Pemanfaatan Momen 17-Agustusan Sebagai Sarana Latihan Olahraga Rekreasi Terapeutik Untuk Lansia Oleh : Ambar Sulianti

*

Pendahuluan Di seluruh dunia saat ini terjadi transisi demografi dimana proporsi penduduk berusia lanjut bertambah, sedangkan proporsi penduduk berusia muda menetap atau berkurang. Mantan Sekretaris Jenderal PBB (Kofi Annan) dalam peringatan Hari Usia Lanjut Internasional pada tanggal 1 Oktober 2000 mengeluarkan deklarasi yang mengandung peringatan, khususnya Indonesia di tahun 2050 jumlah penduduk lanjut usia (lansia) akan mencapai sepuluh juta jiwa. WHO telah memperhitungkan pada 2025 Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah warga lansia sebesar 41,4% yang merupakan sebuah peningkatan tertinggi di dunia. Proses menua pada manusia merupakan suatu peristiwa alamiah yang tak terhindarkan. Pada awal kehidupan manusia, perubahan dari satu tahap ke tahap lain bersifat evolusional menuju tahap kesempurnaan baik emosional maupun fungsional organ-organ tubuh. Sebaliknya, pada kehidupan lanjut usia justru terjadi kemunduran sesuai dengan hukum alam. Perubahan atau kemunduran tersebut dikenal dengan istilah menua atau proses penuaan. Proses penuaan, secara umum dipahami sebagai proses pembelahan sel yang merupakan faktor endogenik dan tak bisa dihentikan. Sel manusia terbatas umurnya. Setelah membelah 50-100 kali kemudian berhenti. Sel pun menjadi tua sehingga membuat seseorang mengalami kemunduran secara fisik dan mental. Salah satu upaya untuk menghambat proses penuaan, yaitu dengan melakukan gerakan atau latihan fisik. Seseorang bukannya tidak mau bergerak karena tua, tapi menjadi tua karena tidak mau bergerak. Secara umum, terdapat dua macam latihan yang dapat meningkatkan potensi kerja otak yakni meningkatkan kebugaran secara umum dan melakukan senam otak (brain gym). Para warga lanjut usia (lansia) terutama yang telah mengalami masa pensiun sering tidak tahu dalam merencanakan, memulai, serta melaksanakan aktivitas dalam mengisi waktu luang. Momen tanggal 17 Agustus merupakan hari libur nasional dimana pada hari ini masyarakat Indonesia termasuk warga lansia dapat berkumpul bersama dan melakukan berbagai perlombaan. Dengan demikian momen ini merupakan momen

kehilangan dari serabut otot juga dijumpai. Penurunan massa tulang lebih dipercepat pada wanita pasca menopause. seseorang yang mulai tua akan berefek pada menurunnya aktivitas. Setelah menopause. serta gangguan miksi (ngompol) (10%). Penurunan fungsi ini disebabkan karena berkurangnya jumlah sel secara anatomis.yang tepat untuk dimanfaatkan sebagai sarana olahraga rekreasi terapeutik untuk lansia. serta radikal bebas sangat mempengaruhi penurunan fungsi organ-organ tubuh pada lansia. sesak napas (20%). Massa tulang akan mencapai puncak pada pertengahan usia duapuluhan (di bawah usia 30 tahun). Berhentinya produksi estrogen oleh kandung telur akan mempengaruhi keseimbangan metabolisme zat kapur (kalsium) dalam tulang. disuse. terjadi penurunan berbagai fungsi organ tubuh. Penurunan Fungsi Muskuloskeletal Lansia Pada lansia seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan ini akan menyebabkan laju metabolik basal dan laju konsumsi oksigen maksimal berkurang. juga dijumpai berkurangnya rasio otot dengan jaringan lemak.255 orang lansia di atas usia 75 tahun. Selain itu. Namun demikian. Proses pengeroposan tulang ini disebut osteoporosis. fungsi kognitif pada susunan saraf pusat (45%). Proses penurunan massa tulang ini sebagian disebabkan oleh usia. Penurunan aktivitas akan menyebabkan kelemahan serta atropi dan mengakibatkan kesulitan untuk mempertahankan serta menyelesaikan suatu aktivitas. Otot menjadi lebih mudah capek dan kecepatan kontraksi akan melambat. in take nutrisi yang kurang. Tulang-tulang menjadi rapuh dan mudah retak. akan makin banyak kalsium yang dibuang daripada yang disimpan. serta perlambatan remodelling dari tulang. Selain dijumpai penurunan massa otot. Selain itu berkurangnya aktivitas. Penurunan massa otot ini lebih disebabkan oleh atropi. keseimbangan berdiri (50%). penglihatan (35%). dan menurunnya produksi hormon. Pada umumnya. berbagai kondisi medis yang lebih prevalen di saat usia lanjut cenderung akan menghambat aktivitas rutin pada individu tersebut. Suatu penelitian di Inggris terhadap 10. Hal ini secara berangsur akan menyebabkan tulang menjadi semakin keropos. menunjukkan bahwa pada lansia terdapat gangguan-gangguan fisik yaitu arthritis atau gangguan sendi (55%). polusi. pendengaran (35%). Pada usia lanjut dijumpai proses kehilangan massa tulang dan kandungan kalsium tubuh. kelainan jantung (20%). Osteoporosis merupakan penyakit tulang kerangka .

menurut situasi dan kondisi tertentu. Dengan demikian. Otak belahan kiri mempunyai fungsi yang berbeda dengan otak belahan kanan. dan emosi. Mekanisme ini memungkinkan penggunaan otak secara keseluruhan. agar tidak cepat mundur proses plastisitas ini harus terus dipertahankan. Tentu sifatnya sangat individual. bahkan mengembalikannya secara temporer. sulit berkonsentrasi. dan situasi). kebanyakan proses lanjut usia ini masih dalam batas-batas normal berkat proses plastisitas. dimuat temuan ilmuwan bahwa pada tikus yang banyak berolahraga. mengetuk jari. Kalau belahan kiri tugasnya lebih pada pusat kemampuan baca-hitung-tulis yang logis analitis. Melalui serabut saraf "jembatan emas" inilah stimulus dari kedua belahan berlalu-lalang sehingga memungkinkan orang menggunakan kedua belahan secara bergantian serta komplementer.Aktivitas tubuh dapat memperlambat proses kehilangan massa tulang. Proses ini adalah kemampuan sebuah struktur dan fungsi otak yang terkait untuk tetap berkembang karena stimulasi. mudah lupa wajah orang). musik. dll. cepat beralih perhatian. kesenian. Penurunan Fungsi Kognitif Lansia Fungsi otak dapat dirinci dan dipilah-pilah. sosialisasi. setiap belahan otak mempunyai spesialisasi untuk melaksanakan tugas spesifik. Tetapi. belahan kanan pada pusat pemantauan dan perlindungan diri terhadap lingkungan. Jadi. seperti dikutip Harian The Straits Times (24/2). orientasi (tempat. spiritual. waktu. Aktivitas dua belahan otak itu dikoordinasi secara fisiologis melalui korpus kalosum atau "jembatan emas". latihan yang teratur hanya dapat memperlambat laju kehilangan massa tulang. Stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belahan kanan perlu diberikan porsi yang memadai. peribahasa. Sebab itu. sel-sel otak . Dalam jurnal Nature Neuroscience. Penurunan fungsi belahan kanan lebih cepat daripada yang kiri. Tidak heran bila pada para lansia terjadi penurunan berupa kemunduran daya ingat visual (misalnya. berupa latihan atau permainan yang prosedurnya membutuhkan konsentrasi atau atensi. Namun. tidak sama tingkatnya satu orang dengan orang lain. kelambanan dalam persepsi sensoris serta dalam reaksi tugas kompleks. Juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berlari. Kedua belahan saling berkonsultasi dan bekerja sama laksana sebuah konser. tidak terdapat bukti nyata bahwa aktivitas yang intensif dapat mencegah secara sempurna kehilangan massa tulang tersebut. memori visual.

3. neurolog Fred Gage dari Salk Institute di La Jolla. 2. penelitian Kane et al mencatat beberapa hal penting: 1. Latihan menahan beban (weight bearing exercise) yang intensif misalnya berjalan. minat. Adapun untuk jenis jenis olahraga otak. 4. menjadi semakin relevan. emosi. Peningkatan aktivitas komplikasi.baru yang tumbuh jumlahnya dua kali lipat ketimbang pada tikus yang hanya santai di kandang. tersebut hanya akan sedikit sekali menimbulkan . Bila sudah dalam stadium mudah lupa tidak wajar perlu dirujuk ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. risiko patah tulang.1995). fungsi saraf. Pengamatnya. kebiasaan. Kalifornia. Olahraga rekreasi terapeutik terdiri atas olahraga kesehatan yang berfungsi meningkatkan/memperlambat penurunan kebugaran dan olahraga otak. abilitas fungsional dan proses mental. murah dan paling mudah serta sangat bermanfaat bagi sebagian besar lansia (Whitehead. Latihan / olahraga dengan intensitas sedang dapat memberikan keuntungan bagi para lansia melalui berbagai hal. dan sesuai tujuan individu tersebut. dalam arti melakukan latihan tertentu yang merangsang otak. AS. adalah yang paling aman. Salah satu alat evaluasi yang bisa digunakan ialah ADL (Activity of Daily Living) dan IADL (Instrumental Activity of Daily Living). Olahraga Rekreasi Terapeutik Tujuan olahraga rekreasi terapeutik ialah memahami dan memenuhi kebutuhan setiap individu dengan kemunduran daya ingat (fungsi kognitif) dengan berbagai aktivitas fisik yang sesuai dengan kebutuhan individu tersebut. pemilihan disesuaikan dengan riwayat penyakit lansia. dan kemampuan lansia. Tentang manfaat olahraga kesehatan untuk lansia. antara lain status kardiovaskuler. kekuatan. sel-sel otak manusia ternyata terus membelah dan tumbuh. juga telah melaporkan temuan yang bertentangan dengan yang dipercaya selama ini. apakah masih dalam stadium mudah lupa wajar (benign forgetfulness) ataukah sudah berada dalam stadium MCI (Mild Cognitive Immpairment) atau demensia. antara lain jenis aerobik. serta kondisi peserta saat latihan diberikan. Perhatian khusus harus diberikan pada jenis dan intensitas latihan. Latihan dan olahraga pada usia lanjut harus disesuaikan secara individual. Alat ini dapat menentukan stadium mana lansia berada. fleksibilitas. Di sinilah "senam otak".

memberikan aktivitas fisik yang berguna baik untuk kesehatan fisik.Model Perlombaan 17-Agustusan Sebagai Olahraga Rekreasi Terapeutik Lansia Secara umum model olahraga rekreasi terapeutik meliputi 4 aspek: 1. tidak membosankan Bermanfaat sebagai olahraga rekreasi terapeutik. tulang punggung lansia dalam keadaan cukup rileks. Murah Mudah dimengerti tata tertib perlombaannya Merangsang sportifitas Meriah. setiap lansia harus bisa menangkap ikan yang diletakkan pada ember berisi air dan memindahkan ke ember kosong menggunakan kedua tangan. Saat ini merupakan momen yang sangat tepat untuk mengumpulkan lansia. menguatkan cengkraman. dan merangsang koordinasi saraf. pemilihan jenis ikan harus diperhatikan tingkat kesulitannya. peningkatan kognitif. Stimulasi motorik kasar 2. Stimulasi kognitif 4. . dapat diikuti oleh banyak orang. Lomba Menangkap Ikan. Model perlombaan 17-Agustusan diantaranya: Masal. Stimulasi motorik halus 3. Yang perlu diperhatikan pada lomba ini ialah posisi ember berisi ikan jangan terlalu rendah ataupun terlalu tinggi sehingga pada saat melakukan perlombaan. Tata tertib perlombaan ini sangat mudah. Stimulasi soial/emosional Tanggal 17 Agustus diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia dari usia muda sampai ke lanjut usia dengan berbagai perlombaan. maupun fungsi sosial. yaitu dalam jangka waktu yang telah ditentukan. melenturkan pergelangan tangan. sebagai contoh jangan menggunakan belut karana terlalu licin ataupun lele karena memiliki patil sehingga dapat menyebabkan cedera pada peserta lansia. Selain dari itu. bagi lansia hendaknya memiliki beberapa kriteria Berikut adalah contoh-contoh perlombaan 17 Agustusan untuk lansia. Jenis lomba ini dapat menguatkan otot-otot lengan bawah. 1. kebugaran.

Dalam keadaan tangan berada di bagian belakang tubuh. Lomba ini dapat merangsang fungsi koordinasi saraf dan melatih sportifitas peserta lomba. Gerakan jalan bolak-balik dengan jarak per kali bolak-balik 3 meter dapat merangsang fungsi kardiovaskuler lansia. Gerakan memeras ini merangsang kekuatan otot lengan dan kekuatan cengkraman. Lomba Makan Kerupuk Jenis lomba ini merupakan jenis lomba yang paling sering dilakukan pada acara memperingati hari kemerdekaan kita. serta koordinasi saraf. Tujuan dari perlombaan ini ialah menguatkan otot secara keseluruhan. 3.2. merangsang intergritas sensoris. pergelangan tangan. Setiap pasangan dalam keadaan saling berhadapan dengan mengapit sebuah balon di atara dada/perut. peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang berada dalam posisi tergantung pada tali. Hal yang perlu diperhatikan pada lomba makan kerupuk untuk lansia ialah pemilihan ketinggian kerupuk harus diperhitungkan sehingga tidak akan menimbulkan cedera terutama bagian punggung dan leher untuk lansia. Cara memindahkan air ialah dengan menggunakan lap yang telah disediakan panitia kemudian memerasnya ke dalam baskom yang berada pada meja yang lain.5 meter. ketelitian. Jarak antara meja satu dengan meja yang lain ialah 1. melatih kerja sama atar peserta pasangan. dan meningkatkan sportifitas. keseimbangan. Setiap pasangan diuji untuk menari diiringi musik sambil tersenyum. merangsang otot muka. Lomba “Joged Balon” Peserta lansi dibagi berpasang-pasangan. . Lomba Memindahkan Air Menggunakan Lap Kain Setiap peserta lansia berlomba memindahkan air dari baskom yang diletakkan di atas meja ke baskom yang lain yang berada di atas meja yang berbeda selama waktu yang ditentukan. Kegiatan ini dapat merangsang fungsi motorik halus. Lomba Merias Wajah Setiap peserta diuji untuk merias wajah pasangan lombanya. meningkatkan kelenturan otot-otot. 4. 5. melatih keseimbangan.

Selama perlombaan. mata kedua orang yang disuapi berada dalam keadaan ditutup menggunakan kain. Pada setiap regu. peserta lansia berlomba-lomba secara estafet dengan jarak antar pos ialah 1 meter. Gerakan ini dilakukan dengan cara merangkak. 8. Lomba Estafet Memasukkan Bola Ke Dalam Keranjang/Ember Jenis lomba ini dilakukan secara beregu. Peserta lansia diikat pada bagian pinggangnya menggunakan tali. Lomba ini melatih keseimbangan. kemudian pada tali tersebut digantungkan sebuah terong berukuran sedang. Diharapkan gerakan ini merangsang pola pikir yang utuh. koordinasi saraf dan integrigas sensoris. memasukkan bola plastik ke dalam keranjang/ember. Jarak dari garis start menuju garis finish ialah 3 meter. 9. Lomba Memasukkan Terong Ke Dalam Botol. Seluruh peserta dalam keadaan duduk. Untuk memulai dan mengakhiri lomba digunakan penanda bunyi peluai. Satu orang berhadapan dengan dua orang dalam grupnya. Lomba Kipas balon Pada lomba ini peserta lansia berlomba menggerakkan balon dari garis start menuju garis finish dengan cara memberikan tekanan angin menggunakan kipas. Lomba Menyuap Pisang Silang Pada lomba ini peserta dikelompokkan dalam grup yang terdiri atas tiga orang. dan paha.5 Liter yang telah dipotong bagian ujungnya sehingga diameter bagian atas botol memungkinkan untuk dimasukkan terong. Gerakan menyilang garis tengah tubuh (crossing the body middline) berfungsi mengintegrasikan dan memadukan fungsi kedua belahan otak (otak kiri dan otak kanan). 7. punggung.6. koordinasi gerak. Gerakan bola mata sewaktu mengawasi arah pisang untuk dimasukkan ke mulut dua orang yang berada di hadapannya dapat merangsang sumber daya otak (brain power) sehingga dapat memacu kecepatan membaca. Jarak dari tempat melempar bola dengan . kewaspadaan dan melatih kekuatan otot lengan. Peserta harus memasukkan terong tersebut ke dalam botol bekas air mineral berukuran 1. Tata tertib lomba ini ialah peserta yang satu harus menyuapkan dua buah pisang dengan tangan menyilang pada kedua orang yang duduk di depannya. Gerakan ini dapat merangsang fungsi otak bagian tengah (ancient brain) sehingga memacu kemampuan perhatian.

paha. Gerakan-gerakan pada lomba ini dapat meningkatkan kekuatan otot lengan. Bola terbuat dari plastik dan berukuran kecil. 2. koordinasi gerak. sportifitas. Dengan pemilihan jenis perlombaan yang tepat. Membawa beban di depan badan bisa berbahaya. Momen ini merupakan saat yang tepat untuk dimanfaatkan sebagai sarana latiahn olahraga rekreasi terapeutik bagi lansia karena merupakan hari libur nasional dimana pada hari ini masyarakat Indonesia termasuk warga lansia dapat berkumpul bersama. kerja sama.keranjang/ember adalah 150 cm dan jarak antar pos ialah 1 meter. Satu grup terdiri atas 3 peserta. karena akan membebani tulang punggung yang akan menyebabkan patah karena ada tekanan. Hindari latihan yang melibatkan tulang punggung. cengkraman. Akan lebih . Lomba Pantun/bernyanyi. koordinasi saraf. Hindari beban cukup berat di depan. Sebagai contoh terlalu membungkuk ke depan dari posisi duduk atau berdiri memudahkan terjadinya patah tulang. kognitif. kewaspadaan dan sumber daya otak. 3. cengkraman. berkaitan terutama dengan menurunnya kepadatan tulang pada lansia. kaki. banyak yang dapat distimulus melalui gerakan-gerakan pada lomba diantaranya kekuatan otot lengan. dan menguatkan otot kaki 10. Hindari latihan-latihan otot-otot perut. stimulasi sensoris penglihatan. Penutup Sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat kita memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus dengan melakukan berbagai perlombaan. kelenturan otot muka. kelenturan tubuh. kerja sama. Hal-Hal Yang Perlu Diwaspadai Hal—hal yang perlu diperhatikan oleh dalam pemilihan olahraga rekreasi terapeutik meliputi: 1. sportifitas. koordinasi gerak. Lomba ini dapat menstimulus kelenturan otot muka dan kemampuan kognitif peserta. Sebagai contoh Sit – up tidak dianjurkan karena menyebabkan kompresi tulang sehingga meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. stimulasi intergritas sensoris.

id Kane & Ouslander Dalam Adi.D.S. 2002.co.id. 7 November.com Kartari D. Sadoso. 1992.. 2005. Health of the elderly Diambil dari Http://www. greatestcities.H. 2006. Referensi Daniel. Disampaikan dalam Semiloka Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Lansia. Sidiarto.H. Rekreasi Terapeutik Untuk Warga Senior. Simposium Menuju Hidup Sehat pada Usia Lanjut.int/publications . 2005.P. Khairina. Http://www.gizinet. Depkes. Majalah Farmacia: Vol. Bogor. Http://www.L. 2004.Suaramerdeka. Jangan Malas Berolahraga. 30 Januari. 2007 . Diambil dari Http://www.com Taslim. Memilih Jenis Http://www. 1990. 2006. Aspek sosial gerontology. Cimahi 21 Februari 2004. Disampaikan dalam Diskusi Ilmiah Badan Litbangkes Depkes RI. 2006. Mengatasi Konstipasi pada Usia Lanjut. Cegah Stroke Saat Usia Anda Masih Muda. Siburian.blogger.5.co.H.R. Siswono. Jakarta: EGC. http://www.id Senam Untuk Menunda Osteoporosis. No. Penyakit Jantung Degeneratif:Awasi Jantung Lansia. Gangguan Http://www. 2004. Semiawan C. Olahraga pada usia Lanjut.WHO. Memahami Penyakit Lansia Dengan 14 I. 2003.com Kusmana. 1990. “Manusia usia lanjut”.co.10: 8-10 Isbagio. Jakarta. WHO Expert Committee Report. Http://www. Pengobatan dan Pencegahan Osteoarthritis.kompas.S.com Muskuloskeletal pada Usia Lanjut.waspada. D.baik bila perlombaan-perlombaan ini dapat dilakukan lebih sering dan rutin bukan hanya pada tangga 17 Agustus saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful