P. 1
pembelajaran

pembelajaran

|Views: 158|Likes:
Published by Ekaa 'mekha' Yuli

More info:

Published by: Ekaa 'mekha' Yuli on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2015

pdf

text

original

pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa

yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan, (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran, (3) aktivitasaktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian, (4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi, (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Options Disable

Search the W

Get Free Shots

• • • • Home Daftar Isi Tentang Buku Tamu Belajar Online – Tarakan Entries RSS | Comments RSS .

com Tingkat Kelulusan UN Di NTT Terburuk se-Indonesia Tarakan Tv – Televisi Regional Tarakan • Menu ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Artikel Umum Download Dunia Pendidikan English Space Filsafat Ilmu Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Anak Silabus. RPP. Pengertian Dan Penerapan Download Materi Dasar MS Word 2003 Pemahaman Manajemen kelas / Classroom Management . SMP.Top of Form Search Bottom of Form • Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace my blogpost • Artikel Terbaru ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Psikologi Pendidikan.TIK Skripsi Lengkap Tarakan • TerPopuler ○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Bahasa Inggris SD. Silabus.SMA Psikologi Pendidikan. Sehat & Manfaat ArenaBetting.com dukung fair play FIFA world cup AFSEL 2010 Hosting murah indonesia indositehost. Pengertian Dan Penerapan Travel Jakarta Bandung Tips Mudah Cepat Belajar Bahasa Inggris Adalah Praktek Gagal SNMPTN “Jangan Sampai Tak Kuliah” Blogger Indonesia Dukung Internet Aman. untuk SD. KTSP. SMA. dan Umum RPP.SMP.KTSP.

KTSP.!! Indonesia Batik Handicraft. Silabus. Dr. Pengerti… samsul on Belajar Pronunciation Bahasa I… • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ News Furniture Suppliers Tips for Wooden Teak Furniture Care Indonesia Handicraft Furniture Wholesale Marketplace Excellent.○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Listening SD. SMP. M. H. Enchantment the World The Fascinating Metal Handicraft Wholesale Health With Used Stationary Bikes Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Used Stationary Bikes New Blog. Endang Komara. Pengerti… Daniel on Psikologi Pendidikan. dan Profesional Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Teori Multiple Intelligence Howard Gardner Teori Dan Konsep Belajar Dunia Pendidikan Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif • Spam Blocked 130 spam comments blocked by Akismet • Komentar Terbaru herul iman on RPP. New Motivation for Special One Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif Posted on February 17.Si . untuk… Indarto on Buku Tamu imelda wicaksana on Psikologi Pendidikan. 2010 by fandy's Oleh: Prof. SMA.

4.Pd. misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan.A. Ketiga. akan tetapi hasil dari proses mengonstruksi yang dilakukan setiap individu. Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activtinging knowledge). dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa. M. Kedua. terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL seperti dijelaskan oleh Dr. Abstrak Contextual Teaching and Learning (CTL) dipengaruhi oleh filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa hakikat pengetahuan mempengaruhi konsep tentang proses belajar. bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan . Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. B. Pertama. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). sebagai berikut: 1. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Kedua. artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. minimal tiga hal yang terkandung di dalamnya. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dari konsep tersebut. (2005:110). bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar. Pembelajaran interaktif memiliki dua karakteristik yaitu Pertama proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Pengetahuan bukanlah hasil ‘’pemberian’’ dari orang lain seperti guru. Sehubungan dengan hal tersebut. artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini. artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. Wina Sanjaya. Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). akan tetapi mengehendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. 3. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. kemudian memperhatikan detailnya. 2. Pendahuluan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. sehingga tidak akan mudah dilupakan. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. karena belajar bukanlah sekadar menghafal akan tetapi mengonstruksi pengetahuan melalui pengalaman. mencatat.

(2003:63). tetapi ‘’dibentuk dan dikonstruksi’’ oleh individu itu sendiri. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi. UUSPN No. Artinya jika guru menguasai materi pelajaran.Pd. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran interaktif menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. yaitu memahami karakteristik peserta didik. bukan hanya menuntut siswa sekedar mencatat. Karena itu dalam merespon perkembangan tersebut. Selanjutnya menurut Bruner teori belajar itu bersifat deskriptif. untuk membuat siswa belajar secara aktif. yaitu: (1) dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. mampu berinteraksi dengan lingkungannya dalam menguji hipotesis dan menarik generalisasi dengan benar. tetapi dikonstruksi dalam diri individu siswa. Jadi belajar dan pembelajaran diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pelajaran. Proses pembelajaran atau pengajaran kelas (Classroom Teaching) menurut Dunkin dan Biddle (1974:38) berada pada empat variabel interaksi yaitu (1) variabel pertanda (pesage variables) berupa pendidik. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. M. tentu tidaklah memadai kalau sumber belajar berasal dari guru dan media buku teks belaka. diharuskan juga menguasai metode pengajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengacu pada prinsip pedagogik. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. maka penyampaian materi ajar menjadi tidak maksimal. sekolah dan masyarakat. dimana pengetahuan itu sumbernya dari luar diri. Pengetahuan tidak diperoleh dengan cara diberikan atau ditransfer dari orang lain. Pembelajaran interaktif mempunyai dua karakteristik seperti dijelaskan oleh Dr. Dalam pembelajaran guru harus memahami hakekat materi pelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru. Pendapat ini sejalan dengan Jerome Brunner (1960) mengatakan bahwa: ‘’Perlu adanya teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas’’. dan (2) kompetensi metodologi pembelajaran. sedangkan teori pembelajaran itu preskriptif. 5. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika metode dalam pembelajaran tidak dikuasai. H. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan.siswa. sehingga siswa itu mampu mengembangkan intelektualnya. (2) dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Syaiful Sagala. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dirasakan perlu ada cara baru dalam mengkomunikasikan ilmu . Dunkin dan Biddle selanjutnya mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: (1) kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaa materi pelajaran. Hal ini menggambarkan bahwa orang yang berpengetahuan adalah orang yang terampil memecahkan masalah. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Metode yang digunakan sebagai strategi yang dapat memudahkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru.

c. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi. Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan.pengetahuan atau materi ajar dalam pembelajaran baik dalam sistem yang mandiri maupun dalam sistem yang terstruktur. maka dipandang dari sudut psikologis. Belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. Belajar adalah proses pemecahan masalah. Mengapa demikian? Sebab manusia selamanya memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. akan tetapi proses mengonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Dari asumsi dan latar belakang yang mendasarinya. Apa yang tampak. minat. motivasi dan kemampuan atau pengalaman. semakin banyak pengalaman maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. sebab dengan memecahkan masalah anak akan berkembang secara utuh yang bukan hanya perkembangan intektual akan tetapi juga mental . Pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. Menurut Knirk dan Gustafson (1986:15) pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. dan kegiatan belajar secara pedagogis terjadi pada diri peserta didik. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber belajar oleh pihak guru maupun para ahli pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam konteks CTL menurut Sanjaya (2005:114) antara lain: a. seperti pola berpikir. Kebutuhan itulah yang mendorong manusia untuk berperilaku. C. melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran. Selanjutnya Knirk dan Gustafson (1986:18) mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu guru (pendidik). Kegiatan pembelajaran yang diprogramkan guru merupakan kegiatan integralistik antara pendidik dengan peserta didik. dan kurikulum. Semakin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Dalam proses pembelajaran itu dikembangkan melalui pola pembelajaran yang menggambarkan kedudukan serta peran pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Komponen tersebut melengkapi struktur dan lingkungan belajar formal. akan tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang ada dibelakang gerakan fisik itu. CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran (instructional). Kegiatan pembelajaran secara metodologis berakar dari pihak pendidik yaitu guru. siswa (peserta didik). Menurut aliran ini proses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi. pada dasarnya adalah wujud dari adanya dorongan yang berkembang dalam diri seseorang. Belajar bukanlah peristiwa mekanis seperti keterkaitan Stimulus dan Respons. b. Belajar tidak sesederhana itu. dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. dan juga penilai kemajuan belajar meminta para pendidik untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Belajar bukanlah menghafal. yaitu interaksi yang sadar akan tujuan artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan tertentu setidaknya adalah pencapaian tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada satuan pelajaran. sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap pola-pola perilaku manusia. pola bertindak. maka akan semakin efektif dalam berpikir. Oleh karena itulah. Pembahasan 1. Guru sebagai sumber belajar. penentu metode belajar. Proses pembelajaran aktivitasnya dalam bentuk interaksi belajar mengajar dalam suasana interaksi edukatif. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata merupakan gerakan fisik saja. Pembelajaran tidak terjadi seketika. pelaksanaan. Pembelajaran Kontekstual Sesuai dengan filsafat yang mendasarinya bahwa pengetahuan terbentuk karena peran aktif subjek.

(10) Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara misalnya dengan evaluasi proses. seperti kerja kelompok. artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar terhadap gaya belajar siswa. Sedangkan. e. yang menurut Paulo Freire (Sanjaya. dan memberi. (9) Dalam pembelajaran CTL. d. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. (8) Dalam pembelajaran CTL. mencatat. (4) Dalam CTL. Dalam proses pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu. dan menghafal materi pelajaran. saling menerima. rekaman. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. (6) Dalam CTL. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari sederhana menuju yang kompleks. Oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus. kemampuan didasarkan atas pengalaman. hasil karya siswa. Dalam proses pembelajaran konvensional hal ini sering terlupakan. penampilan. dan lain sebagainya. (2) Dalam pembelajaran CTL siswa belajar melalui kegiatan kelompok. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. Dalam pembelajaran konvensional. oleh sebab itu setiap siswa bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. atau sakadar untuk memperoleh angka atau nilai dari guru. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoretis dan abstrak. . sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. bahwa CTL memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya. dalam pembelajaran konvensional siswa lebih bnayak belajar secara individual dengan menerima. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes. Belajar secara kontekstual adalah belajar bagaimana anak menghadapi persoalan. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. (5) Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. artinya siswa perperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. observasi. hal ini tidak mungkin terjadi. antara lain: (1) CTL menempatkan siswa sebagai subjek belajar. pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (Real World Learning) Selanjutnya Sanjaya (2005:115) memberikan penjelasan perbedaan CTL dengan pembelajaran konvensional. berdiskusi. setiap guru perlu memahami tipe belajar dalam dunia siswa. oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah nilai dan angka. pembelajaran bisa terjadi di mana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.dan emosi. akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. wawancara. (7) Dalam CTL. sehingga proses pembelajaran tidak ubahnya sebagai proses pemaksaan kehendak. Berdasarkan perbedaan pokok tersebut di atas. (3) Dalam CTL pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. Belajar pada hakikatnya adalah menagkap pengetahuan dari kenyataan.

Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. Piaget menyatakan hakikat pengetahuan sebagai berikut: a. konsep. dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. Sesuai dengan asumsi yang mendasarinya. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL yakni: (a) Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi (mempermudah) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi. Dengan demikian guru berperan dalam memilih bahanbahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa. akan tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan subjek. melainkan organisme yang sedang berada dalam tahap-tahap perkembangan. pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikonstruksi oleh dan dari dalam diri seseorang. Siswa adalah organisme aktif yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuannya sendiri. bahwa pengetahuan itu diperoleh anak bukan dari informasi yang diberikan oleh orang lain temasuk guru. melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. refleksi (reflection). Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. Menurut konstruktivisme. Oleh sebab itu pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting. b.2005:116-117) sebagai sistem penindasan. Komponen tersebut antara lain konstruktivisme. Dengan demikian pengetahuan itu tidak bersifat statis akan tetapi bersifat dinamis. maka guru harus menghindari mengajar sebagai proses penyampaian informasi. c. Kedua faktor itu sama pentingnya. Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pengalaman mereka. Dengan demikian peran guru adalah membantu agar setiap siswa mempu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya. Dengan demikian peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ‘’penguasa’’ yang memaksakan kehendak. inkuiri. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keleluasan pengalaman yang dimilikinya. (c) Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui. guru harus memberi kesempatan untuk menggali informasi itu agar lebih bermakna untuk kehidupan mereka. Subjek membentuk skema kognitif. (b) Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan memecahkan setiap persoalan yang menantang. . Guru perlu memandang siswa sebagai subjek belajar dengan segala keunikannya. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. (d) Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada (asimilasi) atau proses pembentukan skema baru (akomodasi). CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. kategori. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan bila konsep itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. masyarakat belajar (learning community). Sehubungan dengan hal itu. bertanya (questioning). Kalaupun guru memberikan informasi kepada siswa. penilaian nyata (authentic assessment) Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. akan tetapi dari proses penemukan dan mengontruksinya sendiri. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. tergantung individu yang melihat dan mengonstruksinya. akan tetapi selalu merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. pemodelan (modeling).

Asas kedua dalam pembelajaran CTL adalah inkuiri. Maksudnya adalah. yang cepat belajar didorong untuk membantu yang lambat belajar. Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu. Artinya. mental emosional maupun pribadinya. Apabila masalah telah dipahami dengan batasan-batasan yang jelas. mengajukan hipotesis. baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya. akan tetapi dapat juga guru memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan. maupun dilihat dari bakat dan minatnya. Kelima. sebab melalui modelling siswa dapat terhindar dari . Dengan demikian siswa harus didorong untuk menemukan masalah. Proses modelling. Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk: (1) menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran. dan (5) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu. atau bagaimana cara melafalkan sebuah kalimat asing. guru tidak menyampaikan informasi begitu saja. Dengan demikian dalam proses perencanaan. Berbagi topik dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan melalui proses inkuiri. sebab melalui pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya. (2) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Ketiga. sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. guru kesenian memberi contoh bagaimana cara memainkan alat musik. dengan demikian siswa dapat dianggap sebagai model. Dalam proses pembelajaran melalui CTL. proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. proses pembelajaran dengan menggunakan sesuatu contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. selanjutnya siswa dapat mengajukan hipotesis atau jawaban sementara sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Melalui proses mental itulah diharapkan siswa berkembang secara utuh baik intektual. akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri. Dalam CTL. bertanya (questioning). Apakah inkuiri hanya bias dilakukan untuk mata pelajaran tertentu saja? Tentu tidak. dimulai dari adanya kesadaran siswa akan masalah yang jelas yang ingin dipecahkan. Manakala data telah terkumpul selanjutnya siswa dituntun untuk mengui hipotesis sebagai dasar dalam merumuskan kesimpulan. guru olahraga memberikan contoh bagaimana cara melempar bola. yang memiliki kemampuan tertentu didorong untuk menularkannya pada yang lain. pemodelan (modeling). akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan. Modeling merupakan asas yang cukup penting dalam pembelajaran CTL. Hipotesis itulah yang akan menuntun siswa untuk melakukan observasi dalam rangka mengumpulkan data.Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong agar siswa dapat mengonstruksi pengetahuan melalui proses pengamatan dan pengalaman. (4) memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan. penerapan asas masyarakat belajar dapat dialukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan membuat kesimpulan. guru bukanlah mempersiapkan materi yang harus dihafal. guru biologi memberikan contoh bagaimana cara mengggunakan thermometer dan lain sebagainya. Keempat. tidak terbatas dari guru saja. Misalnya siswa yang pernah menjadi juara dalam membaca puisi dapat disuruh untuk menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya. (3) merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya bersifat heterogen. Misalnya guru memberikan contoh bagaimana cara mengoperasionalkan sebuah alat. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. Oleh sebab itu peran bertanya sangat penting. akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. masyarakat belajar (learning community). mengumpulakn data. Secara umum proses ikuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu: merumuskan masalah. Penerapan asas ini dalam pembelajaran CTL.

Pendekatan ini pada umumnya mengacu pada pendekatan psikologi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk menangkap ataupun menerima pelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. kemampuan intelektual. Pendekatan belajar (approach to learning) dan strategi atau kiat melaksankan pendekatan serta metode belajar dalam proses pembelajaran termasuk faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah berkaitan dengan pendekatan belajar yang menjadi otonom profesional keguruan. Semua komponen ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran yang berakhir pada tujuan pembelajaran. Biarkanlah secara bebas siswa menafsirkan pengalamannya sendiri. Pendekatan ini dilakukan sebagai strategi yang dipandang tepat untuk memudahkan siswa memahami pelajaran dan juga belajar yang menyenangkan. untuk itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan potensi anak didik. media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dan evaluasi kemajuan belajar siswa menggunakan tes yang standar. Dilihat dari sudut institusional sekolah. Setelah guru mendapat dukungan institusional.pembelajaran yang teoretis-abstrak yang memungkinkan terjadinya verbalisme. Pendekatan tersebut bertitik tolak pada aspek psikologis dilihat dari pertumbuhan daan perkembangan anak. metode mengajar yang digunakan. 2. Oleh sebab itu. Karena itu kegiatan pembelajaran merupakan suatu sistem yang integral. atau menambah khazanah pengetahuannya. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. karena berkontribusi signifikan terhadap perolehan suatu sistem belajar. kepala sekolah memainkan peran cukup penting. Meskipun setiap guru mempunyai kemampuan professional yang tinggi dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Pendekatan pembelajaran menjadi suatu hal yang amat penting. tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar. dan dukungan profesionalitas lainnya menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya. tetapi tidak didukung pelayanan institusional yang memadai. Penilaian autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran. tujuan pembelajaran. refleksi (reflection) adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. dalam hal mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran. setiap berakhir proses pembelajaran. penilaian nyata (authentic assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya. Pembelajaran Interaktif Kegiatan belajar melibatkan beberapa komponen atau unsur yaitu peserta didik. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ‘’merenung’’ atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. isi pelajaran. Dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan CTL. pendidik atau guru. tetapi . apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran. karena dilihat dari sudut psikologi setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. Keenam. melakukan pembinaan pertumbuhan jabatan guru. tentu saja kegiatan pembelajaran itu tidak akan maksimal. Bisa terjadi melalui proses refleksi siswa akan memperbarui pengetahuan yang telah dibentuknya. sehingga ia dapat menyimpulkan tentang pengalaman belajarnya. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Para ahli psikologi belajar dan ahli kependidikan telah banyak menyampaikan sejumlah teori maupun konsep pendekatan pembelajaran. Ketujuh. dan kemampuan lainnya yang mendukung kemampuan belajar. Melalui proses refleksi. dalam suatu sistem pembelajaran atau sistem instruksional di sekolah.

dan teori. hukum. artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran. mengendalikan suatu variabel. guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi. Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. merumuskan hipotesa. menganalisis dan menafsirkan data. struktur. (2) menyajikan aturan. melalui generalisasi dan berpikir abstrak. Konsep merupakan pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga menjadi produk pengetahuan yang meliputi prinsip. Dalam pembelajaran proses ini. Konsep merupakan buah pikiran seseorang atau kelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip. Siswa diminta untuk merencanakan. tetapi juga dari sesama temannya. pengalaman melalui generalisasi. Pendekatan proses dalam pembelajaran dikenal pula sebagai keterampilan proses. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan proses adalah: (1) mengamati gejala yang timbul. agar siswa terlibat dalam berbagai pengalaman. (2) mengklasifikasikan sifat-sfat yang sama. sedangkan kognitif Gestalt menekankan pemahaman dan kesatupaduan yang menyeluruh. Adapun pendekatan pembelajaran interaktif yang sudah umum dipakai oleh para guru menurut Sagala (2003:71) antara lain pendekatan konsep dan proses. dan membuat kesimpulan sendiri. hukum.sifatnya lugas dan terencana. keinklusifan. melaksanakan. (5) mengenal adanya suatu masalah. sedangkan kegunaan konsep adalah menjelaskan dan meramalkan. (3) mengukur besaran-besaran yang bersangkutan. (8) berlatih menggunakan alat ukur. deduktif-induktif. prinsip. prinsip umum. Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atrau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. siswa tidak hanya belajar dari guru. dan menilai sendiri suatu kegiatan. (4) mencari hubungan antar konsep yang ada. dan (12) mengenal adanya variabel. aturan yang akan disajikan dengan pendekataan deduktif. kegunaan konsep untuk menjelaskan dan meramalkan. prinsip yang bersifat umum lengkap dengan definisi dan buktinya. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran adalah: (1) memilih konsep. (7) meramalkan gejala yang mungkin akan terjadi. pengukuran. bahwa pemahaman terhadap konsep dapat dibedakan dalah tujuh dimensi yaitu atribut. peristiwa. serupa. pengalaman. dan berpikir abstrak. pengamatan. Konsep diperoleh dari fakta. (10) mengumpulkan. keabstrakan. dan (4) disajikan bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum. merumuskan masalah. (3) disajikan contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus itu dengan aturan. peristiwa. (11) berkomunikasi. Sedangkan pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh Filosof . Pendekatan Deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum kekeadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. Konsep diperoleh dari fakta. Siswa melakukan kegiatan percobaan. Pembelajaran dengan menekankan kepada belajar proses dilatarbelakangi oleh konsep belajar menurut teori ‘’Naturalisme-Romantis’’ dan teori ‘’Kognitif Gestalt’’. prinsip umum diikuti dengan contoh khusus atau penerapan aturan. Fravell (1970) menyarankan. dan pendekatan kecerdasan. generalitas/keumuman. Konsep menunjukkan suatu hubungan antar konsep yang lebih sederhana sebagai dasar perkiraan atau jawaban manusia terhadap pertanyaan yang bersifat asasi tentang mengapa suatu gejala itu bisa terjadi. (6) memperkirakan penyebab suatu gejala. dan dari manusia sumber di luar sekolah. dan teori. (9) melakukan percobaan. perhitungan. ketepatan dan kekuatan. Naturalisme-Romantis menekankan kepada aktivitas siswa. ekspositori dan heuristic. prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. Konsep dapat mengalami perubahan disesuaikan dengan fakta atau pengetahuan baru.

Pada tingkat ini menurut Syamsudin Makmun (2003:228) siswa belajar mengadakan kombinasi dari berbagai konsep atau pengertian dengan mengoperasikan kaidah logika formal (induktif. serta mengungkap kembali apa yang dimilikinya melalui respons yang ia berikan pada saat diberikan pertanyaan oleh guru. Walaupun untuk memperoleh informasi yang lebih dapat dipercaya melalui tes kecerdasan melalui uji psikotes oleh ahli psikologi. pembicaraan. (2) menyajikan contoh khusus konsep. Orang mencari ciri atau sifat tertentu dari berbagai fenomena. Dari tingkah laku seseorang. dan konsep yang mereka butuhkan. prinsip atau aturan itu yang memungkinkan siswa memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh itu. Intelegensi dapat dirumuskan dengan kemampuan untuk melakukan kegiatan dan mencapai prestasi yang di dalamnya berpikir memainkan peranan utama. prinsip. yang dikenal dengan istailah kuliah. Pendekatan kecerdasan. sistem isi dipandang sebagai sistem berpikir yang paling baik pada abad pertengahan yaitu cara induktif disebut juga sebagai dogmatif artinya bersifat mempercayai begitu saja tanpa diteliti secara rasional. A. dan kemampuan memecahkan masalah. (1994) mengartikan kecerdasan sebagai sikap intelektual mencakup kecepatan memberikan jawaban. Bagi sekolah yang berada di perkotaan dan tersedia psikolog. ceramah. asosiasi. Hakekat mengajar menurut pandangan ini adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. orang dapat menilainya apakah orang itu cerdas. Pendekatan Ekspositori. reaksinya. aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. Biasanya guru menyampaikan informasi mengenai bahan pengajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan. untuk hal yang sederhana dapat dilakukan oleh konselor yang mempunyai latar belakang pendidikan dan keahlian yang memadai. dan (4) disusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah yang terdahulu. kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri atau sifat-sifat itu terdapat pada semua jenis fenomena. Tingkah laku yang inteligen oleh sejumlah ciri sebagai berikut: (1) tingkah laku yang siap melakukan perubahan . dalil. komparasi dan kausalitas). diferensiasi. guru harus mengetahui kecerdasan siswanya agar dapat menolong kesulitan belajarnya. hukum. aksi. (3) disajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu.Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta yang konkrit sebanyak mungkin. Untuk mengetahui kecerdasan para siswanya tentu guru tidak melakukannya sendiri. cerdik. Berpikir induktif ialah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum. dan tindakan belajarpun dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa oleh guru. Pendekatan heuristic adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut. sintesis. bahwa materi suatu bidang studi tidak saling lepas. pintar atau sebaliknya bodoh dan lamban. dan lecture. sehingga siswa dapat membuat kesimpulan (kongklusi) tertentu yang mungkin selanjutnya dapat dipandang sebagai ‘rule’ (prinsip. penyelesaian. deduktif. Munzert. Metode penemuan didasarkan pada anggapan. prinsip. dengan demikian hasilnya dapat lebih akurat. berpandangan bahwa tingkah laku kelas dan penyebaran pengetahuan dikontrol dan ditentukan oleh guru/pengajar. Dalam pendekatan ini siswa diharapkan dapat menangkap dan mengingat informasi yang telah diberikan guru. Dengan pendekatan heuristic dapat mendorong peserta didik bersikap berani untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah: (1) memilih konsep. akidah dan sebagainya). Pendekatan Heuristik adalah merancang pembelajaran dari berbagai aspek dari pembentukan sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta. tetapi ada kaitannya antara materi tersebut. Siswa dipandang sebagai objek yang menerima apa saja yang diberikan guru. aturan. analisis. maka dapat dimintakan bantuan para ahli psikologi tersebut untuk melakukan tes kecerdasan.W. implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan data metode inkuiri.

Jakarta: Rineka Cipta. Pembelajaran interaktif. reaksi yang segera. Bandung: Rosda. Belajar dan Pembelajaran. Lingkungan yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual. Kiat Menjadi Guru Profesional. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan. Pembelajaran Kontekstual | Tagged: Pendidikan. SMA. Bandung: Alfabeta. 2004. Sanjaya. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK.J. M. (2) tingkah laku yang bertujuan. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. 3. B. (5) tingkah laku yang dikendalikan oleh motivasi yang kuat. D. Muhamad. 1974. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik akan merasakan pentingnya belajar. Ilmu Pendidikan. Mulyasa. (3) tingkah laku yang cepat. tidak kaku. Bandung: Fajar Interpratama Offset.J. dan akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipejarinya. 2005. DAFTAR PUSTAKA Dimyati danMudjiono. psikologis dan didaktis secara bersamaan. 2001. Nurdin. Caranya guru dengan menggunakan pendekatan pemberian pemahaman kepada siswa. pemberian informasi dan pendekatan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi oleh siswa. 2003. Kesimpulan Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini: 1. • • • Share this: Digg Reddit • Filed under: Artikel Umum. akan seperti apa di masa depan? Download Materi UAN SMP. Bandung: Falah Production. dan (6) tingkah laku yang success oriented. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Sudjana. dan Biddle. New York: Rinehart and Wsiton Inc. 2. The Study of Teaching. 2004. CTL « Pendidikan Di Tarakan. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. Dunkin. Syaiful. Sagala. dan keberhasilan pembelajaraan secara keseluruhan. D. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. Wina. (4) tingkah laku yang terorganisir. yakni ada koordinasi yang baik antara kondisi pribadi dalam lingkungan yang memecahkan persoalan. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis. Jogyakarta: Prisma Sophie. dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. 1999. E.yang perlu terhadap kondisi baru. MA. SMK » Leave a Reply ..

Top of Form Name (required) E-mail (required) Website Submit Comment 194 0 1286234888 Notify me of follow-up comments via email. Bottom of Form • Subscription Top of Form Masukan alamat email untuk menerima artikel terbaru dari saya "GRATIS" melalui email.Click here to cancel reply. subscribe /2010/02/17/pera 11109833 http://fandi4taraka w idget 8704064748 Berlangganan Bottom of Form • REFERENSI .

KTSP.Widyagama Mahakam Samarinda • Blog Statistik Online Reader • Live Traffic .TIK Skripsi Lengkap Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran • Contact Via YM • ID Alumni ABA Tarakan ABATA & FKIP Univ. RPP.• Kategori Cloud Artikel Umum Download Space Filsafat Ilmu Tarakan Dunia Pendidikan English Kontekstual Pendidikan Anak Silabus.

• Merah ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Traveling Jakarta Bandung Macet di Jakarta. Bikin Pusing Review Kontes Travel Jakarta Bandung Travel Jakarta Bandung Info Kontes SEO Travel Jakarta Bandung Ping Blogger Indonesia Dukung Internet Aman.com. .com Day Trans Travel Jakarta Bandung Blog at WordPress. Sehat & Manfaat Ping Hosting Murah Indoesia Indositehost. Theme: Digg 3 Column by WP Designer.com Hadiah Dari Kontes SEO Arenabetting.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->