P. 1
Dampak Positif Dan Negatif Desentralisasi Bagi Kemajuan Bangsa Indonesia

Dampak Positif Dan Negatif Desentralisasi Bagi Kemajuan Bangsa Indonesia

|Views: 2,105|Likes:

More info:

Published by: Reza Pahlevi' 'Interisti' on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

Dampak Positif dan Negatif Desentralisasi bagi Kemajuan Bangsa Indonesia Jika kita tinjau lebih jauh penerapan

kebijakan otonomi daerah atau desentralisasi sekarang ini, cukup memberikan dampak positif nagi perkembangan bangsa indonesia. Dengan adanya sistem desentralisasi ini pemerintahan daerah diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mengatur daerahnya, karena dinilai pemerintahan daerah lebih mengetahui kondisi daerahnya masingmasing. Disamping itu dengan diterapkannya sistem desentralisasi diharapkan biaya birokrasi yang lebih efisien. Hal ini merupakan beberapa pertimbangan mengapa otonomi daerah harus dilakukan. Dalam setiap kebijakan atau keputusan yang diambil pasti ada sisi positif dan sisi negatifnya. Begitu juga dengan penerapan sistem desentaralisasi ini, memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Secara terperinci mengenai dampak dampak positif dan negatif dari desentarlisasi dapat di uraikan sebagai berikut : a. Segi Ekonomi Dari segi ekonomi banyak sekali keutungan dari penerapak sistem desentralisasi ini dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, dengan demikian apabila suber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat.
pengelolaan sumberdaya alam berbasis komunitas merupakan salah satu strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam. Selain itu strategi ini dapat membawa efek positif secara ekologi dan dan sosial. Pengelolaan sumberdaya alam khususnya sumberdaya kelautan berbasis komunitas lokal sangatlah tepat diterapkan di indonesia, selain karena efeknya yang positif juga mengingat komunitas lokal di Indonesia memiliki keterikatan yang kuat dengan daerahnya sehingga pengelolaan yang dilakukan akan diusahakan demi kebaikan daerahnya dan tidak sebaliknya. Namun demikian, sejak dicapainya kemerdekaan Indonesia, kecenderungan yang terjadi adalah sentralisasi kekuasaan. Sejak orde lama sampai berakhirnya orde baru, pemerintah pusat begitu dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas negara. Dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah telah menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal yang memiliki keunikan dinamika sosial budaya tersendiri, keadaan ini dalam jangka waktu yang panjang mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada akhirnya mematikan kreasi dan inisiatif lokal untuk membangun lokalitasnya.

dengan adanya rapat terbuka atau laporan rutin ke masyarakat melalui media massa. namun sebaliknya dapat memaksimalkan potensi sumberdaya kelautan dengan tetap mengindahkan aspek kelestarian dan kelangsungan. karena mereka lebih mengetahui hal-hal apa saja yang terbaik bagi mereka. Penggelembungan (mark up) nilai barang dan jasa dari harga pasar. Kolusi dengan kontraktor dalam proses tender. belum jelas. Misalnya. b. dengan adanya penerapan sistem ini membukan peluang yang sebesar-besarnya bagi pejabat daerah (pejabat yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKN. prasyarat diperlukan demi tercapainya pengelolaan sumberdaya kelautan berbasis komunitas lokal. tetapi disamping itu dengan tidak menutup mata ada beberapa hal yang harus diperhatikan. selain dicantumkan prosedur administrasi dalam pertanggung jawaban anggota Dewan. Dari Pernyataan diatas telah jelas betapa perlunya suatu otonomi daerah dilakukan. Desentralisasi akan mengarah pada over eksploitasi dan kerusakan tanpa adanya pendekatan yang baik. ?Karena posisi masyarakat dalam proses penegakan prinsip akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah. Kewenangan pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan sumberdaya kelautan dan terdapatnya akuntabilitas otoritas lokal merupakan prasyarat utama demi tercapainya pengelolaan sumberdaya kelautan dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi. ³Desentralisasi Otonomi Daerah´ Korupsi Melalui Sehingga ada ketidak jelasan akuntabilitas kepala daerah terhadap masyarakat setempat. yang membuat bentukbentuk tanggung jawab kepala daerah ke publik pun menjadi belum jelas. masyarakat merindukan adanya suatu kemandirian yang diberikan kepada mereka untuk merusaha mengembangkan sumber daya alam yang mereka miliki. Korupsi Pengadaan Barang Modus : a. . juga perlu ada prosedur politik yang melibatkan masyarakat dalam mengawasi proyeksi dan pelaksanaan APBD. publik tidak pernah tahu bagaimana kinerja birokrasi di daerah Untuk itu Pemerintah mengusulkan. Berikut ini beberapa modus korupsi di daerah: 1.Pelaksanaan desentralisasi mempunyai dua efek yang sangat berlawanan terhadap pengelolaan sumber daya kelautan tergantung dari pendekatan dan penerapannya. Pernyataan diatas cukup memberikan gambaran betapa pentingnya otonomi daerah.

6. Modus : Memungut biaya tambahan di luar ketentuan resmi. tetapi secara fisik proyek itu nihil. pembayaran gaji. Penghapusan barang inventaris dan aset negara (tanah) Modus :a. 7. 4. Pemotongan dana bantuan sosial b. penerimaan pajak. Penetapan target penerimaan Berdasarkan Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa disamping memiliki dampak positif otonomi daerah juga memiliki dampak negatif. Pemotongan uang bantuan sosial dan subsidi (sekolah. b. Jumlah riil penerimaan penjualan. dan apabila hal ini terus terjadi bukan kemakmuran dan kemandirian yang di peroleh malahan kesengsaraan dan kemiskinan yang akan kita peroleh. Pungli penerimaan pegawai. keniakan pangkat. 3. Oleh sebab itu peranan masyarakat dalam melakukan kontrol sangantlah penting dan yang lebih penting adalah dari pejabat itu sendiri. Memboyong inventaris kantor untuk kepentingan pribadi. 5. b. 8. Modus :a. Penyelewengan dana proyek Modus :a. Bagaimana ahklak pribadi pejabat tersebut. pengurusan pensiun dan sebagainya. Menjual inventaris kantor untuk kepentingan pribadi. Proyek fiktif fisik Modus : Dana dialokasikan dalam laporan resmi. Biasanya dilakukan secara bertingkat (setiap meja). panti asuhan dan jompo) Modus : a. rumah ibadah. b. Memotong dana proyek tanpa sepengtahuan orang lain. . Bantuan fiktif Modus : Membuat surat permohonan fiktif seolah-olah ada bantuan dari pemerintah ke pihak luar. pajak tidak dilaporkan.2. bahkan dampak yang ditimbulkan sangatlah besar. Mengambil dana proyek pemerintah di luar ketentuan resmi. Manipulasi hasil penerimaan penjualan. retribusi dan iuran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->