PERCOBAAN 1 CARA KERJA PESAWAT TELEPON

1. Tujuan : Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : Menyebutkan bagian-bagian dari pesawat telepon Menjelaskan fungsi dari masing-masing bagian pesawat telepon Menjelaskan bentuk keluaran dari nasing-masing bagian pesawat telepon

2. Peralatan : • • • • Pesawat telepon analog PABX atau sentral Multimeter Oscilloscope

3. Dasar Teori : 3.1. Fungsi Pesawat Telepon Sebuah pesawat telepon pada dasarnya adalah merupakan salah satu jenis Customer Premise Equipment (CPE), yaitu peralatan komunikasi yang berada di sisi pelanggan. Selain pesawat telepon, peralatan lain yang termasuk CPE adalah PABX, Centrex, Mesin Faxcimile dan modem. Fungsi dari pesawat telepon adalah sebagai berikut : 1. Me-request pemakaian saluran telepon, jika handset diangkat. 2. Mengindikasikan bahwa sistim telepon sudah siap, dengan menerima nada dial 3. Mengirim sejumlah nomor tertentu, yang akan dipanggil. Nomor ini dibangkitkan oleh user dengan menekan tombol push button pada pesawat telepon 4. Menerima beberapa nada yang menyatakan panggilan sedang dalam proses (ringing, busy) 5. Mengindikasikan adanya panggilan pada sisi terima, dengan membunyikan nada panggil (ringing tone)

Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi

1

Dapat mengubah dari sinyal suara menjadi sinyal listrik untuk pentransmisian jarak jauh. Memberikan tanda pada sistim jika salah satu sisi sudah menyelesaikan pembicaraan. Begitu pula di sisi terima.1. Gambar 1. Pemanggilan dengan rotary dial berdasarkan prinsip kerja pulsa. Bagian Pemanggil (Dialer) 2. mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara 7. Jadi jika dilakukan penekanan nomor ‘1’.6. Bagian dari pesawat telepon Sebuah pesawat telepon. pada umumnya terdiri dari bagian-bagian : 1. dimana setiap nomor yang diputar / ditekan akan dikonversi menjadi pulsa. Bagian Pengirim Suara 4. Di antara grup pulsa yang mewakili nomor-nomor yang ditekan tadi. Urutan Pulsa pada pemanggilan dengan pulsa (pulse dial) Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi 2 . demikian pula jika penekanan nomor ‘7’ akan dihasilkan tujuh pulsa. ada jarak antar pulsa (dinamakan inter train pause). yaitu dengan rotary dial (pulse dial) dan dengan penekanan tombol (tone dial). Bagian Dering 3. 3. Ada dua cara pemanggilan pada pesawat telepon. Bagian Dengar Bagian pemanggil (Dialer) berfungsi untuk memanggil nomor tujuan. dengan jalan menutup handset.1.2. Urutan pulsa pada pemanggilan dengan pulsa (pulse dial) ditunjukkan pada gambar 1. akan dihasilkan satu pulsa.

2. Gambar 1. maka akan dihasilkan sinyal dengan kombinasi frekuensi 697 Hz dan 1209 Hz. karena itu pelanggan dapat mendengar suaranya sendiri saat melakukan pembicaraan. yaitu frekuensi atas dan frekuensi bawah. Bagian dengar dan dering dilakukan oleh speaker. Kombinasi 2 frekuensi dalam sistim tone dial Bagian pengiriman suara dilakukan oleh microphone. Pada sistim pemanggilan dengan penekanan tombol (tone dial). Speaker akan melewatkan sinyal bicara setelah Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi 3 . digunakan prinsip DTMF (Dual Tone Multi Frequency). Microphone mendapat catu daya dari sentral. Frekuensi suara bicara adalah 300 sampai 3400 Hz. Kombinasi dua frekuensi ini ditunjukkan pada gambar 1. Sinyal ini nantinya akan dikirim ke sentral bersama-sama dengan angka lain yang ditekan.2. Tombol-tombol ini ditekan oleh pengguna untuk memanggil nomor tujuan. dimana masing-masing tombol mewakili angka dari 0 sampai dengan 9 dan tanda * dan #. jika pengguna menekan angka ‘1’.Panjang pulsa 1 bit dalam 1 digit adalah 100 ms. yang terbuat dari carbon atau capacitor. Jarak antar digit (inter train pause) sepanjang 400 ms. Membran ini akan bergetar jika ada suara di dekatnya. Setiap penekanan nomor / tombol akan menghasilkan sinyal yang merupakan kombinasi dari dua frekuensi. Bagian dengar di sisi pelanggan yang dipanggil dikerjakan oleh speaker. Selanjutnya getaran akan dirubah menjadi arus listrik dan dikirimkan ke sentral. Bagian utama dari microphone adalah membrane. sebagai nomor tujuan. sedangkan dalam kondisi release mempunyai panjang 600 ms. Jalur dari microphone ke sentral untuk proses bicara adalah satu jalur. Sebagai contoh.

Selanjutnya akan dikirim ke bagian speaker untuk dibunyikan.3. dimana telephone cradle terangkat ke atas. Blok Diagram dari sebuah pesawat telepon seperti ditunjukkan pada gambar 1.sinyal tersebut melalui kopling transformer dengan tahanan dari sentral sekitar 600 Ohm. Nada ini ditangkap sebagai arus di pesawat telepon yang akan menggetarkan bagian palu bel (ringer).3. Catu daya ini berbentuk sinyal DC yang tidak dapat didengar oleh pelanggan. Urutan nomor tujuan ini dikirim ke sentral Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi 4 . maka sentral juga memberikan dial tone (nada sambung). Blok Diagram dari pesawat telepon rotary dial Cara kerja dari pesawat telepon di atas adalah sebagai berikut : saat pelanggan mengangkat handset (dikatakan sebagai kondisi off hook). Catu daya yang diberikan sentral sebesar -48 Volt (catu daya yang diberikan PABX sebagai sentral mini adalah -24 Volt). pelanggan kemudian menekan nomor-nomor pada tombol yang tersedia sebagai nomor tujuan. dengan frekuensi 440+480 Hz. pada saat itu switch hook menghubungkan jalur pesawat telepon dengan jalur Tip dan Ring dari sentral. Supaya pelanggan mengerti bahwa dia sudah terhubung ke sentral. Hubungan ini menyebabkan terjadinya pemberian catu daya oleh sentral kepada pesawat tersebut. Setelah mendengar dial tone. Gambar 1. Nada dering diberikan oleh sentral.

Dengan menggunakan Multimeter. 3. Jika sudah selesai melakukan pembicaraan.untuk dilakukan verifikasi apakah nomor tersebut berada di sentral yang sama dengan pelanggan atau di sentral lain atau malahan sebagai nomor yang tidak dikenal. Sedangkan pelanggan tujuan akan mendengar nada dering / nada panggil (ring tone). Masih dengan kodisi Off Hook. ukurlah tegangan pada saat pesawat dalam kondisi Off Hook dan dalam kondisi On Hook. pada saat ini switch hook dilepas dari sambungan antara jalur pesawat telepon dan jalur Tip dan Ring dari sentral. Lakukan pengukuran ini masing-masing sebanyak 3 (tiga) kali. selanjutnya terjadi percakapan. Setelah mendengar nada dering. Mengapa hal itu dapat terjadi ? Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi 5 . Dapatkah anda mencari kombinasi dari frekuensi berapa saja sinyal tersebut ? Bagian mana dari pesawat telepon yang menghasilkan sinyal itu ? 4. Saat terjadi pembicaraan. 4. Kondisi ini menyebabkan sentral me-release saluran yang digunakan pelanggan tadi. Tunggu sebentar sampai anda mendengar sebuah nada pada pesawat anda. Jika nomor tujuan sedang sibuk maka pelanggan pemanggil mendengar nada sibuk (busy tone). Pelanggan dapat mendengar suaranya sendiri karena jalur pengiriman suara ke dan dari sentral berada pada jalur yang sama. amati sinyal yang ditampilkan pada Osciloscope. Gambarkan bentuk sinyal tersebut dan sebutkan jenis sinyal itu. carilah sambungan yang menghubungkan pesawat telepon dengan jalur Tip dan Ring. Nada apakah itu ? Gambarkan bentuk sinyalnya. pelanggan pemanggil mengangkat handset. amati sinyal yang didapat dari sentral menggunakan Osciloscope. Tekan sembarang tombol. Tekan nomor tujuan tertentu. pelanggan pemanggil akan diberi nada dering balik (ring back tone) oleh sentral sebagai tanda bahwa nomor tujuan sudah tercapai. Prosedur Percobaan : 1. Proses percakapan pada sisi pelanggan dilaksanakan oleh microphone (sebagai pengirim suara) dan speaker (sebagai pendengar). salah satu pelanggan menutup handset (disebut sebagai kondisi on hook). 2. Pada pesawat telepon. 5. Jika nomor sudah dikenali sentral. perhatikan apakah anda mendengar suara anda sendiri selain suara lawan bicara anda.

Petunjuk Praktikum Dasar Teleponi 6 . jumlahkan sinyal-sinyal sinus yang dikombinasikan untuk menghasilkan nomor ‘6’ dan ‘8’. Dengan menggunakan program untuk menjumlahkan dua buah sinyal.5. 2. gambarkan mekanisme cara kerja pesawat telepon saat pemanggilan sampai pemutusan sambungan. Dengan menggunakan flow chart. Tugas : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful