pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa

yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan, (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran, (3) aktivitasaktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian, (4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi, (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Options Disable

Search the W

Get Free Shots

• • • • Home Daftar Isi Tentang Buku Tamu Belajar Online – Tarakan Entries RSS | Comments RSS .

com Tingkat Kelulusan UN Di NTT Terburuk se-Indonesia Tarakan Tv – Televisi Regional Tarakan • Menu ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Artikel Umum Download Dunia Pendidikan English Space Filsafat Ilmu Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Anak Silabus.SMP.SMA Psikologi Pendidikan.Top of Form Search Bottom of Form • Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace my blogpost • Artikel Terbaru ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Psikologi Pendidikan. Sehat & Manfaat ArenaBetting. Pengertian Dan Penerapan Download Materi Dasar MS Word 2003 Pemahaman Manajemen kelas / Classroom Management . untuk SD. dan Umum RPP. SMA. Silabus. KTSP.TIK Skripsi Lengkap Tarakan • TerPopuler ○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Bahasa Inggris SD.com dukung fair play FIFA world cup AFSEL 2010 Hosting murah indonesia indositehost. SMP. Pengertian Dan Penerapan Travel Jakarta Bandung Tips Mudah Cepat Belajar Bahasa Inggris Adalah Praktek Gagal SNMPTN “Jangan Sampai Tak Kuliah” Blogger Indonesia Dukung Internet Aman.KTSP. RPP.

Si . KTSP.!! Indonesia Batik Handicraft. Endang Komara. SMA.○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Listening SD. untuk… Indarto on Buku Tamu imelda wicaksana on Psikologi Pendidikan. Dr. New Motivation for Special One Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif Posted on February 17. dan Profesional Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Teori Multiple Intelligence Howard Gardner Teori Dan Konsep Belajar Dunia Pendidikan Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif • Spam Blocked 130 spam comments blocked by Akismet • Komentar Terbaru herul iman on RPP. H. Pengerti… Daniel on Psikologi Pendidikan. Silabus. SMP. M. Enchantment the World The Fascinating Metal Handicraft Wholesale Health With Used Stationary Bikes Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Used Stationary Bikes New Blog. Pengerti… samsul on Belajar Pronunciation Bahasa I… • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ News Furniture Suppliers Tips for Wooden Teak Furniture Care Indonesia Handicraft Furniture Wholesale Marketplace Excellent. 2010 by fandy's Oleh: Prof.

yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. sehingga tidak akan mudah dilupakan. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan bukanlah hasil ‘’pemberian’’ dari orang lain seperti guru. dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). minimal tiga hal yang terkandung di dalamnya. akan tetapi mengehendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL seperti dijelaskan oleh Dr. Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activtinging knowledge). Wina Sanjaya. sebagai berikut: 1. 3. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. Kedua. Abstrak Contextual Teaching and Learning (CTL) dipengaruhi oleh filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa hakikat pengetahuan mempengaruhi konsep tentang proses belajar. Ketiga. (2005:110). dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain.Pd. akan tetapi hasil dari proses mengonstruksi yang dilakukan setiap individu. Sehubungan dengan hal tersebut. Pendahuluan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Kedua. artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. 2. 4. bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar. Pembelajaran interaktif memiliki dua karakteristik yaitu Pertama proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung.A. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. M. kemudian memperhatikan detailnya. karena belajar bukanlah sekadar menghafal akan tetapi mengonstruksi pengetahuan melalui pengalaman. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan . B. Dari konsep tersebut. artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini. Pertama. mencatat.

