P. 1
Dana Pensiun

Dana Pensiun

|Views: 908|Likes:
Published by Farahdilia

More info:

Published by: Farahdilia on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Dana pensiun diselenggarakan dalam upaya memberikan jaminan kesejahteraan pada karyawan. Jaminan tersebut diberikan dalam bentuk manfaat pensiun pada saat karyawan tersebut memasuki masa pensiun atau mengalami kecelakaan. Jaminan tersebut akan memberikan ketenangan pada karyawan karena adanya kepastian akan masa depannya. Secara psikologis, jaminan akan masa depan ini akan meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga akan menguntungkan baik pihak perusahaan maupun pihak karyawan itu sendiri. Di Indonesia, melalui UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan Keputusan Menteri Keuangan No. 250/KMK.00111985 tanggal 6 Maret 1985 telah memberikan perlakuan khusus kepada dana pensiun, sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan minat swasta untuk penyelenggaraan program pensiun guna pemberian kesejateraan dan jaminan hidup hari tua kepada karyawannya. Selain itu diharapkan pula bahwa dana pensiun sebagai salah satu alternatif pembiayaan akan ikut memarakkan sektor keuangan dalam upaya mendorong kehidupan ekonomi dan pembangunan yang lebih dinamis di Indonesia. Mengingat bahwa Dana Pensiun mempunyai tujuan dan kegiatan usaha yang berlainan dengan perusahaan pada umumnya, maka perlu disusun Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun sebagai pedoman proses akuntansi serta proses penyusunan laporan keuangan. Kekhususan Standar Akuntansi Keuangan Dana Pensiun terutama mengenai isi laporan keuangan, penilaian aktiva dan penentuan kewajiban manfaat pensiun .Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi dan pelaporan Dana Pensiun.Pernyataan ini mengatur tentang akuntansi dan pelaporan oleh Dana Pensiun kepada pihak yang berkepentingan. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan kepada masing-masing peserta program pensiun tentang hak manfaat pensiun mereka masing -masing. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 24 tentang Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun, mengatur tentang penentuan biaya pensiun dan aktiva/kewajiban sehubungan program pensiun yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan Pemberi Kerja. Dengan demikian perny ataan ini perlu dikaji dalam kaitannya dengan Standar Akuntansi Keuangan tersebut.Standar Akuntansi Keuangan lainnya juga berlaku dalam penyusunan laporan keuangan Dana Pensiun sepanjang tidak diatur dalam Pernyataan ini.Pernyataan ini berlaku untuk Program Pensiun luran Pasti
Dana Pensiun

2

(PPIP} dan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), sebagaimana dimaksud di dalam peraturan perundangan yang berlaku di bidang Dana Pensiun.Pernyataan ini tidak mengatur tentang kesejahteraan karyawan dalam bentuk lainnya, misalnya kewajiban pemberian pesangon, pengaturan kompensasi yang ditangguhkan (deferred compensation management), tunjangan kesehatan dan kesejahteraan program bonus den lain-lain. Program jaminan kesejahteraan sosial yang diwajibkan pemerintah (jamsostek) juga di luar lingkup Pernyataan ini.

2. Rumusan Masalah a. Apa yang dimaksud dengan dana pensiun? b. Apa saja tujuan penyelenggaraan dana pensiun? c. Apa saja yang termasuk asas pokok dana pensiun? d. Apa saja fungsi dana pensiun? e. Apa saja norma-norma dana pensiun? f. Siapa saja peserta dan usia dana pensiun? g. Apa saja jenis-jenis lembaga dana pensiun? h. Apa saja program pensiun? i. Bagaimana metode pembiayaan program pensiun? j. Apa peranan dana pensiun sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992? k. Bagaimana kepengurusan dalam dana pensiun?

3. Tujuan Penulisan a. Dapat mendefinisikan dana pensiun. b. Dapat mengetahui tujuan penyelenggaraan dana pensiun. c. Dapat menyebutkan yang termasuk asas pokok dana pensiun. d. Dapat menyebutkan fungsi dana pensiun. e. Dapat menyebutkan norma-norma dana pensiun. f. Dapat mengetahui siapa peserta dan usia dana pensiun. g. Dapat menyebutkan jenis-jenis lembaga dana pensiun. h. Dapat menyebutkan program pensiun. i. Dapat menjelaskan metode pembiayaaan program pensiun. j. Dapat mengetahui peran dana pensiun sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992. k. Dapat mengetahui kepengurusan dalam dana pensiun.
Dana Pensiun

3

BAB II ISI

1. Pengertian Dana pensiun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 adalah Badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya. Definisi ini memberi pengertian bahwa dana pensiun merupakan suatu lembaga yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun. Penyelenggaraan pensiun tersebut dapat dikelola oleh pemberi kerja atau dengan menyerahkan kepada lembagalembaga keuangan yang menawarkan jasa pengelolaan program pensiun.

2. Tujuan Penyelenggaraan Dana Pensiun Bagi Pemberi Kerja a. Kewajiban Moral. Perusahaan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan pada saat mencapai usia pensiun. Kewajiban mo ral tersebut diwujudkan dengan memberikan jaminan ketenangan atas masa depan para karyawannya dengan mengikutkan atau membentuk sendiri dana pensiun untuk para karyawannya. b. Loyalitas. Jaminan yang diberikan untuk karyawan akan memberikan dampak positif pada perusahaan. Karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih baik dengan loyalitas dan dedikasi yang tinggi. c. Kompetisi Pasar Tenaga Kerja. Dengan memasukan program pensiun sebagai suatu bagian dari total kompensasi yang diberikan kepada karyawan diharapkan perusahaan akan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan professional di pasaran tenaga kerja. Karena, salah satu pengikat bagi karyawan yang berkualitas adalah tawaran manfaat pensi n u pada karyawan tersebut. Bagi Karyawan a. Rasa aman terhadap masa yang akan datang. Karyawan mengharapkan akan mendapatkan jaminan ekonomis dari penghasilan yang diterima setelah memasuki

Dana Pensiun

4

masa pensiun. Harapan ini akan mempengaruhi kinerja saat ini, pada saat ia masih produksif. b. Kompensasi yang lebih baik. Karyawan mempunyai tambahan kompensasi meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia pensiun atau berhenti bekerja. Bagi Lembaga Pengelolaan Dana Pensiun a. Memperoleh keuntungan dengan berinvestasi b. Turut membantu dan mendukung program pemerintah

3. Asas Dana Pensiun Dalam pengelolaan dana pensiun, pemerintah menganut beberapa asas pokok, yaitu: a. Penyelenggaraan dilakukan dengan system pendanaan. Setiap penyelanggaraan program pensiun harus dilakukan dengan pemupukan dana sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran hak peserta. Pemupukan dana tersebut bersumber dari iuran dan hasil pengembangannya. b. Pemisahan kekayaan dana pensiun dari kekayaan pendiri. Sehingga, tidak diperkenankan adanya pembentukan ³cadangan pensiun´ dalam pembukuan pendiri/perusahaan. c. Kesempatan untuk mendirikan dana pensiun. Setiap pemberi kerja memperoleh kesempatan untuk mendirikan dana pensiun bagi karyawannya. Keputusan untu membentuk dana pensiun merupakan tindak lanjut dari prakarsa pemberi kerja yang menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawannya yang merupakan suatu komitmen dengan konsukuensi pembiayaan. d. Penundaan manfaat. Pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun. Karena, penghimpunan dana dalam rangka penyelenggaraan program pensiun dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran hak peserta yang telah pensiun. e. Pembinaan dan Pengawasan. Pengelolaan dan penggunaan kekayaan dana pensiun harus dihindarkan dari pengaruh kepentingan-kepentingan sehingga tidak tercapainya maksud utama dari pemupukan dana, yaitu memenuhi kewajiban pembayaran hak peserta

Dana Pensiun

5

4. Fungsi Dana Pensiun Fungsi program dana pensiun harus dapat diidentifikasikan dengan jelas supaya program tersebut dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Fungsi program pensiun antara lain: a. Asuransi. Peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum mencapai usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun. Apabila masa karyawan belum mencapai masa kerja yang diisyaratkan tetapi karyawan tersebut cacat tetap sehingga tidak mungkin lagi bekerja atau meninggal karyawan tersebut dijamin dapat memperoleh pensiun. Dengan, jumlah uang yang diterima tidak penuh atau lebih sedikit. b. Tabungan. Himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri. Iuran yang dibayarkan oleh karyawan setiap bulan dapat dilihat sebagai tabungan dari para pesertanya, yang merupakan konsekuensi dari manfaat yang akan diterima oleh karyawan di masa yang akan datang. c. Pensiun. Seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil pengelolaannya akan dibayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan pertama setelah mencapai usia pensiun selama hidup peserta, dan janda/duda peserta.

5. Norma Dana Pensiun Norma merupakan aturan-aturan yang di tentukan dalam melaksanakan program pensiun agar pihak pensiun mendapatakan jaminan atas masa depannya setelah tidak dapat bekerja lagi. Norma perhitungan manfaat pensiun, uang pertanggungan, nilai tunai, serta tata cara pembayaran ditetapkan sebagai berikut: a. Manfaat pensiun bagi peserta didasarkan atas himpunan iuran ditambah bonus b. Uang pertanggungan bagi peserta yang meninggal/cacat sebelum masa pensiun diberikan penuh c. Nilai tunai bagi peserta yang berhenti sebelum mencapai masa kepesertaan 3 tahun hanya didasarkan atas himpunan iuran sendiri ditambah bonus d. Nilai tunai bagi peserta yang berhenti setelah 3 tahun, perhitungan nilai tunai didasarkan atas himpunan iuran sendiri dan iuran pemberi kerja serta bonus e. Pembayaran manfaat pensiun, uang pertanggungan dan nilai tunai ditujukan kepada peserta/ahli waris peserta yang ditunjuk dalam Sertifikat Dana Pensiun
Dana Pensiun

6

6. Peserta dan Usai Pensiun Peserta adalah setiap orang yang memenuhi persyaratan peraturan dana pensiun. Pasal 19 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 menyatakan bahwa setiap karyawan yang termasuk golongan karyawan yang memenuhi syarat kepersertaan dalam dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja, berhak menjadi peserta, apabila telah berusia setidaknya 18 tahun atau telah kawin dan telah memiliki masa kerja minimal 1 tahun pada pendiri atau mitra pendiri. Usia pensiun adalah usia ketika peserta berhak mengajukan pensiun dan mendapatkan manfaat pensiun. Usia pensiun dapat dibedakan menjadi: a. Pensiun normal. Dimana usia paling rendah saat karyawan berhak untuk pensiun tanpa perlu persetujuan dari pemberi kerja dengan memperoleh manfaat pensiun penuh. Dalam usia pensiun normal, peserta pensiun berhak atas jumlah pensiun penuh. b. Pensiun dipercepat. Dimana ketentuan pensiun yang mengijinkan peserta pensiun untuk mempercepat pensiun karena suatu hal. Ketentuan ini memungkinkan karyawan untuk pensiun lebih awal dari usia pensiun normal dengan persyaratan khusus. Besarnya manfaat pensiun yang dapat diperoleh ditentukan berdasarkan perhitungan ekuivalen actuarial. c. Pensiun ditunda. Dimana karyawan yang secara mental dan fisik masih sehat, diperkenankan untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun normal, dengan ketentuan pembayaran pensiun dimulai pada tanggal pensiun normal meskipun yang bersangkutan tetap meneruskan bekerja dan memperoleh gaji dari perusahaan bersangkutan. d. Pensiun cacat. Dimana karyawan mengalami cacat dan dianggap tidak lagi mampu melaksanakan pekerjaannya, berhak memperoleh manfaat pensiun.

7. Jenis Lembaga Dana Pensiun Jenis kelembagaan dana pensiun menurut pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 Bab II, dapat dibatasi dalam: a. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPK). Dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti bagi kepentingan
Dana Pensiun

7

sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam prose dur Dana Pensiun Pemberi Kerja yaitu: 1. PP Nomor 76 Tahun 1992 tentang Peraturan Dana Pensiun Pemberi Kerja
o Nama dana pensiun yang bersangkutan o Nama Pendiri o Karyawan yang berhak menjadi peserta dan persyaratan untuk menjadi

peserta
o Nama Mitra pendiri o Tanggal pembentukkan dana pensiun o Pembentukkan kekayaan dana pensiun yang terpisah dari kekayaan

pemberi kerja
o Maksud dan tujuan pembentukan dana pensiun o Masa jabatan pengurus dan dewan pengawas, hak, kewajiban dan

tanggung jawab pengutus, dewan pengawas, peserta, pemberi kerja
o Besarnya iuran untuk program pensiun dan rumus manfaat pensiun

serta faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan
o Tatacara pembayaran dan penggantian pihak yang berhak atas manfaat

pensiun apabila peserta meninggal dunia
o Tatacara perubahan peraturan dana pensiun dan tatacara pembubaran

dan penyelesaian dana pensiun. 2. Pasal 5 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 Ayat 1 dari sudut pembentukannya 3. Kepengurusan dan pelaporan 4. Penggabungan atau pemisahan dana pensiun 5. Pengalihan kepersertaan b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa, untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi yang bersangkutan. Persyaratan yang harus dimiliki agar dapat menyelenggarakan dana pensiun : a. Memenuhi tingkat solvabilitas.

Dana Pensiun

8

b. Memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan DPLK yang dibuktikan dengan kesiapan di bidang organisasi dan personil serta kesiapan sistem administrasi. c. Memiliki kinerja investasi yang sehat dalam arti memiliki hasil yang memadai dari portofolio investasi dan penempatan investasi tidak menyimpang dari ketentuan tentang investasi yang berlaku di bidang asuransi. d. Memiliki tingkat kesinambungan pertanggungan yang sehat sekurangkurangnya dalam 2 tahun terakhir. e. Sanggup untuk menyampaikan laporan hasil penilaian solvabilitas dan laporan investasi perusahaan. f. Telah menjalankan usaha sekurang-kurangnya 5 tahun.

8. Program Pensiun Program pensiun adalah program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992, program pensiun terdiri dari: a. Program Pensiun Iuran Pasti. Program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. Formula yang umum digunakan untuk menentukan jumlah iuran yang dibayarkan adalah:
y

Money Purchase Plan. Menetapkan jumlah iuran yang dibayarkan oleh karyawan dan pemberi kerja.

y

Saving Plan. Hampir sama dengan money purchase plan, hanya berbeda dalam hal iuran, seluruhnya biasanya karyawan yang menentukan. Untuk menetapkan jumlah iuran, beberapa factor perlu dipertimbangkan antara lain: 1. Besarnya nilai manfaat atau imbalan 2. Usia rata-rata karyawan 3. Skala gaji perusahaan yang bersangkutan 4. Jumlah masa kerja

b.

Program Pensiun Manfaat Pasti. Program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program pensiun iuran pasti. Formula yang umum di gunakan untuk menentukan besar manfaat pensiun untuk jenis program ini adalah: Final Earning Pensiun Plan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji terakhir peserta pada saat mencapai usia pensiun.

Dana Pensiun

9

c.

Program Pensiun Berdasarkan Keuntungan. Program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan de ngan keuntungan pemberi kerja.

9. Metode Pembiayaan Program Pensiun Penghimpunan dana dilakukan dilakukan agar dapat dipakai untuk pembayaran manfaat pada masa yang akan datang. System pendanaan dibedakan dalam: a. Metode Pay As You Go. Dimana pemberi kerja hanya membiayai manfaat pensiun seorang karyawan atau peserta begitu diperlukan diluar gaji terakhir. Ciri-cirinya adalah:
y

Tidak ada ketentuan mengenai besarnya manfaat pensiun Metode Sistem Pendanaan

y y

Manfaat tidak ditetapkan dan belum dijanjikan Pensiun merupakan bagian kecil dalam kaitannya dengan kegiatan usaha

b. Metode funding system. Sistem Pendanaan. Penghimpunan dana dilakukan agar dapat dipakai untuk pembayaran manfaat pada masa yang akan datang. System pendanaan dibedakan dalam:
y

Single Premium Funding. Dimana biaya setiap peserta program untuk suatu tahun tertentu ditentukan dengan factor anuitas untuk menetapkan nilai sekarang dari pensiun tahunan peserta setelah memperhitungkan masa kerja. Pembayaran pensiun untuk satu tahun tertentu merupakan satu un manfaat it yang besarnya sebagai berikut: 1. 2% dari gaji tahun tersebut 2. 2% dari gaji rata-rata terakhir 3. sebesar 30 ribu per bulan

y

Level Premium Funding. Adalah metode yang dirancang untuk menghindari kenaikan biaya pensiun yang terjadi pada saat usia peserta semakin bertambah dan pada saat kenaikan gaji

10. Peran Dana Pensiun Untuk dapat memahami peran dana pensiun, perlu dilihat pada Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 sebagai berikut:
Dana Pensiun

10

a. Memelihara kesinambungan penghasilan pada hari tua dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia b. Sarana penghimpunan dana guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional c. Menambah motivasi dan ketenagan kerja sehingga meningkatkan produktifitas

Berdasarkan hal-hal di atas diharapkan dana pensiun dapat berperan serta secara aktif dalam pembangunan, sebagai salah satu lembaga keuangan penghimpun dana, sekaligus membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja. Layanan kesejahtaraan pensiun dilakukan oleh Yayasan Dana Pensiun (YDP). Namun manfaat pensiun yang diberikan melalui beberapa yayasan dana pensiun tertentu masih jauh dari manfaat yang seharusnya dapat diterima peserta. Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa kelemahan dari program YDP antara lain: a. Belum ada ketentuan yang mengatur hal-hal yang mendasar b. Pengelolaan YDP masih banyak yang kurang profesional c. Arahan investasi kurang jelas d. Banyak investasi dalam bentuk aktiva tetap yang kurang produktif e. Administrasi keuangan kurang dipersiapkan dengan baik f. Investasi gedung kantor yang berlebihan/mewah g. Manajemen kurang perduli terhadap perbaikan manfaat pensiun h. Keuntungan lembaga/yayasan dana pensiun yang besar tidak diimbangi dengan perbaikan manfaat yang sepadan i. Ada perbedaan jumlah manfaat pensiun untuk kalangan pensiunan, janda/duda dan anak yatim/piatu dari para pensiunan

Pada umumnya dana pensiun mempunyai keunggulan potensial sebagai berikut: 1. Pengelola yang ditunjuk, seyogyanya professional, setia dan jujur serta mampu untuk rencana dan berpikir jangka panjang. 2. Sesuai UU No 11/1992, dana pensiun dibebaskan dari pajak penghasilan dengan demikian para peserta dapat menikmati manfaat pensiun sekurang -kurangnya 15% lebih tinggi dari manfaat program lain.

Dana Pensiun

11

3. Seluruh himpunan iuran dan hasil pengelolaan kekayaan, investasi dibagikan kepada peserta atau ahli warisnya secara prorate menurut jumlah iuran dan masa kepesertaannya. 4. Biaya-biaya tetap (overhead) relative rendah, karena umumnya peserta secara bersama-sama melalui mitra pendiri, pemberi kerja memikulnya sehingga akan memberikan dampak efisiensi yang tinggi karena dampak skala ekonomis. 5. Dana pensiun mempunyai prospek menjadi suatu lembaga keuangan dengan likuditas dan solvabilitas yang tinggi sehingga memberikan posisi penentu dalam melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan lain. 6. Untuk mengurangi resiko kematian/kecelakan dari peserta, maka sebagian atau seluruh peserta dapat dipertanggungkan dengan asuransi jiwa/kecelakaan kepada perusahaan asuransi dengan premi asuransi relative rendah karena sifat kolektif dan mendapat pembagian keuntungan atas pertanggungan jiwa para peserta. 7. Manfaat pensiun dapat dinikmati secara berkala bulanan selama seumur hidup dengan jumlah yang sama bagi peserta dan bagi janda/duda dari peserta, serta anak yatim piatu dan peserta samapai berusia 25 tahun. 8. Dana pensiun dapat mempunyai 3 fungsi yang terpadu yaitu: Tabungan, Asuransi dan Pensiun. Fungsi ini dapat dilakukan dengan cara kerjasama antar ketiga lembaga (Perbankan, Perusahaan Asuransi Jiwa dan Dana Pensiun).

11. Pengurus Dana Pensiun Syarat Pengurus 1. WNI, memiliki akhlak dan moral yang baik, tidak pernah melakukan perbuatan tercela di bidang perekonomian dan atau dihukum karena melakukan tindak pidana perekonomian, memiliki pengetahuan dan atau pengalaman di bidang Dana Pensiun (dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat pengetahuan dasar dan pengetahuan lanjutan di bidang Dana Pensiun) 2. Ditunjuk dan diberhentikan oleh Pendiri 3. Tidak dapat merangkap jabatan Pengurus dana pensiun lain atau Direksi dan atau jabatan eksekutif pada perusahaan lain

Dana Pensiun

12

ewenang Pengurus 1. Membuat perjanjian dengan Penerima Titipan 2. Membuat perjanjian dengan pihak ketiga 3. Melakukan tindakan hukum untuk dan atas nama Dana Pensiun dan mewakili Dana Pensiun di dalam atau di luar pengadilan

Kewajiban Pengurus 1. Mengelola Dana Pensiun 2. Mengumumkan perkembangan portofolio investasi dan hasilnya pada peserta sekurang-kurangnya 6 bln sekali dan melaporkannya kepada Pendiri dan Dewan Pengawas 3. Melaporkan perkembangan portofolio investasi dan hasilnya kepada Pendiri dan Dewan Pengawas minimal 6 bulan sekali 4. Melaporkan kepada menteri Keuangan, Laporan keuangan dan perkembangan investasi dan hasilnya yang telah diaudit Akuntan Publik paling lambat 5 bulan setelah tahun buku beserta laporan semesteran paling lambat 2 bulan tiap akhir semester, Laporan teknis, Laporan Aktuaris minimal 3 tahun sekali dan Laporan apabila Pendiri tidak membayar iuran 3 bulan berturut-turut 5. Mengumumkan pembentukan Dana Pensiun dan pengesahan Peraturan Dana Pensiun dengan menempatkan Keputusan Menteri Keuangan tentang pengesahan Dana Pensiun pada Berita Negara RI 6. Memberitahukan kepada Pendiri apabila Mitra Pendiri tidak membayar iuran 3 bulan berturut-turut atau Mitra Pendiri bubar 7. Memperlihatkan buku, catatan, dokumen dan memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan langsung oleh Menkeu 8. Menyampaikan kepada Peserta, Neraca dan perhitungan hasil usaha, Hal hal yang timbul dalam kepesertaan dan Setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun 9. Menyusun tata cara bagi Peserta untuk menyampaikan saran dan pendapat mengenai perkembangan portofolio investasi dan hasilnya dan membicarakan saran dan pendapat dimaksud bersama Pendiri dan Dewan Pengawas

Dana Pensiun

13

Tanggung Jawab Pengurus 1. Pengurus masing-masing atau bersama-sama bertanggung jawab secara pribadi atas segala kerugian yang timbul pada kekayaan Dana Pensiun akibat tindakan Pengurus yang melanggar atau melalaikan tugas dan atau kewajibannya 2. Pengurus bertanggung jawab kepada Pendiri

Dana Pensiun

14

BAB III KESIMPULAN

Dana pensiun adalah lembaga keuangan berbadan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun. Peserta dana pensiun adalah setiap karyawan yang termasuk ke dalam golongan karyawan yang memenuhi syarat dalam persyaratan dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja apabila telah berusia setidaknya 18 tahun atau telah kawin dan telah memiliki masa kerja minimal 1 tahun pada pada pendiri atau mitra pendiri. Sedangkan usia dim ana peserta berhak mengajukan pensiun dan mendapatkan manfaat pensiun dibedakan menjadi pensiun normal, pensiun dipercepat, dan pensiun ditunda. Penyelenggaraan Dana Pensiun sangat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi pemberi kerja, karyawan, serta bagi lembaga pengelolaan dana pensiun itu sendiri. Dengan mengikutkan atau membentuk sendiri dana pensiun untuk para karyawannya, perusahaan telah melaksanakan kewajiban moralnya kepada karyawan untuk memberikan rasa aman ketika karyawan telah mencapai usia pensiun, sehingga karyawan akan termotivasi untuk bekerja lebih baik dengan loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Selain itu, perusahaan juga akan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan professional di pasaran tenaga kerja. Sedangkan dengan mendaftarkan diri sebagai peserta dana pensiun, para karyawan akan merasa aman terhadap masa yang akan datang karena akan mendapatkan jaminan ekonomis dari penghasilan yang diterima, dan mempunyai tambahan kompensasi walaupun baru dapat dinikmati ketika karyawan tersebut telah mencapai usia pensiun atau ketika telah berhenti bekerja. Manfaat yang diterima oleh lembaga pengelolaan dan pensiun dapat berupa keuntungan dengan beronvestasi yang dilakukan dan turut membantu serta mendukung program pemerintah.

Dana Pensiun

15

DAFTAR PUSTAKA

Kashmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

http://gusbandi.blogspot.com/2009/08/prinsip-penyelenggaraan-dana-pensiun.html http://www.bapepam.go.id/dana_pensiun/edukasi_dp/pengelolaan.htm#8 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/dana-pensiun-6/ http://www.dana-pensiun.com/ http://blog.keuanganpribadi.com/menyiapkan-dana-pensiun/ http://www.docstoc.com/docs/17606821/DANA-PENSIUN

Dana Pensiun

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->