dalam proses belajar mengajar. 4) penilaian sendiri. Ada beberapa teknik yang biasa digunakan . 6) perjalanan staf. 5) demonstrasi pembelajaran. 12) tugas belajar. 8) perpustakaan profesional. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training) Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataranpenataran sudah banyak dilakukan. agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru. 9) organisasi profesional. penataran tentang metodologi pengajaran.

Terry dalam Hasibuan (2005:145).1 Pengertian Motivasi Kerja Motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan dan kerja. pengembangan metode dan evaluasi. Menurut G. motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Menurut Hasibuan (2005:65). Motivasi merupakan pemberian atau penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mau bekerja sama bekerja secara efektif dan terintegrasi dan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan. Motivasi kerja merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang atau pegawai untuk melaksanakan usaha atau kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi maupun tujuan individual. Meurut As’ad (1995:45). 1998:35). dan kegiatan rutin diluar mengajar yang kami teliti sedangkan indikator lain tidak kami teliti karena kurang mengungkap masalah yang kami teliti 2.2.2 Motivasi 2. Oleh sebab itu. motivasi kerja dalam psikologi sebagai pendorong semangat kerja (Anoraga. semangat kerja guru. pemahaman tentang kurikulum. agar mereka mau bekerja sama. namun dalam penelitian ini hanya indikator : kunjungan kelas. . efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.R. motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.16 kepala sekolah dalam mensupervisi gurunya. rapat-rapat pembinaan. motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang.

Abraham H. 2. perasaan. Kebutuhan yang mendorong perbuatan kea rah tujuan tertentu adalah motivasi. Maslow menggolongkan adanya lima kebutuhan manusia. Adanya berbagai kebutuhan akan menimbulkan motivasi seseorang untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.2. Maslow dalam Need Hierarchy Theory menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasan manusia bersifat jamak yaitu kebutuhan psikologis dan biologis berupa material. 2003:104).2 Teori Motivasi Tingkah laku manusia selalu timbul oleh adanya kebutuhan yang mendorong ke arah suatu tujuan tertentu. Manusia merupakan mahluk sosial yang memiliki kebutuhan. pikiran dan motivasi.17 Dengan demikian disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang yang menyebabkan ia melakukan sesuatu tindakan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi motivasi kerja merupakan kondisi psikologis yang mendorong pekerja melakukan usaha menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat tercapai suatu tujuan. . (Hasibuan. Setiap manusia dalam melaksanakan suatu kegiatan pada dasarnya di dorong oleh motivasi. Orang mau bekerja keras dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari hasil pekerjaannya.

c. b. pangan. Kebutuhan akan keamanan dan keselamatan Jika kebutuhan psikologis sudah sedikit terpenuhi maka kebutuhan ini dapat menjadi motivasi. mencintai serta diterima dalam pergaulan lingkungan kerjanya. Kebutuhan ini mengarah pada bentuk kebutuhan akan keamanan dan keselamatan jiwa di tempat kerja pada saat mengerjakan pekerjaan pada waktu jam-jam tertentu. Manusia pada dasarnya selalu ingin hidup berkelompok dan tidak seorangpun manusia ingin hidup menyendiri.18 Adapun tingkat kebutuhan manusia yang mendorong manusia untuk bekerja menurut Maslow adalah: a. Kebutuhan ini merupakan rasa aman dari kecelakaan dan keselamatan dalam melaksankan pekerjaan. keuntungan serta kondisi kerja untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan Afiliasi Kebutuhan afiliasi adalah kebutuhan sosial misalnya berteman. Organisasi membantu individu dengan menyediakan gaji yang baik. Kebutuhan ini terdiri dari : . Kebutuhan fisik Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang seperti sandang. papan.

Serendah-rendahnya pendidikan dan kedudukan seseorang tetap merasa dirinya penting. 3) Kebutuhan akan perasaan kemajuan dan tidak sanggup menyenangi kegagalan. tetapi tidak selamanya demikian. e. dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Setiap karyawan akan merasa senang jika diikutkan dalam berbagai kegiatan dan mengemukakan saran atau pendapat pada pimpinan. ketrampilan. Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan . 2) Kebutuhan akan perasaan dihormati. 4) Kebutuhan akan perasaan ikut serta. Kebutuhan akan penghargaan diri/status Merupakan kebutuhan akan pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya.19 1) Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain di tempat ia bekerja. Kebutuhan aktualisasi diri ini berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal. Kemajuan di segala bidang merupakan keinginan dan kebutuhan yang menjadi idaman setiap orang. kemampuan. Karena manusia merasa dirinya penting. Idealnya prestise timbul karena adanya prestasi. d. Kebutuhan aktualisasi diri Kebutuhan aktualisasi diri dipenuhi dengan menggunakan kecakapan. Kebutuhan aktualisasi diri hanya dapat dipenuhi atas usaha individu itu sendiri.

serta adanya jaminan kesehatan. Oleh karena itu. walaupun gedungnya sederhana hendaknya selalu dibersihkan dan diatur rapi sehingga membuat orang senang bekerja di dalamnya.20 individu. rasa mampu. rasa diikutsertakan. Kondisi kerja yang menyenangkan. Kondisi kerja yang menyenangkan Suasana kerja meliputi tempat kerja. . 2. perlakuan yang wajar dan jujur. 1. bersih. ikut ambil bagian dalam pembentukan kebijakan sekolah. rasa takut akan masa depannya. Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatnya jenjang karier seorang individu. tetapi adanya jaminan ketercukupan akan makan. Kimbal willes dalam Bafadal (2004:101-102) menegaskan ada delapan hal yang diinginkan guru melalui kerjanya. perlengkapan kerja. yaitu adanya rasa aman dan hidup layak. perlengkapan yang cukup. pakaian. serta adanya bimbingan. kondisi kerja yang menyenangkan. Rasa aman dan hidup layak Hidup layak bukan berarti mewah. pengakuan dan penghargaan atas sumbangan. dan perumahan bagi guru maupun keluarganya sehingga mereka bisa hidup sebagaimana orang lain hidup secara layak. rapi. dan kepemimpinankerja. Sedangkan rasa aman berkenaan dengan kebebasan dari tekanan-tekanan batin. dan kesempatan mempertahankan self respect. misalnya tempat kerja yang menarik.

Perlakukan setiap anggota dengan wajar dan adil. dimana hanya anggota tertentu saja yang mendapatkan perhatian. apapun jabatannya. Jika kelompok merasa bahwa hanya anggota tertentu saja yang mendapatkan perhatian. pegawai tata usaha maupun lainnya. semuanya ingin merasa dirinya termasuk dalam anggota kelompoknya dimana ia bekerja dan berhasrat untuk bergabung mencapai prestasi yang lebih baik. seorang pemimpin harus memberi kesempatan kepada anggotanya untuk memperbaiki serta menjalin hubungan sosial dengan rekan-rekan kerjanya. Janganlah sekali-kali pilih kasih. yang ia lakukan demi . Rasa mampu Setiap anggota kelompok menginginkan agar prestasi mereka diakui oleh pemimpin. lenyaplah semangat kerja kelompok. 5. kepala sekolah harus selalu menghargai dan mengakui setiap hasil kerja guru. pemimpin mengakui bahwa setiap anggota kelompoknya mampu menunaikan tugasnya dan mengakui setiap anggota kelompoknya memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam mencapai tujuan kelompok. Dalam hal ini. baik sebagai guru. Perlakuan yang wajar dan jujur Seorang pemimpin bertugas membina persatuan antara anggotanya. Pengakuan dan penghargaan atas sumbangan Setiap orang yang bekerja ingin diakui oleh orang lainnya.21 3. Sehubungan dengan pembinaan moral kerja guru. Begitu pula setiap guru menginginkan agar segala jerih payahnya. Oleh karena itu. Rasa diikutsertakan Sebagai manusia. 6. 4.

Berilah kesempatan merencanakan bersama. Hasrat ini merupakan hasrat asasi manusia.22 kesuksesan sekolah. Apabila keinginan untuk diakui tersebut terpenuhi maka guru akan merasa gembira dalam bekerja. memberikan rangsangan serta menunjukkan harapan yang positif. 5) tempat kerja yang baik. tetapi sebaliknya. yaitu 1) upah yang adil dan layak. 3) pengakuan sebagai individu. 8. 4) keamanan kerja.3 Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi kerja Frederich Hersberg dalam Sedarmayanti (2001:67) menyatakan pada manusia berlaku faktor motivasi dan faktor pemeliharaan dilingkungan . diakui oleh kepala sekolah maupun guru-guru lainnya. jangan banyak diperintah. Jika semua guru diikutsertakan dalam membuat policy sekolah mereka merasa dipentingkan dalam sekolah. Kesempatan mengembangkan ”self respect” Rasa harga diri setiap guru perlu dikembangkan agar dapat melakukan apa yag harus dilakukan tanpa harus dididik pimpinan.2. George dalam Hasibuan (2005:163) mengemukakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja. 7) perlakuan yang wajar. Pengalaman membuktikan bahwa jika tujuan ditetapkan bersama oleh kelompok maka semua anggota kelompok ikut bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Sedang Claude S. Ikut ambil bagian dalam pembuatan kebijakan sekolah Semua guru ingin ikut mbil bagian dalam membuat kebijakan sekolah. 2) kesempatan untuk maju/promosi. 2. 6) penerimaan oleh kelompok. 8) pengakuan atas prestasi. 7.

berulang-ulang begitu saja. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).23 pekerjaannya. Menunjukkan minat terhadap bermcam-macam masalah. tidak pernah berhenti sebelum selesai) 2. (6) tanggung jawab. (8) kehidupan pribadi. yaitu (1) kebijaksanaan. (6) gaji dan upah. (3) hubungan antar manusia dengan atasan. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. 8.2. Dari hasil penelitiannya menyimpulkan ada enam faktor motivasi yaitu (1) prestasi. (2) supervisi teknis. kalau gurunya tekun melaksanakan pekerjaannya. 4. Lebih senang bekerja sendiri 5. (5) hubungan antar manusia dengan bawahannya. memiliki ciri-ciri tersebut di atas. (3) kemajuan/kenaikan pangkat. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis. (10) status 2. (4) pekerjaan itu sendiri. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini. 7. Ciri-ciri motivasi seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. . (5) kemungkinan untuk tumbuh. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) 3. Apabila seseorang memiliki ciriciri tersebut. (7) kestabilan kerja. berarti orang itu memiliki motivasi yang cukup kuat. 6.4 Ciri-ciri motivasi kerja Menurut Sardiman (2005:83) dalam buku interaksi dan motivasi belajar mengajar bahwa motivasi yang ada pada diri setiap orang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sedangkan untuk pemeliharaan terdapat sepuluh faktor yang perlu diperhatikan. (9) kondisi tempat kerja. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa seseorang yang memilik motivasi kerja. Karena kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik. ulet dalam memecahkan masalah dan hambatan secara mandiri. (4) hubungan manusia dengan pembinanya. sehingga kurang kreatif). Tekun menghadapi tugas (dapat menerus dalam waktu yang lama. (2) pengakuan.

3 Kinerja Guru 2. Cepat bosan pada tugas yang rutin 6. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh lembaga administrasi negara (1992:12) merumuskan kinerja merupakan terjemahan bebas dari istilah Performance yang artinya adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau pencapaian kerja atau hasil kerja. Sementara Nawawi (1997:235) menegaskan bahwa kinerja yang diistilahkan sebagai karya adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan. baik fisik / material maupun non material. juga harus berani mempertahankan pendapatnya kalau memang yakin dan rasional. Dapat mempertahankan pendapatnya 7. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 8. Senang mencari dan memecahkan masalah 2. Lebih senang bekerja mandiri 5.1 Pengertian Kinerja Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1990:503) kinerja berarti sesuatu yang dicapai. Bahkan peka dan responsive terhadap berbagai masalah umum dan berfikir bagaimana cara pemecahannya. Tekun menghadapi tugas 2. Indikator yang digunakan untuk mengukur motivasi kerja guru adalah : 1. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah 4. Menurut Simamora (1997:327) kinerja adalah tingkat pencapaian standar pekerjaan.3.24 guru yang produktif tidak akan terjebak pada sesuatu yang rutinitas. . Ulet menghadapi kesulitan 3. Selain itu. prestasi diperlihatkan atau kemampuan kerja. Kesimpulan yang dapat diambil dari motivasi kerja guru adalah dorongan bagi seorang guru untuk melakukan pekerjaan dalam kegiatan belajar mengajar tercapai agar tercapai tujuan sesuai rencana.

3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja . Hal ini tidak berarti mutlak setengah periode harus memberikan hasil setengah dari keseluruhan. 2. 2. yaitu: 1. hari. Anwar (1986: 22) memberikan pengertian kinerja sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya. Dalam kajian yang berkenaan dengan profesi guru. Unsur hasil. dinilai dalam satu putaran waktu atau sering disebut periode. 2.3. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam benmtuk program semester maupun persiapan mengajar. yaitu metode kerja yang efektif dan efisien. dalam arti hasil-hasil yang dicapai oleh usaha-usaha tertentu. Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat dan teori kinerja guru diatas. Ukuran periode dapat menggunakan satuan jam.2 Unsur Kinerja Berdasarkan pengertian diatas kinerja mengandung 3 (tiga) unsur. pelaksanaan. Unsur waktu. 3. ditambahkan pula dalam bekerjanya pegawai tersebut harus bekerja dengan penuh gairah dan tekun serta bukan berarti harus bekerja berlebihan. dalam arti seorang pegawai harus menguasai betul dan bersedia mengikuti pedoman yang telah ditentukan.3. dan pencapaian guru dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar dikelas.25 Menurut Anwar (1986:86) memberikan pengertian kinerja sama dengan performance yang esensinya adalah berapa besar dan berapa jauh tugas-tugas yang telah dijabarkan telah dapat diwujudkan atau dilaksanakan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang menggambarkan pola perilaku sebagai aktualisasi dan kompetensi yang dimiliki. Unsur metode. bahwa kinerja guru adalah persiapan. dalam arti hasil-hasil tersebut merupakan hasil rata-rata pada akhir periode tersebut. bulan maupun tahun.

2. Faktor Situasional Faktor sosial dan organisasi. 2.26 Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang. desain dan kondisi alatalat kerja. 3. pendidikan. umur. tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan.3. meliputi : metode kerja. kebisingan dan fentilasi). sedang. Penilaian kinerja menurut Simamora (1997: 415) adalah alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan. latar belakang budaya dan variabel-variabel personal lainnya. meliputi : kebijaksanaan organisasi. keinginan atau motivasinya. sistem upah dan lingkungan sosial. Tiffin dan Mccormick (1975: 79) menyatakan ada 2 (dua) macam faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang yaitu: 1. Faktor fisik dan pekerjaan. sifat-sifat kepribadian. Apakah kinerja yang dicapai setiap guru baik. baik yang berasal dari dalam diri maupun yang berasal dari luar. Sejalan dengan . jenis latihan dan pengawasan. Penilaian ini penting bagi setiap guru dan berguna bagi sekolah dalam menetapkan kegiatannya. atau kurang. jenis kelamin. Penilaian ini mutlak dilaksanakan untuk mengetahui kinerja yang telah dicapai oleh guru.pengalaman kerja. penataan ruang kerja dan lingkungan kerja (seperti penyinaran. sifat fisik.4 Penilaian Kinerja Tugas manajer (Kepala Sekolah) terhadap guru salah satunya adalah melakukan penilaian atas kinerjanya. Faktor Individual Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap.

Dalam bukunya Suparlan yang berjudul Guru sebagai Profesi.27 pendapat Hasibuan (2000: 87) penilaian prestasi adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi selanjutnya. 2.) pengelolaan pembelajaran. kualifikasi dan jenjang pendidikan.) penguasaan akademik. standar kompetensi guru dibagi dalam tiga komponen yang saling mengait. Dengan demikian. Pelaksanaan interaksi belajar.mengajar 3. standar kompetensi guru dapat diartikan sebagai ”suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan”. yaitu: 1. Penilaian prestasi belajar peserta didik 4. Sehubungan dengan hal diatas maka penilaian kinerja guru berdasarkan Standar Kompetensi Guru. dan 3. komponen pertama terdiri atas empat kompetensi. Berdasarkan pengertian tersebut. komponen kedua memiliki satu kompetensi. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik prestasi kerja karyawan serta menetapkan kebijaksanaan . ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar. Ketiga komponen SKG tersebut. dan komponen ketiga terdiri atas dua kompetensi. Lebih lanjut dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas. Penyusunan rencana pembelajaran 2. yakni: 1.) pengembangan profesi. masing-masing terdiri atas beberapa kompetensi.

28 5.4 Kerangka Berpikir Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya yakni kegiatan pembelajaran. Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu diperlukan peran dari kepala sekolah untuk mendorong bawahannya/guru-gurunya supaya berkinerja lebih tinggi lagi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka kinerja guru perlu ditingkatkan. Disamping itu motivasi kerja guru sebagai perangsang keinginan dan daya gerak yang menyebabkan seorang guru bersemangat dalam mengajar karena . Pengembangan profesi 6. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Jika kepala sekolah sebagai supervisor dapat melakukan tugas. (Standar Kompetensi Guru Direktorat Tenaga Kependidikan 2003) Berdasarkan pendapat dan teori diatas bahwa supervisi merupakan proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam meningkatkan kinerja guru dan motivasi kerja guru adalah dorongan untuk merubah kinerja guru kearah yang lebih baik 2. fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik melaksanakan supervisi pendidikan secara efektif dan profsional maka logikanya pemberian supervisi oleh kepala sekolah akan meningkatkan kinerja guru. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Pemahaman wawasan kependidikan 7.

Berdasarkan teori-teori diatas dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruh antara supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. penuh kreatif dan sebagainya. minatnya yang tinggi dalam memecahkan masalah. Hal ini berdampak pada kepuasan kerja guru yang akhirnya mampu menciptakan kinerja yang baik.29 terpenuhi kebutuhannya. ulet. Guru yang bersemangat dalam mengajar terlihat dalam ketekunannya ketika melaksanakan tugas. .

Pemahaman tentang kurikulum baru d. Lebih senang bekerja mandiri e. Pengembangan metode dan evaluasi e. Penguasaan bahan kajian akademik . Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini h. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian peserta didik e. Senang mencari dan memecahkan masalah Y : Kinerja Guru Indikatornya: a. Pengembangan diri f. Rapat-rapat pembinaan f. Cepat bosan pada tugas yang rutin f. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah d.30 Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru SMK Negeri I Purbalingga Tahun Ajaran 2006/2007 X1 : Supervisi Kepala Sekolah Indikatornya: a. Penyusunan rencana pembelajaran b. Pelaksanaan interaksi belajar mengajar c. Semangat kerja guru c. Penilaian prestasi belajar peserta didik d. Dapat mempertahankan pendapatnya g. Kegiatan rutin diluar mengajar X2 : Motivasi Kerja Guru Indikatornya: a. Pemahaman wawasan g. Tekun menghadapi tugas b. Ulet menghadapi kesulitan c. Kunjungan kelas b.

5 Hipotesis Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hipotesis kerja (Ha): ‘’Ada Pengaruh Positif Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK Negeri I Purbalingga”.31 2. . 1996: 67). (Arikunto. Hipotesis merupakan anggapan dasar yang kemudian membuat suatu teori yang masih harus diuji kebenarannya. Suatu hipotesis akan diterima apabila data yang dikumpulkan mendukung pernyataan maka hipotesis diterima.

5.) rapat-rapat pembinaan.2 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. Maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri 1 Purbalingga yang berjumlah 60 orang. yaitu variabel yang mempengaruhi terhadap sesuatu gejala. 2. 3. Supervisi Kepala Sekolah (X1).1 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (1998:115). Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Arikunto (1998:112). populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Variabel Bebas. 5. apabila subyek kurang dari seratus lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. dengan indikator: 1.1998:99). Motivasi Kerja (X2). 4. 3.) pemahaman tentang kurikulum.) tekun menghadapi tugas. maka semua populasi menjadi subyek penelitian.) ulet menghadapi kesulitan. dengan indikator: 1.) kegiatan diluar mengajar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: a. 1. 4. Karena jumlah kurang dari 100.) supervisi kunjungan kelas.) dapat 32 .) menunjukkan minat. 2.BAB III METODE PENELITIAN 3. 6.) semangat kerja guru. b. 6.) lebih senang bekerja mandiri. 3.) cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin.) pengembangan metode dan evaluasi.

2001:86). Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena tertentu (Sugiyono. 7. Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) adalah Kinerja guru yakni standar kompetensi guru yang meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar: 1) penyusunan rencana pembelajaran. 2) pelaksanaan interaksi belajar-mengajar. yaitu variabel yang dipengaruhi suatu gejala. 3.3 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah mengamati variabel yang akan diteliti dengan metode interview.33 mempertahankan pendapatnya. motivasi kerja serta kinerja guru di SMK Negeri I Purbalinggga. .1998:140). Metode angket (Kuesioner) Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. dan sebagainya (Arikunto 1998:225). kuesioner. Jadi dengan skala likert ini peneliti ingin mengetahui bagaimana supervisi kepala sekolah. 6) pemahaman wawasan kependidikan. tes. Variabel Terikat. Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data digunakan metode antara lain: 1. 8. 3) penilaian prestasi belajar peserta didik. Dalam menyususn kuesioner ini peneliti menggunakan skala Likert. 5) pengembangan profesi. 7) penguasaan bahan kajian akademik. 4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. observasi. 2.) tidak pernah melepaskan hal yang diyakini.) senang mencari dan memecahkan masalah.

agenda dan sebagainya (Arikunto. majalah.1998: 138). 3. surat kabar. transkrip.1998:160). Jawaban b diberi skor 3 c. Jawaban a diberi skor 4 b.4. Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal.1 Validitas Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. . Data dapat diperoleh dari sumber tertulis yang berhubungan dengan penelitian yaitu informasi tentang jumlah guru dan karyawan serta data-data mengenai kepegawaian yang ada pada SMK Negeri I Purbalingga. Validitas internal dalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen secara keseluruhan (Arikunto. Jawaban c diberi skor 2 d.34 Angket pertanyaan ini menggunakan empat alternatif jawaban dengan bobot skor sebagai berikut: a. notulen rapat. buku. Jawaban d diberi skor 1 2.4 Validitas dan Reliabilitas 3. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. 1998:236). Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi (Arikunto. prasasti.

maka instrumen dikatakan valid. Hasil analisis validitas dapat dilihat pada lampiran 3 halaman 119-121 dan terangkum pada tabel 3. yaitu: rxy= {N ∑ X − (∑ X )}{N ∑ Y − (∑ Y ) } 2 2 2 2 N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) Keterangan : rxy : Koefisien korelasi n x y : Jumlah subyek atau responden : Skor butir : Skor total (Arikunto. Adapun cara pengukuran analisis butir adalah dengan skor butir dikorelasikan dengan skor total dengan menggunakan rumus Product Moment. maka instrument dikatakan tidak valid dan tidak layak untuk pengambilan data.1 .35 Dalam pengujian validitas internal dapat digunakan dua cara yaitu analisis faktor dan analisis butir.1998: 162) Kesesuaian harga rxy yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus di atas dikonsultasikan dengan tabel r kritik product moment dengan kaidah keputusan apabila r hitung > r tabel. Sebaliknya apabila r hitung < r tabel.

36

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas Instrumen
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Supervisi kepala sekolah Pearson Kriteria Correlation 0.678 Valid 0.594 Valid 0.596 Valid 0.647 Valid 0.596 Valid 0.681 Valid 0.672 Valid 0.532 Valid 0.761 Valid 0.530 Valid -0.080 Tidak valid 0.611 Valid 0.856 Valid 0.377 Tidak valid 0.849 Valid 0.779 Valid Motivasi kerja Pearson Kriteria Correlation 0.564 Valid 0.558 Valid 0.646 Valid 0.856 Valid 0.701 Valid 0.773 Valid 0.728 Valid 0.547 Valid 0.002 Tidak valid 0.754 Valid 0.648 Valid 0.832 Valid 0.771 Valid 0.662 Valid 0.581 Valid -0.130 Tidak valid 0.564 Valid 0.552 Valid Kinerja guru Pearson Kriteria Correlation 0.567 Valid 0.715 Valid 0.605 Valid 0.027 Tidak valid 0.696 Valid 0.764 Valid 0.762 Valid 0.586 Valid 0.699 Valid 0.529 Valid 0.664 Valid 0.611 Valid 0.554 Valid 0.664 Valid -0.050 Tidak valid 0.205 Tidak valid 0.122 Tidak valid 0.612 Valid 0.625 Valid 0.594 Valid 0.705 Valid

Sumber: data penelitian diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 3.1, pada variabel supervisi kepala sekolah terdapat 2 item yang tidak valid yaitu no 11 dan no 14 dengan rhitung -0,080 dan 0,377, untuk variabel motivasi kerja terdapat 2 item yang tidak valid yaitu nomor 9 dan 16 dengan rhitung 0.002 dan -0.130, sedangkan untuk variabel kinerja guru terdapat 4 item yang tidak valid yaitu nomor 4, nomor 15, nomor 16 dan nomor 17 dengan rhitung masing-masing 0.027, -0.050, 0.205 dan 0.122. Karena dari masing-masing indikator sudah terwakili maka Item-item yang kurang dari rtabel pada taraf kesalahan 5% dengan n = 15 yaitu 0,514 atau tidak valid tersebut dihilangkan.

37

3.4.2

Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 1998 : 170). Untuk menguji reliabilitas instrumen, digunakan uji reliabilitas internal yang diperoleh dengan cara menganalisis data dari suatu hasil pengetesan dengan rumus sebagai berikut:
2 ⎡ k ⎤⎡ ∑σ b ⎤ r11= ⎢ 1− ⎢ ⎥ σt2 ⎦ ⎣ k − 1⎥ ⎣ ⎦

Keterangan : r11 k : Reliabilitas instrumen : Banyaknya pertanyaan
2

∑σ b

: Jumlah varian butir : Varian total

σt2

(Arikunto.1998:193) Hasil perhitungan reliabilitas dikonsultasikan dengan r tabel rata-rata signifikansi 5% atau internal kepercayaan 95%. Bila harga perhitungan lebih besar dari r tabel, maka instrument dikatakan reliabel. Untuk mencari varian butir digunakan rumus :

σ2 =

∑X

2

∑ (X ) −
N N

2

Keterangan :

σ : Varian tiap butir

38

X : Jumlah skor butir N : Jumlah responden Hasil analisis reliabilitas diperoleh r11 untuk variabel supervisi kepala sekolah mencapai 0,874, untuk variabel motivasi kerja sebesar 0,886 dan untuk variabel kinerja guru sebesar 0,854. Ketiga koefisien reliabilitas tersebut melebihi rtabel = 0,514 yang berarti bahwa ketiga instrumen dalam kategori reliabel. 3.5 Metode Analisis Data Analisis data adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus atau dengan aturan-aturan yang ada sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan. Adapun metode analisi data yang dipergunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi. 3.5.1 Analisis Deskriptif Persentase Metode ini digunakan untuk mengkaji variabel yang ada pada penelitian yaitu supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga. Adapun rumusnya adalah: %=
n x100% N

Keterangan : n : Jumlah skor jawaban responden N : Jumlah seluruh skor ideal % : Tingkat keberhasilan yang dicapai (Mohamad Ali, 1992: 184)

2 kriteria persentase Interval kriteria 85< % skor <100 70< % skor <85 55< % skor <70 40< % skor <55 25< % skor <40 3.20% = 80% : 80% : 5 = 16% Tabel 3. Dari teori kemungkinan apabila populasi yang diteliti berdistribusi normal maka konklusi bisa diterima. Untuk mengetahui kriteria perhitungan dibuat tabel Dalam menentukan interval persentase untuk menentukan kategori data dilakukan dengan cara: Persentase tertinggi Persentase terendah Jarak Interval kriteria : : 5 x 100% 5 = 100% = 20% 1 x 100% 5 : 100% . Menetapkan range yang dicari yaitu selisih antara skor tertinggi dan skor terendah c.2 Uji Asumsi Klasik 3. Menetapkan interval yaitu range dibagi jumlah option d.1 Uji Normalitas Data Untuk keperluan analisis data selanjutnya. Menetapkan skor tertinggi dan skor terendah b.5. maka akan lebih mudah dan lancar bila variabel-variabel yang diteliti mengikuti distribusi tertentu.39 Perhitungan deskriptif persentase ini mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: a. tetapi apabila populasi tidak berdistribusi normal maka konklusi Kriteria Sangat baik Baik Cukup Kurang baik Tidak baik .5.2.

5. Jika hasil uji linieritas merupakan data yang linier maka digunakan analisis regresi linier. dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal.05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier.05 maka data penelitian berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusan dari uji ini dapat dilihat dari nilai signifikansi.2 Uji Linieritas Uji linieritas merupakan langkah untuk mengetahui status linier tidaknya suatu distribusi sebuah data penelitian. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000. Sebaliknya jika hasil uji linieritas merupakan data yang tidak linier maka analisis regresi yang digunakan nonlinier. Jika probabilitas > 0. Apabila grafik yang diperoleh dari output SPSS ternyata diperoleh titik-titik yang mendekati garis diagonal. . Uji normalitas data penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnof (Santoso 1999:311). Oleh sebab itu. Apabila nilai signifikansi > 0.2. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas. Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi penelitian masingmasing variabel penelitian. Di samping menggunakan uji Kolmogorov Smirnov analisis kenormalan data ini juga didukung dari Plot of Regression Standardized Residual. Hasil yang diperoleh melalui uji linieritas akan menentukan teknik analisis regresi yang akan digunakan. 3. apakah pada taraf signifikansi tertentu atau tidak.40 berdasarkan teori tidak berlaku. sebelum mengambil keputusan berdasarkan teori tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu normalitas distribusinya.

motivasi kerja terhadap kinerja. 3. 3.5.1 dan VIF > 10.41 3. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas.3 Uji Heteroskedastisitas Secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot.1997:51) . Pengujian multikolinieritas ini dapat dilihat dari nilai variance inflatio factor (VIF). Antara variabel bebas dikatakan multikolinieiritas apabila toleransinya < 0.5.2.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu antara supervisi kepala sekolah.5. Persamaan regresi berganda dapat ditulis sebagai berikut: Y=a+b1X1+b2X2 Keterangan : Y = Variabel terikat kinerja a = Bilangan konstanta b1 = koefisien regresi supervisi kepala sekolah (X1) b2 = koefisien regresi motivasi kerja (X2) (Algifari. Model regresi dalam penelitian ini dapat memenuhi syarat apabila tidak terjadi multikolinieritas atau adanya korelasi di antara variabel bebas (Santosa 1999:293).4 Uji Multikolinieritas Uji persamaan selanjutnya adalah uji kolinieritas untuk mengetahui ada tidaknya korelasi di antara sesama variabel bebas.

Sebaliknya jika F hitung < F tabel maka Ho diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas tidak mampu menjelaskan variabel terikat. Uji Simultan (Uji F) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat. Untuk membuktikan kebenaran hipotesis digunakan uji distribusi F dengan cara membandingkan antara nilai F hitung dengan F tabel. . Apabila perhitungan F hitung >F tabel atau p value < 0.05 maka Ho ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas dari regresi dapat menerangkan variabel terikat secara serentak.42 Untuk menentukan persamaan linier menggunakan program komputerisasi yaitu SPSS.

43 .

Menghasilkan lulusan sebagai calon pegawai kantor dan calon pedagang berkualitas.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Mengembangkan fungsi SMK sebagai penyelenggara program diploma dan kursus-kursus 43 . Jumlah guru SMK Negeri 1 Purbalingga ada 60 guru. sekretaris. Menyelenggarakan sertifikat keahlian Bahasa Inggris berstandar TOEIC serta keahlian Sekretaris dan Akuntansi Berstandar Nasional. Mengusahakan pembelajaran yang kompetitif untuk prakerin ke luar negeri. Website : http://www. sedangkan jumlah siswa terdapat 920 dengan rincian : kelas I berjumlah 320 siswa.1 Hasil Penelitian 4. 3. 4. rekayasa perangkat lunak. Mayjend Sungkono 34 Purbalingga Telp/Fax.1.com.1 Gambaran Umum SMK Negeri 1 Purbalingga SMK Negeri 1 Purbalingga beralamat di Jl. penjualan.smkn1pbg. berwawasan lingkungan dan berorientasi masa depan.net SMK Negeri Purbalingga di pimpin oleh 1 Kepala Sekolah yaitu Drs. Program/bidang keahlian di SMK Negeri 1 Purbalingga adalah Akuntansi.Sukamto. (0281) 891550 / (0281) 895265 Email : smk_01pbg2000@yahoo. dan kelas III ada 284 siswa. teknik computer dan jaringan. kelas II berjumlah 316 siswa. Misi SMK Negeri I Purbalingga : 1. Visi SMK N I Purbalingga : SMK Negeri I Purbalingga sebagai pusat pendidikan dan latihan profesi berstandar nasional. 2.cjb.

Semua program keahlian lulus dengan rata-rata NUN = 7.00. Meningkatkan kemampuan siswa dalam Bahasa Inggris melalui tes TOEIC. Lulusan mulai 2006/2007 mencapai rata-rata NUN ≥ 7. Daya serap seluruh lulusan (kerja+melanjutkan) = 60%. bank. Membuka kursus-kursus dan merintis Program Diploma pada tahun 2006/2007 7. 5. Meningkatkan daya serap masyarakat terhadap lulusan dengan masa tunggu satu tahun pada lulusan tahun 2006/2007 telah bekerja > 70% 4. 2. LPK siap mengeluarkan sertifikat = 600 lembar .44 Tujuan SMK Negeri 1 Purbalingga Sejalan dengan target pencapaian tujuan yang menjadi program sekolah tahun 2006/2007 ada tuju target sebagai berikut : 1. toko. 2. persewaan gedung) setiap tahun meningkat ≥ 10% Sasaran SMK Negeri Purbalingga Target yang ingin dicapai sebagai berikut : 1. Meningkatkan keuntungan unit produksi (kafe.0 dan lulusan ujian Kompetensi dari Asosiasi (DUDI) tiap program keahlian ≥ 75%. Siswa ada yang dapat mengikuti prakerin ke Luar Negeri pada tahun 2006/2007 6. Menghasilkan calon pedagang sebanyak 10% bagi lulusan 2006/2007 5. Lulusan dengan tes TOEIC score > 500= 7% 4. bagi tingkat III tahun 2006/2007 mencapai > 10% dengan skor > dari 500 3. Semua program keahlian lulus Uji Kompetensi Asosiasi = 60% 3. Calon program khusus program diklat Penjualan = 70% 6.

7 5.0 100 Terlihat dari tabel di atas. 1. menunjukkan bahwa sebagian besar (63.1 Persepsi Guru terhadap Supervisi Kepala Sekolah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 9 55< % skor <70 Cukup 38 40< % skor <55 Kurang baik 10 25< % skor <40 Tidak baik 3 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0. pengembangan metode. memberi pemahaman tentang kurikulum.0 15.1 Tabel 4. apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. rapat-rapat pembinaan dan kegiatan rutin di luar mengajar masih belum optimal. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa supervisi kunjungan kelas.1. untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.2 Gambaran Umum Variabel Penelitian 4.45 4. bahkan sebanyak 16.2.0 63. tindakan memberi semangat. Namun kenyataan yang ada kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga .3%) guru SMK Negeri 1 Purbalingga memandang bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolahnya tergolong cukup. Supervisi Kunjungan Kelas Tugas kepala sekolah sebagai supervisor salah satunya adalah melakukan kunjungan kelas untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar.3 16.1 Supervisi Kepala Sekolah Persepsi guru terhadap supervisi yang dilakukan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4.7% memandang kurang baik dan 5% memandang tidak baik. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dari data hanya 15% guru yang memiliki persepsi baik tentang supervisi yang dilakukan kepala sekolahnya. Dengan kata lain.1.

7% guru yang merasa pernah dikunjungi kepala sekolah antara 3-4 kali dalam satu semester.0 3-4 kali 7 11.46 menurut persepsi sebagian besar guru masih belum dilaksanakan secara baik.2 Tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 1-2 kali 42 70. bahkan 18. Tabel 4.7% guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kunjungan kelas tergolong baik.0 11. namun 70% guru merasa .3% guru memandang kurang baik dan 6.3 18. Dari data ini menunjukkan frekuensi kunjungan kelas dalam rangka supervisi maupun observasi untuk memperbaiki cara mengajar guru masih tergolong rendah karena dalam satu semester hanya 1-2 kali kunjungan. Dari data tersebut hanya 11.7 63.0 Tidak pernah 11 18. hanya 11.3% guru memandang bahwa pelaksanaan kunjungan kelas oleh kepala sekolah masih tergolong cukup.7% memandang tidak baik.7 100 Terlihat dari tabel sebanyak 63.3 6.3 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas Oleh kepala sekolah No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 0 0.3.2 Persepsi Guru terhadap Supervisi Kunjungan Kelas oleh Kepala Sekolah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 38 40< % skor <55 Kurang baik 11 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0.3 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4.

7% guru merasa pernah dikunjungi oleh kepala sekolah dalam rangka observasi perbaikan cara pengajaran antara 1-2 kali dalam satu semester. sebanyak 46.4. bahkan ada guru yang tidak pernah dikunjungi kepala sekolah dalam rangka observasi tersebut.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat pada tabel 4.3% guru yang tidak pernah dikunjungi kepala sekolah.6% dikunjungi lebih dari 4 kali.47 hanya dikunjungi 1-2 kali bahkan masih ada 18. Hal ini dapat dilihat dari persepsi guru bahwa manfaat supervisi kelas terhadap perbaikan proses belajar mengajar dapat mencapai 75% atau lebih. Dari data hanya 11. Terkait dengan kunjungan kelas dalam rangka observasi perbaikan cara mengajar guru menurut persepsi guru juga masih tergolong kurang karena dalam satu semester hanya 1-2 kali.6 3-4 kali 7 11. Di satu sisi. guru merasa perlu adanya supervisi kunjungan kelas demi perbaikan proses belajar mengajar. bahkan 40% guru tidak pernah dikunjungi. Tabel 4.4 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kunjungan Kelas dalam Rangka Observasi Perbaikan Cara Mengajar Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 1 1.7 Tidak pernah 24 40.7% yang pernah dikunjugi 3-4 kali dan 1. .7 1-2 kali 28 46.

3 100 .6 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Semangat Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 11 70< % skor <85 Baik 32 55< % skor <70 Cukup 6 40< % skor <55 Kurang baik 9 25< % skor <40 Tidak baik 2 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 18.48 Tabel 4. sebanyak 75% guru merasa bahwa manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap perbaikan pengajaran antara 75%-100%. 2.5 Persepsi Guru terhadap Besarnya Manfaat Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Perbaikan Pengajaran Besarnya manfaat supervisi terhadap perbaikan pengajaran Frekuensi Persentase 75%-100% 45 75.0 15. Berdasarkan persepsi sebagian besar guru menunjukkan bahwa tindakan kepala sekolah dalam memberi semangat kerja guru sudah tergolong baik.0 50%-74% 4 6. Memberi Semangat Kerja Guru Salah satu kegiatan atau usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor adalah membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.5.7 < 25% 1 1.0 3. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar merasa memperoleh manfaat yang tinggi dengan adanya supervisi kunjungan kelas.7 25%-49% 10 16. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.6 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 Terlihat dari tabel 4.3 10.6 Tabel 4.3 53.

sebanyak 53.3% dalam kategori tidak baik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. sebanyak 60% guru merasa bahwa dalam satu bulannya mendapat kunjungan kepala sekolah untuk melakukan evaluasi guna memotivasi semangat kerja antara 1-2 kali dan 15% guru tidak pernah dikunjungi.49 Terlihat dari tabel 4.0 Tidak pernah 9 15.3 1-2 kali 36 60. 15% memiliki persepsi kurang baik dan 3.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel di atas. Dalam sebulannya ternyata frekuensi kepala sekolah untuk memberi evaluasi terhadap proses belajar mengajar untuk memotivasi semangat kerja guru tergolong rendah karena antara 1-2 kali.7 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Memberi Evaluasi untuk memotivasi Semangat Kerja Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 1 1.3% guru memiliki persepsi yang baik dan 18. .8. pengaruh supervisi kunjungan kelas terhadap semangat kerja tergolong tinggi antar 75%-100%.3% guru yang dikunjungi kepala sekolah antara 3-4 kali dan 1. Dari data hanya 23.6. meskipun demikian masih ada 10% yang memandang cukup.3% memiliki persepsi sangat baik atas tindakan kepala sekolah dalam memberi semangat kerja guru.7 3-4 kali 14 23. Tabel 4.7. Jika dinyatakan dengan persentase.7% melebihi 4 kali. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.

9.0 25%-49% 8 13.7 50%-74% 9 15.7% merasa bahwa dengan adanya supervisi kunjungan kepala sekolah dapat meningkatkan semangat kerja hingga 75%-100%. dan sebagainya. e) menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar dan f) mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler. c) mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas.50 Tabel 4. Tindakan kepala sekolah dalam membimbing guru berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah tergolong cukup baik. study tour. 3.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 Terlihat pada tabel 4.8. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar merasa perlu adanya supervisi kunjungan kelas. Memberi Pemahaman tentang Kurikulum Tugas lain kepala sekolah sebagai supervisor adalah membimbing guruguru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah seperti : a) menyusun program catur wulan atau program semester.8 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Semangat Kerja Besarnya manfaat supervisi terhadap semangat kerja Frekuensi Persentase 75%-100% 43 71. d) melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran. b) menyusun atau membuat program satuan pelajaran. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. .3 < 25% 0 0. sebanyak 71.

3% yang merasa kurang baik dan 10% merasa tidak baik. bahkan 10% guru menyatakan tidak pernah dipantau. namun masih ada 13.10.10 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Peninajauan Kepala Sekolah terhadap Rencana Pembelajaran Guru No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.9 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Membimbing Guru Berkaitan dengan Kurikulum Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 4 70< % skor <85 Baik 2 55< % skor <70 Cukup 40 40< % skor <55 Kurang baik 8 25< % skor <40 Tidak baik 6 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 6.7% guru menyatakan hanya 1-2 kali dalam sebulan ditinjau rencana pembelajarannya oleh kepala sekolah.10 Tabel 4. Berdasarkan persepsi guru menunjukkan bahwa dalam sebulannya kepala sekolah mengadakan peninjauan terhadap rencana pembelajaran pada hanya 1-2 kali.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4.7 13.0 100 Terlihat dari tabel 4.7% guru memandang bahwa kepala sekolahnya cukup baik dalam membimbing guru berkaitan dengan kurikulum.3 66.7 3-4 kali 1 1. sebanyak 66.7 3.6 1-2 kali 49 81. sebanyak 81.7 Tidak pernah 6 10.3 10. . Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.9.51 Tabel 4.

52

Dalam satu semester, hanya 1-2 kali saja kepala sekolah meninjau kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.11 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Peninjauan Kepala Sekolah terhadap Kesesuaian Perangkat Pembelajaran dengan Pelaksanaan Pembelajaran No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.7 3-4 kali 6 10.0 1-2 kali 41 68.3 Tidak pernah 9 15.0 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

Terlihat dari tabel 4.11, sebanyak 68,3% guru merasa hanya 1-2 kali dalam satu semester dipantau oleh kepala sekolahnya tentang kesesuaian perangkat yang disusun dengan pelaksanaan pembelajaran bahkan 15% guru merasa tidak pernah mendapat pantauan. Di satu sisi sebagian besar guru merasa penting dengan adanya supervisi kunjungan kelas terhadap pemahaman kurikulum. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.12 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pemahaman Kurikulum Besarnya manfaat supervisi terhadap pemahaman kurikulum Frekuensi 75%-100% 24 50%-74% 25 25%-49% 6 < 25% 5 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4

Persentase 40.0 41.7 10.0 8.3 100

53

Terlihat dari tabel 4.12 terlihat bahwa 40% guru merasa bahwa dengan adanya supervisi dapat berpengaruh terhadap pemahaman kurikulum. 4. Pengembangan Metode dan Evaluasi Fungsi supervisor pada prinsipnya adalah sebagai upaya pengembangan pembelajaran. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Berdasarkan data yang diperoleh Tabel 4.13 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Pengembangan Metode dan Evaluasi Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 9 70< % skor <85 Baik 27 55< % skor <70 Cukup 17 40< % skor <55 Kurang baik 3 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 15.0 45.0 28.3 5.0 6.7 100

Terlihat pada tabel 4.13, sebanyak 45% guru menyatakan bahwa kepala sekolahnya melakukan supervisi berupa pengembangan metode dan evaluasi

dengan baik, namun masih ada 28,3% menyatakan cukup. Menurut persepsi sebagian besar guru, kepala sekolah melakukan bimbingan tentang pelaksanaan teknik-teknik evaluasi pengajaran dan

pengembangan metode pembelajaran antara 1-2 kali. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.14.

54

Tabel 4.14 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Bimbingan Kepala Sekolah tentang teknikteknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 4 6.7 3-4 kali 8 13.3 1-2 kali 41 68.3 Tidak pernah 7 11.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

Terlihat dari tabel 4.14, sebanyak 68,3% guru menyatakan bahwa dalam satu semester kepala sekolah hanya 1-2 kali melakukan bimbingan tentang teknikteknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran, bahkan 11,7% guru merasa tidak pernah mendapatkan bimbingan tentang teknik-teknik evaluasi. Di satu sisi, sebagian besar guru merasa penting dengan adanya evaluasi untuk pengembangan teknik evaluasi dan metode pembelajaran. Hal ini tampak dari pendapat guru yang merasa mendapat manfaat antara 75%-100% dengan adanya supervisi. Tabel 4.15 Persepsi Guru terhadap Besarnya Pengaruh Supervisi Kunjungan Kelas terhadap Pengembangan Teknik Evaluasi dan Metode Pembelajaran Besarnya manfaat supervisi terhadap pengembangan teknik evaluasi dan metode 1 75%-100% 2 50%-74% 3 25%-49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No Frekuensi 35 18 3 4 60 Persentase 58.3 30.0 5.0 6.7 100

Terlihat dari tabel 4.15, terlihat bahwa 58,3% guru merasa mendapatkan manfaat 75%-100% dengan supervisi yang dilakukan kepala sekolah untuk pengembangan teknik evaluasi dan metode pembelajaran.

16 memperlihatkan bahwa sebanyak 55% guru menyatakan bahwa rapat-rapat yang dilaksanakan kepala sekolah dalam upaya pembinaan masih tergolong kurang baik bahkan 10% guru menyatakan tidak baik. Pelaksanaan rapatrapat secara periodik tersebut dimaksudkan sebagai upaya pembenahan atau memberi saran-saran kepada guru secara keseluruhan guna meningkatkan kinerjanya.0 55. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga telah melaksanakan rapat-rapat dalam upaya pembinaan belum terlaksana dengan baik.16 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam rapat-rapat upaya pembinaan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 5 70< % skor <85 Baik 13 55< % skor <70 Cukup 3 40< % skor <55 Kurang baik 33 25< % skor <40 Tidak baik 6 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 8. Dalam satu semester.16. Rapat-rapat dan Pembinaan Kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.17.0 100 Tabel 4. termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru.0 10. Tabel 4.7 5.55 5. .3 21. menurut persepsi sebagian besar guru rapat secara periodik dengan guru-guru berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung 1-2 kali saja. seperti tampak pada tabel 4.

Berdasarkan persepsi sebagian besar.3 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat pada tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.0 Tidak pernah 7 11. Tabel 4.56 Tabel 4. pembinaan administrasi atau tata laksana sekolah juga tergolong kurang.17 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Pelaksanaan Rapat-rapat Evaluasi KBM No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 12 20. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi secara bersama dengan melibatkan semua guru masih tergolong kurang.7 Tidak pernah 5 8.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Tabel 4. .17 memperlihatkan bahwa sebanyak 55% guru menyatakan bahwa pelaksanaan rapat-rapat evaluasi proses belajar mengajar antara 1-2 kali dalam satu semester. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan administrasi guna peningkatan kualitas kinerja guru tergolong kurang.18.18 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Pelaksanaan Pembinaan Administrasi sekolah No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3.7% guru menyatakan bahwa pelaksanaan pembinaan administrasi dalam satu semester hanya 1-2 kali. sebanyak 71.3 3-4 kali 10 16.7 1-2 kali 43 71.3 1-2 kali 33 55.18.0 3-4 kali 8 13.

Tabel 4.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 . Dalam satu semester. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa guru kurang memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tabel 4.57 6.20 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan MGMP No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3.7 Tidak pernah 25 41.3 1-2 kali 28 46. guru perlu mendapatkan kesempatan kegiatan di luar pembelajaran seperti MGMP maupun latihan atau seminar.0 11.0 25.3 100 Terlihat dari tabel 4.3% guru menyatakan bahwa kesempatan mengikuti kegiatan di luar pembelajaran tergolong tidak baik. keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP masih tergolong kurang yaitu 1-2 kali saja.7 5. Lebih jelasnya dapat dilihat dari analisis deskriptif berikut.19. Kegiatan Rutin Di Luar Mengajar Untuk mendukung kinerjanya.0 58.3 3-4 kali 5 8. sebanyak 58.19 Persepsi Guru terhadap Tindakan Kepala Sekolah dalam Memberi Kesempatan Guru mengikuti kegiatan di luar pembelajaran Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 0 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 3 40< % skor <55 Kurang baik 15 25< % skor <40 Tidak baik 35 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 0.

7% guru tidak pernah mengikuti kegiatan MGMP. lebih senang bekerja sendiri. Motivasi kerja guru dalam dilihat dari ketekunannya menghadapi tugas. ulet menghadapi kesulitan.21 Persepsi Guru terhadap Frekuensi Kegiatan Pendidikan atau Diklat No 1 2 3 4 Frekuensi kunjungan Frekuensi Persentase > 4 kali 2 3. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 3-4 kali 4 6. hanya 38. 4.21. keikutsertaan mengikuti pendidikan atau diklat dalam rangka peningkatan kinerja guru masih tergolong rendah.7% guru tidak pernah mengikuti kegiatan diklat.20. dapat mempertahankan pendapatnya.2. Dalam satu tahun. Tabel 4.7% guru hanya mengikuti MGMP 1-2 kali dalam satu semester bahkan 41. sebanyak 46.7 1-2 kali 23 38. Terry dalam Hasibuan (2005:145) motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.21.58 Berdasarkan data pada tabel 4. menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah.R. .3% yang mengikuti namun dalam satu tahun hanya 1-2 kali.7 Jumlah 60 100 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Terlihat dari tabel 4.1. cerpat bosan pada tugas-tugas rutin.3 Tidak pernah 31 51.2 Motivasi Kerja Guru Menurut G. tidak mudah melepaskan yang diyakini dan senang mencari dan memecahkan masalah. sebanyak 51.

3 36.3%) memiliki motivasi kerja yang sangat baik.3%) tergolong cukup dan hanya 7 guru (11.7%) tergolong baik. 8 guru (13.0 1. 1. Tabel 4.7 0.7% memiliki ketekunan yang baik. sebanauk 23 guru (38.0 26.3 11.7%) dalam kategori kurang baik. sebanyak 22 guru (36. memperlihatkan bahwa dari 60 guru yang diteliti.23.7 100 Terlihat pada tabel 4.23 Ketekunan menghadapi tugas Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 39 70< % skor <85 Baik 16 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidak baik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 65.22. Ketekunan Guru dalam Menghadapi Tugas Tingkat ketekunan guru dalam menghadapi tugas dapat dilihat pada tabel 4.0 100 Tabel 4.22 Motivasi Kerja Guru Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 23 70< % skor <85 Baik 22 55< % skor <70 Cukup 8 40< % skor <55 Kurang baik 7 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 38.59 Secara umum motivasi kerja guru di SMK Negeri 1 Purbalingga tergolong baik. Hal ini menunjukkan .7 13. Tabel 4.23.7 6. sebanyak 39 guru (65%) memiliki ketekunan yang sangat baik dan 26.7 0.

0 11.3 8.3 100 Terlihat pada tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.7 0.3 55. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menyelesaikan sebaik mungkin atas tugas yang diberikan kepala sekolah.25 Menyelesaikan tugas dari kepala sekolah Menyelesaikan tugas dari kepala sekolah Menyelesaikan sebaik-baiknya Melaksanakan semampunya Melaksanakan dengan terpaksa Tidak melaksanakan Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 20 33 7 0 60 % 33. Tabel 4.0 18.24 Usaha mengoreksi hasil ulangan siswa Usaha mengoreksi hasil ulangan siswa Berusaha menyelesaikan pekerjaannya saat itu juga Dilaksanakan 1-2 hari berikutnya Diselesaikan 3-4 hari berikutnya Dilaksanakan pada waktu senggang Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 42 11 2 5 60 % 70. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.0 100 .24. Tabel 4. sebanyak 70% guru selalu berusaha menyelesaikan atau mengkoreksi hasil ulangan siswa saat itu juga dan 18. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar mengkoreksi pada saat itu juga.60 bahwa sebagian besar guru memiliki usaha yang sangat baik menyelesaikan tugastugas berkaitan dengan pekerjaannya maupun berkaitan dengan tugas yang diberikan kepala sekolah.3 3.3% melaksanakan 1-2 hari berikutnya.

sebanyak 55% guru melaksanakan tugas kepala sekolah semampunya.7 3.25. Tabel 4.4 50. 2.0 11.0 18.3 60 100 .27 Menghadapi kegaduhan dalam kelas Menghadapi kegaduhan dalam kelas Membimbing dan mengarah Menegur Memarahi Membiarkan saja Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 28.26 Ulet Menghadapi Kesulitan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 26 70< % skor <85 Baik 15 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 10 25< % skor <40 Tidak baik 2 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 43.26.4 50.3% menyelesaikan sebaik-baiknya dan 11.3 3. selebihnya 25% dalam kategori baik.7% melaksanakan dengan terpaksa. 11. sebagian guru selalu membimbing dan mengarahkannya.3 100 Terlihat dari tabel 4. Tabel 4.7% cukup namun masih ada 16.3 3. namun 33.3 25. Berkaitan dengan masalah-masalah pembelajaran seperti kegaduhan dalam kelas oleh beberapa siswa.7 16.0 18.3 % 28.26.61 Tampak pada tabel 4.7% tergolong kurang baik dan 3. sebanyak 43.3% guru memiliki keuletan yang sangat baik dalam menghadapi kesulitan. Ulet Menghadapi Kesulitan Tingkat keuletan guru dalam menghadapi kesulitan dapat dilihat pada tabel 4.3% tidak baik.

sebanyak 10% antara 25%-49% dan 11.3 18. Menunjukkan Minat terhadap Bermacam-macam Masalah Minat guru terhadap bermacam-macam masalah dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.29. hanya 18.7% guru memiliki tanggung jawab kurang dari 25%.27. 3. sebanyak 38.7 21.49% < 25% Jumlah f 23 24 6 7 60 % 38.0 10.0 11. Tabel 4.62 Terlihat dari tabel 4.74% 25% .7 3.3% guru memiliki rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas antara 75%-100%.3 40. sebanyak 40% guru memiliki tanggung jawab 50%-74%.3 0.7 100 Terlihat dari tabel 4.4% guru membimbing dan mengarahkan serta 50% menegur apabila menghadapi kegaduhan dalam kelas.3% guru yang langsung marah apabila menghadapi kegaduhan dalam kelas.0 100 .28 Tingkat tanggung jawab menyelesaikan tugas No 1 2 3 4 Tingkat tanggungjawab menyelesaikan tugas 75% .29 Minat terhadap Bermacam-macam Masalah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 34 70< % skor <85 Baik 13 55< % skor <70 Cukup 2 40< % skor <55 Kurang baik 11 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 56. sebanyak 28.100% 50% .28.

7 40.30 Tingkat kemauan memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa Tingkat kemauan memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa 1 75% .0 100 . Tabel 4. Tabel 4.7% guru memiliki minat yang sangat baik untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah dan 21.100% 2 50% . tindakan guru lebih banyak berusaha untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan instrospeksi.3%.3% memiliki kemauan antara 50%-74%. Hal ini menunjukkan adanya motivasi yang tinggi dalam diri guru. Tingkat kemauan guru untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki saat ini demi tercapainya visi dan misi sekolah. sebanyak 56.30. selebihnya 23.63 Terlihat dari tabel 4.4 23.30. sebanyak 53. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 0.3 23. Jika prestasi siswanya mengalami penurunan. hanya 23.3 0.0 18.7% memiliki minat yang baik.74% 3 25% .4% guru memiliki kemauan antara 75%-100% untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 32 14 14 0 60 % 53.29.31 Tindakan guru ketika siswanya mengalami penurunan prestasi Tindakan guru ketika siswanya mengalami penurunan prestasi Berusaha meningkatkan kemampuan yang 1 dimiliki 2 Instropeksi diri 3 Kecewa pada siswa 4 Tetap cuek Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 25 24 11 0 60 % 41.0 100 Terlihat pada tabel 4.

31.7 0.3% kecewa pada siswa.0 100 Berdasarkan pada tabel 4.7 26.32 Tingkat Kesenangan Guru untuk Bekerja Mandiri Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 7 70< % skor <85 Baik 23 55< % skor <70 Cukup 18 40< % skor <55 Kurang baik 12 25< % skor <40 Tidak baik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 11.32.33 Tindakan guru terhadap tugas yang diperintahkan kepala sekolah Tindakan guru terhadap tugas yang diperintahkan No kepala sekolah f % 1 Mengerjakan sendiri tepat waktu 28 2 Mengerjakan bersama-sama dengan guru 16 3 Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain 16 4 Tidak melaksanakan 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 46.7% guru selalu berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki apabila siswanya mengalami penurunan prestasi.0 100 . Tabel 4. selebihnya 11. 30% dalam kategori cukup dan 20% kurang baik. 4. Lebih Senang Bekerja Mandiri Tingkat kesenangan guru untuk bekerja mandiri dapat dilihat pada tabel 4.64 Terlihat pada tabel 4.7 38. Dalam menjalankan tugas yang diberikan kepala sekolah terkait dengan kelengkapan perangkat pembelajaran sebagian besar guru mencoba membuat secara sendiri. namun 18. sebanyak 40% lebih berinstrospeksi diri.32. Tabel 4.3% guru memiliki tingkat kesenangan yang baik untuk bekerja mandiri.6 26.7% dalam kategori sangat baik. sebanyak 41.0 20.3 30. sebanyak 38.0 0.

Dari data hanya 10% yang melaksanakan dan mengikuti dengan aktif.7% mengerjakan secara bersama-sama dengan guru lain namun masih ada 26.34. sebanyak 46.7% guru mengikuti kegiatan seminar hanya untuk memenuhi tugas sekolah semata karena melaksanakan tugasnya secara terpaksa bahkan 20% memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain.7 20.0 3.65 Terlihat pada tabel 4. selebihnya 26. . Berkaitan dengan masalah yang dihadapi dalam menjalankan tugas sekolah yang dibebankan. Namun demikian apabila mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar mewakili sekolah. sebagian besar guru berusaha menyelesaikan sendiri.6% guru mengerjakan sendiri secara tepat waktu ketika mendapatkan tugas yang diperintahkan kepala sekolah. sebanyak 66.0 100 Dari tabel 4.7% hanya meniru pekerjaan orang lain. Tabel 4.3 66. sebagian besar guru menunjukkan sikap yang kurang positif yaitu melaksanakan dengan terpaksa.34 Tindakan guru ketika mendapatkan kesempatan seminar Tindakan apabila mendapatkan kesempatan mengikuti seminar Melaksanakan dan mengikuti secara aktif Melaksanakan dengan pasif Melaksanakan dengan terpaksa Diberikan kepada yang lain Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 f 6 2 40 12 60 % 10.33.

35 Tindakan guru dalam menghadapi masalah tugas No Tindakan dalam menghadapi masalah tugas 1 Menyelesaikan sendiri 2 Menyelesaikan dengan meminta bantuan teman Menyerahkan kepada orang lain untuk 3 menyelesaikan 4 Ditinggalkan begitu saja Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 30 26 4 0 60 % 50. sehingga berusaha untuk melaksanakan pekerjaan dengan berbagai variasi.3% berusaha menyelesaikan meskipun meminta bantuan teman.36 Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat tinggi 47 70< % skor <85 Tinggi 8 55< % skor <70 Cukup 2 40< % skor <55 Rendah 3 25< % skor <40 Sangat rendah 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 78.0 43.0 0.3 5.35. Tabel 4.0 100 Dari tabel 4.0 100 . sebanyak 50% guru berusaha menyelesaikan sendiri apabila menemui masalah dalam menjalankan tugasnya.3 6. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru lebih cepat bosan pada tugas-tugas rutinnya. Cepat Bosan pada Tugas-tugas Rutin Salah satu ciri dari adanya motivasi kerja yang tinggi adalah mudah bosan dengan pekerjaan yang rutin. 5. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.3 3.7 0.66 Tabel 4. sebanyak 43.3 13.

sebagian besar guru selalu berusaha mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik untuk mengurangi kebosanan karena rutinitas pekerjaan.3% memiliki tingkat kebosanan yang tinggi. Dari data hanya 11.3% memiliki tingkat kebosanan yang sangat tinggi apabila menjalankan tugas secara monoton.3 11. Dari data yang diperoleh. .3% menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu.37. menunjukkan bahwa sebagian besar guru menggunakan media yang bervariasi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.7 0.0 100 Terlihat dari tabel 4. Di samping menggunakan metode yang bervariasi.0 38. sebanyak 50% guru selalau mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik dan 38.7% guru hanya menggunakan 1-2 metode saja. selebihnya 13. Dalam kegiatan belajar mengajar. sebanyak 78. penggunaan media pembelajaran yang bervariasi juga dapat mengurangi kebosanan dalam mengajar. Tabel 4.67 Terlihat dari tabel di atas.37 Penggunaan Metode Pembelajaran dalam KBM Metode pengajaran dalam KBM Selalu mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik 2 Menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu 3 Menggunakan 1-2 metode saja 4 Menggunakan metode secara tetap Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 f 30 23 7 0 60 % 50.

sebanyak 43.38. .3 16.7 0.7% dalam kategori baik.3% yang kurang baik dan 16. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.38.7 100 Terlihat dari tabel di atas.0 100 Terlihat dari tabel 4.0 35.7% tidak baik.3 11. 6.0 28.38 Penggunaan Media Pembelajaran dalam KBM Penggunanan Media Selalu menggunakan media yang bervariasi disesuaikan dengan karakteristik materi 2 Menggunakan media yang ada 3 Menggunakan media yang monoton 4 Tidak menggunakan media Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 f 36 21 3 0 60 % 60.0 0. Tabel 4.3% guru dapat mempertahankan pendapatnya secara sangat baik dan 11. sebanyak 60% guru selalu menggunakan media yang bervariasi disesuaikan dengan karakteristik materi dan 35% menggunakan media yang ada.68 Tabel 4. namun demikian masih ada 28. Dapat Mempertahankan Pendapatnya Adanya motivasi yang tinggi dalam diri guru ditunjukkan pula dari tingginya dalam mempertahankan pendapatnya jika dirasa benar.0 5.39 Tingkat Kebosanan terhadap Tugas-tugas Rutin Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 26 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 17 25< % skor <40 Tidakbaik 10 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 43.

7 33. 7.40 Mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti rapat evaluasi KBM Pelaksanaan rapat evaluasi KBM Mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu 1 benar 2 Mengikuti dan memberikan usulan secara aktif 3 Selalu mengikuti pendapat orang lain 4 Mengikuti secara pasif Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No F 13 20 17 10 60 % 21.3% guru mengikuti dan memberikan usulan secara aktif saat mengikuti rapat evaluasi KBM dan 21. .7% selalu mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu benar.7% mengikuti rapat namun secara pasif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3 28.41 Mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti rapat tentang kebijakan sekolah Pelaksanaan rapat kebijakan sekolah Selalu memperjuangkan pendapatnya Sering memperjuangkan pendapatnya Kadang-kadang jika dirasa penting Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No 1 2 3 4 F 24 9 24 3 60 % 40.42. Tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini Ciri lain adanya motivasi kerja adalah tidak mudah melepaskan hal-hal yang diyakini.69 Tabel 4. namun demikian masih ada 28. sebanyak 33. sebanyak 40% selalu memperjuangkan pendapatnya.0 40.0 5.0 15.0 100 Terlihat dari tabel 4. Tabel 4.3% guru yang hanya mengikuti pendapat orang lain serta 16.3 16. namun 40% lainnya kadang-kadang jika dirasa penting.7 100 Terlihat dari tabel di atas.41.

.0 20. terbukti dari seringnya memberikan saran atau kritik terhadap kebijakan sekolah.0 6. sebanyak 25% guru memiliki tingkat kesenangan yang cukup.42 Tidak Melepaskan Hal-hal yang Diyakini Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 43 70< % skor <85 Baik 7 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 6 25< % skor <40 Tidakbaik 4 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 71.3% guru yang merasa senang untuk memecahkan masalah.43 Senang mencari dan memecahkan masalah Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 5 70< % skor <85 Baik 14 55< % skor <70 Cukup 15 40< % skor <55 Kurang baik 12 25< % skor <40 Tidakbaik 14 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 8.7 11. 8.3 25.70 Tabel 4. Senang Mencari dan Memecahkan Masalah Tingkat kesenangan guru dalam mencari dan memecahkan masalah dapat dilihat pada tabel berikut.7% guru merasa tidak mudah melepas hal-hal yang diyakini.7 0.4 23. 23.3 100 Terlihat dari tabel di atas.3% dalam kategori tidak baik dan 20% dalam kategori kurang baik dalam mencari dan memecahkan masalah.0 10. Dari data hanya 23. Tabel 4.7 100 Terlihat dari tabel di atas. sebanyak 71.0 23.

sebanyak 46. .71 Berdasarkan data yang diperoleh.3% guru selalu membantu memecahkan masalah rekan guru dalam pergaulan lebih dari 4 kali dan 43.7 40. sebanyak 43. Tabel 4.44. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. sebagian besar guru turut berperan aktif membantu menyelesaikan masalah rekan guru lain.4 43.3 13. Tingkat kesediaan guru untuk membantu rekan guru lain yang mengalami kesulitan tertentu masih tergolong kurang.0 100 Terlihat dari tabel 4. Tabel 4. sebanyak 40% tidak pernah membantu rekan guru yang mengalam kesulitan.45.3 10.7% kadang-kadang saja membantu.0 46.3 0.3% guru dapat membantu rekan guru antara 1-2 kali.0 100 Terlihat dari tabel di atas.44 Membantu memecahkan masalah rekan guru dalam pergaulan Membantu memecahkan masalah rekan guru > 4 kali 3 kali 1-2 kali Tidak pernah Jumlah No 1 2 3 4 f 26 8 26 0 60 % 43. Hal ini membuktikan bahwa guru lebih senang untuk mencari dan memecahkan masalah berkaitan dengan tugas-tugas sebagai seorang guru.45 Membantu rekan guru yang mengalami kesulitan Membantu rekan guru yang mengalami kesulitan Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No 1 2 3 4 f 2 6 28 24 60 % 3.

Dalam kajian penelitian ini kinerja guru dilihat dari 7 indikator yaitu: 1) penyusunan rencana pembelajaran. 4.3 Kinerja Guru Menurut Anwar (1986: 22) kinerja guru merupakan seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya.0 0. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam bentuk program semester maupun persiapan mengajar. dan 7) penguasaan bahan kajian akademik.46 Kinerja Guru Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 25 70< % skor <85 Baik 26 55< % skor <70 Cukup 9 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 41.3 15. 2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar.0 0.1.7 43. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki kinerja yang baik.3% selalu membantu rekan guru yang mengalami kesulitan.0 100 . 4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik.72 hanya 10% yang sering membantu dan 3. 3) penilaian prestasi belajar peserta didik.2.46. 6) pemahaman wawasan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. 5) pengembangan profesi. Tabel 4.

memperlihatkan bahwa dari 60 guru yang diteliti.3% guru mampu menyusun rencana pembelajaran dengan baik dan 10% dalam kategori sangat baik.0 58.3 23.7%) memiliki kinerja yang sangat baik.47 Tabel 4.47 Kinerja Guru dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 6 70< % skor <85 Baik 35 55< % skor <70 Cukup 14 40< % skor <55 Kurang baik 5 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 10.100% 2 50% . Penyusunan Rencana Pembelajaran Gambaran kinerja guru dalam penyusunan rencana pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4. sebagian besar guru tidak mengalami kendala yang berarti.73 Tabel 4.3 0.3% kurang baik.46. Dalam penyusunan rencana pembelajaran. namun masih ada 23.3% yang memiliki kinerja cukup dan 8. sebanyak 26 guru (43.7 28.0 60 100 .47.74% 3 35% .49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 34 17 9 0 56.3 8.3 15. 1. sebanyak 58. sebanyak 25 guru (41.48 Kemampuan guru dalam penyusunan rencana pembelajaran Kemampuan dalam menyusun rencana No pembelajaran F 1 75% . Tabel 4.0 0.0 100 Terlihat dari tabel 4. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.48.3%) memiliki kinerja yang baik dan 9 guru (15%) memiliki kinerja yang cukup.

3 6. Kemampuan guru dalam merencanakan media yang akan digunakan tergolong cukup baik. sebanyak 28.74 Terlihat dari tabel di atas. Jika dipersentasekan sebagian besar guru telah memiliki kemampuan antara 50%-74%.3% guru memiliki kemampuan 50%-74%. sebanyak 78. bahkan 3.7 11. namun hampir semua guru malas untuk menyusun rencana.3 100 Tampak pada tabel 4.7 60 100 .3% tidak pernah membuat rencana pembelajaran.50.7 78.49 Penyusunan rencana pembelajaran No Penyusunan rencana pembelajaran f 1 Setiap kali pertemuan 2 Setiap pokok bahasan 3 Setiap ada akreditasi atau supervisi 4 Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 4 7 47 2 60 6.7% setiap kali pertemuan.7 1. Dari data hanya 11.3 48.7% yang membuat rencana setiap pokok bahasan dan 6. Tabel 4.49.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No % 26 29 4 1 43. sebanyak 56.50 Kemampuan guru dalam perencanaan media pembelajaran Kemampuan guru dalam perencanaan media pembelajaran f 1 75% . Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.3% menyusun rencana pembelajaran setiap ada akreditasi atau supervisi.100% 2 50% . Meskipun tingkat kemampuan dalam penyusunan rencana pembelajaran tinggi.7% guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam menyusun rencana pembelajaran. Tabel 4.3 3. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.74% 3 25% .49.

Jika dipersentasekan hampir semua guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam melaksanakan interaksi dengan siswa secara komunikatif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. sebanyak 48.0 0.0 0. hampir semua guru (80%) memiliki kinerja yang sangat baik dan 13.3% memiliki kemampuan dalam merencanakan media pembelajaran antara 50%-74% dan 43.51.0 100 Terlihat dari tabel 4.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 52 5 3 0 86. 2.7 8.3% memiliki kinerja yang baik. Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan interaksi belajar mengajar dapat dilihat pada tabel 4.74% 3 25% .3 6.100% 2 50% .7 0.51 Tabel 4.75 Terlihat dari tabel di atas.3 5.52 Kemampuan guru dalam berinteraksi No Kemampuan berinteraksi f 1 75% .3% guru telah memiliki kemampuan yang tinggi hingga 75%-100% dalam merencanakan media yang akan digunakan.0 60 100 .0 13.51 Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 48 70< % skor <85 Baik 8 55< % skor <70 Cukup 4 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 80.

7% guru memiliki kemampuan 75%100% dalam menyampaikan materi. dan 3. sebanyak 86.53.0 3.3% guru yang memiliki kemampuan antara 50%-75%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.7 15.53 Kemampuan guru dalam menyampaikan materi No Kemampuan menyampaikan materi f 1 75% . Tabel 4.0 60 100 Terlihat dari tabel 4. dan 5% saja yang memiliki kemampuan antara 25%-49%.3% saja yang memiliki kemampuan antara 25%-49%. Jika dipersentasekan hampir semua guru telah memiliki kemampuan yang tinggi (75%-100%) dalam memberikan materi.76 Terlihat dari tabel 4.52. sebanyak 81. hanya 15% guru yang memiliki kemampuan antara 50%-75%. Dari data menunjukkan bahwa sebagian besar guru memandang pentingnya komunikasi dalam pembelajaran sehingga berusaha untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya.74% 3 25% . .100% 2 50% .7% guru memiliki kemampuan 75%100% dalam melakukan interaksi dengan siswa secara komunikatif. hanya 8. Dari data menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi kepada siswa.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 49 9 2 0 81.3 0. Kemampuan ini merupakan kemampuan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap guru.

Hampir semua guru memiliki kemampuan antara 75%-100%.7% guru telah memiliki kemampuan yag tinggi (75%-100%) dalam memotivasi siswa.3 0.0 8.74% 25% . Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melakukan penilaian prestasi peserta didik tergolong baik. sebab dengan penilaian guru dapat mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik dalam mengikuti KBM.55. 3. Di samping itu dengan penilaian guru dapat memperoleh informasi tentang kelemahan KBM sehingga perlu upaya perbaikan.49% < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 1 2 3 4 % 40 15 5 0 66. Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik Penilaian prestasi belajar peserta dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang perlu dilakukan guru.54 Kemampuan guru dalam memotivasi No Kemampuan memotivasi f 75% .0 60 100 Terlihat dari tabel sebanyak 66. Lebih jelasnya dapat dilihat dari analisis deskriptif pada tabel 4.100% 50% . .77 Kemampuan guru dalam memotivasi siswa juga tergolong tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. selebihnya 25% guru memiliki kemampuan antara 50-74%.7 25.54 Tabel 4.

0 0.78 Tabel 4. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik mengolah atau menganalisis hasil penilaian.7 0.56.0 55. .0 100 Terlihat dari tabel 4.7 46. Dari data hanya 10% yang melakukan ulangan setelah beberapa pokok bahasan.0 10.55. selebihnya 41. sebanyak 46.0 0. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. sebanyak 55% guru selalu mengadakan ulangan harian setiap akhir pokok bahasan dan selebihnya melakukan ulangan setiap kali pertemuan (post test).7% guru memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan penilaian prestasi peserta didik.55 Kinerja Guru dalam Penilaian Prestasi Belajar Peserta Didik Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 25 70< % skor <85 Baik 28 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 0 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 41. Tabel 4.56 Pelaksanaan ulangan harian No Ulangan harian f 1 Setiap kali pertemuan 2 Setiap pokok bahasan 3 Setelah beberapa pokok bahasan 4 Tidak pernah Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 % 21 33 6 0 60 35.57.0 100 Berdasarkan data pada tabel 4.7% tergolong cukup.7% memiliki kemampuan yang sangat baik dan 11.7 11.

79

Tabel 4.57 Kemampuan guru dalam menganalisis dan mengolah hasil penilaian Kemampuan menganalisis hasil No penilaian f 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

%
27 29 4 0 45.0 48.3 6.7 0.0

60

100

Terlihat pada tabel 4.57, sebanyak 48,3% guru memiliki kemampuan dalam mengolah hasil penilaian antara 50%-74%, selebihnya 45% memiliki kemampuan yang baik dengan persentase kemampuan antara 75%-100%. Kemampuan guru dalam menyusun laporan hasil penilaian tergolong baik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.58. Tabel 4.58 Kemampuan guru dalam menyusun laporan penilaian No Kemampuan menyusun laporan penilaian 75% - 100% 50% - 74% 25% - 49% < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 1 2 3 4 f
28 31 1 0

%
46.7 51.7 1.7 0.0

60

100

Terlihat dari tabel 4.58, sebanyak 51,7% guru memiliki kemampuan menyusun laporan penilaian antara 50%-74% selebihnya 46,7% memiliki kemampuan yang baik yaitu 75%-100%.

80

4. Pelaksanaan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Prestasi Peserta Didik Setelah hasil penilaian diketahui, maka guru perlu melakukan tindak lanjut yaitu berupa remedial. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan program tindak lanjut. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.59 Tabel 4.59 Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Tindak Lanjut Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 27 70< % skor <85 Baik 25 55< % skor <70 Cukup 7 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase
45.0 41.7 11.7 1.6 0.0

100

Terlihat dari tabel di atas, sebanyak 45% guru memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melaksanakan tindak lanjut, selebihnya 41,7% memiliki kemampuan yang baik, namun demikian masih ada 11,7% yang memiliki kemampuan cukup dan 1,6% memiliki kemampuan kurang baik. Jika dipersentasekan, sebagian besar guru memiliki kemampuan antara 50%-74% dalam menyusun program tindak lanjut hasil penilaian. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.60. Tabel 4.60 Kemampuan menyusun program tindak lanjut hasil penilaian Kemampuan menyusun program tindak No lanjut 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007

f
22 29 9 0

%
36.7 48.3 15.0 0.0

60

100

81

Terlihat dari tabel di atas, sebanyak 48,3% guru memiliki kemampuan yang cukup dengan persentase kemampuan antara 50-74% dalam menyusun program tindak lanjut dan 36,7% memiliki kemampuan yang baik dengan persentase antara 75%-100%. Pelaksanaan remedial yang sering dilakukan oleh sebagian besar guru lebih dari 2 minggu setelah ulangan diumumkan. Tabel 4.61 Pelaksanaan remedial No Pelaksanaan remedial 1 < 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan 2 > 2 minggu setelah ulangan diumumkan 3 Setelah ujian semester 4 Tidak dilakukan remedial Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f
25 33 2 0

%
41.7 55.0 3.3 0.0

60

100

Terlihat dari tabel 4.61, sebanyak 55% guru melakukan remedial lebih dari 2 minggu setelah ulangan diumumkan, selebihnya 41,7% kurang dari 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan. Dari data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru melaksanakan remedial dengan baik. Apabila dinyatakan dalam persentase, sebagian besar guru memiliki kemampuan mengklasifikasikan kemampuan siswa antara 75%-100%. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.62. Tabel 4.62 Mengklasifikasikan kemampuan siswa No Mengklasifikasikan kemampuan siswa 1 75% - 100% 2 50% - 74% 3 25% - 49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f
33 25 2 0

%
55.0 41.7 3.3 0.0

60

100

7 30. .7% yang tergolong kurang baik dan 30% dalam kategori tidak baik. 6. Pengembangan Profesi Gambaran tentang pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru di SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4.63. selebihnya 41.3 0.0 36. sebanyak 25% guru memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengembangan profesi.64. Pemahaman Wawasan Gambaran tentang pemahaman wawasan pendidikan yang dilakukan oleh guru di SMK Negeri 1 Purbalingga dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 5.7% guru memiliki kemampuan antara 50%-74%.82 Terlihat dari tabel di atas. sebanyak 55% guru memiliki kemampuan dalam mengklasifikasikan kemampuan siswa antara 75%-100%. namun demikain masih ada 36.0 100 Terlihat dari tabel di atas.63 Kinerja Guru dalam Pengembangan Profesi Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 15 70< % skor <85 Baik 5 55< % skor <70 Cukup 0 40< % skor <55 Kurang baik 22 25< % skor <40 Tidakbaik 18 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 25. Dari data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum sepenuhnya mengikuti perkembangan IPTEK yang mendukung profesi guru.0 8.

Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik (75%-100%) dalam memahami hubungan pendidikan dan pengajaran. sebanyak 63.65 Tabel 4.3% guru memiliki pemahaman yang sangat baik tentang wawasan pendidikan. Apabila dinyatakan dalam persentase. sebanyak 46.74% 3 25% .64 Kinerja Guru dalam Pemahaman Wawasan Pendidikan Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 38 70< % skor <85 Baik 16 55< % skor <70 Cukup 5 40< % skor <55 Kurang baik 1 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 63.100% 2 50% .7% memiliki pemahaman yang baik.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 28 27 2 0 % 46.0 100 Terlihat dari tabel di atas.3 0.0 3.7 45.65 Kemampuan memahami hubungan pendidikan dan pengajaran Kemampuan memahami hubungan pendidikan dan pengajaran 1 75% . selebihnya 26.83 Tabel 4. .0 60 100 Terlihat dari tabel di atas.66.7% guru memiliki kemampuan yang baik (75%-100%) dalam memahami hubungan pendidikan dan pengajaran dan 45% memiliki kemampuan yang cukup (50%-74%).7 0.3 26.3 1. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.7 8. Tingkat pemahaman mengenai fungsi sekolah dari sebagian besar guru sudah tergolong baik.

7.100% 2 50% . Tabel 4. selebihnya 31.7% guru memiliki pemahaman yang baik (75%-100%).7 31.67 Kinerja Guru dalam Penguasaan Bahan Kajian Akademik Interval % skor Kriteria Frekuensi 85< % skor <100 Sangat baik 28 70< % skor <85 Baik 19 55< % skor <70 Cukup 8 40< % skor <55 Kurang baik 5 25< % skor <40 Tidakbaik 0 Jumlah 60 Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 Persentase 46.3 0.7% memiliki penguasaan baik.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 28 30 2 0 % 46.3 8.7 50.0 3.3% memiliki penguasaan cukup.3 0.66 Kemampuan memahami fungsi sekolah No Kemampuan memahami fungsi sekolah 1 75% .74% 3 25% . sebanyak 46. 13.7% guru memiliki penguasaan yang sangat baik terhadap bahan kajian akademik.84 Tabel 4. .66.7 13.0 60 100 Tampak pada tabel 4. sebanyak 50% guru memiliki kemampuan cukup (50-74%) dalam memahami fungsi sekolah. selebihnya 46. Penguasaan Bahan Kajian Akademik Tingkat penguasaan guru terhadap bahan kajian akademik dapat dilihat pada tabel berikut.0 100 Terlihat pada tabel di atas.

68 Persiapan Materi yang akan disajikan kepada siswa Persiapan materi yang akan disajikan kepada siswa 1 > 1 minggu sebelum mengajar 2 4-6 hari sebelum mengajar 3 < 3 hari sebelum pembelajaran 4 Tidak mempersiapkan materi Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 No f 24 18 13 5 % 40.3% guru memiliki kemampuan antara 75%-100%.85 Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah mempersiapkan materi yang akan disajikan > 1 minggu sebelum mengajar. Tabel 4.0 30. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.7 8.3 40. sebanyak 40% guru mempersiapkan materi yang akan disajikan kepada siswa > 1 minggu sebelum mengajar.0 60 100 Terlihat dari tabel di atas.0 6.69 Penguasaan terhadap bahan kajian No Penguasaan terhadap bahan kajian 1 75% .74% 3 25% .7 0. Penguasaan sebagian besar guru terhadap bahan kajian akademik yang diajarkan jika dipersentasekan mencapai 75%-100%. sebanyak 30% guru mempersiapkan antara 4-6 hari sebelum mengajar.49% 4 < 25% Jumlah Sumber: data penelitian yang diolah tahun 2007 f 32 24 4 0 % 53.0 21.100% 2 50% . Tabel 4. sebanyak 53. selebihnya 40% guru memiliki penguasaan antara 50%-74%. .3 60 100 Terlihat dari tabel di atas. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

082 -. Jika probabilitas > 0. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000. (2-tailed) a.310 .159 1.096 X2 60 48. sedangkan untuk normal P-P plot apabila titik-titik berada dekat dengan garis diagonal maka model regresi berdistribusi normal.3.3 Uji Prasyarat 4.86 4.05 maka data penelitian berdistribusi normal. b.10825 .78200 .159 .6833 8. Kenormalan data dapat dilihat dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnof dari masing-maisng variabel (Santoso 1999:311).233 . Sig untuk dua sisi diperoleh nilai signifikansi variabel supervisi kepala sekolah (X1) sebesar 0.1.70 Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a.9333 6.092 -.326 .060 Terlihat dari tabel 4.169 1.126 -.92244 .169 .70 pada baris asymp. Deviation Absolute Positive Negative 60 33.1 Uji Normalitas Data Salah satau syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi adalah data dan model regresi berdistribusi normal. untuk variabel .171 .171 1. Mean Std. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat dari output SPSS 12 seperti pada tabel 4. Calculated from data.69 Tabel 4.065 Y 60 55.b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Test distribution is Normal. Sig. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas.096.6667 6.1.

6 0. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1.0 0.0 Observed Cum Prob Gambar 4. .0 0.87 motivasi kerja (X2) sebesar 0. dapat disimpulkan bahwa model regresi berdistribusi normal.1 P-P Plot pengujian normalitas model regresi Terlihat dari grafik di atas.4 0. Lebih jelasnya hasil uji normalitas data dapat dilihat pada grafik berikut.0 0. Nilai signifikansi dari masing-masing variabel > 0.6 0. Di samping menggunakan uji Kolmogorov Smirnov analisis kenormalan data ini juga didukung dari Plot of Regression Standardized Residual.2 0.05 yang berarati bahwa Ho diterima atau data dari masing-masing variabel berdistribusi normal.2 0. titik-titik mendekati garis diagonal yang berarti bahwa model regresi berdistribusi normal.4 0.8 Expected Cum Prob 0.060.8 1. Apabila grafik yang diperoleh dari output SPSS ternyata titik-titik mendekati garis diagonal.065 dan untuk kinerja guru (Y) sebesar 0.

71 Tabel 4.72 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF . Apabila nilai signifikansi > 0.064 Linier Terlihat dari tabel 4. Tabel 4.3 Uji Multikolinieritas Syarat berlakunya model regresi ganda adalah antar variabel bebasnya tidak memiliki hubungan sempurna atau tidak mengandung multikolinieritas.762 22 36 0.05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier.084 Model 1 Supervisi kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) a.70.71 Hasil Uji Linieritas No Uji Linieritas F hitung df1 df2 Sig Kriteria 1 X1 terhadap Y 1. Dependent Variable: Y . nilai signifikansi dari masing-masing pengujian > 0.88 4.391 Linier 2 X2 terhadap Y 1.3.3.05 yang berarti bahwa hubungan antara X1 dan X2 dengan Y bersifat linier.084 . Antara variabel bebas dikatakan multikolinieiritas apabila toleransinya < 0.2 Uji Linieritas Uji linieritas dapat dilihat dari nilai signifikansi dari deviation of linierity untuk X1 terhadap Y serta X2 terhadap Y.923 1.097 20 38 0. Pengujian multikolinieritas ini dapat dilihat dari nilai variance inflatio factor (VIF).1.71. 4.1 dan VIF > 10. Hasil pengujian multikolineiritas selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. Lebih jelasnya hasil pengujian linieritas ini dapat dilihat pada tabel 4.923 1.1.

4.1 dan nilai VIF < 10.89 Terlihat dari tabel 4.72. Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -4 -2 0 2 4 Regression Standardized Predicted Value Gambar 4.1. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas.4 Heteroskesdastisitas Secara grafis ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot. sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung multikolinieritas.2 Uji Heteroskedastisitas .3. nilai toleransi dari masing-masing variabel bebas > 0. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut.

dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hasil uji simultan dapat dilihat pada tabel berikut. Kriteria pengujiannya apabila nilai p value < 0. F Change a .001 a. Karena nilai signifikansi < 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas atau bersifat homogen. .001.73 Hasil Uji Simultan (Uji F) b Model Summary Model 1 Change Statistics Adjusted R R Square R SquareF Change df1 df2 Sig.1.90 Terlihat dari grafik 4.448 dan nilai p value = 0. dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.179 7.05.1 Uji Simultan Pengujian hipotesis yang menyatakan menyatakan ada pengaruh secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru dapat dilihat dari hasil uji F.448 2 57 .1.05. X1 b. 4. Tabel 4. X2.4 Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan uji simultan.4. 4.2. titik-titik tersebar di sekitar nol pada sumbu vertikal dan tidak membentuk pola tertentu atau terlihat acak.207 .455 .Dependent Variable: Y Hasil pengujian diperoleh F hitung = 7.Predictors: (Constant).

7%. selebihnya dari faktor lain di luar kedua variabel tersebut.91 yang berarti Ha yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan secara simultan supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru diterima. Berdasarkan nilai R square sebesar 0.207 menunjukkan bahwa secara simultan supevisi kepala sekolah dan motivasi kerja memberikan kontribusi terhadap kinerja guru sebesar 20. .

Hal ini terbukti dari supervisi kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis maupun observasi perbaikan cara mengajar guru dilakukan 1-2 kali dalam satu semester. Kemampuan kepala sekolah dalam memberikan pemahaman tentang kurikulum menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup baik.92 4. Meskipun frekuensi pemberian teknik evaluasi dan pengembangan metode pembelajaran masih rendah . meskipun frekuensi dalam memberikan dorongan masih tergolong rendah.2. memantau kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan hanya 1-2 kali saja dalam satu semester. Dalam hal memberikan semangat kepada guru tergolong baik terbukti dari pendapat sebagian besar guru yang menyatakan supervisi yang dilakukan kepala sekolah mampu mendorong semangat kerja guru. Hal ini disebabkan karena frekuensi kepala sekolah dalam memantau rencana pembelajaran guru.2 Pembahasan 4. Namun banyak guru yang merasakan mudah memahami kurikulum dengan adanya kunjungan kelas oleh kepala sekolah. Kemampuan kepala sekolah dalam pengembangan metode dan evaluasi menurut persepsi sebagian besar guru tergolong baik. Hal ini membuktikan bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap pemahaman guru terhadap kurikulum yang digunakan. meskipun kemampuan kepala sekolah dalam melakukan supervisi tergolong baik.1 Supervisi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan data yang diperoleh kualitas supervisi yang dilakukan kepala sekolah SMK Negeri 1 Purbalingga menurut persepsi guru tergolong cukup baik.

Minat guru terhadap bermacam-macam masalah juga tergolong sangat baik. Tanggung jawab guru dalam menyelesaikan tugas tergolong tinggi (50%-74%). Hal ini dapat dilihat ketika mengadai kegaduhan di dalam kelas. meskipun masih ada sebagian yang tergolong cukup. Jika terjadi penurunan prestasi. namun demikian sebagian besar guru berusaha mengahadapi kesulitan tersebut dengan ulet. Mereka juga berusaha menyelesaikan tugas dari kepala sekolah sesuai kemampuannya.2 Motivasi Kerja Guru Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru sudah tergolong baik. sebagian besar guru berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki dan instropeksi diri. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki minat yang tinggi terhadap bermacam-macam masalah. jarang sekali guru yang marah atau membiarkan saja. 4. sebagian besar guru menghadapinya dengan penuh ketekunan. Kemampuan guru dalam memperbaiki dan mengembangkan kemampuan siswa tergolong baik. . Dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini terlihat dari banyaknya guru yang berusaha menyelesaikan pekerjaannya seperti mengkoreksi hasil ulangan tanpa menunda-nunda waktu.2.93 (1-2 kali dalam satu semester) namun sebagian besar guru memperoleh manfaat yang tinggi dengan adanya kunjungan kelas dalam rangka pengembangan evaluasi dan metode pembelajaran. guru juga tidak lepas dan kesulitan. Dalam menghadapi tugas. hampir semua guru berusaha menegur atau membimbing dan mengarahkan.

sebagian besar melaksanakan namun masih bersifata terpaksa.3 Kinerja Guru Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru tergolong sangat baik dan baik. Tingginya kinerja guru tersebut ditunjukkan dari penyusunan rencana pembelajaran yang selalu dikerjakan secara baik. Dalam hal ini sebagian besar guru berusaha melaksanakan pembelajaran secara bervariasi yaitu mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik serta menggunakan media yang bervariasi sesuai dengan karakteristik materi. Hal ini terjadi karena merasa bahwa rencana . Sebagian besar guru dapat mempertahankan pendapatnya. hanya sebagian kecil saja yang memiliki kinerja cukup. Tingginya motivasi kerja juga ditunjukkan dari tingginya tingkat kebosanan terhadap tugas-tugas yang rutin.2. 4. namun dalam pengemabangan profesi seperti seminar. tidak mudah melepasakan hal-hal yang diyakini. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar guru berusaha mengerjakan sendiri secara tepat waktu dalam menyelesaikan tugas yang diperintahkan guru. Hal ini karena sebagian besar guru memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun rencana pembelajaran. senang mencari dan memecahkan masalah yang dihadapi. Ini semua tidak lepas dari pengalaman yang diperolehnya selama kuliah dan pengalaman selama mengajar.94 Tingginya motivasi kerja guru juga dilihat dari tingkat kesenangan guru untuk bekerja secara mandiri. Namun demikian kuantitas dalam penyusunan rencana pembelajaran masih tergolong rendah. terbukti banyak guru yang menyusun rencana pembelajaran ketika mendekati akreditasi atau adanya supervisi kepala sekolah.

tindak lanjut hasil penilaian juga dilaksanakan secara sangat baik. Tidak hanya interaksi dalam pembelajaran. melakukan kaporan penilaian. dalam hal melakukan penilaian prestasi belajar. . Mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam menganalisis hasil penilaian. maka kurang perlu menggunakan rencana pembelajaran karena bagi guru tanpa rencanapun materi dapat selesai diajarkan sesuai dengan kalender yang ditetapkan. kemampuan dalam memotivasi siswa untuk belajar. Hal ini terbukti dari pelaksanaan penilaian ulangan harian yang dilaksanakan setiap pokok bahasan dan ada pula yang melaksanakan setiap kali pertemuan. Ini semua juga tidak lepas dari pengalaman yang didapat selama mengajar.95 pembelajaran selama ini hanya formalitas administratif dalam pendidikan. kemampuan menyampaikan materi. Setelah penilaian dilakukan. Mereka lebih mementingkan cara pengajarannya. Hal ini disebabkan karena kemampuan berinteraksi yang tinggi. Hal ini terbukti dari banyaknya guru yang memiliki kemampuan tinggi dalam perencanaan media pembelajaran. Dalam pelaksanaan interasi belajara mengajar hampir semua guru mampu melaksanakan dengan sangat baik. Mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyusun program tindak lanjut. Alasan lainnya mungkin karena sudah memiliki pengalaman yang lebih lama dalam mengajar dan melakukan rutinitas mengajar yang sama. Hampir semua guru lebih mementingkan pada kualitas pembelajaran. melaksanakan remedial dan mengklasifikasikan kemampuan siswa. hampir semua guru melaksanakan penilaian secara baik. bukan pada pembuatan rencana pembelajaran.

Hal ini disebabkan karena hampir semua guru belum melakukan penelitian guna menunjang profesinya. Salah satunya adalah karena pengaruh supervisi. Nilai p value tersebut kurang dari taraf signifikansi 0. 4.96 Kinerja guru juga ditunjukkan tidak hanya dalam interaksi belajar mengajar sebagai tugas pokok seorang guru. meskipun dalam mengembangkan profesinya masih tergolong kurang. supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang .4 Pengaruh Supervisi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan hasil analisis regresi terutama dari hasil uji parsial diperoleh nilai p value = 0. memahami hubungan pendidikan dan pengajaran serta memiliki kemampuan yang tinggi dalam memahami fungsi sekolah. Mereka lebih menunjukkan pada penguasaan akademik dengan cara mempersiapkan materi yang akan disajikan untuk siswa dan menguasai bahan kajiannya. Berdasarkan data yang diperoleh ternyata kinerja guru tergolong baik.05 yang berarti bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh supervisi terhadap kinerja guru di SMK Negeri 1 Purbalingga diterima karena signifikan. Mereka juga memiliki wawasan pendidikan yang baik. Kinerja guru tersebut tidak lepas dari suatu evaluasi. kritikan maupun saran dari berbagai pihak.2003:32). Menurut Jones dalam Mulyasa (2003:155).2. Supervisi merupakan suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Purwanto.001.

2000:17). Menurut Carter. termasuk menstimulasi. Dengan motivasi kerja yang tinggi memberikan pengaruh positif terhadap kinerja guru. Motivasi merupakan keseluruhan proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada seseorang sehingga mereka bersedia bekerja dan rela tanpa dipaksa. Dengan adanya kesungguhan . Seperti yang diungkapkan pula oleh Winardi (1982).035 < 0.05. menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. motivasi merupakan keinginan yang terdapat dalam seseorang yang merangsang untuk melakukan tindakan-tindakan. Dengan kata lain Kinerja guru tidak lepas dari adanya motivasi.5 Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Guru Berdasarkan hasil analisis regresi khususnya uji parsial diperoleh p value 0. yang berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh motivasi terhadap kinerja guru diterima. supervisi merupakan usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugaspetugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran.2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sarni (2006) yang memberikan kesimpulan bahwa secara signifikan kreatifitas kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi pengajaran berpengaruh terhadap kinerja guru di 29 SMP N dikabupaten Batang 4. Seperti yang diungkapkan oleh Purwanto (1998) motivasi merupakan suatu pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk betindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian.97 berhubungan tugas-tugas utama pendidikan.

terus memiliki keinginan untuk meningkatkan pengetahuan. Penelitian serupa oleh Rahayu (2006) memberikan kesimpulan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru. motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja. selalu berinovasi dan kreatif dalam pembelajaran dan menerima dorongan dari kepala sekolah maupun dari rekan kerja demi peningkatan kerja dan kemajuan pembelajaran. sehingga berdampak positif terhadap kinerja guru. tidak mudah puas atas hasil kerjanya. . Hasil penelitian ini pada prinsipnya sesuai Hikmawati (2005) yang memberikan gambaran bahwa kepemimpinan kepala sekolah.98 dalam bekerja.

2 Saran 1. Besarnya pengaruh supervisi dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri I Purbalingga mencapai 20. 99 . Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering supervisi dilakukan dan motivasi kerja guru yang besar maka kinerja guru akan semakin baik. 2. seperti meningkatkan kunjungan kelas dalam rangka supervisi klinis.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan dengan pembelajaran.001 < 0.7%. observasi perbaikan. terdapat kesimpulan sebagai berikut. kelas akan Diharapkan menumbuhkan kinerja guru. Supervisi yang dilakukan kepala sekolah menurut persepsi sebagian besar guru tergolong cukup. meninjau rencana pembelajaran. 5. memotivasi semangat kerja guru. meningkatkan observasi frekuensi metode kunjungan pembelajaran. yang ditunjukkan dari hasil uji simultan dengan nilai p value = 0.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang diberikan oleh responden.05. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh kesimpulan bahwa supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Purbalingga tahun 2007. 1. Oleh karena itu disarankan kepada sekolah untuk meningkatkan kualitas supervisi.

kondisi sosial individu.100 2. seperti kepribadian. tingkat kemampuan seseorang sehingga pada akhirnya didapatkan sumbangan pemikiran yang lebih optimal. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel prediktor lainnya yang merupakan faktor-faktor pengaruh terhadap kinerja guru. Diharapkan dengan meningkatnya motivasi kerja guru akan tumbuh kinerja yang lebih baik. komunikasi. . mempertahankan pendapat dan memecahkan masalah. Motivasi kerja guru tergolong baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan terutama dalam hal kemandirian dalam bekerja. 3.

101 .

Manulang. Jakarta : Bumi Aksara Purwanto. 1998. M. Jakarta : Bumi Aksara Hikmawati. Pandji. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Tesis tidak dipublikasikan. 1996. 101 . E. Hasibuan. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yogyakarta :BPFE Anoraga. Suharsimi. ------------------------. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Psikologi Kerja. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Jakarta : Rineka Cipta Algifari. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Kasus dan Solusi. Analisis Regresi.Moh. 1995. 2004. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Mulyasa. 2004. 1998. Sri retno Pudji. Made. Ngalim. Hani. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang. Metode Penelitian Kependidikan. 1988. Jakarta :Rineka Cipta Arikunto. 2001. Organisasi dan Motivasi. Jakarta : Rajawali Press As’ad. Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Bisnis Manajemen di kota Semarang. 2005. 2005. Malayu SP. Psikologi Industri. Bandung: Remaja Rosdakarya Rahayu. Manajemen Personalia. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru pada SMK Negeri di Wonosobo. Liberty:Yogyakarta. Yogyakarta:BPFE. 1997. Jakarta : Bumi Aksara Handoko. Bandung: Remaja Rosdakarya Pidarta.DAFTAR PUSTAKA Ali. Afni. 2000. Muhammad. 1995.

2005. Sondang P. dan Ida Aleida Sahertian. Supervisi pendidikan dalam rangka inservice Education. H.(15 September 2002 . Dedi. Supriadi. Statistika Untuk Penelitian. 1999. Jakarta : Media Komputindo. 2002. Santoso. Tilaar. Magelang : Tera Indonesia Laporan Balitbang Depdiknas. Jakarta : Rineka Cipta Singgih. Bandung : Alfabeta. Teori Motivasi dan Aplikasinya. 1995. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Jakarta : Rineka Cipta Sedarmayanti. AR. 2000.com/htm. Sumber Daya Manusia. SPSS Mengolah Data Statitik Secara Profesional.102 Sahertian. http://www. Piet A. 2000. Jakarta : Bumi Aksara Siagian. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perpektif Abad 21.suaramerdeka. Yogyakarta : Adi Citra Karya Nusa Sugiyono. 1992. 1998.

Lampiran 1

103

Angket Penelitian Semarang, Pebruari 2007 Yth. Bapak/Ibu guru SMKN I Purbalingga Di tempat Dengan hormat, Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMKN I Purbalingga”, maka saya membutuhkan beberapa informasi dari Bapak/Ibu melalui pengisian angket penelitian ini. Untuk keperluan tersebut maka dengan segala kerendahan hati saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk berkenan meluangkan waktu mengisi angket ini dengan tulus sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu. Pengisian angket ini semata-mata hanya demi kepentingan penyelesaian skripsi ini dan jawaban yang diberikan Bapak/Ibu tidak akan mempengaruhi penilaian kepala sekolah terhadap kinerja Bapak/Ibu selama ini. Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/Ibu guru, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hormat saya,

Laeli Kurniati Peneliti

104

Kisi – kisi instrument penelitian Variabel Supervisi sekolah kepala Indikator 1. Supervisi kunjungan kelas 2. Semangat kerja guru 3. Pehaman tentang kurikulum 4. Pengembangan metode dan evaluasi 5. Rapat-rapat pembinaan 6. Kegiatan rutin diluar mengajar Motivasi kerja guru 1. Tekun menghadapai tugas 3. Menunjukkan minat terhadap bermacammacam masalah 4. Lebih senang bekerja sendiri 5. Cepat bosan pada tugas yang monoton 6. Dapat mempertahankan pendapatnya 7. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 8. Senang mencari dan memecahkan masalah Kinerja guru 1. Penyusunan rencana pembelajaran 2. Pelaksanaan interaksi 5,6,7 1,2,3 17,18 15, 13,14 11,12 7,8,10 1,2 5,6 2. Ulet menghadapi kesulitan 3,4 12,13 15,16 9,10 No butir 1,2,3 4,5 6,7,8

9. Penguasaan bahan kajian akademik 19. Pemahaman wawasan kependidikan 7.21 14 18.13 8. Pengembangan profesi 6.12.20.10 .19 11. Penilaian prestasi belajar peserta didik 4.105 belajar mengajar 3. Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik 5.

Tidak pernah 2. 3 – 4 kali c.106 INSTRUMEN PENELITIAN Nama :………………………. Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi instrument ini SUPERVISI KEPALA SEKOLAH a. 3 – 4 kali c. 1 – 2 kali d. Apabila dinyatakan dalam % (persentase) menurut Bapak/Ibu. Tidak pernah 3. Bacalah soal dibawah ini dengan teliti 2. Jenis kelamin : L / P (Lingkari yang sesuai) PETUNJUK PENGISIAN 1. berapa kali kepala sekolah mengadakan kunjungan observasi untuk memperbaiki cara mengajar Bapak/Ibu? a. berapa kali kepala sekolah melakukan kunjungan kelas untuk mengamati seorang guru yang sedang mengajar? a.. seberapa besar manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap perbaikan proses belajar mengajar? . Supervisi Kunjungan Kelas 1. Dalam semester terakhir. 1 – 2 kali d. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai menurut Bapak/Ibu 3. Dalam semester terakhir. lebih dari 4 kali b. lebih dari 4 kali b.

Lebih dari 4 kali b. 3 kali c. Lebih dari 4 kali b.74% b. 75% . 50% . Tidak pernah 8. 3 kali c. 1 – 2 kali d.100% b. 1 – 2 kali d. 75% . berapa kali kepala sekolah memberikan evaluasi terhadap proses KBM untuk memotivasi semangat kerja Bapak/Ibu? a.49% d. 75% . 1 – 2 kali d. Pemahaman Tentang Kurikulum 6. Lebih dari 4 kali c.100% b. Semangat Kerja Guru c. 25. Apabila dinyatakan dengan % (persentase).74% c. Apabila dinyatakan dengan % (persentase) seberapa besar pengaruh supervisi kunjungan kelas terhadap semangat mengajar Bapak/Ibu? a. 3 kali 7. kurang dari 25% b. kurang dari 25% 4.49% .49% d. 25% . Tidak pernah c. Dalam sebulan terakhir. 25% . % . Tidak pernah 5.100% c. Berapa kali frekuensi peninjauan kepala sekolah terhadap kesesuaian perangkat pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran ? a. seberapa besar manfaat supervisi terhadap pemahaman kurikulum yang berlaku saat ini? a.107 a. 50% . Berapa kali dalam sebulan kepala sekolah mengadakan peninjauan rencana pembelajaran Bapak/Ibu? a.

Pengembangan Metode Dan Evaluasi 9. berapa kali kepala sekolah mengadakan rapat (meeting) secara periodik dengan guru-guru berkaitan dengan KBM di sekolah? a. Tidak pernah 10. 3 kali c. Lebih dari 4 kali b.100% b. 75% . Tidak pernah c. Dalam satu semester. kurang dari 25% 13. Berapa kali dalam satu semester kepala sekolah mengadakan bimbingan tentang metode pembelajaran dan teknik-teknik evaluasi pembelajaran? a. 1 – 2 kali d. 3 kali c.108 b. berapa kali kepala sekolah mengadakan pembinaan administrasi atau tata laksana sekolah? a. 50% .74% e. 25. % . kurang dari 25% d. 3 kali c. Tidak pernah .74% d. Lebih dari 4 kali b. Rapat-rapat pembinaan 12. Dalam sebulan terakhir. Apabila dinyatakan dalam % (persentase) seberapa besar manfaat supervisi kunjungan kelas terhadap pengembangan metode dan evaluasi pembelajaran Bapak/Ibu disekolah? a.49% d. 1 – 2 kali d. Lebih dari 4 kali b. 50% . 1 – 2 kali d.

Diselesaikan 3-4 hari berikutnya d. Tidak pernah MOTIVASI KERJA GURU a. 1 – 2 kali d. 3 kali c. berapa kali Bapak/Ibu mengikuti MGMP guna peningkatan proses belajar mengajar? a. Dalam setahun terakhir. Berusaha menyelesaikan pekerjaannya saat itu juga b. Kegiatan Rutin Di Luar Mengajar 15. 1 – 2 kali d. Lebih dari 4 kali b. Dilaksanakan pada waktu senggang 2. 3 kali c. berapa kali Bapak/ibu mengikuti Pendidikan dan Latihan (diklat) dalam rangka meningkatkan kinerja guru? a. Tidak dilaksanakan . Tekun menghadapi tugas 1. Dilaksanakan dengan terpaksa d. Dilaksanakan 1-2 hari berikutnya c.109 f. Diselesaikan dengan sebaik mungkin b. Berkenaan dengan pengoreksian hasil ulangan siswa a. Tidak pernah 16. Lebih dari 4 kali b. Terhadap tugas yang diberikan oleh kepala sekolah a. Dilaksanakan semampunya c. Dalam satu semester.

74% c. Dimarahi d.49% d. Jika dinyatakan kedalam % (persentase) seberapa besar rasa tanggung jawab Bapak/Ibu untuk menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh? a. Terhadap siswa-siswanya yang selalu bikin onar dan gaduh saat pelajaran berlangsung a. Dibimbing dan diarahkan b. Apabila dinyatakan dalam % (persentase) seberapa besar kemauan Bapak/Ibu untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki saat ini demi tercapainya visi dan misi sekolah? a. 50% .100% b. Introspeksi diri c. Jika prestasi siswa-siswanya mengalami penurunan.100% b.74% c. Kecewa karena merasa dirinya gagal d. Ditegur c. maka tindakan Bapak/Ibu sebagai pengampu bidang studi tersebut? a. 50% . Ulet menghadapi kesulitan 3. 25% . 75% .110 b. 25% . Berusaha meningkatkan kemampuan yang dimiliki b. Dibiarkan saja 4. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah 5. Kurang dari 25% 6.49% d. 75% . Kurang dari 25% c. Tetap cuek .

Tidak melaksanakan 8. Mengerjakan bersama-sama dengan guru c. Tidak melaksanakan e. modul. Melaksanakan dan mengikuti secara aktiv b. rencana pembelajaran. Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain d. Menggunakan berbagai metode jika dirasa perlu c. Mengerjakan dengan meniru pekerjaan orang lain d. Mengerjakan sendiri tepat waktu b. Mengerjakan sendiri tepat waktu b. Menggunakan 1-2 metode saja d. Menggunakan metode secara tetap dan monoton . Selalu berusaha mengaplikasikan berbagai metode yang lebih menarik b. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin 11. metode pengajaran yang dilakukan setiap harinya? a. Terhadap tugas yang diberikan kepala sekolah terkait dengan pelaksanaan administrasi pembelajaran? a. Melaksanakan dengan pasif c. Terhadap tugas yang diperintahkan kepala sekolah terkait dengan kelengkapan perangkat pembelajaran (analisa program. Melaksanakan dengan terpaksa d.111 d. Apabila diberi kesempatan untuk mengikuti seminar mewakili sekolah a. Diberikan kepada yang lain 10. dsb) a. Mengerjakan bersama-sama dengan guru c. Dalam KBM. Lebih senang bekerja sendiri 7.

berapa kali Bapak/Ibu berusaha mempertahankan pendapatnya demi kemajuan sekolah? a. Selalu memperjuangkan pendapatnya b. Lebih dari 4 kali b. Dalam pelaksanaan rapat yang berkaitan dengan evaluasi KBM di sekolah a. 1-2 kali d. Memberikan pendapat jika diminta d. Menggunakan jika dirasa perlu d. Dalam rapat yang berkaitan dengan kebijakan sekolah. Mengikuti dan memberikan usulan secara aktif c. Mengikuti secara pasif 14. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang diyakini 15. Tidak pernah g. Kadang-kadang jika dirasa penting d.112 12. Dapat mempertahankan pendapatnya 13. Sering memperjuangkan pendapatnya c. Menggunakan media secara tetap/monoton c. 3 kali c. Tidak pernah . Setiap hari selalu berganti-ganti b. Dalam sebulan terakhir barapa kali Bapak/Ibu memberikan saran/kritik terhadap kebijakan sekolah yang dirasa memberatkan guru? a. Mempertahankan pendapatnya selama diyakini itu benar b. Terhadap penggunaan media pengajaran guna menunjang kelancaran proses kebiatan belajar mengajar? a. tidak Menggunakan f.

Bila dinyatakan dalam persentase.100% d. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). 3 kali c. Setiap kali pertemuan b. Tidak pernah ikut membantu KINERJA GURU a. 1 – 2 kali d. 50% .49% d. Dalam sebulan terakhir. berapa kali Bapak/Ibu bersedia membantu bila ada rekan guru yang mengalami kesulitan tertentu? a. 25. Lebih dari 4 kali b. 1-2 kali d. 75% . Tidak pernah 18.113 h. Senang mencari dan memecahkan masalah 17. Tidak pernah 3. % . Dalam sebulan terakhir. Lebih dari 4 kali b. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam penyusunan rencana Pembelajaran? a. berapa kali Bapak/Ibu turut membantu apabila terjadi suatu masalah dalam pergaulan antar rekan guru? a. Penyusunan Rencana Pembelajaran 1. Setiap pokok bahasan c. Sering membantu c. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam merencanakan media yang akan digunakan dalam pembelajaran? c. Setiap ada akreditasi/supervisi d. Tidak pernah 2. kurang dari 25% . Kapan Bapak/Ibu menyusun Rencana Pembelajaran? a. Kadang-kadang membantu d. Selalu membantu b. 3 kali c.74% c.

% . 75% . Setiap pokok bahasan c. 75% .100% b. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu beinteraksi dengan siswa secara komunikatif? a.100% b. kurang dari 25% 6. 75% .49% d.74% c.49% d.114 b.74% c.100% b.74% c. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). 50% . seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu mengolah dan menganalisis hasil penilaian? a. 50% . 25. 50% . 25. Setelah beberapa pokok bahasan d.Apabila dinyatakan dalam % (persentase). 50% . seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu memberikan materi kepada siswa? a. Bila dinyatakan dalam % (persentase). Bila dinyatakan dalam % (persentase). 75% . kurang dari 25% 7. 25.49% d.74% c. % .100% b. Kapan Bapak/Ibu mengadakan penilaian prestasi belajar siswa? a. Bila dinyatakan dalam % (persentase). seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu menyusun laporan hasil penilaian? a. kurang dari 25% c. 25. % . Setiap kali pertemuan b. kurang dari 25% . Penilaian prestasi belajar peserta didik 8. % .49% d. 50% .100% b. % . Pelaksanaan Interaksi Belajar Mengajar 5.74% c. 25. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu dalam memotivasi siswa? a.49% d. kurang dari 25% 10. 75% . tidak pernah 9.

74% c. 3 – 4 kali f.49% d. kurang dari 25% . seberapa besar pemahaman Bapak/Ibu mengenai hubungan pendidikan dan pengajaran? a. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). kurang dari 25% c. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu menyusun program tidak lanjut hasil penilaian? a.74% c. kurang dari 25% 12.49% d. berapa kali Bapak/Ibu mengikuti informasi perkembangan IPTEK yang mendukung profesi anda sebagai guru? a. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). Pemahaman wawasan 18. Dalam sebulan terakhir. Kapan Bapak/Ibu melaksanakan remedial untuk memperbaiki hasil ulangan siswa yang kurang memuaskan? a. > 2 minggu setelah ulangan diumumkan c. % . setelah ujian semester d. % . Tidak pernah c. 50% . Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik 11.115 d. 25.100% b. seberapa besar kemampuan Bapak/Ibu mengklasifikasikan kemampuan siswa? a. Pengembangan profesi 14. 25.74% e. tidak dilakukan remedial 13. 75% .100% b.100% b. 25.49% d. 75% . % . 75% . 50% . ≤ 2 minggu setelah hasil ulangan diumumkan b. 50% . lebih dari 4 kali b. 1 – 2 kali d. Apabila dinyatakan dalam % (persentase).

74% c. 50% .100% b. seberapa besar penguasaan Bapak/Ibu terhadap bahan kajian akademik sesuai mata diklat yang diampu? a. seberapa besar pemahaman Bapak/Ibu mengenai fungsi sekolah ? a. 75% . Sebelum mengajar. 50% . kapan Bapak/Ibu mempersiapkan materi yang akan disajikan kepada siswa ? a. % . 25. Apabila dinyatakan dalam % (persentase). ≥ satu minggu sebelum mengajar b.74% c. 25. tidak mempersiapkan materi 21.49% d. kurang dari 25% .100% b. % . kurang dari 25% g.116 19. Penguasaan bahan kajian akademik 20. Apabila dinyatakan dalam % (persentase).49% d. ≤ 3 hari sebelum pembelajaran d. 75% . 4 – 6 hari sebelum mengajar c.

Elly Kadharsono Drs.Pd Endang Suciharti. Akuntansi POR Matematika PDU Akuntansi Matematika Pend. Yosep Win P. Darimun Drs. Lisyorinie Dra. Inggris Bhs. BA Supono. Perkantoran BK BK Ekonomi Perusahaan Ekonomi Perusahaan Ekonomi Administrasi Ekonomi Ekonomi perusahaan PDU Tarbiyah Matematika Bhs. S. 6. Sri Kuswanti Dra. 33. Diyah Ayu S Drs. 3. Savitri Handayani Dra. Mugyan Drs. Kisro Dra.Pd Titi Hardiningsih. BA Dra. Koperasi BV Adm. Setiyani Darmastuti Toto Widiyanto. 24. 42.J. Bambang Mulyono Dra. 30. 21. 40. Inggris Bhs. 29.Perkantoran PMP Bhs. 16. S. BA Dra. 43. 10. FX. 31. Indonesia Adm. Sri Endro Puspitowati. Perkantoran Adm. 9.Lampiran 2 117 DAFTAR NAMA RESPONDEN GURU No 1. Siti Sofiati Drs. S. 20. Waskam Ashari Mugiyanto. 25. Inggris Adm. Sahir Drs. 5. Sutardjo. 7. 36.Pd. 4. 17. 14. 12. Kamson Dra. S. Indonesia Sejarah Pend. 22. Sri Mulyani Drs. 32. Sri Mularsih Dra. 39. Dra. BA Drs. Perkantoran Ekonomi Umum Ekonomi Umum Ekonomi Umum Bhs. Priyo Nurcipto Drs. Akuntansi BK BK Pend. Tohirin Drs. Istirochah I. Ratno Purwanto Dra. 15. Sami Astuti Dra. S. 41. 28. BA Dra. 27. 38. BA Taty Siti Latifah. Akuntansi Bhs. Pujo Atmoko Drs.Ag Dra. 8. Tutyanto NIP 130902488 130892115 130520061 131693702 131677444 130605325 131411055 131407046 131771434 131712242 131662609 131768664 131802986 131634906 131767817 131835456 131123683 131664565 131612530 131859880 131123692 131599442 131869964 131670781 131815628 131869965 131898297 131898294 131612544 131611906 131601452 131411046 131682480 131685294 131613519 132118302 132141535 133907493 131646232 132118806 132118519 132083900 132138527 Jurusan PPKn Ekonomi Perusahaan Ekonomi Umum Pend. 13. Pegawai Bisnis Tata Buku Koperasi POR Pend. 11. Tri Yulianti Erys Sukamto. Teguh Sugiantoro Dra.Pd. Hartati Dra. 34. 2. Drs. Nama Drs. 35. 18. 23. Sugiyarti Drs. 26. Fatimah R Suyamto. 37. Inggris . Sri Pinuji Hadayani Suratno. Suwondo Drs. 19.

Pd Dra. S. 58. 57. S. S.Administrasi Pend. 60.118 44.Pd Wendiarto. Niken Malasiyanti Wahyu Budi Susapti. 52. 56. 46. 50. S.Pd Agung Pamuji. Budi Santoso. S.Pd Wahyuningsih. 59. Akuntansi Matematika PPKn Pend. Ekonomi Matematika Bhs. S. Koperasi Komputer Pend.Pd Yohana F. 55. S. Inggris Pend.Pd Puji Pertiwi. S. 132164536 131883323 132175958 132279393 132281942 500108482 500108599 500110457 500110458 500110459 500110460 500115553 500115554 500115558 500115559 Pend. S. Akuntansi Pend. S. S. 51.Pd Maryono. Dra. Administrasi Pend.Administrasi . Elly Suprihatin Retnowati.Pd Sri Wahyuni.Kom.Pd Salamun. 48.Pd Marwoto. 45. S. 49.Pd Justina Tri Rahayu L. Administrasi Komputer Komputer Pend. 47. S. 53.Pd Dwi Agus MM. 54. S.Pd Deddy Suwito.

Correlation is significant at the 0.001 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.596* .530* .647** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.849** .015 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. **. 15 119 X1_02 X1_03 X1_04 X1_05 X1_06 X1_07 X1_08 X1_09 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 X1_16 X1 *.006 15 .678** .777 15 .779** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.042 15 -.532* .594* .005 15 .000 15 .611* .761** .041 15 .020 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.080 .672** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.001 15 1 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.856** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.596* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.166 15 .Lampiran 3 Uji Validitas Angket Supervisi Kepala Sekolah Correlations X1 X1_01 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .05 level (2-tailed).009 15 .005 15 .000 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.019 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.01 level (2-tailed). (2-tailed) N .377 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.681** .019 15 .

004 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.563* .01 level (2 il d) . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.Lampiran 4 Uji Validitas Angket Motivasi Kerja Correlations X2 X2_01 Pearson Correlation Sig.032 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.029 15 .729** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.032 15 1 .650 15 .128 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.555* . (2-tailed) N .001 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.702** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.001 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.025 15 -.546* .009 15 .001 15 .569* . **.646** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.512 .827** .05 level (2-tailed).051 15 .757** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.005 .027 15 .035 15 .000 15 .987 15 .774** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.767** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.664** .002 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.007 15 .851** . 15 120 X2_02 X2_03 X2_04 X2_05 X2_06 X2_07 X2_08 X2_09 X2_10 X2_11 X2_12 X2_13 X2_14 X2_15 X2_16 X2_17 X2_18 X2 *. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.554* .575* .000 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.

003 15 .554* .696** .924 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.464 15 .007 15 -.859 15 .019 15 .027 .032 15 .007 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.004 15 .699** .122 .022 15 .764** .705** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.586* .015 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.612* .043 15 .017 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.01 level (2-tailed).605* .013 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.715** .594* .004 15 .050 . . Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N . 15 121 Y_02 Y_03 Y_04 Y_05 Y_06 Y_07 Y_08 Y_09 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Y **.567* .015 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.611* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.625* .664** .205 .664** . *. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0.001 15 .05 level (2-tailed). (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.529* .Lampiran 5 Uji Validitas Angket Kinerja Guru Correlations Y Y_01 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.003 15 1 .028 15 .762** .001 15 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.666 15 .

72375 .96115 .2000 2.3333 3.91548 .1333 Variance 54.72375 .5333 2. Deviation 7.3333 3.81650 .6667 2.6667 2.73679 .77460 .0667 2.74322 .61721 .6000 1.92582 . Deviation .3333 3.8667 3.0000 2.1333 3.59362 .8667 1.874 N of Items 16 Item Statistics X1_01 X1_02 X1_03 X1_04 X1_05 X1_06 X1_07 X1_08 X1_09 X1_10 X1_11 X1_12 X1_13 X1_14 X1_15 X1_16 Mean 1.1333 1.6667 Std.63994 .7333 1.83381 .695 Std.51640 .97590 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 122 Scale Statistics Mean 39.Lampiran 6 Reliability Angket Supervisi Kepala Sekolah Reliability Statistics Cronbach's Alpha .39562 N of Items 16 .89974 .

1333 3.1333 Std.18723 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 123 Scale Statistics Mean 56.6000 3.94112 .79881 .1333 3.94112 .114 Std.2000 3.91548 .5333 3.2000 3.83381 1.88372 1.2000 3. Deviation .2667 3.70373 .63994 .91548 .0667 2.8667 3.01419 .6667 2.0667 3.83381 .83381 .81650 .Lampiran 7 Reliability Angket Motivasi Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha .50709 .35187 .66685 N of Items 18 . Deviation 8.881 N of Items 18 Item Statistics X2_01 X2_02 X2_03 X2_04 X2_05 X2_06 X2_07 X2_08 X2_09 X2_10 X2_11 X2_12 X2_13 X2_14 X2_15 X2_16 X2_17 X2_18 Mean 3.74322 .5333 3.1333 2.4667 3.8667 3.5333 2.6000 Variance 75.83381 .

86189 1.61721 .4000 3.0667 1.70373 .0667 3.3333 3.61721 . Deviation .2667 3.50709 .4000 3.4000 1.6000 3.63994 N 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 Scale Statistics Mean 63. Deviation 7.8667 3.9333 Variance 61.3333 3.854 N of Items 21 Item Statistics Y_01 Y_02 Y_03 Y_04 Y_05 Y_06 Y_07 Y_08 Y_09 Y_10 Y_11 Y_12 Y_13 Y_14 Y_15 Y_16 Y_17 Y_18 Y_19 Y_20 Y_21 Mean 2.70373 .09978 .4000 2.91026 .4667 Std.63994 .5333 3.59362 .79881 .63994 .1333 3.63994 .56061 .352 Std.8000 3.63246 1.6000 3.63246 .2667 3.7333 3.2000 2.Lampiran 8 124 Reliability Angket Kinerja Guru Reliability Statistics Cronbach's Alpha .50709 .83278 N of Items 21 .30201 .73679 .4667 2.6000 3.63246 .

Test distribution is Normal.326 .096 . b. X2 60 48. Deviation Absolute Positive Negative 60 33.9333 6.159 .060 Mean Std.169 .6667 6.065 Y 60 55.6833 8.92244 .Lampiran 9 125 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a.233 .082 -.169 1.310 . Calculated from data. Sig.126 -.10825 .159 1. (2-tailed) a.171 1.78200 .171 .b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.092 -.

8000 57.44851 .00 28.00 43.0000 59.733 df 21 1 20 38 59 Mean Square 58.0000 59.0000 56.00 32.6667 42.00 Total Mean 54.00 26.00 47.3333 51.377 R Squared .945 385.126 Lampiran 10 Uji Linieritas data Y * X1 Report Y X1 16.0000 56.31371 .00 46.142 Eta .0000 57.00 30. 6.846 385.0000 54.456 .7143 56. .89949 .48939 5.957 1475.00 36.889 42.57735 .00 33.0000 66. .72658 .518 9.78200 ANOVA Table Sum of Squares 1237.936 1.00 21.889 851.0000 49.391 Y * X1 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association Y * X1 R .00 35.00 37.003 .598 38.129 .888 2713. 2.00 22.00 41.0000 62.00 25.0000 55.46504 7.9091 60. 7.00 23.00 45.0000 41.07107 6. .2500 54. .0000 55.00 34.0000 49. 4.00 29. 9.00 39.097 Sig. .0000 53.15188 .09762 7.0000 60.839 F 1. Deviation . 11.0000 57.9333 N 1 1 1 2 1 1 2 3 1 1 6 11 6 5 1 7 1 4 1 1 1 2 60 Std.675 Eta Squared . . .00 31.

350 R Squared .00 35.0000 63.0000 57.0000 42.00 30.986 56.0000 58.0000 49.969 1146.00 48.122 Eta .00 29.0000 41.577 . .42 1. .79865 .57735 2.0000 62.0000 57.00 53.00 58.00000 5.986 1234.00 49.00 62.72442 14.68868 2.135 31.127 Lampiran 11 Uji Linieritas Data Y * X2 Report Y X2 28.020 .00 56.38048 .5000 56.00 41.003 .733 df 23 1 22 36 59 Mean Square 68. 1.855 F 2.0000 68.0000 58. 4.00 61. .68449 4.70711 7.778 2713.00 Total Mean 54. 6.0000 55. .00 34.0000 61.00 57.24264 .00 51.760 Eta Squared .41421 .6667 56.956 331.5000 57.7778 60. 2.139 10.5000 57.00 39. . .3333 60.00 55.0000 55.00 52.00 54.1111 59.064 Y * X2 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association Y * X2 R .5000 60.0000 41.0000 53.70711 . .00 45. Deviation .9333 N 1 1 1 1 2 1 1 1 3 2 1 9 3 2 1 1 3 3 9 4 2 4 3 1 60 Std.00 36.0000 45.129 331.00 33. .00 44.78200 ANOVA Table Sum of Squares 1566.16333 4.64575 .00 38.762 Sig.

Error (Constant) 34. .035 Correlations Collinearity Statistics Partial Tolerance VIF .001 Model 1 R R Square . Dependent Variable: Y a Coefficients Model 1 Unstandardized Coefficients B Std.226 2151.207 Adjusted R Square . X1 b.9333 33. Predictors: (Constant).001 .161 Sig.78200 6.544 X1 .470 2.6667 48.507 2713.311 . .273 2.017 .000 .016 .000 .001a a.92244 Correlations Pearson Correlation Y X1 X2 Y X1 X2 Y X1 X2 Y 1. X1 b.000 .923 1.303 . Dependent Variable: Y b ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 562.746 F 7. X2. Dependent Variable: Y . F Change 2 57 . Deviation 6. Predictors: (Constant).265 t 6.084 a.448 Sig.003 60 60 60 X1 . .202 . (1-tailed) N Model Summaryb Change Statistics df1 df2 Sig.128 Lampiran 12 Regression Descriptive Statistics Y X1 X2 Mean 55.003 . . 60 60 60 N 60 60 60 Sig.10825 8.278 .455a .016 60 60 60 X2 .6833 Std.113 37.093 Standardized Coefficients Beta .337 .001 .350 .179 F Change 7.377 .733 df 2 57 59 Mean Square 281.923 .278 1.377 1.136 X2 .000 . X2.275 .777 5.350 .448 a.084 1.

Dev.129 Lampiran 13 Histogram Dependent Variable: Y 14 12 Frequency 10 8 6 4 2 Mean = 4. = 0.65E-16 Std.983 N = 60 -4 -3 -2 -1 0 1 2 0 Regression Standardized Residual .

0 0.4 0.6 0.0 0.0 0.8 1.4 0.130 Lampiran 14 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1.2 0.6 0.8 Expected Cum Prob 0.0 Observed Cum Prob .2 0.

131 Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -4 -2 0 2 4 Regression Standardized Predicted Value .

103 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->