tentu tidaklah memadai kalau sumber belajar berasal dari guru dan media buku teks belaka. H. M.siswa. Pendapat ini sejalan dengan Jerome Brunner (1960) mengatakan bahwa: ‘’Perlu adanya teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas’’. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Artinya jika guru menguasai materi pelajaran. untuk membuat siswa belajar secara aktif. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. sehingga siswa itu mampu mengembangkan intelektualnya. Jadi belajar dan pembelajaran diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pelajaran. (2) dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Karena itu dalam merespon perkembangan tersebut. mampu berinteraksi dengan lingkungannya dalam menguji hipotesis dan menarik generalisasi dengan benar. sedangkan teori pembelajaran itu preskriptif. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. yaitu: (1) dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. Proses pembelajaran atau pengajaran kelas (Classroom Teaching) menurut Dunkin dan Biddle (1974:38) berada pada empat variabel interaksi yaitu (1) variabel pertanda (pesage variables) berupa pendidik. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengetahuan tidak diperoleh dengan cara diberikan atau ditransfer dari orang lain. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. (2003:63). Dalam pembelajaran guru harus memahami hakekat materi pelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru. Pembelajaran interaktif mempunyai dua karakteristik seperti dijelaskan oleh Dr. dimana pengetahuan itu sumbernya dari luar diri. 5. maka penyampaian materi ajar menjadi tidak maksimal. Jika metode dalam pembelajaran tidak dikuasai. Pembelajaran interaktif menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. tetapi dikonstruksi dalam diri individu siswa. yaitu memahami karakteristik peserta didik. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.Pd. dan (2) kompetensi metodologi pembelajaran. sekolah dan masyarakat. diharuskan juga menguasai metode pengajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengacu pada prinsip pedagogik. Dunkin dan Biddle selanjutnya mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: (1) kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaa materi pelajaran. Syaiful Sagala. akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Dirasakan perlu ada cara baru dalam mengkomunikasikan ilmu . tetapi ‘’dibentuk dan dikonstruksi’’ oleh individu itu sendiri. Metode yang digunakan sebagai strategi yang dapat memudahkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Hal ini menggambarkan bahwa orang yang berpengetahuan adalah orang yang terampil memecahkan masalah. Selanjutnya menurut Bruner teori belajar itu bersifat deskriptif. UUSPN No. bukan hanya menuntut siswa sekedar mencatat.

akan tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang ada dibelakang gerakan fisik itu. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata merupakan gerakan fisik saja. Guru sebagai sumber belajar. Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. Mengapa demikian? Sebab manusia selamanya memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. seperti pola berpikir. siswa (peserta didik). Oleh karena itulah. dan kegiatan belajar secara pedagogis terjadi pada diri peserta didik. sebab dengan memecahkan masalah anak akan berkembang secara utuh yang bukan hanya perkembangan intektual akan tetapi juga mental . Belajar bukanlah menghafal. pelaksanaan dan evaluasi. Menurut aliran ini proses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. Kegiatan pembelajaran yang diprogramkan guru merupakan kegiatan integralistik antara pendidik dengan peserta didik. CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. Komponen tersebut melengkapi struktur dan lingkungan belajar formal. semakin banyak pengalaman maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap pola-pola perilaku manusia. minat. akan tetapi proses mengonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Menurut Knirk dan Gustafson (1986:15) pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. C. maka akan semakin efektif dalam berpikir. c. Pembahasan 1. yaitu interaksi yang sadar akan tujuan artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan tertentu setidaknya adalah pencapaian tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada satuan pelajaran. pelaksanaan. Selanjutnya Knirk dan Gustafson (1986:18) mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu guru (pendidik). Kebutuhan itulah yang mendorong manusia untuk berperilaku. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber belajar oleh pihak guru maupun para ahli pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Belajar adalah proses pemecahan masalah. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam konteks CTL menurut Sanjaya (2005:114) antara lain: a. Pembelajaran Kontekstual Sesuai dengan filsafat yang mendasarinya bahwa pengetahuan terbentuk karena peran aktif subjek. penentu metode belajar. melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran. Apa yang tampak. Dalam proses pembelajaran itu dikembangkan melalui pola pembelajaran yang menggambarkan kedudukan serta peran pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. dan juga penilai kemajuan belajar meminta para pendidik untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Dari asumsi dan latar belakang yang mendasarinya. Belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. dan kurikulum. pola bertindak. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran (instructional). Kegiatan pembelajaran secara metodologis berakar dari pihak pendidik yaitu guru. pada dasarnya adalah wujud dari adanya dorongan yang berkembang dalam diri seseorang. Belajar bukanlah peristiwa mekanis seperti keterkaitan Stimulus dan Respons. Pembelajaran tidak terjadi seketika. motivasi dan kemampuan atau pengalaman. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi. Pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. Belajar tidak sesederhana itu. b. Semakin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Proses pembelajaran aktivitasnya dalam bentuk interaksi belajar mengajar dalam suasana interaksi edukatif.pengetahuan atau materi ajar dalam pembelajaran baik dalam sistem yang mandiri maupun dalam sistem yang terstruktur. maka dipandang dari sudut psikologis.

