pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa

yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan, (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran, (3) aktivitasaktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian, (4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi, (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Options Disable

Search the W

Get Free Shots

• • • • Home Daftar Isi Tentang Buku Tamu Belajar Online – Tarakan Entries RSS | Comments RSS .

RPP. KTSP. dan Umum RPP. Sehat & Manfaat ArenaBetting. Silabus. SMP. Pengertian Dan Penerapan Download Materi Dasar MS Word 2003 Pemahaman Manajemen kelas / Classroom Management . SMA.Top of Form Search Bottom of Form • Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace my blogpost • Artikel Terbaru ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Psikologi Pendidikan.com Tingkat Kelulusan UN Di NTT Terburuk se-Indonesia Tarakan Tv – Televisi Regional Tarakan • Menu ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Artikel Umum Download Dunia Pendidikan English Space Filsafat Ilmu Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Anak Silabus. Pengertian Dan Penerapan Travel Jakarta Bandung Tips Mudah Cepat Belajar Bahasa Inggris Adalah Praktek Gagal SNMPTN “Jangan Sampai Tak Kuliah” Blogger Indonesia Dukung Internet Aman.SMP. untuk SD.TIK Skripsi Lengkap Tarakan • TerPopuler ○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Bahasa Inggris SD.KTSP.com dukung fair play FIFA world cup AFSEL 2010 Hosting murah indonesia indositehost.SMA Psikologi Pendidikan.

○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Listening SD. untuk… Indarto on Buku Tamu imelda wicaksana on Psikologi Pendidikan. KTSP. Pengerti… samsul on Belajar Pronunciation Bahasa I… • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ News Furniture Suppliers Tips for Wooden Teak Furniture Care Indonesia Handicraft Furniture Wholesale Marketplace Excellent.Si . H. Silabus. SMP. Pengerti… Daniel on Psikologi Pendidikan. 2010 by fandy's Oleh: Prof. Endang Komara. dan Profesional Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Teori Multiple Intelligence Howard Gardner Teori Dan Konsep Belajar Dunia Pendidikan Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif • Spam Blocked 130 spam comments blocked by Akismet • Komentar Terbaru herul iman on RPP. Enchantment the World The Fascinating Metal Handicraft Wholesale Health With Used Stationary Bikes Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Used Stationary Bikes New Blog. Dr.!! Indonesia Batik Handicraft. M. New Motivation for Special One Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif Posted on February 17. SMA.

Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. akan tetapi hasil dari proses mengonstruksi yang dilakukan setiap individu. Pembelajaran interaktif memiliki dua karakteristik yaitu Pertama proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Pendahuluan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. karena belajar bukanlah sekadar menghafal akan tetapi mengonstruksi pengetahuan melalui pengalaman.A. 4. sehingga tidak akan mudah dilupakan. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Kedua. Wina Sanjaya. yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Dari konsep tersebut. Pertama. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. kemudian memperhatikan detailnya. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). Ketiga. Pengetahuan bukanlah hasil ‘’pemberian’’ dari orang lain seperti guru. terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL seperti dijelaskan oleh Dr. 2. sebagai berikut: 1. bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar. 3. mencatat. artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. Sehubungan dengan hal tersebut.Pd. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan . minimal tiga hal yang terkandung di dalamnya. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini. dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa. bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. akan tetapi mengehendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. (2005:110). Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Kedua. Abstrak Contextual Teaching and Learning (CTL) dipengaruhi oleh filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa hakikat pengetahuan mempengaruhi konsep tentang proses belajar. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. M. Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activtinging knowledge). B. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan.

Dalam pembelajaran guru harus memahami hakekat materi pelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru. tetapi ‘’dibentuk dan dikonstruksi’’ oleh individu itu sendiri. diharuskan juga menguasai metode pengajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengacu pada prinsip pedagogik. (2003:63). (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. dimana pengetahuan itu sumbernya dari luar diri. M. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi. Proses pembelajaran atau pengajaran kelas (Classroom Teaching) menurut Dunkin dan Biddle (1974:38) berada pada empat variabel interaksi yaitu (1) variabel pertanda (pesage variables) berupa pendidik. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Jika metode dalam pembelajaran tidak dikuasai. Hal ini menggambarkan bahwa orang yang berpengetahuan adalah orang yang terampil memecahkan masalah. Jadi belajar dan pembelajaran diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pelajaran. Pengetahuan tidak diperoleh dengan cara diberikan atau ditransfer dari orang lain. Dunkin dan Biddle selanjutnya mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: (1) kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaa materi pelajaran. H. yaitu: (1) dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. sedangkan teori pembelajaran itu preskriptif. sekolah dan masyarakat. maka penyampaian materi ajar menjadi tidak maksimal.Pd. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Syaiful Sagala. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Dirasakan perlu ada cara baru dalam mengkomunikasikan ilmu . akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. tetapi dikonstruksi dalam diri individu siswa. UUSPN No. sehingga siswa itu mampu mengembangkan intelektualnya. Karena itu dalam merespon perkembangan tersebut. tentu tidaklah memadai kalau sumber belajar berasal dari guru dan media buku teks belaka. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Artinya jika guru menguasai materi pelajaran. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. dan (2) kompetensi metodologi pembelajaran. mampu berinteraksi dengan lingkungannya dalam menguji hipotesis dan menarik generalisasi dengan benar. (2) dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Pendapat ini sejalan dengan Jerome Brunner (1960) mengatakan bahwa: ‘’Perlu adanya teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas’’. 5. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pembelajaran interaktif mempunyai dua karakteristik seperti dijelaskan oleh Dr. Selanjutnya menurut Bruner teori belajar itu bersifat deskriptif.siswa. bukan hanya menuntut siswa sekedar mencatat. Pembelajaran interaktif menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. Metode yang digunakan sebagai strategi yang dapat memudahkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. yaitu memahami karakteristik peserta didik. untuk membuat siswa belajar secara aktif.

Dalam proses pembelajaran itu dikembangkan melalui pola pembelajaran yang menggambarkan kedudukan serta peran pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Mengapa demikian? Sebab manusia selamanya memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. minat. pelaksanaan dan evaluasi. Belajar bukanlah menghafal. Kegiatan pembelajaran yang diprogramkan guru merupakan kegiatan integralistik antara pendidik dengan peserta didik. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran (instructional). Belajar adalah proses pemecahan masalah. semakin banyak pengalaman maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. sebab dengan memecahkan masalah anak akan berkembang secara utuh yang bukan hanya perkembangan intektual akan tetapi juga mental . Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. yaitu interaksi yang sadar akan tujuan artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan tertentu setidaknya adalah pencapaian tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada satuan pelajaran. CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap pola-pola perilaku manusia. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata merupakan gerakan fisik saja. Pembahasan 1. Proses pembelajaran aktivitasnya dalam bentuk interaksi belajar mengajar dalam suasana interaksi edukatif. Menurut Knirk dan Gustafson (1986:15) pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. Pembelajaran Kontekstual Sesuai dengan filsafat yang mendasarinya bahwa pengetahuan terbentuk karena peran aktif subjek. dan kegiatan belajar secara pedagogis terjadi pada diri peserta didik. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi. melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran. c. Kebutuhan itulah yang mendorong manusia untuk berperilaku. motivasi dan kemampuan atau pengalaman. Oleh karena itulah. Selanjutnya Knirk dan Gustafson (1986:18) mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu guru (pendidik). dan juga penilai kemajuan belajar meminta para pendidik untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran tidak terjadi seketika.pengetahuan atau materi ajar dalam pembelajaran baik dalam sistem yang mandiri maupun dalam sistem yang terstruktur. Menurut aliran ini proses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. seperti pola berpikir. pola bertindak. Belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. Kegiatan pembelajaran secara metodologis berakar dari pihak pendidik yaitu guru. C. pelaksanaan. Belajar bukanlah peristiwa mekanis seperti keterkaitan Stimulus dan Respons. Belajar tidak sesederhana itu. siswa (peserta didik). Dari asumsi dan latar belakang yang mendasarinya. akan tetapi proses mengonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. b. akan tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang ada dibelakang gerakan fisik itu. maka dipandang dari sudut psikologis. penentu metode belajar. maka akan semakin efektif dalam berpikir. Semakin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Guru sebagai sumber belajar. Apa yang tampak. Komponen tersebut melengkapi struktur dan lingkungan belajar formal. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam konteks CTL menurut Sanjaya (2005:114) antara lain: a. dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. pada dasarnya adalah wujud dari adanya dorongan yang berkembang dalam diri seseorang. Pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. dan kurikulum. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber belajar oleh pihak guru maupun para ahli pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran konvensional hal ini sering terlupakan. dalam pembelajaran konvensional siswa lebih bnayak belajar secara individual dengan menerima. oleh sebab itu setiap siswa bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. (10) Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. Sedangkan. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat. akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar terhadap gaya belajar siswa. rekaman. (7) Dalam CTL. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara misalnya dengan evaluasi proses. Berdasarkan perbedaan pokok tersebut di atas. hasil karya siswa. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoretis dan abstrak. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. atau sakadar untuk memperoleh angka atau nilai dari guru. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah nilai dan angka. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari sederhana menuju yang kompleks. sehingga proses pembelajaran tidak ubahnya sebagai proses pemaksaan kehendak. seperti kerja kelompok. e. kemampuan didasarkan atas pengalaman. yang menurut Paulo Freire (Sanjaya. saling menerima. (5) Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. (4) Dalam CTL. (2) Dalam pembelajaran CTL siswa belajar melalui kegiatan kelompok.dan emosi. wawancara. Belajar pada hakikatnya adalah menagkap pengetahuan dari kenyataan. Oleh karena itu. Dalam proses pembelajaran kontekstual. (3) Dalam CTL pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. . (9) Dalam pembelajaran CTL. (6) Dalam CTL. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. setiap guru perlu memahami tipe belajar dalam dunia siswa. penampilan. pembelajaran bisa terjadi di mana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. dan menghafal materi pelajaran. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. berdiskusi. mencatat. Dalam pembelajaran konvensional. Belajar secara kontekstual adalah belajar bagaimana anak menghadapi persoalan. hal ini tidak mungkin terjadi. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. observasi. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. bahwa CTL memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. artinya siswa perperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (Real World Learning) Selanjutnya Sanjaya (2005:115) memberikan penjelasan perbedaan CTL dengan pembelajaran konvensional. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes. dan memberi. antara lain: (1) CTL menempatkan siswa sebagai subjek belajar. (8) Dalam pembelajaran CTL. Oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus. d. dan lain sebagainya.

Piaget menyatakan hakikat pengetahuan sebagai berikut: a. penilaian nyata (authentic assessment) Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. guru harus memberi kesempatan untuk menggali informasi itu agar lebih bermakna untuk kehidupan mereka. inkuiri. (c) Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui. bahwa pengetahuan itu diperoleh anak bukan dari informasi yang diberikan oleh orang lain temasuk guru. (b) Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan memecahkan setiap persoalan yang menantang. Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. Dengan demikian peran guru adalah membantu agar setiap siswa mempu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya. Kalaupun guru memberikan informasi kepada siswa. Dengan demikian guru berperan dalam memilih bahanbahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keleluasan pengalaman yang dimilikinya. . akan tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan subjek.2005:116-117) sebagai sistem penindasan. CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. c. masyarakat belajar (learning community). Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. konsep. dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi (mempermudah) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi. refleksi (reflection). Dengan demikian pengetahuan itu tidak bersifat statis akan tetapi bersifat dinamis. Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pengalaman mereka. pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikonstruksi oleh dan dari dalam diri seseorang. akan tetapi dari proses penemukan dan mengontruksinya sendiri. Komponen tersebut antara lain konstruktivisme. pemodelan (modeling). Sehubungan dengan hal itu. Menurut konstruktivisme. b. kategori. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan bila konsep itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. akan tetapi selalu merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. melainkan organisme yang sedang berada dalam tahap-tahap perkembangan. bertanya (questioning). maka guru harus menghindari mengajar sebagai proses penyampaian informasi. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. Guru perlu memandang siswa sebagai subjek belajar dengan segala keunikannya. Siswa adalah organisme aktif yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuannya sendiri. Subjek membentuk skema kognitif. (d) Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada (asimilasi) atau proses pembentukan skema baru (akomodasi). dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. Oleh sebab itu pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting. Dengan demikian peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ‘’penguasa’’ yang memaksakan kehendak. Sesuai dengan asumsi yang mendasarinya. tergantung individu yang melihat dan mengonstruksinya. Kedua faktor itu sama pentingnya. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL yakni: (a) Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang.

akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk: (1) menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran. dimulai dari adanya kesadaran siswa akan masalah yang jelas yang ingin dipecahkan. akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri. Penerapan asas ini dalam pembelajaran CTL. Keempat. proses pembelajaran dengan menggunakan sesuatu contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. atau bagaimana cara melafalkan sebuah kalimat asing. Dengan demikian siswa harus didorong untuk menemukan masalah. guru olahraga memberikan contoh bagaimana cara melempar bola. Modeling merupakan asas yang cukup penting dalam pembelajaran CTL. Manakala data telah terkumpul selanjutnya siswa dituntun untuk mengui hipotesis sebagai dasar dalam merumuskan kesimpulan. guru biologi memberikan contoh bagaimana cara mengggunakan thermometer dan lain sebagainya. mengumpulakn data. baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya. akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. dengan demikian siswa dapat dianggap sebagai model. Hipotesis itulah yang akan menuntun siswa untuk melakukan observasi dalam rangka mengumpulkan data. Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Maksudnya adalah. (4) memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan. pemodelan (modeling). dan (5) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu. masyarakat belajar (learning community). Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan. selanjutnya siswa dapat mengajukan hipotesis atau jawaban sementara sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Apakah inkuiri hanya bias dilakukan untuk mata pelajaran tertentu saja? Tentu tidak. Dalam CTL. penerapan asas masyarakat belajar dapat dialukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. mengajukan hipotesis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat. Artinya. Misalnya siswa yang pernah menjadi juara dalam membaca puisi dapat disuruh untuk menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya. maupun dilihat dari bakat dan minatnya. tidak terbatas dari guru saja. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. Melalui proses mental itulah diharapkan siswa berkembang secara utuh baik intektual. Oleh sebab itu peran bertanya sangat penting. yang cepat belajar didorong untuk membantu yang lambat belajar. (2) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. bertanya (questioning). Asas kedua dalam pembelajaran CTL adalah inkuiri. akan tetapi dapat juga guru memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan. yang memiliki kemampuan tertentu didorong untuk menularkannya pada yang lain. (3) merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu. guru kesenian memberi contoh bagaimana cara memainkan alat musik. Secara umum proses ikuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu: merumuskan masalah. guru bukanlah mempersiapkan materi yang harus dihafal. Berbagi topik dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan melalui proses inkuiri. Misalnya guru memberikan contoh bagaimana cara mengoperasionalkan sebuah alat. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu. Proses modelling. Kelima.Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong agar siswa dapat mengonstruksi pengetahuan melalui proses pengamatan dan pengalaman. Dengan demikian dalam proses perencanaan. sebab melalui pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya. menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan membuat kesimpulan. mental emosional maupun pribadinya. sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. Apabila masalah telah dipahami dengan batasan-batasan yang jelas. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya bersifat heterogen. guru tidak menyampaikan informasi begitu saja. proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. sebab melalui modelling siswa dapat terhindar dari . Dalam proses pembelajaran melalui CTL. Ketiga.

Pendekatan pembelajaran menjadi suatu hal yang amat penting. tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar. pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya. Pendekatan ini dilakukan sebagai strategi yang dipandang tepat untuk memudahkan siswa memahami pelajaran dan juga belajar yang menyenangkan. Pembelajaran Interaktif Kegiatan belajar melibatkan beberapa komponen atau unsur yaitu peserta didik. Penilaian autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran. Pendekatan belajar (approach to learning) dan strategi atau kiat melaksankan pendekatan serta metode belajar dalam proses pembelajaran termasuk faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. dan dukungan profesionalitas lainnya menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya. untuk itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan potensi anak didik. Pendekatan ini pada umumnya mengacu pada pendekatan psikologi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk menangkap ataupun menerima pelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Bisa terjadi melalui proses refleksi siswa akan memperbarui pengetahuan yang telah dibentuknya. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. setiap berakhir proses pembelajaran. kepala sekolah memainkan peran cukup penting. penilaian nyata (authentic assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Setelah guru mendapat dukungan institusional. melakukan pembinaan pertumbuhan jabatan guru.pembelajaran yang teoretis-abstrak yang memungkinkan terjadinya verbalisme. Pendekatan tersebut bertitik tolak pada aspek psikologis dilihat dari pertumbuhan daan perkembangan anak. tentu saja kegiatan pembelajaran itu tidak akan maksimal. pendidik atau guru. atau menambah khazanah pengetahuannya. apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. dalam hal mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran. Ketujuh. dalam suatu sistem pembelajaran atau sistem instruksional di sekolah. Para ahli psikologi belajar dan ahli kependidikan telah banyak menyampaikan sejumlah teori maupun konsep pendekatan pembelajaran. metode mengajar yang digunakan. sehingga ia dapat menyimpulkan tentang pengalaman belajarnya. tetapi tidak didukung pelayanan institusional yang memadai. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ‘’merenung’’ atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. Oleh sebab itu. tetapi . karena dilihat dari sudut psikologi setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. Karena itu kegiatan pembelajaran merupakan suatu sistem yang integral. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran. Meskipun setiap guru mempunyai kemampuan professional yang tinggi dalam melaksanakan tugas profesionalnya. 2. tujuan pembelajaran. Dilihat dari sudut institusional sekolah. Dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan CTL. karena berkontribusi signifikan terhadap perolehan suatu sistem belajar. Biarkanlah secara bebas siswa menafsirkan pengalamannya sendiri. dan kemampuan lainnya yang mendukung kemampuan belajar. Melalui proses refleksi. media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dan evaluasi kemajuan belajar siswa menggunakan tes yang standar. kemampuan intelektual. Semua komponen ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran yang berakhir pada tujuan pembelajaran. hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah berkaitan dengan pendekatan belajar yang menjadi otonom profesional keguruan. Keenam. isi pelajaran. refleksi (reflection) adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya.

prinsip yang bersifat umum lengkap dengan definisi dan buktinya. pengalaman melalui generalisasi. (7) meramalkan gejala yang mungkin akan terjadi. bahwa pemahaman terhadap konsep dapat dibedakan dalah tujuh dimensi yaitu atribut. artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran. Siswa diminta untuk merencanakan. hukum. prinsip. Konsep dapat mengalami perubahan disesuaikan dengan fakta atau pengetahuan baru. dan membuat kesimpulan sendiri. Naturalisme-Romantis menekankan kepada aktivitas siswa. tetapi juga dari sesama temannya. Adapun pendekatan pembelajaran interaktif yang sudah umum dipakai oleh para guru menurut Sagala (2003:71) antara lain pendekatan konsep dan proses. generalitas/keumuman. (5) mengenal adanya suatu masalah. mengendalikan suatu variabel. Konsep diperoleh dari fakta. melaksanakan. menganalisis dan menafsirkan data. Konsep merupakan pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga menjadi produk pengetahuan yang meliputi prinsip. peristiwa. dan pendekatan kecerdasan. (3) disajikan contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus itu dengan aturan. dan (4) disajikan bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum. keabstrakan. ketepatan dan kekuatan. Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. Konsep menunjukkan suatu hubungan antar konsep yang lebih sederhana sebagai dasar perkiraan atau jawaban manusia terhadap pertanyaan yang bersifat asasi tentang mengapa suatu gejala itu bisa terjadi.sifatnya lugas dan terencana. dan dari manusia sumber di luar sekolah. Dalam pembelajaran proses ini. peristiwa. dan teori. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran adalah: (1) memilih konsep. (10) mengumpulkan. perhitungan. Pendekatan proses dalam pembelajaran dikenal pula sebagai keterampilan proses. Siswa melakukan kegiatan percobaan. pengukuran. Pembelajaran dengan menekankan kepada belajar proses dilatarbelakangi oleh konsep belajar menurut teori ‘’Naturalisme-Romantis’’ dan teori ‘’Kognitif Gestalt’’. (2) mengklasifikasikan sifat-sfat yang sama. Konsep diperoleh dari fakta. Sedangkan pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh Filosof . aturan yang akan disajikan dengan pendekataan deduktif. hukum. dan teori. Fravell (1970) menyarankan. Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atrau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. (8) berlatih menggunakan alat ukur. (2) menyajikan aturan. sedangkan kegunaan konsep adalah menjelaskan dan meramalkan. (3) mengukur besaran-besaran yang bersangkutan. (11) berkomunikasi. (9) melakukan percobaan. deduktif-induktif. Konsep merupakan buah pikiran seseorang atau kelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip. kegunaan konsep untuk menjelaskan dan meramalkan. struktur. agar siswa terlibat dalam berbagai pengalaman. keinklusifan. prinsip umum. prinsip umum diikuti dengan contoh khusus atau penerapan aturan. guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi. (6) memperkirakan penyebab suatu gejala. pengalaman. merumuskan masalah. sedangkan kognitif Gestalt menekankan pemahaman dan kesatupaduan yang menyeluruh. (4) mencari hubungan antar konsep yang ada. ekspositori dan heuristic. dan berpikir abstrak. Pendekatan Deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum kekeadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. dan menilai sendiri suatu kegiatan. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan proses adalah: (1) mengamati gejala yang timbul. siswa tidak hanya belajar dari guru. merumuskan hipotesa. dan (12) mengenal adanya variabel. serupa. pengamatan. melalui generalisasi dan berpikir abstrak.

Intelegensi dapat dirumuskan dengan kemampuan untuk melakukan kegiatan dan mencapai prestasi yang di dalamnya berpikir memainkan peranan utama. tetapi ada kaitannya antara materi tersebut. implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan data metode inkuiri. prinsip atau aturan itu yang memungkinkan siswa memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh itu. Pendekatan Ekspositori. Walaupun untuk memperoleh informasi yang lebih dapat dipercaya melalui tes kecerdasan melalui uji psikotes oleh ahli psikologi. berpandangan bahwa tingkah laku kelas dan penyebaran pengetahuan dikontrol dan ditentukan oleh guru/pengajar. asosiasi. Hakekat mengajar menurut pandangan ini adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. orang dapat menilainya apakah orang itu cerdas. untuk hal yang sederhana dapat dilakukan oleh konselor yang mempunyai latar belakang pendidikan dan keahlian yang memadai. aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. dan kemampuan memecahkan masalah. dan konsep yang mereka butuhkan. dengan demikian hasilnya dapat lebih akurat. (3) disajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu. Pendekatan Heuristik adalah merancang pembelajaran dari berbagai aspek dari pembentukan sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta. ceramah. pembicaraan. analisis.W. Dalam pendekatan ini siswa diharapkan dapat menangkap dan mengingat informasi yang telah diberikan guru. Orang mencari ciri atau sifat tertentu dari berbagai fenomena. dan (4) disusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah yang terdahulu. sistem isi dipandang sebagai sistem berpikir yang paling baik pada abad pertengahan yaitu cara induktif disebut juga sebagai dogmatif artinya bersifat mempercayai begitu saja tanpa diteliti secara rasional. komparasi dan kausalitas). (2) menyajikan contoh khusus konsep. Siswa dipandang sebagai objek yang menerima apa saja yang diberikan guru. deduktif. maka dapat dimintakan bantuan para ahli psikologi tersebut untuk melakukan tes kecerdasan. aturan. Metode penemuan didasarkan pada anggapan. dan tindakan belajarpun dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa oleh guru. Pada tingkat ini menurut Syamsudin Makmun (2003:228) siswa belajar mengadakan kombinasi dari berbagai konsep atau pengertian dengan mengoperasikan kaidah logika formal (induktif. kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri atau sifat-sifat itu terdapat pada semua jenis fenomena. Pendekatan kecerdasan. cerdik. sehingga siswa dapat membuat kesimpulan (kongklusi) tertentu yang mungkin selanjutnya dapat dipandang sebagai ‘rule’ (prinsip. Tingkah laku yang inteligen oleh sejumlah ciri sebagai berikut: (1) tingkah laku yang siap melakukan perubahan . aksi. guru harus mengetahui kecerdasan siswanya agar dapat menolong kesulitan belajarnya.Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta yang konkrit sebanyak mungkin. Dari tingkah laku seseorang. reaksinya. prinsip. prinsip. dan lecture. yang dikenal dengan istailah kuliah. serta mengungkap kembali apa yang dimilikinya melalui respons yang ia berikan pada saat diberikan pertanyaan oleh guru. A. Dengan pendekatan heuristic dapat mendorong peserta didik bersikap berani untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri. Untuk mengetahui kecerdasan para siswanya tentu guru tidak melakukannya sendiri. hukum. penyelesaian. sintesis. (1994) mengartikan kecerdasan sebagai sikap intelektual mencakup kecepatan memberikan jawaban. akidah dan sebagainya). Biasanya guru menyampaikan informasi mengenai bahan pengajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan. bahwa materi suatu bidang studi tidak saling lepas. pintar atau sebaliknya bodoh dan lamban. diferensiasi. dalil. Munzert. Pendekatan heuristic adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah: (1) memilih konsep. Bagi sekolah yang berada di perkotaan dan tersedia psikolog. Berpikir induktif ialah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum.

tidak kaku. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Alfabeta. MA. Sudjana. M. (3) tingkah laku yang cepat. CTL « Pendidikan Di Tarakan. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan. Kiat Menjadi Guru Profesional. 2.J.. Wina. peserta didik akan merasakan pentingnya belajar. sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA Dimyati danMudjiono. akan seperti apa di masa depan? Download Materi UAN SMP. 2004. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. Kesimpulan Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini: 1. Belajar dan Pembelajaran. Ilmu Pendidikan. • • • Share this: Digg Reddit • Filed under: Artikel Umum. reaksi yang segera. Bandung: Falah Production. The Study of Teaching. Pembelajaran interaktif. 2001. E. psikologis dan didaktis secara bersamaan.J. Sagala. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. 2003. dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Lingkungan yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful. 1974.yang perlu terhadap kondisi baru. 2005. (2) tingkah laku yang bertujuan. Caranya guru dengan menggunakan pendekatan pemberian pemahaman kepada siswa. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. (4) tingkah laku yang terorganisir. 2004. Bandung: Fajar Interpratama Offset. SMK » Leave a Reply . pemberian informasi dan pendekatan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi oleh siswa. Nurdin. 3. B. Jogyakarta: Prisma Sophie. 1999. D. dan Biddle. SMA. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Rosda. tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. Mulyasa. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. (5) tingkah laku yang dikendalikan oleh motivasi yang kuat. guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis. Dunkin. Pembelajaran Kontekstual | Tagged: Pendidikan. dan (6) tingkah laku yang success oriented. Muhamad. New York: Rinehart and Wsiton Inc. dan keberhasilan pembelajaraan secara keseluruhan. D. Sanjaya. dan akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipejarinya. yakni ada koordinasi yang baik antara kondisi pribadi dalam lingkungan yang memecahkan persoalan.

Top of Form Name (required) E-mail (required) Website Submit Comment 194 0 1286234888 Notify me of follow-up comments via email. subscribe /2010/02/17/pera 11109833 http://fandi4taraka w idget 8704064748 Berlangganan Bottom of Form • REFERENSI . Bottom of Form • Subscription Top of Form Masukan alamat email untuk menerima artikel terbaru dari saya "GRATIS" melalui email.Click here to cancel reply.

KTSP.TIK Skripsi Lengkap Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran • Contact Via YM • ID Alumni ABA Tarakan ABATA & FKIP Univ.• Kategori Cloud Artikel Umum Download Space Filsafat Ilmu Tarakan Dunia Pendidikan English Kontekstual Pendidikan Anak Silabus.Widyagama Mahakam Samarinda • Blog Statistik Online Reader • Live Traffic . RPP.

Bikin Pusing Review Kontes Travel Jakarta Bandung Travel Jakarta Bandung Info Kontes SEO Travel Jakarta Bandung Ping Blogger Indonesia Dukung Internet Aman.com Hadiah Dari Kontes SEO Arenabetting.com.com Day Trans Travel Jakarta Bandung Blog at WordPress. . Sehat & Manfaat Ping Hosting Murah Indoesia Indositehost.• Merah ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Traveling Jakarta Bandung Macet di Jakarta. Theme: Digg 3 Column by WP Designer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful