P. 1
Hand Out Kimia Zat Padat

Hand Out Kimia Zat Padat

|Views: 4,187|Likes:
Published by Denni Dhynoty

More info:

Published by: Denni Dhynoty on Oct 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

Hand - Out
Kimia Zat Padat
1

I.

STRUKTUR KRISTAL

Kimia kristal terutama membahas struktur kristal dan perlu dibedakan dengan kristalografi,
yang berhubungan dengan metoda-metoda eksperimen untuk menentukan struktur kristal.

Struktur kristal dapat diterangkan dengan bermacam-macam cara. Cara yang paling umum
adalah dengan menyatakan struktur sebagai satuan sel (unit sel). Pada pendekatan ini struktur
dinyatakan dengan ukuran dan bentuk satuan sel dan posisi atom dalam satuan sel. Walaupun
demikian seringkali keterangan tentang satuan sel dan koordinat atom tidak mencukupi untuk
menerangkan gambaran struktur dalam tiga dimensi.
Informasi yang masih diperlukan seperti :
-pengaturan atom-atom relatif satu dengan lainnya
-jarak antar atom
-bilangan koordinasi
-tipe ikatan.

•Cara berguna untuk menerangkan struktur kristal adalah dengan pendekatan kemasan rapat dan

pengisian ruang polihedron (tidak dibahas).

Kemasan rapat (close packed)

•Struktur logam, senyawa ionik, senyawa kovalen dan struktur kristal molekul dapat

dijelaskan menggunakan konsep kemasan rapat. Dalam hal ini unsur logam, ion dan
molekul dianggap berbentuk bulatan, sehingga pengemasannya secara efisien dalam
gambaran 2 dimensinya adalah sebagai :

Hand - Out
Kimia Zat Padat
2
Penyusunan 3 dimensi adalah dengan menumpuk lapisan kedua (B) diatas lapisan pertama
(A) dan seterusnya. Penumpukan lapisan berulang menurut : ….ABABAB…. disebut
sebagai kemasan rapat heksagonal (hexagonal close packing, hcp) dan menurut :
….ABCABCABC…. disebut sebagai kemasan rapat kubus (cubic close packing, ccp).

•Susunan kemasan rapat heksagonal menghasilkan satuan sel heksagonal, sedangkan

satuan sel susunan kemasan rapat kubus diwakili oleh kubus berpusat muka (face centred
cubic, fcc). Hubungan antara fcc dengan ccp dapat dilihat dari lapisan kemasan rapat yang
sejajar dengan bidang {111}.

Hand - Out
Kimia Zat Padat
3

Satu satuan sel heksagonal dihitung diwakili oleh 2 atom (Z = 2), yaitu atom-atom
dengan koordinat : 0,0,0 dan 1/3,2/3,1/2 atau 2/3,1/3,1/2
Satu satuan sel kubus (fcc) dihitung diwakili oleh 4 atom (Z = 4), yaitu atom-atom
dengan koordinat : 0,0,0 ; 1/2,1/2,0 ; 1/2,0,1/2 ; 0,1/2,1/2

•Kerapatan kemasan rapat ini adalah 74,05%, yaitu total volum yang ditempati oleh

atom.

•Celah atau lubang yang terdapat pada susunan kemasan rapat ini dibedakan sebagai

lubang tetrahedral dan lubang oktahedral :

•Jumlah lubang oktahedral adalah sama dengan jumlah atom satuan sel, sedangkan

jumlah lubang tetrahedral adalah 2x jumlah atom satuan sel.
Letak dan posisi lubang tetrahedral dan lubang oktahedral pada hcp dan fcc adalah :

hcp
atom : 0,0,0 dan 2/3,1/3,1/2
oktahedral : 1/3,2/3,1/4 dan 1/3,2/3,3/4
tetrahedral T+ : 2/3,1/3,1/8 ; 2/3,1/3,7/8
T- : 0,0,3/8 ; 0,0,5/8

Hand - Out
Kimia Zat Padat
4

fcc
atom : 0,0,0 ; 1/2,1/2,0 ; 1/2,0,1/2 ; 0,1/2,1/2
oktaeder : 1/2,1/2,1/2 ; 0,0,1/2 ; 0,1/2,0 ; 1/2,0,0
tetraeder T+ : 1/4,1/4,1/4 ; 3/4,3/4,1/4 ; 3/4,1/4,3/4 ; 1/4,3/4,3/4
T- : 3/4,3/4,3/4 ; 1/4,1/4,3/4 ; 1/4,3/4,1/4 ; 3/4,1/4,1/4

•Perbandingan besarnya radius lubang terhadap radius atom adalah :

roktaeder = 0,414 ratom
rtetraeder = 0,225 ratom

Contoh struktur kemasan rapat

Material-material yang dapat diterangkan sebagai struktur kemasan rapat adalah :

Logam
Kebanyakan logam terkristalkan sebagai salah satu dari 3 susunan : ccp, hcp dan bcc (body
centred cubic). Distribusi tipe struktur tidak teratur dan tidak diamati kecenderungan khusus,
juga masih tidak dipahami, mengapa logam-logam tertentu menyukai satu struktur dari
struktur lainnya.

Hand - Out
Kimia Zat Padat
5

Tabel : Struktur dan dimensi satuan sel (A) beberapa logam yang umum.

ccp a

hcp a c

bcc

a

Cu

3,6150

Be

2,2859 3,5843

Fe

2,8664

Ag

4,0862

Mg

3,2095 5,2104

Cr

2,8839

Au

4,0786

Zn

2,665 4,947

Mo

3,1472

Al

4,0494

Cd

2,9793 5,6181

W

3,1648

Ni

3,5238

Ti

2,95 4,686

Ta

3,3058

Pd

3,8898

Zr

3,232 5,147

Ba

5,025

Pt

3,9231

Ru

2,7058 4,2819

Pb

4,9506

Os

2,7341 4,3197

Re

2,760 4,458

Beberapa logam adalah polimorfik dan menunjukkan lebih dari satu tipe struktur, seperti Fe
dapat sebagai ccp atau bcc tergantung temperatur.

•Senyawa ionik dan senyawa kovalen

Materi seperti NaCl, Al2O3, Na2O, ZnO, dimana ukuran anion lebih besar dari ukuran kation,
maka struktur kristalnya dapat dipandang dibangun oleh lapisan kemasan rapat dari anion dan
kation berada dalam celah/lubang antaranya (lubang tetrahedral dan oktahedral).
Bermacam-macam tipe struktur dapat dimungkinkan dengan susunan anion sebagai kemasan
rapat kubus atau heksagonal. Pada struktur ionik harus diperhatikan gaya-gaya elektrostatik tarik
dan tolak yang harus seimbang. Seringkali ukuran kation lebih besar dari besarnya lubang,
sehingga susunan anion harus dijauhkan dan menjadi tidak bersinggungan. O’Keeffee
mengusulkan term struktur eutatik, dimana ion-ion tersusun seperti pada susunan kemasan rapat,
tetapi tidak harus bersentuhan.
Ada 2 macam kisi (lubang) tetrahedral, yaitu T+ dan T- dengan tetrahedra menghadap ke atas
atau ke bawah. Dengan demikian kation pada kisi tetrahedral yang berada ditengah-tengah lapisan
anion menjadi lebih dekat ke satu lapisan dari lapisan lainnya. Sedangkan kisi (lubang) oktahedral
terkoordinasi oleh 3 anion dari masing-masing lapisan anion dan berada ditengah-tengahnya.
Cara lain memandang koordinasi oktahedral adalah sebagai 4 atom koplanar dengan 1 atom di
atas dan 1 atom di bawah bidang koplanar.
Pengelompokkan struktur ion berdasarkan kesamaan dan perbedaan
-NaCl (kubus) dan NaAs (heksagonal) dengan kation pada lubang oktahedral

Hand - Out
Kimia Zat Padat
6
-Rutil (TiO2) dan CdI2 mempunyai kemasan rapat anion heksagonal dengan
setengah lubang oktahedral ditempati oleh kation dan berbeda pada cara
penempatan kisi oktahedral. Pada TiO2 setengah lubang oktahedral dari setiap
pasangan lapisan anion ditempati oleh Ti4+

, sedangkan pada CdI2 satu lapisan
oktahedral diisi penuh, tetapi lapisan oktahedral berikutnya dibiarkan kosong
(seperti struktur lapisan).
-Pada sedikit struktur, kation yang membentuk lapisan kemasan rapat dengan anion
menempati kisi-kisi sisipan (lubang). Contoh CaF2 (struktur fluorit) dengan fcc
dari Ca2+

dan tetrahedral T+ dan T- ditempati oleh F-

. Struktur antifluorit adalah

kebalikannya, seperti struktur K2O.
-Konsep kemasan rapat dapat diperluas meliputi struktur dimana suatu campuran
anion dan kation dengan ukuran besar membentuk lapisan kemasan rapat dan
kation dengan ukuran yang lebih kecil menempati sisi sisipan/lubang, disebut
sebagai struktur perovskite CaTiO3, dimana Ca2+

dan 3 O2-

membentuk lapisan

kemas rapat, Ti4+

menempati ¼ lubang oktahedral dan ¾ oktahedral ditempati oleh

Ca2+
.

-Beberapa struktur dapat dipandang sebagai struktur kemasan rapat dengan
kekurangan anion (beberapa tidak ada), seperti ReO3, dimana O2-

membentuk

lapisan kemasan rapat dengan ¼ tempat O2-

kosong. Contoh β-Al2O3 ; NaAl11O17

dengan lapisan kemasan rapat O2-

dan tiap lapisan kelima ¾ O2-

tidak ada.
-Struktur dengan ikatan kovalen, seperti SiC mempunyai struktur wurzit dengan Si
sebagai lapisan kemasan rapat heksagonal dan C menempati posisi lubang
oktahedral.
Intan, C digolongkan sebagai struktur sphalerite, dimana ½ C membentuk susunan
kemasan rapat kubus dan ½ C lainnya menempati ½ posisi T+.
Banyak struktur mempunyai ikatan campuran kovalen dan ionik, seperti ZnS
(struktur zink blende).

3.

Gambar beberapa tipe struktur yang penting

•Struktur NaCl, ZnS (zink blende/sphalerite) dan Na 2O (antifluorit)

Hand - Out
Kimia Zat Padat
7
Ketiga struktur ini mempunyai kesamaan, yaitu mempunyai kemasan rapat kubus (fcc)
anion dan berbeda pada posisi kationnya pada oktahedral, tetrahedral T+ dan T- :
- Koordinat anion dalam satuan sel : 000

½ ½ 0 ½ 0 ½ 0 ½ ½

-NaCl : oktahedral ditempati oleh kation dan tetrahedral T+ dan T- kosong
-ZnS (zink blende) : T+ (atau T-) ditempati oleh kation dan oktahedral, T- (atau
T+) kosong
-Na2O (antifluorit) : T+ dan T- ditempati oleh kation dan oktahedral kosong

Hand - Out
Kimia Zat Padat
8

Struktur ZnS (wurzit) dan NiAs (nikel arsenit)
Kedua struktur ini mempunyai kesamaan susunan kemasan rapat heksagonal (hcp) dari
anion dan berbeda pada posisi kationnya :
- Koordinat anion hcp : 0001/3 2/3 ½
-ZnS (wurzit) : T+ (atau T-) ditempati oleh kation dan oktahedral kosong
-NiAs (nikel arsenit) : oktahedral diempati oleh kation dan T+ dan T- kosong

Hand - Out
Kimia Zat Padat
9

•Struktur CsCl (cesium klorida)

Satuan sel CsCl adalah kubus primitif :

Hand - Out
Kimia Zat Padat
10

•Struktur TiO 2 (rutil), CdI2, CdCl2 dan Cs2O

Keempat struktur ini mempunyai kesamaan susunan kemasan rapat heksagonal dari anion
oksida dan berbeda pada pengulangan penempatan kation pada lapisan oktahedral.

Hand - Out
Kimia Zat Padat
11

Tabel perhitungan jarak antar atom pada beberapa struktur sederhana :

Penentuan struktur kristal

Unit sel dan sistem kristal
Satuan terkecil yang mewakili suatu pengulangan pola penempatan atom-atom/ion-ion
penyusun senyawa kristal dalam bentuk 3 dimensi disebut kisi ruang (space lattice). Kisi

Hand - Out
Kimia Zat Padat
12
ruang ini dapat dibayangkan sebagai bentuk segi-4 panjang dengan sisi yang dinyatakan
sebagai sumbu a, b dan c dan sudut-sudut diantaranya sebagai sudut α, β dan γ.
Unit sel kisi ruang dikelompokkan menjadi 7 sistem kristal dengan memperhatikan unsur
simetri rotasi yang dimilikinya.

Elemen simetri dan operasi simetri
Elemen simetri penting dalam kristalografi dan merupakan : bidang cermin, sumbu rotasi,
sumbu inversi, sumbu alternasi rotorefleksi, pusat simetri.
Sebuah sumbu rotasi, diberi simbol Cn, dimana rotasi terhadap sumbu ini sebanyak 360/n
derajat memberikan orientasi/posisi yang identik dengan awalnya dan proses rotasi disebut
sebagai operasi simetri.
Bentuk geometri dari bermacam sistem kristal (satuan sel) merupakan konsekuensi dari
adanya elemen simetri tertentu :
Sistem kristal (7)

Elemen simetri utama

Triklin

-

Monoklin

satu sumbu C2

Ortorombik

tiga sumbu C2 yang saling tegak lurus

Rombohedral

satu sumbu C3

Tetragonal

satu sumbu C4

Heksagonal

satu sumbu C6

Kubus

empat sumbu C3 dalam sebuah susunan tetrahedral

Hand - Out
Kimia Zat Padat
13

Hanya ada 14 kisi kristal yang berbeda dalam tiga dimensinya dan dikenal sebagai kisi
Bravais :

•Indeks Miller dan bidang Miller

Indeks Miller merupakan identifikasi bidang-bidang kisi kristal.
Misal sebuah bidang memotong sumbu x pada a/2,
sumbu y pada b dan sumbu z pada c/3, maka fraksi
perpotongannya adalah 1/2, 1, 1/3.
Kebalikan fraksi perpotongan ini memberikan (213) dan
ini merupakan indeks Miller bidang tersebut.

Hand - Out
Kimia Zat Padat
14

Indeks Miller suatu bidang dinyatakan dengan simbol
(h,k,l) yang mengacu pada sumbu x, y dan z.
Jarak tegak lurus bidang (h,k,l) dari titik (000) dinyatakan

sebagai dhkl.
Indeks Miller sebenarnya mendefinisikan satu set bidang sejajar dan salah satunya melalui
titik awal (000) dan lainnya pada jarak dhkl dari masing-masing bidang :

Jarak antar bidang dhkl untuk sistem kubus adalah :

21

hkl

d =

2

2

2

2

a l

k

h

+

+

dan untuk kisi ortorombik adalah :

21

hkl

d = 2

2

ah

+ 2

2

bk

+ 2

2

cl

•Hukum Bragg dan persamaan difraksi sinar X

Sinar X merupakan radiasi elektromagnetik dengan kisaran panjang gelombang 10-10

m dan
sinar X ini bila dilewatkan melalui sebuah kristal akan didifraksikan menurut persamaan
Bragg :

Perbedaan panjang jalan kedua berkas
sinar adalah : AB + BC = 2d sin θ,
dan AB + BC = n λ, sehingga bila

Hand - Out
Kimia Zat Padat
15

kedua gelombang refleksi ini sefase
untuk menghasilkan interferensi yang
konstruktif harus memenuhi persamaan
Bragg : n λ = 2 d sin θ
Metode bubuk Debye-Scherrer digunakan untuk analisis struktur kristal, yaitu dengan
menginterpretasikan sudut refleksi θ dalam term pemisahan bidang-bidang kisi. Salah satu
cara adalah dengan melakukan pengindeksan dari refleksi yang dihasilkan, misalkan untuk
sistem kubus, hubungan antara sudut-sudut dimana refleksi bidang (hkl) terjadi adalah :
sin θ = (h2

+ k2

+ l2

)1/2

λ/2a

Kemudian diprediksikan refleksi-refleksi bidang (hkl) dengan substitusi nilai h, k dan l :

(hkl)

(100)(110)(111)(200)(210)(211)(220)(300)(221)…..

h2

+ k2

+ l2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->