P. 1
Modal Saham&Ekuitas

Modal Saham&Ekuitas

|Views: 799|Likes:
Published by Farahdilia

More info:

Published by: Farahdilia on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Penulisan
Jumlah dana dalam kas dan bank yang berlebihan dan tidak dimanfaatkan secara

umum tidak dapat dibenarkan, sehingga umumnya dana tersebut dimanfaatkan dengan ditanamkan dalam bentuk surat-surat berharga sangat bermanfaat karena dapat segera dijual. Hal yang sangat mendorong investasi sehingga menjadi suatu alternative yang menarik antara lain adalah semakin berkembangnya pasar modal seperti di Bursa Efek Indonesia. Pasar modal mempunyai peranan penting di suatu negara yang bertujuan menciptakan fasilitas bagi kepentingan industry dalam memenuhi permintaan dan penawaran modal. Lazimnya seseorang dalam berusaha untuk meningkatkan usahanya akan membutuhkan modal. Modal dapat diperoleh dengan bermacam-macam cara, antara lain investor menyertakan modal dalam persekutuan atau investor membeli saham yang diterbitkan perusahaan. Setoran modal, dapat berupa uang, aset baru, atau tenaga kerja tetapi dalam hal bentuk hukum perusahaan yaitu Perseroan Terbatas tertentu dapat berupa saham. Tidak semua saham diciptakan sama. Sejumlah saham memberikan hasil deviden yang besar tetapi juga menjanjikan pertumbuhan laba yang tinggi. Saham-saham ini dapat memberikan hasil yang sehat terus menerus bagi investor. Kita ambil contoh yang baik adalah Creek Timber yang berlokasi di Seattle’s Plum. Saham ini membayar deviden hampir sebesar 4.2%, dan laba yang diharapkan meningkat sekitar 6% pada tahun depan.

2. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Ekuitas, Bentuk Hukum dan Jenis Ekuitas? b. Apakah Ekuitas Badan Usaha? c. Apa yang dimaksud dengan Efek dan Derevatif Efek? d. Apakah Bursa Efek itu? e. Apa saja Jenis-Jenis Perjanjian Penjaminan Efek? f. Bagaimana Efek dinilai dan siapakah penjamin Emisi Efek? g. Apa yang dimaksud dengan saham dan bagaimanakah system saham? h. Bagaimana saham diterbitkan dan Reakuisisi saham?
Modal Saham dan Ekuitas 1

i. Bagaimana pembagian deviden dan jenis-jenis deviden? j. Apa saja keuntungan dan kerugian berinvestasi dengan saham? k. Bagaimana Perlakuan Pajak Bagi Investasi Saham

3. Tujuan Penulisan
a. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Ekuitas, Bentuk Hukum dan jenis Ekuitas. b. Dapat mengetahui terdiri dari apa saja Ekuitas Badan Usaha itu. c. Dapat mengetahui apa yang di maksud dengan Efek dan macam-macam Derivatf Efek. d. Dapat mengetahui apa itu Bursa Efek dan pihak-pihak yang berada di dalamnya. e. Dapat mengetahui apa saja jenis-jenis Perjanjian Penjaminan Efek. f. Dapat mengetahui bagaimana Efek dinilai dan siapa sajakah yang dapat bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek. g. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan saham, dan bagaimanakan system saham itu. h. Dapat mengethui bagaimana saham diterbitkan dan Reakuisisi dari saham. i. Dapat mengetahui bagaimana deviden dibagikan dan jenis-jenis dari deviden. j. Dapat mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian berinvestasi dengan saham k. Dapat mengetahui bagimana perlakuan pajak atas Investasi saham

Modal Saham dan Ekuitas

2

BAB II PEMBAHASAN
1. Efek
Efek (security) adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham obligasi, tanda bukti utang, unit pernyataan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative dari efek. Efek dapat berupa: a. Surat Pengakuan Utang b. Saham c. Obligasi d. Tanda Bukti Utang e. Unit penyertaan kontrak investasi kolektif f. Kontrak berjangka atas efek g. Setiap derevatif dari saham atau obligasi Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara mereka. Saat ini terdapat 2 Bursa Efek yang telah memperoleh izin usaha dari BAPEPAM, yaitu: Bursa Efek Surabaya (BES) yang memperdagangkan Obligasi, Stock Index Future, dan produk derivative yang lain dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang memperdagangkan Saham, Right Issue, dan Waran. 1.1 Derevatif dari Efek
a. Right Issue (Klaim)

Sebagai bukti hak memesan saham terlebih dahulu yang melekat pada saham yang akan memungkinkan para pemegang saham untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan perusahaan sebelum ditawarkan kepada pihak lain. Apabila pemegang saham tidak menggunakan haknya untuk membeli saham, maka bukti right yang dimilikinya dapat diperjualbelikan di bursa. Membeli right issue sama dengan melakukan investasi pada instrumen investasi lain, yaitu untuk meningkatkan kekayaan. Pilihan terhadap instrumen investasi ini karena kemampuannya
Modal Saham dan Ekuitas 3

memberikan penghasilan yang sama dengan membeli saham, tetapi dengan modal yang lebih rendah. Sebab, biasanya harga saham hasil right issue lebih murah dari saham lama. Membeli right issue berarti membeli hak untuk membeli saham maka kalau investor menggunakan haknya otomatis investor telah melakukan pembelian saham. Karena membeli saham maka investor akan mendapat penghasilan berupa dividen dan capital gain. Sebenarnya bisa saja hak ini tidak digunakan (tidak membeli saham baru) atau menjual hak tersebut (kalau memang lebih menguntungkan). Jika dijual, maka ada kemungkinan investor mendapat capital gain. Dengan demikian, investor bisa mendapatkan capital gain dengan dua cara, dari penjualan saham hasil right issue atau langsung menjual right issue. b. Waran Sesuai dengan peraturan BAPEPAM, waran merupakan efek yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk memesan saham dari perusahaan pada harga tertentu untuk enam bulan atau lebih. Waran ini mempunyai opsi seperti halnya sertifikat bukti right, namun dengan jangka waktu tertentu. Waran umumnya berjangka panjang, antara 6 bulan sampai 5 tahun. Penerbit waran harus memiliki saham yang nantinya dikonversi (ditukar) dengan waran. Namun setelah obligasi atau saham yang disertai waran memasuki pasar, baik obligasi, saham maupun waran dapat diperdagangakan secara terpisah. Memiliki waran tidak ubahnya seperti menabung. Perbedaannya, surat tanda menabung berupa buku tabungan tidak dapat diperjualbelikan, sedang waran dapat diperjualbelikan. Selain itu waran bisa diubah menjadi saham. Investor tertarik memilih instrumen investasi ini karena kemampuannya memberikan penghasilan ganda, terutama waran yang menyertai obligasi. Disamping akan mendapatkan bunga dari obligasi, kelak setelah waran dikonversi menjadi saham, akan mendapatkan dividen dan capital gain. c. Saham Deviden Keuntungan yang diperoleh perusahaan dapat berbentuk uang tunai maupun berwujud saham deviden. Perusahaan tidak membagi deviden secara tunai tetapi memberikannya dalam bentuk saham baru. d. Saham Bonus Penerbitan saham bonus umunya diberikan kepada pemegang saham lama.
e. Obligasi Konvertibel (Convertible Bonds)

Modal Saham dan Ekuitas

4

Obligasi Konvertibel yaitu obligasi yang dapat ditentukan dengan saham perusahaan emiten apabila obligasi tersebut setelah melewati jangka waktu tertentu atau masa dengan perbandingan atau harga tertentu.
f. Reksadana (Mutual Fund)

Reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang diinvestasikan dalam portofolio oleh manager investasi. Dengan demikian reksadana mengeluarkan sertifikat yang menjelaskan bahwa pemodal menitipkan uang kepada manajer investasi sebagai pengelola dana untuk diinvestasikan baik di pasar modal atau pasar uang. 1.2 Bursa Efek Kegiatan pedagangan efek tidak berbeda dengan kegiatan pasar pada umumnya, yang melibatkan pembeli dan penjual. Hanya jika anda ingin membeli atau menjual efek, anda tidak dapat langsung membeli atau menjual efek di lantai bursa, melainkan harus melalui perusahaan pialang atau broker, atau juga sering disebut (Anggota Bursa/AB). Perusahaan pialang akan bertindak sebgai pembeli dan penjual. Aktivitas jual dan beli saham di lantai bursa dilakukan perusahaan pialang melalui orang yang ditunjuk sebagai WPPE (Wakil Perantara Pedagang Ffek). Bursa Efek sebagai lembaga kepercayaan masyarakat mempunyai peran strategis dalam menjaga kelangsungan Pasar Modal. Pihak-pihak yang terdapat dalam bursa efek adalah:
a. Perantara Perdagangan Efek (Broker-Dealer). Adalah pihak yang

melakukan kegiatan usaha jual beli Efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain. Kewajiban dari Perantara Perdagangan Efek adalah:  Mendahulukan kepentingan nasabah sebelum melakukan transaksi Dalam memberikan rekomendasi kepada nasabah untuk membeli atau untuk kepentingan sendiri  menjual Efek wajib memperhatikan keadaan keuangan dan maksud serta tujuan investasi dari nasabah  Membubuhi jam, hari, dan tanggal atas semua pesanan nasabah pada formulir pemesanan. Memberikan konfirmasi kepada nasabah sebelum berakhirnya hari bursa setelah dilakukan transaksi.

Modal Saham dan Ekuitas

5

Menerbitkan tanda terima setelah menerima Efek atau uang dari Menyelesaikan amanat jual/beli dari pemberi amanat Menyediakan data dan informasi bagi kepentingan para pemodal Membantu mengelola dana bagi kepentingan para pemodal Memberikan saran kepada para pemodal

nasabah    

b. Penjamin Emisi Efek (Underwriter). Adalah pihak yang membuat kontrak

Emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual. Kewajiban dari Penjamin Emisi Efek adalah:   Mematuhi semua ketentuan dalam kontrak penjaminan Emisi. Mengungkapkan dalam prospektus adanya hubungan afiliasi atau Penjamin Pelaksana Emisi Efek Bertugas Menjamin penjual Efek dan pembayaran keseluruhan nilai Efek yang Mewakili para Penjamin Emisi Efek dalam hubungannya dengan Menetapkan bagian kewajiban masing-masing Penjamin Emisi Efek

hubungan lain yang bersifat material antara Perusahaan Efek dan Emiten 

diemisikan kepada Emiten  Emiten dan pihak ketiga

sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian antar Penjamin Emisi Efek  Mengumpulkan semua hasil penjualan Efek dilakukan oleh para Menyerahkan hasil penjualan Efek kepada Emiten serta membayar Penjamin Peserta Emisi dan para Agen Penjual

Efek yang tidak terjual tepat pada tanggal yang disepakati. Penjamin Emisi Efek juga bertugas untuk:   Mengatur pengelolaan serta penyelenggaraan Emisi Efek Mengkoordinasikan seluruh Penjamin Emisi Efek dalam hal

pelaksanaan penjaminan Efek, serta kegiatan-kegiatan lainnya sesuai dengan kewajiban para Penjamin Emisi Efek  Menjamin penjualan Efek dan pembayaran nilai Efek kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan bagian penjaminan yang diambil (disepakati dalam perjanjian)
Modal Saham dan Ekuitas 6

c. Manajer Investasi (Investment Manager). Adalah pihak yang kegiatan

usahanya mengelola portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Manajer Investasi bertugas untuk:  

Mengadakan riset Menganalisa Kelayakan investasi Mengelola dana portofolio

d. Penasihat Investasi. Adalah pihak yang memberikan nasehat kepada pihak

lain mengenai penjualan atau pembeli Efek dengan memperoleh imbalan jasa. Tugas Penasihat Investasi adalah:  Memberikan nasehat kepada pihak lain  Melakukan riset  Membuat rekomendasi  Memberikan analisa di bidang Efek dengan memperoleh imbalan tertentu  Wajib memelihara segala catatan yang berhubungan dengan nasehat yang diberikan
e. Biro Adminitrasi Efek. Adalah Pihak yang didasarkan kontrak dengan

Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek. Tugas dari Biro Administrasi Efek untuk mendaftarkan dan mengadministrasikan saham yang pemodal beli menjadi atas nama pemodal tersebut, untuk hal tersebut diperlukan biaya sesuai yang ditetapkan oleh Biro Administrasi Efek.
f. Wali Amanat. Adalah Pihak yang didasarkan kontrak dengan Emiten untuk

mewakili kepentingan pemegang efek bersifat hutang. Wali Amanat bertugas untuk:  Mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang baik di dalam Memberikan ganti rugi kepada pemegang Efek bersifat utang atas maupun di luar pengadilan.  kerugian karena kelalaiannya dalam pelaksanaan tugasnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya serta kontrak perwaliamanatan

Modal Saham dan Ekuitas

7

g. Kustodian. Adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain

berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Jasa yang berikan oleh kustodian adalah:

Menyediakan TPH (Tempat Penitipan Harta) yang aman bagi suratMencatat dan membukukan semua penitipan pihak lain secara cermat. Mengamankan semua penerimaan dan penyerahan Efek untuk Mengamankan pemindah tanganan Efek Menagih deviden saham, bunga obligasi, dan hak-hak lain yang

surat berharga (Efek)

(Jasa administrasi)  kepentingan pihak yang diwakilinya

berkaitan dengan surat berharga yang dititipkan Karena di dalam perusahaan terdapat beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan jual-beli efek, maka otoritas pasar modal (BAPEPAM) telah menetapkan berbagai ketentuan operasional dalam melakukan kegiatan Perusahaan efek, seperti: a. Perusahaan Efek dituntut untuk memelihara likuiditas yang cukup, sehingga mampu memenuhi seluruh kewajibannya. b. Siklus transaksi Perusahaan efek sangat singkat. c. Dalam menjalankan usahanya, transaksi Perusahaan efek terkait denan Bursa Efek, Kustodian, Lembaga Kliring dan Penjaminan (LPK), dan Lembaga Penyimpanan dan Penyesuaian (LPP).
d. Efek, terutama saham dan unit penyertaan Reksa Dana, umumnya tersedia

harga pasarnya setiap hari. Sedangkan nilai efek tersebut dapat berfluktuasi secara signifikan. 1.3 Perjanjian Penjaminan Efek Terdapat beberapa jenis perjanjian dapat disepakati oleh penjual dan pembeli efek, diantaranya:
a. Penjaminan Emisi dengan kesanggupan penuh (full commitment

underwriting). Penjamin Emisi disamping menyanggupi untuk menawarkan Efek tersebut kepada masyarakat, juga menyanggupi untuk membeli sendiri Efek yang tidak habis terjual.
Modal Saham dan Ekuitas 8

b. Penjamin Emisi dengan kesanggupan siaga (stand by commitment

underwriting). Penjamin Emisi disamping menyanggupi untuk menawarkan Efek tersebut kepada masyarakat juga menyanggupi untuk membeli sisa Efek yang tidak habis terjual pada suatu tingkat harga tertentu sesuai dengan syarat yang diperjanjikan
c. Penjamin Emisi dengan kesanggupan terbaik (best efforts underwriting).

Penjamin emisi hanya mempunyai kewajiban untuk menawarkan Efek tersebut sebaik-baiknya dan apabila tidak habis terjual maka efek tersebut akan dikembalikan ke emiten.
d. All-or-None Offering (Kesanggupan semua atau tidak sama sekali).

Penawaran akan dibatalkan apabila tidak terjual semua.
e. Minimum-Maksimum (Paling sedikit-Paling Banyak). Penawaran efek

akan dibatalkan apabila tidak tercapai batas minimum. 1.4 Penilaian Efek Portofolio Efek yang dibeli untuk sendiri dinilai berdasarkan harga pasar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar dilaporkan dalam laporan laba rugi periode berjalan. Efek yang diperdagangkan di bursa mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dan mengalami perubahan harga yang cukup cepat. Oleh karena itu, penilaian berdasarkan harga pasar lebih mencerminkan nilai yang dapat direalisasi. Harga pasar tersedia di bursa dan dipublikasikan secara harian. Dalam hal suatu efek tercatat pada lebih dari satu bursa, maka harga pasar yang digunakan adalah harga terakhir pada bursa utama di mana efek tersebut diperdagangkan. Apabila efek yang diperdagangkan di bursa tidak likuid atau harga pasar yang tersedia tidak dapat diandalkan, maka efek tersebut dinilai berdasarkan nilai wajar yang ditentukan oleh manajemen. Apabila harga pasar efek yang tercatat di bursa tidak tersedia, maka efek tersebut dinilai berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai wajar. Meskipun suatu efek tercatat di bursa, dapat terjadi bahwa harga pasar efek tersebut tidak tersedia atau tidak dapat di andalkan. Hal ini terjadi karena efek tersebut tidak aktif diperdagangkan. Dengan hal demikian, manajemen harus menentukan nilai wajar dari efek tersebut.
 Transaksi Pinjam-Meminjam Efek (Securities Lending and Borrowing) Modal Saham dan Ekuitas 9

Transaksi pinjam meminjam efek lazimnya dilakukan dengan tujuan untuk menhindari gagal serah. Hal ini biasanya terjadi pada short selling, yaitu menjual efek yang belum dimiliki. Dalam transaksi ini, lazimnya perusahaan efek yang meminjam efek menyerahkan uang jaminan atau menyerahkan jaminan efek lain atau standby letter of credit.  Transaksi Jual Efek dengan Janji Beli Kembali/Beli Efek dengan Janji Jual Kembali (Repo/Reverse Repo) Perlakuan akuntansi untuk transaksi ini adalah sebagai berikut:
(a)

Efek yang dijual dengan janji beli kembali diakui sebagai kewajiban

dan efek yang diserahkan tetap diakui sebagai persediaan portofolio efek. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diakui sebagai beban bunga.
(b)

Efek yang dibeli dengan janji jual kembali diakui sebagai piutang dan

efek yang diterima tidak diakui sebagai persediaan portofolio efek. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali merupakan bunga. 1.5 Penjamin Emisi Efek Pendapatan yang berhubungan dengan penjaminan emisi diakui pada saat aktivitas penjaminan amisi secara substansi telah selesai dan jumlah pendapatan telah dapat ditentukan. Biaya yang timbul sehubungan proses penjaminan emisi diakumulasi dan dibebankan pada saat pendapatan penjaminan emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi dibatalkan, maka biaya penjaminan emisi tersebut dibebankan pada periode berjalan. Sebagai penjamin emisi efek, Perusahaan Efek melakukan berbagai kegiatan untuk membantu calon emiten dalam penerbitan dan penawaran efek kepada masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan penjaminan emisi tersebut, Perusahaan efek memperoleh pendapatan sesuai dengan yang disepakati dalam perjanjian penjaminan emisi berupa jasa perjanjian emisi, jasa penjualan, dan jasa manajemen.

2. Ekuitas
Ekuitas menurut PSAK No.21 Tahun 2007 diartikan sebagai Hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara asset dan kewajiban yang ada. Ekuitas berasal dari investasi

Modal Saham dan Ekuitas

10

pemilik dan hasil usaha perusahaan yang dapat berubah karena adanya penarikan kembali pernyertaan, pembagian laba, atau rugi. Dengan demikian, kriteria ekuitas terdiri atas: a. Modal atau simpanan pokok anggota untuk koperasi, b. Saldo laba, dan c. Unsur lain, misalnya tambahan setoran modal
2.1 Bentuk Hukum dan Jenis Ekuitas

Pengelompokan bentuk hukum dan jenis ekuitas berupa: a. Badan Usaha Milik Negara/Daerah

Perusahaan Jawatan, dimana modal perusahaan tidak diteruskan dari Perusahaan Umum, dimana modal perusahaan yang disetor merupakan PT (Persero), sebagai BUMN yang berbentuk Perseroan Terbatas, yang

APBN.

kekayaan negara terusan dari APBN dan tidak terdiri atas saham.  mayoritas sahamnya dimiliki negara. b. Perusahaan Swasta
 Perusahaan Perorangan. Dikategorikan sebagai usaha hukum, dengan modal

yang tidak terbagi atas saham. Oleh karena itu harta pribadi pemilik perusahaan terkait pada utang-piutang usaha.  Persekutuan Perdata. Persekutuan ini bukan badan hukum, dan modalnya tidak terdiri atas saham.
 Firma. Dalam Firma, bentuk modal tidak terbagi atas saham dan pola

partner/anggota Firma mempunyai tanggung jawab atas kewajiban Firma sebagai modal perusahaan orang.
 Commanditier Vennotsehaap (CV). CV sering disebut sebagai perseroan

komanditier, yang modalnya harus dipisahkan antara Persero Aktif dan Persero Komanditier.  Perseroan Terbatas (PT). Modal PT terdiri atas saham dengan tanggung jawab setiap persero yang terbatas jumlah modal saham yang disetor apabila PT telah disahkan oleh Menteri Kehakiman.
c. Koperasi. Koperasi sebagai badan hukum yang modalnya dari simpanan para

anggota, tidak dapat dipindahtangankan tetapi dapat diambil bila anggota keluar

Modal Saham dan Ekuitas

11

dari keanggotaan koperasi. Modal koperasi terdiri atas simpanan modal, simpanan lain. Peminjaman, dan penyisihan hasil usaha termasuk cadangan. 2.2 Ekuitas Badan Usaha
 Ekuitas Badan Usaha Bukan Perseroan Terbatas

Akuntansi untuk ekuitas Badan Usaha bukan PT harus dilaporkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku untuk badan usaha tersebut dan standar akuntansi keuangan yang berlaku khusus untuk industry yang bersangkutan, misalnya koperasi.  Ekuitas Badan Usaha Berbentuk Perseroan Terbatas Akuntansi untuk ekuitas badan Usaha berbentuk PT yaitu Modal saham meliputi saham preferen, saham biasa, dan akun tambahan modal disetor. Pos modal lainnya seperti modal yang berasal dari sumbangan dapat disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor. 2.3 Metode Ekuitas Metode Ekuitas merupakan jembatan hubungan ekonomi yang substantif antara investor dan investee. Investasi pada awalnya dicatat sebagai biaya untuk memperoleh saham tetapi kemudian disesuaikan setiap periode mengikuti perubahan investasi bersih investee. Hal ini berarti : Nilai investasi secara periodik akan meningkat (menurun) mengikuti proporsi keuntungan (kerugian) saham investee dan juga menurun dilihat dari jumlah dividen yang diterima investor dari investee. Metode Ekuitas mengakui bahwa pendapatan investee meningkatkan aset bersih investee, dan sebaliknya kerugian investee serta pembagian dividen menurunkan aset bersih investee. Untuk mengilustrasikan Metode Ekuitas sekaligus perbandingannya dengan metode nilai wajar (fair value), asumsikan Perusahan Maxi membeli 20% saham pada perusahaan Mini. Bila metode nilai wajar yang digunakan maka Pihak Maxi tidak memiliki hak/pengaruh pada perusahaan Mini , dan saham yang dibeli tersebut dapat digolongkan “untuk dijual” (Available for Sale -Securities). Fair Value method Equity method Pada 2 Januari 2002, Perusahaan Maxi mengakuisisi 48.000 lembar saham (20% dari total saham Perusahaan Mini) denga harga $10 /lembar Available for Sale Securities 480.00 Investment in Mini Stock
Modal Saham dan Ekuitas

480.000
12

Cash 480.000 Cash 480.000 Pada Tahun 2002, Perusahaan Mini melaporkan pendapatan bersihnya sebesar $ 200.000, maka saham Perusahaan Maxi sebesar 20% atau $40.000. Tidak ada entri apapun Investment in Mini Stock 40.000

Revenue from Investment 40.000 Pada 31 Desember 2002, 48.000 lembar saham Perusahaan Mini memiliki nilai wajar (harga pasar) $12/lbr, atau $576.000. Securities Fair Value Adjustment (Available for sale) Unrealized Holding Gain Or Loss-Equity 96.000 Pada 28 Januari 2003, Perusahaan Mini mengumumkan dan membayar dividen tunai sebesar $100.000, Perusahaan Maxi menerima 20% atau $20.000. Cash 20.000 Cash 20.000 96.000 Tidak ada entri apapun

Dividend Revenue 20.000 Investment in Mini Stock 20.000 Pada tahun 2003, Perusahaan Mini melaporkan kerugian bersih $50.000, saham Perusahaan Maxi adalah 20% atau $10.000 Tidak ada entri apapun Loss on Investment 10.000

Investment in Mini Stock 10.000 Pada 31 Desember 2003, 48.000 saham Perusahaan Mini memiliki nilai wajar (harga pasar) sebesar $11/lbr atau $528.000 Unrealized Holding Gain Or Loss-Equity (Available for Sale) 48.000 48.000 Securities Fair Value Adjustment Tidak ada entri apapun

Dengan menggunakan Metode Nilai Wajar, hanya dividen tunai yang diterima dari Perusahaan Mini yang dicatat sebagai pendapatan oleh Perusahaan Maxi. Penghasilan dari pendapatan bersih (net income) investee dianggap tidak layak diakui sebagai pendapatan investasi oleh investor. Alasannya, peningkatan aset bersih sebagai akibat dari kinerja operasional investee kemungkinan secara permanen akan ditahan (retain) oleh perusahaan investee. Oleh karena itu pendapatan belum dapat diakui oleh investor sampai dividen diterima di tangan investee. Pada metode ekuitas, pendapatan investor reguler terdiri dari bagian proporsional pendapatan investee (disesuaikan untuk menghilangkan keuntungan dan kerugian antar perusahaan) dan amortisasi atas perbedaan /selisih antara biaya inisial investor dan bagian
Modal Saham dan Ekuitas 13

proporsional investor atas nilai buku investee pada saat akuisisi terjadi (tanggal/hari akuisisi). Jika pendapatan bersih investee termasuk extraordinary item, maka investor mengakuinya sebagai extraordinary item pula, bukan sebagai pendapatan investment biasa. Asumsikan tanggal 1 januari 2002, perusahaan investor membeli 250.000 lbr (=25%) saham perusahaan investee dari total 1.000.000 lbr saham yang outstanding, senilai $8.500.000. Total nilai buku bersih Investee = $30.000.000, Perusahaan investor membayar $1.000.000 ($8.500.000-0.25($30.000.000)) atas kelebihan nilai buku nya. Telah ditentukan sebelumnya bahwa $600.000 merupakan undervalued depreciable assets perusahaan investee dan $400.000 merupakan unrecorded goodwill . Perusahaan investor memperkirakan rata-rata umur ekonomis undervalued assets ini 10 tahun dan memutuskan 40 tahun sebagai periode amortisasi untuk goodwillnya (maksimum waktu amortisasi yang diperbolehkan). Tahun 2002, investee melaporkan pendapatan bersih $2.800.000 termasuk extraordinary loss ($400.000) dan pembayaran dividen pada 30 juni 2002 sebesar $500.000 serta pada 31 Desember 2002 sebesar $900.000. Berikut adalah jurnal perusahaan investor yang mencatat investasi jangka panjang di atas dengan menggunakan metode ekuitas: 1 Januari 2002 Investment in Investee Stock Cash 8.500.000 8.500.000

(mencatat akuisisi dari 250.000 lembar saham biasa perusahaan investee) 30 Juni 2002 Cash Investment in Investee Stock (mencatat dividen diterima ($500.000x 0.25 dari perusahaan investee) Jurnal 31 Desember bahkan lebih kompleks. Atas pembagian dividen yang diterima investor, maka perusahaan investor harus mengakui sahamnya pada pendapatan perusahaan investee. Baik extraordinary item maupun yang biasa (ordinary) harus dicatat oleh investor, karena dalam pendapatan investee, kedua item itu ikut serta. Lebih jauh lagi, investor harus membayar lebih dari nilai 31 Desember 2002 Investment in Investee Stock
Modal Saham dan Ekuitas

125.000 125.000

buku jika berminat atas aset bersih

investee. Akibatnya tambahan beban ini harus dicatat sesuai dengan periode akuntingnya. 700.000
14

Loss from Investment

(extraordinary)

100.000 800.000

Revenue from Investment (ordinary) kerugian istimewanya ($400.000 x 25%)] 31 Desember 2002 Cash Investment in Investee Stock 31 Desember 2002 Revenue from Investment (ordinary) Investment in Investee Stock Undervalued depreciable assets - $600.000:10 Unrecorded goodwill - $400.000 : 40 Total = $60.000 70.000 225.000

[mencatat pembagian pendapatan biasa perusahaan investee ($3.200.000x25%) dan

225.000

(Mencatat penerimaan dividen ($900.000x25) dari perusahaan investee)

70.000

(mencatat amortisasi investment cost yang lebih besar dari nilai buku) = $10.000 $70.000

Investasi pada perusahaan investee disajikan dalam neraca Investor sbb: Investment in Investee Company Acquisition cost, 1/1/02 Plus : Share of 2002 income before extraordinary item Less: Share of extraordinary loss Dividends received 6/30 and 12/31 Amortization of undervalued depreciable assets Amortization of unrecorded goodwill Carrying amount 12/31/02 $8.500.000 800.000 100.000 350.000 60.000 10.000 $520.000 $8.780.000 $9.300.000

Pada ilustrasi di atas, biaya investasi melebihi nilai bukunya. Pada kasus-kasus tertentu, investor mungkin melakukan investasi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai bukunya. Bahkan pada kasus spesifik diasumsikan overvalued dan jika dapat di depresiasi, kelebihan nilai buku atas biaya akuisisi investor tersebut di amortisasikan pada pendapatan investasi sepanjang sisa aset yang masih ada. Pendapatan investasi bertambah dengan asumsi jika pendapatan bersih investee yang dilaporkan benar-benar dibawah nilai sesungguhnya (understated) karena investee membebankan depresiasi pada aset diatas nilai sesungguhnya (overstated asset values).
Modal Saham dan Ekuitas 15

3. Modal Saham
Saham adalah penyertaan modal adalam pemilikan suatu Perseroan Terbatas atau emiten. Terdapat dua macam jenis kepemilikan ini yaitu saham atas nama dan saham atas unjuk. Di Indonesia banyak diperdagangkan saham atas nama yaitu nama pemiliknya tertera dalam saham. Pencatatan saham didasarkan pada nilai perolehannya yaitu harga pembelian ditambah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian. Sebagai contoh, Pada tanggal 1 Febuari 2009 dibeli 1.000 lembar saham preferen 20% dari PT Bina dengan nominal Rp 10.000,00/lembar kurs 110. Provisi dan materai dibayar Rp 20.000,00. Deviden dibayar setiap akhir tahun. Pada tanggal 10 Maret 2009 karena membutuhkan uang perusahan menjual kembali sahamnya dengan Kurs 112 dan biaya penjualan Rp 20.000,00. Maka perhitungan harga perolehan saham: Harga Kurs saham Provisi dan Materai Harga perolehan Besarnya deviden per 31 Desember 2009 Perhitungan Penjualan Saham: Harga Kurs saham Biaya Penjualan Harga penjualan Laba/Rugi penjualan Ayat Jurnal yang disusun: 1. Saham Prerefen – PT Bina Kas (Pembelian saham prefen) 2. Kas Penghasilan Deviden (Penerimaan Deviden Saham Preferen)
Modal Saham dan Ekuitas 16

Rp Rp

11.000.000 20.000 +

11.020.000 = 20% x Rp 10.000.000 = Rp 2.000.000

Rp. Rp. Rp. = = Rp 160.000

11.200.000 20.000_11.180.000

11.020.000 11.020.000

2.000.000 2.000.000

3. Kas Saham Preferen – PT Bina Keuntungan penjualan saham preferen 3.1 Sistem Saham

11.180.000 11.020.000 160.000

Modal saham yang ditanamkan dalam perusahaan biasanya dibuktikan dengan lembar-lembar saham. Penanaman modal dalam saham dapat dilakukan dalam bentuk saham biasa atau saham prioritas. Baik saham biasa maupun saham prioritas, masingmasing mempunyai hak yang pasti maupun hak yang istimewa sesuai dengan yang ditentukan dalam kontrak. Hak-hak yang melekat pada saham, antara lain: a. Menerima pembagian laba dalam bentuk deviden kas atau tambahan lembar saham atau menangung rugi secara proporsional. b. Memberikan suara yang mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen. c. Mempunyai andil atas pembagian kekayaan perusahaan jika terjadi likuidasi.
d. Ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari

kelompok yang sama- disebut hak istimewa (preemptive right). Keunggulan utama dari system saham adalah kemudahannya dalam pemindahan kepentingan dalam perusahaan dari seseorang ke pihak lainnya. Setiap saham adalah aktiva pribadi pemiliknya dan dapat dilepaskan jika dikehendaki. Karena saham dapat dipindah tangankan secara bebas setiap saat, maka perusahaan perlu merevisi buku besar pembantu pemegang saham secara periodik, yang umumnya dilakukan sebelum pembayaran deviden atau Rapat Umum Pemegang Saham. Modal saham yang termasuk dalam akuntansi ekuitas untuk badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas yang diatur dalam PSAK 21 (2007), yang meliputi:
a. Saham Preferen (preferend stock) b. Saham Biasa (common stock) c. Tambahan modal disetor (paid in capital)

Untuk modal yang berasal dari sumbangan disajikan sebagai tambahan modal disetor. Dalam jenis saham yang dikemukakan di atas terdapat saham preferen yang memberikan hak preferensi kepada pemegangnya berupa: a. Pembagian asset terlebih dahulu pada saat berdiri.
b. Pembagian diuraikan dalam pembagian laba yang dapat berbentuk kumulatif

dan tidak kumulatif, pertisipasi, dan tanpa partisipasi.
Modal Saham dan Ekuitas 17

c. Convertible. Saham biasa tidak mempunyai hak lebih di bandingkan dengan saham-saham lainnya, tetapi pemegang saham biasa umumnya mengendalikan manajemen perusahaan dan memperoleh laba yang lebih besar jika perusahaan sukses. Apabila perusahaan hanya memiliki satu terbitan modal saham yang diotorisasi, maka menurut definisinya terbitan itu disebut sebagai saham biasa. Sedangkan tambahan modal disetor sebagai bagian dari modal saham memuat berbagai macam unsur penambah modal seperti agio saham, tambahan modal, dan perolehan kembali saham dengan harga yang lebih murah daripada jumlah yang diterima pada saat pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh kambali dengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saat perolehannya, tambahan modal dari perbedaan harus modal disetor dan lain sebagainya (PSAK No. 21 Tahun 2007). Menurut PSAK diatur pencatatan perubahan modal disetor PT dicatat berdasarkan: a. Jumlah uang yang diterima. b. Setoran saham dalam bentuk uang sesuai transaksi nyata untuk jenis saham yang status dalam bentuk rupiah pada akta pendiriannya, setoran saham tunai dalam bentuk mata uang asing dinilai berdasarkan kurs yang berlaku. c. Besarnya tagihan yang timbul/kurang dikonversi menjadi modal. d. Setoran saham dalam deviden saham dilakukan dengan harga wajar saham, yaitu harga dasar tanggal transaksi untuk PT yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek atau nilai wajar yang disepakati RUPS utnuk saham yang tidak ada harga pasarnya. e. Nilai wajar asset lancer kas yang diterima.
f. Setoran saham dalam bentuk barang (Inberg), menggunakan nilai wajar aset

bukan kas yang diserahkan yaitu Appraisal atau Tanggal Transaksi yang disetujui Dewan Komisaris untuk saham yang terdaftar di Bursa Efek. Pada umumnya pengeluaran saham mempunyai nilai nominal. Di Indonesia, pengeluaran saham tanpa nilai nominal tidak diperkenankan. Tetapi dapat pula terjadi nilainya ditetapkan (stated value) yang jarang di Indonesia, walaupun hakikatnya tidak berbeda dengan saham nilai nominal. Untuk lebih jelasnya dalam melaporkan dan mengilustrasikan sebagai berikut: a. Pada tanggal 1 Juni 2009 PT Aditya setuju untuk mengeluarkan saham 10.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 100.000 per lembar. Sejumlah 4.000 lembar terjual seharga Rp 450.000.000 tunai. Maka ayat jurnalnya adalah:
Modal Saham dan Ekuitas 18

Kas Modal Saham Tambahan Modal Disetor

Rp 450.000.000 Rp 400.000.000 50.000.000

b. Apabila nilai nominal tidak ditetapkan, sehingga jumlah tunai atas penjualan tersebut tidak dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor”, tetapi akun “Modal Saham” seperti di atas akan dijurnal: Kas Modal Saham Rp 450.000.000 Rp 450.000.000

c. Ketika penerbitan saham digunakan untuk pembelian tanah seharga Rp

450.000.000. maka ayat jurnal yang disusun: Tanah Modal Saham Tambahan Modal Saham Rp 450.000.000 Rp 400.000.000 50.000.000

Dalam PSAK 13 mengatur tentang Akuntansi untuk Investasi dan PSAK 50 mengatur tentang Akuntansi Investasi Efek Tertentu. Perlakuan akuntasi untuk investasi saham tergantung pada tingkat pengaruh dengan kategori sebagai berikut:
Category 1)Holding < 20 % : a. Available for sale Valuation Unrealized Holding Gains/Loss Other Income Effects that recorded Fair Value Recognized separate b. Trading 2)Holding between 20 % and 50 % Fair Value Equity in component other of Dividends declared; gain and lossess from sale. Proportionate shares of investee’s net income (adjusted for appropriate 3)Holding than 50 % more Consolidation Not recognized amortitation) Not Applicable. Dividends declared; gain and lossess from sale.

comprehensive income and as stockholders’ equity Recognized in net income Not recognized

3.2 Modal Perseroan Ekuitas pemilik dalam perseroan didefinisikan sebagai ekuitas pemegang saham. Tiga kategori berikut biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham:
Modal Saham dan Ekuitas 19

a. Modal saham b. Tambahan modal disetor c. Laba ditahan Dua kategori yang pertama, yaitu modal saham dan tambahan modal disetor, merupakan modal kontribusi. Laba ditahan merupakan modal yang diperoleh perusahaan. Modal kontribusi adalah total jumlah yang disetorkan ke modal saham, jumlah tersebut diberikan oleh pemegang saham kepada perseroan untuk digunakan dalam bisnisnya. Sedangkan Modal yang dihasilkan adalah modal yang dikembangkan jika bisnis berjalan dengan menguntungkan. Modal ini terdiri dari semua laba yang tidak dibagi yang tetap diinvestasikan dalam perusahan. 3.3 Penerbitan Saham Dalam penerbitan saham, beberapa prosedur harus dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah Penerbitan saham Di Pasar Modal (Go Public) adalah:
a. Persiapan. Langkah awal yang perlu ditempuh oleh perusahaan yang akan

melakukan emisi adalah persiapan internal perusahaan, dengan melakukan RUPS yang menyetujui perusahaan akan melakukan Go Public. Persetujuan RUPS diperlukan karena akan mengakibatkan perubahan anggaran dasar perusahaan. b. Pernyatan. Setelah persiapan ditingkat internal perusahaan selesai dan mendapat persetujuan, maka langkah selanjutnya perusahaan harus menyampaikan persyaratan maksud atau Letter of Intent kepada BAPEPAM. Setelah itu menghubungi Penjamin Emisi atau Underwriter yang akan membantu perusahaan dalam proses emisi efek. Underwriter segera menyiapkan dokumendokumken dan persyaratan lainnya yang diperlukan dalam Go Public. c. Underwriter atas nama Emiten akan menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi efek kepada BAPEPAM dengan menyerahkan berbagai persyaratan yang diperlukan.
d. Setelah pernyataan pendaftaran, BAPEPAM akan melakukan evaluasi

terhadap permintaan emiten untuk Go Public. e. Apabila evaluasi dinyatakan cukup dan memenuhi persyaratan, maka BAPEPAM akan memberikan izin kepada Emiten untuk menawarkan sahamnya ke pasar perdana.
f. Setelah mendapatkan izin, perusahaan segera memasuki pasar perdana untuk

melakukan penawaran efek langsung kepada masyarakat.
Modal Saham dan Ekuitas 20

g. Penjatahan Saham. Apabila permintaan efek oleh investor lebih besar

dibanding dengan jumlah efek yang ditawarkan. h. Pengembalian Dana. Apabila terjadi kelebihan permintaan berarti juga terjadi kelebihan bayar oleh investor, maka kelebihan setor tersebut harus segera dikembalikan i. Penyerahan Efek kepada pemesan sesuai dengan jatah yang diterima oleh masing-masing investor. j. Pencatatan efek ke bursa, agar efek yang telah dibeli oleh investor dapat diperjual belikan di bursa. 3.4 Reakuisisi Saham Reakuisisi saham umum bagi perusahaan ketika membeli kembali sahamsahamnya. Dalam kenyataannya, pembelian kembali saham saat ini melebihi deviden sebagai bentuk distribusi kepada pemegang saham. Ada banyak alasan mengapa perusahaan membeli kembali sahammnya. Beberapa alasan utamanya adalah: a. Untuk memenuhi distribusi pajak yang efisien dari kelebihan kas kepada pemegang saham. b. Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas. c. Untuk memenuhi saham dalam kontrak kompensasi saham karyawannya atau memenuhi kebutuhan kebutuhan merger yang potensial. d. Untuk menghindari upaya pengambilalihan atau mengurangi jumlah pemegang saham. e. Membentuk pasar bagi saham. Setelah saham dibeli kembali, saham tersebut dapat dihapuskan atau disimpan di bendahara utnuk diterbitkan kembali. Jika tidak dihapuskan, maka saham-saham itu disebut sebagai saham treasuri. Saham treasuri pada dasarnya sama dengan modal saham yang belum diterbitkan. Pemilikan saham treasuri tidak memberikan perusahaan hak untuk memberikan suara, melaksanakan hak istimewa sebagai pemegang saham, hak menerima deviden tunai, atau menerima aktiva pada saat perusahaan dilikuidasi. Saham treasuri pada dasarnya sama dengan modal saham yang belum diterbitkan. Tidak ada yang mendukung untuk mengklasifikasikan modal saham sebagai aktiva di neraca. Dua metode umum untuk menangani saham treasuri pada akun-akun adalah:

Modal Saham dan Ekuitas

21

a. Metode Biaya menghasilkan pendebetan akun Saham Treasuri untuk biaya

reakuisisi, serta dalam pelaporan akun ini sebagai suatu pengurangan dari total modal disetor dan laba ditahan di neraca.
b. Metode nilai pari atau nilai ditetapkan, mencatat semua transaksi saham

treasuri pada nilai parinya dan melaporkan saham treasuri hanya sebagai pengurang atas modal saham. 3.5 Saham Preferen Saham Preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki beberapa preferensi atau kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Karakteristik paling umum yang melekat pada saham preferen adalah: a. Preferensi atas deviden b. Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi c. Dapat dikonversi menjadi saham biasa d. Tidak mempunyai hak suara 3.6 Kebijakan dan Pembagian Deviden Pembayaran deviden dapat menjadi sinyal penting untuk pasar. Praktek pembayaran deviden menurun tajam pada tahun 1980-an dan 1990-an ketika perusahaan berfokus pada pertumbuhan dan menginvestasikan kembali labanya ke dalam perusahaan. Peningkatan kembali pembayaran deviden sebagian besar disebabkan oleh pemotongan pajak deviden pada tahun 2003, yang mengurangi tariff pajak deviden hingga 15%. Hal ini terjadi karena cek deviden memberikan bukti bahwa paling tidak sebagian dari laba perusahaan itu adalah sungguhan. Perusahaan yang membayar deviden secara ekstrim enggan untuk mengurangi devidennya, karena mereka percaya bahwa tindakan ini akan dipandang negative oleh pasar sekuritas. Sehingga sangat sedikit perusahaan yang membayar deviden dalam jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal. Sebelum deviden diumumkan, manajemen harus mempertimbangkan ketersediaan dana untuk membayar deviden. Suatu deviden sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin pembagian deviden. Karena, SEC telah menganjurkan perusahaan untuk mengungkapkan kebijakan devidennya pada laporan tahunan.

Modal Saham dan Ekuitas

22

3.7 Jenis-Jenis Deviden Pembagian Deviden umumnya didasarkan atas akumulasi laba atas beberapa pos modal lainnya seperti tambahan modal disetor. Deviden memiliki jenis sebagai berikut:
a. Deviden Tunai. Pengumuman deviden tunai merupakan kewajiban karena

pembayaran biasanya dilakukan dengan segera. Maka biasanya deviden disebut sebagai kewajiban lancar. Deviden tunai tidak diumumkan dan dibayarkan atas saham treasuri dan kebijakan deviden dapat bervariasi di antara perseroan.
b. Deviden Properti. Adalah hutang deviden dalam bentuk aktiva perusahaan

selain kas. Deviden property dapat berupa barang dagang, real estate, atau investasi dan bentuk lainnya yang dirancang oleh dewan direksi. Ketika deviden property diumumkan, perusahaan harus menetapkan kembali nilai wajar property yang akan dibagikan dengan mengakui setiap keuntungan atau kerugian.
c. Deviden Likuidasi. Adalah deviden yang tidak didasarkan pada laba ditahan,

yang menyiratkan bahwa deviden ini merupakan pengembalian dari investasi pemegang saham dan bukan dari laba. Jadi, setiap deviden yang yang tidak didasarkan pada laba merupakan pengurangan modal disetor perusahaan dan sejauh itu merupakan deviden likuidasi
d. Deviden Saham. Merupakan penerbitan oleh suatu perseroan atas saham

miliknya sendiri kepada pemegang saham atas dasar prorate. Jika deviden saham lebih kecil dari 20-25% sering kali disebut sebagai deviden saham kecil. 3.8 Kerugian dan Keuntungan Berinvestasi Saham Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau risiko di sisi lain. Seperti tabungan dan deposito Bank memiliki risiko kecil karena tersimpan aman di Bank, tetapi kelemahannya adalah keuntungan yang lebih kecil dibanding potensi keuntungan dari saham. Investasi di properti (rumah atau tanah) semakin lama harganya semakin tinggi, tetapi juga berisiko apabila tergusur atau terjadi kebakaran, sedangkan usaha sendiri (wiraswasta) berisiko bangkrut atau pailit, sementara investasi di emas memiliki risiko harga turun. Khusus untuk saham, peluang keuntungan dan risiko yang mungkin timbul antara lain: KEUNTUNGAN:
a. Capital Gain. Adalah keuntungan dari hasil jual beli saham. Bila

dibandingkan investasi lain, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat (high return).
Modal Saham dan Ekuitas 23

Selain high return, saham juga memiliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham juga dapat turun secara cepat, atau sahamnya di-delist (dihapuskan pencatatannya) dari bursa sehingga untuk jual beli harus mencari pembeli atau penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar. Dengan karakteristik high risk high return ini maka pemodal perlu terus memantau pergerakan harga saham yang dipegangnya, agar keputusan yang tepat dapat dihasilkan dalam waktu yang tepat pula terkait dengan saham.
b. Deviden. Merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada

pemegang saham. Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditahan kembali. Besarnya dividen yang anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung kepada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih); artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersenut. Dividen dapat berupa dividen tunai atau dividen saham. Selain itu investor juga bisa mendapatkan keuntungan dari saham bonus (jika ada). KERUGIAN:
a. Capital Loss. Yaitu suatu kondisi dimana anda menjual saham yang anda

memiliki dibawah harga belinya.
b. Rasio Likuidasi. Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut

oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan ekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan mempeoleh apa-apa. Ini merupakan risiko yang terberat dari seorang pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki. 3.9 Aspek Pajak Saham

Modal Saham dan Ekuitas

24

Menurut Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1997 jo Keputusan Menteri Keuangan No. 282/KMK.04/1997 jo SE - 06/PJ.04/1997. Tentang Pajak Penghasilan atas Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek adalah Objek Pemotongan adalah Penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari transaksi penjualan saham di bursa efek. Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari transaksi penjualan saham di bursa efek dikenakan pajak bersifat final. Adapun tarif pemotongannya adalah sebagai berikut : a. 0.1% (nol koma satu persen) dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan. b. Bagi pemilik saham pendiri dikenakan sebesar :  0.1% x Nilai transaksi + 0.5% dari nilai saham pada 30 December 1996, dalam hal saham tersebut telah diperdagangkan dibursa efek sebelum 31 December 1996.  0.1% x Nilai transaksi + 0.5% dari nilai saham pada saat IPO, dalam hal saham tersebut diperdagangkan dibursa efek pada atau setelah 1 January 1996. Pendiri adalah orang pribadi atau badan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham atau tercantum dalam anggaran dasar sebelum pernyataan pendaftaran yang diajukan pada BAPEPAM dalam rangka penawaran umum perdana. Saham Pendiri adalah saham yang dimiliki oleh para pendiri pada saat perusahaan mengajukan peryataan pendaftaran kepada BAPEPAM dalam rangka IPO (Initial Public Offering) termasuk : a. b. Saham dari kapitalisasi agio yang dikeluarkan dan dibagikan setelah IPO Saham yang berasal dari pemecahan saham pendiri yang masih dimiliki Yang tidak termasuk ke dalam Saham Pendiri a. b.
c.

kepada pendiri. pendiri. Pembagian dividen dalam bentuk saham setelah IPO. Pelaksanaan hak pemesanan efek terlebih dahulu, warrant, obligasi konversi Perusahaan reksadana. Berupa saham bonus dari kapitalisasi agio setelah IPO yang telah dilunasi

dan efek konversi lainnya setelah IPO. d.

tambahan PPh sebesar 0.5% atas saham pendirinya oleh pemegang saham pendiri.

Modal Saham dan Ekuitas

25

Penyetoran Pajak penghasilan yang terhutang selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di bursa efek. Jika pengenaan tambahan PPh sebesar 0,5% tersebut tidak disetor sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka atas penghasilan berupa capital gain dari penjualan saham pendiri tersebut dikenakan PPh dengan tarif umum Pasal 17 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (tidak final). Dalam hal ini wajib pajak juga diperkenankan memilih menghitung PPh atas penjualan saham pendiri dengan tarif pasal 17 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 dikalikan dengan capital gainnya. Penyetoran tambahan PPh 0,5% atas saham pendiri tersebut harus dilakukan oleh emiten dengan menggunakan satu SSP final untuk penyetoran tambahan seluruh saham pendiri. SSP tersebut diisi dengan NPWP Emiten. Pelaporan ke KPP atas penyetoran tambahan PPh 0,5% atas saham pendiri dilakukan oleh emiten, selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya setelah bulan penyetoran, laporan tersebut setidaknya memuat nama dan NPWP pemilik saham pendiri, nilai saham, PPh terutang dan tanggal penyetoran pajak dengan dilampiri SSP lembar ketiga Emiten juga harus melaporkan penyetoran tambahan PPh 0,5% tersebut kepada penyelenggara bursa efek, agar untuk selanjutnya atas penjualan saham pendiri tersebut hanya dikenakan PPh sebesar 0,1%. Penyelenggara bursa efek wajib : a. b. c. Memotong PPh yang terutang melalui perantara perdagangan efek pada saat Menyetor PPh ke bank persepsi atau Kantor Pos selambat-lambatnya tanggal Melaporkan pemotongan dan penyetoran PPh ke KPP setempat selambatpelunasan transaksi penjualan saham = 0,1% x harga jual. 20 bulan berikutnya setelah transaksi penjualan saham. lambatnya tanggal 25 bulan yang sama dengan bulan penyetoran.

Modal Saham dan Ekuitas

26

BAB III PENUTUP
Ekuitas adalah Hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara asset dan kewajiban yang ada. Ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan yang dapat berubah karena adanya penarikan kembali pernyertaan, pembagian laba, atau rugi. Bentuk Hukun dan Jenis Ekuitas terdiri dari, Badan Usaha Milik Negara/Daerah, Perusahaan Swasta, dan Koperasi. Efek (security) adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham obligasi, tanda bukti utang, unit pernyataan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative dari efek. Bursa Efek sebagai lembaga kepercayaan masyarakat mempunyai peran strategis dalam menjaga kelangsungan Pasar Modal. Efek yang diperdagangkan di bursa mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi dan mengalami perubahan harga yang cukup cepat. Oleh karena itu, penilaian berdasarkan harga pasar lebih mencerminkan nilai yang dapat direalisasi. Harga pasar tersedia di bursa dan dipublikasikan secara harian. Dalam hal suatu efek tercatat pada lebih dari satu bursa, maka harga pasar yang digunakan adalah harga terakhir pada bursa utama di mana efek tersebut diperdagangkan. Sebagai penjamin emisi efek, Perusahaan Efek melakukan berbagai kegiatan untuk membantu calon emiten dalam penerbitan dan penawaran efek kepada masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan penjaminan emisi tersebut, Perusahaan efek memperoleh pendapatan sesuai dengan yang disepakati dalam perjanjian penjaminan emisi berupa jasa perjanjian emisi, jasa penjualan, dan jasa manajemen. Saham adalah penyertaan modal adalam pemilikan suatu Perseroan terbatas atau emiten. Terdapat dua macam jenis kepemilikan ini yaitu saham atas nama dan saham atas
Modal Saham dan Ekuitas 27

unjuk. Di Indonesia banyak diperdagangkan saham atas nama yaitu nama pemiliknya tertera dalam saham. Saham terdiri dari Saham Biasa (Common Stock) dan Saham Preferen (Preferent Stock). Saham Preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki beberapa preferansi atau kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Deviden sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin pembagian deviden. Karena, SEC telah menganjurkan perusahaan untuk mengungkapkan kebijakan devidennya pada laporan tahunan.

DAFTAR PUSTAKA

http://elearning.gunadarma.ac.id

Waluyo. 2008. Akuntansi Pajak, Buku 1 Edisi 7. Jakarta: Penerbit

Salemba Empat.

http://Vibiznews.com Kieso, Donald E, dkk. 2007. Akuntansi Intermediate, Buku 2 Edisi 12.

Jakarta: Erlangga.

http://pajak.go.id Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntasi Keuangan.

Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Modal Saham dan Ekuitas

28

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->