Dalam proses pembelajaran kontekstual. hasil karya siswa. dan memberi. setiap guru perlu memahami tipe belajar dalam dunia siswa. pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (Real World Learning) Selanjutnya Sanjaya (2005:115) memberikan penjelasan perbedaan CTL dengan pembelajaran konvensional.dan emosi. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari sederhana menuju yang kompleks. (4) Dalam CTL. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. atau sakadar untuk memperoleh angka atau nilai dari guru. bahwa CTL memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya. . e. antara lain: (1) CTL menempatkan siswa sebagai subjek belajar. sehingga proses pembelajaran tidak ubahnya sebagai proses pemaksaan kehendak. saling menerima. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman. hal ini tidak mungkin terjadi. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. Dalam proses pembelajaran konvensional hal ini sering terlupakan. penampilan. (8) Dalam pembelajaran CTL. (7) Dalam CTL. Oleh karena itu. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. (10) Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. d. Oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus. wawancara. oleh sebab itu setiap siswa bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. dan lain sebagainya. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes. (9) Dalam pembelajaran CTL. berdiskusi. kemampuan didasarkan atas pengalaman. (2) Dalam pembelajaran CTL siswa belajar melalui kegiatan kelompok. dalam pembelajaran konvensional siswa lebih bnayak belajar secara individual dengan menerima. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. (5) Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. Belajar secara kontekstual adalah belajar bagaimana anak menghadapi persoalan. Sedangkan. seperti kerja kelompok. (3) Dalam CTL pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. artinya siswa perperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah nilai dan angka. mencatat. Berdasarkan perbedaan pokok tersebut di atas. rekaman. akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. Belajar pada hakikatnya adalah menagkap pengetahuan dari kenyataan. artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar terhadap gaya belajar siswa. yang menurut Paulo Freire (Sanjaya. pembelajaran bisa terjadi di mana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoretis dan abstrak. (6) Dalam CTL. dan menghafal materi pelajaran. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. Dalam pembelajaran konvensional. observasi. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara misalnya dengan evaluasi proses.

bahwa pengetahuan itu diperoleh anak bukan dari informasi yang diberikan oleh orang lain temasuk guru. Oleh sebab itu pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keleluasan pengalaman yang dimilikinya. melainkan organisme yang sedang berada dalam tahap-tahap perkembangan. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan bila konsep itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. Menurut konstruktivisme. melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Kalaupun guru memberikan informasi kepada siswa. penilaian nyata (authentic assessment) Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. (c) Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL yakni: (a) Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Komponen tersebut antara lain konstruktivisme. Dengan demikian peran guru adalah membantu agar setiap siswa mempu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya. akan tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan subjek. (d) Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada (asimilasi) atau proses pembentukan skema baru (akomodasi). maka guru harus menghindari mengajar sebagai proses penyampaian informasi. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. kategori. Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. Piaget menyatakan hakikat pengetahuan sebagai berikut: a. masyarakat belajar (learning community). c. Sehubungan dengan hal itu. yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. guru harus memberi kesempatan untuk menggali informasi itu agar lebih bermakna untuk kehidupan mereka. . inkuiri. tergantung individu yang melihat dan mengonstruksinya. Kedua faktor itu sama pentingnya. akan tetapi selalu merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. refleksi (reflection). pemodelan (modeling). Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pengalaman mereka. Dengan demikian peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ‘’penguasa’’ yang memaksakan kehendak. b. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka.2005:116-117) sebagai sistem penindasan. Guru perlu memandang siswa sebagai subjek belajar dengan segala keunikannya. akan tetapi dari proses penemukan dan mengontruksinya sendiri. Siswa adalah organisme aktif yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuannya sendiri. (b) Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan memecahkan setiap persoalan yang menantang. dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi (mempermudah) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi. CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. Subjek membentuk skema kognitif. Dengan demikian guru berperan dalam memilih bahanbahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa. Sesuai dengan asumsi yang mendasarinya. bertanya (questioning). konsep. pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikonstruksi oleh dan dari dalam diri seseorang. Dengan demikian pengetahuan itu tidak bersifat statis akan tetapi bersifat dinamis.

sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. penerapan asas masyarakat belajar dapat dialukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. yang memiliki kemampuan tertentu didorong untuk menularkannya pada yang lain.Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong agar siswa dapat mengonstruksi pengetahuan melalui proses pengamatan dan pengalaman. Apakah inkuiri hanya bias dilakukan untuk mata pelajaran tertentu saja? Tentu tidak. dimulai dari adanya kesadaran siswa akan masalah yang jelas yang ingin dipecahkan. Asas kedua dalam pembelajaran CTL adalah inkuiri. Apabila masalah telah dipahami dengan batasan-batasan yang jelas. guru kesenian memberi contoh bagaimana cara memainkan alat musik. guru biologi memberikan contoh bagaimana cara mengggunakan thermometer dan lain sebagainya. sebab melalui modelling siswa dapat terhindar dari . Oleh sebab itu peran bertanya sangat penting. Dengan demikian siswa harus didorong untuk menemukan masalah. sebab melalui pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya. yang cepat belajar didorong untuk membantu yang lambat belajar. baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya. Penerapan asas ini dalam pembelajaran CTL. akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. bertanya (questioning). dan (5) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu. Dalam CTL. atau bagaimana cara melafalkan sebuah kalimat asing. Misalnya siswa yang pernah menjadi juara dalam membaca puisi dapat disuruh untuk menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat. Ketiga. pemodelan (modeling). mental emosional maupun pribadinya. Berbagi topik dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan melalui proses inkuiri. Misalnya guru memberikan contoh bagaimana cara mengoperasionalkan sebuah alat. proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. selanjutnya siswa dapat mengajukan hipotesis atau jawaban sementara sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Artinya. akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. Proses modelling. guru olahraga memberikan contoh bagaimana cara melempar bola. Maksudnya adalah. proses pembelajaran dengan menggunakan sesuatu contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Melalui proses mental itulah diharapkan siswa berkembang secara utuh baik intektual. guru bukanlah mempersiapkan materi yang harus dihafal. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya bersifat heterogen. Secara umum proses ikuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu: merumuskan masalah. mengumpulakn data. tidak terbatas dari guru saja. Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk: (1) menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran. Hipotesis itulah yang akan menuntun siswa untuk melakukan observasi dalam rangka mengumpulkan data. dengan demikian siswa dapat dianggap sebagai model. Modeling merupakan asas yang cukup penting dalam pembelajaran CTL. Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. akan tetapi dapat juga guru memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan. (2) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Keempat. Dengan demikian dalam proses perencanaan. akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. (3) merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu. mengajukan hipotesis. Dalam proses pembelajaran melalui CTL. Kelima. (4) memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu. maupun dilihat dari bakat dan minatnya. guru tidak menyampaikan informasi begitu saja. Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan. masyarakat belajar (learning community). menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan membuat kesimpulan. Manakala data telah terkumpul selanjutnya siswa dituntun untuk mengui hipotesis sebagai dasar dalam merumuskan kesimpulan.

guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ‘’merenung’’ atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. atau menambah khazanah pengetahuannya. apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. Para ahli psikologi belajar dan ahli kependidikan telah banyak menyampaikan sejumlah teori maupun konsep pendekatan pembelajaran. media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dan evaluasi kemajuan belajar siswa menggunakan tes yang standar. 2. Meskipun setiap guru mempunyai kemampuan professional yang tinggi dalam melaksanakan tugas profesionalnya. kemampuan intelektual. hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah berkaitan dengan pendekatan belajar yang menjadi otonom profesional keguruan. Semua komponen ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran yang berakhir pada tujuan pembelajaran. tentu saja kegiatan pembelajaran itu tidak akan maksimal. Setelah guru mendapat dukungan institusional. dalam suatu sistem pembelajaran atau sistem instruksional di sekolah. melakukan pembinaan pertumbuhan jabatan guru. tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar. Dilihat dari sudut institusional sekolah. Melalui proses refleksi. isi pelajaran. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. tetapi . untuk itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan potensi anak didik. dan kemampuan lainnya yang mendukung kemampuan belajar. Pendekatan belajar (approach to learning) dan strategi atau kiat melaksankan pendekatan serta metode belajar dalam proses pembelajaran termasuk faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. kepala sekolah memainkan peran cukup penting. pendidik atau guru. Pendekatan tersebut bertitik tolak pada aspek psikologis dilihat dari pertumbuhan daan perkembangan anak. Bisa terjadi melalui proses refleksi siswa akan memperbarui pengetahuan yang telah dibentuknya. Pendekatan ini dilakukan sebagai strategi yang dipandang tepat untuk memudahkan siswa memahami pelajaran dan juga belajar yang menyenangkan. Pendekatan pembelajaran menjadi suatu hal yang amat penting. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. tetapi tidak didukung pelayanan institusional yang memadai. Pendekatan ini pada umumnya mengacu pada pendekatan psikologi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk menangkap ataupun menerima pelajaran dalam kegiatan pembelajaran. penilaian nyata (authentic assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran.pembelajaran yang teoretis-abstrak yang memungkinkan terjadinya verbalisme. Ketujuh. setiap berakhir proses pembelajaran. Keenam. Pembelajaran Interaktif Kegiatan belajar melibatkan beberapa komponen atau unsur yaitu peserta didik. Biarkanlah secara bebas siswa menafsirkan pengalamannya sendiri. Oleh sebab itu. tujuan pembelajaran. metode mengajar yang digunakan. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran. Karena itu kegiatan pembelajaran merupakan suatu sistem yang integral. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan CTL. sehingga ia dapat menyimpulkan tentang pengalaman belajarnya. refleksi (reflection) adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. karena berkontribusi signifikan terhadap perolehan suatu sistem belajar. pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya. dan dukungan profesionalitas lainnya menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya. dalam hal mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran. karena dilihat dari sudut psikologi setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran.

Siswa diminta untuk merencanakan. Naturalisme-Romantis menekankan kepada aktivitas siswa. mengendalikan suatu variabel. dan (4) disajikan bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum. pengukuran. agar siswa terlibat dalam berbagai pengalaman. dan dari manusia sumber di luar sekolah. ketepatan dan kekuatan. kegunaan konsep untuk menjelaskan dan meramalkan. Konsep diperoleh dari fakta. (7) meramalkan gejala yang mungkin akan terjadi. (5) mengenal adanya suatu masalah. perhitungan. melaksanakan. prinsip umum diikuti dengan contoh khusus atau penerapan aturan. Pendekatan proses dalam pembelajaran dikenal pula sebagai keterampilan proses. Sedangkan pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh Filosof . Konsep menunjukkan suatu hubungan antar konsep yang lebih sederhana sebagai dasar perkiraan atau jawaban manusia terhadap pertanyaan yang bersifat asasi tentang mengapa suatu gejala itu bisa terjadi. merumuskan masalah. sedangkan kegunaan konsep adalah menjelaskan dan meramalkan. prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. (8) berlatih menggunakan alat ukur. (10) mengumpulkan. menganalisis dan menafsirkan data. dan menilai sendiri suatu kegiatan. artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran. guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi. prinsip yang bersifat umum lengkap dengan definisi dan buktinya. peristiwa. Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. siswa tidak hanya belajar dari guru. ekspositori dan heuristic. Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atrau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. keabstrakan. prinsip. Fravell (1970) menyarankan. Konsep diperoleh dari fakta. dan teori.sifatnya lugas dan terencana. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan proses adalah: (1) mengamati gejala yang timbul. Pembelajaran dengan menekankan kepada belajar proses dilatarbelakangi oleh konsep belajar menurut teori ‘’Naturalisme-Romantis’’ dan teori ‘’Kognitif Gestalt’’. dan pendekatan kecerdasan. deduktif-induktif. pengalaman. melalui generalisasi dan berpikir abstrak. Adapun pendekatan pembelajaran interaktif yang sudah umum dipakai oleh para guru menurut Sagala (2003:71) antara lain pendekatan konsep dan proses. serupa. (6) memperkirakan penyebab suatu gejala. dan teori. dan membuat kesimpulan sendiri. (4) mencari hubungan antar konsep yang ada. keinklusifan. sedangkan kognitif Gestalt menekankan pemahaman dan kesatupaduan yang menyeluruh. hukum. peristiwa. Dalam pembelajaran proses ini. (3) disajikan contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus itu dengan aturan. bahwa pemahaman terhadap konsep dapat dibedakan dalah tujuh dimensi yaitu atribut. prinsip umum. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran adalah: (1) memilih konsep. hukum. dan berpikir abstrak. (2) menyajikan aturan. Konsep merupakan pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga menjadi produk pengetahuan yang meliputi prinsip. generalitas/keumuman. (2) mengklasifikasikan sifat-sfat yang sama. struktur. (9) melakukan percobaan. Pendekatan Deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum kekeadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. (3) mengukur besaran-besaran yang bersangkutan. Siswa melakukan kegiatan percobaan. Konsep dapat mengalami perubahan disesuaikan dengan fakta atau pengetahuan baru. dan (12) mengenal adanya variabel. pengamatan. aturan yang akan disajikan dengan pendekataan deduktif. merumuskan hipotesa. Konsep merupakan buah pikiran seseorang atau kelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip. tetapi juga dari sesama temannya. pengalaman melalui generalisasi. (11) berkomunikasi.

Orang mencari ciri atau sifat tertentu dari berbagai fenomena. ceramah. orang dapat menilainya apakah orang itu cerdas. sistem isi dipandang sebagai sistem berpikir yang paling baik pada abad pertengahan yaitu cara induktif disebut juga sebagai dogmatif artinya bersifat mempercayai begitu saja tanpa diteliti secara rasional. Pada tingkat ini menurut Syamsudin Makmun (2003:228) siswa belajar mengadakan kombinasi dari berbagai konsep atau pengertian dengan mengoperasikan kaidah logika formal (induktif. (3) disajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu. Munzert. kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri atau sifat-sifat itu terdapat pada semua jenis fenomena. asosiasi. sintesis. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah: (1) memilih konsep. Dengan pendekatan heuristic dapat mendorong peserta didik bersikap berani untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri. serta mengungkap kembali apa yang dimilikinya melalui respons yang ia berikan pada saat diberikan pertanyaan oleh guru. Berpikir induktif ialah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum.W. Dari tingkah laku seseorang.Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta yang konkrit sebanyak mungkin. tetapi ada kaitannya antara materi tersebut. penyelesaian. Pendekatan Heuristik adalah merancang pembelajaran dari berbagai aspek dari pembentukan sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta. cerdik. Tingkah laku yang inteligen oleh sejumlah ciri sebagai berikut: (1) tingkah laku yang siap melakukan perubahan . Hakekat mengajar menurut pandangan ini adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Dalam pendekatan ini siswa diharapkan dapat menangkap dan mengingat informasi yang telah diberikan guru. analisis. (2) menyajikan contoh khusus konsep. aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. Walaupun untuk memperoleh informasi yang lebih dapat dipercaya melalui tes kecerdasan melalui uji psikotes oleh ahli psikologi. prinsip. deduktif. Pendekatan Ekspositori. hukum. prinsip atau aturan itu yang memungkinkan siswa memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh itu. A. Metode penemuan didasarkan pada anggapan. Pendekatan heuristic adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut. dan konsep yang mereka butuhkan. guru harus mengetahui kecerdasan siswanya agar dapat menolong kesulitan belajarnya. dalil. pintar atau sebaliknya bodoh dan lamban. Intelegensi dapat dirumuskan dengan kemampuan untuk melakukan kegiatan dan mencapai prestasi yang di dalamnya berpikir memainkan peranan utama. dan (4) disusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah yang terdahulu. untuk hal yang sederhana dapat dilakukan oleh konselor yang mempunyai latar belakang pendidikan dan keahlian yang memadai. aksi. dengan demikian hasilnya dapat lebih akurat. berpandangan bahwa tingkah laku kelas dan penyebaran pengetahuan dikontrol dan ditentukan oleh guru/pengajar. Untuk mengetahui kecerdasan para siswanya tentu guru tidak melakukannya sendiri. Siswa dipandang sebagai objek yang menerima apa saja yang diberikan guru. Pendekatan kecerdasan. dan kemampuan memecahkan masalah. akidah dan sebagainya). aturan. komparasi dan kausalitas). Biasanya guru menyampaikan informasi mengenai bahan pengajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan. (1994) mengartikan kecerdasan sebagai sikap intelektual mencakup kecepatan memberikan jawaban. Bagi sekolah yang berada di perkotaan dan tersedia psikolog. bahwa materi suatu bidang studi tidak saling lepas. sehingga siswa dapat membuat kesimpulan (kongklusi) tertentu yang mungkin selanjutnya dapat dipandang sebagai ‘rule’ (prinsip. reaksinya. diferensiasi. dan lecture. yang dikenal dengan istailah kuliah. implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan data metode inkuiri. dan tindakan belajarpun dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa oleh guru. maka dapat dimintakan bantuan para ahli psikologi tersebut untuk melakukan tes kecerdasan. pembicaraan. prinsip.

yakni ada koordinasi yang baik antara kondisi pribadi dalam lingkungan yang memecahkan persoalan. 3. M.. Muhamad. peserta didik akan merasakan pentingnya belajar. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. SMA. Jogyakarta: Prisma Sophie. 2003. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan. dan keberhasilan pembelajaraan secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA Dimyati danMudjiono. Ilmu Pendidikan.J. 2004. Lingkungan yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual. Sudjana. The Study of Teaching. pemberian informasi dan pendekatan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi oleh siswa. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. Pembelajaran interaktif. Belajar dan Pembelajaran. Dunkin. Syaiful. reaksi yang segera. 1974. dan (6) tingkah laku yang success oriented. (2) tingkah laku yang bertujuan. dan Biddle. guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis. Pembelajaran Kontekstual | Tagged: Pendidikan. sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Kiat Menjadi Guru Profesional. E. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. Wina. (4) tingkah laku yang terorganisir. 2. SMK » Leave a Reply . 1999. akan seperti apa di masa depan? Download Materi UAN SMP. Sanjaya. Caranya guru dengan menggunakan pendekatan pemberian pemahaman kepada siswa. Bandung: Falah Production. psikologis dan didaktis secara bersamaan. 2005. Bandung: Alfabeta. B. CTL « Pendidikan Di Tarakan. Nurdin. 2004. (3) tingkah laku yang cepat.yang perlu terhadap kondisi baru. Kesimpulan Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini: 1. Mulyasa. Bandung: Fajar Interpratama Offset. D. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. D. tidak kaku. Jakarta: Rineka Cipta. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. New York: Rinehart and Wsiton Inc. tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. 2001. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Sagala.J. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. dan akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipejarinya. Bandung: Rosda. dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. • • • Share this: Digg Reddit • Filed under: Artikel Umum. (5) tingkah laku yang dikendalikan oleh motivasi yang kuat. MA.

Top of Form Name (required) E-mail (required) Website Submit Comment 194 0 1286234888 Notify me of follow-up comments via email. subscribe /2010/02/17/pera 11109833 http://fandi4taraka w idget 8704064748 Berlangganan Bottom of Form • REFERENSI .Click here to cancel reply. Bottom of Form • Subscription Top of Form Masukan alamat email untuk menerima artikel terbaru dari saya "GRATIS" melalui email.

KTSP.Widyagama Mahakam Samarinda • Blog Statistik Online Reader • Live Traffic .• Kategori Cloud Artikel Umum Download Space Filsafat Ilmu Tarakan Dunia Pendidikan English Kontekstual Pendidikan Anak Silabus. RPP.TIK Skripsi Lengkap Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran • Contact Via YM • ID Alumni ABA Tarakan ABATA & FKIP Univ.

Sehat & Manfaat Ping Hosting Murah Indoesia Indositehost.com Hadiah Dari Kontes SEO Arenabetting.com Day Trans Travel Jakarta Bandung Blog at WordPress. Bikin Pusing Review Kontes Travel Jakarta Bandung Travel Jakarta Bandung Info Kontes SEO Travel Jakarta Bandung Ping Blogger Indonesia Dukung Internet Aman. .• Merah ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Traveling Jakarta Bandung Macet di Jakarta.com. Theme: Digg 3 Column by WP Designer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful