pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa

yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan, (2) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran, (3) aktivitasaktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian, (4) guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi, (5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta (6) guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

Options Disable

Search the W

Get Free Shots

• • • • Home Daftar Isi Tentang Buku Tamu Belajar Online – Tarakan Entries RSS | Comments RSS .

SMP. Pengertian Dan Penerapan Travel Jakarta Bandung Tips Mudah Cepat Belajar Bahasa Inggris Adalah Praktek Gagal SNMPTN “Jangan Sampai Tak Kuliah” Blogger Indonesia Dukung Internet Aman.com dukung fair play FIFA world cup AFSEL 2010 Hosting murah indonesia indositehost. Silabus. RPP. KTSP. Sehat & Manfaat ArenaBetting.com Tingkat Kelulusan UN Di NTT Terburuk se-Indonesia Tarakan Tv – Televisi Regional Tarakan • Menu ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Artikel Umum Download Dunia Pendidikan English Space Filsafat Ilmu Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran Kontekstual Pendidikan Anak Silabus. untuk SD.Top of Form Search Bottom of Form • Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace my blogpost • Artikel Terbaru ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Psikologi Pendidikan. Pengertian Dan Penerapan Download Materi Dasar MS Word 2003 Pemahaman Manajemen kelas / Classroom Management .TIK Skripsi Lengkap Tarakan • TerPopuler ○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Bahasa Inggris SD. SMA.SMP.KTSP.SMA Psikologi Pendidikan. dan Umum RPP.

KTSP.Si . New Motivation for Special One Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif Posted on February 17. Endang Komara. Pengerti… samsul on Belajar Pronunciation Bahasa I… • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ News Furniture Suppliers Tips for Wooden Teak Furniture Care Indonesia Handicraft Furniture Wholesale Marketplace Excellent. SMA.○ ○ ○ ○ ○ Download Materi Listening SD. M. 2010 by fandy's Oleh: Prof. dan Profesional Psikologi Pendidikan (Materi Kuliah) Teori Multiple Intelligence Howard Gardner Teori Dan Konsep Belajar Dunia Pendidikan Peranan CTL Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Interaktif • Spam Blocked 130 spam comments blocked by Akismet • Komentar Terbaru herul iman on RPP. Silabus. H. Pengerti… Daniel on Psikologi Pendidikan. Dr. untuk… Indarto on Buku Tamu imelda wicaksana on Psikologi Pendidikan.!! Indonesia Batik Handicraft. SMP. Enchantment the World The Fascinating Metal Handicraft Wholesale Health With Used Stationary Bikes Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Used Stationary Bikes New Blog.

minimal tiga hal yang terkandung di dalamnya. Ketiga. mencatat. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Pendahuluan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Kedua. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge) artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan .A. (2005:110). misalnya dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu dikembangkan. dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara deduktif. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. 3. bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar. karena belajar bukanlah sekadar menghafal akan tetapi mengonstruksi pengetahuan melalui pengalaman. Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activtinging knowledge). terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL seperti dijelaskan oleh Dr. Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. Pertama. Dari konsep tersebut. Kedua. Abstrak Contextual Teaching and Learning (CTL) dipengaruhi oleh filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa hakikat pengetahuan mempengaruhi konsep tentang proses belajar. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. artinya pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. akan tetapi mengehendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. Pembelajaran interaktif memiliki dua karakteristik yaitu Pertama proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. kemudian memperhatikan detailnya. artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini. artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). Sehubungan dengan hal tersebut. sebagai berikut: 1. yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri.Pd. bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa. sehingga tidak akan mudah dilupakan. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). akan tetapi hasil dari proses mengonstruksi yang dilakukan setiap individu. Pengetahuan bukanlah hasil ‘’pemberian’’ dari orang lain seperti guru. dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa. artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. M. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Wina Sanjaya. B. 4. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. 2.

Pembelajaran interaktif menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:297) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional. Pembelajaran interaktif mempunyai dua karakteristik seperti dijelaskan oleh Dr. (2) dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. Jadi belajar dan pembelajaran diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir dan kemampuan menguasai materi pelajaran. yaitu memahami karakteristik peserta didik. sehingga siswa itu mampu mengembangkan intelektualnya. Dirasakan perlu ada cara baru dalam mengkomunikasikan ilmu . tentu tidaklah memadai kalau sumber belajar berasal dari guru dan media buku teks belaka. (2003:63). sedangkan teori pembelajaran itu preskriptif. Pendapat ini sejalan dengan Jerome Brunner (1960) mengatakan bahwa: ‘’Perlu adanya teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas’’. Karena itu dalam merespon perkembangan tersebut. UUSPN No. (3) variabel proses (process variables) berupa interaksi peserta didik dengan pendidik. bukan hanya menuntut siswa sekedar mencatat. Dunkin dan Biddle selanjutnya mengatakan proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: (1) kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaa materi pelajaran. diharuskan juga menguasai metode pengajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengacu pada prinsip pedagogik. Syaiful Sagala. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi. Metode yang digunakan sebagai strategi yang dapat memudahkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru. dimana pengetahuan itu sumbernya dari luar diri. Artinya jika guru menguasai materi pelajaran. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Jika metode dalam pembelajaran tidak dikuasai. Selanjutnya menurut Bruner teori belajar itu bersifat deskriptif. sekolah dan masyarakat.siswa. (2) variabel konteks (context variables) berupa peserta didik. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa. yaitu: (1) dalam proses pembelajaran melibatkan proses mental siswa secara maksimal. M. H. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.Pd. mampu berinteraksi dengan lingkungannya dalam menguji hipotesis dan menarik generalisasi dengan benar. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. tetapi ‘’dibentuk dan dikonstruksi’’ oleh individu itu sendiri. Pengetahuan tidak diperoleh dengan cara diberikan atau ditransfer dari orang lain. Proses pembelajaran atau pengajaran kelas (Classroom Teaching) menurut Dunkin dan Biddle (1974:38) berada pada empat variabel interaksi yaitu (1) variabel pertanda (pesage variables) berupa pendidik. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran terus mengalami perkembangan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. dan (2) kompetensi metodologi pembelajaran. untuk membuat siswa belajar secara aktif. Hal ini menggambarkan bahwa orang yang berpengetahuan adalah orang yang terampil memecahkan masalah. 5. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. dan (4) variabel produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. tetapi dikonstruksi dalam diri individu siswa. sehingga tampak perubahan perilaku siswa. Dalam pembelajaran guru harus memahami hakekat materi pelajaran yang diajarkannya sebagai suatu pelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru. maka penyampaian materi ajar menjadi tidak maksimal.

C. Mengapa demikian? Sebab manusia selamanya memiliki kebutuhan yang melekat dalam dirinya. Belajar tidak sesederhana itu. Kebutuhan itulah yang mendorong manusia untuk berperilaku. dan kurikulum. minat. akan tetapi yang lebih penting adalah adanya faktor pendorong yang ada dibelakang gerakan fisik itu. Kegiatan pembelajaran yang diprogramkan guru merupakan kegiatan integralistik antara pendidik dengan peserta didik. Oleh karena itulah. motivasi dan kemampuan atau pengalaman. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi. siswa (peserta didik). Belajar adalah proses pemecahan masalah. Hal ini menggambarkan bahwa interaksi pendidik dengan peserta didik merupakan inti proses pembelajaran (instructional). dan kegiatan belajar secara pedagogis terjadi pada diri peserta didik. pelaksanaan. Belajar bukanlah peristiwa mekanis seperti keterkaitan Stimulus dan Respons. pola bertindak. pada dasarnya adalah wujud dari adanya dorongan yang berkembang dalam diri seseorang. pelaksanaan dan evaluasi. Apa yang tampak. Menurut Knirk dan Gustafson (1986:15) pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. Selanjutnya Knirk dan Gustafson (1986:18) mengemukakan teknologi pembelajaran melibatkan tiga komponen utama yang saling berinteraksi yaitu guru (pendidik).pengetahuan atau materi ajar dalam pembelajaran baik dalam sistem yang mandiri maupun dalam sistem yang terstruktur. Dari asumsi dan latar belakang yang mendasarinya. c. Untuk itu perlu dipersiapkan sumber belajar oleh pihak guru maupun para ahli pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Belajar bukan sekadar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas. Dalam proses pembelajaran itu dikembangkan melalui pola pembelajaran yang menggambarkan kedudukan serta peran pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Semakin pengetahuan seseorang luas dan mendalam. Menurut aliran ini proses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. Pembahasan 1. Belajar bukanlah menghafal. Komponen tersebut melengkapi struktur dan lingkungan belajar formal. maka terdapat beberapa hal yang harus dipahami tentang belajar dalam konteks CTL menurut Sanjaya (2005:114) antara lain: a. seperti pola berpikir. semakin banyak pengalaman maka akan semakin banyak pula pengetahuan yang mereka peroleh. Sebagai peristiwa mental perilaku manusia tidak semata-mata merupakan gerakan fisik saja. CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. Pengetahuan itu pada dasarnya merupakan organisasi dari semua yang dialami. sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki akan berpengaruh terhadap pola-pola perilaku manusia. kemampuan memecahkan persoalan termasuk penampilan atau performance seseorang. dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. dan juga penilai kemajuan belajar meminta para pendidik untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. b. Dengan demikian pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap rancangan. Kegiatan pembelajaran secara metodologis berakar dari pihak pendidik yaitu guru. maka akan semakin efektif dalam berpikir. Guru sebagai sumber belajar. sebab dengan memecahkan masalah anak akan berkembang secara utuh yang bukan hanya perkembangan intektual akan tetapi juga mental . Pembelajaran tidak terjadi seketika. yaitu interaksi yang sadar akan tujuan artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan tertentu setidaknya adalah pencapaian tujuan intruksional atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada satuan pelajaran. Pembelajaran Kontekstual Sesuai dengan filsafat yang mendasarinya bahwa pengetahuan terbentuk karena peran aktif subjek. akan tetapi proses mengonstruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Proses pembelajaran aktivitasnya dalam bentuk interaksi belajar mengajar dalam suasana interaksi edukatif. penentu metode belajar. maka dipandang dari sudut psikologis. melainkan sudah melalui tahapan perancangan pembelajaran.

bahwa CTL memang memiliki karakteristik tersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. dan lain sebagainya. d. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tujuan akhir adalah nilai dan angka. (5) Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. Berdasarkan perbedaan pokok tersebut di atas. . oleh karena pengetahuan dikonstruksi oleh orang lain. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. setiap guru perlu memahami tipe belajar dalam dunia siswa. wawancara. sehingga proses pembelajaran tidak ubahnya sebagai proses pemaksaan kehendak. hasil karya siswa. artinya siswa perperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. seperti kerja kelompok. sedangkan dalam pembelajaran konvensional tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktor dari luar dirinya. (7) Dalam CTL. Belajar pada hakikatnya adalah menagkap pengetahuan dari kenyataan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. rekaman. (8) Dalam pembelajaran CTL. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoretis dan abstrak. pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang memiliki makna untuk kehidupan anak (Real World Learning) Selanjutnya Sanjaya (2005:115) memberikan penjelasan perbedaan CTL dengan pembelajaran konvensional. yang menurut Paulo Freire (Sanjaya. penampilan. e. Dalam proses pembelajaran konvensional hal ini sering terlupakan. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. (4) Dalam CTL. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara misalnya dengan evaluasi proses. (2) Dalam pembelajaran CTL siswa belajar melalui kegiatan kelompok. Belajar secara kontekstual adalah belajar bagaimana anak menghadapi persoalan. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. Sedangkan. atau sakadar untuk memperoleh angka atau nilai dari guru. artinya guru perlu menyesuaikan gaya mengajar terhadap gaya belajar siswa. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman. Oleh karena itu. Dalam pembelajaran konvensional. (6) Dalam CTL. oleh sebab itu setiap siswa bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. pembelajaran bisa terjadi di mana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.dan emosi. dan memberi. mencatat. observasi. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat. hal ini tidak mungkin terjadi. antara lain: (1) CTL menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari sederhana menuju yang kompleks. berdiskusi. (9) Dalam pembelajaran CTL. dalam pembelajaran konvensional siswa lebih bnayak belajar secara individual dengan menerima. saling menerima. Dalam proses pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu belajar tidak dapat sekaligus. akan tetapi sesuai dengan irama kemampuan siswa. (10) Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. dan menghafal materi pelajaran. kemampuan didasarkan atas pengalaman. (3) Dalam CTL pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes.

Subjek membentuk skema kognitif. guru harus memberi kesempatan untuk menggali informasi itu agar lebih bermakna untuk kehidupan mereka. Komponen tersebut antara lain konstruktivisme. pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi dikonstruksi oleh dan dari dalam diri seseorang. bertanya (questioning). Pengetahuan bukanlah merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. c. penilaian nyata (authentic assessment) Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. dan struktur yang perlu untuk pengetahuan. refleksi (reflection). Sehubungan dengan hal itu. b. Kedua faktor itu sama pentingnya. Pengetahuan dibentuk dalam struktur konsepsi seseorang. kategori. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. pemodelan (modeling). maka guru harus menghindari mengajar sebagai proses penyampaian informasi. inkuiri. tergantung individu yang melihat dan mengonstruksinya. masyarakat belajar (learning community). yaitu objek yang menjadi bahan pengamatan dan kemampuan subjek untuk menginterpretasi objek tersebut. (d) Belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada (asimilasi) atau proses pembentukan skema baru (akomodasi). (b) Setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan memecahkan setiap persoalan yang menantang. . Guru perlu memandang siswa sebagai subjek belajar dengan segala keunikannya. melainkan organisme yang sedang berada dalam tahap-tahap perkembangan. Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. Dengan demikian guru berperan dalam memilih bahanbahan belajar yang dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa. akan tetapi selalu merupakan konstruksi kenyataan melalui kegiatan subjek. Struktur konsepsi membentuk pengetahuan bila konsep itu berlaku dalam berhadapan dengan pengalaman-pengalaman seseorang. Kemampuan belajar seseorang akan dipengaruhi oleh tingkat perkembangan dan keleluasan pengalaman yang dimilikinya. Menurut konstruktivisme. akan tetapi selalu merupakan gambaran dunia kenyataan belaka. Piaget menyatakan hakikat pengetahuan sebagai berikut: a.2005:116-117) sebagai sistem penindasan. Dengan demikian peran guru bukanlah sebagai instruktur atau ‘’penguasa’’ yang memaksakan kehendak. Dengan demikian peran guru adalah membantu agar setiap siswa mempu menemukan keterkaitan antara pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya. Kalaupun guru memberikan informasi kepada siswa. Siswa adalah organisme aktif yang memiliki potensi untuk membangun pengetahuannya sendiri. akan tetapi dari proses penemukan dan mengontruksinya sendiri. melainkan guru adalah pembimbing siswa agar mereka dapat belajar sesuai dengan tahap perkembangannya. Sesuai dengan asumsi yang mendasarinya. (c) Belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui. konsep. Kemampuan belajar akan sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pengalaman mereka. bahwa pengetahuan itu diperoleh anak bukan dari informasi yang diberikan oleh orang lain temasuk guru. CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. Dengan demikian pengetahuan itu tidak bersifat statis akan tetapi bersifat dinamis. dengan demikian tugas guru adalah memfasilitasi (mempermudah) agar anak mampu melakukan proses asimilasi dan proses akomodasi. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL yakni: (a) Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang. Oleh sebab itu pengetahuan terbentuk oleh dua faktor penting.

(2) membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. guru kesenian memberi contoh bagaimana cara memainkan alat musik. Dalam CTL. Maksudnya adalah. yang memiliki kemampuan tertentu didorong untuk menularkannya pada yang lain. proses pembelajaran dengan menggunakan sesuatu contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. sebab melalui pertanyaan guru dapat membimbing dan mengarahkan siswa untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya. atau bagaimana cara melafalkan sebuah kalimat asing. Oleh sebab itu peran bertanya sangat penting. Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu. guru olahraga memberikan contoh bagaimana cara melempar bola. bertanya (questioning). mengajukan hipotesis.Pembelajaran melalui CTL pada dasarnya mendorong agar siswa dapat mengonstruksi pengetahuan melalui proses pengamatan dan pengalaman. Modeling merupakan asas yang cukup penting dalam pembelajaran CTL. Keempat. masyarakat belajar (learning community). akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. dimulai dari adanya kesadaran siswa akan masalah yang jelas yang ingin dipecahkan. Apakah inkuiri hanya bias dilakukan untuk mata pelajaran tertentu saja? Tentu tidak. proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Dengan demikian dalam proses perencanaan. Dengan demikian siswa harus didorong untuk menemukan masalah. guru bukanlah mempersiapkan materi yang harus dihafal. Kelima. (3) merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu. Apabila masalah telah dipahami dengan batasan-batasan yang jelas. Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk: (1) menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran. akan tetapi dapat juga guru memanfaatkan siswa yang dianggap memiliki kemampuan. (4) memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan. selanjutnya siswa dapat mengajukan hipotesis atau jawaban sementara sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. dan (5) membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu. dengan demikian siswa dapat dianggap sebagai model. Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Penerapan asas ini dalam pembelajaran CTL. mental emosional maupun pribadinya. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan dan membuat kesimpulan. Dalam proses pembelajaran melalui CTL. sebab melalui modelling siswa dapat terhindar dari . Misalnya guru memberikan contoh bagaimana cara mengoperasionalkan sebuah alat. Hipotesis itulah yang akan menuntun siswa untuk melakukan observasi dalam rangka mengumpulkan data. Berbagi topik dalam setiap mata pelajaran dapat dilakukan melalui proses inkuiri. baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat. Asas kedua dalam pembelajaran CTL adalah inkuiri. Artinya. tidak terbatas dari guru saja. penerapan asas masyarakat belajar dapat dialukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. guru biologi memberikan contoh bagaimana cara mengggunakan thermometer dan lain sebagainya. pemodelan (modeling). Melalui proses mental itulah diharapkan siswa berkembang secara utuh baik intektual. Manakala data telah terkumpul selanjutnya siswa dituntun untuk mengui hipotesis sebagai dasar dalam merumuskan kesimpulan. akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Secara umum proses ikuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu: merumuskan masalah. Proses modelling. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya bersifat heterogen. Ketiga. maupun dilihat dari bakat dan minatnya. guru tidak menyampaikan informasi begitu saja. Misalnya siswa yang pernah menjadi juara dalam membaca puisi dapat disuruh untuk menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya. akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri. mengumpulakn data. yang cepat belajar didorong untuk membantu yang lambat belajar.

Pendekatan pembelajaran menjadi suatu hal yang amat penting. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus menggunakan pendekatan tertentu. tekanannya diarahkan kepada proses belajar bukan kepada hasil belajar. Pendekatan ini dilakukan sebagai strategi yang dipandang tepat untuk memudahkan siswa memahami pelajaran dan juga belajar yang menyenangkan. atau menambah khazanah pengetahuannya. dan dukungan profesionalitas lainnya menjadi suatu kekuatan tersendiri bagi guru melaksanakan tugas profesionalnya. metode mengajar yang digunakan.pembelajaran yang teoretis-abstrak yang memungkinkan terjadinya verbalisme. Bisa terjadi melalui proses refleksi siswa akan memperbarui pengetahuan yang telah dibentuknya. untuk itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan potensi anak didik. apakah pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk ‘’merenung’’ atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya. Keenam. melakukan pembinaan pertumbuhan jabatan guru. karena berkontribusi signifikan terhadap perolehan suatu sistem belajar. Dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan CTL. Melalui proses refleksi. Ketujuh. karena dilihat dari sudut psikologi setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. tetapi tidak didukung pelayanan institusional yang memadai. dalam suatu sistem pembelajaran atau sistem instruksional di sekolah. Pendekatan belajar (approach to learning) dan strategi atau kiat melaksankan pendekatan serta metode belajar dalam proses pembelajaran termasuk faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dan evaluasi kemajuan belajar siswa menggunakan tes yang standar. setiap berakhir proses pembelajaran. tetapi . tentu saja kegiatan pembelajaran itu tidak akan maksimal. Penilaian autentik dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran. dalam hal mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran. Dilihat dari sudut institusional sekolah. Semua komponen ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran yang berakhir pada tujuan pembelajaran. penilaian nyata (authentic assessment) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Meskipun setiap guru mempunyai kemampuan professional yang tinggi dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Pendekatan tersebut bertitik tolak pada aspek psikologis dilihat dari pertumbuhan daan perkembangan anak. sehingga ia dapat menyimpulkan tentang pengalaman belajarnya. pendidik atau guru. Setelah guru mendapat dukungan institusional. Oleh sebab itu. dan kemampuan lainnya yang mendukung kemampuan belajar. refleksi (reflection) adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. isi pelajaran. tujuan pembelajaran. pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya. kepala sekolah memainkan peran cukup penting. Pembelajaran Interaktif Kegiatan belajar melibatkan beberapa komponen atau unsur yaitu peserta didik. kemampuan intelektual. 2. Para ahli psikologi belajar dan ahli kependidikan telah banyak menyampaikan sejumlah teori maupun konsep pendekatan pembelajaran. Peran kepala sekolah untuk menyediakan fasilitas pembelajaran. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan oleh guru adalah berkaitan dengan pendekatan belajar yang menjadi otonom profesional keguruan. Pendekatan ini pada umumnya mengacu pada pendekatan psikologi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk menangkap ataupun menerima pelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Biarkanlah secara bebas siswa menafsirkan pengalamannya sendiri. Penilaian ini diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. Karena itu kegiatan pembelajaran merupakan suatu sistem yang integral.

(9) melakukan percobaan. (6) memperkirakan penyebab suatu gejala. (4) mencari hubungan antar konsep yang ada. pengukuran. guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi. mengendalikan suatu variabel. prinsip. aturan yang akan disajikan dengan pendekataan deduktif. Siswa diminta untuk merencanakan. Dalam pembelajaran proses ini. (2) mengklasifikasikan sifat-sfat yang sama. dan (4) disajikan bukti untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan khusus itu merupakan gambaran dari keadaan umum. keinklusifan. (11) berkomunikasi. merumuskan hipotesa. bahwa pemahaman terhadap konsep dapat dibedakan dalah tujuh dimensi yaitu atribut. Sedangkan pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh Filosof . pengalaman. peristiwa. merumuskan masalah. kegunaan konsep untuk menjelaskan dan meramalkan. Konsep dapat mengalami perubahan disesuaikan dengan fakta atau pengetahuan baru. serupa. Naturalisme-Romantis menekankan kepada aktivitas siswa. Konsep diperoleh dari fakta. prinsip yang bersifat umum lengkap dengan definisi dan buktinya. Fravell (1970) menyarankan. generalitas/keumuman. hukum. ketepatan dan kekuatan. Konsep merupakan buah pikiran seseorang atau kelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan meliputi prinsip. keabstrakan. Pendekatan konsep adalah suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. peristiwa. (7) meramalkan gejala yang mungkin akan terjadi. dan berpikir abstrak. Adapun pendekatan pembelajaran interaktif yang sudah umum dipakai oleh para guru menurut Sagala (2003:71) antara lain pendekatan konsep dan proses. prinsip umum itu kedalam keadaan khusus. Pembelajaran dengan menekankan kepada belajar proses dilatarbelakangi oleh konsep belajar menurut teori ‘’Naturalisme-Romantis’’ dan teori ‘’Kognitif Gestalt’’. prinsip umum. deduktif-induktif. sedangkan kegunaan konsep adalah menjelaskan dan meramalkan. siswa tidak hanya belajar dari guru. dan dari manusia sumber di luar sekolah. agar siswa terlibat dalam berbagai pengalaman. Siswa melakukan kegiatan percobaan. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan proses adalah: (1) mengamati gejala yang timbul. menganalisis dan menafsirkan data. hukum. perhitungan. melaksanakan. pengamatan. (3) disajikan contoh khusus agar siswa dapat menyusun hubungan antara keadaan khusus itu dengan aturan. Konsep merupakan pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga menjadi produk pengetahuan yang meliputi prinsip. Pendekatan Deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan umum kekeadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. dan pendekatan kecerdasan. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran adalah: (1) memilih konsep. dan (12) mengenal adanya variabel. dan membuat kesimpulan sendiri. Pendekatan proses dalam pembelajaran dikenal pula sebagai keterampilan proses. Konsep diperoleh dari fakta. ekspositori dan heuristic. prinsip umum diikuti dengan contoh khusus atau penerapan aturan. artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran. (5) mengenal adanya suatu masalah. melalui generalisasi dan berpikir abstrak. dan menilai sendiri suatu kegiatan. sedangkan kognitif Gestalt menekankan pemahaman dan kesatupaduan yang menyeluruh. dan teori. (10) mengumpulkan. (2) menyajikan aturan. Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses penemuan atrau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. tetapi juga dari sesama temannya. (3) mengukur besaran-besaran yang bersangkutan. struktur. (8) berlatih menggunakan alat ukur.sifatnya lugas dan terencana. pengalaman melalui generalisasi. Konsep menunjukkan suatu hubungan antar konsep yang lebih sederhana sebagai dasar perkiraan atau jawaban manusia terhadap pertanyaan yang bersifat asasi tentang mengapa suatu gejala itu bisa terjadi. dan teori.

(1994) mengartikan kecerdasan sebagai sikap intelektual mencakup kecepatan memberikan jawaban. dan lecture. Dengan pendekatan heuristic dapat mendorong peserta didik bersikap berani untuk berpikir ilmiah dan mengembangkan berpikir mandiri. pintar atau sebaliknya bodoh dan lamban. dan (4) disusun pernyataan mengenai sifat umum yang telah terbukti berdasarkan langkah-langkah yang terdahulu. Dalam pendekatan ini siswa diharapkan dapat menangkap dan mengingat informasi yang telah diberikan guru. yang dikenal dengan istailah kuliah. penyelesaian. Pendekatan kecerdasan. dengan demikian hasilnya dapat lebih akurat.W. akidah dan sebagainya). dan konsep yang mereka butuhkan. A. tetapi ada kaitannya antara materi tersebut. ceramah. Hakekat mengajar menurut pandangan ini adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Tingkah laku yang inteligen oleh sejumlah ciri sebagai berikut: (1) tingkah laku yang siap melakukan perubahan . Dari tingkah laku seseorang. aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. Munzert. sintesis. dan kemampuan memecahkan masalah. Siswa dipandang sebagai objek yang menerima apa saja yang diberikan guru. asosiasi. Walaupun untuk memperoleh informasi yang lebih dapat dipercaya melalui tes kecerdasan melalui uji psikotes oleh ahli psikologi. cerdik. Pendekatan Heuristik adalah merancang pembelajaran dari berbagai aspek dari pembentukan sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta. aturan. Biasanya guru menyampaikan informasi mengenai bahan pengajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan. reaksinya. prinsip atau aturan itu yang memungkinkan siswa memperkirakan (hipotesis) sifat umum yang terkandung dalam contoh itu. berpandangan bahwa tingkah laku kelas dan penyebaran pengetahuan dikontrol dan ditentukan oleh guru/pengajar. untuk hal yang sederhana dapat dilakukan oleh konselor yang mempunyai latar belakang pendidikan dan keahlian yang memadai. Pada tingkat ini menurut Syamsudin Makmun (2003:228) siswa belajar mengadakan kombinasi dari berbagai konsep atau pengertian dengan mengoperasikan kaidah logika formal (induktif. dalil. prinsip. diferensiasi. Berpikir induktif ialah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum. orang dapat menilainya apakah orang itu cerdas. Pendekatan heuristic adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan siswa diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut. (2) menyajikan contoh khusus konsep. Untuk mengetahui kecerdasan para siswanya tentu guru tidak melakukannya sendiri. prinsip. implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan data metode inkuiri. guru harus mengetahui kecerdasan siswanya agar dapat menolong kesulitan belajarnya. dan tindakan belajarpun dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa oleh guru. hukum. aksi. Metode penemuan didasarkan pada anggapan. bahwa materi suatu bidang studi tidak saling lepas. sehingga siswa dapat membuat kesimpulan (kongklusi) tertentu yang mungkin selanjutnya dapat dipandang sebagai ‘rule’ (prinsip. analisis. maka dapat dimintakan bantuan para ahli psikologi tersebut untuk melakukan tes kecerdasan. Intelegensi dapat dirumuskan dengan kemampuan untuk melakukan kegiatan dan mencapai prestasi yang di dalamnya berpikir memainkan peranan utama. sistem isi dipandang sebagai sistem berpikir yang paling baik pada abad pertengahan yaitu cara induktif disebut juga sebagai dogmatif artinya bersifat mempercayai begitu saja tanpa diteliti secara rasional. Langkah-langkah yang dapat digunakan dalam pendekatan induktif adalah: (1) memilih konsep. komparasi dan kausalitas). kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri atau sifat-sifat itu terdapat pada semua jenis fenomena. serta mengungkap kembali apa yang dimilikinya melalui respons yang ia berikan pada saat diberikan pertanyaan oleh guru. Pendekatan Ekspositori. Orang mencari ciri atau sifat tertentu dari berbagai fenomena. (3) disajikan bukti yang berupa contoh tambahan untuk menunjang atau menyangkal perkiraan itu. pembicaraan. Bagi sekolah yang berada di perkotaan dan tersedia psikolog. deduktif.Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta yang konkrit sebanyak mungkin.

Kiat Menjadi Guru Profesional. (3) tingkah laku yang cepat. (4) tingkah laku yang terorganisir. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan. SMK » Leave a Reply . Sanjaya. Syaiful. The Study of Teaching. New York: Rinehart and Wsiton Inc. peserta didik akan merasakan pentingnya belajar. D. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata. dan (6) tingkah laku yang success oriented. M. Bandung: Rosda.. tidak kaku. Sudjana. Bandung: Alfabeta. Pembelajaran interaktif. SMA. CTL « Pendidikan Di Tarakan. tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Muhamad.J. Sagala. dan keberhasilan pembelajaraan secara keseluruhan. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. MA. Lingkungan yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual. DAFTAR PUSTAKA Dimyati danMudjiono. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. 3. 2003.yang perlu terhadap kondisi baru. dan akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipejarinya. Caranya guru dengan menggunakan pendekatan pemberian pemahaman kepada siswa. Dunkin. (2) tingkah laku yang bertujuan. 1974. 2004. Pembelajaran Kontekstual | Tagged: Pendidikan. E. B. 2004. reaksi yang segera. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. • • • Share this: Digg Reddit • Filed under: Artikel Umum. Bandung: Fajar Interpratama Offset. Kesimpulan Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini: 1. yakni ada koordinasi yang baik antara kondisi pribadi dalam lingkungan yang memecahkan persoalan. (5) tingkah laku yang dikendalikan oleh motivasi yang kuat. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. guru harus menyadari bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kompleks karena melibatkan aspek pedagogis. akan seperti apa di masa depan? Download Materi UAN SMP. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu Pendidikan. Mulyasa. Jogyakarta: Prisma Sophie. pemberian informasi dan pendekatan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi oleh siswa. psikologis dan didaktis secara bersamaan. 2001. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Nurdin. Bandung: Falah Production. Wina. Belajar dan Pembelajaran. 2. dan Biddle. D.J. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. 1999.

subscribe /2010/02/17/pera 11109833 http://fandi4taraka w idget 8704064748 Berlangganan Bottom of Form • REFERENSI . Bottom of Form • Subscription Top of Form Masukan alamat email untuk menerima artikel terbaru dari saya "GRATIS" melalui email. Top of Form Name (required) E-mail (required) Website Submit Comment 194 0 1286234888 Notify me of follow-up comments via email.Click here to cancel reply.

Widyagama Mahakam Samarinda • Blog Statistik Online Reader • Live Traffic .TIK Skripsi Lengkap Pendidikan Info Beasiswa Pembelajaran • Contact Via YM • ID Alumni ABA Tarakan ABATA & FKIP Univ. RPP.KTSP.• Kategori Cloud Artikel Umum Download Space Filsafat Ilmu Tarakan Dunia Pendidikan English Kontekstual Pendidikan Anak Silabus.

com Day Trans Travel Jakarta Bandung Blog at WordPress. Sehat & Manfaat Ping Hosting Murah Indoesia Indositehost.com Hadiah Dari Kontes SEO Arenabetting.• Merah ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace Traveling Jakarta Bandung Macet di Jakarta. .com. Bikin Pusing Review Kontes Travel Jakarta Bandung Travel Jakarta Bandung Info Kontes SEO Travel Jakarta Bandung Ping Blogger Indonesia Dukung Internet Aman. Theme: Digg 3 Column by WP Designer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful